Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Megapolitan Developments Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69218_rns_2020-12-31_8efac27e-adb0-4a52-8040-b43cc3b4dd09.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

1. Nama / Name
Alamat kantor / Office Address
Lora Melani Lowas Barak Rimba
Jl. Kawasan Mega Kuningan Barat Kav E4 Kuningan Timur
Alamat domisili, sesuai KTP /
Domicile as stated in ID card
Nomor telepon / Phone Number
Jabatan / Position
Setiabudi, Jakarta Selatan
Jl. Permata Hijau Blok FIII/56 RT. 019, RW. 010 Kelurahan
Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
021-30019938
the contract of the contract of
Direktur Utama / President Director
2. Nama / Name
Alamat kantor / Office Address
Ouw Desiyanti
Jl. Kawasan Mega Kuningan Barat Kav E4 Kuningan Timur
Setiabudi, Jakarta Selatan
Alamat domisili, sesuai KTP /
Domicile as stated in ID card
Nomor telepon / Phone Number
Jabatan / Position
$\ddot{\phantom{a}}$
$\ddot{\phantom{0}}$
JI. KHM Mansyur No. 244 RT. 002, RW. 001 Kelurahan Tambora,
Kecamatan Tambora, Jakarta Barat
021-30019938
Direktur Keuangan / Finance Director

Halaman / Page

Pernyataan Direksi Director's Statement
Laporan Auditor Independen i - iii Independent Auditor's Report
Laporan Keuangan Financial Statements
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1a – 1b Consolidated Financial Position Report
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian
2 Consolidated Statements of Profit or Loss
and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 3 Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 4 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan 5 – 119 Notes to the Financial Statements

DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31, 2019

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES PER 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed In Rupiah, unless otherwise stated)

Audited
31 Desember 2020 /
December 31, 2020
Catatan /
Notes
Audited
31 Desember 2019 /
December 31, 2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 50.178.477.114 2g, 4 64.408.300.819 Cash and cash equivalent
Aset keuangan lancar 10.000.000.000 5 10.000.000.000 Current financial assets
Piutang usaha : Trade receivables :
- Pihak ketiga 24.741.733.296 6 124.815.418.550 Third parties -
- Pihak berelasi - 6 442.871.920 Related parties -
Piutang lain-lain 1.513.031.150 7 2.255.764.698 Other receivables - Third parties
Persediaan 1.726.408.935.491 2i,8 1.277.002.506.761 Inventories
Pajak dibayar dimuka 35.351.160.843 18a 25.587.407.085 Prepaid taxes
Uang muka dan beban dibayar dimuka 2.753.969.824 10 8.972.316.095 Advance and prepaid expenses
Aset pengampunan pajak 400.000.000 2w,14 400.000.000 Tax amnesty assets
Jumlah Aset Lancar 1.851.347.307.718 1.513.884.585.928 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang pihak berelasi 43.369.367.384 34 42.867.441.817 Non trade - receivables related parties
Investasi pada entitas asosiasi 6.892.921.295 2f,11 7.021.383.580 Investments in associates
Goodwill 2.109.551.639 27 2.109.551.639 Goodwill
Uang muka 18.500.000.000 10 28.898.950.480 Advance
Tanah yang belum dikembangkan 343.653.625.873 2l,9 345.449.790.472 Land for development
Aset tetap – bersih 22.109.692.630 2m,13 23.693.071.379 Fixed assets - neto
Properti investasi – bersih 164.186.114.163 12 178.038.726.975 Properti investasi - neto
Aset lain-lain 150.000.000 150.000.000 Other Assets
Aset pengampunan pajak 1.735.692.793 2w,14 1.830.736.095 Tax amnesty assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 602.706.965.777 630.059.652.437 Total non-current assets
JUMLAH ASET 2.454.054.273.495 2.143.944.238.365 TOTAL ASSETS

DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31, 2019

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES PER 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed In Rupiah, unless otherwise stated)

Audited
31 Desember 2019 /
December 31, 2019
Catatan /
Notes
Audited
31 Desember 2020 /
December 31, 2020
LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES LIABILITAS
CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK
Short term bank loans Utang bank dan lembaga keuangan lainnya
Trade payables Utang usaha
Third parties - 140.430.620.975 16 182.437.718.870 - Pihak ketiga
Related parties - 4.031.599.874 16 4.723.156.123 - Pihak berelasi
Other payables - third parties 37.222.662.936 17 42.509.492.314 Utang lain-lain - pihak ketiga
Taxes payable 20.208.936.045 18b 19.715.083.526 Utang pajak
Acrrued expenses 24.887.671.058 19 95.642.653.990 Beban yang masih harus dibayar
Estimated cost to complete projects 13.895.809.716 20 6.876.429.717 Estimasi biaya penyelesaian proyek
Advance customers and Unearned revenue
Current maturities
111.697.032.203 21 499.765.969.199 Uang muka pelanggan dan Pendapatan diterima dimuka
Bagian pinjaman jangka panjang yang
of long - term debts jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bank loan and other financial institutions -
Total current liabilities
28.658.503.800
381.032.836.607
15 36.092.943.815
887.763.447.554
- Utang bank dan lembaga keuangan lainnya
Jumlah liabilitas jangka pendek
NON - CURRENT LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PANJANG
Long - term debts Pinjaman jangka panjang - setelah
net of current dikurangi bagian yang jatuh tempo
maturities dalam waktu satu tahun
Bank loan and other financial institutions - 948.381.456.200 15 945.956.646.051 - Utang bank dan lembaga keuangan lainnya
Other payables - related parties 27.691.540.106 34 53.846.316.835 Utang lain-lain - pihak berelasi
Employee benefit liability 14.607.297.469 23 18.126.344.216 Imbalan kerja - jangka panjang
Total non - current liabilities
TOTAL LIABILITIES
990.680.293.775
1.371.713.130.382
1.017.929.307.102
1.905.692.754.656
Jumlah liabilitas jangka panjang
JUMLAH LIABILITAS
EQUITY EKUITAS
Capital stock Modal Saham
Rp 100,- per share nilai nominal Rp 100 per saham
Authorized - 10.000.000.000 shares
issued and fully
Modal dasar - 10.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
paid - 3.350.000.000 335.000.000.000 24 335.000.000.000 penuh 3.350.000.000
Additional paid - in capital-net 126.054.412.723 25 126.054.412.723 Tambahan modal disetor - neto
Retained earnings 307.463.663.479 26 84.490.236.878 Saldo laba
Total Equity Atrributable Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
To The Owners Of The Company 768.518.076.202 545.544.649.601 Kepada Pemilik Entitas Induk
Non controling interest 3.713.031.781 28 2.816.869.238 Kepentingan non pengendali
TOTAL EQUITY 772.231.107.983 548.361.518.839 JUMLAH EKUITAS
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 2.143.944.238.365 2.454.054.273.495 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

LAPORAN LABA RUGI CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31, 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed In Rupiah, unless otherwise stated)

Audited
31 Desember 2019 /
December 31, 2019
Catatan /
Notes
Audited
31 Desember 2020 /
December 31, 2020
SALES 165.189.625.230 29 85.684.403.962 LIABILITIES AND EQUITY
PENJUALAN USAHA
COST OF SALES (69.394.629.868) 30 (46.023.357.600) LIABILITIES
BEBAN POKOK PENJUALAN
GROSS PROFIT 95.794.995.362 39.661.046.362 CURRENT LIABILITIES
LABA BRUTO
Other Income 23.689.822.967 33 8.255.226.538 Trade payables
Pendapatan lainnya
Interest income 650.595.340 193.632.940 Pendapatan bunga
General and administrative expenses (82.820.483.639) 32 (60.754.152.212) Beban umum dan administrasi
Selling expenses (15.794.498.321) 31 (4.403.773.358) Beban penjualan
Final tax expenses (9.345.371.551) 18c (5.009.962.372) Beban pajak final
Depreciation and amortization expenses (3.076.483.512) (2.773.875.230) Beban penyusutan dan amortisasi
Interest expenses (27.235.676.178) (25.739.475.947) Beban bunga-bersih
The allowance for doubtful accounts (5.294.314.473) (5.186.787.218) Beban penyisihan piutang ragu-ragu
Fire losses expenses (7.400.081.615) - Beban kerugian kebakaran
Other expenses (3.708.446.854) 33 (731.098.286) Beban lainnya
Equity in net income/(loss) of associates (98.578.125) (128.462.285) Bagian laba/(rugi) entitas asosiasi
PROFIT BEFORE TAX (34.638.520.599) (56.617.681.066) LABA SEBELUM PAJAK
INCOME TAX BENEFITS NON - CURRENT LIABILITIES
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
(EXPENSES) PENGHASILAN
net of current
Current tax - - maturities
Pajak kini
Deferred tax - - Pajak tangguhan
PROFIT FOR THE YEAR (34.638.520.599) (56.617.681.066) LABA PERIODE BERJALAN
OTHER COMPREHENSIVE INCOME Employee benefit liability
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Items that will not be reclassified Pos yang tidak akan direklasifikasi
subsequently to profit or loss: ke laba rugi:
Remeasurement on employee EQUITY
Pengukuran kembali
benefits program 2.278.076.209 (971.236.320) Capital stock
atas program imbalan kerja
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (32.360.444.390) (57.588.917.386) JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
Net Incone Laba Periode Berjalan Yang Dapat
Attributable To : Diatribusikan Kepada :
Owners of the company - (3.448.392.147) (56.345.471.906) Additional paid - in capital-net
- Pemilik entitas induk
Non - Controlling Interest - (154.595.452) 28 (272.209.160) Retained earnings
- Kepentingan non pengendali
(34.638.520.599) (56.617.681.066)
Total Compprehensive Income Jumlah Penghasilan Komprehensif Yang
Attributable To : diatribusikan kepada :
Owners of the company - (32.206.705.899) (57.316.708.226) Non controling interest
- Pemilik entitas induk
Non - Controlling Interest - (153.738.491) 28 (272.209.160) TOTAL EQUITY
- Kepentingan non pengendali
(32.360.444.390) (57.588.917.386) TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
BASIC EARNINGS PER SHARE (9,61) 35 (17,11) LABA PER SAHAM DASAR

PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk AND SUBSIDIARIES

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS CONSOLIDATED STATEMENTS OF KONSOLIDASIAN CHANGES IN EQUITY PER 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31, 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed In Rupiah, unless otherwise stated)

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk / Equity Attributable to Owners of the Parent Entity
Tambahan Modal Disetor - Neto / Additional Paid-in Capital - Net Saldo Laba / Retained Earnings
Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas
Sepengendali - Neto/
Difference in Value
from Restructuring
Selisih antara Aset
dan Liabilitas
Pengampunan Pajak
/ Differences
Saldo Laba/Retained Earnings
Modal Saham/
Issued and Fully
Paid Capital Stock Excess of Par-Net
Agio Saham/
Paid-in Capital
Transactions between
Entities Under Common
Control - Net
Between Tax
Amnesty Assets
and Liabilities
Ditentukan
Appropriated
Ditentukan
Penggunaannya/ Penggunaannya/
Unappropriated
Jumlah/Total Kepentingan Non
Pengendali / Non
Controlling Interest
Jumlah Ekuitas /
Total Equity
Saldo per 1 Januari 2019 335.000.000.000 117.365.904.715 6.172.642.008 2.515.866.000 - 339.670.369.378 800.724.782.101 3.866.770.272 804.591.552.373 Balance as of January 1, 2019
Pembayaran dividen - - - - - - - - - Dividend distrubuted
Laba periode berjalan - - - - - (32.206.705.899) (32.206.705.899) (153.738.491) (32.360.444.390) Income for the period
Saldo per 31 Desember 2019 335.000.000.000 117.365.904.715 6.172.642.008 2.515.866.000 - 307.463.663.479 768.518.076.202 3.713.031.781 772.231.107.983 Balance as of December 31, 2019
Pembayaran dividen - - - - - - - - - Dividend distrubuted
Dampak penerapan PSAK 72 - - - - - (165.656.718.375) (165.656.718.375) (623.953.383) (166.280.671.758) Adoption effect of FSAS 72
Laba periode berjalan - - - - - (57.316.708.226) (57.316.708.226) (272.209.160) (57.588.917.386) Income for the period
Saldo per 31 Desember 2020 335.000.000.000 117.365.904.715 6.172.642.008 2.515.866.000 - 84.490.236.878 545.544.649.601 2.816.869.238 548.361.518.839 Balance as of December 31, 2020

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan. /

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed In Rupiah, unless otherwise stated)

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MEGAPOLITAN DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOW UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31, 2019

Audited
31 Desember 2020 /
December 31, 2020
Catatan /
Notes
Audited
31 Desember 2019 /
December 31, 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
OPERASI
COST OF SALES
OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 62.622.232.043 206.508.746.677 Cash received from costumers
Pembayaran kas pada pemasok
GROSS PROFIT
Pembayaran kas pada
(31.196.426.872) (236.800.054.051) Cash paid to supplier
Cash paid to employees and
karyawan dan operasional lain (61.918.575.513) (68.574.519.097) other operational
Other Income
Pembayaran pajak penghasilan
(15.117.794.396) (13.088.180.175) Income taxes paid
Interest income
Penerimaan dari pendapatan bunga
193.632.940 650.595.340 Cash received from interest income
General and administrative expenses
Penerimaan dari klaim asuransi
- 57.611.057.763 Cash received from insurance claim
Selling expenses
Pembayaran bunga
(25.739.475.947) (13.082.187.142) Interest paid
Final tax expenses
Penerimaan lainnya
31.908.101.071 2.836.321.231 Other receipts
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash flows provided by
Interest expenses
aktivitas operasi
(39.248.306.673) (63.938.219.454) operating activities
The allowance for doubtful accounts
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
CASH FLOWS FROM
Other expenses
INVESTASI
INVESTING ACTIVITIES
Equity in net income/(loss) of associates
Perolehan aset tetap
(804.571.482) (1.219.700.310) Acquisitions of fixed assets
PROFIT BEFORE TAX
Pelepasan aset tetap
142.425.000 15.000.000 Disposal of fixed assets
Penambahan properti investasi (5.145.057.827) (8.468.115.632) Additional of invesment properties
INCOME TAX BENEFITS
Perolehan tanah yang belum dikembangkan
- 2l,9 (38.000.000) Aquisition cost of land for development
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash provide by (used in)
aktivitas investasi (5.807.204.309) (9.710.815.942) investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pembayaran utang bank dan
Payment for bank loan and
Items that will not be reclassified
lembaga keuangan lainnya
(6.020.798.152) (10.755.796.000) other financial intitutions
Penerimaan dari utang bank dan
lembaga keuangan lainnya
10.502.078.018 96.884.648.847 Proceeds from bank loan and
other financial intitutions
Pembayaran untuk piutang pihak berelasi (501.925.567) - Payment for due from related parties
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
Penerimaan dari piutang pihak berelasi
- 1.254.490.019 Proceed for due from related parties
Pembayaran untuk utang pihak berelasi - (8.386.209.468) Payment for due to related parties
Net Incone
Penerimaan dari utang pihak berelasi
26.846.332.978 - Proceed for due to related parties
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash flows provided by
(digunakan untuk) aktivitas pendanaan 30.825.687.277 78.997.133.398 financing activities
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO NET INCREASE (DECREASE) IN
Total Compprehensive Income
KAS DAN SETARA KAS
(14.229.823.705) 5.348.098.002 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 64.408.300.819 59.060.202.817 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
BASIC EARNINGS PER SHARE
AKHIR TAHUN
50.178.477.114 2g, 4 64.408.300.819 AT END OF YEAR

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan. / The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT Megapolitan Developments (d/h Megapolitan Developments Corporation) ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta No. 24 tanggal 10 September 1976 oleh Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/513/4, tanggal 5 November 1976, serta telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 23 November 1976 dan tambahan Berita Negara No. 855.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.9 tanggal 4 Oktober 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., M.H., M.Kn., LL.M, mengenai:

    1. Persetujuan perubahan status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup/Non Publik menjadi PerseroanTerbuka/Publik,
    1. Persetujuan melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat di Indonesia.
    1. Persetujuan penjualan saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya 850.000.000 saham atau sebesar Rp85.000.000.000 melalui Penawaran Umum dengan memperhatikan Peraturan Perundangan yang berlaku termasuk Peraturan Pasar Modal.
    1. Persetujuan pemberian kuasa kepada Direksi Perusahaan untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor.
    1. Persetujuan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan.

Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU- 48137.AH.01.02. Tahun 2010 tanggal 13 Oktober 2010.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan terutama bergerak dalam bidang pembangunan real estate. Pada saat ini ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah pembangunan pertokoan dan pemukiman. Perusahaan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1978.

Perusahaan berdomisili di Bellagio Residence, Jl. Kawasan Mega Kuningan Barat Kav. E4 No.3, Kuningan Timur, Setia Budi, Jakarta Selatan 12950.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Megapolitan Developments ( formerly known as Megapolitan Developments Corporation) (the "Company") was established by Deed No. 24 dated September 10, 1976 by Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notary in Jakarta. This deed was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in Decree No.Y.A.5 / 513/4, dated November 5, 1976, and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 94 dated November 23, 1976 and the additional State Gazette No. 855.

Based on Notarial Deed No. 9 dated October 4, 2010 the Notary Misahardi Wilamarta,S.H, M.H.,M.Kn.,LL.M, regarding:

  • 1. Approval of the change of status of a Limited Liability Company Closed / Non- Public into Public Companies / Public,
  • 2. Approval of Initial Public Offering to the public in Indonesia.
  • 3. Approval of the sale of shares of the Company as much as 850,000,000 shares or Rp85,000,000,000 through a public offering with regard Regulations in force including the Capital Market Regulations.
  • 4. Approval of authorization to the Board of Directors of the Company to declare a separate deed of the increase in issued and paid-up.
  • 5. Approval of changes to the Articles of Association in connection with the Company's change in status.

Amendments to the Articles of Association has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in accordance with Decree No. AHU 48137.AH.01.02. Year 2010 dated October 13,2010.

In accordance with Article 3 of the Articles of Association, the Company is primarily engaged in real estate development. At this time the scope of its activities is shopping and residential development. The Company started its commercial operations since 1978.

The Company is located in Bellagio Residence, Jl. Kawasan Mega Kuningan Barat Kav. E4 3, Kuningan Timur, Setia Budi, Jakarta Selatan 12950.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b. Penawaran Umum Perdana Saham b. Public Offering of Share

Pada tanggal 31 Desember 2010, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) menerbitkan Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Saham Perdana Perusahaan sebanyak 850.000.000 lembar saham, sesuai dengan surat Keputusan Bapepam-LK No. S- 11766/BL/2010 tanggal 31 Desember 2010. Pada tanggal 12 Januari 2011, saham Perusahaan mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp250 (Rupiah penuh) per saham.

c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat tentang susunan pengurus Perusahaan No. 110 tanggal 25 Juni 2019 dan No. 41 tanggal 24 Agustus 2020 serta berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris No.130a/MD/Komisaris/VII/2020 tanggal 08 Juli 2020 tentang pengangkatan anggota komite audit. Susunan pengurus Perusahaan masing-masing per 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut :

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

On December 31, 2010, the Capital Market Supervisory Agency and Financial Institution (BAPEPAM-LK) published a Notice of Effectiveness of Registration Statement in connection with the Initial Public Offering as many as 850,000,000 shares of the Company, in accordance with the Decree of Bapepam-LK No. S-11766 / BL / 2010 dated December 31, 2010. On January 12, 2011, the Company's shares listed all its issued shares on the Indonesia Stock Exchange at the initial offering price of Rp250 (full amount) per share.

c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees

Based on the Deed General Meeting of Shareholders No.110 dated June 25, 2019 and No. 41 dated August 24, 2020 and based on the decision letter of the Board of Commissioners No.130a/MD/Komisaris/VII/2020 dated July 8, 2020 concerning the appointment of members of the audit committee The Company's management respectively per December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020 /
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Sudjono Barak Rimba Sudjono Barak Rimba President Commissioner
Komisaris Jennifer Barak Rimba Jennifer Barak Rimba Commissioner
Komisaris Barbara Angela Barak Rimba Barbara Angela Barak Rimba Commissioner
Komisaris Independen Hongisisilia, SE, Ak Hongisisilia, SE, Ak Independent Commissioner
Komisaris Independen Drs. Anton Bachrul Alam, S.H, Drs. Anton Bachrul Alam, S.H, Independent Commissioner
Dewan Direksi Board of Directors
Direktur Utama Lora Melani Lowas Barak
Rimba
Lora Melani Lowas Barak
Rimba
President Director
Direktur Ronald Trisna Wihardja Ronald Trisna Wihardja Director
Direktur Radian Wena Wahyudi Radian Wena Wahyudi Director
Komite Audit Audit Committee
Ketua Komite Audit Hongisisilia, SE, Ak Hongisisilia, SE, Ak Chairman
Anggota Drs. Anton Bachrul Alam, S.H, Ir. Andreas Bahana, MBA Member
Anggota Ir. Andreas Bahana, MBA - Member
Internal Auditor Internal Auditor
Ketua Rachmat Arief Z Rachmat Arief Z Leader
(tidak diaudit). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah
karyawan tetap Grup masing-masing adalah 140 dan 158
(unaudited). On December 31, 2020 and 2019, the number of
employees of the Group, 140 and 158, respectively

6

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
  • c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan (lanjutan)

Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi Grup adalah sebagai berikut:

c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)

Salaries and other compensation paid to the Commissioners and Directors of the Group are as follows:

2020 2019
Dewan Komisaris 1.655.743.220 2.291.393.000 Board of Commissioners
Dewan Direksi 5.863.789.075 9.003.350.605 Board of Directors
Jumlah 7.519.532.295 11.294.743.605 Total

Besarnya liabilitas imbalan pasca kerja untuk direksi dan komisaris per 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan perhitungan aktuaris masing-masing adalah sebesar Rp8.738.697.493 dan Rp7.503.728.608.

d. Tanggung Jawab Manajemen Atas Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Grup bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ini. Laporan keuangan konsolidasian telah diotorisasi untuk terbit oleh Dewan Direksi pada tanggal 30 April 2021.

Entitas anak yang dimiliki Perusahaan secara langsung maupun tidak langsung, adalah sebagai berikut:

The amount of employee benefits liability for directors and commissioners per December 31, 2020 and 2019 based on the actuarial calculation of each is Rp8.738.697.493 and Rp7,503,728,608.

d. Management Responsibility For The Consolidated Financial Statements

The Group is responsible for the preparation and presentation of these consolidated financial statements. The consolidated financial statements have been authorized for issuance by the Board of Directors on April 30, 2021.

e. Struktur Entitas Anak e. Structure of Company's Subsidiaries

The Company's subsidiaries, owned directly or indirectly, are as follows:

Beroperasi Presentase Jumlah Aset
Secara Kepemilikan (%)/ (Sebelum Eliminasi)/
Bidang Komersial/ Percentage of Amount of
Usaha/ Start of Ownership Assets (Before
Entitas Anak/ Domisili / Business Operation (%) Elimination)
Subsidiaries Domicile Segment Commercial 2020 2019 2020 2019
Kepemilikan langsung/ Direct ownership
PT Tirta Persada Developments (TPD) Bogor Perumahan/
Property
2007 99,75% 99,75% 702.681.634.563 644.644.771.218
PT Graha Mentari Persada (GMP) Depok Perumahan/
Property
2007 99,00% 99,00% 102.716.643.284 106.712.415.185
PT Mega Limo Estate (MLE) Depok Perumahan/
Property
1982 99,80% 99,80% 147.283.266.625 147.236.119.725
PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI) Depok Perumahan/
Shopping
1983 99,38% 99,38% 1.254.076.945.839 1.158.456.207.985
PT Titan Property (TP) Tangerang Perumahan/
Apartment
2006 99,99% 99,99% 125.748.721.325 102.062.479.308

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
    • i. Pada tanggal 15 Desember 2007, Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Tirta Persada Developments (TPD). TPD didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas ± 17 ha, yang berlokasi di Bogor City Center, yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp1.673.000.000.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.102 tanggal 24 Februari 2017, PT Tirta Persada Developments, entitas anak, menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan yang semula Rp6.720.000.000 menjadi sebesar Rp160.000.000.000 dan modal ditempatkan serta modal disetor Perusahaan yang semula masingmasing sebesar Rp1.680.000.000, menjadi masingmasing sebesar Rp40.000.000.000 sehingga setelah peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor, perusahaan memiliki saham sebanyak 39.000 lembar saham atau sebesar Rp39.000.000.000. Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap TPD sebesar 99,75%.

ii. Pada tanggal 15 Desember 2007 Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Megapolitan Mentari Persada (MMP). MMP didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas ± 195 ha, yang berlokasi di Desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dikenal dengan Megapolitan Sentul City, yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp 17.161.000.000. Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap MMP sebesar 99,77%. Pada tanggal 25 Agustus 2008, Perusahaan melepas kepemilikannya di MMP senilai Rp10.281.000.000 kepada Pan Asia Holding Investment Ltd, sehingga kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi 40%.

f. Pendirian, Akuisisi dan Pelepasan Entitas Anak f. Establishment, Acquisition and Disposal of Subsidiaries

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

i. On December 15, 2007, the Company established a new subsidiary under the name of PT Tirta Persada Developments (TPD). TPD is established by paid up capital in the form of land covering ± 17 ha, located in Bogor City Center, which is calculated using net book value of Rp1,673,000,000.

Based on the Deed No.102 date February 24, 2017, PT Tirta Persada Developments, a subsidiary, approved the increase in authorized capital of the Company which was originally Rp6,720,000,000 to Rp160,000,000,000 and the issued and paid-up capital, the company that originally each of Rp1,680,000,000 into each Rp40,000,000,000 so that after the after the increase in issued and paid-up capital, The company owns 39,000 shares od Rp39,000,000,000. That amount represents the Company's ownership to 99.75% of TPD.

ii. On December 15, 2007, the Company established a new Subsidiary under the name PT Megapolitan Mentari Persada (MMP). MMP was established by paid up capital in the form of deposit land area of ± 195 ha, located in the village Pasirlaja, District of Sukaraja, Bogor, West Java, known as Megapolitan Sentul City, which is calculated using net book value of Rp 17,161,000,000. That amount represents the Company's ownership of the MMP amounted to 99.77%. On August 25, 2008, the Company disposed of its ownership in MMP amounted to Rp10,281,000,000 to Pan Asia Investment Holding Ltd., the Company's ownership as of December 31, 2008 to 40%.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

    • f. Pendirian, Akuisisi dan Pelepasan Entitas Anak (lanjutan)
    • iii. Pada tanggal 15 Desember 2007, Perusahaan mendirikan Entitas Anak baru dengan nama PT Graha Mentari Persada (GMP). GMP didirikan dengan cara menyetorkan modal berupa tanah seluas ± 30 ha, di Graha Cinere yang berlokasi di Kelurahan Limo (d/h Desa Limo), Kecamatan Limo (d/h Kecamatan Sawangan), Kota Depok (d/h Kabupaten Bogor) dan Kelurahan Krukut (d/h desa Krukut), Kecamatan Limo (d/h Kecamatan Sawangan), Kota Depok (d/h Kabupaten Bogor), yang diperhitungkan menggunakan nilai buku sebesar Rp6.216.000.000. Nilai tersebut mewakili kepemilikan Perusahaan terhadap GMP sebesar 99%.
    • iv. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 83 tanggal 16 November 2007 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan meningkatkan modal dasar dari Rp30.000.000.000 menjad Rp200.000.000.000 dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp15.660.000.000 menjadi sebesar Rp42.510.000.000. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp26.850.000.000 tersebut dilakukan dengan inbreng saham dan diambil bagian oleh
    • Lora Melani Lowas (LML) dengan nilai nominal sebesar Rp8.100.000.000 saham miliknya di PT Mega Limo Estate (MLE), Anak Perusahaan dan sebesar Rp11.250.000.000 sahamnya di PT Mega Pasanggarahan Indah (MPI), Anak Perusahaan, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp19.350.000.000; dan
    • Jennifer Barak Rimba (JBR) dengan nilai nominal sebesar Rp6.250.000.000 saham miliknya di MLE dan sebesar dengan nilai nominal Rp1.250.000.000 sahamnya di MPI, sehingga yang diambil bagian berjumlah Rp7.500.000.000.
    • v. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 6 Desember 2007 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan meningkatkan modal dasar dari Rp150.000.000.000 menjadi Rp200.000.000.000, dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp42.510.000.000 menjadi sebesar Rp87.573.000.000. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp45.053.000.000 tersebut diambil bagian oleh

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

f. Establishment, Acquisition and Disposal of Subsidiaries (continued)

  • iii. On December 15, 2007, the Company established a new Subsidiary under the name of PT Graha Mentari Persada (GMP). GMP is established by paid up capital in the form of land of ± 30 ha, in Graha Cinere located in the Village Limo (d/h Village Limo), District Limo (d/h District of Sawangan), Kota Depok (d/h Bogor District) and Village krukut (d/h krukut village), District Limo (d/h District of Sawangan), Kota Depok (d/h Bogor District), which is calculated using net book value of Rp6,216,000,000. That amount represents the Company's ownership of 99% of the GMP.
  • iv. Based on the Deed No. 83 dated November 16, 2007 in the presence of Misahardi Wilamarta, S.H., Notary in Jakarta, the Company increased its authorized capital from Rp30,000,000,000 to Rp200,000,000,000, and increase the issued and paid up capital from Rp15,660,000,000 to Rp42,510,000,000. Increase in issued and paid up capital of Rp26,850,000,000 was committed by inbreng shares and subscribed by
  • Lora Melani Lowas (LML) with a nominal value of Rp8,100,000,000 of its shares in PT Mega Limo Estate (MLE), the subsidiary and Rp11,250,000,000 shares in PT Mega Pasanggarahan Indah (MPI), a subsidiary, therefore, taken part amounted to Rp19,350,000,000; and
  • Jennifer Barak Rimba (JBR) with a nominal value of Rp6,250,000,000 of its shares in the MLE and amounted to a nominal value of Rp1,250,000,000 shares in MPI, therefore, taken part amounted to Rp7,500,000,000.
  • v. Based on the Deed No. 41 dated 6 December 2007 that Misahardi Wilamarta, S.H, Notary in Jakarta, the Company increased its authorized capital from Rp150,000,000,000 to Rp200,000,000,000, and increase the issued and paid up capital from Rp42,510,000,000 to Rp87,573,000,000, Increase in issued and paid up capital of Rp45,053,000,000 was subscribed by

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

    • f. Pendirian, Akuisisi dan Pelepasan Entitas Anak (lanjutan)
    • LML sebesar Rp9.380.000.000 dengan cara penyetoran tunai.
    • SBR sebesar Rp28.183.000.000 yang dilakukan dengan cara penyetoran tunai sejumlah Rp9.370.000.000 serta inbreng saham dengan nilai nominal sejumlah Rp7.813.000.000 atas saham yang dimilki di MLE dan dengan nilai nominal sejumlah Rp11.000.000.000 saham yang dimiliki di MPI.
    • Barbara Angela Barak Rimba (BABR) sejumlah Rp7.500.000.000 yang dilakukan dengan cara inbreng saham dengan nilai nominal sejumlah Rp6.250.000.000 atas saham yang dimilki di MLE dan sejumlah Rp1.250.000.000 saham yang dimiliki di MPI.

Sehingga pada tahun 2007, berdasarkan akta-akta tersebut di atas Perusahaan telah memilik saham MLE dan MPI dan kedua perusahaan tersebut menjadi Anak Perusahaan dengan kepemilikan MLE dan MPI masing-masing sebesar 99,66% dan 99,38%.

Berdasarkan akta No.132 tanggal 19 Desember 2019, perusahaan mengkonversikan utang MLE sebesar Rp55.500.000.000 menjadi tambahan modal disetor, sehingga kepemilikan perusahaan di MLE meningkat dari 99,66% menjadi 99,80%.

vi. Berdasarkan Akta perjanjian No. 3 tanggal 1 September 2008 Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., telah dilakukan pengambilalihan saham PT Titan Property (TP) dimana sebanyak 10.000 saham atas nama PT Pada Investama dan sebanyak 9.999 saham atas nama PT Sam Investama oleh PT Megapolitan Developments senilai Rp19.999.000.000 dan sebanyak 1 saham atas nama PT Sam Investama diambil alih oleh Tn. Sudjono Barak Rimba, sehingga kepemilikan saham TP 99,995% dikuasai oleh Perusahaan.

Berdasarkan akta No.133 tanggal 19 Desember 2019, perusahaan mengkonversikan utang TP sebesar Rp118.000.000.000 menjadi tambahan modal disetor, sehingga kepemilikan perusahaan di TP meningkat dari 99,995% menjadi 99,999%.

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
  • f. Establishment, Acquisition and Disposal of Subsidiaries (continued)
      • LML amounted to Rp9,380,000,000 by paid up of cash deposit.
      • SBR amounted to Rp28,183,000,000 which is done by the payment of cash amounted to Rp9,370,000,000 and inbreng shares with nominal value of Rp7,813,000,000 for the shares owned in the MLE and with a nominal value of Rp11,000,000,000 of shares held in the MPI.
      • Barbara Angela Barak Rimba (BABR) amounted to Rp7,500,000,000 that was done by inbreng shares with nominal value of Rp6,250,000,000 for the shares owned in the MLE and Rp1,250,000,000 shares held in the MPI.

And in 2007, by the deed of the above- mentioned company has been having an MLE and MPI shares and the two companies have become wholly owned subsidiary, MLE and MPI respectively 99.66% and 99.38%.

Based on deed No.132 dated December 19, 2019, the company converted MLE's debt of Rp.55,500,000,000 into additional paid-in capital, the company's ownership in MLE increased from 99.66% to 99.80%.

vi. Based on the agreement No. 3 dated September 1, 2008 Misahardi Wilamarta, S.H, has made the acquisition of the shares of PT Titan Property (TP) where as many as 10,000 shares on PT Pada Investama amounted to 9,999 shares of on behalf of PT Sam Investama by PT Megapolitan Developments amounted to Rp19,999,000,000 and 1 shares on behalf of PT Sam Investama taken over by Tn. Sudjono Barak Rimba, therefore, 99.995% ownership of TP held by the Company.

Based on deed No. 133 dated December 19, 2019, the company converted TP's debt of Rp.118,000,000,000 into additional paid-in capital, while the company's ownership in TP increased from 99.995% to 99.999%.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian a. Basis of Preparation of Consolidated Financial

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik" Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan PSAK 1 (Revisi 2015) : Penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, yang menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Tahun buku Grup adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah rupiah (Rp), yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Statements

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards ("SAK"), which comprise of the Statements of Financial Accounting Standards and Interpretations of Financial Accounting Standards issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations No. VIII.G.7 regarding "Presentation and Disclosure of Financial Statements of Public Companies" included in the appendix of the Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) (currently Financial Services Authority) No. KEP-347/BL/2012 dated on June 25, 2012.

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with SFAS 1 (Revised 2015) : Presentation of Financial Statements. The consolidated financial statements, except consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies for those accounts.

The consolidated statements of cash flows have been prepared by using the direct method, presents receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities.

The annual financial reporting period of the Group is January 1 until December 31.

The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian rupiah (Rp), which is also the functional currency of the Group.

The preparation of consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Grup menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dan PSAK 73: Sewa untuk pertama kalinya. Sifat dan dampak perubahan sebagai akibat dari standar akuntansi baru ini dijelaskan di bawah ini.

Beberapa amendemen dan interpretasi lainnya yang relevan terhadap pelaporan keuangan Grup dan berlaku untuk pertama kalinya pada tahun 2020, namun tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup. Grup belum melakukan penerapan dini atas standar, interpretasi atau amendemen apa pun yang telah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 1 Januari 2020.

PSAK 71: Instrumen Keuangan SFAS 71: Financial Instruments

PSAK 71 ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis; entitas metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.

Penerapan atas PSAK 71 tersebut tidak memiliki dampak terhadap saldo awal laba ditahan pada laporan keuangan konsolidasian Grup.

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers

PSAK 72 menggantikan PSAK 34: Kontrak Konstruksi, PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate, PSAK 23: Pendapatan dan Interpretasi terkait dan berlaku, dengan pengecualian terbatas, untuk semua pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggannya.

PSAK 72 menetapkan model lima langkah untuk memperhitungkan pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. Berdasarkan PSAK 72, pendapatan diakui pada jumlah yang mencerminkan imbalan yang diperkirakan menjadi hak entitas dalam pertukaran barang atau jasa yang diserahkan kepada pelanggan.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting principles

The Group applied SFAS 71: Financial Instruments, SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers, and SFAS 73: Leases for the first time. The nature and effect of the changes as a result of these new accounting standards are describe below.

Several other relevant amendments and interpretations apply for the first time in 2020, but do not have an impact on the consolidated financial statements of the Group. The Group has not early adopted any standards, interpretations or amendments that have been issued but are not yet effective as of January 1, 2020.

This SFAS provides for classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting information that are more timely, relevant and understandable to users of financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introduce a more general requirements based on management's judgement.

The adoption of SFAS 71 has no impact on the beginning balance of the retained earnings in the Group's consolidated financial statements.

SFAS 72 supersedes SFAS 34: Construction Contracts, SFAS 44: Accounting for Real Estate Activities, SFAS 23: Revenue and related Interpretations and it applies, with limited exceptions, to all revenue arising from contracts with customers.

SFAS 72 establishes a five-step model to account for revenue arising from contracts with customers. Under SFAS 72, revenue is recognized at an amount that reflects to be entitled in exchange for transferring goods or services to customer.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 72 mengharuskan entitas untuk melakukan pertimbangan, dengan menyertakan semua fakta dan keadaan yang relevan ketika menerapkan setiap langkah model untuk membuat kontrak dengan pelanggan mereka. Selain itu, standar tersebut membutuhkan pengungkapan yang luas atas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

Grup menerapkan PSAK 72 dengan menggunakan metode retrospektif yang dimodifikasi dengan tanggal penerapan awal 1 Januari 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020, penerapan PSAK 72 meningkatkan (menurunkan) akun-akun berikut:

(continued)

SFAS 72 requires the Group to exercise judgement, taking into consideration all of the relevant facts and circumstances when applying each step of the model to contracts with their customers. In addition, the standard requires extensive disclosures about revenue from contracts with customers.

The Group adopted SFAS 72 using the modified retrospective method of adoption, with the date of initial application of January 1, 2020. As of December 31, 2020, the implementation of SFAS 72 increases (decreases) the following accounts:

Total / Amount
Aset Asset
Piutang usaha (84.250.253.350) Trade receivables
Persediaan 316.457.187.566 Inventories
Pajak dibayar dimuka 26.468.082.860 Prepaid taxes
Total Aset 258.675.017.076 Total Asset
Liabilitas Liabilities
Estimasi biaya penyelesaian proyek (7.015.000.000) Estimated cost contruction project
Uang muka pelanggan dan Pendapatan diterima Advance customers and
dimuka 431.970.688.834 Unearned revenue
Total liabilitas 424.955.688.834 Total liabilities
Saldo laba ditahan Retained earnings
Saldo laba (165.656.718.375) Retained earning
Kepentingan non pengendali (623.953.383) Non controling interest
Total Ekuitas (166.280.671.758) Total Equity

PSAK 73: Sewa SFAS 73: Lease

PSAK 73 menggantikan PSAK 30: Sewa, ISAK 8: Penentuan apakah suatu Perjanjian mengandung suatu Sewa, ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif dan ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa. Standar tersebut menetapkan prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sewa dan mengharuskan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa di laporan posisi keuangan.

SFAS 73 supersedes SFAS 30: Leases, ISFAS 8: Determining whether an Arrangement contains a Lease, ISFAS 23: Operating Leases-Incentives and ISFAS 24: Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease. The standard sets out the principles for the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases and requires lessee to recognize most leases on the statement of financial position.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Akuntansi lessor berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari PSAK 30. Lessor akan terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau pembiayaan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti dalam PSAK 30. Oleh karena itu, PSAK 73 tidak berdampak pada sewa di mana Grup adalah lessor.

Sebelum penerapan PSAK 73, Grup mengklasifikasikan setiap sewa (sebagai lessee) pada tanggal permulaan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Lihat Catatan 2o, sewa untuk kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020.

Dengan menerapkan PSAK 73, Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah. Lihat Catatan 2o, sewa untuk kebijakan akuntansi yang dimulai 1 Januari 2020. Grup telah menggunakan cara praktis yang tersedia pada transisi ke PSAK 73 untuk tidak menilai kembali apakah suatu kontrak mengandung sewa atau tidak. Dengan demikian, definisi sewa sesuai dengan PSAK 30 akan terus diterapkan pada sewa yang akan dimasuki atau dimodifikasi sebelum 1 Januari 2020.

Penerapan atas PSAK 73 tersebut tidak memiliki dampak terhadap saldo awal laba ditahan pada laporan keuangan konsolidasian Grup.

Grup juga menerapkan cara praktis yang tersedia di mana:

    1. Menggunakan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup mirip;
    1. Menerapkan pembebasan sewa jangka pendek untuk sewa dengan jangka waktu sewa yang berakhir dalam 12 bulan sejak tanggal penerapan awal;
    1. Tidak termasuk biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal;
    1. Menggunakan peninjauan kembali dalam menentukan jangka waktu sewa di mana kontrak berisi opsi untuk memperpanjang atau mengakhiri sewa.

(continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

Lessor accounting under SFAS 73 is substantially unchanged from SFAS 30. Lessor will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in SFAS 30. Therefore, SFAS 73 did not have an impact for leases where the Group is the lessor.

Before the adoption of SFAS 73, the Group classified each of its leases (as lessee) at the inception date as either a finance lease or an operating lease. Refer to Note 2o Leases for the accounting policy prior to January 1, 2020.

Upon adoption of SFAS 73, the Group applied a single recognition and measurement approach for all leases except for short-term leases and leases of low-value assets. Refer to Note 2o Leases for the accounting policy beginning January 1, 2020. The Group has made use of the practical expedient available on transition to SFAS 73 not to reassess whether a contract is or contains a lease. Accordingly, the definition of a lease in accordance with SFAS 30 will continue to be applied to leases entered or modified before January 1, 2020.

The adoption of SFAS 73 has no impact on the beginning balance of the retained earnings in the Group's consolidated financial statements.

In addition, the Group applied the available practical expedients wherein it:

  • 1. Used a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
  • 2. Applied the short-term leases exemptions to leases with lease term that ends within 12 months of the date of initial application;
  • 3. Excluded the initial direct costs from the measurement of the right of use asset at the date of initial application;
  • 4. Used hindsight in determining the lease term where the contract contained options to extend or terminate the lease.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif

Berdasarkan PSAK 71, instrumen utang dapat diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, asalkan arus kas kontraktual adalah 'hanya pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang' (kriteria SPPI) dan instrumen tersebut diadakan dalam model bisnis yang sesuai untuk klasifikasi tersebut.

Amendemen PSAK 71 mengklarifikasi bahwa aset keuangan memenuhi kriteria SPPI terlepas dari peristiwa atau keadaan yang menyebabkan penghentian kontrak lebih awal dan terlepas dari pihak mana yang membayar atau menerima kompensasi yang wajar untuk penghentian kontrak lebih awal. Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup.

Amendemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.

Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa entitas menerapkan PSAK 71 untuk kepentingan jangka panjang dalam entitas asosiasi atau ventura bersama dimana metode ekuitas tidak diterapkan tetapi, secara substansi, merupakan bagian dari investasi neto pada entitas asosiasi atau ventura bersama (jangka panjang minat). Klarifikasi ini relevan karena mengimplikasikan bahwa model kerugian kredit ekspektasian dalam PSAK 71 berlaku untuk kepentingan jangka panjang tersebut.

Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa, dalam menerapkan PSAK 71, entitas tidak memperhitungkan kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama, atau setiap kerugian penurunan nilai atas investasi neto, yang diakui sebagai penyesuaian atas investasi neto pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang timbul dari penerapan PSAK 15: Investasi pada Perusahaan Asosiasi dan Ventura Bersama.

Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian.

  • (continued)
  • b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

Amendments to SFAS 71: Prepayment Features with Negative Compensation

Under SFAS 71, a debt instrument can be measured at amortized cost or at fair value through OCI, provided that the contractual cash flows are 'solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding' (the SPPI criterion) and the instrument is held within the appropriate business model for that classification.

The amendments to SFAS 71 clarify that a financial asset passes the SPPI criterion regardless of an event or circumstance that causes the early termination of the contract and irrespective of which party pays or receives reasonable compensation for the early termination of the contract. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group.

Amendments to SFAS 15: Investments in Associates and Joint Ventures: Long Term Interest in Associate and Joint Ventures.

The amendments clarify that an entity applies SFAS 71 to long-term interests in an associate or joint venture to which the equity method is not applied but that, in substance, form part of the net investment in the associate or joint venture (long-term interests). This clarification is relevant because it implies that the expected credit loss model in SFAS 71 applies to such long-term interests.

The amendments also clarified that, in applying SFAS 71, an entity does not take account of any losses of the associate or joint venture, or any impairment losses on the net investment, recognized as adjustments to the net investment in the associate or joint venture that arise from applying SFAS 15: Investments in Associates and Joint Ventures.

These amendments had no impact on the consolidated financial statements.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

Amendemen PSAK 60, PSAK 71, dan PSAK 55: Reformasi Acuan Suku Bunga

Amendemen PSAK 71 dan PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran memberikan sejumlah keringanan, yang berlaku untuk semua hubungan lindung nilai yang secara langsung dipengaruhi oleh reformasi acuan suku bunga. Hubungan lindung nilai akan terpengaruh jika reformasi tersebut menimbulkan ketidakpastian tentang waktu dan / atau jumlah arus kas berbasis acuan dari item lindung nilai atau instrumen lindung nilai. Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup karena tidak memiliki hubungan lindung nilai suku bunga.

Amendemen tersebut memberikan definisi baru tentang material yang menyatakan, "informasi adalah material jika dihilangkan, salah disajikan, atau dikaburkan, informasi tersebut secara wajar dapat diharapkan memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama laporan keuangan bertujuan umum berdasarkan laporan keuangan tersebut, yang memberikan informasi tentang entitas pelapor tertentu." Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa materialitas akan bergantung pada sifat atau besaran informasi, baik secara individual atau dalam kombinasi dengan informasi lain, dalam konteks laporan keuangan. Kesalahan penyajian informasi bersifat material jika secara wajar diharapkan dapat memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama. Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan.

Amendemen PSAK 1 merupakan penyesuaian beberapa paragraf dalam PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan yang sebelumnya tidak diadopsi dari IAS 1: Presentation of Financial Statements menjadi diadopsi. Amendemen ini membuka opsi yang memperkenankan entitas menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam PSAK 1. Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan.

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Amendments to SFAS 60, SFAS 71, and SFAS 55: Interest Rate Benchmark Reform

The amendments to SFAS 71 and SFAS 55 Financial Instruments: Recognition and Measurement provide a number of reliefs, which apply to all hedging relationships that are directly affected by interest rate benchmark reform. A hedging relationship is affected if the reform gives rise to uncertainty about the timing and/or amount of benchmark-based cash flows of the hedged item or the hedging instrument. These amendments have no impact on the consolidated financial statements of the Group as it does not have any interest rate hedge relationships.

Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25 Definisi Material Amendments to SFAS 1 and SFAS 25 Definition of Material

The amendments provide a new definition of material that states, "information is material if omitting, misstating or obscuring it could reasonably be expected to influence decisions that the primary users of general purpose financial statements make on the basis of those financial statements, which provide financial information about a specific reporting entity." The amendments clarify that materiality will depend on the nature or magnitude of information, either individually or in combination with other information, in the context of the financial statements. A misstatement of information is material if it could reasonably be expected to influence decisions made by the primary users. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

The amendments to SFAS 1 are several paragraphs in SFAS 1: Presentation of Financial Statements which were not previously adopted from IAS 1 Presentation of Financial Statements to be adopted. This amendment opens an option that allows entities to use report titles other than those used in SFAS 1. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa

ISAK 36 ini memberikan penegasan atas intensi dan pertimbangan DSAK yang dicakup dalam Dasar Kesimpulan PSAK 73 paragraf DK02-DK10 mengenai perlakuan akuntansi atas hak atas tanah yang bersifat sekunder.

Secara umum ISAK 36 ini mengatur mengenai: (1) penilaian dalam menentukan perlakuan akuntansi terkait suatu hak atas tanah yang melihat pada substansi dari hak atas tanah dan bukan bentuk legalnya;

ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa (lanjutan)

Lanjutan: (2) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 16 yaitu jika suatu ketentuan kontraktual memberikan hak yang secara substansi menyerupai pembelian aset tetap termasuk ketentuan dalam PSAK 16 paragraf 58 yang mengatur bahwa pada umumnya tanah tidak disusutkan; dan (3) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 73 yaitu jika substansi suatu hak atas tanah tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar dan hanya memberikan hak untuk menggunakan aset pendasar tersebut selama suatu jangka waktu, maka substansi hak atas tanah tersebut adalah transaksi sewa.

ISAK ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan.

c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif

Berikut ini adalah beberapa amendemen atas standar akuntansi yang telah disahkan DSAK yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Grup namun belum berlaku efektif sampai dengan 1 Januari 2021:

(continued)

ISFAS 36: Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights in SFAS 16: Fixed Assets and SFAS 73: Leases

ISAK 36: provides confirmation of the intentions and considerations of the FASB covered in the Basis for Conclusion SFAS 73 paragraphs DK02-DK10 regarding the accounting treatment of land rights secondary.

In general, ISFAS 36 regulates: (1) valuation in determining the accounting treatment related to a land right that looks at the substance of the land right and not its legal form;

ISFAS 36: Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights in SFAS 16: Fixed Assets and SFAS 73: Leases (continued)

Continued: (2) accounting treatment related to land rights in accordance with SFAS 16, namely if a contractual provision provides rights that in substance resemble the purchase of fixed assets, including the provisions in paragraph 58 of SFAS 16 which stipulates that in general, land is not depreciated; and (3) accounting treatment related to the right to land in accordance with SFAS 73 that is, if the substance of a right to land does not shift control over the underlying asset and only gives the right to use the underlying asset for a period of time, then the substance of the right to the land is a lease transaction.

This ISFAS had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

c. Accounting standards issued but not yet effective

The following are several amendment accounting standards issued by the FASB, relevant to the Company's financial reporting but not yet effective until January 1, 2021:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 Effective beginning on or after January 1, 2023

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan:

  • Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian
  • Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan
  • Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas
  • Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya

Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan harus diterapkan secara retrospektif. Grup saat ini sedang menilai dampak amendemen terhadap praktik saat ini dan apakah negosiasi ulang atas perjanjian pinjaman yang ada mungkin diperlukan. Penerapan lebih dini diperkenankan.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 Effective beginning on or after January 1, 2022

Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak

Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.

Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak meliputi biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari:

  • Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
  • Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.

  • (continued)

  • c. Accounting standards issued but not yet effective (continued)

Amendments to SFAS 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current

The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non- current. The amendments clarify:

  • What is meant by a right to defer settlement
  • That a right to defer must exist at the end of the reporting period
  • That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right
  • That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification

The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and must be applied retrospectively. The Group is currently assessing the impact the amendments will have on current practice and whether existing loan agreements may require renegotiation. Earlier application is permitted.

Amendments to SFAS 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs

This amendment clarifies the cost of fulfilling a contract in relation to determining whether a contract is a burdensome contract.

The amendments to SFAS 57 provide that costs to fulfill a contract comprise of costs that are directly related to the contract. Costs that are directly related to the contract consist of:

  • - Incremental costs to fulfill the contract, and
  • - Allocation of other costs that are directly related to fulfilling the contract

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

Entitas menerapkan amendemen tersebut pada kontrak yang belum terpenuhi semua kewajibannya pada awal periode pelaporan tahunan yang mana entitas pertama kali menerapkan amendemen (tanggal aplikasi awal). Entitas tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sebagai gantinya, entitas mengakui dampak kumulatif dari penerapan awal amendemen sebagai penyesuaian terhadap saldo awal atas saldo laba atau komponen ekuitas lainnya, sebagaimana mestinya, pada tanggal aplikasi awal. Penerapan lebih dini diperkenankan.

Amendemen ini dikeluarkan untuk membantu entitas menentukan apakah serangkaian kegiatan dan aset yang diperoleh adalah bisnis atau bukan. Amendemen ini mengklarifikasi persyaratan minimum untuk bisnis, menghapus penilaian apakah pelaku pasar mampu mengganti elemen yang hilang, menambah panduan untuk membantu entitas menilai apakah proses yang diperoleh adalah substantif, mempersempit definisi bisnis dan keluaran, dan memperkenalkan uji konsentrasi nilai wajar opsional. Contoh ilustratif baru diberikan bersama dengan amendemen.

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2

Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang Reformasi Acuan Suku Bunga – Tahap 2 diadopsi dari IFRS tentang Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 membahas isu yang mungkin mempengaruhi pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga dengan acuan alternatif yang baru.

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • c. Accounting standards issued but not yet effective (continued)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 Effective beginning on or after January 1, 2021

An entity shall apply those amendments to contracts existing at the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendments (the date of initial application). The entity shall not restate comparative information. Instead, the entity shall recognize the cumulative effect of initially applying the amendments as an adjustment to the opening balance of retained earnings (or other component of equity, as appropriate) at the date of initial application. Earlier application is permitted.

Amendemen PSAK 22: Definisi Bisnis Amendments to SFAS 22: Definition of Business

These amendments were issued to help entities determine whether an acquired set of activities and assets is a business or not. They clarify the minimum requirements for a business, remove the assessment of whether market participants are capable of replacing any missing elements, add guidance to help entities assess whether an acquired process is substantive, narrow the definitions of a business and of outputs, and introduce an optional fair value concentration test. New illustrative examples were provided along with the amendments.

Amendments to SFAS 71: Financial Instruments, Amendments to SFAS 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to SFAS 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to SFAS 62: Insurance Contracts and Amendments to SFAS 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2

Amendments to SFAS 71, Amendments to SFAS 55, Amendments to SFAS 60, Amendments to SFAS 62 and Amendments to SFAS 73 concerning Interest Rate Reference Reform - Phase 2 were adopted from IFRS concerning Interest Rate Benchmark Reform-Phase 2.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 addresses issues that may affect financial reporting during the benchmark interest rate reform, including the impact of changes in contractual cash flows or hedging relationships that arise from replacing the benchmark interest rate with a new alternative reference.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif (lanjutan)

Amendemen ini mengubah persyaratan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62: Kontrak Asuransi dan PSAK 73: Sewa yang terkait dengan:

  • Perubahan dasar untuk menentukan arus kas kontraktual dari aset keuangan, liabilitas keuangan dan liabilitas sewa; akuntansi lindung nilai; dan pengungkapan.

Grup sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan Grup.

d. Prinsip-prinsip konsolidasian d. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Grupnya.

Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.

Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

  • Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee );
  • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee;
  • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee termasuk:

  • Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain;

  • (continued)

  • c. Accounting standards issued but not yet effective (continued)

These amendments amend the requirements of SFAS 71: Financial Instruments, SFAS 55: Financial Instruments :Recognition and Measurement, SFAS 60 : Financial Instruments: Disclosures, SFAS 62: Insurance Contracts and SFAS 73: Leases related to:

- Changes in the basis for determining the contractual cash flows of financial assets, financial liabilities and lease liabilities; hedge accounting; and disclosure.

The Group is presently evaluating and has not yet determined the effects of these accounting standards on its financial statements.

The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and subsidiaries.

Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.

Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has:

  • - Power over the investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the investee);
  • - Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee;
  • - The ability to use its power over the investee to affect its returns.

When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • - The contractual arrangement with the other vote holders of the investee;
  • Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; - Rights arising from other contractual arrangements;
  • Hak suara dan hak suara potensial Grup - The Group's voting rights and potential voting rights

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

d. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) d. Principles of consolidation (continued)

Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.

Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Grup dan pada kepentingan non pengendali ("KNP"), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.

Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.

Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka:

  • Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas Entitas anak; Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
  • Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada.
  • Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; Recognizes the fair value of payments received;
  • Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; Recognizes any investment retained at fair value;
  • Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi;
  • Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.

(continued)

The Group re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control.

Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary.

Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary.

Profit or loss and each component of other comprehensive income ("OCI") are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the noncontrolling interests ("NCI"), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group's accounting policies.

All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.

A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it:

  • - Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; Terminate the recognition of the recorded amount of each KNP;
  • Derecognizes the cumulative translation differences, recorded in equity, if any.
  • Recognizes any resulting difference as a gain or
  • loss in the income statement;;
  • Reclassifying to profit or loss the proportion of gains and losses previously recognized in other comprehensive income or retained earnings is also a requirement if the Group is to dispose of the related asset or liability directly.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Untuk pembelian dengan diskon, sebelum mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan yang dapat diidentifikasi dalam pengkajian kembali tersebut.

Jika selisih lebih itu tetap ada setelah identifikasi dilakukan, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laba rugi pada tanggal akuisisi. Selisih lebih diatribusikan kepada pihak pengakuisisi.

Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lainnya sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2014). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali sampai penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.

Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset bersih yang telah diidentifikasi dari entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ("UPK") dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.

(continued)

e. Kombinasi Bisnis e. Business combination

For bargain purchases, before recognizing a gain on a bargain purchase, the acquirer reassesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and recognizes any additional assets or liabilities that are identified in that review.

If that gain remains after applying the identification, the acquirer recognizes the resulting gain in profit or loss on the acquisition date. The gain is attributed to the acquirer.

Any contingent consideration to be transferred by the acquirer is recognized at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the contingent consideration which is deemed to be an asset or liability, is recognized in accordance with PSAK No. 55 (Revised 2014) either in profit or loss or as other comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it should not be remeasured until it is finally settled within equity.

At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss.

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group's Cash-Generating Units ("CGUs") that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs.

Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operations disposed of is included in the carrying amount of the operations when determining the gain or loss on disposal of the operations. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operations disposed of and the portion of the CGU retained.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

f. Investasi pada entitas asosiasi f. Investment in associates

Asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan kebijakan tersebut.

Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan sama pentingnya dengan pengendalian atas anak perusahaan.

Investasi Grup pada entitas asosiasi diukur menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar nilai perolehannya.

Jumlah tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Grup atas asset bersih entitas asosiasi sejak tanggal akuisisi. Goodwill terkait dengan entitas asosiasi termasuk ke dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diperkenankan diamortisasi atau dilakukan tes penurunan nilai.

Laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Setiap perubahan atas pendapatan komprehensif lain atas investasi disajikan sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lain Grup. Sebagai tambahan, ketika terdapat perubahan yang diakui secara langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut, ketika berlaku dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi.

Laporan keuangan entitas asosiasi disiapkan sesuai dengan periode pelaporan yang sama dengan Grup. Bila diperlukan, penyesuaian dibuat untuk menyamakan dengan kebijakan akuntansi Grup.

Setelah penerapan metode ekuitas, Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui rugi penurunan nilai atas investasi di entitas asosiasi. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti penurunan nilai, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya, dan mengakui kerugian tersebut sebagai "bagian dari keuntungan entitas asosiasi" dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian.

(continued)

An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but is not control over those policies.

The considerations made in determining significant influence are similar to those necessary to determine control over subsidiaries.

The Group's investments in its associate are accounted for using the equity method. Under the equity method, the investment in an associate is initially recognized at cost.

The carrying amount of the investment is adjusted to recognize changes in the Group's share of net assets of the associate since the acquisition date. Goodwill relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized nor individually tested for impairment.

The consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income reflect the Group's share of the results of operations of the associate. Any change in OCI of this investment is presented as part of the Group's OCI. In addition, when there has been a change recognized directly in the equity of the associate, the Group recognizes its share of the change, when applicable, in the consolidated statements of changes in equity. Unrealized gains and losses resulting from transactions between the Group and the associate are eliminated to the extent of the interest in the associate.

The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period as the Group. When necessary, adjustments are made to bring the accounting policies in line with those of the Group.

After application of the equity method, the Group determines whether it is necessary to recognize an impairment loss on its investment in its associate. At each reporting date, the Group determines whether there is objective evidence that the investment in the associate is impaired. If there is such evidence, the Group calculates the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the associate and its carrying value, then recognizes the loss as "share of profit of an associate" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

f. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan) f. Investment in associates (continued)

Saat kehilangan pengaruh signifikan atas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui sisa investasinya pada nilai wajar. Semua perubahan antara nilai tercatat investasi pada saat kehilangan pengaruh signifikan dan nilai wajar atas sisa investasi dan pendapatan atas pelepasan investasi diakui dalam laba rugi.

Berdasarkan PSAK No. 2: Laporan Arus Kas, kas dan setara kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit) dan investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, yang dengan cepat dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Tidak dijadikan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi h. Transactions with related parties

Perusahaan menerapkan PSAK No. 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi.

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup.

  • a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Grup, jika:
  • memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup
  • memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau - has significant influence over the Group; or
  • merupakan personil manajemen kunci Grup atau entitas induk dari Perusahaan.
  • b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
  • entitas dan Grup adalah anggota dari kelompok usaha yang sama.
  • satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana Grup adalah anggotanya).

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Upon loss of significant influence over the associate, the Group measures and recognizes any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the associate upon loss of significant influence and the fair value of the retained investment and proceeds from disposal is recognized in profit or loss.

g. Kas dan Setara Kas g. Cash and Cash Equivalent

Based on SFAS No. 2: The statement of cash flows, cash and cash equivalents consists of cash on hand and demand deposits and investments that are very liquid, short-term, which can be quickly converted into cash in a predetermined amount and has a risk of insignificant changes in value. Not pledge as collateral and unrestricted.

The company applies SFAS No. 7: Related Party Disclosures.

A related party is a person or entity that is related to the Group.

  • a. A person or a close member of that person's family is related to the Group, if that person:
  • - has control or joint control over the Group;

  • - is a member of the key management personnel of the Group or of the parent entity of the Company.

  • b. An entity is related to the Group if any of the following conditions applies:
  • - the entity and the Group are members of the same group.
  • one entity is an associate or joint venture of the Group (or an associate or joint venture of a member of a group of which the Group is a member).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan) h. Transactions with related parties (continued)

  • entitas dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
  • Grup adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
  • entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup.
  • entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a.
  • orang yang teridentifikasi dalam huruf a (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas induk dari entitas.

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

i. Persediaan i Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan.

(continued)

  • both entity and the Group are joint ventures of the same third party.
  • the Group is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
  • the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the group or an entity related to the Group.
  • the entity is controlled or jointly controlled by a person identified in point a.
  • a person identified in point a (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

The transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties. Such terms may not be the same as those for transactions with unrelated parties.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories cost allocated according to each project is determined by specific identification method for expenses directly related to housing projects and based on the average square meter for public facilities and social burden in those sectors developed.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories cost allocated according to each project is determined by specific identification method for expenses directly related to housing projects and based on the average square meter for public facilities and social burden in those sectors developed.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada kegiatan pengembangan real estate serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan tanah telah selesai. Semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual berdasarkan luas area masingmasing.

Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas area yang dapat dijual.

Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, rukan dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.

Untuk proyek properti residensial, harga perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih sesuai.

Biaya perolehan jasa konstruksi meliputi biaya yang langsung berhubungan dengan proyek dan biaya pinjaman serta dipindahkan pada aset bangunan jasa konstruksi pada saat selesai dibangun dan siap diserahkan pada pemilik.

Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau aktivitas pembangunan ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama.

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

i. Persediaan (lanjutan) i Inventories (continued)

The cost of land for development consists of cost of land for development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and borrowing costs. Land under development is transferred to landplots available for sale when the land development is completed. Total project cost is allocated proportionately to the saleable landplots based on their respective areas.

The cost of land for development, including land which is used for roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated using saleable area.

The cost of buildings and apartments under construction is transferred to houses, shops and apartments (strata title) available for sale when the construction is substantially completed.

For residential property project, its cost is classified as part of inventories upon the commencement of development and construction of infrastructure. For commercial property project, upon the completion of development and construction of infrastructure, its cost remains as part of inventories or is reclassified to the related investment properties account, whichever is more appropriate.

The acquisition cost of construction services includes the costs directly related to the project and the cost of borrowing, and transferred to the asset at the time of the building construction is completed and ready to be submitted to the owner.

Borrowing costs related to development activities are capitalized to development projects. Capitalization discontinued when the development project is substantially ready for their intended use or development activities postponed or suspended in a considerable period of time.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih. Perusahaan melakukan penyisihan piutang ragu-ragu jika ada ditentukan berdasarkan penelahaan oleh manajemen atas keadaan akun masing-masing pelanggan pada akhir periode.

k. Biaya dibayar dimuka k. Prepaid expenses

Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.

l. Tanah yang belum dikembangkan l. Land for development

Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.

Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya praperolehan dan perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Biaya perolehan tanah yang dimaksud mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mencakup, tetapi tidak terbatas sebagai berikut:

  • biaya perolehan tanah, termasuk biaya perolehan bangunan (yang tidak akan digunakan sebagai bangunan), tanaman, dan lain-lain yang berada di atas tanah tersebut;
  • - biaya gambar topografi; - Cost topographic image;
  • - biaya pembuatan cetak biru (master plan); - Master plan cost
  • - biaya pengurusan dokumen hukum dan pengamanan asset
  • - imbalan jasa profesional seperti ahli lingkungan hidup, ahli pertanahan, ahli hukum, ahli konstruksi, dan lainlain
  • - biaya pematangan tanah termasuk biaya peruntuhan bangunan

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

j. Piutang usaha j. Trade receivables

Trade receivables are recorded at net. The Company has provided and allowance for doubtful account which is made based on review of collectability individual outstanding amount at end of year.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.

Land for development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower.

The cost of land undeveloped, pre-acquisition costs and land acquisition costs, transferred to land under development when land development will begin. The cost of land in question cover the purchase of land area, including all costs directly resulting in the ground ready to be used in accordance with its intended purpose, including, but not limited to the following:

  • - land acquisition costs, including the cost of the building (which is not to be used as a building), plants, and others who are on the land;

  • - Legal document processing costs and asset security

  • - bea balik nama, komisi untuk perantara - Transfer of rights, commission for intermediaries
  • - in exchange for professional services such as environmentalists, land experts, lawyers, construction, etc.
  • - development of land costs including the cost of razing buildings

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Perusahaan menerapkan PSAK 16: Aset Tetap. The company applies SFAS 16: Fixed Assets.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.

Selanjutnya, pada saat pemeriksaan yang signifikan dilakukan untuk kelangsungan dari pengoperasian suatu aset tetap, biaya pemeriksaan itu diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

(continued)

m. Aset tetap m. Fixed assets

Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any, except for land which is not depreciated. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met.

Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit and loss as they are incurred.

Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

2020 dan/and 2019
Bangunan 20 Tahun/ Years Buildings
Inventaris kantor 4 –
8 Tahun/ Years
Office Equipments
Inventaris mesin 4 –
8 Tahun/ Years
Machinery Equipment
Inventaris proyek 4 –
8 Tahun/ Years
Project Equipments
Kendaraan 8 Tahun/ Years
4 –
Vehicles

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau estimasi masa manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap atau properti investasi yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Land is stated at cost and is not depreciated.

Specific costs associated with the extension or renewal of land titles are deferred and amortized over the legal term of the land rights or economi life of the land, whichever period is shorter.

Construction in progress is stated at cost and is accounted as part of fixed assets. The accumulated costs are reclassified to the appropriate fixed asset or investment property account when the construction is completed and the constructed asset is ready for its intended use.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) ketika tanah pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset tetap. Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah dalam bentuk HGB ditangguhkan dan diamortisasi sesuai umur hukum hak atas tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun "Aset tidak lancar lainnya" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada, kecuali tanah yang tidak disusutkan.

Jumlah tercatat termasuk biaya penggantian dari bagian properti investasi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi.

Properti investasi terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana yang dikuasai Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun.

(continued)

m. Aset tetap (lanjutan) m. Fixed assets (continued)

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is credited or charged to operations in the year the asset is derecognized.

The fixed assets' residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate, at each financial year end.

The costs incurred in order to acquire legal rights over land in the form of The Right Build (HGB) certificates upon acquisition of land is recognized as part of the acquisition cost of the land in Fixed assets and is not amortized. Costs incurred in connection with the extension or renewal of the HGB are deferred and amortized throughout the validity period of the legal rights and presented as part of "Other non current financial assets" in the consolidated statement of financial position.

n. Properti investasi n. Investment properties

Investment properties are stated at cost, which includes transaction cost, less accumulated depreciation and impairment loss, if any, except for land which is not depreciated.

Such cost also includes the cost of replacing part of the investment properties if the recognition criteria are met, and excludes the daily expenses on their usage.

Investment properties consist of land, building and infrastructures, by the Group to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business.

Investment property is depreciated by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi dikreditkan atau dibebankan pada operasi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.

Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan.

Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual. Perubahan taksiran umur manfaat ekonomis ini dilakukan setelah mempertimbangkan pengaruh pemeliharaan dan perbaikan bangunan yang dilakukan oleh Grup.

Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai imbalan untuk imbalan.

Grup sebagai lessee Group as a lessee

Grup menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran bagi seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset pendasar.

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

n. Properti investasi (lanjutan) n. Investment properties (continued)

An investment property should be derecognized on disposal or when it is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from its disposal. Gain or loss arising from the retirement or disposal of investment property is credited or charged to operations in the year the asset is derecognized.

Transfers to investment properties should be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the end of owneroccupation, commencement of an operating leasee to another party or end of construction or development.

Transfers from investment properties should be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the commencement of owner-occupation or commencement of development with a view to sell. The changes in the useful lives estimation is done after considering the effect of the repairs and maintenance performed by the Group.

o. Sewa o. Leases

Efektif mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

The Group assesses at contract inception whether a contract is, or contains, a lease. That is, if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.

The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for shortterm leases and leases of low-value assets. The Group recognizes lease liabilities to make lease payments and right of use assets representing the right to use the underlying assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul diawal, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset.

Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar dibawah jaminan nilai residu.

Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan oleh Grup, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan Grup melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa.

Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • o. Sewa (lanjutan) o. Leases (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Aset Hak - Guna Right of use assets

he Group recognizes right of use assets at the commencement date of the lease (i.e., the date the underlying asset is available for use). Right of use assets are measured at cost, less any accumulated depreciation and impairment losses, and adjusted for any remeasurement of lease liabilities. The cost of right of use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct costs incurred, and lease payments made at or before the commencement date less any lease incentives received. Right of use assets are depreciated on a straight-line basis over the shorter of the lease term and the estimated useful lives of the assets, as follows:

If ownership of the leased asset transfers to the Group at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase option, depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset.

Liabilitas sewa Lease liabilities

At the commencement date of the lease, the Group recognizes lease liabilities measured at the present value of lease payments to be made over the lease term. The lease payments include fixed payments (including in-substance fixed payments) less any lease incentives receivable, variable lease payments that depend on an index or a rate, and amounts expected to be paid under residual value guarantees.

The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain to be exercised by the Group and payments of penalties for terminating the lease, if the lease term reflects the Group exercising the option to terminate.

Variable lease payments that do not depend on an index or a rate are recognized as expenses (unless they are incurred to produce inventories) in the period in which the event or condition that triggers the payment occurs.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk merefleksikan penambahan bunga dan mengurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.

Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa bangunan (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa bangunan yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.

Grup sebagai lessor Group as a lessor

Sewa di mana Grup tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya perolehan langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode perolehannya.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • o. Sewa (lanjutan) o. Leases (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

In calculating the present value of lease payments, the Group uses its incremental borrowing rate at the lease commencement date because the interest rate implicit in the lease is not readily determinable. After the commencement date, the amount of lease liabilities is increased to reflect the accretion of interest and reduced for the lease payments made. In addition, the carrying amount of lease liabilities is remeasured if there is a modification, a change in the lease term, a change in the lease payments (e.g., changes to future payments resulting from a change in an index or rate used to determine such lease payments) or a change in the assessment of an option to purchase the underlying asset.

Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah Short-term leases and leases of low-value assets

The Group applies the short-term lease recognition exemption to its short-term leases of buildings and infrastructures (i.e., those leases that have a lease term of 12 months or less from the commencement date and do not contain a purchase option). It also applies the lease of low-value assets recognition exemption to leases of buildings and infrastructures that are considered to be low value. Lease payments on shortterm leases and leases of low-value assets are recognized as expense on a straight-line basis over the lease term.

Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of an asset are classified as operating leases. Rental income arising is accounted for on a straight-line basis over the lease terms and is included in revenue in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income due to its operating nature. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents are recognized as revenue in the period in which they are earned.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Grup mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.

Sewa pembiayaan Finance lease

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset.

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa yang diterima oleh Grup sebagai lessor diakui sebagai pendapatan dengan metode garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.

Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan dalam laba rugi selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas setiap periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan dengan metode yang sama dengan metode penyusutan aset tetap yang dimiliki sendiri. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Grup akan memiliki aset tersebut pada akhir masa sewa, aset tersebut disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa sewa.

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga dan biaya pendanaan lainnya yang ditanggung oleh Grup sehubungan dengan peminjaman dana.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • o. Sewa (lanjutan) o. Leases (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 Effective before January 1, 2020

The Group classifies a lease based on the extent to which risks and rewards incidential to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and on the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date.

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of an asset.

Sewa operasi Operating lease

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the lease payments received by the Group as lessors are recognized as income using the straight-line method over the lease term.

The interest element of the finance cost is charged to income over the lease period so as to produce a periodic rate that is constant over the balance of the liability for each period. Fixed assets acquired through finance leases are depreciated using the same method as the method of depreciation of fixed assets owned by themselves. If there is no reasonable certainty that the Group will have the asset at the end of the lease, the asset is depreciated over the shorter of the estimated useful life of the asset and the lease term.

p. Kapitalisasi biaya pinjaman p. Capitalization of borrowing costs

Capitalization of borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs consist of interests expense and other financing charges that the Group incurs in connection with the borrowing of funds.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dimulai dan pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi.

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang berkelanjutan.

Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara spesifik untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti sedang dalam penyelesaian.

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau aset tak berwujud yang belum dapat digunakan) diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan atas aset tersebut.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

(continued)

p. Kapitalisasi biaya pinjaman (lanjutan) p. Capitalization of borrowing costs (continued)

Capitalization of borrowing costs commences when the activities to prepare the qualifying asset for its intended use have started and the expenditures for the qualifying asset and the borrowing costs have been incurred.

Capitalization of borrowing costs ceases when all activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially completed.

The capitalization of borrowing costs is suspended if there are prolonged periods when development activity is interrupted.

Interest is also capitalized on the purchase cost of a site property acquired specifically for development, but only where activities necessary to prepare the asset for development are in progress.

q. Penurunan nilai aset non-keuangan q. Impairment of non-financial asset value

The Group assesses at each reporting date whether there is an indication that assets may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for assets (i.e., an intangible asset with an indefinite useful life, or an intangible asset not yet available for use) is required, the Group makes an estimate of the recoverable amounts of the respective assets.

An asset's recoverable amount is the higher of the asset's or its CGU's fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or group of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitunganperhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (multiple valuation) atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

Kerugian penurunan nilai yang telah diakui pada periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi- asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya.

Pembalikan tersebut dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya.

Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

r. Pengakuan pendapatan dan beban r. Revenue and expense recognition

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Revenue from contracts with customers

Grup menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020. Grup mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut:

(continued)

q. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) q. Impairment of non-financial asset value (continued)

In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.

Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.

A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount.

The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years.

Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

Efektif mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

The Group has adopted SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers, effective on or after January 1, 2020. The Group requires revenue recognition to fulfill five steps of assessment:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

    1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan; 1. Identify contract(s) with customers;
    1. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
    1. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
    1. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendir relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
    1. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

Grup bergerak dalam bisnis penjualan bangunan rumah, bangunan komersial dan apartement sejenis lainnya beserta kapling tanahnya, dll. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang atau jasa tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah yang utama dalam pengaturan pendapatannya.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari pelangan diakui sebagai uang muka pelanggan.

  • (continued)
  • r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) r. Revenue and expense recognition (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

  • 2. Identify performance obligations in the contract. Performance obligations are promise in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct .
    1. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to customer. If the consideration promised in a contract includes variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled n exchange for transferring goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period.
    1. The allocation of the transaction price to each performance obligation is based on a relatively estimated stand-alone selling price based on expected cost plus a margin;
    1. Recognition of revenue when the performace obligation is satisfied by transferring the goods or service to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or servise).

The Group is in the business of providing sales of houses, shops and other similar properties including landplots, etc. Revenue from contracts with customers is recognized when control of the goods or services are transferred to the customer at an amount that reflects the consideration to which the Group expects to be entitled in exchange for those goods or services. The Group has generally concluded that it is the principal in its revenue arrangements, except for the agency services below, because it typically controls the goods or services before transferring them to the customer.

Revenue from contracts from customers is recognized at the point in time when control of the asset is transferred to the customer, generally on delivery of the assets. Downpayment from customers recognized as customer's downpayment.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) r. Revenue and expense recognition (continued)

Pendapatan dari penjualan real estat diakui dengan metode sebagai berikut:

Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, rukan dan bangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:

    1. Proses penjualan telah selesai 1. A sale is consummated.
    1. Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli.
    1. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

Pendapatan dari penjualan kapling tanah tanpa bangunan yang tidak memerlukan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:

Jumlah pembayaran oleh pembeli paling sedikit 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli.

    1. Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli.
    1. Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kapling tanah yang dijual.
    1. Hanya kapling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kapling tersebut.

Pendapatan dari penjualan unit bangunan apartemen yang belum selesai pembangunannya diakui dengan metode persentase penyelesaian (percentage-of- completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Efektif sebelum 1 Januari 2020 Effective prior to January 1, 2020

Revenues from real estate sales are recognized as follows:

Revenues from sales of houses, shops and other similar property and related land are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met:

    1. Harga jual akan tertagih. 2. The selling price is collectible.
  • 3. The seller's receivable is not subject to future subordination to other loans which will be obtained by the buyer.
  • 4. The seller has transferred to the buyer the usual risks and rewards of ownership in a transaction that is in substance a sale and does not have a substantial continuing involvement with the property.

Revenues from sales of landplots that do not require the seller to construct the building are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met:

Total payments by the buyer are at least 20% of the agreed selling price and the amount is not refundable.

    1. Harga jual akan tertagih. 1. The selling price is collectible
  • 2. The receivable is not subordinated to other loans that will be obtained by the buyer.
  • 3. The land development process is complete so that the seller has no further obligations related to the landplots sold.
  • 4. Only the landplots are sold, without any requirement for the seller's involvement in the construction of the building on the landplots.

Revenues from sales of apartments, the construction of which has not been completed, are recognized using the percentage-of-completion method if all of the following conditions are met:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

    1. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi.
    1. Total pembayaran oleh pembeli paling sedikit 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli.
    1. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.

Jika ada salah satu kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pembayaran uang yang diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka yang diterima sampai seluruh kriteria tersebut terpenuhi.

Metode yang digunakan untuk menentukan persentase penyelesaian adalah berdasarkan biaya aktual yang telah dikeluarkan dibandingkan dengan estimasi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan proyek real estat tersebut.

Pendapatan sewa dan iuran keanggotaan klub olahraga diakui sebagai pendapatan sesuai masa sewa atau keanggotaannya. Sewa dan iuran keanggotaan klub diterima dimuka disajikan sebagai "Pendapatan Diterima Dimuka". Pendapatan dari restoran diakui pada saat barang atau jasa diberikan.

Pendapatan dari hunian kamar hotel diakui pada periode terhuninya. Pendapatan dari jasa hotel lainnya diakui pada saat jasa atau barang diserahkan kepada pelanggan. Pendapatan dari pelayanan jasa kesehatan diakui pada saat barang medis diserahkan atau pada saat jasa pelayanan kesehatan diberikan kepada pasien.

Unsur-unsur biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat antara lain meliputi biaya praperolehan tanah, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat. Biaya-biaya tersebut dialokasikan ke proyek pengembangan real estat menggunakan metode luas area yang dapat dijual atau metode nilai jual.

  • (continued)
  • r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) r. Revenue and expense recognition (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

  • 1. The construction process has already commenced, i.e., the building foundation has been completed and all of the requirements to commence construction have been fulfilled.
  • 2. Total payments by the buyer are at least 20% of the agreed selling price and the amount is not refundable.
  • 3. The amount of revenue and the cost of the property can be reliably estimated.

If any of the above conditions is not met, the payments received from the buyer are recorded as deposits received until all of the criteria are met.

The method used to determine the percentage of completion is the proportion of actual costs incurred to the estimated total development cost of the real estate project.

Rental and membership fees in sports club are recognized as income over the period of rental or membership. Rental and membership fees received in advance are presented as "Unearned Revenues". Revenues from restaurant operations are recognized when the goods are delivered or when the services have been rendered.

Revenue from hotel room occupancy is recognized on the basis of the period of occupancy. Revenue from other hotel services is recognized when the services are rendered or the goods are delivered to the customer. Revenues from medical services are recognized at the point of sale or upon delivery of services to the patients.

The elements of costs which are capitalized to real estate development projects include the pre-acquisition cost of land, cost of land acquisition and other costs attributable to the development activity of real estate. The costs are allocated to real estate development projects using either the saleable area method or the sales value method.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Apabila suatu proyek tertentu diperkirakan akan rugi, penyisihan dibuat untuk jumlah kerugian tersebut.

Revisi terhadap estimasi biaya atau pendapatan, jika ada, yang pada umumnya, dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat, dialokasikan kepada proyek yang sedang berjalan dan proyek masa mendatang. Penyesuaian yang berasal dari penyesuaian periode berjalan dan penyesuaian periode sebelumnya harus diakui pada laba rugi periode berjalan, sedangkan penyesuaian yang berkaitan dengan periode mendatang harus dialokasi selama sisa periode pengembangan.

Efektif 1 Januari 2015, Grup telah menerapkan secara retrospektif PSAK 24 (Revisi 2013), "Imbalan Kerja", di adopsi dari International Accounting Standards ("IAS") 19.

PSAK ini menetapkan antara lain, (i) menghapuskan "corridor approach" yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pascakerja yang antara lain sebagai berikut:

  • Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan dikeluarkan secara permanen dari laba atau rugi.
  • Keuntungan yang diharapkan atas asset plan tidak lagi diakui dalam laba atau rugi.
  • Keuntungan yang diharapkan digantikan dengan mengakui pendapatan bunga (atau beban) atas program manfaat pasti bersih (atau liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban pensiun.
  • Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak bisa lagi ditangguhkan dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan terkait.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) r. Revenue and expense recognition (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

Beban diakui pada saat terjadinya. Expenses are recognized when incurred.

If a certain project is estimated to generate a loss, a provision must be recognized for the amount of the loss.

The revision of estimated costs or revenues, if any, which are generally attributed to real estate development activities must be allocated to ongoing and future projects. Revisions resulting from current period and prior period adjustments are recognized in the current period profit and loss, while revisions related to future periods are allocated to the remaining period of development.

s. Imbalan kerja s. Employee benefits

Effective January 1, 2015, the Group has retrospectively adopted SFAS 24 (Revised 2013), "Employee Benefits", adopted from International Accounting Standards ("IAS") 19.

This SFAS provides, among others, (i) the elimination of the "corridor approach" permitted under the previous version and (ii) significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which, among others, are as follows:

  • -. Actuarial gains and losses are now required to be recognized in OCI and excluded permanently from profit or loss.
  • Expected return on assets plan will no longer be recognized in profit or loss.
  • Expected returns are replaced by recognizing interest income (or expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the discount rate used to measure the pension obligation.
  • Unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes related restructuring or termination costs.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Perubahan tersebut dibuat agar aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam posisi laporan keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program.

Grup mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ("UUK") dan PSAK No. 24 (2013), "Imbalan Kerja". Berdasarkan UUK tersebut, Grup diharuskan untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan apabila persyaratan yang ditentukan dalam UUK tersebut terpenuhi.

Grup juga menyelenggarakan program iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Imbalan atas UUK tersebut telah dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari Dana Pensiun dengan manfaat yang diperoleh sesuai dengan UUK tersebut setelah dikurangi akumulasi imbalan kerja karyawan dan hasil investasi yang terkait. Jika manfaat program pensiun iuran pasti kurang dari persyaratan yang ditetapkan UUK, Grup harus menyediakan kekurangannya.

Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui pendapatan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana pensiun. Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya.

Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Imbalan kerja (lanjutan) s. Employee benefits (continued)

Such changes are made in order that the net pension assets or liabilities are recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit or surplus.

The Group recognized an unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the "Law") and SFAS No. 24 (2013), "Employee Benefits". Under the Law, the Group is required to pay separation, appreciation and compensation benefits to its employees if the conditions specified in the Law are met.

The Group also has a defined contribution plan covering substantially all of its eliglible employees. The benefits under the Law have been calculated by comparing the benefits that will be received by an employee at normal pension age from the Pension Plan with the benefits as stipulated under the Law, after deducting the accumulated employee contribution and the related investment results. If the employer-funded portion of the Pension Plan benefit is less than the benefit as required by the Law, the Group will provide for such shortfall.

Pension costs under the Group's defined benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate of increase in compensation.

All re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, and the return of plan assets (excluding net interest) are recognized immediately through other comprehensive income in order for the net pension asset or liability recognized in the interim consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus. Remeasurements are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.

All past service costs are recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur dengan mata uang fungsional tersebut.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs yang digunakan adalah Rp14.105 dan Rp13.901.

Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang terjadi akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

v. Pajak penghasilan v. Income tax

Efektif 1 Januari 2015, Group telah menetapkan secara retrospektif PSAK No.46 (Revisi 2013), "Pajak Penghasilan".

PSAK ini telah menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak penghasilan entitas. Oleh sebab itu, Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan final sehubungan dengan penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Transaksi dan saldo mata uang asing t. Foreign currency transactions and balances

The Company's consolidated financial statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company's functional currency. Each subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements of each entity are measured using that functional currency.

Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

As of December 31, 2020 and 2019, the rates of exchange used was Rp14,105 and Rp13,901.

u. Provisi u. Provisions

A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

All of the provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.

Effective January 1, 2015, the Group has restrospectively adopted SFAS No.46 (Revised 2013), "Income Tax".

This SFAS eliminate final income tax as part of entity's income tax expense. Therefore, the Group has decided to present all of the final income tax arising from rental income as part of operating expenses.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

v. Pajak penghasilan (lanjutan) v. Income tax (continued)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga dikenakan pajak final sebesar 10%, kecuali untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6%. Pada tanggal 4 November 2008, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No. 71/2008 (PP No.71/2008).

Pada perubahan ketiga dari PP No 48/1994 mengenai pembayaran pajak penghasilan pada pendapatan dari balik nama pada tanah dan/atau bangunan. Dalam peraturan tersebut, efektif 1 Januari 2009, pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 5%.

Grup telah menetapkan secara retrospektif PSAK 46 (Revisi 2014), "Pajak Penghasilan".

Pajak penghasilan final Final income tax

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan berdasarkan nilai kontrak. Berdasarkan PSAK 46 tersebut di atas, pajak penghasilan final di luar cakupan PSAK 46. Oleh karena itu, tidak ada aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui. Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan komersial, apartemen dan pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka sebagai pos tersendiri.

Perbedaan nilai tercatat antara aset dan liabilitas yang terkait pajak penghasilan final dan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak periode berjalan sehubungan dengan pajak penghasilan final dihitung secara proporsional terhadap jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui selama tahun berjalan. Perbedaan antara pajak penghasilan final yang dibayarkan dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau utang pajak.

(continued)

Based on Government Regulation (PP) No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping center rental is subject to a final tax of 10%, except for income from rental contracts signed prior to such regulation which is subject to 6%. On November 4, 2008, the President of the Republic of Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 71/2008 (PP No. 71/2008).

On the third changes on PP No. 48/1994 regarding payment of income tax on income from transfer of rights on land and/or building". This regulation provides that, effective January 1, 2009, the income of a taxpayer from transactions of transferring rights on land and/or building, will be subjected to final tax of 5%.

The Group has adopted SFAS 46 (Revised 2014), "Income Tax".

Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subjected to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction are recognizing losses. The calculation of final tax based on invoice of contract amount. Based on SFAS 46 above, final tax excluded from this SFAS 46. Hence, there is no deferred tax assets/liabilities recognition. By applying the revised PSAK, the Group has decided to present all of the final tax arising from sales of landplots, houses, shops, apartment and interest income from bank and time deposits as separate line item.

The differences between the carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities. Current tax expense related to income subject to final income tax is recognized in proportion to total income during the current year for accounting purposes. The difference between the final income tax paid and the amount charged as final income tax expense in the consolidated statement of comprehensive income is recognized as prepaid tax or tax payable.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

(continued)

On August 8, 2016, the President of the Republic of Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 34/2016 (PP No.34 / 2016), on the changes in revenue from transactions under the name of the land and / or buildings will be subject to final tax of 2.5%, takes effect on September 8, 2016. Interest income from bank and time deposits are subjected to final tax amounting to 20%.

Income tax expense (benefit) on estimated taxable income (tax loss) not subject to final tax represents the sum or the net amount of the current corporate income tax and deferred tax.

Current income tax assets and liabilities for the current year are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted as at the reporting dates.

Taxable income differs from profit as reported in the consolidated statement of comprehensive income because it excludes items of income or expense that are taxable or deductible in future years and it futher excludes items that are never taxable or deductible.

Amendment to a tax obligation is recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Company or Subsidiaries, when the result of the appeal is determined.

Tax Amnesty Assets and Liabilities are recognized upon the issuance of Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) by tax office and they are not recognized as net amount (offset). The difference between Tax Amnesty Assets and Tax Amnesty Liabilities are recognized as Additional Paid in Capital.

Tax Amnesty Assets are initially recognized at the value stated in SKPP.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

v. Pajak penghasilan (lanjutan) v. Income tax (continued)

Pada tanggal 8 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No. 34/2016 (PP No.34/2016), pada perubahan tersebut pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 2,5%, efektif diberlakukan pada tanggal 8 September 2016 . Pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka dikenakan pajak final sebesar 20%.

Pajak penghasilan tidak final Non-final income tax

Beban (manfaat) atas estimasi penghasilan kena pajak (rugi fiskal) yang tidak dikenakan pajak penghasilan final merupakan jumlah atau nilai bersih dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak tangguhan.

Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian karena penghasilan kena pajak tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian-bagian yang tidak dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.

Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat Surat Keputusan Pajak ("SKP") diterima atau, jika Perusahaan atau Entitas Anak mengajukan banding, pada saat hasil banding tersebut telah ditentukan.

w. Pengampunan pajak w. Tax amnesty

Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Kantor Pajak dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.

Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

w. Pengampunan pajak (lanjutan) w. Tax amnesty (continued)

Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang masih harus dibayarkan oleh Perusahaan sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan Aset Pengampunan Pajak.

Uang tebusan yang dibayarkan oleh Perusahaan untuk memperoleh pengampunan pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Perusahaan.

Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK yang relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

Aset keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI).

Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72.

  • (continued)

Tax Amnesty Liabilities are initially measured at the amount of cash or cash equivalents to be settled by the Company according to the contractual obligation with respect to the acquisition of respective Tax Amnesty Assets.

The redemption money paid by the Company to obtain the tax amnesty is recognized as expense in the period in which the Company receives SKPP.

After initial recognition, Tax Amnesty Assets and Liabilities are measured in accordance with respective relevant SAKs according to the classification of each Tax Amnesty Assets and Liabilities.

x. Instrumen keuangan x. Financial Instruments

Berlaku mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement

Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through other comprehensive income (OCI).

The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss, transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under SFAS 72.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen.

Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.

Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori:

  • Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
  • Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas)

Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement

In order for a financial asset to be classified and measured at amortised cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are 'solely payments of principal and interest (SPPI)' on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level.

The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both.

Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in two categories:

  • Financial assets at amortized cost (debt instruments)
  • Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments)

Financial assets at amortized cost (debt instruments)

This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions are met:

  • The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak.

Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya.

Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas)

Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.

Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.

Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired.

The Group's financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other financial assets.

Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments)

Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under SFAS 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an instrumentby-instrument basis.

Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment.

The Group elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Penghentian pengakuan Derecognition

Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika:

  • Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau
  • Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset.

Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass- through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup.

Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group's consolidated statement of financial position) when:

  • The rights to receive cash flows from the asset have expired; or
  • The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a 'pass-through' arrangement; and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferrednot retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a passthrough arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.

ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup).

Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.

Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

he Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms.

ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL).

For trade receivables, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forwardlooking factors specific to the debtors and the economic environment.

The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai utang dan pinjaman dan utang.

Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lainlain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya.

Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup. Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

  • (continued)
  • x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

ii. Liabilitas keuangan ii. Financial Liabilities

Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement

Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and borrowings and payables.

All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs.

The Group's financial liabilities include shortterm bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued expenses, liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks and financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and other non current financial liabilities.

Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement

The measurement of financial liabilities depends on their classification, as described below:

Utang dan pinjaman Loans and borrowings

This is the category most relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process.

Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Penghentian pengakuan Derecognition

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah neto dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak hukum yang dapat diberlakukan saat ini untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat untuk menyelesaikan secara neto, untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajiban secara bersamaan.

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 Effective before January 1, 2020

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan tersedia untuk dijual, atau mana yang sesuai. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan mereka pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, mengevaluasi ulang penunjukan ini pada setiap akhir tahun keuangan.

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • (continued)
  • x. Instrumen keuangan (lanjutan) x. Financial Instruments (continued)

Berlaku mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

ii. Liabilitas keuangan (lanjutan) ii. Financial Liabilities (continued)

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income

iii. Saling hapus instrument keuangan iii. Offsetting of financial instruments

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statement of financial position if there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Pengakuan awal Initial recognition

Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to maturity investments, or available-for-sale financial assets, as appropriate. The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, reevaluates this designation at each financial year end.

Financial assets are recognized initially at fair value plus, in the case of investments not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di pasar (pembelian secara teratur) diakui pada tanggal transaksi, yaitu tanggal saat Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 Grup memiliki aset keuangan berupa kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lancar dan tidak lancar lainnya.

Grup telah menentukan bahwa semua aset keuangan dikategorikan sebagai pinjaman dan piutang.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pinjaman dan piutang Loans and receivables

Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak dikutip di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

iii. Liabilitas keuangan iii. Financial liabilities

Pengakuan awal Initial recognition

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada pengakuan awal.

(continued)

ii. Aset Keuangan (lanjutan) ii. Financial Assets (continued)

Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way purchases) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the assets.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's financial assets consist of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other current and non-current financial assets.

The Group has determined that its financial assets are categorized as loans and receivables.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method. Gains and losses are recognized in the consolidated statement of comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, financial liabilities at amortized cost, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Liabilitas keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dimana, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, sudah termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 Grup memiliki liabilitas keuangan berupa utang bank dan lembaga keuangan lainnya, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, utang pihak berelasi non-usaha, uang muka yang diterima - jaminan pelanggan, utang jangka panjang, dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya.

Grup telah menentukan bahwa semua liabilitas keuangan dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.

v. Saling hapus dari instrumen keuangan v. Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

(continued)

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

iv. Liabilitas keuangan (lanjutan) iv. Financial liabilities (continued)

All financial liabilities are recognized initially at fair value which, in the case of financial liabilities at amortized cost, is inclusive of directly attributable transaction costs.

As of December 31, 2020 and 2019 the Group's financial liabilities consist of bank loan and other financial institution trade payables to third parties, other payables, accrued expenses, due to related parties, unearned revenue, long-term loans, and other non-current financial liabilities.

The Group has determined that its financial liabilities are categorized as financial liabilities at amortized cost.

Financial liabilities at amortized cost.

After initial recognition, financial liabilities at amortized cost are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process.

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (armslength market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.

Penyesuaian risiko kredit Credit risk adjustment

Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan.

vii. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

vi. Nilai wajar instrumen keuangan vi. Fair value of financial instruments

The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm's length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models.

The Group adjusts the price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In determining the fair value of financial liability positions, the Group's own credit risks associated with the instrument are taken into account.

vii. Amortized cost of financial instruments

Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate.

The Group assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.

Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup.

(continued)

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

viii. Penurunan nilai aset keuangan viii. Impairment of financial instruments

Pinjaman dan piutang Loans and receivables

For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment.

If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset's original effective interest rate. If a "loans and receivables" financial asset has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate.

The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or has been transferred to the Group.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba rugi.

x. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila:

  • hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
  • Grup memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

ix. Penurunan nilai aset keuangan ix. Impairment of financial instruments

If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.

x. Derecognition of financial assets and liabilities

Aset keuangan Financial assets

A financial asset (or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when:

  • the rights to receive cash flows from the asset have expired; or
  • the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement, and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

xi. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.

Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM-LK) No.KEP554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang agio saham.

Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Segmen adalah bagian khusus dari Grup yang terlibat dalam menyediakan produk (segmen usaha), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Berlaku sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective before January 1, 2020 (continued)

xi. Derecognition of financial assets and liabilities (continued)

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in profit or loss.

y. Biaya emisi saham y. Shared issuance cost

Based on the decree of the Capital Market Supervisory Agency and Financial lnstitutional (BAPEPAM-LK) No. KEP554/BL/2010 dated December 30, 2010, share issuance costs are presented as a deduction from share premium.

z. Laba per saham z. Earnings per share

Earnings per share amount is calculated by dividing the profit for the year attributable to owners of the Parent Entity by the weighted average number of shares outstanding during the year.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group has no outstanding potential dilutive ordinary shares; accordingly, no diluted earnings per share amount is calculated and presented in the consolidated statements of profit or loss other comprehensive income.

aa. Segmen operasi aa. Operating segment

A segment is a distinguishable component of the Group that is engaged in providing certain products (business segment), which is subject to risks and rewards that are different from those of other segments.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk pos-pos yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.

ab. Penggunaan estimasi ab. Use of estimates

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas.

Pengungkapan aset dan liabilitas kontinjen pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

ac. Bagian partisipasi dalam Operasi Bersama ac. Interest in Joint Operations

Ketika entitas dalam Grup memiliki aktivitas dalam operasi bersama, maka Grup sebagai operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingan dalam operasi bersama:

  • aset, mencakup bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama;
  • liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama;
  • pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
  • bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan
  • beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama.

(continued)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

aa. Segmen operasi (lanjutan) aa. Operating segment (continued)

The amount of each segment item reported is the measure reported to the chief operating decisionmaker for the purposes of making decisions about allocating resources to the segment and assessing its performance.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.

The preparation of consolidated financial statements in conformity with the Indonesian Financial Accounting Standards requires management to use estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities.

The disclosure of contingent assets and liabilities as at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.

When a Group entity undertakes its activities under joint operations, the Group as a joint operator recognizes in relation to its interest in a joint operation:

  • Its assets, including its share of any assets held jointly.
  • Its liabilities, including its share of any liabilities incurred jointly;
  • Its revenue from the sale of its share of the output arising from the joint operation;
  • Its share of the revenue from the sale of the output by the joint operations; and
  • Its expenses, including its share of any expenses incurred jointly.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

ac. Bagian partisipasi dalam Operasi Bersama (lanjutan) ac. Interest in Joint Operations (continued)

Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan operasi bersama dimana Grup bertindak sebagai salah satu operator bersamanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak lain dalam operasi bersama dan, dengan demikian, Grup mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut dalam laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas kepentingan para pihak lain dalam operator bersama.

Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan operasi bersama yang entitas dalam Grup tersebut bertindak sebagai salah satu operator bersamanya, Grup tidak mengakui bagian keuntungan atau kerugiannya sampai Grup menjual kembali aset tersebut kepada pihak ketiga.

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan mensyaratkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi dan asumsi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada masa mendatang.

Pertimbangan Judgment

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang terpisah dari estimasi dan asumsi yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan:

- Pengklasifikasian aset keuangan dan liabilitas keuangan

Perusahaan menetapkan pengklasifikasian aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan dalam PSAK. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

When a Group entity transacts with a joint operation in which the Group is a joint operator the Group conducting the transaction with the other parties to the joint operation and, thus, gains or losses resulting from the transactions are recognized in the Group's consolidated financial statements only to the extent of other parties' interests in the joint operation.

When a Group entity transacts with a joint operation in which a Group entity is a joint operator, the Group does not recognize its share of the gains and losses until it resells those assets to a third party.

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of assets or liabilities affected in future periods.

In the process of applying the Company's accounting policies, management has made the following judgments, apart from those involving estimations and assumptions, which have the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements:

- Classification of financial assets and liabilities

Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company's.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pertimbangan (lanjutan) Judgment (continued)

- Pengklasifikasian properti - Classification of property

Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap atau persediaan:

  • Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan properti retail) mesin-mesin dan alat-alat berat, fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
  • Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, mesin-mesin dan alat berat, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor dan aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup, dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
  • Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian konstruksi.

Nilai wajar tanah yang diungkapkan sebagai bagian dari akun "Aset tetap" dan "Properti investasi" ditentukan oleh penilai real estat independen dengan menggunakan teknik penilaian yang telah diakui. Teknik penilaian tersebut merupakan pendekatan biaya dan pendekatan pasar dan pendapatan. Pada kasus tertentu, nilai wajar aset ditentukan berdasarkan transaksi real estat terkini yang memiliki karakteristik dan lokasi aset Grup yang sejenis. Jumlah nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2020, diungkapkan di Catatan 9 dan 10 dalam laporan keuangan konsolidasian.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

The Group determines whether an acquired property is classified as investment property, fixed assets or inventory:

  • • Investment property consists of land, buildings and infrastructures (principally offices, commercial warehouse and retail property), machinery and heavy equipment, hotel facilities and contructions in progress which are not occupied substantially for use by, or in the operations of, the Group, nor for sale in the ordinary course of business, but are held primarily to earn rental income and capital appreciation.
  • Fixed assets consists of land, buildings and infrastructures, machinery and heavy equipment, office and furniture equipment and contructions in progress which are occupied substantially for use by, or in the operations of, the Group, and for sale in the ordinary course of business, but are held primarily not to earn rental income.
  • Inventory consists of property that is held for sale in the ordinary course of business. Principally, this is residential property that the Group develops and intends to sell before or on completion of construction.

- Penilaian properti - Valuation of property

The fair value of land and buildings disclosed under the "Fixed assets" and "Investment properties" accounts are determined by independent real estate valuation experts using recognized valuation techniques. These techniques comprise the cost approach and market and revenue valuation methods. In some cases, the fair value is determined based on recent real estate transactions with similar characteristics and location to those of the Group's assets. Total fair value as of December 31, 2020 is disclosed in Notes 9 and 10 to the consolidated financial statements.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pertimbangan (lanjutan) Judgment (continued)

- Instrumen Keuangan - Financial instruments

Grup mencatat aset keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan dalam pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba rugi Grup.

Asumsi kunci mengenai masa depan dan sumber kunci lainnya untuk estimasi ketidakpastian pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijabarkan sebagai berikut:

- Estimasi masa manfaat atas aset tetap dan properti investasi Grup mengestimasi

Grup mengestimasi masa manfaat dari aset tetap dan properti investasi berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dapat didukung dengan rencana dan strategi usaha yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar aset.

Estimasi dari masa manfaat aset tetap dan properti investasi adalah berdasarkan penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari asset.

Namun, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahanperubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

The Grup carries certain financial assets at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidence, the amount of changes in fair values would differ if the Group utilized differenct valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets would affect directly the Group's profit or loss.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the end of the reporting period that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are discussed below:

- Estimating useful lives of fixed assets and investment properties

The Group estimates the useful lives of its fixed assets and investment properties based on expected asset utilization as anchored on business plans and strategies that also consider expected future technological developments and market behavior.

The estimation of the useful lives of fixed assets and investment properties is based on the Group's collective assessment of industry practice, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful lives are reviewed at least each financial year end and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets.

It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Untuk setiap tahun akan terpengaruh oleh perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Pengurangan dalam estimasi masa manfaat dari aset tetap dan properti investasi Grup akan meningkatkan beban pokok penjualan dan beban langsung dan beban operasi dan menurunkan aset.

- Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja lainnya Beban

Beban dari program pensiun manfaat pasti dan nilai kini dari liabilitas pensiun ditentukan dengan menggunakan metode projected-unit- credit. Penilaian aktuaris termasuk membuat variasi asumsi yang terdiri dari, antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup diakui langsung seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya dikarenakan kompleksitas dari penilaian, dasar asumsi dan periode jangka panjang, liabilitas manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

Grup percaya bahwa asumsi mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan signifikan dalam pengalaman aktual Grup atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan kerja.

- Ketidakpastian liabilitas perpajakan - Uncertain tax exposure

Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.

Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan ISAK 34, "Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan". Perusahaan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

The amounts and timing of recorded expenses for any year are affected by changes in these factors and circumstances. A reduction in the estimated useful lives of the Group's fixed assets and investment properties increases the recorded cost of sales and direct costs and operating expenses and decreases total assets.

- Estimation of pension cost and other employee benefits

The cost of defined benefit plan and the present value of the pension obligation are determined using the projected-unit-credit method. Actuarial valuation includes making various assumptions which consist of, among other things, discount rates, expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality rates. Actual results that differ from the Group's assumptions are recognized as other comprehensive income. Due to the complexity of the valuation and its underlying assumptions and long-term nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in assumptions.

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group's actual experience or significant changes in its assumptions may materially affect its employee benefit liabilities.

In certain circumstances. the Company may not be able to determine the exact amount of its current or future tax liabilities due to ongoing investigations by, or negotiations with, the taxation authority. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of future taxable income.

In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Company applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with ISFAS 34, "Uncertainty over income tax treatments". The Company makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine if a tax liability for unrecognized tax benefit should be recognized.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

- Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak

Grup menjual rumah, rukan, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu pembayaran harga transaksi yang sama dengan harga jual kas pada saat penyerahan rumah, rukan, kantor, apartement, dll atau pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani.

Grup menyimpulkan bahwa terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan rumah, rukan, kantor, apartement, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.

Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan, Grup menyimpulkan bahwa tingkat bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas rumah, rukan, kantor, apartement, dll ke dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.

Dampak Penerapan PSAK 72 Effect from adopt SFAS 72

Rincian dampak penerapan PSAK 72 adalah sebagai berikut: The details effect of adoption SFAS 72 are as follows:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

- Consideration of significant financing component in a contract

The Group sells houses, shops, apartments, etc after signing the sales and purchase contract with payment method which is hard cash and cash installment. This type of contract includes two alternative payment options for the customer, i.e., payment of the transaction price equal to the cash selling price upon delivery of the houses, shops, offices, apartments, etc or payment of a lower transaction price when the contract is signed.

The Group concluded that there is a significant financing component for those contracts where the customer elects to pay in advance considering the length of time between the customer's payment and the transfer of houses, shops, offices, apartments, etc to the customer, as well as the prevailing interest rates in the market.

In determining the interest to be applied to the amount of consideration, the Group concluded that the interest rate implicit in the contract (i.e., the interest rate that discounts the cash selling price of the houses, shops, offices, apartments, etc to the amount paid in advance) is appropriate because this is commensurate with the rate thatwould be reflected in a separate financing transaction between the entity and its customer at contract inception.

Sebelum
Penyesuaian
Penyesuaian
PSAK 72
Setelah
Penyesuaian
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 64.408.300.819 - 64.408.300.819 Cash and cash equivalent
Aset keuangan lancar 10.000.000.000 - 10.000.000.000 Current financial assets
Piutang usaha - Pihak ketiga 125.258.290.470 (84.250.253.350) 41.008.037.120 Trade receivables–third parties
Piutang lain-lain 2.255.764.698 - 2.255.764.698 Other receivables-third parties
Persediaan 1.277.002.506.761 316.457.187.566 1.593.459.694.327 Inventories
Pajak dibayar dimuka 25.587.407.085 26.468.082.860 52.055.489.945 Prepaid taxes
Uang muka dan biaya dibayar Advance and prepaid expenses
dimuka 8.972.316.095 - 8.972.316.095
Aset pengampunan pajak 400.000.000 - 400.000.000 Tax amnesty assets
Jumlah aset lancar 1.513.884.585.928 258.675.017.076 1.772.559.603.004 Total current assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI
YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
DAN ASUMSI 3. SIGNIFICANT
ACCOUNTING
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
31 Desember /
December
2019
Penyesuaian
PSAK 72 /
SFAS
Adjustment
1 Januari /
January
2020
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang pihak berelasi 42.867.441.817 - 42.867.441.817 Non trade-receivables related
parties
Investasi pada entitas asosiasi 7.021.383.580 - 7.021.383.580 Investments in associates
Goodwill 2.109.551.639 - 2.109.551.639 Goodwill
Uang muka 28.898.950.480 - 28.898.950.480 Advance
Tanah yang belum dikembangkan 345.449.790.472 - 345.449.790.472 Land for development
Aset tetap – bersih 23.693.071.379 - 23.693.071.379 Fixed assets – neto
Properti investasi – bersih 178.038.726.975 - 178.038.726.975 Properti investasi – neto
Aset lain-lain 150.000.000 - 150.000.000 Other Assets
Aset pengampunan pajak 1.830.736.095 - 1.830.736.095 Tax amnesty assets
Jumlah aset tidak lancar 630.059.652.437 - 630.059.652.437 Total non-current assets
JUMLAH ASET 2.143.944.238.365 258.675.017.076 2.402.619.255.441 TOTAL ASSET
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
-
Pihak ketiga
140.430.620.975 - 140.430.620.975 Third parties -
-
Pihak berelasi
4.031.599.874 - 4.031.599.874 Related parties -
Utang lain-lain - pihak ketiga 37.222.662.936 - 37.222.662.936 Other payables - third parties
Utang pajak 20.208.936.045 - 20.208.936.045 Taxes payable
Beban yang masih harus dibayar 24.887.671.058 - 24.887.671.058 Acrrued expenses
Estimasi biaya penyelesaian proyek 13.895.809.716 (7.015.000.000) 6.880.809.716 Estimated cost to complete projects
Uang muka pelanggan dan Advance customers and Unearned
Pendapatan diterima dimuka 111.697.032.203 431.970.688.834 543.667.721.037 revenue
Bagian pinjaman jangka panjang Current
yang jatuh tempo dalam maturities
waktu satu tahun of long - term debts
-
Utang bank dan lembaga
Bank loan and -
keuangan lainnya 28.658.503.800 - 28.658.503.800 other financial institutions
Jumlah liabilitas jangka pendek 381.032.836.607 424.955.688.834 809.988.525.441 Total current liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON - CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka panjang - setelah Long - term debts
dikurangi bagian yang jatuh tempo net of current
dalam waktu satu tahun maturities
-
Utang bank dan lembaga
948.381.456.200 - 948.381.456.200 Bank loan and other financial -
keuangan lainnya institutions
Utang lain-lain - pihak berelasi 27.691.540.106 - 27.691.540.106 Other payables - related parties
Imbalan kerja - jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang
14.607.297.469
990.680.293.775
-
-
14.607.297.469
990.680.293.775
Employee benefit liability
Total non - current liabilities
JUMLAH LIABILITAS 1.371.713.130.382 424.955.688.834 1.796.668.819.216 TOTAL LIABILITIES

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Penyesuaian
31 Desember /
December
2019
PSAK 72 /
SFAS
Adjustment
1 Januari /
January
2020
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 Capital stock Rp 100,-
per saham. Modal dasar - per share. Authorized -
10.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
10.000.000.000 shares
issued and fully
penuh - 3.350.000.000 saham 335.000.000.000 - 335.000.000.000 paid - 3.350.000.000
Tambahan modal disetor 126.054.412.723 - 126.054.412.723 Additional paid - in capital-net
Saldo laba (defisit) 307.463.663.479 (165.656.718.375) 141.806.945.104 Retained earnings (deficit)
Jumlah Ekuitas Yang Dapat Total Equity
Diatribusikan Kepada Pemilik Atrributable To
Entitas Induk 768.518.076.202 (165.656.718.375) 602.861.357.827 The Owners Of The Company
Kepentingan non pengendali 3.713.031.781 (623.953.383) 3.089.078.398 Non controling interest
JUMLAH EKUITAS 772.231.107.983 (166.200.671.758) 605.950.436.225 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS
2.143.944.238.365 258.675.017.076 2.402.619.255.441 TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Rincian kas dan setara kas adalah sebagai berikut: The details of cash and cash equivalents are as follows:

31 December/
Desember 31, 2020
31 December/
December 31, 2019
Kas Cash
Rupiah 79.217.195 78.128.064 Rupiah
Jumlah Kas 79.217.195 78.128.064 Total Cash
Bank Bank
Rupiah Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 21.436.517.561 26.215.334.899 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8.926.270.105 11.720.938.013 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 4.947.803.306 7.880.929.144 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 4.029.224.123 6.215.136.674 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.994.098.217 3.283.205.809 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 2.405.974.408 1.895.904.546 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.958.144.819 1.955.275.733 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan Pensiunan
205.899.894 207.494.095 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk 73.524.846 165.552.025 Nasional Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 8.126.874 9.165.874 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank BNI Syariah 1.049.465 1.071.965 PT Bank BNI Syariah
PT Bank Syariah Mandiri 134.681 454.642 PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank QNB Kesawan Tbk - 1.217.717 PT Bank QNB Kesawan Tbk
Jumlah bank 46.986.768.300 59.551.681.136 Total bank
Deposito berjangka Time deposit
PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.554.244.029 2.554.244.029 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 293.424.408 293.424.408 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Pensiunan PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk 264.823.182 1.930.823.182 Nasional Tbk
Jumlah deposito berjangka 3.112.491.619 4.778.491.619 Total time deposit
Jumlah kas dan setara kas 50.178.477.114 64.408.300.819 Total cash and cash equivalent

Suku bunga pertahun bank yang berlaku selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

The annual interest rates of the cash equivalents during the years were as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Deposito – Rupiah 4,25% - 5,25% 4,25% - 8,00% Deposit - Rupiah

Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kas dan setara kas sebagaimana yang dijabarkan di atas.

The maximum exposure to credit risk at the end of the reporting period is the carrying amount of each class of cash and cash equivalents mentioned above.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

Sampai dengan 31 Desember 2020 dan 2019 Investasi jangka pendek PT Tirta Persada Developments, anak perusahaan yang merupakan produk investasi dengan underlying aset saham masing-masing sebesar Rp10.000.000.000 dan Rp10.000.000.000 dengan fee 0,5% per annum dari jumlah investasi. Investasi diterbitkan oleh PT Sucorinvest Inti Investama. Jangka waktu Investasi berumur 3 – 6 bulan dengan nilai imbal hasil bervariasi, tanpa mengurangi investasi awal.

Tidak ada dari aset keuangan tersebut yang telah melewati jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai.

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS

As of December 31, 2020 and 2019, short-term investment PT Tirta Persada Developments, subsidiary is an investment product with underlying stock assets amounting to Rp10,000,000,000 and Rp10,000,000,000 respectively, with fee 0.5% per annum of total investment. The investment issued by PT Sucorinvest Inti Investama. Duration of investment 3 - 6 month with varies value of yield, without prejudice to initial investment.

None of these financial assets are either past due or impaired.

6. PIUTANG USAHA 6. TRADE RECEIVABLES

Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut: The details of account receivables were as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pihak ketiga Third parties
Pusat perbelanjaan 25.085.535.065 15.630.789.403 Shopping center
Penjualan rumah dan tanah 12.162.171.324 32.227.071.459 Sale of houses and land lot
Penjualan apartemen 897.369.473 63.107.523.493 Sale of apartements
Sewa apartemen - 673.646.782 Rental apartment
Penjualan ruko dan kios 54.708.193 48.809.846.615 Sale of shophouses and kios
Jumlah piutang usaha 38.199.784.055 160.448.877.752 Total account receivables
Penyisihan kerugian penurunan nilai (13.458.050.759) (35.633.459.202) Allowance for impairments loss
Jumlah piutang usaha pihak ketiga 24.741.733.296 124.815.418.550 Total trade receivables third parties
Pihak berelasi Related parties
Penjualan ruko dan kios - 442.871.920 Sale of shophouses and kios
Total trade receivables related
Jumlah piutang usaha pihak berelasi - 442.871.920 parties
Jumlah piutang usaha bersih 24.741.733.296 125.258.290.470 Total trade receivables - net

Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.

Seluruh piutang tidak lancar jatuh tempo dalam waktu antara dua sampai dengan lima tahun setelah akhir periode pelaporan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh nilai tercatat piutang lainnya berdenominasi Rupiah.

Rincian piutang usaha menurut jatuh temponya adalah sebagai berikut:

Due to the short-term nature of trade receivables, their carrying amount approximates their fair values.

All non-current receivables are due between two to five years from the end of the reporting period.

As at December 31, 2020 and 2019, all the carrying amount of the Group's trade was denominated in Rupiah.

Details of trade receivables by residual maturity are as follows:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. PIUTANG USAHA (lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES (continued)
31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Kurang dari 30 hari 16.159.685.209 43.308.924.096 Less than 30 days
31 – 60 hari 1.785.352.606 7.381.819.504 31 until 60 days
61 – 90 hari 2.212.308.255 12.577.677.845 61 until 90 days
> 90 hari 18.042.437.985 97.623.328.227 > 90 days
38.199.784.055 160.891.749.672
Cadangan penyisihan piutang (13.458.050.759) (35.633.459.202) Allowance for impairment loss
Jumlah piutang usaha 24.741.733.296 125.258.290.470 Total trade receivables

Rincian piutang usaha menurut jatuh temponya adalah sebagai berikut:

Details of trade receivables by residual maturity are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pada awal tahun 35.633.459.202 32.307.985.277 At beginning of year
Provisi penurunan nilai piutang 3.758.457.219 4.666.238.430 Provision for receivables impairment
Penghapusan piutang - (1.340.764.505) Write-off
Piutang yang dipulihkan periode berjalan (25.933.865.662) - Receivables recovered during he Period
Pada akhir tahun 13.458.050.759 35.633.459.202 At end of year

Piutang yang dipulihkan periode berjalan sebesar Rp25.933.865.662 pada 31 Desember 2020, sebesar Rp19.398.296.948 merupakan pemulihan piutang usaha sehubungan dengan adanya dampak penerapan PSAK 72

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi atas penurunan nilai piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Receivables recovered for the current period amounting to Rp25,933,865,662 as of December 31, 2020, amounting to Rp19,398,296,948 represents trade receivables recovery due to the impact of the application of SFAS 72

Based on a review of the status of trade receivables at the end of the year, management believes that the above allowance for impairment loss of trade receivables is sufficient to cover possible losses that may arise from impairment of trade receivables as of December 31, 2020 and 2019.

7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES

Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut: Details of others receivables are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Retensi 353.276.204 303.635.858 Retention
Soenyoto 60.000.000 60.000.000 Soenyoto
Jaminan 39.278.000 39.278.000 Deposit
Lain-lain 3.177.332.333 2.541.376.227 Others
Jumlah piutang lain-lain 3.629.886.537 2.944.290.085 Total other receivables
Penyisihan piutang lain-lain (2.116.855.387) (688.525.387) Allowance of other receivables
Jumlah piutang lain-lain 1.513.031.150 2.255.764.698 Total other receivables

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh nilai tercatat piutang lainnya berdenominasi Rupiah.

Management believes that the provision for impairment of receivables is adequate to cover loss on uncollectible trade receivables.

As at December 31, 2020 and 2019, all the carrying amount of other receivables was denominated in Rupiah.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES Persediaan terdiri dari: Inventories consist of: 31 Desember/ December 31, 2020 31 Desember/ December 31, 2019 Tanah kavling 266.886.261.070 262.937.744.864 Land lot Bangunan dalam konstruksi 1.269.011.432.454 968.317.589.181 Building under construction Bangunan siap dijual 190.511.241.967 45.747.172.715 Building available for sale Jumlah Persediaan 1.726.408.935.491 1.277.002.506.761 Total inventories

Rincian tanah kavling adalah sebagai berikut : Details of land lot are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Puri Cinere, Cinere Terrace Suites,
Cinere Terrace Commercial, Cinere
One Residence dan Cinere One
Puri Cinere, Cinere Terrace Suites,
Cinere Terrace Commercial, Cinere
One Residence dan Cinere One
Commercial
Graha Cinere, Cinere Park View,
72.118.000.238 71.992.774.128 Commercial
Graha Cinere, Cinere Park View,
Cijujung, Pasirlaja, Tatya Asri, Vivo Cijujung, Pasirlaja, Tatya Asri, Vivo
Sentul dan Habitat 162.219.241.189 158.410.451.093 Sentul and Habitat
Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere 32.549.019.643 32.534.519.643 Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere
Jumlah 266.886.261.070 262.937.744.864 Total

Rincian mutasi tanah kavling adalah sebagai berikut: Details of land lot mutation are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Tanah Kavling : Land lot :
Saldo awal 262.937.744.865 255.304.437.535 Beginning balance
Penambahan 5.539.130.755 30.204.213.812 Additions
Pengurangan (1.590.614.550) (22.570.906.483) Deductions
Jumlah 266.886.261.070 262.937.744.864 Total

Rincian luas tanah kavling adalah sebagai berikut : Details area of land lot are as follows:

Luas Tanah / Land Area (m2)
31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Puri Cinere, Cinere Terrace Suites, Puri Cinere, Cinere Terrace Suites,
Cinere Terrace Commercial, Cinere Cinere Terrace Commercial, Cinere
One Residence dan Cinere One One Residence and Cinere One
Commercial 181.831 181.604 Commercial
Graha Cinere, Cinere Park View, Graha Cinere, Cinere Park View,
Cijujung, Pasirlaja, Tatya Asri, Cijujung, Pasirlaja, Tatya Asri,
Vivo Sentul dan Habitat 490.576 490.680 Vivo Sentul and Habitat
Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere 33.211 33.211 Griya Cinere II dan Bukit Griya Cinere
Jumlah 705.618 705.495 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Atas sebagian persediaan tanah kavling yang berlokasi di Perumahan Cinere Residence (Puri Cinere) yang dimiliki entitas anak, PT Mega Pasanggrahan Indah telah dijaminkan ke PT Indosurya Inti Finance. (Lihat catatan 15).

Atas sebagian persediaan tanah kavling yang berlokasi di Graha Cinere yang dimiliki Perusahaan telah dijaminkan ke PT Ciptadana Multi Finance. (Lihat catatan 15).

Rincian bangunan dalam konstruksi adalah sebagai berikut : Details of building in progress are as follows:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. PERSEDIAAN (lanjutan) 8. INVENTORIES (continued)

Part of the land plots located in Cinere Residence Housing (Puri Cinere) owned by a subsidiary, PT Mega Pasanggrahan Indah has been pledged as collateral to PT Indosurya Inti Finance. (See note 15).

Part of the inventories of the plots located in Graha Cinere which are owned by the Company have been pledged as collateral to PT Ciptadana Multi Finance. (See note 15).

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace
Commercial, Cinere One Residence,
Ruko De Vonte dan Puri Cinere.
Graha Cinere, Cinere Park View,
585.564.529.796 418.121.558.545 Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace
Commercial, Cinere One Residence,
Ruko De Vonte and Puri Cinere.
Graha Cinere, Cinere Park View,
Tatya Asri, Vivo Sentul, Griya Cinere II,
Bukit Griya Cinere dan Cattleya.
683.446.902.658 550.196.030.636 Tatya Asri, Vivo Sentul, Griya Cinere II,
Bukit Griya Cinere and Cattleya.
Jumlah 1.269.011.432.454 968.317.589.181 Total

Rincian mutasi bangunan dalam konstruksi adalah sebagai berikut

Details of building in progress mutation are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Saldo awal 968.317.589.184 869.374.013.914 Beginning balance
Penambahan 422.074.880.187 174.873.430.550 Additions
Pengurangan (121.381.036.917) (75.929.855.281) Deductions
Jumlah 1.269.011.432.454 968.317.589.183 Total

Rincian luas bangunan dalam kontruksi adalah sebagai berikut :

Details area of building under construction are as follows:

Luas Tanah / Land Area (m2 )
31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace
Commercial, Cinere One Residence,
Ruko De Vonte dan Puri Cinere.
45.503 45.503 Commercial, Cinere One Residence,
Ruko De Vonte and Puri Cinere.
Graha Cinere, Cinere Park View, Graha Cinere, Cinere Park View,
Tatya Asri, Vivo Sentul, Griya Cinere II, Tatya Asri, Vivo Sentul, Griya Cinere II,
Bukit Griya Cinere dan Cattleya. 33.399 33.741 Bukit Griya Cinere and Cattleya.
Jumlah 78.902 79.244 Total

Bangunan dalam konstruksi pada PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak merupakan jumlah dari tanah dan bangunan dalam kontruksi untuk pembangunan Perumahan, Apartemen, Ruko/Kios yaitu untuk proyek-proyek di antaranya adalah Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace Commercial, Cinere One Residence, Ruko De Vonte dan Puri Cinere yang berokasi di Cinere Kota Depok Jawa Barat.

Buildings under construction at PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), the Subsidiary are the amount of land and buildings in construction for the construction of housing, apartments, shophouses / kiosks, namely for projects including Cinere Terrace Suites, Cinere Terrace Commercial, Cinere One Residence , Ruko De Vonte and Puri Cinere which are located in Cinere, Depok City, West Java.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. PERSEDIAAN (lanjutan) 8. INVENTORIES (continued)

Per 31 Desember 2020 dan 2019, persediaan Grup berupa Tanah dan Bangunan Cinere Terrace Suites dijadikan jaminan atas utang PT Bank Tabungan Negara Tbk. (Lihat catatan 15).

Bangunan dalam konstruksi pada PT Tirta Persada Developments, entitas anak yaitu untuk pembangunan proyek Vivo Sentul yang merupakan tanah yang telah dijaminkan kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk. (Lihat catatan 15).

Rincian mutasi bangunan siap dijual (rumah, apartemen, ruko, dan kios) adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020 dan 2019, Group's inventory consist of Land and Building Cinere Terrace Suites was pledged as collateral for loan of PT Bank Tabungan Negara Tbk. (See notes 15).

The building under construction at PT Tirta Persada Developments, a subsidiary, is for the construction of the Vivo Sentul project, which is land that has been pledged as collateral to PT Bank Tabungan Negara Tbk. (See notes 15).

Details mutation of building available for sale (houses, apartment, shophouses and kiosk) are -as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Bangunan siap dijual : Building available for sale :
Saldo awal 45.747.172.715 23.846.712.684 Beginning balance
Penambahan 148.255.710.280 30.940.754.202 Additions
Pengurangan (3.491.641.029) (9.040.294.170) Deductions
Jumlah 190.511.241.967 45.747.172.715 Total

Rincian luas bangunan siap dijual adalah sebagai berikut: Details area of building available for sale are as follows:

Luas Tanah / Land Area (m2 )
31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Cinere Park View dan Tatya Asri 946 861 Cinere Park View dan Tatya Asri
Apartement Habitat 5.953 2.467 Apartement Habitat
Bizpark Vivo Sentul 152 152 Bizpark Vivo Sentul
Cinere One Commercial, Cinere Terrace Cinere On Commercial, Cinere Terrace
Commercial dan Cinere Bellevue Suites 6.644 5.981 Commercial and Cinere Bellevue Suites
13.695 9.461

Manajemen Grup berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasinya, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut.

Pada tanggal pelaporan, tidak ada dari persediaan yang mengalami penurunan nilai.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup telah mengasuransikan bangunan atas The Habitat Karawaci milik PT Titan Property (entitas anak), Mall Vivo Galleria milik PT Tirta Persada Developments (entitas anak) dan Cinere Bellevue Suite milik PT Mega Pasanggrahan Indah (entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar sebesar Rp602.672.000.000 dan Rp786.623.084.000 kepada pihak ketiga, PT Asuransi Binagriya Upakara dan PT Asuransi Bintang Tbk.

Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

The Group's management believes that inventories are realizable at the above amounts and no provision for losses is necessary.

At the reporting date, none of these inventories were impaired.

On December 31, 2020 and 2019, Group has insured the building on The Habitat Karawaci owned by PT Titan Property (subsidiaries) and Vivo Galeria Mall owned by PT Tirta Persada Developments and Cinere Bellevue Suite owned by PT Mega Pasanggrahan Indah (subsidiaries) to a third party, PT Asuransi Binagriya Upakara and PT Asuransi Bintang Tbk. with total coverage of Rp602,672,000,000 and Rp786,623,084,000.

The Group's management is of the opinion that the coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN 9. LAND FOR DEVELOPMENT

Rincian tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut:

The details of undeveloped land are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Tanah Limo 168.580.497.986 170.376.662.585 Limo Land
Tanah Cinere 120.357.080.739 120.357.080.739 Cinere Land
Tanah Tangerang 28.667.609.399 28.667.609.399 Tangerang Land
Tanah Cimandala 14.709.070.496 14.709.070.496 Cimandala Land
Tanah Cijujung 11.339.367.253 11.339.367.253 Cijujung Land
Jumlah 343.653.625.873 345.449.790.472 Total

Mutasi tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut: Details of building in progress mutation are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Saldo awal 345.449.790.472 358.806.197.744 Beginning balance
Penambahan 60.723.718 38.000.000 Additions
Pengurangan (1.856.888.317) (13.394.407.272) Deductions
Jumlah 343.653.625.873 345.449.790.472 Total

Rincian luas tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut:

Details total area of land for development mutation are as follows:

Luas Tanah / Land Area (m2 )
31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Tanah Limo 334.778 339.267 Limo Land
Tanah Cinere 133.348 133.348 Cinere Land
Tanah Tangerang 9.148 9.148 Tangerang Land
Tanah Cimandala 138.240 137.694 Cimandala Land
Tanah Cijujung 106.887 106.887 Cijujung Land
Jumlah 722.401 726.344 Total

10. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA 10. ADVANCE PAYMENTS AND PREPAID

EXPENSES

Akun ini terdiri dari uang muka dan beban dibayar dimuka, untuk:

This account consists of advances payments and prepaid expense for:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Bagian lancar: Current portion:
Uang muka: Advances:
Pemasok / kontraktor 357.380.000 888.613.096 Suppliers / contractors
Pembelian sparepart 98.133.951 134.097.552 Purchase of spare part
Lainnya 319.551.127 6.566.172.217 Others
Subjumlah uang muka 775.065.078 7.588.882.865 Subtotal advance payment

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DIMUKA (lanjutan) 10. ADVANCE PAYMENTS AND PREPAID

EXPENSES (continued)

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Biaya dibayar di muka : Prepaid expense:
Asuransi 1.701.669.246 1.366.881.730 Insurance
Lainnya 277.235.500 16.551.500 Exhibition and others
Subjumlah biaya dibayar dimuka 1.978.904.746 1.383.433.230 Subtotal prepaid expenses
Jumlah bagian lancar 2.753.969.824 8.972.316.095 Total current portion:
Bagian tidak lancar: Non-current portion:
Uang muka pembelian saham 18.500.000.000 18.500.000.000 Advance payment for share purchase
Pembelian Aset tetap - 10.398.950.480 Purchase of fixed assets
Jumlah bagian tidak lancar 18.500.000.000 28.898.950.480 Total non current portion

Uang muka pemasok/kontraktor merupakan pembayaran uang muka kontrak pembangunan ruko, rumah serta apartemen dan mall.

Uang muka pembelian saham merupakan pembelian saham milik PT Intan Developments yang dilakukan oleh GMP, entitas anak.

11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 11. INVESTMENT IN ASSOCIATES

Rincian investasi pada entitas asosiasi yang dicatat dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:

Advances from suppliers / contractors an advance payment of contract development shophouse, home and apartment and mall.

Advance of shares is the purchase of shares owned by PT Intan Developments by GMP, subsidiary.

Details of investments in associates are recorded for under the equity method are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
PT Megapolitan Mentari Persada PT Megapolitan Mentari Persada
Harga Perolehan 6.880.000.000 6.880.000.000 Acquisition Cost
Akumulasi laba (rugi) 141.383.580 239.961.704 Accumulated profit (loss)
Laba (rugi) tahun berjalan (128.462.285) (98.578.125) Profit (loss) during the year
Nilai tercatat 6.892.921.295 7.021.383.580 Carrying amount

Rincian persentase kepemilikan pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

Details of percentage of ownership investments in associates are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
PT Megapolitan Mentari Persada 40.00 % 40.00 % PT Megapolitan Mentari Persada

Entitas asosiasi di atas mempunyai modal saham yang terdiri atas saham biasa, yang dimiliki secara langsung oleh Grup.

The associates as listed above have share capital consisting solely of ordinary shares, which are held directly by the group.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan) 11. INVESTMENT IN ASSOCIATES (continued)

Meskipun Grup memiliki kurang dari 50% saham PT Megapolitan Mentari Persada, Grup memiliki pengaruh signifikan dengan menjalankan hak kontraktualnya melalui penunjukkan Direktur pada dewan direksi entitas tersebut serta memiliki kekuatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan keuangan dan operasi PT Megapolitan Mentari Persada.

Rincian properti investasi adalah sebagai berikut: The details of investment properties as follows:

Although the Group holds less than 50% of the equity shares of PT Megapolitan Mentari Persada, the Group exercises significant influence by virtue of its contractual right to appoint director to the board of directors of that entity and has the power to participate in the financial and operating policy decisions of PT Megapolitan Mentari Persada.

12. PROPERTI INVESTASI 12. INVESTMENT PROPERTIES

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Harga perolehan : Acquisiton costs :
Saldo awal 267.290.261.862 258.822.146.230 Beginning balance
Penambahan 5.145.856.827 8.468.115.632 Additions
Pengurangan - - Deductions
Reklasifikasi - - Reclassification
Saldo akhir 272.436.118.689 267.290.261.862 Ending balance
Akumulasi penyusutan : Accumulated depreciation :
Saldo awal (89.251.534.887) (70.753.145.866) Beginning balance
Penambahan (18.998.469.639) (18.498.389.020) Additions
Pengurangan - - Deductions
Reklasifikasi - - Reclassification
Saldo akhir (108.250.004.526) (89.251.534.887) Ending balance
Nilai buku bersih 164.186.114.163 178.038.726.975 Net book value

Properti investasi di PT MPI, Entitas Anak sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 terdiri dari bangunan mall Cinere seluas 18.294 m² serta bangunan mall Cinere Bellevue Mall seluas 21.621 m² yang disewakan kepada pihak ketiga berdasarkan perjanjian sewa.

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pendapatan sewa properti investasi yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian masing-masing sebesar Rp59.075.301.534 dan Rp71.265.470.081.

Penambahan properti investasi masing-masing sebesar Rp5.145.856.827 dan Rp8.468.155.632 per 31 Desember 2020 dan 2019 merupakan pekerjaan renovasi bangunan di Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall.

Investment properties in PT MPI, subsidiary, until the date of December 31, 2020 and 2019 consisted of building Cinere mall covering an area of 18,294 m² and Cinere Bellevue Mall area of 21,621 m² were leased to third parties under the lease agreement.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, rental income from investment properties recognized in the consolidated statement of comprehensive income amounted to Rp59,075,301,534 and Rp71,265,470,081, respectively.

The addition of investment property amounted to Rp5,145,856,827 and Rp8,468,155,632 as of December 31, 2020 and 2019, respectively represents of building renovation located in Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tanah dan Bangunan Properti investasi pada PT Mega Pasanggrahan Indah, entitas anak yaitu Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall yang telah dijaminkan kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk. (Lihat catatan 15).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup telah mengasuransikan bangunan atas Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall milik PT Mega Pasanggrahan Indah (entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar masing–masing sebesar Rp753.000.000.000 dan Rp753.000.000.000 kepada pihak ketiga, PT Sinarmas dan PT Asuransi Binagriya Upakara, PT Asuransi Chubb Syariah Indonesia dan PT Asuransi Multi Artha Guna, Tbk,. Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Berdasarkan penelaahan manajemen Grup, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 12. INVESTMENT PROPERTIES (continued)

Land and Buildings Investment properties in PT Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiary, namely Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall, which have been pledged as collateral to PT Bank Negara Indonesia Tbk. (See note 15).

On December 31, 2020 and 2019, Group has insured the building on Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall owned by PT Mega Pasanggrahan Indah (subsidiary) to a third parties, PT Sinarmas dan PT Asuransi Binagriya Upakara, PT Asuransi Chubb Syariah Mandiri and PT Asuransi Multi Artha Guna, Tbk with total coverage of Rp753,000,000,000 and Rp753,000,000,000. The Group's management is of the opinion that the coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

Based on the Group's assessments, there were no events or changes in circumstances which indicated impairment in the value of investment properties as of December 31, 2020 and 2019.

13. ASET TETAP 13. FIXED ASSETS

Saldo Awal/
Beginning Balance
Penambahan/
Additional
Pengurangan/
Reduction
Reklasifikasi/
Reclasification
Saldo Akhir/
Ending Balance
Harga perolehan Acquisition costs :
Tanah 8.426.157.733 - - - 8.426.157.733 Land
Bangunan 17.119.159.239 28.050.000 - - 17.147.209.239 Building
Inventaris mesin 1.046.305.621 3.800.000 - - 1.050.105.621 Machine equipment
Inventaris kantor 16.430.408.701 151.162.115 - - 16.581.570.816 Office equipment
Inventaris proyek 11.015.121.142 621.559.366 - 3.744.735.227 15.381.415.735 Project equipment
Kendaraan 6.841.338.793 528.350.000 2.039.171.100 - 9.408.859.893 Vehicle
Sewa pembiayaan: Finance lease :
Inventaris proyek 3.744.735.227 - - (3.744.735.227) - Project equipment
Jumlah 64.623.226.456 1.332.921.481 2.039.171.100 - 63.916.976.837 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation :
Bangunan 10.441.257.982 605.805.168 - - 11.047.063.150 Building
Inventaris mesin 696.679.861 111.178.562 - - 807.858.423 Machine equipment
Inventaris kantor 12.539.588.588 690.507.386 - - 13.230.095.974 Office equipment
Inventaris proyek 8.862.096.847 1.181.400.781 - 1.811.120.089 11.854.617.717 Project equipment
Kendaraan 6.579.411.712 184.983.333 1.896.746.100 - 8.661.141.145 Vehicle
Sewa pembiayaan: Finance lease :
Inventaris proyek 1.811.120.087 - - (1.811.120.089) - Project equipment
Jumlah 40.930.155.077 2.773.875.230 1.896.746.100 - 41.807.284.207 Total
Nilai buku 23.693.071.379 22.109.692.630 Book Value

31 Desember 2020/ December 31, 2020

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued)

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

31 Desember 2019/ December 31, 2019
Saldo Awal/
Beginning Balance
Penambahan/
Additional
Pengurangan/
Reduction
Reklasifikasi/
Reclasification
Saldo Akhir/
Ending Balance
Harga perolehan Acquisition costs :
Tanah 8.426.157.733 - - - 8.426.157.733 Land
Bangunan 17.119.159.239 - - - 17.119.159.239 Building
Inventaris mesin 4.865.352.280 776.575.831 - (4.595.622.490) 1.046.305.621 Machine equipment
Inventaris kantor 12.601.334.251 390.574.294 - 3.438.500.156 16.430.408.701 Office equipment
Inventaris proyek 9.805.448.623 52.550.185 - 1.157.122.334 11.015.121.142 Project equipment
Kendaraan 6.888.838.793 - 47.500.000 - 6.841.338.793 Vehicle
Sewa pembiayaan: Finance lease :
Inventaris proyek 3.744.735.227 - - - 3.744.735.227 Project equipment
Jumlah 63.451.026.147 1.219.700.310 47.500.000 - 64.623.226.456 Total
Akumulasi Accumulated
penyusutan depreciation :
Bangunan 9.835.810.717 605.447.265 - - 10.441.257.982 Building
Inventaris mesin 2.740.818.389 428.291.069 - (2.472.429.597) 696.679.861 Machine equipment
Inventaris kantor 9.859.523.912 829.005.584 - 1.851.059.092 12.539.588.588 Office equipment
Inventaris proyek 7.506.470.675 733.693.166 - 621.933.005 8.862.096.847 Project equipment
Kendaraan 6.242.471.086 385.003.125 47.500.000 (562.500) 6.579.411.712 Vehicle
Sewa pembiayaan: - Finance lease :
Inventaris proyek 1.811.120.087 - - - 1.811.120.087 Project equipment
Jumlah 37.996.214.867 2.981.440.210 47.500.000 - 40.930.155.077 Total
Nilai buku 25.454.811.279 23.693.071.379 Book Value

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of sale of fixed assets are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Biaya perolehan aset tetap 2.039.171.100 47.500.000 Cost of fixed assets
Akumulasi penyusutan aset tetap (1.896.746.100) (47.500.000) Accumulated depreciation fixed assets
Nilai buku neto 142.425.000 - Net book value
Hasil penjualan 227.000.000 15.000.000 Cash received
Laba (rugi) penjualan 84.575.000 15.000.000 Profit (loss) on sale

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup telah mengasuransikan bangunan, kendaraan dan peralatan kantor terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp43.236.100.000 dan Rp43.612.000.000, kepada pihak ketiga, PT Asuransi Bintang Tbk., PT Adira Insurance, PT Sinarmas, PT Asuransi Binagriya Upakara. Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan datang.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have insured buildings and vehicles against fire, theft and other risks with coverage amounting to Rp43,236,100,000 and Rp43,612,000,000 to third parties, PT Asuransi Bintang Tbk., PT Asuransi Bintang Tbk., PT Adira Insurance, PT Sinarmas, PT Asuransi Binagriya Upakara. Group believes that the insurance coverage is adequate to cover losses that may arise in the future.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung mall cinere dan proyek vivo mall sentul yang dimiliki masing-masing adalah PT Mega Pasanggrahan Indah entitas anak telah dijaminkan ke PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Tirta Persada Developments, entitas anak telah dijaminkan ke PT Bank Tabungan Negara Tbk (Lihat catatan 15).

Berdasarkan hasil penelaahan manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak ada situasi atau keadaan yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas aset tetap.

14. ASET PENGAMPUNAN PAJAK 14. TAX AMNESTY ASSETS

Rincian aset pengampunan pajak adalah sebagai berikut: The details of tax amnesty assets as follows:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued)

The complementary facilities, machines and supporting equipment for the mall cinere and the vivo mall sentul project owned respectively are PT Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiary that has been pledged as collateral to PT Bank Negara Indonesia Tbk and PT Tirta Persada Developments, the subsidiary has been pledged to PT Bank Tabungan Negara Tbk (see note 15).

Based on the research management of the Company and Subsidiaries believe that there are no situations or circumstances indicate impairment of fixed assets.

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Aset pengampunan pajak – lancar Tax amnesty assets – current
Kas dan setara kas : Cash and Cash Equivalent
PT Tirta Persada Developments 200.000.000 200.000.000 PT Tirta Persada Developments
PT Titan Property 200.000.000 200.000.000 PT Titan Property
Sub-jumlah 400.000.000 400.000.000 Sub-total
Aset pengampunan pajak – tidak lancar Tax amnesty assets – non current
Aset tetap : Fixed assets:
PT Megapolitan Developments Tbk 1.018.496.793 1.082.152.845 PT Megapolitan Developments Tbk
PT Mega Pasanggrahan Indah 502.196.000 533.583.250 PT Mega Pasanggrahan Indah
Tanah yang belum dikembangkan : Land for development :
PT Graha Mentari Persada 215.000.000 215.000.000 PT Graha Mentari Persada
Sub-jumlah 1.735.692.793 1.830.736.095 Sub-total
Jumlah aset pengampunan pajak 2.135.692.793 2.230.736.095 Total tax amnesty assets

Pada tahun 2016, Perusahaan dan beberapa entitas anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan pajak, dengan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) yang diterima sebagai berikut:

In 2016, the Company and several subsidiaries participate in tax amnesty program, with Approval Letter of Tax Amnesty (SKPP) as follows:

Tanggal Surat Pernyataan Harta/ Asset Declaration Letter
Perusahaan/ Company No Surat/
Letter Number
Tanggal
SKPP/
SKPP Date
Tanggal Deklarasi /
Date of Asset
Declaration
Nilai Deklarasi
Angka/ Value of
Asset Declaration
PT Megapolitan Developments Tbk KET-409/PP/WPJ.33/2016 29-09-2016 27-09-2016 1.273.121.000
PT Mega Pasanggrahan Indah KET-11958/PP/WPJ.33/2016 10-10-2016 28-09-2016 627.745.000
PT Tirta Persada Developments KET-9771/PP/WPJ.33/2016 06-10-2016 28-09-2016 200.000.000
PT Titan Property KET-4468/PP/WPJ.04/2016 04-10-2016 26-09-2016 200.000.000
PT Graha Mentari Persada KET-13092/PP/WPJ.33/2016 11-10-2016 28-09-2016 215.000.000

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Rincian utang bank dan lembaga keuangan lainnya adalah sebagai berikut:

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS

The details of bank loan and other financial institutions as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Utang bank : Bank loans :
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 701.000.000.000 701.000.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk 260.037.000.000 262.014.000.000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jumlah 961.037.000.000 963.014.000.000 Total
Utang lembaga keuangan : Financing institution loans :
PT Indosurya Inti Finance 13.838.957.419 14.000.000.000 PT Indosurya Inti Finance
PT BCA Finance 245.072.990 25.960.000 PT BCA Finance
PT Ciptadana Multi Finance 6.928.559.457 - PT Ciptadana Multi Finance
Jumlah 21.012.589.866 14.025.096.000 Total
Jumlah utang bank dan Total bank loans and
utang lembaga keuangan 982.049.589.866 977.039.960.000 financing institution
Utang bank dan utang lembaga Bank loans and financing
keuangan - Jk Pendek 36.092.943.815 28.658.503.800 institution – Short term
Utang bank dan utang lembaga Bank loans and financing
keuangan - Jk Panjang 945.956.646.051 948.381.456.200 institution – long term
Jumlah utang bank dan Total bank loans and
utang lembaga keuangan 982.049.589.866 977.039.960.000 financing institution
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 36.092.943.815 28.658.503.800 Less of Current maturities
Bagian yang akan jatuh tempo
lebih dari satu tahun 945.956.646.051 948.381.456.200 Long-term portion
Perusahaan Company
PT BCA Finance PT BCA Finance

Perusahaan terikat dengan perjanjian sewa pembiayaan untuk masa 36 bulan yang tidak dapat dibatalkan untuk pembelian kendaraan adalah sebagai berikut:

The company is bound by a finance lease agreement for a period of 36 months that cannot be canceled for the purchase of a vehicle as follows:

Kreditur/creditors Jumlah
Pembiayaan/
Total
Financing
Fasilitas Pembayaran/
Payment Facilities
Masa
Angsuran/
Installment
Period
Periode
Pembayaran/
Payment Period
Tingkat Bunga
Per Tahun/ Interest
Rate Per Year
PT. BCA Finance 416.336.400 1 Unit Mobil Toyota All
New Fortuner 2.7 SRZ
4X2 A/T
36 Bulan 27 Des 2019 s.d l
27 Nov 2022
8,32% / Tahun

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Pada tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit "Proyek Cinere Terrace Suites" dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk nomor 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan addendum perjanjian kredit No.1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah sebagai berikut:

Plafond kredit : Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000
Kredit Investasi Rp90.000.000.000
Credit Limit : Construction credit Rp300,000,000,000
Investment credit Rp90,000,000,000
Tujuan
pembiayaan
: Pembangunan Apartemen dan Mall pada
proyek Cinere
Terrace
Suites di Jl.
Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec.
Cinere, Kota Madya Depok
Financing
purpose
: Construction of the project Apartment
and Mall Cinere Terrace Suites at Jl.
Cinere Raya, Pangkalan Jati Village,
district Cinere, Depok area.
Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 36 bulan
s.d 11 Desember 2025
Kredit Investasi
diperpanjang 24 bulan
s.d 11 Desember 2026
Term : Construction credit will be extended for
36 months to December 11, 2025
Investment credit will be extended for 24
months to December 11, 2026
Provisi : 0.5% dari plafond kredit (eenmaligh) Provision : 0.5% of credit limit (eenmaligh)
Sifat Kredit : Non Revolving Credit Nature : Non Revolving
Suku bunga : Kredit Konstruksi BTN : 12,50% efektif
per tahun (tarif dapat disesuaikan)
Kredit Investasi BTN
: 13,00% efektif
per tahun (tarif dapat disesuaikan)
Interest Rate : BTN
Construction
Credit:
12.50%
effective per year (adjustable rate)
BTN Investment Credit: 13.00% effective
per year (adjustable rate)
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku,
diperhitungkan atas tunggakan bunga
Fine : 2% above the prevailing interest rate,
calculated for interest arrears
Jaminan : - Agunan Pokok
Tanah dan Bangunan Cinere Terrace
Suites an PT Mega Pasanggrahan
Indah berkedudukan di Bogor, seluas
18.279 m²
Collaterals : - Principal Collateral
Land and buildings that will be in
refinancing
which
Cinere
Terrace
Suites
on
behalf
of
PT
Mega
Pasanggrahan Indah located at Bogor,
area 18,279 m²
- Agunan Tambahan - Additional Collateral
Sertifikat
atas
proyek
perumahan
Certificate of the Cinere
Riverside
Cinere
Riverside
yang
terletak
di
belakang proyek apartment dan mall
housing project located behind the
apartment and mall project consisting of

yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, dan 23 dengan total luas 3.726m²

Atas fasilitas kredit PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tersebut diatas, telah diperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit sesuai perjanjian Kredit No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 mengenai perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian sebagai berikut :

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

On August 4, 2016, PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Terrace Suites Project" Credit from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk number 1500 / JKK.UT / CSMU / VIII / 2016, updated with a credit agreement addendum No. .1505 / S / JKK.UT / CSMU / IX / 2019 dated September 30, 2019, are as follows:

Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000 Credit Limit :
Construction credit Rp300,000,000,000
Kredit Investasi Rp90.000.000.000 Investment credit Rp90,000,000,000
Pembangunan Apartemen dan Mall pada Financing :
Construction of the project Apartment
proyek Cinere
Terrace
Suites di Jl.
purpose and Mall Cinere Terrace Suites at Jl.
Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere Raya, Pangkalan Jati Village,
Cinere, Kota Madya Depok district Cinere, Depok area.
Term :
Construction credit will be extended for
s.d 11 Desember 2025 36 months to December 11, 2025
Kredit Investasi
diperpanjang 24 bulan
Investment credit will be extended for 24
s.d 11 Desember 2026 months to December 11, 2026
0.5% dari plafond kredit (eenmaligh) Provision :
0.5% of credit limit (eenmaligh)
Interest Rate :
BTN
Construction
Credit:
12.50%
per tahun (tarif dapat disesuaikan) effective per year (adjustable rate)
Kredit Investasi BTN
: 13,00% efektif
BTN Investment Credit: 13.00% effective
per tahun (tarif dapat disesuaikan) per year (adjustable rate)
Fine :
2% above the prevailing interest rate,
diperhitungkan atas tunggakan bunga calculated for interest arrears
- Agunan Pokok Collaterals :
- Principal Collateral
Tanah dan Bangunan Cinere Terrace Land and buildings that will be in
Suites an PT Mega Pasanggrahan refinancing
which
Cinere
Terrace
Indah berkedudukan di Bogor, seluas Suites
on
behalf
of
PT
Mega
18.279 m² Pasanggrahan Indah located at Bogor,
area 18,279 m²
- Agunan Tambahan - Additional Collateral
Sertifikat
atas
proyek
perumahan
Cinere
Riverside
yang
terletak
di
Certificate of the Cinere
Riverside
housing project located behind the
belakang proyek apartment dan mall apartment and mall project consisting of
yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, J6 blocks of 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A,
8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, dan 12B, 15, 16, 17, and 23 with a total
23 dengan total luas 3.726m² area 3,726m²

For the credit facility of PT Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiary of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mentioned above, approval for the restructuring of the credit facility has been obtained in accordance with the Credit Agreement No. 2405 / S / JKK.UT / BCLU / VIII / 2020 dated August 31, 2020 concerning extension of the credit period and deferral of interest payments with the following details:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak (lanjutan) PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary (continued)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (continued)

Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 12 bulan
yang sebelumnya sampai 11 Desember
2025 menjadi s.d 11 Desember 2026
Suku bunga : - Kredit Konstruksi BTN : 12,50% efektif
per
tahun
(dapat
sesuaikan)
dan
  • Deferred bunga sebesar 100 % selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.
  • Kredit Investasi BTN : 13,00% efektif per tahun (dapat disesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100 % selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.

PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk

Pada tanggal 13 Maret 2019, PT MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit "Proyek Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall" dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor 288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29 April 2019 adalah sebagai berikut :

Plafond kredit : Rp310.000.000.000 Credit Limit : Rp310,000,000,000
Tujuan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Financing : Refinancing assets of Cinere Mall and
pembiayaan Bellevue Mall purpose Cinere Bellevue Mall
Jangka waktu : 120 (Seratus dua puluh) bulan Term : 120 (one hundred and twenty) months
Provisi : 0,5% dari plafond kredit (eenmaligh) Provision : 0.5% of credit limit (eenmaligh)
Jenis Kredit : Kredit Investasi Type of Credit : Investment credit
Sifat Kredit : Non Revolving Credit Nature : Non Revolving
Suku bunga : 11,00%
efektif
per
tahun
(dapat
disesuaikan)
Interest Rate : 11.00% effective per year (adjustable
rate)
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku,
diperhitungkan atas tunggakan bunga
Fine : 2% above the prevailing interest rate,
calculated for interest arrears
Jaminan :
:
Tanah
dan
Bangunan
Cinere
Mall
(SHGB
No.529)
an
PT
Mega
Pasanggarahan Indah yang terletak di Jl.
Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec.
Cinere, Kotamadya Depok, seluas 13.780
m². Agunan Tambahan.
Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue
Mall (SHGB No.1441) an PT Mega
Pasanggrahan Indah) yang terletak di
Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan
Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok,
Collaterals :
:
Land and Buildings Cinere Mall (SHGB
No.529) an PT Mega Pasanggarahan
Indah) which is located on Jl. Cinere
Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere,
Depok Municipality, covering an area of
13,780 m². Additional Collateral.
Land and Buildings Cinere Bellevue Mall
(SHGB
No.1441)
an
PT
Mega
Pasanggrahan Indah) which is located on
Merawan Street, Pangkalan Jati Village,
Cinere District, Depok City, West Java,

Jawa Barat, seluas 18.751m²

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

  • Term : The Construction Credit is extended for the previous 12 months until December 11, 2025 to December 11, 2026
  • Interest Rate : BTN Construction Credit: 12.50% effective per year (adjustable rate) and 100% deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021.
  • BTN Investment Credit: 13.00% effective per year (adjustable rate) and 100% Deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021.

On March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank Negara Indonesia Tbk number 288 / MPI / PDIR / III / 2019, which was updated through a credit agreement addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows:

Financing : Refinancing assets of Cinere Mall and
purpose Cinere Bellevue Mall
Interest Rate : 11.00% effective per year (adjustable
rate)
Fine : 2% above the prevailing interest rate,
calculated for interest arrears
Collaterals : Land and Buildings Cinere Mall (SHGB
No.529) an PT Mega Pasanggarahan
Indah) which is located on Jl. Cinere
Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere,
Depok Municipality, covering an area of
13,780 m². Additional Collateral.
: Land and Buildings Cinere Bellevue Mall
(SHGB
No.1441)
an
PT
Mega
Pasanggrahan Indah) which is located on
Merawan Street, Pangkalan Jati Village,
Cinere District, Depok City, West Java,
covering an area of 18,751m².

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak (lanjutan) PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary (continued)

  • : Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere.
  • : Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall.
  • : Corporate Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments.

Atas fasilitas kredit PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tersebut diatas, telah diperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit sesuai perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 diantaranya menjadi sebagai berikut :

Plafond kredit : Rp302.487.000.000,-
yang merupakan
gabungan dari nilai outstanding per
tanggal
01
April
2020
sebesar
Rp260.037.000.000 dan sisa fasilitas
kredit investasi refinancing tahap II
sebesar Rp42.450.000.000.
Tujuan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere
pembiayaan Bellevue Mall

Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Type of Credit : Restructuring of Investment Credit

Jangka waktu : 03 Mei 2019 sampai dengan tanggal 02 Mei 2030, dengan grace period selama 12 bulan terhitung sejak bulan April 2020

sampai dengan bulan Maret 2021. Suku bunga : 9,07% efektif per tahun dengan ketentuan yaiut bunga yang dibayar dan

penangguhan bunga (deferred interest) dengan rincian sebagai berikut:

  • Bulan April s/d Juni 2020, Tarif bunga yang dibayar 2% per tahun, Bunga yang ditunda 7,7% per tahun.
  • Bulan Juli 2020 s/d Maret 2021, Tarif bunga yang dibayar 5,83% per tahun, Bunga yang ditunda 3,87% per tahun.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia Tbk (continued)

:
Sarana pelengkap, mesin dan peralatan
pendukung Mall Cinere.
:
Complementary facilities, machines and
supporting equipment for Cinere Mall.
:
Stock Ruko Cinere Terrace Commercial.
:
Stock of Cinere Terrace Commercial
shop houses.
:
Pendapatan Sewa Mall Cinere dan
Cinere Bellevue Mall.
:
Rental income for Cinere Mall and Cinere
Bellevue Mall.
:
Corporate Guarantee
atas nama PT
Cosmopolitan Persada Developments.
:
Corporate Guarantee on behalf of PT
Cosmopolitan Persada Developments.
Perjanjian :
Rasio lancar minimal 1,0 kali
Agreement :
Current ratio of at least 1.0 times
Konvenan :
Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali dan
Debt service coverage minimal 100%.
Covenant :
Maximum debt to equity ratio of 2.5 times
and Debt service coverage of at least
100%.

For the credit facility of PT Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiary of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, it has been approved for the restructuring of the credit facility in accordance with the Credit Agreement No. (1) April 5, 28, 2020, among others, will be as follows:

Credit Limit : Rp302,487,000,000, - which is a combination of the outstanding value as of April 1, 2020 amounting to IDR 260,037,000,000 and the remaining refinancing phase II investment credit facility of Rp42,450,000,000.

Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall

Sifat Kredit : Aflopend Credit Nature : Amortizing term loan

Term : May 3, 2019 until May 2, 2030, with a grace period of 12 months starting from April 2020 to March 2021.

Interest Rate : 9.07% effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest with the following details:

  • Month April to June 2020, Interest rate paid 2% per year, Defered interest 7,7% per year.
  • Month July 2020 to March 2021, Interest rate paid 5,83% per year, Defered interest 3,87% per year.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak (lanjutan) PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary (continued)

Berdasarkan perjanjian pembiayaan konsumen No.1372023311-PK-001 pada tanggal 26 September 2016 PT MPI, Entitas Anak telah mendapat pinjaman dari PT BCA Finance untuk pembelian 1 unit Toyota Tipe All New Fortuner 2.7SRZ 4x2 A/T LUX dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan dokumen kepemilikan lengkap (Invoice / Faktur asli / BPKB, kwitansi asli dan surat jalan). Atas pinjaman kepada PT BCA Finance telah dilunasi pada tanggal 29 Februari 2020.

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak PT Tirta Persada Developments, Subsidiary

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Pada tanggal 23 Februari 2017, PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 dengan adendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut:

Plafond kredit : Rp400.000.000.000 Credit Limit : Rp400,000,000,000
Tujuan pembiayaan : Pembangunan Vivo Mall Sentul Financing purpose : Vivo Mall Sentul development
Jenis Kredit : -
Kredit Kontruksi (KYG)
Type of Credit : -
Construction Credit
Rp94.000.000.000 (KYG)Rp94,000,000,000
: -
Kredit Investasi (KI)
: -
Investment Credit (KI)
Rp306.000.000.000 Rp306,000,000,000
Sifat Kredit : Non Revolving Credit Nature : Non Revolving
Jangka waktu : -
Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan
Term : - Construction Credit (KYG) 96 months
: -
Kredit Investasi (KI) 156 bulan
: - Investment Credit (KI) 156 months
Provisi : 0,75% plafond kredit Provision : 0.75% credit limit
Administrasi : 0,25% plafond kredit Adminstrative : 0.25% credit limit
Suku bunga : -
Kredit Kontruksi (KYG) – 11,00%
Interest Rate : -
Construction Credit (KYG) -
p.a (Dapat disesuaikan) 11.00% p.a (adjustable rate)
: -
Kredit Investasi (KI)– 11,75% p.a
: -
Investment Credit (KI) - 11.75%
(Dapat disesuaikan) p.a (adjustable rate)
Jaminan : Agunan Pokok Collaterals : Basic Collateral
Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat Land consisting of 11 certificates
diatas proyek pembangunan Vivo above the Vivo development project
Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, Mall, namely SHGB No. 1277, 1278,
1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284,
1289,
1290
dengan
total
luas
1289, 1290 with a total area of
28.074m² dan SHGB No. 1275 28,074m² and SHGB No. 1275 with a
dengan
luas
minimal
33.758m²
minimum area of 33,758m² so that
sehingga total luas agunan tanah the total
land collateral area is
adalah 61.832m². 61,832m².

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT BCA Finance PT BCA Finance

Based on the consumer financing agreement No.1372023311-PK-001 dated September 26, 2016 PT MPI, the Subsidiary has obtained a loan from PT BCA Finance for the purchase of 1 unit of Toyota Type All New Fortuner 2.7SRZ 4x2 A / T LUX with a period of up to date August 26, 2019. This loan is secured by complete ownership documents as collateral (original invoice / invoice / BPKB, original receipt and travel document). The loan to PT BCA Finance was repaid on February 29, 2020.

On February 23, 2017, PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286 / S / JKK.UT / CSMU / II / 2017 with addendum No. 1504 / S / JKK.UT / CSMU / IX / 2019 are as follows:

: Pembangunan Vivo Mall Sentul Financing purpose : Vivo Mall Sentul development
Type of Credit : -
Construction Credit
Rp94.000.000.000 (KYG)Rp94,000,000,000
: -
Kredit Investasi (KI)
: -
Investment Credit (KI)
Rp306.000.000.000 Rp306,000,000,000
: -
Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan
Term : - Construction Credit (KYG) 96 months
: -
Kredit Investasi (KI) 156 bulan
: - Investment Credit (KI) 156 months
Interest Rate : -
Construction Credit (KYG) -
p.a (Dapat disesuaikan) 11.00% p.a (adjustable rate)
: -
Kredit Investasi (KI)– 11,75% p.a
: -
Investment Credit (KI) - 11.75%
(Dapat disesuaikan) p.a (adjustable rate)
Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat Land consisting of 11 certificates
diatas proyek pembangunan Vivo above the Vivo development project
Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, Mall, namely SHGB No. 1277, 1278,
1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284,
1289,
1290
dengan
total
luas
1289, 1290 with a total area of
28.074m² dan SHGB No. 1275 28,074m² and SHGB No. 1275 with a
dengan
luas
minimal
33.758m²
minimum area of 33,758m² so that
sehingga total luas agunan tanah the total
land collateral area is
adalah 61.832m². 61,832m².

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

  • : Bukti Penguasaan Agunan : Proof of Collateral Mastery Tanah dan bangunan, yaitu Vivo Mall Sentul yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 49, Kel. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor kepemilikan SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 dan 1287 dengan luas 102.330m² dan SHGB No. 1289, 1290, dan 1291 dengan luas 22.614 m².
  • : Seluruh mesin, peralatan, furnitures, dan fixtures pada proyek Vivo Mall Sentul wajib diikat secara fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai dengan ketentuan sampai terbit sertifikat fidusia./
  • : Agunan Tambahan : Additional Collateral Sertifikat atas proyek perumahan Vivo Residence Tahap 1 dan Tahap 2 serta Ruko Bizpark yang terletak di sekitar proyek Vivo Mall Sentul dengan kepemilikan berupa SHGB No. 1287, 1291, dan 1276 atas nama PT Megapolitan Developments Corporation
  • : Agunan Lain : Other Collateral - Personal Guarantee atas nama
  • Sudjono Barak Rimba
  • Corporate Guarantee atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah
  • Cessie atas Piutang yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penerimaan dan penjualan Mall, City Walk & Trade Center yang dibiayai oleh Bank BTN KC Kuningan Jakarta.

Perjanjian dan Kovenan

: Debt to equity ratio maksimal 500% Agreements and Rasio modal disetor minimal 10% Paid-up capital ratio of at least 10%

Rasio agunan terhadap outstanding credit Kredit Kontruksi KYG sebesar 125% KYG Construction Credit of 125% Kredit Investasi I sebesar 135% Investment Credit I of 135%

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (continued)

  • Land and buildings, namely Vivo Mall Sentul which is located on Jl. Raya Bogor KM. 49, Ex. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor ownership of SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 and 1287 with an area of 102.330m² and SHGB No. 1289, 1290, and 1291 with an area of 22,614 m².
  • : All machines, equipment, furnitures and fixtures in the Vivo Mall Sentul project must be bound by fiducia at the Fiduciary Registration Office in accordance with the provisions until a fiduciary certificate is issued.
  • Certificates for the Vivo Residence Phase 1 and Phase 2 housing projects as well as the Bizpark Shophouse located around the Vivo Mall Sentul project with ownership in the form of SHGB No. 1287, 1291, and 1276 on behalf of PT Megapolitan Developments Corporation.
    • Personal Guarantee on behalf of Sudjono Barak Rimba
  • Corporate Guarantee on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah
  • Cessie for Receivables relating to all activities of receiving and selling Mall, City Walk & Trade Center financed by Bank BTN KC Kuningan Jakarta.

Covenants

The ratio of collateral to outstanding kredit

: Debt to equity ratio maksimal 500%

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut:

  • Suku bunga : KYG 11,00% p.a (tarif dapat disesuaikan)/bunga yang ditangguhkan sebesar 100% selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50% selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021.
  • KI 11,75% p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 100% selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50% selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021)

PT Indosurya Inti Finance PT Indosurya Inti Finance

PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Plafond kredit : Rp14.000.000.000 Credit Limit : Rp14.000.000.000
Tujuan : Penyelesaian
Proyek
Pembangunan
Financing
pembiayaan Vivo Sentul Mall purpose Development Project
Jenis Kredit : Kredit Investasi Type
of
: Investment Credit
Credit
Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan Term : 48 (forty eight) months
Suku bunga : 0,85% p.a (Dapat disesuaikan) Interest Rate : 0.85% p.a (adjustable rate)
Jaminan : Agunan Pokok Collaterals : Basic Collateral
-
Tanah dan bangunan dengan SHGB
No.
1383
atas
nama
PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas

tanah 430m2 dan luas bangunan 106m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (continued)

PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 2406 / S / JKK.UT / BCSU-L / VIII / 2020 dated August 31, 2020, are as follows:

  • Interest rate : KYG - 11.00% p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100% for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50% for 3 months from January 2021 to March 2021).
  • KI - 11.75% p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 100% for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50% for 3 months from January 2021 to March 2021)

PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the agreement No.668A / SPP / CA-IIF / XII / 2019 dated December 16, 2019, as follows:

Financing : Completion
of
Vivo
Sentul
Mall
purpose Development Project
Credit : Investment Credit
-
Land and building with SHGB No.
1383
on
behalf
of
PT
Mega
Pasanggrahan Indah with a land area
of 430m2 and a building area of 106m2
which is located in Cinere Residence
Housing
Block
K6
Number
1,
Pangkalan
Jati
Village,
Cinere
District, Depok City, West Java.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

PT Indosurya Inti Finance (lanjutan) PT Indosurya Inti Finance (continued)

  • Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1361 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 467m2 dan luas bangunan 105m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 27, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat
  • Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1344 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 372m2 dan luas bangunan 164m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat
  • Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1338 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 327m2 dan luas bangunan 163m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 8, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat
  • Jaminan perorangan atas nama Lora Melani Lowas Barak Rimba

PT Indosurya Inti Finance PT Indosurya Inti Finance

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 243C/SPRK/CA-IIF/VII/2020 tanggal 02 Juli 2020 adalah sebagai berikut:

Plafond kredit : Rp14.000.000.000 Credit Limit : Rp14,000,000,000
Fasilitas : Surya SME Financing : Surya SME
Pembiayaan Facility
Nilai : Rp13.838.957.480,- yang terdiri dari Baki Financing
Pembiayaan debet
Juli
2020
sebesar
Value
Rp12.526.247.480
dan
Kewajiban
pembiayaan yang tertunggak dan lainnya
sebesar Rp1.312.710.000.
Jangka waktu : Semula
20-12-2019
s/d
20-12-2023
menjadi
20-12-2019
s/d
20-12-2024
termasuk grace period 12 bulan period of 12 months

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

  • Land and building with SHGB No. 1361 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 467m2 and a building area of 105m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 27, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java.
  • Land and building with SHGB No. 1344 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 372m2 and a building area of 164m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java.
  • Land and building with SHGB No. 1338 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 327m2 and a building area of 163m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 8, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java.
  • Individual guarantee on behalf of Lora Melani Lowas Barak Rimba.

PT Tirta Persada Developments, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 243C / SPRK / CA-IIF / VII / 2020 dated July 02, 2020 are as follows:

: Surya SME
Facility
Financing : Rp13,838,957,480, which consists of :
Value July 2020 debit balance, amounting to
Rp12,526,247,480 and The outstanding
financing
obligations
and
others,
amounting to Rp1,312,710,000
Term : From 20-12-2019 to 20-12-2023 to 20-
12-2019 to 20-12-2024 including a grace
period of 12 months

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

Suku Bunga : 18% efektif pertahun Interest rate : 18% effective per year
Angsuran
Per
Bulan
sesuai
baki
Debet Juli 2020
: -
Angsuran semula Rp411.250.000
-
Saat
masa
grace
period
Rp50.000.000,-
kekurangan
angsuran grace periode sebesar
Rp137.893.721,-
dimana
kekurangan bayar ini diakumulasikan
12 bulan dan diangsur tanpa bunga
selama sisa tenor setelah masa
grace period
-
Setelah masa grace period angsuran
sebesar Rp451.609.138
Installments
Per
Month
according to
the tray
July
2020
debit
Rp411,250,000
after the grace period
Rp451,609,138
Angsuran
Per
Bulan
: (Sesuai kewajiban pembiayaan
yang
tertunggak dan lainnya
) Angsuran
setelah
grace
period
sebesar
Rp32.017.317
Installments
per month
Total angsuran
per bulan
: Sebesar Rp483.626.455 setelah masa
grace period.
Total
installments
grace period

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian fasilitas pembiayaan Investasi dengan cara Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran ("Fasilitas Pembiayaan") dari PT Ciptadana Multifinance akta kredit nomor 32 pada tanggal 28 Januari 2020, adalah sebagai berikut:

Plafond kredit :
Rp10.000.000.000
Credit limit : Rp10,000,000,000
-
Rp4.602.537.096
Tahap pencairan pertama sebesar
-
Tahap
pencairan
Rp4.594.533.152
kedua
sebesar
Rp4,594,533,152
-
Tahap
pencairan
Rp782.129.495
ketiga
sebesar
Tujuan
pembiayaan
:
Proyek Galleria Mall Vivo Sentul yang
terletak di Jalan Raya Bogor KM. 50.
Purpose
of
financing
KM. 50
Jenis kredit
Jangka waktu
:
Kredit Investasi
:
24 (dua puluh empat) bulan
Type of credit
Time period
:
:
Investment Credit
24 (twenty four) months

WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

AS OF DECEMBER 31, 2020

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

PT Indosurya Inti Finance (lanjutan) PT Indosurya Inti Finance (continued)

Installments
Per
Month
: -
The
original
installment
was
Rp411,250,000
according to
the tray
July
2020
debit
-
When the grace period is Rp
50,000,000 - there is a shortage of
installments for the grace period of
Rp137,893,721
-
where
this
underpayment is accumulated for 12
months and is paid in interest-free
installments for the remaining tenor
after the grace period
-
After an installment grace period of
Rp451,609,138
Installments
per month
: (According
to
outstanding
financing
obligations and others) Installments after
the grace period are Rp32,017,317
Total
installments
per month
: In the amount of Rp483,626,455 after the
grace period

PT Ciptadana Multifinance PT Ciptadana Multifinance

PT Tirta Persada Developments, the Subsidiary has obtained approval for the provision of investment financing facilities by way of Purchase With Payment in Installments ("Financing Facility") from PT Ciptadana Multifinance credit deed number 32 on January 28, 2020, as follows:

-
The
first
disbursement
stage
amounted to Rp4,602,537,096
-
The second disbursement stage is
Rp4,594,533,152
-
The
third
disbursement
stage
amounted to Rp782,129,495
Purpose
of
financing
: The Galleria Mall Vivo Sentul project
which is located on Jalan Raya Bogor
KM. 50

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

Jumlah
Angsuran
dan
Suku bunga
:
-
Angsuran pencairan tahap pertama
dan kedua masing-masing sebesar
Rp224.257.000 dan Rp223.867.000
dengan suku bunga 15,5% per annum
Efektif in Arrear Floating
-
Angsuran
pencairan
tahap
ketiga
sebesar Rp38.109.000 dengan suku
bunga 15,5% per annum Efektif in
Arrear Floating
Installment
amount
and
interest rate
Administrasi
Provisi
Jaminan
:
Rp85.000.000,- atau 0,85%
:
Rp150.000.000 atau 1,5%
:
Agunan Pokok
Tanah dengan SHGB No. 05683/Limo
seluas 165 m2, SHGB No. 05682/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05681/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05680/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05679/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05678/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05677/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05676/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05675/Limo
seluas 195 M2, SHGB No. 05688/Limo
seluas 210 M2, SHGB No. 05687/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05686/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05685/Limo
seluas 120 M2, SHGB No. 05684/Limo
seluas
210
M2
atas
nama
PT
Megapolitan
Developments
Tbk,yang
terletak di Perumahan Graha Cinere Blok
F. 16
dan F. 17 Kelurahan Limo,
Kecamatan Limo, Kota Depok, Propinsi
Jawa Barat
Administration
Provision
Guarantee
:
Rp85,000,000 or 0.85%
:
Rp150,000,000 or 1.5%
:
Basic Collateral
15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS
(continued)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

PT Ciptadana Multifinance (lanjutan) PT Ciptadana Multifinance (continued)

Installment : -
The installments for the first and
amount
and
second
stage
disbursements
interest rate amounted to Rp224,257,000 and
Rp223,867,000, respectively, with
an interest rate of 15.5% per annum.
Effective in Arrear Floating.
-
Third
stage
disbursement
installments of IDR 38,109,000 with
an interest rate of 15.5% per annum
Effective in Arrear Floating.
Land with SHGB No. 05683 / Limo
covering an area of 165 m2, SHGB No.
05682 / Limo covering an area of 120
M2, SHGB No. 05681 / Limo covering an
area of 120 M2, SHGB No. 05680 / Limo
covering an area of 120 M2, SHGB No.
05679 / Limo covering an area of 120
M2, SHGB No. 05678 / Limo covering an
area of 120 M2, SHGB No. 05677 / Limo
covering an area of 120 M2, SHGB No.
05676 / Limo covering an area of 120
M2, SHGB No. 05675 / Limo covering an
area of 195 M2, SHGB No. 05688 / Limo
covering an area of 210 M2, SHGB No.
05687 / Limo covering an area of 120
M2, SHGB No. 05686 / Limo covering an
area of 120 M2, SHGB No. 05685 / Limo
covering an area of 120 M2, SHGB No.
05684 / Limo covering an area of 210 M2
under the name of PT Megapolitan
Developments Tbk, which is located in
Graha Cinere Housing Blok F. 16 and F.
17 Limo Village, Limo District, Depok
City, West Java Province.

PT Tirta Persada Developments , Entitas Anak telah memperoleh persetujuan keringanan (restrukturisasi) atas fasilitas pembiayaan dari PT Ciptadana Multifinance sebagaimana termuat dalam Akta Amendemen Pertama No. 40 tanggal 23 Juni 2020 adalah sebagai berikut:

PT Tirta Persada Developments, a subsidiary has obtained a waiver (restructuring) approval for financing facilities from PT Ciptadana Multifinance as contained in the First Amendment Deed No. 40 dated June 23, 2020 as follows:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

PT Ciptadana Multifinance (lanjutan) PT Ciptadana Multifinance (continued)

  • mengambang. - Angsuran pencairan tahap pertama dan kedua bulan September 2020 dan seterusnya masing-masing sebesar Rp250.179.625 dan Rp248.000.871 dengan suku bunga 16,5% per tahun efektif dalam tunggakan mengambang.
  • Angsuran pencairan tahap ketiga bulan September 2020 dan seterusnya sebesar Rp38.109.000 dengan suku bunga 15,5% per tahun efektif dalam tunggakan mengambang.
  • Angsuran pencairan tahap pertama dan kedua untuk tiga bulan terakhir masing-masing sebesar Rp225.635.977 dan Rp221.924.658 dengan suku bunga 16,5% per tahun efektif dalam tunggakan mengambang.
  • Angsuran pencairan tahap ketiga untuk tiga bulan terakhir sebesar Rp38.109.000 dengan suku bunga 15,5% per tahun efektif dalam tunggakan mengambang.

15. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL INSTITUTIONS (continued)

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak (lanjutan) PT Tirta Persada Developments, Subsidiary (continued)

Plafond kredit : Rp10.000.000.000, yang terdiri dari:
-
Tahap pencairan pertama sebesar
Rp4.602.537.096
-
Tahap
pencairan
kedua
sebesar
Rp4.594.533.152
-
Tahap
pencairan
ketiga
sebesar
Rp782.129.495
Credit limit : Rp.10,000,000,000 which consists of:
-
The
first
disbursement
stage
amounted to Rp4,602,537,096
-
The second disbursement stage was
Rp4,594,533,152
-
The
third
disbursement
stage
amounted to Rp782,129,495
Jumlah
Angsuran
dan
Suku bunga
: -
Angsuran pencairan tahap pertama
dan kedua bulan Juni sampai dengan
bulan Agustus 2020 masing-masing
sebesar
Rp120.457.500
dan
Rp125.205.000 dengan suku bunga
16,5% per annum Efektif in Arrear
Floating.
-
Angsuran pencairan tahap ketiga
bulan Juni sampai dengan bulan
Agustus 2020 sebesar Rp38.109.000
dengan suku bunga 15,5% per tahun
efektif
dalam
tunggakan
mengambang.
Installment
amount
and
interest rate
: -
The installments for the first and
second tranches of disbursement
from June to August 2020 are Rp
120,457,500 and Rp125,205,000,
respectively, with an interest rate of
16.5% per annum. Effective in
Arrear Floating.
-
The installment for the third phase of
disbursement from June to August
2020 is Rp38,109,000 with an
interest rate of 15.5% per annum.
Effective in Arrear Floating.
-
Angsuran pencairan tahap pertama
dan kedua bulan September 2020 dan
seterusnya masing-masing sebesar
Rp250.179.625 dan Rp248.000.871
dengan suku bunga 16,5% per tahun
efektif
dalam
tunggakan
mengambang.
-
Angsuran pencairan tahap ketiga
bulan
September
2020
dan
seterusnya sebesar Rp38.109.000
dengan suku bunga 15,5% per tahun
efektif
dalam
tunggakan
-
Installments for the first and second
tranches
of
disbursement
in
September
2020
onwards
are
Rp250,179,625
and
Rp248,000,871, respectively, with
an interest rate of 16.5% per annum.
Effective in Arrear Floating.
-
Installments for the third phase of
disbursement in September 2020
onwards are Rp38,109,000 with an
interest rate of 15.5% per annum.
Effective in Arrear Floating.
  • Installments for the first and second tranches of disbursement for the last three months amounted to Rp225,635,977 and Rp221,924,658, respectively with an interest rate of 16.5% per annum Effective in Arrear Floating
  • The third installment installment for the last three months is Rp 38,109,000 with an interest rate of 15.5% per annum Effective in Arrear Floating

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

16. UTANG USAHA 16. TRADE PAYABLES

Rincian utang usaha adalah sebagai berikut: The details of trade payables as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pihak ketiga : Third parties :
Hutang supplier 25.189.072.660 22.351.126.435 Supplier payables
Hutang kontraktor 157.248.646.210 118.079.494.540 Contractor payables
Jumlah 182.437.718.870 140.430.620.975 Total
Pihak berelasi : Related parties :
PT Centra Lingga Perkasa 1.316.854.108 806.691.200 PT Centra Lingga Perkasa
PT Megapolitan Mentari Persada 2.400.000 2.400.000 PT Megapolitan Mentari Persada
Lora Melani Lowas Barak Rimba 1.628.153.073 1.628.153.073 Lora Melani Lowas Barak Rimba
PT Melrimba Mitra 1.775.748.942 1.594.355.601 PT Melrimba Mitra
Jumlah utang usaha 4.723.156.123 4.031.599.874 Total trade payable

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh nilai tercatat utang usaha berdenominasi Rupiah. Karena sifatnya yang jangka pendek, nilai wajar utang usaha diperkirakan sama dengan nilai tercatatnya.

17. UTANG LAIN-LAIN 17. OTHER PAYABLES

Rincian utang lain-lain adalah sebagai berikut: The details of others payables as follows:

As at December 31, 2020 and 2019, all the carrying amount of the Group's trade payables were denominated in Rupiah. Due to their short-term nature, their carrying amount approximates their fair value

31 Desember/ 31 Desember/
December 31, 2020 December 31, 2019
Deposit sewa, service charge, Rent deposits, service charges,
listrik dan iklan 24.426.983.883 21.639.956.710 electricity and advertising
Titipan uang muka 5.956.919.563 5.866.427.338 Advance deposits
Titipan jaminan dan pajak 629.482.753 616.322.754 Guarantee and taxes
Titipan PPAT, HGB, BPHTB, 1.071.086.293 211.866.854 Deposits of PPAT,HGB,BPHTB,
PBB, Balik Nama PBB, Transfer of Rights
Lainnya 10.425.019.821 8.888.089.280 Others
Jumlah utang lain-lain 42.509.492.314 37.222.662.936 Total other payables

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh nilai tercatat utang lain-lain berdenominasi Rupiah. Karena sifatnya yang jangka pendek, nilai wajar utang lain-lain diperkirakan sama dengan nilai tercatatnya.

As at December 31, 2020 and 2019, all the carrying amount of the Group's other payables were denominated in Rupiah. Due to their short-term nature, their carrying amount approximates their fair value.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. PERPAJAKAN 18. TAXATION

Rincian perpajakan adalah sebagai berikut: The details of taxation as follows:

a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid taxes

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
PPN masukan 15.604.461.950 21.523.846.902 VAT – in
PPh Pasal 23 3.348.968.208 3.348.968.208 Income tax article 23
PPh Pasal 4 (2) 16.397.730.685 714.591.975 Income tax article 4 (2)
Jumlah 35.351.160.843 25.587.407.085 Total

Pajak Pertambahan Nilai value-added tax

PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak PT Tirta Persada Developments, Subsidiary

Pada bulan Januari 2020, PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar PPN masa pajak Desember 2018 dengan nomor 00006/407/403/20 tanggal 31 Januari 2020 dengan nilai sebesar Rp26.318.308.607. Atas lebih bayar tersebut telah diterima oleh PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak pada Februari 2020.

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Overpayment Tax Assessment Notice

In January 2020, PT Tirta Persada Developments, a Subsidiary, received an assessment letter for overpayment of VAT for the December 2018 tax period number 00006/407/403/20 dated 31 January 2020 with a value of Rp26,318,308,607. PT Tirta Persada Developments, a Subsidiary, has received the overpayment in February 2020.

b. Utang pajak b. Taxes payables

31 Desember/
December 31, 2019
31 Desember/
December 31, 2020
Article 21 426.219.967 1.314.714.675 Pasal 21
Article 23 514.155.095 752.823.470 Pasal 23
Article 4 (2) 19.268.560.983 17.647.545.381 Pasal 4 (2)
Total 20.208.936.045 19.715.083.526 Jumlah

c. Beban pajak c. Tax expenses

Beban Pajak Final Final tax expenses

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Perusahaan 542.039.175 1.405.249.642 Company
Entitas Anak : Subsidiaries:
PT Titan Property 215.611.203 92.718.736 PT Titan Property
PT Graha Mentari Persada 46.461.150 507.237.300 PT Graha Mentari Persada
PT Tirta Persada Developments - 287.638.230 PT Tirta Persada Developments
PT Mega Pasanggrahan Indah 4.205.850.844 7.052.527.642 PT Mega Pasanggrahan Indah
Jumlah 5.009.962.372 9.345.371.551 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran Pajak Penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

d. Rekonsiliasi pajak d. Tax reconciliation

A reconciliation between income before provision for income tax under the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and estimated taxable income are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
konsolidasian
(56.617.681.066) (34.638.520.599) Profit before income tax per
consolidated statement of profit or loss
and others comprehensive
income
Laba Entitas Anak sebelum
pajak penghasilan
Rugi sebelum beban pajak
penghasilan Perusahaan
(48.999.185.873)
(7.618.495.194)
(37.350.321.678)
2.711.801.079
Profit before income tax of
Subsidiaries
Loss before income tax
Expense of Company
Penyesuaian untuk beban
(pendapatan) yang bersifat
final untuk Developer
Pendapatan penjualan
Jumlah
Laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan tidak final
7.618.495.194
7.618.495.194
-
(2.711.801.079)
(2.711.801.079)
-
Adjustment for
expense (income)
final for Developer
Sales
Total
Profit (loss) before income tax
non-final

Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 di atas adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada waktu Perusahaan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan.

Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.

Peraturan Menteri Keuangan No. 243/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008 yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2009 tentang pelaksanaan pembayaran pajak penghasilan atas pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan dikenakan PPh final sebesar 5% kecuali untuk rumah sederhana dan rumah susun sederhana dikenakan PPh final 1%.

The calculation of corporate income tax for the year ended December 31, 2020 and 2019 The above is a preliminary estimate made for accounting purposes and are subject to change at the time of the Company to submit the Notice (SPT) yearly.

e. Administrasi e. Administration

Fiscal laws in Indonesia requires that each company calculate, determine and pay the amount of tax payable individually.

Ministry of Finance Regulation No. 243 / PMK03 / 2008 dated December 31, 2008 which took effect on January 1, 2009 on the implementation of the payment of income tax on the transfer of land rights and / or buildings subject to final income tax by 5%, except for a modest home and simple flats subject to final income tax of 1%.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

Pada tanggal 8 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No.34/2016 (PP No.34/ 2016), pada perubahan tersebut pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 2,5%, efektif diberlakukan pada tanggal 8 September 2016.

Pada tahun 2016, Perusahaan dan beberapa entitas anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan pajak. Perusahaan dan beberapa entitas anak telah menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) antara tanggal 29 September 2016 sampai dengan 11 Oktober 2016. Aset pengampunan pajak yang dideklarasikan mencakup kas dan setara kas, aset tetap, dan tanah dalam pengembangan. Jumlah aset pengampunan pajak yang berasal dari luar Grup adalah sebesar Rp2.515.866.000.

Jumlah uang tebusan yang dibayarkan dalam program pengampunan pajak adalah sebesar Rp50.317.320 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Atas selisih aset dan liabilitas pengampunan pajak sebesar Rp2.515.866.000 dicatat sebagai tambahan modal disetor.

19. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 19. ACCRUED EXPENSES

Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

e. Administrasi (lanjutan) e. Administration (continued)

On August 8, 2016, the President of the Republic of Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 34/2016 (PP No.34 / 2016), on the changes in revenue from transactions under the name of the land and / or buildings will be subject to final tax of 2.5%, takes effect on September 8, 2016.

In 2016, the Company and several subsidiaries participate in tax amnesty program. The Company and several subsidiaries have received Approval Letters of Tax Amnesty (SKPP) dated between September 29, 2016 until October 11, 2016. Declared assets tax amnesty includes cash and cash equivalents, fixed assets and land for developments. Total tax amnesty assets and liabilities outside Group amounted to Rp2,515,866,000.

Redemption money which was paid for tax amnesty program amounted to Rp50,317,320 was recorded as part of general and administrative expenses in consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

The difference between the assets and liabilities of tax amnesty amounting to Rp2,515,866,000 was recorded as additional paid-in capital.

The details of accrued expenses as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Bunga 84.311.975.642 14.153.489.036 Interest
Jasa profesional 3.372.085.647 3.477.600.198 Professional services
Utilitas 2.646.930.151 4.706.753.830 Utilities
Gaji dan upah 3.235.622.947 271.996.253 Salaries and wages
Lain-lain 2.076.039.603 2.277.831.741 Others
Jumlah beban yang masih harus
dibayar
95.642.653.990 24.887.671.058 Total accrued
expenses

Beban yang masih harus dibayar atas bunga merupakan akrual atas bunga yang sudah jatuh tempo namun belum dibayarkan oleh perusahaan diantaranya terkait dengan persetujuan pemberian restrukturisasi kredit dari PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. adalah sebagai berikut :

Accrued expenses on interest represent accruals on interest that are due but have not been paid by the company, among others, in relation to the loan restructuring agreement from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. is as follows:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

19. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR (lanjutan) 19. ACCRUED EXPENSES (continued)

1 PT MPI, Entitas Anak berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit (Restrukturisasi) No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 telah memperoleh persetujuan Restrukturisasi Fasilitas Kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. adalah sebagai berikut :

Suku bunga : 9,07% efektif per tahun dengan
ketentuan
yaiut
bunga
yang
dibayar dan penangguhan bunga
(deferred interest) dengan rincian
sebagai berikut
Bulan : April s/d Juni 2020 dan Juli 2020
s/d Maret 2021

Tarif bunga yang dibayar : 2% per tahun dan 5,83% per tahun Interest

Bunga : 7,7% per tahun dan 3,87% per
ditangguhkan tahun
  • 2 PT MPI, Entitas Anak berdasarkan Perjanjian Kredit (Restrukturisasi) No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 telah memperoleh persetujuan pemberian Restrukturisasi kredit dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. adalah sebagai berikut :
  • Suku bunga : Kredit Konstruksi BTN : 12,50% efektif per tahun (adjustable rate) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100 % selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021)
    • Kredit Investasi BTN : 13,00% efektif per tahun (adjustable rate) bunga yang ditangguhkan sebesar 100 % selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021)
  • 3 PT TPD, Entitas Anak berdasarkan perjanjian kredit no. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
  • Suku bunga : KYG 11,00% p.a (adjustable rate) / (Deffered bunga sebesar 100% selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50% selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021).
    • KI 11,75% p.a (adjustable rate) / (Deffered bunga sebesar 100% selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50% selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021).

1 PT MPI, a Subsidiary based on Approval of Credit Agreement Amendment (Restructuring) No. (1) 05 dated April 28, 2020, has obtained approval for the Restructuring of Credit Facilities from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. is as follows :

Interest rate : 9.07% effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest, with details as follows

Month
rates paid
:
:
April to June 2020 and July 2020 to
March 2021
2% per year and 5.83% per year
Defered
interest
: 7.7% per year and 3.87% per year
  • 2 PT MPI, a Subsidiary based on Credit Agreement (Restructuring) No. 2405 / S / JKK.UT / BCLU / VIII / 2020 dated August 31, 2020 has obtained approval for granting credit restructuring from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. is as follows :
  • Interest rate : BTN Construction Credit: 12.50% effective per year (adjustable rate) / (Deferred interest of 100% for 11 months from May 2020 to March 2021)
    • BTN Investment Credit: 13.00% effective per year (adjustable rate) / (Deferred interest at 100% for 11 months from May 2020 to March 2021)
  • 3 PT TPD, a subsidiary based on credit agreement no. 2406 / S / JKK.UT / BCSU-L / VIII / 2020 dated August 31, 2020, has obtained approval for granting credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, as follows:

Interest rate : - KYG - 11.00% pa (adjustable rate) / (Deffered interest of 100% for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50% for 3 months from January 2021 to March 2021.

  • KI - 11.75% p.a (adjustable rate). (Deffered interest of 100% for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50% for 3 months from January 2021 to March 2021).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. ESTIMASI BIAYA UNTUK MENYELESAIKAN PROYEK 20. ESTIMATED COST TO COMPLETE PROJECTS

Saldo pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 atas estimasi biaya penyelesaian proyek masing-masing adalah sebesar Rp6.876.429.717 dan Rp13.895.809.716 merupakan estimasi biaya penyelesaian atas Proyek Perumahan Riverside dan Puri Cinere dari PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak. Proyek perumahan Bukit Cinere dan Griya Cinere dari PT Mega Limo Estate, Entitas Anak, Proyek Perumahan Tatya Asri milik Perusahaan dan ruko Cimandala milik PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak.

21. UANG MUKA PELANGGAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

Rincian uang muka pelanggan dan pendapatan diterima dimuka adalah sebagai berikut:

Balance as of December 31, 2020 and 2019 in the estimated cost of completion of each project is Rp6,876,429,717 and Rp13.895.809.716 is the estimated cost of completion on Riverside Housing Project and Puri Cinere of PT Mega Pasanggrahan Indah, the Subsidiary. Housing projects and Griya Bukit Cinere Cinere of PT Mega Limo Estate, Subsidiaries, Tatya Asri Housing Projects of the Company and Cimandala shophouses owned by PT Tirta Persada Developments, a subsidiary.

21. CUSTOMER ADVANCE AND UNEARNED REVENUES

The details of customer advance and unearned revenues as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Uang muka pelanggan 450.855.622.587 76.420.741.098 Customer advance
Pendapatan diterima dimuka 48.910.346.612 35.276.291.105 Unearned revenues
Jumlah uang muka pelanggan dan
pendapatan diterima dimuka
499.765.969.199 111.697.032.203 Total customer advance and unearned
revenues

a Uang muka pelanggan a. Customer advance

Uang muka pelanggan merupakan penjualan atas unit apartemen, perumahan, ruko dan kios dengan rincian sebagai berikut:

Advances from customers represent sales of apartment, housing, shop and kiosk units with the following details:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Apartemen 117.258.273.809 16.028.528.031 Apartment
Perumahan dan tanah 61.230.985.089 29.687.760.933 Housing and land
Ruko dan Kios 272.366.363.689 30.704.452.134 Shophouses and kiosk
Subjumlah 450.855.622.587 76.420.741.098 Subtotal
Bagian yang direalisasi dalam
satu tahun
317.879.602.872 53.921.579.566 Current maturities
Bagian jangka panjang 132.976.019.715 22.499.161.532 Long-term portion

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. UANG MUKA PELANGGAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA (lanjutan)

a Uang muka pelanggan (lanjutan) a. Customer advance (continued)

Rincian uang muka pelanggan yang diterima dari penjualan berdasarkan persentanse dari harga jual sebagai berikut :

21. CUSTOMER ADVANCE AND UNEARNED REVENUES (continued)

Details of sales customer advances from sales are based on a percentage of the selling price as follows:

31 Desember/ 31 Desember/
December 31, 2020 December 31, 2019
100% 163.478.633.952 27.795.505.996 100%
50% - 99% 198.732.967.182 33.691.098.808 50% - 99%
20% - 49% 23.460.240.357 3.901.115.689 20% - 49%
< 20% 65.183.781.096 11.033.020.605 < 20%
Jumlah 450.855.622.587 76.420.741.098 Total

Mutasi penjualan unit apartemen, perumahan, ruko dan kios dengan angka rupiah adalah sebagai berikut:

Sales movements for apartment, housing, shop houses and kiosks with rupiah figures are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Saldo awal 76.420.741.098 55.933.865.353 Beginning balance
Penambahan 381.187.843.684 44.065.195.750 Addition
Pengurangan (6.752.962.196) (23.578.320.004) Deductions
Saldo akhir 450.855.622.586 76.420.741.098 Ending balance

b. Pendapatan diterima dimuka b. Unearned revenue

Pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan atas sewa mall dan sewa lainnya yang dimiliki PT MPI, Entitas Anak dan PT TPD, Entitas Anak dengan rincian sebagai berikut:

Unearned income represents income from mall rental and other leases owned by PT MPI, Subsidiaries and PT TPD, Subsidiaries with the following details:

31 Des 2020/
Dec 31,
2020
31 Des 2019/
Dec 31,
2019
Mall 48.418.721.612 31.498.174.482 Mall
Sewa apartemen 491.625.000 3.778.116.623 Rental apartment
Subjumlah 48.910.346.612 35.276.291.105 Subtotal
Bagian yang direalisasi dalam
satu tahun
17.496.484.924 12.664.757.879 Current
maturities
Bagian jangka panjang 31.413.861.688 22.611.533.226 Long-term portion

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

22. UTANG LAIN-LAIN PIHAK BERELASI 22. RELATED PARTIES OTHERS PAYABLES

Rincian utang lain-lain pihak berelasi adalah sebagai berikut: The details of related parties others payables as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pihak berelasi : Related parties :
Lora Melani Lowas Barak Rimba 45.275.747.330 18.863.718.289 Lora Melani Lowas Barak Rimba
Barbara Barak Rimba 7.983.756.790 8.827.821.817 Barbara Barak Rimba
CV. Trikarya Makmur 414.812.715 - CV. Trikarya Makmur
Ronald W 172.000.000 - Ronald W
Jumlah utang lain-lain pihak berelasi 53.846.316.835 27.691.540.106 Total related parties others payables

Utang dari pihak berelasi timbul terutama dari transaksi pinjaman modal kerja. Utang pihak berelasi tidak memiliki jaminan dan tidak berbunga

Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang untuk Grup dilakukan oleh PT Kompujasa Aktuaria Indonesia tanggal 8 Maret 2021 dan PT Dian Artha Tama tanggal 20 Februari 2020 masing-masing per 31 Desember 2020 dan 2019.

Penilaian aktuaris independen pada tahun 2020 dan 2019 dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit, yang berdasarkan asumsi-asumsi berikut:

The payables from related parties arise mainly from working capital. The payables are unsecured in nature and bear no interest.

23. IMBALAN KERJA 23. EMPLOYEE BENEFITS

The latest actuarial calculation of long-term employee benefit liabilities for the Group was conducted by PT Kompujasa Aktuaria Indonesia dated March 8, 2021 and PT Dian Artha Tama dated February 20, 2020 as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

Independent actuarial assessments in 2020 and 2019 are calculated using the projected unit credit method, which is based on the following assumptions:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Tingkat diskonto per tahun 7,00% 7,70% Discount rate per annum
Tingkat kenaikan upah tahunan 7,00% 7,00% Annual salary increase
Usia pension 55 tahun / years 55 tahun / years Retirement age
Tingkat kematian TMI - 2019 TMI - 2011 Mortality table
Tingkat cacat 5.00% dari TMI - 2019 2.00% dari TMI - 2011 TMI - 2011

Mutasi liabilitas imbalan kerja - jangka panjang adalah sebagai berikut:

Movements in the long-term employee benefits liability are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
14.607.297.469 15.245.485.273 Balance at beginning of year
(108.689.580) (1.341.271.021) Payments during the year
2.656.500.007 2.981.159.426 Benefits expense during the year
971.236.320 (2.278.076.209) Other comprehensive income
18.126.344.216 14.607.297.469 Liability recognized in the
Consolidated Statement of
financial position

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Jumlah-jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sehubungan dengan imbalan pasti adalah sebagai berikut:

23. IMBALAN KERJA (lanjutan)23. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Amount recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income in respect of this benefit plans follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Biaya jasa kini 1.540.395.424 1.715.784.149 Current service cost
Beban bunga 1.116.104.583 1.265.375.277 Interest cost
Komponen biaya imbalan pasti
yang diakui di laba rugi
2.656.500.007 2.981.159.426 Component of defined benefit costs
recognized in profit of loss
Komponen biaya imbalan pasti yang
diakui di laba rugi
2.656.500.007 2.981.159.426 Component of defined benefit costs
recognized in profit of loss
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti –
Remeasurement of the defined benefit
liability - Actuarial loss recognized in other
kerugian 971.236.320 (2.278.076.209) comprehensive income
Jumlah imbalan kerja 3.627.736.327 703.083.217 Total employee benefits

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut: The movements in the present value of the defined benefits obligation are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 14.607.297.469 15.245.485.273 Balance at beginning of year
Biaya jasa kini 1.540.395.424 1.715.784.149 Current service cost
Beban bunga 1.116.104.583 1.265.375.277 Interest cost
Kerugian (keuntungan) aktuarial dari
liabilitas imbalan kerja 971.236.320 (2.278.076.209) Actuarial (gain) loss on Benefit obligation
Pembayaran selama tahun berjalan (108.689.580) (1.341.271.021) Employee benefits paid
Saldo akhir tahun 18.126.344.216 14.607.297.469 Balance at the end of the year

Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The quantitative sensitivity analysis for significant assumptions as of December 31, 2020 and 2019 is as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Tingkat diskonto tahunan (-1%): Annual discount rate (-1%):
Present value of defined benefits
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 18.356.892.431 15.245.485.273 Obligation
Biaya jasa kini 6.743.336.570 1.715.784.149 Current service cost
Tingkat diskonto tahunan (+1%): Annual discount rate (+1%):
Present value of defined benefits
Nilai kini liabilitas imbalan pasti
Biaya jasa kini
18.021.907.634
1.537.005.703
13.842.531.150
1.578.395.809
Obligation
Current service cost

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

24. MODAL SAHAM 24. CAPITAL STOCK

Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The Company stockholder's composition as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Jumlah
Saham
(lembar)/
Number of
Shares
2020 dan /and 2019
Persentase
Kepemilikan
/Percentage
of
ownership
Jumlah /
Amount
Pemegang saham Shareholders
PT Cosmopolitan Persada PT Cosmopolitan Persada
Developments 2.237.018.320 66,78% 223.701.832.000 Developments
DBS Bank LTD SG - PB CLIENTS 231.147.000 6,90% 23.114.700.000 DBS Bank LTD SG - PB CLIENTS
Masyarakat (masing- masing di bawah
5%)
Jumlah modal saham
881.834.680
3.350.000.000
26,32%
100,00%
88.183.468.000
335.000.000.000
Public (each below 5%)
Total capital stock

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR 25. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut: The details of additional paid-in capital as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Agio saham 117.365.904.715 117.365.904.715 Paid in capital excess of par – net
Selisih nilai transaksi Differences in value from restructuring
restrukturisasi entitas transactions between entities under
sepengendali 6.172.642.008 6.172.642.008 common control - net
Selisih
antara
aset
dan
liabilitas
Differences between tax amnesty assets
pengampunan pajak 2.515.866.000 2.515.866.000 and liabilities
Jumlah tambahan modal disetor 126.054.412.723 126.054.412.723 Total additional paid-in capital

Pada tanggal 12 Januari 2011, Grup telah mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 850.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp250 per saham, atau dengan jumlah keseluruhan sebanyak Rp212.500.000.000.

Agio saham Paid in capital excess of par – net

As of January 12, 2011, Group listed its shares on the Indonesia Stock Exchange with the number of shares offered as much as 850,000,000 ordinary shares with a nominal value of Rp100 per share offered to the public offering price of Rp250 per share, or with a total of as much as Rp212,500,000,000.

31 Desember/
December 31, 2020 & 2019
Hasil penawaran @ Rp250 x 850.000.000 212.500.000.000 Offering result @ Rp250 x 850,000,000
Nilai nominal @ Rp100 x 850.000.000 (85.000.000.000) Nominal value @ Rp100 x 850,000,000
Sub jumlah 127.500.000.000 Subtotal
Biaya pra IPO (10.134.095.285) Pre - IPO costs
Agio – bersih 117.365.904.715 Premium - net

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

Pada bulan Desember 2007, Perusahaan mengakuisisi masing-masing sebesar 75%, 99% dan 99% kepemilikan saham pada EBC, MLE dan MPI. Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Selisih antara harga pengalihan dan nilai buku dari perusahaan-perusahaan yang diakuisisi sebesar Rp23.358.115.446 disajikan dalam akun "Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali" disajikan sebagai bagian dari "Tambahan Modal Disetor" pada bagian Ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Akuisisi tersebut di atas dibiayai dari penerimaan atas penerbitan saham sebanyak 71.913 saham atau sebesar Rp71.913.000.000 di bulan Desember 2007.

Perusahaan melepas kepemilikannya di EBC dengan harga pengalihan sebesar Rp52.500.000.000 kepada PT Dian Artha Prakarsa, sehingga kepemilikan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016 menjadi 0%, sesuai dengan Akta Pengoperan Hak-Hak Atas Saham / Jual Beli No.26 tanggal 7 November 2016.

Yang dibuat di hadapan Notaris Adi Utama Soegiarto Hanafi, S.H., sehingga Per 31 Desember 2017, Perusahaan tidak lagi mencatat selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dari EBC.

Perincian harga pengalihan saham dengan nilai buku bersih Entitas Anak yang diakuisisi adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan) 25. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)

Differences in value from transactions of entities under common control

In December 2007, the Company acquired respectively 75%, 99% and 99% ownership interest in EBC, MLE and MPI. Business combinations of entities under common control are accounted for using the pooling of interests method. The difference between the transfer price and the book value of the companies acquired by Rp23,358,115,446 presented as "Differences in value from transactions of entities under common control" is presented as part of the "Additional Paidin Capital" in the Equity section in the consolidated statement of financial position.

The above acquisitions were financed from the proceeds of the issuance of shares as much as 71,913 shares or Rp71,913,000,000 in December 2007.

The Company disposed of its ownership in EBC with the price amounted to Rp52,500,000,000 to PT Dian Artha Prakarsa, the Company's ownership as at 31 December 2016 to 0%, Based on Transfer of Shareholders Rights / Sale and Purchase Deed No.26 dated November 7, 2016.

Which was made in the presence of Notary Adi Utama Soegiarto Hanafi, S.H., thus, as of December 31, 2017, the Company no longé recorded differences in value from restructuring transactions of entities under common control from EBC.

Details of the purchase prices and net book value of subsidiaries acquired are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020 & 2019
Harta Pengalihan/
Transfer Price
Nilai buku
bersih/ Net Book Value
Selisih/
Differences
PT Mega Limo Estate
PT Mega Pasanggrahan
28.413.000.000
24.750.000.000
22.926.445.124
36.409.196.884
(5.486.554.876)
11.659.196.884
PT Mega Limo Estate
PT Mega Pasanggrahan
Jumlah
tambahan
modal
disetor
53.163.000.000 59.335.642.008 6.172.642.008 Total additional paid-in
capital

Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak: Differences between tax amnesty assets and liabilities:

Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) antara tanggal 29 September 2016 sampai dengan 11 Oktober 2016 dan Tanda Terima Pernyataan Harta antara tanggal 26 September 2016 sampai dengan 28 September 2016, Perusahaan mendeklarasikan aset tetap dan tanah belum dikembangkan sebesar Rp2.515.866.000 dan dicatat pada akun aset pengampunan pajak

Based on Approval Letter of Tax Amnesty (SKPP) dated between September 29, 2016 until October 11, 2016 and Receipt of Assets Declaration dated between September 26, 2016 until September 28, 2016 the Company declared fixed asset and land for development amounted to Rp2,515,866,000 and recorded in tax amnesty assets account.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26. SALDO LABA 26. RETAINED EARNINGS

Rincian saldo laba adalah sebagai berikut: The details of retained earnings as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Beginning balance
Allocation of last year income:
The impact of FSAS 72
Current year income (loss)
84.490.236.877 307.463.663.479 Ending retained earnings
307.463.663.479
(165.656.718.376)
(57.316.708.226)
339.670.369.378
-
(32.206.705.899)

27. GOODWILL 27. GOODWILL

Rincian saldo laba adalah sebagai berikut: The details of retained earnings as follows:

Pada bulan September 2008, Perusahaan mengakuisisi sebesar 99,995% kepemilikan saham pada PT Titan Property dari PT Sam Investama dan PT Pada Investama. Transaksi akuisisi ini dicatat dengan menggunakan metode pembelian (Purchase Method). Akuisisi tersebut dibiayai dengan pengeluaran kas sebesar Rp18.000.000.000.

Goodwill diatribusikan pada posisi PT Titan Property yang kuat dan profitabilitas perdagangan pada properti dan tenaga kerjanya yang tidak dapat diakui secara terpisah sebagai asset tak berwujud.

Selisih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill Penilaian atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi dilakukan oleh manajemen.

Perusahaan telah menghitung nilai wajar aset dan kewajiban serta telah dilakukan assessment terhadap perhitungan tersebut oleh Kantor Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji & Dadang berdasarkan laporan No. 017/OL-2.10210/DBSD tanggal 1 Februari 2010 dengan hasil assessment sebagai berikut:

In September 2008, the Company acquired amounted to 99.995% ownership interest in PT Titan Property of PT Sam Investama and PT Pada Investama. The acquisition was accounted for using the purchase method. The acquisition was financed with cash disbursements amounted to Rp18,000,000,000.

The goodwill is attributable to PT Titan Property's strong position and profitability in trading in the market of property and to its workforce, which cannot be separately recognised as an intangible asset.

The difference between the cost of acquisition over the fair values of assets and liabilities that can be identified is recognized as goodwill. An assessment of the fair value of assets and liabilities that can be identified by management.

The Company has calculated the fair value of assets and liabilities also has made an assessment of these calculations by Doli, Bambang Sudarmadji & Dadang, Public Accountant based on report No. 017/OL-2.10210/DBSD February 1, 2010 with the following assessment results:

31 Desember/
December 31, 2020 & 2019
Kas dan setara kas 6.147.074.578 Cash and cash equivalent
Aset real estate 67.871.778.991 Real estate assets
Aset tetap 746.160.008 Fixed assets
Aset lain-lain 2.665.261.716 Other assets
Jumlah aset 77.430.275.293 Total assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. GOODWILL (lanjutan) 27. GOODWILL (continued)

31 Desember/
December 31, 2020 & 2019
Utang bank 37.560.564.286 Bank loan
Liabilitas lain-lain 25.825.120.323 Other liabilities
Jumlah liabilitas 63.385.684.609 Total liabilities
Aset bersih 14.044.590.684 Net assets
Goodwill 3.955.409.316 Goodwill
Jumlah harga perolehan 18.000.000.000 Total acquisition cost
Dikurangi: Deducted:
Kas dan setara kas pada entitas anak Cash and cash equivalents in acquired
yang diakuisisi 6.147.074.578 subsidiary
Arus kas keluar akibat akuisisi 11.852.925.422 Cash outflow from acquisition
Amortisasi goodwill : Goodwill amortization:
Goodwill 3.955.409.316 Goodwill
Akumulasi amortisasi goodwill (1.845.857.677) Accumulated depreciation of goodwill
Jumlah goodwill 2.109.551.639 Total goodwill

28. KEPENTINGAN NON PENGENDALI 28. NON-CONTROLLING INTERESTS

Rincian kepentingan non pengendali adalah sebagai berikut: The details of non-controlling intersts as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Aset bersih Entitas Anak: Subsidiaries - net assets:
PT Mega Pasanggrahan Indah 1.187.360.604 2.270.644.013 PT Mega Pasanggrahan Indah
PT Mega Limo Estate 292.707.363 292.686.100 PT Mega Limo Estate
PT Graha Mentari Persada 957.397.999 960.118.887 PT Graha Mentari Persada
PT Titan Property 542.580 595.595 PT Titan Property
PT Tirta Persada Developments 378.860.692 188.987.186 PT Tirta Persada Developments
Jumlah kepentingan non pengendali 2.816.869.238 3.713.031.781 Total non-controling interest

Rincian kepentingan non-pengendali atas laba (rugi) entitas anak adalah sebagai berikut:

Details of non-controlling interests in net income (loss) of subsidiaries are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
PT Mega Pasanggrahan Indah (263.658.362) (209.234.699) PT Mega Pasanggrahan Indah
PT Tirta Persada Developments (5.824.821) (3.014.983) PT Tirta Persada Developments
PT Mega Limo Estate 21.262 (300.212) PT Mega Limo Estate
PT Graha Mentari Persada (2.720.887) 58.011.374 PT Graha Mentari Persada
PT Titan Property (26.351) (56.932) PT Titan Property
Jumlah (272.209.160) (154.595.452) Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29. PENJUALAN 29. SALES

Rincian penjualan adalah sebagai berikut: The details of sales as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pendapatan sewa 62.416.024.635 89.186.235.921 Rental incomes
Penjualan rumah 13.639.728.827 7.649.171.504 Sales of houses
Penjualan ruko dan kios - 13.466.726.346 Sales of shophouses and kiosk
Penjualan apartemen - 8.068.991.459 Sales of apartment
Penjualan tanah 9.628.650.500 46.818.500.000 Sales of land
Jumlah penjualan 85.684.403.962 165.189.625.230 Total penjualan

Transaksi penjualan berada berlokasi di Depok, Bogor dan Tangerang

Pada tanggal 19 Desember 2019 perusahaan melakukan penjualan tanah kavling kepada PT Citra Marga Nusantara Propertindo senilai Rp46.818.500.000 atau setara dengan 28% jumlah pendapatan perusahaan.

Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari total penjualan neto, selain dari hal yang sudah dijelaskan diatas.

30. BEBAN POKOK PENJUALAN 30. COST OF SALES

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: The details of cost of sales as follows:

Sales transactions are in locations Depok, Bogor and Tangerang.

On December 19, 2019 the company sold land lots to PT Citra Marga Nusantara Propertindo amounting to Rp46.818.500.000 or equivalent to 28% of the Company's revenue.

For the years ended December 31, 2020, no revenues exceeding 10% of annual net revenues were earned from any single customers, other than those already described above.

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Beban pokok sewa 39.270.395.404 45.816.309.863 Cost of rental incomes
Beban pokok penjualan rumah 4.896.073.879 2.839.671.038 Cost of sales of houses
Beban pokok penjualan ruko dan kios - 3.948.917.048 Cost of sales of shophouse and kiosk
Beban pokok penjualan apartemen - 2.994.576.933 Cost of sales of apartments
Beban pokok penjualan tanah 1.856.888.317 13.795.154.986 Cost of sales of land lot
Jumlah beban pokok penjualan 46.023.357.600 69.394.629.868 Total cost of sales

Pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang nilainya melebihi 10% dari total beban pokok penjualan konsolidasian.

For the periods ended December 31, 2020 and 2019, no purchases exceeding 10% of the total consolidated cost of sales were made from any single supplier.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: The details of selling expense as follows:

31. BEBAN PENJUALAN 31. SELLING EXPENSES

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Promosi, pemasaran dan lainnya 1.584.712.205 14.200.405.518 Promotion, marketing and others
Komisi 2.583.921.825 1.256.776.144 Commission
Transportasi 101.424.160 135.611.732 Transportation
Lainnya 134.044.079 201.704.927 Others
Jumlah beban penjualan 4.403.773.358 15.794.498.321 Total selling expenses

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: The details of general and admnistrations expense as follows:

32. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 32. GENERAL AND ADMINISTRATIONS EXPENSES

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Gaji dan tunjangan 27.293.897.679 35.360.873.916 Salaries and allowances
Perbaikan dan pemeliharaan 4.491.277.544 6.748.044.457 Repair and maintenance
Jasa professional 6.210.347.063 8.374.829.214 Professional fee
Keamanan 3.531.822.725 5.282.782.116 Security
Asuransi 2.841.996.304 1.729.121.575 Insurance
Sewa 2.789.087.525 3.805.286.201 Rent
Beban manfaat karyawan 2.656.500.007 2.981.159.426 Employee benefits
Operasional 2.406.771.462 4.291.936.885 Operational
BPJS 1.903.889.611 1.961.652.149 BPJS
Beban pajak 1.813.638.414 1.886.129.669 Tax expenses
Retribusi, iuran dan sumbangan 933.439.974 487.161.820 Retribution, dues and donations
Utilitas 896.257.170 1.209.161.157 Utilities
Perjalanan dinas 824.505.605 1.129.196.094 Traveling expenses
Jamuan 681.059.135 624.660.313 Entertainment
Alat cetak dan foto copy 478.827.373 352.208.503 Printing equipment and photocopy
Perlengkapan kantor 459.195.589 317.446.619 Office supplies
Tunjangan Kesehatan 55.181.695 101.878.936 Health benefits
Lainnya 486.457.337 1.363.778.067 Others
Jumlah beban umum dan
administrasi
60.754.152.212 82.820.483.639 Total general and administration
expenses

33. PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA 33. OTHER INCOMES (EXPENSES)

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: The details of general and admnistrasi expense as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Pendapatan lainnya: Other Incomes:
Pemulihan nilai piutang usaha 6.535.568.713 - Recovery receivables
Lainnya 1.196.945.448 3.674.537.800 Others
Denda administrasi 504.662.377 2.002.776.089 Administrative fines
Club house 18.050.000 105.630.000 Club house
Klaim asuransi - 17.906.879.078 Insurance claim
Jumlah pendapatan lain 8.255.226.538 23.689.822.967 Total other incomes

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

33. PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA (lanjutan) 33. OTHER INCOMES (EXPENSES) (continued)

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Beban lainnya: Other expenses:
Beban administrasi bank 131.889.022 116.804.354 Bank administration
Biaya keterlambatan serah terima - 66.114.767 Transfer of title
Beban penghapusan piutang - 776.824.196 Write off receivable
Lainnya 599.209.264 2.748.703.537 Others
Jumlah beban lainnya 731.098.286 3.708.446.854 Total others expenses

34. SIFAT, SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Grup dalam kegiatan usahanya melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Sifat pihak berelasi tersebut adalah sebagai berikut:

34. NATURE, BALANCE AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

The Group, in its regular conduct of business, has engaged in transactions with related parties. The nature of related parties are as follows:

Keterangan MD MPI MLE TP TPD MMP GMP ID
PT Megapolitan Developments Tbk - PS PS PS PS PS PS PS
PT Cosmopolitan Persada Developments PS - - - - - - -
PAN Asia Holding Ltd - - - - - PS -
Lora Melani Lowas Barak Rimba PS, DU DU DU DU DU D DU -
Sudjono Barak Rimba PS, KU PS, D PS, D PS, KU PS, D KU PS, D -
Jennifer Barak Rimba K K K K - K K
Barbara Angela Barak Rimba K KU KU D KU - KU KU
Ronald Trisna Wihardja D - - D - - - -
KU : Komisaris Utama / President Commissioner MLE : PT Mega Limo Estate
K : Komisaris / Commissioner TP : PT Titan Property
DU : Direktur Utama / President Director TPD : PT Tirta Persada Developments
D : Direktur / Director MMP : PT Megapolitan Mentari Persada
PS : Pemegang Saham / Shareholders GMP : PT Graha Mentari Persada
MD : PT Megapolitan Developments Tbk ID : PT Intan Developments

Selain itu, PT Melrimba Mitra, PT Melrimba Sentra Agrotama, PT Mega 2000, dan PT Rimba Asritama merupakan Perusahaan yang berada dalam kendali Direksi dan Komisaris

Transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Transactions with related parties are as follows:

No. Pihak-pihak berelasi / Related parties Jenis Transaksi / Transactions types

  1. PT Mega 2000 Pinjaman / Loan

Perusahaan

MPI : PT Mega Pasanggrahan Indah

In addition, PT Melrimba Mitra, PT Melrimba Sentra Agrotama, PT Mega 2000, and PT Rimba Asritama is a company under the control of the Board of Directors and Commissioners

  1. Lora Melani Lowas Barak Rimba Pinjaman dan Penjualan ruko / Loan and Sales of shophouses 3. Sudjono Barak Rimba Pinjaman dan Pembelian tanah / Loan and Land purchase

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

34. NATURE, BALANCE AND TRANSACTIONS WITH

RELATED PARTIES (continued)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

34. SIFAT, SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

No. Pihak-pihak berelasi / Related parties Jenis Transaksi / Transactions types

4. PT Megapolitan Mentari Persada Pinjaman / Loan
5. PT Rimba Asritama Pinjaman / Loan
6. PT Centra Lingga Perkasa Pinjaman / Loan
7. PT Intan Developments Uang muka / Advance
8. Barbara Barak Rimba Pinjaman / Loan
9. Ronald Trisna Wihardja Pinjaman / Loan
10. CV. Trikarya Pinjaman / Loan

Piutang pihak berelasi - non usaha adalah sebagai berikut: Non trade receivables - related parties are as follows:

35.866.257.909 1,46% 35.507.502.340 1,66% PT Megapolitan Mentari Persada
PT Cosmopolitan Persada
Developments
PT Mega 2000
PT Eltranindo Bina Cipta
PT Intan Developments
- 0,00% 150.000 0,01% Lain-lain
43.369.367.384 1,77% 42.867.441.817 2% Jumlah
2.535.385.532
3.490.726.385
443.150.016
1.033.847.542
31 Desember/
December 31, 2020
0,10%
0,14%
0,02%
0,04%
2.535.385.532
3.490.726.385
443.150.016
890.527.544
31 Desember/
December 31, 2019
0,12%
0,16%
0,02%
0,04%

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang pihak berelasi pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi atas penurunan nilai piutang lain-lain pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Piutang kepada pihak berelasi lainnya tidak dikenakan bunga dan jangka waktu pengembaliannya. Piutang tersebut timbul dari biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan.

Piutang usaha pihak berelasi adalah sebagai berikut: Trade receivables - related parties are as follows:

Based on a review of the status of other receivables related parties at the end of the year, management believes that the above allowance for impairment loss of other receivables related parties is sufficient to cover possible losses that may arise from impairment of other receivables as of December 31, 2020 and 2019.

Other receivables from related parties are interest and repayment period. The receivables arising from fees paid in advance by the Company.

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Lora Melani Lowas Barak Rimba - - 442.871.920 0,02% Lora Melani Lowas Barak Rimba
Jumlah piutang pihak berelasi - - 442.871.920 0,02% Total trade related parties

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

34. SIFAT, SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

Rincian utang usaha kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut:

34. NATURE, BALANCE AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

Details of trade payables to related parties are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
PT Centra Lingga Perkasa 1.316.854.108 0,07% 806.691.200 0,06% PT Centra Lingga Perkasa
PT Megapolitan Mentari Persada 2.400.000 0,00% 2.400.000 0,00% PT Megapolitan Mentari Persada
Lora Melani Lowas Barak Rimba 1.628.153.073 0,09% 1.628.153.073 0,12% Lora Melani Lowas Barak Rimba
PT Melrimba Mitra 1.775.748.942 0,09% 1.594.355.601 0,12% PT Melrimba Mitra
Jumlah
utang usaha pihak
berelasi
4,723.156.123 0,25% 4.031.599.874 0,29% Total trade payables
to parties

Persentase utang lain-lain kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The percentage of other payables to related parties is as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Lora Melani Lowas Barak Rimba 45.275.747.330 2,38% 18.863.718.289 1,38% Lora Melani Lowas Barak Rimba
Barbara Barak Rimba 7.983.756.789 0,42% 8.827.821.817 0,64% Barbara Barak Rimba
CV. Trikarya Makmur 414.812.716 0,02% - - CV. Trikarya Makmur
Ronald W 172.000.000 0,01% - - Ronald W
Jumlah 53.846.316.835 2,83% 27.691.540.106 2,02% Total

Rincian laba per saham adalah sebagai berikut: The details of earning per share as follows:

35. LABA PER SAHAM 35. EARNING PER SHARE

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Laba
tahun
berjalan
yang
dapat
diatribusikan kepada pemilik
Profit for the year
attributable to the owners of
Entitas Induk
Jumlah rata-rata tertimbang saham
(57.316.708.226) (32.206.705.899) the Parent Entity
Weighted average number of shares
untuk menghitung laba
per saham
3.350.000.000 3.350.000.000 for calculation of earnings
per share
Jumlah 3.350.000.000 3.350.000.000 Total
Laba
per
saham
yang
dapat
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
(17,11) (9,61) Earnings per share
attributable to owners of
the Parent Entity

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

36. SEGMEN OPERASI 36. OPERATING SEGMENT

Rincian segmen operasi adalah sebagai berikut: The details operating segment as follows:

31 Desember/ December 31, 2020
Pusat perbelanjaan/
Properti/ Property Shopping Center Jumlah/ Total
Penjualan bersih 41.612.788.781 44.071.615.181 85.684.403.962 Net sales
Laba bruto 16.734.869.156 22.926.177.206 39.661.046.362 Gross profit
Pendapatan (beban) lain-lain 32.426.671.116 (24.902.542.864) 7.524.128.252 Other income (expense)
Beban pajak final (899.339.573) (4.110.622.799) (5.009.962.372) Final tax expense
Laba sebelum pajak
Informasi lainnya
(88.839.962.832) 32.222.281.766 (56.617.681.066) Profit before income tax
Other information
Aset segmen 2.262.454.985.915 191.599.287.580 2.454.054.273.495 Segment assets
Liabilitas segmen 1.755.735.401.334 156.972.353.322 1.905.692.754.657 Segment liabilities
31 Desember/ December 31, 2019
-- -------------------------------- -- --
Pusat perbelanjaan/
Properti/ Property Shopping Center Jumlah/ Total
Penjualan bersih 94.164.155.149 71.025.470.081 165.189.625.230 Net sales
Laba bruto 46.849.487.400 48.945.507.962 95.794.995.362 Gross profit
Pendapatan (beban) lain-lain 55.745.770.543 (35.764.394.430) 19.981.376.113 Other income (expense)
Beban pajak final (2.494.568.695) (6.850.802.855) (9.345.371.551) Final tax expense
Laba sebelum pajak 366.733.787 (35.005.254.386) (34.638.520.599) Profit before income tax
Informasi lainnya Other information
Aset segmen 1.912.539.430.867 231.404.807.498 2.143.944.238.365 Segment assets
Liabilitas segmen 1.027.932.881.253 343.780.249.129 1.371.713.130.382 Segment liabilities

37. KERJASAMA OPERASI 37. JOINT OPERATION

Pada tanggal 9 September 2016, Perusahaan mengadakan kerjasama atas pembangunan dan pengelolaan Galeria Kiosk Mall, Vivo Walk, Vivo Mall dan Ruko Bizpark di Vivo Sentul diatas tanah Bogor City milik PT Tirta Persada Developments, entitas anak (PT TPD). Jangka waktu pengelolaan perjanjian kerjasama ini berakhir apabila pelaksanaan proyek tersebut telah selesai, atau atas persetujuan bersama antara para pihak, atau terjadi keadaan memaksa (force majeure).

Porsi kerja sama untuk Perusahaan adalah sebesar 10%, dan untuk PT Tirta Persada Developments, entitas anak adalah sebesar 90%.

  • a. Menerima hasil penjualan atas tanah dan bangunan sesuai porsi kerja sama yaitu 10%;
  • b. Memperoleh pembagian keuntungan dari hasil proyek sebesar 10%;
  • c. Menyediakan porsi kerjasama yaitu alat berat dengan nilai buku sebesar Rp1.165.646.356;

On September 9, 2016, the Company entered into a collaboration for the development and management of Galeria Kiosk Mall, Vivo Walk, Vivo Mall and office Bizpark in Vivo Sentul on Bogor City land owned by PT Tirta Persada Developments, a subsidiary (PT TPD). The term of the management agreement is terminated if the implementation of the project has been completed, or upon mutual agreement between the parties, or a state force (force majeure).

Portions of cooperation for the company is 10%, and for PT Tirta Persada Developments, a subsidiary amounted to 90%.

Hak dan kewajiban pihak pertama (Perusahaan): Rights and obligations of the first parties (Company):

  • a. Receive the proceeds from the sale of land and buildings in accordance portions of cooperation that is 10%;
  • b. Getting a profit sharing of the results of the project by 10%;
  • c. Providing portion of corporation which is heavy equipment with a net book value of Rp1,165,646,356;

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. KERJASAMA OPERASI (lanjutan) 37. JOINT OPERATION (continued)

  • d. Mengurus semua perizinan Proyek dan sertifikat; d. Take care of all licensing Project and certificate;
  • e. Melakukan dan menandatangani Akta Jual Beli dengan pembeli berdasarkan Kuasa dari pihak kedua (PT Tirta Persada Developments, entitas anak);
  • f. Menanggung biaya pembangunan proyek dan biaya pajak sesuai dengan porsi kerja sama yaitu 10%;

Hak dan kewajiban pihak kedua (PT Tirta Persada Developments, entitas anak):

  • a. Menerima hasil penjualan atas tanah dan bangunan sesuai porsi kerja sama yaitu 90%;
  • b. Memperoleh pembagian keuntungan dari hasil proyek sebesar 90%;
  • c. Menyediakan porsi kerja sama yaitu tanah seluas 17ha dengan nilai buku Rp9.064.018.150;
  • d. Memberikan kuasa kepada pihak pertama (Perusahaan) untuk menandatangani Akta Jual Beli dengan pembeli;
  • e. Menanggung biaya pembangunan proyek dan biaya pajak sesuai dengan porsi kerja sama yaitu 90%;
  • f. Menyerahkan tanah dan bangunan kepada pembeli. f. Handed over the land and building to the buyer.

38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko pasar (termasuk risiko harga komoditas), risiko tingkat suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Penelaahan manajemen dan kebijakan yang disetujui untuk mengelola masing-masing risiko ini dijelaskan secara detail sebagai berikut:

a. Risiko terhadap kenaikan suku bunga, baik suku bunga KPR maupun suku bunga pinjaman.

Risiko suku bunga juga dapat dihadapi oleh Grup, di mana apabila terjadi peningkatan suku bunga maka dapat secara langsung meningkatkan beban bunga pinjaman Grup.

Dalam mengendalikan rasio kenaikan suku bunga pinjaman ini Grup cukup berhati-hati dalam melakukan penambahan pinjaman dan selalu menyesuaikan jangka waktu serta jumlah pinjaman sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Kenaikan suku bunga juga dapat mempengaruhi kemampuan atau daya beli konsumen. Untuk mengendalikan risiko tersebut Grup menawarkan program-program penjualan dalam rangka meningkatkan daya beli konsumen seperti program cash back, subsidi bunga KPR/KPA, program cicilan tanpa bunga serta diskon.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • e. Perform and sign the Sale and Purchase Agreements with buyers based on the power of the second party (PT Tirta Persada Developments, a subsidiary);
  • f. Bear the cost of construction projects and tax costs in accordance portions of cooperation that is 10%.

Rights and obligations of second parties (PT Tirta Persada Developments, subsidiary):

  • a. Receive the proceeds from the sale of land and buildings in accordance portions of cooperation that is 90%;
  • b. Getting a profit sharing of the results of the project by 90%;
  • c. Providing portions of cooperation for the land area of 17ha with a book value of Rp9,064,018,150;
  • d. Provides power to the first party (the Company) to sign the Sale and Purchase Agreements with buyers;
  • e. Bear the cost of construction projects and tax costs in accordance portions of cooperation that is 90%;

38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

The main risks arising from the Group's financial instruments are market risk (including commodity price risk), interest rate risk, credit risk and liquidity risk. The management reviews and approves policies for managing each of these risks, which are described in more detail as follows:

a. Risks to increase in interest rates, both KPR interest rates and loan rates

Interest rate risk can also be encountered by the Group, which in the event of an increase in interest rates, it can directly increase the loan interest expense of the Group.

In controlling the ratio of the increase in lending rates, the Company and Subsidiaries quite cautious in making additional loans and always adjust the duration and amount of the loan in accordance with the project to be carried out. The increase in interest rates may also affect the ability or the purchasing power of consumers. To control these risks the Company and Subsidiaries offer sales programs in order to increase the purchasing power of consumers such as cash back program, the interest subsidy KPR / KPA, installment program without interest and discount.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Sebagai pengembang property, Grup dipengaruhi oleh risiko terjadinya peningkatan harga bahan baku konstruksi di mana bahan baku tersebut merupakan komoditas global yang harganya terpengaruh siklus dan berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar global yang pada akhirnya dapat mempengaruhi peningkatan biaya dan selanjutnya akan menurunkan marjin Grup. Untuk mengendalikan risiko tersebut, selain pembelian bahan baku konstruksi tersebut dilakukan oleh para kontraktor, Grup juga melakukan kontrak pembelian terhadap beberapa bahan baku kepada pemasok- pemasok tertentu.

Kebijakan Grup untuk meminimalkan risiko yang berasal dari fluktuasi harga komoditas adalah dengan menjaga tingkat kestabilan biaya pembangunan, disamping laba neto tahun berjalan yang harus dicapai Grup.

c. Risiko kolektibilitas c. Collectibility risk

Grup juga menghadapi risiko kolektibilitas dari pembeli yang melakukan cicilan/angsuran, terutama apabila pembeli mengalami kegagalan dalam melakukan pembayaran cicilan/angsuran kepada Grup. Dalam mengendalikan risiko tersebut Grup menerapkan pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran, dan pembatalan jual beli. Untuk segmen penyewaan.

Grup mengelola risiko yang timbul dari penyewa yang gagal membayar sewa dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit tunai dan/atau garansi bank untuk sewa selama 3 bulan di muka sebelum tanggal awal masa sewa. Selain itu Grup juga melakukan penelaahan berkala terhadap kolektibilitas para pelanggan.

d. Analisis sensitivitas suku bunga d. Interest rate sensitivity analysis

Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk kedua instrumen derivatif dan nonderivatif pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 30 basis poin digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)
  • b. Risiko harga komoditas b. Commodity price risk
  • . As a property developer, Group are affected by the risk of an increase in raw material prices of construction in which the raw material is a global commodity whose price is affected by cyclical and fluctuate depending on global market conditions that could ultimately affect the increased costs and would also lower margin of the Group. To control these risks, in addition to the purchase of construction materials was carried out by the contractors, Group also do contract of purchase of some raw materials to certain suppliers.

The Group's policy is to minimize the risks arising from the fluctuations in commodity prices by maintaining the stability level of development costs, besides profit for the year that should be achieved by the Group.

Group also faces the risk of collectibility of buyers making installment / installments, especially if the buyer fails to make payment installments / installment to the Group. In controlling these risks the Group applies the imposition of penalties for late payment, and cancellation of the sale and purchase. For leasing segment.

the Group manages the risks arising from tenants who fail to pay the rent by asking tenants to leave a cash deposit and / or bank guarantee to rent for 3 months in advance before the date of inception of the lease. In addition the Group also conducts periodic review of the collectibility of customers.

The sensitivity analysis below have been determined based on the exposure to interest rates for both derivatives and non-derivative instruments at the end of the reporting period. For floating rate liabilities, the analysis is prepared assuming the amount of the liability outstanding at the end of the reporting period was outstanding for the whole year. A 30 basis point increase or decrease is used when reporting interest rate risk internally and represents management's assessment of the reasonably possible change in interest rates.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Eksposur risiko tingkat bunga berhubungan dengan jumlah aset atau liabilitas dimana pergerakan pada tingkat suku bunga dapat mempengaruhi laba setelah pajak. Risiko pada pendapatan bunga bersifat terbatas karena Grup hanya bermaksud untuk menjaga saldo kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Dalam beban bunga, keseimbangan optimal antara utang dengan tingkat bunga tetap dan mengambang ditetapkan di muka. Grup memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan kombinasi yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Persetujuan dari Dewan Direksi dan Komisaris harus diperoleh sebelum Grup menggunakan instrumen keuangan tersebut untuk mengelola eksposur risiko suku bunga.

e. Risiko likuiditas e. Liquidity risk

Grup menghadapi risiko jika Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan liabilitas keuangan pada saat jatuh tempo. Grup mengelola profil likuiditas dengan melakukan pre-selling dan pre-leasing untuk pengembangan proyek serta dengan mendapatkan fasilitas kredit jangka panjang.

Grup juga menetapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang dihasilkan dari arus kas internal dan memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dari fasilitas kredit yang diperoleh, melakukan pengelolaan tenor pembayaran yang disesuaikan dengan segmen dari proyek pembangunan dan tenor pendanaan dari penjualan, serta mempertahankan kebijakan penagihan hasil penjualan secara intensif. Dengan mempertimbangkan kondisi dan perencanaan di masa yang akan datang, Grup berkeyakinan bahwa kondisi xlikuiditas atau arus kas dapat dikelola dengan baik.

Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Grup per tanggal 31 Desember 2020, berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan:

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

The interest rate risk exposure relates to the amount of assets or liabilities which is subject to a risk that a movement in interest rates will adversely affect the income after tax. The risk on interest income is limited as the Group only intend to keep sufficient cash balances to meet operational needs.

On interest expenses, the optimum balance between fixed and floating interest debt is considered upfront. The Group have a policy of obtaining financing that would provide an appropriate mix of floating and fix interest rate. Approvals from the Board of Directors and Commissioners must be obtained before committing the Group to any of the instruments to manage the interest rate risk exposure.

Groups at risk if the group does not have sufficient cash flow to meet operational and financial liabilities at maturity. The Group manages liquidity profile by conducting pre- selling and pre-leasing for development projects and to obtain long-term credit facilities.

Group also implement liquidity risk management is careful to maintain a cash balance generated from internal cash flow and ensure the availability of sufficient funding from credit facilities obtained, managing tenor payments adjusted to a segment of the project development and tenor of funding from the sale, as well as maintaining the billing policy of intensive sales results. Taking into account the conditions and planning in the future, the Group believes that the liquidity or cash flows can be managed properly.

The table below is a schedule of maturities of financial liabilities of the Group as of December 31, 2020 based on undiscounted contractual payments:

Liabilitas keuangan/
Financial liabilities
6-12 bulan /
Months
1-5 tahun/
Years
5 tahun/
Years
Jumlah/
Total
Utang usaha kepada pihak ketiga /
Trade payables to third parties
Utang usaha kepada pihak berelasi /
182.437.718.870 - - 182.437.718.870
Trade payables to related parties 4.723.156.124 - - 4.723.156.124

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

38. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

38. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

KEUANGAN (lanjutan) POLICIES (continued)
Liabilitas keuangan/
Financial liabilities
6-12 bulan /
Months
1-5 tahun/
Years
5 tahun/
Years
Jumlah/
Total
Utang lain-lain - pihak ketiga / Other payables –
third parties
42.509.492.314 - - 42.509.492.314
Beban yang masih harus dibayar / Accrued expenses
Utang bank dan lembaga keuangan / Bank loans and
95.642.653.990 - - 95.642.653.990
financial institutions
Utang lain-lain - pihak berelasi / Other payables -
36.092.943.815 733.356.646.051 212.600.000.000 982.049.589.866
related parties 53.846.316.835 - - 53.846.316.835

Grup bertujuan untuk mencapai struktur modal yang optimal dalam mencapai tujuan usahanya, termasuk mempertahankan rasio modal yang sehat dan peringkat kredit yang kuat, dan memaksimalkan nilai pemegang saham.

Beberapa instrumen utang Grup mencakup persyaratan yang menetapkan rasio leverage maksimum. Selain itu, Grup telah memenuhi semua persyaratan modal yang ditetapkan oleh pihak kreditur bank.

Grup memantau modal menggunakan beberapa ukuran leverage keuangan seperti rasio liabilitas terhadap ekuitas. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, rasio liabilitas terhadap ekuitas Grup adalah sebagai berikut:

Manajemen modal Capital management

The Group aims to achieve an optimal capital structure in pursuit of its business objectives, which include maintaining healthy capital ratios and strong credit ratings, and maximizing stockholder value.

Some of the Group's debt instruments contain covenants that impose maximum leverage ratios. In addition, the Group's have complied with all capital requirements by bank creditors.

Group monitors capital using several financial leverage measurements such as debt-to-equity ratio. As of December 31, 2020 and 2019, the Group's debt-to-equity ratios are as follows:

31 Desember/
December 31, 2020
31 Desember/
December 31, 2019
Total pinjaman dan utang
Ekuitas
neto
yang
diatribusikan
ke
982.049.589.866 977.039.960.000 Total borrowings
pemilik entitas
Rasio liabilitas terhadap ekuitas
545.544.649.600
180,01%
768.518.076.202
127,13%
Net equity attributable to
Owners of the entity

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan Grup:

39. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN 39. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES

The following table sets out the carrying values and estimated fair values of the Group's financial Instruments:

Nilai tercatat / Carrying amount Nilai wajar / Fair Value
2020 2019 2020 2019
Aset keuangan Financial assets
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables
Kas dan setara kas 50.178.477.114 64.408.300.819 50.178.477.114 64.408.300.819 Cash and cash equivalents
Aset keuangan lancar lainnya 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 Trade receivables - third parties
Piutang usaha - pihak ketiga 24.741.733.296 124.815.418.550 24.741.733.296 124.815.418.550 Trade receivables - related parties
Piutang usaha - pihak berelasi - 442.871.920 - 442.871.920 Other receivables - third parties
Piutang lain-lain - pihak ketiga 1.513.031.150 2.255.764.698 1.513.031.150 2.255.764.698 Non trade receivables
Piutang pihak berelasi - non Related parties
Usaha 43.369.367.384 42.867.441.817 43.369.367.384 42.867.441.817
Total aset keuangan 129.802.608.945 244.789.797.804 129.802.608.945 244.789.797.804 Total financial assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

39. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 39. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

Nilai tercatat /
Carrying amount
Nilai wajar /
Fair Value
2020 2019 2020 2019
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Liabilitas keuangan yang
diukur
Financial liabilities measured at
dengan biaya perolehan Diamortisasi amortized cost
Utang usaha - pihak ketiga 182.437.718.870 140.430.620.975 182.437.718.870 140.430.620.975 Trade payables - third parties
Utang usaha - pihak berelasi 4.723.156.124 4.031.599.874 4.723.156.124 4.031.599.874 Trade payables - related parties
Beban yang masih harus dibayar 95.642.653.990 24.887.671.058 95.642.653.990 24.887.671.058 Accrued expenses
Utang lain-lain - pihak ketiga 42.509.492.314 37.222.662.936 42.509.492.314 37.222.662.936 Other paybles - third parties
Utang bank 982.049.589.866 977.039.960.000 982.049.589.866 977.039.960.000 Bank loan
Utang pihak berelasi – non Usaha 53.846.316.835 27.691.540.106 53.846.316.835 27.691.540.106 Non trade receivables Related parties
Total liabilitas keuangan 1.361.208.927.999 1.211.304.054.948 1.361.208.927.999 1.211.304.054.948 Total financial liabilities

Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain dari penjualan yang dipaksakan atau likuidasi. Nilai wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar atau ditentukan menggunakan model arus kas diskonto.

Perusahaan menggunakan hierarki berikut ini untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan:

  • Tingkat 1 : Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.
  • Tingkat 2 : Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi, dimana seluruh input yang mempunyai efek signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tingkat 3 : Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi, dimana seluruh input yang mempunyai efek signifikan atas nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan:

Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek Short-term financial assets and liabilities

Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain- lain, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, utang pihakpihak berelasi lain-lain dan utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun) mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek.

Fair value is defined as the amount at which the instruments could be exchanged in a current transaction between knowledgeable willing parties in an arm's length transaction, other than in a forced sale or liquidation. Fair values are obtained from quoted market prices or determined using discounted cash flow models.

The Company uses the following hierarchy for determining the fair value of financial instruments:

  • Level 1 :Fair values measured based on quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.
  • Level 2 :Fair values measured based on valuation techniques for which all inputs which have a significant effect on the recorded fair values are observable, either directly or indirectly.
  • Level 3 :Fair values measured based on valuation techniques for which inputs which have a significant effect on the recorded fair value are not based on observable market data.

The following methods and assumptions are used to estimate the fair value of each class of financial instruments:

Short-term financial instruments with remaining maturities of one year or less (cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, trade payables to third parties, other payables, accrued expenses, due to related parties, deposits received - customer deposits, current maturities of long-term loans) approximate their carrying amounts due to their shortterm nature.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

39. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 39. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

Aset keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang

Instrumen keuangan jangka panjang terdiri dari piutang lainlain, piutang pihak-pihak berelasi lain-lain, utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, utang lain-lain, utang pihak-pihak berelasi lain-lain.

Nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut tidak dapat diukur secara handal karena tidak ada tanggal pembayaran pasti, sehingga diukur pada harga perolehan. Sedangkan, nilai wajar uang muka yang diterima - uang jaminan pelanggan dan aset keuangan tidak lancar lainnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan tingkat suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama. Utang bank dan utang sewa pembiayaan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

  • a. Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa (SPSM) tanggal 4 Februari 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Bellevue Mall kepada PT Nusantara Sejahtera Raya dengan masa sewa 20 tahun sejak tanggal awal sewa yang digunakan untuk penjualan ritel dari XXI Cinema.
  • b. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemasaran No. 2774/MPI/BDCV/X/2014 pada Oktober 2014, PT Mega Pasanggrahan Indah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Istana Makmur Sejahtera untuk pekerjaan sebagai Marketing and Sales Inhouse (menjadi agen tunggal) untuk apartemen Cinere Bellevue Suites, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial dan Cinere Terrace Suite yang terletak dikawasan Perumahan Puri Cinere.
  • c. Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa (SPSM) tanggal 28 Maret 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Bellevue Mall kepada Celebrity Fitness dengan masa sewa 10 tahun terhitung dari tanggal awal sewa.
  • d. Berdasarkan Surat Perjanjian sewa menyewa unit non hunian di Cinere Bellevue Mall d/h (Urbana Cinere) No. 03 Tahun 2015 tanggal 10 Maret 2015 dengan PT Matahari Putra Prima untuk salah satu usahanya menjalankan pasar swalayan dengan konsep hypermarket atau pasar serba dengan nama "Hypermart" dengan masa sewa 11 tahun terhitung dari tanggal pembukaan toko.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Non-current financial assets and long-term financial liabilities

Long-term financial instruments consist of other receivables, due from related parties, long term loans - net of current maturities, other payables, due to related parties.

The fair value of these financial instruments cannot be measured reliably since they have no fixed repayment dates; therefore, they are measured at cost, while the fair values of deposits received - customer deposits and other non-current financial assets are determined by discounting future cash flows using applicable rates from observable current market transactions for instruments with similar terms, credit risk and remaining maturities. Long-term loans from banks and finance lease liabilities are measured at amortized cost.

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

  • a. Based on lease agreement (SPSM) dated February 4, 2013, PT Mega Pasanggrahan Cinere Indah rent space in Bellevue Mall to PT Nusantara Sejahtera Raya with a lease term of 20 years commencing from the date of inception of the lease is used for the retail sale of the XXI Cinema.
  • b. Based on the Marketing Cooperation Agreement No. 2774/MPI/BDCV/X/2014 in October 2014, PT Mega Pasanggrahan Indah entered into a cooperation agreement with PT Istana Makmur Sejahtera for a job as Marketing and Sales Inhouse (being the sole agent) for the Cinere Bellevue Suites apartment, Cinere Bellevue Kiosk, Cinere Bellevue Commercial and Cinere Terrace Suite located in the Puri Cinere Housing area.
  • c. Based on lease agreement (PSM) dated March 28, 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah rent space in Cinere Bellevue Mall to Celebrity Fitness with a lease term of 10 years commencing from the date of inception of the lease.
  • d. Based on lease agreement of Non-residential units in Bellevue Mall Cinere d/h (Urbana Cinere) No. 03 Year 2015 dated March 10, 2015 with PT Matahari Putra Prima which one of its business to run supermarket with hypermarket or paced market concept under the name of "Hypermart", with a lease term of 11 years commencing from the date of opening the store.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

    • e. Berdasarkan Surat Perintah Kerja 059 / MPI / SPK / PDIR / V / 16 tanggal 9 Mei 2016, PT Mega Pasanggarahan Indah memberi tugas pekerjaan Stuktur, Arsitektur, Plumbing dan Gas pada proyek pembangunan Cinere Terrace Suites - Apartment & Citywalk kepada PT Adhi Persada Gedung senilai Rp346.800.000.000,-
  • f. Berdasarkan Surat Persetujuan Kerjasama Konsultan Manajemen No. 210/Lltr/REMS-CII/IX/13 pada 17 September 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah melakukan perjanjian kerja sama dengan Colliers International Indonesia untuk pekerjaan sebagai Konsultan Manajemen Property untuk apartemen Cinere Bellevue Suites dan pusat perbelanjaan Cinere Bellevue Mall.
  • g. Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa (SPSM) No. 522/MPI-MC/HBU.CD-4b-228/VII/2019 tanggal 3 Juli 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Busana Indah Pratama dengan masa sewa 3 tahun terhitung dari tanggal 21 Juli 2019 – 20 Juli 2022 untuk penjualan baju (garment) dengan merek "AMIRA FO".
  • h. Berdasarkan Surat Perpanjangan Masa Berlaku I Perjanjian Sewa Menyewa No. 1545/MPI-MC/HBU.CD-4b-380/X/2017 tanggal 31 Oktober 2017, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Champ Resto Indonesia dengan masa sewa 5 tahun terhitung dari tanggal 1 November 2017 – 31 Oktober 2022
  • i. Berdasarkan Surat Perpanjangan Masa Berlaku II Perjanjian Sewa Menyewa No. 1090/MPI-MC/HBU.CD-4b-590/XII/2019 tanggal 04 Desember 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT JCO Donut & Coffee dengan masa sewa 5 tahun 3 bulan 29 hari terhitung dari tanggal 11 Maret 2020 – 09 Juli 2025.
  • j. Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Dengan Sistem Bagi Hasil (Revenue Sharing) No. 508/MPI-MC/HBU.CD-4b-224/V/2018 tanggal 02 Mei 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Fast Food Indonesia, Tbk (Kentucky Fried Chicken) dengan masa sewa 5 tahun terhitung dari tanggal 15 Oktober 2018 – 14 Oktober 2023.

  • 40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • e. Based on Work Order 059 / MPI / SPK / PDIR / V / 16 dated 9 May 2016, PT Mega Pasanggarahan Indah gave Structural, Architectural, Plumbing and Gas work assignments to the Cinere Terrace Suites - Apartment & Citywalk construction project to PT Adhi Persada Gedung worth Rp346,800,000,000
  • f. Based on the Management Consultant Cooperation Agreement Letter No. 210 / Lltr / REMS-CII / IX / 13 on 17 September 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah entered into a cooperation agreement with Colliers International Indonesia for work as a Property Management Consultant for the Cinere Bellevue Suites apartment and the Cinere Bellevue Mall shopping center.
  • g. Based on the Letter of Lease Agreement (SPSM) No. 522 / MPI-MC / HBU.CD-4b-228 / VII / 2019 dated 3 July 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah leased a place in Cinere Mall to PT Busana Indah Pratama with a 3-year lease from 21 July 2019 - 20 July 2022 for sales of clothes (garment) under the brand "AMIRA FO".
  • h. Based on the Letter of Extension of the Term I of the Lease Agreement No. 1545 / MPI-MC / HBU.CD-4b-380 / X / 2017 dated 31 October 2017, PT Mega Pasanggrahan Indah leased a place in Cinere Mall to PT Champ Resto Indonesia with a 5-year lease from November 1, 2017 - October 31, 2022.
  • i. Based on the Letter of Extension of the Term II of the Lease Agreement No. 1090 / MPI-MC / HBU.CD-4b-590 / XII / 2019 dated December 4, 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah rents out a place in Cinere Mall to PT JCO Donut & Coffee with a lease period of 5 years 3 months 29 days starting from the March 11, 2020 - July 09, 2025.
  • j. Based on the Lease Agreement Letter with Revenue Sharing System No. 508 / MPI-MC / HBU.CD-4b-224 / V / 2018 dated May 2, 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah leased a place in Cinere Mall to PT Fast Food Indonesia, Tbk (Kentucky Fried Chicken) with a 5 year lease starting from October 15, 2018 - October 14, 2023.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • k. Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa No. 1126/MPI-MC/HBU.CD-4b-282/VIII/2017 tanggal 20 September 2017, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Niaga Indoguna Yasa (MR. D.I.Y) dengan masa sewa 5 tahun terhitung dari tanggal 15 November 2017 – 14 November 2022.
  • l. Berdasarkan Surat Perjanjian Perpanjangan Sewa Menyewa Masa Berlaku Ke-IV No. 1006/MPI-MC/HBU.CD-4b-512/XII/2019 tanggal 9 Desember 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Sepatu Bata, Tbk dengan masa sewa 3 tahun terhitung dari tanggal 16 Oktober 2019 – 15 Oktober 2022.
  • m. Berdasarkan Surat Adendum 1 Perpanjangan Sewa Menyewa tanggal 11 Oktober 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah menyewakan tempat di Cinere Mal kepada PT Lia Anugerah Semesta dengan masa sewa 10 tahun terhitung dari tanggal 16 Oktober 2013 – 15 Oktober 2023 untuk ruangan bioskop.
  • n. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 068/MPI/SPK/PDIR/XII/19 tanggal 9 Desember 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah melakukan pengadaan dan pemasangan panel listrik Cinere Bellevue Mall – Depok kepada PT Gianindo Elok Angkasa dengan pekerjaan dilaksanakan dalam II tahap, yang masingmasing tahap harus diselesaikan dalam waktu 45 hari kalender, terhitung sejak ditandatangani SPK ini.
  • o. Berdasarkan Surat Perintah Kerja Nomor 206/TPD/SPK/PDIR/XII/16 tanggal 15 December 2016, PT Tirta Persada Developments memberi tugas pekerjaan Stuktur, Arsitektur, Plumbing dan Gas pada proyek pembagunan Galeria Mall Vivo Sentul kepada PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk senilai Rp312.250.000.000,-.
  • p. Berdasarkan Letter Of Intent tanggal 22 Juni 2015, PT Tirta Persada Developments menyewakan tempat di Vivo Walk Sentul kepada PT Graha Layar Prima dengan masa sewa 20 tahun terhitung dari tanggal awal sewa yang digunakan untuk penjualan ritel dari CGV Blitz Cinema.
  • q. Pada 20 Agustus 2018, PT Tirta Persada Developments mensepakati perjanjian kerja sama dengan PT Hindo untuk menyewakan tempat di Vivo Walk Sentul seluas ± 2.000 m2 dengan masa sewa 20 tahun terhitung dari tanggal awal sewa yang digunakan untuk penjualan ritel fashion dari "H&M".

  • 40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • k. Based on the Letter of Lease Agreement No. 1126 / MPI-MC / HBU.CD-4b-282 / VIII / 2017 dated September 20, 2017, PT Mega Pasanggrahan Indah leases a place in Cinere Mall to PT Niaga Indoguna Yasa (MR. DIY) with a 5 year lease starting from the November 15, 2017 - November 14, 2022.
  • l. Based on the Letter of Agreement for the Extension of the Lease to the Fourth Validity Period No. 1006 / MPI-MC / HBU.CD-4b-512 / XII / 2019 dated December 9, 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah leased a place in Cinere Mall to PT Sepatu Bata, Tbk with a 3 year lease starting from October 16, 2019 - October 15, 2022.
  • m. Based on the Letter of Addendum 1 to Extension of Lease on October 11, 2013, PT Mega Pasanggrahan Indah rents out a place in Cinere Mall to PT Lia Anugerah Semesta with a ten-year lease starting from October 16, 2013 - October 15, 2023 for cinema rooms.
  • n. Based on the Work Agreement Letter No. 068 / MPI / SPK / PDIR / XII / 19 dated December 9, 2019, PT Mega Pasanggrahan Indah procured and installed the Cinere Bellevue Mall - Depok electric panel to PT Gianindo Elok Angkasa with work carried out in II stages, each of which must be completed within 45 calendar days, starting from the signing of this SPK.
  • o. Based on Work Order Number 206 / TPD / SPK / PDIR / XII / 16 dated December 15, 2016, PT Tirta Persada Developments assigns Structural, Architectural, Plumbing and Gas work assignments to the Galeria Mall Vivo Sentul development project to PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. worth Rp312,250,000,000.
  • p. Based on the Letter Of Intent dated June 22, 2015, PT Tirta Persada Developments rent space in Sentul Walk Vivo to PT Graha Layar Prima with a lease term of 20 years commencing from the date of inception of the lease is used for the retail sale of CGV Cinema Blitz.
  • q. On August 20, 2018, PT Tirta Persada Developments agreed to a cooperation agreement with PT Hindo to lease a place on Vivo Walk Sentul for an area of ± 2,000 m2 with a lease period of 20 years from the initial rental date used for the sale of fashion retails from "H&M".

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • r. Pada 17 Mei 2019, PT Tirta Persada Developments menyewakan tempat di Vivo Walk Sentul kepada PT Ace Hardware Indonesia Tbk seluas ± 2.622,09 m2 dengan masa sewa 5 tahun terhitung dari tanggal awal sewa yang digunakan untuk penjualan ritel dari Ace Hardware.
  • s. Berdasarkan Surat Perintah Kerja Nomor 071/TPD/SPK/PDIR/XII/19 tanggal 18 Desember 2019, PT Tirta Persada Developments menghendaki pelaksanaan pekerjaan lanjutan Pengadaan Dan Pemasangan Railing Stainless dengan Finish Hairlines dan Tempered Glass pada Proyek Pembangunan Galleria Mall Vivo Sentul keapda PT Sarana Jaya Utama senilai Rp2.556.035.000
  • t. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemasaran No 0109/MD/SPK/DIR/VI/2016 pada 1 April 2016, PT Megapolitan Developments melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Panca Pilar Putra Mandiri (Goldsmith) untuk melaksanakan penjualan produk property baik secara integrated commercial and trade centre maupun secara stand alone project untuk Graha Cinere dan Cinere Parkview.
  • u. Pada 29 Mei 2019, PT Titan Property dan PT OYO Rooms Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama layanan untuk mengelola property "The Habitat" milik PT Titan Property yang berlokasi di Karawaci – Tangerang, dengan jangka waktu selama 5 tahun.

41. PERKARA HUKUM 41. LEGAL MATTERS

  • a. Perkara tanah PT Megapolitan Developments Tbk No. 01 / Pdt.G / 2018 / PN.Dpk antara Sdri. Fatimah, Asmanih, dan Nurhasanah selaku Pelawan melawan PT Megapolitan Developments Tbk selaku Terlawan atas tanah di kelurahan Krukut kecamatan Limo, kota Depok. Sampai dengan tanggal pemeriksaan, masih dalam proses mediasi sebelum memasuki Pengadilan Negeri Kota Depok.
  • b. Perkara No.84/Pdt.G/2017/PN.Dpk atas tanah Girik No C 661.P.946 di kampung Sasak kelurahan Limo Kec Limo, Kota Depok antara Hj. Domih selaku Penggugat, menggugat PT Megapolitan Developments Tbk selaku Tergugat. Sampai dengan tanggal pemeriksaan, perkara tersebut masih dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Depok.

  • 40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • r. On May 17, 2019, PT Tirta Persada Developments leased a place on Vivo Walk Sentul to PT Ace Hardware Indonesia Tbk for a total area of ± 2,622.09 m2 with a lease period of 5 years from the initial rental date used for retail sales from Ace Hardware.
  • s. Based on the Work Order Number 071 / TPD / SPK / PDIR / XII / 19 dated 18 December 2019, PT Tirta Persada Developments wants to carry out further work on the Procurement and Installation of Stainless Railing with Finish Hairlines and Tempered Glass on the Galleria Mall Vivo Sentul Development Project to PT Sarana Jaya Utama, valued at IDR 2,556,035,000
  • t. Based on Marketing Cooperation Agreement No 0109/MD/SPK/DIR/VI/2016 on April 1, 2016, PT Megapolitan Developments entered into cooperation agreements with PT Panca Pilar Putra Mandiri (Goldsmith) to carry out sales of product property either by integrated commercial and trade centre as well as stand alone project for Graha Cinere and Cinere Parkview
  • u. On May 29, 2019, PT Titan Property and PT OYO Rooms Indonesia signed a service cooperation agreement to manage the "The Habitat" property of PT Titan Property located in Karawaci - Tangerang, with a term of 5 years.

  • a. Case of PT Megapolitan Developments Tbk No. 01 / Pdt.G /2018/PN.Dpk between Fatimah Asmanih, and Nurhasanah as opposition against PT Megapolitan Developments Tbk as challenged on land in Krukut subdistrict of Limo, Depok city. Until the date of examination, still in the process of mediation before entering the District Court of Depok City.

  • b. Case No.84 / Pdt.G / 2017 / PN.Dpk on land Girik No C 661.P.946 in Sasak village, sub- district of Limo, Depok City between Hj. Domih as the Plaintiff, sued PT Megapolitan Developments Tbk as the Defendant. Up to the date of examination, the case is still in court in the city court of Depok

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

41. PERKARA HUKUM (lanjutan) 41. LEGAL MATTERS (continued)

  • c. Perkara tanah PT Megapolitan Developments Tbk No. 105 / Pdt.Plw / 2014 / PN.Dpk di Pengadilan Negeri Kota Depok antara Sdr. Marulloh bin Ridwan selaku Pelawan melawan PT Megapolitan Developments Tbk selaku Terlawan, Sdr. Mursalih bin H. Naumar selaku Turut Terlawan I, dan Sdr. Ismail Marzuqi selaku Turut Terlawan II atas tanah di Graha Cinere. Hasil dari putusan Pengadilan Tinggi No.126/PDT/2016/PT.BDG tanggal 23 Mei 2016, membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kota Depok. Sampai dengan tanggal pemeriksaan, Perusahaan sedang dalam proses kasasi.
  • d. Perkara tanah PT Megapolitan Developments Tbk No. 117 / Pdt.Plw / 2014 / PN.Dpk di Pengadilan Negeri Kota Depok antara Sdr. Jannes Pieter Siahaan selaku Pelawan melawan PT Megapolitan Developments Tbk selaku Terlawan atas tanah di Graha Cinere. Hasil dari Pengadilan Negeri Kota Depok, menolak gugatan dari Pelawan, dan sampai dengan tanggal pemeriksaan, dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Bandung.
  • e. Perkara tanah Blok G, H, J di perumahan Graha Megapolitan bagian dari tanah HGB No.12/Limo antara Hj. Domih selaku Penggugat, menggugat PT Megapolitan Developments Tbk selaku Tergugat 3. Hasil dari Putusan Pengadilan Negeri Depok adalah menolak Gugatan berdasarkan Putusan No.147/Pdt.G/2014/PN.Dpk. Sampai dengan tanggal pemeriksaan, Penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung.
  • f. Perkara tanah seluas 1.500 m² di Blok Kramat, Limo antara PT Megapolitan Developments Tbk selaku penggugat, menggugat Zaenal selaku Tergugat 1, dan Yakobus Tulam selaku Tergugat 2. Hasil dari Putusan Pengadilan Negeri Depok adalah menolak gugatan berdasarkan Putusan No.48 / Pdt.G / 2016 / PN/ Dpk tanggal 16 Februari 2017. Sampai dengan tanggal pemeriksaan, Penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung.
  • g. Perkara Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menerangkan diantaranya adalah:
  • i. Pada tanggal 9 November 2020 melalui Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengeluarkan Homologasi (Pengesahan Putusan) atas perkara 259/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Jkt.Pst.

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • c. Case of land PT Megapolitan Developments Tbk No. 105 / Pdt.Plw / 2014 / PN.Dpk in Depok District Court between Marulloh bin Ridwan as opposition against PT Megapolitan Developments Tbk as challenged, Mursalih bin H. Naumar Also as challenged I, and Ismail Marzuqi as the challenged II in Graha Cinere land. The results of the High Court decision 126 / PDT / 2016 / PT.BDG dated May 23, 2016, overturned the verdict of the District Court in Depok. As of the date of inspection, the Company is in the process of appeal.
  • d. Land case of PT Megapolitan Developments Tbk No. 117 / Pdt.Plw / 2014 / PN.Dpk in Kota Depok District Court between Peter Jannes Siahaan as opposition against PT Megapolitan Developments Tbk as challenged in Graha Cinere land. The results of the Depok District Court, rejected the appeal of opposition, and until the date of the examination, the appeal process in the High Court of Bandung.
  • e. Land case of Block G, H, J, Graha Megapolitan part of the land of HGB No.12 / Limo between Hj. Domih as plaintiff, sued PT Megapolitan Developments Tbk as the Defendant 3. The results of the Depok District Court rejected the lawsuit is based on Decision 147 / Pdt.G / 2014/ PN.Dpk. As of the date of inspection, the Plaintiffs filed an appeal to the High Court of Bandung.
  • f. Land case area of 1,500 m² in Block Kramat, Limo between PT Megapolitan Developments Tbk as the plaintiff, sued Zaenal as Defendant 1, and Yakobus Tulam as Defendant 2. The results of the Depok District Court dismissed the suit is based on Decision 48/Pdt.G/2016/PN/Dpk dated February 16, 2017. As of the date of inspection, the Plaintiffs filed an appeal to the High Court of Bandung.
  • g. The case for The Application for Suspension of Debt Payment Obligation describes among others:
  • i. On November 9, 2020 through the Commercial Court Judges Panel at the Central Jakarta District Court has issued Homologation (Ratification of The Verdict) on the case 259/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Jkt.Pst.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

  • ii. Pada tanggal 13 November 2020 PT Mega Pasanggrahan Indah telah didaftarkan sebagai Termohon Kasasi kepada Kepaniteraan pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat oleh konsumen an Marzuki Asikin, Karina Ekarani, Pirma Primus Johansen, Lianita Prawindarti melalui kuasa hukum Zakaria Siringoringo S.H dan Davidson Samosir S.H.,M. pada kantor Hukum Hasabaran Siringoringo & Partners.
  • iii. Pada tanggal 26 November 2020 PT Mega Pasanggrahan Indah telah mendaftarkan Kontra Memori Kasasi kepada Kepaniteraan pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang diajukan oleh Imran Nating & Partners selaku kuasa hukum dari PT Mega Pasanggrahan Indah.

42. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Tabel dibawah ini menjelaskan perubahan dalam liabilitas Grup yang timbul dari aktvitas pendanaan termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan perubahan nonkas. Liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas masa depannya, diklasifikasikan dalam laporan arus kas Grup sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

41. PERKARA HUKUM (lanjutan) 41. LEGAL MATTERS (continued)

  • ii. On November 13, 2020 PT Mega Pasanggrahan Indah was registered as The Respondent of Cassation to the Clerk at the Central Jakarta Commercial Court by consumers an Marzuki Asikin, Karina Ekarani, Pirma Primus Johansen, Lianita Prawindarti through the legal power of Zakaria Siringoringo S.H and Davidson Samosir S.H., M. at the Law office of Hasabaran Siringoringo & Partners.
  • iii. On November 26, 2020 PT Mega Pasanggrahan Indah has registered a Contra Memory Cassation to the Clerk at the Central Jakarta Commercial Court filed by Imran Nating &Partners as a legal representative of PT Mega Pasanggrahan Indah.

42. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING FROM FINANCING ACTIVITES

The table below details changes in the Group's liabilities arising from financing activities, including both cash and non-cash changes. Liabilities arising from financing activities are those for which cash flows were, or future cash flows will be, classified in the Group's statement of cash flows as cash flows from financing activities.

1 January 2020/
January 1, 2020
Arus kas dari
aktivitas pendanaan/
Financing cash flows
Perubahan transaksi
non kas/
Non-cash changes
31 Desember 2020/
December 31,
2020
Bank Loan
977.039.960.000 5.009.629.866 - 982.049.589.866 Total
977.039.960.000
5.009.629.866
- 982.049.589.866

Berikut ini adalah rincian dari transaksi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas adalah sebagai berikut:

Here are the details of the transaction were not affecting cash and cash equivalents are as follows:

31 December/
Desember 31,
2020
31 December/
December 31,
2019
Dampak PSAK 72 : Impact of SFAS 72:
Penurunan piutang usaha (84.250.253.350) - Decrease in accounts receivable
Peningkatan persediaan 316.457.187.566 - Increased inventory
Peningkatan pajak dibayar dimuka 26.468.082.860 - An increase in prepaid taxes
Penurunan estimasi biaya penyelesaian Decrease the estimated cost of completing
proyek (7.015.000.000) - the project
Peningkatan
uang
muka
dan
An increase in advances and unearned
pendapatan diterima dimuka 431.970.688.834 - income
Penurunan saldo laba (165.656.718.375) - Decrease in retained earnings
Penurunan jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan
ke
kepentingan
non
Decrease in the amount of equity
pengendali (623.953.383) - attributable to non-controlling interests
Penambahan aset tetap melalui utang Addition of fixed assets through bank loans
lembaga keuangan lainnya 528.350.000 and other financial institutions
Akrual bunga 70.158.486.606 - Accrual of interest
Beban kerugian kebakaran - 7.400.081.615 Fire losses expenses
Perolehan persediaan tanah - 13.394.407.272 Acquisitions of land

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 telah direklasifikasi untuk mengikuti presentasi laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Reklasifikasi ini tidak memiliki dampak pada total aset, total liabilitas, dan laba tahun berjalan sebagaimana telah dilaporkan. Oleh sebab itu, Grup tidak menyajikan laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2019. Rincian akun yang direklasifikasi adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

43. REKLASIFIKASI AKUN 43. RECLASSIFICATION OF ACCOUNT

Certain accounts in the consolidated financial statements as at and for the year ended December 31, 2019 have been reclassified to conform with the presentation of the consolidated financial statements as at as at and for the year ended December 31, 2020.

These reclassifications had no effect on total assets, total liabilities and profit for the year as previously reported. Therefore, the Group did not present the consolidated statements of financial position as at January 1, 2019. The details of the accounts being reclassified are as follows:

Dilaporkan sebelumnya/
Previously reported
Reklasifikasi/
Reclassification
Setelah direklasifikasi/
After reclassification
Laporan posisi konsolidasian/ Consolidated statements of Financial Position
Aset Lancar/ Current assets
Aset Tetap / Fixed Aset
Harga perolehan / Acquisition costs :
- Inventaris mesin / Machine equipment 5.641.928.111 (4.595.622.490) 1.046.305.621
- Inventaris kantor / Office equipment 12.991.908.545 3.438.500.156 16.430.408.701
- Inventaris proyek / Project equipment 9.857.998.808 1.157.122.334 11.015.121.142
Jumlah 28.491.835.464 - 28.491.835.464
Akumulasi penyusutan / Accumulated depreciation :
- Inventaris mesin / Machine equipment 3.169.109.458 (2.472.429.597) 696.679.861
- Inventaris kantor / Office equipment 10.688.529.496 1.851.059.092 12.539.588.588
- Inventaris proyek / Project equipment 8.240.163.841 621.933.005 8.862.096.846
- Kendaraan / Vehicle 6.579.974.211 (562.500) 6.579.411.711
Jumlah 28.677.777.006 - 28.677.777.006

44. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 44. SUBSEQUENT EVENTS

a. Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas- luasnya bagi rakyat Indonesia secara merata, dalam rangka memenuhi penghidupan yang layak

PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan- karyawan.

Grup menetapkan estimasi tambahan atas cakupan program dana pensiun untuk mengakui liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2020 yang disyaratkan dalam PSAK 24: Imbalan Kerja menggunakan manfaat imbalan minimum yang diatur dalam UU 13/2003 (Catatan 2r) yang berlaku pada tanggal tersebut.

a. On February 2, 2021, the Government promulgated and enforced Government Regulation Number 35 Year 2021 (PP 35/2021) to implement the provisions of Article 81 and Article 185 (b) of Law No. 11/2020 concerning Job Creation (Cipta Kerja), which aims to create the widest possible employment opportunities for the Indonesian people evenly, in order to fulfill a decent living.

PP 35/2021 regulates the work agreement for a certain time (non-permanent employees), outsourcing, working time, rest time and termination of employment, which can affect the minimum benefits that must be paid to employees.

The Group determined an additional provision on top of the coverage of the pension fund program to recognize employee benefits liabilities at December 31, 2020 as required in PSAK 24: Employee Benefits using the minimum benefit benefits stipulated in Law 13/2003 (Note 2r) effective at that date.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2020 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2019

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

AS OF DECEMBER 31, 2020 WITH COMPARATIVE FIGURES YEAR DECEMBER 31,2019

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL

STATEMENTS

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

44. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN (lanjutan) 44. SUBSEQUENT EVENTS (continued)

Sampai dengan tanggal 31 Maret 2021, Grup masih mempelajari dampak dari penerapan PP 35/2021 tersebut yang akan direfleksikan dalam pelaporan keuangan konsolidasian Grup periode berikutnya.

  • b. Pada tanggal 15 Maret 2021 telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Megapolitan Developments, Tbk. Berdasarkan risalah RUPSLB No.13/SW/III/2020 dihadapan notaris Stephanie Wilmarta, SH, Jakarta menerangkan bahwa RUPSLB menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2024 yang akan diselenggarakan pada tahun 2025.
  • c. Berdasarkan akta nomor 5 tanggal 8 Januari 2021 yang dibuat oleh notaris Stephanie Wilamarta, SH notaris di Jakarta telah menyetujui peningkatan modal PT Tirta Persada Development dengan mengeluarkan saham dalam simpanan Perseroan sebesar Rp52.800.000.000 yang diambil oleh PT MD dengan cara mengkonversi hutang perseroan kepada PT MD.
  • d. Pada tanggal 9 Februari 2021 permohonan kasasi masuk dan diterima dengan lengkap oleh Mahkamah Agung (MA) melalui panitera Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor register pada Kepaniteraan MA: 326/K/Pdt.Sus-Pailit/2021.

Pada tanggal 30 Maret 2021 Mahkamah Agung telah mengeluarkan Putusan Permohonan Kasasi atas perkara No. 259/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Jkt.Pst yaitu status Amar Putusan telah ditolak, maka dengan demikian PT Mega Pasanggrahan Indah telah memenangkan Putusan Kasasi.

Pandemi COVID-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman COVID-19. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.

As of March 31, 2021, the Group is still studying the impact of the implementation of PP 35/2021 which will be reflected in the Group's consolidated financial reporting for the next period.

  • b. On March 15, 2021, the Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Megapolitan Developments, Tbk. based on the deed of EGMS No.13/SW/III/2020 in front of notary Stephanie Wilmarta, SH, Jakarta explained that the EGMS approved the change in the composition members of the company's Board of Commissioners's for the term of office until the close of the Annual General Meeting of Shareholders for year 2024 to be held in 2025.
  • c. Based on deed number 5 dated January 8, 2021 made by notary Stephanie Wilamarta, SH notary in Jakarta has approved the capital increase of PT Tirta Persada Development by issuing shares in the Company's deposits amounting to Rp52,800,000,000 taken by PT MD by converting the company's debt to PT MD.
  • d. On February 9, 2021, the Supreme Court (MA) received the cassation request through the clerk of the Central Jakarta Commercial Court with the register number at the Registrar's Office of MA: 326 / K / Pdt.Sus-Pailit / 2021.

On March 30, 2021 the Supreme Court has issued a Decision on the Application for Cassation on case No. 259 / Pdt.Sus-PKPU / 2020 / PN Jkt.Pst, namely the status of Amar Decision has been rejected, thus PT Mega Pasanggrahan Indah has won the Cassation Decision.

45. HAL LAINNYA 45. OTHER MATTER

This Covid-19 pandemic in 2020 has caused global and domestic economic slowdown. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to eradicate COVID-19 threat. The management is closely monitoring the Company's operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation.