Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Ciputra Development Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69165_rns_2020-12-31_0f57e43a-5961-4ea2-85ef-0cbb7aa6e90f.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT Ciputra Development Tbk dan Entitas Anaknya/ and Its Subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/ Consolidated financial statements as of December 31, 2020 and for the year then ended with independent auditors' report

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED

Daftar Isi/Table of Contents

Halaman/Page

Surat Pernyataan Direksi Statement of Directors
Laporan Auditor Independen Independent Auditors' Report
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian
1-3 Consolidated Statement of
Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian
4-5 Consolidated Statement of Profit or Loss
and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas
Konsolidasian
6 Consolidated Statement
of Changes in Equity
Laporan Arus Kas
Konsolidasian
7-8 Consolidated Statement of
Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan
Konsolidasian
9-245 Notes to the Consolidated
Financial Statements

***************************

Alamat Kantor/Office address
: Ciputra World L, DBS Bank Tower It, 39
Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Jakarta 12940.
Alamat domisili sesuai KTP atau : Jl. Bukit Golf Utama PA 1-2, RT/RW 012/015
kartu identitas lain/Domicile
oddress as stated in ID Card
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Nomar Telepon/Phone Number (021) 29885858
Jabatan: Position Direktur Utama/President Director
$2 -$ Nama/Name Tulus Santoso
Alamat Kantor/Office address : Ciputra World 1, DBS Bank Tower It. 39
JI. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5. Jakarta 12940.
Alamat domisili sesuai KTP atau Kembang ladah Utama Blok G5/57
kartu identitas lain/Domicile.
address as stated in ID Card
Jakarta Barat
Nomor Telepon/Phone Number ÷. (021) 29885858
Jabatan! Position ÷. Direktur/Director

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 5.275.686 2g,2h,4,38 4.237.924 Cash and cash equivalents
Piutang usaha dari Trade receivables from
pihak ketiga - neto 937.471 2g,5,38 1.172.621 third parties - net
Piutang lain-lain 1.466.735 2g,6,38 1.485.920 Other receivables
Persediaan 12.240.106 2i,2r,7 10.660.623 Inventories
Biaya dibayar dimuka 34.845 2j 33.314 Prepaid expenses
Uang muka 142.049 8 148.761 Advance payments
Pajak dibayar dimuka 473.429 2u,18 456.013 Prepaid taxes
Aset derivatif 75.275 2g,25,38 - Derivative assets
TOTAL ASET LANCAR 20.645.596 18.195.176 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Investasi pada entitas asosiasi 493.178 2l,10 369.140 Investment in associates
Piutang pihak berelasi 22.440 2f,2g,35,38 22.957 Due from related parties
Piutang lain-lain 86.141 2g,6,38 - Other receivables
Uang muka 480.239 8 497.419 Advance payments
Tanah untuk pengembangan 7.562.673 2n,11 6.726.283 Land for development
Aset tetap - neto 2.594.980 2o,2r,12 3.089.106 Fixed assets - net
Properti investasi - neto 5.523.308 2p,2r,13 5.373.220 Investment properties - net
Aset pajak tangguhan - neto 16.041 2u,18 21.848 Deferred tax assets - net
Aset derivatif 7.926 2g,25,38 40.396 Derivative assets
Aset tidak lancar lainnya 1.822.665 2g,2k,9,38 1.860.479 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 18.609.591 18.000.848 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 39.255.187 36.196.024 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka pendek 791.995 2g,14,38 896.066 Short-term bank loans
Utang usaha 875.619 2g,15,38 777.515 Trade payables
Utang lain-lain 791.014 2g,16,38 712.278 Other payables
Beban akrual 221.352 2g,17,38 204.839 Accrued expenses
Utang pihak berelasi 23.903 2f,2g,35,38 23.946 Due to related parties
Utang pajak 97.423 2u,18 143.123 Taxes payable
Liabilitas kontrak 6.205.156 2w,20 4.829.622 Contract liabilities
Pendapatan diterima dimuka 242.816 2w,21 243.272 Unearned revenues
Liabilitas derivatif - 2g,25,38 56 Derivative liabilities
Liabilitas jangka panjang jatuh Current maturities of
tempo dalam satu tahun: 2g,38 long-term liabilities:
Utang bank dan lembaga Bank and financial
keuangan - neto 689.154 14 537.972 institution loans - net
Utang obligasi - neto 79.883 23 - Bonds payable - net
Wesel bayar - neto 1.591.099 24 - Notes payable - net
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 11.609.414 8.368.689 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas imbalan kerja 140.199 2v,19 142.512 Employee benefits liability
Liabilitas kontrak 3.012.439 2w,20 2.023.985 Contract liabilities
Uang jaminan penyewa 136.601 2g,22,38 131.122 Tenants' deposits
Liabilitas pajak tangguhan - neto 27.103 2u,18 26.301 Deferred tax liabilities - net
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term liabilities - net of
tempo dalam satu tahun: 2g,38 current maturities:
Utang bank dan lembaga Bank and financial
keuangan - neto 6.871.903 14 6.126.748 institution loans - net
Utang obligasi - neto - 23 79.451 Bonds payable - net
Wesel bayar - neto - 24 1.535.648 Notes payable - net
TOTAL LIABILITAS TOTAL NON-CURRENT
JANGKA PANJANG 10.188.245 10.065.767 LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 21.797.659 18.434.456 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada Equity attributable to
pemilik entitas induk
Modal saham
owners of the parent entity
Capital stock
Modal dasar - 36.000.000.000 saham Authorized - 36,000,000,000 shares
nominal Rp250 (nilai penuh) Rp250 (full amount)
per saham per share
Modal ditempatkan
dan disetor penuh - Issued and fully paid -
18.560.303.397 saham 4.640.076 1b,26 4.640.076 18,560,303,397 shares
Tambahan modal disetor - neto 3.570.020 2d,10,26 3.570.020 Additional paid-in capital - net
Selisih nilai transaksi Difference in value
ekuitas dengan kepentingan of equity transactions with
nonpengendali 88.810 2d,27 88.810 non-controlling interests
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
1 2c 1 Difference arising from foreign
currency translations
Rugi komprehensif lain (68.830) 2c,2v (59.113) Other comprehensive loss
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 815 26 715 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 7.134.584 7.145.315 Unappropriated
Saham treasuri (33.348) 2z,26 (33.348) Treasury stock
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada Total equity attributable to
pemilik entitas induk 15.332.128 15.352.476 owners of the parent entity
Kepentingan nonpengendali 2.125.400 2c,28 2.409.092 Non-controlling interests
TOTAL EKUITAS 17.457.528 17.761.568 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 39.255.187 36.196.024 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/ For the Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
PENDAPATAN 8.070.737 2w,29 7.608.237 REVENUES
BEBAN POKOK PENJUALAN
DAN BEBAN LANGSUNG
3.949.402 2w,30 3.816.495 COST OF SALES
AND DIRECT COSTS
LABA KOTOR 4.121.335 3.791.742 GROSS PROFIT
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain
(1.166.156)
(356.561)
448.668
(399.197)
2w,31
2w,32
2w,33
2w,33
(383.428)
404.582
(372.687)
(1.252.875) General and administrative expenses
Selling expenses
Other income
Other expenses
LABA USAHA 2.648.089 2.187.334 PROFIT FROM OPERATIONS
Bagian rugi
entitas asosiasi - neto
Penghasilan keuangan - neto
Beban keuangan - neto
(3.538)
249.599
(1.235.029)
2l,2w,10
2w,34
2w,34
(10.992)
289.197
(910.436)
Equity in net loss of
of associates - net
Finance income - net
Finance costs - net
LABA SEBELUM PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN
1.659.121 1.555.103 PROFIT BEFORE FINAL AND
INCOME TAX
PAJAK FINAL (231.496) 2u,18 (238.245) FINAL TAX
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN
1.427.625 1.316.858 PROFIT BEFORE
INCOME TAX
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN - NETO
(56.939) 2u,18 (33.577) INCOME TAX
EXPENSE - NET
LABA TAHUN BERJALAN 1.370.686 1.283.281 PROFIT FOR THE YEAR

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/ For the Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali atas
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
Item that will not be
reclassified to profit or loss:
Remeasurement on employee
liabilitas imbalan kerja - neto
Pos yang akan
direklasifikasi ke laba
rugi tahun berikutnya:
5.946 2v (26.773) benefits liability - net
Item that will be
reclassified to profit or loss
in subsequent years:
Lindung nilai arus kas - neto (15.345) 2g 32.026 Cash flow hedge - net
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN
(9.399) 5.253 OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
FOR THE YEAR
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
1.361.287 1.288.534 TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Profit for the year
attributable to:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
1.320.754
49.932
1.157.959
125.322
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
Total 1.370.686 1.283.281 Total
Total penghasilan komprehensif
tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Total comprehensive income
for the year
attributable to:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
1.311.021
50.266
28 1.164.042
124.492
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
Total 1.361.287 1.288.534 Total
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam jumlah penuh)
71 2aa,37 62 BASIC EARNINGS PER SHARE
(in full amount)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/
Equity attributable to owners of the parent entity
Penghasilan (rugi) komprehensif lain/
Other comprehensive income (loss) (OCI)
Modal
ditempatkan
dan disetor
penuh/
Tambahan
modal
Selisih nilai
transaksi ekuitas
dengan kepentingan
nonpengendali/
Difference in
value of equity
Selisih
kurs karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Differences
arising
Pengukuran kembali
atas liabilitas
Lindung nilai imbalan kerja - neto/
Retained earnings Saldo laba/ Kepentingan
nonpengendali
Issued and
fully paid
capital stock
disetor - neto/
Additional paid-
in-capital - net
transaction with
non-controlling
interests
from foreign
currency
translations
arus kas/
Cash flow
hedge
Remeasurement
employee benefits
liability - net
Total/Total Appropriated Telah ditentukan Belum ditentukan
penggunaannya/ penggunaannya/
Unappropriated
Saham treasuri/
Treasury stock
Total/Total (KNP)/
Non-controlling
interests (NCI)
Total ekuitas/
Total equity
Saldo tanggal
1 Januari 2019
4.640.076 3.570.020 88.810 1 (53.719) (11.477) (65.196) 615 6.172.813 (33.348) 14.373.791 2.270.485 16.644.276 Balance as of
January 1, 2019
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 1.157.959 - 1.157.959 125.322 1.283.281 Profit for the year
Penghasilan komprehensif
lain tahun berjalan
- - - - 32.026 (25.943) 6.083 - - - 6.083 (830) 5.253 Other comprehensive income
for the year
Pembagian dividen kas (Catatan 26) - - - - - - - - (185.357) - (185.357) - (185.357) Distribution of cash dividend
(Note 26)
Pencadangan saldo laba
sebagai dana cadangan umum
- - - - - - - 100 (100) - - - - Appropriation of retained
earnings for general reserve
Setoran modal dari KNP
pada entitas anak
- - - - - - - - - - - 66.962 66.962 Capital injection by NCI
to subsidiaries
Pembagian dividen kepada KNP
oleh entitas anak
- - - - - - - - - - - (23.907) (23.907 ) Cash dividends payments to NCI
by subsidiaries
Penurunan modal oleh KNP
pada entitas anak
- - - - - - - - - - - (28.940) (28.940) Capital reduction by NCI
in subsidiaries
Saldo tanggal
31 Desember 2019
4.640.076 3.570.020 88.810 1 (21.693) (37.420) (59.113) 715 7.145.315 (33.348 ) 15.352.476 2.409.092 17.761.568 Balance as of
December 31, 2019
Penyesuaian sehubungan
dengan penerapan Standar
Akuntansi baru (Catatan 2b)
- - - - - - - - (1.183.099) - (1.183.099) (319.223) Adjustment related to the
implementation of new
(1.502.322) Accounting Standards (Note 2b)
Saldo tanggal
1 Januari 2020 -
setelah penyesuaian
4.640.076 3.570.020 88.810 1 (21.693) (37.420) (59.113) 715 5.962.216 (33.348) 14.169.377 2.089.869 16.259.246 Balance as of
January 1, 2020 -
after adjustment
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 1.320.754 - 1.320.754 49.932 1.370.686 Profit for the year
Penghasilan komprehensif
lain tahun berjalan
- - - - (15.345) 5.612 (9.733) - - - (9.733) 334 (9.399) Other comprehensive income
for the year
Pembagian dividen kas (Catatan 26) - - - - - - - - (148.286) - (148.286) - (148.286) Distribution of cash dividend
(Note 26)
Pencadangan saldo laba
sebagai dana cadangan umum
- - - - - - - 100 (100) - - - - Appropriation of retained
earnings for general reserve
Pembagian dividen kepada KNP
oleh entitas anak
- - - - - - - - - - - (27.023) (27.023) Cash dividends payments to NCI
by subsidiaries
Setoran modal dari KNP
pada entitas anak
- - - - - - - - - - - 70.908 70.908 Capital injection by NCI
to subsidiaries
Penurunan modal oleh KNP
pada entitas anak
- - - - - - - - - - - (6.895) (6.895) Capital reduction by NCI
in subsidiaries
Dekonsolidasi entitas anak - - - - - 16 16 - - - 16 (51.725) (51.709) Deconsolidated of subsidiary
Saldo tanggal
31 December 2020
4.640.076 3.570.020 88.810 1 (37.038) (31.792) (68.830) 815 7.134.584 (33.348) 15.332.128 2.125.400 17.457.528 Balance as of
December 31, 2020
Total ekuitas/
Total equity
nonpengendali
(KNP)
Non-controlling
interests (NCI)
Balance as of
January 1, 2019
16.644.276 2.270.485
Profit for the year 1.283.281 125.322
Other comprehensive income
for the year
5.253 (830)
Distribution of cash dividend
(Note 26)
(185.357)
Appropriation of retained
earnings for general reserve
Capital injection by NCI
to subsidiaries
66.962 66.962
Cash dividends payments to NCI
by subsidiaries
(23.907) (23.907)
Capital reduction by NCI
in subsidiaries
(28.940) (28.940)
Balance as of
December 31, 2019
17.761.568 2.409.092
Adjustment related to the
implementation of new
(1.502.322) Accounting Standards (Note 2b)
(319.223)
Balance as of
January 1, 2020 -
after adjustment
16.259.246 2.089.869
Profit for the year 1.370.686 49.932
Other comprehensive income
for the year
(9.399) 334
Distribution of cash dividend
(Note 26)
(148.286)
Appropriation of retained
earnings for general reserve
Cash dividends payments to NCI
by subsidiaries
(27.023) (27.023)
Capital injection by NCI
to subsidiaries
70.908 70.908
Capital reduction by NCI
in subsidiaries
(6.895) (6.895)
Deconsolidated of subsidiary (51.709) (51.725)
Balance as of
December 31, 2020
17.457.528 2.125.400

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Year ended December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
For the Year Ended December 31,
Catatan/
2020 Notes 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 7.096.151 7.633.918 Receipts from customers
Pembayaran kepada/untuk: Payments to/for:
Kontraktor, pemasok dan Contractors, suppliers and
lainnya (3.829.912) (4.284.694) others
Gaji dan tunjangan karyawan (761.470) (827.687) Salaries and allowances
Beban operasi lainnya (556.548) (545.165) Operating expenses
Penerimaan pendapatan bunga 248.154 289.579 Receipt of interest income
Pembayaran untuk: Payments for:
Beban bunga dan Interest expense and other
keuangan lainnya (770.438) (899.790) financial charges
Pajak final dan pajak penghasilan (264.888) (348.818) Final and income taxes
Penurunan (kenaikan) dana yang Decrease (increase)
dibatasi penggunaannya 51.947 9 (43.670) in restricted funds
Penurunan (kenaikan) piutang Decrease (increase) in
pihak berelasi 726 (3.086) due from related parties
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
utang pihak berelasi (43) 35 9.239 due to related parties
Kas neto yang diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi 1.213.679 979.826 operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan aset tetap Proceeds from sale of fixed assets
dan properti investasi 24.552 12,13 3.750 and investment properties
Perolehan atas: Acquisitions of:
Tanah untuk pengembangan (380.647) (425.353) Land for development
Properti investasi (244.425) (461.147) Investment properties
Aset tetap (118.933) (149.450) Fixed assets
Pembayaran uang muka Payments of advance for
pembelian tanah (69.406) (49.314) purchase of land
Penurunan (kenaikan) investasi Decrease (increase) in
dan uang muka investasi
pada entitas asosiasi
investment and advances to
investment in associates
dan entitas lainnya (49.576) 352.738 and other entities
Penurunan piutang Decrease in
pihak berelasi - 35 146.866 due from related parties
Kas neto yang digunakan untuk Net cash used in
aktivitas investasi (838.435) (581.910) investing activities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Year ended December 31, 2020 (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/
For the Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan dari utang bank 2.205.326 14 2.768.214 Proceeds from bank loans
Pembayaran utang bank (1.435.732) 14 (1.773.423) Payments of bank loans
Pembayaran dividen oleh Payments of cash dividends
Perusahaan (148.286) 26 (185.357) by the Company
Pembayaran dividen kepada KNP
Setoran modal oleh KNP
(27.023) (23.907) Payments cash dividend to NCI
Capital injection by NCI
pada entitas anak 70.908 66.962 to subsidiaries
Penurunan modal pada Capital reduction in
entitas anak dari KNP (6.895) (28.940) subsidiaries from NCI
Pembayaran utang obligasi - 23 (220.000) Payments of bonds payable
Kas neto yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan
658.298 603.549 Net cash provided by
financing activities
KAS DAN SETARA KAS
ENTITAS ANAK
CASH AND CASH
EQUIVALENTS OF
DECONSOLIDATED
YANG DIDEKONSOLIDASI (400) - SUBSIDIARY
NET INCREASE IN
KENAIKAN NETO CASH AND CASH
KAS DAN SETARA KAS 1.033.142 1.001.465 EQUIVALENTS
PENGARUH PERUBAHAN EFFECTS OF CHANGES IN
SELISIH KURS MATA UANG FOREIGN EXCHANGE
ASING TERHADAP KAS DAN RATE ON CASH AND
SETARA KAS 4.620 (6.640) CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH
KAS DAN SETARA KAS EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 4.237.924 3.243.099 AT BEGINNING OF YEAR
CASH AND CASH
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
5.275.686 4 4.237.924 EQUIVALENTS
AT END OF YEAR

Informasi tambahan atas transaksi nonkas disajikan pada Catatan 41.

Supplementary information on non-cash activities is disclosed in Note 41.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT Ciputra Development Tbk ("Perusahaan" atau "CTRA") didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Citra Habitat Indonesia berdasarkan akta notaris Hobropoerwanto, S.H. No. 22 tanggal 22 Oktober 1981. Akta pendirian telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. YA 5/417/9 tanggal 4 Juni 1982 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 72, Tambahan No. 1131 tanggal 7 September 1982.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang telah diaktakan dalam akta notaris Johny Dwikora Aron S.H. No. 45 tanggal 19 Juli 2019 mengenai persetujuan para pemegang saham untuk mengubah pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud, tujuan, serta kegiatan usaha dalam rangka menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2017. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam surat keputusan No. AHU-0041494.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 25 Juli 2019.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan sesuai KBLI adalah aktivitas perusahaan holding, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, kawasan pariwisata, kawasan industri, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, sewa guna usaha tanpa hak opsi aset non finansial, lapangan golf dan sport centre.

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di DBS Bank Tower, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Jakarta Selatan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984. PT Sang Pelopor adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut sebagai "Kelompok Usaha").

Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 13 April 2021.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian perusahaan a. The Company's establishment

PT Ciputra Development Tbk (the "Company" or "CTRA") was established in the Republic of Indonesia originally under the name PT Citra Habitat Indonesia based on notarial deed No. 22 dated October 22, 1981 of Hobropoerwanto, S.H. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice in its Decree No. YA 5/417/9 dated June 4, 1982 and was published in Supplement No. 1131 dated September 7, 1982 of the State Gazette No. 72.

The Company's Articles of Association has been amended from time to time, the latest amendment of which was notarized under deed No. 45 dated July 19, 2019 of Johny Dwikora Aron S.H., based on the minutes of the Annual General Meeting of Stockholders, concerning the stockholders' approval to amend the article 3 of the Company's Articles of Association related to the Company's objective, purpose and business activities to conform with Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) 2017. Such amendment was approved by the Ministry of Law and Human Rights in its Decision Letter No. AHU-0041494.AH.01.02.Year 2019 dated July 25, 2019.

According to Article 3 of the Company's Articles of Association, its scope of activities based on KBLI are holding company activity, real estate that is owned or leased, recreational area, industrial area, real estate on a fee or contract basis, headquarter, other management consultancy activity, leasing without option of non-financial asset, golf course and sport centre.

The Company's head office is located at DBS Bank Tower, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, South Jakarta. The Company started commercial operations in 1984. PT Sang Pelopor is the ultimate parent company of the Company and its subsidiaries (hereafter referred to as the "Group").

The Company's Board of Directors is responsible for the preparation and fair presentation of these financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, which were completed and authorized to be issued on April 13, 2021.

b. Penawaran umum efek Perusahaan b. The Company's public offerings

Berdasarkan akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 493 tanggal 12 Oktober 1993, Perusahaan mengubah status Perusahaan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, peningkatan modal dasar dan pencatatan saham Perusahaan yang diterbitkan pada Bursa Efek Jakarta (bergabung dengan Bursa Efek Surabaya menjadi Bursa Efek Indonesia). Akta perubahan tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara No. 7 tanggal 25 Januari 1994, Tambahan No. 493.

Berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. S-298/PM/1994 tanggal 18 Februari 1994, Pernyataan Pendaftaran Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 28 Maret 1994, Perusahaan mencatatkan 250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp1.000 per saham di Bursa Efek Jakarta. Penjelasan penawaran umum efek yang dapat mempengaruhi efek yang diterbitkan sejak penawaran umum perdana adalah sebagai berikut:

without Pre-emptive Rights

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Based on notarial deed No. 493 dated October 12, 1993 of Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., the Company changed its legal status from a Limited Liability Company to a Public Company, increased its authorized capital stock and registered its issued shares of stock for trading on the Jakarta Stock Exchange (merged with Surabaya Stock Exchange to become the Indonesia Stock Exchange). This amendment was published in Supplement No. 493 dated January 25, 1994 of the State Gazette No. 7.

Based on the letter No. S-298/PM/1994 dated February 18, 1994 of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK), the Company's Registration Statement on its Initial Public Offering of shares was declared effective. On March 28, 1994, the Company listed 250,000,000 shares out of its issued and fully paid shares with nominal value of Rp1,000 per share in the Jakarta Stock Exchange. The chronology of public offerings and other capital stock activities after the initial public offering is as follows:

Aksi Korporasi/
Corporate Action
Tanggal/Date Jumlah
Saham/
Number of
Shares
Akumulasi Lembar
Saham ditempatkan
dan disetor penuh/
Cumulative Number of
Issued and Fully Paid
Shares
Nilai Penuh/
Full Amount
Penawaran Saham
Perdana/Initial Public Offering
28 Maret 1994/
March 28, 1994
250.000.000 250.000.000 250.000.000.000
Pemecahan
Nilai
Nominal
Saham/Stock Split
6 Agustus 1996/
August 6, 1996
250.000.000 500.000.000 250.000.000.000
Peningkatan
Modal
Dasar/Increase
of
Authorized
Capital
18 September 1996/
September 18, 1996
- 500.000.000 250.000.000.000
Penawaran
Umum
Terbatas
(PUT) I/Limited Public Offering I
8 Oktober 1996/
October 8, 1996
250.000.000 750.000.000 375.000.000.000
Pembagian
saham
bonus/Issuance
of
Bonus
Shares
4 Desember 2000/
December 4, 2000
862.500.000 1.612.500.000 806.250.000.000
Peningkatan
Modal
Dasar/Increase
of
Authorized
Capital
6 September 2004/
September 6, 2004
- 1.612.500.000 806.250.000.000
Peningkatan
Modal
tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu
(HMETD)/Issuance of Shares
29 Maret 2006/
March 29, 2006
2.307.276.912 3.919.776.912 1.959.888.456.000

10

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

b. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. The Company's public offerings (continued)

Akumulasi Lembar

Aksi Korporasi/
Corporate Action
Tanggal/Date Jumlah
Saham/
Number of
Shares
Saham ditempatkan
dan disetor penuh/
Cumulative Number
of Issued and Fully
Paid Shares
Nilai Penuh/
Full Amount
Peningkatan
Modal
Dasar/Increase
of
Authorized Capital
10 Oktober 2006/
October 10, 2006
- 3.919.776.912 1.959.888.456.000
PUT II/Limited Public Offering II 12 Desember 2006/
December 12, 2006
2.449.860.570 6.369.637.482 3.184.818.741.000
Pelaksanaan Waran Seri I/Exercise of
Warrants Series I
Juni - Desember 2007/
June - December 2007
170.959.193 6.540.596.675 3.270.298.337.500
Pelaksanaan Waran Seri I/Exercise of
Warrants Series I
Januari - Desember 2008/
January - December 2008
16.152.240 6.556.748.915 3.278.374.457.500
Pelaksanaan Waran Seri I/Exercise of
Warrants Series I
Januari - Desember 2009/
January - December 2009
1.026.159.082 7.582.907.997 3.791.453.998.500
Pemecahan Nilai Nominal Saham/Stock
Split
18 Juni 2010/
June 18, 2010
7.582.907.997 15.165.815.994 3.791.453.998.500
Pembagian Dividen Saham/Declaration of
Stock Dividend
19 Oktober 2015/
October 19, 2015
164.843.843 15.330.659.837 3.832.664.959.250
Pembagian Dividen Saham/Declaration of
Stock Dividend
28 Juli 2016/
July 28, 2016
94.631.383 15.425.291.220 3.856.322.805.000
Peningkatan Modal Dasar dan penerbitan
saham baru kepada pemegang saham
PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra
Property
Tbk
dalam
rangka
19 Januari 2017/
January 19, 2017
3.135.012.177 18.560.303.397 4.640.075.849.250

Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

c. Transaksi Penggabungan Usaha c. Merger Transaction

related to the merger

penggabungan usaha/Increase of Authorized Capital and Issuance of new shares to shareholders of PT Ciputra Surya Tbk and PT Ciputra Property Tbk

Pada bulan Oktober 2016, Perusahaan bersama-sama dengan PT Ciputra Surya Tbk ("CTRS") dan PT Ciputra Property Tbk ("CTRP"), keduanya entitas anak, menyampaikan surat ke Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") sehubungan dengan rencana penggabungan usaha CTRS dan/atau CTRP (Perusahaan yang Bergabung) ke dalam Perusahaan (secara kolektif disebut Peserta Penggabungan), dimana Perusahaan atau CTRA menjadi Perusahaan Hasil Penggabungan ("Surviving Company") (selanjutnya disebut sebagai Penggabungan Usaha).

As of December 31, 2020, all of the Company's outstanding issued and fully paid shares have been listed in the Indonesia Stock Exchange.

In October 2016, the Company jointly with PT Ciputra Surya Tbk ("CTRS") and PT Ciputra Property Tbk ("CTRP"), both subsidiaries, submitted letters to Financial Service Authority ("OJK") in connection with the merger plan between CTRS and/or CTRP (the Merging Companies) into the Company (collectively called as Merging Parties), with the Company or CTRA as the Surviving Company (hereafter referred to as the Merger).

c. Transaksi Penggabungan Usaha (lanjutan) c. Merger Transaction (continued)

Setelah proses Penggabungan Usaha ini terlaksana, maka kepemilikan para pemegang saham Peserta Penggabungan dalam Perusahaan Hasil Penggabungan sebagian akan terdilusi dan sebagian lagi akan mengalami peningkatan secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan mereka dalam masingmasing Peserta Penggabungan sebagai akibat dari konversi saham sesuai dengan faktor konversi saham sebagaimana diterangkan di bawah ini:

  • i) Pada tanggal efektifnya Penggabungan Usaha, pemegang saham CTRS akan menerima 2,13 lembar saham CTRA untuk setiap 1 saham CTRS
  • ii) Pada tanggal efektifnya Penggabungan Usaha, pemegang saham CTRP akan menerima 0,55 lembar saham CTRA untuk setiap 1 saham CTRP.

Perusahaan telah memperoleh Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Penggabungan Usaha dari OJK, dalam suratnya No. S-766/D.04/2016 tanggal 23 Desember 2016.

Selanjutnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ("RUPSLB") dari masingmasing Peserta Penggabungan yang seluruhnya diselenggarakan pada tanggal 27 Desember 2016, para pemegang saham Peserta Penggabungan telah menyetujui, antara lain penggabungan usaha CTRS dan CTRP ke dalam Perusahaan.

Pada tanggal 12 Januari 2017, Perusahaan, CTRS dan CTRP telah menandatangani Akta Penggabungan, yang diaktakan dalam akta notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., No. 29 tanggal 12 Januari 2017 (selanjutnya disebut dengan Akta Penggabungan). Akta Penggabungan tersebut memuat, antara lain, tanggal efektif Penggabungan Usaha, yaitu tanggal persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan susunan permodalan Perusahaan selaku perusahaan hasil penggabungan sejak tanggal efektif Penggabungan Usaha.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Once the Merger is implemented, the ownerships of the shareholders of the Merging Parties in the Surviving Company shall be partly diluted or partly increased in proportion to their shareholdings in each of the Merging Parties as a result of the conversion of shares in accordance with the respective share conversion factors as follows:

  • i) On the effective date of the Merger, CTRS' shareholders will receive 2.13 shares in CTRA for every 1 CTRS share.
  • ii) On the effective date of the Merger, CTRP's shareholders will receive 0.55 shares CTRA for every 1 CTRP share.

The Company has received Notice of Effectiveness of the Merger Statement from OJK in its letter No. S-766/D.04/2016 dated December 23, 2016.

Subsequently, in the Extraordinary General Shareholders' Meeting ("EGMS") of each Merging Parties which was conducted on December 27, 2016, shareholders of each Merging Parties have agreed upon, among others, merger of CTRS and CTRP into the Company.

On January 12, 2017, the Company, CTRS and CTRP has signed the Merger Deed as notarized under notarial deed No. 29 dated January 12, 2017 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H. (hereinafter referred as Merger Deed). The Merger Deed contains, among others, the effective date of the Merger which is the approval date on the amendments on the Company's Articles of Association by the Ministry of Law and Human Rights, and the capital structure of the Company, as the surviving entity, starting from the effective date of Merger onwards.

c. Transaksi Penggabungan Usaha (lanjutan) c. Merger Transaction (continued)

Selanjutnya, pada tanggal 18 Januari 2017, Perusahaan telah memperoleh persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui dalam surat keputusan No. AHU-0000420.AH.01.10.Tahun 2017 tanggal 18 Januari 2017. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh pemegang saham Perusahaan dalam RUPSLB Perusahaan yang keputusan rapatnya diaktakan dalam akta notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., No. 193 tanggal 27 Desember 2016, dan dinyatakan dalam akta notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., No. 54 tanggal 18 Januari 2017.

Sebagai akibat dari efektifnya Penggabungan Usaha, Perusahaan telah menerbitkan 3.135.012.177 lembar saham kepada pihak nonpengendali CTRS dan CTRP.

Dalam Penggabungan ini, segera setelah tanggal efektif berlakunya Penggabungan, Perusahaan yang Bergabung akan bergabung ke dalam CTRA, dimana semua aktivitas, kegiatan usaha, operasi usaha, aset, liabilitas, tagihan dan karyawan Perusahaan Yang Bergabung demi hukum beralih kepada CTRA, dan untuk status karyawan CTRS dan CTRP akan beralih kepada CTRA sebagai Perusahaan Hasil Penggabungan atau kepada entitas anak CTRA. Selanjutnya, Perusahaan Yang Bergabung akan berakhir demi hukum tanpa dilakukan likuidasi terlebih dahulu.

Transaksi penggabungan usaha tersebut merupakan transaksi antara entitas sepengendali dan tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas aset dan liabilitas, transfer kepemilikan saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan. Sesuai dengan PSAK 38 (Revisi 2012), unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif penyajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam pengendalian.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Furthermore, on January 18, 2017, the Company had been obtained approval for the amendments on the Articles of Association from the Ministry of Law and Human Rights in its Decision Letter No. AHU-0000420.AH.01.10.Tahun 2017 dated January 18, 2017. This amendments on the Articles of Association were approved by shareholders of the Company in EGMS, of which were notarized under notarial deed No. 193 dated December 27, 2016 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., and had been notarized under notarial deed No. 54 dated January 18, 2017 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H.

As a result of the effectiveness of the Merger, the Company has issued 3,135,012,177 shares to the non-controlling interests of CTRS and CTRP.

Immediately after the effective date of the Merger, the Merging Companies merged into CTRA, where all activities, business activities, business operations, assets, liabilities, invoices and employees of the Merging Companies shall, by law, be transferred to CTRA, and CTRS and CTRP's employees shall be transferred to CTRA as the Surviving Company, or its subsidiaries. Furthermore, the Merging Companies will be ended by law without liquidation in advance.

The merger transaction is among entities under common control and does not result in a change of economic substance on the ownership of assets and liabilities, transfer of ownership on shares or other instrument of ownership which are exchanged. In accordance with PSAK 38 (Revised 2012), the financial statements of the Merging Parties should be presented as if the Merging Parties had been merged and the common control occurred from the earliest period presented.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut:

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak d. Subsidiaries

As of December 31, 2020 and 2019, the consolidated direct subsidiaries are as follows:

Perusahaaan/
Company
Tahun Awal
Operasi
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Domisili/
Domicile
Kegiatan
Usaha/
Principal
Activity
Komersial/
Start of
Commercial
Operations
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Langsung/Direct Ownership
PT Ciputra Nusantara (CNUS) Surabaya a,b,c,e 2011 99,99 99,99 14.802.870 13.204.975
PT Ciputra Residence (CR) Tangerang a,b,c,e 1994 99,99 99,99 9.648.109 8.779.483
PT Ciputra Adigraha (CAG) Jakarta b,c 2008 94,441 94,441 5.040.865 5.005.677
PT Ciputra Semarang (CSM) Semarang c,e 1993 99,10 99,10 1.993.014 1.645.995
PT Ciputra Graha Mitra (CGM) Jakarta a,b,e 2007 99,99 99,99 1.802.834 1.784.649
PT Ciputra Sentra (CSN) Jakarta c,e 1993 72,692 72,692 1.742.248 1.528.127
PT Sarananeka Indahpancar (SNIP) Jakarta b 2011 99,84 99,84 1.620.057 1.699.146
PT Ciputra Adibuana Jakarta b 2018 51,864 51,864 1.197.386 754.204
PT Ciputra Nirvanadwipa (CNVDP) Jakarta a,e 2015 73,003 73,003 1.083.393 1.083.156
PT Ciputra Raya Sejahtera (CRS) Jakarta d,e 2011 65,75 65,75 550.837 502.332
PT Subursejahtera
Agungabadi (SSAA)
Jakarta a - 99,71 99,71 190.997 184.698
PT Buanasarana Sejatiindah (BSSI) Jakarta a - 66,67 66,67 115.207 104.242
Longfield Enterprises
Limited (LFE)
British Virgin
Islands
e - 100,00 100,00 87.643 87.643
PT Citradimensi Serasi (CDS) Jakarta a - 70,00 70,00 76.612 79.640
PT Kharismasaka Pratama (KP) Jakarta a - 70,00 70,00 76.594 79.635
PT Dimensi Serasi (DS) Jakarta a - 70,00 70,00 17.002 17.011
PT Penta Oktoneatama Jakarta a 1993 80,00 80,00 16.964 16.927
PT Citraland Graha Realty Jakarta a - 99,99 99,99 3.151 3.158
PT Citra Karya Kreasi Mandiri (CKKM) Jakarta a - 99,995 99,995 100 100
Entitas Anak Tidak Langsung/Indirect Ownership
Melalui PT Ciputra Nusantara/Through PT Ciputra Nusantara
PT Win Win Realty
Centre (WWR)
Surabaya b,c,e 2007 53,00 53,00 2.422.464 1.848.912
PT Galaxy
Alamsemesta (GAS)
Surabaya a,e 1996 99,99 99,99 1.292.049 1.354.856
PT Ciputra Indah (CI) Bogor a,c,e 1996 99,25 99,60 695.279 724.006
PT Suburhijau
Jayamakmur (SHJM)
Surabaya a 1993 99,99 99,99 558.597 567.389
PT Panasia Griya Mekarasri (PGM) Jakarta a 2017 60,00 60,00 546.386 518.261
PT Cahayahijau
Tamanindah (CHTI)
Surabaya a 1993 99,99 99,99 474.022 421.870
PT Aptacitra Surya (ACS) Surabaya a 1993 99,99 99,99 406.279 436.111
PT Ciputra Global
Megah Karya (CGMK)
Bandung a - 65,00 65,00 392.697 389.283
PT Citra Bahagia Elok (CBE) Surabaya a 1996 99,99 99,99 385.773 391.855
PT Tamancitra Surabaya a 1993 99,99 99,99 378.764 390.816

Suryahijau (TCSH)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perusahaaan/
Company
Kegiatan Tahun Awal
Operasi
Komersial/
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Domisili/
Domicile
Usaha/
Principal
Activity
Start of
Commercial
Operations
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
Melalui PT Ciputra Nusantara (lanjutan)/Through PT Ciputra Nusantara (continued)
PT Ardaya CiptaKarsa (ACK) Palembang a 2017 60,00 60,00 363.937 301.324
PT Ciputra Delta (CDEL) Surabaya a,c,e 1997 99,99 99,99 310.985 327.394
PT Perkasa Duabelas (PDB)* Denpasar a - 45,00 45,00 303.178 303.050
PT Asendabangun
Persada (ABP)
Bandar
Lampung
a,c 2004 99,00 99,85 293.943 347.104
PT Ciputra Prima Permai (CPP) Surabaya a - 55,00 55,00 288.126 209.703
PT Citra Mentari Persada (CMNP) Surabaya a - 51,00 51,00 267.780 267.670
PT Ciputra Inti Pratama (CIP) Semarang a 2009 99,99 99,99 236.693 230.773
PT Ciputra Nusa
Raya (CNR)
Makassar a - 99,99 99,99 202.146 202.145
PT Cahayafajar
Abaditama (CFA)
Surabaya a,c 2006 60,00 60,00 191.599 198.556
PT Ciputra Bentara Asri (CBA) Jakarta b 2011 99,99 99,99 150.234 149.428
PT Ciputra Kirana Dewata (CKD) Denpasar a 2010 99,99 99,99 149.332 149.472
PT Ciputra Nusa Ultima (CNU) Makassar a - 60,00 60,00 137.493 137.477
PT Ciputra Karya Unggul (CKU)* Deli Serdang a - 50,00 50,00 129.944 128.598
PT Ciputra Praja Rahayu (CPR) Yogyakarta a 2010 99,99 99,99 129.061 82.416
PT Ciputra Bangun Selaras (CBS) Deli Serdang a 2011 99,99 99,99 127.742 171.440
PT Ciputra Surabaya
Padang Golf (CSPG)
Surabaya c 1995 99,99 99,99 98.840 70.617
PT Ciputra Symphony (CSY) Pekanbaru a 2011 60,00 60,00 95.196 95.221
PT Bumiindah
Permaiterang (BIPT)
Surabaya a 1993 99,99 99,99 86.415 79.655
PT Ciputra Graha Prima (CGP) Surabaya a 2003 51,00 51,00 73.630 66.704
PT Suburaneka
Bangunfajar (SABF)
Surabaya a - 99,99 99,99 68.473 62.457
PT Ciputra KPSN (CKPSN) Jakarta a - 60,00 60,00 67.877 879
PT Ciputra Abdi Persada (CAP) Kendari a,c 2010 99,99 99,99 52.398 72.666
PT Sentralaneka
Cahayasubur (SACS)
Surabaya a - 99,99 99,99 46.518 44.741
PT Buanacipta
Anekasubur (BCAS)
Surabaya a - 99,99 99,99 45.293 45.226
PT Budidaya Jadisentosa (BDJS) Yogyakarta a - 99,99 99,99 33.962 30.273
PT Ciputra Abadi Karya (CAK) Pekanbaru a 2012 99,99 99,99 26.927 28.028
PT Citra Tirta Surabaya (CTS) Surabaya a 2011 99,99 99,99 18.855 16.452
PT Tamanindah
Permaisubur (TIPS)
Surabaya a - 99,99 99,99 18.639 14.620
PT Ciputra Nusa
Lestari (CNL)*
Yogyakarta c 2015 50,00 50,00 12.434 13.669
PT Ciputra Mutiara Semesta Surabaya a - 51,00 51,00 2.187 2.187
PT Saptamulia
Hijaubangun (SMHB)
Surabaya a 1993 99,99 99,99 950 5.400
PT Ciputra Karunia Mulia Surabaya a - 99,99 99,99 871 448
PT Ciputra Askara Gemilang Surabaya a - 99,99 99,99 544 544
PT Ciputra Anugerah Anarawata Surabaya a - 99,99 99,99 46 46
PT Ciputra Cipta Selaras Surabaya a - 99,99 99,99 46 46
PT Ciputra Bangun Prakarsa Surabaya a - 99,99 99,99 25 25
PT Adhiwira Persada (AWP) Surabaya a - 99,99 99,99 14 17

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perusahaaan/
Company
Tahun Awal
Operasi
Kegiatan
Komersial/
Usaha/
Start of
Principal
Commercial
Activity
Operations
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Domisili/
Domicile
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
Melalui PT Ciputra Residence/Through PT Ciputra Residence
PT Cakradigdaya
Lokaraya (CDLR)
Jakarta a 2009 99,98 99,98 1.210.935 1.181.057
PT Citra Adyapataka (CAPT) Jakarta a 2019 99,98 99,98 834.692 402.126
PT Alamkarya
Ciptaselaras (AKCS)
Tangerang a,e 1996 99,99 99,99 823.204 792.942
PT Citra Mitra Properti (CMP) Jakarta a,e 2007 99,97 99,97 685.038 695.257
PT Citra Mitra Puspita Tangerang a 2016 99,99 99,99 472.755 524.989
PT Ciputra Rumpun
Investama (CRI)
Tangerang a,e 2013 99,99 99,99 380.902 398.942
PT Citra Mitra Respati (CMR) Jakarta a 2013 99,75 99,75 372.305 217.630
PT Cakrawala Respasti (CWR) Jakarta a 2005 99,50 99,50 368.170 308.820
PT Citra Semesta Raya (CSR) Tangerang a 2019 99,99 99,99 282.750 124.176
PT Graha Asri Nusaraya (GAN) Jakarta e - 99,99 99,99 222.646 220.412
PT Citra Graha Pertiwi (CGPT) Batam a,e 2016 99,99 99,99 203.301 159.404
PT Citra Mitra Pataka (CMPA) Jakarta a,e 2013 99,75 99,75 201.729 210.493
PT Citra Tumbuh Bahagia (CTB) Tangerang a - 79,94 79,94 187.783 177.221
PT Candrasa Pranaguna (CPG) Jakarta a 1996 99,03 99,03 177.315 168.922
PT Citra Benua Persada Tangerang a 2014 99,99 99,99 165.645 344.257
PT Citra Menara Raya (CMRA) Malang a 2015 99,99 99,99 88.539 97.429
PT Lahan Adyabumi (LAB) Jakarta a 2009 99,79 99,72 59.560 40.957
PT Jasa Jakarta Investindo (JJI) Jakarta a 2020 99,17 99,17 49.349 30.858
PT Citra Cipta Graha (CCG) Samarinda a 2016 99,99 99,99 26.316 27.448
PT Citra Harapan Makmur (CHMR) Tangerang a - 99,99 99,99 13.510 4.945
PT Citra Mitra Sembada (CMS) Jakarta a - 99,91 99,43 10.195 2.119
PT Citra Menara Kencana Jakarta c 2020 99,99 99,99 9.123 324
PT Citra Menara Persada (CMPD) Tangerang a - 99,99 99,99 8.557 8.565
PT Citra Graha Swadaya (CGS) Tangerang a - 99,99 99,99 1.965 980
PT Ciputra Media Graha (CTMG) Jakarta a - 99,99 99,99 1.410 1.354
PT Citra Graha Adiguna (CGA) Tangerang a - 99,99 99,99 451 451
PT Citra Benua Pertiwi (CBPT) Jakarta a - 99,99 99,99 269 269
PT Citra Mitra Pesona Jakarta a - 99,99 99,99 35 39
PT Citra Graha Nusa Jakarta a - 99,99 99,99 34 34
PT Citra Graha Mutiara Jakarta a - 99,99 99,99 34 34
PT Citra Graha Montana (CGMO) Jakarta a - 99,99 99,99 8 10

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Kegiatan Tahun Awal
Operasi
Komersial/
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Perusahaaan/
Company
Domisili/
Domicile
Usaha/
Principal
Activity
Start of
Commercial
Operations
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
Melalui PT Ciputra Graha Mitra/Through PT Ciputra Graha Mitra
PT Ciputra Harmoni
Mitra (CHM)
Jakarta a,e 2011 99,99 99,99 275.836 229.271
PT Ciputra Mitra Tunas (CMTS) Semarang a 2012 99,99 99,99 219.766 193.886
PT Ciputra Victory Mitra (CVM) Makassar b 2012 99,99 99,99 213.592 215.231
PT Ciputra Fajar Mitra (CFM) Makassar a 2009 99,99 99,99 190.503 251.766
PT Ciputra Mitra Lestari (CML) Samarinda a 2014 99,99 99,99 123.883 132.793
PT Cita Citra Lestari (CCL) Banjarmasin a 2006 99,00 99,00 115.072 124.165
PT Ciputra Mitra Kencana Jakarta a - 99,99 99,99 80.152 80.152
PT Ciputra Sukses Property (CSP) Pangkalpinang a 2012 99,99 99,99 78.720 92.783
PT Ciputra Intan Mitra (CIM) Banjarbaru a 2012 99,99 99,99 74.436 65.625
PT Ciputra Nusa Mitra (CNM) Cirebon a 2013 99,99 99,99 69.951 67.439
PT Ciputra Orient Mitra (CORM) Batam a 2013 99,99 99,99 63.982 54.572
PT Ciputra Mitra Cipta (CMC) Serang a 2014 99,99 99,99 63.562 50.982
PT Ciputra Tangguh Mandiri (CTM) Makassar a 2013 99,99 99,99 52.987 52.434
PT Ciputra Angsana Mitra (CAM) Jakarta a,e 2009 99,99 99,99 47.189 50.093
PT Ciputra Karya Mandiri Jakarta a 2010 99,99 99,99 20.498 17.983
PT Ciputra Utama Mitra Jakarta e 2014 99,99 99,99 14.386 15.277
PT Ciputra Langgeng Mitra (CLM) Pekalongan a 2010 99,99 99,99 11.990 13.045
PT Ciputra Bukit Bandung (CBB) Bandung a 2009 99,99 99,99 11.406 11.403
PT Ciputra Bangun Mitra (CBM) Balikpapan a 2008 99,99 99,99 3.747 6.661
PT Ciputra Adicakra Jakarta a - 85,00 85,00 2.681 2.681
PT Citra Graha Retailindo Jakarta a 2016 99,99 99,99 2.081 1.666
PT Ciputra Bangun Utama Jakarta a - 85,00 85,00 1.219 1.219
PT Ciputra Elok Mitra Jakarta a - 99,99 99,99 1.066 1.066
PT Ciputra Mitra Abadi Jakarta a - 99,99 99,99 250 250
PT Ciputra Mitra Dharma
PT Ciputra Mitra Griya
Jakarta
Jakarta
a
a
-
-
99,99
99,99
99,99
99,99
250
250
250
250
PT Ciputra Mitra Jaya
PT Ciputra Prima Mitra
Jakarta
Jakarta
a
a
-
-
99,99
99,99
99,99
99,99
250
68
250
68
PT Ciputra Mitra Hiranya Jakarta a - 99,99 99,99 55 55
PT Ciputra Mitra Nugraha Jakarta a - 99,99 99,99 55 55
PT Ciputra Mitra Sadina Jakarta a - 99,99 99,99 55 55
PT Ciputra Mitra Yatna Jakarta a - 99,99 99,99 55 55
PT Ciputra Mitra Pradhana Jakarta a - 99,99 99,99 55 55

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perusahaaan/
Company
Kegiatan Tahun Awal
Operasi
Komersial/
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Domisili/
Domicile
Usaha/
Principal
Activity
Start of
Commercial
Operations
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
Melalui PT Ciputra Sentra/Through PT Ciputra Sentra
PT Ciputra Hospitality (CHOS)
Jakarta c,e 2014 99,67 99,67 218.244 231.570
Melalui PT Ciputra Semarang/Through PT Ciputra Semarang
PT Ciputra Balai Property (CBP)
Jakarta e 2014 91,26 91,26 1.424.812 1.099.636
PT Ciputra Adiselaras (CAS) Jakarta b - 99,00 99,00 76.116 134.080
Melalui PT Ciputra Nirvanadwipa/Through PT Ciputra Nirvanadwipa
PT Dwipa Tunasbumi Bali a 2015 60,00 60,00 479.672 497.108
Abhuyudaya (DTA)
PT Dwipa Tunasbumi
Bayanaka (DTB)
Bali a - 60,00 60,00 407.411 363.645
PT Dwipa Tunasbumi
Candara (DTC)
Bali a - 60,00 60,00 221.863 220.598
PT Dwipa Tunasbumi
Dhanya (DTD)
Bali a - 60,00 60,00 29.000 29.000
Melalui PT Ciputra Raya Sejahtera/Through PT Ciputra Raya Sejahtera
PT Citra Raya Medika (CRM)*
PT Ciputra Mitra Bahana (CMB)
Tangerang
Jakarta
d
e
2011
2016
50,00
99,99
50,00
99,99
460.571
37.263
424.706
33.471
PT Ciputra SMG (CSMG) Jakarta d 2015 60,00 60,00 33.765 28.636
10.414
PT Ciputra Klinik (CKL)
PT Ciputra Medika Sejahtera
Jakarta
Jakarta
d
d
2015
2019
51,00
99,99
51,00
99,99
12.654
5.333
5.266
PT Eco Medika Sejahtera (EMS)* Jakarta d 2018 50,00 50,00 1.760 1.866
Melalui Longfield Enterprises Limited/Through Longfield Enterprises Limited
New Strength
Enterprises
Limited (New Strength)
British Virgin
Islands
e - 100,00 100,00 152.257 152.257
Melalui PT Penta Oktoneatama/Through PT Penta Oktoneatama
PT Citramas Pentama
Jakarta a 1995 99,50 99,50 6.762 6.739
Melalui PT Win Win Realty Center/Through PT Win Win Realty Center
PT Pancaran Suara
Citra
Surabaya b 2011 99,99 99,99 22.185 18.880
PT Ciputra Sukses Mitra
Hotel
Surabaya c 2015 99,99 99,99 11.330 28.759
Melalui PT Ciputra Indah/Through PT Ciputra Indah
PT Mitrakusuma
Erasemesta (MKES)
Bogor a - 99,99 99,99 207.173 186.434
PT Anekaindah
Mitraperkasa (AIMP)
Bogor a - 99,99 99,99 172.081 175.039
PT Pawitra Rajakania Bogor a - 99,00 99,00 25 25
Melalui PT Asendabangun Persada/Through PT Asendabangun Persada
PT Citra Diamond Surabaya a - 99,99 99,99 250 250
Kelola Inti
PT Citra Mansion
Kelola Inti
Surabaya a - 99,99 99,99 250 250
Melalui PT Galaxy Alam Semesta/Through PT Galaxy Alam Semesta
PT Galaxy Citraperdana Surabaya a 1996 99,99 99,99 86.987 85.995

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Tahun Awal
Operasi
Kegiatan
Komersial/
Start of
Commercial
Operations
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Perusahaaan/
Company
Domisili/
Domicile
Usaha/
Principal
Activity
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2019
31 Desember/
December 31,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
PT Karyaprima Hijauselaras
(KPHS)
Surabaya a - 99,99 99,99 79.656 72.637
PT Intilokahita (ILKH) Surabaya a - 99,99 99,99 37.209 37.269
PT Harmoni Kelola
Extension (HKE)
Surabaya a - 99,99 99,99 218 101
PT Aswin Anugerah (AA) Surabaya a - 99,00 99,00 90 95
PT Harmoni Kelola
Mandiri (HKM)
Surabaya a - 99,99 99,99 56 46
Melalui PT Ciputra KPSN/Through PT Ciputra KPSN
PT Deli Megapolitan
Kawasan Residensial (DMKR)
Deli Serdang a - 75,00 - 5.000 -
PT Deli Megapolitan
Kawasan Bisnis (DMKB)
Deli Serdang a - 75,00 - 5.000 -
PT Deli Megapolitan
Kawasan Industri (DMKI)
Deli Serdang a - 75,00 - 5.000
Melalui PT Citra Mitra Properti/Through PT Citra Mitra Properti
PT Citra Tirta
Mendalo (CTMD)*
Jambi c 2014 50,00 50,00 25.942 28.123
PT Gelora Matraraya
Samudera (GMS)*
Palembang c 2011 50,00 50,00 25.502 29.610
PT Citra Properti Jaya (CPJ) Jakarta a - 99,93 99,93 2 2
Melalui PT Alamkarya Ciptaselaras/Through PT Alamkarya Ciptaselaras
PT Semangat
Bangun Persada
Tangerang a - 99,99 99,99 79.032 73.857
PT Makmurgempita
Sentosaabadi
Tangerang a - 99,99 99,99 67.873 48.389
PT Cipta Kemilau
Indah
Tangerang a - 99,99 99,99 23.467 22.725
PT Citrarama
Adikuasa
Tangerang a - 99,99 99,99 13.397 12.155
PT Karyapersada
Buanaraya
Tangerang a - 99,99 99,99 13.293 12.451
PT Anekaguna
Reksasarana
Tangerang a - 99,99 99,99 3.334 3.339
Melalui PT Graha Asri Nusaraya/Through PT Graha Asri Nusaraya
PT Citra Mitra Habitat (CMH)
Jakarta a - 72,99 72,99 222.549 220.309
Melalui PT Citra Mitra Pataka/Through PT Citra Mitra Pataka
PT Citra Cemerlang
Selaras (CCS)*
Jakarta a 2013 50,00 50,00 22.435 19.791
PT Citra Mitra Raya (CMRY)* Kubu Raya a - 50,00 50,00 1.159 1.525

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perusahaaan/
Company
Kegiatan
Usaha/
Domisili/
Principal
Domicile
Activity
Tahun Awal
Operasi
Persentase Pemilikan (%)/ Percentage of Ownership (%) Total Aset Sebelum Eliminasi/
Total Assets Before Elimination
Komersial/
Start of
Commercial
Operations
2020 31 Desember/ 31 Desember/
December 30, December 31,
2019
31 Desember/
December 30,
2020
31 Desember/
December 31,
2019
Entitas Anak Tidak Langsung (lanjutan)/Indirect Ownership (continued)
Melalui PT Ciputra Harmoni Mitra/Through PT Ciputra Harmoni Mitra
PT Ciputra Optima Mitra (COM) Tegal a 2011 51,00 51,00 129.114 108.576
PT Ciputra Jaya Mandiri (CJM) Banjarmasin a 2011 51,00 51,00 96.487 79.327
PT Ciputra Realty Mitra (CRMA) Jakarta a 2011 70,00 70,00 41.971 41.069
Melalui PT Ciputra Angsana Mitra/Through PT Ciputra Angsana Mitra
PT Ciputra NGK Mitra
Jambi a 2010 51,00 51,00 47.146 49.777
Melalui PT Ciputra Utama Mitra/Through PT Ciputra Utama Mitra
PT Ciputra Pratama Sinergi Samarinda c 2014 60,00 60,00 14.125 15.016
Melalui PT Ciputra Hospitality/Through PT Ciputra Hospitality
PT Ciputra Astinamuria (CAST)
Semarang c 2014 99,00 99,00 44.457 47.735
PT Ciputra Ayutapradana (CAYU) Cirebon c 2014 99,00 99,00 43.616 47.435
PT Ciputra Royalemeriti (CRME) Jogjakarta c 2014 99,00 99,00 43.397 46.172
PT Ciputra Asanagratia (CAGR) Bandung c 2014 99,00 99,00 40.406 42.433
PT Ciputra Niyantalestari Jakarta c - 99,00 99,00 14.704 14.155
PT Ciputra Puriashaya Bengkulu c - 99,00 99,00 12.934 12.934
PT Ciputra Witanagiri (CWG) Tangerang c - 99,00 99,00 11.418 11.423
PT Ciputra Asihbatara Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Bimasatya Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Acalapati Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Diengbuana Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Padangsiring Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Padmasari Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Sadhabahana Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Sempadaloka Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
PT Ciputra Wangsaraya Jakarta c - 99,00 99,00 100 100
Melalui PT Ciputra Adiselaras/Through PT Ciputra Adiselaras
PT Ciputra Citra Trisula**
Jakarta a - 46,10 60,00 - 133.075
Melalui PT Ciputra Balai Property/Through PT Ciputra Balai Property
PT Ciputra Puri Trisula (CPT)
Jakarta b 2014 55,00 55,00 1.402.459 1.082.002
Melalui PT Citra Mitra Habitat/Through PT Citra Mitra Habitat
PT Citra
Swadaya Raya (CSDR)
Jakarta b,c - 55,90 55,90 268.986 268.632
Melalui PT Ciputra Niyantalestari/Through PT Ciputra Niyantalestari
PT Citramitra Lokaraya
Jakarta c - 51,00 51,00 15.000 15.000

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan entitas anak langsung dan tidak langsung yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Catatan/Notes:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

As of December 31, 2020 and 2019, the consolidated direct and indirect subsidiaries are as follows: (continued)

  • * dikonsolidasikan karena Kelompok Usaha mempunyai pengendalian atas entitas anak tersebut/consolidated since the Group has control over these subsidiaries
  • ** didekonsolidasikan karena Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak tersebut/deconsolidated since the Group has loss of control over the subsidiaries
  • 1 dimiliki KP dan CDS masing-masing sebesar 2,78%/owned by KP and CDS each 2.78%
  • 2 dimiliki BSSI sebesar 13,74%/13.74% owned by BSSI 3 dimiliki CSM sebesar 26,99%/26.99% owned by CSM
  • 4 dimiliki CSN dan SNIP masing-masing sebesar 41,05% dan 7,09%/41.05% and 7.09% owned by CSN and SNIP, respectively
  • 5 dimiliki BSSI sebesar 0,01%/0.01% owned by BSSI

Keterangan kegiatan usaha entitas anak/Notes on the principal activities of subsidiaries:

  • a Mengembangkan dan menjual real estat berupa rumah, ruko/rukan dan gudang beserta fasilitas pendukungnya/Development and sale of real estate such as houses, shop houses and warehouses and its related facilities
  • b Mengembangkan, menjual dan mengelola apartemen, gedung perkantoran, dan fasilitas penunjangnya/Development, sale and maintenance of apartments, office towers, and its related facilities.
  • c Mengembangkan dan mengelola pusat niaga, hotel, lapangan golf, dan waterpark/Development and maintenance of shopping centers, hotels, golf courses, and waterparks
  • d Mengembangkan dan mengelola rumah sakit dan usaha di bidang kesehatan/Development and maintenance of hospitals and healthcare activities
  • e Sebagai perusahaan induk/A holding company

Perubahan dalam entitas anak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

  • Berdasarkan keputusan pemegang saham SNIP tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham SNIP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp584.043 menjadi sebesar Rp604.075, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di SNIP setelah transaksi tersebut.
  • Berdasarkan keputusan pemegang saham CNUS tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham CNUS menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp3.538.065 menjadi sebesar Rp3.465.900, yang dibayarkan seluruhnya kepada Perusahaan sebesar Rp72.165. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di CNUS setelah transaksi tersebut.

Changes in the direct subsidiaries during the year are as follows:

  • Based on the SNIP shareholders' decision dated December 30, 2020, the shareholders of SNIP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp584,043 to Rp604,075, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in SNIP.
  • Based on the CNUS shareholders' decision dated October 27, 2020, the shareholders of CNUS resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp3,538,065 to Rp3,465,900, which was fully paid to the Company amounting to Rp72,165. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in CNUS.

Perubahan dalam entitas anak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

  • Berdasarkan keputusan pemegang saham SSAA tanggal 21 September 2020, para pemegang saham SSAA menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp254.626 menjadi sebesar Rp221.531, yang dibayarkan kepada para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di SSAA setelah transaksi tersebut.
  • Berdasarkan keputusan pemegang saham CR tanggal 12 Maret 2020, para pemegang saham CR menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp1.570.400 menjadi sebesar Rp1.789.400. Peningkatan modal tersebut dilakukan melalui konversi utang CR kepada Perusahaan sebesar Rp219.000. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di CR setelah transaksi tersebut.
  • Berdasarkan keputusan pemegang saham SNIP tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham SNIP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp569.019 menjadi sebesar Rp584.043, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di SNIP setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the direct subsidiaries during the year are as follows: (continued)

  • Based on the SSAA shareholders' decision dated September 21, 2020, the shareholders of SSAA resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp254,626 to Rp221,531, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in SSAA.
  • Based on the CR shareholders' decision dated March 12, 2020, the shareholders of CR resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp1,570,400 to Rp1,789,400. Such increase was fully subscribed through conversion of loans obtained by CR from the Company amounting to Rp219,000. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in CR.
  • Based on the SNIP shareholders' decision dated December 19, 2019, the shareholders of SNIP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp569,019 to Rp584,043, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in SNIP.

Perubahan dalam entitas anak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

  • Berdasarkan keputusan pemegang saham SSAA tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham SSAA menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp250.113 menjadi sebesar Rp254.626, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di SSAA setelah transaksi tersebut.
  • Berdasarkan keputusan pemegang saham CNUS tanggal 12 November 2019, para pemegang saham CNUS menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp3.697.000 menjadi sebesar Rp3.538.065, yang dibayarkan seluruhnya kepada Perusahaan sebesar Rp158.935. Tidak ada perubahan kepemilikan Perusahaan di CNUS setelah transaksi tersebut.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 8 September 2020, CKPSN, entitas anak CNUS, dan PT Perkebunan Nusantara II, pihak ketiga, mendirikan PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial, PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis dan PT Deli Megapolitan Kawasan Industri dengan persentase kepemilikan masingmasing sebesar 75% dan 25% pada masing-masing entitas.

Pada tanggal 19 Maret 2019, CMPA, Bapak Firmanto dan Bapak Chandra Firmanto, pihak ketiga, mendirikan PT Citra Mitra Raya dengan persentase kepemilikan masingmasing sebesar 50%, 25%, dan 25%.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the direct subsidiaries during the year are as follows: (continued)

  • Based on the SSAA shareholders' decision dated December 19, 2019, the shareholders of SSAA resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp250,113 to Rp254,626, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in SSAA.
  • Based on the CNUS shareholders' decision dated November 12, 2019, the shareholders of CNUS resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp3,697,000 to Rp3,538,065, which was fully paid to the Company amounting to Rp158,935. After this transaction, there has been no change in the Company's ownership in CNUS.

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows:

1) Pendirian Entitas Anak 1) Establishment of Subsidiaries

On September 8, 2020, CKPSN, a subsidiary of CNUS, and PT Perkebunan Nusantara II, third party, established PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial, PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis and PT Deli Megapolitan Kawasan Industri with percentage of ownership in each entity of 75% and 25%, respectively.

On March 19, 2019, CMPA, Mr. Firmanto and Mr. Chandra Firmanto, third parties, established PT Citra Mitra Raya with percentage of ownership of 50%, 25%, and 25%, respectively.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak

Berdasarkan keputusan pemegang saham CBPT tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CBPT setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp51 menjadi Rp290, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CBPT kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CBPT setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham AKCS tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham AKCS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp238.600 menjadi Rp344.200, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang AKCS kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di AKCS setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham PT Karyapersada Buanaraya, PT Makmurgempita Sentosaabadi, PT Semangat Bangun Persada, PT Citrarama Adikuasa dan PT Cipta Kemilau Indah, entitas anak tidak langsung CR, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing entitas yang dilakukan seluruhnya oleh AKCS, entitas anak CR, melalui konversi utang entitas-entitas tersebut kepada AKCS dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMS tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CMS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.500 menjadi Rp9.600, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CMS kepada CR. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CR di CMS meningkat dari semula 99,43% menjadi 99,91%.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows:

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries

Based on shareholders' decision of CBPT dated December 30, 2020, the shareholders of CBPT resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp51 to Rp290, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CBPT from CR. After this transaction, there has been no change in CBPT's ownership.

Based on shareholders' decision of AKCS dated December 30, 2020, the shareholders of AKCS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp238,600 to Rp344,200, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by AKCS from CR. After this transaction, there has been no change in AKCS's ownership.

Based on the shareholders' decision dated December 30, 2020, the shareholders of PT Karyapersada Buanaraya, PT Makmurgempita Sentosaabadi, PT Semangat Bangun Persada, PT Citrarama Adikuasa and PT Cipta Kemilau Indah, CR's indirect subsidiaries, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each entity which was fully subscribed by AKCS, subsidiary of CR, through conversion of loans obtained by those entities from AKCS, while retaining the same AKCS's ownership interests in each entity.

Based on shareholders' decision of CMS dated December 30, 2020, the shareholders of CMS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp1,500 to Rp9,600, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CMS from CR. After this transaction, CR's ownership in CMS increased from 99.43% to 99.91%.

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CHMR tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CHMR setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp4.970 menjadi Rp13.500, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CHMR kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CHMR setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSR tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CSR setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp41.051 menjadi Rp41.700, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CSR kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CSR setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMRA tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CMRA setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp813 menjadi Rp1.540, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CMRA kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CMRA setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGS tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CGS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.001 menjadi Rp2.000, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CGS kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGS setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CHMR dated December 30, 2020, the shareholders of CHMR resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp4,970 to Rp13,500, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CHMR from CR. After this transaction, there has been no change in CHMR's ownership.

Based on the shareholders' decision of CSR dated December 30, 2020, the shareholders of CSR resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp41,051 to Rp41,700, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CSR from CR. After this transaction, there has been no change in CSR's ownership.

Based on shareholders' decision of CMRA dated December 30, 2020, the shareholders of CMRA resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp813 to Rp1,540, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CMRA from CR. After this transaction, there has been no change in CMRA's ownership.

Based on the shareholders' decision of CGS dated December 30, 2020, the shareholders of CGS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp1,001 to Rp2,000, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CGS from CR. After this transaction, there has been no change in CGS's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham GAN tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham GAN setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp184.373 menjadi sebesar Rp193.862, yang dilakukan seluruhnya oleh CR dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada GAN.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMH tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CMH setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp252.233 menjadi sebesar Rp265.233. Peningkatan modal tersebut dilakukan secara proporsional oleh para pemegang, dengan tetap mempertahankan kepemilikan masing-masing pada CMH.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKPSN tanggal 30 Desember 2020, para pemegang saham CKPSN setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp7.300 menjadi Rp71.750, yang disetor secara proporsional oleh CNUS dan PT Mega Utama Pratama, pihak ketiga masing-masing sebesar Rp38.670 dan Rp25.780. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKPSN setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CPP tanggal 23 Desember 2020, para pemegang saham CPP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp209.800 menjadi sebesar Rp288.300, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CPP setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of GAN dated December 30, 2020, the shareholders of GAN resolved to increase the issued and fully paid capital from Rp184,373 to Rp193,862, which was fully subscribed by CR while retaining the same ownership interests in GAN.

Based on the shareholders' decision of CMH dated December 30, 2020, the shareholders of CMH resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp252,233 to Rp265,233. Such increase was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interests in CMH.

Based on the shareholders' decision of CKPSN dated December 30, 2020, the shareholders of CKPSN resolved to increase the issued and fully paid share capital in CKPSN from Rp7,300 to Rp71,750, which was proportionally subscribed by CNUS and PT Mega Utama Pratama, third party, amounted to Rp38,670 and Rp25,780, respectively. After this transaction, there has been no change in CKPSN's ownership.

Based on the shareholders' decision of CPP dated December 23, 2020, the shareholders of CPP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp209,800 to Rp288,300, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CPP's ownership.

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CHOS tanggal 17 Desember 2020, para pemegang saham CHOS menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp226.000 menjadi sebesar Rp244.000, yang disetor secara proporsional para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan CSN di CHOS setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada tanggal 17 Desember 2020, para pemegang saham PT Ciputra Asanagratia, PT Ciputra Astinamuria, PT Ciputra Ayutapradana, PT Ciputra Royalemeriti dan PT Ciputra Niyantalestari, entitas anak CHOS, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing perusahaan, yang disetor penuh para pemegang saham secara proporsional dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham BDJS tanggal 16 Desember 2020, para pemegang saham BDJS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp30.400 menjadi Rp34.100, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di BDJS setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CTS tanggal 16 Desember 2020, para pemegang saham CTS menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp17.500 menjadi Rp28.000 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CTS setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CHOS dated December 17, 2020, the shareholders of CHOS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp226,000 to Rp244,000, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CSN's ownership in CHOS.

Based on the shareholders' decision dated December 17, 2020, the shareholders of PT Ciputra Asanagratia, PT Ciputra Astinamuria, PT Ciputra Ayutapradana, PT Ciputra Royalemeriti and PT Ciputra Niyantalestari, subsidiaries of CHOS, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each company, which was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interests in each entity.

Based on shareholders' decision of BDJS dated December 16, 2020, the shareholders of BDJS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp30,400 to Rp34,100, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in BDJS's ownership.

Based on the shareholders decision of CTS dated December 16, 2020, the shareholders of CTS resolved to increase the issued and fully paid share capital in CTS from Rp17,500 to Rp28,000 which was fully paid by CNUS. After this transaction, there has been no change in CTS's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CPR tanggal 8 Desember 2020, para pemegang saham CPR menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp16.250 menjadi Rp45.200 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CPR setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGMK tanggal 23 November 2020, para pemegang saham CGMK menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp390.128 menjadi sebesar Rp394.128, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGMK setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CBA tanggal 11 November 2020, para pemegang saham CBA menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp149.764 menjadi Rp150.615 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CBA setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CDEL tanggal 11 November 2020, para pemegang saham CDEL setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp91.010 menjadi Rp69.010, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CDEL setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CPR dated December 8, 2020, the shareholders of CPR resolved to increase the issued and fully paid share capital in CPR from Rp16,250 to Rp45,200 which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CPR's ownership.

Based on the shareholders' decision of CGMK dated November 23, 2020, the shareholders of CGMK resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp390,128 to Rp394,128, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CGMK's ownership.

Based on the shareholders' decision of CBA dated November 11, 2020, the shareholders of CBA resolved to increase the issued and fully paid share capital in CBA from Rp149,764 to Rp150,615 which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CBA's ownership.

Based on the shareholders' decision of CDEL dated November 11, 2020, the shareholders of CDEL resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp91,010 to Rp69,010, which was fully paid to CNUS. After this transaction, there has been no change in CDEL's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada bulan November 2020, para pemegang saham KPHS, HKM, dan HKE, entitas anak CDEL, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing perusahaan, yang disetor penuh oleh CDEL dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham ILKH tanggal 11 November 2020, para pemegang saham ILKH, entitas anak CDEL, setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp32.031 menjadi Rp27.381, yang dilakukan seluruhnya kepada CDEL. Tidak ada perubahan kepemilikan di ILKH setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKU tanggal 11 November 2020, para pemegang saham CKU menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp128.961 menjadi Rp131.181 yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKU setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSPG pada tanggal 11 November 2020, para pemegang saham CSPG menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp46.855 menjadi sebesar Rp60.000, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan CNUS di CSPG setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision in November 2020, the shareholders of KPHS, HKM, and HKE, subsidiaries of CDEL, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each company, which was fully subscribed by CDEL, while retaining the same ownership interests in each entity.

Based on the shareholders' decision of ILKH dated November 11, 2020, the shareholders of ILKH, subsidiary of CDEL, resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp32,031 to Rp27,381, which was fully paid to CDEL. After this transaction, there has been no change in ILKH's ownership.

Based on the shareholders' decision of CKU dated November 11, 2020, the shareholders of CKU resolved to increase the issued and fully paid share capital in CKU from Rp128,961 to Rp131,181 which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CKU's ownership.

Based on the shareholders' decision of CSPG on November 11, 2020, the shareholders of CSPG resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp46,855 to Rp60,000, which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CNUS's ownership in CSPG.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CHTI tanggal 11 November 2020, para pemegang saham CHTI setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp421.400 menjadi Rp473.400, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CHTI setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham SACS tanggal 11 November 2020, para pemegang saham SACS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp44.400 menjadi Rp46.200, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di SACS setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham SABF tanggal 28 Oktober 2020, para pemegang saham SABF setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp62.000 menjadi Rp68.000, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di SABF setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham ACS tanggal 28 Oktober 2020, para pemegang saham ACS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp344.000 menjadi Rp352.070, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di ACS setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham BIPT tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham BIPT setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp78.500 menjadi Rp73.500, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di BIPT setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CHTI dated November 11, 2020, the shareholders of CHTI resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp421,400 to Rp473,400, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in CHTI's ownership.

Based on the shareholders' decision of SACS dated November 11, 2020, the shareholders of SACS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp44,400 to Rp46,200, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in SACS's ownership.

Based on the shareholders' decision of SABF dated October 28, 2020, the shareholders of SABF resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp62,000 to Rp68,000, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in SABF's ownership.

Based on the shareholders' decision of ACS dated October 28, 2020, the shareholders of ACS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp344,000 to Rp352,070, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in ACS's ownership.

Based on the shareholders' decision of BIPT dated October 27, 2020, the shareholders of BIPT resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp78,500 to Rp73,500, which was fully paid to CNUS. After this transaction, there has been no change in BIPT's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CAP tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham CAP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp48.000 menjadi Rp34.000, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CAP setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKD tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham CKD setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp117.750 menjadi Rp80.638, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKD setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSY tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham CSY setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp16.155 menjadi Rp14.155, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CSY setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham PGM tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham PGM setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp290.946 menjadi Rp275.946, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di PGM setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CAP dated October 27, 2020, the shareholders of CAP resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp48,000 to Rp34,000, which was fully paid to CNUS. After this transactions, there has been no change in CAP's ownership.

Based on the shareholders' decision of CKD dated October 27, 2020, the shareholders of CKD resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp117,750 to Rp80,638, which was fully paid to CNUS. After this transactions, there has been no change in CKD's ownership.

Based on the shareholders' decision of CSY dated October 27, 2020, the shareholders of CSY resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CSY from Rp16,155 to Rp14,155, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in CSY's ownership.

Based on the shareholders' decision of PGM dated October 27, 2020, the shareholders of PGM resolved to decrease the issued and fully paid share capital in PGM from Rp290,946 to Rp275,946, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in PGM's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham SHJM tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham SHJM setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp548.100 menjadi Rp538.700, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di SHJM setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham TCSH tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham TCSH setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp261.900 menjadi Rp194.900, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di TCSH setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham TIPS tanggal 27 Oktober 2020, para pemegang saham TIPS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp14.700 menjadi Rp18.700, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di TIPS setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CI pada tanggal 8 Oktober 2020, para pemegang saham CI menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp247.610 menjadi sebesar Rp132.609, yang dibayarkan seluruhnya kepada CNUS dan CGM. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CNUS di CI menurun dari semula 99,60% menjadi 99,25%.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of SHJM dated October 27, 2020, the shareholders of SHJM resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp548,100 to Rp538,700, which was fully paid to CNUS. After this transaction, there has been no change in SHJM's ownership.

Based on the shareholders' decision of TCSH dated October 27, 2020, the shareholders of TCSH resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp261,900 to Rp194,900, which was fully paid to CNUS. After this transaction, there has been no change in TCSH's ownership.

Based on the shareholders' decision of TIPS dated October 27, 2020, the shareholders of TIPS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp14,700 to Rp18,700, which was fully subscribed by CNUS. After this transactions, there has been no change in TIPS's ownership.

Based on the shareholders' decision of CI on October 8, 2020, the shareholders of CI resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp247,610 to Rp132,609, which was fully paid to CNUS and CGM. After this transaction, CNUS's ownership in CI decreased from 99.60% to 99.25%.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CCT tanggal 15 Juli 2020, para pemegang saham CCT setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp132.600 menjadi Rp172.600, yang dilakukan oleh Asia Green Leaf Limited dan D&S Asia Green, S.A. SIF-SICAV, pihak ketiga, masing-masing sebesar Rp75 dan Rp39.925.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CAS di CCT menurun dari semula 60,00% menjadi 46,10%, sehingga Kelompok Usaha tidak lagi memiliki pengendalian atas CCT dan tidak mengkonsolidasikan laporan keuangan CCT ke dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

Ringkasan informasi keuangan CCT pada tanggal dekonsolidasi adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CCT dated July 15, 2020, the shareholders of CCT resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp132,600 to Rp172,600, which was fully subscribed by Asia Green Leaf Limited and D&S Asia Green, S.A. SIF-SICAV, third parties, amounted to Rp75 and Rp39,925, respectively.

After this transaction, CAS's ownership in CCT decreased from 60.00% to 46.10%, therefore the Group no longer has control over CCT and does not consolidate CCT's financial statements to the Group's consolidated financial statements.

Summary of CCT balances at the date of deconsolidation were as follows:

ASSETS ASET
Total current assets 130.010 Total aset lancar
Total non-current assets 394 Total aset tidak lancar
Total Assets 130.404 Total Aset
LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES LIABILITAS
Total current liabilities 657 Liabilitas jangka pendek
Total non-current liabilities 434 Liabilitas jangka panjang
Total Liabilities 1.091 Total Liabilitas
EQUITY EKUITAS
Capital stock 132.600 Modal saham
Retained earnings (3.287) Saldo laba
Total Equity 129.313 Total Ekuitas
Total Liabilities and Equity 130.404 Total Liabilitas dan Ekuitas

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

CAS telah mengkonsolidasikan hasil operasi dari CCT untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 sebagai berikut:

Rugi tahun berjalan (3.091)
Beban lain-lain (2)
Penghasilan lain-lain 37
Beban penjualan (1.875)
Beban umum dan administrasi (1.251)

Berdasarkan keputusan pemegang saham ABP tanggal 6 Mei 2020, para pemegang saham ABP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp25.100 menjadi Rp5.100, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Selanjutnya berdasarkan keputusan pemegang saham ABP tanggal 14 September 2020, para pemegang saham ABP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp5.100 menjadi Rp100, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CNUS di ABP menurun dari semula 99,85% menjadi 99,00%. Sisa kepemilikan ABP dimiliki oleh Perusahaan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

CAS has consolidated the results of operations of CCT for the six-month period ended June 30, 2020 as follows:

Rugi tahun berjalan (3.091) Loss for the year
Beban lain-lain (2) Other expense
Penghasilan lain-lain 37 Other income
Beban penjualan (1.875) Selling expenses
Beban umum dan administrasi (1.251) General and administrative expenses

Based on shareholders' decision of ABP dated May 6, 2020, the shareholders of ABP resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp25,100 to Rp5,100, which was fully paid to CNUS. Subsequently based on the shareholders' decision of ABP dated September 14, 2020, the shareholders of ABP resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp5,100 to Rp100, which was fully paid to CNUS. After this transaction, CNUS's ownership in ABP decreased from 99.85% to 99.00%. The remaining ABP ownership is held by the Company.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham LAB tanggal 29 Januari 2020, para pemegang saham LAB setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp22.000 menjadi Rp26.700, yang dilakukan seluruhnya oleh CR. Selanjutnya berdasarkan keputusan pemegang saham LAB tanggal 12 Juni 2020, para pemegang saham LAB setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp26.700 menjadi Rp30.200, yang dilakukan seluruhnya oleh CR. Setelah transaksi-transaksi tersebut, kepemilikan CR di LAB meningkat dari semula 99,72% menjadi 99,79%.

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada tanggal 24 Desember 2019, para pemegang saham PT Ciputra Asanagratia, PT Ciputra Astinamuria, PT Ciputra Ayutapradana, PT Ciputra Royalemeriti dan PT Ciputra Niyantalestari, entitas anak CHOS, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing perusahaan, yang disetor penuh para pemegang saham secara proporsional dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada bulan Desember 2019, para pemegang saham CBE, ACS, BIPT, SHJM, TCSH, CHTI, BCAS, SABF, SACS dan TIPS, entitas anak CNUS, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing entitas, yang disetor penuh oleh CNUS dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of LAB dated January 29, 2020, the shareholders of LAB resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp22,000 to Rp26,700, which was fully subscribed by CR. Subsequently based on shareholders' decision of LAB dated June 12, 2020, the shareholders of LAB resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp26,700 to Rp30,200, which was fully subscribed by CR. After this transaction, CR's ownership in LAB increased from 99.72% to 99.79%.

Based on the shareholders' decision dated December 24, 2019, the shareholders of PT Ciputra Asanagratia, PT Ciputra Astinamuria, PT Ciputra Ayutapradana, PT Ciputra Royalemeriti and PT Ciputra Niyantalestari, subsidiaries of CHOS, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each company, which was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interests in each entity.

Based on the shareholders' decision in December 2019, the shareholders of CBE, ACS, BIPT, SHJM, TCSH, CHTI, BCAS, SABF, SACS and TIPS, subsidiaries of CNUS, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each entity, which was fully subscribed by CNUS, while retaining the same ownership interests in each entity.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CHOS tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CHOS menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp195.000 menjadi sebesar Rp226.000, yang disetor secara proporsional para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan CSN di CHOS setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSPG pada tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CSPG menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp14.700 menjadi sebesar Rp46.855, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan CNUS di CSPG setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMP tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CMP setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp311.900 menjadi Rp313.590, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CMP kepada CR. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CR di CMP meningkat dari semula 99,9689% menjadi 99,9691%.

Berdasarkan keputusan pemegang saham GAN tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham GAN setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp172.695 menjadi sebesar Rp184.373, yang dilakukan seluruhnya oleh CR dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada GAN.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CHOS dated December 19, 2019, the shareholders of CHOS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp195,000 to Rp226,000, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CSN's ownership in CHOS.

Based on the shareholders' decision of CSPG on December 19, 2019, the shareholders of CSPG resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp14,700 to Rp46,855, which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CNUS's ownership in CSPG.

Based on the shareholders' decision of CMP dated December 19, 2019, the shareholders of CMP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp311,900 to Rp313,590, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CMP from CR. After this transaction, CR's ownership in CMP increased from 99.9689% to 99.9691%.

Based on the shareholders' decision of GAN dated December 19, 2019, the shareholders of GAN resolved to increase the issued and fully paid capital from Rp172,695 to Rp184,373, which was fully subscribed by CR while retaining the same ownership interests in GAN.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMPD tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CMPD setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp7.500 menjadi Rp8.600, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CMPD kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CMPD setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMH tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CMH setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp236.233 menjadi sebesar Rp252.233. Peningkatan modal tersebut dilakukan secara proporsional oleh para pemegang, dengan tetap mempertahankan kepemilikan masing-masing pada CMH.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CHMR tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CHMR setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.400 menjadi Rp4.970, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CHMR kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CHMR setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGS tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CGS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp51 menjadi Rp1.001, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CGS kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGS setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CMPD dated December 19, 2019, the shareholders of CMPD resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp7,500 to Rp8,600, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CMPD from CR. After this transaction, there has been no change in CMPD's ownership.

Based on the shareholders' decision of CMH dated December 19, 2019, the shareholders of CMH resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp236,233 to Rp252,233. Such increase was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interests in CMH.

Based on the shareholders' decision of CHMR dated December 19, 2019, the shareholders of CHMR resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp1,400 to Rp4,970, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CHMR from CR. After this transaction, there has been no change in CHMR's ownership.

Based on the shareholders' decision of CGS dated December 19, 2019, the shareholders of CGS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp51 to Rp1,001, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CGS from CR. After this transaction, there has been no change in CGS's ownership.

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGA tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CGA setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp51 menjadi Rp471, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CGA kepada CR. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGA setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSR tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CSR setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp51 menjadi Rp41.051, yang dilakukan seluruhnya oleh CR melalui konversi utang CSR kepada CR. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CR di CSR meningkat dari semula 99,00% menjadi 99,99%.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CPJ tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham CPJ setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.000 menjadi Rp1.430, yang dilakukan seluruhnya oleh CMP melalui konversi utang CPJ kepada CMP. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CMP di CPJ meningkat dari semula 99,90% menjadi 99,93%.

Berdasarkan keputusan pemegang saham pada tanggal 19 Desember 2019, para pemegang saham PT Karyapersada Buanaraya, PT Makmurgempita Sentosaabadi, PT Semangat Bangun Persada, PT Citrarama Adikuasa dan PT Cipta Kemilau Indah, entitas anak tidak langsung CR, setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh di masing-masing entitas yang dilakukan seluruhnya oleh AKCS, entitas anak CR, melalui konversi utang entitas-entitas tersebut kepada AKCS dengan tetap mempertahankan kepemilikan pada masing-masing entitas tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CGA dated December 19, 2019, the shareholders of CGA resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp51 to Rp471, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CGA from CR. After this transaction, there has been no change in CGA's ownership.

Based on the shareholders' decision of CSR dated December 19, 2019, the shareholders of CSR resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp51 to Rp41,051, which was fully subscribed by CR through conversion of loans obtained by CSR from CR. After this transaction, CR's ownership in CSR increased from 99.00% to 99.99%.

Based on the shareholders' decision of CPJ dated December 19, 2019, the shareholders of CPJ resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp1,000 to Rp1,430, which was fully subscribed by CMP through conversion of loans obtained by CPJ from CMP. After this transaction, CMP's ownership in CPJ increased from 99.90% to 99.93%.

Based on the shareholders' decision dated December 19, 2019, the shareholders of PT Karyapersada Buanaraya, PT Makmurgempita Sentosaabadi, PT Semangat Bangun Persada, PT Citrarama Adikuasa and PT Cipta Kemilau Indah, CR's indirect subsidiaries, resolved to increase the issued and fully paid share capital in each entity which was fully subscribed by AKCS, subsidiary of CR, through conversion of loans obtained by those entities from AKCS, while retaining the same AKCS's ownership interests in each entity.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CI pada tanggal 10 Desember 2019, para pemegang saham CI menyetujui penurunan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp287.610 menjadi sebesar Rp247.610, yang dibayarkan seluruhnya kepada CNUS. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan CNUS di CI menurun dari semula 99,65% menjadi 99,60%.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CCS tanggal 27 November 2019, para pemegang saham CCS menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 yang disetor secara proporsional oleh para pemegang saham dengan tetap mempertahankan kepemilikan yang sama di CCS.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGMK tanggal 25 November 2019, para pemegang saham CGMK menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp387.728 menjadi sebesar Rp390.128, yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masingmasing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGMK setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CBA tanggal 25 November 2019, para pemegang saham CBA menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp148.913 menjadi Rp149.764 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CBA setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CI on December 10, 2019, the shareholders of CI resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp287,610 to Rp247,610, which was fully paid to CNUS. After this transaction, CNUS's ownership in CI decreased from 99.65% to 99.60%.

Based on the shareholders' decision of CCS dated November 27, 2019, the shareholders of CCS resolved to increase the issued and fully paid share capital in CCS from Rp10,000 to Rp18,000, which was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interest in CCS.

Based on the shareholders' decision of CGMK dated November 25, 2019, the shareholders of CGMK resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp387,728 to Rp390,128, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CGMK's ownership.

Based on the shareholders' decision of CBA dated November 25, 2019, the shareholders of CBA resolved to increase the issued and fully paid share capital in CBA from Rp148,913 to Rp149,764 which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CBA's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CGP tanggal 8 November 2019, para pemegang saham CGP menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp22.500 menjadi Rp26.100 yang disetor secara proporsional oleh para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CGP setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CNU tanggal 4 November 2019, para pemegang saham CNU menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp1.000 menjadi Rp137.500 yang disetor secara proporsional oleh para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CNU setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CDEL tanggal 21 Oktober 2019, para pemegang saham CDEL setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp95.500 menjadi Rp91.010, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CDEL setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMNP tanggal 18 Oktober 2019, para pemegang saham CMNP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp285.000 menjadi Rp265.000, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CMNP setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CGP dated November 8, 2019, the shareholders of CGP resolved to increase the issued and fully paid share capital in CGP from Rp22,500 to Rp26,100, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CGP's ownership

Based on the shareholders' decision of CNU dated November 4, 2019, the shareholders of CNU resolved to increase the issued and fully paid share capital in CNU from Rp1,000 to Rp137,500 which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CNU's ownership.

Based on the shareholders' decision of CDEL dated October 21, 2019, the shareholders of CDEL resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp95,500 to Rp91,010, which was fully paid to CNUS. After this transaction, there has been no change in CDEL's ownership.

Based on the shareholders' decision of CMNP dated October 18, 2019, the shareholders of CMNP resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CMNP from Rp285,000 to Rp265,000, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in CMNP's ownership.

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSMG tanggal 14 Oktober 2019, para pemegang saham CSMG setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp25.000 menjadi Rp20.000, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CSMG setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CSY tanggal 9 Oktober 2019, para pemegang saham CSY setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp36.155 menjadi Rp16.155, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CSY setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKL tanggal 9 Oktober 2019, para pemegang saham CKL menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp13.500 menjadi Rp16.000 yang disetor secara proporsional oleh para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKL setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CFA tanggal 22 Agustus 2019, para pemegang saham CFA setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp18.500 menjadi Rp8.500, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CFA setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CSMG dated October 14, 2019, the shareholders of CSMG resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CSMG from Rp25,000 to Rp20,000, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in CSMG's ownership.

Based on the shareholders' decision of CSY dated October 9, 2019, the shareholders of CSY resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CSY from Rp36,155 to Rp16,155, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in CSY's ownership.

Based on the shareholders' decision of CKL dated October 9, 2019, the shareholders of CKL resolved to increase the issued and fully paid share capital in CKL from Rp13,500 to Rp16,000, which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CKL's ownership

Based on the shareholders' decision of CFA dated August 22, 2019, the shareholders of CFA resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CFA from Rp18,500 to Rp8,500, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in CFA's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CAP tanggal 22 Juli 2019, para pemegang saham CAP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp63.050 menjadi Rp57.050, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Selanjutnya berdasarkan keputusan pemegang saham CAP tanggal 12 November 2019, para pemegang saham CAP setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp57.050 menjadi Rp48.000, yang dilakukan seluruhnya kepada CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CAP setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKPSN tanggal 16 Juli 2019, para pemegang saham CKPSN setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp7.500 menjadi Rp7.300, yang dibayarkan kepada CNUS dan PT Karya Pancasakti Nugraha, pihak ketiga masingmasing sebesar Rp20 dan Rp180. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKPSN setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham PGM tanggal 11 Juli 2019, para pemegang saham PGM setuju untuk menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp300.946 menjadi Rp290.946, yang dibayarkan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di PGM setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CMRY tanggal 27 Juni 2019, para pemegang saham CMRY menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp60 menjadi Rp1.000 yang disetor secara proporsional oleh para pemegang saham dengan tetap mempertahankan kepemilikan yang sama di CMRY.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CAP dated July 22, 2019, the shareholders of CAP resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp63,050 to Rp57,050, which was fully paid to CNUS. Subsequently based on shareholders' decision of CAP dated November 12, 2019, the shareholders of CAP resolved to decrease the issued and fully paid share capital from Rp57,050 to Rp48,000, which was fully paid to CNUS. After these transactions, there has been no change in CAP's ownership.

Based on the shareholders' decision of CKPSN dated July 16, 2019, the shareholders of CKPSN resolved to decrease the issued and fully paid share capital in CKPSN from Rp7,500 to Rp7,300, which was paid to CNUS and PT Karya Pancasakti Nugraha, third party, amounted to Rp20 and Rp180, respectively. After this transaction, there has been no change in CKPSN's ownership.

Based on the shareholders' decision of PGM dated July 11, 2019, the shareholders of PGM resolved to decrease the issued and fully paid share capital in PGM from Rp300,946 to Rp290,946, which was proportionally paid to the shareholders. After this transaction, there has been no change in PGM's ownership.

Based on the shareholders' decision of CMRY dated June 27, 2019, the shareholders of CMRY resolved to increase the issued and fully paid share capital in CMRY from Rp60 to Rp1,000, which was proportionally subscribed by the shareholders, while retaining the same ownership interest in CMRY.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham CKU tanggal 8 April 2019, para pemegang saham CKU menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp127.961 menjadi Rp128.961 yang disetor oleh para pemegang saham secara proporsional sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tidak ada perubahan kepemilikan di CKU setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham BDJS tanggal 11 Januari 2019, para pemegang saham BDJS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp19.000 menjadi Rp20.800, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Selanjutnya berdasarkan keputusan pemegang saham BDJS tanggal 10 Desember 2019, para pemegang saham BDJS setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp20.800 menjadi Rp30.400, yang dilakukan seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di BDJS setelah transaksi-transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CPR tanggal 10 Januari 2019, para pemegang saham CPR menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp750 menjadi Rp16.250 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CPR setelah transaksi tersebut.

Berdasarkan keputusan pemegang saham CNR tanggal 9 Januari 2019, para pemegang saham CNR menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp143.855 menjadi Rp202.855 yang disetor seluruhnya oleh CNUS. Tidak ada perubahan kepemilikan di CNR setelah transaksi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of CKU dated April 8, 2019, the shareholders of CKU resolved to increase the issued and fully paid share capital in CKU from Rp127,961 to Rp128,961 which was proportionally subscribed by the shareholders. After this transaction, there has been no change in CKU's ownership.

Based on the shareholders' decision of BDJS dated January 11, 2019, the shareholders of BDJS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp19,000 to Rp20,800, which was fully subscribed by CNUS. Subsequently based on shareholders' decision of BDJS dated December 10, 2019, the shareholders of BDJS resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp20,800 to Rp30,400, which was fully subscribed by CNUS. After these transactions, there has been no change in BDJS's ownership.

Based on the shareholders' decision of CPR dated January 10, 2019, the shareholders of CPR resolved to increase the issued and fully paid share capital in CPR from Rp750 to Rp16,250 which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CPR's ownership.

Based on the shareholders' decision of CNR dated January 9, 2019, the shareholders of CNR resolved to increase the issued and fully paid share capital in CNR from Rp143,855 to Rp202,855 which was fully subscribed by CNUS. After this transaction, there has been no change in CNR's ownership.

Perubahan dalam entitas anak tidak langsung selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

2) Perubahan susunan modal saham Entitas Anak (lanjutan)

Berdasarkan keputusan pemegang saham GCP tanggal 9 Januari 2019, para pemegang saham GCP setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp41.000 menjadi Rp65.100, yang dilakukan seluruhnya oleh GAS. Selanjutnya berdasarkan keputusan pemegang saham GCP tanggal 8 November 2019, para pemegang saham GCP setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dari Rp65.100 menjadi Rp80.000, yang dilakukan seluruhnya oleh GAS. Tidak ada perubahan kepemilikan di GCP setelah transaksi-transaksi tersebut.

e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi (manajemen kunci) Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

Changes in the indirect subsidiaries during the year are as follows: (continued)

2) Changes in capital structure of the Subsidiaries (continued)

Based on the shareholders' decision of GCP dated January 9, 2019, the shareholders of GCP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp41,000 to Rp65,100, which was fully subscribed by GAS. Subsequently based on shareholders' decision of GCP dated November 8, 2019, the shareholders of GCP resolved to increase the issued and fully paid share capital from Rp65,100 to Rp80,000, which was fully subscribed by GAS. After these transactions, there has been no change in GCP's ownership.

e. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees

The composition of the Company's Boards of Commissioners and Directors (key management) as of December 31, 2020 was as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama - Dian Sumeler - President Commissioner
Komisaris - Rina Ciputra Sastrawinata - Commissioner
Komisaris - Junita Ciputra - Commissioner
Komisaris - Sandra Hendharto - Commissioner
Komisaris (Independen) - Kodradi - Commissioner (Independent)
Komisaris (Independen) - Thomas Bambang - Commissioner (Independent)
Komisaris (Independen) - Tanan Herwandi Antonius - Commissioner (Independent)
Direksi Board of Directors
Direktur Utama - Candra Ciputra - President Director
Direktur - Cakra Ciputra - Director
Direktur - Budiarsa Sastrawinata - Director
Direktur - Harun Hajadi - Director
Direktur - Agussurja Widjaja - Director
Direktur - M. I. Meiko Handoyo Lukmantara - Director
Direktur - Nanik J. Santoso - Director
Direktur - Sutoto Yakobus - Director
Direktur - Artadinata Djangkar - Director
Direktur Independen - Tulus Santoso - Independent Director

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

berikut:

e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi (manajemen kunci) Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

e. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)

The composition of the Company's Boards of Commissioners and Directors (key management) as of December 31, 2019 was as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama - DR. (HC) Ir. Ciputra - President Commissioner
(almarhum/deceased)
Komisaris - Dian Sumeler - Commissioner
Komisaris - Rina Ciputra Sastrawinata - Commissioner
Komisaris - Junita Ciputra - Commissioner
Komisaris - Sandra Hendharto - Commissioner
Komisaris (Independen) - Kodradi - Commissioner (Independent)
Komisaris (Independen) - Henk Wangitan - Commissioner (Independent)
(almarhum/deceased)
Komisaris (Independen) - Thomas Bambang - Commissioner (Independent)
Direksi Board of Directors
Direktur Utama - Candra Ciputra - President Director
Direktur - Cakra Ciputra - Director
Direktur - Budiarsa Sastrawinata - Director
Direktur - Harun Hajadi - Director
Direktur - Agussurja Widjaja - Director
Direktur - M. I. Meiko Handoyo Lukmantara - Director
Direktur - Nanik J. Santoso - Director
Direktur - Sutoto Yakobus - Director
Direktur - Artadinata Djangkar - Director
Direktur Independen - Tulus Santoso - Independent Director

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company's Audit Committee as of December 31, 2020 was as follows:

Ketua Kodradi Chairman
Anggota Lanny Wihardjo Member
Anggota Tanan Herwandi Antonius Member
Susunan
tanggal
31
Komite
Audit
Perusahaan
pada
Desember
2019
adalah
sebagai
The
composition
of
the
Committee as of December 31, 2019 was as
Company's
Audit
Ketua
Anggota
Kodradi
Henk Wangitan
Chairman
Member
Anggota (almarhum/deceased)
Lanny Wihardjo
Member
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019,
Sekretaris Perusahaan adalah Tulus Santoso.
As
of
Company's
December
31,
Corporate
2020
and
Secretary
2019,
the
was
Tulus

follows:

Santoso.

e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Pembentukan Komite Audit telah dilakukan sesuai dengan peraturan OJK No. IX.1.5.

Kelompok Usaha memiliki 3.497 dan 3.609 (tidak diaudit) karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah rupiah ("Rp"), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

e. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)

The formation of the Audit Committee is in accordance with the OJK rule No. IX.1.5.

The Group had 3,497 and 3,609 (unaudited) permanent employees as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

POLICIES

a. Basis of Presentation of the Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards ("SAK"), which comprise the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations to Financial Accounting Standards ("ISAK") issued by the Financial Accounting Board of the Indonesian Institute of Accountants and Rule No. VIII.G.7 Attachment of Chairman of OJK's decision No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012 on the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by OJK. These policies have been consistently applied to all years presented, unless otherwise stated.

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with PSAK 1: Presentation of Financial Statements. The consolidated financial statements, except consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies for those accounts.

The consolidated statement of cash flows, which has been prepared using the direct method, presents cash receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities.

The reporting currency used in the consolidated financial statements is the Indonesian rupiah ("Rp"), which is the Company's functional currency.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dan PSAK 73: Sewa untuk pertama kalinya. Sifat dan dampak perubahan sebagai akibat dari standar akuntansi baru ini dijelaskan di bawah ini.

Beberapa amendemen dan interpretasi lainnya yang berlaku untuk pertama kalinya pada tahun 2020, namun tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. Kelompok Usaha belum melakukan penerapan dini atas standar, interpretasi atau amendemen apa pun yang telah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 1 Januari 2020.

PSAK 71: Instrumen Keuangan PSAK 71: Financial Instruments

PSAK 71: Instrumen Keuangan menggantikan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dimana PSAK tersebut menggabungkan ketiga aspek akuntansi untuk instrumen keuangan: klasifikasi dan pengukuran; penurunan nilai; dan akuntansi lindung nilai.

Berdasarkan PSAK 71, instrumen utang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ("FVTPL"), biaya diamortisasi, atau nilai wajar melalui PKL ("FVTOCI"). Klasifikasi tersebut didasarkan pada dua kriteria: model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelola aset; dan apakah arus kas kontraktual instrumen mewakili "pembayaran pokok dan bunga semata-mata (SPPI)" dari jumlah pokok terutang.

Persyaratan klasifikasi dan pengukuran PSAK 71 tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi Kelompok Usaha. Kelompok Usaha terus mengukur pada nilai wajar semua aset keuangan yang sebelumnya dimiliki pada nilai wajar berdasarkan PSAK 55.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting principles

The Group applied PSAK 71: Financial Instruments, PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, and PSAK 73: Leases for the first time. The nature and effect of the changes as a result of these new accounting standards are describe below.

Several other amendments and interpretations apply for the first time in 2020, but do not have an impact on the consolidated financial statements of the Group. The Group has not early adopted any standards, interpretations or amendments that have been issued but are not yet effective as of January 1, 2020.

PSAK 71: Financial Instruments replaces PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurements for annual periods beginning on or after January 1, 2020, bringing together all three aspects of the accounting for financial instruments: classification and measurement; impairment; and hedge accounting.

a. Klasifikasi dan pengukuran a. Classification and measurements

Under PSAK 71, debt instruments are subsequently measured at fair value through profit or loss ("FVTPL"), amortized costs, or fair value through Other Comprehensinve Income ("FVTOCI"), provided that. The classification is based on two criteria: the Group's business model for managing the assets; and whether the instruments' contractual cash flows represent "solely payments of principal and interest (SPPI)" on the principal amount outstanding.

The classification and measurement requirements of PSAK 71 did not have a significant impact to the Group. The Group continued measuring at fair value all financial assets previously held at fair value under PSAK 55.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penerapan PSAK 71 telah secara fundamental mengubah akuntansi kerugian penurunan nilai Kelompok Usaha untuk aset keuangan dengan mengganti pendekatan kerugian yang terjadi PSAK 55 dengan pendekatan kerugian kredit ekspektasian (ECL) perkiraan masa depan. PSAK 71 mengharuskan Kelompok Usaha untuk mengakui penyisihan ECL untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada FVTPL dan aset kontrak.

Penerapan atas PSAK 71 tersebut tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

c. Akuntansi lindung nilai c. Hedge accounting

Pada tanggal penerapan awal, semua hubungan lindung nilai Kelompok Usaha yang ada memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai hubungan lindung nilai berkelanjutan. Sebelum penerapan PSAK 71, Kelompok Usaha menetapkan perubahan nilai wajar seluruh kontrak forward dalam hubungan lindung nilai arus kas. Setelah penerapan ketentuan akuntansi lindung nilai PSAK 71, Kelompok Usaha hanya menetapkan elemen spot kontrak forward sebagai instrumen lindung nilai. Unsur forward diakui di PKL dan diakumulasi sebagai komponen ekuitas terpisah di bawah lindung nilai arus kas.

Penerapan atas PSAK 71 tersebut tidak memiliki dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

Kelompok Usaha tidak menetapkan liabilitas keuangan apa pun yang diukur pada FVTPL. Tidak ada perubahan dalam klasifikasi dan pengukuran untuk liabilitas keuangan Kelompok Usaha.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan) PSAK 71: Financial Instruments (continued)

b. Penurunan b. Impairment

The adoption of PSAK 71 has fundamentally changed the Group's accounting for impairment losses for financial assets by replacing PSAK 55's incurred loss approach with a forward-looking expected credit loss (ECL) approach. PSAK 71 requires the Group to recognize an allowance for ECLs for all debt instruments not held at FVTPL and contract assets.

The adoption of PSAK 71 has no impact on the Group's consolidated financial statements.

At the date of initial application, all of the Group's existing hedging relationships were eligible to be treated as continuing hedging relationships. Before the adoption of PSAK 71, the Group designated the change in fair value of the entire forward contracts in its cash flow hedge relationships. Upon adoption of the hedge accounting requirements of PSAK 71, the Group designates only the spot element of forward contracts as hedging instrument. The forward element is recognized in OCI and accumulated as a separate component of equity under cash flow hedge.

The adoption of PSAK 71 has no impact on the in the Group's consolidated financial statements.

The Group has not designated any financial liabilities as at FVTPL. There are no changes in classification and measurement for the Group's financial liabilities.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

PSAK 72 menggantikan PSAK 34: Kontrak Konstruksi, PSAK 23: Pendapatan dan Interpretasi terkait dan berlaku, dengan pengecualian terbatas, untuk semua pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. PSAK 72 menetapkan model lima langkah untuk memperhitungkan pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan dan mensyaratkan bahwa pendapatan diakui pada jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan entitas berhak sebagai imbalan atas transfer barang atau jasa kepada pelanggan.

PSAK 72 mengharuskan entitas untuk melakukan pertimbangan, dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan ketika menerapkan setiap langkah model untuk membuat kontrak dengan pelanggan mereka. Selain itu, standar tersebut membutuhkan pengungkapan yang luas.

Penerapan PSAK ini mempengaruhi pengakuan pendapatan Kelompok Usaha dari penjualan unit apartemen dan ruang kantor (high-rise) yang diakui saat Kelompok Usaha telah memenuhi kewajiban pelaksanaan pada suatu waktu tertentu yang diindikasikan melalui serah terima unit kepada pelanggan, dimana sebelumnya telah diakui sesuai dengan metode persentase penyelesaian.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 72: Revenues from Contracts with Customers

PSAK 72 supersedes PSAK 34: Construction Contracts, PSAK 23: Revenue and related Interpretations and it applies, with limited exceptions, to all revenue arising from contracts with customers. PSAK 72 establishes a five-step model to account for revenue arising from contracts with customers and requires that revenue be recognized at an amount that reflects the consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring goods or services to a customer.

PSAK 72 requires entities to exercise judgment, taking into consideration all of the relevant facts and circumstances when applying each step of the model to contracts with their customers. In addition, the standard requires extensive disclosures.

The adoption of this PSAK affect the Group's revenues recognition from sales of apartments and offices (high-rise), by which revenues is recognized when the Group has fulfilled the performance obligation at a point in time which indicated by the hand over of the unit to the customer, while previously recognized based on the percentage of completion method.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (lanjutan)

Sesuai dengan persyaratan transisi pada PSAK 72, Kelompok Usaha memilih penerapan PSAK tersebut secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan sebagai penyesuaian terhadap saldo laba tanggal 1 Januari 2020, hanya terhadap kontrak yang bukan merupakan kontrak selesaian pada tanggal 1 Januari 2020, dengan ringkasan dampak sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 72: Revenues from Contracts with Customers (continued)

In accordance with the transition requirement in PSAK 72, the Group elected to apply retrospectively with the cumulative effect of the initial implementation recognized as an adjustment to the retained earnings balance as of January 1, 2020, only for contracts with customers that are not represent the completed contracts as of January 1, 2020, with the summary of effects as follows:

Sebelum
penyesuaian/
Before adjustment
Penyesuaian/
Adjustments
Setelah
penyesuaian/
After adjustment
LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENT OF
KONSOLIDASIAN
ASET
FINANCIAL POSITION
ASSETS
Piutang usaha dari Trade receivables from
pihak ketiga - neto 1.172.621 (226.613) 946.008 third parties - net
Persediaan 10.660.623 1.529.274 12.189.897 Inventories
Pajak dibayar dimuka 456.013 69.629 524.746 Prepaid taxes
Biaya dibayar dimuka 33.314 1.238 34.552 Prepaid expenses
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 777.515 (7.173) 770.342 Trade payables
Utang pajak 143.123 (5.453) 137.670 Taxes payable
Liabilitas kontrak 6.898.703 2.888.476 9.787.179 Contract liabilities
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to
kepada pemilik entitas induk owners of the parent entity
Saldo laba Retained earnings
Belum ditentukan penggunaannya 7.145.315 (1.183.099) 5.962.216 Unappropriated
Non-controlling interests
Kepentingan nonpengendali 2.409.092 (319.223) 2.089.869

Di bawah ini, adalah jumlah di mana setiap item baris laporan keuangan yang terpengaruh pada dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai akibat dari penerapan PSAK 72. Penerapan PSAK 72 tidak berdampak material pada PKL atau arus kas operasi, investasi dan pendanaan Kelompok Usaha. Kolom pertama menunjukkan jumlah yang disiapkan berdasarkan PSAK 72 dan kolom kedua menunjukkan jumlah yang seandainya PSAK 72 tidak diterapkan:

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Desember 2020

for the year ended December 31, 2020 as a result of the adoption of PSAK 72. The adoption of PSAK 72 did not have a material impact on OCI or the Group's operating, investing and financing cash flows. The first column shows amounts prepared under PSAK 72 and the second column shows what the amounts would have been had PSAK 72 not been adopted:

Set out below, are the amounts by which each financial statement line item is affected as of and

Consolidated Statement of Financial Position as of December 31, 2020

Jumlah disiapkan di bawah
Amounts prepared under
PSAK 72 PSAK sebelumnya /
Previous PSAK
Meningkat
(mengurangi) /
Increase (decrease)
Liabilitas kontrak 9.217.595 9.108.375 109.220 Contract Liabilities

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (lanjutan)

Di bawah ini, adalah jumlah di mana setiap item baris laporan keuangan terpengaruh pada dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai akibat dari penerapan PSAK 72. Penerapan PSAK 72 tidak berdampak material pada PKL atau arus kas operasi, investasi dan pendanaan Kelompok Usaha. Kolom pertama menunjukkan jumlah yang disiapkan berdasarkan PSAK 72 dan kolom kedua menunjukkan jumlah yang seandainya PSAK 72 tidak diterapkan: (lanjutan)

Laporan Laba Rugi dan Komprehensif Lain Konsolidasian untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 72: Revenues from Contracts with Customers (continued)

Set out below, are the amounts by which each financial statement line item is affected as of and for the year ended December 31, 2020 as a result of the adoption of PSAK 72. The adoption of PSAK 72 did not have a material impact on OCI or the Group's operating, investing and financing cash flows. The first column shows amounts prepared under PSAK 72 and the second column shows what the amounts would have been had PSAK 72 not been adopted: (continued)

Consolidated Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income For the Year Ended December 31, 2020

Jumlah disiapkan di bawah
Amounts prepared under
PSAK 72 PSAK sebelumnya /
Previous PSAK
Meningkat
(mengurangi) /
Increase (decrease)
Pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan
Beban keuangan
8.070.737
(1.235.029)
7.722.729
(777.801)
348.008
457.228
Revenue from contracts
with customers
Finance costs

Sebelum penerapan PSAK 72, Kelompok Usaha menyajikan liabilitas kontrak sebagai Uang muka pelanggan di laporan posisi keuangan konsolidasian dan tidak ada bunga yang diakui atas uang muka jangka panjang yang diterima. Berdasarkan PSAK 72, Kelompok Usaha menyimpulkan bahwa terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak-kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk membayar harga transaksi pada saat kontrak ditandatangani. Jumlah yang diterima untuk kontrak tersebut dianggap sebagai harga transaksi yang didiskontokan dengan mempertimbangkan komponen pembiayaan yang signifikan.

Oleh karena itu, dengan penerapan PSAK 72, Uang muka pelanggan telah direklasifikasi ke Liabilitas kontrak pada tanggal 1 Januari 2020. Saldo uang muka pelanggan pada tanggal 31 Desember 2019 telah direklasifikasi menjadi liabilitas kontrak untuk memungkinkan daya banding akun tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 (Catatan 42).

Before the adoption of PSAK 72, the Group presented contract liabilities as Advances from customers in the consolidated statement of financial position and no interest was accrued on the long-term advances received. Under PSAK 72, the Group concluded that there was a significant financing component for those contracts where the customer elected to pay the transaction price when the contract was signed. The amount received for such contracts was considered the discounted transaction price that take into consideration the significant financing component.

Therefore, upon the adoption of PSAK 72, Advances from customers was reclassified to Contract liabilities as of January 1, 2020. As of December 31, 2019, the balance of advance from customer was reclassified to contract liabilities to allow its comparison with the account as of December 31, 2020 (Note 42).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

PSAK 73 menggantikan PSAK 30: Sewa, ISAK 8: Penentuan apakah suatu Perjanjian mengandung suatu Sewa, ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif dan ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa. Standar tersebut menetapkan prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sewa dan mengharuskan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa di laporan posisi keuangan.

Akuntansi lessor berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari PSAK 30. Lessor akan terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau keuangan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti dalam PSAK 30. Oleh karena itu, PSAK 73 tidak berdampak pada sewa di mana Kelompok Usaha adalah lessor.

Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.

Penerapan PSAK ini tidak berdampak signifikan terhadap Kelompok Usaha mengingat sebagai lessee, sewa yang dilakukan Kelompok Usaha adalah sewa jangka pendek dan sewa untuk aset pendasar bernilai rendah.

Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha:

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif

Berdasarkan PSAK 71, instrumen utang dapat diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, asalkan arus kas kontraktual adalah 'hanya pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang' (kriteria SPPI) dan instrumen tersebut diadakan dalam model bisnis yang sesuai untuk klasifikasi tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

PSAK 73: Sewa PSAK 73: Leases

PSAK 73 supersedes PSAK 30: Leases, ISAK 8: Determining whether an Arrangement contains a Lease, ISAK 23: Operating Leases-Incentives and ISAK 24: Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease. The standard sets out the principles for the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases and requires lessees to recognize most leases on the statement of financial position.

Lessor accounting under PSAK 73 is substantially unchanged from PSAK 30. Lessors will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in PSAK 30. Therefore, PSAK 73 did not have an impact for leases where the Group is the lessor.

There are 2 optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities, namely (i) shortterm lease and (ii) lease with low-value underlying assets.

The adoption of this PSAK doesn't significantly affect the Group since as lessee, the Group only has short-term lease and lease with low-value underlying assets.

The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Group:

Amendments to PSAK 71: Prepayment Features with Negative Compensation

Under PSAK 71, a debt instrument can be measured at amortized cost or at FVTOCI, provided that the contractual cash flows are 'solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding' (the SPPI criterion) and the instrument is held within the appropriate business model for that classification.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (lanjutan)

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif (lanjutan)

Amendemen PSAK 71 mengklarifikasi bahwa aset keuangan memenuhi kriteria SPPI terlepas dari peristiwa atau keadaan yang menyebabkan penghentian kontrak lebih awal dan terlepas dari pihak mana yang membayar atau menerima kompensasi yang wajar untuk penghentian kontrak lebih awal.

Amendemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa entitas menerapkan PSAK 71 untuk kepentingan jangka panjang dalam entitas asosiasi atau ventura bersama dimana metode ekuitas tidak diterapkan tetapi, secara substansi, merupakan bagian dari investasi neto pada entitas asosiasi atau ventura bersama (jangka panjang minat). Klarifikasi ini relevan karena mengimplikasikan bahwa model ECL dalam PSAK 71 berlaku untuk kepentingan jangka panjang tersebut.

Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa, dalam menerapkan PSAK 71, entitas tidak memperhitungkan kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama, atau setiap kerugian penurunan nilai atas investasi neto, yang diakui sebagai penyesuaian atas investasi neto pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang timbul dari penerapan PSAK 15: Investasi pada Perusahaan Asosiasi dan Ventura Bersama.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Group: (continued)

Amendments to PSAK 71: Prepayment Features with Negative Compensation (continued)

The amendments to PSAK 71 clarify that a financial asset passes the SPPI criterion regardless of an event or circumstance that causes the early termination of the contract and irrespective of which party pays or receives reasonable compensation for the early termination of the contract.

Amendments to PSAK 15: Long-term interests in associates and joint ventures

The amendments clarify that an entity applies PSAK 71 to long-term interests in an associate or joint venture to which the equity method is not applied but that, in substance, form part of the net investment in the associate or joint venture (longterm interests). This clarification is relevant because it implies that the ECL model in PSAK 71 applies to such long-term interests.

The amendments also clarified that, in applying PSAK 71, an entity does not take account of any losses of the associate or joint venture, or any impairment losses on the net investment, recognized as adjustments to the net investment in the associate or joint venture that arise from applying PSAK 15: Investments in Associates and Joint Ventures.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (lanjutan)

Amendemen PSAK 60, PSAK 71, dan PSAK 55: Reformasi Acuan Suku Bunga

Amendemen PSAK 71 dan PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran memberikan sejumlah keringanan, yang berlaku untuk semua hubungan lindung nilai yang secara langsung dipengaruhi oleh reformasi acuan suku bunga. Hubungan lindung nilai akan terpengaruh jika reformasi tersebut menimbulkan ketidakpastian tentang waktu dan/atau jumlah arus kas berbasis acuan dari item lindung nilai atau instrumen lindung nilai.

Amendemen PSAK 62 Penerapan PSAK 71 Instrumen Keuangan dengan PSAK 62 Kontrak Asuransi

Amendemen tersebut menangani masalah yang timbul dari penerapan standar instrumen keuangan baru, PSAK 71, sebelum menerapkan PSAK 74 Kontrak Asuransi, yang menggantikan PSAK 62. Amendemen tersebut memperkenalkan dua opsi bagi entitas yang menerbitkan kontrak asuransi: pengecualian sementara dari penerapan PSAK 71 dan pendekatan overlay. Amendemen ini tidak relevan dengan Kelompok Usaha.

Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25 Definisi Material

Amendemen tersebut memberikan definisi baru tentang material yang menyatakan, "informasi adalah material jika dihilangkan, salah disajikan, atau dikaburkan, informasi tersebut secara wajar dapat diharapkan memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama laporan keuangan bertujuan umum berdasarkan laporan keuangan tersebut, yang memberikan informasi tentang entitas pelapor tertentu."

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Group: (continued)

Amendments to PSAK 60, PSAK 71, and PSAK 55: Interest Rate Benchmark Reform

The amendments to PSAK 71 and PSAK 55 Financial Instruments: Recognition and Measurement provide a number of reliefs, which apply to all hedging relationships that are directly affected by interest rate benchmark reform. A hedging relationship is affected if the reform gives rise to uncertainty about the timing and/or amount of benchmark-based cash flows of the hedged item or the hedging instrument.

Amendments to PSAK 62 Applying PSAK 71 Financial Instruments with PSAK 62 Insurance Contracts

The amendments address concerns arising from implementing the new financial instruments standard, PSAK 71, before implementing PSAK 74 Insurance Contracts, which replaces PSAK 62. The amendments introduce two options for entities issuing insurance contracts: a temporary exemption from applying PSAK 71 and an overlay approach. These amendments are not relevant to the Group

Amendments to PSAK 1 and PSAK 25 Definition of Material

The amendments provide a new definition of material that states, "information is material if omitting, misstating or obscuring it could reasonably be expected to influence decisions that the primary users of general purpose financial statements make on the basis of those financial statements, which provide financial information about a specific reporting entity."

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (lanjutan)

Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25 Definisi Material (lanjutan)

Amendemen tersebut mengklarifikasi bahwa materialitas akan bergantung pada sifat atau besaran informasi, baik secara individual atau dalam kombinasi dengan informasi lain, dalam konteks laporan keuangan. Kesalahan penyajian informasi bersifat material jika secara wajar diharapkan dapat memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama.

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang judul laporan keuangan

Amendemen PSAK 1 merupakan penyesuaian beberapa paragraf dalam PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan yang sebelumnya tidak diadopsi dari IAS 1 Presentation of Financial Statements menjadi diadopsi. Amendemen ini membuka opsi yang memperkenankan entitas menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam PSAK 1.

ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba

ISAK 35 mengatur tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. ISAK 35 yang diterbitkan oleh DSAK IAI merupakan interpretasi dari PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan paragraf 05 yang memberikan contoh bagaimana entitas berorientasi nonlaba membuat penyesuaian baik: (i) penyesuaian deskripsi yang digunakan untuk pos-pos tertentu dalam laporan keuangan; dan (ii) penyesuaian deskripsi yang digunakan untuk laporan keuangan itu sendiri. ISAK 35 dilengkapi dengan contoh ilustratif dan dasar kesimpulan yang bukan merupakan bagian dari ISAK 35.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Group: (continued)

Amendments to PSAK 1 and PSAK 25 Definition of Material (continued)

The amendments clarify that materiality will depend on the nature or magnitude of information, either individually or in combination with other information, in the context of the financial statements. A misstatement of information is material if it could reasonably be expected to influence decisions made by the primary users.

Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements on the title of financial statements

The amendments to PSAK 1 are several paragraphs in PSAK 1: Presentation of Financial Statements which were not previously adopted from IAS 1 Presentation of Financial Statements to be adopted. This amendment opens an option that allows entities to use report titles other than those used in PSAK 1.

ISAK 35: Presentation of Financial Statements for Non-Profit Oriented Entities

ISAK 35 deals with the presentation of the financial statements of non-profit oriented entities. ISAK 35 issued by DSAK IAI is an interpretation of PSAK 1: Presentation of Financial Statements paragraph 05 which provides examples of how non-profit oriented entities make good adjustments: (i) adjustments to the descriptions used for certain items in the financial statements; and (ii) adjustments to the descriptions used for the financial statements themselves. ISAK 35 is equipped with illustrative examples and basis for conclusions that are not part of ISAK 35.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha: (lanjutan)

ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa

ISAK 36 ini memberikan penegasan atas intensi dan pertimbangan DSAK yang dicakup dalam Dasar Kesimpulan PSAK 73 paragraf DK02 - DK10 mengenai perlakuan akuntansi atas hak atas tanah yang bersifat sekunder.

Secara umum ISAK 36 ini mengatur mengenai: (1) penilaian dalam menentukan perlakuan akuntansi terkait suatu hak atas tanah yang melihat pada substansi dari hak atas tanah dan bukan bentuk legalnya; (2) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 16 yaitu jika suatu ketentuan kontraktual memberikan hak yang secara substansi menyerupai pembelian aset tetap termasuk ketentuan dalam PSAK 16 paragraf 58 yang mengatur bahwa pada umumnya tanah tidak disusutkan; dan (3) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 73 yaitu jika substansi suatu hak atas tanah tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar dan hanya memberikan hak untuk menggunakan aset pendasar tersebut selama suatu jangka waktu, maka substansi hak atas tanah tersebut adalah transaksi sewa.

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian c. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kendali diperoleh bila Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)

The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Group: (continued)

ISAK 36: Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights in PSAK 16: Fixed Assets and PSAK 73: Leases

ISAK 36 provides confirmation of the intentions and considerations of the DSAK covered in the Basis for Conclusion PSAK 73 paragraphs DK02 to DK10 regarding the accounting treatment of secondary land rights.

In general, ISAK 36 regulates: (1) valuation in determining the accounting treatment related to a land right that looks at the substance of the land right and not its legal form; (2) accounting treatment related to land rights in accordance with PSAK 16, namely if a contractual provision provides rights that in substance resemble the purchase of fixed assets, including the provisions in paragraph 58 of PSAK 16 which stipulates that in general, land is not depreciated; and (3) accounting treatment related to the right to land in accordance with PSAK 73 that is, if the substance of a right to land does not shift control over the underlying asset and only gives the right to use the underlying asset for a period of time, then the substance of the right to the land is a lease transaction.

The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its subsidiaries as of December 31, 2020 and for the year then ended. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued)

Dengan demikian, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika dan hanya jika Kelompok Usaha memiliki seluruh hal berikut ini:

  • Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee);
  • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
  • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Kelompok Usaha dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:

  • Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain;
  • Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain;
  • Hak suara dan hak suara potensial Kelompok Usaha.

Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Kelompok Usaha menghentikan pengendalian atas entitas anak.

Laba atau rugi dan setiap komponen atas PKL diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Kelompok Usaha dan pada kepentingan nonpengendali, walaupun hasil di kepentingan nonpengendali ("KNP") mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following:

  • Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee;
  • Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; and
  • The ability to use its power over the investee to affect its returns.

When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • The contractual arrangement with the other vote holders of the investee;
  • Rights arising from other contractual arrangements;
  • The Group's voting rights and potential voting rights.

The Group reassesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary.

Profit or loss and each component of OCI are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests ("NCI"), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies in line with the Group's accounting policies.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued)

Semua aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.

Perubahan kepemilikan di anak perusahaan, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas anak perusahaan, maka:

  • menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
  • menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
  • menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas; bila ada
  • mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
  • mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
  • mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi;
  • mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam PKL ke laba rugi atau saldo laba, sebagaimana mestinya, begitu pula menjadi persyaratan jika Kelompok Usaha akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait;

Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.

Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan:

  • menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
  • menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
  • menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

All intra-Group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.

A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it:

  • derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary;
  • derecognizes the carrying amount of any NCI;
  • derecognizes the cumulative translation differences recorded in equity; if any
  • recognizes the fair value of the consideration received;
  • recognizes the fair value of any investment retained;
  • recognizes any surplus or deficit in profit or loss;
  • reclassifies the parent's share of components previously recognized in OCI to profit or loss or retained earnings, as appropriate, as would be required if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities;

Losses of a non-wholly owned subsidiary are attributed to the NCI even if such losses result in a deficit balance for the NCI.

In case of loss of control over a subsidiary, the Company:

  • derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary;
  • derecognizes the carrying amount of any NCI;
  • derecognizes the cumulative translation differences recorded in equity, if any;

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued)

Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan: (lanjutan)

  • mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
  • mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
  • mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi dan PKL; dan
  • mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai PKL ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke defisit atau saldo laba, sebagaimana mestinya.

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada entitas induk, yang disajikan dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).

Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biayabiaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

In case of loss of control over a subsidiary, the Company: (continued)

  • recognizes the fair value of the consideration received;
  • recognizes the fair value of any investment retained;
  • recognizes any surplus or deficit in the statement of profit or loss and OCI; and
  • reclassifies the parent's share of components previously recognized in OCI to the profit or loss or transfer directly to deficit or retained earnings, as appropriate.

NCI represent the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiaries not attributable directly and indirectly to the parent entity, which are presented in the consolidated statement of profit or loss and OCI and under the equity section of the consolidated statement of financial position, separately from the corresponding portion attributable to the owners of the parent entity.

A change in a parent's ownership interest in a subsidiary that does not result in a loss of control is accounted for as an equity transaction (i.e., a transaction with owners in their capacity as owners).

d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill d. Business Combinations and Goodwill

Business combination is recorded by using the acquisition method. Cost from acquisition is measured at the sum value of the consideration transferred, measured at fair value at the acquisition date, and the amount of each NCI on acquired parties. For each business combination, the acquirer measures the NCI on the acquired entity either at fair value or the proportion of NCI's ownership of net identifiable assets of the acquired entity. Costs incurred in respect of acquisition charged directly and included in administrative expenses.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan dan entitas anaknya mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, dan kondisi terkait lainnya yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, Kelompok Usaha mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan

Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi.

Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Pada tanggal 31 Desember 2020, imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 71: Instrumen Keuangan (2019: PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran), diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 71 (2019: PSAK 55). Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 71 (2019: PSAK 55) diukur sebesar nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.

Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (lanjutan) d. Business Combination and Goodwill (continued)

When the Company and its subsidiaries acquire a business, they classify or designate the identifieable financial assets acquired and liabilities assumed in accordance with the contractual terms, economic conditions and other pertinent conditions as they exist at the acquisition date. This includes the separation of embedded derivatives in host contracts by the acquiree. If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the Group's previously held equity interest in the acquiree is re-measured to fair value at the acquisition date through profit or loss.

Contingent consideration transferred by the acquirer is recognized at fair value on the acquisition date.

Contingent consideration classified as equity is not re-measured and its subsequent settlement is accounted for within equity. As of December 31, 2020, contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 71: Financial Instruments (2019: PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement) is measured at fair value with the changes in fair value recognized in the profit or loss in accordance with PSAK 71 (2019: PSAK 55). Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 71 (2019: PSAK 55) is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss.

At the date of acquisition, goodwill is initially measured at cost which represents the excess of the sum value of the consideration transferred and the amount of any difference in the number of NCI on the acquired identifiable assets and liabilities acquired. If the compensations are less than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ("UPK") dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.

Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam kesepengendalian.

Karena restrukturisasi entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, sehingga aset maupun liabilitas yang dialihkan harus dicatat sebesar nilai buku karena penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interests).

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (lanjutan) d. Business Combination and Goodwill (continued)

After initial recognition, goodwill is measured at cost less accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired from a business combination, since the date of the acquisition is allocated to each Cash Generating Unit ("CGU") of the Group which is expected to benefit from the synergy of the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquired CGU is set up.

If goodwill has been allocated to CGU and specific operation on CGU is discontinued, the goodwill associated with discontinued operations are included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal. The goodwill disposal is measured based on the relative value of discontinued operations and the portion retained CGU.

Kombinasi bisnis entitas sepengendali Business combinations under common control

Business combinations under common control are accounted for using the pooling-of-interests method, whereby the difference between the considerations transferred and the book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of "Additional Paid-in Capital" account in the consolidated statement of financial position. In applying the said pooling-of-interest method, the components of the financial statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entity become under common control.

e. Restrukturisasi Entitas Sepengendali e. Restructuring of entities under common control

Since a restructuring transaction among entities under common control does not result in a change of the economic substance of the ownership of assets, liabilities, ownership transfer shares or other instrument of ownership which are exchanged, assets or liabilities transferred must be recorded at book values as business combination using the pooling-ofinterests method.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Restrukturisasi Entitas Sepengendali (lanjutan)

Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan untuk periode dimana terjadi restrukturisasi dan untuk periode lain yang disajikan untuk tujuan perbandingan, disajikan sedemikian rupa seolah-olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode laporan keuangan yang disajikan. Selisih antara nilai tercatat investasi pada tanggal efektif dan harga pengalihan diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Akuisisi atau pengalihan saham antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (2012), "Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali". Dalam PSAK No. 38 (2012), pengalihan aset, kewajiban, saham dan instrumen kepemilikan lainnya dari entitas sepengendali tidak menghasilkan keuntungan atau kerugian bagi Perusahaan atau entitas individual dalam kelompok yang sama.

f. Transaksi dengan pihak berelasi f. Transactions with related parties

Kelompok Usaha mengungkapkan hubungan, transaksi dan saldo pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian.

Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Kelompok Usaha jika mereka:

  • (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
  • (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau
  • (iii) merupakan personil manajemen kunci Kelompok Usaha atau entitas induk dari Perusahaan.

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:

a. langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian yang sama dengan Kelompok Usaha; (ii) memiliki kepentingan dalam Kelompok Usaha yang memberikan pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Restructuring of entities under common control (continued)

In applying the pooling-of-interests method, the components of the financial statements for the period during which the restructuring occurred and for other periods presented for comparison purposes, are presented in such a manner as if the restructuring has already happened since the beginning of the earliest period presented. The difference between the carrying values of the investments at the effective date and the transfer price is recognized as a part of the account "Additional Paid-in Capital" under equity in the consolidated statement of financial position.

Acquisition or transfer of shares among entities under common control is accounted in accordance with PSAK No. 38 (2012), "Business Combination of Entity under Common Control". Under PSAK No. 38 (2012), transfer of assets, liabilities, shares and other instruments of ownership of entities under common control does not result in a gain or loss to the Company or to the individual entity within the same group.

The Group discloses related party relationships, transactions and outstanding balances, including commitments, in the consolidated financial statements.

An individual or family member is related to the Group if it:

  • (i) has control or joint control over the Group;
  • (ii) has significant influence over the Group; or
  • (iii) is a member of the key management personnel of the Group or the parent entity of the Company.

A party is considered to be related to the Group if:

a. directly, or indirectly through one or more intermediaries, the party (i) controls, is controlled by, or is under common control within the Group; (ii) has an interest in the Group that gives significant influence over the Group; or (iii) has joint control over the Group;

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika: (lanjutan)

  • b. pihak tersebut adalah entitas asosiasi Kelompok Usaha;
  • c. pihak tersebut adalah ventura bersama dimana Kelompok Usaha sebagai venturer;
  • d. pihak tersebut adalah anggota dari personil manajemen kunci Kelompok Usaha;
  • e. pihak tersebut adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
  • f. pihak tersebut adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau dimana hak suara signifikan dimiliki oleh, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); atau;

pihak tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Kelompok Usaha, atau entitas yang terkait dengan Kelompok Usaha.

Seluruh signifikan transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian .

Kelompok Usaha mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Kelompok Usaha mengadopsi PSAK 71 pada 1 Januari 2020.

Berlaku efektif 1 Januari 2020: Effective on January 1, 2020:

Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui PKL ("FVTOCI"), dan nilai wajar melalui laba rugi ("FVTPL").

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) f. Transactions with related parties (continued)

A party is considered to be related to the Group if: (continued)

  • b. the party is an associate of the Group;
  • c. the party is a joint venture in which the Group is a venturer;
  • d. the party is a member of the key management personnel of the Group;
  • e. the party is a close member of the family of any individual referred to in (a) or (d);
  • f. the party is an entity that is controlled, jointly controlled or significantly influenced by or for which significant voting power in such entity resides with, directly or indirectly, any individual referred to in (d) or (e); or,

the party is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of the Group, or of any entity that is a related party of the Group.

All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the consolidated financial statements.

g. Instrumen keuangan g. Financial instruments

The Group classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. The group adopted PSAK 71 as at January 1, 2020.

Aset keuangan Financial assets

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Financial assets are classified, at initial recognition, and subsequently measured at amortized cost, FVTOCI, and FVTPL.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.

Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

Model bisnis Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Kelompok Usaha mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued)

The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component of for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at FVTPL, transactions costs. Trade receivables that do not contain a significant financing component or which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72.

In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or FVTOCI, it needs to give rise to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the solely payments of principal and interest (SPPI) testing and it is performed at instrument level.

The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to buy or sell the asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori:

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak memenuhi SPPI testing diukur pada FVTPL, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada FVTPL pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.

Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada FVTPL yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi. Aset keuangan Kelompok Usaha diukur pada FVTPL terdiri dari investasi pada ekuitas, penyertaan jangka panjang lainnya, reksadana, dan obligasi konversi. Tidak ada aset keuangan Kelompok Usaha dalam kategori ini per tanggal 31 Desember 2020.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories:

Financial assets at fair value through profit or loss

Financial assets at fair value through profit or loss include financial assets held for trading, financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss, or financial assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term.

Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows that are not fulfilled with solely payments of principal and interest (SPPI) testing are classified and measured at FVTPL, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at FVTOCI, as described above, debt instruments may be designated at FVTPL on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch.

Financial assets at FVTPL are carried in the statement of financial position at fair value with net changes in fair value recognized in the statement of profit or loss. The Group's financial assets at FVTPL consists of equity investments, other long-term investments, mutual funds, and convertible bonds. There are no financial assets in the Group under this category as of December 31, 2020.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori: (lanjutan)

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok Usaha. Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:

  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif ("SBE") dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Kelompok Usaha pada kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dari pihak ketiga-neto, piutang lainlain, piutang pihak berelasi, aset tidak lancar lainnya - dana yang dibatasi penggunaannya dan aset derivatif.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: (continued)

Financial assets at amortized cost (debt instruments)

This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met:

  • The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate ("EIR") method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group's financial assets at amortized cost consist of cash and cash equivalents, trade receivables from third parties - net, other receivables, due from related parties, other non-current assets restricted funds and derivative assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori: (lanjutan)

Aset keuangan diukur FVTOCI dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:

  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
  • Aset keuangan diukur FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat pengehentian pengakuan (instrumen ekuitas)

Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada PKL. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam PKL direklasifikasi ke laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: (continued)

Financial assets at FVTOCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments)

The Group measures debt instruments at FVTOCI if both of the following conditions are met:

  • The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; and
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.
  • Financial assets designated at FVTOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments)

For debt instruments at FVTOCI, interest income, foreign exchange revaluation and impairment losses or reversals are recognized in the statement of profit or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is recycled to profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori: (lanjutan)

Aset keuangan diukur pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) (lanjutan)

Saat pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan dalam FVTOCI perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui sebagai penghasilan lainnya pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada FVTOCI tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Tidak ada investasi ekuitas yang diklasifikasikan dalam kategori ini per tanggal 31 Desember 2020.

Kerugian kredit ekspektasian ("ECL") Expected credit losses ("ECL")

Kelompok Usaha mengakui cadangan untuk ECL untuk seluruh instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: (continued)

Financial assets designated at FVTOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) (continued)

Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at FVTOCI when they meet the definition of equity under PSAK 71 and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-byinstrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at FVTOCI are not subject to impairment assessment. There are no equity investments elected under this category as of December 31, 2020.

The Group recognizes an allowance for ECL for all debt instruments not held at FVTPL. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kerugian kredit ekspektasian ("ECL") (lanjutan) Expected credit losses ("ECL") (continued)

ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).

Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Kelompok Usaha telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.

Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit rendah menggunakan semua informasi yang masuk akal dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Dalam melakukan evaluasi itu, Kelompok Usaha menilai kembali peringkat kredit eksternal dari instrumen utang.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL).

For trade receivables and contract assets, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment.

For debt instruments at FVTOCI, the Group applies the low credit risk simplification. At every reporting date, the Group evaluates whether the debt instrument is considered to have low credit risk using all reasonable and supportable information that is available without undue cost or effort. In making that evaluation, the Group reassesses the external credit rating of the debt instrument.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Kerugian kredit ekspektasian ("ECL") (lanjutan) Expected credit losses ("ECL") (continued)

Instrumen utang Kelompok Usaha yang diukur pada FVTOCI terdiri dari obligasi dalam kategori investasi teratas (Sangat Baik dan Baik) oleh Lembaga Pemeringkat Kredit dan, oleh karena itu, dianggap sebagai investasi risiko kredit yang rendah. Merupakan kebijakan Kelompok Usaha untuk mengukur ECL pada instrumen tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Namun, ketika ada peningkatan signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihannya akan sepanjang umurnya. Kelompok Usaha menggunakan peringkat dari Lembaga Pemeringkat Kredit untuk menentukan apakah instrumen utang telah meningkat secara signifikan dalam risiko kredit dan untuk menghitung ECL.

Kelompok Usaha mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Kelompok Usaha tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

The Group's debt instruments at FVTOCI comprise solely of quoted bonds that are graded in the top investment category (Very Good and Good) by the Credit Rating Agency and, therefore, are considered to be low credit risk investments. It is the Group's policy to measure ECL on such instruments on a 12-month basis. However, when there has been a significant increase in credit risk since origination, the allowance will be based on the lifetime ECL. The Group uses the ratings from the Credit Rating Agency both to determine whether the debt instrument has significantly increased in credit risk and to estimate ECL.

The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 1 year past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. Trade receivables is written off when there is low possibility of recovering the contractual cash flow, after all collection efforts have been done and have been fully provided for allowance.

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Financial liabilities are classified, at initial recognition, as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, payables or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate.

All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loan and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Kelompok Usaha mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang pihak berelasi, liabilitas derivatif, utang bank jangka panjang, utang obligasi dan wesel bayar.

Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainlain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Kelompok Usaha untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada FVTPL.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Liabilitas keuangan (lanjutan) Financial liabilities (continued)

Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued)

The Group classifies its financial liabilities as: (i) financial liabilities at FVTPL or (ii) financial liabilities measured at amortized cost.

The Group's financial liabilities include short-term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses, due to related parties, derivative liability, long-term bank loans, bonds payable and notes payable.

Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVTPL are classified as other financial liabilities, where the substance of the contractual arrangements results in the Group having an obligation either to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares.

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:

Financial liabilities at FVTPL

Financial liabilities at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL.

Financial liabilities are classified as held for trading if they are incurred for the purpose of repurchasing in the near term. This category also includes derivative financial instruments entered into by the Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships. Separated embedded derivatives are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the statement of profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL (lanjutan)

Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 71 terpenuhi. Kelompok Usaha tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada FVTPL.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi

Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok Usaha. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya

Saling hapus instrumen keuangan Offsetting financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan sebagai berikut:

  • i) situasi bisnis yang normal;
  • ii) peristiwa default; dan

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Liabilitas keuangan (lanjutan) Financial liabilities (continued)

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:

Financial liabilities at FVTPL (continued)

Financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL are designated at the initial date of recognition, and only if the criteria in PSAK 71 are satisfied. The Group has not designated any financial liability as at FVTPL.

Financial liabilities at amortized cost

This is the category most relevant to the Group. After initial recognition, interestbearing loans and borrowings are subsequently measured at cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process using the EIR method. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortisation is included as finance costs in the statement of profit or loss. This category generally applies to interest-bearing loans and other borrowings.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle them on a net basis, or realize the assets and settle the liabilities simultaneously. The right of set-off must not be contingent on a future event and must be legally enforceable in all of the following circumstances:

i) the normal course of business;

ii) the event of default; and

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan sebagai berikut: (lanjutan)

iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Kelompok Usaha dan seluruh pihak lawan.

Penghentian pengakuan instrumen keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal

Kelompok Usaha menggunakan instrumen keuangan derivatif, seperti kontrak mata uang forward, interest rate swaps dan kontrak komoditas forward, untuk melindungi risiko mata uang asing dan risiko suku bunga dan risiko harga komoditas. Instrumen keuangan derivatif tersebut pada awalnya diakui pada nilai wajar pada saat kontrak derivatif ditandatangani dan kemudian dinilai kembali pada nilai wajar. Derivatif dicatat sebagai aset keuangan ketika nilai wajarnya positif dan sebagai liabilitas keuangan ketika nilai wajarnya negatif.

Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, lindung nilai diklasifikasikan sebagai:

a. Nilai wajar lindung nilai ketika melakukan lindung nilai terhadap eksposur terhadap perubahan nilai wajar aset atau liabilitas yang diakui atau komitmen perusahaan yang tidak diakui;

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Saling hapus instrumen keuangan (lanjutan) Offsetting financial instruments (continued)

The right of set-off must not be contingent on a future event and must be legally enforceable in all of the following circumstances: (continued)

iii) the event of insolvency or bankruptcy of the Group and all of the counterparties.

Derecognition of financial instruments

The Group derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire, or when the Group transfers substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset.

The Group derecognizes a financial liability when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or has expired.

Derivative financial instruments and hedging activities

Initial recognition and subsequent measurement

The Group uses derivative financial instruments, such as forward currency contracts, interest rate swaps and forward commodity contracts, to hedge its foreign currency risks, interest rate risks and commodity price risks, respectively. Such derivative financial instruments are initially recognized at fair value on the date on which a derivative contract is entered into and are subsequently re-measured at fair value. Derivatives are carried as financial assets when the fair value is positive and as financial liabilities when the fair value is negative.

For the purpose of hedge accounting, hedges are classified as:

a. Fair value hedges when hedging the exposure to changes in the fair value of a recognized asset or liability or an unrecognized firm commitment;

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, lindung nilai diklasifikasikan sebagai: (lanjutan)

  • b. Lindung nilai arus kas ketika melakukan lindung nilai atas eksposur terhadap variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang diakui atau kemungkinan besar transaksi ramalan atau risiko mata uang asing dalam komitmen perusahaan yang tidak diakui;
  • c. Lindung nilai dari investasi bersih dalam operasi asing.

Pada awal hubungan lindung nilai, Kelompok Usaha secara resmi menetapkan dan mendokumentasikan hubungan lindung nilai yang ingin diterapkan dalam akuntansi lindung nilai dan tujuan dan strategi pengelolaan risiko untuk melakukan lindung nilai. Dokumentasi termasuk identifikasi instrumen lindung nilai, item atau transaksi yang dilindung nilai, sifat dari risiko yang dilindungi nilainya dan bagaimana Kelompok Usaha akan menilai keefektifan perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai dalam mengimbangi eksposur terhadap perubahan dalam nilai wajar item yang dilindung nilai. atau arus kas yang terkait dengan risiko lindung nilai.

Hubungan lindung nilai memenuhi syarat untuk akuntansi lindung nilai jika memenuhi semua persyaratan efektivitas berikut:

  • i) Ada 'hubungan ekonomi' antara item lindung nilai dan instrumen lindung nilai;
  • ii) Pengaruh risiko kredit tidak 'mendominasi perubahan nilai' yang dihasilkan dari hubungan ekonomi tersebut;
  • iii) Rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai adalah sama dengan yang dihasilkan dari jumlah item lindung nilai yang Kelompok Usaha benar-benar lindung nilai dan jumlah instrumen lindung nilai yang benar-benar digunakan Kelompok Usaha untuk lindung nilai atas jumlah item lindung nilai tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

For the purpose of hedge accounting, hedges are classified as: (continued)

  • b. Cash flow hedges when hedging the exposure to variability in cash flows that is either attributable to a particular risk associated with a recognized asset or liability or a highly probable forecast transaction or the foreign currency risk in an unrecognized firm commitment;
  • c. Hedges of a net investment in a foreign operation.

At the inception of a hedge relationship, the Group formally designates and documents the hedge relationship to which it wishes to apply hedge accounting and the risk management objective and strategy for undertaking the hedge. The documentation includes identification of the hedging instrument, the hedged item or transaction, the nature of the risk being hedged and how the Group will assess the effectiveness of changes in the hedging instrument's fair value in offsetting the exposure to changes in the hedged item's fair value or cash flows attributable to the hedged risk.

A hedging relationship qualifies for hedge accounting if it meets all of the following effectiveness requirements:

  • i) There is 'an economic relationship' between the hedged item and the hedging instrument;
  • ii) The effect of credit risk does not 'dominate the value changes' that result from that economic relationship;
  • iii) The hedge ratio of the hedging relationship is the same as that resulting from the quantity of the hedged item that the Group actually hedges and the quantity of the hedging instrument that the Group actually uses to hedge that quantity of hedged item.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Lindung nilai yang memenuhi kriteria kualifikasi untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah:

Nilai wajar lindung nilai Fair value hedges

Perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai diakui dalam laba rugi sebagai beban lainnya. Perubahan nilai wajar dari item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai dicatat sebagai bagian dari nilai tercatat dari item yang dilindung nilai dan juga diakui dalam laba rugi sebagai beban lainnya.

Jika item yang dilindung nilai tersebut dihentikan pengakuannya, nilai wajar yang belum diamortisasi segera diakui dalam laba rugi.

Ketika komitmen perusahaan yang tidak diakui ditetapkan sebagai unsur yang dilindung nilai, perubahan kumulatif berikutnya dalam nilai wajar dari komitmen perusahaan yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai diakui sebagai aset atau liabilitas dengan laba rugi terkait yang diakui dalam laba rugi.

Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui secara langsung dalam PKL pada arus kas hedge reserve, sementara itu bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai diakui dalam laba rugi.

Kelompok Usaha menggunakan kontrak mata uang forward sebagai lindung nilai eksposurnya terhadap risiko mata uang asing dalam transaksi prakiraan dan komitmen yang kuat, serta meneruskan kontrak komoditas untuk paparan volatilitas harga komoditas.

Bagian yang tidak efektif berkaitan dengan kontrak mata uang asing diakui di beban lainnya dan porsi tidak efektif yang berkaitan dengan kontrak komoditi diakui di bagian lain pendapatan atau pengeluaran operasional.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

Hedges that meet all the qualifying criteria for hedge accounting are accounted for, as described below:

The change in the fair value of a hedging instrument is recognized in the statement of profit or loss as other expense. The change in the fair value of the hedged item attributable to the risk hedged is recorded as part of the carrying value of the hedged item and is also recognized in the statement of profit or loss as other expense.

If the hedged item is derecognized, the unamortised fair value is recognized immediately in profit or loss.

When an unrecognized firm commitment is designated as a hedged item, the subsequent cumulative change in the fair value of the firm commitment attributable to the hedged risk is recognized as an asset or liability with a corresponding gain or loss recognized in profit or loss.

The effective portion of gains or losses on hedging instrument is recognized directly in OCI in the cash flow hedge reserve, while any ineffective portion is recognized immediately in profit or loss.

The Group uses forward currency contracts as hedges of its exposure to foreign currency risk in forecast transactions and firm commitments, as well as forward commodity contracts for its exposure to volatility in the commodity prices.

The ineffective portion relating to foreign currency contracts is recognized in other expense and the ineffective portion relating to commodity contracts is recognized in other operating income or expenses.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Lindung nilai yang memenuhi kriteria kualifikasi untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah: (lanjutan)

Nilai wajar lindung nilai (lanjutan) Fair value hedges (continued)

Jumlah yang diakui sebagai PKL ditransfer ke laba rugi ketika transaksi yang dilindung nilai mempengaruhi laba rugi, seperti ketika pendapatan keuangan yang dilindung nilai atau biaya keuangan diakui atau ketika penjualan perkiraan terjadi. Ketika item yang dilindung nilai adalah biaya aset non-keuangan atau kewajiban non-keuangan, jumlah yang diakui sebagai PKL ditransfer ke jumlah tercatat awal dari aset atau kewajiban non-keuangan.

Lindung nilai atas arus kas Cash flow hedge

Jika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau dilaksanakan tanpa penggantian atau perpanjangan (sebagai bagian dari strategi lindung nilai), atau jika penetapannya sebagai lindung nilai dicabut, atau ketika lindung nilai tidak lagi memenuhi kriteria untuk akuntansi lindung nilai, setiap kumulatif laba rugi yang sebelumnya diakui dalam PKL tetap terpisah dalam ekuitas sampai transaksi perkiraan terjadi atau komitmen perusahaan mata uang asing dipenuhi.

Lindung nilai dari investasi bersih Hedges of a net investment

Lindung nilai dari investasi bersih dalam operasi luar negeri, termasuk suatu lindung nilai item moneter yang dicatat sebagai bagian dari investasi bersih, dicatat dengan cara yang mirip dengan lindung nilai arus kas. Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai terkait dengan bagian efektif dari lindung nilai diakui sebagai PKL sementara keuntungan atau kerugian terkait bagian yang tidak efektif diakui dalam laporan laba rugi. Pada saat pelepasan operasi luar negeri, nilai kumulatif dari setiap keuntungan atau kerugian yang dicatat dalam ekuitas ditransfer ke laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

Hedges that meet all the qualifying criteria for hedge accounting are accounted for, as described below: (continued)

Amounts recognized as OCI are transferred to profit or loss when the hedged transaction affects profit or loss, such as when the hedged financial income or financial expense is recognized or when a forecast sale occurs. When the hedged item is the cost of a nonfinancial asset or non-financial liability, the amounts recognized as OCI are transferred to the initial carrying amount of the non-financial asset or liability.

If the hedging instrument expires or is sold, terminated or exercised without replacement or rollover (as part of the hedging strategy), or if its designation as a hedge is revoked, or when the hedge no longer meets the criteria for hedge accounting, any cumulative gain or loss previously recognized in OCI remains separately in equity until the forecast transaction occurs or the foreign currency firm commitment is met.

Hedges of a net investment in a foreign operation, including a hedge of a monetary item that is accounted for as part of the net investment, are accounted for in a way similar to cash flow hedges. Gains or losses on the hedging instrument relating to the effective portion of the hedge are recognized as OCI while any gains or losses relating to the ineffective portion are recognized in the statement of profit or loss. On disposal of the foreign operation, the cumulative value of any such gains or losses recorded in equity is transferred to the statement of profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Lindung nilai yang memenuhi kriteria kualifikasi untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah: (lanjutan)

Kelompok Usaha menilai instrumen keuangan seperti derivatif, pada nilai wajar setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Nilai wajar atas instrumen keuangan diukur pada biaya diamortisasi diungkapkan di catatan terkait.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di pasar utama aset atau liabilitas tersebut, atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut..

Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

Pengukuran nilai wajar atas aset non keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik.

Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

Hedges that meet all the qualifying criteria for hedge accounting are accounted for, as described below: (continued)

Hirarki nilai wajar Fair value hierarchy

The Group measures financial instruments, such as derivatives, at fair value at each consolidated statement of financial position date. Fair value of financial instruments measured at amortized cost are disclosed in the related note.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either in the principal market for the asset or liability, or in the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. The principal or the most advantageous market must be accessible by the Group.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.

The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Lindung nilai yang memenuhi kriteria kualifikasi untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah: (lanjutan)

Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

  • Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.
  • Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.

Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara menilai ulang kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

Hedges that meet all the qualifying criteria for hedge accounting are accounted for, as described below: (continued)

Hirarki nilai wajar (lanjutan) Fair value hierarchy (continued)

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:

  • Level 1: Fair values measured based on quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.
  • Level 2: Fair values measured based on valuation techniques for which all inputs which have a significant effect on the recorded fair values are observable, either directly or indirectly.
  • Level 3: Fair values measured based on valuation techniques for which inputs which have a significant effect on the recorded fair values are not based on observable market data.

For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements at fair value on a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Berlaku efektif 1 Januari 2020: (lanjutan) Effective on January 1, 2020: (continued)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

Lindung nilai yang memenuhi kriteria kualifikasi untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah: (lanjutan)

Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.

Komite Penilaian Kelompok Usaha menentukan kebijakan dan prosedur untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi dan aset keuangan tersedia untuk dijual ("AFS"), dan untuk pengukuran tidak berulang, seperti aset yang dimiliki untuk dijual dalam operasi yang dihentikan (jika ada).

Penilai eksternal (jika ada) terlibat dalam penilaian aset signifikan, seperti properti dan aset keuangan AFS, dan liabilitas signifikan, seperti imbalan kontinjensi. Keterlibatan penilai eksternal ditentukan setiap tahun oleh Komite Penilaian setelah didiskusikan dan disetujui oleh Komite Audit Perusahaan.

Pada setiap tanggal pelaporan, Komite Penilaian menganalisis pergerakan nilai aset dan liabilitas yang harus diukur ulang atau dinilai ulang sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Untuk analisis ini, Komite Penilaian memverifikasi masukan utama yang diterapkan dalam penilaian terakhir dengan menyetujui informasi dalam perhitungan penilaian terhadap kontrak dan dokumen terkait lainnya. Komite Penilaian, sehubungan dengan penilai eksternal Kelompok Usaha, juga membandingkan perubahan nilai wajar masingmasing aset dan liabilitas dengan sumber eksternal yang relevan untuk menentukan apakah perubahan tersebut beralasan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

Initial recognition and subsequent measurement (continued)

Hedges that meet all the qualifying criteria for hedge accounting are accounted for, as described below: (continued)

Hirarki nilai wajar (lanjutan) Fair value hierarchy (continued)

For the purpose of fair value disclosures, the Group has determined classes of assets and liabilities on the basis of the nature, characteristics and risks of the asset or liability and the level of the fair value hierarchy as explained above.

The Group's Valuation Committee determines the policies and procedures for both recurring fair value measurement, such as investment properties and unquoted available-for-sale ("AFS") financial assets, and for non-recurring measurement, such as assets held for sale in discontinued operations (if any).

External valuers (if any) are involved for valuation of significant assets, such as properties and AFS financial assets, and significant liabilities, such as contingent consideration. Involvement of external valuers is determined annually by the Valuation Committee after discussion with and approval by the Company's Audit Committee.

At each reporting date, the Valuation Committee analyses the movements in the values of assets and liabilities which are required to be re-measured or re-assessed as per the Group's accounting policies. For this analysis, the Valuation Committee verifies the major inputs applied in the latest valuation by agreeing the information in the valuation computation to contracts and other relevant documents. The Valuation Committee, in conjunction with the Group's external valuers, also compares the change in the fair value of each asset and liability with relevant external sources to determine whether the change is reasonable.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019

Kelompok Usaha mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. Aset dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada nilai wajar termasuk biaya transaksi. Aset dan liabilitas keuangan ini selanjutnya diukur pada nilai wajar atau biaya diamortisasi menggunakan metode bunga efektif sesuai dengan klasifikasinya.

Pengakuan awal Initial recognition

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasian ini tergantung pada hakekat dan tujuan aset keuangan diperoleh dan ditetapkan pada saat pengakuan awal.

Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Seluruh pembelian dan penjualan yang lazim pada aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal pada saat Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pembelian atau penjualan yang lazim adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu umumnya ditetapkan dengan peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar yang bersangkutan.

Aset keuangan Kelompok Usaha yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang mencakup kas dan setara kas, piutang usaha dari pihak ketiga, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, aset derivatif, dana yang dibatasi penggunaannya disajikan dalam "Aset tidak lancar lainnya" dan investasi pada entitas lainnya disajikan dalam "Aset tidak lancar lainnya".

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019

The Group classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A Financial assets and liabilities are recognized initially at fair value including transaction costs. These are subsequently measured either at fair value or amortized cost using the effective interest method in accordance with their classification.

Aset keuangan Financial assets

Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables and available-for-sale financial assets. The classification depends on the nature and purpose for which the financial asset was acquired and is determined at the time of initial recognition.

Financial assets are initially measured at fair value plus, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, directly attributable transaction costs.

All regular way purchases and sales of financial assets are recognized or derecognized on the trade date, i.e., the date that the Group commit to purchase or sell the asset. Regular way purchases or sales are purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within the period generally established by regulation or convention in the market place concerned.

The Group's financial assets which are classified as loans and receivables include cash and cash equivalents, trade receivables from third parties, other receivables, due from related parties, derivative assets, restricted funds presented under "Other non-current assets" and investment in other entities presented under "Other non-current assets".

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran setelah pengakuan awal atas asset keuangan berdasarkan atas klasifikasi sebagai berikut:

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL Financial assets at FVTPL

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan selisih bersih nilai wajar disajikan sebagai biaya perolehan (perubahan nilai bersih neto) atau laba (selisih bersih nilai wajar) laporan laba rugi.

Derivatif yang disematkan dalam kontrak utama dicatat sebagai derivatif terpisah dan dicatat pada nilai wajar jika karakteristik dan risiko ekonomi tidak terkait erat dengan kontrak induk dan kontrak induk tidak dimiliki untuk perdagangan atau diklasifikasikan sebagai FVTPL. Derivatif melekat ini diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Penilaian ulang hanya terjadi jika ada perubahan dalam ketentuan kontrak yang secara signifikan mengubah arus kas yang seharusnya akan diperlukan atau reklasifikasi aset keuangan dari kategori FVTPL.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows:

Financial assets at FVTPL include financial assets held for trading and financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term.

Financial assets at FVTPL are carried in the statement of financial position at fair value with net changes in fair value presented as finance costs (negative net changes in fair value) or finance income (positive net changes in fair value) in the statement of profit or loss.

Derivatives embedded in host contracts are accounted for as separate derivatives and recorded at fair value if their economic characteristics and risks are not closely related to those of the host contracts and the host contracts are not held for trading or designated at FVTPL. These embedded derivatives are measured at fair value with changes in fair value recognized in profit or loss. Re-assessment only occurs if there is either a change in the terms of the contract that significantly modifies the cash flows that would otherwise be required or a reclassification of a financial asset out of the FVTPL category.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal atas asset keuangan berdasarkan atas klasifikasi sebagai berikut: (lanjutan)

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE, dan keuntungan dan kerugian terkait diakui dalam laba rugi pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga melalui proses amortisasi.

Aset keuangan tersedia untuk dijual [Available-For-Sale (AFS)]

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam dua kategori sebelumnya. Setelah pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas akan direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Investasi ekuitas Kelompok Usaha tersedia untuk dijual yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur sebesar biaya perolehan dikurangi penurunan nilai yang dapat diidentifikasi pada setiap akhir periode pelaporan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows: (continued)

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. After initial measurement, such financial assets are carried at amortized cost using the EIR method, and gains and losses are recognized in the profit or loss when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

Available-for-sale (AFS) financial assets

AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in any of the two preceding categories. After initial measurement, AFS financial assets are measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in equity until the investment is derecognized. At that time, the cumulative gain or loss previously recognized in equity is reclassified to profit or loss as a reclassification adjustment.

The Group's AFS equity investments that do not have quoted market price in an active market and whose fair value cannot be reliably measured are measured at cost less any identified impairment loss at the end of each reporting period.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal atas asset keuangan berdasarkan atas klasifikasi sebagai berikut: (lanjutan)

Aset keuangan tersedia untuk dijual [Available-For-Sale (AFS)] (lanjutan)

Dividen atas instrumen ekuitas tersedia untuk dijual, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian ketika hak Kelompok Usaha untuk menerima dividen ditetapkan.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial asset

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau bila dapat diterapkan, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi bila:

  • i hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
  • ii Kelompok Usaha mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (a) Kelompok Usaha secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as follows: (continued)

Available-for-sale (AFS) financial assets (continued)

Dividends on AFS equity instruments, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI when the Group's right to receive the dividends is established.

A financial asset, or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets, is derecognized when:

  • i the contractual rights to receive cash flows from the financial asset have expired; or
  • ii the Group has transferred its rights to receive cash flows from the financial asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "passthrough" arrangement, and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the financial asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset, but has transferred control of the financial asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan)

Apabila Kelompok Usaha mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mentransfer maupun memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Kelompok Usaha sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan atas aset keuangan tersebut.

Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah yang lebih rendah antara nilai tercatat aset yang ditransfer dan nilai maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Kelompok Usaha.

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru yang diperoleh dikurangi dengan kewajiban baru yang ditanggung, dan (ii) keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan sebagian (sebagai contoh ketika Kelompok Usaha memegang opsi untuk membeli kembali bagian dari aset yang ditransfer) Kelompok Usaha mengalokasikan nilai tercatat sebelumnya dari aset keuangan antara bagian berkelanjutan yang diakui dalam keterlibatan berkelanjutan, dan bagian yang tidak lagi diakui dengan menggunakan nilai wajar relatif dari bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara nilai tercatat yang dialokasikan dengan bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari penerimaan dari bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan dan telah diakui pada PKL diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Derecognition of financial asset (continued)

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from a financial asset or has entered into a "pass-through" arrangement, and has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset nor transferred control of the financial asset, the financial asset is recognized to the extent of the Group's continuing involvement in the financial asset.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay.

On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying amount and the sum of (i) the consideration received, including any new assets obtained less any new liabilities assumed, and (ii) any cumulative gain or loss which had been recognized in equity, should be recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI.

On derecognition of a financial asset other than in its entirety (e.g., when the Group retains an option to repurchase part of a transferred asset), the Group allocates the previous carrying amount of the financial asset between the part it continues to recognize under continuing involvement, and the part it no longer recognizes on the basis of the relative fair values of those parts on the date of the transfer. The difference between the carrying amount allocated to the part that is no longer recognized and the sum of the consideration received for the part no longer recognized and any cumulative gain or loss allocated to it that had been recognized in OCI is recognized in the consolidated statements of profit or loss and OCI.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan)

Akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui dalam PKL dialokasikan antara bagian yang berkelanjutan diakui dan bagian yang tidak lagi diakui dengan dasar nilai wajar relatif pada bagian-bagian tersebut.

Penurunan nilai dari aset keuangan Impairment of financial assets

Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut ('peristiwa yang merugikan') dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Kelompok Usaha memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk kerugian penurunan nilai, atau yang tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Derecognition of financial asset (continued)

A cumulative gain or loss that had been recognized in OCI is allocated between the part that continues to be recognized and the part that is no longer recognized on the basis of the relative fair values of those parts.

At each reporting date, the Group assesses whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that have occurred after the initial recognition of the asset ('loss events') and those loss events have an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated.

The Group considers whether there is objective evidence of impairment individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the group includes the asset in a group of financial assets that have similar credit risk characteristics and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or that continues to be recognized, are not included in a collective assessment of impairment.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Jumlah kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun cadangan kerugian penurunan nilai dan kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan kerugian historis yang pernah dialami atas asetaset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan kelompok tersebut. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi pada saat ini.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan, pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

The impairment loss of a financial asset which is assessed individually is measured as the difference between the carrying value of the financial asset and the present value of estimated future cash flows discounted using the effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI.

Future cash flows of a group of financial assets that are collectively evaluated for impairment, are estimated on the basis of historical loss experience for assets with credit risk characteristics similar to those in the group. Historical loss experience is adjusted on the basis of current observable data to reflect the effects of current conditions that did not affect the period in which the historical loss experience is based and to remove the effects of conditions in the historical period that do not exist currently.

Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization and, where observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi

Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan penyisihan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, telah direalisasi atau telah dialihkan kepada Kelompok Usaha.

Jika, pada periode berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penuruan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan akun penyisihan.

Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan yang diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Total pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut juga diakui dalam laba rugi.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga pasar dan tidak dicatat pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan pada tahun berikutnya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)

Financial assets carried at amortized cost

Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral, if any, has been realized or has been transferred to the Group.

If, in a subsequent period, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, then the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance account.

The recovery should not lead to the carrying amount of the financial asset exceeding its amortized cost that would have been determined had no impairment loss been recognized for the asset at the reversal date. The amount of reversal is recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI. If a future writeoff is later recovered, the recovery is also recognized in the profit or loss.

If there is objective evidence that an impairment has occurred over equity instruments that do not have quoted market price and are not carried at fair value because the fair value can not be measured reliably, then the amount of any impairment loss is measured as the difference between the carrying value of the financial assets and the present value of estimated future cash flows discounted at the prevailing rate of return on the market for a similar financial asset. The impairment losses are not recoverable in the following years.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Pengakuan awal Initial recognition

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan lainnya. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha yang dikategorikan sebagai liabilitas keuangan lainnya meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang pihak berelasi, utang obligasi, utang bank jangka panjang, liabilitas derivatif, wesel bayar dan uang jaminan penyewa.

Liabilitas keuangan lain-lain merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada FVTPL.

Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainlain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Kelompok Usaha untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.

Liabilitas keuangan lain-lain selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan SBE.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Financial liabilities and equity instruments

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss and other financial liabilities. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

Financial liabilities are initially measured at fair value and, in the case of financial liabilities measured at amortized costs, plus directly attributable transaction costs.

The Group's financial liabilities which are classified as other financial liabilities include short-term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses, due to related parties, bonds payable, long-term bank loans, derivative liabilities, notes payable and tenants' deposits which falls under financial liabilities measured at amortized cost category.

Other financial liabilities represents financial liabilities that are not held for trading or not designated at FVTPL upon the inception the liability.

Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVTPL are classified as other financial liabilities, where the substance of the contractual arrangements results in the Group having an obligation either to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares.

Other financial liabilities are subsequently carried at amortized cost using the EIR method.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas (lanjutan)

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada FVTPL.

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL mencakup liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada FVTPL. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Kategori ini juga termasuk instrumen keuangan derivatif yang ditandatangani oleh Kelompok Usaha yang tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.

Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Financial liabilities and equity instruments (continued)

Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)

An equity instrument is any contract that evidences are residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:

Financial liabilities at FVTPL

Financial liabilities at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL.

Financial liabilities at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition as at FVTPL. Financial liabilities are classified as held for trading if they are incurred for the purpose of repurchasing in the near term.

This category also includes derivative financial instruments entered into by the Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships as defined by PSAK. Separated embedded derivatives are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments.

Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas (lanjutan)

Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (lanjutan)

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi

Setelah pengakuan awal, pada utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga akrual dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas lancar. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.

Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran atas pengurangan pokok. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE.

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan yang diamortisasi dari aset keuangan dan mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi arus kas di masa datang (termasuk semua biaya yang diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premium atau diskonto lainnya) selama perkiraan umur dari aset keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Financial liabilities and equity instruments (continued)

Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)

The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows: (continued)

Financial liabilities at amortized cost

After initial recognition, interest-bearing loans and borrowings are subsequently measured at cost using the EIR method. At the reporting date, the accrued interest is recorded separately from the respective principal loans as part of current liabilities. Gains and losses are recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process using the EIR method.

Amortized cost of financial instruments

Amortized cost is computed using the EIR method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the EIR.

Metode suku bunga efektif Effective interest rate method

The effective interest rate method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset and allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts the estimated future cash flows (including all fees received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) throughout the expected life of the financial asset, or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount at initial recognition of the financial asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas (lanjutan)

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Ketika sebuah liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau terdapat modifikasi secara substansial atas persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

Kelompok Usaha menilai instrumen keuangan seperti derivatif, pada nilai wajar setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Nilai wajar atas instrumen keuangan diukur pada biaya diamortisasi diungkapkan di catatan terkait.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di pasar utama aset atau liabilitas tersebut, atau jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama.

Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Financial liabilities and equity instruments (continued)

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI.

Hirarki nilai wajar Fair value hierarchy

The Group measures financial instruments, such as derivatives, at fair value at each consolidated statement of financial position date. Fair value of financial instruments measured at amortized cost are disclosed in the related note.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either in the principal market for the asset or liability, or in the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. The principal or the most advantageous market must be accessible by the Group.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Pengukuran nilai wajar atas aset non keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik.

Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

  • Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.
  • Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Hirarki nilai wajar (lanjutan) Fair value hierarchy (continued)

A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.

The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:

  • Level 1: Fair values measured based on quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.
  • Level 2: Fair values measured based on valuation techniques for which all inputs which have a significant effect on the recorded fair values are observable, either directly or indirectly.
  • Level 3: Fair values measured based on valuation techniques for which inputs which have a significant effect on the recorded fair values are not based on observable market data.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara menilai ulang kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.

Komite Penilaian Kelompok Usaha menentukan kebijakan dan prosedur untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi dan aset keuangan tersedia untuk dijual ("AFS"), dan untuk pengukuran tidak berulang, seperti aset yang dimiliki untuk dijual dalam operasi yang dihentikan (jika ada).

Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, seperti properti dan aset keuangan AFS, dan liabilitas signifikan, seperti imbalan kontinjensi.

Pada setiap tanggal pelaporan, Komite Penilaian menganalisis pergerakan nilai aset dan liabilitas yang harus diukur ulang atau dinilai ulang sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Untuk analisis ini, Komite Penilaian memverifikasi masukan utama yang diterapkan dalam penilaian terakhir dengan menyetujui informasi dalam perhitungan penilaian terhadap kontrak dan dokumen terkait lainnya. Komite Penilaian, sehubungan dengan penilai eksternal Kelompok Usaha, juga membandingkan perubahan nilai wajar masingmasing aset dan liabilitas dengan sumber eksternal yang relevan untuk menentukan apakah perubahan tersebut beralasan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Hirarki nilai wajar (lanjutan) Fair value hierarchy (continued)

For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements at fair value on a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.

For the purpose of fair value disclosures, the Group has determined classes of assets and liabilities on the basis of the nature, characteristics and risks of the asset or liability and the level of the fair value hierarchy as explained above.

The Group's Valuation Committee determines the policies and procedures for both recurring fair value measurement, such as investment properties and unquoted available-for-sale ("AFS") financial assets, and for non-recurring measurement, such as assets held for sale in discontinued operations (if any).

External valuers are involved for valuation of significant assets, such as properties and AFS financial assets, and significant liabilities, such as contingent consideration.

At each reporting date, the Valuation Committee analyses the movements in the values of assets and liabilities which are required to be re-measured or re-assessed as per the Group's accounting policies. For this analysis, the Valuation Committee verifies the major inputs applied in the latest valuation by agreeing the information in the valuation computation to contracts and other relevant documents. The Valuation Committee, in conjunction with the Group's external valuers, also compares the change in the fair value of each asset and liability with relevant external sources to determine whether the change is reasonable.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Saling hapus dari instrumen keuangan Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

Kelompok Usaha menggunakan instrumen keuangan derivatif, seperti kontrak mata uang forward untuk melindungi risiko mata uang asing dan risiko suku bunga. Instrumen keuangan derivatif tersebut pada awalnya diakui pada nilai wajar pada saat kontrak derivatif ditandatangani dan kemudian dinilai kembali pada nilai wajar. Derivatif dicatat sebagai aset keuangan ketika nilai wajarnya positif dan sebagai liabilitas keuangan ketika nilai wajarnya negatif.

Setiap keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan dalam nilai wajar dari derivatif diambil langsung ke laba rugi, kecuali untuk porsi efektif lindung nilai arus kas, yang diakui dalam PKL dan kemudian direklasifikasi ke laba rugi ketika item lindung nilai mempengaruhi laba rugi.

Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, lindung nilai diklasifikasikan sebagai:

  • a. Nilai wajar lindung nilai ketika melakukan lindung nilai terhadap eksposur terhadap perubahan nilai wajar aset atau liabilitas yang diakui atau komitmen perusahaan yang tidak diakui;
  • b. Lindung nilai arus kas ketika melakukan lindung nilai atas eksposur terhadap variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang diakui atau kemungkinan besar transaksi ramalan atau risiko mata uang asing dalam komitmen perusahaan yang tidak diakui;
  • c. Lindung nilai dari investasi bersih dalam operasi asing.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

Derivative financial instruments and hedging activities

The Group uses derivative financial instruments, such as forward currency contracts, to hedge its foreign currency risks and interest rate risks. Such derivative financial instruments are initially recognized at fair value on the date on which a derivative contract is entered into and are subsequently re-measured at fair value. Derivatives are carried as financial assets when the fair value is positive and as financial liabilities when the fair value is negative.

Any gains or losses arising from changes in the fair value of derivatives are taken directly to profit or loss, except for the effective portion of cash flow hedges, which is recognized in OCI and later reclassified to profit or loss when the hedge item affects profit or loss.

For the purpose of hedge accounting, hedges are classified as:

  • a. Fair value hedges when hedging the exposure to changes in the fair value of a recognized asset or liability or an unrecognized firm commitment;
  • b. Cash flow hedges when hedging the exposure to variability in cash flows that is either attributable to a particular risk associated with a recognized asset or liability or a highly probable forecast transaction or the foreign currency risk in an unrecognized firm commitment;
  • c. Hedges of a net investment in a foreign operation.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

Pada awal hubungan lindung nilai, Kelompok Usaha secara resmi menetapkan dan mendokumentasikan hubungan lindung nilai yang ingin diterapkan dalam akuntansi lindung nilai dan tujuan dan strategi pengelolaan risiko untuk melakukan lindung nilai. Dokumentasi termasuk identifikasi instrumen lindung nilai, item atau transaksi yang dilindung nilai, sifat dari risiko yang dilindungi nilainya dan bagaimana entitas akan menilai keefektifan perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai dalam mengimbangi eksposur terhadap perubahan dalam nilai wajar item yang dilindung nilai. atau arus kas yang terkait dengan risiko lindung nilai.

Lindung nilai semacam itu diharapkan sangat efektif dalam mencapai perubahan-perubahan yang saling menguntungkan dalam nilai wajar atau arus kas dan dinilai secara berkelanjutan untuk menentukan bahwa mereka benar-benar telah sangat efektif selama periode pelaporan keuangan di mana mereka ditunjuk.

Lindung nilai yang memenuhi kriteria ketat untuk akuntansi lindung nilai dicatat, seperti yang dijelaskan di bawah:

Nilai lindung nilai wajar Fair value hedges

Perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai diakui dalam laba rugi sebagai biaya keuangan. Perubahan nilai wajar dari item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai dicatat sebagai bagian dari nilai tercatat dari item yang dilindung nilai dan juga diakui dalam laba rugi sebagai biaya keuangan.

Jika item yang dilindung nilai tersebut dihentikan pengakuannya, nilai wajar yang belum diamortisasi segera diakui dalam laba rugi.

Ketika komitmen perusahaan yang tidak diakui ditetapkan sebagai unsur yang dilindung nilai, perubahan kumulatif berikutnya dalam nilai wajar dari komitmen perusahaan yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai diakui sebagai aset atau liabilitas dengan laba rugi terkait yang diakui dalam laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Derivative financial instruments and hedging activities (continued)

At the inception of a hedge relationship, the Group formally designates and documents the hedge relationship to which it wishes to apply hedge accounting and the risk management objective and strategy for undertaking the hedge. The documentation includes identification of the hedging instrument, the hedged item or transaction, the nature of the risk being hedged and how the entity will assess the effectiveness of changes in the hedging instrument's fair value in offsetting the exposure to changes in the hedged item's fair value or cash flows attributable to the hedged risk.

Such hedges are expected to be highly effective in achieving offsetting changes in fair value or cash flows and are assessed on an ongoing basis to determine that they actually have been highly effective throughout the financial reporting periods for which they were designated.

Hedges that meet the strict criteria for hedge accounting are accounted for, as described below:

The change in the fair value of a hedging instrument is recognized in the statement of profit or loss as a finance cost. The change in the fair value of the hedged item attributable to the risk hedged is recorded as part of the carrying value of the hedged item and is also recognized in the statement of profit or loss as a finance cost.

If the hedged item is derecognized, the unamortised fair value is recognized immediately in profit or loss.

When an unrecognized firm commitment is designated as a hedged item, the subsequent cumulative change in the fair value of the firm commitment attributable to the hedged risk is recognized as an asset or liability with a corresponding gain or loss recognized in profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Lindung nilai atas arus kas Cash flow hedge

Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui secara langsung dalam ekuitas, sementara itu bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai diakui dalam laba rugi.

Kelompok Usaha menggunakan kontrak mata uang forward sebagai lindung nilai eksposurnya terhadap risiko mata uang asing dalam transaksi prakiraan dan komitmen yang kuat, serta meneruskan kontrak komoditas untuk paparan volatilitas harga komoditas.

Bagian yang tidak efektif berkaitan dengan kontrak mata uang asing diakui di bidang keuangan biaya dan porsi tidak efektif yang berkaitan dengan kontrak komoditi diakui di bagian lain pendapatan atau pengeluaran operasional.

Jumlah yang diakui sebagai PKL ditransfer ke laba rugi ketika transaksi yang dilindung nilai mempengaruhi laba rugi, seperti ketika pendapatan keuangan yang dilindung nilai atau biaya keuangan diakui atau ketika penjualan perkiraan terjadi. Ketika item yang dilindung nilai adalah biaya aset non-keuangan atau kewajiban non-keuangan, jumlah yang diakui sebagai PKL ditransfer ke jumlah tercatat awal dari aset atau kewajiban non-keuangan.

Jika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau dilaksanakan tanpa penggantian atau perpanjangan (sebagai bagian dari strategi lindung nilai), atau jika penetapannya sebagai lindung nilai dicabut, atau ketika lindung nilai tidak lagi memenuhi kriteria untuk akuntansi lindung nilai, setiap kumulatif laba rugi yang sebelumnya diakui dalam PKL tetap terpisah dalam ekuitas sampai transaksi perkiraan terjadi atau komitmen perusahaan mata uang asing dipenuhi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

The effective portion of gains or losses on hedging instrument is recognized directly in equity, while any ineffective portion is recognized immediately in profit or loss.

The Group uses forward currency contracts as hedges of its exposure to foreign currency risk in forecast transactions and firm commitments, as well as forward commodity contracts for its exposure to volatility in the commodity prices.

The ineffective portion relating to foreign currency contracts is recognized in finance costs and the ineffective portion relating to commodity contracts is recognized in other operating income or expenses.

Amounts recognized as OCI are transferred to profit or loss when the hedged transaction affects profit or loss, such as when the hedged financial income or financial expense is recognized or when a forecast sale occurs. When the hedged item is the cost of a nonfinancial asset or non-financial liability, the amounts recognized as OCI are transferred to the initial carrying amount of the non-financial asset or liability.

If the hedging instrument expires or is sold, terminated or exercised without replacement or rollover (as part of the hedging strategy), or if its designation as a hedge is revoked, or when the hedge no longer meets the criteria for hedge accounting, any cumulative gain or loss previously recognized in OCI remains separately in equity until the forecast transaction occurs or the foreign currency firm commitment is met.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Lindung nilai dari investasi bersih Hedges of a net investment

Lindung nilai dari investasi bersih dalam operasi luar negeri, termasuk suatu lindung nilai item moneter yang dicatat sebagai bagian dari investasi bersih, dicatat dengan cara yang mirip dengan lindung nilai arus kas. Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai terkait dengan bagian efektif dari lindung nilai diakui sebagai PKL sementara keuntungan atau kerugian terkait bagian yang tidak efektif diakui dalam laporan laba rugi. Pada saat pelepasan operasi luar negeri, nilai kumulatif dari setiap keuntungan atau kerugian yang dicatat dalam ekuitas ditransfer ke laba rugi.

Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank termasuk semua investasi yang tidak dibatasi penggunaannya yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, yang tidak dijadikan sebagai jaminan dan dibatasi dalam penggunaannya. Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya atau dijaminkan untuk kewajiban, disajikan sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya".

i. Persediaan i. Inventories

Properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk sewa atau kenaikan nilai, merupakan persediaan.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata, kecuali untuk persediaan lainnya ditentukan dengan metode first-in, first-out (FIFO).

Biaya perolehan tanah yang sedang dalam pengembangan meliputi biaya perolehan tanah untuk pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan pengembangan real estat serta biaya-biaya pinjaman, jika ada. Pada saat dijual, semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional berdasarkan masing-masing luas area.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Instrumen keuangan (lanjutan) g. Financial instruments (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (continued)

Hedges of a net investment in a foreign operation, including a hedge of a monetary item that is accounted for as part of the net investment, are accounted for in a way similar to cash flow hedges. Gains or losses on the hedging instrument relating to the effective portion of the hedge are recognized as OCI while any gains or losses relating to the ineffective portion are recognized in the statement of profit or loss. On disposal of the foreign operation, the cumulative value of any such gains or losses recorded in equity is transferred to the statement of profit or loss.

h. Kas dan setara kas h. Cash and cash equivalents

Cash and cash equivalents consist of all unrestricted cash on hand and in banks and investments with maturities of three months or less from the time of placement, which are not restricted nor pledged as collateral for loans. Cash in banks and time deposits which are restricted or pledged as security for obligations are presented as part of the "Other Non-current Assets".

Properties acquired or being constructed for sale in the ordinary course of business, rather than to be held for rental or capital appreciation, are held as inventories.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined by the average method, except for other inventories the cost of which is determined using the firstin, first-out (FIFO) method.

The cost of land under development consists of cost of land for development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and borrowing costs, if any. At the time of sale, total project costs are allocated proportionately based on their respective areas.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan kepada area yang dapat dijual.

Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, ruko dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai secara substansial.

Untuk proyek properti residensial, pada saat pengembangan dan pembangunan infrastruktur dilaksanakan, akun ini direklasifikasi ke akun persediaan. Untuk proyek properti komersial, pada saat penyelesaian pengembangan dan pembangunan infrastruktur, akun ini akan tetap sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke aset tetap atau properti investasi, mana yang lebih sesuai.

Komisi yang tidak dapat dikembalikan yang dibayarkan kepada agen penjualan atas penjualan unit real estat dibebankan pada saat dibayar.

Nilai realisasi neto adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal yang didasarkan pada harga pasar pada tanggal pelaporan dan didiskontokan untuk nilai waktu uang, jika material, dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan. Penurunan nilai persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto dan penurunannya diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

Persediaan lainnya terdiri dari makanan, minuman dan lainnya sehubungan dengan kegiatan operasional hotel, club house, waterpark dan rumah sakit Kelompok Usaha.

j. Biaya dibayar dimuka j. Prepaid expenses

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Persediaan (lanjutan) i. Inventories (continued)

The cost of land development, including land which is used for roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated to the saleable area.

The cost of buildings under construction is transferred to houses, shop houses and apartments (strata title) available for sale when the construction is substantially completed.

For residential property project, at the time development and construction of infrastructures are done, this account is reclassified to inventories. For commercial property project, upon the completion of development and construction of infrastructure, this account either remains as part of inventories or is reclassified to fixed assets or investment property, whichever is more appropriate.

Non-refundable commissions paid to sales or marketing agents on the sale of real estate units are expensed when paid.

Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, based on market prices at the reporting date and discounted for the time value of money, if material, less estimated costs to complete and the estimated costs to sell. The decline in value of inventories is determined to write down the carrying amount of inventories to their net realizable value and the decline is recognized as a loss in the consolidated statement of profit or loss and OCI.

Other inventories consist of food, beverages and others which are related to operational activities of the Group's hotel, club house, waterpark and hospital.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

k. Dana yang dibatasi penggunaannya k. Restricted funds

Dana yang dibatasi penggunaannya merupakan dana yang diperoleh dari bank melalui metode penjualan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dibatasi penggunaannya oleh Kelompok Usaha sampai penyelesaian konstruksi tahap-tahap tertentu dicapai tergantung pada kesepakatan dengan bank terkait.

l. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya Kelompok Usaha memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.

Ventura bersama adalah jenis pengaturan bersama dimana pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan tersebut memiliki hak atas aset bersih ventura bersama tersebut. Pengendalian bersama adalah pembagian pengendalian yang disetujui secara kontrak dari suatu perjanjian, yang hanya ada bila keputusan tentang kegiatan yang relevan memerlukan persetujuan penuh dari pihak yang memiliki pengendalian bersama.

Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama adalah serupa dengan yang diperlukan untuk menentukan pengendalian atas anak entitas. Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi dan ventura bersama dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Nilai tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Kelompok Usaha atas aset bersih entitas asosiasi atau ventura bersama sejak tanggal akuisisi. Goodwill sehubungan dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat investasi dan tidak diuji untuk penurunan nilai secara terpisah.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Restricted funds represent funds obtained from the bank through the Company's House Financing Credit facility (KPR) sales method which are restricted for use by the Group until gradual stages of completion of construction are completed depending on agreement with related banks.

l. Investment in Associates and Joint Ventures

An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but is not control or joint control over those policies.

A joint venture is a type of joint arrangement whereby the parties that have joint control of the arrangement have rights to the net assets of the joint venture. Joint control is the contractually agreed sharing of control of an arrangement, which exists only when decisions about the relevant activities require the unanimous consent of the parties sharing control.

The considerations made in determining significant influence or joint control are similar to those necessary to determine control over subsidiaries. The Group's investments in its associate and joint venture are accounted for using the equity method.

Under the equity method, the investment in an associate or a joint venture is initially recognized at cost. The carrying amount of the investment is adjusted to recognize changes in the Group's share of net assets of the associate or joint venture since the acquisition date. Goodwill relating to the associate or joint venture is included in the carrying amount of the investment and is not tested for impairment separately.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)

Laporan laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok Usaha atas hasil usaha entitas asosiasi atau ventura bersama. Setiap perubahan PKL dari investee tersebut disajikan sebagai bagian dari PKL. Apabila telah terjadi perubahan yang diakui secara langsung dalam ekuitas entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut, Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat transaksi antara Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut dieliminasi sesuai kepentingan entitas asosiasi atau ventura bersama.

Keseluruhan bagian Kelompok Usaha atas laba rugi entitas asosiasi dan ventura bersama disajikan pada laba rugi di luar laba operasi dan merupakan laba rugi setelah pajak dan KNP pada anak entitas asosiasi atau ventura bersama.

Laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama disusun untuk periode pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan untuk menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan Kelompok Usaha.

Setelah penerapan metode ekuitas, Kelompok Usaha menentukan apakah perlu untuk mengakui kerugian penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menentukan apakah ada bukti obyektif bahwa investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama mengalami penurunan nilai. Jika ada bukti tersebut, Kelompok Usaha menghitung jumlah penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah yang dapat dipulihkan dari entitas asosiasi atau ventura bersama dan nilai tercatatnya, dan kemudian mengakui kerugian tersebut dalam 'Bagian laba dari perusahaan asosiasi dan ventura bersama' dalam laporan laba rugi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Investment in Associates and Joint Ventures (continued)

The consolidated statement of profit or loss reflects the Group's share of the results of operations of the associate or joint venture. Any change in OCI of those investees is presented as part of the Group's OCI. In addition, when there has been a change recognized directly in the equity of the associate or joint venture, the Group recognizes its share of any changes, when applicable, in the statement of changes in equity. Unrealised gains and losses resulting from transactions between the Group and the associate or joint venture are eliminated to the extent of the interest in the associate or joint venture.

The aggregate of the Group's share of profit or loss of an associate and a joint venture is shown on the face of the statement of profit or loss outside operating profit and represents profit or loss after tax and NCI in the subsidiaries of the associate or joint venture.

The financial statements of the associate or joint venture are prepared for the same reporting period as the Group. When necessary, adjustments are made to bring the accounting policies in line with those of the Group.

After application of the equity method, the Group determines whether it is necessary to recognize an impairment loss on its investment in its associate or joint venture. At each reporting date, the Group determines whether there is objective evidence that the investment in the associate or joint venture is impaired. If there is such evidence, the Group calculates the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the associate or joint venture and its carrying value, and then recognizes the loss within 'Share of profit of an associate and a joint venture' in the statement of profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)

Setelah kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi atau pengendalian bersama atas ventura bersama tersebut, Kelompok Usaha mengukur dan mengakui investasi yang ditahan pada nilai wajarnya. Selisih antara jumlah tercatat entitas asosiasi atau ventura bersama dengan kehilangan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama dan nilai wajar investasi yang ditahan dan hasil pelepasan diakui dalam laba rugi.

Kelompok Usaha menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

  • i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
  • ii) untuk diperdagangkan;
  • iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Suatu liabilitas disajikan lancar bila:

  • i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
  • ii) untuk diperdagangkan;
  • iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
  • iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Investment in Associates and Joint Ventures (continued)

Upon loss of significant influence over the associate or joint control over the joint venture, the Group measures and recognizes any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the associate or joint venture upon loss of significant influence or joint control and the fair value of the retained investment and proceeds from disposal is recognized in profit or loss.

m. Klasifikasi lancar dan tidak lancar m. Current and non-current classification

The Group presents assets and liabilities in the consolidated statement of financial position based on current/non-current classification. An asset is current when it is:

  • i) expected to be realised or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle;
  • ii) held primarily for the purpose of trading;
  • iii) expected to be realised within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.

All other assets are classified as non-current.

A liability is current when it is:

  • i) expected to be settled in the normal operating cycle;
  • ii) held primarily for the purpose of trading;
  • iii) due to be settled within twelve months after the reporting period; or
  • iv) there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least twelve months after the reporting period.

All other liabilities are classified as non-current.

Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Tanah untuk pengembangan n. Land for development

Tanah untuk pengembangan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.

Biaya perolehan tanah untuk pengembangan, yang terdiri dari biaya perolehan tanah, dipindahkan ke "Tanah dalam pengembangan" pada saat pengembangan dan konstruksi dilakukan.

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya perolehan aset tetap meliputi: (a) harga pembelian, (b) biayabiaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya sekarang, dan (c) estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan dan restorasi lokasi aset (jika ada). Setiap bagian dari aset tetap dengan biaya perolehan yang signifikan terhadap total biaya perolehan aset, disusutkan secara terpisah.

Pada saat pembaruan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi berjalan.

Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya oleh Kelompok Usaha dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Land for development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower.

The cost of land for development, consisting of acquisition cost of land, is transferred to the "Land under development" at the time development and construction commences.

o. Aset tetap o. Fixed assets

Fixed assets, except for land, are stated at cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any. Land is stated at cost and is not depreciated. The cost of an item of fixed assets includes: (a) purchase price, (b) any costs directly attributable to bringing the asset to its present location and condition, and (c) the initial estimate of the cost of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located (if any). Each part of an item of fixed assets with a cost that is significant in relation to the total cost of the item is depreciated separately.

When significant renewals and repairments are performed, their costs are recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are charged directly to current operations.

Depreciation of an asset is commenced when the asset is available for use in the manner intended by the Group and is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follow:

Tahun/Years
Bangunan dan prasarana 5-50 Buildings and infrastructures
Peralatan dan perabot 4-5 Furniture and fixtures
Lapangan golf 20 Golf courses
Peralatan proyek dan golf 4-5 Project and golf equipment
Kendaraan 5-8 Vehicles
Peralatan medis 8 Medical equipment

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direviu, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Perubahan dalam umur manfaat aset yang diharapkan dan nilai sisa menjadi pertimbangan untuk modifikasi periode depresiasi dan jumlah terdepresiasi yang diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi.

Biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hak-hak tersebut di atas diakui sebagai aset yang ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek.

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Aset dalam penyelesaian merupakan akumulasi biaya bahan dan biaya terkait lainnya sampai dengan tanggal dimana aset tersebut telah selesai dan siap untuk digunakan. Biayabiaya tersebut direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan ketika aset tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuannya.

Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali, maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Aset tetap (lanjutan) o. Fixed assets (continued)

The residual values, useful life and methods of depreciation of fixed assets are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at the end of each financial period. Changes in the expected useful life of assets and residual value are considered to modify the depreciation period and depreciable amount which are treated as changes in accounting estimates.

Costs incurred in connection with the extension or renewal of the above rights are recognized as deferred charges and are amortized throughout the validity period of the rights or the economic useful life of the land, whichever period is shorter.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is credited or charged to the consolidated statement of profit or loss and OCI in the year the asset is derecognized.

Construction in progress represents the accumulated costs of materials and other relevant costs up to the date when the asset is complete and ready for use. These costs are reclassified to the respective fixed asset accounts when the asset is ready for its intended use.

When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable amount, which is determined as the higher of the net selling price and value in use.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Properti investasi Kelompok Usaha terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Nilai tercatat termasuk biaya penggantian bagian dari properti investasi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi.

Penyusutan bangunan dan prasarana dihitung dengan menggunakan metode garis lurus atas taksiran masa manfaat ekonomis selama 20-50 tahun.

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian pada tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.

Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Properti investasi p. Investment properties

Investment properties of the Group consist of land, building and infrastructures held by the Group to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business.

Investment properties are stated at cost including transaction cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any, except for land which is not depreciated. Such cost includes the cost of replacing part of the investment properties, if the recognition criteria are met, and excludes the daily expenses on their usage.

Depreciation of buildings and infrastructures is computed using the straight-line method over their estimated useful life ranging from 20-50 years.

An investment property should be derecognized upon disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from its disposal. Gains or losses arising from the retirement or disposal of an investment property is credited or charged to the consolidated statement of profit or loss and OCI in the year the asset is derecognized.

Transfers to investment properties should be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the end of owner occupation, commencement of an operating lease to another party or end of construction or development. Transfers from investment properties should be made when, and only when, there is a change in use, evidenced by the commencement of owner occupation or commencement of development with a view to sell.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Kelompok Usaha menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi, Kelompok Usaha mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung pada perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman dapat meliputi beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga yang ditanggung Kelompok Usaha sehubungan dengan pinjaman dana.

Beban bunga yang dikapitalisasi dihitung menggunakan biaya pinjaman rata-rata tertimbang Kelompok Usaha setelah penyesuaian pinjaman yang terkait dengan pembangunan spesifik. Ketika pinjaman telah dikaitkan dengan pembangunan spesifik, jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar beban bunga kotor yang terjadi dikurangi dengan penghasilan atas investasi sementara yang dilakukan. Beban bunga dikapitalisasi dari awal pekerjaan pembangunan sampai dengan tanggal penyelesaian, yaitu ketika pekerjaan pembangunan telah selesai secara subtansial.

Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Properti investasi (lanjutan) p. Investment properties (continued)

For a transfer from investment properties to owner-occupied property, the Group uses the cost method at the date of change in use. If an owner-occupied property becomes an investment property, the Group records the investment property in accordance with the fixed assets policies up to the date of change in use.

q. Biaya pinjaman q. Borrowing costs

Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset that necessarily takes a substantial period of time to get ready for its intended use or sale are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs may include interest, finance expenses in respect of finance leases and foreign exchange differences arising from foreign currency borrowings to the extent that they are regarded as adjustment to interest costs that the Group incurs in connection with the borrowing of funds.

The interest capitalized is calculated using the Group's weighted average cost of borrowings after adjusting for borrowings associated with specific developments. When borrowings are associated with specific developments, the amount capitalized is the gross interest incurred on those borrowings less any investment income arising on their temporary investment. Interest is capitalized from the commencement of the development of work until the date of practical completion, i.e., when substantially all of the development work is completed.

Capitalization of borrowing costs begins when the required activities to prepare the asset for use in accordance with the intention and expenditures for the asset and borrowing costs have occurred. Capitalization of borrowing costs ceases when all activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially completed.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang berkelanjutan. Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara spesifik untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti sedang dalam penyelesaian.

r. Penurunan nilai aset non-keuangan r. Impairment of non-financial assets

Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan PKL konsolidasian sebagai "rugi penurunan nilai".

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan Kelompok Usaha untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (multiple valuation) atau indikator nilai wajar yang tersedia. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia.

Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Biaya pinjaman (lanjutan) q. Borrowing costs (continued)

The capitalization of borrowing costs is suspended if there are prolonged periods when development activity is interrupted. Interest is also capitalized on the purchase cost of a site property acquired specifically for development, but only where activities necessary to prepare the asset for development are in progress.

At the end of each reporting period, the Group assesses whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the recoverable amount is estimated for the individual asset.

The recoverable amount of an asset is the higher of the asset's fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses of continuing operations are recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI as "impairment losses".

In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. If no such transactions can be identified, the Group uses an appropriate valuation model to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by multiple valuation or other available fair value indicators. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available.

An assessment is made at the end of each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the Group estimates the recoverable amount of the asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

r. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

Kerugian penurunan nilai yang telah diakui pada periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsiasumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.

Pembalikan tersebut dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat yang akan ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya.

Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

Kebijakan akuntansi sewa sejak 1 Januari 2020

PSAK 73 menetapkan model komprehensif untuk mengidentifikasi perjanjian sewa dan perlakuannya dalam laporan keuangan Penyewa dan Pesewa. PSAK 73 memperkenalkan model pengendalian untuk identifikasi sewa, membedakan antara sewa dan kontrak layanan berdasarkan apakah ada aset identifikasi yang dikendalikan oleh pelanggan.

Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 pada 1 Januari 2020 dengan menggunakan pendekatan retrospektif modifikasi dengan mengakui dampak kumulatif penerapan awal PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal ekuitas pada 1 Januari 2020. Dengan demikian data komparasi tahun 2019 tidak disajikan kembali dan disajikan sesuai standar sebelumnya dan interpretasi terkait.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

r. Impairment of non-financial assets (continued)

A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount.

The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years.

Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI. After such a reversal, the depreciation charge on the asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

s. Sewa s. Leases

Accounting policy for leases applied from January 1, 2020

PSAK 73 sets out a comprehensive model for identification of lease agreements and its treatment in the financial statements of both lessees and lessors. PSAK 73 introduces a control model for the identification of leases, distinguishing between leases and service contracts on the basis of whether there is an identified asset controlled by the customer.

The Group adopted PSAK 73 as at January 1, 2020 using the modified retrospective method by recognizing the cumulative effect of initially applying PSAK 73 as an adjustment to the opening balance of equity at January 1, 2020. Accordingly, the comparative information presented for 2019 has not been restated and it is presented, as previously reported, under PSAK 30 and the related interpretations.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masingmasing kontrak, kecuali dalam kasus dimana Kelompok Usaha cukup yakin untuk melaksanakan opsi perpanjangan kontrak.

Kelompok Usaha memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman transisi dalam PSAK 73, yang antara lain:

  • penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
  • akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai sewa jangka pendek;
  • pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal;
  • penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa dimana kontrak berisi opsi untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
  • menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diidentifikasi berdasarkan PSAK 30 dan ISAK 8, dan tidak menerapkan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya tidak diidentifikasi berdasarkan standar ini;
  • tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Kelompok Usaha menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
  • untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa dimana aset dasar adalah aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum USD5.000 atau Rp50 juta dalam kondisi baru.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

The Group assesses at contract inception whether a contract is, or contains, a lease. That is, if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. The lease term corresponds to the non-cancellable period of each contract, except in cases where the Group is reasonably certain of exercising renewal options contractually foreseen.

The Group has made use of the package of practical expedients available under the transition guidance within PSAK 73, which among other things:

  • the use of a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
  • the accounting for operating leases with a remaining lease term of less than 12 months as at 1 January 2020 as shortterm leases;
  • the exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application;
  • the use of hindsight in determining the lease term where the contract contains options to extend or terminate the lease;
  • apply PSAK 73 to leases that were previously identified under PSAK 30 and ISAK 8, and not to apply PSAK 73 to those that were not previously identified under these two standards;
  • not to separate non-lease components from lease components, and instead, account for both as a single lease component; and
  • not to recognize a lease liability and a Right-of-Use ("ROU") asset for leases where the underlying assets are lowvalue assets (i.e. underlying assets with a maximum value of USD5,000 or IDR50 million when new).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

PSAK 73 juga mengizinkan Kelompok Usaha untuk melanjutkan penilaian sewa historis yang memungkinkan Kelompok Usaha untuk tidak menilai kembali hasil penilaian Kelompok Usaha sebelumnya tentang identifikasi sewa, klasifikasi sewa dan biaya langsung awal. Kelompok Usaha menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 73 untuk semua kontrak sewa yang dibuat atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020.

Kelompok Usaha sebagai lessee The Group as lessee

Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya.

Kelompok Usaha mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa sewa yang lebih pendek dan estimasi masa manfaat dari aset.

Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

PSAK 73 also permits the Group not to reassess the Group prior conclusions about lease identification, lease classification and the Group has elected to carry forward the historical lease assessments and relied on its assessment made applying PSAK 30 and ISAK 8 Determining whether an Arrangement contains a Lease. The Group applies the definition of a lease and related guidance set out in PSAK 73 to all lease contracts entered into or modified on or after January 1, 2020.

The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for short-term leases and leases of low-value assets. The Group recognizes lease liabilities to make lease payments and ROU assets representing the right to use the underlying assets.

The Group recognise ROU assets at the commencement date of the lease. ROU assets are measured at cost, less any accumulated amortization and impairment losses, and adjusted for any remeasurement of lease liabilities. The cost of ROU assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct costs incurred, restoration costs and lease payments made at or before the commencement date less any lease incentives received.

ROU assets are amortized on a straight-line basis over the shorter of the lease term and the estimated useful lives of the assets.

If ownership of the leased asset transfers to the Group at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase option, depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset. The ROU assets are subject to impairment in accordance with PSAK 48 Impairment of Assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha sebagai lessee (lanjutan) The Group as lessee (continued)

Pada tanggal dimulainya sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang melaksanakan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran terjadi.

Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang mendasarinya.

Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan, berakhir dalam 12 bulan setelah 1 Januari 2020 dan sewa bernilai rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Kelompok Usaha akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

Liabilitas sewa Lease liabilities

At the commencement date of the lease, the Group recognizes lease liabilities measured at the present value of lease payments to be made over the lease term. The lease payments include fixed payments (including in substance fixed payments) less any lease incentives receivable, variable lease payments that depend on an index or a rate, and amounts expected to be paid under residual value guarantees. The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain to be exercised by the Group and payments of penalties for terminating the lease, if the lease term reflects the Group exercising the option to terminate. Variable lease payments that do not depend on an index or a rate are recognized as expenses in the period in which the event or condition that triggers the payment occurs.

In calculating the present value of lease payments, the Group uses its incremental borrowing rate at the lease commencement date because the interest rate implicit in the lease is not readily determinable. After the commencement date, the amount of lease liabilities is increased to reflect the accretion of interest and reduced for the lease payments made. In addition, the carrying amount of lease liabilities is remeasured if there is a modification, a change in the lease term, a change in the lease payments or a change in the assessment of an option to purchase the underlying asset.

Short-term leases with a duration of less than 12 months, short-term lease ends within 12 months after January 1, 2020 and lowvalue leases, as well as those lease elements, partially or totally not complying with the principles of recognition defined by PSAK 73 will be treated similarly to operating leases. The Group will recognize those lease payments on a straight-line basis over the lease term in the consolidated statements of profit or loss and OCI.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha sebagai lessor The Group as lessor

Berdasarkan PSAK 73, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa dimana Kelompok Usaha mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal awal dan dinilai kembali hanya jika ada modifikasi sewa.

Pada tanggal dimulainya, Kelompok Usaha mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang wajar dipastikan akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Kelompok Usaha yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 71, penyisihan kerugian kredit yang diharapkan telah diakui pada piutang sewa pembiayaan.

Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Kelompok Usaha menerapkan pendapatan PSAK 72 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

Under PSAK 73, a lessor continues to classify leases as either finance leases or operating leases and account for those two types of leases differently. Leases in which the Group transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of an asset are classified as finance leases, otherwise it will be classified as an operating leases. Lease classification is made at the inception date and is reassessed only if there is a lease modification.

At the commencement date, the Group recognizes assets held under a finance lease at an amount equal to the net investment in the lease and present it as finance lease receivable. The net investment in the lease include fixed payments (including in substance fixed payments) less any lease incentives receivable, variable lease payments that depend on an index or a rate, and residual value guarantees provided to the lessor by the lessee. The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain to be exercised by the lessee and payments of penalties for terminating the lease, if the lease term reflects the Group exercising the option to terminate.

As required by PSAK 71, an allowance for expected credit loss has been recognized on the finance lease receivables.

Rental income arising from operating leases is accounted for on a straight-line basis over the lease terms and is included in revenue in the statement of profit or loss due to its operating nature. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents are recognized as revenue in the period in which they are earned.

If an arrangement contains lease and nonlease components, the Group applies PSAK 72 Revenue from Contracts with Customers to allocate the consideration in the contract.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019

Kelompok Usaha sebagai lessee The Group as lessee

Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa. Hak guna aset diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar sesuai kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. Hak guna aset kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa, atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019

At the inception of a contract, the Group assesses whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified assets for a period of time in exchange for consideration.

The Group recognizes a right-of-use asset and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use asset is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, les any lease incentives received. The right-of-use asset is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use asset or the end of the lease term.

The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, using incremental borrowing rate. Each lease payment is allocated between the liability and finance cost. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi instrumen keuangan sampai dengan 31 Desember 2019 (lanjutan)

Kelompok Usaha sebagai lessee (lanjutan) The Group as lessee (continued)

Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan hak guna aset merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan hak guna aset dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat hak guna aset atau akhir masa sewa.

Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui hak guna aset dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Kelompok Usaha sebagai lessor The Group as lessor

Kelompok Usaha menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan penghasilan sewa. Rental kontinjen, jika ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. penghasilan sewa operasi diakui sebagai penghasilan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Sewa (lanjutan) s. Leases (continued)

Accounting policy for financial instruments applied until December 31, 2019 (lanjutan)

If the lease transfers the ownership of the underlying asset to the Group by the end of the lease term or if the cost of the right-of-use asset reflects that the Group will exercise a purchase option, the Group depreciates the right-of-use asset from the commencement date to the end of the useful life of the underlying asset. Otherwise, the Group depreciates the right-of-use asset from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use asset or the end of the lease term.

The Group has elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities for short term leases that have a lease term of 12 months or less. The Group recognizes the leases payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term.

The Group presents an asset subject to operating leases in its consolidated statement of financial position according to the nature of the asset. Initial direct costs incurred in negotiating an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents, if any, are recognized as revenue in the periods in which they are earned. Lease income from operating leases is recognized as income on a straight-line method over the lease term.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak t. Tax amnesty assets and liabilities

Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 70 yang memberikan dua kriteria opsi terkait pencatatan, penyajian dan pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian.

Kriteria opsi pertama terdiri dari:

  • Kelompok Usaha mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai perolehan yang dilaporkan dalam surat keterangan pengampunan pajak;
  • Selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak dicatat sebagai tambahan modal disetor;
  • Beban pajak yang dibayarkan sebagai uang tebusan dicatat dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian;
  • Pengukuran atas aset dan liabilitas setelah pengakuan awal mengacu pada PSAK yang relevan dan dapat diukur kembali ke nilai wajar tetapi tidak diharuskan;
  • Kelompok Usaha menyajikan aset dan liabilitas pengampunan pajak secara terpisah dari akun lainnya tetapi menyediakan opsi untuk mereklasifikasi ke akun-akun tertentu jika memenuhi persyaratan tertentu berdasarkan PSAK No. 70.

Opsi kedua memberikan opsi untuk mengikuti PSAK lain yang relevan dan bersifat retrospektif.

Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan opsi pertama dan berlaku secara prospektif.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Group has applied PSAK No. 70, which provides two options criteria related to the recording, presentation and disclosures in the consolidated financial statements. The first option criteria consist of:

  • The Group recognize tax amnesty of assets and liabilities based on acquisition value that has been reported in the tax forgiveness certificate;
  • The difference between tax amnesty of assets and liabilities are recorded as additional paid-in capital;
  • Tax expense paid as a ransom is recorded on the consolidated statement of profit or loss and OCI;
  • Measurement of assets and liabilities after initial recognition refers to the relevant PSAK and can be remeasured to fair value but not required;
  • The Group presents tax amnesty of assets and liabilities separately from other accounts but provides the options to reclassify to certain accounts if they meet certain conditions on accordance with PSAK No. 70.

The second option provides an option to follow other relevant and restrospective PSAK's.

The Group has chosen to apply the first option and is applicated prospectively.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Perpajakan u. Taxation

Pajak Final Final Tax

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

Mengacu pada revisi PSAK No. 46 yang disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46. Oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah dan bangunan, dan pendapatan sewa sebagai pos tersendiri.

Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi.

Perbedaan nilai tercatat antara aset atau liabilitas yang terkait pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga dikenakan pajak final sebesar 10%, kecuali untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6%.

Penghasilan dari penjualan rumah dan ruko merupakan subjek pajak final sebesar 5%.

Pada tanggal 8 Agustus 2016, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menerbitkan PP No. 34/2016 terkait dengan penghasilan dari penjualan rumah dan ruko merupakan subjek pajak final 2,5%.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subject to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction recognizing losses.

Referring to revised PSAK No. 46 as mentioned above, final tax is no longer governed by PSAK No. 46. Therefore, the Group has decided to present all of the final tax arising from sales of land and buildings, and rental revenue as separate line item.

The difference between the carrying amount of a revalued asset and its tax base is a temporary difference and gives rise to a deferred tax liability or asset, except for certain asset such as land, which realization is taxed with final tax on gross value of transaction.

The difference between the carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities.

Based on Government Regulation No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping center rental is subject to a final tax of 10%, except for income on rental contracts signed prior to such regulation which is subject to 6%.

Income from sale of house and shop houses is subject to final tax rates of 5%.

On August 8, 2016, the Government of Republic Indonesia through Ministry of Law and Human Rights issued PP No. 34/2016 in relation to income from sale of house and shop houses is subjected to final tax rates of 2.5%.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Perpajakan (lanjutan) u. Taxation (continued)

Pajak Final (lanjutan) Final Tax (continued)

Menurut Undang-undang No. 12 Tahun 1994, nilai pengalihan adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan.

Pada tanggal 4 November 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2008 mengenai Pajak Penghasilan dari Penghasilan atas pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan. Peraturan ini menyatakan bahwa penghasilan atas kepemilikan tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak bersifat final. Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2009.

Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya dicatat sebesar jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak yang besarnya ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah berlaku.

Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Pengaruh pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil Perusahaan sehubungan dengan situasi dimana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan.

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) diakui sebagai penghasilan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

According to Law No. 12 Year 1994, the value of the transfer is the highest value among the values under the Deed of Assignment and the Tax Object Sales Value of related land and/or buildings.

On November 4, 2008, the Government issued Regulation No. 71 Year 2008 concerning Income Tax over Transfer of Ownership of Land and/or Building. This regulation states that revenue from transfer of ownership of land and/or building is subject to final income tax. This regulation is effective starting on January 1, 2009.

Pajak kini Current tax

Current income tax assets and liabilities for the current and prior periods are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the Tax Office based on the tax rate and tax laws that are enacted or substantively enacted.

Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the year. The tax effects for the year are allocated to current operations, except for the tax effects from transactions which are directly charged or credited to equity. Management periodically evaluates positions taken by the Company with respect to situations in which applicable tax regulations are subject to interpretation and establishes provisions where appropriate.

The amounts of additional tax and penalty imposed through a Tax Assessment Letter (SKP) are recognized as income or expense in current operations, unless further settlement is submitted. The amounts of tax and penalty imposed through a SKP are deferred as long as they meet the asset recognition criteria.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Perpajakan (lanjutan) u. Taxation (continued)

Pajak tangguhan Deferred tax

Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.

Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.

Jumlah tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.

Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui diluar laba rugi diakui diluar laba rugi. Pos pajak tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam PKL atau langsung ke ekuitas.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts in the financial statements at the end of the reporting period.

Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences. Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry-forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary differences and the carry-forward of unused tax losses can be utilized.

The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profits will allow the deferred tax assets to be recovered.

Deferred tax relating to items recognized outside of profit or loss is recognized outside of profit or loss. Deferred tax items are recognized in correlation to the underlying transaction either in OCI or directly in equity.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if a legally enforceable right exists to set off current tax assets against current tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ("UUK") dan PSAK No. 24 (2013), "Imbalan Kerja". Berdasarkan UUK tersebut, Kelompok Usaha diharuskan untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan apabila persyaratan yang ditentukan dalam UUK tersebut terpenuhi.

Berdasarkan PSAK No. 24 (2013) tersebut antara lain (i) menghapuskan "corridor approach" yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pasca-kerja yang antara lain sebagai berikut:

  • Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam PKL dan dikeluarkan secara permanen dari laba atau rugi.
  • Keuntungan yang diharapkan atas plan assets tidak lagi diakui dalam laba atau rugi. Keuntungan yang diharapkan digantikan dengan mengakui penghasilan bunga (atau beban) atas aset program manfaat pasti bersih (atau liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban pensiun.
  • Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak bisa lagi ditangguhkan dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika Kelompok Usaha mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan terkait.

Perubahan tersebut dibuat supaya aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Imbalan kerja v. Employee benefits

Imbalan pasca-kerja Post-employment benefits

The Group recognized an unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the "Law") and PSAK No. 24 (2013), "Employee Benefits". Under the Law, the Group is required to pay separation, appreciation and compensation benefits to its employees if the conditions specified in the Law are met.

Based on PSAK No. 24 (2013) among others, (i) the elimination of the "corridor approach" permitted under the previous version and (ii) significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which, among others, are as follows:

  • Actuarial gains and losses are now required to be recognized in OCI and excluded permanently from profit or loss.
  • Expected return on plan assets will no longer be recognized in profit or loss. Expected returns are replaced by recognizing interest income (or expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the discount rate used to measure the pension obligation.
  • Unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes related restructuring or termination costs.

Such changes are made in order that the net pension assets or liabilities are recognized in the consolidated statements of financial position to reflect the full value of the plan deficit or surplus.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Kelompok Usaha juga menyelenggarakan program iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Imbalan atas UUK tersebut telah dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari Dana Pensiun dengan manfaat yang diperoleh sesuai dengan UUK tersebut setelah dikurangi akumulasi imbalan kerja karyawan dan hasil investasi yang terkait. Jika manfaat program pensiun iuran pasti kurang dari persyaratan yang ditetapkan UUK, Kelompok Usaha harus menyediakan kekurangannya.

Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun iuran pasti Kelompok Usaha ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unitcredit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui PKL dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana pensiun. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba atau rugi pada periode berikutnya.

Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi dan ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.

Biaya bunga dan pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan sebagaimana digunakan dalam PSAK 24 versi sebelumnya digantikan dengan biaya bunga - bersih, yang dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban manfaat pasti bersih pada saat awal dari tiap periode pelaporan tahunan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Imbalan kerja (lanjutan) v. Employee benefits (continued)

Imbalan pasca-kerja (lanjutan) Post-employment benefits (continued)

The Group also has a defined contribution plan covering substantially all of its eliglible employees. The benefits under the Law have been calculated by comparing the benefits that will be received by an employee at normal pension age from the Pension Plan with the benefits as stipulated under the Law, after deducting the accumulated employee contribution and the related investment results. If the employer-funded portion of the Pension Plan benefit is less than the benefit as required by the Law, the Group will provide for such shortfall.

Pension costs under the Group's defined contribution pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate of increase in compensation.

All re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, and the return of plan assets (excluding net interest) are recognized immediately through OCI in order for the net pension asset or liability recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus.

Re-measurements are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.

All past service costs are recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period.

The interest cost and expected return on plan assets used in the previous version of PSAK 24 are replaced with a net-interest cost, which is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset at the start of each annual reporting period.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan pendapatan dan beban w. Revenue and expense recognition

Efektif pada tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK 72, "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima langkah pengakuan pendapatan sebagai berikut:

    1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Kelompok Usaha mencatat kontrak dengan pelanggan hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
  • Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
  • Kelompok Usaha dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas barang yang akan dialihkan
  • Kontrak memiliki subtansi komersial
  • Kemungkinan besar Kelompok Usaha akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan
    1. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
    1. Menentukan harga transaksi;
    1. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
    1. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu).

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat dengan metode akrual penuh (full accrual method) sesuai dengan PSAK 44, "Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat". Berdasarkan metode tersebut, pendapatan dari penjualan real estat diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi:

  • (i) Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:
    1. Proses penjualan telah selesai; 1. A sale is consummated;

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Effective January 1, 2020, the Group recognizes revenues from real estate sales in accordance with PSAK 72, "Revenue from Contracts with Customers", by performing transaction analysis through the five steps of income recognition model as follows:

  • 1. Identify contracts with customers, whereby the Group records contratcs with customers only if the following criterias are met:
  • The contract has been agreed by the parties involved in the contract
  • The Group can identify the rights of the parties involved and the term of payment for the goods to be transferred
  • The contract has commercial substance
  • It is probable that the Group will receive benefits for the goods transferred
  • 2. Identify the performance obligations in the contract;
  • 3. Determine the transaction price;
  • 4. Allocate the transaction price to each performance obligation;
  • 5. Recognize revenue when performance obligation is satisfied (at a point in time or over time).

Until December 31, 2019, the Group recognizes revenues from real estate sales using the full accrual method in accordance with PSAK 44, "Accounting for Real Estate Development Activities". Based on this method, the revenue from real estate sales is recognized using the full accrual method if all of the following conditions are met:

  • (i) Revenues from sales of houses, shop houses, and other similar property and related land are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met:
    1. Harga jual akan tertagih; 2. The selling price is collectible;

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat dengan metode akrual penuh (full accrual method) sesuai dengan PSAK 44, "Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat". Berdasarkan metode tersebut, pendapatan dari penjualan real estat diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi: (lanjutan)

  • (i) Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi: (lanjutan)
    1. Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli di masa yang akan datang; dan
    1. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
  • (ii) Pendapatan dari penjualan kapling tanah tanpa bangunan yang tidak memerlukan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
    1. Total pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
    1. Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli di masa yang akan datang;

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Revenue and expense recognition (continued)

Until December 31, 2019, the Group recognizes revenues from real estate sales using the full accrual method in accordance with PSAK 44, "Accounting for Real Estate Development Activities". Based on this method, the revenue from real estate sales is recognized using the full accrual method if all of the following conditions are met: (continued)

  • (i) Revenues from sales of houses, shop houses, and other similar property and related land are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met: (continued)
  • 3. The receivable is not subordinated to other loans which will be obtained by the buyer in the future; and
  • 4. The seller has transferred to the buyer the usual risks and rewards of ownership in a transaction that is in substance a sale and does not have a substantial continuing involvement with the property.
  • (ii) Revenues from sales of lots that do not require the seller to construct building are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met:
  • 1. Total payments by the buyer are at least 20% of the agreed selling price and the amount is not refundable;
    1. Harga jual akan tertagih; 2. The selling price is collectible;
  • 3. The receivable is not subordinated to other loans which will be obtained by the buyer in the future;

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2019, Kelompok Usaha mengakui pendapatan dari penjualan real estat dengan metode akrual penuh (full accrual method) sesuai dengan PSAK 44, "Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat". Berdasarkan metode tersebut, pendapatan dari penjualan real estat diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi: (lanjutan)

  • (ii) Pendapatan dari penjualan kapling tanah tanpa bangunan yang tidak memerlukan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi: (lanjutan)
    1. Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban untuk menyelesaikan kapling tanah yang dijual, seperti kewajiban untuk mematangkan kapling tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok sebaigamana diatur dalam perjanjian jual beli atau ketentuan peraturan perundang-undangan;
    1. Hanya kapling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kapling tersebut.
  • (iii) Pendapatan dari penjualan unit bangunan apartemen yang belum selesai pembangunannya diakui dengan metode persentase penyelesaian apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
    1. Proses konstruksi telah dimulai, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
    1. Total pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan total tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
    1. Jumlah pendapatan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Revenue and expense recognition (continued)

Until December 31, 2019, the Group recognizes revenues from real estate sales using the full accrual method in accordance with PSAK 44, "Accounting for Real Estate Development Activities". Based on this method, the revenue from real estate sales is recognized using the full accrual method if all of the following conditions are met: (continued)

  • (ii) Revenues from sales of lots that do not require the seller to construct building are recognized under the full accrual method if all of the following conditions are met: (continued)
  • 4. The land development process is complete so that the seller has no further obligations related to the lots sold, such as obligation to construct amenities or obligation to build other facilities applicable to the lots sold as provided in the agreement between the seller and the buyer or regulated by law;
  • 5. Only the lots are sold, without any requirement of the seller's involvement in the construction of building on the lots.
  • (iii) Revenues from sales of apartments, the construction of which has not been completed, are recognized using the percentage-of-completion method if all of the following conditions are met:
  • 1. The construction process has already commenced, i.e., the building foundation has been completed and all of the requirements to commence construction have been fulfilled;
  • 2. Total payments by the buyer are at least 20% of the agreed selling price and the amount is not refundable;
  • 3. The amount of revenue and the cost of the property can be reliably estimated.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Jika terdapat salah satu kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pembayaran yang diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka yang diterima sampai seluruh kriteria tersebut terpenuhi.

Metode yang digunakan untuk menentukan persentase penyelesaian adalah berdasarkan biaya aktual yang telah dikeluarkan dibandingkan dengan estimasi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan proyek real estat tersebut.

Pendapatan diakui ketika Kelompok Usaha telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi.

Uang sewa pusat niaga diterima dimuka dicatat sebagai "Pendapatan diterima dimuka". Pendapatan diterima dimuka tersebut diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu sewa. Uang jaminan yang diterima dari pelanggan disajikan sebagai bagian dari "Uang jaminan penyewa".

Pendapatan hotel dari hunian kamar diakui pada tanggal terhuninya sedangkan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.

Penghasilan sewa unit villa golf diakui sebagai pendapatan berdasarkan masa sewa masingmasing unit villa golf tersebut.

Uang pendaftaran keanggotaan golf dan club house diakui sebagai pendapatan pada saat diterima. Sewa dan iuran keanggotaan klub diakui sebagai pendapatan sesuai masa sewa atau keanggotaannya. Sewa dan iuran keanggotaan klub yang diterima dimuka disajikan sebagai bagian dari "Pendapatan Diterima Dimuka". Pendapatan dari restoran diakui pada saat barang atau jasa diberikan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Revenue and expense recognition (continued)

If any of the above conditions is not met, the payments received from the buyer are recorded as advances received until all of the criteria are met.

The method used to determine the percentage of completion is the proportion of actual costs incurred to the estimated total development cost of the real estate project.

Kriteria lainnya Other criterias

Revenues are recognized when the Group satisfies a performance obligation by transferring a promised good or service to the customer, which is when the customer obtains control of the good or service. A performance obligation may be satisfied at a point or over time. The amount of the revenue recognized is the amount allocated to the satisfied performance obligation.

Rental payments received in advance from tenants of shopping centers are recorded as "Unearned revenues". Such unearned revenue is recognized as revenue over the terms of the lease contracts. Deposits received from customers are presented as part of "Tenants' deposits".

Hotel room revenue is recognized based on room occupancy while other hotel revenues are recognized when the goods are delivered or the services are rendered to the customers.

Lease rentals of golf villa units are recognized as revenues based on the respective rental periods of the golf villa units.

The membership registration fees for golf and club house are recognized as revenues upon receipt. Rental and membership fees are recognized as revenue over the period of rental or membership. Rental and membership fees received in advance are presented as part of "Unearned Revenues". Revenues from restaurant operations are recognized when the goods are delivered or when the services have been rendered.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Pendapatan dari pelayanan jasa kesehatan diakui pada saat barang medis diserahkan atau pada saat jasa pelayanan kesehatan diberikan kepada pasien.

Beban bunga diakui sebagai bunga yang masih harus dibayar dengan mempertimbangkan hasil efektivitas atas asset tersebut.

Beban pokok penjualan tanah ditentukan berdasarkan nilai perolehan tanah ditambah estimasi pengeluaran-pengeluaran lain untuk pengembangan tanah. Beban pokok penjualan rumah tinggal meliputi seluruh biaya aktiva yang terjadi untuk menyelesaikan pekerjaan beban.

x. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing x. Foreign currency transactions and

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam rupiah berdasarkan ratarata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada tahun yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi.

Kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: The exchange rates used were as follows:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Revenue and expense recognition (continued)

Kriteria lainnya (lanjutan) Other criterias (continued)

Revenues from medical services are recognized at the point of sale of medical goods or upon delivery of medical services to the patients.

Interest expense is recognized as the interest accrues, taking into account the effective yield on the asset.

Cost of land sold is determined based on acquisition cost of the land plus other estimated expenditures for its improvement and development. The cost of residential house sold is determined based on actual cost incurred to complete the work.

Beban diakui pada saat terjadinya. Expenses are recognized when they are incurred.

balances

Transactions involving foreign currencies are recorded in upiah at the middle rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average buying and selling rates of exchange quoted by Bank Indonesia at the closing of the last banking day of the year. The resulting gains or losses are credited or charged to the profit or loss.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
1 Euro Eropa (Euro) 17.330 15.589 1 European euro (Euro)
1 Dolar Amerika Serikat (US\$) 14.105 13.901 1 United States dollar (US\$)
1 Dolar Singapura (SGD\$) 10.644 10.321 1 Singapore dollar (SGD\$)
1 Dolar Australia (AUD\$) 10.771 9.739 1 Australian dollar (AUD\$)
1 Yuan Cina (CNY) 2.161 1.991 1 Chinese yuan (CNY)
1 Dolar Hong Kong (HKD\$) 1.819 1.785 1 Hong Kong dollar (HKD\$)

Transaksi dalam mata uang asing lainnya (jika ada) dianggap tidak signifikan.

Transactions in other foreign currencies (if any) are considered not significant.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Segmen adalah komponen dari Kelompok Usaha yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya.

Jumlah setiap unsur segmen yang dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.

Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

z. Saham treasuri z. Treasury stock

Modal saham treasuri, yang direncanakan untuk diterbitkan kembali dan/atau dijual kembali pada masa yang akan datang, dicatat sebesar nilai perolehan dan disajikan sebagai pengurang modal saham di bagian Ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Selisih lebih penerimaan dari penjualan modal saham treasuri di masa yang akan datang atas biaya perolehan atau sebaliknya, akan diperhitungkan sebagai penambah atau pengurang akun tambahan modal disetor.

aa. Laba per saham dasar aa. Earnings per share

Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan total rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah saham beredar seolah-olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

y. Informasi segmen y. Segment information

A segment is a distinguishable component of the Group that is engaged in providing certain products (business segment), or in providing products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those of other segments.

The amount of each segment item reported is the measure reported to the chief operating decision-maker for the purposes of making decisions about allocating resources to the segment and assessing its performance.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. They are determined before intra-Group balances and intra-Group transactions are eliminated as part of consolidation process.

Treasury stock, which is intended to be re-issued and/or re-sold in the future, is stated at acquisition cost and shown as deduction from capital stock under the Equity section of the statement of financial position. The excess of proceeds from future re-sale of treasury stock over the related acquisition cost or vice-versa shall be accounted for as an addition to or deduction from additional paid-in capital.

The amount of basic earnings per share is computed by dividing profit for the year attributable to the owners of the parent entity by the weighted average number of shares outstanding during the year.

If the number of ordinary shares outstanding is increased without an increase in resources, the number of ordinary shares outstanding before the event is adjusted for the proportionate change in the number of ordinary shares outstanding as if the event had occurred at the beginning of the earliest period presented.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan total kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi dibatalkan.

Kewajiban kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi disajikan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi sangat kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi disajikan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila ada kemungkinan pemasukan manfaat ekonomi.

ad. Peristiwa setelah periode laporan keuangan ad. Events after the financial reporting period

Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Kelompok Usaha pada periode laporan keuangan konsolidasian (adjusting events) disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events telah disajikan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

ab. Provisi ab. Provisions

A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

All provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.

ac. Kontinjensi ac. Contingencies

Contingent liabilities are not recognized in the consolidated financial statements but are disclosed in the notes to the consolidated financial statements unless the possibility of an outflow of resources embodying economic benefits is remote. Contingent assets are not recognized in the consolidated financial statements but are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when an inflow of economic benefits is probable.

Post period-end events that provide additional information about the Group's position at reporting period (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Post year-end events that are not adjusting events are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi total atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi dan asumsi ini dapat menyebabkan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas di yang berdampak pada masa mendatang.

a. Pertimbangan a. Judgments

Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban pokok penjualan serta beban langsung terkait.

Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan definisi yang ditetapkan PSAK terkait, Analisis aset dan liabilitas keuangan Kelompok Usaha.

Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Allowance for impairment of receivables

Kelompok Usaha mengevaluasi kerugian penurunan nilai piutang berdasarkan identifikasi akun tertentu apakah terdapat bukti objektif bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat cadangan spesifik atas piutang pelanggan guna mengurangi piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the Group's consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods.

Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency

The functional currency of each of the entities under the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. It is the currency that mainly influences the revenue and the related costs of sales and direct costs.

Classification of financial assets and financial liabilities

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in the relevant PSAK, Analysis of the Group's financial assets and liabilities.

The Group evaluates impairment losses of receivables based on specific account identification whether there is objective evidence that certain customers are unable to meet their financial obligations.

In these cases, the Group uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer's current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific allowances for customers against amounts due to reduce the receivable amounts that the Group expects to collect.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penyisihan penurunan nilai piutang usaha (lanjutan)

Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi penyisihan penurunan nilai piutang usaha. Tambahan cadangan penurunan nilai piutang usaha diakui selama tahun berjalan.

Pengklasifikasian properti Classification of property

Kelompok Usaha menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi atau persediaan:

  • Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan (terutama kantor dan properti retail) yang secara substansial tidak bertujuan untuk digunakan oleh, atau dalam kegiatan operasi Kelompok Usaha, tidak juga untuk dijual dalam kegiatan bisnis, tetapi digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
  • Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis. Terutama, properti hunian yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha dan ditujukan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian konstruksi.

Kontrak sewa operasi - Kelompok Usaha sebagai lessor

Kelompok Usaha mengadakan perjanjian sewa properti komersial pada portofolio properti investasi. Kelompok Usaha telah menentukan, berdasarkan evaluasi atas syarat dan ketentuan dari perjanjian, bahwa menjaga semua risiko dan manfaat signifikan kepemilikan atas properti yang disewakan tersebut dan, sehingga, Kelompok Usaha mengakui transaksi sewa sebagai sewa operasi.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Allowance for impairment of receivables (continued)

These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of trade receivables. Additional provisions for impairment losses of trade receivables were recognized during the year.

The Group determines whether an acquired property is classified as investment property or property inventory:

  • Investment property consists of land and buildings (principally offices and retail property) which are not occupied substantially for use by, or in the operations of, the Group, nor for sale in the ordinary course of business, but are held primarily to earn rental income and capital appreciation.
  • - Property inventory consists of property that is held for sale in the ordinary course of business. Principally, this is residential property that the Group develops and intends to sell on or before completion of construction.

Operating lease contracts - the Group as lessor

The Group has entered into various commercial property leases on its investment property portfolio. The Group has determined, based on an evaluation of the terms and conditions of the arrangements, that it retains all the significant risks and rewards of ownership of the leased property and, therefore, it accounts for the leases as operating leases.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Pengendalian atas entitas lainnya Control of other entities

a. Kelompok Usaha menentukan bahwa Kelompok Usaha memiliki kendali atas GMS, CTMD, CCS, CMRY dan CNL meskipun Kelompok Usaha hanya memiliki 50% kepemilikan atas perusahaan tersebut karena Kelompok Usaha memiliki hak atas laba variabel dari keikutsertaannya dan Kelompok Usaha memiliki kemampuan untuk mempengaruhi laba tesebut melalui kendali atas perusahaan tersebut.

Berdasarkan perjanjian kontraktual antara GMS, CTMD dan CMP, antara CCS, CMRY dan CMPA dan antara CNL dan CNUS, para pihak menyetujui bahwa CMP, CMPA dan CNUS memiliki hak untuk sepenuhnya beroperasi dan mengendalikan seluruh aktivitas pengembangan dan operasional atas GMS, CTMD, CCS, CMRY dan CNL, sehingga CMP, CMPA dan CNUS memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas yang relevan yang masingmasing mempengaruhi laba GMS, CTMD, CCS, CMRY dan CNL.

b. Kelompok Usaha menentukan bahwa Kelompok Usaha memiliki pengaruh signifikan terhadap PT Satria Widya Mitra, PT Putra Darma Utama dan PT Duta Budi Propertindo meskipun Kelompok Usaha memiliki 50% kepemilikan perusahaan. Entitas-entitas tersebut belum beroperasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 sehingga dinilai tidak signifikan untuk tujuan laporan keuangan konsolidasian.

Penentuan dan klasifikasi pengendalian bersama

Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan ketika menilai apakah pengaturan bersama merupakan operasi bersama atau ventura bersama yang relevan. Kelompok Usaha menentukan aktivitas untuk pengendalian bersama yang terkait dengan pengaturan bersama yang relevan dalam keputusan, operasi dan modal.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

a. The Group determines that it has control over GMS, CTMD, CCS, CMRY and CNL even though it only holds 50% ownership of the companies because the Group has rights of variable returns from its involvement and the Group has the ability to affect those returns through its control of the companies.

Based on the contractual arrangements between GMS, CTMD and CMP, between CCS, CMRY and CMPA, and between CNL and CNUS, the parties agreed that CMP, CMPA and CNUS has the right to fully operate and control all development and operational activities of GMS, CTMD, CCS CMRY and CNL, giving CMP, CMPA and CNUS, the ability to direct the relevant activities which directly affect the returns of GMS, CTMD, CCS, CMRY and CNL, respectively.

b. The Group determines that it has significant influence over PT Satria Widya Mitra, PT Putra Darma Utama and PT Duta Budi Propertindo even though it holds 50% ownership of the companies. These entities have not yet been operating as of December 31, 2020 and 2019 thus were assessed to be insignificant for purposes of the consolidated financial statements.

Determination and classification of a joint arrangement

Judgment is required to determine when the Group has joint control over an arrangement, which requires an assessment of the relevant activities and when the decisions in relation to those activities require unanimous consent. The Group has determined that the relevant activities for its joint arrangements are those relating to the operating and capital decisions of the arrangement.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Penentuan dan klasifikasi pengendalian bersama (lanjutan)

Pertimbangan juga diperlukan dalam melakukan klasifikasi pengendalian bersama. Pengklasifikasian pengendalian bersama membutuhkan Kelompok Usaha untuk menentukan hak dan kewajiban timbul dari pengendalian bersama ini. Khususnya Kelompok Usaha mempertimbangkan:

  • Struktur dari pengendalian bersama apakah terbentuk melalui bentuk terpisah
  • Ketika pengaturan bersama dibentuk melalui bentuk terpisah:
  • a. Bentuk hukum dan badan terpisah;
  • b. Persyaratan pengaturan kontraktual;
  • c. Fakta dan keadaan lain (jika relevan).

Penilaian ini biasanya membutuhkan pertimbangan yang signifikan, dan kesimpulan yang berbeda untuk pengendalian bersama dan juga apakah operasi bersama atau ventura bersama bisa membuat dampak yang material terhadap perlakuan akuntansi untuk setiap penilaian.

Pada tanggal 31 Desember 2020, pengendalian bersama Kelompok Usaha adalah dalam bentuk operasi bersama.

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini:

Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi yang di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Determination and classification of a joint arrangement (continued)

Judgment is also required to classify a joint arrangement. Classifying the arrangement requires the Group to assess their rights and obligations arising from the arrangement. Specifically, the Group considers:

  • The structure of the joint arrangement whether it is structured through a separate vehicle
  • When the joint arrangement is structured through a separate vehicle:
  • a. The legal form of the separate vehicle;
  • b. The terms of the contractual arrangement;
  • c. Other facts and circumstances (when relevant).

This assessment often requires significant judgment, and a different conclusion on joint control and also whether the arrangement is a joint operation or a joint venture, may materially impact the accounting treatment for each assessment.

As of December 31, 2020 the Group's joint arrangement is in the form of joint operations.

b. Estimasi dan asumsi b. Estimates and assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below:

The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.

Nilai realisasi neto untuk persediaan yang telah selesai ditentukan berdasarkan keadaan pasar dan harga yang tersedia pada tanggal pelaporan dan ditentukan oleh Kelompok Usaha sesuai dengan transaksi pasar terkini.

Nilai realisasi neto untuk persediaan dalam penyelesaian ditentukan berdasarkan harga pasar pada tanggal pelaporan untuk persediaan sama yang telah selesai, dikurangi dengan taksiran biaya penyelesaian konstruksi dan taksiran nilai waktu uang sampai dengan tanggal penyelesaian persediaan.

Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi antara 4 dan 50 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya.

Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Tidak terdapat perubahan estimasi masa manfaat aset tetap dan properti investasi.

Nilai wajar tanah dan bangunan tertentu yang dicatat sebagai bagian dari akun "Aset tetap" dan "Properti investasi" ditentukan oleh penilai real estat independen dengan menggunakan teknik penilaian yang telah diakui. Teknik penilaian tersebut merupakan pendekatan biaya dan pendekatan pasar dan pendapatan. Pada kasus tertentu, nilai wajar aset ditentukan berdasarkan transaksi real estat terkini yang memiliki karakteristik dan lokasi aset Kelompok Usaha yang sejenis.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)

Taksiran nilai realisasi neto persediaan Estimation of net realizable value for inventories

Inventories are stated at the lower of cost and net realizable value.

Net realizable value for completed inventories are assessed with reference to market conditions and prices existing at the reporting date and is determined by the Group in the light of recent market transactions.

Net realizable value of inventories under construction is assessed with reference to market prices at the reporting date for similar completed properties, less estimated cost to complete construction and an estimate of the time value of money to the date of completion.

Penyusutan aset tetap dan properti investasi Depreciation of fixed assets and investment properties

The costs of fixed assets and investment properties are depreciated on a straight-line basis over their estimated economic useful life. Management estimates the useful life of these fixed assets and investment properties are between 4 and 50 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Group conducts its businesses.

Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful life and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. There was no change in the estimated useful life of fixed assets and investment properties.

Penilaian properti Valuation of property

The fair values of certain land and buildings disclosed under the "Fixed assets" and "Investment properties" accounts are determined by independent real estate valuation experts using recognized valuation techniques. These techniques comprise the cost approach and market and revenue valuation methods. In some cases, the fair values are determined based on recent real estate transactions with similar characteristics and location to those of the Group's assets.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Ketika nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat diperoleh dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.

Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan.

Penentuan kewajiban dan biaya untuk pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha tergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha langsung diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian pada saat terjadinya.

Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil actual Kelompok Usaha atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.

Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga kompensasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan) b. Estimates and Assumptions (continued)

Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan Fair value measurement of financial instruments

When the fair value of financial assets and financial liabilities recorded in the consolidated statement of financial position cannot be derived from active markets, their fair value is determined using valuation techniques including the discounted cash flow model. The inputs to these models are taken from observable markets where possible, but where this is not feasible, a degree of judgment is required in establishing fair value.

The judgment includes consideration of inputs such as liquidity risk, credit risk and volatility. Changes in assumptions about these factors could affect the reported fair value of financial instruments.

Estimasi pensiun dan imbalan kerja Estimation of pension and employee benefits

The determination of the Group's obligations for, and cost of, pension and employee benefits is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuary in calculating such amounts. Those assumptions include discount rates, future annual salary increase, annual employee turnover rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Group's assumptions are recognized immediately in the consolidated statement of profit or loss and OCI when they occur.

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group's actual experiences or significant changes in the Group's assumptions may materially affect its employee benefits liability and net employee benefits expense.

Deferred tax asset recognized to the extent that it is probable that taxable income will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable income, together with future tax planning strategies.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak

Kelompok Usaha menetapkan bahwa kontrak dengan pelanggan atas penjualan persediaan real estat pada tahun 2020 memiliki komponen pembiayaan yang signifikan mengingat jangka waktu antara pembayaran uang muka penjualan oleh pelanggan dan saat pengalihan pengendalian atas persediaan real estat lebih dari satu tahun. Beban bunga dibebankan atas uang muka pelanggan sampai unit real estat diserahkan kepada pelanggan pada saat nilai pertambahan uang muka dikreditkan ke pendapatan.

Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan, Grup menyimpulkan bahwa tingkat bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas rumah, ruko/rukan, kantor, apartement, dll ke dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.

Penyisihan ECL atas piutang usaha dan aset kontrak

Kelompok Usaha menggunakan matriks penyisihan untuk menghitung ECL untuk piutang usaha dan aset kontrak. Tingkat penyisihan berdasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian serupa (yaitu berdasarkan geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan cakupan dengan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).

Matriks penyisihan awalnya didasarkan pada tingkat kegagalan yang diamati secara historis Kelompok Usaha. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan kegagalan di sektor manufaktur, tingkat kegagalan historis disesuaikan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan) b. Estimates and Assumptions (continued)

Consideration of significant financing component in a contract

The Group has determine that the contracts with customers for sale of real estate inventories in 2020 have significant financing component considering the period between the customer's payment of sales advances and time of the transfer of control over the real estate inventories is more than one year. Interest expenses is charged on advances from customers until the real estate unit is handed over to the customer at which time the credit accreted value of the advances is credited to revenue.

In determining the interest to be applied to the amount of consideration, the Group concluded that the interest rate implicit in the contract (i.e., the interest rate that discounts the cash selling price of the houses, shophouses, offices, apartments, etc to the amount paid in advance) is appropriate because this is commensurate with the rate that would be reflected in a separate financing transaction between the entity and its customer at contract inception.

Provision for ECL of trade receivables and contract assets

The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables and contract assets. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns (i.e., by geography, product type, customer type and rating, and coverage by letters of credit and other forms of credit insurance).

The provision matrix is initially based on the Group's historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forwardlooking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the manufacturing sector, the historical default rates are adjusted.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penyisihan ECL atas piutang usaha dan aset kontrak (lanjutan)

Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat kegagalan yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi forward-looking dianalisis.

Hasil penilaian atas korelasi antara tingkat kegagalan yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah perkiraan yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis kelompok usaha dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili kegagalan pelanggan sebenarnya di masa depan

Realisasi dari aset pajak tangguhan Realization of deferred tax assets

Namun tidak terdapat kepastian bahwa entitas anak dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari aset pajak tangguhan tersebut.

Ketidakpastian liabilitas perpajakan Uncertain tax liabilities

Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.

Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan digunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, "Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi". Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan Asumsi (lanjutan) b. Estimates and Assumptions (continued)

Provision for ECL of trade receivables and contract assets (continued)

At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.

The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group's historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer's actual default in the future.

However, there is no assurance that the subsidiaries will generate sufficient taxable income to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.

In certain circumstances, the Group may not be able to determine the exact amount of its current or future tax liabilities due to ongoing investigations by, or negotiations with, the taxation authority. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of future taxable income.

In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with PSAK No. 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets". The Group makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine if a tax liability for unrecognized tax benefit should be recognized.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri atas: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Kas
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
14.616 8.686 Cash on hand
Rupiah
United States Dollar
(USD313 dan USD39)
masing-masing pada tahun 2020 dan 2019)
Lainnya
4
32
1
32
(USD313 and USD39)
in 2020 and 2019, respectively)
Others
Total kas 14.652 8.719 Total cash on hand
Bank
Rupiah
Cash in banks
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 370.353 271.673 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 330.145 452.282 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 91.823 77.848 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 55.807 78.091 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 42.672 30.810 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia 29.228 13.682 PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 24.690 17.632 (Persero)Tbk
PT Bank DBS Indonesia 21.471 6.371 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 17.458 23.065 (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 16.897 13.638 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank ICBC Indonesia 8.588 3.026 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 6.043 5.250 (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa PT Bank Pembangunan Daerah
Barat dan Banten Tbk 5.986 3.117 Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk 5.486 1.136 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Bank Permata Tbk 5.366 17.000 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 3.969 6.545 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia
3.425
2.636
4.238
1.791
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Ganesha Tbk 2.067 247 PT Bank Ganesha Tbk
Bank of China (Hong Kong) Ltd., Bank of China (Hong Kong) Ltd.,
Cabang Jakarta 101 2.324 Jakarta Branch
PT Bank Bukopin Tbk 5 1.089 PT Bank Bukopin Tbk
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp1.000) 3.538 3.984 Others (each below Rp1,000)
Sub-total bank dalam Rupiah 1.047.754 1.034.839 Sub-total cash in banks in Rupiah
Dolar Amerika Serikat
(USD18.923.008 dan USD8.043.794
United States Dollar
(USD18,923,008 and USD8,043,794
masing-masing pada tahun 2020 dan 2019) in 2020 and 2019, respectively)
DBS Bank Ltd., Singapura 236.276 87.710 DBS Bank Ltd., Singapore
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 30.218 23.161 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank DBS Indonesia 343 872 PT Bank DBS Indonesia
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp1.000)
72 74 Others (each below Rp1,000)
Sub-total bank dalam Sub-total cash in banks
Dolar Amerika Serikat 266.909 111.817 in United States Dollar

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

Akun ini terdiri atas: (lanjutan) This account consists of the following: (continued)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Bank (lanjutan) Cash in banks (continued)
Dolar Singapura Singapore dollar
(SGD183.361 dan SGD104.844 (SGD183,361 and SGD104,844
masing-masing pada tahun in 2020 and 2019,
2020 dan 2019) respectively)
PT Bank DBS Indonesia 1.554 696 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia 390 378 PT Bank HSBC Indonesia
Lain-lain 8 8 Others
Sub-total bank dalam Sub-total cash in banks
Dolar Singapura 1.952 1.082 in Singapore Dollar
Total bank 1.316.615 1.147.738 Total cash in banks
Deposito berjangka Time deposits
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.060.726 385.705 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen 546.603 73.430 PT Bank Mandiri Taspen
PT Bank OCBC NISP Tbk 313.080 227.000 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Tabungan PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk 433.425 5.900 Negara (Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk 196.450 223.450 PT Bank Mega Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 191.501 170.108 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk
PT Bank BRISyariah Tbk
176.800
112.250
2.500
-
Agroniaga Tbk
PT Bank BRISyariah Tbk
PT Bank ICBC Indonesia 112.000 13.000 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 89.360 204.661 Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank Permata Tbk 87.427 - PT Bank Permata Tbk
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 63.115 284.170 PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk
PT Bank Woori Saudara PT Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk 58.745 33.920 Indonesia 1906 Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 57.250 88.710 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank QNB Indonesia Tbk 55.007 12.795 PT Bank QNB Indonesia Tbk
PT Bank Shinhan Indonesia 55.000 32.210 PT Bank Shinhan Indonesia
PT Bank Ganesha Tbk 53.001 53.300 PT Bank Ganesha Tbk
PT Bank BTPN Syariah Tbk 43.600 79.000 PT Bank BTPN Syariah Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 20.000 - PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank Sahabat Sampoerna 19.735 59.430 PT Bank Sahabat Sampoerna
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Banten Tbk 17.100 32.010 Banten Tbk
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 16.500 120.976 PT Bank Mayapada Internasional Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 16.043 20.043 (Persero) Tbk
PT Bank Amar Indonesia Tbk 14.913 62.370 PT Bank Amar Indonesia Tbk
PT Bank Sinarmas Tbk 14.200 14.000 PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank UOB Indonesia 12.201 12.201 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank DBS Indonesia 10.000 5.000 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Syariah Mandiri 7.500 - PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Bukopin Tbk 6.815 98.285 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 6.500 2.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Kesejahteraan Ekonomi 5.500 6.250 PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
PT Bank Maybank Indonesia - Syariah 5.000 - PT Bank Maybank Indonesia - Syariah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 4.075 2.000 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 4.020 4.820 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Jtrust Indonesia Tbk 4.000 - PT Bank Jtrust Indonesia Tbk

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

Akun ini terdiri atas: (lanjutan) This account consists of the following: (continued)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Deposito berjangka (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
Bank of China (Hongkong) Ltd.,
Cabang Jakarta
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Bangkok Bank Public Company Limited
PT Bank MNC Internasional Tbk
PT Bank Mega Syariah
PT Bank Victoria Syariah
PT Bank Nationalnobu Tbk
2.690
2.000
1.920
-
-
-
-
2.569
2.000
78.895
46.598
15.000
8.000
Time Deposits (continued)
Rupiah (continued)
Bank of China (Hongkong) Ltd.,
Jakarta Branch
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
62.099 Bangkok Bank Public Company Limited
PT Bank MNC International Tbk
PT Bank Mega Syariah
PT Bank Victoria Syariah
PT Bank Nationalnobu Tbk
Sub-total 3.896.052 2.544.405 Sub-total
Dollar Amerika Serikat
(USD3.429.111 dan USD38.634.767
masing-masing pada tahun
2020 dan 2019)
PT Bank QNB Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
DBS Bank Ltd., Singapura
PT Bank UOB Indonesia
32.993
15.374
-
-
31.792
15.152
486.638
3.480
United States Dollar
(USD3,429,111 and USD38,634,767
in 2020 and 2019,
respectively)
PT Bank QNB Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
DBS Bank Ltd., Singapore
PT Bank UOB Indonesia
Sub-total 48.367 537.062 Sub-total
Total deposito berjangka 3.944.419 3.081.467 Total time deposits
Total kas dan setara kas 5.275.686 4.237.924 Total cash and cash equivalents

Penghasilan bunga yang berasal dari deposito berjangka disajikan pada laba atau rugi sebagai bagian dari "Penghasilan Keuangan" (Catatan 34).

Seluruh kas telah diasuransikan kepada berbagai perusahaan asuransi pihak ketiga terhadap risiko pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp67 miliar pada tanggal 31 Desember 2020. Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Kisaran tingkat bunga tahunan deposito berjangka adalah sebagai berikut:

Interest income from time deposits is presented in profit or loss as part of "Finance Income" (Note 34).

All cash on hand is covered by insurance with various third-party insurance companies against theft and other risks for Rp67 billion as of December 31, 2020. The Group's management is of the opinion that the above coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

The ranges of annual interest rates of time deposits are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Rupiah 2,00% - 8,25% 3,00% - 8,50% Rupiah
Dolar Amerika Serikat 0,30% - 2,75% 0,75% - 2,00% United States Dollar

Seluruh rekening bank dan deposito berjangka ditempatkan pada bank pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat kas dan setara kas yang digunakan sebagai jaminan atas utang atau dibatasi penggunaannya

All cash in banks and time deposits are placed in third-party banks. As of December 31, 2020 and 2019, no cash and cash equivalents are used as collateral for obligations or restricted in use.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA 5. TRADE RECEIVABLES FROM THIRD PARTIES

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The details of this account are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pendapatan pusat niaga 468.407 307.015 Revenue from shopping centers
Penjualan apartemen 221.366 492.543 Sales of apartment
Penjualan rumah, ruko dan kapling 146.810 183.844 Sale of houses, shop houses and land lots
Jasa pelayanan medis 74.614 44.225 Medical services
Jasa perhotelan 14.317 9.968 Revenue from hotel services
Penjualan ruang kantor 11.572 131.961 Sale of offices
Pendapatan sewa kantor 1.273 3.358 Revenue from leased offices
Golf membership dues, restaurant,
Keanggotaan golf, restoran, club houses club houses, and lease rentals of
dan sewa unit villa golf dan lainnya 1.218 2.105 golf villa units and others
Total 939.577 1.175.019 Total
Penyisihan penurunan nilai (2.106) (2.398) Allowance for impairment
Neto 937.471 1.172.621 Net

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, semua piutang usaha Kelompok Usaha dari pihak ketiga dalam mata uang rupiah.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, piutang usaha dari pihak ketiga milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank masing-masing entitas anak (Catatan 14).

Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020 and 2019, all of the Group's trade receivables from third parties are denominated in rupiah.

As of December 31, 2020 and, 2019, trade receivables from third parties owned by certain subsidiaries were pledged as collateral for their respective bank loans (Note 14).

The aging analysis of trade receivables from third parties is presented below:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Belum jatuh tempo dan tidak
mengalami penurunan nilai 807.287 1.019.021 Neither past due nor impaired
Telah jatuh tempo namun tidak
mengalami penurunan nilai: Past due but not impaired:
1 - 30 hari 26.314 40.386 1 - 30 days
31 - 60 hari 26.886 18.148 31 - 60 days
>61 hari 76.984 95.066 >61 days
Telah jatuh tempo dan/atau
mengalami penurunan nilai 2.106 2.398 Past due and/or impaired
Total 939.577 1.175.019 Total

5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA (lanjutan)

Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

5. TRADE RECEIVABLES FROM THIRD PARTIES (continued)

The movements of the allowance for impairment of trade receivables are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 2.398 3.054 Balance at beginning of year
Penyisihan selama tahun berjalan 980 191 Provision during the year
Pembalikan selama tahun berjalan (120) (809) Reversal during the year
Penghapusan selama tahun berjalan (1.152) (38) Write-off during the year
Saldo akhir tahun 2.106 2.398 Balance at end of year

Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha di masa yang akan datang.

Sehubungan dengan sewa operasi dimana Kelompok Usaha sebagai lessor, berikut ini adalah jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan untuk setiap tahun dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan:

The Group's management believes that the allowance for impairment of trade receivables is sufficient to cover probable losses from uncollectible trade receivables in the future.

In relation to operating leases where the Group is the lessor, the following is the aggregate amount of future minimum lease payments for each year under non-cancellable operating leases:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
< 1 year
1 - 5 years
2.389.811 2.409.777 > 5 years
4.901.292 4.935.384 Total
551.650
1.959.831
552.683
1.972.924

Kelompok Usaha memiliki beberapa perjanjian sewa untuk jangka waktu yang bervariasi antara 5 sampai 20 tahun. Dalam perjanjian tersebut, Kelompok Usaha setuju menyediakan ruko dan pusat niaga kepada lessee dengan jumlah nilai penyewaan yang ditetapkan berdasarkan luas yang digunakan.

The Group entered into several lease agreements with various terms ranging from 5 to 20 years. In these agreements, the Group agreed to provide shop houses and shopping centers to lessees with agreed rental value based on the size of the area to be used.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

6. PIUTANG LAIN-LAIN 6. OTHER RECEIVABLES

Akun ini terdiri atas: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Piutang mitra usaha ventura bersama 1.351.406 1.280.270 Joint venture partner receivables
PT Cipta Arsigriya 86.141 95.568 PT Cipta Arsigriya
Piutang penghuni rumah 40.737 16.301 Residents receivables
Piutang karyawan 1.363 2.215 Receivables from employees
Piutang bunga 891 1.947 Interest receivables
Lainnya 72.338 89.619 Others
Total 1.552.876 1.485.920 Total

Piutang lain-lain disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut:

Other receivables are presented in the consolidated statement of financial position as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset lancar
Aset tidak lancar
1.466.735
86.141
1.485.920
-
Current assets
Non-current assets
Total 1.552.876 1.485.920 Total

Piutang mitra usaha ventura bersama merupakan bagian dari dana pelaksanaan proyek operasi bersama yang belum disetor oleh mitra usaha kepada operasi bersama dan terkait kerjasama lainnya (Catatan 40m).

Piutang kepada PT Cipta Arsigriya merupakan piutang atas penjualan kepemilikan saham di PT Citra Asri Graha dan penghentian kerjasama JO Citra Arsigriya (Catatan 40n).

Piutang dari penghuni rumah merupakan piutang terkait listrik, air dan operasi estat.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas piutang lainlain tersebut.

Joint venture partner receivables represent the portions of joint project operating funds that have not yet been contributed by the partners to the joint operation and other arrangements (Note 40m).

Receivables from PT Cipta Arsigriya represents receivables for divestment of PT Citra Asri Graha and termination of JO Citra Arsigriya (Note 40n).

Residents receivables represent receivables for electricity, water and estate operations.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's management believes that all other receivables are collectible and no provision for losses is necessary.

7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES

Akun ini terdiri atas: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset pengembangan real estat: Real estate development assets:
Tanah, rumah hunian dan Land, residential and shophouses
ruko dalam penyelesaian 8.493.295 8.215.839 under construction
Apartemen dalam penyelesaian 2.166.854 1.687.243 Apartments under construction
Kantor dalam penyelesaian 1.556.909 734.601 Offices under construction
Persediaan lainnya: Other inventories:
Makanan, minuman, dan lainnya 3.563 4.716 Food, beverage, and others
Lainnya 19.485 18.224 Others
Total 12.240.106 10.660.623 Total

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Mutasi persediaan tanah, rumah hunian dan ruko dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

7. PERSEDIAAN (lanjutan) 7. INVENTORIES (continued)

The movements of land, residential and shophouses under construction are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal 8.215.839 7.943.403 Beginning balance
Penyesuaian sehubungan dengan Adjustment related to the
penerapan PSAK 72 (Catatan 2b) 12.561 - implementation of PSAK 72 (Note 2b)
Saldo awal setelah penyesuaian 8.228.400 7.943.403 Beginning balance after adjustment
Penambahan: Addition:
Pembelian tanah dan pengembangan Purchases of land and
lahan 1.152.566 1.087.198 development of land
Biaya produksi 1.329.863 1.185.283 Production costs
Reklasifikasi dari (ke): Reclassification from (to):
Tanah untuk pengembangan 130.457 267.878 Land for development
Aset tetap (2.753) 2.395 Fixed assets
Properti investasi (1.052) (31.029) Investment properties
Uang muka pembelian tanah - 6.177 Advance for purchase of land
Apartemen dalam penyelesaian (445) (170.739) Apartments under construction
Kantor dalam penyelesaian - (74.668) Office under construction
Pengurangan: Deduction:
Beban pokok penjualan (Catatan 30) (2.343.741) (2.000.059) Cost of sales (Note 30)
Saldo akhir 8.493.295 8.215.839 Ending balance
Terdiri atas: Consists of:
Tanah dalam pengembangan 6.908.556 6.625.834 Land under development
Bangunan dalam penyelesaian 1.584.739 1.590.005 Building under construction
Total 8.493.295 8.215.839 Total

Mutasi persediaan apartemen dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

The movements of apartments under construction inventories are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal 1.687.243 1.216.164 Beginning balance
Penyesuaian sehubungan dengan
penerapan PSAK 72 (Catatan 2b)
742.881 - Adjustment related to the
implementation of PSAK 72 (Note 2b)
Saldo awal setelah penyesuaian 2.430.124 1.216.164 Beginning balance after adjustment
Penambahan: Addition:
Biaya produksi 482.846 626.080 Production costs
Reklasifikasi dari (ke): Reclassification from (to):
Tanah untuk pengembangan 956 229.435 Land for development
tanah, rumah hunian dan ruko land, residential and shophouses
dalam penyelesaian 445 170.739 under construction
Properti investasi - (19.414) Investment properties
Kantor dalam penyelesaian - 34.269 Office under construction
Aset tetap (80.297) (13.413) Fixed assets
Pengurangan: Deduction:
Beban pokok penjualan (Catatan 30) (538.398) (556.617) Cost of sales (Note 30)
Dekonsolidasi entitas anak (128.822) - Deconsolidation of subsidiary
Saldo akhir 2.166.854 1.687.243 Ending balance

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Mutasi persediaan kantor dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

7. PERSEDIAAN (lanjutan) 7. INVENTORIES (continued)

The movements of offices under construction inventories are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal 734.601 603.729 Beginning balance
Penyesuaian sehubungan dengan Adjustment related to the
penerapan PSAK 72 (Catatan 2b) 773.832 - implementation of PSAK 72 (Note 2b)
Saldo awal setelah penyesuaian 1.508.433 603.729 Beginning balance after adjustment
Penambahan: Addition:
Biaya produksi 296.281 402.238 Production costs
Reklasifikasi dari (ke): Reclassification from (to):
Aset tetap 33.527 - Fixed assets
Tanah dalam pengembangan - 74.668 Land under development
Properti investasi - 20.452 Investment properties
Apartemen dalam penyelesaian - (34.269) Apartments under construction
Pengurangan: Deduction:
Beban pokok penjualan (Catatan 30) (281.332) (332.217) Cost of sales (Note 30)
Saldo akhir 1.556.909 734.601 Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, reklasifikasi ke dan/atau dari aset tetap, properti investasi, dan persediaan dikarenakan adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan aset tersebut.

Persentase jumlah tercatat aset dalam pengembangan real estat terhadap nilai kontrak untuk menyelesaikannya berkisar antara 15% sampai dengan 95% (tidak diaudit). Estimasi penyelesaian aset dalam pengembangan real estat tersebut tergantung kepada berbagai faktor yang akan mempengaruhi penyelesaian proyek-proyek yang ada. Pada umumnya, penyelesaian proyek perumahan (landed house) berkisar antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun, sedangkan untuk proyek high-rise building berkisar antara 3 tahun sampai dengan 5 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2020, tidak terdapat hambatan yang signifikan dalam penyelesaian aset dalam pengembangan real estat tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, persediaan milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan utang obligasi yang diperoleh masing-masing entitas anak tersebut (Catatan 14 dan 23).

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke persediaan sebesar Rp8.810 dan RpNihil masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 14).

As of December 31, 2020 and 2019, the reclassifications to and/or from fixed assets, investment properties, and inventories were due to the changes in management's intention on the use of these assets.

The percentage of real estate development assets to the value of the contract to finish it ranges from 15% to 95% (unaudited). The estimated completion of assets in real estate development is dependent upon a variety of factors that will affect the completion of existing projects. In general, the completion of housing projects (landed house) ranges from 6 months to 2 years, while high-rise building projects ranges from 3 years to 5 years. As of December 31, 2020, there are no significant obstacles to the completion of real estate development assets.

As of December 31, 2020 and 2019, inventories owned by certain subsidiaries are pledged as collateral for their respective bank loans and bonds payable (Note 14 and 23).

Borrowing costs which were capitalized to inventories amounted to Rp8,810 and RpNil for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively (Note 14).

Persediaan bangunan, apartemen dan kantor telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya pada berbagai perusahaan asuransi pihak ketiga dengan keseluruhan nilai pertanggungan sebesar Rp8,6 triliun pada tanggal 31 Desember 2020. Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian atas risiko tersebut.

Berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan di atas pada akhir periode pelaporan, manajemen berpendapat bahwa nilai neto persediaan tersebut di atas dapat direalisasi sepenuhnya, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

7. PERSEDIAAN (lanjutan) 7. INVENTORIES (continued)

Building, apartment and office inventories are covered by insurance against fire and other risks with various third-party insurance companies for a total coverage of Rp8.6 trillion on December 31, 2020. The Group's management is of the opinion that the above insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

Based on the results of the review of the physical condition and net realizable values of the above inventories at the end of the reporting period, management believes that the net carrying values of the above inventories are fully realizable and hence, no allowance for impairment of inventories is necessary as of December 31, 2020 and 2019.

8. UANG MUKA 8. ADVANCE PAYMENTS

Akun ini terdiri atas uang muka ke/untuk: This account consists advance payment to/for:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pembelian tanah 480.239 497.419 Purchase of land
Pembelian aset tetap 35.737 68.397 Purchase of fixed assets
Investasi 22.500 22.500 Investments
Operasional proyek 18.153 27.177 Operational project
Lain-lain 65.659 30.687 Others
Total 622.288 646.180 Total

Uang muka disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut:

Advances payments are presented in the consolidated statement of financial position as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset lancar 142.049 148.761 Current assets
Aset tidak lancar 480.239 497.419 Non-current assets
Total 622.288 646.180 Total

Semua uang muka Kelompok Usaha dibayarkan kepada pihak ketiga, kecuali uang muka atas investasi yang dibayarkan kepada entitas asosiasi. Sebagai informasi tambahan, semua uang muka Kelompok Usaha dalam satuan rupiah.

Uang muka pembelian tanah terdiri dari pembayaran untuk pembelian tanah yang terutama berlokasi di Jabotabek dan Jawa Timur.

All of the Group's advance payments are made to third parties, except advances for investments which are made to associates. In addition, all of the Group's advance payments are all denominated in rupiah.

Advances for purchase of land mainly consist of payments for purchases of land properties located in Jabotabek and East Java.

Uang muka operasional proyek terutama merupakan pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan pembangunan di proyek-proyek yang akan digunakan sebagai pengurang atas tagihan kontraktor di masa yang akan datang.

9. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA 9. OTHER NON-CURRENT ASSETS

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

8. UANG MUKA (lanjutan) 8. ADVANCE PAYMENTS (continued)

Advances for operational project mainly represent payment to contractors related to construction projects that will be applied to contractors' billings as payments in the future.

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Dana yang dibatasi penggunaannya: Restricted funds:
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 601.856 575.195 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 307.574 475.056 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 253.423 199.777 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 90.588 68.729 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk 64.799 37.832 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 52.863 47.049 (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia 38.345 45.802 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk 36.542 28.773 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 34.134 39.502 (Persero) Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk 26.313 6.614 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 26.172 33.392 Bank Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 20.544 29.960 (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Mandiri 17.866 4.589 PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 14.499 21.062 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 14.029 30.635 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank BNI Syariah 3.880 1.705 PT Bank BNI Syariah
Bank of China (Hong Kong) Ltd., Bank of China (Hong Kong) Ltd.,
Cabang Jakarta 3.879 4.013 Jakarta Branch
PT Bank ICBC Indonesia 2.630 1.729 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank KEB Hana Indonesia 1.888 8.816 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank BTPN Tbk 1.219 2.000 PT Bank BTPN Tbk
PT Bank Mestika Dharma 1.204 2.200 PT Bank Mestika Dharma
PT Commonwealth Bank 1.072 202 PT Bank Mestika Dharma
PT Bank Sinarmas Tbk 675 1.394 PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank MNC Internasional Tbk - 1.000 PT Bank MNC Internasional Tbk
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (each below
Rp1.000) 2.395 3.330 Rp1,000)
Sub-total 1.618.389 1.670.356 Sub-total
Dolar Singapura Singapore Dollar
Bank of China Ltd., Bank of China Ltd.,
Cabang Singapura 2.953 2.933 Singapore Branch
Sub-total 2.953 2.933 Sub-total

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

9. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) 9. OTHER NON-CURRENT ASSETS (continued)

Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Investasi tersedia untuk dijual: Available-for-sale investments:
International City Holdings Pte., Ltd. 122.674 122.674 International City Holdings Pte.,Ltd.
PT Damai Indah Golf Tbk 18.680 18.680 PT Damai Indah Golf Tbk
PT Pembangunan Kota Tua Jakarta 10.000 10.000 PT Pembangunan Kota Tua Jakarta
Sub-total 151.354 151.354 Sub-total
Peralatan operasi hotel 5.762 5.751 Hotel operating equipment
Uang jaminan 2.174 2.201 Guarantee deposit
Lain-lain (Catatan 18) 42.033 27.884 Others (Note 18)
Total 1.822.665 1.860.479 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dana yang dibatasi penggunaannya dalam rupiah milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank yang diperoleh masing-masing entitas anak tersebut (Catatan 14) dan terkait dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) yang diperoleh pelanggan Kelompok Usaha.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dana yang dibatasi penggunaannya dalam Dolar Singapura milik Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank yang diperoleh Perusahaan (Catatan 14).

Investasi yang tersedia untuk dijual merupakan investasi Kelompok Usaha pada saham entitasentitas yang tidak mempunyai harga kuotasi.

Penyertaan saham pada ICH dimiliki oleh Perusahaan dan New Strength masing-masing sebesar 1,49% dan 5,94%, sehingga total persentase kepemilikan efektif di ICH adalah sebesar 7,43%.

PT Damai Indah Golf Tbk ("DIG") PT Damai Indah Golf Tbk ("DIG")

Penyertaan saham pada DIG dimiliki oleh CR dengan kepemilikan 2,39%. DIG teregistrasi sebagai perusahaan terbuka (Tbk) karena memiliki lebih dari tiga ratus (300) pemegang saham. Sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 dan berdasarkan pernyataan efektif dari OJK melalui surat No. S-603/PM/2002 tanggal 27 Maret 2002. Saham DIG tidak tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

As of December 31, 2020 and 2019, the rupiah restricted funds owned by certain subsidiaries are pledged as collateral for their respective loans (Note 14) and related to the housing and apartment loan obtained by the Group's customers.

As of December 31, 2020 and 2019, the Singapore Dollar restricted funds owned by the Company are pledged as collateral for the respective loan obtained by the Company (Note 14).

Available-for-sale investments represent the Group's investments in other entities unquoted equity shares.

International City Holdings Pte., Ltd. ("ICH") International City Holdings Pte., Ltd. ("ICH")

The investment in ICH is owned by the Company and New Strength representing 1.49% and 5.94%, respectively, thus the total effective percentage of ownership in ICH is 7.43%.

The investment in DIG is owned by CR representing 2.39% ownership. DIG is a registered public company (Tbk) since it has more than three hundred (300) stockholders in accordance with the Capital Market Regulation No. 8 of 1995, and based on the Notice of Effectivity from the Chairman of OJK through his Letter No. S-603/PM/2002 dated March 27, 2002. The shares of DIG are not registered at the Indonesia Stock Exchange.

Penyertaan saham pada PT Pembangunan Kota Tua Jakarta dimiliki oleh Perusahaan dengan kepemilikan 11,11%.

10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 10. INVESTMENTS IN ASSOCIATES

Berikut ini adalah entitas yang telah dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan metode ekuitas:

31 Desember 2020/December 31, 2020

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

9. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) 9. OTHER NON-CURRENT ASSETS (continued)

PT Pembangunan Kota Tua Jakarta PT Pembangunan Kota Tua Jakarta

The investment in PT Pembangunan Kota Tua Jakarta is owned by the Company representing 11.11% ownership.

The following entities have been included in the consolidated financial statements using the equity method:

Persentase
kepemilikan (%)/
Percentage of
ownership (%)
Biaya
perolehan/
Cost
Akumulasi
bagian atas
laba (rugi) neto/
Accumulated
equity in net
income (loss)
Nilai buku neto/
Net book value
PT Satrio Signature Real Estate 25,00% 129.915 (577) 129.338 PT Satrio Signature Real Estate
PT Ciputra Liang Court 33,81% 116.981 (2.431) 114.550 PT Ciputra Liang Court
PT Ciputra Citra Trisula 46,10% 77.572 (2.501) 75.071 PT Ciputra Citra Trisula
PT Ciputra Mitra Medika 50,00% 55.000 (40.266) 14.734 PT Ciputra Mitra Medika
PT Satria Widya Mitra 50,00% 54.888 (22) 54.866 PT Satria Widya Mitra
PT Putra Darma Utama 50,00% 48.991 5 48.996 PT Putra Darma Utama
PT Duta Budi Propertindo 50,00% 40.183 5 40.188 PT Duta Budi Propertindo
PT Jaya Citra Hotel 45,00% 16.920 (2.849) 14.071 PT Jaya Citra Hotel
PT CRC Media Graha 49,00% 1.225 139 1.364 PT CRC Media Graha
Total 541.675 (48.497) 493.178 Total

31 Desember 2019/December 31, 2019

Persentase
kepemilikan (%)/
Percentage of
ownership (%)
Biaya
perolehan/
Cost
Akumulasi
bagian atas
laba (rugi) neto/
Accumulated
equity in net
income (loss)
Nilai buku neto/
Net book value
PT Ciputra Liang Court 33,81% 116.981 716 117.697 PT Ciputra Liang Court
PT Satrio Signature Real Estate 20,00% 82.025 (315) 81.710 PT Satrio Signature Real Estate
PT Ciputra Mitra Medika 50,00% 55.000 (44.031) 10.969 PT Ciputra Mitra Medika
PT Satria Widya Mitra 50,00% 54.888 (22) 54.866 PT Satria Widya Mitra
PT Putra Darma Utama 50,00% 48.991 5 48.996 PT Putra Darma Utama
PT Duta Budi Propertindo 50,00% 40.183 6 40.189 PT Duta Budi Propertindo
PT Jaya Citra Hotel 45,00% 14.805 (1.400) 13.405 PT Jaya Citra Hotel
PT CRC Media Graha 49,00% 1.225 83 1.308 PT CRC Media Graha
Total 414.098 (44.958) 369.140 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan keuangan dan operasi investee tetapi tidak dianggap memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas kebijakan tersebut.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company determined it has the power to participate in the financial and operating policy decisions of these investees but is not considered as control or joint control over those policies.

10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN ASSOCIATES (continued)

Penyertaan saham pada CLC dimiliki oleh Perusahaan sebesar 33,81% (405 saham) dan PT Dimensi Serasi, entitas anak, sebesar 8,76% (105 saham), sehingga kepemilikan saham Kelompok Usaha secara langsung dan tidak langsung meningkat sebesar 39,94%. CLC memiliki dan mengoperasikan serviced apartment Somerset Grand Citra Jakarta.

Investasi saham pada SSRE dimiliki oleh PT Ciputra Adibuana, entitas anak, dengan kepemilikan sebesar 25% dan sisanya dimiliki oleh D&S Asia Green SA, SIF-SICAV dan Asia Green Leaf Limited, pihak ketiga (Catatan 40h).

Investasi saham pada CCT dimiliki oleh PT Ciputra Adiselaras, entitas anak, dengan kepemilikan sebesar 46,10% dan sisanya dimiliki oleh PT Graha Citra Trisula Indonesia, D&S Asia Green SA, SIF-SICAV and Asia Green Leaf Limited, pihak ketiga (Catatan 1d).

PT Satria Widya Mitra ("SWM"), PT Putra Darma Utama ("PDU") dan PT Duta Budi Propertindo ("DBP")

Penyertaan saham di SWM, PDU dan DBP ditujukan sebagai ventura bersama dengan PT Sinar Terang Inti Persada ("STIP"), pihak ketiga, yang memiliki sisa 50% kepemilikan saham di SWM, PDU dan DBP. Entitas-entitas tersebut direncanakan akan mengembangkan gedung perkantoran strata title di atas tanah yang berlokasi di Jakarta Selatan.

PT Ciputra Mitra Medika ("CMM") PT Ciputra Mitra Medika ("CMM")

Investasi pada CMM dimiliki oleh PT Ciputra Mitra Bahana, entitas anak CRS, dengan kepemilikan sebesar 50%. CMM memiliki dan mengoperasikan rumah sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.

PT Jaya Citra Hotel ("JCH") PT Jaya Citra Hotel ("JCH")

Investasi saham pada JCH dimiliki oleh PT Ciputra Niyantalestari, entitas anak tidak langsung dari CSN, dan PT Jaya Real Property Tbk, pihak ketiga, masing-masing dengan kepemilikan sebesar 45% dan 55%. JCH memiliki dan mengoperasikan Hotel CitraDream Bintaro.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

PT Ciputra Liang Court ("CLC") PT Ciputra Liang Court ("CLC")

The investment in CLC is owned by the Company representing 33.81% interest (405 shares) and PT Dimensi Serasi, a subsidiary, representing 8.76% interest (105 shares), making the Group's total direct and indirect ownership to increase to 39.94%. CLC owns and operates serviced apartment Somerset Grand Citra Jakarta.

PT Satrio Signature Real Estate ("SSRE") PT Satrio Signature Real Estate ("SSRE")

The investment in SSRE is owned by PT Ciputra Adibuana, a subsidiary, representing 25% of ownership and the remaining ownership is owned by D&S Asia Green SA, SIF-SICAV and Asia Green Leaf Limited, third parties (Note 40h).

PT Ciputra Citra Trisula ("CCT") PT Ciputra Citra Trisula ("CCT")

The investment in CCT is owned by PT Ciputra Adiselaras, a subsidiary, representing 46.10% of ownership and the remaining ownership is owned by PT Graha Citra Trisula Indonesia, D&S Asia Green SA, SIF-SICAV and Asia Green Leaf Limited, third parties (Note 1d).

PT Satria Widya Mitra ("SWM"), PT Putra Darma Utama ("PDU") and PT Duta Budi Propertindo ("DBP")

Investments in SWM, PDU and DBP are designated as joint ventures with PT Sinar Terang Inti Persada ("STIP"), third party, which owns the remaining 50% equity interest in SWM, PDU and DBP. Those entities are planned to develop the strata title office buildings located in South Jakarta.

The investment in CMM is owned by PT Ciputra Mitra Bahana, a subsidiary of CRS, representing 50% interest. CMM owns and operates Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.

The investment in JCH is owned by PT Ciputra Niyantalestari, indirect subsidiary of CSN, and PT Jaya Real Property Tbk, third party, representing 45% and 55% ownership interest, respectively. JCH owns and operates Hotel CitraDream Bintaro.

10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN ASSOCIATES (continued)

Investasi saham pada CRC dimiliki oleh PT Ciputra Media Graha, entitas anak tidak langsung dari CR dengan kepemilikan sebesar 49%.

Informasi tambahan sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi dan entitas lainnya adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

PT CRC Media Graha ("CRC") PT CRC Media Graha ("CRC")

The investment in CRC is owned by PT Ciputra Media Graha, indirect subsidiary of CR, with 49% ownership interest.

Additional information on the investments in associates and other companies are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Untuk Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2020/
For the Year Ended December 31, 2020
Total Aset/
Total Assets
Total Liabilitas/
Total Liabilities
Total Pendapatan/
Total Revenues
Laba (Rugi) Neto/
Net Profit (Loss)
SSRE 517.332 312.042 475 (1.014) SSRE
CLC 412.057 22.235 49.107 (9.309) CLC
CMM 240.663 211.196 166.701 7.530 CMM
CCT 165.298 1.411 - (8.516) CCT
SWM 72.487 9.546 - <1 SWM
PDU 70.171 8.314 - <1 PDU
DBP 60.944 6.320 - <1 DBP
JCH 50.005 18.737 5.222 (3.220) JCH
CRC 2.783 - - 114 CRC
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Untuk Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2019/
For the Year Ended December 31, 2019
Total Aset/
Total Assets
Total Liabilitas/
Total Liabilities
Total Pendapatan/
Total Revenues
Laba (Rugi) Neto/
Net Profit (Loss)
CLC 423.560 28.369 69.520 (4.436) CLC
SSRE 326.758 197.092 501 (412) SSRE
CMM 236.995 215.058 103.928 (17.219) CMM
SWM 71.780 8.839 - <1 SWM
PDU 69.633 7.777 - <1 PDU
DBP 60.503 5.879 - <1 DBP
JCH 52.297 22.509 11.074 (1.304) JCH
CRC 2.669 <1 - 112 CRC

Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak tersedia informasi nilai pasar terkait investasi pada entitas asosiasi.

The financial statements of the associates are prepared for the same reporting period with the Group.

As of December 31, 2020 and 2019, there was no market price information available related to the investments in associates.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

11. TANAH UNTUK PENGEMBANGAN 11. LAND FOR DEVELOPMENT

Akun ini merupakan tanah yang dimiliki oleh Kelompok Usaha untuk dikembangkan di masa mendatang dengan rincian sebagai berikut:

This account represents land owned by the Group for future development with the following details:

Lokasi/Location 31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Surabaya, Sidoarjo
Medan, Denpasar
Makassar, Bogor,
Bandung dan/and
CNUS dan entitas anak Bandar Lampung 4.608.857 4.391.634 CNUS and subsidiaries
CR dan entitas anak Jabodetabek 1.005.266 799.305 CR and subsidiaries
CNVDP dan entitas anak Bali 762.294 575.355 CNVDP and subsidiaries
CAG Jakarta 374.099 281.719 CAG
CSM dan entitas anak Jakarta 262.227 260.964 CSM and subsidiaries
SSAA Jakarta 214.604 205.321 SSAA
CAB Jakarta 203.178 202.130 CAB
SNIP Jakarta 122.293 - SNIP
CGM dan entitas anak Jambi 6.745 6.745 CGM and subsidiaries
CGR Jakarta 3.110 3.110 CGR
Total 7.562.673 6.726.283 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, reklasifikasi tanah untuk pengembangan termasuk reklasifikasi ke akun aset lainnya seperti properti investasi, aset tetap dan persediaan dikarenakan adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan aset tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tanah untuk pengembangan milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank masing-masing entitas anak tertentu tersebut (Catatan 14).

Tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat penurunan nilai atas tanah untuk pengembangan.

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

As of December 31, 2020 and 2019, the reclassifications of land for development including reclassifications to other asset accounts such as investment properties, fixed assets and inventories were due to the changes in management's intention on the use of these assets.

As of December 31, 2020 and 2019, land for development owned by certain subsidiaries were pledged as collateral for their respective bank loans (Note 14).

There were no borrowing costs capitalized as part of the land for development for the years ended December 31, 2020 and 2019.

As of December 31, 2020 and 2019, there was no impairment in the value of land for development.

12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/
For the Year Ended December 31, 2020
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reclassifications Deconsolidations Reklasifikasi/ Dekonsolidasi/ Saldo akhir/
Ending
balance
Biaya perolehan Cost
Tanah 441.541 1.228 (1.693) 20.444 - 461.520 Land
Bangunan dan prasarana 2.671.582 23.603 (7.234) 34.727 - 2.722.678 Buildings and infrastructures
Peralatan dan perabot 611.310 33.745 (15.104) (116.267) (492) 513.192 Furniture and fixtures
Lapangan golf 56.987 109 - (1.404) - 55.692 Golf courses
Peralatan proyek dan golf 47.281 8.688 (16.571) 139.180 - 178.578 Project and golf equipment
Kendaraan 35.559 722 (1.043) - - 35.238 Vehicles
Peralatan medis 101.904 21.441 (407) 2.348 - 125.286 Medical equipment
Sub-total 3.966.164 89.536 (42.052) 79.028 (492) 4.092.184 Sub-total
Aset tetap dalam penyelesaian 518.508 29.397 - (525.818) - 22.087 Construction in progress
Total biaya perolehan 4.484.672 118.933 (42.052) (446.790) (492) 4.114.271 Total cost

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: (lanjutan) The details of fixed assets are as follows:

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

(continued)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/
For the Year Ended December 31, 2020
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reclassifications Deconsolidations Reklasifikasi/ Dekonsolidasi/ Saldo akhir/
Ending
balance
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan dan prasarana 732.103 97.895 (5.947) (7.201) - 816.850 Buildings and infrastructures
Peralatan dan perabot 508.701 39.372 (27.171) (99.397) (98) 421.407 Furniture and fixtures
Lapangan golf 48.494 657 - - - 49.151 Golf courses
Peralatan proyek dan golf 16.648 11.952 (23) 100.962 - 129.539 Project and golf equipment
Kendaraan 25.269 2.973 (744) 825 - 28.323 Vehicles
Peralatan medis 64.351 9.775 - (105) - 74.021 Medical equipment
Total akumulasi penyusutan 1.395.566 162.624 (33.885) (4.916) (98) 1.519.291 Total accumulated depreciation
Nilai buku neto 3.089.106 2.594.980 Net book value

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/ For the Year Ended December 31, 2019

Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
Cost
436.167 8.698 - (3.324) 441.541 Land
2.616.625 34.285 (466) 21.138 2.671.582 Buildings and infrastructures
550.796 61.665 (4.915) 3.764 611.310 Furniture and fixtures
Golf course
Project and golf equipment
Vehicles
101.461 2.263 (1.820) - 101.904 Medical equipment
Sub-total
507.419 42.448 (77) (31.282) 518.508 Construction in progress
4.346.030 155.027 (7.824) (8.561) 4.484.672 Total cost
Accumulated depreciation
Buildings and infrastructures
Furniture and fixtures
Golf course
Project and golf equipment
Vehicles
50.695 14.190 (155) (377) 64.353 Medical equipment
1.232.080 168.385 (4.785) (114) 1.395.566 Total accumulated depreciation
3.113.950 3.089.106 Net book value
56.690
42.515
34.357
3.838.611
639.595
442.696
47.895
28.757
22.442
293
3.798
1.577
112.579
92.928
55.386
658
2.035
3.188
-
(171)
(375)
(7.747)
(285)
(3.920)
-
(64)
(361)
4
1.139
-
22.721
(135)
14.538
(60)
(14.080)
-
56.987
47.281
35.559
3.966.164
732.103
508.700
48.493
16.648
25.269

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, reklasifikasi aset tetap termasuk reklasifikasi ke dan dari akun aset lainnya seperti properti investasi, tanah untuk pengembangan, uang muka pembelian aset tetap, dan persediaan, yang dikarenakan adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan aset tersebut.

Kelompok Usaha memiliki beberapa bidang tanah dengan Hak Milik dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2023 sampai dengan tahun 2044 dan dapat diperpanjang/diperbaharui.

Jumlah penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dibebankan pada akun beban umum dan administrasi, beban langsung dan beban penjualan. As of December 31, 2020 and 2019, the reclassifications of fixed assets including reclassifications to and from other asset accounts such as investment properties, land for development, advance for purchase of fixed assets, and inventories, were due to the changes in management's intention on the use of these assets.

The Group's land properties are covered by rights to own and rights to use, which are valid up to various dates in year 2023 up to 2044 that are renewable/extendable.

The amounts of depreciation for the years ended December 31, 2020 and 2019 was charged to accounts general and administrative expenses, direct costs and selling expenses.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of sale of fixed assets are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
42.052
(33.885)
7.824
(4.785)
Cost
Accumulated depreciation
8.167
22.214
3.039
3.750
Net book value
Selling price
14.047 711 Gain on sale of fixed assets

Pada tanggal 31 Desember 2020, aset dalam penyelesaian terutama merupakan akumulasi biaya pembangunan proyek tertentu dengan persentase penyelesaian sebagai berikut:

As of December 31, 2020, construction in progress mostly represents the accumulated costs of constructing certain projects with the percentage of completion as follows:

31 Desember 2020/ December 31, 2020

_____________
Proyek Persentase
penyelesaian (%)/
Percentage of
completion (%)
Perkiraan waktu
penyelesaian/
Estimated time
of completion
Projects
Perluasan waterpark CitraIndah, Bogor 95,00% Semester 1 tahun 2021/
st semester 2021
1
Waterpark improvement CitraIndah, Bogor
Kantor pemasaran CitraLand Vittorio, Surabaya 90,00% Semester 1 tahun 2021/ Marketing gallery CitraLand Vittorio, Surabaya

1

st semester 2021

Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2020 didasarkan pada biaya aktual yang terjadi dibandingkan dengan biaya proyek yang direncanakan. Pada tanggal 31 Desember 2020, tidak terdapat hambatan yang signifikan dalam penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut.

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke dalam aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masingmasing sebesar RpNihil dan Rp5.578 (Catatan 14).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset tetap milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan dan utang obligasi masing-masing entitas anak tertentu tersebut (Catatan 14 dan 23).

Nilai wajar aset tetap tertentu (terutama terdiri dari tanah, bangunan dan lapangan golf) adalah sebesar Rp7,5 triliun yang ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen KJPP Willson & Rekan, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan dan KJPP Susan Widjojo & Rekan, dalam laporan-laporannya dengan laporan terakhir tanggal 12 April 2021.

The percentages of completion of the construction in progress as of December 31, 2020 are based on the actual expenditures incurred compared to the total budgeted project cost. As of December 31, 2020, there are no significant obstacles to the completion of the projects under construction.

Borrowing costs which were capitalized to fixed assets amounted to RpNil and Rp5,578 for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively (Note 14).

As of December 31, 2020 and 2019, fixed assets owned by certain subsidiaries are pledged as collateral for their respective bank and institution loans and bonds payable (Notes 14 and 23).

The fair values of certain fixed assets (mainly consisting of land, buildings and golf course) amounted to Rp7.5 trillion, which were determined by independent appraisers, KJPP Willson & Rekan, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan and KJPP Susan Widjojo & Rekan, in their reports with the latest report dated April 12, 2021.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai wajar dan nilai tercatat aset tetap lainnya sehingga tidak dilakukan penilaian terhadap aset tetap tertentu tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020, aset tetap dan properti investasi (Catatan 13), kecuali tanah dan lapangan golf, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kebanjiran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis gabungan kepada berbagai perusahaan asuransi pihak ketiga dengan keseluruhan total pertanggungan sebesar Rp10,3 triliun pada tanggal 31 Desember 2020. Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat penurunan nilai pada aset tetap sebab tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa niai tercatat aset tetap tersebut tidak dapat dipulihkan kembali.

Rincian properti investasi adalah sebagai berikut: The details of investment properties are as follows:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued)

Management believes that there are no significant differences between the carrying value and the fair value of the remaining fixed assets; therefore, valuation was no longer performed on such fixed assets.

As of December 31, 2020, fixed assets and investment properties (Note 13), except land and golf course, are covered by insurance against fire, flood and other risks (all-risks) under blanket policies with various third-party insurance companies for Rp10.3 trillion as of December 31, 2020. The management of the Group is of the opinion that the above coverages are adequate to cover possible losses arising from such risks.

As of December 31, 2020 and 2019, there was no impairment in the value of fixed assets since there were no events or changes in circumstances that indicated that the carrying amount of fixed assets may not be fully recoverable.

13. PROPERTI INVESTASI 13. INVESTMENT PROPERTIES

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020

Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
Biaya Perolehan Cost
Tanah 560.706 33 (166) 127.585 688.158 Land
Bangunan dan prasarana 4.912.545 92.947 (304) 305.900 5.311.088 Buildings and infrastructures
Sub-total 5.473.251 92.980 (470) 433.485 5.999.246 Sub-total
Aset dalam penyelesaian 906.747 167.956 - (398.548) 676.155 Construction in progress
Total biaya perolehan 6.379.998 260.936 (470) 34.937 6.675.401 Total cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan dan prasarana 1.006.778 136.443 (126) 8.998 1.152.093 Buildings and infrastructures
Total akumulasi penyusutan 1.006.778 136.443 (126) 8.998 1.152.093 Total accumulated depreciation
Nilai buku neto 5.373.220 5.523.308 Net book value

Rincian properti investasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

13. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 13. INVESTMENT PROPERTIES (continued)

The details of investment properties are as follows: (continued)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/
For the Year Ended December 31, 2019
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
Biaya Perolehan Cost
Tanah 549.304 - - 11.402 560.706 Land
Bangunan dan prasarana 4.441.636 30.774 - 440.135 4.912.545 Buildings and infrastructures
Sub-total 4.990.940 30.774 451.537 5.473.251 Sub-total
Aset dalam penyelesaian 854.857 462.528 - (410.638) 906.747 Construction in progress
Total biaya perolehan 5.845.797 493.302 - 40.899 6.379.998 Total cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan dan prasarana 883.370 123.294 - 114 1.006.778 Buildings and infrastructures
Total akumulasi penyusutan 883.370 123.294 - 114 1.006.778 Total accumulated depreciation
Nilai buku neto 4.962.427 5.373.220 Net book value

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, reklasifikasi properti investasi termasuk reklasifikasi ke dan dari akun aset lainnya seperti aset tetap dan persediaan, dikarenakan adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan aset tersebut.

Jumlah penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, yang dibebankan pada akun beban langsung.

Properti investasi terutama merupakan tanah dan bangunan pusat niaga dan ruang kantor yang terletak di Jakarta, Tangerang, Semarang dan Surabaya. Properti investasi tersebut disewakan kepada pihak ketiga.

Pendapatan sewa dari properti investasi yang diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian sebesar Rp504.736 dan Rp744.741, masingmasing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 29).

Rincian penjualan properti investasi adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020 and 2019, the reclassifications of investment properties including reclassifications to and from other asset accounts such as fixed assets and inventories, which were due to the changes in management's intention on the use of these assets.

The amounts of depreciation for the years ended December 31, 2020 and 2019 were charged to direct costs account.

Investment properties mainly represent land, shopping center buildings and office leased located in Jakarta, Tangerang, Semarang and Surabaya. These investment properties are rented out to third parties.

Rental income from investment properties recognized in the consolidated statement of profit or loss and OCI amounted to Rp504,736 and Rp744,741, for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively (Note 29).

The details of sale of investment properties are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Biaya perolehan 470 - Cost
Akumulasi penyusutan (126) - Accumulated depreciation
Nilai buku neto 344 - Net book value
Harga jual 2.338 - Selling price
Laba penjualan properti investasi 1.994 - Gain on sale of investment properties

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020, properti investasi dalam penyelesaian terutama merupakan akumulasi biaya pembangunan proyek dengan persentase penyelesaian sebagai berikut:

13. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 13. INVESTMENT PROPERTIES (continued)

As of December 31, 2020, investment properties in progress mostly represents the accumulated costs of constructing certain projects with the percentage of completion as follows:

Perkiraan waktu
penyelesaian/
Estimated time
of completion
Persentase
penyelesaian (%)/
Percentage of
completion (%)
Proyek
______________
Ciputra World Surabaya
Gedung Parkir
nd semester 2021
2
85,09% Perluasan Mall
Ciputra International Jakarta -
nd semester 2021
2
80,65% Office Tower 2 (bagian yang disewakan)
Semester 2 2021/
Semester 2 2021/
____________
______
_____

Persentase penyelesaian properti investasi dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 didasarkan pada biaya aktual yang terjadi dibandingkan dengan biaya proyek yang direncanakan. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat hambatan yang signifikan dalam penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut di atas diharapkan terjadi.

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke dalam properti investasi sebesar Rp16.512 dan RpNihil untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 13).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, properti investasi milik entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan dan utang obligasi masing-masing entitas anak tertentu tersebut (Catatan 14 dan 23).

Nilai wajar properti investasi adalah sebesar Rp11,8 triliun yang ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen KJPP Willson & Rekan, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan dan KJPP Susan Widjojo & Rekan, dalam laporan-laporannya dengan laporan terakhir tanggal 12 April 2021.

Properti investasi, kecuali tanah, diasuransikan berdasarkan suatu paket polis gabungan dengan aset tetap (Catatan 12). Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai pada properti investasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

The percentages of completion of the construction in progress as of December 31, 2020 and 2019 are based on the actual expenditures incurred compared to the total budgeted project cost. As of December 31, 2020 and 2019, there were no significant obstacles to the completion of the projects under construction that were expected to occur.

Borrowing costs which were capitalized to investment properties amounted to Rp16,512 and RpNil for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively (Note 13).

As of December 31, 2020 and 2019, investment properties owned by certain subsidiaries are pledged as collateral for their respective bank and institution loans and bonds payable (Notes 14 and 23).

The fair values of investment properties amounted to Rp11.8 trillion, which were determined by independent appraisers, KJPP Willson & Rekan, KJPP Rengganis, Hamid & Rekan and KJPP Susan Widjojo & Rekan, in their reports with the latest report dated April 12, 2021.

Investment properties, except land, are covered by insurance under blanket policies that also cover fixed assets (Note 12). The Group's management is of the opinion that the above coverages are adequate to cover possible losses arising from such risks.

The management of the Group believes that there is no impairment in the value of the investment properties as of December 31, 2020 and 2019.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN 14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS

Utang bank dan lembaga keuangan yang seluruhnya berdenominasi dalam rupiah terdiri dari:

Bank and financial institution loans are all denominated in rupiah and consist of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Utang bank jangka pendek
Utang bank dan lembaga
791.995 896.066 Short-term bank loans
Long-term bank
keuangan jangka panjang 7.561.057 6.664.720 and financial institution loans
Total utang bank 8.353.052 7.560.786 Total bank loans

Mutasi utang bank dan lembaga keuangan adalah sebagai berikut:

The movements of bank and financial institution loans are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal 7.606.306 6.622.026 Beginning balance
Penarikan selama tahun berjalan 2.205.326 2.768.214 Drawdown during the year
Pembayaran selama tahun berjalan (1.435.732) (1.773.423) Payment during the year
Penyesuaian selisih kurs 10.682 (10.511) Foreign exchange adjustment
Total 8.386.582 7.606.306 Total
Biaya transaksi pinjaman yang belum
diamortisasi (33.530) (45.520) Unamortized loan arrangement costs
Neto 8.353.052 7.560.786 Net

Utang bank jangka pendek Short-term bank loans

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 556.218 650.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 108.879 104.948 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 85.000 85.000 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Ganesha Tbk 35.000 22.000 PT Bank Ganesha Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 6.898 34.118 (Persero) Tbk
Total utang bank jangka pendek 791.995 896.066 Total short-term bank loans

Pada tanggal 21 Desember 2016, CR memperoleh fasilitas kredit modal kerja berulang dari Mandiri dengan pagu pinjaman sebesar Rp200.000 yang merupakan bagian dari fasilitas pinjaman jangka panjang dari bank yang sama. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai modal kerja operasional proyek-proyek CR dan entitas anaknya. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai 9,75% pada tahun 2020 dan 2019, dengan jangka waktu selama 1 tahun yang telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan Desember 2021. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu (Catatan 12) dan piutang (Catatan 5) yang ada dan yang akan timbul dari CDLR, entitas anak CR, dan aset yang sama yang dijaminkan atas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

On December 21, 2016, CR obtained a revolving working capital loan facility from Mandiri with a maximum amount of Rp200,000 which was part of long-term loan facility from the same bank. The loan was used to finance the projects operation of CR and its subsidiaries. The loan bore floating interest at annual interest rates ranging from 7.00% to 9.75% in 2020 and 2019, with credit period of one year which has been extended several times, with the latest extension up to December 2021. The loan is secured by certain fixed asset (Note 12) and existing and future receivables (Note 5) of CDLR, a subsidiary of CR, and the same assets pledged as collateral for long-term borrowings obtained from the same bank.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp200.000 dan Rp150.000.

Pada tanggal 14 Desember 2016, CNUS memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Mandiri dengan pagu pinjaman sebesar Rp350.000 yang telah ditingkatkan menjadi sebesar Rp500.000 pada bulan April 2018. Pinjaman tersebut berjangka waktu 1 tahun yang telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan Desember 2021 dan dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai 9,75% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu dari ACS dan SHJM, entitas anak CNUS (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp356.218 dan Rp500.000.

PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP") PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP")

Pada bulan November 2016, CGM memperoleh fasilitas pinjaman tetap on demand dari NISP dengan pagu pinjaman sebesar Rp40.000 yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja CGM dan berjangka waktu satu tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu milik PT Budi Sari Murni Aji dan PT Bangun Pratama Kaltim Abadi, pihak ketiga, yang berlokasi di Cirebon dan Samarinda. Pinjaman tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhir pada tanggal 21 November 2017 mengenai peningkatan pagu pinjaman menjadi Rp197.400 yang terbagi atas Demand Loan ("DL") - 1 sebesar Rp47.400 dan DL - 2 sebesar Rp150.000 dan tambahan jaminan berupa persediaan tanah dan bangunan tertentu milik CNM, CMC, dan CCL, entitas anak CGM (Catatan 7), yang berlokasi di Cirebon dan Balikpapan, dan tanah dan bangunan tertentu milik PT Graha Elok Asriraya dan PT Metro Bangka City, pihak ketiga, yang berlokasi di Banjarmasin dan Bangka Belitung. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 0,50% di atas prime lending rate NISP pada tahun 2020 dan 2019. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan November 2021. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp103.351 dan Rp94.206.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (continued)

As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp200,000 and Rp150,000, respectively.

On December 14, 2016, CNUS obtained a working capital loan facility from Mandiri with a maximum amount of Rp350,000 which has been increased to Rp500,000 in April 2018. The loan had credit period of one year which has been extended several times, with the latest extension up to December 2021 and bore floating interest at annual rates ranging from 7.00% to 9.75% in 2020 and 2019. The loan is collateralized by certain fixed assets of ACS and SHJM, subsidiaries of CNUS (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp356,218 and Rp500,000, respectively.

In November 2016, CGM obtained fixed loan on demand credit facility from NISP with a maximum amount of Rp40,000 which was used to finance the working capital of CGM and has credit period of one year. The loan is collateralized by certain lands and buildings owned by PT Budi Sari Murni Aji and PT Bangun Pratama Kaltim Abadi, third parties, located in Cirebon and Samarinda. The loan had been amended several times, with the latest amendment on November 21, 2017 regarding the increase in maximum amount of the facility to Rp197,400, which consists of Demand Loan ("DL") - 1 amounted Rp47,400 and DL - 2 amounted Rp150,000 and additional collateral such as certain inventories of lands and buildings owned by CNM, CMC, and CCL, CGM's subsidiaries (Note 7), located in Cirebon and Balikpapan, and certain lands and buildings owned by PT Graha Elok Asriraya and PT Metro Bangka City, third parties, located in Banjarmasin and Bangka Belitung. The facility bore interest at annual rate of 0.50% above NISP's prime lending rate in 2020, 2019, 2018, and 2017. This facility has been extended several times with the latest extension up to November 2021. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp103,351 and Rp94,206, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

Pada tanggal 8 Desember 2017, CGM dan beberapa entitas anaknya, yaitu CLM, COM, CCL, CJM, CBM, CFM, CIM, CSP, CORM, CNM, CML, CMC, CAM, PT Ciputra NGK Mitra, CHM, CRMA, dan CTM (selanjutnya disebut sebagai "Kelompok Usaha CGM") mengadakan perjanjian kerjasama fasilitas supplier financing dengan NISP, dimana NISP setuju untuk memberikan fasilitas Kredit Modal Kerja yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja kepada kontraktor dan pemasok Kelompok Usaha CGM. Jangka waktu pinjaman dari fasilitas ini adalah maksimal satu tahun sejak penarikan dan bersifat revolving. Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 0,5% diatas prime lending rate dari NISP pada tahun 2020 dan 2019. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp5.528 dan Rp10.742.

PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga") PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga")

CGM memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran berulang dari Niaga dengan pagu pinjaman sebesar Rp20.000 yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 11,75% sampai 12,25% pada tahun 2020 dan 2019, dengan jangka waktu fasilitas kredit selama satu tahun yang telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan Juni 2021. Pinjaman ini dijamin dengan aset yang sama yang dijaminkan atas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp20.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP") (lanjutan) PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP") (continued)

On December 8, 2017, CGM and its several subsidiaries namely CLM, COM, CCL, CJM, CBM, CFM, CIM, CSP, CORM, CNM, CML, CMC, CAM, PT Ciputra NGK Mitra, CHM, CRMA, dan CTM (hereafter referred to as "CGM Group") entered into a cooperative agreement related to working capital credit facilities with NISP, whereby NISP agreed to provide the working capital loans which was used to finance the working capital for sub-contractor and supplier CGM Group. The credit facilities are revolving and have a maximum one year tenor for each drawdown. The loan bore floating interest at annual rates of 0.5% above NISP prime lending rate in 2020 and 2019. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from these facilities amounted to Rp5,528 and Rp10,742, respectively.

CGM obtained a revolving escrow loan facility from Niaga with a maximum amount of Rp20,000 which was used to finance the operational activity. The loan bore annual interest rate ranging from 11.75% to 12.25% in 2020 and 2019, with credit period of one year which has been extended several times, with the latest extension up to June 2021. The loan is secured by the same assets pledged as collateral for long-term borrowings obtained from the same bank. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp20,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

Pada tanggal 24 November 2016, CR memperoleh fasilitas pinjaman tetap berulang dari Niaga dengan pagu pinjaman sebesar Rp100.000 yang digunakan untuk pembiayaan operasional proyek-proyek CR dan entitas anaknya. Pinjaman tersebut berjangka waktu selama satu tahun yang telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan November 2021. Pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 8,50% sampai dengan 9,25% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu dari CR (Catatan 12) dan piutang milik CWR, entitas anak CR (Catatan 5). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp65.000.

Pada tanggal 24 Mei 2017, ACK, entitas anak dari CNUS, memperoleh fasilitas kredit jangka pendek dari PT Bank Ganesha Tbk dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp50.000 dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun, yang telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan Mei 2021. Pinjaman ini telah diubah beberapa kali dengan perubahan terakhir pada tanggal 12 Agustus 2020 mengenai penurunan jumlah maksimum pinjaman menjadi Rp35.000. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan pengembangan proyek di Palembang dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,50% sampai 12,00% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dari ACK (Catatan 11). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing adalah sebesar Rp35.000 dan Rp22.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga") (lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga") (continued)

On November 24, 2016, CR obtained fixed loan on revolving basis credit facility from Niaga with a maximum amount of Rp100,000 which was used to finance the projects operation of CR and its subsidiaries. The facility has credit period of one year which has been extended several times, with the latest extention up to November 2021. The loan bore floating interest at annual rate ranging from 8.50% to 9.25% in 2020 and 2019. The loan is collateralized by certain fixed assets of CR (Note 12) and receivables owned by CWR, a subsidiary of CR (Note 5). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp65,000, respectively.

PT Bank Ganesha Tbk PT Bank Ganesha Tbk

On May 24, 2017, ACK, a subsidiary of CNUS, obtained short-term loan facility from PT Bank Ganesha Tbk with a maximum amount of Rp50,000 with credit period of 1 year, which has been extended several times with the latest extension up to May 2021. The loan facility had been amended several times with the latest amendment on August 12, 2020 regarding the decrease in maximum amount of the facility to Rp35,000. The loan was used to finance the project development in Palembang and bore annual interest ranging from 9.50% to 12.00% in 2020 and 2019. The loan is collateralized by the land ACK (Note 11). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted Rp35,000 and Rp22,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ("BTN") PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ("BTN")

Pada tanggal 21 Januari 2015, CGM dan beberapa entitas anaknya, yaitu Kelompok Usaha CGM, mengadakan perjanjian kerjasama fasilitas kredit modal kerja dengan BTN, dimana BTN setuju untuk memberikan fasilitas Kredit Modal Kerja yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja kepada sub-kontraktor dan pemasok Kelompok Usaha CGM, serta pembiayaan pekerjaan infrastruktur. Jangka waktu pinjaman dari fasilitas ini adalah maksimal satu tahun sejak penarikan dan bersifat revolving. Fasilitas ini dikenakan bunga tahunan sebesar 12,50% pada tahun 2020 dan 2019. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing adalah sebesar Rp6.898 dan Rp34.118.

Pada bulan Agustus 2018, CDEL, entitas anak dari CNUS, memperoleh fasilitas pinjaman tetap on demand dari PT Bank Ina Perdana Tbk dengan pagu pinjaman sebesar Rp50.000 yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja CDEL. Pinjaman tersebut berjangka waktu selama satu tahun sampai dengan bulan Agustus 2019. Pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan sebesar 9,50% pada tahun 2019. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu dari Perusahaan dan ILKH, entitas anak CDEL (Catatan 12). Pada tanggal 12 Agustus 2019, seluruh utang bank jangka pendek ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir.

Pada bulan Februari 2019, PGM, entitas anak CNUS, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Ina Perdana Tbk dengan pagu pinjaman sebesar Rp20.000 yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja PGM. Pinjaman tersebut berjangka waktu selama satu tahun dan dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan sebesar 9,50% pada tahun 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari PGM (Catatan 12). Pada tanggal 18 Oktober 2019, seluruh utang bank jangka pendek ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

On January 21, 2015, CGM and its several subsidiaries, namely CGM Group, entered into a cooperative agreement related to working capital credit facilities with BTN, whereby BTN agreed to provide the working capital loans which was used to finance the working capital for sub-contractor and supplier CGM Group, and to finance the development of infrastructure. The credit facilities are revolving and have a maximum one year tenor for each drawdown. The loan bore floating interest at annual rates of 12.50% in 2020 and 2019. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from these facilities amounted to Rp6,898 and Rp34,118, respectively.

PT Bank Ina Perdana Tbk PT Bank Ina Perdana Tbk

In August 2018, CDEL, a subsidiary of CNUS, obtained fixed loan on demand credit facility from PT Bank Ina Perdana Tbk with a maximum amount of Rp50,000 which was used to finance the working capital of CDEL. The facility has credit period of one year up to August 2019. The loan bore floating interest at annual rate of 9.50% in 2019. The loan is collateralized by certain fixed assets of the Company and ILKH, a subsidiary of CDEL (Note 12). On August 12, 2019, this short-term bank loan has been fully paid, and subsequently, the loan facility has ended.

In February 2019, PGM, CNUS's subsidiary, obtained a working capital loan facility from PT Bank Ina Perdana Tbk with a maximum amount of Rp20,000 which was used to finance the working capital of PGM. The facility has credit period of one year and bore floating interest at annual rate of 9.50% in 2019. The loan is collateralized by the land and buildings of PGM (Note 12). On October 18, 2019, this short-term bank loan has been fully paid, and subsequently, the loan facility has ended.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")

Pada tanggal 11 Juni 2015, CI, entitas anak dari CNUS, memperoleh fasilitas kredit modal kerja (pinjaman rekening koran) dari BCA dengan pagu pinjaman sebesar Rp150.000 dengan jangka waktu kredit selama satu tahun, yang telah diperpanjang beberapa kali dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan September 2019. Pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,25% sampai 9,50% pada tahun 2019. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu dari CI (Catatan 12). Pada tanggal 11 September 2019, seluruh utang bank jangka pendek ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir.

PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk

Pada tanggal 17 Oktober 2016, PGM, entitas anak dari CNUS, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp40.000 dengan jangka waktu kredit selama 1 tahun yang telah diperpanjang beberapa kali, dengan perpanjangan terakhir sampai dengan bulan Oktober 2019. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan pengembangan proyek CitraLand Cibubur dan dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,75% sampai 12,00% pada tahun 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari PGM (Catatan 12). Pada tanggal 20 Februari 2019, seluruh utang bank jangka pendek ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir.

Pada tanggal 28 April 2014, CGM dan beberapa entitas anaknya, yaitu CLM, COM, CCL, CJM, CBM, CFM, CIM, CSP, CORM, CNM, CML, dan CMC (selanjutnya disebut sebagai "Kelompok Usaha CGM") mengadakan perjanjian kerjasama fasilitas kredit dan/atau jasa perbankan dengan BRI, dimana BRI setuju untuk memberikan fasilitas Kredit Modal Kerja Post Financing ("KMK Post Financing") yang digunakan untuk pembiayaan pengerjaan proyek dan pengadaan barang atau jasa di sejumlah proyek real estat Kelompok Usaha CGM. Jangka waktu pinjaman dari fasilitas ini adalah maksimal satu tahun sejak penarikan dan bersifat revolving. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 11,00% sampai dengan 12,00% pada tahun 2019.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

On June 11, 2015, CI, a subsidiary of CNUS, obtained a working capital loan facility (overdraft facility) from BCA with a maximum amount of Rp150,000 with credit period of one year, which has been extended several times with the latest extension up to September 2019. The loan bore floating interest at annual rate ranging from 9.25% to 9.50% in 2019. The loan is collateralized by certain fixed assets of CI (Note 12). On September 11, 2019, this short-term bank loan has been fully paid, and subsequently, the loan facility has ended.

On October 17, 2016, PGM, a subsidiary of CNUS, obtained working capital loan facility from PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk with a maximum amount of Rp40,000 with credit period of 1 year which has been extended several times, with the latest extention up to October 2019. The loan was used to finance the development CitraLand Cibubur project and bore annual interest ranging from 9.75% to 12.00% in 2019. The loan is collateralized by the land and buildings of PGM (Note 12). On February 20, 2019, this short-term bank loan has been fully paid, and subsequently, the loan facility has ended.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI")

On April 28, 2014, CGM and its several subsidiaries namely CLM, COM, CCL, CJM, CBM, CFM, CIM, CSP, CORM, CNM, CML, and CMC (hereinafter referred to as "CGM Group") entered into a cooperative agreement related to credit facilities and/or banking facilities with BRI, whereby BRI agreed to provide the Post Financing Working Capital Loan ("KMK Post Financing") which was used to finance the construction of projects and procurement of certain goods or services in several CGM Group's real estate projects. The credit facilities are revolving and have maximum one year tenor for each drawdown. The loan bore floating interest at annual rates ranging from 11.00% to 12.00% in 2019.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank jangka pendek (lanjutan) Short-term bank loans (continued)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") (lanjutan)

Pada bulan Juni 2019, seluruh utang bank jangka pendek ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir.

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") (continued)

In June 2019, this short-term bank loan has been fully paid and subsequently, the loan facilities has ended.

Long-term bank and financial institution loans

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pokok pinjaman Principal
Utang sindikasi 2.789.293 2.812.422 Syndication loans
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.689.534 2.432.180 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank ICBC Indonesia 700.000 463.000 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 496.584 228.397 PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
PT Bank HSBC Indonesia 354.000 198.000 PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 344.000 254.688 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 128.175 148.993 PT Bank OCBC NISP Tbk
International Finance Corporation (IFC) 51.439 65.179 International Finance Corporation (IFC)
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BRI) 41.562 53.599 (Persero) Tbk (BRI)
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 51.178 (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 2.604 PT Bank CIMB Niaga Tbk
Total pokok pinjaman 7.594.587 6.710.240 Total principal
Biaya transaksi pinjaman yang Unamortized loan
belum diamortisasi (33.530) (45.520) arrangement costs
Neto 7.561.057 6.664.720 Net
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun: Less current maturities:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 374.733 315.896 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Utang sindikasi 137.692 92.543 Syndication loans
PT Bank HSBC Indonesia 99.485 43.162 PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank OCBC NISP Tbk 18.448 32.845 PT Bank OCBC NISP Tbk
IFC 14.511 14.256 IFC
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 15.838 10.219 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
BCA 14.828 11.609 BCA
BRI 13.619 14.838 BRI
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 2.604 PT Bank CIMB Niaga Tbk
Total bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun 689.154 537.972 Total current maturities
Bagian jangka panjang 6.871.903 6.126.748 Long-term portion

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pada bulan Mei 2017, CAG memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") dan PT Bank Syariah Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp1.400.000 yang terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:

  • Tranche I dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp884.800
  • Tranche II dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp515.200.

Pinjaman tersebut berjangka waktu 5 tahun digunakan untuk melunasi utang dari fasilitas kredit sindikasi yang diperoleh dari Mandiri dan PT Bank DKI dan untuk membiayai pengembangan proyek CiputraWorld 1 Jakarta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan sebesar 3,00% di atas suku bunga yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan Indonesia ("LPS").

Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik CAG berupa tanah beserta bangunan, peralatan dan perlengkapan yang berdiri di atasnya (CiputraWorld 1 Jakarta), yang terdiri dari pusat niaga, bangunan perkantoran, hotel, mesin dan peralatan (Catatan 12 dan 13), rekening penampungan (escrow accounts), dan corporate guarantee dari Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp1.319.970 dan Rp1.302.800.

Pada tanggal 28 September 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari Bank of China Ltd., Cabang Singapura (BOCSG), Bank of China (Hong Kong) Ltd., Cabang Hong Kong (BOCHK) dan Bank of China (Hong Kong) Ltd., Cabang Jakarta (BOCJKT), yang terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:

  • Tranche A disediakan oleh BOCSG dan BOCHK dengan jumlah maksimum pinjaman SGD30.000.000 (nilai penuh) dan dikenakan bunga sebesar 2,25% diatas Swap Rate.
  • Tranche B disediakan oleh kreditur BOCJKT dengan jumlah maksimum pinjaman Rp200.000 dan dikenakan bunga sebesar 2,35% diatas JIBOR.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

Utang sindikasi Syndication loans

In May 2017, CAG obtained syndicated credit facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") and PT Bank Syariah Mandiri with a maximum amount Rp1,400,000 which consist of 2 tranches as follows:

  • Tranche I with maximum amount Rp884,800
  • Tranche II with maximum amount Rp515,200.

The loan will mature in 5 years period and was used to settle syndicated credit facilities obtained from Mandiri and PT Bank DKI and to finance the development of CiputraWorld 1 Jakarta project. The loan will bore interest at the annual floating rate of 3.00% above the rate determined by Indonesia Deposit Insurance Corporation ("LPS").

The loans are collateralized by CAG's fixed assets such as land and the buildings, furniture and fixtures standing on it (CiputraWorld 1 Jakarta), which consist of the shopping center, office tower, hotel, machinery and equipment (Notes 12 and 13), escrow accounts, and corporate guarantee from the Company. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp1,319,970 and Rp1,302,800, respectively.

On September 28, 2018, the Company obtained syndicated credit facilities from Bank of China Ltd., Singapore Branch (BOCSG), Bank of China (Hong Kong) Ltd., Hong Kong Branch (BOCHK) and Bank of China (Hong Kong) Ltd., Jakarta Branch (BOCJKT), which consists of 2 tranches as follows:

  • Tranche A provided by BOCSG and BOCHK with maximum amount of SGD30,000,000 (full amount) and bears interest at 2.25% above the Swap Rate.
  • Tranche B provided by lenders BOCJKT with maximum amount of Rp200,000 and bears interest at 2.35% above JIBOR.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan modal kerja, berjangka waktu 5 tahun dan memiliki termin pengembalian bullet payment pada saat jatuh tempo. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan kantor pemasaran CitraLand Surabaya, tanah kosong tertentu milik ACS dan SHJM, entitas anak CNUS (Catatan 12), dan rekening penampungan (escrow accounts) dari Perusahaan (Catatan 9). Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo pinjaman dari tranche A dan B fasilitas kredit ini masing-masing sebesar SGD30.000.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp319.323 dan Rp200.000. Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo pinjaman dari tranche A dan B fasilitas kredit ini masing-masing sebesar SGD30.000.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp309.622 dan Rp200.000.

Pada bulan Juni 2019, SNIP memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari PT Bank Permata Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, PT CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp1.000.000 yang digunakan untuk refinancing pembangunan proyek CiputraWorld 2 Jakarta. Pinjaman ini menggantikan pinjaman yang diperoleh SNIP dari PT Bank Permata Tbk. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 9,75% sampai dengan 12,00% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 7 tahun, termasuk masa tenggang selama 1 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan kantor dan apartemen CiputraWorld 2 Jakarta (Catatan 7), escrow accounts (Catatan 9), piutang usaha (Catatan 5) dan Letter of Undertaking dari Perusahaan dan SNIP. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp950.000 dan Rp1.000.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

Utang sindikasi (lanjutan) Syndication loans (continued)

The loan is used to finance the working capital, has 5 years tenor and bullet payment on maturity. The loan are collateralized by land and buildings of CitraLand Surabaya's marketing office, certain land plots owned by ACS and SHJM, CNUS's subsidiaries (Note 12), and the Company's escrow accounts (Note 9). As of December 31, 2020, the outstanding loan from tranche A and B of this loan facility amounting to SGD30,000,000 (full amount) or equivalent to Rp319,323 and Rp200,000, respectively. As of December 31, 2019, the outstanding loan from tranche A and B of this loan facility amounting to SGD30,000,000 (full amount) or equivalent to Rp309,622 and Rp200,000, respectively.

In June 2019, SNIP obtained syndicated credit facility from PT Bank Permata Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, PT CIMB Niaga Tbk and PT Bank Maybank Indonesia Tbk with a maximum amount Rp1,000,000 used to refinance the development of CiputraWorld 2 Jakarta project. This credit facility supersedes SNIP loan facility obtained from PT Bank Permata Tbk.The loan will bear interest at the annual floating rate ranging from 9.75% to 12.00% in 2020 and 2019, and will mature in 7 years period, including 1 year grace period. The loan are collateralized by land and buildings of CiputraWorld 2 Jakarta office and apartment (Note 7), escrow accounts (Note 9), accounts receivable (Note 5) and Letter of Undertaking from the Company and SNIP. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp950,000 and Rp1,000,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Pada tanggal 18 Mei 2016, CR memperoleh fasilitas kredit non-revolving dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp500.000 yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja operasional dan pembangunan area hunian, bangunan komersial dan fasilitas pendukung CR. Pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,00% sampai 9,75% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 5 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan antara lain: (i) tanah dan bangunan tertentu yang berlokasi di CitraRaya Tangerang dan CitraGarden Jakarta (Catatan 12), (ii) piutang CR dan entitas anak yang ada dan yang akan timbul di masa mendatang sebesar 37,22% dari total fasilitas kredit (Catatan 5). Pada bulan Februari 2020, seluruh fasilitas kredit ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas kredit ini telah berakhir. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar RpNihil dan Rp297.500.

Pada tanggal yang sama, CR memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus ("PTK") - 1 dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp300.000 yang digunakan untuk membiayai pengembangan infrastruktur proyek CR dan entitas anak CR antara lain CitraRaya Tangerang, CitraGarden City Jakarta, CitraGrand City Palembang, CitraRaya City Jambi, CitraGarden Aneka Pontianak, Citra Maja Raya Banten, Citra Palm Garden Sentul, CitraGarden City Samarinda, CitraGarden City Malang, Citra Aerolink Batam, CitraGarden Balikpapan dan proyek lainnya yang dapat diterima oleh Mandiri. Fasilitas kredit ini dijamin dengan aset yang sama yang dijaminkan atas fasilitas kredit dari bank yang sama diatas dan tidak diperbolehkan untuk dipergunakan sebagai pembelian dan/atau pengembangan tanah yang akan dijual oleh CR.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

On May 18, 2016, CR obtained a non-revolving credit facility from Mandiri with a maximum amount Rp500,000 which to be used to finance operational working capital and construction of CR's residential areas, commercial building and support facility. The loan bore floating interest at annual rate ranging from 9.00% to 9.75% in 2020 and 2019, and will mature in 5 years period. The loan is collateralized by among others: (i) certain land and buildings located in CitraRaya Tangerang and CitraGarden Jakarta (Note 12), (ii) existing and future receivables of CR and its subsidiaries amounted to 37.22% of the total credit facility (Note 5). In February 2020, this credit facility has been fully paid, and subsequently, the credit facility has ended. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to RpNil and Rp297,500, respectively.

At the same date, CR obtained special-purpose loan ("PTK") - 1 from Mandiri with a maximum amount of Rp300,000 which to be used to finance the infrastructure construction of CR and its subsidiaries projects among others CitraRaya Tangerang, CitraGarden City Jakarta, CitraGrand City Palembang, CitraRaya City Jambi, CitraGarden Aneka Pontianak, Citra Maja Raya Banten, Citra Palm Garden Sentul, CitraGarden City Samarinda, CitraGarden City Malang, Citra Aerolink Batam, CitraGarden Balikpapan and other projects accepted by Mandiri. This credit facility is secured by the same assets pledged as collateral for the credit facility from the same bank above and is not allowed to be used to buy and/or land development that will be sold by CR.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 9,75% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut dapat ditarik maksimal 2 tahun sejak tanggal perjanjian kredit (availability period) dan berjangka waktu 5 tahun sejak triwulan 1 setelah fasilitas kredit ditarik penuh atau selesainya drawdown period (mana yang lebih dulu). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp222.500 dan Rp235.000.

Pada tanggal 21 Desember 2016, CR memperoleh fasilitas kredit dari Mandiri yang terdiri dari:

  • Fasilitas kredit modal kerja berulang dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp200.000 dengan jangka waktu 1 tahun yang digunakan untuk membiayai modal kerja operasional proyek-proyek CR. Fasilitas pinjaman ini dicatat sebagai bagian dari "Utang bank jangka pendek".
  • Fasilitas pinjaman transaksi khusus ("PTK") 2 dengan jumlah maksimum Rp300.000 yang digunakan untuk membiayai pengembangan konstruksi dan infrastruktur proyek CitraRaya Tangerang, CitraGarden City Jakarta, dan Citra Maja Raya Banten. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap tertentu dari CDLR (Catatan 12) dan piutang yang ada dan yang akan timbul dari CR (Catatan 5), serta aset yang sama yang dijaminkan atas fasilitas kredit dari bank yang sama diatas. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 9,75% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman ini dapat ditarik maksimal 2 tahun sejak tanggal perjanjian kredit (availability period) dan berjangka waktu 5 tahun sejak triwulan I setelah fasilitas kredit ditarik penuh atau selesainya drawdown period (mana yang lebih dulu). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp279.000 dan Rp285.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (continued)

The loan bore floating interest at annual rate ranging from 9.00% to 9.75% in 2020 and 2019. The loan facility has availability drawdown period up to 2 years period from loan agreement date and will mature in 5 years period since 1st quarter after the loan is fully withdrawn or the end of availability period (whichever earlier). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp222,500 and Rp235,000, respectively.

On December 21, 2016, CR obtained credit facility from Mandiri which consists of:

  • Revolving working capital loan facility with a maximum amount of Rp200,000 with 1 year period which was used to finance the projects operation of CR. The loan facility is recorded as part of "Short-term bank loans".
  • Special-purpose loan ("PTK") - 2 with maximum amount of Rp300,000 which was used to finance the construction and infrastructure development of CitraRaya Tangerang, CitraGarden City Jakarta, and Citra Maja Raya Banten projects. The loan is collateralized by certain fixed assets of CDLR (Note 12) and existing and future receivables of CR (Note 5), and by the same assets pledged as collateral for the credit facility from the same bank above. The loan bore floating interest at annual interest rate ranging from 9.00% to 9.75% in 2020 and 2019. The loan facility has availability drawdown period up to 2 years period from loan agreement date and will mature in 5 years period since 1st quarter after the loan is fully withdrawn or the end of availability period (whichever earlier). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp279,000 and Rp285,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Pada tanggal 21 Desember 2016, CR memperoleh fasilitas kredit dari Mandiri yang terdiri dari: (lanjutan)

  • Fasilitas pinjaman transaksi khusus ("PTK") 3 yang digunakan untuk membiayai pembangunan proyek CitraTowers Kemayoran dengan jumlah maksimum Rp700.000 terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:
  • a. Tranche I dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp485.000 dan berjangka waktu 7 tahun termasuk availability period dan masa tenggang selama 2,5 tahun sejak tanggal perjanjian kredit.
  • b. Tranche II dengan jumlah maksimum Rp215.000 dan berjangka waktu 8 tahun termasuk availability period dan masa tenggang selama 3,5 tahun sejak tanggal perjanjian kredit.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah proyek CitraTowers Kemayoran milik PT Pembina Sukses Utama, pihak ketiga (Catatan 40). Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai dengan 9,75% pada tahun 2020 dan 2019. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp435.000 dan Rp224.120.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

(continued)

On December 21, 2016, CR obtained credit facility from Mandiri which consists of: (continued)

  • Special-purpose loan ("PTK") - 3 used to finance the construction of CitraTowers Kemayoran project with maximum amount of Rp700,000 which consists of 2 tranches as follows:
  • a. Tranche I with maximum amount of Rp485,000 and has credit period of 7 years including availability period and grace period of 2.5 years since the loan agreement date.
  • b. Tranche II with maximum amount of Rp215,000 and has credit period of 8 years including availability period and grace period of 3.5 years since the loan agreement date.

The loan is collateralized by land of CitraTowers Kemayoran project owned by PT Pembina Sukses Utama, third party (Note 40). The loan bore floating interest at annual interest rate ranging from 7.00% to 9.75% in 2020 and 2019. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted Rp435,000 and Rp224,120, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Pada bulan November 2017, CMM, entitas operasi bersama CR melalui CMP dengan kepemilikan 51%, memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus ("PTK") dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp60.000 yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan Tower B Apartemen CitraLake Suites yang berlokasi di CitraGarden City, Jakarta. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 9,75% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 5 tahun dengan masa tenggang 21 bulan. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan proyek apartemen CMM (Catatan 7). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp18.831 dan Rp21.185, sesuai dengan persentase kepemilikan CR atas CMM.

Pada bulan Agustus 2018, CPT, entitas anak dari CSM, memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus (PTK) dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp900.000 yang terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:

Tranche I dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp690.000 dan berjangka waktu 7,5 tahun termasuk availability period dan masa tenggang selama 1,5 tahun sejak tanggal perjanjian kredit digunakan untuk pembiayaan modal kerja CPT dan untuk take over pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

(continued)

In November 2017, CMM, CR's joint operation entity through CMP with ownership of 51%, obtained special-purpose loan ("PTK") credit facility from Mandiri with a maximum amount of Rp60,000 used to finance the development of Tower B CitraLake Suites Apartment located in CitraGarden City, Jakarta. The loan bears floating interest at annual rates ranging from 9.00% to 9.75% in 2020 and 2019, and will be matured in 5 years period with grace period of 21 months. This loan is collateralized by land and building of CMM apartment project (Note 7). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted Rp18,831 and Rp21,185, respectively, according to CR's ownership in CMM.

In August 2018, CPT, a subsidiary of CSM, obtained special-purpose loan (PTK) from Mandiri with a maximum amount Rp900,000 which consists of 2 tranches as follows:

Tranche I with maximum amount of Rp690,000 and has credit period of 7.5 years including availability period and grace period of 1.5 years since the loan agreement date to be used to finance the working capital of CPT and to take over of loan facility from PT Bank ICBC Indonesia.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Pada bulan Agustus 2018, CPT, entitas anak dari CSM, memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus (PTK) dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp900.000 yang terdiri dari 2 tranche sebagai berikut: (lanjutan)

Tranche II dengan jumlah maksimum Rp210.000 dan berjangka waktu 8,5 tahun termasuk availability period dan masa tenggang selama 2,5 tahun sejak tanggal perjanjian kredit digunakan untuk membiayai pembangunan gedung kantor baru proyek Ciputra International di Jakarta.

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan sebesar 2,10% di atas JIBOR 3 bulanan pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan proyek Ciputra International, rekening penampungan (escrow accounts) (Catatan 7 dan 9), dan corporate guarantee dari PT Ciputra Balai Property dan PT Puri Sarana Damai, pihak ketiga, keduanya pemegang saham CPT. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp647.561 dan Rp539.248.

Pada tahun 2018, CR memperoleh fasilitas kredit investasi dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp275.000 yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek pusat niaga CitraRaya Tangerang. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 7,00% sampai dengan 9,10% pada tahun 2020, 2019, dan 2018, dan berjangka waktu 8 tahun, termasuk availability period selama 3 tahun sejak tanggal perjanjian kredit. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan pusat niaga CitraRaya Tangerang (Catatan 13). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp268.400 dan Rp152.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

(continued)

In August 2018, CPT, a subsidiary of CSM, obtained special-purpose loan (PTK) from Mandiri with a maximum amount Rp900,000 which consists of 2 tranches as follows: (continued)

Tranche II with maximum amount of Rp210,000 and has credit period of 8.5 years including availability period and grace period of 2.5 years since the loan agreement date to be used to finance the development of new office tower of Ciputra International project in Jakarta.

The loan will bore interest at the annual floating rate of 2.10% above three-month period JIBOR in 2020 and 2019. The loan is collateralized by the land and building of Ciputra International project, escrow accounts (Notes 7 and 9), and corporate guarantees from PT Ciputra Balai Property and PT Puri Sarana Damai, third parties, both CPT's shareholders. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp647,561 and Rp539,248, respectively.

In 2018, CR obtained investment credit facility from Mandiri with a maximum amount of Rp275,000 used to finance the development of CitraRaya Tangerang shopping center project. The loan bore floating interest at the annual rate ranging from 7.00% to 9.10% in 2020, 2019, and 2018, and will mature in 8 years period including availability period of 3 years. This loan is collateralized by land and buildings of CitraRaya Tangerang shopping center (Note 13). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp268,400 and Rp152,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pada bulan Desember 2018, PT Citra Seraya Supremnusa ("CSS"), entitas operasi bersama CR melalui CGPT dengan kepemilikan 50%, memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus (PTK) dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp340.000 yang terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:

  • Tranche I dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp215.000 dan berjangka waktu 6 tahun termasuk masa penarikan (availability period) selama 3 tahun sejak tanggal perjanjian kredit digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Apartemen Tower 1 CitraPlaza Nagoya, Batam.
  • Tranche II dengan jumlah maksimum Rp125.000 dan berjangka waktu 7 tahun termasuk masa penarikan (availability period) selama 4 tahun sejak tanggal perjanjian kredit digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Apartemen Tower 2 CitraPlaza Nagoya, Batam.

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 9,50% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan proyek Apartemen CitraPlaza Nagoya (Catatan 7), corporate guarantee dari CR dan personal guarantee dari Bapak Soehendro Gautama dan Bapak Anas, pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp63.242 dan Rp40.127, sesuai dengan persentase kepemilikan CR atas CSS.

Pada tanggal 22 Maret 2019, CR memperoleh fasilitas pinjaman co-borrower dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp600.000 yang digunakan untuk pelunasan Obligasi CR seri B, pelunasan pinjaman yang diperoleh dari IFC dan modal kerja. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun, termasuk availability period dan masa tenggang selama 3 tahun dan terutang melalui angsuran triwulanan mulai tahun 2022. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 2,6% diatas suku bunga yang ditetapkan LPS.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (continued)

In December 2018, PT Citra Seraya Supremnusa ("CSS"), CR's joint operation entity through CGPT with ownership of 50%, obtained special-purpose loan (PTK) from Mandiri with a maximum amount Rp340,000 which consists of 2 tranches as follows:

  • Tranche I with maximum amount of Rp215,000 and has credit period of 6 years including availability period of 3 years since the loan agreement date to be used to finance the development of Tower 1 CitraPlaza Nagoya Apartment, Batam.
  • Tranche II with maximum amount of Rp125,000 and has credit period of 7 years including availability period of 4 years since the loan agreement date to be used to finance the development of Tower 2 CitraPlaza Nagoya Apartment, Batam.

The loan will bore interest at the annual floating rate ranging from 9.00% to 9.50% in 2020 and 2019. The loan is collateralized by the land and building of CitraPlaza Nagoya Apartment project (Note 7), corporate guarantees from CR and personal guarantee from Mr. Soehendro Gautama and Mr. Anas, third parties. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp63,242 and Rp40,127, respectively, according to CR's ownership in CSS.

On March 22, 2019, CR obtained co-borrower loan facility from Mandiri with a maximum amount of Rp600,000 which to be used for repayment of CR's bonds payable Series B, repayment of loans to IFC and working capital. The loan facility has 10 years period, including availability period of 3 years, and repayable through quarterly installment starting in 2022. The loan bears interest at annual rate of 2.6% above the rate determined by LPS.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pinjaman ini bersama-sama dengan pinjaman co-borrower yang diperoleh Perusahaan dari Mandiri dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu milik Perusahaan, CR, AKCS, CWR, dan CTB (Catatan 7). AKCS, CWR dan CTB adalah entitas anak CR. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing sebesar Rp470.000 dan Rp420.000.

Pada tanggal 22 Maret 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman co-borrower dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp200.000 yang digunakan untuk modal kerja proyek CitraLand City Samarinda, CitraGrand Senyiur Samarinda, CitraCity Balikpapan, dan CitraLand Megah Batam. Berdasarkan surat persetujuan atas perubahan ketentuan fasilitas pinjaman co-borrower tanggal 11 Oktober 2019, jumlah maksimum pinjaman yang diperoleh Perusahaan diubah menjadi Rp10.000 dan sisanya diberikan kepada CGM sebesar Rp190.000. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun, termasuk availability period selama 3 tahun dan terutang melalui angsuran triwulanan mulai tahun 2022. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 2,6% diatas suku bunga yang ditetapkan LPS. Pinjaman ini bersamasama dengan pinjaman co-borrower yang diperoleh CR dari Mandiri dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu milik Perusahaan, CR, AKCS, CWR, dan CTB (Catatan 7). AKCS, CWR, dan CTB adalah entitas anak CR. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp159.000 dan Rp99.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (continued)

This loan jointly with the co-borrower loan obtained by the Company from Mandiri are collateralized by certain land plots and buildings owned by the Company, CR, AKCS, CWR, and CTB (Note 7). AKCS, CWR and CTB are subsidiaries of CR. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp470,000 and Rp420,000, respectively.

On March 22, 2019, the Company obtained co-borrower loan facility from Mandiri with a maximum amount of Rp200,000 which to be used for working capital of projects CitraLand City Samarinda, CitraGrand Senyiur Samarinda, CitraCity Balikpapan and CitraLand Megah Batam. Based on the amendment letter of co-borrower dated October 11, 2019, the maximum amount obtained by the Company changed to the amount of Rp10,000 and the remaining amount of Rp190,000 provided to CGM. The loan facility has 10 years period, including availability period of 3 years, and repayable through quarterly installment starting in 2022. The loan bears interest at annual rate of 2.6% above the rate determined by LPS. This loan jointly with the co-borrower loan obtained by CR from Mandiri are collateralized by certain land plots and buildings owned by the Company, CR, AKCS, CWR, and CTB (Note 7). AKCS, CWR, and CTB are subsidiaries of CR. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp159,000 and Rp99,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Pada tanggal 22 Maret 2019, CRM, entitas anak dari CRS, memperoleh fasilitas pinjaman co-borrower dari Mandiri dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp400.000 yang digunakan untuk melunasi pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, capital expenditure dan modal kerja. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun, termasuk availability period selama 3 tahun dan terutang melalui angsuran triwulanan mulai tahun 2022. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 2,6% diatas suku bunga yang ditetapkan LPS. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, dan peralatan medis rumah sakit Ciputra Hospital yang berlokasi di CitraRaya Tangerang dan CitraGarden City Jakarta (Catatan 12) dan gadai saham atas seluruh saham CRM. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp126.000 dan Rp119.000.

Pada bulan Mei 2017, CSN memperoleh fasilitas kredit investasi dari ICBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp700.000 yang digunakan untuk melunasi utang dari fasilitas kredit investasi yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank BRISyariah dan untuk membiayai pengembangan perusahaan. Pinjaman tersebut berjangka waktu 5 tahun dan dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 6,96% sampai dengan 9,43% pada tahun 2020 dan 2019, dan guarantee fee atas Standby Letter of Credit (SBLC) sebesar 0,5%. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap dan properti investasi CSN berupa tanah serta bangunan, mesin dan peralatan yang ada diatasnya (Catatan 12 dan 13), SBLC dari CSN dan jaminan perusahaan yang diberikan oleh Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing sebesar Rp700.000 dan Rp463.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

(continued)

On March 22, 2019, CRM, a subsidiary of CRS, obtained co-borrower loan facility from Mandiri with a maximum amount of Rp400,000 which will be used for repayment of loans to PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, capital expenditure and working capital. The loan facility has 10 years period, including availability period of 3 years, and repayable through quarterly installment starting in 2022. The loan bears interest at annual rate of 2.6% above the rate determined by LPS. This loan is collateralized by the land, building, and medical equipment of the Ciputra Hospitals located in CitraRaya Tangerang and CitraGarden City Jakarta (Note 12) and pledge of all CRM's shares. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp126,000 and Rp119,000, respectively.

PT Bank ICBC Indonesia ("ICBC") PT Bank ICBC Indonesia ("ICBC")

In May 2017, CSN obtained investment credit facility from ICBC with a maximum amount of Rp700,000 which will be used to settle investment credit facility obtained from PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) and PT Bank BRISyariah and to finance the company development. The loan will mature in 5 years period and bore interest at the floating annual rate ranging from 6.96% to 9.43% in 2020 and 2019, and Standby Letter of Credit (SBLC) guarantee fee of 0.5%. This loan is collateralized by CSN's fixed assets and investment property, such as land with buildings including machinery and furniture in it (Notes 12 and 13), SBLC from CSN and corporate guarantee from the Company. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp700,000 and Rp463,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")

Pada tanggal 30 Maret 2012, PT Ciputra Asanagratia, entitas anak tidak langsung dari CSN, memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp33.000 yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan hotel CitraDream Bandung. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 11,00% tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 7 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari hotel tersebut (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp9.477 dan Rp13.169.

Pada tanggal 9 Mei 2012, WWR, entitas anak dari CNUS, memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp472.525 dari BCA yang digunakan untuk pembayaran pembangunan pusat niaga CiputraWorld Surabaya Tahap 1. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar suku bunga deposito tertinggi ditambah 4,5% per tahun, yang harus dibayar setiap tanggal penarikan setiap bulannya. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 9 Mei 2022. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan di Jalan Mayjend Sungkono Kavling 89, Surabaya dan piutang usaha WWR (Catatan 5 dan 13). Pada bulan April 2019, seluruh fasilitas kredit ini telah dilunasi.

Pada tanggal 17 Oktober 2013, PT Ciputra Ayutapradana, entitas anak tidak langsung dari CSN, memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp29.000 yang digunakan untuk pembangunan hotel CitraDream Cirebon. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,00% sampai dengan 11,00% tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut akan dibayar melalui angsuran bulanan selama 84 bulan setelah masa tenggang. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari hotel tersebut (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing adalah sebesar Rp8.251 dan Rp12.084.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

On March 30, 2012, PT Ciputra Asanagratia, an indirect subsidiary of CSN, obtained investment credit facility from BCA with a maximum amount Rp33,000 used to finance the construction of hotel CitraDream Bandung. The loan bore interest at the annual rate ranging from 9.00% to 11.00% in 2020 and 2019, and will mature in 7 years period. The loan is collateralized by the hotel land and building (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp9,477 and Rp13,169, respectively.

On May 9, 2012, WWR, a subsidiary of CNUS, obtained investment credit facility amounting to Rp472,525 from BCA which is used to finance the construction of Mall CiputraWorld Surabaya Phase 1. This loan bore interest at the top rate of time deposit plus 4.5% annually, which has to be paid monthly on the withdrawal day. The loan is due on May 9, 2022. This loan is secured by land and building at Jalan Mayjend Sungkono Kavling 89, Surabaya and trade receivables of WWR (Notes 5 and 13). In April 2019, this credit facility has been fully repaid.

On October 17, 2013, PT Ciputra Ayutapradana, an indirect subsidiary of CSN, obtained investment credit facility from BCA with a maximum amount Rp29,000 used to finance the construction of hotel CitraDream Cirebon. The loan bears interest at the annual rate ranging from 9.00% to 11.00% in 2020 and 2019. The loan will be paid in 84 monthly installments after the grace period. The loan is collateralized by the hotel land and building (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp8,251 and Rp12,084, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pada tanggal 11 April 2019, WWR, entitas anak dari CNUS, dan BCA melakukan perubahan atas fasilitas kredit investasi, antara lain mengatur perubahan jumlah maksimum pinjaman menjadi Rp650.000 yang terbagi dalam 2 fasilitas, yang akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan pusat niaga perluasan CiputraWorld Surabaya Tahap 2 dan refinancing fasilitas kredit yang sudah ada. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai dengan 9,50% pada tahun 2020 dan 2019 dan berjangka waktu 10 tahun, termasuk availability period dan masa tenggang selama 2 tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan pusat niaga CiputraWorld Surabaya Tahap 1 (Catatan 13), negative pledge atas pusat niaga CiputraWorld Surabaya 2 serta piutang usaha yang akan diperoleh dari pusat niaga yang dibiayai. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp478.856 dan Rp203.144.

PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC") PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")

Pada bulan Mei 2019, CR memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari HSBC dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp420.000 yang digunakan untuk pembiayaan pengembangan proyek-proyek CR dan terdiri dari 2 tranche sebagai berikut:

  • Tranche I dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp220.000 dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal penarikan.
  • Tranche II dengan jumlah maksimum Rp200.000 dan berjangka waktu 5 tahun termasuk masa penarikan (availability period) dan masa tenggang selama 1 tahun sejak tanggal perjanjian kredit.

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan yang ditetapkan oleh pihak HSBC, yang berkisar antara 6,80% sampai dengan 8,80% pada tahun 2020 dan 2019. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu milik CR (Catatan 7). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing sebesar Rp354.000 dan Rp198.000.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") (lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") (continued)

On April 11, 2019, WWR, a subsidiary of CNUS, and BCA has entered into amendment of the investment credit facility, among others, to change the maximum amount to become Rp650,000 consisting of 2 facilities, used to finance the extention of mall CiputraWorld Surabaya Phase 2 and refinance the existing credit facility. The credit facilities bore interest at annual rate ranging from 7.00% to 9.50% in 2020 and 2019 and have 10 years period, including availability period and grace period of 2 years. This loan facilities is collateralized by land of building of mall CiputraWorld Surabaya Phase 1 (Note 13), negative pledge of mall CiputraWorld Surabaya 2 and trade receivables from the financed mall. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp478,856 and Rp203,144, respectively.

In May 2019, CR obtained term loan facilities from HSBC with a maximum amount of Rp420,000 to be used to finance the development of CR's projects which consists of 2 tranches as follows:

  • Tranche I with maximum amount of Rp220,000 and has credit period of 5 years since the loan drawdown date.
  • Tranche II with maximum amount of Rp200,000 and has credit period of 5 years including availability period and grace period of 1 year since the loan agreement date.

The loan will bear interest at the annual floating rate to be determined by HSBC, which ranging from 6.80% to 8.80% in 2020 and 2019. The loan is collateralized by certain lands and buildings owned by CR (Note 7). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp354,000 and Rp198,000, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pada tanggal 20 April 2015, CMC, entitas anak dari CGM, memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Maybank dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp2.104 yang digunakan untuk pembiayaan pembelian ruko. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 1,25% di atas base lending rate Maybank pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 5 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan ruko yang dibiayai fasilitas ini (Catatan 12). Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan April 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing adalah sebesar RpNihil dan Rp188.

Pada tanggal 16 Desember 2015, CSP, entitas anak dari CGM, memperoleh fasilitas kredit investasi dari Maybank dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp25.000 yang digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) pembelian aset tetap. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 11,00% sampai dengan 12,50% pada tahun 2019, dan berjangka waktu 4 tahun, termasuk masa tenggang selama 1 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap CSP (Catatan 12). Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2019.

Pada tanggal 27 Februari 2018, CSM memperoleh fasilitas pinjaman dari Maybank dengan pagu pinjaman sebesar Rp425.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit investasi CSM yang diperoleh dari BNI dan untuk kebutuhan lainnya. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,25% sampai dengan 9,50% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 5 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan pusat niaga dan hotel Ciputra Semarang (Catatan 12 dan 13). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp344.000 dan Rp254.500.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Maybank Indonesia Tbk ("Maybank") PT Bank Maybank Indonesia Tbk ("Maybank")

On April 20, 2015, CMC, a subsidiary of CGM, obtained term loan facility from Maybank with a maximum amount of Rp2,104 used to finance the purchase of shophouse. The loan bore interest at the annual rate of 1.25% above Maybank's base lending rate in 2020 and 2019, and will mature in 5 years period. This loan is collateralized by the financed shophouse (Note 12). This loan has been fully repaid in April 2020. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to RpNil and Rp188, respectively.

On December 16, 2015, CSP, a subsidiary of CGM, obtained investment credit facility from Maybank with a maximum amount of Rp25,000 used to refinance the asset purchased. The loan bore floating interest at the annual rate ranging from 11.00% to 12.50% in 2019, and will mature in 4 years period, including 1 year grace period. This loan is collateralized by CSP's fixed asset (Note 12). This loan has been fully repaid in 2019.

On February 27, 2018, CSM obtained a loan facility from Maybank with total maximum amount of Rp425,000 which was used to take over CSM's investment credit facility obtained from BNI and other general purposes. The credit facility bears interest at annual rate ranging from 9.25% to 9.50% in 2020 and 2019, and will mature in 5 years period. This loan is collateralized by land and building of shopping centre and Ciputra Semarang hotel (Notes 12 and 13). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp344,000 and Rp254,500, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP") PT Bank OCBC NISP Tbk ("NISP")

Pada tanggal 7 Maret 2018, CVM, entitas anak dari CGM memperoleh fasilitas pinjaman dari NISP dengan jumlah pagu pinjaman sebesar Rp175.000 terdiri dari 3 tranche, yang telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhir pada tanggal 16 November 2018 sebagai berikut:

  • Tranche 1 dengan pagu pinjaman Rp67.476
  • Tranche 2 dengan pagu pinjaman Rp57.354
  • Tranche 3 dengan pagu pinjaman Rp50.170

Fasilitas pinjaman tranche 1 digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman CVM yang diperoleh dari BRI. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga mengambang sebesar base lending rate NISP dan berjangka waktu 6 tahun dengan masa tenggang selama 1 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan Apartemen Vida View (Catatan 7). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp128.175 dan Rp148.993.

International Finance Corporation ("IFC") International Finance Corporation ("IFC")

Pada tanggal 11 Maret 2016, CR memperoleh pinjaman non-revolving dari IFC dengan pagu pinjaman sebesar USD30.000.000 (nilai penuh) yang digunakan sebagai pembiayaan operasional modal kerja dan pembangunan area perumahan, bangunan komersial dan fasilitas pendukung dengan jangka waktu maksimum pinjaman selama 6 tahun sampai dengan tanggal 15 Desember 2022. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 3,15% ditambah LIBOR (6 bulan) yang dibayarkan setiap tanggal 15 Juni dan 15 Desember. Saldo fasilitas pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar USD3.646.854 dan USD4.688.812, (nilai penuh), yang masing-masing setara dengan Rp51.439 dan Rp65.179.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

On March 7, 2018, CVM, a subsidiary of CGM, obtained a loan facility from NISP with total maximum amount of Rp175,000 consisting of 3 tranches, which had been amended several times, with the latest amendment on November 16, 2018 as follows:

  • Tranche 1 with maximum amount of Rp67,476
  • Tranche 2 with maximum amount of Rp57,354
  • Tranche 3 with maximum amount of Rp50,170

Tranche 1 loan facility is used to take over CVM's credit facility obtained from BRI. The credit facility bears floating interest of NISP's base lending rate and will mature in 6 years period with 1 year grace period. This loan is collateralized by land and buildings of Vida View apartment (Note 7). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp128,175 and, Rp148,993, respectively.

On March 11, 2016, CR obtained a non-revolving term loan from IFC with a maximum amount of USD30,000,000 (full amount) to be used for operational working capital financing and construction of residential areas, commercial building and support facility of with a maximum loan period of 6 years up to December 15, 2022. The loan bore interest at the annual rates of 3.15% plus six month LIBOR rate paid on every 15th June and 15th December. The outstanding loan from this facility as of December 31, 2020 and 2019, amounted to USD3,646,854 and USD4,688,812 (full amount), which equivalent to Rp51,439 and Rp65,179, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

International Finance Corporation ("IFC") (lanjutan) International Finance Corporation ("IFC")

Berdasarkan perjanjian pinjaman, CR diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti (Current ratio > 1,3, DSCR ≤ 1,3, DER maksimum sampai dengan 0,75 dan Security Coverage Ratio > 1,25) dan memenuhi batasan-batasan lainnya. Selain itu, terdapat larangan bagi CR untuk melaksanakan transaksi tanpa persetujuan dari IFC sebagai berikut:

  • Pengalihan agunan yang telah digunakan kepada IFC.
  • Menetapkan penjamin atau menjaminkan aset. atas pihak-pihak lain kecuali telah memenuhi batasan-batasan yang diatur dalam perjanjian pinjaman.
  • Melakukan transaksi derivatif atau menanggung kewajiban pihak manapun terhadap transaksi derivatif selain untuk tujuan lindung nilai.
  • Melakukan penjualan aset (selain aset yang memang dimaksudkan untuk dijual) baik dalam satu transaksi maupun dalam beberapa transaksi.
  • Memaksakan distribusi dari entitas anak baik secara langsung maupun tidak langsung yang akan membebankan entitas anak seperti:
  • a. Pembayaran dividen
  • b. Pemberian pinjaman ke CR
  • c. Pemindahan aset entitas anak ke CR.

Pada tanggal 23 Oktober 2013, PT Ciputra Astinamuria, entitas anak tidak langsung dari CSN, memperoleh fasilitas kredit investasi dari BRI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp32.000 yang digunakan untuk pembangunan hotel CitraDream Semarang. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai dengan 10,75% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 8 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari hotel tersebut (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp3.588 dan Rp8.088.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

(continued)

Based on the loan agreement, CR is required to maintain specific financial ratio such as (Current ratio > 1.3. DSCR ≤ 1.3. DER maximum up to 0.75 and Security Coverage Ratio > 1.25) and comply with other covenant. In addition to the ratio, there are prohibitions for CR to conduct the following transaction without the prior consent from IFC:

  • Transferring the collateral that has been pledged to IFC.
  • Provide loan guarantor or pledge the assets to other parties unless the financial covenants are met.
  • Enter into any derivative transactions or assume the obligations of any party to any derivative transaction other than hedging purposes.
  • Sell, transfer, lease or otherwise disposal of all or any of its property of assets, whether in a single transaction or in a series transaction.
  • Directly or indirectly, create or otherwise cause or suffer to exist any encumbrance or restriction on the ability of any Subsidiary of CR to:
  • a. Pay dividends
  • b. Make loans or advances to CR
  • c. Transfer any of its properties or asset to CR.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI")

On October 23, 2013, PT Ciputra Astinamuria, an indirect subsidiary of CSN, obtained investment credit facility from BRI with a maximum amount Rp32,000 used to finance the construction of hotel CitraDream Semarang. The loan bore interest at the annual rate ranging from 7.00% to 10.75% in 2020 and 2019, and will mature in 8 years period. The loan is collateralized by the hotel land and building (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp3,588 and Rp8,088, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") (lanjutan)

Pada tanggal 23 Oktober 2013, PT Ciputra Royalemeriti, entitas anak tidak langsung dari CSN, memperoleh fasilitas kredit investasi dari BRI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp28.000 yang digunakan untuk pembangunan hotel CitraDream Yogyakarta. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 7,00% sampai dengan 10,75% pada tahun 2020 dan 2019, dan berjangka waktu 8 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan dari hotel tersebut (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp6.015 dan Rp9.915.

Pada tanggal 27 September 2016, CDLR, entitas anak dari CR, memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari BRI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp22.244 dengan jangka waktu 10 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan pembelian unit ruang kantor yang berlokasi di CitraTowers Kemayoran. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tetap tahunan sebesar 10,49% untuk 5 tahun pertama dan mengikuti suku bunga BRI untuk tahun selanjutnya. Pinjaman ini dijamin dengan ruang kantor yang dibiayai fasilitas ini (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masing-masing adalah sebesar Rp15.659 dan Rp17.510.

Pada bulan Maret 2017, CWR, entitas anak dari CR, memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari BRI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp22.244 dengan jangka waktu 10 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan pembelian unit ruang kantor yang berlokasi di CitraTowers Kemayoran. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tetap tahunan sebesar 10,49% untuk 5 tahun pertama dan mengikuti suku bunga BRI untuk tahun selanjutnya. Pinjaman ini dijamin dengan ruang kantor yang dibiayai fasilitas ini (Catatan 12). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing adalah sebesar Rp16.300 dan Rp18.086.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") (continued)

On October 23, 2013, PT Ciputra Royalemeriti, an indirect subsidiary of CSN, obtained investment credit facility from BRI with a maximum amount of Rp28,000 to be used to finance the construction of hotel CitraDream Yogyakarta. The loan bore interest at the annual rate ranging from 7.00% to 10.75% in 2020 and 2019, and will mature in 8 years periods.The loan is collateralized by the hotel land and building (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp6,015 and Rp9,915, respectively.

On September 27, 2016, CDLR, a subsidiary of CR, obtained term loan facility from BRI with a maximum amount of Rp22,244 with financing period of 10 years. The proceeds of the loan were used to finance the purchase of office unit located in CitraTowers Kemayoran. The loan bore interest at the annual fixed rate of 10.49% for the first 5 years period and BRI's interest rate for the following years. This loan is collateralized by the financed office (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp15,659 and Rp17,510, respectively.

In March 2017, CWR, a subsidiary of CR, obtained term loan facility from BRI with a maximum amount of Rp22,244 with financing period of 10 years. The proceeds of the loan were used to finance the purchase of office unit located in CitraTowers Kemayoran. The loan bore interest at the annual fixed rate of 10.49% for the first 5 years period and BRI's interest rate for the following years. This loan is collateralized by the financed office (Note 12). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to Rp16,300 and Rp18,086, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI") PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI")

Pada tanggal 21 Juli 2014, PT Dwipa Tunasbumi Abhuyudhaya (DTA), entitas anak dari CNVDP memperoleh fasilitas kredit investasi dari BNI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp469.000 yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan resort Rosewood di Bali. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar JIBOR 1 bulan ditambah 3,58% pada tahun 2020, 2019, dan berjangka waktu 10 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah, bangunan, dan peralatan dari resort tersebut (Catatan 12). Pada tanggal 6 Maret 2020, seluruh fasilitas kredit ini telah dilunasi dan selanjutnya fasilitas kredit ini telah berakhir. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing sebesar RpNihil dan Rp51.178.

Pada tanggal 4 Agustus 2016, DTA, entitas anak dari CNVDP, memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari BNI dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp120.000 yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan proyek The Nivata di Bali. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 10,75% pada tahun 2020, 2019, 2018, dan 2017 dan berjangka waktu 7,5 tahun. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah, bangunan dan peralatan dari resort Rosewood dan The Nivata (Catatan 12). Fasilitas ini telah berakhir pada tanggal 5 Mei 2020.

PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga") PT Bank CIMB Niaga Tbk ("Niaga")

CGM memperoleh fasilitas pinjaman transaksi khusus ("PTK") - 1 dan 2 dari Niaga dengan jumlah maksimum pinjaman masing-masing sebesar Rp25.000 dan Rp155.000, yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana proyek perumahan yang sedang dikembangkan CGM dan entitas anaknya. Fasilitas kredit ini telah mengalami perubahan beberapa kali, dengan perubahan terakhir antara lain mengakhiri fasilitas PTK-2, sehingga efektif tanggal 20 Juni 2017 fasilitas PTK-2 sudah tidak tersedia. PTK-1 tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan berkisar antara 11,00% sampai dengan 11,50% pada tahun 2020, 2019, 2018, dan 2017, dan berjangka waktu 5 tahun yang akan jatuh tempo pada bulan Mei 2020. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan CJM, entitas anak CGM (Catatan 13) dan fidusia atas piutang dari CSP, COM, CCL, CBM, CFM dan CTM, entitas anak CGM (Catatan 5). Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan Mei 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman dari fasilitas ini masingmasing adalah sebesar RpNihil dan Rp2.604.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

On July 21, 2014, PT Dwipa Tunasbumi Abhuyudhaya (DTA), a subsidiary of CNVDP, obtained investment credit facility from BNI with a maximum amount of Rp469,000 used to finance the construction of Rosewood resort in Bali. The loan bore interest at monthly JIBOR plus 3.58% annually in 2020 and 2019, and will mature in 10 years period. The loan is collateralized by the land, buildings, and equipment of the resort (Note 12). On March 6, 2020, this credit facility has been fully paid, and subsequently, the credit facility has ended. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to RpNil and Rp51,178, respectively.

On August 4, 2016, DTA, a subsidiary of CNVDP, obtained term-loan facility from BNI with a maximum amount of Rp120,000 used to finance the construction of The Nivata project in Bali. The loan bore annual interest of 10.75% in 2020, 2019, 2018, and 2017 and will mature in 7.5 years period. The loan is collateralized by the land, buildings and equipment of Rosewood resort and The Nivata (Note 12). The loan facility has ended on May 5, 2020.

CGM obtained special-purpose loan ("PTK") - 1 and 2 facilities from Niaga with a maximum amount of Rp25,000 and Rp155,000, respectively, which was used to finance the construction of township facilities or housing projects currently developed by CGM and its subsidiaries. The loan facilities had been amended several times, with the latest amendment among others to end the PTK-2 facilities, hence as of June 20, 2017, PTK-2 was not available. PTK-1 bore floating annual interest rate ranging from 11.00% to 11.50% in 2020, 2019, 2018, and 2017, and will mature in 5 years period due in May 2020. The loan is collateralized by land and buildings of CJM, CGM's subsidiary (Note 13) and fiduciary transfer of ownership of certain receivable of CSP, COM, CCL, CBM, CFM and CTM, CGM's subsidiaries (Note 5). This loan has been fully repaid in May 2020. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounted to RpNil and Rp2,604, respectively.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Pada bulan November 2018, SNIP memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari PT Bank Permata Tbk dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp1.000.000 yang digunakan untuk refinancing pembangunan proyek CiputraWorld 2 Jakarta. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga mengambang tahunan sebesar 10,25% pada tahun 2020, 2019, dan 2018, dan berjangka waktu 7 tahun termasuk masa tenggang selama 1 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan kantor dan apartemen CiputraWorld 2 Jakarta (Catatan 7), escrow accounts (Catatan 9), piutang usaha (Catatan 5) dan Letter of Undertaking dari Perusahaan dan SNIP. Pada bulan Juni 2019, fasilitas kredit ini telah digantikan dengan pinjaman sindikasi dari PT Bank Permata Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, PT CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Pada bulan Desember 2016, CRM, entitas anak dari CRS, memperoleh fasilitas pinjaman dari BTN dengan total pagu pinjaman sebesar Rp120.500 yang terdiri dari fasilitas pinjaman berjangka dan fasilitas kredit investasi dengan jumlah maksimum pinjaman masing-masing sebesar Rp21.000 dan Rp99.500. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembangunan Rumah Sakit Ciputra di CitraRaya Tangerang dan CitraGarden City Jakarta. Fasilitas pinjaman berjangka dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan sebesar 11,25% pada tahun 2018 dan 2017 dan berjangka waktu 3 tahun, sedangkan fasilitas kredit investasi dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 11,25% dan berjangka waktu 7 tahun. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan dan peralatan medis rumah sakit Ciputra Hospital yang berlokasi di CitraRaya Tangerang dan CitraGarden City Jakarta (Catatan 12). Pada tanggal 29 Maret 2019, seluruh pinjaman ini telah dilunasi menggunakan pinjaman yang diperoleh CRM dari Mandiri.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

In November 2018, SNIP obtained term loan facility from PT Bank Permata Tbk with a maximum amount Rp1,000,000 used to refinance the development of CiputraWorld 2 Jakarta project. The loan will bore interest at the annual floating rate of 10.25% in 2020, 2019, and 2018 and will mature in 7 years period, including 1 year grace period. The loan are collateralized by land and buildings of CiputraWorld 2 Jakarta office and apartment (Note 7), escrow accounts (Note 9), accounts receivable (Note 5) and Letter of Undertaking from the Company and SNIP. In June 2019, this credit facility has been replaced with syndicated loan facility from PT Bank Permata Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, PT CIMB Niaga Tbk and PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ("BTN") PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ("BTN")

In December 2016, CRM, a subsidiary of CRS, obtained a loan facility from BTN with total maximum amount of Rp120,500 consists of term loan facility and investment credit facility with a maximum amount of Rp21,000 and Rp99,500, respectively. This facility was used to finance working capital and the development of Ciputra Hospital located in CitraRaya Tangerang and CitraGarden City Jakarta. The term loan bore floating interest at annual rate of 11.25% in 2018 and 2017 and will mature in 3 years period, while the credit investment loan bore interest at annual rate of 11.25% and will mature in 7 years period. The loan is collateralized by land, building and medical equipment of Ciputra Hospital located in CitraRaya Tangerang and CitraGarden City Jakarta (Note 12). On March 29, 2019, the entire loan facilities has been fully repaid through loan facility obtained by CRM from Mandiri.

14. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN (lanjutan)

Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang (lanjutan)

Berdasarkan perjanjian-perjanjian utang bank tersebut diatas, Kelompok Usaha harus mematuhi batasan-batasan tertentu, antara lain untuk memperoleh persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman sebelum melakukan transaksi-transaksi tertentu seperti mengadakan penggabungan usaha, pengambilalihan, likuidasi atau perubahan status serta Anggaran Dasar, pembayaran kembali pinjaman dari pemegang saham, perubahan aktivitas utama, dan pembayaran dividen, serta harus memenuhi rasio-rasio keuangan tertentu.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman jangka panjang tersebut diatas atau memperoleh surat pernyataan tuntutan pelunasan (waiver) sebagaimana diperlukan.

Saldo utang usaha masing-masing sebesar Rp875.619 dan Rp777.515, pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 merupakan utang kepada berbagai pemasok pihak ketiga. Seluruh utang usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 tidak dijaminkan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, semua utang usaha Kelompok Usaha dalam mata uang rupiah

16. UTANG LAIN-LAIN 16. OTHER PAYABLES

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

14. BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Long-term bank and financial institution loans (continued)

Under the above bank loan agreements, the Group is subject to various covenants, among others, to obtain written approval from the lenders before entering into certain transactions such as mergers, takeovers, liquidation or change in status, change in the Articles of Association, repayment of loans obtained from the stockholders, change in core business activities, and payments of dividends, and to the requirement to maintain certain financial ratios.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group has either complied with all covenants of the above-mentioned long-term borrowings or obtained necessary waivers as required.

15. UTANG USAHA 15. TRADE PAYABLES

The balance of trade payables amounting to Rp875,619 and Rp777,515, as of December 31, 2020 and 2019, respectively, which represents payables to various third party suppliers. All of the trade payables as of December 31, 2020 and 2019, are unsecured.

As of December 31, 2020 and 2019, all of the Group's trade payables are denominated in rupiah.

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Jaminan untuk pengurusan Deposits for ownership certificates
sertifikat kepemilikan 356.374 318.662 processing arrangement
Utang mitra usaha ventura bersama 124.658 110.489 Joint venture partner payables
Uang jaminan penghuni 75.950 57.917 Deposits from residents
Bagi hasil 43.145 20.743 Profit sharing
Uang jaminan pembeli kapling 10.323 8.105 Deposits from lot buyers
Lain-lain 180.564 196.362 Others
Total utang lain-lain 791.014 712.278 Total other payables

Utang mitra usaha ventura bersama merupakan bagian dari dana operasi proyek bersama yang belum disetor oleh Kelompok Usaha kepada operasi bersama dan terkait kerjasama lainnya (Catatan 40m).

Lain-lain merupakan liabilitas yang diakui untuk utang jasa administrasi, asuransi, dan utang nonusaha lainnya.

Joint venture partner payables, represent the portions of joint project operating funds that have not yet been contributed by the Group to the joint operation and other arrangements (Note 40m).

Others represents liabilities recognized for administrative service payables, insurance, and other non-trade payable.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Rincian beban akrual adalah sebagai berikut: The details of accrued expenses are as follows:

17. BEBAN AKRUAL 17. ACCRUED EXPENSES

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Bunga 85.769 47.598 Interest
Gaji dan tunjangan 25.715 23.828 Salaries and allowances
Premi lindung nilai 15.728 15.402 Hedging premium
Listrik, air dan telepon 14.456 18.372 Electricity, water and telephone
Jasa profesional 10.965 9.307 Professional fees
Perbaikan dan pemeliharaan 5.491 5.191 Repair and maintenance
Jasa manajemen 2.814 4.560 Management fees
Iklan dan promosi 1.987 1.225 Advertising and promotion
Lain-lain 58.427 79.356 Others
Total beban akrual 221.352 204.839 Total accrued expenses

Lain-lain terutama merupakan akrual bagi hasil kepada mitra usaha dan komisi.

18. PERPAJAKAN 18. TAXATION

a. Pajak dibayar dimuka terdiri dari: a.Prepaid taxes consist of:

Others mainly represent accrual for partner sharing arrangements and commission.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
211.450 Final tax
242.276 Value added tax (VAT)
1.502 2.287 Others income tax
473.429 456.013 Total prepaid taxes
Pajak pertambahan nilai (PPN)
Pajak penghasilan lain
Total pajak dibayar dimuka
248.759
223.168

b. Utang pajak terdiri dari: b. Taxes payable consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 4(2) 7.130 25.342 Article 4(2)
Pasal 21 7.821 10.361 Article 21
Pasal 23 9.947 6.525 Article 23
Pasal 25/29 4.562 7.750 Articles 25/29
Pasal 26 182 2.003 Article 26
Pajak final 27.740 25.038 Final tax
PPN 35.857 60.302 VAT
Pajak pembangunan I 2.409 5.007 Development tax I
Lain-lain 1.775 795 Others
Total utang pajak 97.423 143.123 Total taxes payable

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

c. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laba rugi dan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

c. A reconciliation between income before final and income tax, as shown in the profit or loss and estimated taxable income (tax losses) of the Company is as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Laba sebelum pajak final dan
pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
1.659.121 1.555.103 Profit before final and income tax
per consolidated statement
of profit or loss and other
comprehensive income
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan
unit yang menghitung sendiri
Loss (profit) before income tax
of units who do tax
pajaknya
Laba Entitas Anak sebelum
pajak penghasilan dan
dampak dari eliminasi
2.606 (2.682) self-assessment
Profit before income tax of
Subsidiaries and reversal of
intercompany consolidation
konsolidasi antar perusahaan (1.419.713) (1.392.365) eliminations
Laba Perusahaan sebelum
pajak penghasilan
Bagian Perusahaan atas laba neto
242.014 160.056 Profit before income tax
attributable to the Company
Equity of the Company in
Entitas Anak
Pendapatan yang telah dikenakan
pajak yang bersifat final:
(180.363) (250.946) net income of Subsidiaries
Profit already subjected
to final taxes:
Pengalihan hak atas tanah
dan/atau bangunan
Pendapatan sewa
Pendapatan bunga
Pendapatan lain-lain
(595.864)
(3.483)
(7.557)
(14.178)
(313.372)
(6.757)
(6.891)
(139)
Transfer of rights on land
and/or buildings
Rent revenue
Interest income
Other income
Beban sehubungan dengan
pendapatan yang telah dikenakan
pajak yang bersifat final
Beban pajak
Beban penyusutan
Beban yang tidak dapat dikurangkan
345.387
29.849
(35)
54.875
197.260
49.982
170
57.489
Expense related to income
already subjected to final taxes
Tax expense
Depreciation
Non-deductible expenses
Taksiran rugi fiskal Perusahaan
Saldo akumulasi rugi fiskal
awal tahun
Koreksi rugi fiskal (Catatan 18i)
(129.355)
(262.678)
-
(113.148)
(239.370)
89.840
Estimated tax losses of the Company
Tax loss carry forward
at beginning of the year
Tax losses correction (Note 18i)
Saldo akumulasi rugi fiskal
akhir tahun
(392.033) (262.678) Tax loss carry forward
at end of the year

Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset pajak tangguhan dari saldo rugi fiskal karena ketidakpastian pemulihan nilainya di masa yang akan datang sebelum manfaatnya berakhir.

The Company decided not to recognize deferred tax assets on tax losses carry-forward due to the uncertainty in their recoverability in the near future before their benefits expire.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

d. Beban pajak penghasilan - neto terdiri atas: d. Income tax expense - net consists:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Kini Current
Non-final Non-final
Perusahaan - - Company
Entitas anak (28.608) (39.048) Subsidiaries
Tangguhan Deferred
Perusahaan - - Company
Entitas anak (28.331) 5.471 Subsidiaries
Beban pajak
penghasilan - neto (56.939) (33.577) Income tax expense - net

e. Pajak final terdiri atas: e. Final tax consists:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Final Final
Perusahaan 16.408 8.823 Company
Entitas anak 215.088 229.422 Subsidiaries
Total Pajak Final 231.496 238.245 Total Final Tax

f. Aset (liabilitas) pajak tangguhan terdiri dari: f. Deferred tax assets (liabilities) consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset pajak tangguhan - neto 16.041 21.848 Deferred tax assets - net
Liabilitas pajak tangguhan - neto (27.103) (26.301) Deferred tax liabilities - net

Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan di atas dapat dipulihkan kembali melalui penghasilan kena pajak di masa yang akan datang.

The management believes that the above deferred tax assets are fully recoverable through future taxable income.

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

g. Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan mengalikan laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan Perusahaan dengan tarif pajak 20% (Catatan 18h) dan beban pajak penghasilan pada laba rugi adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

g. A reconciliation between income tax expense computed by multiplying the income before final and income tax attributable to the Company by 20% (Note 18h) and net income tax expense as shown in the profit or loss is as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Laba sebelum pajak final dan
pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
1.659.121 1.555.103 Profit before final and income tax
per consolidated statement
of profit or loss and other
comprehensive income
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan
unit yang menghitung sendiri
Loss (profit) before income tax
of units who do tax
pajaknya
Laba Entitas Anak sebelum
pajak penghasilan dan
dampak dari eliminasi
2.606 (2.682) self-assessment
Profit before income tax of
Subsidiaries and reversal of
intercompany consolidation
konsolidasi antar perusahaan (1.419.713) (1.392.365) eliminations
Laba Perusahaan sebelum
pajak penghasilan
242.014 160.056 Profit before income tax
attributable to the Company
Beban pajak penghasilan dengan
tarif pajak yang berlaku
Perbedaan tetap dan temporer neto
45.983 32.011 Income tax expense at
the applicable tax rate
Net permanent and temporary
dengan tarif pajak yang berlaku
Pajak tangguhan yang tidak diakui
(70.560) (54.641) differences at the applicable tax rate
Unrecognized deferred tax assets
atas estimasi rugi fiskal 24.577 22.630 arising from estimated tax loss
Beban pajak penghasilan
Perusahaan tahun berjalan
- - Current income
tax expense - Company
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Perusahaan
Non-final
-
-
-
-
Income tax benefit (expense)
Company
Non-final
Tangguhan
Entitas anak
Deferred
Subsidiaries
Non-final
Tangguhan
(28.608)
(28.331)
(39.048)
5.471
Non-final
Deferred
Beban pajak
penghasilan - neto
(56.939) (33.577) Income tax expense - net

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

h. Lain-lain h. Others

Pada tahun 2016, Perusahaan dan entitas anak tertentu telah berpartisipasi dalam program pengampunan pajak (Catatan 26).

Pendapatan yang berasal dari transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak final dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 81/2007 tentang "Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka", perseroan terbuka dalam negeri di Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan sebesar 5% lebih rendah dari tarif tertinggi Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat 1b Undang-undang Pajak Penghasilan, dengan memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu perseroan yang saham atau efek bersifat ekuitas lainnya tercatat di Bursa Efek Indonesia yang jumlah kepemilikan saham publiknya 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor dan saham tersebut dimiliki paling sedikit oleh 300 pihak, masing-masing pihak hanya boleh memiliki saham kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang disetor.

Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.

i. Hasil pemeriksaan pajak i. Tax assessments

Perusahaan Company

Pada bulan April 2019, Perusahaan menerima sejumlah Surat Ketetapan Pajak (SKP) untuk tahun pajak 2017. Berdasarkan SKP tersebut, rugi fiskal Perusahaan tahun 2017 sebesar Rp101.529 dikoreksi menjadi sebesar Rp11.689, dan terdapat kurang bayar atas pajak penghasilan pasal 21, 4(2), 23, 26 dan PPN, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp2.612. Perusahaan telah membayar tagihan pajak tersebut pada bulan Mei 2019.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

In 2016, the Company and certain subsidiaries were participated in the tax amnesty program (Note 26).

Income from transfer of ownership of land and/or buildings is subject to final tax which is computed from the gross value of the transfer of land and/or buildings.

Based on Government Regulation No. 81/2007 on "Reduction of the Rate of Income Tax on Resident Corporate Taxpayers in the Form of Publicly Listed Companies", the resident publicly listed companies in Indonesia can obtain the reduced income tax rate of 5% lower than the highest income tax rate under Article 17, paragraph 1b of the Income Tax Law, provided they meet the prescribed criteria. i.e., companies whose shares or other equity instruments are listed in the Indonesian Stock Exchange. those whose shares owned by the public are 40% or more of the total paidup shares and such shares are owned by at least 300 parties, each party owning less than 5% of the total paid-up shares.

On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3% for corporate income tax payers that fulfill certain criteria.

In April 2019, the Company received several Tax Assessment Letter (SKP) for the fiscal year 2017. Based on the SKP, the Company's tax loss for year 2017 amounting to Rp101,529 was adjusted to become Rp11,689, and there was underpayment for income tax articles 21, 4(2), 23, 26 and VAT totaling Rp2,612. The Company has paid these assessments in May 2019.

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

i. Hasil pemeriksaan pajak (lanjutan) i. Tax assessments (continued)

Perusahaan (lanjutan) Company (continued)

Pada tahun 2019, CTRS (saat ini telah menggabungkan diri ke Perusahaan) menerima sejumlah Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk pajak penghasilan pasal 4(2), 21, 23 dan 29 dan PPN untuk tahun pajak 2016 dan 2017, dengan jumlah keseluruhan Rp8.494. Perusahaan telah membayar seluruh tagihan pajak tersebut pada tahun 2019.

Pada bulan Februari 2020, CAG menerima SKPKB dan STP untuk PPN dan pajak penghasilan pasal 4(2), 21, 23, dan 26 untuk tahun pajak 2016 dengan jumlah keseluruhan Rp11.617. CAG telah menyetujui sebagian dan telah membayarkan tagihan pajak sebesar Rp2.012 dan dicatat sebagai beban pajak.

Pada bulan Mei 2020, CAG telah mengajukan keberatan atas sebagian tagihan pajak sebesar Rp9.605, dimana telah dibayarkan sebagian oleh CAG sebesar Rp4.452 dan dicatat sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar Lainnya..

Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, proses keberatan masih berlangsung

Pada bulan Januari 2019, CSY menerima SKPKB dan STP untuk PPN dan pajak penghasilan pasal 4(2) dan 29 untuk tahun pajak 2016 dengan jumlah keseluruhan Rp6.501. Pada bulan Maret 2019, CSY telah mengajukan keberatan atas sebagian tagihan pajak sebesar Rp5.272, sementara sisanya disetujui dan telah dibayarkan CSY, yang dibebankan ke laba rugi tahun berjalan. Pada bulan Maret 2020, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menolak pengajuan keberatan CSY tersebut, dan selanjutnya CSY telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak.

Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, proses banding masih berlangsung.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

In 2019, CTRS (currently has merged into the Company) received several Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) and Tax Collection Letter (STP) for income tax articles 21, 4(2), 23, 26 and VAT for fiscal years 2016 and 2017 totaling Rp8,494. The Company has paid these assessments in full during 2019.

Entitas Anak Subsidiaries

In February 2020, CAG received several SKPKBs and STPs for the 2016 VAT, income taxes article 4(2), 21, 23, and 26 totaling Rp11,617. CAG partially agreed and has paid the SKPKB amounting Rp2,012 and recorded as tax expense.

In May 2020, CAG has filed objection letters regarding these assessment results amounted to Rp9,605, which CAG has partially paid amounting to Rp4,452 and recorded as part of Other Non-Current Assets.

As of the completion date of the consolidated financial statements, the objection is still ongoing.

In January 2019, CSY received several SKPKBs and STPs for the 2016 VAT and income tax articles 4(2) and 29 totaling to Rp6,501. In March 2019, CSY has filed objection letters regarding these assessment results amounted to Rp5,272, while the remaining was agreed and paid by CSY, which was charged to the current year profit or loss. In March 2020, the Tax Office has rejected CSY's objection, and subsequently, CSY has filed an appeal to the Tax Court regarding such rejection.

As of the completion date of the consolidated financial statements, the appeal is still ongoing

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

i. Hasil pemeriksaan pajak (lanjutan) i. Tax assessments (continued)

Pada bulan Desember 2017, JO Ciputra Karya Pancasakti Nugraha (JO CKSPN), kerjasama operasi di bawah CBS, menerima SKPKB dan STP untuk PPN tahun pajak 2013 dan 2014 dengan jumlah keseluruhan Rp30.559, termasuk sanksi bunga dan kenaikan. Pada bulan Februari 2018, JO CKPSN telah mengajukan keberatan atas tagihan pajak tersebut. Pada bulan Februari 2019, DJP mengabulkan sebagian keberatan sehingga total tagihan pajak menjadi sebesar Rp28.994. Pada bulan April 2019, JO CKPSN mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas keputusan DJP tersebut, yang telah ditolak oleh Pengadilan Pajak pada bulan November 2020.

Selanjutnya, pada tanggal 1 Maret 2021, JO CKPSN telah mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung atas keputusan Pengadilan Pajak tersebut, yang hasilnya masih belum diketahui sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini.

Pada bulan November 2017, CPT menerima SKPKB dan STP PPN tahun pajak 2015 dengan jumlah keseluruhan Rp5.575. CPT telah mengajukan pengurangan dan atau penghapusan sanksi atas tagihan pajak tersebut, yang telah ditolak oleh DJP pada tahun 2018.

Pada bulan Desember 2017, CPT telah membayar seluruh tagihan pajak sebesar Rp5.575, yang dicatat sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar Lainnya - Lain-lain (Catatan 9).

Selanjutnya, CPT mengajukan gugatan ke Pengadilan Pajak atas penolakan pengurangan dan atau penghapusan sanksi tersebut, yang telah ditolak oleh Pengadilan Pajak pada bulan Juni 2020. Selanjutnya, pada bulan Oktober 2020, CPT telah mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung atas keputusan Pengadilan Pajak tersebut, yang hasilnya masih belum diketahui sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)

In December 2017, JO Ciputra Karya Pancasakti Nugraha (JO CKPSN), a joint operation entity under CBS, received several SKPKBs and STPs for VAT for fiscal years 2013 and 2014 totaling Rp30,559, including interest and fines. In February 2018, JO CKPSN has filed objection letters regarding these assessment results. In February 2019, the Tax Office has partially granted the objection, therefore changed the total tax assessments to become Rp28,994. In April 2019, JO CKPSN has filed an appeal to the Tax Court regarding the Tax Office's objection result, which was rejected by the Tax Court in November 2020.

Subsequently, on March 1, 2021, JO CKPSN has submitted a request for reconsideration ("Peninjauan Kembali") to the Supreme Court concerning the Tax Court decision, of which the result still not yet decided until the completion date of the consolidated financial statements.

In November 2017, CPT received several SKPKBs and STPs for the fiscal year 2015 VAT totaling Rp5,575. CPT has filed fines reduction and or cancellation, which was rejected by the Tax Office in 2018.

In December 2017, CPT has fully paid such assessments amounted to Rp5,575, which was recorded as part of Other Non-Current Assets - Others (Note 9).

Subsequently, CPT has filed tax lawsuit to the Tax Court regarding such rejection on the fines reduction and or cancellation, which was rejected by the Tax Court in June 2020. Subsequently, in October 2020, CPT has submitted a request for reconsideration ("Peninjauan Kembali") to the Supreme Court concerning the Tax Court decision, of which the result still not yet decided until the completion date of the consolidated financial statements.

18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)

i. Hasil pemeriksaan pajak (lanjutan) i. Tax assessments (continued)

Pada bulan Agustus 2017, CAP menerima SKPKB dan STP untuk PPN tahun pajak 2016 dengan jumlah keseluruhan Rp7.678, termasuk sanksi bunga dan kenaikan. Pada bulan Oktober 2017, CAP telah mengajukan keberatan atas tagihan pajak tersebut dan telah membayar PPN sebesar Rp4.087 tanpa menyetujui SKPKB yang diterima. Pada bulan September 2018, DJP mengabulkan sebagian keberatan sebesar Rp953. Atas putusan ini, CAP telah membayar sebagian STP sebesar Rp189 dan mengajukan banding atas sisanya.

Pada bulan Juli 2020, sebagian banding CAP dikabulkan dan selanjutnya pada bulan Oktober 2020, CAP telah menerima pengembalian atas tagihan yang telah dibayarkan sebesar Rp3.169.

Pada bulan Agustus 2018, CAP menerima STP untuk PPN tahun pajak 2017 dengan jumlah keseluruhan Rp13, yang telah dibayarkan secara penuh oleh CAP. Pada bulan Maret 2019, CAP menerima keputusan pembatalan STP tersebut sebesar Rp13. Pada bulan Juni 2019, CAP menerima pengembalian dana atas keputusan pembatalan tersebut sebesar Rp29, termasuk pengembalian atas sebagian STP tahun 2016 sebesar Rp16.

Sehubungan dengan pengajuan keberatan dan banding, CAP telah melakukan pembayaran atas SKPKB, STP dan sanksi bunga (tidak termasuk sanksi kenaikan) yang dicatat sebagai bagian dari Aset Tidak Lancar Lainnya - Lain-lain (Catatan 9). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo taksiran tagihan pajak tersebut masing-masing sebesar Rp1.067 dan Rp4.261.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)

In August 2017, CAP received several SKPKBs and STPs for the 2016 VAT totaling Rp7,678, including interest and fines. In October 2017, CAP has filed objection letters regarding these assessment results and paid the 2016 VAT amounting to Rp4,087 without accepted the SKPKBs result. In September 2018, the Tax Office has partially granted the objection amounted to Rp953. Related to this decision, CAP has paid several STPs totaling Rp189 and filed an appeal of the remaining.

In July 2020, CAP's appeal has been partially granted, and subsequently, in October 2020, CAP has received the refund from the Tax Office amounting to Rp3,169.

In August 2018, CAP received several STPs for the 2017 VAT totaling Rp13, which was fully paid. In March 2019, CAP received decree annulling such STPs totaling Rp13. In June 2019, CAP received the refund from the annulment totaling Rp29, including partial refund from the 2016 STP amounted to Rp16.

With regard to the objection and the appeal, CAP has paid the SKPKBs, STPs and interest (exclude fines) which was recorded as part of Other Non-Current Assets - Others (Note 9). As of December 31, 2020 and 2019, balance of such claim for tax refund amounted to Rp1,067 and Rp4,261, respectively.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY

Akun ini terdiri atas: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Liabilitas imbalan kerja
Penghargaan cuti besar
137.438
2.761
132.928
9.584
Employee benefits liability
Grand leave
Total 140.199 142.512 Total

Kelompok Usaha menyelenggarakan program iuran pasti untuk seluruh karyawan yang memenuhi persyaratan. Program pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia (DPLKMI) yang merupakan badan hukum yang didirikan oleh PT Asuransi Manulife Indonesia. Pendirian DPLKMI telah disahkan oleh Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-331/KM.6/2004 tanggal 9 Agustus 2004. Iuran dana pensiun terdiri dari kontribusi Kelompok Usaha sebesar 2,5% - 5,0% dari penghasilan dasar pensiun karyawan dan kontribusi karyawan sebesar 3,0% - 5,0% dari penghasilan dasar pensiun.

Kelompok Usaha memberikan tambahan minimal imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ("UUK 13/2003"). Tambahan manfaat imbalan kerja sesuai UUK 13/2003 tidak dilakukan pendanaan.

Total liabilitas imbalan kerja jangka panjang yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan beban imbalan kerja neto yang diakui dalam laporan laba rugi dan PKL konsolidasian ditentukan oleh aktuaris independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dalam laporannya masing-masing pada tanggal 26 Maret 2021 dan 30 Maret 2020, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:

The Group has a defined contribution plan covering substantially all of its eligible employees. The plan is administered by Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia (DPLKMI) which is a statutory body established by PT Asuransi Manulife Indonesia. The establishment of DPLKMI has been approved by the Ministry of Finance in its decree No. KEP-331/KM.6/2004 dated August 9, 2004. The Group's contributions to the retirement fund were computed at 2.5% - 5.0% of the employees' pensionable salaries, while the employees made monthly contributions equal to 3.0% - 5.0% of their pensionable salaries.

The Group provides additional minimum benefits under Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 ("LL 13/2003"). The additional benefits under LL 13/2003 are unfunded.

The amounts recognized as long-term employee benefits liability in the consolidated statement of financial position and the net employee benefits expense in the consolidated statement of profit or loss and OCI were determined by an independent actuary. PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, in its reports for dated March 26, 2021 and March 30, 2020, for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively using the following assumptions:

Tingkat diskonto per tahun 6,20% (2019: 7,30%) Discount rate per annum
Tingkat kenaikan upah 0% untuk tahun 2021 dan setelahnya 5% per tahun/ Annual salary increase
tahunan 0% for 2021 and 5% afterwards (2019: 5,00%)
Tingkat kematian Tabel Mortalita Indonesia 2019 (TMI 4)/ Mortality rate
Indonesian Mortality Table 2019 (IMT 4)
(2019: Tabel Mortalita Indonesia (TMI 3)/Indonesian Mortality Table
(IMT 3))
Tingkat kecacatan 10% dari tabel mortalitas/10% of mortality table Disability rate
Tingkat pengunduran diri 7% per tahun dari usia 40 tahun dan berkurang secara proporsional
Resignation rate
menjadi 0% per tahun pada usia pensiun normal dan setelahnya/
7% per annum starting from 40 years old and decreasing
proportionally become 0% per annum at normal retirement age
Usia pensiun 56 dan 60 tahun kecuali untuk unit hotel CSM, CSN dan CAG/ Retirement age
56 and 60 years old except for CSM, CSN and CAG hotel units
45 dan 55 tahun untuk CSM unit hotel/
45 and 55 years old for CSM hotel unit
50 dan 55 tahun untuk CSN unit hotel/
50 and 55 years old for CSN hotel unit
55 tahun untuk CAG unit hotel/55 years old for CAG hotel unit

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Liabilitas imbalan kerja sesuai UUK 13/2003 Employee benefit liability per LL 13/2003

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

a. Beban imbalan kerja neto a. Net employee benefits expense

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Biaya jasa kini 18.391 19.428 Current service cost
Biaya jasa lalu (5.307) (2.546) Past service cost
Beban bunga 11.853 12.313 Interest cost
Biaya terminasi 35.483 16.286 Termination costs
Penghasilan bunga (4.150) (6.162) Interest income
Keuntungan atas kurtailmen (14.562) (1.775) Curtailment gain
Transfer masuk/keluar - neto (2.225) (3.122) Transfer in/out - net
Batasan aset (1.003) (461) Asset ceiling
Beban imbalan kerja - neto 38.480 33.961 Employee benefits expense - net

Beban imbalan pascakerja telah dibebankan pada operasi tahun berjalan.

b. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang b. Long-term employee benefits liability

to current year operations.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Nilai kini dari liabilitas Present value of
imbalan pasti 177.690 185.526 defined benefit obligation
Nilai kini aset program pensiun (50.190) (66.334) Fair value of plan assets
Dampak batasan aset 9.938 13.736 Effect of asset restriction
Liabilitas imbalan kerja 137.438 132.928 Employee benefits liability

c. Mutasi nilai kini dari liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:

c. The movements of present value of defined benefit obligation are as follows:

The employment benefits expense were charged

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 185.526 169.766 Balance at beginning of year
Dekonsolidasi entitas anak (381) - Deconsolidation of subsidiary
Biaya jasa kini 18.391 19.428 Current service cost
Biaya jasa lalu (5.307) (2.546) Past service cost
Beban bunga 11.853 12.313 Interest cost
Keuntungan atas kurtailmen (14.562) (1.775) Curtailment gain
Transfer masuk/keluar - neto (2.225) (3.122) Transfer in/out - net
Pembayaran manfaat secara
langsung selama tahun
berjalan (4.574) (12.673) Direct payments during the year
Pembayaran manfaat
dari aset program pensiun (6.881) (12.968) Benefits paid from plan assets
Kerugian (keuntungan)
aktuarial atas: Actuarial loss (gain) due from:
Efek perubahan asumsi 4.248 12.338 Changes in financial assumption
Penyesuaian pengalaman (8.398) 4.765 Experience adjustments
Saldo akhir tahun 177.690 185.526 Balance at end of year

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Liabilitas imbalan kerja sesuai UUK 13/2003 (lanjutan)

d. Mutasi nilai wajar dari aset program pensiun adalah sebagai berikut:

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

Employee benefit liability per LL 13/2003 (continued)

d. The movements in fair value of plan assets are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 66.334 57.867 Balance at beginning of year
Kontribusi tahun berjalan 16.309 31.820 Contributions during the year
Penghasilan bunga 4.150 6.162 Interest income
Pembayaran manfaat (35.265) (29.253) Benefits paid from plan assets
Kerugian aset program (1.338) (262) Loss on plan asset
Saldo akhir tahun 50.190 66.334 Balance at end of year

Kategori-kategori utama dari aset program pensiun sebagai persentase dari nilai wajar total aset program dana pensiun adalah 70% di portofolio pasar uang, 20% di portofolio pendapatan tetap dan 10% di portofolio saham.

Jatuh tempo pembayaran liabilitas imbalan kerja sesuai UUK 13/2003 yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Di bawah 1 tahun 29.048 Below 1 year
2-5 tahun 110.405 2-5 years
6-10 tahun 106.274 6-10 years
>10 tahun 425.859 >10 years

Durasi rata-rata kewajiban manfaat pasti diakhir periode pelaporan masing-masing adalah 10 tahun untuk Kelompok Usaha.

Analisa sensitivitas kuantitatif untuk liabilitas imbalan kerja sesuai UUK 13/2003 atas asumsiasumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The major categories of pension plan assets as a percentage of the fair value of the total plan assets are 70% money market portfolio, 20% fixed income portfolio and 10% investment in stocks portfolio.

The maturity of undiscounted payment employee benefits liability per LL 13/2003 as of December 31, 2020 are as follows:

The average duration of the defined benefits plan obligation at the end of reporting period is 10 years for the Group.

The quantitative sensitivity analysis of employee benefits liability per LL 13/2003 for significant assumptions as of December 31, 2020 is as follows:

Tingkat diskonto/
Discount rates
Kenaikan gaji di masa depan/
Future salary increases
Persentase/
Percentage
Pengaruh nilai
kini atas
kewajiban
imbalan
pasca-kerja/
Effect on
present value
of benefits
obligation
Persentase/
Percentage
Pengaruh nilai
kini atas
kewajiban
imbalan
pasca-kerja/
Effect on
present value
of benefits
obligation
Kenaikan 1% (9.871) 1% 11.717 Increase
Penurunan (1%) 11.057 (1%) (10.644) Decrease

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Penghargaan cuti besar Grand leave

Perusahaan dan entitas anaknya memberikan penghargaan cuti besar kepada karyawan non-hotel yang mencapai masa kerja 5 tahun. Karyawan berhak menerima tunjangan cuti sebesar 1 bulan gaji pokok.

a. Beban penghargaan cuti besar neto a. Net grand leave expense

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

The Company and its subsidiaries provide long grand leave to non-hotel employees who have rendered 5 years of service. The employees are entitled to receive one month basic salary.

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Biaya jasa kini 3.891 3.735 Current service cost
Biaya jasa lalu - amendemen (5.772) - Past service cost - amendment
Beban bunga 512 557 Interest cost
Keuntungan atas kurtailmen (4.709) - Curtailment gain
Kerugian aktuarial - 136 Actuarial loss
Beban (manfaat) penghargaan
cuti besar - neto
(6.078) 4.428 Net grand leave
expense (benefit)

b. Mutasi penghargaan cuti besar adalah: b. The movements in grand leave are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 9.584 8.920 Balance at beginning of year
Dekonsolidasi entitas anak (53) - Deconsolidation of subsidiary
Beban (manfaat) tahun berjalan (6.078) 4.428 Current year expense (benefit)
Pembayaran imbalan (692) (3.764) Benefit payments
Saldo akhir tahun 2.761 9.584 Balance at end of year

Jatuh tempo pembayaran penghargaan cuti besar yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Di bawah 1 tahun - Below 1 year
2-5 tahun - 2-5 years
6-10 tahun 14.602 6-10 years
>10 tahun 25.699 >10 years

Durasi rata-rata kewajiban manfaat pasti diakhir periode pelaporan masing-masing adalah 10 tahun untuk Kelompok Usaha.

The maturity of undiscounted payment grand leave as of December 31, 2020 are as follows:

The average duration of the grand leave at the end of reporting period is 10 years for the Group.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Penghargaan cuti besar (lanjutan) Grand leave (continued)

Analisa sensitivitas kuantitatif untuk penghargaan cuti besar atas asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

The quantitative sensitivity analysis of grand leave for significant assumptions as of December 31, 2020 is as follows:

Tingkat diskonto/
Discount rates
Kenaikan gaji dimasa depan/
Future salary increases
Persentase/
Percentage
Pengaruh nilai
kini atas
kewajiban
imbalan
pasca-kerja/
Effect on
present value
of benefits
obligation
Persentase/
Percentage
Pengaruh nilai
kini atas
kewajiban
imbalan
pasca-kerja/
Effect on
present value
of benefits
obligation
Kenaikan
Penurunan
1%
(1%)
(174)
188
1%
(1%)
157
(150)
Increase
Decrease

Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja karyawan telah cukup sesuai dengan yang disyaratkan oleh UUK 13/2003.

Management believes that the employee benefits liability is sufficient in accordance with the requirements of the LL 13/2003.

20. LIABILITAS KONTRAK 20. CONTRACT LIABILITIES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Uang muka yang diterima dari pihak
ketiga untuk:
Downpayments received from
third parties for:
Penjualan atas tanah dan bangunan 6.048.393 5.818.506 Sale of land and buildings
Penjualan apartemen dan lainnya 3.169.202 1.035.101 Sale of apartments and others
Total liabilitas kontrak 9.217.595 6.853.607 Total contract liabilities

Liabilitas kontrak disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Liabilitas kontrak jangka pendek
Liabilitas kontrak jangka panjang
6.205.156
3.012.439
4.829.622
2.023.985
Current contract liabilities
Non-current contract liabilities
Total liabilitas kontrak 9.217.595 6.853.607 Total contract liabilities

Seluruh liabilitas kontrak yang diterima Kelompok Usaha adalah dalam mata uang rupiah.

All of the contract liabilities by the Group are denominated in rupiah.

Contract liabilities are presented in the consolidated

statement of financial position as follows:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

21. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA 21. UNEARNED REVENUES

Rincian pendapatan diterima dimuka dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:

The details of unearned revenues received from third parties are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Rental of shopping center
Rental of office
Rental of buildings
Golf and club house membership
37.510 36.447 Others
242.816 243.272 Total unearned revenues
112.194
80.073
10.361
2.678
135.699
53.537
13.630
3.959

Lain-lain terutama terdiri dari pendapatan diterima dimuka atas ballroom hotel.

Seluruh pendapatan diterima dimuka yang diterima Kelompok Usaha adalah dalam mata uang rupiah.

22. UANG JAMINAN PENYEWA 22. TENANTS' DEPOSITS

Akun ini terutama merupakan uang jaminan penyewa pusat niaga yang akan dikembalikan pada saat berakhirnya masa sewa dengan persyaratan tertentu.

23. UTANG OBLIGASI 23. BONDS PAYABLE

Akun ini terdiri atas: This account consists of:

Others mainly consists of unearned revenues received from rental of hotel ballroom.

All of the unearned revenues received by the Group are denominated in rupiah.

This account mainly represents deposits received from tenants of shopping centers which will be returned upon the lease completion under certain terms and conditions.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Obligasi I Ciputra Residence
Seri C (jatuh tempo 2021)
80.000 80.000 Bonds I Ciputra Residence
Series C (due 2021)
Beban emisi obligasi yang belum
diamortisasi
(117) (549) Unamortized bonds issuance costs
Neto 79.883 79.451 Net

Pada bulan April 2014, CR menerbitkan Obligasi I Ciputra Residence dengan nilai nominal keseluruhan sebesar Rp500.000 yang terdiri dari 3 seri dengan rincian sebagai berikut:

a. Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp200.000 berjangka waktu 3 tahun yang telah jatuh tempo pada tanggal 2 April 2017 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,4% per tahun. Utang obligasi Seri A ini telah dilunasi pada akhir bulan Maret 2017.

In April 2014, CR issued Ciputra Residence Bonds I with total nominal amount of Rp500,000 which consists of 3 series with details as follows:

a. Series A with nominal amount of Rp200,000 with 3 years maturity, which was due on April 2, 2017 with fixed interest rate of 11.4% per year.This bonds payable - Series A had been fully paid by end of March 2017.

Pada bulan April 2014, CR menerbitkan Obligasi I Ciputra Residence dengan nilai nominal keseluruhan sebesar Rp500.000 yang terdiri dari 3 seri dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

  • b. Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp220.000 berjangka waktu 5 tahun yang telah jatuh tempo pada tanggal 2 April 2019 dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,4% per tahun. Utang obligasi Seri B ini telah dilunasi pada tanggal 29 Maret 2019.
  • c. Seri C dengan nilai nominal sebesar Rp80.000 berjangka waktu 7 tahun yang jatuh tempo pada tanggal 2 April 2021 (Catatan 45) dengan tingkat bunga tetap sebesar 13% per tahun.

Jadwal pembayaran bunga adalah triwulanan dengan pembayaran pertama dilakukan pada tanggal 2 Juli 2014. Obligasi tersebut dijamin oleh International Finance Corporation (IFC) sampai dengan Rp100.000.000.000 (nilai penuh) (Catatan 40) dan sisanya dijamin dengan persediaan, aset tetap dan properti investasi milik entitas anak CR tertentu (Catatan 7, 12 dan 13).

Obligasi tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia dan penerbitannya telah dinyatakan efektif berdasarkan Surat Ketua OJK No. S-170/D.04/2014 tanggal 21 Maret 2014. Wali amanat dari obligasi ini adalah PT Bank Permata Tbk, pihak ketiga. Pada tahun 2020, obligasi tersebut mendapat penilaian peringkat AA- (idn) dari PT Fitch Rating Indonesia.

Seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan CR untuk pembiayaan proyek pengembangan properti tempat tinggal yang ditujukan untuk kelas bawah/menengah dan proyek pengembangan properti untuk komersial skala kecil dan usaha kecil dan menengah yang dapat bermanfaat untuk lingkungan setempat maupun pengembangan proyek yang telah ada saat ini.

Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan antara CR dengan PT Bank Permata Tbk, sebagai wali amanat. sebelum dilunasinya seluruh pokok dan bunga obligasi serta pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab CR sehubungan dengan penerbitan obligasi. CR tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat tidak diperkenankan melakukan tindakantindakan, antara lain:

Melakukan penjualan, pengalihan atau pelepasan sebagian besar aset, kecuali dilakukan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

23. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 23. BONDS PAYABLE (continued)

In April 2014, CR issued Ciputra Residence Bonds I with total nominal amount of Rp500,000 which consists of 3 series with details as follows: (continued)

  • b. Series B with nominal amount of Rp220,000 with 5 years maturity, which was due on April 2, 2019 with fixed interest rate of 12.4% per year. This bonds payable - Series B had been fully paid on March 29, 2019.
  • c. Series C with nominal amount of Rp80,000 with 7 years maturity, which was due on April 2, 2021 (Note 45) with fixed interest rate of 13% per year.

Interest is paid quarterly with the first payment made on July 2, 2014. The bonds are guaranteed by the International Finance Corporation (IFC) to the extent of Rp100,000,000,000 (full amount) (Note 40) and the rest is secured by inventories, fixed assets and investment properties owned by certain CR subsidiaries (Notes 7, 12 and 13).

The bonds are listed on the Indonesia Stock Exchange and its publication has been declared effective by virtue of the Chairman of the Financial Services Authority decision letter No. S-170/D.04/2014 dated March 21, 2014. The trustee for this bond is PT Bank Permata Tbk, a third party. In 2020, the bonds received the rating of AA- (idn) from PT Fitch Rating Indonesia.

All funds obtained from the public offering of the bonds net of issue costs are intended to be used by CR to finance the development of residential property projects, which are intended for lower class/medium class customer and property development projects for small-scale commercial and small and medium enterprises which can be beneficial to the local environment as well as improvements in the current projects.

Based on the trusteeship agreement between CR and PT Bank Permata Tbk as the trustee, before settlement of entire principal and interest on the bonds as well as other bonds issue expenses that are the responsibility of CR, CR without the written consent of the trustee shall not perform the following actions, among others:

Conduct sale, transfer or disposal of most of the assets, unless done in the ordinary course of business

Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan antara CR dengan PT Bank Permata Tbk, sebagai wali amanat. sebelum dilunasinya seluruh pokok dan bunga obligasi serta pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab CR sehubungan dengan penerbitan obligasi. CR tanpa persetujuan tertulis dari wali amanat tidak diperkenankan melakukan tindakantindakan, antara lain: (lanjutan)

  • Menjaminkan dan/atau menggadaikan sebagian besar aset dan/atau mengijinkan entitas anak CR untuk menjaminkan dan/atau menggadaikan sebagian besar asetnya.
  • Menjaminkan dan/atau menggadaikan seluruh pendapatan dari entitas anak CR yang asetnya dijadikan jaminan obligasi.
  • Memberikan jaminan perusahaan atau mengijinkan entitas anak CR untuk memberikan jaminan perusahaan kepada pihak lain.
  • Menjual atau mengalihkan kepemilikan saham CR di entitas anak.
  • Memberikan pinjaman kepada pihak lain selain entitas anak CR atau mengijinkan entitas anak CR untuk memberikan pinjaman kepada pihak lain diluar Grup CR, kecuali dilakukan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari CR.
  • Melakukan perubahan anggaran dasar khusus mengenai perubahan maksud dan tujuan usaha CR.

Sebagai tambahan, CR diharuskan menjaga rasiorasio keuangan tertentu, yaitu rasio hutang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2:1 dan perbandingan EBITDA dengan beban bunga tidak kurang dari 1,5:1.

Pada tanggal 31 Desember 2020, CR telah memenuhi seluruh rasio-rasio keuangan tersebut.

Akun ini terdiri atas: This account consists of:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

23. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 23. BONDS PAYABLE (continued)

Based on the trusteeship agreement between CR and PT Bank Permata Tbk as the trustee, before settlement of entire principal and interest on the bonds as well as other bonds issue expenses that are the responsibility of CR, CR without the written consent of the trustee shall not perform the following actions, among others: (continued)

  • Pledge and/or pawn most of the assets and/or allow CR's subsidiaries to pledge and/or pawn most of the assets.
  • Pledge and/or pawn of the entire income of the CR's subsidiaries whose assets are pledged as collateral for the bonds.
  • Provide guarantee or allow CR's subsidiaries to grant corporate guarantee to another party.
  • Sale or transfer of CR's share ownership in its subsidiaries.
  • Provide loans to other parties other than to CR's subsidiaries or allow CR's subsidiaries to provide loans to other parties outside CR Group, unless done in the ordinary course of CR's business.
  • Make changes to statutes specifically regarding changes to the intent and purpose of CR's business.

In addition, CR is required to maintain certain financial ratios, such as debt-to-equity ratio of not more than 2:1 and comparable EBITDA to interest expense of less than 1.5:1.

As of December 31, 2020, CR has complied with all the above covenants.

24. WESEL BAYAR 24. NOTES PAYABLE

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Nilai nominal
Wesel 2021
1.596.600 1.548.150 Face value
Notes 2021
Biaya emisi ditangguhkan (5.501) (12.502) Deferred issuance costs
Neto 1.591.099 1.535.648 Net

Perusahaan menerbitkan Wesel dengan nilai nominal sebesar SGD150.000.000 (nilai penuh) dari total nilai program yang berjumlah sebesar SGD200.000.000 (nilai penuh) pada tanggal 20 September 2017 dan terdaftar pada Bursa Efek Singapura dengan The Bank of New York Mellon, Cabang Singapura, pihak ketiga, bertindak selaku wali amanat. Wesel tersebut merupakan kewajiban tanpa jaminan dan tidak memiliki persyaratan pemeringkatan.

Penerbitan wesel tersebut ditujukan untuk melunasi (refinance) pinjaman, mendanai akuisisi atau untuk modal kerja dan untuk keperluan umum. Wesel tersebut memiliki jangka waktu empat tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 September 2021 (Catatan 45). Bunga terutang setiap enam bulan pada tanggal 20 Maret dan 20 September dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 4,85% per tahun.

Pada tahun 2020, Wesel tersebut mendapat penilaian peringkat B+ (stable) dari Fitch Ratings.

Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku seperti persyaratan yang tidak boleh dilakukan, mempertahankan persyaratan keuangan dan persyaratan lainnya yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Pada tanggal laporan keuangan, Perusahaan telah memenuhi semua syarat dan ketentuan tersebut.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

24. WESEL BAYAR (lanjutan) 24. NOTES PAYABLE (continued)

The Company issued Notes at a par value amounting to SGD150,000,000 (full amount) of SGD200,000,000 (full amount) programme size on September 20, 2017 and listed at Singapore Exchange Listing with The Bank of New York Mellon, Singapore Branch, third party, as the trustee. The Notes constitute an unsecured obligation and have no rating requirement.

The proceeds of the Notes is intended to refinance certain borrowings, finance acquisitions or for working capital and general corporate purposes. The Notes have a term of four years and will be due on September 23, 2021 (Note 45). Interest is payable semi-annually on every March 20 and September 20 with fixed interest rate of 4.85% annually.

In 2020, the Notes received the rating of B+ (stable) from Fitch Ratings.

The Company has to comply with terms and conditions such as negative pledge, maintaining financial covenant and other covenants in the trust deed. As of reporting date, the Company has fulfilled all terms and conditions

25. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF 25. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS

31 Desember 2020/December 31, 2020
Jumlah
nosional/
Notional
amount
Aset
derivatif/
Derivative
assets
Liabilitas
derivatif/
Derivative
liabilities
Instrumen
Lindung nilai:
Instruments
Hedging:
Terkait wesel 2021
Terkait pinjaman sindikasi
SGD 150.000 75.275 - Related to Notes 2021
Related to syndication
Bank of China Ltd. SGD 30.000 7.926 - loans Bank of China Ltd.
Jumlah
Bagian lancar
83.201
75.275
-
-
Total
Current portion
Bagian tidak lancar 7.926 - Non-current portion

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

25. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 25. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS

(continued)

31 Desember 2019/December 31, 2019
Jumlah
nosional/
Notional
amount
Aset
derivatif/
Derivative
assets
Liabilitas
derivatif/
Derivative
liabilities
Instrumen
Lindung nilai:
Instruments
Hedging:
Terkait wesel 2021
Terkait pinjaman sindikasi
SGD 150.000.000 36.500 - Related to Notes 2021
Related to syndication
Bank of China Ltd.
Tidak dikategorikan sebagai
SGD 30.000.000 3.896 - loans Bank of China Ltd.
lindung nilai:
Kontrak forward
SGD 700.000 - 56 Not designated as hedge:
Forward contract
Jumlah
Bagian lancar
40.396
-
56
56
Total
Current portion
Bagian tidak lancar 40.396 - Non-current portion

Lindung nilai terkait Wesel Hedging related to Notes

Sehubungan dengan Wesel yang diterbitkan Perusahaan, pada tanggal 24 November 2017, Perusahaan dan Deutsche Bank AG, Cabang Singapura (DBSG) menandatangani perjanjian Cancellable Call Spread (Perjanjian) dengan nilai nosional sebesar SGD150.000.000 (nilai penuh) untuk spread antara Rp10.020 (lower strike) dan Rp12.520 (upper strike) (nilai penuh), yang berlaku efektif sejak tanggal 20 September 2017 (sama dengan tanggal efektif Wesel).

Berdasarkan Perjanjian ini, Perusahaan menyetujui untuk membayar premi kepada DBSG sebesar 3,56% per tahun yang terhutang setiap semester yang jatuh tempo setiap tanggal 20 Maret dan 20 September sampai dengan berakhirnya waktu Perjanjian sampai dengan 20 September 2021 (jatuh tempo Wesel 2021), dengan pembayaran premi pertama pada tanggal 20 Maret 2018.

Lindung nilai terkait pinjaman sindikasi Bank of China Ltd.

Sehubungan dengan pinjaman jangka panjang yang diterima Perusahaan dari sindikasi Bank of China Ltd. (BOC), pada tanggal 21 November 2018, Perusahaan dan DBSG menandatangani perjanjian Cancellable Call Spread (Perjanjian) dengan nilai nosional sebesar SGD30.000.000 (nilai penuh) untuk spread antara Rp10.630 (lower strike) dan Rp12.130 (upper strike) (nilai penuh) dengan level knock-in (EKI) Rp13.130 (nilai penuh), yang berlaku efektif sejak tanggal 28 September 2018 (sama dengan tanggal efektif perjanjian pinjaman).

In relation to the Notes issued by the Company, on November 24, 2017, the Company and Deutsche Bank AG, Singapore Branch (DBSG) entering a Cancellable Call Spread (Agreement) with notional amount of SGD150,000,000 (full amount) with spread between Rp10,020 (lower strike) and Rp12,520 (upper strike) (full amount), effective September 20, 2017 (same as the effective date of Notes).

Based on the Agreement, the Company agreed to settle the premium to DBSG of 3.56% per year payable every semester on March 20 and September 20 until the Agreement expires on September 20, 2021 (maturity of Notes 2021), with the first premium payment on March 20, 2018.

Hedging related to syndication loans Bank of China Ltd.

In relation to the Company's long-term loans obtained from syndication of Bank of China Ltd. (BOC), on November 21, 2018, the Company and DBSG entering a Cancellable Call Spread (Agreement) with notional amount of SGD30,000,000 (full amount) with spread between Rp10,630 (lower strike) and Rp12,130 (upper strike) (full amount) with knock-in level (EKI) of Rp13,130 (full amount), effective September 28, 2018 (same as the effective date of the loans agreement).

Lindung nilai terkait pinjaman sindikasi Bank of China Ltd. (lanjutan)

Berdasarkan Perjanjian ini, Perusahaan menyetujui untuk membayar premi kepada DBSG sebesar 2,07% per tahun yang terhutang setiap triwulan sampai dengan berakhirnya waktu Perjanjian pada tanggal 28 September 2023 (jatuh tempo pinjaman jangka panjang).

Manajemen berpendapat bahwa instrumen lindung nilai tersebut merupakan lindung nilai yang efektif karena besar nilai nosional sama dengan jumlah Wesel dan pinjaman jangka panjang, serta melibatkan arus kas yang diperkirakan akan terjadi di periode tanggal pembayaran bunga dan nominal dan arus kas tersebut juga diperkirakan akan mempengaruhi laba rugi pada periode pembayaran nominal Wesel dan pinjaman jangka panjang terjadi.

Keuntungan atau kerugian atas bagian yang tidak efektif dari lindung nilai diakui dalam laba rugi. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, tidak terdapat bagian ketidakefektifan yang diakui. Tidak terdapat keuntungan atau kerugian yang direklasifikasikan dari ekuitas baik ke laba rugi maupun biaya perolehan dari aset non-keuangan atau liabilitas nonkeuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Pada tanggal 11 Juli 2018, CR dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) menandatangani perjanjian Call Spread (Perjanjian) dengan rincian sebagai berikut:

Nilai nosional/ Spread Masa berlaku kontrak/Contract period Notional amount (Rupiah penuh/ Mulai/ Selesai/ (nilai penuh/full amount) full Rp amount) Commencement Termination U\$6.500.000 14.385 - 16.885 11/07/2018 28/09/2019 U\$3.600.000 14.385 - 16.385 11/07/2018 13/12/2018

Berdasarkan Perjanjian ini, CR menyetujui untuk membayar premi kepada Mandiri sebesar Rp8.775 atau setara 6,04% yang dibayarkan pada tanggal 15 Juli 2019 untuk keseluruhan jangka waktu perjanjian sampai dengan tanggal 28 September 2019.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

25. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 25. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Hedging related to syndication loans Bank of China Ltd. (continued)

Based on the Agreement, the Company agreed to settle the premium to DBSG of 2.07% per annum payable every quarter until the Agreement expires on September 28, 2023 (maturity of the long-term loans).

In management opinion, these hedging instruments are an effective hedge since the notional amount is same as the principal of the Notes and the long-term loans, and the cash flows are expected to occur in the period of both interest and principal payment dates and also cash flows are expected to affect profit or loss in the period when principal payment of the Notes and long-term loans occur.

The gain or loss relating to the ineffective portion of hedging is recognized immediately in profit or loss. For the year ended December 31, 2020, there was no ineffective portion recognized. There is no gain or loss that has been reclassified from equity to either profit or loss or cost of a non-financial asset or liability for the year ended December 31, 2020.

Kontrak call spread Call spread contract

On July 11, 2018, CR and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) entered into Call Spread contract (Agreement), with details as follows:

Masa berlaku kontrak/Contract period
Mulai/ Selesai/
Commencement Termination
11/07/2018 28/09/2019
11/07/2018 13/12/2018

Based on the Agreement, CR agreed to settle the premium to Mandiri amounting to Rp8,775 or equivalent to 6.04% which was due on July 15, 2019, for the contract period up to September 28, 2019.

Kontrak forward Forward contract

Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan memiliki kontrak forward dengan Deutsche Bank AG Cabang Jakarta, dimana pada tanggal 16 Maret 2020, Perusahaan menerima sebesar SGD700.000 (nilai penuh) dan membayar dalam ekuivalen Rupiah berdasarkan nilai tukar yang ditentukan.

26. MODAL SAHAM 26. CAPITAL STOCK

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

25. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 25. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

As of December 31, 2019, the Company has outstanding forward contract with Deutsche Bank AG Jakarta Branch whereby, on March 16, 2020, the Company received in total of SGD700,000 (full amount) and paid in its Rupiah equivalent which was determined by the agreed exchange rate.

The composition of the Company's share ownership as of December 31, 2020 was as follows:

Pemegang saham Total saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of
shares issued
and fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
Total/
Total
Stockholders
PT Sang Pelopor 9.794.373.998 52,84% 2.448.594 PT Sang Pelopor
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%)
8.741.321.257 47,16% 2.185.330 Others (each below 5% ownership)
Sub-total 18.535.695.255 100,00% 4.633.924 Sub-total
Saham treasuri 24.608.142 6.152 Treasury stock
Total 18.560.303.397 4.640.076 Total

Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company's share ownership as of December 31, 2019 was as follows:

Pemegang saham Total saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of
shares issued
and fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
Total/
Total
Stockholders
PT Sang Pelopor
Lain-lain (masing-masing dengan
8.716.333.730 47,02% 2.179.084 PT Sang Pelopor
pemilikan kurang dari 5%) 9.819.361.525 52,98% 2.454.840 Others (each below 5% ownership)
Sub-total 18.535.695.255 100,00% 4.633.924 Sub-total
Saham treasuri 24.608.142 6.152 Treasury stock
Total 18.560.303.397 4.640.076 Total

Berdasarkan pencatatan PT EDI Indonesia, biro administrasi efek Perusahaan, komisaris dan direktur Perusahaan masing-masing memiliki 16.900.733 saham dan 15.786.778 saham atau setara dengan 0,09% dari saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Based on the records maintained by PT EDI Indonesia, the Company's shares registrar, the Company's commissioner and directors held 16,900,733 shares and 15,786,778 shares or equivalent to 0.09% of the Company's issued and fully paid shares as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

Saham treasuri Treasury stock

Pada Januari 2017, Perusahaan telah membeli kembali sejumlah 24.608.142 dari sahamnya sendiri dengan biaya agregat sebesar Rp33.348 dari pemegang saham yang tidak sepakat dan saham Odd Lot sebagai hasil dari transaksi penggabungan usaha atas CTRS dan CTRP dengan Perusahaan. Saham yang dibeli kembali dicatat dan disajikan sebagai "Saham Treasuri" di bagian Ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya

Dalam rangka memenuhi Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp100 masing-masing pada tahun 2020 dan 2019 yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) tanggal 30 Juli 2020 dan 26 Juni 2019.

Berdasarkan keputusan RUPS pada tanggal 30 Juli 2020, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp8 per saham atau sebesar Rp148.286 yang berasal dari laba bersih tahun 2019.

Berdasarkan keputusan RUPS pada tanggal 26 Juni 2019, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp10 per saham atau sebesar Rp185.357 yang berasal dari laba bersih tahun 2018.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

26. MODAL SAHAM (lanjutan) 26. CAPITAL STOCK (continued)

In January 2017, the Company has repurchased a total of 24,608,142 of its own shares for an aggregate costs of Rp33,348 from the dissenting shareholders and Odd Lot shares as a result of merger transaction of CTRS and CTRP into the Company. The repurchased shares are accounted for and presented as "Treasury Stock" under the Equity section of the consolidated statements of financial position.

Appropriation of retained earnings

In compliance with Corporation Law No. 40 Year 2007 which requires companies to set aside, on a gradual basis, an amount equivalent to at least 20% of their subscribed capital as general reserve, the stockholders approved the partial appropriation of the Company's retained earnings as general reserve amounting to Rp100 each in 2020 and 2019, which were declared during the Annual General Meeting of Stockholders (AGMS) held on July 30, 2020 and June 26, 2019, respectively.

Pembagian dividen Dividend declaration

Pursuant to a resolution in the AGMS held on July 30, 2020, the stockholders approved the distribution of cash dividend of Rp8 per share or totaling Rp148,286 in respect of the 2019 net income.

Pursuant to a resolution in the AGMS held on June 26, 2019, the stockholders approved the distribution of cash dividend of Rp10 per share or totaling Rp185,357 in respect of the 2018 net income.

Lainnya Others

Berdasarkan keputusan RUPS tanggal 4 Juni 2018, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan saham baru sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak 1.853.569.525 lembar untuk jangka waktu selama 2 tahun sampai dengan tanggal 4 Juni 2020. Rencana PMTHMETD tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan untuk pengembangan usaha Perusahaan, dengan mengacu pada Peraturan OJK No. 38/POJK.04/2014, Peraturan Bursa Efek Indonesia No.I-A dan ketentuan Pasal 4 ayat 6 huruf b Anggaran Dasar Perusahaan. Perusahaan tidak merealisasikan rencana PMTHMETD tersebut sampai dengan berakhirnya jangka waktu.

Manajemen permodalan Capital management

Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk memenuhi persyaratan pinjaman dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. menerbitkan saham baru atau mencari sumber pendanaan yang kompetitif.

Tambahan Modal Disetor Additional Paid-in Capital

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

26. MODAL SAHAM (lanjutan) 26. CAPITAL STOCK (continued)

Pursuant to a resolution in the AGMS dated June 4, 2018, the stockholders approved the Company's Capital Increase Plan by Issue of New Shares Without Preemptive Right (PMTHMETD) through issuance of new shares as much as 10% from issued and fully paid share capital or equivalent to 1,853,569,525 shares for 2 years period until June 4, 2020. The PMTHMETD plan was conducted in order to strengthen the capital structure for business development of the Company, with reference to OJK Regulation No. 38/POJK.04/2014, Indonesian Stock Exchange Regulation No. I-A, and the provision of Article 4 paragraph 6 sub-paragraph b of the Company's Articles of Association. The Company has not realized such PMTHMETD plan until its expiration.

The primary objective of the Group's capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios to comply with loan covenants and maximize stockholder value. The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, if necessary, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust its capital structure, the Group may adjust the dividend payment to its stockholders, issue new shares or seek other competitive funding sources.

Tambahan modal disetor terdiri atas: Additional paid-in capital consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Agio saham: Premium on share capital:
Penggabungan usaha (Catatan 1c) 3.448.514 3.448.514 Merger transaction (Note 1c)
Dividen saham tahun 2016 104.095 104.095 Stock dividend 2016
Dividen saham tahun 2015 90.664 90.664 Stock dividend 2015
Penawaran Umum Terbatas I 7.174 7.174 Limited Public Offering I
Selisih nilai Difference arising from restructuring
transaksi restrukturisasi transaction of entities under
entitas sepengendali: common control:
Transaksi ICH 14.963 14.963 ICH transaction
Akuisisi ACK (39.173) (39.173) Acquisition of ACK
Akuisisi PGM (88.055) (88.055) Acquisition of PGM
Lain-lain (21.845) (21.845) Others
Lain-lain (pengampunan pajak) 53.683 53.683 Others (tax amnesty)
Neto 3.570.020 3.570.020 Net

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - Transaksi ICH

Pada bulan November 2011, Perusahaan dan New Strength bersama-sama dengan pemegang saham Ridge Capital Enterprises Ltd. (Ridge) dan Deaumont Investments Ltd. (Deaumont) lainnya mengadakan perjanjian restrukturisasi dengan ICH, entitas sepengendali. Berdasarkan perjanjian restrukturisasi tersebut, para pemegang saham Ridge dan Deaumont menyetujui untuk menjual seluruh kepemilikan saham serta mengalihkan piutang mereka dari Ridge dan Deaumont ke ICH. untuk ditukar dengan kepemilikan saham baru di ICH. Berdasarkan perjanjian tersebut diatas, Perusahaan dan New Strength memperoleh masing-masing 1,49% dan 5,94% kepemilikan saham di ICH.

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - Akuisisi ACK

Pada tanggal 26 Juni 2018, CNUS mengakuisisi 60% kepemilikan di PT Ardaya Cipta Karsa (ACK) melalui pembelian saham dari PT Ciputra Internasional, pihak berelasi, dengan harga akuisisi Rp95.913.

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - Akuisisi PGM

Pada bulan Juni 2015, CNUS mengakuisisi 60% kepemilikan di PT Panasia Griya Mekarasri (PGM) melalui pembelian saham dari PT Ciputra Multi Kreasi dan PT Gemaiindah Intikarya, pihak berelasi, dengan harga akuisisi Rp240.000.

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - Lain-lain

Akun ini merupakan selisih antara nilai buku atas CPG, LAB, CWR, CMP, CTB, JJI dan CI dengan nilai pengalihan ke CR pada tahun 2002 dan 2007.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

26. MODAL SAHAM (lanjutan) 26. CAPITAL STOCK (continued)

Difference arising from restructuring transaction of entities under common control - ICH transaction

In November 2011, the Company and New Strength together with the other shareholders of Ridge Capital Enterprises Ltd. (Ridge) and Deaumont Investments Ltd. (Deaumont), entered into a restructuring agreements with ICH, an entity under common control. Based on the restructuring agreement, the shareholders of Ridge and Deaumont agreed to sell all their shares ownership in and transfer their receivables from Ridge and Deaumont to ICH, in exchange for new shares ownership in ICH. Based on those agreements, the Company and New Strength each obtained 1.49% and 5.94% shares ownership in ICH, respectively.

Difference arising from restructuring transaction of entities under common control - Acquisition of ACK

On June 26, 2018, CNUS acquired 60% ownership in PT Ardaya Cipta Karsa (ACK) through purchase of the share ownership from PT Ciputra Internasional, related parties, for a total acquisition cost of Rp95,913.

Difference arising from restructuring transaction of entities under common control - Acquisition of PGM

In June 2015, CNUS acquired 60% ownership in PT Panasia Griya Mekarasri (PGM) through purchase of the share ownership from PT Ciputra Multi Kreasi and PT Gemaiindah Intikarya, related parties, for a total acquisition cost of Rp240,000.

Difference arising from restructuring transaction of entities under common control - Others

This account represents the difference between the book value of each of CPG, LAB, CWR, CMP, CTB, JJI and CI with CR's acquisition price in 2002 and 2007.

27. SELISIH NILAI TRANSAKSI EKUITAS DENGAN KEPENTINGAN NONPENGENDALI

Akun ini merupakan akumulasi dari berbagai transaksi yang menagkibatkan perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan pada entitas anak tanpa mengakibatkan hilangnya pengendalian, antara lain sebagai berikut:

  • Penerbitan saham baru Perusahaan kepada pemegang saham nonpengendali dari PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Property Tbk dalam rangka penggabungan usaha pada tahun 2017 (Catatan 1c).
  • Dilusi kepemilikan Perusahaan di CRS pada tahun 2016.
  • Perubahan bagian Perusahaan atas nilai ekuitas CSN sebagai akibat konversi dari obligasi konversi yang dimiliki pihak ketiga menjadi saham CSN pada tahun 2003.

28. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 28. NON-CONTROLLING INTERESTS

Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak merupakan bagian pemegang saham minoritas atas aset bersih entitas anak yang tidak seluruh sahamnya dimiliki oleh Kelompok Usaha. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak masing-masing sebesar Rp2.125.400 dan Rp2.409.092. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali masing-masing sebesar Rp50.266 dan Rp124.492.

Tidak terdapat entitas anak yang mempunyai saldo kepentingan nonpengendali yang material secara individual.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

27. DIFFERENCE IN VALUE OF EQUITY TRANSACTIONS WITH NON-CONTROLLING INTERESTS

This account represent accumulated total from various transactions that resulted in change in Company's ownership interest in subsidiaries that does not result in a loss of control, among others, as follows:

  • Issuance of new shares to non-controlling shareholders of PT Ciputra Surya Tbk and PT Ciputra Property Tbk related to the merger in 2017 (Note 1c).
  • Dilution of the Company's ownership in CRS in 2016.
  • The change in the Company's share in the equity of CSN as a result of the conversion of convertible bonds owned by third parties into CSN's shares in 2003.

Non-controlling interests in net assets of subsidiaries represent the share of minority shareholders in the net assets of subsidiaries that are not wholly owned by the Group. As of December 31, 2020 and 2019, the balance of non-controlling interests on net assets of subsidiaries amounted to Rp2,125,400 and Rp2,409,092, respectively. For the years ended December 31, 2020 and 2019, total comprehensive income attributable to noncontrolling interest amounted to Rp50,266 and Rp124,492, respectively.

There is no subsidiary that have material noncontrolling interests balances individually.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

29. PENDAPATAN 29. REVENUES

Rincian pendapatan adalah sebagai berikut: The details of revenues are as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Penjualan neto dari: Net sales of:
Rumah hunian dan ruko 4.642.542 3.878.163 Residential and shophouses
Apartemen 1.083.649 877.230 Apartments
Kantor 455.945 601.120 Office
Kapling 414.315 322.172 Land lots
Sub-total 6.596.451 5.678.685 Sub-total
Pendapatan usaha: Operating revenues:
Pusat niaga (Catatan 13) 504.736 744.741 Shopping centers (Note 13)
Rumah sakit 455.472 337.673 Hospital
Sewa kantor 206.184 183.574 Office leased
Hotel 200.818 490.643 Hotels
Lapangan golf 29.254 40.071 Golf courses
Lain-lain 77.822 132.850 Others
Sub-total 1.474.286 1.929.552 Sub-total
Total pendapatan 8.070.737 7.608.237 Total revenues

Kelompok Usaha terlibat dalam beberapa perjanjian sewa, dimana Kelompok Usaha mengakui pendapatan sewa berdasarkan persentase bagi hasil yang diterima oleh tenant Kelompok Usaha setiap bulannya. Sistem bagi hasil tersebut tidak akan lebih rendah dari pembayaran sewa minimum yang telah disetujui oleh Kelompok Usaha dan tenant. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat perkiraan efek keuangan yang dibuat karena manajemen berkeyakinan bahwa perhitungan sewa kontinjen tidak praktis bagi Kelompok Usaha.

Termasuk di dalam penjualan neto tahun 2020 adalah pendapatan keuangan yang merupakan dampak dari komponen pendanaan signifikan berdasarkan PSAK 72 sebesar Rp348.008. (Catatan 2b)

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pendapatan dari satu pelanggan yang melebihi 10% dari total pendapatan konsolidasian.

The Group is engaged with various rental agreements whereby the Group shall recognize rental income based on profit sharing percentage of revenues earned by the Group's tenants on a monthly basis. These profit sharing arrangements shall not go below the agreed minimum lease payments of the Group and the tenants. As of December 31, 2020 and 2019, no estimate of the financial effect is made since management believes calculation of the contingent rent is not practicable for the Group.

Including in the 2020 net sales are the finance income representing significant financing component impact in accordance with PSAK 72 amounting to Rp348,008. (Note 2b)

For the years ended December 31, 2020 and 2019, no revenues from related parties.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, no revenues exceeding 10% of total consolidated revenues were earned from any single customer.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

30. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG

Rincian beban pokok penjualan dan beban langsung adalah sebagai berikut:

30. COST OF SALES AND DIRECT COSTS

The details of cost of sales and direct costs are as follows:

2020 2019
Cost of sales of
(Note 7):
2.157.209 1.872.241 Residential and shophouses
538.398 556.617 Apartments
332.217 Office
127.818 Land lots
3.163.471 2.888.893 Total cost of sales
Direct costs
Shopping centers
Hospital
Hotels
Office leased
Golf courses
48.602 62.245 Others
785.931 927.602 Total direct costs
3.949.402 3.816.495 Total cost of sales and direct costs
281.332
186.532
255.802
241.390
143.241
75.990
20.906
Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
290.228
193.908
278.071
70.237
32.913

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pembelian dari pihak berelasi.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang nilainya melebihi 10% dari total beban pokok penjualan dan beban langsung konsolidasian.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, no purchases from related parties.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, no purchases exceeding 10% of the total consolidated cost of sales and direct costs were made from any single supplier.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 31. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri atas: This account consists of the following:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Gaji, upah dan imbalan kerja Salaries, wages and
lainnya 689.289 708.442 other employee benefits
Penyusutan (Catatan 12) 132.167 129.374 Depreciation (Note 12)
Pajak dan perijinan 48.009 48.216 Taxes and licenses
Jasa profesional 44.788 40.915 Professional fees
Perlengkapan kantor 31.926 26.026 Office supplies
Pemeliharaan dan perbaikan 23.775 20.792 Repair and maintenance
Listrik, air dan telepon 22.444 21.754 Electricity, water and telephone
Sumbangan, jamuan dan Donation, entertainment and
representasi 17.755 26.044 representation
Pos dan telekomunikasi 9.743 9.612 Postage and telecommunication
Perjalanan dinas dan transportasi 9.381 16.469 Travelling and transportation
Parkir dan bensin 8.942 10.188 Parking and fuel
Asuransi 8.201 9.992 Insurance
Fotokopi dan alat tulis kantor 7.520 8.498 Photocopy and stationery
Sewa 6.231 11.519 Rental
Keamanan 5.555 6.733 Security
Rekrutmen dan pelatihan 3.309 9.834 Recruitment and training
Lain-lain 97.121 148.467 Others
Total beban umum dan Total general and
administrasi 1.166.156 1.252.875 administrative expenses

32. BEBAN PENJUALAN 32. SELLING EXPENSES

Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: The details of selling expenses are as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Promosi dan iklan 147.365 194.791 Promotion and advertising
Komisi penjualan 112.992 103.720 Sales commissions
Administrasi penjualan 48.313 25.276 Sales administration
Gaji, upah dan Salaries, wages and other
imbalan kerja lainnya 18.844 21.671 employee benefits
Penyusutan 5.009 5.891 Depreciation
Jasa koordinasi 3.004 5.325 Coordination fees
Representasi dan resepsi 2.024 2.062 Representation and reception
Lain-lain 19.010 24.692 Others
Total beban penjualan 356.561 383.428 Total selling expenses

33. PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN 33. OTHER INCOME AND EXPENSES

a. Penghasilan Lain-lain a. Other Income

Akun ini terdiri atas penghasilan manajemen estat, laba penjualan aset tetap dan properti investasi, penghasilan dari denda, pembatalan, dan balik nama, jasa manajemen dan laba atas selisih kurs dari transaksi mata uang asing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

This account consist of income from estate management, gain on sale of fixed assets and investment properties, income from fines, cancellations and transfer of ownership, management fees and gain on foreign exchanges of foreign denominated transactions for the years ended December 31, 2020 and 2019.

33. PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN (lanjutan)

b. Beban Lain-lain b. Other Expenses

Akun ini terdiri atas beban manajemen estat, rugi atas selisih kurs dari transaksi mata uang asing dan lain-lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

34. PENGHASILAN DAN BEBAN KEUANGAN 34. FINANCE INCOME AND COSTS

Penghasilan keuangan terdiri atas bunga yang diperoleh dari kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya dan aset keuangan lainnya.

Beban keuangan terdiri atas:

  • Bunga yang dibayar dan yang masih harus dibayar dari utang bank dan lembaga keuangan, utang obligasi dan wesel bayar.
  • Premi lindung nilai dan kontrak derivatif.
  • Bunga dari liabilitas kontrak.

Pada tahun 2020, beban keuangan dari liabilitas kontrak merupakan dampak dari komponen pendanaan signifikan berdasarkan PSAK 72 sebesar Rp457.228. (Catatan 2b)

35. SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

Rincian transaksi dan saldo transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

33. OTHER INCOME AND EXPENSES (continued)

This account consist of expense from estate management, loss on foreign exchange of foreign denominated transactions and others for the years ended December 31, 2020 and 2019.

Finance income consist of interests earned from cash and cash equivalents, restricted funds and other financial assets.

Finance costs consist of:

  • Interests paid and accrued from bank and financial institution loans, bonds payable and notes payable.
  • Hedge premium and derivatives contracts.
  • Interest from contract liabilities.

In 2020, interest from contract liabilities representing significant financing component impact in accordance with PSAK 72 amounting to Rp457,228. (Note 2b)

35. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

The details of the balances of accounts and transactions with related parties are as follows:

Jumlah/
Amount
aset/liabilitas konsolidasian
yang bersangkutan/
Percentage to the respective
total consolidated assets/liabilities
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/ 31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019 December 31, 2020 December 31, 2019
Piutang pihak berelasi Due from related parties
ICH 14.485 14.276 0,04% 0,04% ICH
SWM 2.671 2.310 0,01% <0,01% SWM
PDU 1.784 1.515 0,00% <0,01% PDU
DBP 1.588 1.368 0,00% <0,01% DBP
PT Citra Art Management - 2.000 0,00% <0,01% PT Citra Art Management
Lainnya 1.912 1.488 0,00% <0,01% Others
Total piutang pihak berelasi 22.440 22.957 0,06% 0,06% Total due from related parties
Utang pihak berelasi Due to related parties
PT Nusagraha Primalaksana 23.550 23.550 0,00% 0,13% PT Nusagraha Primalaksana
PT Ciputra Corpora 350 350 0,11% <0,01% PT Ciputra Corpora
Lainnya 3 46 0,00% <0,01% Others
Total utang pihak berelasi 23.903 23.946 0,11% 0,13% Total due to related parties

Persentase dari total

35. SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi keuangan dengan pihak berelasi, dimana transaksi-transaksi tersebut merupakan pembebanan biaya dan/atau talangan untuk modal kerja yang tidak dikenakan bunga, tidak disertai jaminan dan seluruhnya dapat tertagih sesuai permintaan dari pemberi pinjaman (demandable).

Penjualan dan pembelian dari pihak berelasi dilakukan pada harga yang disepakati tergantung jenis produk terkait. Saldo terkait pada akhir tahun adalah tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga yang akan diselesaikan dalam bentuk tunai. Tidak terdapat jaminan yang diberikan atau diterima untuk setiap piutang atau utang dari pihak berelasi.

Piutang ICH merupakan pinjaman tanpa jaminan yang diberikan CR kepada ICH sebesar USD10.500.000 (nilai penuh) dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,5% per tahun yang dibayarkan pada saat pembayaran pinjaman. Pada tanggal 18 Desember 2019, ICH telah melunasi pokok pinjaman sebesar USD10.500.000 (nilai penuh) dan membayarkan sebagian bunga pinjaman. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo piutang ICH merupakan sisa bunga pinjaman yang belum dilunasi.

Utang kepada PT Nusagraha Primalaksana (NPL) yang merupakan setoran untuk peningkatan modal di CRS yang masih belum diaktakan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa seluruh piutang pihak berelasi dapat tertagih, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas penurunan nilai.

Gaji dan tunjangan lain yang diberikan untuk Dewan Komisaris dan Direksi Kelompok Usaha (manajemen kunci) masing-masing sekitar Rp136 miliar dan Rp152 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Tidak ada pembayaran imbalan kerja jangka panjang yang diberikan untuk manajemen kunci untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Sifat hubungan dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Pihak berelasi/Related parties Hubungan/Relationship

ICH, NPL, PT Citra Art Management dan/and PT Ciputra Corpora

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

35. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

In the ordinary course of business, the Group engages in financial transactions with related parties, such as intercompany expense charging and advance for working capital which is noninterest bearing, without collateral and will be due based on the lenders' discretion (demandable).

Sales to and purchases from related parties are made at agreed prices depending on the type of product involved. The related outstanding balances at the end of the year are unsecured and noninterest bearing are to be settled in cash. There have been no guarantees provided or received for any related party receivables or payables.

Receivable from ICH represent unsecured loans from CR to ICH amounted to USD10,500,000 (full amount) which bear fixed interest at annual rate of 10.5% and the payable at the principal repayment date. On December 18, 2019, ICH has been fully repaid the loan principal of USD10,500,000 (full amount) and partially paid the loan interest. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding due from ICH represents the remaining loan interest which not yet paid.

Payable to PT Nusagraha Primalaksana (NPL) which is represent capital injection to increase CRS' shares that has not been yet notarized.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's management believes that all amounts due from related parties are collectible, therefore no allowance for impairment is necessary.

Salaries and other compensation benefits of the Group's Boards of Commissioners and Directors (key management) amounted to Rp136 billion and Rp152 billion for the years ended December 31, 2020 and 2019.

There has been no payment of long-term employee benefits to key management for the years ended December 31, 2020 and 2019.

The nature of the related party relationships and the transactions with the related parties is as follows:

Entitas yang memiliki anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan/Entities which have the same key management personnel with the Company

35. SALDO AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

Pihak berelasi/Related parties Hubungan/Relationship

Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya. Tidak terdapat segmen geografis karena seluruh kegiatan bisnis Kelompok Usaha yang telah beroperasi berada di Indonesia.

Segmen operasi yang signifikan yang diidentifikasi adalah real estat dan sewa yang merupakan sumber utama pendapatan Kelompok Usaha.

Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi. Informasi konsolidasian menurut segmen usaha sebagai segmen primer adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

35. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

__________________________________________________________________________________________________________________________

SWM, PDU dan/and DBP Entitas asosiasi/Associated entities

All significant account balances and transactions with related parties are disclosed in the consolidated financial statements.

36. INFORMASI SEGMEN 36. SEGMENT INFORMATION

The following segment information is reported based on the information used by management in evaluating the performance of each business segment and in determining the allocation of resources. No geographical segments were presented since the Group's business operations which have started operational activities are all in Indonesia.

Significant operating segments identified are real estate and rentals which represent the main sources of revenues of the Group.

All inter-segment transactions have been eliminated. Consolidated information based on business segments as the primary segment is as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/
For Year Ended December 31, 2020
Real Estat/
Real Estate
Sewa/
Rental
Lain-lain/
Others
Konsolidasian/
Consolidation
Pendapatan 6.596.451 911.738 562.548 8.070.737 Revenues
Beban pokok penjualan dan
beban langsung
3.163.471 475.033 310.898 3.949.402 Cost of sales and direct costs
Laba kotor 4.121.335 Gross profit
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain
(1.166.156)
(356.561)
448.668
(399.197)
General and administrative expenses
Selling expenses
Other income
Other expenses
Laba usaha 2.648.089 Profit from operations
Bagian rugi entitas asosiasi - neto
Penghasilan keuangan
Beban keuangan
(3.538)
249.599
(1.235.029)
Equity in net loss of associates - net
Finance income
Finance costs
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan 1.659.121 Profit before final and income tax
Pajak final (231.496) Final tax
Laba sebelum pajak penghasilan 1.427.625 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan - neto (56.939) Income tax expense - net
Laba tahun berjalan 1.370.686 Profit for the year
Beban komprehensif lain
tahun berjalan
(9.399) Other comprehensive expense
for the year
Laba komprehensif neto
tahun berjalan
1.361.287 Net comprehensive income
for the year
Aset segmen
Liabilitas segmen
22.996.309
12.605.059
15.571.007
8.602.323
687.871
590.277
39.255.187
21.797.659
Segment assets
Segment liabilities
Informasi lainnya Other information
Perolehan aset tetap dan properti
investasi
Beban penyusutan
379.869
299.066
Acquisitions of fixed assets
and investment properties
Depreciation expense

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi. Informasi konsolidasian menurut segmen usaha sebagai segmen primer adalah sebagai berikut: (lanjutan)

36. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 36. SEGMENT INFORMATION (continued)

All inter-segment transactions have been eliminated. Consolidated information based on business segments as the primary segment is as follows: (continued)

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/
For Year Ended December 31, 2019
Real Estat/
Real Estate
Sewa/
Rental
Lain-lain/
Others
Konsolidasian/
Consolidation
Pendapatan
Beban pokok penjualan dan
5.678.686 1.418.958 510.593 7.608.237 Revenues
beban langsung 2.888.893 638.536 289.066 3.816.495 Cost of sales and direct costs
Laba kotor 3.791.742 Gross profit
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain
(1.252.875)
(383.428)
404.582
(372.687)
General and administrative expenses
Selling expenses
Other income
Other expenses
Laba usaha 2.187.334 Profit from operations
Bagian rugi entitas asosiasi - neto
Penghasilan keuangan
Beban keuangan
(10.992)
289.197
(910.436)
Equity in net loss of associates - net
Finance income
Finance costs
Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan 1.555.103 Profit before final and income tax
Pajak final (238.245) Final tax
Laba sebelum pajak penghasilan 1.316.858 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan - neto (33.577) Income tax expense - net
Laba tahun berjalan 1.283.281 Profit for the year
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan
5.253 Other comprehensive income
for the year
Laba komprehensif neto
tahun berjalan
1.288.534 Net comprehensive income
for the year
Aset segmen
Liabilitas segmen
21.544.366
11.640.013
14.030.565
6.226.548
621.093
567.895
36.196.024
18.434.456
Segment assets
Segment liabilities
Informasi lainnya Other information
Perolehan aset tetap dan properti
investasi
Beban penyusutan
648.329
291.679
Acquisitions of fixed assets
and investment properties
Depreciation expense

Penghasilan dan biaya keuangan, dan laba (rugi) neto dari perusahaan asosiasi tidak dialokasikan di segmen individu karena dikelola dalam basis Kelompok Usaha.

Finance income and costs, and share in net income (losses) of asset are not allocated to individual segments as are managed on a Group basis.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Rincian perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:

37. LABA PER SAHAM DASAR 37. BASIC EARNINGS PER SHARE

The details of basic earnings per share computation are as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Laba tahun berjalan
yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
1.320.754 1.157.959 Profit for the year
attributable to
owners of the parent entity
Jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar selama tahun berjalan
18.535.694.715 18.535.694.715 Weighted average number of shares
outstanding during the year
Laba per saham dasar 71 62 Basic earnings per share

38. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN 38. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS

Tabel berikut menyajikan klasifikasi dari instrumen keuangan Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:

i. Klasifikasi i. Classification

The following table sets out the classifications of the Group's financial instruments as of December 31, 2020 and 2019:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset keuangan Financial assets
Aset keuangan lancar Current financial assets
Kas dan setara kas 5.275.686 4.237.924 Cash and cash equivalents
Piutang usaha dari Trade receivables
pihak ketiga - neto 937.471 1.172.621 from third parties - net
Piutang lain-lain 1.466.735 1.485.920 Other receivables
Aset derivatif 75.275 - Derivative assets
Total 7.755.167 6.896.465 Total
Aset keuangan tidak lancar Non-current financial assets
Piutang pihak berelasi 22.440 22.957 Due from related parties
Piutang lain-lain 86.141 - Other receivables
Aset derivatif 7.926 40.396 Derivative assets
Aset tidak lancar lainnya - dana Other non-current assets -
yang dibatasi penggunaannya 1.621.342 1.673.289 restricted funds
Total 1.737.849 1.736.642 Total
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Liabilitas keuangan lancar Current financial liabilities
Utang bank jangka pendek 791.995 896.066 Short-term bank loans
Utang usaha 875.619 777.515 Trade payables
Utang lain-lain 791.014 712.278 Other payables
Beban akrual 221.352 204.839 Accrued expenses
Utang pihak berelasi 23.903 23.946 Due to related parties
Liabilitas derivatif 56 Derivative liability

38. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Tabel berikut menyajikan klasifikasi dari instrumen keuangan Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019: (lanjutan)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

38. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

i. Klasifikasi (lanjutan) i. Classification (continued)

The following table sets out the classifications of the Group's financial instruments as of December 31, 2020 and 2019: (continued)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Liabilitas keuangan tidak lancar Non-current financial liabilities
Uang jaminan penyewa 136.601 131.122 Tenants' deposit
Utang bank dan lembaga Long-term bank and financial
keuangan jangka panjang - neto 6.871.903 6.126.748 institution loans - net
Utang obligasi - neto - 85.480 Bonds payable - net
Wesel bayar - neto - 1.548.537 Notes payable - net
Total 7.008.504 7.891.887 Total

Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar atau pada biaya perolehan diamortisasi, atau disajikan sebesar jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragrafparagraf berikut.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha dari pihak ketiga, piutang lain-lain, aset derivatif, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang pihak berelasi, utang obligasi dan wesel bayar), dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang (piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, aset derivatif, aset tidak lancar lainnya - dana yang dibatasi penggunaannya, dan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan.

Financial instruments presented in the consolidated statement of financial position are carried at fair value or amortized cost, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be reliably measured. Further explanations are provided in the following paragraphs.

The fair values of short-term financial assets and financial liabilities with maturities of one year or less (cash and cash equivalents, trade receivables from third parties, other receivables, derivative assets, short-term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses, due to related parties, bonds payable and notes payable), are considered to approximate their carrying amounts as the impact of discounting is not significant.

The fair values of long-term financial assets and financial liabilities (other receivables, due from related parties, derivative assets, other noncurrent assets - restricted funds, and long-term bank and financial institution loans) approximate their carrying amounts as the impact of discounting is not significant.

38. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Kelompok Usaha menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas keuangan berdasarkan metode dan asumsi berdasarkan nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada Kelompok Usaha untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank Kelompok Usaha, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

Estimasi nilai wajar bersifat judgmental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam, termasuk:

a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan.

b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Kelompok Usaha akan catat pada saat pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Kelompok Usaha tidak memiliki instrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar. Tidak ada transfer antara Tingkat 1 dan Tingkat 2 pengukuran nilai wajar dan tidak ada transfer masuk dan keluar dari Tingkat 3 pengukuran nilai wajar.

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN

Risiko keuangan yang paling signifikan terhadap Kelompok Usaha dijelaskan di bawah ini.

a. Risiko kredit a. Credit risk

Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi Kelompok Usaha berasal dari kegiatan operasi (terutama dari piutang usaha kepada pihak ketiga) dan dari kegiatan pendanaan termasuk rekening bank dan deposit berjangka.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

38. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

ii. Pengukuran nilai wajar ii. Fair value measurement

The Group determined the fair value measurement for disclosure purposes of each class of financial assets and financial liabilities based on the fair values of long-term financial liabilities are estimated by discounting the future contractual cash flows of each liability at rates offered to the Group for similar liabilities of comparable maturities by the bankers of the Group, except for bonds which are based on market price.

The fair value estimates are inherently judgemental and involve various limitations, including:

  • a) Estimated fair values presented do not take into consideration the effect of future currency fluctuations.
  • b) Fair values are not necessarily indicative of the amounts that the Group would record upon disposal/termination of the financial assets and liabilities.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group has no financial instruments carried at fair value. There were no transfers from Level 1 and Level 2 fair value measurements and no transfer into and out of Level 3 fair value measurements.

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES

The most significant financial risks to which the Group is exposed are described below.

Credit risk is the risk that one party to a financial instrument will fail to discharge its obligation and will result in a financial loss to the other party. The Group is exposed to credit risk from its operating activities (primarily for trade receivables from third parties) and from its financing activities, including cash in banks and time deposits.

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN

Risiko keuangan yang paling signifikan terhadap Kelompok Usaha dijelaskan di bawah ini. (lanjutan)

a. Risiko kredit (lanjutan) a. Credit risk (continued)

Eksposur risiko kredit Kelompok Usaha terutama adalah dalam mengelola piutang dagang. Kelompok Usaha melakukan pengawasan kolektibilitas piutang sehingga dapat diterima penagihannya secara tepat waktu dan juga melakukan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala untuk menilai potensi timbulnya kegagalan penagihan dan membentuk pencadangan berdasarkan hasil penelaahan tersebut.

Pelanggan yang membeli produk real estat dengan cara angsuran diikat dengan klausul legal didalam kontrak pembelian dan diminta untuk mengagunkan produk yang dibeli atas kewajiban yang tersisa dari harga pembelian. Sebagai tambahan, atas keterlambatan pembayaran dari konsumen/pelanggan, maka Kelompok Usaha akan mengenakan denda.

Risiko kredit berasal dari saldo pada bank dikelola dengan menempatkan kelebihan dana hanya pada bank dengan peringkat kredit yang tinggi.

Eksposur Kelompok Usaha terhadap risiko kredit pada aset keuangan muncul dari kelalaian pihak ketiga dengan maksimal eksposur sama dengan nilai instrumen tercatat tersebut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES

The most significant financial risks to which the Group is exposed are described below. (continued)

The Group's exposure to credit risk arises primarily from managing its trade receivables. The Group monitors its receivables so that these are collected in a timely manner and conducts reviews of individual customer accounts on a regular basis to assess the potential for uncollectibility.

Customers who purchase real estate inventory on installment are bound by legal clauses in their purchase contracts and are required to collateralize the product purchased for the remaining obligation for the purchase price. In addition, the Group charges penalties to customers for late payments.

Credit risk from balances in banks is managed by placing investments of surplus funds only in banks with high credit ratings.

The Group's exposure to credit risk on its financial assets arises from default of the counterparty with a maximum exposure equal to the carrying amount of the following instruments:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Kas dan setara kas
Piutang usaha dari
5.257.686 4.237.924 Cash and cash equivalents
Trade receivables
pihak ketiga - neto 937.471 1.172.621 from third parties - net
Piutang lain-lain 1.552.876 1.485.920 Other receivables
Piutang pihak berelasi 22.440 22.957 Due from related parties
Aset derivatif 83.201 40.396 Derivative assets
Aset tidak lancar lainnya - dana Other non-current assets -
yang dibatasi penggunaannya 1.621.342 1.673.289 restricted funds
Total aset keuangan 9.475.016 8.633.107 Total financial assets

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan)

a. Risiko kredit (lanjutan) a. Credit risk (continued)

Tidak ada risiko kredit yang signifikan dalam Kelompok Usaha.

Tabel analisis aset keuangan Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2020 berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued)

There is no significant concentration of credit risk within the Group.

Aging analysis of the Group's financial assets as of December 31, 2020 are as follows:

31 Desember 2020/Desember 31, 2020

Tidak lewat
jatuh tempo
maupun
mengalami
penurunan
nilai/
Neither past
due nor
impaired
Telah lewat jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai/
Past due but not impaired
Lewat jatuh
tempo dan
mengalami
penurunan
<30
Hari/Days
31–60
Hari/Days
61–90
Hari/Days
>90
Hari/Days
nilai/
Past due
and impaired
Total
Kas dan setara kas/
Cash and cash equivalents
Piutang usaha dari pihak ketiga/
5.257.686 - - - - - 5.257.686
Trade receivables from third parties
Piutang lain-lain/
805.182 26.314 26.885 27.549 49.435 2.106 937.471
Other receivables
Piutang pihak berelasi/
1.552.876 - - - - - 1.552.876
Due from related parties
Aset derivatif/
22.440 - - - - - 22.440
Derivative asset
Aset tidak lancar lainnya -
dana yang dibatasi penggunaannya/
Other non-current assets -
83.201 - - - - - 83.201
restricted funds 1.621.342 - - - - - 1.621.342
Total 9.342.727 26.314 26.885 27.549 49.435 2.106 9.475.016

b. Risiko likuiditas b. Liquidity risk

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Kelompok Usaha menunjukkan bahwa penerimaan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.

Kebutuhan likuiditas Kelompok Usaha secara historis timbul dari kebutuhan untuk membiayai investasi dan pengeluaran barang modal terkait dengan program perluasan usaha. Kelompok Usaha membutuhkan modal kerja yang substansial untuk membangun proyek-proyek baru dan untuk mendanai operasional.

Dalam mengelola risiko likuiditas, Kelompok Usaha memantau dan menjaga tingkat kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Kelompok Usaha dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Kelompok Usaha juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang bank mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara fleksibilitas pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan komitmen fasilitas kredit.

Liquidity risk is defined as the risk when the cash flow position of the Group indicates that the short-term revenue is not enough to cover the short-term expenditure.

The Group's liquidity requirements have historically arisen from the need to finance investments and capital expenditures related to the expansion of the business. The Group's business requires substantial capital to construct new projects and to fund operations.

In the management of liquidity risk, the Group monitors and maintains a level of cash deemed adequate to finance the Group's operations and to mitigate the effects of fluctuations in cash flows. The Group also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including its loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets to maintain flexibility in funding by keeping committed credit facilities available.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

b. Risiko likuiditas (lanjutan) b. Liquidity risk (continued)

39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

31 Desember 2020/Desember 31, 2020
Di bawah
1 tahun/
Below
1 year
1-2 tahun/
1-2 years
3-5 tahun/
3-5 years
Lebih dari
5 tahun/
Over
5 years
Total/
Total
Utang bank jangka pendek 791.995 - - - 791.995 Short term bank loans
Utang usaha 875.619 - - - 891.619 Trade payables
Utang lain-lain 791.014 - - - 791. 014 Other payables
Beban akrual 221.352 - - - 221.352 Accrued expenses
Utang pihak berelasi 23.903 - - - 23.903 Due to related parties
Utang obligasi 79.883 - - - 79.883 Bonds payable
Wesel bayar
Utang bank dan lembaga
1.591.099 - - - 1.591.099 Notes Payable
Long-term bank
keuangan jangka panjang 689.154 2.557.374 3.291.057 1.023.472 7.561.057 and financial institution loans
Uang jaminan penyewa 57.388 39.726 28.986 10.501 136.601 Tenants' deposits
Total 5.121.407 2.597.100 3.320.043 1.033.973 11.298.314 Total

c. Risiko nilai tukar mata uang c. Foreign currency risk

Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Kelompok Usaha dihadapkan dengan fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari utang bank dan lembaga keuangan, wesel bayar dan kas dan setara kas. Manajemen melakukan penelaahan dan monitoring terhadap pergerakan kurs mata uang asing tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha memiliki aset moneter dan mempunyai kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

Foreign currency risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Group's exposure to exchange rate fluctuations results primarily from bank and financial institution loans, notes payable and cash and cash equivalents. Management researches and monitors movement of foreign currency rates.

As of December 31, 2020, the Group has monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows:

Rupiah
ekuivalen/
Equivalent in
rupiah
Mata uang
asing/
Foreign
currency
(nilai penuh/
full amount)
Aset
Kas dan setara kas:
315.280 22.352.432 Dolar Amerika Serikat
1.984 186.361 Dolar Singapura
<1 325 Lain-lain
Dana yang dibatasi penggunaannya
Dolar Singapura
Piutang pihak berelasi
14.485 1.026.955 Dolar Amerika Serikat
334.703 Total aset
2.953 277.416

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

39. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 39. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

c. Risiko nilai tukar mata uang (lanjutan) c. Foreign currency risk (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha memiliki aset moneter dan mempunyai kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: (lanjutan)

As of December 31, 2020, the Group has monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows: (continued)

Rupiah
ekuivalen/
Equivalent in
rupiah
Mata uang
asing/
Foreign
currency
(nilai penuh/
full amount)
Liabilitas
Beban akrual bunga:
38.355 3.603.341 Dolar Singapura
56 4.000 Dolar Amerika Serikat
Utang bank dan lembaga
keuangan:
Dolar Amerika Serikat
319.323 30.000.000 Dolar Singapura
Wesel bayar
1.596.600 150.000.000 Dolar Singapura
2.005.773 Total liabilitas
(1.671.070) Liabilitas neto
51.439 31 Desember 2020/December 31, 2020
3.646.854

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian tahun 2020, yaitu tanggal 13 April 2021, nilai tukar mata uang asing adalah sebagai berikut:

1 Euro Eropa 17.391 1 European euro
1 Dolar Amerika Serikat 14.631 1 United States dollar
1 Dolar Singapura 10.905 1 Singapore dollar
1 Dolar Hong Kong 1.881 1 Hong Kong dollar

Jika liabilitas moneter neto Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dijabarkan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia tanggal 13 April 2021, maka liabilitas moneter akan naik sekitar Rp37.450.

d. Risiko suku bunga d. Interest rate risk

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Kelompok Usaha dihadapkan dengan risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan utang bank yang dikenakan suku bunga mengambang.

Kelompok Usaha mengelola risiko suku bunga dengan cara berhati-hati dalam mengambil pinjaman bank dan membatasinya pada tingkat yang wajar sesuai dengan kebutuhan arus kas. As of the completion date on April 13, 2021 of the 2020 consolidated financial statements, the exchange rates were as follows:

If the Group's net monetary liabilities as of December 31, 2020 were translated to rupiah using the middle exchange rates of Bank Indonesia at April 13, 2021, the monetary liabilities will increase by about Rp37,450.

Interest risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Group is exposed to the risk of changes in market interest rates relating primarily to its loans from banks with floating interest rates.

The Group manages its interest rate risk by being prudent in entering into bank credit facilities and maintaining its leverage at a fair level to be inline with its cashflows.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

a. Pada tanggal 29 April 2008, CAG menandatangani perjanjian - perjanjian terkait dengan pengelolaan hotel dan kondominium di Ciputra World 1 Jakarta sebagai berikut:

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

a. On April 29, 2008, CAG entered into agreements related to the management of hotel and condominium located in the Ciputra World 1 Jakarta as follows:

Counterparty/Counterparty Jenis/Type Tarif/Rate
Raffles International Ltd. ("Raffles") Lisensi untuk hotel/license for hotel 1% dari pendapatan bruto/of
gross revenue
Raffles dan/and Perhimpunan
Penghuni Premium Residence
CiputraWorld Jakarta
Lisensi untuk residensial/
license for residence
1% dari pendapatan bruto/of
gross revenue
Raffles Jasa manajemen pemasaran
hotel/sales and marketing
consultancy services for hotel
1,5% dari pendapatan bruto/
of gross revenue
Raffles Jasa manajemen pemasaran
untuk residensial/sales and marketing
consultancy servicesfor residence
2,75% - 3% dari pendapatan bruto/
of gross revenue
Raffles Jasa konsultan teknik/technical
consultancy services
jumlah yang disepakati/
agreeable amount
Raffles dan/and PT Raffles
Hotels and Resorts
Management
Manajemen pengelolaan hotel/
management of the hotel operations
0,5% dari total pendapatan/
of total revenues
Raffles Jasa advisory hotel/
hotel advisory services
1,5% dari total pendapatan hotel dan
insentif berdasarkan perolehan laba
operasi bruto/1,5% of total revenues of
the hotel and incentive fee based on
the gross operating profit

Perjanjian - perjanjian tersebut berlaku secara efektif pada tanggal 29 April 2008 dan akan berakhir setelah 25 tahun setelah hotel mulai beroperasi atau sejak tanggal yang disetujui para pihak.

These agreements have been effective since April 29, 2008 and will be terminated after 25 years from the hotel opening date or other date that will be agreed upon by all parties.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

b. Pada tanggal 13 Oktober 2011, SNIP menandatangani perjanjian - perjanjian terkait dengan pengelolaan hotel (yang akan dikembangkan di masa mendatang) di CiputraWorld 2 Jakarta sebagai berikut:

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

b. On October 13, 2011, SNIP entered into agreements related to the management of, and related services to a hotel (future development) located in the CiputraWorld 2 Jakarta as follows:

Counterparty/Counterparty Jenis/Type Tarif/Rate
Starwood Asia Pacific Hotels and
Resorts Pte. Ltd.
Lisensi sistem/system license
Jasa manajemen/technical assistance
5% dari/of gross room revenue
3% dari/of gross operating revenue
Starwood Development Consulting
Services Pte. Ltd.
Jasa konsultan pembangunan/
development consulting services
Fee sebesar/fee amounting to
US\$300,000
Starwood Asia Pacific Hotels and
Resorts Pte. Ltd.
Hotel operating services term sheets Support fee sebesar/support fee
amounting to US\$60,000
PT Indo-Pacific
Sheraton
Manajemen pengelolaan hotel/
management of the hotel operations
Fee bulanan berdasarkan/
monthly fee based on
gross operating income
W International Hotel
Management, Inc.
Centralized services Centralized service charges sesuai
tarif tertentu/Centralized service
charges based on certain rate
  • c. Pada tanggal 31 Mei 2011, CAG menandatangani perjanjian sewa dengan PT Lotte Shopping Plaza Indonesia, dimana PT Lotte Shopping Plaza Indonesia setuju untuk menyewa bangunan pusat niaga di CiputraWorld 1 Jakarta dengan masa sewa selama 20 tahun dimulai sejak tanggal 22 Juni 2013.
  • d. Pada tanggal 9 Maret 2012, CAG menandatangani perjanjian sewa dengan PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Securities, dimana PT Bank DBS Indonesia dan PT DBS Vickers Securities setuju untuk menyewa bangunan kantor di CiputraWorld 1 Jakarta dengan masa sewa selama 10 tahun.
  • e. Pada tanggal 14 Februari 2017, SNIP menandatangani perjanjian sewa dengan PT Tokopedia, dimana PT Tokopedia setuju untuk menyewa bangunan kantor di CiputraWorld 2 Jakarta dengan masa sewa selama 6 tahun.

  • c. On May 31, 2011, CAG signed a lease agreement with PT Lotte Shopping Plaza Indonesia, whereby PT Lotte Shopping Plaza Indonesia agreed to lease the shopping centers building located in CiputraWorld 1 Jakarta for the lease term of 20 years started on June 22, 2013.

  • d. On March 9, 2012, CAG signed a lease agreement with PT Bank DBS Indonesia and PT DBS Vickers Securities, whereby PT Bank DBS Indonesia and PT DBS Vickers Securities agreed to lease the office building located in CiputraWorld 1 Jakarta for the lease term of 10 years.
  • e. On February 14, 2017, SNIP signed a lease agreement with PT Tokopedia, whereby PT Tokopedia agreed to lease the office building located in CiputraWorld 2 Jakarta for the lease term of 6 years.

  • f. Pada tanggal 16 Oktober 2017, CPT menandatangani perjanjian sewa dengan PT Tokopedia, dimana PT Tokopedia setuju untuk menyewa bangunan kantor di Ciputra International Jakarta dengan masa sewa selama 5 tahun sampai dengan bulan Juni 2023.

  • g. Pada tanggal 31 Agustus 2017, SNIP dan Ascott Nusantara (S) Pte., Ltd., serta Ascott Satrio (S) Pte., Ltd. (bersama-sama disebut sebagai "Ascott") telah menandatangani kerangka perjanjian awal yang menjabarkan kesepakatan transaksi jual beli "serviced residence apartment" dan area umum Ascott Sudirman Jakarta (selanjutnya disebut "Ascott Sudirman") milik SNIP. Berdasarkan kerangka perjanjian awal tersebut, Ascott bermaksud membeli "serviced residence apartment" dan area umum Ascott Sudirman dengan harga penjualan yang disepakati sebesar Rp675.000 untuk bangunan Ascott Sudirman seluas 14.837 m2 dan 1.131 m2 area umum.

Sesuai dengan kesepakatan perjanjian, pembayaran dari Ascott kepada SNIP akan dilakukan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  • 5% dari harga jual pada saat penandatangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
  • 70% dari harga jual pada saat serah terima
  • 15% dari harga jual setelah berakhirnya masa retensi selama 1 tahun sejak serah terima
  • 10% dari harga jual pada saat penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dari setiap unit serviced apartment.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, SNIP telah menerima 87% harga jual dari Ascott.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • f. In October 16, 2017, CPT signed a lease agreement with PT Tokopedia, whereby PT Tokopedia agreed to lease the office building located in Ciputra International Jakarta for the lease term of 5 years until June 2023.
  • g. On August 31, 2017, SNIP and Ascott Nusantara (S) Pte., Ltd,. and Ascott Satrio (S) Pte., Ltd. (together referred as "Ascott") had signed the framework agreement to set out the preliminary sales and purchase agreement for the sales of "serviced residence apartments and functional areas of Ascott Sudirman Jakarta (hereinafter referred to as "Ascott Sudirman"). Based on the framework agreement, Ascott intends to purchase serviced residence apartments and functional areas of Ascott Sudirman with the agreed price of Rp675,000 for the building of Ascott Sudirman with total areas of 14,837 sqm and its functional areas of 1,131 sqm.

As agreed in the agreement, payment from Ascott to SNIP will be conducted in several phase as follows:

  • • 5% from the total sales price upon signing of the Conditional Sales and Purchase Agreement (PPJB)
  • • 70% from total sales price upon hand over
  • • 15% from total sales price after 1-year retention from date of hand over
  • • 10% from total sales price after the completion of the signing of the Deed of Sale and Purchase Agreement (AJB) for each unit of the serviced residence apartment.

Until December 31, 2020, SNIP has received 87% of the selling price from Ascott.

h. Pada tanggal 28 Maret 2018, PT Ciputra Adibuana (CAB), entitas anak, melakukan perjanjian joint venture untuk membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Satrio Signature Real Estate (SSRE). Kepemilikan saham di SSRE dimiliki oleh D&S Asia Green S.A., SIF-SICAV dan Asia Green Leaf Limited, keduanya pihak ketiga dan CAB dengan kepemilikan masing-masing sebesar 80% dan 20%. Setoran modal akan dilakukan secara bertahap, dan antara lain, tergantung pada perolehan izin yang diperlukan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) (Catatan 10).

Selanjutnya, CAB dan SSRE juga menandatangani master agreement yang menjabarkan kesepakatan jual beli atas apartemen servis Newton 1 yang dikembangkan oleh CAB. Berdasarkan master agreement tersebut, SSRE bermaksud membeli 253 unit apartemen servis dan area tambahan (jika relevan) dengan dengan harga jual sebesar Rp574.872 untuk bangunan dengan total net leasable area seluas 11.391 m2 dan area tambahan seluas 757 m2 , dengan jadwal serah terima antara tanggal 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2021.

Sesuai dengan kesepakatan perjanjian, pembayaran dari SSRE kepada CAB akan dilakukan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  • a. 20% dari harga jual dilakukan antara lain, setelah seluruh perizinan awal diperoleh.
  • b. 30% dari harga jual dilakukan, antara lain, setelah konstruksi bangunan mencapai lantai 20 dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) telah diperoleh.
  • c. 30% dari harga jual dilakukan, antara lain, setelah perkembangan konstruksi bangunan mencapai 80%.
  • d. 20% dari harga jual dilakukan, antara lain, setelah seluruh bangunan siap diserah terimakan dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) telah diterbitkan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

h. On March 28, 2018, PT Ciputra Adibuana (CAB), subsidiary, entered into a joint venture agreement to establish a joint venture company namely PT Satrio Signature Real Estate (SSRE). The shareholding composition of SSRE is D&S Asia Green S.A., SIF-SICAV and Asia Green Leaf Limited, both third parties, and CAB with initial ownership of 80% and 20%, respectively.The capital contribution will be madeon several phase, among others, based on the approval from Indonesia's Capital Investment Coordination Board (BKPM) (Note 10).

Subsequently, CAB and SSRE also signed master agreement to set out the preliminary sales and purchase agreement for the sales of The Newton 1 serviced apartments developed by CAB. Based on the master agreement, SSRE intends to purchase 253 units of serviced apartments and additional areas (if relevant) with the agreed price of Rp574,872 for the building with total net leasable areas of 11,391 sqm and its additional areas of 757 m2 , with hand over period within January 1 up to June 30, 2021.

As agreed in the agreement, payment from SSRE to CAB will be conducted in several phase as follows:

  • a. 20% from total sales price upon, among others, the availability of the relevant preliminary permits.
  • b. 30% from total sales price upon, among others, the construction progress reached level 20 and the availability of the construction permit (IMB).
  • c. 30% from total sales price upon, among others, the construction progress become 80%.
  • d. 20% from total sales price upon, among others, the buildings ready to be handed over and the availability of temporary occupation permit (SLF).

Setiap pembayaran dari SSRE kepada CAB tersebut harus dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 30 hari sejak setoran modal tahap SSRE selesai dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan perjanjian joint venture. Perjanjian tersebut juga mengatur besaran penalti yang dikenakan ke CAB jika CAB terlambat melakukan serah terima.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, CAB telah menerima 80% harga jual dari SSRE.

i. Pada tanggal 21 November 2014, CAG dan Pietra Pte. Ltd., telah menandatangani kerangka perjanjian awal yang menjabarkan kesepakatan transaksi jual beli "serviced residence apartment" dan area umum Ascott Kuningan Jakarta (selanjutnya disebut Ascott Kuningan) milik CAG. Selanjutnya, pada tanggal 6 Mei 2015, CAG dan PT Menara Aspen Persada (MAP, pihak terafiliasi dari Pietra Pte., Ltd.) menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli apartemen servis residential dan area umum Ascott Kuningan dengan harga penjualan yang disepakati sebesar Rp763.190 untuk bangunan Ascott Kuningan seluas 19.847 m2 dan Rp71.810 untuk peralatan, perabot dan pendukung operasional.

Sesuai dengan kesepakatan perjanjian, MAP harus membayar kepada CAG sebesar 75% dari harga jual Ascott Apartement sejumlah Rp626.250 pada tanggal 18 September 2015 dan pada tanggal 8 Mei 2015. Sisa pembayaran sebesar Rp208.750 akan dliunasi oleh MAP 1 (satu) tahun setelah tanggal pembayaran tersebut di atas dan telah diselesaikannya proses penandatanganan Akta Jual Beli ("AJB") dari setiap unit serviced residence apartment Ascott dan penyelesaian kewajiban dari masing-masing pihak sesuai dengan perjanjian tersebut di atas, diantaranya kewajiban perpajakan, biaya balik nama, biaya notaris, biaya utilitas dan pemeliharaan selama periode serah terima.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Each of the payment term from SSRE to CAB must be completed within 30 days after the capital contribution of SSRE has been completed in accordance with the joint venture agreement. The agreement also stipulated penalty amount charged to CAB in case of delays of the handover.

Until December 31, 2020, CAB has received 80% of the selling price from SSRE.

i. On November 21, 2014, CAG and Pietra Pte. Ltd., had signed the framework agreement to set out the preliminary sales and purchase agreement for the sales of "serviced residence apartments and functional areas of Ascott Kuningan Jakarta (hereinafter referred to as Ascott Kuningan). Furthermore, on May 6, 2015, CAG and PT Menara Aspen Persada (MAP, an affiliate party of Pietra Pte. Ltd.) signed the Conditional Agreement for the Sale and Purchase of serviced residence apartments and functional areas of Ascott Kuningan with the agreed price of Rp763,190 for the building of Ascott Kuningan with total areas of 19,847 sqm and Rp71,810 for the furniture, fixture and operating equipment.

As agreed in the Agreement, MAP should pay to CAG a portion of 75% from the total sales price of Ascott Kuningan amounting to Rp626,250 on September 18, 2015 and May 8, 2015. The remaining outstanding payments amounting to Rp208,750 will be paid by MAP 1 (one) year after the above payment date and after the completion of the signing of the Deed of Sale and Purchase Agreement (Akta Jual Beli) for each unit of the Serviced Residence Apartment and after the settlement of the outstanding obligations such as taxes, notary costs, transfer of title duty, maintenance and utility costs during the period of hand over.

  • j. Beberapa entitas anak tertentu mengadakan perjanjian pemakaian logo dengan PT Ciputra Corpora ("CC"), pihak afiliasi, pemegang merek dan logo "Ciputra". Berdasarkan perjanjian tersebut, entitas anak tertentu diperbolehkan untuk menggunakan logo "Ciputra" sebagai atribut dalam proyek pengembangan dan aktivitas usahanya tanpa kewajiban untuk membayar royalti kepada CC. Perjanjian ini berlaku efektif pada saat CC memperoleh dan menjadi pemegang saham atas merek dan logo tersebut sampai diakhiri dengan pemberitahuan tertulis dari CC ke entitas anak tertentu tersebut.
  • k. Pada tanggal 23 Juli 2013, CR mengadakan perjanjian dengan International Finance Corporation untuk menjamin pembayaran utang obligasi dengan sejumlah nilai tidak melebihi 20% dari jumlah utang obligasi yang beredar atau Rp100.000 (Catatan 23).

Perkara hukum Legal cases

l. Berikut ini adalah ringkasan perkara hukum terkait CSDR, entitas anak CR.

Pada tanggal 28 November 2013, CMH, yang mana 73% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh CR, menandatangani Akta Perjanjian Para Pemegang Saham Nomor 70 ("Akta PPPS") dengan PT Sumur Rejeki ("SR").

Berdasarkan Akta PPPS disepakati kerja sama antara CMH dengan SR untuk pengembangan hotel, apartemen dan perkantoran ("Proyek") dengan membeli tanah dari PT Theda Makmur ("TM") seluas kurang lebih 20.000 m2 di Jalan Angkasa Blok B-3, Kemayoran, Jakarta Pusat ("Tanah"). Proyek ini akan dilaksanakan melalui project company yaitu CSDR, yang mana dimiliki oleh CMH dengan 55,9% saham dan SR dengan 44,1% saham.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • j. Some of the subsidiaries entered into a trademark and utilization agreement with PT Ciputra Corpora ("CC"), an affiliate which is the registered holder of the "Ciputra" trademark and brand intellectual property rights. Based on this agreement, some subsidiaries are permitted to use the "Ciputra" trademark and logo for their development projects and corporate activities without any obligation to pay royalty fees to CC. This agreement shall commence with effect from the time CC obtains regulatory approval in connection with intellectual property rights until the written termination notice from CC to those subsidiaries.
  • k. On July 23, 2013, CR entered into an agreement with International Finance Corporation which agreed to guarantee the payment of bonds payable up to an aggregate amount not exceeding 20% of the total outstanding bonds payable or Rp100,000 (Note 23).

l. The following is summary of legal cases related to CSDR, a subsidiary of CR.

On November 28, 2013, CMH, 73% of which shares is indirectly owned by CR, signed a Deed of Shareholders Agreement Number 70 ("Akta PPPS") with PT Sumur Rejeki ("SR").

Pursuant to Deed 70, it is agreed between CMH and SR to develop hotel, apartment, and land office area ("Project") by purchasing the land owned by PT Theda Makmur ("TM") with an estimated area of 20,000 sqm located at Jalan Angkasa Blok B-3, Kemayoran, Central Jakarta ("Land"). The Project will be executed by a project company, CSDR, which is owned by CMH with 55.9% shares and SR at 44.1%.

Perkara hukum (lanjutan) Legal cases (continued)

Bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, meskipun CMH telah mengeluarkan dana investasi yang cukup besar namun demikian Proyek tetap tidak dapat dilaksanakan karena beberapa hal sebagaimana kemudian timbul beberapa perkara di bawah ini:

    1. Gugatan wanprestasi yang terdaftar dengan nomor perkara 657/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. pada tanggal 23 Oktober 2019 ("Gugatan Wanprestasi 657"). Gugatan Wanprestasi ini diajukan oleh CMH terhadap SR atas pelanggaran kewajibannya dalam Akta PPPS. Pada tanggal 15 Juli 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian Gugatan Wanprestasi 657, yaitu antara lain permintaan ganti rugi material CMH sebesar Rp326.400.000.000 (nilai penuh). Proses pemeriksaan perkara ini masih berlangsung dengan adanya permohonan banding dari SR terhadap putusan ini. Selanjutnya, pada tanggal 4 Februari 2021, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memeriksa permohonan banding SR atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ("PNJP") telah menjatuhkan putusan yang pada pokoknya menguatkan putusan PNJP.
    1. Permohonan Penetapan Konsinyasi yang terdaftar dengan nomor perkara 420/Pdt.P/2019/PN.Jkt.Pst pada tanggal 25 Oktober 2019 ("Permohonan Konsinyasi"). Permohonan Konsinyasi diajukan untuk meminta penetapan kepada PNJP agar CMH dapat menitipkan pengembalian jumlah modal saham yang telah disetor SR ke dalam CSDR yaitu Rp441.000.000 (nilai penuh). Pada tanggal 13 Mei 2020, PNJP mengabulkan Permohonan Konsinyasi untuk seluruhnya, yaitu penitipan uang pengembalian modal saham yang disetor SR sebagaimana dimaksud di atas, sekaligus menetapkan bahwa SR tidak lagi memiliki hak dan kewajiban di CSDR serta menyatakan Akta PPPS tanggal 28 November 2013 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isabandi, S.H., Notaris di Jakarta batal demi hukum dengan segala akibat hukumnya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Until the completion date of the consolidated financial statements, although CMH has invested funds in a significant amount, the Project nevertheless is unable to be executed because of several issues described in the following cases:

  • 1. A claim based on breach of contract registered as case numbered 657/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. on October 23, 2019 ("Breach of Contract Claim 657"). This lawsuit is filed by CMH against SR on the basis of SR's breach of its obligation in Deed 70. On July 15, 2020, the Central Jakarta District Court granted the Breach of Contract Claim 657 partially, among others CMH's request for compensation on material damages of Rp326,400,000,000 (full amount). The examination of this case is still ongoing with an appeal lodged by SR against this decision. Subsequently, on February 4, 2021, the Panel of Judges at the High Court of DKI Jakarta, which examined the appeal of SR on the decision of the Central Jakarta District Court ("CJDC"), issued a decision which essentially strengthened the decision of the CJDC.
  • 2. Consignment Application registered as case numbered 420/Pdt.P/2019/PN. Jkt.Pst on October 25, 2019 ("Consignment Application"). The Consignment Application is petitioned to seek permission to the CJDC for CMH to entrust the return of payment on SR's purchased shares in CSDR, in the amount of Rp441,000,000 (full amount). On May 13, 2020, the CJDC granted the Consignment Applicant in entirety, i.e. to consign the return of payment for value of SR's shares as mentioned above, simultaneously declaring that SR no longer has any rights and obligations in CSDR as well as declaring the Akta PPPS dated November 28, 2013 made before Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isabandi, S.H., Notary in Jakarta is null and void with all legal consequences.

Perkara hukum (lanjutan) Legal cases (continued)

Bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, meskipun CMH telah mengeluarkan dana investasi yang cukup besar namun demikian Proyek tetap tidak dapat dilaksanakan karena beberapa hal sebagaimana kemudian timbul beberapa perkara di bawah ini: (lanjutan)

    1. Selanjutnya, pada tanggal 19 November 2020, Mahkamah Agung Republik Indonesia telah menjatuhkan putusan atas permohonan kasasi yang diajukan oleh SR terhadap Penetapan Konsinyasi dengan amar putusan menolak permohonan kasasi SR. Oleh karena itu, Penetapan Konsinyasi oleh PNJP telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
    1. Gugatan perbuatan melawan hukum yang terdaftar dengan nomor perkara 692/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst pada tanggal 5 November 2019 sehubungan dengan terhambatnya pelaksanaan Proyek ("Gugatan PMH"). Gugatan PMH diajukan oleh Bapak Budiarsa Sastrawinata selaku Direktur Utama CSDR yang ditunjuk oleh CMH terhadap Sinta Kurniati Arifin dan Sdri. Konni Djaja Sari, masing-masing adalah Direktur dan Komisaris Utama CSDR yang ditunjuk SR. Pada tanggal 25 Maret 2021, PNJP mengabulkan sebagian Gugatan PMH 692 yaitu antara lain permintaan ganti kerugian materiil Bapak Budiarsa Sastrawinata sebesar Rp355.500.000.000 (nilai penuh) dan menyatakan Sdri. Sinta Kurniati Arifin dan Sdri. Konni Djaja Sari tidak lagi memiliki hak di dalam CSDR ("Putusan PN Jakarta Pusat No. 692/2020"). Sampai dengan tanggal diterbitkannya Ringkasan Perkara ini, belum diketahui apakah terdapat permohonan banding terhadap Putusan PN Jakarta Pusat No. 692/2020.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Until the completion date of the consolidated financial statements, although CMH has invested funds in a significant amount, the Project nevertheless is unable to be executed because of several issues described in the following cases: (continued)

  • 2. Furthermore, on November 19, 2020, the Supreme Court of the Republic of Indonesia has issued a judgment on the cassation request submitted by SR against the Consignment Stipulation with ruling of rejecting the cassation request of SR. Therefore, the CJDC Consignment Stipulation has obtained permanent legal force.
  • 3. Tort claim registered as case numbered 692/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst on November 5, 2019 in relation to the stalled operation of the Project ("Tort Claim"). The Tort Claim was filed by Budiarsa Sastrawinata as the President Director of CSDR whom CMH appointed against Sinta Kurniati Arifin and Konni Djaja Sari, each as a Director and the President Commissioner of CSDR appointed by SR. On March 25, 2021, the CJDCt granted the Tort Claim 657 partially, among others Mr. Budiarsa Sastrawinata request for compensation on material damages of Rp355,500,000,000 (full amount). and declaring Sinta Kurniati Arifin and Konni Djaja Sari to no longer have rights in CSDR ("CJDC Judgment No. 692/2020"). Up to the date of the issuance of this Summary of Cases, it is not known yet whether there is an appeal against CJDC Judgment No. 692/2020.

Perkara hukum (lanjutan) Legal cases (continued)

Bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, meskipun CMH telah mengeluarkan dana investasi yang cukup besar namun demikian Proyek tetap tidak dapat dilaksanakan karena beberapa hal sebagaimana kemudian timbul beberapa perkara di bawah ini: (lanjutan)

    1. Gugatan perbuatan melawan hukum yang terdaftar dengan nomor perkara 729/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst. pada tanggal 22 November 2019 ("Gugatan PMH 729"). Gugatan PMH 729 diajukan oleh CSDR terhadap Indri Rystiansyah (Direktur TM), Gunawan Witjaksono dan Ferry Sangeroki (sebagai pengendali TM) sehubungan dengan adanya permintaan kepada CSDR untuk melakukan pembayaran kembali atas pelunasan Tanah. Proses pemeriksaan perkara ini masih berlangsung.
    1. Gugatan perbuatan melawan hukum yang terdaftar dengan nomor perkara 268/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst. pada tanggal 27 Mei 2020 ("Gugatan PMH 268"). Gugatan PMH 268 diajukan oleh SR terhadap CSDR (sebagai Tergugat) dan CMH (sebagai Turut Tergugat) terkait dengan pengurusan dan kegiatan operasional CSDR yang menurut SR merugikan pihaknya. Pada tanggal 26 Januari 2021, PNJP telah mengeluarkan Putusan No. 268/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst ("Putusan PN Jakarta Pusat No. 268/2020") yang pada pokoknya menolak gugatan provisi yang diajukan oleh SR dan mengabulkan Gugatan PMH 268 untuk seluruhnya, yaitu menyatakan tidak sah dan batal seluruh keputusan RUPS Tahunan kedua CSDR pada 7 Februari 2019 dan RUPS Luar Biasa Kedua CSDR pada tanggal 27 Juni 2019, menyatakan batal Akta Nomor: 2143 tanggal 20 Februari 2019 tentang Pernyataan Keputusan Rapat CSDR yang dibuat di hadapan RF. Francky Limpele, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, serta akta-akta lain yang dibuat berdasarkan keputusan-keputusan RUPS Tahunan Kedua dan RUPS Luar Biasa Kedua yang diselenggarakan CSDR pada tanggal 7 Februari 2019 dan 27 Juni 2019. Proses pemeriksaan perkara ini masih berlangsung dengan adanya permohonan banding yang diajukan oleh CSDR dan CMH terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 268/2020.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Until the completion date of the consolidated financial statements, although CMH has invested funds in a significant amount, the Project nevertheless is unable to be executed because of several issues described in the following cases: (continued)

  • 4. Tort claim registered as case numbered 729/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst on November 22, 2019 ("Tort Claim 729"). Tort Claim 729 was filed by CSDR against Indri Rystiansyah (Director of TM), Gunawan Witjaksono and Ferry Sangeroki (as the ultimate beneficiary of TM) in relation to a request to CSDR to make a re-payment over the Land. The examination of this case is still ongoing.
  • 5. Tort claim registered as case numbered 268/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst. on May 27, 2020 ("Tort Claim 268"). Tort Claim 268 was filed by SR against CSDR (as Defendant) and CMH (as Co-Defendant) in relation to the management and operations of CSDR which according to SR incurs losses to its part. On January 26, 2021, the CJDC has rendered Judgment No. 268/PDt.G/2020/Pn.Jkt.Pst ("CJDC Judgment No. 268/2020") which essentially rejected provisional claim submitted by SR and granted Tort Claim 268 in its entirety, namely declaring null and void all decisions made by the Second Annual General Meeting of Shareholders of CSDR on February 7, 2019 and Extraordinary General Meeting of Shareholders of CSDR on June 27, 2019, declaring null Deed No. 2142 dated February 20, 2019 regarding Statement of Meeting Decision of CSDR made before RD. Francky Limpele, S.H., Notary in Central Jakarta, as well as other deeds made based on the decisions of the Second Annual General Meeting of Shareholders of CSDR on February 7, 2019 and Extraordinary General Meeting of Sharholders of CSDR on June 27, 2019. The examination of this case is still ongoing with an appeal lodged by CSDR and CMH against CJDC Judgment No. 268/2020.

Perkara hukum (lanjutan) Legal cases (continued)

Bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, meskipun CMH telah mengeluarkan dana investasi yang cukup besar namun demikian Proyek tetap tidak dapat dilaksanakan karena beberapa hal sebagaimana kemudian timbul beberapa perkara di bawah ini: (lanjutan)

  1. Gugatan wanprestasi yang terdaftar dengan nomor perkara 362/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst. pada tanggal 9 Juli 2020. Gugatan ini diajukan SR, TM, dan PT Garuda Tradatama (GT) ("Para Penggugat") terhadap CSDR, CMH, dan pihak-pihak afiliasinya ("Para Tergugat") sehubungan dengan perjanjian-perjanjian awal transaksi kerja sama Proyek yang menurut Para Penggugat telah dilanggar oleh Para Tergugat. Proses pemeriksaan perkara ini masih berlangsung.

Manajemen berkeyakinan bahwa semua perkara hukum di atas tidak akan memiliki efek material dan tidak akan berpengaruh pada kelangsungan Kelompok Usaha dan bahwa hal tersebut akan dapat diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Operasi bersama Joint Operations

m. Kelompok Usaha melakukan perjanjian kerjasama untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Until the completion date of the consolidated financial statements, although CMH has invested funds in a significant amount, the Project nevertheless is unable to be executed because of several issues described in the following cases: (continued)

6. A claim based on breach of contract registered as case numbered 362/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst. on July 9, 2020. This lawsuit was filed by SR, TM, and PT Garuda Tradatama (GT) ("Plaintiffs") against CSDR, CMH, and its affiliates ("Defendants") in relation to the initial transactional contracts on the Project which according to the Plaintiffs have been breached by the Defendants. The examination of this case is still ongoing.

The management believes that all of the above legal cases will not have material effect and influence the going concern of the Group and that all of the above cases can be settled in accordance with existing laws.

m. The Group entered into various cooperation agreements to develop land located in several areas in Indonesia as follows:

Entitas Anak/
Subsidiaries
Mitra Usaha/
Partner
Operasi bersama/
Joint Operation
Nama dan Lokasi Proyek/
Project Name and Location
PT Citra Mitra
Properti (CMP)
PT Cipta Arsigriya JO Citra Arsigriya1) CitraGrand City, Palembang
CMP PT Mendalo Prima
Intiland
JO Citra Mendalo
Prima
CitraRaya City, Jambi
CMP Edi Hadiputra dan/
and Tedy Riang
JO Citra Mitra
Graha
Apartemen/Apartment
CitraLiving, Jakarta
PT Citra Mitra
Pataka (CMPA)
PT Pradipta
Ratnapratala
JO Cipta Pradipta CitraGarden BMW, Cilegon
CMPA PT Bangun
Cemerlang Selaras
JO Citra Bangun
Cemerlang
CitraLake Sawangan, Depok
CMPA Chandra Firmanto dan/
and Firmanto
JO Citra Fortuna CitraGarden Aneka, Pontianak

m. Kelompok Usaha melakukan perjanjian kerjasama untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

Entitas/
Entities
Mitra Usaha/
Partner
Operasi bersama/
Joint Operation
Nama dan Lokasi Proyek/
Project Name and Location
CMPA PT Fortuna Makmur Abadi JO Citra Makmur Pengembangan di Kubu Raya/
Development in Kubu Raya
PT Citra Graha Montana PT Nusamakmur
Ciptasentosa Utama
JO Citra Ciptasentosa Pengembangan di Balikpapan/
Development in Balikpapan
PT Citra Cipta Graha PT Gerak Maju di
Jalan Sukses
JO Citra Sukses CitraGarden City, Samarinda
PT Citra Cipta Graha PT Sumber Cahaya
Properti
JO Citra Cahaya Pengembangan di Samarinda/
Development in Samarinda
PT Citra Benua
Persada
PT Mandiri Mega Jaya.
PT Armidian
Karyatama dan/and
PT Harvest Time
JO Citra Maja Raya Citra Maja Raya, Banten
PT Citra Mitra
Puspita
PT Putra Asih Laksana JO Citra Maja Raya 2 Citra Maja Raya, Banten
PT Citra Mitra
Respati
PT Pembina Sukses
Utama
JO Citra Pembina
Sukses
CitraTowers, Kemayoran
PT Citra Menara
Raya
PT Saptatunggal
Suryaabadi
JO CitraGarden
City Malang
CitraGarden City, Malang
PT Citra Graha
Pertiwi
PT Kabil Citra Nusa JO Citra Nusa Kabil CitraAerolink, Batam
PT Citra Menara
Persada
PT Caturkasa Mitra
Sejahtera
JO Citra Puri Pengembangan di Tangerang/
Development in Tangerang
PT Citra Semesta
Raya
PT Sentul Golf Utama JO Citra Palm Garden Pengembangan di Sentul/
Development in Sentul
PT Citra Semesta
Raya
PT Tridaya Semesta JO Citra Sirkuit
Residence
Citra Sentul Raya
Perusahaan PT Bumi Sidoarjo Permai JO Ciputra Sidoarjo
Permai
CitraIndah, Sidoarjo
PT Ciputra Nusantara
(CNUS)
PT Yasmin Bumi Asri JO Ciputra Yasmin CitraLand City Losari, Makassar
CNUS PT Mutiara Cemerlang
Abadi
JO Ciputra Mutiara
Cemerlang Abadi
(JO CMCA)
CitraLand The Green Lake,
Surabaya
CNUS CKD JO CitraLand Palu CitraLand, Palu
CNUS PT Tridaya Suluh Sembada JO Ciputra Tridaya Pengembangan di Cibubur/
Development in Cibubur
CNUS PT Parangloe Indah JO Ciputra Tallasa CitraLand Tallasa City, Makassar
CNUS PT Surya Sakti Propertindo JO Citra Mentari
Propertindo
CitraLand Vittorio, Surabaya
CNUS PT Karya Pancasakti
Nugraha
JO Ciputra Karya
Pancasakti Nusantara
(JO CKPSNusantara)
CitraLand Gama City, Medan
CNUS PT Prima Damai Permai JO Ciputra Prima Damai Pengembangan di Surabaya/

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Operasi bersama (lanjutan) Joint Operations (continued)

m. The Group entered into various cooperation agreements to develop land located in several areas in Indonesia as follows: (continued)

Development in Kubu Raya
Ciptasentosa Utama Development in Balikpapan
Properti Development in Samarinda
Karyatama dan/and
PT Harvest Time
Permai
(JO CMCA)
Development in Cibubur
Propertindo
Nugraha Pancasakti Nusantara
(JO CKPSNusantara)
Development in Surabaya

m. Kelompok Usaha melakukan perjanjian kerjasama untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

Entitas/
Entities
Mitra Usaha/
Partner
Operasi bersama/
Joint Operation
Nama dan Lokasi Proyek/
Project Name and Location
CNUS PT Gita Harmoni Abadi JO Ciputra Harmoni
Abadi
CitraLand Driyorejo, Surabaya
CNUS PT Kharisma Adyacitra,
PT Tunggal Anggun Pratita
JO Ciputra Podojoyo CitraLand Puncak Tidar, Malang
PT Ciputra Kirana
Dewata
PT Karya Makmur JO Ciputra Karya
Makmur1)
CitraLand, Denpasar
PT Ciputra Praja
Rahayu (CPR)
PT Graha Terasama JO Ciputra Graha
Terasama
CitraGrand Mutiara, Yogjakarta
CPR PT Sunindo Graha
Utama
JO Ciputra Sunindo
Graha Utama
(JO CSGU)
CitraSun Garden, Yogjakarta
CPR PT Sunindo Prima Utama JO Ciputra Sunindo Prima
Utama (JO CSPU)
Barsa City, Yogyakarta
PT Ciputra Inti
Pratama (CIP)
PT Karya Utama Bumi JO Ciputra Karya
Utama
CitraGrand, Semarang
CIP PT Sunindo Property
Jaya
JO Ciputra Sunindo
Property (JO CSP)
CitraSun Garden, Semarang
PT Ciputra Bangun
Selaras
PT Karya Pancasakti
Nugraha
JO Ciputra Karya
Pancasakti Nugraha
(JO CKPSN)
CitraLand Gama City, Medan
PT Ciputra Balai
Property (CBP)
PT Dipo Service BP Dipo Business
Center (KSO DBC)1)
Dipo Business Center, Jakarta
PT Ciputra Bukit
Bandung
PT Dam Utamasakti
Prima
BP CitraGreen Dago1) CitraGreen Dago, Bandung
PT Ciputra Victory
Mitra
PT Sinar Galesong
Perkasa
BP Sinar Galesong &
Ciputra Victory
Mitra (BP SG-CVM)
Apartemen/Apartment VidaView,
Makassar
PT Ciputra Intan Mitra PT Mitra Citra Nirwana JO Citra Mitra CitraMitra City, Banjarbaru
PT Ciputra Realty Mitra PT Nara Putra Sejati JO Ciputra Nara CitraCity, Balikpapan
1) Perjanjian kerjasama operasi telah berakhir 1) Joint operation agreement has ended

Operasi bersama tersebut dikelola secara terpisah melalui badan pengelola operasi bersama (BP KSO). Kegiatan operasional badan pengelola dilaksanakan oleh perwakilan dari entitas anak di dalam Kelompok Usaha.

Berdasarkan perjanjian operasi bersama tersebut, entitas anak antara lain memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan dan memasarkan kapling dan bangunan proyek, sementara Mitra Usaha menyediakan tanah untuk pengembangan. Pembagian hasil penjualan disetujui berdasarkan persentase tertentu atas keuntungan operasi bersama.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Operasi bersama (lanjutan) Joint Operations (continued)

m. The Group entered into various cooperation agreements to develop land located in several areas in Indonesia as follows: (continued)

Entitas/
Entities
Mitra Usaha/
Partner
Operasi bersama/
Joint Operation
Nama dan Lokasi Proyek/
Project Name and Location
CNUS PT Gita Harmoni Abadi JO Ciputra Harmoni
Abadi
CitraLand Driyorejo, Surabaya
CNUS PT Kharisma Adyacitra,
PT Tunggal Anggun Pratita
JO Ciputra Podojoyo CitraLand Puncak Tidar, Malang
PT Ciputra Kirana
Dewata
PT Karya Makmur JO Ciputra Karya
Makmur1)
CitraLand, Denpasar
PT Ciputra Praja
Rahayu (CPR)
PT Graha Terasama JO Ciputra Graha
Terasama
CitraGrand Mutiara, Yogjakarta
CPR PT Sunindo Graha
Utama
JO Ciputra Sunindo
Graha Utama
(JO CSGU)
CitraSun Garden, Yogjakarta
CPR PT Sunindo Prima Utama JO Ciputra Sunindo Prima
Utama (JO CSPU)
Barsa City, Yogyakarta
PT Ciputra Inti
Pratama (CIP)
PT Karya Utama Bumi JO Ciputra Karya
Utama
CitraGrand, Semarang
CIP PT Sunindo Property
Jaya
JO Ciputra Sunindo
Property (JO CSP)
CitraSun Garden, Semarang
PT Ciputra Bangun
Selaras
PT Karya Pancasakti
Nugraha
JO Ciputra Karya
Pancasakti Nugraha
(JO CKPSN)
CitraLand Gama City, Medan
PT Ciputra Balai
Property (CBP)
PT Dipo Service BP Dipo Business
Center (KSO DBC)1)
Dipo Business Center, Jakarta
PT Ciputra Bukit
Bandung
PT Dam Utamasakti
Prima
BP CitraGreen Dago1) CitraGreen Dago, Bandung
PT Ciputra Victory
Mitra
PT Sinar Galesong
Perkasa
BP Sinar Galesong &
Ciputra Victory
Mitra (BP SG-CVM)
Apartemen/Apartment VidaView,
Makassar
PT Ciputra Intan Mitra PT Mitra Citra Nirwana JO Citra Mitra CitraMitra City, Banjarbaru
PT Ciputra Realty Mitra PT Nara Putra Sejati JO Ciputra Nara CitraCity, Balikpapan

The joint operations are managed through a separate controlling body (BP KSO). The operational activity of BP KSO is managed by representatives from various subsidiaries within the Group.

Under the terms of the agreements, subsidiaries have the obligation, among others, to run the affairs of and sell the project's land lots and building, while the Partner provides the land for development. Revenue sharing has been agreed to be calculated based on a certain percentage of the profit from the joint operation.

Berdasarkan perjanjian operasi bersama tersebut, entitas anak antara lain memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan dan memasarkan kapling dan bangunan proyek, sementara Mitra Usaha menyediakan tanah untuk pengembangan. Pembagian hasil penjualan disetujui berdasarkan persentase tertentu atas keuntungan operasi bersama.

Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Under the terms of the agreements, subsidiaries have the obligation, among others, to run the affairs of and sell the project's land lots and building, while the Partner provides the land for development. Revenue sharing has been agreed to be calculated based on a certain percentage of the profit from the joint operation.

Additional information on the joint operations (100% portion) as of December 31, 2020 and 2019, and for the year then ended are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Untuk Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember 2020/
For the Year Ended December 31, 2020
Total Aset/
Total Assets
Total Liabilitas/
Total Liabilities
Total Pendapatan/
Total Revenues
Laba (Rugi) Neto/
Net Income (Loss
JO Citra Mendalo Prima 293.291 377.918 54.555 (7.732)
JO Citra Mitra Graha 167.523 182.338 8.204 (2.734)
JO Citra Pradipta 46.272 34.761 49.086 5.990
JO Citra Bangun Cemerlang 107.515 57.587 21.129 188
JO Citra Fortuna 83.023 97.459 29.691 1.859
JO Citra Cipta Sentosa* - - - -
JO Citra Maja Raya 360.810 253.242 249.269 103.590
JO Citra Maja Raya 2 958.096 663.394 810.135 294.748
JO Citra Sukses 43.491 77.568 5.219 (7.163)
JO Citra Cahaya 1.077 8.118 - (1.174)
JO Citra Puri 8.506 8.506 - -
JO Citra Palm Garden* - - - -
JO Sirkuit Residence 512.855 570.455 - (33.502)
JO CitraGarden City Malang 95.811 80.643 65.887 15.297
JO Citra Nusa Kabil 15.789 30.408 7.515 1.375
JO Citra Pembina Sukses 705.506 734.845 511.546 86.520
JO Ciputra Sidoarjo Permai 2.793 189 955 (115)
JO Ciputra Yasmin 2.692.251 2.882.074 6.780 (34.539)
JO CMCA 165.542 48.388 119.901 45.046
JO CitraLand Palu 91.920 69.051 20.331 952
JO Ciputra Tridaya 6.812 6.852 - (<1)
JO Ciputra Tallasa 524.392 482.636 327.446 86.631
JO Citra Mentari Propertindo 85.285 104.246 848 (6.204)
JO Ciputra Karya Pancasakti Nusantara 707.894 638.597 262.017 69.231
JO Ciputra Prima Damai 1.049 1.342 - (293)
JO Ciputra Harmoni Abadi 119.785 134.376 6.870 (7.122)
JO Ciputra Podojoyo 10.563 15.356 - (3.722)
JO Ciputra Graha Terasama 13.837 6.322 3.460 (1.070)
JO CSGU 2.632 1.168 628 (149)
JO CSPU 100.549 127.759 348 (5.414)
JO Ciputra Karya Utama
JO CSP
162.336
79.048
111.462
50.777
181.129
66.975
56.017
17.589
JO CKPSN 188.008 111.252 99.973 (5.075)
BP SG-CVM 131.649 55.064 25.398 3.914
JO Citra Mitra 71.506 113.546 16.085 (8.032)
JO Ciputra Nara 53.261 59.645 2.799 (740)

* belum memulai kegiatan usaha komersial/not yet commenced its commercial activities

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Informasi tambahan sehubungan dengan operasi bersama (porsi 100%) pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Operasi bersama (lanjutan) Joint Operations (continued)

Untuk Tahun yang Berakhir

Additional information on the joint operations (100% portion) as of December 31, 2020 and 2019, and for the year then ended are as follows: (continued)

31 Desember 2019/
December 31, 2019
pada Tanggal 31 Desember 2019/
For the Year Ended December 31, 2019
Total Aset/
Total Assets
Total Liabilitas/
Total Liabilities
Total Pendapatan/
Total Revenues
Laba (Rugi) Neto/
Net Income (Loss)
JO Citra Mendalo Prima 315.693 392.589 47.592 (15.050)
JO Citra MitraGraha 161.843 173.916 93.763 (6.433)
JO Citra Pradipta 71.466 53.785 74.267 17.481
JO Citra BangunCemerlang 90.832 36.889 22.084 7.121
JO Citra Fortuna 92.941 109.071 95.459 9.097
JO Citra CiptaSentosa* - - - -
JO Citra Maja Raya 648.153 473.452 328.837 170.448
JO Citra Maja Raya 2 998.532 989.307 350.927 81.837
JO Citra Sukses 43.465 69.047 3.276 (5.444)
JO Citra Cahaya 1.449 7.315 - (1.649)
JO Citra Puri 8.506 8.506 - -
JO Citra Palm Garden* - - - -
JO Sirkuit Residence 401.446 449.170 - (45.265)
JO CitraGarden City Malang 120.972 117.234 53.581 3.896
JO Citra Nusa Kabil 21.643 37.393 13.727 2.112
JO Citra Pembina Sukses 407.754 292.390 258.019 59.410
JO Ciputra Sidoarjo Permai 4.433 1.944 636 (201)
JO Ciputra Yasmin 2.370.514 2.525.797 1.250 (32.851)
JO CMCA 201.214 126.107 187.175 74.843
JO CitraLand Palu 95.815 73.898 19.506 4.333
JO CiputraTridaya 6.813 6.852 - (10)
JO CiputraTallasa 416.777 461.652 - (17.053)
JO Citra Mentari Propertindo 50.821 63.578 258 (8.053)
JO Ciputra Karya Pancasakti Nusantara 327.719 323.252 52.847 6.742
JO Ciputra Prima Damai 225 226 - (1)
JO Ciputra Harmoni Abadi 49.047 56.517 247 (7.407)
JO Ciputra Podojoyo 1.109 2.180 - (1.071)
JO Ciputra GrahaTerasama 15.893 7.309 9.514 1.734
JO CSGU 5.767 764 2.464 797
JO CSPU 34.854 56.655 - (8.271)
JO Ciputra Karya Utama 159.445 129.588 88.244 4.869
JO CSP 71.346 35.663 46.213 9.343
JO CKPSN 252.897 107.066 298.535 111.104
BP SG-CVM 141.761 52.495 93.342 28.864
JO Citra Mitra 78.493 112.495 10.039 (5.409)
JO Ciputra Nara 66.609 72.067 - (2.703)

* belum memulai kegiatan usaha komersial/not yet commenced its commercial activities

n. Pada tanggal 30 Januari 2019, PT Ciputra Kirana Dewata (CKD), entitas anak CNUS, mengundurkan diri dari kerjasama operasi (JO) CitraLand Denpasar, dan untuk selanjutnya digantikan oleh PT Cipta Makmur Santosa Realty, pihak ketiga. Sehingga, efektif setelah penandatanganan perjanjian pada tanggal 30 Januari 2019 tersebut, JO CitraLand Denpasar bukan lagi merupakan bagian dari Kelompok Usaha.

Pada tanggal 18 Desember 2018, CMP, entitas anak CR, menandatangani Kesepakatan Penghentian Kerjasama Operasi, dengan PT Cipta Arsigriya (CAG), pihak ketiga, dengan porsi bagi hasil sebesar 50%. Pada tanggal tersebut, CMP dan CAG belum menandatangani berita acara serah terima pengalihan kegiatan operasional dan bisnis secara formal. Akan tetapi, CAG sudah mulai melakukan kegiatan operasional dan aktivitas bisnis JO Citra Arsigriya. Dengan demikian, CMP telah mengalami kehilangan pengendalian atas JO Citra Arsigriya dan sejak tanggal 31 Desember 2018, JO Citra Arsigriya bukan lagi merupakan bagian dari Kelompok Usaha (Catatan 6).

o. Entitas anak melakukan perjanjian kerjasama dengan Mitra Usaha untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia melalui skema kerjasama antara lain sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Perjanjian Kerjasama Cooperation Agreements

Pengakhiran Kerjasama Termination of Cooperation

n. On January 30, 2019, PT Ciputra Kirana Dewata (CKD), a subsidiary of CNUS, has withdrawn from the joint operation (JO) CitraLand Denpasar and to be replaced by PT Cipta Makmur Santosa Realty, third party. Therefore, effective after the agreement signing date on January 30, 2019, JO CitraLand Denpasar is no longer part of the Group.

On December 18, 2018, CMP signed a Termination Agreement of Joint Operation with PT Cipta Arsigriya (CAG), third party, with profit sharing portion by 50%. CMP and CAG have not signed yet formally the acceptance of the transfer of operations and business. However, CAG has started to operate JO Citra Arsigriya business and operational activities. Therefore, CMP has lost its control over JO Citra Arsigriya and since December 31, 2018, JO Citra Arsigriya is no longer part of the Group (Note 6).

o. Subsidiaries have entered into cooperation agreements with Partners to develop land located in several areas in Indonesia through cooperation mechanism, among others, as follows:

Entitas Anak/
Subsidiaries
Mitra Usaha/
Partner
Nama dan
Lokasi Proyek/
Project Name
and Location
Perjanjian Kerjasama/
Cooperation Agreement
Perusahaan PT Taman Dayu The Taman Dayu
Pandaan
Akta No. 126 tanggal 25 November
2004 dari/Deed No. 126 dated
November 25, 2004 of Aulia
Taufani, S.H.
PT Ciputra Abdi
Persada (CAP)
PT Graha Pelita Indah CitraLand, Kendari Akta No. 47 tanggal 7 Oktober
2010 dari/Deed No. 47 dated
October 7, 2010 of Buntario Tigris
Darmawa Ng S.H., S.E., M.H.

o. Entitas anak melakukan perjanjian kerjasama dengan Mitra Usaha untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia melalui skema kerjasama antara lain sebagai berikut: (lanjutan)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Perjanjian Kerjasama (lanjutan) Cooperation Agreements (continued)

Nama dan

o. Subsidiaries have entered into cooperation agreements with Partners to develop land located in several areas in Indonesia through cooperation mechanism, among others, as follows: (continued)

Entitas Anak/
Subsidiaries
Mitra Usaha/
Partner
Lokasi Proyek/
Project Name
and Location
Perjanjian Kerjasama/
Cooperation Agreement
CAP PT Celebes Indonesia
Realty
Pengembangan di/
Development in
Kendari
Akta No. 43 tanggal 25 September
2014 dari/Deed No. 43 dated
September 25, 2010 of Anita
Lucio Kendarto, S.H., M.Kn.
PT Ciputra Nusantara PT Alam Indah Pengembangan di/
Development in
Jayapura
Akta No. 13 tanggal 28 Maret
2014 dari/ Deed No. 13 dated
March 28,2014 of Recky Francky
Limpele, S.H.
PT Ciputra Balai
Property
PT Dipo Service 1) Kawasan residensial di/
Residential area in
Jl. Jend. Gatot Subroto
Kav. 50-52, Jakarta
Akta No. 66 tanggal 11 Agustus
2010 dari/Deed No. 66 dated
August 11, 2010 of Buntario Tigris
Darmawa Ng S.H., S.E., M.H.
PT Ciputra Graha
Mitra
PT Bangun Pratama
Kaltim Abadi
CitraLand City,
Samarinda
Akta No. 7 tanggal 12 April 2007
dari/Deed No. 7 dated April 12,
2007 of Ferdinand Bustani, S.H.
PT Ciputra NGK
Mitra
Djoni dan/and Lina CitraLand NGK,
Jambi
Akta No. 20 tanggal 10 Mei 2010
dari/Deed No. 20 dated May 10,
2010 of Nova Herawati, S.H.
PT Ciputra Fajar
Mitra (CFM)
PT Graha Celebes Realty CitraLand Celebes,
Makassar
Akta No. 28 tanggal 28 Juli 2008
dari/Deed No. 28 dated July 28,
2008 of Piters Djajakustio, S.H.
CFM PT Kolaborang Residence CitraGrand Galesong
City Gowa, Makassar
Akta No. 8 tanggal 6 April 2013
dari/Deed No. 6 dated April 6,
2013 of Recky F. Limpele, S.H
CFM PT Sinar Galesong
Pratama
CitraGarden Manggarupi,
Makassar
Perjanjian tanggal 31 Agustus
2009 dilegalisasi oleh/Agreement
dated August 31, 2009 notarized
of Julius Ismawi, S.H.
PT Ciputra Bangun
Mitra
PT PutraBalikpapan
Adiperkasa
CitraBukit Indah,
Balikpapan
Akta No. 245 tanggal 30 November
2007 dari/Deed No. 245 dated
November 30, 2007 of Adi
Gunawan, S.H.
PT Ciputra Langgeng
Mitra
Tan Haristanto, Liarawati
Soegiharo, Rudyanto,
dan/and Budi Purnomo
CitraGarden,
Pekalongan
Akta No. 13 tanggal 19 April 2010
dari/Deed No. 13 dated April 19,
2010 of Ign. Busono Wiwoho, S.H.

o. Entitas anak melakukan perjanjian kerjasama dengan Mitra Usaha untuk mengembangkan lahan di berbagai daerah di Indonesia melalui skema kerjasama antara lain sebagai berikut: (lanjutan)

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Perjanjian Kerjasama (lanjutan) Cooperation Agreements (continued)

Nama dan

o. Subsidiaries have entered into cooperation agreements with Partners to develop land located in several areas in Indonesia through cooperation mechanism, among others, as follows: (continued)

Entitas Anak/
Subsidiaries
Mitra Usaha/
Partner
Lokasi Proyek/
Project Name
and Location
Perjanjian Kerjasama/
Cooperation Agreement
PT Ciputra Mitra
Tunas
PT Karyadeka Alam
Lestari
CitraLand BSB City,
Semarang
Akta No. 30 tanggal 21 Juni 2012
dari/Deed No. 30 dated June 21,
2012 of Recky F. Limpele, S.H.
PT Ciputra Nusa
Mitra
PT Budi Sari Murni Aji CitraLand, Cirebon Akta No. 4 tanggal 9 Oktober 2013
dari/Deed No. 4 dated October 9,
2013 of Recky.F. Limpele, S.H.
PT Ciputra Orient
Mitra
PT Artha Megah
Propertindo
CitraLand Megah,
Batam
Akta No. 2 tanggal 10 April 2013
dari/Deed No. 2 dated April 10,
2013 of Martina Hendriati, S.H.
PT Ciputra Sukses
Property
PT Bangka Metro City CitraLand Botanical
City, Pangkalpinang
Akta No. 34 tanggal 18 Oktober
2011dari/Deed No. 34 dated
October 18, 2011 of Wahyu
Dwicahyono, S.H.
PT Cita Citra Lestari
(CCL)
PT Graha Elok Asrijaya
(GEA)
CitraLand dan/and
Citra Garden,
Banjarmasin
Akta No. 76 tanggal 22 Agustus
2005 dari/Deed No. 76 dated
August 22, 2005 of Robensjah
Sjachrah, S.H.
PT Ciputra Mitra
Lestari (CML)
PT Kartanegara Indah
Permai, PT Senyiur
Permai, PT Kawasan
Kayan Raya Indah,
PT Kawasan Meranti
Sakti Mandiri dan/and
PT Bukit Surya
Indah Permai
CitraGrand
Senyiur City,
Samarinda
Akta No. 24 tanggal 16 Januari
2014 dari/Deed No. 24 dated
January 16, 2014 of Hernawan
Hadi, S.H.

1) Perjanjian kerjasama operasi telah berakhir 1) Joint operation agreement has ended

Berdasarkan perjanjian operasi bersama tersebut, Entitas Anak antara lain memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan dan memasarkan kapling dan bangunan proyek, sementara Mitra Usaha menyediakan tanah untuk pengembangan. Adapun pembagian keuntungan adalah dari hasil penjualan disetujui berdasarkan persentase tertentu dari harga jual kapling tanah dan bangunan.

Under the terms of the cooperation agreements, Subsidiaries have the obligation to, among others, run the affairs of and sell the project's land lots and building, while the Partner provides the land for development. The revenue sharing was agreed to be based on certain percentage of the sales price of the land and building.

  • p. Berdasarkan susunan perjanjian kerjasama antara PT Cakrawala Respati (CWR), entitas anak CR, dengan Mitsui Fudosan Residential CO. LTD (MFR), CWR (melalui PT Citra Mitra Properti atau CMP), dan MFR (melalui Sea Investment One Private Limited atau SEAI1), setuju untuk membentuk operasi bersama dengan mendirikan perseroan terbatas yang disebut PT Citra Menara Mega (CMM). Kepemilikan CMM sebesar 51% untuk CMP dan 49% untuk SEAI1. CMM dibentuk dalam rangka kerjasama pengembangan lahan di CitraGarden City, Kalideres, Jakarta Barat dengan luas lahan 12,5 hektar. Dalam perjanjian tersebut, CMP antara lain memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan dan memasarkan kapling dan bangunan proyek, sementara SEAI1 menyediakan dana untuk pengembangan. Pembagian hasil penjualan disetujui berdasarkan persentase tertentu atas keuntungan dari pengendalian bersama entitas.
  • q. Berdasarkan susunan perjanjian kerjasama antara CR dengan Mitsui Fudosan Residential CO. LTD (MFR), CR (melalui PT Ciputra Rumpun Investama atau CRI), dan MFR (melalui Sea Investment Two Private Limited atau SEAI2) setuju untuk membentuk operasi bersama dengan mendirikan perseroan terbatas yang disebut PT Citra Ecopolis Raya (CER). Kepemilikan CER sebesar 51% untuk CRI dan 49% untuk SEAI2. CER dibentuk dalam rangka kerjasama pengembangan lahan di CitraRaya, Tangerang, dengan luas lahan 53,57 hektar.

Dalam perjanjian tersebut, CRI antara lain memiliki kewajiban untuk melaksanakan pembangunan CER dan memasarkan kapling dan bangunan proyek, sementara SEAI2 menyediakan dana untuk pengembangan. Pembagian hasil penjualan disetujui berdasarkan persentase tertentu atas keuntungan dari pengendalian bersama entitas.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Perjanjian Kerjasama (lanjutan) Cooperation Agreements (continued)

  • p. Based on a framework cooperation agreement between PT Cakrawala Respati (CWR), a subsidairy of CR, and Mitsui Fudosan Residential CO. LTD (MFR), CWR (through PT Citra Mitra Properti or CMP), and MFR (through Sea Investment One Private Limited or SEAI1) agreed to form a joint operation by establishing a limited liability company, namely PT Citra Menara Megah (CMM). The ownership of CMM is 51% for CMP and 49% for SEAI1. CMM was formed in conformity with an agreement for the development of land properties located in CitraGarden City, Kalideres, West Jakarta covering a total land area of 12.5 hectares. Based on the agreement, CMP has the obligation to, among others, run the affairs of CMM and sell the project's land lots and building, while SEAI1 provides funds for development. Revenue sharing has been agreed to be calculated based on a certain percentage of the profit from the jointly controlled entity.
  • q. Based on a framework cooperation agreement between CR and Mitsui Fudosan Residential CO. LTD (MFR), CR (through PT Ciputra Rumpun Investama or CRI), and MFR (through Sea Investment Two Private Limited or SEAI2) agreed to form a joint operation by establishing a limited liability company, namely PT Citra Ecopolis Raya (CER). The ownership of CER is 51% for CRI and 49% for SEAI2. CER was formed in conformity with an agreement for the development of land properties located in CitraRaya, Tangerang, covering a total land area of 53.57 hectares.

Based on the agreement, CRI has the obligation to, among others, run the affairs of CER and sell the project's land lots and building, while SEAI2 provides funds for development. Revenue sharing has been agreed to be calculated based on a certain percentage of the profit from the jointly controlled entity.

q. Pada tanggal 1 Mei 2013, CER dan CRI mengadakan perjanjian manajemen proyek dimana CER bermaksud untuk (i) memperoleh sertifikat Hak Guna Bangunan ("HGB") dan Surat Pelepasan Hak ("SPH") atas seluruh aset terkait dengan tanah yang berlokasi Jl. Citraraya Boulevard, Tangerang, Indonesia; (ii) membangun kawasan tempat tinggal keluarga dan fasilitas komersil dalam satu kawasan terpadu untuk rumah tinggal dan pengunaan komersil; (iii) menjual rumah tinggal dan bangunan retail kepada pihak ketiga.

CER menunjuk CRI untuk menyediakan jasa proyek manajemen atas (i) perolehan HGB dan SPH terkait dengan kawasan, pengelolaan kawasan, pembelian atas pengembangan yang diperlukan dan ijin bangunan, dan pembangunan rumah tinggal dan bangunan retail dan pengembangan kawasan dan (ii) menjalankan kegiatan administrasi, operasi, manajemen, pemasaran rumah tinggal dan bangunan retail dan pengembangan kawasan.

  • r. Berdasarkan perjanjian kerjasama yang dinyatakan pada akta notaris Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., No. 110 tanggal 19 Maret 2013, PT Ciputra Balai Property melakukan kerja sama dengan PT Puri Sarana Damai untuk pengembangan lahan di Jl. Lingkar Luar Barat, Jakarta Barat dengan luas kurang lebih 7,5 hektar.
  • s. Berdasarkan akta notaris Elina Kartini No. 6 tanggal 3 Agustus 2016, PT Citra Graha Pertiwi (CGPT) melakukan kerjasama dengan PT SGI Graha Pratama (SGIGP) untuk membentuk perusahaan patungan berupa perseroan terbatas berkedudukan di Batam dengan nama PT Citra Seraya Supremenusa (CSS).

Kepemilikan CSS sebesar 50% masing-masing untuk CGPT dan SGIGP. CSS dibentuk dalam rangka kerjasama pengembangan lahan di Kota Batam, dengan luas lahan 1,4 hektar menjadi suatu kawasan hunian bertingkat, perkantoran, pertokoan, pusat niaga, dan hotel.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

40. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan) 40. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

Perjanjian Kerjasama (lanjutan) Cooperation Agreements (continued)

q. On May 1, 2013, CER and CRI entered into a project management agreement, whereby CER intends (i) to acquire the certificates of Hak Guna Bangunan ("HGB") and Surat Pelepasan Hak ("SPH") of all properties relating to a certain land property located in Jl. Citraraya Boulevard, Tangerang, Indonesia; (ii) to construct single family residential and commercial facilities on the site for the purpose of residential and commercial use; (iii) to sell all residential and retail properties to third parties.

CER engaged CRI to provide certain project management services with respect to (i) acquisition of the HGB and SPH relating to the site, the management of the site, the procurement of all required development and building permits, and the construction of the residential and retail properties and development of the site and (ii) maintain the administration, operation, management and marketing of the residential and retail properties and developed site.

  • r. Based on a cooperation agreement which is notarized under deed No. 110 dated March 19, 2013 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., PT Ciputra Balai Property agreed to cooperate with PT Puri Sarana Damai regarding the development of land located at Jl. Lingkar Luar Barat, West Jakarta with an area of approximately 7.5 hectares.
  • s. Based on notarial deed No.6 dated August 3, 2016 of Elina Kartini, PT Citra Graha Pertiwi (CGPW) agreed to form a joint venture with PT SGI Graha Pratama (SGIGP) by establishing a limited liability company located in Batam namely PT Citra Seraya Supremnusa (CSS).

Ownership in CSS is 50% for each of CGPT and SGIGP. CSS was formed in conformity with an agreement for the development of land properties located in Batam, covering a total land area of 1.4 hectares to become high-rise residential, office, shops, shopping centers, and hotel.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

41. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 41. SUPPLEMENTAL CASH FLOW INFORMATION

Aktivitas nonkas adalah sebagai berikut: Non-cash activities are as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
For Year Ended December 31,
2020 2019
Reklasifikasi dari
aset tetap ke tanah untuk pengembangan
509.202 10.322 Reclassification from
fixed asset to land for development
Reklasifikasi dari tanah untuk
pengembangan ke persediaan
131.413 497.313 Reclassification from land
for development to inventories
Reklasifikasi dari uang muka
pembelian tanah ke
tanah untuk pengembangan
86.586 107.591 Reclassification from
advances for purchase of land
to land for development
Reklasifikasi dari persediaan
ke aset tetap
49.532 11.018 Reclassification from inventory
to fixed assets
Reklasifikasi dari uang muka
pembelian ke aset tetap
34.060 1.541 Reclassification from advances
for purchases to fixed assets
Perolehan properti investasi melalui
kapitalisasi bunga
16.512 - Acquisition of investment properties
through capitalized interest
Reklasifikasi dari aset tetap
ke properti investasi
16.257 11.174 Reclassification from fixed asset
to investment properties
Perolehan persediaan melalui
kapitalisasi bunga
8.810 - Acquisition of inventories through
capitalized interest
Reklasifikasi dari tanah untuk pengembangan
ke properti investasi
8.630 - Reclassification from land for
development to investment properties
Reklasifikasi dari persediaan
ke properti investasi
1.052 29.991 Reclassification from inventories
to investment properties
Perolehan properti investasi melalui
utang lain-lain
- 32.156 Acquisition of investment properties
through other payables
Reklasifikasi dari uang muka
pembelian tanah ke persediaan
- 6.177 Reclassification from advances
for purchase of land to inventory
Perolehan aset tetap melalui
kapitalisasi bunga
- 5.578 Acquisition of fixed assets
through capitalized interest
Reklasifikasi dari properti investasi
ke aset tetap
- 265 Reclassification from investment
properties to fixed assets
Reklasifikasi dari piutang lain-lain
ke aset tetap
- 70 Reclassification from other
receivables to fixed assets
Reklasifikasi dari aset tidak lancar
lainnya ke aset tetap
- 42 Reclassification from other non
current assets to fixed assets

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

Berikut adalah akun-akun pada laporan keuangan konsolidasian tahun sebelumnya yang direklasifikasi untuk memungkinkan daya banding akun-akun tersebut dengan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020:

Laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2019

42. REKLASIFIKASI AKUN 42. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS

The following are the accounts in the prior year consolidated financial statements which have been reclassified to allow their comparison with the accounts in the consolidated financial statements as of December 31, 2020:

Consolidated financial position as of December 31, 2019

Dilaporkan
sebelumnya/
As previously
reported
Reklasifikasi/
Reclassification
Diklasifikasikan
kembali/
As reclassified
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Uang muka yang diterima 4.874.218 (4.874.218 ) - Advances received
Liabilitas kontrak - 4.829.622 4.829.622 Contract liabilities
Pendapatan diterima dimuka 198.176 45.096 243.272 Unearned revenues
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Uang muka yang diterima 2.024.485 (500 ) 2.023.985 Advances received
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Equity attributable to owners
of the parent entity
Tambahan modal disetor - neto
Selisih nilai transaksi ekuitas
dengan kepentingan
3.591.865 (21.844 ) 3.570.020 Additional paid-in-capital - net
Difference in value of equity
transactions with
nonpengendali 66.965 21.844 88.810 noncontrolling interests

43.STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

Berikut ini adalah beberapa amendemen atas standar akuntansi yang telah disahkan DSAK yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif sampai dengan 1 Januari 2021:

Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 Effective on or after January 1, 2023

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan:

  • Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian
  • Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan
  • Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas
  • Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE

The following are several amendment accounting standards issued by the DSAK, relevant to the Group's financial reporting but not yet effective until January 1, 2021

Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current

The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current. The amendments clarify:

  • - What is meant by a right to defer settlement
  • - That a right to defer must exist at the end of the reporting period
  • - That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right
  • - That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification

43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Berikut ini adalah beberapa amendemen atas standar akuntansi yang telah disahkan DSAK yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif sampai dengan 1 Januari 2021: (lanjutan)

Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 (lanjutan)

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang (lanjutan)

Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan harus diterapkan secara retrospektif. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak amendemen terhadap praktik saat ini dan apakah negosiasi ulang atas perjanjian pinjaman yang ada mungkin diperlukan. Penerapan lebih dini diperkenankan.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 Effective on or after January 1, 2022

Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak

Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.

Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak meliputi biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari:

    1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
    1. Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.

Entitas menerapkan amendemen tersebut pada kontrak yang belum terpenuhi semua kewajibannya pada awal periode pelaporan tahunan yang mana entitas pertama kali menerapkan amendemen (tanggal aplikasi awal). Entitas tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sebagai gantinya, entitas mengakui dampak kumulatif dari penerapan awal amendemen sebagai penyesuaian terhadap saldo awal atas saldo laba atau komponen ekuitas lainnya, sebagaimana mestinya, pada tanggal aplikasi awal. Penerapan lebih dini diperkenankan.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The following are several amendment accounting standards issued by the DSAK, relevant to the Group's financial reporting but not yet effective until January 1, 2021 (continued)

Effective on or after January 1, 2023 (continued)

Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current (continued)

The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and must be applied retrospectively. The Group is currently assessing the impact the amendments will have on current practice and whether existing loan agreements may require renegotiation. Earlier application is permitted.

Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs

This amendment clarifies the cost of fulfilling a contract in relation to determining whether a contract is a burdensome contract.

The amendments to PSAK 57 provide that costs to fulfill a contract comprise of costs that are directly related to the contract. Costs that are directly related to the contract consist of:

  • 1. Incremental costs to fulfill the contract, and
  • 2. Allocation of other costs that are directly related to fulfilling the contract

An entity shall apply those amendments to contracts existing at the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendments (the date of initial application). The entity shall not restate comparative information. Instead, the entity shall recognize the cumulative effect of initially applying the amendments as an adjustment to the opening balance of retained earnings (or other component of equity, as appropriate) at the date of initial application. Earlier application is permitted.

43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Berikut ini adalah beberapa amendemen atas standar akuntansi yang telah disahkan DSAK yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif sampai dengan 1 Januari 2021: (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 Effective on or after January 1, 2021

Amendemen ini dikeluarkan untuk membantu entitas menentukan apakah serangkaian kegiatan dan aset yang diperoleh adalah bisnis atau bukan. Amendemen ini mengklarifikasi persyaratan minimum untuk bisnis, menghapus penilaian apakah pelaku pasar mampu mengganti elemen yang hilang, menambah panduan untuk membantu entitas menilai apakah proses yang diperoleh adalah substantif, mempersempit definisi bisnis dan keluaran, dan memperkenalkan uji konsentrasi nilai wajar opsional. Contoh ilustratif baru diberikan bersama dengan amendemen.

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2

Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 diadopsi dari IFRS tentang Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 membahas isu yang mungkin mempengaruhi pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga dengan acuan alternatif yang baru.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The following are several amendment accounting standards issued by the DSAK, relevant to the Group's financial reporting but not yet effective until January 1, 2021 (continued)

Amendemen PSAK 22: Definisi Bisnis Amendments to PSAK 22: Definition of Business

These amendments were issued to help entities determine whether an acquired set of activities and assets is a business or not. They clarify the minimum requirements for a business, remove the assessment of whether market participants are capable of replacing any missing elements, add guidance to help entities assess whether an acquired process is substantive, narrow the definitions of a business and of outputs, and introduce an optional fair value concentration test. New illustrative examples were provided along with the amendments.

Amendments to PSAK 71: Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2

Amendments to PSAK 71, Amendments to PSAK 55, Amendments to PSAK 60, Amendments to PSAK 62 and Amendments to PSAK 73 concerning Interest Rate Reference Reform - Phase 2 were adopted from IFRS concerning Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 addresses issues that may affect financial reporting during the benchmark interest rate reform, including the impact of changes in contractual cash flows or hedging relationships that arise from replacing the benchmark interest rate with a new alternative reference.

43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Berikut ini adalah beberapa amendemen atas standar akuntansi yang telah disahkan DSAK yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif sampai dengan 1 Januari 2021: (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 (lanjutan)

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 (lanjutan)

Amendemen ini mengubah persyaratan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62: Kontrak Asuransi dan PSAK 73: Sewa yang terkait dengan:

  • perubahan dasar untuk menentukan arus kas kontraktual dari aset keuangan, liabilitas keuangan dan liabilitas sewa;
  • akuntansi lindung nilai; dan
  • pengungkapan.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 hanya berlaku untuk perubahan yang disyaratkan oleh reformasi acuan suku bunga untuk instrumen keuangan dan hubungan lindung nilai.

Kelompok Usaha sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Pandemi COVID-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman COVID-19. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The following are several amendment accounting standards issued by the DSAK, relevant to the Group's financial reporting but not yet effective until January 1, 2021 (continued)

Effective on or after January 1, 2021 (continued)

Amendments to PSAK 71: Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2 (continued)

These amendments amend the requirements of PSAK 71: Financial Instruments, PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62: Insurance Contracts and PSAK 73: Leases related to:

  • - changes in the basis for determining the contractual cash flows of financial assets, financial liabilities and lease liabilities;
  • - hedge accounting; and
  • - disclosure.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 applies only to changes required by the benchmark interest rate reform for financial instruments and hedge relationships.

The Group is presently evaluating and has not yet determined the effects of these accounting standards on its financial statements.

44. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI 44. ECONOMIC ENVIRONMENT UNCERTAINTY

This Covid-19 pandemic in 2020 has caused global and domestic economic slowdown. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to eradicate COVID-19 threat. The management is closely monitoring the Company's operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation.

45. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE LAPORAN

Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 - Undang-Undang Cipta Kerja

Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.

Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian diotorisasi, Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak potensial penerapan peraturan pelaksana PP 35/2021, termasukdampaknya pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha untuk periode pelaporan berikutnya.

Ratings.

Perusahaan menerbitkan Wesel 2026 dengan nilai nominal sebesar SGD150.000.000 (nilai penuh) dari total nilai program yang berjumlah sebesar SGD400.000.000 (nilai penuh) yang terdaftar pada Bursa Efek Singapura dengan The Bank of New York Mellon, Cabang Singapura, pihak ketiga, bertindak selaku wali amanat, dengan rincian sebagai berikut:

Penerbitan Wesel 2026 tersebut ditujukan untuk melunasi (refinance) Wesel 2021. Wesel 2026 tersebut merupakan kewajiban tanpa jaminan dan tidak memiliki persyaratan pemeringkatan. Bunga terutang setiap enam bulan pada tanggal 2 Februari dan 2 Agustus dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 6% per tahun. Wesel 2026 tersebut mendapat penilaian peringkat B+ (stable) dari Fitch

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

45. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

Government Regulation Number 35 Year 2021 – Job Creation Law

On February 2, 2021, the Government promulgated Government Regulation Number 35 Year 2021 (PP 35/2021) to implement the provisions of Article 81 and Article 185 (b) of Law no. 11/2020 concerning Job Creation (Cipta Kerja), which aims to create the widest possible employment opportunities.

PP 35/2021 regulates the work agreement for a certain period (non-permanent employees), outsourcing, working time, rest time and termination of employment, which can affect the minimum benefits that must be provided to employees.

As of the authorization date of these consolidated financial statements, the Group is still evaluating the potential impacts of PP 35/2021, including the impacts on the Group's consolidated financial statements for the next reporting period.

Refinancing Wesel Bayar Refinancing of Notes Payable

The Company issued Notes 2026 at a par value amounting to SGD150,000,000 (full amount) of SGD400,000,000 (full amount) programme size which was listed at Singapore Exchange Listing with The Bank of New York Mellon, Singapore Branch, third party, as the trustee, with details as follows:

Nilai nominal/ Jangka waktu/tenor
Wesel 2026/ face value Tanggal penerbitan/ Jatuh tempo/
Notes 2026 (nilai penuh/full amount) issuance date due date
Seri 1/Series 1 SGD 100.000.000 02/02/2021 02/02/2026
Seri 2/Series 2 SGD 25.000.000 11/02/2021 02/02/2026
Seri 3/Series 3 SGD 25.000.000 05/03/2021 02/02/2026
Jumlah/Total SGD 150.000.000

The proceeds from the issuance of Notes 2026 was used to refinance Notes 2021. Notes 2026 constitute an unsecured obligation and have no rating requirement. Interest is payable semiannually on every February 2 and August 2 with fixed interest rate of 6% annually. Notes 2026 received the rating of B+ (stable) from Fitch Ratings.

45. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE LAPORAN (lanjutan)

Pada bulan Maret 2021, Perusahaan telah melunasi Wesel 2021 dengan nilai nominal sebesar SGD150.000.000 (nilai penuh) (Catatan 24) dengan menggunakan dana hasil penerbitan Wesel 2026, dengan rincian sebagai berikut:

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

45. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD (continued)

Refinancing Wesel Bayar (lanjutan) Refinancing of Notes Payable (continued)

Lindung nilai atas Wesel Bayar Hedging related to Notes Payable

In March 2021, the Company has fully repaid Notes 2021 with par value amounting to SGD150,000,000 (full amount) (Note 24) using the issuance proceeds of Notes 2026, with details as follows:

Tanggal pelunasan/ Keterangan/ Nilai nominal/face value Nilai pelunasan/
redemption date Description (nilai penuh/full amount) redemption rate
04/03/2021 Tender SGD 67.250.000 100% dari nilai nominal/
100% from its face value
19/03/2021 Call Option SGD 87.250.000 100% dari nilai nominal/
100% from its face value
Jumlah/Total SGD 150.000.000

Sehubungan dengan pelunasan Wesel 2021, pada bulan Maret 2021, Perusahaan telah melakukan unwinding seluruh kontrak cancellable call spread dengan Deutsche Bank AG, Cabang Singapura dengan nilai nosional SGD150.000.000 (nilai penuh) (Catatan 25).

Sehubungan dengan penerbitan Wesel 2026, Perusahaan telah menandatangani perjanjian call spread (Perjanjian) dengan rincian sebagai berikut:

In relation to the fully repayment of Notes 2021, in March 2021, the Company is unwinding its cancellable call spread contract with Deutsche Bank AG, Singapore branch with notional amount of SGD150,000,000 (full amount) (Note 25).

In relation to the issuance of Notes 2026, the Company is entering call spread contracts (Agreement) with details as follows:

Spread Masa berlaku kontrak/Contract period
Nilai nosional/ (Rupiah penuh/ Mulai/ Selesai/
Counterparty Notional amount full Rp amount) commencement termination
Deutsche Bank AG,
Cabang/branch Jakarta SGD 100.000.000 10.720 - 12.220 02/02/2021 02/02/2026
PT Bank DBS Indonesia SGD 50.000.000 10.850 - 12.350 05/03/2021 02/02/2026
Jumlah/Total SGD 150.000.000

Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan menyetujui untuk membayar premi dibayar dimuka sebesar SGD2.000.000 (nilai penuh) dan premi tahunan yang berkisar antara 1,90% sampai dengan 2,05% per tahun yang terhutang setiap setiap tanggal 2 Februari dan 2 Agustus sampai dengan berakhirnya waktu Perjanjian pada tanggal 2 Februari 2026 (jatuh tempo Wesel 2026), dengan pembayaran premi pertama pada tanggal 2 Agustus 2021.

Based on the Agreement, the Company agreed to pay the upfront premium amounting to SGD2,000,000 (full amount) and annual premium ranging from 1.90% up to 2.05% per year payable every semester on February 2 and August 2 until the Agreement expires on February 2, 2026 (maturity of Notes 2026), with the first premium payment on August 2, 2021.

45. PERISTIWA PENTING SETELAH PERIODE LAPORAN (lanjutan)

Pembayaran Utang Bank dan Lembaga Keuangan dan Utang Obligasi

Pada tanggal 4 Januari 2021, CR telah melakukan pembayaran utang bank jangka pendek yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp200.000 (Catatan 14).

Pada tanggal 4 Januari 2021, CNUS telah melakukan pembayaran sebagian utang bank jangka pendek yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp200.000 (Catatan 14).

Pada tanggal 29 Maret 2021, SNIP memperoleh fasilitas pinjaman term loan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan jumlah pagu pinjaman sebesar Rp950.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman sindikasi SNIP yang diperoleh dari PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank ICBC Indonesia. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga sebesar 8% per tahun dan berjangka waktu 82 bulan. Pinjaman ini dijamin dengan piutang, persediaan dan properti investasi dari proyek Ciputra World 2 Jakarta (Catatan 5, 7 dan 13) serta undertaking dari Perusahaan.

Pada tanggal 31 Maret 2021, SNIP telah melunasi seluruh utang sindikasi yang diperoleh dari PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank ICBC Indonesia, dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir (Catatan 14).

Pada tanggal 31 Maret 2021, CR telah melunasi seluruh utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang diperoleh dari IFC dengan nilai pokok pinjaman sebesar USD3.646.854 (nilai penuh) dan selanjutnya fasilitas pinjaman tersebut telah berakhir (Catatan 14).

Pada tanggal 5 April 2021, CR telah melunasi seluruh Utang Obligasi I Ciputra Residence Seri C sebesar Rp80.000, dan selanjutnya seluruh Utang Obligasi I Ciputra Residence telah berakhir (Catatan 23).

PT CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 for the Year ended (Expressed in millions of rupiah, unless otherwise stated)

45. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD (continued)

Repayment of Bank and Financial Institutions Loans and Bonds Payable

On January 4, 2021, CR has repaid the short-term bank loan obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounted to Rp200,000 (Note 14).

On January 4, 2021, CNUS has partially repaid the short-term bank loan obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounted to Rp200,000 (Note 14).

On March 29, 2021, SNIP obtained term loan facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk with total maximum amount of Rp950,000 which was used to refinance SNIP's syndication loan facility obtained from PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk and PT Bank ICBC Indonesia. The credit facility bears annual interest rate of 8% and will mature in 82 months period. This loan is collateralized by trade receivables, inventories and investment properties of Ciputra World 2 Jakarta project (Notes 5,7 and 13) and undertaking from the Company.

On March 31, 2021, SNIP has fully repaid the syndication loan obtained from PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk and PT Bank ICBC Indonesia and subsequently, the loan facility has ended (Note 14).

On March 31, 2021, CR has fully repaid the longterm bank and financial institution loan obtained from IFC with notional amount of USD3,646,854 (full amount), and subsequently, the loan facility has ended (Note 14).

On April 5, 2021, CR has fully repaid the Bonds I Ciputra Residence series C amounted to Rp80,000 and subsequently, all of the Bonds I Ciputra Residence has ended (Note 23).