Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Steady Safe Tbk Interim / Quarterly Report 2020

Dec 31, 2020

69672_rns_2020-12-31_b23478e8-7332-4ad0-b77f-c10a90a5f078.pdf

Interim / Quarterly Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT STEADY SAFE Tbk

CHEK LIST

Atas

Laporan keuangan konsolidasian interim

untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist :

  1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pewngungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).

  2. Tanda (Ѵ) diisi pada kolom ‘ada’ apabila Emiten / Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘keterangan” ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.

  3. Apabila Emiten /Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratn pengungkapan yang diharuskan maka tanda (Ѵ) diisi pada kolom ‘Tidak Ada” dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.

  4. Apabila Emiten / Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (Ѵ) diisi pada kolom ‘N/A’.

  5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan (untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT. SteadySafe Tbk
BidangUsaha Jasa Transportasi
Jenispenawaran umum -
31 Desember 2020 31 Desember 2019
Nama Kantor Akuntan Publik KAP Heliantono dan Rekan KAP Heliantono dan Rekan
Nama Partner Rahmat Sukendar,SE.,Ak.,CA.,CPA. Rahmat Sukendar,SE.,Ak.,CA.,CPA.
Opini Akuntan Wajar Tanpa Pengecualian Wajar Tanpa Pengecualian
Catatan tentang Opini (Jika ada)

*disesuaikan dengan periode penyajian Laporan keuangan.

Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No. VIII.G.11 Tentang "Tanggung Jawab Direksi
Atas Laporan Keuangan"
Ѵ
Pemenuhan Peraturan No. VIII.A.2 Tentang "Independensi Akuntan Yang
Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"
Ѵ
Data Keuangan Penting
Periode Laporan Keuangan 31 Des 2020 31 Des 2019
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 143.961.352.119 180.073.555.181
Laba(rugi)bruto 37.185.012.026 63.522.143.072
Laba(rugi)usaha/operasional 23.910.513.276 54.111.425.055
Laba(rugi)Bersih tahun berjalan (17.589.816.911) 9.207.473.993
Laba(rugi)komprehensif (17.415.165.901) 9.120.265.720
Laba Per saham(dasar) (28,31) 14,83
Laba Per saham(dilusian) - -
Periode 31 Des 2020 31 Des 2019
Laporan Posisi Keuangan
Jumlah Aset 322.122.601.641 357.452.208.843
Jumlah Aset Lancar 20.982.095.779 25.440.029.596
Jumlah Aset Tidak Lancar 301.140.505.863 332.012.179.247
Jumlah Liabilitas 391.040.622.215 408.955.063.516
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 187.447.337.837 190.967.041.916
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 203.593.284.379 217.988.021.600
Jumlah Ekuitas (60.623.120.392) (40.050.898.906)
Modal Disetor 724.545.364.324 724.545.364.324
Saldo Defisit (785.168.484.716) (764.596.263.230)

*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya

Catatan :

  1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industry apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

  2. Emiten atau Perusahaaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari :
1 Laporanposisi keuanganpada akhirperiode Ѵ Halaman 1-3
2 Laporan laba rugi komprehensif selamaperiode Ѵ Halaman 4 dan 5
3 Laporanperubahan ekuitas selamaperiode Ѵ Halaman 6
4 Laporan arus kas selamaperiode Ѵ Halaman 7
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasipos-pos dalam laporan keuangannya.
Ѵ
6 Catatan atas Laporan Keuangan Ѵ Halaman 8-72
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
1.
2.
3.
4.
Ketentuan umum
Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan,laporan laba rugi komprehensif,laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos; dan
d. Pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi :
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan dibagian manapun dalam laporan keuangan,
tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah,tidak menggunakan kata"sebagian".
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai
Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset
yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,dan resiko yang ditutup serta
pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,apabila tidak di
asuransikan wajib.
diungkapkan alasannya.
Catatan 1a
Catatan 2a
Catatan 4-30
Catatan 2
Catatan 9
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-halyangharus diungkapkan,antara lain:
a. Pendirianperusahaan
1) Riwayat ringkasperusahaan; Ѵ Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terkahir, pengesahan dari
instansiyangberwenang,dan nomor serta tanggal Berita Negara;
Ѵ Catatan 1a
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada
periodepelaporan;
Ѵ Catatan 1a
4) Tempat kedudukanperusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; Ѵ Catatan 1a
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode
laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari
eskspansi atauperampingan usaha dan kapasitasproduksinya;dan
Ѵ
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate
parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan
alasannya.
Ѵ
7) Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentangPerizinanyangdimiliki.
Ѵ
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan
perundangan
atau
keputusan
pemerintah
yang
mendasari
penyelenggaraan
jalan tol tersebut.
Ѵ
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidangusaha dari Menteri Keuangan atau Otoritasyangberwenang
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk
menjalankan kegiatan berdasarkanprinsipsyariah(jika ada)
Ѵ
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi /Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi :
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi;
• Tanggal perolehan izin eksplorasi serta tanggal jatuh temponya;
• Presentase kepemilikan saham Perseroan pada pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi
per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/pengembangan meliputi :
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi;
• Tanggal perolehan izin eksplorasi serta tanggal jatuh temponya;
• Presentase kepemilikan saham Perseroan pada pemilik izin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan
per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
• Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
• Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh
Perseroan hingga tanggal laporanposisi keuangan.
Ѵ
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan ;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH; dan
c)sisa umur HPH.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum,termasuk penawaran Efek
diterbitkan di luar Indonesia;
Ѵ catatan 1c
2) Jenis danjumlah Efekyangditawarkan; Ѵ catatan 1c
3) Bursa tempat Efek dicatatkan;dan Ѵ catatan 1c
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan
(corporate
action)sejakpenawaran umumperdana sampai denganperiodepelaporan terakhir.
Ѵ catatan 1c
c. Struktur Perusahaan,entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK) yang harus di
ungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun tidak
langsung;
Ѵ catatan 1c
2) Tempat kedudukan; Ѵ catatan 1c
3) Jenis usaha; Ѵ catatan 1c
4) Tahun beroperasi secara komersial; Ѵ catatan 1c
5) Presentase kepemilikan danproporsi hak suara(jika berbeda) Ѵ catatan 1c
6) Total Aset;dan Ѵ catatan 1c
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari 50%
(lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepimilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50%
(lima
puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investe tidak diikuti dengan
pengendalian;
Ѵ catatan 1c
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan

tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda; d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka; e) suatu rincian yang menunjukkan dampaksetiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan e) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak,maka entitas induk harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian; (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan; (3) jumlah harga yang diterima; (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; (5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan; dan (6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
d. Karyawan, direksi, komisaris dan komite audit
Yangharus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite
audit;
Ѵ catatan 1b
2) Cakupan Manajemen kunci;dan Ѵ
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan
tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan
entitas
anak.
Ѵ catatan 1b
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit;dan Ѵ catatan 1e
2) Pihakyangbertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan Ѵ catatan 1e
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan
disajikan
sesuai dengan SAK
Ѵ catatan 2
b. Dasarpengukuran danpenyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical
cost),biaya
perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar (fair
value)ataujumlahyangdapat dipulihkan berdasarkan SAK berlaku.
Ѵ catatan 2
2) Dasarpenyusunan laporan keuangan,yaitu dasar akrual,kecuali untuk laporan arus kas Ѵ catatan 2
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan,meliputi:
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan,apabila terdapat perubahan mata uang fungsional
perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
c)alasanperubahan mata uang penyajian(jika ada)
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada) Ѵ Tidak
ada
perubahan
periode
pelaporan
c. Penggunaan Pertimbangan,Estimasi,dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian
lain dari catatan atas laporan keuangan,pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam
proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling siginifikan
terhadap
jumlahyangdiakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan,dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan,
yang memiliki resiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah
tercatat Aset dan Liabilitas dalamperiodepelaporan berikutnya;dan
Ѵ Catatan 3
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas
laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan
relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi
tidak terbataspada hal-hal sebagai berikut:

Ada Tidak N/A Keterangan

Keterangan

No

1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas induk dan
entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan entitas
induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan non
pengendali; dan
d) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi tela
dieliminasi
Ѵ Catatan 2b
2 Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis,termasuk metode yang digunakan untuk
mengukur kepentingan nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk_goodwill_;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk_goodwill_; dan
d) kegijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan,
antara lain:
1) pembelian
2) akuisisi secara bertahap; dan
3)imbalan kontijensi.
Ѵ Catatan 2d
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
3) Kas dan setara kas Ѵ Catatan 2f
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara
kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori,termasuk perlakuan atas biaya
transaksi;
2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori;
3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan;
4) metoda yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar Instrumen keuangan;
5) metoda perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari aset
keuangan;
6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan;
7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain penjelasan
sebagaimana dimaksud dalam angka (1),angka (2),angka (3), angka (4), angka (5), dan
angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai ;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindungnilai untuk tujuan akuntansi lindungnilai.
Ѵ Tidak
ada
instrument
Keuangan
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) klasifikasi dan reklasifkasi investasi pada sukuk;
2) pengakuan awal sukuk;
Ѵ Tidak
ada
investasi
Sukuk
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
3) pengukuran setelah pengakuan awal sukuk;
4) penyajian pendapatan sukuk; dan
5) penyajian amortisasi biaya transaksi;
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan sukuk;
(4) posisi penyajian sukuk; dan
(5)akad syariahyangdigunakan;
Ѵ Tidak
ada
sukuk yang
diterbitkan
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum,
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank lain
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank lain.
Ѵ
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode pencatatan
danpengukurannya.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
7) Khusus Industri Perbankan Ѵ
Obligasi Rekapitulasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitulasi yang dimiliki;
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitulasi Pemerintah;
dan
c)Dasarpenyajian efek-efek dalam laporan keuangan;
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit;
(4) perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan
(5) kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan /kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan dengan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan
(3)Perlakuan akuntansi atas keuntungan(kerugian)dari realisasipenjualan agunan.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumem
Ѵ
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan resource atau tanpa resource);
b) Penyajian transaksi anjak piutang ;
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih piutang
dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang (ditagihkan kembali ke klien
atau ditanggungolehperusahaan).
Ѵ
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan
c)kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor
12) Persediaan
Yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan
Rumusan biayayangdigunakan.
Ѵ catatan 2h
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
a) Khusus Industri Kehutanan Ѵ
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi,antara lain: kewajiban kepada negara,pemeliharaan
sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biayaperolehan,mutasipembebanan ke biayaproduksi
b) Khusus Industri Kehutanan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum
menghasilkan
atau tanaman telah menghasilkan;
2) Dasar penilaian dan pengukuran;
3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah
menghasilkan;
4) Metoda penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
5)Kebijakan akuntansi biayapinjaman.
Ѵ
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) Hewan ternak telah menghasilkan :
a) Metode penilaian;
b) Metode amortisasi (deplesi); dan
c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung; jika ada.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
a) Metode penilaian; dan
b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak
telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap;
d) metode penyusutan yang digunakan;
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap;
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
g) penghentian pengakuan;
h) nilai residu; dan
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis,
metodepenyusutan,dan nilai residupada setiapakhirperiodepelaporan.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 2h
dan 9
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada
asosiasi.
Ѵ Catatan 2e
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama.
Ѵ Tidak ada
Ventura
Bersama
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
16) Pola Kerjasama Ѵ Tidak ada pola
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan
c)Sistempembagian hasil, jika ada
Kerjasama
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset tak berwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tak berwujud;
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, diungkap
kan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Tak Berwujud;
e) Metode amortisasi yang digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan
g)riset danpengembangan(jika ada).
Ѵ Catatan 2i
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasanyangdimiliki untuk dijual.
Ѵ Tidak ada Aset tidak
lancar atau kelompok
lepasan yang dimiliki
untuk dijual
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
19) Properti Investasi : Ѵ Tidak ada property
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Propeti Investasi;
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan
e) penghentianpengakuan Properti Investasi
Investasi
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto;
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai(impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan
e)Pertanggungan Asuransi
Ѵ
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b)kebijakan akuntansipengakuanpenurunan nilai aset nonkeuangan danpembalikannya.
Ѵ Catatan 3f
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
22) Khusus Industri Perbankan Ѵ
Liabilitas segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari Bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b)Perlakuan akuntansi ataspremi atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
b)dasarpenentuan nilaiprovisi.
Ѵ
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur utang Revo, metode pencatatan dan
pengukurannya.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Ѵ
Biaya Pengolahan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan / Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
1) Lokasi penambangan ;
2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan
4)Saldo akhir untuk masing-masinglokasipenambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan dengan
penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan
adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan
konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan,taksiran umur ekonomis tambang dan dasar perhitungan
amortisasi.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan
c)Metodepenyusutanprasarana PLH.
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang digunakan
berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan
danpenjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait.
Ѵ Ѵ Catatan 2j
Tidak terdapat transaksi
hubungan keagenan.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian
yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
Ѵ
c) Khusus Industri Asuransi
1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan;
b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif; dan
c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam proses
penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian
klaim; dan
b)Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat;
2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai
tercatat proyek;
4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat;
5) Biaya yang direvisi dan direalokasikan akibat perubahan mendasar pada estimasi kini; dan
6)Unsur biayayangdiakui sebagai bebanpada saat terjadinya.
Ѵ
28) Program Loyalitas Pelanggan
Yangharus dijelaskan antara lain kebijakan terkaitprogram loyalitaspelanggan
Ѵ
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata uang
asing.
V Tidak ada
transaksi dengan
mata uang asing
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 2c dan 24
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi;
b)Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan;dan
Ѵ
Ѵ
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam
laporan keuangan.
Ѵ Tidak ada Hibah
Pemerintah
32) Pajak penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus;
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan
d)metodeyangdigunakan dalam menilai aset(liabilitas) pajak tangguhan.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 2k dan 14
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang diselenggarakan oleh
perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk_curtailment_danpenyelesaian.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 2o dan 22
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian,
penjualan,ataupembatalan saham treasuri.
Ѵ Tidak ada Saham
Treasuri
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
35) Pembayaran Berbasis Saham Ѵ Tidak
ada
pembayaran
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis
saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/ atau diselesaikan melalui Kas
termasukpengukurannya
Berbasis Saham
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan : Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013
Ѵ Tidak ada Kuasi-
Reorganisasi
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan
sebagai bagian dari biayaperolehan aset kualifikasian.
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasikan Segmen Operasi
Ѵ Catatan 2l dan 28
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi)
per saham dilusian.
Catatan 2m
3. Pengungkapan ataspos-pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok
usaha disertaipendapat manajemen.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas Ѵ
Yangharus diungkapkan adalah rincianjumlah kas berdasarkanjenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam mata
uang original); dan
2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GMW) menurut BI dan posisi GMW bank pada saat
periodepelaporan.
Ѵ
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
1) Jumlah penyisihan penurunan nilai;
2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro;
3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa dan pihak ketiga;
4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
5)Pendapat manajemen akan kecukupanjumlahpenyisihanpenurunan nilai.
Ѵ
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis mata uang;
2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impaired) dan tidak
mengalami penurunan nilai (unimpaired);
3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan
pihak ketiga;
6) Tingakt suku bunga rata-rata per tahun;
7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau
likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan
informasi dari otoritas yang berwenang; dan
9)Pendapat manajemen akan kecukupanjumlahpenyisihanpenurunan nilai.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
3) Piutang Usaha Ѵ Catatan 5
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur;
c) jumlah piutang menurut mata uang;
d) alasan dan dasar pembetukan cadangan kerugian penurunan nilai;
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau kenyakinan manajemen
atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi :
1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting lain yang
diatur dalam perjanjian; dan
2) jaminanyangdiberikan(bila ada).
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:
1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur
2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan
3)Jumlahpiutang premiyangdiperkenankan dalamperhitungan solvabilitas.
Ѵ
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:
1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan
3)Jumlahpiutangkoasuransiyangdiperkenankan dalamperhitungan solvabilitas;
Ѵ
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:
1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur;
2) Jumlah piutang atau utang reasuradur yang disaling hapuskan; dan
3)Jumlahpiutangreasuransiyangdiperkenankan dalamperhitungan solvabilitas.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
d) piutang Hasil Investasi Ѵ
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
2) Jumlah piutang menurut jenis Investasi;
3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
4)Jumlahpiutang yangdiperkenankan dalamperhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor,
elektronik, rumah, dan lain-lain);
2) Rincian umur dari angsuran pembiayaan konsumen;
3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja
sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan pinjaman
dan pengembalian piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang
tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas;
4) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui;
5) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
7) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai jaminan atas
utang.
Ѵ
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa_resourse_dan dengan_resourse_, beserta jumlah utang
retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa resource) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan (dengan_resourse_); dan
2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga,jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh
serta ikatanpenting yangdiatur dalamperjanjian anjakpiutang.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
c) Piutang Sewa Pembiayaan Ѵ Tidak ada piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum
pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto
dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
a) kurang dari satu tahun
b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
c) lebih dari lima tahun
3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor;
5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum;
6) rental kontijen yang diakui sebagai pendapaan dalam periode; dan
7) penjelasan umum isiperjanjian sewa lessoryangmaterial.
sewa
pembiayaan
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak
dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
a) kurang dari satu tahun
b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
c) lebih dari lima tahun
2) total rental kontijen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan
3) penjelasan umum isiperjanjian sewa lessor
Ѵ Tidak ada piutang
sewa
Operasi
6) Khusus Kontrak Kontruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan
b)Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnyapiutangretensi.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
7) Tagihan bruto kepada pelanggan Ѵ
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap kontrak
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu:
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaanyangsudah ditagih(termin)
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty;
d) Lokasi Efek jaminan;
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
g)Mutasi cadangan kerugianpenurunan nilai(jika ada).
Ѵ
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambil alih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalihdengan saldo piutang yang
tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul,termasuk biaya - biaya yang timbul setelah pengambilalihan
agunan tersebut.
Ѵ
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga , dan
denda kepadapihak lain.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
11) Piutang Lain-lain Ѵ Catatan 6
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang;
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan
c)Pendapat manajemen atas kecukupanjumlahpenyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun
tidak lancar
a) Pengelompokan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain :
1) nilai tercata aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya;
2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik
yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai
laba atau rugi periode berjalan ;
3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk
aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ;
4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortiasi, untuk
Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).
6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
7) Jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan :
a) Jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
b) alasan reklasifikasi; dan
c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi
dalam kelompok tersedia untuk dijual.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
8) Jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas atau
liabilitas kontijensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut;
9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan
aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan
individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
10) jumlah amortisasi keuntungan(kerugian) yang belum direalisasi atas investasi yang
tersedia untuk dijualyangdireklasifikasi menjadi dimiliki hinggajatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan
d)Hal-hal lainyangdapat mempengaruhi kualitaspencairan deposito tersebut.
Ѵ
14) Khusus investasi pada sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian sukuk berdasarkan nama penerbit dan akah syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan;
c) jumlah investasi yang di reklasifikasikan,j(ika ada), dan penyebabnya; dan
d)Nilai wajar untuk investasiyangdiukurpada biayaperolehan.
Ѵ
15) Khusus Obligasi Rekapitulasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
d)Informasipentinglainnya.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana Ѵ
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupunyangdiakui sebagai laba atau rugiperiode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain,pihak penerbit, kisaran timgkat bunga, jatuh
tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya ( dari transaksi usaha atau
lainnya).
Ѵ
18) Khusus industri Asuransi
Tambahanpengungkapan mengenai aset-asetyangmenjadi danajaminan
Ѵ
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antara lain rincian berdasarkan :
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang;
b)Tingkat suku bunga.
Ѵ
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta
kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan menurut
ketentuan Bank Indonesia.
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah aset keuangan dan rasio jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia.
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau
anggota sindikasi;
j)Ikhtisarpembelian kredit dari BPPN berdasarkanperiodepembelian,(jika ada);
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
l)Pendapat manajemen akan kcukupanjumlah cadangan kerugianpenurunan nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan
mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tagihan
akseptasi.
Ѵ
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai
bagi Perusahaan;
2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk
menjual;
3) Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
5) Jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan;
7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka diungkapkan:
i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
8) Pesediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
dan
9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ

No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus di
ungkapkan antara lain:
1) Makanan dan minuman;
2) Perlengkapan; dan
3)BarangDagangan.
Ѵ
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
1) Pengungkapan nilai tercata persediaanmenurut klasifikasi :
a) Tanah Matang;
b) Unit Bangunan; dan
c) Unit Bangunan dalam penyelesaian.
2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun
penjualannya belum diakui,termasukjumlah utangterkaityangakan dialihkan,bila ada.
Ѵ
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
1) Lokasi,luas tanah, proses perizinan;
2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan; dan
3)Proporsi tanahyangdijadikanjaminan utang.
Ѵ
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
1) Materi Program : lokal, impor (media televisi);
2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak)
3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan
4)Bahanpersediaan lainyangsesuai dengan industrinya.
Ѵ
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
1) Obat-obatan
2) Perlengkapan media (disposable); dan
3)Persediaan lainnya
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
g) Khusus Industri Peternakan
1) Pengungkapan jumlah tercatat dab nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti
hewan ternak menjadi:
a) Hewan ternak tersedia untuk dijual; dan
b) hewan terak dalam pertumbuhan.
2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak telah
menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak
2 tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan persediaan
yang mati atau hilang;
e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang
ditutup;
f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung;
g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan
h)Nilai hewan ternakyangdijaminkan dan namapihakyangmenerimajaminan;
Ѵ
23) Pajak Dibayar Dimuka
yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan
b)uraian mengenaijumlah restitusipajakyangdiajukan dan statusnya.
Ѵ Catatan 14
24) Biaya dibayar dimuka
Yangharus diungkapkan antara lain rincianjenis danjumlah.
Ѵ Catatan 6
25) Aset tidak lancar atau kelompok yang dimiliki untuk dijual
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan;
2) Uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai; Ѵ
4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu tahun,
diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode penyelesaian
penjualan menjadi lebih dari satu tahun.
5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimuliki untk dijual
dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok
lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau
penilaian kembali yang telah diakui apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual; dan
ii. Jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual;
b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan
c)dampaknya terhadaphasil operasi untukperiode tersebut danperiode sajian sebelumnya
Ѵ
Ѵ
Ѵ
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang:
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai serta penjelasan terjadi
nya piutang pihak berelasi tersebut;
c)jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut harus
dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
Ѵ
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya;
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar Investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia;
Ѵ Catatan 7
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset, Liabilitas,
pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 20% (dua
puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara langsung atau tidak
langsung.
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan keuangan
tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau periode yang
berbeda dengan perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi untuk
mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi enttas asosiasi, baik untuk periode terjadinya
kerugian tersebut maupun secara kumulatif.
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan investor
lain;
j) liabilitas kontijensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama untk semua
atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam kelompok, yang
tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas,
Pendapatan,dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut
serta kontrak konstruksiyangmensyaratkan adanyajaminan tersebut.
Ѵ
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagai
berikut:
a) Saldo Awal;
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
d)Saldo akhir.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
30) Khusus Industri Jalan Tol Ѵ
Hak bagi hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol;
b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan
d)Reklasifikasiproyek kerjasama operasi dalampelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Yuntuk tanaman telah menghasilkan
1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman;
2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap kelompok
selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman;
5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun; dan
6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut:
a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadinya depresiasi luar
biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklsifikasi ke tanaman telah menghasilkan
c) Pengurangan lainnya
d) Saldo akhir;
2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat/Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik
perusahaan (Inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/
perkebunan plasma); dan
3)Cadangan kerugianyangmungkin timbulpadaplasma.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi-Berumur panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan
ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun
terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan
k)Nilai hewan ternakyangdijaminkan dan namapihakyangmenerimajaminan.
Ѵ
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai wajar atau
model biaya;
2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari
properti Investasi;
3) pernyataan bahwa penentuan Nilai wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang
dapat diperbandingkan;
4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir;
Ѵ

Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

No

5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: a) penghasilan sewa dari Properti Investasi; b) beban operasi langsung yang terjadi baik Properti Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut; dan c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar; 6) Keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau Pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan 7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf(a) ditambahkan pengungkapan antara lain: 1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi; 2) Saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali; dan b) penyesuaian signifikan lain. c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: 1) umur manfaat; 2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,pengurangan, dan reklasifikasi; 3) jumlah penyusutan untk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan; 4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku; 5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan 6) Nilai Wajar Properti Investasi.

No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

34) Aset Tetap
yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan kepemilikan
aset yaitu aset pemilikan langsung dan / atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan
akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas
(jika ada)
e) Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan nilai,
hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara
terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada sejumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak(DJP) apabila Aset Tetap untuk
perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat dengan model
biaya; dan
6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama periode
dan pembatasan - pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham.
h) khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan,yang harus diungkapkan antara lain:
1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan
2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
3) estimasi saat penyelesaian;
4) hambatan kelanjutan penyelesaian; (jika ada)
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 9
Catatan 9
Catatan 9
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan; dan Ѵ
6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara
2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan;
3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual;
4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material
dari jumlah tercatat;
5) nilai buku, hasil penjualan neto keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan
pengakuannnya
6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai
tercatat, dan tanggal perolehan;
7) perubahan estimasi masa guna dan/ atau metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap;
8) kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan
penurunan niali;
9) jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan dan alasan
penjaminan; dan
10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak
diasuransikan agar diungkapkan alasannya.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 9
Catatan 9
Catatan 9
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage,unoperated acreage, sumur dan
peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan sumur dan
peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
2) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
a) Lokasi penambangan;
b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan
d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel
analisa umur tagihan.
36) Aset tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Tak berwujud antara lain :
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi;
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Tak berwujud ke dalam pos laporan laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Tak berwujud pada awal dan
akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan:
1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
dikapitalisasi;
e) Jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya
untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset Tak berwujud
yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Tak berwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai
Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset- aset tersebut:
2) jumlah tercatatnya; dan
3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah
tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas:
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Tak berwujud;
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
j) Aset Tak berwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
3) jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang dievaluasi;
4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset;
5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan
dengan model biaya; dan
6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menujukkan perubahan selama periode
danpembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepadaparapemegangsaham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan Umum Ѵ
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang:
1) Saldo awal;
2) Penambahan dan Pengurangan;
3)Saldo akhir.
Ѵ
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang:
1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per are of interest yang mencakup
saldo awal , penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan
2) Jumlah aset, liabilitas , penghasilan dan beban, arus kas operasi dan arus kas investasi
yangtimbul dari eksplorasi dan evaluasipertambangan.
Ѵ
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
b) Metode perhitungan Rasio rata-rata Tanah penutup.
2) Jumlah Biaya Penguapasan Tanah Yang Ditangguhkan yang terdiri (1) biaya pengupasan
awal ,(2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara
rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya;
3) Perubahan atas Rasio rata-rata Tanah Penutup (bila ada);
Ѵ

No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

4) Biaya pengupasan tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi,
meliputi penjelasan:
a) Alasan terjadinya penundaan
b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan
c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), terhadap biaya
yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.
d). Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan
menunjukkan :
a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
b) Saldo awal;
c) Penambahan / penguarangan;
d) Amortisasi, dan
e) Saldo akhir,
2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang masih
berjalan;
3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan;
4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan
a) Alasan terjadinya penundaan;
b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan
c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), terhadap biaya
yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.
5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari
Biaya Eksplorasi yang ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest.
Ѵ

No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan
c) jaminanyangdiberikan oleh Perusahaan dengan menunjukpos-posyangberhubungan.
Ѵ
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain :
1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan;
4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan;
5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi karena
berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto;
6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber
daya ekonomi;
7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud dalam angka
(6). Dalam hal diperlukan , Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
perkiraan peristiwa masa depan; dan
8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang
telah diakui untuk estimasipenggantian tersebut.
Ѵ
3) Beban Akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh
tempo.
Ѵ Catatan 11
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan
b)Uraian mengenai sifat masing-masingkewajiban
Ѵ

No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo;
b)Tanggal dan harga dilakukannyapembelian danpenjualan kembali Efek;
Ѵ
6) Khusus Kontrak Kontruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain libilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu:
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaanyangsudah ditagih(termin)
Ѵ
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan:
1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu;
2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga
3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito;
5) Rincian simpanan bermasalah berdasrkan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan;dan
6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang dan jangka waktu
2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga
3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito;
5)Rincian simpanan bermasalah berdasrkan statusnya,misalnya diblokir atau dijaminkan.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Rincian berdasarkan program asuransi;
2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
3) Rincian berdasarkan mata uang;
4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
5) rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan
pengurangan
Ѵ
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
2) jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung;
3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan
4)Jumlah utangmenurut mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Jumlah menurut jenis asuransi;
2) Jumlah menurut tertanggung;
3) Jumlah menurut mata uang; dan
4)Jumlah estimasi klaimyangsudah terjadi namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Jumlah menurut program asuransi;
2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan
berelasi dan pihak ketiga;
4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
5) rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan
pengurangan.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
3) Jumlah menurut mata uang; dan
4)Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Pemisahan antara utang klaim kepada berelasi dan pihak ketiga;
2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
3) Jumlah menurut jenis mata uang;
4) Jumlah menurut umur utang; dan
5)Jumlah utangataupiutangreasuransiyangdisalinghapuskan.
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur;
2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
3)Jumlah menurutjenis asuransi.
h) Titipan Premi
yangharus diungkapkan antara lain rincian menurutjenis asuransi.
i) Hak laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham;
2) Dasar perhitungan; dan
3)Saldo menurut usia.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yangharus diungkapkan antara lainjenis danjumlahnya.
Ѵ
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan
b)informasi mengenai ketetapanpajak.
Ѵ
Ѵ
Catatan 14
Catatan 14
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Putang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan resourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan
pentinglainnyayangdiatur dalamperjanjian anjakpiutang.
Ѵ
12) Khusus Kontrak Kontruksi
Uang Muka Kontrak
Yangharus diungkapkan antara lainjumlah uangmuka kontrakyangditerima.
Ѵ
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas libilitas jangka panjang sesuai dengan
pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam
Checklist ini.
Ѵ Catatan 13
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas keuangan lainnya
yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
2) Perusahaan wajib menegelompokkan seseuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi;
3) Yang harus diungkapkan antara lain;
a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori;
b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan
c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default).
Ѵ
Ѵ
Ѵ Catatan 13
Catatan 13
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang;
2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait;
3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui selama periode
tersebut; dan
4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi.
Ѵ
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun
Yangharus diungkapkan antara lain rincianjenis danjumlahnya.
Ѵ
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam
Satu Tahun
Yangharus diungkapkan antara lain rincianjenis danjumlahnya.
Ѵ
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau
kelompok lepasanyangdiklasifikasikan sebagai dimilikiuntuk dijual.
Ѵ
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian nama pihak berelasi, jenis dan jumlah utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan
c) jaminanyangdiberikan dengan menunjukpos-posyangberhubungan.
Ѵ Catatan 24
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
19) Utang Bank dan Lembaga keuangan Jangka Panjang Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo;
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing masing fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan
rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang akan jatuh
tempo dalam jangka waktu 12 (duabelas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan
2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
pinjaman,tanggaljatuh tempo,danpersyaratanpenting.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
Catatan 13
20) UtangSewa Pembiayaan Ѵ Catatan 25
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset danpemberi sewa (lessor) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum dimasa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa
minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap
periode berikut:
1) sampai dengan satu tahun;
2) lebih dari satu tahun sampai 5(lima) tahun; dan
3) lebih dari 5(lima)tahun.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan terima
akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable sublease)
pada tanggal laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan
transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau pembelian dan
eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
3) pembatasan-pembatasanyangditetapkan dalamperjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang diterbitkan
Yang harus diungkapan antara lain:
1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat;
5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh
tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (debt Covenance)
7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat berharga yang
diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapan antara lain:
1) Rincian berdasarkan pihak, jenis,dan mata uang;
2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat
bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya
(debt covenance);
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan_debt covenance_;
5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan
tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan
mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang dan kolektibilitas;
2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
4) ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontijensi menurut BI dan
posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan; dan
5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontijensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasii Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan :
1) Saldo awal;
2) Penyisihan yang dibentuk;
3) Pengeluaran yang terjadi; dan
4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur
dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban
penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
1) Saldo awal;
2) Penambahan dan Pengurangan;
3)Saldo akhir.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
23 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) Imbalan pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) gambaran umum mengenai jenis program.
2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan secara
terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
a) biaya jasa kini;
b) biaya bunga;
c) Iuran oleh peserta program;
d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
e) perubahan kurs mata uang asing pada program ang diukur dengan mata uang yang berbeda
dengan mata uang penyajian;
f) imbalan yang dibayarkan;
g) biaya jasa lalu;
h) kombinasi bisnis;
i) curtailment; dan
j) penyelesaian.
3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruh
nya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian
didanai;
4) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara
terpisah, dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap;
a) hasil yang diharapkan dari aset program;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda
dengan mata uang penyajian;
d) iuran oleh pemberi pekerja;
e) iuran oleh peserta program;
f) imbalan yang dibayarkan;
g) Kombinasi bisnis; dan
h) penyelesaian;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 22
Catatan 22
Catatan 22
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan
Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas
Aset dan Liabilitas yang diakui dakam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(b) biaya jasa laku yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal
tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap penggantian yang diakui sebagai aset sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode kridor 10% (sepuluh
per seratus).
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
7) jumlah total yang diakui dalam pendapatab komprehensif lain yang akan diakui segera dalam
saldo laba, meliputi;
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK
8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada pendapatan
komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam
pendapatan komprehensif lan sesuai dengan SAK;
9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total aset program,
untuk setiap kategori utama dari aset program,yang mencakup, namun tidak terbatas pada,
instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 22
Catatan 22
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang di
harapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset program
12) Imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset:
13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan dan diungkap
kan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel
lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode yang disajikan
dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam Laporan keuangan
pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau variabel tertentu
lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan
imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria;
14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan
yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan pascakerja
periodik neto;dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan
dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam lingkungan
inflasi yang rendah.
Ѵ Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 22
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau defisit pada
program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari liabilitas program
pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada
akhir periode pelaporan;
16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari iuran
yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan dimulai setelah
periode pelaporan;
17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendali, wajib
diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis ntuk pembebanan biaya imbalan pasti neto
atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal perusahaan mencatat alikasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK, maka
perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat
program imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama
periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a) butir (1)
mencakup penjelasan praktik informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode esuai SAK informasi
tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1),butir(2)
butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir ii.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b) Iuran pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti haus mengungkapkan jumlah yang
diakui sebagai beban untuk iuran pasti.
c) Imbalan Keraj Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah mbalan kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) iurang program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen(jika ada)
Ѵ Ѵ
Ѵ
Catatan 22
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, milai nominal tercatat dalam rupiah dan mata uang asing, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan,dan tujuan
penerbitannya.
b) peringkat dan nam Perusahaan Pemeringkat Efek;
c) Jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan ketertkaitan usaha dengan Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk
pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara ain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default); dan
h) persyaratanpentinglainnya.
Ѵ
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
1) Uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,termasuk:
a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang digunaka;
b) Aset,manfaat, atau aktivitas yang mendasari;
c) nilai nominal;
d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah);
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk
mudharabah);
f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan atau bagi hasil;
g) jangka waktu;
h) tujuan penerbitannya; dan
i) persyaratan penting lain;
2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik dalam
memenuhipersyaratan dan kondisi Sukuk(misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan , jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual
selama periode pelaporan.
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinari;
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
e) pembatasan yang dipersyaratakan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratanpentinglainnya.
Ѵ
27) Obligasi Konversi
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat,tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga,suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi,antara lain meliputi rasio konversi,harga pelaksanaan,
hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya,dan penalti;
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi
atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang
pemegang
obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12(dua belas) bulan;
g) bama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib
diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratanpentinglainnya.
c. Ekuitas
Ekuitasyangdapat diatribusikan kepadapemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode:
2) hak,keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk
pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; dan
3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham,
termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase
kepemilikan, yaitu:
1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih;
2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
3)Pemegangsaham lannya;
Ѵ Ѵ
Ѵ
Catatan 16
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia, persetujuan dan / atau pemberitahuan Menteri
terkait,
dan keputusan Rapat Umum
2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan
saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu
(right issue_dan_private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka eskpansi, penyelesaian pinjaman
atau pemenuhan kecukupan modal;
e) dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan
jumlah sahamyangdicatatkan danyangtidak dicatatkanpada Bursa Efek.
Ѵ
Ѵ
2) Tambahan Modal Disetor (Additional paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor;
b) Uraian sumber agio saham;
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi ;
2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa
hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
3) Tanggal efektif transaksi;
4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat
kombinasi bisnis tersebut;
5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi;
6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat
tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima; dan
7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberkan informasi antara lain:
a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode
yang disajikan kembali;
Ѵ Catatan 17
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan;
c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
d)Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Pengendali
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi:
1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
2) Nama entitas anak; dan
3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian; dan
c)Jumlahyangdirealisasikan ke laba rugi ataspelepasan investasipada saat hilangnya Pengendalian
Ѵ
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) latar belakang pembelian kembali saham,pelepasan, atau pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham teasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham teasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga
perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
e)Akumulasijumlah lembar dan nilai saham treasuri.
Ѵ
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait; dan
c)Saldo labayangditentukanpenggunaannya,sifat,dan tujuan setiap pos cadangan
Ѵ Ѵ
Ѵ
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai wajar waran;
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
e)ikatan-ikatanyangterkait denganpenerbitan waran.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
7) Pendapatan Komprehensif lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-masing komponen
Pendapatan Komprehensif lainnya.
Ѵ
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas
masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung
pada entitas induk
Ѵ Catatan 18
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah setiap kategori signufikan dari pendapatan yang diakui selama periode, termasuk
pendapatan yang berasal dari:
1) Penjualan barang;
2) Penjualan jasa;
3)Bunga;
4) Royalti; dan/atau
5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari penukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
e) khusus untuk konstruksi, diungkapkan antara lain:
1) Pendapatan kontrak konstruksi :
a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan;
b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode
berjalan; dan
c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 19
Catatan 19
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai tanggal pelaporan;
b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
c) Jumlah retensi;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah,
antara lain:
1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan;
2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agrn dari transaksi keagenan dengan
pendapatan lainnya; dan
3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal dari
transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
a) Pendapatan bruto;
b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
c)Totalpendapatan neto.
Ѵ
2) Khusus Industri Yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tariff
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e)Perjanjian lainyangterkait.
Ѵ PKS
3) Khusus Industri Pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c)Pendapatan sewa.
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya,jasa dokter,rawat inap,rawat jalan dan penunjang
medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan
c)Selisihperhitungan klaim.
Ѵ
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus,taksi,feri,tanker dan
pesawat udara)dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut.
Ѵ Catatan 19
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi,jas telekomunikasi
sendiri, jasa telekomunikasiyangdilaksanakan melalui kerjasama denganpihak lain.
Ѵ
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapan antara lain dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi
reasuransi,
dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
catatan: menyesuaikan dengan PSAKyang berlaku(PSAK 36 dan 62)
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
8) Khusus Industri Jalan Tol
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian
pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha
untuk setiapruasjalan tol tersebut harus diungkapkan.
Ѵ
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada:
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d)Penempatanpada Bank Indonesia dan Bank lain.
Ѵ
10) Beban Pokok Penjualan
yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci:
1) Biaya bahan baku;
2) Biaya tenaga kerja; dan
3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
c)Untuk industrijasa diungkapkan bebanpokok berdasarkanpadajasayangdijual.
Ѵ Ѵ
Ѵ
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
c) Beban pegawai;
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h)Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto,klaim
reasuransi, dan kenaikan(penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis Klaim dan manfaat ,diantaranya : Klaim jatuh tempo
klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
c) Komisi neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi
untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
Yangharus diungkapkan antara lain rincian danjumlah menurutjenis investasi.
Ѵ
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi;
b) gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c)Rincianjumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.
Ѵ
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain:
a) Beban Penjualan;
b) Beban distribusi ; dan
c)Beban umum dan administrasi.
Ѵ
Ѵ
Ѵ Catatan 20
Catatan 20
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok produk/
jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi berdasarkan
kelompokproduk/ jasa utama.
Ѵ
16) Khusus Industri Pembiayaan
Beban kerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk masing-masing
akun PiutangPembiayaan Konsumen,Tagihan Anjak Piutang,dan PiutangSewa Pembiayaan.
Ѵ
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian dan jumlah pendapatan lainnya;
b) rincian dan jumlah beban lainnya;
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi:
1) biaya pinjaman meliputi :
a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif;
b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang berlaku; dan
c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut
diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga;
2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi:
a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual;
b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai wajar melalui laba rugi; dan
c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan / atau Ventura Bersama meliputi :
1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan / atau Ventura Bersama yang dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas ; dan
2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara
terpisah.
Ѵ Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat berharga dan obligasi
Rekapitulasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat - surat Berharga dan Obligasi Rekapitulasi Pemerintah
Yangharus diungkapkan antara lain rincianjumlah berdasarkanjenis.
Ѵ
19) Pendapatan Komprehensif Lain.
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud;
b) Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai
arus kas; dan bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/ atau Ventura
Bersama.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
1) beban (penghasilan) pajak kini;
2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode laku;
3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer dan
pembalikannya;
4) Jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak
atau penerapan peraturan perpajakan yang baru;
5) Jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya atau perbe-
daan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini
dan beban pajak tangguhan; dan
6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan penurunan
sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
7) Jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesa-
lahan yang diperhitungkan ddalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak
dapat diperlakukan secara retrospeksi;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait engan transaksi yang dibebankan atau dikre-
ditkan langsung ke ekuitas;
c) Jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain,
kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari ekuitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama;
d) Penjelasan hubungan antara beban (penhasilan) pajak dan laba akuntansi dalam satu atau
kedua bentuk berikut ini;
(1) Rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi dengan
tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapan dasar perhitungan tarif pajak yang ber-
laku ; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 14
Catatan 14
Catatan 14
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif
pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi pajak sebelum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam
laporan keuangan;
g) Jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang
entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan
yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut :
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum dikompensasi:
(1) Jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan
untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi, apabila jumlah
tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang di-
akui dalam laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan;
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode, bersama
dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk terbit namun
tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan praakuisisi
apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi bisnis;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 14
Catatan 14
Catatan 14
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
21) o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib diakui
apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi Bisnis tidak diakui pada
tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas aset
pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang
lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang mengakibat
kan diakuinya asetpajak tangguhan terkait.
Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam perhitungan laba per saham dasar dan
dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan
kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak indivi-
dual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba per saham;
b) Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam perhi-
tungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba
yang berpotensi mendilusi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi mendi-
lusi laba per saham dasar dimasa depan, namun tidak dimasukkan dalam perhitungan laba
per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutifuntuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa, selain
yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode pelaporan dan
secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa yang
beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir
periode pelaporan; dan
e)labaper saham dasar dan dilusian untuk operasiyangdihentikan.
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak korelasi, yang jumlahnya;
(1) lebih dari Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau
anggota keluarga terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi dengan
entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat
dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan
pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-
pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang
diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan,
paling kurang;
(1) Jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait;
(2) Jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas, termasuk komit-
men, dan :
(a) persyaratan dan ketenntuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan sifat
imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima;
(3) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo
piutang usaha dan piutang pihak berelasi non usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika dilakukan
pembentukan;
d) pengungkapan yang diisyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan
secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut :
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap entitas;
(3) entitas anak;
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Ѵ
Catatan 24
Catatan 24
Catatan 24
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok direksi,
komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci
lainnya untuk masing-masing kategori berikut :
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham.
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah ;
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan perusahaan;
(2) sifat dan hubungan setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual, signifikan, indi
kasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi tersebut.
Ѵ
Ѵ
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional
b) Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya dalam mata
uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangkadan ekuivalen dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs yang timbul
pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensip lain dan diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan
akhirperiode.
Ѵ
Ѵ
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu untuk
suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas :
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi penurunan
nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut dan
unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi penurunan nilai;
(3) Jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi penu-
runan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan kompre-
hensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap kelompok
aset.
Ѵ
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada
periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal dan
relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian :
(a) setiap pos laporan keuangan yang berpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode yang disaji
kan. Dalam hal tidakpraktis dilakukan,maka diungkapkan alasannya;dan
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu periode ter-
tentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode tersebut disajikan dan
tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan kesalahan periode lalu;
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian :
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis dilakukan dan penjelasan
mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
tidakpraktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi bisnis
yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu :
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, diluar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, periode
berjalan dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi
memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui;
(7) nilai wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilai wajar
tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi;
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak diidskonto) atau, jika apabila kisaran tidak dapat
diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut;
Ѵ
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan

(9) Perusahaaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut : (a) Nilai wajar piutang; (b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih; (10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih; (11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada nilai wajar : (a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi; (b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut; (12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan : (a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontinjensi; dan (b) alasan liabilitas tidak dapat diukur secara andal; (13) dalam hal pembelian dengan diskon : (a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; (b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan; (14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 100% (seratus per seratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi : (a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; (b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada nilai wajar;

No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap :
(a) nilai wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi yang
dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari pengukuran kembali
nilai wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh
pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk mengakui keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) informasi sebagai berikut :
(a) jumla pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak tanggal akuisisi
yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk periode
pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua kombinasi bisnis yang
terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode sebelumnya,
Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan informasi berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif material :
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas,
kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka
diungkapkan :
(a) hanya akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi awalnya
belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang diakui selama
periode pelaporan.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi, atau sampai
dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi atau liabilitas tersebut
dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan :
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan yang timbul
selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan
tersebut; dan
(c) teknik penyelesaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur imbalan
kontinjensi;
(3) Liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) Rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugian yang diakui pada periode
pelaporan yang :
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperolehatau liabilitas yang diambil alih dalam
kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan sebelumnya;
dan
(b) ukuran, sifat atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami laporan
keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) Pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi
kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan
perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu periode :
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila pengendalian
diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain kas dan setara kas pada entitas anak atau bisinis apabila
Pengendalian diperoleh,diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan;
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perubahan perjanjian kerjasama; dan
f)Isiperubahanperjanjian, jika ada.
35) Manajemen Resiko Keuangan Ѵ
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas resiko yang timbul dari instrumen keuangan, serta
kebijakan dalam pengelolaan resiko, termasuk, namun tidak terbatas pada resiko sebagai
berikut :
(1) resiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan
tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuidias, antara lain :
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjuk
kan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode
arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) resiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis resiko pasar dimana entitas
terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada
variabel resiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
(4) resiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan
pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis resikoyangtimbul dari instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan Ѵ
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal laporan
posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.
c) Jaminan pemerintah terhadap liabilitas pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga
di bank.
d) Aktifitas Fiduasiary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktifitas fiduciary yang meliputi jasa
kustodian,wali amanat
37) Kuasi- Reorganisasi Ѵ
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi;
b) Status going concen perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-
reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi- reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas sebelum
digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keerangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan
posisi keuangan untukjangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan kebijakan dan proses Perusahaan dalam mengelola
permodalannya , termasuk:
1) deskripsi tentang bagiab yang dikelola sebagai modal;
2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi
persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal; dan
3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya.
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya;
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika
ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, apabila terjadi
ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas Ѵ
Yang hatus diungkapkan antara lain:
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas dan
setara kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan ,
akuisisi melaluipenerbitan saham,dan konversi utangmenjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham Ѵ
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek ataupun
jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu
periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka
waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metoda penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham pada
tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang
pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
f) Penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai berikut:
1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar opsi tersebut
pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur; dan
2) Jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada tanggal
pengukuran , dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen
ekuiatas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi keuangannya.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
41) Khusus Industri Asuransi: Ѵ
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaanpertanggal pelaporan; dan
(5) jumlah investasiyangdiperkenankandalamperhitungan solvabititas
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Ѵ
Hal-hal yang harus diungkapkan :
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
c) Rincian Aset, LiabilitasPendapatan, Beban dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah; dan
d)Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya Ѵ
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya;
c) Rasio keuangan penting
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
e)Peristiwa atau keadaanyangmempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan : Ѵ
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas buat negara seperti DR. IHH, BPPHH, IHPH, dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan
alam (TPTI, Pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya
untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode berjalan dan akumu-
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) jenisjalanyangdibangunpadaperiode berjalan dan akumulasinya.
No Keterangan Ada Tidak **N/A ** Keterangan
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) dalam hal perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi yang ada V Catatan 31
pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi
tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang
mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya,
atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui;
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan, maka
Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya :
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut
tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Ѵ
Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan
aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, yang harus diungkapkan
antara lain :
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan
atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi
secara wajar.
47) Reklasifikasi Ѵ
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan
keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain :
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos ataugabungan beberapaposyangdireklasifikasi;