Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

PT Temas Tbk. Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69781_rns_2020-12-31_98dec035-9b0c-4f4b-be0a-0e4bebfd4aab.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT Temas Tbk dan entitas anaknya/ and its subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/ Consolidated financial statements as of December 31, 2020 and for the year then ended with independent auditors' report

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED WITH INDEPENDENT AUDITORS' REPORT

Daftar Isi/Table of Contents

Halaman/Page

Surat Pernyataan Direksi Board of Directors' Statement
Laporan Auditor Independen Independent Auditors' Report
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian…………. 1-3 …… Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian …………….
4-5 Consolidated Statement of Profit or Loss
………………and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ………. 6 ….…Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian ………………… 7-8 …………… Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian…. 9-124 … Notes to the Consolidated Financial Statements

**************************

1. Nama/Name
Alamat kantor / Office address
Sutikno Khusumo
Jl. Yos Sudarso Kav. 33, Sunter Jaya,
Jakarta Utara 14350
Alamat domisili sesuai KTP
/Domicile as stated on ID Card
÷ Jl. Danau Tengah IV Blok. I/2 No. 28
Sunter Agung, Tanjung Priok
Jakarta Utara
Nomor telepon /Phone number 021-430 2388
Jabatan/Position Direktur Utama/President Director
2. Nama/Name
Alamat kantor / Office address
Ganny Zheng
Jl. Yos Sudarso Kav. 33, Sunter Jaya,
Jakarta Utara 14350
Alamat domisili sesuai KTP
IDomicile as stated on ID Card
$\ddot{\cdot}$ Pulomas 2 E No. 5, RT. 004/012,
Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta
Nomor telepon /Phone number ÷ 021-430 2388
Jabatan/Position Direktur Keuangan/ Finance Director

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

ASET
ASSETS
ASET LANCAR
CURRENT ASSETS
2c,2p
Kas dan setara kas
120.586
4,36,37
40.281
Cash and cash equivalents
Piutang usaha
2p,5,36,37
Trade receivables
Pihak ketiga - neto
183.949
210.549
Third parties - net
Pihak berelasi
3.155
2d,33
3.619
Related party
Piutang lain-lain
2p,6,36,37
Other receivables
Pihak ketiga - neto
10.682
12.713
Third party - net
Pihak berelasi
125
2d,33
-
Related party
Persediaan
59.821
2e,8
98.360
Inventories
Biaya dibayar di muka
3.353
2f,9
3.894
Prepaid expenses
Pajak dibayar di muka
13.109
2o,17
130.640
Prepaid taxes
2c,2p,7,35a,
Aset keuangan lancar lainnya
5.980
36,37
6.541
Other current financial assets
Aset lancar lain-lain
9.424
10
12.344
Other current assets
TOTAL ASET LANCAR
410.184
518.941
TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR
NON-CURRENT ASSETS
Aset pajak tangguhan - neto
230.957
2o,17
203.653
Deferred tax assets - net
2g,2h,2i,2t,11,
Aset tetap - neto
3.174.286
13,18,19
2.511.934
Fixed assets - net
Taksiran tagihan pajak
5.797
2o,17
-
Claim for tax refund
Aset tidak lancar lainnya
15.816
2f,12
31.623
Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR
3.426.856
2.747.210
TOTAL NON-CURRENT ASSETS
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
TOTAL ASET 3.837.040 3.266.151 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang jangka pendek 167.020 2p,13,36,37 302.788 Short-term loans
Utang usaha 2p,14,36,37 Trade payables
Pihak ketiga 194.991 275.062 Third parties
Pihak-pihak berelasi 3.183 2d,33 2.218 Related parties
Utang lain-lain 2p,15,36,37 Other payables
Pihak ketiga 13 13 Third parties
Pihak berelasi - 2d,33 30.463 Related party
Beban akrual 45.788 2p,16,36,37 15.975 Accrued expenses
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
9.495
12.610
2o,17
2l
6.688
19.251
Taxes payable
Unearned revenues
Jaminan deposit dari pelanggan 10.000 2p,36,37 - Security deposit from customer
Utang pembelian secara angsuran
yang jatuh tempo dalam waktu Current maturities of
satu tahun 50.126 2p,18,36,37 47.008 purchase installment liability
Bagian pinjaman jangka panjang
yang jatuh tempo dalam waktu Current maturities of
satu tahun 2p,36,37 long-term debts
Utang bank 197.082 18 128.449 Bank loans
Loan payable to
Utang lembaga keuangan 28.210 18 31.509 financial institution
Liabilitas sewa
Pihak ketiga
170.971 2i,19 121.322 Lease liabilities
Third parties
Pihak-pihak berelasi 11.878 2d,33 - Related parties
Utang pembiayaan konsumen 1.431 18 1.309 Consumer financing payables
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PENDEK
902.798 982.055 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Utang pembelian secara angsuran - Long-term purchase
setelah dikurangi bagian yang installment liability - net of
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 271.919 2p,18,36,37 300.951 current maturities
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term debts - net of
tempo dalam waktu satu tahun 2p,36,37 current maturities
Utang bank 854.271 18 496.833 Bank loans
Loan payable to
Utang lembaga keuangan 86.425 18 60.136 financial institution
Liabilitas sewa 2i,19 Lease liabilities
Pihak ketiga 292.489 207.570 Third parties
Pihak-pihak berelasi 180.643 2d,33 - Related parties
Utang pembiayaan konsumen 2.454 18 3.885 Consumer financing payables
Liabilitas pajak tangguhan - neto 7.511 2o,17 9.857 Deferred tax liabilities - net
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang
27.555 2m,20 21.527 Long-term employee
benefits liability
Laba tangguhan atas transaksi Deferred gain on sales and
jual dan sewa balik 30 2i,11 180 leaseback transaction
TOTAL LIABILITAS JANGKA TOTAL NON-CURRENT
PANJANG 1.723.297 1.100.939 LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 2.626.095 2.082.994 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Equity Attributable to Owners
of the Parent Entity
Modal saham - nilai nominal Rp25
per saham
Modal dasar - 22.800.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
Capital stock - Rp25 par value
per share
Authorized - 22,800,000,000 shares
Issued and fully paid -
penuh - 5.705.150.000 saham 142.629 1a,21 142.629 5,705,150,000 shares
Tambahan modal disetor
Selisih transaksi dengan
145.603 1b,2j,2k,22 145.603 Additional paid-in capital
Difference in transaction with
Pihak Nonpengendali 425 288 Non-controlling Interest
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 34.823 24 34.823 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya
Rugi komprehensif lain
973.287
(90.267)
2b,23 931.038
(86.309)
Unappropriated
Other comprehensive loss
Ekuitas Neto yang Dapat
Diatribusikan kepada
Net Equity Attributable to
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
1.206.500
4.445
26 1.168.072
15.085
Owners of the Parent Entity
Non-controlling Interests
TOTAL EKUITAS 1.210.945 1.183.157 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
3.837.040 3.266.151 TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
PENDAPATAN JASA NETO 2.669.618 2d,2l,28
33,34
2.512.269 NET SERVICE REVENUE
BEBAN JASA NETO 2.249.132 2d,2l,29
33,34
2.146.926 NET COST OF SERVICES
LABA BRUTO 420.486 365.343 GROSS PROFIT
2d,2l,30
Beban usaha
Laba pelepasan aset tetap
(159.252)
12.377
33,34
2g,11,34
(123.382)
17.957
Operating expenses
Gain on disposal of fixed assets
Beban klaim muatan (17.697) 16,34 - Cargo claim expense
Penghasilan (rugi) operasi lain 4.984 2l,34 (395) Other operating income (loss)
Penghasilan dari ventura bersama - 79 Income from joint venture
LABA USAHA 260.898 259.602 INCOME FROM OPERATIONS
Laba (rugi) selisih kurs - neto (26.592) 34 37.605 Gain (loss) on foreign exchange - net
Pendapatan keuangan 1.853 2l,31,34 2.512 Finance income
Pajak final atas Final tax
pendapatan bunga (371) 34 (502) on interest income
Beban keuangan (166.885) 2d,2l,32
33,34
(130.796) Finance costs
LABA SEBELUM PAJAK FINAL
DAN BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
68.903 168.421 INCOME BEFORE FINAL TAX
AND INCOME TAX EXPENSE
Pajak final (32.504) 2o,17,34 (21.683) Final tax
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
36.399 146.738 INCOME BEFORE
INCOME TAX EXPENSE
Manfaat (beban) pajak penghasilan 15.815 2o,17,34 (46.123) Income tax benefit (expense)
LABA TAHUN BERJALAN 52.214 100.615 INCOME FOR THE YEAR
PENGHASILAN
(RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
(LOSS)
Rugi komprehensif lain
yang akan direklasifikasikan ke
laba rugi pada
periode berikutnya:
Selisih kurs karena penjabaran
Other comprehensive loss
to be reclassified
to profit or loss in
subsequent periods:
Difference in foreign
laporan keuangan (3.433) 2b,23 (6) currency translation
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
yang tidak akan direklasifikasikan
ke laba rugi pada
periode berikutnya:
Laba (rugi) pengukuran kembali
liabilitas imbalan pascakerja
(454) 20 7.706 Other comprehensive income
(loss) not to be reclassified
to profit or loss in
subsequent periods:
Re-measurement income (loss) on
post-employment benefits liability
Pajak penghasilan terkait (73) 2o,17 (598) Related income tax
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
NETO TAHUN BERJALAN
48.254 107.717 NET COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
Laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
62.788
(10.574)
92.998
7.617
Income for the year attributable to:
Owners of the Parent Entity
Non-controlling Interests
Total 52.214 100.615 Total
Total laba komprehensif
tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali
58.830
(10.576)
100.088
7.629
Total comprehensive income
for the year attributable to:
Owners of the Parent Entity
Non-controlling Interests
Total 48.254 107.717 Total
LABA PER SAHAM
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
11 2q,27 EARNINGS PER
SHARE ATTRIBUTABLE TO
16 OWNERS OF THE PARENT ENTITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/

Equity attributable to owners of the parent entity
Penghasilan Komprehensif Lain/
Other Comprehensive Income
Catatan/ Modal saham/
Notes
Capital stock
Selisih
transaksi
dengan Pihak
Nonpengendali/
Laba (rugi)
pengukuran
Selisih kurs dari
kembali liabilitas
penjabaran
imbalan
laporan
pascakerja/
Saldo laba/
Retained earnings
Tambahan
modal disetor/
Additional paid-
in capital
Difference in
transaction with
Non-controling
Interest
keuangan/
Difference in
translation
Re-measurement
income (loss) on
foreign currency post-employment
benefits liability
Sub-total/
Sub-total
penggunaannya/ penggunaannya/
Appropriated
Telah ditentukan Belum ditentukan
Unappropriated
Total/Total Kepentingan
Nonpengendali/
Non-controlling Total Ekuitas/
Interests
Total Equity
Saldo tanggal 1 Januari 2019 142.629 145.603 288 (101.521) 8.122 (93.399) 34.823 838.040 1.067.984 1.431 1.069.415 Balance as of January 1, 2019
Laba tahun berjalan - - - - - - - 92.998 92.998 7.617 100.615 Income for the year
Penghasilan komprehensif lain
neto tahun berjalan
- - - (6) 7.096 7.090 - - 7.090 12 7.102 Net other comprehensive income
for the year
Penerbitan saham anak perusahaan baru - - - - - - - - - 6.125 6.125 Shares issuance of new subsidiary
Pembagian dividen kas anak kepada
pihak non-pengendali
- - - - - - - - - (100) (100) Subsidiary's cash dividend
to non-controlling interest
Saldo tanggal 31 Desember 2019 142.629 145.603 288 (101.527) 15.218 (86.309) 34.823 931.038 1.168.072 15.085 1.183.157 Balance as of December 31, 2019
Laba tahun berjalan - - - - - - - 62.788 62.788 (10.574) 52.214 Income for the year
Rugi komprehensif lain
neto tahun berjalan
23 - - - (3.433) (525) (3.958) - - (3.958) (2) (3.960) Net other comprehensive loss
for the year
Penambahan modal pada Entitas Anak - - 137 - - - - - 137 (137) - Addition paid in capital in Subsidiary
Penerbitan saham anak perusahaan baru - - - - - - - - - 500 500 Shares issuance of new subsidiary
Pembagian dividen kas perusahaan 25 - - - - - - - (20.539) (20.539) - (20.539) Company's cash dividend
Pembagian dividen kas anak kepada
pihak non-pengendali
25 - - - - - - - - - (427) (427) Subsidiary's cash dividend
to non-controlling interest
Saldo tanggal 31 Desember 2020 142.629 145.603 425 (104.960) 14.693 (90.267 ) 34.823 973.287 1.206.500 4.445 1.210.945 Balance as of December 31, 2020

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan
Pengeluaran kas kepada pemasok
2.689.595 2.447.646 Cash received from customers
Cash paid to suppliers
dan untuk beban usaha
Pengeluaran kas kepada karyawan
(1.818.386) (1.839.120) and for operating expenses
Cash paid to employees
dan anak buah kapal (227.383) (181.769) and vessel crews
Penerimaan dari klaim asuransi - 7.831 Proceeds from insurance claims
Penerimaan dari pendapatan bunga
Penerimaan pengembalian pajak
1.070
128.952
31
17
2.010
-
Receipts of interest income
Proceeds from claim of tax refund
Pembayaran atas: Payments for:
Beban bunga (163.164) (102.733) Interest expense
Pajak
Beban murabahah
(45.000)
-
(42.366)
(6.504)
Taxes
Murabahah expense
Kas neto diperoleh dari
aktivitas operasi
565.684 284.995 Net cash provided by
operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Hasil pelepasan aset tetap 31.484 11 82.966 Proceeds from disposal of fixed assets
Perolehan aset tetap (546.920) (139.063) Acquisitions of fixed assets
Kas Entitas Anak yang baru Cash of newly acquired
diakuisisi
Akuisisi anak perusahaan baru
-
-
1.257
(3.664)
Subsidiary
Acquisition of new subsidiary
Kas neto digunakan untuk
aktivitas investasi
(515.436) (58.504) Net cash used for
investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
Penerimaan dari utang Proceeds from loan payable to
lembaga keuangan
Pembayaran untuk utang
66.393 78.287 financial instiution
Payment for other
pihak berelasi lain-lain - neto (30.463) 15 (87.787) related party payables - net
Penerimaan (pembayaran) dari utang Proceeds (payment) from
jangka pendek - neto
Penerimaan dari utang
(154.364) 116.338 short-term loans - net
Proceeds from long-term
bank jangka panjang 778.701 748.657 bank loans
Penerimaan setoran modal Proceeds from paid-in capital
Entitas Anak baru 375 - of a new Subsidiary
Pembayaran: Payments for:
Utang bank jangka panjang
Liabilitas sewa
(351.285)
(172.868)
18
19
(810.729)
(125.787)
Long-term bank loans
Lease liabilities
Obligation under syariah
Utang transaksi syariah - (128.240) transactions
Utang pembelian secara angsuran (50.298) 18 - Purchase installment liability
Loan payable to
Utang lembaga keuangan (36.169) 18 (21.719) financial institution
Utang pembiayaan konsumen (1.309) 18 (1.193) Consumer financing payables
Dividen kas Entitas Anak (427) 25 (100) Cash dividend of Subsidaries
Dividen kas Perusahaan (20.539) 25 - Cash dividend of the Company
Kas neto diperoleh dari
(digunakan untuk)
Net cash provided by
(used for) financing
aktivitas pendanaan 27.747 (232.273) activities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT TEMAS TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in milions rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
PENGARUH NETO PERUBAHAN NET EFFECT OF CHANGES IN
KURS PADA KAS DAN EXCHANGE RATES ON CASH
SETARA KAS 2.310 5.686 AND CASH EQUIVALENTS
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO NET INCREASE (DECREASE) IN
KAS DAN SETARA KAS 80.305 (96) CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 40.281 40.377 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 120.586 4 40.281 AT END OF YEAR

Informasi tambahan aktivitas arus kas diungkapkan dalam Catatan 41.

Supplementary cash flow information is disclosed in Note 41.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT Temas Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Tempuran Emas berdasarkan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 252 tanggal 17 September 1987, yang telah diubah dengan akta notaris No. 350 tanggal 18 November 1987 oleh notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2545.HT.01.01.TH'88 tanggal 22 Maret 1988, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 101, Tambahan No. 1376 tanggal 16 Desember 1988. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT Temas Tbk dilakukan berdasarkan akta notaris Christina Dwi Utami, SH, MHum, Mkn., No. 54 tanggal 19 Juni 2019 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-0034499.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 3 Juli 2019.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir diubah dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 135 tanggal 25 Juni 2020, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0116978.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 21 Juli 2020.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. Company's Establishment

PT Temas Tbk (the "Company") was established under the name PT Tempuran Emas based on notarial deed No. 252 dated September 17, 1987 of Misahardi Wilamarta, S.H., which was amended by notarial deed No. 350 dated November 18, 1987 of the same notary. The deed of establishment and its amendment were approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-2545.HT.01.01.TH'88 dated March 22, 1988 and were published in Supplement No. 1376 of State Gazette No. 101 dated December 16, 1988. The Company changed its name to PT Temas Tbk based on notarial deed No. 54 dated June 19, 2019 of Christina Dwi Utami, SH, MHum, Mkn., which was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0034499.AH.01.02.TAHUN 2019 dated July 3, 2019.

The Company's articles of association has been amended from time to time, the latest of which was amended by notarial deed No. 135 dated June 25, 2020 of Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., regarding the amendments to the Company's Article of Association according to the Otoritas Jasa Keuangan Regulations (POJK).

The deed of amendment was approved by the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-00116978.AH.01.11.Tahun 2020 dated July 21, 2020.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam bidang pengangkutan baik domestik maupun internasional, terutama pengangkutan penumpang, kendaraan, barang dan hewan dengan kapal laut, bertindak sebagai agen dari usaha pelayaran serta melaksanakan pembelian dan penjualan kapal-kapal dan perlengkapannya. Kegiatan usaha penunjang dari perseroan adalah sewa-menyewa kapal, lahan, bangunan, serta kegiatan transportasi darat dan logistik.

Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Yos Sudarso Kavling 33, Jakarta Utara, dengan kantor cabang di Ambon, Banjarmasin, Belawan, Bitung, Bontang, Dobo, Jayapura, Makassar, Manokwari, Merauke, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Sorong, Surabaya dan Timika. Kapal yang dioperasikan oleh Perusahaan hanya berlayar di perairan dalam negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988.

b. Penawaran umum efek ekuitas Perusahaan b. Public offerings of the Company's equity

Pada tahun 2003, Perusahaan menawarkan 55.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp250 (nilai penuh) per saham kepada masyarakat pada harga penawaran sebesar Rp550 per saham. Penawaran tersebut sesuai dengan Surat No. S-1516/PM/2003 tanggal 25 Juni 2003, yang diterbitkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Selisih lebih antara harga penawaran dengan nilai nominal per saham, setelah memperhitungkan biaya penerbitan saham dan transaksi selanjutnya yang berkaitan dengan dividen saham dan saham bonus, dicatat sebagai "Tambahan Modal Disetor" yang disajikan sebagai bagian dari Ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. S-1155/BEJ-PSJ/07-2003 tanggal 3 Juli 2003.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. Company's Establishment (continued)

In accordance with article 3 of the Company's articles of association, the Company engages in both domestic and international transportation activities, particularly in transporting passengers, cargoes and animals by vessels, acts as an agent in the shipping business and is involved in the purchase and sale of vessels and related equipment. Supporting activities of the Company is leasing of vessels, land, buildings, and activities of land transportation and logistic.

The Company's head office is located at Jalan Yos Sudarso Kavling 33, North Jakarta with branches in Ambon, Banjarmasin, Belawan, Bitung, Bontang, Dobo, Jayapura, Makassar, Manokwari, Merauke, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Sorong, Surabaya, and Timika. The Company's vessels operate only in domestic seas. The Company started its commercial operations in 1988.

securities

In 2003, the Company offered 55,000,000 shares with a par value of Rp250 (full amounts) per share to the public at an offering price of Rp550 per share. Such offering was in accordance with Letter No. S-1516/PM/2003 dated June 25, 2003 issued by the Head of the Capital Market Supervisory Agency (BAPEPAM). The excess of the share offer price over the par value per share, net of stock issuance costs and the subsequent transactions relating to stock dividend and bonus shares, was recognized as "Additional Paid-in Capital", which is presented under the Equity section of the consolidated statement of financial position. The Company has registered all of its shares in the Indonesia Stock Exchange in accordance with Letter No. S-1155/BEJ-PSJ/07-2003 dated July 3, 2003 from the Director of PT Bursa Efek Jakarta.

c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees

The composition of the Company's Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020 dan 2019 are as follows:

31 Desember 2020 / December 31, 2020

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Harto Khusumo President Commissioner Komisaris Independen Alfred Natsir Independent Commissioner Komisaris IndependenTheo Lekatompessy Independent Commissioner

Direksi Board of Directors

Direktur Utama Sutikno Khusumo President Director Direktur Faty Khusumo Director Direktur Ganny Zheng Director Direktur Seng Eng Iskandar Director

31 Desember 2019 / December 31, 2019

Direksi Board of Directors Direktur Utama Sutikno Khusumo President Director Direktur Teddy Arief Setiawan Director Direktur Harry Haryanto Director

Direktur Faty Khusumo Director Direktur Ganny Zheng Director

Pada tanggal 25 Juni 2020, melalui akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 134 tanggal 25 Juni 2020, dilakukan perubahan susunan anggota direksi Perseroan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0116899.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 21 Juli 2020.

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Harto Khusumo President Commissioner Komisaris Independen Alfred Natsir Independent Commissioner Komisaris IndependenTheo Lekatompessy Independent Commissioner

Based on notarial deed No. 134 dated June 25, 2020 of Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., the composition of Boards of Directors of the Company was amended. The deed of amendment was approved by the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0116899.AH.01.11.Tahun 2020 dated July 21, 2020.

The composition of the Company's Audit Committee as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020 dan 2019 / December 31, 2020 and 2019

Komite Audit Audit Committee
Ketua Theo Lekatompessy Chairman
Anggota Alfred Natsir Member
Anggota Ardi Dharmono Member

Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya disebut "Kelompok Usaha") memiliki 514 dan 475 karyawan tetap (tidak diaudit) masingmasing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and its Subsidiaries (collectively referred to hereafter as "the Group") had 514 and 475 permanent employees, respectively (unaudited).

c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan (lanjutan)

PT Temas Lestari adalah entitas induk langsung Perusahaan dan juga merupakan entitas induk terakhir dalam Kelompok Usaha.

Manajemen Kelompok Usaha bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diotorisasi untuk terbit pada tanggal 19 Mei 2021.

d. Entitas Anak d. Subsidiaries

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)

PT Temas Lestari is the immediate parent company of the Company and also the ultimate parent company of the Group.

The management of the Group is responsible for the preparation of the consolidated financial statements that were authorized for issue on May 19, 2021.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company has consolidated the following directly or indirectly owned subsidiaries:

Tahun
Beroperasi
secara
komersial/
Start of
of ownership Persentase
kepemilikan/
Percentage
Jumlah asset sebelum eliminasi/
Total assets before elimination
Nama entitas anak/
Name of subsidiaries
Lokasi/
Location
Kegiatan usaha/
Principal activity
commercial
operations
2020 2019 2020 2019
Anemi Maritime Co.,Ltd.
(Anemi)
Malta Jasa penyewaan
kapal/
Lease of vessels
2003 100% 100% 4.759 354
PT Temas Depot (TD) Jakarta Jasa pengelolaan
depo peti kemas dan
jasa terkait/Depot container
management and
related services
2002 99,87% 99,40% 503.461 203.963
PT Temas Shipping (TS) Jakarta Jasa pelayaran/
Shipping services
2003 99,85% 99,69% 725.452 256.348
PT Temas Port (TP) Jakarta Jasa bongkar muat
dan jasa terkait/
Stevedoring and
related services
2003 99,67% 99,67% 509.951 267.228
PT Asia Marine Temas
(AMT)
Jakarta Manajemen kapal/
Shipping management
2018 100% 100% 3.516 8.227
PT Mentari Mas Multimoda
(MMM)
Surabaya Jasa pelayaran
dan bongkar muat/
Shipping and
stevedoring services
2019 51% 51% 305.442 72.758
PT Pelabuhan Temas
Nusantara (PTN)
Jakarta Jasa pelayanan
kepelabuhan laut/
Sea port services
belum beroperasi/
not operating yet
99.90% - 125.000 -
PT Temas Bulker (TB) Jakarta Jasa pengangkutan
dan pergudangan/
Transportation and
warehousing services
belum beroperasi/
not operating yet
97% - 12.444 -

Pada tahun 2020, Perusahaan mendirikan anak perusahaan baru, PTN, dimana Perusahaan mempunyai kepemilikan sebesar 99.90%. PTN bergerak di bidang jasa pelayaran dan bongkar muat. Pendirian ini dituangkan kedalam akta notaris Stevanus Joseph, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 12 Oktober 2020 dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0053013.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 14 Oktober 2020. Saham yang diotorisasi untuk terbit berjumlah 500.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.000.000 (nilai penuh). Per 31 Desember 2020, saham yang telah dibayar dan disetor penuh sebesar 125.000 lembar.

Pada tahun 2020, TS mendirikan anak perusahaan baru, TB, dimana TS mempunyai kepemilikan sebesar 97%. TB bergerak di bidang jasa pengangkutan dan pergudangan. Pendirian ini dituangkan ke dalam akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., No. 20 tanggal 12 Mei 2020 dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0024601.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 19 Mei 2020. Saham yang diotorisasi untuk terbit berjumlah 100.000 lembar dengan nilai nominal Rp500.000 (nilai penuh). Per 31 Desember 2020, saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar 25.000 lembar.

Pada tahun 2019, TS bersama dengan pihak ketiga mendirikan anak perusahaan baru, MMM, dimana TS mempunyai kepemilikan sebesar 51%. MMM bergerak di bidang jasa pelayaran dan bongkar muat. Pendirian ini dituangkan kedalam akta notaris Ilham Nizamiar, S.H., No. 1 tanggal 3 Mei 2019 dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0028075.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 12 Juni 2019. Saham yang diotorisasi untuk terbit berjumlah 100.000 lembar dengan nilai nominal Rp500.000 (nilai penuh). Saham yang telah dibayar dan disetor penuh sebesar 25.000 lembar per 31 Desember 2020 dan 2019.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Entitas Anak (lanjutan) d. Subsidiaries (continued)

In 2020, the Company established new subsidiary, PTN, which the Company has 99.90% ownership. PTN is engaged in shipping and stevedoring activities. The establishment has been notarized in notarial deed no. 21 dated October 12, 2020 of Stevanus Joseph, S.H., M.Kn., and approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0053013.AH.01.01.Tahun 2020 dated October 14, 2020. The shares authorized to be issued are 500,000 shares with nominal value Rp1,000,000 (full amount). As of December 31, 2020, the shares issued and fully paid are 125,000 shares.

In 2020, TS established new subsidiary, TB, which TS has 97% ownership. TB is engaged in transportation and warehousing activities. The establishment has been notarized in notarial deed no. 20 dated May 12, 2020 of Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. and approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0024601.AH.01.01.Tahun 2020 dated May 19, 2020. The shares authorized to be issued are 100,000 shares with nominal value Rp500,000 (full amount). As of December 31, 2020, the shares issued and fully paid are 25,000 shares.

In 2019, TS together with a third party established new subsidiary, MMM, which TS has 51% ownership. MMM is engaged in shipping and stevedoring activities. The establishment has been notarized in notarial deed no. 1 dated May 3, 2019 of Ilham Nizamiar, S.H. and approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0028075.AH.01.01.Tahun 2019 dated June 12, 2019. The shares authorized to be issued are 100,000 shares with nominal value Rp500,000 (full amount). The shares issued and fully paid are 25,000 shares as of December 31, 2020 and 2019.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING

a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK") Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan yang terkait dengan penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asas akrual, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah rupiah (Rp), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak kecuali Anemi Maritime Co. Ltd., yang mata uang fungsionalnya adalah dolar Amerika Serikat.

b. Prinsip-prinsip konsolidasian b. Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya.

Pengendalian didapat ketika Kelompok usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

POLICIES

a. Basis of presentation of the consolidated financial statements

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards ("SAK"), which comprise the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Financial Accounting Standards ("ISAK") issued by the Financial Accounting Standards Board ("DSAK") of the Indonesian Institute of Accountants and the regulations relating to financial statement presentation and disclosures issued by the Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are stated on the other bases described in the related accounting policies for those accounts.

The consolidated statement of cash flows is prepared using the direct method and presents cash flows classified into operating, investing and financing activities.

The reporting currency used in the consolidated financial statements is the Indonesian rupiah (Rp), which is also the functional currency of the Company and Subsidiaries except Anemi Maritime Co. Ltd., whose functional currency is the U.S. dollar.

The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its Subsidiaries.

Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Secara spesifik, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika dan hanya jika Kelompok Usaha memiliki seluruh hal berikut ini:

  • Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee),
  • Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
  • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas atas investee, Kelompok Usaha dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:

  • Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
  • Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain, dan
  • Hak suara dan hak suara potensial Kelompok Usaha.

Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Kelompok Usaha menghentikan pengendalian atas entitas anak.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following:

  • Power over the investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the investee),
  • Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
  • The ability to use its power over the investee to affect its returns of investor.

When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
  • Rights arising from other contractual arrangements, and
  • The Group's voting rights and potential voting rights.

The Group re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Kelompok Usaha dan pada Kepentingan Nonpengendali, walaupun hasil di Kepentingan Nonpengendali mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas intragrup berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.

Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka:

  • menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak
  • menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap Kepentingan Nonpengendali (KNP)
  • menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada.

Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Perusahaan:

  • menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak
  • menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap Kepentingan Nonpengendali (KNP)
  • menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada
  • mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima
  • mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya
  • mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi
  • mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya, begitu pula menjadi persyaratan jika Kelompok Usaha akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Profit or loss and each component of other comprehensive income (OCI) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the Non-controlling Interests ("NCI"), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies in line with the Group's accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.

A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it:

  • derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary
  • derecognizes the carrying amount of any Non-controlling Interests
  • derecognizes the cumulative translation differences recorded in equity.

A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. In case of loses control over a subsidiary, the Company:

  • derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary
  • derecognizes the carrying amount of any Non-controlling Interests
  • derecognizes the cumulative translation differences recorded in equity, if any
  • recognizes the fair value of the consideration received
  • recognizes the fair value of any investment retained
  • recognizes any surplus or deficit in profit or loss
  • reclassifies the parent's share of components previously recognized in OCI to profit or loss or retained earnings, as appropriate, as would be required if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Investasi pada ventura bersama Investment in joint venture

Berdasarkan PSAK 15 (2013), pengendalian bersama adalah perjanjian kontraktual untuk berbagi pengedalian yang hanya muncul ketika keputusan atas aktivitas relevan membutuhkan persetujuan dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian (ventura bersama).

Perusahaan menerapkan metode ekuitas dalam pencatatan investasi pada ventura bersama. Berdasarkan metode ini, Perusahaan mengakui setiap bagian dari laba atau rugi ventura bersama sebagai penyesuaian saldo investasi dan mengakui setiap dividen yang diterima sebagai pengurang investasi. Perusahaan menyajikan investasi pada ventura bersama sebagai aset tidak lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Klasifikasi bagian lancar dan tidak lancar Current and non-current classification

Kelompok Usaha menyajikan aset dan liabilitas di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar.

Suatu aset disajikan lancar bila: An asset is current when it is:

  • diperkirakan akan terealiasikan, atau memiliki intensi untuk dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal;
  • diperkirakan akan terealisasi dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
  • merupakan kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.

Aset yang tidak termasuk kategori tersebut diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

Based on PSAK 15 (2013), joint control is the contractual arrangement to share control of arrangement that only exists when decision over relevant activities requiring agreement from all parties sharing control (joint venturer).

The Company implement equity method for its investment in joint venture. Based on this method, the Company recognize every portion of income or loss of joint venture as adjustment to investment value and recognize every dividend received as deduction of investment value. The Company report its investment in joint venture as non-current asset in consolidated statement of financial position.

The Group presents assets and liabilities in the consolidated statement of financial position based on current/non-current classification.

  • expected to be realised or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle;
  • dimiliki untuk tujuan diperdagangkan; held primarily for the purpose of trading;
  • expected to be realised within 12 months after the reporting period; or
  • cash or cash equivalent, unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.

All other assets are classified as non-current.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) b. Principles of consolidation (continued)

  • diperkirakan akan diselesaikan dalam siklus operasi normal;
  • dimiliki untuk tujuan diperdagangkan;
  • memiliki jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
  • tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.

Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.

Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan yang tidak dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai "Setara Kas".

Bank yang dibatasi penggunaannya digunakan untuk pembayaran on-line sehubungan dengan jasa layanan kapal dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari "Kas dan Setara Kas" akan tetapi disajikan sebagai bagian dari "Aset Keuangan Lancar Lainnya".

d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi d. Transactions with related parties

Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan pada PSAK 7 (Revisi 2010) "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi".

Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • Liabilitas adalah lancar bila: A liability is current when it is:
  • expected to be settled in the normal operating cycle;
  • held primarily for the purpose of trading;
  • due to be settled within 12 months after the reporting period; or
  • there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least twelve months after the reporting period.

All other liabilities are classified as noncurrent.

Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.

c. Kas dan setara kas c. Cash and cash equivalent

Time deposits with maturities of three months or less at the time of placement, which are not restricted, are classified as "Cash Equivalents".

Cash in bank accounts which are restricted to be used for the on-line payment of ship service fees to PT Pelabuhan Indonesia (Persero) are not classified as part of "Cash and Cash Equivalents". These are presented as part of "Other Current Financial Assets".

The Group entered into transactions with related parties as defined in PSAK 7 (Revised 2010) "Related Parties Disclosures".

Transactions with related parties are based on terms agreed by the parties, which may not be the same as those of transactions between unrelated parties.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Persediaan e. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.

Biaya perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO). Penyisihan persediaan usang dan/atau penurunan nilai persediaan disajikan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi neto.

f. Biaya dibayar di muka f. Prepaid expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Bagian jangka panjang dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Kelompok Usaha menggunakan model biaya dalam pengukuran aset tetapnya. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan aset tetap termasuk harga pembelian dan setiap biaya yang diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi masa kini. Pada saat pemeliharaan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi berjalan.

Biaya pemugaran kapal (docking) dan perbaikan lambung kapal (replating) dikapitalisasi pada saat terjadinya dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai dengan periode pemugaran kapal berikutnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value.

Cost is determined by the first-in, first-out (FIFO) method. Allowance for inventory obsolescence and/or decline in market values of inventories is provided to reduce the carrying value of inventories to their net realizable value.

Prepaid expenses are amortized and charged to operations over the years benefited using the straight-line method. The long-term portion of prepaid expenses is shown as part of "Other Non-current Assets" in the consolidated statement of financial position.

g. Aset tetap g. Fixed assets

The Group uses the cost model for fixed assets measurement. Fixed assets, except for land, are stated at cost less accumulated depreciation and amortization and impairment loss, if any. The cost of fixed assets includes purchase price and any costs directly attributable to bringing the assets to their present location and condition. When significant repairs and maintenance are performed, their costs are recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are charged directly to current operations.

Vessel dry docking costs and hull repairs (replating) are capitalized when incurred and are amortized on a straight-line basis over the period to the next dry docking.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penyusutan dan amortisasi dihitung dengan menggunakan metode di bawah ini berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset:

Tanun i Y
Metode garis lurus
Lahan 4 - 20
Bangunan dan prasarana $4 - 20$
Kapal 5 - 16
Biaya pemugaran dan perbaikan kapal $3 - 4$
Peti kemas 8
Peralatan kapal 4
Alat berat $3 - 8$
Matada salda manurun qanda
Kendaraan 4 Vehicles
Peralatan kantor 4 - 8 Office equipment

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pakai (HP) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun "Aset Tetap" dan tidak diamortisasi. Biaya pengurusan legal untuk perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai bagian dari akun "Aset Tidak Lancar Lainnya" pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dan amortisasi aset tetap ditelaah dan disesuaikan secara prospektif, apabila diperlukan, pada setiap akhir tahun buku.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Aset tetap (lanjutan) g. Fixed assets (continued)

Depreciation and amortization are computed using the following methods over the estimated useful lives of the assets:

Tahun/Years
Metode garis lurus Straight-line method
Lahan 4 - 20 Landyard
Bangunan dan prasarana 4 - 20 Buildings and infrastructure
Kapal 5 - 16 Vessels
Biaya pemugaran dan perbaikan kapal 3 - 4 Dry docking costs and replating
Peti kemas 8 Containers
Peralatan kapal 4 Vessel equipment
Alat berat 3 - 8 Heavy equipment
Metode saldo menurun ganda Double-declining method

Land is stated at cost and is not depreciated. Legal cost of landright in the form of Building Usage Rights (Hak Guna Bangunan or HGB), Business Usage Rights (Hak Guna Usaha or HGU) and Usage Rights (Hak Pakai or HP) when the land is acquired initially is recognized as part of the cost of the land under the "Fixed Assets" account and not amortized. The extension or the legal renewal cost of landright is recognized as part of "Other Noncurrent Assets" account in the consolidated statement of financial position and is amortized over the shorter of the rights' legal life and the land's economic useful life.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is credited or charged to current profit or loss in the year the asset is derecognized.

The fixed assets' residual values, useful lifes and methods of depreciation and amortization are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate, at the end of each financial year.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

h. Penurunan nilai aset non-keuangan h. Impairment of non-financial assets

Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai "rugi penurunan nilai".

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, transaksi pasar terkini dijadikan sebagai acuan, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, digunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.

Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Group assesses at the end of each reporting period, whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Group makes an estimate of the asset's recoverable amount.

An asset's recoverable amount is the higher of the asset's or its cash-generating unit's (CGU's) fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. When the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses of continuing operations are recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as "impairment losses".

In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.

In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the asset.

Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

h. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

Untuk aset selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat yang telah disesuaikan, penyusutan bersih, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Pada tanggal dimulainya kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang teridentifikasi selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang teridentifikasi, Kelompok Usaha menilai apakah:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Impairment of non-financial assets (continued)

For assets excluding goodwill, an assessment is made at each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the Group estimates assets recoverable amount. A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment loss was recognized.

If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future years to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

i. Sewa i. Leases

At the inception of a contract, the Group assesses whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Group assesses whether:

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • Kontrak melibatkan penggunaan aset yang teridentifikasi;
  • Kelompok Usaha memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
  • Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset.

Kelompok Usaha sebagai lessee: The Group as a lessee:

Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK 73 secara retrospektif dengan mengakui dampak kumulatif awal penerapan PSAK 73 pada tanggal awal penerapan; atau lebih dikenal sebagai penerapan retrospektif dengan modifikasian. Dengan demikian informasi komparatif yang disajikan untuk tahun 2019 tidak disajikan kembali sebagaimana dilaporkan sebelumnya.

Untuk sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan sesuai standar lama, maka jumlah tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal penerapan awal adalah jumlah tercatat aset sewaan dan liabilitas sewa sebelum tanggal tersebut yang diukur sesuai standar lama. Untuk sewa tersebut, lessee mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal.

Kelompok Usaha menggunakan cara praktis berikut dalam menerapkan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi:

  • tidak mengakui sewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal penerapan awal (menggunakan cara yang sama dengan sewa jangka pendek);
  • mengecualikan biaya langsung awal (kecuali untuk hak guna tanah) dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal; dan
  • menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight), seperti dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Sewa (lanjutan) i. Leases (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

  • The contract involves the use of an identified asset;
  • The Group has the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and
  • The Group has the right to direct the use of the asset.

The Group has applied PSAK 73 retrospectively with the cumulative impact of initial implementation of PSAK 73 recognized at the date of initial application; or known as modified retrospective application. Therefore, the comparative information presented for 2019 has not been restated as previously reported.

For leases classified as finance leases in accordance with the previous standard, the carrying amount of the right-of-use asset and the lease liability at the date of initial implementation are the carrying amount of the lease asset and lease liability prior to the initial date, which are measured in accordance with the previous standard. For those leases, the lessee records the right-of-use asset and the lease liability in accordance with this Standard from the date of initial implementation.

The Group uses the following practical expedients in implementing the modified retrospective approach:

  • does not recognize leases whose term ends within 12 months of the date of initial implementation (use short-term lease accounting);
  • exclude initial direct costs (except for land rights) from the measurement of right-of-use assets at the date of initial implementation; and
  • use hindsight, such as in determining the lease term if the contract contains options to extend or terminate the lease.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Ketika mengukur liabilitas sewa, Perusahaan mendiskonto kewajiban pembayaran masa depan menggunakan suku bunga inkremental pada tanggal awal sewa dimana ditentukan sebesar antara 5,49% sampai 7,6%. Liabilitas sewa pada 1 Januari 2020 dapat direkonsiliasi dengan komitmen sewa operasi pada 31 Desember 2019 sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Sewa (lanjutan) i. Leases (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

When measuring the lease liability, the Company discounted the future lease payments using its incremental borrowing rate at the lease commencement date which was determined to be ranging from 5.49% to 7.6%. The lease liability as of January 1, 2020 can be reconciled to the operating lease commitments as of December 31, 2019, as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Komitmen sewa operasi
Penyesuaian nilai kini
329.628
(58.338)
Operating lease commitments
Present value adjustment
Komitmen sewa operasi terdiskonto
(Catatan 19)
271.290 Discounted operating lease commitments
(Note 19)

Kelompok Usaha sebagai lessor: The Group as lessor:

Kelompok Usaha tidak membuat penyesuaian transisi untuk sewa ketika bertindak sebagai lessor dan mencatat sewa tersebut sesuai Pernyataan ini sejak tanggal penerapan awal.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa, atau perjanjian yang mengandung sewa, didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Sewa yang mengalihkan secara substansial kepada lessee seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.

Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar aset sewa pembiayaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.

The Group does not make any transitional adjustments for leases as a lessor and records the leases in accordance with this Standard from the date of initial implementation.

The determination of whether an arrangement is, or contains, a lease is based on the substance of the arrangement at inception date and whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset and the arrangement conveys a right to use the asset. A lease that transfers substantially to the lessee all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset is classified as a finance lease.

At the commencement of the lease term, a lessee recognizes finance lease as an asset and a liability in its statement of financial position at an amount equal to the fair value of the leased property or, if lower, the present value of the minimum lease payments.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas. Beban keuangan dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa.

Aset sewa pembiayaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan disusutkan secara konsisten dengan metode yang sama yang digunakan untuk aset yang dimiliki langsung, atau disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaat aset sewa pembiayaan, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

Transaksi jual dan sewa balik meliputi penjualan aset dan penyewaan balik aset yang sama. Pembayaran sewa dan harga jual biasanya saling terkait karena satu paket.

Jika transaksi jual dan sewa balik menghasilkan sewa pembiayaan, maka selisih lebih hasil penjualan atas jumlah tercatat tidak diakui segera sebagai penghasilan oleh penjual-lessee, tetapi ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

Jika sewa balik menghasilkan sewa pembiayaan, maka transaksi tersebut merupakan suatu cara bagi lessor memberikan pembiayaan kepada lessee dengan aset sebagai jaminan. Dengan alasan tersebut tidak sesuai jika selisih lebih hasil penjualan atas jumlah tercatat diakui sebagai penghasilan. Selisih lebih tersebut ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Sewa (lanjutan) i. Leases (continued)

Minimum lease payments are apportioned between the finance charges and the reduction of the outstanding liability. The finance charges are allocated to each period during the lease term.

Leased asset held by the lessee under a finance lease is depreciated consistently using the same method used with that for depreciable assets that are directly owned, or is fully depreciated over the shorter of the lease term and its useful life, if there is no reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term.

Leases which do not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership are classified as operating leases. Operating lease payments are recognized as an expense in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income on a straight-line basis over the lease term.

Jual dan Sewa Balik Sales and Leaseback

Sales and lease back transaction includes sales and lease back of the same asset. Rental payment and sales price are usually interconnected because it is regarded as one package.

If sales and lease back transaction resulting finance lease, then the gain on sales over its net book value could not be recognized immediately as income by seller-lessee, instead it is deferred and amortized during the lease term.

If lease back resulting finance lease, then that transaction is a way for lessor to give financing to lessee with asset as its collateral. With that reason, it is not appropriate if the gain on sales over its net book value to be recorded as income. Its gain has to be deferred and amortized during the lease term.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

j. Biaya atas penerbitan saham j. Stock issuance costs

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham disajikan sebagai pengurang atas tambahan modal disetor.

Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (poolingof-interests), dimana nilai buku historis atas ekuitas neto dari entitas yang diakuisisi digabungkan seolah-olah mereka merupakan entitas tunggal sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan nilai tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor".

l. Pengakuan pendapatan dan beban l. Revenue and expense recognition

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Pada 1 Januari 2020, Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72, "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

  • 1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
  • 2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
  • 3) Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
  • 4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Costs incurred in connection with the issuance of capital stock are presented as deduction from additional paid-in capital.

k. Kombinasi bisnis entitas sepengendali k. Business combination of entities under common control

Business combination under common control are accounted for using the pooling-ofinterests method, whereby the historical carrying amounts of the net equities of the entities acquired are combined as if they are a single entity since the beginning of the period of the combining entity become under common control.

The difference between the consideration transferred and book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of "Additional Paid-in Capital" account.

On January 1, 2020, the Group implemented PSAK 72, "Revenue from Contracts with Customers", which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of analysis as follows:

  • 1) Identify contract with a customer.
  • 2) Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to deliver goods or services that are distinct to customers.
  • 3) Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity is entitled to obtain as compensation for the delivery of goods or services promised in the contract.
  • 4) Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When this cannot be observed directly, the relative stand-alone selling price is estimated based on expected cost plus margin.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) l. Revenue and expense recognition

5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

Pelayaran Shipping

Pendapatan dari aktivitas pelayaran diakui sepanjang waktu selama pemenuhan kewajiban pelaksanaan, termasuk bagian pendapatan dari perjalanan yang belum selesai pada tanggal neraca. Pendapatan ditagih terkait dengan estimasi proporsi sisa waktu perjalanan dan aktivitas pada pelabuhan tujuan ditunda. Jumlah hari perjalanan, sesuai persentase dari total hari suatu perjalanaan diperkirakan berakhir, dipertimbangkan sebagai pendekatan atas persentase penyelesaian. Pendapatan dari kebanyakan aktivitas pelayaran diakui sepanjang waktu. Pendapatan time charter diakui selama periode perjanjian time charter. Biaya dan beban diakui pada saat terjadinya.

Bongkar Muat Stevedoring

Pendapatan dari aktivitas bongkar muat diakui saat jasa tersebut diselesaikan.

Pendapatan Bunga Interest Income

Pendapatan atau biaya bunga untuk semua instrumen keuangan yang diukur berdasarkan biaya perolehan diamortisasi dicatat dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif ("SBE"), yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, sebagaimana mestinya, digunakan periode yang lebih singkat, sampai mencapai nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

5) Recognize revenue when performance obligation has been fulfilled by delivering the promised goods or services to the customer (when the customer has control over the goods or services).

Pendapatan dan Beban Service Revenues and Cost

Revenue from shipping activities is recognized over time as the performance obligation is satisfied, including a share of revenue from incomplete voyages at the balance sheet date. Invoiced revenue related to estimated proportion of remaining voyage time and activities at destination port is deferred. Number of days of a voyage, as a percentage of the total number of days a voyage is estimated to last, is considered as a close approximation of percentage of completion. Revenue from most freight forwarding activities is recognized over time. Time charter revenue is recognized over the term of the time charter agreement. Cost and expenses are recognized when incurred.

Revenue from stevedoring activities is recognized upon completion of the service.

Interest income or expense on all financial instruments measured at amortized cost is recorded using the Effective Interest Rate ("EIR") method, which is the rate that exactly discounts the estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount of the financial asset or liability.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) l. Revenue and expense recognition

Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Pendapatan Dividen

Pendapatan dividen dari investasi diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.

Beban

Beban diakui ketika terjadi (basis akrual).

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Kelompok Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon dan Pajak Pertambahan Nilai ("PPN").

Pendapatan dari kegiatan jasa pengangkutan diakui selama periode perjalanan. Pendapatan dari kegiatan bongkar muat diakui pada saat jasa diserahkan. Penerimaan pembayaran di muka diakui sebagai "Pendapatan Diterima di Muka" dan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pendapatan time charter diakui selama periode perjanjian time charter. Biaya dan beban diakui pada saat terjadinya.

Kelompok Usaha menerapkan PSAK 24: Imbalan Kerja.

PSAK ini menetapkan antara lain, (i) menghapuskan "corridor approach" yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pascakerja yang antara lain sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Service Revenues and Cost (continued)

Dividend Revenue

Dividend revenue from investment is recognized when the shareholder's rights to receive payment has been established.

Expenses

Expenses are recognized as incurred (accrual basis).

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts and Value Added Taxes ("VAT").

Revenues on freight operations are recognized over the periods of the related voyages. Revenues from stevedoring activities are recognized when the services are rendered. Payments received in advance are recognized as "Unearned Revenue", which is presented under the current liabilities section of the consolidated statement of financial position.

Time charter revenue is recognized over the term of the time charter agreement. Cost and expenses are recognized when incurred.

m. Imbalan kerja m. Employee benefits

The Group has adopted PSAK 24: Employee Benefits.

This PSAK provides, among others, (i) the elimination of the "corridor approach" permitted under the previous version and (ii) significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which, among others, are as follows:

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam penghasilan komprehensif lainnya dan dikeluarkan secara permanen dari laba rugi.
  • Keuntungan yang diharapkan atas plan assets tidak lagi diakui dalam laba rugi. Keuntungan yang diharapkan digantikan dengan mengakui pendapatan bunga (atau beban) atas program manfaat pasti bersih (atau liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban pensiun.
  • Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak ditangguhkan dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika Kelompok Usaha mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan terkait.

Aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program.

Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.

n. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing n. Foreign currency transactions and

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs tengah yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode laporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Imbalan kerja (lanjutan) m. Employee benefits (continued)

  • Actuarial gains and losses are now required to be recognized in other comprehensive income and excluded permanently from profit or loss.
  • Expected return on plan assets will no longer be recognized in profit or loss. Expected returns are replaced by recognizing interest income (or expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the discount rate used to measure the pension obligation.
  • Unvested past service costs can not be deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes related restructuring or termination costs.

The net pension assets or liabilities are recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit or surplus.

The Company recognizes short-term employee benefits liability when services are rendered and the compensation for such services are to be paid within twelve months after the rendering of such services.

balances

Foreign currency transactions are recorded in rupiah at the middle rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction day of the year, as published by Bank Indonesia.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing (lanjutan)

Kurs yang digunakan adalah sebagai berikut (nilai penuh):

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Foreign currency transactions and balances (continued)

The rates of exchange used were as follows (full amounts):

31 Desember/December 31,
2020 2019
1 Euro Eropa 17.330 15.589 1 European euro
1 Dolar Amerika Serikat 14.105 13.901 1 United States dollar
1 Dolar Singapura 10.644 10.321 1 Singapore dollar
1 Yuan Tiongkok 2.161 1.991 1 Chinese yuan
1 Dolar Hongkong 1.819 1.785 1 Hongkong dollar
1 Yen Jepang 136 128 1 Japanese yen

Transaksi dalam mata uang asing lainnya tidak signifikan.

o. Perpajakan o. Taxation

Pajak penghasilan non-final Non-final income tax

Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya diukur pada jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari "Beban Pajak Kini" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Kelompok Usaha juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari "Beban Pajak Kini".

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

Transactions in other foreign currencies are insignificant.

Pajak kini Current tax

Current tax assets and liabilities for the current and prior years are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authorities. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that are enacted or substantively enacted by the reporting date.

Current tax expense is determined based on the taxable profit for the year computed using the prevailing tax rates.

Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of "Current Tax Expense" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. The Group also presented interest/penalty, if any, as part of "Current Tax Expense".

Amendments to tax obligations are recorded when a tax assessment letter is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

o. Perpajakan (lanjutan) o. Taxation (continued)

Pajak penghasilan non-final (lanjutan) Non-final income tax (continued)

Pajak tangguhan Deferred tax

Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada akhir tahun pelaporan.

Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.

Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.

Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersedia untuk direalisasi.

Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan disaling-hapuskan jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the end of the reporting year.

Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences.

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carryforward benefits of unused tax losses, to the extent that it is probable that sufficient future taxable income will be available against which the deductible temporary differences, and the carryforward benefits of unused tax losses can be utilized.

The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.

Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will allow the deferred tax assets to be recovered.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the year when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted at the reporting date.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset when legally enforceable right exists to offset current tax assets against current tax liabilities, or the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to the same taxable entity and the same taxation authority.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

o. Perpajakan (lanjutan) o. Taxation (continued)

Pajak final Final tax

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46: Pajak Penghasilan. Oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan pendapatan dari jasa angkutan laut dan sewa kapal sebagai pos tersendiri.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 416/ KMK.04/1996 dan No. 417/KMK.04/1996 tanggal 14 Juni 1996 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. 29/PJ.4/1996 tanggal 13 Agustus 1996, pendapatan dari jasa angkutan laut dan sewa kapal yang diterima Wajib Pajak Dalam Negeri dan Wajib Pajak Luar Negeri dikenakan pajak bersifat final masingmasing sebesar 1,20% dan 2,64% dari pendapatan, serta biaya sehubungan dengan kegiatan di atas tidak dapat dikurangkan untuk tujuan perhitungan pajak penghasilan.

Pendapatan Perusahaan dari jasa angkutan laut dan sewa kapal dikenakan pajak bersifat final sebesar 1,20% oleh karena seluruh penghasilan berasal dari wajib pajak dalam negeri.

Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Selisih antara jumlah pajak final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subject to final tax. Final tax applied to gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction recognizing losses.

Final tax is scoped out from PSAK No. 46: Income Tax. Therefore, the Group has decided to present all of the final tax arising from revenue from sea freight operations and charter of vessels as separate item.

Based on the Decision Letters No. 416/ KMK.04/1996 and No. 417/KMK.04/1996 dated June 14, 1996 of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia and Circular Letter No. 29/PJ.4/1996 dated August 13, 1996 of the Directorate General of Taxes, revenues from sea freight operations and charter of vessels are subject to final tax computed at 1.20% and 2.64% of the revenues for domestic and foreign companies, respectively, and the related costs and expenses are considered non-deductible for income tax purposes.

The Company's revenues from sea freight operations and charter of vessels are subject to final tax at 1.20%, all its revenues being derived from domestic companies.

The differences between the carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final tax and their respective tax bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities.

The difference between the final tax paid and the amount charged as final tax expense in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income is recognized as prepaid tax or tax payable.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

o. Perpajakan (lanjutan) o. Taxation (continued)

Pajak pertambahan nilai (PPN) Value added tax (VAT)

Pendapatan, beban dan aset diakui setelah dikurangi dengan jumlah PPN, kecuali:

  • Ketika PPN yang terjadi sehubungan dengan pembelian aset atau jasa tidak dapat diklaim kepada Kantor Pajak, dimana PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai beban; dan
  • Piutang dan utang yang dinyatakan dengan termasuk PPN.

Kelompok Usaha mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. Kelompok Usaha mengadopsi PSAK 71 pada 1 Januari 2020.

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Pengakuan awal dan pengukuran Initial recognition and measurement

Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ("FVTOCI"), dan nilai wajar melalui laba rugi ("FVTPL").

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Revenues, expenses and assets are recognized net of the amount of VAT except:

  • When the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the Tax Office, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense item as applicable; and
  • Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included.

p. Instrumen keuangan p. Financial instruments

The Group classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A financial instrument is any contract that raises to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. The Group adopted PSAK 71 as of January 1, 2020.

1. Aset keuangan 1. Financial assets

Financial assets are classified, at initial recognition, and subsequently measured at amortized cost, fair value through OCI ("FVTOCI"), and fair value through profit or loss ("FVTPL").

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengakuan awal dan pengukuran (lanjutan) Initial recognition and measurement

Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.

Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai Solely Payment of Principal and Interest ("SPPI") testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

Model bisnis Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Kelompok Usaha mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

(continued)

The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component of for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at FVTPL, transactions costs. Trade receivables that do not contain a significant financing component or which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72.

In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or FVTOCI, it needs to give rise to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the solely payments of principal and interest ("SPPI") testing and it is performed at instrument level.

The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to buy or sell the asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori:

i. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok Usaha. Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:

  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif ("SBE") dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan lain- lain, dan aset keuangan lancar lainnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories:

i. Financial assets at amortized cost (debt instruments)

This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met:

  • The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate ("EIR") method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group's financial assets at amortized cost consist of cash and cash equivalents, trade and other receivables, and other current financial assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

ii. Aset keuangan diukur nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang).

Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut dipenuhi:

  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada peghasilan komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya direklasifikasi ke laba rugi.

Kelompok Usaha tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif per 31 Desember 2020.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Subsequent measurement (continued)

ii. Financial assets at FVTOCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments)

The Group measures debt instruments at FVTOCI if both of the following conditions are met, as follows:

  • The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; and
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

For debt instruments at FVTOCI, interest income, foreign exchange revaluation and impairment losses or reversals are recognized in the statement of profit or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is recycled to profit or loss.

The Group has no debt instruments classified at FVTOCI with recycling of cumulative gains and losses as of December 31, 2020.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

iii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen ekuitas).

Saat pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai.

Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kategori ini per tanggal 31 Desember 2020.

iv. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Subsequent measurement (continued)

iii. Financial assets designated at FVTOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments).

Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at FVTOCI when they meet the definition of equity under PSAK 71 and are not held for trading. The classification is determined on an instrument- by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment of dividend has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in this case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at FVTOCI are not subject to impairment assessment.

There were no financial assets under this category as of December 31, 2020.

iv. Financial assets at FVTPL

Financial assets at FVTPL include financial assets held for trading, financial assets designated upon initial recognition at FVTPL, or financial assets is mandatory required to be measured at fair value.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

iv. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan).

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak memenuhi SPPI testing diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya.

Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.

Tidak ada aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kategori ini per tanggal 31 Desember 2020.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Subsequent measurement (continued)

iv. Financial assets at FVTPL (continued)

Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows that are not fulfilled with SPPI testing are classified and measured at FVTPL, irrespective of the business model.

Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at FVTOCI, as described above, debt instruments may be designated at FVTPL on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch.

There were no financial assets under this category as of December 31, 2020.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") Expected credit losses ("ECL")

Kelompok Usaha mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang umurnya.

Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur. Kelompok Usaha telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktorfaktor perkiraan masa depan (forwardlooking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

The Group recognizes an allowance for ECL for all debt instruments not held at FVTPL. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms.

ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12 months. For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL).

For trade receivables and contract assets, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but rather measures the recognizes of allowance loss based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward- looking factors specific to the debtors and the economic environment.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") (lanjutan)

Kelompok Usaha mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Kelompok Usaha tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

2. Liabilitas keuangan 2. Financial liabilities

Pengakuan dan pengukuran awal liabilitas Initial recognition and measurement

Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan untuk pinjaman sebesar pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Kelompok Usaha mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangannya sebagai liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Expected credit losses ("ECL") (continued)

The Group considers a financial asset meet the default definition when contractual payments are delinquent more than 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. Trade receivables is written off when there is low possibility of recovering the contractual cash flow, after all collection efforts have been done and have been fully provided for allowance.

Financial liabilities are classified, at initial recognition, as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, payables or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate.

All financial liabilities are recognized initially at fair value and as for loan, the amount of loans received after being net off directly to attributable transaction costs.

The Group classifies its financial liabilities as financial liabilities measured at amortized cost.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

i. Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 71 terpenuhi. Kelompok Usaha tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

2. Liabilitas keuangan (lanjutan) 2. Financial liabilities (continued)

The measurement of financial liabilities depends on their classification, as described below:

i. Financial liabilities at FVTPL

Financial liabilities measured at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition as at FVTPL. Financial liabilities are classified as held for trading if they are incurred for the purpose of repurchasing in the near term. This category also includes derivative financial instruments entered into by the Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships. Separated inherent derivatives are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the statement of profit or loss.

Financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL are designated at the initial date of recognition, and only if the criteria in PSAK 71 are satisfied. The Group has not designated any financial liability as at FVTPL.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. Liabilitas keuangan (lanjutan) 2. Financial liabilities (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

ii. Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok Usaha. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi.

3. Saling hapus instrumen keuangan 3. Offsetting financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan sebagai berikut:

  • i. situasi bisnis yang normal;
  • ii. peristiwa default; dan
  • iii. peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Kelompok Usaha dan seluruh pihak lawan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

Subsequent measurement (continued)

ii. Financial liabilities measured at amortized cost

This category is the most relevant to the Group. After initial recognition, interestbearing loans and other borrowings are subsequently measured at amortized cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance costs in the statement of profit or loss.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle them on a net basis, or realize the assets and settle the liabilities simultaneously. The right of setoff must not be contingent on a future event and must be legally enforceable in all of the following circumstances:

  • i. the normal course of business;
  • ii. the event of default; and
  • iii. the event of insolvency or bankruptcy of the Group and all of the counterparties.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (continued)

4. Penghentian pengakuan instrumen keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai.

Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode pelaporan.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal investasi yang diukur bukan pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Aset keuangan Kelompok Usaha mencakup kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset keuangan lancar lainnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

4. Derecognition of financial instruments

The Group derecognizes a financial asset when the contractual rights to cash flows derived from the financial asset expire, or when the Group transfers substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset.

The Group derecognizes a financial liability when the contractual obligation specified in the contract is discharged or cancelled or has expired.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

1. Aset keuangan 1. Financial assets

Pengakuan awal dan pengukuran Initial recognition and measurement

Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-tomaturity investments, or available-for-sale financial assets, as appropriate.

The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, reevaluates the designation of such assets at each end of reporting period.

At initial recognition, financial assets are recognized at fair value and, in the case of investments not at fair value through profit or loss, the fair value shall include directly attributable transaction costs.

The Group's financial assets include cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, and other current financial assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun pada saat proses amortisasi.

Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset keuangan lancar lainnya milik Kelompok Usaha diklasifikasi dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang.

Penghentian pengakuan Derecognition

Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok Usaha telah mentransfer hak kontraktual mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian "pass-through"; dan baik (a) Kelompok Usaha telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

The Group's cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, and other current financial assets are classified in the loans and receivables category.

A financial asset (or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: (1) the rights to receive cash flows from the asset have expired; or (2) the Group has transferred rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "passthrough" arrangement, and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai Impairment

Pada setiap akhir periode pelaporan Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut ("peristiwa yang merugikan"), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Kelompok Usaha pertama kali menentukan apakah terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

The Group assesses at the end of each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is an objective evidence of impairment as a result of one or more events that have occurred after the initial recognition of the asset (incurred "loss events") and those loss events have an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated.

Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization, and when observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as changes in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai (lanjutan) Impairment (continued)

Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan kelompok usaha menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.

Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi).

Nilai tercatat aset keuangan dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laba rugi. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang, beserta dengan penyisihan terkait, dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan atas pemulihan di masa depan dan semua agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Kelompok Usaha. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan akun penyisihan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and the group is collectively assessed for impairment.

Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment.

If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred).

The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is recognized in profit or loss. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or has been transferred to the Group. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance account.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai (lanjutan)

Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laba rugi.

2. Liabilitas keuangan 2. Financial liabilities

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, liabilitas keuangan Kelompok Usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi.

Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha mencakup utang jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, jaminan deposit dari pelanggan, utang pembelian secara angsuran dan pinjaman jangka panjang.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

1. Aset keuangan (lanjutan) 1. Financial assets (continued)

Impairment (continued)

The reversal shall not result in the carrying amount of the financial asset that exceeds what the amortized cost would have been had the impairment not been recognized at the date the impairment is reversed. The recovery is recognized in profit or loss.

Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss and financial liabilities at amortized cost. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. As at the consolidated statement of financial position date, the Group's financial liabilities are classified as financial liabilities at amortized cost.

At initial recognition, financial liabilities are recognized at fair value and, in the case of financial liabilities at amortized cost, include directly attributable transaction costs.

The Group's financial liabilities include short-term loans, trade payables, other payables, accrued expenses, security deposit from customer, purchase installment liability and long-term debts.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2. Liabilitas keuangan (lanjutan) 2. Financial liabilities (continued)

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.

Penghentian pengakuan Derecognition

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan diakui dalam laba rugi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement

After initial recognition, interest-bearing financial liabilities at amortized value are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method.

Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process.

A financial liability is derecognized when it is discharged or cancelled or has expired.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original financial liability and the recognition of a new financial liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau harga yang diminta pada penutupan bisnis pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut mencakup penggunaan transaksi-transaksi pasar yang wajar antara pihak-pihak yang mengerti dan berkeinginan (arm's length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskontokan, atau model penilaian lainnya.

Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • p. Instrumen keuangan (lanjutan) p. Financial instruments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

3. Saling hapus dari instrumen keuangan 3. Offsetting of financial instruments

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

4. Nilai wajar instrumen keuangan 4. Fair value of financial instruments

The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market bid or ask prices at the close of business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm's length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models.

When the fair value of the financial instruments not traded in an active market cannot be reliably determined, such financial assets are recognized and measured at their carrying amount.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar dan disetor penuh selama tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif; oleh karena itu, jumlah laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Apabila jumlah saham yang beredar meningkat sebagai akibat pemecahan saham, maka perhitungan laba per saham untuk seluruh periode sajian disesuaikan secara retrospektif.

Kelompok Usaha mengidentifikasikan segmen operasi berdasarkan pelaporan internal yang dikaji secara regular oleh pengambil keputusan operasional dalam mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi Kelompok Usaha.

Kegiatan Kelompok Usaha dikelompokkan menjadi dua kelompok usaha utama: jasa pelayaran dan jasa bongkar muat.

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dimana ada kemungkinan besar bahwa untuk penyelesaian kewajiban tersebut diperlukan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik saat ini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi tersebut dibatalkan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Laba per saham q. Earnings per share

Earnings per share amount is computed by dividing the net income for the year attributable to Owners of the Parent Entity by the weighted average number of issued and fully paid shares during the year.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group has no outstanding potential dilutive ordinary shares; accordingly, no diluted earnings per share amounts are calculated and presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

If the number of issued and fully paid shares are increased as the effect of stock split, the earnings per share calculation of all periods presented are adjusted retrospectively.

r. Pelaporan segmen r. Segment reporting

The Group identifies its operating segments on the basis of internal reports that are regularly reviewed by the Group's chief operating decision maker in order to allocate resources to the segment and assess its performance.

The Group's businesses are grouped into two major operating businesses: shipping and stevedoring.

s. Provisi s. Provisions

A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

All provisions are reviewed at each reporting year and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

t. Kapitalisasi biaya pinjaman

Berdasarkan PSAK No. 26 (Revisi 2011), "Biaya Pinjaman", biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman dapat meliputi beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai dengan PSAK No. 30 (Revisi 2011) dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.

Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat dimulainya aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.

u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020

Beberapa amandemen dan interpretasi lainnya yang berlaku untuk pertama kalinya pada tahun 2020, namun tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. Kelompok Usaha belum melakukan penerapan dini atas standar, interpretasi atau amandemen apa pun yang telah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 1 Januari 2020.

PSAK 71: Instrumen Keuangan menggantikan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk periode tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dimana PSAK tersebut menggabungkan ketiga aspek akuntansi untuk instrumen keuangan: klasifikasi dan pengukuran; penurunan nilai; dan akuntansi lindung nilai.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Capitalization of borrowing costs

In accordance with PSAK No. 26 (Revised 2011), "Borrowing Costs", borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs may include interest, finance charges in respect of finance leases recognized in accordance with PSAK No. 30 (Revised 2011) and foreign exchange differences arising from foreign currency borrowings to the extent that they are regarded as adjustments to interest costs.

Capitalization of borrowing costs commences when the activities to prepare the qualifying asset for its intended use have started and the expenditures for the qualifying asset and the borrowing costs have been incurred. Capitalization of borrowing costs ceases when all the activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially completed.

u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020

Several other amendments and interpretations apply for the first time in 2020, but do not have an impact on the consolidated financial statements of the Group. The Group has not early adopted any standards, interpretations or amendments that have been issued but are not yet effective as of January 1, 2020.

PSAK 71: Instrumen Keuangan PSAK 71: Financial Instruments

PSAK 71: Financial Instruments replaces PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurements for annual periods beginning on or after January 1, 2020, bringing together all three aspects of the accounting for financial instruments: classification and measurement; impairment; and hedge accounting.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan)

Amandemen tersebut mengharuskan instrumen utang diukur baik pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ("OCI") atau nilai wajar melalui laba rugi. Klasifikasi instrumen utang, tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan apakah arus kas kontraktual hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga ("SPPI"). Model bisnis entitas adalah bagaimana entitas mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas dan menciptakan nilai bagi entitas baik dari mengumpulkan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan, atau keduanya.

Jika instrumen utang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika juga memenuhi persyaratan SPPI. Instrumen utang yang memenuhi persyaratan SPPI yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual aset dan untuk menjual aset diukur pada nilai wajar melalui OCI. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi jika tidak memenuhi kriteria nilai wajar melalui OCI atau biaya perolehan diamortisasi.

Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK 71 menggunakan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi, dengan tanggal penerapan awal 1 Januari 2020. Kelompok usaha telah menilai dan menyimpulkan bahwa tidak terdapat dampak signifikan atas penerapan PSAK 71 terhadap saldo awal.

Penilaian model bisnis dan apakah aset keuangan memenuhi persyaratan SPPI dibuat pada 1 Januari 2020.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020 (continued)
  • PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan) PSAK 71: Financial Instruments (continued)

The amendments require debt instruments to be measured either at amortised cost, fair value through other comprehensive income ("OCI") or fair value through profit or loss. Classification of debt instruments, depends on the entity's business model for managing the financial assets and whether the contractual cash flows represent solely payments of principal and interest ("SPPI"). An entity's business model is how an entity manages its financial assets in order to generate cash flows and create value for the entity either from collecting contractual cash flows, selling financial assets or both.

If a debt instrument is held to collect contractual cash flows, it is measured at amortised cost if it also meets the SPPI requirement. Debt instruments that meet the SPPI requirement that are held both to collect the assets' contractual cash flows and to sell the assets are measured at fair value through OCI. Financial assets are measured at fair value through profit or loss if they do not meet the criterial of fair value through OCI or amortised cost.

The Group has applied PSAK 71 using the modified retrospective approach, with the initial application date of January 1, 2020. The Group has assessed and concluded that there is no significant impact after the implementation of PSAK 71 on financial assets on beginning balance.

The assessment of the business model and whether the financial assets meet the SPPI requirements was made as of January 1, 2020.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan)

Instrumen utang Kelompok usaha memiliki arus kas kontraktual yang semata-mata merupakan pembayaran pokok dan bunga. Kelompok usaha memiliki aset keuangan saat ini untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, dan karenanya diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika menerapkan PSAK 71.

PSAK 71 mengharuskan semua instrumen ekuitas diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali jika entitas memilih pengakuan awal, untuk menyajikan perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain.

Pos-pos yang terpengaruh dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha atas penerapan pertama kali PSAK 71 secara adalah sebagai berikut:

  • i) Pinjaman dan piutang, termasuk didalamnya adalah piutang dagang dan piutang lain-lain akan diklasifikasi sebagai biaya perolehan diamortisasi,
  • ii) Aset keuangan akan diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui OCI.

PSAK 71 mengharuskan Kelompok usaha untuk mencatat kerugian kredit ekspektasian ("ECL") pada semua aset keuangannya yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI dan jaminan keuangan. Kelompok usaha sebelumnya mencatat penurunan nilai berdasarkan model kerugian yang terjadi ketika terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020 (continued)
  • PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan) PSAK 71: Financial Instruments (continued)

The Group's debt instruments have contractual cash flows that are solely payments of principal and interest. The Group holds its current financial assets to collect contractual cash flows, and accordingly measured at amortised cost when it applies PSAK 71.

PSAK 71 requires all equity instruments to be carried at fair value through profit or loss, unless an entity chooses on initial recognition, to present fair value changes in other comprehensive income.

The impacted line items of the Group's consolidated financial statements upon the first time adoption of the PSAK 71 are as follows:

  • i) Loans and receivables, including trade receivables and other receivables, will be classified as amortized cost,
  • ii) Financial Assets will be classified as fair value through OCI.

PSAK 71 requires the Group to record expected credit losses ("ECL") on all of its financial assets measured at amortised cost or fair value through OCI and financial guarantees. The Group previously recorded impairment based on the incurred loss model when there is objective evidence that financial asset is impaired.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan)

Setelah penerapan PSAK 71, Kelompok usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks pencadangan dengan menyertakan informasi masa depan (forward looking information) yang relevan untuk menilai ECL pada semua piutang usaha dan bukan usaha. Kelompok Usaha telah menilai dan menyimpulkan bahwa ECL adalah nihil untuk piutang usaha yang berasal dari pihak-pihak berelasi mengingat risiko gagal bayar itu rendah atau dapat dihindari. Sedangkan untuk piutang usaha yang jatuh tempo dari pihak ketiga, Kelompok Usaha menyediakan ECL yang cukup untuk menutupi kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha.

Kelompok usaha telah menilai dan menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai wajar sebelum dan setelah penerapan PSAK 71 atas aset keuangan.

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

PSAK 72 menggantikan PSAK 34: Kontrak Konstruksi, PSAK 23: Pendapatan dan Interpretasi terkait dan berlaku, dengan pengecualian terbatas, untuk semua pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. PSAK 72 menetapkan model lima langkah untuk memperhitungkan pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan dan mensyaratkan bahwa pendapatan diakui pada jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan entitas berhak sebagai imbalan atas transfer barang atau jasa kepada pelanggan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020 (continued)
  • PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan) PSAK 71: Financial Instruments (continued)

Upon adoption of PSAK 71, the Group applies the simplified approach using provision matrix with relevant forward looking information to assess the ECL on all trade and non-trade receivables. The Group has assessed and concluded that the ECL is nil for the trade receivables due from related parties in view of the risk of default it low or remote. As for the trade receivables due from third parties, the Group provide sufficient ECL to cover the possibility of uncollectible trade receivables.

The Group has assessed and concluded that there is no difference in fair value before and after the implementation of PSAK 71 on financial assets.

PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers

PSAK 72 supersedes PSAK 34: Construction Contracts, PSAK 23: Revenue and related Interpretations and it applies, with limited exceptions, to all revenue arising from contracts with customers. PSAK 72 establishes a five-step model to account for revenue arising from contracts with customers and requires that revenue be recognized at an amount that reflects the consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring goods or services to a customer.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan)
  • PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (lanjutan)

PSAK 72 mengharuskan entitas untuk melakukan pertimbangan, dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan ketika menerapkan setiap langkah model untuk membuat kontrak dengan pelanggan mereka. Standar ini juga menetapkan akuntansi untuk biaya tambahan untuk memperoleh kontrak dan biaya yang terkait langsung dengan pemenuhan kontrak. Selain itu, standar tersebut membutuhkan pengungkapan yang luas.

Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72 dengan menggunakan metode penerapan retrospektif yang dimodifikasi dengan tanggal penerapan awal 1 Januari 2020. Berdasarkan metode ini, standar dapat diterapkan untuk semua kontrak pada tanggal penerapan awal atau hanya untuk kontrak yang tidak selesai pada tanggal ini. Kelompok Usaha memilih untuk menerapkan standar untuk semua kontrak pada 1 Januari 2020.

PSAK 73 menggantikan PSAK 30: Sewa, ISAK 8: Penentuan apakah suatu Perjanjian mengandung suatu Sewa, ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif dan ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa. Standar tersebut menetapkan prinsipprinsip untuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sewa dan mengharuskan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa di laporan posisi keuangan.

Akuntansi lessor berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari PSAK 30. Lessor akan terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau keuangan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti dalam PSAK 30. Oleh karena itu, PSAK 73 tidak berdampak pada sewa di mana Kelompok Usaha adalah lessor.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020 (continued)
    • PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers (continued)

PSAK 72 requires entities to exercise judgment, taking into consideration all of the relevant facts and circumstances when applying each step of the model to contracts with their customers. The standard also specifies the accounting for the incremental costs of obtaining a contract and the costs directly related to fulfilling a contract. In addition, the standard requires extensive disclosures.

The Group adopted PSAK 72 using the modified retrospective method of adoption with the date of initial application of January 1, 2020. Under this method, the standard can be applied either to all contracts at the date of initial application or only to contracts that are not completed at this date. The Group elected to apply the standard to all contracts as at January 1, 2020.

PSAK 73: Sewa PSAK 73: Leases

PSAK 73 supersedes PSAK 30: Leases, ISAK 8: Determining whether an Arrangement contains a Lease, ISAK 23: Operating Leases-Incentives and ISAK 24: Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease. The standard sets out the principles for the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases and requires lessees to recognize most leases on the statement of financial position.

Lessor accounting under PSAK 73 is substantially unchanged from PSAK 30. Lessors will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in PSAK 30. Therefore, PSAK 73 did not have an impact for leases where the Group is the lessor.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • u. Standar akuntansi yang diadopsi efektif tanggal 1 Januari 2020 (lanjutan)

Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 dengan menggunakan metode penerapan retrospektif yang dimodifikasi dengan tanggal penerapan awal 1 Januari 2020. Berdasarkan metode ini, standar diterapkan secara retrospektif dengan efek kumulatif dari penerapan awal standar yang diakui pada tanggal penerapan awal.

Perubahan dalam definisi sewa terutama terkait dengan konsep kontrol. PSAK 73 menentukan suatu kontrak mengandung sewa apabila pelanggan memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk periode waktu tertentu.

PSAK 73 mensyaratkan lessee untuk mengakui sebagian besar sewa pada laporan posisi keuangan. Standar ini mencakup dua pengecualian pengakuan untuk lessee - sewa aset 'bernilai rendah' dan sewa jangka pendek. Pada tanggal dimulainya sewa, lessee akan mengakui liabilitas untuk melakukan pembayaran sewa (liabilitas sewa) dan aset yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang mendasarinya selama masa sewa (aset hak guna). Lessee akan diminta untuk secara terpisah mengakui beban bunga atas liabilitas sewa guna usaha dan biaya penyusutan atas aset hak guna.

Kelompok usaha telah menggunakan cara praktis yang tersedia pada transisi ke PSAK 73 untuk tidak menilai kembali apakah suatu kontrak adalah atau mengandung suatu sewa. Dengan demikian, definisi sewa sesuai dengan PSAK 30 akan terus diterapkan pada sewa yang dimasukkan atau diubah sebelum 1 Januari 2020.

Selain itu, Kelompok Usaha menerapkan cara praktis yang tersedia di mana:

  • i) tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa yang berakhirnya jangka waktu 12 bulan dan aset 'bernilai rendah';
  • ii) untuk menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup mirip.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Accounting standards adopted effective January 1, 2020 (continued)
  • PSAK 73: Sewa (lanjutan) PSAK 73: Leases (continued)

The Group adopted PSAK 73 using the modified retrospective method of adoption with the date of initial application of January 1, 2020. Under this method, the standard is applied retrospectively with the cumulative effect of initially applying the standard recognized at the date of initial implementation.

The change in definition of a lease mainly relates to the concept of control. PSAK 73 determines whether a contract contains a lease on the basis of whether the customer has the right to control the use of an identified asset for a period of time.

PSAK 73 requires lessees to recognise most leases on statement of financial positions. The standard includes two recognition exemptions for lessees - leases of 'low value' assets and short- term leases. At commencement date of a lease, a lessee will recognise a liability to make a lease payment (the lease liability) and an asset representing the right to use the underlying asset during the lease term (the right of use asset). Lessees will be required to separately recognise the interest expense on the lease liability and the depreciation expense on the right of use asset.

The Group has made use of the practical expedient available on transition to PSAK 73 not to reassess whether a contract is or contains a lease. Accordingly, the definition of a lease in accordance with PSAK 30 will continue to be applied to leases entered or modified before January 1, 2020.

In addition, the Group applied the available practical expedients wherein it:

  • i) not to recognise right of use asset and lease liabilities to leases for which the lease term ends within 12 months and 'low value' assets;
  • ii) to apply a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir tahun pelaporan. Namun, ketidakpastian atas asumsi dan estimasi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang terdampak pada masa mendatang.

a. Pertimbangan a. Judgments

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat pertimbangan-pertimbangan berikut ini, yang terpisah dari estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian:

Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan.

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Kelompok Usaha mempunyai perjanjianperjanjian sewa yang bervariasi sebagai lessee untuk beberapa aset tetap tertentu. Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat kontrol signifikan dari aset yang diidentifikasi yang dialihkan kepada Kelompok Usaha atau tetap ditahan oleh lessor berdasarkan PSAK No. 73, "Sewa", yang mensyaratkan Kelompok Usaha untuk membuat pertimbangan terhadap pengalihan kontrol dari aset yang diidentifikasi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the Group's consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting year. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amounts of the assets or liabilities affected in future periods.

In the process of applying the Group's accounting policies, management has made the following judgments, apart from those including estimations and assumptions, which have the most significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

Penentuan Mata Uang Fungsional Determination of Functional Currency

The functional currency of each of the entities under the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. It is the currency that mainly influences the revenue and cost of rendering services.

Sewa Leases

The Group has various lease agreements as lessee in respect of certain fixed assets. The Group evaluates whether significant control of the identified assets are transferred to the Group or retained by the lessors based on PSAK No. 73, "Leases", which requires the Group to make judgments on the transfer of control of the identified assets.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Kelompok Usaha mempunyai perjanjianperjanjian sewa yang bervariasi sebagai lessee untuk beberapa aset tetap tertentu. Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset pembiayaan yang dialihkan kepada Kelompok Usaha atau tetap ditahan oleh lessor berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), "Sewa", yang mensyaratkan Kelompok Usaha untuk membuat pertimbangan terhadap pengalihan risiko dan manfaat dari kepemilikan aset pembiayaan.

Pengelompokan Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan ditetapkan oleh Kelompok Usaha dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan demikian aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti dijelaskan pada Catatan 2p.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Kelompok Usaha menetapkan pengelompokan aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2014) terpenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti yang diungkapkan pada Catatan 2p.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Sewa (lanjutan) Leases (continued)

The Group has various lease agreements as lessee in respect of certain fixed assets. The Group evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred to the Group or retained by the lessors based on PSAK No. 30 (Revised 2011), "Leases", which requires the Group to make judgments on the transfer of risks and rewards of ownership of the leased assets.

Classification of Financial Assets and Financial Liabilities

Classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if the Group meet the definition set forth in PSAK 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with accounting policies disclosed in Note 2p.

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's accounting policies disclosed in Note 2p.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Individual

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Kelompok Usaha menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL untuk piutang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang telah melewati jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.

Matriks provisi awalnya ditentukan berdasarkan tingkat gagal bayar historis yang dimiliki oleh Kelompok Usaha. Kelompok Usaha akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan kerugian kredit historis dengan informasi masa depan. Misalnya, jika perkiraan kondisi ekonomi (contoh, produk domestik bruto) diperkirakan akan semakin memburuk tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis akan disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar yang dapat diamati secara historis akan diperbarui dan perubahan dalam estimasi masa depan akan dianalisis.

Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah perkiraan yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Kelompok Usaha dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan, mungkin juga tidak mewakili tingkat gagal bayar pelanggan sebenarnya di masa depan.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Kelompok Usaha mengevaluasi pelanggan tertentu yang menurut informasi pelanggan tersebut tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

Dalam kondisi ini, Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Allowance for Impairment of Trade Receivables - Individual Assessments

The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns.

The provision matrix is initially based on the Group's historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward-looking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analyzed.

The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group's historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer's actual default in the future.

The Group evaluates specific accounts on which it has information that the customers are unable to meet their financial obligations.

In these cases, the Group uses judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customers and the customers' current credit status based on any available thirdparty credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce the Group's receivable amounts that it expects to collect.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha - Evaluasi Individual (lanjutan)

Pencadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan untuk penurunan nilai piutang usaha. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 2p.

Asumsi utama terkait masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini.

Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Situasi saat ini dan asumsi mengenai perkembangan di masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Beban dari program pensiun dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Penilaian aktuaris termasuk membuat variasi asumsi yang terdiri dari, antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan periode jangka panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Allowance for Impairment of Trade Receivables - Individual Assessments (continued)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of the allowance for impairment of trade receivables. Further details are disclosed in Note 2p.

b. Estimasi dan asumsi b. Estimates and assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below.

The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

Imbalan Kerja Employee Benefits

The pension cost and the present value of the pension obligation are determined using the projected-unit-credit method. Actuarial valuation includes making various assumptions which consist of, among other things, discount rates, expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality rates. Due to the complexity of the valuation and its underlying assumptions and long-term nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in assumptions.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material estimasi liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 20.

Aset tetap disusutkan selama masa manfaat ekonomisnya. Dalam menyusutkan aset tetapnya, Kelompok Usaha menggunakan metode garis lurus dan metode saldo menurun-ganda.

Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah masa manfaat yang secara umum diharapkan diterapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset dan, karenanya, biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 11.

Pajak Penghasilan Income Tax

Estimasi signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)

Imbalan Kerja (lanjutan) Employee Benefits (continued)

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group's actual results or significant changes in the Group's assumptions may materially affect its estimated employee benefits liability and net employee benefits expense. Further details are disclosed in Note 20.

Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Fixed Assets

Fixed assets are depreciated over their estimated useful lives. In depreciating its fixed assets, the Group uses the straightline method and the double-declining method.

Management estimates the useful lives of the fixed assets to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industry where the Group conducts its business. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets and, therefore, future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Note 11.

Significant estimation is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penyisihan persediaan usang, jika ada, diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, kondisi fisik persediaan tersebut. Kelompok Usaha memiliki pengalaman dalam mengevaluasi persediaan dengan mempertimbangkan kegunaan dari persediaan tersebut. Kelompok Usaha, mengevaluasi dan menilai kondisi persediaan pada setiap tanggal pelaporan.

Estimasi Cadangan untuk Kerugian Penurunan Nilai atas Piutang Usaha

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Kelompok Usaha menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL untuk piutang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang telah melewati jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa.

Matriks provisi awalnya ditentukan berdasarkan tingkat gagal bayar historis yang dimiliki oleh Kelompok Usaha. Kelompok Usaha akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan kerugian kredit historis dengan informasi masa depan. Misalnya, jika perkiraan kondisi ekonomi (contoh, produk domestik bruto) diperkirakan akan semakin memburuk tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis akan disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar yang dapat diamati secara historis akan diperbarui dan perubahan dalam estimasi masa depan akan dianalisis.

Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah perkiraan yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Kelompok Usaha dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan, mungkin juga tidak mewakili tingkat gagal bayar pelanggan sebenarnya di masa depan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)

Penyisihan Persediaan Usang Allowance for Obsolescence of Inventories

Allowance for obsolescence of inventories, if any, is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories' own physical condition. The Group has experience in evaluating its inventories by considering the usage of the inventories. The Group evaluates and assesses the inventories' condition at each reporting date.

Estimating Allowance for Impairment Loss on Trade Receivables

The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns.

The provision matrix is initially based on the Group's historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward-looking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analyzed.

The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group's historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer's actual default in the future.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Estimasi Cadangan untuk Kerugian Penurunan Nilai atas Piutang Usaha (lanjutan)

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Bila Kelompok Usaha memutuskan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan atau tidak, Kelompok Usaha menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan karakteristiknya risiko kredit yang serupa dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang.

Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.

Penyisihan atas Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Penurunan nilai aset non-keuangan ada jika terdapat indikasi ketika nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang merupakan nilai tertinggi dari nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai.

Manajemen melakukan estimasi atas nilai terpulihkan aset dengan menghitung nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual berdasarkan data yang tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat dan bersifat arm's length untuk aset yang sejenis atau harga pasar yang tersedia dikurangi tambahan biaya yang diperlukan untuk melepas aset tersebut.

Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Pada model ini, nilai yang terpulihkan sangat sensitif terhadap tarif diskonto yang digunakan, termasuk juga arus kas masuk dimasa yang akan datang dan tarif pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)

Estimating Allowance for Impairment Loss on Trade Receivables (continued)

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivable, whether significant or not, it includes the trade receivable in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flow for groups of such trade receivables by being indicative of the customers' ability to pay all amounts due.

Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

Allowance for Impairment of Non-financial Asset

Impairment of non-financial asset exists if there is an indication that the carrying value of the asset or its cash-generating unit exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use.

Management estimates the asset's recoverable amount from a calculation of its fair value less costs to sell based on available data from binding sales transactions in arm's length transactions of similar assets or observable market price, less incremental costs for disposing of the asset.

The value in use calculation is based on the discounted cash flow model. The recoverable amount is most sensitive to the discount rate used for the expected future cash inflows and the growth rate used for extrapolation purposes.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Sewa - Memperkirakan suku bunga pinjaman tambahan

Kelompok Usaha tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman tambahan (IBR) untuk mengukur liabilitas sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar oleh Kelompok Usaha untuk meminjam dengan syarat yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna dalam lingkup ekonomi yang serupa. Oleh karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Kelompok Usaha, yang memerlukan estimasi ketika tidak tersedianya tingkat suku bunga yang dapat diobservasi atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan dari sewa. Kelompok Usaha mengestimasi IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti tingkat suku bunga pasar) jika tersedia dan diperlukan untuk membuat estimasi spesifik entitas tertentu.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

  • 3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
  • b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
  • Leases - Estimating the incremental borrowing rate

The Group cannot readily determine the interest rate implicit in the lease, therefore, it uses its incremental borrowing rate (IBR) to measure lease liabilities. The IBR is the rate of interest that the Group would have to pay to borrow over a similar term, and with a similar security, the funds necessary to obtain an asset of a similar value to the rightof-use asset in a similar economic environment. The IBR therefore reflects what the Group 'would have to pay', which requires estimation when no observable rates are available or when they need to be adjusted to reflect the terms and conditions of the lease. The Group estimates the IBR using observable inputs (such as market interest rates) when available and is required to make certain entity-specific estimates.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Kas Cash on hand
Rupiah 1.463 620 Rupiah
Dolar Amerika Serikat United States dollar
(US\$4.781 pada tahun 2020 (US\$4,781 in 2020 and
dan US\$191 pada tahun 2019) 67 3 US\$191 in 2019)
Dolar Singapura Singapore dollar
(Sin\$5.715 pada tahun 2020 (Sin\$5,715 in 2020
dan Sin\$1.355 pada tahun 2019) 61 14 and Sin\$1,355 in 2019)
Total kas 1.591 637 Total cash on hand

64

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

31 Desember/December 31,
2020 2019
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 22.653 23.049 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 11.987 2.388 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Sinarmas Tbk 2.048 - PT Bank Sinarmas Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 138 2.705 (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Indonesia 48 44 PT Bank Maybank Indonesia
PT Bank Syariah Mandiri 15 30 PT Bank Syariah Mandiri
Dolar Amerika Serikat United States dollar
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
(US\$5.256.624 pada tahun 2020 (US\$5,256,624 in 2020 and
dan US\$80.954 pada tahun 2019) 74.145 1.125 US\$80,954 in 2019)
OCBC Limited Singapura OCBC Limited Singapore
(US\$329.745 pada tahun 2020 dan (US\$329,745 in 2020 and
US\$92 pada tahun 2019) 4.651 1 US\$92 in 2019)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(US\$17.079 pada tahun 2020 (US\$17,079 in 2020 and
dan US\$19.282 pada tahun 2019) 241 268 US\$19,282 in 2019)
Yuan Tiongkok Chinese yuan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(CNY117.201 pada tahun 2020) 253 - (CNY117,201 in 2020)
PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk
(CNY117.634 pada tahun 2019) - 234 (CNY117,634 in 2019)
Yen Jepang Japanese yen
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
(JPY113.908 pada tahun 2020) 16 - (JPY113,908 in 2020)
Total bank 116.195 29.844 Total cash in banks
Deposito berjangka - rupiah Time deposits - rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 2.750 9.750 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 50 50 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Total deposito berjangka 2.800 9.800 Total time deposits
Total kas dan setara kas 120.586 40.281 Total cash and cash equivalents

Deposito berjangka dalam rupiah memperoleh bunga dengan tingkat suku bunga tahunan berkisar antara 3,5% sampai dengan 5,5% pada tahun 2020 dan 5,5% sampai dengan 6,75% pada tahun 2019.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat kas dan setara kas Kelompok Usaha yang dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi. Semua rekening bank dan deposito berjangka ditempatkan pada bank pihak ketiga.

The rupiah time deposits earned interest at annual rates ranging from 3.5% to 5.5% in 2020 and 5.5% to 6.75% in 2019.

As of December 31, 2020 and 2019, none of the Group's cash and cash equivalents are restricted in use or held by a related party. All bank accounts and time deposits are placed in third-party banks.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA 5. TRADE RECEIVABLES

Piutang usaha terdiri dari: Trade receivables consist of:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Pihak berelasi (Catatan 33)
PT Temas Suzue Indonesia
3.155 3.619 Related party (Note 33)
PT Temas Suzue Indonesia
Total pihak berelasi 3.155 3.619 Total related party
Pihak ketiga
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
193.965 210.135 Third parties
Rupiah
United States dollar
(US\$30.746 pada tahun 2020
dan US\$29.761 pada tahun 2019)
433 414 (US\$30,746 in 2020
and US\$29,761 in 2019)
Total pihak ketiga
Penyisihan atas kerugian
194.398 210.549 Total third parties
Allowance for expected credit losses
kredit ekspektasian (Catatan 30) (10.449) - (Note 30)
Total pihak ketiga - neto 183.949 210.549 Total third parties - net
Total piutang usaha 187.104 214.168 Total trade receivables

Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is as follows:

2020 2019
Current
Overdue
1 to 30 days
31 to 60 days
61 to 90 days
34.093 16.271 More than 90 days
197.553 214.168 Total trade receivables
123.862
32.479
4.630
2.489
144.060
37.592
10.647
5.598

Analisis mutasi saldo penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

An analysis of the movement in the balance of impairment losses on trade receivable is as follows:

2020 2019
Saldo awal
Penyisihan selama tahun berjalan
-
10.449
-
-
Beginning balance
Provisions during the year
Saldo akhir 10.449 - Ending balance

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2020 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang.

Manajemen berpendapat tidak perlu dilakukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2019 karena seluruh piutang usaha tersebut dapat tertagih sepenuhnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA (lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (continued)

Management believes that allowance for impairment losses on trade receivables as of December 31, 2020 is adequate to cover possible losses from non-collection of accounts.

Management believes that there is no need to provide allowance for impairment of trade receivables as of December 31, 2019 since all of the trade receivable can be fully collected.

6. PIUTANG LAIN-LAIN 6. OTHER RECEIVABLES

Piutang lain-lain terdiri dari: Other receivables consist of the following:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Pihak ketiga
Lain-lain
10.914 12.713 Third parties
Others
Penyisihan atas kerugian
kredit ekspektasian (Catatan 30)
(232) - Allowance for expected credit losses
(Note 30)
Total pihak ketiga - neto 10.682 12.713 Total third parties - net
Pihak berelasi (Catatan 33)
Manajemen
125 - Related party (Note 33)
Management
Total 10.807 12.713 Total

Analisis mutasi saldo penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:

An analysis of the movement in the balance of impairment losses on other receivable is as follows:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Saldo awal
Penyisihan selama tahun berjalan
-
232
-
-
Beginning balance
Provisions during the year
Saldo akhir 232 - Ending balance

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2020 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang.

Berdasarkan hasil telaah terhadap piutang lain-lain pada akhir periode pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2019.

Management believes that allowance for impairment losses on other receivables as of December 31, 2020 is adequate to cover possible losses from non-collection of accounts.

Based on the review of other receivables at the end of the reporting period, management believes that no allowance for impairment needs to be provided as of December 31, 2019.

Akun ini merupakan saldo yang dibatasi penggunaannya yang ditempatkan pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sehubungan dengan perjanjian kerjasama antara Kelompok Usaha dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dalam rangka pembayaran pelayanan jasa pelabuhan melalui sistem cash on-line pada beberapa pelabuhan tertentu (Catatan 35a). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat saldo yang dibatasi penggunaannya ditempatkan pada pihak berelasi.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 7. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS

This account represents restricted cash which is placed in PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk in connection with the cooperation agreement between the Group and PT Pelabuhan Indonesia (Persero) for the payment of port service fees through a cash on-line system in certain ports (Note 35a). As of December 31, 2020 and 2019, none of the Group's restricted cash accounts are held by a related party.

8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember/December 31,

2020 2019
34.473
25.348
49.026
49.334
Bunker
Spareparts
59.821 98.360 Total

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai pasar dan kondisi fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan keusangan/kerugian tidak diperlukan dalam rangka menutup potensi kerugian dari keusangan dan penurunan nilai pasar persediaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Based on a review of the market prices and physical conditions of the inventories at the end of the year, management believes that no allowance needs to be provided to cover possible losses from obsolescence and decline in market values of inventories as of December 31, 2020 and 2019.

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Asuransi 2.963 1.923 Insurance
Sewa 379 1.945 Rental
Lain-lain 11 26 Others
Total 3.353 3.894 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET LANCAR LAIN-LAIN 10. OTHER CURRENT ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Uang muka operasional 9.424 12.344 Advance for operations
Total 9.424 12.344 Total

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS

Saldo
Awal/
Beginning
Balance
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan/
Difference in
Foreign Currency
Translation
Penambahan/
Additions/
Pengurangan/
Deductions/
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo
Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Tanah 228.835 - - - - 228.835 Land
Bangunan dan prasarana 27.975 - 482 - - 28.457 Buildings and infrastructure
Kapal 1.903.178 - 195.076 36.893 400 2.061.761 Vessels
Biaya pemugaran dan
perbaikan kapal 70.484 - 39.251 35.970 - 73.765 Dry docking and replating
Peti kemas 329.382 893 50 742 (3.686) 325.897 Containers
Peralatan kapal 42.179 - 11.785 - - 53.964 Vessel equipment
Kendaraan 15.944 - 1.822 1.239 - 16.527 Vehicles
Alat berat 733.825 - 7.085 5.342 - 735.568 Heavy equipment
Peralatan kantor 20.148 - 2.411 120 - 22.439 Office equipment
Sub-total 3.371.950 893 257.962 80.306 (3.286) 3.547.213 Sub-total
Liabilitas sewa Lease liability
Aset HGU - Kantor - - 126.484 - - 126.484 ROU Asset - Office
Aset HGU - Lahan - - 235.858 - - 235.858 ROU Asset - Landyard
Aset HGU - Kapal - - 143.900 15.035 - 128.865 ROU Asset - Vessels
Aset HGU - Peti kemas 550.189 - 69.641 - 3.686 623.516 ROU Asset - Containers
Aset HGU - Alat berat 130.515 - 49.030 - - 179.545 ROU Asset -Heavy Equipment
Aset HGU - Kendaraan 1.409 - - - - 1.409 ROU Asset - Vehicles
Sub-total 682.113 - 624.913 15.035 3.686 1.295.677 Sub-total
Aset dalam penyelesaian 457 - 202.466 57 (400) 202.466 Construction in progress
Total 4.054.520 893 1.085.341 95.398 - 5.045.356 Total

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020/ Year ended December 31, 2020

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020/ Year ended December 31, 2020
Saldo
Awal/
Beginning
Balance
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan/
Difference in
Foreign Currency
Translation
Penambahan/
Additions/
Pengurangan/
Deductions/
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo
Akhir/
Ending
Balance
Akumulasi Penyusutan
dan Amortisasi
Accumulated Depreciation
and Amortization
Pemilikan langsung Direct ownership
Bangunan dan prasarana 11.294 - 1.159 - 12.453 Buildings and infrastructure
Kapal 723.137 - 120.117 18.062 - 825.192 Vessels
Biaya pemugaran dan
perbaikan kapal
37.300 - 24.923 34.057 - 28.166 Dry docking and replating
Peti kemas 287.022 890 19.844 742 - 307.014 Containers
Peralatan kapal 37.579 - 3.324 - - 40.903 Vessel equipment
Kendaraan 13.118 - 2.038 1.232 - 13.924 Vehicles
Alat berat 206.540 - 59.976 5.342 - 261.174 Heavy equipment
Peralatan kantor 16.320 - 2.126 121 - 18.325 Office equipment
Sub-total 1.332.310 890 233.507 59.556 - 1.507.151 Sub-total
Liabilitas sewa Lease liability
Aset HGU - Kantor - - 11.949 - - 11.949 ROU Asset - Office
Aset HGU - Lahan - - 17.369 - - 17.369 ROU Asset - Landyard
Aset HGU - Kapal - - 24.569 2.734 - 21.835 ROU Asset - Vessels
Aset HGU - Peti kemas 181.608 - 71.915 - - 253.523 ROU Asset - Containers
Aset HGU - Alat berat
Aset HGU - Kendaraan
27.827
841
-
-
30.291
284
-
-
-
-
1.125 58.118 ROU Asset -Heavy Equipment
ROU Asset - Vehicles
Sub-total 210.276 - 156.377 2.734 - 363.919 Sub-total
Total 1.542.586 890 389.884 62.290 - 1.871.070 Total
Nilai tercatat 2.511.934 3.174.286 Carrying value

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019/ Year ended December 31, 2019

Saldo
Awal/
Beginning
Balance
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan/
Difference in
Foreign Currency
Translation
Penambahan/
Additions/
Pengurangan/
Deductions/
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo
Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Cost
Pemilikan langsung Direct ownership
Tanah 228.835 - - - - 228.835 Land
Bangunan dan prasarana 22.622 - 4.122 - 1.231 27.975 Buildings and infrastructure
Kapal 1.955.106 - 43.041 94.969 - 1.903.178 Vessels
Biaya pemugaran dan
perbaikan kapal
Peti kemas
69.176
332.273
-
(2.540)
20.335
96
21.968
447
2.941
-
70.484
329.382
Dry docking and replating
Containers
Peralatan kapal 39.068 - 3.111 - - 42.179 Vessel equipment
Kendaraan 16.385 - 276 717 - 15.944 Vehicles
Alat berat 293.966 - 437.838 2.129 4.150 733.825 Heavy equipment
Peralatan kantor* 17.563 - 3.729 1.185 41 20.148 Office equipment*
Sub-total 2.974.994 (2.540) 512.548 121.415 8.363 3.371.950 Sub-total
Sewa pembiayaan Finance leases
Peti kemas 402.186 - 148.039 36 - 550.189 Containers
Alat berat 104.459 - 23.971 - 2.085 130.515 Heavy equipment
Kendaraan 1.409 - - - - 1.409 Vehicles
Sub-total 508.054 - 172.010 36 2.085 682.113 Sub-total
Aset dalam penyelesaian 10.830 - 461 386 (10.448) 457 Construction in progress
Total 3.493.878 (2.540) 685.019 121.837 - 4.054.520 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019/

Year ended December 31, 2019
Saldo
Awal/
Beginning
Balance
Selisih Kurs
karena Penjabaran
Laporan Keuangan/
Difference in
Foreign Currency
Translation
Penambahan/
Additions/
Pengurangan/
Deductions/
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo
Akhir/
Ending
Balance
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
dan Amortisasi and Amortization
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
10.193 - 1.101 - - 11.294 Direct ownership
Buildings and infrastructure
Kapal 637.983 - 118.821 33.667 - 723.137 Vessels
Biaya pemugaran dan
perbaikan kapal 31.485 - 24.007 18.192 - 37.300 Dry docking and replating
Peti kemas 270.245 (2.531) 19.755 447 - 287.022 Containers
Peralatan kapal 33.194 - 4.385 - - 37.579 Vessel equipment
Kendaraan 11.142 - 2.693 717 - 13.118 Vehicles
Alat berat 172.221 - 36.384 2.065 - 206.540 Heavy equipment
Peralatan kantor* 15.292 - 2.212 1.184 - 16.320 Office equipment*
Sub-total 1.181.755 (2.531) 209.358 56.272 - 1.332.310 Sub-total
Sewa pembiayaan Finance leases
Peti kemas 122.710 - 58.911 13 - 181.608 Containers
Alat berat 12.546 - 15.281 - - 27.827 Heavy equipment
Kendaraan 274 - 567 - - 841 Vehicles
Sub-total 135.530 - 74.759 13 - 210.276 Sub-total
Total 1.317.285 (2.531) 284.117 56.285 - 1.542.586 Total
Nilai tercatat 2.176.593 2.511.934 Carrying value

*termasuk saldo AMT pada saat akuisisi dengan nilai buku sebesar Rp717 /include beginning balance of AMT at acquisition with net book value of Rp717

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated to the following:

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December 31, 2020 2019 Beban jasa (Catatan 29) 372.597 277.771 Cost of services (Note 29) Beban usaha (Catatan 30) 17.287 6.264 Operating expenses (Note 30) Total 389.884 284.035 Total

Rincian pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of disposal of fixed assets are as follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2019 2020
Cost 121.837 95.398 Biaya perolehan
Accumulated depreciation (56.285) (62.290) Akumulasi penyusutan
Carrying amount 65.552 33.108 Nilai tercatat
Proceeds 82.966 31.484 Harga jual
Settlement with lease liability - 13.794 Penyelesaian dengan
liabilitas sewa
Penghapusan nilai aset
Write-off of CIP
Amortization of deferred gain
385
158
57
150
dalam penyelesaian
Amortisasi laba tangguhan
Gain on disposal of fixed assets 17.957 12.377 Laba pelepasan aset tetap

Pengurangan aset tetap pada tahun 2020 terutama berasal dari penjualan kapal yang dimiliki oleh Perusahaan dengan nilai buku sebesar Rp18.831 dan penghapusan biaya pemugaran yang telah diamortisasi seluruhnya sebesar Rp1.913.

Pengurangan aset tetap pada tahun 2019 terutama berasal dari penjualan kapal yang dimiliki oleh Perusahaan dengan nilai buku sebesar Rp61.302 dan penghapusan biaya pemugaran yang telah diamortisasi seluruhnya sebesar Rp3.776.

Pada tanggal 31 Desember 2020, tanah milik Perusahaan dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) dengan luas area sebesar 79.641 meter persegi, berlokasi di Jakarta, Medan, Banjarmasin, Kalianak, Sorong dan Pontianak. HGB tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2029 dan 2045 dan manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut. Sebagai tambahan, Perusahaan juga memiliki tanah seluas 20.000 meter persegi yang berlokasi di Timika dengan status pelepasan hak.

Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka pendek dan utang bank jangka panjang, liabilitas sewa, utang lembaga keuangan dan utang pembiayaan konsumen pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 13, 18 dan 19). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai buku neto aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan masing-masing sebesar Rp1,93 triliun dan Rp1,09 triliun.

Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh kapal Kelompok Usaha dengan nilai buku neto sebesar Rp1.236.569 diasuransikan terhadap risiko kerusakan lambung dan mesin kapal (Hull and Machinery) sebesar Rp1.230.620 serta Increased Value dengan nilai pertanggungan maksimal sebesar Rp527.409 melalui PT Asuransi Wahana Tata dan kapal-kapal dengan nilai buku neto sebesar Rp1.236.569 diasuransikan terhadap risiko perang dengan nilai pertanggungan sebesar US\$5.000.000 per kapal melalui British Marine QBE Insurance (Europe) Ltd.

Seluruh kapal Kelompok Usaha dengan nilai buku neto sebesar Rp1.236.569 juga diasuransikan dengan perlindungan dan penggantian (Protection and Indemnity) termasuk kerugian pihak ketiga sehubungan dengan pengoperasian kapal dengan ganti rugi maksimum sebesar US\$50.000.000 per kapal.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Deductions to fixed assets in 2020 mainly pertain to the sale of a vessels owned by the Company with net book value amounting to Rp18,831 and deduction in dry docking and replating amounting to Rp1,913 represents full amortization of dry docking.

Deductions to fixed assets in 2019 mainly pertain to the sale of a vessels owned by the Company with net book value amounting to Rp61,302 and deduction in dry docking and replating amounting to Rp3,776 represents full amortization of dry docking.

As of December 31, 2020, the land account represents parcels of land owned by the Company with certificates of usage rights covering a total area of 79,641 square meters, located in Jakarta, Medan, Banjarmasin, Kalianak, Sorong and Pontianak. These certificates will expire on various dates between 2029 and 2045 and the Company's management believes that the rights can be renewed once they expire. In addition, the Company also owns land with a total area of 20,000 square meters located in Timika with the status of a released right ("status pelepasan hak").

Fixed assets are pledged as collateral for shortterm and long-term bank loans, lease liabilities, loan payable to financial institution and consumer financing payables as of December 31, 2020 and 2019 (Notes 13, 18 and 19). As of December 31, 2020 and 2019, the total net book value of fixed assets which are used as collaterals amounted to Rp1.93 trillion and Rp1.09 trillion, respectively.

As of December 31, 2020, the Group's vessels with net book value amounting to Rp1,236,569 are covered by insurance against damage of Hull and Machinery under blanket policies for Rp1,230,620 and Increased Value for a maximum sum insured of Rp527,409 through PT Asuransi Wahana Tata and vessels with net book value amounting to Rp1,236,569 are covered by insurance against risk from wars for US\$5,000,000 per vessel through British Marine QBE Insurance (Europe) Ltd.

The Group's vessels with net book value amounting to Rp1,236,569 are also covered by P&I (Protection and Indemnity) insurance including third party losses in relation with the vessels' operations with maximum liability of US\$50,000,000 per vessel.

Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh bangunan, peti kemas, kendaraan, dan alat berat Kelompok Usaha diasuransikan terhadap risiko kerugian, kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar US\$44.742.512, EUR12.575.000 dan Rp133.103 melalui PT Mandiri AXA General Insurance, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Central Asia, PT Swadana Inservtama, PT Asuransi QBE Pool Indonesia, PT Asuransi Ramayana Tbk, PT Simas Insurtech, PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, pihak ketiga.

Manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Total beban bunga yang dikapitalisasi ke aset dalam penyelesaian adalah sebesar Rp1.353 pada tahun 2020. Pada tahun 2019, tidak ada beban bunga yang dikapitalisasi ke aset tetap.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

As of December 31, 2020, all of the Group's buildings, containers, vehicles, and heavy equipment are covered by insurance from accident, fire and other risks under total blanket policies for US\$44,742,512, EUR12,575,000 and Rp133,103 through PT Mandiri AXA General Insurance, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Central Asia, PT Swadana Inservtama, PT Asuransi QBE Pool Indonesia, PT Asuransi Ramayana Tbk, PT Simas Insurtech, PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, third parties.

The Group's management is of the opinion that these insurance coverages are adequate to cover possible losses arising from such risks.

Total interest cost capitalized into contruction in progress is amounting to Rp1,353 in 2020. In 2019, there is no interest cost capitalized into fixed assets.

12. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA 12. OTHER NON-CURRENT ASSETS

Aset tidak lancar lainnya terdiri dari: Other non-current assets consist of the following:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Uang jaminan 12.366 13.796 Security deposit
Beban tangguhan 3.232 3.338 Deferred charges
Sewa dibayar di muka jangka panjang - 14.346 Prepaid rent - long term portion
Lain - lain 218 143 Others
Total 15.816 31.623 Total

Pada tanggal 4 April 2013, Perusahaan melakukan perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah dan bangunan milik TNI-AL dengan PT Senopati Samudra Perkasa untuk menyewa sebidang lahan seluas 20.065 m2 dengan jangka waktu sewa selama 26 tahun. Bagian lancar dari sewa dibayar di muka ini dicatat dan disajikan di dalam akun "Biaya dibayar di muka" (Catatan 9) pada 31 Desember 2019. Pada tahun 2020, sewa dibayar di muka jangka panjang telah direklasifikasi kedalam aset hak guna (Catatan 11).

Uang jaminan diperuntukkan untuk perolehan pinjaman jangka panjang (Catatan 18) dan deposit atas instalasi listrik.

On April 4, 2013, the Company entered into a cooperation agreement covering the utilization of land and buildings of TNI-AL with PT Senopati Samudra Perkasa to rent the land with an area of 20,065 m2 for 26 years. The current portion of this prepaid rent is recorded as part of "Prepaid expenses" (Note 9) per December 31, 2019. In 2020, the long-term prepaid rent has been reclassified into right-of-use asset (Note 11).

Security deposits are used to obtain long-term loan (Note 18) and deposit for electricity installation.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

13. UTANG JANGKA PENDEK 13. SHORT-TERM LOANS

Utang jangka pendek terdiri dari: Short-term loans consist of the following:

31 Desember/December 31,
2020 2019
167.020
-
292.409
10.379
PT Bank Central Asia Tbk
FS Capital Pte. Ltd.
167.020 302.788 Total

Pada tanggal 13 September 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja berulang dari BCA, dengan pagu pinjaman sebesar Rp300.000. Pada tanggal 30 April 2020, Perusahaan, TP, TD dan TS menyepakati dan menyetujui addendum atas perjanjian di atas dengan pagu pinjaman sebesar Rp500.000 dan memperpanjang jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 11 September 2021. Fasilitas pinjaman ini berlaku selama satu (1) tahun.

Pinjaman tersebut dijamin dengan gedung, alat berat dan beberapa unit kapal milik Perusahaan, TD, TP dan TS (Catatan 11).

Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan BCA, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2,5 dan interest coverage ratio minimal 1 kali. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan tidak dapat memenuhi rasio keuangan tertentu yang syaratkan, akan tetapi Perusahaan telah memperoleh waiver atas rasio tersebut dari BCA. Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi rasio yang telah disyaratkan oleh BCA.

FS Capital Pte. Ltd., FS Capital Pte.Ltd.,

Pada tanggal 30 Agustus 2019, MMM memperoleh fasilitas pinjaman berulang dari FS Capital Pte. Ltd, dengan pagu pinjaman terakhir sebesar Rp20.000. Fasilitas pinjaman ini berlaku selama satu (1) tahun.

Pinjaman ini ditujukan untuk fasilitas pembayaran MMM kepada supplier. Bunga yang dikenakan tahun berjalan adalah sebesar 12% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan corporate guarantee TS.

Fasilitas ini telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2020.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

On September 13, 2019, the Company obtained a revolving working capital loan facility from BCA, with the maximum credit amounting to Rp300,000. On April 30, 2020, the Company, TP, TD and TS entered into the addendum to the above agreement regarding the maximum credit limit amounting to Rp500,000 and extended the availability of the facility until September 11, 2021. This loan facility valid for one (1) year.

The loan is collateralized by the building, heavy equipment and several vessels owned by Company, TD, TP and TS (Note 11).

Under the terms of the loan agreements with BCA, the Company is required to maintain total debt-toequity ratio of not more than 2.5 and interest coverage ratio at a minimum of 1. As of December 31, 2020, the Company did not able to meet a certain financial ratio, however, the Company already obtained a waiver for such ratios from BCA. As of December 31, 2019, the Company has complied with these financial loan covenants.

On August 30, 2019, MMM obtained a revolving loan facility from FS Capital Pte. Ltd., with the maximum credit amounting to Rp20,000. This loan facility valid for one (1) year.

The purpose of this facility is to facilitated the MMM payment to supplier. The interest charged during the year is 12% per annum. This loan is collateralized with corporate guarantee from TS.

This facility has been fully paid in 2020.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Rincian utang usaha berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:

14. UTANG USAHA 14. TRADE PAYABLES

The details of trade payables based on aging of the payables are as follows:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Pihak ketiga Third parties
Belum jatuh tempo 128.244 59.475 Current
Telah jatuh tempo Overdue
Sampai dengan 30 hari 42.024 36.843 Up to 30 days
31 hari sampai 60 hari 3.873 52.110 31 to 60 days
61 hari sampai 90 hari 755 45.805 61 to 90 days
Lebih dari 90 hari 20.095 80.829 More than 90 days
Sub-total 194.991 275.062 Sub-total
Pihak-pihak berelasi Related parties
Belum jatuh tempo 2.881 2.008 Current
Telah jatuh tempo Overdue
Sampai dengan 30 hari 301 209 Up to 30 days
31 hari sampai 60 hari 1 - 31 to 60 days
61 hari sampai 90 hari - - 61 to 90 days
Lebih dari 90 hari - 1 More than 90 days
Sub-total 3.183 2.218 Sub-total
Total 198.174 277.280 Total

Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

The details of trade payables based on currency denominations are as follows:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 168.483 214.528 Third parties
Pihak-pihak berelasi (Catatan 33) 3.183 2.219 Related parties (Note 33)
Mata uang asing Foreign currencies
Pihak ketiga Third parties
Dolar Amerika Serikat United States dollar
(US\$1.776.171 pada tahun 2020 dan (US\$1,776,171 in 2020 and
US\$3.701.517 pada tahun 2019) 25.053 51.455 US\$3,701,517 in 2019)
Euro Eropa European euro
(EUR71.935 pada tahun 2020 dan (EUR71,935 in 2020 and
EUR9.145 pada tahun 2019) 1.247 143 EUR9,145 in 2019)
Dolar Singapura Singapore dollar
(Sin\$19.559 pada tahun 2020 dan (Sin\$19,559 in 2020 and
Sin\$756.395 pada tahun 2019) 208 7.807 Sin\$756,395 in 2019)
Yuan Tiongkok Chinese yuan
(CNY494.161 pada tahun 2019) - 984 (CNY494,161 in 2019)
Yen Jepang Japan yen
(JPY1.123.696 pada tahun 2019) - 144 (JPY1,123,696 in 2019)
Total 198.174 277.280 Total

Tidak ada jaminan yang diberikan Kelompok Usaha atas utang usaha tersebut.

All of the Group's trade payables are unsecured.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

15. UTANG LAIN-LAIN 15. OTHER PAYABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Pihak ketiga 13 13 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 33) - 30.463 Related party (Note 33)
Total utang lain-lain 13 30.476 Total other payables

Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan dan TD memiliki fasilitas pinjaman dari PT Temas Lestari. Pagu pinjaman dari fasilitas ini sebesar Rp175 miliar. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga. Pada tanggal 31 Desember 2019, pinjaman terutang dari fasilitas ini adalah sebesar Rp30.463. Fasilitas pinjaman di atas bertujuan untuk menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan dan TD. Fasilitas ini telah dilunasi seluruhnya pada tahun 2020.

As of December 31, 2019, the Company and TD have loan facility from PT Temas Lestari. The facility amounted to Rp175 billion. This loan is noninterest loan. As of December 31, 2019, the outstanding loan from this facility amounting to Rp30,463. The purpose for above loan facilities is to support the main business activities of the Company and TD. This facility has been fully paid in 2020.

Akun ini terdiri atas beban akrual sebagai berikut: This account consists of accruals for the following

16. BEBAN AKRUAL 16. ACCRUED EXPENSES

expenses:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Klaim muatan kontainer 17.697 - Container cargo claim
Bunga 10.902 8.528 Interest
Gaji dan upah 10.077 517 Salaries and wages
Jasa profesional 1.919 1.737 Professional fees
Lain-lain 5.193 5.193 Others
Total 45.788 15.975 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020, MMM memiliki saldo klaim muatan kontainer kepada pelanggan sebesar Rp17.697 yang ditimbulkan dari kecelakaan KM Mentari Crystal pada bulan November 2020.

As of December 31, 2020, MMM had container cargo balance to customers amounting to Rp17,697 as a result of accident KM Mentari Crystal in November 2020.

17. PERPAJAKAN 17. TAXATION

Pada 10 September 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak dari Kantor Pajak atas kelebihan pembayaran pajak pertambahan nilai per Desember 2019. Kantor pajak menyetujui beberapa kelebihan pembayaran Perusahaan sebesar Rp129.373 dari Rp131.477 sebagaimana dilaporkan dalam SPM Desember 2019 Perusahaan. Penerimaan kas atas kelebihan bayar PPN per Desember 2019 dipotong denda pajak (PPN) lainnya sebesar Rp128.952. Perusahaan menerima tagihan tersebut pada tanggal 28 September 2020. Perusahaan membebankan denda pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai bagian dari "Laba (rugi) operasional lainnya".

Pada tanggal 23 Desember 2020, TP menerima surat ketetapan pajak dari Kantor Pajak atas kurang bayar pajak penghasilan badan tahun pajak 2016. Kantor pajak meningkatkan penghasilan kena pajak TP sebesar Rp205 dari Rp67.906 sebagaimana dilaporkan dalam SPT Tahunan TP tahun 2016 menjadi menjadi Rp68.110. Hasil dari surat ini adalah membebankan TP dengan tambahan pajak penghasilan terutang sebesar Rp58 dan denda pajak sebesar Rp26. TP membebankan biaya tersebut dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebagai bagian dari "Laba (rugi) operasional lainnya".

a. Rincian beban pajak final adalah sebagai berikut: a. The details of final tax expense are as follows:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

On September 10, 2020, the Company received tax assessment letter from the Tax Office for the overpayment of value added tax per December 2019. The tax office approved some of the Company overpayment amounting to Rp129,373 out of Rp131,477 as reported in the Company's December 2019 period tax return. The cash receipt from the approved overpayment of value added tax per December 2019 deducted with other tax penalties (VAT) amounting to Rp128,952. The Company received the claim on September 28, 2020. The Company charged the tax penalties in the statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020 as part of "Other operating income (loss)".

On December 23, 2020, TP received tax assessment letter from the Tax Office for the underpayment of corporate income tax for the fiscal year 2016. The tax office increased TP taxable income by Rp205 from Rp67,906 as reported in TP's 2016 annual tax return to become Rp68,110. The results from this letter are to charge TP with additional income tax payable amounting to Rp58 and tax penalties amounting to Rp26. TP charged the expenses in the statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020 as part of "Other operating income (loss)".

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Final Final
Perusahaan 11.264 19.975 Company
Entitas Anak 21.240 1.708 Subsidiaries
Total 32.504 21.683 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

b. Rincian beban (manfaat) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

b. The details of income tax expense (benefit) are as follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Kini
Entitas Anak
13.907 25.945 Current
Subsidiaries
Tangguhan
Perusahaan
Entitas Anak
(23.211)
(6.511)
18.136
2.042
Deferred
Company
Subsidiaries
Sub-total (29.722) 20.178 Sub-total
Total (15.815) 46.123 Total

Pada 2 Juli 2019 dan 16 April 2019, TD menerima surat keputusan pajak dari kantor pajak terkait pajak penghasilan badan untuk tahun fiskal 2016 dan 2017. Kantor pajak mengkoreksi SPT TD tahun 2016 dan 2017 menjadi kurang bayar sebesar Rp552 dan Rp304. TD telah melunasi kurang bayar tersebut pada tahun 2019. TD mengakui kekurangan pembayaran pajak tersebut dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun 2019 sebagai bagian dari "Beban Pajak Kini".

On July 2, 2019 and April 16, 2019, TD received tax assessment letter from the Tax Office for the corporate income tax for the fiscal year 2016 and 2017. The tax office corrected TD annual tax return 2016 and 2017 becoming underpayment amounting to Rp522 and Rp304, respectively. TD has paid the underpayment in 2019. TD charged the underpayment in the statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019 as part of "Current Tax Expense".

c. Pajak dibayar di muka c. Prepaid taxes

31 Desember/December 31,
2020 2019
Perusahaan
Pajak pertambahan nilai
- 130.640 The Company
Value added tax
Entitas Anak
Pajak pertambahan nilai
13.109 - Subsidiaries
Value added tax
Total 13.109 130.640 Total

d. Taksiran tagihan pajak penghasilan d. Estimated claim for income tax refund

31 Desember/December 31,
2020 2019
Perusahaan - - The Company
Entitas Anak 5.797 - Subsidiaries
Total 5.797 - Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

e. Utang pajak e. Taxes payable

31 Desember/December 31,
2020 2019
Perusahaan The Company
Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 15 569 519 Article 15
Pasal 21 321 587 Article 21
Pasal 23 - 1.192 Article 23
Pasal 26 42 25 Article 26
Pasal 4 (2) 65 130 Article 4 (2)
Pajak pertambahan nilai 929 - Value-added tax
Entitas Anak Subsidiaries
Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 15 2.297 644 Article 15
Pasal 21 645 158 Article 21
Pasal 23 1.581 849 Article 23
Pasal 25 500 1.263 Article 25
Pasal 26 - 184 Article 26
Pasal 4 (2) 129 8 Article 4 (2)
Pasal 29 2.417 116 Article 29
Pajak pertambahan nilai - 1.013 Value-added tax
Total 9.495 6.688 Total

f. Pajak penghasilan kini f. Current income tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut:

The reconciliation between income before final tax and income tax expense, as shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, and estimated tax loss of the Company is as follows:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

f. Pajak penghasilan kini (lanjutan) f. Current income tax (continued)

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Laba sebelum pajak final dan beban
pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi
dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
68.903 168.421 Income before final tax and
income tax expense per consolidated
statement of profit or loss and
other comprehensive income
Rugi (laba) entitas anak sebelum Loss (income) of subsidiaries before
pajak penghasilan 53.900 (100.282) income tax
Pembalikan atas jurnal eliminasi
antar perusahaan pada
Reversal of inter-company
eliminating entries
saat konsolidasi 15.371 (9.629) during consolidation
Laba Perusahaan sebelum Income before income tax
pajak penghasilan 138.174 58.510 attributable to the Company
Beda tetap
Pendapatan dan beban yang
telah dikenakan pajak final
Permanent differences
Income and related expenses
already subjected to final tax
Pendapatan jasa (967.060) (1.659.649) Service revenues
Beban jasa 648.908 1.277.767 Cost of services
Beban usaha
Beban keuangan - neto
48.028
120.070
67.508
109.046
Operating expenses
Finance cost - net
(150.054) (205.328)
Taksiran rugi fiskal
Perusahaan
(11.880) (146.818) Estimated tax loss
of the Company
Rugi fiskal awal tahun (1.032.134) (885.316) Tax losses carry-forward
at beginning of year
Rugi fiskal akhir tahun (1.044.014) (1.032.134) Tax losses carry-forward at end of year

Taksiran rugi fiskal tahun 2020 hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan pajak penghasilan badan tahun 2020.

Taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun 2019, sebagaimana disebutkan di atas, sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam SPT pajak penghasilan badan tahun 2019 yang dilaporkan ke Kantor Pajak.

Perhitungan beban pajak kini dan taksiran utang pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The 2020 estimated tax loss from the above reconciliation is the basis for the Company's 2020 Annual Corporate Income Tax Returns.

The Company's tax loss for 2019, as stated above, conforms with the amount reported to the Tax Office in its 2019 corporate income tax return.

The calculation of current income tax expense and estimated income tax payable are as follows:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

f. Pajak penghasilan kini (lanjutan) f. Current income tax (continued)

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Taksiran penghasilan kena pajak
(rugi fiskal)
Estimated taxable income
(tax loss)
Perusahaan (11.880) (146.818) Company
Entitas Anak 57.999 100.731 Subsidiaries
Beban pajak kini Current income tax expense
Perusahaan
Entitas Anak
-
13.907
-
25.945
Company
Subsidiaries
Total 13.907 25.945 Total
Pajak penghasilan dibayar di muka
Perusahaan
- - Prepayments of income taxes
Company
Entitas Anak 17.287 25.829 Subsidiaries
Total 17.287 25.829 Total
Taksiran utang pajak penghasilan
(tagihan pajak penghasilan) - neto
Perusahaan
- - Estimated income tax payable
(claim for income tax refund) - net
Company
Entitas Anak (3.380) 116 Subsidiaries
Neto (3.380) 116 Net

Rekonsiliasi antara manfaat pajak penghasilan, yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba komersial sebelum pajak penghasilan, setelah dikurangi pendapatan dan beban yang telah dikenakan pajak final dan pendapatan dari entitas anak asing dan pembalikan atas jurnal eliminasi antar perusahaan pada saat konsolidasi dan beban (manfaat) pajak penghasilan neto, seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

The reconciliation between the income tax benefit as calculated by applying the applicable tax rate to the commercial income before income tax, after deducting income and related expenses already subjected to final tax and income from foreign subsidiary and reversal of inter-company eliminating entries during consolidation and the net income tax expense (benefit) shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income is as follows:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

f. Pajak penghasilan kini (lanjutan) f. Current income tax (continued)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December 31,

2020 2019
Laba sebelum pajak final dan beban
pajak penghasilan berdasarkan
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
68.903 168.421 Income before final tax and income tax
per consolidated statement of
profit or loss and other
comprehensive income
Pendapatan dan beban yang telah
dikenakan pajak final
(39.867) (225.603) Income net of related expenses
already subjected to final tax
Pembalikan atas jurnal eliminasi
antar perusahaan pada
saat konsolidasi dan lain-lain
3.885 7.539 Reversal of inter-company
eliminating entries
during consolidation and others
Laba (rugi) fiskal 32.921 (49.643) Tax Income (loss)
Beban (manfaat) pajak
penghasilan sesuai dengan
tarif pajak yang berlaku
Aset pajak tangguhan yang tidak
7.242 (12.411) Income tax expense (benefit)
based on applicable tax rate
Unrecognized of deferred tax assets
diakui dari rugi fiskal
Penyesuaian tarif pajak
Pembalikan atas aset pajak
1.043
32.930
54.840
-
over fiscal loss
Tax rate adjustment
Reversal of unrecognized
tangguhan yang tidak diakui
Pengaruh pajak atas beda tetap
Lain-lain
(54.840)
326
(2.516)
-
1.550
2.144
deferred tax asset
Tax effects of permanent differences
Others
Beban (manfaat) pajak penghasilan
- neto per laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian
(15.815) 46.123 Income tax expense (benefit) - net
per consolidated statement of
profit or loss and other
comprehensive income

g. Perhitungan pajak final dan utang pajak final g. Final tax and final tax payable computation

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Pendapatan dari angkutan laut
dan sewa kapal yang dikenakan
tarif pajak final
Income from sea freight and
charter of vessels subjected
final tax rate
Perusahaan 967.060 1.659.649 Company
Entitas Anak 1.785.541 141.052 Subsidiaries
Total 2.752.601 1.800.701 Total
Pajak final Final tax
Perusahaan 11.264 19.975 Company
Entitas Anak 21.240 1.708 Subsidiaries
Total 32.504 21.683 Total
Pajak final yang telah dibayar Prepayments of final tax
Perusahaan 10.695 19.456 Company
Entitas Anak 18.943 1.064 Subsidiaries
Total 29.638 20.520 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

  • g. Perhitungan pajak final dan utang pajak final (lanjutan)
  • g. Final tax and final tax payable computation (continued)
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Utang pajak final
Perusahaan
569 519 Final tax liability
Company
Entitas Anak 2.297 644 Subsidiaries
Total 2.866 1.163 Total

h. Aset (liabilitas) pajak tangguhan h. Deferred tax assets (liabilities)

Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan
Dikreditkan (Dibebankan) ke/
Deferred Tax Benefit (Expense)
Credited (Charged) to
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Penyesuaian
Saldo awal DTA/
Adjustment
to DTA
beginning
Laba Rugi
Tahun 2020/
2020 Profit
or Loss
Penghasilan
Komprehensif
Lain/Other
Income
Comprehensive 31 Desember 2020/
December 31, 2020
Aset Pajak Tangguhan: Deferred Tax Assets:
Perusahaan
Rugi fiskal
203.193 (34.005) 57.216 - 226.404 Company
Tax loss carry forward
Entitas Anak - AMT
Liabilitas imbalan kerja
Entitas Anak - TP
460 (92) (164) (110) 94 Subsidiary - AMT
Employee benefit liability
Subsidiary - TP
Liabilitas imbalan kerja
Penyusutan
Liabilitas sewa
576
(223)
(750)
(115)
45
150
136
(11)
4.503
(36)
-
-
561
(189)
3.903
Employee benefit liability
Depreciation
Lease liabilities
Allowance for
Cadangan penyisihan piutang - - 184 - 184 doubtful account
Total 203.256 (34.017) 61.864 (146) 230.957 Total
Liabilitas Pajak Tangguhan: Deferred Tax Liabilities:
Entitas Anak - TD
Liabilitas imbalan kerja
Penyusutan
Liabilitas sewa
Cadangan penyisihan piutang
878
(1.629)
(8.754)
-
(175)
326
1.751
-
212
1.194
(2.151)
759
73
-
-
-
988
(109)
(9.154)
759
Subsidiary - TD
Employee benefit liability
Depreciation
Lease liabilities
Allowance for
doubtful account
Lain-lain 45 (10) (30) - 5 Others
Total (9.460) 1.892 (16) 73 (7.511) Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

17. PERPAJAKAN (lanjutan) 17. TAXATION (continued)

h. Aset (liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan) h. Deferred tax assets (liabilities) (continued)

Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan
Dikreditkan (Dibebankan) ke/
Deferred Tax Benefit (Expense)
Credited (Charged) to
31 Desember 2018/
December 31, 2018
Laba Rugi
Tahun 2018/
2019 Profit
or Loss
Penghasilan
Komprehensif
Lain/Other
Comprehensive
Income
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset Pajak Tangguhan: Deferred Tax Assets:
Perusahaan
Rugi fiskal
221.329 (18.136) - 203.193 Company
Tax loss carry forward
Entitas Anak - AMT
Liabilitas imbalan kerja
- 390* 70 460 Subsidiary - AMT
Employee benefit liability
Total 221.329 (17.746) 70 203.653 Total
Liabilitas Pajak Tangguhan: Deferred Tax Liabilities:
Entitas Anak - TP
Liabilitas imbalan kerja
Penyusutan
Utang sewa pembiayaan
677
(213)
(400)
123
(10)
(350)
(224)
-
-
576
(223)
(750)
Subsidiary - TP
Employee benefit liability
Depreciation
Finance lease liabilities
Entitas Anak - TD
Liabilitas imbalan kerja
Penyusutan
Utang sewa pembiayaan
Lain-lain
1.131
(2.818)
(5.492)
85
191
1.189
(3.262)
(40)
(444)
-
-
-
878
(1.629)
(8.754)
45
Subsidiary - TD
Employee benefit liability
Depreciation
Finance lease liabilities
Others
Total (7.030) (2.159) (668) (9.857) Total

* termasuk saldo awal AMT sebesar Rp273 / including beginning balance of AMT amounted to Rp273

Pada tahun 2020, Entitas anak memutuskan untuk tidak mengakui aset pajak tangguhan sebesar Rp1.043 yang berasal dari rugi fiskal sebesar Rp5.215.

Manajemen Kelompok Usaha meyakini bahwa aset pajak tangguhan diatas dapat terpulihkan dengan penghasilan kena pajak masa depan. Untuk memastikan ketersediaan penghasilan kena pajak masa depan, manajemen telah mengambil langkah-langkah strategis, diantaranya melakukan penjualan kapal dan menyewakan alat berat.

Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. Efek atas penerapan aturan tersebut di tahun 2020 adalah sebesar Rp32.930.

In 2020, the Subsidiaries decided not to recognize the deferred tax asset amounting to Rp1,043 arising from tax loss carry forward amounting to Rp5,215.

The Group's management believes that the above deferred tax assets can be recovered through future taxable income. To ensure future taxable income will be available, Management has taken several strategic actions, such as sales of vessels and rental of heavy equipment.

On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3% for corporate income tax payers that fulfill certain criteria. The effect from that regulation in 2020 is amounting to Rp32,930.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG 18. LONG-TERM DEBTS

Akun ini merupakan pinjaman dan pembiayaan yang berasal dari bank-bank dan lembaga keuangan sebagai berikut:

This account represents loans and financing obtained from the following banks and financial institution:

31 Desember/December 31,
2019 2020
Bank loans
Rupiah
Utang bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
524.598 1.013.294 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
108.158
-
46.879
-
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Less unamortized cost (7.474) (8.820) Dikurangi biaya transaksi yang
belum diamortisasi
Net 625.282 1.051.353 Neto
Current portion (128.449) (197.082) Bagian lancar
Long-term portion of bank loans 496.833 854.271 Bagian jangka panjang - utang bank
Loan payable to financial institution
Chailease International Financial
Service Co.,LTD.
92.893 116.704 Utang lembaga keuangan
Chailease International Financial
Service Co.,LTD.
Less unamortized cost (1.248) (2.069) Dikurangi biaya transaksi yang
belum diamortisasi
Net 91.645 114.635 Neto
Current portion (31.509) (28.210) Bagian lancar
Long-term portion of loan payable
to financial institution
60.136 86.425 Bagian jangka panjang - utang
lembaga keuangan
Consumer financing payables
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
Current portion
5.194
(1.309)
3.885
(1.431)
Utang pembiayaan konsumen
PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
Bagian lancar
Long-term portion of consumer
financing payables
3.885 2.454 Bagian jangka panjang - utang
pembiayaan konsumen
Purchase installment liability
JA Mitsui Leasing Ltd
353.291 326.635 Utang pembelian secara angsuran
JA Mitsui Leasing Ltd
Less unamortized cost (5.332) (4.590) Dikurangi biaya transaksi yang
belum diamortisasi
Net
Current portion
347.959
(47.008)
322.045
(50.126)
Neto
Bagian lancar
Long-term portion of purchase
installment liability
300.951 271.919 Bagian jangka panjang - utang
pembelian secara angsuran

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Pinjaman bank jangka panjang Long-term bank loans

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

(i) Pada tahun 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari BCA yang digunakan untuk melunasi pinjaman di Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri dan pembelian kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp923.000. Pinjaman dari fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan dengan tanggal pembayaran terakhir pada tanggal 5 September 2026 dan 5 November 2026. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pinjaman terutang dari fasilitas-fasilitas ini sebesar Rp444.157 dan Rp521.589. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 adalah Rp77.432 dan Rp224.059.

Pinjaman tersebut dijamin dengan gedung, alat berat dan beberapa unit kapal milik Perusahaan, TD, TP dan TS (Catatan 11).

Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan BCA, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2,5 dan interest coverage ratio minimal 1 kali. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan tidak dapat memenuhi rasio keuangan tertentu yang syaratkan, akan tetapi Perusahaan telah memperoleh waiver atas rasio tersebut dari BCA. Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi rasio yang telah disyaratkan oleh BCA.

(ii) Pada tahun 2019, TD memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari BCA yang digunakan untuk pembelian alat berat dengan pagu pinjaman sebesar Rp3.000. Pinjaman dari fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan dengan tanggal pembayaran terakhir pada tanggal 13 Desember 2022. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pinjaman terutang dari fasilitasfasilitas ini sebesar Rp1.999 dan Rp3.000. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 adalah Rp1.001. Tidak ada pembayaran cicilan yang dilakukan selama 2019.

Pinjaman tersebut dijamin dengan alat berat milik TD (Catatan 11).

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

(i) In 2019, the Company obtained Investment Credit facilities from BCA totaling Rp923,000 which were used to refinancing its loans from Bank Mandiri and Bank Syariah Mandiri and purchasing new vessel. The loan from the facilities are payable in monthly installments with the last installments being due on September 5, 2026 and November 5, 2026. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from these facilities amounted to Rp444,157 and Rp521,589, respectively. Total installment payments were made during 2020 and 2019 amounted to Rp77,432 and Rp224,059, respectively.

The loan is collateralized by the building, heavy equipment and several vessels owned by Company, TD, TP and TS (Note 11).

Under the terms of the loan agreements with BCA, the Company is required to maintain total debt-to-equity ratio of not more than 2.5 and interest coverage ratio at a minimum of 1. As of December 31, 2020, the Company did not able to meet a certain financial ratio, however, the Company already obtained a waiver for such ratios from BCA. As of December 31, 2019, the Company has complied with these financial loan covenants.

(ii) In 2019, TD obtained Investment Credit facilities from BCA totaling Rp3,000 which were used to finance heavy equipment purchase. The loan from the facility are payable in monthly installments with the last installments being due on December 13, 2022. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from these facilities amounted to Rp1,999 and Rp3,000, respectively. Total installment payments were made during 2020 amounted to Rp1,001. There is no installment paid in 2019.

The loan is collateralized by the heavy equipment owned by TD (Note 11).

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Pinjaman bank jangka panjang (lanjutan) Long-term bank loans (continued)

Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan BCA, TD diharuskan untuk menjaga rasio debt service coverage ratio minimal 1 kali. Pada tanggal 31 Desember 2020, TD tidak dapat memenuhi rasio keuangan tertentu yang syaratkan, akan tetapi Perusahaan telah memperoleh waiver atas rasio tersebut dari BCA. Pada tanggal 31 Desember 2019, TD telah memenuhi rasio yang telah disyaratkan oleh BCA.

(iii) Pada tahun 2020, Perusahaan, TP, TD dan TS memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari BCA yang digunakan untuk pembelian kapal, renovasi lahan depo, dan pembelian alat berat dengan total pagu pinjaman sebesar Rp1.150.000. Pinjaman dari fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan dengan tanggal pembayaran terakhir pada tanggal 5 April 2027, 5 Juli 2027, 27 Agustus 2027, 9 September 2027, 5 Oktober 2027, 5 November 2027 dan 5 Desember 2027. Pada tanggal 31 Desember 2020, pinjaman terutang dari fasilitas-fasilitas ini sebesar Rp567.138. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 adalah Rp211.573.

Pinjaman tersebut dijamin dengan gedung, alat berat dan beberapa unit kapal milik Perusahaan, TD, TP dan TS (Catatan 11).

Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan BCA, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2,5 dan interest coverage ratio minimal 1 kali. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan tidak dapat memenuhi rasio keuangan tertentu yang syaratkan, akan tetapi Perusahaan telah memperoleh waiver atas rasio tersebut dari BCA. Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah memenuhi rasio yang telah disyaratkan oleh BCA.

Seluruh pinjaman tersebut di atas yang diperoleh dari BCA dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar berkisar antara 8% sampai 8,25%.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (continued)

Under the terms of the loan agreements with BCA, TD is required to maintain debt service coverage ratio at a minimum of 1. As of December 31, 2020, TD did not able to meet a certain financial ratio, however, the Company already obtained a waiver for such ratios from BCA. As of December 31, 2019, the Company has complied with this financial loan covenant.

(iii) In 2020, the Company, TP, TD and TS obtained Investment Credit facilities from BCA totaling Rp1,150,000 which were used to purchasing new vessel, renovate depo landyard, and purchasing heavy equipment. The loan from the facilities are payable in monthly installments with the last installments being due on April 5, 2027, July 5, 2027, August 27, 2027, September 9, 2027, October 5, 2027, November 5, 2027, and December 5, 2027. As of December 31, 2020, the outstanding loan from these facilities amounted to Rp567,138. Total installment payments were made during 2020 amounted to Rp211,573.

The loan is collateralized by the building, heavy equipment and several vessels owned by Company, TD, TP dan TS (Note 11).

Under the terms of the loan agreements with BCA, the Company is required to maintain total debt-to-equity ratio of not more than 2.5 and interest coverage ratio at a minimum of 1. As of December 31, 2020, the Company did not able to meet a certain financial ratio, however, the Company already obtained a waiver for such ratios from BCA. As of December 31, 2019, the Company has complied with these financial loan covenants.

All the above loans obtained from BCA bore interest at annual rates ranging from 8% to 8.25%.

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Pinjaman bank jangka panjang (lanjutan) Long-term bank loans (continued)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit investasi dari Bank Mandiri dan telah diubah beberapa kali. Rincian fasilitas kredit yang masih terutang pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

  • (i) Pada tahun 2015, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas Kredit Investasi yang digunakan untuk membiayai pembelian kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp180.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sejak bulan Juli 2020 sampai dengan bulan Desember 2020. Pada tahun 2019, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp63.667.
  • (ii) Pada tahun 2016, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas Kredit Investasi yang digunakan untuk membiayai pembelian kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp417.732. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sejak bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Desember 2022. Pada tahun 2019, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2019 adalah sebesar Rp222.974.
  • (iii) Pada tahun 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi yang digunakan untuk membiayai pembelian dan pembiayaan kembali kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp318.572. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Januari 2023. Pada tahun 2019, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2019 sebesar Rp226.540.
  • (iv) Pada tahun 2016, TS memperoleh fasilitas Kredit Investasi yang digunakan untuk membiayai pembelian kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp50.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Oktober 2021. Pada tahun 2019, TS telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2019 sebesar Rp29.829.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

The Company obtained several investment credit facilities from Bank Mandiri which have been amended several times. Details of credit facilities which are still outstanding as of December 31, 2019 are as follows:

  • (i) In 2015, the Company obtained several Investment Credit facilities which were used to finance the purchase of vessels totalling Rp180,000. The loans were up to various dates from July 2020 to December 2020. In 2019, these facilities had been paid fully by the Company. Total installment payments made during 2019 amounted to Rp63,667.
  • (ii) In 2016, the Company obtained several Investment Credit facilities which were used to finance the purchase of vessels totalling Rp417,732. The loans were up to various dates from October 2021 to December 2022. In 2019, these facility has been fully paid by the Company. As of December 31, 2018, the outstanding loans from these facilities amounted to Rp222,974. Total installment payments made during 2019 amounted to Rp222,974.
  • (iii) In 2017, the Company obtained Investment Credit facilities which were used to finance the purchase and refinance of vessels totalling Rp318,572. The loans from the facilities is due on January 2023. In 2019, these facility has been fully paid by the Company.Total installment payments made during 2019 amounting to Rp226,540.
  • (iv) In 2016, TS obtained Investment Credit facilities which were used to finance the purchase of vessel totalling Rp50,000. The loans from the facilities is due on October 2021. In 2019, these facility has been fully paid by TS. Total installment payments made during 2019 amounting to Rp29,829.

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Pinjaman bank jangka panjang (lanjutan) Long-terms bank loans (continued)

Seluruh pinjaman tersebut di atas yang diperoleh dari Bank Mandiri dikenakan bunga mengambang dengan tingkat bunga tahunan sebesar 9,75% pada tahun 2019.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Pada tahun 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Investasi yang digunakan untuk membiayai pembelian kapal dengan pagu pinjaman sebesar Rp168.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Februari 2022. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pinjaman terutang dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp46.879 dan Rp85.196. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp38.317 dan Rp31.680.

Pinjaman tersebut dijamin dengan kapal yang kepemilikannya dibiayai oleh fasilitas tersebut (Catatan 11).

Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan BNI, Perusahaan diharuskan untuk menjaga rasio lancar minimal 1 kali, rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 2,2 dan debt service coverage ratio (DSCR) minimal 110%. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan tidak dapat memenuhi rasio keuangan tertentu yang disyaratkan, akan tetapi Perusahaan telah memperoleh waiver atas rasio tersebut dari BNI.

Pada tahun 2016, TP memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja yang digunakan untuk membiayai pembelian mesin peralatan beserta alat pendukungnya dengan pagu pinjaman sebesar Rp61.000. Pinjaman dari fasilitas ini akan terutang dalam angsuran bulanan sebanyak 60 kali. Pinjaman dari fasilitas ini dikenakan suku bunga tetap dengan tingkat bunga tahunan sebesar 10,75%. Pada tahun 2020, TP telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Pada tanggal 31 Desember 2019, pinjaman terutang dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp22.962. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 masingmasing sebesar sebesar Rp22.962 dan Rp11.980.

Pinjaman tersebut dijamin dengan alat berat yang kepemilikannya dibiayai oleh fasilitas tersebut (Catatan 11).

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (continued)

All the above loans obtained from Bank Mandiri bore floating interest at annual rates at 9.75% in 2019.

In 2017, the Company obtained Investment Credit facilities which were used to finance the purchase of vessel totalling Rp168,000. The loans from the facilities is due in February 2022. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounting to Rp46,879 and Rp85,196. Total installment payments made during 2020 and 2019 amounting to Rp38,317 and Rp31,680.

The loan is collateralized by the vessel whose acquisitions were financed by the facility (Note 11).

Under the terms of the loan agreements with BNI, the Company is required to maintain current ratio minimum 1 time, total debt-to-equity ratio of not more than 2.2 and debt service coverage ratio (DSCR) at a minimum of 110%. As of December 31, 2020, the Company did not able to meet a certain financial ratios. However, the Company already obtained a waiver for such ratios from BNI.

In 2016, TP obtained Working Capital Loan facility which was used to finance the purchase of machine and heavy equipment with total facility amounting to Rp61,000. The loan from the facility is payable in 60 monthly installments. The loan from this facility bears fixed interest at the annual rate of 10.75%. In 2020, these facility has been fully paid by TP. As of December 31, 2019, the outstanding loans from this facility amounting to Rp22,962. Total installment payments made during 2020 and 2019 amounting to Rp22,962 and Rp11,980, respectively.

The loan is collateralized by the heavy equipment whose acquisitions were financed by the facility (Note 11).

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Pada tahun 2018, Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar Rp6.958 dari PT Mitsui Leasing Capital Indonesia yang digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pinjaman terutang dari fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp3.885 dan Rp5.194. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 adalah masing-masing sebesar Rp1.309 dan Rp1.193. Pinjaman ini dijamin dengan kendaraan yang dibiayai dengan fasilitas ini.

Chailease International Financial Service Co.,LTD. Chailease International Financial Service Co.,LTD.

Pada tahun 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Chailease International Financial Service Co.,LTD., dengan jumlah sebesar US\$3.500.000. Fasilitas ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar LIBOR+ 3,95%. Pinjaman dari fasilitas tersebut dijamin dengan kapal Perusahaan dan TS (Catatan 11). Pada tahun 2020, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman untuk fasilitas ini. Pada tanggal 31 Desember 2019, pinjaman terutang dari fasilitas ini adalah sebesar US\$1.555.555. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 adalah masing-masing sebesar US\$1.205.555 dan US\$1.166.667. Pelunasan fasilitas termasuk menggunakan uang jaminan sebesar US\$350.000 yang disajikan sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya" pada tahun 2019 (Catatan 12).

Pada tahun 2019, TS memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Chailease International Financial Service Co.,LTD., dengan jumlah sebesar US\$5.500.000. Fasilitas ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar LIBOR+ 3,95%. Pinjaman dari fasilitas tersebut dijamin dengan kapal Perusahaan dan TS (Catatan 11). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 saldo terutang dari fasilitas ini adalah sebesar US\$3.998.746 dan US\$5.133.333. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 dan 2019 adalah sebesar US\$1.134.587 dan US\$366.667. Sehubungan dengan pinjaman ini, TS diharuskan untuk menempatkan sejumlah dana sebagai uang jaminan sebesar US\$550.000. Uang jaminan tersebut disajikan sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya" (Catatan 12).

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Utang pembiayaan konsumen Consumer financing payables

PT Mitsui Leasing Capital Indonesia PT Mitsui Leasing Capital Indonesia

In 2018, the Group obtained a financing facility amounting to Rp6,958 from PT Mitsui Leasing Capital Indonesia to finance the acquisition of vehicles. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounting to Rp3,885 and Rp5,194, respectively. Total installment payments made during 2020 and 2019 amounting to Rp1,309 and Rp1,193, respectively. The payable is collateralized by the vehicles which acquisitions were finance by this facility.

Utang lembaga keuangan Loan payable to financial institution

In 2018, the Company obtained a loan facility amounting to US\$3,500,000 from Chailease International Financial Service Co.,LTD. This facility will use to finance Company working capital. The loans from the facility bear interest at the annual rate LIBOR+ 3.95%. The loans are collateralized by vessel owned by the Company and TS (Note 11). In 2020, these facility has been fully paid by the Company. As of December 31, 2019, the outstanding loan from this facility amounting to US\$1,555,555. Total installment payments made during 2020 and 2019 amounting to US\$1,205,555 and US\$1,166,667, respectively. The settlement of this facility included security deposit amounted to US\$350,000 that is presented as part of "Other Non-Current Assets" in 2019 (Note 12).

In 2019, TS obtained a loan facility amounting to US\$5,500,000 from Chailease International Financial Service Co.,LTD. This facility will use to finance Company working capital. The loans from the facility bear interest at the annual rate LIBOR+ 3.95%. The loans are collateralized by vessel owned by the Company and TS (Note 11). As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding loan from this facility amounting to US\$3,998,746 and US\$5,133,333, respectively. Total installment payments made during 2020 and 2019 amounting to USD1,134,587 and US\$366,667, respectively. In relation with this loan, TS is required to put some fund as security deposit amounted to US\$550,000. This security deposit is presented as part of "Other Non-Current Assets" (Note 12).

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 18. LONG-TERM DEBTS (continued)

Chailease International Financial Service Co.,LTD. (lanjutan)

Pinjaman dari fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan bulan Agustus 2024.

Pada tahun 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Chailease International Financial Service Co.,LTD., dengan jumlah sebesar US\$4.500.000. Fasilitas ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar LIBOR+ 3,95%. Pinjaman dari fasilitas tersebut dijamin dengan kapal Perusahaan (Catatan 11). Pada tanggal 31 Desember 2020 saldo terutang dari fasilitas ini adalah sebesar US\$4.275.000. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 adalah sebesar US\$225.000. Sehubungan dengan pinjaman ini, Perusahaan diharuskan untuk menempatkan sejumlah dana sebagai uang jaminan sebesar US\$400.000. Uang jaminan tersebut disajikan sebagai bagian dari "Aset Tidak Lancar Lainnya" (Catatan 12).

Pinjaman dari fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan bulan September 2025.

Utang pembelian secara angsuran Purchase installment liability

JA Mitsui Leasing Ltd

Pada tanggal 5 Juni 2018, Perusahaan melakukan pembelian alat berat secara angsuran kepada JA Mitsui Leasing Ltd. Alat berat tersebut sampai di tahun 2019. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo terutang dari transaksi ini adalah ¥2.393.459.163 dan ¥2.760.804.999. Jumlah pembayaran yang dilakukan selama tahun 2020 adalah sebesar ¥367.345.836. Tidak ada pembayaran cicilan yang dilakukan selama 2019.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Utang lembaga keuangan (lanjutan) Loan payable to financial institution (continued)

Chailease International Financial Service Co.,LTD. (continued)

The loan from the facility is payable in monthly installments up to August 2024.

In 2020, the Company obtained a loan facility amounting to US\$4,500,000 from Chailease International Financial Service Co.,LTD. This facility will be used to finance Company working capital. The loans from the facility bear interest at the annual rate LIBOR+ 3.95%. The loans are collateralized by vessel owned by the Company (Note 11). As of December 31, 2020, the outstanding loan from this facility amounting to US\$4,275,000. Total installment payments made during 2020 amounting to US\$225,000. In relation with this loan, the Company is required to put some fund as security deposit amounted to US\$400,000. This security deposit is presented as part of "Other Non-Current Assets" (Note 12).

The loan from the facility is payable in monthly installments up to September 2025

JA Mitsui Leasing Ltd

On June 5, 2018, the Company made heavy equipment installment purchase to JA Mitsui Leasing Ltd. The heavy equipments were delivered in 2019. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding payable from this transaction amounting to ¥2,393,459,163 and ¥2,760,804,999. Total installment payments made during 2020 amounting to ¥367,345,836. There was no installment payment made in 2019.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

19. LIABILITAS SEWA 19. LEASE LIABILITIES

Kelompok Usaha mengadakan beberapa perjanjian sewa untuk pembiayaan kantor, lahan, kapal, peti kemas, dan alat berat, dengan jangka waktu berkisar antara 2 sampai dengan 20 tahun dan berakhir pada bulan September 2040, dengan rincian sebagai berikut:

The Group entered into several agreements for the lease of office, landyard, vessels, containers and heavy equipment, with lease terms ranging from 2 to 20 years and expiring on September 2040, with details as follows:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 219.407 64.075 Third parties
Pihak-pihak berelasi (Catatan 33) 192.521 - Related parties (Note 33)
Sub-total 411.928 64.075 Sub-total
Dolar Amerika Serikat (\$ dalam jumlah penuh)
Pihak ketiga
(US\$17.302.617 pada tahun 2020 dan
United States dollar (\$ in full amount)
Third parties
(US\$17,302,617 in 2020 and
US\$19.050.108 pada tahun 2019) 244.053 264.817 US\$19,050,108 in 2019)
Sub-total 244.053 264.817 Sub-total
Total 655.981 328.892 Total
Dikurangi bagian lancar (182.849) (121.322) Less current portion
Bagian jangka panjang 473.132 207.570 Long-term portion

Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

Future minimum rental payments required under the lease agreements are as follows:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Years
2020
2021
2022
2023
2024
304.350 - 2025 and beyond
Total
(233.562) (13.199) Less amount applicable to interest
Present value of minimum payments
(182.849) (121.322) Less current portion
473.132 207.570 Long-term portion
-
219.285
150.382
117.484
98.042
889.543
655.981
129.243
112.292
55.782
29.997
14.777
342.091
328.892

Liabilitas sewa tersebut dijamin dengan aset yang dibiayai (Catatan 11).

The lease liabilities are collateralized by the leased assets (Note 11).

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Di bawah ini adalah jumlah tercatat dari aset hak guna yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian Kelompok Usaha dan pergerakannya selama tahun berjalan:

19. LIABILITAS SEWA (lanjutan) 19. LEASE LIABILITIES (continued)

Set out below are the carrying amounts of right of use assets recognized on the Group's consolidated statement of financial position and the movements during the year:

Kantor/Office Lahan/
Landyard
Kapal/Vessels Peti kemas/
Containers
Alat berat/
Heavy
equipment
Kendaraan/
Vehicles
1 Januari 2020 - - - 368.581 102.688 568 January 1, 2020
Efek transisi sewa operasi Transisition effect of operating
menjadi liabilitas sewa lease into lease liability
(Catatan 2i) 1.203 50.260 143.900 26.897 49.030 - (Note 2i)
Penambahan 125.281 185.598 - 42.744 - - Additions
Terminasi - - (12.301) - - - Termination
Reklasifikasi - - - 3.686 - - Reclassification
Beban depresiasi (11.949) (17.369) (24.569) (71.915) (30.291) (284) Depreciation expense
31 Desember 2020 114.535 218.489 107.030 369.993 121.427 284 December 31, 2020

Mutasi jumlah tercatat liabilitas sewa selama tahun berjalan:

Movement of lease liabilities during the year:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
1 Januari 2020 328.892 January 1, 2020
Penambahan liabilitas sewa tahun berjalan 506.791 Addition of lease liabilities during the year
Pembayaran sewa (172.868) Lease payment
Terminasi sewa (13.794) Lease termination
Efek nilai tukar 6.960 Foreign exchange effect
31 Desember 2020 655.981 December 31, 2020
Dikurangi bagian lancar (182.849) Less current portion
Bagian tidak lancar 473.132 Non-current portion

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian:

Amounts recognized in the consolidated statement of comprehensive income:

Tahun yang berakhir
pada tanggal
31 Desember 2020/
Year ended
December 31, 2020
Beban penyusutan aset hak guna
Beban bunga atas liabilitas sewa
Beban sewa aset bernilai rendah
156.377
40.278
Depreciation expense of right of use assets
Interest expense on lease liabilities
Expense relating to leases of low-value
dan sewa jangka pendek 18.623 assets and short-term leases
Jumlah 215.278 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas konsolidasian:

19. LIABILITAS SEWA (lanjutan) 19. LEASE LIABILITIES (continued)

Amounts recognized in the consolidated statement of cash flow:

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020/ Year ended December 31, 2020

Pembayaran porsi pokok untuk liabilitas Payment of principal portion of sewa 172.868 lease liabilities

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG

Akrual atas imbalan kerja Kelompok Usaha ditentukan berdasarkan penilaian aktuaris yang dilakukan oleh PT Dian Artha Tama, aktuaris independen, laporannya masing-masing pada tanggal 27 April 2021 dan 26 Maret 2020 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Penilaian aktuaris dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit, yang berdasarkan asumsi-asumsi berikut:

20. LONG-TERM EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY

The Group's outstanding accruals for employee benefits were determined based on the actuarial valuations performed by PT Dian Artha Tama, an independent actuary, in its reports dated April 27, 2021 and March 26, 2020 for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively.

The actuarial valuations were determined using the projected-unit-credit method, which considered the following assumptions:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Umur pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years Normal pension age
Tingkat diskonto 6,65% 7,1% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 8-10% 8-10% Salary increment rate
Tingkat kematian TMI - IV (2019) TMI - III (2011) Mortality rate

Imbalan kerja neto yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian terdiri dari:

The net employee benefits recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income consisted of the following:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Biaya jasa kini 5.062 3.319 Current service cost
Biaya bunga 1.555 2.106 Interest cost
Biaya jasa lalu 106 - Past service cost
Beban imbalan kerja - neto 6.723 5.425 Net employee benefits expense

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG (lanjutan)

20. LONG-TERM EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut: Movements in the employee benefits liability are as follows:

31 December 2020/
December 31, 2020
31 December 2019/
December 31, 2019
Saldo awal periode 21.527 24.980 Balance at beginning of period
Akuisisi AMT - 1.092 Acquisition of AMT
Beban imbalan kerja 6.723 5.425 Employee benefits expense
Efek atas transfer karyawan (3) - Effect of transfer of employees
Kerugian (keuntungan)
pengukuran kembali aktuarial yang
diakui sebagai penghasilan Re-measurement losses (gain) in
komprehensif lain 454 (7.706) other comprehensive income
Pembayaran selama
periode berjalan (1.146) (2.264) Payment during the period
Saldo akhir periode 27.555 21.527 Balance at end of period

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut:

Movements in the present value of long-term employee benefits liability are as follows:

31 December 2020/
December 31, 2020
31 December 2019/
December 31, 2019
Saldo awal tahun 21.527 24.980 Balance at beginning of year
Akusisi AMT - 1.092 Acquisition of AMT
Biaya bunga 1.555 2.106 Interest cost
Biaya jasa kini 5.062 3.319 Current service cost
Biaya jasa lalu 106 - Past service cost
Efek atas transfer karyawan (3) - Effect of transfer of employees
Pembayaran manfaat (1.146) (2.264) Benefit payment
(Laba) rugi aktuarial atas : Actuarial (gain) loss due from :
Perubahan asumsi finansial 1.252 1.373 Change in financial assumption
Penyesuaian historis (800) (9.079) Experience adjustment
Perubahan asumsi demografis 2 - Change in demographic assumption
Saldo akhir tahun 27.555 21.527 Balance at end of year

Perubahan sebesar satu persentase pada tingkat diskonto pada tanggal 31 Desember 2020 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut berdampak sebagai berikut:

One percentage point change in the assumed discount rate as of December 31, 2020 and for the year then ended would have had the following effects:

31 December 2020/
December 31, 2020
Kenaikan Increase
Akumulasi kewajiban imbalan pasti 25.307 Accumulated defined benefits obligation
Biaya jasa kini dan bunga 6.145 Service and interest costs
Penurunan Decrease
Akumulasi kewajiban imbalan pasti 30.160 Accumulated defined benefits obligation
Biaya jasa kini dan bunga 7.172 Service and interest costs

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

20. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG (lanjutan)

Perubahan sebesar satu persentase pada tingkat kenaikan gaji pada tanggal 31 Desember 2020 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut berdampak sebagai berikut:

20. LONG-TERM EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

One percentage point change in the assumed salary increase rate as of December 31, 2020 and for the year then ended would have had the following effects:

31 December 2020/
December 31, 2020
Kenaikan
Akumulasi kewajiban imbalan pasti
Biaya jasa kini dan bunga
29.953
7.127
Increase
Accumulated defined benefits obligation
Service and interest costs
Penurunan
Akumulasi kewajiban imbalan pasti
Biaya jasa kini dan bunga
25.437
6.173
Decrease
Accumulated defined benefits obligation
Service and interest costs

Jumlah nilai kini liabilitas imbalan pasti untuk imbalan pensiun dan rugi (laba) aktuarial adalah sebagai berikut:

The amounts of the present value of defined benefit obligation for retirement benefits and actuarial loss (gain) are as follows:

2020 2019
Nilai kini kewajiban imbalan pasti 27.555 21.527 Present value of defined benefit obligation
(Laba) rugi aktuarial
Perubahan asumsi finansial
1.252 1.373 Actuarial loss (gain):
Change in financial assumption
Penyesuaian historis (800) (9.079) Experience adjustment
Perubahan asumsi demografis 2 - Change in demographic assumption

Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja karyawan telah cukup sesuai dengan yang disyaratkan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Jadwal jatuh tempo dari liabilitas imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:

Management believes that the employee benefits liability is sufficient in accordance with the requirements of the Labor Law.

The maturity profile of defined benefits obligation as of December 31, 2020 and 2019:

31 December 2020/
December 31, 2020
31 December 2019/
December 31, 2019
Di bawah 1 tahun 3.452 7.726 Less than a year
1 - 2 tahun 1.089 1.604 1 - 2 years
2 - 5 tahun 9.957 3.832 2 - 5 years
Lebih dari 5 tahun 492.386 398.497 More than 5 years
Total 506.884 411.659 Total

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

21. MODAL SAHAM 21. CAPITAL STOCK

Susunan pemegang saham adalah sebagai berikut: The composition of the stockholders is as follows:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Pemegang saham Jumlah saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of shares
issued and
fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Jumlah/
Total
Stockholders
Manajemen Management
Faty Khusumo (Direktur) 33.970.000 0,60% 849 Faty Khusumo (Director)
Ganny Zheng (Direktur)
Harto Khusumo (Komisaris
22.617.725 0,40% 566 Ganny Zheng (Director)
Harto Khusumo
Utama)
Non-manajemen
1.232.660 0,02% 31 (President Commissioner)
Non-management
PT Temas Lestari
Masyarakat (masing-masing dengan
4.612.264.780 80,84% 115.307 PT Temas Lestari
Public (each with ownership
kepemilikan kurang dari 5%) 1.035.064.835 18,14% 25.876 of less than 5%)
Total 5.705.150.000 100% 142.629 Total
31 Desember 2019/December 31, 2019
Pemegang saham Jumlah saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of shares
issued and
fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Jumlah/
Total
Stockholders
Manajemen Management
Ganny Zheng (Direktur) 22.617.725 0,40% 566 Ganny Zheng (Director)
Faty Khusumo (Direktur) 9.575.000 0,16% 239 Faty Khusumo (Director)
Harto Khusumo (Komisaris Harto Khusumo
Utama) 1.232.660 0,02% 31 (President Commissioner)
Teddy Arief Setiawan (Direktur) 553.400 0,01% 14 Teddy Arief Setiawan (Director)
Harry Haryanto (Direktur) 255.000 0,01% 6 Harry Haryanto (Director)
Non-manajemen Non-management
PT Temas Lestari 4.612.264.780 80,84% 115.307 PT Temas Lestari
Masyarakat (masing-masing dengan Public (each with ownership
kepemilikan kurang dari 5%) 1.058.651.435 18,56% 26.466 of less than 5%)
Total 5.705.150.000 100% 142.629 Total

Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

As of December 31, 2020 and 2019, the details of additional paid-in capital are as follows:

Biaya emisi efek ekuitas (2.705) Stock issuance costs
Penerbitan saham bonus
sebanyak 45.100.000 saham (11.275) Declaration of 45,100,000 bonus shares
Selisih nilai transaksi entitas Difference in value from transactions
sepengendali 5.415 of entities under common control
Neto 145.603 Net

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Saldo selisih nilai transaksi entitas sepengendali merupakan selisih antara nilai buku perusahaan yang diperoleh dari entitas sepengendali dan dengan imbalan yang dialihkan secara keseluruhan, sebagai berikut:

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan) 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)

The balance of difference in value from transactions of entities under common control consists of the difference between the book value of the following companies acquired from entities under common control and the total considerations transferred:

PT Temas Shipping 5.459 PT Temas Shipping
PT Temas Depot (44) PT Temas Depot
Neto 5.415 Net

23. RUGI KOMPREHENSIF LAIN 23. OTHER COMPREHENSIVE LOSS

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Saldo awal
Selisih kurs karena penjabaran
(86.309) (93.399) Beginning balance
laporan keuangan selama tahun berjalan
Laba (rugi) pengukuran kembali atas
(3.433) (6) Translation adjustments during the year
Remeasurement gain (loss) of
program imbalan pasti (525) 7.096 defined benefit plan
Saldo akhir (90.267) (86.309) Ending balance

24. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA

Dalam rangka memenuhi Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 tanggal 16 Agustus 2007, yang mengharuskan perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba Perusahaan.

Total saldo laba yang telah dicadangkan sebagai cadangan dana umum sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp34.823. Tambahan jumlah laba yang telah ditentukan penggunaannya akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan berikutnya.

Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Tahunan tanggal 25 Juni 2020, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk menyetujui pembagian dividen kas sebesar Rp20.539 untuk laba tahun buku 2019. Pada tahun 2019, Perusahaan tidak membagikan dividen atas laba tahun 2018.

24. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS

In compliance with Corporation Law No. 40 dated August 16, 2007, which requires companies to set aside, on a gradual basis, an amount equivalent to at least 20% of their subscribed capital as general reserve, the stockholders have approved the partial appropriation of the Company's retained earnings as general reserve.

Total appropriation of the Company's retained earnings as general reserve as of December 31, 2020 amounted to Rp34,823. Additional appropriation of retained earnings will be made after the approval from the stockholders is obtained in their next annual general meeting.

25. DIVIDEN KAS 25. CASH DIVIDEND

Based on the Resolution of the Company's Shareholders Annual General Meeting dated June 25, 2020, the Company's shareholders approved the distribution of cash dividends for Rp20,539 for 2019 earnings. In 2019, the Company did not declare any dividend payment for 2018 earnings.

Pada tahun 2020, TD membagikan dividen kas kepada perusahaan dan pihak non-pengendali masing-masing sebesar Rp34.790 dan Rp210, berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham pada tanggal 13 Juli 2020. Pada tahun 2019, TD tidak membagikan deviden atas laba tahun 2018.

TP juga membagikan dividen kas kepada perusahaan dan pihak non-pengendali masingmasing sebesar Rp64.783 dan Rp217 berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham pada tanggal 22 Juli 2020. Pada tahun 2019, TP membagikan dividen kas kepada perusahaan dan pihak non-pengendali masing-masing sebesar Rp29.900 dan Rp100, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Tahunan tanggal 16 Oktober 2019.

26. HAK KEPENTINGAN NONPENGENDALI ATAS ASET NETO ENTITAS ANAK

Hak Kepentingan Nonpengendali (KNP) atas aset neto Entitas Anak merupakan bagian atas aset neto Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung kepada Entitas Induk (Catatan 2).

Hak KNP atas aset neto Entitas Anak terdiri dari: NCI in net assets of Subsidiaries consist of:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

25. DIVIDEN KAS (lanjutan) 25. CASH DIVIDEND (continued)

In 2020, TD distributed cash dividends to the Company and non-controlling interest amounting Rp34,790 and Rp210, respectively, based on Shareholder's decision Statement dated July 13, 2020. In 2019, TD did not declare any dividend payment for 2018 earnings.

TP also distributed cash dividends to the Company and non-controlling interest amounting Rp64,783 and Rp217, respectively, based on Shareholder's decision Statement dated July 22, 2020. In 2019, TP distributed cash dividends to the Company and non-controlling interest amounting Rp29,900 and Rp100, respectively, based on Shareholders Annual General Meeting dated October 16, 2019.

26. NON-CONTROLLING INTERESTS IN NET ASSETS OF SUBSIDIARIES

Non-controlling Interests (NCI) in net assets of Subsidiaries represent the portion of the net assets of the Subsidiaries that are not attributable, directly or indirectly, to the Parent (Note 2).

31 Desember/December 31,
2020 2019
PT Temas Port 548 654 PT Temas Port
PT Temas Depot 241 587 PT Temas Depot
PT Temas Shipping 221 396 PT Temas Shipping
PT Mentari Mas Multimoda 2.937 13.448 PT Mentari Mas Multimoda
PT Pelabuhan Temas Nusantara 125 - PT Pelabuhan Temas Nusantara
PT Temas Bulker 373 - PT Temas Bulker
Saldo akhir 4.445 15.085 Ending balance

Tidak terdapat entitas anak yang secara individu memiliki hak Kepentingan Nonpengendali yang material.

There is no single subsidiary with material Non-Controlling Interests.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

27. LABA PER SAHAM 27. EARNINGS PER SHARE

Rincian perhitungan laba per saham (LPS) adalah sebagai berikut (nilai penuh):

The details of earnings per share (EPS) computation are as follows (full amount):

Tahun yang Berakhir Laba
Tahun Berjalan
yang dapat
diatribusikan
kepada pemilik
entitas induk/
Income for
the year
attributable to
Owners of
the Parent Entity
Jumlah Rata - rata
Tertimbang Saham
yang Beredar /
Weighted
Average Number
of Outstanding
Shares
Laba per Saham
(nilai penuh) /
Earnings
per Share
(full amount)
Years Ended
31 Desember 2020 62.788 5.705.150.000 11 December 31, 2020
31 Desember 2019 92.998 5.705.150.000 16 December 31, 2019

28. PENDAPATAN JASA 28. SERVICE REVENUES

Akun ini terdiri atas pendapatan sebagai berikut: This account consists of revenues from the following:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Pihak berelasi (Catatan 33) Related party (Note 33)
Jasa pelayaran 25.018 47.709 Shipping service
Pihak ketiga Third parties
Jasa pelayaran 1.688.156 1.687.215 Shipping service
Jasa bongkar muat 1.000.582 921.717 Stevedoring service
Total pendapatan jasa 2.713.756 2.656.641 Total service revenues
Dikurangi pendapatan jasa yang
saling dihapuskan dengan
Less service revenue
net off with related
beban jasa terkait (44.138) (144.372) cost of service
Pendapatan jasa neto 2.669.618 2.512.269 Net service revenue

Tidak ada pendapatan jasa dari satu pelanggan yang melebihi 10% dari total pendapatan jasa pada tahun 2020 dan 2019.

No service revenues exceeding 10% of the total service revenues during 2020 and 2019 were earned from a single customer.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

29. BEBAN JASA 29. COST OF SERVICES

Rincian beban jasa adalah sebagai berikut: The details of cost of services are as follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Bongkar muat 956.114 960.060 Stevedoring
Bahan bakar dan pelumas 528.630 657.555 Fuel and lubricant
Penyusutan (Catatan 11) 372.597 277.771 Depreciation (Note 11)
Gaji dan kesejahteraan karyawan 155.458 127.773 Salaries and employee benefits
Perbaikan dan pemeliharaan 122.664 92.942 Repairs and maintenance
Pelabuhan 65.242 73.837 Port charges
Pelayaran 53.423 23.666 Voyage costs
Asuransi 22.262 19.610 Insurance
Sewa (Catatan 33) 9.714 36.143 Rent (Note 33)
Jasa profesional 2.314 15.205 Professional fees
Lain-lain 4.852 6.736 Miscellaneous
Total 2.293.270 2.291.298 Total
Dikurangi beban jasa yang saling Less cost of services
dihapuskan dengan pendapatan net off with related
jasa terkait (44.138) (144.372) service revenue
Beban jasa neto 2.249.132 2.146.926 Net cost of service

Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: The details of operating expenses are as follows:

30. BEBAN USAHA 30. OPERATING EXPENSES

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Gaji dan kesejahteraan karyawan 83.698 62.580 Salaries and employee benefits
Penyusutan (Catatan 11) 17.287 6.264 Depreciation (Note 11)
Keperluan kantor 15.967 13.425 Office utilities
Penyisihan piutang ragu-ragu Allowance for doubtful account
(Catatan 5 dan 6) 10.681 - (Note 5 and 6)
Sewa (Catatan 33) 8.909 20.390 Rent (Note 33)
Perijinan 7.383 2.530 Licenses
Jasa profesional 7.079 6.177 Professional fees
Sumbangan dan representasi 2.028 4.810 Donation and representation
Perjalanan dinas dan transportasi 1.335 3.059 Travelling and transportation
Perbaikan dan pemeliharaan 1.056 1.166 Repairs and maintenance
Perlengkapan kantor 1.004 1.299 Office supplies
Lain-lain 2.825 1.682 Others
Total 159.252 123.382 Total

31. PENDAPATAN KEUANGAN 31. FINANCE INCOME

Akun ini merupakan pendapatan bunga. This account represents interest income.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

32. BEBAN KEUANGAN 32. FINANCE COSTS

Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut: The details of finance costs are as follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2019 2020
Interest expense and other bank charges
Murabahah expense
120.505
10.291
166.885
-
Beban bunga dan beban bank lainnya
Beban murabahah
Total 130.796 166.885 Total

33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Rincian dari akun dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi dan penjelasan atas hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

The details of the accounts and the significant transactions entered into with related parties and the description of the relationship with such related parties are as follows:

Jumlah/Total Persentase (%) dari
Total Aset/Liabilitas/
Percentage (%) to
Total Assets/Liabilities
31 Desember/December 31, 31 Desember/December 31,
2020 2019 2020 2019
Piutang usaha (Catatan 5) Trade receivables (Note 5)
Entitas sepengendali Entity under common control
PT Temas Suzue Indonesia 3.155 3.619 0,08 0,11 PT Temas Suzue Indonesia
Total 3.155 3.619 0,08 0,11 Total
Piutang lain-lain (Catatan 6) Others receivables (Note 6)
Personil manajemen kunci Key management personnel
Ganny Zheng 125 - 0,01 - Ganny Zheng
Total 125 - 0,01 - Total
Utang usaha (Catatan 14) Trade payables (Note 14)
Entitas sepengendali Entity under common control
PT Temas Suzue Indonesia 3.181 754 0,12 0,04 PT Temas Suzue Indonesia
Entitas Induk Parent entity
PT Temas Lestari - 361 - 0,02 PT Temas Lestari
Personil manajemen kunci Key management personnel
Faty Khusumo
Harto Khusumo
2
-
503
600
0,00
-
0,02
0,03
Faty Khusumo
Harto Khusumo
Total 3.183 2.218 0,12 0,11 Total

33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK

Rincian dari akun dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi dan penjelasan atas hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

BERELASI (lanjutan)

(lanjutan)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

The details of the accounts and the significant transactions entered into with related parties and the description of the relationship with such related parties are as follows: (continued)

Jumlah/Total Persentase (%) dari
Total Aset/Liabilitas/
Percentage (%) to
Total Assets/Liabilities
31 Desember/December 31, 31 Desember/December 31,
2020 2019 2020 2019
Utang lain-lain (Catatan 15) Other payable (Note 15)
Entitas Induk Parent entity
PT Temas Lestari - 30.463 - 1,46 PT Temas Lestari
Liabilitas sewa* (Catatan 19) Lease liabilities* (Note 19)
Entitas Induk Parent entity
PT Temas Lestari 120.877 - 4,60 - PT Temas Lestari
Personil manajemen kunci Key management personnel
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
61.717
7.620
2.307
-
-
-
2,35
0,29
0,09
-
-
-
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
Total 192.521 - 7,33 - Total

*Saldo tersebut merupakan dampak atas penerapan PSAK 73 *The balance was due to implementation of PSAK 73

Jumlah/Total Persentase (%) dari
Total Pendapatan/Beban/
Percentage (%) to
Total Revenue/Expenses
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019 2020 2019
Pendapatan jasa (Catatan 28) Services revenue (Note 28)
Entitas sepengendali Entity under common control
PT Temas Suzue Indonesia 25.018 47.709 0,94 1,90 PT Temas Suzue Indonesia
Beban jasa Cost of services
Entitas sepengendali Entity under common control
PT Temas Suzue Indonesia
PT Acteka
6.038
-
3.005
600
0,27
-
0,14
0,03
PT Temas Suzue Indonesia
PT Acteka
Personil manajemen kunci Key management personnel
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
-
-
-
1.304
1.281
752
-
-
-
0,06
0,06
0,04
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
Total 6.038 6.942 0,27 0,33 Total

33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK

Rincian dari akun dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi dan penjelasan atas hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

BERELASI (lanjutan)

(lanjutan)

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

The details of the accounts and the significant transactions entered into with related parties and the description of the relationship with such related parties are as follows: (continued)

Jumlah/Total
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
Persentase (%) dari
Total Pendapatan/Beban/
Percentage (%) to
Total Revenue/Expenses
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019 2020 2019
Beban usaha Operating expenses
Entitas induk Parent entity
PT Temas Lestari 6.517 20.064 4,09 16,26 PT Temas Lestari
Personil manajemen kunci Key management personnel
Harto Khusumo 47 293 0,03 0,24 Harto Khusumo
Total 6.564 20.357 4,12 16,50 Total
Beban keuangan* Finance costs*
Entitas induk Parent entity
PT Temas Lestari 7.224 - 4,33 - PT Temas Lestari
Personil manajemen kunci Key management personnel
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
1.675
498
193
-
-
-
1,00
0,30
0,12
-
-
-
Harto Khusumo
Faty Khusumo
Ganny Zheng
Total 9.590 - 5,75 - Total

*Saldo tersebut merupakan dampak atas penerapan PSAK 73 *The balance was due to implementation of PSAK 73

Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dengan pihak-pihak berelasi dengan rincian sebagai berikut:

The Company has lease agreements with related parties, with details as follows:

Beban sewa per bulan/
Monthly rental fee
Pemilik/
Owner
Penyewa/
Tenant
Aset yang disewakan/
Leased property
2020 2019
PT Temas Lestari Perusahaan/
Company
Ruang gedung di Jalan Yos Sudarso, Jakarta/
Building space at Jalan Yos Sudarso, Jakarta
Tanah seluas 4.953 m2 di Makassar/
442 1.597
Land with an area of 4,953 m2
in Makassar
- 19
Faty Khusumo Perusahaan/
Company
Ruang gedung di Jayapura, Papua/
Building space in Jayapura, Papua
12 12
Tanah seluas 7.600 m2 di Bitung /
Land with an area of 7,600 m2
in Bitung
- 84
Ganny Zheng Perusahaan/
Company
Ruang gedung di Pekanbaru, Riau/
Building space in Pekanbaru, Riau
3 7
Tanah seluas 5.000 m2 di Bitung /
Land with an area of 5,000 m2
in Bitung
- 55

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dengan pihak-pihak berelasi dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

The Company has lease agreements with related parties, with details as follows: (continued)

Beban sewa per bulan/
Monthly rental fee
Pemilik/
Owner
Penyewa/
Tenant
Aset yang disewakan/
Leased property
2020 2019
Harto Khusumo
Perusahaan/
Company
Tanah seluas 28.982 m2 di Desa Parangloe,
Makassar/ Land with an area of 28,982 m2
in
Parangloe Village, Makassar
- 109
Ruang gedung di Jalan Tambang Puspita, Jakarta/
Building space at Jalan Tambang Puspita, Jakarta
- 28
Ruang gedung di Jalan Nusantara No. 226, Makassar/
Building space at Jalan Nusantara No.226, Makassar
- 14

Sifat hubungan dan rincian transaksi Kelompok Usaha dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The nature of the relationship and the details of the Group's transactions with the related parties are as follows:

No Pihak-Pihak Berelasi/
Related Parties
Sifat Relasi/
Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances/Transactions
a. PT Temas Suzue Indonesia Entitas
sepengendali/
Entity under common
control
Pendapatan
pelayaran/Freight
revenue,
Biaya
trucking/Trucking expense
b. PT Acteka Entitas
sepengendali/
Entity under common
control
Sewa/Rent
c. PT Temas Lestari Entitas Induk/Parent entity Sewa/Rent, Utang lain-lain/Other payables
d. Harto Khusumo Personil
manajemen
kunci/Key
management
personnel
Sewa/Rent
e. Ganny Zheng Personil
manajemen
kunci/Key
management
personnel
Sewa/Rent, Piutang lain-lain/Other receivables
f. Faty Khusumo Personil
manajemen
kunci/Key
management
personnel
Sewa/Rent

Manajemen kunci merupakan komisaris dan direksi Perusahaan. Total gaji dan kompensasi lainnya dari manajemen kunci masing-masing adalah sekitar Rp14,8 miliar dan Rp11,1 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, yang semuanya merupakan imbalan kerja jangka pendek.

Key management represents the Company's commissioners and directors. Total salaries and other compensation benefits of key management amounted to approximately Rp14.8 billion and Rp11.1 billion for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively, all of which were short-term employee benefits.

33. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

Transaksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, di mana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

34. INFORMASI SEGMEN 34. SEGMENT INFORMATION

Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya.

Kelompok Usaha terutama mengklasifikasikan kegiatan usahanya menjadi jasa pelayaran dan jasa bongkar muat.

Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi. Informasi konsolidasian menurut segmen usaha sebagai segmen primer adalah sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

33. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

The transactions are made based on terms agreed by the parties, while such terms may not be the same as those for transactions with unrelated parties.

The following segment information is reported based on the information used by management in evaluating the performance of each business segment and in determining the allocation of resources.

The Group primarily classifies its business activities into shipping services and stevedoring services.

All inter-segment transactions have been eliminated. Consolidated information based on business segment as the primary segment is as follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020/
Year ended December 31, 2020
Jasa pelayaran/
Shipping
Jasa
bongkar muat/
Stevedoring
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Pendapatan jasa
Pendapatan jasa
2.777.522 662.934 (726.700) 2.713.756 Service revenues
Service revenues
Pendapatan jasa saling dihapuskan
dengan beban jasa terkait
- (44.138) - (44.138) Service revenues net off with related
cost of services
Pendapatan jasa neto 2.777.522 618.796 (726.700) 2.669.618 Net service revenues
Beban jasa 2.450.197 564.429 (721.356) 2.293.270 Cost of services
Beban jasa yang saling dihapuskan
dengan pendapatan jasa terkait
- (44.138) - (44.138) Cost of services net off with related
services
Beban jasa neto 2.450.197 520.291 (721.356) 2.249.132 Net cost of services
Hasil segmen - laba bruto
Beban usaha
Laba pelepasan aset
Beban klaim muatan
Penghasilan operasi lain
327.325
(121.399)
-
(17.697)
16.334
98.505
(38.154)
12.377
-
(11.350)
(5.344)
301
-
-
-
420.486
(159.252)
12.377
(17.697)
4.984
Segment income - gross profit
Operating expenses
Gain on disposal of fixed assets
Cargo claim expense
Other operating income
Laba usaha 204.563 61.378 (5.043) 260.898 Income from operations

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi. Informasi konsolidasian menurut segmen usaha sebagai segmen primer adalah sebagai berikut: (lanjutan)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 34. SEGMENT INFORMATION (continued)

All inter-segment transactions have been eliminated. Consolidated information based on business segment as the primary segment is as follows: (continued)

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020/
Year ended December 31, 2020
Konsolidasi/
Consolidated
Eliminasi/
Elimination
Jasa
bongkar muat/
Stevedoring
Jasa pelayaran/
Shipping
Income from operations 260.898 (5.043) 61.378 204.563 Laba usaha
Gain (loss) on foreign exchange - net (26.592) (5.538) (28.420) 7.366 Laba (rugi) selisih kurs - neto
Finance income 1.853 - 712 1.141 Pendapatan keuangan
Pajak final atas pendapatan
Final tax on interest income (371) - (143) (228) bunga
Finance costs (166.885) (4.790) (11.025) (151.070) Beban keuangan
Final tax (32.504) - - (32.504) Pajak final
Income tax benefit (expense) 15.815 - (4.979) 20.794 Manfaat (beban) pajak penghasilan
Income (loss) for the year 52.214 (15.371) 17.523 50.062 Laba (rugi) tahun berjalan
Other Information Informasi Lainnya
Segment assets 3.837.040 (961.823) 848.865 3.949.998 Aset segmen
Segment liabilities 2.626.095 (680.418) 336.072 2.970.441 Liabilitas segmen
Acquisitions of fixed assets 1.085.341 (11.341) 396.380 700.302 Perolehan aset tetap
Depreciation expense 389.884 27.315 49.295 313.274 Beban penyusutan

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019/ Year ended December 31, 2019

Jasa pelayaran/
Shipping
Jasa
bongkar muat/
Stevedoring
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Pendapatan jasa
Pendapatan jasa
1.800.700 1.269.296 (413.355) 2.656.641 Service revenues
Service revenues
Pendapatan jasa saling dihapuskan
dengan beban jasa terkait
- (144.372) - (144.372) Service revenues net off with related
cost of services
Pendapatan jasa neto 1.800.700 1.124.924 (413.355) 2.512.269 Net service revenues
Beban jasa 1.387.025 1.311.615 (407.342) 2.291.298 Cost of services
Beban jasa yang saling dihapuskan
dengan pendapatan jasa terkait
- (144.372) - (144.372) Cost of services net off with related
services
Beban jasa neto 1.387.025 1.167.243 (407.342) 2.146.926 Net cost of services
Hasil segmen - laba bruto
Beban usaha
Laba pelepasan aset
Penghasilan dari ventura bersama
Penghasilan operasi lain
413.675
(75.337)
-
79
3.005
(42.319)
(49.052)
17.957
-
(3.461)
(6.013)
1.007
-
-
61
365.343
(123.382)
17.957
79
(395)
Segment income - gross profit
Operating expenses
Gain on disposal of fixed assets
Income from joint venture
Other operating income
Laba usaha 341.422 (76.875) (4.945) 259.602 Income from operations
Laba (rugi) selisih kurs - neto
Pendapatan keuangan
Pajak final atas pendapatan
1.864
2.199
21.167
313
14.574
-
37.605
2.512
Gain (loss) on foreign exchange - net
Finance income
bunga
Beban keuangan
Pajak final
Manfaat (beban) pajak penghasilan
(439)
(119.719)
(21.683)
-
(63)
(11.077)
-
(46.123)
-
-
-
-
(502)
(130.796)
(21.683)
(46.123)
Final tax on interest income
Finance costs
Final tax
Income tax benefit (expense)
Laba (rugi) tahun berjalan 203.644 (112.658) 9.629 100.615 Income (loss) for the year
Informasi Lainnya
Aset segmen
Liabilitas segmen
Perolehan aset tetap
3.658.206
2.318.670
652.214
479.418
541.636
32.803
(871.473)
(777.312)
2
3.266.151
2.082.994
685.019
Other Information
Segment assets
Segment liabilities
Acquisitions of fixed assets
Beban penyusutan 221.003 58.107 5.007 284.117 Depreciation expense

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Informasi menurut segmen geografis adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan Jasa a. Service Revenues

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 34. SEGMENT INFORMATION (continued)

Information based on geographical segment follows:

Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020/
Year ended December 31, 2020
Jasa pelayaran/
Shipping
Jasa
bongkar muat/
Stevedoring
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Pendapatan jasa
Dalam negeri
Luar negeri
2.777.522
-
618.796
-
(726.700)
-
2.669.618
-
Service revenues
Domestic
Overseas
Total pendapatan jasa segmen 2.777.522 618.796 (726.700) 2.669.618 Total segment service revenues

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019/ Year ended December 31, 2019

Jasa pelayaran/
Shipping
Jasa
bongkar muat/
Stevedoring
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Pendapatan jasa
Dalam negeri
Luar negeri
1.800.700
-
1.124.924
-
(413.355)
-
2.512.269
-
Service revenues
Domestic
Overseas
Total pendapatan jasa segmen 1.800.700 1.124.924 (413.355) 2.512.269 Total segment service revenues

b. Aset b. Assets

31 Desember/December 31,

2020 2019
Jasa pelayaran Shipping
Dalam negeri 3.945.239 3.657.852 Domestic
Luar negeri 4.759 354 Overseas
Jasa bongkar muat Stevedoring
Dalam negeri 848.865 479.418 Domestic
Luar negeri - - Overseas
Sub-total 4.798.863 4.137.624 Sub-total
Eliminasi (961.823) (871.473) Elimination
Total 3.837.040 3.266.151 Total
  • a. Perusahaan menandatangani berbagai perjanjian, berikut dengan perubahannya, dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) - ("Pelindo") I, II, III dan IV, dimana Pelindo setuju untuk menyediakan jasa pelayanan kapal, jasa barang, sewa alat, peti kemas, jasa penyimpanan, dan sebagainya. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan diharuskan untuk menempatkan sejumlah uang di dalam rekening tertentu untuk dijadikan jaminan atas pembayaran. Rekening yang di gunakan sebagai jaminan tersebut disajikan sebagai bagian dari "Aset Keuangan Lancar Lainnya" (Catatan 7). Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perjanjian tersebut masih berlaku.
  • b. Pada tanggal 10 September 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas bank garansi dari PT Bank Central Asia Tbk dengan jumlah pagu awal sebesar Rp60.000 yang berlaku dari tanggal 10 September 2020 sampai 11 September 2021 sebagai jaminan pembayaran atas pembelian bahan bakar minyak.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat, yang mendekati nilai wajar, dari instrumen keuangan Kelompok Usaha:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING 35. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

  • a. The Company entered into various agreements, together with their amendments, with PT Pelabuhan Indonesia (Persero) - ("Pelindo") I, II, III and IV, whereby Pelindo agreed to provide ship services, service of goods, equipment for lease, containers, storage service, and others. Based on the agreements, the Company is required to put some amounts in a certain account to be used as collateral for the payment of the services. The account which is used as collateral is presented as part of "Other Current Financial Assets" (Note 7). As of the completion date of the consolidated financial statements, the agreements are still valid.
  • b. On September 10, 2020, the Company obtained a bank guarantee facility from PT Bank Central Asia Tbk with initial limit amounting to Rp60,000 valid from September 11, 2020 to September 11, 2021 to be used as a guarantee for the purchase of fuel.

36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES

The following table sets out the carrying values, which approximate the fair values, of the Group's financial instruments:

31 Desember/December 31,
2020 2019
Aset Keuangan Financial Assets
Kas dan setara kas 120.586 40.281 Cash and cash equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Pihak ketiga (neto) 183.949 210.549 Third parties (net)
Pihak berelasi 3.155 3.619 Related party
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak ketiga (neto) 10.682 12.713 Third parties (net)
Pihak berelasi 125 - Related party
Aset keuangan lancar lainnya 5.980 6.541 Other current financial assets
Total Aset Keuangan 324.477 273.703 Total Financial Assets

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat, yang mendekati nilai wajar, dari instrumen keuangan Kelompok Usaha: (lanjutan)

36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

The following table sets out the carrying values, which approximate the fair values, of the Group's financial instruments: (continued)

2020 2019
Financial Liabilities
Short-term loans
Trade payables
Third parties
3.183 2.218 Related parties
Other payables
Third parties
Related party
45.788 15.975 Accrued expenses
10.000 - Security deposit from customer
Purchase installment liability
Long-term debts
1.051.353 625.282 Bank loans
Loan payable to
114.635 91.645 financial institution
Lease liabilities
3.885 5.194 Consumer financing payables
2.568.894 2.025.491 Total Financial Liabilities
167.020
194.991
13
-
322.045
655.981
31 Desember/December 31,
302.788
275.062
13
30.463
347.959
328.892

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar didasarkan pada anggapan bahwa transaksi untuk menjual suatu aset atau mengalihkan suatu liabilitas yang berlangsung pada:

  • Pasar utama untuk aset atau kewajiban, atau
  • Dengan tidak adanya pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau kewajiban.

Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan harus dapat diakses oleh Kelompok Usaha.

Nilai wajar aset atau kewajiban diukur dengan menggunakan asumsi bahwa pelaku pasar akan menggunakan ketika harga aset atau kewajiban, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan terbaik ekonomi mereka.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:

  • In the principal market for the asset or liability, or
  • In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.

The principal or the most advantageous market must be accessible to the Group.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan input terendah yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:

  • Tingkat 1: Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.
  • Tingkat 2: Teknik-teknik valuasi dimana input terendah yang mempunyai pengaruh yang signifikan atas nilai wajar yang dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tingkat 3: Teknik-teknik valuasi dimana input yang terendah mempunyai pengaruh yang signifikan atas nilai wajar yang tidak diobservasi.

Semua instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan:

a. Aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek

Nilai wajar aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang diasumsikan sama dengan nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek.

b. Aset keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang

Nilai wajar dari aset keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang selain jaminan simpanan dan utang bank diasumsikan sama dengan nilai tunai yang akan diterima atau dibayarkan karena saat jatuh temponya tidak dinyatakan dalam kontrak-kontrak terkait, sehingga tidak memungkinkan untuk menentukan kapan aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka panjang tersebut akan direalisasi dan dilunasi. Estimasi nilai wajar dari utang bank didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang disesuaikan untuk mencerminkan risiko kredit Kelompok Usaha dan menggunakan suku bunga bebas risiko untuk instrumen yang serupa.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

36. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 36. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued)

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial statements are categorized within the fair value hierarchy described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:

  • Level 1: Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilites.
  • Level 2: Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.
  • Level 3: Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable.

All financial instruments presented in the consolidated statement of financial position are carried at amortized cost. The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instruments:

a. Short-term financial assets and liabilities

The fair values of current financial assets and liabilities with maturities of one year or less are assumed to be the same as their carrying amounts due to their short-term nature.

b. Non-current financial assets and liabilities

The fair values of non-current financial assets and liabilities other than security deposit and bank loan are assumed to be the same as the cash amount that will be received or paid due to the fact that their maturities are not stated in the related contracts, therefore it is not possible to determine when the financial assets and financial liabilities will be realized and settled, respectively. The estimated fair value of bank loan is based on discounted value of future cash flows adjusted to reflect the Group's own credit risk and using risk-free rates for similar instruments.

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko tingkat suku bunga, risiko mata uang asing, risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko harga komoditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko, sebagaimana dijelaskan secara rinci sebagai berikut:

a. Risiko tingkat suku bunga a. Interest rate risk

Risiko tingkat suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja dan investasi. Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko tingkat suku bunga.

Untuk kredit modal kerja dan kredit investasi, Kelompok Usaha berusaha mengurangi risiko tingkat suku bunganya dengan cara selalu melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jika tingkat suku bunga pinjaman lebih tinggi/lebih rendah sebesar 50 basis poin dengan semua variabel konstan, laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 akan lebih rendah/tinggi sebesar Rp11.245 terutama sebagai akibat lebih tinggi/lebih rendah biaya bunga atas pinjaman dengan tingkat bunga mengambang.

b. Risiko mata uang asing b. Foreign currency risk

Mata uang pelaporan Kelompok Usaha adalah rupiah. Kelompok Usaha menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena biaya dari beberapa pembelian utamanya dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dolar Singapura, yuan Tiongkok dan yen Jepang. Apabila pembelian Kelompok Usaha di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu, Kelompok Usaha harus menghadapi risiko mata uang asing.

Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing. Namun demikian, Perusahaan menjaga transaksi dan saldo mata uang asing pada level minimal untuk meminimalkan risiko mata uang asing.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

The main risks arising from the Group's financial instruments are interest rate risk, foreign currency risk, credit risk, liquidity risk, and commodity price risk. The Board of Directors reviews and approves the policies for managing each of these risks, which are described in more detail as follows:

Manajemen risiko Risk management

The Group's interest rate risk mainly arises from loans for working capital and investment purposes. Currently, the Group does not have a formal hedging policy for interest rate exposures.

For working capital and investment loans, the Group may seek to mitigate its interest rate risk by continuously monitoring the interest rates in the market.

As at December 31, 2020, had the interest rates of the loans and borrowings been 50 basis points higher/lower with all other variables held constant, income before income tax for the year ended December 31, 2020 would have been Rp11,245 million lower/higher, mainly as a result of higher/lower interest charge on the loans and borrowings with floating interest rates.

The Group's reporting currency is the rupiah. The Group faces foreign exchange risk as the costs of certain key purchases are denominated in foreign currencies, such as U.S. dollar, European euro, Singapore dollar, Chinese yuan, and Japanese yen. To the extent that the purchases of the Group are denominated in currencies other than the rupiah, and are not evenly matched in terms of quantity/volume and/or timing, the Group has exposure to foreign currency risk.

The Group does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure. However, the Company maintains transactions and balances in foreign currencies at a minimum level in order to minimize foreign currency risk exposure.

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2020, jika nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing melemah/menguat sebanyak 10% dengan semua variabel konstan, laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 akan lebih rendah/tinggi sebesar Rp63.810, terutama sebagai akibat kerugian/keuntungan penjabaran mata uang atas liabilitas neto dalam mata uang asing.

c. Risiko kredit c. Credit risk

Risiko kredit yang dihadapi oleh Kelompok Usaha berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan penempatan deposito di bank.

Untuk mengurangi risiko ini, Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa seluruh jasa hanya diberikan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan terbukti mempunyai catatan kredit yang baik. Ini merupakan kebijakan Kelompok Usaha dimana semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit.

Sebagai tambahan, saldo piutang usaha dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.

Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Kelompok Usaha akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Kelompok Usaha akan menindaklanjuti melalui jalur hukum. Tergantung pada penilaian Kelompok Usaha, penyisihan khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih. Untuk mengurangi risiko kredit, Kelompok Usaha akan menghentikan seluruh pelayanan jasa kepada pelanggan jika terjadi keterlambatan dan/atau gagal bayar.

Untuk mengurangi risiko gagal bayar Bank atas penempatan deposito, Kelompok Usaha memiliki kebijakan hanya akan menempatkan deposito pada bank yang memiliki reputasi yang baik.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen risiko (lanjutan) Risk management (continued)

b. Risiko mata uang asing (lanjutan) b. Foreign currency risk (continued)

As of December 31, 2020, had the exchange rate of the rupiah against the foreign currencies depreciated/appreciated by 10%, with all other variables held constant, income before income tax for the year ended December 31, 2020 would have been Rp63,810 lower/higher, mainly as a result of foreign exchange losses/gains on the translation of the net liabilities denominated in foreign currencies.

The Group is exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers and deposits placed in banks.

To mitigate this risk, the Group has policies in place to ensure that all services provided are made only to creditworthy customers with proven track record or good credit history. It is the Group's policy that all customers who wish to trade on credit are subject to credit verification procedures.

In addition, trade receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the exposure to bad debts.

When a customer fails to make payment within the credit term granted, the Group contacts the customer to act on the overdue receivable. If the customer does not settle the overdue receivable within a reasonable time, the Group proceeds to commence legal proceedings. Depending on the Group's assessment, specific provisions may be made if the debt is deemed uncollectible. To mitigate credit risk, the Group ceases to provide services to the customer in the event of late payment and/or default.

To mitigate the default risk of banks on the Group's deposits, the Group has policies to place its funds only in banks with good reputation.

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Tabel di bawah ini menunjukkan risiko kredit maksimum untuk komponen-komponen dari laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen risiko (lanjutan) Risk management (continued)

c. Risiko kredit (lanjutan) c. Credit risk (continued)

The table below shows the maximum exposure to credit risk on the components of the consolidated statement of financial position.

Maximum
Exposure -
Bruto/Gross (1)
Pinjaman yang diberikan dan
piutang:
Loans and receivables:
Kas dan setara kas 120.586 Cash and cash equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Pihak ketiga 183.949 Third parties
Pihak berelasi 3.155 Related party
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak ketiga 10.682 Third parties
Pihak berelasi 125 Related party
Aset keuangan lancar lainnya 5.980 Other current financial assets
Total 324.477 Total

(1) Kelompok Usaha tidak memiliki agunan yang ditahan maupun perjanjian saling hapus dengan debitur.

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Kelompok Usaha mengelola profil likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo dengan menjaga kecukupan kas, dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.

Kelompok Usaha secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual dan terus menerus menjaga kestabilan hari pembayaran utang dan penerimaan piutangnya.

Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Kelompok Usaha berdasarkan pembayaran kontraktual semula yang tidak didiskontokan:

(1) The Group does not hold any collateral nor does it have any offsetting arrangements with its debtors.

The Group manages its liquidity profile to be able to finance its capital expenditure and service its maturing debts by maintaining sufficient cash, and the availability of funding through an adequate amount of committed credit facilities.

The Group regularly evaluates its projected and actual cash flow information and continuously maintains its payables and receivables days' stability.

The table below summarizes the maturity profile of the Group's financial liabilities based on original contractual undiscounted amounts to be paid:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

d. Risiko likuiditas (lanjutan) d. Liquidity risk (continued)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Manajemen risiko (lanjutan) Risk management (continued)

Kurang dari/
Below
1 tahun/year
1-2 tahun/years 2-3 tahun/years 3-5 tahun/years Lebih dari/
Over
5 tahun/years
Biaya transaksi
atas utang/
Debt issuance
cost
Nilai tercatat
pada tanggal
31 Desember 2020 /
Carrying value
as of
December 31, 2020
Utang jangka pendek/Short-term
loans
167.020 - - - - - 167.020
Utang usaha/Trade payables 198.174 - - - - - 198.174
Utang lain-lain/Other payables 13 - - - - - 13
Beban akrual/Accrued
expenses
45.788 - - - - - 45.788
Jaminan deposit dari pelanggan/
Security deposit from customer
10.000 - - - - - 10.000
Utang pembelian secara angsuran/
Purchase installment liability
50.126 50.167 100.509 125.833 - (4.590) 322.045
Pinjaman jangka panjang/Long-term debts
Utang bank/Bank loans
Utang lembaga keuangan/Loan payable
197.082 165.036 164.151 343.546 190.358 (8.820) 1.051.353
to financial institution 28.210 28.210 28.210 32.074 - (2.069) 114.635
Liabilitas sewa/Lease liabilities
Utang pembiayaan konsumen/Consumer
182.849 121.910 95.804 80.649 174.769 - 655.981
financing payable 1.431 1.565 889 - - - 3.885
Total 880.693 366.888 389.563 582.102 365.127 (15.479) 2.568.894

e. Risiko harga komoditas e. Commodity price risk

Dampak risiko harga komoditas yang dihadapi Kelompok Usaha terutama sehubungan dengan pembelian bahan bakar. Harga bahan bakar tersebut secara langsung dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta tingkat permintaan dan penawaran di pasar.

Kebijakan Kelompok Usaha untuk meminimalkan risiko yang berasal dari fluktuasi harga komoditas adalah dengan menjaga tingkat persediaan bahan bakar secara optimal untuk meyakinkan operasi yang berkelanjutan.

Selain itu, Kelompok Usaha juga mengurangi risiko ini dengan selalu melakukan pembandingan harga dari beberapa pemasok untuk mendapatkan harga yang paling menguntungkan.

The Group's exposure to commodity price risk relates primarily to the purchase of fuel. The prices of fuel are directly affected by commodity price fluctuations and the level of demand and supply in the market.

The Group's policy is to minimize the risk arising from the fluctuations in commodity prices by maintaining the optimum inventory level of fuel to ensure continuous operations.

In addition, the Group may seek to mitigate its risk by doing price comparison from several suppliers to get the most favorable price.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

AND POLICIES (continued)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES

Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan

Changes in liabilities arising from financing activities

2020
1 Januari/
January 1
Arus kas/
Cash flow
Lain - lain/
Others
31 Desember/
December 31
Utang jangka pendek 302.788 (154.364) 18.596 167.020 Short-term loan
Utang bank jangka panjang 625.282 427.416 (1.345) 1.051.353 Long-term bank loan
Utang lain-lain - pihak berelasi 30.463 (30.463) - - Other payable - related party
Utang lembaga keuangan 91.645 30.224 (7.234) 114.635 Loan payable to financial institution
Utang pembiayaan konsumen 5.194 (1.309) - 3.885 Consumer financing payables
Liabilitas sewa 328.892 (172.868) 499.957 655.981 Lease liabilities
Total liabilitas dari aktivitas
pendanaan
1.384.264 98.636 509.974 1.992.874 Total liabilities from financing
activities
1 Januari/ 2019
Arus kas/
Lain - lain/ 31 Desember/
January 1 Cash flow Others December 31
Utang jangka pendek 159.850 116.338 26.600 302.788 Short-term loan
Utang bank jangka panjang 683.601 (62.072) 3.753 625.282 Long-term bank loan
Utang lain-lain - pihak berelasi 118.250 (87.787) - 30.463 Other payable - related party
Utang lembaga keuangan 39.420 56.568 (4.343) 91.645 Loan payable to financial institution
Utang pembiayaan konsumen 6.391 (1.193) (4) 5.194 Consumer financing payables
Utang sewa pembiayaan 296.289 (125.787) 158.390 328.892 Finance lease liabilities
Obligation under syariah
Utang transaksi syariah 124.088 (128.240) 4.152 - transactions
Total liabilitas dari aktivitas Total liabilities from financing
pendanaan 1.427.889 (232.173) 188.548 1.384.264 activities

Kolom "Lain-lain" mencakup penyesuaian atas perubahan nilai tukar, tambahan pembiayaan tagihan supplier, pembelian aset tetap melalui liabiltias sewa dan amortisasi atas biaya yang belum diamortisasi. Kelompok Usaha mengklasifikasikan bunga yang dibayarkan sebagai arus kas dari aktivitas operasi.

Kelompok Usaha bertujuan mencapai struktur modal yang optimal untuk memenuhi tujuan usaha, di antaranya dengan mempertahankan rasio modal yang sehat, dan maksimalisasi nilai pemegang saham.

Beberapa instrumen utang bank Perusahaan memiliki persyaratan rasio keuangan maksimum yang harus dipenuhi. Sebagai tambahan, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan modal yang ditetapkan oleh pihak kreditur bank.

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merupakan modal yang dikelola oleh Kelompok Usaha. Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang saham.

The "Others" column includes the effect of changes in currency exchange rate, invoice suppliers financing addition, fixed asset purchase through lease liabilities and amortization of unamortized cost. The Group classifies interest paid as cash flows from operating activities.

Pengelolaan modal Capital management

The Group aims to achieve an optimal capital structure in pursuit of its business objectives, which include maintaining healthy capital ratios and maximizing stockholder value.

Some of the Company's debt instruments contain covenants that impose maximum leverage ratios. In addition, the Company has complied with all capital requirements by bank creditors.

The equity attributable to the equity holders of the parent is the capital managed by the Group. The primary objective of the Group's capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value.

37. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi.

38. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING

Kelompok Usaha memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing. Aset dan liabilitas dalam mata uang asing disajikan dengan kurs yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Pengelolaan modal (lanjutan) Capital management (continued)

The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions.

38. ASSET AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES

The Group has assets and liabilities denominated in foreign currencies. These foreign currencydenominated assets and liabilities are presented using exchange rates as of December 31, 2020 as follows:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Mata Uang Asing/
Foreign
Currencies
Setara dengan
Rupiah/
Equivalent
in Rupiah
Aset Assets
Kas dan setara kas CNY 117,201 253 Cash and cash equivalents
US\$ 5,608,229 79.104
Sin\$ 5,715 61
JPY 113,908 16
Piutang usaha US\$ 30,746 433 Trade receivables
Piutang lain-lain US\$ 36,364 513 Other receivables
Total aset 80.380 Total assets
Liabilitas Liabilities
Utang usaha US\$ 1,776,171 25.053 Trade payables
EUR 71,935 1.247
SIN\$ 19,559 208
Beban akrual US\$ 43,438 613 Accrued expenses
JPY 29,084,468 3.969
Utang pembelian secara angsuran* JPY 2,393,459,163 326.635 Purchase installment liability*
Pinjaman jangka panjang Long-term debts
Liabilitas sewa
Utang lembaga keuangan*
US\$
US\$
17,302,617
8,273,746
244.053
116.704
Lease liabilities
Loan payable to financial institution*
Total liabilitas 718.482 Total liabilities
Liabilitas neto 638.102 Net liabilities

*tidak termasuk biaya transaksi belum diamortisasi *not including unamortized transaction cost

Sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini, nilai mata uang rupiah telah mengalami perubahan berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:

The rupiah currency has changed in value based on the middle rates of exchange published by Bank Indonesia as shown below:

Mata Uang Asing 17 Mei 2021/
May 17, 2021
Foreign Currencies
Euro (EUR1) 17.282 Euro (EUR1)
Dolar A.S. (US\$1) 14.203 U.S. dollar (US\$1)
Dolar Singapura (SIN\$1) 10.710 Singapore dollar (SIN\$1)
Yuan Tiongkok (CNY1) 2.212 Chinese yuan (CNY1)
Yen Jepang (JPY1) 131 Japan yen (JPY1)

38. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

Jika aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2020 disajikan dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal 17 Mei 2021, maka liabilitas neto dalam mata uang asing, sebagaimana yang disajikan di atas, akan turun sekitar Rp12.272 dalam mata uang rupiah.

Pada tahun 2013, Perusahaan melakukan perjanjian pengoperan pemanfaatan lahan TNI AL dengan PT Senopati Samudera Perkasa (SSP). Pada tahun 2014, pihak TNI AL mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Perusahaan, bahwa Perusahaan tidak bisa memanfaatkan lahan tersebut sesuai dengan perjanjiannya dengan pihak SSP. Merasa dirugikan, Perusahaan melaporkan SSP atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas lahan. Penyidik telah menetapkan Setyo Hartono, komisaris SSP, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, kasus ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

40. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 40. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.

Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian diotorisasi, Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak potensial penerapan peraturan pelaksana PP 35/2021, termasuk dampaknya pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha untuk periode pelaporan berikutnya.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

38. ASSET AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES (continued)

Had the assets and liabilities denominated in foreign currencies as of December 31, 2020 been reflected using the above middle rates of exchange as of May 17, 2021, the net foreign currency denominated liabilities, as presented above, would have decreased by approximately Rp12,272 in terms of rupiah.

39. LIABILITAS KONTINJENSI DAN LITIGASI 39. CONTINGENT LIABILITIES AND LITIGATION

In 2013, the Company entered into an agreement with PT Senopati Samudera Perkasa (SSP) to operate TNI AL lands. In 2014, TNI AL issued a notice to the Company, that the Company cannot use the land in accordance with its agreement with SSP. The Company reported SSP on grounds of criminal fraud and embezzlement over the land. The investigators have established Setyo Hartono, a commissioner of SSP, as a suspect in this case.

Until the date of completion of the consolidated financial statements, this case is still under trial in the Court of Surabaya.

On February 2, 2021, the Government promulgated Government Regulation Number 35 Year 2021 (PP 35/2021) to implement the provisions of Article 81 and Article 185 (b) of Law no. 11/2020 concerning Job Creation (Cipta Kerja), which aims to create the widest possible employment opportunities.

PP 35/2021 regulates the work agreement for a certain period (non-permanent employees), outsourcing, working time, rest time and termination of employment, which can affect the minimum benefits that must be provided to employees.

As of the authorization date of these consolidated financial statements, the Group is still evaluating the potential impacts of PP 35/2021, including the impacts on the Group's consolidated financial statements for the next reporting period.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

40. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN (lanjutan)

  • Pada tanggal 10 Februari 2021, MMM memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar total Rp130 milyar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk pembiayaan pembelian kapal.
  • Pada bulan Februari dan Maret 2021, Kelompok Usaha menandatangi memorandum of agreement untuk menjual kapal MV Situ Mas, MV Segara Mas dan MV Sendang Mas kepada pihak ketiga.
  • Pada tanggal 6 April 2021, TD mengakuisisi PT Depo Lautan Nusantara ("DLN") dari PT Lintang Emas Pasifik, pihak ketiga. Perusahaan melakukan pembelian sebanyak 4.995 lembar saham DLN dengan nilai imbalan seluruhnya sebesar Rp9.319. DLN memulai kegiatan operasional pada tahun 2017. Kegiatan pokok dari DLN adalah jasa depo peti kemas. Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk ekspansi bisnis depo. Berikut adalah perhitungan keuntungan pembelian sementara menggunakan nilai wajar atas aset bersih teridentifikasi DLN pada tanggal 31 Maret 2021 (tidak diaudit):
Nilai wajar atas aset bersih teridentifikasi DLN
Imbalan yang dialihkan

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Non-cash activities:

40. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD (continued)

  • On February 10, 2021, MMM obtained investment credit facility amounting to total Rp130 billion from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk to finance vessel purchase.
  • In February and March 2021, Group signed memorandum of agreement to sell their vessels named MV Situ Mas, MV Segara Mas, and MV Sendang Mas to third parties.
  • On April 6, 2021, TD acquired PT Depo Lautan Nusantara ("DLN") from PT Lintang Emas Pasifik, a third party. The Company puchased on 4,995 shares with total nominal values amounting to Rp9,319. DLN started its commercial activities in 2017. The principal activity of DLN is container depots services. The purpose of the acquisition is for depot business expansion. Below is the provision amount of gain on bargain purchase calculation using the fair value of net identifiable assets of DLN as of March 31, 2021 (unaudited):
Nilai wajar atas aset bersih teridentifikasi DLN
Imbalan yang dialihkan
11.340
(9.319)
Fair value of net identifiable assets of DLN
Consideration transferred
Keuntungan pembelian 2.021 Gain on bargain purchase
Pada tanggal persetujuan penerbitan laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan, TD masih
belum menyelesaikan
perhitungan nilai wajar
atas
aset
bersih
yang
teridentifikasi
DLN,
sehingga
nilai
wajar
aset
bersih
yang
teridentifikasi
tersebut
di
atas
masih
bersifat
sementara.
At the date of the authorization for the issuance
of
the
Company's
consolidated
financial
statements,
TD
has
not
yet
finalized
the
calculation
of
the
fair
value
of
the
net
identifiable assets of DLN, thus, the fair value
of net identified assets are still in provisional
amounts.

41. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 41. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION

Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
Penambahan aset Additions to fixed
tetap dengan mengkredit: assets credited to:
Liabilitas sewa 506.791 19 168.570 Lease liabilities
Utang usaha 15.814 11 14.267 Trade payables
Utang pembelian secara Purchase installment
angsuran - 18 362.820 liabilities
Penambahan aset tetap dari Additions to fixed assets from
reklasifikasi sewa dibayar di muka reclassification of long-term
jangka panjang 15.816 - rent prepayment

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

41. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (lanjutan) 41. SUPPLEMENTARY CASH FLOW

INFORMATION (continued)

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: (lanjutan)

Non-cash activities: (continued)

Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 Catatan/
Notes
2019
Penyelesaian liabilitas sewa
dengan aset tetap
13.794 Settlement of lease liability
-
with fixed assets
Pelunasan utang lembaga keuangan
dengan jaminan simpanan
Penambahan aset tetap dari akuisisi
Entitas Anak
4.820
-
Settlement of loan to financial
-institution with security deposit
Additions to fixed assets from
299 the acquisition of a Subsidiary

42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan diungkapan dibawah ini. Kelompok Usaha bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 Effective beginning on or after January 1, 2021

Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis

Amandemen PSAK 22 Definisi Bisnis, berlaku efektif 1 Januari 2021. Amandemen ini dikeluarkan untuk membantu entitas menentukan apakah serangkaian kegiatan dan aset yang diperoleh adalah bisnis atau tidak. Mereka mengklarifikasi persyaratan minimum untuk bisnis, menghapus penilaian apakah pelaku pasar mampu mengganti elemen yang hilang, menambah panduan untuk membantu entitas menilai apakah proses yang diperoleh adalah substantif, mempersempit definisi bisnis dan output, dan memperkenalkan uji konsentrasi nilai wajar opsional. Contoh ilustratif baru diberikan bersama dengan amandemen.

42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE

The standards and intepretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (DSAK), but not yet effective for current consolidated financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective.

Amendments to PSAK 22: Definition of a Business

Amendments to PSAK 22 Definition of Business, effective from January 1, 2021. These amendments were issued to help entities determine whether an acquired set of activities and assets is a business or not. They clarify the minimum requirements for a business, remove the assessment of whether market participants are capable of replacing any missing elements, add guidance to help entities assess whether an acquired process is substantive, narrow the definitions of a business and of outputs, and introduce an optional fair value concentration test. New illustrative examples were provided along with the amendments.

42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 (lanjutan)

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 membahas isu yang mungkin mempengaruhi pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga dengan acuan alternatif yang baru. Amendemen ini mengubah persyaratan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62: Kontrak Asuransi dan PSAK 73: Sewa yang terkait dengan:

  • perubahan dasar untuk menentukan arus kas kontraktual dari aset keuangan, liabilitas keuangan dan liabilitas sewa;
  • akuntansi lindung nilai; dan
  • pengungkapan.

Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2. (lanjutan)

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 hanya berlaku untuk perubahan yang disyaratkan oleh reformasi acuan suku bunga untuk instrumen keuangan dan hubungan lindung nilai.

Amendemen ini berlaku efektif per 1 Januari 2021 dengan penerapan lebih dini diperkenankan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

Effective beginning on or after January 1, 2021 (continued)

Amendments to PSAK 71: Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 addresses issues that may affect financial reporting during the benchmark interest rate reform, including the impact of changes in contractual cash flows or hedging relationships that arise from replacing the benchmark interest rate with a new alternative reference. These amendments amend the requirements of PSAK 71: Financial Instruments, PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62: Insurance Contracts and PSAK 73: Leases related to:

  • changes in the basis for determining the contractual cash flows of financial assets, financial liabilities and lease liabilities;
  • hedge accounting; and
  • disclosure.

Amendments to PSAK 71: Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2. (continued)

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 applies only to changes required by the benchmark interest rate reform for financial instruments and hedge relationships.

These amendments are effective as of January 1, 2021 with earlier application permitted.

42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak.

Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.

Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak meliputi biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari:

  • biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
  • alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.

Entitas menerapkan amendemen tersebut pada kontrak yang belum terpenuhi semua kewajibannya pada awal periode pelaporan tahunan yang mana entitas pertama kali menerapkan amendemen (tanggal aplikasi awal). Entitas tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sebagai gantinya, entitas mengakui dampak kumulatif dari penerapan awal amendemen sebagai penyesuaian terhadap saldo awal atas saldo laba atau komponen ekuitas lainnya, sebagaimana mestinya, pada tanggal aplikasi awal. Penerapan lebih dini diperkenankan.

Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71: Instrumen Keuangan.

Penyesuaian ini mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan) yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang dibayar atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.

Entitas menerapkan penyesuaian untuk liabilitas keuangan yang dimodifikasi atau dipertukarkan pada atau setelah awal periode pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut. Penerapan lebih dini diperkenankan.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 Effective beginning on or after January 1, 2022

Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs

This amendment clarifies the cost of fulfilling a contract in relation to determining whether a contract is a burdensome contract.

The amendments to PSAK 57 provide that costs to fulfill a contract comprise of costs that are directly related to the contract. Costs that are directly related to the contract consist of:

  • incremental costs to fulfill the contract, and
  • allocation of other costs that are directly related to fulfilling the contract.

An entity shall apply those amendments to contracts existing at the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendments (the date of initial application). The entity shall not restate comparative information. Instead, the entity shall recognize the cumulative effect of initially applying the amendments as an adjustment to the opening balance of retained earnings (or other component of equity, as appropriate) at the date of initial application. Earlier application is permitted.

2020 Annual Improvements – PSAK 71: Financial Instruments.

This improvements clarifies the fees that are recognized by the borrower in relation to derecognition of financial liabilities. In determining the fee to be paid after deducting the fee received, the borrower only includes the fees paid or received between the borrower and lender, including fees paid or received by either the borrower or lender on other's behalf.

An entity applies the improvements to financial liabilities that are modified or exchanged on or after the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendment. Earlier application is permitted.

42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 Effective beginning on or after January 1, 2023

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

Amandemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amandemen tersebut menjelaskan:

  • Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian
  • Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan
  • Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas
  • Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya

Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan harus diterapkan secara retrospektif. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak amandemen terhadap praktik saat ini dan apakah negosiasi ulang atas perjanjian pinjaman yang ada mungkin diperlukan Penerapan lebih dini diperkenankan.

43. HAL LAINNYA 43. OTHER MATTER

Operasi Kelompok Usaha telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus Covid-19. Dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk dampak pertumbuhan ekonomi, penurunan pasar modal, peningkatan resiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing, dan gangguan operasi bisnis. Dampak masa depan dari virus Covid-19 terhadap Indonesia dan Kelompok Usaha masih belum dapat ditentukan saat ini. Peningkatan jumlah infeksi Covid-19 yang signifikan atau penyebaran yang berkepanjangan dapat mempengaruhi Indonesia dan Kelompok Usaha.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current

The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current. The amendments clarify:

  • What is meant by a right to defer settlement
  • That a right to defer must exist at the end of the reporting period
  • That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right
  • That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification

The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and must be applied retrospectively. The Group is currently assessing the impact the amendments will have on current practice and whether existing loan agreements may require renegotiation. Earlier application is permitted.

The Group's operation has and may continue to be impacted by the outbreak of Covid-19 virus. The effects of Covid-19 virus to the global and Indonesia economy include effect to economic growth, decline in capital markets, increase in credit risk, depreciation in foreign exchange rates, and disruption of business operation. The future effects of Covid-19 virus to Indonesia and the Group are unclear at this time. A significant rise in the number of Covid-19 virus infections or prolongation of the outbreak may affect Indonesia and the Group.

PT TEMAS TBK AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in millions rupiah, unless otherwise stated)

Meskipun demikian, setelah tanggal laporan keuangan, manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa sampai saat ini wabah Covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasi Kelompok Usaha.

43. HAL LAINNYA (lanjutan) 43. OTHER MATTER (continued)

Nevertheless, after the financial statements date, management of the Group has opinion that the outbreak of Covid-19 has no significant impact to the Group operational activities.