AI assistant
PT Mega Perintis Tbk. — Annual Report 2020
Dec 31, 2020
69865_rns_2020-12-31_2005e1e9-b58b-44d2-b1ea-78ea17e2b69b.pdf
Annual Report
Open in viewerOpens in your device viewer
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian
Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
Consolidated Financial Statements As of December 31, 2020 And For The Year Then Ended With Independent Auditors’ Report (Indonesian Rupiah Currency)
SPD TPC
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEAR THEN ENDED BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN WITH INDEPENDENT AUDITORS‘ REPORT (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) (INDONESIAN RUPIAH CURRENCY)
DAFTAR ISI/ TABLE OF CONTENTS
Halaman/ Pages
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statement of Profit or Loss and Komprehensif Lain Konsolidasian 4 - 5 Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 - 8 Consolidated Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9 - 88 Notes to the Consolidated Financial Statements Laporan Keuangan Tersendiri i - v The Separate Financial Statements
The original report included herein is in the Indonesian Language.
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Laporan No. Xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Mega Perintis Tbk
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian
PT Mega Perintis Tbk (“Perusahaan”) dan entitas anaknya terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.
Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Tanggung jawab auditor
Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini
atas laporan keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan
audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian tersebut bebas dari kesalahan penyajian material.
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
Report No. xxxxxxxxxxxxxxxxxx
The Shareholders, the Boards of Commissioners and Directors PT Mega Perintis Tbk
We have audited the accompanying consolidated financial
statements of PT Mega Perintis Tbk (the “ Company ”) and its subsidiaries, which comprise the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020, and the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, and cash flows for the year then ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information. Management’s responsibility for the financial statements
Management is responsible for the preparation and fair
presentation of such consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error.
Auditors’ responsibility
Our responsibility is to express an opinion on such consolidated financial statements based on our audit. We
conducted our audit in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Those standards require that we comply with ethical requirements and plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether such consolidated financial statements are free from material misstatement.
The original report included herein is in the Indonesian Language.
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Opini
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian
terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan konsolidasian PT Mega Perintis Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Penekanan suatu hal
Kami membawa perhatian ke Catatan 40 atas laporan
keuangan konsolidasian terlampir yang menjelaskan bahwa
situasi perekonomian Indonesia akibat wabah virus Covid-19 serta dampaknya terhadap Perusahaan dan entitas anaknya serta rencana dan langkah-langkah yang dibuat oleh Perusahaan dan entitas anaknya dalam menghadapi kondisi ini. Meskipun demikian, terdapat suatu ketidakpastian material mengenai dampak dari kondisi saat ini terhadap bisnis dan operasi Perusahaan dan entitas anaknya di masa mendatang. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal tersebut.
An audit involves performing procedures to obtain audit
evidence about the amounts and disclosures in the financial statements. The procedures selected depend on the auditors’ judgment, including the assessment of the risks of material misstatement of the financial statements, whether due to fraud or error. In making those risk assessments, the auditors consider internal control relevant to the entity’s preparation and fair presentation of the financial statements in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the entity’s internal control. An audit also includes evaluating the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates made by management, as well as evaluating the overall presentation of the financial statements.
We believe that the audit evidence we have obtained is
sufficient and appropriate to provide a basis for our audit opinion.
Opinion
In our opinion, the accompanying consolidated financial statements present fairly, in all material respects, the
consolidated financial position of PT Mega Perintis Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020, and their consolidated financial performance and cash flows for the year then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
Emphasis of matter
We draw attention to Note 40 to the accompanying consolidated financial statements which explains about
Indonesian economic condition due to the Covid-19 virus pandemic and its impact on the Company and its subsidiaries, including the plans and steps made by the Company and its subsidiaries in dealing with this condition. However, there is material uncertainty about the impact of the current condition on the Company and its subsidiaries’ business and operation in the future. Our opinion is not modified in respect of this matter.
The original report included herein is in the Indonesian Language.
Hal lain
Other matter
Audit kami atas laporan keuangan konsolidasian PT Mega Perintis Tbk dan entitas anaknya pada tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk merumuskan suatu opini atas laporan keuangan konsolidasian tersebut secara keseluruhan. Informasi keuangan tersendiri PT Mega Perintis Tbk (entitas induk) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2020 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (secara kolektif disebut sebagai “Informasi Keuangan Entitas Induk”), yang disajikan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan konsolidasian tersebut di atas, disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian dari laporan keuangan konsolidasian terlampir yang diharuskan menurut Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi Keuangan Entitas Induk merupakan tanggung jawab manajemen serta dihasilkan dari dan berkaitan secara langsung dengan catatan akuntansi dan catatan lainnya yang mendasarinya yang digunakan untuk menyusun laporan
keuangan konsolidasian terlampir. Informasi Keuangan Entitas Induk telah menjadi objek prosedur audit yang diterapkan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian terlampir berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Menurut opini kami, Informasi Keuangan Entitas Induk disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, berkaitan dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir secara keseluruhan.
Our audit of the accompanying consolidated financial statements of PT Mega Perintis Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020 and for the year then ended was performed for the purpose of forming an opinion on such consolidated financial statements taken as a whole. The accompanying separate financial information of PT Mega Perintis Tbk (parent entity), which comprises the statement of financial position as of December 31, 2020, and the statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, and cash flows for the year then ended (collectively referred to as the “Parent Entity Financial Information”), which is presented as a supplementary information to the above mentioned consolidated financial statements, is presented for the purposes of additional analysis and is not a required part of the accompanying consolidated financial statements under Indonesian Financial Accounting Standards. The Parent Entity Financial Information is the responsibility of management and was derived from and relates directly to the underlying accounting and other records used to prepare the accompanying consolidated financial statements. The Parent Entity Financial Information has been subjected to the auditing procedures applied in the audit of the accompanying consolidated financial statements in accordance with Standards on Auditing establish by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. In our opinion, the Parent Entity Financial Information is fairly stated, in all material respects, in relation to the accompanying consolidated financial statements taken as a whole.
Kantor Akuntan Publik/ Registered Public Accountants TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA
Drs. Nursal, Ak., CA, CPA
Izin Akuntan Publik/ Licence of Public Accountant No . AP.0272
22 Maret 2021
March 22, 2021
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| ASET ASET LANCAR Kas dan bank Piutang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp 5.627.838.917 pada tahun 2020 Piutang lain-lain Pihak berelasi Pihak ketiga Persediaan - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan sebesar Rp 4.390.366.904 pada tahun 2020 dan 2019 Uang muka Pajak dibayar di muka Biaya dibayar di muka yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Investasi pada Entitas Asosiasi - bersih Biaya dibayar di muka - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Uang muka pembelian aset tetap Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 93.480.524.142 pada tahun 2020 dan Rp 72.305.850.168 pada tahun 2019 Aset hak guna - bersih Aset pajak tangguhan Aset takberwujud - bersih Taksiran klaim pajak penghasilan Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET |
Catatan/ Notes 2g, 5 2h,2i, 6, 16, 34 2h, 6, 16 2i, 7, 34 7 2j, 8, 16 9 2t, 19 2k, 10 2n, 13 2k, 10 11 2l, 2m, 11, 16, 17 2o, 12 2t, 19 2p, 14 2t, 19 2q, 15 |
2020 9.952.854.519 3.495.171.754 15.629.979.500 - 12.605.879 233.118.090.002 8.660.021.746 2.121.830.113 1.727.382.383 274.717.935.896 1.781.690.534 - 8.074.749.370 100.400.821.865 108.732.042.150 12.506.975.007 30.690.008.572 2.807.036.940 23.917.289.451 288.910.613.889 563.628.549.785 |
2019 ASSETS CURRENT ASSETS 12.763.271.630 Cash on hand and in banks Trade receivables Related parties 22.495.076.621 Third parties - net of allowance for impairment of trade receivables of 36.110.500.156_Rp 5,627,838,917 in 2020_ Other receivables 800.000.000 Related party 135.031.854 Third parties Inventories - net of allowance for declining in value of inventories of and Rp 4,390,366,904 233.909.369.481 in 2020 and 2019 8.968.777.515 Advances 4.671.469.044 Prepaid taxes Current maturities of 39.284.207.311 prepaid expenses 359.137.703.612 Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS 1.774.415.126 Investment in Associate - net Prepaid expenses - net of 15.317.340.112 current maturities Advance payments for 708.530.930 purchase of fixed assets Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 93,480,524,142 in 2020 and Rp 72,305,850,168 106.504.365.422 in 2019 - Right-of-use-assets - net 2.519.149.389 Deferred tax assets 30.831.258.568 Intangible assets - net Estimated claims for income - tax refund 21.852.070.827 Other non-current assets 179.507.130.374 Total Non-Current Assets 538.644.833.986 TOTAL ASSETS |
|---|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
1
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek Utang usaha Pihak ketiga Pihak berelasi Utang lain-lain - pihak ketiga Utang pajak Biaya masih harus dibayar Liabilitas sewa yang direalisasi dalam satu tahun Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Uang muka pelepasan Entitas Anak Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang terealisasi dalam satu tahun Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Utang pihak berelasi Utang lain-lain - pihak ketiga Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS |
Catatan/ Notes 16 18 2i, 18, 34 22 2t, 19 20 2o, 21 16 17 35 2o, 21 16 17 2i, 34 22 2u, 23 |
2020 63.200.000.000 48.264.441.928 12.643.750 18.134.104.980 2.632.622.173 7.749.242.070 18.210.671.551 4.433.011.816 277.509.627 10.600.000.000 173.514.247.895 51.407.327.914 11.171.436.672 71.558.376 30.219.221.052 28.121.381.081 8.689.369.533 129.680.294.628 303.194.542.523 |
2019 LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES CURRENT LIABILITIES 61.000.000.000 Short-term bank loans Trade payables 56.967.246.533 Third parties - Related party 12.431.571.535 Other payables - third parties 6.504.518.722 Taxes payables 10.253.074.325 Accrued expenses Current maturities of - lease liabilities Current maturities of long-term debts 3.981.209.750 Bank loans Liabilities for purchase 444.339.391 of fixed assets Advance for transferred - of shares of subsidiary 151.581.960.256 Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Lease liabilities - - net of current maturities Long-term debts - net of current maturities 9.066.191.694 Bank loans Liabilities for purchase 392.145.603 of fixed assets 32.459.473.684 Due to related parties 34.156.059.638 Other payables - third parties Estimated liabilities for 5.686.230.650 employees’ benefits 81.760.101.269 Total Non-Current Liabilities 233.342.061.525 TOTAL LIABILITIES |
|---|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
2
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| EKUITAS Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 2.400.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 870.171.478 saham Tambahan modal disetor - bersih Penghasilan komprehensif lain Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Sub-jumlah Kepentingan Non-Pengendali JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
Catatan/ Notes 24 2d, 2y, 25 2u 26 2c, 27 |
2020 87.017.147.800 67.295.385.908 (192.166.057) 500.000.000 97.824.264.183 252.444.631.834 7.989.375.428 260.434.007.262 563.628.549.785 |
2019 87.017.147.800 67.295.385.908 992.914 250.000.000 139.951.536.552 294.515.063.174 10.787.709.287 305.302.772.461 538.644.833.986 |
|---|---|---|---|
EQUITY Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company Capital stock - Rp 100 par value per share Authorized - 2,400,000,000 shares Issued and fully paid - 870,171,478 shares Additional paid-in capital - net Other comprehensive income Retained earnings Appropriated Unappropriated Sub-total Non-Controlling Interest TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
3
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| Catatan/ Notes PENJUALAN BERSIH 2r, 28 BEBAN POKOK PENJUALAN 2r, 29 LABA BRUTO Beban penjualan 2r, 30 Beban umum dan administrasi 2r, 31 Beban keuangan 2r, 32 Pendapatan bunga 2r Bagian atas laba bersih Entitas Asosiasi 2n, 13 Selisih kurs - bersih 2s Laba (rugi) penjualan aset tetap 11 Pendapatan lain-lain - bersih 2r, 33 LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2t, 19 Pajak kini Pajak tangguhan Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Laba (rugi) aktuarial atas program imbalan pasti 2u, 23 Bagian penghasilan komprehensif lain Entitas Asosiasi 2n, 13 Pajak terkait atas penghasilan komprehensif lain 2t, 19 Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN |
2020 326.772.159.406 (149.995.139.724 ) 176.777.019.682 (160.508.692.556 ) (51.376.213.064 ) (22.397.994.717 ) 58.955.552 16.444.380 175.921.717 (518.243.900) 13.277.569.263 (44.495.233.643) (1.715.792.320 ) 8.590.744.578 6.874.952.258 (37.620.281.385) (235.712.726) (9.168.972 ) 51.856.800 (193.024.898) (37.813.306.283) |
2019 601.724.984.774 NET SALES (280.898.379.891 ) COST OF GOODS SOLD 320.826.604.883 GROSS PROFIT (178.906.374.696 ) Selling expenses General and administrative (60.632.080.673 ) expenses (15.140.444.132 ) Financing expenses 260.204.592 Interest income Equity in net profit of 421.196.995 Associate Foreign exchange 100.741.482 differentials - net Gain(loss) on 83.720.833 sale of fixed assets 1.411.447.464 Others income - net INCOME (LOSS) BEFORE INCOME TAX BENEFIT 68.425.016.748 (EXPENSE) INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) (17.617.089.750 ) Current tax 414.741.921 Deferred tax (17.202.347.829 ) Income Tax Benefit (Expense) INCOME (LOSS) FOR 51.222.668.919 THE YEAR OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Item that Will Not be Reclassified Subsequently to Profit or Loss Actuarial gain (loss) of 309.665.115 defined benefit plan Share in other comprehensive (52.633.150 ) income of associate Related tax on other (77.416.279 ) comprehensive income Other comprehensive income 179.615.686 (loss) - net of tax TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) 51.402.284.605 FOR THE YEAR |
|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
4
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan) TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN |
LAIN) PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) 2020 2019 INCOME (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of (34.876.183.678) 51.915.522.801 the Parent Company (2.744.097.707) (692.853.882 ) Non-Controlling Interest (37.620.281.385) 51.222.668.919 TOTAL TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of (35.069.342.649) 52.094.710.479 the Parent Company (2.743.963.634) (692.425.874 ) Non-Controlling Interest (37.813.306.283) 51.402.284.605 TOTAL Earning (Loss) per Share Attributable to Equity Holders (40) 64 of the Parent Company |
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) |
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) |
|---|---|---|---|
| Catatan/ Notes LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non-Pengendali 2c JUMLAH JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non-Pengendali 2c JUMLAH Laba (Rugi) per Saham yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 2v, 37 |
2019 INCOME (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of 51.915.522.801 the Parent Company (692.853.882 ) Non-Controlling Interest 51.222.668.919 TOTAL TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of 52.094.710.479 the Parent Company (692.425.874 ) Non-Controlling Interest 51.402.284.605 TOTAL Earning (Loss) per Share Attributable to Equity Holders 64 of the Parent Company |
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
5
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company
| Saldo 31 Desember 2018 Penambahan modal saham melalui PMTHMETD Dana cadangan umum Dekonsolidasi Entitas Anak Penambahan modal dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak Laba tahun berjalan Laba komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2019 Penyesuaian saldo awal atas penerapan PSAK 73 Dana cadangan umum Rugi tahun berjalan Rugi komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2020 |
Catatan/ Notes 1b, 24 26 1d 1d 4 26 |
Modal Saham/ Capital Stock 79.700.000.000 7.317.147.800 - - - - - 87.017.147.800 - - - - 87.017.147.800 |
Tambahan Modal Disetor/ Additional Paid-in Capital - Net 42.856.112.256 24.439.273.652 - - - - - 67.295.385.908 - - - - 67.295.385.908 |
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak/ Differences Arising from Change in Equity of Subsidiaries 43.393.080 - - (43.393.080 ) - - - - - - - - - |
Penghasilan Komprehensif Lain/ Other Comprehensive Income (178.194.764 ) - - - - - 179.187.678 992.914 - - - (193.158.971 ) (192.166.057 ) |
Saldo laba/Retai | ned Earnings Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated 89.415.607.323 - (250.000.000 ) (1.129.593.572 ) - 51.915.522.801 - 139.951.536.552 (7.001.088.691 ) (250.000.000 ) (34.876.183.678 ) - 97.824.264.183 |
Sub-Jumlah/ Sub-Total 211.836.917.895 31.756.421.452 - (1.172.986.652 ) - 51.915.522.801 179.187.678 294.515.063.174 (7.001.088.691 ) - (34.876.183.678 ) (193.158.971 ) 252.444.631.834 |
Kepentingan Non-Pengendali/ Non- Controlling Interest 429.355.710 - - (699.220.549 ) 11.750.000.000 (692.853.882 ) 428.008 10.787.709.287 (54.370.225 ) - (2.744.097.707 ) 134.073 7.989.375.428 |
Jumlah Ekuitas Total Equity 212.266.273.605 Balance as of December 31, 2018 31.756.421.452_Additional paid-up capital from PMTHMETD_ - General reserve (1.872.207.201 ) Deconsolidation of Subsidiary Capital injection by non-controlling interest 11.750.000.000 to subsidiary 51.222.668.919 Income for the year 179.615.686_Other comprehensive income - net of tax_ 305.302.772.461 Balance as of December 31, 2019 Beginning balance adjustments for (7.055.458.916 ) implementation of PSAK 73 - General reserve (37.620.281.385 ) Loss for the year (193.024.898 ) Other comprehensive loss - net of tax 260.434.007.262 Balance as of December 31, 2020 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Telah Ditentukan Penggunaanya/ Appropriated - - 250.000.000 - - - - 250.000.000 - 250.000.000 - - 500.000.000 |
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
6
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
| PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK | PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK | PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES | PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES | ||
|---|---|---|---|---|---|
| LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN | CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS | ||||
| UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA | TANGGAL | FOR THE YEAR ENDED | |||
| 31 DESEMBER 2020 | DECEMBER 31, 2020 | ||||
| (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN | LAIN) | (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) | |||
| Catatan/ | |||||
| Notes | 2020 |
2019 | |||
| ARUS KAS DARI | CASH FLOWS FROM | ||||
| AKTIVITAS OPERASI | OPERATING ACTIVITIES | ||||
| Penerimaan kas dari pelanggan | 366.252.584.929 | 571.942.086.490 |
Cash received from customers | ||
| Pembayaran kas kepada pemasok | (145.194.533.735) | (286.401.025.662 ) |
Cash paid to suppliers | ||
| Pembayaran kas kepada karyawan | (110.081.784.534) | (128.115.739.037 ) |
Cash paid to employees | ||
| Pembayaran beban usaha | (47.061.657.221) | (133.389.703.277 ) |
Payment of operating expenses | ||
| Pembayaran beban keuangan | (21.857.095.496) | (12.771.975.951 ) |
Payment of financing expenses | ||
| Penerimaan lain-lain | 14.375.916.417 | 424.650.730 |
Other receipts | ||
| Pembayaran lain-lain | (2.065.217.717) | (18.123.420.754 ) |
Other payments | ||
| Pajak penghasilan dan pajak | Income tax and value | ||||
| pertambahan nilai | (5.845.086.882) | (20.887.549.710) |
added tax | ||
| Penerimaan kas dari | Cash received from | ||||
| pendapatan bunga | 58.955.552 |
260.204.592 |
interest income | ||
| Kas Bersih yang Diperoleh dari | Net Cash Provided by | ||||
| (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi | 48.582.081.313 |
(27.062.472.579 ) |
(Used in) Operating Activities | ||
| ARUS KAS DARI | CASH FLOWS FROM | ||||
| AKTIVITAS INVESTASI | INVESTING ACTIVITIES | ||||
| Perolehan aset tetap | 11 | (13.461.452.906) | (42.508.547.480 ) |
Acquisition of fixed assets |
|
| Advance payments for | |||||
| Uang muka pembelian aset tetap | 11 | (8.074.749.370) | (708.530.930 ) |
purchase of fixed assets | |
| Advance for transferred | |||||
| Uang muka pelepasan Entitas Anak | 35 | 10.600.000.000 | - |
of shares of subsidiary | |
| Proceeds from sale | |||||
| Hasil penjualan aset tetap | 11 | 2.544.360.346 | 168.487.887 |
of fixed assets | |
| Perolehan aset takberwujud | 14 | - | (30.553.341.898 ) |
Acquisition of intangible assets | |
| Setoran modal kepentingan non-pengendali | Capital injection by non-controlling | ||||
| Entitas anak | 1d | - |
10.950.000.000 |
interest to subsidiary | |
| Kas Bersih yang Digunakan untuk | Net Cash Flows Used in | ||||
| Aktivitas Investasi | (8.391.841.930) |
(62.651.932.421 ) |
Investing Activities | ||
| ARUS KAS DARI | CASH FLOWS FROM | ||||
| AKTIVITAS PENDANAAN | FINANCING ACTIVITIES | ||||
| Penerimaan utang bank | 16 | 73.973.944.900 | 259.877.801.723 |
Proceeds from bank loans | |
| Pembayaran utang bank | 16 | (69.216.897.856) | (246.323.691.725 ) |
Payments of bank loans | |
| Pembayaran liabilitas sewa | 21 | (40.155.847.643) | - |
Payments of lease liabilities | |
| Penerimaan (pembayaran) | Proceeds from (payments of) | ||||
| utang lain-lain - pihak ketiga | 22 | (4.874.186.272) | 39.000.000.000 |
other payables - third parties | |
| Pembayaran utang | Payments of due to | ||||
| pihak berelasi | 34 | (4.650.252.632) | (19.386.678.301 ) |
related parties | |
| Penambahan utang | Addition of due to | ||||
| pihak berelasi | 34 | 2.410.000.000 | 4.123.248.893 |
related parties | |
| Pembayaran utang | Payments of liabilities for | ||||
| pembelian aset tetap | 17 | (487.416.991) | (656.544.143 ) |
purchase of fixed assets | |
| Penambahan modal saham melalui | Additional paid-up capital | ||||
| PMTHMETD | 1b, | 24 | - | 31.756.421.452 |
from PMTHMETD |
| Deposito berjangka | - |
2.920.602.795 |
Time deposits | ||
| Kas Bersih yang Diperoleh dari | Net Cash Provided by | ||||
| (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan | (43.000.656.494) |
71.311.160.694 |
(Used in) Financing Activities |
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
7
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
| PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) Catatan/ Notes 2020 2019 DECREASE PENURUNAN BERSIH IN CASH ON HAND KAS DAN BANK (2.810.417.111) (18.403.244.306 ) AND IN BANKS Dikurangi saldo akhir tahun Deduction of ending balance kas dan bank milik cash on hand and in banks PT Mitra Perintis Merdeka - (268.652.033 )of PT Mitra Perintis Merdeka CASH ON HAND KAS DAN BANK AND IN BANKS AWAL TAHUN 12.763.271.630 31.435.167.969 AT BEGINNING OF YEAR CASH ON HAND KAS DAN BANK AND IN BANKS AKHIR TAHUN 9.952.854.519 12.763.271.630 AT END OF YEAR |
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED) Catatan/ Notes 2020 2019 DECREASE PENURUNAN BERSIH IN CASH ON HAND KAS DAN BANK (2.810.417.111) (18.403.244.306 ) AND IN BANKS Dikurangi saldo akhir tahun Deduction of ending balance kas dan bank milik cash on hand and in banks PT Mitra Perintis Merdeka - (268.652.033 )of PT Mitra Perintis Merdeka CASH ON HAND KAS DAN BANK AND IN BANKS AWAL TAHUN 12.763.271.630 31.435.167.969 AT BEGINNING OF YEAR CASH ON HAND KAS DAN BANK AND IN BANKS AKHIR TAHUN 9.952.854.519 12.763.271.630 AT END OF YEAR |
|---|---|
| PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK Dikurangi saldo akhir tahun kas dan bank milik PT Mitra Perintis Merdeka KAS DAN BANK AWAL TAHUN KAS DAN BANK AKHIR TAHUN |
Catatan/ Notes |
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
8
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan
PT Mega Perintis Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2005, berdasarkan akta Notaris Ruli Iskandar, S.H., No. 3. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-03671 HT.01.01.TH.2006 tanggal 10 Februari 2006. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 100 tanggal 29 November 2019, sehubungan pelaksanaan PMTHMETD. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0367549 tanggal 3 Desember 2019.
Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan dalam bidang perdagangan umum dan eceran. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
-
Menjalankan usaha dalam perdagangan, antara lain perdagangan yang berhubungan dengan pakaian jadi ( garment ), sepatu, tas, perlengkapan olahraga baik perdagangan secara besar maupun eceran.
-
Dan bertindak sebagai agen, supplier , waralaba dan distributor dari badan-badan dan perusahanperusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas serta untuk menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang, antara lain sebagai berikut:
-
Menjalankan kegiatan impor dan ekspor, pulau atau daerah serta lokal.
-
Berusaha dalam bidang pemberian jasa untuk pelayanan berbagai usaha yang berkaitan dengan usaha utama Perusahaan, terutama di bidang perdangangan besar maupun eceran (kecuali jasa perjalanan serta konsultasi dalam bidang hukum dan perpajakan)
-
Menjalankan usaha dalam bidang industri pabrik dari segala bahan yang dapat diproduksi di dalam negeri termasuk produk pakaian jadi, alas kaki dan kerajinan tangan.
-
Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan dengan menggunakan kendaraan-kendaraan bermotor, baik untuk angkutan orang (penumpang) maupun angkutan barang.
Perusahaan berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2005. Pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Verosito Gunawan (lihat Catatan 24).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL
a. Establishment of the Company
PT Mega Perintis Tbk (the "Company") was established in Indonesia on October 21, 2005, based on the notarial deed of Ruli Iskandar, S.H., No. 3. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decree No. C-03671 HT.01.01.TH.2006 dated February 10, 2006. The Company's Articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed of Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 100 dated November 29, 2019, in connection with the capital increase without preemptive rights. The deed was received and recorded in the Legal Entity Administration System of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decree No. AHU-AH.01.03-0367549 dated December 3, 2019.
In accordance with Article 3 of the Company's Articles of Association, the Company's aims and objectives are running and conducting business in general and retail trading. To achieve the aims and objectives above the Company can carry out business activities as follows:
-
Running a trading business which include trading related to apparel (garment), shoes, bags, sports equipment both general and retail trading.
-
Act as a agent, supplier, franchisee and distributor of - other agencies and companies, both local and foreign country.
To achieve the aims and objectives above and to support the main business activities of the Company, the Company may carry out supporting business activities, including the following:
-
Carry out import and export activities, island or region and local.
-
Doing business in providing services for various business services related to the main business of the Company, especially in the field of general and retail trading (except in travel services; and law and taxation consultation services)
-
Running a business in the manufacture industry from all materials that can be produced domestically, including apparel, footwear and handicraft products.
-
Conducting business in the field of transportation by using motorized vehicles, both for the transportation of people (passengers) and transportation of goods.
The Company is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. The Company commenced its commercial operations in 2005. The majority shareholder of the Company is Verosito Gunawan (see Note 24).
9
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. U M U M (lanjutan)
- b. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh
Penawaran Umum Saham Perdana
Pada tanggal 5 Desember 2018, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. S-176/D.04/2018 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 197.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 298 per saham.
Pada tanggal 12 Desember 2018, seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 13 November 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 100 pada tanggal 29 November 2019, oleh Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham antara lain, menyetujui pelaksanaan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 79.700.000 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100 (Catatan 24).
Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan telah memperoleh persetujuan pencatatan PMTHMETD dari Bursa Efek Indonesia, sejumlah 73.171.478 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 434 per saham, melalui Surat No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.
Pada tanggal 29 November 2019, seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
1. GENERAL (continued)
- b. Public Offering and Corporate Actions Affecting Issued and Fully Paid Share Capital
Initial Public Offering
On December 5, 2018, the Company obtained an effective statement from the Board of Commissioners of the Financial Services Authority (OJK) in their Letter No. S-176/D.04/2018 to conduct public offering as much as 197,000,000 shares with a nominal value of Rp 100 per share at an offering price of Rp 298 per share.
As of December 12, 2018, all of the Company’s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.
Capital Increase Without Pre-emptive Rights (PMTHMETD)
Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders which was held on November 13, 2019 which has been notarized by Notarial Deed No. 100 date November 29, 2019 by Liestiani Wang, S.H., M.Kn., a notary in Jakarta, the shareholders among others, approved the capital increase without preemptive rights with maximum of 79,700,000 shares or 10% of Company’s issued and paid-up capital with nominal value of Rp 100 (Note 24).
On November 21, 2019, the Company has obtained the registration approval from Indonesia Stock Exchange for 73,171,478 shares with a nominal value of Rp 100 per share and implementation price of Rp 434 per share, through its Letter No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.
As of November 29, 2019, all of the Company’s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.
- c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees
The Company’s Boards of Commissioners and Director as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Komisaris Komisaris Utama : Komisaris Independen : Direksi Direktur Utama : Direktur : Direktur : Direktur Independen : |
2020 Vanda Gunawan Ida Bagus Oka Nila Franxiscus Afat Adinata Nursalim Verosito Gunawan Luki Rusli - |
2019 Board of Commissioners Vanda Gunawan : President Commissioner Ida Bagus Oka Nila : Independent Commissioner Board of Directors Franxiscus Afat : President Director Adinata Nursalim Verosito Gunawan : Director Cuntoro Kinardi : Director Luki Rusli : Independent Director |
Board of Commissioners |
|---|---|---|---|
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
The composition of the Company’s Audit Committee as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Ketua | : | Ida Bagus Oka Nila | : | Chairman |
|---|---|---|---|---|
| Anggota | : | Shinta Rahayu | : | Member |
| Anggota | : | Livia | : | Member |
10
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. U M U M (lanjutan)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)
Jumlah remunerasi yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan adalah sekitar Rp 5,05 milyar dan Rp 9,95 milyar, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 032/DIRMP/IX/18 tanggal 12 September 2018, Perusahaan telah menunjuk Franxiscus Afat Adinata Nursalim sebagai Sekretaris Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 325/DIRMP/XII/19 tanggal 9 Desember 2019, Perusahaan telah menunjuk M. Toni Hartono sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 033/DIRMP/IX/18 tanggal 12 September 2018, Perusahaan telah menunjuk Susilawati sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Entitas Anak, masing-masing sejumlah 129 orang dan 101 orang (tidak diaudit).
d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
Perusahaan memiliki kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung pada Entitas Anak sebagai berikut:
1. GENERAL (continued)
- c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued)
Total remuneration paid to the Company’s Commissioners and Directors was approximately Rp 5.05 billion and Rp 9.95 billion, for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively. Based on Directors Decree No. 032/DIR-MP/IX/18 dated September 12, 2018, the Company has appointed Franxiscus Afat Adinata Nursalim as the Corporate Secretary.
Based on Directors Decree No. 325/DIR-MP/XII/19 dated December 9, 2019, the Company has appointed M. Toni Hartono as Head of the Company's Internal Audit Unit.
Based on Directors Decree No. 033/DIR-MP/IX/18 dated September 12, 2018, the Company has appointed Susilawati as Head of the Company's Internal Audit Unit.
As of December 31, 2020 and 2019, the Company has a total of 129 and 101 permanent employees, respectively (unaudited).
d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate
The Company has direct and indirect ownership in the following Subsidiaries as follows:
| Entitas Anak/ Subsidiaries Pemilikan langsung/ Direct Ownership PT Mega Putra Garment (MPG) *) PT Mitrelindo Global (MG) Pemilikan tidak langsung melalui MPG/ Indirect Ownership Through MPG PT Maxindo Global Internusa (MGI) |
Kegiatan C Usaha/ Principal Activity Produsen pakaian jadi/ Manufacture of apparel Perdagangan/ Trading Produsen pakaian jadi/ Manufacture of apparel |
Tahun Beroperasi Secara Komersial/ ommencemen of Commercial Operations 2014 2014 2019 |
t Tempat Kedudukan/ Domicile Jakarta Jakarta Jakarta |
Persentase Pemilikan (%)/ Percentage of Ownership (%) 2020 2019 99,99% 99,99% 99,99% 99,99% 53,00% 53,00% |
Jumlah Aset seb (dalam Juta Total A Before Eli (In Million |
elum Eliminasi an Rupiah) ssets mination Rupiah) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2020 99,99% 99,99% 53,00% |
2020 172.717 45.328 26.783 |
2019 | ||||
| 175.039 37.456 32.361 |
*) termasuk kepemilikan efektif tidak langsung melalui MG sebesar 39,99% including indirect effective ownership through MG of 39.99%.
11
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)
MPG
MPG didirikan di Indonesia pada tanggal 26 Februari 2014, berdasarkan Akta Notaris Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 02. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-10.04332.PENDIRIAN-PT.2014 tanggal 3 Maret 2014.
Sesuai Anggaran Dasar MPG, ruang lingkup kegiatan MPG terutama adalah bergerak dalam bidang produsen pakaian jadi. MPG berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MPG memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2014.
MG
MG didirikan di Indonesia pada tanggal 30 Juli 2013, berdasarkan Akta Notaris Heri Martono, S.H., No. 06. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-46918.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 5 September 2013.
Sesuai Anggaran Dasar MG, ruang lingkup kegiatan MG terutama adalah bergerak dalam bidang perdagangan. MG berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MG memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2014.
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Berdasarkan Akta Pengoperan Hak-hak atas Saham tanggal 29 Juni 2018, Perusahaan membeli saham MG (entitas di bawah pengendalian yang sama) milik Verosito Gunawan, Vanda Gunawan, Dhiraj So Subash, Cuntoro Kinardi, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, Budi Kurniawan dan Hartanto Rahardja (pihak-pihak berelasi), masing-masing sejumlah 43.370 saham, 15.300 saham, 12.825 saham, 7.110 saham, 5.400 saham, 3.420 saham dan 2.565 saham, atau secara keseluruhan mewakili 59,99% kepemilikan pada MG dengan harga beli sebesar Rp 8.999.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan pada MG mengalami peningkatan dari 40% menjadi 99,99%.
Akuisisi MG oleh Perusahaan tersebut memenuhi kategori kombinasi bisnis antara entitas sepengendali sebagaimana diuraikan di dalam PSAK 38 (Revisi 2012) tentang “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, sehingga akuisisi tersebut diakui menggunakan metode penyatuan kepentingan. Jumlah selisih yang timbul antara biaya perolehan dan bagian proporsional atas nilai tercatat aset neto seluruhnya diakui sebagai “Selisih Nilai Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian "Tambahan Modal Disetor" di bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL (continued)
d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate (continued)
MPG
MPG was established in Indonesia on February 26, 2014, based on Notarial Deed Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 02. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-10.04332.PENDIRIAN-PT.2014 dated March 3, 2014.
In accordance to MPG’s Articles of Association, the scope of MPG’s activities is primarily to engage in manufacture of apparel. MPG is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MPG commenced its commercial operations in 2014.
MG
MG was established in Indonesia on July 30, 2013, based on Notarial Deed Heri Martono, S.H., No. 06. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU46918.AH.01.01.Tahun 2013 dated September 5, 2013.
In accordance to MG’s Articles of Association, the scope of MG’s activities is primarily to engage in trading. MG is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MG commenced its commercial operations in 2014.
Business Combinations with Entities Under Common Control
Based on the Deed of Transfer of Rights on Shares dated June 29, 2018, the Company purchases shares of MG (entity under common control) owned by Verosito Gunawan, Vanda Gunawan, Dhiraj So Subash, Cuntoro Kinardi, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, Budi Kurniawan and Hartanto Rahardja (related parties), as much as 43,370 shares, 15,300 shares, 12,825 shares, 7,110 shares, 5,400 shares, 3,420 shares and 2,565 shares, respectively or representing 59.99% ownership in MG with a purchase price amounting to Rp 8,999,000,000, which the Company's ownership in MG increased from 40% to 99.99%.
MG acquisition by the Company fulfills the business combination category with entities under common control as described in PSAK 38 (Revised 2012) "Business Combinations Under Common Control", the acquisition is recognized using the pooling of interest method. The amount of the difference arising between the acquisition cost and the proportionate share of the net carrying amount of the net assets is recognized as "Difference in Value of Business Combination of Entities Under Common Control" and is presented as an "Additional Paid-in Capital" in the equity section of the consolidated statements of financial position.
12
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)
MGI
MGI didirikan di Indonesia pada tanggal 23 Januari 2019, berdasarkan Akta Notaris Rudy Siswanto, S.H., No. 34. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0004845.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 29 Januari 2019. Anggaran Dasar MGI telah mengalami beberapa kali, perubahan terakhir dengan Akta No. 29 tanggal 24 September 2019 yang dibuat dihadapan Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh MGI semula Rp 11.000.000.000 menjadi Rp 25.000.000.000 yang dilakukan secara proporsional oleh masing-masing pemegang saham MGI.
Sesuai Anggaran Dasar MGI, ruang lingkup kegiatan MGI terutama adalah bergerak dalam bidang produsen pakaian jadi. MGI berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MGI memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2019.
MPM
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan para Pemegang Saham Secara Edaran tanggal 20 September 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No 25. oleh Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham MPM menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor MPM dari sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi Rp 2.600.000.000, MPG tidak ambil bagian dalam peningkatan tersebut sehingga kepemilikan MPG pada MPM mengalami penurunan dari 65% menjadi 25% Perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 14 Oktober 2019.
MPM didekonsolidasi pada tahun 2019.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 22 Maret 2021.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL (continued)
d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate (continued)
MGI
MGI was established in Indonesia on January 23, 2019, based on Notarial Rudy Siswanto, S.H., No. 34. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-0004845.AH.01.01.Tahun 2019 dated January 29, 2019. MGI’s Articles of Association has been amended from time to time, the latest of which was covered by Notarial Deed No. 29 dated September 24, 2019 of Rudy Siswanto, S.H., notary in Jakarta, regarding the increasing of MGI's issued and fully paid capital from Rp 11,000,000,000 to Rp 25,000,000,000 which was carried out proportionally by each of MGI's shareholders.
In accordance to MGI’s Articles of Association, the scope of MGI’s activities is primarily to engage in manufacture of apparel. MGI is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MGI commenced its commercial operations in 2019.
MPM
Based on the Statement of General Meeting of Shareholders dated September 20, 2019 which was covered by Notarial Deed No. 25 by Rudy Siswanto S.H., a Notary in Jakarta, the Company’s shareholders approved the increase in the issued and paid in capital of MPM from Rp 1,000,000,000 to Rp 2,600,000,000, MPG did not take part in the increasing, which the MPG's ownership in MPM decreased from 65% to 25%. This amendment has been reported to and accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Acknowledgement Letter No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 dated October 14, 2019.
MPM deconsolidated in 2019.
e. Completion of the Consolidated Financial Statements
The consolidated financial statements were completed and authorized for issuance by the Company’s Board of Directors on March 22, 2021.
13
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta PeraturanPeraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 1 (Revisi 2015), "Penyajian Laporan Keuangan".
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Perubahan Kebijakan Akuntasi
Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 sebagai berikut:
-
Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material berlaku efektif 1 Januari 2020.
-
Amendemen ini mengklarifikasi definisi materi dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan yang lebih jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
- a. Statement of Compliance and Basis for Preparation of Consolidated Financial Statement
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Financial Service Authority (“OJK”).
The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements as of December 31, 2019 and for the year then ended.
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) 1 (Revised 2015), "Presentation of Financial Statements".
The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for the consolidated statements of cash flows, using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes herein.
The consolidated statements of cash flows have been prepared using direct method which classifies cash flows into operating, investing and financing activities.
The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah, which is the Company and Subsidiaries’ functional currency.
b. Changes in Accounting Principles
The Company and Subsidiaries have applied a number of amendments and improvements to accounting standards that are relevant to their financial reporting and effective for annual periods beginning on or after January 1, 2020 as follow:
- Amendments to PSAK 1 and PSAK 25: Definition of Material, effective January 1, 2020.
This amendment clarifies the definition of material with the aim of harmonizing the definitions used in the conceptual framework and some relevant PSAKs. In addition, it also provides clearer guidance regarding the definition of material in the context of reducing over disclosure due to changes in the threshold of the material definition.
14
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
-
b. Perubahan Kebijakan Akuntasi (lanjutan)
- PSAK 71: Instrumen Keuangan, berlaku efektif 1 Januari 2020.
PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.
-
PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif 1 Januari 2020.
-
PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project yang sukses antara International Accounting Standards Board (“IASB”) dan Financial Accounting Standards Board (“FASB”), mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.
-
PSAK 73: Sewa, berlaku efektif 1 Januari 2020.
-
PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna ( right-of- use assets ) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 (dua) pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya ( underlying assets ) bernilai rendah.
Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan standar Akuntansi baru dan penyesuaian atau amendemen tersebut sejak 1 Januari 2020. Perusahaan dan Entitas Anak tidak melakukan penyajian kembali atas informasi komparatif tahun 2019 atas penerapan PSAK 73 “Sewa”, oleh karena itu informasi komparatif tahun 2019 tidak dapat dibandingkan dengan informasi keuangan yang disajikan tahun 2020. Untuk PSAK 73 “Sewa”, Perusahaan dan Entitas Anak telah mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal 1 Januari 2020. Dampak penerapan atas PSAK 73 “Sewa” pada tanggal 1 Januari 2020 diungkapkan pada Catatan 4. Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
b. Changes in Accounting Principles (continued)
-
PSAK 71: Financial Instruments, effective January 1, 2020.
- This PSAK provides classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting in information that are more timely, relevant and understandable to users of the financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introducing a more general requirement based on management's judgment.
-
PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, effective January 1, 2020.
- This PSAK is a single standard that is a joint project between the International Accounting Standards Board (“IASB”) and the Financial Accounting Standards Board (“FASB”), provides revenue recognition from contracts with customers, and the entity is expected to perform analysis before recognizing the revenue.
-
PSAK 73: Leases, effective January 1, 2020.
This PSAK establishes the principles of recognition, measurement, presentation, and disclosure of the lease by introducing a single accounting model, with the requirement to recognize the right-of-use assets and liability of the lease. There are 2 (two) optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities: (i) short-term lease and (ii) lease with low-value underlying assets.
The Company and Subsidiaries have implemented new Accounting standards and such adjustments or amendments since January 1, 2020. The Company and Subsidiaries did not restate comparative information in 2019 on the implementation of PSAK 73 "Leases", therefore comparative information for 2019 cannot be compared to financial information presented for 2020. As for PSAK 73 "Leases", the Company and Subsidiaries has recorded right-of-use assets and lease liabilities as of January 1, 2020. The impact of the application of PSAK 73 "Leases" on January 1, 2020 was disclosed in Note 4. The impact on the application of new standards and adjustments or other amendments is not material to the consolidated financial statements.
15
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- c. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember setiap tahun. Kendali diperoleh bila Perusahaan dan Entitas Anak terekspos atau memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee . Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
-
Kekuasaan atas investee , yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee ,
-
Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
-
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.
Bila Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee , Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan semua fakta dan keadaaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee , termasuk:
-
Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee ,
-
Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
-
Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak.
Perusahaan dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Perusahaan dan Entitas Anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh kendali sampai tanggal Perusahaan dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Principles of Consolidation
The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its Subsidiaries as at December 31, each year. Control is achieved when the Company and Subsidiaries are exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Company and Subsidiaries control an investee if and only if the Company and Subsidiaries have all of the following:
-
Power over the investee, that is existing rights that give the Company and Subsidiaries current ability to direct the relevant activities of the investee,
-
Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
-
The ability to use its power over the investee to affect its returns.
When the Company and Subsidiaries have less than a majority of the voting or similiar rights of an investee, the Company and Subsidiaries consider all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:
-
The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
-
Rights arising from other contactual arrangements, and
-
The Company and Subsidiaries’ voting rights and potential voting rights
The Company and Subsidiaries re-assess whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of subsidiaries begins when the Company and Subsidiaries obtain the control over the Subsidiaries and cease when the Company and Subsidiaries loss control of the subsidiaries. Assets, liabilities, income, and expenses of a subsidiaries acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Company and Subsidiaries gain control until the date the Company and Subsidiaries cease to control the subsidiaries.
Profit or loss and each component of other comprehensive income within Subsidiaries are attributed to the equity holders of the parent of the Company and Subsidiaries and to the noncontrolling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having deficit balance. When necessary, adjusments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into the line with the Company and Subsidiaries’ accounting policies.
16
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan laba atau rugi hasil transaksi dari intra Perusahaan dan Entitas Anak yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill ) dan liabilitas dan komponen lain dari ekuitas tersebut terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak” sebagai bagian dari “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 22 (Penyesuaian 2015), “Kombinasi Bisnis”. Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset bersih yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba atau rugi.
d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen meninjau kembali identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitias yang diambil alih.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Principles of Consolidation (continued)
All significant intra and inter-group balances, transactions, income and expenses, and unrealized profits and losses resulting from intra-group transactions and dividends are eliminated on consolidations.
A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Company and Subsidiaries loss control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resultant gain or loss is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value.
Transaction changes in the value of investments in Subsidiaries arising from the issuance of new shares by Subsidiaries to the Company are recorded in the "Differences Arising from Changes in Equity of Subsidiaries" as part of "Equity" in the consolidated statement of financial position.
The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 22 (Adjustment 2015), "Business Combinations". Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses.
When the Company and Subsidiaries acquire a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date.
If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.
d. Business Combination and Goodwill
At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiaries acquired, the diffrence is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase after previously assessing the identification and fair value measurement of the acquired assets and the assumed liabilities.
17
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (lanjutan)
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan tersebut, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
-
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
-
ii. untuk diperdagangkan,
-
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
d. Business Combination and Goodwill (continued)
After initial recognition, goodwil is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group’s Cash - Generating Units (“CGU”) that are expected to benefit from the combinations, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs.
Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is include in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.
Business Combinations Under Common Control
The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 38 (Revised 2012), "Business Combinations Under Common Control". Business combinations under common control are accounted for using the poolingof-interest method, whereby the difference between the considerations transferred and the book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of “Additional Pain-in Capital” in the consolidated statements of financial position. In applying the said pooling-of-interest method, the components of the financial statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entity become under common control.
e. Current and Non-Current Classification
The Company and Subsidiaries present assets and liabilities in the statement of consolidated financial position based on current/non-current classification. An asset is current when it is:
-
i. expected to be realised or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle,
-
ii. held primarily for the purpose of trading,
-
iii. expected to be realised within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.
All other assets are classified as non-current.
18
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar (lanjutan)
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
-
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
-
ii. untuk diperdagangkan,
-
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
-
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
f. Instrumen Keuangan
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya (uang jaminan) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Current and Non-Current Classification (continued)
A liability is current when it is:
-
i. expected to be settled in the normal operating cycle,
-
ii. held primarily for the purpose of trading, iii. due to be settled within 12 months after the reporting period, or
-
iv. there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting period.
All other liabilities are classified as non- current.
Deferred tax assets are classified as non- current assets and deferred tax liabilities are classified as non-current liabilities.
- f. Financial Instruments
1. Financial Assets
Initial recognition and measurement
The Company and Subsidiaries classify their financial assets into the following category: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost.
The Company and Subsidiaries’ financial assets consist of cash and cash in banks, trade receivables, other receivables and other noncurrent assets (security deposits) classified as financial assets at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial assets measured at fair value through profit or loss and other comprehensive income.
The Company and Subsidiaries used 2 (two) methods to classify their financial assets, based on the Company and Subsidiaries’ business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets (“SPPI”).
SPPI Test
As a first step of its classification process, the Company and Subsidiaries’ assess the contractual terms of financial to identify whether they meet the SPPI test.
Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortization of the premium/discount).
19
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
-
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Pengujian SPPI (lanjutan)
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan dan Entitas Anak mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
-
Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
-
Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
-
Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
-
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan dan Entitas Anak.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
SPPI Test (continued)
The most significant elements of interest within an arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Company and Subsidiaries apply judgment and considers relevant factors such as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.
In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
Business model assessment
The Company and Subsidiaries determine their business model at the level that best reflects how it manages the Company and Subsidiaries’ financial assets to achieve its business objective.
The Company and Subsidiaries’ business model is not assessed on an instrument-by-instrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:
-
How the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity’s key management personnel;
-
The risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;
-
How business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);
-
The expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Company and Subsidiaries’ assessment.
20
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
- Penilaian model bisnis (lanjutan)
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario “ worst case ” atau “ stress case ”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Business model assessment (continued)
The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking “worst case” or “stress case” scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Company and Subsidiaries original expectations, the Company and Subsidiaries do not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.
Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments (“SPPI”) of the amount owed.
At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.
Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Finance Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is acknowledged in the consolidated financial statements as "Impairment loss".
Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries classified their financial assets into these categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) loans and receivables, (c) financial assets held to maturity, and (d) financial assets available for sale. This classification depends on the purpose of acquiring such financial assets. Management determines the classification of such financial assets at the beginning of its recognition.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or specified payments and have no quotes on the active market, except:
21
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
-
Penilaian model bisnis (lanjutan)
-
yang dimaksudkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
-
yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
-
dalam hal Perusahaan dan Entitas Anak mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE”). Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dilaporkan sebagai “Pendapatan Keuangan”. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- f. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Business model assessment (continued)
-
intended by the Company and Subsidiaries for sale in the near future, which is classified as held for trading, as well as which at the time of initial recognition is determined to be measured at fair value through profit or loss;
-
which at the time of initial recognition is set as available for sale; or
-
in the case of the Company and Subsidiaries may not obtain substantial initial investment unless caused by a decrease in the quality of loans provided and receivables.
At the time of initial recognition, loans and receivables are recognized at their fair value plus transaction fees and are further measured on amortized acquisition costs using the Effective Interest Rate (“EIR”) method. Income from financial assets in the category of loans and receivables is recorded in the consolidated statements of income and other comprehensive income and is reported as "Finance Income". In the event of impairment, impairment losses are reported as a deduction from the carrying value of the financial assets in loan and receivables and are recognized in the consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income as "Impairment loss".
Effective Interest Method (“EIR”)
EIR is a method of calculating the amortised cost of a financial asset and of allocating interest income over the relevant period. The EIR is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the EIR, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount of financial assets on initial recognition.
Income is recognized on an effective interest rate basis for financial instruments other than those financial assets at FVTPL
22
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Penerapan PSAK 71 “Instrumen Keuangan” telah mengubah metode perhitungan kerugian penurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi ( incurred loss ) sesuai PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dengan pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (“ECL”). Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur ( lifetime ).
Sebelum 1 Januari 2020, bukti objektif penurunan nilai aset keuangan termasuk sebagai berikut: - kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
-
pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
-
terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau
-
hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan gagal bayar atas piutang.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Impairment of Financial Assets
Financial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are considered to be impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been affected.
The adoption of PSAK 71 “Financial Instrument” changed the method of calculating impairment from incurred loss in accordance with PSAK 55 “Financial Instrument: Recognition and Measurement” to Expected Credit Loss (“ECL”). The Company and Subsidiaries adopted the simplified expected credit loss approach which is using lifetime expected credit loss.
Before January 1, 2020, objective evidence of impairment of financial assets could include:
-
significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or
-
breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or
-
it becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation; or
-
the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties.
For certain categories of financial assets, such as receivables, assets that are assessed not to be impaired individually are, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company and Subsidiaries’ past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables.
For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original effective interest rate.
23
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang bank, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang lain-lain, utang pihak berelasi, liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Impairment of Financial Assets (continued)
The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.
2. Financial Liabilities
Initial recognition and measurement
Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries determine the classification of their financial liabilities at initial recognition.
Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
The Company and Subsidiaries’ financial liabilities consist of bank loans, trade payables, accrued expenses, other payables, due to related parties, lease liabilities and liabilities for purchase fixed asssets classified as financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.
Subsequent measurement
After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.
At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process.
24
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Pengukuran selanjutnya (lanjutan)
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Perusahaan dan Entitas Anak mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan dan Entitas Anak tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dan Entitas Anak dengan model bisnis berbeda.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- f. Financial Instruments (continued)
2. Financial Liabilities (continued)
Subsequent measurement (continued)
Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in “Finance Costs” in profit or loss.
Derecognition
A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.
When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.
3. Reclassification of Financial Instruments
The Company and Subsidiaries are allowed to reclassify the financial assets owned if the Company and Subsidiaries change the business model for the management of financial assets and the Company and Subsidiaries are not allowed to reclassify the financial liabilities.
Changes in the business model should significantly impact the Company and Subsidiaries operational activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the Company and Subsidiaries need to prove the change to external parties.
The following are not considered as change in business model: (a) the change of intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Company and Subsidiaries and different business models.
25
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
4. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak saat penempatan, dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
h. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan 2f.
i. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
j. Persediaan
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 14, “Persediaan”.
Persediaan dinyatakan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelahaan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
k. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Financial Instruments (continued)
4. Ofsetting of Financial Instruments
Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated statement of financial position when the Company and Subsidiaries has a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. A right to offset must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.
g. Cash and Cash Equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and unrestricted time deposits with maturity periods less of three (3) months at the time of placements and not used as collateral.
h. Trade Receivables
Trade receivables are recorded net of allowance for impairment of trade receivables. The accounting policy for allowance for impairment is described in Note 2f.
i. Transactions with Related Parties
The Company and Subsidiaries have transactions with related parties as defined under PSAK No. 7 “Related Party Disclosures”.
All significant transactions and balances with related parties, have been disclosed in the notes to the consolidated financial statements.
j. Inventories
The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 14, "Inventory".
Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the moving average method. Allowance for decline in the value of inventory is provided based on the review of the inventories condition at end of year to reduce the carrying values of inventories to their net realizable values.
k. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over the period benefited using straight-line method.
26
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- l. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- l. Fixed Assets
Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises acquisition cost and additional costs that are directly attributable to bring the asset to the desired location and conditions for the asset to be used.
After initial recognition, fixed assets are stated at cost less any accumulated depreciation and impairment losses.
At the end of each financial year, the useful lives and depreciation method are reviewed and if appropriate prospectively adjusted.
Depreciation of the fixed asset begins when the asset is ready for its intended use and is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the fixed assets as follows:
| Bangunan dan prasarana Kendaraan Mesin Perlengkapan toko, kantor dan pabrik |
Tahun 4 - 20 Building and infrastructures 4 - 8 Vehicles 8 Machineries 4 Stores’ equipments, office and factory |
|---|---|
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
Land are stated at cost and not amortized as the management is of the opinion that it is probable the tittles of land rights can be renewed/extended upon expiration.
The cost of legal processing of land rights in the form of Rights to Use Enterprises (Hak Guna Usaha ("HGU"), Hak Guna Bangunan ("HGB") and Rights to Use ("HP") when land acquired was first recognized as part of the cost of land under "Fixed Assets "And is not amortized. While the costs of processing extensions or legal renewals of land rights in the form of HGU, HGB and HP are recognized in the consolidated statements of financial position and amortized over the shorter duration of the legal entitlement and economic life of the land.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun yang bersangkutan.
The cost of repairs and maintenance is charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income as incurred; expenditures in significant amounts and which extend the useful life of the assets or which provide additional economic benefits are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, they are excluded from the accounts and any resulting gains and losses are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the year.
Aset dalam penyelesaian disajikan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian tersebut akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk digunakan.
Assets under construction represent the accumulated cost of materials and other costs related to the assets under construction. The accumulated cost is reclassified to the appropriate fixed assets accounts when the construction is completed and the constructed assets are ready for their intended use.
27
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Perusahaan dan Entitas Anak menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “Rugi Penurunan Nilai”.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
m. Impairment of Non-Financial Assets
The Company and Subsidiaries assess at each end of reporting period, whether there is any indication that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount shall be estimated for the individual asset. If it is not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Company and Subsidiaries determine the recoverable amount of the Cash Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the assets’ of CGU).
An asset’s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the asset’s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses are recognized in profit or loss as “Impairment Losses”.
In assessing the value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.
In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model in used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment losses, if any, are recognized in profit or loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.
Assessment is made at each reporting period whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized in the previous period for an asset may no longer exist or may have decreased. If the indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions use to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized.
The reversal is restricted so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount or the carrying amount, net of depreciation, in the case that no loss has been recognized for the asset in the prior period. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such reversal is recognized as profit or loss, depreciation of the asset is adjusted in the future period to allocate the carrying amount of the revised asset, less the residual value, on a systematic basis for the remaining useful life.
28
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
n. Investasi pada Entitas Asosiasi
Investasi Perusahaan dan Entitas Anak pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba atau rugi bersih, dan penerimaan dividen dari, entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diamortisasi maupun diuji secara individual untuk penurunan nilai.
Laporan laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan dalam laporan perubahan ekuitas.
Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi.
Bila bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas kerugian entitas asosiasi sama besar atau melebihi bagian atas ekuitas entitas asosiasi, maka pengakuan atas bagian dari rugi tersebut dihentikan.
Setelah kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dikurangkan menjadi nihil, tambahan kerugian dicadangkan, dan liabilitas diakui atas kerugian lebih lanjut dari entitas asosiasi hanya bila Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban konstruktif atau legal atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. Bila entitas asosiasi kemudian melaporkan laba, Perusahaan dan Entitas Anak melanjutkan pengakuan atas bagian atas laba tersebut setelah bagian atas laba tersebut sama dengan bagian atas rugi yang tidak diakui sebelumnya.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Setelah penerapan metode ekuitas, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laba rugi.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
n. Investment in Associates
The Company and Subsidiaries’ investment in their associate is accounted for using the equity method. Associate is an entity in which Company and Subsidiaries have significant influence. Under the equity method, the cost of investment is increased or decreased by Company and Subsidiaries’ share in net earnings or losses of, and dividends received from, the investee since the date of acquisition. Goodwill relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized nor individually tested for impairment.
The consolidated profit or loss reflects Company and Subsidiaries’ share of the results of operations of the associate. Where there has been a change recognized directly in the equity of the associate, Company and Subsidiaries recognize their share of any such changes and discloses this, when applicable, in the statement of changes in equity.
Unrealized gains and losses resulting from transactions between Company and Subsidiaries with the associate are eliminated to the extent of interest in the associate.
If the Company and Subsidiaries’ share of losses of an associate equals or exceeds its interest in the associate, it discontinues recognising its share of further losses.
After the Company and Subsidiaries’ interest is reduced to nil, additional losses are provided for, and a liability is recognized, only to the extent that the Company and Subsidiaries have incurred legal or constructive obligations or made payments on behalf of the associate. If the associate subsequently reports profits, the Company and Subsidiaries have resume recognizing its share of those profits only after its share of the profits equals the share of losses not recognized.
The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period of the Company.
After application of the equity method, the Company and Subsidiaries determine whether it is necessary to recognize an additional impairment loss on the Company and Subsidiaries’ investment in its associate.
The Company and Subsidiaries determine at each reporting date whether there is any objective evidence that the investment in the associate is impaired. If this is the case, the Company and Subsidiaries calculate the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the investment in associate and its carrying value, and recognizes the amount in profit or loss.
29
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Sewa
Sebelum 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee , dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.
Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sejak awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar
Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewaan disusutkan selama masa pakai aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.
Sewa Operasi - sebagai Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban di tahun berjalan pada operasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
Sesudah 1 Januari 2020
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
o. Leases
Before January 1, 2020
The Company and Subsidiaries classify leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date.
Finance Lease - as Lessee
A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased assets or, if lower, at the present value of the minimum lease payments.
Minimum lease payments are apportioned between the financial charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Financial charges are charged directly to profit or loss.
If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, then, the leased assets are depreciated over their estimated useful lives. If not, then the capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the useful lives of the assets or the lease term. Gain or loss on a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term.
Operating Lease - as Lessee
A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Accordingly, the related lease payments are recognized as expense in the current year operations using the straight-line method over the lease term.
After January 1, 2020
From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 73 “Leases”, which sets the requirements for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as “operating leases”. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.
30
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- o. Sewa (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah:
-
a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
-
b) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
-
c) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
-
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
-
Perusahaan dan Entitas Anak mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
o. Leases (continued)
After January 1, 2020 (continued)
At inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Company and Subsidiaries assess whether:
-
a) The contract involves the use of an identified asset - this may be specified explicitly or implicitly and should be physically distinct or represent substantially all of the capacity of a physically distinct asset. If the supplier has the substantive substitution right, then the asset is not identified;
-
b) The Company and Subsidiaries have the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and
-
c) The Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the identified asset. The Company and Subsidiaries have this right when it has the decision- making rights that are most relevant to changing how and for what purpose the asset is used. In certain circumstances where all the decisions about how and for what purpose the asset is used are predetermined, the Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the asset if either:
-
The Company and Subsidiaries have the right to operate the asset; or
-
- The Company and Subsidiaries designed the asset in a way that predetermines how and for what purpose the asset will be used.
At the inception or on reassessment of a contract that contains a lease component, the Company and Subsidiaries allocate the consideration in the contract to each lease component on the basis of the relative stand-alone prices and the aggregate standalone price of the non-lease components.
The Company and Subsidiaries recognise a right-ofuse assets and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use assets is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, less any lease incentives received.
31
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Sewa (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilairendah. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
p. Aset Takberwujud
Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi secara metode garis lurus ( straight linemethod ) selama umur manfaat ekonomisnya dan dievaluasi apabila terdapat indikator adanya penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi ditelaah setidaknya setiap akhir periode pelaporan.
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya pada saat:
-
(a) dijual; atau
-
(b) ketika tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan dari penggunaan atau penjualan aset tersebut.
Aset takberwujud yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak yaitu merek dagang dan peranti lunak ( software ).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
o. Leases (continued)
After January 1, 2020 (Continued)
The right-of-use assets is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.
The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, use the incremental borrowing rate. Generally, the Company and Subsidiaries use their incremental borrowing rate as the discount rate.
Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including insubstance fixed payments less any lease incentive receivable.
Each lease payment is allocated between finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant interest rate on the outstanding balance of the liabilities.
Short-Term Leases and Leases of Low-Value Assets
The Company and Subsidiaries have elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities for short-term leases that have a lease term of 12 months or less and leases of low-value assets. The Company and Subsidiaries recognize the lease payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term.
p. Intangible Assets
Intangible assets acquired separately are measured at cost at initial recognition. After initial recognition, intangible assets are recorded at cost less accumulated amortization and accumulated impairment losses. Intangible assets with limited useful lives are amortized on a straight-line method over the economic useful lives and are evaluated if there are indicators of impairment. Amortization periods and methods are reviewed at least at the end of each reporting period.
Intangible assets are derecognized when:
-
(a) on sale; or
-
(b) when there are no future economic benefits that can be expected from the use or sale of these assets.
Intangible assets owned by Company and Subsidiaries are trademark and software.
32
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Aset Tidak Lancar Lainnya
Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aset tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aset lancar disajikan dalam kelompok aset tidak lancar lainnya.
r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Sebelum 1 Januari 2020
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diukur:
Pendapatan dari penjualan barang dagang lokal diakui pada saat barang diserahkan kepada pelanggan sesuai dengan persyaratan penjualan yang telah disepakati.
Sesudah 1 Januari 2020
Pada 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
-
Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
-
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
-
Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
-
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
-
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
q. Other Non-Current Assets
Items that can not be properly classified as fixed assets, and also can not be classified in current assets and investment are classified in other noncurrent assets.
r. Revenue and Expense Recognition
Before January 1, 2020
Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and Subsidiaries and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Taxes (“VAT”). The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:
Revenues from local sales of goods are recognized upon delivery of the goods to customers in accordance with the term of sale.
After January 1, 2020
On January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:
1. Identify contract(s) with a customer.
2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.
3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer.
4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.
5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).
For sale of goods, performance obligation is typically satisfied, and revenue is recognized, when the control of goods has been transferred to the customer (a point in time).
33
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- r. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pengakuan beban
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
s. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs ratarata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, kurs rata-rata dari mata uang asing utama yang digunakan adalah sebagai berikut:
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- r. Revenue and Expense Recognition (continued)
Expenses recognition.
Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).
- s. Foreign Currency Transactions and Balances
Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. As at the consolidated statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the average rate of Bank Indonesia effective on such date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.
At the consolidated statements of financial position, the average rates of the principal foreign currencies used are as follows:
| digunakan adalah sebagai berikut: | used are as follows: | ||
|---|---|---|---|
| t. | Dolar Amerika Serikat (US$) 1 Perpajakan Pajak Kini |
2020 Rp 14.105 |
2019 Rp 13.901 United States Dollar (US$) 1 t. Taxation Current Tax |
| Rp t. |
Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak, kecuali:
-
i. liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;
-
ii. dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat.
Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the tax authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted as the reporting date in the countries where the Company and Subsidiaries operate and generate taxable income.
Interest and penalties are presented as part of other operating income or expenses since they are not considered as part of income tax expense.
Deferred Tax
Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting pusposes at the end of the reporting period.
Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except:
-
i. where the deferred tax liability arises from the initial recognition of goodwill or of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and, at the time of transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit or loss;
-
ii. in respect of taxable temporary differences associated with investment in subsidiaries, when the timing of reversal of the temporary differences can be controlled and it is probable that the temporary differences will not reverse in the foreseeable future.
34
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
-
t. Perpajakan (lanjutan)
- Pajak Tangguhan (lanjutan)
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali:
-
i. jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau
-
ii. dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer tersebut.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
-
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
-
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- t. Taxation (continued)
Deferred Tax (continued)
Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry-forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profit will be available again which the deductible temporary differences and the carryforward of unused tax losses can be utilized, except:
-
i. where the deferred tax asset relating to the deductible temporary differences arises from the initial recognition of an asset or liability in transaction that is not a business combination and, at the time of the transaction affects neither the accounting profit nor the taxable profit or loss; or
-
ii. in respect of deductible temporary differences associated with investments in subsidiaries, deferred tax assets are recognized only to extent that it is probable that the temporary differences will reverse and the foreseeable future and taxable profit will be available againts which the temporary differences can be utilized.
The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profits will allow the deferred tax assets to be recovered.
Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates and tax laws that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date.
Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if a legally enforceable right exists to set off current tax assets against current income tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.
Value Added Tax
Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax (“VAT”) except:
-
Where the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the taxation authority, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense of the asset or as part of the expense item as applicable; and
-
Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included.
35
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
t. Perpajakan (lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai (lanjutan)
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
u. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Perusahaan dan Entitas Anak menghitung dan mencatat imbalan pascakerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”. Penyisihan atas imbalan pascakerja dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuarial projected-unit-credit .
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
-
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
-
ii) ketika Perusahaan dan Entitas Anak mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui perubahan berikut pada akun “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
-
i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian ( curtailment ) tidak rutin dan
-
ii) beban atau penghasilan bunga neto.
v. Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
t. Taxation (continued)
Value Added Tax (continued)
The net amount of VAT recoverable from, or payable to, the taxation authorities is included as part of receivables or payables in the consolidated statement of financial position.
u. Employees’ Benefits
Short-term employee benefits
The Company and Subsidiaries recognize short-term employee benefits liability when services are rendered and the compensation for such services are to be paid within twelve months after the rendering of such services.
Post-employment benefits
The Company and Subsidiaries provide postemployment benefits to their employees in conformity with the requirements of Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 and PSAK No. 24 “Employee Benefits”. The provision for postemployment benefits is determined using the projected-unit-credit actuarial valuation method.
Re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, are recognized immediately in the statement of financial position with a corresponding debit or credit to retained earnings through other comprehensive income in the period in which they occur. Re-measurement are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.
Past service costs are recognized in profit or loss at the earlier between:
-
i) the date of the plan amendment or curtailment; or
-
ii) the date the entity recognizes related restructuring costs.
Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability. The Company and Subsidiaries recognize the following changes under “General and Administrative Expenses” in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income:
-
i) service costs comprising current service costs, past-service costs, gains and losses on curtailments and non-routine settlements, and
-
ii) net interest expense or income
v. Earnings (Loss) per Share
Earnings (loss) per share is computed by dividing the current year's income (loss) attributable to the owners of the Company with the weighted average number of shares outstanding during the year.
36
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Laba (Rugi) per Saham (lanjutan)
Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing sejumlah 870.171.478 saham dan 806.021.141 saham (Catatan 37).
w. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat dalam menyediakan produk (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
x. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan ketidakpastian yang selalu mempengaruhi berbagai peristiwa dan keadaan. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan provisi diganti oleh pihak ketiga, maka penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwa penggantian pasti akan diterima jika Perusahaan dan Entitas Anak menyelesaikan kewajiban. Penggantian tersebut diakui sebagai aset yang terpisah. Jumlah yang diakui sebagai pengantian tidak boleh melebihi provisi.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
v. Earnings (Loss) per Share (continued)
The weighted average number of shares for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to 870,171,478 shares and 806,021,141 shares, respectively (Note 37).
w. Segment Information
A segment is a distinguishable component of the Company and Subsidiaries that is engaged either in providing certain products (business segment) or in providing products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those in other segments.
Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.
x. Provision
Provisions are recognized when the Company and Subsidiaries have a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.
The amount recognized as a provision is the best estimate of expenditures required to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties that always affect the events and circumstances. When a provision is measured using estimated cash flows to settle current liabilities, the carrying amount is the present value of the cash flows.
If any or all of the expenses to settle a provision are replaced by a third party, then such reimbursement shall be recognized only when there is a belief that substitution will be acceptable if the Company and Subsidiaries settle the liability. The replacement is recognized as a separate asset. The amount acknowledged as a replacement must not exceed the provision.
Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.
37
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
y. Biaya Emisi Saham
Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun Tambahan Modal Disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
z. Pengukuran Nilai Wajar
Perusahaan dan Entitas Anak mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan dan Entitas juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
-
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
-
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan dan Entitas Anak.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable) .
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
y. Stock Issuance Costs
Costs incurred in connection with the Company's issuance of share capital to public were offset directly with the proceeds and presented as a deduction for the Additional Paid-in Capital account in the consolidated statements of financial position.
z. Fair Value Measurement
The Company and Subsidiaries initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. The Company and Subsidiaries also measure certain recoverable amounts of the cash generating unit (“CGU”) using fair value less cost of disposal (“FVLCD”), and non-interest bearing receivables at their fair values.
Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:
-
i) In the principal market for the asset or liability, or
-
ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.
The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Company and Subsidiaries.
The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.
A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant’s ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.
The Company and Subsidiaries use valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.
38
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- z. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
-
i) Level 1-Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
-
ii) Level 2-Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.
-
iii) Level 3-Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
aa. Peristiwa setelah tanggal pelaporan
Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian, jika material.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
z. Fair Value Measurement (continued)
All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:
-
i) Level 1-Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.
-
ii) Level 2-Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.
-
iii) Level 3-Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable.
For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on recurring basis, the Company and Subsidiaries determine whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.
aa. Events after the reporting date
Events after the report date that provide additional information about the Company ans Subsidiaries’ consolidated financial position at the reporting date (adjusting events), if any, are reflected in the consolidated financial statements. Events that are not adjusting events are disclosed in the Notes to the consolidated financial statements, when material.
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
The preparation of the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts herein, and the related disclosures, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods.
39
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak, manajemen telah membuat keputusan berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya sehari-hari.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.
Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2f.
Sewa
Sewa Operasi
Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan dan Entitas Anak bertindak sebagai lessee untuk sewa kantor. Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Perusahaan dan Entitas Anak untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Judgments
In the process of applying the Company and Subsidiaries’ accounting policies, management has made the following judgments, which have the most significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements:
Determination of Functional Currency
The functional currency of each entity in the Company and Subsidiaries is the currency from the primary economic environment where such entity operates. Those currencies are the currencies that influence the revenues and costs of each respective entity. The determination of functional currency may require judgment due to various complexity, among others, the entity may transact in more than one currency in its daily business activities.
Taxation
Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations, changes in tax laws, and the amount and timing of future taxable income, could necessitate future adjustments to tax income and expense already recorded.
Estimate is also involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business.
The Company and Subsidiaries recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.
Classification of Financial Assets and Liabilities
The Company and Subsidiaries determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with The Company and Subsidiaries’ accounting policies disclosed in Note 2f.
Leases
Operating Leases
Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have several leases whereas the Company acts as lessee in respect of office space rental. The Company and Subsidiaries evaluate whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred based on PSAK 30, “Leases”, which requires the Company and Subsidiaries to make judgement and estimates of the transfer of risks and rewards related to the ownership of asset.
From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 73, which sets the requirement for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as 'operating leases'. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.
40
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Sewa Operasi (lanjutan)
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha
Sebelum 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan penurunan nilai piutang usaha.
Sesudah 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Perusahaan dan Entitas Anak secara historis. Perusahaan dan Entitas Anak akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Perusahaan dan Entitas Anak, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan dianalisa kembali.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Judgments (continued)
Leases (continued)
Operating Leases (continued)
At the inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.
Estimates and Assumptions
The key assumptions concering the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company and Subsidiaries based their assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company and Subsidiaries. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.
Allowance for impairment of trade receivables
Before January 1, 2020
The Company and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company and Subsidiaries use judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of their relationship with the customer and the customer’s current credit status based on any available third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company and Subsidiaries expected to collect. These specific provisons are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of trade receivables.
After January 1, 2020
The Company and Subsidiaries uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Company and Subsidiaries’s historical observed default rates. The Company and Subsidiaries will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forwardlooking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Company and Subsidiaries industry sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.
41
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)
Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.
Cadangan atas penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan, usia pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus ( straight line-method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimates and Assumptions (continued)
Allowance for impairment of trade receivables (continued)
After January 1, 2020 (continued)
The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Company’s historical credit loss experience and forecast of economicconditions may also not be representative of customer’s actual default in the future.
Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories
Allowance for declining in value of inventories is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the physical condition of the inventories held, the selling price of the market, the estimated cost of completion and the estimated cost incurred for the sale. The provision is re-evaluated and adjusted if additional information exists that affects the estimated amount.
Employee Benefits
The determination of the Company and Subsidiaries’ employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include, among others, discount rates, annual salary increase rate, disability rate, retirement age and mortality rate. The Company and Subsidiaries believed that their assumptions are reasonable and appropriate. Further details are disclosed in Note 23.
Depreciation of Fixed Assets
The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 20 years. These are common life expectations applied in the industries where the Company and Subsidiaries conduct their businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual value of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Note 11.
42
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
4. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71 DAN 73
PSAK 71
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020:
4. IMPLEMENTATION IMPACT - PSAK 71 AND 73
PSAK 71
Classification of financial assets and liabilities
The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to PSAK 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with PSAK 71 as of January 1, 2020:
| Catatan/Notes Aset keuangan/Financial assets Kas dan bank/ Cash on hand and in banks Piutang usaha/ Trade receivables Piutang lain-lain/ Other receivables Aset tidak lancar lainnya/ Other non-current assets Liabilitas keuangan/Financial liabilities Utang bank/ bank loans Utang usaha/ Trade payables Utang lain-lain/ Other payables Biaya masih harus dibayar/ Accrued expenses Utang pihak berelasi/ Due to related parties Utang pembelian aset tetap/ Liabilities for purchase fixed assets |
Klasifikasi berdasarkan PSAK 55 31 Desember 2019/ Classification based on PSAK 55 December 31, 2019 Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost |
Klasifikasi Saldo berdasarkan berdasarkan PSAK 71 PSAK 55 1 Januari 2020/ 31 Desember 2019/ Classification Balance based on based on PSAK 71 PSAK 55 January 1, 2020 December 31, 2019 Biaya perolehan 12.763.271.630 diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan 58.605.576.777 diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan 935.031.854 diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan 21.852.070.827 diamortisasi/ Amortised cost Liabilitas keuangan 74.047.401.444 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan 56.967.246.533 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan 46.587.631.173 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan 10.253.074.325 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan 32.459.473.684 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan 836.484.994 pada biaya perolehan diamortisasi_/ _Financial liabilities at amortised cost |
Saldo berdasarkan PSAK 71 1 Januari 2020/ Balance based on PSAK 71, January 1, 2020 12.763.271.630 58.605.576.777 935.031.854 21.852.070.827 74.047.401.444 56.967.246.533 46.587.631.173 10.253.074.325 32.459.473.684 836.484.994 |
|---|---|---|---|
43
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
4. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71 DAN 73 (lanjutan)
PSAK 73
Tabel berikut menyajikan dampak atas penerapan PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020:
4. IMPLEMENTATION IMPACT - PSAK 71 AND 73 (continued)
PSAK 73
The following table presents the impact of the implementation of PSAK 73 on January 1, 2020:
1 Januari 2020/ January 1, 2020
Aset Biaya dibayar di muka Aset pajak tangguhan Aset hak-guna - bersih Liabilitas Liabilitas sewa - jangka pendek Liabilitas sewa - jangka panjang Ekuitas Saldo laba - belum ditentukan pengunaannya |
Sebelum penyesuaian/ Before adjustment 54.601.547.423 2.519.149.389 - - - 140.201.536.552 |
Penyesuaian PSAK 73/ PSAK 73 adjustment (48.494.408.583 ) 1.345.224.239 119.649.038.513 45.209.978.467 34.345.334.618 (7.055.458.916 ) |
Setelah penyesuaian/ After adjustment Assets 6.107.138.840 Prepaid expenses 3.864.373.628 Deferred tax assets 119.649.038.513 Right-of-use assets - net Liabilities 45.209.978.467 Short - term lease liabilities 34.345.334.618 Long - term lease liabilities Equity 133.146.077.636 Retained earnings - unappropriated |
|---|---|---|---|
5. KAS DAN BANK
5. CASH ON HAND AND IN BANKS
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
| Kas - Rupiah Bank Pihak ketiga - Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Ganesha Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mega Tbk Jumlah Kas dan Bank |
2020 1.737.494.695 6.933.809.836 1.258.243.100 14.050.464 6.083.935 3.172.489 - 9.952.854.519 |
2019 3.596.603.026 Cash on hand - Rupiah Cash in banks Third parties - Rupiah 8.496.632.090 PT Bank Central Asia Tbk 643.064.288 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia 17.691.566 (Persero) Tbk 2.478.773 PT Bank Ganesha Tbk - PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Rakyat Indonesia 4.991.354 (Persero) Tbk 1.810.533 PT Bank Mega Tbk 12.763.271.630 Total Cash on Hand and in Banks |
|---|---|---|
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan dan Entitas Anak yang dibatasi penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.
As of December 31, 2020 and 2019, none of the Company and Subsidiaries’ cash on hand and in banks are restricted in use or placed at related parties.
6. PIUTANG USAHA
6. TRADE RECEIVABLES
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
2020 2019 Pihak Berelasi (Catatan 34) Related Parties (Note 34) Rupiah 3.495.171.754 22.495.076.621 Rupiah
44
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
6. TRADE RECEIVABLES (continued)
| Pihak ketiga-Lokal Rupiah Dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang usaha Jumlah pihak ketiga - bersih Piutang Usaha - Bersih |
2020 21.257.818.417 (5.627.838.917 ) 15.629.979.500 19.125.151.254 |
|---|---|
| 2019 | ||
|---|---|---|
| Third parties- Local | ||
| 36.110.500.156 | Rupiah | |
| Less of allowance for impairment | ||
| - | of trade receivables | |
| 36.110.500.156 | Total third parties - net | |
| 58.605.576.777 | Trade Receivables - Net |
Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
The aging analysis of trade receivables as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Belum jatuh tempo Lewat jatuh tempo: 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Jumlah |
2020 12.119.991.465 2.209.925.814 3.023.738.329 2.218.753.677 5.180.580.886 24.752.990.171 |
|---|---|
| 2019 | ||
|---|---|---|
| 43.131.540.414 | Not yet due | |
| Past due: | ||
| 10.284.190.555 | 1 | - 30 days |
| 4.885.045.078 | 31 | - 60 days |
| - | 61 | - 90 days |
| 304.800.730 | > 90 days | |
| 58.605.576.777 | Total |
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
Movements of allowance for impairment of trade receivables are as follows:
| Saldo awal tahun Perubahan selama tahun berjalan Dekonsolidasi entitas anak Saldo akhir tahun |
2020 - 5.627.838.917 - 5.627.838.917 |
|---|---|
| 2019 | ||
|---|---|---|
| 76.058.006 | Balance at beginning of year | |
| - | Changes during the year | |
| (76.058.006 | ) | Deconsolidation of subsidiary |
| - | Balance at the end of year |
Manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha secara individual atas saldo piutang yang kemungkinan tidak akan tertagih. Tidak terdapat penyisihan penurunan nilai piutang usaha yang dihitung secara kolektif.
Management determines the allowance for impairment of the value of individual accounts receivable from outstanding balances of trade receivables that are not likely to be collectible. There is no allowance for impairment of accounts receivable calculated collectively.
Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
As of December 31, 2020, management believes that the above allowance for impairment of trade receivables is adequate to cover any possible losses arising from the uncollectible receivables.
Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan hasil penelahaan terhadap penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa piutang usaha dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha.
As of December 31, 2019, based on the result of review for impairment at the end of the year, the management believes that all of trade receivables can be collected, and therefore an allowance for impairment of trade receivables is necessary.
Piutang usaha milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).
The Company and Subsidiaries’ trade receivables are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).
7. PIUTANG LAIN-LAIN
7. OTHER RECEIVABLES
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
2019
Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 34) -
800.000.000
2020
Related party - Rupiah (Note 34)
45
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
7. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan)
7. OTHER RECEIVABLES (continued)
| Pihak ketiga-Rupiah Karyawan Lain-lain Jumlah pihak ketiga Jumlah |
2020 8.507.638 4.098.241 12.605.879 12.605.879 |
|---|---|
| 2019 85.093.025 49.938.829 135.031.854 935.031.854 |
Third parties- Rupiah |
|---|---|
Employees Others Total third parties Total |
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap masing-masing akun piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang lain-lain.
Based on the review of the status of the individual other receivables account at the end of year, management believes that all of the above other receivables are fully collectible and hence, no allowance for impairment of other receivables is necessary.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
| Barang dagangan Pakaian Aksesoris Jumlah barang dagangan Industri pakaian (manufaktur) Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Jumlah persediaan industri pakaian Jumlah Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan Bersih |
2020 176.282.929.153 13.191.090.490 189.474.019.643 5.420.276.674 7.693.615.610 34.920.544.979 48.034.437.263 237.508.456.906 (4.390.366.904 ) 233.118.090.002 |
|---|---|
8. INVENTORIES
This account consists of:
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| Merchandise | |||
| 171.556.349.453 | Clothes | ||
| 10.386.595.379 | Accessories | ||
| 181.942.944.832 | Total merchandise | ||
| Garment industries (manufacture) | |||
| 15.892.430.098 | Finished goods | ||
| 10.875.873.022 | Goods in process | ||
| 29.588.488.433 | Raw materials | ||
| 56.356.791.553 | Total inventories of garment industries | ||
| 238.299.736.385 | Total | ||
| Less allowance for declining in | |||
| (4.390.366.904 | ) | value of inventories | |
| 233.909.369.481 | Net |
Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
| Barang dagangan Saldo awal tahun Perubahan selama tahun berjalan Saldo akhir tahun |
2020 4.390.366.904 - 4.390.366.904 |
|---|---|
Movements of allowance for declining in value of inventories are as follows:
| 2019 | ||
|---|---|---|
| Merchandise | ||
| 4.551.103.521 | Balance at beginning of year | |
| (160.736.617 |
) |
Changes during the year |
| 4.390.366.904 | Balance at the end of year |
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 31 Desember 2020, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 173 milyar pada PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (pihak ketiga). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Management believes that the above allowance for declining in value of inventories is adequate to cover possible losses that may arise from decline in value of inventories.
As of December 31, 2020, inventories are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 173 billion at PT Asuransi Wahana Tata and PT Asuransi Adira Dinamika (third parties) which the management believes adequate to cover possible losses that may arise from such risks.
46
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
8. PERSEDIAAN (lanjutan)
8. INVENTORIES (continued)
Persediaan milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).
Inventories owned by the Company and Subsidiaries are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).
9. UANG MUKA
9. ADVANCES
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
| Uang muka pembelian persediaan Lain-lain Jumlah |
2020 8.423.048.367 236.973.379 8.660.021.746 |
|---|---|
2019 Advance payment for purch ase 8.731.781.047 of inventories 236.996.468 Others 8.968.777.515 Total
10. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
10. PREPAID EXPENSES
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
| Sewa (Catatan 35) Asuransi Lisensi - setelah dikurangi akumulasi amortisasi (Catatan 35) Lain-lain Dikurangi bagian jangka panjang sewa dibayar di muka Jumlah |
2020 1.181.422.858 194.829.329 62.333.337 288.796.859 - 1.727.382.383 |
|---|---|
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| 52.839.570.382 | Rent (Note 35) |
||
| 95.921.968 | Insurance |
||
| License - after deducting accumulated | |||
| 232.592.400 | amortization (Note 35) |
||
| 1.433.462.673 | Others |
||
| Net of current maturities of | |||
| (15.317.340.112 |
) |
prepaid rent |
|
| 39.284.207.311 | Total |
Beban amortisasi atas biaya lisensi untuk tahun 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 167.003.999 dan Rp 73.382.624 yang disajikan sebagai bagian “Beban Penjualan - Penunjang Penjualan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Amortization expense for licenses for 2020 and 2019, amounting to Rp 167,003,999 and Rp 73,382,624, respectively, is presented as part of “Selling Expenses - Sales Support” in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.
11. ASET TETAP
11. FIXED ASSETS
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
2020
| Saldo Awal/ Beginning Balance Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah 17.962.746.625 Bangunan dan prasarana 42.472.992.988 Kendaraan 3.946.849.938 Mesin 22.864.337.824 Perlengkapan toko, kantor dan pabrik 89.731.995.880 Jumlah 176.978.923.255 Aset dalam Pembangunan Bangunan dan prasarana 982.949.647 Perlengkapan toko, kantor dan pabrik 848.342.688 Jumlah 1.831.292.335 Jumlah Biaya Perolehan 178.810.215.590 |
Penambahan/ Additions 241.350.000 967.483.510 105.000.000 4.805.533.067 10.823.644.216 16.943.010.793 896.967.329 872.046.874 1.769.014.203 18.712.024.996 |
Pengurangan/ Disposals - - 304.184.004 3.334.310.575 2.400.000 3.640.894.579 - - - 3.640.894.579 |
Reklasifikasi/ Reclassifications - 1.879.916.976 - - 617.400.000 2.497.316.976 (1.879.916.976 ) (617.400.000 ) (2.497.316.976 ) - |
Saldo Akhir/ Ending Balance 18.204.096.625 45.320.393.474 3.747.665.934 24.335.560.316 101.170.640.096 192.778.356.445 - 1.102.989.562 1.102.989.562 193.881.346.007 |
in St offic Constr |
Cost Direct Ownership |
|---|---|---|---|---|---|---|
Land Building and frastructures Vehicles Machineries ores’ equipments, e and factory Total uction in Progress |
||||||
Bangunan dan prasarana Perlengkapan toko, kantor dan pabrik Jumlah Jumlah Biaya Perolehan |
in St offic |
Building and frastructures ores’ equipments, e and factory Total Total Cost |
47
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
| Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan Prasarana Kendaraan Mesin Perlengkapan toko, kantor dan pabrik Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan dan prasarana Kendaraan Mesin Perlengkapan toko, kantor dan pabrik Jumlah Aset dalam Pembangunan Bangunan dan prasarana Perlengkapan toko, kantor dan pabrik Jumlah Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana Kendaraan Mesin Perlengkapan toko, kantor dan pabrik Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku |
2020 | 2020 | A | c | cumu | lated Depreciation | lated Depreciation | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal/ Beginning Balance |
1 0 9 8 8 2 |
Penambaha Additions |
n/ .030 .665 .601 .011 .307 |
Pengurangan/ Disposals - 185.643.174 390.547.159 2.100.000 578.290.333 2019 |
Rekl Reclas |
asifikasi/ sifications - - - - - |
Saldo Akhir/ Ending Balance |
||||||||
| 11.447.116.24 1.545.877.32 5.774.871.59 53.537.985.00 |
2.530.164 471.586 3.169.171 15.582.042 |
185 390 2 |
13.977.280.271 1.831.820.811 8.553.496.041 69.117.927.019 |
||||||||||||
A |
in St offic offi Cons |
Direct Ownership |
|||||||||||||
Building and frastructures Vehicles Machineries ores’ equipments, e and factory Total Accumulated Depreciation Book Value Cost Direct Ownership Land Building and infrastructures Vehicles Machineries Stores’ equipments, ce and factory Total truction in Progress |
|||||||||||||||
| 72.305.850.16 | 21.752.964 |
578 |
93.480.524.142 | ||||||||||||
| 106.504.365.42 | 201 | 100.400.821.865 |
|||||||||||||
| Saldo Awal/ Beginning Balance 14.301.190.010 32.250.038.822 4.611.699.938 12.664.737.057 65.543.668.825 129.371.334.652 - 748.930.631 748.930.631 130.120.265.283 10.280.389.884 1.447.093.390 3.740.331.201 40.205.746.936 55.673.561.411 74.446.703.872 |
P | enambahan/ Additions 3.661.556.615 1.815.330.646 144.000.000 10.199.600.767 8.289.094.905 24.109.582.933 10.301.573.167 15.692.002.107 25.993.575.274 50.103.158.207 2.077.726.357 476.429.755 2.034.540.398 13.545.805.273 18.134.501.783 |
Pengurangan/ Disposals - 911.000.000 304.450.000 - 238.962.900 1.454.412.900 - - - 1.454.412.900 911.000.000 254.970.833 - 203.675.013 1.369.645.846 |
Reklasifik Reclassific |
Dekonsolidasi Entitas Anak/ Deconsilidatio of Subsidiary |
n - - 0 - 0 0 - - - 0 - 2 - 8 0 |
Saldo Akhir/ Ending Balance |
||||||||
| 9.318.6 16.168.5 |
504.400.00 30.305.00 |
17.962.746.625 42.472.992.988 3.946.849.938 22.864.337.824 89.731.995.880 |
|||||||||||||
Land Building and frastructures Vehicles Machineries tores’ equipments, e and factory Total uction in Progress |
|||||||||||||||
| 25.487.1 | 534.705.00 | 176.978.923.255 | |||||||||||||
| 982.949.647 848.342.688 |
|||||||||||||||
offi ccum |
in S c u |
Building and frastructures tores’ equipments, e and factory Total Total Cost lated Depreciation |
|||||||||||||
| 1.831.292.335 | |||||||||||||||
| 534.705.00 | 178.810.215.590 | ||||||||||||||
| 122.674.99 9.892.18 |
11.447.116.241 1.545.877.320 5.774.871.599 53.537.985.008 |
||||||||||||||
offi |
in S c |
Direct Ownership |
|||||||||||||
Building and frastructures Vehicles Machineries tores’ equipments, e and factory Total Accumulated Depreciation Book Value |
|||||||||||||||
| 132.567.18 | 72.305.850.168 | ||||||||||||||
| 106.504.365.422 |
Depreciation expense for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 21,752,964,307 and Rp 18,134,501,783, respectively, which are charged as follows:
Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 21.752.964.307 dan Rp 18.134.501.783 yang dibebankan sebagai berikut:
| Beban pokok penjualan Beban penjualan (Catatan 30) Beban umum dan administrasi (Catatan 31) Jumlah |
2020 4.868.498.000 15.133.546.729 1.750.919.578 21.752.964.307 |
2019 2.857.133.650 13.692.602.142 1.584.765.991 18.134.501.783 |
|---|---|---|
Cost of goods sold Selling expenses (Note 30) General and administrative expenses (Note 31)
Total
48
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
Details of the sales of fixed assets are as follows:
| Biaya perolehan Akumulasi penyusutan Nilai buku Harga jual Laba (rugi) penjualan aset tetap |
2020 3.640.894.579 (578.290.333 ) 3.062.604.246 2.544.360.346 (518.243.900 ) |
|---|---|
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| 1.454.412.900 | Cost | ||
| (1.369.645.846 |
) |
Accumulated depreciation | |
| 84.767.054 | Book value | ||
| 168.487.887 |
Proceeds from sales | ||
| 83.720.833 | Gain (loss) on sale of fixed assets |
Laba (rugi) penjualan aset tetap disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Gain (loss) on sale of fixed assets is presented in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan dan Entitas Anak tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.
Management believes that the carrying values of all the Company and Subsidiaries’ fixed assets are fully recoverable, and hence, no writedown for impairment in fixed assets values is necessary.
Pada tanggal 31 Desember 2020, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 20 milyar pada PT FPG Insurance Indonesia, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk dan PT Asuransi Umum BCA (pihak ketiga). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki uang muka pembelian aset tetap kepada pihak ketiga sebesar Rp 8.074.749.370 dan Rp 708.530.930.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu berkisar antara 20 - 30 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2020, HGB Perusahaan dan Entitas Anak masih memiliki sisa jangka waktu berkisar antara 11 - 25 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Rincian aset tetap tanah Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Dimiliki oleh Perusahaan:
As of December 31, 2020, fixed assets are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 20 billion from PT FPG Insurance Indonesia, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk dan PT Asuransi Umum BCA (third parties), which management believes, is adequate to cover possible losses that may arise from such risks.
As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have advances for the purchase of fixed assets to third parties amounting to Rp 8,074,749,370 and Rp 708,530,930.
Fixed assets in the form of land and buildings owned by the Company and Subsidiaries are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).
As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries have land assets under the right to build on land (HGB) with maturities ranging from 20 - 30 years. As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries’ HGB still has remaining periods ranging from 11 - 25 years. Management believes that the term of the HGB can be renewed/extended upon their expiry.
Details of the fixed assets - land of the Company and Subsidiaries' are as follows:
Owned by the Company:
| No. 1. |
Lokasi/Location Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Status/ Status Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
Nomor Sertifikat/ Sertificate Number 1253 |
Luas Tanah (m2)/ Land Width (m2) 7,40/ 7.40 |
Jangka Waktu/ Period of Time 24 tahun/ 24 years |
Periode/ Period 28 April 2003 sampai dengan 10 November 2027/ April 28, 2003 until November 10, 2027 |
|---|---|---|---|---|---|---|
49
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Dimiliki oleh Perusahaan (lanjutan):
11. FIXED ASSETS (continued)
Owned by the Company (continued):
| No. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. |
Lokasi/Location Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Status/ Status Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
Nomor Sertifikat/ Sertificate Number 1262 |
Luas Tanah (m2)/ Land Width (m2) 8,87/ 8.87 |
Jangka Waktu/ Period of Time 24 tahun/ 24 years |
Periode/ Period |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28 April 2003 sampai dengan 10 November 2027/ April 28, 2003 until November 10, 2027 |
||||||
| Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
1962 | 6,41/ 6.41 |
24 tahun/ 24 years |
28 Juni 2003 sampai dengan 10 November 2027/ June 28, 2003 until November 10, 2027 |
|
| Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
1668 | 7,43/ 7.43 |
27 tahun/ 27 years |
31 Maret 2008 sampai dengan 25 September 2035/ March 31, 2008 until September 25, 2035 |
|
| Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
1669 | 7,84/ 7.84 |
27 tahun/ 27 years |
31 Maret 2008 sampai dengan 25 September 2035/ March 31, 2008 until September 25, 2035 |
|
| Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Setia Budi, Kota Administrasi Jakarta Selatan |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
750 | 178/ 178 |
20 tahun/ 20 years |
21 Juni 2012 sampai dengan 20 Juni 2032/ June 21, 2012 until June 20, 2032 |
|
| Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
1961 | 6.09/ 6.09 |
24 tahun/ 24 years |
28 Juni 2003 sampai dengan 10 November 2027/ June 28, 2003 until November 10, 2027 |
|
| Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
2981 | 7,37/ 7.37 |
24 tahun/ 24 years |
28 Juni 2003 sampai dengan 10 November 2027/ June 28, 2003 until November 10, 2027 |
|
| Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
2982 | 8,91/ 8.91 |
24 tahun/ 24 years |
28 Juni 2003 sampai dengan 10 November 2027/ June 28, 2003 until November 10, 2027 |
|
| Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan |
Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Certificate Ownership of Flat Units |
550 | 7,84/ 7.84 |
26 tahun/ 26 years |
20 April 2005 sampai dengan 27 Juni 2031/ April 20, 2005 until June 27, 2031 |
50
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Dimiliki oleh Perusahaan (lanjutan):
11. FIXED ASSETS (continued)
Owned by the Company (continued):
| No. Lokasi/Location 11. Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan 12. Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kotamadya Jakarta Selatan 13. Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 14. Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 15. Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Dimiliki oleh MPG: No. Lokasi/Location 1. Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang 2. Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang 3. Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang |
Lokasi/Location Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan |
Status/ Status Sertifikat Hak Milik/ Freehold Title |
Nomor Sertifikat/ Sertificate Number 557 |
Luas Tanah (m2)/ Land Width (m2) 7,84/ 7.84 |
Jangka Waktu/ Period of Time 26 tahun/ 26 years |
Periode/ Period 20 April 2005 sampai dengan 27 Juni 2031/ April 20, 2005 until June 27, 2031 25 September 2017 sampai dengan 25 Oktober 2037/ September 25, 2017 until October 25, 2037 22 Juli 2013 sampai dengan 31 Maret 2039/ July 22, 2013 until March 31, 2039 2 Januari 2012 sampai dengan 16 Juli 2037 January 2, 2012 until July 16, 2037 2 Januari 2012 sampai dengan 31 Maret 2039 January 2, 2012 until March 31, 2039 Periode/ Period 17 November 2015 sampai sampai dengan 30 Oktober 2045/ November 17, 2015 until October 30, 2045 4 Agustus 2015 sampai dengan 3 Agustus 2046/ August 4, 2015 until August 3, 2046 4 Agustus 2016 sampai dengan 3 Agustus 2046/ August 4, 2016 until August 3, 2046 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kotamadya Jakarta Selatan |
Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun/ Proprietary Rights in Flat Units |
214 | 13,86/ 13.86 |
20 tahun/ 20 years |
||
| Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
6205 | 16 | 26 tahun/ 26 years |
||
| Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
6236 | 21 | 25 tahun/ 25 years |
||
| Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
6203 | 30 | 27 tahun/ 27 years |
||
| Status/ Status Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
Owned by MPG: Nomor Luas Tanah Sertifikat/ (m2)/ Sertificate Land Width Number (m2) 00002 3.644/ 3,644 |
Jangka Waktu/ Period of Time 30 tahun/ 30 years |
||||
| Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
00003 | 2.431/ 2,431 |
30 tahun/ 30 years |
||
| Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang |
Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
00004 | 6.047/ 6,047 |
30 tahun/ 30 years |
51
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. ASET TETAP (lanjutan)
11. FIXED ASSETS (continued)
Dimiliki oleh MPG (lanjutan):
Owned by MPG (continued):
| No. Lokasi/Location 4. Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang Dimiliki oleh MGI: No. Lokasi/Location 1. Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang |
Status/ Status Hak Guna Bangunan/ Building Rights Status/ Status Hak Guna Bangunan/ Building Rights |
Nomor Luas Tanah Sertifikat/ (m2)/ Sertificate Land Width Number (m2) 00200 7.740/ 7,740 Owned by MGI: Nomor Luas Tanah Sertifikat/ (m2)/ Sertificate Land Width Number (m2) 00201 8.630/ 8,630 |
Jangka Waktu/ Period Periode/ of Time Period 30 tahun/ 5 Desember 2019 30 years sampai dengan 4 Desember 2049/ December 5, 2019 until December 4, 2049 Jangka Waktu/ Period Periode/ of Time Period 30 tahun/ 5 Desember 2019 30 years sampai dengan 4 Desember 2049/ December 5, 2019 until December 4, 2049 |
Periode/ Period |
|---|---|---|---|---|
12. ASET HAK GUNA - BERSIH
12. RIGHT-OF-USE ASSETS – NET
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
| Biaya Perolehan Sewa toko Sewa kantor Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Sewa toko Sewa kantor Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku |
2020 | Saldo Akhir/ Ending Balance 163.103.290.680 3.462.416.464 166.565.707.144 55.179.145.705 2.654.519.289 T 57.833.664.994 108.732.042.150 |
Cost Store leases Office leases Total Cost Accumulated Depreciation Store leases Office leases otal Accumulated Depreciation Book Value |
Cost Store leases Office leases Total Cost Accumulated |
|||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal/ Beginning Balance - - - - - - - |
Penyesuaian/ Adjustments 130.968.803.463 3.462.416.464 134.431.219.927 12.820.145.418 1.962.035.996 14.782.181.414 |
Penambahan/ Additions 49.193.991.256 - 49.193.991.256 59.418.504.326 692.483.293 60.110.987.619 |
Pengurangan/ Disposals 17.059.504.039 - 17.059.504.039 17.059.504.039 - 17.059.504.039 |
Beban penyusutan aset hak guna untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 60.110.987.619 yang dibebankan sebagai berikut:
Depreciation expense for the year ended December 31, 2020 amounted to Rp 60,110,987,619, respectively, which are charged as follows:
2020
Beban penjualan (Catatan 30) 59.418.504.326 Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 692.483.293 Jumlah 60.110.987.619
Selling expenses (Note 30) General and administrative expenses (Note 31)
Total
52
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI - BERSIH
Rincian investasi Entitas Anak pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut:
13. INVESTMENT IN ASSOCIATE - NET
The detail of Subsidiary’s investment in associate is as follows:
| Metode Ekuitas PT Mitra Perintis Merdeka (MPM) Metode Ekuitas PT Mitra Perintis Merdeka (MPM) |
202 | 0 | Nilai Buku Bersih/ Net Book Value 1.781.690.534 PT Mitra Perintis M Nilai Buku Bersih/ Net Book Value 1.774.415.126 PT Mitra Perintis M |
Equity Metho | |
|---|---|---|---|---|---|
| Persentase Pemilikan/ Percentage Ownership 25% |
Biaya Perolehan/ Cost 650.000.000 201 |
Akumulasi Bagian Laba/ Accumulated Share of profit 1.131.690.534 9 |
|||
erdeka (MPM Equity Metho |
|||||
| Persentase Pemilikan/ Percentage Ownership 25% |
Biaya Perolehan/ Cost 650.000.000 |
Akumulasi Bagian Laba/ Accumulated Share of profit 1.124.415.126 |
|||
erdeka (MPM |
Bagian atas laba tahun berjalan Entitas Asosiasi adalah sebagai berikut:
Equity share of income for the year of the Associate is as follows:
2020
PT Mitra Perintis Merdeka 16.444.380
2019 421.196.995 PT Mitra Perintis Merdeka
Bagian atas rugi komprehensif lain Entitas Asosiasi adalah sebagai berikut:
2020
PT Mitra Perintis Merdeka 9.168.972
Equity share of other comprehensive loss of the Associate is as follows:
2019
52.633.150 PT Mitra Perintis Merdeka
Tabel berikut menyajikan informasi keuangan Entitas Asosiasi:
This following table illustrates the summarized financial information of Associate:
2020
| Metode Ekuitas PT Mitra Perintis Merdeka |
Laporan Posisi Keuangan/ The Statement of Financial Position Aset/ Liabilitas/ Ekuitas/ Assets Liabilities Equity 25.094.514.465 19.676.867.806 5.417.646.659 |
Laporan Posisi Keuangan/ The Statement of Financial Position Aset/ Liabilitas/ Ekuitas/ Assets Liabilities Equity 25.094.514.465 19.676.867.806 5.417.646.659 |
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain/ The Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Penjualan/ Laba Tahun Berjalan/ Sales Income For the Year 47.855.443.294 65.777.524_PT Mitra P_ |
Equity Method |
|---|---|---|---|---|
| Aset/ Assets 25.094.514.465 |
Liabilitas/ Liabilities 19.676.867.806 |
Penjualan/ Sales 47.855.443.294 |
||
erintis Merdeka |
2019
| Metode Ekuitas PT Mitra Perintis Merdeka |
Laporan Posisi Keuangan/ The Statement of Financial Position Aset/ Liabilitas/ Ekuitas/ Assets Liabilities Equity 67.876.159.528 62.442.470.624 5.433.688.904 |
Laporan Posisi Keuangan/ The Statement of Financial Position Aset/ Liabilitas/ Ekuitas/ Assets Liabilities Equity 67.876.159.528 62.442.470.624 5.433.688.904 |
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain/ The Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Penjualan/ Laba Tahun Berjalan/ Sales Income For the Year 111.365.933.343 2.688.390.428_PT Mitra P_ |
Equity Method |
|---|---|---|---|---|
| Aset/ Assets 67.876.159.528 |
Liabilitas/ Liabilities 62.442.470.624 |
Penjualan/ Sales 111.365.933.343 |
||
erintis Merdeka |
MPM didirikan di Indonesia pada tanggal 15 September 2014, berdasarkan Akta Notaris Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 01. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-25238.40.10.2014 tanggal 17 September 2014.
MPM was established in Indonesia on September 15, 2014, based on Notarial Deed Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 01. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU25238.40.10.2014 dated September 17, 2014.
53
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI - BERSIH (lanjutan)
13. INVESTMENT IN ASSOCIATE - NET (continued)
Sesuai Anggaran Dasar MPM, ruang lingkup kegiatan MPM terutama adalah bergerak dalam bidang perdagangan. MPM berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
In accordance with MPM’s Articles of Association, the scope of activities is primarily to engage in trading. MPM is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan para Pemegang Saham Secara Edaran tanggal 20 September 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 25 oleh Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham MPM menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi Rp 2.600.000.000, MPG tidak ambil bagian dalam peningkatan tersebut sehingga kepemilikan MPG pada MPM mengalami penurunan dari 65% menjadi 25% Perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 14 Oktober 2019.
Based on the Statement of General Meeting of Shareholders dated September 20, 2019 which was covered by Notarial Deed No. 25 by Rudy Siswanto S.H., a Notary in Jakarta, MPM’s shareholders approved the increase of the issued and paid-in capital from Rp 1,000,000,000 to Rp 2,600,000,000, MPG did not take part in the increasing, which MPG’s ownership in MPM decreased from 65% to 25%. This amendment has been reported to and accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Acknowledgement Letter No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 dated October 14, 2019.
14. ASET TAKBERWUJUD
14. INTANGIBLE ASSETS
Akun ini terdiri dari:
| Merek dagang (Catatan 35) Peranti lunak komputer - bersih Jumlah |
2020 30.553.341.898 136.666.674 30.690.008.572 |
|---|---|
This account consists of:
| 2019 | |
|---|---|
| 30.553.341.898 | Trademark (Note 35) |
| 277.916.670 | Software computer - net |
| 30.831.258.568 | Total |
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi atas kemungkinan penurunan nilai potensial atas aset takberwujud pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
Management believes that there is no indication of potential impairment in values of intangible assets as of December 31, 2020 and 2019.
15. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
15. OTHER NON-CURRENT ASSETS
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
2020 Uang jaminan - pihak ketiga 23.917.289.451
2019 21.852.070.827 Security deposit - third parties
Uang jaminan merupakan deposit yang diberikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak sehubungan dengan sewa toko (lihat Catatan 35).
Security deposit is a deposit provided by the Company and Subsidiaries in connection with the stores’ lease (see Note 35).
16. UTANG BANK
16. BANK LOANS
Akun ini terdiri dari:
This account consists of:
2020 2019 Utang bank jangka pendek Short-term bank loans PT Bank Central AsiaTbk PT Bank Central Asia Tbk Time Loan Revolving (TL) 1 31.200.000.000 30.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 1 Time Loan Revolving (TL) 2 22.000.000.000 22.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 2 Time Loan Revolving (TL) 3 10.000.000.000 9.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 3 Jumlah 63.200.000.000 61.000.000.000 Total
54
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. UTANG BANK (lanjutan)
| Utang bank jangka panjang PT Bank Central Asia Tbk Installment Loan (IL) Kredit investasi Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang jangka panjang - bersih |
2020 13.393.939.393 2.210.509.095 15.604.448.488 (4.433.011.816 ) 11.171.436.672 |
|---|---|
16. BANK LOANS (continued)
2019
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| Long-term bank loans | |||
| PT Bank Central Asia Tbk | |||
| 9.333.333.332 | Installment Loan (IL) | ||
| 3.714.068.112 | Investment credit | ||
| 13.047.401.444 | Total | ||
| (3.981.209.750 | ) | Less current maturities | |
| 9.066.191.694 | Long-term bank loans - net |
Perusahaan
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Berdasarkan perjanjian kredit No. 16 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL), Kredit Investasi (KI) dan Installment Loan (IL) untuk kegiatan operasional Perusahaan, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman Perusahaan pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 3.000.000.000, Rp 22.500.000.000, Rp 2.430.000.000 dan Rp 15.000.000.000, dengan jangka waktu, masing-masing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, sampai dengan tanggal 8 Agustus 2020 dan 60 (enam puluh) bulan, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.
Pada tanggal 5 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh perubahan perjanjian kredit dari Bank BCA untuk fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL) dan Installment Loan (IL), terkait perubahan tingkat bunga tahunan menjadi sebesar 8%, dengan jatuh tempo fasilitas masing-masing sampai dengan tanggal 8 Agustus 2021, 8 Agustus 2021 dan 12 Agustus 2024, serta grace period pembayaran pokok fasilitas IL sampai dengan Maret 2021.
Fasilitas ini dijamin dengan:
-
Tanah dan bangunan milik Perusahaan.
-
Tanah dan bangunan milik MPG.
-
Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).
-
Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).
-
Persediaan milik Perusahaan.
-
Piutang usaha milik Perusahaan.
-
Mesin produksi dan perlengkapan milik Perusahaan.
-
Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).
Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 1,75 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.
Company
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Based on credit agreement No. 16 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, the Company obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Time Loan Revolving (TLR), Investment Credit (KI) and Installment Loan (IL) for the Company's operational activities, additional working capital and repayment of the Company's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 3,000,000,000, Rp 22,500,000,000, Rp 2,430,000,000 and Rp 15,000,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, until August 8, 2020 and 60 (sixty) months, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.
On August 5, 2020, the Company obtained the changes of credit agreement from Bank BCA for Current Account Loan (PRK), Time Loan Revolving (TL) and Installment Loan (IL) facilities, related to the changes of annual interest rate to 8% with the term of facilities up to August 8, 2021, August 8, 2021 and August 12, 2024, respectively, and a grace period for principal payment of IL facility up to March 2021.
These facilities are guaranteed with:
-
Company’s land and building.
-
MPG’s land and building.
-
Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).
-
Land and building owned by Belinda Natalia (related party).
-
Company’s inventories.
-
Company’s trade receivables.
-
Company’s machineries and equipments.
-
Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).
In relation to the above facility, the Company is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 1.75 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2020 and 2019, the Company has complied with all the covenants of the above credit facility.
Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo atas fasilitas TL dan IL, masing-masing sebesar Rp 18.700.000.000 dan Rp 13.393.939.393.
As of December 31, 2020, the balance of the TL and IL facilities amounted to Rp 18,700,000,000 and Rp 13,393,939,393, respectively.
55
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
16. UTANG BANK (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas TL dan IL, masing-masing sebesar Rp 17.500.000.000 dan Rp 9.333.333.332.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 17.255.871.999 dan Rp 33.666.666.667.
PT Mega Putra Garment (MPG) - Entitas Anak
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Berdasarkan perjanjian kredit No. 18 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, MPG memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Kredit Investasi I (KI I), Kredit Investasi II (KI II) dan Kredit Investasi III (KI III) untuk kegiatan operasional MPG, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman MPG pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 2.500.000.000, Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 15.000.000.000, Rp 1.657.000.000, Rp 982.000.000 dan Rp 801.000.000, dengan jangka waktu, masing-masing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, sampai dengan tanggal 16 Juli 2022, sampai dengan tanggal 20 Juli 2022 dan sampai dengan tanggal 4 Juli 2022, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.
Pada tanggal 5 Agustus 2020, MPG memperoleh perubahan perjanjian kredit dari Bank BCA untuk fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Kredit Investasi I (KI I), Kredit Investasi II (KI II) dan Kredit Investasi III (KI III), terkait perubahan tingkat bunga tahunan menjadi sebesar 8% dengan jatuh tempo fasilitas masing-masing sampai dengan Juli 2022, serta grace period pembayaran pokok fasilitas KI selama 6 bulan.
Fasilitas ini dijamin dengan:
-
Tanah dan bangunan milik MPG.
-
Tanah dan bangunan milik Perusahaan.
-
Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).
-
Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).
-
Persediaan milik MPG.
-
Piutang usaha milik MPG.
-
Mesin produksi dan perlengkapan milik MPG.
-
Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. BANK LOANS (continued)
Company (continued)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (continued)
As of December 31, 2019, the balance of the TL and IL facilities amounted to Rp 17,500,000,000 and Rp 9,333,333,332, respectively.
For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 17,255,871,999 and Rp 33,666,666,667.
– PT Mega Putra Garment (MPG) Subsidiary
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Based on credit agreement No. 18 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, MPG obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Investment Credit I (KI I), Investment Credit II (KI II) and Investment Credit III (KI III) for MPG's operational activities, additional working capital and repayment of the MPG's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 2,500,000,000, Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 15,000,000,000, Rp 1,657,000,000, Rp 982,000,000 and Rp 801,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, until July 16, 2022, until July 20, 2022 and until July 4, 2022, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.
On August 5, 2020, MPG obtained the changes of credit agreement from Bank BCA for Current Account Loan (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L / C), Time Loan Revolving II (TL II) ), Time Investment Credit III (TL III), Investment Credit I (KI I), Investment Credit II (KI II) and Investment Credit III (KI III), related to the changes of annual interest rate to 8% with the term of facilities up to July 2022, respectively, and a grace period for principal payment of KI facility for 6 months.
These facilities are guaranteed with:
MPG’s land and building.
Company’s land and building.
-
Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).
-
Land and building owned by Belinda Natalia (related party).
-
MPG’s inventories.
-
MPG’s trade receivables.
-
MPG’s machineries and equipments.
-
Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).
56
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
16. UTANG BANK (lanjutan)
- PT Mega Putra Garment (MPG) Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)
Sehubungan dengan fasilitas di atas, MPG diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 3,5 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, MPG telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.
Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo atas fasilitas TL I, TL II, TL III, KI I, KI II dan KI III, masing-masing sebesar Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 10.000.000.000, Rp 1.073.650.832, Rp 636.611.424 dan Rp 500.246.839.
Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas TL I, TL II, TL III, KI I, KI II dan KI III, masing-masing sebesar Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 9.000.000.000, Rp 1.349.732.474, Rp 634.816.165 dan Rp 800.311.504.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 46.574.351.047 dan Rp 38.231.831.323.
Berdasarkan perjanjian tanggal 19 Juli 2019, MPG memperoleh fasilitas kartu kredit BCA Visa Corporate dari Bank BCA untuk kegiatan operasional MPG, dengan limit kartu kredit sebesar Rp 300.000.000.
PT Mitrelindo Global (MG) - Entitas Anak
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Berdasarkan perjanjian kredit No. 17 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, MG memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL), Bank Garansi (BG) dan Kredit Investasi (KI) untuk kegiatan operasional MG, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman MG pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000, Rp 5.500.000.000, Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.520.000.000, dengan jangka waktu, masingmasing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan dan sampai dengan tanggal 15 November 2020, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.
Fasilitas ini dijamin dengan:
-
Tanah dan bangunan milik MPG.
-
Tanah dan bangunan milik Perusahaan.
-
Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).
-
Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).
-
Persediaan milik MG.
-
Piutang usaha milik MG.
-
Mesin produksi dan perlengkapan milik MG.
-
Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. BANK LOANS (continued)
PT Mega Putra Garment (MPG) - Subsidiary (continued)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (continued)
In relation to the above facility, MPG is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 3.5 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2020 and 2019, MPG has complied with all the covenants of the above credit facility.
As of December 31, 2020, the balance of the TL I, TL II, TL III, KI I, KI II and KI III facilities amounted to Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 10,000,000,000, Rp 1,073,650,832, Rp 636,611,424 and Rp 500,246,839, respectively.
As of December 31, 2019, the balance of the TL I, TL II, TL III, KI I, KI II and KI III facilities amounted to Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 9,000,000,000, Rp 1,349,732,474, Rp 634,816,165 and Rp 800,311,504, respectively.
For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 46,574,351,047 and Rp 38,231,831,323.
Based on agreement dated July 19, 2019, MPG obtained credit card BCA Visa Corporate facility from Bank BCA for MPG's operational activities with credit card limit amounting to Rp 300,000,000.
- PT Mitrelindo Global (MG) Subsidiary
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Based on credit agreement No. 17 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, MG obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Time Loan Revolving (TL), Bank Guarantee (BG) and Investment Credit (KI) for MG's operational activities, additional working capital and repayment of the MG's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 2,000,000,000, Rp 5,500,000,000, Rp 2,000,000,000 and Rp 1,520,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months and until November 15, 2020, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.
These facilities are guaranteed with:
-
MPG’s land and building.
-
Company’s land and building.
-
Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).
-
Land and building owned by Belinda Natalia (related party).
-
MG’s inventories.
-
MG’s trade receivables.
-
MG’s machineries and equipments.
-
- Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).
57
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. UTANG BANK (lanjutan)
16. BANK LOANS (continued)
PT Mitrelindo Global (MG) - Entitas Anak (lanjutan)
- PT Mitrelindo Global (MG) Subsidiary (continued)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)
Sehubungan dengan fasilitas di atas, MG diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 1,5 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2019, MG telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.
Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas KI sebesar Rp 929.207.969
Saldo pinjaman fasilitas KI telah dilunasi seluruhnya pada bulan November 2020.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 5.386.674.810 dan Rp 6.372.304.218.
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
In relation to the above facility, MG is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 1.5 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2019, MG has complied with all the covenants of the above credit facility.
As of December 31, 2019, the balance of the KI Facilities amounted to Rp 929,207,969
The outstanding balance of the Investment Credit Loan has been fully paid in November 2020.
For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 5,386,674,810 and Rp 6,372,304,218.
17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
Akun ini merupakan utang atas pembelian aset tetap yang akan digunakan untuk kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak, dengan rincian sebagai berikut:
| PT Kresna Ventura Capital PT HINO Finance Indonesia PT BCA Finance PT Maybank Indonesia Finance PT Astra Sedaya Finance Sub-Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang Perusahaan |
2020 126.583.331 125.716.771 96.767.901 - - 349.068.003 (277.509.627 ) 71.558.376 |
|---|---|
17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS
This account represents liabilities for the purchase of fixed assets that will be used for operational activities of the Company and Subsidiaries with the following details as follows:
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| 227.849.999 | PT Kresna Ventura Capital | ||
| 190.624.726 | PT HINO Finance Indonesia | ||
| 356.010.807 | PT BCA Finance | ||
| 49.743.744 | PT Maybank Indonesia Finance | ||
| 12.255.718 |
PT Astra Sedaya Finance | ||
| 836.484.994 |
Sub-Total | ||
| (444.339.391 |
) |
Less current maturities | |
| 392.145.603 | Long-term portion |
Company
PT HINO Finance Indonesia (HINO Finance)
Pada tanggal 21 September 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari HINO Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 299.000.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut masing-masing selama 4 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 5,87%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).
PT HINO Finance Indonesia (HINO Finance)
On September 21, 2018, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from HINO Finance with maximum facilities amounting to Rp 299,000,000. The credit facilities have term of 4 years, and bear annual interest at 5.87%. These credit facilities are guaranteed by the financing assets (Note 11).
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing sebesar Rp 125.716.771 dan Rp 190.624.726.
As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 125,716,771 and Rp 190,624,726, respectively.
58
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT BCA Finance (BCA Finance)
Pada tanggal 31 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari BCA Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 259.996.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut masing-masing selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 7,94%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing sebesar Rp 44.387.521 dan Rp 105.643.781.
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank)
Pada tanggal 19 Januari 2017, 20 Maret 2017, 17 April 2017, 27 April 2017 dan 29 Mei 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari Maybank dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 269.465.000, Rp 114.380.000, Rp 183.645.000, Rp 114.380.000 dan Rp 114.380.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut, masing-masing selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun berkisar antara 7,19% - 8,25%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).
Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut, masing-masing sebesar Rp 15.554.022, Rp 5.898.509, Rp 11.797.018, Rp 7.646.431 dan Rp 8.847.764. Saldo atas fasilitas kredit tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Januari 2020, Februari 2020, Maret 2020, Maret 2020 dan April 2020.
PT Astra Sedaya Finance (Astra)
Pada tanggal 27 Februari 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari Astra dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 314.900.000. Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 4,6%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).
Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut sebesar Rp 12.255.718. Saldo atas fasilitas kredit tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Februari 2020.
PT Kresna Ventura Capital (Kresna)
Pada tanggal 11 Februari 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan pembelian 98 unit laptop dari Kresna dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 303.800.000. Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 7,64%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 saldo atas fasilitas kredit tersebut sebesar Rp 126.583.331 dan Rp Rp 227.849.999.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS (continued)
Company (continued)
PT BCA Finance (BCA Finance)
On August 31, 2018, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from BCA Finance with a maximum facility amounting to Rp 259,996,000. The credit facility has a term of 3 years each and bears an annual interest of 7.94%. These credit facilities are guaranteed by the financing assets (Note 11).
As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 44,387,521 and Rp 105,643,781, respectively.
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank)
On January 19, 2017, March 20, 2017, April 17, 2017, April 27, 2017 and May 29, 2017, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from Maybank with maximum facilities amounting to Rp 269,465,000, Rp 114,380,000, Rp 183,645,000, Rp 114,380,000 and Rp 114,380,000, respectively. The term of the credit facilities are 3 years each and bear annual interest ranging from 7.19% - 8.25%. These credit facilities are secured by the financing assets (Note 11).
As of December 31, 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 15,554,022, Rp 5,898,509, Rp 11,797,018, Rp 7,646,431 and Rp 8,847,764, respectively. The balance of the credit facilities has been fully paid in January 2020, February 2020, March 2020, March 2020 and April 2020.
PT Astra Sedaya Finance (Astra)
On February 27, 2017, the Company obtained a vehicle ownership credit facility from Astra with maximum facility amounting to Rp 314,900,000. The credit facility has a term of 3 years and bears annual interest rate of 4.6%. The credit facility is guaranteed by the financing assets (Note 11).
As of December 31, 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 12,255,718. The balance of the credit facilities has been fully paid in February 2020.
PT Kresna Ventura Capital (Kresna)
On February 11, 2019, the Company obtained a 98 units notebook ownership financing facility from Kresna with maximum facility amounting to Rp 303,800,000. The credit facility has a term of 3 years and bears annual interest rate of 7.64%. The credit facility is guaranteed by the financing assets (Note 11).
As of December 31, 2020 and 2019 the balance of the credit facilities amounted to Rp 126,583,331 and Rp 227,849,999.
59
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP (lanjutan)
17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS (continued)
PT Mega Putra Garment (MPG) - Entitas Anak
- PT Mega Putra Garment (MPG) Subsidiary
PT BCA Finance (BCA Finance)
PT BCA Finance (BCA Finance)
Pada tanggal 31 Juli 2018, MPG memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari BCA Finance untuk pembelian 2 (dua) unit mobil dengan jumlah maksimum sebesar Rp 452.250.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut, BCA Finance menetapkan bunga per tahun sebesar 7,94%. Utang pembelian aset tetap tersebut dijamin dengan aset yang bersangkutan (Catatan 11).
On July 31, 2018, MPG obtained vehicle ownership credit facilities from BCA Finance for the purchase of 2 (two) units of cars with maximum facilities amounting to Rp 452,250,000 and with period of 36 (thirty six) months. Based on the agreement, BCA Finance sets annual interest rate of 7.94%. The liabilities for purchase of fixed assets are guaranteed by the financing assets (Note 11).
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing adalah sebesar Rp 52.380.380 dan Rp 250.367.026.
As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 52,380,380 and Rp 250,367,026, respectively.
18. UTANG USAHA
18. TRADE PAYABLES
Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian persediaan, dengan rincian sebagai berikut:
This account represents liabilities arising from the purchase of inventories with the following details as follows:
| Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 34) Pihak ketiga-lokal Rupiah Dolar Amerika Serikat (US$ 1.079.759 pada tahun 2020 dan US$ 1.395.045 pada tahun 2019) Jumlah pihak ketiga Jumlah |
2020 12.643.750 33.034.441.562 15.230.000.366 48.264.441.928 48.277.085.678 |
|---|---|
| 2019 | |
|---|---|
| - | Related party - Rupiah (Note 34) |
| Third parties- local | |
| 37.574.725.988 | Rupiah |
| United States Dollar | |
| (US$ 1,079,759 in 2020 and | |
| 19.392.520.545 | US$ 1,395,045 in 2019) |
| 56.967.246.533 | Total third parties |
| 56.967.246.533 | Total |
Analisa umur utang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
| Belum jatuh tempo Lewat jatuh tempo: 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Jumlah |
2020 13.849.268.535 14.805.607.424 4.906.546.450 412.873.274 14.302.789.995 48.277.085.678 |
|---|---|
The aging analysis of trade payables as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| 39.897.079.791 | Not yet due | ||
| Past due: | |||
| 11.200.652.863 | 1 | - | 30 days |
| 2.071.078.109 | 31 | - | 60 days |
| 357.943.099 | 61 | - | 90 days |
| 3.440.492.671 | > | 90 days | |
| 56.967.246.533 | Total |
Pemasok utama Perusahaan dan Entitas Anak, antara lain adalah PT Puma Cat Indonesia, MS Prompt International, Huzhou Angye Digital Industry Co., Ltd., Nangtong Baresi Textile Co., Ltd, Jiangsu Pinytex Textile Dyeing & Finishing Co., Ltd., dan PT Lucky Print Abadi.
The main suppliers of the Company and Subsidiaries, among others are PT Puma Cat Indonesia, MS Prompt International, Huzhou Angye Digital Industry Co., Ltd., Nangtong Baresi Textile Co., Ltd, Jiangsu Pinytex Textile Dyeing & Finishing Co., Ltd., and PT Lucky Print Abadi.
60
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
19. PERPAJAKAN
- a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak
| Pajak dibayar di muka Pajak dibayar di muka terdiri dari: Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan Pajak Penghasilan - Pasal 21 Jumlah Utang pajak Utang pajak terdiri dari: |
2020 2.097.417.775 24.412.338 2.121.830.113 |
|---|---|
| Pajak Penghasilan: Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 29 Pasal 4 (2) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Keluaran Jumlah |
2020 716.897.901 101.262.317 6.004.492 55.584.706 600.255.941 1.152.616.816 2.632.622.173 |
|---|---|
19. TAXATION
a. Prepaid taxes and taxes payables
Prepaid taxes
Prepaid taxes consist of:
2019
4.671.469.044 Value Added Tax (VAT) In - Income Taxes - Article 21 4.671.469.044 Total
Taxes payables
Taxes payables consist of:
| 2019 | ||
|---|---|---|
| Income Taxes: | ||
| 839.268.739 | Article 21 | |
| 353.366.585 | Article 23 | |
| 1.244.810.280 | Article 25 | |
| 1.127.243.277 | Article 29 | |
| 1.055.636.995 | Article 4 (2) | |
| 1.884.192.846 | Value Added Tax (VAT) Out | |
| 6.504.518.722 | Total |
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
b. Income Tax Benefit (Expense)
A reconciliation between income (loss) before income tax benefit (expense), as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income (loss), and estimated taxable income (loss) for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Rugi (laba) Entitas Anak sebelum beban pajak penghasilan Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan - Perusahaan Beda temporer: Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Transaksi sewa Beda tetap: Biaya pajak Sumbangan dan representasi Jamuan Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final dan lain-lain - bersih Taksiran laba (rugi) fiskal - tahun berjalan Perusahaan |
2020 (44.495.233.643 ) 1.423.883.367 (43.071.350.276 ) 2.261.224.203 5.474.244.847 (227.612.789 ) 2.346.215.684 41.891.500 140.004.342 (39.422.747 ) (33.074.805.236 ) |
2019 Income (loss) before income tax benefit (expense) per consolidated statements of profit or loss and other 68.425.016.748 comprehensive income Loss(income) before income tax (19.766.600.709 ) expense of Subsidiaries Income (loss) before income tax 48.658.416.039 benefit(expense) - Company Temporary differences: Estimated liabilities for 978.972.642 employees’ benefits Allowance for impairment - of trade receivables - Lease transactions Permanent differences: 24.161.917 Tax expenses 778.373.246 Donation and representation - Entertainment Income already subjected to final income tax (190.288.765 ) and others - net Estimated taxable income (loss) - current year 50.249.635.079 Company |
|---|---|---|
61
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
19. PERPAJAKAN (lanjutan)
19. TAXATION (continued)
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)
Perhitungan taksiran laba fiskal tahun 2019 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP).
Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran utang (klaim) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
- b. Income Tax Benefit (Expense) (continued)
The computation of estimated taxable income of 2019 is in accordance with the Annual Tax Return (SPT) submitted by the Company to the Tax Office (KPP).
Income tax expense (current year) and the computation of the estimated income tax payable (estimated claim for income tax refund) are as follows:
| Taksiran laba (rugi) fiskal (dibulatkan) Perusahaan Entitas Anak Jumlah Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan Entitas Anak Dekonsolidasi Entitas Anak Jumlah Dikurangi pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan Entitas Anak Taksiran utang pajak penghasilan - Pasal 29 Perusahaan Entitas Anak Jumlah Taksiran klaim pajak penghasilan Perusahaan |
2020 (33.074.805.000 ) 7.799.056.000 (25.275.749.000 ) - 1.715.792.320 - 1.715.792.320 2.807.036.940 1.660.207.614 - 55.584.706 55.584.706 2.807.036.940 |
2019 Estimated taxable income (loss) (rounded off) 50.249.635.000 Company 18.468.248.000 Subsidiaries 68.717.883.000 Total Income tax expense - current year 12.562.408.750 Company 4.617.062.000 Subsidiaries 437.619.000 Deconsolidation of Subsidiary 17.617.089.750 Total Less prepayments of income taxes 11.794.632.895 Company 4.257.594.578 Subsidiaries Estimated income tax payable - Article 29 767.775.855 Company 359.467.422 Subsidiaries 1.127.243.277 Total Estimated claim for income tax refund - Company |
|---|---|---|
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income tax benefit (expense) as calculated by applying the prevailing tax rate to income (loss) before income tax benefit (expense) and income tax benefit (expense) as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:
2020 2019 Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan ( laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (44.495.233.643 ) 68.425.016.748 Rugi (laba) Entitas Anak sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 1.423.883.367 (19.766.600.709 )
Income (loss) before income tax benefit ( expense) per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income Loss ( income) before income tax benefit ( expense) of Subsidiaries Income (loss) before income tax benefit (expense) - Company Income tax benefit (expense) computed using the prevailing
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan - Perusahaan (43.071.350.276 )
pajak penghasilan - Perusahaan (43.071.350.276 ) 48.658.416.039 Manfaat (beban) pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku 9.475.697.045 (12.164.604.010 )
62
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
19. PERPAJAKAN (lanjutan)
19. TAXATION (continued)
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)
- b. Income Tax Benefit (Expense) (continued)
| Pengaruh pajak atas beda tetap: Biaya pajak Sumbangan dan representasi Jamuan Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final dan lain-lain - bersih Penyesuaian atas perubahan tarif pajak Manfaat (beban) pajak penghasilan Menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Perusahaan Entitas Anak Jumlah |
2020 516.167.450 9.216.130 30.800.955 (538.295.400 ) (342.576.553 ) 8.585.608.962 (1.710.656.704 ) 6.874.952.258 |
2019 Tax effect of permanent differences: (6.040.479 ) Tax expenses (194.593.311 ) Donation and representation - Entertainment Income already subjected to final income tax 47.572.211 and others - net Adjustment in changes - of tax rate Income tax benefit (expense) per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income (12.317.665.589 ) Company (4.884.682.240 ) Subsidiaries (17.202.347.829 ) Total |
|---|---|---|
c. Aset Pajak Tangguhan
c. Deferred Tax Assets
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
The deferred tax effects of the significant temporary differences between commercial and tax reporting are as follows:
| Perusahaan Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Penyisihan penurunan nilai persediaan Aset hak-guna Rugi fiskal Entitas Anak Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Penyisihan penurunan nilai persediaan Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Aset hak-guna Jumlah |
2020 1.306.132.248 1.204.333.866 708.271.309 1.272.180.711 7.276.457.100 434.449.897 257.609.410 33.790.695 13.749.771 12.506.975.007 |
2019 Company Estimated liabilities for 980.878.875 employees’ benefits Allowance for impairment - of trade receivables Allowance for declining 804.853.760 value of inventories - Right-of-use assets - Fiscal loss Subsidiaries Estimated liabilities for 440.678.788 employees’ benefits Allowance for declining 292.737.966 value of inventories Allowance for impairment - of trade receivables - Right-of-use assets 2.519.149.389 Total |
Company |
|---|---|---|---|
d. Administrasi
d. Administration
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri pajak penghasilannya ( self-assessment ). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.
Under the taxation laws of Indonesia, the Company and Subsidiaries submit tax return on the basis of self assessment. The Directorate General of Taxation (DGT) may assess or amend taxes within 5 (five) years of the time the tax becomes due.
63
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
19. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Administrasi (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. Tarif pajak yang baru tersebut digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak.
19. TAXATION (continued)
d. Administration (continued)
On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3% for corporate income tax payers that fulfill certain criteria. The new tax rates is used as reference to measure the Company and Subsidiaries' current and deferred tax assets and liabilities.
20. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
20. ACCRUED EXPENSES
This account consist of:
| Biaya pelayanan Bunga pinjaman Gaji dan kesejahteraan karyawan Jasa pengiriman Utilitas Lain-lain Jumlah |
2020 2.362.334.107 1.025.018.027 519.667.327 487.097.075 349.693.808 3.005.431.726 7.749.242.070 |
2019 3.247.370.588 Service charge 484.118.806 Loan interest 1.457.609.753 Salary and employees’ benefits 819.185.498 Delivery service 373.216.537 Utility 3.871.573.143 Others 10.253.074.325 Total |
|---|---|---|
21. LIABILITAS SEWA
21. LEASE LIABILITIES
Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
The details of lease liabilities are as follows:
| Liabilitas sewa Bagian jangka pendek Bagian jangka panjang Jumlah |
2020 Lease liabilities 18.210.671.551 Current portion 51.407.327.914 Non-current portion 69.617.999.465 Total |
|---|---|
Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in the consolidated statements of cash flow is as follows:
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020
Jumlah kas keluar untuk Pembayaran liabilitas sewa 40.155.847.643 Pembayaran bunga 7.697.716.566 Jumlah 47.853.564.209
Total cash outflow for Payments of lease liabilities Payments of interest
Total
64
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
21. LIABILITAS SEWA (lanjutan)
21. LEASE LIABILITIES (continued)
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020 Bunga atas liabilitas sewa (Catatan 32) 7.697.716.566 Interest on lease liabilities (Note 32) Beban penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets Beban penjualan (Catatan 30) 59.418.504.326 Selling expenses (Note 30) Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 692.483.293 General and administrative expenses (Note 31) Potongan biaya sewa (Catatan 33) (14.650.354.612) Rental discount (Note 33)
Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:
Summary of component of changes in the liabilities arising from leases is as folllow:
| Saldo awal Penyesuaian saldo atas penerapan PSAK 73 Pembayaran Perubahan non-kas - penambahan Saldo akhir |
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For The Year Ended December 31, 2020 - Beginning balance 79.555.313.085 Balance adjustment upon adoption of PSAK 73 (40.155.847.643) Payments 30.218.534.023 Non-cash changes - addition 69.617.999.465 Ending balances |
|---|---|
22. UTANG LAIN-LAIN
22. OTHER PAYABLES
Akun ini terdiri dari:
This account consist of:
| Pihak ketiga PT Suryani Samudra Sejati (Catatan 35) PT Obor Maju Jaya PT Abadi Garmindo Lain-lain Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang |
2020 39.000.000.000 4.348.501.859 2.109.230.634 797.753.568 46.255.486.061 (18.134.104.980 ) 28.121.381.081 |
2019 Third parties 39.000.000.000 PT Suryani Samudra Sejati (Note 35) 6.886.045.621 PT Obor Maju Jaya - PT Abadi Garmindo 701.585.552 Others 46.587.631.173 Total (12.431.571.535 ) Less current maturities 34.156.059.638 Long-term portion |
Third parties |
|---|---|---|---|
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 10 Februari 2021 dan 14 Februari 2020, dengan menggunakan metode “ Projected Unit Credit ”.
The Company and Subsidiaries recorded the estimated liabilities for employees’ benefits as of December 31, 2020 and 2019, based on the actuarial calculation prepared by PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, an independent actuary, based on the report, dated February 10, 2021 and February 14, 2020, that applied the “Projected Unit Credit” method.
65
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
| Tingkat diskonto (per tahun) Tingkat kenaikan gaji tahunan Usia pensiun (tahun) Tabel mortalitas Tingkat kecacatan |
2020 6,90% 10,00% 55 TMI IV - 2019 10% tabel mortalitas/ 10% mortality table |
|---|---|
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
| Nilai kini liabilitas imbalan kerja Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian |
2020 8.689.369.533 8.689.369.533 |
|---|---|
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)
Key assumptions used for actuarial calculation are as follows:
2019 7,90% Discounted rate (per year) 10,00% Annual salary increment rate 55 Retirement age (year) TMI III - 2011 Mortality table 10% tabel mortalitas/ Disability rate 10% mortality table
Analysis of estimated liabilities for employees’ benefits presented as “Estimated Liabilities for Employees’ Benefits” in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019, and employees’ benefits expense as recorded in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2020 and 2019, are as follows:
- a. Estimated liabilities for employees’ benefits
2019 Present value of employees’ 5.686.230.650 benefits obligation Net liabilities recognized in consolidated statements of 5.686.230.650 financial position
b. Beban imbalan kerja karyawan
| Biaya jasa kini Biaya bunga Penyesuaian liabilitas atas masa kerja lalu Penyesuaian atas mutasi masuk/(keluar) Beban yang diakui pada tahun berjalan |
2020 1.953.592.776 442.914.947 398.042.537 (27.124.103 ) 2.767.426.157 |
|---|---|
- b. Employees’ benefits expense
2019 1.116.380.176 Current service cost 374.366.012 Interest cost - Adjustment of past services liabilities - Adjustment of transfer in/(out) Employees’ benefits expense 1.490.746.188 for current year
c. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan
| Saldo awal liabilitas bersih Beban imbalan kerja karyawan tahun berjalan Rugi (laba) komprehensif lain Dekonsolidasi entitas anak Saldo akhir liabilitas bersih |
2020 5.686.230.650 2.767.426.157 235.712.726 - 8.689.369.533 |
|---|---|
- c. The change in liabilities of employees’ benefits
2019 4.895.645.463 Begining balance of net liabilities Employees’ benefits expense for 1.490.746.188 current year (309.665.115 ) Other comprehensive (gain) loss (390.495.886 ) Deconsilidation of subsidiary 5.686.230.650 Ending balance of liabilities
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Management believes that the above estimated liabilities are adequate to cover the prevailing requirements.
66
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pascakerja dan biaya jasa kini, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:
The following tables summarize the sensitivity to a reasonably possible change in market interest rates, with all other variables held constant, of the obligation for postemployment and current service cost as of December 31, 2020 and 2019, respectively:
| Kenaikan suku bunga dalam 1 poin persentase Penurunan suku bunga dalam 1 poin persentase |
2020 7.803.687.492 9.714.274.119 |
|---|---|
2019 5.105.631.068 6.359.589.669
Increase in interest rate in 1 percentage point
Decrease in interest rate in 1 percentage point
24. MODAL SAHAM
24. CAPITAL STOCK
Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
The details of shares ownership of the Company as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
Pemegang Saham Verosito Gunawan PT Tancorp Investama Mulia Vanda Gunawan Ganesh Subash Franxiscus Afat Adinata Nursalim Lain-lain (masing-masing dengan pemilikan di bawah 5%) Jumlah |
2020 | Jumlah/ Amount 30.456.000.000 20.001.500.000 10.622.500.000 7.165.000.000 3.750.000.000 15.022.147.800 87.017.147.800 |
Shareholders | |
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Saham/ Number of Shares 304.560.000 200.015.000 106.225.000 71.650.000 37.500.000 150.221.478 870.171.478 |
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership 35,00% 22,99% 12,21% 8,23% 4,31% 17,26% 100,00% |
|||
| Verosito Gunawan PT Tancorp Investama Mulia Vanda Gunawan Ganesh Subash Franxiscus Afat Adinata Nursalim Others (each with ownership interest below 5%) Total |
Pemegang Saham Verosito Gunawan PT Tancorp Investama Mulia Vanda Gunawan Ganesh Subash Franxiscus Afat Adinata Nursalim Cuntoro Kinardi Lain-lain (masing-masing dengan pemilikan di bawah 5%) Jumlah |
2019 | Jumlah/ Amount 30.115.000.000 17.774.000.000 10.622.500.000 8.905.000.000 3.750.000.000 1.028.500.000 14.822.147.800 87.017.147.800 |
Shareholders | |
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Saham/ Number of Shares 301.150.000 177.740.000 106.225.000 89.050.000 37.500.000 10.285.000 148.221.478 870.171.478 |
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership 34,61% 20,43% 12,21% 10,23% 4,31% 1,18% 17,03% 100,00% |
|||
| Verosito Gunawan PT Tancorp Investama Mulia Vanda Gunawan Ganesh Subash Franxiscus Afat Adinata Nursalim Cuntoro Kinardi Others (each with ownership interest below 5%) Total |
Anggota Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
Members of the Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020 and 2019 who owned the Company's shares, in accordance with the Company's Register of Shareholders as of December 31, 2020 and 2019, were as follows:
67
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
24. MODAL SAHAM (lanjutan)
24. CAPITAL STOCK (continued)
Pemegang Saham Komisaris Vanda Gunawan Direksi Verosito Gunawan Franxiscus Afat Adinata Nursalim Jumlah Pemegang Saham Komisaris Vanda Gunawan Direksi Verosito Gunawan Franxiscus Afat Adinata Nursalim Cuntoro Kinardi Jumlah |
2020 | Jumlah/ Amount 10.622.500.000 30.456.000.000 3.750.000.000 44.828.500.000 Jumlah/ Amount 10.622.500.000 30.115.000.000 3.750.000.000 1.028.500.000 45.516.000.000 |
Shareholders | ||
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah Saham/ Number of Shares 106.225.000 304.560.000 37.500.000 448.285.000 |
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership 12,21% 35,00% 4,31% 51,52% 2019 |
||||
| Commissioner Vanda Gunawan Directors Verosito Gunawan Franxiscus Afat Adinata Nursalim Total Shareholders |
Commissioner | ||||
| Jumlah Saham/ Number of Shares 106.225.000 301.150.000 37.500.000 10.285.000 455.160.000 |
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership 12,21% 34,61% 4,31% 1,18% 52,31% |
||||
| Commissioner Vanda Gunawan Directors Verosito Gunawan Franxiscus Afat Adinata Nursalim Cuntoro Kinardi Total |
Commissioner |
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 13 November 2019 yang diaktakan dalam Akta No. 100 tanggal 29 November 2019 oleh Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham antara lain, menyetujui pelaksanaan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 79.700.000 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100.
Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders which was held on November 13, 2019 which has been notarized by Deed No. 100 dated November 29, 2019 by Liestiani Wang, S.H., M.Kn., a notary in Jakarta, the shareholders among others, approved the capital increase without pre-emptive rights with maximum of 79,700,000 shares or 10% of Company’s issued and paid up capital with nominal value of Rp 100.
Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan telah memperoleh persetujuan pencatatan PMTHMETD dari Bursa Efek Indonesia, sejumlah 73.171.478 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 434 per saham, melalui Surat No. S- 07527/BEI.PP3/11-2019.
On November 21, 2019, the Company has obtained the registration approval from Indonesia Stock Exchange for 73,171,478 shares with a nominal value of Rp 100 per share and implementation price of Rp 434 per share, through its Letter No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.
Pengelolaan Modal
Capital Management
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
The primary objective of the Company and Subsidiaries’ capital management is to ensure that they maintain healthy capital ratios in order to support their business and maximize shareholder value.
Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan berikutnya.
The Company and Subsidiaries are also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital.This externally imposed capital requirements will be considered with by the Company and Subsidiaries in the next Annual General Shareholders Meeting (“AGM”).
68
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
24. MODAL SAHAM (lanjutan)
24. CAPITAL STOCK (continued)
Pengelolaan Modal (lanjutan)
Capital Management (continued)
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk periode untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
The Company and Subsidiaries manage their capital structure and make adjustments to it, in light of changes in economic conditions. In order to maintain and adjust the capital structure, the Company and Subsidiaries may adjust the proposed dividend payment to shareholders, issue new shares, or raise addional debt financing. No changes were made in the objectives, policies, or processes for managing capital during the years ended December 31, 2020 and 2019.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan menggunakan debt to equity ratio dan gearing ratio .
The Company and Subsidiaries’ policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost, using debt to equity ratio and gearing ratio.
25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
| Rincian tambahan modal |
disetor | pada tanggal |
|---|---|---|
| 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: | ||
| 2020 |
||
| Selisih nilai kombinasi bisnis | ||
| entitas sepengendali | 6.011.423.070 | |
| Agio saham sehubungan dengan | ||
| penawaran umum saham (Catatan 1b) | 39.006.000.000 | |
| Biaya emisi saham (Catatan 2y) | (2.161.310.814 ) | |
| Agio saham sehubungan dengan | ||
| PMTHMETD (Catatan 24) | 24.439.273.652 |
|
| Bersih | 67.295.385.908 |
25. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET
The details of additional paid-in capital as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
2019
| 2019 | |||
|---|---|---|---|
| Difference in value from | |||
| business combinations with | |||
| 6.011.423.070 | entities under common control |
||
| Additional paid-in capital arising from | |||
| 39.006.000.000 | initial public offering (Note 1b) | ||
| (2.161.310.814 | ) | Stock issuance costs (Note | 2y) |
| Additional paid in capital in connection | |||
| 24.439.273.652 |
with the PMTHMETD (Note 24) |
||
| 67.295.385.908 | Net |
26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM
26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES
Dividen Tunai
Cash Dividends
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 29 Juli 2020, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Based on the Company’s Annual Shareholders’ General Meeting (AGM) on July 29, 2020, the shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2019, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Based on the Company’s Annual Shareholders’ General Meeting (AGM) on June 24, 2019, the shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders.
Dana Cadangan Umum
General Reserves
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Perusahaan akan segera melakukan penyisihan dana cadangan umum dari saldo laba secara bertahap, yang akan mulai ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan Perusahaan berikutnya.
The Company is also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements will be considered with by the Company in the next Annual General Shareholders Meeting (“AGM”).
69
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM (lanjutan)
26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES (continued)
Dana Cadangan Umum (lanjutan)
General Reserves (continued)
Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 29 Juli 2020, para pemegang saham menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 250.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2019, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Based on the Company’s AGM on July 29, 2020, the shareholders agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 250,000,000 from net income in 2019, in accordance with the existing regulations.
Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2019, para pemegang saham menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 250.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2018, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Based on the Company’s AGM on June 24, 2019, the shareholders agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 250,000,000 from net income in 2018, in accordance with the existing regulations.
27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
27. NON-CONTROLLING INTEREST
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kepentingan non-pengendali (KNP) atas ekuitas Entitas Anak adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2020 and 2019, the non-controlling interests of the equity of Subsidiaries are as follows:
| PT Mega Putra Garment PT Mitrelindo Global Jumlah |
2020 7.987.217.318 2.158.110 7.989.375.428 |
|---|---|
| 2019 | |
|---|---|
| 10.785.419.174 | PT Mega Putra Garment |
| 2.290.113 |
PT Mitrelindo Global |
| 10.787.709.287 | Total |
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kepentingan non-pengendali (KNP) atas laba komprehensif lain tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali adalah sebagai berikut:
For the years ended December 31, 2020 and 2019, the non-controlling interests of other comprehensive income for the year attributable to the non-controlling interests are as follows:
| PT Mega Putra Garment PT Mitrelindo Global Jumlah |
2020 (2.744.096.608 ) 132.974 (2.743.963.634 ) |
2019 (692.850.375 ) PT Mega Putra Garment 424.501 PT Mitrelindo Global (692.425.874 ) Total |
|---|---|---|
28. PENJUALAN BERSIH
28. NET SALES
Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
Details of net sales are as follows:
| 2020 Pihak ketiga-Lokal Pakaian 305.100.176.890 Aksesoris 21.671.982.516 Jumlah 326.772.159.406 Sebagian penjualan, yaitu sekitar 0,86% pada tahun 2019 dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 34). |
2019 Third parties- Local 509.503.498.510 Clothes 92.221.486.264 Accessories 601.724.984.774 Total A portion of sales, approximately 0.86% in 2019 were made to related party (Note 34). |
Third parties- Local |
|---|---|---|
Pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian adalah sebagai berikut:
For the years ended December 31, 2020 and 2019, sales to third parties with total sales exceeding 10% of the totaled net sales are as follows:
70
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
28. PENJUALAN BERSIH (lanjutan)
28. NET SALES (continued)
Penjualan Bersih/Net Sales PT Matahari Department Store Tbk |
Jumlah/Total 2020 2019 67.675.257.054 137.453.313.849 |
Persentase Terhadap Jumlah Penjualan Bersih (%)/ Percentage of Total Net Sales 2020 2019 20,71 22,85 |
|---|---|---|
| 2020 67.675.257.054 |
2020 20,71 |
29. BEBAN POKOK PENJUALAN
29. COST OF GOODS SOLD
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
Details of cost of goods sold are as follows:
| Beban pokok penjualan - barang dagangan Awal tahun Pembelian barang dagangan Akhir tahun Jumlah beban pokok penjualan - barang dagangan Beban pokok penjualan - industri pakaian (manufaktur) Bahan baku yang digunakan Upah tenaga kerja Beban produksi Jumlah beban produksi Persediaan dalam proses Awal tahun Dekonsolidasi entitas anak Akhir tahun Beban pokok produksi Persediaan barang jadi Awal tahun Pembelian Dekonsolidasi entitas anak Akhir tahun Jumlah beban pokok penjualan - industri pakaian (manufaktur) Jumlah beban pokok penjualan |
2020 181.942.944.832 28.256.817.898 (189.474.019.643 ) 20.725.743.087 81.467.946.656 26.497.691.420 7.649.347.725 115.614.985.801 10.875.873.022 - (7.693.615.610 ) 118.797.243.213 15.892.430.098 - - (5.420.276.674 ) 129.269.396.637 149.995.139.724 |
2019 Cost of goods sold - merchandise 138.080.825.915 Beginning of year 97.279.573.459 Purchases of merchandise (181.942.944.832 ) End of year Total cost of goods sold - 53.417.454.542 merchandise Cost of goods sold - garment industries (manufacture) 177.725.880.878 Raw materials used 29.749.106.788 Labor wages 11.387.735.802 Production costs 218.862.723.468 Total production costs Goods in process 4.955.931.131 Beginning of year (497.257.095 ) Deconsolidation of subsidiary (10.875.873.022 ) End of year 212.445.524.482 Cost of production Finished goods inventories 19.046.730.320 Beginning of year 35.985.437.245 Purchases (24.104.336.600 ) Deconsolidation of subsidiary (15.892.430.098 ) End of year Total cost of goods sold - 227.480.925.349garment industries (manufacture) 280.898.379.891 Total cost of goods sold |
|---|---|---|
Sebagian pembelian, yaitu sekitar 0,005% dan 0,122%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 34).
A portion of purchases approximately 0.005% and 0.122% for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively, were made from related parties (Note 34).
Pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.
For the years ended December 31, 2020 and 2019, there are no purchases from third parties suppliers with total purchases exceeding 10% of net sales.
71
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
30. BEBAN PENJUALAN
30. SELLING EXPENSES
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
Details of selling expenses are as follows:
| Penyusutan aset hak-guna (Catatan 12) Gaji dan kesejahteraan karyawan Biaya pelayanan Penyusutan (Catatan 11) Pengiriman Utilitas Promosi Penunjang penjualan Perlengkapan toko Perjalanan dinas Sewa Lain-lain Jumlah |
2020 59.418.504.326 40.559.872.659 25.013.452.765 15.133.546.729 5.134.831.850 4.615.573.857 3.969.051.037 2.580.726.705 1.536.633.805 597.463.041 541.496.538 1.407.539.244 160.508.692.556 |
2019 Right-of-use assets - depreciation (Note 12) 55.779.781.225 Salary and employees’ benefits 20.816.311.351 Service charges 13.692.602.142 Depreciation (Note 11) 14.041.088.998 Delivery 4.215.549.697 Utility 8.176.073.510 Promotion 3.991.858.169 Sales support 1.287.855.281 Store supplies 2.111.141.117 Business travel 51.289.983.449 Rent 3.504.129.757 Others 178.906.374.696 Total |
|---|---|---|
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
Details of general and administrative expenses are as follows:
| Gaji dan kesejahteraan karyawan Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Imbalan kerja karyawan Beban kantor Penyusutan (Catatan 11) Jasa profesional Penyusutan aset hak-guna (Catatan 12) Perijinan Utilitas Pemeliharaan Sewa Lain-lain Jumlah |
2020 33.147.905.300 5.627.838.917 2.599.204.718 2.082.204.084 1.750.919.578 1.239.092.928 692.483.293 599.232.451 441.752.700 312.957.314 159.439.408 2.723.182.373 51.376.213.064 |
2019 43.362.957.997 Salary and employees’ benefits Allowance for impairment - of trade receivables 1.490.746.188 Employees’ benefits 2.115.093.834 Office expenses 1.584.765.991 Depreciation (Note 11) 2.963.543.750 Professional fees Right-of-use assets - depreciation (Note 12) 634.135.821 Licenses 620.506.944 Utility 502.302.067 Maintenance 1.411.198.282 Rent 5.946.829.799 Others 60.632.080.673 Total |
|---|---|---|
32. BEBAN KEUANGAN
32. FINANCING EXPENSES
Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
Details of financing expenses are as follows:
| Bunga pinjaman Bunga atas liabilitas sewa Provisi dan administrasi bank Jumlah |
2020 13.547.525.234 7.697.716.566 1.152.752.917 22.397.994.717 |
2019 12.634.988.668 Interest loans - Interest on lease liabilities Provision and bank administrative 2.505.455.464 charges 15.140.444.132 Total |
|---|---|---|
72
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
33. PENDAPATAN LAIN-LAIN – BERSIH
Rincian pendapatan (beban) lain-lain adalah sebagai berikut:
| Potongan biaya sewa (Catatan 21) Laba dekonsolidasi entitas anak (Catatan 1d) Lain-lain - bersih Jumlah pendapatan lain-lain - bersih |
2020 14.650.354.612 - (1.372.785.349 ) 13.277.569.263 |
|---|---|
33. OTHERS INCOME - NET
Details of others income (expenses) are as follows:
2019 - 1.129.593.572 281.853.892 1.411.447.464
- Rental discount (Note 21) Gain of deconsolidation of subsidiary (Note 1d) Others - net
Total others income - net
34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi tertentu. Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak berelasi.
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
In normal business activities, the Company and Subsidiaries engage in trade and financial transactions with certain related parties. The Company and Subsidiaries engaged in the transactions under agreed terms and conditions with related parties.
The details of balances and transactions with related parties are as follows:
| Piutang usaha PT Mitra Perintis Merdeka Lain-lain Jumlah Piutang lain-lain Ganesh Subash |
Jumlah/ Amount 2020 2019 3.476.547.585 22.495.076.621 18.624.169 - 3.495.171.754 22.495.076.621 - 800.000.000 |
Persentase Terhadap Jumlah Aset (%)/ Percentage to Total Assets (%) 2020 2019 Trade receivables 0,617 4,176 PT Mitra Perintis Merdeka 0,003 - Other 0,620 4,176 Total Other receivables - 0,149 Ganesh Subash |
Trade receivables |
|---|---|---|---|
| 2020 3.476.547.585 18.624.169 3.495.171.754 - |
2020 0,617 0,003 0,620 - |
||
| Ganesh Subash |
| Utang usaha PT Mitra Perintis Merdeka Biaya masih harus dibayar- bunga pinjaman Linda Suterisna Vanda Gunawan Verosito Gunawan Leny Inggawati Wenny Jumlah Utang pihak berelasi Linda Suterisna Vanda Gunawan Leny Inggawati Ganesh Subash Verosito Gunawan Prakash Murli Adnani Wenny Sugiarto Romeli Lain-lain Jumlah |
Jumlah/ Amount 2020 2019 12.643.750 - 65.661.290 43.125.000 23.057.940 36.192.210 5.733.871 37.902.526 5.096.774 8.000.000 - 10.000.000 99.549.875 135.219.736 18.800.000.000 15.000.000.000 3.619.221.052 3.619.221.053 3.000.000.000 3.000.000.000 1.600.000.000 - 1.000.000.000 5.390.252.631 750.000.000 - - 2.000.000.000 - 2.000.000.000 1.450.000.000 1.450.000.000 30.219.221.052 32.459.473.684 |
Persentase Terhadap Jumlah Liabilitas (%)/ Percentage to Total Liabilities (%) 2020 2019 Trade payables 0,004 - PT Mitra Perintis Merdeka Accrued expenses- loan interest 0,022 0,018 Linda Suterisna 0,008 0,016 Vanda Gunawan 0,002 0,016 Verosito Gunawan 0,002 0,003 Leny Inggawati - 0,004 Wenny 0,034 0,057 Total Due to related parties 6,201 6,428 Linda Suterisna 1,194 1,551 Vanda Gunawan 0,989 1,286 Leny Inggawati 0,528 - Ganesh Subash 0,330 2,310 Verosito Gunawan 0,247 Prakash Murli Adnani - 0,857 Wenny - 0,857 Sugiarto Romeli 0,478 0,621 Others 9,967 13,910 Total |
|---|---|---|
| 2020 12.643.750 65.661.290 23.057.940 5.733.871 5.096.774 - 99.549.875 18.800.000.000 3.619.221.052 3.000.000.000 1.600.000.000 1.000.000.000 750.000.000 - - 1.450.000.000 30.219.221.052 |
2020 0,004 0,022 0,008 0,002 0,002 - 0,034 6,201 1,194 0,989 0,528 0,330 0,247 - - 0,478 9,967 |
73
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)
| Penjualan bersih PT Mitra Perintis Merdeka Pembelian PT Mitra Perintis Merdeka Beban sewa Verosito Gunawan Leny Inggawati Jumlah Beban bunga pinjaman Linda Suterisna Verosito Gunawan Vanda Gunawan Leny Inggawati Sugiarto Romeli Wenny Lain-lain Jumlah |
Jumlah/ Amount 2020 2019 - 5.179.781.086 Jumlah/ Amount 2020 2019 15.970.691 733.661.504 Jumlah/ Amount 2020 2019 67.777.778 166.973.019 - 329.393.941 67.777.778 496.366.960 Jumlah/ Amount 2020 2019 1.126.816.667 1.036.487.069 283.616.065 674.830.312 335.381.156 434.306.532 258.250.000 353.661.847 36.818.688 324.000.000 132.879.033 240.344.828 174.000.000 639.601.547 2.347.761.609 3.703.232.135 |
Persentase Terhadap Jumlah Penjualan bersih (%)/ Percentage to Total net sales (%) 2020 2019 Net Sales - 0,860 PT Mitra Perintis Merdeka Persentase Terhadap Jumlah Pembelian (%)/ Percentage to Total Purchase (%) 2020 2019 Purchase 0,005 0,122 PT Mitra Perintis Merdeka Persentase Terhadap Jumlah Beban Umum dan Administrasi (%)/ Percentage to Total General and Administrative Expenses (%) 2020 2019 Rent expenses 0,132 0,275 Verosito Gunawan - 0,543 Leny Inggawati 0,132 0,818 Total Persentase Terhadap Jumlah Beban Keuangan (%)/ Percentage to Financing Expenses (%) 2020 2019 Loan interest expense 5,031 6,846 Linda Suterisna 1,266 4,457 Verosito Gunawan 1,497 2,869 Vanda Gunawan 1,153 2,336 Leny Inggawati 0,164 2,140 Sugiarto Romeli 0,593 1,587 Wenny 0,777 4,224 Others 10,481 24,459 Total |
Persentase Terhadap Jumlah Penjualan bersih (%)/ Percentage to Total net sales (%) 2020 2019 Net Sales - 0,860 PT Mitra Perintis Merdeka Persentase Terhadap Jumlah Pembelian (%)/ Percentage to Total Purchase (%) 2020 2019 Purchase 0,005 0,122 PT Mitra Perintis Merdeka Persentase Terhadap Jumlah Beban Umum dan Administrasi (%)/ Percentage to Total General and Administrative Expenses (%) 2020 2019 Rent expenses 0,132 0,275 Verosito Gunawan - 0,543 Leny Inggawati 0,132 0,818 Total Persentase Terhadap Jumlah Beban Keuangan (%)/ Percentage to Financing Expenses (%) 2020 2019 Loan interest expense 5,031 6,846 Linda Suterisna 1,266 4,457 Verosito Gunawan 1,497 2,869 Vanda Gunawan 1,153 2,336 Leny Inggawati 0,164 2,140 Sugiarto Romeli 0,593 1,587 Wenny 0,777 4,224 Others 10,481 24,459 Total |
Net Sales Perintis Merdeka Purchase Perintis Merdeka Rent expenses |
|---|---|---|---|---|
| 2020 1.126.816.667 283.616.065 335.381.156 258.250.000 36.818.688 132.879.033 174.000.000 2.347.761.609 |
2020 5,031 1,266 1,497 1,153 0,164 0,593 0,777 10,481 |
|||
Linda Suterisna Verosito Gunawan Vanda Gunawan Leny Inggawati Sugiarto Romeli Wenny Others Total |
Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
- a. Perjanjian pinjaman
Perusahaan
- Perusahaan memperoleh pinjaman dari Linda Suterisna, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 20.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1,15% per bulan. Selanjutnya, pada tanggal 16 Februari 2017, kedua belah pihak menyetujui perubahan bunga pinjaman menjadi 0,575% per bulan, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.
Terms and conditions of the transactions with related parties
a. Loan agreement
Company
- The Company obtained loan from Linda Suterisna, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 20,000,000,000 and with a term for 1 (one) year. The loan bears interest at 1.15% per month. Furthermore, on February 16, 2017, both parties agreed to change the loan interest rate to 0.575% per month and with a term for 1 (one) year. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.
74
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan)
- a. Perjanjian pinjaman (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
-
Perusahaan memperoleh pinjaman dari Verosito Gunawan, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 20.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.
-
Perusahaan memperoleh pinjaman dari Vanda Gunawan, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 10.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.
-
Perusahaan memperoleh pinjaman dari Leny Inggawati, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 3.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.
Entitas Anak - PT Mega Putra Garment (MPG)
-
MPG memperoleh pinjaman dari Ganesh Subash, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 10.000.000.000 dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2019. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga. Saldo atas pinjaman dari Ganesh Subash telah dilunasi seluruhnya pada bulan Juni 2019 .
-
MPG memperoleh pinjaman dari Sugiarto Romeli, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 4.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2020. Saldo pinjaman tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Maret 2020.
Entitas Anak MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI)
- MGI memperoleh pinjaman dari Ganesh Subash, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 2.000.000.000 dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)
Terms and conditions of the transactions with related parties (continued)
- a. Loan agreement (continued)
Company (continued)
-
The Company obtained loan from Verosito Gunawan, the Company's shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 20,000,000,000and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.
-
The Company obtained loan from Vanda Gunawan, the Company's shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 10,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.
-
The Company obtained loan from Leny Inggawati, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 3,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.
Subsidiary - PT Mega Putra Garment (MPG)
-
MPG obtained loan from Ganesh Subash, Company’s shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 10,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on November 22, 2019. The loan does not bear interest. The outstanding balance of loan from Ganesh Subash has been fully paid in June, 2019.
-
MPG obtained loan from Sugiarto Romeli, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 4,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2020. The balance of loan has been fully paid in March, 2020.
Subsidiary of MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI)
- MGI obtained loan from Ganesh Subash, Company’s shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 2,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on March 31, 2021. The loan does not bear interest.
75
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)
Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan)
Terms and conditions of the transactions with related parties (continued)
-
a. Perjanjian pinjaman (lanjutan)
-
a. Loan agreement (continued)
Entitas Anak MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI) (lanjutan)
Subsidiary of MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI) (continued)
-
MGI memperoleh pinjaman dari Prakash Murli Adnani, pemegang saham MGI, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 1.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga.
-
MGI obtained loan from Prakash Murli Adnani, MGI’s Shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 1,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on March 31, 2021. The loan does not bear interest.
There are no guarantees for loans from related parties.
Tidak terdapat jaminan atas pinjaman dari pihak-pihak berelasi tersebut.
-
b. Perjanjian sewa
-
b. Rent agreement
-
Pada bulan Februari 2017, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki perjanjian sewa bangunan kantor yang beralamat di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan Leny Inggawati (pihak berelasi lainnya) dengan jangka waktu sewa selama 2 tahun, dan telah diperpanjang kembali selama 5 tahun, dan dikenakan biaya sewa untuk tahun pertama dan kedua, masing-masing sebesar Rp 700.000.000, biaya sewa untuk tahun ketiga sebesar Rp 800.000.000, biaya sewa untuk tahun keempat sebesar Rp 900.000.000, biaya sewa untuk tahun kelima dan keenam, masingmasing sebesar Rp 1.000.000.000 dan biaya sewa untuk tahun ketujuh sebesar Rp 1.100.000.000.
-
In February 2017, the Company and Subsidiaries had an office building rental agreement located at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta with Leny Inggawati (other related party) with a lease term of 2 years, has been extended for next 5 years, and subject to rental cost for the first and second years amounting to Rp 700,000,000, respectively, rental cost for the third year amounting to Rp 800,000,000, rental cost for the fourth year amounting to Rp 900,000,000, rental cost for the fifth and sixth years amounting Rp 1,000,000,000, respectively, and rental cost for the seventh year amounting to Rp 1,100,000,000.
-
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki perjanjian sewa bangunan kantor yang beralamat di Jl. Bek Murad No. 62, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan) dengan jangka waktu sewa selama 1 tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2020. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali.
-
The Company and Subsidiaries have an office building rental agreement located at Jl. Bek Murad No. 62, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta with Verosito Gunawan (Company's shareholder) with a rental period of 1 year. This agreement will mature on December 31, 2020. On the due date, the agreement is not renewed.
Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
The nature of relationship with the related parties are as follows:
Pihak-pihak berelasi/ Related parties
Hubungan/ Relationship
Transaksi/ Transaction
Verosito Gunawan
Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pihak berelasi lainnya/ Other related party
Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction
Vanda Gunawan
Ganesh Subash
Wenny
Leny Inggawati
76
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)
| Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sugiarto Romeli Linda Suterisna Prakash Murli Adnani PT Mitra Perintis Merdeka |
Hubungan/ Relationship Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pihak berelasi lainnya/ Other related party Entitas Asosiasi/ Associate Company |
Transaksi/ Transaction |
|
|---|---|---|---|
| Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi usaha/ Business transaction |
Manajemen kunci Perusahaan terdiri dari semua anggota komisaris dan direksi.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah beban yang diakui Perusahaan sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan adalah sebagai berikut:
2020
(dalam milyar Rupiah) Imbalan kerja jangka pendek 5,05
The Company’s key management consists of all members of the Company's commissioners and directors.
For the years ended December 31, 2020 and 2019, total amount of expenses recognized by the Company relating to gross compensation for the key management is as follows:
2019
(in billion of Rupiah) 9,95 Short-term employees’ benefit
Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama tahun pelaporan sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
The amounts disclosed in the table are the amounts recognized as an expense during the reporting period related to the compensation of key management personnel.
35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING
35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS
- a. Perjanjian kerjasama
Perusahaan
-
Pada tanggal 31 Juli 2018, Perusahaan menandatangani Product License Agreement dengan Warner Bros Consumer Products Inc. untuk menggunakan antara lain karakter, nama karakter, logo dan elemen lainnya yang didesain dan dimiliki oleh Warner Bros Consumer Products Inc. pada produk Perusahaan. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal 1 Juni 2018 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib membayarkan kepada Warner Bros Consumer Products Inc. sebesar US$ 32.000 sebagai biaya awal. Selanjutnya, berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan wajib membayar royalti kepada Warner Bros Consumer Products Inc. sebesar 7% dari penjualan atas produk Perusahaan yang menggunakan karakter, nama karakter, logo dan elemen lainnya yang didesain dan dimiliki oleh Warner Bros Consumer Products Inc. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali.
-
a. Cooperation agreement
Company
- On July 31, 2018, the Company entered into a Product License Agreement with Warner Bros Consumer Products Inc. to use, among other characters, character names, logos and other elements designed and owned by Warner Bros Consumer Products Inc. on the Company's products. The agreement is valid from June 1, 2018 until December 31, 2020. In accordance with the agreement, the Company is required to pay Warner Bros Consumer Products Inc. US$ 32,000 as initial cost. Furthermore, based on the agreement, the Company is obliged to pay royalties to Warner Bros Consumer Products Inc. as much as 7% of sales of Company’s products that use characters, character names, logos and other elements designed and owned by Warner Bros Consumer Products Inc. On the due date, the agreement is not renewed.
77
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
- a. Perjanjian kerjasama (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
- Berdasarkan perjanjian tanggal 8 Juni 2016, Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Adidas Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produk-produk dengan merek dagang Adidas, melalui toko ritel milik Perusahaan. Perjanjian tersebut memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun dan efektif diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada perjanjian pengakhiran kerjasama.
Entitas Anak
PT Mega Putra Garment (MPG )
MPG mengadakan perjanjian kerjasama dalam memberi dan menerima pekerjaan jasa cutting , making , trimming (CMT) dengan PT Setia Jaya Makmur Mulia, PT Kreasi Indah Busana, PT Wangxin Garmindo, PT Multi Anugerah Daya Garmindo. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak tersebut akan melakukan pekerjaan CMT sesuai dengan permintaan MPG sesuai syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.
PT Mitrelindo Global (MG)
Berdasarkan “Sales and Trade Terms Agreement” , tanggal 1 Januari 2020, MG mengadakan kerjasama dengan PT Puma Cat Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produkproduk dengan merek dagang Puma, melalui toko ritel milik MG. Perjanjian ini diperpanjang dengan sendirinya kecuali ada pembatalan dari salah satu pihak.
Berdasarkan “ Master Store Agreement ”, tanggal 1 April 2014, MG mengadakan kerjasama dengan PT Nike Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produk-produk dengan merek dagang Nike, melalui toko ritel milik MG. Perjanjian tersebut memiliki jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan efektif diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada perjanjian pengakhiran kerjasama. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali
b. Perjanjian sewa
Perusahaan dan Entitas Anak mengadakan beberapa perjanjian sewa toko dengan pihak ketiga, untuk periode 3 bulan sampai dengan 60 bulan. Sewa tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2024. Perjanjianperjanjian tersebut dapat diperbaharui pada saat berakhirnya masa sewa dengan kesepakatan oleh kedua belah pihak. Beban sewa Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp 315.747.596 dan Rp 51.289.983.449 yang disajikan dalam Beban Penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)
a. Cooperation agreement (continued)
Company (continued)
- Based on the agreement dated June 8, 2016, the Company entered into a Partnership Agreement with PT Adidas Indonesia to distribute, market and sell the products under the Adidas trademark, through the Company's retail stores. The agreement has a term of 3 (three) years and is effectively extended automatically if there is no agreement to terminate the cooperation.
Subsidiaries
PT Mega Putra Garment (MPG)
MPG entered into a Cooperation Agreement in giving and receiving cutting, making, trimming (CMT) work with PT Setia Jaya Makmur Mulia, PT Kreasi Indah Busana, PT Wangxin Garmindo, PT Multi Anugerah Daya Garmindo. Based on the agreement, the parties will carry out CMT work in accordance with MPG's request in accordance with mutually agreed terms and conditions.
PT Mitrelindo Global (MG)
Based on the "Sales and Trade Terms Agreement", dated January 1, 2020, MG entered into a cooperation agreement with PT Puma Cat Indonesia to distribute, market and sell the products under the Puma trademark, through MG's retail stores. This agreement can be automatically extended unless it is cancelled by one of the parties.
Based on the "Master Store Agreement", dated April 1, 2014, MG entered into a cooperation agreement with PT Nike Indonesia to distribute, market and sell the products under the Nike trademark, through MG's retail stores. The agreement has a term of 5 (five) years and is effectively extended automatically if there is no agreement to terminate the cooperation. On the due date, the agreement is not renewed.
b. Rental agreement
The Company and Subsidiaries entered into several stores’ rental agreements with third parties, for periods of 3 months to 60 months. The lease will expire on various dates in 2018 until 2024. These agreements can be renewed at the expiration of the lease period by both parties. The rental costs of the Company and Subsidiaries for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 315,747,596 and Rp 51,289,983,449, respectively, are presented in Selling Expenses in consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.
78
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
b. Perjanjian sewa (lanjutan)
Sehubungan dengan penerapan PSAK 73 “Sewa”, Perusahaan dan Entitas Anak telah mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal 1 Januari 2020 (Catatan 2o, 12, 21)
c. Perjanjian pinjaman
Pada tanggal 29 Agustus 2019, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Suryani Samudra Sejati, pihak ketiga, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 39.000.000.000, dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 28 Agustus 2022. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 12% per tahun. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 211/DIR-MP/VIII/19 tanggal 29 Agustus 2019 ke OJK.
d. Perjanjian jual beli
Perusahaan
Pada tanggal 29 Agustus 2019, Perusahaan melakukan pembelian aset, berupa persediaan dan hak atas merek Minimal milik PT Gistex Retailindo, pihak ketiga, sebesar Rp 32.209.524.447. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 210/DIR-MP/VIII/19 tanggal 29 Agustus 2019 ke OJK.
35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)
b. Rental agreement (continued)
In relation to the implementation of PSAK 73 “Lease”, the Company and Subsidiaries has recorded right-of-use assets and lease liabilities as of January 1, 2020 (Notes 2o, 12, 21).
c. Loan agreement
On August 29, 2019, the Company obtained loan from PT Suryani Samudra Sejati, third party, with a maximum loan amounting to Rp 39,000,000,000 and with a term valid until August 28, 2022. The loan bears annual interest rate at 12%. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 211/DIR-MP/VIII/19 dated August 29, 2019 to OJK.
d. Sales and purchases agreement
Company
On August 29, 2019, the Company purchase assets GR, consist of supplies and rights of Minimal owned by PT Gistex Retailindo, third party, amounted to Rp 32,209,524,447. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 210/DIR-MP/VIII/19 dated August 29, 2019 to OJK.
Entitas Anak
Subsidiaries
PT Mega Putra Garment (MPG )
Pada tanggal 9 November 2020, MPG melakukan perjanjian pengikatan jual beli atas saham yang dimiliki MPG di MGI sebesar 13.250 saham atau 53% pemilikan MPG kepada PT Ames Indah International (pihak ketiga) dengan harga pengalihan sebesar Rp 13.250.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2020, MPG menerima uang muka pelepasan saham sebesar Rp 10.600.000.000 dari PT Ames Indah International yang dicatat sebagai “Uang muka pelepasan Entitas Anak” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 131/CORPSEC-MP/XI/20 tanggal 12 November 2020 ke OJK.
PT Mega Putra Garment (MPG)
On November 9, 2020, MPG entered into the sale and purchase agreement of all shares owned by MPG in MGI of 13,250 shares or 53% of MPG ownership to PT Ames Indah International (third party) amounted to Rp 13,250,000,000. On December 31, 2020, MPG has received advance for transferred of shares amounted Rp 10,600,000,000 from PT Ames Indah International and recorded as “Advance for transferred of shares of subsidiary” in the consolidated statement of financial position. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 131/CORPSEC-MP/XI/20 dated November 12, 2020 to OJK.
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
36. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas moneter dalam mata uang asing, sebagai berikut:
As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have monetary liabilities denominated in foreign currencies as follows:
2020
Ekuivalen Mata Uang Asing Dalam Rupiah Liabilitas Liabilities Utang usaha US$ 1.079.759 15.230.000.366 Trade payables
79
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)
36. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued)
2019
Ekuivalen Mata Uang Asing Dalam Rupiah Liabilitas Liabilities Utang usaha US$ 1.395.045 19.392.520.545 Trade payables
Perusahaan dan Enitias Anak tidak memiliki pinjaman bank dalam mata uang asing, namun demikian manajemen secara berkelanjutan senantiasa mengevaluasi struktur aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing. Pada tanggal 22 Maret 2021 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian), kurs rata-rata mata uang asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah: US$ 1 = Rp 14.456.
The Company and subsidiaries have no borrowings which denominated in foreign currencies, however the management continues to evaluate the structure of assets and liabilities denominated in foreign currencies. As of March 22, 2021 (the date of completion of the consolidated financial statements), the average rate of foreign currency published by Bank Indonesia is: US$ 1 = Rp 14,456.
37. LABA (RUGI) PER SAHAM
Perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut:
37. EARNING (LOSS) PER SHARE
The calculation of earning (loss) per share is as follows:
| Laba (rugi) tahun berjalan kepada pemilik Entitas Induk Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar Laba (rugi) per saham |
2020 (34.876.183.678 ) 870.171.478 (40 ) |
2019 Income (loss) for the year to equity holders of 51.915.522.801 the Parent Company Weighted average number of 806.021.141 shares outstanding 64 Earning (loss) per share |
|---|---|---|
38. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.
38. SEGMENT INFORMATION
The following segment information is prepared based on the information used by management in evaluating the performance of each business segment and in determining the allocation of resources.
| Segmen Usaha Pakaian/ 2020 Clothes Penjualan bersih 305.100.176.890 Beban pokok penjualan (136.330.862.713 ) Hasil segmen (laba bruto) 168.769.314.177 Beban penjualan tidak dapat dialokasikan Beban umum dan administrasi tidak dapat dialokasikan Beban keuangan Pendapatan bunga Lain-lain - bersih Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan Manfaat pajak penghasilan Rugi tahun berjalan Rugi komprehensif lain - setelah pajak Jumlah rugi komprehensif lain tahun berjalan |
Business Segment Aksesoris/ Jumlah/ Accessories Total 21.671.982.516 326.772.159.406 (13.664.277.011 ) (149.995.139.724 ) 8.007.705.505 176.777.019.682 (160.508.692.556 ) (51.376.213.064 ) (22.397.994.717 ) 58.955.552 12.951.691.460 (44.495.233.643 ) 6.874.952.258 (37.620.281.385 ) (193.024.898 ) (37.813.306.283 ) |
2020 Net sales Cost of goods sold Segment result (gross profit) Unallocated selling expenses Unallocated general and administrative expenses Financing expenses Interest income Others - net Loss before income tax benefit Income tax benefit Loss for the year Other comprehensive - loss - net of tax Total comprehensive loss for the year |
|---|---|---|
80
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
38. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
38. SEGMENT INFORMATION (continued)
| Segmen Usaha (lanjutan) Pakaian/ 2020 Clothes Aset Segmen Persediaan - bersih 219.926.999.512 Aset tidak dapat dialokasikan Jumlah Aset Liabilitas tidak dapat dialokasikan Jumlah Liabilitas Penambahan aset tetap Penyusutan Pakaian/ 2019 Clothes Penjualan bersih 509.503.498.510 Beban pokok penjualan (216.237.618.958 ) Hasil segmen (laba bruto) 293.265.879.552 Beban penjualan tidak dapat dialokasikan Beban umum dan administrasi tidak dapat dialokasikan Beban keuangan Pendapatan bunga Lain-lain - bersih Laba sebelum beban pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba tahun berjalan Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak Jumlah laba komprehensif lain tahun berjalan Aset Segmen Persediaan - bersih 223.522.774.102 Aset tidak dapat dialokasikan Jumlah Aset Liabilitas tidak dapat dialokasikan Jumlah Liabilitas Penambahan aset tetap Penyusutan |
Business Segment (continued) Aksesoris/ Jumlah/ Accessories Total 2020 Segment Assets 13.191.090.490 233.118.090.002 Inventories - net 330.510.459.783 Unallocated assets 563.628.549.785 Total Assets 303.194.542.523 Unallocated liabilities 303.194.542.523 Total Liabilities 18.712.024.996 Additions of fixed assets 21.752.964.307 Depreciation Aksesoris/ Jumlah/ Accessories Total 2019 92.221.486.264 601.724.984.774 Net sales (64.660.760.933 ) (280.898.379.891 ) Cost of goods sold 27.560.725.331 320.826.604.883 Segment result (gross profit) (178.906.374.696 ) Unallocated selling expenses Unallocated general and (60.632.080.673 ) administrative expenses (15.140.444.132 ) Financing expenses 260.204.592 Interest income 2.017.106.774 Others - net Income before 68.425.016.748 income tax expense (17.202.347.829 ) Income tax expense 51.222.668.919 Income for the year Other comprehensive income - 179.615.686 net of tax Total comprehensive income 51.402.284.605 for the year Segment Assets 10.386.595.379 233.909.369.481 Inventories - net 304.735.464.505 Unallocated assets 538.644.833.986 Total Assets 233.342.061.525 Unallocated liabilities 233.342.061.525 Total Liabilities 50.103.158.207 Additions of fixed assets 18.134.501.783 Depreciation |
|---|---|
Segmen Geografis
Informasi segmen operasi menurut daerah geografis kegiatan usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Geographical Segment
Operating segment information according to the geographic area of the Company's and Subsidiaries business activities is as follows:
2020 2019 Pulau Jawa 178.374.535.653 376.670.119.291 Java Island Luar Pulau Jawa 148.397.623.753 225.054.865.483 Outside of Java Island Jumlah 326.772.159.406 601.724.984.774 Total
81
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko pasar (termasuk risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga) dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
Faktor-faktor Risiko Keuangan
-
a. Risiko Pasar
-
Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata uang. Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap flkuktuasi nilai tukar mata uang asing, terutama disebabkan oleh piutang dan utang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
• Risiko Tingkat Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.
Risiko tingkat bunga Perusahaan dan Entitas Anak terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan Entitas Anak (lihat Catatan 16).
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko suku bunga.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan dan Entitas Anak yang terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:
39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES
The main risks arising from the Company and Subsidiaries’ financial instruments are market risk (including foreign exchange risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Company and Subsidiaries’ treasury policies are designed to mitigate the financial impact of fluctuations in interest rates and to minimize potential adverse effects on the Company and Subsidiaries’ financial risks.
Financial Risks Factors
-
a. Market Risk
-
Foreign Exchange Risk
Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Company and Subsidiaries exposure to exchange rate fluctuations results primarily from United States Dollar - denominated trade receivables and trade payables.
• Interest Rate Risk
Interest rate risk is defined as a risk in which the fair value of future cash flows might be fluctuated due to the changes of market rate of the interest. Loans obtained at variable rates expose the Company to cash flow interest rate risk.
The Company’s and Subsidiaries interest rate risk mainly arises from loans obtained by the Company and Subsidiaries (see Note 16).
The Company and Subsidiaries perform regular review on the impact of interest rate changes and keep the financing composition in line with the need to manage the interest rate risk.
The following table sets out the carrying amounts, by maturity, of the Company’ and Subsidiaries financial instruments that are exposed to interest rate risk:
| Kurang dari 1 tahun/ Less than 1 year Suku bunga mengambang Kas di bank 8.215.359.824 Utang bank jangka pendek (63.200.000.000 ) Utang lain-lain (18.134.104.980 ) Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank (4.433.011.816 ) Utang pembelian aset tetap (277.509.627 ) Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank - Utang pembelian aset tetap - Bersih (77.829.266.599 ) |
2020 | Nilai tercatat/ Carrying value Floating rate 8.215.359.824 Cash on hand and in banks (63.200.000.000 ) Short-term bank loans (39.000.000.000 ) Other payables Current maturities of long-term debts (4.433.011.816 ) Bank loans Liabilities for purchase (277.509.627 ) of fixed assets Long-term debts - net of current maturities (11.171.436.672 ) Bank loans Liabilities for purchase (71.558.376 ) of fixed assets (109.938.156.667 ) Net |
Floating rate | |
|---|---|---|---|---|
| Lebih dari 1 tahun/ More than 1 year - - (20.865.895.020 ) - - (11.171.436.672 ) (71.558.376 ) (32.108.890.068 ) |
82
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
-
a. Risiko Pasar (lanjutan)
-
Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)
39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)
Financial Risks Factors (continued)
-
a. Market Risk (continued)
-
Interest Rate Risk (continued)
2019
| Kurang dari 1 tahun/ Less than 1 year Suku bunga mengambang Kas di bank 9.166.668.604 Utang bank jangka pendek (61.000.000.000 ) Utang lain-lain (11.729.985.983 ) Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank (3.981.209.750 ) Utang pembelian aset tetap (444.339.391 ) Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank - Utang pembelian aset tetap - Bersih (67.988.866.520 ) |
Lebih dari 1 tahun/ More than 1 year - - (27.270.014.017 ) - - (9.066.191.694 ) (392.145.603 ) (36.728.351.314 ) |
Nilai tercatat/ Carrying value Floating rate 9.166.668.604 Cash on hand and in banks (61.000.000.000 ) Short-term bank loans (39.000.000.000 ) Other payables Current maturities of long-term debts (3.981.209.750 ) Bank loans Liabilities for purchase (444.339.391 ) of fixed assets Long-term debts - net of current maturities (9.066.191.694 ) Bank loans Liabilities for purchase (392.145.603 ) of fixed assets (104.717.217.834 ) Net |
Floating rate |
|---|---|---|---|
Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak yang tidak dimasukkan di tabel di atas adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat bunga.
b. Risiko Kredit
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak senantiasa melakukan penelaahan berkala atas kredit pelanggan yang ada.
c. Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan setara kas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.
Perusahaan dan Entitas Anak dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai. Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan likuiditas Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang dianggap perlu.
The other financial instruments of the Company and Subsidiaries that are not included in the above table are non-interest bearing or not significant, therefore are not subjected to interest rate risk.
b. Credit Risk
The Company and Subsidiaries have no significant concentrations of credit risk. The Company and Subsidiaries have policies in place to ensure that sales of products are made to customers with an appropriate reputation and credit history. In addition, the Company and Subsidiaries always perform regular credit reviews of existing customers.
c. Liquidity Risk
Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents to meet operating capital requirements.
In regular conduct of business, the Company and Subsidiaries always maintain flexibility through adequate cash and cash equivalents funds and availability of funding in the form of adequate credit lines. Management manages the liquidity risks by continuously monitoring the rolling forecasts of the Company and Subsidiaries liquidity reserve on the basis of expected cash flows and reviewing financing requirements for working capital and funding activities on a regular basis and where deemed necessary.
83
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)
Fair Value of Financial Instruments
The carrying values and the estimated fair values of the Company’s and Subsidiaries financial instruments that are carried in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019, are as follows:
2020
| Aset Keuangan Lancar Kas dan bank Piutang usaha Piutang lain-lain Jumlah aset keuangan lancar Aset Keuangan Tidak Lancar Aset tidak lancar lainnya - uang jaminan Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang bank jangka pendek Utang usaha Utang lain-lain Biaya masih harus dibayar Liabilitas sewa yang direalisasi dalam satu tahun Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Uang muka pelepasan Entitas Anak Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang terealisasi dalam satu tahun Utang lain-lain - pihak ketiga Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Utang pihak berelasi Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang Jumlah Liabilitas Keuangan |
Nilai Tercatat/ Carrying amount 9.952.854.519 19.125.151.254 12.605.879 29.090.611.652 23.917.289.451 53.007.901.103 63.200.000.000 48.277.085.678 18.134.104.980 7.749.242.070 18.210.671.551 4.433.011.816 277.509.627 10.600.000.000 170.881.625.722 51.407.327.914 28.121.381.081 11.171.436.672 71.558.376 30.219.221.052 120.990.925.095 291.872.550.817 |
Nilai Wajar/ Fair value Current Financial Assets 9.952.854.519 Cash on hand and in banks 19.125.151.254 Trade receivables 12.605.879 Other receivables 29.090.611.652 Total current financial assets Non-Current Financial Assets Other non-current assets - 23.917.289.451 security deposits 53.007.901.103 Total Financial Assets Current Financial Liabilities 63.200.000.000 Short-term bank loans 48.277.085.678 Trade payables 18.134.104.980 Other payables 7.749.242.070 Accrued expenses Current maturities of 18.210.671.551 Lease liabilities Current maturities of long-term debts 4.433.011.816 Bank loans Liabilities for purchase 277.509.627 of fixed assets Advance for transferred 10.600.000.000 of shares of subsidiary 170.881.625.722 Total current financial liabilities Non-Current Financial Liabilities Lease liabilities - 51.407.327.914 net of current maturities 28.121.381.081 Other payables - third party Long-term debts - net of current maturities 11.171.436.672 Bank loans Liabilities for purchase 71.558.376 of fixed assets 30.219.221.052 Due to related parties 120.990.925.095 Total non-current financial liabilities 291.872.550.817 Total Financial Liabilities |
|---|---|---|
84
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (lanjutan) (continued)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
Fair Value of Financial Instruments (continued)
| Aset Keuangan Lancar Kas dan bank Piutang usaha Piutang lain-lain Jumlah aset keuangan lancar Aset Keuangan Tidak Lancar Aset tidak lancar lainnya - uang jaminan Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang bank jangka pendek Utang usaha Utang lain-lain Biaya masih harus dibayar Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Utang lain-lain - pihak ketiga Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Utang pihak berelasi Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang Jumlah Liabilitas Keuangan |
2019 Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Carrying amount Fair value Current Financial Assets 12.763.271.630 12.763.271.630 Cash on hand and in banks 58.605.576.777 58.605.576.777 Trade receivables 935.031.854 935.031.854 Other receivables 72.303.880.261 72.303.880.261 Total current financial assets Non-Current Financial Assets Other non-current assets - 21.852.070.827 21.852.070.827 security deposits 94.155.951.088 94.155.951.088 Total Financial Assets Current Financial Liabilities 61.000.000.000 61.000.000.000 Short-term bank loans 56.967.246.533 56.967.246.533 Trade payables 12.431.571.535 12.431.571.535 Other payables 10.253.074.325 10.253.074.325 Accrued expenses Current maturities of long-term debts 3.981.209.750 3.981.209.750 Bank loans Liabilities for purchase 444.339.391 444.339.391 of fixed assets 145.077.441.534 145.077.441.534 Total current financial liabilities Non-Current Financial Liabilities 34.156.059.638 34.156.059.638 Other payables - third party Long-term debts - net of current maturities 9.066.191.694 9.066.191.694 Bank loans Liabilities for purchase 392.145.603 392.145.603 of fixed assets 32.459.473.684 32.459.473.684 Due to related parties 76.073.870.619 76.073.870.619 Total non-current financial liabilities 221.151.312.153 221.151.312.153 Total Financial Liabilities |
|---|---|
| Nilai Tercatat/ Carrying amount 12.763.271.630 58.605.576.777 935.031.854 72.303.880.261 21.852.070.827 94.155.951.088 61.000.000.000 56.967.246.533 12.431.571.535 10.253.074.325 3.981.209.750 444.339.391 145.077.441.534 34.156.059.638 9.066.191.694 392.145.603 32.459.473.684 76.073.870.619 221.151.312.153 |
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan ( willing parties ) dan bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
The fair values of the financial assets and liabilities are determined based on the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between willing parties, and is neither forced income nor liquidation.
Financial instruments presented in the consolidated statements of financial postion are carried at fair value, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be measured reliably.
The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value:
85
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang lain-lain, utang bank dan utang pembelian aset tetap jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek.
Jumlah tercatat dari utang lain-lain, utang bank dan utang pembelian aset tetap jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku bunga mengambang, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.
Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.
Nilai wajar atas liabilitas sewa dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.
Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset keuangan jangka panjang yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal (uang jaminan) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.
40. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyebaran wabah virus corona (“Covid-19”) sebagai pandemi global. Wabah Covid-19 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik, yang mungkin akan mempengaruhi operasi Perusahaan dan Entitas Anak serta pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman Covid-19, serta dampak faktorfaktor tersebut terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya. Laporan keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)
Fair Value of Financial Instruments (continued)
The carrying amounts of cash on hand and in banks, trade receivables, other receivables, short-term bank loans, trade payables, accrued expenses, other payables, long-term bank debt and liabilities for purchase of fixed assets maturing within one year, approximates the fair value due to their short-term maturities.
The carrying amounts of other payables, long-term bank loans and liabilities for purchase of fixed assets - net of current maturities within one year at floating interest rates, approximates the fair values because it is always reassessed periodically.
Due to related parties are carried at amortized cost using the effective interest method and the impact is considered immaterial.
The fair value of lease liabilities are determined by discounting cash flows at effective interest rate.
Management determines that the fair values of long-term financial assets that do not have a quoted market price in an active market and/or their fair values cannot be measured reliably (security deposit) is approximately equal to their carrying values.
40. ECONOMIC ENVIRONMENT UNCERTAINTY
In March 2020, the World Health Organization (WHO) declared the outbreak of corona virus (“Covid-19”) a global pandemic. This Covid-19 outbreak has caused global and domestic economic slowdown, which may will affect the operations of the Company and Subsidiaries, their customers and vendors. While disruption is expected to be temporary, there is considerable uncertainty around the extent of the impact of Covid-19 on the Company and Subsidiaries’ operations and financial performance. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to eradicate Covid-19 threat, and the impact of such factors to the Company and Subsidiaries’ employees, customers and vendors. The management is closely monitoring the Company and Subsidiaries’ operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation. These consolidated financial statements do not include any adjustment that might result from the outcome of the aforementioned uncertainty.
86
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
41. HAL LAINNYA
41. OTHER MATTERS
Omnibus Law
Omnibus Law
Pada bulan November 2020, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani dan mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang No. 11/2020. Undang-Undang ini mengatur 11 klaster, termasuk penyederhanaan perizinan usaha, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi. Omnibus Law dapat berdampak terhadap Perusahaan dan Entitas Anak dalam beberapa hal seperti ketenagakerjaan dan perpajakan. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul atas penerapan Undang-Undang tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasiannya.
In November 2020, the President of the Republic of Indonesia officially signed and enacted the Omnibus Law on Job Creation through the issuance of Law No. 11/2020. This Law regulates 11 clusters, including simplification of business licensing, investment requirements, employment, ease of empowering micro, small and medium cooperatives (MSMEs), ease of doing business, support for innovation research, government administration, imposition of sanctions, land procurement, investment and government project, and economic zones. This Omnibus Law may affect the Company and Subsidiaries in certain matters such as: employment and taxation. Up to the completion date of these consolidated financial statements, the Company and Subsidiaries is evaluating the impact of this law to its consolidated financial statements.
42. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
42. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH FLOWS
| Aktivitas non-kas Penambahan aset tetap dari utang lain-lain Penambahan aset tetap dari uang muka pembelian aset tetap Penambahan aset tetap dari utang pembelian aset tetap Rekonsiliasi liabilitas neto |
2020 4.542.041.160 708.530.930 - |
Non-cash activities 2019 Additions of fixed assets from 6.886.045.621 other payable Additions of fixed assets from advance 980.675.106_payments for purchase of fixed assets_ Additions of fixed assets from 303.800.000 liabilities for purchase of fixed assets Net liabilities reconciliation |
|
|---|---|---|---|
| Utang bank Liabilitas sewa Utang pembelian aset tetap Utang bank Utang pembelian aset tetap |
1 Januari 2020/ January 1, 2020 74.047.401.444 - 836.484.994 1 Januari 2019/ January 1, 2019 60.493.291.446 1.292.054.026 |
Penyesuaian atas Implementasi PSAK 73/ Adjustment due to Implementation of PSAK 73 - 79.555.313.085 - Arus Kas/ Cash Flows 13.554.109.998 (656.544.143 ) |
Arus Kas/ Cash Flows 4.757.047.044 (40.155.847.643 ) (487.416.991 ) Dekonsolidasi Entitas Anak/ Deconsolidation of Subsidiaries - (102.824.889 ) |
Transaksi Non-kas/ Non-cash Transactions - 30.218.534.023 - Transaksi Non-kas/ Non-cash Transactions - 303.800.000 |
31 Desember 2020/ December 31, 2020 78.804.448.488 Bank loans 69.617.999.465 Lease liabilities Liabilities for purchase 349.068.003 of fixed assets 31 Desember 2019/ December 31, 2019 74.047.401.444 Bank loans Liabilities for purchase 836.484.994 of fixed assets |
|---|---|---|---|---|---|
43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM EFEKTIF BERLAKU
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan dan Entitas Anak pada saat efektif.
43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Company and Subsidiaries when these standard become effective.
87
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM EFEKTIF BERLAKU (lanjutan)
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2021
-
Amandemen PSAK 22: Definisi Bisnis.
-
Amandemen PSAK 71 - Instrumen Keuangan, Amandemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amandemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amandemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2022
-
Amandemen PSAK 22 - “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”.
-
Amandemen PSAK 57 - “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Mengganggu - Biaya Pemenuhan Kontrak”.
-
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71 - “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian ‘10 persen’ untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan”.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023
- Amandemen PSAK 1 - “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”.
Perusahaan dan Entitas Anak sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
44. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN
Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode biaya.
Informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan pada halaman i sampai dengan v.
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)
Effective beginning on or after January 1, 2021
-
Amendments to PSAK 22: Definition of a Business.
-
- Amendments to PSAK 71 - Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2.
Effective beginning on or after January 1, 2022
-
Amendments to PSAK 22 - “Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks”.
-
- Amendments to PSAK 57 - “Provisions, Contingent Liabilities, Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs”.
-
2020 Annual Improvements - PSAK 71 - “Financial Instruments - Fees in the ‘10 percent’ test for derecognition of financial liabilities”.
Effective beginning on or after January 1, 2023
- Amendments to PSAK 1 - “Classification of Liabilities as Current or Non-current”.
The Company and Subsidiaries are presently evaluating and have not yet determined the effects of these new and amended accounting standards on the consolidated financial statements.
44. FINANCIAL INFORMATION OF THE PARENT ENTITY ONLY
The financial information of the parent entity only presents statements of financial position, statements of profit or loss and other comprehensive income, statements of changes in equity and statements of cash flows information in which investments in its subsidiaries were accounted using the cost method.
The financial information of the parent entity only presents on pages i through v.
88
PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| ASET ASET LANCAR Kas dan bank Piutang usaha Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp 5.474.244.847 pada tahun 2020 Pihak berelasi Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Uang muka Biaya dibayar di muka yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Biaya dibayar di muka - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Investasi saham Aset pajak tangguhan Uang muka pembelian aset tetap Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 75.472.595.471 pada tahun 2020 dan Rp 59.475.578.333 pada tahun 2019 Aset hak-guna - bersih Aset takberwujud - bersih Taksiran klaim pajak penghasilan Aset tidak lancar lainnya Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET |
2020 5.161.779.664 12.995.583.464 3.393.030.007 6.151.879 178.317.904.765 8.590.805 4.805.645.862 1.617.136.328 206.305.822.774 - 15.749.000.000 11.767.375.234 1.770.874.370 42.053.765.342 101.621.490.261 30.553.341.898 2.807.036.940 22.171.880.423 228.494.764.468 434.800.587.242 |
2019 5.536.887.688 35.280.003.430 22.463.173.452 70.405.141 170.864.521.206 3.266.830.939 8.073.758.961 37.325.351.574 282.880.932.391 15.257.069.944 15.749.000.000 1.785.732.635 708.530.930 47.809.419.948 - 30.553.341.898 - 20.907.367.154 132.770.462.509 415.651.394.900 |
|---|---|---|
ASSETS CURRENT ASSETS Cash on hand and in banks Trade receivables Third parties - net of allowance for impairment of trade receivables of Rp 5,474,244,847 in 2020 Related parties Other receivables Inventories Prepaid tax Advances Current maturities of prepaid expenses Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS Prepaid expenses- net of current maturities Investments in share of stock Deferred tax assets Advance payment for purchase of fixed assets Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 75,472,595,471 in 2020 and Rp 59,475,578,333 in 2019 Right-of-use assets - net Intangible assets - net Estimated claims for income tax refund Other non-current assets Total Non-Current Assets
TOTAL ASSETS
i
PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek Utang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga Utang lain-lain Utang pajak Biaya masih harus dibayar Liabilitas sewa yang direalisasi dalam satu tahun Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang terealisasi dalam satu tahun Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Utang bank Utang pembelian aset tetap Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Utang pihak berelasi Utang lain-lain - pihak ketiga Jumlah Liabilitas Jangka Panjang JUMLAH LIABILITAS EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 2.400.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 870.171.478 saham pada Tambahan modal disetor Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
2020 18.700.000.000 47.136.861.363 8.064.033.451 18.628.079.574 1.985.302.199 6.049.835.147 17.757.834.455 3.090.909.090 224.226.845 121.637.082.124 46.219.796.098 10.303.030.303 71.558.376 6.520.094.743 26.419.221.052 20.865.895.060 110.399.595.632 232.036.677.756 87.017.147.800 61.283.962.838 500.000.000 53.962.798.848 202.763.909.486 434.800.587.242 |
2019 LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES CURRENT LIABILITIES 17.500.000.000 Short-term bank loans Trade payables 51.953.893.821 Related parties 8.148.771.201 Third parties 12.355.383.485 Other payables 4.834.866.250 Taxes payable 8.116.392.254 Accrued expenses Current maturities of - lease liabilities Current maturities of long-term debts 2.000.000.000 Bank loans 289.881.548_Liabilities for purchase of fixed assets_ 105.199.188.559 Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Lease liabilities - - net of current maturities Long-term debts - net of current maturities 7.333.333.332 Bank loans 296.236.424_Liabilities for purchase of fixed assets_ Estimated liabilities for 3.923.515.499 employees’ benefits 27.009.473.684 Due to related parties 27.270.014.017 Other payables - third parties 65.832.572.956 Total Non-Current Liabilities 171.031.761.515 TOTAL LIABILITIES EQUITY Capital stock - Rp 100 par value per share Authorized - 2,400,000,000 shares Issued and fully paid - 87.017.147.800 870,171,478 shares 61.283.962.838 Additional paid-in capital Retained earnings 250.000.000 Appropriated 96.068.522.747 Unappropriated 244.619.633.385 TOTAL EQUITY 415.651.394.900 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY |
|---|---|---|
ii
PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA BRUTO Beban penjualan Beban umum dan administrasi Pendapatan bunga Beban keuangan Pendapatan lain-lain - bersih LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini Pajak tangguhan Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Laba (rugi) aktuarial atas program imbalan pasti Pajak terkait atas penghasilan komprehensif lain Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN |
2020 306.642.078.514 (151.046.357.481 ) 155.595.721.033 (154.498.889.430 ) (40.507.031.552 ) 39.422.747 (16.952.749.941 ) 13.252.176.867 (43.071.350.276 ) - 8.585.608.962 8.585.608.962 (34.485.741.314 ) (335.355.042 ) 73.778.109 (261.576.933 ) (34.747.318.247 ) |
2019 521.133.881.340 NET SALES (261.713.651.544 ) COST OF GOODS SOLD 259.420.229.796 GROSS PROFIT (162.008.410.251 ) Selling expenses (41.747.866.330 ) General and administrative expenses 240.934.341 Interest income (8.928.129.796 ) Financing expenses 1.681.658.279 Others income - net INCOME (LOSS) BEFORE INCOME 48.658.416.039 TAX BENEFIT (EXPENSE) INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) (12.562.408.750 ) Current tax 244.743.161 Deferred tax (12.317.665.589 ) Income Tax Benefit (Expense) 36.340.750.450 INCOME (LOSS) FOR THE YEAR OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Item that Will Not be Reclassified Subsequently to Profit or Loss Actuarial gain (loss) of defined 446.777.980 benefit plan Related tax in other (111.694.495 ) comprehensive income Other Comprehensive Income (Loss) 335.083.485 - Net of Tax TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 36.675.833.935 (LOSS) FOR THE YEAR |
|---|---|---|
iii
PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED
| Saldo 31 Desember 2018 Penambahan modal saham melalui PMTHMETD Dana cadangan umum Laba tahun berjalan Laba komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2019 Penyesuaian saldo awal atas penerapan PSAK 73 Dana cadangan umum Rugi tahun berjalan Rugi komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2020 |
Modal Saham/ Capital Stock 79.700.000.000 7.317.147.800 - - - 87.017.147.800 - - - - 87.017.147.800 |
Tambahan Modal Disetor/ Additional Paid-in Capital 36.844.689.186 24.439.273.652 - - - 61.283.962.838 - - - - 61.283.962.838 |
Saldo Retained |
Laba/ Earnings Belum ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated 59.642.688.812 - (250.000.000) 36.340.750.450 335.083.485 96.068.522.747 (7.108.405.652) (250.000.000) (34.485.741.314) (261.576.933) 53.962.798.848 |
Sub-Jumlah/ Sub-Total 59.642.688.812 - - 36.340.750.450 335.083.485 96.318.522.747 (7.108.405.652) - (34.485.741.314) (261.576.933) 54.462.798.848 |
Jumlah Ekuitas/ Total Equity 176.187.377.998 Balance as of December 31, 2018 Additional paid-up capital 31.756.421.452 from PMTHMETD - General reserve 36.340.750.450 Income for the year Other comprehensive income - 335.083.485 net of tax 244.619.633.385 Balance as of December 31, 2019 Beginning balance adjustments for (7.108.405.652 ) implementation of PSAK 73 - General reserve (34.485.741.314 ) Loss for the year Other comprehensive loss - (261.576.933) net of tax 202.763.909.486 Balance as of December 31, 2020 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Telah ditentukkan Penggunaannya/ Appropriated - - 250.000.000 - - 250.000.000 - 250.000.000 - - 500.000.000 |
iv
PT MEGA PERINTIS (ENTITAS INDUK) LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS (PARENT ENTITY) STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Pembayaran beban usaha Pembayaran beban keuangan Penerimaan lain-lain Pembayaran lain-lain Pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai Penerimaan kas dari pendapatan bunga Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap Uang muka pembelian aset tetap Hasil penjualan aset tetap Perolehan aset takberwujud Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran liabilitas sewa Penerimaan utang bank Pembayaran utang bank Pembayaran utang pembelian aset tetap Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak ketiga Pembayaran utang pihak berelasi Deposito berjangka Setoran modal saham Penambahan utang pihak berelasi Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan PENURUNAN BERSIH KAS DAN BANK KAS DAN BANK AWAL TAHUN KAS DAN BANK AKHIR TAHUN |
2020 347.996.641.925 (177.994.980.683 ) (65.326.129.627 ) (52.636.330.854 ) (16.951.658.653 ) 15.644.685.617 (1.264.513.265 ) (2.398.360.861 ) 39.422.747 47.108.776.346 (10.547.946.429 ) (1.770.874.370 ) 148.500.000 - (12.170.320.799) (37.204.246.935 ) 22.516.478.059 (17.255.871.999 ) (290.332.751 ) (2.489.337.313 ) (590.252.632 ) - - - (35.313.563.571 ) (375.108.024 ) 5.536.887.688 5.161.779.664 |
2019 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES 493.711.307.975 Cash received from customers (313.733.024.018 ) Cash paid to suppliers (84.931.738.674 ) Cash paid to employees (114.440.555.369 ) Payment of operating expenses (9.086.912.057 ) Payment of financing expenses 2.075.488.188 Other receipts (10.491.251.464 ) Other payments Income tax and value (14.802.627.657 ) added tax 240.934.341 Cash received from interest income Net Cash Provided by (51.458.378.735 ) (Used in) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES (23.106.328.439 ) Acquisition of fixed assets Advance payments for (708.530.930 ) purchase of fixed assets 113.487.887 Proceeds from sale of fixed assets (30.553.341.898 ) Acquisition of intangible assets Net Cash Used in (54.254.713.380 ) Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES - Payments of lease liability 131.214.945.972 Proceeds from bank loans (125.723.886.729 ) Payments of bank loans Payments of liabilities for (513.838.300 ) purchase of fixed assets Proceeds (payments) from 39.000.000.000 other payable third parties (411.387.342 ) Payments of due to related parties 2.920.602.795 Time deposits 31.756.421.452 Share capital deposit 2.000.000.000 Addition of due to related parties Net Cash Provided by 80.242.857.848 (Used in) Financing Activities NET DECREASE (25.470.234.267 ) IN CASH ON HAND AND IN BANKS CASH ON HAND AND IN BANKS 31.007.121.955 AT BEGINNING OF YEAR CASH ON HAND AND IN BANKS 5.536.887.688 AT END OF YEAR |
|---|---|---|
v