Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

PT Mega Perintis Tbk. Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69865_rns_2020-12-31_2005e1e9-b58b-44d2-b1ea-78ea17e2b69b.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian

Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES

Consolidated Financial Statements As of December 31, 2020 And For The Year Then Ended With Independent Auditors’ Report (Indonesian Rupiah Currency)

SPD TPC

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEAR THEN ENDED BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN WITH INDEPENDENT AUDITORS‘ REPORT (MATA UANG RUPIAH INDONESIA) (INDONESIAN RUPIAH CURRENCY)

DAFTAR ISI/ TABLE OF CONTENTS

Halaman/ Pages

Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statement of Profit or Loss and Komprehensif Lain Konsolidasian 4 - 5 Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 - 8 Consolidated Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9 - 88 Notes to the Consolidated Financial Statements Laporan Keuangan Tersendiri i - v The Separate Financial Statements


The original report included herein is in the Indonesian Language.

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Laporan No. Xxxxxxxxxxxxxxxxxx

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Mega Perintis Tbk

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian

PT Mega Perintis Tbk (“Perusahaan”) dan entitas anaknya terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan

penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut

sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Tanggung jawab auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini

atas laporan keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan

audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian tersebut bebas dari kesalahan penyajian material.

INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

Report No. xxxxxxxxxxxxxxxxxx

The Shareholders, the Boards of Commissioners and Directors PT Mega Perintis Tbk

We have audited the accompanying consolidated financial

statements of PT Mega Perintis Tbk (the “ Company ”) and its subsidiaries, which comprise the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020, and the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, and cash flows for the year then ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information. Management’s responsibility for the financial statements

Management is responsible for the preparation and fair

presentation of such consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error.

Auditors’ responsibility

Our responsibility is to express an opinion on such consolidated financial statements based on our audit. We

conducted our audit in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Those standards require that we comply with ethical requirements and plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether such consolidated financial statements are free from material misstatement.

The original report included herein is in the Indonesian Language.

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh

adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Opini

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian

terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang

material, posisi keuangan konsolidasian PT Mega Perintis Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Penekanan suatu hal

Kami membawa perhatian ke Catatan 40 atas laporan

keuangan konsolidasian terlampir yang menjelaskan bahwa

situasi perekonomian Indonesia akibat wabah virus Covid-19 serta dampaknya terhadap Perusahaan dan entitas anaknya serta rencana dan langkah-langkah yang dibuat oleh Perusahaan dan entitas anaknya dalam menghadapi kondisi ini. Meskipun demikian, terdapat suatu ketidakpastian material mengenai dampak dari kondisi saat ini terhadap bisnis dan operasi Perusahaan dan entitas anaknya di masa mendatang. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal tersebut.

An audit involves performing procedures to obtain audit

evidence about the amounts and disclosures in the financial statements. The procedures selected depend on the auditors’ judgment, including the assessment of the risks of material misstatement of the financial statements, whether due to fraud or error. In making those risk assessments, the auditors consider internal control relevant to the entity’s preparation and fair presentation of the financial statements in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the entity’s internal control. An audit also includes evaluating the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates made by management, as well as evaluating the overall presentation of the financial statements.

We believe that the audit evidence we have obtained is

sufficient and appropriate to provide a basis for our audit opinion.

Opinion

In our opinion, the accompanying consolidated financial statements present fairly, in all material respects, the

consolidated financial position of PT Mega Perintis Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020, and their consolidated financial performance and cash flows for the year then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.

Emphasis of matter

We draw attention to Note 40 to the accompanying consolidated financial statements which explains about

Indonesian economic condition due to the Covid-19 virus pandemic and its impact on the Company and its subsidiaries, including the plans and steps made by the Company and its subsidiaries in dealing with this condition. However, there is material uncertainty about the impact of the current condition on the Company and its subsidiaries’ business and operation in the future. Our opinion is not modified in respect of this matter.

The original report included herein is in the Indonesian Language.

Hal lain

Other matter

Audit kami atas laporan keuangan konsolidasian PT Mega Perintis Tbk dan entitas anaknya pada tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk merumuskan suatu opini atas laporan keuangan konsolidasian tersebut secara keseluruhan. Informasi keuangan tersendiri PT Mega Perintis Tbk (entitas induk) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2020 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (secara kolektif disebut sebagai “Informasi Keuangan Entitas Induk”), yang disajikan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan konsolidasian tersebut di atas, disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian dari laporan keuangan konsolidasian terlampir yang diharuskan menurut Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi Keuangan Entitas Induk merupakan tanggung jawab manajemen serta dihasilkan dari dan berkaitan secara langsung dengan catatan akuntansi dan catatan lainnya yang mendasarinya yang digunakan untuk menyusun laporan

keuangan konsolidasian terlampir. Informasi Keuangan Entitas Induk telah menjadi objek prosedur audit yang diterapkan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian terlampir berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Menurut opini kami, Informasi Keuangan Entitas Induk disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, berkaitan dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir secara keseluruhan.

Our audit of the accompanying consolidated financial statements of PT Mega Perintis Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020 and for the year then ended was performed for the purpose of forming an opinion on such consolidated financial statements taken as a whole. The accompanying separate financial information of PT Mega Perintis Tbk (parent entity), which comprises the statement of financial position as of December 31, 2020, and the statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, and cash flows for the year then ended (collectively referred to as the “Parent Entity Financial Information”), which is presented as a supplementary information to the above mentioned consolidated financial statements, is presented for the purposes of additional analysis and is not a required part of the accompanying consolidated financial statements under Indonesian Financial Accounting Standards. The Parent Entity Financial Information is the responsibility of management and was derived from and relates directly to the underlying accounting and other records used to prepare the accompanying consolidated financial statements. The Parent Entity Financial Information has been subjected to the auditing procedures applied in the audit of the accompanying consolidated financial statements in accordance with Standards on Auditing establish by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. In our opinion, the Parent Entity Financial Information is fairly stated, in all material respects, in relation to the accompanying consolidated financial statements taken as a whole.

Kantor Akuntan Publik/ Registered Public Accountants TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA

Drs. Nursal, Ak., CA, CPA

Izin Akuntan Publik/ Licence of Public Accountant No . AP.0272

22 Maret 2021

March 22, 2021

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
piutang usaha sebesar
Rp 5.627.838.917 pada tahun 2020
Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Persediaan - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
persediaan sebesar
Rp 4.390.366.904 pada
tahun 2020 dan 2019
Uang muka
Pajak dibayar di muka
Biaya dibayar di muka yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada Entitas Asosiasi - bersih
Biaya dibayar di muka - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Uang muka pembelian aset tetap
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 93.480.524.142 pada tahun
2020 dan Rp 72.305.850.168
pada tahun 2019
Aset hak guna - bersih
Aset pajak tangguhan
Aset takberwujud - bersih
Taksiran klaim pajak penghasilan
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
Catatan/
Notes
2g, 5
2h,2i,
6, 16, 34

2h, 6, 16
2i, 7, 34
7
2j, 8, 16
9
2t, 19
2k, 10
2n, 13
2k, 10
11
2l, 2m,
11, 16, 17
2o, 12
2t, 19
2p, 14
2t, 19
2q, 15
2020


9.952.854.519
3.495.171.754
15.629.979.500
-
12.605.879
233.118.090.002
8.660.021.746
2.121.830.113
1.727.382.383

274.717.935.896

1.781.690.534
-
8.074.749.370
100.400.821.865
108.732.042.150
12.506.975.007
30.690.008.572
2.807.036.940
23.917.289.451

288.910.613.889

563.628.549.785
2019
ASSETS
CURRENT ASSETS

12.763.271.630
Cash on hand and in banks

Trade receivables
Related parties

22.495.076.621

Third parties - net of

allowance for impairment

of trade receivables of

36.110.500.156_Rp 5,627,838,917 in 2020_
Other receivables

800.000.000
Related party

135.031.854
Third parties
Inventories - net of
allowance for declining in

value of inventories of

and Rp 4,390,366,904

233.909.369.481
in 2020 and 2019

8.968.777.515
Advances

4.671.469.044
Prepaid taxes
Current maturities of

39.284.207.311
prepaid expenses

359.137.703.612
Total Current Assets
NON-CURRENT ASSETS

1.774.415.126
Investment in Associate - net
Prepaid expenses - net of

15.317.340.112
current maturities
Advance payments for

708.530.930
purchase of fixed assets
Fixed assets - net of
accumulated depreciation of

Rp 93,480,524,142 in 2020

and Rp 72,305,850,168

106.504.365.422
in 2019

-
Right-of-use-assets - net

2.519.149.389
Deferred tax assets

30.831.258.568
Intangible assets - net
Estimated claims for income

-
tax refund

21.852.070.827
Other non-current assets

179.507.130.374
Total Non-Current Assets

538.644.833.986
TOTAL ASSETS

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

1

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang pajak
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas sewa yang direalisasi
dalam satu tahun
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Uang muka pelepasan Entitas Anak
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - setelah dikurangi
bagian yang terealisasi dalam
satu tahun
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain - pihak ketiga
Estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LIABILITAS
Catatan/
Notes
16
18
2i, 18, 34
22
2t, 19
20
2o, 21
16
17
35
2o, 21
16
17
2i, 34
22
2u, 23
2020


63.200.000.000
48.264.441.928
12.643.750
18.134.104.980
2.632.622.173
7.749.242.070
18.210.671.551
4.433.011.816
277.509.627
10.600.000.000

173.514.247.895

51.407.327.914
11.171.436.672
71.558.376
30.219.221.052
28.121.381.081
8.689.369.533

129.680.294.628

303.194.542.523
2019
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES

61.000.000.000
Short-term bank loans
Trade payables

56.967.246.533
Third parties

-
Related party

12.431.571.535
Other payables - third parties

6.504.518.722
Taxes payables

10.253.074.325
Accrued expenses
Current maturities of

-
lease liabilities
Current maturities
of long-term debts

3.981.209.750
Bank loans
Liabilities for purchase

444.339.391
of fixed assets
Advance for transferred

-
of shares of subsidiary

151.581.960.256
Total Current Liabilities
NON-CURRENT LIABILITIES
Lease liabilities -

-
net of current maturities
Long-term debts - net of
current maturities

9.066.191.694
Bank loans
Liabilities for purchase

392.145.603
of fixed assets

32.459.473.684
Due to related parties
34.156.059.638
Other payables - third parties
Estimated liabilities for

5.686.230.650
employees’ benefits

81.760.101.269
Total Non-Current Liabilities

233.342.061.525
TOTAL LIABILITIES

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

2

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

EKUITAS
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar -
2.400.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 870.171.478 saham
Tambahan modal disetor - bersih
Penghasilan komprehensif lain
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
Sub-jumlah
Kepentingan Non-Pengendali
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS
DAN EKUITAS
Catatan/
Notes
24
2d, 2y, 25
2u
26
2c, 27
2020


87.017.147.800
67.295.385.908
(192.166.057)
500.000.000
97.824.264.183

252.444.631.834

7.989.375.428

260.434.007.262

563.628.549.785
2019




87.017.147.800

67.295.385.908

992.914

250.000.000

139.951.536.552

294.515.063.174

10.787.709.287

305.302.772.461

538.644.833.986

EQUITY Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company Capital stock - Rp 100 par value per share Authorized - 2,400,000,000 shares Issued and fully paid - 870,171,478 shares Additional paid-in capital - net Other comprehensive income Retained earnings Appropriated Unappropriated Sub-total Non-Controlling Interest TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

3

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

Catatan/
Notes
PENJUALAN BERSIH
2r, 28
BEBAN POKOK PENJUALAN
2r, 29
LABA BRUTO
Beban penjualan
2r, 30
Beban umum dan administrasi
2r, 31
Beban keuangan
2r, 32
Pendapatan bunga
2r
Bagian atas laba bersih
Entitas Asosiasi
2n, 13
Selisih kurs - bersih
2s
Laba (rugi) penjualan aset tetap
11
Pendapatan lain-lain - bersih
2r, 33
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
2t, 19
Pajak kini
Pajak tangguhan
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke
Laba Rugi
Laba (rugi) aktuarial atas program
imbalan pasti
2u, 23
Bagian penghasilan komprehensif lain
Entitas Asosiasi
2n, 13
Pajak terkait atas penghasilan
komprehensif lain
2t, 19
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah
pajak
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
2020


326.772.159.406
(149.995.139.724 )

176.777.019.682

(160.508.692.556 )
(51.376.213.064 )
(22.397.994.717 )
58.955.552
16.444.380
175.921.717
(518.243.900)
13.277.569.263

(44.495.233.643)

(1.715.792.320 )
8.590.744.578

6.874.952.258

(37.620.281.385)

(235.712.726)
(9.168.972 )
51.856.800

(193.024.898)

(37.813.306.283)
2019

601.724.984.774
NET SALES

(280.898.379.891 )
COST OF GOODS SOLD

320.826.604.883
GROSS PROFIT

(178.906.374.696 )
Selling expenses
General and administrative

(60.632.080.673 )
expenses

(15.140.444.132 )
Financing expenses

260.204.592
Interest income
Equity in net profit of

421.196.995
Associate
Foreign exchange

100.741.482
differentials - net
Gain(loss) on

83.720.833
sale of fixed assets

1.411.447.464
Others income - net
INCOME (LOSS) BEFORE
INCOME TAX BENEFIT

68.425.016.748
(EXPENSE)
INCOME TAX BENEFIT
(EXPENSE)

(17.617.089.750 )
Current tax

414.741.921
Deferred tax

(17.202.347.829 )
Income Tax Benefit (Expense)
INCOME (LOSS) FOR

51.222.668.919
THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE

INCOME (LOSS)

Item that Will Not be
Reclassified Subsequently

to Profit or Loss
Actuarial gain (loss) of

309.665.115
defined benefit plan
Share in other comprehensive

(52.633.150 )
income of associate
Related tax on other

(77.416.279 )
comprehensive income
Other comprehensive income

179.615.686
(loss) - net of tax
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)

51.402.284.605
FOR THE YEAR

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

4

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.


PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2020
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN
LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued)
FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2020
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2020

2019



INCOME (LOSS) FOR THE
YEAR ATTRIBUTABLE TO:

Equity Holders of
(34.876.183.678)
51.915.522.801
the Parent Company
(2.744.097.707)
(692.853.882 )
Non-Controlling Interest

(37.620.281.385)
51.222.668.919
TOTAL


TOTAL COMPREHENSIVE

INCOME (LOSS) FOR THE
YEAR ATTRIBUTABLE TO:

Equity Holders of
(35.069.342.649)
52.094.710.479
the Parent Company
(2.743.963.634)
(692.425.874 )
Non-Controlling Interest

(37.813.306.283)
51.402.284.605
TOTAL


Earning (Loss) per Share
Attributable to Equity Holders
(40)
64
of the Parent Company
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued)
FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2020
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued)
FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2020
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Catatan/
Notes
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
2c
JUMLAH
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
2c
JUMLAH
Laba (Rugi) per Saham yang Diatribusikan
kepada Pemilik
Entitas Induk
2v, 37
2019


INCOME (LOSS) FOR THE
YEAR ATTRIBUTABLE TO:

Equity Holders of

51.915.522.801
the Parent Company

(692.853.882 )
Non-Controlling Interest

51.222.668.919
TOTAL

TOTAL COMPREHENSIVE

INCOME (LOSS) FOR THE
YEAR ATTRIBUTABLE TO:

Equity Holders of

52.094.710.479
the Parent Company

(692.425.874 )
Non-Controlling Interest

51.402.284.605
TOTAL

Earning (Loss) per Share
Attributable to Equity Holders

64
of the Parent Company

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

5

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/

Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company

Saldo 31 Desember 2018
Penambahan modal saham melalui PMTHMETD
Dana cadangan umum
Dekonsolidasi Entitas Anak
Penambahan modal dari kepentingan
non-pengendali pada entitas anak
Laba tahun berjalan
Laba komprehensif lain - setelah pajak
Saldo 31 Desember 2019
Penyesuaian saldo awal atas
penerapan PSAK 73
Dana cadangan umum
Rugi tahun berjalan
Rugi komprehensif lain - setelah pajak
Saldo 31 Desember 2020
Catatan/

Notes



1b, 24
26
1d
1d


4
26



Modal Saham/
Capital Stock


79.700.000.000

7.317.147.800

-

-

-
-
-

87.017.147.800


-

-
-
-

87.017.147.800





Tambahan

Modal Disetor/
Additional Paid-in
Capital - Net



42.856.112.256

24.439.273.652

-

-

-

-

-



67.295.385.908



-

-

-

-



67.295.385.908

Selisih Transaksi
Perubahan Ekuitas
Entitas Anak/
Differences


Arising from

Change in


Equity of

Subsidiaries



43.393.080

-

-

(43.393.080 )

-

-

-


-


-

-

-

-


-



Penghasilan

Komprehensif
Lain/

Other
Comprehensive
Income




(178.194.764 )

-

-

-

-

-

179.187.678



992.914



-

-

-

(193.158.971 )



(192.166.057 )
Saldo laba/Retai ned Earnings

Belum
Ditentukan
Penggunaannya/
Unappropriated


89.415.607.323

-

(250.000.000 )

(1.129.593.572 )

-

51.915.522.801

-

139.951.536.552


(7.001.088.691 )

(250.000.000 )
(34.876.183.678 )

-


97.824.264.183


Sub-Jumlah/


Sub-Total


211.836.917.895

31.756.421.452

-

(1.172.986.652 )

-

51.915.522.801

179.187.678

294.515.063.174


(7.001.088.691 )

-
(34.876.183.678 )

(193.158.971 )

252.444.631.834

Kepentingan
Non-Pengendali/
Non- Controlling
Interest



429.355.710

-

-

(699.220.549 )

11.750.000.000

(692.853.882 )

428.008

10.787.709.287

(54.370.225 )

-

(2.744.097.707 )

134.073

7.989.375.428


Jumlah

Ekuitas
Total Equity
212.266.273.605
Balance as of December 31, 2018

31.756.421.452_Additional paid-up capital from PMTHMETD_

-
General reserve

(1.872.207.201 )
Deconsolidation of Subsidiary
Capital injection by non-controlling interest

11.750.000.000
to subsidiary

51.222.668.919
Income for the year

179.615.686_Other comprehensive income - net of tax_

305.302.772.461
Balance as of December 31, 2019

Beginning balance adjustments for

(7.055.458.916 )
implementation of PSAK 73

-
General reserve
(37.620.281.385 )
Loss for the year

(193.024.898 )
Other comprehensive loss - net of tax

260.434.007.262
Balance as of December 31, 2020

Telah
Ditentukan
Penggunaanya/
Appropriated



-

-

250.000.000

-

-

-

-


250.000.000


-

250.000.000

-

-


500.000.000

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

6

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEAR ENDED
31 DESEMBER 2020 DECEMBER 31, 2020
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN) (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Catatan/
Notes 2020

2019
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 366.252.584.929
571.942.086.490
Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok (145.194.533.735)
(286.401.025.662 )
Cash paid to suppliers
Pembayaran kas kepada karyawan (110.081.784.534)
(128.115.739.037 )
Cash paid to employees
Pembayaran beban usaha (47.061.657.221)
(133.389.703.277 )
Payment of operating expenses
Pembayaran beban keuangan (21.857.095.496)
(12.771.975.951 )
Payment of financing expenses
Penerimaan lain-lain 14.375.916.417
424.650.730
Other receipts
Pembayaran lain-lain (2.065.217.717)
(18.123.420.754 )
Other payments
Pajak penghasilan dan pajak Income tax and value
pertambahan nilai (5.845.086.882)
(20.887.549.710)
added tax
Penerimaan kas dari Cash received from
pendapatan bunga 58.955.552

260.204.592
interest income
Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 48.582.081.313

(27.062.472.579 )
(Used in) Operating Activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Perolehan aset tetap 11 (13.461.452.906)
(42.508.547.480 )

Acquisition of fixed assets
Advance payments for
Uang muka pembelian aset tetap 11 (8.074.749.370)
(708.530.930 )
purchase of fixed assets
Advance for transferred
Uang muka pelepasan Entitas Anak 35 10.600.000.000
-
of shares of subsidiary
Proceeds from sale
Hasil penjualan aset tetap 11 2.544.360.346
168.487.887
of fixed assets
Perolehan aset takberwujud 14 -
(30.553.341.898 )
Acquisition of intangible assets
Setoran modal kepentingan non-pengendali Capital injection by non-controlling
Entitas anak 1d -

10.950.000.000
interest to subsidiary
Kas Bersih yang Digunakan untuk Net Cash Flows Used in
Aktivitas Investasi (8.391.841.930)

(62.651.932.421 )
Investing Activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan utang bank 16 73.973.944.900
259.877.801.723
Proceeds from bank loans
Pembayaran utang bank 16 (69.216.897.856)
(246.323.691.725 )
Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa 21 (40.155.847.643)
-
Payments of lease liabilities
Penerimaan (pembayaran) Proceeds from (payments of)
utang lain-lain - pihak ketiga 22 (4.874.186.272)
39.000.000.000
other payables - third parties
Pembayaran utang Payments of due to
pihak berelasi 34 (4.650.252.632)
(19.386.678.301 )
related parties
Penambahan utang Addition of due to
pihak berelasi 34 2.410.000.000
4.123.248.893
related parties
Pembayaran utang Payments of liabilities for
pembelian aset tetap 17 (487.416.991)
(656.544.143 )
purchase of fixed assets
Penambahan modal saham melalui Additional paid-up capital
PMTHMETD 1b, 24 -
31.756.421.452
from PMTHMETD
Deposito berjangka -

2.920.602.795
Time deposits
Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (43.000.656.494)

71.311.160.694
(Used in) Financing Activities

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

7

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2020
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued)
FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2020
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Catatan/
Notes
2020

2019

DECREASE
PENURUNAN BERSIH

IN CASH ON HAND
KAS DAN BANK
(2.810.417.111)
(18.403.244.306 )
AND IN BANKS
Dikurangi saldo akhir tahun
Deduction of ending balance
kas dan bank milik
cash on hand and in banks
PT Mitra Perintis Merdeka
-
(268.652.033 )of PT Mitra Perintis Merdeka
CASH ON HAND
KAS DAN BANK

AND IN BANKS
AWAL TAHUN
12.763.271.630
31.435.167.969
AT BEGINNING OF YEAR

CASH ON HAND
KAS DAN BANK
AND IN BANKS
AKHIR TAHUN
9.952.854.519
12.763.271.630
AT END OF YEAR
PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2020
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued)
FOR THE YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2020
(EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Catatan/
Notes
2020

2019

DECREASE
PENURUNAN BERSIH

IN CASH ON HAND
KAS DAN BANK
(2.810.417.111)
(18.403.244.306 )
AND IN BANKS
Dikurangi saldo akhir tahun
Deduction of ending balance
kas dan bank milik
cash on hand and in banks
PT Mitra Perintis Merdeka
-
(268.652.033 )of PT Mitra Perintis Merdeka
CASH ON HAND
KAS DAN BANK

AND IN BANKS
AWAL TAHUN
12.763.271.630
31.435.167.969
AT BEGINNING OF YEAR

CASH ON HAND
KAS DAN BANK
AND IN BANKS
AKHIR TAHUN
9.952.854.519
12.763.271.630
AT END OF YEAR
PENURUNAN BERSIH
KAS DAN BANK
Dikurangi saldo akhir tahun
kas dan bank milik
PT Mitra Perintis Merdeka
KAS DAN BANK
AWAL TAHUN
KAS DAN BANK
AKHIR TAHUN
Catatan/
Notes

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.

8

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

1. U M U M

a. Pendirian Perusahaan

PT Mega Perintis Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2005, berdasarkan akta Notaris Ruli Iskandar, S.H., No. 3. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-03671 HT.01.01.TH.2006 tanggal 10 Februari 2006. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 100 tanggal 29 November 2019, sehubungan pelaksanaan PMTHMETD. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0367549 tanggal 3 Desember 2019.

Sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan dalam bidang perdagangan umum dan eceran. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

  • Menjalankan usaha dalam perdagangan, antara lain perdagangan yang berhubungan dengan pakaian jadi ( garment ), sepatu, tas, perlengkapan olahraga baik perdagangan secara besar maupun eceran.

  • Dan bertindak sebagai agen, supplier , waralaba dan distributor dari badan-badan dan perusahanperusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas serta untuk menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang, antara lain sebagai berikut:

  • Menjalankan kegiatan impor dan ekspor, pulau atau daerah serta lokal.

  • Berusaha dalam bidang pemberian jasa untuk pelayanan berbagai usaha yang berkaitan dengan usaha utama Perusahaan, terutama di bidang perdangangan besar maupun eceran (kecuali jasa perjalanan serta konsultasi dalam bidang hukum dan perpajakan)

  • Menjalankan usaha dalam bidang industri pabrik dari segala bahan yang dapat diproduksi di dalam negeri termasuk produk pakaian jadi, alas kaki dan kerajinan tangan.

  • Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan dengan menggunakan kendaraan-kendaraan bermotor, baik untuk angkutan orang (penumpang) maupun angkutan barang.

Perusahaan berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2005. Pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Verosito Gunawan (lihat Catatan 24).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. GENERAL

a. Establishment of the Company

PT Mega Perintis Tbk (the "Company") was established in Indonesia on October 21, 2005, based on the notarial deed of Ruli Iskandar, S.H., No. 3. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decree No. C-03671 HT.01.01.TH.2006 dated February 10, 2006. The Company's Articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed of Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 100 dated November 29, 2019, in connection with the capital increase without preemptive rights. The deed was received and recorded in the Legal Entity Administration System of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decree No. AHU-AH.01.03-0367549 dated December 3, 2019.

In accordance with Article 3 of the Company's Articles of Association, the Company's aims and objectives are running and conducting business in general and retail trading. To achieve the aims and objectives above the Company can carry out business activities as follows:

  • Running a trading business which include trading related to apparel (garment), shoes, bags, sports equipment both general and retail trading.

  • Act as a agent, supplier, franchisee and distributor of - other agencies and companies, both local and foreign country.

To achieve the aims and objectives above and to support the main business activities of the Company, the Company may carry out supporting business activities, including the following:

  • Carry out import and export activities, island or region and local.

  • Doing business in providing services for various business services related to the main business of the Company, especially in the field of general and retail trading (except in travel services; and law and taxation consultation services)

  • Running a business in the manufacture industry from all materials that can be produced domestically, including apparel, footwear and handicraft products.

  • Conducting business in the field of transportation by using motorized vehicles, both for the transportation of people (passengers) and transportation of goods.

The Company is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. The Company commenced its commercial operations in 2005. The majority shareholder of the Company is Verosito Gunawan (see Note 24).

9

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. U M U M (lanjutan)

  • b. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh

Penawaran Umum Saham Perdana

Pada tanggal 5 Desember 2018, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat No. S-176/D.04/2018 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 197.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran Rp 298 per saham.

Pada tanggal 12 Desember 2018, seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 13 November 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 100 pada tanggal 29 November 2019, oleh Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham antara lain, menyetujui pelaksanaan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 79.700.000 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100 (Catatan 24).

Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan telah memperoleh persetujuan pencatatan PMTHMETD dari Bursa Efek Indonesia, sejumlah 73.171.478 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 434 per saham, melalui Surat No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.

Pada tanggal 29 November 2019, seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

1. GENERAL (continued)

  • b. Public Offering and Corporate Actions Affecting Issued and Fully Paid Share Capital

Initial Public Offering

On December 5, 2018, the Company obtained an effective statement from the Board of Commissioners of the Financial Services Authority (OJK) in their Letter No. S-176/D.04/2018 to conduct public offering as much as 197,000,000 shares with a nominal value of Rp 100 per share at an offering price of Rp 298 per share.

As of December 12, 2018, all of the Company’s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.

Capital Increase Without Pre-emptive Rights (PMTHMETD)

Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders which was held on November 13, 2019 which has been notarized by Notarial Deed No. 100 date November 29, 2019 by Liestiani Wang, S.H., M.Kn., a notary in Jakarta, the shareholders among others, approved the capital increase without preemptive rights with maximum of 79,700,000 shares or 10% of Company’s issued and paid-up capital with nominal value of Rp 100 (Note 24).

On November 21, 2019, the Company has obtained the registration approval from Indonesia Stock Exchange for 73,171,478 shares with a nominal value of Rp 100 per share and implementation price of Rp 434 per share, through its Letter No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.

As of November 29, 2019, all of the Company’s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.

  • c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees

The Company’s Boards of Commissioners and Director as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Komisaris
Komisaris Utama
:
Komisaris Independen
:
Direksi
Direktur Utama
:
Direktur
:
Direktur
:
Direktur Independen
:
2020
Vanda Gunawan
Ida Bagus Oka Nila
Franxiscus Afat
Adinata Nursalim
Verosito Gunawan
Luki Rusli
-
2019
Board of Commissioners
Vanda Gunawan
:
President Commissioner
Ida Bagus Oka Nila
:
Independent Commissioner
Board of Directors
Franxiscus Afat
:
President Director
Adinata Nursalim
Verosito Gunawan
:
Director
Cuntoro Kinardi
:
Director
Luki Rusli
:
Independent Director
Board of Commissioners

Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The composition of the Company’s Audit Committee as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Ketua : Ida Bagus Oka Nila : Chairman
Anggota : Shinta Rahayu : Member
Anggota : Livia : Member

10

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. U M U M (lanjutan)

c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Jumlah remunerasi yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan adalah sekitar Rp 5,05 milyar dan Rp 9,95 milyar, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 032/DIRMP/IX/18 tanggal 12 September 2018, Perusahaan telah menunjuk Franxiscus Afat Adinata Nursalim sebagai Sekretaris Perusahaan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 325/DIRMP/XII/19 tanggal 9 Desember 2019, Perusahaan telah menunjuk M. Toni Hartono sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 033/DIRMP/IX/18 tanggal 12 September 2018, Perusahaan telah menunjuk Susilawati sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Entitas Anak, masing-masing sejumlah 129 orang dan 101 orang (tidak diaudit).

d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi

Perusahaan memiliki kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung pada Entitas Anak sebagai berikut:

1. GENERAL (continued)

  • c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued)

Total remuneration paid to the Company’s Commissioners and Directors was approximately Rp 5.05 billion and Rp 9.95 billion, for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively. Based on Directors Decree No. 032/DIR-MP/IX/18 dated September 12, 2018, the Company has appointed Franxiscus Afat Adinata Nursalim as the Corporate Secretary.

Based on Directors Decree No. 325/DIR-MP/XII/19 dated December 9, 2019, the Company has appointed M. Toni Hartono as Head of the Company's Internal Audit Unit.

Based on Directors Decree No. 033/DIR-MP/IX/18 dated September 12, 2018, the Company has appointed Susilawati as Head of the Company's Internal Audit Unit.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company has a total of 129 and 101 permanent employees, respectively (unaudited).

d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate

The Company has direct and indirect ownership in the following Subsidiaries as follows:

Entitas Anak/
Subsidiaries
Pemilikan langsung/
Direct Ownership
PT Mega Putra
Garment (MPG) *)
PT Mitrelindo Global (MG)
Pemilikan tidak langsung
melalui MPG/
Indirect Ownership
Through MPG
PT Maxindo Global
Internusa (MGI)
Kegiatan
C
Usaha/
Principal

Activity

Produsen
pakaian jadi/
Manufacture of
apparel
Perdagangan/
Trading
Produsen
pakaian jadi/
Manufacture of
apparel
Tahun
Beroperasi
Secara
Komersial/
ommencemen
of
Commercial
Operations
2014
2014
2019
t
Tempat
Kedudukan/
Domicile
Jakarta
Jakarta
Jakarta
Persentase Pemilikan (%)/
Percentage of Ownership (%)
2020
2019
99,99%
99,99%
99,99%
99,99%
53,00%
53,00%
Jumlah Aset seb
(dalam Juta
Total A
Before Eli
(In Million
elum Eliminasi
an Rupiah)

ssets

mination

Rupiah)
2020
99,99%
99,99%
53,00%
2020
172.717
45.328
26.783
2019
175.039
37.456
32.361

*) termasuk kepemilikan efektif tidak langsung melalui MG sebesar 39,99% including indirect effective ownership through MG of 39.99%.

11

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

1. U M U M (lanjutan)

d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)

MPG

MPG didirikan di Indonesia pada tanggal 26 Februari 2014, berdasarkan Akta Notaris Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 02. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-10.04332.PENDIRIAN-PT.2014 tanggal 3 Maret 2014.

Sesuai Anggaran Dasar MPG, ruang lingkup kegiatan MPG terutama adalah bergerak dalam bidang produsen pakaian jadi. MPG berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MPG memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2014.

MG

MG didirikan di Indonesia pada tanggal 30 Juli 2013, berdasarkan Akta Notaris Heri Martono, S.H., No. 06. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-46918.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 5 September 2013.

Sesuai Anggaran Dasar MG, ruang lingkup kegiatan MG terutama adalah bergerak dalam bidang perdagangan. MG berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MG memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2014.

Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

Berdasarkan Akta Pengoperan Hak-hak atas Saham tanggal 29 Juni 2018, Perusahaan membeli saham MG (entitas di bawah pengendalian yang sama) milik Verosito Gunawan, Vanda Gunawan, Dhiraj So Subash, Cuntoro Kinardi, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, Budi Kurniawan dan Hartanto Rahardja (pihak-pihak berelasi), masing-masing sejumlah 43.370 saham, 15.300 saham, 12.825 saham, 7.110 saham, 5.400 saham, 3.420 saham dan 2.565 saham, atau secara keseluruhan mewakili 59,99% kepemilikan pada MG dengan harga beli sebesar Rp 8.999.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan pada MG mengalami peningkatan dari 40% menjadi 99,99%.

Akuisisi MG oleh Perusahaan tersebut memenuhi kategori kombinasi bisnis antara entitas sepengendali sebagaimana diuraikan di dalam PSAK 38 (Revisi 2012) tentang “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, sehingga akuisisi tersebut diakui menggunakan metode penyatuan kepentingan. Jumlah selisih yang timbul antara biaya perolehan dan bagian proporsional atas nilai tercatat aset neto seluruhnya diakui sebagai “Selisih Nilai Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian "Tambahan Modal Disetor" di bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. GENERAL (continued)

d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate (continued)

MPG

MPG was established in Indonesia on February 26, 2014, based on Notarial Deed Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 02. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-10.04332.PENDIRIAN-PT.2014 dated March 3, 2014.

In accordance to MPG’s Articles of Association, the scope of MPG’s activities is primarily to engage in manufacture of apparel. MPG is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MPG commenced its commercial operations in 2014.

MG

MG was established in Indonesia on July 30, 2013, based on Notarial Deed Heri Martono, S.H., No. 06. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU46918.AH.01.01.Tahun 2013 dated September 5, 2013.

In accordance to MG’s Articles of Association, the scope of MG’s activities is primarily to engage in trading. MG is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MG commenced its commercial operations in 2014.

Business Combinations with Entities Under Common Control

Based on the Deed of Transfer of Rights on Shares dated June 29, 2018, the Company purchases shares of MG (entity under common control) owned by Verosito Gunawan, Vanda Gunawan, Dhiraj So Subash, Cuntoro Kinardi, Franxiscus Afat Adinata Nursalim, Budi Kurniawan and Hartanto Rahardja (related parties), as much as 43,370 shares, 15,300 shares, 12,825 shares, 7,110 shares, 5,400 shares, 3,420 shares and 2,565 shares, respectively or representing 59.99% ownership in MG with a purchase price amounting to Rp 8,999,000,000, which the Company's ownership in MG increased from 40% to 99.99%.

MG acquisition by the Company fulfills the business combination category with entities under common control as described in PSAK 38 (Revised 2012) "Business Combinations Under Common Control", the acquisition is recognized using the pooling of interest method. The amount of the difference arising between the acquisition cost and the proportionate share of the net carrying amount of the net assets is recognized as "Difference in Value of Business Combination of Entities Under Common Control" and is presented as an "Additional Paid-in Capital" in the equity section of the consolidated statements of financial position.

12

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

1. U M U M (lanjutan)

d. Kepemilikan Saham pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi (lanjutan)

MGI

MGI didirikan di Indonesia pada tanggal 23 Januari 2019, berdasarkan Akta Notaris Rudy Siswanto, S.H., No. 34. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0004845.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 29 Januari 2019. Anggaran Dasar MGI telah mengalami beberapa kali, perubahan terakhir dengan Akta No. 29 tanggal 24 September 2019 yang dibuat dihadapan Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh MGI semula Rp 11.000.000.000 menjadi Rp 25.000.000.000 yang dilakukan secara proporsional oleh masing-masing pemegang saham MGI.

Sesuai Anggaran Dasar MGI, ruang lingkup kegiatan MGI terutama adalah bergerak dalam bidang produsen pakaian jadi. MGI berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MGI memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2019.

MPM

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan para Pemegang Saham Secara Edaran tanggal 20 September 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No 25. oleh Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham MPM menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor MPM dari sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi Rp 2.600.000.000, MPG tidak ambil bagian dalam peningkatan tersebut sehingga kepemilikan MPG pada MPM mengalami penurunan dari 65% menjadi 25% Perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 14 Oktober 2019.

MPM didekonsolidasi pada tahun 2019.

e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 22 Maret 2021.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

1. GENERAL (continued)

d. Share Ownership in Subsidiaries and Associate (continued)

MGI

MGI was established in Indonesia on January 23, 2019, based on Notarial Rudy Siswanto, S.H., No. 34. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-0004845.AH.01.01.Tahun 2019 dated January 29, 2019. MGI’s Articles of Association has been amended from time to time, the latest of which was covered by Notarial Deed No. 29 dated September 24, 2019 of Rudy Siswanto, S.H., notary in Jakarta, regarding the increasing of MGI's issued and fully paid capital from Rp 11,000,000,000 to Rp 25,000,000,000 which was carried out proportionally by each of MGI's shareholders.

In accordance to MGI’s Articles of Association, the scope of MGI’s activities is primarily to engage in manufacture of apparel. MGI is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta. MGI commenced its commercial operations in 2019.

MPM

Based on the Statement of General Meeting of Shareholders dated September 20, 2019 which was covered by Notarial Deed No. 25 by Rudy Siswanto S.H., a Notary in Jakarta, the Company’s shareholders approved the increase in the issued and paid in capital of MPM from Rp 1,000,000,000 to Rp 2,600,000,000, MPG did not take part in the increasing, which the MPG's ownership in MPM decreased from 65% to 25%. This amendment has been reported to and accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Acknowledgement Letter No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 dated October 14, 2019.

MPM deconsolidated in 2019.

e. Completion of the Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements were completed and authorized for issuance by the Company’s Board of Directors on March 22, 2021.

13

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta PeraturanPeraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 1 (Revisi 2015), "Penyajian Laporan Keuangan".

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

b. Perubahan Kebijakan Akuntasi

Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 sebagai berikut:

  • Amendemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material berlaku efektif 1 Januari 2020.

  • Amendemen ini mengklarifikasi definisi materi dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan yang lebih jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

  • a. Statement of Compliance and Basis for Preparation of Consolidated Financial Statement

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Financial Service Authority (“OJK”).

The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements as of December 31, 2019 and for the year then ended.

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) 1 (Revised 2015), "Presentation of Financial Statements".

The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for the consolidated statements of cash flows, using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes herein.

The consolidated statements of cash flows have been prepared using direct method which classifies cash flows into operating, investing and financing activities.

The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah, which is the Company and Subsidiaries’ functional currency.

b. Changes in Accounting Principles

The Company and Subsidiaries have applied a number of amendments and improvements to accounting standards that are relevant to their financial reporting and effective for annual periods beginning on or after January 1, 2020 as follow:

  • Amendments to PSAK 1 and PSAK 25: Definition of Material, effective January 1, 2020.

This amendment clarifies the definition of material with the aim of harmonizing the definitions used in the conceptual framework and some relevant PSAKs. In addition, it also provides clearer guidance regarding the definition of material in the context of reducing over disclosure due to changes in the threshold of the material definition.

14

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • b. Perubahan Kebijakan Akuntasi (lanjutan)

    • PSAK 71: Instrumen Keuangan, berlaku efektif 1 Januari 2020.

PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.

  • PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif 1 Januari 2020.

  • PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project yang sukses antara International Accounting Standards Board (“IASB”) dan Financial Accounting Standards Board (“FASB”), mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.

  • PSAK 73: Sewa, berlaku efektif 1 Januari 2020.

  • PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna ( right-of- use assets ) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 (dua) pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya ( underlying assets ) bernilai rendah.

Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan standar Akuntansi baru dan penyesuaian atau amendemen tersebut sejak 1 Januari 2020. Perusahaan dan Entitas Anak tidak melakukan penyajian kembali atas informasi komparatif tahun 2019 atas penerapan PSAK 73 “Sewa”, oleh karena itu informasi komparatif tahun 2019 tidak dapat dibandingkan dengan informasi keuangan yang disajikan tahun 2020. Untuk PSAK 73 “Sewa”, Perusahaan dan Entitas Anak telah mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal 1 Januari 2020. Dampak penerapan atas PSAK 73 “Sewa” pada tanggal 1 Januari 2020 diungkapkan pada Catatan 4. Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • b. Changes in Accounting Principles (continued)

  • PSAK 71: Financial Instruments, effective January 1, 2020.

    • This PSAK provides classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting in information that are more timely, relevant and understandable to users of the financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introducing a more general requirement based on management's judgment.
  • PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, effective January 1, 2020.

    • This PSAK is a single standard that is a joint project between the International Accounting Standards Board (“IASB”) and the Financial Accounting Standards Board (“FASB”), provides revenue recognition from contracts with customers, and the entity is expected to perform analysis before recognizing the revenue.
  • PSAK 73: Leases, effective January 1, 2020.

This PSAK establishes the principles of recognition, measurement, presentation, and disclosure of the lease by introducing a single accounting model, with the requirement to recognize the right-of-use assets and liability of the lease. There are 2 (two) optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities: (i) short-term lease and (ii) lease with low-value underlying assets.

The Company and Subsidiaries have implemented new Accounting standards and such adjustments or amendments since January 1, 2020. The Company and Subsidiaries did not restate comparative information in 2019 on the implementation of PSAK 73 "Leases", therefore comparative information for 2019 cannot be compared to financial information presented for 2020. As for PSAK 73 "Leases", the Company and Subsidiaries has recorded right-of-use assets and lease liabilities as of January 1, 2020. The impact of the application of PSAK 73 "Leases" on January 1, 2020 was disclosed in Note 4. The impact on the application of new standards and adjustments or other amendments is not material to the consolidated financial statements.

15

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • c. Prinsip-prinsip Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember setiap tahun. Kendali diperoleh bila Perusahaan dan Entitas Anak terekspos atau memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee . Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:

  • Kekuasaan atas investee , yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee ,

  • Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan

  • Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.

Bila Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee , Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan semua fakta dan keadaaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee , termasuk:

  • Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee ,

  • Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan

  • Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak.

Perusahaan dan Entitas Anak menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Perusahaan dan Entitas Anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh kendali sampai tanggal Perusahaan dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.

Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Principles of Consolidation

The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its Subsidiaries as at December 31, each year. Control is achieved when the Company and Subsidiaries are exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Company and Subsidiaries control an investee if and only if the Company and Subsidiaries have all of the following:

  • Power over the investee, that is existing rights that give the Company and Subsidiaries current ability to direct the relevant activities of the investee,

  • Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and

  • The ability to use its power over the investee to affect its returns.

When the Company and Subsidiaries have less than a majority of the voting or similiar rights of an investee, the Company and Subsidiaries consider all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,

  • Rights arising from other contactual arrangements, and

  • The Company and Subsidiaries’ voting rights and potential voting rights

The Company and Subsidiaries re-assess whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of subsidiaries begins when the Company and Subsidiaries obtain the control over the Subsidiaries and cease when the Company and Subsidiaries loss control of the subsidiaries. Assets, liabilities, income, and expenses of a subsidiaries acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Company and Subsidiaries gain control until the date the Company and Subsidiaries cease to control the subsidiaries.

Profit or loss and each component of other comprehensive income within Subsidiaries are attributed to the equity holders of the parent of the Company and Subsidiaries and to the noncontrolling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having deficit balance. When necessary, adjusments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into the line with the Company and Subsidiaries’ accounting policies.

16

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)

Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan laba atau rugi hasil transaksi dari intra Perusahaan dan Entitas Anak yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill ) dan liabilitas dan komponen lain dari ekuitas tersebut terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.

Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak” sebagai bagian dari “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 22 (Penyesuaian 2015), “Kombinasi Bisnis”. Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset bersih yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi.

Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba atau rugi.

d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill

Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen meninjau kembali identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitias yang diambil alih.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Principles of Consolidation (continued)

All significant intra and inter-group balances, transactions, income and expenses, and unrealized profits and losses resulting from intra-group transactions and dividends are eliminated on consolidations.

A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Company and Subsidiaries loss control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resultant gain or loss is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value.

Transaction changes in the value of investments in Subsidiaries arising from the issuance of new shares by Subsidiaries to the Company are recorded in the "Differences Arising from Changes in Equity of Subsidiaries" as part of "Equity" in the consolidated statement of financial position.

The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 22 (Adjustment 2015), "Business Combinations". Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses.

When the Company and Subsidiaries acquire a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date.

If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.

d. Business Combination and Goodwill

At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiaries acquired, the diffrence is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase after previously assessing the identification and fair value measurement of the acquired assets and the assumed liabilities.

17

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.

Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan tersebut, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

  • i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,

  • ii. untuk diperdagangkan,

  • iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Business Combination and Goodwill (continued)

After initial recognition, goodwil is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group’s Cash - Generating Units (“CGU”) that are expected to benefit from the combinations, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs.

Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is include in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.

Business Combinations Under Common Control

The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 38 (Revised 2012), "Business Combinations Under Common Control". Business combinations under common control are accounted for using the poolingof-interest method, whereby the difference between the considerations transferred and the book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of “Additional Pain-in Capital” in the consolidated statements of financial position. In applying the said pooling-of-interest method, the components of the financial statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entity become under common control.

e. Current and Non-Current Classification

The Company and Subsidiaries present assets and liabilities in the statement of consolidated financial position based on current/non-current classification. An asset is current when it is:

  • i. expected to be realised or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle,

  • ii. held primarily for the purpose of trading,

  • iii. expected to be realised within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.

All other assets are classified as non-current.

18

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar (lanjutan)

Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

  • i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,

  • ii. untuk diperdagangkan,

  • iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau

  • iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

f. Instrumen Keuangan

1. Aset Keuangan

Pengakuan dan pengukuran awal

Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya (uang jaminan) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).

Pengujian SPPI

Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • e. Current and Non-Current Classification (continued)

A liability is current when it is:

  • i. expected to be settled in the normal operating cycle,

  • ii. held primarily for the purpose of trading, iii. due to be settled within 12 months after the reporting period, or

  • iv. there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting period.

All other liabilities are classified as non- current.

Deferred tax assets are classified as non- current assets and deferred tax liabilities are classified as non-current liabilities.

  • f. Financial Instruments

1. Financial Assets

Initial recognition and measurement

The Company and Subsidiaries classify their financial assets into the following category: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost.

The Company and Subsidiaries’ financial assets consist of cash and cash in banks, trade receivables, other receivables and other noncurrent assets (security deposits) classified as financial assets at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial assets measured at fair value through profit or loss and other comprehensive income.

The Company and Subsidiaries used 2 (two) methods to classify their financial assets, based on the Company and Subsidiaries’ business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets (“SPPI”).

SPPI Test

As a first step of its classification process, the Company and Subsidiaries’ assess the contractual terms of financial to identify whether they meet the SPPI test.

Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortization of the premium/discount).

19

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

    1. Aset Keuangan (lanjutan)

Pengujian SPPI (lanjutan)

Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).

Penilaian model bisnis

Perusahaan dan Entitas Anak menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan dan Entitas Anak mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:

  • Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;

  • Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;

  • Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);

  • Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan dan Entitas Anak.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Financial Instruments (continued)

1. Financial Assets (continued)

SPPI Test (continued)

The most significant elements of interest within an arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Company and Subsidiaries apply judgment and considers relevant factors such as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.

In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).

Business model assessment

The Company and Subsidiaries determine their business model at the level that best reflects how it manages the Company and Subsidiaries’ financial assets to achieve its business objective.

The Company and Subsidiaries’ business model is not assessed on an instrument-by-instrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:

  • How the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity’s key management personnel;

  • The risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;

  • How business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);

  • The expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Company and Subsidiaries’ assessment.

20

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

1. Aset Keuangan (lanjutan)

  • Penilaian model bisnis (lanjutan)

Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario “ worst case ” atau “ stress case ”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.

Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.

Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Financial Instruments (continued)

1. Financial Assets (continued)

Business model assessment (continued)

The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking “worst case” or “stress case” scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Company and Subsidiaries original expectations, the Company and Subsidiaries do not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.

Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments (“SPPI”) of the amount owed.

At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.

Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Finance Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is acknowledged in the consolidated financial statements as "Impairment loss".

Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries classified their financial assets into these categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) loans and receivables, (c) financial assets held to maturity, and (d) financial assets available for sale. This classification depends on the purpose of acquiring such financial assets. Management determines the classification of such financial assets at the beginning of its recognition.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or specified payments and have no quotes on the active market, except:

21

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

1. Aset Keuangan (lanjutan)

  • Penilaian model bisnis (lanjutan)

  • yang dimaksudkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

  • yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau

  • dalam hal Perusahaan dan Entitas Anak mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE”). Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dilaporkan sebagai “Pendapatan Keuangan”. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.

Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)

SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • f. Financial Instruments (continued)

1. Financial Assets (continued)

Business model assessment (continued)

  • intended by the Company and Subsidiaries for sale in the near future, which is classified as held for trading, as well as which at the time of initial recognition is determined to be measured at fair value through profit or loss;

  • which at the time of initial recognition is set as available for sale; or

  • in the case of the Company and Subsidiaries may not obtain substantial initial investment unless caused by a decrease in the quality of loans provided and receivables.

At the time of initial recognition, loans and receivables are recognized at their fair value plus transaction fees and are further measured on amortized acquisition costs using the Effective Interest Rate (“EIR”) method. Income from financial assets in the category of loans and receivables is recorded in the consolidated statements of income and other comprehensive income and is reported as "Finance Income". In the event of impairment, impairment losses are reported as a deduction from the carrying value of the financial assets in loan and receivables and are recognized in the consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income as "Impairment loss".

Effective Interest Method (“EIR”)

EIR is a method of calculating the amortised cost of a financial asset and of allocating interest income over the relevant period. The EIR is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the EIR, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount of financial assets on initial recognition.

Income is recognized on an effective interest rate basis for financial instruments other than those financial assets at FVTPL

22

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

1. Aset Keuangan (lanjutan)

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Penerapan PSAK 71 “Instrumen Keuangan” telah mengubah metode perhitungan kerugian penurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi ( incurred loss ) sesuai PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dengan pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (“ECL”). Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur ( lifetime ).

Sebelum 1 Januari 2020, bukti objektif penurunan nilai aset keuangan termasuk sebagai berikut: - kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau

  • pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau

  • terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau

  • hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.

Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan gagal bayar atas piutang.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Financial Instruments (continued)

1. Financial Assets (continued)

Impairment of Financial Assets

Financial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are considered to be impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been affected.

The adoption of PSAK 71 “Financial Instrument” changed the method of calculating impairment from incurred loss in accordance with PSAK 55 “Financial Instrument: Recognition and Measurement” to Expected Credit Loss (“ECL”). The Company and Subsidiaries adopted the simplified expected credit loss approach which is using lifetime expected credit loss.

Before January 1, 2020, objective evidence of impairment of financial assets could include:

  • significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or

  • breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or

  • it becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation; or

  • the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties.

For certain categories of financial assets, such as receivables, assets that are assessed not to be impaired individually are, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company and Subsidiaries’ past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables.

For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original effective interest rate.

23

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

1. Aset Keuangan (lanjutan)

Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.

2. Liabilitas Keuangan

Pengakuan dan pengukuran awal

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang bank, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang lain-lain, utang pihak berelasi, liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Pengukuran selanjutnya

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.

Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Financial Instruments (continued)

1. Financial Assets (continued)

Impairment of Financial Assets (continued)

The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.

2. Financial Liabilities

Initial recognition and measurement

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries determine the classification of their financial liabilities at initial recognition.

Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.

The Company and Subsidiaries’ financial liabilities consist of bank loans, trade payables, accrued expenses, other payables, due to related parties, lease liabilities and liabilities for purchase fixed asssets classified as financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.

Subsequent measurement

After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.

At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process.

24

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Pengukuran selanjutnya (lanjutan)

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.

Penghentian pengakuan

Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

Perusahaan dan Entitas Anak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Perusahaan dan Entitas Anak mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan dan Entitas Anak tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.

Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dan Entitas Anak dengan model bisnis berbeda.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • f. Financial Instruments (continued)

2. Financial Liabilities (continued)

Subsequent measurement (continued)

Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in “Finance Costs” in profit or loss.

Derecognition

A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.

3. Reclassification of Financial Instruments

The Company and Subsidiaries are allowed to reclassify the financial assets owned if the Company and Subsidiaries change the business model for the management of financial assets and the Company and Subsidiaries are not allowed to reclassify the financial liabilities.

Changes in the business model should significantly impact the Company and Subsidiaries operational activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the Company and Subsidiaries need to prove the change to external parties.

The following are not considered as change in business model: (a) the change of intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Company and Subsidiaries and different business models.

25

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

4. Saling Hapus Instrumen Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

g. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak saat penempatan, dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

h. Piutang Usaha

Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan 2f.

i. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Perusahaan dan Entitas Anak memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

j. Persediaan

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK No. 14, “Persediaan”.

Persediaan dinyatakan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelahaan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

k. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Financial Instruments (continued)

4. Ofsetting of Financial Instruments

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated statement of financial position when the Company and Subsidiaries has a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. A right to offset must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.

g. Cash and Cash Equivalents

Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and unrestricted time deposits with maturity periods less of three (3) months at the time of placements and not used as collateral.

h. Trade Receivables

Trade receivables are recorded net of allowance for impairment of trade receivables. The accounting policy for allowance for impairment is described in Note 2f.

i. Transactions with Related Parties

The Company and Subsidiaries have transactions with related parties as defined under PSAK No. 7 “Related Party Disclosures”.

All significant transactions and balances with related parties, have been disclosed in the notes to the consolidated financial statements.

j. Inventories

The Company and Subsidiaries apply PSAK No. 14, "Inventory".

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the moving average method. Allowance for decline in the value of inventory is provided based on the review of the inventories condition at end of year to reduce the carrying values of inventories to their net realizable values.

k. Prepaid Expenses

Prepaid expenses are amortized over the period benefited using straight-line method.

26

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • l. Aset Tetap

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.

Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • l. Fixed Assets

Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises acquisition cost and additional costs that are directly attributable to bring the asset to the desired location and conditions for the asset to be used.

After initial recognition, fixed assets are stated at cost less any accumulated depreciation and impairment losses.

At the end of each financial year, the useful lives and depreciation method are reviewed and if appropriate prospectively adjusted.

Depreciation of the fixed asset begins when the asset is ready for its intended use and is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the fixed assets as follows:

Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Mesin
Perlengkapan toko, kantor dan pabrik
Tahun
4 - 20
Building and infrastructures
4 - 8
Vehicles
8
Machineries
4
Stores’ equipments, office and factory

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.

Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

Land are stated at cost and not amortized as the management is of the opinion that it is probable the tittles of land rights can be renewed/extended upon expiration.

The cost of legal processing of land rights in the form of Rights to Use Enterprises (Hak Guna Usaha ("HGU"), Hak Guna Bangunan ("HGB") and Rights to Use ("HP") when land acquired was first recognized as part of the cost of land under "Fixed Assets "And is not amortized. While the costs of processing extensions or legal renewals of land rights in the form of HGU, HGB and HP are recognized in the consolidated statements of financial position and amortized over the shorter duration of the legal entitlement and economic life of the land.

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun yang bersangkutan.

The cost of repairs and maintenance is charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income as incurred; expenditures in significant amounts and which extend the useful life of the assets or which provide additional economic benefits are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, they are excluded from the accounts and any resulting gains and losses are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the year.

Aset dalam penyelesaian disajikan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian tersebut akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan apabila telah selesai dan siap untuk digunakan.

Assets under construction represent the accumulated cost of materials and other costs related to the assets under construction. The accumulated cost is reclassified to the appropriate fixed assets accounts when the construction is completed and the constructed assets are ready for their intended use.

27

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Perusahaan dan Entitas Anak menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).

Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “Rugi Penurunan Nilai”.

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Impairment of Non-Financial Assets

The Company and Subsidiaries assess at each end of reporting period, whether there is any indication that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount shall be estimated for the individual asset. If it is not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Company and Subsidiaries determine the recoverable amount of the Cash Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the assets’ of CGU).

An asset’s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the asset’s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses are recognized in profit or loss as “Impairment Losses”.

In assessing the value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.

In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model in used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment losses, if any, are recognized in profit or loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.

Assessment is made at each reporting period whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized in the previous period for an asset may no longer exist or may have decreased. If the indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions use to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized.

The reversal is restricted so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount or the carrying amount, net of depreciation, in the case that no loss has been recognized for the asset in the prior period. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such reversal is recognized as profit or loss, depreciation of the asset is adjusted in the future period to allocate the carrying amount of the revised asset, less the residual value, on a systematic basis for the remaining useful life.

28

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

n. Investasi pada Entitas Asosiasi

Investasi Perusahaan dan Entitas Anak pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas laba atau rugi bersih, dan penerimaan dividen dari, entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diamortisasi maupun diuji secara individual untuk penurunan nilai.

Laporan laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan dalam laporan perubahan ekuitas.

Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Perusahaan dan Entitas Anak dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi.

Bila bagian Perusahaan dan Entitas Anak atas kerugian entitas asosiasi sama besar atau melebihi bagian atas ekuitas entitas asosiasi, maka pengakuan atas bagian dari rugi tersebut dihentikan.

Setelah kepentingan Perusahaan dan Entitas Anak dikurangkan menjadi nihil, tambahan kerugian dicadangkan, dan liabilitas diakui atas kerugian lebih lanjut dari entitas asosiasi hanya bila Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban konstruktif atau legal atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. Bila entitas asosiasi kemudian melaporkan laba, Perusahaan dan Entitas Anak melanjutkan pengakuan atas bagian atas laba tersebut setelah bagian atas laba tersebut sama dengan bagian atas rugi yang tidak diakui sebelumnya.

Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.

Setelah penerapan metode ekuitas, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Perusahaan dan Entitas Anak dalam entitas asosiasi.

Perusahaan dan Entitas Anak menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laba rugi.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Investment in Associates

The Company and Subsidiaries’ investment in their associate is accounted for using the equity method. Associate is an entity in which Company and Subsidiaries have significant influence. Under the equity method, the cost of investment is increased or decreased by Company and Subsidiaries’ share in net earnings or losses of, and dividends received from, the investee since the date of acquisition. Goodwill relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized nor individually tested for impairment.

The consolidated profit or loss reflects Company and Subsidiaries’ share of the results of operations of the associate. Where there has been a change recognized directly in the equity of the associate, Company and Subsidiaries recognize their share of any such changes and discloses this, when applicable, in the statement of changes in equity.

Unrealized gains and losses resulting from transactions between Company and Subsidiaries with the associate are eliminated to the extent of interest in the associate.

If the Company and Subsidiaries’ share of losses of an associate equals or exceeds its interest in the associate, it discontinues recognising its share of further losses.

After the Company and Subsidiaries’ interest is reduced to nil, additional losses are provided for, and a liability is recognized, only to the extent that the Company and Subsidiaries have incurred legal or constructive obligations or made payments on behalf of the associate. If the associate subsequently reports profits, the Company and Subsidiaries have resume recognizing its share of those profits only after its share of the profits equals the share of losses not recognized.

The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period of the Company.

After application of the equity method, the Company and Subsidiaries determine whether it is necessary to recognize an additional impairment loss on the Company and Subsidiaries’ investment in its associate.

The Company and Subsidiaries determine at each reporting date whether there is any objective evidence that the investment in the associate is impaired. If this is the case, the Company and Subsidiaries calculate the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the investment in associate and its carrying value, and recognizes the amount in profit or loss.

29

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

o. Sewa

Sebelum 1 Januari 2020

Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee , dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.

Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sejak awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar

Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.

Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewaan disusutkan selama masa pakai aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

Sewa Operasi - sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban di tahun berjalan pada operasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.

Sesudah 1 Januari 2020

Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Leases

Before January 1, 2020

The Company and Subsidiaries classify leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date.

Finance Lease - as Lessee

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased assets or, if lower, at the present value of the minimum lease payments.

Minimum lease payments are apportioned between the financial charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Financial charges are charged directly to profit or loss.

If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, then, the leased assets are depreciated over their estimated useful lives. If not, then the capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the useful lives of the assets or the lease term. Gain or loss on a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term.

Operating Lease - as Lessee

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Accordingly, the related lease payments are recognized as expense in the current year operations using the straight-line method over the lease term.

After January 1, 2020

From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 73 “Leases”, which sets the requirements for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as “operating leases”. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.

30

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • o. Sewa (lanjutan)

Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)

Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah:

  • a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;

  • b) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan

  • c) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:

  • Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau

  • Perusahaan dan Entitas Anak mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan.

Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Leases (continued)

After January 1, 2020 (continued)

At inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Company and Subsidiaries assess whether:

  • a) The contract involves the use of an identified asset - this may be specified explicitly or implicitly and should be physically distinct or represent substantially all of the capacity of a physically distinct asset. If the supplier has the substantive substitution right, then the asset is not identified;

  • b) The Company and Subsidiaries have the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and

  • c) The Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the identified asset. The Company and Subsidiaries have this right when it has the decision- making rights that are most relevant to changing how and for what purpose the asset is used. In certain circumstances where all the decisions about how and for what purpose the asset is used are predetermined, the Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the asset if either:

  • The Company and Subsidiaries have the right to operate the asset; or

    • The Company and Subsidiaries designed the asset in a way that predetermines how and for what purpose the asset will be used.

At the inception or on reassessment of a contract that contains a lease component, the Company and Subsidiaries allocate the consideration in the contract to each lease component on the basis of the relative stand-alone prices and the aggregate standalone price of the non-lease components.

The Company and Subsidiaries recognise a right-ofuse assets and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use assets is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, less any lease incentives received.

31

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

o. Sewa (lanjutan)

Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)

Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.

Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilairendah. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

p. Aset Takberwujud

Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi secara metode garis lurus ( straight linemethod ) selama umur manfaat ekonomisnya dan dievaluasi apabila terdapat indikator adanya penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi ditelaah setidaknya setiap akhir periode pelaporan.

Aset takberwujud dihentikan pengakuannya pada saat:

  • (a) dijual; atau

  • (b) ketika tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan dari penggunaan atau penjualan aset tersebut.

Aset takberwujud yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak yaitu merek dagang dan peranti lunak ( software ).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Leases (continued)

After January 1, 2020 (Continued)

The right-of-use assets is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.

The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, use the incremental borrowing rate. Generally, the Company and Subsidiaries use their incremental borrowing rate as the discount rate.

Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including insubstance fixed payments less any lease incentive receivable.

Each lease payment is allocated between finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant interest rate on the outstanding balance of the liabilities.

Short-Term Leases and Leases of Low-Value Assets

The Company and Subsidiaries have elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities for short-term leases that have a lease term of 12 months or less and leases of low-value assets. The Company and Subsidiaries recognize the lease payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term.

p. Intangible Assets

Intangible assets acquired separately are measured at cost at initial recognition. After initial recognition, intangible assets are recorded at cost less accumulated amortization and accumulated impairment losses. Intangible assets with limited useful lives are amortized on a straight-line method over the economic useful lives and are evaluated if there are indicators of impairment. Amortization periods and methods are reviewed at least at the end of each reporting period.

Intangible assets are derecognized when:

  • (a) on sale; or

  • (b) when there are no future economic benefits that can be expected from the use or sale of these assets.

Intangible assets owned by Company and Subsidiaries are trademark and software.

32

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

q. Aset Tidak Lancar Lainnya

Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aset tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aset lancar disajikan dalam kelompok aset tidak lancar lainnya.

r. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Sebelum 1 Januari 2020

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diukur:

Pendapatan dari penjualan barang dagang lokal diakui pada saat barang diserahkan kepada pelanggan sesuai dengan persyaratan penjualan yang telah disepakati.

Sesudah 1 Januari 2020

Pada 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

  1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.

  2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.

  3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.

  4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.

  5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Other Non-Current Assets

Items that can not be properly classified as fixed assets, and also can not be classified in current assets and investment are classified in other noncurrent assets.

r. Revenue and Expense Recognition

Before January 1, 2020

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and Subsidiaries and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Taxes (“VAT”). The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

Revenues from local sales of goods are recognized upon delivery of the goods to customers in accordance with the term of sale.

After January 1, 2020

On January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:

1. Identify contract(s) with a customer.

2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.

3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer.

4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.

5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).

For sale of goods, performance obligation is typically satisfied, and revenue is recognized, when the control of goods has been transferred to the customer (a point in time).

33

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • r. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Pengakuan beban

Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

s. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs ratarata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.

Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, kurs rata-rata dari mata uang asing utama yang digunakan adalah sebagai berikut:

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • r. Revenue and Expense Recognition (continued)

Expenses recognition.

Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).

  • s. Foreign Currency Transactions and Balances

Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. As at the consolidated statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the average rate of Bank Indonesia effective on such date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

At the consolidated statements of financial position, the average rates of the principal foreign currencies used are as follows:

digunakan adalah sebagai berikut: used are as follows:
t. Dolar Amerika Serikat (US$) 1
Perpajakan
Pajak Kini
2020

Rp
14.105
2019

Rp
13.901
United States Dollar (US$) 1
t.
Taxation
Current Tax
Rp
t.

Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak.

Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.

Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak, kecuali:

  • i. liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;

  • ii. dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat.

Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the tax authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted as the reporting date in the countries where the Company and Subsidiaries operate and generate taxable income.

Interest and penalties are presented as part of other operating income or expenses since they are not considered as part of income tax expense.

Deferred Tax

Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting pusposes at the end of the reporting period.

Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except:

  • i. where the deferred tax liability arises from the initial recognition of goodwill or of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and, at the time of transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit or loss;

  • ii. in respect of taxable temporary differences associated with investment in subsidiaries, when the timing of reversal of the temporary differences can be controlled and it is probable that the temporary differences will not reverse in the foreseeable future.

34

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • t. Perpajakan (lanjutan)

    • Pajak Tangguhan (lanjutan)

Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali:

  • i. jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau

  • ii. dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer tersebut.

Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

Pajak Pertambahan Nilai

Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:

  • PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan

  • Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • t. Taxation (continued)

Deferred Tax (continued)

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry-forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profit will be available again which the deductible temporary differences and the carryforward of unused tax losses can be utilized, except:

  • i. where the deferred tax asset relating to the deductible temporary differences arises from the initial recognition of an asset or liability in transaction that is not a business combination and, at the time of the transaction affects neither the accounting profit nor the taxable profit or loss; or

  • ii. in respect of deductible temporary differences associated with investments in subsidiaries, deferred tax assets are recognized only to extent that it is probable that the temporary differences will reverse and the foreseeable future and taxable profit will be available againts which the temporary differences can be utilized.

The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profits will allow the deferred tax assets to be recovered.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates and tax laws that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if a legally enforceable right exists to set off current tax assets against current income tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.

Value Added Tax

Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax (“VAT”) except:

  • Where the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the taxation authority, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense of the asset or as part of the expense item as applicable; and

  • Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included.

35

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

t. Perpajakan (lanjutan)

Pajak Pertambahan Nilai (lanjutan)

Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

u. Imbalan Kerja Karyawan

Imbalan kerja jangka pendek

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.

Imbalan pascakerja

Perusahaan dan Entitas Anak menghitung dan mencatat imbalan pascakerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”. Penyisihan atas imbalan pascakerja dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuarial projected-unit-credit .

Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.

Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:

  • i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau

  • ii) ketika Perusahaan dan Entitas Anak mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui perubahan berikut pada akun “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:

  • i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian ( curtailment ) tidak rutin dan

  • ii) beban atau penghasilan bunga neto.

v. Laba (Rugi) per Saham

Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Taxation (continued)

Value Added Tax (continued)

The net amount of VAT recoverable from, or payable to, the taxation authorities is included as part of receivables or payables in the consolidated statement of financial position.

u. Employees’ Benefits

Short-term employee benefits

The Company and Subsidiaries recognize short-term employee benefits liability when services are rendered and the compensation for such services are to be paid within twelve months after the rendering of such services.

Post-employment benefits

The Company and Subsidiaries provide postemployment benefits to their employees in conformity with the requirements of Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 and PSAK No. 24 “Employee Benefits”. The provision for postemployment benefits is determined using the projected-unit-credit actuarial valuation method.

Re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, are recognized immediately in the statement of financial position with a corresponding debit or credit to retained earnings through other comprehensive income in the period in which they occur. Re-measurement are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.

Past service costs are recognized in profit or loss at the earlier between:

  • i) the date of the plan amendment or curtailment; or

  • ii) the date the entity recognizes related restructuring costs.

Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability. The Company and Subsidiaries recognize the following changes under “General and Administrative Expenses” in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income:

  • i) service costs comprising current service costs, past-service costs, gains and losses on curtailments and non-routine settlements, and

  • ii) net interest expense or income

v. Earnings (Loss) per Share

Earnings (loss) per share is computed by dividing the current year's income (loss) attributable to the owners of the Company with the weighted average number of shares outstanding during the year.

36

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

v. Laba (Rugi) per Saham (lanjutan)

Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing sejumlah 870.171.478 saham dan 806.021.141 saham (Catatan 37).

w. Informasi Segmen

Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan dan Entitas Anak yang terlibat dalam menyediakan produk (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.

x. Provisi

Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan ketidakpastian yang selalu mempengaruhi berbagai peristiwa dan keadaan. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan provisi diganti oleh pihak ketiga, maka penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwa penggantian pasti akan diterima jika Perusahaan dan Entitas Anak menyelesaikan kewajiban. Penggantian tersebut diakui sebagai aset yang terpisah. Jumlah yang diakui sebagai pengantian tidak boleh melebihi provisi.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Earnings (Loss) per Share (continued)

The weighted average number of shares for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to 870,171,478 shares and 806,021,141 shares, respectively (Note 37).

w. Segment Information

A segment is a distinguishable component of the Company and Subsidiaries that is engaged either in providing certain products (business segment) or in providing products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those in other segments.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.

x. Provision

Provisions are recognized when the Company and Subsidiaries have a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

The amount recognized as a provision is the best estimate of expenditures required to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties that always affect the events and circumstances. When a provision is measured using estimated cash flows to settle current liabilities, the carrying amount is the present value of the cash flows.

If any or all of the expenses to settle a provision are replaced by a third party, then such reimbursement shall be recognized only when there is a belief that substitution will be acceptable if the Company and Subsidiaries settle the liability. The replacement is recognized as a separate asset. The amount acknowledged as a replacement must not exceed the provision.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

37

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

y. Biaya Emisi Saham

Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun Tambahan Modal Disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

z. Pengukuran Nilai Wajar

Perusahaan dan Entitas Anak mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan dan Entitas juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

  • i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau

  • ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan dan Entitas Anak.

Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable) .

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

y. Stock Issuance Costs

Costs incurred in connection with the Company's issuance of share capital to public were offset directly with the proceeds and presented as a deduction for the Additional Paid-in Capital account in the consolidated statements of financial position.

z. Fair Value Measurement

The Company and Subsidiaries initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. The Company and Subsidiaries also measure certain recoverable amounts of the cash generating unit (“CGU”) using fair value less cost of disposal (“FVLCD”), and non-interest bearing receivables at their fair values.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:

  • i) In the principal market for the asset or liability, or

  • ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.

The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Company and Subsidiaries.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant’s ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.

The Company and Subsidiaries use valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.

38

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  • z. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:

  • i) Level 1-Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.

  • ii) Level 2-Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.

  • iii) Level 3-Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung.

Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

aa. Peristiwa setelah tanggal pelaporan

Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian, jika material.

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

z. Fair Value Measurement (continued)

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:

  • i) Level 1-Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.

  • ii) Level 2-Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.

  • iii) Level 3-Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable.

For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on recurring basis, the Company and Subsidiaries determine whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.

aa. Events after the reporting date

Events after the report date that provide additional information about the Company ans Subsidiaries’ consolidated financial position at the reporting date (adjusting events), if any, are reflected in the consolidated financial statements. Events that are not adjusting events are disclosed in the Notes to the consolidated financial statements, when material.

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts herein, and the related disclosures, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods.

39

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pertimbangan

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak, manajemen telah membuat keputusan berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

Penentuan Mata Uang Fungsional

Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya sehari-hari.

Perpajakan

Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.

Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2f.

Sewa

Sewa Operasi

Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan dan Entitas Anak bertindak sebagai lessee untuk sewa kantor. Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Perusahaan dan Entitas Anak untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.

Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Judgments

In the process of applying the Company and Subsidiaries’ accounting policies, management has made the following judgments, which have the most significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

Determination of Functional Currency

The functional currency of each entity in the Company and Subsidiaries is the currency from the primary economic environment where such entity operates. Those currencies are the currencies that influence the revenues and costs of each respective entity. The determination of functional currency may require judgment due to various complexity, among others, the entity may transact in more than one currency in its daily business activities.

Taxation

Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations, changes in tax laws, and the amount and timing of future taxable income, could necessitate future adjustments to tax income and expense already recorded.

Estimate is also involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business.

The Company and Subsidiaries recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

Classification of Financial Assets and Liabilities

The Company and Subsidiaries determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with The Company and Subsidiaries’ accounting policies disclosed in Note 2f.

Leases

Operating Leases

Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have several leases whereas the Company acts as lessee in respect of office space rental. The Company and Subsidiaries evaluate whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred based on PSAK 30, “Leases”, which requires the Company and Subsidiaries to make judgement and estimates of the transfer of risks and rewards related to the ownership of asset.

From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 73, which sets the requirement for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as 'operating leases'. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.

40

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pertimbangan (lanjutan)

Sewa (lanjutan)

Sewa Operasi (lanjutan)

Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

Estimasi dan Asumsi

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha

Sebelum 1 Januari 2020

Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan penurunan nilai piutang usaha.

Sesudah 1 Januari 2020

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Perusahaan dan Entitas Anak secara historis. Perusahaan dan Entitas Anak akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Perusahaan dan Entitas Anak, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan dianalisa kembali.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Judgments (continued)

Leases (continued)

Operating Leases (continued)

At the inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.

Estimates and Assumptions

The key assumptions concering the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company and Subsidiaries based their assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company and Subsidiaries. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

Allowance for impairment of trade receivables

Before January 1, 2020

The Company and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company and Subsidiaries use judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of their relationship with the customer and the customer’s current credit status based on any available third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company and Subsidiaries expected to collect. These specific provisons are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of trade receivables.

After January 1, 2020

The Company and Subsidiaries uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Company and Subsidiaries’s historical observed default rates. The Company and Subsidiaries will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forwardlooking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Company and Subsidiaries industry sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.

41

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha (lanjutan)

Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)

Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

Cadangan atas penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan

Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.

Imbalan Kerja

Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan, usia pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.

Penyusutan Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus ( straight line-method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 11.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimates and Assumptions (continued)

Allowance for impairment of trade receivables (continued)

After January 1, 2020 (continued)

The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Company’s historical credit loss experience and forecast of economicconditions may also not be representative of customer’s actual default in the future.

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories

Allowance for declining in value of inventories is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the physical condition of the inventories held, the selling price of the market, the estimated cost of completion and the estimated cost incurred for the sale. The provision is re-evaluated and adjusted if additional information exists that affects the estimated amount.

Employee Benefits

The determination of the Company and Subsidiaries’ employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include, among others, discount rates, annual salary increase rate, disability rate, retirement age and mortality rate. The Company and Subsidiaries believed that their assumptions are reasonable and appropriate. Further details are disclosed in Note 23.

Depreciation of Fixed Assets

The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 20 years. These are common life expectations applied in the industries where the Company and Subsidiaries conduct their businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual value of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Note 11.

42

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

4. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71 DAN 73

PSAK 71

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020:

4. IMPLEMENTATION IMPACT - PSAK 71 AND 73

PSAK 71

Classification of financial assets and liabilities

The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to PSAK 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with PSAK 71 as of January 1, 2020:

Catatan/Notes
Aset keuangan/Financial assets
Kas dan bank/

Cash on hand and in banks

Piutang usaha/

Trade receivables


Piutang lain-lain/

Other receivables


Aset tidak lancar lainnya/

Other non-current assets


Liabilitas keuangan/Financial liabilities
Utang bank/

bank loans

Utang usaha/

Trade payables

Utang lain-lain/

Other payables

Biaya masih harus dibayar/

Accrued expenses

Utang pihak berelasi/

Due to related parties

Utang pembelian aset tetap/

Liabilities for purchase fixed assets
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification

based on
PSAK 55
December 31, 2019

Pinjaman yang

diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Pinjaman yang

diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Pinjaman yang

diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Pinjaman yang

diberikan dan piutang
Loans and receivables
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost

Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost

Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost

Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost

Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost

Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/

Financial liabilities at
amortised cost
Klasifikasi
Saldo
berdasarkan
berdasarkan
PSAK 71
PSAK 55
1 Januari 2020/ 31 Desember 2019/
Classification
Balance
based on
based on
PSAK 71

PSAK 55
January 1, 2020 December 31, 2019

Biaya perolehan
12.763.271.630
diamortisasi/
Amortised cost
Biaya perolehan
58.605.576.777
diamortisasi/
Amortised cost
Biaya perolehan
935.031.854
diamortisasi/
Amortised cost
Biaya perolehan
21.852.070.827
diamortisasi/
Amortised cost
Liabilitas keuangan
74.047.401.444
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Liabilitas keuangan
56.967.246.533
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Liabilitas keuangan
46.587.631.173
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Liabilitas keuangan
10.253.074.325
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Liabilitas keuangan
32.459.473.684
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Liabilitas keuangan
836.484.994
pada biaya perolehan
diamortisasi_/
_Financial liabilities at

amortised cost
Saldo
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Balance
based on
PSAK 71,
January 1, 2020
12.763.271.630
58.605.576.777
935.031.854
21.852.070.827
74.047.401.444
56.967.246.533
46.587.631.173
10.253.074.325
32.459.473.684
836.484.994

43

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

4. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71 DAN 73 (lanjutan)

PSAK 73

Tabel berikut menyajikan dampak atas penerapan PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020:

4. IMPLEMENTATION IMPACT - PSAK 71 AND 73 (continued)

PSAK 73

The following table presents the impact of the implementation of PSAK 73 on January 1, 2020:

1 Januari 2020/ January 1, 2020


Aset
Biaya dibayar di muka
Aset pajak tangguhan
Aset hak-guna - bersih
Liabilitas
Liabilitas sewa - jangka pendek
Liabilitas sewa - jangka panjang
Ekuitas
Saldo laba - belum ditentukan
pengunaannya
Sebelum
penyesuaian/
Before
adjustment

54.601.547.423
2.519.149.389
-
-
-
140.201.536.552
Penyesuaian
PSAK 73/
PSAK 73
adjustment
(48.494.408.583 )
1.345.224.239
119.649.038.513
45.209.978.467
34.345.334.618
(7.055.458.916 )
Setelah
penyesuaian/
After
adjustment
Assets
6.107.138.840
Prepaid expenses
3.864.373.628
Deferred tax assets
119.649.038.513
Right-of-use assets - net
Liabilities
45.209.978.467
Short - term lease liabilities
34.345.334.618
Long - term lease liabilities
Equity
133.146.077.636
Retained earnings - unappropriated

5. KAS DAN BANK

5. CASH ON HAND AND IN BANKS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

Kas - Rupiah
Bank
Pihak ketiga - Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Ganesha Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk
Jumlah Kas dan Bank
2020

1.737.494.695
6.933.809.836
1.258.243.100
14.050.464
6.083.935
3.172.489
-

9.952.854.519
2019
3.596.603.026
Cash on hand - Rupiah
Cash in banks
Third parties - Rupiah
8.496.632.090
PT Bank Central Asia Tbk
643.064.288
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia
17.691.566
(Persero) Tbk
2.478.773
PT Bank Ganesha Tbk
-
PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia
4.991.354
(Persero) Tbk
1.810.533
PT Bank Mega Tbk
12.763.271.630
Total Cash on Hand and in Banks

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan dan Entitas Anak yang dibatasi penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.

As of December 31, 2020 and 2019, none of the Company and Subsidiaries’ cash on hand and in banks are restricted in use or placed at related parties.

6. PIUTANG USAHA

6. TRADE RECEIVABLES

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

2020 2019 Pihak Berelasi (Catatan 34) Related Parties (Note 34) Rupiah 3.495.171.754 22.495.076.621 Rupiah

44

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

6. PIUTANG USAHA (lanjutan)

6. TRADE RECEIVABLES (continued)

Pihak ketiga-Lokal
Rupiah
Dikurangi penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Jumlah pihak ketiga - bersih
Piutang Usaha - Bersih
2020

21.257.818.417
(5.627.838.917 )

15.629.979.500

19.125.151.254
2019
Third parties- Local
36.110.500.156 Rupiah
Less of allowance for impairment
- of trade receivables
36.110.500.156 Total third parties - net
58.605.576.777 Trade Receivables - Net

Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The aging analysis of trade receivables as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 90 hari
Jumlah
2020

12.119.991.465
2.209.925.814
3.023.738.329
2.218.753.677
5.180.580.886

24.752.990.171
2019
43.131.540.414 Not yet due
Past due:
10.284.190.555 1 - 30 days
4.885.045.078 31 - 60 days
- 61 - 90 days
304.800.730 > 90 days
58.605.576.777 Total

Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

Movements of allowance for impairment of trade receivables are as follows:

Saldo awal tahun
Perubahan selama tahun berjalan
Dekonsolidasi entitas anak
Saldo akhir tahun
2020

-
5.627.838.917
-

5.627.838.917
2019
76.058.006 Balance at beginning of year
- Changes during the year
(76.058.006 ) Deconsolidation of subsidiary
- Balance at the end of year

Manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha secara individual atas saldo piutang yang kemungkinan tidak akan tertagih. Tidak terdapat penyisihan penurunan nilai piutang usaha yang dihitung secara kolektif.

Management determines the allowance for impairment of the value of individual accounts receivable from outstanding balances of trade receivables that are not likely to be collectible. There is no allowance for impairment of accounts receivable calculated collectively.

Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

As of December 31, 2020, management believes that the above allowance for impairment of trade receivables is adequate to cover any possible losses arising from the uncollectible receivables.

Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan hasil penelahaan terhadap penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa piutang usaha dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha.

As of December 31, 2019, based on the result of review for impairment at the end of the year, the management believes that all of trade receivables can be collected, and therefore an allowance for impairment of trade receivables is necessary.

Piutang usaha milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).

The Company and Subsidiaries’ trade receivables are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).

7. PIUTANG LAIN-LAIN

7. OTHER RECEIVABLES

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

2019

Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 34) -

800.000.000

2020

Related party - Rupiah (Note 34)

45

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

7. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan)

7. OTHER RECEIVABLES (continued)

Pihak ketiga-Rupiah
Karyawan
Lain-lain
Jumlah pihak ketiga
Jumlah
2020

8.507.638
4.098.241

12.605.879

12.605.879
2019
85.093.025
49.938.829
135.031.854
935.031.854
Third parties- Rupiah

Employees
Others
Total third parties
Total

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap masing-masing akun piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang lain-lain.

Based on the review of the status of the individual other receivables account at the end of year, management believes that all of the above other receivables are fully collectible and hence, no allowance for impairment of other receivables is necessary.

8. PERSEDIAAN

Akun ini terdiri dari:

Barang dagangan
Pakaian
Aksesoris
Jumlah barang dagangan
Industri pakaian (manufaktur)
Barang jadi
Barang dalam proses
Bahan baku
Jumlah persediaan industri pakaian
Jumlah
Dikurangi penyisihan penurunan
nilai persediaan
Bersih
2020

176.282.929.153
13.191.090.490

189.474.019.643

5.420.276.674
7.693.615.610
34.920.544.979

48.034.437.263

237.508.456.906

(4.390.366.904 )

233.118.090.002

8. INVENTORIES

This account consists of:

2019
Merchandise
171.556.349.453 Clothes
10.386.595.379 Accessories
181.942.944.832 Total merchandise
Garment industries (manufacture)
15.892.430.098 Finished goods
10.875.873.022 Goods in process
29.588.488.433 Raw materials
56.356.791.553 Total inventories of garment industries
238.299.736.385 Total
Less allowance for declining in
(4.390.366.904 ) value of inventories
233.909.369.481 Net

Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

Barang dagangan
Saldo awal tahun
Perubahan selama tahun berjalan
Saldo akhir tahun
2020

4.390.366.904
-

4.390.366.904

Movements of allowance for declining in value of inventories are as follows:

2019
Merchandise
4.551.103.521 Balance at beginning of year
(160.736.617
)
Changes during the year
4.390.366.904 Balance at the end of year

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

Pada tanggal 31 Desember 2020, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 173 milyar pada PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (pihak ketiga). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Management believes that the above allowance for declining in value of inventories is adequate to cover possible losses that may arise from decline in value of inventories.

As of December 31, 2020, inventories are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 173 billion at PT Asuransi Wahana Tata and PT Asuransi Adira Dinamika (third parties) which the management believes adequate to cover possible losses that may arise from such risks.

46

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

8. PERSEDIAAN (lanjutan)

8. INVENTORIES (continued)

Persediaan milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).

Inventories owned by the Company and Subsidiaries are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).

9. UANG MUKA

9. ADVANCES

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

Uang muka pembelian persediaan
Lain-lain
Jumlah
2020

8.423.048.367
236.973.379

8.660.021.746

2019 Advance payment for purch ase 8.731.781.047 of inventories 236.996.468 Others 8.968.777.515 Total

10. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

10. PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

Sewa (Catatan 35)
Asuransi
Lisensi - setelah dikurangi akumulasi
amortisasi (Catatan 35)
Lain-lain
Dikurangi bagian jangka panjang sewa
dibayar di muka
Jumlah
2020

1.181.422.858
194.829.329
62.333.337
288.796.859
-

1.727.382.383
2019
52.839.570.382
Rent (Note 35)
95.921.968
Insurance
License - after deducting accumulated
232.592.400
amortization (Note 35)
1.433.462.673
Others
Net of current maturities of
(15.317.340.112
)

prepaid rent
39.284.207.311
Total

Beban amortisasi atas biaya lisensi untuk tahun 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 167.003.999 dan Rp 73.382.624 yang disajikan sebagai bagian “Beban Penjualan - Penunjang Penjualan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Amortization expense for licenses for 2020 and 2019, amounting to Rp 167,003,999 and Rp 73,382,624, respectively, is presented as part of “Selling Expenses - Sales Support” in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

11. ASET TETAP

11. FIXED ASSETS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

2020

Saldo Awal/
Beginning
Balance
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah
17.962.746.625
Bangunan dan
prasarana
42.472.992.988
Kendaraan
3.946.849.938
Mesin
22.864.337.824
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
89.731.995.880
Jumlah
176.978.923.255
Aset dalam Pembangunan
Bangunan dan
prasarana
982.949.647
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
848.342.688
Jumlah
1.831.292.335
Jumlah Biaya Perolehan
178.810.215.590
Penambahan/
Additions


241.350.000

967.483.510

105.000.000

4.805.533.067

10.823.644.216


16.943.010.793


896.967.329

872.046.874


1.769.014.203


18.712.024.996
Pengurangan/
Disposals


-

-

304.184.004

3.334.310.575

2.400.000


3.640.894.579


-

-


-


3.640.894.579
Reklasifikasi/
Reclassifications

-
1.879.916.976
-
-
617.400.000

2.497.316.976

(1.879.916.976 )
(617.400.000 )

(2.497.316.976 )

-
Saldo Akhir/
Ending

Balance

18.204.096.625

45.320.393.474

3.747.665.934

24.335.560.316

101.170.640.096

192.778.356.445

-

1.102.989.562

1.102.989.562

193.881.346.007


in


St

offic

Constr
Cost
Direct Ownership

Land
Building and
frastructures
Vehicles
Machineries
ores’ equipments,
e and factory
Total
uction in Progress

Bangunan dan
prasarana
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
Jumlah
Jumlah Biaya Perolehan


in
St

offic


Building and
frastructures
ores’ equipments,
e and factory
Total
Total Cost

47

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan
Prasarana
Kendaraan
Mesin
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
Jumlah Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah
Bangunan dan
prasarana
Kendaraan
Mesin
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
Jumlah
Aset dalam Pembangunan
Bangunan dan
prasarana
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
Jumlah
Jumlah Biaya Perolehan
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan
prasarana
Kendaraan
Mesin
Perlengkapan toko,
kantor dan pabrik
Jumlah Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku
2020 2020 A c cumu lated Depreciation lated Depreciation
Saldo Awal/
Beginning
Balance
1
0
9
8
8
2
Penambaha
Additions
n/

.030
.665
.601
.011

.307
Pengurangan/
Disposals


-

185.643.174

390.547.159

2.100.000


578.290.333

2019
Rekl
Reclas
asifikasi/
sifications

-
-
-
-

-
Saldo Akhir/
Ending
Balance
11.447.116.24
1.545.877.32
5.774.871.59
53.537.985.00

2.530.164

471.586

3.169.171

15.582.042


185

390

2



13.977.280.271
1.831.820.811
8.553.496.041

69.117.927.019















A

in
St
offic



offi
Cons

Direct Ownership

Building and
frastructures
Vehicles
Machineries
ores’ equipments,
e and factory
Total Accumulated
Depreciation
Book Value
Cost
Direct Ownership
Land
Building and
infrastructures
Vehicles
Machineries
Stores’ equipments,
ce and factory
Total
truction in Progress
72.305.850.16
21.752.964

578
93.480.524.142
106.504.365.42 201 100.400.821.865
Saldo Awal/
Beginning
Balance
14.301.190.010
32.250.038.822
4.611.699.938
12.664.737.057
65.543.668.825
129.371.334.652
-
748.930.631
748.930.631
130.120.265.283
10.280.389.884
1.447.093.390
3.740.331.201
40.205.746.936
55.673.561.411
74.446.703.872
P enambahan/
Additions
3.661.556.615
1.815.330.646
144.000.000
10.199.600.767
8.289.094.905
24.109.582.933
10.301.573.167
15.692.002.107
25.993.575.274
50.103.158.207
2.077.726.357
476.429.755
2.034.540.398
13.545.805.273
18.134.501.783
Pengurangan/
Disposals

-
911.000.000
304.450.000
-
238.962.900
1.454.412.900
-
-
-
1.454.412.900
911.000.000
254.970.833
-
203.675.013
1.369.645.846
Reklasifik
Reclassific
Dekonsolidasi
Entitas Anak/
Deconsilidatio
of Subsidiary


n

-
-
0
-
0
0
-
-
-
0
-
2
-
8
0
Saldo Akhir/
Ending
Balance
9.318.6
16.168.5
504.400.00
30.305.00
17.962.746.625
42.472.992.988
3.946.849.938
22.864.337.824
89.731.995.880

Land
Building and
frastructures
Vehicles
Machineries
tores’ equipments,
e and factory
Total
uction in Progress
25.487.1 534.705.00 176.978.923.255


982.949.647
848.342.688



offi
ccum

in
S
c
u

Building and
frastructures
tores’ equipments,
e and factory
Total
Total Cost
lated Depreciation
1.831.292.335
534.705.00 178.810.215.590
122.674.99
9.892.18
11.447.116.241
1.545.877.320
5.774.871.599
53.537.985.008



offi

in
S
c

Direct Ownership

Building and
frastructures
Vehicles
Machineries
tores’ equipments,
e and factory
Total Accumulated
Depreciation
Book Value
132.567.18 72.305.850.168
106.504.365.422

Depreciation expense for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 21,752,964,307 and Rp 18,134,501,783, respectively, which are charged as follows:

Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 21.752.964.307 dan Rp 18.134.501.783 yang dibebankan sebagai berikut:

Beban pokok penjualan
Beban penjualan (Catatan 30)
Beban umum dan administrasi
(Catatan 31)
Jumlah
2020

4.868.498.000
15.133.546.729
1.750.919.578

21.752.964.307
2019
2.857.133.650
13.692.602.142
1.584.765.991

18.134.501.783

Cost of goods sold Selling expenses (Note 30) General and administrative expenses (Note 31)

Total

48

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

Details of the sales of fixed assets are as follows:

Biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Nilai buku
Harga jual
Laba (rugi) penjualan aset tetap
2020

3.640.894.579
(578.290.333 )

3.062.604.246
2.544.360.346

(518.243.900 )
2019
1.454.412.900 Cost
(1.369.645.846
)
Accumulated depreciation
84.767.054 Book value
168.487.887

Proceeds from sales
83.720.833 Gain (loss) on sale of fixed assets

Laba (rugi) penjualan aset tetap disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Gain (loss) on sale of fixed assets is presented in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan dan Entitas Anak tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.

Management believes that the carrying values of all the Company and Subsidiaries’ fixed assets are fully recoverable, and hence, no writedown for impairment in fixed assets values is necessary.

Pada tanggal 31 Desember 2020, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 20 milyar pada PT FPG Insurance Indonesia, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk dan PT Asuransi Umum BCA (pihak ketiga). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki uang muka pembelian aset tetap kepada pihak ketiga sebesar Rp 8.074.749.370 dan Rp 708.530.930.

Aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Perusahaan dan Entitas Anak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari bank (lihat Catatan 16).

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu berkisar antara 20 - 30 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2020, HGB Perusahaan dan Entitas Anak masih memiliki sisa jangka waktu berkisar antara 11 - 25 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.

Rincian aset tetap tanah Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

Dimiliki oleh Perusahaan:

As of December 31, 2020, fixed assets are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 20 billion from PT FPG Insurance Indonesia, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk dan PT Asuransi Umum BCA (third parties), which management believes, is adequate to cover possible losses that may arise from such risks.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have advances for the purchase of fixed assets to third parties amounting to Rp 8,074,749,370 and Rp 708,530,930.

Fixed assets in the form of land and buildings owned by the Company and Subsidiaries are used as collateral for loan facilities obtained from banks (see Note 16).

As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries have land assets under the right to build on land (HGB) with maturities ranging from 20 - 30 years. As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries’ HGB still has remaining periods ranging from 11 - 25 years. Management believes that the term of the HGB can be renewed/extended upon their expiry.

Details of the fixed assets - land of the Company and Subsidiaries' are as follows:

Owned by the Company:

No.
1.
Lokasi/Location
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan
Status/
Status
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
Nomor
Sertifikat/
Sertificate
Number
1253
Luas Tanah
(m2)/
Land Width
(m2)
7,40/
7.40
Jangka
Waktu/
Period
of Time
24 tahun/
24 years
Periode/
Period
28 April 2003
sampai dengan
10 November
2027/
April 28, 2003
until November
10, 2027

49

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. ASET TETAP (lanjutan)

Dimiliki oleh Perusahaan (lanjutan):

11. FIXED ASSETS (continued)

Owned by the Company (continued):

No.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Lokasi/Location
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan
Status/
Status
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
Nomor
Sertifikat/
Sertificate
Number
1262
Luas Tanah
(m2)/
Land Width
(m2)
8,87/
8.87
Jangka
Waktu/
Period
of Time
24 tahun/
24 years
Periode/
Period
28 April 2003
sampai dengan
10 November
2027/
April 28, 2003
until November
10, 2027
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
1962 6,41/
6.41
24 tahun/
24 years
28 Juni 2003
sampai dengan
10 November
2027/
June 28, 2003
until November
10, 2027
Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan
Makasar, Kotamadya Jakarta Timur
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
1668 7,43/
7.43
27 tahun/
27 years
31 Maret 2008
sampai dengan
25 September
2035/
March 31, 2008
until September
25, 2035
Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan
Makasar, Kotamadya Jakarta Timur
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
1669 7,84/
7.84
27 tahun/
27 years
31 Maret 2008
sampai dengan
25 September
2035/
March 31, 2008
until September
25, 2035
Kelurahan Setia Budi, Kecamatan
Setia Budi, Kota Administrasi
Jakarta Selatan
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
750 178/
178
20 tahun/
20 years
21 Juni 2012
sampai dengan
20 Juni
2032/
June 21, 2012
until June
20, 2032
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
1961 6.09/
6.09
24 tahun/
24 years
28 Juni 2003
sampai dengan
10 November
2027/
June 28, 2003
until November
10, 2027
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
2981 7,37/
7.37
24 tahun/
24 years
28 Juni 2003
sampai dengan
10 November
2027/
June 28, 2003
until November
10, 2027
Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan
Setia Budi, Kotamadya Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
2982 8,91/
8.91
24 tahun/
24 years
28 Juni 2003
sampai dengan
10 November
2027/
June 28, 2003
until November
10, 2027
Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan
Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan
Sertifikat Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Certificate Ownership
of Flat Units
550 7,84/
7.84
26 tahun/
26 years
20 April 2005
sampai dengan
27 Juni 2031/
April 20, 2005
until June
27, 2031

50

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. ASET TETAP (lanjutan)

Dimiliki oleh Perusahaan (lanjutan):

11. FIXED ASSETS (continued)

Owned by the Company (continued):

No.
Lokasi/Location
11.
Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan
Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan
12.
Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan
Kebayoran Baru, Kotamadya
Jakarta Selatan
13.
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
14.
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
15.
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
Dimiliki oleh MPG:
No.
Lokasi/Location
1.
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
2.
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
3.
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
Lokasi/Location
Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan
Kebayoran, Kotamadya Jakarta Selatan
Status/
Status
Sertifikat Hak Milik/

Freehold Title
Nomor
Sertifikat/
Sertificate
Number
557
Luas Tanah
(m2)/
Land Width
(m2)
7,84/
7.84
Jangka
Waktu/
Period
of Time
26 tahun/
26 years
Periode/
Period
20 April 2005
sampai dengan
27 Juni 2031/
April 20, 2005
until June
27, 2031
25 September
2017 sampai
dengan
25 Oktober
2037/
September 25,
2017 until
October
25, 2037
22 Juli 2013
sampai dengan
31 Maret 2039/
July 22, 2013
until March
31, 2039
2 Januari 2012
sampai dengan
16 Juli 2037
January 2,
2012 until
July 16, 2037
2 Januari 2012
sampai dengan
31 Maret 2039
January 2,
2012 until
March 31, 2039
Periode/
Period
17 November
2015 sampai
sampai dengan
30 Oktober
2045/
November
17, 2015
until October
30, 2045
4 Agustus 2015
sampai dengan
3 Agustus 2046/
August 4, 2015
until August
3, 2046
4 Agustus 2016
sampai dengan
3 Agustus 2046/
August 4, 2016
until August
3, 2046
Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan
Kebayoran Baru, Kotamadya
Jakarta Selatan
Hak Milik Atas
Satuan Rumah Susun/
Proprietary Rights in
Flat Units
214 13,86/
13.86
20 tahun/
20 years
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
6205 16 26 tahun/
26 years
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
6236 21 25 tahun/
25 years
Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
6203 30 27 tahun/
27 years
Status/
Status
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
Owned by MPG:
Nomor
Luas Tanah
Sertifikat/
(m2)/
Sertificate
Land Width
Number
(m2)
00002
3.644/
3,644
Jangka
Waktu/
Period
of Time
30 tahun/
30 years
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
00003 2.431/
2,431
30 tahun/
30 years
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
00004 6.047/
6,047
30 tahun/
30 years

51

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

11. ASET TETAP (lanjutan)

11. FIXED ASSETS (continued)

Dimiliki oleh MPG (lanjutan):

Owned by MPG (continued):

No.
Lokasi/Location
4.
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
Dimiliki oleh MGI:
No.
Lokasi/Location
1.
Desa Wanarejan Utara, Kecamatan
Taman, Kabupaten Pemalang
Status/
Status
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
Status/
Status
Hak Guna Bangunan/
Building Rights
Nomor
Luas Tanah
Sertifikat/
(m2)/
Sertificate
Land Width
Number
(m2)
00200
7.740/
7,740

Owned by MGI:
Nomor
Luas Tanah
Sertifikat/
(m2)/
Sertificate
Land Width
Number
(m2)
00201
8.630/
8,630
Jangka
Waktu/
Period
Periode/
of Time
Period
30 tahun/ 5 Desember 2019
30 years
sampai dengan
4 Desember 2049/
December 5, 2019
until December
4, 2049
Jangka
Waktu/
Period
Periode/
of Time
Period
30 tahun/ 5 Desember 2019
30 years
sampai dengan
4 Desember 2049/
December 5, 2019
until December
4, 2049
Periode/
Period

12. ASET HAK GUNA - BERSIH

12. RIGHT-OF-USE ASSETS – NET

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

Biaya Perolehan
Sewa toko
Sewa kantor
Jumlah Biaya Perolehan
Akumulasi Penyusutan
Sewa toko
Sewa kantor
Jumlah Akumulasi
Penyusutan
Nilai Buku
2020 Saldo Akhir/
Ending
Balance

163.103.290.680

3.462.416.464

166.565.707.144

55.179.145.705

2.654.519.289
T

57.833.664.994
108.732.042.150
Cost
Store leases
Office leases
Total Cost
Accumulated
Depreciation
Store leases
Office leases
otal Accumulated
Depreciation
Book Value
Cost
Store leases
Office leases
Total Cost
Accumulated
Saldo Awal/
Beginning
Balance
-
-
-
-
-
-
-
Penyesuaian/
Adjustments


130.968.803.463

3.462.416.464


134.431.219.927


12.820.145.418

1.962.035.996


14.782.181.414

Penambahan/
Additions


49.193.991.256

-


49.193.991.256


59.418.504.326

692.483.293


60.110.987.619
Pengurangan/
Disposals

17.059.504.039
-

17.059.504.039

17.059.504.039
-

17.059.504.039

Beban penyusutan aset hak guna untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 60.110.987.619 yang dibebankan sebagai berikut:

Depreciation expense for the year ended December 31, 2020 amounted to Rp 60,110,987,619, respectively, which are charged as follows:

2020

Beban penjualan (Catatan 30) 59.418.504.326 Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 692.483.293 Jumlah 60.110.987.619

Selling expenses (Note 30) General and administrative expenses (Note 31)

Total

52

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI - BERSIH

Rincian investasi Entitas Anak pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

13. INVESTMENT IN ASSOCIATE - NET

The detail of Subsidiary’s investment in associate is as follows:

Metode Ekuitas
PT Mitra Perintis Merdeka (MPM)
Metode Ekuitas
PT Mitra Perintis Merdeka (MPM)
202 0 Nilai Buku Bersih/
Net Book Value
1.781.690.534
PT Mitra Perintis M
Nilai Buku Bersih/
Net Book Value
1.774.415.126
PT Mitra Perintis M
Equity Metho
Persentase
Pemilikan/
Percentage
Ownership

25%
Biaya Perolehan/
Cost

650.000.000

201
Akumulasi
Bagian Laba/
Accumulated
Share of profit
1.131.690.534
9

erdeka (MPM
Equity Metho
Persentase
Pemilikan/
Percentage
Ownership

25%
Biaya Perolehan/
Cost

650.000.000
Akumulasi
Bagian Laba/
Accumulated
Share of profit
1.124.415.126

erdeka (MPM

Bagian atas laba tahun berjalan Entitas Asosiasi adalah sebagai berikut:

Equity share of income for the year of the Associate is as follows:

2020

PT Mitra Perintis Merdeka 16.444.380

2019 421.196.995 PT Mitra Perintis Merdeka

Bagian atas rugi komprehensif lain Entitas Asosiasi adalah sebagai berikut:

2020

PT Mitra Perintis Merdeka 9.168.972

Equity share of other comprehensive loss of the Associate is as follows:

2019

52.633.150 PT Mitra Perintis Merdeka

Tabel berikut menyajikan informasi keuangan Entitas Asosiasi:

This following table illustrates the summarized financial information of Associate:

2020

Metode Ekuitas
PT Mitra Perintis Merdeka
Laporan Posisi Keuangan/
The Statement of Financial Position

Aset/
Liabilitas/
Ekuitas/
Assets
Liabilities
Equity



25.094.514.465
19.676.867.806
5.417.646.659

Laporan Posisi Keuangan/
The Statement of Financial Position

Aset/
Liabilitas/
Ekuitas/
Assets
Liabilities
Equity



25.094.514.465
19.676.867.806
5.417.646.659

Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain/
The Statement of Profit or Loss and
Other Comprehensive Income
Penjualan/
Laba Tahun Berjalan/
Sales
Income For the Year

47.855.443.294
65.777.524_PT Mitra P_
Equity Method
Aset/
Assets

25.094.514.465
Liabilitas/
Liabilities


19.676.867.806
Penjualan/

Sales


47.855.443.294

erintis Merdeka

2019

Metode Ekuitas
PT Mitra Perintis Merdeka
Laporan Posisi Keuangan/
The Statement of Financial Position

Aset/
Liabilitas/
Ekuitas/
Assets
Liabilities
Equity



67.876.159.528
62.442.470.624
5.433.688.904

Laporan Posisi Keuangan/
The Statement of Financial Position

Aset/
Liabilitas/
Ekuitas/
Assets
Liabilities
Equity



67.876.159.528
62.442.470.624
5.433.688.904

Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain/
The Statement of Profit or Loss and
Other Comprehensive Income
Penjualan/
Laba Tahun Berjalan/
Sales
Income For the Year

111.365.933.343
2.688.390.428_PT Mitra P_
Equity Method
Aset/
Assets

67.876.159.528
Liabilitas/
Liabilities


62.442.470.624
Penjualan/

Sales


111.365.933.343

erintis Merdeka

MPM didirikan di Indonesia pada tanggal 15 September 2014, berdasarkan Akta Notaris Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 01. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-25238.40.10.2014 tanggal 17 September 2014.

MPM was established in Indonesia on September 15, 2014, based on Notarial Deed Sendy Yudhawan, S.H., M.Kn., No. 01. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU25238.40.10.2014 dated September 17, 2014.

53

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI - BERSIH (lanjutan)

13. INVESTMENT IN ASSOCIATE - NET (continued)

Sesuai Anggaran Dasar MPM, ruang lingkup kegiatan MPM terutama adalah bergerak dalam bidang perdagangan. MPM berdomisili di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

In accordance with MPM’s Articles of Association, the scope of activities is primarily to engage in trading. MPM is domiciled at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan para Pemegang Saham Secara Edaran tanggal 20 September 2019 yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 25 oleh Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta, para pemegang saham MPM menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi Rp 2.600.000.000, MPG tidak ambil bagian dalam peningkatan tersebut sehingga kepemilikan MPG pada MPM mengalami penurunan dari 65% menjadi 25% Perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 14 Oktober 2019.

Based on the Statement of General Meeting of Shareholders dated September 20, 2019 which was covered by Notarial Deed No. 25 by Rudy Siswanto S.H., a Notary in Jakarta, MPM’s shareholders approved the increase of the issued and paid-in capital from Rp 1,000,000,000 to Rp 2,600,000,000, MPG did not take part in the increasing, which MPG’s ownership in MPM decreased from 65% to 25%. This amendment has been reported to and accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Acknowledgement Letter No. AHU-0082429.AH.01.02 Tahun 2019 dated October 14, 2019.

14. ASET TAKBERWUJUD

14. INTANGIBLE ASSETS

Akun ini terdiri dari:

Merek dagang (Catatan 35)
Peranti lunak komputer - bersih
Jumlah
2020

30.553.341.898
136.666.674

30.690.008.572

This account consists of:

2019
30.553.341.898 Trademark (Note 35)
277.916.670 Software computer - net
30.831.258.568 Total

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi atas kemungkinan penurunan nilai potensial atas aset takberwujud pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Management believes that there is no indication of potential impairment in values of intangible assets as of December 31, 2020 and 2019.

15. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

15. OTHER NON-CURRENT ASSETS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

2020 Uang jaminan - pihak ketiga 23.917.289.451

2019 21.852.070.827 Security deposit - third parties

Uang jaminan merupakan deposit yang diberikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak sehubungan dengan sewa toko (lihat Catatan 35).

Security deposit is a deposit provided by the Company and Subsidiaries in connection with the stores’ lease (see Note 35).

16. UTANG BANK

16. BANK LOANS

Akun ini terdiri dari:

This account consists of:

2020 2019 Utang bank jangka pendek Short-term bank loans PT Bank Central AsiaTbk PT Bank Central Asia Tbk Time Loan Revolving (TL) 1 31.200.000.000 30.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 1 Time Loan Revolving (TL) 2 22.000.000.000 22.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 2 Time Loan Revolving (TL) 3 10.000.000.000 9.000.000.000 Time Loan Revolving (TL) 3 Jumlah 63.200.000.000 61.000.000.000 Total

54

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

16. UTANG BANK (lanjutan)

Utang bank jangka panjang
PT Bank Central Asia Tbk
Installment Loan (IL)
Kredit investasi
Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang jangka panjang - bersih
2020

13.393.939.393
2.210.509.095

15.604.448.488
(4.433.011.816 )

11.171.436.672

16. BANK LOANS (continued)

2019

2019
Long-term bank loans
PT Bank Central Asia Tbk
9.333.333.332 Installment Loan (IL)
3.714.068.112 Investment credit
13.047.401.444 Total
(3.981.209.750 ) Less current maturities
9.066.191.694 Long-term bank loans - net

Perusahaan

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Berdasarkan perjanjian kredit No. 16 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL), Kredit Investasi (KI) dan Installment Loan (IL) untuk kegiatan operasional Perusahaan, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman Perusahaan pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 3.000.000.000, Rp 22.500.000.000, Rp 2.430.000.000 dan Rp 15.000.000.000, dengan jangka waktu, masing-masing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, sampai dengan tanggal 8 Agustus 2020 dan 60 (enam puluh) bulan, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.

Pada tanggal 5 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh perubahan perjanjian kredit dari Bank BCA untuk fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL) dan Installment Loan (IL), terkait perubahan tingkat bunga tahunan menjadi sebesar 8%, dengan jatuh tempo fasilitas masing-masing sampai dengan tanggal 8 Agustus 2021, 8 Agustus 2021 dan 12 Agustus 2024, serta grace period pembayaran pokok fasilitas IL sampai dengan Maret 2021.

Fasilitas ini dijamin dengan:

  • Tanah dan bangunan milik Perusahaan.

  • Tanah dan bangunan milik MPG.

  • Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).

  • Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).

  • Persediaan milik Perusahaan.

  • Piutang usaha milik Perusahaan.

  • Mesin produksi dan perlengkapan milik Perusahaan.

  • Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).

Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 1,75 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

Company

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Based on credit agreement No. 16 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, the Company obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Time Loan Revolving (TLR), Investment Credit (KI) and Installment Loan (IL) for the Company's operational activities, additional working capital and repayment of the Company's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 3,000,000,000, Rp 22,500,000,000, Rp 2,430,000,000 and Rp 15,000,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, until August 8, 2020 and 60 (sixty) months, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.

On August 5, 2020, the Company obtained the changes of credit agreement from Bank BCA for Current Account Loan (PRK), Time Loan Revolving (TL) and Installment Loan (IL) facilities, related to the changes of annual interest rate to 8% with the term of facilities up to August 8, 2021, August 8, 2021 and August 12, 2024, respectively, and a grace period for principal payment of IL facility up to March 2021.

These facilities are guaranteed with:

  • Company’s land and building.

  • MPG’s land and building.

  • Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).

  • Land and building owned by Belinda Natalia (related party).

  • Company’s inventories.

  • Company’s trade receivables.

  • Company’s machineries and equipments.

  • Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).

In relation to the above facility, the Company is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 1.75 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2020 and 2019, the Company has complied with all the covenants of the above credit facility.

Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo atas fasilitas TL dan IL, masing-masing sebesar Rp 18.700.000.000 dan Rp 13.393.939.393.

As of December 31, 2020, the balance of the TL and IL facilities amounted to Rp 18,700,000,000 and Rp 13,393,939,393, respectively.

55

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

16. UTANG BANK (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas TL dan IL, masing-masing sebesar Rp 17.500.000.000 dan Rp 9.333.333.332.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 17.255.871.999 dan Rp 33.666.666.667.

PT Mega Putra Garment (MPG) - Entitas Anak

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Berdasarkan perjanjian kredit No. 18 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, MPG memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Kredit Investasi I (KI I), Kredit Investasi II (KI II) dan Kredit Investasi III (KI III) untuk kegiatan operasional MPG, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman MPG pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 2.500.000.000, Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 15.000.000.000, Rp 1.657.000.000, Rp 982.000.000 dan Rp 801.000.000, dengan jangka waktu, masing-masing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, sampai dengan tanggal 16 Juli 2022, sampai dengan tanggal 20 Juli 2022 dan sampai dengan tanggal 4 Juli 2022, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.

Pada tanggal 5 Agustus 2020, MPG memperoleh perubahan perjanjian kredit dari Bank BCA untuk fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Kredit Investasi I (KI I), Kredit Investasi II (KI II) dan Kredit Investasi III (KI III), terkait perubahan tingkat bunga tahunan menjadi sebesar 8% dengan jatuh tempo fasilitas masing-masing sampai dengan Juli 2022, serta grace period pembayaran pokok fasilitas KI selama 6 bulan.

Fasilitas ini dijamin dengan:

  • Tanah dan bangunan milik MPG.

  • Tanah dan bangunan milik Perusahaan.

  • Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).

  • Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).

  • Persediaan milik MPG.

  • Piutang usaha milik MPG.

  • Mesin produksi dan perlengkapan milik MPG.

  • Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

16. BANK LOANS (continued)

Company (continued)

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (continued)

As of December 31, 2019, the balance of the TL and IL facilities amounted to Rp 17,500,000,000 and Rp 9,333,333,332, respectively.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 17,255,871,999 and Rp 33,666,666,667.

– PT Mega Putra Garment (MPG) Subsidiary

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Based on credit agreement No. 18 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, MPG obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L/C), Time Loan Revolving II (TL II), Time Loan Revolving III (TL III), Investment Credit I (KI I), Investment Credit II (KI II) and Investment Credit III (KI III) for MPG's operational activities, additional working capital and repayment of the MPG's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 2,500,000,000, Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 15,000,000,000, Rp 1,657,000,000, Rp 982,000,000 and Rp 801,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, until July 16, 2022, until July 20, 2022 and until July 4, 2022, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.

On August 5, 2020, MPG obtained the changes of credit agreement from Bank BCA for Current Account Loan (PRK), Omnibus Time Loan Revolving I (TL I) & Sight Letter of Credit (L / C), Time Loan Revolving II (TL II) ), Time Investment Credit III (TL III), Investment Credit I (KI I), Investment Credit II (KI II) and Investment Credit III (KI III), related to the changes of annual interest rate to 8% with the term of facilities up to July 2022, respectively, and a grace period for principal payment of KI facility for 6 months.

These facilities are guaranteed with:

MPG’s land and building.

Company’s land and building.

  • Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).

  • Land and building owned by Belinda Natalia (related party).

  • MPG’s inventories.

  • MPG’s trade receivables.

  • MPG’s machineries and equipments.

  • Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).

56

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

16. UTANG BANK (lanjutan)

- PT Mega Putra Garment (MPG) Entitas Anak (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)

Sehubungan dengan fasilitas di atas, MPG diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 3,5 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, MPG telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo atas fasilitas TL I, TL II, TL III, KI I, KI II dan KI III, masing-masing sebesar Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 10.000.000.000, Rp 1.073.650.832, Rp 636.611.424 dan Rp 500.246.839.

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas TL I, TL II, TL III, KI I, KI II dan KI III, masing-masing sebesar Rp 12.500.000.000, Rp 22.000.000.000, Rp 9.000.000.000, Rp 1.349.732.474, Rp 634.816.165 dan Rp 800.311.504.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 46.574.351.047 dan Rp 38.231.831.323.

Berdasarkan perjanjian tanggal 19 Juli 2019, MPG memperoleh fasilitas kartu kredit BCA Visa Corporate dari Bank BCA untuk kegiatan operasional MPG, dengan limit kartu kredit sebesar Rp 300.000.000.

PT Mitrelindo Global (MG) - Entitas Anak

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Berdasarkan perjanjian kredit No. 17 yang dibuat di hadapan Happy Herawati Chandra, S.H., Notaris di Sidoarjo, tanggal 8 Agustus 2019, MG memperoleh beberapa fasilitas kredit dari Bank BCA berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK), Time Loan Revolving (TL), Bank Garansi (BG) dan Kredit Investasi (KI) untuk kegiatan operasional MG, tambahan modal kerja dan pelunasan pinjaman MG pada PT Bank Ganesha Tbk, dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000, Rp 5.500.000.000, Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.520.000.000, dengan jangka waktu, masingmasing selama 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan, 12 (dua belas) bulan dan sampai dengan tanggal 15 November 2020, dengan tingkat bunga, masing-masing sebesar 10% per tahun.

Fasilitas ini dijamin dengan:

  • Tanah dan bangunan milik MPG.

  • Tanah dan bangunan milik Perusahaan.

  • Tanah dan bangunan milik Hermanto Tanoko (pihak berelasi).

  • Tanah dan bangunan milik Belinda Natalia (pihak berelasi).

  • Persediaan milik MG.

  • Piutang usaha milik MG.

  • Mesin produksi dan perlengkapan milik MG.

  • Jaminan pribadi Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan).

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

16. BANK LOANS (continued)

PT Mega Putra Garment (MPG) - Subsidiary (continued)

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (continued)

In relation to the above facility, MPG is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 3.5 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2020 and 2019, MPG has complied with all the covenants of the above credit facility.

As of December 31, 2020, the balance of the TL I, TL II, TL III, KI I, KI II and KI III facilities amounted to Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 10,000,000,000, Rp 1,073,650,832, Rp 636,611,424 and Rp 500,246,839, respectively.

As of December 31, 2019, the balance of the TL I, TL II, TL III, KI I, KI II and KI III facilities amounted to Rp 12,500,000,000, Rp 22,000,000,000, Rp 9,000,000,000, Rp 1,349,732,474, Rp 634,816,165 and Rp 800,311,504, respectively.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 46,574,351,047 and Rp 38,231,831,323.

Based on agreement dated July 19, 2019, MPG obtained credit card BCA Visa Corporate facility from Bank BCA for MPG's operational activities with credit card limit amounting to Rp 300,000,000.

- PT Mitrelindo Global (MG) Subsidiary

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

Based on credit agreement No. 17 by Happy Herawati Chandra, SH, Notarial in Sidoarjo dated August 8, 2019, MG obtained several credit facilities from Bank BCA in the form of Overdraft (PRK), Time Loan Revolving (TL), Bank Guarantee (BG) and Investment Credit (KI) for MG's operational activities, additional working capital and repayment of the MG's loans to PT Bank Ganesha Tbk, with a maximum balance of facilities amounting to Rp 2,000,000,000, Rp 5,500,000,000, Rp 2,000,000,000 and Rp 1,520,000,000, respectively, with facilities’ terms of 12 (twelve) months, 12 (twelve) months, 12 (twelve) months and until November 15, 2020, respectively, and with annual interest rate of 10%, respectively.

These facilities are guaranteed with:

  • MPG’s land and building.

  • Company’s land and building.

  • Land and building owned by Hermanto Tanoko (related party).

  • Land and building owned by Belinda Natalia (related party).

  • MG’s inventories.

  • MG’s trade receivables.

  • MG’s machineries and equipments.

    • Personal guarantee from Verosito Gunawan (Company’s shareholder).

57

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

16. UTANG BANK (lanjutan)

16. BANK LOANS (continued)

PT Mitrelindo Global (MG) - Entitas Anak (lanjutan)

- PT Mitrelindo Global (MG) Subsidiary (continued)

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (lanjutan)

Sehubungan dengan fasilitas di atas, MG diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu ( debt to equity ratio maksimal 1,5 kali dan current ratio minimal 1 kali). Pada tanggal 31 Desember 2019, MG telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas KI sebesar Rp 929.207.969

Saldo pinjaman fasilitas KI telah dilunasi seluruhnya pada bulan November 2020.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, pembayaran atas pinjaman tersebut adalah sebesar Rp 5.386.674.810 dan Rp 6.372.304.218.

PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

In relation to the above facility, MG is required to comply with certain covenants such as maintaining certain financial ratio (debt to equity ratio maximum of 1.5 times and current ratio minimum of 1 time). As of December 31, 2019, MG has complied with all the covenants of the above credit facility.

As of December 31, 2019, the balance of the KI Facilities amounted to Rp 929,207,969

The outstanding balance of the Investment Credit Loan has been fully paid in November 2020.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, repayments of these loans amounted to Rp 5,386,674,810 and Rp 6,372,304,218.

17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP

Akun ini merupakan utang atas pembelian aset tetap yang akan digunakan untuk kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak, dengan rincian sebagai berikut:

PT Kresna Ventura Capital
PT HINO Finance Indonesia
PT BCA Finance
PT Maybank Indonesia Finance
PT Astra Sedaya Finance
Sub-Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Bagian jangka panjang
Perusahaan
2020

126.583.331
125.716.771
96.767.901
-
-

349.068.003

(277.509.627 )

71.558.376

17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS

This account represents liabilities for the purchase of fixed assets that will be used for operational activities of the Company and Subsidiaries with the following details as follows:

2019
227.849.999 PT Kresna Ventura Capital
190.624.726 PT HINO Finance Indonesia
356.010.807 PT BCA Finance
49.743.744 PT Maybank Indonesia Finance
12.255.718

PT Astra Sedaya Finance
836.484.994

Sub-Total
(444.339.391
)
Less current maturities
392.145.603 Long-term portion

Company

PT HINO Finance Indonesia (HINO Finance)

Pada tanggal 21 September 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari HINO Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 299.000.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut masing-masing selama 4 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 5,87%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).

PT HINO Finance Indonesia (HINO Finance)

On September 21, 2018, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from HINO Finance with maximum facilities amounting to Rp 299,000,000. The credit facilities have term of 4 years, and bear annual interest at 5.87%. These credit facilities are guaranteed by the financing assets (Note 11).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing sebesar Rp 125.716.771 dan Rp 190.624.726.

As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 125,716,771 and Rp 190,624,726, respectively.

58

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

PT BCA Finance (BCA Finance)

Pada tanggal 31 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari BCA Finance dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 259.996.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut masing-masing selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 7,94%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing sebesar Rp 44.387.521 dan Rp 105.643.781.

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank)

Pada tanggal 19 Januari 2017, 20 Maret 2017, 17 April 2017, 27 April 2017 dan 29 Mei 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari Maybank dengan jumlah fasilitas maksimum, masing-masing sebesar Rp 269.465.000, Rp 114.380.000, Rp 183.645.000, Rp 114.380.000 dan Rp 114.380.000. Jangka waktu fasilitas kredit tersebut, masing-masing selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun berkisar antara 7,19% - 8,25%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut, masing-masing sebesar Rp 15.554.022, Rp 5.898.509, Rp 11.797.018, Rp 7.646.431 dan Rp 8.847.764. Saldo atas fasilitas kredit tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Januari 2020, Februari 2020, Maret 2020, Maret 2020 dan April 2020.

PT Astra Sedaya Finance (Astra)

Pada tanggal 27 Februari 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari Astra dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 314.900.000. Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 4,6%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut sebesar Rp 12.255.718. Saldo atas fasilitas kredit tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Februari 2020.

PT Kresna Ventura Capital (Kresna)

Pada tanggal 11 Februari 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan pembelian 98 unit laptop dari Kresna dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 303.800.000. Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun dan dikenakan bunga per tahun sebesar 7,64%. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan aset pembiayaan tersebut (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 saldo atas fasilitas kredit tersebut sebesar Rp 126.583.331 dan Rp Rp 227.849.999.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS (continued)

Company (continued)

PT BCA Finance (BCA Finance)

On August 31, 2018, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from BCA Finance with a maximum facility amounting to Rp 259,996,000. The credit facility has a term of 3 years each and bears an annual interest of 7.94%. These credit facilities are guaranteed by the financing assets (Note 11).

As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 44,387,521 and Rp 105,643,781, respectively.

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank)

On January 19, 2017, March 20, 2017, April 17, 2017, April 27, 2017 and May 29, 2017, the Company obtained vehicle ownership credit facilities from Maybank with maximum facilities amounting to Rp 269,465,000, Rp 114,380,000, Rp 183,645,000, Rp 114,380,000 and Rp 114,380,000, respectively. The term of the credit facilities are 3 years each and bear annual interest ranging from 7.19% - 8.25%. These credit facilities are secured by the financing assets (Note 11).

As of December 31, 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 15,554,022, Rp 5,898,509, Rp 11,797,018, Rp 7,646,431 and Rp 8,847,764, respectively. The balance of the credit facilities has been fully paid in January 2020, February 2020, March 2020, March 2020 and April 2020.

PT Astra Sedaya Finance (Astra)

On February 27, 2017, the Company obtained a vehicle ownership credit facility from Astra with maximum facility amounting to Rp 314,900,000. The credit facility has a term of 3 years and bears annual interest rate of 4.6%. The credit facility is guaranteed by the financing assets (Note 11).

As of December 31, 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 12,255,718. The balance of the credit facilities has been fully paid in February 2020.

PT Kresna Ventura Capital (Kresna)

On February 11, 2019, the Company obtained a 98 units notebook ownership financing facility from Kresna with maximum facility amounting to Rp 303,800,000. The credit facility has a term of 3 years and bears annual interest rate of 7.64%. The credit facility is guaranteed by the financing assets (Note 11).

As of December 31, 2020 and 2019 the balance of the credit facilities amounted to Rp 126,583,331 and Rp 227,849,999.

59

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

17. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP (lanjutan)

17. LIABILITIES FOR PURCHASE OF FIXED ASSETS (continued)

PT Mega Putra Garment (MPG) - Entitas Anak

- PT Mega Putra Garment (MPG) Subsidiary

PT BCA Finance (BCA Finance)

PT BCA Finance (BCA Finance)

Pada tanggal 31 Juli 2018, MPG memperoleh fasilitas kredit kepemilikan kendaraan dari BCA Finance untuk pembelian 2 (dua) unit mobil dengan jumlah maksimum sebesar Rp 452.250.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 36 (tiga puluh enam) bulan. Berdasarkan perjanjian tersebut, BCA Finance menetapkan bunga per tahun sebesar 7,94%. Utang pembelian aset tetap tersebut dijamin dengan aset yang bersangkutan (Catatan 11).

On July 31, 2018, MPG obtained vehicle ownership credit facilities from BCA Finance for the purchase of 2 (two) units of cars with maximum facilities amounting to Rp 452,250,000 and with period of 36 (thirty six) months. Based on the agreement, BCA Finance sets annual interest rate of 7.94%. The liabilities for purchase of fixed assets are guaranteed by the financing assets (Note 11).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo atas fasilitas kredit tersebut masing-masing adalah sebesar Rp 52.380.380 dan Rp 250.367.026.

As of December 31, 2020 and 2019, the balance of the credit facilities amounted to Rp 52,380,380 and Rp 250,367,026, respectively.

18. UTANG USAHA

18. TRADE PAYABLES

Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian persediaan, dengan rincian sebagai berikut:

This account represents liabilities arising from the purchase of inventories with the following details as follows:

Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 34)
Pihak ketiga-lokal
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
(US$ 1.079.759 pada tahun 2020
dan US$ 1.395.045
pada tahun 2019)
Jumlah pihak ketiga
Jumlah
2020

12.643.750

33.034.441.562
15.230.000.366

48.264.441.928

48.277.085.678
2019
- Related party - Rupiah (Note 34)
Third parties- local
37.574.725.988 Rupiah
United States Dollar
(US$ 1,079,759 in 2020 and
19.392.520.545 US$ 1,395,045 in 2019)
56.967.246.533 Total third parties
56.967.246.533 Total

Analisa umur utang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 90 hari
Jumlah
2020

13.849.268.535
14.805.607.424
4.906.546.450
412.873.274
14.302.789.995

48.277.085.678

The aging analysis of trade payables as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2019
39.897.079.791 Not yet due
Past due:
11.200.652.863 1 - 30 days
2.071.078.109 31 - 60 days
357.943.099 61 - 90 days
3.440.492.671 > 90 days
56.967.246.533 Total

Pemasok utama Perusahaan dan Entitas Anak, antara lain adalah PT Puma Cat Indonesia, MS Prompt International, Huzhou Angye Digital Industry Co., Ltd., Nangtong Baresi Textile Co., Ltd, Jiangsu Pinytex Textile Dyeing & Finishing Co., Ltd., dan PT Lucky Print Abadi.

The main suppliers of the Company and Subsidiaries, among others are PT Puma Cat Indonesia, MS Prompt International, Huzhou Angye Digital Industry Co., Ltd., Nangtong Baresi Textile Co., Ltd, Jiangsu Pinytex Textile Dyeing & Finishing Co., Ltd., and PT Lucky Print Abadi.

60

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

19. PERPAJAKAN

  • a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak
Pajak dibayar di muka
Pajak dibayar di muka terdiri dari:
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Masukan
Pajak Penghasilan - Pasal 21
Jumlah
Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
2020

2.097.417.775
24.412.338

2.121.830.113
Pajak Penghasilan:
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 29
Pasal 4 (2)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Keluaran
Jumlah
2020

716.897.901
101.262.317
6.004.492
55.584.706
600.255.941
1.152.616.816

2.632.622.173

19. TAXATION

a. Prepaid taxes and taxes payables

Prepaid taxes

Prepaid taxes consist of:

2019

4.671.469.044 Value Added Tax (VAT) In - Income Taxes - Article 21 4.671.469.044 Total

Taxes payables

Taxes payables consist of:

2019
Income Taxes:
839.268.739 Article 21
353.366.585 Article 23
1.244.810.280 Article 25
1.127.243.277 Article 29
1.055.636.995 Article 4 (2)
1.884.192.846 Value Added Tax (VAT) Out
6.504.518.722 Total

b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

b. Income Tax Benefit (Expense)

A reconciliation between income (loss) before income tax benefit (expense), as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income (loss), and estimated taxable income (loss) for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
Rugi (laba) Entitas Anak sebelum
beban pajak penghasilan
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan - Perusahaan
Beda temporer:
Estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Transaksi sewa
Beda tetap:
Biaya pajak
Sumbangan dan representasi
Jamuan
Pendapatan yang telah dikenakan
pajak penghasilan final
dan lain-lain - bersih
Taksiran laba (rugi) fiskal -
tahun berjalan
Perusahaan
2020



(44.495.233.643 )
1.423.883.367


(43.071.350.276 )

2.261.224.203
5.474.244.847
(227.612.789 )
2.346.215.684
41.891.500
140.004.342
(39.422.747 )

(33.074.805.236 )
2019
Income (loss) before income tax benefit
(expense) per consolidated statements

of profit or loss and other
68.425.016.748
comprehensive income
Loss(income) before income tax
(19.766.600.709 )
expense of Subsidiaries
Income (loss) before income tax
48.658.416.039
benefit(expense) - Company

Temporary differences:

Estimated liabilities for
978.972.642
employees’ benefits

Allowance for impairment
-
of trade receivables
-
Lease transactions
Permanent differences:
24.161.917
Tax expenses
778.373.246
Donation and representation
-
Entertainment
Income already subjected
to final income tax
(190.288.765 )
and others - net
Estimated taxable income (loss) -
current year
50.249.635.079
Company

61

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

19. TAXATION (continued)

b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)

Perhitungan taksiran laba fiskal tahun 2019 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran utang (klaim) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

  • b. Income Tax Benefit (Expense) (continued)

The computation of estimated taxable income of 2019 is in accordance with the Annual Tax Return (SPT) submitted by the Company to the Tax Office (KPP).

Income tax expense (current year) and the computation of the estimated income tax payable (estimated claim for income tax refund) are as follows:

Taksiran laba (rugi) fiskal
(dibulatkan)
Perusahaan
Entitas Anak
Jumlah
Beban pajak penghasilan -
tahun berjalan
Perusahaan
Entitas Anak
Dekonsolidasi Entitas Anak
Jumlah
Dikurangi pajak penghasilan dibayar
di muka
Perusahaan
Entitas Anak
Taksiran utang pajak penghasilan
- Pasal 29
Perusahaan
Entitas Anak
Jumlah
Taksiran klaim pajak penghasilan
Perusahaan
2020

(33.074.805.000 )
7.799.056.000

(25.275.749.000 )

-
1.715.792.320
-

1.715.792.320


2.807.036.940
1.660.207.614

-
55.584.706

55.584.706

2.807.036.940
2019
Estimated taxable income (loss)
(rounded off)
50.249.635.000
Company
18.468.248.000
Subsidiaries

68.717.883.000
Total

Income tax expense -
current year
12.562.408.750
Company
4.617.062.000
Subsidiaries
437.619.000
Deconsolidation of Subsidiary

17.617.089.750
Total

Less prepayments of
income taxes
11.794.632.895
Company
4.257.594.578
Subsidiaries

Estimated income tax payable

- Article 29
767.775.855
Company
359.467.422
Subsidiaries

1.127.243.277
Total
Estimated claim for income tax refund
-
Company

Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income tax benefit (expense) as calculated by applying the prevailing tax rate to income (loss) before income tax benefit (expense) and income tax benefit (expense) as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020 2019 Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan ( laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (44.495.233.643 ) 68.425.016.748 Rugi (laba) Entitas Anak sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 1.423.883.367 (19.766.600.709 )

Income (loss) before income tax benefit ( expense) per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income Loss ( income) before income tax benefit ( expense) of Subsidiaries Income (loss) before income tax benefit (expense) - Company Income tax benefit (expense) computed using the prevailing

Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan - Perusahaan (43.071.350.276 )

pajak penghasilan - Perusahaan (43.071.350.276 ) 48.658.416.039 Manfaat (beban) pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku 9.475.697.045 (12.164.604.010 )

62

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

19. TAXATION (continued)

b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)

  • b. Income Tax Benefit (Expense) (continued)
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Biaya pajak
Sumbangan dan representasi
Jamuan
Pendapatan yang telah dikenakan
pajak penghasilan final
dan lain-lain - bersih
Penyesuaian atas perubahan
tarif pajak
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Menurut laporan laba rugi dan
penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
Perusahaan
Entitas Anak
Jumlah
2020

516.167.450
9.216.130
30.800.955
(538.295.400 )
(342.576.553 )



8.585.608.962
(1.710.656.704 )

6.874.952.258
2019
Tax effect of permanent differences:
(6.040.479 )
Tax expenses
(194.593.311 )
Donation and representation
-
Entertainment
Income already subjected
to final income tax
47.572.211
and others - net
Adjustment in changes
-
of tax rate
Income tax benefit (expense)
per consolidated statements of

profit or loss and

other comprehensive income
(12.317.665.589 )
Company
(4.884.682.240 )
Subsidiaries

(17.202.347.829 )
Total

c. Aset Pajak Tangguhan

c. Deferred Tax Assets

Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

The deferred tax effects of the significant temporary differences between commercial and tax reporting are as follows:

Perusahaan
Estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Penyisihan penurunan nilai
persediaan
Aset hak-guna
Rugi fiskal
Entitas Anak
Estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan
Penyisihan penurunan nilai
persediaan
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Aset hak-guna
Jumlah
2020

1.306.132.248
1.204.333.866
708.271.309
1.272.180.711
7.276.457.100
434.449.897
257.609.410
33.790.695
13.749.771

12.506.975.007
2019
Company

Estimated liabilities for
980.878.875
employees’ benefits
Allowance for impairment
-
of trade receivables
Allowance for declining
804.853.760
value of inventories
-
Right-of-use assets
-
Fiscal loss
Subsidiaries

Estimated liabilities for
440.678.788
employees’ benefits
Allowance for declining
292.737.966
value of inventories
Allowance for impairment
-
of trade receivables
-
Right-of-use assets
2.519.149.389
Total
Company

d. Administrasi

d. Administration

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri pajak penghasilannya ( self-assessment ). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.

Under the taxation laws of Indonesia, the Company and Subsidiaries submit tax return on the basis of self assessment. The Directorate General of Taxation (DGT) may assess or amend taxes within 5 (five) years of the time the tax becomes due.

63

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

d. Administrasi (lanjutan)

Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. Tarif pajak yang baru tersebut digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak.

19. TAXATION (continued)

d. Administration (continued)

On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3% for corporate income tax payers that fulfill certain criteria. The new tax rates is used as reference to measure the Company and Subsidiaries' current and deferred tax assets and liabilities.

20. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

Akun ini terdiri dari:

20. ACCRUED EXPENSES

This account consist of:

Biaya pelayanan
Bunga pinjaman
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Jasa pengiriman
Utilitas
Lain-lain
Jumlah
2020

2.362.334.107
1.025.018.027
519.667.327
487.097.075
349.693.808
3.005.431.726

7.749.242.070
2019
3.247.370.588
Service charge
484.118.806
Loan interest
1.457.609.753
Salary and employees’ benefits
819.185.498
Delivery service
373.216.537
Utility
3.871.573.143
Others

10.253.074.325
Total

21. LIABILITAS SEWA

21. LEASE LIABILITIES

Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

The details of lease liabilities are as follows:

Liabilitas sewa
Bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang
Jumlah
2020

Lease liabilities
18.210.671.551
Current portion
51.407.327.914
Non-current portion
69.617.999.465
Total

Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut:

Amounts recognized in the consolidated statements of cash flow is as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020

Jumlah kas keluar untuk Pembayaran liabilitas sewa 40.155.847.643 Pembayaran bunga 7.697.716.566 Jumlah 47.853.564.209

Total cash outflow for Payments of lease liabilities Payments of interest

Total

64

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

21. LIABILITAS SEWA (lanjutan)

21. LEASE LIABILITIES (continued)

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

Amounts recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020 Bunga atas liabilitas sewa (Catatan 32) 7.697.716.566 Interest on lease liabilities (Note 32) Beban penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets Beban penjualan (Catatan 30) 59.418.504.326 Selling expenses (Note 30) Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 692.483.293 General and administrative expenses (Note 31) Potongan biaya sewa (Catatan 33) (14.650.354.612) Rental discount (Note 33)

Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

Summary of component of changes in the liabilities arising from leases is as folllow:

Saldo awal
Penyesuaian saldo atas penerapan PSAK 73
Pembayaran
Perubahan non-kas - penambahan
Saldo akhir
Tahun
yang Berakhir
pada Tanggal
31 Desember 2020/
For The Year Ended
December 31, 2020
-
Beginning balance
79.555.313.085
Balance adjustment upon adoption of PSAK 73
(40.155.847.643)
Payments
30.218.534.023
Non-cash changes - addition
69.617.999.465
Ending balances

22. UTANG LAIN-LAIN

22. OTHER PAYABLES

Akun ini terdiri dari:

This account consist of:

Pihak ketiga
PT Suryani Samudra Sejati (Catatan 35)
PT Obor Maju Jaya
PT Abadi Garmindo
Lain-lain
Jumlah
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Bagian jangka panjang
2020

39.000.000.000
4.348.501.859
2.109.230.634
797.753.568

46.255.486.061

(18.134.104.980 )

28.121.381.081
2019

Third parties
39.000.000.000
PT Suryani Samudra Sejati (Note 35)
6.886.045.621
PT Obor Maju Jaya
-
PT Abadi Garmindo
701.585.552
Others

46.587.631.173
Total

(12.431.571.535 )
Less current maturities

34.156.059.638
Long-term portion
Third parties

23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS

Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal 10 Februari 2021 dan 14 Februari 2020, dengan menggunakan metode “ Projected Unit Credit ”.

The Company and Subsidiaries recorded the estimated liabilities for employees’ benefits as of December 31, 2020 and 2019, based on the actuarial calculation prepared by PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, an independent actuary, based on the report, dated February 10, 2021 and February 14, 2020, that applied the “Projected Unit Credit” method.

65

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

Tingkat diskonto (per tahun)
Tingkat kenaikan gaji tahunan
Usia pensiun (tahun)
Tabel mortalitas
Tingkat kecacatan
2020

6,90%
10,00%
55
TMI IV - 2019
10% tabel mortalitas/
10% mortality table

Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

a. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan

Nilai kini liabilitas
imbalan kerja
Nilai bersih liabilitas yang diakui
dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian
2020

8.689.369.533

8.689.369.533

23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)

Key assumptions used for actuarial calculation are as follows:

2019 7,90% Discounted rate (per year) 10,00% Annual salary increment rate 55 Retirement age (year) TMI III - 2011 Mortality table 10% tabel mortalitas/ Disability rate 10% mortality table

Analysis of estimated liabilities for employees’ benefits presented as “Estimated Liabilities for Employees’ Benefits” in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019, and employees’ benefits expense as recorded in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2020 and 2019, are as follows:

  • a. Estimated liabilities for employees’ benefits

2019 Present value of employees’ 5.686.230.650 benefits obligation Net liabilities recognized in consolidated statements of 5.686.230.650 financial position

b. Beban imbalan kerja karyawan

Biaya jasa kini
Biaya bunga
Penyesuaian liabilitas atas
masa kerja lalu
Penyesuaian atas mutasi
masuk/(keluar)
Beban yang diakui pada
tahun berjalan
2020

1.953.592.776
442.914.947
398.042.537
(27.124.103 )

2.767.426.157
  • b. Employees’ benefits expense

2019 1.116.380.176 Current service cost 374.366.012 Interest cost - Adjustment of past services liabilities - Adjustment of transfer in/(out) Employees’ benefits expense 1.490.746.188 for current year

c. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan

Saldo awal liabilitas bersih
Beban imbalan kerja karyawan
tahun berjalan
Rugi (laba) komprehensif lain
Dekonsolidasi entitas anak
Saldo akhir liabilitas bersih
2020

5.686.230.650
2.767.426.157
235.712.726
-

8.689.369.533
  • c. The change in liabilities of employees’ benefits

2019 4.895.645.463 Begining balance of net liabilities Employees’ benefits expense for 1.490.746.188 current year (309.665.115 ) Other comprehensive (gain) loss (390.495.886 ) Deconsilidation of subsidiary 5.686.230.650 Ending balance of liabilities

Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Management believes that the above estimated liabilities are adequate to cover the prevailing requirements.

66

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)

Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pascakerja dan biaya jasa kini, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:

The following tables summarize the sensitivity to a reasonably possible change in market interest rates, with all other variables held constant, of the obligation for postemployment and current service cost as of December 31, 2020 and 2019, respectively:

Kenaikan suku bunga dalam 1 poin
persentase
Penurunan suku bunga dalam 1 poin
persentase
2020

7.803.687.492

9.714.274.119

2019 5.105.631.068 6.359.589.669

Increase in interest rate in 1 percentage point

Decrease in interest rate in 1 percentage point

24. MODAL SAHAM

24. CAPITAL STOCK

Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The details of shares ownership of the Company as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:


Pemegang Saham

Verosito Gunawan
PT Tancorp Investama Mulia
Vanda Gunawan
Ganesh Subash
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan di bawah 5%)
Jumlah
2020 Jumlah/
Amount
30.456.000.000
20.001.500.000
10.622.500.000
7.165.000.000
3.750.000.000
15.022.147.800
87.017.147.800
Shareholders
Jumlah Saham/
Number of Shares

304.560.000
200.015.000
106.225.000
71.650.000
37.500.000
150.221.478

870.171.478
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
35,00%
22,99%
12,21%
8,23%
4,31%
17,26%
100,00%
Verosito Gunawan
PT Tancorp Investama Mulia
Vanda Gunawan
Ganesh Subash
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Others (each with ownership
interest below 5%)
Total

Pemegang Saham

Verosito Gunawan
PT Tancorp Investama Mulia
Vanda Gunawan
Ganesh Subash
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Cuntoro Kinardi
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan di bawah 5%)
Jumlah
2019 Jumlah/
Amount
30.115.000.000
17.774.000.000
10.622.500.000
8.905.000.000
3.750.000.000
1.028.500.000
14.822.147.800
87.017.147.800
Shareholders
Jumlah Saham/
Number of Shares

301.150.000
177.740.000
106.225.000
89.050.000
37.500.000
10.285.000
148.221.478

870.171.478
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
34,61%
20,43%
12,21%
10,23%
4,31%
1,18%
17,03%
100,00%
Verosito Gunawan
PT Tancorp Investama Mulia
Vanda Gunawan
Ganesh Subash
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Cuntoro Kinardi
Others (each with ownership
interest below 5%)
Total

Anggota Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Members of the Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020 and 2019 who owned the Company's shares, in accordance with the Company's Register of Shareholders as of December 31, 2020 and 2019, were as follows:

67

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

24. MODAL SAHAM (lanjutan)

24. CAPITAL STOCK (continued)


Pemegang Saham

Komisaris
Vanda Gunawan
Direksi
Verosito Gunawan
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Jumlah


Pemegang Saham

Komisaris
Vanda Gunawan
Direksi
Verosito Gunawan
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Cuntoro Kinardi
Jumlah
2020 Jumlah/
Amount
10.622.500.000
30.456.000.000
3.750.000.000
44.828.500.000
Jumlah/
Amount
10.622.500.000
30.115.000.000
3.750.000.000
1.028.500.000
45.516.000.000
Shareholders
Jumlah Saham/
Number of Shares

106.225.000
304.560.000
37.500.000

448.285.000
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
12,21%
35,00%
4,31%
51,52%
2019
Commissioner
Vanda Gunawan
Directors
Verosito Gunawan
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Total
Shareholders
Commissioner
Jumlah Saham/
Number of Shares

106.225.000
301.150.000
37.500.000
10.285.000

455.160.000
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
12,21%
34,61%
4,31%
1,18%
52,31%
Commissioner
Vanda Gunawan
Directors
Verosito Gunawan
Franxiscus Afat Adinata Nursalim
Cuntoro Kinardi
Total
Commissioner

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 13 November 2019 yang diaktakan dalam Akta No. 100 tanggal 29 November 2019 oleh Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham antara lain, menyetujui pelaksanaan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 79.700.000 saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 100.

Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders which was held on November 13, 2019 which has been notarized by Deed No. 100 dated November 29, 2019 by Liestiani Wang, S.H., M.Kn., a notary in Jakarta, the shareholders among others, approved the capital increase without pre-emptive rights with maximum of 79,700,000 shares or 10% of Company’s issued and paid up capital with nominal value of Rp 100.

Pada tanggal 21 November 2019, Perusahaan telah memperoleh persetujuan pencatatan PMTHMETD dari Bursa Efek Indonesia, sejumlah 73.171.478 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 434 per saham, melalui Surat No. S- 07527/BEI.PP3/11-2019.

On November 21, 2019, the Company has obtained the registration approval from Indonesia Stock Exchange for 73,171,478 shares with a nominal value of Rp 100 per share and implementation price of Rp 434 per share, through its Letter No. S-07527/BEI.PP3/11-2019.

Pengelolaan Modal

Capital Management

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

The primary objective of the Company and Subsidiaries’ capital management is to ensure that they maintain healthy capital ratios in order to support their business and maximize shareholder value.

Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan berikutnya.

The Company and Subsidiaries are also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital.This externally imposed capital requirements will be considered with by the Company and Subsidiaries in the next Annual General Shareholders Meeting (“AGM”).

68

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

24. MODAL SAHAM (lanjutan)

24. CAPITAL STOCK (continued)

Pengelolaan Modal (lanjutan)

Capital Management (continued)

Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk periode untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

The Company and Subsidiaries manage their capital structure and make adjustments to it, in light of changes in economic conditions. In order to maintain and adjust the capital structure, the Company and Subsidiaries may adjust the proposed dividend payment to shareholders, issue new shares, or raise addional debt financing. No changes were made in the objectives, policies, or processes for managing capital during the years ended December 31, 2020 and 2019.

Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan menggunakan debt to equity ratio dan gearing ratio .

The Company and Subsidiaries’ policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost, using debt to equity ratio and gearing ratio.

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

Rincian
tambahan
modal
disetor pada
tanggal
31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
2020
Selisih nilai kombinasi bisnis
entitas sepengendali 6.011.423.070
Agio saham sehubungan dengan
penawaran umum saham (Catatan 1b) 39.006.000.000
Biaya emisi saham (Catatan 2y) (2.161.310.814 )
Agio saham sehubungan dengan
PMTHMETD (Catatan 24) 24.439.273.652
Bersih 67.295.385.908

25. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET

The details of additional paid-in capital as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2019

2019
Difference in value from
business combinations with
6.011.423.070
entities under common control
Additional paid-in capital arising from
39.006.000.000 initial public offering (Note 1b)
(2.161.310.814 ) Stock issuance costs (Note 2y)
Additional paid in capital in connection
24.439.273.652


with the PMTHMETD (Note 24)
67.295.385.908 Net

26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM

26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES

Dividen Tunai

Cash Dividends

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 29 Juli 2020, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Based on the Company’s Annual Shareholders’ General Meeting (AGM) on July 29, 2020, the shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2019, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Based on the Company’s Annual Shareholders’ General Meeting (AGM) on June 24, 2019, the shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders.

Dana Cadangan Umum

General Reserves

Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Perusahaan akan segera melakukan penyisihan dana cadangan umum dari saldo laba secara bertahap, yang akan mulai ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan Perusahaan berikutnya.

The Company is also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements will be considered with by the Company in the next Annual General Shareholders Meeting (“AGM”).

69

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM (lanjutan)

26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES (continued)

Dana Cadangan Umum (lanjutan)

General Reserves (continued)

Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 29 Juli 2020, para pemegang saham menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 250.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2019, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Based on the Company’s AGM on July 29, 2020, the shareholders agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 250,000,000 from net income in 2019, in accordance with the existing regulations.

Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2019, para pemegang saham menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 250.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2018, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Based on the Company’s AGM on June 24, 2019, the shareholders agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 250,000,000 from net income in 2018, in accordance with the existing regulations.

27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI

27. NON-CONTROLLING INTEREST

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kepentingan non-pengendali (KNP) atas ekuitas Entitas Anak adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020 and 2019, the non-controlling interests of the equity of Subsidiaries are as follows:

PT Mega Putra Garment
PT Mitrelindo Global
Jumlah
2020

7.987.217.318
2.158.110

7.989.375.428
2019
10.785.419.174 PT Mega Putra Garment
2.290.113
PT Mitrelindo Global
10.787.709.287 Total

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kepentingan non-pengendali (KNP) atas laba komprehensif lain tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali adalah sebagai berikut:

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the non-controlling interests of other comprehensive income for the year attributable to the non-controlling interests are as follows:

PT Mega Putra Garment
PT Mitrelindo Global
Jumlah
2020

(2.744.096.608 )
132.974

(2.743.963.634 )
2019
(692.850.375 )
PT Mega Putra Garment
424.501
PT Mitrelindo Global

(692.425.874 )
Total

28. PENJUALAN BERSIH

28. NET SALES

Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:

Details of net sales are as follows:

2020

Pihak ketiga-Lokal
Pakaian
305.100.176.890
Aksesoris
21.671.982.516

Jumlah
326.772.159.406

Sebagian penjualan, yaitu sekitar 0,86% pada tahun 2019
dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 34).
2019
Third parties- Local
509.503.498.510
Clothes
92.221.486.264
Accessories

601.724.984.774
Total
A portion of sales, approximately 0.86% in 2019 were
made to related party (Note 34).
Third parties- Local

Pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian adalah sebagai berikut:

For the years ended December 31, 2020 and 2019, sales to third parties with total sales exceeding 10% of the totaled net sales are as follows:

70

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

28. PENJUALAN BERSIH (lanjutan)

28. NET SALES (continued)


Penjualan Bersih/Net Sales
PT Matahari Department Store Tbk
Jumlah/Total

2020
2019

67.675.257.054
137.453.313.849
Persentase Terhadap
Jumlah Penjualan Bersih (%)/
Percentage of Total Net Sales

2020
2019

20,71
22,85
2020
67.675.257.054
2020
20,71

29. BEBAN POKOK PENJUALAN

29. COST OF GOODS SOLD

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:

Details of cost of goods sold are as follows:

Beban pokok penjualan - barang dagangan
Awal tahun
Pembelian barang dagangan
Akhir tahun
Jumlah beban pokok penjualan -
barang dagangan
Beban pokok penjualan - industri
pakaian (manufaktur)
Bahan baku yang digunakan
Upah tenaga kerja
Beban produksi
Jumlah beban produksi
Persediaan dalam proses
Awal tahun
Dekonsolidasi entitas anak
Akhir tahun
Beban pokok produksi
Persediaan barang jadi
Awal tahun
Pembelian
Dekonsolidasi entitas anak
Akhir tahun
Jumlah beban pokok penjualan -
industri pakaian (manufaktur)
Jumlah beban pokok penjualan
2020


181.942.944.832
28.256.817.898
(189.474.019.643 )

20.725.743.087

81.467.946.656
26.497.691.420
7.649.347.725

115.614.985.801

10.875.873.022
-
(7.693.615.610 )

118.797.243.213

15.892.430.098
-
-
(5.420.276.674 )

129.269.396.637

149.995.139.724
2019
Cost of goods sold - merchandise
138.080.825.915
Beginning of year
97.279.573.459
Purchases of merchandise
(181.942.944.832 )
End of year


Total cost of goods sold -
53.417.454.542
merchandise

Cost of goods sold - garment
industries (manufacture)
177.725.880.878
Raw materials used
29.749.106.788
Labor wages
11.387.735.802
Production costs

218.862.723.468
Total production costs
Goods in process
4.955.931.131
Beginning of year
(497.257.095 )
Deconsolidation of subsidiary
(10.875.873.022 )
End of year

212.445.524.482
Cost of production

Finished goods inventories
19.046.730.320
Beginning of year
35.985.437.245
Purchases
(24.104.336.600 )
Deconsolidation of subsidiary
(15.892.430.098 )
End of year


Total cost of goods sold -
227.480.925.349garment industries (manufacture)

280.898.379.891
Total cost of goods sold

Sebagian pembelian, yaitu sekitar 0,005% dan 0,122%, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019, dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 34).

A portion of purchases approximately 0.005% and 0.122% for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively, were made from related parties (Note 34).

Pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, there are no purchases from third parties suppliers with total purchases exceeding 10% of net sales.

71

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

30. BEBAN PENJUALAN

30. SELLING EXPENSES

Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

Details of selling expenses are as follows:

Penyusutan aset hak-guna (Catatan 12)
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Biaya pelayanan
Penyusutan (Catatan 11)
Pengiriman
Utilitas
Promosi
Penunjang penjualan
Perlengkapan toko
Perjalanan dinas
Sewa
Lain-lain
Jumlah
2020

59.418.504.326
40.559.872.659
25.013.452.765
15.133.546.729
5.134.831.850
4.615.573.857
3.969.051.037
2.580.726.705
1.536.633.805
597.463.041
541.496.538
1.407.539.244

160.508.692.556
2019
Right-of-use assets
-
depreciation (Note 12)
55.779.781.225
Salary and employees’ benefits
20.816.311.351
Service charges
13.692.602.142
Depreciation (Note 11)
14.041.088.998
Delivery
4.215.549.697
Utility
8.176.073.510
Promotion
3.991.858.169
Sales support
1.287.855.281
Store supplies
2.111.141.117
Business travel
51.289.983.449
Rent
3.504.129.757
Others

178.906.374.696
Total

31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

31. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

Details of general and administrative expenses are as follows:

Gaji dan kesejahteraan karyawan
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha
Imbalan kerja karyawan
Beban kantor
Penyusutan (Catatan 11)
Jasa profesional
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 12)
Perijinan
Utilitas
Pemeliharaan
Sewa
Lain-lain
Jumlah
2020

33.147.905.300
5.627.838.917
2.599.204.718
2.082.204.084
1.750.919.578
1.239.092.928
692.483.293
599.232.451
441.752.700
312.957.314
159.439.408
2.723.182.373

51.376.213.064
2019
43.362.957.997
Salary and employees’ benefits
Allowance for impairment
-
of trade receivables
1.490.746.188
Employees’ benefits
2.115.093.834
Office expenses
1.584.765.991
Depreciation (Note 11)
2.963.543.750
Professional fees
Right-of-use assets
-
depreciation (Note 12)
634.135.821
Licenses
620.506.944
Utility
502.302.067
Maintenance
1.411.198.282
Rent
5.946.829.799
Others

60.632.080.673
Total

32. BEBAN KEUANGAN

32. FINANCING EXPENSES

Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:

Details of financing expenses are as follows:

Bunga pinjaman
Bunga atas liabilitas sewa
Provisi dan administrasi bank
Jumlah
2020

13.547.525.234
7.697.716.566
1.152.752.917

22.397.994.717
2019
12.634.988.668
Interest loans
-
Interest on lease liabilities
Provision and bank administrative
2.505.455.464
charges

15.140.444.132
Total

72

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

33. PENDAPATAN LAIN-LAIN – BERSIH

Rincian pendapatan (beban) lain-lain adalah sebagai berikut:

Potongan biaya sewa (Catatan 21)
Laba dekonsolidasi entitas anak
(Catatan 1d)
Lain-lain - bersih
Jumlah pendapatan lain-lain - bersih
2020

14.650.354.612
-
(1.372.785.349 )

13.277.569.263

33. OTHERS INCOME - NET

Details of others income (expenses) are as follows:

2019 - 1.129.593.572 281.853.892 1.411.447.464

  • Rental discount (Note 21) Gain of deconsolidation of subsidiary (Note 1d) Others - net

Total others income - net

34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi tertentu. Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak berelasi.

Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

In normal business activities, the Company and Subsidiaries engage in trade and financial transactions with certain related parties. The Company and Subsidiaries engaged in the transactions under agreed terms and conditions with related parties.

The details of balances and transactions with related parties are as follows:

Piutang usaha
PT Mitra Perintis Merdeka
Lain-lain
Jumlah
Piutang lain-lain
Ganesh Subash
Jumlah/
Amount
2020
2019


3.476.547.585
22.495.076.621
18.624.169
-


3.495.171.754
22.495.076.621


-
800.000.000

Persentase Terhadap
Jumlah Aset (%)/
Percentage to
Total Assets (%)
2020
2019


Trade receivables
0,617
4,176
PT Mitra Perintis Merdeka
0,003
-
Other


0,620
4,176
Total


Other receivables
-
0,149
Ganesh Subash

Trade receivables
2020

3.476.547.585
18.624.169

3.495.171.754

-
2020

0,617
0,003

0,620

-
Ganesh Subash
Utang usaha
PT Mitra Perintis Merdeka
Biaya masih harus dibayar-
bunga pinjaman
Linda Suterisna
Vanda Gunawan
Verosito Gunawan
Leny Inggawati
Wenny
Jumlah
Utang pihak berelasi
Linda Suterisna
Vanda Gunawan
Leny Inggawati
Ganesh Subash
Verosito Gunawan
Prakash Murli Adnani
Wenny
Sugiarto Romeli
Lain-lain
Jumlah
Jumlah/
Amount
2020
2019


12.643.750
-


65.661.290
43.125.000
23.057.940
36.192.210
5.733.871
37.902.526
5.096.774
8.000.000
-
10.000.000


99.549.875
135.219.736


18.800.000.000
15.000.000.000
3.619.221.052
3.619.221.053
3.000.000.000
3.000.000.000
1.600.000.000
-
1.000.000.000
5.390.252.631
750.000.000
-
-
2.000.000.000
-
2.000.000.000
1.450.000.000
1.450.000.000


30.219.221.052
32.459.473.684

Persentase Terhadap
Jumlah Liabilitas (%)/
Percentage to
Total Liabilities (%)
2020
2019


Trade payables
0,004
-
PT Mitra Perintis Merdeka


Accrued expenses-
loan interest
0,022
0,018
Linda Suterisna
0,008
0,016
Vanda Gunawan
0,002
0,016
Verosito Gunawan
0,002
0,003
Leny Inggawati
-
0,004
Wenny


0,034
0,057
Total


Due to related parties
6,201
6,428
Linda Suterisna
1,194
1,551
Vanda Gunawan
0,989
1,286
Leny Inggawati
0,528
-
Ganesh Subash
0,330
2,310
Verosito Gunawan
0,247
Prakash Murli Adnani
-
0,857
Wenny
-
0,857
Sugiarto Romeli
0,478
0,621
Others


9,967
13,910
Total

2020

12.643.750

65.661.290
23.057.940
5.733.871
5.096.774
-

99.549.875

18.800.000.000
3.619.221.052
3.000.000.000
1.600.000.000
1.000.000.000
750.000.000
-
-
1.450.000.000

30.219.221.052
2020

0,004

0,022
0,008
0,002
0,002
-

0,034

6,201
1,194
0,989
0,528
0,330
0,247
-
-
0,478

9,967

73

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

Penjualan bersih
PT Mitra Perintis Merdeka
Pembelian
PT Mitra Perintis Merdeka
Beban sewa
Verosito Gunawan
Leny Inggawati
Jumlah
Beban bunga pinjaman
Linda Suterisna
Verosito Gunawan
Vanda Gunawan
Leny Inggawati
Sugiarto Romeli
Wenny
Lain-lain
Jumlah

Jumlah/
Amount
2020
2019


-
5.179.781.086


Jumlah/
Amount
2020
2019


15.970.691
733.661.504



Jumlah/

Amount
2020
2019


67.777.778
166.973.019
-
329.393.941


67.777.778
496.366.960



Jumlah/
Amount
2020
2019


1.126.816.667
1.036.487.069
283.616.065
674.830.312
335.381.156
434.306.532
258.250.000
353.661.847
36.818.688
324.000.000
132.879.033
240.344.828
174.000.000
639.601.547


2.347.761.609
3.703.232.135

Persentase Terhadap
Jumlah Penjualan bersih (%)/
Percentage to
Total net sales (%)
2020
2019


Net Sales
-
0,860
PT Mitra Perintis Merdeka


Persentase Terhadap
Jumlah Pembelian (%)/
Percentage to
Total Purchase (%)
2020
2019


Purchase
0,005
0,122
PT Mitra Perintis Merdeka


Persentase Terhadap Jumlah
Beban Umum dan
Administrasi (%)/
Percentage to
Total General and Administrative
Expenses (%)
2020
2019


Rent expenses
0,132
0,275
Verosito Gunawan
-
0,543
Leny Inggawati


0,132
0,818
Total


Persentase Terhadap
Jumlah Beban Keuangan (%)/
Percentage to
Financing Expenses (%)
2020
2019


Loan interest expense
5,031
6,846
Linda Suterisna
1,266
4,457
Verosito Gunawan
1,497
2,869
Vanda Gunawan
1,153
2,336
Leny Inggawati
0,164
2,140
Sugiarto Romeli
0,593
1,587
Wenny
0,777
4,224
Others


10,481
24,459
Total

Persentase Terhadap
Jumlah Penjualan bersih (%)/
Percentage to
Total net sales (%)
2020
2019


Net Sales
-
0,860
PT Mitra Perintis Merdeka


Persentase Terhadap
Jumlah Pembelian (%)/
Percentage to
Total Purchase (%)
2020
2019


Purchase
0,005
0,122
PT Mitra Perintis Merdeka


Persentase Terhadap Jumlah
Beban Umum dan
Administrasi (%)/
Percentage to
Total General and Administrative
Expenses (%)
2020
2019


Rent expenses
0,132
0,275
Verosito Gunawan
-
0,543
Leny Inggawati


0,132
0,818
Total


Persentase Terhadap
Jumlah Beban Keuangan (%)/
Percentage to
Financing Expenses (%)
2020
2019


Loan interest expense
5,031
6,846
Linda Suterisna
1,266
4,457
Verosito Gunawan
1,497
2,869
Vanda Gunawan
1,153
2,336
Leny Inggawati
0,164
2,140
Sugiarto Romeli
0,593
1,587
Wenny
0,777
4,224
Others


10,481
24,459
Total

Net Sales
Perintis Merdeka
Purchase
Perintis Merdeka
Rent expenses
2020

1.126.816.667
283.616.065
335.381.156
258.250.000
36.818.688
132.879.033
174.000.000

2.347.761.609
2020

5,031
1,266
1,497
1,153
0,164
0,593
0,777

10,481

Linda Suterisna
Verosito Gunawan
Vanda Gunawan
Leny Inggawati
Sugiarto Romeli
Wenny
Others
Total

Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi

  • a. Perjanjian pinjaman

Perusahaan

  • Perusahaan memperoleh pinjaman dari Linda Suterisna, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 20.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1,15% per bulan. Selanjutnya, pada tanggal 16 Februari 2017, kedua belah pihak menyetujui perubahan bunga pinjaman menjadi 0,575% per bulan, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.

Terms and conditions of the transactions with related parties

a. Loan agreement

Company

  • The Company obtained loan from Linda Suterisna, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 20,000,000,000 and with a term for 1 (one) year. The loan bears interest at 1.15% per month. Furthermore, on February 16, 2017, both parties agreed to change the loan interest rate to 0.575% per month and with a term for 1 (one) year. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.

74

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan)

  • a. Perjanjian pinjaman (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

  • Perusahaan memperoleh pinjaman dari Verosito Gunawan, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 20.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.

  • Perusahaan memperoleh pinjaman dari Vanda Gunawan, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 10.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.

  • Perusahaan memperoleh pinjaman dari Leny Inggawati, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 3.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2021.

Entitas Anak - PT Mega Putra Garment (MPG)

  • MPG memperoleh pinjaman dari Ganesh Subash, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 10.000.000.000 dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2019. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga. Saldo atas pinjaman dari Ganesh Subash telah dilunasi seluruhnya pada bulan Juni 2019 .

  • MPG memperoleh pinjaman dari Sugiarto Romeli, pihak berelasi lainnya, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 4.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 1% per bulan. Terakhir perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2020. Saldo pinjaman tersebut telah dilunasi seluruhnya pada bulan Maret 2020.

Entitas Anak MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI)

  • MGI memperoleh pinjaman dari Ganesh Subash, pemegang saham Perusahaan, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 2.000.000.000 dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

Terms and conditions of the transactions with related parties (continued)

  • a. Loan agreement (continued)

Company (continued)

  • The Company obtained loan from Verosito Gunawan, the Company's shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 20,000,000,000and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.

  • The Company obtained loan from Vanda Gunawan, the Company's shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 10,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.

  • The Company obtained loan from Leny Inggawati, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 3,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2021.

Subsidiary - PT Mega Putra Garment (MPG)

  • MPG obtained loan from Ganesh Subash, Company’s shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 10,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on November 22, 2019. The loan does not bear interest. The outstanding balance of loan from Ganesh Subash has been fully paid in June, 2019.

  • MPG obtained loan from Sugiarto Romeli, other related party, with a maximum loan amounting to Rp 4,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. The loan bears interest at 1% per month. The latest of this agreement will mature on December 31, 2020. The balance of loan has been fully paid in March, 2020.

Subsidiary of MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI)

  • MGI obtained loan from Ganesh Subash, Company’s shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 2,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on March 31, 2021. The loan does not bear interest.

75

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)

Syarat dan Ketentuan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan)

Terms and conditions of the transactions with related parties (continued)

  • a. Perjanjian pinjaman (lanjutan)

  • a. Loan agreement (continued)

Entitas Anak MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI) (lanjutan)

Subsidiary of MPG - PT Maxindo Global Internusa (MGI) (continued)

  • MGI memperoleh pinjaman dari Prakash Murli Adnani, pemegang saham MGI, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 1.000.000.000, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga.

  • MGI obtained loan from Prakash Murli Adnani, MGI’s Shareholder, with a maximum loan amounting to Rp 1,000,000,000 and with a term of 1 (one) year. This agreement will mature on March 31, 2021. The loan does not bear interest.

There are no guarantees for loans from related parties.

Tidak terdapat jaminan atas pinjaman dari pihak-pihak berelasi tersebut.

  • b. Perjanjian sewa

  • b. Rent agreement

  • Pada bulan Februari 2017, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki perjanjian sewa bangunan kantor yang beralamat di Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan Leny Inggawati (pihak berelasi lainnya) dengan jangka waktu sewa selama 2 tahun, dan telah diperpanjang kembali selama 5 tahun, dan dikenakan biaya sewa untuk tahun pertama dan kedua, masing-masing sebesar Rp 700.000.000, biaya sewa untuk tahun ketiga sebesar Rp 800.000.000, biaya sewa untuk tahun keempat sebesar Rp 900.000.000, biaya sewa untuk tahun kelima dan keenam, masingmasing sebesar Rp 1.000.000.000 dan biaya sewa untuk tahun ketujuh sebesar Rp 1.100.000.000.

  • In February 2017, the Company and Subsidiaries had an office building rental agreement located at Jl. Karet Pedurenan No. 240, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta with Leny Inggawati (other related party) with a lease term of 2 years, has been extended for next 5 years, and subject to rental cost for the first and second years amounting to Rp 700,000,000, respectively, rental cost for the third year amounting to Rp 800,000,000, rental cost for the fourth year amounting to Rp 900,000,000, rental cost for the fifth and sixth years amounting Rp 1,000,000,000, respectively, and rental cost for the seventh year amounting to Rp 1,100,000,000.

  • Perusahaan dan Entitas Anak memiliki perjanjian sewa bangunan kantor yang beralamat di Jl. Bek Murad No. 62, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan dengan Verosito Gunawan (pemegang saham Perusahaan) dengan jangka waktu sewa selama 1 tahun. Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2020. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali.

  • The Company and Subsidiaries have an office building rental agreement located at Jl. Bek Murad No. 62, Karet Kuningan, Setiabudi, South Jakarta with Verosito Gunawan (Company's shareholder) with a rental period of 1 year. This agreement will mature on December 31, 2020. On the due date, the agreement is not renewed.

Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The nature of relationship with the related parties are as follows:

Pihak-pihak berelasi/ Related parties

Hubungan/ Relationship

Transaksi/ Transaction

Verosito Gunawan

Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pemegang saham Perusahaan/ The Company’s Shareholder Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pihak berelasi lainnya/ Other related party

Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction Transaksi keuangan/ Financial transaction

Vanda Gunawan

Ganesh Subash

Wenny

Leny Inggawati

76

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

34. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

34. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)






Pihak-pihak berelasi/
Related parties
Sugiarto Romeli
Linda Suterisna
Prakash Murli Adnani
PT Mitra Perintis Merdeka
Hubungan/
Relationship
Pihak berelasi lainnya/
Other related party
Pihak berelasi lainnya/
Other related party
Pihak berelasi lainnya/
Other related party
Entitas Asosiasi/
Associate Company
Transaksi/
Transaction
Transaksi keuangan/
Financial transaction
Transaksi keuangan/
Financial transaction
Transaksi keuangan/
Financial transaction
Transaksi usaha/
Business transaction

Manajemen kunci Perusahaan terdiri dari semua anggota komisaris dan direksi.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah beban yang diakui Perusahaan sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan adalah sebagai berikut:

2020

(dalam milyar Rupiah) Imbalan kerja jangka pendek 5,05

The Company’s key management consists of all members of the Company's commissioners and directors.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, total amount of expenses recognized by the Company relating to gross compensation for the key management is as follows:

2019

(in billion of Rupiah) 9,95 Short-term employees’ benefit

Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama tahun pelaporan sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.

The amounts disclosed in the table are the amounts recognized as an expense during the reporting period related to the compensation of key management personnel.

35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

  • a. Perjanjian kerjasama

Perusahaan

  • Pada tanggal 31 Juli 2018, Perusahaan menandatangani Product License Agreement dengan Warner Bros Consumer Products Inc. untuk menggunakan antara lain karakter, nama karakter, logo dan elemen lainnya yang didesain dan dimiliki oleh Warner Bros Consumer Products Inc. pada produk Perusahaan. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal 1 Juni 2018 sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Sesuai dengan perjanjian tersebut, Perusahaan wajib membayarkan kepada Warner Bros Consumer Products Inc. sebesar US$ 32.000 sebagai biaya awal. Selanjutnya, berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan wajib membayar royalti kepada Warner Bros Consumer Products Inc. sebesar 7% dari penjualan atas produk Perusahaan yang menggunakan karakter, nama karakter, logo dan elemen lainnya yang didesain dan dimiliki oleh Warner Bros Consumer Products Inc. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali.

  • a. Cooperation agreement

Company

  • On July 31, 2018, the Company entered into a Product License Agreement with Warner Bros Consumer Products Inc. to use, among other characters, character names, logos and other elements designed and owned by Warner Bros Consumer Products Inc. on the Company's products. The agreement is valid from June 1, 2018 until December 31, 2020. In accordance with the agreement, the Company is required to pay Warner Bros Consumer Products Inc. US$ 32,000 as initial cost. Furthermore, based on the agreement, the Company is obliged to pay royalties to Warner Bros Consumer Products Inc. as much as 7% of sales of Company’s products that use characters, character names, logos and other elements designed and owned by Warner Bros Consumer Products Inc. On the due date, the agreement is not renewed.

77

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)

  • a. Perjanjian kerjasama (lanjutan)

Perusahaan (lanjutan)

  • Berdasarkan perjanjian tanggal 8 Juni 2016, Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Adidas Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produk-produk dengan merek dagang Adidas, melalui toko ritel milik Perusahaan. Perjanjian tersebut memiliki jangka waktu selama 3 (tiga) tahun dan efektif diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada perjanjian pengakhiran kerjasama.

Entitas Anak

PT Mega Putra Garment (MPG )

MPG mengadakan perjanjian kerjasama dalam memberi dan menerima pekerjaan jasa cutting , making , trimming (CMT) dengan PT Setia Jaya Makmur Mulia, PT Kreasi Indah Busana, PT Wangxin Garmindo, PT Multi Anugerah Daya Garmindo. Berdasarkan perjanjian tersebut, para pihak tersebut akan melakukan pekerjaan CMT sesuai dengan permintaan MPG sesuai syarat dan ketentuan yang disepakati bersama.

PT Mitrelindo Global (MG)

Berdasarkan “Sales and Trade Terms Agreement” , tanggal 1 Januari 2020, MG mengadakan kerjasama dengan PT Puma Cat Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produkproduk dengan merek dagang Puma, melalui toko ritel milik MG. Perjanjian ini diperpanjang dengan sendirinya kecuali ada pembatalan dari salah satu pihak.

Berdasarkan “ Master Store Agreement ”, tanggal 1 April 2014, MG mengadakan kerjasama dengan PT Nike Indonesia untuk mendistribusikan, memasarkan dan menjual produk-produk dengan merek dagang Nike, melalui toko ritel milik MG. Perjanjian tersebut memiliki jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan efektif diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada perjanjian pengakhiran kerjasama. Pada tanggal jatuh tempo, perjanjian tersebut tidak diperpanjang kembali

b. Perjanjian sewa

Perusahaan dan Entitas Anak mengadakan beberapa perjanjian sewa toko dengan pihak ketiga, untuk periode 3 bulan sampai dengan 60 bulan. Sewa tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2024. Perjanjianperjanjian tersebut dapat diperbaharui pada saat berakhirnya masa sewa dengan kesepakatan oleh kedua belah pihak. Beban sewa Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp 315.747.596 dan Rp 51.289.983.449 yang disajikan dalam Beban Penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

a. Cooperation agreement (continued)

Company (continued)

  • Based on the agreement dated June 8, 2016, the Company entered into a Partnership Agreement with PT Adidas Indonesia to distribute, market and sell the products under the Adidas trademark, through the Company's retail stores. The agreement has a term of 3 (three) years and is effectively extended automatically if there is no agreement to terminate the cooperation.

Subsidiaries

PT Mega Putra Garment (MPG)

MPG entered into a Cooperation Agreement in giving and receiving cutting, making, trimming (CMT) work with PT Setia Jaya Makmur Mulia, PT Kreasi Indah Busana, PT Wangxin Garmindo, PT Multi Anugerah Daya Garmindo. Based on the agreement, the parties will carry out CMT work in accordance with MPG's request in accordance with mutually agreed terms and conditions.

PT Mitrelindo Global (MG)

Based on the "Sales and Trade Terms Agreement", dated January 1, 2020, MG entered into a cooperation agreement with PT Puma Cat Indonesia to distribute, market and sell the products under the Puma trademark, through MG's retail stores. This agreement can be automatically extended unless it is cancelled by one of the parties.

Based on the "Master Store Agreement", dated April 1, 2014, MG entered into a cooperation agreement with PT Nike Indonesia to distribute, market and sell the products under the Nike trademark, through MG's retail stores. The agreement has a term of 5 (five) years and is effectively extended automatically if there is no agreement to terminate the cooperation. On the due date, the agreement is not renewed.

b. Rental agreement

The Company and Subsidiaries entered into several stores’ rental agreements with third parties, for periods of 3 months to 60 months. The lease will expire on various dates in 2018 until 2024. These agreements can be renewed at the expiration of the lease period by both parties. The rental costs of the Company and Subsidiaries for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 315,747,596 and Rp 51,289,983,449, respectively, are presented in Selling Expenses in consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

78

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)

b. Perjanjian sewa (lanjutan)

Sehubungan dengan penerapan PSAK 73 “Sewa”, Perusahaan dan Entitas Anak telah mencatat aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal 1 Januari 2020 (Catatan 2o, 12, 21)

c. Perjanjian pinjaman

Pada tanggal 29 Agustus 2019, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Suryani Samudra Sejati, pihak ketiga, dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 39.000.000.000, dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 28 Agustus 2022. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 12% per tahun. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 211/DIR-MP/VIII/19 tanggal 29 Agustus 2019 ke OJK.

d. Perjanjian jual beli

Perusahaan

Pada tanggal 29 Agustus 2019, Perusahaan melakukan pembelian aset, berupa persediaan dan hak atas merek Minimal milik PT Gistex Retailindo, pihak ketiga, sebesar Rp 32.209.524.447. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 210/DIR-MP/VIII/19 tanggal 29 Agustus 2019 ke OJK.

35. IMPORTANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

b. Rental agreement (continued)

In relation to the implementation of PSAK 73 “Lease”, the Company and Subsidiaries has recorded right-of-use assets and lease liabilities as of January 1, 2020 (Notes 2o, 12, 21).

c. Loan agreement

On August 29, 2019, the Company obtained loan from PT Suryani Samudra Sejati, third party, with a maximum loan amounting to Rp 39,000,000,000 and with a term valid until August 28, 2022. The loan bears annual interest rate at 12%. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 211/DIR-MP/VIII/19 dated August 29, 2019 to OJK.

d. Sales and purchases agreement

Company

On August 29, 2019, the Company purchase assets GR, consist of supplies and rights of Minimal owned by PT Gistex Retailindo, third party, amounted to Rp 32,209,524,447. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 210/DIR-MP/VIII/19 dated August 29, 2019 to OJK.

Entitas Anak

Subsidiaries

PT Mega Putra Garment (MPG )

Pada tanggal 9 November 2020, MPG melakukan perjanjian pengikatan jual beli atas saham yang dimiliki MPG di MGI sebesar 13.250 saham atau 53% pemilikan MPG kepada PT Ames Indah International (pihak ketiga) dengan harga pengalihan sebesar Rp 13.250.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2020, MPG menerima uang muka pelepasan saham sebesar Rp 10.600.000.000 dari PT Ames Indah International yang dicatat sebagai “Uang muka pelepasan Entitas Anak” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 131/CORPSEC-MP/XI/20 tanggal 12 November 2020 ke OJK.

PT Mega Putra Garment (MPG)

On November 9, 2020, MPG entered into the sale and purchase agreement of all shares owned by MPG in MGI of 13,250 shares or 53% of MPG ownership to PT Ames Indah International (third party) amounted to Rp 13,250,000,000. On December 31, 2020, MPG has received advance for transferred of shares amounted Rp 10,600,000,000 from PT Ames Indah International and recorded as “Advance for transferred of shares of subsidiary” in the consolidated statement of financial position. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 131/CORPSEC-MP/XI/20 dated November 12, 2020 to OJK.

36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

36. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas moneter dalam mata uang asing, sebagai berikut:

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have monetary liabilities denominated in foreign currencies as follows:

2020

Ekuivalen Mata Uang Asing Dalam Rupiah Liabilitas Liabilities Utang usaha US$ 1.079.759 15.230.000.366 Trade payables

79

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

36. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued)

2019

Ekuivalen Mata Uang Asing Dalam Rupiah Liabilitas Liabilities Utang usaha US$ 1.395.045 19.392.520.545 Trade payables

Perusahaan dan Enitias Anak tidak memiliki pinjaman bank dalam mata uang asing, namun demikian manajemen secara berkelanjutan senantiasa mengevaluasi struktur aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing. Pada tanggal 22 Maret 2021 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian), kurs rata-rata mata uang asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah: US$ 1 = Rp 14.456.

The Company and subsidiaries have no borrowings which denominated in foreign currencies, however the management continues to evaluate the structure of assets and liabilities denominated in foreign currencies. As of March 22, 2021 (the date of completion of the consolidated financial statements), the average rate of foreign currency published by Bank Indonesia is: US$ 1 = Rp 14,456.

37. LABA (RUGI) PER SAHAM

Perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut:

37. EARNING (LOSS) PER SHARE

The calculation of earning (loss) per share is as follows:

Laba (rugi) tahun berjalan
kepada pemilik
Entitas Induk
Jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar
Laba (rugi) per saham
2020

(34.876.183.678 )

870.171.478

(40 )
2019
Income (loss) for the year

to equity holders of
51.915.522.801
the Parent Company
Weighted average number of
806.021.141
shares outstanding
64
Earning (loss) per share

38. INFORMASI SEGMEN

Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.

38. SEGMENT INFORMATION

The following segment information is prepared based on the information used by management in evaluating the performance of each business segment and in determining the allocation of resources.

Segmen Usaha
Pakaian/
2020
Clothes

Penjualan bersih
305.100.176.890
Beban pokok penjualan
(136.330.862.713 )

Hasil segmen (laba bruto)
168.769.314.177

Beban penjualan tidak dapat dialokasikan
Beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan
Beban keuangan
Pendapatan bunga
Lain-lain - bersih
Rugi sebelum manfaat pajak
penghasilan
Manfaat pajak penghasilan
Rugi tahun berjalan
Rugi komprehensif lain - setelah pajak
Jumlah rugi komprehensif lain
tahun berjalan
Business Segment
Aksesoris/
Jumlah/
Accessories
Total
21.671.982.516
326.772.159.406
(13.664.277.011 )
(149.995.139.724 )
8.007.705.505
176.777.019.682
(160.508.692.556 )
(51.376.213.064 )
(22.397.994.717 )
58.955.552
12.951.691.460
(44.495.233.643 )
6.874.952.258
(37.620.281.385 )
(193.024.898 )
(37.813.306.283 )
2020
Net sales
Cost of goods sold
Segment result (gross profit)
Unallocated selling expenses
Unallocated general and
administrative expenses
Financing expenses
Interest income
Others - net
Loss before
income tax benefit
Income tax benefit
Loss for the year
Other comprehensive -
loss - net of tax
Total comprehensive loss
for the year

80

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

38. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

38. SEGMENT INFORMATION (continued)

Segmen Usaha (lanjutan)
Pakaian/
2020
Clothes

Aset Segmen
Persediaan - bersih
219.926.999.512
Aset tidak dapat dialokasikan
Jumlah Aset
Liabilitas tidak dapat dialokasikan
Jumlah Liabilitas
Penambahan aset tetap
Penyusutan
Pakaian/
2019
Clothes

Penjualan bersih
509.503.498.510
Beban pokok penjualan
(216.237.618.958 )

Hasil segmen (laba bruto)
293.265.879.552

Beban penjualan tidak dapat dialokasikan
Beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan
Beban keuangan
Pendapatan bunga
Lain-lain - bersih
Laba sebelum beban pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan
Laba tahun berjalan
Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak
Jumlah laba komprehensif lain
tahun berjalan
Aset Segmen
Persediaan - bersih
223.522.774.102
Aset tidak dapat dialokasikan
Jumlah Aset
Liabilitas tidak dapat dialokasikan
Jumlah Liabilitas
Penambahan aset tetap
Penyusutan
Business Segment (continued)
Aksesoris/
Jumlah/
Accessories
Total
2020
Segment Assets
13.191.090.490
233.118.090.002
Inventories - net
330.510.459.783
Unallocated assets
563.628.549.785
Total Assets
303.194.542.523
Unallocated liabilities
303.194.542.523
Total Liabilities
18.712.024.996
Additions of fixed assets
21.752.964.307
Depreciation
Aksesoris/
Jumlah/
Accessories
Total
2019
92.221.486.264
601.724.984.774
Net sales
(64.660.760.933 )
(280.898.379.891 )
Cost of goods sold
27.560.725.331
320.826.604.883
Segment result (gross profit)
(178.906.374.696 )
Unallocated selling expenses
Unallocated general and
(60.632.080.673 )
administrative expenses
(15.140.444.132 )
Financing expenses
260.204.592
Interest income
2.017.106.774
Others - net
Income before
68.425.016.748
income tax expense
(17.202.347.829 )
Income tax expense
51.222.668.919
Income for the year
Other comprehensive income -
179.615.686
net of tax
Total comprehensive income
51.402.284.605
for the year
Segment Assets
10.386.595.379
233.909.369.481
Inventories - net
304.735.464.505
Unallocated assets
538.644.833.986
Total Assets
233.342.061.525
Unallocated liabilities
233.342.061.525
Total Liabilities
50.103.158.207
Additions of fixed assets
18.134.501.783
Depreciation

Segmen Geografis

Informasi segmen operasi menurut daerah geografis kegiatan usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

Geographical Segment

Operating segment information according to the geographic area of the Company's and Subsidiaries business activities is as follows:

2020 2019 Pulau Jawa 178.374.535.653 376.670.119.291 Java Island Luar Pulau Jawa 148.397.623.753 225.054.865.483 Outside of Java Island Jumlah 326.772.159.406 601.724.984.774 Total

81

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko pasar (termasuk risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga) dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.

Faktor-faktor Risiko Keuangan

  • a. Risiko Pasar

  • Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata uang. Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap flkuktuasi nilai tukar mata uang asing, terutama disebabkan oleh piutang dan utang dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

• Risiko Tingkat Bunga

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

Risiko tingkat bunga Perusahaan dan Entitas Anak terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan Entitas Anak (lihat Catatan 16).

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko suku bunga.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan dan Entitas Anak yang terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

The main risks arising from the Company and Subsidiaries’ financial instruments are market risk (including foreign exchange risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Company and Subsidiaries’ treasury policies are designed to mitigate the financial impact of fluctuations in interest rates and to minimize potential adverse effects on the Company and Subsidiaries’ financial risks.

Financial Risks Factors

  • a. Market Risk

  • Foreign Exchange Risk

Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Company and Subsidiaries exposure to exchange rate fluctuations results primarily from United States Dollar - denominated trade receivables and trade payables.

Interest Rate Risk

Interest rate risk is defined as a risk in which the fair value of future cash flows might be fluctuated due to the changes of market rate of the interest. Loans obtained at variable rates expose the Company to cash flow interest rate risk.

The Company’s and Subsidiaries interest rate risk mainly arises from loans obtained by the Company and Subsidiaries (see Note 16).

The Company and Subsidiaries perform regular review on the impact of interest rate changes and keep the financing composition in line with the need to manage the interest rate risk.

The following table sets out the carrying amounts, by maturity, of the Company’ and Subsidiaries financial instruments that are exposed to interest rate risk:

Kurang
dari 1 tahun/
Less than
1 year

Suku bunga mengambang
Kas di bank
8.215.359.824
Utang bank jangka pendek
(63.200.000.000 )
Utang lain-lain
(18.134.104.980 )
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
(4.433.011.816 )
Utang pembelian aset tetap
(277.509.627 )
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
-
Utang pembelian aset tetap
-

Bersih
(77.829.266.599 )
2020 Nilai tercatat/
Carrying value
Floating rate
8.215.359.824
Cash on hand and in banks
(63.200.000.000 )
Short-term bank loans
(39.000.000.000 )
Other payables
Current maturities
of long-term debts
(4.433.011.816 )
Bank loans
Liabilities for purchase
(277.509.627 )
of fixed assets
Long-term debts - net of
current maturities
(11.171.436.672 )
Bank loans
Liabilities for purchase
(71.558.376 )
of fixed assets
(109.938.156.667 )
Net
Floating rate
Lebih dari
1 tahun/
More than
1 year

-
-
(20.865.895.020 )
-
-
(11.171.436.672 )
(71.558.376 )

(32.108.890.068 )

82

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

  • a. Risiko Pasar (lanjutan)

  • Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)

39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Financial Risks Factors (continued)

  • a. Market Risk (continued)

  • Interest Rate Risk (continued)

2019

Kurang
dari 1 tahun/
Less than
1 year

Suku bunga mengambang
Kas di bank
9.166.668.604
Utang bank jangka pendek
(61.000.000.000 )
Utang lain-lain
(11.729.985.983 )
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
(3.981.209.750 )
Utang pembelian aset tetap
(444.339.391 )
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
-
Utang pembelian aset tetap
-

Bersih
(67.988.866.520 )
Lebih dari
1 tahun/
More than
1 year

-
-
(27.270.014.017 )
-
-
(9.066.191.694 )
(392.145.603 )

(36.728.351.314 )
Nilai tercatat/
Carrying value
Floating rate
9.166.668.604
Cash on hand and in banks
(61.000.000.000 )
Short-term bank loans
(39.000.000.000 )
Other payables
Current maturities
of long-term debts
(3.981.209.750 )
Bank loans
Liabilities for purchase
(444.339.391 )
of fixed assets
Long-term debts - net of
current maturities
(9.066.191.694 )
Bank loans
Liabilities for purchase
(392.145.603 )
of fixed assets
(104.717.217.834 )
Net
Floating rate

Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak yang tidak dimasukkan di tabel di atas adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat bunga.

b. Risiko Kredit

Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak senantiasa melakukan penelaahan berkala atas kredit pelanggan yang ada.

c. Risiko Likuiditas

Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan setara kas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan modal operasional.

Perusahaan dan Entitas Anak dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai. Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan likuiditas Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang dianggap perlu.

The other financial instruments of the Company and Subsidiaries that are not included in the above table are non-interest bearing or not significant, therefore are not subjected to interest rate risk.

b. Credit Risk

The Company and Subsidiaries have no significant concentrations of credit risk. The Company and Subsidiaries have policies in place to ensure that sales of products are made to customers with an appropriate reputation and credit history. In addition, the Company and Subsidiaries always perform regular credit reviews of existing customers.

c. Liquidity Risk

Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents to meet operating capital requirements.

In regular conduct of business, the Company and Subsidiaries always maintain flexibility through adequate cash and cash equivalents funds and availability of funding in the form of adequate credit lines. Management manages the liquidity risks by continuously monitoring the rolling forecasts of the Company and Subsidiaries liquidity reserve on the basis of expected cash flows and reviewing financing requirements for working capital and funding activities on a regular basis and where deemed necessary.

83

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Fair Value of Financial Instruments

The carrying values and the estimated fair values of the Company’s and Subsidiaries financial instruments that are carried in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019, are as follows:

2020

Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Jumlah aset keuangan lancar
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lainnya -
uang jaminan
Jumlah Aset Keuangan
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas sewa yang direalisasi
dalam satu tahun
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Uang muka pelepasan Entitas Anak
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas sewa - setelah dikurangi
bagian yang terealisasi dalam
satu tahun
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Utang pihak berelasi
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang
Jumlah Liabilitas Keuangan
Nilai Tercatat/
Carrying amount

9.952.854.519
19.125.151.254
12.605.879

29.090.611.652

23.917.289.451

53.007.901.103

63.200.000.000
48.277.085.678
18.134.104.980
7.749.242.070
18.210.671.551
4.433.011.816
277.509.627
10.600.000.000

170.881.625.722

51.407.327.914
28.121.381.081

11.171.436.672
71.558.376
30.219.221.052

120.990.925.095

291.872.550.817
Nilai Wajar/
Fair value
Current Financial Assets
9.952.854.519
Cash on hand and in banks
19.125.151.254
Trade receivables
12.605.879
Other receivables
29.090.611.652
Total current financial assets
Non-Current Financial Assets
Other non-current assets -
23.917.289.451
security deposits
53.007.901.103
Total Financial Assets

Current Financial Liabilities
63.200.000.000
Short-term bank loans
48.277.085.678
Trade payables
18.134.104.980
Other payables
7.749.242.070
Accrued expenses
Current maturities of
18.210.671.551
Lease liabilities

Current maturities

of long-term debts
4.433.011.816
Bank loans

Liabilities for purchase
277.509.627
of fixed assets
Advance for transferred
10.600.000.000
of shares of subsidiary
170.881.625.722
Total current financial liabilities
Non-Current Financial Liabilities
Lease liabilities -
51.407.327.914
net of current maturities
28.121.381.081
Other payables - third party

Long-term debts - net of

current maturities
11.171.436.672
Bank loans

Liabilities for purchase
71.558.376
of fixed assets
30.219.221.052
Due to related parties
120.990.925.095
Total non-current financial liabilities
291.872.550.817
Total Financial Liabilities

84

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (lanjutan) (continued)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

Fair Value of Financial Instruments (continued)

Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Jumlah aset keuangan lancar
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lainnya -
uang jaminan
Jumlah Aset Keuangan
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya masih harus dibayar
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang lain-lain - pihak ketiga
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Utang pihak berelasi
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang
Jumlah Liabilitas Keuangan
2019
Nilai Tercatat/
Nilai Wajar/
Carrying amount
Fair value

Current Financial Assets
12.763.271.630
12.763.271.630
Cash on hand and in banks
58.605.576.777
58.605.576.777
Trade receivables
935.031.854
935.031.854
Other receivables

72.303.880.261
72.303.880.261
Total current financial assets

Non-Current Financial Assets
Other non-current assets -
21.852.070.827
21.852.070.827
security deposits

94.155.951.088
94.155.951.088
Total Financial Assets


Current Financial Liabilities
61.000.000.000
61.000.000.000
Short-term bank loans
56.967.246.533
56.967.246.533
Trade payables
12.431.571.535
12.431.571.535
Other payables
10.253.074.325
10.253.074.325
Accrued expenses

Current maturities

of long-term debts
3.981.209.750
3.981.209.750
Bank loans

Liabilities for purchase
444.339.391
444.339.391
of fixed assets

145.077.441.534
145.077.441.534
Total current financial liabilities

Non-Current Financial Liabilities
34.156.059.638
34.156.059.638
Other payables - third party


Long-term debts - net of

current maturities
9.066.191.694
9.066.191.694
Bank loans

Liabilities for purchase
392.145.603
392.145.603
of fixed assets
32.459.473.684
32.459.473.684
Due to related parties


76.073.870.619
76.073.870.619
Total non-current financial liabilities

221.151.312.153
221.151.312.153
Total Financial Liabilities
Nilai Tercatat/
Carrying amount

12.763.271.630
58.605.576.777
935.031.854

72.303.880.261

21.852.070.827

94.155.951.088

61.000.000.000
56.967.246.533
12.431.571.535
10.253.074.325
3.981.209.750
444.339.391

145.077.441.534

34.156.059.638
9.066.191.694
392.145.603
32.459.473.684


76.073.870.619

221.151.312.153

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan ( willing parties ) dan bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.

Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

The fair values of the financial assets and liabilities are determined based on the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between willing parties, and is neither forced income nor liquidation.

Financial instruments presented in the consolidated statements of financial postion are carried at fair value, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be measured reliably.

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value:

85

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

39. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang lain-lain, utang bank dan utang pembelian aset tetap jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek.

Jumlah tercatat dari utang lain-lain, utang bank dan utang pembelian aset tetap jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku bunga mengambang, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.

Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

Nilai wajar atas liabilitas sewa dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.

Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset keuangan jangka panjang yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal (uang jaminan) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.

40. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI

Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyebaran wabah virus corona (“Covid-19”) sebagai pandemi global. Wabah Covid-19 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik, yang mungkin akan mempengaruhi operasi Perusahaan dan Entitas Anak serta pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman Covid-19, serta dampak faktorfaktor tersebut terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya. Laporan keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

39. RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

Fair Value of Financial Instruments (continued)

The carrying amounts of cash on hand and in banks, trade receivables, other receivables, short-term bank loans, trade payables, accrued expenses, other payables, long-term bank debt and liabilities for purchase of fixed assets maturing within one year, approximates the fair value due to their short-term maturities.

The carrying amounts of other payables, long-term bank loans and liabilities for purchase of fixed assets - net of current maturities within one year at floating interest rates, approximates the fair values because it is always reassessed periodically.

Due to related parties are carried at amortized cost using the effective interest method and the impact is considered immaterial.

The fair value of lease liabilities are determined by discounting cash flows at effective interest rate.

Management determines that the fair values of long-term financial assets that do not have a quoted market price in an active market and/or their fair values cannot be measured reliably (security deposit) is approximately equal to their carrying values.

40. ECONOMIC ENVIRONMENT UNCERTAINTY

In March 2020, the World Health Organization (WHO) declared the outbreak of corona virus (“Covid-19”) a global pandemic. This Covid-19 outbreak has caused global and domestic economic slowdown, which may will affect the operations of the Company and Subsidiaries, their customers and vendors. While disruption is expected to be temporary, there is considerable uncertainty around the extent of the impact of Covid-19 on the Company and Subsidiaries’ operations and financial performance. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to eradicate Covid-19 threat, and the impact of such factors to the Company and Subsidiaries’ employees, customers and vendors. The management is closely monitoring the Company and Subsidiaries’ operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation. These consolidated financial statements do not include any adjustment that might result from the outcome of the aforementioned uncertainty.

86

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

41. HAL LAINNYA

41. OTHER MATTERS

Omnibus Law

Omnibus Law

Pada bulan November 2020, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani dan mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang No. 11/2020. Undang-Undang ini mengatur 11 klaster, termasuk penyederhanaan perizinan usaha, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi. Omnibus Law dapat berdampak terhadap Perusahaan dan Entitas Anak dalam beberapa hal seperti ketenagakerjaan dan perpajakan. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul atas penerapan Undang-Undang tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasiannya.

In November 2020, the President of the Republic of Indonesia officially signed and enacted the Omnibus Law on Job Creation through the issuance of Law No. 11/2020. This Law regulates 11 clusters, including simplification of business licensing, investment requirements, employment, ease of empowering micro, small and medium cooperatives (MSMEs), ease of doing business, support for innovation research, government administration, imposition of sanctions, land procurement, investment and government project, and economic zones. This Omnibus Law may affect the Company and Subsidiaries in certain matters such as: employment and taxation. Up to the completion date of these consolidated financial statements, the Company and Subsidiaries is evaluating the impact of this law to its consolidated financial statements.

42. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

42. SUPPLEMENTARY INFORMATION FOR CASH FLOWS

Aktivitas non-kas
Penambahan aset tetap dari
utang lain-lain
Penambahan aset tetap dari
uang muka pembelian aset tetap
Penambahan aset tetap dari
utang pembelian aset tetap
Rekonsiliasi liabilitas neto
2020

4.542.041.160
708.530.930
-
Non-cash activities
2019
Additions of fixed assets from
6.886.045.621
other payable
Additions of fixed assets from advance
980.675.106_payments for purchase of fixed assets_
Additions of fixed assets from
303.800.000
liabilities for purchase of fixed assets
Net liabilities reconciliation
Utang bank
Liabilitas sewa
Utang pembelian aset tetap
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
1 Januari 2020/
January 1,
2020
74.047.401.444
-
836.484.994
1 Januari 2019/
January 1,
2019
60.493.291.446
1.292.054.026
Penyesuaian atas
Implementasi
PSAK 73/
Adjustment
due to
Implementation
of PSAK 73
-
79.555.313.085
-
Arus Kas/
Cash Flows
13.554.109.998
(656.544.143 )
Arus Kas/
Cash Flows
4.757.047.044
(40.155.847.643 )
(487.416.991 )
Dekonsolidasi
Entitas Anak/
Deconsolidation
of Subsidiaries
-
(102.824.889 )
Transaksi
Non-kas/

Non-cash

Transactions
-
30.218.534.023
-
Transaksi
Non-kas/

Non-cash

Transactions
-
303.800.000
31 Desember 2020/
December 31,
2020
78.804.448.488
Bank loans
69.617.999.465
Lease liabilities
Liabilities for purchase
349.068.003
of fixed assets
31 Desember 2019/
December 31,
2019
74.047.401.444
Bank loans
Liabilities for purchase
836.484.994
of fixed assets

43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM EFEKTIF BERLAKU

Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan dan Entitas Anak pada saat efektif.

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE

The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Company and Subsidiaries’ consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Company and Subsidiaries when these standard become effective.

87

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.

PT MEGA PERINTIS TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

43. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM EFEKTIF BERLAKU (lanjutan)

Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2021

  • Amandemen PSAK 22: Definisi Bisnis.

  • Amandemen PSAK 71 - Instrumen Keuangan, Amandemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amandemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amandemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2.

Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2022

  • Amandemen PSAK 22 - “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”.

  • Amandemen PSAK 57 - “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Mengganggu - Biaya Pemenuhan Kontrak”.

  • Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71 - “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian ‘10 persen’ untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan”.

Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023

  • Amandemen PSAK 1 - “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”.

Perusahaan dan Entitas Anak sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.

44. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN

Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode biaya.

Informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan pada halaman i sampai dengan v.

PT MEGA PERINTIS TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

43. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

Effective beginning on or after January 1, 2021

  • Amendments to PSAK 22: Definition of a Business.

  • - Amendments to PSAK 71 - Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2.

Effective beginning on or after January 1, 2022

  • Amendments to PSAK 22 - “Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks”.

  • - Amendments to PSAK 57 - “Provisions, Contingent Liabilities, Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs”.

  • 2020 Annual Improvements - PSAK 71 - “Financial Instruments - Fees in the ‘10 percent’ test for derecognition of financial liabilities”.

Effective beginning on or after January 1, 2023

  • Amendments to PSAK 1 - “Classification of Liabilities as Current or Non-current”.

The Company and Subsidiaries are presently evaluating and have not yet determined the effects of these new and amended accounting standards on the consolidated financial statements.

44. FINANCIAL INFORMATION OF THE PARENT ENTITY ONLY

The financial information of the parent entity only presents statements of financial position, statements of profit or loss and other comprehensive income, statements of changes in equity and statements of cash flows information in which investments in its subsidiaries were accounted using the cost method.

The financial information of the parent entity only presents on pages i through v.

88

PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
piutang usaha sebesar
Rp 5.474.244.847 pada tahun 2020
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Persediaan
Pajak dibayar di muka
Uang muka
Biaya dibayar di muka yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Biaya dibayar di muka -
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Investasi saham
Aset pajak tangguhan
Uang muka pembelian aset tetap
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 75.472.595.471
pada tahun 2020 dan Rp 59.475.578.333
pada tahun 2019
Aset hak-guna - bersih
Aset takberwujud - bersih
Taksiran klaim pajak penghasilan
Aset tidak lancar lainnya
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
2020

5.161.779.664
12.995.583.464
3.393.030.007
6.151.879
178.317.904.765
8.590.805
4.805.645.862
1.617.136.328

206.305.822.774

-
15.749.000.000
11.767.375.234
1.770.874.370
42.053.765.342
101.621.490.261
30.553.341.898
2.807.036.940
22.171.880.423

228.494.764.468

434.800.587.242
2019
5.536.887.688
35.280.003.430
22.463.173.452
70.405.141
170.864.521.206
3.266.830.939
8.073.758.961
37.325.351.574
282.880.932.391
15.257.069.944
15.749.000.000
1.785.732.635
708.530.930
47.809.419.948
-
30.553.341.898
-
20.907.367.154
132.770.462.509
415.651.394.900

ASSETS CURRENT ASSETS Cash on hand and in banks Trade receivables Third parties - net of allowance for impairment of trade receivables of Rp 5,474,244,847 in 2020 Related parties Other receivables Inventories Prepaid tax Advances Current maturities of prepaid expenses Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS Prepaid expenses- net of current maturities Investments in share of stock Deferred tax assets Advance payment for purchase of fixed assets Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 75,472,595,471 in 2020 and Rp 59,475,578,333 in 2019 Right-of-use assets - net Intangible assets - net Estimated claims for income tax refund Other non-current assets Total Non-Current Assets

TOTAL ASSETS

i

PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Utang pajak
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas sewa yang direalisasi
dalam satu tahun
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - setelah dikurangi
bagian yang terealisasi dalam
satu tahun
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang bank
Utang pembelian aset tetap
Estimasi liabilitas atas imbalan
kerja karyawan
Utang pihak berelasi
Utang lain-lain - pihak ketiga
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar - 2.400.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
870.171.478 saham pada
Tambahan modal disetor
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
2020

18.700.000.000
47.136.861.363
8.064.033.451
18.628.079.574
1.985.302.199
6.049.835.147
17.757.834.455
3.090.909.090
224.226.845

121.637.082.124

46.219.796.098
10.303.030.303
71.558.376
6.520.094.743
26.419.221.052
20.865.895.060

110.399.595.632

232.036.677.756

87.017.147.800
61.283.962.838
500.000.000
53.962.798.848

202.763.909.486

434.800.587.242
2019
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
17.500.000.000
Short-term bank loans
Trade payables
51.953.893.821
Related parties
8.148.771.201
Third parties
12.355.383.485
Other payables
4.834.866.250
Taxes payable

8.116.392.254
Accrued expenses
Current maturities of
-
lease liabilities
Current maturities
of long-term debts
2.000.000.000
Bank loans
289.881.548_Liabilities for purchase of fixed assets_
105.199.188.559
Total Current Liabilities
NON-CURRENT LIABILITIES
Lease liabilities -
-
net of current maturities
Long-term debts - net of
current maturities
7.333.333.332
Bank loans
296.236.424_Liabilities for purchase of fixed assets_
Estimated liabilities for
3.923.515.499
employees’ benefits
27.009.473.684
Due to related parties
27.270.014.017
Other payables - third parties
65.832.572.956
Total Non-Current Liabilities
171.031.761.515
TOTAL LIABILITIES
EQUITY
Capital stock - Rp 100
par value per share
Authorized - 2,400,000,000 shares
Issued and fully paid -
87.017.147.800
870,171,478 shares
61.283.962.838
Additional paid-in capital
Retained earnings
250.000.000
Appropriated
96.068.522.747
Unappropriated
244.619.633.385
TOTAL EQUITY
415.651.394.900
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

ii

PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

PENJUALAN BERSIH
BEBAN POKOK PENJUALAN
LABA BRUTO
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Pendapatan bunga
Beban keuangan
Pendapatan lain-lain - bersih
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini
Pajak tangguhan
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi
ke Laba Rugi
Laba (rugi) aktuarial atas program
imbalan pasti
Pajak terkait atas penghasilan
komprehensif lain
Laba (Rugi) Komprehensif Lain -
Setelah Pajak
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
2020

306.642.078.514
(151.046.357.481 )

155.595.721.033

(154.498.889.430 )
(40.507.031.552 )
39.422.747
(16.952.749.941 )
13.252.176.867


(43.071.350.276 )

-
8.585.608.962

8.585.608.962

(34.485.741.314 )

(335.355.042 )
73.778.109

(261.576.933 )

(34.747.318.247 )
2019
521.133.881.340
NET SALES
(261.713.651.544 )
COST OF GOODS SOLD
259.420.229.796
GROSS PROFIT
(162.008.410.251 )
Selling expenses
(41.747.866.330 )
General and administrative expenses
240.934.341
Interest income
(8.928.129.796 )
Financing expenses
1.681.658.279
Others income - net
INCOME (LOSS) BEFORE INCOME
48.658.416.039
TAX BENEFIT (EXPENSE)
INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE)
(12.562.408.750 )
Current tax
244.743.161
Deferred tax
(12.317.665.589 )
Income Tax Benefit (Expense)
36.340.750.450
INCOME (LOSS) FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
Item that Will Not be Reclassified
Subsequently to Profit or Loss
Actuarial gain (loss) of defined
446.777.980
benefit plan
Related tax in other
(111.694.495 )
comprehensive income
Other Comprehensive Income (Loss)
335.083.485
- Net of Tax
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
36.675.833.935
(LOSS) FOR THE YEAR

iii

PT MEGA PERINTIS TBK (ENTITAS INDUK) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TERSENDIRI TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS TBK (PARENT ENTITY) STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED

Saldo 31 Desember 2018
Penambahan modal saham
melalui PMTHMETD
Dana cadangan umum
Laba tahun berjalan
Laba komprehensif lain -
setelah pajak
Saldo 31 Desember 2019
Penyesuaian saldo awal atas
penerapan PSAK 73
Dana cadangan umum
Rugi tahun berjalan
Rugi komprehensif lain -
setelah pajak
Saldo 31 Desember 2020
Modal Saham/
Capital Stock

79.700.000.000
7.317.147.800
-
-
-

87.017.147.800

-
-
-
-

87.017.147.800
Tambahan
Modal Disetor/
Additional
Paid-in Capital
36.844.689.186
24.439.273.652
-
-
-
61.283.962.838
-
-
-
-
61.283.962.838
Saldo
Retained
Laba/
Earnings

Belum ditentukan
Penggunaannya/
Unappropriated

59.642.688.812
-
(250.000.000)
36.340.750.450
335.083.485

96.068.522.747

(7.108.405.652)
(250.000.000)
(34.485.741.314)
(261.576.933)

53.962.798.848


Sub-Jumlah/
Sub-Total


59.642.688.812

-

-

36.340.750.450

335.083.485


96.318.522.747


(7.108.405.652)

-

(34.485.741.314)

(261.576.933)


54.462.798.848
Jumlah Ekuitas/
Total Equity
176.187.377.998
Balance as of December 31, 2018
Additional paid-up capital
31.756.421.452
from PMTHMETD
-
General reserve
36.340.750.450
Income for the year
Other comprehensive income -
335.083.485
net of tax
244.619.633.385
Balance as of December 31, 2019
Beginning balance adjustments for
(7.108.405.652 )
implementation of PSAK 73
-
General reserve
(34.485.741.314 )
Loss for the year
Other comprehensive loss -
(261.576.933)
net of tax
202.763.909.486
Balance as of December 31, 2020
Telah ditentukkan
Penggunaannya/
Appropriated

-
-
250.000.000
-
-

250.000.000

-
250.000.000
-
-

500.000.000

iv

PT MEGA PERINTIS (ENTITAS INDUK) LAPORAN ARUS KAS TERSENDIRI TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)

PT MEGA PERINTIS (PARENT ENTITY) STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok
Pembayaran kas kepada karyawan
Pembayaran beban usaha
Pembayaran beban keuangan
Penerimaan lain-lain
Pembayaran lain-lain
Pajak penghasilan dan pajak
pertambahan nilai
Penerimaan kas dari pendapatan bunga
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap
Uang muka pembelian aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Perolehan aset takberwujud
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa
Penerimaan utang bank
Pembayaran utang bank
Pembayaran utang
pembelian aset tetap
Penerimaan (pembayaran)
utang lain-lain pihak ketiga
Pembayaran utang pihak berelasi
Deposito berjangka
Setoran modal saham
Penambahan utang pihak berelasi
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
PENURUNAN BERSIH
KAS DAN BANK
KAS DAN BANK
AWAL TAHUN
KAS DAN BANK
AKHIR TAHUN
2020

347.996.641.925
(177.994.980.683 )
(65.326.129.627 )
(52.636.330.854 )
(16.951.658.653 )
15.644.685.617
(1.264.513.265 )
(2.398.360.861 )
39.422.747

47.108.776.346

(10.547.946.429 )
(1.770.874.370 )
148.500.000
-

(12.170.320.799)

(37.204.246.935 )
22.516.478.059
(17.255.871.999 )
(290.332.751 )
(2.489.337.313 )
(590.252.632 )
-
-
-

(35.313.563.571 )

(375.108.024 )
5.536.887.688

5.161.779.664
2019
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
493.711.307.975
Cash received from customers
(313.733.024.018 )
Cash paid to suppliers
(84.931.738.674 )
Cash paid to employees
(114.440.555.369 )
Payment of operating expenses
(9.086.912.057 )
Payment of financing expenses
2.075.488.188
Other receipts
(10.491.251.464 )
Other payments
Income tax and value
(14.802.627.657 )
added tax
240.934.341
Cash received from interest income
Net Cash Provided by
(51.458.378.735 )
(Used in) Operating Activities
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
(23.106.328.439 )
Acquisition of fixed assets
Advance payments for
(708.530.930 )
purchase of fixed assets
113.487.887
Proceeds from sale of fixed assets
(30.553.341.898 )
Acquisition of intangible assets
Net Cash Used in
(54.254.713.380 )
Investing Activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
-
Payments of lease liability
131.214.945.972
Proceeds from bank loans
(125.723.886.729 )
Payments of bank loans
Payments of liabilities for
(513.838.300 )
purchase of fixed assets
Proceeds (payments) from
39.000.000.000
other payable third parties
(411.387.342 )
Payments of due to related parties
2.920.602.795
Time deposits
31.756.421.452
Share capital deposit
2.000.000.000
Addition of due to related parties
Net Cash Provided by
80.242.857.848
(Used in) Financing Activities
NET DECREASE
(25.470.234.267 )
IN CASH ON HAND AND IN BANKS
CASH ON HAND AND IN BANKS
31.007.121.955
AT BEGINNING OF YEAR
CASH ON HAND AND IN BANKS
5.536.887.688
AT END OF YEAR

v