Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Multipolar Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69501_rns_2020-12-31_5302b37b-018b-48ec-b669-ee385637da98.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES

Laporan Keuangan Konsolidasian Consolidated Financial Statements Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019

Daftar Isi Halaman/
Pages
Table of Contents
Surat Pernyataan Direksi Directors' Statement Letter
Laporan Auditor Independen Independent Auditor's Report
Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada
31 Desember 2020 dan 2019
Consolidated Financial Statements
For the Years Ended
December 31, 2020 and 2019
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 Consolidated Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian
4 Consolidated Statements of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8 Notes to Consolidated Financial Statements
Laporan Posisi Keuangan
(Entitas Induk)
Lampiran I-II/
Appendix I-II
Statements of Financial Position
(Parent Entity)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(Entitas Induk)
Lampiran III/
Appendix III
Statements of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income (Parent Entity)
Laporan Perubahaan Ekuitas
(Entitas Induk)
Lampiran IV/
Appendix IV
Statements of Changes in Equity
(Parent Entity)
Laporan Arus Kas
(Entitas Induk)
Lampiran V/
Appendix V
Statements of Cash Flows
(Parent Entity)
Pengungkapan Lainnya Lampiran VI/
Appendix VI
Other Disclosures

1. Nama t Wahyudi Chandra 1. Name Wahyudi Chandra
Alamat Kantor Boulevard Gajah Mada No. 2025,
Lippo Cyber Park
Lippo Village, Tangerang
Office Address Boulevard Gajah M
Cyber Park.
Lippo Village, Tang
Alamat Domisili/sesuai
KTP atau kartu
identitas lain
÷ Cluster Turquoise Residence Blok
TQB No. 40 PHG,
Curug Sangereng, Kelapa Dua,
Tangerang
Residential Address/as
per ID Card or other
identity card
Cluster Turquoise
Blok TQB No. 40 F
Curug Sangereng,
Tangerang
Nomor Telepon 55 777 000 Phone 55 777 000
Jabatan Presiden Direktur Title President Director
2. Nama Hanny Untar 2. Name Hanny Untar
Alamat Kantor Boulevard Gajah Mada No. 2025,
Lippo Cyber Park
Lippo Village, Tangerang
Office Address Boulevard Gajah M
Lippo Cyber Park
Lippo Village, Tang
Alamat Jl. Janur Asri VIII Blok QK.17/16 Residential JI, Janur Asri VIII E
Domisili/sesuai RT 007/012 Address/as per ID RT 007/012
KTP atau kartu
identitas lain
Kelapa Gading Barat,
Jakarta Utara
Card or other identity
card
Kelapa Gading Bai
Jakarta Utara
Nomor Telepon 55 777 000 Phone 55 777 000
Jabatan Direktur Keuangan & Corporate Title Finance & Corpora
$\mathbb{R}^n$ . $\mathbb{R}^n$

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS KONSOLIDASIAN OF FINANCIAL POSITION

31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali data saham) except for share data)

Catatan/
Notes
31 Dec 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
ASET
ASET LANCAR
ASSETS
CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas
Piutang usaha
3,31,32,35
4,32,35
629,756 403,303 Cash and cash equivalents
Trade receivables
Pihak berelasi
Pihak ketiga
31 198,764
200,981
220,720
179,912
Related parties
Third parties
Aset keuangan lancar lainnya
Persediaan
5,31,32,35
6,26
45,189
392,315
36,641
284,511
Other current financial assets
Inventories
Pajak dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Aset lancar lainnya
14a
31
7,31
43,591
6,099
73,296
34,457
13,572
41,033
Prepaid taxes
Prepaid expenses
Other current assets
Jumlah aset lancar 1,589,991 1,214,149 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset keuangan tidak lancar lainnya
Properti investasi
35
8
9,15,16
11,129
118,997
6,293
118,997
Other non-current financial assets
Investment property
Aset tetap
Aset takberwujud
27,28
10,28
683,147
1,445
743,417
5,333
Fixed assets
Intangible asset
Aset pajak tangguhan
Aset tidak lancar lainnya
14d
31
11,243
1,850
15,422
2,675
Deferred tax assets
Other non-current assets
Jumlah aset tidak lancar 827,811 892,137 Total non-current assets
JUMLAH ASET 2,417,802 2,106,286 TOTAL ASSETS

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS

KONSOLIDASIAN (lanjutan) OF FINANCIAL POSITION (continued)

31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali data saham) except for share data)

Catatan/
Notes
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha 11,32,35 Trade payables
Pihak berelasi 31 4,972 6,582 Related parties
Pihak ketiga 273,240 126,054 Third parties
Liabilitas keuangan lainnya 12,31,32,35 27,693 11,525 Other financial liabilities
Beban akrual 13,31,32,35 495,137 489,697 Accrued expenses
Utang pajak 14b,35 23,635 9,254 Taxes payable
Liabilitas imbalan kerja Short-term employee
jangka pendek 19,35 39,661 38,005 benefits liabilities
Bagian lancar atas utang Current maturities of
jangka panjang: long-term debt:
Liabilitas sewa 15,31,32,35,37b 27,718 43,010 Lease liabilities
Utang bank 16,35,37b 39,216 35,456 Bank loans
Uang muka pelanggan 17,31 142,642 95,277 Advance from customers
Pendapatan diterima di muka 18,31 268,266 98,746 Unearned revenue
Jumlah liabilitas jangka pendek 1,342,180 953,606 Total current liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas imbalan kerja Long-term employee
jangka panjang 19 69,786 69,067 benefits liabilities
Liabilitas keuangan jangka Other long-term financial
panjang lainnya 32,35 277 1,123 liabilities
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term debt - net of
tempo dalam satu tahun: current maturities:
Liabilitas sewa 15,31,32,35,37b 5,622 27,318 Lease liabilities
Utang bank 16,35,37b 93,143 65,869 Bank loans
Liabilitas pajak tangguhan 14d 24,771 10,729 Deferred tax liabilities
Jumlah liabilitas jangka panjang 193,599 174,106 Total non-current liabilities
Jumlah Liabilitas 1,535,779 1,127,712 Total Liabilities

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS

KONSOLIDASIAN (lanjutan) OF FINANCIAL POSITION (continued) 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

kecuali data saham) except for share data)

Catatan/
Notes
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Share capital - par value
Rp100 per saham Rp100 per share
Modal dasar - 6.000.000.000 Authorized capital -
saham 6,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.875.000.000
Issued and fully paid
capital - 1,875,000,000
saham 20 187,500 187,500 shares
Tambahan modal disetor 21 140,514 140,514 Additional paid-in capital
Selisih transaksi dengan pihak Difference in transaction with
non-pengendali 22 23,387 23,387 non-controlling interest
Penghasilan komprehensif lain 5,36 404 531 Other comprehensive income
Saldo laba Retained earnings
Dicadangkan 23 700 600 Appropriated
Belum dicadangkan 461,304 545,957 Unappropriated
Jumlah ekuitas yang dapat Total equity attributable
diatribusikan kepada pemilik to owners of
entitas induk 813,809 898,489 the parent
Kepentingan non-pengendali 24 68,214 80,085 Non-controlling interest
Jumlah Ekuitas 882,023 978,574 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS
DAN EKUITAS
2,417,802 2,106,286 TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements taken as a whole

KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali laba per saham) except for earnings per share)

Catatan/
Notes
2020 2019
PENJUALAN BERSIH DAN
PENDAPATAN JASA
25,31 2,685,797 2,455,526 NET SALES AND
SERVICE REVENUES
BEBAN POKOK PENJUALAN
DAN JASA
26,31 (2,314,224) (2,102,628) COST OF GOODS SOLD
AND SERVICES
LABA BRUTO 371,573 352,898 GROSS PROFIT
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain
27,31
28,31
29,31
30
(82,368)
(77,414)
16,864
(1,752)
(93,387)
(87,420)
5,137
(2,989)
Selling expenses
General and administrative expenses
Other income
Other expenses
LABA USAHA 226,903 174,239 OPERATING PROFIT
Pendapatan bunga
Beban bunga
31 15,536
(19,115)
20,758
(18,451)
Interest income
Interest expense
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
223,324 176,546 PROFIT BEFORE
INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 14c (62,678) (51,368) INCOME TAX EXPENSE
LABA TAHUN BERJALAN 160,646 125,178 PROFIT FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran kembali
Items that will not be reclassified
to profit or loss:
Remeasurement of defined
program iuran pasti
Pajak penghasilan terkait
3,030
(336)
(3,201)
801
contribution plan
Related income tax
2,694 (2,400)
Pos yang akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Laba (rugi) yang belum direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar
Items that will be reclassified
to profit or loss:
Unrealized gain (loss) on
financial assets stated at fair value
melalui penghasilan komprehensif lain 5,35 (127) 2,091 through other comprehensive income
Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain 2,567 (309) Total Other Comprehensive Income
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
163,213 124,869 TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements taken as a whole

KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT (lanjutan) INCOME (continued)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali laba per saham) except for earnings per share)

Catatan/
Notes
2020 2019
Laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Profit for the period
attributable to:
Pemilik entitas induk 172,535 137,275 Owners of the parent
Kepentingan non-pengendali (11,889) (12,097) Non-controlling interest
160,646 125,178
Jumlah penghasilan komprehensif
yang dapat diatribusikan kepada:
Total comprehensive income
attributable to:
Pemilik entitas induk 175,084 136,991 Owners of the parent
Kepentingan non-pengendali (11,871) (12,122) Non-controlling interest
163,213 124,869
Laba Per Saham Dasar 33 92 73 Basic Earnings Per Share

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements taken as a whole

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/
Equity Attributable to Owners of the Parent
Tambahan
Share Capital
Selisih
nilai transaksi
dengan Pihak
Non-pengendali/
Difference in
Penghasilan
Komprehensif
Lain/Other
Comprehensive
Income
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi atas
Aset Keuangan yang
Diukur pada Nilai Wajar/
Saldo Laba/Retained Earnings Jumlah Ekuitas yang
Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik
Entitas Induk/
Total Equity
Kepentingan
Non-
Notes Catatan/ Modal saham/ Modal Disetor/
Additional
Paid-In Capital
Transaction with
Non-controlling
Interest
Unrealized Gain (Loss)
on Financial Assets
Stated at Fair Value
Dicadangkan/
Appropriated
Belum
Dicadangkan/
Unappropriated *)
Attributable
to Owners
of the Parent
pengendali/
Non-controlling
Interest
Jumlah
Ekuitas/
Total Equity
SALDO PER 1 JANUARI 2019 187,500 140,514 23,387 (1,560) 500 490,845 841,186 70,165 911,351 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2019
Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan tanggal 26 April 2019:
Dividen tunai
Pembentukan cadangan umum
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif
tahun berjalan
Perubahan kepentingan non-pengendali
23
23
1c
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2,091
-
-
100
-
-
(79,688)
(100)
134,900
-
(79,688)
-
136,991
-
-
-
(12,122)
22,042
(79,688)
-
124,869
22,042
Resolution of the Annual General Meeting
of the Shareholders on April 26, 2019:
Cash dividend
Appropriation of general reserve
Total comprehensive income
(loss) for the year
Changes of non-controlling Interest
SALDO PER 31 DESEMBER 2019 187,500 140,514 23,387 531 600 545,957 898,489 80,085 978,574 BALANCE AS OF
DECEMBER 31,2019
Penyesuaian sehubungan dengan
penerapan standar akuntansi baru
2b - - - - - (10,389) (10,389) - (10,389) Adjustment related with implementation
of new accounting standards
SALDO PER 1 JANUARI 2020
SETELAH PENYESUAIAN
187,500 140,514 23,387 531 600 535,568 888,100 80,085 968,185 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2020
AFTER ADJUSTMENT
Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan tanggal 2 Juni 2020:
Dividen tunai
Pembentukan cadangan umum
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif
tahun berjalan
23
23
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(127)
-
100
-
(249,375)
(100)
175,211
(249,375)
-
175,084
-
-
(11,871)
(249,375)
-
163,213
Resolution of the Annual General Meeting
of the Shareholders on June 2, 2020:
Cash dividend
Appropriation of general reserve
Total comprehensive income
(loss) for the year
SALDO PER 31 DESEMBER 2020 187,500 140,514 23,387 404 700 461,304 813,809 68,214 882,023 BALANCE AS OF
DECEMBER 31, 2020
*) Termasuk Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti *) Included Remeasurement of Defined Benefits Plan

KONSOLIDASIAN OF CASH FLOWS

2020 2019
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Cash Flows From Operating Activities
Penerimaan kas dari pelanggan 2,819,749 2,501,593 Cash receipts from customers
Pembayaran kas kepada pemasok (1,898,564) (1,978,956) Cash paid to suppliers
Pembayaran kepada karyawan (323,954) (303,517) Payments to employees
Pembayaran beban usaha lainnya (16,140) (29,294) Payments of other operating expenses
Penerimaan lainnya 51,257 13,814 Other receipts
Pembayaran lainnya (17,815) (208) Other payments
Penerimaan kas dari restitusi pajak 5,978 3,557 Cash receipts from tax restitution
Pembayaran pajak lainnya (589) (1,384) Payment of other tax
Pembayaran pajak penghasilan badan (39,428) (55,475) Payments of corporate income tax
Arus Kas Neto Diperoleh dari Net Cash Provided By
Aktivitas Operasi 580,494 150,130 Operating Activities
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Cash Flows From Investing Activities
Hasil pelepasan aset tetap 1,389 3,546 Proceeds from disposal of fixed assets
Penambahan properti investasi - (500) Addition in investment properties
Perolehan aset tetap (80,872) (302,596) Acquisition of fixed assets
Penambahan aset takberwujud (526) (23) Addition in intangible assets
Penambahan aset keuangan Increase in other current
lancar lainnya (6,970) (304) financial assets
Penambahan aset keuangan Increase in financial assets
yang diukur pada nilai wajar melalui stated at fair value through
penghasilan komprehensif lain (2,425) (14,514) other comprehensive income
Penambahan aset keuangan Increase in other non-current
tidak lancar lainnya (5,000) (239) financial assets
Arus Kas Neto Digunakan untuk Net Cash Used in
Aktivitas Investasi (94,404) (314,630) Investing Activities
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Cash Flows From Financing Activities
Penerimaan pinjaman 99,000 142,137 Proceeds from loans
Pembayaran bunga dan beban Payments for interest charge and
pendanaan lainnya (19,115) (18,451) other finance cost
Penerimaan pendapatan bunga 15,536 20,758 Receipts from interest income
Penerimaan setoran modal dari kepentingan Receipts from non-controlling
non-pengendali Entitas Anak - 20,817 interest of Subsidiaries
Pembayaran pinjaman (67,966) (86,411) Payments of loans
Pembayaran liabilitas sewa (39,159) (47,888) Payments of lease liabilities
Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan (249,375) (79,688) Cash dividend paid by the Company
Arus Kas Neto Digunakan untuk Net Cash Used in
Aktivitas Pendanaan (261,079) (48,726) Financing Activities
Kenaikan (Penurunan) Neto Net Increase (Decrease) in
Kas dan Setara Kas 225,011 (213,226) Cash and Cash Equivalents
Pengaruh Selisih Kurs atas Effect in Foreign Exchange Differences
Kas dan Setara Kas 1,442 (3,819) in Cash and Cash Equivalents
Kas dan Setara Kas pada Cash and Cash Equivalents at
Awal Tahun 403,303 620,348 Beginning of the Year
Kas dan Setara Kas pada Cash and Cash Equivalents at
Akhir Tahun 629,756 403,303 End of the Year

Informasi aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas disajikan dalam Catatan 37 Activities that do not affect the cash flows are disclosed in Note 37

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements taken as a whole

LAPORAN ARUS KAS CONSOLIDATED STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Multipolar Technology Tbk ("Perusahaan") didirikan pada tanggal 28 Desember 2001 berdasarkan akta notaris Myra Yuwono, S.H., No. 37 dengan nama PT Netstar Indonesia. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya No. C.02253 HT.01.01.TH.2002 tanggal 11 Februari 2002. Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta No. 13 tanggal 17 Juni 2015 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, antara lain mengenai pengubahan dan penyusunan kembali seluruh isi Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan POJK 32/POJK.04/2014 dan POJK 33/POJK.04/2014, diantaranya Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 20. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0943693 tanggal 19 Juni 2015.

Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan dari Perusahaan ialah berusaha di bidang jasa, perdagangan umum, perindustrian, percetakan dan pengangkutan darat. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan melaksanakan kegiatan usaha utama Perusahaan, meliputi jasa telekomunikasi dan industri informatika, usaha di bidang perdagangan pada umumnya baik atas tanggungan sendiri maupun secara komisi atau amanat atas tanggungan pihak lain termasuk perdagangan impor dan ekspor, antar pulau/daerah serta lokal untuk barang-barang hasil produksi sendiri dan hasil produksi perusahaan lain, serta bertindak sebagai agen, grosir, pemasok, waralaba, distributor, dan sebagai perwakilan dari badan/perusahaan lain baik dari dalam maupun luar negeri, serta perdagangan yang berhubungan dengan usaha bidang teknologi yaitu perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer, perdagangan besar piranti lunak, dan barang teknologi informasi lainnya maupun semua sarana penunjangnya. Juga menyelenggarakan industri komputer dan periferal industri peralatan transmisi telekomunikasi.

Pada bulan Februari 2009, Perusahaan telah memulai operasinya. Kegiatan usaha Perusahaan yang telah dijalankan adalah konsultasi, integrasi dan pengelolaan teknologi informasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

1. GENERAL

a. The Company's Establishment

PT Multipolar Technology Tbk (the "Company") was established on December 28, 2001 based on notarial deed Myra Yuwono, S.H., No. 37 under the name of PT Netstar Indonesia. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in its letter No. C.02253 HT.01.01.TH.2002 dated February 11, 2002. The Company's Articles of Association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 13 dated June 17, 2015 made by notary Rini Yulianti, S.H., a notary in Jakarta, concerning the amendments and realignment on all contents of the Company's Articles of Association to be adapted with Financial Services Authority Regulation ("POJK") 32/POJK.04/2014 and POJK 33/POJK.04/2014, which are Article 11, Article 12, Article 13, Article 14, Article 15, Article 16, Article 17, Article 18, Article 19, and Article 20. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0943693 dated June 19, 2015.

In accordance to the Company's articles of association, purposes and objectives of the Company are to engage in the services, general trading, industries, printing and land transportation. In order to achieve the purposes and objectives, the Company conduct its main business activities covering telecomunication services and technology industry, business in general trading either on his own account or on commission or mandate on the dependents of other parties including import and export trade, inter-island/regional and local for the self-produced goods and other company's product, and act as agents, wholesalers, suppliers, franchises, distributors, and as representatives of other institutions/companies both from inside or outside of the country, as well as trade related to business sector of technology which is computer and computer equipment wholesale, software wholesale, and other information technology goods and all supporting facilities. Also operating the business in computer industry and peripherals industry of the telecommunications transmission equipment.

In February 2009, the Company started its operations. The Company's business activities that have been implemented are consultation, integration and information technology management.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)

Perusahaan berlokasi di Jakarta. Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di gedung BeritaSatu Plaza, Lt. 7, Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 35-36, Jakarta.

Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Multipolar Tbk, yang merupakan pemegang saham mayoritas Perusahaan. Entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Inti Anugerah Pratama yang dimiliki oleh Keluarga Riady.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company's Public Offering

Pada tanggal 28 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dengan surat No. S-199/D.04/2013 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana sebanyak 375.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sejumlah 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum kepada masyarakat, dengan harga penawaran sebesar Rp480 per saham. Pada tanggal 8 Juli 2013, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah mengkonsolidasikan semua Entitas Anak sesuai dengan Prinsip Konsolidasian dalam Catatan 2.c di bawah ini:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

1. GENERAL (continued)

a. The Company's Establishment (continued) The Company is domiciled in Jakarta. The Company's head office address in BeritaSatu Plaza building 7th floor, Jendral Gatot Subroto street Kav. 35-36, Jakarta.

The Company's parent entity is PT Multipolar Tbk, which is the Company's major shareholders. The ultimate parent of the Company is PT Inti Anugerah Pratama that owned by Riady's Family.

On June 28, 2013, the Company received an effective notification from Financial Services Authority ("Otoritas Jasa Keuangan") with the letter No. S-199/D.04/2013 to conduct Initial Public Offering for 375,000,000 shares with the par value of Rp100 per share or 20% of issued and fully paid capital after public offering to public, with the offering value of Rp480 per share. On July 8, 2013, all Company's shares have been listed in Indonesia Stock Exchange.

c. Susunan Entitas Anak c. The Structure of Subsidiaries

As of December 31, 2020 and 2019, the Company has consolidated all its Subsidiaries in accordance with the Principles of Consolidation described in Note 2.c as follows:

Lokasi/
Kegiatan usaha/
Location
Nature of Business
Jumlah Aset (sebelum eliminasi)/
Total Assets (before elimination)
Mulai
Beroperasi/
Start of
Commercial
Operation
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Des 31,
2019
Jakarta Jasa dan
perdagangan umum/
Services and
general trading
2016 99.95 99.94 526,422 614,702
Jakarta Jasa dan
perdagangan umum/
Services and
general trading
2016 65.00 65.00 317,784 330,387
Jakarta Jasa dan
perdagangan umum/
Services and
general trading
- 99.90 99.90 9,985 9,984
Jakarta Jasa dan
perindustrian/
Services and
industry
2014 60.86 60.86 27 27
Kepemilikan langsung / Direct Ownership
Kepemilikan tidak langsung / Indirect Ownership
Persentase Pemilikan/
Percentage of Ownership

*) Kepemilikan melalui PT MSA. *) Ownership through PT MSA.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

PT VDI PT VDI

Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham PT VDI, yang telah diaktakan oleh notaris Rini Yulianti, S.H., notaris di Kota Jakarta Timur, No. 34 tanggal 17 Juni 2020, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh PT VDI senilai Rp25.000 dengan mengeluarkan saham baru dari portepel sebanyak 250.000.000 lembar saham. Peningkatan modal ini seluruhnya diambil bagian oleh Perusahaan. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0252550 Tahun 2020 tanggal 18 Juni 2020.

PT GTN PT GTN

Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham PT GTN, yang telah diaktakan oleh notaris Rini Yulianti, S.H., notaris di Kota Jakarta Timur, No. 38 tanggal 30 Agustus 2019, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar PT GTN senilai Rp305.900 dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp62.977 dengan mengeluarkan saham baru dari portepel sebanyak 62.976.923 lembar saham. Peningkatan modal ini diambil bagian oleh Perusahaan dan Mitsui & Co. Ltd. masing-masing sebesar Rp40.935 dan Rp13.965 melalui konversi utang serta Rp8.077 melalui penyetoran uang tunai oleh Mitsui & Co. Ltd. Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0328791 tahun 2019 tanggal 9 September 2019.

d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan anggota Dewan Komisaris Perusahaan berdasarkan Akta No. 02 tanggal 2 Juni 2020 dan Akta No. 33 tanggal 26 April 2019 yang dibuat di hadapan Buchari Hanafi, S.H., notaris di Kota Tangerang adalah sebagai berikut:

31 Desember 2020/
Dewan Komisaris December 31, 2020

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Susunan Entitas Anak (lanjutan) c. The structure of Subsidiaries (continued)

Based on the Decision of PT VDI's shareholders, which notarialized by notary Rini Yulianti, S.H., notary in East Jakarta, No. 34 dated June 17, 2020, the shareholders approved to increase issued and fully paid capital of PT VDI amounting to Rp25,000 by issuing new shares from portfolio for 250,000,000 shares. This capital addition was entirely taken by the Company. The notarial deed has been accepted by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0252550 Year 2020 dated June 18, 2020.

Based on the Decision of PT GTN's shareholders, which notarialized by notary Rini Yulianti, S.H., a notary in East Jakarta, No. 38 dated August 30, 2019, the shareholders approved to increase authorized capital PT GTN amounting to Rp305,900, and to increase issued and fully paid capital amounting to Rp62,977 by issuing addition shares from portfolio for 62,976,923 shares. This capital addition was taken by the Company and Mitsui & Co. Ltd. amounting to Rp40,935 and Rp13,965, respectively, through debt conversion and Rp8,077 through cash deposit by Mitsui & Co. Ltd. The notarial deed has been accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03.0328791 year 2019 dated September 9, 2019.

d. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees

As of December 31, 2020 and 2019, the members of the Company's Boards of Commissioners based on Notarial Deed No. 02 dated June 2, 2020, and Notarial Deed No. 33 dated April 26, 2019, by notary Buchari Hanafi, S.H., a notary in Tangerang City, is as follows:

Dewan Komisaris 31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Board of Commissioners
Presiden Komisaris Adrian Suherman Adrian Suherman President Commissioner
Komisaris Independen Dicky Setiadi Moechtar Dicky Setiadi Moechtar Independent Commissioner
Komisaris Jeffrey Koes Wonsono Jeffrey Koes Wonsono Commissioner

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, susunan anggota Direksi Perusahaan berdasarkan Akta No. 02 tanggal 2 Juni 2020 dan Akta No. 33 tanggal 26 April 2019 yang dibuat di hadapan Buchari Hanafi, S.H., notaris di Kota Tangerang adalah sebagai berikut:

31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
Jip Ivan Sutanto
Suyanto Halim Suyanto Halim
Soegondo
Yohan Gunawan -
Herryyanto -
December 31, 2020
Hanny Untar
Yugi Edison

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
Komite Audit December 31, 2020 December 31, 2019 Audit Committee
Ketua Dicky Setiadi Moechtar Dicky Setiadi Moechtar Chairman
Anggota Harijono Suwarno Ganesh C. Grover Members

Sekretaris Perusahaan adalah Wahyudi Chandra per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Perusahaan dan Entitas Anak memiliki sekitar 553 dan 566 karyawan tetap (tidak diaudit) masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
  • d. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued) As of December 31, 2020 and 2019, the members of the Company's Directors based on Notarial Deed No. 02 dated June 2, 2020, and Notarial Deed No. 33 dated April 26, 2019, by notary Buchari Hanafi, S.H., a notary in Tangerang City, is as follows:
31 Desember 2019/
Directors
President Director
Independent Director
Jip Ivan Sutanto Hanny Untar Directors
Hanny Untar Jip Ivan Sutanto
Suyanto Halim Suyanto Halim
Yugi Edison Soegondo
Yohan Gunawan -
Herryyanto -
December 31, 2020
Wahyudi Chandra
-
December 31, 2019
Wahyudi Chandra
Halim D. Mangunjudo

As of December 31, 2020 and 2019, the members of the Company's audit committee are as follows:

31 Desember 2019/

December 31, 2019 Audit Committee
Herman Latief

As of December 31, 2020 and 2019, the Company's Corporate Secretary is Wahyudi Chandra.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries has 553 and 566 permanent employees (unaudited), respectively.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian PT Multipolar Technology Tbk dan Entitas Anak telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi pada tanggal 16 Maret 2021.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan

Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
  • d. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees (continued) The Company's management is responsible for the preparation and presentation of consolidated financial statements. The consolidated financial statements of PT Multipolar Technology Tbk and Subsidiaries were authorized to be published by the Directors on March 16, 2021.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Compliance with the Financial Accounting Standards (SAK) The consolidated financial statements were prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards which include the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standard Board – Indonesian Institute of Accountant (DSAK – IAI), and regulations in the Capital Market include Regulations of Financial Sevices Authority/Capital Market and Supervisory Board and Financial Institution (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 regarding guidelines for the presentation of financial statements, decree of Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 regarding presentation and disclosure of financial

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements

statements of the issuer or public company.

The consolidated financial statements have been prepared and presented based on going concern assumption and accrual basis of accounting, except for the consolidated statements of cash flows. Basis of measurement in preparation of these consolidated financial statements is the historical costs concept, except for certain accounts which have been prepared on the basis of other measurements as described in their respective policies. Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan) Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional. Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut.

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan penyesuaian, interpretasi dan amandemen Standar yang efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020. Daftar amandemen, penyesuaian & interpretasi standar tersebut adalah sebagai berikut:

  • PSAK 1 (Amandemen 2019): "Penyajian Laporan Keuangan tentang Judul Laporan Keuangan";
  • PSAK 1 (Penyesuaian Tahunan 2019): "Penyajian Laporan Keuangan";
  • PSAK 13: Pencabutan PSAK 45: "Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba";
  • PSAK 15 (Amandemen 2017): "Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama";
  • PSAK 25 (Amandemen 2019): "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan";
  • PSAK 62 (Amandemen 2017): "Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi";
  • PSAK 71: "Instrumen Keuangan";
  • PSAK 71 (Amandemen 2017): "Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif";
  • PSAK 72: "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan";
  • PSAK 73: "Sewa";
  • PSAK 102 (Revisi 2019): "Akuntansi Murabahah";

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities.

The presentation currency used in the preparation of the consolidated financial statements is Indonesian Rupiah which is the functional currency. The Company and Subsidiaries determines its own functional currency and items included in the financial statements of each entity are measured using that functional currency.

Penerapan Standar Akuntansi Terkini The adoption of Current Accounting Standards

The Company and Subsidiaries applied Standard improvements, interpretation and amendments which are effective for year beginning on or after January 1, 2020. The list of standard amendments, interpretation are as follow:

  • PSAK 1 (Amendment 2019): "Presentation of Financial Statements regarding Title of Financial Statements";
  • PSAK 1 (Improvement 2019): "Presentation of Financial Statements";
  • PSAK 13: Revocation of PSAK 45: "Non-profit Entity Financial Reporting";
  • PSAK 15 (Amendment 2017): "Investment in Associates and Joint Ventures regarding Longterm Interests in Associates and Joint Ventures";
  • PSAK 25 (Amendment 2019): "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors";
  • PSAK 62 (Amendment 2017): "Insurance Contract regarding Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62: Insurance Contract";
  • PSAK 71: "Financial Instrument";
  • PSAK 71 (Amendment 2017): "Financial Instrument regarding Prepayment Features with Negative Compensation";
  • PSAK 72: "Revenue from Contract with Customer";
  • PSAK 73: "Lease";
  • PSAK 102 (Amendment 2019): "Murabahah Accounting";

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan penyesuaian, interpretasi dan amandemen Standar yang efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020. Daftar amandemen, penyesuaian & interpretasi standar tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan)

  • ISAK 35: "Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba";
  • ISAK 101: "Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan Terkait Kepemilikan Persediaan";
  • ISAK 102: "Penurunan Nilai Piutang Murabahah".

Selain PSAK 71, 72, dan 73, penerapan ini tidak memberikan pengaruh yang material pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.

Penerapan atas PSAK 71 Adoption of PSAK 71

PSAK 71: Instrumen Keuangan diterbitkan di bulan Juli 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 71 mulai 1 Januari 2020.

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan dan tidak melakukan penyajian kembali untuk informasi komparasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

The Company and Subsidiaries applied Standard improvements, interpretation and amendments which are effective for year beginning on or after January 1, 2020. The list of standard amendments, interpretation are as follow: (continued)

  • ISAK 35: "Presentation of Non-profit Oriented Entities Financial Statements";
  • ISAK 101: Recognition of Resilient Murabahah Revenues without Significant Risk Related to Ownership of Inventory;
  • ISAK 102: Impairment of Murabahah Receivables.

Except for PSAK 71, 72, and 73, the adoption did not have a material impact on the Company and Subsidiaries' consolidated financial statements.

PSAK 71: Financial Instruments was issued in July 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted. The Company and its Subsidiaries implements PSAK 71 started on January 1, 2020.

The Company and its Subsidiaries implements PSAK 71: Financial Instruments retrospectively with the cumulative effect of initial application recognized and has not restated comparative information.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 71 (lanjutan) Adoption of PSAK 71 (continued)

Berikut perubahan utama dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan beserta dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak:

  • i. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan Dalam PSAK 71, aset keuangan diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Klasifikasi ini berdasarkan dua kriteria:
  • Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu; dan
  • Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga ("SPPI") dari jumlah pokok terutang.

Pokok merupakan nilai wajar dari instrumen pada saat pengakuan awal. Bunga merupakan kompensasi untuk nilai waktu uang dan risiko kredit terkait beserta kompensasi untuk risiko lain dan biaya yang konsisten dengan persyaratan dalam peminjaman standar dan marjin laba. Kategori aset ini membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada saat pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung persyaratan yang dapat mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan persyaratan SPPI.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

The main changes in regard to PSAK 71: Financial Instruments and impact of the Company and its Subsidiaries's financial statements are as follows:

  • i. Financial assets classification and measurement In PSAK 71, financial assets are classified to amortized cost, fair value through other comprehensive income, and fair value through profit and loss. The classification is determined based on two criteria:
  • The Company and its Subsidiaries's business model to achieve a particular business objective in managing the financial assets; and
  • The characteristics of the contractual cash flows that are solely payments of principal and interest ("SPPI") on the principal amount outstanding.

Principal represents the fair value of the instrument at the time of initial recognition. Interest represents compensation for the time value of money and associated credit risks together with compensation for other risks and costs consistent with a basic lending arrangement and a profit margin. This requires an assessment at initial recognition of the contractual terms to determine whether it contains a term that could change the timing or amount of cash flows in a way that is inconsistent with the SPPI criteria.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 71 (lanjutan) Adoption of PSAK 71 (continued)

i. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan (lanjutan)

Berdasarkan hasil kajian Perusahaan dan Entitas Anak dengan menggunakan kedua kriteria tersebut, tidak terdapat dampak perubahan signifikan terhadap klasifikasi dan pengukuran aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Seluruh aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, dan aset keuangan tersedia untuk dijual menurut PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran berubah menjadi kategori aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sesuai PSAK 71: Instrumen Keuangan. Karena sebelumnya aset keuangan tersebut telah diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, maka pengukuran aset keuangan tersebut tidak perlu disesuaikan.

ii. Penurunan nilai aset keuangan Penerapan PSAK 71: Instrumen Keuangan mengubah pendekatan perhitungan penurunan nilai untuk aset keuangan dari metode kerugian yang telah terjadi di PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran: menjadi pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) di PSAK 71: Instrumen Keuangan. Berdasarkan standar baru ini, Perusahaan dan Entitas Anak harus membentuk cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan informasi yang wajar dan terdukung mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan kondisi ekonomi masa depan. Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai ini tidak berdampak signifikan pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

i. Financial assets classification and measurement (continued)

Based on the Company and its Subsidiaries review using both criteria, there is no significant impact on the classification and measurement of the Company and its Subsidiaries Financial Assets. All of the Company and its Subsidiaries Financial Assets that were classified as loans and receivables, and available-for-sale financial assets in PSAK 55: Financial Instruments Recognition and Measurement are now classified as financial assets measured at amortized costs, and financial assets measured at fair value through other comprehensive income in PSAK 71: Financial Instruments. These financial assets were previously measured at amortized costs, and fair value through other comprehensive income, hence no need to adjust for the measurements of those financial assets.

ii. Financial assets impairment

The implementation of PSAK 71: Financial Instruments changes the approach of financial asset impairment modeling from incurred loss in PSAK 55: Financial Instrumens Recognition and Measurement to Expected Credit Loss (ECL) in PSAK 71: Financial Instruments. Based on the new standard, The Company and its Subsidiaries are required to calculate an allowance for credit losses by considering any information related to the past events, current events, and future economic conditions. This method transformation on the calculation of financial assets impairment has no significant impact on the carrying amount of the Company and its Subsidiaries's financial assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 72 Adoption of PSAK 72

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, diterbitkan di bulan Juli 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mulai 1 Januari 2020.

Pada tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan PSAK 72 dan membukukan penyesuaian pada saldo awal laba ditahan sehubungan dengan pendapatan yang telah diakui pada tahun sebelumnya. Penyesuaian saldo awal laba ditahan adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, was issued in July 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted. The Company and its Subsidiaries implements PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers starting from January 1, 2020.

As at January 1, 2020, the Company and its Subsidiaries have adopted PSAK 72 and adjusted beginning balance of retained earnings regarding revenue recognized in previous year. Adjusted beginning balance of retained earnings are as follows:

1 Januari 2020 / January 1, 2020
Berdasarkan
PSAK 23/
Based on
PSAK 23
Penyesuaian
Saldo Laba/
Adjustment to
Retained Earnings
Berdasarkan
PSAK 72/
Based on
PSAK 72
Proyek dalam Penyelesaian 241,017 66,763 307,780 Project in Progress
Beban Akrual Proyek (485,162) (962) (486,124) Accrued Project Expenses
Uang Muka Pelanggan (95,277) (9,501) (104,778) Advance from Customers
Pendapatan diterima di Muka (98,746) (66,602) (165,348) Unearned Revenue
Dampak Penerapan
Awal PSAK 72
(10,302) Impact of the First
Implementation of PSAK 72

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

  • i. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
  • ii. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;

Revenue from contracts from customers

  • i. Identify contract(s) with a customer;
  • ii. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct;

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 72 (lanjutan) Adoption of PSAK 72 (continued) Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

  • iii. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan dan Entitas Anak membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
  • iv. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
  • v. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

  • Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
  • Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan dan Entitas Anak memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued) Revenue from contracts from customers (continued)
  • iii. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Company and its Subsidiaries estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period;
  • iv. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative stand-alone selling price are estimated based on expected cost plus margin;
  • v. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or services).

A performance obligation may be satisfied at the following:

  • A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
  • Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Company and its Subsidiaries selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognized as the performance obligation is satisfied.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 72 (lanjutan) Adoption of PSAK 72 (continued) Beban dari kontrak dengan pelanggan dan beban lainnya

Beban yang berhubungan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk suatu kontrak proyek di mana pendapatan proyek tidak diakui sampai unsurunsur tertentu dalam kontrak telah dilaksanakan, ditangguhkan dan diakui pada saat pendapatan diakui. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.

Penerapan atas PSAK 73 Adoption of PSAK 73

Pada saat penerapan PSAK 73, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi' berdasarkan prinsip-prinsip dalam PSAK 30, "Sewa".

Pada tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan PSAK 73 dan membukukan penyesuaian pada saldo awal laba ditahan sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

Expenses from contracts with customers and other expenses

Expenses directly related to project costs of contracts wherein the contract revenue cannot be recognized until certain conditions in the contract are fulfilled are deferred and recognized when the contract revenue is recognized. Other expenses are recognized when incurred on an accrual basis.

On the adoption of PSAK 73, the Company and Subsidiaries recognized right-of-use assets and lease liabilities in relation to leases which were previously classified as 'operating lease' under the principles of PSAK 30, "Leases".

As at January 1, 2020, the Company and its Subsidiaries have adopted PSAK 73 and adjusted beginning balance of retained earnings are as follows:

1 Januari 2020 / January 1, 2020
Berdasarkan
PSAK 30/
Based on
PSAK 30
Penyesuaian
Saldo Laba/
Adjustment to
Retained Earnings
Berdasarkan
PSAK 73/
Based on
PSAK 73
Aset Tetap – Aset Hak Guna -
Setelah Akumulasi Penyusutan
- 6,835 6,835 Fixed Assets – Right of Use Assets -
After Accumulated Depreciation
Sewa Dibayar di Muka – Jangka Pendek 2,565 (1,908) 657 Prepaid Rent – Short Term
Sewa Dibayar di Muka – Jangka Panjang 587 (587) - Prepaid Rent – Long Term
Liabilitas Sewa - (4,338) (4,338) Lease Liabilities
Utang Bunga - (89) (89) Interest Payable
Dampak Penerapan
Awal PSAK 73
(87) Impact of the First
Implementation of PSAK 73

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan atas PSAK 73 (lanjutan) Adoption of PSAK 73 (continued)

Dalam menerapkan PSAK 73 untuk pertama kalinya, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar:

  • Untuk semua kontrak yang ditandatangani sebelum 1 Januari 2020 dan yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa berdasarkan PSAK 30 serta tidak berlanjut setelah 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak tidak menilai kembali apakah kontrak tersebut mengandung sewa berdasarkan PSAK 73.
  • Atas dasar sewa per sewa, Perusahaan dan Entitas Anak telah:
  • menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;
  • sewa operasi yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari 1 Januari 2020 diperlakukan sebagai sewa jangka pendek;
  • pengecualian biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal;
  • menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight) dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa;
  • mengandalkan penilaian apakah sewa bersifat memberatkan sesuai PSAK 57, "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi" segera sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan tinjauan penurunan nilai.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

In applying PSAK 73 for the first time, the Company and Subsidiaries used the following practical expedients permitted by the standard:

  • For all contracts entered into before January 1, 2020, and that were previously identified as leases under PSAK 30 and not continued after January 1, 2020, the Company and Subsidiaries has not reassessed if such contracts contain leases under PSAK 73.
  • On lease by lease basis, the Company and Subsidiaries has:
  • apply a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
  • operating leases with a remaining lease term of less than 12 months as at January 1, 2020, are treated as short-term lease;
  • the exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application;
  • the use of hindsight in determining the lease term where the contract contains options to extend or terminate the lease;
  • rely on the assessment of whether leases are onerous based on PSAK 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets" immediately before the date of initial application as an alternative to perform an impairment review.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Standar Akuntansi dan Interpretasi Standar yang Telah Disahkan Namun Belum Berlaku Efektif

Standar baru dan amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2021, yaitu:

• PSAK 22: "Kombinasi Bisnis"

Hingga tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasi, Perusahaan dan Entitas Anak masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar dan interpretasi standar tersebut.

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian c. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak seperti disebutkan pada Catatan 1.c.

Entitas Anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, atau memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).

Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Perusahaan mengendalikan entitas lain.

Laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Perusahaan dan seluruh Entitas Anak yang secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh Perusahaan. Entitas Anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana Perusahaan secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal pengendalian berakhir.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. The Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements (continued) Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The adoption of Current Accounting Standards (continued)

New Accounting Standard and Interpretation of Standard which Has Issued but Not Yet Effective

New standards and amendment to standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2021, is as follows:

PSAK 22: "Business Combination"

Until the date of the consolidated financial statements is authorized, the Company and Subsidiaries is still evaluating the potential impact of the adoption of new standards, amendments to standards and interpretations of these standards.

The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and Subsidiaries as described in Note 1.c.

A subsidiary is an entity controlled by the Company, or has rights, to variable returns from its involvement with the entity and has the ability to affect those returns through its current ability to direct the entity's relevant activities (power over the investee).

The existence and effect of substantive potential voting rights that the Company has the practical ability to exercise (i.e. substantive rights) are considered when assessing whether the Company controls another entity.

The Company and Subsidiaries' financial statements incorporate the results, cash flows, assets and liabilities of the Company and all direct and indirect Subsidiaries that are controlled by the Company. Subsidiaries are consolidated from the effective date of acquisition, which is the date on which the Company effectively obtains control of the acquired business, until that control ceases.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan) Entitas Induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam grup dieliminasi secara penuh.

Perusahaan dan Entitas Anak mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Perusahaan dan Entitas Anak menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam Entitas Anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari entitas induk.

Jika Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian, maka Perusahaan dan Entitas Anak:

  • menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas Entitas Anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang;
  • menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada Entitas Anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
  • mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Principles of Consolidation (continued)

A Parent prepares consolidated financial statements using uniform accounting policies for like transactions and other events in similar circumstances. All intragroup transactions, balances, income, expenses and cash flows are eliminated in full on consolidation.

The Company and its Subsidiaries attributed the profit and loss and each component of other comprehensive income to the owners of the parent and non-controlling interest even though this results in the non-controlling interests having a deficit balance. The Company and its Subsidiaries presents non-controlling interest in equity in the consolidated statement of financial position, separately from the equity owners of the parent.

Changes in the parent's ownership interest in a subsidiary that do not result in loss of control are equity transactions (i.e. transactions with owners in their capacity as owners). When the proportion of equity held by non-controlling interest change, the Company and its Subsidiaries adjusted the carrying amounts of the controlling interest and non-controlling interest to reflect the changes in their relative interest in the Subsidiaries. Any difference between the amount by which the non-controlling interests are adjusted and the fair value of the consideration paid or received is recognized directly in equity and attributed to the owners of the parent.

If the Company and its Subsidiaries loses control, the Company and its Subsidiaries:

  • derecognize the assets (including goodwill) and liabilities of the Subsidiary at their carrying amounts at the date when control is lost;
  • derecognize the carrying amount of any noncontrolling interests in the former Subsidiary at the date when control is lost (including any components of other comprehensive income attributable to them);
  • recognize the fair value of the consideration received (if any) from the transaction, event or circumstances that resulted in the loss of control;

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)

  • mengakui sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian;
  • mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan Entitas Anak;
  • mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal tahun pelaporan, tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya.

e. Instrumen Keuangan e. Financial Instrument

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Perusahaan dan Entitas Anak menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan dan Entitas Anak mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Principles of Consolidation (continued)

  • recognize any investment retained in the former Subsidiary at fair value at the date when control is lost;
  • reclassify to profit or loss, or transfer directly to retained earnings if required by other SAKs, the amount recognized in other comprehensive income in relation to the Subsidiary;
  • recognize any resulting difference as a gain or loss attributable to the parent.

d. Kas dan Setara Kas d. Cash and Cash Equivalents

Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with maturities of 3 (three) months or less since the reporting year, which are not pledged or restricted in the usage.

Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement

The Company and its Subsidiries recognize a financial assets or a financial liabilities in the consolidated statement of financial position, when and only when, it becomes a party to the contractual provisions of the instrument. At initial recognition, the Company and Subsidiaries measure all financial assets and financial liabilites at its fair value. In the case of a financial asset or financial liability not at fair value through profit or loss, fair value plus or minus with the transaction costs that are directly attributtable to the acquisition or issue of the financial asset or financial liability. Transaction costs incurred on acquisition of a financial asset and issue of a financial liability classified at fair value through profit or loss are expensed immediately.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan Subsequent Measurement of Financial Assets Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020 Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:

1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.

2. Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM) Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan dan entitas anak mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Accounting treatment before January, 1 2020

Subsequent measurement of financial assets depends on their classification on initial recognition. The Company and Subsidiaries classify financial assets in one of the following four categories:

1. Financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL)

Financial assets at FVTPL are financial assets held for trading or upon initial recognition it is designated as at fair value through profit or loss. Financial asset classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling and repurchasing it in the near term, or it is a part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking, or it is a derivative, except for a derivative that is a designated and effective hedging instrument.

After initial recognition, financial assets at FVTPL are measured at its fair value. Gains or losses arising from a change in the fair value of financial assets are recognized in profit or loss.

2. Held-to-Maturity investments (HTM)

HTM investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturity that the Company and subsidiaries have the positive intention and ability to hold to maturity.

After initial recognition, HTM investments are measured at amortized cost using the effective interest method.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan (lanjutan)

Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan)

Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut: (lanjutan)

3. Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

  • a. pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
  • b. pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; atau
  • c. pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman.

Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

4. Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)

Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Subsequent Measurement of Financial Assets (continued)

Accounting treatment before January, 1 2020 (continued)

Subsequent measurement of financial assets depends on their classification on initial recognition. The Company and Subsidiaries classify financial assets in one of the following four categories: (continued)

3. Loans and Receivables

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than:

  • a. those that intends to sell immediately or in the near term and upon initial recognition designated as at fair value through profit or loss;
  • b. those that upon initial recognition designated as available for sale; or
  • c. those for which the holder may not recover substantially all of its initial investment, other than because of credit deterioration.

After initial recognition, loans and receivable are measured at amortized cost using the effective interest method.

4. Available-for-Sale Financial Assets (AFS)

Available-for-sale financial assets are nonderivative financial assets that are designated as available for sale on initial recognition or are not classified as (a) loans and receivable, (b) held-tomaturity investment, or (c) financial assets at fair value through profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan (lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 71, Instrumen Keuangan, secara retrospektif, namun memilih untuk tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sehingga, informasi komparatif tetap disajikan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak sebelumnya.

Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

1. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Dimortisasi

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • a. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
  • b. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya.

Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Subsequent Measurement of Financial Assets (continued)

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 Accounting treatment since January 1, 2020

The Company and Subsidiaries apply PSAK 71, retrospectively, but has elected not to restate comparative information. As a result, the comparative information provided continues to be accounted for in accordance with the Company and Subsidiaries' previous accounting policy.

The Company and Subsidiaries and Subsidiaries' financial assets are classified into the following specified categories: financial assets at amortized costs, financial assets at fair value through other comprehensive income, and financial assets at fair value through profit or loss.

1. Financial Assets Measured at Amortized Costs

Financial assets are measured at amortized costs if these conditions are met:

  • a. the objective of the Company and Subsidiaries's business model to hold the financial assets is only to collect contractual cash flows; and
  • b. the contractual cash flows of the financial asset give rise to payments on specified dates that are solely payments of principal and interest ("SPPI") on the principal amount outstanding.

The financial asset is measured at the amount recognized at initial recognition minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization of any difference between that initial amount and the maturity amount, and any loss allowance.

Interest income is calculated using the effective interest method and is recognized in profit or loss. Changes in fair value are recognized in profit and loss when the asset is derecognized or reclassified.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan (lanjutan) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)
  • 1. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi (lanjutan) Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering.
  • 2. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain ("FVOCI")

Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • a. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
  • b. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga ("SPPI") dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Subsequent Measurement of Financial Assets (continued)

Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

1. Financial Assets Measured at Amortized Costs (continued)

Financial assets classified to amortized cost may be sold where there is an increase in credit risk. Disposals for other reasons are permitted but such sales should be insignificant in value or infrequent in nature.

2. Financial Assets Measured at Fair Value Through Other Comprehensive Income ("FVOCI")

The financial assets are measured at FVTOCI if these conditions are met:

  • a. the objective of the Company and Subsidiaries's business model to hold the financial assets is to collect contractual cash flows and to sell the assets; and
  • b. the contractual cash flows of the financial asset give rise to payments on specified dates that are solely payments of principal and interest ("SPPI") on the principal amount outstanding.

The financial assets are measured at fair value. The changes in fair value are recognized initially in other comprehensive income (OCI), except for impairment gains and losses, and a portion of foreign exchange gains and losses, are recognized in profit or loss. When the asset is derecognized or reclassified, changes in fair value previously recognized in other comprehensive income and accumulated in equity are reclassified from equity to profit and loss as a reclassification adjustment.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan (lanjutan)

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

3. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi ("FVTPL")

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.

Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.

Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:

1. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Labar Rugi

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Subsequent Measurement of Financial Assets (continued)

Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

3. Financial Assets at Fair Value through Profit or Loss ("FVTPL")

Financial assets measured at FVTPL are those which do not meet both for neither amortized costs nor FVTOCI.

After initial recognition, FVTPL financial assets are measured at fair value. The changes in fair value are recognized in profit or loss.

Financial assets in form of derivatives and investment in equity instrument are not eligible to meet both criteria for amortized costs or fair value through other comprehensive income FVTOCI. Hence, these are measured at fair value through profit or loss FVTPL. Nonetheless, the Company and Subsidiaries may irrevocably designated an investment in an equity instrument which is not held for trading in any time soon as FVTOCI. This designation result in gains and losses to be presented in other comprehensive income, except for dividend income on a qualifying investment which is recognized in profit or loss. Cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are reclassified to retained earnings, not to profit or loss.

Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan Subsequent Measurement of Financial Liabilties

Subsequent measurement of financial liabilities depends on their classification on initial recognition. The Company and Subsidiaries classify financial liabilities into one of the following categories:

1. Financial liabilities at fair value through profit or loss

Financial liabilities at fair value through profit or loss are financial liabilities held for trading or upon initial recognition it is designated as at fair value through profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan (lanjutan)
  • 1. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Labar Rugi (lanjutan) Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

2. Liabilitas Keuangan Lainnya

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan dan Entitas Anak saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Subsequent Measurement of Financial Liabilities (continued)

1. Financial liabilities at fair value through profit or loss (continued)

Financial liabilities classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling and repurchasing it in the near term, or it is a part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking, or it is a derivative, except for a derivative that is a designated and effective hedging instrument.

After initial recognition, financial liabilities at fair value through profit or loss are measured at its fair value. Gains or losses arising from a change in the fair value are recognized in profit or loss.

2. Other Financial Liabilities

Financial liabilities that are not classified as financial liabilities at fair value through profit or loss are grouped in this category and are measured at amortized cost using the effective interest method.

Offsetting a Financial Asset and a Financial Liability

A financial asset and financial liability shall be offset when and only when, the Company and its Subsidiaries currently has a legally enforceable right to set off the recognized amount; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Reklasifikasi Reclassification

Perusahaan dan Entitas Anak tidak mereklasifikasi instrumen derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dan Entitas Anak dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Perusahaan dan Entitas Anak tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.

Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan dan Entitas Anak, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar.

Perusahaan dan Entitas Anak mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan dan Entitas Anak mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020 Accounting treatment before January 1, 2020

The Company and Subsidiaries shall not reclassify a derivative instrument out of the fair value through profit or loss category while it is held or issued and not reclassify any financial instrument out of the fair value through profit or loss category if upon initial recognition it was designated by the Company and Subsidiaries as at fair value through profit or loss. The Company and Subsidiaries may reclassify the financial asset out of the fair value through profit or loss category if it is no longer held for the purpose of selling or repurchasing it in the near term. The Company and Subsidiaries shall not reclassify any financial instrument into the fair value through profit or loss category after initial recognition.

If, as a result of a change in the Company and Subsidiaries' intention or ability, it is no longer appropriate to classify an investment as held-tomaturity investments, it shall be reclassified to available-for–sale investments and remeasured at fair value. Whenever sales or reclassification of more than insignificant amount of held-to-maturity investments, any remaining held-to-maturity investments shall be reclassified as available for sale, other than sale or reclassification that are so close to maturity or the financial asset's call date, occur after all the financial asset's original principal has been collected substantially through scheduled payments or prepayments, or are attributable to an isolated event that is beyond control, non-recurring, and could not have been reasonably anticipated.

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 Accounting treatment since January 1, 2020

The Company and Subsidiaries reclassifies a financial asset if and only if the Company and Subsidiaries's business model objective for its financial assets changes so its previous model assessment would no longer apply.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Reklasifikasi (lanjutan) Reclassification (continued) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Ketika Perusahaan dan Entitas Anak mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.

Ketika Perusahaan dan Entitas Anak mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Perusahaan dan Entitas Anak melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.

Pada saat Perusahaan dan Entitas Anak mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Perusahaan dan Entitas Anakmereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

If the Company and Subsidiaries reclassifies a financial asset, it is required to apply the reclassification prospectively from the reclassification date. Previously recognized gains, losses (including impairment gains or losses) or interest are not restated.

When the Company and Subsidiaries reclassifies its financial asset out of the amortized cost into fair value through profit or loss, then its fair value is measured at reclassification date. Any gains or losses resulted from the difference between previous amortized cost and its fair value is recognized in profit or loss. Otherwise, if the Company and Subsidiaries reclassifies its financial asset from FVTPL into amortized cost, then its fair value at the date of reclassification becomes new gross carrying amount.

When the Company and Subsidiaries reclassifies its financial asset out of the amortized cost into fair value through other comprehensive income, its fair value is measured at the reclassification date. Any gains or losses resulted from the difference between previous amortized cost and fair value is recognized in other comprehensive income. Effective interest rate and expected credit loss measurement are not adjusted as a result of the reclassification. Otherwise, when the Company and Subsidiaries reclassifies its financial asset out of the fair value through other comprehensive income into amortized cost, the financial asset is reclassified by its fair value at the reclassification date. However, any cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are omitted from equity and adjusted to the financial asset's fair value at the date of reclassification. Consequently, at the reclassification date, the financial asset is measured the same way as if it were amortized cost.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Reklasifikasi (lanjutan) Reclassification (continued) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.

Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:

  • a. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
  • b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
  • c. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).

Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan dan Entitas Anak sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

This adjustment affects other comprehensive income but not profit or loss, and hence it is not a reclassification adjustment. Effective interest rate and expected credit loss are no longer adjusted as a result of the reclassification.

Pengukuran Nilai Wajar Fair Value Measurement

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.

The fair value of financial assets and financial liabilities must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes.

Fair values are categorised into different levels in a fair value hierarchy based on the degree to which the inputs to the measurement are observable and the significance of the inputs to the fair value measurement in its entirety:

  • a. Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that can be accessed at the measurement date (Level 1);
  • b. Inputs other than quoted prices included in Level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly or indirectly (Level 2);
  • c. Unobservable inputs for the assets or liabilities (Level 3).

When measuring the fair value of an asset or a liability, the Company and its Subsidiaries use market observable data to the extent possible. If the fair value of an asset or a liability is not directly observable, the Company and its Subsidiaries use valuation techniques that appropriate in the circumstances and maximize the use of relevant observable inputs and minimize the use of unobservable inputs.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Perusahaan dan Entitas Anak mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan dan Entitas Anak tetap mengakui aset keuangan tersebut.

Perusahaan dan Entitas Anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dalam laba rugi tahun berjalan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan sewa dari sewa operasi diamortisasi atas dasar garis lurus selama masa sewa.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Financial Instrument (continued) Derecognition of Financial Assets and Liabilities

The Company and Subsidiaries derecognize a financial asset when, and only when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire or the Company and Subsidiaries transfer the contractual rights to receive the cash flows of the financial asset or retains the contractual rights to receive the cash flows but assumes a contractual obligation to pay the cash flows to one or more recipients in an arrangement. If the Company and Subsidiaries transfer substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, the Company and Subsidiaries derecognize the financial asset and recognize separately as asset or liabilities any rights and obligation created or retained in the transfer. If the Company and Subsidiaries and Subsidiaries neither transfer nor retains substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset and has retained control, the Company and Subsidiaries continue to recognize the financial asset to the extent of its continuing involvement in the financial asset. If the Company and Subsidiaries and Subsidiaries retain substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, the Company and Subsidiaries continue to recognize the financial asset.

The Company and Subsidiaries remove a financial liability from its statement of financial position when, and only when, it is extinguished, i.e. when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expires.

f. Sewa f. Leases

Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020 Accounting Treatment before January 1, 2020

Leases that do not transfer all risks and rewards substantially to ownership are classified as operating leases. Operating lease payments are recognized as an expense in the statements of comprehensive income for the year on a straight-line basis over the lease term. Lease income from operating leases is amortized on a straight-line basis over the lease term.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Sewa (lanjutan) f. Leases (continued) Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Rental kontijen diakui pada periode terjadinya.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. Kewajiban sewa yang terkait, dikurangi dengan beban keuangan dimasukkan ke dalam "utang sewa pembiayaan". Elemen bunga dari beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodik yang konstan untuk saldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa manfaat aset dan masa sewa apabila tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapat hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa dibayar di muka jangka panjang yang umumnya untuk ruangan toko, diamortisasi dengan metode garis lurus, terhitung sejak dibukanya toko/perpanjangan sewa toko yang bersangkutan selama jangka waktu sewa. Bagian yang akan dibebankan pada usaha dalam satu tahun direklasifikasi dan disajikan di aset lancar sebagai bagian dari "Biaya Dibayar di Muka".

Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73, Sewa, secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan PSAK diakui pada 1 Januari 2020, sehingga, informasi komparatif tetap disajikan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak sebelumnya.

Pada awal kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah suatu kontrak adalah, atau mengandung, suatu sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk menguasai penggunaan aset untuk periode waktu tertentu dengan imbalan tertentu.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Accounting Treatment before January 1, 2020 (continued)

Contingent rent is recognized in the period incurred.

Each lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate on the balance finance oustanding. The corresponding rental obligations, net of finance charges, are included in "finance lease payable". The interest element of the finance cost is charged to the profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. The fixed assets acquired under finance leases is depreciated over the shorter of the useful life of the asset and the lease term if there is no reasonable certainty that the group will obtain ownership at the end of the lease term.

Long-term prepaid rents, generally on store space, is amortized on the straight-line method starting from the opening of the leased store/renewal of the lease over the lease period. The portion of the rent charged to operations within one year is reclassified and presented under the current assets as part of "Prepaid Expenses".

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 Accounting treatment since January 1, 2020

The Company and Subsidiaries apply PSAK 73, Leases, retrospectively with the cumulative effect of initially applying the new standard recognised on January 1, 2020. As a result, the comparative information provided continues to be accounted for in accordance with the Company and Subsidiaries' previous accounting policy.

At inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether a contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of assets for a period of time in exchange for consideration.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Sewa (lanjutan) f. Leases (continued) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak – sebagai Lessee Pada awal masa sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal masa sewa. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga pinjaman inkremental lessee. Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap yang dimiliki sendiri.

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa operasi. Aset hak guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa dengan memperhitungkan setiap pembayaran sewa dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya sewa, ditambah biaya langsung awal yang dikeluarkan, dikurangi insentif sewa yang diterima.

Aset hak guna kemudian disusutkan selama masa manfaat yang diharapkan dengan dasar yang sama dengan aset tetap yang dimiliki atau jika lebih pendek, jangka waktu sewa terkait. Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai sekarang dari pembayaran sewa yang tidak dibayarkan pada tanggal dimulainya, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif.

Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih untuk sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dan aset bernilai rendah dicatat sebagai beban berdasarkan garis lurus selama masa sewa.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

The Company and Subsidiaries – as Lessee

At the commencement of the lease term, the Company and Subsidiaries recognize finance leases as assets and liabilities in the statements of financial position at amounts equal to the fair value of leased asset or the present value of the minimum lease payments, if the present value is lower than fair value. Assessment is determined at the inception of the lease. The discount rate to be used in calculating the present value of the minimum lease payments is the interest rate implicit in the lease, if this is practicable to determine, if not, the lessee's incremental borrowing is used. Any initial direct costs of the lessee are added to the amount recognized as an asset. The depreciation policy for depreciable leased assets is consistent with the fixed assets that are owned.

The Company and Subsidiaries recognised a right to use assets and lease liability at the operating lease commencement date. The right of use asset is initially measure at cost, which comprise the initial amount of lease liability adjusted for any lease payments made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred, less any lease incentive received.

Right of use asset is subsequently depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant lease. The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, and measured at amortised cost using the effective interest rate.

The Company and Subsidiaries has elected recognised leases that has a lease term of 12 months or less and low value assets as an expense on a straight line basis over the lease term.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Sewa (lanjutan) f. Leases (continued) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak – sebagai Lessor Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto Perusahaan dan Entitas Anak sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.

Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada tahun terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

Jual dan Sewa Balik

Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Aset yang dijual berdasarkan transaksi jual dan sewa-balik yang menghasilkan sewa pembiayaan, maka selisih lebih hasil penjualan atas nilai tercatat akan ditangguhkan dan diamortisasi selama estimasi masa penggunaan aset.

Perlakuan Akuntansi sejak 1 Januari 2020

Ketika Perusahaan dan Entitas Anak (penjualpenyewa) mengalihkan aset kepada entitas lain (pembeli-pesewa) dan menyewa aset tersebut kembali dari pembeli-pesewa, maka baik penjualpenyewa maupun pembeli-pesewa mencatat kontrak pengalihan dan sewa.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

The Company and Subsidiaries – as Lessor

The Company and Subsidiaries recognize assets under a finance lease as a receivable in the statements of financial position at an amount equal to the net investment in the lease. Collection of lease receivable is treated as principal payments and finance income. The recognition of finance income is based on a pattern reflecting a constant periodic rate of return on the Company and Subsidiaries' net investment in the finance lease as lessor.

The Company and Subsidiaries present assets subject to operating leases in the statements of financial position according to the nature of the asset. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized as an expense over the lease term on the same basis as the lease income. Contingent rents, if any, are recognized as income in the year incurred. Lease income from operating leases is recognized as revenue on a straight-line basis over the lease term.

Sale and Lease Back

Accounting treatment before January 1, 2020

Assets sold under a sale and leaseback transaction that result in a finance lease, any excess of the proceeds from the sale of the carrying amount of the asset will be deferred and amortized over the estimated useful life of the assets.

Accounting treatment since January 1, 2020

When the Company and its Subsidiaries (seller-lessee) transfer assets to another entity (buyer-lessor) and lease back the asset from the buyer-lessor, both the sellerlessee and buyer-lessor enter into the transfer and lease contracts.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Sewa (lanjutan) f. Leases (continued) Jual dan Sewa Balik (lanjutan) Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Jika pengalihan aset oleh penjual-penyewa memenuhi persyaratan dalam PSAK 72 untuk dicatat sebagai penjualan aset, maka:

  • a. Penjual-penyewa mengukur aset hak-guna yang timbul dari sewa-balik pada proporsi jumlah tercatat aset sebelumnya yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan oleh penjual-penyewa. Dengan demikian, penjualpenyewa mengakui hanya jumlah untung atau rugi yang terkait dengan hak yang dialihkan dengan pembeli-pesewa.
  • b. Pembeli-pesewa mencatat pembelian aset dengan menerapkan standar yang relevan, dan untuk sewa dengan menerapkan persyaratan dalam PSAK 73.

Jika nilai wajar imbalan untuk penjualan aset tidak sama dengan nilai wajar aset, atau jika pembayaran untuk sewa tidak sama dengan harga pasar, maka entitas melakukan penyesuaian dibawah ini untuk mengukur hasil penjualan pada nilai wajar:

  • a. Jika di bawah harga pasar, maka dicatat sebagai pembayaran sewa dibayar dimuka; dan
  • b. Jika di atas harga pasar, maka dicatat sebagai tambahan pembiayaan yang diberikan oleh pembeli-pesewa kepada penjual-penyewa.

Perusahaan dan Entitas Anak mengukur kemungkinan penyesuaian yang diisyaratkan berdasarkan mana yang lebih dapat ditentukan dari:

  • a. Selisih antara nilai wajar imbalan penjualan dan nilai wajar aset; dan
  • b. Selisih antara nilai kini pembayaran kontraktual sewa dan nilai kini pembiayaan sewa pada harga pasar.

Jika pengalihan aset oleh penjual-penyewa tidak memenuhi persyaratan dalam PSAK 72 untuk dicatat sebagai penjualan aset, maka penjual-penyewa tidak membatalkan pengakuan atas aset yang dialihkan dan mencatat nilai yang diterima sebagai liabilitas keuangan. Pembeli-pesewa tidak mengakui aset yang dialihkan dan mencatat nilai yang dibayarkan sebagai aset keuangan (piutang).

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Sale and Lease Back (continued) Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

If the transfer of the assets from seller-lessee qualifies as a sale in accordance with PSAK 72:

  • a. The seller-lessee measures a right-of-use asset arising from the leaseback as the proportion of the previous carrying amount of the asset that relates to the right of use retained. Therefore, the gain or loss that the seller-lessee recognises is limited to the proportion of the total gain or loss that relates to the rights transferred to the buyer-lessor.
  • b. The buyer-lessor accounts for the purchase in accordance with relevant applicable standards, and for the leaseback in accordance with PSAK 73.

If the consideration for the sale is not equal to the fair value of the asset, or if the payment are not at market rates, the entity make adjustments to measure fair value of the sale proceeds as follows:

  • a. If the price is below market terms, recorded as prepayment; and
  • b. If the price is above market terms, recorded as an additional financing given by buyer-lessor to the seller-lessee.

The Company and Subsidiaries measure the implied possible adjustments based on which is more determinable than:

  • a. The difference between the fair value of the sale consideration and the fair value of the assets; and
  • b. Difference between the present value of the lease contractual payments and the present value of the lease at the market price.

If the transfer is not a sale in accordance with PSAK 72, the seller-lessee does not de-recognise the transferred asset and accounts for the cash received as a financial liability. The buyer-lessor does not recognise the transferred asset and, instead, accounts for the cash paid as a financial asset (receivable).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih.

Biaya perolehan persediaan teknologi informatika ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average method), kecuali harga perolehan untuk persediaan tertentu yang ditentukan dengan menggunakan metode identifikasi khusus (specific identification method). Barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar harga perolehan. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada tahun terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada tahun terjadinya pemulihan tersebut.

h. Biaya Dibayar di Muka h. Prepaid Expenses g.

Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi berdasarkan masa manfaat masingmasing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

g. Persediaan h.g. Inventories

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value.

Cost of information technology inventories are determined by the moving average method, except for the cost of certain inventories which are determined by the specific identification method. Goods in transit are stated at cost. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale.

The amount of any write-down of inventories to net realizable value and all losses of inventories shall be recognized as an expense in the year the write-down or loss occurs. The amount of any reversal of any writedown of inventories, arising from an increase in net realizable value, is recognized as a reduction in the amount of inventories recognized as an expense in the year in which the reversal occurs.

Prepaid expenses are amortized and charged to operations over their beneficial periods using the straight-line method.

i. Properti Investasi i. Investment Properties j.

Investment properties are properties (land or a building or part of a building or both) held by the owner or the lessee under a finance lease to earn rentals or for capital appreciation or both, and not for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes; or sale in the daily business activities.

Investment property is recognized as an asset when, and only when it is probable that the future economic benefits that are associated with the investment property will flow to the entity; and the cost of the investment property can be measured reliably.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga-harga pembelian dan setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung.

Setelah pengukuran awal, Perusahaan dan Entitas Anak memilih menggunakan model biaya sebesar biaya perolehan dikurangi rugi penurunan nilai untuk properti investasi berupa tanah.

Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.

Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama tahun tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Properti Investasi (lanjutan) i. Investment Properties j. (continued)

An investment property shall be measured initially at its cost, comprises its purchase price and any directly attributable expenditure.

Subsequent to initial measurement, the Company and Subsidiaries choose to use cost model at acquisition cost less impairment losses for investment property in land.

Transfer to investment property is made when, and only when, there is a change in use, evidenced by end of owner-occupation and commencement of an operating lease to another party.

Transfer from investment property is made when, and only when, there is a change in use, evidenced by commencement of owner-occupation and commencement of development with a view to sale.

An investment property is derecognized on disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from its disposal. Gains or losses arising from the retirement or disposal are determined as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset, and are recognized in profit or loss in the period of the termination or disposal.

j. Aset Tetap j. Fixed Assets

Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any cost directly attributable in bringing the assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management.

When applicable, the cost may also comprises the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located, the obligation for which an entity incurs either when the item is acquired or as a consequence of having used the item during a particular year for purposes other than to produce inventories during that period.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.

Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Aset Tetap (lanjutan) j. Fixed Assets (continued)

After initial recognition, fixed assets, except land, are carried at its cost less any accumulated depreciation, and any accumulated impairment losses.

Lands are recognized at its cost and are not depreciated.

Depreciation of fixed assets starts when its available for use and its computed based on the estimated useful lives of assets as follows:

Metode/Method Tahun/Years
Bangunan Garis lurus/Straight-line 20 Buildings
Renovasi bangunan Garis lurus/Straight-line 5 Building renovations
Peralatan kantor Garis lurus/Straight-line 2-5 Office equipments
Alat-alat transportasi Garis lurus/Straight-line 3 Transportation Equipments
Peralatan untuk disewakan Garis lurus/Straight-line 2-5 Equipments for rental
Aset hak guna Garis lurus/Straight-line 2-3 Right of use assets

Aset sewa pembiayaan dan aset hak guna disusutkan berdasarkan taksiran masa ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki sendiri atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dengan umur manfaatnya.

Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

Pada akhir tahun pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.

Assets held under finance leases and right of use assets are depreciated over their estimated useful life on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant lease.

The accumulated costs will be transferred to the respective fixed assets items at the time the asset is completed or ready for use and are depreciated since the operation.

The carrying amount of an item of fixed assets is derecognized on disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arrising from derecognition (that determined as the difference between the net disposal proceeds, if any, and the carrying amount of the item) is included in profit or loss when item is derecognized.

At the end of each reporting year, the Company and Subsidiaries made regular review of the useful lives, residual values, depreciation method and residual life based on the technical conditions.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

k. Penurunan Nilai Aset k. Impairment of Assets Value Penurunan nilai atas aset keuangan Impairment of financial assets Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai

apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan Perusahan telah mengalami penurunan nilai.

Atas efek ekuitas yang merupakan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai yang signifikan atau berkepanjangan di bawah biaya perolehannya adalah merupakan suatu indikator bahwa efek tersebut mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti bahwa aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, kerugian kumulatif atas aset tersebut yang terdapat pada bagian ekuitas harus dihapus dan diakui pada laba rugi tahun berjalan. Rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi tahun berjalan ini tidak boleh dipulihkan kembali.

Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif penurunan nilai adalah sebagai berikut:

  • kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
  • pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
  • terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan;
  • terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nila tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020 Accounting Treatment before January 1, 2020 At each reporting date, the Company will assess if there is an objective evidence that any of the

Company's financial assets are impaired.

For equity securities that are classified as available-forsale financial assets, significant or prolonged impairment value below its cost is an indicator that it is impaired. If there is evidence that the financial assets classified as available-for-sale are impaired, the cumulative losses of those assets that have been recorded in the equity section should be removed and recognized in the statements of comprehensive income for the year. Impairment losses recognized in the profit or loss for the year should not be reversed.

For other financial assets, the objective evidences of impairment value are as follows:

  • significant financial difficulties of the issuer or debtor;
  • breach of contract, such as default or deliquency in principal or interests payments;
  • there is possibility that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganization;
  • observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a group of financial assets since the initial recognition, such as adverse changes in the payment status of borrowers or economic condition that correlate with defaults.

For financial assets that are stated at amortized acquisition cost, the loss of impairment value is the difference between the carrying value of the financial assets and the present value of discounted future estimated cash flows value using original effective interest rate as applicable to financial assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued) Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat

akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Pada setiap tahun pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat tahun pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

l. Aset Takberwujud l. Intangible Assets

Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

k. Penurunan Nilai Aset (lanjutan) k. Impairment of Assets Value (continued) Perlakuan Akuntansi sejak 1 Januari 2020 Accounting Treatment since January 1, 2020

The carrying value of the financial asset is deducted directly by losses in impairment value on the financial assets, except for receivables with its carrying value deducted through the use of allowance or doubtful account. If the receivables are uncollectible, these receivables should be written off through the allowance for doubtful account. The recovery of the previously written-off amount is credited to allowance account. The changes in carrying value of allowance for doubtful accounts are recorded in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

At each reporting date, the Company assess whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Company use the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of expected credit losses. To make that assessment, the Company compare the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and consider reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition.

The Company applied a simplified approach to measure such expected credit loss for trade receivables and contract assets without significant financing component.

Intangible asset is measured on initial recognition at cost. After initial recognition, intangible asset is carried at cost less any accumulated amortization and any accumulated impairment loss. The useful life of intangible asset is assessed to be either finite or indefinite.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas Intangible asset with finite useful life Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dengan metode garis lurus (atau metode lainya sepanjang mencerminkan pola manfaat ekonomik masa depan yang diperkirakan dikonsumsi oleh entitas).

Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya, atas umur ekonomisnya (4 - 10 tahun).

Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.

m. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Perusahaan dan Entias Anak secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam Perusahaan dan Entias Anak.

Karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya) dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.

Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Aset Takberwujud (lanjutan) l. Intangible Assets (continued)

Intangible asset with finite life is amortized over the economic useful life by using a straight-line method (or other method as it reflects the pattern in which the asset's future economic benefits are expected to be consumed by the entity).

Amortization is calculated so as to write off the cost of the asset, less its estimated residual value, over its useful economic life (4 - 10 years).

The amortization period and the amortization method for an intangible asset with a finite useful life are reviewed at least at each financial year-end.

m. Difference in Value of Restructuring Transactions of Entities Under Common Control

Business combination of entities under common control transactions, such as transfers of business conducted within the framework of the reorganization of the entities that are in the same group, not a change of ownership in terms of economic substance, so that the transaction can not result in a gain or loss for the Company and Subsidiaries as a whole or the individual entity within the Company and Subsidiaries.

Due to business combination transactions of entities under common control does not lead to change in economic substance of ownership on the exchanged asset, liability, shares or other ownership instrument, then the transferred asset or liability (in its legal form) is recorded at its carrying amount as well as a business combination under the pooling of interest method.

An entity that receives the business, in a business combination of entities under common control, recognizes the difference between the amount of the consideration transferred and the carrying amount of each transaction is a business combination of entities under common control in equity under additional paid in capital.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

m. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (lanjutan)

Bila entitas yang menerima bisnis kemudian melepas entitas bisnis yang sebelumnya diperoleh, akun tambahan modal disetor yang dicatat sebelumnya, tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.

n. Pengakuan Pendapatan dan Beban n. Recognition of Revenue and Expenses

Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020 Accounting Treatment before January 1, 2020 Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

Penjualan barang Sale of goods

Penjualan barang diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan, yaitu pada saat penyerahan barang, atau dalam hal barang disimpan di gudang Perusahaan atas permintaan pelanggan, pada saat diterbitkan faktur.

Pendapatan jasa diakui saat jasa diberikan kepada pelanggan atau mengacu pada tingkat penyelesaian transaksi.

Beban yang berhubungan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk suatu kontrak proyek di mana pendapatan proyek tidak diakui sampai unsurunsur tertentu dalam kontrak telah dilaksanakan, ditangguhkan dan diakui pada saat pendapatan diakui. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.

PSAK 72, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 dan karenanya telah diterapkan secara efektif mulai 1 Januari 2020. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72 menggunakan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi dan karenanya tidak menyajikan ulang periode komparatif.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Difference in Value of Restructuring Transactions of Entities Under Common Control (continued) If the entity that received the business, subsequently dispose the business entity acquired previously, the additional paid-in capital recorded before, can not be recognized as a realized gain or loss nor reclassified to retained earning.

Revenue is recognized when it is probable that the economic benefits will flow to the Company and Subsidiaries and the amount of revenue can be measured reliably. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Tax (VAT).

The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

Sales of goods are recognized upon the transfer of ownership of the goods to the customer, either upon delivery of the goods, or in the case of goods stored in the Company's warehouse at the request of the customer, when issued invoices.

Penjualan jasa Rendering of services

Revenue is recognized when the service provided to customer or rendered by reference to the stage of completion of transaction.

Expenses directly related to project costs of contracts wherein the contract revenue cannot be recognized until certain conditions in the contract are fulfilled are deferred and recognized when the contract revenue is recognized. Other expenses are recognized when incurred on an accrual basis.

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 Accounting treatment since January 1, 2020

PSAK 72, Revenue from Contracts with Customers, is effective for periods beginning on or after 1 January 2020 and therefore has been implemented with effect from 1 January 2020. The Company and Subsidiaries has adopted PSAK 72 using the modified retrospective approach and the prior period comparatives are not restated accordingly.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Standar ini menetapkan pendekatan berbasis prinsip untuk pengakuan pendapatan dan didasarkan pada konsep pengakuan pendapatan untuk kewajiban kinerja hanya ketika telah terpenuhi dan pengendalian atas barang atau jasa telah ditransfer, yang sebelumnya diakui pada saat penyerahan barang atau pemberian jasa kepada pelanggan. Dalam melakukan hal itu, standar tersebut menerapkan pendekatan lima langkah terhadap waktu pengakuan pendapatan dan berlaku untuk semua kontrak dengan pelanggan, kecuali yang berada dalam lingkup standar lain. Ini menggantikan model terpisah untuk barang, jasa dan kontrak konstruksi yang diatur standar akuntansi sebelumnya.

Perusahaan dan Entitas Anak mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu, jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:

  • Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Perusahaan dan Entitas Anak selama Perusahaan dan Entitas Anak melaksanakan kewajiban pelaksanaannya;
  • Pelaksanaan Perusahaan dan Entitas Anak menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan;
  • Pelaksanaan Perusahaan dan Entitas Anak tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi Perusahaan dan Entitas Anak dan Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas pelaksanaan yang telah diselesaikan sampai tanggal pelaporan; atau
  • Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pendapatan sepanjang waktu dengan mengukur kemajuan terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban pelaksanaan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) n. Recognition of Revenue and Expenses (continued) Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

The standard establishes a principles-based approach for revenue recognition and is based on the concept of recognising revenue for performance obligations only when they are satisfied and the control of goods or services is transferred, which were previously is recognized when the products or services are delivered or rendered to the customers. In doing so, the standard applies a five-step approach to the timing of revenue recognition and applies to all contracts with customers, except those in the scope of other standards. It replaces the separate models for goods, services and construction contracts under the previous accounting standard.

The Company and its Subsidiaries transfers control of a goods or service overtime, if one from the following criteria is met:

  • The customer simultaneously receives and consumes the benefits provided by the entity's performance as the Company and its Subsidiaries perform;
  • The Company and its Subsidiaries's performance creates or enhances an asset (for example, work in progress) that the customer controls as the asset is created or enhanced;
  • The Company and its Subsidiaries's performance does not create an asset with alternative use to the Company and its Subsidiaries and the Company and its Subsidiaries has an enforceable right to payment for performance completed to date; or
  • For each performance obligation satisfied over time, the Company and its Subsidiaries recognises revenue over time by measuring the progress towards complete satisfaction of that performance obligation.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020 (lanjutan) Pendapatan jasa yang ditagih atau diterima di muka

(disajikan dalam "uang muka pelanggan"), dan ditangguhkan (disajikan dalam "pendapatan diterima di muka") diamortisasi pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.

Beban yang berhubungan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk suatu kontrak proyek di mana pendapatan proyek tidak diakui sampai unsurunsur tertentu dalam kontrak telah dilaksanakan, ditangguhkan dan diakui pada saat pendapatan diakui. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.

Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di Perusahaan dan Entitas Anak mencatat dengan menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi ("mata uang fungsional"). Mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak adalah Rupiah.

Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir tahun pelaporan, pos moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing sebesar Rp14.105 dan Rp13.901 untuk USD 1.

Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian pos moneter dan dari penjabaran pos moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.

p. Pajak Penghasilan p. Income Tax

Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) n. Recognition of Revenue and Expenses (continued) Accounting treatment since January 1, 2020 (continued)

Services income which are billed or received in advance (presented under "advance from customers"), and deferred (presented under "unearned revenue") is amortized when services are rendered.

Expenses directly related to project costs of contracts wherein the contract revenue cannot be recognized until certain conditions in the contract are fulfilled are deferred and recognized when the contract revenue is recognized. Other expenses are recognized when incurred on an accrual basis.

o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing o. Transactions and Balances Denominated in Foreign Currencies

In preparing financial statements, each of the entities of the Company and Subsidiaries record by using the currency of the primary economic environment in which the entity operates ("the functional currency"). The functional currency of the Company and Subsidiaries is Rupiah.

Transactions during the year in foreign currencies are recorded in Rupiah by applying to the foreign currency amount the spot exchange rate between Rupiah and the foreign currency at the date of transactions. At the end of reporting year, foreign currency monetary items are translated to Rupiah using the closing rate, which is middle rate of Bank of Indonesia at December 31, 2020 and 2019 are Rp14,105 and Rp13,901, respectively per USD 1.

Exchange differences arising on the settlement of monetary items or on translating monetary items in foreign currencies are recognized in profit or loss.

Tax expense is the aggregate amount included in the determinination of profit or loss for the period in respect of current tax and deferred tax. Current tax and deferred tax is recognized in profit or loss, except for income tax arising from transactions or events that are recognized in other comprehensive income or directly in equity.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Pajak Penghasilan (lanjutan) p. Income Tax (continued) Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

Jumlah pajak kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk tahun tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan.

Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari tahun sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan.

Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:

  • b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

In this case, the tax is recognized in other comprehensive income or equity, respectively.

Current tax for current and prior years shall, to the extent unpaid, be recognized as a liability. If the amount already paid in respect of current and prior years exceeds the amount due for those years, the excess shall be recognized as an asset. Current tax liabilities (assets) for the current and prior years shall be measured at the amount expected to be paid to (recovered from) the taxation authorities, using the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting year.

Tax benefits relating to tax loss that can be carried back to recover current tax of a previous years is recognized as an asset. Deferred tax asset is recognized for the carryforward of unused tax losses and unused tax credit to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses and unused tax credits can be utilized.

A deferred tax liability shall be recognized for all taxable temporary differences, except to the extent that the deferred tax liability arises from:

  • a) pengakuan awal goodwill; atau a) the initial recognition of goodwill; or
  • b) the initial recognition of an asset or liability in a transaction which is not a business combination and at the time of the transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss).

A deferred tax asset shall be recognized for all deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary difference can be utilised, unless the deferred tax asset arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and at the time of the transaction affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Pajak Penghasilan (lanjutan) p. Income Tax (continued)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan dan Entitas Anak memperkirakan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir tahun pelaporan. Perusahaan dan Entitas Anak mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:

  • a) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
  • b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
  • i. entitas kena pajak yang sama; atau i. the same taxable entity; or
  • ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting year. The measurement of deferred tax liabilities and deferred tax assets shall reflect the tax consequences that would follow from the manner in which the Company and Subsidiaries expect, at the end of the reporting year, to recover or settle the carrying amount of its assets and liabilities.

The carrying amount of a deferred tax asset reviewed at the end of each reporting period. The Company and Subsidiaries shall reduce the carrying amount of a deferred tax asset to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. Any such reduction shall be reversed to the extent that it becomes probable that sufficient taxable profit will be available.

The Company and Subsidiaries offset deferred tax assets and deferred tax liabilities if, and only if:

  • a) the Company and Subsidiaries have a legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities; and
  • b) the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either:

  • ii. different taxable entities which intend either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

p. Pajak Penghasilan (lanjutan) p. Income Tax (continued)

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Perusahaan dan Entitas Anak:

  • a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan
  • b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Imbalan Kerja Jangka Pendek Short-term Employee Benefits

Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

Imbalan Pascakerja

Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 ("UU 13/2003").

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Company and Subsidiaries offset current tax assets and current tax liabilities if, and only if, the Company and Subsidiaries:

  • a) have legally enforceable right to set off the recognized amounts; and
  • b) intend either to settle on a net basis, or to realize the assets and settle liabilities simultaneously.

q. Imbalan Kerja q. Employee Benefits

Short-term employee benefits are recognized when an employee has rendered service during accounting period, at the undiscounted amount of short-term employee benefits expected to be paid in exchange for that service.

Short-term employee benefits include such as wages, salaries, bonus and incentive.

Post-employment Benefits

Post-employment benefits such as retirement, severance and service payments are calculated based on Labor Law No. 13/2003 ("Law 13/2003").

The Company and Subsidiaries recognize the amount of the net defined benefit liability at the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting year less the fair value of plan assets which calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Present value benefit obligation determine by discounting the benefit.

Current service cost, past service cost and gain or loss on settlement, and net interets on the net defined benefit liability (asset) are recognized in profit or loss.

The remeasurement of the net defined benefit liability (assets) comprises actuarial gains and losses,the return on plan assets, and any change in effect of the asset ceiling are recognized in other comprehensive income.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Perusahaan dan Entitas Anak mengakui jumlah beban dan liabilitas atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja telah memberikan jasa kepada entitas selama suatu periode.

Perusahaan dan Entitas Anak tidak menyajikan informasi segmen operasi secara terpisah karena Perusahaan dan Entitas Anak mengoperasikan dan mengelola bisnis dalam satu segmen yaitu konsultasi, integrasi dan pengelolaan teknologi informasi.

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan.

t. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi t. Transaction with Related Parties

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2014), "Pengungkapan Pihak- Pihak Berelasi".

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak (sebagai entitas pelapor), yang meliputi:

  • (1) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
  • a. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
  • b. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
  • c. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Imbalan Kerja (lanjutan) q. Employee Benefits (continued)

The Company and Subsidiaries recognize an expense and a liability for contribution payable to a defined contribution plan, when an employee has rendered service to the entity during a period.

r. Segmen Operasi r. Operating Segment

The Company and Subsidiaries did not present separated operating segment information because the Company and Subsidiaries operate and manage the business in a segment that is consultation, integration and information technology management.

s. Laba per Saham s. Earnings per Share

Basic earnings per share is computed by dividing income attributable to owners of the parent by the weighted average number of shares issued and fully paid during the period.

The Company and Subsidiaries have transactions with related parties as defined in PSAK No. 7 (Revised 2014), "Related Parties Disclosures".

A related party is a person or an entity related to the Company and Subsidiaries (as reporting entity), which consists of:

  • (1) A person or a close member of that person's family is related to the reporting entity if that person:
  • a. has control or joint control over the reporting entity;
  • b. has significant influence over the reporting entity; or
  • c. is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • t. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan) t. Transaction with Related Parties (continued) Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak (sebagai entitas pelapor), yang meliputi: (lanjutan)
  • (2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
    • a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
    • b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
    • c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
    • d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
    • e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
    • f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf (1); atau
    • g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (1)a memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
    • h. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.

u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting Imbalan Kerja

Nilai kini kewajiban imbalan pasti tergantung pada faktor-faktor yang ditentukan berdasarkan pada beberapa asumsi aktuarial.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

A related party is a person or an entity related to the

  • Company and Subsidiaries (as reporting entity), which consists of: (continued)
  • (2) An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions applies:
  • a. The entity and the reporting entity are members of the same business group (which means that parent entity, subsidiary and the fellow subsidiary is related to the others);
  • b. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a business group of which the other entity is a member);
  • c. Both entities are joint ventures of the same third party;
  • d. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity;
  • e. The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity;
  • f. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (1); or
  • g. A person identified in (1)a has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity);
  • h. The entity, or any member of a group of which it is a part, provides key management personnel services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity.

u. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Judgments Employee Benefits

The present value of employee benefits obligations depends on factors which are determined based on some actuarial assumptions.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting (lanjutan) Imbalan Kerja (lanjutan)

Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) tersebut mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pasti.

Perusahaan dan Entitas Anak menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir tahun pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang Rupiah dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan kewajiban yang terkait.

Asumsi kunci lainnya sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini, selama tahun dimana liabilitas imbalan pascakerja terselesaikan. Perubahan asumsi imbalan kerja ini akan berdampak pada pengakuan keuntungan atau kerugian aktuarial pada akhir tahun pelaporan. Informasi mengenai asumsi dan jumlah liabilitas dan beban imbalan pascakerja diungkapkan pada Catatan 19.

Aset Pajak Tangguhan

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir tahun pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset tersebut tidak dapat direalisasikan, dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.

Penelaahan Perusahaan dan Entitas Anak atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk tahun pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian Perusahaan dan Entitas Anak di masa lalu dan ekspektasi di masa depan terhadap pendapatan dan beban, sebagaimana juga dengan strategi perpajakan di masa depan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Judgments (continued) Employee Benefits (continued)

The assumptions used in determining the employee benefits expenses (income) include discount rate. Change in this assumption will affect the present value of employee benefits obligations.

The Company and Subsidiaries determine the applicable discount rate at the end of reporting year, which is the discount rate used in determining the present value of estimated future cash outflows to settle the obligation. In determining the appropriate discount rate, the Company and Subsidiaries consider the interest rate of government bonds denominated in Rupiah with similar tenure to the relevant employee benefit obligations.

The other key assumptions are determined based on current market situation during the year in which the employee benefit obligations are settled. Change in these assumptions will affect the recognition of actuarial gain or loss at the end of reporting year. Information on the assumptions and the present value of employee benefits obligations and employee benefits expense are disclosed in Note 19.

Deferred Tax Assets

The Company and Subsidiaries review the carrying amounts of deferred tax assets at the end of each reporting year and reduces these to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.

The Company and Subsidiaries make assessment on the recognition of deferred tax assets on deductible temporary differences is based on the level and timing of forecasted taxable income of the subsequent reporting years. This forecast is based on the Company and Subsidiaries' past results and future expectations on revenues and expenses as well as future tax planning strategies.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting (lanjutan) Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)

Tetapi tidak terdapat kepastian bahwa Perusahaan dan Entitas Anak dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh bagian dari aset pajak tangguhan tersebut.

Penyusutan Aset Tetap

Masa manfaat dan beban penyusutan atas aset tetap ditentukan berdasarkan estimasi, dimana beban penyusutan akan disesuaikan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau jika aset akan dihapusbukukan atau dilakukan penurunan nilai karena usang atau dihentikan penggunaannya. Penilaian penurunan nilai aset mengharuskan Perusahaan dan Entitas Anak melakukan review apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai.

Setiap perubahan dalam asumsi, estimasi dan pertimbangan tersebut di atas, bisa memiliki risiko yang berdampak pada penyesuaian terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan berikutnya. Nilai tercatat aset tetap disajikan dalam Catatan 9.

Perlakuan Akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa piutang usaha mengalami penurunan nilai.

Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan atas penurunan nilai piutang usaha.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Judgments (continued) Deferred Tax Assets (continued)

However, there is no assurance the Company and Subsidiaries will generate sufficient taxable income to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.

Depreciation of Fixed Assets

The useful life and depreciation expense of the fixed assets are determined based on estimates, wherein the depreciation expense will be adjusted if the useful life are different from the estimation or if the assets will be written off or impaired due to obsolencence or retirement. Assessment on asset impairment requires the Company and Subsidiaries to review whether there is an indication of impairment.

Any changes in the assumptions, estimation and judgments as stated above, may have risks which affect an adjustment to the carrying amounts of assets and liabilites in the following reporting year. The carrying amount of fixed assets is presented in Note 9.

Accounting Treatment before January 1, 2020

Allowance for Impairment of Trade Receivables On each reporting date, the Company and Subsidiaries evaluate whether there is objective evidence that impairment of receivables exists.

The Company and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In this case, the Company and Subsidiaries exercise its judgment, based on the available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer's current credit status based on third party's credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due in an effort to reduce the receivable amounts that the Company and Subsidiaries expect to collect. These specific provisions are reevaluated and adjusted if additional information received affects the amounts of allowance for impairment of trade receivables.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting (lanjutan) Perlakuan Akuntansi sejak 1 Januari 2020 Rugi Penurunan Nilai pada Aset Keuangan yang diukur pada Biaya Perolehan yang Diamortisasi Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Source of Estimation Uncertainty and Critical Accounting Judgments (continued) Accounting Treatment since January 1, 2020 Impairment Loss on Financial Asset measured at Amortized Cost The Company applies simplified approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables.

3. KAS DAN SETARA KAS 3.
CASH AND CASH EQUIVALENTS
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Kas
Rupiah
Dolar AS
66
87
80
107
Cash
Rupiah
US Dollar
Sub jumlah 153 187 Sub total
Bank
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 31)
PT Bank Nationalnobu Tbk
Pihak ketiga
PT Bank Tabungan Negara Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk ("Permata")
PT Bank Mayapada
Internasional Tbk ("Mayapada")
Lainnya (masing-masing di
bawah Rp10.000)
52,495
50,622
37,333
20,764
15,762
3,259
16,503
22,047
30,605
31,773
22,521
8,463
12
1,285
Banks
Rupiah
Related party (Note 31)
PT Bank Nationalnobu Tbk
Third parties
PT Bank Tabungan Negara Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk ("Permata")
PT Bank Mayapada
Internasional Tbk ("Mayapada")
Others
(below Rp10,000 each)
Sub jumlah 196,738 116,706 Sub total
Dolar AS
Pihak ketiga
Lainnya (masing-masing di
bawah Rp10.000)
Euro
Pihak ketiga
CIMB
7,223
19
4,531
18
US Dollar
Third parties
Others
(below Rp10,000 each)
Euro
Third party
CIMB
Sub jumlah 7,242 4,549 Sub total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

Akun ini terdiri dari: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

3. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

This account consists of: (continued)

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Deposito berjangka
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 31)
PT Bank Nationalnobu Tbk
50,000 - Time deposits
Rupiah
Related party (Note 31)
PT Bank Nationalnobu Tbk
Pihak ketiga
Mayapada
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
80,000
65,235
98,000
56,716
Third parties
Mayapada
PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
CIMB
PT Bank Tabungan Negara Tbk
PT Bank Mega Tbk
50,000
45,000
35,000
-
264
-
-
40,000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
CIMB
PT Bank Tabungan Negara Tbk
PT Bank Mega Tbk
Lainnya (masing-masing di
bawah Rp10.000)
8,000 - Others
(below Rp10,000 each)
Sub jumlah 333,235 194,980 Sub total
Dolar AS
Pihak ketiga
CIMB
Permata
Lainnya (masing-masing di
bawah Rp10.000)
83,925
-
8,463
72,285
11,121
3,475
US Dollar
Third parties
CIMB
Permata
Others
(below Rp10,000 each)
Sub jumlah 92,388 86,881 Sub total
Jumlah 629,756 403,303 Total
Suku
bunga
kontraktual
tahunan
untuk
berjangka adalah sebagai berikut:
deposito follows: Annual contractual interest rates of time deposits are as
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Rupiah
Dolar AS
2.00% - 7.60%
0.50% - 2.25%
3.00% - 8.75%
1.75% - 2.50%
Rupiah
US Dollar
Perincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan
dalam Catatan 32.
Note 32. Details of balances in foreign currencies are disclosed in

4. PIUTANG USAHA

4. TRADE RECEIVABLES

Piutang usaha terdiri dari:

Trade receivables consists of:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Pihak berelasi (Catatan 31) 206,505 220,720 Related parties (Note 31)
Pihak ketiga 202,018 181,057 Third parties
Sub jumlah 408,523 401,777 Sub total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (8,778) (1,145) Allowance for expected credit loss
Jumlah 399,745 400,632 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

adalah sebagai berikut:

Piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) 4. TRADE RECEIVABLES (continued)

Trade receivables by original currency are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Rupiah
Dolar AS
399,597
148
396,447
4,185
Rupiah
US Dollar
Jumlah 399,745 400,632 Total

Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terutang diungkapkan dalam Catatan 35.

Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian

Analysis of trade receivables' aging according to the days of receivables is disclosed in Note 35.

Changes in allowance for expected credit losses are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Saldo awal tahun
Penyisihan bersih selama tahun berjalan
1,145
7,633
15,519
23,871
Balance at beginning of year
Net provision during the period
Penghapusbukuan piutang usaha - (38,245) Doubtful debts written off
Jumlah 8,778 1,145 Total

Manajemen telah menerapkan metode yang disederhanakan untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020 yang mengizinkan penggunaan cadangan kerugian ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang serupa.

Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.

Tidak terdapat piutang usaha yang digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan Entitas Anak.

Management applies the simplified approach to provide for expected credit losses prescribed by PSAK 71 on January 1, 2020, which permits the use of the lifetime expected loss provision for all trade receivables. To measure the expected credit losses, trade receivables have been grouped based on shared credit risk characteristics and the similar days past due.

Management believes that the allowance for expected credit loss is adequate to cover loss on non-collectible trade receivables.

There are no trade receivables being pledged as collateral for loans obtained by the Company and Subsidiaries.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

Aset keuangan lancar lainnya terdiri dari:

5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS

Other current financial assets consists of:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi
32,713 25,898 Financial assets stated at fair value through
other comprehensive income
Bonds
Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi
Financial assets stated at amortized cost
Marjin deposito
Piutang lain-lain
11,755 4,785 Margin deposit
Other receivables
Pihak berelasi (Catatan 31)
Pihak ketiga
5
535
119
5,774
Related parties (Note 31)
Third parties
Lain-lain 181 65 Others
12,476 10,743
Jumlah 45,189 36,641 Total

Suku bunga kontraktual tahunan adalah sebagai berikut: Annual contractual interest rates are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Marjin deposito Margin Deposit
Rupiah 2.75% - 6.00% 1.75% - 6.00% Rupiah
Dolar AS 0.25% - 0.50% 0.25% - 0.50% US Dollar
Obligasi Bonds
Rupiah 6.38% - 8.86% - Rupiah
Dolar AS 2.85% - 4.00% 3.40% - 4.63% US Dollar

Jatuh tempo obligasi pemerintah untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 adalah 30 Oktober 2049. Obligasi pemerintah ini telah dijual pada bulan Februari 2020. Pada bulan Januari 2020, Perusahaan membeli obligasi pemerintah dengan tanggal jatuh tempo 14 Februari 2030. Obligasi pemerintah ini telah dijual pada bulan Agustus 2020. Pada bulan Juli 2020, Perusahaan membeli obligasi pemerintah dengan tanggal jatuh tempo 15 April 2040 dan 15 Mei 2048, dan pada bulan September 2020, Perusahaan juga membeli obligasi Perusahaan Listrik Negara ("PLN") dengan tanggal jatuh tempo 8 September 2040 dan 30 Juni 2050. Kemudian pada bulan November 2020, Perusahaan menjual obligasi PLN yang jatuh tempo pada 30 Juni 2050, dan membeli obligasi pemerintah pada bulan Desember 2020 dengan tanggal jatuh tempo 15 Mei 2033, 15 April 2042, dan 15 Mei 2048.

Pendapatan bunga dari obligasi masing-masing sebesar Rp1.476 dan Rp538 untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019.

Maturity date of the government bond for the year ended December 31, 2019, is on October 30, 2049. This government bond was sold on February 2020. On January 2020, the Company bought government bond with maturity date on February 14, 2030. This government bond was sold on August 2020. On July 2020, the Company bought the government bonds with maturity date on April 15, 2040, and May 15, 2048, and on September 2020, the Company also bought "Perusahaan Listrik Negara (PLN)" bonds with maturity date on September 8, 2040, and June 30, 2050. Then on November 2020, the Company sold PLN bond with maturity date on June 30, 2050, and bought the government bonds on December 2020 with maturity date on May 15, 2033, April 15, 2042, and May 15, 2048.

Interest income from the bonds amounting to Rp1,476 and Rp538, respectively, for the years ended December 31, 2020 and 2019.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Piutang lain-lain - pihak berelasi tidak diklasifikasikan sebagai piutang pihak berelasi non-usaha karena penyelesaian piutang ini direalisasi kurang dari 12 (dua belas) bulan dari tanggal pelaporan. Karena jatuh tempo yang pendek, jumlah tercatat piutang kurang lebih sama dengan nilai wajarnya sehingga tidak diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat ditagih, karenanya tidak ada cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk.

Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar serta jatuh tempo aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diungkapkan pada Catatan 35.

Perincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 32.

6. PERSEDIAAN

Persediaan terdiri dari:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (lanjutan) 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS (continued)

Other receivables - related parties are not classified as due from related parties non-trade since these receivables will be realized less than 12 (twelve) months from the reporting date. Because the receivables have short-term maturity, the carrying value of receivables is more or less the same with the fair value, therefore there it was not amortized using effective interest rate.

Management believes that all receivables are collectible, therefore no allowance for expected credit loss was provided.

Information of the classification and fair value and the maturity of financial assets stated at fair value through other comprehensive income are disclosed in Note 35.

Details of balances in foreign currencies are disclosed in Note 32.

Inventories consists of: 31 Des 2020/ 31 Des 2019/ Dec 31, 2020 Dec 31, 2019 Proyek dalam penyelesaian 311,740 241,017 Project in progress Perangkat keras dan perangkat pendukungnya 80,265 43,183 Hardware and supporting devices Lain-lain 310 311 Others Jumlah 392,315 284,511 Total

6. INVENTORIES

Biaya persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp1.225.525 dan Rp1.028.227 (Catatan 26).

Persediaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar Rp44.000 dan Rp51.975 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Pertanggungan dilakukan oleh PT Avrist General Insurance (pihak ketiga) dan PT Lippo General Insurance Tbk (pihak berelasi). Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa nilai pertanggungjawaban tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut.

Tidak terdapat persediaan yang digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan Entitas Anak.

The cost of inventories recognized as cost of goods sold for the years ended December 31, 2020 and 2019, amounting to Rp1,225,525 and Rp1,028,227, respectively (Note 26).

Inventories are insured against losses by fire and other risks under blanket policies with sum insured of Rp44,000 and Rp51,975 as of December 31, 2020 and 2019, respectively. The insurance are covered by PT Avrist General Insurance (third party) and PT Lippo General Insurance Tbk (related party). The management of the Company and Subsidiaries believe that the sum insured is adequate to cover possible losses arising from such risks.

There are no inventories being pledged as collateral for loans obtained by the Company and Subsidiaries.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Manajemen berkeyakinan bahwa nilai persediaan mencerminkan nilai realisasi bersih dan tidak terdapat penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2020.

7. ASET LANCAR LAINNYA

Akun ini terutama merupakan uang muka pembelian persediaan yang telah dibayarkan Perusahaan dan Entitas Anak kepada pemasok masing-masing sebesar Rp48.296 dan Rp28.895 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

8. PROPERTI INVESTASI

Pada 31 Desember 2020 dan 2019, akun ini merupakan investasi berupa tiga bidang tanah yang bernomor sertifikat HGB No. 10995/Cibatu, No. 10996/Cibatu, dan No. 10997/Cibatu, yang semuanya berlokasi di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan luas keseluruhan 80.000 m2 .

Pada tanggal 31 Desember 2020, nilai jual objek pajak untuk tanah yang dimiliki tersebut adalah sebesar Rp137.760.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The detail of this account is as follows:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

6. PERSEDIAAN (lanjutan) 6. INVENTORIES (continued)

Management believes that the inventories reflect its net realizable value and none of the inventories were impaired as of December 31, 2020.

7. OTHER CURRENT ASSETS

This account mainly represents advance payment for inventory which has been paid by the Company and Subsidiaries to suppliers amounting to Rp48,296 and Rp28,895 as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

8. INVESTMENT PROPERTY

On December 31, 2020 and 2019, this account represents investment in the form of three plots of land with HGB certificate No. 10995/Cibatu, No. 10996/Cibatu, and No. 10997/Cibatu, which all are located in Cibatu village, district of Cikarang Selatan, region of Bekasi, West Java with total area 80,000 sqm.

As of December 31, 2020, the taxable sales value of the land owned amounted to Rp137,760.

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Saldo awal
Penambahan
118,997
-
118,497
500
Beginning balance
Addition
Saldo akhir 118,997 118,997 Ending balance

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

9. ASET TETAP

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

9. FIXED ASSETS

The details of fixed assets are as follows:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Acquisition Costs
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 88,627 - - - 88,627 Land
Bangunan 188,026 - - - 188,026 Buildings
Renovasi bangunan 18,061 1,007 2,751 2,138 18,455 Building Renovations
Peralatan kantor 56,917 3,169 35,068 28,438 53,456 Office equipments
Alat-alat transportasi
Peralatan untuk disewakan
22
650,524
-
74,394
-
21,022
-
14,801
22
718,697
Transportation equipments
Equipments for rental
1,002,177 78,570 58,841 45,377 1,067,283
Aset Dalam Penyelesaian - 13,535 - (10,286) 3,249 Asset In Progress
Aset Sewa Pembiayaan 162,119 - - (35,091) 127,028 Finance Leased Assets
Aset Hak Guna - 7,335 - - 7,335 Right of Use Assets
Jumlah 1,164,296 99,440 58,841 - 1,204,895 Total
Akumulasi Penyusutan 6 Accumulated Depreciation
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Bangunan 21,198 9,401 - - 30,599 Buildings
Renovasi bangunan 10,782 2,386 2,751 2,158 12,575 Building Renovations
Peralatan kantor 39,324 7,264 35,005 28,415 39,998 Office equipments
Alat-alat transportasi 5 7 - - 12 Transportation equipments
Peralatan untuk disewakan 300,399 116,737 21,002 (15,897) 380,237 Equipments for rental
371,708 135,795 58,758 14,676 463,421
Aset Sewa Pembiayaan 49,171 19,809 - (14,676) 54,304 Finance Leased Assets
Aset Hak Guna - 4,023 - - 4,023 Right of Use Assets
Jumlah 420,879 159,627 58,758 - 521,748 Total
Nilai Buku 743,417 683,147 Book Value

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

9. ASET TETAP (lanjutan)

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: (lanjutan)

The details of fixed assets are as follows: (continued)

9. FIXED ASSETS (continued)

31 Desember 2019/December 31, 2019
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Acquisition Costs
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 88,627 - - - 88,627 Land
Bangunan 130,426 - - 57,600 188,026 Buildings
Renovasi bangunan 12,219 1,093 25 4,774 18,061 Building Renovations
Peralatan kantor 53,408 3,773 3,049 2,785 56,917 Office equipments
Alat-alat transportasi 14 22 14 - 22 Transportation equipments
Peralatan untuk disewakan 338,470 295,947 11,425 27,532 650,524 Equipments for rental
623,164 300,835 14,513 92,691 1,002,177
Aset Dalam Penyelesaian 57,985 15,041 - (73,026) - Asset In Progress
Aset Sewa Pembiayaan 178,910 2,874 - (19,665) 162,119 Finance Leased Assets
Jumlah 860,059 318,750 14,513 - 1,164,296 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Bangunan 14,437 6,761 - - 21,198 Buildings
Renovasi bangunan 8,448 2,359 25 - 10,782 Building Renovations
Peralatan kantor 32,573 9,674 2,923 - 39,324 Office equipments
Alat-alat transportasi 14 5 14 - 5 Transportation equipments
Peralatan untuk disewakan 194,415 94,876 8,557 19,665 300,399 Equipments for rental
249,887 113,675 11,519 19,665 371,708
Aset Sewa Pembiayaan 49,730 19,106 - (19,665) 49,171 Finance Leased Assets
Jumlah 299,617 132,781 11,519 - 420,879 Total
Nilai Buku 560,442 743,417 Book Value

Penyusutan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 dibebankan sebagai berikut:

Depreciation expenses for the years ended December 31, 2020 and 2019 are charged as follows:

2020 2019
Beban pokok penjualan dan jasa 148,334 122,825 Cost of goods sold and services
Beban penjualan (Catatan 27) 6,426 2,595 Selling expenses (Note 27)
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 4,867 7,361 General and administrative expenses (Note 28)
Jumlah 159,627 132,781 Total

Hak atas tanah merupakan Hak Guna Bangunan ("HGB") atas bangunan yang terletak di beberapa kota di Indonesia. HGB akan berakhir pada berbagai tanggal sampai tahun 2045. HGB adalah atas nama Perusahaan dan Entitas Anak. Manajemen berkeyakinan bahwa hak tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

The land represent rights (Hak Guna Bangunan "HGB") for parcels buildings located in several cities in Indonesia. These HGB will expire on various dates until 2045. The HGB are under the names of the Company and Subsidiaries. Management believes that these rights are renewable upon their expiry.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak menjual dan menghapus aset tetap tertentu dengan rincian sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued)

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries sold and write off certain fixed assets with details as follows:

2020 2019
Harga jual
Nilai buku bersih
1,389
(83)
3,546
(2,994)
Proceeds
Net book value
Keuntungan 1,306 552 Gain

Pada tanggal 31 Desember 2020, aset dalam penyelesaian berupa bangunan sebesar Rp3.249, dengan persentase penyelesaian mencapai 95%. Aset tersebut belum siap untuk digunakan dan diestimasi akan selesai pada tahun 2021. Tidak terdapat hambatan yang signifikan dalam penyelesaian aset.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing adalah sebesar Rp200.638 dan Rp161.513.

Perusahaan dan Entitas Anak mengasuransikan aset tetap dengan nilai pertanggungan sebesar Rp675.500 dan USD377,965 pada tanggal 31 Desember 2020, dan Rp703.042 dan USD1,438,223 pada tanggal 31 Desember 2019 terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya. Pertanggungan tersebut dilakukan oleh PT Asuransi Wahana Tata (pihak ketiga) dan PT Lippo General Insurance Tbk (pihak berelasi). Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut.

Aset tetap sejumlah Rp292.629 digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dan pembiayaan yang diperoleh PT GTN, Entitas Anak, dari PT SMFL Leasing Indonesia dan PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia, dan PT VDI, Entitas Anak, dari PT Bank Permata Tbk, PT Century Tokyo Leasing Indonesia, PT SMFL Leasing Indonesia, dan PT Asiatic Sejahtera Finance (Catatan 15 dan 16).

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada akhir tahun pelaporan.

As of December 31, 2020, asset in progress represents building amounted to Rp3,249, with the percentage of completion reach 95%. The asset was not ready for use and is estimated to be completed in the year of 2021. There was no significant obstacle on completion of assets.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries' fixed assets which have been fully depreciated and are still in use amounted to Rp200,638 and Rp161,513, respectively.

The Company and Subsidiaries insure their fixed asset with a sum insured amounting to Rp675,500 and USD377,965 as of December 31, 2020, and Rp703,042 and USD1,438,223 as of December 31, 2019, from fire and other risks. The coverage is covered by PT Asuransi Wahana Tata (third party) and PT Lippo General Insurance Tbk (related party). The management of the Company and Subsidiaries believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

Fixed assets amounting to Rp292,629 are pledged as collateral for the loan and financing facilities obtained by PT GTN, Subsidiary, from PT SMFL Leasing Indonesia and PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia, and PT VDI, Subsidiary, from PT Bank Permata Tbk, PT Century Tokyo Leasing Indonesia, PT SMFL Leasing Indonesia, and PT Asiatic Sejahtera Finance (Notes 15 and 16).

Management believes that there was no impairment of fixed assets at the end of the reporting year.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

10. ASET TAKBERWUJUD

Aset takberwujud terdiri dari:

Aset takberwujud terdiri dari: Intangible assets consists of:
31 Desember 2020/December 31, 2020
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Saldo akhir/
Ending
Balance
Piranti lunak komputer
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
46,307
(40,974)
526
(4,414)
-
-
46,833
(45,388)
Computer software
Carrying value
Accumulated amortization
Nilai Buku 5,333 1,445 Book Value
31 Desember 2019/December 31, 2019
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Saldo akhir/
Ending
Balance
Piranti lunak komputer
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
46,286
(36,632)
23
(4,344)
2
(2)
46,307
(40,974)
Computer software
Carrying value
Accumulated amortization
Nilai Buku 9,654 5,333 Book Value

10. INTANGIBLE ASSET

Beban amortisasi aset takberwujud yang dibebankan pada beban umum dan administrasi di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian masingmasing sebesar Rp4.414 dan Rp4.344 untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 28).

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset takberwujud pada akhir tahun pelaporan.

Amortization expense charged to general and administrative expenses in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income amounting to Rp4,414 and Rp4,344 for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively (Note 28).

Management believes that there was no impairment of intangible assets at the end of the reporting year.

11. UTANG USAHA 11.
TRADE PAYABLES
Utang usaha terdiri dari: Trade payables consist of:
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Pihak berelasi (Catatan 31)
Pihak ketiga
4,972
273,240
6,582
126,054
Related parties (Note 31)
Third parties
Jumlah 278,212 132,636 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

11. UTANG USAHA (lanjutan) 11. TRADE PAYABLES (continued)

Trade payables by original currency are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Rupiah
Dolar AS
166,715
111,497
109,941
22,695
Rupiah
US Dollar
Jumlah 278,212 132,636 Total

12. LIABILITAS KEUANGAN LAINNYA 12. OTHER FINANCIAL LIABILITIES

Akun ini terutama terdiri dari wesel tagih yang diterbitkan oleh PT GTN, Entitas Anak, kepada Mitsui & Co Ltd masing-masing sebesar Rp21.175 dan Rp6.125 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Wesel tagih tersebut jatuh tempo pada 28 April 2021 dan 30 Juli 2021 dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 9% - 10% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 10% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019.

13. BEBAN AKRUAL

Akun ini terutama terdiri dari beban akrual untuk proyek proyek teknologi informasi yang sedang ditangani oleh Perusahaan dan Entitas Anak yang masing - masing sebesar Rp489.472 dan Rp485.162 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

14. PERPAJAKAN

This account mainly consists of promissory notes issued by PT GTN, Subsidiary, to Mitsui & Co Ltd amounting to Rp21,175 and Rp6,125 as of December 31, 2020 and 2019, respectively. The promissory notes due in April 28, 2021 and July 30, 2021 and bear interest rate of 9% - 10% per annum for the year ended December 31, 2020 and 10% for the year ended December 31, 2019.

13. ACCRUED EXPENSES

This account mainly consists of accrued expenses for information technology projects that being carried out by the Company and Subsidiaries amounting to Rp489,472 and Rp485,162 as of December 31, 2020, and December 31, 2019, respectively.

PERPAJAKAN 14. TAXATION
a. Pajak Dibayar di Muka a.
Prepaid Taxes
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Perusahaan The Company
Pajak Pertambahan Nilai – neto 15,685 10,343 Value Added Tax - net
Entitas Anak Subsidiaries
Klaim restitusi pajak: Claim for tax refund:
- 2020 10,690 - - 2020
- 2019 9,570 9,570 - 2019
- 2018 - 5,937 - 2018
Pajak Penghasilan Pasal 21 27 27 Income taxes Article 21
Pajak Pertambahan Nilai - neto 7,619 8,580 Value Added Tax - net
27,906 24,114
Jumlah 43,591 34,457 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

14. PERPAJAKAN (lanjutan) 14. TAXATION (continued)
b. Utang Pajak b.
Taxes Payable
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Perusahaan The Company
Pajak penghasilan badan
Pajak penghasilan lainnya:
15,743 5,964 Corporate income tax
Other income taxes:
- Pasal 21 1,086 662 - Article 21
- Pasal 23 1,681 677 - Article 23
- Pasal 25 338 - -Article 25
- Pasal 26 1,547 204 - Article 26
- Pasal 4(2) 1,846 353 - Article 4(2)
22,241 7,860
Entitas Anak Subsidiaries
Pajak penghasilan: Income taxes:
- Pasal 21 58 67 - Article 21
- Pasal 23 181 213 - Article 23
- Pasal 26
- Pasal 4 (2)
16
66
5
61
- Article 26
- Article 4 (2)
Pajak Pertambahan Nilai - neto 1,073 1,048 Value Added Tax - net
1,394 1,394
Jumlah 23,635 9,254 Total

c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan c. Income Tax Expenses (Benefit)

2020 2019
Perusahaan
Kini
Tangguhan
44,793
4,744
42,513
(720)
The Company
Current
Deferred
49,537 41,793
Entitas Anak
Tangguhan
13,141 9,575 Subsidiaries
Deferred
Jumlah 62,678 51,368 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

14. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan) Rekonsiliasi antara laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

14. TAXATION (continued)

c. Income Tax Expenses (Benefit) (continued) Reconciliation between profit before income tax, as

shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, with estimated fiscal taxable income for the years ended December 31, 2020 and 2019, is as follows:

2020 2019
Laba konsolidasian sebelum beban
pajak penghasilan
Rugi (laba) Entitas Anak sebelum beban
223,324 176,546 consolidated profit before
income tax expense
Subsidiaries' loss (gain)
pajak penghasilan
Disesuaikan dengan jurnal
eliminasi konsolidasi
(8,971)
(1,505)
15,268
-
before income tax expense
Adjusted for consolidation
elimination
Laba sebelum Beban Pajak Penghasilan
Perusahaan
212,848 191,814 Profit before Income Tax Expense of
the Company
Beda waktu:
Penyusutan dan amortisasi
Beban imbalan kerja karyawan
Cadangan kerugian kredit ekspektasian
5,968
5,278
5,149
6,594
3,727
(7,439)
Timing differences:
Depreciation and amortization
Provision for employee benefits
Allowance for expected credit loss
Beda tetap:
Penjualan bersih dan pendapatan jasa
yang telah dikenakan pajak final
Pendapatan bunga yang telah
(9,662) (6,008) Permanent differences:
Net sales and service revenues
subject to final tax
Dikenakan pajak final
Beban yang tidak dapat dikurangkan
(13,740)
(2,238)
(20,234)
1,599
Interest income subject to final tax
Non-deductable expenses
Taksiran laba fiskal 203,603 170,053 Estimated income tax
Beban pajak kini - Perusahaan
Pajak penghasilan dibayar di
44,793 42,513 Current tax expense - the Company
Prepaid income taxes -
muka - Perusahaan
Utang pajak penghasilan Perusahaan
(29,050)
15,743
(36,549)
5,964
the Company
Income taxes payable of the Company

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

14. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan) Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan konsolidasian - bersih yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

14. TAXATION (continued)

c. Income Tax Expenses (Benefit) (continued) A reconciliation between the consolidated income tax expense - net which is calculated using the effective tax rate from the consolidated profit before income tax for the years ended December 31, 2020 and 2019, is as follows:

2020 2019
223,324 176,546 Profit before income tax per
consolidated statements of
profit or loss and other
comprehensive income
Income tax expense calculated at
49,131 44,137 effective rate
(492) 400 Non-deductable expenses
(1,974) 3,817 Net loss (gain) from Subsidiaries
Net sales and service revenues subject
(2,125) (1,502) to final tax
(3,023) (5,059) Interest income subject to final tax
Adjustment of income tax rate
(331) - Others
49,537 41,793 Income tax expenses of the Company
Income tax expense
13,141 9,575 of Subsidiaries
62,678 51,368 Income tax expense
8,351 -

Laba/rugi kena pajak menjadi dasar penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan ("SPT") pajak penghasilan badan.

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, taksiran laba fiskal Perusahaan didasarkan pada perhitungan sementara. Perusahaan belum menyampaikan pemberitahuan tahunan pajak penghasilan badan tahun 2020.

Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan dihitung secara tahunan untuk Perusahaan dan masing-masing Entitas Anak sebagai entitas yang terpisah. Laporan keuangan konsolidasian tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan.

Taxable income/loss are the basis for preparation of SPT corporate income tax.

In this consolidated financial statements, the estimated fiscal taxable income of the Company is based on temporary calculation. The Company has not yet submitted its corporate income taxes return for the year 2020.

According to Indonesian Taxation Law, the corporate income tax is computed on an annual basis for the Company and each of the Subsidiaries as separate entities. The consolidated financial statements cannot be used for the calculation of corporate income tax.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

14. PERPAJAKAN (lanjutan)

d. Pajak Tangguhan

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

14. TAXATION (continued)

Pajak Tangguhan d. Deferred Tax
31 Des/Dec 31, Dikreditkan/
2019
Credited Penyesuaian
tarif/
Rate
Adjustment
31 Des/Dec 31,
2020
Aset pajak tangguhan - bersih
Perusahaan
Penyisihan imbalan
Deferred tax assets - net
The Company
Provision for
kerja karyawan
Cadangan kerugian
10,778 1,726 (2,441) 10,063 employee benefits
Allowance for
kredit ekspektasian
Perbedaan nilai buku aset
tetap dan aset takberwujud
menurut akuntansi dan
- 1,133 - 1,133 expected credit loss
The difference in net book
value of fixed assets and
intangible assets between
pajak 4,644 1,313 (5,910) 47
accounting and tax
Jumlah 15,422 4,172 (8,351) 11,243 Total
Liabilitas pajak
tangguhan – bersih
Deferred tax liabilities - net
Entitas Anak 10,729 12,243 1,799 24,771 Subsidiaries
Jumlah 10,729 12,243 1,799 24,771 Total
31 Des/Dec 31,
2018
Dikreditkan/
Credited
31 Des/Dec 31,
2019
Aset pajak tangguhan - bersih
Perusahaan
Deferred tax assets - net
The Company
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Cadangan kerugian kredit ekspektasian
Perbedaan nilai buku aset
tetap dan aset takberwujud
menurut akuntansi dan
9,600
1,860
1,178
(1,860)
10,778
-
Provision for employee benefits
Allowance for expected credit loss
The difference in net book
value of fixed assets and
intangible assets between
pajak 2,996 1,648 4,644 accounting and tax
Jumlah
Entitas Anak
14,456
796
966
(796)
15,422
-
Total
Subsidiaries
Jumlah 15,252 170 15,422 Total
Liabilitas pajak tangguhan - bersih Deferred tax liabilities - net
Entitas Anak 2,505 8,224 10,729 Subsidiaries

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, penghasilan pajak tangguhan yang dikreditkan pada penghasilan komprehensif lain Perusahaan adalah masingmasing sebesar Rp565 dan Rp246.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the deferred tax income which is credited to the Company's other comprehensive income is amounted to Rp565 and Rp246, respectively.

Jumlah 2,505 8,224 10,729 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

14. PERPAJAKAN (lanjutan) 14. TAXATION (continued)

Sedangkan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, beban pajak tangguhan yang dibebankan pada penghasilan komprehensif lain Entitas Anak adalah sebesar Rp901, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, penghasilan pajak tangguhan yang dikreditkan pada penghasilan komprehensif lain Entitas Anak adalah sebesar Rp555.

e. Surat Ketetapan Pajak e. Tax Assessments

Pada bulan Oktober 2017, Perusahaan telah menerima Surat Perintah Pemeriksaan untuk pajakpajak yang terutang pada tahun buku 2016. Pada bulan September 2019, pemeriksaan telah selesai dilakukan.

Berdasarkan pemeriksaan pajak tersebut, pada bulan Oktober 2019, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Nihil ("SKPN") Pajak Penghasilan ("PPh") pasal 21, PPh pasal 26, dan PPh Final pasal 4(2) untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016, SKPN PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Juni, Juli, September, November, Desember 2016, SKPN PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai November 2016. Selain itu, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Penghasilan sebesar Rp926 untuk tahun pajak 2016, SKPKB PPh pasal 23 sebesar Rp10 untuk masa pajak Desember 2016, dan SKPKB Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa sebesar Rp32 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016. Pada bulan November 2019, Perusahaan menerima SKPN PPh pasal 21 dan PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016.

Entitas Anak Subsidiaries

PT VDI PT VDI Pada bulan Juli 2020, PT VDI (Entitas Anak) menerima Surat Ketetapan Pajak Nihil ("SKPN") Pajak Penghasilan ("PPh") Final pasal 4(2) dan PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai November 2018, SKPN PPh pasal 21 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2018, SKPN PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Januari, Februari, November dan Desember 2018, SKPN PPh Final pasal 23/26 untuk masa pajak Januari, Februari, April, Juli sampai Desember 2018.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

d. Pajak Tangguhan (lanjutan) d. Deferred Tax (continued)

While for the year ended December 31, 2020, the deferred tax expense that is charged to the Subsidiaries' other comprehensive income is amounted to Rp901, and for the year ended December 31, 2019, the deferred tax income which is credited to the Subsidiaries' other comprehensive income is amounted to Rp555.

Perusahaan The Company

In October 2017, the Company received the Tax Assessment Letter of Tax Payable in the fiscal year 2016. In September 2019, the tax assessment has been completed.

Based on the tax assessment, in October 2019, the Company received Nil Assessment Notice ("SKPN") of Income Tax ("PPh") article 21, PPh article 26, and Final PPh article 4(2) for fiscal month January until December 2016, SKPN of Final PPh article 21 for fiscal month June, July, September, November, December 2016, SKPN of PPh article 23 for fiscal month January until November 2016. In addition, the Company also received Underpayment Tax Assessment Notice ("SKPKB") of Income Tax amounting to Rp926 for fiscal year 2016, SKPKB of PPh article 23 amounting to Rp10 for fiscal month December 2016, and SKPKB of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services amounting to Rp32 for fiscal month January until December 2016. In November 2019, the SKPN of PPh article 21, and Final Income Tax article 21 for fiscal month January until December 2016.

In July 2020, PT VDI (Subsidiary) received Nil Assessment Notice ("SKPN") of Final Income Tax ("PPh") article 4(2) and PPh article 23 for fiscal month January until November 2018, SKPN of PPh article 21 for fiscal month January until December 2018, SKPN of Final PPh article 21 for fiscal month January, February, November, and December 2018, SKPN of Final PPh article 23/26 for fiscal month January, February, April, July until December 2018.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

14. PERPAJAKAN (lanjutan) 14. TAXATION (continued)

e. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) e. Tax Assessments (continued) Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)

PT VDI (lanjutan) PT VDI (continued) Selain itu, PT VDI juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa sebesar Rp499 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2018, SKPKB PPh pasal 23 sebesar Rp12 dan PPh Final pasal 4(2) sebesar Rp78, untuk masa pajak Desember 2018, juga Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ("SKPLB") Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp5.978 untuk tahun pajak 2018.

Pada bulan April 2019, PT VDI menerima Surat SKPN PPN Barang dan Jasa atas Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean, PPh Final pasal 4(2), PPh pasal 26 dan PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2017. Selain itu, PT VDI juga menerima SKPKB PPN Barang dan Jasa sebesar Rp416, PPh pasal 21 sebesar Rp24.361 (dalam angka penuh), untuk masa pajak Januari sampai Desember 2017, juga Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ("SKPLB") Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp3.557 untuk tahun pajak 2017.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan tertanggal 30 Juni 2020, tarif pajak penghasilan yang semula 25% berubah menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021, serta menjadi 20% untuk tahun 2022 dan seterusnya. Dampak perubahan tarif tersebut telah diperhitungkan dalam taksiran pajak penghasilan dan liabilitas pajak tangguhan per 31 Desember 2020.

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

In addition, PT VDI also received Underpayment Tax Assessment Notice ("SKPKB") of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services amounting to Rp499 for fiscal month January until December 2018, SKPKB of PPh article 23 amounting to Rp12 and PPh Final article 4(2) amounting to Rp78, for fiscal month December 2018, also Overpayment Tax Assessment Notice ("SKPLB") of Corporate Income Tax amounting to Rp5,978 for fiscal year 2018.

In April 2019, PT VDI received SKPN of VAT on Goods and Services of Taxable Services Utilization from Outside the Customs Area, Final PPh article 4(2), PPh article 26, and PPh article 23 for fiscal month January until December 2017. In addition, PT VDI also received SKPKB of VAT on Goods and Services amounting to Rp416, PPh article 21 amounting to Rp24,361 (in full amount) for fiscal month January until December 2017, also Overpayment Tax Assessment Notice ("SKPLB") of Corporate Income Tax amounting to Rp3,557 for fiscal year 2017.

f. Administrasi f. Administration

Based on Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2020 concerning State Financial Policies and Financial System Stability for Handling Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) and / or In Order to Face Threats that Endanger the National Economy and/or Financial System Stability dated on June 30, 2020, The income tax rate that was originally 25% changed to 22% for 2020 and 2021, and changed to 20% for 2022 and thereafter. The impact of these rate changes has been estimeted taxable income and deferred tax liabilities as of December 31, 2020.

Under the taxation laws in Indonesia, the Company calculate, define, and submit tax returns on the basis of self assessment. Based on taxation laws which are applicable, the Directorate General of Tax ("DGT") may assess or amend taxes within five years from the time of taxes payable being payable.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

15. LIABILITAS SEWA 15. LEASE LIABILITIES

Akun ini terdiri dari: This account consist of:
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
PT SMFL Leasing Indonesia ("SMFL"),
termasuk USD1,903,353
pada tanggal 31 Desember 2020 dan
USD3,082,465 pada tanggal
PT SMFL Leasing Indonesia ("SMFL"),
including USD1,903,353 as of
December 31, 2020, and
USD3,082,465 as of
31 Desember 2019 27,730 50,444 December 31, 2019
PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia
("MUFG")
3,932 5,963 PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia
("MUFG")
PT Asiatic Sejahtera Finance ("ASF")
PT Century Tokyo Leasing Indonesia
("CTLI"), termasuk USD648,005
1,469 2,331 PT Asiatic Sejahtera Finance ("ASF")
PT Century Tokyo Leasing Indonesia
("CTLI"), including USD648,005 as of
pada tanggal 31 Desember 2019 209 11,590 as of December 31, 2019
Jumlah
Dikurangi bagian jangka pendek
33,340
(27,718)
70,328
(43,010)
Total
Less short-term portion
Bagian Jangka Panjang 5,622 27,318 Long-Term Portion

Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang serta nilai kini atas pembayaran minimum berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Future minimum lease payments together with the present value of the minimum payment under the lease agreements as at December 31, 2020 and 2019, are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Pembayaran yang jatuh tempo:
Kurang dari 1 tahun
1 - 5 tahun
29,304
5,769
46,835
28,624
Payments due:
Less than 1 year
1 - 5 years
Jumlah
Dikurangi biaya keuangan masa depan
35,073
(1,733)
75,459
(5,131)
Total
Less future finance cost
Nilai kini pembayaran minimum
Dikurangi bagian jangka pendek
33,340
(27,718)
70,328
(43,010)
Present value of minimum payment
Less short-term portion
Bagian Jangka Panjang 5,622 27,318 Long-Term Portion

Pembiayaan yang diperoleh PT VDI adalah sebagai berikut: The financing that have been obtained by PT VDI are as

a. Pembiayaan dari SMFL merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas peralatan yang disewakan. Pembiayaan tersebut akan jatuh tempo di bulan Januari dan Februari 2021, dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 9,50% - 10,20% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 9,50% - 12,50% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Keseluruhan pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap sebesar Rp20.597 (Catatan 9).

follows:

a. Financing from SMFL represents finance lease facility for rental equipment. The facility will be due in January and February 2021, and charged with 9.50% - 10.20% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020, and 9.50% - 12.50% for the year ended December 31, 2019.

Fixed assets are pledged as collateral for all the financing amounting to Rp20,597 (Note 9).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Pembiayaan yang diperoleh PT VDI adalah sebagai berikut: (lanjutan)

b. Pembiayaan dari CTLI merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas peralatan yang disewakan. Pembiayaan tersebut akan jatuh tempo di bulan Januari 2021 dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 10,20% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019.

Sisa pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap sebesar Rp6.510 (Catatan 9).

c. Pembiayaan dari ASF merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas peralatan yang disewakan. Pembiayaan tersebut akan jatuh tempo di bulan Juni 2022 dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 10,25% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019.

Pembiayaan ini dijamin dengan aset tetap sebesar Rp2.874 (Catatan 9).

Pembiayaan yang diperoleh PT GTN adalah sebagai berikut:

  • a. Pembiayaan dari SMFL yang merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas aset tetap. Jatuh tempo pembiayaan tersebut telah direstrukturisasi di tahun 2020 menjadi bulan Oktober 2021 dan Maret 2022, dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 6,19% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019. Pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap sebesar Rp89.220 (Catatan 9).
  • b. Pembiayaan dari CTLI yang merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas aset tetap. Pembiayaan tersebut jatuh tempo di bulan Desember 2020, dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 5,78% - 5,85% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019. Pembiayaanpembiayaan tersebut dijamin dengan Surat Jaminan dan Ganti Rugi oleh PT Multipolar Tbk, Entitas Induk, dengan nilai maksimum penjaminan sebesar USD3,279,180.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

15. LIABILITAS SEWA (lanjutan) 15. LEASE LIABILITIES (continued)

The financing that have been obtained by PT VDI are as follows: (continued)

b. Financing from CTLI represents finance lease facility for rental equipment. The financing will be due in January 2021 and charged with 10.20% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019.

Fixed assets are pledged as collateral for the remaining financing amounting to Rp6,510 (Note 9).

c. Financing from ASF represents finance lease facility for rental equipment. The financing will be due in June 2022 and charged with 10.25% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019.

Fixed assets are pledged as collateral for this financing facility amounting to Rp2,874 (Note 9).

The financing that have been obtained by PT GTN are as follows:

  • a. Financing from SMFL represents finance lease liability for fixed assets. Due date of the financing have been restructured in 2020 to become October 2021 and March 2022, and charged with 6.19% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019. Fixed assets are pledged as collateral for this facility amounting to Rp89,220 (Note 9).
  • b. Financing from CTLI represents finance lease liability for fixed assets. The financing due in December 2020, and charged with 5.78% - 5.85% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019. Those financing are secured by Letter of Guarantee and Indemnity by PT Multipolar Tbk, Parent Entity, with a maximum guarantee of USD3,279,180.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Pembiayaan yang diperoleh PT GTN adalah sebagai berikut: (lanjutan)

c. Pembiayaan dari MUFG yang merupakan fasilitas sewa pembiayaan atas aset tetap. Pembiayaan tersebut akan jatuh tempo di bulan Agustus 2022, dan dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 11,25% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019. Pembiayaan tersebut dijamin dengan aset tetap sebesar Rp7.980 (Catatan 9).

Tidak terdapat pembatasan-pembatasan dan rasio yang dipersyaratkan untuk dipenuhi atas pembiayaanpembiayaan yang diperoleh PT VDI dan PT GTN tersebut.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

15. LIABILITAS SEWA (lanjutan) 15. LEASE LIABILITIES (continued)

The financing that have been obtained by PT GTN are as follows: (continued)

c. Financing from MUFG represents finance lease liability for fixed assets. The financing will be due in August 2022, and charged with 11.25% interest rate per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019. Fixed assets are pledged as collateral for this financing amounting Rp7,980 (Note 9).

There are no restrictions and ratios which are required to be met on those financing obtained by PT VDI and PT GTN.

16. PINJAMAN 16.
LOANS
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Utang bank - pihak ketiga
Permata
132,359 101,325 Bank loans - third parties
Permata
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
(39,216) (35,456) Less current maturities
Bagian Jangka Panjang 93,143 65,869 Long-Term Portion

Pinjaman yang diperoleh Perusahaan adalah pinjaman dari Permata yang merupakan fasilitas untuk pembiayaan proyek dan pembiayaan jangka pendek dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp102.750 dan Rp21.000. Pada 31 Desember 2020 dan 2019, tidak ada saldo pinjaman yang terutang atas kedua fasilitas ini. Fasilitas-fasilitas ini tersedia sampai dengan tanggal 18 Mei 2021.

Berdasarkan perjanjian dengan Permata, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan keuangan, yakni Debt to Equity Ratio maksimum 5 (lima) kali dan Current Ratio minimum 1 (satu) kali. Kedua persyaratan tersebut ditinjau pada tanggal 14 Juli 2021 (untuk posisi keuangan per 31 Desember 2020). Untuk posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kedua persyaratan tersebut telah terpenuhi.

Perusahaan The Company

The loans that have been obtained by the Company are loan from Permata that represents facility for project financing and invoice financing with maximum limit amounting to Rp102,750 and Rp21,000. There were no outstanding balances due for both of these facilities as of December 31, 2020 and 2019. These facilities are available until May 18, 2021.

Based on agreement with Permata, the Company has to comply with financial covenants, which comprise maximum of Debt to Equity Ratio is 5 (five) times and minimum of Current Ratio is 1 (one) time. Both covenants are reviewed on July 14, 2021 (for financial position as of December 31, 2020). For financial position as of December 31, 2020 and 2019, both covenants have been met.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

16. PINJAMAN (lanjutan) 16. LOANS (continued)

Pinjaman yang diperoleh PT VDI adalah pinjaman dari Permata merupakan fasilitas pinjaman dengan jumlah maksimum sebesar Rp224.000. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo dari bulan September 2022 sampai dengan bulan Oktober 2024, dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 9,50% - 10,65% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019. Terdapat juga pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp5.750, dan tidak ada saldo pinjaman yang terutang pada 31 Desember 2020 dan 2019. Fasilitasfasilitas ini tersedia sampai dengan 18 Mei 2021

Disamping itu, terdapat juga fasilitas pembiayaan jangka pendek dengan jumlah maksimum sebesar Rp42.000. Fasilitas ini tersedia sampai dengan 18 Mei 2021. Pinjaman ini telah jatuh tempo dan dibayar, pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 tidak ada saldo pinjaman yang terutang atas fasilitas ini. Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 11,00% untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Kedua pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap sebesar 125% dari nilai pinjaman (Catatan 9).

Berdasarkan perjanjian dengan Permata, PT VDI diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan, yakni Debt to Equity Ratio maksimum 5 (lima) kali, dan sejak Mei 2016, PT VDI juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan lainnya, yakni Debt Service Coverage Ratio minimum 1,1 kali. Kedua persyaratan tersebut ditinjau pada tanggal 14 Juli 2021 (untuk posisi keuangan per 31 Desember 2020). Untuk posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kedua persyaratan tersebut telah terpenuhi.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

PT VDI PT VDI

Loan that have been obtained by PT VDI is loan from Permata represents loan facility with maximum limit amounting to Rp224,000. Due date of this loan is from September 2022 until October 2024, charged with interest rate 9.50% - 10.65% per annum for the year ended December 31, 2020 and 2019. There is also bank overdraft facility with maximum limit amounting to Rp5,750, and there was no outstanding balances due as of December 31, 2020 and 2019. These facilities are available until May 18, 2021

In addition, there is also short term invoice financing facility with maximum limit amounting to Rp42,000. This facility is available until May 18, 2021. This loan has been due and repaid, there is no oustanding balances due for this facility as of December 31, 2020 and 2019. This loan charged with interest rate 11.00% per annum for the year ended December 31, 2019.

Fixed assets are pledged as collateral for 125% for both of the loans (Note 9).

Based on agreement with Permata, PT VDI has to comply with financial covenant of Debt to Equity Ratio for maximum 5 (five) times, and since May 2016, PT VDI also shall comply with other financial covenant of Debt Service Coverage Ratio for minimum 1.1 times. Both covenants are reviewed on July 14, 2021 (for financial position as of December 31, 2020). For financial position as of December 31, 2020 and 2019, both covenants have been met.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

17. UANG MUKA PELANGGAN

Akun ini merupakan uang muka dari pelanggan atas proyek-proyek teknologi informasi atas penjualan perangkat keras dan perangkat pendukungnya yang sedang ditangani oleh Perusahaan dan Entitas Anak.

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

17. ADVANCE FROM CUSTOMERS

This account represents advance from customers for project of information technology related with sales of hardware and supporting devices that being carried out by the Company and Subsidiaries.

Uang muka pelanggan terdiri dari: Advance from customers consists of:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Pihak berelasi (Catatan 31)
Pihak ketiga
29,251
113,391
15,257
80,020
Related parties (Note 31)
Third parties
Jumlah 142,642 95,277 Total

18. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

Akun ini merupakan pendapatan diterima di muka atas proyek-proyek teknologi informasi atas penjualan jasa teknologi yang sedang ditangani oleh Perusahaan dan Entitas Anak.

18. UNEARNED REVENUE

This account represents unearned revenue for project of information technology related with sales of technology services that being carried out by the Company and Subsidiaries.

Pendapatan diterima di muka terdiri dari: Unearned revenue consists of:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
24,272
243,994
17,400
81,346
Related parties (Note 31)
Third parties
268,266 98,746 Total

19. IMBALAN KERJA

19. EMPLOYEE BENEFITS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Akrual imbalan kerja
Kewajiban imbalan pascakerja
Kewajiban imbalan kerja jangka
panjang lainnya
39,661
67,734
2,052
38,005
67,659
1,408
Accrued employee benefits
Post-employment benefits
Other long-term employee
benefits
Jumlah
Bagian jangka pendek
109,447
(39,661)
107,072
(38,005)
Total
Short-term portion
Bagian jangka panjang 69,786 69,067 Long-term portion

Perusahaan dan Entitas Anak memiliki program pensiun iuran pasti. Berdasarkan program pensiun iuran pasti tersebut, beban manfaat yang dibebankan untuk operasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp1.919 dan Rp2.056.

The Company and Subsidiaries have defined contribution pension plan. According to the defined contribution plan, the benefit expenses charged to operation for the years ended December 31, 2020 and 2019, amounting to Rp1,919 and Rp2,056, respectively.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003, tanggal 25 Maret 2003, Perusahaan dan Entitas Anak harus menyediakan imbalan kerja yang minimal sama dengan yang diatur oleh Undang-undang, sehingga Perusahaan dan Entitas Anak membukukan selisih kurang dari program pensiun Perusahaan dan Entitas Anak sebagai penyisihan imbalan kerja.

Jumlah yang diakui sebagai beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

Imbalan pascakerja Post-employment benefits

In compliance with Labor Law No. 13/2003, dated March 25, 2003, the Company and Subsidiaries must provide employment benefits at least equal with the benefits regulated by the Law, therefore the Company and Subsidiaries will record the shortage difference with the Company and Subsidiaries' pension plan as provision for employee benefits.

The amounts recognized as employee benefit expenses are as follows:

2020 2019
Biaya jasa kini 7,224 6,487 Current service cost
Biaya bunga 4,963 4,605 Interest cost
Kelebihan pembayaran 3,602 - Excess of benefit paids
Biaya terminasi 1,203 3,401 Termination cost
Pengakuan kewajiban atas jasa lalu 124 255 Liability due to recognition of past services
Biaya jasa lalu-kurtailmen (5,015) (3,543) Past service cost-curtailment
Jumlah 12,101 11,205 Total

Kewajiban imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit berdasarkan perhitungan aktuaria PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, aktuaris independen untuk 31 Desember 2020 dan tahun 2019 dengan asumsiasumsi sebagai berikut:

The employee benefits liabilities of the Company and Subsidiaries are computed using the Projected Unit Credit based on the actuarial reports of PT Dayamandiri Dharmakonsilindo, an independent actuary, for December 31, 2020, and year 2019 with the following assumptions:

Usia Pensiun Normal
Tingkat Diskonto
55 tahun/years
2020: 6,6% - 7,0% per tahun/
6.6% - 7.0% per annum;
2019: 7,6% - 7,9% per tahun/
Normal Retirement Age
Discount Rate
Tingkat Proyeksi Kenaikan Gaji 7.6% - 7.9% per annum;
2020: 7% - 10% per tahun/
7% - 10% per annum
Annual Salary Increase Rate
Tingkat Cacat 2019: 10% per tahun/10% per annum
10% dari tingkat mortalitas/
10% of mortality rate
Disability Rate
Tingkat Pengunduran Diri 15% untuk usia 25 tahun dan menurun
dengan garis lurus sebesar 1% pada usia 45
tahun dan seterusnya/
Resignation Rate
15% at age 25 years old and reducing linearly
to 1% at age 45 years old and thereafter
Tabel Mortalita 2020: Tabel Mortalita Indonesia tahun 2019/
Indonesian Mortality Table year 2019
2019: Tabel Mortalita Indonesia tahun 2011/
Indonesian Mortality Table year 2011
Table of Mortality

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Imbalan pascakerja (lanjutan) Post-employment benefits (continued) Perubahan provisi atas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

The movements of the provision for post-employment benefits are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Liabilitas awal tahun 67,659 60,852 Liability at beginning of year
Beban tahun berjalan 12,101 11,205 Current year expenses
Pembayaran (8,996) (7,599) Payment
Kerugian (keuntungan) aktuarial di tahun Actuary loss (gain)
berjalan yang dikreditkan for the year credited
pada penghasilan komprehensif lain (3,030) 3,201 to other comprehensive income
Liabilitas akhir tahun 67,734 67,659 Liability at end of period

Estimasi terbaik jumlah iuran yang direncanakan akan dibayarkan selama tahun 2021 adalah Rp2.121.

Sensitivitas liabilitas iuran pasti terhadap perubahan asumsi utama tertimbang pada 31 Desember 2020 adalah:

The best estimate of contributions expected to be paid during 2021 is Rp2,121.

The sensitivity of the defined contribution obligation to changes in the weighted principal assumptions as of December 31, 2020, is:

Dampak terhadap liabilitas iuran pasti/
Impact on defined contribution obligation
Perubahan asumsi/
Changes in assumption
Kenaikan asumsi/
Increase in assumption
Penurunan asumsi/
Decrease in assumption
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
1.00%
1.00%
61,678
76,060
74,742
60,360
Discount rate
Salary increase rate

Perkiraan analisis jatuh tempo atas imbalan pascakerja tidak terdiskonto per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Expected maturity analysis of undiscounted postemployment benefits as of December 31, 2020, is presented below:

Antara 1-2 tahun/
Between 1-2 year
Antara 3-5 tahun/
Between 3-5 year
Lebih dari 5 tahun/
Over 5 year
Jumlah/
Total
Imbalan pascakerja 4,159 15,254 506,198 525,611 Post-employment benefits

Imbalan kerja jangka panjang lainnya

Perusahaan memberikan penghargaan pada karyawan yang telah bekerja selama dua puluh lima tahun berupa dua puluh lima gram emas.

Berikut adalah asumsi-asumsi penting yang digunakan dalam laporan aktuaris independen untuk 31 Desember 2020 dan 2019:

Other long-term employee benefits

The Company rewards twenty five grams of gold for employee who has worked for twenty five years.

The significant assumptions used in the independent actuary report for December 31, 2020 and 2019 is as follows:

Harga Emas 2020: Rp0,91 per gram/Rp0.91 per gram Gold Prices
2019: Rp0,72 per gram/Rp0.72 per gram
Tingkat Kenaikan Emas 7,5% per tahun/7.5% per annum Gold Increase Rate

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Imbalan kerja jangka panjang lainnya (lanjutan) Other long-term employee benefits (continued) Jumlah yang diakui sebagai beban imbalan kerja jangka panjang lainnya pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

19. IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

The amounts recognized as other long-term employee benefit expenses in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

2020 2019
Kerugian aktuaria 433 - Actuarial loss
Biaya jasa kini 233 435 Current service cost
Biaya bunga 107 78 Interest cost
Pengakuan kewajiban atas jasa lalu 8 - Liability due to recognition of past services
Jumlah 781 513 Total

Perubahan provisi atas imbalan kerja jangka panjang lainnya adalah sebagai berikut:

The movements of the provision for other long-term employee benefit are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Liabilitas awal tahun
Beban tahun berjalan
Pembayaran
1,408
781
(137)
962
513
(67)
Liability at beginning of year
Current period expenses
Payment
Liabilitas akhir tahun 2,052 1,408 Liability at end of period

Sensitivitas liabilitas iuran pasti terhadap perubahan asumsi utama tertimbang pada 31 Desember 2020 adalah:

The sensitivity of the defined contribution obligation to changes in the weighted principal assumptions as of December 31, 2020, is:

Dampak terhadap liabilitas iuran pasti/
Impact on defined contribution obligation
Perubahan asumsi/
Changes in assumption
Kenaikan asumsi/
Increase in assumption
Penurunan asumsi/
Decrease in assumption
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
1.00%
1.00%
1,904
2,052
2,221
2,052
Discount rate
Salary increase rate

Perkiraan analisis jatuh tempo atas imbalan kerja jangka panjang lainnya tidak terdiskonto per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Expected maturity analysis of undiscounted other longterm employee benefits as of December 31, 2020 is presented below:

Antara 1-2 tahun/
Between 1-2 year
Antara 3-5 tahun/
Between 3-5 year
Lebih dari 5 tahun/
Over 5 year
Jumlah/
Total
Imbalan kerja jangka
panjang lainnya
503 732 10,882 12,117 Other long-term
employee benefits

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

20. MODAL SAHAM

Susunan pemegang saham Perusahaan pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

20. SHARE CAPITAL

The composition of share ownership of the Company as of December 31 2020 and 2019, are as follows:

Lembar
Saham/
Number of
Share
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership (%)
Jumlah/
Total
PT Multipolar Tbk 1,630,250,000 86.95 163,025 PT Multipolar Tbk
PT First Media Tbk 136,750,000 7.29 13,675 PT First Media Tbk
PT Tryane Saptajagat 250,000 0.01 25 PT Tryane Saptajagat
Masyarakat (masing-masing dengan Public (below 5% ownership
kepemilikan kurang dari 5%) 107,750,000 5.75 10,775 each)
Jumlah 1,875,000,000 100.00 187,500 Total

21. TAMBAHAN MODAL DISETOR

Rincian akun ini pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

21. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

Detail of this account as of December 31, 2020, and December 31, 2019, are as follows:

Penerbitan modal saham melalui penawaran
saham perdana
Beban emisi saham
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali
Pengampunan pajak
142,500
(2,676)
629
61
Issuance of share capital through Initial
Public Offering
Stock issuance costs
Difference in value of restructuring
transactions of entities under common control
Tax amnesty
Saldo akhir 140,514 Ending balance

Rincian Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang disajikan dalam pos Tambahan Modal Disetor pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Below is the detail of Difference in Value of Restructuring
Transactions of Entities under Common Control that
presented in account Additional Paid-In Capital as of
December 31, 2020 and 2019:
Saldo akhir 629 Ending balance
PT MSA atas PT API 762 PT MSA over PT API
Transaksi antara PT VSN dengan Transaction between PT VSN and
Penambahan di tahun 2016: Addition in the year 2016:
PT IMTV 5,531 PT IMTV
PT TI 12 PT TI
Transaksi dengan PT MMP atas: Transaction with PT MMP over:
Penambahan di tahun 2013: Addition in the year 2013:
(Revisi 2012) (5,676) (Revised 2012)
Reklasifikasi karena penerapan PSAK 38 Reclassification for adoption of PSAK 38

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

22. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NON-PENGENDALI

Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali terutama berasal dari selisih nilai transaksi atas PT GTN, Entitas Anak, sehubungan dengan penerbitan saham baru kepada Mitsui & Co, Ltd dan anak usahanya, Mitsui Knowledge Industry Co, Ltd.

Selisih kurang transaksi dengan pihak non-pengendali lainnya berasal dari transaksi dengan PT Manunggal Utama Makmur untuk kepemilikan di PT GTN sebesar Rp327.

23. PEMBAGIAN LABA DAN PEMBENTUKAN CADANGAN UMUM DARI SALDO LABA

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juni 2020, yang telah diaktanotariskan dengan akta No. 01 dari Buchari Hanafi, S.H., notaris di Kota Tangerang, diputuskan untuk, antara lain, membagikan dividen kas sebesar Rp249.375 atau Rp133,00 (dalam angka penuh) per saham, kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham pada tanggal 12 Juni 2020 dan membentuk cadangan umum sebesar Rp100 dari saldo laba. Pembayaran dividen tersebut telah dilakukan pada tanggal 22 Juni 2020.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 26 April 2019, yang telah diaktanotariskan dengan akta No. 32 dari Buchari Hanafi, S.H., notaris di Kota Tangerang, diputuskan untuk, antara lain, membagikan dividen kas sebesar Rp79.688 atau Rp42,50 (dalam angka penuh) per saham, kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham pada tanggal 9 Mei 2019 dan membentuk cadangan umum sebesar Rp100 dari saldo laba. Pembayaran dividen tersebut telah dilakukan pada tanggal 29 Mei 2019.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

22. DIFFERENCE IN TRANSACTION WITH NON-CONTROLLING INTEREST

Difference in transaction with non-controlling interest is mainly represents difference in transaction of PT GTN, Subsidiary, related with the issuance of new shares to Mitsui & Co, Ltd and its subsidiary, Mitsui Knowledge Industry Co, Ltd.

Nilai setelah transaksi 170,436 Post transaction value
Nilai buku tercatat (146,722) Book value
Selisih transaksi dengan pihak
non-pengendali
23,714 Difference in transaction with
non-controlling interest

Negative difference in transaction with other noncontrolling interest arise from transaction with PT Manunggal Utama Makmur for shares in PT GTN amounting to Rp327.

23. DISTRIBUTION OF INCOME AND APPROPRIATION OF RETAINED EARNINGS

In the Company's Annual General Meeting of the Shareholders held on June 2, 2020, the minutes of which are notarialized under deed No. 01 by Buchari Hanafi, S.H., notary in Tangerang City, the shareholders resolved to, among others, declare cash dividend amounted to Rp249,375 or Rp133.00 (in full amount) per share, payable to shareholders listed in the shareholders' register on June 12, 2020, and provide an appropriate of Rp100 from retained earnings as a general reserve. The payment of dividend was made on June 22, 2020.

In the Company's Annual General Meeting of the Shareholders held on April 26, 2019, the minutes of which are notarialized under deed No. 32 by Buchari Hanafi, S.H., notary in Tangerang City, the shareholders resolved to, among others, declare cash dividend amounted to Rp79,688 or Rp42.50 (in full amount) per share, payable to shareholders listed in the shareholders' register on May 9, 2019, and provide an appropriate of Rp100 from retained earnings as a general reserve. The payment of dividend was made on May 29, 2019.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

24. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI

Bagian pemegang saham non-pengendali atas ekuitas Entitas Anak pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

24. NON-CONTROLLING INTEREST

The portion of non-controlling shareholders in the equity of Subsidiaries as of December 31, 2020, and December 31, 2019, are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
PT GTN 70,768 82,644 PT GTN
PT VDI 147 130 PT VDI
PT MSA (2,701) (2,689) PT MSA
Jumlah 68,214 80,085 Total

Perincian Entitas Anak langsung dan tidak langsung Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 1.c. Entitas Anak yang memiliki Kepentingan Non-Pengendali ("KNP") yang material terhadap Perusahaan adalah PT GTN, dengan perincian sebagai berikut:

Detail of the Company's direct and indirect Subsidiaries are disclosed in Note 1.c. Subsidiary with material Non-Controlling Interest ("NCI") to the Company is PT GTN, with the following detail:

Rugi komprehensif
yang dialokasikan ke KNP/
Persentase Comprehensive loss Akumulasi KNP/
Kepemilikan KNP/ allocated to NCI Accumulated NCI
Percentage of 31 Des/Dec 31, 31 Des/Dec 31, 31 Des/Dec 31, 31 Des/Dec 31,
NCI Ownership 2020 2019 2020 2019
PT GTN 35.00 (11,876) (12,157) 70,768 82,644

Tidak ada dividen yang dibayarkan kepada pihak KNP untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019.

Ringkasan informasi keuangan PT GTN, sebelum eliminasi antar Perusahaan, adalah sebagai berikut:

There was no dividend paid to NCI for the years ended December 31, 2020 and 2019.

Summary of financial information of PT GTN, before intercompany eliminations, are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Aset lancar
Aset tidak lancar
28,303
289,481
31,881
298,506
Current assets
Non-current assets
Jumlah aset 317,784 330,387 Total assets
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
92,245
23,678
56,468
38,126
Current liabilities
Non-current liabilities
Jumlah liabilitas 115,923 94,594 Total liabilities

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

24. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI (lanjutan)

Ringkasan informasi keuangan PT GTN, sebelum eliminasi antar Perusahaan, adalah sebagai berikut: (lanjutan)

24. NON-CONTROLLING INTEREST (continued)

Summary of financial information of PT GTN, before intercompany eliminations, are as follows: (continued)

2020 2019
Arus kas neto diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi
(360) 697 Net cash flows provided by (used in)
operating activities
Arus kas neto digunakan
untuk aktivitas investasi
Arus kas neto diperoleh dari
(10,954) (6,914) Net cash flows used in
investing activities
Net cash flows provided by
aktivitas pendanaan 7,321 18,837 financing activities
Arus kas neto (3,993) 12,620 Net cash flows
Penjualan bersih 28,413 25,257 Net sales
Rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
(33,981) (34,663) Loss for the period attributable to:
Equity holders of the parent
Rugi tahun berjalan (33,981) (34,663) Loss for the period
Jumlah beban komprehensif
tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Jumlah beban komprehensif
tahun berjalan
(33,931)
(33,931)
(34,733)
(34,733)
Total comprehensive expense
for the period attributable to:
Equity holders of the parent
Total comprehensive expense
for the period

25. PENJUALAN BERSIH DAN PENDAPATAN JASA 25. NET SALES AND SERVICE REVENUES

Penjualan bersih dan pendapatan jasa diperoleh dari para pelanggan sebagai berikut:

Net sales and service revenues obtained from the customers are as follows:

2020 2019
Pihak berelasi (Catatan 31)
Pihak ketiga
761,172
1,924,625
730,409
1,725,117
Related parties (Note 31)
Third parties
Jumlah 2,685,797 2,455,526 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

25. PENJUALAN BERSIH DAN PENDAPATAN JASA (lanjutan)

25. NET SALES AND SERVICE REVENUES (continued)

2020 2019
Perangkat keras dan perangkat
pendukungnya 1,385,134 1,193,825 Hardware and supporting devices
IT outsourcing 522,443 505,453 IT outsourcing
Jasa teknologi 473,088 365,638 Technology services
Perangkat lunak 253,885 342,286 Software
Lain-lain 51,247 48,324 Others
Jumlah 2,685,797 2,455,526 Total

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah penjualan kepada PT Link Net Tbk (Catatan 31).

For the year ended ended December 31, 2020 and 2019 the individual sales which exceed 10% from total net sales were sales to PT Link Net Tbk (Note 31).

26. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA 26. COST OF GOODS SOLD AND SERVICES

Rincian beban pokok penjualan barang dan jasa yang diperoleh dari para pemasok adalah sebagai berikut:

Details of the cost of goods sold and services obtained from suppliers are as follows:

2020 2019
Perangkat keras dan perangkat
pendukungnya 1,225,525 1,028,227 Hardware and supporting devices
IT outsourcing 438,624 426,737 IT outsourcing
Jasa teknologi 382,942 297,450 Technology services
Perangkat lunak 216,449 298,954 Software
Lain-lain 50,684 51,260 Others
Jumlah 2,314,224 2,102,628 Total

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, pembelian persediaan dari setiap pemasok yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah pembelian dari Cisco International Limited sebesar Rp295.275, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019, adalah pembelian dari Cisco International Limited dan PT Tech Data Advanced Solutions Indonesia masing-masing sebesar Rp288.432 dan Rp277.926.

For the year ended ended December 31, 2020, the individual purchase of inventory which exceed 10% of total net sales was purchase from Cisco International Limited amounted to Rp295,275, while for the year ended December 31, 2019, were purchase from Cisco International Limited and PT Tech Data Advanced Solutions Indonesia amounted to Rp288,432 and Rp277,926, respectively.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

This account consists of:
2020 2019
Salaries and allowances
Allowance for expected credit loss
Depreciation (Note 9)
Repair and maintenance
Tax expense
Transportation
4,774 9,004 Others
82,368 93,387 Total
58,924
7,741
6,426
2,277
1,661
565
59,546
18,395
2,595
872
1,034
1,941

27. BEBAN PENJUALAN 27. SELLING EXPENSES

28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 28. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2020 2019
Gaji dan tunjangan 55,119 56,187 Salaries and allowances
Penyusutan (Catatan 9) 4,867 7,361 Depreciation (Note 9)
Amortisasi (Catatan 10) 4,414 4,344 Amortization (Note 10)
Jasa profesional 4,320 3,120 Professional fees
Beban pajak 1,710 2,182 Tax expense
Perbaikan dan pemeliharaan 1,153 1,024 Repair and maintenance
Transportasi 420 1,223 Transportation
Lain-lain 5,411 11,979 Others
Jumlah 77,414 87,420 Total

29. PENGHASILAN LAIN-LAIN 29. OTHER INCOME

Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2020 2019
Keuntungan dari selisih kurs 10,121 3,134 Gain on foreign exchange difference
Keuntungan dari aset keuangan yang
yang diukur pada nilai wajar melalui
Realized gain on financial
assets measured at
penghasilan komprehensif lain through fair value other
yang sudah direalisasi 4,105 935 comprehensive income
Keuntungan dari pelepasan aset tetap 1,306 552 Gain on disposal of fixed assets
Lain-lain (masing-masing Others
dibawah Rp1.000) 1,332 516 (below Rp1,000 each)
Jumlah 16,864 5,137 Total

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

30. BEBAN LAIN-LAIN 30. OTHER EXPENSE
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
2020 2019
Kerugian dari selisih kurs 1,752 2,989 Loss on foreign exchange difference
Jumlah 1,752 2,989 Total

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES

Rincian akun dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Details of accounts with related parties are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Kas dan setara kas Cash and cash equivalents
PT Bank Nationalnobu Tbk 102,495 8,463 PT Bank Nationalnobu Tbk
Persentase dari jumlah aset 4.2% 0.4% Percentage of total assets
Piutang usaha Trade receivables
PT Link Net Tbk 134,161 96,013 PT Link Net Tbk
PT Mahkota Sentosa Utama 18,640 20,822 PT Mahkota Sentosa Utama
PT Lippo Karawaci Tbk 11,511 15,900 PT Lippo Karawaci Tbk
PT Matahari Putra Prima Tbk 9,506 17,018 PT Matahari Putra Prima Tbk
PT Lippo Malls Indonesia 8,455 2,880 PT Lippo Malls Indonesia
PT Bank Nationalnobu Tbk 6,850 2,717 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Ciptadana Capital 5,407 - PT Ciptadana Capital
PT Prima Wira Utama 4,049 4,265 PT Prima Wira Utama
PT Matahari Department Store Tbk 2,110 3,099 PT Matahari Department Store Tbk
PT Gunung Halimun Elok 1,298 - PT Gunung Halimun Elok
PT Siloam International Hospitals Tbk 757 1,415 PT Siloam International Hospitals Tbk
PT Visionet Internasional*) - 52,835 PT Visionet Internasional*)
Lain-lain (masing-masing di Others
bawah Rp1.000) 3,761 3,756 (below Rp1,000 each)
Sub Jumlah 206,505 220,720 Sub Total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (7,741) - Allowance for expected credit loss
Jumlah 198,764 220,720 Total
Persentase dari jumlah aset 8.2% 10.5% Percentage of total assets
Aset keuangan lancar lainnya Other current financial assets
Lain-lain (masing-masing di Others
bawah Rp1.000) 5 119 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah aset 0.0% 0.0% Percentage of total assets
Biaya dibayar di muka Prepaid expenses
Lain-lain (masing-masing di Others
bawah Rp1.000) 388 614 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah aset 0.0% 0.0% Percentage of total assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Rincian akun dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Details of accounts with related parties are as follows: (continued)

PARTIES (continued)

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Aset lancar lainnya
Lain-lain (masing-masing di
Other current assets
Others
bawah Rp1.000) 1,168 818 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah aset 0.0% 0.0% Percentage of total assets
Aset tidak lancar lainnya
PT First Media Tbk
Lain-lain (masing-masing di
1,103 1,103 Other non-current assets
PT First Media Tbk
Others
bawah Rp1.000) 702 870 (below Rp1,000 each)
Jumlah 1,805 1,973 Total
Persentase dari jumlah aset 0.1% 0.1% Percentage of total assets
Utang usaha
PT Link Net Tbk
Lain-lain (masing-masing di
4,589 5,985 Trade payables
PT Link Net Tbk
Others
bawah Rp1.000) 383 597 (below Rp1,000 each)
Jumlah 4,972 6,582 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 0.3% 0.6% Percentage of total liabilities
Liabilitas keuangan lainnya
Lain-lain (masing-masing di
Other financial liabilities
Others
bawah Rp1.000) 8 28 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah liabilitas 0.0% 0.0% Percentage of total liabilities
Beban akrual
PT Multipolar Tbk
Lain-lain (masing-masing di
1,503 1,156 Accrued expenses
PT Multipolar Tbk
Others
bawah Rp1.000) 40 13 (below Rp1,000 each)
Jumlah 1,543 1,169 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 0.1% 0.1% Percentage of total liabilities
Liabilitas Sewa
PT Asiatic Sejahtera Finance
1,469 2,331 Lease Liabilities
PT Asiatic Sejahtera Finance
Persentase dari jumlah liabilitas 0.1% 0.2% Percentage of total liabilities
Uang muka pelanggan
PT Link Net Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk
21,103
5,327
12,054
1,661
Advance from customers
PT Link Net Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk
Lain-lain (masing-masing di
bawah Rp1.000)
2,821 1,542 Others
(below Rp1,000 each)
Jumlah 29,251 15,257 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 1.9% 1.4% Percentage of total liabilities

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Rincian akun dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

PARTIES (continued)

Details of accounts with related parties are as follows: (continued)

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Pendapatan diterima di muka Unearned revenue
PT Link Net Tbk 15,958 8,863 PT Link Net Tbk
PT Bank Nationalnobu Tbk 2,868 535 PT Bank NationalnobuTbk
PT Matahari Department Store Tbk 1,474 437 PT Matahari Department Store Tbk
PT Siloam International Hospitals Tbk 1,324 804 PT Siloam International Hospitals Tbk
PT Ciptadana Capital 961 1,027 PT Ciptadana Capital
PT Visionet Internasional*)
Lain-lain (masing-masing di
- 3,545 PT Visionet Internasional*)
Others
bawah Rp1.000) 1,687 2,189 (below Rp1,000 each)
Jumlah 24,272 17,400 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 1.6% 1.5% Percentage of total liabilities

*) Efektif sejak 1 April 2020, PT Visionet Internasional menjadi pihak ketiga.

Berikut ini adalah ikhtisar transaksi yang signifikan (mempengaruhi penerimaan/pendapatan dan beban) dengan pihak berelasi:

*) Effective since April 1, 2020, PT Visionet Internasional has become a third party.

Transaksi Pihak Berelasi Related Parties Transactions

Below are summary of significant transactions (affecting receipt/revenue and expense) with related parties:

2020 2019
Penjualan bersih dan pendapatan jasa Net sales and service revenues
PT Link Net Tbk 532,781 292,399 PT Link Net Tbk
PT Visionet Internasional*) 46,916 224,236 PT Visionet Internasional*)
PT Bank Nationalnobu Tbk 44,486 27,770 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Matahari Putra Prima Tbk 35,992 50,223 PT Matahari Putra Prima Tbk
PT Matahari Department Store Tbk 33,715 54,561 PT Matahari Department Store Tbk
PT Siloam International Hospitals Tbk 17,194 23,743 PT Siloam International Hospitals Tbk
PT Lippo Karawaci Tbk 9,671 13,297 PT Lippo Karawaci Tbk
PT Lippo Malls Indonesia 9,058 12,569 PT Lippo Malls Indonesia
PT Lippo General Insurance Tbk 6,785 4,644 PT Lippo General Insurance Tbk
PT Ciptadana Capital 5,138 1,593 PT Ciptadana Capital
Yayasan Universitas Pelita Harapan 2,992 1,403 Yayasan Universitas Pelita Harapan
Yayasan Pendidikan Pelita Harapan 1,423 2,310 Yayasan Pendidikan Pelita Harapan
PT Satyagraha Dinamika Unggul 1,272 14 PT Satyagraha Dinamika Unggul
PT Tata Mandiri Daerah Lippo Karawaci 1,201 751 PT Tata Mandiri Daerah Lippo Karawaci
PT Gunung Halimun Elok 1,180 - PT Gunung Halimun Elok
PT Cinemaxx Global Pasifik 1,168 2,580 PT Cinemaxx Global Pasifik
PT Lippo Cikarang Tbk 1,084 1,216 PT Lippo Cikarang Tbk
PT Mahkota Sentosa Utama 808 1,473 PT Mahkota Sentosa Utama
PT Prima Wira Utama 625 1,572 PT Prima Wira Utama
PT Brilliant Ecommerce Berjaya 517 1,142 PT Brilliant Ecommerce Berjaya
PT Digital Data Venture 302 2,212 PT Digital Data Venture
PT Inti Anugerah Pratama 221 1,056 PT Inti Anugerah Pratama
Lain-lain (masing-masing di Others
bawah Rp1.000) 6,643 9,645 (below Rp1,000 each)
Jumlah 761,172 730,409 Total
Persentase dari jumlah penjualan bersih Percentage of net sales
dan pendapatan jasa 28.3% 29.7% and service revenues

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Berikut ini adalah ikhtisar transaksi yang signifikan (mempengaruhi penerimaan/pendapatan dan beban) dengan pihak berelasi: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

Transaksi Pihak Berelasi (lanjutan) Related Parties Transactions (continued)

Below are summary of significant transactions (affecting receipt/revenue and expense) with related parties: (continued)

2020 2019
Pembelian barang dan jasa
PT Link Net Tbk
7,272 5,536 Purchase of goods and services
PT Link Net Tbk
Yayasan Universitas Pelita Harapan
PT Lippo General Insurance Tbk
Lain-lain (masing-masing di
3,737
1,707
3,941
1,777
Yayasan Universitas Pelita Harapan
PT Lippo General Insurance Tbk
Others
bawah Rp1.000) 1,399 1,549 (below Rp1,000 each)
Jumlah 14,115 12,803 Total
Persentase dari jumlah beban pokok
penjualan dan jasa
0.6% 0.6% Percentage of cost of goods sold
and services
Beban penjualan
Lain-lain (masing-masing di
Selling expenses
Others
bawah Rp1.000) 356 428 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah beban penjualan 0.4% 0.5% Percentage of selling expenses
Beban umum dan administrasi
Lain-lain (masing-masing di
General and administrative expenses
Others
bawah Rp1.000) 1,505 1,722 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah beban umum
dan administrasi
1.9% 2.0% Percentage of general and
administrative expenses
Gaji dan tunjangan Direksi
dan Dewan Komisaris
Directors' and Board of Commissioners'
salaries and allowances
Imbalan kerja jangka pendek 17,452 14,451 Short term employee benefit
Imbalan pascakerja
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
1,868
42
4,435
-
Post employment benefit
Other long term employee benefit
Total gaji dan tunjangan Direksi dan
Dewan Komisaris
19,362 18,886 Total Director's and Board of
Commissioners' salaries and allowances
Persentase dari jumlah beban penjualan
dan beban umum dan administrasi
12.1% 10.4% Percentage of selling expenses and
general and administrative expenses
Penghasilan lain-lain
Lain-lain (masing-masing di
Other Income
Others
bawah Rp1.000) 319 304 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah penghasilan lain-lain 1.9% 5.9% Percentage of other income
Pendapatan bunga
Lain-lain (masing-masing di
Interest income
Others
bawah Rp1.000) 755 274 (below Rp1,000 each)
Persentase dari jumlah pendapatan bunga 4.9% 1.3% Total percentage of interest income

*) Efektif sejak 1 April 2020, PT Visionet Internasional menjadi pihak ketiga.

*) Effective since April 1, 2020, PT Visionet Internasional has become a third party.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows:

No./
No.
Pihak Berelasi/
Related Parties
Hubungan/
Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances / Transactions
1 PT Bank Nationalnobu Tbk Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penempatan kas dan setara kas, penagihan atas
penjualan barang dan jasa, uang muka pelanggan,
pendapatan diterima di muka, dan penjualan bersih
dan pendapatan jasa/
Placement of cash and cash equivalents, billing for
sale
of
goods
and
services,
advance
from
customers, unearned revenue, and net sales and
service revenues
2 PT Link Net Tbk Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, utang
usaha, uang muka pelanggan, pendapatan diterima
di muka, penjualan bersih dan pendapatan jasa, dan
pembelian barang dan jasa/
Billing for sale of goods and services, trade
payables,
advance
from
customers,
unearned
revenue, net sales and service revenues, and
purchase of goods and services
3 PT Matahari Putra Prima Tbk Afiliasi karena entitas anak
dari entitas induk/
Affiliate, subsidiary of the
parent entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
4 PT Lippo Karawaci Tbk Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
5 PT Siloam International
Hospitals Tbk
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan
atas
penjualan
barang
dan
jasa,
pendapatan diterima di muka, dan penjualan bersih
dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, unearned
revenue, and net sales and service revenues
6 PT Matahari Department
Store Tbk
Afiliasi karena perusahaan
asosiasi entitas induk/
Affiliate, associate of
parent company
Penagihan
atas
penjualan
barang
dan
jasa,
pendapatan diterima di muka, dan penjualan bersih
dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, unearned
revenue, and net sales and service revenues

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

PARTIES (continued)

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows: (continued)

No./
No.
Pihak Berelasi/
Related Parties
Hubungan/
Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances / Transactions
7 PT Lippo Malls Indonesia Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
8 PT Prima Wira Utama Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
9 PT Visionet Internasional*) Afiliasi karena kesamaan
personil manajemen kunci/
Affiliate, common key
management personnel
Penagihan
atas
penjualan
barang
dan
jasa,
pendapatan diterima di muka, dan penjualan bersih
dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, unearned
revenue, and net sales and service revenues
10 PT Mahkota Sentosa Utama Entitas Asosiasi dari grup
yang sama/
Association entities from
same asociation
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa /
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
11 PT First Media Tbk Afiliasi karena perusahaan
asosiasi entitas induk/
Affiliate, associate of
parent company
Aset tidak lancar lainnya/
Other non-current asset
12 Yayasan Universitas Pelita
Harapan
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
Entity
Penjualan
bersih
dan
pendapatan
jasa,
dan
pembelian barang dan jasa/
Net sales and service revenues, and purchase of
goods and services
13 PT Asiatic Sejahtera Finance Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
Entity
Liabilitas sewa/
Lease liabilities
14 PT Ciptadana Capital Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
Entity
Penagihan
atas
penjualan
barang
dan
jasa,
pendapatan diterima di muka, dan penjualan bersih
dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, unearned
revenue, and net sales and service revenues
15 PT Multipolar Tbk Entitas Induk/
Parent Entity
Akrual biaya sewa/
Accrued for rental

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

PARTIES (continued)

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows: (continued)

No./
No.
Pihak Berelasi/
Related Parties
Hubungan/
Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances / Transactions
16 PT Lippo General Insurance
Tbk
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penjualan
bersih
dan
pendapatan
jasa,
dan
pembelian barang dan jasa/
Net sales and service revenues, and purchase of
goods and services
17 PT Cinemaxx Global Pasifik Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
18 Yayasan Pendidikan Pelita
Harapan
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
Entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
19 PT Lippo Cikarang Tbk Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
20 PT Brilliant Ecommerce
Berjaya
Afiliasi karena entitas anak
dari entitas induk/
Affiliate, subsidiary of the
parent entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
21 PT Digital Data Venture Afiliasi karena entitas anak
dari entitas induk/
Affiliate, subsidiary of the
parent entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
22 Direksi dan Dewan
Komisaris/
Directors and Board of
Commissioners
Personil manajemen
kunci/
Key management
personnel
Kompensasi dan remunerasi/
Compensation and remuneration
23 PT Gunung Halimun Elok Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penagihan atas penjualan barang dan jasa, dan
penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Billing for sale of goods and services, and net sales
and service revenues
24 PT Satyagraha Dinamika
Unggul
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

31. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 31. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows: (continued)

No./
Pihak Berelasi/
No.
Related Parties
Hubungan/
Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances / Transactions
25 PT Tata Mandiri Daerah
Lippo Karawaci
Afiliasi karena dibawah
kesamaan pengendalian/
Affiliate, common control
entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
26 PT Inti Anugerah Pratama Entitas induk terakhir/
Ultimate parent entity
Penjualan bersih dan pendapatan jasa/
Net sales and service revenues
*) Efektif sejak 1 April 2020, PT Visionet Internasional
menjadi pihak ketiga.
*) Effective since April 1, 2020, PT Visionet Internasional
has become a third party.

32. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

32. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as of December 31, 2020 and 2019, are as follows:

31 Des 2020/Dec 31, 2020 31 Des 2019/Dec 31, 2019
USD Euro Ekuivalen
Rupiah/
Equivalent
Rupiah
USD Euro Ekuivalen
Rupiah/
Equivalent
Rupiah
Aset Assets
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Aset keuangan
7,068,289
10,479
1,079
-
99,717
148
6,583,764
301,041
1,149
-
91,537
4,185
Cash and cash
equivalents
Trade receivables
Other current
lancar lainnya 3,064 - 43 1,874,100 26,052 financial assets
Jumlah 7,081,832 1,079 99,908 8,758,905 1,149 121,774 Total
Liabilitas Liabilities
Utang usaha 7,904,811 - 111,497 1,632,598 - 22,695 Trade payables
Liabilitas keuangan lainnya 119,676 - 1,688 122,697 - 1,706 Other financial liabilities
Beban akrual
Liabilitas sewa -
15,087 - 213 25,723 - 358 Accrued expenses
bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
1,659,075 - 23,401 2,232,380 - 31,032 Lease liabilities -
current maturities
Liabilitas keuangan jangka
panjang lainnya
Liabilitas sewa -
- - - 80,773 - 1,123 Other long-term
financial liabilities
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
Lease liabilities -
satu tahun 244,277 - 3,446 1,498,089 - 20,825 net of current maturities
Jumlah 9,942,926 - 140,245 5,592,260 - 77,739 Total
Aset (Liabilitas) - bersih (2,861,094) 1,079 (40,337) 3,166,645 1,149 44,035 Assets (Liabilities) - net

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

33. LABA PER SAHAM DASAR 33. BASIC EARNINGS PER SHARE

The calculation of basic earning per share is as follows:

2020 2019
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk (Rupiah)
172,535 137,275 Net profit for the period attributable
to owners of the Parent (Rupiah)
Jumlah rata-rata tertimbang Weighted average number of
saham biasa (lembar) 1,875,000,000 1,875,000,000 common stocks (shares)
Laba per saham dasar (Rupiah penuh) 92 73 Basic earnings per share (Rupiah full amount)

34. IKATAN SIGNIFIKAN 34. SIGNIFICANT COMMITMENTS

  • a. Perusahaan dan PT Bank Permata Tbk ("Permata") mengadakan perjanjian-perjanjian sewa menyewa mesin Anjungan Tunai Mandiri ("ATM") di berbagai kota di Indonesia dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian-perjanjian tersebut pada bulan Januari 2022. Pembayaran yang diterima dari Permata untuk masa sewa yang belum terjadi disajikan sebagai "Pendapatan diterima di muka" di laporan posisi keuangan konsolidasian. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp5.875.
  • b. Perusahaan dan PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan perjanjian pengadaan sewa server data center dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Januari 2021 dan penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp6.886.
  • c. Perusahaan dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara mengadakan perjanjian sewa server dan berbagai perangkat teknologi informasi dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Desember 2021 dan penagihan dilakukan berdasarkan termin sesuai kontrak. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp2.655.

  • a. The Company and PT Bank Permata Tbk ("Permata") entered into lease agreements for Automatic Teller Machine ("ATM") in various cities in Indonesia with the latest lease period of those agreements will be ended on January 2022. Payment received from Permata for the rent period that have not been occured are presented as "Unearned revenue" in the consolidated statements of financial position. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp5,875.

  • b. The Company and PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta entered into lease agreement for data center server with the latest lease period of that agreement will be ended on January 2021 and billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for year ended December 31, 2020, amounting to Rp6,886.
  • c. The Company and PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara entered into lease agreement for server and various information technology devices with the latest lease period of that agreement will be ended on December 2021 and billing is issued based on the terms according to contract. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp2,655.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

  • d. PT VDI, Entitas Anak, mengadakan perjanjianperjanjian sewa menyewa untuk:
  • Electronic Data Capture ("EDC") dan ATM dengan PT Bank Mayapada Internasional Tbk, dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian-perjanjian tersebut pada bulan Desember 2023, dan penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp6.395;
  • Personal computer dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut akan berakhir pada bulan November 2022, dan penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp22.504;
  • EDC dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan September 2021, dan PT Lippo General Insurance Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Juni 2021. Penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp27.948;
  • EDC dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut akan berakhir pada bulan April 2024, dan penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp56.727.
  • e. PT GTN, Entitas Anak, mengadakan perjanjianperjanjian penempatan data center dengan PT Link Net, dan PT Visionet Internasional dengan jangka waktu sampai dengan 5 tahun, dan penagihan dilakukan secara bulanan. Jumlah pendapatan yang diakui untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah masing-masing sebesar Rp5.178 dan Rp6.409.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

34. IKATAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 34. SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

  • d. PT VDI, Subsidiary, entered into lease agreements for:
  • Electronic Data Capture ("EDC") and ATM with PT Bank Mayapada Internasional Tbk, with the latest lease period of those agreements will be ended on December 2023, and billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp6,395;
  • Personal computer with PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, with the latest lease period of those agreements will be ended on November 2022, and billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp22,504;
  • EDC with PT Bank CIMB Niaga Tbk with the latest lease period of that agreement will be ended on September 2021, and PT Lippo General Insurance Tbk with the latest lease period of that agreement will be ended on June 2021. Billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp27,948;
  • EDC with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with the latest lease period of those agreements will be ended on April 2024, and billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp56,727.
  • e. PT GTN, Subsidiary, entered into agreements for data center placement with PT Link Net, and PT Visionet Internasional for period until 5 years, and billing is issued in monthly basis. Total revenue that has been recognized for the year ended December 31, 2020, amounting to Rp5,178 and Rp6,409, respectively.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

f. Total pembayaran dan penerimaan atas sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

34. IKATAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 34. SIGNIFICANT COMMITMENTS (continued)

f. The total irrevocable minimum future lease payments and receipts under operating lease as at December 31, 2020, are as follows:

Jumlah/Total
Pembayaran sewa
Untuk tahun pertama
Antara tahun kedua sampai tahun ke lima
Setelah tahun kelima
4,122
-
-
Lease payments
For the first year
Between second to fifth year
After the fifth year
Jumlah 4,122 Total
Penerimaan sewa
Untuk tahun pertama
Antara tahun kedua sampai tahun ke lima
Setelah tahun kelima
114,209
179,329
-
Lease receipts
For the first year
Between second to fifth year
After the fifth year
Jumlah 293,538 Total
  • g. Per tanggal 31 Desember 2020, jumlah fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah dari Permata sebesar Rp263.141.
  • g. As at December 31, 2020, the total unused bank loan facilities of the Company and Subsidiaries are from Permata amounting to Rp263,141.

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas.

(i) Risiko kredit (i) Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko dimana suatu pihak atas instrumen keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap pihak lain yang diakibatkan oleh kegagalan untuk memenuhi kewajibannya.

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks.

The credit risk is a risk whereby one party with a financial instrument will cause the other party to incur a financial loss due to the failure to fulfill an obligation.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas. (lanjutan)

Instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang, investasi tertentu dan aset keuangan tertentu lainnya. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut. Eksposur risiko kredit maksimum pada tanggal pelaporan adalah:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks. (continued)

(i) Risiko kredit (lanjutan) (i) Credit Risk (continued)

The Company and Subsidiaries' financial instruments that have the potential credit risk consist of cash and cash equivalents, receivables, certain investments and certain other financial assets. The maximum exposure of the credit risk is equal to the carrying values of these accounts. The maximum exposures of credit risk on reporting date are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Kas dan setara kas 629,756 403,303 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 399,745 400,632 Trade receivables
Aset keuangan lancar lainnya 45,189 36,641 Other current financial assets
Aset keuangan tidak lancar lainnya 11,129 6,293 Other non-current financial assets
Jumlah 1,085,819 846,869 Total

Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih. Sedangkan untuk institusi keuangan, manajemen telah membuat kriteria diantaranya hanya menggunakan jasa manajer investasi berpengalaman dan terpercaya. Selain itu, kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kas dan setara kas, piutang dan investasi di berbagai institusi keuangan.

Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

For the credit risk associated with banks, only banks with good predicate are selected. While for the financial institutions, management has made certain criteria, among others, to engage experienced and trusted investment managers. In addition, the Company and Subsidiaries have a policy not to limit the exposure to only one particular institution, hence the Company and Subsidiaries have cash and cash equivalents, receivables and investments in various financial institutions.

At reporting date, the maximum exposure of credit risk the Company and Subsidiaries bear is book value of each financial asset category which presented in the consolidated statement of financial position.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas. (lanjutan)

(i) Risiko kredit (lanjutan) (i) Credit Risk (continued) Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks. (continued)

The following table analyzes the financial assets by maturity:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Belum Jatuh
Tempo/
Jatuh Tempo
Not Yet
Due
1-90 hari/
1-90 days
91-180 hari/
91-180 days
> 181 hari/
> 181 days
Penurunan
Nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Cash and cash
Kas dan setara kas 629,756 - - - - 629,756 equivalents
Piutang usaha
Aset keuangan
111,586 227,735 13,126 47,298 8,778 408,523 Trade receivables
Other current
lancar lainnya 44,902 264 3 20 - 45,189 financial assets
Aset keuangan Other non-current
tidak lancar lainnya 11,129 - - - - 11,129 financial assets
Jumlah 797,373 227,999 13,129 47,318 8,778 1,094,597 Total
31 Desember 2019/December 31, 2019
Belum Jatuh
Tempo/
Jatuh Tempo Mengalami
Penurunan
Not Yet
Due
1-90 hari/
1-90 days
91-180 hari/
91-180 days
> 181 hari/
> 181 days
Nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Cash and cash
Kas dan setara kas 403,303 - - - - 403,303 equivalents
Piutang usaha
Aset keuangan
151,190 191,322 6,496 51,624 1,145 401,777 Trade receivables
Other current
lancar lainnya
Aset keuangan
31,051 5,480 94 16 - 36,641 financial assets
Other non-current
tidak lancar lainnya 6,293 - - - - 6,293 financial assets
Jumlah 591,837 196,802 6,590 51,640 1,145 848,014 Total

(ii) Risiko likuiditas (ii) Liquidity risk

Risiko likuiditas adalah risiko dimana suatu entitas menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan liabilitas keuangannya yang diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.

Liquidity risk is the risk that an entity is unable to meet its obligations in regard with financial liabilities which should be settled by cash or other financial assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas. (lanjutan)

  • (ii) Risiko likuiditas (lanjutan) (ii) Liquidity risk (continued)
  • Di bawah ini ringkasan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks. (continued)

Below is the summary of maturity dates of the Company and Subsidiaries' financial liabilities:

Nilai
Tercatat/
Carrying
Value
Arus Kas
Aktual/
Actual
Cash Flows
<= 1 tahun /
<= 1 year
> 1-2 tahun/
> 1-2 years
> 2-5 tahun/
> 2-5 years
> 5 tahun/
> 5 years
31 Des 2020
Utang usaha dan
liabilitas keuangan
Dec 31, 2020
Trade payables
and others
lainnya
Utang pajak dan
305,905 305,905 305,905 - - - financial liabilites
Taxes payable
and accrued
beban akrual
Liabilitas imbalan
kerja jangka
518,772 518,772 518,772 - - - expenses
Short-term
employee
pendek
Liabilitas keuangan
39,661 39,661 39,661 - - - benefit liabilities
Other long-term
jangka panjang lainnya 277 277 - 277 - - financial liabilities
Liabilitas sewa 33,340 33,340 27,718 5,622 - - Lease liabilities
Utang bank 132,359 132,359 39,216 38,873 54,270 - Bank loans
31 Des 2019
Utang usaha dan
liabilitas keuangan
Dec 31, 2019
Trade payables
and others
lainnya
Utang pajak dan
144,161 144,161 144,161 - - - financial liabilites
Taxes payable
and accrued
beban akrual
Liabilitas imbalan
kerja jangka
498,951 498,951 498,951 - - - expenses
Short-term
employee
pendek
Liabilitas keuangan
38,005 38,005 38,005 - - - benefit liabilities
Other non-current
tidak lancar lainnya 1,123 1,123 - 1,123 - - financial liabilities
Liabilitas sewa 70,328 70,328 43,011 25,656 1,661 - Lease liabilities
Utang bank 101,325 101,325 35,456 30,282 35,587 - Bank loans

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas. (lanjutan)

(ii) Risiko likuiditas (lanjutan) (ii) Liquidity risk (continued)

Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan Perusahaan dan Entitas Anak dalam memenuhi komitmen untuk operasi normal Perusahaan dan Entitas Anak. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan.

(iii) Risiko mata uang (iii) Currency risk

Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksitransaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah belanja modal dan transaksi pinjaman Perusahaan, sehingga Perusahaan dan Entitas Anak harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing terutama USD untuk memenuhi kebutuhan kewajiban dalam mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang USD dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jika terjadi penguatan nilai tukar mata uang USD terhadap mata uang Rupiah sebesar 5% pada tanggal pelaporan, dan semua variabel lainnya dianggap konstan, maka terjadi penurunan terhadap jumlah laba konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak sebesar Rp1.573. Hal ini terutama disebabkan oleh keuntungan penjabaran kas dan setara kas, dan piutang usaha dalam mata uang USD yang dikurangi dengan kerugian penjabaran utang usaha dalam mata uang USD.

Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang secara terus menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat seperti penggunaan transaksi lindung nilai apabila diperlukan untuk mengurangi risiko mata uang asing.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks. (continued)

The Company and Subsidiaries manage the liquidity risk by maintaining sufficient cash to ensure that the Company and Subsidiaries are able to meet its commitments in normal operations. In addition, the Company and Subsidiaries are also monitoring projections and actual cash flow continuously and supervises the maturity of its financial assets and liabilities.

Foreign currency risk represents fluctuation of financial instrument caused by changes of foreign currency exchange.

The Company and Subsidiaries conduct certain transactions using foreign currencies, among others, capital expenditures and corporate loan transactions, thus, the Company and Subsidiaries must convert Rupiah into foreign currencies, primarily USD to meet its liabilities in foreign currencies at their maturity dates. The fluctuation of Rupiah against USD may have an effect on the Company and Subsidiaries' financial condition.

As of December 31, 2020, if the strengthened exchange rate of USD against Rupiah currency by 5% at the reporting date, and all other variables held constant, then a decrease occured in the Company and Subsidiaries' consolidated profit amounting to Rp1,573. This is mainly due to the gain on translation of cash and cash equivalents and trade receivables denominated in USD and less by translation losses of payable in USD currency.

The Company and Subsidiaries manage currency risk by monitoring continuously the fluctuation in foreign currency exchange rates so that it can take appropriate actions such as the use of hedging transactions, if necessary, to reduce the foreign currency risk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan dan Entitas Anak mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko diatas. (lanjutan)

(iv) Risiko suku bunga (iv) Interest rate risk

Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar.

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perusahaan dan Entitas Anak.

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, tidak ada dampak terhadap laba bersih konsolidasian tahun berjalan yang terjadi sebagai akibat naik/turunnya suku bunga pasar, dikarenakan tidak adanya pendapatan bunga atas kas dan setara kas maupun beban bunga atas pinjaman dengan suku bunga mengambang.

Informasi mengenai suku bunga deposito dan pinjaman yang dikenakan kepada Perusahaan dan Entitas Anak dijelaskan pada Catatan 3, 15, dan 16.

(v) Risiko harga (v) Price risk Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar, terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.

Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara berkelanjutan.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

The main financial risks faced by the Company and Subsidiaries are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk and price risk. Through the risk management approach, the Company and Subsidiaries try to minimize the potential negative impact of the above risks. (continued)

Interest rate risk is the risk of fluctuations in value of financial instruments caused by the changes in market interest rates.

The Company and Subsidiaries monitor the impact of interest rate movements to minimize the negative impact to the Company and Subsidiaries.

For the year ended December 31, 2020, there is no impact on the consolidated net profit for the period from the effect of increment/decrement in interest rate, since there is no interest income from cash and cash equivalents or interest expense from loans with floating interest rate.

Information regarding the interest rate on time deposits and loans of the Company and Subsidiaries are described in Notes 3, 15, and 16.

Price risk is a risk of fluctuation of value in financial instruments due to the change in market prices, whether the change is caused by specific factors of an individual instrument or issuer or factors that affect all instruments traded in the market.

The Company and Subsidiaries manage the price risk by performing internal monitoring by the management on a continuous basis.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan hierarki berikut dalam mencatat nilai wajar instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak:

  • Tingkat 1: harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
  • Tingkat 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung; dan
  • Tingkat 3: input untuk aset atau liabilitas yang tidak dapat diobservasi.

Berikut ini merupakan aset Perusahaan dan Entitas Anak yang diukur berdasarkan nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2020:

Kecuali untuk Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, tidak terdapat harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik dan manajemen berpendapat bahwa seluruh nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang ada di Perusahaan dan Entitas Anak mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek atau dengan tingkat suku bunga mengambang.

36. PENGELOLAAN MODAL 36. CAPITAL MANAGEMENT

Tujuan utama Perusahaan dan Entitas Anak dalam hal pengelolaan modal adalah mengoptimalisasi saldo utang dan ekuitas Perusahaan dan Entitas Anak dalam rangka mempertahankan kelangsungan usaha dan perkembangan bisnis di masa depan dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian yang diperlukan dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan tujuan strategis Perusahaan dan Entitas Anak.

Untuk menjaga dan menyesuaikan struktur modal, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menerbitkan saham baru, memperoleh pinjaman baru atau melakukan pelunasan pinjaman.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 35. FINANCIAL RISKS MANAGEMENT (continued)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments

The Company and Subsidiaries apply the following hierarchy to record the fair value of financial instruments of the Company and Subsidiaries:

  • Level 1: quotation price in the active market for identical assets or liabilities;
  • Level 2: input other than quotation price that is included in Level 1 and can be observed directly or indirectly for assets or liabilities; and
  • Level 3: input for assets or liabilities that cannot be observed.

Company and Subsidiaries' asset that is measured at fair value at December 31, 2020, is as follows:

Deskripsi Tingkat/Level 1 Description

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets stated at fair value through melalui penghasilan komprehensif lain 32,713 other comprehensive income

Except for Financial assets stated at fair value through other comprehensive income, there were no quotation price in the active market for identical assets or liabilities and the management believes that the entire carrying amount of financial assets and liabilities in the Company and Subsidiaries approximate their fair values since their nature are short-term or floating interest rate.

The Company and Subsidiaries' primary objective in the capital management is to optimize the balances of debts and equity of the Company and Subsidiaries in order to maintain its going concern and business development in the future and maximize the shareholder value. The Company and Subsidiaries manage its capital structure and makes necessary adjustments with consideration of the change in economic conditions and the Company and Subsidiaries' strategic objectives.

To maintain and adjust the capital structure, the Company and Subsidiaries may issue new shares, obtain new loan or repay the loan.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED

KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

36. PENGELOLAAN MODAL (lanjutan) 36. CAPITAL MANAGEMENT (continued)

Rasio gearing pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

Gearing ratio on December 31, 2020 and 2019, are as follows:

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
Liabilitas Bersih:
Jumlah Liabilitas
Dikurangi: Kas dan Setara Kas
1,535,779
(629,756)
1,127,712
(403,303)
Net liabilities:
Total Liabilities
Less: Cash and Cash Equivalents
Jumlah Liabilitas Neto 906,023 724,409 Total Net Liabilities
Jumlah Ekuitas yang dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Dikurangi: Komponen Ekuitas Lainnya
813,809
(38,593)
898,489
(36,044)
Total Equity Attributable to Owners
of the Parent
Less: Other Equity Components
Modal Disesuaikan 775,216 862,445 Adjusted Capital
Rasio Liabilitas Neto terhadap Modal
Disesuaikan
1.17 0.84 Net Liabilities to Adjusted Capital Ratios

a. Aktivitas signifikan yang tidak mempengaruhi arus kas:

37. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 37. ADDITIONAL INFORMATION FOR CASH FLOWS

a. Significant activities that do not affect the cash flow:

2020 2019
Penambahan aset tetap melalui
reklasifikasi dari persediaan
11,733 13,280 Addition of fixed assets through
inventory reclassification
Penambahan aset hak guna 6,835 - Addition of right of use assets
Penambahan aset tetap melalui Addition of fixed assets
liabilitas sewa - 2,874 lease liabilities
Penambahan setoran modal Addition of capital stock from
dari kepentingan non pengendali non-controlling interest
melalui konversi utang - 1,225 through debt conversion
Penjualan reksadana - 5,055 Sale of mutual funds
Keuntungan penjualan reksadana - 72 Gain on sale of mutual funds

b. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan

Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagai berikut:

b. Reconciliation of Liabilities Arising from Financing Activities

The below table sets out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the years ended December 31, 2020 and 2019, as follows:

31 Desember 2020/ December 31, 2020
Saldo awal/
Beginning
Balance
Arus Kas/
Cash Flows
Pengaruh
Selisih Kurs/
Effect in
Foreign
Exchange
Differences
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Liabilitas Sewa 70,328 (39,159) 2,171 33,340 Lease Liabilities
Utang Bank 101,325 31,034 - 132,359 Bank Loans

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

b. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan (lanjutan)

Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagai berikut: (lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

37. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (lanjutan) 37. ADDITIONAL INFORMATION FOR CASH FLOWS (continued)

b. Reconciliation of Liabilities Arising from Financing Activities (continued) The below table sets out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the years ended December 31, 2020 and 2019, as follows: (continued)

31 Desember 2019/ December 31, 2019
Perubahan Non Kas/
Non Cash Movement
Penambahan
Aset Sewa
Pembiayaan/
Saldo awal/
Beginning
Arus Kas/ Addition of
Finance Leased
Saldo Akhir/
Ending
Balance Cash Flows Assets Balance
Pinjaman Jangka Pendek 19,922 (19,922) - - Short-Term Loans
Liabilitas Sewa 115,342 (47,888) 2,874 70,328 Lease Liabilities
Utang Bank 25,677 75,648 - 101,325 Bank Loans

38. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 38. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

Pada bulan Februari 2021, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa untuk masa pajak Desember 2019 sebesar Rp36.576, Surat Ketetapan Pajak Nihil PPN Barang dan Jasa atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean untuk masa pajak Desember 2019, dan Surat Tagihan Pajak PPN Barang dan Jasa untuk masa pajak Desember 2019 sebesar Rp152.284 (dalam angka penuh).

Pada tanggal 5 Maret 2021, PT GTN, Entitas Anak, menerbitkan wesel tagih kepada Mitsui & Co Ltd sebesar Rp5.950 yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2021.

In February 2021, the Company received Overpayment Tax Assessment Notice of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services for fiscal month December 2019 amounting to Rp36,576, Nil Assessment Notice of VAT on Goods and Services of Intangible Taxable Goods Utilization from Outside the Customs Area for fiscal month December 2019, and Notice of Tax Collection of VAT on Goods and Services for fiscal month December 2019 amounting to Rp152,284 (in full amount).

On March 5, 2021, PT GTN, Subsidiary, issue promissory note to Mitsui & Co Ltd amounting Rp5,950 will be due in August 31, 2021.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

kecuali mata uang asing dan data saham/unit) except for foreign currencies and share data/unit)

39. KEJADIAN PENTING LAINNYA 39. OTHER SIGNIFICANT EVENT

Sejak awal tahun 2020, pandemi virus corona (Covid-19) telah menyebabkan ketidakpastian atas aktivitas normal keseharian pelaku usaha, yang secara tidak langsung mempengaruhi kegiatan operasional Perusahaan. Atas dampak Covid-19: terdapat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Pemerintah yang berdampak pengurangan aktivitas normal pelanggan. Perusahaan beroperasi sesuai dengan kebutuhan para pelanggannya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Perusahaan juga melakukan efisiensi biaya disesuaikan dengan aktivitas operasional yang menurun. Manajemen Perusahaan tidak melihat adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Informasi keuangan Perusahaan (entitas induk) terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2020, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya (secara kolektif disebut sebagai "Informasi Keuangan Entitas Induk") yang disajikan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan konsolidasian, disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian dari laporan keuangan konsolidasian yang diharuskan menurut Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah,

Since the beginning of 2020, the corona virus pandemic (Covid-19) has caused uncertainty over the normal activities of daily business, which indirectly affects the Company's operations. On the impact of Covid-19: there is a Large-Scale Social Limitation (PSBB) policy from the Government which has an impact on reducing normal customer activity. The Company operates in accordance with the needs of its customers while still following the health protocol established by the Government. The Company also carries out cost efficiencies in accordance with decreased operational activities. The Company's management does not see any material uncertainty that can cause doubts about the Company's ability to maintain business continuity.

40. TAMBAHAN INFORMASI 40. SUPPLEMENTARY INFORMATION

The accompanying financial information of the Company (parent entity), which comprises the statement of financial position as of December 31, 2020, the statement of profit or loss and other comprehensive income, statement of changes equity, and statement of cash flows for the period ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information (collectively referred to as the "Parent Entity Financial Information"), which is presented as a supplementary information to the consolidated financial statements, is presented for the purposes of additional analysis and is not a required part of the consolidated financial statements under Indonesian Financial Accounting Standards.

LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali data saham) except for share data)

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 555,267 358,452 Cash and cash equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Pihak berelasi 148,083 263,496 Related parties
Pihak ketiga 151,254 145,044 Third parties
Aset keuangan lancar lainnya 45,137 36,454 Other current financial assets
Persediaan 361,270 234,677 Inventories
Pajak dibayar di muka 15,685 10,343 Prepaid taxes
Biaya dibayar di muka 691 134 Prepaid expenses
Aset lancar lainnya 99,071 41,112 Other current assets
Jumlah aset lancar 1,376,458 1,089,712 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset keuangan tidak lancar lainnya 5,946 1,090 Other non-current financial assets
Investasi pada entitas anak 448,285 423,285 Investment in subsidiaries
Properti investasi 118,997 118,997 Investment properties
Aset tetap 113,153 113,627 Fixed assets
Aset takberwujud 1,445 5,333 Intangible assets
Aset pajak tangguhan 11,243 15,422 Deferred tax assets
Jumlah aset tidak lancar 699,069 677,754 Total non-current assets
JUMLAH ASET 2,075,527 1,767,466 TOTAL ASSETS

LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued)

31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia, (Expressed in millions of Indonesian Rupiah, kecuali data saham) except for share data)

31 Des 2020/
Dec 31, 2020
31 Des 2019/
Dec 31, 2019
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
LIABILITIES
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Liabilitas keuangan lainnya
Beban akrual
Utang pajak
1,606
258,093
2,652
452,730
22,241
78
99,351
1,735
444,632
7,860
Related parties
Third parties
Other financial liabilities
Accrued expenses
Taxes payables
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Uang muka pelanggan
Pendapatan diterima di muka
26,404
138,544
268,226
25,187
97,135
98,570
Short-term employee benefits liabilities
Advances from customers
Unearned revenue
Jumlah liabilitas jangka pendek 1,170,496 774,548 Total current liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
45,740
1,457
40,893
-
NON-CURRENT LIABILITIES
Long-term employee benefit liabilities
Other long-term financial liabilities
Jumlah liabilitas jangka panjang 47,197 40,893 Total non-current liabilities
Jumlah Liabilitas 1,217,693 815,441 Total Liabilities
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
per saham
Modal dasar - 6.000.000.000
saham
Modal ditempatkan dan disetor
EQUITY
Share capital - par value of Rp100
per share
Authorized capital - 6,000,000,000
shares
Issued and fully paid capital -
penuh - 1.875.000.000 saham
Tambahan modal disetor
Penghasilan komprehensif lain
Saldo laba
Dicadangkan
187,500
133,644
404
700
187,500
133,644
531
600
1,875,000,000 shares
Additional paid-in capital
Other comprehensive income
Retained earnings
Appropriated
Belum dicadangkan 535,586 629,750 Unappropriated
Jumlah Ekuitas 857,834 952,025 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2,075,527 1,767,466 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended

KOMPREHENSIF LAIN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME

31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

2020 2019
PENJUALAN BERSIH DAN
PENDAPATAN JASA
2,145,632 2,042,559 NET SALES AND
SERVICE REVENUES
BEBAN POKOK PENJUALAN COST OF GOODS SOLD
DAN JASA (1,848,659) (1,764,340) AND SERVICES
LABA BRUTO 296,973 278,219 GROSS PROFIT
Beban penjualan (76,066) (70,443) Selling expenses
General and
Beban umum dan administrasi (40,341) (37,532) administrative expenses
Penghasilan lain-lain 16,211 1,580 Other income
Beban lain-lain - (2,701) Other expenses
LABA USAHA 196,777 169,123 OPERATING PROFIT
Pendapatan bunga 16,219 22,779 Interest income
Beban bunga (148) (88) Interest expense
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
212,848 191,814 PROFIT BEFORE INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (49,537) (41,793) INCOME TAX EXPENSES
LABA TAHUN BERJALAN 163,311 150,021 PROFIT FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Items that will not be reclassified to
profit or loss:
Pengukuran kembali Remeasurement of defined
program iuran pasti (1,027) (982) contribution plan
Pajak penghasilan terkait 565 246 Related income tax
Pos yang akan direklasifikasi ke (462) (736) Items that will be reclassified to
laba rugi: profit or loss:
Laba (rugi) yang belum direalisasi atas aset Unrealized gain (loss) on
keuangan yang diukur pada nilai wajar financial assets stated at fair value
melalui penghasilan komprehensif lain (127) 2,091 through other comprehensive income
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF
TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 162,722 151,376 INCOME FOR THE YEAR

LAMPIRAN IV APPENDIX IV

PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk ENTITAS INDUK SAJA/PARENT ENTITY ONLY

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

Modal saham/
Share Capital
Tambahan
Modal Disetor/
Additional
Paid-In Capital
Penghasilan Komprehensif Lain/
Other Comprehensive Income
Laba (Rugi) yang Belum
Direalisasi atas Aset
Keuangan yang Diukur
pada Nilai Wajar/ Unrealized
Gain (Loss) on Financial
Assets
Stated at Fair Value
Saldo Laba/Retained Earnings
Dicadangkan/
Appropriated
Belum
Dicadangkan/
Unappropriated
*)
Jumlah Ekuitas/
Total Equity
SALDO PER 1
JANUARI
2019
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 26 April 2019:
187,500 133,644 (1,560) 500 560,253 880,337 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2019
Resolution of the Annual General Meeting
of the Shareholders on April 26, 2019:
Dividen kas
Pembentukan cadangan umum
-
-
-
-
-
-
-
100
(79,688)
(100)
(79,688)
-
Cash dividend
Appropriation of general reserve
Jumlah penghasilan komprehensif
tahun
berjalan
- - 2,091 - 149,285 151,376 Total comprehensive
income
for the year
SALDO PER 31
DESEMBER
2019
187,500 133,644 531 600 629,750 952,025 BALANCE AS OF DECEMBER
31, 2019
SALDO PER 1 JANUARI
2020
Penyesuaian sehubungan dengan
187,500 133,644 531 600 629,750 952,025 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2020
Adjustment related with implementation
penerapan standar akuntansi baru - - - - (7,538) (7,538) of
new accounting standards
SALDO PER 1 JANUARI 2020
SETELAH PENYESUAIAN
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
187,500 133,644 531 600 622,212 944,487 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2020
AFTER ADJUSTMENT
Resolution of the Annual General Meeting
Tahunan tanggal 2 Juni 2020:
Dividen kas
Pembentukan cadangan umum
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif
-
-
-
-
-
-
-
100
(249,375)
(100)
(249,375)
-
of the Shareholders on June 2, 2020:
Cash dividend
Appropriation of general reserve
Total comprehensive income (loss)
tahun
berjalan
- - (127) - 162,849 162,722 for the year
SALDO PER 31
DESEMBER
2020
187,500 133,644 404 700 535,586 857,834 BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2020

*) Termasuk Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti *) Included Remeasurement of Defined Benefits Plan

2020 2019

LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

Kas dan Setara Kas pada
Akhir Periode
555,267 358,452 Cash and Cash Equivalents
at End of the Period
Kas dan Setara Kas pada
Awal Periode
358,452 601,938 Cash and Cash Equivalents
at Beginning of the Period
Pengaruh Selisih Kurs atas
Kas dan Setara Kas
1,399 (3,812) Effect in Foreign Exchange
Differences in Cash and
Cash Equivalents
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas
dan Setara Kas
195,416 (239,674) Net Increase (Decrease) in Cash
and Cash Equivalents
Arus Kas Neto Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan
(233,304) (56,997) Net Cash Used
in Financing Activities
Penerimaan pendapatan bunga
Pembayaran dividen tunai oleh Perusahaan
16,219
(249,375)
22,779
(79,688)
Receipts from interest income
Cash dividend paid by the Company
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran bunga dan beban
pendanaan lainnya
(148) (88) Cash Flows From Financing Activities
Payments for interest charge and
other finance cost
Arus Kas Neto Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
(74,227) (58,993) Net Cash Used in
Investing Activities
Penambahan aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
(2,425) (14,514) Increase in financial assets
stated at fair value through
other comprehensive income
Penambahan aset keuangan
tidak lancar lainnya
(5,000) - Increase in other non current
financial assets
Penambahan aset keuangan
lancar lainnya
(6,969) (304) Increase in other current
financial assets
Perolehan aset tetap
Penambahan aset takberwujud
(7,476)
(526)
(8,866)
(23)
Acquisition of fixed assets
Addition of Intangible Assets
Penambahan properti investasi
Penambahan setoran modal pada entitas anak
-
(25,000)
(500)
(23,660)
Addition in investment properties
Addition of paid in capital in subsidiaries
Hasil pelepasan aset tetap
Penambahan piutang pihak berelasi
non-usaha
1,124
(27,955)
249
(11,375)
Proceeds from disposal of fixed assets
Addition in due from related parties
non-trade
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Cash Flows From Investing Activities
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi
502,947 (123,684) Net Cash Provided by (Used
in) Operating Activities
Pembayaran pajak lainnya
Pembayaran pajak penghasilan badan
-
(34,676)
(968)
(49,606)
Payment of other tax
Payment of corporate income tax
Penerimaan lainnya
Pembayaran lainnya
20,058
(1,000)
4,671
(3,696)
Other receipts
Other payments
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran beban usaha lainnya
(129,561)
(20,308)
(118,873)
(21,240)
Payments to employees
Payments of other operating expenses
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok
2,400,539
(1,732,105)
1,959,719
(1,893,691)
Cash receipts from customers
Cash paid to suppliers
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Cash Flows From Operating Activities

LAMPIRAN VI APPENDIX VI

PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk ENTITAS INDUK SAJA/PARENT ENTITY ONLY

PENGUNGKAPAN LAINNYA OTHER DISCLOSURES

1. UMUM

Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas Entitas Induk adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi tambahan atas laporan keuangan konsolidasian.

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada For the Years Ended 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

1. GENERAL

Statements of financial position, statements of profit or loss and other comprehensive income, statements of changes in equity, and statements of cash flow of the Parent Entity are separate financial statements which are additional information in the consolidated financial statements.

2. DAFTAR INVESTASI PADA ENTITAS ANAK 2. LIST OF INVESTMENTS IN SUBSIDIARIES

Entitas Anak/
Subsidiaries
Domisili/
Domiciled
Persentase Kepemilikan/
Percentage of Ownership
PT Visionet Data Internasional Jakarta/Jakarta 99.95
PT Graha Teknologi Nusantara Jakarta/Jakarta 65.00
PT Multi Solusi Andal Jakarta/Jakarta 99.90

Investasi pada entitas anak sebagaimana disebutkan dalam laporan keuangan Entitas Induk dicatat menggunakan metode biaya perolehan.

3. METODE PENCATATAN INVESTASI 3. METHODS OF RECORDING INVESTMENT

Investments in subsidiaries as stated in the financial statements of the Parent Entity are recorded using the cost method.