Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Multipolar Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69501_rns_2020-12-31_a5668ae6-9673-4116-9214-7483f38bfc4f.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

Laporan Keuangan Konsolidasian Consolidated Financial Statements Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019 Serta 1 Januari 2019 / 31 Desember 2018 And January 1, 2019 / December 31, 2018 Serta untuk Tahun – Tahun yang Berakhir And for the Years Ended Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019

PT MULTIPOLAR Tbk PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES

PT MULTIPOLAR Tbk PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES

Daftar Isi Halaman/
Pages
Table of Contents
Surat Pernyataan Direksi Directors' Statement
Laporan Auditor Independen Independent Auditor's Report
Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019
Serta 1 Januari 2019 / 31 Desember 2018
Serta untuk Tahun – Tahun yang Berakhir
Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019
Consolidated Financial Statements
As of December 31,2020 and 2019
As of December 31, 2020 and 2019
And January 1, 2019 / December 31, 2018
And for the Years Ended
As of December 31, 2020 and 2019
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 Consolidated Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian
4 Consolidated Statements of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8 Notes to the Consolidated Financial Statements

ami yang bertanda tangan dibawah ini: We the undersigned:
1. Nama $\ddot{\phantom{0}}$ Adrian Suherman 1. Name Adrian Suherman
Alamat Kantor Menara Matahari Lantai 20,
Jl. Bulevar Palem Raya No. 7,
Lippo Karawaci, Tangerang
Office Address Menara Matahari Lantai 20.
Jl. Bulevar Palem Raya No. 7
Lippo Karawaci, Tangerang
Alamat Domisili /
Sesuai KTP atau
kartu indentitas lain
Pluit Barat 4 No. 32 RT/RW.
015/007, Kel. Pluit, Kec.
Penjaringan, Jakarta Utara
Residential Address/as
per ID Card or other
identity card
Pluit Barat 4 No. 32 RT/RW.
015/007, Kel. Pluit, Kec.
Penjaringan, Jakarta Utara
Nomor Telepon
Jabatan
(021) 546 8888
Presiden Direktur
Phone
Title
(021) 546 8888
President Director
2. Nama Fendi Santoso 2. Name Fendi Santoso
Alamat Kantor Menara Matahari Lantai 20.
Jl. Bulevar Palem Raya No. 7,
Lippo Karawaci, Tangerang
Office Address Menara Matahari Lantai 20,
Jl. Bulevar Palem Raya No. 7,
Lippo Karawaci, Tangerang
Alamat Domisili /
Sesuai KTP atau
kartu indentitas lain
Taman Surya III Blok G-3/17
RT/RW 004/018, Kel.
Pegadungan, Kec. Kalideres,
Jakarta Barat
Residential Address/as
per ID Card or other
identity card
Taman Surya III Blok G-3/17
RT/RW 004/018, Kel.
Pegadungan, Kec. Kalideres,
Jakarta Barat
Nomor Telepon
Jabatan
(021) 546 8888
Direktur
Phone
Title
(021) 546 8888
Director
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian
lanoran keuangan konsolidasian Perusahaan:
1. the consolidated financial statements $f(t)$ . We are responsible for the preparation and the presentation

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS KONSOLIDASIAN OF FINANCIAL POSITION

Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019 Serta 1 Januari 2019 / 31 Desember 2018 And January 1, 2019 / December 31, 2018

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia, kecuali data saham) (In Millions of Indonesian Rupiah, unless data of share)
----------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------
Catatan/
Notes
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/*
Dec 31,
2019
1 Jan 2019/*
31 Des 2018
Jan 1, 2019/
Dec 31, 2018
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 3,7,31,35 1,692,911 1,871,792 2,630,997 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 4,31,35 Trade receivables
-Pihak ketiga 323,747 345,652 352,587 Third parties -
-Pihak berelasi 7 214,786 224,170 258,646 Related parties -
Aset keuangan lancar lainnya 5,7,31,35 648,413 1,070,587 1,112,757 Other current financial assets
Persediaan 6 1,439,203 1,565,429 1,941,345 Inventories
Pajak dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
19
7
200,612
132,402
254,232
203,768
328,322
185,276
Prepaid taxes
Prepaid expenses
Aset lancar lainnya 154,769 163,927 103,402 Other current assets
Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk Assets of disposal group classified
didistribusikan kepada pemilik 14 1,741 1,815 2,286 as held for distribution to owner
Jumlah Aset Lancar 4,808,584 5,701,372 6,915,618 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset keuangan tidak lancar lainnya 7,8,31,32,35 802,046 1,650,323 1,846,486 Other non-current financial assets
Investasi pada entitas asosiasi 7,9 2,179,194 2,321,452 2,679,200 Investments in associates
Investasi jangka panjang lainnya 7,9,31,35 2,291,638 1,860,153 1,831,478 Other long-term investments
Properti investasi 10 175,785 175,841 177,623 Investment properties
Aset tetap 11 2,189,754 2,351,877 2,558,373 Fixed assets
Sewa dibayar di muka jangka panjang 7,12 - 281,977 323,702 Long-term prepaid rents
Aset takberwujud 13 108,358 114,294 147,835 Intangible assets
Aset hak-guna 7,12 2,335,936 - - Rights of use assets
Aset pajak tangguhan
Aset tidak lancar lainnya
19 623,287
167,824
646,058
180,554
853,732
214,073
Deferred tax assets
Other non-current assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 10,873,822 9,582,529 10,632,502 Total Non-current Assets
JUMLAH ASET 15,682,406 15,283,901 17,548,120 TOTAL ASSETS

*) Disajikan kembali dan direklasifikasi dalam Catatan 38 dan 39 *) As Restated and reclassified in Notes 38 and 39

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS KONSOLIDASIAN OF FINANCIAL POSITION

Serta 1 Januari 2019 / 31 Desember 2018 And January 1, 2019 / December 31, 2018 (Dalam Jutaan Rupiah Indonesia, kecuali data saham) (In Millions of Indonesian Rupiah, unless data of share)

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019

Catatan/
Notes
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/*
Dec 31,
2019
1 Jan 2019/*
31 Des 2018
Jan 1, 2019/
Dec 31, 2018
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya Short-term bank and other financial
jangka pendek 15,31,34,35,40 991,688 741,179 1,012,954 institution loans
Utang usaha 16,31,35 Trade payables
- Pihak ketiga 1,388,561 1,490,908 1,773,501 Third parties -
- Pihak berelasi 7 4,895 6,479 7,384 Related parties -
Beban akrual 17,31,35 1,007,619 999,997 1,158,378 Accrued expenses
Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya 7,12,18,35 686,515 522,918 501,918 Other short - term financial liabilities
Utang pajak 19,35 209,004 209,924 216,844 Taxes payable
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 29 285,347 296,430 305,575 Short-term employee benefit liabilities
Bagian lancar atas utang jangka panjang: Current maturities of long-term debts:
Utang sewa pembiayaan 7,20,31,34,35 39,492 56,452 58,451 Finance lease payable
Utang bank dan lembaga Bank and other financial
keuangan lainnya 21,31,32,34,35 498,775 678,068 429,554 institution loans
Liabilitas jangka pendek lainnya 7,18,31 703,698 503,557 496,346 Other short-term liabilities
Liabilitas terkait aset kelompok lepasan Liabilities directly associated
yang dimiliki untuk didistribusikan with disposal group classified as
kepada pemilik 14 51 70 145 held for distribution to owners
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5,815,645 5,505,982 5,961,050 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
NON-CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current
maturities:
Utang sewa pembiayaan
Utang bank dan lembaga
7,20,31,34,35 28,189 53,443 108,568 Finance lease payable
Bank and other financial
keuangan lainnya 21,31,32,34,35 2,159,536 2,787,351 3,597,614 institution loans
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 29 479,863 509,893 388,121 Long-term employee benefit liabilities
Liabilitas pajak tangguhan 19 205,906 155,209 80,207 Deferred tax liabilities
Liabilitas keuangan jangka
panjang lainnya 7,12,18,35 2,691,714 507,918 544,050 Other long-term financial liabilities
Liabilitas jangka panjang lainnya 18,31 338,190 146,126 254,970 Other long-term liabilities
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5,903,398 4,159,940 4,973,530 Total Non-current Liabilities
Jumlah Liabilitas 11,719,043 9,665,922 10,934,580 Total Liabilities

*) Disajikan kembali dan direklasifikasi dalam Catatan 38 dan 39 *) As Restated and reclassified in Notes 38 and 39

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS KONSOLIDASIAN OF FINANCIAL POSITION

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES Pada Tangal 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019 Serta 1 Januari 2019 / 31 Desember 2018 And January 1, 2019 / December 31, 2018

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia, kecuali data saham) (In Millions of Indonesian Rupiah, unless data of share)

Catatan/
Notes
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/*
Dec 31,
2019
1 Jan 2019/*
31 Des 2018
Jan 1, 2019/
Dec 31, 2018
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham
Modal dasar -
23.620.710.440 saham terdiri dari:
467.942.000 saham kelas A
dengan nilai nominal Rp2.000
(nilai penuh) per saham;
1.228.347.890 saham kelas B
dengan nilai nominal Rp500
(nilai penuh) per saham dan
21.924.420.550 saham kelas C
dengan nilai nominal Rp100
(nilai penuh) per saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
14.639.632.470 saham
terdiri dari:
467.942.000 saham kelas A,
1.228.347.890 saham kelas B dan
12.943.342.580 saham kelas C
22 2,844,392 2,844,392 2,844,392 Equity attributable to owners of
the Parent
Capital Stocks
- Authorized
23,620,710,440 shares consist of:
467,942,000 class A shares
with par value of Rp2,000 (full
amount) per share;
1,228,347,890 class B shares
with par value of Rp500
(full amount)per share and
21,924,420,550 class C shares
with par value of Rp100
(full amount) per share
Issued and fully paid capital
14,639,632,470 shares
consist of:
467,942,000 class A shares,
1,228,347,890 class B shares
and 12,943,342,580 class C
shares
Tambahan modal disetor
Modal proforma yang timbul karena
transaksi akuisisi entitas
23 (567,147) (554,804) (554,804) Additional paid-in capital
Proforma capital arising from
acquisition of entity under
sepengendali
Komponen ekuitas lainnya
Penghasilan komprehensif lain
Bagian kelompok lepasan yang
39
24
9
-
235,632
52,537
293,897
258,570
480,391
299,292
269,272
473,679
common control
Other equity components
Other comprehensive income
Reserve of disposal group
diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk didistribusikan kepada pemilik
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
14 30,221
2,400
769,752
31,262
2,400
1,370,857
27,585
2,400
2,236,951
classified as held for distribution
to holders
Retained earnings
Appropriated
Unappropriated
Jumlah
Kepentingan non-pengendali
9 3,367,787
595,576
4,726,965
891,014
5,598,767
1,014,773
Total
Non-controlling interests
Jumlah Ekuitas 3,963,363 5,617,979 6,613,540 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 15,682,406 15,283,901 17,548,120 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

*) Disajikan kembali dan direklasifikasi dalam Catatan 38 dan 39 *) As Restated and reclassified in Notes 38 and 39

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA FOR THE YEARS ENDED 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia, kecuali data saham) (In Millions of Indonesian Rupiah, unless data of share)

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES

Catatan/
Notes
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,*
2019
OPERASI YANG DILANJUTKAN CONTINUING OPERATIONS
PENJUALAN - NETO 7,25 10,277,387 12,322,341 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN
BARANG DAN JASA
6,7,11,26 (8,249,951) (9,885,164) COST OF GOODS AND
SERVICES SOLD
LABA BRUTO 2,027,436 2,437,177 GROSS PROFIT
Pendapatan investasi
Bagian atas laba (rugi) neto entitas asosiasi
Beban usaha
Pendapatan lainnya
Beban lainnya
Penghasilan keuangan
Beban keuangan
9,11,28
9
7,11,12,27
28,32
28,32
7
12,15,20,21
831,684
(246,041)
(2,113,378)
86,278
(656,562)
44,511
(742,955)
971,513
199,650
(2,706,906)
286,206
(1,263,143)
61,606
(485,104)
Investment income
Equity in net income (loss) of associates
Operating expenses
Other income
Other expenses
Finance income
Finance cost
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN
(769,027) (499,001) LOSS BEFORE FINAL TAX
AND INCOME TAX
Beban pajak final 19 (32,176) (49,375) Final tax expense
Beban pajak penghasilan 19 (181,336) (469,461) Income Tax expense
RUGI TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN
(982,539) (1,017,837) LOSS FOR THE YEAR FROM
CONTINUING OPERATIONS
OPERASI YANG DIHENTIKAN DISCONTINUED OPERATIONS
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN DARI
OPERASI YANG DIHENTIKAN
14 (692) 16,008 PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR FROM
DISCONTINUED OPERATIONS
RUGI SETELAH PENYESUAIAN PROFORMA (983,231) (1,001,829) LOSS AFTER PROFORMA ADJUSTMENT
PENYESUAIAN PROFORMA 39 (6,305) (39,714) PROFORMA ADJUSTMENT
RUGI TAHUN BERJALAN (989,536) (1,041,543) LOSS FOR THE YEAR
Penghasilan komprehensif lain: Other comprehensive income:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Rugi yang belum direalisasi dari aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Keuntungan (kerugian) aktuaria atas kewajiban
imbalan kerja
Bagian laba komprehensif lain dari
entitas asosiasi
5,9
9
(73,489)
68,007
12,096
-
(69,166)
5,342
Items that will not be reclassified
to profit or loss:
Unrealized loss on financial assets stated
at fair value through other
comprehensive income
Actuary gain (loss) from
employee benefit
Share of other comprehensive
income of associates
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Laba (rugi) yang belum direalisasi dari aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
5,9 (127) 100,917 Items that may be reclassified
subsequently to profit or loss:
Unrealized gain (loss) on financial assets
stated at fair value through other
comprehensive income
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan (9,005) 1,814 Exchange differences on translation of
financial statements
Bagian laba (rugi) komprehensif lain dari
entitas asosiasi
9 10,476 (7,671) Share of other comprehensive
gain (loss) of associates
Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain 7,958 31,236 Total Other Comprehensive Income
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
(981,578) (1,010,307) TOTAL COMPREHENSIVE LOSS
FOR THE YEAR

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA FOR THE YEARS ENDED 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia, kecuali data saham) (In Millions of Indonesian Rupiah, unless data of share)

Catatan/
Notes
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,*
2019
Rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Loss for the year
attributable to:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
(793,095)
(196,441)
(866,094)
(175,449)
Owners of the Parent
Non-controlling Interests
(989,536) (1,041,543)
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Total comprehensive loss for the year
attributable to:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
(832,440)
(149,138)
(855,705)
(154,602)
Owners of the Parent
Non-controlling Interests
(981,578) (1,010,307)
RUGI PER SAHAM DASAR DARI
OPERASI YANG DILANJUTKAN
(dalam Rupiah penuh)
(54) (60) BASIC LOSSES PER SHARE
FROM CONTINUING
OPERATIONS (in full Rupiah)
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR DARI
OPERASI YANG DIHENTIKAN
(dalam Rupiah penuh)
(0) 1 BASIC PROFIT (LOSSES) PER SHARE
FROM DISCONTINUED
OPERATIONS (in full Rupiah)
RUGI PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh)
(54) (59) BASIC LOSSES PER SHARE
(in full Rupiah)

*) Disajikan kembali dalam Catatan 39 *) As Restated in Note 39

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY UNTUK TAHUN-TAHUNYANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020 AND 2019

(Dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk/

Equity attributable to owners of the parent

Penghasilan komprehensif lain/
Other Comprehensive income
Saldo Laba/
Retained Earnings
Catatan/
Notes
----------------
Modal saham/
Capital Stocks
Tambahan
modal disetor/
Additional
paid-in capital
Modal proforma
yang timbul
karena penyajian
kembali laporan
keuangan/
Proforma capital
arising from
restatement
of financial
statement components
Ekuitas
lainnya/
Other equity
Laba (rugi) yang belum
direalisasi atas investasi
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain/
Unrealized gain (loss)
Komponen on investment stated
at fair value
through other
Comprehensive
income
Lain-lain/
Others
Bagian kelompok
lepasan yang
diklasifikasi
dimiliki untuk
didistribusikan
kepada pemilik/
Reserve of
disposal group
classified as held
for distribution
to owners
Telah
ditentukan
Appropriated
Belum
ditentukan
penggunaannya/ penggunaannya/
Unappropriated
Jumlah/
Total
Kepentingan
non-pengendali/
Non-controlling
interests
Jumlah
Ekuitas/
Total
Equity
Saldo per 1 Januari 2019/
31 Desember 2018
sebelum penyesuaian proforma
2,844,392 (554,804) - 269,272 376,410 97,269 27,585 2,400 2,236,951 5,299,475 954,875 6,254,350 Balance at January 1, 2019/
December 31, 2018
before proforma adjustment
Efek penyesuaian proforma - - 299,292 - - - - - - 299,292 59,898 359,190 Effect of the proforma adjustment
Saldo per 1 Januari 2019/
31 Desember 2018
Selisih transaksi atas penambahan
2,844,392 (554,804) 299,292 269,272 376,410 97,269 27,585 2,400 2,236,951 5,598,767 1,014,773 6,613,540 Balance at January 1, 2019/
December 31, 2018
Difference in transaction of addition
investasi pada entitas anak
Pembagian dividen tunai kepada pihak
- - - (10,702) - - - - - (10,702) 10,154 (548) in investment in subsidiaries
Cash dividend payment to non
non-pengendali oleh entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali
Bagian kelompok lepasan yang
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(19,430)
40,119
(19,430) controlling interest by subsidiaries
40,119 Changes in non-controlling interest
Portion of disposal group
diklasifikasi dimiliki untuk
didistribusikan kepada pemilik
Jumlah penghasilan komprehensif
tahun berjalan setelah efek
- - - - - (3,677) 3,677 - - - - - classified as held for
distribution to owner
Total comprehensive income
for the year after effect of the
penyesuaian proforma
Efek penyesuaian proforma
-
-
-
-
-
(5,395)
-
-
46,878
-
(36,489)
-
- - (832,958)
(33,136)
(822,569)
(38,531)
(148,024)
(6,578)
(970,593)
(45,109)
proforma adjustment
Effect of the proforma adjustment
Saldo, 31 Desember 2019 2,844,392 (554,804) 293,897 258,570 423,288 57,103 31,262 2,400 1,370,857 4,726,965 891,014 5,617,979 Balance, December 31, 2019
Saldo per 31 Desember 2019
sebelum penyesuaian proforma
Efek penyesuaian proforma
39 2,844,392
-
(554,804)
-
-
293,897
258,570
-
423,288
-
57,103
-
31,262
-
2,400
-
1,370,857
-
4,433,068
293,897
830,284
60,730
354,627 Balance at December 31, 2019
5,263,352 before proforma adjustment
Effect of the proforma adjustment
Saldo per 31 Desember 2019
setelah penyesuaian proforma
2,844,392 (554,804) 293,897 258,570 423,288 57,103 31,262 2,400 1,370,857 4,726,965 891,014 5,617,979 Balance at December 31, 2019/
after proforma adjustment
Efek penerapan awal PSAK 71, PSAK 72
dan PSAK 73
- - - - (389,550) - - - 191,990 (197,560) (26,300) Effect of initial implementation
(223,860) of PSAK 71, PSAK 72 and PSAK 73
Saldo, per 1 Januari 2020 2,844,392 (554,804) 293,897 258,570 33,738 57,103 31,262 2,400 1,562,847 4,529,405 864,714 5,394,119 Balance, January 1, 2020
Selisih transaksi atas penambahan
investasi pada entitas anak
- - - (22,938) - - - - - (22,938) (90) (23,028) Difference in transaction of addition
in investment in subsidiaries
Difference in value of restructuring
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Pembagian dividen tunai kepada pihak
- (12,343) - - - - - - - (12,343) - (12,343) transactions of entities under
common control
Cash dividend payment to non
non-pengendali oleh entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali
Bagian kelompok lepasan yang
diklasifikasi dimiliki untuk
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(108,963)
(10,947)
(108,963) controlling interest by subsidiaries
(10,947) Changes in non-controlling interest
Portion of disposal group
classified as held for
didistribusikan kepada pemilik
Jumlah penghasilan komprehensif
tahun berjalan setelah efek
- - - - - 1,041 (1,041) - - - - - distribution to owner
Total comprehensive income
for the year after effect of the
penyesuaian proforma
Efek penyesuaian proforma
39 -
-
-
-
-
(293,897)
-
-
(91,504)
-
52,159
-
- - (786,790)
(6,305)
(826,135)
(300,202)
(149,138)
-
(975,273)
(300,202)
proforma adjustment
Effect of the proforma adjustment
Saldo, 31 Desember 2020 2,844,392 (567,147) - 235,632 (57,766) 110,303 30,221 2,400 769,752 3,367,787 595,576 3,963,363 Balance, December 31, 2020

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA FOR THE YEARS ENDED

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia) (In Millions of Indonesian Rupiah)

Notes 2020 2019*
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari penjualan
Penerimaan kas dari pendapatan sewa
10,304,053
204,537
12,118,996
416,796
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash receipts from sales
Cash receipts from rental income
Pembayaran kas kepada pemasok (7,767,034) (9,228,123) Cash paid to suppliers
Pembayaran kepada karyawan (1,207,330) (1,457,378) Payments to employees
Pembayaran untuk beban penjualan (264,433) (310,688) Payments for selling expenses
Pembayaran pajak penghasilan (142,328) (277,648) Payments of income tax
Pembayaran untuk beban sewa (139,715) (970,682) Payments for rental expenses
Pendapatan dan penerimaan lainnya 584,303 732,415 Other income and receipt
Beban dan pembayaran lainnya (647,713) (978,852) Expense and other payments
Arus Kas Neto Dari Aktivitas Operasi 924,340 44,836 Net Cash From Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan investasi jangka panjang lainnya 576,066 1,255,107 Proceed from sale of other long-term investments
Hasil penjualan aset tetap 11 532,176 386,095 Proceeds from disposal of fixed assets
Penambahan liabilitas jangka panjang lainnya 325,854 - Addition of other non current liabilities
Pengurangan (penambahan) aset keuangan lainnya 63,182 (17,999) Deduction (addition) of other financial assets
Penambahan aset tetap (131,464) (382,150) Acquisition of fixed assets
Penambahan investasi jangka panjang lainnya (81,728) (497,730) Addition of other long-term investments
Penambahan aset tidak lancar lainnya (78,050) (159,790) Addition of other non-current assets
Pendapatan dividen - 190,911 Dividend income
Hasil penjualan saham entitas anak
Hasil penjualan properti investasi
-
-
17,520
6,091
Proceeds from sale of investments in subsidiaries
Proceeds from disposal of investment properties
Arus Kas Neto Dari Aktivitas Investasi 1,206,036 798,055 Net Cash From Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Pengurangan (penambahan) aset keuangan lainnya 199,104 (2,291) Deduction (Addition) of other financial assets
Penerimaan dari pinjaman 160,998 243,909 Proceeds from loans
Pendapatan bunga yang diterima 30,902 64,033 Interest income receipts
Penambahan modal dari pihak non pengendali 918 37,075 Capital addition from non-controlling interest
Pembayaran pinjaman (826,617) (962,828) Repayments of loans
Perolehan entitas anak dan entitas asosiasi (729,932) (374,500) Acquire of subdidiary and associate
Pembayaran liabilitas sewa 12 (589,439) - Payment of lease liability
Pembayaran beban keuangan (405,323) (475,325) Finance charges paid
Pembayaran dividen dari entitas anak untuk pihak
kepentingan non-pengendali
(108,963) (63,517) Dividend distribution from subsidiaries
for non-controlling interest
Pembayaran utang sewa pembiayaan (42,694) (62,468) Finance lease paid
Arus Kas Neto Untuk Aktivitas Pendanaan (2,311,046) (1,595,912) Net Cash Used in Financing Activities
PENURUNAN NETO KAS DAN
SETARA KAS
(180,670) (753,021) NET DECREASE IN CASH AND
CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas
1,873,527 2,633,106 AT BEGINNING OF YEAR
Effects in Foreign Exchange Changes in Cash
dan Setara Kas 1,708 (6,558) and Cash Equivalents
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1,694,565 1,873,527 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
Kas dan setara kas awal tahun terdiri dari: Cash and cash equivalents at beginining
Kas dan setara kas dari operasi yang dilanjutkan 3 1,871,792 2,630,997 of year consist of:
Cash and cash equivalents from continuing operations
Kas dan setara kas dari operasi yang dihentikan 1,735 2,108 Cash and cash equivalents from
discontinued operations
Jumlah 1,873,527 2,633,105 Total
Kas dan setara kas akhir tahun terdiri dari: Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas dari operasi yang dilanjutkan 3 1,692,911 1,871,792 at end of year consist of:
Cash and cash equivalents from continuing operations
Kas dan setara kas dari operasi yang dihentikan 1,654 1,735 Cash and cash equivalents from
discontinued operations
Jumlah 1,694,565 1,873,527 Total

*) Disajikan Kembali dalam Catatan 39 *) As Restated in Note 39

disajikan dalam Catatan 34. flows is presented in Note 34.

Informasi tambahan yang tidak mempengaruhi arus kas Disetujui oleh Additional information on activities not effecting cash

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

PT Multipolar Tbk ("Perusahaan") didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 1975 berdasarkan akta notaris Adlan Yulizar, S.H., No. 7, yang telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 119 tanggal 25 Maret 1982. Akta pendirian dan perubahannya tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No.C2-1093.HT.01.01.Th.82 tanggal 3 September 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan No. 938 tanggal 20 Oktober 1987. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. No. 56 tanggal 18 Desember 2019 terkait perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha dalam rangka penyesuaian terhadap Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan telah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0108818.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 26 Desember 2019.

Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi, industri informatika, perdagangan umum termasuk perdagangan impor, ekspor, interinsulair, lokal dan retail (eceran), jasa pengembangan dan pengelolaan properti/real estate, menyewakan ruang-ruang dalam bangunan dan investasi.

Entitas induk terakhir Perusahaan dan entitas anak adalah PT Inti Anugerah Pratama yang dimiliki oleh Keluarga Riady.

Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan. Kantor pusat operasional Perusahaan berada di Menara Matahari, Jalan Boulevard Palem Raya No. 7, Lippo Karawaci - Tangerang, Banten.

Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tanggal 4 Desember 1975.

Dengan surat persetujuan dari Menteri Keuangan No. SI-052/SHM/MK.10/1989, Perusahaan menawarkan 3.428.000 saham kepada masyarakat pada tanggal 18 September 1989. Seluruh saham yang dikeluarkan Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1989 dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1990.

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. The Company's Establishment

PT Multipolar Tbk (the "Company") was established in the Republic of Indonesia on December 4, 1975 based on notarial deed No. 7 of Adlan Yulizar, S.H., which has been amended several times, the latest by notarial deed No. 119 of Misahardi Wilamarta, S.H., dated March 25, 1982. The deed of establishment and its amendments were approved by the Minister of Justice in his decree No. C2-1093.HT.01.01.Th.82 dated September 3, 1982 and was published in the State Gazette No. 84, Supplement No. 938 dated October 20, 1987. The Company's Articles of Association has been amended several times, the latest based on notarial deed No. 56 of Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. dated December 18, 2019 concerning the amendment to the provisions of Article 3 of Articles of Association of the Company regarding Purpose and Objectives and Business Activities so as to conform with the Regulation of Chief Statistician of Statistics Indonesia Number 19 of 2017 regarding Amendment to Regulation of Chief Statistician of Statistics Indonesia Number 95 of 2015 regarding Indonesian Standard Industrial Clasification which has been approved by Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia No.AHU-0108818.AH.01.02.Tahun 2019 dated December 26, 2019.

The Company primarily engages in telecommunication services, information technology industry, general trading including import, export, interinsulair, local and retail, property/real estate development and management services, rental space of building and investment.

The ultimate parent of the Company and subsidiaries is PT Inti Anugerah Pratama that owned by Riady's Family.

The Company is domiciled in South Jakarta. Its operational head office is located at Menara Matahari, Palem Raya Boulevard No. 7, Lippo Karawaci-Tangerang, Banten.

The Company started commercial operations on December 4, 1975.

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. The Company's Public Offering of Shares of Stock

By virtue of the approval letter of the Minister of Finance No. SI-052/SHM/MK.10/1989, the Company offered 3,428,000 shares to the public on September 18, 1989. All issued shares have been listed in the Jakarta Stock Exchange in 1989 and in the Surabaya Stock Exchange in 1990.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Pada tahun 1996 dan 1997, Perusahaan mencatatkan tambahan saham masing-masing sebanyak 102.852.000 saham (Rp1.000 (dalam Rupiah penuh)) per saham dan 1.508.496.000 saham (Rp500 (dalam Rupiah penuh)) per saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas ("PUT") I dan II dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ("HMETD"). Pada tahun 2000, sebanyak 89.000.000 saham baru di luar PUT diterbitkan untuk investor strategis dan telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta dalam suratnya No. S-2183/BEJ.EEM/07/2000 tanggal 24 Juli 2000 dan oleh Bursa Efek Surabaya dalam suratnya No. 005/EMT/LIST/BES/IV/2000 tanggal 18 April 2000.

Pada tanggal 10 September 2005, pernyataan pendaftaran Perusahaan dalam rangka PUT III kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan HMETD sejumlah 2.339.710.000 saham kelas B Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga penawaran Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham dinyatakan efektif. Seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) pada tanggal 24 September 2005.

Pada tanggal 24 Nopember 2006, pernyataan pendaftaran dalam rangka PUT IV kepada pemegang saham dalam rangka HMETD sejumlah 2.573.681.000 saham kelas B (Saham Baru) dengan nilai nominal Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga penawaran Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham, yang disertai dengan penerbitan waran seri I dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.429.822.778 dinyatakan efektif.

Pada tanggal 25 Februari 2010, Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ("RUPSLB") dalam rangka rencana penggabungan jumlah saham (reverse stock), dimana dalam RUPSLB tersebut telah memutuskan dan menyetujui, antara lain, menyetujui rencana Perusahaan untuk melakukan pengubahan nilai nominal saham dalam rangka reverse stock, dengan cara meningkatkan nilai nominal masingmasing saham sebanyak 4 kali yaitu untuk saham Kelas A dari semula Rp500 (dalam Rupiah penuh) per saham menjadi Rp2.000 (dalam Rupiah penuh) per saham dan untuk saham Kelas B dari semula Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham menjadi Rp500 (dalam Rupiah penuh) per saham.

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (lanjutan) b. The Company's Public Offering of Shares of Stock (continued)

In 1996 and 1997, the Company listed additional shares totaling 102,852,000 shares (at par value of Rp1,000 (in Full Rupiah)) and 1,508,496,000 shares (at par value of Rp500 (in Full Rupiah)) in the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges in connection with First and Second Limited Public Offering of Pre-Emptive Rights Issuance, respectively. In 2000, 89,000,000 of new shares other than the Limited Public Offering were issued to a strategic investor, approved by the Jakarta Stock Exchange in its letter No. S-2183/BEJ.EEM/07/2000 dated July 24, 2000 and by the Surabaya Stock Exchange in its letter No. 005/EMT/LIST/BES/IV/2000 dated April 18, 2000.

On September 10, 2005, the Company's registration statement regarding the Third Limited Public Offering to the stockholders in connection with Pre-Emptive Rights Issuance of 2,339,710,000 class B shares at par value of Rp125 (in Full Rupiah) with offering price of Rp125 (in Full Rupiah) per share were declared effective. All shares were listed in the Indonesian Stock Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange) on September 24, 2005.

On November 24, 2006, the Company's registration statement regarding the Fourth Limited Public Offering to the stockholders in connection with Pre-Emptive Rights Issuance of 2,573,681,000 class B shares (New Share) at par value of Rp125 (in Full Rupiah) per share with offering price of Rp125 (in Full Rupiah) per share, together with the issuance of a maximum 1,429,822,778 Warrant Series I were declared effective.

On February 25, 2010, the Company held Extraordinary General Meeting of Company's Stockholders in connection with the plan for a reverse stock, the stockholders decided and approved, among others, to change the par value of shares in connection with the reverse stock by increasing the par value per share by 4 times of class A shares from Rp500 (in Full Rupiah) per share to Rp2,000 (in Full Rupiah) per share and class B shares from Rp125 (in Full Rupiah) per share to Rp500 (in Full Rupiah) per share.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Pada tanggal 30 Maret 2010, Perusahaan melakukan PUT V kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan HMETD sejumlah 6.031.252.940 saham kelas C (Saham Baru) dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga penawaran Rp125 (dalam Rupiah penuh) per saham dan sebanyak 2.345.487.255 waran seri II yang diterbitkan menyertai Saham Baru yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perusahaan dan atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD. Sampai dengan tanggal akhir penukaran waran, yaitu 12 April 2013, sejumlah 2.337.204.493 waran seri II telah dieksekusi menjadi saham.

Pada tanggal 28 Juni 2018, pernyataan pendaftaran Perusahaan dalam rangka PUT VI kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan HMETD sejumlah 4.574.885.147 saham kelas C dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga penawaran Rp110 (dalam Rupiah penuh) per saham dinyatakan efektif.

Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan telah mengkonsolidasikan semua entitas anak sesuai dengan Prinsip - prinsip Konsolidasian dalam Catatan 2b. Untuk tujuan penyajian, hanya entitas-entitas anak (baik melalui kepemilikan langsung maupun tidak langsung) yang memiliki jumlah aset di atas Rp50.000 yang disajikan dalam tabel di bawah ini:

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (lanjutan) b. The Company's Public Offering of Shares of Stock (continued)

On March 30, 2010, the Company conducted a Fifth Limited Public Offering to the stockholders in connection with the Pre-Emptive Rights Issuance of 6,031,252,940 class C shares (New Shares) at par value Rp100 (In Full Rupiah) per share with offering price of Rp125 (In Full Rupiah) per share, and maximum 2,345,487,255 Warrant Series II were issued to compliment the New Shares as an incentive for stockholders of the Company and/or Pre-Emptive Rights holders who exercised their rights. As of the end of exercised date on April 12, 2013, 2,337,204,493 of warrants series II have been exercised into shares.

On June 28, 2018, the Company's registration statement regarding the Sixth Limited Public Offering to the stockholders in connection with Pre-Emptive Rights Issuance of 4,574,885,147 class C shares at par value of Rp100 (in Full Rupiah) with offering price of Rp110 (in Full Rupiah) per share were declared effective.

All the Company's shares were listed in the Indonesian Stock Exchange.

c. Susunan Perusahaan dan Entitas Anak c. The Structure of Company and Subsidiaries

The Company has consolidated all its subsidiaries in line with the Consolidation Principles described in Note 2b. For presentation purposes, only subsidiaries (owned either directly or indirectly) that have assets above Rp50,000 are presented in the table below:

Mulai
Beroperasi/
Persentase Pemilikan/
Percentage of Ownership
Jumlah Aset/
Total Assets
Entitas Anak/
Subsidiaries
Lokasi/
Location
Kegiatan usaha/
Nature of Business
Start of
Commercial
Operation
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
PT Matahari Putra Prima Tbk Tangerang, Banten Penjualan eceran/
Retail business
1986 50.23 50.23 4,510,511 3,820,809
PT Multipolar Technology Tbk Jakarta Perdagangan/ Trading 2009 86.95 86.95 2,417,802 2,106,286
PT Visionet Data Internasional Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services
and general trading
2016 100.00 100.00 526,422 614,702
PT Graha Teknologi Nusantara Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services
and general trading
2016 65.00 65.00 317,784 330,387
PT Nadya Putra Investama Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
1998 100.00 100.00 1,025,300 1,746,610
PT Mentari Sinar Persada Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2010 100.00 100.00 675,297 1,377,242
PT Mulia Persada Pertiwi Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2011 100.00 100.00 622,539 1,242,834
PT Prima Gerbang
Persada
Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2009 100.00 100.00 23,949 106,018

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

c. Susunan Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. The Structure of Company and Subsidiaries
(continued)
Mulai
Beroperasi/
Percentage of Ownership Persentase Pemilikan/ Jumlah Aset/
Total Assets
Entitas Anak/
Subsidiaries
Lokasi/
Location
Kegiatan usaha/
Nature of Business
Start of
Commercial
Operation
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
PT Prima Mentari Persada Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2010 100.00 100.00 243,71219 264,656
PT Surya Asri Lestari Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2012 100.00 100.00 193,069 235,655
PT Prima Ecommerce Global Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2014 100.00 100.00 1,873,605 1,479,738
PT Nusa Jaya Cipta Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2016 92.05 84.10 1,412,758 1,271,668
PT Semesta Investasi Pratama Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2014 99.99 99.99 249,542 233,902
PT Global Investasi Mandiri Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2015 72.00 72.00 78,079 274,167
PT Usaha Nasinonal Orisinal Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2015 99.99 99.99 54,349 26,979
PT Kharisma Artha Sejati Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2010 100.00 100.00 1,523,618 1,049,547
PT Nuansa Multi Karya Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2013 100.00 100.00 592,543 793,398
PT Nadya Prima Indonesia Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2010 100.00 100.00 471,207 526,936
PT Gita Karsa Mandiri Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2016 100.00 100.00 35,178 165,657
PT Mitra Prima Kreasi Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2010 100.00 100.00 47,408 56,622
PT Gratia Prima Indonesia Tangerang, Banten Perdagangan umum/
General trading
2008 100.00 100.00 45,087 54,075
PT Prima Cakrawala Sentosa Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2011 100.00 100.00 1,024,858 773,275
PT Anekatrada Indotama Batam Perdagangan umum/
General trading
1993 83.00 - 130,776 32,025
PT Cahaya Citra Permai Bekasi Perdagangan umum/
General trading
2006 99.98 - 87,045 19,417
PT Surya Cipta Investama Jakarta Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2010 100,00 100,00 386,045 439,829
PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk
(65,99% kepemilikan di/ ownership
in PT Surya Cipta Investama)
Cikarang, Bekasi Manajemen arsip/ Filling
management
1993 92.46 92.46 341,169 421,902
PT Matahari Pacific Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2010 100.00 100.00 620,890 409,495
PT Rekatama Dinamika Unggul Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2012 100.00 - 315,553 -
PT Serang Gemilang Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2012 100.00 100.00 83,869 86,767
PT Surya Menara Lestari Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2012 100.00 100.00 45,807 56,894
PT Citra Cito Perkasa Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2012 100.00 100.00 43,677 50,206
PT Mega Duta Persada Tangerang, Banten Perdagangan dan jasa/
Trading and services
2012 100.00 100.00 28,784 59,209
PT Multi Prima Sejahtera Tbk Tangerang, Banten Industri/ Industry 1982 81.71 - 337,792 324,916

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

c. Susunan Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. The Structure of Company and Subsidiaries (continued)

Mulai
Beroperasi/
Persentase Pemilikan/
Percentage of Ownership
Jumlah Aset/
Total Assets
Entitas Anak/
Subsidiaries
Lokasi/
Location
Kegiatan usaha/
Nature of Business
Start of
Commercial
Operation
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
31 Des/
Dec 31,
2020
31 Des/
Dec 31,
2019
PT Big Ecommerce Bersama Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2015 66.22 66.22 147,052 217,134
PT Brilliant Ecommerce Berjaya Tangerang, Banten Jasa dan perdagangan
umum/ Services and
general trading
2015 100.00 100.00 145,573 214,468
PT Reksa Puspita Karya Jakarta Perdagangan/ Trading 2008 100,00 100,00 217,822 206,083
PT Air Pasifik Utama Tangerang, Banten Pengangkutan udara/
Air transportation
1997 100,00 100,00 152.021 132,206

Pada tanggal 22 Desember 2020, Perusahaan melalui PT Matahari Pacific, dan PT Mentari Sinar Persada membeli seluruh saham PT Rekatama Dinamika Unggul dengan nilai transfer sebesar Rp183.932.

Pada tanggal 25 Juni 2020, Perusahaan dan entitas anak, PT Prima Cakrawala Sentosa melakukan investasi pada PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, dan PT Tahta Putera Manunggal masing-masing dengan kepemilikan sebesar 81,71%, 83,00%, 99,80%, dan 46,88%. Pembelian tersebut merupakan transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali, dan dicatat sesuai dengan PSAK 38 (Revisi 2004) (Catatan 39).

Pada tanggal 14 Juni dan 19 Desember 2019, PT Big Ecommerce Bersama ("PT BIG") melakukan penerbitan saham baru masing-masing sebanyak 765.612 dan 3.957.766 lembar dengan nilai nominal Rp1.000 (dalam Rupiah penuh) per lembar saham yang seluruhnya diambil bagian oleh Perusahaan dengan nilai pembelian masing- masing sebesar Rp12.000 dan Rp62.033. Pada tanggal 31 Juli, 1 November dan 19 Desember 2019, Perusahaan menjual kepemilikan saham atas PT BIG masing-masing sebanyak 3.810.779 lembar kepada Investree Singapore Pte. Ltd. Setelah semua transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham Perusahaan atas PT BIG menjadi 66,22% (Catatan 24).

On December 22, 2020, the Company through PT Matahari Pacific, and PT Mentari Sinar Persada purchased all shares of PT Rekatama Dinamika Unggul with transfer amounted Rp183,932.

On June 25, 2020, the Company and its subsidiary, PT Prima Cakrawala Sentosa entered into investments in PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, and PT Tahta Putera Manunggal with ownership amounts of 81.71%, 83.00%, 99.80%, and 46.88%. The purchase transactions were restructuring transactions among entities under common control, and recorded according to PSAK 38 (Revision 2004) (Note 39).

On June 14 and December 19, 2019, PT Big Ecommerce Bersama ("PT BIG"), issued 765,612 and 3,957,766 new shares, respectively, with nominal value of Rp1,000 (in full Rupiah) per share which were all subscribed by the Company with a purchase value of Rp12,000 and Rp 62,033, respectively. On July 31, November 1, and December 19, 2019 the Company sold its shares ownership in PT BIG as much as 3,810,779 shares each to Investree Singapore Pte. Ltd. After the transactions, the Company's portion of share ownership in PT BIG became 66.22% (Note 24).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Pada tanggal 31 Desember 2020, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2020 yang telah diaktanotariskan dengan akta No. 68 tanggal 12 Juni 2020 dari Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. adalah sebagai berikut:

Wakil Presiden Komisaris Independen Roy Nicholas Mandey

Presiden Direktur Adrian Suherman President Director Wakil Presiden Direktur Rudy Ramawy Vice President Director Direktur Agus Arismunandar Director Direktur Fendi Santoso Director

Pada tanggal 31 Desember 2019, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2019 yang telah diaktanotariskan dengan akta No. 136 tanggal 29 April 2019 dari Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. adalah sebagai berikut:

Wakil Presiden Komisaris Independen

Komisaris Henry Jani Liando Commissioner

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. The Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees

As of December 31, 2020, the compositions of the Boards of Commissioners and Directors based on the resolution of the Company's Annual Stockholders' General Meeting held on June 12, 2020 which has been notarized under deed No. 68 dated June 12, 2020 from Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris Bunjamin Jonatan Mailool President Commissioner Independent Vice President Commissioner Komisaris Independen Hadi Cahyadi Independent Commissioner Komisaris Jeffrey Koes Wonsono Commissioner Komisaris Henry Jani Liando Commissioner

Direksi Directors

As of December 31, 2019, the compositions of the Boards of Commissioners and Directors based on the resolution of the Company's Annual Stockholders' General Meeting held on April 29, 2019 which has been notarized under deed no. 136 dated April 29, 2019 from Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris Bunjamin Jonatan Mailool President Commissioner Roy Nicholas Mandey Independent Vice President Commissioner Komisaris Independen Hadi Cahyadi Independent Commissioner Komisaris Jeffrey Koes Wonsono Commissioner Komisaris Benny Haryanto Commissioner

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2019, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2019 yang telah diaktanotariskan dengan akta No. 136 tanggal 29 April 2019 dari Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. adalah sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. The Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees (continued)

As of December 31, 2019, the compositions of the Boards of Commissioners and Directors based on the resolution of the Company's Annual Stockholders' General Meeting held on April 29, 2019 which has been notarized under deed no. 136 dated April 29, 2019 from Sriwi Bawana Nawaksari, S.H., M.Kn. are as follows: (comtimued)

Directors
Adrian Suherman President Director
Vice President Director
Director
Agus Arismunandar Director
Rudy Ramawy
Lukman Djaja

Pada tanggal 31 Desember 2020 susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020, the compositions of Audit
Committee are as follows:
Komite Audit Directors
Ketua Hadi Cahyadi Chairman
Anggota Dennis V. Valencia Member
Anggota Liu Raymond Member

Pada 31 Desember 2019, susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2019, the compositions of Audit Committee are as follows:

Komite Audit Directors
Ketua Hadi Cahyadi Chairman
Anggota Lim Kwang Tak Member
Anggota Liu Raymond Member

Pada tanggal 31 Desember 2020, corporate secretary Perusahaan adalah Natalie Lie.

Pada tanggal 31 Desember 2019, corporate secretary Perusahaan adalah Chrysologus RN Sinulingga.

Perusahaan dan entitas-entitas anak memiliki sekitar 9.916 dan 10.753 karyawan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (tidak diaudit).

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laporan keuangan konsolidasian PT Multipolar Tbk dan Entitas Anak telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi pada tanggal 28 Mei 2021.

As of December 31, 2020, the Company's corporate secretary is Natalie Lie.

As of December 31, 2019, the Company's corporate secretary is and Chrysologus RN Sinulingga.

The Company and subsidiaries has approximately 9,916 and 10,753 employees as of December 31, 2020 and 2019, respectively (unaudited).

The Company's management is responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements. The consolidated financial statements of PT Multipolar Tbk and Subsidiaries were authorised for issuance by the Directors on May 28, 2021.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang terdiri dari Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK - IAI") dan peraturan regulator pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan ("OJK"), (atau sebelumnya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya, yaitu peraturan No.VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik sesuai dengan surat Keputusan No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.

Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.

Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah rupiah Indonesia, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a.Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements

Compliance with Financial Accounting Standards (FAS)

The consolidated financial statements are presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards that comprise the Statements and Interpretations issued by Board of Financial Accounting Standards - Indonesian Institute of Accountant ("DSAK - IAI") and regulation of capital market regulator that is Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") (or formerly Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), for entities under its control, comprise of regulation No.VIII.G.7 regarding the presentation and disclosure of financial statements of publicly-listed entities in accordance with decision letter No.KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012.

Basis of measurement and Preparation of The Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements here in.

The consolidated statements of cash flows were prepared using the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.

The presentation currency used in the consolidated financial statements is the Indonesian rupiah, which is the functional currency.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini

Standar dan amendemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

  • PSAK 71: "Instrumen Keuangan";
  • PSAK 72: "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan";
  • PSAK 73: "Sewa";
  • PSAK 62 (Amendemen 2017): "Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi";
  • PSAK 15 (Amendemen 2017): "Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama";
  • PSAK 71 (Amendemen 2018): "Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif";
  • ISAK 35: "Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba";
  • PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian Tahunan 2019): "Penyajian Laporan Keuangan";
  • PSAK 25 (Amendemen 2019): "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan";
  • PSAK 102 (Revisi 2019): "Akuntansi Murabahah";
  • ISAK 101: "Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan terkait Kepemilikan Persediaan";
  • ISAK 102: "Penurunan Nilai Piutang Murabahah";
  • ISAK 36: "Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa";
  • PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: "Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba"; dan
  • Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan Suku Bunga.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

The Adoption of Current Accounting Standards

Standards and amendments to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2020, with early adoption is permitted are:

  • PSAK 71: "Financial Instrument";
  • PSAK 72: "Revenue from Contract with Customer";
  • PSAK 73: "Lease";
  • PSAK 62 (Amendment 2017): "Insurance Contract regarding Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62: Insurance Contract";
  • PSAK 15 (Amendment 2017): "Investment in Associates and Joint Ventures regarding Longterm Interests in Associates and Joint Ventures";
  • PSAK 71 (Amendment 2018): "Financial Instrument regarding Prepayment Features with Negative Compensation";
  • ISAK 35: "Presentation of Non-profit oriented entity Financial Statements";
  • PSAK 1 (Amendment and Improvement 2019): "Presentation of Financial Statements regarding Title of Financial Statements";
  • PSAK 25 (Amendment 2019): "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors";
  • PSAK 102 (Revised 2019): "Accounting for Murabahah";
  • ISAK 101: "Revenue Recognition on Deferred Murabahah without Significant Risk related to Inventories Ownership";
  • ISAK 102: "Impairment on Murabahah Receivable";
  • ISAK 36: "Interpretation of the Interaction between the Provisions Regarding Land Rights in PSAK 16: Fixed Assets and PSAK 73: Leases
  • PPSAK 13: Revocation of PSAK 45: "Non-profit Entity Financial Reporting"; and
  • Amendment PSAK 71, Amendment PSAK 55, Amendment PSAK 60 regarding Interest Rate Benchmark Reform.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Berikut ini adalah perubahan standar yang relevan terhadap laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak:

PSAK 71: Instrumen Keuangan diterbitkan di bulan Juli 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan menerapkan PSAK 71 mulai 1 Januari 2020.

Berikut perubahan utama dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan beserta dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan:

  • i. Dalam PSAK 71, aset keuangan diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Klasifikasi ini berdasarkan dua kriteria:
  • a. Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu; dan
  • b. Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga ("SPPI") dari jumlah pokok terutang.

Pokok merupakan nilai wajar dari instrumen pada saat pengakuan awal. Bunga merupakan kompensasi untuk nilai waktu uang dan risiko kredit terkait beserta kompensasi untuk risiko lain dan biaya yang konsisten dengan persyaratan dalam peminjaman standar dan marjin laba. Kategori aset ini membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada saat pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung persyaratan yang dapat mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan persyaratan SPPI.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

The following is the amendments in accounting standards that are relevant to the financial statements of the Company and its subsidiaries:

Penerapan Awal PSAK 71: Instrumen Keuangan First Implementation of PSAK 71: Financial Instruments

PSAK 71: Financial Instruments was issued in July 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted. The Company implements PSAK 71 started on January 1, 2020.

The main changes in regard to PSAK 71: Financial Instruments and impact of the Company's financial statements are as follows:

Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan Financial assets classification and measurement

  • i. In PSAK 71, financial assets are classified to amortized cost, fair value through other comprehensive income, and fair value through profit and loss. The classification is determined based on two criteria:
  • a. The Company's business model to achieve a particular business objective in managing the financial assets; and
  • b. The characteristics of the contractual cash flows that are solely payments of principal and interest ("SPPI") on the principal amount outstanding.

Principal represents the fair value of the instrument at the time of initial recognition. Interest represents compensation for the time value of money and associated credit risks together with compensation for other risks and costs consistent with a basic lending arrangement and a profit margin. This requires an assessment at initial recognition of the contractual terms to determine whether it contains a term that could change the timing or amount of cash flows in a way that is inconsistent with the SPPI criteria.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan Awal PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan)

Berikut perubahan utama dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan beserta dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan: (lanjutan)

Dalam menilai apakah arus kas kontraktual memiliki karakteristik SPPI, Perusahaan mempertimbangkan persyaratan kontraktual atas instrumen tersebut. Hal ini termasuk dalam hal menilai apakah aset keuangan mengandung ketentuan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak dapat memenuhi kondisi SPPI.

Berdasarkan hasil kajian Perusahaan dengan menggunakan kedua kriteria tersebut, tidak terdapat dampak perubahan signifikan terhadap klasifikasi dan pengukuran aset keuangan Perusahaan. Seluruh aset keuangan Perusahaan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo menurut PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran berubah menjadi kategori aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi sesuai PSAK 71: Instrumen Keuangan. Karena sebelumnya aset keuangan tersebut telah diukur pada biaya perolehan diamortisasi, maka pengukuran aset keuangan tersebut tidak perlu disesuaikan.

Seluruh aset keuangan Perusahaan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan pinjaman yang diberikan dan piutang menurut PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran berubah menjadi kategori aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi sesuai PSAK 71: Instrumen Keuangan. Karena sebelumnya aset keuangan tersebut telah diukur pada biaya perolehan diamortisasi, maka pengukuran aset keuangan tersebut tidak perlu disesuaikan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

First Implementation of PSAK 71: Financial Instruments (continued)

The main changes in regard to PSAK 71: Financial Instruments and impact of the Company's financial statements are as follows: (continued)

In assessing whether the contractual cash flows have SPPI characteristics, the Company considers the contractual terms of the instrument. This includes assessing whether the financial asset contains a contractual term that could change the timing or amount of contractual cash flow such that it would not meet SPPI condition.

Based on the Company review using both criteria, there is no significant impact on the classification and measurement of the Company Financial Assets. All of the Company Financial Assets that were classified as held to maturities in PSAK 55: Financial Instruments Recognition and Measurement are now classified as amortized costs in PSAK 71: Financial Instruments. These financial assets are already recorded as amortized costs, hence no need adjustments is required for those financial asset measurements.

All of the Company's financial assets that are classified as held to maturity and loans and receivables under PSAK 55: Financial Instruments Recognition and Measurement change to the category of financial assets measured at amortized cost in accordance with PSAK 71: Financial Instruments. Because these financial assets were previously measured at amortized cost, there is no need to adjust the measurement of those financial assets.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan Awal PSAK 71: Instrumen Keuangan (lanjutan)

Berikut perubahan utama dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan beserta dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan: (lanjutan)

Seluruh aset keuangan Perusahaan yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual menurut PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran berubah menjadi kategori aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya sesuai dengan model bisnis aset tersebut sesuai PSAK 71: Instrumen Keuangan. Karena sebelumnya aset keuangan tersebut telah diukur pada nilai wajar sesuai dengan model bisnis masing-masing aset, maka pengukuran aset keuangan disesuaikan menurut PSAK 71.

Seluruh aset keuangan Perusahaan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi menurut PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran, tidak berubah kategori menurut PSAK 71: Instrumen Keuangan. Karena sebelumnya aset keuangan tersebut telah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

ii. Penurunan nilai aset keuangan iii. ii. Financial assets impairment

Penerapan PSAK 71: Instrumen Keuangan mengubah pendekatan perhitungan penurunan nilai untuk aset keuangan dari metode kerugian yang telah terjadi di PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran: menjadi pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) di PSAK 71: Instrumen Keuangan. Berdasarkan standar baru ini, Perusahaan harus membentuk cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset keuangan perusahaan berdasarkan informasi yang wajar dan terdukung mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan kondisi ekonomi masa depan. Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai ini tidak berdampak signifikan pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

First Implementation of PSAK 71: Financial Instruments (continued)

The main changes in regard to PSAK 71: Financial Instruments and impact of the Company's financial statements are as follows: (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

All of the Company's financial assets classified as available for sale under PSAK 55: Financial Instruments Recognition and Measurement change to the financial asset category measured at fair value through profit and loss and fair value through other comprehensive income in accordance with the asset's business model in accordance with PSAK 71: Financial Instruments. Because these financial assets were previously measured at fair value in accordance with the respective business model, the measurement of financial assets is adjusted according to PSAK 71.

All of the Company's financial assets that are classified as financial assets measured at fair value through profit or loss under PSAK 55: Financial Instruments Recognition and Measurement, have not changed their category under PSAK 71: Financial Instruments. Because previously these financial assets have been measured at fair value through profit and loss.

The implementation of PSAK 71: Financial Instruments changes the approach of financial asset impairment modeling from incurred loss in PSAK 55: Financial Instrumens Recognition and Measurement to Expected Credit Loss (ECL) in PSAK 71: Financial Instruments. Based on the new standard, The Company is required to calculate an allowance for credit losses by considering any information related to the past events, current events, and future economic conditions. This method transformation on the calculation of financial assets impairment has no significant impact on the carrying amount of the Company's financial assets:

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan Awal PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, diterbitkan di bulan Juli 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mulai 1 Januari 2020.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Revenue from contracts with customers

Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 (lima) langkah analisa sebagai berikut:

  • a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
  • b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
  • c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
  • d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
  • e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

First Implementation of PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers

PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, was issued in July 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted. The Company implements PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers starting from January 1, 2020.

Revenue recognition have to fulfill 5 (five) steps of assessment:

  • f. a. Identify contract(s) with a customer;
  • b. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct;
  • c. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Company estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period;
  • d. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative stand-alone selling price are estimated based on expected cost plus margin;
  • e. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or services).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Penerapan Awal PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (lanjutan)

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

  • Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
  • Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

Beban dari kontrak dengan pelanggan dan beban lainnya

Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dan dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

First Implementation of PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers (continued)

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Revenue from contracts with customers (continued)

A performance obligation may be satisfied at the following:

  • A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
  • Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Company selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognized as the performance obligation is satisfied.

Expenses from contracts with customers and other expenses

The costs that directly relate to the contract generate resources to satisfy the contract ("cost to fulfill") or is incremental of obtaining a contract ("cost to obtain") and are expected to be recovered. These costs are therefore eligible for capitalization under PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers and recognized as other current assets. Such cost will be amortized on a systematic basis that is consistent with the transfer of the goods or services to which such asset relates.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

PSAK 73: Sewa diterbitkan di bulan September 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan, untuk entitas yang menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 73: Sewa.

Perusahaan dan entitas anak telah menerapkan PSAK 73: Sewa sejak 1 Januari 2020, yang berdampak pada perubahan atas kebijakan akuntansi dan adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap jumlah yang telah diakui pada laporan keuangan.

Untuk semua sewa, kecuali sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diluar yang subsewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi, mulai tanggal 1 Januari 2020:

  • Perusahaan dan entitas anak mengakui utang sewa yang diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, dan didiskontokan dengan menggunakan tingkat bunga pinjaman incremental Perusahaan pada 1 Januari 2020;
  • Perusahaan dan entitas anak telah memilih untuk mengakui aset hak-guna sebesar utang sewa, dengan penyesuaian atas jumlah sewa dibayar di muka atau akrual atas pembayaran terkait sewa tersebut yang diakui pada laporan keuangan sebelum penerapan awal standar ini.

Aset bernilai rendah yang disubsewakan diakui sebagai aset hak-guna, demikian juga dengan liabilitas sewanya.

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

Penerapan Awal PSAK 73: Sewa First Implementation of PSAK 73: Leases

PSAK 73: Leases was issued in September 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted, eligible for entity which applies PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, at or before initial implementation that of PSAK 73: Leases.

The Company and its subsidiaries implemented PSAK 73: Leases from Januari 1, 2020, which has resulted in changes in the accounting policies and adjustments to the amounts recognized in the financial statements.

For all leases, except for short-term leases and leases of low-value assets other than those which are subleased previously classified as operating leases, as at January 1, 2020:

  • The Company and its subsidiary has recognized a lease liability measured at the present value of the remaining lease payments, discounted using the Company's incremental borrowing rate at January 1, 2020;
  • The Company and its subsidiary has elected to recognize a right-of-use asset at an amount equal to the lease liability, adjusted by the amount of prepaid or accrued lease payments relating to those leases recognized in the statement of financial position immediately before the date of initial application.

Low-value assets which are sub-leased are accounted for as a right-of-use assets with the corresponding lease liabilities.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Pada tanggal penerapan awal, Perusahaan juga menggunakan beberapa kebijakan praktis sebagai berikut:

  • menggunakan tingkat diskonto tunggal pada portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;
  • mengandalkan penilaiannya apakah sewa bersifat memberatkan sesuai PSAK 57: Provisi, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi segera sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan tinjauan penurunan nilai;
  • memilih tidak menerapkan persyaratan untuk sewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal penerapan awal. Mencatat sewa tersebut dengan cara yang sama dengan sewa jangka pendek dan memasukkan biaya yang terkait dengan sewa tersebut dalam pengungkapan beban sewa jangkapendek dalam periode pelaporan tahunan yang mencakup tanggal penerapan awal.

Amendemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

• PSAK 73 (Amendemen 2020): "Sewa tentang Konsesi Sewa terkait Covid-19".

Standar dan amendemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2021, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

  • PSAK 112: "Akuntansi Wakaf";
  • PSAK 22 (Amendemen): "Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis";
  • PSAK 110 (Penyesuaian 2020): "Akuntansi Sukuk";
  • PSAK 111 (Penyesuaian 2020): "Akuntansi Wa'd"; dan
  • Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2.

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

Penerapan Awal PSAK 73: Sewa (lanjutan) First Implementation of PSAK 73: Leases (continued)

At the first implementation date, the Company elected the following practical expedients:

  • has applied a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characterisctics;
  • relied on its assessment of whether leases are onerous applying PSAK 57: Provision, Contingent, and Contingent Asset immediately before the first implementation date as an alternative to peforming an impairment analysis;
  • not to apply the new lessee accounting model to leases for which the lease term ends within 12 months after the date of initial application. It has accounted for those leases as shortterm leases and accounted those expenses in regard to the leases in the short-term lease disclosure in the financial reporting which covers the period of the first implementation date

Amendment to standard effective for periods beginning on or after June 1, 2020, with early adoption is permitted is:

PSAK 73 (Amendment 2020): "Leases regarding Covid-19 related Rent Concessions".

Standards and amendments to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2021, with early adoption is permitted are:

  • PSAK 112: "Wakaf Accounting";
  • PSAK 22 (Amendment): "Business Combination on Definition of Business";
  • PSAK 110 (Improvement 2020): "Accounting for Sukuk";
  • PSAK 111 (Improvement 2020): "Accounting for Wa'd"; and
  • Amendment PSAK 71, Amendment PSAK 55, Amendment PSAK 60, Amendment PSAK 62, and Amendment PSAK 73 regarding Interest Rate Benchmark Reform – Phase 2.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)

Standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

• PSAK 74: Kontrak Asuransi. • • PSAK 74: Insurance Contract.

b. Prinsip - prinsip Konsolidasian b. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak. Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan mengendalikan Entitas anak hanya jika Perusahaan memiliki seluruh hal berikut:

  • a. Kekuasaan atas investee,
  • b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
  • c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaan atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung anggapan ini dan bila Perusahaan memiliki kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari investee, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia memiliki kuasa atas investee, termasuk:

  • i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
  • ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
  • iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha.

Perusahaan menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian.

Laporan keuangan (konsolidasian) Entitas Anak dibuat untuk tahun pelaporan yang sama dengan Perusahaan, menggunakan kebijakan akuntansi yang konsisten.

Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak tanggal dimana pengendalian Perusahaan berakhir.

Seluruh akun dan transaksi antar perusahaan yang material telah dieliminasi.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements (continued)

Penerapan Standar Akuntansi Terkini (lanjutan) The Adoption of Current Accounting Standards (continued)

Standard effective for periods beginning on or after January 1, 2025, with early adoption is permitted is:

The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its Subsidiaries. The subsidiaries are all entities where the Company has control. The Company controls a subsidiary if and only if the Company has all the following:

  • a. Power over the investee,
  • b. Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
  • c. The ability to use its power over the investee to affect the amount of the investor's returns.

Generally, there is a presumption that majority of voting rights results in control. To support this presumption and when the Company has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Company considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
  • ii) Rights arising from other contractual arrangements, and
  • iii) The Group's voting rights and potential voting rights.

The Company re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control.

The (consolidated) financial statements of the Subsidiaries are prepared for the same reporting year as the Company, using consistent accounting policies.

Subsidiaries are fully consolidated from the date on which control is transferred to the Company and deconsolidated from the date on which that the Company's control ceases.

All significant intercompany accounts and transactions are eliminated.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Prinsip - prinsip Konsolidasian (lanjutan) b. Principles of Consolidation (continued)

Perusahaan dan entitas-entitas anak mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit. Perusahaan dan entitas-entitas anak menyajikan kepentingan non-pengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar pembayaran dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian pelepasan kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.

Jika Perusahaan dan entitas-entitas anak kehilangan pengendalian, maka Perusahaan dan entitas-entitas anak:

  • a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya ketika pengendalian hilang;
  • b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali pada entitas anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan non-pengendali);
  • c. Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
  • d. Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian;
  • e. Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak; dan
  • f. Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Company and subsidiaries attributed the profit and loss and each component of other comprehensive income to the owners of the parent and non-controlling interests even though this results in the non-controlling interests having a deficit balance. The Company and subsidiaries presents non-controlling interest in equity in the interim consolidated statement of financial position, separately from the equity owners of the parent.

Transactions with non-controlling interests that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The difference between the fair value of payments and the acquired portion on the carrying value of net assets of the subsidiary is recorded in equity. Gains or losses on disposals to noncontrolling interests are also recorded in equity.

If the The Company and subsidiaries loses control, then the Company and subsidiaries:

  • a. Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary at their carrying amounts at the date when control is lost;
  • b. Derecognizes the carrying amount of any noncontrolling interests in the former subsidiary at the date when control is lost (including any components of other comprehensive income attributable to them);
  • c. Recognizes the fair value of the consideration received, if any, from the transaction, event or circumstances that resulted in the loss of control;
  • d. Recognizes any investment retained in the former subsidiary at fair value at the date when control is lost;
  • e. Reclassify to profit or loss, or transfer directly to retained earnings if required by other SAKs, the amount recognized in other comprehensive income in relation to the subsidiary; and
  • f. Recognizes any resulting difference as a gain or loss attributable to the parent.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Prinsip - prinsip Konsolidasian (lanjutan) b. Principles of Consolidation (continued)

Laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak disajikan dalam mata uang yang sebagian besar mempengaruhi lingkungan ekonomi di mana entitas tersebut beroperasi (mata uang fungsional). Untuk tujuan laporan keuangan konsolidasian, hasil usaha dan posisi keuangan dari masing-masing entitas anak dinyatakan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.

Aset dan liabilitas dari entitas anak yang memenuhi definisi kegiatan usaha luar negeri, dinyatakan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Pendapatan dan Beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata untuk periode tersebut. Selisih kurs yang timbul disajikan sebagai "Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan" yang disajikan sebagai komponen terpisah pada ekuitas Perusahaan dalam "Penghasilan Komprehensif Lain".

Perusahaan menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan.

Kas dan setara kas terdiri dari semua investasi yang sangat likuid dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, yang tidak digunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi penggunaannya.

Kas yang dibatasi penggunaannya dicatat sebagai bagian dari aset keuangan lancar lainnya dan aset keuangan tidak lancar lainnya.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Financial statements of the Company and Subsidiaries are presented in the currency of the primary economic environment in which the entities operate ("the functional currency"). For the consolidated financial statements purpose, financial results and position from each subsidiaries are presented in Rupiah, which represent functional currency of the Company and presentation currency in the consolidated financial statements.

The assets and liabilities of subsidiaries that meet the definition of foreign operation activities are presented in Rupiah currency using the prevailing exchange rates at the end of reporting period. The income and expenses are translated using the average exchange rate for the related period. The exchange rate differences are presented as "Exchange Differences on Translation of Financial Statements", presented as a separate item in the equity portion as "Other Comprehensive Income".

The Company applies the acquisition method to account for business combinations. The consideration transferred for the acquisition of a subsidiary is the fair value of the assets transferred, the liabilities incurred to the former owners of the acquiree and the equity interests issued by the Company.

c. Kas dan Setara Kas c. Cash dan Cash Equivalents

Cash and cash equivalents include all highly liquid investments with original maturities of three months or less since the placement date, which are not pledged or restricted in use.

Restricted cash is recorded as part of other current financial assets and other non-current financial assets.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Sebelum 1 Januari 2020

Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut:

    1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
    1. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo;
    1. Pinjaman yang diberikan dan piutang;
    1. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut:

    1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
    1. Liabilitas keuangan lainnya.

Sejak 1 Januari 2020

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:

  • yang akan diukur selanjutnya pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain atau melalui laba rugi), dan
  • yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Klasifikasi tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan ketentuan kontraktual dari arus kas.

Pada saat pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajar.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan d. Financial Assets and Financial Liabilities

Before January 1, 2020

The Company classifies the financial instruments in the form of financial assets and financial liabilities.

Financial assets are classified as follows:

  • 1. Financial assets at fair value through profit or loss;
  • 2. Held to maturity investments;
  • 3. Loans and receivables;
  • 4. Available for sale financial assets.

Financial liabilities are classified as follows:

  • 1. Financial liabilities at fair value through profit or loss;
  • 2. Other Financial liabilities.

Since January 1, 2020

The Company classifies its financial assets in the following measurement categories:

  • those to be measured subsequently at fair value (either through other comprehensive income or through profit or loss), and
  • those to be measured at amortised cost.

The classification depends on the entity's business model for managing the financial assets and the contractual terms of the cash flows.

At initial recognition, the Company measures a financial asset at its fair value.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Untuk investasi dalam bentuk ekuitas, jika Perusahaan telah memilih untuk menyajikan laba atau rugi nilai wajar atas investasi ekuitas di pendapatan komprehensif lainnya, laba atau rugi ini selanjutnya tidak akan direklass ke laba atau rugi pada saat investasi dilepas. Sedangkan perubahan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat sebagai pendapatan atau beban lainnya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

Untuk investasi dalam bentuk utang, terdapat 3 kategori pengukuran yaitu dengan biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lainnya. Atas investasi dalam bentuk utang yang dinilai dengan nilai wajar, pada saat investasi dilepas, laba atau rugi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

Liabilitas keuangan tetap diklasifikasikan dalam kelompok berikut:

    1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
    1. Liabilitas keuangan lainnya.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan jika dan hanya jika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Pengakuan aset keuangan hanya dihentikan jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Pengakuan liabilitas keuangan dihentikan hanya jika liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) d. Financial Assets and Financial Liabilities (continued)

For investments in equity, where the Company has elected to present fair value gains and losses on equity investments in other comprehensive income, there is no subsequent reclassification of fair value gains and losses to profit or loss following the derecognition of the investment. While changes in the fair value of financial assets measured at fair value through profit or loss are recorded as other income or expense in the statement of profit or loss and other comprehensive income.

For investment in debt, there are 3 measurement categories, namely at amortized cost, fair value through profit or loss or through other comprehensive income. For investments in debt that are valued at fair value, when the investment is released, profit or loss is recorded in the statement of profit or loss and other comprehensive income.

Financial liabilities continue to be classified in the following groups:

  • 1. Financial liabilities measured at fair value through profit or loss;
  • 2. Other financial liabilities.

Financial assets and liabilities are offset against each other and the net amount is reported in the statements of financial position when, and only when, there is a legally enforceable right to offset the recognized amount and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

The recognition of financial asset is only terminated if the contractual right on the cash flows from the assets is ended, or the Company transfers its financial asset and substantially transfers all risks and benefits of asset ownership to other entities. The recognition of financial liability is only terminated if the Company's liability is discharged, cancelled or expired.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

  1. Investasi pada entitas asosiasi

Investasi Perusahaan dalam entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas. Suatu perusahaan dianggap sebagai entitas asosiasi apabila Perusahaan memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan tersebut. Pengaruh signifikan dianggap ada melalui penyertaan sedikitnya 20% atau lebih, kecuali dapat dibuktikan dengan jelas bahwa Perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan.

Berdasarkan metode ekuitas, investasi dinyatakan sebesar harga perolehan, selanjutnya disesuaikan dengan bagian Perusahaan atas laba atau rugi entitas asosiasi sebanding dengan persentase pemilikan pada perusahaan tersebut serta dikurangi dengan penerimaan dividen. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi pada saat perolehannya termasuk dalam nilai tercatat investasi. Amortisasi goodwill tersebut tidak diperkenankan.

Jika bagian Perusahaan atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepemilikan Perusahaan dalam entitas asosiasi, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kewajiban untuk mengakui tambahan kerugian melebihi kepemilikan Perusahaan hanya diakui sepanjang Perusahaan memiliki kewajiban konstruktif atau hukum, untuk melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

Investasi pada entitas asosiasi dihentikan pengakuannya apabila Perusahaan tidak lagi memiliki pengaruh signifikan, dan nilai investasi yang tersisa diukur sebesar nilai wajar. Selisih antara jumlah tercatat investasi yang tersisa pada tanggal hilangnya pengaruh signifikan dan nilai wajarnya diakui dalam laba rugi.

  1. Investasi jangka panjang lainnya

Merupakan investasi di mana Perusahaan memiliki kepemilikan sebesar kurang dari 20% yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, dicatat sebesar nilai wajar dan investasi pada convertible notes yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

e. Investasi e. Investment

Investasi terdiri dari: Investments consist of:

1. Investment in associates

The Company's investment in associates is accounted for under the equity method. A company is considered as an associate if the Company has significant influence in that company. Significant influence is presumed to exist through the inclusion of at least 20% or greater, unless it can be clearly demonstrated that the Company has no significant influence.

Under the equity method, the investments are carried at cost, and subsequently adjusted by the Company's share of profits or losses of associates, proportional to the percentage of ownership in that company, less any dividend received. Goodwill related to associates at the time of acquisition is included in the carrying value of investments. Amortization of goodwill is not permitted.

If the Company's share in the loss of an associate equals or exceeds the Company's ownership in associate, the Company stops the recognition of its share to avoid further losses. The obligation to recognize additional losses exceeding the Company's ownership is only recognized to the extent that the Company has incurred legal or constructive obligations to make payments on behalf of the associate.

Investments in associates are derecognized when the Company no longer holds significant influence and any retained equity interest is measured at its fair value. The difference between the carrying amount of the retained interest at the date when significant influence is lost and its fair value is recognized in the profit or loss.

2. Other long-term investments

Consist of investments wherein the Company has an ownership interest of less than 20% classified as available for sale, are stated at fair value and investment in convertible notes stated at amortized cost.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Persediaan f. Inventories

Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.

Biaya perolehan persediaan eceran dan distribusi dihitung dengan menggunakan metode biaya rata-rata (average cost method). Persediaan tidak termasuk persediaan konsinyasi.

Biaya perolehan persediaan teknologi informatika ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak, kecuali harga perolehan untuk persediaan tertentu yang ditentukan dengan menggunakan metode identifikasi khusus. Barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar harga perolehan.

Penyisihan persediaan usang dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir periode, sedangkan penyisihan penurunan nilai dibentuk untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto.

g. Biaya Dibayar Di Muka g. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Perusahaan menerapkan PSAK 73: "Sewa", secara retrospektif, dengan efek kumulatif pada awal penerapan PSAK diakui pada 1 Januari 2020.

Sebelum 1 Januari 2020

Suatu sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dalam laba rugi tahun berjalan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan sewa dari sewa operasi diamortisasi atas dasar garis lurus selama masa sewa. Rental kontijen diakui pada periode terjadinya.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Inventories are carried at the lower of cost or net realizable value.

Cost of retail and distribution inventories are determined by the average cost method. Inventories do not include consignment goods.

Cost of information technology inventories are determined by the moving average method, except for the cost of certain inventories which are determined by the specific identification method. Goods in transit are stated at cost.

Allowance for inventory obsolescence is provided based on the review of the condition of individual inventory at the end of the period, while the allowance for impairment in value is provided to impair the carrying values of the inventories to their net realizable value.

Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.

h. Sewa h. Lease

The Company apply PSAK 73: "Leases", retrospectively with the cumulative effect of initially applying the new standard recognised on January 1, 2020.

Before January 1, 2020

Leases that do not transfer all risks and rewards substantially to ownership are classified as operating leases. Operating lease payments are recognized as an expense in the statements of comprehensive income for the year on a straight-line basis over the lease term. Lease income from operating leases is amortized on a straight-line basis over the lease term. Contingent rent is recognized in the period incurred.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Before January 1, 2020 (continued)

Sewa aset tetap dimana Perusahaaan, sebagai lessee, memiliki sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar yang lebih rendah antara nilai wajar aset sewaan dan nilai kini pembayaran sewa minimum.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. Kewajiban sewa yang terkait, dikurangi dengan beban keuangan dimasukkan ke dalam "utang sewa pembiayaan". Elemen bunga dari beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodik yang konstan untuk saldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa manfaat aset dan masa sewa apabila tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapat hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa dibayar di muka jangka panjang yang umumnya untuk ruangan toko, diamortisasi dengan metode garis lurus, terhitung sejak dibukanya toko/perpanjangan sewa toko yang bersangkutan selama jangka waktu sewa. Bagian yang akan dibebankan pada usaha dalam satu tahun direklasifikasi dan disajikan di aset lancar sebagai bagian dari "Biaya Dibayar di Muka".

Sejak 1 Januari 2020

Pada awal kontrak, Perusahaan menilai apakah suatu kontrak adalah, atau mengandung, suatu sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk menguasai penggunaan aset untuk periode waktu tertentu dengan imbalan tertentu.

Sebagai penyewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabitas sewa dengan memperhitungkan setiap pembayaran sewa dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya sewa, ditambah biaya langsung awal yang dikeluarkan, dikurangi insentif sewa yang diterima. Perusahaan memilih untuk menyajikan aset hak-guna sebagai akun tersendiri dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa (lanjutan) h. Lease (continued)

Leases of fixed assets where the Company as lessee substantially bears all the risks and benefits of ownership are classified as finance leases. Finance leases are capitalised at the lease's commencement at the lower of the fair value of the leased asset and the present value of the minimum lease payments.

Each lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate on the balance finance oustanding. The corresponding rental obligations, net of finance charges, are included in "finance lease payable". The interest element of the finance cost is charged to the profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. The fixed assets acquired under finance leases is depreciated over the shorter of the useful life of the asset and the lease term if there is no reasonable certainty that the Company will obtain ownership at the end of the lease term.

Long-term prepaid rents, generally on store space, is amortized on the straight-line method starting from the opening of the leased store/renewal of the lease over the lease period. The portion of the rent charged to operations within one year is reclassified and presented under the current assets as part of "Prepaid Expenses".

Since January 1, 2020

At inception of a contract, the Company assess wheather a contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of assets for a period of time in exchange for consideration.

As a lessee, the Company recognised a right-to-use assets and lease liability at the lease commencement date. The right-of-use asset is initially measure at cost, which comprise the initial amount of lease liability adjusted for any lease payments made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred, less any lease incentive received. The Company elected to present the right-of-use assets separately in the consolidated statement of financial position.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Sejak 1 Januari 2020 (lanjutan)

Aset hak-guna kemudian disusutkan selama masa manfaat yang diharapkan dengan dasar yang sama dengan aset tetap yang dimiliki atau jika lebih pendek, jangka waktu sewa terkait. Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai sekarang dari pembayaran sewa yang tidak dibayarkan pada tanggal dimulainya, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif.

Perusahaan telah memilih untuk sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dan aset bernilai rendah dicatat sebagai beban berdasarkan garis lurus selama masa sewa. Selain itu, untuk pembayaran sewa yang menggunakan pertimbangan variabel, seperti nilai sewa berdasarkan penjualan, akan terus diakui secara garis lurus.

Sewa dibayar di muka jangka panjang telah diklasifikasikan sebagai aset hak guna dalam penerapan PSAK 73.

Properti investasi Perusahaan terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, yang manfaatnya dikuasai Perusahaan untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Setelah pengukuran awal, Perusahaan memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.

Kecuali tanah yang tidak disusutkan, penyusutan dihitung sebagai berikut:

Bangunan/ Buildings Garis lurus/ Straight-line 20 Prasarana dan renovasi bangunan/ Building improvements and renovations

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang dapat diharapkan. Laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa (lanjutan) h. Lease (continued)

Since January 1, 2020 (continued) Right-of-use asset is subsequently depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant lease. The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, and measured at amortised cost using the effective interest rate.

The Company has elected recognised leases that has a lease term of 12 months or less and low value assets as an expense on a straight line basis over the lease term. In addition, amounts for leases with variable consideration, such as turnover leases, will continue to be recognised on a straight line basis.

Long-term prepaid rents has been classsified as right of use assets in the adoption of PSAK 73.

i. Properti Investasi i. Investment Properties

The Company's investment properties consist of land, buildings and improvements which are benefits controled by the Company to earn rentals or for capital appreciation, or both, and not for use in the production, or supply of goods or services, administrative purposes or sale in the ordinary conduct of business.

Investment properties are initially measured at acquisition cost. Subsequent to initial measurement, the Company choose to use cost model and measure its investment properties at acquisition cost less accumulated depreciation and impairment losses.

Except for land which is not depreciated, depreciation is computed as follows:

Metode/ Method Tahun/ Years

Garis lurus/ Straight-line 2-20

Investment property is derecognized on disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future economic benefit is expected from its disposal. Any gains or losses arising are recognized in the profit or loss in the period of the retirement or disposal.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biayabiaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laba rugi periode yang bersangkutan.

Bangunan/ Buildings Garis lurus/ Straight-line 20 Prasarana dan renovasi bangunan/ Building improvements and renovations Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor/ Office furnitures, fixtures and equipment Peralatan dan instalasi/ Equipment and installation Saldo-menurun ganda/

Mesin/ Machineries Garis lurus/ Straight-line 3-5 Mesin Mesin Mesin Alat-alat transportasi/ Transportation equipment Garis lurus/ Straight-line 2-5 Peralatan untuk disewakan/ Equipments for rental Garis lurus/ Straight-line 2-5

Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa ekonomis yang sama dengan aset yang dimiliki sendiri atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dengan umur manfaatnya.

Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direviu setiap akhir periode pelaporan.

Hak atas tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi, kecuali terdapat prediksi manajemen atau kepastian bahwa perpanjangan atau pembaruan hak kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Aset Tetap j. Fixed Assets

Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises their purchase price and any cost directly attributable in bringing the assets to their working condition and to the location where they are intended to be used.

Subsequent to initial recognition, fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment losses. The cost of maintenance and repairs are charged to profit or loss as incurred; significant renewals and betterments are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss are reflected in the profit or loss for the period.

Penyusutan dihitung sebagai berikut: Depreciation is computed as follows:

Metode/ Method Tahun/ Years
Garis lurus/ Straight-line 2-20
Garis lurus/ Straight-line 3-5
4-7
Double-declining balance
Garis lurus/ Straight-line 4

Assets held under finance leases are depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or where shorter, the term of the relevant lease.

The residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed at the end of each financial reporting period.

Land rights are stated at cost and are not amortized, unless there is a management prediction, or probability, that extension or renewal of the title is highly likely or will not be obtained.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Biaya-biaya legal sehubungan dengan perolehan hak kepemilikan tanah termasuk di dalam biaya perolehan tanah. Biaya sehubungan dengan perpanjangan atau pembaruan hak kepemilikan tanah dicatat sebagai "Aset tidak lancar lainnya" dan diamortisasi selama umur hak secara hukum atau masa manfaatnya dengan metode garis lurus, mana yang lebih pendek.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap untuk digunakan.

Apabila aset tetap dilepas, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari pelepasan aset tetap diakui dalam laba rugi.

Penurunan nilai atas aset keuangan

Sebelum 1 Januari 2020

Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan Perusahaan telah mengalami penurunan nilai.

Atas efek ekuitas yang merupakan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, penurunan nilai yang signifikan atau berkepanjangan di bawah biaya perolehannya adalah merupakan suatu indikator bahwa efek tersebut mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti bahwa aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, kerugian kumulatif atas aset tersebut yang terdapat pada bagian ekuitas harus dihapus dan diakui pada laba rugi periode berjalan. Rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi periode berjalan ini tidak boleh dipulihkan kembali.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Aset Tetap (lanjutan) j. Fixed Assets (continued)

Legal expenditures related to acquisition of land rights are included in the acquisition cost of land. The expenditures for subsequent extension or renewal of land right are recorded as "Other Non-Current Assets" and are amortized over the land rights period under its legal form or its useful life using the straightline method, whichever is shorter.

Construction in progress is carried at cost and presented as part of fixed assets. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account when construction becomes complete or the asset is ready for intended use.

When fixed assets are disposed, their carrying values and the related accumulated depreciation are eliminated from the consolidated statements of financial position and the resulting gains or losses on the disposal of fixed assets is recognised in profit or loss.

k. Penurunan Nilai Aset k. Impairment of Asset Value

Impairment of financial assets

Before January 1, 2020

At each reporting date, the Company will asses if there is an objective evidence that any of the Company's financial assets are impaired.

For equity securities that are classified as available-forsale financial assets, significant or prolonged impairment value below its cost is an indicator that it is impaired. If there is evidence that the financial assets classified as available-for-sale are impaired, the cumulative losses of those assets that have been recorded in the equity section should be removed and recognized in the statements of comprehensive income for the period. Impairment losses recognized in the profit or loss for the period should not be reversed.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)

Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan)

Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif penurunan nilai adalah sebagai berikut:

  • kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
  • pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
  • terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan;
  • terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar.

Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, penurunan nilai aset dievaluasi secara individual. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

k. Penurunan Nilai Aset (lanjutan) k. Impairment of Asset Value (continued)

Impairment of financial assets (continued)

Before January 1, 2020 (continued)

For other financial assets, the objective evidences of impairment value are as follows:

  • significant financial difficulties of the issuer or debtor;
  • breach of contract, such as default or deliquency in principal or interests payments;
  • there is possibility that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganization;
  • observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a group of financial assets since the initial recognition, such as adverse changes in the payment status of borrowers or economic condition that correlate with defaults.

For other certain group of financial assets, such as receivables, impairment value is evaluated individually. The objective evidence of impairment in portfolio value of receivables can include past experiences of the Company regarding collection of receivables, increment in late receipts of receivables payment from the average of credit period, and also observation on the change in national or local economic condition correlated with the default of receivables.

For financial assets that are stated at amortized acquisition cost, the loss of impairment value is the difference between the carrying value of the financial assets and the present value of discounted future estimated cash flows value using original effective interest rate as applicable to financial assets.

The carrying value of the financial asset is deducted directly by losses in impairment value on the financial assets, except for receivables with its carrying value deducted through the use of allowance or doubtful account. If the receivables are uncollectible, these receivables should be written off through the allowance for doubtful account. The recovery of the previously written-off amount is credited to allowance account. The changes in carrying value of allowance for doubtful accounts are recorded in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Sejak 1 Januari 2020

Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

Penurunan nilai atas aset non-keuangan

Aset non-keuangan direviu oleh Perusahaan untuk penurunan nilai apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat tidak dapat dipulihkan. Kerugian akibat penurunan nilai diakui apabila jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya.

Untuk menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset non-keuangan yang telah mengalami penurunan ditelaah untuk kemungkinan pembalikan dari penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

k. Penurunan Nilai Aset (lanjutan) k. Impairment of Asset Value (continued)

Since January 1, 2020

At each reporting date, the Company assesses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Company uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of expected credit losses. To make that assessment, the Company compare the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and consider reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition.

The Company applied a simplified approach to measuring such expected credit loss for trade receivables and contract assets without significant financing components.

Impairment of non-financial assets

Non-financial assets are reviewed by the Company for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount is not recoverable. Losses due to impairment are recognized if the carrying amount exceeds the recoverable amount. Recoverable amount is the higher of the fair value less costs to dispose and value in use.

In assessing impairment purposes, the assets are grouped at the smallest group of cash-generating units. Non-financial assets which have value impairment are reviewed for possible reversal of the impairment at each reporting date.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Goodwill

Goodwill yang berasal dari suatu kombinasi bisnis awalnya diukur pada biaya perolehan yang merupakan selisih lebih antara nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali dan nilai wajar atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada nilai tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.

Goodwill dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan hasil usaha periode berjalan dan prospek masa yang akan datang dari entitas anak.

Aset Takberwujud Lainnya

Biaya sehubungan dengan pembelian perangkat lunak komputer seperti untuk komunikasi data dan suara, program akuntansi serta pemutahirannya, diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 4 sampai 10 tahun.

m. Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik dan operasi yang dihentikan

Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk mendistribusikan.

Aset tidak lancar dan kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai didistribusikan kepada pemilik ketika Perusahaan berkomitmen untuk mendistribusikan aset (atau kelompok lepasan) kepada pemilik. Agar pendistribusian sangat mungkin terjadi, tindakan untuk menyelesaikan pendistribusian telah dimulai dan diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

Operasi yang dihentikan adalah komponen entitas yang telah dilepaskan atau diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan mewakili lini usaha atau area geografis yang terpisah, atau bagian dari rencana tunggal terkoordinasi untuk melepasakan lini usaha atau area geografis yang terpisah.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Aset Takberwujud l. Intangible Assets

Goodwill

Goodwill arising in a business combination is initially measured at its cost, being the excess of the sum of the consideration transferred, the amount recognised for non-controlling interest and the fair value over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed.

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses.

Goodwill is evaluated periodically by considering the current period earnings and future prospects of the subsidiary.

Other Intangible Assets

Costs regarding the purchase of computer software for voice and data communications, accounting programs, and the corresponding updates are recognized as intangible assets and amortized using the straight-line method over the estimated useful lives from 4 to 10 years.

m. Non-current assets (or disposal groups) classified as held for distribution to owners' and discontinued operation

Non-current assets (or disposal groups) classified as held for distribution to owners' are measured at the lower of their carrying amount and fair value less cost to distribute.

Non-current asset (or disposal group) is classified as 'held for distribution to owners' when the Company is committed to such distribution of assets (or disposal group). For a distribution to be highly probable, actions to complete the distribution should have been initiated and should be expected to be completed within one year.

A discontinued operation is a component of an entity that has been disposed or held for sale and represents a separate major line of business or geographical area of operations or is part of a single coordinated plan to dispose of a separate major line of business or geographical area of operations.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Kombinasi Bisnis

Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain di mana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Perusahaan dan entitas anak, liabilitas yang diakui oleh Perusahaan dan entitas anak kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan entitas anak dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui sebagai beban pada periode saat biaya tersebut terjadi dan jasa diterima.

Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.

Komponen kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi diukur baik pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional instrumen kepemilikan yang ada dalam jumlah yang diakui atas aset neto teridentifikasi dari pihak diakuisisi.

Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Perusahaan dan entitas anak atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Apabila dalam periode sebelumnya, perubahan nilai wajar yang berasal dari kepentingan ekuitasnya sebelum tanggal akuisisi telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain, jumlah tersebut diakui dengan dasar yang sama sebagaimana dipersyaratkan jika Perusahaan dan entitas anak telah melepas secara langsung kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Business Combination

Business combination is a transaction or other event in which an acquirer obtains control of one or more businesses. Business combination is accounted for by applying the acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is calculated as the sum of the acquisition-date fair values of the assets transferred by the Company and its subsidiaries, liabilities incurred by the Company and its subsidiaries to former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the the Company and its subsidiaries in exchange for control of the acquiree. Acquisition-related costs are recognized as expenses in the period in which the costs are incurred and the services are received.

At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognized at their fair value except for certain assets and liabilities that are measured in accordance with the relevant standards.

Component of non-controlling interests on aquiree are measured either at fair value or at the present ownership instruments' proportionate share in the recognized amounts of the acquiree's identifiable net assets.

When a business combination is achieved in stages, the Company and its subsidiaries previously held equity interest in the acquire is remeasured to fair value at the acquisition date and the resulting gain or loss, if any, is recognized in profit or loss. When in prior period, a change in the value of its equity interest in the acquiree prior to the acquisition date had been recognized in other comprehensive income, that amount shall be recognized on the same basis as would be required if the Company and its subsidiaries had disposed directly of the previously held equity interest.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Kombinasi Bisnis (lanjutan)

Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan entitas anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berakibat terhadap pengakuan aset dan liabilitas dimaksud pada tanggal tersebut.

Pada tanggal akusisi, goodwill diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih antara (a) nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap kepentingan nonpengendali, atas (b) jumlah neto terindentifikasi dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan dari akusisi entitas anak setelah sebelumnya manajemen menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan yang dapat diidentifikasi dalam penelaahan tersebut.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akusisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas dari Perusahaan dan entitas anak yang diperkirakan akan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakusisi ditempatkan dalam Unit Penghasil Kas tersebut.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu Unit Penghasil Kas dan operasi tertentu atas Unit Penghasil Kas tersebut dilepaskan, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepaskan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi Unit Penghasil Kas yang ditahan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Business Combination (continued)

If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting period in which the combination occured, the Company and its subsidiaries reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete in its financial statements. During the measurement period, the acquirer adjust, recognized additional assets or liabilities, to reflect new information obtained about facts and circumstances that existed as of the acquisition date that, if known, would have resulted in the recognition of those assets and liabilities as of that date.

At acquisition date, goodwill is measured at its cost being the excess of (a) the aggregate of the consideration transferred and the amount of any noncontrolling interest, over (b) the net of identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase after previously the management reassesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and recognize any additional assets or liabilities that are identified in that review.

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination, from the acquisition date, is allocated to each of the Company and its subsidiaries Cash Generating Units that is expected to benefit from the synergies of the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those Cash Generating Units.

If goodwill has been allocated to Cash Generating Units and certain operations on the Cash Generating Units is disposed, the goodwill associated with the operation disposed is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or losses on disposal. Disposed goodwill is measured on the basis of relative values of the operation disposed of and the portion of the Cash Generating Units retained.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

o. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas - entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Perusahaan dan entitas anak secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam Perusahaan dan entitas anak.

Karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset ataupun liabilitas yang pemilikannya dialihkan (dalam bentuk hukumnya) dicatat sesuai dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.

Entitas yang menerima bisnis, dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor.

Bila entitas yang menerima bisnis kemudian melepas entitas bisnis yang sebelumnya diperoleh, akun tambahan modal disetor yang dicatat sebelumnya, tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.

p. Instrumen Keuangan Derivatif

Perusahaan menandatangani kontrak instrumen keuangan derivatif untuk melindungi eksposur yang mendasarinya ("underlying"). Instrumen keuangan derivatif diukur sebesar nilai wajarnya. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang terjadi tergantung pada apakah derivatif tersebut dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai untuk tujuan akuntansi dan sifat dari item yang dilindung nilai. Perusahaan menentukan derivatif sebagai lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang asing sehubungan dengan liabilitas yang diakui (lindung nilai atas arus kas).

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Business Combination of Entities Under Common Control

Business combination of entities under common control transactions, such as transfers of business conducted within the framework of the reorganization of the entities that are in the same group, not a change of ownership in terms of economic substance, so that the transaction can not result in a gain or loss for the Company and its subsidiaries as a whole or the individual entity within the Company and its subsidiaries.

Due to business combination transactions of entities under common control does not lead to change in economic substance of ownership on the exchanged asset, liability, shares or other exchange ownership instrument, then the transferred asset or liability (in its legal form) is recorded at its carrying amount as well as a business combination under the pooling of interest method.

An entity that receives the business, in a business combination of entities under common control, recognizes the difference between the amount of the consideration transferred and the carrying amount of each transaction of a business combination of entities under common control in equity under additional paid in capital.

If the entity that received the business, subsequently dispose the business entity acquired previously, the additional paid-in capital recorded before, can not be recognized as a realized gain or loss nor reclassified to retained earning.

p. Derivative Financial Instruments

The Company enters into derivative financial instrument contracts in order to hedge underlying exposures. Derivative financial instruments are recognized at their fair values. The method of recognising the resulting gains or losses is dependent on whether the derivative is designated as a hedging instrument for accounting purposes and the nature of the item being hedged. The Company designates derivatives as hedges of the foreign exchange rate risk associated with a recognised liability (cash flow hedge).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk tujuan akuntansi dan dinilai efektif, diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Pada saat instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi, maka akumulasi keuntungan atau kerugian di ekuitas, diakui pada laba rugi.

Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui pada laba rugi.

Pengukuran nilai wajar atas cross currency swaps dan kontrak berjangka valuta asing ditentukan berdasarkan nilai kuotasian yang diberikan oleh penilai independen atas kontrak yang dimiliki Perusahaan pada tanggal posisi laporan keuangan konsolidasian yang dihitung berdasarkan tingkat suku bunga pasar dan kurs valuta asing yang dapat diobservasi.

Sebelum 1 Januari 2020

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

Penjualan Barang

Penjualan barang diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan, yaitu pada saat penyerahan barang, atau dalam hal barang disimpan di gudang Perusahaan atas permintaan pelanggan, pada saat diterbitkan faktur.

Penjualan Jasa

Pendapatan jasa diakui saat jasa diberikan kepada pelanggan atau mengacu pada tingkat penyelesaian transaksi.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Instrumen Keuangan Derivatif (lanjutan) p. Derivative Financial Instruments (continued)

Changes in the fair value of derivatives that are designated and qualify as cash flow hedges for accounting purposes and that are effective, are recognized in other comprehensive income. When a hedging instrument expires, or when a hedge no longer meets the criteria for hedge accounting, the cumulative gain or loss in equity is recognized in profit or loss.

Changes in the fair value of derivatives that do not meet the criteria of hedging for accounting purposes are recorded in profit or loss.

The fair value measurements of cross currency swaps and foreign currency forward contracts are determined based on the quotation value provided by the independent valuer for the Company's outstanding contracts on the date of statements of financial position, which calculated by reference to observable market interest rates and foreign exchange rates.

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban q. Revenue and Expense Recognition

Before January 1, 2020

Revenue is recognized when it is probable that the economic benefits will flow to the Company and Subsidiaries and the amount of revenue can be measured reliably. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Tax (VAT).

The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

Sale of goods

Sales of goods are recognized upon the transfer of ownership of the goods to the customer, either upon delivery of the goods, or in the case of goods stored in the Company's warehouse at the request of the customer, when issued invoices.

Rendering of Services

Revenue is recognized when the service provided to customer or rendered by reference to the stage of completion of transaction.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Beban yang berhubungan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk suatu kontrak proyek di mana pendapatan proyek tidak diakui sampai unsur - unsur tertentu dalam kontrak telah dilaksanakan, ditangguhkan dan diakui pada saat pendapatan diakui. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.

Sejak 1 Januari 2020

PSAK 72, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 dan karenanya telah diterapkan secara efektif mulai 1 Januari 2020. Perusahaan menerapkan PSAK 72 menggunakan pendekatan yang dimodifikasi dan karenanya tidak menyajikan ulang periode komparatif.

Standar ini menetapkan pendekatan berbasis prinsip untuk pengakuan pendapatan dan didasarkan pada konsep pengakuan pendapatan untuk kewajiban kinerja hanya ketika telah terpenuhi dan pengendalian atas barang atau jasa telah ditransfer. Dalam melakukan hal itu, standar tersebut menerapkan pendekatan lima langkah terhadap waktu pengakuan pendapatan dan berlaku untuk semua kontrak dengan pelanggan, kecuali yang berada dalam lingkup standar lain. Ini menggantikan model terpisah untuk barang, jasa dan kontrak konstruksi yang diatur standar akuntansi sebelumnya.

Karena sifat langsung dari pendapatan Perusahaan dengan pengakuan pendapatan pada saat penjualan dan tidak adanya pertimbangan signifikan yang diperlukan dalam menentukan waktu transfer pengendalian, penerapan PSAK 72 tidak memiliki dampak material pada waktu atau sifat pengakuan pendapatan Perusahaan.

Pendapatan dari penjualan barang dagangan (kecuali pendapatan dari penjualan berdasarkan pengiriman - Cash on Delivery, diakui pada saat barang dikirim ke pelanggan) diakui pada saat barang dibayar di kounter penjualan. Pendapatan dari penjualan konsinyasi dibukukan sebesar jumlah penjualan barang konsinyasi kepada pelanggan dikurangi beban terkait sebesar jumlah terutang kepada pemilik (consignor).

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) q. Revenue and Expense Recognition (continued)

Expenses directly related to project costs of contracts wherein the contract revenue cannot be recognized until certain conditions in the contract are fulfilled are deferred and recognized when the contract revenue is recognized. Other expenses are recognized when incurred on an accrual basis.

Since January 1, 2020

PSAK 72, Revenue from Contracts with Customers, is effective for periods beginning on or after January 1, 2020 and therefore has been implemented with effect from January 1, 2020. The Company has adopted PSAK 72 using the modified transition approach and has therefore not restated the prior period comparatives.

The standard establishes a principles-based approach for revenue recognition and is based on the concept of recognising revenue for performance obligations only when they are satisfied and the control of goods or services is transferred. In doing so, the standard applies a five-step approach to the timing of revenue recognition and applies to all contracts with customers, except those in the scope of other standards. It replaces the separate models for goods, services and construction contracts under the previous accounting standard.

Due to the straightforward nature of the Company's revenue streams with the recognition of revenue at the point of sale and the absence of significant judgement required in determining the timing of transfer of control, the adoption of PSAK 72 has not had a material impact on the timing or nature of the Company's revenue recognition.

Revenue from sales of merchandise inventories (except those sold on "Cash-on-Delivery" basis which are recognized when goods are delivered to customers) is recognized when the goods are paid for at the sales counter. Revenue from consignment sales is recorded at the amount of sales of consigned goods to customers and deducted with the amount due to consignor.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) q. Revenue and Expense Recognition (continued)

Untuk program loyalitas pelanggan yang diadakan oleh entitas anak, maka entitas anak mencatat pemberian poin dalam program tersebut sebagai komponen yang diidentifikasikan secara terpisah atas nilai penjualan pada saat penjualan awal sebagai pendapatan yang ditangguhkan, yang diakui sejalan dengan berlangsungnya masa program sebagai pendapatan.

Pendapatan dari penjualan dan jasa dari teknologi informasi diakui pada saat penyerahan barang atau pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan jasa yang ditagih atau diterima di muka, ditangguhkan (disajikan dalam "Liabilitas Jangka Pendek Lainnya") dan diamortisasi pada saat pemberian jasa kepada pelanggan.

Pendapatan dari penjualan kartu pra-bayar (dikenal dengan nama "power card") oleh pusat hiburan keluarga pada awalnya dicatat sebagai pendapatan diterima di muka dan diakui secara proporsional sebagai pendapatan berdasarkan penggunaan power card sesungguhnya oleh pelanggan. Pendapatan dari penjualan koin diakui pada saat koin dibeli oleh pelanggan.

Beban yang berhubungan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk suatu kontrak proyek di mana pendapatan proyek tidak diakui sampai unsur-unsur tertentu dalam kontrak telah dilaksanakan, ditangguhkan dan diakui pada saat pendapatan diakui. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya.

Dalam penyusunan laporan keuangan setiap entitas, transaksi yang menggunakan mata uang selain mata uang fungsional dijabarkan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir setiap periode pelaporan:

  • a) pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup;
  • b) pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam suatu mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan nilai tukar pada tanggal transaksi; dan
  • c) pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan nilai tukar pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

For the customer loyalty program held by the subsidiary, the subsidiary records the points reward in the program as a separately identified component of sales transaction which at the time of initial sale is as deferred revenue and is recognized as revenue over the period of the program.

Revenue from sales and services of information technology is recognized when the products or services are delivered or rendered to the customers. Services income which are billed or received in advance are deferred (presented under "Other Short-Term Liabilities") and amortized as services are rendered.

Revenue from sales of prepaid cards (known as "power cards") by family entertainment centers is recorded as unearned income initially and then recognized as revenue based on actual use of power cards by customers proportionately. Revenue from sales of tokens is recognized at the time when customers purchase the tokens.

Expenses directly related to project costs of contracts wherein the contract revenue cannot be recognized until certain conditions in the contract are fulfilled are deferred and recognized when the contract revenue is recognized. Other expenses are recognized when incurred.

r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing r. Transactions and Balances Denominated in Foreign Currencies

In the preparation of financial statements of each entity, transactions using currencies other than its functional currency are translated using the exchange rate prevailing on the date of the transactions. At the end of each reporting dates:

  • a) monetary accounts denominated in foreign currency are translated using the closing exchange rate;
  • b) non-monetary accounts carried at historical cost in a foreign currency are translated using the exchange rate on the date of transaction; and
  • c) non-monetary accounts carried at fair value in a foreign currency are translated using the exchange rate in the date when the fair value is determined.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs yang digunakan (dalam jumlah penuh) yang merupakan rata-rata kurs beli dan kurs jual yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang terakhir pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

r. Transactions and Balances Denominated in Foreign Currencies (continued)

On December 31, 2020 and 2019, the exchange rates used (in full amount) as computed by taking the average of the last buying and selling rates published by Bank Indonesia of exchange rate transactions on those dates, are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
USD1 Rp14,105 Rp13,901
SGD1 Rp10,644 Rp10,321
RMB1 Rp2,161 Rp1,991
HKD1 Rp1,819 Rp1,785

Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs, yang telah maupun belum terealisasi, yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

s. Pajak Penghasilan

Beban pajak penghasilan tahun berjalan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun bersangkutan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara pelaporan komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa mendatang, seperti rugi fiskal yang dapat dikompensasi, juga diakui apabila besar kemungkinan bahwa jumlah manfaat pajak pada masa mendatang tersebut dapat direalisasikan. Pengaruh pajak suatu periode dialokasikan pada laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.

The gains or losses from exchange rate differences, either realized or unrealized, that come from transactions in foreign currencies are charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

s. Income Tax

Current tax expense is calculated based on the estimated taxable income for the year. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the temporary differences between the financial and the tax bases at each reporting date. Future tax benefits, such as the carryover of unused tax losses, are also recognized to the extent that such benefits are more likely realized. The tax effects for the period are allocated to current operations, except for the tax effects from transactions that are directly charged or credited to equity.

Current tax for current and prior periods shall, to the extent unpaid, be recognized as a liability. If the amount already paid in respect of current and prior periods exceeds the amount due for those periods, the excess shall be recognized as an asset. Current tax liabilities (assets) for the current and prior periods shall be measured at the amount expected to be paid to (recovered from) the taxation authorities, using the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

s. Pajak Penghasilan (lanjutan) s. Income Tax (continued)

Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan atau dikreditkan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Untuk setiap entitas anak yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi pajak, yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas disajikan dalam jumlah neto untuk masing-masing entitas anak tersebut.

Saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:

  • 1) Perusahaan dan entitas-entitas anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
  • 2) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
  • i. entitas kena pajak yang sama; atau
  • ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap tahun masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.

Perusahaan dan entitas anak melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Perusahaan:

  • 1) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan
  • 2) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi pajak tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46 "Pajak Penghasilan". Oleh karena itu, Perusahaan menyajikan pajak final secara terpisah.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rate are charged or credited to current year operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited directly to equity.

For each of the consolidated subsidiaries, the tax effects of temporary differences and tax loss carryover, which individually are either assets or liabilities, are shown at the applicable net amounts.

The offset deferred tax assets and deferred tax liabilities if, and only if:

  • 1) the Company and subsidiaries has a legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities; and
  • 2) the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either:
  • i. the same taxable entity; or
  • ii. different taxable entities which intend either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future year in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.

The Company and its subsidiary offset current tax assets and current tax liabilities if, and only if, the Company:

  • 1) has legally enforceable right to set off the recognized amounts, and
  • 2) intends either to settle on a net basis, or to realize the assets and settle liabilities simultaneously.

Amendment to the tax obligation is recorded when anassessment is received or, if appealed against by the Company, when the result of the appeal is determined.

In accordance with the tax regulation in Indonesia, final tax is applied to the gross value of transactions, even when the parties carrying the transaction recognizing losses.

Final tax is scoped out from PSAK 46 "Income Tax". Therefore, the Company presented such final tax separately.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

t. Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terhutang kepada karyawan kurang dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan keuangan berdasarkan metode akrual.

Imbalan Pascakerja

Perusahaan dan Entitas anak tertentu menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Dana pensiun iuran pasti terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3% serta kontribusi Perusahaan sebesar 5% dari gaji pokok karyawan yang bersangkutan.

Selain memenuhi manfaat pensiun melalui program iuran pasti tersebut, Perusahaan juga mencatat tambahan cadangan imbalan kerja karyawan untuk memenuhi batas minimum kesejahteraan karyawan yang harus dibayarkan kepada karyawan berdasarkan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ("Undang-undang Tenaga Kerja No. 13").

Liabilitas yang diakui pada laporan posisi keuangan Perusahaan sehubungan dengan program pensiun imbalan pasti adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat suku bunga diskonto.

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya.

Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan bunga neto diakui secara langsung sebagai beban dalam laporan laba rugi.

Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Employee Benefits

Short-term Employee Benefits

Short-term employee benefits are recognized when they accrue to the employee less than 12 months since the financial reporting date based on an accrual basis.

Post-Employment Benefits

The Company and certain subsidiaries provide defined contribution pension plans covering certain permanent employees according to their preferences. The fixed pension plan is computed at 3% for employee contribution and 5% for the Company contribution from the employees' basic salary.

Aside from fulfilling the pension benefits through the defined contribution pension plan, the Company also records the additional reserve for employee benefits to meet the minimum employee benefits as stipulated in the Labour Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 ("Labour Law No. 13").

The liability recognized in the statement of financial position in respect of defined benefit pension plans is the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting period less the fair value of plan assets. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using the discounted interest rates.

Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are charged or credited to other comprehensive income in the period in which they occur.

Current service cost, past-service costs and net interest are recognized immediately as an expense in statement profir or loss.

The Company recognizes gains or losses on curtailment or settlement of defined benefit plan when the curtailment or settlement incurs.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

u. Pelaporan Segmen Operasi

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal manajemen yang direviu oleh pengambil keputusan operasional. Perusahaan mengidentifikasi eceran dan distribusi dan teknologi informasi sebagai segmen operasi. Aktivitas usaha di luar eceran dan distribusi dan teknologi informasi disajikan dalam kategori lainnya karena belum memenuhi ambang batas kuantitatif sebagai segmen operasi. Informasi keuangan yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi kinerja segmen operasi disajikan pada Catatan 33.

Hasil segmen kelompok usaha ritel operasi yang dihentikan, disajikan sebagai "Laba (rugi) periode berjalan dari Operasi yang Dihentikan".

v. Laba/rugi per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama suatu periode.

Dalam menghitung laba per saham dilusian, jumlah ratarata tertimbang saham biasa yang beredar harus disesuaikan dengan memperhitungkan dampak seluruh saham biasa yang berpotensi dilutif.

w. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:

  • (a) Orang atau anggota keluarga terdekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
  • (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
  • (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
  • (iii) merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
  • (b) Suatu Entitas berelasi dengan entitas pelapor, (dengan memperhatikan butir (c) di bawah), jika memenuhi salah satu hal berikut:
  • (i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain).

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Operating Segment Reporting

Operating segments are identified in a manner consistent with internal management reporting, which is reviewed by the operating decision maker. The Company identifies retail and distribution and information technology as its operating segments. Activities outside retail and distribution and information technology are presented in the category of others since they do not meet the quantitative thresholds as an operating segment. The financial information used by the management to evaluate the performance of operating segment is presented in Note 33.

Result of discontinued ritel segment is presented as "Profit (loss) for the period from Discontinued Operation".

v. Earning/losses per share

Basic earning per share is computed by dividing profit or loss attributable to owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period.

In calculating diluted earning per share, the number of weighted average of outstanding common shares have to be adjusted by considering the impact on the effect of all potentially dilutive common shares.

w. Transaction with Related Parties

A related party is a person or entity related to the reporting entity:

  • (a) A person or a close member of that person's family is related to a reporting entity if that person:
  • (i) has control or joint control over the reporting entity;
  • (ii) has significant influence over the reporting entity; or
  • (iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
  • (b) An entity is related to a reporting entity (by taking into account item (c) below) if any of the following conditions applies:
  • (i) The entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent company, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: (lanjutan)

  • (b) Suatu Entitas berelasi dengan entitas pelapor, (dengan memperhatikan butir (c) di bawah), jika memenuhi salah satu hal berikut: (lanjutan)
  • (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, di mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
  • (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
  • (iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
  • (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
  • (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a).
  • (vii) Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
  • (viii) Entitas, atau anggota dari kelompok dimana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
  • (c) Pihak-pihak berikut bukan sebagai pihak-pihak berelasi:
  • (i) Dua entitas hanya karena mereka memiliki direktur atau personil manajemen kunci yang sama atau karena personil manajemen kunci dari satu entitas mempunyai pengaruh signifikan atas entitas lain.
  • (ii) Dua venturer hanya karena merekaa mengendalikan bersama atas venturaa bersama.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Transaction with Related Parties (continued)

A related party is a person or entity related to the reporting entity: (continued)

  • (b) An entity is related to a reporting entity (by taking into account item (c) below) if any of the following conditions applies: (continued)
  • (ii) One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
  • (iii) Both entities are joint ventures of the same third party.
  • (iv) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
  • (v) The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is it self such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
  • (vi) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
  • (vii) A person identified in (a)(i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).
  • (viii) The entity, or any member of a group of which it is a part, provides key management personnel services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity.
  • (c) In this context, the following are not related parties:
  • (i) Two entities simply because they have a director or other member of key management personnel in common or because a member of key management personnel of one entity has significant influence over the other entity.
  • (ii) Two venturers simply because they share joint control over a joint venture.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

w. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: (lanjutan)

  • (c) Pihak-pihak berikut bukan sebagai pihak-pihak berelasi: (lanjutan)
  • (iii) (1) penyandang dana,
    • (2) serikat dagang,
    • (3) entitas pelayanan publik, dan
    • (4) departemen dan instansi pemerintah yang tidak mengendalikan, mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor, sematamata dalam pelaksanaan urusan normal dengan entitas (meskipun pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan entitas atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan).
  • (iv) Pelanggan, pemasok, pemegang hak waralaba, distributor atau agen umum dengan siapa entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan, sematamata karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan.

x. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi Penting

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan dan entitas anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

w. Transaction with Related Parties (continued)

A related party is a person or entity related to the reporting entity: (continued)

  • (c) In this context, the following are not related parties: (continued)
  • (iii) (1) providers of finance,
    • (2) trade unions,
    • (3) public service entities, and
    • (4) departments and agencies of a government that do not control, jointly control or significantly influence on the reporting entity, simply by virtue of their normal dealings with an entity (even though they may affect the freedom of action of an entity or participate in its decision-making process).
  • (iv) A customer, supplier, franchisor, distributor or general agent with whom an entity transacts a significant volume of business, simply by virtue of the resulting economic dependence.

x. Source of Estimation Uncertainty and Significant Accounting Judgments

The preparation of the Company and its subsidiaries consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company and its subsidiaries based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were repared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes orcircumstances arising beyond the control of the Company and its subsidiaries. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • x. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi Penting (lanjutan)

Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap dan Properti Investasi

Perusahaan dan entitas anak melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas.

Perusahaan dan entitas anak melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat peralatan berdasarkan faktor-faktor seperti perubahan teknologi dan potensi keuntungan yang diperoleh dari penggunaan peralatan tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan Perusahaan dan Entitas anak melakukan penurunan maupun penghapusan aset tetap apabila peralatan tersebut sudah obsolete seiring dengan perkembangan teknologi. Nilai tercatat aset tetap disajikan dalam Catatan 11. Nilai tercatat properti investasi disajikan dalam Catatan 10.

Manajemen melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi fisik dan teknis serta perkembangan teknologi mesin dan peralatan medis di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Perubahan estimasi umur manfaat aset tetap dan properti investasi, jika terjadi, diperlakukan secara prosepektif sesuai PSAK 25 (Amandemen 2019) "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan" (Catatan 11 dan 10).

Liabilitas Imbalan Kerja

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja.

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • x. Source of Estimation Uncertainty and Significant Accounting Judgments (continued)

Estimated Useful Lives of Fixed Asset and Investment Property

The Company and its subsidiaries reviews periodically the estimated useful lives of fixed assets based on factors such as technical specification and future technological developments. Future results of operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in the factors mentioned.

The Company and its subsidiaries reviews periodically the estimated useful lives of renovation of equipment based on factors such as change in technology and potential income that can be generated from the equipment. This condition may cause the Company and its subsidiaries to impair or write-off the fixed assets if the equipment has obsolete with the development of new technology. The carrying amount of fixed assets is presented in Note 11. The carrying amount of investment properties is presented in Note 10.

Management makes a yearic review of the useful lifes of property and equipment and investment property based on several factors such as physical and technical conditions and development of medical equipment technology in the future. The results of future operations will be materially influenced by the change in estimate as caused by changes in the factors mentioned above. Changes in estimated useful life of property and equipment and investment property, if any, are prospectively treated in accordance with PSAK 25 (Amendment 2019), "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors" (Notes 11 and 10).

Employee Benefit Liabilities

The present value of the employee benefit liabilities depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of short term employee benefit liabilities.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • x. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi Penting (lanjutan)

Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)

Perusahaan dan entitas anak menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan dan Entitas anak mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait.

Asumsi kunci liabilitas imbalan kerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi mengenai asumsi dan jumlah liabilitas dan beban imbalan kerja diungkapkan dalam Catatan 29.

Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan

Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia.

Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.

Pajak Penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan entitas anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

x. Source of Estimation Uncertainty and Significant Accounting Judgments (continued)

Employee Benefit Liabilities (continued)

The Company and its subsidiaries determine the appropriate discount rate at the end of each reporting period. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to settle the obligations. In determining the appropriate discount rate, the Company and its subsidiaries consider the interest rates of government bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related obligation.

Other key assumptions for employee benefit liabilities are based in part on current market conditions. Information on the assumptions and the present value of employee benefits obligations and employee benefits expense are disclosed in Note 29.

Fair Value of Financial Instruments

Where the fair values of financial assets and financial liabilities recorded on the statements of financial position cannot be derived from active markets, they are determined using a variety of valuation techniques that include the use of mathematical models. The inputs to these models are derived from observable market data where possible.

But where observable market data are not available, judgment is required to establish fair values. The judgments include considerations of liquidity discount rates, prepayment rates, and default rate assumptions.

Income Tax

Significant judgement is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transaction and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company and its subsidiaries recognized liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
  • x. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi Penting (lanjutan)

Penurunan Nilai Goodwill

Dalam melakukan estimasi penurunan nilai goodwill, manajemen melakukan analisis dan assessment atas kemampuan unit penghasil kas, kondisi perubahan operasi entitas akuisisian dan pengalihan unit penghasil goodwill. Bila terdapat indikasi penurunan kemampuan unit penghasil kas dalam menghasilkan kas dan manajemen berkeyakinan bahwa unit penghasil kas mengalami penurunan kemampuan dalam menghasilkan kas, maka manajemen akan melakukan impairment atas goodwill. Bila terjadi perubahan operasional unit bisnis dan/atau unit penghasil kas telah dialihkan, maka seluruh nilai goodwill yang dicatat sebelumnya akan diturunkan nilainya. Nilai tercatat goodwill disajikan pada Catatan 13.

Aset Pajak Tangguhan

Aset pajak tangguhan diakui hanya ketika pajak tangguhan yang timbul dapat dipulihkan, dalam hal ini tergantung pada pembentukan laba kena pajak yang mencukupi di masa depan. Asumsi pembentukan laba kena pajak di masa depan tergantung pada estimasi manajemen untuk arus kas di masa depan. Hal ini tergantung pada estimasi jumlah penambahan pelanggan, inovasi teknologi, biaya operasi, belanja modal, dividen dan transaksi manajemen modal lainnya di masa depan.

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • x. Source of Estimation Uncertainty and Significant Accounting Judgments (continued)

Impairment of Goodwill

In estimating the impairment of goodwill, management performs analysis and assessment of the ability of the cash generating unit, the change of the operating conditions of acquired entity and transfer of goodwill generating unit. If there are indications of a decrease in the ability of the cash generating unit in generating cash and management believes that the cash generating unit decrease the ability to generate cash, then the management will do the impairment of goodwill. If there is a change in the operational business units and/or cash-generating unit has been transferred, the entire value of goodwill previously recorded will be impaired. The carrying value of goodwill is presented in Note 13.

Deferred Tax Assets

Deferred tax assets are recognized only when deferred tax will be recovered, in this case is dependent on generation of sufficient future taxable profits. Assumptions about the generation of future taxable profits depend on management estimates of future cash flows. These depend on estimates of the number of additional subscribers, technology innovation, operating cost, capital expenditure, dividends, and other capital management transactions in the future.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Kas: Cash on hand:
Rupiah 20,253 25,634 Rupiah
Mata uang asing 2,586 3,832 Foreign Currencies
Rekening Giro: Current Account:
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga: Third parties:
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") 245,203 127,385 PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
("BNI") 190,492 113,916 ("BNI")
PT Bank Mayapada Internasional Tbk PT Bank Mayapada Internasional Tbk
("Mayapada") 10,427 152,628 ("Mayapada")
Bank lainnya, masing-masing
di bawah Rp50.000 194,497 199,853 Other banks, below Rp50,000 each
Pihak berelasi (Catatan 7): Related party (Note 7):
PT Bank Nationalnobu Tbk PT Bank Nationalnobu Tbk
("Nobu") 238,459 139,137 ("Nobu")
Mata uang asing Foreign Currencies
Pihak ketiga: Third parties:
China Citic Bank International 61,401 69,546 China Citic Bank International
Bank of China Limited 39,646 109,283 Bank of China Limited
CIMB 8,397 52,641 CIMB
Bank lainnya, masing-masing Other banks, below Rp50,000
di bawah Rp50.000 37,263 30,523 each
Pihak berelasi (Catatan 7): Related party (Note 7):
Nobu 1,617 90,691 Nobu
Deposito: Deposits:
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga: Third parties:
CIMB 155,720 7,200 CIMB
Mayapada 95,262 166,168 Mayapada
BNI 65,235 78,711 BNI
Bank lainnya, masing-masing Other banks, below Rp50,000
di bawah Rp50.000 107,000 81,264 each
Pihak berelasi (Catatan 7): Related party (Note 7):
Nobu 121,250 308,101 Nobu
Mata uang asing
Pihak ketiga:
Foreign Currencies
Third parties:
CIMB 87,098 74,880 CIMB
Bank lainnya, masing-masing
di bawah Rp50.000 8,463 36,228 Other banks, below Rp50,000 each
Pihak berelasi (Catatan 7): Related party (Note 7):
Nobu 2,642 4,171 Nobu
Jumlah 1,692,911 1,871,792 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Tingkat suku bunga tahunan untuk deposito adalah sebagai berikut:

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

The annual interest rates of deposits are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Rupiah 2.00% - 8.50% 3.00% - 8.75% Rupiah
Mata uang asing 0.50% - 2.25% 0.75% - 2.50% Foreign Currencies

Rincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 31.

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

Note 31.

Piutang usaha menurut jenis penjualan sebagai berikut: Trade receivables according to the types of sale are as follows:

Detail of balances in foreign currencies are disclosed in

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Penjualan teknologi informasi dan lainnya 534,373 561,735 Sales of information technology and others
Penjualan eceran dan distribusi 32,147 28,012 Sales of retail and distribution
Sub-Jumlah 566,520 589,747 Sub-Total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (27,987) (19,925) Allowance for expected credit loss
Jumlah 538,533 569,822 Total

Piutang usaha terdiri dari: Trade receivables consist of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Pihak ketiga 343,993 365,577 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 7) 222,527 224,170 Related parties (Note 7)
Sub-Jumlah 566,520 589,747 Sub-Total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (27,987) (19,925) Allowance for expected credit loss
Neto 538,533 569,822 Net

Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terutang adalah sebagai berikut:

The aging analysis of the trade receivables based on the number of outstanding days are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Kurang dari 31 hari 308,571 320,815 Less than 31 days
31 - 60 hari 51,158 89,232 31 - 60 days
61 - 90 hari 80,401 73,166 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 126,390 106,534 Over 90 days
Sub-Jumlah 566,520 589,747 Sub-Total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (27,987) (19,925) Allowance for expected credit loss
Jumlah 538,533 569,822 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) 4. TRADE RECEIVABLES (continued)

Changes in allowance for expected credit loss of receivables are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Saldo awal tahun 19,925 32,918 Balance at beginning of year
Cadangan kerugian kredit ekspektasian
tahun berjalan
8,062 (12,993) expected credit loss during the year
Saldo akhir tahun 27,987 19,925 Balance at end of year

Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian cukup untuk menutup kemungkinan kerugian oleh karena penurunan nilai piutang usaha.

Piutang usaha tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Entitas-entitas Anak tertentu (Catatan 15).

Rincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 31.

Based on the review of the status of individual debtors at the end of the year, management of the Company and Subsidiaries are of the opinion that the expected credit loss is adequate to cover possible losses due to impairment of trade receivables.

Certain trade receivables are used as collateral for loans obtained by certain Subsidiaries (Note 15).

Details of balances in foreign currencies are disclosed in Note 31.

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi (31 Desember 2019:
Pinjaman yang diberikan dan piutang)
Dana yang dibatasi penggunaannya
Financial assets stated at amortized cost
(December 31, 2019: Loans and receivables)
Restricted funds
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga Third parties
CIMB 41,681 - CIMB
BNI 10,627 - BNI
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang asing
- 12,080 PT Bank Pan Indonesia Tbk
Foreign currency
Pihak ketiga Third parties
BNI 15,134 199,028 BNI
DBS Bank (Hong Kong) Ltd - 11,181 DBS Bank (Hong Kong) Ltd
Deposito berjangka 13,742 8,772 Time deposits
Sub - jumlah 81,184 231,061 Sub - total
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak berelasi (Catatan 7) 5,650 53,601 Related parties (Note 7)
Pihak ketiga 347,870 535,091 Third parties
Jumlah 353,520 588,692 Total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (80,510) (74,095) Allowance for expected credit
Sub - jumlah 273,010 514,597 Sub - total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (lanjutan) 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS (continued)

Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consist of: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
(31 Desember 2019: Investasi yang tersedia
untuk dijual)
Saham
Financial assets stated at fair value through
other comprehensive income
(December 31, 2019:
Available-for-Sale investments)
Shares of stock
Pihak berelasi (Catatan 7) 258,873 292,745 Related party (Note 7)
Obligasi 32,713 25,898 Bond
Sub - jumlah 291,586 318,643 Sub - total
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (31 Desember 2019: Investasi
yang diperdagangkan)
Financial assets stated at fair value through
profit or loss (December 31, 2019:
Trading investments)
Reksa dana 463 1,097 Mutual funds
Investasi lainnya 2,101 1,913 Other investments
Saham Shares of stocks
Pihak berelasi (Catatan 7) 26 29 Related parties (Note 7)
Pihak ketiga 43 47 Third parties
Sub - jumlah 2,633 3,086 Sub - total
Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi (31 Desember 2019:
Financial assets stated at amortized cost
Dimiliki hingga jatuh tempo) (December 31, 2019: Held to maturities)
Surat berharga - 3,200 Promissory notes
Sub - jumlah - 3,200 Sub - total
Jumlah 648,413 1,070,587 Total

Pada tahun 2020, dana yang dibatasi penggunaannya terutama merupakan penempatan dana sehubungan dengan penjualan aset dan penempatan dana sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan.

Pada tahun 2019, dana yang dibatasi penggunaannya terutama merupakan penempatan dana sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan entitas anak (Catatan 15 dan 21).

Piutang lain-lain terutama merupakan piutang sewa dan pemasaran, tidak diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikarenakan jatuh tempo yang pendek sehingga jumlah tercatat piutang kurang lebih sama dengan nilai wajarnya. Berdasarkan hasil penelahaan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang cukup untuk menutup kemungkinan kerugian oleh karena penurunan piutang lainlain.

In 2020, restricted funds mainly comprise of fund placements in connection with asset sales and fund placements related with loan facility obtained by the Company.

In 2019, restricted funds mainly comprise of fund placements in relation to loan facilites obtained by the Company and its subsidiaries (Notes 15 and 21).

Other receivables mainly represent rental and marketing receivables, are not amortized using the effective interest rate due the short-term maturities, thus the carrying amount are approximately equal to their fair value. Based on the review of the status of individual debtors at the end of period, management of the Company are of the opinion that the allowance for impairment of receivables is adequate to cover possible losses due to impairment of other receivables.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Per tanggal 31 Desember 2020, PT MT menempatkan dana pada obligasi pemerintah dengan tanggal jatuh tempo 15 Mei 2033, 15 April 2040, 15 April 2042, dan 15 Mei 2048 dan obligasi Perusahaan Listrik Negara dengan tanggal jatuh tempo 8 September 2040, sementara per tanggal 31 Desember 2019, PT MT menempatkan dana pada obligasi pemerintah dengan tanggal jatuh tempo 30 Oktober 2049.

Pengukuran nilai wajar untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan melalui laba rugi. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kerugian yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp33.998 dan Rp11.798, sedangkan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi masing-masing sebesar (Rp7) dan Rp1.

Aset keuangan lancar lainnya tertentu memperoleh bunga dengan tingkat tahunan antara 0,25% sampai 4,00% untuk aset keuangan dalam mata uang USD dan antara 2,75% sampai 8,86% untuk aset keuangan dalam mata uang Rupiah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan antara 0,25% sampai 4,63% untuk aset keuangan dalam mata uang USD dan antara 1,75% sampai 8,65% untuk aset keuangan dalam mata uang Rupiah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Aset keuangan lancar lainnya tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan (Catatan 15 dan 21).

Rincian saldo mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 31.

Persediaan terdiri dari: Inventories consist of:

5. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (lanjutan) 5. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS (continued)

As at December 31, 2020, PT MT had fund placement in government bond with maturity date May 15, 2033, April 15, 2040, April 15, 2042, and May 15, 2048 and "Perusahaan Listrik Negara" bond with maturity date September 8, 2040, while as at December 31, 2019, PT MT had fund placement in government bond with maturity date October 30, 2049.

The fair value measurement of financial assets started at fair value through other comprehensive income and through profit loss. As of December 31, 2020 and 2019, the unrealized loss on financial assets stated at fair value through other comprehensive income are Rp33,998 and Rp11,798, respectively, while the unrealized gain (loss) of financial assets stated at fair value through profit or loss amounting to (Rp7) and Rp1, respectively.

Certain other current financial assets earned annual interests ranging from 0.25% to 4.00% for financial assets in USD currency and ranging from 2.75% to 8.86% for financial assets in Rupiah currency for the year ended December 31, 2020 and ranging from 0.25% to 4.63% for financial assets in USD currency and ranging from 1.75% to 8.65% for financial assets in Rupiah currency for the year ended December 31, 2019.

Certain other current financial assets are used as collaterals for loan facilities obtained by the Company (Notes 15 and 21).

Details of balances in foreign currencies are disclosed in Note 31.

6. PERSEDIAAN 6. INVENTORIES

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Eceran dan distribusi
Teknologi informatika dan lainnya
970,732
468,471
1,229,690
335,739
Retail and distribution
Information technology and others
Jumlah 1,439,203 1,565,429 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Manajemen berkeyakinan bahwa nilai persediaan mencerminkan nilai realisasi neto.

Biaya persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp8.022.788 dan Rp9.595.813.

Persediaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar Rp73.866, USD75,029 dan RMB5,769 pada tanggal 31 Desember 2020. Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa nilai pertanggungjawaban tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut. Pertanggungan ini terutama dilakukan oleh PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bintang Tbk, PT Asuransi Wahana Tata, Ping An Property & Casuality Insurance Corp (seluruhnya pihak ketiga) dan PT Lippo General Insurance Tbk (pihak berelasi).

Tidak ada persediaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Entitas-entitas Anak tertentu.

Entitas Anak langsung dan tidak langsung Direct and Indirect Subsidiaries

Rincian Entitas Anak langsung dan tidak langsung Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 1c.

Investasi pada Entitas Asosiasi Investment in Associates

Rincian Investasi pada Entitas Asosiasi diungkapkan dalam Catatan 9.

Rincian saldo pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai berikut:

6. PERSEDIAAN (lanjutan) 6. INVENTORIES (continued)

The management believes that the value of inventories represents the net realizable value.

The cost of inventories recognised as cost of sales for the years ended December 31, 2020 and 2019 are Rp8,022,788 and Rp9,595,813, respectively.

Inventories are insured against losses by fire and other risks under blanket policies with sum insured of Rp73,866, USD75,029 and RMB5,769 as at December 31, 2020. The management of the Company and Subsidiaries are in the opinion that the sum insured is adequate to cover possible losses arising from such risks. The insurance coverages are mainly covered by PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bintang Tbk, PT Asuransi Wahana Tata, Ping An Property & Casuality Insurance Corp (all third parties) and PT Lippo General Insurance Tbk (related party).

No inventories are used as collateral to loans obtained by certain Subsidiaries.

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES

Details of direct and indirect Subsidiaries of the Company are disclosed in Note 1c.

Details of Investment in Associates is disclosed in Note 9.

Saldo Pihak Berelasi Balances with Related Parties

Details of the significant balances with related parties are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Kas dan setara kas (Catatan 3)
PT Bank Nationalnobu Tbk
363,968 542,100 Cash and cash equivalents (Note 3)
PT Bank Nationalnobu Tbk
Persentase dari jumlah aset 2.32 3.55 Percentage of total assets

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Rincian saldo pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

Saldo Pihak Berelasi (lanjutan) Balances with Related Parties (continued)

Details of the significant balances with related parties are as follows: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Piutang usaha (Catatan 4) Trade receivables (Note 4)
PT Link Net Tbk 134,183 96,052 PT Link Net Tbk
PT Lippo Karawaci Tbk 22,120 25,465 PT Lippo Karawaci Tbk
PT Mahkota Sentosa Utama 18,654 20,823 PT Mahkota Sentosa Utama
PT Visionet Internasional* - 52,835 PT Visionet Internasional*
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 47,570 28,995 Others (each below Rp10,000)
Sub jumlah 222,527 224,170 Sub total
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (7,741) - Allowance for expected credit loss
Jumlah 214,786 224,170 Total
Persentase dari jumlah aset 1.37 1.47 Percentage of total assets
Aset keuangan lancar lainnya (Catatan 5) Other current financial assets (Note 5)
Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi (31 Desember 2019: Financial assets stated at amortized cost
Pinjaman yang diberikan dan piutang) (December 31, 2019: Loans and receivables)
Piutang lain-lain Other receivables
PT Mandiri Cipta Gemilang - 36,815 PT Mandiri Cipta Gemilang
PT Indonesia Media Televisi - 12,663 PT Indonesia Media Televisi
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 5,650 4,123 Others (each below Rp10,000)
Sub - jumlah 5,650 53,601 Sub - total
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets stated at fair value through
melalui penghasilan komprehensif lain other comprehensive income
(31 Desember 2019: Investasi yang tersedia (December 31, 2019:
untuk dijual) Available-for-Sale investments)
Saham Shares of stock
PT Lippo Karawaci Tbk 258,873 292,745 PT Lippo Karawaci Tbk
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets stated at fair value through
melalui laba rugi (31 Desember 2019: Investasi profit or loss (December 31, 2019:
yang diperdagangkan) Trading investments)
Saham Shares of stock
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 26 29 Others (each below Rp10,000)
Jumlah 264,549 346,375 Total
Persentase dari jumlah aset 1.69 2.27 Percentage of total assets

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Rincian saldo pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

PARTIES (continued)

Saldo Pihak Berelasi (lanjutan) Balances with Related Parties (continued)

Details of the significant balances with related parties are as follows: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Biaya dibayar dimuka Prepaid expenses
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 10,530 24,800 Others (each below Rp10,000)
Persentase dari jumlah aset 0.07 0.16 Percentage of total assets
Aset keuangan tidak lancar lainnya (Catatan 8) Other non-current financial assets (Note 8)
Uang muka dan jaminan sewa Rental advances and deposits
PT Bimasakti Jaya Abadi
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000)
-
20,341
56,250
26,198
PT Bimasakti Jaya Abadi
Others (each below Rp10,000)
Jumlah 20,341 82,448 Total
Persentase dari jumlah aset 0.13 0.54 Percentage of total assets
Investasi jangka panjang lainnya (Catatan 9) Other long-term investment (Note 9)
PT Bank Nationalnobu Tbk 730,097 787,620 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Ciptadana Capital 217,196 42,043 PT Ciptadana Capital
PT Cinemaxx Global Pasifik
PT Maxx Coffee Prima
51,987
30,000
58,001
30,000
PT Cinemaxx Global Pasifik
PT Maxx Coffee Prima
Jumlah 1,029,280 917,664 Total
Persentase dari jumlah aset 6.56 6.00 Percentage of total assets
Sewa dibayar di muka jangka panjang Long-term prepaid rents (Note 12)
(Catatan 12)
PT Villa Permata Cibodas
PT Direct Power
-
-
62,405
34,451
PT Villa Permata Cibodas
PT Direct Power
PT Damarindo Perkasa - 16,100 PT Damarindo Perkasa
PT Andromeda Sakti - 11,329 PT Andromeda Sakti
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) - 24,155 Others (each below Rp10,000)
Jumlah - 148,440 Total
Persentase dari jumlah aset - 0.97 Percentage of total assets

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Rincian saldo pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

PARTIES (continued)

Saldo Pihak Berelasi (lanjutan) Balances with Related Parties (continued)

Details of the significant balances with related parties are as follows: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Aset hak-guna (Catatan 12) Right-of-use assets (Note 12)
PT Villa Permata Cibodas 68,646 - PT Villa Permata Cibodas
PT Palembang Paragon Mall 37,773 - PT Palembang Paragon Mall
PT Cibubur Utama 30,117 - PT Cibubur Utama
PT Direct Power 27,184 - PT Direct Power
PT Matos Surya Perkasa 25,064 - PT Matos Surya Perkasa
PT Mandiri Cipta Gemilang 22,662 - PT Mandiri Cipta Gemilang
PT Megah Detos Utama 22,243 - PT Megah Detos Utama
PT Damarindo Perkasa 21,825 - PT Damarindo Perkasa
PT Graha Baru Raya 20,890 - PT Graha Baru Raya
PT Kemang Mall Terpadu 19,457 - PT Kemang Mall Terpadu
PT Andromeda Sakti 18,057 - PT Andromeda Sakti
PT Primatama Nusa Indah
PT Dinamika Serpong
16,127
15,878
-
-
PT Primatama Nusa Indah
PT Dinamika Serpong
PT Indah Pesona Bogor 13,952 - PT Indah Pesona Bogor
PT Madiun Ritelindo 13,950 - PT Madiun Ritelindo
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 52,821 - Others (each below Rp10,000)
Jumlah 426,646 - Total
Persentase dari jumlah aset 2.72 - Percentage of total assets
Utang usaha (Catatan 16) Trade payables (Note 16)
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 4,895 6,479 Others (each below Rp10,000)
Persentase dari jumlah liabilitas 0.04 0.07 Percentage of total liabilities
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya (Catatan 18) Other short-term financial liabilities (Note 18)
PT Visionet Internasional* - 118,242 PT Visionet Internasional*
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 45,602 4,069 Others (each below Rp10,000)
Jumlah 45,602 122,311 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 0.39 1.27 Percentage of total liabilities
Utang sewa pembiayaan (Catatan 20) Finance lease payable (Note 20)
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 2,539 4,414 Others (each below Rp10,000)
Persentase dari jumlah liabilitas 0.02 0.05 Percentage of total liabilities

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Rincian saldo pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

Saldo Pihak Berelasi (lanjutan) Balances with Related Parties (continued)

Details of the significant balances with related parties are as follows: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Liabilitas jangka pendek lainnya (Catatan 18) Other short-term liabilities (Note 18)
PT Graha Raya Ekatama Andalan Terpadu 45,444 - PT Graha Raya Ekatama Andalan Terpadu
PT Link Net Tbk 37,061 20,922 PT Link Net Tbk
PT Indonesia Media Televisi - 44,196 PT Indonesia Media Televisi
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 15,908 14,526 Others (each below Rp10,000)
Jumlah 98,413 79,644 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 0.84 0.82 Percentage of total liabilities
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya Other long-term financial liabilities
PT Palembang Paragon Mall 35,963 - PT Palembang Paragon Mall
PT Cibubur Utama 25,030 - PT Cibubur Utama
PT Lippo Cikarang Tbk 20,958 - PT Lippo Cikarang Tbk
PT Matos Surya Perkasa 18,857 - PT Matos Surya Perkasa
PT Megah Detos Utama 16,561 - PT Megah Detos Utama
PT Graha Baru Raya 15,191 - PT Graha Baru Raya
PT Mandiri Cipta Gemilang 13,231 - PT Mandiri Cipta Gemilang
PT Dinamika Serpong 11,975 - PT Dinamika Serpong
PT Madiun Ritelindo 10,661 - PT Madiun Ritelindo
PT Matahari Department Store Tbk 5,740 13,543 PT Matahari Department Store Tbk
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000) 49,841 104 Others (each below Rp10,000)
Jumlah 224,008 13,647 Total
Persentase dari jumlah liabilitas 1.91 0.14 Percentage of total liabilities

Transaksi dengan Pihak Berelasi Transactions with Related Parties

Berikut ini adalah ikhtisar transaksi yang signifikan (mempengaruhi penerimaan/pendapatan dan beban) dengan pihak berelasi:

The following is a summary of significant transactions (affecting revenue/income and expenses) with related parties:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Penjualan Neto (Catatan 25) Net Sales (Note 25)
PT Link Net Tbk 533,132 295,267 PT Link Net Tbk
PT Matahari Department Store Tbk 74,283 184,571 PT Matahari Department Store Tbk
PT Visionet Internasional* 46,916 224,236 PT Visionet Internasional*
PT Bank Nationalnobu Tbk 45,912 28,811 PT Bank Nationalnobu Tbk
PT Lippo Cikarang Tbk 25,838 14,159 PT Lippo Cikarang Tbk
PT Siloam International Hospitals Tbk 18,772 24,909 PT Siloam International Hospitals Tbk
PT Lippo Karawaci Tbk 17,685 32,989 PT Lippo Karawaci Tbk
PT Lippo Malls Indonesia 9,079 15,368 PT Lippo Malls Indonesia
PT Indonesia Media Televisi 2,507 11,370 PT Indonesia Media Televisi
Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000) 34,344 36,488 Others (below Rp10,000 each)
Jumlah 808,468 868,168 Total
Persentase dari penjualan neto 7.87 7.05 Percentage of net sales

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Berikut ini adalah ikhtisar transaksi yang signifikan (mempengaruhi penerimaan/pendapatan dan beban) dengan pihak berelasi: (lanjutan)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) Transactions with Related Parties (continued)

The following is a summary of significant transactions (affecting revenue/income and expenses) with related parties: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Beban pokok penjualan barang dan jasa (Catatan 26)
PT Panca Permata Pejaten
Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000)
(730)
(22,184)
(23,952)
(32,096)
Cost of goods and services sold (Note 26)
PT Panca Permata Pejaten
Others (below Rp10,000 each)
Jumlah (22,914) (56,048) Total
Persentase dari beban pokok penjualan
barang dan jasa
0.28 0.57 Percentage cost of goods and
services sold
Beban penjualan
Beban sewa (termasuk amortisasi sewa)
PT Kemang Mall Terpadu
Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000)
-
(7,526)
(10,679)
(115,851)
Selling expenses
Rental expenses (included rental amortization)
PT Kemang Mall Terpadu
Others (below Rp10,000 each)
Jumlah (7,526) (126,530) Total
Persentase dari beban sewa - neto 6.15 14.64 Percentage of rental expenses - net
Beban lain-lain
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000)
(154) (2,213) Other expenses
Others (below Rp10,000 each)
Persentase dari beban lain-lain 0.19 1.00 Percentage of other expenses
Beban umum dan administrasi
Beban gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan
Direktur
(42,997) (34,583) General and administration expenses
Salaries, allowances and employement benefit
Expenses
Director
Komisaris (10,131) (15,145) Commissioner
Jumlah (53,128) (49,728) Total
Persentase dari beban gaji, tunjangan dan
kesejahteraan karyawan
5.82 4.49 Percentage of salaries, allowances and
employement benefit expenses
Beban asuransi
PT Lippo General Insurance Tbk
(23,153) (38,192) Insurance expenses
PT Lippo General Insurance Tbk
Persentase dari beban asuransi 33.28 47.71 Percentage of insurance expense

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED

Berikut ini adalah ikhtisar transaksi yang signifikan (mempengaruhi penerimaan/pendapatan dan beban) dengan pihak berelasi: (lanjutan)

PARTIES (continued)

Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) Transactions with Related Parties (continued)

The following is a summary of significant transactions (affecting revenue/income and expenses) with related parties: (continued)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Beban lain-lain
Lainnya (masing-masing di bawah Rp10.000)
(37,818) (42,172) Other expenses
Others (below Rp10,000 each)
Persentase dari beban lain-lain 34.69 40.13 Percentage of other expenses
Penghasilan keuangan
Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000)
952 3,474 Finance income
Others (below Rp10,000 each)
Persentase dari penghasilan keuangan 2.14 5.64 Percentage of finance income

Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows:

No. Pihak Berelasi/ Related Parties Hubungan/ Relationship Sifat Saldo Akun/Transaksi
Nature of Account Balances/Transactions
1. PT Bank Nationalnobu Tbk Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Penempatan pada rekening giro dan deposito,
investasi penyertaan saham, dan penjualan
neto/ Placement
in current account and
deposits, investment in shares, and net sales
2. PT Link Net Tbk Entitas Asosiasi dari grup yang sama/
Association
entities
from
same
association
Penagihan atas penjualan barang dan jasa,
liabilitas
jangka
pendek
lainnya,
dan
penjualan neto/ Billing for sale of goods and
services, other short-term liabilities and net
sales
3. PT Lippo Karawaci Tbk ("PT LK") Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Penagihan atas penjualan barang dan jasa,
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dan
penjualan neto/ Billing for sale of goods and
services, financial assets stated at fair value
through other comprehensive income and net
sales
4. PT Mahkota Sentosa Utama Entitas Asosiasi dari grup yang sama/
Association
entities
from
same
association
Penagihan atas penjualan barang dan jasa/
Billing for sale of goods and services
5. PT Visionet Internasional*) Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Penagihan atas penjualan barang dan jasa,
liabilitas keuangan jangka pendek lainnya,
dan penjualan neto/ Billing for sale of goods
and
services,
other
short-term
financial
liabilities and net sales
6. PT Mandiri Cipta Gemilang Entitas anak PT LK/ Subsidiary of
PT LK
Piutang lainnya, aset hak guna, dan liabilitas
keuangan jangka panjang lainnya/
Other
receivables, right-of-use assets
and
other
long-term financial liabilities
7. PT Indonesia Media Televisi Entitas asosiasi/ An associate Piutang lainnya, liabilitas jangka pendek
lainnya
dan
penjualan
neto/
Other
receivables, other short-term liabilities and net
sales

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

7. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued)

The relationship and nature of account balances/transactions with the related parties are as follows: (continued)

No. Pihak Berelasi/ Related Parties Hubungan/ Relationship Sifat Saldo Akun/Transaksi
Nature of Account Balances/Transactions
8. PT Ciptadana Capital Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Investasi jangka panjang lainnya/ Other long
term investment
9. PT Cinemaxx Global Pasifik Entitas Asosiasi dari grup yang sama/
Association
entities
from
same
association
Investasi jangka panjang lainnya/ Other long
term investment
10. PT Maxx Coffee Prima Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Investasi jangka panjang lainnya/ Other long
term investment
11. PT Bimasakti Jaya Abadi Entitas anak PT LK/ Subsidiary of
PT LK
Pembayaran uang muka dan jaminan sewa/
Payment of rental advances and deposits
*) Related since December 2
12. PT Villa Permata Cibodas
PT Direct Power
PT Damarindo Perkasa
PT Andromeda Sakti
Entitas anak PT LK/ Subsidiary of
PT LK
Pembayaran sewa dibayar di muka jangka
panjang dan aset hak guna/ Payment of long
term prepaid rents and right of use assets
13. PT Palembang Paragon Mall
PT Matos Surya Perkasa
PT Megah Detos Utama
PT Graha Baru Raya
PT Dinamika Serpong
PT Madiun Ritelindo
PT Cibubur Utama
Entitas anak dari Asosiasi entitas
dalam grup yang sama/ Subsidiaries
of the Association of entities in the
same group
Aset hak-guna dan liabilitas keuangan jangka
panjang lainnya/ Right-of-use asset and other
long-term financial liabilities
14. PT Kemang Mall Terpadu Entitas anak dari Asosiasi entitas
dalam grup yang sama/ Subsidiaries
of the Association of entities in the
same group
Aset hak-guna dan beban sewa/ Right-of-use
assets and rental expense
15. PT Primatama Nusa Indah
PT Indah Pesona Bogor
Entitas anak dari Asosiasi entitas
dalam grup yang sama/ Subsidiaries
of the Association of entities in the
Aset hak-guna/ Right-of-use assets
16. PT Graha Raya Ekatama Andalan
Terpadu
same group
Entitas anak dari entitas asosiasi/
A subsidiary of associate entity
Liabilitas jangka pendek lainnya/ Other short
term financial liabilities
*) Related since December 2
17. PT Lippo Cikarang Tbk Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Liabilitas
keuangan
jangka
panjang
lainnya dan penjualan neto/ Other long
term financial liabilities and net sales
18. PT Matahari Department Store Tbk Entitas asosiasi/ An associate Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
dan penjualan neto/ Other long-term financial
liabilities and net sales
19. PT Siloam International Hospital Tbk
PT Lippo Malls Indonesia
Entitas anak PT LK/ Subsidiary of
PT LK
Penjualan neto/ Net sales
20. PT Panca Permata Pejaten Entitas anak dari Asosiasi entitas
dalam grup yang sama/ Subsidiaries
of the Association of entities in the
same group
Beban pokok penjualan barang dan jasa/ Cost
of goods and services sold
21. PT Lippo General Insurance Tbk Di bawah kesamaan pengendalian/
Under common control
Beban umum dan administrasi - asuransi/
General
and
administrative
expenses

insurance
22. Dewan Komisaris dan Direksi/ Boards of
Commissioners and Directors
Manajemen kunci/ Key management Pembayaran untuk beban gaji dan tunjangan
dan kesejahteraan karyawan/ Payment for
salaries, allowances and employement benefit
expenses

*) Efektif sejak 1 April 2020, PT Visionet International menjadi pihak ketiga.

*) Effective since April 1, 2020, PT Visionet International has become a third party.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

8. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA 8. OTHER NON-CURRENT FINANCIAL ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Uang muka dan jaminan sewa 407,382 1,265,444 Rental advances and deposits
Aset derivatif
Lainnya
207,442
187,222
244,205
140,674
Derivative assets
Others
Jumlah 802,046 1,650,323 Total

Akun ini terutama merupakan uang muka dan jaminan sewa yang dibayarkan kepada pemilik bangunan oleh PT MPP dan PT Mulia Persada Pertiwi (Catatan 32b). Uang muka akan digunakan untuk pembayaran sewa pada saat periode sewa dimulai.

Perusahaan mencatat rugi penurunan nilai uang muka dan jaminan sewa untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp467.702 dan Rp95.074. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penurunan nilai tersebut telah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian karena adanya penurunan nilai.

a. Investasi pada Entitas Anak a. Investment in Subsidiaries

Perincian Entitas Anak langsung dan tidak langsung Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 1c. Entitas Anak yang memiliki Kepentingan Non-Pengendali ("KNP") yang material terhadap Perusahaan adalah PT Matahari Putra Prima Tbk ("PT MPP"), dengan perincian sebagai berikut:

This account mainly represents rental advances and deposits paid to the building owners by PT MPP and PT Mulia Persada Pertiwi (Note 32b). The advances are used for rental payments upon the start of the rental period.

The Company recorded an impairment losses for rental advances and deposits for the years ended December 31, 2020 and 2019, amounting to Rp467,702 and Rp95,074, respectively. Management of the Company believes that the impairment loss is adequate to cover possible losses due to impairment.

9. INVESTASI 9. INVESTMENTS

Detail of the Company's direct and indirect Subsidiaries are disclosed in Note 1c. Subsidiary with material Non-Controlling Interest ("NCI") to the Company is PT Matahari Putra Prima Tbk ("PT MPP"), with the following detail:

Persentase
Kepemilikan KNP/
Rugi komprehensif yang
dialokasikan ke KNP/
Comprehensive loss
allocated to NCI
Akumulasi KNP/
Accumulated NCI
Percentage of
NCI Ownership
31 Des/ Des 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
PT MPP 49.77% (172,179) (307,858) 335,811 507,990

Tidak ada dividen yang dibayarkan kepada pihak KNP untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

There is no dividend paid to NCI for the years ended December 31, 2020 and 2019.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Ringkasan informasi keuangan PT MPP, sebelum eliminasi antar Perusahaan, adalah sebagai berikut:

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

a. Investasi pada Entitas Anak (lanjutan) a.Investment in Subsidiaries (continued)

Summary of financial information of PT MPP, before inter-company eliminations, are as follow:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Aset lancar
Aset tidak lancar
1,535,266
2,975,245
1,904,047
1,916,762
Current assets
Non-current assets
Jumlah aset 4,510,511 3,820,809 Total assets
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
2,763,099
1,562,678
2,618,390
671,738
Current liabilities
Non-current liabilities
Jumlah liabilitas 4,325,777 3,290,128 Total liabilities
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Arus kas neto dari aktivitas operasi 475,619 450,155 Net cash flows provided from operating activities
Arus kas neto untuk aktivitas investasi (77,094) (123,475) Net cash flows used in investing activities
Arus kas neto untuk aktivitas pendanaan (403,100) (371,930) Net cash flows used in financing activities
Arus kas neto (4,575) (45,250) Net cash flows
Penjualan Neto 6,746,594 8,654,646 Net Sales
Rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
(405,310) (552,676) Loss for the year attributable to:
Owners of the parent
Kepentingan Non-Pengendali 3 2 Non-Controlling Interest
Rugi tahun berjalan (405,307) (552,674) Loss for the year
Jumlah rugi komprehensif
tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Total comprehensive loss for the
year attributable to:
Pemilik entitas induk (345,950) (618,564) Owners of the parent
Kepentingan Non-Pengendali 3 2 Non – Controlling Interest
Jumlah rugi komprehensif
tahun berjalan
(345,947) (618,562) Total comprehensive loss
for the year

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

b. Investasi pada Entitas Asosiasi b.Investment in Associates

Investasi pada Entitas Asosiasi yang dimiliki oleh Perusahaan terdiri dari:

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

The Company's investment in Associates consists of the following:

31 Desember 2020 / December 31, 2020
Persentase
Kepemilikan/
Percentage
of Ownership
Awal
tahun/
Beginning
of year
Bagian atas
hasil bersih/
Shares of
results
Laba (rugi)
komprehensif
lain/Other
comprehensive
gain (loss)
Dividen/
Dividend
Lainnya/
Others
Akhir
tahun/
End of
year
PT Matahari Department Store Tbk
("PT MDS") 19.42 1,400,451 (169,572) 8,649 - - 1,239,528
PT Matahari Graha Fantasi ("PT MGF")1) 50.00 484,350 (63,185) 2,734 - - 423,899
PT First Media Tbk ("PT FM")2) 33.76 205,950 124 11,713 - - 217,787
PT Walsin Lippo Industries 3) 30.00 132,262 3,342 - - - 135,604
Jetlane Holdings Limited4) 50.00 48,034 (23,389) - - - 24,645
PT Matahari Leisure 1) 50.00 28,364 3,011 (383) - - 30,992
PT Bintang Sidoraya 5) 24.26 18,649 4,516 (139) - (9,034) 13,992
PT Tahta Putera Manunggal 6) 46.88 - - - 90,245 90,245
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp5.000)/ Others (below
Rp5,000 each)
3,392 (888) - - - 2,502
Jumlah/ Total 2,321,452 (246,041) 22,574 - 81,211 2,179,194

31 Desember 2019 / December 31, 2019

Persentase
Kepemilikan/
Percentage
of Ownership
Awal
tahun/
Beginning
of year
Bagian atas
hasil bersih/
Shares of
results
Laba (rugi)
komprehensif
lain/Other
comprehensive
gain (loss)
Dividen/
Dividend
Lainnya/
Others
Akhir
tahun/
End of
year
PT MDS 18.85 1,313,593 250,502 6,284 (169,928) - 1,400,451
PT MGF1) 50.00 435,780 49,871 (1,301) - - 484,350
PT FM2) 33.76 783,431 (86,548) (21,605) - (469,328) 205,950
PT Walsin Lippo Industries3) 30.00 111,111 27,514 - (6,363) - 132,262
Jetlane Holdings Limited4) 50.00 - (47,916) - - 95,950 48,034
PT Matahari Leisure 1) 50.00 29,113 3,849 402 (5,000) - 28,364
PT Bintang Sidoraya 5)
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp5.000)/ Others (below
24.26 2,380 2,378 13,891 - - 18,649
Rp5,000 each) 3,792 - - - (400) 3,392
Jumlah/ Total 2,679,200 199,650 (2,329) (181,291) (373,778) 2,321,452

1) Dimiliki melalui PT Nadya Prima Indonesia

2) Dimiliki melalui PT Reksa Puspita Karya

3) Dimiliki melalui PT Multi Prima Sejahtera Tbk

4) Dimiliki melalui PT Air Pasifik Utama

5) Dimiliki melalui PT Nuansa Multi Karya

6) Dimiliki melalui PT Prima Cakrawala Sentosa

Investasi pada entitas asosiasi yang material bagi Perusahaan adalah investasi pada PT FM dan PT MDS. PT FM bergerak di bidang bisnis teknologi, media, dan telekomunikasi, sedangkan PT MDS bergerak dalam usaha jaringan gerai serba ada yang menyediakan berbagai macam barang seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik, dan peralatan rumah tangga serta jasa konsultan manajemen. PT FM dan PT MDS berkedudukan di Indonesia.

Meskipun Perusahaan memiliki kurang dari 20% saham PT MDS, Perusahaan tetap memiliki pengaruh signifikan karena merupakan pemegang saham terbesar dan memiliki keterwakilan dalam dewan komisaris dan direksi di PT MDS.

1) Owned through PT Nadya Prima Indonesia

2) Owned through PT Reksa Puspita Karya

3) Owned through PT Multi Prima Sejahtera Tbk

4) Owned through PT Air Pasifik Utama

5) Owned through PT Nuansa Multi Karya

6) Owned through PT Prima Cakrawala Sentosa

The associates that are material to the Company are investment in PT FM and PT MDS. PT FM engaged in technology, media, and telecommunication while PT MDS engaged in the retail business for several types of products such as clothes, accessories, bags, shoes, cosmetics, and household appliances, and management consulting service. PT FM and PT MDS domicile are in Indonesia.

Although the Company has less than 20% of ownership in PT MDS, the Company still has a significant influence as the largest shareholder and has representation on the board of commissioners and directors of PT MDS.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

b. Investasi pada Entitas Asosiasi (lanjutan) b.Investment in Associates (continued)

Berikut ringkasan informasi keuangan PT FM dan PT MDS pada 31 Desember 2020:

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

Below are summary of financial information of PT FM and PT MDS at December 31, 2020:

PT FM PT MDS Total
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
133,685
6,472,362
(4,920,800)
(759,426)
1,610,213
4,708,861
(2,856,300)
(2,881,656)
1,743,898
11,181,223
(7,777,100)
(3,641,082)
Current assets
Non-current assets
Current liabilities
Non-current liabilities
Jumlah aset bersih (100%) 925,821 581,118 1,506,939 Total net assets (100%)
PT FM PT MDS
Penjualan neto 188,697 4,839,058 Net Sales
Rugi tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
(21,845) 367
(873,181)
- Loss for the year attributable to:
Equity holders of the parent
Non-controlling Interest
Rugi tahun berjalan (21,478) (873,181) Loss for the year
Jumlah rugi komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
35,061
(21,845)
(828,643) - Total comprehensive loss for
the year attributable to:
Owners of the parent
Non-controlling Interest
Jumlah rugi komprehensif
tahun berjalan
(13,216) (828,643) Total comprehensive loss
for the year

Pada tanggal 31 Desember 2019, PT Reksa Puspita Karya mencatat rugi penurunan nilai investasi pada PT FM sebesar Rp469.328. Rugi penilaian nilai dihitung berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi tersebut dengan nilai tercatatnya.

PT Multipolar Multimedia Prima (PT MMP) melakukan penambahan investasi sebesar Rp324.500 pada PT Indonesia Media Televisi (PT IMTV). Pada 31 Desember 2019, atas nilai buku investasi ini dicatat rugi penurunan nilai investasi. Manajemen berpendapat bahwa penurunan nilai tersebut telah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian karena adanya penurunan nilai.

Investasi pada asosiasi tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan (Catatan 21).

As of December 31, 2019, PT Reksa Puspita Karya recorded an impairment loss on investment in PT FM amounted to Rp469,328. The valuation loss was calculated based on the difference between the recoverable amount of the investment and its carrying value.

PT Multipolar Multimedia Prima (PT MMP) made an additional investment of Rp324,500 in PT Indonesia Media Televisi (PT IMTV). As of December 31, 2019, for the book value of this investment, the impairment loss was recorded. Management believes that the impairment loss is adequate to cover possible losses due to impairment.

Certain investment in associates are used as collateral to the loan obtained by the Company (Note 21).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

c. Investasi Jangka Panjang Lainnya c. Other long-term investments

Investasi jangka panjang lainnya terdiri dari: Other long-term investments consist of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Investasi ekuitas diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain yang dimiliki oleh:
PT Prima Cakrawala Sentosa ("PT PCS")
716,719 773,188 Equity investment stated at fair value through
other comprehensive income owned by:
PT Prima Cakrawala Sentosa ("PT PCS")
Perusahaan 13,378 14,432 the Company
Investasi ekuitas diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (penghasilan komprehensif lainnya
pada 31 Desember 2019) yang dimiliki secara
langsung dan tidak langsung oleh:
Equity investments stated at fair value through
profit or loss (other comprehensive income
as of December 31, 2019) directly and
indirectly owned by:
PT Nusa Jaya Cipta ("PT NJC") 468,409 358,982 PT Nusa Jaya Cipta ("PT NJC")
PT Prima E-commerce Global ("PT PEG") 325,854 151,250 PT Prima E-commerce Global ("PT PEG")
PT PCS 217,196 42,043 PT PCS
PT Bintang Sinar Fortuna 30,000 30,000 PT Bintang Sinar Fortuna
PT Prima Solusi Global 6,144 15,572 PT Prima Solusi Global
PT Gita Karsa Mandiri ("PT GKM") - 130,312 PT Gita Karsa Mandiri ("PT GKM")
Lain-lain 857 750 Others
Investasi pada Capital fund yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (penghasilan komprehensif
Capital fund Investment stated at fair value
through profit or loss (other comprehensive
lainnya pada 31 Desember 2019) yang dimiliki oleh: income as of December 31, 2019) owned by:
PT NJC 302,745 194,287 PT NJC
Perusahaan 152,348 75,243 the Company
Investasi pada Convertible notes yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi
yang dimiliki oleh:
Investment in Convertible notes
to be measured at stated amortised cost
owned by:
PT Nadya Putra Investama 51,987 58,001 PT Nadya Putra Investama
PT NJC 6,001 16,093 PT NJC
Jumlah 2,291,638 1,860,153 Total

PT PCS dan Perusahaan memiliki investasi pada saham PT Bank Nationalnobu Tbk (Catatan 7).

NJC Grup memiliki investasi dalam saham pada berbagai perusahaan e-commerce. Entitas-entitas anak Perusahaan di atas tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan-perusahaan e-commerce tersebut.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, NJC Grup melakukan penjualan untuk beberapa investasinya dengan nilai transaksi USD13,685, pendapatan lainnya yang diakui di laba rugi tahun berjalan adalah sebesar Rp92.207.

PT PCS and the Company has investment in shares of PT Bank Nationalnobu Tbk (Note 7).

NJC Group has investment in shares of various e–commerce companies. The subsidiaries mentioned above have no significant influence in the e-commerce companies.

For the year ended December 31, 2020, NJC Group sold several investments with transaction amount of USD13,685, other income recognized in current profit or loss amounted to Rp92,207.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

c. Investasi Jangka Panjang Lainnya (lanjutan) c. Other long-term investments (continued)

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019, NJC Grup melakukan penjualan untuk beberapa investasinya dengan nilai transaksi USD26,827, laba yang diakui atas penjualan ini adalah Rp315.698.

PT PEG memiliki investasi saham pada PT Bumi Cakrawala Perkasa (Catatan 7). Pada awal penerapan PSAK 71, PT PEG mengunakan nilai wajar untuk mencatat investasi ini. Selisih antara nilai wajar dan nilai perolehan yang dicatat sebelum penerapan PSAK 71 dicatat pada akun laba ditahan.

PT PCS melalui entitas anak memiliki investasi pada saham PT Ciptadana Capital (Catatan 7).

PT GKM memiliki investasi pada saham Grab Inc. Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, PT GKM menjual semua sisa kepemilikan saham Grab Inc, pendapatan lainnya yang diakui di laba rugi tahun berjalan adalah sebesar Rp63.279.

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019, laba yang diakui atas transaksi penjualan saham Grab Inc adalah Rp314.775.

PT Bintang Sinar Fortuna memiliki investasi pada saham PT Maxx Coffee Prima (Catatan 7).

PT Prima Solusi Global memiliki investasi pada Global Trade Asia Pte Ltd.

PT NJC memiliki investasi pada Capital Fund di Venturra Capital Fund I LP. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, laba yang diakui atas penjualan investasi ini adalah sebesar Rp143.692.

Pada bulan September 2019, Perusahaan melakukan pembelian investasi Capital Ventura di Hedosophia Partners III GP Limited.

PT Nadya Putra Investama memiliki investasi convertible notes yang dikeluarkan oleh PT Cinemaxx Global Pasifik (Catatan 7).

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

For the year ended December 31, 2019, NJC Group sold several investments with transaction amount of USD26,827, the gain on sale of the transaction is amounted to Rp315,698.

PT PEG has ownership in PT Bumi Cakrawala Perkasa (Note 7). At initial implementation of PSAK 71, PT PEG stated this investment at fair value. The difference between the fair value and the cost recorded prior to implementation of PSAK 71 is recorded to retained earning account.

PT PCS, through its subsidiaries, has investment in shares of PT Ciptadana Capital (Note 7).

PT GKM has investment in shares of Grab Inc. For the year ended December 31, 2020, PT GKM sold all of its remaining shares of Grab Inc, other income recognized in current profit or loss amounted to Rp63,279.

For the years ended December 31, 2019, the gain on the sale transactions of Grab Inc shares amounted to Rp314,775.

PT Bintang Sinar Fortuna has investment in shares of PT Maxx Coffee Prima (Note 7).

PT Prima Solusi Global has an investment in Global Trade Asia Pte Ltd.

PT NJC has a venture fund in Venturra Capital Fund I LP. For the period ended December 31, 2019, the gain on sale of this investment amounted to Rp143,692.

In September 2019, the Company entered into a venture capital investment in Hedosophia Patnerss III GP Limited.

PT Nadya Putra Investama has an investment of convertible notes issued by PT Cinemaxx Global Pasifik (Note 7).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

c. Investasi Jangka Panjang Lainnya (lanjutan) c. Other long-term investments (continued)

PT NJC memiliki investasi convertible notes yang dikeluarkan oleh PT Medigo Teknologi Kesehatan, Med247 Pte Ltd, dan Nano Technologies Pte Ltd.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, laba yang belum direalisasi atas investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sebesar Rp351.805 (Catatan 28).

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, laba (rugi) yang belum direalisasi atas investasi yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya masingmasing sebesar (Rp39.618) dan Rp112.715.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The detail of this account is as follows:

9. INVESTASI (lanjutan) 9. INVESTMENTS (continued)

PT NJC has an investment of convertible notes issued by PT Medigo Teknologi Kesehatan, Med247 Pte Ltd, and Nano Technologies Pte Ltd.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the unrealized gain on investments stated at fair value through profit or loss amounted to Rp351,805 (Note 28).

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the unrealized gain (loss) on investments stated at fair value through other comprehensive income amounted to (Rp39,618) and Rp112,715, respectively.

10. PROPERTI INVESTASI 10. INVESTMENT PROPERTIES

Transaksi selama tahun berjalan/ Transactions during the year
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Reklasifikasi/
Reclassification
Pelepasan/
Disposal
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2020 December 31, 2020
Biaya Perolehan
Tanah
Bangunan
175,215
1,128
-
-
-
-
-
-
175,215
1,128
Acquisition Costs
Land
Buildings
Jumlah 176,343 - - - 176,343 Total
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
502 56 - - 558 Accumulated Depreciation
Buildings
Nilai Buku Neto 175,841 175,785 Net Book Value
31 Desember 2019
Biaya Perolehan
December 31, 2019
Acquisition Costs
Tanah
Bangunan
176,931
1,128
500
-
-
-
2,216
-
175,215
1,128
Land
Buildings
Prasarana dan renovasi
bangunan
47 - - 47 - Building improvements
and renovations
Jumlah 178,106 500 - 2,263 176,343 Total
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Prasarana dan renovasi
446 56 - - 502 Accumulated Depreciation
Buildings
Building improvements
bangunan 37 8 - 45 - and renovations
Jumlah 483 64 - 45 502 Total
Nilai Buku Neto 177,623 175,841 Net Book Value

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Properti investasi yang signifikan adalah yang dimiliki oleh:

  • PT MT dengan nilai buku neto Rp118.997 dan nilai jual objek pajaknya sebesar Rp137.760 pada tanggal 31 Desember 2020.
  • Entitas anak PT Nadya Putra Investama ("PT NPI") dengan nilai buku neto Rp50.845 dan nilai wajar sebesar Rp383.165 pada tanggal 31 Desember 2020. Penilaian nilai wajar properti investasi entitas anak PT NPI dilakukan oleh penilai independen, KJPP Firman Suryantoro Sugeng Suzy Hartomo dan Rekan pada tanggal 31 Maret 2019 dengan menggunakan pendekatan pasar.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai properti investasi pada akhir tahun pelaporan.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: The detail of this account is as follows:

10. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 10. INVESTMENT PROPERTIES (continued)

The significant investment properties are owned by:

  • PT MT with net book value of Rp118,997 and taxable sale value of Rp137,760 as at December 31, 2020.
  • Subsidiaries of PT Nadya Putra Investama ("PT NPI") with net book value of Rp50,845 and fair value of Rp383,165 as at December 31, 2020. The fair value of subsidiaries of PT NPI's investment properties assessment was conducted by an independent appraiser, KJPP Firman Suryantoro Sugeng Suzy Hartomo dan Rekan on March 31, 2019 using market approach.

Management believes that there was no impairment of Investment properties at the end of the reporting year.

11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS

Transaksi selama tahun berjalan/ Transactions during year
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition*
Reklasifikasi/
Reclassification**
Pelepasan/
Disposal
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2020 December 31, 2020
Nilai Perolehan Acquisition Costs
Tanah dan hak atas tanah 234,900 33,600 - 19,825 248,675 Land and landright
Bangunan 1,285,564 250,917 4 306,141 1,230,344 Buildings
Prasarana dan renovasi Building improvements
bangunan 987,143 7,681 101,846 96,086 1,000,584 and renovations
Perabot, perlengkapan dan Office furniture, fixtures
peralatan kantor 1,416,302 25,399 85,325 120,929 1,406,097 and equipment
Peralatan dan instalasi 1,638,771 12,923 35,453 40,485 1,646,662 Equipment and installation
Mesin 9,202 189 14 - 9,405 Machinery
Alat-alat transportasi 123,204 713 106 11,815 112,208 Transportation equipment
Peralatan untuk disewakan 630,551 63,533 (23,518) 21,022 649,544 Equipment for rental
Sub-Jumlah 6,325,637 394,955 199,230 616,303 6,303,519 Sub -Total
Aset sewa pembiayaan 276,950 6 (35,091) - 241,865 Finance leased assets
Aset dalam penyelesaian 1,694 32,639 (28,180) - 6,153 Construction in progress
Jumlah 6,604,281 427,600 135,959 616,303 6,551,537 Total
Akumulasi Depresiasi Accumulated Depreciation
Hak atas tanah 97 - - - 97 Landright
Bangunan 735,917 47,194 (12) 150,286 632,813 Buildings
Prasarana dan renovasi Building improvements
bangunan 759,069 82,606 52,230 88,960 804,945 and renovations
Perabot, perlengkapan dan Office furniture, fixtures
peralatan kantor 1,217,388 178,252 32,984 100,303 1,328,321 and equipment
Peralatan dan instalasi 890,005 11,355 14,657 26,342 889,675 Equipment and installation
Mesin 7,328 392 101 - 7,821 Machinery
Alat-alat transportasi 117,463 5,046 101 11,485 111,125 Transportation equipment
Peralatan untuk disewakan 329,552 112,835 (32,283) 21,002 389,102 Equipment for rental
Sub-Jumlah 4,056,819 437,680 67,778 398,378 4,163,899 Sub -Total
Aset sewa pembiayaan 96,998 27,117 (14,676) - 109,439 Finance leased assets
Jumlah 4,153,817 464,797 53,102 398,378 4,273,338 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: (lanjutan) The detail of this account is as follows: (continued)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Transaksi selama tahun berjalan/ Transactions during year
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition*
Reklasifikasi/
Reclassification**
Pelepasan/
Disposal
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2020 (lanjutan) December 31, 2020 (continued)
Penurunan Nilai Aset Tetap Impairment value of fixed assets
Tanah 7,161 - - - 7,161 Land
Bangunan 72,194 - - - 72,194 Buildings
Renovasi bangunan 2,261 - - 1,746 515 Building renovation
Perabot, perlengkapan dan Office furniture, fixtures
peralatan kantor 14,345 - - 8,396 5,949 and equipment
Peralatan dan instalasi 2,626 - - - 2,626 Equipment and installation
Jumlah 98,587 - - 10,142 88,445 Total
Nilai tercatat 2,351,877 2,189,754 Carrying Value

* Penambahan entitas anak baru dengan nilai tercatat Rp284.402 dan akumulasi depresiasi sebesar 888

** termasuk efek selisih kurs penjabaran laporan keuangan entitas anak dalam mata uang asing

* acquisition new subsidiary with a carrying value of Rp284,402 and accumulated depreciation of Rp888

** including the effect of differences in exchange rate translation of subsidiaries' financial statements in foreign currencies

Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Reklasifikasi/
Reclassification*
Pelepasan/
Disposal**
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2019
Nilai Perolehan
December 31, 2019
Acquisition Costs
Tanah dan hak atas tanah 312,330 - - 77,430 234,900 Land and landright
Bangunan 1,282,358 3,594 78,713 79,101 1,285,564 Buildings
Prasarana dan renovasi Building improvements
bangunan 1,152,241 15,611 60,365 241,074 987,143 and renovations
Perabot, perlengkapan dan Office furniture, fixtures
peralatan kantor 1,551,317 40,876 15,749 191,640 1,416,302 and equipment
Peralatan dan instalasi 1,632,823 3,216 3,352 620 1,638,771 Equipment and installation
Mesin 9,202 - - - 9,202 Machinery
Alat-alat transportasi 115,439 604 9,635 2,474 123,204 Transportation equipment
Peralatan untuk disewakan 319,067 295,377 27,532 11,425 630,551 Equipment for rental
Sub-Jumlah 6,374,777 359,278 195,346 603,764 6,325,637 Sub -Total
Aset sewa pembiayaan 290,897 6,073 (20,020) - 276,950 Finance leased assets
Aset dalam penyelesaian 78,524 36,152 (112,982) - 1,694 Construction in progress
Jumlah 6,744,198 401,503 62,344 603,764 6,604,281 Total
Akumulasi Depresiasi Accumulated Depreciation
Hak atas tanah 97 - - - 97 Landright
Bangunan 710,079 56,597 - 30,759 735,917 Buildings
Prasarana dan renovasi Building improvements
bangunan 889,938 99,432 (32,720) 197,581 759,069 and renovations
Perabot, perlengkapan dan Office furniture, fixtures
peralatan kantor 1,146,255 200,464 (421) 128,910 1,217,388 and equipment
Peralatan dan instalasi 875,951 14,483 (1) 428 890,005 Equipment and installation
Mesin 6,859 469 - - 7,328 Machinery

* termasuk efek selisih kurs penjabaran laporan keuangan entitas anak dalam mata uang asing

* including the effect of differences in exchange rate translation of

subsidiaries' financial statements in foreign currencies ** including fixed assets of subsidiaries which decreased due to the appraisal revaluation of Rp628

** termasuk aset tetap Entitas-entitas anak yang mengalami penurunan karena penilaian kembali appraisal sebesar Rp628

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

Rincian akun ini adalah sebagai berikut: (lanjutan) The detail of this account is as follows: (continued)

Transaksi selama tahun berjalan/ Transactions during year
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Reklasifikasi/
Reclassification*
Pelepasan/
Disposal**
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2019 (lanjutan)
Akumulasi Depresiasi (lanjutan)
December 31, 2019 (continued)
Accumulated Depreciation (continued)
Alat-alat transportasi
Peralatan untuk disewakan
111,080
228,721
8,584
89,723
2
19,665
2,203
8,557
117,463
329,552
Transportation equipment
Equipment for rental
Sub-Jumlah
Aset sewa pembiayaan
3,968,980
83,218
469,752
33,516
(13,475)
(19,736)
368,438
-
4,056,819
96,998
Sub -Total
Finance leased assets
Jumlah 4,052,198 503,268 (33,211) 368,438 4,153,817 Total
Penurunan Nilai Aset Tetap
Tanah
Bangunan
7,161
72,822
-
-
-
-
-
628
7,161
72,194
Impairment value of fixed assets
Land
Buildings
Renovasi bangunan
Alat-alat transportasi
Perabot, perlengkapan dan
14,962
6
2,261
-
-
-
14,962
6
2,261
-
Building renovation
Transportation equipment
Office furniture, fixtures
peralatan kantor
Peralatan dan instalasi
36,050
2,626
14,329
-
-
-
36,034
-
14,345
2,626
and equipment
Equipment and installation
Jumlah 133,627 16,590 - 51,630 98,587 Total
Nilai Tercatat 2,558,373 2,351,877 Carrying Value

* termasuk efek selisih kurs penjabaran laporan keuangan entitas anak dalam mata uang asing

** termasuk aset tetap Entitas-entitas anak yang mengalami penurunan karena penilaian kembali appraisal sebesar Rp628

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan dan entitas anak menjual dan menghapus aset tetap tertentu, dan pada tanggal 31 Desember 2019 Perusahaan dan entitas anak menjual dan menghapus aset tetap tertentu diluar transaksi PT MMI menjual dan sewa balik aset tetap dengan rincian sebagai berikut:

* including the effect of differences in exchange rate translation of subsidiaries' financial statements in foreign currencies

** including fixed assets of subsidiaries which decreased due to the

appraisal revaluation of Rp628

For the years ended December 31, 2020, the Company and subsidiaries have sold and write off certain fixed assets with,and on December 31, 2019, the Company and subsidiaries have, and write off sold certain fixed assets excluding PT MMI on sales and leaseback transaction of fixed assets details as follows:

2020 2019
Harga jual 532,176 159,795 Proceeds
Nilai buku neto (207,783) (68,938) Net book value
Laba 324,393 90,857 Gain

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Pada tanggal 7 November 2019, entitas anak, PT MMI dan PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) menandatangani kesepakatan bersama sehubungan rencana transaksi jual dan transaksi sewa atas 6 gudang arsip Perusahaan yang berlokasi di Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang. PT MMI telah mengumumkan Keterbukaan Informasi sehubungan dengan transaksi tersebut, yang merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2. Kemudian berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No. 07 tanggal 17 Desember 2019, para pemegang saham PT MMI menyetujui antara lain, rencana transaksi jual dan transaksi sewa tersebut. Pada tanggal 26 sampai 27 Desember 2019, PT MMI dan PT MAC menandatangani Akta Jual Beli dengan total harga penjualan sebesar Rp226.300 dan menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang.

Rincian penjualan aset tetap PT MMI melalui transaksi jual dan sewa balik untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

On November 7, 2019, Subsidiary, PT MMI and PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) signed a mutual agreement relating to the planned sale and lease transactions of the Company's 6 warehouses located in Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru and Palembang. PT MMI has announced Public Information Disclosure in connection with the proposed transactions, which are material trasactions as referred to in Bapepam and LK Regulation No. IX.E.2. Then based on the Notarial Deed of Minutes of the Company's Extraordinary General Meeting of shareholders No. 07 dated December 17, 2019, the Company's shareholders among other, agreed to sale and lease transaction plan. On December 26 to 27, 2019, PT MMI and PT MAC signed into a Sale and Purchase Deed with a total sales price of Rp226,300 and signed into leasing the warehouse contracts.

Details of the sales on fixed assets of PT MMI based on sales and leaseback transaction for the years ended December 31, 2019 are as follows:

Harga jual
Nilai buku neto
226,300
(115,387)
Proceeds
Net book value
Laba Penjualan Aset Tetap 110,913 Gain on Sale of Fixed Assets
Laba Ditangguhkan atas Transaksi
Jual dan Sewa Balik - Neto
(4,422) Deferred Gain on Sale and Leaseback Net
Laba yang Dikreditkan pada Gain Credited to Statement of
Laporan Laba Rugi 106,491 Profit or Loss

Penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing dibebankan sebagai berikut:

The depreciation for the years ended December 31, 2020 and 2019 are charged to the following:

2020 2019
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 249,154 291,176 General and administrative expenses (Note 27)
Beban pokok penjualan barang dan jasa 207,663 209,497 Cost of goods and services sold
Beban penjualan 7,092 2,595 Selling expenses
Jumlah 463,909 503,268 Total

Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai perolehan bruto aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp796.498 dan Rp649.336.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the cost of fixed assets which have been fully depreciated and still in used amounted to Rp796,498 and Rp649,336, respectively.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Hak atas tanah merupakan Hak Guna Bangunan ("HGB") dan Hak Milik Rumah Susun ("HMRS") atas bangunan yang terletak di beberapa kota di Indonesia. HGB dan HMRS akan berakhir pada berbagai tanggal sampai tahun 2045. HGB dan HMRS adalah atas nama Perusahaan dan Entitas Anak.

Aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2020 berupa bangunan, renovasi bangunan, perabot, perlengkapan, dan peralatan kantor, dan juga peralatan untuk disewakan yang masih dalam penyelesaian sebesar Rp6.153, dengan persentase penyelesaian berkisar antara 90% sampai 95% dan estimasi penyelesaian pekerjaan terakhir akan selesai pada tahun 2021. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan dalam penyelesaian aset tersebut.

Berdasarkan hasil penelahaan atas aset tetap pada akhir periode, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai aset tetap cukup untuk menutup kemungkinan kerugian oleh karena penurunan aset tetap.

Perusahaan dan Entitas Anak mengasuransikan sebesar Rp1.521.269, USD222,723, dan RMB236,720, pada tanggal 31 Desember 2020 atas seluruh aset tetapnya, kecuali tanah, terhadap kebakaran dan risiko lainnya. Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut. Pertanggungan tersebut terutama dilakukan oleh PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bintang Tbk, China Ping An Overseas (Holdings) Limited, PT Asuransi Wahana Tata, PT Aon Indonesia, (seluruhnya pihak ketiga) dan PT Lippo General Insurance Tbk (pihak berelasi).

Pada tanggal 31 Desember 2020, nilai wajar aset tetap yang signifikan adalah milik entitas anak PT MP dan PT NPI dengan rincian sebagai berikut:

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

The land represents rights (Hak Guna Bangunan "HGB" and Hak Milik Rumah Susun "HMRS") for parcels of land and buildings located in several cities in Indonesia. These HGB and HMRS will expire on various dates until 2045. The HGB and HMRS are under the names of the Company and Subsidiaries.

Construction in progress on December 31, 2020 in the form of buildings, building renovations, office furniture, fixtures, and equipment, and also equipment for rental that are still under construction amounted to Rp6,153, with percentage of completion ranging from 90% to 95% and the estimated completion of the final project will be completed in 2021. Management believes that there are no obstacles in the completion of the assets.

Based on the review of the fixed assets at the end of period, management of the Company are of the opinion that the allowance for impairment of fixed assets is adequate to cover possible losses due to impairment of fixed assets.

The Company and Subsidiaries carry insurance for Rp1,521,269, USD222,723 and RMB236,720 as of December 31, 2020 on their respective fixed assets, except for land, from fire and other risks. The management of the Company and Subsidiaries believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks. The coverage is mainly covered by PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bintang Tbk, China Ping An Overseas (Holdings) Limited, PT Asuransi Wahana Tata, PT Aon Indonesia, (all third parties) and PT Lippo General Insurance Tbk (related party).

On December 31, 2020, the fair value of significant fixed assets that are owned by subsidiaries of PT MP and PT NPI are as follows:

Nilai buku neto/
Net book value
Nilai wajar/
Fair value
PT Matahari Pacific
PT Nadya Putra Investama
154,835
56,570
1,338,901
294,187
PT Matahari Pacific
PT Nadya Putra Investama
Jumlah 211,405 1,633,088 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Penilaian nilai wajar aset dilakukan oleh penilai independen, KJPP Firman Suryantoro Sugeng Suzy Hartomo dan Rekan pada tanggal 31 Maret 2019 berdasarkan pendekatan pasar, biaya dan pendapatan.

Aset tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dan pembiayaan yang diperoleh Perusahaan dan Entitas Anak tertentu (Catatan 20 dan 21).

12. SEWA DIBAYAR DIMUKA JANGKA PANJANG 12. LONG-TERM PREPAID RENTS

Perusahaan sebagai penyewa

Perusahaan memiliki kontrak sewa untuk berbagai properti dan peralatan lain yang digunakan dalam operasinya. Sewa properti umumnya memiliki jangka waktu sewa bervariasi sampai dengan 20 tahun. Peralatan lain umumnya memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan/atau bernilai individual rendah.

Selain pembayaran sewa tetap, Perusahaan juga menyewa sejumlah properti dengan pembayaran sewa variabel yang didasarkan pada penjualan yang dihasilkan dari toko. Pembayaran sewa variabel tersebut diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.

Sewa dibayar di muka jangka panjang

Pada tanggal 31 Desember 2019, akun ini terutama merupakan pembayaran sewa dibayar di muka jangka panjang untuk lokasi toko-toko PT MPP diantaranya di Lippo Village, Cikarang Orange County, Bau-bau, Kupang Eltari, Orang Kayo Hitam Jambi, Lubuk Linggau, Bellatera Kelapa Gading, Poso, Manado Kairagi, dan toko lainnya, serta lokasi milik PT Mulia Persada Pertiwi di Bellanova Country Mall.

Sewa dibayar di muka jangka panjang berjangka waktu bervariasi sampai dengan 25 tahun.

Perusahaan telah menyesuaikan saldo awal sewa dibayar di muka jangka panjang pada tanggal 1 Januari 2020 untuk mengakui aset hak-guna atas sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa dibayar di muka jangka panjang.

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued)

The assessment of asset's fair value was conducted by an independent appraiser, KJPP Firman Suryantoro Sugeng Suzy Hartomo and Associates on March 31, 2019 based on market, cost and income approaches.

Certain fixed assets are used as collaterals for loan and finance lease facilities obtained by the Company and certain Subsidiaries (Notes 20 and 21).

The Company as lessee

The Company has a lease contracts for various items of property and other equipment used in its operations. Leases of property generally have lease term varies up to 20 years. Other equipment generally has lease terms of 12 months or less and/or is individually low value.

Aside from fixed lease payment, the Company also leased several properties that contain variable lease payment terms that are based on the sales generated from the store. Such variable lease payments are recognised to profit or loss when incurred.

Long-term prepaid rents

As of December 31, 2019, this account mainly represents the long-term rent prepayments for the PT MPP's stores located such as at Lippo Village, Cikarang Orange County, Bau-bau, Kupang Eltari, Orang Kayo Hitam Jambi, Lubuk Linggau, Bellatera Kelapa Gading, Poso, Manado Kairagi, and other stores, and for the store location owned by PT Mulia Persada Pertiwi at Bellanova Country Mall.

The long-term prepaid rents have lease terms that vary up to 25 years.

The Company has adjusted the opening balance of long term prepaid rents as of January 1, 2020 to recognised the right-of-use assets to leases that were previously classified as long-term prepaid rent.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

12. SEWA DIBAYAR DIMUKA JANGKA PANJANG (lanjutan)

Aset hak-guna

Nilai tercatat atas aset hak guna Perusahaan dan pergerakan sepanjang tahun adalah sebagai berikut:

12. LONG-TERM PREPAID RENTS (continued)

Right-of-use assets

The carrying amounts of the Company right of use assets and the movements during the year are as follows:

Nilai/ Amount
Bangunan / Buildings
Pada 1 Januari 2020/ As at January 1, 2020 2,692,170
Penambahan dari sewa baru/ Additions arising from new leases 92,013
Pengurangan/ Deductions (20,021)
Depresiasi tahun berjalan/ Depreciation charged for the year (422,939)
Translasi/ Translation 41,572
Eliminasi/ Elimination (46,859)
Saldo 31 Desember 2020/ Balance as at December 31, 2020 2,335,936

Aset hak guna kepada pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2020 adalah Rp426.646 (Catatan 7).

Liabilitas sewa

Nilai tercatat atas liabilitas sewa dan pergerakan sepanjang tahun adalah sebagai berikut:

Right-of-use asset to related parties as of December 31, 2020 amounted to Rp426,646 (Note 7).

Lease Liabilities

The carrying amounts of lease liabilities and the movements during the year are as follows:

Nilai/ Amount
Pada 1 Januari 2020/ As at January 1, 2020 3,055,171
Penambahan dari sewa baru/ Additions arising from new leases 89,530
Pengurangan/ Deductions (12,341)
Penambahan bunga diakui selama tahun berjalan/ Accretion of interest recognised during the year 326,045
Pembayaran/ Payments (589,439)
Diskon rental/ Rental Discount (6,962)
Translasi/ Translation 96,950
Saldo 31 Desember 2020/ Balance as at December 31, 2020 2,958,954
Dibagi menjadi/ Analysed into:
Bagian lancar/ Current portion 283,942
Bagian jangka panjang/ Non-current portion 2,675,012

Analisa jatuh tempo atas nilai kontraktual liabilitas sewa yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2020:

The maturity of analysis of contractual undiscounted lease liabilities as at December 31, 2020:

Jumlah/Total
Untuk tahun pertama 213,881 For the first year
Antara tahun kedua sampai tahun ke lima 344,412 Between second to fifth year
Setelah tahun kelima 4,819 After the fifth year
Jumlah 563,112 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

12. SEWA DIBAYAR DIMUKA JANGKA PANJANG (lanjutan)

Nilai yang diakui dalam laba rugi

Nilai yang diakui dalam laba rugi yang berhubungan dengan sewa tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

12. LONG-TERM PREPAID RENTS (continued)

Amounts recognised in profit or loss

The amounts recognised in profit or loss in relation to leases for the year ended December 31, 2020 are as follows:

Nilai/ Amount
Bunga atas liabilitas sewa/ Interest on lease liabilities (326,045)
Biaya depresiasi aset hak-guna/ Depreciation charge of right-of-use assets (422,939)
Biaya sehubungan dengan sewa jangka pendek dan sewa bernilai rendah/ Expense relating to short term leases
and low value lease (38,376)
Pembayaran sewa variabel tidak termasuk dalam pengukuran kewajiban sewa / Variable lease payments not
included in the measurement of lease liabilities (43,911)
Diskon/ Discount 6,962
Jumlah/ Total (824,309)

Biaya depresiasi aset hak guna untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dibebankan sebagai berikut:

Depreciation expense of right-of-use assets for the year ended December 31, 2020 is charge as follows:

2020
Selling expenses (Note 27)
Cost of goods and services sold
5,671 General and administrative expenses
422,939 Total
376,748
40,520

Opsi perpanjangan

Sewa untuk properti tertentu mengandung opsi perpanjangan, di mana pembayaran sewa terkait perpanjangan belum dimasukkan dalam liabilitas sewa karena Perusahaan belum mendapat kepastian yang cukup untuk menggunakan opsi perpanjangan ini.

Perusahaan sebagai pesewa

Perusahaan menyewakan beberapa properti yang diklasifikasikan dalam aset tetap dan hak pakai, dengan jangka waktu sewa dari 1 hingga 20 tahun. Sewa ini diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa yang diterima dari sewa operasi ini pada tanggal 31 Desember 2020 adalah Rp240.972.

Extension options

The leases for certain properties contain an extension, for which the related lease payment had not been included in the lease liabilities as the Company is not reasonably certain to exercise this extension option.

The Company as lessor

The Company leased out some of its properties classified under fixed assets and right of use assets, with leases term from 1 to 20 years. These leases are classified as operating leases. Rental income received from this operating lease as of December 31, 2020 is Rp240,972.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

12. SEWA DIBAYAR DIMUKA JANGKA PANJANG (lanjutan)

Perusahaan sebagai pesewa (lanjutan)

Pembayaran sewa yang tidak didiskontokan dari sewa operasi yang akan diterima setelah tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

12. LONG-TERM PREPAID RENTS (continued)

The Company as lessor (continued)

Undiscounted lease payments from the operating leases to be received after the reporting date are as follows:

Jumlah/Total
Untuk tahun pertama 628,061 For the first year
Antara tahun kedua sampai tahun ke lima 2,611,518 Between second to fifth year
Setelah tahun kelima 844,244 After the fifth year
Jumlah 4,083,823 Total

13. ASET TAKBERWUJUD 13. INTANGIBLE ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Transaksi selama tahun berjalan / Transactions during the year
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Addition
Reklasifikasi/
Reclassification*
Pelepasan/
Disposal
Saldo akhir/
Ending
Balance
31 Desember 2020
Piranti lunak komputer
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
83,819
(72,582)
689
(6,635)
9,925
(9,893)
(1,093)
1,071
93,340
(88,039)
December 31, 2020
Computer software
Acquisition cost
Accumulated amortization
Nilai buku neto
Goodwill
Penurunan nilai goodwill
11,237
187,003
(83,946)
(5,946)
-
-
32
-
-
(22)
-
-
5,301
187,003
(83,946)
Net book value
Goodwill
Impairment of goodwill
Neto 114,294 108,358 Net
31 Desember 2019
Piranti lunak komputer
Nilai tercatat
Akumulasi amortisasi
83,579
(66,488)
979
(6,698)
(295)
161
(444)
443
83,819
(72,582)
December 31, 2019
Computer software
Acquisition cost
Accumulated amortization
Nilai buku
Goodwill
Penurunan nilai goodwill
17,091
187,003
(56,259)
(5,719)
-
(27,687)
(134)
-
-
(1)
-
-
11,237
187,003
(83,946)
Net book value
Goodwill
Impairment of goodwill
Neto 147,835 114,294 Net

* termasuk efek selisih kurs penjabaran laporan keuangan entitas anak dalam mata uang asing

Manajemen perusahaan berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai telah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian karena adanya penurunan nilai.

Amortisasi untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp6.635 dan Rp6.698 dibebankan pada beban usaha dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

* including the effect of differences in exchange rate translation of subsidiaries' financial statements in foreign currencies

Management believes that the allowance for impairment is sufficient to cover any possibilities of impairment.

The amortization for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp6,635 and Rp6,698, respectively, were charged to operating expenses in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

14. ASET/ LIABILITAS KELOMPOK LEPASAN YANG DIMILIKI UNTUK DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK

Pada tahun 2016, Perusahaan memutuskan untuk mengurangi risiko bisnis ritel dengan tidak meneruskan operasi usaha bisnis Hipermart di Cina. Sampai dengan saat ini, Perusahaan masih menunggu proses legal penutupan operasi. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset dan liabilitas terkait usaha ini disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai akun-akun "Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik" dan "Liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik", hasil operasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 disajikan terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai akun "Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan".

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN JANGKA PENDEK

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

14. ASSETS/ LIABILITIES OF DISPOSAL GROUP CLASSIFIED AS HELD FOR DISTRIBUTION TO OWNERS

In 2016, The Company decided to reduce exposure in retail business by discontinuing the Hipermart's business in China. Until now, the company is still waiting for the legal process of closing operations. As of December 31, 2020 and 2019, the assets and liabilites related to the business are presented in the consolidated statement of financial position as "Assets of disposal group classified as held for distribution to owners" and "Liabilities directly associated with disposal group classified as held for distribution to owners" and the operation results for the years ended December 31, 2020 and 2019 are presented separately in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as "Profit (loss) for the year from discontinued operation".

15. SHORT-TERM BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI") 500,000 500,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI")
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") 400,000 - PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
Bank of China (Hong Kong) Limited ("BoC") 60,000 150,000 Bank of China (Hong Kong ) Limited ("BoC")
PT Investree Radhika Jaya 23,613 39,595 PT Investree Radhika Jaya
PT Century Tokyo Leasing Indonesia ("CTLI") 6,077 - PT Century Tokyo Leasing Indonesia ("CTLI")
PT Globalindo Multifinance 1,998 - PT Globalindo Multifinance
PT Bank Mega Tbk ("MEGA") - 21,416 PT Bank Mega Tbk ("MEGA")
PT Bank QNB Indonesia Tbk ("QNB") - 17,169 PT Bank QNB Indonesia Tbk ("QNB")
Tokyo Century Leasing (Singapore) Pte. Ltd. Tokyo Century Leasing (Singapore) Pte. Ltd.
("TCS") - USD935 - 12,999 ("TCS") - USD935
Jumlah 991,688 741,179 Total

Informasi signifikan terkait utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek adalah sebagai berikut:

BNI

PT MPP memperoleh fasilitas kredit modal kerja berulang dari BNI dengan jumlah maksimum sebesar Rp500.000 yang tersedia sampai dengan tanggal 22 Desember 2022. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 10,5% per tahun (Catatan 40).

Significant information related to short term bank and other financial institution loan are as follow:

BNI

PT MPP obtained a revolving working capital loan facility from BNI with a total maximum amount of Rp500,000 that is available up to December 22, 2022. This facility bears an interest of 10.5% per annum (Note 40).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN JANGKA PENDEK (lanjutan)

Informasi signifikan terkait utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek adalah sebagai berikut: (lanjutan)

CIMB

PT MPP memperoleh fasilitas kredit Pinjaman Tetap (on demand) atas permintaan dari CIMB dengan jumlah maksimum sebesar Rp200.000 dan Rp250.000 yang masing-masing tersedia sampai dengan tanggal 30 Juni 2021 dan 13 Desember 2021. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,50% - 11,00% per tahun.

BoC

PT MPP memperoleh fasilitas pinjaman berulang dengan jumlah maksimum Rp100.000, yang tersedia sampai dengan tanggal 31 Oktober 2021. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 8,89% - 9,25% per tahun (Catatan 40).

PT Investree Radhika Jaya

PT Brilliant Ecommerce Berjaya ("PT BEB") memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Investree Radhika Jaya berupa fasilitas pembiayaan tagihan piutang, utang, pembiayaan pembeli dan faktur proforma dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp35.000, Rp15.000, Rp13.500, dan Rp20.000. Fasilitas pinjaman ini bersifat berulang selama 12 bulan dan dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo yaitu sampai dengan 29 Juli 2021. Fasilitas ini juga dikenakan bunga sebesar 16% - 19% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan piutang tertentu (Catatan 4).

CTLI

Pada tanggal 3 Juli 2020, PT BEB memperoleh fasilitas pinjaman melalui pembiayaan tagihan dari CTLI dengan jumlah maksimum sebesar USD2,000 yang tersedia dalam mata uang rupiah selama satu tahun sejak tanggal perjanjian dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,9% per tahun selama 2020. Pinjaman ini dijaminkan dengan piutang tertentu (Catatan 4).

15. SHORT-TERM BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Significant information related to short term bank and other financial institution loan are as follow: (continued)

CIMB

PT MPP obtained fixed loan on demand credit facilities from CIMB with maximum amount of Rp200,000 and Rp250,000 which are available up to June 30, 2021 and December 13, 2021, respectively. The loan facilities bear interest of 10.50% - 11.00% per annum.

BoC

PT MPP obtained revolving loan facilities with total maximum amount of Rp100,000, that is available up to October 31, 2021. This facility bears an interest of 8.89% - 9.25% per annum (Note 40).

PT Investree Radhika Jaya

PT Brilliant Ecommerce Berjaya ("PT BEB") obtained loan facilities from PT Investree Radhika Jaya in the forms of invoice account receivables, account payables, buyer financing, and pre-invoice financing facilities with maximum amount of Rp35,000, Rp15,000, Rp13,500, and Rp20,000, respectively. The loan facilities are revolving for 12 months and can be extended upon maturity which is up to July 29, 2021. The facilities bear interest of 16% - 19% per annum. The loan is secured with certain receivables (Note 4).

CTLI

On July 3, 2020, PT BEB obtained a loan facility by invoice financing from CTLI with maximum facility amount of USD2,000 available in Rupiah currency for up to one year since the agreement date and could be extended upon approval from both parties. The loan facility bears interest at 10.9% per annum during 2020. The loan is secured with certain receivables (Note 4).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

15. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN JANGKA PENDEK (lanjutan)

Informasi signifikan terkait utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek adalah sebagai berikut: (lanjutan)

PT Globalindo Multifinance

Pada tanggal 22 Desember 2020, PT BEB memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Globalindo Multifinance berupa fasilitas anjak piutang sebesar Rp2.000 dengan bunga sebesar 14% per tahun yang tersedia sampai dengan 9 Juni 2021. Pinjaman ini dijamin dengan piutang tertentu (Catatan 4).

MEGA

PT BEB memperoleh fasilitas pinjaman demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp30.000. Fasilitas tersebut tersedia sampai dengan 17 April 2021. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13,50% per tahun. Pada tanggal 19 Juni 2020, fasilitas pinjaman ini telah dibayar.

QNB

PT BEB memperoleh fasilitas pinjaman demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp45.000. Fasilitas tersebut tersedia sampai dengan 12 Februari 2020. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar 9,17% - 9,22%. Fasilitas kredit ini telah dilunasi pada tanggal 12 Februari 2020.

TCS

Pada tanggal 15 Mei 2019, PT BEB memperoleh fasilitas pinjaman dari TCS dengan jumlah sebesar USD8,300 dan dikenakan bunga sebesar 7,07% per tahun. Fasilitas pinjaman tersebut tersedia sampai dengan 30 Juni 2021. Jangka waktu pembayaran kembali dilakukan pada tanggal 15 November 2019. Pada tangal 18 Juni 2020, fasilitas pinjaman ini telah dibayar.

Seluruh biaya keuangan yang timbul dicatat dalam akun beban keuangan.

Entitas-entitas anak Perusahaan juga diwajibkan untuk memenuhi rasio keuangan tertentu, antara lain, EBITDA to interest ratio, net debt to equity ratio, dan current ratio.

Entitas-entitas anak Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan pinjaman atau memperoleh waiver sebagaimana diperlukan.

15. SHORT-TERM BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Significant information related to short term bank and other financial institution loan are as follow: (continued)

PT Globalindo Multifinance

On December 22, 2020, PT BEB obtained a loan facility from PT Globalindo Multifinance in the form of factoring with recourse agreement with maximum amount of Rp2,000 with interest rate of 14% per annum available up to June 9, 2021 The loan is secured with certain receivables (Note 4).

MEGA

PT BEB obtained a demand loan facility with a maximum amount of Rp30,000. The facility is available until April 17, 2021. This facility bears an interest of 13.50% per annum. On June 19, 2020, this loan facility was repaid.

QNB

PT BEB obtained a demand loan facility with a maximum amount of Rp45,000. The facility is available until February 12, 2020. This facility bears an annual interest at 9.17% - 9.22%. This credit facility was fully paid on February 12, 2020.

TCS

On May 15, 2019, PT BEB obtained a loan facility from TCS amounting to USD8,300 with interest at 7.07% per annum. The facility is available until June 30, 2021. Repayment will be due on November 15, 2019. On June 18, 2020, this loan facility was repaid.

All financial costs arising are recorded in the financial expense account.

The Subsidiaries are required to comply with certain conditions, such as, EBITDA to interest ratio, net debt to equity ratio, and current ratio.

Subsidiaries have complied with all existing loan covenants or obtained the necessary waiver as requested.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Akun ini merupakan kewajiban kepada para pemasok: This account represents liabilities to suppliers:

16. UTANG USAHA 16. TRADE PAYABLES

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
1,127,989
265,467
1,171,807
325,580
Direct purchase
Consignment
1,393,456 1,497,387 Total

Rincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 31.

Utang usaha kepada pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp4.895 dan Rp6.479 (Catatan 7).

Details of balances in foreign currencies are disclosed in Note 31.

As at December 31, 2020 and 2019, the trade payables to related parties amounted to Rp4,895 and Rp6,479, respectively (Note 7).

17. BEBAN AKRUAL 17. ACCRUED EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Pemeliharaan dan jasa 527,403 524,412 Maintenance and services
Pemasaran dan perlengkapan 109,147 109,693 Marketing and supplies
Sewa 72,128 83,413 Rent
Listrik dan energi 66,772 69,528 Electricity and energy
Lain-lain 232,169 212,951 Others
Jumlah 1,007,619 999,997 Total

Rincian saldo dalam mata uang asing diungkapkan dalam Catatan 31.

18. LIABILITAS KEUANGAN LAINNYA DAN LIABILITAS LAINNYA

Liabilitas keuangan lainnya mencakup antara lain kewajiban kepada kontraktor untuk pekerjaan renovasi bangunan, termasuk dekorasi toko, dan pembayaran beban pemasaran, tenant deposit dan liabilitas sewa (Catatan 12).

Liabilitas lainnya mencakup uang muka pelanggan dan pendapatan ditangguhkan.

Details of balances in foreign currencies are disclosed in Note 31.

18. OTHER FINANCIAL LIABILITIES AND OTHER LIABILITIES

Other current financial liabilities comprises of liabilities to contractors for building renovation works, including store decoration, and payment for marketing, tenant deposit and lease liability (Note 12).

Other liabilities comprises of advances from customer and deferred revenue.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

19. PERPAJAKAN

a. Pajak Dibayar di Muka

19. TAXATION

a. Prepaid Taxes

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Tagihan Restitusi Pajak: Claim for tax refund:
- 2020 18,676 - - 2020
- 2019 45,790 45,790 - 2019
- 2018 - 88,559 - 2018
Pajak Pertambahan Nilai - neto 122,379 104,992 Value Added Tax - net
Pajak penghasilan lainnya 13,767 14,891 Other income taxes
Jumlah 200,612 254,232 Total

b. Utang Pajak b. Taxes Payable

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Pajak Penghasilan Badan:
Entitas Anak
154,418 138,081 Corporate Income Tax:
Subsidiaries
Pajak Pertambahan Nilai - neto 26,897 50,472 Value Added Tax - net
Pajak penghasilan lainnya: Other income taxes:
- Pasal 23 3,254 8,528 - Art 23
- Pasal 21 10,330 6,666 - Art 21
- Pasal 4(2) 9,793 1,782 - Art 4(2)
- Pasal 26 2,009 1,026 - Art 26
Lain-lain 2,303 3,369 Others
Sub Jumlah 27,689 21,371 Sub Total
Jumlah 209,004 209,924 Total

Beban pajak final terutama merupakan pajak pasal 4(2) yang berasal dari sewa dan pajak pengalihan atas tanah dan/ atau bangunan.

c. Beban Pajak Final c. Final Tax Expense

Final tax expense mainly comprises of tax article 4(2) resulting from rent and tax for land and/ or building acquisition.

d. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan d. Income Tax Benefit (Expense)

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Perusahaan
-Penyesuaian tahun lalu
-Tangguhan
(6,569)
(10,619)
(29,420)
2,446
The Company
- Prior year adjustment
- Deferred
(17,188) (26,974)
Entitas Anak
- Kini
- Tangguhan
(120,075)
(44,073)
(212,542)
(229,945)
Subsidiaries
- Current
- Deferred
(164,148) (442,487)
Jumlah (181,336) (469,461) Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

d. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) d. Income Tax Benefit (Expense) (continued)

Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan, seperti yang disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

A reconciliation between loss before final and income tax, as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and estimated taxable loss of the Company for the years ended December 31, 2020 and 2019, are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Rugi konsolidasian sebelum pajak
final dan pajak penghasilan
(769,027) (499,001) Consolidated gain loss before final
and income tax
Rugi (laba) neto entitas anak sebelum
pajak penghasilan
74,394 (107,873) Subsidiaries loss (gain) before income tax
Bagian atas rugi (laba) neto entitas asosiasi 246,041 (199,650) Equity in net loss (gain) of associates
Rugi sebelum pajak final dan pajak
penghasilan Perusahaan
Pendapatan yang dikenakan pajak final
(448,592)
(14,886)
(806,524)
(11,425)
Loss before final tax and income
tax of the Company
Income subject to final tax
Rugi sebelum pajak penghasilan (463,478) (817,949) Loss before income tax
Perbedaan waktu:
- Selisih antara penyusutan dan amortisasi
komersial dan fiskal
- Penyisihan imbalan karyawan
(610)
8,895
(622)
10,577
Timing differences:
- Depreciation and amortization differences
between commercial and fiscal
- Employee benefits
Perbedaan tetap:
- Pendapatan dividen
- Lain-lain
-
(2,283)
169,928
3,880
Permanent differences:
- Dividend income
- Others
Taksiran rugi fiskal
Akumulasi rugi fiskal
(457,476)
(634,186)
(634,186)
(717,320)
Estimated taxable loss
Tax losses carryforward
Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang
dapat dikompensasi
(1,091,662) (1,351,506) Estimated fiscal loss that can be
compensated to the Company
Beban pajak penghasilan kini - Perusahaan - - Current tax expense – the Company
Estimasi klaim atas pengembalian
pajak penghasilan Perusahaan
- 35,190 Estimated claim for income tax
refund of the Company

Laba/rugi kena pajak menjadi dasar penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan ("SPT") pajak penghasilan badan.

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, jumlah taksiran rugi fiskal didasarkan atas perhitungan sementara. Perusahaan belum menyampaikan SPT pajak penghasilan badan tahun 2020.

Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan dihitung secara tahunan untuk Perusahaan dan masingmasing Entitas anak sebagai entitas yang terpisah. Laporan keuangan konsolidasian tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan.

Taxable income/loss are the basis for preparation of corporate income tax return.

In this consolidated financial statements, the amount of estimated taxable loss is based on preliminary calculations. The Company has not yet submitted its corporate income taxes return for the year 2020.

According to Indonesian Taxation Law, the corporate income tax is computed on an annual basis for the Company and each of the subsidiaries as separate entities. The consolidated financial statements cannot be used for the calculation of corporate income tax.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

d. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) d. Income Tax Benefit (Expense) (continued)

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan konsolidasian yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari rugi konsolidasian sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between the consolidated income tax expense which is calculated using the effective tax rate from the consolidated loss before income tax for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Rugi konsolidasian sebelum pajak final
dan pajak penghasilan
Penghasilan yang telah dikenakan pajak final
(769,027)
(14,886)
(499,001)
(11,425)
Consolidated loss before final tax
and income tax
Income subject to final tax
Rugi sebelum pajak penghasilan (783,913) (510,426) Loss before income tax
Beban pajak penghasilan dihitung dengan
tarif yang berlaku 22% (2019 : 25%)
Pendapatan dividen
Laba (rugi) entitas anak dan asosiasi
Biaya yang tidak dapat dikurangkan
Lain-lain
-
-
(70,496)
502
59,376
-
(42,482)
76,881
(970)
(30,983)
Income tax expense calculated at
an effective rate 22% (2019 : 25%)
Dividend income
Gain (loss) from subsidiaries and associates
Non-deductible expenses
Others
Manfaat pajak penghasilan - Perusahaan
Penyesuaian tahun lalu - Perusahaan
Beban pajak penghasilan
Entitas - entitas anak
(10,618)
(6,569)
(164,149)
2,446
(29,420)
(442,487)
Income tax benefit – Company
Prior year adjustment - Company
Income tax expense
Subsidiaries
Beban pajak penghasilan (181,336) (469,461) Income tax expense

e. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan e. Deferred Tax Assets (Liabilities)

Dikreditkan(dibebankan) ke/Credited (charged) to
Awal
tahun/
beginning
of the year
Laporan
laba rugi/
Statement of
profit or loss
Pendapatan
komprehensif
lain/
Other
comprehensive
income
Lainnya/
Other
Akhir
tahun/
End of the
the year
31 Desember 2020
Aset pajak tangguhan
December 31, 2020
Deferred tax assets
Perbedaan nilai buku
aset tetap dan
aset tak berwujud
menurut komersial
The difference in
net book value of
fixed assets and
intangible assets
between commercial
dan fiskal 489 (178) - - 311 and fiscal
Provision for employee
Penyisihan imbalan kerja
Penyisihan - persediaan
8,565 842 (1,809) - 7,598 benefits
Provision - inventories
dan piutang
Penilaian nilai wajar
6,333 (6,333) - - - and receivables
Fair value assesment
investasi (981) (4,950) 119 - (5,812) of investment
Sub-jumlah
Entitas Anak
14,406
631,652
(10,619)
(4,014)
(1,690)
(6,448)
-
-
2,097
621,190
Sub-total
Subsidiaries
Jumlah 646,058 (14,633) (8,138) - 623,287 Total
Liabilitas pajak tangguhan
Entitas Anak
(155,209) (40,059) (10,658) 20 (205,906) Deferred tax liabilities
Subsidiaries

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

e. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan (lanjutan) e. Deferred Tax Assets (Liabilities) (continued)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

Awal
tahun/
beginning
Laporan
laba rugi/
Statement of
Dikreditkan (dibebankan) ke/
Credited (charged) to
Pendapatan
komprehensif
lain/
Other
comprehensive
Lainnya/ Akhir
tahun/
End of the
of the year profit or loss income Other the year
31 Desember 2019
Aset pajak tangguhan
December 31, 2019
Deferred tax assets
The difference in
Perbedaan nilai buku
aset tetap dan
aset tak berwujud
net book value of
fixed assets and
intangible assets
menurut komersial between commercial
dan fiskal 687 (157) - (41) 489 and fiscal
Provision for employee
Penyisihan imbalan kerja 5,650 2,644 271 - 8,565 benefits
Penyisihan - persediaan
dan piutang
Penilaian nilai wajar
6,333 - - - 6,333 Provision - inventories
and receivables
Fair value assesment
Investasi - - (981) - (981) of investment
Sub-jumlah
Entitas Anak
12,670
841,062
2,487
(223,211)
(710)
13,801
(41)
-
14,406
631,652
Sub-total
Subsidiaries
Jumlah 853,732 (220,724) 13,091 (41) 646,058 Total
Liabilitas pajak tangguhan
Entitas Anak
(80,207) (6,734) (68,268) - (155,209) Deferred tax liabilities
Subsidiaries

Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat dimanfaatkan di masa mendatang.

f. Surat Ketetapan Pajak f. Tax Assessments

Surat Ketetapan Pajak yang signifikan yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 kepada Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

Pada bulan April 2020, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ("SKPLB") Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp28.642, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") dan Surat Tagihan Pajak ("STP") Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp7.863, dan SKPKB dan STP Pasal lainnya sebesar Rp399 untuk tahun pajak 2018.

Management believes that the deferred tax assets can be utilized in the future.

Significant Tax Assessments issued by the Tax Office for the years ended December 31, 2020 and 2019 to the Company and its Subsidiaries are as follows:

Perusahaan The Company

In April 2020, the Company received Overpayment Assessment Letter ("SKPLB") for Corporate Income Tax amounting to Rp28,642, Underpayment Assessment Letter ("SKPKB") and tax bill letter ("STP") Value Added Tax amounting to Rp7,863, and SKPKB and STP for other tax articles amounting to Rp399 for fiscal year 2018.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

f. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) f. Tax Assessments (continued)

Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)

Pada bulan Mei 2019, Perusahaan menerima SKPLB Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp8.544, SKPKB Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp1.657, dan SKPKB Pasal lainnya sebesar Rp682 untuk tahun pajak 2017.

Pada bulan Mei 2019, Perusahaan menerima SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Sebesar Rp12.172, dan SKPKB Pasal lainnya sebesar Rp7.456 untuk tahun pajak 2017.

Entitas Anak Subsidiaries

PT MPP

Pada bulan Maret 2020, PT MPP menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ("SKPLB") Pajak Penghasilan Pasal 25/29 untuk tahun 2018 sebesar Rp47.351 dan serta Surat Tagihan Pajak ("STP") Pajak Penghasilan Pasal 4(2) sebesar Rp56.

Pada bulan Maret 2020, PT MPP menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") untuk tahun 2018 sebesar Rp23.833. Sampai dengan tanggal pelaporan, Perusahaan masih dalam proses keberatan.

Pada bulan Mei 2019 PT MPP menerima SKPLB Pajak Penghasilan Pasal 25/29 untuk tahun 2017 sebesar Rp61.001. Pada bulan Juni 2019, PT MPP menerima Surat SKPKB serta Surat Tagihan Pajak ("STP") Pajak Penghasilan (Pasal 4(2), 21, 25/29) dan Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") untuk tahun 2017 sebesar Rp80.232. Pada bulan Juli 2020, PT MPP menerima Surat Keputusan Dirjen Pajak atas dikabulkannya keberatan Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") untuk tahun 2017.

PT BEB

Pada bulan Februari 2019, PT BEB menerima SKPLB Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa, untuk masa pajak September 2017 sebesar Rp3.445.

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

In May 2019, the Company received SKPLB for Corporate Income Tax amounting to Rp8,544, SKPKB Value Added Tax amounting to Rp1,657, and SKPKB for other tax articles amounting to Rp682 for fiscal year 2017.

In May 2019, the Company SKPKB Value Added Tax amounting to Rp12,172, and SKPKB for other tax articles amounting to Rp7,456 for fiscal year 2017.

PT MPP

In March 2020, PT MPP received Overpayment Assessment Letter ("SKPLB") income tax Article 25/29 for year 2018 amounted Rp47,351, and Tax Bill Letter ("STP") income tax Article 4(2) amounted Rp56.

In March 2020, PT MPP received Underpayment Assessment Letter ("SKPKB") Value Added Tax for fiscal year 2018 amounting to Rp23,833. As of the reporting date, the Company is still in the process of objection.

In May 2019, PT MPP received SKPLB income tax article 25/29 for year 2017 amounted Rp61,001. In June 2019 PT MPP received SKPKB and tax bill letter ("STP") income tax (article 4(2), 21, 25/29) and Value Added Tax ("VAT") for fiscal year 2017 amounting to Rp80,232. In July 2020, PT MPP received an Approval Letter from the Director General of Taxes regarding the granting of the Value Added Tax ("VAT") objection for 2017.

PT BEB

In Februari 2019, PT BEB received SKPLB of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services, for fiscal month September 2017 amounting to Rp3,445.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

f. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) f. Tax Assessments (continued)

PT MT

Pada bulan Oktober 2017, PT MT telah menerima Surat Perintah Pemeriksaan untuk pajak-pajak yang terutang pada tahun buku 2016. Pada bulan September 2019, pemeriksaan telah selesai dilakukan.

Berdasarkan pemeriksaan pajak tersebut, pada bulan Oktober 2019, PT MT menerima SKPN PPh pasal 21, PPh pasal 26, dan PPh Final pasal 4(2) untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016, SKPN PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Juni, Juli, September, November, Desember 2016, SKPN PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai November 2016. Selain itu, PT MT juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Penghasilan sebesar Rp926 untuk tahun pajak 2016, SKPKB PPh pasal 23 sebesar Rp10 untuk masa pajak Desember 2016, dan SKPKB Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa sebesar Rp32 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016.

Pada bulan November 2019, PT MT menerima Surat Ketetapan Pajak Nihil ("SKPN") Pajak Penghasilan ("PPh") pasal 21 dan PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2016.

PT VDI

Pada bulan Juli 2020, PT VDI menerima Surat Ketetapan Pajak Nihil ("SKPN") Pajak Penghasilan ("PPh") Final pasal 4(2) dan PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai November 2018, SKPN PPh pasal 21 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2018, SKPN PPh Final pasal 21 untuk masa pajak Januari, Februari, November dan Desember 2018, SKPN PPh Final pasal 23/26 untuk masa pajak Januari, Februari, April, Juli sampai Desember 2018. Selain itu, PT VDI juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa sebesar Rp499 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2018, SKPKB PPh pasal 23 sebesar Rp12 dan PPh Final pasal 4(2) sebesar Rp78, untuk masa pajak Desember 2018, juga Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ("SKPLB") Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp5.978 untuk tahun pajak 2018.

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

PT MT

In October 2017, PT MT received the Tax Assessment Letter of Tax Payable in the fiscal year 2016. In September 2019, the tax assessment has been completed.

Based on the tax assessment, in October 2019, PT MT received SKPN of Income Tax ("PPh") article 21, PPh article 26, and Final PPh article 4(2) for fiscal month January until December 2016, SKPN Final PPh article 21 for fiscal month June, July, September, November, December 2016, SKPN PPh article 23 for fiscal month January untul November 2016. In addition, PT MT also received Underpayment Tax Assessment Notice ("SKPKB") of Income Tax amounting to Rp926 for fiscal year 2016, SKPKB PPh article 23 amounting to Rp10 for fiscal month December 2016, and SKPKB Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services amounting to Rp32 for fiscal month January until December 2016.

In November 2019, PT MT received Nil Assessment Notice ("SKPN") of Income ("PPh") Tax article 21, and Final Income Tax article 21 for fiscal month January until December 2016.

PT VDI

In July 2020, PT VDI received Nil Assessment Notice ("SKPN") of Final Income Tax ("PPh") article 4(2) and PPh article 23 for fiscal month January until November 2018, SKPN of PPh article 21 for fiscal month January until December 2018, SKPN of Final PPh article 21 for fiscal month January, February, November, and December 2018, SKPN of Final PPh article 23/26 for fiscal month January, February, April, July until December 2018. In addition, PT VDI also received Underpayment Tax Assessment Notice ("SKPKB") of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services amounting to Rp499 for fiscal month January until December 2018, SKPKB of PPh article 23 amounting to Rp12 and PPh Final article 4(2) amounting to Rp78, for fiscal month December 2018, also Overpayment Tax Assessment Notice ("SKPLB") of Corporate Income Tax amounting to Rp5,978 for fiscal year 2018.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) 19. TAXATIONS (continued)

f. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan) f. Tax Assessments (continued)

Pada bulan April 2019, PT VDI menerima SKPN Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Barang dan Jasa atas Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean, Pajak Penghasilan ("PPh") Final pasal 4(2), PPh pasal 26 dan PPh pasal 23 untuk masa pajak Januari sampai Desember 2017. Selain itu, PT VDI juga menerima SKPKB PPN Barang dan Jasa sebesar Rp416, PPh pasal 21 sebesar Rp24.361 (dalam angka penuh), untuk masa pajak Januari sampai Desember 2017, juga Surat SKPLB Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp3.557 untuk tahun pajak 2017.

Perusahaan dan entitas-entitas anak di atas telah melakukan penyesuaian atas koreksi rugi fiskal, tagihan pajak, tambahan pajak terutang beserta dendanya pada laporan keuangan konsolidasian masing-masing tahun berjalan.

g. Administrasi g. Administration

Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak.

Berdasarkan PERPU No 1 tahun 2020, terdapat perubahan tarif pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 serta sebesar 20% untuk tahun pajak berikutnya. Selanjutnya, untuk perseroan terbuka yang paling sedikit 40% dari modal saham disetornya diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia dan memenuhi persyaratan tertentu, akan mendapatkan tambahan pengurangan tarif PPh badan sebesar 3%.

PT VDI (lanjutan) PT VDI (continued)

In April 2019, PT VDI received SKPN of Value Added Tax ("VAT") on Goods and Services of Utilization of Taxable Services from Outside the Customs Area, Final Income Tax ("PPh") article 4(2), Income Tax article 26, and Income Tax article 23 for fiscal month January until December 2017. In addition, PT VDI also received SKPKB of VAT on Goods and Services amounting to Rp416, Income Tax article 21 amounting to Rp24,361 (in full amount) for fiscal month January until December 2017, also SKPLB of Corporate Income Tax amounting to Rp3,557 for fiscal year 2017.

The Company and above subsidiaries have adjusted the correction of fiscal loss, claim for tax refund, additional tax payable including the penalty in their consolidated financial statements for the respective year.

Based on taxation laws prevailing in Indonesia, the Company computes, determines and settles the liable tax on the basis of self assessment. Under the prevailing regulations, DJP may assess or amend the liable taxes five years from the time the tax becomes due.

Based on PERPU No. 1 tahun 2020, there is change in corporate income tax rate to 22% for fiscal years 2020 and 2021 and by 20% for the next fiscal year. Furthermore, for publicly-listed companies with at least 40% of their paid-in capital shares are listed on Indonesia Stock Exchange and meet certain requirements, will get additional 3% reduction on CIT rate.

kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign

20. UTANG SEWA PEMBIAYAAN 20. FINANCE LEASE PAYABLE

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Pihak ketiga: Third parties:
Textron Aviation Finance Corporation, Textron Aviation Finance Corporation,
USD2,356 pada tanggal 31 Desember 2020 USD2,356 as of December 31, 2020
dan USD2,669 pada tanggal 31 Desember 2019 33,233 37,106 and USD2,669 as of December 31, 2019
PT SMFL Leasing Indonesia PT SMFL Leasing Indonesia
termasuk USD1,903 pada tanggal including USD1,903 as of
31 Desember 2020 dan USD3,082 December 31, 2020 and USD3,082
pada tanggal 31 Desember 2019 27,729 50,445 as of December 31, 2019
PT Century Tokyo Leasing Indonesia, PT Century Tokyo Leasing Indonesia,
termasuk USD648 pada tanggal including USD648 as of
31 Desember 2019 209 11,799 December 31, 2019
PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance 3,932 5,962 PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance
Lainnya 39 169 Others
Pihak berelasi (Catatan 7): Related parties (Note 7):
PT Asiatic Sejahtera Finance 1,469 2,331 PT Asiatic Sejahtera Finance
PT Ciptadana Multifinance 1,070 2,083 PT Ciptadana Multifinance
Jumlah 67,681 109,895 Total
Dikurangi bagian jangka pendek (39,492) (56,452) Less short-term portion
Bagian Jangka Panjang 28,189 53,443 Long-term portion

Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang serta nilai kini atas pembayaran minimum berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Future minimum lease payments together with the present value of the minimum payment under the lease agreements as at December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Pembayaran yang jatuh tempo:
Kurang dari 1 tahun
1 - 5 tahun
43,179
32,283
62,803
59,475
Payments due:
Less than 1 year
1 - 5 year
Jumlah
Dikurangi biaya keuangan masa depan
75,462
(7,781)
122,278
(12,383)
Total
Less future finance cost
Nilai kini pembayaran minimum
Dikurangi bagian jangka pendek
67,681
(39,492)
109,895
(56,452)
Present value of minimum payment
Less short-term portion
Bagian Jangka Panjang 28,189 53,443 Long-term portion

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Tingkat suku bunga tahunan yang dikenakan atas utang sewa pembiayaan:

Pihak dalam kontrak/ Counterparties Tingkat Suku bunga/ Interest rate PT SMFL Leasing Indonesia Rupiah USD Textron Aviation Finance Corporation - USD PT Century Tokyo Leasing Indonesia, Rupiah USD PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia PT Asiatic Sejahtera Finance PT Ciptadana Multifinance

Tidak terdapat pembatasan-pembatasan dan rasio yang dipersyaratkan untuk dipenuhi atas pinjaman-pinjaman yang diperoleh tersebut.

Fasilitas-fasilitas pembiayaan yang diperoleh Entitas Anak dijamin antara lain oleh aset pembiayaan (Catatan 11) yang bersangkutan dan Corporate Guarantee oleh Perusahaan.

Seluruh biaya keuangan yang timbul dicatat dalam akun beban keuangan.

21. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA

Akun ini terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan lainnya (pihak ketiga) sebagai berikut:

20. UTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 20. FINANCE LEASE PAYABLE (continued)

The annual interest rate charged to finance lease payable:

9.5% - 10.2% 6.19% 6.29% - 7.07% 10.2% 5.78% - 5.85% 11.25% 10.25% 17.00% - 18.00%

There are no restrictions and ratios that are required to be fulfilled for the loans obtained.

The financing facilities obtained by the Subsidiary are guaranteed by the leased assets (Note 11) and Corporate Guarantee by the Company.

All financial costs arising are recorded in the financial expense account.

21. BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS

This account consists of banks and other financial institutions loan (third parties) are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(cabang Singapura) ("BNI") - USD163,000 pada (Singapore branch) ("BNI") - USD163,000 as
tanggal 31 Desember 2020 dan USD191,000 of December 31, 2020 and USD191,000
pada tanggal 31 Desember 2019 2,284,522 2,635,630 as of December 31, 2019
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") 241,430 470,000 PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
PT Bank Permata Tbk ("Permata") 132,359 101,326 PT Bank Permata Tbk ("Permata")
Deutsche Bank AG (cabang Singapura) ("DB") - Deutsche Bank AG (Singapore branch) ("DB") -
USD16,900 - 228,592 USD16,900
PT Bank Pan Indonesia Tbk ("Panin") - 29,871 PT Bank Pan Indonesia Tbk ("Panin")
Sub-Jumlah 2,658,311 3,465,419 Sub-Total
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun (498,775) (678,068) Less due in one year portion
Bagian Jangka Panjang 2,159,536 2,787,351 Long-term portion

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

21. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

Pada tanggal 22 Juni 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas Term Loan US Dollar dari BNI, dengan jumlah maksimum sebesar USD250,000. Fasilitas kredit tersebut tersedia selama 96 bulan dengan jadwal pembayaran angsuran tertentu setiap enam bulan yang akan lunas seluruhnya pada bulan Juni 2025. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 7% - 7,5% per tahun. Pinjaman ini dijaminkan dengan investasi pada entitas asosiasi tertentu dan aset tetap (Catatan 9 dan 11).

Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari CIMB, berupa fasilitas kredit Pinjaman Tetap (on demand) dengan jumlah maksimum sebesar Rp220.000 yang tersedia sampai dengan tanggal 13 Desember 2022 (Catatan 39). Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 10,75% - 11,00% per tahun. Pinjaman Perusahaan ini dijaminkan dengan aset keuangan lancar lainnya tertentu (Catatan 5).

PT Rekatama Dinamika Unggul, entitas anak PT Matahari Pacific, memperoleh fasilitas pinjaman investasi dengan jumlah maksimum sebesar Rp260.000 dari CIMB yang tersedia sampai dengan 1 Desember 2021. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,25% per tahun.

Pinjaman yang diperoleh PT VDI adalah pinjaman dari Permata merupakan fasilitas pinjaman dengan jumlah maksimum sebesar Rp224.000. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo dari bulan April 2022 sampai dengan bulan Oktober 2024, dikenakan bunga dengan tingkat tahunan sebesar 9,50% - 10,65%.

Pada tanggal 25 Juli 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas term loan dalam US Dollar dari DB dengan jumlah maksimum USD30,000. Fasilitas kredit ini tersedia selama dua tahun dan dapat diperpanjang selama 12 bulan dengan persetujuan kedua belah pihak, dikenakan bunga tahunan sebesar 5,92% - 6,74%. Pada tanggal 13 Agustus 2020, fasilitas pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya.

21. BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

On June 22, 2017, the Company obtained US Dollar Term Loan Facility from BNI, with maximum amount of USD250,000. The credit facility is available up to 96 months with certain semi annually repayment schedule that will be fully paid in June 2025. This facility bears an interest of 7% - 7.5% per annum. The loan are secured by certain investment in associates and fixed assets (Notes 9 and 11).

The Company obtained a fixed loan on demand credit facility from CIMB with maximum amount of Rp220,000 and available up to December 13, 2022 (Note 39). The facility bears an interest of 10,75% - 11% per annum. The Company's loan are secured by certain other current financial assets (Note 5).

PT Rekatama Dinamika Unggul, a subsidiary of PT Matahari Pacific, obtained an investment loan facility with maximum amount of Rp260,000 from CIMB which is available up to December 1, 2021. The loan facility bears an interest of 12.25% per annum.

Loan that have been obtained by PT VDI is loan from Permata represents loan facility with maximum limit amounting to Rp224,000. Due date of this loan is from April 2022 until October 2024, charged with interest rate 9.50% - 10.65% per annum.

On July 25, 2018, the Company obtained a term loan facility in USD from DB with maximum amounting to USD30,000. The credit facility is available up to two years and can be extended for the next 12 months by approval from both parties, bears annual interest rate of 5.92% - 6.74%. On August 13, 2020, the loan facility was already fully repaid.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

21. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)

Entitas-entitas anak PT Nadya Putra Investama ("PT NPI") dan PT Matahari Pacific ("PT MP") memperoleh fasilitas-fasilitas pinjaman tetap modal angsuran dari Panin dengan jumlah maksimum sebesar Rp250.000. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut tersedia selama 48 bulan dan dikenakan bunga sebesar 11,75% per tahun. Fasilitas - fasilitas tersebut telah dilunasi pada bulan Juni 2020.

Seluruh biaya keuangan yang timbul dicatat dalam akun beban keuangan.

Perusahaan dan anak Perusahaan juga diwajibkan untuk memenuhi rasio keuangan tertentu, antara lain, debt to equity ratio, debt service coverage ratio, net debt to equity ratio, current ratio, EBITDA to interest, dan interest bearing debt to EBITDA.

Perusahaan dan Entitas Anak telah memenuhi semua pembatasan penting sehubungan dengan utang bank seperti pembatasan rasio dan pembatasan-pembatasan lainnya atau memperoleh waiver sebagaimana diperlukan, kecuali fasilitas BNI yang dimiliki Perusahaan sampai dengan tanggal palaporan masih dalam proses.

22. MODAL SAHAM 22. CAPITAL STOCKS

Pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

21. BANK AND OTHER FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)

Subsidiaries of PT Nadya Putra Investama ("PT NPI") and PT Matahari Pacific ("PT MP") obtained a fixed loan capital installment facilities with a maximum amount of Rp250,000. These facilities were available for 48 months and bears an interest of 11.75% per annum. These facilities have been fully repaid in June, 2020.

All financial costs arising are recorded in the financial expense account.

The Company and Subsidiaries is required to comply with certain conditions, such as, debt to equity ratio, debt service coverage ratio, net debt to equity ratio, current ratio, EBITDA to interest, and interest bearing debt to EBITDA.

The Company and Subsidiaries have met all critical restrictions related to the bank loans, such as ratio requirement and any other restrictions or obtained the necessary waiver as requested, except for BNI facility owned by the Company, until the reporting date, still on process.

The Company's stockholders as at December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Jumlah Saham
Ditempatkan
dan Disetor/
Number of
Shares Issued
and Fully Paid
Persentase
Pemilikan/
Percentage
of
Ownership
Jumlah
Modal/
Amount
of Capital
Saham Kelas A (dengan nilai nominal Class A Shares (par value of
Rp2.000 per saham) Rp2,000 per share)
PT Inti Anugerah Pratama 146,570,634 1.001 293,141 PT Inti Anugerah Pratama
Manajemen - Jeffrey Koes Wonsono
Lain-lain - publik (masing-masing
28,000 0.000 56 Management - Jeffrey Koes Wonsono
di bawah 5%) 321,343,366 2.195 642,687 Others - public (below 5% each)
Sub-jumlah 467,942,000 3.196 935,884 Sub-total
Saham Kelas B (dengan nilai nominal Class B Shares (par value of
Rp500 per saham) Rp500 per share)
PT Inti Anugerah Pratama 396,136,849 2.706 198,068 PT Inti Anugerah Pratama
Manajemen - Jeffrey Koes Wonsono 44,678 0.000 22 Management - Jeffrey Koes Wonsono
Lain-lain - publik (masing-masing
di bawah 5%)
832,166,363 5.685 416,084 Others - public (below 5% each)
Sub-jumlah 1,228,347,890 8.391 614,174 Sub-total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

22. MODAL SAHAM (lanjutan) 22. CAPITAL STOCKS (continued)

The Company's stockholders as at December 31, 2020 and 2019 are as follows: (continued)

Jumlah Saham
Ditempatkan
dan Disetor/
Number of
Shares Issued
and Fully Paid
Persentase
Pemilikan/
Percentage
of
Ownership
Jumlah
Modal/
Amount
of Capital
Saham Kelas C (dengan nilai nominal Class C Shares (par value of
Rp100 per saham) Rp100 per share)
PT Inti Anugerah Pratama 10,887,359,423 74.369 1,088,736 PT Inti Anugerah Pratama
Lain-lain - publik (masing-masing
di bawah 5%) 2,055,983,157 14.044 205,598 Others - public (below 5% each)
Sub-jumlah 12,943,342,580 88.413 1,294,334 Sub-total
Jumlah 14,639,632,470 100.000 2,844,392 Total

Rincian akun ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

23. TAMBAHAN MODAL DISETOR 23. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

The details of this account as at December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Agio saham atas: Premiums arising from:
- Penerbitan saham melalui PUT VI - Issuance of shares through Sixth Limited
dalam rangka penerbitan HMETD 45,749 45,749 Public Offering in connection with
Pre-Emptive Rights Issuance
- Penerbitan saham melalui - Issuance of shares through the
pelaksanaan waran seri II 350,581 350,581 exercise of warrant Series II
- Penerbitan saham melalui PUT V - Issuance of shares through Fifth Limited
dalam rangka penerbitan HMETD 150,781 150,781 Public Offering in connection with
Pre-Emptive Rights Issuance
- Penerbitan saham melalui PUT II - Issuance of shares through Second Limited
dalam rangka penerbitan HMETD 32,613 32,613 Public Offering in connection with
Pre-Emptive Rights Issuance
- Penerbitan saham di luar PUT 33,375 33,375 - Issuance of shares other than Limited
Public Offering
Pengumuman dividen saham (22,856) (22,856) Declaration of stock dividends
Beban emisi saham (38,610) (38,610) Stock issuance costs
Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transactions
entitas sepengendali (1,122,280) (1,109,937) of entities under common control
Pengampunan pajak 3,500 3,500 Tax amnesty
Neto (567,147) (554,804) Net

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

24. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA 24. OTHER EQUITY COMPONENTS

Saldo akun ini terutama berasal dari selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak/ Entitas Asosiasi. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 rinciannya adalah sebagai berikut:

The balance of this account is mainly derived from differences in changes on equity of Subsidiaries/ Associates transactions. As at December 31, 2020 and 2019 the details are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Entitas Anak Subsidiaries
PT BIG 181,889 181,889 PT BIG
PT MT 31,170 31,170 PT MT
PT SCI 30,892 30,892 PT SCI
PT GTN 23,713 23,713 PT GTN
PT MMI (80,329) (80,329) PT MMI
PT PEG (28,167) - PT PEG
Lain-lain 12,964 7,735 Others
Entitas Asosiasi Associates
PT FM 50,422 50,422 PT FM
Lain-lain 13,078 13,078 Others
Jumlah 235,632 258,570 Total

Komponen ekuitas lainnya dari PT BIG terutama timbul dari transaksi penerbitan saham baru yang diambil oleh TCC bersamaan dengan Perusahaan melakukan penjualan saham PT BIG kepada TCC di Desember 2016, penambahan investasi Perusahaan di PT BIG pada bulan Juni dan Desember 2019, serta Perusahaan melakukan penjualan saham PT BIG di Juli, November dan Desember 2019 (Catatan 1.c).

Komponen ekuitas lainnya dari PT MT terutama timbul dari penerbitan saham perdana kepada masyarakat pada tahun 2013.

Komponen ekuitas lainnya dari PT SCI terutama timbul dari transaksi pembelian saham PT SCI oleh Perusahaan di tahun 2018.

Komponen ekuitas lainnya dari PT GTN timbul dari transaksi penerbitan saham baru PT GTN di tahun 2014.

Komponen ekuitas lainnya dari PT MMI terutama timbul dari transaksi pembelian saham PT MMI oleh Perusahaan di tahun 2018.

Komponen ekuitas lainnya dari PT PEG timbul dari transaksi pembelian saham PT GBS oleh PT PEG di tahun 2020.

Komponen ekuitas lainnya dari PT FM terutama timbul dari perubahan saldo ekuitas PT FM karena mengikuti program pengampunan pajak.

Other component of equity from PT BIG mainly arise from new share issuance transaction which were subsribed by TCC together with the Company sold its shares in PT BIG to TCC in December 2016, the Company's addition in investment in PT BIG in June and December 2019, and also the Company sold its shares in PT BIG in July, November and December 2019 (Note 1.c).

Other component of equity from PT MT mainly arise from conducted initial public offering on 2013.

Other component of equity from PT SCI mainly arise from purchase transaction of shares in PT SCI by the Company in 2018.

Other component of equity from PT GTN arise from PT GTN new share issuance transaction in 2014.

Other component of equity from PT MMI mainly arise from the Company's purchase of shares in PT MMI in 2018.

Other component of equity from PT PEG mainly arise from PT PEG purchase of shares in PT GBS in 2020.

Other component of equity from PT FM mainly arise from change in equity of PT FM from filed for tax amnesty program.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

25. PENJUALAN-NETO 25. NET SALES

Rincian penjualan neto adalah sebagai berikut: The details of net sales are as follows:

2020 2019
Eceran dan distribusi 7,033,235 9,073,188 Retail and distribution
Teknologi informasi 2,649,755 2,411,358 Information technology
Administrasi saham dan lainnya 594,397 837,795 Shares administration and other
Jumlah 10,277,387 12,322,341 Total

Penjualan neto diperoleh dari para pelanggan sebagai berikut:

Net sales are derived from the following customers:

2020 2019
Pihak ketiga 9,468,919 11,454,173 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 7) 808,468 868,168 Related parties (Note 7)
Jumlah 10,277,387 12,322,341 Total

Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

26. BEBAN POKOK PENJUALAN BARANG DAN JASA 26. COST OF GOODS AND SERVICES SOLD

Rincian beban pokok penjualan barang dan jasa adalah sebagai berikut:

There are no sales to one customer who exceeded 10% of the total net sales for the years ended December 31, 2020 and 2019.

The details of cost of goods and services sold are as follows:

2020 2019
Eceran dan distribusi 5,471,512 7,128,376 Retail and distribution
Teknologi informasi 2,307,469 2,082,562 Information technology
Administrasi saham dan lainnya 470,970 674,226 Shares administration and other
Jumlah 8,249,951 9,885,164 Total

.

Tidak terdapat pembelian persediaan dari setiap pemasok yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Beban pokok penjualan kepada pihak berelasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp22.914 dan Rp56.048 (Catatan 7).

There are no purchases of inventories from an individual supplier who exceeded 10% of the total net sales for the years ended December 31, 2020 and 2019.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the cost of goods sold to related parties amounted to Rp22,914 and Rp56,048, respectively (Note 7).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

27. BEBAN USAHA 27. OPERATING EXPENSES

Rincian beban usaha adalah sebagai berikut: The details of operating expenses are as follows:

2020 2019
Beban Penjualan Selling expenses
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 12) 376,748 - Depreciation right-of-use asset (Note 12)
Sewa 122,383 864,157 Rent
Lain-lain (81,373) (219,874) Others
Sub-jumlah 417,758 644,283 Sub-total
Beban umum dan administrasi General and Administration expenses
Gaji dan tunjangan 912,332 1,107,812 Salaries and allowances
Penyusutan (Catatan 11) 249,154 291,176 Depreciation (Note 11)
Listrik dan energi 211,191 252,446 Electricity and energy
Asuransi 69,563 80,051 Insurance
Perbaikan dan pemeliharaan 43,042 43,217 Repair and maintenance
Beban konsultan 40,537 97,731 Consultant expense
Pajak dan ijin 23,633 24,090 Taxes and permits
Komunikasi 19,532 20,758 Communication
Perjalanan dinas 17,617 40,263 Business travelling
Lain-lain 109,019 105,079 Others
Sub-jumlah 1,695,620 2,062,623 Sub-total
Jumlah 2,113,378 2,706,906 Total

28. PENDAPATAN INVESTASI, PENDAPATAN LAINNYA DAN BEBAN LAINNYA

OTHER EXPENSE

28. INVESTMENT INCOME, OTHER INCOME AND

Rincian pendapatan investasi adalah sebagai berikut: The details of investment income are as follows:

2020 2019
Laba belum direalisasi dari investasi yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
(Catatan 9c)
351,805 - Unrealized gain on investments stated at
fair value through profit or loss (Note 9c)
Laba atas penjualan aset tetap (Catatan 11)
Laba direalisasi dari investasi yang diukur
324,393 197,348 Gain on sale of fixed assets (Note 11)
Realized gain on investments stated at fair
pada nilai wajar melalui laba rugi (Catatan 9c)
Laba atas penjualan investasi jangka
155,486 - value through profit or loss (Note 9c)
Gain on sale of other long term
panjang lainnya (Catatan 9c) - 774,165 investments (Note 9c)
Jumlah 831,684 971,513 Total

Rincian pendapatan lainnya adalah sebagai berikut: The details of other income are as follows:

2020 2019
Pendapatan sewa 78,037 104,203 Rental income
Keuntungan dari selisih kurs - bersih - 142,123 Gain on foreign exchange rate - net
Lain-lain 8,241 39,880 Others
Jumlah 86,278 286,206 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

28. PENDAPATAN INVESTASI, PENDAPATAN LAINNYA DAN BEBAN LAINNYA (lanjutan)

Rincian beban lainnya adalah sebagai berikut: The details of other expense are as follows:

28. INVESTMENT INCOME, OTHER INCOME AND OTHER EXPENSE (continued)

2020 2019
Rugi penurunan nilai aset dan investasi
Kerugian dari selisih kurs - bersih
467,702
49,513
933,179
-
Impairment losses for asset and investment
Loss on foreign exchange rate – net
Kerugian dari perubahan nilai
wajar derivatif (Catatan 32)
Pajak
17,678
-
68,348
61,277
Loss on changes in fair
value of derivatives (Note 32)
Tax
Lain-lain 121,669 200,339 Others
Jumlah 656,562 1,263,143 Total

29. IMBALAN KERJA 29. EMPLOYEE BENEFITS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Akrual imbalan kerja 249,651 257,499 Accrued employee benefits
Liabilitas imbalan pascakerja 513,507 547,416 Employee benefit liabilities
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang lainnya 2,052 1,408 Other long term employee benefit liabilities
765,210 806,323
Bagian jangka pendek (285,347) (296,430) Short-term portion
Bagian jangka panjang 479,863 509,893 Long-term portion

Perusahaan dan Entitas Anak tertentu memiliki program pensiun iuran pasti. Berdasarkan program pensiun iuran pasti tersebut, beban manfaat yang dibebankan untuk operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp2.318 dan Rp2.551.

Sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003, Perusahaan harus menyediakan imbalan kerja yang minimal sama dengan yang diatur oleh Undang-undang. Oleh karena itu, Perusahaan membukukan selisih kurang dari program pensiun Perusahaan sebagai penyisihan imbalan kerja.

Jumlah yang diakui sebagai beban imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:

The Company and certain Subsidiaries have a defined contribution pension plan. Under the defined contribution pension plan, the benefit expense charged to operations for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp2,318 and Rp2,551, respectively.

In accordance with the Labor Law No.13/2003, dated March 25, 2003, the Company should provide employee benefits at least equal to what is stipulated in the Law. Hence, the Company recorded the shortage compared to the Company's pension plan as provision for employee benefits.

The amounts recognized as employee benefit expenses are as follows:

2020 2019
Biaya jasa kini 41,983 42,748 Current serive cost
Biaya bunga 42,288 33,995 Interest cost
Lain-lain 517 9,853 Others
Jumlah yang diakui pada laba rugi 84,788 86,596 Total recognized in profit or loss

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Penyisihan tersebut di atas dihitung dengan menggunakan metode Projected Unit Credit berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dan PT Milliman Indonesia, aktuarisaktuaris independen, dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

29. IMBALAN KERJA (lanjutan) 29. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

The estimated liabilities on employee benefits are computed using the Projected Unit Credit method based on the actuarial reports which are conducted by PT Dayamandiri Dharmakonsilindo and PT Milliman Indonesia, independent actuaries, with the following assumptions:

Tingkat diskonto tahunan: 6.0% - 7.1% pada tanggal 31 Desember 2020 dan
7.0% - 8.1% pada tanggal 31 Desember 2019/
:Annual discount rate
6.0% - 7.1% as of December 31, 2020 and
7.0% - 8.1% as of December 31, 2019
Tingkat kenaikan gaji tahunan: 6.0% - 10% pada tangal 31 Desember 2020 dan : Annual salary increase rate
6.5% - 10 % pada tanggal 31 Desember 2019
6.0% - 10% as of December 31, 2020 and
6.5% - 10% as of December 31, 2019
Tabel kematian: Tabel Mortalita Indonesia 2019 ("TMI IV") : Table of mortality
dan Tabel Mortalita Indonesia 2011 ("TMI III")
Indonesia Motrality Table 2019 ("TMI IV")
and Indonesian Mortality Table 2011 ("TMI III")
Tingkat ketidakmampuan: 10% dari tingkat kematian/ 10% of mortality rate : Disability rate
Tingkat pensiun: 100% pada usia pensiun normal /100% on normal retirement age : Retirement rate
Tingkat pengunduran diri: 2% - 15% per tahun untuk usia 20 sampai 54 tahun : Resignation rate
dan menurun secara linear hingga 0%-1% di usia 45 tahun
dan selanjutnya/ 2% - 15% per annum at age 20 up to 54 years
and reducing linearly to 0%-1% at age 45 years and thereafter
Usia pensiun normal: 55 Tahun/ 55 Years : Normal retirement age

Perubahan kewajiban imbalan pascakerja pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The movements of the estimated liability for postemployee benefits as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Saldo awal 547,416 413,915 Beginning balance
Penambahan yang diakui pada laba rugi 84,788 86,596 Addition recognized in profit or loss
Penambahan yang diakui pada penghasilan Addition recognized in other
komprehensif lainnya (87,188) 92,272 comprehensive income
Perpindahan - bersih 5,476 4,674 Transferred - net
Pembayaran (36,985) (50,041) Payment
Neto 513,507 547,416 Net
Dikurangi bagian jangka pendek (35,696) (38,931) Less short-term portion
Bagian Jangka Panjang 477,811 508,485 Long-term portion

Estimasi terbaik jumlah iuran pasti yang direncanakan akan dibayarkan ke program selama tahun 2021 adalah Rp10.719.

The best estimate of contributions expected to be paid to the plan during 2021 is Rp10,719.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Sensitivitas liabilitas imbalan pasti terhadap perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai berikut:

29. IMBALAN KERJA (lanjutan) 29. EMPLOYEE BENEFITS (continued)

The sensitivity of the defined benefit obligation to changes in the principal assumption is as follows:

Dampak terhadap liabilitas imbalan pasti/
Impact on defined benefit obligation
_
________________
Perubahan asumsi
Change in assumption
Kenaikan asumsi/
__
Penurunan asumsi/
Increase in assumption Decrease in assumption
______ __
Tingkat diskonto 1.00% 466,509 562,482 Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 1.00% 564,348 464,064 Salary increase rate

Perkiraan analisis jatuh tempo atas imbalan pensiun tidak terdiskonto per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Expected maturity analysis of undiscounted pension benefits as of December 31, 2020 is presented below:

Antara
1-2 tahun/
Between
1-2 years
Antara
3-5 tahun/
Between
3-5 years
Lebih dari
5 tahun/
Over 5 years
Jumlah/
Total
Imbalan pensiun 18,605 145,140 1,513,357 1,677,102 Pension benefits

Rugi dari operasi yang dilanjutkan dan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp792.403 dan Rp882.102, sedangkan laba (rugi) dari operasi yang dihentikan dan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar (Rp692) dan Rp16.008.

Jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah 14.639.632.470 lembar.

30. LABA/RUGI PER SAHAM 30. EARNING/LOSSES PER SHARE

Loss from continuing operation attributable to owners of the parent for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp792,403 and Rp882,102, while the profit (loss) from discontinued operation attributable to owners of the parent for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to (Rp692) and Rp16,008, respectively.

The number of weighted average issued and fully paid shares for the years ended December 31, 2020 and 2019 are 14,639,632,470 shares, respectively.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

31. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

Aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing Perusahaan adalah sebagai berikut:

31. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Monetary assets and liabilities in foreign currencies are as follows:

31 Des/ Dec 31, 2019 31 Des/ Dec 31, 2020
Ekuivalen
Rupiah/
Rupiah
Equivalent
Valuta
Asing/
Foreign
Currencies
Ekuivalen
Rupiah/
Rupiah
Equivalent
Valuta
Asing/
Foreign
Currencies
Assets Aset
Cash and cash equivalents 166,754 83,761 111,041 51,372 RMB Kas dan setara kas
303,990 21,868 136,212 9,657 USD
778 436 1,565 860 HKD
97 10 108 10 AUD
72 7 75 7 SGD
43 3 48 3 CHF
36 2 38 2 GBP
16 1 17 1 EUR
9 69 9 69 JPY
Trade receivables 6,064 436 155 11 USD Piutang usaha
Other current financial assets
Other non-current
236,260 16,996 15,177 1,076 USD Aset keuangan lancar lainnya
Aset keuangan tidak lancar
financial assets 255,125 18,353 207,344 14,700 USD lainnya
Investasi jangka panjang
Other long term investments 324,295 23,329 951,080 67,429 USD lainnya
Total assets 1,293,539 1,422,869 Jumlah aset
Liabilities Liabilitas
Short-term bank and other Utang bank dan lembaga
financial intitution loans 12,999 935 - - USD keuangan jangka pendek
Trade payables 52,436 3,772 123,354 8,745 USD Utang usaha
Accrued expenses 10,690 769 212 15 USD Beban akrual
245 137 - - HKD
Current maturities of long
term debt:
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Finance lease payable 43,121 3,102 34,148 2,421 USD Utang sewa pembiayaan
Bank and other financial Utang bank dan lembaga
institution loan 624,155 44,900 423,150 30,000 USD keuangan lainnya
Other short-term liabilities 1,919 138 1,693 120 Liabilitas jangka pendek lainnya USD
Long-term debt, net of
current maturities:
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Finance lease payable
Bank and other financial
45,832 3,297 25,925 1,838 USD Utang sewa pembiayaan
Utang bank dan lembaga
institution loan 2,265,864 163,000 1,875,966 133,000 USD keuangan lainnya
Other long-term liabilities 1,126 81 381 27 Liabilitas jangka panjang lainnya USD
3,058,387 2,484,829 Jumlah liabilitas
Total liabilities

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • a. PT MPP menandatangani Perjanjian Penyediaan Jasa Teknologi Informasi dengan PT Visionet Internasional ("PT VI"), di mana PT VI akan menyediakan sistem teknologi informasi beserta jasa pendukungnya untuk mendukung operasional bisnis PT MPP. Perjanjian ini telah beberapa kali diperpanjang dan yang terakhir adalah dari periode 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2021. Mulai 1 Maret 2016, sebagian perjanjian terkait dengan PT VI telah dialihkan kepada PT Visionet Data Internasional.
  • b. PT MPP dan PT Mulia Persada Pertiwi ("PT Mulia") mengadakan perjanjian-perjanjian sewa menyewa ruangan di berbagai kota di Indonesia untuk jangka waktu 10 sampai 26 tahun sejak pembukaan toko. PT MPP dan PT Mulia telah membayar sewa dan jaminan yang disajikan sebagai bagian dari "aset Keuagan Tidak Lancar Lainnya". Per tanggal 31 Desember 2020, toko-toko tersebut belum dibuka (Catatan 8).
  • c. Pada tanggal 28 Februari 2020, PT JCO Donut & Coffee, Penggugat, mengajukan gugatan No. 117/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst kepada PT MPP, sebagai Tergugat sehubungan dengan gugatan wanprestasi. Atas gugatan tersebut, dikarenakan hingga saat ini PT JCO Donuts & Coffee belum melakukan pengosongan dan serah terima di mana hal tersebut adalah merupakan suatu Perbuatan Melawan Hukum, maka PT MPP telah mengajukan gugatan Rekonpensi, dengan tuntutan ganti kerugian.
  • d. Pada tanggal 20 Maret 2020, PT Talkindo Selaksa Anugrah, Penggugat, mengajukan gugatan No. 170/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst kepada PT MPP, sebagai Tergugat sehubungan dengan gugatan wanprestasi. Atas gugatan tersebut, dikarenakan hingga saat ini PT Talkindo Selaksa Anugrah belum melakukan pengosongan dan serah terima di mana hal tersebut adalah merupakan suatu Perbuatan Melawan Hukum, maka PT MPP telah mengajukan gugatan Rekonpensi, dengan tuntutan ganti kerugian.
  • e. PT MT dan PT Bank Permata Tbk ("Permata") mengadakan perjanjian-perjanjian sewa menyewa mesin Anjungan Tunai Mandiri ("ATM") di berbagai kota di Indonesia dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian-perjanjian tersebut pada bulan Januari 2022. Pembayaran yang diterima dari Permata untuk masa sewa yang belum terjadi disajikan sebagai bagian dari liabilitas jangka pendek lainnya di laporan posisi keuangan konsolidasian.

32. IKATAN YANG SIGNIFIKAN DAN LITIGASI 32. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND LITIGATION

  • a. PT MPP entered into a Service Agreement for Information Technology System with PT Visionet Internasional ("PT VI") whereby PT VI will supply the information technology system and supporting services to support all PT MPP business operations. This agreement has been extended several times with last one from January 1, 2019 until December 31, 2021. As of March 1, 2016, certain agreements with PT VI have been transferred to PT Visionet Data Internasional.
  • b. PT MPP and PT Mulia Persada Pertiwi ("PT Mulia") entered into lease agreements to lease space in various cities in Indonesia for periods from 10 to 26 years starting from the opening date of the stores. PT MPP and PT Mulia have paid the rents and deposits which are presented as part of "Other Non-Current Financial Assets". As at December 31, 2020, these stores have not yet opened (Note 8).
  • c. On February 28, 2020, PT JCO Donut & Coffee, the Plaintiff, filed a lawsuit No.117/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst against PT MPP, as defendant in connection with suit of default. Due to the lawsuit, because until now PT JCO Donuts & Coffee has not done the evacuation and handover where this is an illegal act, PT MPP has filed a counterclaim lawsuit, with a claim for compensation.
  • d. On March 20, 2020, PT Talkindo Selaksa Anugrah, the Plaintiff, filed a lawsuit No.170/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst against PT MPP, as defendant in connection with suit of default. Due to the lawsuit, because until now PT Talkindo Selaksa Anugrah has not carried out the evacuation and handover where this is an illegal act, PT MPP has filed a counterclaim lawsuit, with demands for compensation.
  • e. PT MT and PT Bank Permata Tbk ("Permata") entered into lease agreements for Automatic Teller Machine ("ATM") in various cities in Indonesia with the latest lease period of the agreements will be ended in January 2022. Payment received from Permata for the rent periods that have not been occured are presented as part of other short-term liabilities in the consolidated statements of financial position.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

PT MT dan PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ("BPD DIY") mengadakan perjanjian pengadaan sewa server data center dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Januari 2021 dan penagihan dilakukan secara bulanan.

  • f. PT MT dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara ("BPD Sumut") mengadakan perjanjian sewa server dan berbagai perangkat teknologi informasi dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Desember 2021 dan penagihan dilakukan berdasarkan termin sesuai kontrak.
  • g. PT VDI, Entitas Anak PT MT, mengadakan perjanjian-perjanjian sewa menyewa untuk:
  • Electronic Data Capture ("EDC") dan ATM dengan PT Bank Mayapada Internasional Tbk, dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjianperjanjian tersebut pada bulan Desember 2023, dan penagihan dilakukan secara bulanan;
  • Personal computer dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut akan berakhir pada bulan November 2022, dan penagihan dilakukan secara bulanan;
  • EDC dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan September 2021, dan PT Lippo General Insurance Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut pada bulan Juni 2021. Penagihan dilakukan secara bulanan;
  • EDC dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan periode masa sewa terakhir dari perjanjian tersebut akan berakhir pada bulan April 2024, dan penagihan dilakukan secara bulanan.
  • h. PT GTN, Entitas Anak PT MT, mengadakan perjanjian-perjanjian penempatan data center dengan PT Link Net (pihak berelasi), dan PT Visionet Internasional (pihak ketiga) dengan jangka waktu sampai dengan 5 tahun, dan penagihan dilakukan secara bulanan.
  • i. Pada bulan April 2020, PT PEG menandatangani perjanjian investasi dengan pihak ketiga.

32. IKATAN YANG SIGNIFIKAN DAN LITIGASI (lanjutan) 32. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND LITIGATION (continued)

PT MT and PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ("BPD DIY") entered into lease agreement for data center server with the latest lease period of the agreement will be ended in January 2021 and and billing is issued in monthly basis.

  • f. f. PT MT and PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara ("BPD Sumut") entered into lease agreement for server and various information technology devices with the latest lease period of the agreement will be ended in December 2021 and billing is issued based on the terms according to contract.
  • g. PT VDI, a subsidiary of PT MT, entered into lease agreements for:
  • Electronic Data Capture ("EDC") and ATM with PT Bank Mayapada Internasional Tbk, with the latest lease period of those agreements will be ended in December 2023, and billing is issued in monthly basis;
  • Personal computer with PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, with the latest lease period of those agreements will be ended in November 2022, and billing is issued in monthly basis;
  • EDC with PT Bank CIMB Niaga Tbk with the latest lease period of that agreement will be ended on September 2021, and PT Lippo General Insurance Tbk with the latest lease period of that agreement will be ended on June 2021. Billing is issued in monthly basis;
  • EDC with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with the latest lease period of those agreements will be ended in April 2024, and billing is issued in monthly basis.
  • h. PT GTN, subsidiary of PT MT, entered into agreements for data center placement with PT Link Net (related party), and PT Visionet Internasional (third party) for periods until 5 years, and billing is issued in monthly basis.
  • i. In April 2020, PT PEG signed an investment agreement with a third party.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Pada tahun 2013 dan 2014, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif, terutama call spread option dan swap untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang asing atas liabilitas Perusahaan yang berdenominasi Dolar US.

Kontrak-kontrak keuangan derivatif ini telah direstrukturisasi di bulan Agustus 2017. Ringkasan kontrak keuangan derivatif Perusahaan adalah sebagai berikut:

32. IKATAN YANG SIGNIFIKAN DAN LITIGASI (lanjutan) 32. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND LITIGATION (continued)

j. Kontrak keuangan derivatif j. Derivative financial contracts

In 2013 and 2014, the Company uses derivative financial instruments, especially call spread option and swap to reduce the risk of foreign currency fluctuations on the Company's liabilities denominated in US Dollar.

The derivative financial contracts had been restructurized in August 2017. Listed below are the Company's derivatives financial contracts:

Jumlah Notional/
Notional Amount
_________________
Aset Derivatif/ Derivative Assets*)
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Tidak dikategorikan sebagai lindung nilai:/
Not designated as hedging:
Cancellable Call Spread Option USD32,600 USD38,200 61,146 71,976
USD39,120 USD45,840 73,375 86,370
USD6,520 USD7,640 7,923 9,335
Cancellable Swap Deliverable USD16,300 USD19,100 24,907 29,329
Cancellable Call Spread USD22,820 USD26,740 40,091 47,195
Jumlah/Total USD117,360 USD137,520 207,442 244,205

*) Aset derivatif disajikan sebagai bagian dari "Aset keuangan tidak lancar lainnya".

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kerugian dari perubahan nilai wajar derivatif neto, setelah memperhitungkan penyelesaian restrukturisasi kontrak derivatif dan pembayaran yang diterima pada setiap periode premi, yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai bagian dari "Beban lainnya" masing-masing adalah sebesar Rp17.678 dan Rp68.348 (Catatan 28).

Tingkat premi tahunan yang dikenakan atas kontrak derivatif tertentu adalah 1%.

Pihak dalam kontrak/ Counterparties Jadwal Penyelesaian/ Settlement schedule

BNP Paribas, Singapura/Singapore 25 Juni 2025/ June 25, 2025 Nomura International Plc, Singapura/Singapore 25 Juni 2025/ June 25, 2025 Deutsche Bank, Singapura/Singapore 25 Juni 2025/ June 25, 2025

*) Derivative assets are presented as part of "Other non-current financial assets".

e. For the years ended December 31, 2020 and 2019, loss from changes in fair value of derivatives-net, after accounting for the completion of derivative contracts restructurization and the amount received at each premium period, that are recognized as "Other expense" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are amounting to Rp17,678 and Rp68,348, respectively (Note 28).

The annual premium rate charged to certain derivatives contracts is 1%.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

k. Exchangeable Rights

Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan dan Prime Star Investment Pte. Ltd. ("PSI") menandatangani Perjanjian Exchangeable Rights ("ER") dengan Anderson Investments Pte. Ltd ("Anderson"), entitas yang secara tidak langsung dimiliki sepenuhnya oleh Temasek Holdings (Private) Limited ("Temasek"), di mana PSI menerbitkan ER tanpa bunga sebesar USD300,000 yang dapat ditukarkan dengan 26,1% saham (atau sejumlah 1.402.947.000 saham) PT MPP kepada Anderson.

Pada tanggal 18 Februari 2013, PSI menerima USD300,000 dari Anderson terkait dengan penerbitan ER.

Pada bulan Mei 2013, PSI telah membeli 1.402.947.000 saham PT MPP dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp2.840.900 dan telah memberitahukan Anderson bahwa PSI telah memperoleh saham PT MPP sesuai dengan perjanjian ER.

Pada tanggal 2 Februari 2018, Perusahaan telah menandatangani Cooperation Agreement. Berdasarkan Cooperation Agreement ini, ER akan dapat ditukarkan penuh untuk saham PT MPP pada setiap waktu berdasarkan opsi dari Temasek selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2021 (Catatan 40).

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, PSI masih merupakan pemegang saham PT MPP tersebut secara legal karena Anderson belum melaksanakan hak eksekusi atas saham tersebut. Namun secara substansi, sesuai dengan perjanjian ER, saham ini adalah milik Anderson, karena itu tidak ada aset dan kewajiban yang dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan atas transaksi ini.

l. Pada tanggal 24 April 2019 dan 15 Mei 2019, Perusahaan dan Tokyo Century Cooperation memberikan corporate guarantee atas fasilitas pinjaman yang diterima oleh PT BEB, entitas anak, dari Tokyo Century Leasing (Singapore) Pte. Ltd., sebesar USD8,300.

32. IKATAN YANG SIGNIFIKAN DAN LITIGASI (lanjutan) 32. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND LITIGATION (continued)

k. Exchangeable Rights

On January 31, 2013, the Company and Prime Star Investment Pte. Ltd. ("PSI") entered into an Exchangeable Rights ("ER") Subscription Agreement with Anderson Investments Pte. Ltd. ("Anderson"), a subsidiary that indirectly wholly owned by Temasek Holdings (Private) Limited ("Temasek"), whereby PSI issued ER without interest amounting to USD300,000 to be exchanged with 26.1% shares of stock (or totalling 1,402,947,000 shares) of PT MPP to Anderson.

On February 18, 2013, PSI received USD300,000 from Anderson regarding the ER issuance.

On May, 2013, PSI has purchased 1,402,947,000 shares of PT MPP with a total amount of Rp2,840,900 and PSI notified Anderson that PSI has acquired shares of PT MPP in accordance to the ER Agreement.

On February 2, 2018, the Company has signed Cooperation Agreement. Based on this Cooperation Agreement, ER shall be exchangeable in full at any time for the PT MPP's shares at any time at the option of Temasek no later than January 31, 2021 (Note 40).

As of December 31, 2020, legally PSI is still the holder of PT MPP's shares because Anderson has not exercised the right to execute the shares. However in substance, in accordance with the ER agreement, these shares are owned by Anderson, therefore no asset and liability are recorded in the Company's consolidated statement of financial position for this transaction.

l. On April 24, 2019 and May 15, 2019, the Company and Tokyo Century Cooperation provide corporate guarantee on a loan facility received by PT BEB, a subsidiary, from Tokyo Century Leasing (Singapore) Pte. Ltd., amounting to USD8,300.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

  • m. Berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda No. 44/G/2018/PTUN.SMD tanggal 15 Mei 2019, PT MMI merupakan Tergugat II Intervensi 1 mengenai kepemilikan tanah seluas 3.000 m2 yang terletak di Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan keputusan ini menyatakan gugatan tersebut ditolak. Kemudian pada tanggal 15 Oktober 2019 berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No. 236/B/2019/PT.TUN.JKT yang membatalkan putusan PTUN Samarinda No. 44/G/2018/PTUN.SMD. Kasasi tersebut ditolak oleh Makamah Agung pada tanggal 9 Maret 2020 dan berkas perkara tersebut sudah diterima oleh PT MMI pada tanggal 14 Agustus 2020. Sampai dengan tanggal pelaporan, PT MMI tidak melakukan upaya hukum lanjutan.
  • n. Pada tanggal 4 Februari 2020, PT MMI menempatan dana pada Koperasi Simpan Pinjam Indosurya (KSPI) sebesar Rp15.000 dengan jangka waktu 1 bulan dan tingkat bunga 8,5% per tahun. Pada saat jatuh tempo, KSPI tidak bisa mengembalikan dana tersebut kepada PT MMI. Kemudian tanggal 29 April 2020, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada KSPI. Pada tanggal 17 Juli 2020 Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan Homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada KSPI.
  • o. Pada tanggal 26 dan 27 Desember 2019 PT MMI menandatangani perjanjian sewa menyewa Gudang dengan PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) atas 6 gudang arsip di lokasi Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Palembang. Periode sewa selama 5 tahun, mulai 1 Januari 2020 dan diperpanjang secara otomatis selama 5 tahun dan dengan opsi dapat diperpanjang kembali. Beban sewa dibayar dimuka dibayarkan setiap bulannya yang akan mengalami kenaikan 5% setiap tahunnya dengan jaminan sewa berupa bank garansi sebesar Rp1.987 yang dijamin dengan deposito berjangka (Catatan 5).
  • p. Per tanggal 31 Desember 2020, jumlah fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebesar Rp420.508.

32. IKATAN YANG SIGNIFIKAN DAN LITIGASI (lanjutan) 32. SIGNIFICANT COMMITMENTS AND LITIGATION (continued)

  • m. Based on Samarinda Court Judgement No. 44/G/2018/PTUN.SMD dated May 15, 2019, PT MMI is the Defendant II Intervention 1 on ownership of 3,000 sqm land area, located in North Balikpapan Sub- District, Balikpapan City, East Kalimantan. Based on this Court Judgement, the such claim is rejected. Then on October 15, 2019, based on Jakarta High Court Judgement No. 236/ B/2019/PT.TUN.JKT, the decision of Samarinda Court Judgement No. 44/G/2018/PTUN.SMD was canceled. The appeal was rejected by supreme court of Republic of Indonesia on March 9, 2020, and the case file has been received by PT MMI on August 14, 2020. As of the reporting date, PT MMI has not taken any further legal remedies.
  • n. On February 4, 2020, PT MMI placed funds in the Indosurya Credit Union (ICU) the amount of Rp15,000 with a term of 1 month and interest rate of 8.5% per annum. On due date, ICU can not repaid the fund to PT MMI. Then on April 29, 2020, The Central Jakarta Commercial Court ruled on the Postponement of the Debt Payment Obligation (PKPU) to KSPI. On July 17, 2020 The Central Jakarta Commercial Court has retified the homologasi on the Postponement of the Debt Payment Obligation (PKPU) to KSPI.
  • o. On 26 and 27 December 2019 PT MMI signed a Warehouse Lease Agreement with PT Mega Anugerah Cemerlang (MAC) for 6 archive warehouses at Lippo Cikarang, Kendal, Surabaya, Medan, Pekanbaru and Palembang. The lease period is 5 years, starting January 1, 2020 and is automatically renewed for 5 years and with the option can be extended again. Prepaid rental expenses are paid upfront each month, and increase 5% annually rental is guaranteed by bank guarantee amounted to Rp1,987 which is guaranteed with time deposit (Note 5).
  • p. As at December 31, 2020, the total unused bank loan facilities of the Company and Subsidiaries amounted to Rp420,508.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Dalam mengidentifikasi segmen operasi, manajemen melihat dari jenis usaha yang mewakili kegiatan utama usaha Perusahaan yaitu eceran dan distribusi dan teknologi informasi.

Sebagai tambahan, informasi tentang aktivitas usaha di luar dua kegiatan utama Perusahaan tersebut digabungkan dan diungkapkan dalam kategori "Lainnya". Isi dari segmen lainnya merupakan hasil usaha yang ditimbulkan oleh aktivitas Entitas-entitas Anak yang bergerak di bidang retail malls, administrasi saham, jasa arsip dan lainnya.

Segmen Operasi dikelola sebagai entitas hukum yang terpisah karena setiap segmen operasi menyediakan jasa/produk yang berbeda. Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi.

Informasi konsolidasian berdasarkan segmen operasi adalah sebagai berikut:

33. INFORMASI SEGMEN OPERASI 33. OPERATING SEGMENT INFORMATION

In identifying the operating segments, management views the business types that represent the main activities of the Company which are retail and distribution and information technology.

In addition, the information about business activities other than the Company's two main activities are grouped and disclosed in the category "Others". The content of others segment is the result of businesses of the Subsidiaries' activities that engaged in retail malls, share administration, archive service and others.

Operating Segments are managed as separate legal entities because each operating segment provides different services/products. All inter-segment transactions have been eliminated.

The consolidated information based on operating segments are as follows:

Eceran dan
Distribusi/
Retail and
Distribution
Teknologi
Informasi/
Information
Technology
Lainnya/
Others
Jumlah/
Total
31 Desember 2020 December 31, 2020
Hasil operasi Operation result
Penjualan neto 7,033,235 2,649,755 594,397 10,277,387 Net sales
Penghasilan keuangan 8,875 12,138 23,498 44,511 Finance income
Beban keuangan (402,946) (282,583) (57,426) (742,955) Finance cost
Depresiasi dan amortisasi (615,625) (166,582) (111,332) (893,539) Depreciation and amortization
Bagian atas rugi neto Equity in net loss of
entitas asosiasi - (169,570) (76,471) (246,041) associates
Beban pajak final (3,157) (215) (28,804) (32,176) Final tax expense
Manfaat (beban) pajak penghasilan 20,707 (106,994) (95,049) (181,336) Income tax (expense) benefit
Rugi tahun berjalan dari Loss for the year from
operasi yang dilanjutkan (422,695) (567,243) 7,399 (982,539) continued operation
Rugi tahun berjalan dari Loss for the year from
operasi yang dihentikan (692)
_________
- - (692) discontinued operation
Rugi tahun berjalan (423,387) (567,243) 7,399 (983,231) Loss for the year
Informasi segmen Segment information
Investasi dalam entitas asosiasi - 1,239,530 939,664 2,179,194 Investment in associates
Pengeluaran modal 84,810 80,690 26,921 192,421 Capital expenditures
Aset segmen dilaporkan 5,390,439 4,572,484 5,719,483 15,682,406 Reported segment assets
Liabilitas segmen dilaporkan 5,911,070 4,342,238 1,465,735 11,719,043 Reported segment liabilities

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Informasi konsolidasian berdasarkan segmen operasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

33. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 33. OPERATING SEGMENT INFORMATION (continued)

The consolidated information based on operating segments are as follows: (continued)

Eceran dan
Distribusi/
Retail and
Distribution
Teknologi
Informasi/
Information
Technology
Lainnya/
Others
Jumlah/
Total
31 Desember 2019 December 31, 2019
Hasil operasi Operation result
Penjualan neto 9,073,188 2,411,358 837,795 12,322,341 Net sales
Penghasilan keuangan 13,147 29,162 19,297 61,606 Finance income
Beban keuangan (129,407) (328,580) (27,117) (485,104) Finance cost
Depresiasi dan amortisasi (277,475) (138,984) (93,571) (510,030) Depreciation and amortization
Bagian atas laba neto Equity in net profit of
entitas asosiasi - 250,502 (50,852) 199,650 associates
Beban pajak final (5,681) (405) (43,289) (49,375) Final tax expense
Manfaat (beban) pajak penghasilan (231,977) (73,854) (163,630) (469,461) Income tax (expense) benefit
Laba (rugi) tahun berjalan dari Gain (Loss) for the year from
operasi yang dilanjutkan (251,165) (828,366) 61,694 (1,017,837) continued operation
Laba tahun berjalan dari Gain for the year from
operasi yang dihentikan 16,008
_________
- - 16,008 discontinued operation
Laba (rugi) tahun berjalan (235,157) (828,366) 61,694 (1,001,829) Gain (loss) for the year
31 Desember 2019 December 31, 2019
Informasi segmen Segment information
Investasi dalam entitas asosiasi - 1,400,451 921,001 2,321,452 Investment in associates
Pengeluaran modal 144,428 305,993 41,188 491,609 Capital expenditures
Aset segmen dilaporkan 4,360,750 4,666,951 6,256,200 15,283,901 Reported segment assets
Liabilitas segmen dilaporkan 4,155,576 4,556,385 953,961 9,665,922 Reported segment liabilities

Penjualan neto kepada pelanggan berdasarkan segmen geografis adalah sebagai berikut:

Net sales to customers based on the geographical segments are as follows:

2020 2019
Indonesia
Luar Indonesia
10,019,228
258,159
11,958,205
364,136
Indonesia
Outside Indonesia
Jumlah 10,277,387 12,322,341 Total

Aset tidak lancar Perusahaan berdasarkan lokasi geografis adalah sebagai berikut:

The Company's non-current assets based on the geographical location are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Indonesia 9,699,402 8,855,651 Indonesia
Luar Indonesia 551,133 80,820 Outside indonesia
Jumlah segmen aset tidak lancar* 10,250,535 8,936,471 Total segment's non-current assets*

*) Tidak termasuk aset pajak tangguhan. *) Excluding deferred tax assets

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Aktivitas signifikan yang tidak mempengaruhi arus kas: Significant activities that do not affect to the cash

34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK ARUS KAS 34. ADDITIONAL INFORMATION FOR CASH FLOWS

flows:

2020 2019
Reclassification of other non-current assets to
fixed assets
Addition in fixed assets by reclassification
from inventories
Reclassification of other non-current financial
649 5,893 assets to prepaid rents
Acquisition of fixed assets through account
- 6,073 payable and finance lease
77,605
11,734
100,037
13,280

Tabel di bawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagai berikut:

The below table sets out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the years ended December 31, 2020 and 2019, as follows:

31 Desember 2020/ December 31, 2020
Perubahan Non Kas/
Non Cash Movement
Saldo
awal/
Beginning
balance
Arus kas/
Cash flows
Pergerakan
valuta asing/
Movement
foreign
exchange
rate
Amortisasi/
Amortization
Penambahan
dari akuisisi
entitas anak/
Addition from
acquired
subsidiary
Saldo
akhir/
Ending
balance
Utang sewa pembiayaan/ Finance lease payable
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya/
109,895 (42,694) 480 - - 67,681
Bank and other financial institution loans 4,206,598 (665,619) 55,219 12,371 41,430 3,649,999

31 Desember 2019/ December 31, 2019

Perubahan Non Kas/
Non Cash Movement
Saldo
awal/
Beginning
balance
Arus kas/
Cash flows
Pergerakan
valuta asing/
Movement
foreign
exchange
rate
Amortisasi/
Amortization
Penambahan
aset tetap/
Addition of
fixed assets
Penambahan
dari akuisisi
entitas anak/
Addition from
acquired
subsidiary
Saldo
akhir/
Ending
balance
Utang sewa pembiayaan/
Finance lease payable
Utang bank dan lembaga
keuangan lainnya/
166,880 (62,468) (729) - 6,073 139 109,895
Bank and other financial
institution loans
5,040,122 (718,919) (132,038) 17,433 - - 4,206,598

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

Manajemen Risiko Keuangan Financial Risks Management

Risiko keuangan utama yang dihadapi Perusahaan adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, risiko suku bunga, dan risiko harga. Melalui pendekatan manajemen risiko, Perusahaan mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas.

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS

The main financial risks faced by the Company are credit risk, liquidity risk, currency risk, interest rate risk, and price risk. Through the risk management approach, the Company tries to minimize the potential negative impact of the above risks.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

(i) Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana suatu pihak dengan instrumen keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap pihak lain diakibatkan kegagalannya memenuhi suatu kewajiban.

Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di bank, piutang usaha, piutang pihak berelasi non-usaha, piutang jangka panjang lainnya, investasi tertentu dan aset keuangan tertentu lainnya. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.

Eksposur risiko kredit maksimum pada tanggal pelaporan adalah:

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) Financial Risks Management (continued)

(i) Credit Risk The credit risk is a risk whereby one party with a financial instrument will cause the other party to incur a financial loss due to the failure to fullfil an obligation.

The Company's financial instruments that have the potential credit risk consist of cash and cash equivalents in banks, receivables, certain investments and certain other financial assets. The maximum exposure of the credit risk is equal to the carrying values of these accounts.

The maximum exposures of credit risk on reporting date are as follows:

31 Des/ Dec 31,
2020
31 Des/ Dec 31,
2019
Kas dan setara kas 1,692,911 1,871,792 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 538,533 569,822 Trade receivables
Aset keuangan lancar lainnya 648,413 1,070,587 Other current financial assets
Aset keuangan tidak lancar lainnya 802,046 1,650,323 Other non-current financial assets
Investasi jangka panjang lainnya 2,291,638 1,860,153 Other long-term investments
Jumlah 5,973,541 7,022,677 Total

Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih. Sedangkan untuk institusi keuangan, manajemen telah membuat kriteria diantaranya hanya menggunakan jasa manajer investasi berpengalaman dan terpercaya untuk pengelolaan reksadana dan investasi lainnya. Di samping itu, kebijakan Perusahaan adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga Perusahaan memiliki kas dan setara kas, piutang dan investasi di berbagai institusi keuangan.

(ii) Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko di mana suatu entitas menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan liabilitas keuangannya yang diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.

For the credit risk associated with banks, only banks with good predicate are selected. For the financial institutions, management has made certain criteria, among others, to engage experienced and trusted investment managers to manage its mutual fund and other investment. In addition, the Company has a policy not to limit the exposure to only one particular institution, hence the Company has cash and cash equivalents in banks, receivables and investments in various financial institutions.

(ii) Liquidity Risk Liquidity risk is a risk whereby an entity will encounter difficulty to settle its financial obligations through the settlement in cash and other financial assets.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Di bawah ini ringkasan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan:

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) Financial Risks Management (continued)

(ii) Risiko Likuiditas (lanjutan) (ii) Liquidity Risk (continued)

Below is the summary of maturity dates of the Company's financial liabilities:

Nilai
tercatat/
Carrying
value
Arus kas
aktual/
Actual
cash flows
<=1 tahun/
<=1 year
>1 tahun/
>1 year
31 Desember 2020 December 31, 2020
Utang usaha 1,393,456 1,393,456 1,393,456 - Trade payables
Taxes payable and accrued
Utang pajak dan beban akrual 1,216,623 1,216,623 1,216,623 - expenses
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya
686,515 686,515 686,515 - Other short-term financial
liabilities
Utang sewa pembiayaan 67,681 67,681 39,492 28,189 Finance lease payable
Utang bank dan lembaga Banks and other financial
keuangan lainnya 3,649,999 3,649,999 1,490,463 2,159,536 institution loans
Liabilitas keuangan Other long term
jangka panjang lainnya 2,691,714 2,691,714 - 2,691,714 financial liabilities
31 Desember 2019 December 31, 2019
Utang usaha 1,497,387 1,497,387 1,497,387 - Trade payables
Taxes payable and accrued
Utang pajak dan beban akrual 1,209,921 1,209,921 1,209,921 - expenses
Liabilitas keuangan jangka pendek Other short-term financial
lainnya 522,918 522,918 522,918 - liabilities
Utang sewa pembiayaan 109,895 109,895 56,452 53,443 Finance lease payable
Utang bank dan lembaga Banks and other financial
keuangan lainnya 4,206,598 4,206,598 1,419,247 2,787,351 institution loans
Liabilitas keuangan Other long term
jangka panjang lainnya 507,918 507,918 - 507,918 financial liabilities

Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan surat berharga yang cukup agar memungkinkan Perusahaan dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan. Di samping itu, Perusahaan juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

(iii) Risiko Mata Uang Asing

Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing. Perusahaan melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah belanja modal, transaksi yang dilakukan Entitas anak di luar negeri, dan transaksi pinjaman Perusahaan, sehingga Perusahaan harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing, terutama USD untuk memenuhi kebutuhan kewajiban dalam mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang USD dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Perusahaan.

The Company manages the liquidity risk by maintaining sufficient cash and securities to ensure that the Company is able to meet its commitments in its normal operations. In addition, the Company also monitors the projections and actual cash flows on a continuous basis and monitors the maturity date of financial assets and liabilities.

(iii) Currency Risk

Currency risk is a risk of fluctuated value in financial instruments due to the change in foreign currency exchange rates. The Company conducts certain transactions using foreign currencies, among others, capital expenditures, transactions conducted by foreign subsidiaries, and the Company's loans, hence, the Company must convert Rupiah into foreign currencies, primarily USD to meet its liabilities in foreign currencies at their maturity dates. The fluctuation of Rupiah against USD may have an effect on the Company's financial condition.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

(iii) Risiko Mata Uang Asing (lanjutan) (iii) Currency Risk (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020, jika terjadi penguatan nilai tukar mata uang USD terhadap mata uang Rupiah sebesar 5% pada tanggal pelaporan, dan semua variabel lainnya dianggap konstan, maka jumlah rugi konsolidasian Perusahaan bertambah sebesar Rp45.596 dan penurunan rugi komprehensif lainnya sebesar Rp477. Kenaikan rugi neto akibat penguatan 5% nilai tukar mata uang USD terhadap mata uang Rupiah terutama disebabkan oleh kerugian penjabaran pinjaman dan utang dalam mata uang USD yang di-offset dengan keuntungan penjabaran kas dan setara kas dan piutang dalam mata USD.

Perusahaan mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang secara terus menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat seperti penggunaan transaksi lindung nilai apabila diperlukan untuk mengurangi risiko mata uang asing.

(iv) Risiko suku bunga

Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar.

Perusahaan memiliki risiko suku bunga terutama karena melakukan pinjaman menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Perusahaan.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, jika suku bunga pasar dalam Rupiah naik/turun sebesar 50 basis poin dan suku bunga dalam USD naik/turun sebesar 10 basis poin dan semua variable lainnya dianggap konstan, laba neto konsolidasian tahun berjalan akan naik/turun sebesar Rp1.476 yang terjadi sebagai akibat naik/turunnya pendapatan bunga atas kas dan setara kas dengan suku bunga mengambang setelah dikompensasi dengan naik/turunnya beban bunga atas pinjaman dengan suku bunga mengambang.

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) Financial Risks Management (continued)

As of December 31, 2020, if USD strengthened against Rupiah by 5% on the reporting date, and other variables were assumed to be constant, hence, the effects to the consolidated loss of the Company would be increased by Rp45,596 and other comprehensive loss would be decreased by Rp477. The increase of net loss due to strengthening of USD by 5% against Rupiah mainly contributed by the loss on translation of loans and payables in USD currency, which was offset by the gain on translation of receivables and cash and cash equivalents in USD currency.

The Company manages currency risk by monitoring continuously the fluctuation in foreign currency exchange rates so that it can initiate and manage appropriate actions such as the use of hedging transactions, if necessary, to reduce the foreign currency risk.

(iv) Interest rate risk

Interest rate risk is a risk of fluctuated value in financial instruments due to the change in market interest rates.

The Company has an interest rate risk mainly because the loans bear floating interest rates. The Company monitors the impact of interest rate movements to minimize the negative impact to the Company.

For the year ended December 31, 2020, if the market interest rate in Rupiah increased/decreased by 50 basis point and the interest rate in USD increased/decreased by 10 basis point and the other variables were assumed to be constant, the consolidated net profit for the year would increase/decrease by Rp1,476 as the impact of an increment/decrement in interest income from cash and cash equivalents with floating interest rate after being compensated by an increment/decrement in interest expense from the loans with floating interest rate.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan) Financial Risks Management (continued)

Informasi mengenai suku bunga deposito dan pinjaman Perusahaan dijelaskan pada Catatan 3, 5, 15 dan 21.

(v) Risiko harga

Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar, terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.

Per tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan memiliki risiko harga terutama karena investasi Perusahaan atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan yang diperdagangkan. Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara berkelanjutan.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, jika harga pasar investasi yang dimiliki Perusahaan naik/turun sebesar 1% dan variabel lainnya dianggap konstan maka laba komprehensif Perusahaan akan menurun/ meningkat sebesar Rp9.890.

Perusahaan menggunakan hierarki berikut dalam mencatat nilai wajar instrumen keuangan Perusahaan:

  • Level 1: harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
  • Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung; dan
  • Level 3: input untuk aset atau liabilitas yang tidak dapat diobservasi.

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

(iv) Risiko Suku Bunga (lanjutan) (iv) Interest Rate Risk (continued)

Information regarding the interest rate on time deposits and loans of the Company are described in Notes 3, 5, 15 and 21.

(v) Price Risk

Price risk is a risk of fluctuated value in financial instruments due to the change in market prices, whether the change is caused by specific factors of an individual instrument or factors that affect all instruments traded in the market.

As of December 31, 2020, the Company has a price risk mainly due to the Company's investments on financial assets which are classified as available-for-sale and trading. The Company manages the price risk by performing internal monitoring by the management on a continuous basis.

For the year ended December 31, 2020, if market price of investment increased/ decreased by 1% and the other variables were assumed to be constant, the Company comprehensive income would decrease/ increase by Rp9,890.

Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments

The Company applies the following hierarchies to record the fair value of financial instruments of the Company:

  • Level 1: quotation price in the active market for identical assets or liabilities;
  • Level 2: input other than quotation price that is included in level 1 and can be observed directly or indirectly for assets or liabilities; and
  • Level 3: input for assets or liabilities that cannot be observed.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Tabel berikut ini menunjukkan aset dan liabilitas Perusahaan yang diukur berdasarkan nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2020:

35. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) Fair Value of Financial Instruments (continued)

The following table sets out the Company's assets and liabilities that are measured and recognised at fair value at December 31, 2020:

Nilai wajar pada akhir tahun pelaporan/Fair value at the end of
Deskripsi/Description reporting year
Level 1 Level 2 Level 3
Pengukuran nilai wajar yang berulang / recurring fair value measurements
Aset Keuangan/ Financial Assets
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/
at fair value through profit or loss 2,633 - -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain/
at fair value through other
comprehensive income 291,586 - -
Investasi jangka panjang lainnya/ Other long term investment
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/
at fair value through profit or loss - 1,503,553 -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain/
at fair value through other
comprehensive income 730,097 - -
Aset derivatif/ Derivative assets - Call spread
option and swap - 207,442 -
Jumlah aset/ Total assets 1,024,316 1,710,995 -

Seluruh nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang ada di Perusahaan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek atau dengan tingkat suku bunga mengambang.

Perhitungan metode nilai wajar level 2 menggunakan beberapa metode pendekatan sebagai berikut:

Investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi

Nilai wajar dari investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi dihitung berdasarkan harga pasar terakhir yang terjadi untuk investasi yang datanya tersedia untuk Perusahaan.

Aset derivatif

Nilai wajar kontrak opsi dan swap didasarkan pada perhitungan dari penilai independen pada tanggal pelaporan.

All the carrying values of financial assets and liabilities of the Company close to their fair values due to short-term period or with floating interest rate.

The calculation of the fair value method level 2 uses several methods of approach as follow:

Unquoted equity investments

The fair value of the unquoted equity investments are calculated based on the last market price for those investments available to the Company.

Derivative assets

The fair value of call spread option and swap contracts are based on calculation from independent appraisal at reporting date.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Tujuan utama Perusahaan dalam hal pengelolaan modal adalah mengoptimalisasi saldo utang dan ekuitas Perusahaan dalam rangka mempertahankan kelangsungan usaha dan perkembangan bisnis di masa depan dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Perusahaan mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian yang diperlukan dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan tujuan strategis Perusahaan.

Untuk menjaga dan menyesuaikan struktur modal, Perusahaan mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru, memperoleh pinjaman baru atau melakukan pelunasan pinjaman.

37. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

PSAK 71: Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan

Penerapan PSAK 71: Instrumen Keuangan mengubah pendekatan perhitungan penurunan nilai untuk aset keuangan dari metode kerugian yang telah terjadi di PSAK 55: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran: menjadi pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) di PSAK 71: Instrumen Keuangan. Berdasarkan standar baru ini, Perusahaan harus membentuk cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset keuangan perusahaan berdasarkan informasi yang wajar dan terdukung mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan kondisi ekonomi masa depan. Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai ini tidak berdampak signifikan pada nilai tercatat aset keuangan Perusahaan.

Klasifikasi aset keuangan berdasarkan PSAK 71 umumnya didasarkan pada model bisnis di mana aset keuangan dikelola dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya dan nilai wajar melalui rugi laba.

Atas penerapan PSAK 71, Perseroan mengakui efek kumulatif dari penerapan awal standar baru sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba sebesar Rp84.080.

Tabel dan catatan berikut di bawah ini menjelaskan kategori pengukuran sebelumnya berdasarkan PSAK 55 dan kategori pengukuran baru berdasarkan PSAK 71 untuk setiap kelas aset keuangan Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2020:

36. PENGELOLAAN MODAL 36. CAPITAL MANAGEMENT

The Company's primary objective in the capital management is to optimize the balances of debts and equity of the Company in order to maintain its going concern and business development in the future and maximize the shareholder value. The Company manages its capital structure and makes necessary adjustments with consideration of the change in economic conditions and the Company's strategic objectives.

To maintain and adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares, obtain new loan or repay the loan.

37. CHANGES IN SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

PSAK 71: Financial Instrument - Classification and measurement of financial instrument

The implementation of PSAK 71: Financial Instruments changes the approach of financial asset impairment modeling from incurred loss in PSAK 55: Financial Instrumens Recognition and Measurement to Expected Credit Loss (ECL) in PSAK 71: Financial Instruments. Based on the new standard, The Company is required to calculate an allowance for credit losses by considering any information related to the past events, current events, and future economic conditions. This method transformation on the calculation of financial assets impairment has no significant impact on the carrying amount of the Company's financial assets.

The classification of financial assets under PSAK 71 is generally based on the business model in which a financial asset is managed and its contractual cash flow characteristics. Financial assets are classified under: at amortised cost, fair value other comprehensive income and fair value through profir or loss.

The Company has applied PSAK 71 by recognizing the cumulative effect of initially applying the new standards as an adjustment to the beginning balance of retained earnings as amount Rp84,080.

The following table and the accompanying notes below explain the original measurement categories under PSAK 55 and the new measurement categories under PSAK 71 for each class of the Company's financial assets as at January 1, 2020:

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR AND FOR THE YEARS THEN ENDED PADA TANGGAL TERSEBUT

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

37. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES

37. CHANGES IN SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Aset Keuangan/
Financial Assets
Klasifikasi awal/
Original classification
Klasifikasi baru/
New Classification
Nilai
berdasarkan
PSAK 55/
Amount
under PSAK
55
Nilai
berdasarkan
PSAK 71/
Amount under
PSAK 71
Kas dan setara kas/ Cash and
cash equivalent
a Pinjaman yang diberikan
dan piutang / Loans and
receivables
Biaya perolehan
diamortisasi / Amortised
cost
1,871,792 1,871,792
Piutang usaha / Trade
receivables
a Pinjaman yang diberikan
dan piutang / Loans and
receivables
Biaya perolehan
diamortisasi / Amortised
cost
569,822 569,822
Piutang lain-lain dan dana yang
dibatasi penggunaannya/ Other
receivables and restricted funds
a Pinjaman yang diberikan
dan piutang / Loans and
receivables
Biaya perolehan
diamortisasi / Amortised
cost
745,658 745,658
Investasi dalam ekuitas yang
diperdagangkan dibursa /
Quoted equity investment
b Tersedia untuk dijual/
Available for sale
Nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lainnya / Fair Value through
other comprehensif income
1,080,365 1,080,365
Investasi dalam obligasi
pemerintah/ Investment in
government bond
b Tersedia untuk dijual/
Available for sale
Nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lainnya / Fair Value through
other comprehensif income
25,898 25,898
Investasi dalam ekuitas yang
tidak diperdagangkan dibursa /
Unquoted equity investment
c Tersedia untuk dijual/
Available for sale
Nilai wajar melalui laba rugi
/ Fair Value through other
profit and loss
728,907 821,097
Investasi dalam capital fund/
Investment in capital fund
d Tersedia untuk dijual/
Available for sale
Nilai wajar melalui laba
rugi/ Fair Value through
profit and loss
269,530 269,530
Investasi dalam convertible
notes/ Investment in convertible
notes
e Tersedia untuk dijual/
Available for sale
Biaya perolehan
diamortisasi / Amortised
cost
74,094 72,984
  • (a) Kas dan setara kas, piutang dan dana yang dibatasi penggunaannya diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang berdasarkan PSAK 55 sekarang diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi.
  • (b) Investasi ini merupakan investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa dan obligasi pemerintah yang Perusahaan pegang untuk tujuan strategis tetapi juga dapat dijual untuk memenuhi tujuan likuiditas. Sebagaimana diizinkan oleh PSAK 71, Perusahaan telah mengklasifikasikan instrumen ini pada tanggal penerapan awal untuk diukur dengan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya.
  • (c) Investasi ini merupakan investasi yang Perusahaan pegang untuk tujuan strategis tetapi juga dapat dijual untuk memenuhi tujuan likuiditas. Sebagaimana diizinkan oleh PSAK 71, Perusahaan telah mengklasifikasikan instrumen ini pada tanggal penerapan awal untuk diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

  • (a) Cash and cash equivalent, receivables and restricted fund that were classified as loans and receivables under PSAK 55 are now classified at amortised cost.

  • (b) These investments are stock exchange traded equity investments and goverment bonds represent investments that the Company intend to hold for strategic purposes but may be sold to meet liquidity purposes. As permitted by PSAK 71, the Company have classified these instruments at the date of initial application as measured at fair value other comprehensive income.
  • (c) These investments represent investments that the Company intend to hold for strategic purposes but may be sold to meet liquidity purposes. As permitted by PSAK 71, the Company have classified these instruments at the date of initial application as measured at fair value through other profit and loss.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

37. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • (d) Investasi ini dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual berdasarkan PSAK 55 tetapi telah diklasifikasikan sebagai wajib diukur menggunakan nilai wajar melalui laba rugi lainnya berdasarkan PSAK 71.
  • (e) Investasi dalam efek hutang yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual sekarang diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan bermaksud untuk memiliki investasi ini semata-mata untuk mengumpulkan arus kas kontraktualnya.

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, diterbitkan di bulan Juli 2017 dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mulai 1 Januari 2020.

Pada tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan PSAK 72 dan membukukan penyesuaian pada saldo awal laba ditahan sehubungan dengan pendapatan yang telah diakui pada tahun sebelumnya sebesar (Rp10.302).

PSAK 73: Sewa

Pada saat penerapan PSAK 73, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi' berdasarkan prinsip-prinsip dalam PSAK 30, "Sewa".

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2020. Rata-rata tertimbang suku bunga inkremental yang digunakan adalah sebesar 11%. Aset hak-guna diukur dengan nilai lini pembayaran sewa dan disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau pembayaran sewa yang masih harus dibayar sehubungan dengan sewa yang diakui di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2019.

Dalam menerapkan PSAK 73 untuk pertama kalinya, Perusahaan menerapkan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar:

i. Untuk semua kontrak yang ditandatangani sebelum 1 Januari 2020 dan yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa berdasarkan PSAK 30, Perusahaan tidak menilai kembali apakah kontrak tersebut mengandung sewa berdasarkan PSAK 73.

37. CHANGES IN SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • (d) These investments catagorised as available for sale under PSAK 55 but have been classified as mandatory measured at fair value through profit and loss income under PSAK 71.
  • (e) Investments in debt securities catagorised as available for sale are now classified at amortised cost. The Company intend to hold the investments solely to collect contractual the cash flow.

PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers

PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, was issued in July 2017 and has an effective date of January 1, 2020 with earlier application permitted. The Company and its Subsidiaries implements PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers starting from January 1, 2020.

As at January 1, 2020, the Company and its Subsidiaries have adopted PSAK 72 and adjusted beginning balance of retained earnings regarding revenue recognized in previous year amounting to (Rp10,302).

PSAK 73: Leases

On the adoption of PSAK 73, the Company recognized rightof-use assets and lease liabilities in relation to leases which were previously classified as 'operating lease' under the principles of PSAK 30, "Leases".

These lease liabilities were measured at the present value of the remaining lease payments, discounted using the Company's incremental borrowing rate as at January 1, 2020. The weighted average of the Company's incremental borrowing rate applied was 11%. Right-of-use assets were measured at present value of rental payment and adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments relating to that lease recognized in the statement of financial position as at 31 December 2019.

In applying PSAK 73 for the first time, the Company used the following practical expedients permitted by the standard:

i. For all contracts entered into before January 1, 2020 and that were previously identified as leases under PSAK 30, the Company has not reassessed if such contracts contain leases under PSAK 73.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

37. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Dalam menerapkan PSAK 73 untuk pertama kalinya, Perusahaan menerapkan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar: (lanjutan)

  • ii. Atas dasar sewa per sewa, Perusahaan telah:
  • menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;
  • sewa operasi yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari 1 Januari 2020 diperlakukan sebagai sewa jangka pendek;
  • pengecualian biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal;
  • menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight) dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa;
  • mengandalkan penilaian apakah sewa bersifat memberatkan sesuai PSAK 57, "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi" segera sebelum tanggal penerapan awal sebagai alternatif untuk melakukan tinjauan penurunan nilai.

Pada saat pengukuran liabilitas sewa, Perusahaan mendiskontokan pembayaran sewa menggunakan tingkat pinjaman inkremental pada tanggal 1 Januari 2020. Tingkat suku bunga yang diterapkan adalah 11%.

Tabel berikut merangkum dampak penerapan PSAK 73 pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan:

37. CHANGES IN SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

In applying PSAK 73 for the first time, the Company used the following practical expedients permitted by the standard: (continued)

ii. On lease by lease basis, the Company has:

  • apply a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
  • operating leases with a remaining lease term of less than 12 months as at January 1, 2020 are treated as short-term lease;
  • the exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application;
  • the use of hindsight in determining the lease term where the contract contains options to extend or terminate the lease;
  • rely on the assessment of whether leases are onerous based on PSAK 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets" immediately before the date of initial application as an alternative to perform an impairment review.

When measuring lease liabilities, the Company discounted lease payments using its incremental borrowing rate at January 1, 2020. The interest rate applied is 11%.

The following tables summarise the impacts of adopting PSAK 73 on the Company's consolidated financial statements:

31 Desember 2019/
31 December 2019
PSAK 73 1 Januari 2020/
1 January 2020
Laporan posisi keuangan konsolidasian / Consolidation Statement of
Financial Position
Biaya dibayar dimuka/ Prepaid expenses 153,596 (7,324) 146,272
Aset hak guna/ Right of use aset - 2,692,170 2,692,170
Uang muka dan jaminan sewa/ Rental advances and deposits 241,320 (241,320) -
Sewa dibayar di muka jangka panjang/ Long term prepaid rent 281,977 (281,977) -
Liabilitas sewa/ Lease liabilities - 3,055,171 3,055,171
Biaya yang masih harus dibayar/ Accrued expense 263,622 (14,234) 249,388
Liabilitas lancar lainnya/ Other current liabilites 442 (442) -
Liabilitas tidak lancar lainnya/ Other non current liabilities 625,704 (581,308) 44,396
Laba ditahan/ Retained Earning 1,373,257 (297,638) 1,075,619

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

Untuk konsistensi dengan penyajian dari laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Perusahaan mereklasifikasi akun-akun sebagai berikut:

38. REKLASIFIKASI AKUN 38. ACCOUNTS RECLASSIFICATION

For the consistency with the presentation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2019 and 2018, the Company reclassified the accounts as follows:

31 Desember 2019/ December 31, 2019 31 Desember 2018/ December 31, 2018
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Setelah
direklasifikasi/
As Reclassified
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Setelah
direklasifikasi/
As Reclassified
ASET
Aset keuangan tidak lancar lainnya
Uang muka dan jaminan sewa
384,879
1,265,444
1,650,323
-
469,595
1,376,891
1,846,486
-
ASSETS
Other non-current financial assets
Rental advances and deposits
EKUITAS EQUITY
Tambahan modal disetor
Komponen ekuitas lainnya
Kepentingan non-pengendali
(330,879)
258,268
606,661
(554,804)
258,570
830,284
(330,879)
268,970
731,252
(554,804)
269,272
954,875
Additional paid-in capital
Other equity components
Non-controlling interests

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI

Pada tanggal 25 Juni 2020, Perusahaan dan entitas anak, PT Prima Cakrawala Sentosa telah melaksanakan pembelian saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, dan PT Tahta Putera Manunggal dari PT Inti Anugerah Pratama (Catatan 1.c).

Perusahaan sebagai entitas yang menerima bisnis mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor sebagai "Selisih Nilai Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali".

Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan laporan posisi keuangan per 1 Januari 2019/ 31 Desember 2018 telah disajikan kembali seolah-olah transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali telah terjadi sejak saldo awal tahun perbandingan yang disajikan atau tanggal 1 Januari 2019. Jumlah tercatat ekuitas dan laba komprehensif PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, dan PT Tahta Putera Manunggal sebelum tanggal efektif disajikan sebagai penyesuaian proforma pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019, serta laporan posisi keuangan konsolidasian per 1 Januari 2019/ 31 Desember 2018.

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS

On June 25, 2020, the Company and its subsidiary, PT Prima Cakrawala Sentosa, have purchased the shares of PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, and PT Tahta Putera Manunggal from PT Inti Anugerah Pratama (Note 1.c)

The Company as an entity that receives business recognizes the difference between the amount of consideration transferred and the carrying amount of each business combination transaction between entities under common control in equity and presents it under additional paid-in capital as "Difference in Value of Business Combination between Entities under Common Control".

The financial statements for the year ended December 31, 2019 and statement of financial position as of January 1, 2019/ December 31, 2018 have been restated as if a business combination transaction between entities under common control had occurred since comparative beginning balance presented or January 1, 2019. The carrying amount of equity and comprehensive income of PT Multi Prima Sejahtera Tbk, PT Anekatrada Indotama, PT Cahaya Citra Permai, dan PT Tahta Putera Manunggal before the effective date is presented as a proforma adjustment in the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2019 and consolidated statement of financial position as of January 1, 2019/ December 31, 2018.

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

Laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2019/ 31 Desember 2018 dan untuk posisi yang berakhir pada 31 Desember 2019 sebelum dan setelah disajikan kembali adalah sebagai berikut:

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

The consolidated financial statements for the years ended December 31, 2019 and 1 January 2019/ December 31, 2018 and for the year ended December 31, 2019 before and after being restated are as follows:

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
ASSETS
CURRENT ASSETS
1,782,922 1,871,792 2,527,201 2,630,997 Cash and cash equivalents
Trade receivables
322,023 345,652 329,057 352,587 Third parties -
Related parties -
1,067,948 1,070,587 1,110,308 1,112,757 Other current financial assets
Inventories
252,072 254,232 326,220 328,322 Prepaid taxes
163,659 163,927 102,875 103,402 Prepaid expenses
Other current assets
1,815 1,815 2,286 2,286 Assets of disposal group classified
as held for distribution to owner
5,551,359 5,701,372 6,734,460 6,915,618 Total Current Assets
NON-CURRENT ASSETS
Other non-current financial assets
Investments in associates
Other long-term investments
170,344 175,841 172,126 177,623 Investment properties
2,346,942 2,351,877 2,553,362 2,558,373 Fixed assets
Long-term prepaid rents
Intangible assets
178,365 180,554 211,896 214,073 Deferred tax assets
Other non-current assets
9,356,184 9,582,529 10,426,442 10,632,502 Total Non-current Assets
14,907,543 15,283,901 17,160,902 17,548,120 TOTAL ASSETS
224,170
1,533,341
203,409
1,650,323
2,187,882
1,788,110
281,977
114,294
637,947
31 Desember 2019/ December 31, 2019
224,170
1,565,429
203,768
1,650,323
2,321,452
1,860,153
281,977
114,294
646,058
258,646
1,893,093
184,774
1,846,486
2,566,781
1,759,435
323,702
147,835
844,819
31 Desember 2018/ December 31, 2018
258,646
1,941,345
185,276
1,846,486
2,679,200
1,831,478
323,702
147,835
853,732

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/ December 31, 2019 31 Desember 2018/ December 31, 2018
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya Short-term bank and other financial
jangka pendek 741,179 741,179 1,012,954 1,012,954 institution loans
Utang usaha Trade payables
- Pihak ketiga 1,483,747 1,490,908 1,760,360 1,773,501 Third parties -
- Pihak berelasi 6,479 6,479 7,384 7,384 Related parties -
Beban akrual 997,112 999,997 1,155,176 1,158,378 Accrued expenses
Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya 522,918 522,918 501,918 501,918 Other short-term financial liabilities
Utang pajak 209,074 209,924 215,964 216,844 Taxes payable
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Bagian lancar atas utang jangka panjang:
296,430 296,430 305,575 305,575 Short-term employee benefit liabilities
Current maturities of long-term debts:
Utang sewa pembiayaan 56,452 56,452 58,312 58,451 Finance lease payable
Utang bank dan lembaga Bank and other financial
keuangan lainnya 678,068 678,068 429,554 429,554 institution loans
Liabilitas jangka pendek lainnya 503,557 503,557 496,346 496,346 Other short-term liabilities
Liabilitas terkait aset kelompok lepasan Liabilities directly associated
yang dimiliki untuk didistribusikan with disposal group classified as
kepada pemilik 70 70 145 145 held for distribution to owners
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5,495,086 5,505,982 5,943,688 5,961,050 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam
NON-CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current
maturities:
satu tahun:
Utang sewa pembiayaan
Utang bank dan lembaga
53,443 53,443 108,568 108,568 Finance lease payable
Bank and other financial
keuangan lainnya 2,787,351 2,787,351 3,597,614 3,597,614 institution loans
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 499,058 509,893 377,455 388,121 Long-term employee benefit liabilities
Liabilitas pajak tangguhan 155,209 155,209 80,207 80,207 Deferred tax liabilities
Liabilitas keuangan jangka
panjang lainnya - 507,918 - 544,050 Other long-term financial liabilities
Liabilitas jangka panjang lainnya 654,044 146,126 799,020 254,970 Other long-term liabilities
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4,149,105 4,159,940 4,962,864 4,973,530 Total Non-current Liabilities
Jumlah Liabilitas 9,644,191 9,665,922 10,906,552 10,934,580 Total Liabilities

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/ December 31, 2019 31 Desember 2018/ December 31, 2018

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Equity attributable to owners of
Pemilik Entitas Induk the Parent
Modal Saham Capital Stocks
Modal dasar - - Authorized
23.620.710.440 saham terdiri dari:
467.942.000 saham kelas A
23,620,710,440 shares consist of:
467,942,000 class A shares
dengan nilai nominal Rp2.000 with par value of Rp2,000 (full
(nilai penuh) per saham; amount) per share;
1.228.347.890 saham kelas B 1,228,347,890 class B shares
dengan nilai nominal Rp500 with par value of Rp500
(nilai penuh) per saham dan (full amount)per share and
21.924.420.550 saham kelas C 21,924,420,550 class C shares
dengan nilai nominal Rp100 with par value of Rp100
(nilai penuh) per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan dan disetor penuh - Issued and fully paid capital
14.639.632.470 saham 14,639,632,470 shares
terdiri dari: consist of:
467,942,000 class A shares,
467.942.000 saham kelas A,
1.228.347.890 saham kelas B dan
1,228,347,890 class B shares
and 12,943,342,580 class C
12.943.342.580 saham kelas C 2,844,392 2,844,392 2,844,392 2,844,392 shares
Tambahan modal disetor (554,804) (554,804) (554,804) (554,804) Additional paid-in capital
Modal proforma yang timbul karena Proforma capital arising from
transaksi akuisisi entitas acquisition of entity under
sepengendali - 293,897 - 299,292 common control
Komponen ekuitas lainnya 258,570 258,570 269,272 269,272 Other equity components
Penghasilan komprehensif lain 480,391 480,391 473,679 473,679 Other comprehensive income
Bagian kelompok lepasan yang Reserve of disposal group
Diklasifikasikan sebagai dimiliki classified as held for distribution
untuk didistribusikan kepada pemilik 31,262 31,262 27,585 27,585 to holders
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 2,400 2,400 2,400 2,400 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 1,370,857 1,370,857 2,236,951 2,236,951 Unappropriated
Jumlah 4,433,068 4,726,965 5,299,475 5,598,767 Total
Kepentingan non-pengendali 830,284 891,014 954,875 1,014,773 Non-controlling interests
Jumlah Ekuitas 5,263,352 5,617,979 6,254,350 6,613,540 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 14,907,543 15,283,901 17,160,902 17,548,120 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS
SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG
DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/ December 31,2019

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
OPERASI YANG DILANJUTKAN CONTINUING OPERATIONS
PENJUALAN - NETO 12,233,984 12,322,341 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN
BARANG DAN JASA
(9,815,045) (9,885,164) COST OF GOODS AND
SERVICES SOLD
LABA BRUTO 2,418,939 2,437,177 GROSS PROFIT
Pendapatan investasi
Bagian atas laba neto entitas asosiasi
Beban usaha
Pendapatan lainnya
Beban lainnya
Penghasilan keuangan
Beban keuangan
971,513
172,136
(2,686,256)
269,365
(1,262,077)
59,841
(485,101)
971,513
199,650
(2,706,906)
286,206
(1,263,143)
61,606
(485,104)
Investment income
Equity in net income of associates
Operating expenses
Other income
Other expenses
Finance income
Finance cost
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN
(541,640) (499,001) LOSS BEFORE FINAL TAX
AND INCOME TAX
Beban pajak final (49,375) (49,375) Final tax expense
Beban pajak penghasilan (466,536) (469,461) Income tax expense
RUGI TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN
(1,057,551) (1,017,837) LOSS FOR THE YEAR FROM
CONTINUING OPERATIONS
OPERASI YANG DIHENTIKAN DISCONTINUED OPERATIONS
LABA TAHUN BERJALAN DARI
OPERASI YANG DIHENTIKAN
16,008 16,008 GAIN FOR THE YEAR FROM
DISCONTINUED OPERATIONS
RUGI TAHUN BERJALAN (1,041,543) (1,001,829) LOSS FOR THE YEAR
Penghasilan komprehensif lain: Other comprehensive income:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Kerugian aktuaria atas kewajiban
Items that will not be reclassified
to profit or loss:
Actuary loss from
imbalan kerja
Bagian laba komprehensif lain dari
(69,166) (69,166) employee benefit
Share of other comprehensive Income
entitas asosiasi
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke
laba rugi:
5,342 5,342 of associates
Items that may be reclassified
subsequently to profit or loss:
Laba yang belum direalisasi dari efek
tersedia untuk dijual
100,917 100,917 Unrealized gain on available for
sale investments
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Bagian rugi komprehensif lain dari
1,814 1,814 Exchange differences on translation of
financial statements
Share of other comprehensive
entitas asosiasi (7,671) (7,671) loss of associates
Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain 31,236 31,236 Total Other Comprehensive Income
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
(1,010,307) (970,593) TOTAL COMPREHENSIVE
LOSS FOR THE YEAR

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/ December 31,2019

Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
Rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
(832,958) (866,094) Loss for the year
attributable to:
Owners of the Parent
Kepentingan Non-Pengendali (168,871) (175,449) Non-controlling Interests
(1,001,829) (1,041,543)
Jumlah rugi komprehensif tahun
berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Total comprehensive loss
for the year attributable to:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali
(822,569)
(148,024)
(855,705)
(154,602)
Owners of the Parent
Non-controlling Interests
(970,593) (1,010,307)
RUGI PER SAHAM DASAR DARI
OPERASI YANG DILANJUTKAN
(dalam Rupiah penuh)
(60) (60) BASIC LOSSES PER SHARE
FROM CONTINUING
OPERATIONS (in full Rupiah)
LABA PER SAHAM DASAR DARI
OPERASI YANG DIHENTIKAN
(dalam Rupiah penuh)
1 1 BASIC PROFIT PER SHARE
FROM DISCONTINUED
OPERATIONS (in full Rupiah)
RUGI PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh)
(59) (59) BASIC LOSSES PER SHARE
(in full Rupiah)

PT MULTIPOLAR Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULTIPOLAR Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2019 FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2019

(Dalam jutaan Rupiah Indonesia) (Expressed in millions of Indonesian Rupiah)

Equity attributable to owners of the parent
Catatan/ Modal saham/
Capital Stocks
Tambahan
modal disetor/
Additional
paid-in capital
Modal proforma
yang timbul
karena penyajian
kembali laporan
keuangan/
Proforma capital
arising from
restatement
of financial
statement components
Komponen
Ekuitas
lainnya/
Other equity
Penghasilan komprehensif lain/
Other Comprehensive income
Laba (rugi) yang belum
direalisasi atas investasi
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain/
Unrealized gain (loss) on
investment stated
at fair value
through other
Comprehensive
income
Lain-lain/
Others
Bagian kelompok
lepasan yang
diklasifikasi
dimiliki untuk
didistribusikan
kepada pemilik/
Reserve of
disposal group
classified as held
for distribution
to owners
Telah
ditentukan
Appropriated
Saldo Laba/
Retained Earnings
Belum
ditentukan
penggunaannya/ penggunaannya/
Unappropriated
Jumlah/
Total
Kepentingan
non-pengendali/
Non-controlling
interests
Jumlah
Ekuitas/
Total
Equity
Dilaporkan Sebelumnya Notes As Previously Reported
Saldo per 31 Desember 2018 2,844,392 (554,804) - 269,272 360,701 112,978 27,585 2,400 2,236,951 5,299,475 954,875 6,254,350 Balance at December 31, 2018
Selisih transaksi atas penambahan Difference in transaction of addition
investasi pada entitas anak - - - (10,702) - - - - - (10,702) 10,154 (548) in investment in subsidiaries
Pembagian dividen tunai kepada pihak Cash dividend payment to non
non-pengendali oleh entitas anak - - - - - - - - - - (19,430) (19,430) controlling interest by subsidiaries
Perubahan kepentingan non-pengendali
Bagian kelompok lepasan yang
- - - - - - - - - - 39,287 39,287 Changes in non-controlling interest
Portion of disposal group
diklasifikasi dimiliki untuk classified as held for
didistribusikan kepada pemilik - - - - - (3,677) 3,677 - - - - - distribution to owner
Jumlah penghasilan komprehensif Total comprehensive income
tahun berjalan - - - - 46,878 (36,489) - - (866,094) (855,705) (154,602) (1,010,307) for the year
Saldo, 31 Desember 2019 2,844,392 (554,804) - 258,570 407,579 72,812 31,262 2,400 1,370,857 4,433,068 830,284 5,263,352 Balance, December 31, 2019
Disajikan Kembali
Saldo per 31 Desember 2018
sebelum penyesuaian proforma
2,844,392 (554,804) - 269,272 360,701 112,978 27,585 2,400 2,236,951 5,299,475 954,875 6,254,350 As Restated
Balance at December 31, 2018
before proforma adjustment
Efek penyesuaian proforma - - 299,292 - - - - - - 299,292 59,898 359,190 Effect of the proforma ajustment
Saldo per 1 Januari 2019/ Balance at January 1, 2019/
31 Desember 2018 2,844,392 (554,804) 299,292 269,272 360,701 112,978 27,585 2,400 2,236,951 5,598,767 1,014,773 6,613,540 December 31, 2018
Selisih transaksi atas penambahan Difference in transaction of addition
investasi pada entitas anak - - - (10,702) - - - - - (10,702) 10,154 (548) in investment in subsidiaries
Pembagian dividen tunai kepada pihak
non-pengendali oleh entitas anak
- - - - - - - - - - (19,430) Cash dividend payment to non
(19,430) controlling interest by subsidiaries
Perubahan kepentingan non-pengendali - - - - - - - - - - 40,119 40,119 Changes in non-controlling interest
Bagian kelompok lepasan yang
diklasifikasi dimiliki untuk
Portion of disposal group
classified as held for
didistribusikan kepada pemilik
Jumlah penghasilan komprehensif
- - - - - (3,677) 3,677 - - - - distribution to owner
Total comprehensive income
tahun berjalan setelah efek for the year after effect of the
penyesuaian proforma
Efek penyesuaian proforma
-
-
-
-
-
(5,395)
-
-
46,878
-
(36,489)
-
- - (832,958)
(33,136)
(822,569)
(38,531)
(148,024)
(6,578)
(970,593)
(45,109)
proforma adjustment
Effect of the proforma adjustment
Saldo, 31 Desember 2019 2,844,392 (554,804) 293,897 258,570 407,579 72,812 31,262 2,400 1,370,857 4,726,965 891,014 5,617,979 Balance, December 31, 2019

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/
December 31, 2019
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari penjualan 12,030,814 12,118,996 Cash receipts from sales
Penerimaan kas dari pendapatan sewa 416,796 416,796 Cash receipts from rental income
Pembayaran kas kepada pemasok ( 9,168,783) (9,228,123) Cash paid to suppliers
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran untuk beban sewa
(1,444,582)
(970,825)
(1,457,378)
(970,682)
Payments to employees
Payments for rental expenses
Pembayaran untuk beban penjualan (305,698) (310,688) Payments for selling expenses
Pembayaran pajak penghasilan (274,397) (277,648) Payments of income tax
Pendapatan dan penerimaan lainnya 732,415 732,415 Other income and receipt
Beban dan pembayaran lainnya (983,771) (978,852) Expense and others payments
Arus Kas Neto Dari Aktivitas Operasi 31,969 44,836 Net Cash From Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Hasil penjualan investasi jangka panjang lainnya 1,255,107 1,255,107 Proceed from sale of other long-term investments
Hasil penjualan aset tetap 386,095 386,095 Proceeds from disposal of fixed assets
Pendapatan dividen 174,928 190,911 Dividend income
Penjualan investasi entitas anak
Hasil penjualan properti investasi
17,520
6,091
17,520
6,091
Proceed from sale of investments in subsidiaries
Proceeds from disposal of investment properties
Penambahan investasi jangka panjang lainnya (497,730) (497,730) Addition of other long-term investments
Penambahan aset tetap (381,331) (382,150) Acquisition of fixed assets
Penambahan aset tidak lancar lainnya (159,746) (159,790) Addition of other non-current assets
Penambahan aset keuangan lainnya (13,038) (17,999) Addition of other financial assets
Penambahan uang muka dan jaminan sewa (4,961) - Addition of rental advances and deposits
Arus Kas Neto Dari Aktivitas Investasi 782,935 798,055 Net Cash From Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman
243,909 243,909 CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Proceeds from loans
Pendapatan bunga yang diterima 62,268 64,033 Interest income receipts
Penambahan modal dari pihak non pengendali 37,075 37,075 Capital addition from non-controlling interest
Pengurangan (penambahan) aset keuangan lainnya 21,844 (2,291) Deduction (Addition) of other financial assets
Pembayaran pinjaman (962,828) (962,828) Repayments of loans
Pembayaran beban keuangan (475,322) (475,325) Finance charges paid
Perolehan entitas anak dan entitas asosiasi (374,500) (374,500) Acquire of subsidiary and associates
Penambahan aset keuangan lainnya (24,135) - Addition of other financial assets
Pembayaran utang sewa pembiayaan
Pembayaran dividen dari entitas anak untuk pihak
(62,329) (62,468) Finance lease paid
Dividend distribution from subsidiaries
kepentingan non-pengendali (19,430) (63,517) for non-controlling interest
Arus Kas Neto Untuk Aktivitas Pendanaan (1,553,448) (1,595,912) Net Cash Used in Financing Activities
PENURUNAN NETO KAS DAN NET DECREASE IN CASH AND
SETARA KAS (738,544) (753,021) CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2,529,309 2,633,106 AT BEGINNING OF YEAR
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas
dan setara kas
(6,108) (6,558) Effects in Foreign Exchange Changes in Cash
and Cash Equivalents
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1,784,657 1,873,527 AT END OF YEAR
Kas dan setara kas awal tahun terdiri dari: Cash and cash equivalents at beginining
Kas dan setara kas dari operasi dilanjutkan 1,782,922 2,630,997 of year consist of:
Cash and cash equivalents from continuing operations
Cash and cash equivalents from
Kas dan setara kas dari operasi dihentikan 1,735 2,108 discontinued operations
Jumlah 1,784,657 2,633,105 Total

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

39. TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI DAN AKUN-AKUN YANG DISAJIKAN KEMBALI (lanjutan)

39. RESTRUCTURING TRANSACTION AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL AND RESTATEMENT OF ACCOUNTS (continued)

31 Desember 2019/
December 31, 2019
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Disajikan
Kembali/
As Restated
Kas dan setara kas akhir tahun terdiri dari: Cash and cash equivalents at
end of year consist of:
Kas dan setara kas dari operasi dilanjutkan 1,782,922 1,871,792 Cash and cash equivalents from continuing operations
Cash and cash equivalents from
Kas dan setara kas dari operasi dihentikan 1,735 1,735 discontinued operations
Jumlah 1,784,657 1,873,527 Total

40. PERISTIWA-PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN

Pada tanggal 28 Januari 2021, PT MPP menandatangani perpanjangan perjanjian fasilitas kredit dengan BoC sebesar Rp75.000. Fasilitas kredit yang tersedia sampai tanggal 31 Oktober 2021 (Catatan 15).

Pada tanggal, 22 Maret 2021, PT MPP menandatangani perpanjangan perjanjian fasilitas kredit dengan BNI sebesar Rp500.000. Fasilitas kredit tersedia sampai tanggal 22 Desember 2022 (Catatan 15).

Pada tanggal 27 Januari 2021, Temasek, melalui Anderson melaksanakan eksekusi Exchangeable Rights dengan memperoleh kepemilikan sebanyak 19% atas saham PT MPP (Catatan 32).

Pada tanggal 6 April 2021, Perusahaan melakukan penjualan sebagian kepemilikan atas saham PT MPP sebanyak 896.327.200 lembar atau sebanyak 11,9%, sehingga kepemilikan atas saham PT MPP menjadi 38,33% (Catatan 9a).

Pada tanggal 3 Mei 2021, Perusahaan, PT SCI, dan PT CI menjual seluruh kepemilikan atas saham PT MMI sebanyak 700.425.400 lembar.

Pada tanggal 6 mei 2021, Perusahaan menandatangani perpanjangan fasilitas kredit pinjaman tetap (on demand) dengan CIMB sebesar Rp220.000. Fasilitas kredit tersedia sampai tanggal 13 Desember 2022 (Catatan 21).

40. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

On January 28, 2021, PT MPP has signed extention credit facility with BoC amounting Rp75,000. The credit facility is available up to October 31, 2021 (Note 15).

On March 22, 2021, PT MPP has signed extention credit facility with BNI amounting Rp500,000. The credit facility is available up to December 22, 2022. (Note 15).

On January 26, 2021, Temasek, through Anderson, executed its exchangeable Rights to acquire 19% ownership in PT MPP shares (Note 32).

On April 6, 2021, the Company sold part of its ownership in PT MPP shares of 896,327,200 shares or equivalent to 11.9%, resulting its ownership in PT MPP of 38.33% (Note 9a).

On May 3, 2021, the Company, PT SCI and PT CI sold all of their 700,425,400 shares of PT MMI's shares.

On may 6, 2021, the Company has signed extention a fixed loan on demand credit facility with CIMB amounting Rp220,000. The credit facility is available up to December 13, 2022 (Note 21).

(Dalam Jutaan Rupiah Indonesia dan Ribuan Mata Uang Asing, (In Millions of Indonesian Rupiah and Thousands of Foreign kecuali dinyatakan lain) Currencies, unless otherwise stated)

41. KEJADIAN PENTING LAINNYA 41. OTHER SIGNIFICANT EVENT

Operasi Perusahaan dan entitas anak telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus Covid-19. Dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan gangguan operasi bisnis.

Perusahaan dan entitas anak tetap beroperasi dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Perusahaan dan entitas anak juga melakukan efisiensi biaya disesuaikan dengan aktivitas operasional yang terdampak Covid-19.

Manajemen Perusahaan dan entitas anak tidak melihat adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan atas kemampuan Perusahaan dan entitas anak untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

The Company and subsidiaries's operation has and may continue to be impacted by the outbreak of Covid-19 virus. The effects of Covid-19 virus to the global and indonesian economy include effect to economic growth, decline in capital markets, increase in credit risk, depreciation of foreign currency exchange rates and disruption of business operation.

The Company and subsidiaries operates in accordance with the health protocol established by the Government. The Company and subsidiaries also carries out cost efficiencies in according to operational activities that effected by Covid-19.

The Company and subsidiaries's management does not see any material uncertainty that can cause doubts about the Company and subsidiaries's ability to maintain business continuity.