Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Intiland Development Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69185_rns_2020-12-31_62a8eb65-961d-42a1-a392-639fc6cb0d45.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen/I ndependent Auditors' Report
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Konsolidasian
PT Intiland Development Tbk dan Entitas Anak untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2020 dan 2019/
The Directors' Statement on the Responsibility for Consolidated Financial Statements of
PT Intiland Development Tbk and Its Subsidiaries for the Years Ended December 31, 2020
and 2019
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
2020 dan 2019/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS - For the years ended December 31, 2020 and
2019
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian/Consolidated Statements of Financial Position 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian/Consolidated
Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian/Consolidated Statements of Changes in Equity 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian/Consolidated Statements of Cash Flows 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian/Notes to Consolidated Financial Statements 6

SURAT PERNYATMN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

DIRECTORS' STATEMENT ON THE RESPONSIBILITY FOR CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020 AND 2019

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk DAN ENTITAS ANAKJAND ITS SUBSIDIARIES

Kamiyangbertandatangandibawahini:

1. Narna/Name Alamat Kantor/Qffice Address

Alamat Domisili/sesuai KTP atau Kartu Identitas lain/Residential Address tin accordance with Personal Identity Card Nomor Telepon/Telephone Number Jabatan/Tit/e

2. Nama/Name Alamat Kantor/Office Address

Alamat Domisili/sesuai KTP atau Kartu Identitas lain/Residential Address tin accordance with Personal Identity Card Nomor Tele pan/Telephone Number Jabatan/Title

menyatakan bahwa:

    1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Grup.
    1. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
    1. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian tersebut telah dimuat secara Iengkap dan benar; dan
  • b. Laporan keuangan konsolidasian tersebut tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
    1. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Grup.

Demikian pernyataan mi dibuat dengan sebenarnya.

We, the undersigned:

  • Suhendro Prabowo
  • Intiland Tower, Penthouse, JI. Jenderal Sudirman Kay.32
  • Taman Harapan lndah Flat C.4, Jelambar, Jakarta Barat
  • 5701912
  • Wakil Direktur Utama / Vice President Director
  • Ping Handayani Hanli lntiland Tower, Penthouse,Jl.ienderal Sudirman Kay.32
  • Taman Kebon Jeruk MI/3, Jakarta
  • 5701912 DirekturlDirector

declare that:

    1. We are responsible for the preparation and presentation of the Group's consolidated financial statements.
    1. The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
    1. a. All information have been fully and correctly disclosed in the consolidated financial statements; and
  • b. The consolidated financial statements do not contain materially misleading information or facts, and do not conceal any information or facts.
    1. We are responsible for the Group's internal control system.

This statement has been made truthfully.

PT Intiland Development Tbk Intiland Tower Penthouse Floor JL. Jendral Sudirman 32 Jakarta 10220 Indonesia T +6221 570 1912, 570 8088 F +6221 570 0014, 570 0015 www.intiland.com

2020 Catatan/
Notes
2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas
Investasi aset keuangan pada nilai wajar
1.424.740.065.133 4 1.415.756.278.145 Cash and cash equivalents
Investments in financial asset at fair value
melalui laba rugi
Piutang usaha - pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai
masing-masing sebesar Rp 2.202.818.963
58.190.317.490 5 57.128.753.377 through profit or loss
Trade accounts receivable -
net of allowance for impairment of
dan Rp 2.365.991.046 pada tanggal Rp 2,202,818,963 and Rp 2,365,991,046,
31 Desember 2020 dan 2019 146.443.314.905 7 412.306.275.390 as of December 31, 2020 and 2019, respectively
Piutang lain-lain 19.832.379.236 8 27.644.531.857 Other accounts receivable
Piutang pihak berelasi non - usaha
Persediaan
2.427.979.005.860 14
9
1.600.000.000
2.020.707.918.863
Due from related parties
Inventories
Uang muka 318.859.304.380 10 79.786.508.798 Advances
Pajak dibayar dimuka 169.059.022.203 11 161.386.912.118 Prepaid taxes
Biaya dibayar dimuka 2.009.077.473 12 3.919.795.518 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 4.567.112.486.680 4.180.236.974.066 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai masing-masing
sebesar Rp 6.326.250.168 dan nihil pada tanggal
$\overline{7}$ Trade accounts receivable - net of allowance
for impairment of Rp 6,326,250,168 and nil as of
31 Desember 2020 dan 2019
Pihak berelasi
174.343.349.832 44 December 31, 2020 and 2019, respectively
Related party
Pihak ketiga 20.239.504.584 13.574.511.020 Third parties
Piutang lain-lain 653.634.570 8 22.268.057.540 Other accounts receivable
Investasi aset keuangan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
(2019: aset keuangan tersedia untuk
Investments in financial assets at fair value
through other comprehensive income
dijual) 27.015.754.500 6 35.666.085.731 (2019: available-for-sale financial assets)
Persediaan 3.943.362.627.076 9 3.358.614.624.347 Inventories
Uang muka 590.982.642.149 10 698.310.530.201 Advances
Biaya dibayar dimuka 692.701.341 12 Prepaid expenses
Tanah yang belum dikembangkan 3.888.107.493.665 13 3.923.151.645.190 Land for development
Piutang pihak berelasi non - usaha 492.377.118 14 23.834.294.768 Due from related parties
Investasi entitas asosiasi dan ventura bersama 334.043.961.764 15 300,323.047.238 Investments in associates and joint ventures
Aset pajak tangguhan
Properti investasi - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
361.741.875.894 41 326.922.133.458 Deferred tax assets
Investment properties - net of accumulated
depreciation Rp 572,823,482,529 and
Rp 572.823.482.529 dan Rp 488.492.179.225
pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
1.569.980.123.688 16 1.652.440.818.126 Rp 488,492,179,225 as of December 31, 2020
and 2019, respectively
Property and equipment - net of accumulated
penyusutan sebesar Rp 324.481.334.377
dan Rp 292.439.859.602 pada tanggal
depreciation of Rp 324,481,334,377 and
Rp 292,439,859,602 as of
31 Desember 2020 dan 2019 213.381.623.567 17 232.819.760.071 December 31, 2020 and 2019, respectively
Goodwill 6.184.505.653 18 6.184.505.653 Goodwill
Aset lain-lain 3.537.900.840 3.149.305.230 Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 11.134.760.076.241 10.597.259.318.573 Total Noncurrent Assets
JUMLAH ASET 15.701.872.562.921 14.777.496.292.639 TOTAL ASSETS
2020 Catatan/
Notes
2019
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka pendek 1.630.036.125.989 19 1.371.696.228.525 Short-term bank loans
Utang usaha kepada pihak ketiga 199.629.887.171 21 131.449.815.098 Trade accounts payable to third parties
Utang lain-lain 99.792.074.932 22
23
109.519.811.380
126.402.481.010
Other accounts payable
Utang pajak
Beban akrual
18.543.863.233
449.832.336.925
24 297.056.983.518 Taxes payable
Accrued expenses
Pendapatan diterima dimuka 63.138.311.089 25 59.573.247.919 Uneamed revenues
Liabilitas kontrak 1.401.675.567.925 26 Contract liabilities
Uang muka penjualan 27 956.270.784.681 Sales advances
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank
306.681.980.777 19 467.888.581.900 Current portion of long-term liabilities:
Bank loans
Liabilitas sewa 198.725.020 28 442.991.997 Lease liabilities
Utang obligasi 161.683.254.974 20 Bonds payable
Uang jaminan 36.387.554.670 29 30.307.711.004 Guarantee deposits
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.367.599.682.705 3.550.608.637.032 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NONCURRENT LIABILITIES
Utang lain-lain 108.264.884.827 22 81.323.884.827 Other accounts payable
Beban akrual 33.979.130.494 24 Accrued expenses
Pendapatan diterima dimuka 12.680.944.630 25 9.591.803.048 Unearned revenues
Liabilitas kontrak
Uang muka penjualan
1.898.172.964.094 26
27
472.022.999.759 Contract liabilities
Sales advances
Uang jaminan 172.460.305.840 29 156.056.885.591 Guarantee deposits
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 124.446.587.037 43 153.506.551.786 Long-term employee benefits liability
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: 2.935.002.046.970 19 2.958.249.931.392 Long-term liabilities - net of current portion:
Bank loans
Utang bank
Liabilitas sewa
16.593.405 28 169.898.372 Lease liabilities
Utang obligasi 20 161.094.788.697 Bonds payable
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.285.023.457.297 3.992.016.743.472 Total Noncurrent Liabilities
Jumlah Liabilitas 9.652.623.140.002 7.542.625.380.504 Total Liabilities
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Equity Attributable to Owners of
the Parent Company
Modal saham
Modal dasar - 24.000.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 250 per saham
Capital stock
Authorized - 24,000,000,000 shares with
Rp 250 par value per share
Modal ditempatkan dan disetor -
10.365.854.185 saham
2.591.463.546.250 32 2.591.463.546.250 Issued and paid-up - 10,365,854,185 shares
Tambahan modal disetor - bersih 1.096.320.037.357 33 1.096.320.037.357 Additional paid-in capital - net
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan Difference in value arising from transactions with
non-pengendali
Saldo laba
425.114.435.960 425.114.435.960 non-controlling interests
Retained earnings
Ditentukan penggunaannya 18.000.000.000 16.000.000.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 1.068.996.566.394 2.066.784.409.208 Unappropriated
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
5.199.894.585.961 6.195.682.428.775 Total Equity Attributable to Owners of
the Parent Company
Kepentingan Non-pengendali 849.354.836.958 31 1.039.188.483.360 Non-controlling interests
Jumlah Ekuitas 6.049.249.422.919 7.234.870.912.135 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 15.701.872.562.921 14.777.496.292.639 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
2020 Catatan/
Notes
2019
PENDAPATAN USAHA 2.891.388.396.351 35 2.736.388.551.409 REVENUES
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
BEBAN LANGSUNG
1.710.614.118.438 36 1.604.727.115.864 COST OF SALES AND DIRECT EXPENSES
LABA KOTOR 1.180.774.277.913 1.131.661.435.545 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA
Penjualan
Umum dan administrasi
54.181.833.620
348.202.650.377
37
38
83.481.912.767
444.629.100.213
OPERATING EXPENSES
Selling
General and administrative
Jumlah Beban Usaha 402.384.483.997 528.111.012.980 Total Operating Expenses
LABA USAHA 778.389.793.916 603.550.422.565 OPERATING PROFIT
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih
Keuntungan penjualan aset tetap
Keuntungan penjualan investasi pada aset keuangan
Beban bunga
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
keuangan - bersih
Keuntungan penjualan entitas asosiasi
Keuntungan penjualan properti investasi
Kerugian pembatalan penjualan tanah
Lain-lain - bersih
Beban Lain-lain - Bersih
52.063.605.976
1.049.005.644
514.656,907
349.668.769
(413.463.735.538)
(316.336.836.772)
28.890.305.042
(646.933.329.972)
39
17
6
40
7, 26
15
16
10
46.649.447.730
(1.582.411.685)
195.939.265
(418.834.118.908)
494.979.477.618
26.987.500
(195.600.000.000)
(28.492.405.245)
(102.657.083.725)
OTHER INCOME (EXPENSES)
Interest income
Gain (loss) on foreign exchange - net
Gain on sale of property and equipment
Gain on sale of investment in financial asset
Interest expense
Impact of discounting financial assets and
liabilities - net
Gain on disposal of an associate
Gain on sale of investment property
Loss on cancellation of sale of land
Others - net
Other Expenses - Net
EKUITAS PADA LABA (RUGI) BERSIH ENTITAS
ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
(11.440.515.907) 15 19.455.036.466 SHARE IN NET INCOME (LOSS) OF
ASSOCIATES AND JOINT VENTURE
LABA SEBELUM PAJAK FINAL DAN
PAJAK PENGHASILAN
120.015.948.037 520.348.375.306 PROFIT BEFORE FINAL TAX AND
INCOME TAX
PAJAK FINAL (88.124.653.915) (92.247.669.925) FINAL TAX
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 31.891.294.122 428.100.705.381 PROFIT BEFORE INCOME TAX
PENGHASILAN PAJAK 37.070.946.947 41 8.608.508.433 INCOME TAX
LABA TAHUN BERJALAN 68.962.241.069 436.709.213.814 PROFIT FOR THE YEAR
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Ekuitas pada pengukuran kembali liabilitas
OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS)
Items that will not be reclassified subsequently
to profit or loss:
imbalan pasti dari entitas asosiasi dan
ventura bersama
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
Pajak sehubungan dengan pos yang tidak
akan direklasifikasi
168.173.904
45.394.939.503
(4.789.240.233)
15
43
41
(332.032.452)
650.095.710
(71.746.634)
Share of remeasurement of defined benefit
liability of associates and joint venture
Remeasurement of defined benefit liability
Tax relating to items that will not
be reclassified
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN - BERSIH
40.773.873.174 246.316.624 TOTAL OTHER COMPREHENSIVE INCOME -
NET OF TAX
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF 109.736.114.243 436.955.530.438 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
JUMLAH LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
76.766.474.625
(7.804.233.556)
68.962.241.069
251.433.717.855
185.275.495.959
436.709.213.814
TOTAL PROFIT FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the Parent Company
Non-controlling interests
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
113.986.758.599
(4.250.644.356)
109.736.114.243
31 251.957.248.676
184.998.281.762
436.955.530.438
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the Parent Company
Non-controlling interests
LABA PER SAHAM DASAR $\overline{7}$ 42 24 BASIC EARNINGS PER SHARE
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/Equity Attributable to Owners of the Parent Company
Modal
Ditempatkan
Tambahan Modal
Disetor/
Selisih Nilai Transaksi
dengan Kepentingan
Nonpengendali/
Difference in Value
Arising from
Saldo Laba/Retained Earnings Kepentingan
Catatan/
Notes
dan Disetor/
Issued and
Pald-up Capital
Additional
Paid-in
Capital
Transactions with
Non-Controlling
Interests
Ditentukan
Penggunaannya/
Appropriated
Belum Ditentukan
Penggunaannya/
Unappropriated
Jumlah/
Total
Nonpengendali/
Non-Controlling
Interests
Jumlah Ekuitas/
Total Equity
Saldo pada tanggal 1 Januari 2019/
Balance as of January 1, 2019
2.591.463.546.250 1.096.320.037.357 302.501.524.892 14.000.000.000 1.837.558.868.902 5.841.843.977.401 673.808.593.676 6.515.652.571.077
Penghasilan komprehensif/Comprehensive income
Laba tahun berjalan/Profit for the year 251.433.717.855 251.433.717.855 185.275.495.959 436.709.213.814
Penghasilan komprehensif lain/Other comprehensive Income
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja jangka panjang/
Remeasurement of long-term employee benefits liability
523.530.821 523.530.821 (277.214.197) 246.316.624
Jumlah penghasilan komprehensif/
Total comprehensive income
251.957.248.676 251.957.248.676 184.998.281.762 436.955.530.438
Transaksi dengan pemilik/Transactions with owners
Pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas anak tanpa kehilangan pengendalian/
Disposal of interest in subsidiary without loss of control
1c, 31 56.238.935.500 56.238.935.500 124.539.963.353 180.778.898.853
Dampak penambahan modal ditempatkan dan disetor entitas anak/
Effect of additional issuance of shares of subsidiaries
1c, 31 66.373.975.568 66.373.975.568 214.633.752.515 281.007.728.083
Dividen/Dividends 34 (20.731.708.370) (20.731.708.370) (20.731.708.370)
Bagian kepentingan non-pengendali atas dividen entitas anak/
Non-controlling interest share in dividends declared by
subsidiary
31 (158.792.107.946) (158.792.107.946)
Jumlah transaksi dengan pemilik/Total transactions with owners 122.612.911.068 (20.731.708.370) 101.881.202.698 180.381.607.922 282.262.810.620
Pembentukan cadangan umum/
Appropriation for genereal reserve
34 2.000.000.000 (2.000.000.000)
Saldo pada tanggal 31 Desember 2019/
Balance as of December 31, 2019
2.591.463.546.250 1.096.320.037.357 425.114.435.960 16.000.000.000 2.066.784.409.208 6.195.682.428.775 1.039.188.483.360 7.234.870.912.135
Saldo pada tanggal 1 Januari 2020 - sebelum dampak penyesuaian/
Balance as of January 1, 2020 - before adjustments
2.591.463.546.250 1.096.320.037.357 425.114.435.960 16.000.000.000 2.066.784.409.208 6.195.682.428.775 1.039.188.483.360 7.234.870.912.135
Penyesuaian dampak penerapan/Impact of initial adoption of:
PSAK No. 71
PSAK No. 72
55
55
(4.827.232.531)
(1.104.947.368.882)
(4.827.232.531)
(1.104.947.368.882)
(185.583.002.046) (4.827.232.531)
(1.290.530.370.928)
Saldo pada tanggal 1 Januari 2020 - setelah dampak penyesuaian/
Balance as of January 1, 2020 - after adjustments
2.591.463.546.250 1.096.320.037.357 425.114.435.960 16.000.000.000 957.009.807.795 5.085.907.827.362 853.605.481.314 5.939.513.308.676
Penghasilan komprehensif/Comprehensive income
Laba tahun berjalan/Profit for the year 76.766.474.625 76.766.474.625 (7.804.233.556) 68.962.241.069
Penghasilan komprehensif lain/Other comprehensive income
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja jangka panjang/
Remeasurement of long-term employee benefits liability
37.220.283.974 37.220.283.974 3.553.589.200 40.773.873.174
Jumlah penghasilan komprehensif/
Total comprehensive income
113.986.758.599 113.986.758.599 (4.250.644.356) 109.736.114.243
Pembentukan cadangan umum/
Appropriation for genereal reserve 34 2.000.000.000 (2.000.000.000)
Saldo pada tanggal 31 Desember 2020/
Balance as of December 31, 2020
2.591.463.546.250 1.096.320.037.357 425.114.435.960 18.000.000.000 1.068.996.566.394 5.199.894.585.961 849.354.836.958 6.049.249.422.919
2020 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 2.648.350.879.871 2.225.133.713.513 Cash receipts from customers
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lain-lain (1.988.317.527.866) (2.076.985.352.357) Cash paid to suppliers, employees and others
Kas dihasilkan dari operasi
Pembayaran bunga
660.033.352.005
(400.875.043.506)
148.148.361.156
(559.384.551.156)
Net cash generated from (used in) operations
Interest paid
Pembayaran pajak penghasilan (229.910.958.852) (92.336.837.006) Income tax paid
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 29.247.349.647 (503.573.027.006) Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Penerimaan bunga 52.063.605.976 46.649.447.730 Interest received
Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi 24.941.917.650 (12.989.792.479) Decrease (increase) in amount due from related parties
Penerimaan dari hasil penjualan investasi aset keuangan Proceeds from sale of investment in financial assets at
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 9.000.000.000 fair value through other comprehensive income
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi
dan ventura bersama
7.206.743.471 9.057.657.757 Dividends received from an associate and joint venture
Hasil penjualan aset tetap 562.502.086 295.777.996 Proceeds from sale of property and equipment
Penerimaan dari hasil penjualan investasi Proceeds from sale of investments in financial asset
pada nilai wajar melalui laba rugi 97.582.895 at fair value through profit or loss
Perolehan properti investasi (1.832.308.866) (9.070.104.401) Acquisitions of investment properties
Penambahan aset tetap (14.534.046.417) (29.219.007.898) Acquisitions of property and equipment
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan Payment for additions in investments in associates and
ventura bersama (52.200.000.000) (4.000.000.000) joint ventures
Increase in advances for stock investments
Pembayaran uang muka investasi
Penerimaan dari penjualan entitas asosiasi
(119.523.683.722) 505.950.000.000 Proceeds from disposal of an associate
Penerimaan dari penjualan kepemilikan entitas anak Proceeds from sale of interest in a subsidiary
tanpa kehilangan pengendalian 243.773.758.157 without loss of control
Hasil penjualan properti investasi 30.000.000 Proceeds from sale of investment properties
Penambahan investasi aset keuangan pada nilai wajar (28.182.000.000) Increase in investments in financial assets at fair value
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (94.217.686.927) 722.295.736.862 Net Cash Provided by (Used) in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan utang bank jangka pendek 267.879.061.199 15.521.556.019 Proceeds from short term bank loans
Penerimaan pinjaman jangka panjang 19.500.000.000 2.244.972.319.221 Proceeds from long-term bank loans
Penerimaan utang lain-lain 12.510.909.069 Proceeds from other payables
Pembayaran liabilitas sewa (579.251.944) (662.206.803) Payment of lease liabilities
Pembayaran utang bank jangka pendek (9.539.163.735)
(215.868.176.492)
(587.805.600.730)
(1.272.630.446.344)
Payments of short term bank loans
Payment of long-term bank loans
Pembayaran pinjaman jangka panjang
Pembayaran utang obligasi
(428.000.000.000) Payment of bonds payable
Penerimaan dari penerbitan saham baru entitas anak 281.007.728.083 Proceeds from additional issuance of shares of subsidiaries
Pembagian dividen oleh entitas anak
kepada pihak nonpengendali (158.792.107.946) Dividends paid by a subsidiary to noncontrolling interest
Pembayaran dividen oleh Perusahaan (20.516.005.321) Dividends paid by the Company
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 73.903.378.097 73.095.236.179 Net Cash Provided by Financing Activities
KENAIKAN BERSIH NET INCREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 8.933.040.817 291.817.946.035 CASH AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.415.756.278.145 1.124.187.349.860 THE BEGINNING OF YEAR
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 50.746.171 (249.017.750) Effect of foreign exchange rate changes
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.424.740.065.133 1.415.756.278.145 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF YEAR

PT Intiland Development Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967, juncto Undang-Undang No. 11 tahun 1970, berdasarkan Akta No. 118 tanggal 10 Juni 1983 dari Kartini Muljadi, S.H., notaris di Jakarta dengan nama PT Wisma Dharmala Sakti. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-6668-HT.01.01Th.83 tanggal 10 Oktober 1983. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 34 tanggal 29 Juni 2010 dari Saniwati Suganda, S.H., notaris di Jakarta, sehubungan dengan pemecahan saham Perusahaan. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-41809.AH. 01.02. Tahun 2010 tanggal 24 Agustus 2010.

Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam Akta No. 36 tanggal 7 September 2015 dari Humberg Lie, SH.,M.Kn., notaris di Jakarta, dan telah dicatatkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AHA.01.03-0968392 tanggal 30 September 2015.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang usaha pembangunan dan persewaan perkantoran. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak 1 Oktober 1987 dengan aktivitas utamanya adalah industri real estat, sedangkan entitas anak menjalankan proyek-proyek sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are Presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

1. Umum 1. General

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Intiland Development Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967, as amended by Law No. 11 year 1970, based on Notarial Deed No. 118 dated June 10, 1983 of Kartini Muljadi, S.H., a public notary in Jakarta, under the name of PT Wisma Dharmala Sakti. The Deed of Establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. C2-6668-HT.01.01Th.83 dated October 10, 1983. The Company's Articles of Association have been amended several times, most recently by Deed No. 34 dated June 29, 2010 from Saniwati Suganda, S.H., a public notary in Jakarta, in connection with the stock split of shares of the Company. These amendments were approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia by letter No. AHU-41809.AH. 01.02. Year 2010 dated August 24, 2010.

The Company has amended its articles of association to comply with the regulations of Financial Services Authority and Regulations of Indonesia Stock Exchange. The amendments were documented in Notarial Deed No. 36 dated September 7, 2015 of Humberg Lie, SH.,M.Kn., a public notary in Jakarta, and approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-AHA.01.03-0968392 dated September 30, 2015.

In accordance with article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of its activities is to engage in the construction and rental of office buildings. The Company started its commercial operations on October 1, 1987 with main activities in real estate industry, while the subsidiaries have real estate projects as follows:

Entitas Anak/The Subsidiaries Nama Proyek/Projects Lokasi/Location
PT Taman Harapan Indah Taman Semanan Indah Jakarta
PT Perkasalestari Utama Taman Semanan Indah Jakarta
PT Perkasalestari Permai Aeropolis Jakarta
Badan Kerjasama Mutiara Buana Regatta Jakarta
PT Sinar Puspapersada Talaga Bestari Tangerang
Entitas Anak/The Subsidiaries

Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Intiland. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Intiland Tower, Penthouse, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 32, Jakarta.

Perusahaan dan entitas anak selanjutnya bersama-sama disebut sebagai "Grup".

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. Public Offering of Shares

Pada tanggal 21 Oktober 1989, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. S1-064/SHM/MK.10/1989 untuk melakukan penawaran umum atas 6.000.000 saham Perusahaan di Bursa Paralel kepada masyarakat. Saham-saham tersebut telah tercatat pada tanggal 15 Januari 1990. Bersamaan dengan pernyataan tersebut, Perusahaan juga mencatatkan sebanyak 6.000.000 saham dari pemegang saham lama pada Bursa Paralel, sehingga jumlah saham yang dicatatkan menjadi 12.000.000 saham.

Pada tanggal 2 Agustus 1991, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (sekarang Otoritas Jasa Keuangan-OJK) dengan Surat Keputusan No. S-1407/PM/1991 untuk melakukan penawaran umum atas 12.000.000 saham. Saham-saham tersebut dicatat pada tanggal 1 September 1991.

Entitas Anak/The Subsidiaries Nama Proyek/Projects Lokasi/Location
PT Putra Sinar Permaja South Quarter Jakarta
PT Gandaria Prima 1Park Avenue Jakarta
PT Gandaria Prima 1Park Homes Jakarta
PT Dinamika Kencana Mandiri Puri Permata Indah Pacitan
PT Selasih Safar Magnolia Residence Tangerang
PT Intiland Grande Graha Natura Surabaya
PT Intiland Grande Spazio Tower Surabaya
PT Intiland Sejahtera Kawasan Industri Ngoro II Surabaya
PT Grande Family View Graha Family Surabaya
PT Grande Family View The Rosebay Surabaya
PT Grande Imperial Sumatra 36 Surabaya
PT Inti Gria Perdana Serenia Hills Jakarta
PT Prima Sentosa Ganda Praxis Surabaya
PT Abadi Citra Lestari Griya Semanan Jakarta
Badan Kerjasama Intiland Starlight Spazio Surabaya
PT Sinar Cemerlang Gemilang Graha Golf Surabaya
PT Raharja Mitra Familia 57 Promenade Jakarta
PT Inti Gria Pramudya South Grove Jakarta

The Company is one of the companies owned by Intiland Group. The Company is domiciled in Jakarta and it's head office is located at Intiland Tower, Penthouse, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 32, Jakarta.

The Company and its subsidiaries are collectively referred to herein as "the Group".

On October 21, 1989, the Company obtained Notice of Effectivity No. S1-064/SHM/MK.10/1989 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia for the offering of 6,000,000 shares to the public through the parallel stock exchange. These shares were listed in the parallel stock exchange on January 15, 1990. Based on such notification, the Company also listed in the parallel stock exchange additional 6,000,000 shares from founding stockholders resulting in listed shares totaling to 12,000,000 shares.

On August 2, 1991, the Company obtained the Notice of Effectivity No. S-1407/PM/1991 from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (Financial Services Authority-OJK) for the offering of 12,000,000 shares to the public. These shares were listed in the Indonesia Stock Exchange on September 1, 1991.

Pada tanggal 18 Juni 1992 Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Otoritas Jasa Keuangan-OJK) No. S-989/PM/1992 perihal pemberitahuan efektifnya Pernyataan Pendaftaran Perusahaan mengenai penawaran umum terbatas I sebesar 121.418.000 saham kepada para pemegang saham. Saham-saham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 September 1992.

Pada tanggal 6 Juni 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Otoritas Jasa Keuangan-OJK) dengan surat No. S-021/PM/1994 untuk melakukan penawaran umum terbatas II dengan hak memesan efek terlebih dahulu sebesar 81.209.000 saham. Saham-saham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 20 Juni 1994.

Pada tanggal 23 Juli 2007, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Direktur Bursa Efek Indonesia untuk pencatatan tambahan 2.183.973.483 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham sehubungan dengan konversi utang tertentu Perusahaan menjadi saham.

Pada tanggal 29 Maret 2010, Perusahaan telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam - LK (sekarang OJK) dengan surat No. S-2807/BL/2010 atas Penawaran Umum Terbatas III Kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Efek Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 2.073.170.722 saham biasa dan sejumlah 1.036.585.361 Waran Seri 1, yang diterbitkan menyertai saham baru tersebut. Saham dan waran tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 April 2010. Dari 1.036.585.361 waran tersebut, hanya 575 yang telah dieksekusi dan dikonversi menjadi saham. Sisanya 1.036.584.786 waran telah kadaluarsa pada 12 April 2012.

Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan pada tanggal 29 Juni 2010, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 250 per lembar saham sehingga modal dasar saham Perusahaan yang semula sejumlah 12.000.000.000 lembar saham menjadi 24.000.000.000 lembar saham dan jumlah saham ditempatkan dan disetor dari 5.182.926.805 lembar saham menjadi 10.365.853.610 lembar saham.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On June 18, 1992, the Company obtained Notice of Effectivity No. S-989/PM/1992 from the Chairman of Bapepam for its Rights Issue I of 121,418,000 shares to the stockholders. These shares were listed in the Indonesia Stock Exchange on September 8,1992.

On June 6, 1994, the Company obtained Notice of Effectivity No. S-021/PM/1994 from the Chairman of Bapepam for its rights issue II of 81,209,000 shares. These shares were listed in the Indonesia Stock Exchange on June 20, 1994.

On July 23, 2007, the Company obtained the approval from the Director of the Indonesia Stock Exchange for the listing of the additional 2,183,973,483 shares with nominal value of Rp 500 per share in relation to the conversion of Company's certain debts into shares of stock.

On March 29, 2010, the Company has obtained Bapepam - LK's Notice of Effectivity No. S-2807/BL/2010 for its Limited Public Offering III of Rights Issue (HMETD) totaling to 2,073,170,722 common shares and Warrant Series 1 totaling to 1,036,585,361 warrants which are issued as part of the Rights Issue. These shares and warrants were listed in the Indonesia Stock Exchange on April 22, 2010. Out of these 1,036,585,361 warrants, only 575 had been exercised and converted into shares. The remaining 1,036,584,786 warrants had already expired on April 12, 2012.

Based on the Resolution of Extraordinary General Meeting of the Stockholders of the Company which was held on June 29, 2010, the Company conducted stock split wherein the par value of its shares was changed from Rp 500 per share to Rp 250 per share, thus, the authorized number of shares of 12,000,000,000 became 24,000,000,000 shares and the subscribed and paid-up capital of 5,182,926,805 shares became 10,365,853,610 shares.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 10.365.854.185 saham telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

c. Entitas anak yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiaries

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

As of December 31, 2020 and 2019, all of the Company's outstanding shares totaling to 10,365,854,185 shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.

As of December 31, 2020 and 2019, the subsidiaries which were consolidated, including the respective percentages of ownership held by the Company, are as follows:

Jumlah Aset 31 Desember

Tahun Operasi Persentase Pemilikan (Sebelum Eliminasi)/
Komersial/ dan Hak Suara/ Total Assets as of December 31,
Entitas Anak/ Domisili/ Jenis Usaha/ Start of Commercial Percentage of Ownership (Before Elimination)
Subsidiary Domicile Nature of Business Operations 2020 2019 2020 2019
% % '000'000 '000'000
PT Taman Harapan Indah (THI) Jakarta Real estat/Real estate 1978 100,00 100,00 4.721.747 4.800.959
- PT Mutiara Raga Indah Jakarta Pusat kebugaran/Fitness center 1990 100,00 100,00 10.851 10.716
- PT Sinar Puspa Persada (SPP) Tangerang Real estat/Real estate 1997 100,00 100,00 486.315 456.628
- PT Wirasejati Binapersada (WB) Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 324.625 325.220
- PT Putra Sinar Permaja (PSP) Jakarta Real estat/Real estate 2014 51,00 51,00 1.789.216 1.702.490
- PT Abadi Citra Lestari (ACL) Jakarta Real estat/Real estate 2015 100,00 100,00 8.895 11.001
- PT Intisarana Ekaraya (ISER) Jakarta Sub Holding - 100,00 100,00 561.838 315.874
- PT Gandaria Permai Jakarta Real estat/Real estate 2011 100,00 100,00 43.433 42.617
- PT Gandaria Prima (GP) Jakarta Real estat/Real estate 2013 100,00 100,00 523.566 578.459
- PT Gandaria Mulia Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 4.745 4.745
- PT Gandaria Sakti Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 4.002 4.002
- PT Gunaprima Usaha Sejati Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 2.518 2.696
- PT Dinamika Kencana Mandiri (DKM) Jakarta Real estat/Real estate 2008 100,00 100,00 8.823 8.892
- PT Perkasalestari Utama (PLU) Jakarta Real estat/Real estate 2008 100,00 100,00 942.047 1.215.314
- PT Perkasalestari Permai (PLP) Jakarta Real estat/Real estate 2013 100,00 100,00 1.157.536 967.946
- PT Perkasalestari Raya (PLR) Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 848 995
- PT Selasih Safar (SS) Jakarta Real estat/Real estate 1974 52,50 52,50 88.101 73.406
- PT Vida Irvetta Peninsula Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 213.744 213.563
PT Intiland Grande (IG) Surabaya Real estat/Real estate 1974 100,00 100,00 4.247.262 3.874.602
- PT Intiland Sejahtera (IS) Surabaya Kawasan Industri/Industrial Estate 1988 100,00 100,00 734.449 467.263
- PT Maja Persada (MP) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 394 348
- PT Kawasan Industri Intiland (KII) Surabaya Kawasan Industri/Industrial Estate 1993 100,00 100,00 102.378 30.861
Makanan dan masakan olahan/
- PT Graha Inti Boga (GIB) Surabaya Food and refined cuisine 2017 100,00 100,00 4.404 5.181
- PT Bahtera Bumi Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 239 245
- PT Buana Bejana Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 239 245
- PT Jateng Industri Intiland (JII) Surabaya Kawasan Industri/Industrial Estate - 100,00 - 224.301 -
- PT Prima Sentosa Ganda (PSG) Surabaya Real estat/Real estate 2014 100,00 100,00 786.635 771.057
- PT Grande Family View (GFV) Surabaya Real estat/Real estate 1993 75,00 75,00 373.734 495.650
- PT Grande Imperial (GIM) Surabaya Real estat/Real estate 2013 100,00 100,00 86.084 100.796
- PT Kinerja Lancar Serasi (KLS) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 269.752 270.132
- PT Sinar Cemerlang Gemilang (SCG) Surabaya Real estat/Real estate 2015 100,00 100,00 397.467 423.564
- PT Jateng Industri Intiland (JII) Surabaya Kawasan Industri/Industrial Estate - - 100,00 - 120.713
- PT Kawasan Jombang (KJ) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 61.247 55.971
- PT Kawasan Ploso (KP) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 43.643 41.178
- PT Intiland Persada (IP) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 6.991 3.491
- PT Dharma Sentosa Raya (DSR) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 1.200 1.245
- PT Surya Energi (SE) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 2.470 2.476
- PT Purisentosa Unggul (PSU) Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 5.146 5.152
- Badan Kerjasama Intiland Starlight
(BKIS) Surabaya Persewaan kantor/Office space 2010 75,00 75,00 60.196 82.069
- PT Usaha Guna Kelola Surabaya Hotel/Hospitality - 100,00 100,00 22.475 22.486
- PT Utama Gelora Karya Surabaya Real estat/Real estate - 100,00 100,00 35.978 35.989
PT Intiland Esperto (IE) Jakarta Real estat/Real estate 2008 100,00 100,00 106.664 151.955
- PT Inti Gria Perdana (IG Perdana) Jakarta Real estat/Real estate 2011 100,00 100,00 307.424 315.462
- PT Inti Gria Perkasa Jakarta Real estat/Real estate 2011 100,00 100,00 3.880 4.042
- PT Inti Gria Perwira Jakarta Real estat/Real estate 2012 100,00 100,00 50.967 50.843
- PT Inti Gria Pramudya (IG Pramudya) Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 69.892 54.152
- PT Inti Gria Palamarta Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 8.906 13.979
PT Melati Anugerah Semesta (MAS) Surabaya Real estat/Real estate - 55,00 55,00 125.462 120.939
PT Melati Wahana Nusantara (MWN) Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 36.584 36.557
PT Melati Impian Bangsa (MIB) Jakarta Real estat/Real estate - 100,00 100,00 13.334 13.323
Infrastruktur Telekomunikasi/
PT Intiland Alfa Rendita (IAR) Jakarta Telecommunications infrastructure 2015 100,00 100,00 26.182 28.381
Infrastruktur Telekomunikasi
- PT Inti Algoritma Perdana (IAP) Jakarta Telecommunications infrastructure 2015 100,00 100,00 30.974 28.407
PT Raharja Mitra Familia (RMF) Jakarta Real estat/Real estate 2017 36,63 36,63 1.449.346 903.910
PT Inti Gria Persada (IG Persada) Jakarta Real estat/Real estate - 55,00 55,00 98.642 98.639

Informasi keuangan entitas anak yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali dalam jumlah material pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Financial information of subsidiaries that have material non-controlling interests as of and for the years ended December 31, 2020 and 2019 follows:

2020
Kepentingan Nonpengendali yang material/
Material Non-controlling Interest
Ekuitas pada
Penghasilan (Rugi)
Bagian Kepentingan Komprehensif/
Nama Anak Perusahaan/ Kepemilikan/ Saldo Akumulasi/ Share in Comprehensive
Name of Subsidiary Equity Interest Held Accumulated Balances Income (Loss)
%
GFV 25,00 5.255.796.167 44.123.284.066
MAS 45,00 31.679.320.083 (1.189.789.391)
BKIS 25,00 7.927.820.081 (1.377.535.227)
SS 47,50 5.040.795.671 (1.076.797.220)
RMF 63,37 50.836.474.670 (53.566.597.318)
PSP 49,00 748.679.480.961 8.802.012.631
IG Persada 45,00 (64.850.675) 34.778.103
2019
Kepentingan Nonpengendali yang material/
Material Non-controlling Interest
Ekuitas pada
Bagian Kepentingan Penghasilan (Rugi)
Komprehensif/
Nama Anak Perusahaan/ Kepemilikan/ Saldo Akumulasi/ Share in Comprehensive
Name of Subsidiary Equity Interest Held Accumulated Balances Income (Loss)
%
GFV 25,00 6.267.202.870 122.874.762.990
MAS 45,00 32.869.109.474 (1.206.576.468)
BKIS 25,00 9.317.035.964 2.075.317.194
SS 47,50 7.380.492.588 1.414.199.901
RMF 63,37 240.139.733.157 60.115.490.457
PSP 49,00 743.314.538.085 116.813.647
IG Persada 45,00 (99.628.778) (391.725.959)

Berikut adalah ringkasan informasi keuangan dari entitas anak. Jumlah-jumlah tersebut sebelum dieliminasi dengan transaksi antar entitas dalam Grup.

The summarized financial information of these subsidiaries is provided below. This information is based on amounts before intercompany eliminations.

Ringkasan laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:

Summarized statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019 follows:

2020
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria
Persada
Aset lancar/Current assets 52.416.830.420 1.215.563.812 257.146.703.153 26.059.179.387 681.547.799.312 376.794.949.339 8.848.634.760
Aset tidak lancar/Noncurrent
assets
35.684.658.272 124.246.581.343 116.587.040.476 34.136.445.711 767.797.922.433 1.412.420.758.337 89.793.104.256
Jumlah aset/Total assets 88.101.488.692 125.462.145.155 373.733.743.629 60.195.625.098 1.449.345.721.745 1.789.215.707.676 98.641.739.016
Liabilitas jangka pendek/
Current liabilities
Liabilitas jangka panjang/
30.929.681.263 10.483.746.486 227.916.147.686 2.887.831.118 24.641.620.933 49.326.224.905 15.861.000.000
Noncurrent liabilities 60.939.064.382 55.063.656.086 124.794.411.277 25.596.513.685 1.342.188.068.055 211.971.538.533 82.924.851.627
Jumlah Liabilitas/Total Liabilities 91.868.745.645 65.547.402.572 352.710.558.963 28.484.344.803 1.366.829.688.988 261.297.763.438 98.785.851.627
Jumlah Ekuitas (Defisiensi Modal)/
Total Equity (Capital Deficiency)
(3.767.256.953) 70.398.489.069 21.023.184.666 31.711.280.295 82.516.032.757 1.527.917.944.238 (144.112.611)
Teratribusikan pada/Attributable to :
Pemilik entitas induk/
Owners of parent company
Kepentingan nonpengendali/
(8.808.052.624) 38.719.168.986 15.767.388.499 23.783.460.214 31.679.558.087 779.238.463.277 (79.261.936)
Non-controlling interest 5.040.795.671 31.679.320.083 5.255.796.167 7.927.820.081 50.836.474.670 748.679.480.961 (64.850.675)
2019
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria Persada
Aset lancar/Current assets 40.420.936.333 1.074.756.525 370.255.872.765 44.095.926.505 531.932.118.533 292.073.744.842 8.834.588.512
Aset tidak lancar/Noncurrent
assets
32.985.348.447 119.863.844.965 125.393.770.511 37.973.473.262 371.978.165.485 1.410.416.491.956 89.804.782.006
Jumlah aset/Total assets 73.406.284.780 120.938.601.490 495.649.643.276 82.069.399.767 903.910.284.018 1.702.490.236.798 98.639.370.518
Liabilitas jangka pendek/
Current liabilities
61.548.558.124 47.896.135.996 315.344.896.427 17.150.722.923 3.033.461.776 51.979.877.768 15.872.893.550
Liabilitas jangka panjang/
Noncurrent liabilities
10.699.305.894 - 155.235.935.396 27.650.532.992 519.637.616.548 133.541.282.362 82.987.874.252
Jumlah Liabilitas/Total Liabilities 72.247.864.018 47.896.135.996 470.580.831.823 44.801.255.915 522.671.078.324 185.521.160.130 98.860.767.802
Jumlah Ekuitas (Defisiensi Modal)/
Total Equity (Capital Deficiency)
1.158.420.762 73.042.465.494 25.068.811.453 37.268.143.852 381.239.205.694 1.516.969.076.668 (221.397.284)
Teratribusikan pada/Attributable to :
Pemilik entitas induk/
Owners of parent company
(6.222.071.826) 40.173.356.020 18.801.608.583 27.951.107.888 141.099.472.537 773.654.538.583 (121.768.506)

Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun 2020 dan 2019:

Summarized statements of profit or loss and other comprehensive income for 2020 and 2019 follows:

2020
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria
Persada
Pendapatan/Revenue 14.454.916.636 - 462.759.291.759 5.425.668.872 - 221.999.373.965 -
Laba (rugi) setelah pajak/
Profit (loss) after tax
(2.541.118.812) (2.643.976.425) 171.444.624.298 (5.799.503.312) (86.440.865.413) 16.199.382.939 48.619.777
Penghasilan (rugi) komprehensif lain/
Other comprehensive income (loss)
274.177.298 - 5.048.511.967 289.362.405 1.912.030.353 1.763.915.622 28.664.896
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif/
Total comprehensive income (loss)
(2.266.941.514) (2.643.976.425) 176.493.136.265 (5.510.140.907) (84.528.835.060) 17.963.298.561 77.284.673
Teratribusikan pada kepentingan
non pengendali/
Attributable to non-controlling
interest
(1.076.797.220) (1.189.789.391) 44.123.284.066 (1.377.535.227) (53.566.597.318) 8.802.012.631 34.778.103
2019
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria
Persada
Pendapatan/Revenue 26.196.641.844 - 317.062.767.742 18.442.816.262 299.727.547.517 221.067.016.606 -
Laba (rugi) setelah pajak/
Profit (loss) after tax
2.939.698.122 (2.681.281.041) 493.122.978.304 8.196.842.781 95.059.435.867 (1.611.837.542) (851.262.549)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain/
Other comprehensive income (loss)
Jumlah penghasilan (rugi)
37.564.827 - (1.623.926.371) 104.425.992 (196.356.402) 444.710.463 (19.239.582)
komprehensif/
Total comprehensive income (loss)
2.977.262.949 (2.681.281.041) 491.499.051.933 8.301.268.773 94.863.079.465 (1.167.127.079) (870.502.131)
Teratribusikan pada kepentingan
non pengendali/
Attributable to non-controlling
interest
1.414.199.901 (1.206.576.468) 122.874.762.990 2.075.317.194 60.115.490.457 116.813.647 (391.725.959)

Ringkasan informasi arus kas pada tahun 2020 dan 2019:

Summarized cash flow information for 2020 and 2019 follows:

2020
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria
Persada
Operasi/Operating 6.659.201.260 (817.308.260) (108.884.146.302) 3.647.918.414 111.751.665.069 78.142.755.149 (224.855.176)
Investasi/Investing 229.478.691 9.542.685 1.682.219.782 (64.568.532) 22.713.339.710 4.885.578.085 12.856
Pendanaan/Financing (2.485.697.403) 519.244.400 (65.484.183.587) (3.530.511.120) - - 235.741.000
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas/
Net increase (decrease) in
cash and cash equivalents
4.402.982.548 (288.521.175) (172.686.110.107) 52.838.762 134.465.004.779 83.028.333.234 10.898.680
2019
SS MAS GFV BKIS RMF PSP PT Inti Gria
Persada
Operasi/Operating 13.540.754.900 (1.198.612.023) 125.322.799.242 4.692.635.549 172.735.365.580 (137.022.544.152) (726.353.146)
Investasi/Investing 49.919.886 3.975.030 510.618.584.854 367.676.774 (6.810.274.444) (11.900.012.293) 6.856
Pendanaan/Financing (2.969.227.794) 1.035.000.000 (534.961.298.009) - - 280.987.724.863 728.383.818
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas/
Net increase (decrease) in
cash and cash equivalents 10.621.446.992 (159.636.993) 100.980.086.087 5.060.312.323 165.925.091.136 132.065.168.418 2.037.528

PT Jateng Industri Intiland (JII) PT Jateng Industri Intiland (JII)

Berdasarkan Akta No. 2 tanggal 8 Maret 2020 dari Muhammad Iqbal, S.H., M.Kn., notaris di Gresik, para pemegang saham JII, entitas anak, menyetujui penjualan 1.248 saham milik PT Sinar Cemerlang Gemilang, entitas anak, kepada PT Intiland Sejahtera, entitas anak, dengan harga Rp 1.248.000.000.

Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 25 Januari 2019 dari Muhammad Iqbal, S.H., M.Kn., notaris di Gresik, para pemegang saham JII, entitas anak, menyetujui penjualan 1 saham milik Sinarto Dharmawan, pihak berelasi, kepada PT Intiland Sejahtera, entitas anak, dengan harga Rp 1.000.000. Transaksi ini meningkatkan persentase kepemilikan Grup dalam JII menjadi 100%.

Perubahan Kepemilikan pada Entitas Anak Change in Ownership Interest in Subsidiaries

Based on Notarial Deed No. 2 dated March 8, 2020 of Muhammad Iqbal, S.H., M.Kn., a public notary in Gresik, the shareholders of JII, a subsidiary, approved the sale of 1,248 shares owned by PT Sinar Cemerlang Gemilang, a subsidiary, to PT Intiland Sejahtera, a subsidiary, at a purchase price of Rp 1,248,000,000.

Based on Deed No. 4 dated January 25, 2019 of Muhammad Iqbal, S.H., M.Kn., a public notary in Gresik, the shareholders of JII, a subsidiary, approved the sale of 1 shares owned by Sinarto Dharmawan, a related party, to PT Intiland Sejahtera, a subsidiary, at a purchase price of Rp 1,000,000. This transaction increased the ownership interest of the Group in JII to 100%.

PT Putra Sinar Permaja (PSP) PT Putra Sinar Permaja (PSP)

Berdasarkan Akta No. 61 tanggal 13 Mei 2019, dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham PSP, entitas anak, menyetujui penjualan 75.000 saham milik PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak, kepada Reco Kris Private Limited, pihak ketiga, dengan harga Rp 243.773.758.157. Transaksi ini menurunkan persentase kepemilikan Grup dalam PSP dari 67,34% menjadi 57,24%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada PSP berkurang sebesar Rp 49.539.963.353 yang dibukukan pada akun "Selisih Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali". Nilai tercatat PSP pada tanggal pelepasan sebesar Rp 137.994.859.305. Atas transaksi ini, THI mencatat keuntungan penjualan sebesar Rp 105.778.898.852 yang dicatat sebagai "Selisih transaksi dengan kepentingan non pengendali" di ekuitas.

Berdasarkan Akta No. 85 tanggal 21 Mei 2019, dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, PSP, entitas anak, memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 90.852 lembar saham yang diambil bagian seluruhnya oleh Reco Kris Private Limited, pihak ketiga, sebesar Rp 281.007.728.083. Dengan demikian kepemilikan Grup pada PSP menurun dari 57,24% menjadi 51,00%. Atas transaksi ini, Grup mengakui selisih dari nilai kepemilikannya, sebelum dan sesudah transaksi sebesar Rp 66.373.975.568 sebagai bagian dari "Selisih Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali" di ekuitas.

Susunan manajemen Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 berdasarkan Akta No. 119 tanggal 29 Juli 2020 dari Humberg Lie, SH., SE., MKn., notaris publik di Jakarta, adalah sebagai berikut:

Komisaris Jahja Asikin Commissioners Friso Palilingan

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Based on Notarial Deed No. 61 dated May 13, 2019 of Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., a public notary in Jakarta, the shareholders of PSP, a subsidiary, approved the sale of 75,000 shares owned by PT Taman Harapan Indah (THI), a subsidiary, to Reco Kris Private Limited, a third party, at a purchase price of Rp 243,773,758,157. This transaction decreased the ownership interest of the Group in PSP from 67.34% to 57.24%. As a result, the effect of decrease in Group's ownership interest in PSP amounting to Rp 49,539,963,353 was recorded as "Difference in Value Arising from Transactions with Noncontrolling Interests". The carrying value of investment at the date of disposal amounted to Rp 137,994,859,305, thus THI recognized gain from sale of interest in a subsidiary amounting to Rp 105,778,898,852 which was recorded as a "Difference in value arising from transactions with non controlling interest" in equity.

Based on Notarial Deed No. 85 dated May 21, 2019 of Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., a public notary in Jakarta, PSP, a subsidiary, obtained the approval from stockholders for the increase in issued and paid-up capital through issuance of 90,852 shares issued to Reco Kris Private Limited, a third party, amounting to Rp 281,007,728,083. Accordingly, the ownership interest of the Group in PSP decreased from 57.24% to 51.00%. In this transaction, the Group recognized the difference in value of its investment before and after the transaction amounting to Rp 66,373,975,568 as part of "Difference in Value Arising from Transactions with Noncontrolling Interests" in equity.

d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan d. Board of Commissioners, Directors and Employees

The members of the management as of December 31, 2020 based on Deed No. 119 dated July 29, 2020 from Humberg Lie, SH., SE., MKn., a public notary in Jakarta, follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Sinarto Dharmawan President Commissioner Wakil Komisaris Utama Lennard Ho Kian Guan Vice President Commissioner Komisaris Independen Thio Gwan Po Micky Independent Commissioner

Direksi Directors
Direktur Utama Hendro Santoso Gondokusumo President Director
Wakil Direktur Utama Utama Gondokusumo
Suhendro Prabowo
Vice President Directors
Direktur Perry Yoranouw
Ping Handayani Hanli
Archied Noto Pradono
Permadi Indra Yoga
Directors
Susunan manajemen Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2019 berdasarkan Akta No. 163
tanggal 20 April 2018 dari Humberg Lie, SH.,
SE., MKn., notaris publik di Jakarta, adalah
sebagai berikut:
The members of the management as of
December 31, 2019 based on Deed No. 163
dated April 20, 2018 from Humberg Lie, SH.,
SE., MKn., a public notary in Jakarta, follows:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Komisaris
Cosmas Batubara *)
Lennard Ho Kian Guan
Walman Siahaan
Jahja Asikin
Ping Handayani Hanli
Board of Commissioners
President Commissioner
Vice President Commissioner
Commissioners
Komisaris Independen Thio Gwan Po Micky **) Independent Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama Hendro Santoso Gondokusumo President Director
Wakil Direktur Utama Suhendro Prabowo
Sinarto Dharmawan
Utama Gondokusumo
Vice President Directors
Direktur Perry Yoranouw ***) Directors

*) Wafat/Deceased

**) Pelaksana Tugas Komisaris Utama/Interim President Commissioner

Ricky Holil

Archied Noto Pradono Permadi Indra Yoga

***)Direktur tidak terafiliasi/Independent Director

Sekretaris Perusahaan untuk tahun 2020 dan 2019 dijabat oleh Theresia Rustandi.

Sebagai perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota yaitu Thio Gwan Po Micky, Hariawan Pribadi, dan Friso Palilingan. Thio Gwan Po Micky yang menjabat sebagai Komisaris Independen juga menjadi Ketua Komite Audit.

Personel manajemen kunci Grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.

Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) adalah 190 karyawan tahun 2020 dan 206 karyawan tahun 2019. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) adalah 1.478 karyawan tahun 2020 dan 1.543 karyawan tahun 2019.

The Company's corporate secretary is Theresia Rustandi for 2020 and 2019.

As a public company, the Company has Independent Commissioners and an Audit Committee as required by Financial Services Authority. The Company's Audit Committee consists of 3 members, namely, Thio Gwan Po Micky, Hariawan Pribadi, and Friso Palilingan. Thio Gwan Po Micky, who acts as an Independent Commissioner, is also the Chairman of the Audit Committee.

The key management personnel of the Group consists of Commissioners and Directors.

The Company had an average total number of employees (unaudited) of 190 in 2020 and 206 in 2019. Total average number of employees of the Group (unaudited) is 1,478 in 2020 and 1,543 in 2019.

e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian PT Intiland Development Tbk dan entitas anak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 29 April 2021. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian tersebut.

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting

a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik".

Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019, kecuali untuk dampak penerapan PSAK No. 71, PSAK No. 72, dan PSAK No. 73 yang efektif diterapkan sejak 1 Januari 2020 sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 55 atas laporan keuangan konsolidasian.

e. Completion of the Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements of PT Intiland Development Tbk and its subsidiaries for the year ended December 31, 2020 were completed and authorized for issuance on April 29, 2021 by the Company's Directors who are responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements.

2. Summary of Significant Accounting and Financial Reporting Policies

a. Basis of Consolidated Financial Statements Preparation and Measurement

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards "SAK", which comprise the statements and interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Institute of Indonesia Chartered Accountants (IAI) and OJK Regulation No. VIII.G.7 regarding "Presentation and Disclosures of Public Companies' Financial Statements". Such consolidated financial statements are an English translation of the Group's statutory report in Indonesia.

The measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies. The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.

The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2020 are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2019, except for the impact of the adoption of PSAK No. 71, PSAK No. 72, dan PSAK No. 73 which had been adopted effective January 1, 2020 as disclosed in Note 55 to the consolidated financial statements.

Lihat ke Catatan 2 dan 55 atas laporan keuangan konsolidasian untuk penjelasan kebijakan akuntansi yang diterapkan efektif 1 Januari 2020 serta dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitasentitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

  • kekuasaan atas investee; power over the investee;
  • eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
  • kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup

Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.

Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.

Please refer to Notes 2 and 55 to the consolidated financial statements for the new accounting policies adopted effective January 1, 2020 and the corresponding impact on the consolidated financial statements.

The currency used in the preparation and presentation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah (Rupiah) which is also the functional currency of the Company.

b. Prinsip Konsolidasi b. Basis of Consolidation

The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company and its subsidiaries (the Group). Control is achieved when the Group has all the following:

  • is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee; and
  • the ability to use its power to affect its returns.

Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Specifically, income and expenses of a subsidiary acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date when the Group ceases to control the subsidiary.

All intragroup assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.

Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the owners of the Company and to the noncontroling interest (NCI) even if this results in the NCI having a deficit balance.

KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.

Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.

Kombinasi bisnis, kecuali kombinasi bisnis entitas sepengendali, dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disajikan sebagai beban administrasi.

Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba rugi.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

NCI are presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and under the equity section of the consolidated statement of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to owners of the Company.

Transactions with NCI that do not result in loss of control are accounted for as equity transactions. The difference between the fair value of any consideration paid and the relevant share acquired of the carrying value of net assets of the subsidiary is recorded in equity. Gains or losses on disposals to NCI are also recorded in equity.

c. Kombinasi Bisnis c. Business Combinations

Entitas Tidak Sepengendali Among Entities Not Under Common Control

Business combinations, except business combination among entities under common control, are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree's identifiable net assets. Acquisition related costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses.

When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date.

If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer's previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.

Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ("UPK") dari Perusahaan dan/atau entitas anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.

Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.

Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitasentitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.

Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss.

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of the impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Company and/or its subsidiaries' cash generating units ("CGU") that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquired are assigned to those CGUs.

Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.

Entitas Sepengendali Among Entities Under Common Control

Business combination transaction of entities under common control in form of business transfer with regard to reorganization of entities within the same group of companies does not result in a change of the economic substance of the ownership, thus, the transaction is recognized at carrying value based on pooling of interest method.

Any difference between amount of consideration transferred and the carrying value of each business combination of entities under common control is recognized as additional paid-in capital as part of equity section in the consolidated statement of financial position.

Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

d. Penjabaran Mata Uang Asing d. Foreign Currency Translation

Mata Uang Fungsional dan Pelaporan Functional and Reporting Currencies

Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup.

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia, yang digunakan oleh Grup adalah sebagai berikut:

Dolar Amerika Serikat/United States (U.S.) Dollar 14.105 13.901 Dolar Singapura/Singapore Dollar (SGD) 10.644 10.321

Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 7 "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".

Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

An entity which is disposing a business unit in connection with the disposal of a business unit of an entity under common control recognizes the difference between the consideration received and carrying amount of the disposed business unit as additional paid-in capital as part of equity section in the consolidated statement of financial position.

Items included in the financial statements of each of the Group's companies are measured using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (the functional currency).

The consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the Group's functional and the Group's presentation currency.

Transaksi dan Saldo Transactions and Balances

Foreign currency transactions are translated into the functional currency using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions and from the translation at year end exchange rates of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognized in profit or loss.

As of December 31, 2020 and 2019, the conversion rates used by the Group were the middle rates of Bank Indonesia as follows:

2020 2019

e. Transaksi Pihak Berelasi e. Transactions with Related Parties

A person or entity is considered a related party of the Group if it meets the definition of a related party in PSAK No. 7 "Related Party Disclosures.

All significant transactions with related parties are disclosed in the consolidated financial statements.

Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijamin serta tidak dibatasi pencairannya.

g. Instrumen Keuangan g. Financial Instruments

Efektif 1 Januari 2020, Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan, dan akuntansi lindung nilai.

Aset Keuangan Financial Assets

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Aset keuangan diklasifikasikan menjadi diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, dan tersedia untuk dijual. Klasifikasi aset keuangan ditentukan pada saat pengakuan awal berdasarkan intensi manajemen untuk memegang instrumen keuangan tersebut.

Pengklasifikasian instrumen keuangan dilakukan berdasarkan tujuan perolehan instrumen tersebut dan mempertimbangkan apakah instrumen tersebut memiliki kuotasi harga di pasar aktif.

(1) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang diperoleh terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat (kelompok diperdagangkan).

f. Kas dan Setara Kas f. Cash and Cash Equivalents

Cash consists of cash on hand and in banks. Cash equivalents are short-term, highly liquid investments that are readily convertible to known amounts of cash with original maturities of three (3) months or less from the date of placements, and which are not used as collateral and are not restricted.

From January 1, 2020, the Group has applied PSAK No. 71, Financial Instruments, which replaced PSAK No. 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, which set the requirements in classification and measurement, impairment in value of financial assets, and hedging accounts.

The Group classifies its financial assets in accordance with PSAK No. 55, Financial Instruments: Recognition and Measurement. Financial assets are classified into financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, and available for sale. Classifications of financial assets are determined at initial recognition based on the management's intention to hold the financial assets.

The classification of the financial instruments depends on the purpose for which the instruments were acquired and whether they are quoted in an active market.

(1) Financial Assets at FVPL

Financial assets at FVPL include financial assets that are acquired for the purpose of selling in the near term (held for trading).

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan.

Pada tanggal 31 Desember 2019, kategori ini meliputi investasi Grup pada aset keuangan pada nilai wajar seperti yang disajikan dalam Catatan 5.

(2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (2) Loans and Receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.

Pada tanggal 31 Desember 2019, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang pihak berelasi non-usaha yang dimiliki oleh Grup.

(3) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (3) AFS Financial Assets

Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan aset yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan dalam kategori instrumen keuangan yang lain, dan selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui pada bagian ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau dianggap telah mengalami penurunan nilai, dimana pada saat itu akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi.

Pada tanggal 31 Desember 2019, kategori ini meliputi investasi Grup pada aset keuangan tersedia untuk dijual seperti yang disajikan dalam Catatan 6.

Financial assets at FVPL are recorded in the consolidated statement of financial position at fair value. Changes in fair value are recognized directly in profit or loss. Interest earned is recorded as interest income, while dividend income is recorded as part of other income according to the terms of the contract, or when the right of payment has been established.

As of December 31, 2019, the Group's investments in financial asset at fair value as disclosed in Note 5 are classified under this category.

Loans and receivables are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market and are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, less any allowance for any impairment.

As of December 31, 2019, the Group's cash and cash equivalents, trade accounts receivable, other accounts receivable and due from related parties – non-trade are included in this category.

AFS financial assets are those which are designated as such or not classified in any of the other categories and are subsequently measured at fair value with unrealized gains or losses recognized in equity until the investment is derecognized, or determined to be impaired, at which time the cumulative gain or loss is reclassified to profit or loss.

As of December 31, 2019, the Group's investments in available for sale financial assets as disclosed in Note 6 are classified under this category.

Karena nilai wajarnya tidak dapat ditentukan secara andal, maka investasi Grup dalam saham sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 6 dinyatakan pada biaya perolehan, setelah dikurangi penurunan nilai, jika ada.

Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

  • (a) Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
  • (b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
    1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • (a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
  • (b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

Pada tanggal 31 Desember 2020, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan piutang pihak berelasi non-usaha yang dimiliki oleh Grup.

In the absence of a reliable basis for determining the fair value for certain investments, the Group's investments in shares of stock enumerated in Note 6 are carried at cost, net of any impairment.

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

The Group classifies its financial assets in accordance with PSAK No. 71, Financial Instruments, that classifies financial assets as subsequently measured at amortized cost, fair value through comprehensive income or fair value through profit or loss, on the basis of both:

  • (a) The Group's business model for managing the financial assets; and
  • (b) The contractual cash flow characteristics of the financial assets.
    1. Financial assets at amortized cost

A financial asset shall be measured at amortized cost if both of the following conditions are met:

  • (a) The financial asset is held within a business model whose objective is to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
  • (b) The contractual terms of the financial assets give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

Financial assets at amortized cost is measured at initial amount minus the principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between that initial amount and the maturity amount, adjusted for allowance for impairment.

As of December 31, 2020, the Group's cash and cash equivalents, trade accounts receivable, other accounts receivable, and due from related parties are included in this category.

  1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • (a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
  • (b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.

Pada tanggal 31 Desember 2020, kategori ini meliputi investasi jangka panjang Grup dalam saham seperti yang disajikan dalam Catatan 6.

  1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan.

  1. Financial assets at fair value through other comprehensive income

A financial asset shall be measured at fair value through other comprehensive income if both of the following conditions are met:

  • (a) The financial asset is held within a business model whose objective is achieved by both collecting contractual cash flows and selling financial assets; and
  • (b) The contractual terms of the financial assets give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

Equity securities financial assets which are initially measured at fair value through comprehensive income are subsequently measured at fair value, with unrealized gains or losses recognized in other comprehensive income. At the time the financial assets are derecognized or reclassified, the cumulative gain or loss is reclassified to retained earnings.

As of December 31, 2020, the Group's long-term investments in shares as disclosed in Note 6 is classified under this category.

  1. Financial assets at fair value through profit or loss

A financial asset shall be measured at fair value through profit or loss unless it is measured at amortized cost or at fair value through comprehensive income.

Financial assets at FVPL are recorded in the consolidated statement of financial position at fair value. Changes in fair value are recognized directly in profit or loss. Interest earned is recorded as interest income, while dividend income is recorded as part of other income according to the terms of the contract, or when the right of payment has been established.

Pada tanggal 31 Desember 2020, kategori ini meliputi investasi Grup pada aset keuangan pada nilai wajar seperti yang disajikan dalam Catatan 5.

Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas Financial Liabilities and Equity

Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya dalam kategori liabilitas keuangan lain-lain. Kategori ini merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Grup untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.

Liabilitas keuangan lain-lain selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan suku bunga efektif.

Pada tanggal 31 Desember 2019, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek dan jangka panjang, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, uang jaminan dan utang obligasi yang dimiliki oleh Grup.

As of December 31, 2020, the Group's investments in financial asset at fair value as disclosed in Note 5 is classified under this category.

Instruments

Financial liabilities and equity instruments of the Group are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and equity instrument. The accounting policies adopted for specific financial instruments are set out below.

Instrumen Ekuitas Equity Instruments

An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.

The Group classifies its financial liabilities in categories of other liabilities. This category pertains to financial liabilities that are not held for trading or not designated at fair value through profit or loss (FVPL) upon the inception of the liability.

Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVPL are classified as other financial liabilities, where the substance of the contractual arrangement results in the Group having an obligation either to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other than by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares.

Other financial liabilities are subsequently carried at amortized cost using the effective interest rate method.

As of December 31, 2019, the Group's shortterm and long term bank loans, trade accounts payable, other accounts payable, accrued expenses, guarantee deposits and bonds payable are included in this category.

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

Tidak terdapat perubahan signifikan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.

Pada tanggal 31 Desember 2020, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, beban akrual, utang pihak berelasi nonusaha, utang bank jangka panjang, dan utang obligasi yang dimiliki oleh Grup.

Saling Hapus Instrumen Keuangan Offsetting of Financial Instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.

There are no significant changes in classification and measurement of financial liabilities.

Financial liabilities within the scope of PSAK No. 71 are classified as follows: (i) financial liabilities at amortized cost, (ii) financial liabilities at fair value through profit and loss (FVPTL) or other comprehensive income (FVOCI). The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

Financial liabilities at amortized cost

Financial liabilities at amortized cost is measured at initial amount minus the principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between that initial amount and the maturity amount. The amortization of the effective interest rate is included in finance costs in profit or loss.

As of December 31, 2020, the Group's shortterm bank loans, trade accounts payable, accrued expenses, due to related parties, long-term bank loans, and bonds payable are included in this category.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable right to offset the recognized amounts and there is intention to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously.

Reklasifikasi Instrumen Keuangan Reclassifications of Financial Instruments

In accordance with PSAK No. 71, Financial Instruments, the Group reclassifies its financial assets when, and only when, the Group changes its business model for managing financial assets. While, any financial liabilities shall not be reclassified.

Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, manajemen Grup menelaah apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai.

(1) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan secara individual atau kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset tersebut langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun cadangan dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laba rugi.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

The Group's management assesses at each statement of financial position date whether a financial asset or group of financial assets is impaired.

(1) Assets Carried at Amortized Cost

The management first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, and individually or collectively for financial assets that are not individually significant. If the management determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and that group of financial assets is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss, is or continues to be recognized are not included in a collective assessment of impairment.

If there is an objective evidence that an impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows discounted at the financial asset's original effective interest rate. The carrying amount of the asset shall be reduced either directly or through the use of an allowance account. The amount of loss is charged to profit or loss.

Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas cadangan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laba rugi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.

(2) Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa.

(3) Aset keuangan tersedia untuk dijual (3) AFS Financial Assets

Dalam hal instrumen ekuitas dalam kelompok tersedia untuk dijual, penelaahan penurunan nilai ditandai dengan penurunan nilai wajar dibawah biaya perolehannya yang signifikan dan berkelanjutan. Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka kerugian penurunan nilai kumulatif yang dihitung dari selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi, dikeluarkan dari ekuitas dan diakui dalam laba rugi. Kerugian penurunan nilai tidak boleh dipulihkan melalui laba rugi. Kenaikan nilai wajar setelah terjadinya penurunan nilai diakui di ekuitas.

If, in a subsequent year, the amount of the impairment loss decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is reversed. Any subsequent reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss, to the extent that the carrying value of the asset does not exceed its amortized cost at the reversal date.

(2) Assets Carried at Cost

If there is an objective evidence that an impairment loss has been incurred on an unquoted equity instrument that is not carried at fair value because its fair value cannot be reliably measured, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset.

In case of equity investments classified as AFS, assessment of any impairment would include a significant or prolonged decline in the fair value of the investments below its cost. Where there is evidence of impairment, the cumulative loss measured as the difference between the acquisition cost and the current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in profit or loss is removed from equity and recognized in profit or loss. Impairment losses on equity investments are not reversed through profit or loss. Increases in fair value after impairment are recognized directly in equity.

Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:

  • a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
  • b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
  • c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

At each reporting date, the Company assess whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Group uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of expected credit losses. To make that assessment, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and consider reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition.

Derecognition of Financial Assets and Liabilities

(1) Aset Keuangan (1) Financial Assets

Financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when:

  • a. the rights to receive cash flows from the asset have expired;
  • b. the Group retains the right to receive cash flows from the asset, but has assumed a contractual obligation to pay them in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement; or
  • c. the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset and either (i) has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (ii) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

(2) Liabilitas Keuangan (2) Financial Liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan, atau telah kadaluarsa.

Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:

  • di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
  • jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.

Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

• Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;

A financial liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged, cancelled or has expired.

h. Pengukuran Nilai Wajar h. Fair Value Measurement

The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:

  • in the principal market for the asset or liability or;
  • in the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.

The Group must have access to the principal or the most advantageous market at the measurement date.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.

When the Group uses valuation techniques, it maximizes the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial statements are categorized within the fair value hierarchy as follows:

• Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities;

  • Level 2 Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
  • Level 3 Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.

Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

1) Persediaan Real Estat

Persediaan terdiri dari tanah dan bangunan (rumah tinggal dan rumah toko), apartemen yang siap dijual, bangunan (rumah tinggal dan rumah toko) yang sedang dikonstruksi, tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar mana yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.

Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset pengembangan real estat serta biaya pinjaman (beban bunga dan selisih kurs). Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan atau dipindahkan ke aset tanah bila tanah tersebut siap dijual dengan menggunakan metode luas area.

Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dijual lainnya, dialokasikan secara proporsional berdasarkan luas tanah yang dapat dijual.

Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi dan biaya pinjaman dan dipindahkan ke aset tanah dan bangunan pada saat selesai dibangun dan ketika siap dijual dengan menggunakan metode identifikasi khusus.

  • Level 2 Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable;
  • Level 3 Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable.

For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on a recurring basis, the Group determines whether there are transfers between levels in the hierarchy by re-assessing categorization at the end of each reporting period.

i. Persediaan i. Inventories

1) Real Estate Inventories

Inventories consist of land and buildings (houses and shophouses), apartments ready for sale, buildings (houses and shophouses) under construction, and land under development which are stated at the lower of cost and net realizable value.

The cost of land under development consists of the cost of land for development, direct and indirect real estate development costs and capitalized borrowing costs (interest and foreign exchange difference). The total cost of land under development is transferred to land and building units ready for sale when land development is completed, based on the area of saleable lots.

The cost of land development, including the cost of land used for roads and amenities and other non-saleable areas, is allocated proportionally based on saleable area of land.

The cost of building units under construction consists of construction costs and is transferred to land and building units ready for sale when the development of land and construction of the buildings is completed and when it is ready for sale. Cost is determined using the specific identification method.

Akumulasi biaya ke proyek pengembangan tidak dihentikan walaupun realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai tercatat proyek. Namun, dilakukan cadangan secara periodik atas perbedaan tersebut. Jumlah cadangan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi tahun berjalan.

Estimasi dan alokasi biaya harus dikaji kembali pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial. Apabila telah terjadi perubahan mendasar pada estimasi kini, biaya direvisi dan direalokasi.

Beban yang tidak berhubungan dengan proyek real estat dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.

2) Persediaan Lainnya 2) Other Inventories

Persediaan lainnya dinyatakan sebesar mana yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan menggunakan metode pertama masuk, pertama keluar (first-in, first-out). Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kondisi normal usaha dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya-biaya yang diperlukan dalam melakukan penjualan.

j. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian menggunakan metode ekuitas.

Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi atau ventura bersama adalah sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, maka Grup menghentikan pengakuannya atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.

The allocation of costs to the project development continues even if the realization of future revenues is less than the carrying value of the project. However, periodic provisions are made for these differences. The total provision reduces the carrying value of the project to its net realizable value and is charged to expense in the current year when recognized.

Cost estimates and allocation are reviewed at the end of every reporting period until the project is substantially completed. If there are any substantial changes from the estimates, the Group revises and reallocates costs.

Costs which are not related to real estate development are charged to expense when incurred.

Other inventories are stated at the lower of cost and net realizeable value. Cost is determined using the first-in, first-out method. Net realizable value of these inventories is the current replacement cost.

j. Investments in Associates and Joint Ventures

The results and assets and liabilities of associates or joint ventures are incorporated in these consolidated financial statements using the equity method of accounting.

Under the equity method, an investment in an associate or a joint venture is initially recognized in the consolidated statement of financial position at cost and adjusted there after to recognize the Group's share of the profit or loss and other comprehensive income of the associate or joint venture. When the Group's share of losses of an associate or a joint venture exceeds the Group's interest in that associate or joint venture, the Group discontinues recognizing its share of further losses. Additional losses are recognized only to the extent that the Group has incurred legal or constructive obligations or made payments on behalf of the associate or joint venture.

Investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi tersebut memenuhi definisi entitas asosiasi atau ventura bersama. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih lebih antara biaya perolehan investasi dengan bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari investee diakui sebagai goodwill, yang termasuk dalam nilai tercatat investasi. Setiap selisih lebih bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi terhadap biaya perolehan investasi langsung diakui dalam laba rugi pada periode perolehan investasi.

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas investasi Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama.

Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi atau ventura bersama milik Grup, keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebatas kepentingan para pihak dalam asosiasi atau ventura bersama yang tidak terkait dengan Grup.

k. Bagian Partisipasi dalam Operasi Bersama k. Interest in Joint Operations

Ketika entitas dalam Grup memiliki aktivitas dalam operasi bersama, maka Grup sebagai operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingan dalam operasi bersama:

  • aset, mencakup bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama;
  • liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama;
  • pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
  • bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan
  • beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

An investment in an associate or a joint venture is accounted for using the equity method from the date on which the investee becomes an associate or a joint venture. On acquisition of the investment in an associate or a joint venture, any excess of the cost of the investment over the Group's share of the net fair value of the identifiable assets and liabilities of the investee is recognized as goodwill, which is included within the carrying amount of the investment. Any excess of the Group's share of the net fair value of the identifiable assets and liabilities over the cost of the investment is recognized immediately in profit or loss in the period in which the investment is acquired.

The Group determines at each reporting date whether it is necessary to recognize any impairment loss with respect to the Group's investment in an associate or a joint venture.

When a Group entity transacts with an associate or a joint venture of the Group, profits and losses resulting from the transactions with the associate or joint venture are recognized in the Group's consolidated financial statements only to the extent of interests in the associate or joint venture that are not related to the Group.

When a Group entity undertakes its activities under joint operations, the Group as a joint operator recognizes in relation to its interest in a joint operation:

  • its assets, including its share of any assets held jointly.
  • its liabilities, including its share of any liabilities incurred jointly;
  • its revenue from the sale of its share of the output arising from the joint operation;
  • its share of the revenue from the sale of the output by the joint operations; and
  • its expenses, including its share of any expenses incurred jointly.

Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan operasi bersama dimana Grup bertindak sebagai salah satu operator bersamanya, Grup melakukan transaksi dengan pihak lain dalam operasi bersama dan, dengan demikian, Grup mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut dalam laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas kepentingan para pihak lain dalam operator bersama.

Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan operasi bersama yang entitas dalam Grup tersebut bertindak sebagai salah satu operator bersamanya, Grup tidak mengakui bagian keuntungan atau kerugiannya sampai Grup menjual kembali aset tersebut kepada pihak ketiga.

l. Tanah Belum Dikembangkan l. Land for Development

Tanah belum dikembangkan dinyatakan sebesar mana yang lebih rendah biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian lainnya untuk siap dijual.

Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya praperolehan dan perolehan tanah dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah telah dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.

m. Biaya Dibayar Dimuka m. Prepaid Expenses

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Properti investasi, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi, setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk biaya penggantian untuk bagian tertentu dari properti investasi yang telah ada pada saat beban terjadi, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari properti investasi.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

When a Group entity transacts with a joint operation in which the Group is a joint operator the Group conducting the transaction with the other parties to the joint operation and, thus, gains or losses resulting from the transactions are recognized in the Group's consolidated financial statements only to the extent of other parties' interests in the joint operation.

When a Group entity transacts with a joint operation in which a Group entity is a joint operator, the Group does not recognize its share of the gains and losses until it resells those assets to a third party.

Land for development is stated at the lower of cost and net realizable value. Net realizable value is the estimated selling price less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale.

The cost of land for development consists of pre-acquisition and acquisition costs of the land, and other costs related to the acquisition of land which are transferred to land under development when the development of land has started.

Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.

n. Properti Investasi n. Investment Properties

Investment properties, except land, are measured at cost, including transaction costs, less accumulated depreciation and any impairment loss. Land is not depreciated and is stated at cost less any impairment in value, if any. The carrying amount includes the cost of replacing part of an existing investment property at the time that cost is incurred if the recognition criteria are met; and excludes the costs of day-to-day servicing of an investment property.

Properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya selama dua puluh (20) tahun.

Properti investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian) pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.

Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau berakhirnya konstruksi atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan, yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.

Nilai residu, jika ada, umur manfaat, serta metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

Pemilikan Langsung Direct Acquisition

Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.

Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Investment properties are depreciated over its estimated useful life of twenty (20) years using the straight-line method.

Investment properties are derecognized when either they have been disposed of or when the investment properties are permanently withdrawn from use and no future economic benefit is expected from its disposal. Any gains or losses on the retirement or disposal of an investment property are recognized in profit or loss in the year of retirement or disposal.

Transfers are made to investment properties when, and only when, there is a change in use, evidenced by ending of owneroccupation, commencement of an operating lease to another party or ending of construction or development. Transfers are made from investment properties when, and only when, there is a change in use, evidenced by commencement of owneroccupation or commencement of development with a view to sale.

The asset's residual values, useful lives and depreciation and amortization methods are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end.

o. Aset Tetap o. Property and Equipment

Property and equipment, except land, are carried at cost, excluding day-to-day servicing, less accumulated depreciation and amortization, and any impairment in value. Land is not depreciated and is stated at cost less any impairment in value, if any.

The initial cost of property and equipment consists of its purchase price, including import duties and taxes and any directly attributable costs in bringing the property and equipment to its working condition and location for its intended use.

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.

Penyusutan dan amortisasi dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap atau jangka waktu sewa untuk perbaikan ruangan, mana yang lebih pendek, sebagai berikut:

Bangunan dan prasarana 5 - 20 Buildings and land improvements
Perbaikan ruangan 5 - 10 Leasehold improvements
Sarana gedung 10 Building improvements
Mesin dan peralatan 4 - 10 Machinery and equipment
Prasarana golf 5 Golf equipment
Perlengkapan pusat kebugaran jasmani 4 - 8 Fitness center equipment
Kendaraan 5 - 8 Vehicles
Peralatan kantor 4 - 5 Office equipment
Perabot kantor 4 - 5 Office furniture and fixtures
Peralatan kantin 4 - 5 Canteen equipment

Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laba rugi pada tahun terjadinya penghentian pengakuan.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Expenditures incurred after the property and equipment have been put into operations, such as repairs and maintenance costs, are normally charged to operations in the year such costs are incurred. In situations where it can be clearly demonstrated that the expenditures have resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of the property and equipment beyond its originally assessed standard of performance, the expenditures are capitalized as additional costs of property and equipment.

Depreciation and amortization are computed on a straight-line basis over the property and equipment's useful lives or term of the lease for leasehold improvements, whichever is shorter, as follows:

Tahun/Years

Buildings and land improvements
Leasehold improvements
Building improvements
Machinery and equipment
Golf equipment
Fitness center equipment
Vehicles
Office equipment
Office furniture and fixtures
Canteen equipment

The carrying values of property and equipment are reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be recoverable.

When each major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the item of property and equipment as a replacement if the recognition criteria are satisfied. Such major inspection is capitalized and amortized over the next major inspection activity.

An item of property and equipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gains or losses arising from de-recognition of property and equipment are included in profit or loss in the year the item is derecognized.

Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan dan amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

Aset Dalam Konstruksi Construction in Progress

Aset dalam konstruksi merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi, yang dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai secara substansial dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai tujuannya.

Goodwill diuji penurunan nilainya setiap tahun dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penurunan nilai. Keuntungan atau kerugian yang diakui pada saat pelepasan entitas anak harus memperhitungkan nilai tercatat goodwill dari entitas anak yang dijual tersebut.

Goodwill dialokasikan ke UPK untuk tujuan uji penurunan nilai. Alokasi dilakukan ke UPK atau kelompok UPK yang diharapkan akan mendapat manfaat dari kombinasi bisnis yang menimbulkan goodwill tersebut.

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Penentuan apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan substansi kontrak pada tanggal awal sewa, yakni apakah pemenuhan syarat kontrak tergantung pada penggunaan aset tertentu dan kontrak tersebut berisi hak untuk menggunakan aset tersebut.

The asset's residual values, useful lives and depreciation and amortization methods are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end.

Constructions in progress represent property and equipment under construction which are stated at cost, and are not depreciated. The accumulated costs are reclassified to the respective property and equipment account and are depreciated when the construction is substantially complete and the asset is ready for its intended use.

p. Goodwill p. Goodwill

Goodwill is tested annually for impairment and carried at cost less accumulated impairment losses. Impairment losses on goodwill are not reversed. Gains and losses on the disposal of an entity include the carrying amount of goodwill relating to the entity sold.

Goodwill is allocated to CGU for the purpose of impairment testing. The allocation is made to those CGU or groups of CGU that are expected to benefit from the business combination in which the goodwill arose.

q. Transaksi Sewa q. Lease Transactions

The determination of whether an arrangement is or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date of whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets and the arrangement conveys a right to use the asset.

Sewa pembiayaan, yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset kepada Perusahaan atau entitas anak, dikapitalisasi pada awal sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan ke laba rugi tahun berjalan.

Aset sewaan disusutkan sepanjang estimasi umur manfaatnya. Apabila tidak terdapat keyakinan memadai bahwa Perusahaan atau entitas anak akan memperoleh hak kepemilikan atas aset tersebut pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan sepanjang estimasi umur manfaat aset atau masa sewa, mana yang lebih pendek. Pembayaran sewa dalam sewa operasi diakui sebagai beban dalam laba rugi dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

2. Perlakuan Akuntansi untuk Lessor 2. Accounting Treatment as a Lessor

Sewa dimana Perusahaan atau entitas anak tetap mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Sewa atau pendapatan sewa diakui ke laba rugi tahun berjalan selama masa sewa dari kontrak terkait.

Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau yang telah berubah, pada atau setelah 1 Januari 2020.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

1. Perlakuan Akuntansi untuk Lessee 1. Accounting Treatment as a Lessee

Leases which transfer to the Company or its subsidiaries substantially all the risks and benefits incidental to ownership of the leased item, are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. Lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest in the remaining balance of the liability. Finance charges are recognized in profit or loss.

Capitalized leased assets are depreciated over the estimated useful life of the assets except if there is no reasonable certainty that the Company or its subsidiaries will obtain ownership by the end of the lease term, in which case the leased assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term. Operating lease payments are recognized as an expense in profit or loss on a straight-line basis over the lease term.

Leases where the Company or its subsidiaries that do not retained substantially all the risks and benefits of ownership of the asset are classified as operating leases. Lease or rental income are recognized over the lease term of the related contracts.

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

The Group has applied PSAK No. 73, which set the requirement for the recognition of lease liabilities in relation to leases which had been previously classified as operating lease'. This policy is applied to contracts entered into or changed, on or after January 1, 2020.

Sebagai penyewa As lessee

Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup harus menilai apakah:

  • Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
  • Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
    1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
    1. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.

Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hakguna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

At the inception of a contract, the Group assesses whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified assets for a period of time in exchange for consideration.

To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Group shall assess whether:

  • The Group has the right to obtain substantially all the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and
  • The Group has the right to direct the use of the asset. The Group has this right when it has the decision-making rights that are the most relevant to changing how and for what purpose the asset is used are predetermined:
    1. The Group has the right to operate the asset;
    1. The Group has designed the asset in a way that predetermined how and for what purpose it will be used.

At the inception or on reassessment of a contract that contains a lease component, the Group allocates the consideration in the contract to each lease component on the basis of their relative stand-alone prices and the aggregate stand-alone price of the nonlease components.

The Group recognizes a right-of-use assets and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use assets are initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date.

The right-of-use assets are subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:

  • pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
  • pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
  • jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
  • harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
  • penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

Sewa jangka-pendek Short-term leases

Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, using incremental borrowing rate. Generally, the Group uses its incremental borrowing rate as the discount rate.

Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise the following:

  • fixed payments, including in-substance fixed payments;
  • variable lease payments that depend on an index or a rate, initially measured using the index or rate as at the commencement date;
  • amounts expected to be payable under a residual value guarantee;
  • the exercise price under a purchase option that the Group is reasonably certain to exercise; and
  • penalties for early termination of a lease unless the Group is reasonably certain not to terminate early.

Each lease payment is allocated between the liability and finance cost. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period.

If the lease transfers ownership of the underlying asset to the Group by the end of the lease term or if the cost of the right-of-use assets reflects that the Group will exercise a purchase option, the Group depreciates the right-of-use assets from the commencement date to the end of the useful life of the underlying asset. Otherwise, the Group depreciates the right-of-use assets from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.

The Group has elected not to recognize rightof-use assets and lease liabilities for shortterm leases that have a lease term of 12 months or less. The Group recognizes the leases payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term.

Sebagai pesewa As lessor

Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan.

Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.

Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham Grup.

s. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan s. Impairment of Non-Financial Assets

Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

When the Group acts as a lessor, it shall classify each of its leases as either an operating lease or a finance lease.

To classify each lease, the Group makes an overall assessment of whether the lease transfers substantially all of the risks and rewards incidental to ownership of the underlying asset. If this is the case, then the lease is classified as a finance lease; if not, then it is an operating lease. As part of this assessment, the Group considers certain indicators such as whether the lease term is for the major part of the economic life of the asset.

r. Distribusi Dividen r. Dividend Distribution

Dividend distribution to the Group's shareholders is recognized as a liability in the consolidated financial statements in the period in which the dividends are approved by the Group's shareholders.

The Group assesses at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Group makes an estimate of the asset's recoverable amount.

Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and impairment losses are recognized in profit or loss. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.

Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

t. Pengakuan Pendapatan dan Beban t. Revenue and Expense Recognition

Pengakuan Pendapatan Revenue Recognition

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke Grup dan pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal.

Pendapatan dari penjualan persediaan real estat

Pendapatan penjualan bangunan rumah tinggal, ruko dan bangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi:

• Proses penjualan telah selesai, yaitu apabila pengikatan jual beli telah ditandatangani dan kedua belah pihak telah memenuhi persyaratan yang tercantum dalam pengikatan tersebut;

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

An assessment is made at each annual reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed in profit or loss to the extent that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured.

Revenues from sale of real estate inventories

Revenues from sale of houses, shophouses and other similar buildings, including land, are recognized based on the full accrual method when all of the following conditions are met:

• The sale is consummated, such as the sales contract or agreement has been signed and both parties have fulfilled the terms and conditions in the sales contract or agreement;

  • Harga jual akan tertagih, yaitu jumlah yang telah dibayar sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
  • Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang; dan
  • Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

Pendapatan penjualan kapling tanah tanpa bangunan, diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method), apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:

  • Jumlah pembayaran oleh pembeli sekurangkurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
  • Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi di masa yang akan datang;
  • Hanya kapling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kapling tanah tersebut.

Pendapatan atas penjualan unit bangunan kondominium, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan dan bangunan sejenis lainnya, serta unit kepemilikan secara time sharing yang belum selesai pembangunannya, diakui dengan metode persentase penyelesaian (percentageof-completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:

  • proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
  • jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan

  • The selling price is collectible, wherein the total payments made by the buyer is at least 20% of the total agreed selling price, and the amount paid cannot be refunded by the buyer;

  • The seller's receivable is not subject to future subordination; and
  • The seller has transferred to the buyer the usual risks and rewards of ownership in a transaction that is in substance a sale and does not have a substantial continuing involvement with the property.

Revenues from retail sale of land, without building thereon, are recognized based on the full accrual method when all of the following conditions are met:

  • The total payments made by the buyer is at least 20% of the agreed selling price and that amount is not refundable;
  • Harga jual akan tertagih; The selling price is collectible;
  • The seller's receivable is not subject to future subordination;
  • Only the land is sold without any requirement of the seller's involvement in the construction of the building on the land.

Revenues from sale of condominiums, apartments, office buildings, shopping centers, other buildings of similar type and units of time-sharing ownership, construction of which have not been completed, are recognized using the percentage-ofcompletion method if all of the following criteria are satisfied:

  • The construction process has already commenced, that is, the building foundation has been completed and all of the requirements to commence construction have been fulfilled;
  • The total payments made by the buyer is at least 20% of the total agreed selling price, and that amount is not refundable;

• jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.

Dengan metode persentase penyelesaian, jumlah pendapatan dan beban yang diakui untuk setiap periode akuntansi harus sesuai dengan tingkat atau persentase penyelesaian dari aset tersebut.

Tingkat atau persentase penyelesaian pengembangan real estat ditentukan berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan tanggal tertentu dibandingkan dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan real estat tersebut.

Pendapatan atas penjualan unit bangunan kondominium, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan dan bangunan sejenis lainnya, serta unit kepemilikan secara time sharing yang telah selesai pembangunannya, harus diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method).

Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai "Uang muka penjualan" dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.

Pendapatan dari kontrak dengan pelangggan Revenue from contracts with customers

Grup menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

    1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 1. Identify contract(s) with a customer.
    1. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.

• The amount of revenue and cost of the property can be reliably estimated.

Under the percentage-of-completion method, the amount of revenues and expenses recognized for each accounting period are determined in accordance with the level or percentage of completion of the property.

The level or percentage of completion of a real estate development is determined in proportion to the costs incurred up to a certain date relative to the total estimated development costs of the real estate projects.

The revenues from sale of condominiums, apartments, office buildings, shopping centers, other buildings of similar type and units of time-sharing ownership, construction of which have been completed, are recognized using the full accrual method.

If any of the above conditions is not met, all payments received from the buyers are recorded as "Sales advances" using the deposit method, until all of the conditions are met.

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

The Group has applied PSAK No. 72, which requires revenue recognition to fulfill 5 steps of assessment:

    1. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

    1. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
    1. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
    1. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa tersebut).

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

  • a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
  • b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak disajikan dalam "Liabilitas kontrak" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

    1. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period.
    1. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.
    1. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or services).

A performance obligation may be satisfied at the following:

  • a. A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
  • b. Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Group selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognized as the performance obligation is satisfied.

Payment of the transaction price is different for each contract. A contract asset is recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of performance obligation which has been satisfied. A contract liability is recognized once the consideration paid by customer is more than the balance of performance obligation which has been satisfied. Contract liabilities are presented as "Contract liabilities" in the consolidated statements of financial position.

Kewajiban Grup terhadap kontrak dengan pelanggan sehubungan dengan pendapatan dibawah ini ditentukan sebagai kewajiban pelaksanaan tunggal yang dipenuhi pada suatu titik waktu:

  • Pendapatan dari penjualan persediaan real estat diakui pada saat unit real estat diserahkan kepada pelanggan.
  • Pendapatan jasa pelayanan diakui pada saat jasa diberikan.
  • Pendapatan dari iuran keanggotaan klub diakui sesuai dengan periode keanggotaan.

Pendapatan sewa diakui dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan berlalunya waktu.

Pendapatan bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif.

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Beban dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat terjadinya.

Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui pada akun "biaya dibayar dimuka". Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.

Beban pokok penjualan diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Termasuk didalam beban pokok penjualan adalah taksiran beban untuk pengembangan prasarana di masa yang akan datang atas tanah yang telah terjual.

Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara aktual menggunakan metode suku bunga efektif.

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

The obligation of the Group from the contracts with customers relating to below revenues are determined to be single performance obligations which are satisfied at a point in time:

  • Revenues from sale of real estate inventories are recognized when the real estate units are delivered to the customer.
  • Service revenues are recognized when services are rendered.
  • Club membership revenue is recognized based on the membership period.

Rental revenue is recognized on a straight line basis over the term of the lease contract.

Interest income for all financial instruments are recognized in profit or loss on accrual basis using the effective interest rate method.

Pengakuan Beban Expense Recognition

Cost from contracts with customers are recognized when they are incurred.

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

The incremental costs that directly relate to obtaining a contract ("cost to obtain") and are expected to be recovered are eligible for capitalization under PSAK No. 72 and included as part of as "prepaid expenses". Such cost will be amortized on a systematic basis that is consistent with the transfer of the goods or services to which such asset relates.

Cost of sales are recognized when incurred (accrual method). Cost of sales includes estimated costs for future development of amenities on land that is already sold.

Interest expense for all financial instruments are recognized in profit or loss in accrual basis using the effective interest method.

Expenses are recognized when incurred (accrual basis).

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

Jika Grup meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka entitas menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman aktual yang terjadi selama tahun berjalan dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara dari pinjaman tersebut.

Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Grup menghentikan kapitalisasi biaya pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut.

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secara subtansi seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Short-term Employee Benefits Liability

Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang Long-term Employee Benefits Liability

Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

u. Biaya Pinjaman u. Borrowing Costs

Borrowing costs which are directly attributable to the acquisition, construction, or production of qualifying assets are capitalized as part of the acquisition cost of the qualifying assets. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred.

To the extent that the Group borrows funds specifically for the purpose of obtaining a qualifying asset, the entity determines the amount of borrowing costs eligible for capitalization as the actual borrowing costs incurred on that borrowing during the year less any investment income on the temporary investment of those borrowings.

The Group suspends capitalization of borrowing costs during extended periods in which it suspends active development of a qualifying asset.

The Groups ceases capitalizing borrowing costs when substantially all the activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use or sale are complete.

v. Imbalan Kerja v. Employee Benefits

Short-term employee benefits are recognized at its undiscounted amount as a liability after deducting any amount already paid in the consolidated statement of financial position and as an expense in profit or loss.

Long-term employee benefits liability represents post-employment benefits, unfunded defined-benefit plans which amounts are determined based on years of service and salaries of the employees at the time of pensionand calculated using the Projected Unit Credit. Remeasurement is reflected immediately in the consolidated statement of financial position with a charge or credit recognized in other comprehensive income in the period in which they occur and not to be reclassified to profit or loss but reflected immediately in retained earnings. All other costs related to the defined-benefit plan are recognized in profit or loss.

Grup juga mengikutsertakan karyawannya dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife. Manfaat iuran pasti ditentukan berdasarkan akumulasi iuran dan hasil pengembangan investasi.

w. Pajak Penghasilan w. Income Tax

Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Pajak Tangguhan Deferred Tax

Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.

Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

The Group engaged its employees in a pension plan program DPLK Manulife. Defined-contribution plans benefits are determined based on accumulated contributions and returns on investments.

Pajak Kini Current Tax

Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing tax rates.

Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the reporting date.

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and the carry forward benefit of any unused tax losses. Deferred tax assets are recognized and reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary differences and the carry forward benefit of unused tax losses can be utilized.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the year when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (or tax laws) that have been enacted or substantively enacted at the reporting date.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if and only if, a legally enforceable right exists to set off current tax assets against current tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.

x. Laba Per Saham x. Earnings Per Share

Basic earnings per share are computed by dividing the profit attributable to owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the year.

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian.

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.

Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.

aa. Peristiwa setelah Periode Pelaporan aa. Events after the Reporting Period

Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen

Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, pada laporan keuangan konsolidasian manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

y. Informasi Segmen y. Segment Information

Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements.

Operating segments are identified on the basis of internal reports about components of the Group that are regularly reviewed by the chief operating decision maker in order to allocate resources to the segments and to assess their performances.

z. Provisi z. Provisions

Provisions are recognized when the Group has present obligation (legal or constructive) as a result of a past event, it is probable that the Group will be required to settle the obligation, and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration required to settle the obligation at the reporting date, taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation.

Post year-end events that provide additional information about the consolidated statement of financial position at the reporting date (adjusting events), if any, are reflected in the consolidated financial statements. Post year-end events that are not adjusting events are disclosed in the notes to consolidated financial statements when material.

3. Management Use of Estimates, Judgments and Assumptions

In the application of the Group's accounting policies to the consolidated financial statements, management is required to make estimates, judgments and assumptions about the carrying amounts of assets and liabilities that are not readily apparent from other sources. The estimates and assumptions are based on historical experience and other factors that are considered to be relevant.

dalam laporan keuangan konsolidasian.

Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap

Pertimbangan Judgments

Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan

a. Pengendalian Bersama pada Pengendalian Bersama Entitas

Pengendalian bersama atas suatu aktivitas ekonomi terjadi jika keputusan keuangan dan operasional strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan konsensus dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian. Manajemen Grup menentukan bahwa terdapat pengendalian bersama atas Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP), dan Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB), karena keputusan terkait akvititas ekonomi entitas tersebut dibuat oleh pihak-pihak yang berbagi pengendalian.

b. Konsolidasi Entitas dengan Hak Suara Perusahaan di Bawah 50%

Manajemen menentukan bahwa Perusahaan mengendalikan PT Raharja Mitra Familia (RMF) walaupun kepemilikannya di RMF di bawah 50% karena Perusahaan memiliki wewenang untuk mengatur kebijakan operasi dan keuangan RMF.

c. Mata Uang Fungsional c. Functional Currency

Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Management believes that the following represent a summary of the significant estimates, judgments, and assumptions made that affected certain reported amounts and disclosures in the consolidated financial statements.

The following judgments are made by management in the process of applying the Group's accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

a. Joint Control in Joint Arrangements

Joint control over an economic activity exists only when the strategic financial and operating decisions relating to the activity require uninanimous consent of the parties sharing control. The Group's management determined that it has joint control over Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP), and Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB) since the decisions on economic activities of this entity are made jointly by the venturers.

b. Consolidation of Entities in which the Company Holds Below 50%

Management considers that the Company controls PT Raharja Mitra Familia (RMF) although its ownership in RMF is below 50% since it has the power to govern the operating and financial policies of RMF.

The functional currency of the Company and its subsidiaries is the currency of the primary economic environment in which each of them operates. It is the currency, among others, that mainly influences sales prices for goods and services, and of the country whose competitive forces and regulations mainly determine the sales prices of its goods and services, and the currency in which funds from financing activities are generated.

d. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK No. 71 (sebelum 1 Januari 2020: PSAK No. 55). Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.

e. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif

Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya. Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat. Hal tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau terdapat rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang merupakan estimasi terbaik nilai wajar berada dalam rentang tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (2019: aset keuangan tersedia untuk dijual) yang diungkapkan dalam Catatan 6 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajarnya dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.

d. Classification of Financial Assets and Financial Liabilities

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 71 (prior to January 1, 2020: PSAK No. 55). Accordingly, the financial assets and liabilities are accounted for in accordance with the Group's accounting policies disclosed in Note 2.

e. Financial Assets Not Quoted in Active Market

The Group measures all investments in equity securities financial assets at fair value. However, in limited circumstances cost may be an appropriate estimate of fair value. That may be the case if insufficient more recent information is available to measure fair value, or if there is a wide range of possible fair value measurements and cost represents the best estimate of fair value within that range.

As of December 31, 2020, Group management decided to measure the investment in financial assets at fair value through other comprehensive income (2019: financial assets available for sale) disclosed in Note 6 at cost, because current information is not available to measure fair value and the impact is not material on the Group's consolidated financial statements.

f. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai f. Allowance for Impairment

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.

Sebelum 1 Januari 2020 Prior to January 1, 2020

Cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang dipelihara pada jumlah yang menurut manajemen adalah memadai untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan. Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih).

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Sejak 1 Januari 2020 From January 1, 2020

At each financial position reporting date, the Group shall assess whether the credit risk of a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Group shall use the change in the risk of a default over the expected life of the financial instrument. To make that assessment, the Group shall compare the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and consider reasonable and supportable information, including that which is forward-looking, that is available without undue cost or effort.

The Group shall measure the loss allowance for a financial instrument at an amount equal to the lifetime expected credit losses if the credit risk on that financial instrument has increased significantly since initial recognition, otherwise, the Group shall measure the loss allowance for that financial instrument at an amount equal to 12-month expected credit losses. Evaluation of financial assets to determine the allowance for expected loss to be provided is performed periodically in each reporting period. Therefore, the timing and amount of allowance for expected credit loss recorded at each period might differ based on the judgments and estimates that are available or valid at each period.

Allowance for impairment losses is maintained at a level considered adequate to provide for potentially uncollectible receivables. The Group assesses specifically at each consolidated statement of financial position date whether there is an objective evidence that a financial asset is impaired (uncollectible).

Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktorfaktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.

Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Akun pinjaman yang diberikan dan piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan.

Nilai tercatat aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: pinjaman yang diberikan dan piutang) adalah sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The level of allowance is based on past collection experience and other factors that may affect collectibility such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtors or significant delay in payments.

If there is an objective evidence of impairment, timing and collectible amounts are estimated based on historical loss data. Allowance is provided on accounts specifically identified as impaired. Written off loans and receivables are based on management's decisions that the financial assets are uncollectible or cannot be realized in whatsoever actions have been taken. Evaluation of receivables to determine the total allowance to be provided is performed periodically during the year. Therefore, the timing and amount of allowance recorded at each period might differ based on the judgments and estimates that have been used.

The carrying values of the Group's financial assets at amortized cost as of December 31, 2020 (2019: loans and receivables) follows:

2020 2019
Kas dan setara kas 1.424.740.065.133 1.415.756.278.145 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 341.026.169.321 425.880.786.410 Trade accounts receivable
Piutang lain-lain 20.486.013.806 49.912.589.397 Other accounts receivable
Piutang dari pihak berelasi 492.377.118 25.434.294.768 Due from related parties
Jumlah 1.786.744.625.378 1.916.983.948.720 Total

Komitmen Sewa Operasi – Grup Sebagai Pesewa

Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut.

g. Komitmen Sewa g. Lease Commitments

Operating Lease Commitments – Group as Lessor

The Group has entered into various commercial lease agreements. The Group has determined that these are operating leases since the Group bears substantially all the significant risks and rewards of ownership of the related assets.

Komitmen Sewa Pembiayaan – Grup Sebagai Penyewa

Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa kendaraan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai dengan PSAK No. 73, Sewa.

h. Pajak Penghasilan h. Income taxes

Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

i. Komponen Pendanaan Signifikan i. Significant Financing Component

Grup telah menetapkan bahwa kontrak dengan pelanggan untuk penjualan tanah dan bangunan serta tanah dan strata title pada tahun 2020 memiliki komponen pendanaan yang signifikan mengingat jangka waktu antara pembayaran uang muka penjualan oleh pelanggan dan waktu pengalihan kendali atas persediaan real estat, yang mana lebih dari satu tahun. Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan, Grup menyimpulkan bahwa tingkat suku bunga adalah tingkat bunga rata-rata pinjaman jangka panjang Grup yang disesuaikan dengan selisih tingkat hasil (credit spread) untuk mencerminkan risiko kredit pelanggan yang sebanding dengan tingkat bunga yang tercermin dalam transaksi terpisah yang mengandung komponen pendanaan antara Grup dan pelanggan pada awal kontrak.

Finance Lease Commitments – Group as Lessee

The Group has entered into commercial vehicle leases. The Group has determined that those leases meet the criteria for recognition and measurement of right-to-use assets and lease liabilities in accordance with PSAK No. 73, Leases.

Significant judgment is required in determining the provision for income taxes. There are many transactions and calculations for which the ultimate tax determination is uncertain due to different interpretation of tax regulations. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will have an impact on the current and deferred tax assets and liabilities in the period in which such determination is made.

The Group has determined that the contracts with customers for sale of land and buildings and land and strata title in 2020 have significant financing component considering the period between the customer's payment of sales advance and time of the transfer of control over the real estate inventories, which is more than one year. In determining the interest to be applied to the amount of consideration, the Group concluded that the interest rate is the average interest rate on the Group's long-term borrowings adjusted with credit spread to reflect the customer credit risk that is commensurate with the rate that would be reflected in a separate financing transaction between Grup and the customer at contract inception.

Grup mengakui pendapatan dari kontrak dengan pelanggan pada suatu periode waktu atau pada suatu titik waktu tergantung pada evaluasi manajemen ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa yang dijanjikan dan berdasarkan tingkat kemajuan dalam penyelesaian kewajiban pelaksanaan. Grup menetapkan bahwa pendapatan dari penjualan tanah dan bangunan serta tanah dan strata title diakui pada suatu titik waktu karena kendali atas barang yang dijanjikan dialihkan kepada pelanggan pada suatu titik waktu tertentu.

Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.

a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan buktibukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 30.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

j. Saat Pengakuan Pendapatan j. Timing of Revenue Recognition

The Group recognizes revenue from contracts with customers over time or at a point in time depending on management evaluation of when the customer obtains control of the promised goods or services and based on the extent of progress towards completion of the performance obligation. The Group has determined that revenues from sale of land and building and land and strata title are to be recognized at a point in time because control of the promised goods is transferred to the customers at a point in time.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period are disclosed below. The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes on circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

a. Fair Value of Financial Assets and Liabilities

Indonesian Financial Accounting Standards require measurement of certain financial assets and liabilities at fair values, and the disclosure requires the use of estimates. Significant component of fair value measurement is determined based on verifiable objective evidence (i.e. foreign exchange, interest rate), while timing and amount of changes in fair value might differ due to different valuation method used.

The fair value of financial assets and liabilities are set out in Note 30.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

b. Estimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap

Masa manfaat dari masing-masing properti investasi dan aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktorfaktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

Nilai tercatat properti investasi dan aset tetap konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

b. Estimated Useful Lives of Investment Properties and Property and Equipment

The useful life of each of the item of the Group's investment properties and property and equipment are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on a collective assessment of similar business, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence, and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above. A reduction in the estimated useful life of any item of investment properties and property and equipment would increase the recorded depreciation and decrease the carrying values of these assets.

The carrying values of these assets as of December 31, 2020 and 2019 follows:

2020 2019
Properti investasi
Aset tetap
1.569.980.123.688
213.381.623.567
1.652.440.818.126
232.819.760.071
Investment properties
Property and equipment
Jumlah 1.783.361.747.255 1.885.260.578.197 Total

c. Penurunan Nilai Goodwill c. Impairment of Goodwill

Uji penurunan nilai wajib dilakukan sedikitnya setahun sekali tanpa memperhatikan apakah telah terjadi indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset tak berwujud membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang tepat untuk menghitung nilai kini.

Impairment testing is required to be performed at least annually irrespective of whether or not there are indications of impairment. Determining the value in use of assets requires the estimation of cash flows expected to be generated from the continued use and ultimate disposition of such assets (CGU) and a suitable discount rate in order to calculate the present value.

Manajemen berkeyakinan bahwa asumsiasumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.

Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat penurunan nilai goodwill yang diakui di tahun 2020 dan 2019. Unit Penghasil Kas (UPK), dimana telah diuji penurunan nilai, disajikan dalam Catatan 18 atas laporan keuangan konsolidasian.

d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan d. Impairment of Non-financial Assets

Penelahaan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsiasumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.

Nilai tercatat aset non-keuangan tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

While it is believed that the assumptions used in the estimation of the value in use of assets reflected in the consolidated financial statements are appropriate and reasonable, significant changes in this assumptions may materially affect the assessment of recoverable values and any resulting impairment loss could have a material adverse impact on the results of Group's operations.

Based on the assessment of management, there's no impairment in value of goodwill in 2020 and 2019. The cash generating unit (CGU) on which impairment analysis is applied is disclosed in Note 18 to the consolidated financial statements.

Impairment review is performed when certain impairment indicators are present. Determining the fair value of assets requires the estimation of cash flows expected to be generated from the continued use and ultimate disposition of such assets. Any significant changes in the assumptions used in determining the fair value may materially affect the assessment of recoverable values and any resulting impairment loss could have a material impact on results of operations.

The carrying values of these assets as of December 31, 2020 and 2019 follows:

2020 2019
Investasi entitas asosiasi Investments in associates
dan ventura bersama 334.043.961.764 300.323.047.238 and joint ventures
Properti investasi 1.569.980.123.688 1.652.440.818.126 Investment properties
Aset tetap 213.381.623.567 232.819.760.071 Property and equipment
Tanah yang belum dikembangkan 3.888.107.493.665 3.923.151.645.190 Land for development
Jumlah 6.005.513.202.684 6.108.735.270.625 Total

e. Imbalan Kerja Jangka Panjang e. Long-term Employee Benefits

Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 43 dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada imbal hasil surat utang negara pada tanggal valuasi. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsiasumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing sebesar Rp 124.446.587.037 dan Rp 153.506.551.786 (Catatan 43).

f. Aset Pajak Tangguhan f. Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena pajak akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo aset pajak tangguhan konsolidasian disajikan dalam Catatan 41 atas laporan keuangan konsolidasian.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The determination of the long-term employee benefits is dependent on the selection of certain assumptions used by actuary in calculating such amounts. Those assumptions are described in Note 43 and include, among others, rate of salary increase, and discount rate which is determined after giving consideration to interest rates of goverment bonds on the date of valuation. Actual results that differ from the Group's assumptions are charged to comprehensive income and therefore, generally affect the recognized comprehensive income and recorded obligation in such future periods. While it is believed that the Group's assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual experience or significant changes in assumptions may materially affect the amount of long-term employee benefits liability.

As of December 31, 2020 and 2019, long-term employee benefits liability amounted to Rp 124,446,587,037 and Rp 153,506,551,786, respectively (Note 43).

Deferred tax assets are recognized for all temporary differences between the financial statements' carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective taxes bases to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the temporary differences can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies.

As of December 31, 2020 and 2019, the carrying amounts of consolidated deferred tax assets are disclosed in Note 41 to the consolidated financial statements.

4. Kas dan Setara Kas 4. Cash and Cash Equivalents

2020 2019
Kas 1.366.755.770 1.303.852.214 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 177.211.881.682 217.936.233.569 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 78.852.474.933 27.347.874.190 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 61.373.335.706 50.364.843.163 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 36.727.109.062 20.662.006.182 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Pan Indonesia Tbk
14.957.526.415
12.312.811.432
10.460.789.976
13.337.603.629
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 11.471.673.119 13.091.115.330 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 10.235.429.210 13.828.573.831 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 6.687.335.953 9.278.912.646 Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank UOB Indonesia 6.535.452.572 2.942.790.461 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Permata Tbk 5.586.968.889 13.015.573.915 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Jasa Jakarta 5.090.248.817 401.802.386 PT Bank Jasa Jakarta
PT Bank BNI Syariah 3.043.148.399 3.223.803.499 PT Bank BNI Syariah
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.975.882.913 3.582.545.602 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk
1.927.897.240 2.797.568.333 PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk
Bank of China 1.457.203.274 1.290.775.853 Bank of China
PT Bank OCBC NISP Tbk 1.046.157.028 359.495.756 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank DKI 931.663.919 1.638.579.378 PT Bank DKI
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 793.776.300 2.877.704.366 PT Bank Mayapada Internasional Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 701.814.776 889.296.886 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank MNC Internasional Tbk 651.888.247 348.311.288 PT Bank MNC Internasional Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 485.424.072 596.223.633 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Lain-lain (di bawah Rp 500.000.000)
78.147.037
544.164.631
924.495.936
822.938.597
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Others (each below Rp 500,000,000)
Dolar Amerika Serikat (Catatan 48) U.S. Dollar (Note 48)
PT Bank CTBC Indonesia 1.308.657.750 1.286.733.506 PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 721.469.286 2.854.300.639 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank China Construction Bank PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 581.730.247 670.668.406 Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 473.694.543 739.642.557 PT Bank Central Asia Tbk
Deposito berjangka Time deposits
Rupiah Rupiah
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
395.951.072.846
224.470.327.172
236.542.309.612
27.795.784.521
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 156.686.632.579 20.617.221.077 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 53.180.439.321 60.432.845.798 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 42.526.020.132 160.973.287.687 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank QNB Kesawan Tbk 29.779.144.048 48.309.150.685 PT Bank QNB Kesawan Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 28.008.660.306 15.738.872.029 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk 17.794.284.261 114.177.646.222 PT Bank Permata Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 12.411.885.256 19.398.110.893 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank China Construction Bank
4.703.450.291 62.284.782.711 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 3.127.565.855 20.315.300.069 Indonesia Tbk
PT Bank Syariah Mandiri 3.099.972.300 2.134.824.600 PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2.429.479.056 2.156.523.799 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.056.364.487 2.440.938.723 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.959.893.701 6.333.927.701 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank DBS Indonesia - 194.812.665.991 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Mayapada Internasional Tbk - 2.000.000.000 PT Bank Mayapada Internasional Tbk
Dolar Amerika Serikat (Catatan 48) U.S. Dollar (Note 48)
PT Bank CTBC Indonesia 423.150.300 417.030.300 PT Bank CTBC Indonesia
Jumlah 1.424.740.065.133 1.415.756.278.145 Total
Suku bunga deposito berjangka per tahun Interest rates per annum on time deposits
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
3,25% - 7,50%
1,00% - 2,00%
4,00% - 7,80%
1,50% - 2,00%
Rupiah
U.S. Dollar

Pada tanggal 31 Desember 2019 deposito berjangka PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk milik Perusahaan masing-masing sebesar Rp 19.169.547.171 dan Rp 13.822.281.892 dijaminkan atas fasilitas kredit sindikasi kedua bank tersebut.

5. Investasi Aset Keuangan pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi

On December 31, 2019 time deposits placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk and PT Bank Central Asia Tbk owned by the Company amounting to Rp 19,169,547,171 and Rp 13,822,281,892, respectively, pledged for the syndicated credit facilities provided by the two banks.

5. Investments in Financial Asset at Fair Value Through Profit or Loss

2020 2019
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi FVPL
Reksadana
Bahana Liquid USD
Keuntungan yang belum direalisasi
57.245.674.927 56.512.061.758 Mutual fund
Bahana Liquid USD
Unrealized gain on increase in
atas kenaikan nilai wajar 944.642.563 616.691.619 value of financial assets at FVPL
Jumlah 58.190.317.490 57.128.753.377 Total

Akun ini merupakan penyertaan pada reksadana Bahana Liquid USD.

6. Investasi Aset Keuangan pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (2019: Kategori Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual)

This represents investment in Bahana Liquid USD mutual funds.

6. Investments in Financial Asset at Fair Value Through Other Comprehensive Income (2019: Available-for-sale Financial Assets Category)

2020 2019
Jangka panjang Long-term
Saham yang tidak memiliki kuotasi harga
di pasar yang aktif: Shares not quoted in active market:
Pada harga perolehan: At cost:
PT Putra Alvita Pratama 16.855.442.000 16.855.442.000 PT Putra Alvita Pratama
PT Pembangunan Kota Tua 10.000.000.000 10.000.000.000 PT Pembangunan Kota Tua
PT Spinindo Mitradaya 160.000.000 160.000.000 PT Spinindo Mitradaya
PT Abadinugraha Ciptajaya 100.000 100.000 PT Abadinugraha Ciptajaya
PT Alamdharma Jatimsentosa 100.000 100.000 PT Alamdharma Jatimsentosa
PT Dharmo Grande 100.000 100.000 PT Dharmo Grande
PT Intiwhiz International 500 500 PT Intiwhiz International
PT Intiland Estrella 500 500 PT Intiland Estrella
PT Estrella Satu Indonesia 500 500 PT Estrella Satu Indonesia
PT Estrella Dua Indonesia 500 500 PT Estrella Dua Indonesia
PT Estrella Tiga Indonesia 500 500 PT Estrella Tiga Indonesia
PT Estrella Lima Indonesia 500 500 PT Estrella Lima Indonesia
PT Estrella Tujuh Indonesia 500 500 PT Estrella Tujuh Indonesia
PT Estrella Delapan Indonesia 500 500 PT Estrella Delapan Indonesia
PT Estrella Sembilan Indonesia 500 500 PT Estrella Sembilan Indonesia
PT Estrella Sebelas Indonesia 500 500 PT Estrella Sebelas Indonesia
PT Estrella Duabelas Indonesia 500 500 PT Estrella Duabelas Indonesia
PT Estrella Limabelas Indonesia 500 500 PT Estrella Limabelas Indonesia
PT Estrella Enambelas Indonesia 500 500 PT Estrella Enambelas Indonesia
PT Estrella Tujuhbelas Indonesia 500 500 PT Estrella Tujuhbelas Indonesia
PT Estrella Sembilanbelas Indonesia 500 500 PT Estrella Sembilanbelas Indonesia
PT Estrella Duapuluh Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Indonesia
PT Estrella Duapuluh Satu Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Satu Indonesia
PT Estrella Duapuluh Dua Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Dua Indonesia
PT Estrella Duapuluh Tiga Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Tiga Indonesia
PT Estrella Duapuluh Lima Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Lima Indonesia
PT Estrella Duapuluh Enam Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Enam Indonesia
PT Estrella Duapuluh Tujuh Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Tujuh Indonesia
PT Estrella Duapuluh Delapan Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Delapan Indonesia
PT Estrella Duapuluh Sembilan Indonesia 500 500 PT Estrella Duapuluh Sembilan Indonesia
PT Estrella Tigapuluh Indonesia 500 500 PT Estrella Tigapuluh Indonesia
PT Kuripan Raya - 8.650.331.231 PT Kuripan Raya
Jumlah 27.015.754.500 35.666.085.731 Total

Pada tanggal 23 Desember 2020, PT Intisarana Ekaraya (ISER), entitas anak, telah menjual seluruh kepemilikannya di PT Kuripan Raya kepada pihak ketiga, dengan harga sebesar Rp 9.000.000.000. Atas transaksi ini, ISER mengakui keuntungan penjualan sebesar Rp 349.668.769 yang dicatat sebagai "Keuntungan penjualan investasi pada aset keuangan" pada laba rugi tahun 2020.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, investasi aset keuangan di atas diukur pada biaya perolehan, berdasarkan pertimbangan manajemen yang diungkapkan pada Catatan 3.e, Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif.

Kepemilikan pada masing-masing investasi saham diatas berada dibawah 20%. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas investasi tersebut.

On December 23, 2020, PT Intisarana Ekaraya (ISER), a subsidiary, sold all its ownership interest in PT Kuripan Raya to third party, for a selling price of Rp 9,000,000,000. For this transaction, ISER recognized gain from sale of investment amounting to Rp 349,668,769 which was recognized as a "Gain on sale of investment in financial asset" in the 2020 profit or loss.

As of December 31, 2020 and 2019, the above investment financial assets are measured at cost, based on management's judgment as disclosed in Note 3.e, Financial Assets Not Quoted in Active Market.

The ownership in each of the above investments in shares is below 20%. Management believes that there is no impairment in value of these investments.

7. Piutang Usaha 7. Trade Accounts Receivable

2020 2019
a.
Berdasarkan Segmen Usaha
a.
By Business Segments
Penjualan Sales
Perumahan Houses and land
Pihak berelasi 180.669.600.000 - Related party
Pihak ketiga 29.078.097.777 288.530.988.896 Third parties
High rise 94.275.792.955 76.054.949.038 High rise
Kawasan industri 10.504.274.277 44.524.942.235 Industrial estate
Jumlah 314.527.765.009 409.110.880.169 Subtotal
Pendapatan usaha Operating revenues
Perkantoran 17.792.236.579 10.314.515.248 Offices
Fasilitas 16.525.674.431 8.776.353.121 Facilities
Kawasan industri 509.222.433 45.028.918 Industrial estate
Lain-lain 200.340.000 - Others
Jumlah 35.027.473.443 19.135.897.287 Subtotal
Jumlah 349.555.238.452 428.246.777.456 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (8.529.069.131) (2.365.991.046) Allowance for impairment
Bersih 341.026.169.321 425.880.786.410 Net
Piutang usaha - disajikan dalam
laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai berikut:
Trade receivables - presented in the
consolidated statements of
financial position under:
Aset lancar 146.443.314.905 412.306.275.390 Current assets
Aset tidak lancar 194.582.854.416 13.574.511.020 Noncurrent assets
Jumlah 341.026.169.321 425.880.786.410 Total
2020 2019
b.
Berdasarkan umur
b.
By Age
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai 282.854.372.908 395.087.026.169 Not past due and unimpaired
Sudah jatuh tempo: Past due but not impaired
1 - 30 hari 16.235.008.147 6.680.717.723 1 - 30 days
31 - 60 hari 3.519.045.298 3.342.152.382 31 - 60 days
61 - 90 hari 1.995.595.005 1.045.655.096 61 - 90 days
91 - 120 hari 11.047.107.798 4.529.688.455 91 - 120 days
> 120 hari 25.375.040.165 15.195.546.585 More than 120 days
Jatuh tempo dan/atau mengalami
penurunan nilai 8.529.069.131 2.365.991.046 Past due and/or impaired
Jumlah 349.555.238.452 428.246.777.456 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (8.529.069.131) (2.365.991.046) Allowance for impairment
Jumlah 341.026.169.321 425.880.786.410 Total

Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:

The changes in allowance for impairment follows:

2020 2019
Saldo awal 2.365.991.046 2.365.991.046 Beginning balance
Dampak penerapan PSAK No. 71 (Catatan 55) 4.827.232.531 - Impact of adoption PSAK No. 71 (Note 55)
Penambahan 3.701.836.600 - Additions
Pengurangan (2.365.991.046) - Deductions
Saldo Akhir 8.529.069.131 2.365.991.046 Ending balances

Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian ekspektasian pada tanggal 1 Januari 2020 yang disyaratkan oleh PSAK No. 71, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk seluruh piutang usaha. Untuk mengukur cadangan kerugian ekspektasian tersebut, piutang usaha dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sejenis dan pola tunggakan atau gagal bayar.

Untuk periode pelaporan sebelum 1 Januari 2020, manajemen Grup berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut berdasarkan penelaahan piutang usaha secara individual dan kolektif pada akhir tahun.

Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.

The Group applies the simplified approach to provide for expected credit losses prescribed by PSAK No. 71 on January 1, 2020, which permits the use of the lifetime expected loss provison for all trade receivables. To measure the expected credit losses, trade receivables have been grouped based on shared credit risk characteristics and the days past due.

For reporting period prior to January 1, 2020, the Group management believes that the provision for receivables impairment is adequate to cover losses from uncollectible accounts based on the review of the status of the individual and collective accounts receivable at the end of the year.

Based on management's evaluation of the collectibility of the individual receivable account as of December 31, 2020 and 2019, they believe that the allowance for impairment is adequate to cover possible losses from uncollectible accounts.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak ketiga.

Management also believes that there is no significant concentration of credit risks in trade accounts receivable from third parties.

8. Piutang Lain-Lain 8. Other Accounts Receivable

2020 2019
Pihak ketiga: Third parties:
PT Wework Services International 17.087.640.278 24.461.746.098 PT Wework Services International
Karyawan 184.355.381 353.104.388 Employees
PT Starlight Nusa Property - 21.575.090.931 PT Starlight Nusa Property
Lain-lain 3.214.018.147 3.522.647.980 Others
Jumlah 20.486.013.806 49.912.589.397 Total
Piutang lain-lain - disajikan dalam Other receivables - presented in the
laporan posisi keuangan consolidated statements of
konsolidasian sebagai berikut: financial position under:
Aset lancar 19.832.379.236 27.644.531.857 Current assets
Aset tidak lancar 653.634.570 22.268.057.540 Noncurrent assets
Jumlah 20.486.013.806 49.912.589.397 Total

PT Wework Services International (WSI)

Piutang dari WSI, pihak ketiga, merupakan piutang sehubungan dengan kerjasama perjanjian utang tanggal 20 Juni 2019 antara WSI dengan PSP, entitas anak, dimana PSP akan memberikan pembiayaan untuk pekerjaan renovasi kantor dan pengadaan aset WSI sehubungan dengan ruangan yang disewa oleh WSI di Gedung perkantoran South Quarter milik PSP dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 25.000.000.000 dengan jangka waktu 10 tahun dimulai pada 17 Oktober 2019 sampai dengan 17 Juli 2029. Seluruh piutang ini telah dilunasi pada tanggal 22 Januari 2021.

PT Starlight Nusa Property (SNP)

Piutang dari SNP, pihak ketiga, merupakan piutang sehubungan dengan kerjasama pada BKIS. Piutang ini tidak dikenakan bunga serta tidak ditentukan jangka waktu pengembaliannya.

Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan.

Tidak terdapat piutang lain-lain yang dijadikan jaminan atas liabilitas Grup.

PT Wework Services International (WSI)

Receivable from WSI, a third party, represents the receivable in relation to the cooperation debt agreement dated June 20, 2019 between WSI and PSP, a subsidiary, which PSP will provide financing for office renovation work and procurement of WSI assets in connection with the office rented by WSI in the PSP's South Quarter office building with a maximum loan of Rp 25,000,000,000 with a tenor of 10 years starting on October 17, 2019 until July 17, 2029. All this receivable had been fully paid on January 22, 2021.

PT Starlight Nusa Property (SNP)

Receivable from SNP, a third party, represents the receivable in relation to the cooperation in BKIS. This is non-interest bearing and has no definite repayment schedule.

Based on management's evaluation of the collectibility of the individual receivable account as of December 31, 2020 and 2019 they believe that allowance for impairment is not necessary since all of such receivables are collectible.

There are no other accounts receivable that are used as collateral for obligations of the Group.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Persediaan 9.
Inventories
2020 2019
Tanah yang sedang dikembangkan Land under development
Jakarta 1.445.753.873.805 1.607.920.813.565 Jakarta
Surabaya 1.372.538.858.303 1.274.664.147.766 Surabaya
Bangunan dalam konstruksi Buildings under construction
Jakarta 1.295.493.427.347 607.874.719.657 Jakarta
Surabaya 197.672.776.284 547.879.212.018 Surabaya
Bangunan yang siap dijual Ready-for-sale buildings
Jakarta 36.298.621.299 38.254.162.202 Jakarta
Surabaya 1.182.910.790.163 711.318.473.801 Surabaya
Apartemen yang siap dijual Ready-for-sale apartments
Jakarta 417.280.285.291 489.702.054.544 Jakarta
Surabaya 421.396.639.898 99.678.281.421 Surabaya
Sub-jumlah 6.369.345.272.390 5.377.291.864.974 Sub-total
Persediaan - golf 1.004.808.253 1.069.783.110 Golf supplies
Persediaan - tempat rekreasi dan restoran 405.006.481 479.561.731 Recreation and restaurant supplies
Persediaan - lain-lain 586.545.812 481.333.395 Others supplies
Sub-jumlah 1.996.360.546 2.030.678.236 Sub-total
Jumlah 6.371.341.632.936 5.379.322.543.210 Total
Presented in the consolidated
Disajikan dalam laporan posisi statements of financial
keuangan konsolidasian sebagai: position under:
Aset lancar 2.427.979.005.860 2.020.707.918.863 Current assets
Aset tidak lancar 3.943.362.627.076 3.358.614.624.347 Noncurrent assets
Jumlah 6.371.341.632.936 5.379.322.543.210 Total

Mutasi persediaan tanah yang sedang dikembangkan sebagai berikut:

Movements in land under development follows:

2020 2019
Saldo awal 2.882.584.961.331 2.650.177.285.238 Beginning balance
Penambahan 236.372.723.829 325.810.056.700 Additions
Pengurangan (116.774.113.573) (137.158.435.540) Deductions
Reklasifikasi (183.890.839.479) 43.756.054.933 Reclassification
Saldo akhir 2.818.292.732.108 2.882.584.961.331 Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2019, penambahan tanah yang sedang dikembangkan sebesar Rp 122.250.000.000 merupakan tanah yang telah dijual pada tahun 2018 tetapi dibatalkan pada tahun 2019.

Termasuk dalam tanah yang sedang dikembangkan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah reklasifikasi dari tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 11.215.099.241 (Catatan 13). Sedangkan tanah yang sedang dikembangkan dengan nilai tercatat sebesar Rp 195.105.938.720 direklasifikasi ke persediaan bangunan dalam konstruksi.

The additions in 2019 include land under development amounting to Rp 122,250,000,000 that was sold in 2018 but was cancelled during 2019.

Land under development as of December 31, 2020 includes land with carrying amount of Rp 11,215,099,241 which was reclassified from the land for development (Note 13). While the land under development with carrying amount of Rp 195,105,938,720 was reclassified to buildings under construction.

Termasuk dalam tanah yang sedang dikembangkan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah reklasifikasi dari tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 74.498.611.920 (Catatan 13). Sedangkan tanah yang sedang dikembangkan dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 25.119.413.243 dan Rp 5.623.143.744 direklasifikasi ke persediaan bangunan dan apartemen yang siap dijual dan properti investasi (Catatan 16).

Tanah yang sedang dikembangkan dijadikan jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang tertentu Grup (Catatan 19).

Mutasi bangunan dalam konstruksi adalah sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Land under development as of December 31, 2019 includes land with carrying amount of Rp 74,498,611,920 which was reclassified from the land for development (Note 13). While the land under development with carrying amount of Rp 25,119,413,243 and Rp 5,623,143,744 were reclassified to ready-for-sale buildings and apartments and investment property, respectively (Note 16).

Land under development are used as collateral for certain short-term and long-term bank loans of the Group (Note 19).

Movement in buildings under construction is as follows:

2020 2019
Saldo awal 1.155.753.931.675 2.051.921.194.862 Beginning balance
Dampak penerapan PSAK No. 72 (Catatan 55) 1.145.435.957.676 - Impact of adoption of PSAK No. 72 (Note 55)
Penambahan 550.115.785.391 723.465.128.147 Additions
Pengurangan (106.358.457.279) (836.545.483.963) Deductions
Reklasifikasi (1.251.781.013.832) (783.086.907.371) Reclassifications
Saldo akhir 1.493.166.203.631 1.155.753.931.675 Ending balance

Pada tahun 2020, bangunan dalam konstruksi dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 24.190.784.825 dan Rp 195.105.938.720 direklasifikasi dari tanah belum dikembangkan (Catatan 13) dan persediaan tanah yang sedang dikembangkan. Sedangkan bangunan dalam konstruksi dengan nilai tercatat sebesar Rp 1.471.077.737.377 direklasifikasi ke persediaan bangunan dan apartemen yang siap dijual.

Pada tahun 2019, bangunan dalam konstruksi dengan nilai tercatat sebesar Rp 4.830.138.385 direklasifikasi dari tanah belum dikembangkan (Catatan 13). Sedangkan bangunan dalam konstruksi dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 654.380.051.731 dan Rp 133.536.994.025 direklasifikasi ke persediaan bangunan dan apartemen siap dijual dan properti investasi (Catatan 16).

Bangunan dalam konstruksi merupakan proyek 57 Promenade, South Grove, Taman Semanan Indah, Serenia Hills, Aeropolis, 1Park Homes, Regatta, Griya Semanan, South Quarter - Jakarta, Puri Permata Indah - Pacitan, Talaga Bestari, Magnolia Residence - Tangerang, dan Graha Natura, Graha Famili - Surabaya.

In 2020, buildings under construction amounting to Rp 24,190,784,825 and Rp 195,105,938,720 were reclassified from land for development (Note 13) and land under development, respectively. While the buildings under construction with carrying amount of Rp 1,471,077,737,377 was reclassified to readyfor-sale buildings and apartments.

In 2019, buildings under construction amounting to Rp 4,830,138,385 were reclassified from land for development (Note 13). Buildings under construction amounting to Rp 654,380,051,731 and Rp 133,536,994,025 were reclassified to ready-for-sale buildings and apartments and investment property, respectively (Note 16).

Buildings under construction represent projects in 57 Promenade, South Grove, Taman Semanan Indah, Serenia Hills, Aeropolis, 1Park Homes, Regatta, Griya Semanan, South Quarter - Jakarta, Puri Permata Indah - Pacitan, Talaga Bestari, Magnolia Residence - Tangerang, and Graha Natura, Graha Famili - Surabaya.

Persentase akumulasi nilai tercatat bangunan dalam konstruksi terhadap nilai kontrak adalah sebesar 8% - 99% dan 3% - 93%, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Estimasi penyelesaian unit bangunan dalam konstruksi pada tanggal 31 Desember 2020 adalah pada tahun 2021 - 2023. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat hambatan dalam kelanjutan penyelesaian proyek-proyek tersebut.

Mutasi persediaan bangunan dan apartemen yang siap dijual adalah sebagai berikut:

Percentages of accumulated costs of buildings under construction to the total contract value is 8% - 99% and 3% - 93% as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

Building units under construction as of December 31, 2020 are expected to be completed in 2021 - 2023. Management believes that there will be no difficulties in completing the projects on expected dates of completion.

Movements in ready-for-sale buildings and apartments are as follows:

2020 2019
Saldo awal 1.338.952.971.968 717.001.261.706 Beginning balance
Dampak penerapan PSAK No. 72 (Catatan 55) 152.515.030.271 - Impact of adoption of PSAK No. 72 (Note 55)
Penambahan 104.798.284.003 91.620.863.557 Additions
Pengurangan (1.009.457.686.968) (92.968.614.507) Deductions
Reklasifikasi 1.471.077.737.377 623.299.461.212 Reclassification
Saldo akhir 2.057.886.336.651 1.338.952.971.968 Ending balance

Pada tahun 2020, bangunan dan apartemen siap dijual dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 1.471.077.737.377 direklasifikasi dari persediaan bangunan dalam konstruksi.

Pada tahun 2019, bangunan dan apartemen siap dijual dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 25.119.413.243 dan Rp 654.380.051.731 direklasifikasi dari tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam konstruksi. Sedangkan bangunan dan apartemen siap dijual dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 18.454.004.840 dan Rp 37.745.998.992 direklasifikasi ke properti investasi (Catatan 16) dan aset lainnya.

Jumlah persediaan yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.331.873.279.299 atau 21% dan Rp 411.313.096.769 atau 8% dari jumlah nilai persediaan.

Beban bunga yang dikapitalisasi ke tanah yang sedang dikembangkan masing-masing sebesar Rp 110.593.192.055 dan Rp 110.005.839.271 pada tahun 2020 dan 2019, sedangkan beban bunga yang dikapitalisasi ke bangunan dalam konstruksi masing-masing sebesar Rp 12.549.356.178 dan Rp 26.827.953.026 pada tahun 2020 dan 2019.

In 2020, ready-for-sale buildings and apartments amounting to Rp 1,471,077,737,377 was reclassified from buildings under construction.

In 2019, ready-for-sale buildings and apartments amounting to Rp 25,119,413,243 and Rp 654,380,051,731 was reclassified from land under development and buildings under construction. Ready-for-sale buildings and apartements amounting to Rp 18,454,004,840 and Rp 37,745,998,992 was reclassified to investment properties (Note 16) and other assets.

Inventories that already have effective sales and purchase agreements but have not been recognized as sales for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 1,331,873,279,299 or 21% and Rp 411,313,096,769 or 8% of the total inventories, respectively.

Interest expense capitalized to land under development amounted to Rp 110,593,192,055 and Rp 110,005,839,271 in 2020 and 2019, respectively, while interest expense capitalized to building under construction amounted to Rp 12,549,356,178 and Rp 26,827,953,026 in 2020 and 2019, respectively.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagian persediaan Grup masing-masing sebesar Rp 1.722.606.047.676 dan Rp 1.342.088.009.197 telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia, PT Bosowa Asuransi, PT Kalibesar Raya Utama, PT IBS Insurance Broking Service, PT Mitra Iswara & Rorimpandey, PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk dan PT Asuransi Sompo Japan Nipponkoa Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 4.963.797.859.578 dan Rp 4.795.958.318.753. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian aset yang dipertanggungkan.

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari persediaan tidak melebihi nilai realisasi bersihnya.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

As of December 31, 2020 and 2019, portion of inventories owned by Group amounting to Rp 1,722,606,047,676 and Rp1,342,088,009,197, respectively, are insured with PT Asuransi Central Asia, PT Bosowa Asuransi, PT Kalibesar Raya Utama, PT IBS Insurance Broking Service, PT Mitra Iswara & Rorimpandey, PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk, and PT Asuransi Sompo Japan Nipponkoa Indonesia, third parties, against fire and other possible risks for Rp 4,963,797,859,578 and Rp 4,795,958,318,753, respectively. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.

Management believes that the carrying value of inventories does not exceed the net realizable values.

10. Uang Muka 10. Advances

2020 2019
Proyek reklamasi (Catatan 45) 548.533.606.930 548.533.606.930 Reclamation projek (Note 45)
Pembelian tanah 27.996.768.742 157.066.303.417 Purchases of land
Investasi saham 243.842.636.647 - Stock investment
Lain-lain 89.468.934.210 72.497.128.652 Others
Jumlah 909.841.946.529 778.097.038.999 Total
Disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai:
Presented in the consolidated statements
of financial position under:
Aset lancar 318.859.304.380 79.786.508.798 Current assets
Aset tidak lancar 590.982.642.149 698.310.530.201 Noncurrent assets
Jumlah 909.841.946.529 778.097.038.999 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020, uang muka pembelian tanah merupakan uang muka untuk pembelian tanah di Tangerang, Gandaria, Maja, Serang, Serenia Hills, dan Talaga Bestari.

Pada tanggal 31 Desember 2019, uang muka pembelian tanah merupakan uang muka untuk pembelian tanah di Tangerang, Gandaria, Maja, Serang, Serenia Hills, Talaga Bestari, dan Batang.

Uang muka investasi saham merupakan uang muka untuk investasi saham di PT Perkebunan dan Industri Segajung (Catatan 51.a), PT Intiland Infinita, PT Inti Menara Jaya, dan PT Graha Abdael Sukses (Catatan 44).

As of December 31, 2020, advances for purchase of land represent advanced payments for purchase of land in Tangerang, Gandaria, Maja, Serang, Serenia Hills, and Talaga Bestari.

As of December 31, 2019, advances for purchase of land represent advanced payments for purchase of land in Tangerang, Gandaria, Maja, Serang, Serenia Hills, Talaga Bestari, and Batang.

Advances for stock investments represent advanced payments for stock investments in PT Perkebunan dan Industri Segajung (Note 51.a), PT Intiland Infinita, PT Inti Menara Jaya, and PT Graha Abdael Sukses (Note 44).

11. Pajak Dibayar Dimuka 11. Prepaid Taxes

2020 2019
Pajak penghasilan Income tax
Pasal 21 18.093.247 7.966.559 Article 21
Pasal 23 573.738 11.904.685 Article 23
Pajak penghasilan final 79.157.671.201 41.979.377.751 Final income tax
Pajak pertambahan nilai 89.882.684.017 119.387.663.123 Value added tax
Jumlah 169.059.022.203 161.386.912.118 Total

12. Biaya Dibayar Dimuka 12. Prepaid Expenses

2020 2019
Asuransi 1.214.149.240 1.167.045.426 Insurance
Beban dari kontrak dengan pelanggan 1.212.227.346 - Cost from contract with customers
Sewa 268.506.755 229.074.923 Rental
Bunga - 2.509.861.110 Interest
Lain-lain 6.895.473 13.814.059 Others
Jumlah 2.701.778.814 3.919.795.518 Total
Disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian sebagai:
Presented in the consolidated statements
of financial position under:
Aset lancar 2.009.077.473 3.919.795.518 Current assets
Aset tidak lancar 692.701.341 - Noncurrent assets
Jumlah 2.701.778.814 3.919.795.518 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020, beban dari kontrak dengan pelanggan merupakan biaya yang terjadi untuk mendapatkan kontrak. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan unit real estat kepada pelanggan. Amortisasi dari biaya yang terjadi untuk mendapatkan kontrak dicatat sebagai bagian dari beban penjualan.

Biaya dibayar dimuka lainnya akan diamortisasi sesuai dengan periode kontrak dengan masa manfaat rata-rata selama 2021 sampai dengan 2023.

As of December 31, 2020, cost from contract with customers represents cost to obtain contract. Such will be amortized on a systematic basis that is consistent with the transfer of the real estate unit to the customer. Amortization of cost from contract with customers recorded as part of selling expenses.

Others prepaid expenses are amortized over the period of its related contract ranging from 2021 to 2023.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

13. Tanah yang Belum Dikembangkan 13. Land for Development

2020 2019
Luas Tanah/ Luas Tanah/
Lokasi Land Area Jumlah/Total Land Area Jumlah/Total Location
m2 m2
Tangerang, Banten 3.926.626 1.168.394.870.064 3.941.882 1.168.668.273.859 Tangerang, Banten
Maja,Banten 10.686.770 548.241.072.004 10.686.770 548.832.144.220 Maja,Banten
Graha Famili, Surabaya 84.854 502.737.400.351 84.854 517.167.068.493 Graha Famili, Surabaya
Serang 869.196 262.663.050.409 869.196 262.663.050.409 Serang
Kebon Melati, Jakarta 24.736 245.450.918.430 24.736 255.211.680.568 Kebon Melati, Jakarta
Pantai Mutiara 10.603 210.159.545.567 10.603 210.159.545.567 Pantai Mutiara
TB Simatupang 13.329 200.893.689.635 13.329 200.274.689.635 TB Simatupang
Lontar 239.216 173.185.303.632 235.942 193.524.552.619 Lontar
Pondok Pinang 33.937 171.655.247.648 33.651 173.610.323.885 Pondok Pinang
Gandaria, Jakarta 36.222 72.376.667.611 39.175 72.376.667.611 Gandaria, Jakarta
Serenia Hills 14.192 68.035.571.263 13.392 66.587.166.263 Serenia Hills
Talaga Bestari, Cikupa 761.837 63.605.325.742 761.837 62.558.124.078 Talaga Bestari, Cikupa
Jombang 1.361.756 58.545.780.182 1.255.486 52.627.651.353 Jombang
Pantai Timur, Surabaya 473.811 55.055.915.626 506.093 54.139.276.343 Pantai Timur, Surabaya
Ploso 1.127.946 42.445.203.788 1.076.170 40.089.498.574 Ploso
Jajar Tunggal 48.704 23.041.202.103 48.704 23.041.202.103 Jajar Tunggal
Bukit Sampe, Trawas 317.755 7.870.482.399 317.755 7.870.482.399 Bukit Sampe, Trawas
Wiyung 9.965 6.230.218.145 9.965 6.230.218.145 Wiyung
Embong Gayam 741 3.237.658.877 741 3.237.658.877 Embong Gayam
Bukit Pencu, Surabaya 329.628 2.540.190.770 329.628 2.540.190.770 Bukit Pencu, Surabaya
Tambang Sirtu Porong 93.835 1.742.179.419 93.835 1.742.179.419 Tambang Sirtu Porong
Jumlah 20.465.659 3.888.107.493.665 20.353.744 3.923.151.645.190 Total

Mutasi tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut:

Movements in land for development:

2020 2019
Saldo awal 3.923.151.645.190 3.747.111.861.559 Beginning balance
Penambahan 24.820.822.142 307.812.541.113 Additions
Pengurangan (24.459.089.601) (51.685.748.141) Deductions
Reklasifikasi (35.405.884.066) (80.087.009.341) Reclassification
Saldo akhir 3.888.107.493.665 3.923.151.645.190 Ending balance

Pada tahun 2020, tanah yang belum dikembangkan dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 11.215.099.241 dan Rp 24.190.784.825 direklasifikasi ke persediaan tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam konstruksi (Catatan 9).

Pada tahun 2019, tanah yang belum dikembangkan dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 74.498.611.920, Rp 4.830.138.385 dan Rp 758.259.036 direklasifikasi ke tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam konstruksi (Catatan 9) dan aset lainnya.

Tanah yang belum dikembangkan seluas 590.958 m2 dan 572.285 m2 dijadikan jaminan atas pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang tertentu, utang obligasi, dan utang lain-lain masingmasing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 19, 20 dan 22).

In 2020, land for development amounting to Rp 11,215,099,241 and Rp 24,190,784,825 were reclassified to land under development and buildings under construction, respectively (Note 9).

In 2019, land for development amounting to Rp 74,498,611,920, Rp 4,830,138,385 and Rp 758,259,036 were reclassified to land under development, buildings under construction (Note 9) and other assets, respectively.

Land for development measuring 590,958 square meters and 572,285 square meters as of December 31, 2020 and 2019, respectively, are used as collateral for certain short-term and long-term bank loans, bonds payable, and other accounts payable (Notes 19, 20 and 22).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, luas tanah yang belum dikembangkan masing-masing sebesar 9,52% dan 9,40% tercatat atas nama Grup, sedangkan masing-masing sebesar 90,48% dan 90,60%, tercatat atas nama pihak ketiga dalam sertifikat tanah. Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat masalah dengan hak kepemilikan atas tanah tersebut.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut.

As of December 31, 2020 and 2019, the land titles on these land for development representing 9.52% and 9.40%, respectively, are under the Group's name, while, 90,48% and 90.60%, respectively, are still under the third parties' names. The management believes that there is no problem on the transfers of ownership rights to the Group on these land for development.

Management believes that there is no impairment in value of the aforementioned assets.

14. Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 14. Due from Related Parties- Non-Trade

2020 2019
Piutang pihak berelasi non-usaha Due from related parties
PT Hotel Taman Harapan Indah 406.002.518 244.411.518 PT Hotel Taman Harapan Indah
PT Inti Menara Jaya 86.374.600 15.336.374.600 PT Inti Menara Jaya
PT Kuripan Raya - 4.254.012.650 PT Kuripan Raya
PT Intiland Infinita - 3.999.496.000 PT Intiland Infinita
PT Puri Pariwara - 1.600.000.000 PT Puri Pariwara
Jumlah 492.377.118 25.434.294.768 Total
Disajikan dalam laporan posisi Presented in the consolidated statements
keuangan konsolidasian sebagai: of financial position under:
Aset lancar - 1.600.000.000 Current assets
Aset tidak lancar 492.377.118 23.834.294.768 Noncurrent assets
Jumlah 492.377.118 25.434.294.768 Total

Piutang dari pihak berelasi tersebut di atas terutama timbul dari biaya Grup yang dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak berelasi yang tidak memiliki jadwal pengembalian yang pasti dan tidak dikenakan bunga.

Piutang dari PT Kuripan Raya telah diberitahukan kepada pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta No. 108 tanggal 29 Juni 2001, yang dibuat oleh Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., notaris di Jakarta.

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan pihak yang mempunyai hubungan berelasi, manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada pihak tersebut tidak dibentuk cadangan penurunan nilai.

Due from related parties mainly represent advanced payments made by the Group for expenses of the related parties that are not subject to interest and have no definite repayment schedules.

Due from PT Kuripan Raya has been announced to the independent stockholders in the Extraordinary Meeting of Stockholders as stated in the Notarial Deed No. 108 dated June 29, 2001, of Paulus Widodo Sugeng Haryono, S.H., a public notary in Jakarta.

Based on the review of financial condition of the related parties, management believes that the receivables from related parties are collectible, thus, no allowance for impairment was provided.

15. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

Nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama diuraikan sebagai berikut:

15. Investments in Associates and Joint Venture

Details of the Group's investment in associates and joint venture follows:

2020 2019
Investasi pada entitas asosiasi
Investasi pada ventura bersama
295.482.874.914
38.561.086.850
295.189.443.427
5.133.603.811
Investments in associates
Investments in a joint venture
Jumlah 334.043.961.764 300.323.047.238 Total

a. Entitas Asosiasi a. Associates

Investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

Details of investments in associates are as follows:

Persentase Kepemilikan/
Domisili/ Jenis usaha/ Percentage of Ownership 31 Desember/December 31
Domicile Nature of business 2020 2019 2020 2019
% %
Investasi Saham Investments in shares of stock details of
Metode Ekuitas Equity method
Biaya perolehan Cost
PT Intiland Infinita Jakarta Hotel/Hotel 30,00 30,00 45.240.717.876 45.240.717.876 PT Intiland Infinita
PT Hotel Taman Harapan Indah Jakarta Hotel/Hotel 50,00 50,00 40.000.000.000 40.000.000.000 PT Hotel Taman Harapan Indah
PT Mahkota Kemayoran Realty Jakarta Real estat/Real estate 40,00 40,00 103.200.000.000 84.000.000.000 PT Mahkota Kemayoran Realty
PT Adhibaladika Agung Jakarta Real estat/Real estate 20,00 20,00 22.748.954.047 22.748.954.047 PT Adhibaladika Agung
Penyewaan ruang kantor/
PT Puri Pariwara Surabaya Office space rental 36,00 36,00 15.485.925.612 15.485.925.612 PT Puri Pariwara
Penyewaan retail/
PT Inti Menara Jaya Jakarta Retail space rental 50,00 50,00 69.000.000.000 69.000.000.000 PT Inti Menara Jaya
Jumlah 295.675.597.535 276.475.597.535 Total
Akumulasi bagian laba (rugi) entitas
asosiasi Accumulated share in net income (loss) of associates
Saldo awal 18.713.845.892 (40.379.214.720) Beginning balance
Dividen/bagi hasil yang diterima (4.356.743.471) (4.557.657.757) Dividends received/profit sharing
Akumulasi pelepasan saham entitas asosiasi - 67.463.673.544 Accumulated share in disposed associate
Bagian laba (rugi) tahun berjalan (14.717.998.946) (3.714.747.111) Share in profit (loss) for the year
Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun berjalan 168.173.904 (98.208.064) Share in other comprehensive income (loss) for the year
Saldo akhir (192.722.621) 18.713.845.892 Ending balance
Bersih 295.482.874.914 295.189.443.427 Net

Berdasarkan Akta Pendirian No. 28 tanggal 11 April 2019 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, ISER, entitas anak, mendirikan PT Inti Menara Jaya dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 69 miliar atau setara dengan 50% kepemilikan saham PT Inti Menara Jaya. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 0023316.AH.01.01. Tahun 2019 tanggal 9 Mei 2019.

Berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 3 Desember 2019, PT Grande Family View, entitas anak, menjual seluruh kepemilikan 60.000 saham di SJM, entitas asosiasi, kepada PT Istana Mobil Surabaya Indah, pihak ketiga, dengan harga jual beli sebesar Rp 505.950.000.000.

PT Inti Menara Jaya (IMJ) PT Inti Menara Jaya (IMJ)

Based on Notarial Deed No. 28 dated April 11, 2019 of Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., a public notary in Jakarta, ISER, a subsidiary, established PT Inti Menara Jaya with issued and paid-up capital of Rp 69 billion of equivalent to 50% ownership in PT Inti Menara Jaya. The Deed of Establishment was approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. AHU 0023316.AH.01.01.Tahun 2019 dated May 9, 2019.

PT Surabaya Jasa Medika (SJM) PT Surabaya Jasa Medika (SJM)

Based on Notarial Deed No.5, dated December 3, 2019, PT Grande Family View, a subsidiary, sold all of its 60,000 shares ownership in SJM to PT Istana Mobil Surabaya Indah, third party, for a selling price of Rp 505,950,000,000.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Rincian penjualan sebagai berikut: Details of the sale follows:

2019
Harga Jual/
Selling price 505.950.000.000
Nilai buku investasi/
Investment book value
10.970.522.382
Laba penjualan entitas associate/
Gain on disposal of an associate 494.979.477.618
Mutasi bagian laba (rugi): Movements share in profit (loss) for the year:
Saldo awal 31 Desember 2018/
Beginning balance as of December 31, 2018
Dikurangi: biaya perolehan/
(67.463.673.542)
Less: Cost 60.000.000.000
Jumlah/ Total (7.463.673.542)
Laba (rugi) tahun berjalan/
Profit (loss)for the year
18.434.195.924

Nilai buku investasi/ Investment book value 10.970.522.382

PT Mahkota Kemayoran Realty (MKR) PT Mahkota Kemayoran Realty (MKR)

Berdasarkan Akta No. 90 tanggal 8 Desember 2020, PT Taman Harapan Indah, entitas anak, telah menambah setoran modalnya pada MKR, entitas asosiasi, sejumlah Rp 19.200.000.000 sehubungan dengan peningkatan modal MKR.

Berdasarkan Akta No. 78 tanggal 23 Desember 2019, PT Taman Harapan Indah, entitas anak, telah menambah setoran modalnya pada MKR, entitas asosiasi, sejumlah Rp 4.000.000.000.

Based on Notarial Deed No. 90 dated December 8, 2020, PT Taman Harapan Indah, a subsidiary, has increased its capital contribution to MKR, an associate, amounting to Rp 19,200,000,000 in relation to MKR increase capital.

Based on Notarial Deed No. 78 dated December 23, 2019, PT Taman Harapan Indah, a subsidiary, has increased its capital contribution to MKR, an associate, amounting to Rp 4,000,000,000.

Ikhtisar informasi keuangan entitas asosiasi adalah sebagai berikut:

The condensed financial information of the associates follows:

31 Desember 2020/December 31, 2020
PT Puri Pariwara PT Mahkota
Kemayoran Realty
PT Intiland Infinita PT Hotel Taman
Harapan Indah
PT Adhibaladika
Agung
PT Inti Menara Jaya
Aset Assets
Lancar
Tidak lancar
30.065.822.728
90.696.114.973
20.628.349.246
213.562.290.766
113.754.555.880
761.139.442.125
15.771.001
79.867.952.500
51.724.618.262
315.533.740.067
146.494.478.881
140.028.539.167
Current
Noncurrent
Jumlah 120.761.937.701 234.190.640.012 874.893.998.005 79.883.723.501 367.258.358.329 286.523.018.048 Total
Liabilitas
Jangka pendek
Jangka Panjang
17.259.415.102
4.920.062.246
24.343.366
-
71.589.908.209
769.942.355.666
6.000.000
406.002.518
44.101.882.114
3.771.879.589
104.704.963.071
22.548.527.425
Liabilities
Current
Noncurrent
Jumlah 22.179.477.348 24.343.366 841.532.263.875 412.002.518 47.873.761.703 127.253.490.496 Total
Pendapatan 56.795.162.961 - 79.084.633.381 - 27.318.162.914 - Revenues
Beban (43.441.900.903) (4.053.652.663) (121.197.810.927) (146.804.309) (32.057.066.578) (11.562.826.710) Expenses
Laba (rugi) tahun berjalan 13.353.262.058 (4.053.652.663) (42.113.177.546) (146.804.309) (4.738.903.664) (11.562.826.710) Profit (loss) for the year
Penghasilan komprehensif lain (35.481.000) - 1.022.403.592 - - - Other comprehensive income
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif 13.317.781.058 (4.053.652.663) (41.090.773.954) (146.804.309) (4.738.903.664) (11.562.826.710) Total comprehensive income (loss)
31 Desember 2019/December 31, 2019
PT Mahkota PT Hotel Taman PT Adhibaladika
PT Puri Pariwara Kemayoran Realty PT Intiland Infinita Harapan Indah Agung PT Inti Menara Jaya
Aset Assets
Lancar 33.753.220.213 7.396.976.138 278.397.560.975 1.664.310 45.597.761.554 168.766.831.734 Current
Tidak lancar 100.076.671.132 208.051.762.473 660.620.605.586 79.867.952.500 309.428.935.836 8.197.518.677 Noncurrent
Jumlah 133.829.891.345 215.448.738.611 939.018.166.561 79.869.616.810 355.026.697.390 176.964.350.411 Total
Liabilitas Liabilities
Jangka pendek 31.778.065.098 25.228.789.302 380.636.703.363 6.680.000 26.287.998.473 5.414.363.210 Current
Jangka Panjang 4.687.146.953 - 454.445.841.447 244.411.518 3.850.222.975 36.717.632.940 Noncurrent
Jumlah 36.465.212.051 25.228.789.302 835.082.544.810 251.091.518 30.138.221.448 42.131.996.150 Total
Pendapatan 67.448.735.043 - 166.581.799.987 - 27.384.577.062 - Revenues
Beban (50.133.872.747) (8.007.900.610) (180.268.890.660) (149.953.849) (32.284.628.549) (3.167.645.739) Expenses
Laba (rugi) tahun berjalan 17.314.862.296 (8.007.900.610) (13.687.090.673) (149.953.849) (4.900.051.487) (3.167.645.739) Profit (loss) for the year
Penghasilan komprehensif lain (386.945.000) - 136.973.785 - - - Other comprehensive income
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif 16.927.917.296 (8.007.900.610) (13.550.116.888) (149.953.849) (4.900.051.487) (3.167.645.739) Total comprehensive income (loss)

b. Ventura Bersama b. Joint Ventures

Rincian dari ventura bersama pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Details of the Group's joint venture as of December 31, 2020 and 2019 follows:

Nama Ventura Bersama/
Name of Joint Venture
Lokasi Usaha/
Place of Business
Kepemilikan/
Ownership
%
Hak Suara/
Voting Rights
%
Aktivitas Utama/
Principal Activity
Badan Kerjasama Graha Pratama Jakarta 30,00 30,00 Persewaan kantor/Rental office space
PT Graha Abdael Sukses Surabaya 55,00 50,00 Real Estat/Real estate

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Perubahan dalam kepentingan pada ventura bersama adalah sebagai berikut:

Movement of interests in the joint ventures can be summarized as follows:

Domisili/ Jenis usaha/ Persentase Kepemilikan/
Percentage of Ownership
31 Desember/December 31
Domicile Nature of business 2020 2019 2020 2019
% %
Investasi Saham Investments in shares of stock details of
Metode ekuitas Equity method
Biaya perolehan Cost
Penyewaan ruang kantor/
Badan Kerjasama Graha Pratama Jakarta Office space rental 30,00 30,00 32.100.000.000 32.100.000.000 Badan Kerjasama Graha Pratama
PT Graha Abdael Sukses Surabaya Real estat/Real estate 55,00 - 33.000.000.000 - PT Graha Abdael Sukses
Jumlah 65.100.000.000 32.100.000.000 Total
Akumulasi bagian laba (rugi) ventura bersama Accumulated share in net income (loss) of joint ventures
Saldo awal (26.966.396.189) (26.968.159.453) Beginning balance
Dividen/bagi hasil yang diterima (2.850.000.000) (4.500.000.000) Dividends received/profit sharing
Bagian laba (rugi) tahun berjalan 3.277.483.039 4.735.587.653 Share in profit (loss) for the year
Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun berjalan - (233.824.389) Share in other comprehensive income (loss) for the year
Saldo akhir (26.538.913.150) (26.966.396.189) Ending balance
Bersih 38.561.086.850 5.133.603.811 Net

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP) membagikan keuntungan kepada pemegang saham masing-masing sebesar Rp 9.500.000.000 dan Rp 15.000.000.000. Bagian Perusahaan atas pembagian keuntungan ini adalah masing-masing sebesar Rp 2.850.000.000 dan Rp 4.500.000.000 pada tahun 2020 dan 2019.

Grup tidak memiliki liabilitas kontinjensi atau komitmen permodalan pada entitas asosiasi dan ventura bersama pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Badan Kerjasama Graha Pratama Badan Kerjasama Graha Pratama

Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Famharindo untuk mengelola bersama Gedung Graha Pratama yang terletak di Jl. M.T. Haryono, Jakarta yang mencakup penyewaan dan usaha-usaha lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan, sesuai dengan proporsi kepemilikan modal dan pembayaran. Dalam perjanjian ini, PT Famharindo menyediakan modal Rp 74.900.000.000 dan Perusahaan Rp 32.100.000.000 sehingga para pihak bersama-sama memiliki bagian partisipasi 70% dan 30%. Segala keuntungan dan atau kerugian yang akan didapat/diterima selama berlangsungnya perjanjian ini akan diatur dengan syarat: PT Famharindo akan menerima 70% dan Perusahaan akan menerima 30%. Perjanjian ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 8 Juli 2024.

Untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan tersebut maka dibentuk badan pengurus yang diberi nama Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP).

Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP) distributed dividends amounting to Rp 9,500,000,000 and Rp 15,000,000,000 in 2020 and 2019, respectively. The portion of dividends distributed by BKGP to the Company amounted to Rp 2,850,000,000 and Rp 4,500,000,000 in 2020 and 2019, respectively.

The Group has no share of any contingent liabilities or capital commitments of its associates and joint venture as of December 31, 2020 and 2019.

The Company entered into a joint venture agreement with PT Famharindo for the joint management of the Graha Pratama Building which is located at Jl. M.T. Haryono, Jakarta including rental and other businesses related to the administration, based on proportionate ownership and payments. Pursuant to this agreement, PT Famharindo and the Company provided capital of Rp 74,900,000,000 and Rp 32,100,000,000, respectively, therefore, their share ownership is 70% and 30%, respectively. All of the gains and/or losses that will be derived in relation to this agreement will be shared as follows: 70% for PT Famharindo and 30% for the Company. These agreements have been extended several times, and the latest is valid until July 8, 2024.

To manage the joint venture, an organization called Badan Kerjasama Graha Pratama (BKGP) was formed.

Berdasarkan perjanjian kerjasama antara Perusahaan dengan PT Famharindo untuk mengelola bersama Gedung Graha Pratama, maka jika salah satu pihak ternyata terlibat masalah utang piutang dengan pihak ketiga, maka maksimal yang dapat dibayarkan adalah sebesar kompensasi modal yang telah dimasukkan yaitu PT Famharindo 70% dan Perusahaan 30%.

PT Graha Abdael Sukses (GAS) PT Graha Abdael Sukses (GAS)

Pada tanggal 13 Juli 2020, PT Intiland Grande (IG), entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Abdael Nusa (AN), pihak ketiga, untuk mengembangkan lahan di bidang pengelolaan dan penjualan tanah-tanah dan/atau tanah dan bangunan seluas 125.465 m2 milik IG yang berlokasi di Kelurahan Gununganyar Tambak. Untuk mengembangkan lahan tersebut maka IG masuk sebagai pemegang saham GAS dimana IG, menyediakan modal sebesar Rp 33 milyar dan AN sebesar Rp 27 milyar sehingga para pihak bersama-sama memiliki bagian partisipasi masing-masing sebesar 55% dan 45%.

Perjanjian kerjasama ini dibuat tanpa jangka waktu kecuali diakhiri atas kesepakatan bersama atau sampai dengan terjadinya hal-hal yang menyebabkan berakhirnya/bubarnya suatu perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar GAS.

Ikhtisar informasi keuangan ventura bersama, tanpa disesuaikan dengan proporsi kepemilikan Grup, adalah sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Based on the joint venture agreement between the Company and PT Famharindo, in the operation of Graha Pratama building, if one of the parties encounters problems on its receivable and payable from and to third parties, the maximum payment shall be equal to the capital contribution of 70% for PT Famharindo and 30% for the Company.

On July 13, 2020, PT Intiland Grande (IG), a subsidiary, entered into a cooperation agreement with PT Abdael Nusa (AN), a third party, to develop land in the field of management and sale of land and/or land and buildings covering an area of 125.465 square meters owned by IG which is located in Gununganyar Tambak Village. To develop the land, IG is joint as a shareholder of GAS where IG, provides capital amounting of Rp 33 billion and AN amounting of Rp 27 billion, so the parties all together have 55% and 45% participation, respectively.

This cooperation agreement is made without a period of time unless terminated by mutual agreement or until things occur that cause the termination / dissolution of a limited liability company as regulated in Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies and the GAS Articles of Association.

The following summarizes the financial information relating to the joint venture, not adjusted for proportion of ownership:

31 Desember 2020 31 Desember 2019
Badan Kerjasama PT Graha Abdael Badan Kerjasama
Graha Pratama Sukses Graha Pratama
Aset Assets
Lancar - kas dan setara kas 1.040.363.004 351.788.471 676.802.138 Current - cash and cash equivalents
Lancar - (tidak termasuk kas dan Current (excluding cash and
setara kas) 2.293.974.351 - 2.636.076.718 cash equivalents)
Tidak lancar 35.818.773.588 260.354.288.830 34.089.578.581 Noncurrent
Jumlah 39.153.110.943 260.706.077.301 37.402.457.437 Total
Liabilitas Liabilities
Jangka pendek 12.099.494.008 - 11.772.946.059 Current
Jangka panjang 8.517.498.677 180.669.600.000 8.517.498.677 Noncurrent
Jumlah 20.616.992.685 180.669.600.000 20.290.444.736 Total
Jumlah ekuitas 18.536.118.258 80.036.477.301 17.112.012.701 Total Equity
31 Desember 2020 31 Desember 2019
Badan Kerjasama PT Graha Abdael Badan Kerjasama
Graha Pratama Sukses Graha Pratama
Pendapatan 28.747.882.801 - 35.728.861.614 Revenues
Beban usaha (17.924.042.660) (866.000) (19.966.023.591) Operating expenses
Pendapatan bunga 6.869.601 - 23.005.313 Interest income
Lain-lain - bersih 93.395.815 3.680.057 (551.161) Others - net
Laba sebelum pajak 10.924.105.557 2.814.057 15.785.292.175 Profit before tax
Beban pajak - - - Tax expense
Laba tahun berjalan 10.924.105.557 2.814.057 15.785.292.175 Profit for the year
Rugi komprehensif lain - - (779.414.630) Other comprehensive loss
Jumlah penghasilan komprehensif 10.924.105.557 2.814.057 15.005.877.545 Total comprehensive income

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai investasi tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, properti investasi Grup adalah tanah dan bangunan yang disewakan kepada pihak ketiga.

Rekonsiliasi jumlah tercatat properti investasi selama tahun 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Management believes that there is no impairment in value of these investments.

16. Properti Investasi 16. Investment Properties

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's investment properties consist of land and buildings which are being leased to third parties.

Reconciliation of the net carrying amount in this account during 2020 and 2019 follows:

Perubahan selama tahun 2020
Changes during 2020
1 Januari/
January 1, 2020
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
31 Desember/
December 31, 2020
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Cost:
Direct ownership
Tanah 235.385.723.743 - - - 235.385.723.743 Land
Buildings and land
Bangunan dan prasarana
Bangunan dalam
1.904.144.255.048 1.832.308.866 - 38.300.000 1.906.014.863.914 improvements
Building under
konstruksi 1.403.018.560 - - - 1.403.018.560 construction
Jumlah 2.140.932.997.351 1.832.308.866 - 38.300.000 2.142.803.606.217 Total
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Accumulated depreciation:
Direct ownership
Buildings and land
Bangunan dan prasarana 488.492.179.225 84.331.303.304 - - 572.823.482.529 improvements
Jumlah 488.492.179.225 84.331.303.304 - - 572.823.482.529 Total
Nilai Tercatat 1.652.440.818.126 1.569.980.123.688 Net Carrying Value
Perubahan selama tahun 2019
1 Januari/
January 1, 2019
Penambahan/
Additions
Changes during 2019
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
31 Desember/
December 31, 2019
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah
210.776.189.656 - - 24.609.534.087 235.385.723.743 Cost:
Direct ownership
Land
Bangunan dan prasarana
Bangunan dalam
konstruksi
1.763.527.992.125
35.518.560
7.702.604.401
1.367.500.000
(90.950.000)
-
133.004.608.522
-
1.904.144.255.048
1.403.018.560
Buildings and land
improvements
Building under
construction
Jumlah 1.974.339.700.341 9.070.104.401 (90.950.000) 157.614.142.609 2.140.932.997.351 Total
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Accumulated depreciation:
Direct ownership
Bangunan dan prasarana 409.500.107.224 79.080.009.501 (87.937.500) - 488.492.179.225 Buildings and land
improvements
Jumlah 409.500.107.224 79.080.009.501 (87.937.500) - 488.492.179.225 Total
Nilai Tercatat 1.564.839.593.117 1.652.440.818.126 Net Carrying Value

Penambahan properti investasi merupakan biaya renovasi atas properti investasi bersangkutan dan biaya penyelesaian konstruksi bangunan.

Pada tahun 2020, properti investasi dengan nilai tercatat sebesar Rp 38.300.000 direklasifikasi dari aset tetap (Catatan 17) karena adanya perubahan penggunaan oleh manajemen.

Pada tahun 2019, properti investasi dengan nilai tercatat masing-masing sebesar Rp 133.536.994.025, Rp 18.454.004.840, dan Rp 5.623.143.744 direklasifikasi dari persediaan bangunan dalam konstruksi, bangunan dan apartemen siap dijual, dan dari tanah yang sedang dikembangkan (Catatan 9) karena adanya perubahan penggunaan oleh manajemen.

Pengurangan selama tahun 2019 merupakan penjualan properti investasi. Adapun perincian penjualan properti investasi sebagai berikut:

The additions in investment properties represent cost of renovation of the respective investment properties and the cost of completion of the building construction.

In 2020, investment properties amounting to Rp 38,300,000 was reclassified from property and equipment (Note 17) because there is a change in the purpose and use of this asset.

In 2019, investment properties amounting to Rp 133,536,994,025, Rp18,454,004,840, and Rp 5,623,143,744 were reclassified from buildings under construction, ready-for-sale buildings and apartment, and land under development, respectively (Note 9) because there is a change in the purpose and use of these assets.

Deductions in 2019 represent sales of investment properties. The details of sale of investment properties as follows:

2019
Harga jual 30.000.000 Selling price
Nilai tercatat (3.012.500) Net carrying value
Keuntungan atas penjualan 26.987.500 Gain on sale

Pendapatan sewa properti investasi yang diakui dalam laba rugi selama tahun 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 205.013.426.659 dan Rp 214.934.004.033, yang disajikan sebagai bagian dari "Pendapatan Usaha" pada laba rugi. Beban langsung berupa beban penyusutan properti investasi selama tahun 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 84.331.303.304 dan Rp 79.080.009.501 disajikan sebagai bagian dari "Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung" pada laba rugi (Catatan 36).

Kepemilikan Perusahaan atas properti investasi adalah berupa Hak Milik atas nama PT Intiland Development Tbk, PT Starlight Nusa Property, PT Putra Sinar Permaja, PT Perkasalestari Permai, PT Intiland Sejahtera, PT Prima Sentosa Ganda, dan PT Grande Family View yang berdiri diatas Hak Guna Bangunan yang jatuh tempo antara 2022 sampai 2043. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat masalah dengan perpanjangan Hak Milik atas Satuan Rumah Susun yang berdiri diatas Hak Guna Bangunan tersebut, karena properti investasi tersebut diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.

Grup mengasuransikan properti investasi kepada PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Central Asia, PT IBS Insurance Broking Service, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Multi Artha Guna, dan PT Asuransi FPG Indonesia, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran, kerusakan dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US\$ 1.000.000 dan Rp 3.769 miliar pada tahun 2020 dan US\$ 10.600.000 dan Rp 3.716 miliar pada tahun 2019. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas properti investasi yang dipertanggungkan.

Plaza Graha Famili dan Gudang di kawasan Ngoro Industrial digunakan sebagai jaminan atas pinjaman utang bank jangka pendek dan jangka panjang (Catatan 19).

Nilai wajar properti investasi adalah sebesar Rp 4.424.355.941.156 berdasarkan laporan hasil penilaian dari KJPP Wiseso Saladin & Rekan, penilai independen, tertanggal 18 Juli 2018.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas properti investasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Rental income from these investment properties in 2020 and 2019 amounted to Rp 205,013,426,659 and Rp 214,934,004,033, respectively, and are recorded as part of "Revenues" in profit or loss. The direct expense representing depreciation of these investment properties, excluding land, in 2020 and 2019 amounting to Rp 84,331,303,304 and Rp 79,080,009,501, respectively, are recorded as part of "Cost of Sales and Direct Expenses" in profit or loss (Note 36).

The investment properties owned by the Company are in the form of Strata Title Unit Owned Right, which are under the name of PT Intiland Development Tbk, PT Starlight Nusa Property, PT Putra Sinar Permaja, PT Perkasalestari Permai, PT Intiland Sejahtera, PT Prima Sentosa Ganda, and PT Grande Family View and will expire between 2022 to 2043. Management believes that there will be no difficulty in extending the Strata Title Unit Ownership Right since all the buildings were acquired legally and are supported by sufficient evidence of ownerships.

The Group has insured its investment properties with PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Central Asia, PT IBS Insurance Broking Service, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Multi Artha Guna, and PT Asuransi FPG Indonesia, third parties, against risks of fire, damages, and other possible risks with a total insurance coverage of US\$ 1,000,000 and Rp 3,769 billion in 2020 and US\$ 10,600,000 and Rp 3,716 billion in 2019. Management believes that the insurance coverages are adequate to cover possible losses on the assets insured.

Plaza Graha Famili and warehouse located in Ngoro Industrial Park are used as collateral for short-term and long-term bank loans (Note 19).

The fair values of investment properties amounted to Rp 4,424,355,941,156, based on appraisal report from KJPP Wiseso Saladin & Rekan, an independent appraiser, dated July 18, 2018.

Management believes that there is no impairment in values of the aforementioned investment properties as of December 31, 2020 and 2019.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

17. Aset Tetap 17. Property and Equipment

Perubahan selama tahun 2020/
Changes during 2020
1 Januari/
January 1, 2020
Dampak Penerapan/
Impact of Adoption
PSAK No. 73
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
31 Desember/
December 31, 2020
Biaya perolehan: Cost:
Pemilikan langsung
Tanah
43.997.062.741 - - - - 43.997.062.741 Direct ownership
Land
Buildings and land
Bangunan dan prasarana
Perbaikan ruangan
Sarana gedung
Mesin dan peralatan
Prasarana golf
Perlengkapan pusat
kebugaran jasmani
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot kantor
Peralatan kantin
Sewa pembiayaan
Kendaraan
165.488.663.349
24.026.190.019
4.351.118.664
78.779.844.317
8.550.878.210
11.996.301.450
31.724.300.349
89.281.114.699
33.335.228.317
4.304.871.920
4.296.567.396
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(4.296.567.396)
4.146.771.767
861.710.000
107.976.519
2.072.410.482
-
942.092.342
321.000.000
3.525.561.564
1.145.063.154
2.638.000
-
(397.573.630)
-
-
(34.820.107)
-
-
(1.363.983.945)
(331.373.318)
(201.828.450)
-
-
6.571.845.150
-
-
-
-
-
3.253.311.850
(10.537.180.032)
10.537.180.032
-
-
175.809.706.636
24.887.900.019
4.459.095.183
80.817.434.692
8.550.878.210
12.938.393.792
33.934.628.254
81.938.122.913
44.815.643.053
4.307.509.920
-
improvements
Leasehold improvements
Building improvements
Machinery and equipment
Golf equipment
Fitness center equipment
Vehicles
Office equipment
Office furniture and fixtures
Canteen equipment
Finance lease
Vehicles
Aset hak-guna
Kendaraan
Bangunan dalam
- 4.296.567.396 227.100.000 - (3.253.311.850) 1.270.355.546 Right-of-use assets
Vehicles
Building under
konstruksi 25.127.478.242 - 1.618.893.893 - (6.610.145.150) 20.136.226.985 construction
Jumlah 525.259.619.673 - 14.971.217.721 (2.329.579.450) (38.300.000) 537.862.957.944 Total
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Perbaikan ruangan
Sarana gedung
Mesin dan peralatan
Prasarana golf
Perlengkapan pusat
78.295.392.031
10.677.442.955
2.206.923.081
55.208.703.417
7.067.220.297
-
-
-
-
-
10.878.429.633
2.753.961.261
122.566.867
4.978.238.700
2.896.669
(379.233.048)
-
-
(38.359.084)
-
-
-
-
-
-
88.794.588.616
13.431.404.216
2.329.489.948
60.148.583.033
7.070.116.966
Accumulated depreciation:
Direct ownership
Buildings and land
improvements
Leasehold improvements
Building improvements
Machinery and equipment
Golf equipment
kebugaran jasmani
Kendaraan
Peralatan kantor
Perabot kantor
Peralatan kantin
Sewa pembiayaan
Kendaraan
Aset hak-guna
Kendaraan
7.221.717.177
29.160.265.703
69.686.015.799
26.012.118.100
3.734.635.850
3.169.425.192
-
-
-
-
-
-
(3.169.425.192)
3.169.425.192
1.347.177.824
1.484.687.491
8.397.663.163
3.706.959.713
294.696.877
-
321.162.524
-
(1.363.983.945)
(303.133.162)
(162.256.708)
-
-
-
-
2.862.722.311
(6.700.377.980)
6.700.377.980
-
-
(2.862.722.311)
8.568.895.001
32.143.691.560
71.080.167.820
36.257.199.085
4.029.332.727
-
627.865.405
Fitness center equipment
Vehicles
Office equipment
Office furniture and fixtures
Canteen equipment
Finance lease
Vehicles
Right-of-use assets
Vehicles
Jumlah 292.439.859.602 - 34.288.440.722 (2.246.965.947) - 324.481.334.377 Total
Nilai Tercatat 232.819.760.071 213.381.623.567 Net Carrying Value

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Perubahan selama tahun 2019/
Changes during 2019
1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/
January 1, 2019 Additions Deductions Reclassification December 31, 2019
Biaya perolehan: Cost:
Pemilikan langsung Direct ownership
Tanah 43.997.062.741 - - - 43.997.062.741 Land
Buildings and land
Bangunan dan prasarana 139.320.179.037 7.951.000.393 - 18.217.483.919 165.488.663.349 improvements
Perbaikan ruangan 21.858.988.063 1.877.126.799 - 290.075.157 24.026.190.019 Leasehold improvements
Sarana gedung 4.265.430.232 85.688.432 - - 4.351.118.664 Building improvements
Mesin dan peralatan 76.467.234.578 2.513.302.739 (200.693.000) - 78.779.844.317 Machinery and equipment
Prasarana golf 26.332.534.389 435.827.740 - (18.217.483.919) 8.550.878.210 Golf equipment
Perlengkapan pusat
kebugaran jasmani 12.261.007.163 150.244.287 (414.950.000) - 11.996.301.450 Fitness center equipment
Kendaraan 30.318.281.240 795.162.927 (715.612.034) 1.326.468.216 31.724.300.349 Vehicles
Peralatan kantor 83.894.001.801 5.574.948.830 (187.835.932) - 89.281.114.699 Office equipment
Perabot kantor 30.913.040.250 2.652.938.353 (230.750.286) - 33.335.228.317 Office furniture and fixtures
Peralatan kantin 4.290.702.102 19.638.000 (5.468.182) - 4.304.871.920 Canteen equipment
Sewa pembiayaan Finance lease
Kendaraan 5.623.035.612 - - (1.326.468.216) 4.296.567.396 Vehicles
Bangunan dalam Building under
konstruksi 15.587.279.859 9.888.773.540 (58.500.000) (290.075.157) 25.127.478.242 construction
Jumlah 495.128.777.067 31.944.652.040 (1.813.809.434) - 525.259.619.673 Total
Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation:
Pemilikan langsung Direct ownership
Buildings and land
Bangunan dan prasarana 51.967.807.808 9.287.142.538 - 17.040.441.685 78.295.392.031 improvements
Perbaikan ruangan 8.163.652.176 2.513.790.779 - - 10.677.442.955 Leasehold improvements
Sarana gedung 2.101.327.251 105.595.830 - - 2.206.923.081 Building improvements
Mesin dan peralatan 50.385.260.451 5.019.882.192 (196.439.226) - 55.208.703.417 Machinery and equipment
Prasarana golf 23.863.922.151 243.739.831 - (17.040.441.685) 7.067.220.297 Golf equipment
Perlengkapan pusat
kebugaran jasmani 6.021.493.369 1.484.846.308 (284.622.500) - 7.221.717.177 Fitness center equipment
Kendaraan 27.337.990.693 1.664.519.444 (715.612.034) 873.367.600 29.160.265.703 Vehicles
Peralatan kantor
Perabot kantor
58.356.258.736
23.286.470.829
11.513.611.735
2.888.810.185
(183.854.672)
(163.162.914)
-
-
69.686.015.799
26.012.118.100
Office equipment
Office furniture and fixtures
Peralatan kantin 3.273.167.198 465.584.249 (4.115.597) - 3.734.635.850 Canteen equipment
Sewa pembiayaan Finance lease
Kendaraan 3.490.590.004 552.202.788 - (873.367.600) 3.169.425.192 Vehicles
Jumlah 258.247.940.666 35.739.725.879 (1.547.806.943) - 292.439.859.602 Total
Nilai Tercatat 236.880.836.401 232.819.760.071 Net Carrying Value

Dampak dari penerapan awal PSAK No. 73 terhadap rincian kelas aset adalah sebagai berikut:

The impact of initial application PSAK No. 73 to the details of asset class are follows:

Biaya perolehan/Cost
Penyesuaian PSAK 73/
PSAK 73 adjustment
Saldo awal yang
disesuaikan/
Adjusted
1 Januari 2020/
January 1, 2020
Penambahan/
Additions
Reklasifikasi/
Reclassifications
beginning
balance
Aset sewa pembiayaan:
Kendaraan
4.296.567.396 - (4.296.567.396) - Finance lease asset:
Vehicles
Aset hak guna:
Kendaraan
- - 4.296.567.396 4.296.567.396 Right-of-use assets:
Vehicles
4.296.567.396 - - 4.296.567.396
Akumulasi Penyusutan /Accumulated Depreciation
Penyesuaian PSAK 73/
PSAK 73 adjustment
Saldo awal yang
disesuaikan/
Adjusted
1 Januari 2020/
January 1, 2020
Penambahan/
Additions
Reklasifikasi/
Reclassifications
beginning
balance
Aset sewa pembiayaan:
Kendaraan
3.169.425.192 - (3.169.425.192) - Finance lease asset:
Vehicles
Aset hak guna:
Kendaraan
- - 3.169.425.192 3.169.425.192 Right-of-use assets:
Vehicles
3.169.425.192 - - 3.169.425.192

Jumlah beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

Depreciation expense was allocated as follows:

2020 2019
Beban pengembangan dan beban langsung
Beban umum dan administrasi (Catatan 38)
19.181.493.514
15.106.947.208
15.443.707.893
20.296.017.986
Cost of sales and direct expenses
General and administrative expenses (Note 38)
Jumlah 34.288.440.722 35.739.725.879 Total

Pengurangan selama tahun 2020 dan 2019 merupakan penjualan dan penghapusan aset tetap. Nilai tercatat aset tetap yang dihapus masingmasing pada tahun 2020 dan 2019 sebesar Rp 34.768.324 dan Rp 166.163.760 yang dicatat sebagai beban lain-lain. Adapun perincian penjualan aset tetap sebagai berikut:

Deductions in 2020 and 2019 represent sales and write off of property and equipment. Property and equipment with net carrying value amounting to Rp 34,768,324 and Rp 166,163,760 in 2020 and 2019, respectively, have been disposed and charged to other expenses. The details of sale of property and equipment follows:

2020 2019
Harga jual
Nilai tercatat
562.502.086
(47.845.179)
295.777.996
(99.838.731)
Selling price
Net carrying value
Keuntungan atas penjualan 514.656.907 195.939.265 Gain on sale

Pada tahun 2020 aset tetap dengan nilai tercatat sebesar Rp 38.300.000 direklasifikasi ke properti investasi (Catatan 16) karena adanya perubahan penggunaan oleh manajemen.

Bangunan dalam konstruksi merupakan bangunan dan prasarana yang sedang dibangun oleh Grup, yang diperkirakan akan selesai antara tahun 2021 - 2022. Pada tanggal 31 Desember 2020, tingkat penyelesaian bangunan dalam konstruksi tersebut rata-rata 73%.

In 2020, property and equipment with total carrying value of Rp 38,300,000 was reclassified to investment properties (Note 16), because there is a change in the purpose and use of this asset.

Construction in progress pertains to buildings and improvements being constructed by the Group, which are estimated to be completed in 2021- 2022. As of December 31, 2020, the average percentage of completion of building under construction is 73%.

Grup memiliki beberapa bidang tanah antara lain terletak di Jakarta, Tangerang, Surabaya dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu antara 20 dan 30 tahun yang jatuh tempo antara tahun 2022 dan 2043. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.

Beban bunga yang dikapitalisasi ke aset tetap masing-masing sebesar Rp 255.491.304 dan Rp 2.725.644.142 pada tahun 2020 dan 2019.

Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Bina Dana Arta, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, PT Insurance Broking Services, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, ACA Insurance, dan PT Toyota Astra Finance, pihak ketiga, terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 296.256.343.318 dan Rp 401.752.668.810 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Tanah, bangunan dan kendaraan sebesar Rp 55.029.509.366 dan Rp 56.636.089.056 masingmasing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 digunakan sebagai jaminan atas utang bank yang diperoleh dari beberapa bank (Catatan 19) dan liabilitas sewa (Catatan 28).

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

18. Goodwill - Bersih 18. Goodwill - Net

Akun ini merupakan selisih lebih biaya perolehan atas bagian nilai wajar aset bersih entitas anak, yang timbul dari akuisisi THI dan IG dengan jumlah Rp 6.184.505.653 pada tanggal 31 Desember 2020 and 2019.

Goodwill yang diperoleh melalui kombinasi bisnis dialokasikan ke Unit Penghasil Kas (UPK) individu, yang juga merupakan segmen dilaporkan, untuk tujuan uji penurunan nilai, yaitu UPK Real Estat.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The Group owns several parcels of land located in Jakarta, Tangerang and Surabaya with Building Use Rights (Hak Guna Bangunan or HGB) ranging from 20 to 30 years and will expire between 2022 to 2043. Management believes that there will be no difficulty in the extension of the terms of land rights since all the land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership.

Interest expense capitalized to property and equipment amounted to Rp 255,491,304 and Rp 2,725,644,142 in 2020 and 2019, respectively.

Property and equipment, except land, are insured with PT Asuransi Bina Dana Arta, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, PT Insurance Broking Services, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, ACA Insurance, and PT Toyota Astra Finance, third parties, against fire, theft and other possible risks for Rp 296,256,343,318 and Rp 401,752,668,810 as of December 31, 2020 and 2019, respectively. Management believes that the insurance coverages are adequate to cover possible losses on the assets insured.

Certain land, buildings and vehicles amounting to Rp 55,029,509,366 and Rp 56,636,089,056 as of December 31, 2020 and 2019, respectively, are used as collateral for the bank loans from several banks (Note 19) and lease liabilities (Note 28).

As of December 31, 2020 and 2019, management believes that there is no impairment in values of the aforementioned property and equipment.

This account represents the excess of the acquisition cost over interest in the fair value of the net assets of acquired subsidiary, THI and IG, at the amount of Rp 6,184,505,653 as of December 31, 2020 and 2019.

Uji Penurunan Nilai Goodwill Impairment Test for Goodwill

Goodwill acquired through business combination has been allocated to Real Estate Cash Genarating Unit (CGU), which is also a reportable segment, for impairment testing.

December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless

Nilai terpulihkan dari UPK-UPK di atas ditentukan berdasarkan perhitungan nilai pakai. Nilai pakai ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa depan yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan atas UPK-UPK tersebut. Perhitungan nilai pakai berdasarkan pada asumsi-asumsi berikut:

  • Arus kas di masa depan ditentukan berdasarkan proyeksi penjualan persediaan real estat dan tanah untuk dikembangkan, estimasi biaya perolehan aset yang akan diakusisi. Beban operasional lainnya diestimasi berdasarkan data historis.
  • Tingkat diskonto sebelum pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah terpulihkan adalah sebesar 9% dan 11% masing-masing untuk tahun 2020 dan 2019. Tingkat diskonto ini diestimasi berdasarkan rata-rata tertimbang biaya modal yang dialokasikan oleh Grup kepada UPK-UPK tersebut.

Asumsi utama sebagaimana dijelaskan di atas dapat berubah sejalan dengan perubahan kondisi ekonomi dan pasar. Grup memperkirakan bahwa kemungkinan perubahan asumsi ini tidak akan mengakibatkan nilai tercatat UPK-UPK tersebut melebihi jumlah terpulihkannya secara material. Oleh karena itu, tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas goodwill yang diakui selama tahun 2020 dan 2019.

The recoverable amount of the above CGU has been determined based on value-in-use calculations. Value in use was determined by discounting the future cash flows expected to be generated from the continuing use of the unit. The calculation of the value in use was based on the following key assumptions:

Notes to Consolidated Financial Statements

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk

AND ITS SUBSIDIARIES

For the Years Ended

Otherwise Stated)

  • Future cash flows were based on the projected sales of real estate inventories and land for development. Other operational expenses were estimated based on historical rate and expectations on market development.
  • Pre-tax discount rate of 9% and 11% in 2020 and 2019, respectively, were applied in determining the recoverable amounts. This discount rate was determined based on the weighted average cost of capital allocated by the Group to this unit.

The key assumptions described above may change as economic and market conditions change. The Group estimates that reasonably possible changes in these assumptions would not cause the carrying value of each CGU to materially exceed its recoverable amount. Based on the impairment testing made, no write down in value of goodwill is necessary in 2020 and 2019.

19. Utang Bank 19. Bank Loans

2020 2019
Utang Bank Jangka Pendek Short-term bank loans
PT Bank Mayapada International Tbk 924.465.871.771 870.458.036.165 PT Bank Mayapada International Tbk
PT Bank MNC Internasional Tbk 248.920.763.500 170.932.845.659 PT Bank MNC Internasional Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 244.355.276.902 228.260.106.583 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank China Construction Bank PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 65.463.739.953 46.819.320.116 Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk 60.000.000.000 10.000.000.000 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 27.731.293.966 25.937.617.343 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank IBK Indonesia Tbk 26.241.035.211 10.000.000.000 PT Bank IBK Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 16.723.887.070 - PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia 8.526.498.770 328.457.258 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank UOB Indonesia 7.607.758.846 4.609.845.401 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Jasa Jakarta - 4.350.000.000 PT Bank Jasa Jakarta
Jumlah Utang Bank Jangka Pendek 1.630.036.125.989 1.371.696.228.525 Total Short-term Bank Loans

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

2020 2019
Utang Bank Jangka Panjang Long-term bank loans
Jatuh tempo lebih dari satu tahun Long-term portion
Sindikasi Syndication
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 1.377.020.294.854 1.364.031.367.849 (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 986.036.282.745 974.740.311.059 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank China Construction Bank PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 170.354.681.823 166.043.310.612 Indonesia Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 160.452.666.173 145.900.777.042 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 105.697.103.063 95.219.668.339 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 90.741.140.282 97.045.819.464 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia 34.318.844.693 75.553.064.558 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Victoria Syariah 23.430.000.000 27.500.000.000 PT Bank Victoria Syariah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 13.045.197.800 - PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 872.500.018 48.460.515.704 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 102.500.000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jumlah 2.961.968.711.451 2.994.597.334.627 Subtotal
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (26.966.664.481) (36.347.403.235) Unamortized transaction costs
Bersih 2.935.002.046.970 2.958.249.931.392 Net
Jatuh tempo dalam satu tahun Current portion
Sindikasi Syndication
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 53.650.141.359 89.929.606.660 (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 38.416.998.030 64.244.243.268 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 68.000.000.000 131.740.197.800 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia 67.085.263.389 52.946.824.095 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Victoria International Tbk 36.615.690.622 32.255.166.887 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank China Construction Bank PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 27.239.443.179 35.548.397.724 Indonesia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 9.030.000.000 24.137.795.954 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Victoria Syariah 6.570.000.000 2.500.000.000 PT Bank Victoria Syariah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 6.528.362.457 22.846.601.884 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 3.489.999.996 23.089.118.076 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 102.500.000 1.230.000.000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jumlah 316.728.399.032 480.467.952.348 Subtotal
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (10.046.418.255) (12.579.370.448) Unamortized transaction costs
Bersih 306.681.980.777 467.888.581.900 Net
Suku bunga per tahun Interest rates per annum
Utang bank jangka pendek 9,50% - 14,00% 10,75% - 14,00% Short-term bank loans
Utang bank jangka panjang 9,00% - 12,00% 10,50% - 12,75% Long-term bank loans

Penjelasan pokok perjanjian pinjaman sebagai berikut:

A summary of the respective loan agreements follows:

PT Bank Mayapada International Tbk (Mayapada) PT Bank Mayapada International Tbk (Mayapada)

2020 2019
THI THI
Pinjaman tetap 210.000.000.000 210.000.000.000 Fixed loan
On demand 200.000.000.000 200.000.000.000 On demand
Pinjaman rekening koran 20.000.000.000 - Bank overdraft
IG IG
Pinjaman tetap 300.000.000.000 300.000.000.000 Fixed loan
Pinjaman rekening koran 24.577.878.037 - Bank overdraft
Perusahaan Company
Pinjaman tetap 150.000.000.000 150.000.000.000 Fixed loan
PLP PLP
Pinjaman rekening koran 19.887.993.734 10.458.036.165 Bank overdraft
Jumlah 924.465.871.771 870.458.036.165 Total

PT Taman Harapan Indah (THI) PT Taman Harapan Indah (THI)

Pada tanggal 5 Agustus 2016, THI memperoleh fasilitas pinjaman berupa pinjaman tetap dan rekening koran dengan jumlah maksimum masingmasing sebesar Rp 210 miliar dan Rp 20 miliar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 16 Agustus 2021.

Pada tanggal 26 Oktober 2017, THI memperoleh fasilitas pinjaman baru berupa demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200 miliar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 16 Agustus 2021.

Seluruh pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah milik THI yang berlokasi di Serang, Banten (Catatan 13).

PT Intiland Grande (IG) PT Intiland Grande (IG)

Pada tanggal 12 Juli 2012, PT Intiland Grande (IG), entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dan pinjaman tetap dari Mayapada dengan jumlah maksimal masing-masing sebesar Rp 25 milyar dan Rp 50 milyar. Pada tanggal 29 Juni 2015, jumlah maksimum fasilitas ditambah menjadi sebesar Rp 300 milyar untuk pinjaman tetap. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 16 Juli 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah yang dimiliki oleh PT Taman Harapan Indah, entitas anak.

On August 5, 2016, THI obtained loan facilities which consist of fixed loan and bank overdraft with maximum amounts of Rp 210 billion and Rp 20 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until August 16, 2021.

On October 26, 2017, THI obtained a new loan facility in the form of demand loan with maximum amount of Rp 200 billion. This facility has been extended several times, and the latest is valid until August 16, 2021.

All of these loans are secured by several parcels of land owned by THI located in Serang, Banten (Note 13).

On July 12, 2012, PT Intiland Grande (IG), a subsidiary, obtained loan facilities in the form of bank overdraft and fixed loan from Mayapada with maximum amounts of Rp 25 billion and Rp 50 billion respectively. On June 29, 2015, the facility's maximum amount of fixed loan has been added to Rp 300 billion. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until July 16, 2021.

The loans are secured by several parcels of land owned by PT Taman Harapan Indah, a subsidiary.

IG diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan IG untuk mengubah anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris serta para pemegang saham; menambah penyertaan atau investasi pada perusahaan lain; membatasi pembagian keuntungan atau dividen. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, IG telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

Pada tanggal 4 Juni 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 7 Juni 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 25.900 m2 di Serang, Banten milik THI, entitas anak (Catatan 13).

Pada tanggal 19 Oktober 2015, PLP memperoleh fasilitas pinjaman berupa pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 21 Januari 2022. Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah milik THI yang berlokasi di Serang, Banten (Catatan 13).

PT Bank MNC Internasional Tbk PT Bank MNC Internasional Tbk

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

In relation to these credit facilities, IG is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to change the articles of association, the Board of Directors and Commissioners and shareholders; investments in other companies; and limiting the distribution of profits or dividends. As of December 31, 2020 and 2019, IG has complied with the covenants.

Perusahaan The Company

On June 4, 2018, The Company obtained a fixed loan facility with maximum amount of Rp 150 billion. This facility has been extended several times, and the latest is valid until June 7, 2021.

This loan is secured by 25,900 square meters land located in Serang owned by THI, a subsidiary (Note 13).

PT Perkasa Lestari Permai (PLP) PT Perkasa Lestari Permai (PLP)

On October 19, 2015, PLP obtained facilities bank overdraft with maximum amount of Rp 20 billion This facility has been extended several times, and the latest is valid until January 21, 2022. This loan is secured by several parcels of land owned by THI located in Serang, Banten (Note 13).

2020 2019
Utang bank jangka pendek Short-term bank loans
Perusahaan The Company
Pinjaman tetap 174.000.000.000 165.000.000.000 Fixed loan
Pinjaman rekening koran - 4.932.845.659 Overdraft
IG IG
Pinjaman tetap 74.920.763.500 1.000.000.000 Fixed loan
Jumlah 248.920.763.500 170.932.845.659 Total

Perusahaan

Pada tanggal 20 Desember 2016, Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja berupa pinjaman rekening koran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 25 milyar dan pinjaman tetap 1 dan 2 dengan maksimum pinjaman masing-masing sebesar Rp 125 milyar dan Rp 50 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 20 Desember 2021.

The Company

On December 20, 2016, The Company obtained a working capital facility in the form of an overdraft loan with a maximum amount of Rp 25 billion and fixed loan 1 and 2 with a maximum amount of Rp 125 billion and Rp 50 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until December 20, 2021.

Pada tanggal 12 Juni 2020, fasilitas pinjaman rekening koran dialihkan menjadi pinjaman tetap 3 dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 25 milyar.

Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah yang terletak di Ngoro dan Surabaya milik PT Intiland Sejahtera dan PT Intiland Grande, entitas-entitas anak (Catatan 9).

Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan Perusahaan untuk melakukan perubahan susunan pengurus dan pemegang saham dan menjaga rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah memenuhi kewajiban rasio keuangan dan syarat-syarat perjanjian yang ada.

IG

Pada tanggal 26 Juli 2017, IG, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman tetap dengan jumlah maksimum sebesar Rp 80 miliar. Pada tanggal 4 Desember 2019 fasilitas ini turun menjadi Rp 75 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 26 Juli 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah di Surabaya milik IG (Catatan 9).

PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On June 12, 2020, overdraft facility was converted into fixed loan 3 with a maximum amount of Rp 25 billion.

These loans are secured by several parcels of land owned by PT Intiland Sejahtera and PT Intiland Grande, subsidiaries, located in Ngoro and Surabaya (Note 9).

In relation to these credit facilities, the Company is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to changes the composition of the board and shareholders and maintain certain financial ratios. As of December 31, 2020 and 2019, the Company has complied with the required financial ratios and covenants.

IG

On July 26, 2017, IG, a subsidiary, obtained fixed loan facility with maximum amount of Rp 80 billion. On December 4, 2019 the maximum amount of fixed loan has decreased to Rp 75 billion. This facility has been extended several times, and the latest is valid until July 26, 2021.

This loan is secured by land located in Surabaya owned by IG (Note 9).

2020 2019
Utang bank jangka pendek
SPP
Short-term bank loans
SPP
Pinjaman berulang 120.000.000.000 120.000.000.000 Time revolving
Pinjaman rekening koran 4.775.985.604 588.919.518 Overdraft
THI THI
Pinjaman berulang 65.000.000.000 65.000.000.000 Time revolving
Pinjaman rekening koran 9.740.433.517 6.170.472.247 Overdraft
PLP PLP
Pinjaman berulang 35.000.000.000 35.000.000.000 Time revolving
Pinjaman rekening koran 9.838.857.781 1.500.714.818 Overdraft
Jumlah 244.355.276.902 228.260.106.583 Total
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
THI 142.468.957.853 143.747.378.926 THI
PLU 24.512.070.777 25.000.000.000 PLU
Jumlah 166.981.028.630 168.747.378.926 Total
Jatuh tempo jangka pendek (6.528.362.457) (22.846.601.884) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 160.452.666.173 145.900.777.042 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (3.022.249.534) (4.330.269.238) Unamortized transaction costs
Jumlah 157.430.416.639 141.570.507.804 Total

PT Sinar Puspa Persada (SPP)

Pada tanggal 19 September 2014, SPP, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman berulang dan pinjaman rekening koran dengan maksimum pinjaman masing-masing sebesar Rp 50 milyar dan Rp 10 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 19 September 2021.

Pada tanggal 6 April 2017, SPP, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman berulang dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 70 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 19 September 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan beberapa tanah milik PT Inti Gria Perwira, PT Intiland Grande, dan PT Intiland Sejahtera, entitas-entitas anak, yang terletak di Jakarta dan Surabaya (Catatan 9, 13, dan 17).

PT Taman Harapan Indah (THI)

Pada tanggal 29 Maret 2012, THI, entitas anak, mendapat Fasilitas Kredit berupa Rp 10 milyar pinjaman rekening koran dan Rp 35 milyar pinjaman berulang. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 5 April 2022.

Pada tanggal 22 Desember 2016, THI mendapat tambahan fasilitas pinjaman berupa Rp 20 milyar pinjaman tetap yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Februari 2020 dan Rp 30 miliar pinjaman berulang 2 yang fasilitasnya telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 5 April 2022. Pinjaman tetap telah dilunasi pada tanggal 4 Februari 2020.

Pinjaman rekening koran dan pinjaman berulang 1 dan 2 dijamin dengan kavling tanah di Cilegon dan di Perumahan Semanan (Catatan 9 dan 13). Seluruh jaminan tanah atas nama THI.

Pinjaman tetap dijamin dengan 16 unit rumah toko atas nama PT Selasih Safar, entitas anak (Catatan 9).

Pada tanggal 13 Oktober 2017, THI mendapat tambahan fasilitas pinjaman berupa Rp 120 milyar pinjaman tetap dan Rp 9 milyar pinjaman jangka menengah. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2022 dan dijamin dengan tanah seluas 16.753 m2 yang terletak di Pantai Mutiara, Jakarta milik THI (Catatan 9).

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

PT Sinar Puspa Persada (SPP)

On September 19, 2014, SPP, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of revolving loan and an overdraft facility with maximum loanable amounts of Rp 50 billion and Rp 10 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until September 19, 2021.

On April 6, 2017, SPP, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of revolving loan with maximum loanable amounts of Rp 70 billion. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until September 19, 2021.

These loans are secured with parcels of land owned by PT Inti Gria Perwira, PT Intiland Grande, and PT Intiland Sejahtera, subsidiaries, located in Jakarta and Surabaya (Notes 9, 13, and 17).

PT Taman Harapan Indah (THI)

On March 29, 2012, THI, a subsidiary, obtained a Credit Facility in the form of Rp 10 billion overdraft facility and Rp 35 billion revolving loan. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until April 5, 2022.

On December 22, 2016, THI obtained an additional credit facilities in the form of Rp 20 billion fixed loan valid until February 11, 2020 and Rp 30 billion revolving loan 2 which have been extended several times, and the latest is valid until April 5, 2022. Fixed loan was fully paid on February 4, 2020.

Overdraft and revolving loan 1 and 2 facilities are secured with land in Cilegon and land in Semanan Residences (Notes 9 and 13). All these land are owned by THI.

Fixed loan facility is secured with 16 shophouses owned by PT Selasih Safar, a subsidiary (Note 9).

On October13, 2017, THI obtained an additional credit facilities in the form of Rp 120 billion fixed loan and Rp 9 billion middle term loan. These facilities are valid until October 26, 2022 and secured with 16,753 square meters of land owned by THI and located in Pantai Mutiara, Jakarta (Note 9).

Pada tanggal 26 Februari 2020, THI mendapat tambahan fasilitas berupa Rp 19,5 milyar pinjaman berulang 3 yang akan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2021 dan diperpanjang sampai dengan 5 April 2022. Fasilitas ini dijamin dengan 16 unit rumah toko atas nama PT Selasih Safar, entitas anak (Catatan 9).

Pada tanggal 27 April 2020, THI mendapatkan restrukturisasi pembayaran bunga atas fasilitas pinjaman rekening koran, pinjaman berulang 1, 2, dan 3. Selama 12 bulan dari April 2020 sampai dengan Maret 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 3,3% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 7,45% per tahun dicicil selama 12 bulan dari April 2021 sampai Maret 2022.

THI diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan THI untuk mengubah anggaran dasar dan susunan para pemegang saham; dan menyewakan atau menjual atau menjaminkan tanah dan bangunan yang diberikan sebagai jaminan dalam bentuk apapun juga kepada pihak ketiga. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, THI telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

PT Perkasalestari Permai (PLP)

Pada tanggal 27 April 2016, PLP, entitas anak, mendapat Fasilitas Kredit berupa Rp 10 milyar pinjaman rekening koran dan Rp 35 milyar pinjaman berulang. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 27 April 2022.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan atas nama THI yang terletak di perumahan Taman Semanan Indah, Jakarta (Catatan 9).

Pada tanggal 27 April 2020, PLP mendapatakan restrukturisasi pembayaran bunga seluruh fasilitas pinjaman. Selama 12 bulan dari April 2020 sampai dengan Maret 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 3,3% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 7,45% per tahun dicicil selama 12 bulan dari April 2021 sampai Maret 2022.

PT Perkasalestari Utama (PLU)

Pada tanggal 1 November 2019, PLU, entitas anak, mendapat Fasilitas Kredit dalam bentuk Pinjaman Tetap Modal Angsuran (PTMA) sebesar Rp 25 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 1 November 2024.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On February 26, 2020, THI obtained an additional credit facility in the form of Rp 19.5 billion revolving loan 3 valid until April 5, 2021 and extended until April 5, 2022. This facility is secured with 16 shophouses owned by PT Selasih Safar, a subsidiary (Note 9).

On April 27, 2020, THI obtained restructured interest payment of overdraft facility, revolving loan 1, 2, and 3. For 12 months since April 2020 until March 2021 the interest payment rate is 3.3% per annum and deferred interest of 7.45% per annum will be paid in 12 months installment from April 2021 until March 2022.

In relation to these credit facilities, THI is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to change the articles of association and composition of the shareholders; and renting or selling the land and buildings which are given as collateral in any form to third parties. As of December 31, 2020 and 2019, THI has complied with these covenants.

PT Perkasalestari Permai (PLP)

On April 27, 2016, PLP, a subsidiary, obtained a Credit Facility in the form of Rp 10 billion overdraft facility and Rp 35 billion revolving loan. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until April 27, 2022.

These facilities are secured with land and building owned by THI, located in Taman Semanan Indah residence, Jakarta (Note 9).

On April 27, 2020, PLP obtained restructured interest payment of all credit facilities. For 12 months since April 2020 until March 2021 the interest payment rate is 3.3% per annum and deferred interest of 7.45% per annum will be paid in 12 months installment from April 2021 until March 2022.

PT Perkasalestari Utama (PLU)

On November 1, 2019, PLU, a subsidiary, obtained a Credit Facility in the form of Fixed Loans Installment Capital amounting to Rp 25 billion which will mature on November 1, 2024.

Puspapersada (Catatan 13).

Indonesia Tbk

Pinjaman ini dijamin dengan tanah di Talaga Bestari seluas 67.860 m2 milik PT Sinar

Pada tanggal 27 April 2020, PLU mendapatkan restrukturisasi pembayaran bunga seluruh fasilitas pinjaman. Selama 12 bulan dari April 2020 sampai dengan Maret 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 3,3% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 7,45% per tahun dicicil selama 12 bulan dari April 2021 sampai Maret 2022.

PT Bank China Construction Bank

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

These facilities are secured with 67,860 square meters of land located in Talaga Bestari owned by PT Sinar Puspapersada (Note 13).

On April 27, 2020, PLU obtained restructured interest payment of all credit facilities. For 12 months since April 2020 until March 2021 the interest payment rate is 3.3% per annum and deferred interest of 7.45% per annum will be paid in 12 months installment from April 2021 until March 2022.

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk

2020 2019
Utang bank jangka pendek
Perusahaan
Short-term bank loans
The Company
On demand 20.000.000.000 20.000.000.000 On demand
Rekening koran 4.693.826.310 - Overdraft
PLP PLP
On demand 10.000.000.000 10.000.000.000 On demand
Rekening koran 9.476.517.820 8.909.713.549 Overdraft
IG IG
On demand 13.710.000.000 - On demand
THI THI
On demand 5.000.000.000 5.000.000.000 On demand
Rekening koran 2.583.395.823 2.909.606.567 Overdraft
Jumlah 65.463.739.953 46.819.320.116 Total
Utang bank jangka panjang
PLP
Long-term bank loans
PLP
Angsuran 197.594.125.002 201.591.708.336 Installment
Jatuh tempo jangka pendek (27.239.443.179) (35.548.397.724) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 170.354.681.823 166.043.310.612 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (562.485.012) (859.101.708) Unamortized transaction costs
Jumlah 169.792.196.811 165.184.208.904 Total

Perusahaan

Pada tanggal 19 November 2009, Perusahaan memperoleh pinjaman modal kerja demand loan dan rekening koran dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 20 milyar dan Rp 5 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 16 November 2021. Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan bangunan yang terletak di Sport Club, Pantai Mutiara, Jakarta milik THI, entitas anak, (Catatan 9).

The Company

On November 19, 2009, the Company obtained credit facilities in the form of demand loan facility and overdraft facility with maximum amount of Rp 20 billion and Rp 5 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until November 16, 2021. These loans are secured with parcels of land and building located in Sport Club, Pantai Mutiara, Jakarta (Note 9).

Pada tanggal 13 Mei 2020, Perusahaan memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga seluruh fasilitas pinjaman. Selama 6 bulan dari April 2020 sampai September 2020 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah 4% per tahun dan bunga yang ditangguhkan sebesar 7% per tahun dicicil selama 12 bulan dari Oktober 2020 sampai September 2021.

Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan pemegang saham dan mewajibkan untuk menjaga beberapa rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah memenuhi kewajiban rasio keuangan dan syarat-syarat perjanjian yang ada.

PLP

Pada tanggal 19 Mei 2017, PLP, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa demand loan, pinjaman rekening koran, dan angsuran dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 10 milyar, Rp 10 milyar, dan Rp 100 milyar. Pada tanggal 21 Mei 2018 fasilitas pinjaman angsuran Rp 100 milyar menurun menjadi Rp 99,1 milyar. Fasilitas demand loan dan pinjaman rekening koran telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 19 Mei 2021 sedangkan pinjaman angsuran akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2022.

Fasilitas demand loan dan pinjaman rekening koran dijamin dengan tanah dan bangunan Sport Club yang terletak di Pantai Mutiara, Jakarta (Catatan 9) milik THI, entitas anak.

Fasilitas kredit angsuran dijamin dengan tanah dan bangunan Sport Club yang terletak di Pantai Mutiara milik THI, entitas anak, dan Sport Club Aeropolis milik PLP, entitas anak.

Pada tanggal 21 Mei 2018, PLP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman angsuran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2023. Pinjaman ini dijamin dengan tanah di Banten milik PLP (Catatan 9).

Pada tanggal 3 April 2020, PLP memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga seluruh fasilitas pinjaman dan penundaan pembayaran angsuran atas fasilitas pinjaman angsuran dari Maret 2020 sampai Desember 2020. Selama 6 bulan dari Mei 2020 sampai Oktober 2020 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah 4% per tahun dan bunga yang ditangguhkan sebesar 6,5% per tahun dicicil dari November 2020 sampai jatuh tempo.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On May 13, 2020, the Company obtained restructured interest payment of all credit facilities. For 6 months since April 2020 until September 2020 the interest payment rate is 4% per annum and deferred interest of 7% per annum in installments for 12 months from October 2020 until September 2021.

In relation to these credit facilities, the Company is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to change the articles of association and composition of the shareholders and required to maintain certain financial ratios. As of December 31, 2020 and 2019, the Company has complied with the required financial ratios and covenants.

PLP

On May 19, 2017, PLP, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of demand loan, overdraft, and installment loan with maximum amount of Rp 10 billion, Rp 10 billion, and Rp 100 billion, respectively. On May 21, 2018, installment loan Rp 100 billion decrease to Rp 99.1 billion. Demand loan and overdraft facility have been extended several times, and the latest is valid until May 19, 2021 while installment loan will mature on May 19, 2022.

Demand loan and overdraft are secured with land and building Sport Club located in Pantai Mutiara, Jakarta (Note 9) owned by THI, a subsidiary.

Installment loan is secured with land and building Sport Club located in Pantai Mutiara owned by THI, a subsidiary and Sport Club Aeropolis owned PLP, a subsidiary.

On May 21, 2018, PLP obtained installment loan with maximum amount of Rp 150 billion which will mature on May 21, 2023. This loan is secured with land located in Banten owned by PLP (Note 9).

On April 3, 2020, PLP obtained restructured interest payment of all credit facilities and deferred principal payment from March 2020 until December 2020. For 6 months from May 2020 until October 2020 the interest payment rate is 4% per annum and deferred interest of 6.5% per annum will be paid from November 2020 until maturity date.

IG IG

Pada Desember 2011, IG memperoleh fasilitas demand loan dan rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15 milyar dan Rp 10 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 24 Juli 2021. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan yang terletak di Pantai Mutiara, Jakarta (Catatan 9) milik THI, entitas anak.

IG diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan IG untuk bertindak sebagai penjamin atas utang pihak ketiga dan menyewakan atau menjual atau menjaminkan tanah dan bangunan yang telah dijaminkan kepada Bank kepada pihak ketiga manapun juga. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, IG telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

THI

Pada tahun 2008, THI, entitas anak, memperoleh fasilitas demand loan dan pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 5 milyar dan Rp 3 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 2 September 2021. Sejak tanggal 2 September 2011, jaminan atas pinjaman ini menjadi sebidang tanah terletak di Pantai Mutiara, Jakarta milik THI, entitas anak (Catatan 9).

Pada tanggal 21 Oktober 2020, THI memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga seluruh fasilitas pinjaman. Selama 5 bulan dari November 2020 sampai Maret 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah 4% per tahun dan bunga yang ditangguhkan sebesar 7% per tahun dicicil selama 12 bulan dari April 2021 sampai Maret 2022.

THI diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan THI untuk melakukan perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris serta para pemegang saham; dan penyertaan atau investasi pada perusahaan lain. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, THI telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

In December 2011, IG obtained demand loan and overdraft facilities with maximum amount of Rp 15 billion and Rp 10 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until July 24, 2021. This loan is secured by land and building located in Pantai Mutiara, Jakarta (Note 9) owned by THI, a subsidiary.

In relation to these credit facilities, IG is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to act as guarantor for the debts of third parties and renting or selling or mortaging the land and buildings that have been pledged to the Bank to any third parties. As of December 31, 2020 and 2019, IG has complied with the required covenants.

THI

In 2008, THI, a subsidiary, obtained an on demand loan and overdraft loan facilities with maximum amounts of Rp 5 billion and Rp 3 billion, respectively. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until September 2, 2021. Since September 2, 2011, the collaterals on these loans have been changed to land located in Pantai Mutiara, Jakarta owned by THI, a subsidiary (Note 9).

On October 21, 2020, THI obtained restructured interest payment of all credit facilities. For 5 months since November 2020 until March 2021 the interest payment rate is 4% per annum and deferred interest of 7% per annum will be paid in 12 months installment from April 2021 until March 2022.

In relation to these credit facilities, THI is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to change the articles of association and composition of the shareholders, directors and commissioners; and investments in other companies. As of December 31, 2020 and 2019, THI has complied with the required covenants.

Pada tanggal 10 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berulang dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50 milyar. Pada tanggal 25 November 2019 berdasarkan Akta No. 32, pinjaman ini meningkat menjadi Rp 60 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 10 Agustus 2021.

Pinjaman ini dijamin 4 bidang tanah milik PT Inti Gria Perdana, entitas anak, yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta dan 2 bidang tanah milik PT Sinar Puspapersada, entitas anak, yang berlokasi di Talaga Bestari (Catatan 9 dan 13).

Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya untuk menjaga beberapa rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

PT Bank Victoria International Tbk (Victoria) PT Bank Victoria International Tbk (Victoria)

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk

On August 10, 2018, the Company obtained revolving loan with maximum amount of Rp 50 billion. On November 25, 2019 based on Deed No. 32 the maximum amount of revolving loan has increased to Rp 60 billion. This facility has been extended several times, and the latest is valid until August 11, 2021.

This facility is secured with 4 parcels of land owned by PT Inti Gria Perdana, a subsidiary, located in Lebak Bulus, Jakarta and 2 parcels of land owned by PT Sinar Puspapersada, a subsidiary, located in Talaga Bestari (Notes 9 and 13).

In relation to this credit facility, the Company is required to fulfill certain covenants, among others, to maintain certain financial ratios. As of December 31, 2020 and 2019, the Company has complied with the required covenants.

2020 2019
Utang bank jangka pendek Short-term bank loans
IE IE
On demand 15.000.000.000 15.000.000.000 On demand
PLU PLU
Pinjaman rekening koran 9.605.232.823 9.455.796.270 Overdraft
IG Pramudya IG Pramudya
Pinjaman rekening koran 3.126.061.143 1.481.821.073 Overdraft
Jumlah 27.731.293.966 25.937.617.343 Total
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
IG IG
On demand 65.182.000.000 66.496.000.000 On demand
PLU PLU
On demand 39.969.286.839 39.969.286.839 On demand
IG Pramudya IG Pramudya
On demand 20.000.000.000 20.000.000.000 On demand
IAP IAP
On demand 2.205.544.065 2.835.699.512 On demand
Jumlah 127.356.830.904 129.300.986.351 Subtotal
Jatuh tempo jangka pendek (36.615.690.622) (32.255.166.887) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 90.741.140.282 97.045.819.464 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (910.629.763) (1.543.069.856) Unamortized transaction costs
Jumlah 89.830.510.519 95.502.749.608 Total

IE

Pada tanggal 7 Maret 2018, IE, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 7 Mei 2021. Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah seluas 4.215 m2 di Lebak Bulus, Jakarta milik PT Inti Gria Perdana, entitas anak, (Catatan 9) dan corporate guarantee dari Perusahaan.

Pada tanggal 18 Mei 2020, IE memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga selama 12 bulan dari Maret 2020 sampai dengan Februari 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 8% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 3% per tahun dibayar tanggal 7 Maret 2021.

PLU PLU

Pada tanggal 25 Juni 2019, PLU, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman rekening koran dan pinjaman tetap untuk modal kerja proyek Aeropolis dengan jumlah maksimum masing masing sebesar Rp 10 milyar dan Rp 40 milyar yang akan jatuh tempo pada 25 Juni 2020 dan 3 Juli 2024. Fasilitas pinjaman rekening koran telah diperpanjang sampai dengan tanggal 25 Juni 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah seluas 49.577 m2 di Tangerang, Banten milik PT Perkasalestari Permai, entitas anak, (Catatan 13). Sejak tanggal 14 Agustus 2019, jaminan atas fasilitas ini berubah menjadi 37.968 m2 di Tangerang, Banten milik PT Perkasalestari Permai, entitas anak (Catatan 13).

Pada tanggal 26 Juni 2020, PLU memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga untuk fasilititas pinjaman rekening koran selama 12 bulan dari Mei 2020 sampai April 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 8% per tahun dan suku bunga ditangguhkan sebesar 4% per tahun dibayar saat jatuh tempo yaitu tanggal 25 Juni 2021.

Pada tanggal 26 Juni 2020, PLU memperoleh restrukturisasi pembayaran bunga untuk fasilititas pinjaman tetap selama 12 bulan dari Mei 2020 sampai April 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 8% per tahun dan suku bunga ditangguhkan sebesar 4% per tahun dicicil 12 bulan dari Mei 2021 sampai April 2022.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

IE

On March 7, 2018, IE, a subsidiary, obtained a demand loan credit facility with maximum amount of Rp 15 billion. This facility has been extended several times, and the latest is valid until May 7, 2021. This loan is secured with 4,215 square meters of land owned by PT Inti Gria Perdana, a subsidiary, and located in Lebak Bulus, Jakarta (Note 9) and corporate guarantee from the Company.

On May 18, 2020, IE obtained restructured interest payment for 12 months since March 2020 until February 2021 the interest payment rate is 8% per annum and deferred interest of 3% per annum will be paid on March 7, 2021.

On June 25, 2019, PLU, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of overdraft and fixed loan facility for Aeropolis project working capital with maximum amount of Rp 10 billion and Rp 40 billion, respectively, which will mature on June 25, 2020 and July 3, 2024, respectively. Overdraft facility has been extended until June 25, 2021.

These loans are secured with 49,577 square meters of land owned by PT Perkasalestari Permai, a subsidiary, and located in Tangerang, Banten (Note 13). Since August 14, 2019, the collaterals on these facilities have been changed to 37,968 square meters land located in Tangerang, Banten, owned by PT Perkasalestari Permai, a subsidiary (Note 13).

On June 26, 2020, PLU obtained restructured interest payment of overdraft credit facility, for 12 months since May 2020 until April 2021 the interest payment rate is 8% per annum and deferred interest of 4% per annum will be paid on maturity date June 25, 2021.

On June 26, 2020, PLU obtained restructured interest payment of on demand credit facility, for 12 months since May 2020 until April 2021 the interest payment rate is 8% per annum and deferred interest of 4% per annum will be paid in 12 months installment from May 2021 until April 2022.

PLU diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat perjanjian pinjaman, diantaranya pembatasan PLU untuk melakukan perubahan anggaran dasar dan susunan Direksi dan Komisaris, melakukan merger, bertindak sebagai penjamin terhadap pihak lain, dan melakukan pelunasan pinjaman pemegang saham. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, PLU telah memenuhi syarat-syarat perjanjian yang ada.

IG Pramudya

Pada tanggal 21 Juni 2017, IG Pramudya, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 5 milyar yang akan jatuh tempo pada 21 Juni 2018 namun telah beberapa kali diperpanjang, terakhir sampai dengan tanggal 21 Juni 2021 dan demand loan sebesar Rp 20 milyar yang akan jatuh tempo pada 21 Juni 2020 dan telah diperpanjang sampai dengan 21 Juni 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah seluas 4.974 m2 di Jakarta milik IG Pramudya (Catatan 9) dan corporate guarantee dari PT Intiland Esperto, entitas anak.

Pada tanggal 18 Mei 2020, IG Pramudya memperoleh restrukturisasi perpanjangan tanggal jatuh tempo dari 21 Juni 2020 menjadi 21 Juni 2021 dan pembayaran bunga selama 12 bulan dari Maret 2020 sampai dengan Februari 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 8% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 3% per tahun dicicil 4 kali dari bulan April 2021 sampai Juni 2021.

PT Inti Algoritma Perdana (IAP)

Pada tanggal 14 September 2017, IAP, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 5 milyar yang akan jatuh tempo pada 26 September 2019 dan demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 20 milyar yang akan jatuh tempo pada 26 September 2020. Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah kosong seluas 20.461 m2 di Jakarta milik THI (Catatan 9) dan corporate guarantee dari Perusahaan.

Pada tanggal 1 April 2019, IAP melakukan penukaran jaminan dan penurunan fasilitas kredit yaitu menjadi berupa demand loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 5.671 milyar yang akan jatuh tempo pada 26 September 2020. Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah kosong seluas 4.215 m2 di Jakarta milik IGP (Catatan 9) dan corporate guarantee dari Perusahaan.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

In relation to these credit facilities, PLU is required to fulfill certain covenants, among others, restrictions to make amendments to the articles of association and composition of Directors and Commissioners, conduct mergers, act as guarantor for other parties and repay shareholder loans. As of December 31, 2020 and 2019, PLU has complied with the required covenants.

IG Pramudya

On June 21, 2017, IG Pramudya, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of overdraft facilities with maximum amount of Rp 5 billion which will mature on June 21, 2018 but has been extended several times, the latest valid until June 21, 2021 and demand loan with maximum amount of Rp 20 billion which will mature on June 21, 2020 and was extended until June 21, 2021.

These loans are secured with 4,974 square meters of land owned by IG Pramudya and located in Jakarta (Note 9) and corporate guarantee from PT Intiland Esperto, a subsidiary.

On May 18, 2020, IG Pramudya obtained restructured maturity date extension from June 21, 2020 to June 21, 2021, and interest payment for 12 months since March 2020 until February 2021 the interest payment rate is 8% per annum and deferred interest of 3% per annum will be paid in 4 months installment from April 2021 until June 2021.

PT Inti Algoritma Perdana (IAP)

On September 14, 2017, IAP, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of overdraft facility with maximum amount of Rp 5 billion which will mature on September 26, 2019 and demand loan with maximum amount of Rp 20 billion which will mature on September 26, 2020. These loans are secured with 20,461 square meters of land owned by THI and located in Jakarta (Note 9) and corporate guarantee from the Company.

On April 1, IAP exchanged collateral and reduced credit facilities in the form of demand loan with maximumamount of Rp 5,671 billion which will mature on September 26, 2020. This loan is secured with 4,215 square meters of land owned by IGP and located in Jakarta (Note 9) and corporate guarantee from the Company.

Pinjaman rekening koran telah dilunasi pada tanggal 10 April 2019.

Pada tanggal 15 Juni 2020, IAP memperoleh restrukturisasi perpanjangan tanggal jatuh tempo dari 26 September 2020 menjadi 26 September 2021, dan penundaan pembayaran angsuran dari Maret 2020 sampai Februari 2021.

IAP diwajibkan untuk memenuhi syarat perjanjian pinjaman, yaitu pembatasan untuk melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, IAP telah memenuhi syarat perjanjian yang ada.

IG

Pada tanggal 14 Desember 2018, IG, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa pinjaman tetap dengan jumlah maksimum sebesar Rp 70 milyar yang akan jatuh tempo pada 14 Desember 2023. Pinjaman ini digunakan untuk refinancing Apartemen Sumatra 36.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan (Catatan 9) milik GIM, entitas anak, dan personal guarantee dari Hendro S. Gondokusumo, pihak berelasi.

Pada tanggal 18 Mei 2020, IG memperoleh restrukturisasi perpanjangan tanggal jatuh tempo dari 14 Desember 2023 menjadi 14 Desember 2024, penangguhan pembayaran angsuran dari Juni 2020 sampai Mei 2021 dan pembayaran bunga selama 12 bulan dari April 2020 sampai dengan Maret 2021 tingkat suku bunga yang dibayarkan adalah sebesar 8% per tahun dan bunga ditangguhkan sebesar 3,5% per tahun dicicil 12 bulan dari bulan April 2021 sampai Maret 2022.

PT Bank IBK Indonesia Tbk PT Bank IBK Indonesia Tbk

Pada tanggal 26 Oktober 2011, IG, entitas anak, memperoleh fasilitas modal kerja berupa pinjaman rekening koran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 5 milyar dan demand loan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 10 milyar. Pada tanggal 30 Oktober 2014, nilai maksimum pinjaman demand loan meningkat menjadi Rp 25 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 3 September 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik IG yang terletak di Surabaya (Catatan 9 dan 16).

Overdraft facility was fully paid on April 10, 2019.

On June 15, 2020, IAP obtained restructured maturity date extension from September 26, 2020 to September 26, 2021, and deferred principal payment from March 2020 until February 2021.

In relation to these credit facilities, IAP is required to fulfill covenants, which are restrictions on making changes to the composition of the directors and commissioners. As of December 31, 2020 and 2019, IAP has complied with the required covenants.

IG

On December 14, 2018, IG, a subsidiary, obtained credit facilities in the form of fixed loan facility with maximum amount of Rp 70 billion which will mature on December 14, 2023. This loan was used to refinance Apartments Sumatra 36.

This loan is secured with land and building (Note 9) owned by GIM, a subsidiary, and personal guarantee from Hendro S. Gondokusumo, a related party.

On May 18, 2020, IG obtained restructured maturity date extension from December 14, 2023 to December 14, 2024, deferred principal payment from June 2020 until May 2021 and interest payment for 12 months since April 2020 until March 2021 the interest payment rate is 8% per annum and deferred interest of 3.5% per annum will be paid in 12 months installment from April 2021 until March 2022.

On October 26, 2011, IG, a subsidiary, obtained a working capital facility in the form of an overdraft loan with a maximum amount of Rp 5 billion and a demand loan with a maximum amount of Rp 10 billion. On October 30, 2014, the maximum amount of demand loan has increased to Rp 25 billion. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until September 3, 2021.

These loans are secured with land and building owned by IG located in Surabaya (Notes 9 and 16).

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

2020 2019
Utang bank jangka pendek Short-term bank loans
IS IS
Pinjaman rekening koran 9.760.729.902 - Overdraft
GFV GFV
Pinjaman rekening koran 6.963.157.168 - Overdraft
Jumlah 16.723.887.070 - Subtotal
Utang bank jangka panjang
GFV
Long-term bank loans
GFV
Kredit Investasi 4.362.500.014 7.852.500.010 Invetment credit
Angsuran - 63.697.133.770 Installment
Jumlah 4.362.500.014 71.549.633.780 Subtotal
Jatuh tempo jangka pendek (3.489.999.996) (23.089.118.076) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 872.500.018 48.460.515.704 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi - (511.352.684) Unamortized transaction costs
Jumlah 872.500.018 47.949.163.020 Total

IS IS

Pada tanggal 7 Mei 2015, IS, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 10 milyar yang telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai 7 Mei 2021. Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 18.240 m2 milik IS yang terletak di Ngoro, Surabaya (Catatan 9).

GFV GFV

Pada bulan Juni 2011, GFV memperoleh fasilitas pinjaman rekening koran sebesar Rp 2 milyar. Fasilitas pinjaman rekening koran telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan 13 Maret 2022.

Pada tanggal 13 Maret 2020, jumlah maksimum fasilitas pinjaman rekening koran meningkat menjadi Rp 7 milyar.

Pada tanggal 10 Oktober 2015, GFV, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi 1 dan 2 dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 3,5 milyar dan Rp 14 milyar yang akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 28 Maret 2022.

Fasilitas kredit investasi 1 dan 2 dijamin dengan tanah seluas 2.751 m2 di Graha Famili, Surabaya milik GFV (Catatan 13).

On May 7, 2015, IS, a subsidiary, obtained an overdraft loan with a maximum amount of Rp 10 billion, has been extended several times, and the latest valid until May 7, 2021. This loan is secured with 18,240 square meters land owned by IS located in Ngoro, Surabaya (Note 9).

In June 2011, GFV, a subsidiary, obtained an overdraft facility amounting to Rp 2 billion. Overdraft facility has been extended several times, and the latest is valid until March 13, 2022.

On March 13, 2020, the maximum amount of overdraft facility was increased to Rp 7 billion.

On October 10, 2015, GFV, a subsidiary, obtained investment credit facilities 1 and 2 with maximum amounts of Rp 3.5 billion and Rp 14 billion, which will mature on March 28, 2022, respectively.

Investment credit facilities 1 and 2 are secured with 2,751 square meters in Graha Famili, Surabaya owned by GFV (Note 13).

Pada tanggal 8 Maret 2018, GFV, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit angsuran dari PT Bank Central Asia Tbk dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 247 milyar yang akan jatuh tempo 8 Maret 2023. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada tanggal 2 Januari 2020.

Fasilitas kredit angsuran dijamin dengan tanah seluas 9.570 m2 di Graha Famili, Surabaya milik GFV (Catatan 9).

PT Bank KEB Hana Indonesia PT Bank KEB Hana Indonesia

On March 8, 2018, GFV, a subsidiary, obtained an installment loan facility from PT Bank Central Asia Tbk with maximum amount of Rp 247 billion which will be available until March 8, 2023. This facility was fully paid on January 2, 2020.

Installment loan is secured with 9,570 square meters in Graha Famili, Surabaya owned by GFV (Note 9).

2020 2019
Utang bank jangka pendek
IG
8.526.498.770 328.457.258 Short-term bank loans
IG
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
IG 66.521.976.982 88.499.888.653 IG
GFV 34.882.131.100 40.000.000.000 GFV
Jumlah 101.404.108.082 128.499.888.653 Subtotal
Jatuh tempo jangka pendek (67.085.263.389) (52.946.824.095) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 34.318.844.693 75.553.064.558 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (213.581.715) (639.532.960) Unamortized transaction costs
Jumlah 34.105.262.978 74.913.531.598 Total

IG IG

Pada tanggal 15 Agustus 2018, IG, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berupa demand loan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 140 milyar dan pinjaman rekening koran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 10 milyar. Fasilitas-fasilitas pinjaman tersebut telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 15 Agustus 2021.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 11.047 m2 milik PT Kinerja Lancar Serasi, entitas anak (Catatan 13).

Pada tanggal 22 Juni 2020, IG memperoleh restrukturisasi pinjaman berupa penundaan pembayaran angsuran dari Juni 2020 sampai November 2020.

GFV

Pada tanggal 5 Desember 2019, GFV, entitas anak, memperoleh fasilitas berupa investment loan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 40 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 5 Desember 2022.

On August 15, 2018, IG, a subsidiary, obtained a demand loan with a maximum amount of Rp 140 billion and an overdraft loan with a maximum amount of Rp 10 billion. These loan facilities have been extended several times, and the latest is valid until August 15, 2021.

These facilities are secured with 11,047 square meters land owned by PT Kinerja Lancar Serasi, a subsidiary (Note 13).

On June 22, 2020, IG obtained restructured loan in the form of deferred principal payment from June 2020 until November 2020.

GFV

On December 5, 2019, GFV, a subsidiary, obtained a investment loan with a maximum amount of Rp 40 billion which will mature on December 5, 2022.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 2.685 m2 milik PT Grande Family View, entitas anak, (Catatan 16).

Pada tanggal 27 Mei 2020, GFV memperoleh restrukturisasi pinjaman berupa penundaan pembayaran angsuran dari Mei 2020 sampai November 2020.

PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia

THI, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berulang untuk modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 8 milyar dan fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimal Rp 4 milyar. Fasilitas ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 16 Mei 2021. Fasilitas ini dijamin dengan tanah dan bangunan Plaza De Lumina atas nama THI, entitas anak (Catatan 9).

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

This facility is secured with 2,685 square meters land owned by PT Grande Family View, a subsidiary, (Note 16).

On May 27, 2020, GFV obtained restructured loan in the form of deferred principal payment from May 2020 until November 2020.

THI, a subsidiary, obtained a working capital credit facility in the form of a revolving loan, with a maximum amount of Rp 8 billion and an overdraft loan with maximum amount of Rp 4 billion. These facilities have been extended several times, and the latest is valid until May 16, 2021. This facility is secured with land and building of Plaza De Lumina owned by THI, a subsidiary (Note 9).

2020 2019
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
SCG 81.045.197.800 131.740.197.800 SCG
Jatuh tempo jangka pendek (68.000.000.000) (131.740.197.800) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 13.045.197.800 - Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (647.003.544) (1.190.592.260) Unamortized transaction costs
Jumlah 12.398.194.256 (1.190.592.260) Total

SCG

Pada tanggal 14 Februari 2017, SCG, entitas anak, memperoleh pinjaman transaksi khusus I dan II dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 228 milyar dan Rp 82 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 14 Agustus 2020 dan 14 Agustus 2022.

Pada tanggal 7 September 2020, terdapat addendum perjanjian yang menyatakan penutupan fasilitas pinjaman transaksi khusus II dan penurunan jumlah maksimum fasilitas pinjaman transaksi khusus I menjadi sebesar Rp 101.045.197.800 serta memperpanjang jatuh tempo menjadi tanggal 14 Februari 2022.

Pinjaman ini dijamin dengan sebidang tanah seluas 9.196 m2 di Surabaya milik SCG, entitas anak, (Catatan 9) dan corporate guarantee dari IG, entitas anak. Pada tanggal 7 September 2020, terdapat penambahan jaminan berupa sebidang tanah seluas 5.910 m2 di Surabaya milik SCG, entitas anak, (Catatan 9).

SCG

On February 14, 2017, SCG, a subsidiary, obtained specific transaction loans I and II with maximum amount of Rp 228 billion and Rp 82 billion which will mature on August 14, 2020 and August 14, 2022, respectively.

On September 7, 2020, there is an agreement addendum stating that the specific transaction loan II facility is closed and there is a decrease in the maximum amount of the special transaction loan I facility to amounting of Rp 101,045,197,800 and extending the maturity date until February 14, 2022.

These loans are secured with 9,196 square meters of land located in Surabaya owned by SCG, a subsidiary, (Note 9) and corporate guarantee from IG, a subsidiary. On September 7, 2020, there is an additional collateral in the form of land covering an area of 5,910 square meters located in Surabaya owned by SCG, a subsidiary, (Note 9).

PT Bank Jasa Jakarta PT Bank Jasa Jakarta

Pada tanggal 11 September 2017, BKMB, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berupa kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 8,7 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 Agustus 2018 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 11 September 2020.

Fasilitas ini dijamin dengan deposito atas nama pengurus badan kerjasama dengan total nilai sebesar Rp 8,744 milyar.

Pada tanggal 20 Mei 2020, BKMB menurunkan jumlah maksimum fasilitas kredit menjadi Rp 4,35 milyar dan pengurangan jaminan menjadi berupa deposito atas nama pengurus badan kerjasama dengan total nilai sebesar Rp 4,5 milyar.

Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 14 Agustus 2020.

PT Bank Victoria Syariah PT Bank Victoria Syariah

Pada tanggal 14 Agustus 2019, PLU, entitas anak, memperoleh fasilitas pembiayaan investasi dengan prinsip murabahah sebesar Rp 30 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2024.

Seluruh pinjaman dijamin dengan tanah seluas 11.609 m2 milik PLP, entitas anak, yang terletak di Neglasari, Jakarta (Catatan 9).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On September 11, 2017, BKMB, a subsidiary, obtained a credit facility in the form of working capital loan with maximum amount of Rp 8.7 billion which will mature on August 30, 2018 and extended until September 11, 2020.

This loan is secured with time deposit in the name of management of joint venture with total amount of Rp 8.744 billion.

On May 20, 2020, BKMB reduced maximum amount of credit facility to Rp 4.35 billion and reduction in collateral in the form of time deposit in the name of management of joint venture with total amount of Rp 4.5 billion.

This facility has been paid on August 14, 2020.

On August 14, 2019, PLU, a subsidiary, obtained an investment financing facilities with the principle of murabahah with maximum amount of Rp 30 billion which will be available until August 15, 2024.

All loans are secured with 11,609 square meters land owned by PLP, a subsidiary, located in Neglasari, Jakarta (Note 9).

2020 2019
Utang bank jangka panjang
IGP
102.500.000 1.332.500.000 Long-term bank loans
IGP
Jumlah
Jatuh tempo jangka pendek
102.500.000
(102.500.000)
1.332.500.000
(1.230.000.000)
Subtotal
Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
Biaya transaksi yang belum diamortisasi
-
(67.546)
102.500.000
(5.093.054)
Long-term portion
Unamortized transaction costs
Jumlah (67.546) 97.406.946 Total

IGP IGP

Pada tanggal 16 Desember 2015, IGP, entitas anak, mendapat fasilitas kredit berupa pinjaman angsuran dengan jumlah kredit maksimum sebesar Rp 6,15 milyar dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Januari 2021. Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 278 m2 di Lebak Bulus, Jakarta milik IGP (Catatan 9).

Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 13 Januari 2021.

On December 16, 2015, IGP, a subsidiary, obtained a credit facility in the form of installment loan with a maximum amount Rp 6.15 billion and will mature on January 13, 2021. This facility is secured with 278 square meters land located in Lebak Bulus, Jakarta owned by IGP (Note 9).

This facility has been paid on January 13, 2021.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin)

2020 2019
Utang bank jangka panjang
IGP
Long-term bank loans
IGP
Angsuran 114.727.103.063 119.357.464.293 Installment
Jatuh tempo jangka pendek (9.030.000.000) (24.137.795.954) Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun 105.697.103.063 95.219.668.339 Long-term portion
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (891.320.621) (1.548.467.517) Unamortized transaction costs
Jumlah 104.805.782.442 93.671.200.822 Total

PT Inti Gria Perdana (IGP) PT Inti Gria Perdana (IGP)

Pada tanggal 27 Mei 2015, IGP, entitas anak, menerima fasilitas kredit modal kerja dengan nilai maksimum sebesar Rp 130 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juni 2021.

Pada tanggal 24 Mei 2017, IGP, entitas anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa kredit modal kerja dengan nilai Rp 65 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 24 Mei 2021.

Pada tanggal 25 Juni 2019, IGP, entitas anak, memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa kredit modal kerja dengan nilai Rp 51 milyar yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2022.

Pada tanggal 24 April 2020, IGP, entitas anak melakukan restrukturisasi fasilitas pinjaman dengan menggabungkan seluruh fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 114.817.103.063 dengan tanggal jatuh tempo 27 Juni 2022.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik IGP yang terletak di Pisangan dan Cirendeu Lebak bulus, Jakarta (Catatan 9 dan 13) serta corporate guarantee dari PT Intiland Esperto dan PT Intisarana Ekaraya, entitas anak.

On May 27, 2015, IGP, a subsidiary, obtained a credit facility with a maximum amount of Rp 130 billion and will mature on June 8, 2021.

On May 16, 2017, IGP, a subsidiary, obtained additional credit facility with maximum amount of Rp 65 billion and will mature on May 24, 2021.

On June 25, 2019, IGP, a subsidiary, obtained additional credit facility with maximum amount of Rp 51 billion and will mature on June 25, 2022.

On April 24, 2020, IGP, a subsidiary, restructured credit facilities by merging all credit facilities with maximum amount of Rp 114,817,103,063 and will mature on June 27, 2022.

This facility is secured with parcels of land owned by IGP, a subsidiary, located in Pisangan and Cirendeu, Lebak Bulus, Jakarta (Notes 9 and 13) and corporate guarantee from PT Intiland Esperto and PT Intisarana Ekaraya, a subsidiary.

Utang Bank Sindikasi Syndication Bank Loan

2020 2019
Utang bank sindikasi
Perusahaan
Syndication bank loan
The Company
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
1.430.670.436.213
1.024.453.280.775
1.453.960.974.509
1.038.984.554.327
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
Jumlah
Jatuh tempo jangka pendek
2.455.123.716.988
(92.067.139.389)
2.492.945.528.836
(154.173.849.928)
Subtotal
Current portion
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
Biaya transaksi yang belum diamortisasi
2.363.056.577.599
(30.458.796.916)
2.338.771.678.908
(37.856.285.900)
Long-term portion
Unamortized transaction costs
Jumlah 2.332.597.780.683 2.300.915.393.008 Total

Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 31 tanggal 21 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Notaris Endang Moeliani, S.H., Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sindikasi berupa kredit investasi (KI) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk sebesar maksimum Rp 2.775.406.916.417. Pada tanggal 21 Maret 2019, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi Addendum 1 No. 14, nilai maksimum fasilitas kredit sindikasi meningkat menjadi Rp 2.813.406.916.417 dengan perincian sebagai berikut:

    1. Fasilitas KI Tranche 1 maksimal sebesar Rp 877.849.000.000, yang terdiri dari:
  • i. Fasilitas KI Tranche 1 Sub-Tranche DILD maksimal sebesar Rp 446.664.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Bank Bukopin kepada Perusahaan;
  • ii. Fasilitas KI Tranche 1 Sub-Tranche IG maksimal sebesar Rp 109.512.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Bank Bukopin kepada IG, entitas anak;
  • iii. Fasilitas KI Tranche 1 Sub-Tranche THI maksimal sebesar Rp 100.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Bank Bukopin kepada THI, entitas anak; dan
  • iv. Fasilitas KI Tranche I Sub-Tranche Term Loan maksimal sebesar Rp 221.673.000.000 yang digunakan untuk pembiayaan gedung Intiland Tower Jakarta dan Intiland Tower Surabaya milik Perusahaan dan tidak digunakan untuk pembelian tanah.
    1. Fasilitas KI Tranche 2 maksimal sebesar Rp 988.094.000.000, yang terdiri dari:
  • i. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-BTN maksimal sebesar Rp 110.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh BTN kepada Perusahaan;
  • ii. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche IG-QNB maksimal sebesar Rp 148.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh QNB kepada IG, entitas anak;
  • iii. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche THI-QNB maksimal sebesar Rp 111.094.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh QNB kepada THI, entitas anak;

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Based on the Syndication Credit Agreement Deed No. 31 dated December 21, 2018 from Endang Moeliani, S.H., the Company has obtained syndication credit facilities in the form of investment credit (KI) from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk and PT Bank Central Asia Tbk with a maximum amount of Rp 2,775,406,916,417. On March 21, 2019, based on Addendum 1 Syndicated Credit Agreement Deed No. 14, the maximum amount of the syndicated credit facility has increased to Rp 2,813,406,916,417 with details as follows:

    1. KI Tranche 1 Facility with a maximum amount of Rp 877,849,000,000, which consists of:
  • i. KI Tranche 1 Sub-Tranche DILD Facilty with a maximum amount of Rp 446,664,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Bank Bukopin to the Company;
  • ii. KI Tranche 1 Sub-Tranche IG Facilty with a maximum amount of Rp 109,512,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Bank Bukopin to IG, a subsidiary;
  • iii. KI Tranche 1 Sub-Tranche THI Facilty with a maximum amount of Rp 100,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Bank Bukopin to THI, a subsidiary; and
  • iv. KI Tranche 1 Sub-Tranche Term Loan Facilty with a maximum amount of Rp 221,673,000,000 which is used to finance the Company's Intiland Tower Jakarta and Intiand Tower Surabaya buildings and not used for land purchases.
    1. KI Tranche 2 Facility with a maximum amount of Rp 988,094,000,000, which consists of:
  • i. KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-BTN Facilty with a maximum amount of Rp 110,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by BTN to the Company;
  • ii. KI Tranche 2 Sub-Tranche IG-QNB Facilty with a maximum amount of Rp 148,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by QNB to IG, a subsidiary;
  • iii. KI Tranche 2 Sub-Tranche THI-QNB Facilty with a maximum amount of Rp 111,094,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by QNB to THI, a subsidiary;

  • iv. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-Maybank maksimal sebesar Rp 150.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Maybank kepada Perusahaan;

  • v. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche GP-BNI maksimal sebesar Rp 350.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh BNI kepada GP, entitas anak;
  • vi. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche THI-Victoria maksimal sebesar Rp 50.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Victoria kepada THI, entitas anak;
  • vii. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche IAP-Victoria maksimal sebesar Rp 19.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Victoria kepada IAP, entitas anak; dan
  • viii. Fasilitas KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-CIMB maksimal sebesar Rp 50.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh CIMB kepada Perusahaan.
    1. Fasilitas KI Tranche 3 maksimal sebesar Rp 519.463.916.417, yang terdiri dari:
  • i. Fasilitas KI Tranche 3 Sub-Tranche Praxis maksimal sebesar Rp 338.634.000.000 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh BNI dan menyelesaikan konstruksi proyek Praxis; dan
  • ii. Fasilitas KI Tranche 3 Sub-Tranche Spazio maksimal sebesar Rp 180.829.916.417 yang digunakan untuk melunasi fasilitas kredit yang telah diberikan oleh BCA dan menyelesaikan konstruksi proyek Spazio Tower.
    1. Fasilitas KI Tranche 4 maksimal sebesar Rp 428.000.000.000 yang digunakan untuk melunasi Obligasi II Intiland Development Seri A – 2016 yang jatuh tempo pada tanggal 29 Juni 2019.

Jangka waktu seluruh fasilitas kredit investasi tersebut adalah 8 tahun dengan suku bunga JIBOR ditambah marjin.

Perusahaan memberikan jaminan-jaminan sebagai berikut:

a. Tanah dan bangunan Intiland Tower Surabaya seluas 4.745 m2 , milik Perusahaan yang terletak di Surabaya (Catatan 16);

  • iv. KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-Maybank Facilty with a maximum amount of Rp 150,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Maybank to the Company;
  • v. KI Tranche 2 Sub-Tranche GP-BNI Facilty with a maximum amount of Rp 350,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by BNI to GP, a subsidiary;
  • vi. KI Tranche 2 Sub-Tranche THI-Victoria Facilty with a maximum amount of Rp 50,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Victoria to THI, a subsidiary;
  • vii. KI Tranche 2 Sub-Tranche IAP-Victoria Facilty with a maximum amount of Rp 19,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by Victoria to IAP, a subsidiary; and
  • viii. KI Tranche 2 Sub-Tranche DILD-CIMB Facilty with a maximum amount of Rp 50,000,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by CMB to the Company.
    1. KI Tranche 3 Facility with a maximum amount of Rp 519,463,916,417, which consists of:
  • i. KI Tranche 3 Sub-Tranche Praxis Facilty with a maximum amount of Rp 338,634,000,000 which is used to repay the credit facilities provided by BNI and to complete the construction of the Praxis project; and
  • ii. KI Tranche 3 Sub-Tranche Spazio Facilty with a maximum amount of Rp 180,829,916,417 which is used to repay the credit facilities provided by BCA and to complete the construction of the Spazio Tower project; and
    1. KI Tranche 4 Facility with a maximum amount of Rp 428,000,000,000 which is used to repay the Series A – 2016 Intiland Development Bond II due on June 29, 2019.

The period of the entire investment credit facilty is 96 months with an interest rate of JIBOR plus a margin.

The Company provides the following guarantees:

a. Land and buildings of Intiland Tower Surabaya with an area of 4,745 square meters, owned by the Company located in Surabaya (Note 16);

  • b. Tanah dan bangunan Intiland Tower Jakarta seluas 8.394 m2 , milik Perusahaan yang terletak di Jakarta (Catatan 16);
  • c. Tanah seluas 46.152 m2 milik IG, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 17);
  • d. Tanah seluas 2.500 m2 milik IG, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 13);
  • e. Tanah seluas 11.138 m2 milik Gandaria Prima, entitas anak, yang terletak di Jakarta (Catatan 9);
  • f. Tanah seluas 8.619 m2 milik SCG, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 13);
  • g. Tanah seluas 26.036 m2 milik GFV, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 9);
  • h. Tanah dan bangunan apartemen 1Park Avenue dan 1Park Hamilton dengan total luas 11.993 m2 milik Gandaria Prima, entitas anak, yang terletak di Jakarta (Catatan 9);
  • i. Tanah dan bangunan proyek Praxis dengan total luas 10.704 m2 milik PSG, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 9);
  • j. Tanah dan bangunan proyek Spazio Tower seluas 4.676 m2milik IG, entitas anak, yang terletak di Surabaya (Catatan 16)
  • k. Jaminan perusahaan dari GP, IG, PSG, dan THI; dan
  • l. Seluruh pendapatan dari Perusahaan, GP, IG, PSG, THI, IS, KII, dan SPP.

Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:

  • a. current ratio minimal 1 (satu) kali dimulai dari tahun 2019;
  • c. net operating cashflow/principal minimal 110% dimulai dari tahun 2020;
  • e. interest coverage ratio mengikuti standar covenant obligasi tahun 2016 Seri A dan Seri B.

Pada tanggal 24 Juli 2020, Perusahaan mendapat restrukturisasi pinjaman sebagai berikut:

  • a. perpanjangan tanggal jatuh tempo dari 21 Desember 2026 menjadi 21 Desember 2027.
  • b. penundaan pembayaran angsuran dari Juni 2020 sampai Maret 2021.

  • b. Land and buildings of Intiland Tower Jakarta with an area of 8,394 square meters, owned by the Company located in Jakarta (Note 16);

  • c. Land with an area of 46,152 square meters owned by IG, a subsidiary, located in Surabaya (Note 17);
  • d. Land with an area of 2,500 square meters owned by IG, a subsidiary, located in Surabaya (Note 13);
  • e. Land with an area of 11,138 square meters owned by Gandaria Prima, a subsidiary, located in Jakarta (Note 9);
  • f. Land with an area of 8,619 square meters owned by SCG, a subsidiary, located in Surabaya (Note 13);
  • g. Land with an area of 26,036 square meters owned by GFV, a subsidiary, located in Surabaya (Note 9);
  • h. Land and apartment buildings 1Park Avenue and 1Park Hamilton with total area of 11,993 square meters owned by Gandaria Prima, a subsidiary, located in Jakarta (Note 9);
  • i. Land and buildings of Praxis project with total area of 10,704 square meters owned by PSG, a subsidiary, located in Surabaya (Note 9);
  • j. Land and buildings of Spazio Tower project with total area of 4.676 square meters owned by IG, a subsidiary, located in Surabaya (Note 16);
  • k. Corporate guarantee from GP, IG, PSG, and THI; and
  • l. All revenues of the Company, GP, IG, PSG, THI, IS, KII, and SPP.

The Company is required to maintain the following financial ratios:

  • a. current ratio of at least 1 (one) time starting from 2019;
  • b. debt equity ratio maksimal 2,70 kali; b. debt equity ratio at a maximum of 2.70 times;
  • c. net operating cashflow/principal of at least 110% starting from 2020;
  • d. loan to value maksimal 70%; dan d. loan to value ratio at a maximum of 70%; and
  • e. same interest coverage ratio with 2016 Series A and B bonds covenant.

On July 24, 2020, the Company obtained restructure loan as follows:

  • a. maturity date extension from December 21, 2026 to December 21, 2027.
  • b. deferred principal payment from June 2020 until March 2021.

  • c. suku bunga sejak tanggal 26 Maret 2020 sampai 30 Juni 2020 adalah 9,7% per tahun dimana bunga yang dibayarkan adalah 6% per tahun dan bunga yang ditangguhkan sebesar 3,7% per tahun dicicil 24 bulan dari bulan April 2021 sampai Maret 2023.

  • d. suku bunga sejak tanggal 24 Juli 2020 sampai 25 Maret 2021 adalah 9% per tahun dimana bunga yang dibayar oleh Perusahaan adalah 5,25% per tahun dan bunga yang ditangguhkan sebesar 3,75% per tahun dicicil 24 bulan dari bulan April 2021 sampai Maret 2023.

Beban bunga utang bank jangka pendek termasuk beban bunga yang dikapitalisasi pada tahun 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 168.584.111.317 dan Rp 177.573.482.329, sementara untuk utang bank jangka panjang masing-masing adalah sebesar Rp 342.053.837.645 dan Rp 334.372.485.465 pada tahun 2020 dan 2019.

Pada tahun 2020 dan 2019, beban bunga masingmasing sebesar Rp 110.593.192.055 dan Rp 110.005.839.271 dikapitalisasi ke persediaan tanah yang sedang dikembangkan, sedangkan beban bunga sebesar Rp 12.549.356.178 dan Rp 26.827.953.026 dikapitalisasi ke persediaan bangunan dalam konstruksi, dan beban bunga sebesar Rp 255.491.304 dan Rp 2.725.644.142 dikapitalisasi ke aset tetap.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

  • c. interest rate since March 26, 2020 until June 30, 2020 is 9.7% per annum where the interest payment rate is 6% per annum and deferred interest rate of 3.7% per annum will be paid in 24 months installment from April 2021 until March 2023.
  • d. interest rate since July 24, 2020 until March 25, 2021 is 9% per annum where the interest payment rate is 5.25% per annum and deferred interest rate of 3.75% per annum will be paid in 24 months installment from April 2021 until March 2023.

The interest expense including capitalized interest for short-term bank loans amounted to Rp 168,584,111,317 and Rp 177,573,482,329 in 2020 and 2019, respectively, while for long-term bank loans amounted to Rp 342,053,837,645 and Rp 334,372,485,465 in 2020 and 2019, respectively.

In 2020 and 2019, interest expense capitalized to land under development amounted to Rp 110,593,192,055 and Rp 110,005,839,271, respectively, while interest expense capitalized to buildings under construction in inventories amounted to Rp 12,549,356,178 and Rp 26,827,953,026, and interest expense capitalized to property and equipment amounted to Rp 255,491,304 and Rp 2,725,644,142, respectively.

20. Utang Obligasi 20. Bonds Payable

Perincian utang obligasi adalah sebagai berikut: The following are the details of bonds payable:

2020 2019
Current
Nominal value
Series B - 2016
(316.745.026) - Bonds issuance cost
161.683.254.974 - Net
Noncurrent
Nominal value
Series B - 2016
Bonds issuance cost
- 161.094.788.697 Net
162.000.000.000
-
-
-
162.000.000.000
(905.211.303)

Pada tanggal 28 Juni 2016, Perusahaan menerbitkan obligasi dalam Rupiah yang terdiri dari Obligasi Seri A sebesar Rp 428 milyar dan Obligasi Seri B sebesar Rp 162 milyar, dan dijamin dengan dua bidang tanah milik entitas anak (Catatan 13). Jangka waktu obligasi ini adalah masing-masing 3 tahun dan 5 tahun dan jatuh tempo pada tahun 2019 dan 2021. Suku bunga tetap per tahun masing-masing sebesar 10,75% dan 11,00%, dibayar triwulanan. Seluruh obligasi dijual pada nilai nominal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat. Dana obligasi ini digunakan untuk pembayaran utang obligasi Perusahaan tahun 2013 Seri A, pembayaran utang PLP, entitas anak, dan modal kerja.

Pada tanggal 29 Juni 2019, Perusahaan telah melunasi Obligasi Seri A yang terbit di tahun 2016 sebesar Rp 428 milyar.

Pada tahun 2020 dan 2019, amortisasi biaya penerbitan obligasi masing-masing sebesar Rp 588.466.277 dan Rp 1.981.100.395 disajikan sebagai bagian dari "Lain-lain - bersih" pada laba rugi.

Perusahaan tidak diwajibkan untuk membentuk dana pelunasan obligasi (bond sinking fund), tetapi Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu.

Terkait utang obligasi atas Obligasi II Intiland Development Tahun 2016 Seri A dan Seri B, Perusahaan diharuskan memenuhi rasio keuangan sebagai berikut:

  • Interest coverage ratio atas dasar laporan keuangan tahunan konsolidasian tidak kurang dari 1,7 : 1 untuk tahun-tahun yang berakhir 2018 dan 2019;
  • Interest coverage ratio atas dasar laporan keuangan tahunan konsolidasian tidak kurang dari 2,5 : 1 untuk tahun-tahun yang berakhir 2020 dan 2021; dan
  • Interest bearing debt to equity ratio atas dasar laporan keuangan tahunan konsolidasian tidak lebih dari 2 : 1.

Berdasarkan peringkat yang dibuat oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tanggal 5 April 2021, peringkat obligasi Perusahaan adalah "idBBB" (Triple B).

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On June 28, 2016, the Company issued Rupiah denominated bonds consisting of Series A Bond totaling to Rp 428 billion and Series B Bond totaling to Rp 162 billion and secured with the two parcels of land of the subsidiaries (Note 13). The bonds have a term of 3 years and 5 years until 2019 and 2021, respectively. Interest is at fixed rate per annum of 10.75% and 11.00%, respectively, and is payable quarterly. All the bonds were sold at its nominal value and are listed at the Indonesia Stock Exchange, with PT Bank Mega Tbk as trustee. The proceeds were used to pay bonds payable Series A year of 2013, loan repayment of PLP, a subsidiary, and working capital.

In June 29, 2019, the Company had redeemed Series A Bonds that were issued in 2016 amounting to Rp 428 billion.

Amortization of bonds issuance cost amounting to Rp 588,466,277 and Rp 1,981,100,395 in 2020 and 2019, respectively, was recorded as part of "Others - net" in profit or loss.

The Company is not required to establish a bond sinking fund in relation to the bonds issued. However, the Company is required to maintain certain financial ratios, among others.

Related to the bonds payable of Intiland Development II Year 2016 Series A and Series B, the Company shall maintain financial ratios as follows:

  • Interest coverage ratio from annual consolidated financial statement at the minimum of 1.7 : 1 for the years ended 2018 and 2019;
  • Interest coverage ratio from annual consolidated financial statement at the minimum of 2.5 : 1 for the years ended 2020 and 2021; and
  • Interest bearing debt to equity ratio from annual consolidated financial statement at the maximum of 2 : 1.

Based on the rating issued by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) on April 5, 2021, the bonds are rated "idBBB" (Triple B).

Beban bunga utang obligasi termasuk beban bunga yang dikapitalisasi pada tahun 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 17.820.000.000 dan Rp 40.825.000.000.

Berdasarkan RUPS Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 20 April 2018 yang telah didokumentasikan dengan Akta No. 162 tanggal 20 April 2018 dari Humberg Lie, SH, SE, MKn, notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk menerbitkan obligasi dengan nilai maksimal USD 250 juta dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak disetujui oleh RUPS Luar Biasa.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The interest expense including capitalized interest for bonds payable amounted to Rp 17,820,000,000 and Rp 40,825,000,000 in 2020 and 2019, respectively.

Based on the Extraordinary General Stockholders' Meeting held on April 20, 2018, as documented in Notarial Deed No. 162 dated April 20, 2018 of Humberg Lie, SH, SE, MKn, a public notary in Jakarta, the shareholders approved the Company's plan to issue bonds with a maximum value of equivalent to US\$ 250 million within two (2) years since it is approved.

21. Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 21. Trade Accounts Payable to Third Parties

2020 2019
Kontraktor 128.860.282.844 70.967.963.583 Contractors
Pemasok 34.802.341.615 31.981.268.823 Suppliers
Lain-lain 35.967.262.712 28.500.582.692 Others
Jumlah 199.629.887.171 131.449.815.098 Total

22. Utang Lain-lain 22. Other Accounts Payable

Rincian utang lain-lain kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:

The details of other accounts payable to third parties follows:

2020 2019
Jangka Pendek Short-term
PT Sucor Investama 45.000.000.000 45.000.000.000 PT Sucor Investama
PT Tejaalam Multisari 19.827.299.340 19.827.299.340 PT Tejaalam Multisari
Dividen 4.112.764.557 4.112.764.557 Dividend
PT Starlight Nusa Property 1.424.909.069 - PT Starlight Nusa Property
Tjenharto Kohar - 15.855.000.000 Tjenharto Kohar
Lain-lain 29.427.101.966 24.724.747.483 Others
Jumlah jangka pendek 99.792.074.932 109.519.811.380 Total short-term
Jangka Panjang Long-term
PT Mustika Semesta 39.893.706.252 40.807.706.252 PT Mustika Semesta
PT Galang Gema Pradana 32.991.178.575 32.991.178.575 PT Galang Gema Pradana
Tjenharto Kohar 23.380.000.000 7.525.000.000 Tjenharto Kohar
Franz Ngantung 12.000.000.000 - Franz Ngantung
Jumlah jangka panjang 108.264.884.827 81.323.884.827 Total
Jumlah 208.056.959.759 190.843.696.207 Total long-term

PT Sucor Investama (SI) PT Sucor Investama (SI)

Pada tanggal 12 November 2019, PT Intiland Esperto, entitas anak, menerima pinjaman dari SI, pihak ketiga, sehubungan dengan modal kerja sebesar Rp 20.000.000.000 dengan bunga 17% per tahun. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 Mei 2020 namun telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 7 Juli 2021 dengan bunga 18% per tahun.

Pada tanggal 24 September 2019, PT Intiland Esperto, entitas anak, menerima pinjaman dari SI, pihak ketiga, sehubungan dengan modal kerja sebesar Rp 25.000.000.000 dengan bunga 17% per tahun. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2020 namun telah diperpanjang beberapa kali, terakhir sampai dengan tanggal 7 Juli 2021 dengan bunga 18% per tahun.

PT Tejaalam Multisari (TM) PT Tejaalam Multisari (TM)

Utang kepada TM, pihak ketiga, merupakan utang PT Melati Anugerah Semesta (MAS), entitas anak, sehubungan dengan pembiayaan operasional entitas anak tersebut. Utang ini tidak dikenakan bunga serta tidak ditentukan jangka waktu pengembaliannya.

PT Mustika Semesta (MS) PT Mustika Semesta (MS)

Utang kepada MS, pihak ketiga, merupakan utang PT Selasih Safar (SS), entitas anak, sehubungan dengan pembiayaan modal kerja entitas anak tersebut.

PT Galang Gema Pradana (GGP) PT Galang Gema Pradana (GGP)

Utang kepada GGP, pihak ketiga, merupakan utang PT Inti Gria Persada (Persada), entitas anak, sehubungan dengan pembiayaan operasional entitas anak tersebut. Utang ini tidak dikenakan bunga serta tidak ditentukan jangka waktu pengembaliannya.

Utang kepada Tjenharto Kohar, pihak ketiga, merupakan utang PT Inti Gria Persada, entitas anak, sehubungan dengan pembelian tanah yang berlokasi di Kebon Melati, Jakarta, dan akan jatuh tempo antara 2019 sampai 2021 yang telah diperpanjang sampai dengan tanggal 14 September 2022.

Utang ini dijamin dengan jaminan tanah di Kebon Melati dan atau bangunan yang berdiri di atasnya (Catatan 13).

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

On November 12, 2019, PT Intiland Esperto, a subsidiary, obtained a loan from SI, third party, representing mainly working capital amounting to Rp 20,000,000,000 with interest at 17% per annum. This payable will mature on May 12, 2020 but has been extended several times, the latest is valid until July 7, 2021 with interest at 18% per annum.

On September 24, 2019, PT Intiland Esperto, a subsidiary, obtained a loan from SI, third party, representing mainly working capital amounting to Rp 25,000,000,000 with interest at 17% per annum. This payable will mature on March 24, 2020 but has been extended several times, the latest is valid until July 7, 2021 with interest at 18% per annum.

Payable to TM, a third party, represents PT Melati Anugerah Semesta's (MAS), a subsidiary, unpaid balance which mainly advanced payments of expenses made by TM on behalf of MAS. This payable is non-interest bearing and has no definite repayment schedule.

Payable to MS, a third party, represents PT Selasih Safar's (SS), a subsidiary, unpaid balance of loan from MS for working capital of SS.

Payable to GGP, a third party, represents PT Inti Gria Persada's (Persada), a subsidiary, unpaid balance on advance payments of expenses made by GGP on behalf of Persada. This payable is non-interest bearing and has no definite repayment schedule.

Tjenharto Kohar Tjenharto Kohar

Payable to Tjenharto Kohar, a third party, represents payable of PT Inti Gria Persada, a subsidiary, in connection with the purchase of land located in Kebon Melati, Jakarta, and will mature between 2019 to 2021 which has been extended until September 14, 2022.

This payable is secured by land and building located in Kebon Melati (Note 13).

Franz Ngantung Franz Ngantung

Utang kepada Franz Ngantung, pihak ketiga, merupakan utang PT Sinar Puspa Persada, entitas anak, sehubungan dengan perjanjian kerjasama investasi pengembangan lahan di Talaga Bestari, Jakarta, dan akan jatuh tempo tanggal 25 September 2022.

Beban bunga utang lain-lain termasuk beban bunga yang dikapitalisasi pada tahun 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 8.788.390.522 dan Rp 5.532.638.903.

Payable to Franz Ngantung, a third party, represents payable of PT Sinar Puspa Persada, a subsidiary, in connection with the land development investment cooperation agreement in Talaga Bestari, Jakarta, and will mature on September 25, 2022.

The interest expense including capitalized interest for other account payable amounted to Rp 8,788,390,522 and Rp 5,532,638,903 in 2020 and 2019, respectively.

23. Utang Pajak 23. Taxes Payable

2020 2019
Pajak penghasilan final 5.130.040.780 3.853.200.009 Final income tax
Pajak penghasilan: Other income taxes
Pasal 21 4.038.562.901 3.606.025.851 Article 21
Pasal 23 524.366.801 346.780.088 Article 23
Pasal 25 27.310.350 227.000.172 Article 25
Pasal 4 (2) 2.299.514.439 2.311.771.875 Article 4 (2)
Pasal 29 (Catatan 41) 816.383.356 103.963.510.074 Article 29 (Note 41)
Pajak pertambahan nilai 4.976.083.784 11.393.977.604 Value added tax
Pajak pertambahan nilai
barang mewah 384.953.521 501.751.734 Luxury goods tax
Pajak pembangunan I 346.647.301 198.463.603 Development tax I
Jumlah 18.543.863.233 126.402.481.010 Total

Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak (self-assessment). Kantor pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka waktu tertentu setelah terutangnya pajak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang yang berlaku.

The filed tax returns are based on the Group's own calculation of tax liabilities (self-assessment). The time limit for the tax authorities to assess or amend taxes is determined in accordance with provisions of the prevailing Law.

24. Beban Akrual 24. Accrued Expenses

2020 2019
Jaminan purna jual 240.844.982.445 189.438.630.732 After-sales guarantee
Bunga 137.793.800.077 1.383.539.096 Interest
Air dan listrik 38.654.526.390 47.245.158.225 Water and electrical
Asuransi 2.093.891.943 2.066.550.596 Insurance
Jasa profesional 1.116.500.000 1.096.100.000 Professional fee
Kantor 243.798.669 281.079.019 Office
Pemasaran 69.633.421 628.015.021 Marketing
Pajak - 16.043.000 Taxes
Lain-lain 62.994.334.474 54.901.867.829 Others
Jumlah 483.811.467.419 297.056.983.518 Total
2020 2019
Disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
449.832.336.925
33.979.130.494
297.056.983.518
-
Presented in the consolidated statements of
financial position under:
Current liabilities
Noncurrent liabilities
Jumlah 483.811.467.419 297.056.983.518 Total

25. Pendapatan Diterima Dimuka 25. Unearned Revenues

Akun ini terutama merupakan uang muka dari pelanggan atas sewa kantor.

This account mainly represents advances from customers for office rental.

2020 2019
Disajikan dalam laporan posisi keuangan Presented in the consolidated statements of
konsolidasian sebagai: financial position under:
Liabilitas jangka pendek 63.138.311.089 59.573.247.919 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 12.680.944.630 9.591.803.048 Noncurrent liabilities
Jumlah 75.819.255.719 69.165.050.967 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020, liabilitas kontrak merupakan uang muka penjualan persediaan real estat yang diterima dari pelanggan yang kewajibannya belum terpenuhi berdasarkan pengakuan pendapatan pada suatu titik waktu.

Mutasi dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut: The movement of contract liabilities is as follows:

26. Liabilitas Kontrak 26. Contract Liabilities

As of December 31, 2020, contract liabilities represent advances received from buyers for the sale of real estate inventories wherein the performance obligation have not been satisfied under at a point in time recognition.

2020
Saldo 1 Januari 2020
Penyesuaian dampak penerapan PSAK No. 72
(Catatan 55)
-
4.019.250.055.408
Beginning balance 1 January 2020
Impact of initial adoption of
PSAK No. 72 (Note 55)
Pendapatan yang diakui selama tahun berjalan
Kenaikan yang disebabkan oleh penerimaan kas
(2.301.520.335.325)
1.269.483.811.764
Revenue recognized during the year
Increase due to cash received
Beban bunga atas liabilitas kontrak 312.635.000.172 Interest expense on contract liabilities
3.299.848.532.019

Kewajiban pelaksanaan belum dipenuhi yang tersisa akan dipenuhi antara tahun 2021 dan 2023.

Beban bunga atas liabilitas kontrak disajikan pada akun "Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas keuangan - bersih" pada laba rugi.

The remaining unsatisfied performance obligation will be satisfied between 2021 and 2023.

Interest expense on contract liabilities was recorded as "Impact of discounting financial assets and liabilities - net" in profit or loss.

Rincian liabilitas kontrak berdasarkan persentase terhadap harga jual adalah sebagai berikut:

Details of contract liabilities based on the percentage of sales price is as follows:

2020
100% 1.461.956.097.665 100%
50% - 99% 1.282.760.112.979 50% - 99%
20% - 49% 462.610.514.553 20% - 49%
<20% 92.521.806.822 <20%
Jumlah 3.299.848.532.019 Total
Disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Presented in the consolidated statements of
financial position under:
Liabilitas jangka pendek 1.401.675.567.925 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 1.898.172.964.094 Noncurrent liabilities
Jumlah 3.299.848.532.019 Total

27. Uang Muka Penjualan 27. Sales Advances

Pada tanggal 31 Desember 2019, uang muka penjualan merupakan uang muka penjualan tanah dan bangunan yang diterima oleh Grup akan tetapi belum memenuhi syarat pengakuan penjualan.

Sebagai dampak penerapan PSAK No. 72, pada tanggal 1 Januari 2020, uang muka penjualan persediaan real estat sebesar Rp 1.428.293.784.440 disajikan sebagai liabilitas kontrak (Catatan 26) pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 55).

Rincian uang muka penjualan berdasarkan persentase terhadap harga jual adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2019, sales advances pertains to advances received from buyers for the sale of land and buildings, wherein the criteria for

revenue recognition have not yet been fully met.

On January 1, 2020, due to the adoption of PSAK No. 72, advance received on sales of real estate inventories amounted to Rp 1,428,293,784,440 have been presented as contract liabilities (Note 26) in the consolidated statement of financial position (Note 55).

Details of sales advances as percentage of sales price follows:

2019
100% 542.580.780.131 100%
50% - 99% 166.574.429.858 50% - 99%
20% - 49% 618.542.967.632 20% - 49%
<20% 100.595.606.819 <20%
Jumlah 1.428.293.784.440 Total
Disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Presented in the consolidated statements of
financial position under:
Liabilitas jangka pendek 956.270.784.681 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 472.022.999.759 Noncurrent liabilities
Jumlah 1.428.293.784.440 Total

28. Liabilitas Sewa 28. Lease Liabilities

Berikut adalah pembayaran minimum sewa di masa mendatang (future minimum lease payment) berdasarkan perjanjian sewa antara Grup dengan lessor:

The following are the future minimum lease payments based on the lease agreements between the Group with their lessors:

2020 2019
a. Berdasarkan Jatuh Tempo a. By Due Date
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun: Payments due in:
2020 - 481.957.001 2020
2021 207.023.308 163.252.000 2021
2022 16.850.000 16.850.000 2022
Jumlah pembayaran minimum sewa
pembiayaan 223.873.308 662.059.001 Total minimum lease payments
Bunga (8.554.883) (49.168.632) Interest
Nilai kini pembayaran minimum sewa Present value of minimum lease
pembiayaan 215.318.425 612.890.369 payments
Bagian yang akan jatuh tempo
dalam satu tahun (198.725.020) (442.991.997) Current portion
Liabilitas sewa yang akan
jatuh tempo dalam waktu
lebih dari satu tahun 16.593.405 169.898.372 Long-term lease portion
b. Berdasarkan Lessor b. By Lessor
PT Astra Credit Companies 128.758.247 264.719.155 PT Astra Credit Companies
PT BCA Finance 45.420.054 - PT BCA Finance
PT Mandiri Tunas Finance 41.140.124 118.036.609 PT Mandiri Tunas Finance
PT Maybank Indonesia Finance - 204.723.472 PT Maybank Indonesia Finance
PT Toyota Astra Finance - 25.411.133 PT Toyota Astra Finance
Jumlah 215.318.425 612.890.369 Total

Liabilitas sewa berjangka waktu 2 sampai 3 tahun, dengan suku bunga efektif per tahun 9,00% - 11,00% pada tahun 2020 dan 2019. Semua liabilitas sewa adalah dalam mata uang Rupiah dan dibayar pada jumlah tetap setiap bulan. Liabilitas sewa dijamin dengan aset sewaan (Catatan 17).

Penambahan liabilitas sewa berasal dari transaksi yang memenuhi kriteria tertentu sesuai standar akuntansi yang berlaku pada masing-masing tahun. Pada tahun 2019, liabilitas sewa diakui apabila transaksi sewa memenuhi kriteria sewa pembiayaan sesuai dengan PSAK No. 30. Sedangkan mulai tahun 2020, liabilitas sewa diakui apabila transaksi sewa memenuhi kriteria sewa pembiayaan sesuai dengan ketentuan PSAK No. 73.

Beban bunga liabilitas sewa adalah sebesar Rp 38.965.003 tahun 2020 dan Rp 89.948.650 tahun 2019 (Catatan 40).

The leases have terms from 2 to 3 years, with effective interest per annum ranges 9.00% - 11.00% in 2020 and 2019. All lease liabilities are denominated in Rupiah and payable at fixed amount on a monthly basis. The lease liabilities are secured by the related leased assets (Note 17).

Additional lease liabilities resulted from transactions that met certain criteria under applicable accounting standards in the respective year. In 2019, transactions that met finance lease criteria under PSAK No. 30 were recorded as lease liabilities. While in 2020, transactions were recorded as lease liabilities if it met lease criteria in accordance with PSAK No. 73.

Interest expense on lease liabilities amounted to Rp 38,965,003 and Rp 89,948,650 in 2020 and 2019, respectively (Note 40).

Akun ini merupakan jaminan sewa gedung kantor dan jaminan atas pembangunan rumah.

29. Uang Jaminan 29. Guarantee Deposits

This account represents office rental deposits and deposits for house constructions.

2020 2019
Disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai:
Presented in the consolidated statements of
financial position under:
Liabilitas jangka pendek 36.387.554.670 30.307.711.004 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 172.460.305.840 156.056.885.591 Noncurrent liabilities
Jumlah 208.847.860.510 186.364.596.595 Total

Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas tertentu Grup:

30. Pengukuran Nilai Wajar 30. Fair Value Measurement

The following table provides the fair value measurement of the Group's certain assets and liabilities:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Pengukuran nilai wajar menggunakan:/
Nilai Tercatat/
Carrying Values
Harga kuotasian
dalam pasar aktif/
(Level 1)/
Quoted prices
in active markets
(Level 1)
Fair value measurement using:
Input signifikan
yang dapat
di observasi
(Level 2)/
Significant
observable inputs
(Level 2)
Input signifikan
yang tidak
dapat
diobservasi
(Level 3)/
Significant
unobservable
inputs
(Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi
Assets measured at fair value:
Financial assets at FVPL
Investasi aset keuangan pada nilai wajar 58.190.317.490 58.190.317.490 - - Investments in financial asset at fair value
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Properti investasi yang dicatat pada biaya
perolehan
1.569.980.123.688 - 4.424.355.941.156 - Asset for which fair value are disclosed:
Investment properties carried at cost
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Pinjaman dan utang dengan bunga
Utang bank (bagian jangka pendek dan
bagian jangka panjang)
Utang obligasi (bagian jangka pendek dan
bagian jangka panjang)
4.871.720.153.736
161.683.254.974
-
159.045.344.750
4.908.733.236.472
-
-
-
Liabilities for which fair values are disclosed:
Interest-bearing loans and borrowings:
Bank loans (including current
and noncurrent portion)
Bonds payable (including current
and noncurrent portion)
31 Desember 2019/December 31, 2019
Pengukuran nilai wajar menggunakan:/
Nilai Tercatat/
Carrying Values
Harga kuotasian
dalam pasar aktif/
(Level 1)/
Quoted prices
in active markets
(Level 1)
Fair value measurement using:
Input signifikan
yang dapat
di observasi
(Level 2)/
Significant
observable inputs
(Level 2)
Input signifikan
yang tidak
dapat
diobservasi
(Level 3)/
Significant
unobservable
inputs
(Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi
Assets measured at fair value:
Financial assets at FVPL
Investasi aset keuangan pada nilai wajar 57.128.753.377 57.128.753.377 - - Investments in financial asset at fair value
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Properti investasi yang dicatat pada biaya
perolehan
1.652.440.818.126 - 4.424.355.941.156 - Asset for which fair value are disclosed:
Investment properties carried at cost
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Pinjaman dan utang dengan bunga
Utang bank (bagian jangka pendek dan
Liabilities for which fair values are disclosed:
Interest-bearing loans and borrowings:
Bank loans (including current

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek, perantara efek, kelompok industri atau badan penyedia jasa penentuan harga, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1. Nilai wajar investasi aset keuangan pada nilai wajar adalah berdasarkan harga kuotasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 2.

Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk menentukan nilai wajar aset dan liabilitas pada Level 2 adalah analisa arus kas diskonto dan pendekatan pasar pembanding.

31. Kepentingan Nonpengendali 31. Non-controlling Interest

Kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan penghasilan (rugi) komprehensif entitas anak sebagai berikut:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The fair value of financial instruments traded in active markets is based on quoted market prices at the reporting date. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, or broker, industry group pricing service, or regulatory agency, and those prices represent actual and regularly occurring market transaction on an arm's lengths basis. The quoted market price used for financial assets held by the Group is the current bid price. These instruments are included in Level 1. The fair value of investment in financial asset at fair value is measured based on quoted price published as of December 31, 2020 and 2019.

The fair value of financial instruments that are not traded in an active market is determined by using valuation techniques. These valuation techniques maximize the use of observable market data where it is available and rely as little as possible on entity's specific estimates. If all significant inputs required to fair value an instrument are observable, the instrument is included in Level 2.

Specific valuation techniques used to value asset and liabilities at Level 2 are discounted cash flow analysis and market–comparable approach.

Details of non-controlling interest in net assets and comprehensive income (loss) of subsidiaries follows:

2020 2019
a. Kepentingan nonpengendali atas aset bersih
entitas anak
a.
Non-controlling interests in net assets
of the subsidiaries
PT Putra Sinar Permaja (PSP) 748.679.480.961 743.314.538.085 PT Putra Sinar Permaja (PSP)
PT Raharja Mitra Familia (RMF) 50.836.474.670 240.139.733.157 PT Raharja Mitra Familia (RMF)
PT Melati Anugerah Semesta (MAS) 31.679.320.083 32.869.109.474 PT Melati Anugerah Semesta (MAS)
Badan Kerjasama Intiland Starlight (BKIS) 7.927.820.081 9.317.035.964 Badan Kerjasama Intiland Starlight (BKIS)
PT Selasih Safar (SS) 5.040.795.671 7.380.492.588 PT Selasih Safar (SS)
PT Grande Family View (GFV) 5.255.796.167 6.267.202.870 PT Grande Family View (GFV)
PT Inti Gria Persada (IG Persada) (64.850.675) (99.628.778) PT Inti Gria Persada (IG Persada)
Jumlah 849.354.836.958 1.039.188.483.360 Total

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

2020 2019
b.
Kepentingan nonpengendali atas penghasilan
(rugi) komprehensif entitas anak
b.
Non-controlling interests in comprehensive
income (loss) of the subsidiaries
PT Putra Sinar Permaja (PSP) 8.802.012.631 116.813.647 PT Putra Sinar Permaja (PSP)
PT Raharja Mitra Familia (RMF) (53.566.597.318) 60.115.490.457 PT Raharja Mitra Familia (RMF)
PT Melati Anugerah Semesta (MAS) (1.189.789.391) (1.206.576.468) PT Melati Anugerah Semesta (MAS)
Badan Kerjasama Intiland Starlight (BKIS) (1.377.535.227) 2.075.317.194 Badan Kerjasama Intiland Starlight (BKIS)
PT Selasih Safar (SS) (1.076.797.220) 1.414.199.901 PT Selasih Safar (SS)
PT Grande Family View (GFV) 44.123.284.066 122.874.762.990 PT Grande Family View (GFV)
PT Inti Gria Persada (IG Persada) 34.778.103 (391.725.959) PT Inti Gria Persada (IG Persada)
Jumlah (4.250.644.356) 184.998.281.762 Total

Bagian kepentingan nonpengendali atas pembagian dividen GFV sebesar nihil dan Rp 158.792.107.946 masing-masing pada tahun 2020 dan 2019.

The portion of dividends distributed by GFV to non-controlling interest amounted to nil and Rp 158,792,107,946 in 2020 and 2019, respectively.

32. Modal Saham 32. Capital Stock

Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Biro Administrasi Efek Perusahaan tanggal 31 Desember 2020 sebagai berikut:

The share ownership in the Company based on PT Kustodian Sentral Efek Indonesia and Share Registration Bureau (Biro Administrasi Efek Perusahaan) as of December 31, 2020 follows:

31 Desember 2020/December 31, 2020
Nama Pemegang Saham Jumlah
Saham/
Number of
Shares
Persentase
Pemilikan/
Percentage
of Ownership
Jumlah Modal
Disetor/
Total Paid-up
Capital
Name of Stockholder
%
Hendro S. Gondokusumo - Direktur Utama 1.626.250.932 15,69 406.562.733.000 Hendro S. Gondokusumo - President Director
CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd. 1.572.077.500 15,17 393.019.375.000 CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd.
PT Bina Yatra Sentosa 1.280.489.375 12,35 320.122.343.750 PT Bina Yatra Sentosa
Bali Private Villa (S) Pte. Ltd. 775.911.150 7,49 193.977.787.500 Bali Private Villa (S) Pte. Ltd.
Sinarto Dharmawan - Komisaris Utama 262.831.114 2,54 65.707.778.500 Sinarto Dharmawan - President Commissioner
Jahja Asikin - Komisaris 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Jahja Asikin - Commissioner
Ping Handayani Hanli - Direktur 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Ping Handayani Hanli - Director
Suhendro Prabowo - Wakil Direktur Utama 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Suhendro Prabowo - Vice President Director
PT Graha Intan Mandiri - pihak berelasi 238.040.831 2,30 59.510.207.750 PT Graha Intan Mandiri - related party
Lennard Ho Kian Guan - Wakil Komisaris Lennard Ho Kian Guan - Vice President
Utama 2.628.288 0,03 657.072.000 Commissioner
Masyarakat lainnya (dibawah 5%) 3.819.138.493 36,84 954.784.623.250 Public - others (below 5%)
Jumlah 10.365.854.185 100,00 2.591.463.546.250 Total

Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan Biro Administrasi Efek Perusahaan tanggal 31 Desember 2019 sebagai berikut:

The share ownership in the Company based on PT Kustodian Sentral Efek Indonesia and Share Registration Bureau (Biro Administrasi Efek Perusahaan) as of December 31, 2019 follows:

31 Desember 2019/December 31, 2019
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham/ Pemilikan/ Disetor/
Number of Percentage Total Paid-up
Nama Pemegang Saham Shares of Ownership Capital Name of Stockholder
%
Hendro S. Gondokusumo - Direktur Utama 1.997.925.432 19,27 499.481.358.000 Hendro S. Gondokusumo - President Director
PT Bina Yatra Sentosa 1.280.489.375 12,35 320.122.343.750 PT Bina Yatra Sentosa
CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd. 1.068.674.000 10,31 267.168.500.000 CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd.
Bali Private Villa(s) Pte.Ltd 898.139.150 8,66 224.534.787.500 Bali Private Villa(s) Pte.Ltd
Sinarto Dharmawan - Wakil Direktur Utama 262.831.114 2,54 65.707.778.500 Sinarto Dharmawan - Wakil Direktur Utama
Jahja Asikin - Komisaris 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Jahja Asikin - Commissioner
Ping Handayani Hanli - Komisaris 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Ping Handayani Hanli - Commissioner
Suhendro Prabowo - Wakil Direktur Utama 262.828.834 2,54 65.707.208.500 Suhendro Prabowo - Vice President Director
Lennard Ho Kian Guan - Wakil Komisaris Lennard Ho Kian Guan - Vice President
Utama 2.628.288 0,03 657.072.000 Commissioner
Masyarakat lainnya (dibawah 5%) 4.066.680.324 39,22 1.016.670.081.000 Public - others (below 5%)
Jumlah 10.365.854.185 100,00 2.591.463.546.250 Total

Manajemen Permodalan Capital Management

Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi utang bersih terhadap jumlah modal.

Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 sebagai berikut:

The primary objective of the Group's capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group is not required to meet any capital requirements.

The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. The Group monitors its capital using gearing ratios, by dividing net debt by total capital.

Ratio of net debt to equity as of December 31, 2020 and 2019 follows:

2020 2019
Jumlah utang 5.033.618.727.135 4.959.542.420.883 Total borrowings
Dikurangi: kas dan setara kas 1.424.740.065.133 1.415.756.278.145 Less: cash and cash equivalents
Utang bersih 3.608.878.662.002 3.543.786.142.738 Net debt
Jumlah ekuitas 6.049.249.422.919 7.234.870.912.135 Total equity
Rasio pinjaman dan utang bersih
terhadap ekuitas
59,66% 48,98% Gearing ratio

33. Tambahan Modal Disetor 33. Additional Paid-In Capital

Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan:

This account represents additional paid-in capital in connection with the following:

Jumlah/Amount
Saldo tambahan modal disetor sebelum Beginning balance of additional paid-in
penawaran umum 341.026.711 capital before initial public offering
Tambahan modal disetor atas: Additional paid-in capital for:
Penjualan saham Perusahaan pada
penawaran umum kepada masyarakat Sale of 6,000,000 shares through public
tahun 1989 sebanyak 6.000.000 saham 33.000.000.000 offering in 1989
Penawaran umum terbatas kepada
pemegang saham tahun 1992 Rights offering of 121,418,000 shares to
sebanyak 121.418.000 saham 78.921.700.000 stockholders in 1992
Penawaran umum terbatas kepada
pemegang saham tahun 1994 Rights offering of 81,209,000 shares to
sebanyak 81.209.000 saham 121.813.500.000 stockholders in 1994
Pembagian saham bonus tahun 1997 Distribution in 1997 of 219,264,300
sebanyak 219.264.300 saham (219.264.300.000) bonus shares
Saldo tambahan modal disetor Balance of additional paid-in capital
per 31 Desember 2009 14.811.926.711 as of December 31, 2009
Penawaran umum dengan HMETD tahun 2010 Rights issue of 2,073,170,722 shares
sebanyak 2.073.170.722 saham 1.036.585.361.000 in 2010
Biaya penerbitan saham (4.601.006.707) Shares issuance cost
Saldo tambahan modal disetor per 31 Desember Balance of additional paid-in capital as of
2010 (disajikan kembali) dan 2011 1.046.796.281.004 December 31, 2010 (as restated) and 2011
Pelaksanaan waran 158.125 Warrants exercised
Saldo tambahan modal disetor Balance of additional paid-in capital
pada tanggal 31 Desember 2012 1.046.796.439.129 as of December 31, 2012
Saham treasuri (7.115.241.020) Treasury stocks
Saldo tambahan modal disetor Balance of additional paid-in capital
pada tanggal 31 Desember 2013 1.039.681.198.109 as of December 31, 2013
Transaksi entitas sepengendali 26.518.564.248 Under common control transaction
Saldo tambahan modal disetor Balance of additional paid-in capital
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 1.066.199.762.357 as of December 31, 2015 and 2014
Selisih lebih dari harga penerbitan kembali atas Excess of re-issue price over nominal
nilai nominal saham treasuri 30.120.275.000 value of treasury stocks
Saldo tambahan modal disetor pada tanggal Balance of additional paid-in capital as of
31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 1.096.320.037.357 December 31, 2020 and December 31, 2019

34. Dividen Tunai dan Cadangan Umum 34. Cash Dividend and General Reserve

Berdasarkan RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 15 Juli 2020 yang telah didokumentasikan dengan Akta No. 48 tertanggal 15 Juli 2020 dari Humberg Lie, SH., SE., MKn., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui penambahan cadangan umum saldo laba yang telah di tentukan penggunaannya pada tahun 2020 sebesar Rp 2.000.000.000.

Based on the Annual General Stockeholders' Meeting held on July 15, 2020, as documented in Notarial Deed No. 48 dated July 15, 2020 of Humberg Lie, SH., SE., MKn., a public notary in Jakarta, the shareholders approved appropriation of retained earnings for general reserve for 2020 of Rp 2,000,000,000.

Berdasarkan RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 15 Mei 2019 yang telah didokumentasikan dengan Akta No. 69 tertanggal 15 Mei 2019 dari Humberg Lie, SH., SE., MKn., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui:

  • a. Penambahan cadangan umum saldo laba yang telah di tentukan penggunaannya pada tahun 2019 sebesar Rp 2.000.000.000; dan
  • b. Penambahan dividen tunai sebesar Rp 2 per saham atau sejumlah Rp 20.731.708.370 yang dibagikan pada tanggal 14 Juni 2019.

Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

35. Pendapatan 35. Revenues

Rincian pendapatan sebagai berikut: The details of revenues follows:

Based on the Annual General Stockeholders' Meeting held on May 15, 2019, as documented in Notarial Deed No. 69 dated May 15, 2019 of Humberg Lie, SH., SE., MKn., a public notary in Jakarta, the shareholders approved the following:

  • a. Appropriation of retained earnings for general reserve for 2019 of Rp 2,000,000,000; and
  • b. The distribution of cash dividends amounting to Rp 2 per share, totalling Rp 20,731,708,370 on June 14, 2019.

Under Indonesian Company Law, Companies are required to set up a statutory reserve amounting to at least 20% of the Company's issued and paid up capital.

2020 2019
Penjualan Sales
High rise 1.832.017.214.054 1.110.848.001.945 High rise
Perumahan 432.775.471.164 942.044.492.905 Houses and land
Kawasan industri 36.727.650.107 60.351.742.949 Industrial estate
Subjumlah 2.301.520.335.325 2.113.244.237.799 Subtotal
Pendapatan usaha Operating revenues
Fasilitas 300.138.411.601 330.143.324.219 Facilities
Perkantoran 210.611.917.569 217.039.647.415 Offices
Kawasan industri 78.384.231.856 75.961.341.976 Industrial estate
Lain-lain 733.500.000 - Others
Subjumlah 589.868.061.026 623.144.313.610 Subtotal
Jumlah 2.891.388.396.351 2.736.388.551.409 Total
2020
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 2.301.520.335.325 Revenue from contracts with customers
Pendapatan sewa 205.013.426.659 Rental income
Pendapatan lainnya 384.854.634.367 Revenue from other sources
Jumlah 2.891.388.396.351 Total

Tidak terdapat penjualan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan kepada pelanggan individu pada tahun 2020 dan 2019.

There were no net sales in 2020 and 2019 from any individual customer representing more than 10% of the total revenues.

36. Beban Pokok Penjualan dan Beban Langsung 36. Cost of Sales and Direct Expenses

Rincian beban pokok penjualan dan beban langsung Grup sebagai berikut:

The details of the Group's cost of sales and direct expenses follows:

2020 2019
Berdasarkan sumber pendapatan: Based on sources of revenue:
Penjualan Sales
High rise 996.926.262.021 751.426.395.368 High rise
Perumahan 257.601.785.400 341.520.448.199 Houses and land
Kawasan industri 2.521.300.000 25.411.438.584 Industrial estate
Subjumlah 1.257.049.347.421 1.118.358.282.151 Subtotal
Pendapatan Usaha Operating revenues
Fasilitas 285.967.046.006 317.587.225.317 Facilities
Perkantoran 120.042.990.476 119.630.359.451 Offices
Kawasan industri 47.554.734.535 49.151.248.945 Industrial estate
Subjumlah 453.564.771.017 486.368.833.713 Subtotal
Jumlah 1.710.614.118.438 1.604.727.115.864 Total

Tidak terdapat pembelian atau pembayaran kepada satu pihak yang melebihi 10% dari jumlah penjualan pada tahun 2020 dan 2019.

There were no purchases or payments made to a certain party which exceeded 10% of the total revenues in 2020 and 2019.

37. Beban Penjualan 37. Selling Expenses

2020 2019
Promosi dan iklan 33.593.954.502 45.771.225.095 Promotion and advertising
Komisi penjualan 18.562.843.238 33.321.501.990 Sales commission
Gaji dan upah 569.261.296 580.317.278 Salaries and wages
Lain-lain 1.455.774.584 3.808.868.404 Others
Jumlah 54.181.833.620 83.481.912.767 Total

38. Beban Umum dan Administrasi 38. General and Administrative Expenses

2020 2019
Gaji dan upah 193.145.909.309 221.580.912.555 Salaries and wages
Pajak dan perijinan 36.974.429.269 41.064.487.397 Taxes and licenses
Imbalan kerja jangka panjang (Catatan 43) 26.667.079.038 38.810.162.085 Long-term employee benefits (Note 43)
Penyusutan (Catatan 17) 15.106.947.208 20.296.017.986 Depreciation (Note 17)
Jasa profesional 12.137.386.128 29.493.950.285 Professional fees
Sumbangan dan representasi 10.677.216.832 10.425.857.580 Donations and representation
Listrik, air dan telepon 8.126.078.308 11.108.011.707 Electricity, water and telephone
Perbaikan dan pemeliharaan 7.862.329.280 10.575.740.023 Repairs and maintenance
Transportasi dan perjalanan 5.845.072.083 13.000.204.637 Transportation and travelling
Sewa 5.246.964.435 4.919.848.625 Rentals
Asuransi 5.004.378.623 6.307.490.459 Insurance
Keperluan kantor 4.934.077.182 6.086.695.509 Office supplies
Keamanan 4.689.531.048 10.602.576.358 Security
Administrasi bank 1.040.326.006 1.426.684.063 Bank charges
Lain-lain 10.744.925.628 18.930.460.944 Others
Jumlah 348.202.650.377 444.629.100.213 Total

39. Pendapatan Bunga 39. Interest Income

Akun ini merupakan penghasilan bunga dari deposito berjangka dan jasa giro.

40. Beban Bunga 40. Interest Expense

This account represents interest earned from time deposits and cash in banks.

2020 2019
Bunga atas: Interest on:
Utang bank 387.239.909.425 372.386.531.355 Bank loans
Utang obligasi 17.820.000.000 40.825.000.000 Bonds payable
Utang lain-lain 8.364.861.110 5.532.638.903 Other payables
Liabilitas sewa 38.965.003 89.948.650 Lease liabilities
Jumlah 413.463.735.538 418.834.118.908 Total

41. Pajak Penghasilan 41. Income Tax

Beban (penghasilan) pajak Grup terdiri dari: The net tax expense (benefit) of the Group consists of the following:

2020 2019
Pajak kini
Pajak tangguhan
2.538.035.720
(39.608.982.667)
107.063.424.999
(115.671.933.432)
Current tax
Deferred tax
Jumlah (37.070.946.947) (8.608.508.433) Total

Pajak Kini

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:

Current Tax

A reconciliation between profit (loss) before tax per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and the taxable income follows:

2020 2019
Profit before income tax per
Laba sebelum pajak penghasilan menurut consolidated statements of profit
laporan laba rugi dan penghasilan or loss and other comprehensive
komprehensif lain konsolidasian 31.891.294.122 428.100.705.381 income
Laba sebelum pajak entitas anak 431.383.372.076 812.543.013.504 Profit before tax of the subsidiaries
Rugi sebelum pajak Perusahaan (399.492.077.954) (384.442.308.123) Loss before tax of the Company
Penyesuaian untuk pendapatan Adjustment from income
yang telah dikenakan pajak final (26.959.979.412) (28.339.085.344) already subjected to final tax
Rugi sebelum pajak penghasilan (426.452.057.366) (412.781.393.467) Loss before income tax
Perbedaan temporer Temporary differences:
Perbedaan penyusutan antara Difference between fiscal and
fiskal dan komersial (207.147.361) 1.502.021.857 commercial depreciation
Imbalan kerja jangka panjang - bersih 7.531.936.594 10.542.929.272 Long-term employee benefits - net
Jumlah 7.324.789.233 12.044.951.129 Total

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

2020 2019
Perbedaan tetap: Permanent differences:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan - bersih
16.312.803.600 (55.108.463.490) Nondeductible expense - net
Rugi fiskal Perusahaan (402.814.464.533) (455.844.905.828) Fiscal loss of the Company
Rugi fiskal tahun lalu Prior year fiscal loss
2019 (455.844.905.828) - 2019
2018 (311.669.479.247) (311.669.479.247) 2018
2017 (277.936.772.973) (277.936.772.973) 2017
Akumulasi rugi fiskal (1.448.265.622.581) (1.045.451.158.048) Accumulated of fiscal loss

Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah sebagai berikut:

The details of current tax expense and payable follows:

2020 2019
Beban pajak kini Current tax expense
Entitas anak 2.538.035.720 107.063.424.999 Subsidiaries
Utang pajak kini (Catatan 23) Current tax payable (Note 23)
Entitas anak 816.383.356 103.963.510.074 Subsidiaries

Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 1/2020 yang telah disahkan menjadi UU No. 2 Tahun 2020 tanggal 16 Mei 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang antara lain mengubah tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya 25% menjadi 22% untuk tahun-tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20% mulai tahun pajak 2022. Grup telah menerapkan perubahan tarif pajak penghasilan badan yang baru tersebut dalam perhitungan pajaknya.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup pada tanggal 31 Desember 2020 telah dihitung dengan tarif pajak yang diperkirakan berlaku pada saat direalisasi.

Laba kena pajak dan beban pajak Grup tahun 2019 sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan Grup kepada Kantor Pelayanan Pajak.

On March 31, 2020, the Government issued Government Regulation No. 1/2020 which has been passed into UU No. 2 Year 2020 dated May 16, 2020 relating to State Financial Policies and Financial System Stability in Response to Corona Virus Disease (Covid-19) outbreak in which among others, changed the corporate income tax rate from previously 25% to 22% for fiscal years 2020 and 2021, and further decrease to 20% in fiscal year 2022. The Group has adopted the change of new corporate income tax rate in computing its income taxes.

The Group's deferred tax assets and liabilities as of December 31, 2020 have been calculated at the tax rates that are expected to effective when realized.

The taxable income and tax expense of the Group in 2019 are in accordance with the corporate income tax returns filed with the Tax Service Office.

Pajak Tangguhan

Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:

Deferred Tax

The details of the Group's deferred tax assets (liabilities) are as follows:

Dikreditkan (dibebankan)/
Credited (charged) to
Dikreditkan (dibebankan)/
Credited (charged) to
1 Januari 2019/
January 1, 2019
Laba rugi/
Profit or loss
Penghasilan
komprehensif lain/
Other
comprehensive
income
31 Desember
2019/
December 31,
2019
Laba rugi/
Profit or loss
Penghasilan
komprehensif lain/
Other
comprehensive
income
31 Desember
2020/
December 31,
2020
Aset pajak tangguhan
Perusahaan:
Rugi fiskal
147.401.563.055 113.961.226.457 - 261.362.789.512 28.290.335.004 - 289.653.124.516 Deferred tax assets of
the Company:
Fiscal loss
Accumulated depreciation
Akumulasi penyusutan
aset tetap
Liabilitas imbalan
(192.165.634) 375.505.463 - 183.339.829 (78.097.438) - 105.242.391 of property and
equipment
kerja jangka
panjang
7.244.744.017 2.635.732.318 (345.187.871) 9.535.288.464 (400.670.373) (2.905.661.862) 6.228.956.229 Long-term employee
benefits liability
Jumlah 154.454.141.438 116.972.464.238 (345.187.871) 271.081.417.805 27.811.567.193 (2.905.661.862) 295.987.323.136 Total
Aset pajak tangguhan
entitas anak
56.867.805.222 (1.300.530.806) 273.441.237 55.840.715.653 11.797.415.474 (1.883.578.371) 65.754.552.758 Deferred tax assets
of the subsidiaries
Jumlah 211.321.946.660 115.671.933.432 (71.746.634) 326.922.133.458 39.608.982.667 (4.789.240.233) 361.741.875.894 Total
Aset pajak tangguhan 211.321.946.660 326.922.133.458 361.741.875.894 Deferred tax assets

Perhitungan laba per saham dasar berdasarkan pada informasi berikut:

42. Laba Per Saham 42. Earnings Per Share

The computation of basic earnings per share is based on the following data:

2020 2019
Laba tahun berjalan yang diatribusikan Profit attributable
kepada pemilik perusahaan 76.766.474.625 251.433.717.855 to owners of the Company
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba per saham dasar 10.365.854.185 10.365.854.185 Weighted average number of ordinary shares
Laba per saham 7 24 Earnings per share

43. Imbalan Kerja Jangka Panjang 43. Long-term Employee Benefits

Grup menyediakan imbalan pasti pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan undang-undang yang berlaku No. 13/2013 (UU 13/2013). Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 1.203 karyawan pada tahun 2020 dan 1.214 karyawan pada tahun 2019.

Grup juga mengikutsertakan karyawannya dalam program pensiun iuran pasti yang dikelola oleh DPLK Manulife, maka liabilitas yang dihitung adalah kekurangan akumulasi iuran Perusahaan dan hasil pengembangannya pada program pensiun ini dibandingkan dengan pesangon berdasarkan UU 13/2013.

The Group provides post-employment benefits to its qualified employees in accordance with Labor Law No. 13/2003. The number of employees entitled to the benefits is 1,203 in 2020 and 1,214 in 2019.

The Group engaged its employees in definedcontribution program managed by DPLK Manulife, wherein the liabilities recognized represent the shortage of accumulated contribution and its return on investments as compared to retirement benefit obligation in accordance to UU 13/2013.

Grup juga memberikan cuti panjang kepada karyawan yang telah mempunyai masa kerja 6 tahun terus menerus selama 25 hari kerja (diluar cuti tahunan). Hak cuti panjang tersebut gugur dengan sendirinya setelah 3 tahun. Tidak terdapat pendanaan atas imbalan ini.

Jumlah-jumlah yang diakui dalam Iaporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sehubungan dengan imbalan pasti adalah sebagai berikut:

The Group also provides long leave benefits for the employees with working periods of 6 years consecutively, for 25 working days (other than annual leave). Such rights will expire when unused within 3 years. There is no funding for this benefit.

Amount recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income in respect of this benefit plans are as follows:

2020 2019
Biaya jasa: Service cost:
Biaya jasa kini 19.218.671.571 19.607.492.554 Current service cost
Biaya jasa lalu (2.224.492.355) 10.454.933.627 Past service cost
Biaya bunga neto 11.623.238.341 10.900.309.243 Net interest expense
Pengukuran kembali liabilitas imbalan Remeasurement on the net
pasti neto (1.236.576.032) (329.503.868) defined benefit liability
Komponen biaya imbalan pasti Components of defined benefit costs
yang diakui di laba rugi 27.380.841.525 40.633.231.556 recognized in profit or loss
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti: Remeasurement on the defined
Kerugian (keuntungan) aktuarial yang
timbul dari: Actuarial losses (gains) arising from:
Perubahan asumsi demografik (656.397.957) - Changes in demographic assumptions
Perubahan asumsi keuangan (15.280.931.807) 7.976.630.241 Changes in financial assumptions
Penyesuaian atas pengalaman (30.297.449.692) (8.885.328.925) Experience adjustments
Imbal hasil atas aset program 839.839.953 258.602.974 Return on plan assets
Components of defined benefit costs
Komponen biaya imbalan pasti yang recognized in other comprehensive
diakui di penghasilan komprehensif lain (45.394.939.503) (650.095.710) income
Jumlah (18.014.097.978) 39.983.135.846 Total

Biaya jasa dan biaya bunga neto untuk tahun berjalan disajikan sebagai bagian dari "Beban umum dan administrasi" (Catatan 38), beban pokok penjualan (Catatan 36) dan "Lain-lain – bersih" pada laba rugi.

Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti diakui dalam penghasilan komprehensif lain.

The service cost and the net interest expense for the years are included in the "General and administrative expenses" (Note 38), cost of sales and direct expense (Note 36) and "Others – net" in the profit or loss.

The remeasurement of the net defined benefit liability is included in other comprehensive income.

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:

Movements of present value of defined benefit obligation are as follows:

2020 2019
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits
pada awal tahun 153.506.551.786 128.348.676.496 liability at beginning of the period
Beban imbalan kerja jangka panjang 27.380.841.525 40.633.231.556 Long-term employee benefits expense
Dampak mutasi karyawan (608.440.863) (1.473.810.138) Impact of employee mutation
Pembayaran selama tahun berjalan (7.942.425.908) (7.576.450.418) Payments made during the year
Iuran kontribusi pemberi kerja (2.495.000.000) (5.775.000.000) Employer's contribution
Penghasilan komprehensif lain (45.394.939.503) (650.095.710) Other comprehensive income
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Long-term employee benefits liability
pada akhir tahun 124.446.587.037 153.506.551.786 at the end of the period

Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang tahun 2020 dan 2019 dilakukan oleh PT Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen, masing-masing tertanggal 29 Januari 2021 dan 26 Februari 2020. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

The latest actuarial valuation on long-term employee benefits in 2020 and 2019 was calculated by an independent actuary, PT Padma Radya Aktuaria through its reports dated January 29, 2021 and February 26, 2020, respectively. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:

Tingkat diskonto/
Discount rate
Tingkat kenaikan gaji/ Salary
:
:
7,00% untuk tahun 2020 dan 8,00% untuk tahun 2019/
7.00% per annum in 2020 and 8.00% per annum in 2019
8% per tahun untuk tahun 2020 dan 10% untuk tahun 2019/
increment rate 8% per annum in 2020 and 10% per annum in 2019
Tingkat kematian/ Mortality rate : 100% TMI4 untuk tahun 2020 dan 100% TMI3 untuk tahun 2019/
100% TMI4 in 2020 and 100% TMI3 in 2019
Tingkat cacat/Disability rate : 5% dari Tabel Mortalita/5% from Mortality Table
Tingkat pengunduran diri/ : 1% hingga usia 30, menurun linier di usia 56/1% on age 30, decreasing
Resignation rate linearly at age 56
Tingkat pensiun dini/Level of
early retirement
: 100% per tahun/100% per annum

Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut:

The sensitivities of the overall long-term employee benefit liabilities to changes in the weighted principal assumptions are as follows:

2020
Dampak terhadap liabilitas imbalan pasti/Impact on Defined Benefit Liability Increase (decrease)
Perubahan Asumsi/ Kenaikan Asumsi/ Penurunan Asumsi/
Change in Assumptions Increase in Assumptions Decrease in Assumptions
Tingkat diskonto 1% (642.176.839) 26.330.702.113 Discount rate
Tingkat pertumbuhan gaji 1% 26.456.079.190 (1.463.140.180) Salary growth rate
2019
Dampak terhadap liabilitas imbalan pasti/Impact on Defined Benefit Liability Increase (decrease)
Perubahan Asumsi/ Kenaikan Asumsi/ Penurunan Asumsi/
Change in Assumptions Increase in Assumptions Decrease in Assumptions
Tingkat diskonto 1% (245.390.395) 33.063.148.108 Discount rate
Tingkat pertumbuhan gaji 1% 32.310.195.438 (1.207.634.361) Salary growth rate

44. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi 44. Nature of Relationship and Transactions with

Sifat Pihak Berelasi Nature of Relationship

  • a. Perusahaan yang merupakan entitas asosiasi sebagai berikut:
  • PT Hotel Taman Harapan Indah
  • PT Puri Pariwara
  • PT Intiland Infinita
  • PT Mahkota Kemayoran Realty
  • PT Adhibaladika Agung
  • PT Inti Menara Jaya
  • b. Badan Kerjasama Graha Pratama dan PT Graha Abdael Sukses merupakan perusahaan ventura bersama Perusahaan.
  • c. Hendro Santoso Gondokusumo adalah Direktur Utama Perusahaan.
  • d. PT Graha Intan Mandiri adalah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah PT Henutama Kokoh Abadi dan PT Sejahtera Saktinusa. PT Henutama Kokoh Abadi adalah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah Utama Gondokusumo dan anggota keluarga dekatnya. PT Sejahtera Saktinusa adalah perusahaan yang pemegang sahamnya adalah Hendro Santoso Gondokusumo dan Utama Gondokusumo.
  • e. Utama Gondokusumo adalah Wakil Direktur Utama Perusahaan.

  • a. Hendro Santoso Gondokusumo memberikan jaminan berupa personal guarantee atas utang bank yang dimiliki entitas anak (Catatan 19).

  • b. PT Graha Intan Mandiri memiliki saham Perusahaan sebanyak 2.628.288 lembar saham atau sekitar 2,3% kepemilikan dalam Perusahaan (Catatan 32).

Related Parties

  • a. Associates:

    • b. Badan Kerjasama Graha Pratama and PT Graha Abdael Sukses are the joint ventures of the Company.
  • c. Hendro Santoso Gondokusumo is the Company's President Director.
  • d. PT Graha Intan Mandiri is a company whose shareholders are PT Henutama Kokoh Abadi and PT Sejahtera Saktinusa. PT Henutama Kokoh Abadi is a company whose shareholders are Utama Gondokusumo and member of his close family. PT Sejahtera Saktinusa is a company whose shareholders are Hendro Santoso Gondokusumo and Utama Gondokusumo.
  • e. Utama Gondokusumo is the Company's Vice President Director.

Transaksi dengan Pihak Berelasi Transactions with Related Parties

  • a. Hendro Santoso Gondokusumo provides guarantees in the form of personal guarantees for bank loans owned by subsidiaries (Note 19).
  • b. PT Graha Intan Mandiri owns the Company's shares amounting to 2,628,288 shares or approximately 2.3% ownership in the Company (Note 32).

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

  • c. Rincian transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
  • c. The accounts involving transactions with related parties are as follows:
Persentase terhadap aset/liabilitas/
Percentage to total assets/liabilities
2020 2019 2020 2019
% %
Piutang usaha - bersih Trade accounts receivable - net
PT Graha Abdael Sukses 174.343.349.832 - 1,11 - PT Graha Abdael Sukses
Piutang pihak berelasi - non usaha Due from related parties
PT Hotel Taman Harapan Indah 406.002.518 244.411.518 0,00 0,00 PT Hotel Taman Harapan Indah
PT Inti Menara Jaya 86.374.600 15.336.374.600 0,00 0,10 PT Inti Menara Jaya
PT Intiland Infinita - 3.999.496.000 0,00 0,03 PT Intiland Infinita
PT Kuripan Raya - 4.254.012.650 0,00 0,03 PT Kuripan Raya
PT Puri pariwara - 1.600.000.000 0,00 0,01 PT Puri pariwara
Jumlah 492.377.118 25.434.294.768 Total
Investasi pada entitas asosiasi Investments in associates
PT Mahkota Kemayoran Realty 89.666.518.659 72.087.979.724 0,57 0,49 PT Mahkota Kemayoran Realty
PT Adhibaladika Agung 54.177.775.710 55.125.556.443 0,35 0,37 PT Adhibaladika Agung
PT Hotel Taman Harapan Indah 39.735.860.490 39.809.262.645 0,25 0,27 PT Hotel Taman Harapan Indah
PT Intiland Infinita 18.562.869.061 29.483.037.976 0,12 0,20 PT Intiland Infinita
PT Puri Pariwara 31.705.087.219 31.267.429.509 0,20 0,21 PT Puri Pariwara
PT Inti Menara Jaya 61.634.763.775 67.416.177.130 0,39 0,46 PT Inti Menara Jaya
Jumlah 295.482.874.914 295.189.443.427 Total
Investasi pada ventura bersama Investments in a joint venture
Badan Kerjasama Graha Pratama 5.560.835.478 5.133.603.811 0,04 0,03 Badan Kerjasama Graha Pratama
PT Graha Abdael Sukses 33.000.251.372 - 0,21 - PT Graha Abdael Sukses
Jumlah 38.561.086.850 5.133.603.811 Total
Uang muka investasi Advances for stock investments
PT Inti Menara Jaya 18.000.000.000 - 0,11 - PT Inti Menara Jaya
PT Graha Abdael Sukses 11.000.000.000 - 0,07 - PT Graha Abdael Sukses
PT Intiland Infinita 10.714.996.000 - 0,07 - PT Intiland Infinita
Jumlah 39.714.996.000 - Total

d. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada direksi dan anggota manajemen kunci lainnya untuk tahun 2020 dan 2019 sebagai berikut:

d. The Group provides compensation to the key management personnel. The benefits of directors and other members of key management in 2020 and 2019 follows:

2020
Personil manajemen
Dewan Direksi/ Dewan Komisaris/ kunci lainnya/Other Key
Board of Directors Commissioners Management Personnel
% % %
Gaji dan imbalan kerja Salary and other short-term
jangka pendek 100,00 22.040.476.551 100,00 9.888.589.726 86,41 32.775.866.578 employee benefits
Imbalan pesangon - - - - 0,29 110.141.644 Termination benefits
Imbalan pasca-kerja - - - - 13,30 5.045.476.243 Post-employment benefits
Jumlah 100,00 22.040.476.551 100,00 9.888.589.726 100,00 37.931.484.465 Total
2019
Dewan Direksi/
Board of Directors
Dewan Komisaris/
Commissioners
Personil manajemen
kunci lainnya/Other Key
Management Personnel
% % %
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek
100,00 27.923.273.940 100,00 14.125.504.940 84,27 36.968.300.473 Salary and other short-term
employee benefits
Imbalan pesangon - - - - 0,67 291.845.310 Termination benefits
Imbalan pasca-kerja
Jumlah
-
100,00
-
27.923.273.940
-
100,00
-
14.125.504.940
15,06
100,00
6.606.969.700
43.867.115.483
Post-employment benefits
Total
    • 1) Pada tanggal 13 Juli 2020, PT Intiland Grande (IG), entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Abdael Nusa (AN), pihak ketiga, untuk mengembangkan lahan di bidang pengelolaan dan penjualan tanah-tanah dan/atau tanah dan bangunan seluas 125.465 m2 milik IG yang berlokasi di Kelurahan Gununganyar Tambak. Untuk mengembangkan lahan tersebut maka IG masuk sebagai pemegang saham PT Graha Abdael Sukses (GAS) dimana IG, menyediakan modal sebesar Rp 33 milyar dan AN sebesar Rp 27 milyar sehingga para pihak bersama-sama memiliki bagian partisipasi masing-masing sebesar 55% dan 45% (Catatan 15).

Perjanjian kerjasama ini dibuat tanpa jangka waktu kecuali diakhiri atas kesepakatan bersama atau sampai dengan terjadinya hal hal yang menyebabkan berakhirnya/bubarnya suatu perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar GAS.

2) Pada tanggal 11 April 2019, PT Intisarana Ekaraya, entitas anak, menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan Poins Square dengan PT Menara Prambanan, pihak ketiga, seluas 36.225,68 m2, dengan nilai investasi sebesar Rp 483.234.474.328 dengan proporsi masing-masing sebesar 50% atau sebesar Rp 241.617.237.164.

Pengembalian nilai investasi akan dilakukan setiap 1 (satu) tahun sekali dengan bagi hasil, dimana perhitungan nilai bagi hasil tersebut sesuai sisa hasil usaha dengan proporsi bagi hasil masing-masing 50% untuk PT Intisarana Ekaraya, entitas anak, dan PT Menara Prambanan, pihak ketiga. Kerjasama ini akan diakhiri berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

45. Ikatan 45. Commitments

  • a. Perjanjian Kerjasama a. Cooperation Agreement
  • 1) On July 13, 2020, PT Intiland Grande (IG), a subsidiary, entered into a cooperation agreement with PT Abdael Nusa (AN), a third party, to develop land in the field of management and sale of land and/or land and buildings covering an area of 125.465 square meters owned by IG which is located in Gununganyar Tambak Village. To develop the land, IG joint as a shareholder of PT Graha Abdael Sukses (GAS) where IG, provides capital amounting of Rp 33 billion and AN amounting of Rp 27 billion, so the parties together have 55% and 45% participation, respectively (Note 15).

This cooperation agreement is made without a period of time unless terminated by mutual agreement or until things occur that cause the termination / dissolution of a limited liability company as regulated in Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies and the GAS Articles of Association.

2) On April 11, 2019, PT Intisarana Ekaraya, a subsidiary, signed Poins Square Development Agreement with PT Menara Prambanan, a third party, with total area of 36,225.68 square meters, with total investment of Rp 483,234,474,328 with a proportion of 50% each or amounting to Rp 241,617,237,164.

The return on investment will be done once every 1 (one) year with profit sharing, where the calculation of the profit sharing is in accordance with the remaining business income with a profit sharing proportion of 50% for PT Intisarana Ekaraya, a subsidiary and PT Menara Prambanan, a third party. This joint operations will be terminated based on the agreement of both parties.

  • 3) Berdasarkan Perjanjian antara Reco Kris Private Limited, PT Taman Harapan Indah dan PT Putra Sinar Permaja (PSP) tanggal 10 November 2016, para pihak setuju untuk mengelola proyek South Quarter yang dimiliki dan dicatat asetnya oleh PSP, dengan bisnis yang dikerjasamakan adalah penyewaan unit di Tower B, Tower C dan Kompleks Retail serta Pengembangan Perumahan.
  • 4) Pada tanggal 27 Januari 2012, Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB), joint venture, telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Mustika Ratubuana International (MRBI), pihak ketiga, untuk menjalankan usaha kerjasama bagi pendapatan dan keuntungan dalam membuka gerai Sistem Taman Sari Royal Heritage Spa di dalam Apartemen Regatta. Pembagian pendapatan dengan rasio 70% untuk pihak MRBI dan 30% untuk pihak BKMB. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 26 Januari 2022.
  • 5) Pada tanggal 15 Juni 2015, PSP, entitas anak, menandatangani perjanjian jasa pengelolaan perparkiran dengan PT Securindo Packtama Indonesia. Perjanjian ini berlaku sejak 1 September 2015 sampai dengan 31 Agustus 2020 dan telah diperpanjang menjadi 31 Agustus 2022.
  • b. Pada tanggal 30 November 2015, PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak, memperoleh izin pelaksanaan reklamasi pantai dari Pemerintah dengan Surat Keputusan Gubernur No. 2637 Tahun 2015. Atas pemberian izin tersebut, THI dikenakan untuk:
    1. Kewajiban menyediakan prasarana, sarana dan utilitas dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan pantai mutiara antara lain jaringan jalan baik dalam maupun antar pulau, angkutan umum massal, jaringan utilitas, infrastruktur pengendali banjir, ruang terbuka biru, ruang terbuka hijau dan sempadan pantai serta sarana pengelolaan limbah cair dan padat;
    1. Berkewajiban melakukan pengerukan sedimentasi sungai sekitar pulau reklamasi;
    1. Memberikan kontribusi berupa pengerukan sedimentasi sungai di daratan;
  • 3) Based on an Agreement between Reco Kris Private Limited, PT Taman Harapan Indah and PT Putra Sinar Permaja (PSP) dated November 10, 2016, the parties agreed to manage South Quarter project which is owned and recorded as asset by PSP, together with businesses such as leasing of units in Tower B, Tower C and the Retail Complex and also the Proposed Residential Development.

  • 4) On January 27, 2012, Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB), a joint venture, had signed joint operation agreement with PT Mustika Ratubuana International (MRBI), a third party, to run the business cooperation for revenue and profit of Taman Sari Royal Heritage Spa located at Regatta Apartment. The share of revenue is 70% for MBRI and 30% for BKMB. This agreement will expire on January 26, 2022.
  • 5) On June 15, 2015, PSP, a subsidiary, signed Parking Management Agreement with PT Securindo Packtama Indonesia. This agreement is effective from September 1, 2015 until August 31, 2020 and has been extended until August 31, 2022 .
  • b. On November 30, 2015, PT Taman Harapan Indah (THI), a subsidiary, obtained a license from the Government for coastal reclamation with Governor's Decree No. 2637 Year 2015. Upon granting such permit, THI is subjected to the following:
    1. Duty to provide basic infrastructure and utilities which is required in developing "pantai mutiara" region, such as road network both within and between islands, public mass transportation, utility networks, flood control infrastructure, green space, blue space and coastal boarder as well as a means of liquid and solid waste management;
    1. Obligated to conduct dredge river sedimentation around the coastal reclamation area;
    1. Contribute to the sedimentation of river dredging in the mainland;
    1. Lima persen (5%) dari total luas lahan areal reklamasi nett yang tidak termasuk peruntukan fasos/fasum untuk diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta;
    1. Tambahan kontribusi untuk revitalisasi Kawasan Utara Jakarta berupa penyediaan rumah susun, penataan kawasan, meningkatkan dan membangun jalan, membangun infrastruktur pengendalian banjir, waduk, saluran dan pembangunan tanggul Program NCICD Tahap A yang besarannya sesuai yang akan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

Izin pelaksanaan reklamasi yang diberikan Pemerintah kepada THI berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun, jika sampai dengan jangka waktu tersebut pelaksanaan reklamasi belum dapat diselesaikan, maka izin akan ditinjau kembali oleh Pemerintah (Catatan 50).

c. Perjanjian Sewa – Grup sebagai Lessor c. Lease Agreements – Group as Lessors

Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan yang dimilikinya untuk digunakan sebagai pusat perkantoran dan pergudangan. Periode sewa antara tahun 2021 sampai 2028. Sebagian besar perjanjian sewa tersebut dapat diperpanjang kembali pada akhir masa sewa dengan penyesuaian ke harga pasar kini.

Pendapatan sewa yang diakui dalam laba rugi untuk tahun 2020 dan 2019 diungkapkan pada Catatan 35.

46. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko mata uang asing dan risiko suku bunga), risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Grup.

Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas.

    1. Five percent (5%) of the total reclamation land area that does not include the designation of public facilities will be submitted to the Provincial Government of DKI Jakarta;
    1. Additional contribution to the revitalization of the North Jakarta region include the provision of flats, structuring region, improving and building road infrastructure, building flood control infrastructure, reservoir, and the construction of embankments NCICD Program Phase A in which the corresponding amount is to be determined with Governor Decision.

The coastal reclamation license given by the Government to THI is valid for a period of three (3) years. If the implementation of reclamation cannot be finished within such period, then the license will be reviewed again by the Government (Note 50).

The Group entered into various agreements for the lease of its buildings used as service centers and warehouse for 2021 until 2028. Majority of the lease agreements are renewable at the end of the lease period at the market rate.

The rental income included in profit or loss in 2020 and 2019 is disclosed in Note 35.

46. Financial Risk Management Objectives and Policies

The Group's activities are exposed to a variety of financial risks: market risk (including foreign currency risk and fair value interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Group's overall risk management programme focuses on the unpredictability of financial markets and seeks to minimize potential adverse effects on the Group's financial performance.

Risk management is the responsibility of the Board of Directors (BOD). The BOD has the responsibility to determine the basic principles of the Group's risk management as well as principles covering specific areas, such as foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk and liquidity risk.

Risiko Pasar Market Risk

Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar.

Grup memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan.

Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah, dimana semua variabel lain konstan, terhadap laba sebelum pajak tahun 2020 dan 2019.

a. Risiko Mata Uang Asing a. Foreign Exchange Risk

Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future contractual cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates.

The Group has transactional currency exposures. Such exposure arises when the transaction is denominated in currencies other than the functional currency of the operating unit or the counterparty.

The following table shows the sensitivity analysis of the changes in fair value of foreign currency exchange rates against the dollar, with all other variables constant to the profit before tax for the year 2020 and 2019.

2020 2019
Kenaikan (penurunan)
dalam persentase/
Increase (decrease) in
percentage
Efek terhadap laba
sebelum pajak/
Effect againts profit
before tax
Kenaikan (penurunan)
dalam persentase/
Increase (decrease) in
percentage
Efek terhadap laba
sebelum pajak/
Effect againts profit
before tax
Kenaikan
(penurunan)/
Increase (decrease)
Kenaikan
(penurunan)/
Increase (decrease)
Rupiah terhadap/ Rupiah againts:
Dolar Amerika Serikat/ U.S Dollar 5 2.744.117.096 1 503.475.481
(5) (2.744.117.096) (1) (503.475.481)
Dolar Singapura/ Singapore Dollar 4 (3.581.816) - -
(4) 3.581.816 - -

Risiko suku bunga Grup timbul dari pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Pinjaman yang diterima dengan suku bunga mengambang mengakibatkan timbulnya risiko suku bunga arus kas terhadap Grup. Pinjaman yang diterima dengan suku bunga tetap mengakibatkan timbulnya risiko nilai wajar suku bunga terhadap Grup. Selama tahun 2020 dan 2019, pinjaman Grup pada suku bunga mengambang didenominasikan dalam Rupiah.

b. Risiko Suku Bunga Arus Kas dan Nilai Wajar b. Cash Flow and Fair Value Interest Rate Risk

The Group's interest rate risk arises from short-term and long-term bank loans. Borrowings issued at floating rates expose the Group to cash flow interest rate risk. Borrowings issued at fixed rates expose the Group to fair value interest rate risk. During 2020 and 2019, the Group's borrowings at floating rate were denominated in the Rupiah.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, saldo pinjaman yang terpengaruh risiko suku bunga adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020 and 2019, the Group has the following floating rate borrowings that are affected by interest risk:

2020 2019
Rata-rata Tertimbang Rata-rata Tertimbang
Suku Bunga/ Suku Bunga/
Weighted Average Sado/ Weighted Average Sado/
Interest Rate Balance Interest Rate Balance
% %
Utang bank jangka pendek 9,50% - 14,00% 1.630.036.125.989 10,75% - 14,00% 1.371.696.228.525 Short-term bank loans
Utang bank jangka panjang 9,00% - 12,00% 3.241.684.027.747 10,00% - 12,75% 3.426.138.513.292 Long-term bank loans
Eksposur bersih terhadap risiko Net exposure to cash flow
suku bunga arus kas 4.871.720.153.736 4.797.834.741.817 interest rate risk

Analisa sensitivitas berikut ditentukan berdasarkan eksposur Grup berupa aset dan liabilitas keuangan dengan bunga (interest bearing) pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan asumsi perubahan suku bunga terjadi pada awal tahun dan konstan sepanjang periode pelaporan, dalam hal variabel tersebut memiliki suku bunga mengambang.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, asumsi peningkatan atau penurunan masingmasing sebesar 51,83 dan 30,53 basis poin digunakan untuk tujuan pelaporan risiko suku bunga kepada personel manajemen kunci secara internal dan pengungkapan berikut merupakan hasil penelaahan manajemen atas kemungkinan perubahan suku bunga yang wajar.

Jika suku bunga meningkat (menurun) sebesar 51,83 dan 30,53 basis poin masing-masing pada tahun 2020 dan 2019, sedangkan variabel lain konstan, maka laba sebelum pajak Grup untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 akan (menurun) meningkat masing-masing sebesar Rp 25.443.902.069 dan Rp 15.427.109.839, yang terutama disebabkan oleh kenaikan (penurunan) beban bunga.

Sesuai dengan kebijakan Grup, Direksi memonitor dan melakukan review atas sensitivitas suku bunga Grup secara menyeluruh tiap bulan.

The sensitivity analysis below has been determined based on the Group's exposure to interest rates for interest bearing assets and liabilities at the consolidated statement of financial position date and the stipulated change an interest rate taking place at the beginning of the financial year and held constant throughout the reporting period in the case of instruments that have floating rates.

As of December 31, 2020 and 2019, an assumed basis point increase or decrease of 51.83 and 30.53 basis points used when reporting interest rate risk internally to key management personnel and represents the management's assessment of a reasonably possible change in interest rates.

If interest rates increased (decreased) by 51.83 and 30.53 basis points in 2020 and 2019, respectively, and all other variables are constant, the Group's profit before tax for the years ended December 31, 2020 and 2019 would (decrease) increase by Rp 25,443,902,069 and Rp 15,427,109,839, respectively, mainly due to the increase (decrease) in interest expense.

In accordance with the Group's policy, the Directors monitor and review the Group's overall interest rate sensitivity analysis on a monthly basis.

Risiko Kredit Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko bahwa Group akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Risiko kredit terutama timbul dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang dari pihak berelasi.

Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan kas dan setara kas dan investasi jangka panjang dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.

Sehubungan dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan, Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.

Lihat Catatan 7 untuk informasi piutang yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai, serta piutang yang telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai.

Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur:

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Credit risk is the risk that the Group will incur a loss arising from the customers or counterparties which fail to fulfill their obligations. Credit risk arises mainly from cash and cash equivalents, trade receivables, other accounts receivable and due from related parties.

The Group manages credit risk exposed from cash and cash equivalents and long-term investments by monitoring reputation, credit ratings and limiting the aggregate risk to any individual counterparty.

With regards to credit exposures given to customers, the Group manages and controls the credit risk by dealing only with recognized and credit worthy parties, setting internal policies on verifications and authorizations of credit, and regularly monitoring the collectibility of receivables to reduce the exposure of bad debts. Management believes that there are no significant concentrations of credit risk.

Refer to Note 7 for the information regarding not past due and unimpaired receivables and also past due receivables but not impaired.

The credit quality of financial assets that are neither past due nor impaired can be assessed by reference to external credit ratings (if available) or to historical information about counterparty default rates:

2020 2019
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi Financial assets at amortized cost
(2019 : pinjaman yang diberikan dan
piutang)
(2019: loans and receivables)
Kas dan setara kas 1.423.373.309.363 1.414.452.425.935 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 341.026.169.321 425.880.786.410 Trade accounts receivable
Piutang lain-lain 20.486.013.806 49.912.589.397 Other accounts receivable
Piutang dari pihak berelasi 492.377.118 25.434.294.768 Due from related parties
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Financial Assets at FVPL
Investasi aset keuangan pada Investments in financial asset
nilai wajar melalui laba rugi 58.190.317.490 57.128.753.377 at fair value through profit or loss
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (2019: aset keuangan Financial Assets at FVOCI
tersedia untuk dijual) (2019: AFS financial assets)
Investasi jangka panjang Investments long-term
saham 27.015.754.500 35.666.085.731 in stock
Jumlah 1.870.583.941.598 2.008.474.935.618 Total

Risiko Likuiditas Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang diselesaikan secara neto yang dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:

Liquidity risk is a risk arising when the cash flow position of the Group is not enough to cover the liabilities which become due.

In managing the liquidity risk, management monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group's operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. Management also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets for opportunities to obtain optimal funding sources.

The table below analyzes the Group's financial liabilities into relevant maturity groupings based on the remaining period to the contractual maturity date. The amounts disclosed in the table are the contractual undiscounted cash flows.

31 Desember 2020/December 31, 2020
<= 1 tahun/ 1-2 tahun/ 3-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Biaya transaksi/ Nilai Tercatat/
<= 1 year 1-2 years 3-5 years > 5 years Total Transaction costs As Reported
'000 '000 '000 '000 '000 '000 '000
Liabilitas Other Financial Liabilities
Utang bank jangka pendek 1.630.036.126 - - - 1.630.036.126 - 1.630.036.126 Short-term bank loans
Utang usaha 199.629.887 - - - 199.629.887 - 199.629.887 Trade accounts payable
Utang lain-lain 99.792.075 108.264.885 - - 208.056.960 - 208.056.960 Other accounts payable
Beban akrual 449.832.337 33.979.130 - - 483.811.467 - 483.811.467 Accrued expenses
Utang bank jangka panjang 316.728.399 614.555.071 717.864.092 1.629.549.548 3.278.697.110 (37.013.083) 3.241.684.027 Long-term bank loans
Liabilitas sewa 198.725 16.593 - - 215.318 - 215.318 Lease liabilities
Utang obligasi 162.000.000 - - - 162.000.000 (316.745) 161.683.255 Bonds payable
Uang jaminan 36.387.555 172.460.305 - - 208.847.860 - 208.847.860 Guarantee deposits
Jumlah 2.894.605.104 929.275.984 717.864.092 1.629.549.548 6.171.294.728 (37.329.828) 6.133.964.900 Total
31 Desember 2019/December 31, 2019
<= 1 tahun/ 1-2 tahun/ 3-5 tahun/ > 5 tahun/ Jumlah/ Biaya transaksi/ Nilai Tercatat/
<= 1 year 1-2 years 3-5 years > 5 years Total Transaction costs As Reported
'000 '000 '000 '000 '000 '000 '000
Liabilitas Other Financial Liabilities
Utang bank jangka pendek 1.371.696.228 - - - 1.371.696.228 - 1.371.696.228 Short-term bank loans
Utang usaha 131.449.815 - - - 131.449.815 - 131.449.815 Trade accounts payable
Utang lain-lain 109.519.811 81.323.884 - - 190.843.695 - 190.843.695 Other accounts payable
Beban akrual 297.056.983 - - - 297.056.983 - 297.056.983 Accrued expenses
Utang bank jangka panjang 480.467.952 469.310.719 1.040.006.941 1.485.279.675 3.475.065.287 (48.926.774) 3.426.138.513 Long-term bank loans
Liabilitas sewa 442.991 153.305 16.593 - 612.889 - 612.889 Lease liabilities

Utang obligasi - 162.000.000 - - 162.000.000 (905.211) 161.094.789 Bonds payable Uang jaminan 30.307.711 156.056.886 - - 186.364.597 - 186.364.597 Guarantee deposits Jumlah 2.420.941.491 868.844.794 1.040.023.534 1.485.279.675 5.815.089.494 (49.831.985) 5.765.257.509 Total

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

Segmen Usaha

Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini Grup dibagi dalam empat divisi operasi – pengusahaan real estat, penyewaan gedung kantor dan apartemen, kawasan industri dan fasilitas. Divisidivisi tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Grup.

47. Segmen Operasi 47. Operating Segment

Business segments

For purposes of management reporting, the Group is currently divided into 4 (four) divisions – real estate, rental of office building and apartments, industrial estate and facilities. These divisions are the bases of reporting on the primary segment information of the Group.

Kegiatan utama divisi tersebut terdiri dari: Each division's main activities are as follows:

Pengusahaan real estat/Real estate Penjualan rumah dan tanah kavling/
Sale of houses and land
Penyewaan
gedung
kantor
dan
apartemen/Rental
of
office
building,
Penyewaan "Intiland Tower Jakarta", "Intiland Tower Surabaya",
"South Quarter", "Spazio"/
apartments Rental of "Intiland Tower Jakarta", "Intiland Tower Surabaya",
"South Quarter", "Spazio"
Kawasan industri/Industrial estate Pengelolaan Ngoro Industrial Park dan Aeropolis Techno Park/
Management of Ngoro Industrial Park and Aeropolis Techno
Park
Fasilitas/Facilities Pengelolaan properti, sarana olah raga, dan restoran/
Management of property, fitness center, sports club and

restaurant

Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:

Following is the segment information based on business segments:

2020 Perkantoran/
Offices
Perumahan/
Houses and
Land
High Rise Kawasan
Industri/
Industrial
Estate
Fasilitas/
Facilities
Teknolologi
Komunikasi
dan Informasi/
Information and
Communication
Technology
Lain-lain/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
PENDAPATAN/REVENUES
Penjualan dan pendapatan usaha/
Sales and operating revenues
210.611.917.569 432.775.471.164 1.832.017.214.054 115.111.881.963 293.709.549.473 6.428.862.128 733.500.000 - 2.891.388.396.351
HASIL/RESULTS
Hasil segmen/Segment results
90.568.927.093 175.173.685.764 835.090.952.033 65.035.847.428 11.038.284.599 3.133.080.996 733.500.000 - 1.180.774.277.913
Laba (rugi) operasi/Income (loss) from operations (31.782.934.921) 79.896.290.059 704.826.970.454 46.333.356.516 (22.964.368.123) 2.272.976.967 (192.497.036) - 778.389.793.916
Pendapatan bunga/Interest income
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing- bersih/
490.156.983 9.427.798.717 39.222.263.224 989.493.052 1.927.823.592 4.207.699 1.862.709 - 52.063.605.976
Gain (loss) on foreign exchange - net
Keuntungan penjualan aset tetap/
203.912.157 30.870.300 788.041.661 26.181.526 - - - - 1.049.005.644
Gain (loss) on sale of property and equipment
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan
ventura bersama/
Equity in net income of associates and
236.333.500 190.500.250 50.990.833 44.000.000 (7.617.676) 450.000 - - 514.656.907
joint venture
Beban bunga/Interest expense
Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas
keuangan -bersih/
440.257.732.305
(306.098.246.732)
(154.743.474.054)
(106.680.781.004)
(5.833.272.532)
(684.707.802)
-
-
-
-
-
-
-
-
(291.121.501.626)
-
(11.440.515.907)
(413.463.735.538)
Impact of discounting financial assets and
liabilities - net
Lain-lain bersih/Others - net
-
(10.660.404.534)
(43.057.312.516)
11.772.321.089
(245.754.996.178)
11.269.302.571
(27.524.528.078)
1.398.160.652
-
15.852.751.442
-
(26.720.344)
-
47
-
(365.437.112)
(316.336.836.772)
29.239.973.811
Laba (rugi) sebelum pajak/
Income (loss) before tax
Pajak final/Tax expense
Manfaat (beban) pajak/Tax benefit (expense)
92.646.548.758
(20.716.457.518)
27.811.567.192
(203.163.787.159)
(9.806.249.321)
8.776.833.263
503.884.592.231
(43.379.475.993)
440.904.732
21.266.663.668
(2.703.217.449)
(1.385.292.917)
(5.191.410.765)
(11.485.171.638)
1.426.934.677
2.250.914.322
(4.741.996)
-
(190.634.280)
(29.340.000)
-
(291.486.938.738)
-
-
120.015.948.037
(88.124.653.915)
37.070.946.947
Laba (rugi) sebelum kepentingan nonpengendali/
Income (loss) before non-controlling interest
99.741.658.432 (204.193.203.217) 460.946.020.970 17.178.153.302 (15.249.647.726) 2.246.172.326 (219.974.280) (291.486.938.738) 68.962.241.069
Penghasilan (rugi) komprehensif lain/
Other Comprehensive Income (loss)
11.912.009.854 19.163.939.682 13.486.851.001 1.169.016.064 3.661.767.346 376.854.604 182.299.655 (9.178.865.032) 40.773.873.174
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif/
Total comprehensive income (loss)
111.653.668.286 (185.029.263.535) 474.432.871.971 18.347.169.366 (11.587.880.380) 2.623.026.930 (37.674.625) (300.665.803.770) 109.736.114.243
INFORMASI LAINNYA/OTHER INFORMATION
ASET/ASSETS
Aset segmen/Segment assets
Investasi dalam saham pada entitas asosiasi
dan ventura bersama/
1.322.809.863.615 4.407.577.014.308 10.666.868.075.108 1.271.064.337.155 632.193.501.988 24.593.132.110 9.026.437.905 (2.966.303.761.032) 15.367.828.601.157
Investments in shares of stock of associates
and joint venture
6.726.829.538.529 3.124.446.294.115 812.015.687.331 4.099.998 - 6.409.060.934 - (10.335.660.719.143) 334.043.961.764
Jumlah aset yang dikonsolidasi/
Total consolidated assets
8.049.639.402.144 7.532.023.308.423 11.478.883.762.439 1.271.068.437.153 632.193.501.988 31.002.193.044 9.026.437.905 (13.301.964.480.175) 15.701.872.562.921
LIABILITAS/LIABILITIES
Liabilitas segmen/Segment liabilities
3.235.018.647.807 2.553.223.911.411 5.950.054.628.172 831.371.624.436 178.559.858.201 11.563.316.358 938.467.102 (3.108.107.313.485) 9.652.623.140.002
Informasi Lainnya
Beban penyusutan/Depreciation 87.635.340.608 2.269.797.026 5.685.000.802 3.139.874.197 18.581.084.957 1.308.646.436 - - 118.619.744.026
2019 Perkantoran/
Offices
Perumahan/
Houses and
Land
High Rise Kawasan
Industri/
Industrial
Estate
Fasilitas/
Facilities
Teknolologi
Komunikasi
dan Informasi/
Information and
Communication
Technology
Lain-lain/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
PENDAPATAN/REVENUES
Penjualan dan pendapatan usaha/
Sales and operating revenues 217.039.647.415 1.087.617.492.905 1.110.848.001.945 136.313.084.925 330.143.324.219 1.720.861.476 - (145.573.000.000) 2.736.388.551.409
HASIL/RESULTS
Hasil segmen/Segment results 106.582.028.328 718.031.520.439 311.790.188.814 61.750.397.396 13.535.268.138 (1.608.795.880) - (78.419.171.690) 1.131.661.435.545
Laba (rugi) operasi/Income (loss) from operations (67.923.906.914) 604.606.418.889 159.718.516.756 33.039.853.796 (30.996.009.261) (2.954.593.509) (13.520.685.502) (78.419.171.690) 603.550.422.565
Pendapatan bunga/Interest income 67.389.020.714 10.452.377.685 32.482.608.201 499.400.936 2.038.804.466 1.042.874 1.734.005 (66.215.541.151) 46.649.447.730
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing- bersih/
Gain (loss) on foreign exchange - net
(32.471.370) - (1.475.249.098) (74.691.217) - - - - (1.582.411.685)
Keuntungan penjualan aset tetap/
Gain (loss) on sale of property and equipment
- - 19.696.124 - 176.243.141 - - - 195.939.265
Ekuitas pada laba bersih entitas asosiasi dan
ventura bersama/
Equity in net income of associates and
joint venture 519.677.145.955 (65.317.075.096) (5.857.530.241) - - - - (429.047.504.152) 19.455.036.466
Beban bunga/Interest expense (329.760.767.848) (97.958.356.411) (53.152.573.148) (4.175.000.014) (2.962.638) - - 66.215.541.151 (418.834.118.908)
Lain-lain bersih/Others - net (9.574.809.344) 460.126.267.683 (5.950.123.551) (194.200.975.372) 20.685.004.359 (171.303.902) - - 270.914.059.873
Laba (rugi) sebelum pajak/
Income (loss) before tax
Manfaat (beban) pajak/Tax benefit (expense)
179.774.211.193
116.972.464.240
911.909.632.750
(117.774.130.423)
125.785.345.043
(92.247.669.925)
(164.911.411.871)
(969.086.821)
(8.098.919.933)
10.379.261.437
(3.124.854.537)
-
(13.518.951.497)
-
(507.466.675.842)
-
520.348.375.306
(83.639.161.492)
Laba (rugi) sebelum kepentingan nonpengendali/
Income (loss) before non-controlling interest 296.746.675.433 794.135.502.327 33.537.675.118 (165.880.498.692) 2.280.341.504 (3.124.854.537) (13.518.951.497) (507.466.675.842) 436.709.213.814
Penghasilan (rugi) komprehensif lain/
Other Comprehensive Income (loss)
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif/
1.139.989.601 (391.863.600) 1.911.042.155 (518.720.869) (828.854.670) 65.950.049 - (1.131.226.042) 246.316.624
Total comprehensive income (loss) 297.886.665.034 793.743.638.727 35.448.717.273 (166.399.219.561) 1.451.486.834 (3.058.904.488) (13.518.951.497) (508.597.901.884) 436.955.530.438
INFORMASI LAINNYA/OTHER INFORMATION
ASET/ASSETS
Aset segmen/Segment assets 4.374.185.423.794 5.298.869.897.673 7.249.567.811.164 893.180.742.927 631.689.833.923 29.219.946.922 9.194.235.101 (4.008.734.646.103) 14.477.173.245.401
Investasi dalam saham pada entitas asosiasi
dan ventura bersama/
Investments in shares of stock of associates
and joint venture 4.592.174.565.709 2.480.970.572.741 877.243.769.004 5.099.999 - (839.043.002) - (7.649.231.917.213) 300.323.047.238
Jumlah aset yang dikonsolidasi/
Total consolidated assets
8.966.359.989.503 7.779.840.470.414 8.126.811.580.168 893.185.842.926 631.689.833.923 28.380.903.920 9.194.235.101 (11.657.966.563.316) 14.777.496.292.639
LIABILITAS/LIABILITIES
Liabilitas segmen/Segment liabilities 3.184.194.902.925 2.011.438.466.202 4.123.450.792.288 421.232.406.660 166.104.557.938 11.565.054.164 1.068.589.673 (2.376.429.389.346) 7.542.625.380.504
Informasi Lainnya
Beban penyusutan/Depreciation 85.866.372.354 2.372.064.117 6.743.770.819 3.448.939.100 15.110.311.815 1.278.277.175 - - 114.819.735.380

Segmen Geografis

Operasi Grup berlokasi di wilayah Indonesia, terutama Pulau Jawa yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama. Seluruh pendapatan Grup adalah pendapatan domestik.

48. Aset dan Liabilitas Moneter Bersih dalam Mata Uang Asing

Tabel berikut mengungkapkan jumlah aset dan liabilitas moneter konsolidasian dalam mata uang asing:

Geographical Segment

The operations of the Group are located in Indonesia, mainly in Java island and have similar risks and returns. All revenues of the Group represent domestic income.

48. Net Monetary Assets and Liabilities Denominated in Foreign Currencies

The following table shows the consolidated foreign currency denominated monetary assets and liabilities:

2020 2019
Mata uang
asing/Original
currency
Ekuivalen Rp/
Equivalent in
Rp
Mata uang
asing/Original
currency
Ekuivalen Rp/
Equivalent in
Rp
Aset Assets
Aset Lancar Current Assets
Kas dan setara kas
Investasi aset keuangan
US\$ 248.756 3.508.702.126 429.348 5.968.375.408 Cash and cash equivalents
Investments in financial asset
pada nilai wajar US\$ 4.125.507 58.190.317.490 4.109.684 57.128.753.377 at fair value
Jumlah Aset 61.699.019.616 63.097.128.785 Total Assets
2020 31 Desember/December 31 2019
Mata uang
asing/Original
currency
Ekuivalen Rp/
Equivalent in
Rp
Mata uang
asing/Original
currency
Ekuivalen Rp/
Equivalent in
Rp
Liabilitas Liabilities
Liabilitas Jangka Pendek Short term Liability
Utang usaha US\$ 59.137 834.127.976 - - Trade accounts payable
SGD 9.599 102.172.620
Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan
US\$ 175.976 2.482.143.240 503.513 6.999.339.248 Long term Liability
Guarantee deposits
Jumlah Liabilitas 3.418.443.836 6.999.339.248 Total Liabilities
Jumlah Aset - Bersih 58.280.575.780 56.097.794.541 Net Assets

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.

As of December 31, 2020 and 2019, the conversion rates used by the Group were disclosed in Note 2 to consolidated financial statements.

49. Kerjasama Operasi 49. Joint Operations

Badan Kerjasama Apartemen Mutiara Buana Badan Kerjasama Apartemen Mutiara Buana

THI, entitas anak, mengadakan perjanjian bersama dengan PT Swabhuana Adikarsa (SA) untuk memasarkan, menjual, ataupun memanfaatkan apartemen yang akan dibangun dan terletak di Pantai Mutiara blok V dan W, Jakarta Utara diatas tanah seluas + 109.882 m2 . THI menyediakan tanah dan izin pembangunan apartemen sedangkan SA menyediakan dana/modal untuk pembangunan apartemen tersebut. Kompensasi partisipasi kedua belah pihak ditetapkan sebesar 50% untuk SA dan 50% untuk THI.

Untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan tersebut maka dibentuk badan pengurus dengan nama Badan Kerjasama Apartemen Mutiara Buana.

Pada tanggal 3 Oktober 2005, THI dan SA telah menandatangani perjanjian untuk mengubah luas tanah yang akan dibangun apartemen menjadi seluas 62.625 m2 .

Pada tanggal 29 April 2006, THI dan SA menandatangani perjanjian pengakhiran perjanjian kerjasama. Pengakhiran perjanjian ini dilakukan karena SA bermaksud untuk keluar dari usaha pengembangan properti.

THI, a subsidiary, entered into an agreement with PT Swabhuana Adikarsa (SA) to market, sell or operate an apartment which will be built and located at Pantai Mutiara block V and W, North Jakarta on an area measuring + 109,882 square meters. THI will provide the land and license for the construction of the apartment while SA is responsible for the funding. Both parties agreed to 50% equal sharing.

To manage the joint venture, an organization called Badan Kerjasama Apartemen Mutiara Buana was formed.

On October 3, 2005, THI and SA signed an agreement to change the total area of land, on which an apartment building will be built on, into 62,625 square meters.

On April 29, 2006, THI and SA signed an agreement to terminate the joint operations. Such agreement was terminated due to SA's intention to exit from the property development industry.

Berdasarkan akta No. 12 tanggal 29 April 2006 dari Saniwati Suganda, S.H., notaris di Jakarta tentang perubahan kedua dan pernyataan kembali Perjanjian Badan Pengurus Kerjasama telah disepakati antara THI dan PT Global Ekabuana (GE) hal-hal sebagai berikut:

  • − Badan Kerjasama yang terbentuk diberi nama Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB), berkedudukan di Jakarta.
  • − BKMB didirikan untuk melaksanakan pengembangan dan pembangunan proyek apartemen terletak di Pantai Mutiara Blok V dan W, Jakarta Utara di atas tanah seluas 62.625 m2 .
  • − THI dan GE akan memberikan kontribusinya secara merata terhadap kas BKMB untuk setiap penambahan modal.
  • − Seluruh pendapatan dari kerjasama ini termasuk tetapi tidak terbatas pada penjualan dan sewa unit-unit apartemen wajib disetorkan ke dalam rekening penampungan yang akan dibuka oleh BKMB.
  • − Berdasarkan nilai pemasukan dan kontribusi dari THI dan GE, maka perbandingan besarnya hak-hak dan liabilitas-liabilitas masing-masing dalam BKMB disetujui dan ditetapkan sebesar 50%.
  • − BKMB ini didirikan terhitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Badan Pengurus Kerjasama untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.

50. Perkara Hukum 50. Litigation

PT Taman Harapan Indah PT Taman Harapan Indah

a. PT Taman Harapan Indah (THI), entitas anak, telah mengajukan gugatan kepada Gubernur DKI Jakarta di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dalam kaitannya dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1409 Tahun 2018 tanggal 6 September 2018 yang mencabut Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 2637 Tahun 2015 tanggal 30 November 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau H kepada THI (Catatan 45). Sengketa ini terdaftar dengan No. 24/G/2019/PTUN Jakarta dan dalam proses banding karena Gubernur DKI Jakarta keberatan terhadap putusan PTUN Jakarta yang memenangkan gugatan THI.

Based on the Deed No. 12 dated April 29, 2006 of Saniwati Suganda, S.H., public notary in Jakarta, concerning the changes in and reinstatement of the BKMB Agreement, THI and PT Global Ekabuana (GE) agreed on the following:

  • − To establish a joint venture organization called Badan Kerjasama Mutiara Buana (BKMB), located in Jakarta.
  • − BKMB is established to carry out the development and construction of an apartment project at Pantai Mutiara Blok V and W, North Jakarta on 62,625 square meters area of land.
  • − THI and GE will contribute equally to BKMB in the form of cash.
  • − All revenue from this joint venture including but not limited to the sales and rent of apartment units must be deposited in the bank account of BKMB.
  • − Based on the participation and contribution from THI and GE, the share in the rights and obligations in BKMB is 50% for each party.
  • − BKMB was established as of the date of signing of the Cooperation Board Agreement for an indefinite period of time.

a. PT Taman Harapan Indah (THI), a subsidiary, had filed a lawsuit against the Governor of DKI Jakarta at the Court of Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta in connection with the Decree of the Governor of DKI Jakarta No. 1409 Year 2018 dated September 6, 2018 which revoked the Decree of the Governor of DKI Jakarta No. 2637 Year 2015 dated November 30, 2015 concerning Granting of Permit for Pulau H Reclamation Implementation to THI (Note 45). This dispute is registered with No. 24/G/2019/PTUN Jakarta and in the appeal process because of the Governor of DKI Jakarta objected to the PTUN Jakarta's decision which won the THI lawsuit.

Banding telah diputus PTUN Jakarta pada tanggal 2 Desember 2019 dalam nomor putusan banding No. 268/B/2019/PTUN-JKT dengan putusannya, membatalkan putusan PTUN Jakarta No. 24/6/2019/PTUN tanggal 9 Juli 2019.

Atas putusan tersebut, pada tanggal 23 Desember 2019, THI telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Hasil kasasi ini diputuskan oleh Mahkamah Agung dengan surat putusan No. 227/K/TUN/2020 tanggal 4 Juni 2020 dengan putusannya menolak permohonan kasasi THI.

THI melalui kuasa hukumnya melakukan upaya hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Putusan MA tersebut dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, masih dalam pemeriksaan.

b. Kementrian Agraria, dengan Surat Keputusan No. 1/PTT-HGB/KEM-ART/BPN/IV/2019 tanggal 22 April 2019 menetapkan tanah milik PT Taman Harapan Indah (THI) di Tegal Ratu, Ciwandan dengan SHGB No. 17 dengan luas 68.028 m2 sebagai tanah terlantar. Oleh karena itu THI mengajukan gugatan PTUN kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PTUN Jakarta memenangkan gugatan THI berdasarkan Putusan No. 159/G/2019/PTUN/JKT. Perkara ini masih berlanjut oleh karena BPN melakukan banding atas putusan tersebut dan saat ini sedang dalam pemeriksaan di tingkat Mahkamah Agung.

Berdasarkan surat dari Kantor Pengacara dan Konsultan Hukum THI, disebutkan bahwa kedua perkara tersebut diatas secara yuridis formil berpeluang menang.

PT Intiland Grande PT Intiland Grande

a. Berdasarkan perkara No. 28/Pdt.G/2014/ PN.Sby, PT Intiland Grande, entitas anak dan sebagai Penggugat mengajukan gugatan perdata tentang Perbuatan Melanggar Hukum terhadap Munthi (Tergugat I), Sadi (Tergugat II), Lurah Kelurahan Lontar (Tergugat III), Frans Tanudjaja (Turut Tergugat I), Trisna Setyawan (Turut Tergugat II), Linda Handayani Nyoto (Turut Tergugat III), dan Hadi Wanggana (Turut Tergugat IV) terkait pembelian sebagian tanah asal milik Munthi yang terletak di Persil 35 Klas D-II, Lontar, Surabaya.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The appeal has been decided by PTUN Jakarta on December 2, 2019 in the appeal decision number No. 268/B/2019/PTUN-JKT with its decision, canceling the decision of PTUN Jakarta No. 24/6/2019/PTUN on July 9, 2019.

In lieu of this decision, THI has filed another appeal to the Supreme Court on December 23, 2019. The Supreme Court issued the decision letter No. 227/K/TUN/2020 dated June 4, 2020 with the decision rejecting THI's appeal.

THI through its lawyer has filed another appeal of the Supreme Court Decision and as of the date of completion of the consolidated financial statements, this case is still in process.

b. On April 22, 2019, the Agrarian Ministry with a Decree No. 1/PTT-HGB/KEM-ART/BPN/IV/2019 decided that the land claimed as owned by PT Taman Harapan Indah (THI) in Tegal Ratu, Ciwandan with SHGB No. 17 and with total area of 68,028 square meters, as an abandoned land. Therefore, THI filed a PTUN lawsuit to Badan Pertanahan Nasional (BPN) and THI won based on Decree No. 159/G/2019/PTUN/JKT. This case is still ongoing because BPN has appealed the decision and is currently being investigated at the Supreme Court level.

Based on a letter from THI's legal counsel, it is stated that the two cases above have a formal juridicial chance of winning.

a. Based on case No. 28/Pdt.G/2014/PN.Sby, PT Intiland Grande, a subsidiary and as Plaintiff filed a civil lawsuit against Munthi (Defendant I), Sadi (Defendant II), Lurah Kelurahan Lontar (Defendant III), Frans Tanudjaja (Co-Defendant I), Trisna Setyawan (Co-Defendant II), Linda Handayani Nyoto (Co-Defendant III), and Hadi Wanggana (Co-Defendant IV) related to the purchase of parcel of land owned by Munthi located at Lot 35 ClassD-II, Lontar, Surabaya.

Perkara sudah diputus pada tanggal 11 September 2014 dengan hasil putusannya menolak gugatan Penggugat. Atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya tersebut, Penggugat mengajukan banding dengan Register Perkara No. 710/PDT/2017/PT.SBY tanggal 21 November 2017 dengan hasil putusannya menerima permohonan banding Penggugat.

Atas Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tersebut, tergugat mengajukan kasasi. Pada tanggal 25 September 2019, penggugat mengajukan kontra memori kasasi. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perkara tersebut diatas masih dalam proses kasasi dengan nomor perkara kasasi 1621 K/PDT/2020.

b. Berdasarkan perkara No. 121/G/2013/ PTUN.Sby pada Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, Sadi (Penggugat) mengajukan gugatan perkara sengketa Tata Usaha Negara kepada Lurah Lontar (Tergugat) dan PT Intiland Grande (Tergugat II Intervensi) atas Tanah ex. Petok D asal No. 397 yang terletak di Persil 35 Klas D-II, Lontar, Surabaya dengan luas kurang lebih 7.810 m2 atas nama Munti.

Gugatan telah diputus oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dengan putusannya, gugatan Penggugat diterima. Atas putusan ini PT Intiland Grande mengajukan upaya hukum banding dan telah diputus oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dengan putusannya menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya No. 24/B/2014/PT.TUN.Sby tanggal 17 Februari 2014 dan atas putusan ini PT Intiland Grande mengajukan kasasi. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perkara tersebut diatas masih dalam proses kasasi.

c. Berdasarkan perkara No. 233/G/2013/ PTUN.Sby pada Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, PT Intiland Grande (Penggugat) menggugat Lurah Lontar (Tergugat) dan Sadi (Tergugat II Intervensi) dengan gugatan perkara sengketa Tata Usaha Negara atas Tanah Petok D No. 397 yang terletak di Persil 35 Klas D-II, Lontar, Surabaya dengan luas kurang lebih 10.781 m2.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

This case had been decided on September 11, 2014 with the verdict that the claim cannot be accepted. Based on that decision, the plaintiff filed an appeal with Case Register No. 710/PDT/2017/PT.SBY dated November 21, 2017 with the verdict accepting the plaintiff's appeal.

Based on the decision of the Surabaya High Court, the defendant submitted an appeal. On September 25, 2019, the Plaintiff filed a counter appeal memory. Until the completion date of the consolidated financial statements, the case above is still in the process of cassation with case number 1621 K/PDT/2020.

b. Based on case No. 121/G/2013/PTUN.Sby at the Surabaya State Administrative Court, Sadi (Plaintiff I) filed a state administration suit against Lurah Lontar (Defendant) and PT Intiland Grande (Intervening Defendant II) of Land ex. Petok D No. 397 located at Lot 35 Class D-II, Lontar, Surabaya with total measurement of 7,810 square meters owned by Munti.

The lawsuit had been decided by the State Administrative Court Surabaya with verdict to accept the Plaintiff's lawsuit. Against the decision, PT Intiland Grande filed an appeal and was decided by the Administrative High Court with a verdict uphelding the ruling of State Administrative Court Surabaya with No. 24/B/2014/PT.TUN.Sby dated February 17, 2014 and based on the verdict, PT Intiland Grande filed a cassation. Until the date of completion of the consolidated financial statements, the case mentioned above is still under appeal.

c. Based on case No. 233/G/2013/PTUN.Sby at Surabaya State Administrative Court, PT Intiland Grande (Plaintiff) sued Lurah Lontar (Defendant) and Sadi (Intervening Defendant II) with a lawsuit case State Administration dispute over the Land Petok D No. 397 located at Lot 35 Class D-II, Lontar, Surabaya with total measurement of 10,781 square meters.

Gugatan telah diputus oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dengan putusannya, gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Atas putusan ini Penggugat mengajukan upaya hukum banding dan telah diputus oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dengan putusannya menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara. Atas putusan ini, PT Intiland Grande mengajukan kasasi. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perkara tersebut diatas masih dalam proses kasasi.

51. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 51. Events after the Reporting Period

  • a. Berdasarkan Akta No. 20, 21, dan 22 tanggal 14 Januari 2021, PT Jateng Industri Intiland dan PT Intiland Sejahtera, entitas-entitas anak, telah membeli saham PT Perkebunan Industri Segajung, yang dimiliki oleh pihak-pihak ketiga, masing-masing sejumlah 300.999 lembar dan 1 lembar saham atau 99,99% dan 0,01% dengan harga pembelian masing-masing sebesar Rp 354.174.510.837 dan Rp 1.176.663.
  • b. Pada bulan November 2020, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani pemberlakuan Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang akan berdampak pada perubahan nilai liabilitas imbalan kerja. Namun, pada tanggal 31 Desember 2020, Grup melakukan perhitungan liabilitas imbalan kerja berdasarkan UU yang berlaku sebelum UU Cipta Kerja, yaitu UU No.13/2013, karena dasar perhitungan liabilitas imbalan kerja berdasarkan UU Cipta Kerja tersebut diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 35/2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja, yang diundangkan pada tanggal 2 Februari 2021. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak penerapan PP tersebut serta mengevaluasi dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

The lawsuit had been decided by the State Administrative Court Surabaya with the verdict that the claim cannot be accepted. Based on this verdict, the Plaintiff filed an appeal and was decided by the Administrative High Court with the verdict affirming the State Administrative Court's verdict. Based on this verdict, PT Intiland Grande filed a cassation. Until the date of completion of the consolidated financial statements, the case mentioned above is still under appeal.

  • a. Based on Notarial Deed No. 20, 21, and 22 dated January 14, 2021, PT Jateng Industri Intiland and PT Intiland Sejatera, the subsidiaries, had acquired the shares of PT Perkebunan Industri Segajung owned by third parties, totaling to 300,999 shares and 1 shares or equivalent to 99.99% and 0.01% ownership interest, at purchase price of Rp 354,174,510,837 and Rp 1,176,663, respectively.
  • b. In November 2020, the President of Republic of Indonesia, enacted the Job Creation Law, that may have impact on the amount of employee benefits obligations based on the law that was in effect before the Job Creation Law which is the UU No.13/2013, since the basis for future calculation of the employee benefits obligation is further regulated in the implementing regulation, "Peraturan Pemerintah (PP) No. 35/2021, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja" which was enacted on February 2, 2021. As of date of completion of the consolidated financial statements, the Group is still assessing the effect on the Group's consolidated financial statements.

52. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

52. Supplemental Disclosures on Consolidated Statements of Cash Flows

Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:

The following are the noncash investing and financing activities of the Group:

2020 2019
Reklasifikasi uang muka pembelian tanah ke Reclassification of advance for purchase
uang muka investasi 120.319.456.925 - of land to advance for stock investment
Reklasifikasi piutang pihak berelasi ke Reclassification of due from related party
periode konstruksi (Catatan 19)
uang muka investasi
3.999.496.000 - to advance for stock investment
Acquisition of property and equipment through
Penambahan aset tetap melalui liabilitas sewa 181.680.000 - capital lease

53. Rekonsiliasi Liabilitas Konsolidasian yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan

Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam liabilitas konsolidasian Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan, yang meliputi perubahan terkait kas dan non-kas pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah aktivitas arus kas, atau arus kas masa depan, yang diklasifikasikan dalam laporan arus kas konsolidasian Grup sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan.

53. Reconciliation of Consolidation Liabilities Arising from Financing Activities

The table below details changes in the Group's consolidation liabilities arising from financing activities, including both cash and non-cash changes as of December 31, 2020 and 2019. Liabilities arising from financing activities are those for which cash flows were, or future cash flows will be, classified in the Group's consolidated statement of cash flows as cash flows from financing activities.

Perubahan Non Kas/
Non-Cash Changes/
Penambahan aset
tetap melalui liabilitas
Amortisasi sewa/
Arus Kas Pendanaan/ biaya transaksi/ Acquisition of property
1 Januari 2020/ Financing Cash Flows Amortization of and equipment 31 Desember 2020/
January 1, 2020 *) transaction costs through capital lease December 31, 2020
Utang bank jangka pendek 1.371.696.228.525 258.339.897.464 - - 1.630.036.125.989 Short-term bank loans
Pinjaman jangka panjang 3.426.138.513.292 (196.368.176.492) 11.913.690.947 - 3.241.684.027.747 Long-term bank loans
Utang obligasi 161.094.788.697 - 588.466.277 - 161.683.254.974 Bonds payable
Liabilitas sewa 612.890.369 (579.251.944) - 181.680.000 215.318.425 Lease liabilities
Jumlah liabilitas dari aktivitas Total liabilitas from
pendanaan 4.959.542.420.883 61.392.469.028 12.502.157.224 181.680.000 5.033.618.727.135 financing activities

*) Arus kas dari utang bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjang merupakan jumlah bersih dari penerimaan dan pembayaran pinjaman dalam laporan arus kas konsolidasian./ The cash flows from short-term bank loans and long-term bank loans represent the net amount of proceeds and payments of borrowings in the consolidated statements of cash flows.

1 Januari 2019/
January 1, 2019
Arus Kas Pendanaan/
Financing Cash Flows
*)
Perubahan Non Kas/
Non-Cash Changes/
Amortisasi
biaya transaksi/
Amortization of
transaction costs
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Utang bank jangka pendek 1.943.980.273.236 (572.284.044.711) - 1.371.696.228.525 Short-term bank loans
Pinjaman jangka panjang 2.479.484.318.302 972.341.872.877 (25.687.677.887) 3.426.138.513.292 Long-term bank loans
Utang obligasi 587.113.688.302 (428.000.000.000) 1.981.100.395 161.094.788.697 Bonds payable
Liabilitas sewa 1.275.097.172 (662.206.803) - 612.890.369 Lease liabilities
Jumlah liabilitas dari aktivitas
pendanaan
5.011.853.377.012 (28.604.378.637) (23.706.577.492) 4.959.542.420.883 Total liabilitas from
financing activities

*) Arus kas dari utang bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjang merupakan jumlah bersih dari penerimaan dan pembayaran pinjaman dalam laporan arus kas konsolidasian./ The cash flows from short-term bank loans and long-term bank loans represent the net amount of proceeds and payments of borrowings in the consolidated statements of cash flows.

54. Ketidakpastian Kondisi Ekonomi 54. Economic Environment Uncertainty

Sejak awal tahun 2020, perlambatan perekonomian global dan dampak negatif yang terjadi pada pasar finansial utama di dunia yang diakibatkan oleh penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) pada tahun 2020 telah menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai wajar instrumen keuangan, terhentinya perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil, volatilitas nilai tukar mata uang asing, dan likuiditas yang ketat pada sektor-sektor ekonomi tertentu di Indonesia, termasuk industri real estat, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan operasional Grup. Kemampuan Indonesia untuk meminimalkan dampak perlambatan perekonomian global terhadap perekonomian nasional sangat tergantung pada tindakan pemberantasan ancaman Covid-19 tersebut, selain kebijakan fiskal dan kebijakan lainnya yang diterapkan oleh Pemerintah. Kebijakan tersebut, termasuk pelaksanaannya dan kejadian yang timbul, berada di luar kontrol Grup.

55. Standar Akuntansi Keuangan Baru dan Penyesuaian atas Laporan Keuangan Konsolidasian

Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2020, relevan bagi Grup namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak berdampak material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian:

  • Amandemen PSAK No. 15, Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
  • Amandemen PSAK No. 1, Penyajian Laporan Keuangan
  • Penyesuaian Tahunan PSAK No. 1, Penyajian Laporan Keuangan

Since early 2020, the global economic slowdown and negative impact on major financial market caused by the pandemic spread of coronavirus (Covid-19) in year 2020 has resulted to increased volatility in the value of financial instruments, trading interruptions, disruptions to operations of companies, unstable stock market, volatility of foreign currency exchange rates, and tight liquidity in certain sectors in Indonesia, including the real estate industry, which may continue and result to unfavorable financial and operating impact to the Group. Indonesia's ability to minimize the impact of the global economic slowdown on the country's economy is largely dependent on the eradication of Covid-19 threat, as well as the fiscal and other measures that are being taken and will be undertaken by the government authorities. These measures, actions and events are beyond the Group's control.

55. New Financial Accounting Standards and Adjustment of Consolidated Financial Statements

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK)

The application of the following revised financial accounting standards, which are effective from January 1, 2020 and relevant for the Group, but did not result in substantial changes to the Group's accounting policies and had no material effect on the amounts reported in the consolidated financial statements:

  • Amendment to PSAK No. 15, Investment in Associates and Joint Venture
  • Amendment to PSAK No. 1, Presentation of Financial Statements
  • Annual Improvement to PSAK No. 1, Presentation of Financial Statements

Penerapan standar akuntansi keuangan baru berikut, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020, relevan bagi Grup dan menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup serta berdampak material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian:

  • PSAK No. 71, Instrumen Keuangan
  • PSAK No. 72, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
  • PSAK No. 73, Sewa

Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2021, sebagai berikut:

  • Amandemen PSAK No. 22, Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis

Grup masih mengevaluasi dampak penerapan amandemen PSAK di atas dan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian dari penerapan amandemen PSAK tersebut belum dapat ditentukan.

Penerapan PSAK No. 71, PSAK No. 72, dan PSAK No. 73

Grup menerapkan PSAK No. 71, PSAK No. 72, dan PSAK No. 73 secara efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2020.

Atas penerapan PSAK No. 73, Grup melakukan reklasifikasi dalam rincian aset tetapnya sebagaimana diungkapkan pada Catatan 17 dan tidak terdapat dampak terhadap akun lainnya dalam laporan keuangan konsolidasian.

Atas penerapan PSAK No. 71 dan PSAK No. 72, Grup mengakui dampak kumulatif dari penerapan awal standar baru sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba sebagai berikut:

The application of the following new financial accounting standards, which are effective from January 1, 2020, relevant for the Group, and result in substantial changes to the Group's accounting policies and had material effect on the amounts reported in the consolidated financial statements:

  • PSAK No. 71, Financial Instruments
  • PSAK No. 72, Revenue from Contract with Customers
  • PSAK No. 73, Lease

Amendment to financial accounting standard issued that are mandatory for the financial year beginning or after 1 January 2021, is as follows:

  • Amendment to PSAK No. 22, Business Combination regarding Definition of Business

The Group is still evaluating the effects of the amendment to PSAK and has not yet determined the related effects on the consolidated financial statements.

Application of PSAK No. 71, PSAK No. 72, and PSAK No. 73

The Group has applied PSAK No. 71, PSAK No. 72, and PSAK No. 73 effective for the financial year beginning January 1, 2020.

With the application of PSAK No. 73, the Group reclassified the details of its property and equipment as disclosed in Note 17 and there was no impact on other accounts in the consolidated financial statements.

The Group has applied PSAK No. 71 and PSAK No. 72 by recognizing the cumulative effect of initially applying the new standards as an adjustment to the beginning balance of retained earnings as follows:

Saldo laba
belum ditentukan
penggunaannya/
Unappropriated
retained earnings
Saldo 31 Desember 2019 2.066.784.409.208 Balance as of December 31, 2019
Penyesuaian saldo atas penerapan Opening balance adjustment upon initial
awal PSAK No. 71 (4.827.232.531) application of PSAK No. 71
Penyesuaian saldo atas penerapan Opening balance adjustment upon initial
awal PSAK No. 72 (1.104.947.368.882) application of PSAK No. 72
Saldo 1 Januari 2020 setelah penyesuaian Balance as of January 1, 2020 after adjustment for
PSAK No. 71 dan PSAK No. 72 957.009.807.795 PSAK No. 71 and PSAK No. 72

Tabel berikut menunjukkan saldo beberapa pos-pos laporan posisi keuangan konsolidasian untuk saldo awal 1 Januari 2020 setelah penerapan PSAK No. 71 dan PSAK No. 72.

The following table shows the balance of several items on consolidated statement of financial position for the opening balance January 1, 2020 after the application of PSAK No. 71 and PSAK No. 72.

Saldo
31 Desember 2019/
Penyesuaian
PSAK 71/
Penyesuaian
PSAK 72/
Saldo
1 Januari 2020/
Balance as of Adjustment Adjustment Balance as of
31 December 2019 PSAK 71 PSAK 72 1 January 2020
LAPORAN POSISI
KEUANGAN KONSOLIDASIAN
STATEMENT OF CONSOLIDATED
FINANCIAL POSITION
Aset Assets
Piutang usaha - pihak ketiga 425.880.786.410 (4.827.232.531) (56.379.701.076) 364.673.852.803 Trade accounts receivable - third parties
Persediaan 5.379.322.543.210 - 1.297.950.987.947 6.677.273.531.157 Inventories
Pajak dibayar dimuka 161.386.912.118 - 58.854.613.169 220.241.525.287 Prepaid taxes
Liabilitas Liabilities
Liabilitas kontrak - - 4.019.250.055.408 4.019.250.055.408 Contract liabilities
Uang muka penjualan 1.428.293.784.440 - (1.428.293.784.440) - Sales advances
Ekuitas Equity
Saldo laba belum ditentukan Unappropriated
penggunaannya 2.066.784.409.208 (4.827.232.531) (1.104.947.368.882) 957.009.807.795 retained earnings
Kepentingan non-pengendali 1.039.188.483.360 - (185.583.002.046) 853.605.481.314 Non-controlling interests

Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur cadangan kerugian kredit ekspektasian yang diatur oleh PSAK No. 71 yang mensyaratkan pembentukan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk seluruh piutang usaha. Hal tersebut menyebabkan peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp 4.827.232.531 dengan dampak pajak terkait sebesar nihil yang diakui sebagai penyesuaian atas saldo laba 1 Januari 2020.

PSAK No. 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

Penerapan PSAK No. 72 mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi dan penyesuaian terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai berikut:

PSAK No. 71: Instrumen Keuangan PSAK No. 71: Financial Instruments

The Group applies the simplified approach to provide for expected credit losses prescribed by PSAK No. 71 which requires the use of lifetime expected loss provision of all trade accounts receivable. This increased the provision for impairment of trade accounts receivables by Rp 4,827,232,531 with related tax impact of nil which were recognized as an adjustment to the retained earnings as of January 1, 2020.

PSAK No. 72: Revenue from Contracts with Customers

The application of PSAK No. 72 resulted in changes in accounting policies and adjustments to the amounts recognized in the consolidated financial statements as follows:

Pengakuan pendapatan Revenue recognition

Pada tahun yang berakhir 31 Desember 2019, pendapatan Grup atas penjualan persediaan real estat yang belum selesai pembangunannya, diakui dengan metode persentase penyelesaian (percentage-of-completion method). Penerapan PSAK No. 72 berdampak pada pendapatan Grup atas penjualan persediaan real estat berubah menjadi kewajiban pelaksanaan tunggal yang dipenuhi pada suatu titik waktu. Grup juga menyesuaikan efek komponen pendanaan signifikan atas liabilitas kontrak.

Grup hanya menerapkan PSAK No. 72 untuk kontrak dengan pelanggan yang belum selesai pada tanggal 1 Januari 2020. Grup memilih untuk menerapkan panduan praktis untuk mengakui biaya yang terjadi untuk mendapatkan kontrak sebagai beban saat terjadinya jika periode amortisasi aset tersebut adalah satu tahun atau kurang. Grup juga memilih untuk menerapkan panduan praktis untuk tidak menyesuaikan jumlah imbalan atas efek komponen pendanaan signifikan, jika Grup mengharapkan, saat kontrak dimulai, bahwa periode antara saat Grup mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dan saat pelanggan melakukan pembayaran atas barang atau jasa adalah satu tahun atau kurang.

Pengakuan beban Cost recognition

Pada periode pelaporan sebelumnya, biaya dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat terjadinya. Berdasarkan PSAK No. 72, biaya yang berhubungan langsung untuk mendapatkan kontrak dikapitalisasi sebagai beban dari kontrak dengan pelanggan pada akun "Biaya dibayar dimuka" dan diamortisasi secara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa terkait kepada pelanggan.

Komponen pendanaan Financing component

Komponen pendanaan terjadi saat periode antara penyerahan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dan pembayaran oleh pelanggan terkait dengan kontrak melebihi satu tahun. Berdasarkan PSAK No. 72, Grup menyesuaikan harga transaksi untuk nilai waktu uang.

PT INTILAND DEVELOPMENT Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2020 and 2019 (Figures are presented in Rupiah, unless Otherwise Stated)

For the year ended December 31, 2019, the Group's revenue from sale of real estate inventories, which construction have not finished, are recognized using the percentage-ofcompletion method. The application of PSAK No. 72 resulted in changes on the Group's revenue from sale of real estate inventories to single performance obligations which satisfied at a point in time. The Group also adjusted effect of significant financing component on contract liabilities.

Penerapan panduan praktis Application of practical expedient

The Group only applies PSAK No. 72 to customer contracts that are not completed on January 1, 2020. The Group applies the practical expedient to recognize the incremental cost of obtaining a contracts as an expense when incurred if the amortisation period of the asset that the Group otherwise would have recognized is one year or less. The Group also applies the practical expedient to not adjust the promised amount of consideration for the effects of significant financing component if the Group expects, at contract inception, that the period between when the Group transfers a promised good or services to customer and when the customer pays for the good or service will be one year or less.

In previous reporting period, expense from contracts with customers are recognized when they are incurred. Under PSAK No. 72, the costs directly related to obtaining the contract ("cost to obtain") are capitalized as cost from contract with customers in "Prepaid expenses" account and amortized on a systematic basis that is consistent with the transfer of the related goods or services to the customers.

Financing component occurred when the period between the transfer of the promised goods or services to the customer and payment by the customer exceeds one year. Under PSAK No. 72, the Group adjusted the transaction price for the time value of money.

*******