Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

City Retail Developments Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69548_rns_2020-12-31_4db0d13c-5470-4323-a207-05d5f4bca990.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT City Retail Developments Tbk dan entitas anaknya/and its subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/ Consolidated financial statements as of December 31, 2020 and for the year then ended with independent auditors' report

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED WITH INDEPENDENT AUDITORS' REPORT

DAFTAR ISI Halaman/
Page
TABLE OF CONTENTS
Laporan Auditor Independen Independent Auditors' Report
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian
4 - 5 Consolidated Statement of Profit or Loss
and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 - 8 Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9 - 153 Notes to the Consolidated Financial Statements

***************************

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 1.662.889.729.344 2e,2u,4,35 2.384.940.859.916 Cash and cash equivalents
Piutang usaha - pihak Trade receivables -
ketiga - neto 112.179.452.425 2u,5,14,35 69.002.637.853 third parties - net
Piutang lain-lain - pihak Other receivables -
ketiga - neto 10.146.629.728 2u,5,35 6.236.810.186 third parties - net
Uang muka 1.767.990.331 8 1.408.345.002 Advances
Persediaan - neto 55.429.555.708 2m,2n,7 45.717.884.332 Inventories - net
Bagian lancar biaya Current portion of
dibayar di muka 20.643.326.283 2g,2h,9 8.659.613.479 prepaid expenses
Pajak dibayar di muka 345.122.427.748 2q,20a
2e,2u,
164.213.853.854 Prepaid taxes
Aset keuangan lancar lainnya 406.125.443.500 6a,14,35 336.131.997.000 Other current financial assets
TOTAL ASET LANCAR 2.614.304.555.067 3.016.312.001.622 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang muka 271.112.278.020 8 316.573.267.860 Advances
Pajak dibayar di muka 12.660.668.153 20a 12.660.668.153 Prepaid taxes
Tanah untuk pengembangan - 2k,13 171.340.664.707 Land for development
Aset tetap - neto 255.790.949.831 2j,2n,10 249.590.436.602 Fixed assets - net
Properti investasi - neto 7.065.699.898.486 2i,2n,2x
11,14
4.323.932.485.366 Investment properties - net
Aset hak-guna 10.192.193.774 2b,2h,2n,15 - Right-of-use assets
Aset pajak tangguhan 123.181.737 2q,20e - Deferred tax assets
Aset takberwujud - neto 28.966.804.395 2l,12 24.302.345.160 Intangible assets - net
Biaya dibayar di muka - setelah Prepaid expenses - net
dikurangi bagian lancar 55.403.734.493 2g,2h,9
2e,2u,6b,
62.815.665.509 of current portion
Aset keuangan tidak lancar lainnya 294.131.756.585 14,35 61.303.017.536 Other non-current financial assets
Aset tidak lancar lainnya 4.500.000 4.500.000 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 7.994.085.965.474 5.222.523.050.893 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 10.608.390.520.541 8.238.835.052.515 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank jangka pendek 141.050.100.000 2u,14,35 - Short-term bank loan
Utang usaha - pihak ketiga 105.351.074.948 2u,17,35 77.635.098.518 Trade payable - third parties
Utang lain-lain - pihak ketiga 67.682.894.073 2u,18,35 44.403.132.302 Other payables - third parties
Utang pajak 16.792.152.934 2q,20b 13.623.634.590 Taxes payables
Beban akrual 184.718.047.652 2u,19,35 127.667.006.925 Accrued expenses
Liabilitas imbalan Short-term employee
kerja jangka pendek 21.812.983.867 2p,2u,22,35 20.342.166.195 benefits liabilities
Bagian jangka pendek
uang muka penjualan dan
pendapatan diterima di muka
124.163.448.410 2h,21 104.604.549.004 Current portion of sales advances
and unearned revenues
Uang jaminan sewa 849.727.296 2u,16,35 - Security deposits
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun: 2u,35 Current portion of long-term debts:
Utang bank jangka panjang 558.837.481.957 14 168.629.422.816 Long-term bank loans
Liabilitas sewa 4.146.984.916 2b,2h,15 - Lease liabilities
Utang pembiayaan konsumen 37.966.000 108.598.000 Consumer financing payables
Bagian jangka pendek
liabilitas lainnya 10.963.158.220 2u,16 4.215.061.888 Current portion of other liabilities
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 1.236.406.020.273 561.228.670.238 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term debts -
tempo dalam waktu satu tahun: 2u,35 net of current portion:
Utang bank jangka panjang 2.554.834.135.695 14 1.057.101.536.674 Long-term bank loans
Liabilitas sewa 7.028.433.161 2b,2h,15 - Lease liabilities
Utang pembiayaan konsumen
Uang muka penjualan dan
- 44.145.000 Consumer financing payables
pendapatan diterima di muka - Sales advances and
setelah dikurangi bagian unearned revenues -
jangka pendek 71.170.786.891 2h,21 86.173.218.775 net of current portion
Uang jaminan sewa 107.455.161.782 2u,16,35 59.094.004.739 Security deposits
Liabilitas pajak tangguhan - neto 4.760.191.227 2q,20e 4.187.282.478 Deferred tax liabilities - net
Liabilitas imbalan kerja Long-term employee
jangka panjang 20.941.676.008 2o,2p,22 19.359.748.680 benefits liabilities
Liabilitas lainnya -
setelah dikurangi bagian Other liabilities -
jangka pendek 16.467.917.151 2u,16 13.326.191.309 net of current portion
TOTAL LIABILITAS TOTAL NON-CURRENT
JANGKA PANJANG 2.782.658.301.915 1.239.286.127.655 LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 4.019.064.322.188 1.800.514.797.893 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Catatan/
Notes
31 Desember 2019/
December 31, 2019
EKUITAS EQUITY
EKUITAS YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
EQUITY ATTRIBUTABLE TO
OWNERS OF THE
PARENT ENTITY
Modal saham - nilai nominal
Rp100 per saham
Share capital - par value
Rp100 per share
Modal dasar - Authorized -
88.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan
88,000,000,000 shares
disetor penuh - Issued and fully paid -
22.198.871.804 saham 2.219.887.180.400 24 2.219.887.180.400 22,198,871,804 shares
Tambahan modal disetor - neto 51.501.761.546 2r,25 51.501.761.546 Additional paid-in capital - net
Difference in value of
Selisih transaksi ekuitas dengan equity transactions with
kepentingan nonpengendali
Saldo laba (defisit)
293.071.543.088 293.071.543.088 non-controlling interests
Retained earnings (deficit)
Telah ditentukan penggunaanya 1.000.000.000 1.000.000.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya (170.941.138.102) (226.722.530.778) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain (19.153.106) 213.156.355 Other comprehensive income
TOTAL 2.394.500.193.826 2.338.951.110.611 TOTAL
KEPENTINGAN NON-CONTROLLING
NONPENGENDALI 4.194.826.004.527 23 4.099.369.144.011 INTERESTS
TOTAL EKUITAS 6.589.326.198.353 6.438.320.254.622 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS
DAN EKUITAS
10.608.390.520.541 8.238.835.052.515 TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Year Ended December 31, Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/
2020 Catatan/
Notes
2019
PENJUALAN DAN
PENDAPATAN JASA
529.195.143.400 2s,26 512.516.477.175 SALES AND
SERVICE REVENUES
BEBAN POKOK PENJUALAN
DAN PENDAPATAN JASA
305.328.496.581 2s,27 261.820.899.282 COST OF SALES AND
SERVICE REVENUES
LABA BRUTO 223.866.646.819 250.695.577.893 GROSS PROFIT
Beban pemasaran (2.824.249.827) 2s,28 (9.779.688.004) Marketing expenses
General and
Beban umum dan administrasi (153.295.974.099) 2s,29 (174.126.332.380) administrative expenses
Keuntungan dari akuisisi
Keuntungan (kerugian)
339.910.853.267 1d 33.939.310.737 Gain on bargain purchase
selisih kurs - neto
Pembalikan atas (kerugian)
42.864.013.520 2w (80.569.153.542) Gain (loss) on forex - net
Reversal of impairment
penurunan nilai - neto (38.473.825.517) 2n,7,11 37.898.112.484 (impairment losses) - net
Beban operasi lainnya - neto (59.190.065.031) 30 (20.184.193.625) Other operating expenses - net
LABA USAHA 352.857.399.132 37.873.633.563 INCOME FROM OPERATIONS
Pendapatan keuangan 52.872.265.376 2s,31 70.022.286.719 Finance income
Biaya keuangan (198.996.314.665) 32 (101.985.665.633) Finance costs
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK FINAL DAN
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
206.733.349.843 5.910.254.649 INCOME BEFORE
FINAL TAX EXPENSES
AND INCOME TAX EXPENSES
Beban pajak final (48.282.801.284) 2q,20c (43.817.705.122) Final tax expenses
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
158.450.548.559 (37.907.450.473) INCOME (LOSS) BEFORE
INCOME TAX EXPENSES
Beban pajak penghasilan - neto (673.749.271) 2q,20c (4.371.550.211) Income tax expenses - net
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 157.776.799.288 (42.279.000.684) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali atas
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
Item that will not be
reclassified to profit or loss:
Remeasurements of
program imbalan pasti
Pajak penghasilan terkait
(708.603.904)
2.946.583
2o,22
2q
(281.378.075)
1.323.611
defined benefit plans
Related income tax
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN TAHUN BERJALAN
SETELAH PAJAK
(705.657.321) (280.054.464) INCOME
FOR THE YEAR AFTER TAX
TOTAL PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
157.071.141.967 (42.559.055.148 ) TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS) FOR THE YEAR

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (LANJUTAN) Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (CONTINUED) For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,
2020 Notes 2019
Laba (rugi) tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
57.560.927.379
100.215.871.909
(20.447.837.234)
(21.831.163.450)
Profit (loss) for the year attributable to:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
TOTAL 157.776.799.288 (42.279.000.684) TOTAL
Total penghasilan (rugi)
komprehensif tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
57.328.617.918
99.742.524.049
(20.727.891.698)
(21.831.163.450)
Total comprehensive income (loss)
for the year attributable to:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
TOTAL 157.071.141.967 (42.559.055.148) TOTAL
Laba (rugi) per saham yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
2,59 2t,33 (0,92) Earnings (loss) per share
attributable to owners of
the parent entity

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/Equity attributable to Owners of the Parent Entity
Modal Saham Selisih
Transaksi Ekuitas
dengan
Kepentingan
Nonpengendali/
Saldo Laba (Defisit)/ Penghasilan
Komprehensif Lain/
Other
Comprehensive
Income
Pengukuran
Kembali
Catatan/
Notes
Disetor Penuh/
Issued
and Fully Paid
Share Capital
Ditempatkan dan Tambahan Modal
Additional
Paid-in
Capital - Net
Difference
Disetor - Neto/ in Value of Equity
Non-controlling
Interests
Retained Earnings (Deficit)
Transactions with Telah Ditentukan Belum Ditentukan Remeasurements
Appropriated
Penggunaannya/ Penggunaannya/
Unappropriated
atas Program
Imbalan Pasti/
of Defined
Benefit Plans
Total/
Total
Kepentingan
Nonpengendali/
Non-controlling
Interests
Total Ekuitas/
Total Equity
Saldo, 1 Januari 2019 2.219.887.180.400 51.501.761.546 242.003.927.142 1.000.000.000 (206.274.693.544) 899.828.230 2.309.018.003.774 3.805.998.459.412 6.115.016.463.186 Balance, January 1, 2019
Penerbitan modal saham - entitas anak 1d - - 50.869.496.799 - - (406.617.411) 50.462.879.388 315.401.967.196 365.864.846.584 Issuance of new shares - subsidiaries
Peningkatan kepemilikan pada entitas anak dengan
membeli bagian kepentingan nonpengendali
1d - - 198.119.147 - - - 198.119.147 (200.119.147) (2.000.000) Increase of ownership in subsidiaries
by purchasing non-controling interest
Total rugi komprehensif tahun berjalan - - - - (20.447.837.234) (280.054.464) (20.727.891.698) (21.831.163.450) (42.559.055.148) Total comprehensive loss for the year
Saldo, 31 Desember 2019 2.219.887.180.400 51.501.761.546 293.071.543.088 1.000.000.000 (226.722.530.778) 213.156.355 2.338.951.110.611 4.099.369.144.011 6.438.320.254.622 Balance, December 31, 2019
Efek penerapan standar akuntansi baru 2b,41 - - - - (1.779.534.703) - (1.779.534.703) (4.285.663.533) (6.065.198.236) Effect of adoption of new accounting standards
Saldo, 1 Januari 2020 2.219.887.180.400 51.501.761.546 293.071.543.088 1.000.000.000 (228.502.065.481) 213.156.355 2.337.171.575.908 4.095.083.480.478 6.432.255.056.386 Balance, January 1, 2020
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan - - - - 57.560.927.379 (232.309.461) 57.328.617.918 99.742.524.049 157.071.141.967 Total comprehensive income for the year
Saldo, 31 Desember 2020 2.219.887.180.400 51.501.761.546 293.071.543.088 1.000.000.000 (170.941.138.102) (19.153.106) 2.394.500.193.826 4.194.826.004.527 6.589.326.198.353 Balance, December 31, 2020

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 Catatan/
Notes
2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 358.889.362.243 529.062.711.596 Cash receipts from customers
Pembayaran untuk: Payments for:
Pemasok (345.647.315.668) (222.372.732.960) Suppliers
Gaji dan tunjangan karyawan (112.142.172.902) (117.300.084.340) Salaries and employee benefits
Beban usaha (40.053.166.751) (159.647.479.775) Operating expenses
Penerimaan dari pendapatan keuangan
Penerimaan atas taksiran
55.092.888.139 73.059.582.791 Receipts from finance income
Cash receipts from
tagihan pajak 2.274.200.000 20f 22.752.677.788 claim for tax refund
Pembayaran beban bunga (162.819.390.063) (96.709.502.439) Payments of interest expenses
Pembayaran pajak (57.070.273.296) (49.857.329.382) Payments of taxes
Penerimaan atas klaim asuransi - 19.075.967.957 Cash receipts from insurance claim
Kas Neto yang Digunakan untuk Net Cash Used in
Aktivitas Operasi (301.475.868.298) (1.936.188.764) Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Penerimaan (penempatan)
refundable deposit
86.027.623.500 6 (86.027.623.500) Proceeds from (placement of)
refundable deposit
Akuisisi bisnis (1.554.844.993.501) 1d (213.790.834.853) Acquisitions of business
Perolehan properti investasi (552.025.289.239) 11,37 (678.554.136.948) Acquisitions of investment properties
Rugi kurs atas kontrak forward (104.400.050.000) 39 - Forex loss from forward contract
Penambahan uang muka untuk Increase in advance for constructions
konstruksi properti investasi (36.018.499.268) 8 (57.550.993.402) of investment properties
Penambahan uang muka Increase in advance for purchase
pembelian tanah dan proyek (15.989.117.162) 8,37 (136.846.788.440) of land and project
Perolehan aset tetap (15.655.647.174) 10,37 (22.781.013.129) Acquisitions of fixed assets
Perolehan aset takberwujud (6.189.145.406) 12,37 (10.916.944.389) Acquisitions of intangible assets
Pencairan deposito berjangka
yang dibatasi penggunaannya
Hasil penjualan aset tetap
-
-
6
10
37.746.550.000
340.000.000
Released of restricted time deposits
Proceeds from sale of fixed assets
Kas Neto yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
(2.199.095.118.250) (1.168.381.784.661) Net Cash Used in
Investing Activities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) For the Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 Catatan/
Notes
2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan utang bank
Penempatan bank yang
2.268.541.355.906 14 871.666.666.667 Proceeds from bank loans
dibatasi penggunaannya (386.864.838.483) 6,37 (33.396.188.757) Placement of restricted cash in bank
Pembayaran utang bank (145.023.865.365) 14 (487.977.122.958) Payments of bank loans
Pembayaran biaya transaksi (67.179.991.808) 14,37 (20.046.776.227) Payments of transaction costs
Pembayaran liabilitas sewa
Pembayaran utang
(2.539.141.300) 15,37 - Payments of lease liabilities
Payments of consumer
pembiayaan konsumen
Setoran modal dari
(114.777.000) (105.948.000) financing payable
Capital contribution by
kepentingan nonpengendali non-controlling interests -
- entitas anak - 1d 325.564.846.584 subsidiaries
Akuisisi kepentingan nonpengendali
atas entitas anak
- 1d (2.000.000) Acquisition of subsidiaries
non-controlling interests
Kas Neto yang Diperoleh Dari
Aktivitas Pendanaan
1.666.818.741.950 655.703.477.309 Net Cash Provided by
Financing Activities
PENURUNAN NETO
KAS DAN SETARA KAS
(833.752.244.598) (514.614.496.116) NET DECREASE IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
PENGARUH PERUBAHAN
SELISIH KURS MATA UANG
EFFECT OF CHANGES IN
FOREIGN EXCHANGE
ASING TERHADAP KAS
DAN SETARA KAS
111.701.114.026 2w (89.422.866.813) RATE ON CASH AND
CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
2.384.940.859.916 2.988.978.222.845 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
1.662.889.729.344 4 2.384.940.859.916 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR

Tambahan informasi arus kas diungkapkan dalam Catatan 37.

Supplemental cash flows information is presented in Note 37.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes to the consolidated financial statements form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.

PT Nirvana Development Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., M.Kn., No. 43 tanggal 18 Desember 2003. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-10765.HT.01.01.TH. 2004 tanggal 30 April 2004 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 9848 tanggal 1 Oktober 2004, Tambahan No. 79. Berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E M.Kn., No. 65 tanggal 14 Mei 2018, mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Nirvana Development Tbk menjadi PT City Retail Developments Tbk. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0010593.AH.01.02 Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., M.Kn. No. 16 tanggal 3 Oktober 2018 mengenai penambahan kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0020541.AH.01.02 Tahun 2018 tanggal 3 Oktober 2018.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dalam bidang pembangunan, jasa, perdagangan, perindustrian dan investasi. Kegiatan usaha Perusahaan, melalui entitas anaknya, bergerak dalam bidang pembangunan, penyewaan, pengelolaan atas pusat perbelanjaan dan pengelolaan hotel.

Perusahaan berdomisili di Menara Jamsostek lantai 8, Jalan Gatot Subroto Kav. 38, Jakarta Selatan, dan entitas-entitas anak berdomisili di beberapa lokasi antara lain, Jakarta, Cirebon, Cilegon, Cikarang, Sukoharjo, Pangkalan Bun, Ketapang, Sampit, Baturaja, Prabumulih, Cianjur, Sukabumi, Kapuas, Bogor, Gorontalo, Medan dan Palu. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 2009.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. Establishment of the Company

PT Nirvana Development Tbk (the "Company") was established based on Notarial Deed No. 43 made before P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., M.Kn., dated December 18, 2003. The Deed of establishment had been approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C-10765.HT.01.01.TH. 2004 dated April 30, 2004 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 9848 dated October 1, 2004, Supplement No. 79. Based on Notarial Deed No. 65 of Humberg Lie, S.H., S.E M.Kn., dated May 14, 2018, concerning the changes of Company's name from PT Nirvana Development Tbk to PT City Retail Developments Tbk. This change has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0010593.AH.01.02 Tahun 2018 dated May 14, 2018.

The Company's Articles of Association has been amended several times, the latest amended was covered by Notarial Deed of Humberg Lie, S.H., M.Kn. No. 16 dated October 3, 2018 concerning the additional of the Company's scope of activities. This amendment has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0020541.AH.01.02 Tahun 2018 dated October 3, 2018.

As stated in Article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of its activities comprises construction, service, trading, industry and investment. The Company, through its subsidiaries, is engaged in building construction, rental and shopping malls and hotel's management.

The Company is domiciled in Menara Jamsostek, 8th floor, Jalan Gatot Subroto Kav. 38, South Jakarta, and its subsidiaries are domiciled in several locations, among others, Jakarta, Cirebon, Cilegon, Cikarang, Sukoharjo, Pangkalan Bun, Ketapang, Sampit, Baturaja, Prabumulih, Cianjur, Sukabumi, Kapuas, Bogor, Gorontalo, Medan and Palu. The Company started its commercial operation in 2009.

PT Mega Inti Perdana Utama adalah entitas induk Perusahaan dan juga merupakan entitas induk terakhir dari Perusahaan dan Entitas Anaknya (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai "Grup").

b. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 27 Mei 2021.

c. Penawaran Umum Efek Perusahaan c. The Company's Public Offering

Pada tanggal 31 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("BAPEPAM-LK") sekarang Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dalam suratnya No. S-10537/BL/2012 untuk melakukan penawaran umum perdana 6.000.000.000 saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp100 per saham kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp105 per saham dan disertai dengan 4.200.000.000 Waran I yang melekat pada saham yang dikeluarkan dan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham dengan harga pelaksanaan waran Rp110 yang mulai berlaku mulai tanggal 13 Maret 2013 sampai dengan 11 September 2015. Pada tanggal 13 September 2012, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun entitas anak, dimana Perusahaan mempunyai pengendalian, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. Establishment of the Company (continued)

PT Mega Inti Perdana Utama is the parent entity of the Company and is also the ultimate parent entity of the Company and its Subsidiaries (collectively referred to hereafter as the "Group").

b. Completion of the Consolidated Financial Statements

The management is responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements which were completed and authorized for issuance by the Company's Directors on May 27, 2021.

On August 31, 2012, the Company obtained the effective statement from the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency ("BAPEPAM-LK"), currently as Financial Services Authority ("OJK") in its letter No. S-10537/BL/2012 for the initial public offering of 6,000,000,000 shares of the Company with par value of Rp100 per share to public with offering price at Rp105 per share and simultaneously the issuance of 4,200,000,000 Warrants I accompanying the new shares issued, which were granted free as an incentive for the shareholders at an exercise price of Rp110 which is effective starting on March 13, 2013 up to September 11, 2015. These shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on September 13, 2012.

d. Struktur Grup d. The Group's Structure

The consolidated financial statements include the accounts of subsidiaries, for which the Company has control either directly or indirectly as follows:

Nama Entitas Anak/ Domisili/ Kegiatan Usaha/
Principal
Mulai
Beroperasi/
Start of
Commercial
Persentase (%)
Kepemilikan/
Percentage (%)
of Ownership
Total Aset/
Total Assets
Name of Subsidiaries Domicile Activity Operations 2020 2019 2020 2019
Kepemilikan saham secara langsung/Direct ownership
Belum beroperasi/Non-operating
PT City Malls Indonesia ("CMI")
Jakarta a - 99,99 99,99 10.605.000.807.541 8.234.918.514.378
PT Nuansa Citra Persona ("NCP") Jakarta d - 99,99 99,99 305.726.000 461.500.000
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT City Malls Indonesia/Indirect ownership through PT City Malls Indonesia
Belum beroperasi/Non-operating
PT Nirvana Wastu Pratama ("NWP") Jakarta d - 32,48 32,48 9.956.565.394.196 7.577.339.515.227
PT Nirvana Infrastructure ("NI") Jakarta d - 99,98 99,98 648.434.413.297 657.577.999.884
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Nuansa Citra Pesona/Indirect ownership through PT Nuansa Citra Pesona
Belum beroperasi/Non-operating
PT Wahana Cipta Persadajaya
("WCP") Jakarta d - 99,99 99,99 500.000.000 500.000.000

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun entitas anak, dimana Perusahaan mempunyai pengendalian, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

The consolidated financial statements include the accounts of subsidiaries, for which the Company has control either directly or indirectly as follows: (continued)

Nama Entitas Anak/ Domisili/ Kegiatan Usaha/
Principal
Mulai
Beroperasi/
Start of
Commercial
Persentase (%)
Kepemilikan/
Percentage (%)
of Ownership
Total Aset/
Total Assets
Name of Subsidiaries Domicile Activity Operations 2020 2019 2020 2019
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Nirvana Infrastructure/Indirect ownership through PT Nirvana Infrastructure
Belum beroperasi/Non-operating
PT Genta Nirvana Mahaputra
("GNM") Jakarta c - 99,44 99,44 59.994.969.238 59.994.407.038
Beroperasi/Operating
PT Tristar Land ("TL")
PT Narendra Amerta ("NA")
Sukoharjo
Sukoharjo
d
d
2013
2013
99,82
99,99
99,82
99,99
343.221.639.455
13.606.696.265
348.594.845.608
15.569.278.230
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Nirvana Wastu Pratama/Indirect ownership through PT Nirvana Wastu Pratama
Belum beroperasi/Non-operating
NWP Retail Pte., Ltd. ("NWPret")
PT Nirvana Wastu Kastara
Singapura n - 100,00 - 804.459.578.698 -
Kasyapi ("NWKK")
PT Prawara Ranajaya
Purwakarta d - 100,00 100,00 52.463.702.030 52.516.366.197
Catra ("PRC")
PT Nirvana Wastu Prawara
Jakarta l - 100,00 - 41.021.144.114 -
Radika (""NWPRdk")
PT Nirvana Wastu Gunaadhya
Garut d - 100,00 100,00 27.462.785.375 26.729.160.456
Jayendra ("NWGJ")
PT Nirvana Wastu Anargya
Bojonegoro d - 100,00 100,00 27.311.559.657 27.087.014.274
Kastara ("NWAK") Bandung d - 100,00 100,00 20.318.275.537 20.274.378.457
PT Bimantara Danar Dipta ("BDD") Cilacap l - 100,00 100,00 19.840.351.348 17.732.130.651
PT Abhinaya Badasa Badi ("ABB") Pangkal Pinang
PT Yoja Megah Karta ("YJMK")
PT Wipala Madang Utama
Yogjakarta l
l
-
-
100,00
100,00
100,00
-
19.645.049.469
2.505.545.833
18.326.826.032
-
("WPM") Bogor l - 100,00 - 2.500.000.000 -
PT Yodya Megah Karta ("YDMK")
PT Anantara Bengawan Harja
Yogjakarta o - 100,00 - 2.480.215.833 -
("ABH")
PT Sentrayasa Karya Bilang
Solo l - 100,00 - 2.477.420.000 -
("SKB")
PT Narendra Daksa Lestari
Jakarta l - 100,00 - 2.477.206.667 -
("NDL")
PT Nirvana Wastu Kencana
Palangkaraya l - 100,00 100,00 2.421.085.707 2.453.345.121
("NWK")
PT Nirvana Wastu Manggala
Jakarta g - 99,90 99,90 2.154.335.091 2.730.446.339
Laksita ("NWML")
PT Adhinata Sangkara
Cilegon d - 100,00 100,00 178.359.448 435.401.332
Pratama ("ASP")
PT Nirvana Wastu Prasista
Kapuas e - 100,00 100,00 84.807.693 84.807.693
Rahardja ("NWPRja")
PT Nirvana Wastu Mahardika
Jakarta d - 100,00 100,00 79.565.571 91.913.987
("NWM")
PT Nirvana Wastu Pastika
Prabadwipa ("NWPP")
Depok
Jakarta
d
d
-
-
100,00
100,00
100,00
100,00
72.307.693
69.660.408
72.307.693
82.246.604
PT Nirvana Wastu Narthana
("NWN")
Jakarta d - 100,00 100,00 69.631.233 82.214.778
PT Nirvana Wastu Danapati
Garwita ("NWDG")
Tasikmalaya d - 100,00 100,00 59.224.361 98.550.747

Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun entitas anak, dimana Perusahaan mempunyai pengendalian, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut: (lanjutan)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

The consolidated financial statements include the accounts of subsidiaries, for which the Company has control either directly or indirectly as follows: (continued)

Nama Entitas Anak/ Domisili/ Kegiatan Usaha/
Principal
Mulai
Beroperasi/
Start of
Commercial
Kepemilikan/
Percentage (%)
of Ownership
Total Aset/
Total Assets
Name of Subsidiaries Domicile Activity Operations 2020 2019 2020 2019
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Nirvana Wastu Pratama (lanjutan)/Indirect ownership through PT Nirvana Wastu Pratama (continued)
Beroperasi/Operating
PT Pejaten Semesta Raya ("PSR") Jakarta l 2020 100,00 100,00 1.311.735.610.400 51.173.832.649
PT Primerindo Kencana ("PK") Gorontalo g 2011 100,00 100,00 885.294.714.200 902.014.477.353
PT Karya Bersama Takarob
("KBT") Cirebon f 2008 100,00 100,00 674.066.522.645 702.410.083.845
PT Nirvana Wastu Amerta ("NWA") Depok g 2020 100,00 100,00 594.399.445.110 394.260.144.145
PT Kalingga Murda ("KM")
PT Binjai Hatua Makmur ("BHM")
Jakarta
Binjai
g
l
2016
2020
100,00
100,00
100,00
100,00
527.606.360.887
395.541.488.206
671.646.577.015
15.443.861.200
PT Danadipa Aluwung ("DA") Sampit g 2014 100,00 100,00 374.015.161.597 388.218.748.054
PT Sekala Braha Semesta ("SBS") Bandar Lampung l 2020 100,00 100,00 357.241.776.424 10.552.929.882
PT Nirvana Wastu Sagara
Bhadrika ("NWSB") Cilegon d 2019 100,00 100,00 351.010.085.981 351.389.133.107
PT Grahita Dana ("GD") Cirebon g 2014 100,00 100,00 229.938.228.842 240.554.104.412
PT Dhanika Sejahtera Makmur
("DSM") Denpasar l 2020 100,00 100,00 229.052.498.804 7.327.592.165
PT Tarangga Hanasta ("TH") Ketapang g 2015 100,00 100,00 218.734.350.360 227.619.104.487
PT Nirvana Wastu Pradana
("NWPR") Cianjur d 2016 100,00 100,00 217.725.268.852 139.707.871.130
PT Adhiwangsa Satata Ekatra
("ASE") Depok l 2020 100,00 100,00 197.723.206.966 7.492.617.725
PT Tunas Mitra Usaha ("TMU") Cirebon d 2012 100,00 100,00 197.562.639.138 60.583.382.480
PT Palu Graha Sejahtera ("PGS") Palu b 2014 68,00 68,00 197.562.397.995 205.144.337.731
PT Nirvana Wastu Utama ("NWU") Sukabumi d 2016 100,00 100,00 140.527.096.234 147.654.509.188
PT Prabangkara Sangkara ("PS") Kapuas g 2016 100,00 100,00 132.174.786.801 139.271.977.050
PT Buana Baru Prima ("BBP") Pangkalan Bun g 2013 100,00 100,00 114.394.512.028 118.152.122.688
PT Aneka Jayausaha Maju
Terus ("AJUMT") Jakarta h 2011 100,00 100,00 42.148.610.440 26.177.003.011
PT Melia Arjuna Bejana ("MAB") Bogor d 2016 100,00 100,00 29.240.699.853 28.985.394.114
PT Kalingga Kara Daneswara
("KKD") Prabumulih m 2020 100,00 100,00 23.989.693.467 10.027.821.206
PT Adhirajasa Hanasta
Pratama ("AHP")
PT Nirvana Wastu Karya
Ketapang e 2019 100,00 100,00 21.129.269.958 16.013.881.918
Pratama ("NWKP") Cikarang d 2017 100,00 100,00 12.656.094.564 11.008.298.669
Tahap pengembangan/Development stage
PT Nirvana Wastu Jaya
Pratama ("NWJP") Semarang d - 75,00 75,00 589.340.508.041 398.823.840.447
PT Kalingga Murda Pratama
("KMP") Kendari g - 100,00 100,00 160.515.683.259 112.538.054.239
PT Gardapati Sahardaya ("GS") Tanjung Pinang g - 100,00 100,00 123.318.311.263 123.373.269.820
PT Tirta Anugrah Buana ("TAB") Bondowoso g - 100,00 100,00 113.735.015.961 83.017.007.596
PT Nirvana Wastu Jaya ("NWJ") Sorong d - 100,00 100,00 109.288.742.396 106.247.894.333
PT Nirvana Wastu Usaha
Karya ("NWUK") Tuban g - 100,00 100,00 100.972.510.411 44.237.355.734
PT Anggaraksa Lokeswara ("AL") Bontang g - 100,00 100,00 82.503.111.648 69.877.409.375
PT Nirvana Wastu Kusuma
("NWKus") Cilegon g - 100,00 100,00 40.894.999.713 40.888.256.342
PT Kalingga Murda Raja ("KMR") Indramayu d - 100,00 100,00 21.666.146.050 21.687.062.492
PT Nirvana Wastu Karya
Utama ("NWKU") Bengkulu g - 100,00 100,00 21.546.386.221 21.107.006.778

Persentase (%)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun entitas anak, dimana Perusahaan mempunyai pengendalian, baik langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut: (lanjutan)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

The consolidated financial statements include the accounts of subsidiaries, for which the Company has control either directly or indirectly as follows: (continued)

Kegiatan Usaha/ Mulai
Beroperasi/
Start of
Persentase (%)
Kepemilikan/
Percentage (%)
of Ownership
Total Aset/
Total Assets
Nama Entitas Anak/
Name of Subsidiaries
Domisili/
Domicile
Principal
Activity
Commercial
Operations
2020 2019 2020 2019
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Primerindo Kencana/Indirect ownership through PT Primerindo Kencana
Belum beroperasi/Non-operating
PT Primerindo Sejahtera ("PSj") Gorontalo i - 100,00 100,00 559.042.190.738 545.751.891.869
Kepemilikan saham secara tidak langsung melalui PT Primerindo Sejahtera/Indirect ownership through PT Primerindo Sejahtera
Beroperasi/Operating
PT Polonia Anugerah Jaya ("PAJ") Medan k 2018 100,00 100,00 306.819.077.608 312.675.853.858
PT Paramarta Rolas Jaya ("PRJ") Dumai j 2019 100,00 100,00 257.051.113.130 237.904.038.011
Belum beroperasi/Non-operating
PT Mahawira Rajendra Jaya
("MRJ")
Dumai j - 99,00 99,00 100.000.000 100.000.000

Keterangan kegiatan usaha entitas anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:/

Description on the principal activities of subsidiaries as of December 31, 2020 and 2019:

  • a Pembangunan, penyertaan modal, perdagangan, perindustrian, pengangkutan darat, percetakan dan jasa kecuali di bidang hukum dan pajak/
  • Construction, investment, trading, industry, land transportation, printing and services, except legal and tax fields
  • b Pertanian, perindustrian, perdagangan, dan pembangunan/
  • Agriculture, industry, trading, and construction
  • c Perdagangan, pembangunan, perindustrian dan jasa/
  • Trading, construction, industry and service d Perdagangan, pengangkutan, pembangunan, perindustrian, jasa, percetakan, perbengkelan, pertanian dan kehutanan/
  • Trading, transportation, construction, industry, service, printing, workshop, agriculture and forestry
  • e Pembangunan dan Pengelolaan Hotel Bintang Dua/

warehousing, supermarkets, garment and furniture

  • Construction and Management of Two Star Hotel
  • f Jasa, pembangunan, pengangkutan darat, perbengkelan, percetakan, perdagangan, perindustrian, pertambangan dan pertanian/
  • Service, construction, land transportation, workshop, printing, trading, industry, mining and agriculture
  • g Perdagangan, pengangkutan, pembangunan, perindustrian, jasa, percetakan dan pertanian/
  • Trading, transportation, construction, industry, service, printing and agriculture h Perdagangan, jasa, perindustrian, percetakan, perbengkelan, kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, pembangunan, perumahan, pengangkutan darat,

bahan kimia, restoran, pergudangan, pasar swalayan, garmen dan mebel/ Trading, service, industry, printing, workshop, forestry, plantations, agriculture, fishery, construction, real estate, land transportation, chemical, restaurant,

i Perdagangan, keagenan, jasa, perindustrian, pemborongan bangunan, konsultan, percetakan, pengangkutan, perbengkelan, real estat, restoran, garmen, pertanian dan pertambangan/

Trading, agency, service, industry, building contractor, consultant, printing, transportation, workshop, real estate, restaurant, garment, agriculture and mining j Pemborongan, real estat, pembangunan, jasa dan konsultasi, perdagangan dan perindustrian/

  • Contractor, real estate, construction, service and consultation, trading and industry
  • k Pembangunan, real estat, jasa, perdagangan, pengangkutan, perindustrian, percetakan, perbengkelan, pertanian dan kehutanan/

Construction, real estate, service, trading, transportation, industry, printing, workshop, agriculture and forestry

  • l Real estate yang dimiliki sendiri atau disewa/
  • Owned or leased real estate m Perhotelan/

Hospitality

  • n Entitas induk lainnya/
  • Other holding companies
  • o Pembangunan dan Pengelolaan Hotel Bintang Lima/ Construction and Management of Five Star Hotel

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 30 Juli 2020 yang diaktakan oleh Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., PSR setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Pejaten Village yang dimiliki oleh PT Panca Permata Pejaten.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Pejaten Village yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis Business Combination

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan Purchase of Shopping Center Business

PT Pejaten Semesta Raya PT Pejaten Semesta Raya

Based on Sale and Purchase Deed dated July 30, 2020 which was notarized by Jose Dima Satria S.H., M.Kn., PSR agreed to purchase Pejaten Village shopping center that was owned by PT Panca Permata Pejaten.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Pejaten Village business as of the acquisition date were as follow:

Nilai Wajar pada
Tanggal Akuisisi/
Fair Value at
Acquisition Date
Inventories 82.078.400 Persediaan
Prepaid taxes 4.988.551.510 Pajak dibayar dimuka
Investment properties 1.117.097.000.000* Properti investasi
Total assets 1.122.167.629.910 Total aset
Unearned revenue 49.885.515.096 Pendapatan diterima di muka
Security deposit 27.193.942.665 Uang jaminan sewa
Total liabilities 77.079.457.761 Total liabilitas
Net assets at acquisition date 1.045.088.172.149 Aset neto pada tanggal akuisisi
Net assets acquired 1.045.088.172.149 Aset neto yang diakuisisi
Gain on bargain purchase 219.139.865.595 Keuntungan dari akuisisi
Total consideration paid 825.948.306.554 Total imbalan yang dibayarkan
Arus Kas/
Cash flows
Total consideration paid
Total consideration paid
recorded in
825.948.306.554 Total imbalan yang dibayarkan
Total imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
other payables (Note 18) (11.567.523.844) utang lain-lain (Catatan 18)
Total cash paid for
business acquisition
814.380.782.710 Kas yang dibayarkan untuk
akuisisi bisnis

Keuntungan dari akuisisi dicatat neto dengan biaya terkait akusisi sebesar Rp60.370.804.105 dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2020.

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 18 Maret 2021.

Gain on bargain purchased is presented net with acquisition related costs amounting to Rp60,370,804,105 in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan (lanjutan) Purchase of Shopping Center Business

PT Binjai Hatua Makmur PT Binjai Hatua Makmur

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 3 Agustus 2020 yang diaktakan oleh Notaris Muchairani S.H., M.Kn., BHM setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Binjai Super Mall yang dimiliki oleh PT Amanda Cipta Utama.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Binjai Super Mall yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

Nilai Wajar pada

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

(continued)

Based on Sale and Purchase Deed dated August 3, 2020 which was notarized by Muchairani S.H., M.Kn., BHM agreed to purchase Binjai Super Mall shopping center that was owned by PT Amanda Cipta Utama.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Binjai Super Mall business as of the acquisition date were as follow:

Tanggal Akuisisi/
Fair Value at
Acquisition Date
Persediaan 86.192.911 Inventories
Pajak dibayar dimuka 1.010.514.528 Prepaid taxes
Properti investasi 295.906.000.000* Investment properties
Aset tidak lancar lainnya 330.130.000 Other non-current assets
Total aset 297.332.837.439 Total assets
Pendapatan diterima di muka 10.105.145.282 Unearned revenue
Uang jaminan sewa 6.808.020.473 Security deposit
Total liabilitas 16.913.165.755 Total liabilities
Aset neto pada tanggal akuisisi 280.419.671.684 Net assets at acquisition date
Aset neto yang diakuisisi 280.419.671.684 Net assets acquired
Keuntungan dari akuisisi 34.140.909.487 Gain on bargain purchase
Total imbalan yang dibayarkan 246.278.762.197 Total consideration paid
Arus Kas/
Cash flows
Total imbalan yang dibayarkan
Total imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
246.278.762.197 Total consideration paid
Total consideration paid
recorded in
utang lain-lain (Catatan 18) (2.984.791.547) other payables (Note 18)
Kas yang dibayarkan untuk
akuisisi bisnis
243.293.970.650 Total cash paid for
business acquisition

Keuntungan dari akuisisi dicatat neto dengan biaya terkait akusisi sebesar Rp17.355.380.510 dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2020.

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 18 Maret 2021.

Gain on bargain purchased is presented net with acquisition related costs amounting to Rp17,355,380,510 in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 10 Agustus 2020 yang diaktakan oleh Notaris Pria Takari Utama S.H., M.Kn., ASE setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Cimanggis Square Depok yang dimiliki oleh PT Surya Asri Lestari.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Cimanggis Square Depok yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

Nilai Wajar pada
Tanggal Akuisisi/
Fair Value at
Acquisition Date
126.395.000 Persediaan
207.031.288 Pajak dibayar dimuka
174.834.000.000* Properti investasi
Aset tidak lancar lainnya
175.860.426.288 Total aset
2.070.312.877 Pendapatan diterima di muka
2.783.083.612 Uang jaminan sewa
4.853.396.489 Total liabilitas
171.007.029.799 Aset neto pada tanggal akuisisi
Aset neto yang diakuisisi
50.540.314.940 Keuntungan dari akuisisi
120.466.714.859 Total imbalan yang dibayarkan
Arus Kas/
Cash flows
120.466.714.859 Total imbalan yang dibayarkan
Pengurang imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
35.987.976 piutang lain-lain
120.502.702.835 Kas yang dibayarkan untuk
akuisisi bisnis
693.000.000
171.007.029.799

Keuntungan dari akuisisi dicatat neto dengan biaya terkait akusisi sebesar Rp13.670.462.794 dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2020.

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 18 Maret 2021.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan (lanjutan) Purchase of Shopping Center Business (continued)

PT Adhiwangsa Satata Ekatra PT Adhiwangsa Satata Ekatra

Based on Sale and Purchase Deed dated August 10, 2020 which was notarized by Pria Takari Utama S.H., M.Kn., ASE agreed to purchase Cimanggis Square Depok shopping center that was owned by PT Surya Asri Lestari.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Cimanggis Square Depok business as of the acquisition date were as follow:

Gain on bargain purchased is presented net with acquisition related costs amounting to Rp13,670,462,794 in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan (lanjutan) Purchase of Shopping Center Business

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 11 Agustus 2020 yang diaktakan oleh Notaris I Ketut Damanta S.H., DSM setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Duta Plaza Bali yang dimiliki oleh PT Mega Duta Persada.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Duta Plaza Bali yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

(continued)

PT Dhanika Sejahtera Makmur PT Dhanika Sejahtera Makmur

Based on Sale and Purchase Deed dated August 11, 2020 which was notarized by I Ketut Damanta S.H., DSM agreed to purchase Duta Plaza Bali shopping center that was owned by PT Mega Duta Persada.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Duta Plaza Bali business as of the acquisition date were as follow:

Nilai Wajar pada
Tanggal Akuisisi/
Fair Value at
Acquisition Date
Inventories 18.900.000 Persediaan
Prepaid taxes 81.713.966 Pajak dibayar dimuka
Investment properties 204.020.000.000* Properti investasi
Total assets 204.120.613.966 Total aset
Unearned revenue 817.139.660 Pendapatan diterima di muka
Security deposit 5.827.389.137 Uang jaminan sewa
Total liabilities 6.644.528.797 Total liabilitas
Net assets at acquisition date 197.476.085.169 Aset neto pada tanggal akuisisi
Net assets acquired 197.476.085.169 Aset neto yang diakuisisi
Gain on bargain purchase 95.642.232.566 Keuntungan dari akuisisi
Total consideration paid 101.833.852.603 Total imbalan yang dibayarkan
Arus Kas/
Cash flows
Total consideration paid
Total consideration paid
deduction recorded
101.833.852.603 Total imbalan yang dibayarkan
Pengurang imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
in other receivables 4.022.191.152 piutang lain-lain
Kas yang dibayarkan untuk

Keuntungan dari akuisisi dicatat neto dengan biaya terkait akusisi sebesar Rp8.446.426.033 dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2020.

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 18 Maret 2021.

Gain on bargain purchased is presented net with acquisition related costs amounting to Rp8,446,426,033 in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 11 September 2020 yang diaktakan oleh Notaris Edwin S.H., M.Kn., SBS setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Central Plaza Lampung yang dimiliki oleh PT Prima Gerbang Persada.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Sentra Plaza Lampung yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan (lanjutan) Purchase of Shopping Center Business (continued)

PT Sekala Braha Semesta PT Sekala Braha Semesta

Based on Sale and Purchase Deed dated September 11, 2020 which was notarized by Edwin S.H., M.Kn., SBS agreed to purchase Central Plaza Lampung shopping center that was owned by PT Prima Gerbang Persada.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Sentra Plaza Lampung business as of the acquisition date were as follow:

Nilai Wajar pada
Tanggal Akuisisi/
Fair Value at
Acquisition Date
Persediaan 117.003.920 Inventories
Pajak dibayar dimuka 249.879.624 Prepaid taxes
Properti investasi 217.441.000.000* Investment properties
Aset tidak lancar lainnya 95.920.000 Other non-current assets
Total aset 217.903.803.544 Total assets
Beban akrual 2.000.000.000 Accrued expenses
Pendapatan diterima di muka 2.498.796.240 Unearned revenue
Uang jaminan sewa 4.867.150.297 Security deposit
Total liabilitas 9.365.946.537 Total liabilities
Aset neto pada tanggal akuisisi 208.537.857.007 Net assets at acquisition date
Aset neto yang diakuisisi 208.537.857.007 Net assets acquired
Keuntungan dari akuisisi 56.260.315.846 Gain on bargain purchase
Total imbalan yang dibayarkan 152.277.541.161 Total consideration paid
Arus Kas/
Cash flows
Total imbalan yang dibayarkan
Pengurang imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
152.277.541.161 Total consideration paid
Total consideration paid
deduction recorded
piutang lain-lain 2.721.167.223 in other receivables
Kas yang dibayarkan untuk
akuisisi bisnis
154.998.708.384 Total cash paid for
business acquisition

Keuntungan dari akuisisi dicatat neto dengan biaya terkait akusisi sebesar Rp15.969.711.725 dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2020.

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Rengganis, Hamid & Rekan penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 18 Maret 2021.

Gain on bargain purchased is presented net with acquisition related costs amounting to Rp15,969,711,725 in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

Pembelian Bisnis Pusat Perbelanjaan (lanjutan) Purchase of Shopping Center Business

PT Nirvana Wastu Sagara Bhadrika PT Nirvana Wastu Sagara Bhadrika

Berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 29 Oktober 2019 yang diaktakan oleh Notaris Ratna Sari Utama, S.H., M.Kn., M.M., NWSB setuju untuk membeli bisnis pusat perbelanjaan Cilegon Supermall yang dimiliki oleh PT Griyapesona Mentari.

Nilai wajar dari aset dan liabilitas dari bisnis Cilegon Supermall yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

Nilai Wajar pada Tanggal Akuisisi/

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

  • 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
  • d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

(continued)

Based on Sale and Purchase Deed dated October 29, 2019 which was notarized by Ratna Sari Utama, S.H., M.Kn., M.M., NWSB agreed to purchase Cilegon Supermall shopping center that was owned by PT Griyapesona Mentari.

The fair value of the identifiable assets and liabilities of Cilegon Supermall business as of the acquisition date were as follow:

Fair Value at
Acquisition Date
Persediaan 26.634.918 Inventories
Pajak dibayar dimuka 77.660.096 Prepaid taxes
Properti investasi 266.726.223.087* Investment properties
Total aset 266.830.518.101 Total assets
Pendapatan diterima di muka 7.287.943.148 Unearned revenue
Beban akrual 4.000.000.000 Accrued expense
Uang jaminan sewa 3.443.893.244 Security deposit
Total liabilitas 14.731.836.392 Total liabilities
Aset neto pada tanggal akuisisi 252.098.681.709 Net assets at acquisition date
Aset neto yang diakuisisi 252.098.681.709 Net assets acquired
Keuntungan dari akuisisi 33.939.310.737 Gain on bargain purchase
Total imbalan yang dibayarkan 218.159.370.972 Total consideration paid
Arus Kas/
Cash flows
Total imbalan yang dibayarkan
Total imbalan yang dibayarkan
dicatat sebagai
218.159.370.972 Total consideration paid
Consideration paid recorded in
other payables
utang lain-lain (Catatan 18) (4.368.536.119) (Note 18)
Kas yang dibayarkan untuk
akuisisi bisnis
213.790.834.853 Total cash paid for
business acquisition

*) Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2020.

*) Based on valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraiser on its report dated March 23, 2020.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 9 tanggal 25 November 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan WPM masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0064317.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 3 Desember 2020.

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 10 tanggal 25 November 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan YDMK masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0064334.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 3 Desember 2020.

PT Yoja Megah Karta PT Yoja Megah Karta

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 7 tanggal 25 November 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan YJMK masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0064321.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 3 Desember 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer

PT Wipala Madang Utama PT Wipala Madang Utama

Based on Notarial Deed No. 9 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated November 25, 2020, NWP together with NWK established WPM with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0064317.AH.01.01.Tahun 2020 dated December 3, 2020.

PT Yodya Megah Karta PT Yodya Megah Karta

Based on Notarial Deed No. 10 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated November 25, 2020, NWP together with NWK established YDMK with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0064334.AH.01.01.Tahun 2020 dated December 3, 2020.

Based on Notarial Deed No. 7 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated November 25, 2020, NWP together with NWK established YJMK with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0064321.AH.01.01.Tahun 2020 dated December 3, 2020.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 6 tanggal 25 November 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan ABH masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0064308.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 3 Desember 2020.

PT Sentrayasa Karya Bilang PT Sentrayasa Karya Bilang

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 8 tanggal 25 November 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan SKB masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0064327.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 3 Desember 2020.

NWP Retail Pte. Ltd. NWP Retail Pte. Ltd.

Berdasarkan The Companies Act (CAP 50) of the Republic of Singapore tanggal 6 Maret 2020, NWP telah mendirikan NWPret, suatu perseroan yang dibatasi dengan jumlah saham, dengan Nomor Entitas Khusus 202007813E dengan kontribusi modal sebesar SGD1. NWP Retail Pte. Ltd. berdomisili di Singapura.

PT Prawara Ranajaya Catra PT Prawara Ranajaya Catra

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 15 tanggal 27 Januari 2020, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan PRC masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-0007076.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 5 Februari 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

PT Anantara Bengawan Harja PT Anantara Bengawan Harja

Based on Notarial Deed No. 6 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated November 25, 2020, NWP together with NWK established ABH with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0064308.AH.01.01.Tahun 2020 dated December 3, 2020.

Based on Notarial Deed No. 8 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated November 25, 2020, NWP together with NWK established SKB with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0064327.AH.01.01.Tahun 2020 dated December 3, 2020.

Based on The Companies Act (CAP 50) of the Republic of Singapore dated March 6, 2020, NWP has established NWPret, a private company limited by shares with Unique Entity Number 202007813E with a capital contribution amounted to of SGD1. NWP Retail Pte. Ltd. is domiciled in Singapore.

Based on Notarial Deed No. 15 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated January 27, 2020, NWP together with NWK established PRC with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0007076.AH.01.01.Tahun 2020 dated February 5, 2020.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

PT Nirvana Wastu Pratama PT Nirvana Wastu Pratama

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 1 tanggal 1 Februari 2019, para pemegang saham NWP setuju untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula sebesar Rp4.788.555.906.000 menjadi Rp4.958.894.406.000 yang terdiri dari 170.338.500 lembar saham yang diambil sepenuhnya oleh Ioches Investment Limited ("Ioches") dan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0064519 tanggal 1 Februari 2019. Pada tanggal 21 Januari 2019, Ioches sudah membayar setoran modal tersebut.

Setelah penerbitan saham tersebut, kepemilikan CMI atas NWP menjadi 32,48% kepemilikan saham di NWP yang menimbulkan selisih transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali sebesar Rp51.431.777.252 yang dicatat pada bagian ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019.

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 2 tanggal 1 November 2019. Para pemegang saham menyetujui pengalihan 1 saham NWJP milik NWK kepada NWP dengan nilai transaksi sebesar Rp1.000.000.

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 1 tanggal 1 November 2019, para pemegang saham NWJP meningkatkan modal dasar dan ditempatkan dan disetor penuh menjadi masing-masing sebesar Rp640.000.000.000 dan Rp161.200.000.000, melalui penerbitan 161.100 saham baru yang diambil bagian oleh NWP dan PT Putra Wahid Land ("PWL"), pihak ketiga, masing-masing sebanyak 120.800 dan 40.300 saham atau sebesar Rp120.800.000.000 dan Rp40.300.000.000 (Catatan 37). Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00097293.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 22 November 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

Based on Notarial Deed No.1 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated February 1, 2019, the NWP's shareholders agreed to increase the issued and fully paid capital from Rp4,788,555,906,000 into Rp4,958,894,406,000 which consist of 170,338,500 shares that fully taken by Ioches Investment Limited ("Ioches") and has been acknowledged by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through its Decision Letter No. AHU-AH.01.03-0064519 dated February 1, 2019. On January 21, 2019, Ioches has paid such paid-in capital.

After the share issuance, CMI owned 32.48% of interest ownership in NWP which resulted the difference in value of equity transactions with non-controlling interests amounted to Rp51,431,777,252 is recorded in the equity section on the consolidated statement of financial position as of December 31, 2019.

PT Nirvana Wastu Jaya Pratama PT Nirvana Wastu Jaya Pratama

Based on Sales and Purchase Deed No. 2 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated November 1, 2019, the shareholders of NWJP approved to the transfer of 1 share in NWJP from NWK to NWP with total transaction amount of Rp1,000,000.

Based on Notarial Deed No. 1 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated November 1, 2019, the shareholders of NWJP increased authorized capital and issued and fully paid to Rp640,000,000,000 and Rp161,200,000,000, respectively, through issuance of 161,100 new shares which is taken by NWP and PT Putra Wahid Land ("PWL"), third party, amounting to 120,800 and 40,300 shares or Rp120,800,000,000 and Rp40,300,000,000 (Note 37), respectively. The Deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-00097293.AH.01.02.Tahun 2019 dated November 22, 2019.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

Setelah penerbitan saham tersebut, kepemilikan NWP atas NWJP menjadi 120.900 saham atau sebesar 75% kepemilikan saham di NWJP yang menimbulkan selisih transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali sebesar Rp44.058.724 yang dicatat pada bagian ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019.

PT Sekala Braha Semesta PT Sekala Braha Semesta

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 40 tanggal 23 Oktober 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan SBS masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0060559.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 15 November 2019.

PT Adhiwangsa Satata Ekatra PT Adhiwangsa Satata Ekatra

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 39 tanggal 23 Oktober 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan ASE masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0060555.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 15 November 2019.

PT Dhanika Sejahtera Makmur PT Dhanika Sejahtera Makmur

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 41 tanggal 23 Oktober 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan DSM masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0060553.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 15 November 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

PT Nirvana Wastu Jaya Pratama (lanjutan) PT Nirvana Wastu Jaya Pratama (continued)

After the share issuance, NWP owned a total of 120,900 shares of NWJP or represents 75% of interest ownership in NWJP which resulted the difference in value of equity transactions with non-controlling interests amounted to Rp44,058,724 is recorded in the equity section on the consolidated statement of financial position as of December 31, 2019.

Based on Notarial Deed No. 40 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated October 23, 2019, NWP together with NWK established SBS with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0060559.AH.01.01.Tahun 2019 dated November 15, 2019.

Based on Notarial Deed No. 39 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated October 23, 2019, NWP together with NWK established ASE with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0060555.AH.01.01.Tahun 2019 dated November 15, 2019.

Based on Notarial Deed No. 41 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated October 23, 2019, NWP together with NWK established DSM with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0060553.AH.01.01.Tahun 2019 dated November 15, 2019.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. No. 22 tanggal 4 September 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan BHM masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0047256.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 17 September 2019.

Berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. No. 23 tanggal 4 September 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan PSR masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0047259.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 17 September 2019.

PT Narendra Daksa Lestari PT Narendra Daksa Lestari

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 33 tanggal 28 Mei 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan NDL masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.499.000.000 dan Rp1.000.000. Akta Pendirian ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0029955.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 25 Juni 2019.

PT Abhinaya Badasa Badi PT Abhinaya Badasa Badi

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 32 tanggal 28 Mei 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan ABB masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.499.000.000 dan Rp1.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0029952.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 25 Juni 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

PT Binjai Hatua Makmur PT Binjai Hatua Makmur

Based on Notarial Deed No. 22 of Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. dated September 4, 2019, NWP together with NWK established BHM with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0047256.AH.01.01.Tahun 2019 dated September 17, 2019.

PT Pejaten Semesta Raya PT Pejaten Semesta Raya

Based on Notarial Deed No. 23 of Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. dated September 4, 2019, NWP together with NWK established PSR with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0047259.AH.01.01.Tahun 2019 dated September 17, 2019.

Based on Notarial Deed No. 33 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated May 28, 2019, NWP together with NWK established NDL with capital contribution amounted to Rp2,499,000,000 and Rp1,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0029955.AH.01.01.Tahun 2019 dated June 25, 2019.

Based on Notarial Deed No. 32 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated May 28, 2019, NWP together with NWK established ABB with capital contribution amounted to Rp2,499,000,000 and Rp1,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0029952.AH.01.01.Tahun 2019 dated June 25, 2019.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

PT Bimantara Danar Dipta PT Bimantara Danar Dipta

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 33 tanggal 28 Mei 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan BDD masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.499.000.000 dan Rp1.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0029953.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 25 Juni 2019.

PT Paramarta Rolas Jaya PT Paramarta Rolas Jaya

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 58 tanggal 21 Maret 2019, sebagaimana dinyatakan kembali di Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 1 tanggal 8 Mei 2019, para pemegang saham menyetujui pengalihan 1 saham PRJ milik Hartanto Tjitra kepada PK dan meningkatkan modal dasar dan ditempatkan dan disetor penuh menjadi masing-masing sebesar Rp10.000.000.000 dan Rp2.500.000.000 melalui penerbitan 2.400 saham baru yang diambil oleh PSj dan PK masing-masing sebanyak 2.376 dan 24 saham atau sebesar Rp2.376.000.000 dan Rp24.000.000. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024997.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 10 Mei 2019.

Pengalihan saham dari kepentingan nonpengendali diatas mengakibatkan Grup NWP memiliki 100% kepemilikan pada PRJ dan menimbulkan selisih transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali sebesar (Rp6.380.191) yang dicatat pada bagian ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian NWP pada tanggal 31 Desember 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

Based on Notarial Deed No. 33 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated May 28, 2019, NWP together with NWK established BDD with capital contribution amounted to Rp2,499,000,000 and Rp1,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0029953.AH.01.01.Tahun 2019 dated June 25, 2019.

Based on Notarial Deed No. 58 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated March 21, 2019, as restated in the Notarial Deed No. 1 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated May 8, 2019, the shareholders of PRJ approved to transfer of 1 share in PRJ from Hartanto Tjitra to PK and increased authorized capital and issued and fully paid capital stock to Rp10,000,000,000 and Rp2,500,000,000, respectively, through the issuance of 2,400 new shares which is taken by PSj and PK amounting to 2,376 and 24 shares, or Rp2,376,000,000 and Rp24,000,000, respectively. The Deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0024997.AH.01.02.Tahun 2019 dated May 10, 2019.

As a result of the above transfer of share from the non-controlling interest, the NWP Group owned 100% of ownership interest in PRJ and resulted a difference in value of equity transactions with non-controlling interests amounted to (Rp6,380,191) which is recorded in the equity section on the NWP's consolidated statement of financial position as of December 31, 2019.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 56 tanggal 21 Maret 2019, sebagaimana dinyatakan kembali di dalam Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 12 tanggal 11 April 2019, para pemegang saham menyetujui pengalihan 1 saham PAJ milik Hartanto Tjitra kepada PK dan meningkatkan modal dasar dan ditempatkan dan disetor penuh menjadi masing-masing sebesar Rp10.000.000.000 dan Rp2.500.000.000 melalui penerbitan 2.000 saham baru yang diambil oleh PSj dan PK sebanyak 1.980 dan 20 saham atau sebesar Rp1.980.000.000 dan Rp20.000.000. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0020669.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 15 April 2019.

Pengalihan saham dari kepentingan nonpengendali diatas mengakibatkan Grup NWP memiliki 100% kepemilikan pada PAJ dan menimbulkan selisih transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali sebesar Rp204.499.338 yang dicatat pada bagian ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian NWP pada tanggal 31 Desember 2019.

PT Adhirajasa Hanasta Pratama PT Adhirajasa Hanasta Pratama

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn., No. 9 tanggal 18 Februari 2019, para pemegang saham AHP meningkatkan modal dasar dan ditempatkan dan disetor penuh menjadi masing-masing sebesar Rp10.000.000.000 dan Rp2.500.000.000, melalui penerbitan 2.400 saham baru dimana diambil secara proporsional oleh NWP dan NWK masing-masing sebanyak 2.376 dan 24 saham atau sebesar Rp2.376.000.000 dan Rp24.000.000. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0009634.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 21 Februari 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

PT Polonia Anugerah Jaya PT Polonia Anugerah Jaya

Based on Notarial Deed No. 56 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated March 21, 2019, as restated in the Notarial Deed No. 12 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated April 11, 2019, the shareholders of PAJ approved the transfer of 1 share of PAJ owned by Hartanto Tjitra to PK and increased the authorized, issued and fully paid share capital to Rp10,000,000,000 and Rp2,500,000,000, respectively, through the issuance of 2,000 new shares which is taken by PSj and PK amounting to 1,980 and 20 shares, or Rp1,980,000,000 and Rp20,000,000, respectively. The Deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0020669.AH.01.02.Tahun 2019 dated April 15, 2019.

As a result of the above transfer of share from the non-controlling interest, the NWP Group owned 100% of ownership interest in PAJ and resulted a difference in value of equity transactions with non-controlling interests amounted to Rp204,499,338 which is recorded in the equity section on the NWP's consolidated statement of financial position as of December 31, 2019.

Based on Notarial Deed No. 9 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn., dated February 18, 2019, the shareholders of AHP increased the authorized, issued and fully paid share capital to Rp10,000,000,000 and Rp2,500,000,000, respectively, through the issuance of 2,400 new shares which is proportionately taken by NWP and NWK amounting to 2,376 and 24 shares, or Rp2,376,000,000 and Rp24,000,000, respectively. The Deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0009634.AH.01.02.Tahun 2019 dated February 21, 2019.

Pendirian, Peningkatan Modal Saham dan Pengalihan Saham (lanjutan)

Berdasarkan Akta Notaris Audrey Tedja, S.H., M.Kn. No. 4 tanggal 8 Februari 2019, NWP bersama-sama dengan NWK telah mendirikan KKD masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.499.000.000 dan Rp1.000.000. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0007169.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 11 Februari 2019.

Berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., No. 91 tanggal 28 Juni 2019, seluruh pemegang saham NA menyetujui perubahan nama pemegang saham yang semula bernama PT Mega Duta Perkasa menjadi PT Multi Daya Perkasaraya dan peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi masing - masing sebesar Rp180.000.000.000 dan Rp45.500.000.000 yang seluruhnya diambil oleh NI melalui konversi hutang NA kepada NI sebesar Rp45.000.000.000 menjadi 45.000.000 lembar dengan nilai par Rp1.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0033706.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 28 Juni 2019.

Setelah penerbitan saham tersebut, kepemilikan NI atas NA menjadi 45.495.000 saham atau sebesar 99,99% kepemilikan saham di NA yang menimbulkan selisih transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali sebesar Rp518.221.729 yang dicatat pada bagian ekuitas pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

d. Struktur Grup (lanjutan) d. The Group's Structure (continued)

Establishment, Increase of Share Capital and Share Transfer (continued)

PT Kalingga Kara Daneswara PT Kalingga Kara Daneswara

Based on Notarial Deed No. 4 of Audrey Tedja, S.H., M.Kn. dated February 8, 2019, NWP together with NWK established KKD with capital contribution amounted to Rp2,499,000,000 and Rp1,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0007169.AH.01.01.Tahun 2019 dated February 11, 2019.

PT Narendra Amerta PT Narendra Amerta

Based on Notarial Deed No. 91 of Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., dated June 28, 2019, all of NA's shareholders approved the changes of shareholder name from PT Mega Duta Perkasa to PT Multi Daya Perkasaraya and the increase authorized capital and issued and fully paid capital to Rp180,000,000,000 and Rp45,500,000,000, respectively, which were all taken by NI through convertion of the NA's loan to NI amounting to Rp45,000,000,000 into 45,000,000 shares with par value of Rp1,000. The Deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0033706.AH.01.02 Tahun 2019 dated June 28, 2019.

After the share issuance, NI owned a total of 45,495,000 shares of NA or represents 99.99% of interest ownership in NA which resulted the difference in value of equity transactions with non-controlling interests amounted to Rp518,221,729 is recorded in the equity section on the consolidated statement of financial position as of December 31, 2019.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

e. Boards of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees

Based on Notarial Deed No. 93 of Yulia, S.H., dated June 27, 2019, members of the Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2020 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 93 tanggal 27 Juni 2019, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama (Independen) Pingki Elka Pangestu President Commissioner (Independent)

Komisaris Ir. Leander Nauli Commissioner

Direktur Utama Soekarman Wiraatmadja Kusnadi President Director Direktur Hasan Director Direktur Timothy Joseph Daly Director Direktur (Independen) Musa Sinambela Director (Independent)

Gaji dan remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Direksi Board of Directors

Salaries and remuneration for Boards of Commissioners and Directors for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follow:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 2019
Dewan Komisaris 3.797.183.008 3.532.489.250
Direksi 8.149.128.502 11.849.526.201

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 27 Juli 2016, susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Ketua Pingki Elka Pangestu Chairman Anggota Agus R. Panjaitan Member Anggota Gunawan Member

Grup mempunyai sekitar 158 dan 163 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (tidak diaudit).

The Group has approximately 158 and 163 permanent employees as of December 31, 2020 and 2019, respectively (unaudited).

Based on Decision Letter of the Company's Board of Commisioners dated July 27, 2016, the composition of the Company's Audit Committee as of December 31, 2020 and

2019 are as follow:

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

Prinsip kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah seperti dijabarkan di bawah ini.

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian pada tiap entitas diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

The principal accounting policies applied in the preparation of these consolidated financial statements are set out below.

a. Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards ("SAK"), which comprise the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations to Financial Accounting Standards ("ISAK") issued by the Financial Accounting Board of the Indonesian Institute of Accountants and Rule No. VIII.G.7 Attachment of Chairman of OJK's decision No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012 on the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by OJK. These policies have been consistently applied to all years presented, unless otherwise stated.

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with PSAK 1: Presentation of Financial Statements. The consolidated financial statements, except consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies for those accounts.

The consolidated statement of cash flows, which have been prepared using the direct method, present receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities.

Items included in the consolidated financial statements of each entity are measured using the currency of primary economic environment in which the entity operates (the functional currency). The consolidated financial statements are presented in Rupiah, which is the Group's functional and presentation currency.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi b. Changes in Accounting Policies

Grup menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dan PSAK 73: Sewa untuk pertama kalinya. Sifat dan dampak perubahan sebagai akibat dari standar akuntansi baru ini dijelaskan di bawah ini.

PSAK 71: Instrumen Keuangan menggantikan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk periode tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dimana PSAK tersebut menggabungkan ketiga aspek akuntansi untuk instrumen keuangan: klasifikasi dan pengukuran; penurunan nilai; dan akuntansi lindung nilai.

Grup tidak menyajikan kembali informasi terkait untuk tahun 2019 untuk instrumen keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71. Oleh karena itu, informasi terkait untuk tahun 2019 dilaporkan berdasarkan PSAK 55 dan tidak dapat dibandingkan dengan informasi yang disajikan untuk tahun 2020. Perbedaan, jika ada, yang timbul dari penerapan PSAK 71 telah diakui secara langsung dalam saldo laba per tanggal 1 Januari 2020.

Dampak penerapan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020 di ungkapkan pada Catatan 41.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Group applied PSAK 71: Financial Instruments, PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, and PSAK 73: Leases for the first time. The nature and effect of the changes as a result of these new accounting standards are described below.

1) PSAK 71: Instrumen Keuangan 1) PSAK 71: Financial Instruments

PSAK 71: Financial Instruments replaces PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurements for annual periods beginning on or after January 1, 2020, bringing together all three aspects of the accounting for financial instruments: classification and measurement; impairment; and hedge accounting.

The Group has not restated corresponding information for 2019 for financial instruments in the scope of PSAK 71. Therefore, the corresponding information for 2019 is reported under PSAK 55 and is not comparable with the information presented for 2020. Differences, if any, arising from the adoption of PSAK 71 have been recognized directly in retained earnings as of January 1, 2020.

The effect of adoption PSAK 71 as at January 1, 2020 are disclosed in Note 41.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

2) PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

PSAK 72 menggantikan PSAK 34: Kontrak Konstruksi, PSAK 23: Pendapatan dan Interpretasi terkait dan berlaku, dengan pengecualian terbatas, untuk semua pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. PSAK 72 menetapkan model lima langkah untuk memperhitungkan pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan dan mensyaratkan bahwa pendapatan diakui pada jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan entitas berhak sebagai imbalan atas transfer barang atau jasa kepada pelanggan.

PSAK 72 mengharuskan entitas untuk melakukan pertimbangan, dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan ketika menerapkan setiap langkah model untuk membuat kontrak dengan pelanggan mereka. Standar ini juga menetapkan akuntansi untuk biaya tambahan untuk memperoleh kontrak dan biaya yang terkait langsung dengan pemenuhan kontrak. Selain itu, standar tersebut membutuhkan pengungkapan yang luas.

Tidak terdapat pengaruh signifikan penerapan PSAK 72 terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.

PSAK 73 menggantikan PSAK 30: Sewa, ISAK 8: Penentuan apakah suatu Perjanjian mengandung suatu Sewa, ISAK 23: Sewa Operasi-Insentif dan ISAK 24: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa. Standar tersebut menetapkan prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sewa dan mengharuskan penyewa untuk mengakui sebagian besar sewa di laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)

2) PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers

PSAK 72 supersedes PSAK 34: Construction Contracts, PSAK 23: Revenue and related Interpretations and it applies, with limited exceptions, to all revenue arising from contracts with customers. PSAK 72 establishes a fivestep model to account for revenue arising from contracts with customers and requires that revenue be recognized at an amount that reflects the consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring goods or services to a customer.

PSAK 72 requires entities to exercise judgment, taking into consideration all of the relevant facts and circumstances when applying each step of the model to contracts with their customers. The standard also specifies the accounting for the incremental costs of obtaining a contract and the costs directly related to fulfilling a contract. In addition, the standard requires extensive disclosures.

There is no significant effect on the adoption of PSAK 72 on the Group consolidated financial statement.

3) PSAK 73: Sewa 3) PSAK 73: Leases

PSAK 73 supersedes PSAK 30: Leases, ISAK 8: Determining whether an Arrangement contains a Lease, ISAK 23: Operating Leases-Incentives and ISAK 24: Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease. The standard sets out the principles for the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases and requires lessees to recognize most leases on the consolidated statement of financial position.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

3) PSAK 73: Sewa (lanjutan) 3) PSAK 73: Leases (continued)

Akuntansi lessor berdasarkan PSAK 73 secara substansial tidak berubah dari PSAK 30. Lessor akan terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa operasi atau keuangan dengan menggunakan prinsip yang sama seperti dalam PSAK 30. Oleh karena itu, PSAK 73 tidak berdampak pada sewa di mana Grup adalah lessor.

Grup menerapkan PSAK 73 dengan menggunakan metode penerapan retrospektif yang dimodifikasi dengan tanggal penerapan awal 1 Januari 2020. Berdasarkan metode ini, standar diterapkan secara retrospektif dengan efek kumulatif dari penerapan awal standar yang diakui pada tanggal penerapan awal. Grup memilih untuk menggunakan kebijaksanaan praktis transisi untuk tidak menilai kembali apakah suatu kontrak adalah, atau berisi sewa pada tanggal 1 Januari 2020. Sebaliknya, Grup menerapkan standar hanya untuk kontrak yang sebelumnya diidentifikasi sebagai sewa yang menerapkan PSAK 30 dan ISAK 8 at tanggal aplikasi awal.

Grup memiliki kontrak sewa untuk berbagai jenis aset tetap. Sebelum penerapan PSAK 73, Grup mengklasifikasikan setiap sewa (sebagai lessee) pada tanggal permulaan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi (Catatan 2h).

Dengan menerapkan PSAK 73, Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah (Catatan 2h). Standar ini mengatur persyaratan transisi khusus dan cara praktis, yang telah diterapkan oleh Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)

Lessor accounting under PSAK 73 is substantially unchanged from PSAK 30. Lessors will continue to classify leases as either operating or finance leases using similar principles as in PSAK 30. Therefore, PSAK 73 did not have an impact for leases where the Group is the lessor.

The Group adopted PSAK 73 using the modified retrospective method of adoption with the date of initial application of January 1, 2020. Under this method, the standard is applied retrospectively with the cumulative effect of initially applying the standard recognized at the date of initial application. The Group elected to use the transition practical expedient to not reassess whether a contract is, or contains a lease at January 1, 2020. Instead, the Group applied the standard only to contracts that were previously identified as leases applying PSAK 30 and ISAK 8 at the date of initial application.

The Group has lease contracts for various items of fixed assets. Before the adoption of PSAK 73, the Group classified each of its leases (as lessee) at the inception date as either a finance lease or an operating lease (Note 2h).

Upon adoption of PSAK 73, the Group applied a single recognition and measurement approach for all leases except for short-term leases and leases of low-value assets (Note 2h). The standard provides specific transition requirements and practical expedients, which have been applied by the Group.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

    • Sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan

Grup tidak mengubah jumlah tercatat awal aset dan liabilitas yang diakui pada tanggal penerapan awal untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan (yaitu, aset hak-guna dan liabilitas sewa sama dengan aset dan liabilitas sewa yang diakui berdasarkan PSAK 30). Persyaratan PSAK 73 diterapkan untuk sewa ini mulai 1 Januari 2020.

Sewa yang sebelumnya dicatat sebagai sewa operasi

Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah. Aset hak-guna untuk sebagian besar sewa diakui berdasarkan nilai tercatat seolah-olah standar tersebut selalu diterapkan, selain dari penggunaan suku bunga pinjaman tambahan pada tanggal penerapan awal. Dalam beberapa sewa, aset hak-guna diakui berdasarkan jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, disesuaikan dengan pembayaran sewa dibayar dimuka dan yang masih harus dibayar yang diakui sebelumnya. Liabilitas sewa diakui berdasarkan nilai kini dari sisa pembayaran sewa, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman tambahan pada tanggal penerapan awal.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)
  • 3) PSAK 73: Sewa (lanjutan) 3) PSAK 73: Leases (continued)
    • Leases previously classified as finance lease

The Group did not change the initial carrying amounts of recognized assets and liabilities at the date of initial application for leases previously classified as finance leases (i.e., the right-of-use assets and lease liabilities equal the lease assets and liabilities recognized under PSAK 30). The requirements of PSAK 73 were applied to these leases from January 1, 2020.

Leases previously accounted for as operating leases

The Group recognized right-of-use assets and lease liabilities for those leases previously classified as operating leases, except for short-term leases and leases of low-value assets. The right-of-use assets for most leases were recognized based on the carrying amount as if the standard had always been applied, apart from the use of incremental borrowing rate at the date of initial application. In some leases, the right-of-use assets were recognized based on the amount equal to the lease liabilities, adjusted for any related prepaid and accrued lease payments previously recognized. Lease liabilities were recognized based on the present value of the remaining lease payments, discounted using the incremental borrowing rate at the date of initial application.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

    • Sewa yang sebelumnya dicatat sebagai sewa operasi (lanjutan)

Grup juga menerapkan cara praktis yang tersedia di mana:

  • a. Menggunakan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup mirip
  • b. Bergantung pada penilaiannya apakah sewa menjadi memberatkan segera sebelum tanggal penerapan awal
  • c. Menerapkan pembebasan sewa jangka pendek untuk sewa dengan jangka waktu sewa yang berakhir dalam 12 bulan sejak tanggal penerapan awal
  • d. Tidak termasuk biaya langsung awal dari pengukuran aset hakguna pada tanggal penerapan awal
  • e. Menggunakan peninjauan kembali dalam menentukan jangka waktu sewa di mana kontrak berisi opsi untuk memperpanjang atau mengakhiri sewa

Berdasarkan keterangan di atas, per 1 Januari 2020:

  • a. Aset hak-guna sebesar Rp13.376.264.501 telah diakui dan disajikan secara terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
  • b. Liabilitas sewa tambahan sebesar Rp12.384.519.268 telah diakui.
  • c. Biaya dibayar di muka sebesar Rp612.846.000 terkait dengan sewa operasi sebelumnya dihentikan pengakuannya.
  • d. Aset tidak lancar lainnya sebesar Rp378.899.233 direklasifikasikan sebagai bagian dari aset hakguna.

Dampak penerapan awal atas PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020 di ungkapkan pada Catatan 41.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)
  • 3) PSAK 73: Sewa (lanjutan) 3) PSAK 73: Leases (continued)
    • Leases previously accounted for as operating leases (continued)

The Group also applied the available practical expedients wherein it:

  • a. Used a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics
  • b. Relied on its assessment of whether leases are onerous immediately before the date of initial application
  • c. Applied the short-term leases exemptions to leases with lease term that ends within 12 months of the date of initial application
  • d. Excluded the initial direct costs from the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application
  • e. Used hindsight in determining the lease term where the contract contained options to extend or terminate the lease

Based on the above, as of January 1, 2020:

  • a. Right-of-use assets of Rp13,376,264,501 were recognized and presented separately in the consolidated statement of financial position.
  • b. Additional lease liabilities of Rp12,384,519,268 were recognized.
  • c. Prepaid expenses of Rp612,846,000 related to previous operating leases were derecognized.
  • d. Other non-current assets of Rp378,899,233 were reclassified as part of right-ofuse assets.

The impact of the initial adoption of PSAK 73 on January 1, 2020 are disclosed in Note 41.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Beberapa amandemen dan interpretasi lainnya yang berlaku untuk pertama kalinya pada tahun 2020, namun tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup:

Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material

Amandemen tersebut memberikan definisi baru tentang material yang menyatakan, "informasi adalah material jika dihilangkan, salah disajikan, atau dikaburkan, informasi tersebut secara wajar dapat diharapkan memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama laporan keuangan bertujuan umum berdasarkan laporan keuangan tersebut, yang memberikan informasi tentang entitas pelapor tertentu." Amandemen tersebut mengklarifikasi bahwa materialitas akan bergantung pada sifat atau besaran informasi, baik secara individual atau dalam kombinasi dengan informasi lain, dalam konteks laporan keuangan. Kesalahan penyajian informasi bersifat material jika secara wajar diharapkan dapat memengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama. Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan Grup.

Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang judul laporan keuangan

Amendemen PSAK 1 merupakan penyesuaian beberapa paragraf dalam PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan yang sebelumnya tidak diadopsi dari IAS 1 Presentation of Financial Statements menjadi diadopsi. Amendemen ini membuka opsi yang memperkenankan entitas menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam PSAK 1. Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)

Several other amendments and interpretations apply for the first time in 2020, but do not have an impact on the consolidated financial statements of the Group:

Amendment to PSAK 1 and PSAK 25: Definition of Material

The amendments provide a new definition of material that states, "information is material if omitting, misstating or obscuring it could reasonably be expected to influence decisions that the primary users of general purpose financial statements make on the basis of those financial statements, which provide financial information about a specific reporting entity." The amendments clarify that materiality will depend on the nature or magnitude of information, either individually or in combination with other information, in the context of the financial statements. A misstatement of information is material if it could reasonably be expected to influence decisions made by the primary users. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements on the title of financial statements

The amendments to PSAK 1 are several paragraphs in PSAK 1: Presentation of Financial Statements which were not previously adopted from IAS 1 Presentation of Financial Statements to be adopted. This amendment opens an option that allows entities to use report titles other than those used in PSAK 1. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Beberapa amandemen dan interpretasi lainnya yang berlaku untuk pertama kalinya pada tahun 2020, namun tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup: (lanjutan)

ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa

ISAK 36 ini memberikan penegasan atas intensi dan pertimbangan DSAK yang dicakup dalam Dasar Kesimpulan PSAK 73 paragraf DK02-DK10 mengenai perlakuan akuntansi atas hak atas tanah yang bersifat sekunder.

Secara umum ISAK 36 ini mengatur mengenai: (1) penilaian dalam menentukan perlakuan akuntansi terkait suatu hak atas tanah yang melihat pada substansi dari hak atas tanah dan bukan bentuk legalnya; (2) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 16 yaitu jika suatu ketentuan kontraktual memberikan hak yang secara substansi menyerupai pembelian aset tetap termasuk ketentuan dalam PSAK 16 paragraf 58 yang mengatur bahwa pada umumnya tanah tidak disusutkan; dan (3) perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 73 yaitu jika substansi suatu hak atas tanah tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar dan hanya memberikan hak untuk menggunakan aset pendasar tersebut selama suatu jangka waktu, maka substansi hak atas tanah tersebut adalah transaksi sewa.

ISAK ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan Grup

Grup belum melakukan penerapan dini atas standar, interpretasi atau amandemen apa pun yang telah diterbitkan tetapi belum efektif pada tanggal 1 Januari 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) b. Changes in Accounting Policies (continued)

Several other amendments and interpretations apply for the first time in 2020, but do not have an impact on the consolidated financial statements of the Group: (continued)

ISAK 36: Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights in PSAK 16: Fixed Assets and PSAK 73: Leases

ISAK 36 provides confirmation of the intentions and considerations of the DSAK covered in the Basis for Conclusion PSAK 73 paragraphs DK02 to DK10 regarding the accounting treatment of secondary land rights.

In general, ISAK 36 sets out the principles on: (1) judgments in determining the accounting treatment of a land right that looks at the substance of a land right and not its legal form; (2) accounting treatment of land rights in accordance with PSAK 16, where if a contractual provision provides rights that in substance resemble the purchase of fixed assets, including the provisions in paragraph 58 of PSAK 16 which stipulates that, in general, land is not depreciated; and (3) accounting treatment of land rights in accordance with PSAK 73 that is, if the substance of a land right does not transfer control over the underlying asset and only gives the right to use the underlying asset for a period of time, then the substance of the land right to is a lease transaction.

This ISAK had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.

The Group has not early adopted any standards, interpretations or amendments that have been issued but are not yet effective as of January 1, 2020.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian c. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitasentitas-entitas anak. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.

Dengan demikian, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:

  • i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi Grup kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
  • ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
  • iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.

Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kendali. Untuk mendukung anggapan ini dan bila Grup memiliki kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia memiliki kuasa atas investee, termasuk:

  • i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
  • ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
  • iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

Grup menilai ulang apakah pengendaliannya melibatkan investee jika fakta dan keadaan menunjukkan bahwa ada perubahan pada satu atau lebih dari tiga elemen kendali. Konsolidasi anak perusahaan dimulai pada saat Grup memperoleh kendali atas anak perusahaan dan berhenti pada saat Grup kehilangan kendali atas anak perusahaan tersebut. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban anak perusahaan yang diakuisisi selama periode berjalan termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai dengan tanggal Grup tidak lagi mengendalikan anak perusahaan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its subsidiaries. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.

Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following:

  • i) Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee,
  • ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
  • iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns.

Generally, there is a presumption that majority of voting rights results in control. To support this presumption and when the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
  • ii) Rights arising from other contractual arrangements, and
  • iii) The Group's voting rights and potential voting rights.

The Group re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the period are included in the consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan) c. Principles of Consolidation (continued)

Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali ("KNP"), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitasentitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.

Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui dalam laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.

Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, yang diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam "Beban Operasi Lainnya - Neto".

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests ("NCI"), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group's accounting policies.

All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.

A change in the parent's ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other components of equity, while the difference is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value.

d. Kombinasi Bisnis d. Business Combinations

Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition-date fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the Group elects whether it measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree's identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in "Other Operating Expenses - Net".

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, Grup mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.

Setiap imbalan kontinjensi yang akan ditransfer oleh perusahaan pengakuisisi akan diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Pada tanggal 31 Desember 2020, imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 71: Instrumen Keuangan (2019: PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran), diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 71 (2019: PSAK 55). Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 71 (2019: PSAK 55) diukur sebesar nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.

Goodwill awalnya diukur dengan biaya perolehan (menjadi kelebihan agregat dari pertimbangan yang ditransfer dan jumlah yang diakui untuk KNP dan kepentingan sebelumnya yang dimiliki atas aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi yang dapat diidentifikasi). Jika nilai wajar aset neto yang diakuisisi melebihi pertimbangan agregat yang ditransfer, Grup akan menilai ulang apakah telah mengidentifikasi dengan benar semua aset yang diperoleh dan semua liabilitas diasumsikan dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian kembali tersebut masih menghasilkan selisih antara nilai wajar aset neto yang diperoleh dengan pertimbangan agregat yang ditransfer, maka keuntungan tersebut diakui dalam laba rugi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Kombinasi Bisnis (lanjutan) d. Business Combinations (continued)

When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date. If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the Group's previously held equity interest in the acquiree is re-measured to fair value at the acquisition date through profit or loss.

Any contingent consideration to be transferred by the acquirer will be recognized at fair value at the acquisition date. Contingent consideration classified as equity is not remeasured and its subsequent settlement is accounted for within equity. As of December 31, 2020, contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 71: Financial Instruments (2019: PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement) is measured at fair value with the changes in fair value recognized in the profit or loss in accordance with PSAK 71 (2019: PSAK 55). Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 71 (2019: PSAK 55) is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss.

Goodwill is initially measured at cost (being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI and any previous interest held over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed). If the fair value of the net assets acquired is in excess of the aggregate consideration transferred, the Group re-assesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and reviews the procedures used to measure the amounts to be recognized at the acquisition date. If the reassessment still results in an excess of the fair value of net assets acquired over the aggregate consideration transferred, then the gain is recognized in profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas ("UPK") dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan terhadap bagian dari UPK yang ditahan.

Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor - Neto" pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam kesepengendalian.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dibatasi penggunaannya.

Kas di bank, deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan dan deposito berjangka yang dibatasi pengunaannya atau dijaminkan sebagai jaminan kewajiban dicatat sebagai bagian "Aset Keuangan Lancar Lainnya" dan "Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya".

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Kombinasi Bisnis (lanjutan) d. Business Combinations (continued)

After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Group's Cash-generating Units ("CGU") that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs. Where goodwill has been allocated to a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the disposed operation is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in these circumstances is measured based on the relative values of the disposed operation and the portion of the CGU retained.

Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Business Combinations of Entities Under Common Control

Business combinations under common control are accounted for using the pooling-ofinterests method, whereby the difference between the considerations transferred and the book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of "Additional Paid-in Capital - Net" account in the consolidated statement of financial position. In applying the said pooling-of-interest method, the components of the financial statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entity become under common control.

e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalents

Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and time deposits with original maturity periods of 3 (three) months or less and not restricted in use.

Cash in banks, time deposits with original maturity periods of more than 3 (three) months and time deposits that are restricted or pledged as security liabilities are presented as part of "Other Current Financial Assets" and "Other Non-Current Financial Asset".

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Saldo dan Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Grup menerapkan PSAK 7 (Penyesuaian 2015), "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi" yang mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual.

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Grup jika adalah sebagai berikut:

  • i. Orang atau anggota keluarga terdekat sebagai berikut:
  • a) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
  • b) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
  • c) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
  • ii. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
  • a) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain),
  • b) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya),
  • c) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama,
  • d) suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga,

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Balances and Transactions with Related Parties

The Group applied PSAK 7 (2015 Improvement), "Related Parties Disclosures", which requires the disclosure of relationships, transactions and balances of related parties, including commitments, in the consolidated financial statements and also applies to individual financial statements.

A party is considered to be related to the Group if:

  • i. A person or close member of that person's family is as follows:
  • a) has control or joint control over the reporting entity;
  • b) has significant influence over the reporting entity; or
  • c) is a member of the key management personnel of the reporting entity or a parent of the reporting entity.
  • ii. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:
  • a) the entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others),
  • b) one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member),
  • c) both entities are joint ventures of the same third party,
  • d) an entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity,

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Saldo dan Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Grup jika adalah sebagai berikut: (lanjutan)

  • ii. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: (lanjutan)
  • e) entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska-kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor,
  • f) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf-huruf di atas, dan
  • g) orang yang diidentifikasi dalam huruf (i) (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan harga dan kondisi lainnya yang setara dengan transaksi dengan pihak-pihak ketiga.

Seluruh transaksi dan saldo dengan pihakpihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

g. Biaya Dibayar di Muka g. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada laba rugi selama masa manfaatnya. Bagian jangka panjang dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai "Biaya Dibayar di Muka - Setelah Dikurangi Bagian Lancar" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Balances and Transactions with Related Parties (continued)

A party is considered to be related to the Group if: (continued)

  • ii. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies: (continued)
  • e) the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity,
  • f) the entities controlled or jointly controlled by a person identified above, and
  • g) a person identified in (i) (a) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

Transactions with related parties are made based on prices and other condition which are equivalent with transactions with third parties.

All transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements.

Prepaid expenses are amortized and charged to profit or loss over the periods benefited. The long-term portion of prepaid expenses are presented as "Prepaid Expenses - Net of Current Portion" in the consolidated statements of financial position.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai imbalan untuk imbalan.

Grup sebagai Lessee Group as Lessee

Grup menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran bagi seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset pendasar.

Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul diawal, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa yang diterima.

Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk
AND ITS SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2020 and
for the Year Then Ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa h. Leases

Efektif mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

The Group assesses at contract inception whether a contract is, or contains, a lease. That is, if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.

The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for short-term leases and leases of low-value assets. The Group recognizes lease liabilities to make lease payments and right-of-use assets representing the right to use the underlying assets.

i) Aset hak-guna i) Right-of-use assets

The Group recognizes right-of-use assets at the commencement date of the lease (i.e., the date the underlying asset is available for use). Right-of-use assets are measured at cost, less any accumulated depreciation and impairment losses, and adjusted for any remeasurement of lease liabilities. The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct costs incurred, and lease payments made at or before the commencement date less any lease incentives received.

Right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over the shorter of the lease term and the estimated useful lives of the assets, as follows:

Tahun/Years
Bangunan 6 Building
Hak atas tanah
Kendaraan
5
2 - 3
Land rights
Vehicle
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke If ownership of the leased asset transfers

Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset.

Aset hak-guna juga dapat mengalami penurunan nilai (Catatan 2n).

If ownership of the leased asset transfers to the Group at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase option, depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset.

The right-of-use assets is also subject to impairment (Note 2n).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar dibawah jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan oleh Grup, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan Grup melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk merefleksikan penambahan bunga dan mengurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.

Liabilitas sewa Grup termasuk dalam utang dan pinjaman berbunga (Catatan 15).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa (lanjutan) h. Leases (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Grup sebagai Lessee (lanjutan) Group as Lessee (continued)

ii) Liabilitas sewa ii) Lease liabilities

At the commencement date of the lease, the Group recognizes lease liabilities measured at the present value of lease payments to be made over the lease term. The lease payments include fixed payments (including in-substance fixed payments) less any lease incentives receivable, variable lease payments that depend on an index or a rate, and amounts expected to be paid under residual value guarantees. The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain to be exercised by the Group and payments of penalties for terminating the lease, if the lease term reflects the Group exercising the option to terminate. Variable lease payments that do not depend on an index or a rate are recognized as expenses (unless they are incurred to produce inventories) in the period in which the event or condition that triggers the payment occurs.

In calculating the present value of lease payments, the Group uses its incremental borrowing rate at the lease commencement date because the interest rate implicit in the lease is not readily determinable. After the commencement date, the amount of lease liabilities is increased to reflect the accretion of interest and reduced for the lease payments made. In addition, the carrying amount of lease liabilities is remeasured if there is a modification, a change in the lease term, a change in the lease payments (e.g., changes to future payments resulting from a change in an index or rate used to determine such lease payments) or a change in the assessment of an option to purchase the underlying asset.

The Group's lease liabilities are included in Interest-bearing loans and borrowings (Note 15).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Grup sebagai Lessee (lanjutan) Group as Lessee (continued)

iii) Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah

Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.

Grup sebagai Lessor Group as Lessor

Sewa di mana Grup tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya perolehan langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi diakui sebagai pendapatan pada periode perolehannya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa (lanjutan) h. Leases (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

iii) Short-term leases and leases of low-value assets

The Group applies the short-term lease recognition exemption to its short-term leases of machinery and equipment (i.e., those leases that have a lease term of 12 months or less from the commencement date and do not contain a purchase option). It also applies the lease of low-value assets recognition exemption to leases of office equipment that are considered to be low value. Lease payments on short-term leases and leases of low-value assets are recognized as expense on a straight-line basis over the lease term.

Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of an asset are classified as operating leases. Rental income arising is accounted for on a straight-line basis over the lease terms and is included in revenue in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income due to its operating nature. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents are recognized as revenue in the period in which they are earned.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset tertentu dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.

Grup sebagai Lessee Group as Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sejak awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

Grup sebagai Lessor Group as Lessor

Sewa di mana Grup tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

h. Sewa (lanjutan) h. Leases (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 Effective prior to January 1, 2020

The determination of whether an agreement is a rental agreement or agreement containing leases is based on the substance of the agreement at inception date and whether the fulfillment of the agreement depends on the use of a specific asset and the agreement gives a right to use the asset. Leases that transfer substantially all the risks and rewards related to asset's ownership are classified as finance leases.

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased assets or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. Minimum lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Finance charges are charged directly to profit or loss.

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the related lease payments are recognized in profit or loss on a straight-line basis over the lease term.

Leases where Group do not transfer substantially all the risks and rewards of ownership of the asset are classified as operating leases.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Properti investasi Grup merupakan gedung pusat perbelanjaan yang dimiliki oleh Grup untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau untuk dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pada awalnya, properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Nilai tercatat termasuk biaya penggantian bagian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Setelah pengakuan awal, properti investasi dinyatakan sebesar nilai wajar, yang mencerminkan kondisi pasar pada tanggal laporan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi dicatat dalam laba rugi pada période terjadinya, termasuk efek pajak yang terkait. Nilai wajar ditentukan berdasarkan penilaian tahunan yang dilakukan oleh penilai independen eksternal terakreditasi dengan menerapkan model penilaian yang direkomendasikan oleh International Valuation Standards Committee.

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal pengurusan hak atas tanah pada saat perolehan tanah tersebut diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tanah properti investasi.

Penyusutan bangunan dan prasarana penunjang pusat perbelanjaan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus atas taksiran masa manfaat ekonomis selama 4 - 40 tahun.

Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup, jika ada, kapitalisasi biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun "Properti Investasi" yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk dipergunakan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Properti Investasi i. Investment Properties

The Group's investment properties represent shopping mall building held by the Group to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than for use in production or supply of goods or sevices for administrative purpose or sale in the ordinary course of business.

Investment properties are stated initially at cost including transaction cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any. Such cost includes the cost of replacing part of the investment properties, if the recognition criteria are met, and excludes the daily expenses on their usage. Subsequent to initial recognition, investment properties are stated at fair value, which reflects market conditions at the reporting date. Gains or losses arising from changes in the fair values of investment properties are included in profit or loss in the period in which they arise, including the corresponding tax effect. Fair values are determined based on an annual valuation performed by an accredited external independent valuer applying a valuation model recommended by the International Valuation Standards Committee.

Land is stated at cost and is not depreciated. The legal cost of land rights upon acquisition of the land is acquired is recognized as part of the cost of the land under investment properties.

Depreciation of shopping mall building and building improvements are computed using straight-line method over their estimated useful lives ranging from 4 - 40 years.

Construction in progress are stated at cost, including, if any, capitalized borrowing costs and other cost incurred in accordance with the fixed assets financing of such assets constructions. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate "Investment Properties" account when the construction is substantially completed and ready for its intended use. Construction in progress are not depreciated as these are not yet available for use.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.

Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan.

Transfer dari properti investasi ke persediaan atau aset tetap dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditujukan dengan dimulainya pemakaian oleh pemilik, atau dimulainya pengembangan untuk dijual.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (termasuk kapitalisasi biaya pinjaman tertentu selama masa konstruksi), dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam nilai tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Properti Investasi (lanjutan) i. Investment Properties (continued)

An investment property should be derecognized upon disposal or when the investment properties are withdrawn from use and no future economic benefits are expected from its disposal. Gains or losses arising from the retirement or disposal of an investment properties is charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the year when the investment properties are derecognized.

Transfer to investment property is made if, and only if, there is a change in use, evidenced by the end of owner occupation, commencement of an operating lease to another party or end of construction or development.

Transfer from investment property to inventories or fixed assets is made if, and only if, there is a change in use, evidenced by commencement of the use by owner or commencement of development for sell.

j. Aset Tetap j. Fixed Assets

Fixed assets are stated at cost (including capitalized of certain borrowing costs during the construction period), less accumulated depreciation and impairment losses, if any. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a significant inspection is performed, that cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income when incurred.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penyusutan dimulai ketika aset tetap telah siap sesuai dengan yang diharapkan yang dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, dengan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Aset Tetap (lanjutan) j. Fixed Assets (continued)

Depreciation begins when the fixed assets are ready for their intended used which is computed using the straight-line method, with the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years
Bangunan dan sarana penunjang 20 - 40 Building and infrastructure
Renovasi bangunan sewa 6 - 10 Leasehold improvements
Kendaraan 4 - 8 Vehicle
Peralatan dan perabot 4 Furniture and fixtures
Peralatan dan perlengkapan kantor 4 Office furniture and equipment
Mesin 4 Machinery
Peralatan operasional 2 - 8 Operating equipment

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila memenuhi kriteria pengakuan.

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Pada setiap akhir periode, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

k. Tanah untuk Pengembangan k. Land for Development

Tanah untuk pengembangan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.

Biaya perolehan tanah untuk pengembangan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan tanah akan dipindahkan ke tanah dan bangunan yang sedang dalam pembangunan pada saat tanah tersebut siap dibangun.

Repairs and maintenance cost are charged to operations when these are incurred. The cost of major renovation and restoration are capitalized to the carrying amount of the related fixed assets, if the recognition criteria are met.

An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the year when the asset is derecognized.

The residual values, useful lives and method of depreciation are reviewed, and adjusted prospectively, if appropriate, at each period end.

Land for development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower.

The cost of land for development consists of pre-acquisition and acquisition cost of land. The cost of land will be transferred to land and building under construction when the land is ready for development.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

l. Aset Takberwujud l. Intangible Assets

Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur pada pengakuan awal sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset takberwujud yang berasal dari kombinasi bisnis adalah nilai wajar pada tanggal akuisisi. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai, kecuali untuk goodwill yang dinyatakan pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dikurangi dengan penurunan nilai.

Umur manfaat aset takberwujud dinilai sebagai terbatas atau tidak terbatas. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi sesuai umur manfaat ekonomis dan diuji untuk penurunan nilai jika terdapat indikasi bahwa aset takberwujud mengalami penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah sekurang-kurangnya pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan pada perkiraan umur manfaat atau pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut dijadikan pertimbangan dalam mengubah periode atau metode amortisasi dan diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi. Beban amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas dicatat sebagai beban pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan fungsi aset takberwujud tersebut.

Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi diuji setiap periode untuk penurunan nilai, secara individual atau pada tingkat unit penghasil kas. Umur manfaat aset takberwujud yang tidak diamortisasi ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa dan kondisi dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak, maka perubahan umur manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Intangible assets acquired separately are measured on initial recognition at cost. The cost of intangible assets acquired from business combination is their fair value at the date of acquisition. Following initial recognition, intangible assets are carried at cost less any accumulated amortization and accumulated impairment losses, except for goodwill which are carried at their fair value at the date of acquisition less any impairment losses.

The useful lives of intangible assets are assessed as either finite or indefinite. Intangible assets with finite lives are amortized over the useful economic life and assessed for impairment whenever there is an indication that the intangible asset may be impaired. The amortization period and the amortization method for an intangible asset with a finite useful life are reviewed at least at the end of each reporting period. Changes in the expected useful life or the expected pattern of consumption of future economic benefits embodied in the asset are considered to modify the amortization period or method, as appropriate, and are treated as changes in accounting estimates. The amortization expense on intangible assets with finite lives is recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the expense category that is consistent with the function of the intangible assets.

Intangible assets with indefinite useful lives are not amortized, but are tested for impairment periodically, either individually or at the cash-generating unit level. The useful life of an intangible asset that is not being amortized shall be reviewed each year to determine whether events and circumstances continue to support an indefinite useful life assessment for that asset. If not, the change in useful life from indefinite to finite is applied on a prospective basis.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset takberwujud dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset takberwujud dan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat aset takberwujud tersebut dihentikan pengakuannya.

Aset takberwujud merupakan hotel manajemen dan perangkat lunak, dengan umur manfaat selama 3 - 10 tahun, dan disusutkan menggunakan metode garis lurus.

m. Persediaan m. Inventories

Properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk sewa atau kenaikan nilai, merupakan persediaan.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata.

Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke ruko tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai secara substansial.

Persediaan lainnya terdiri dari makanan, minuman dan lainnya sehubungan dengan kegiatan operasional hotel dan solar sehubungan dengan kegiatan pusat perbelanjaan.

Grup menetapkan penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan untuk menurunkan nilai persediaan ke nilai realisasi netonya berdasarkan penelaahan berkala atas nilai pasar dan kondisi fisik persediaan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Aset Takberwujud (lanjutan) l. Intangible Assets (continued)

Gains or losses arising from derecognition of an intangible asset are calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset and are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income when the intangible asset is derecognized.

Intangible assets represent hotel management and software, with useful lives of 3 - 10 years, and are depreciated using straight-line method.

Properties acquired or being constructed for sale in the ordinary course of business, rather than to be held for rental or capital appreciation, are held as inventories.

Inventories are stated at the lower of cost and net realizable value. Cost is determined by the average method.

The cost of buildings under construction is transferred to shophouses available for sale when the construction is substantially completed.

Other inventories consist of food, beverages and others which are related to operational activities of the hotel and solar related to operational activities of the shopping malls.

The Group provides allowance for decline in the market value of inventories and the obsolescence to reduce their costs to net realizable value based on a periodical review of the market value and physical condition of the inventories.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan n. Impairment of Non-financial Assets

Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas ("UPK") yang di dalamnya aset digunakan.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Pembalikan atas (rugi) penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai "Pembalikan atas (Kerugian) Penurunan Nilai - Neto".

Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.

Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori beban yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

At each annual reporting period, the Group assesses whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset (i.e., an intangible asset with indefinite useful lives, an intangible asset not yet available for use, or goodwill acquired in a business combination) is required, the Group makes an estimation of the asset's recoverable amount. If it is not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Group determine the recoverable amount of the Cash-Generating Unit ("CGU") to which the asset belongs.

An asset's recoverable amount is the higher of an asset's or CGU's fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those or from other assets category. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Reversal of impairment (losses) of continuing operations are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income as "Reversal of Impairment (Losses) - Net".

In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the specific risks of asset. If no such transactions can be identified, the Group uses an appropriate valuation model to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.

In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

n. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (lanjutan)

Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat - neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap akhir periode pelaporan dan ketika keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill ditetapkan dengan menentukan jumlah terpulihkan tiap UPK (atau kelompok UPK) dimana goodwill terkait. Jika jumlah terpulihkan dari UPK kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Kerugian penurunan nilai yang berhubungan dengan goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Impairment of Non-financial Assets (continued)

An assessment is made at each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment loss was recognized.

In this case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. After such reversal, the depreciation expense on the asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful lives.

Goodwill is tested for impairment at each reporting period and when circumstances indicate that the carrying value may be impaired. Impairment is determined for goodwill by assessing the recoverable amount of each CGU (or group of CGUs) to which the goodwill relates. Where the recoverable amount of the CGU is less than its carrying amount, an impairment loss is recognized. Impairment losses relating to goodwill cannot be reversed in future periods.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Grup mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan peraturan Grup dan sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Nilai kini kewajiban imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan dengan menggunakan metode penilaian "Projected Unit Credit".

Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.

Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsiasumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.

Biaya jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi pada saat terjadinya.

Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan total kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

q. Pajak Penghasilan q. Income Tax

Pajak Final Final Tax

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang o. Long-term Employee Benefits Liabilities

The Group recognizes employee benefits liabilities under the Group regulations and under the Law No. 13/2003 dated March 25, 2003. The present value of defined benefit obligation, current service cost and past service cost are determined using "Projected Unit Credit" method.

The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using the yield at the end of the reporting period of long-term government bonds denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity similar to the related pension obligation.

Remeasurements arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are directly recognized in other comprehensive income.

Past service cost arising from amendment or curtailment programs are recognized as expense in profit or loss when incurred.

p. Provisi p. Provisions

Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is cancelled.

Tax regulation in Indonesia determines that certain taxable income is subject to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction recognizing losses.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

q. Pajak Penghasilan (lanjutan) q. Income Tax (continued)

Grup menghitung pajak penghasilan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Pajak penghasilan atas pendapatan sewa Grup dihitung berdasarkan tarif pajak final sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga dikenakan pajak final sebesar 10%.

Selisih nilai tercatat aset dan liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya, tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak pada perhitungan pada laba rugi diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.

Pajak Penghasilan Tidak Final Non - final Income Tax

Beban (manfaat) pajak atas estimasi laba (rugi) kena pajak yang tidak dikenakan pajak penghasilan final merupakan jumlah atau nilai bersih dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak tangguhan.

Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari "Beban Pajak Penghasilan - Neto" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Grup juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari "Beban Pajak Penghasilan - Neto".

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Pajak Final (lanjutan) Final Tax (continued)

The Group computed their income tax based on Republic of Indonesia Government Regulation Number 34 of 2016 concerning Income Tax of Income from Transfer of Land and/or Building Titles. Income tax for the Group's rental income is computed based on final tax rate based on the applicable tax regulation.

Based on Government Regulation No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping center rental is subject to a final tax of 10%.

The differences between the carrying amounts of assets and liabilities related to final income tax and their respective tax bases, are not recognized as deferred tax assets or liabilities.

The difference between the final income tax paid and the amount charged as tax expense in profit or loss is recognized as prepaid tax or tax payable.

Income tax expense (benefit) on the estimated taxable income (loss) not subject to final tax represents the sum or the net amount of the current corporate income tax and deferred tax.

Pajak Kini Current Tax

Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authority.

Current tax expense is determined based on the taxable profit for the year computed using the prevailing tax rates.

Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of "Income Tax Expense - Net" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. The Group also presents interest/penalty, if any, as part of "Income Tax Expense - Net".

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

q. Pajak Penghasilan (lanjutan) q. Income Tax (continued)

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan, jika ada, diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

Pajak Tangguhan Deferred Tax

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Pajak Kini (lanjutan) Current Tax (continued)

Amendments to tax obligations, if any, are recorded when a tax assessment letter is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined.

Deferred tax assets and liabilities are recognized using the liability method for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal tax losses can be utilized.

The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow the benefit of part or all of deferred tax asset to be utilized. At the end of each reporting period, the Group reassesses unrecognized deferred tax assets. The Group recognizes previously unrecognized deferred tax assets to the extent that it has become probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered.

Deferred tax is calculated at the prevailing tax rates that have been enacted or substantively enacted at the reporting date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are charged to current period operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.

Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statements of financial position, except if they are for different legal entities, consistent with the presentation of current tax assets and liabilities.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

r. Tambahan Modal Disetor - Neto r. Additional Paid-in Capital - Net

Tambahan modal disetor - neto merupakan selisih antara harga penawaran dari pelaksanaan waran dan penawaran umum saham dengan nilai nominal saham, setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham tersebut, dan selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali.

s. Pengakuan Pendapatan dan Beban s. Revenues and Expenses Recognition

Grup telah mengadopsi PSAK 72 "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan" yang mengsyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah penilaian sebagai berikut:

    1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan.
    1. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan atas kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah perjanjian dalam sebuah kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
    1. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, dimana entitas berhak sebagai imbalan atas transfer barang atau jasa kepada pelanggan.
    1. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan basis harga jual berdiri sendiri relatif pada setiap barang atau jasa yang berbeda yang dijanjikan di dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
    1. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah terpenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (di mana adalah ketika pelanggan mendapatkan kontrol atas barang atau jasa tersebut).

Pendapatan diakui ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, di mana adalah ketika pelanggan medapatkan kontrol atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat terpenuhi pada suatu waktu atau seiring waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pelaksanaan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Additional paid-in capital - net represents the difference between the offering price from exercise of warrants and initial public offering and the par value of share capital, net of share issuance costs, and difference in value from restructuring transactions with entities under common control.

Efektif mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

The Group has adopted PSAK 72 "Revenue from Contracts with Customers" which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:

  • 1. Identify contract(s) with a customer.
  • 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.
  • 3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer.
  • 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.
  • 5. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).

Revenue is recognized when the Group satisfies a performance obligation by transfering a promised good or service to the customer, which is when the customer obtains control of the good or service. A performance obligation may be satisfied at a point in time or over time. The amount of revenue recognized is the amount allocated to the satisfied performance obligation.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

s. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 Effective prior to January 1, 2020

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh Grup dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai ("PPN"). Kriteria spesifik berikut ini juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

Pendapatan sewa Rental revenue

Pendapatan dari sewa ruang pusat perbelanjaan diakui dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Pendapatan diterima di muka dari sewa ruang pusat perbelanjaan dicatat sebagai "Uang Muka Penjualan dan Pendapatan Diterima di Muka" dan diakui sebagai pendapatan secara proporsional sesuai dengan masa sewa.

Insentif sewa penyewa diakui sebagai pengurangan pendapatan sewa dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. Beban langsung awal dan insentif sewa penyewa disajikan sebagai bagian dari biaya dibayar di muka dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Jaminan yang diterima dari penyewa dicatat sebagai "Uang Jaminan Sewa" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pendapatan hotel Hotel revenue

Pendapatan hotel dari hunian kamar diakui pada tanggal terhuninya dan untuk pendapatan hotel lainnya diakui pada saat barang atau jasa diserahkan pada pelanggan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Revenues and Expenses Recognition (continued)

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding Value Added Taxes ("VAT"). The following specific recognition criteria must also be met before revenue is recognized:

Revenues from rental of shopping mall spaces are recognized using the straight-line method. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to to the carrying amount of the lease assets and recognized on a straight-line basis over the lease term. Revenues received in advance from rental of shopping mall spaces are recorded as "Sales Advances and Unearned Revenues" and are recognized as revenue proportionately over the lease period.

Tenant lease incentives are recognized as a reduction of rental revenue on a straight-line basis over the term of lease. The initial direct costs and tenant lease incentives are presented as part of prepaid expense in the consolidated statements of financial position.

Deposit received from tenants are recorded as "Security Deposits" in the consolidated statement of financial position.

Hotel room revenue is recognized based on room occupancy while other hotel revenues are recognized when the goods are delivered or services are rendered to the customers

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

s. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

Penjualan real estat Real estate sales

Pendapatan dari penjualan real estat berupa rumah toko (ruko) diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method), pada saat kondisi berikut dipenuhi:

  • i. Proses penjualan telah selesai; i. A sale is consummated;
  • ii. Harga jual akan tertagih dan pembayaran telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati;
  • iii. Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi di masa yang akan datang; dan
  • iv. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

Apabila persyaratan tersebut diatas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh syarat terpenuhi.

Grup mengevaluasi perjanjian pendapatannya terhadap kriteria spesifik untuk menentukan apakah Grup bertindak sebagai prinsipal atau agen. Grup menyimpulkan bahwa Grup bertindak sebagai prinsipal pada semua perjanjian pendapatannya. Pendapatan dari penjualan barang dan jasa diakui pada saat semua risiko signifikan dan manfaat kepemilikan barang telah dipindahkan kepada pembeli.

Pendapatan bunga Interest income

Pendapatan bunga diakui pada saat terjadinya dengan acuan jumlah pokok dan tingkat bunga yang berlaku.

Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Revenues and Expenses Recognition (continued)

Revenues from real estate sales in form of shop houses are recognized using the full accrual method when the following conditions are met:

  • ii. The selling price is collectible and at least 20% of the contract sales price has already been received;
  • iii. The receivable from the sale is not subject to future subordination; and
  • iv. The seller has transferred to the buyer the usual risks and rewards of ownership in a transaction that is in substance a sale and the seller does not have any substantial continuing involvement with the property.

If any of the above criteria are not met, all payments received from the customers are recorded as advances from customers and accounted for using the deposit method until all criterias met

The Group assesses its revenue arrangements against specific criteria to determine if it is acting as principal or agent. The Group has concluded that it is acting as principal in all of its revenue arrangement. Revenue from the sale of goods and services are recognized when all significant risks and rewards of ownership of the goods have been passed to the buyer.

Interest income is recognized on accrual time basis, by reference to the principal outstanding and at the applicable interest rate.

Beban Expenses

Expenses are recognized when incurred (accrual basis).

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Grup menerapkan PSAK 56 (Revisi 2011), "Laba per Saham". Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Grup tidak memiliki saham biasa berpotensi dilutif.

Grup mengklasifikasi instrumen keuangan dalam bentuk aset dan liabilitas keuangan.

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Aset keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain ("OCI"), dan nilai wajar melalui laba rugi.

Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Laba (Rugi) per Saham t. Earnings (Loss) per Share

The Group applied PSAK 56 (Revised 2011), "Earnings per Share". Earnings (loss) per share is calculated by dividing profit (loss) for the year attributable to owners of parent entity with weighted average number of outstanding common shares during the year.

The Group has no outstanding dilutive potential common shares.

u. Instrumen Keuangan u. Financial Instruments

The Group classifies financial instruments to financial assets and liabilities.

Efektif mulai 1 Januari 2020 Effective beginning January 1, 2020

A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity.

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost, fair value through other comprehensive income ("OCI"), and fair value through profit or loss.

The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not measured at fair value through profit or loss, transaction costs. Trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement

Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang 'sematamata pembayaran pokok dan bunga ("SPPI")' dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen.

Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi atau konvensi di pasar (perdagangan reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.

Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:

  • Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
  • Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI dengan daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)
  • Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas)
  • Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

(continued)

In order for a financial asset to be classified and measured at amortised cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are 'solely payments of principal and interest ("SPPI")' on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level.

The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the market place (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the asset.

Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement

For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories:

  • Financial assets at amortized cost (debt instruments)
  • Financial assets at fair value through OCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments)
  • Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments)
  • Financial assets at fair value through profit or loss

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

  • Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; Dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif ("SBE") dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak.

Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk piutang usaha pihak ketiga - neto, piutang lain-lain - pihak ketiga dan aset keuangan lainnya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Pengukuran selanjutnya (lanjutan) Subsequent measurement (continued)

Financial assets at amortized cost (debt instruments)

The Group measure financial assets at amortised cost if both of the following conditions are met:

  • The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; And
  • The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.

Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest ("EIR") method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired.

The Group's financial assets at amortized cost includes trade receivables - third parties, other receivables - third parties and other financial assets.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Penghentian pengakuan Derecognition

Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika:

  • Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; Atau
  • Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'passthrough'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset.

Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian passthrough, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup.

Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group's consolidated statement of financial position) when:

  • The rights to receive cash flows from the asset have expired; Or
  • The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a 'pass-through' arrangement; and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.

ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup).

Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

The Group recognizes an allowance for expected credit losses ("ECLs") for all debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECLs are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms.

ECLs are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECLs are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL).

For trade receivables, the Group applies a simplified approach in calculating ECLs. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECLs at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.

ii. Liabilitas Keuangan ii. Financial Liabilities

Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, utang dan pinjaman, utang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha - pihak ketiga, utang lain-lain - pihak ketiga, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank, liabilitas sewa utang pembiayaan konsumen dan uang jaminan sewa.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows.

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Financial liabilities are classified, at initial recognition, as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, payables, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate.

All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs.

The Group's financial liabilities include trade payables - third parties, other payables - third parties, accrued expenses, short-term employee benefits liabilities, bank loans, lease liabilities, consumer financing payable and security deposits.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Penghentian pengakuan Derecognition

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

ii. Liabilitas Keuangan (lanjutan) ii. Financial Liabilities (continued)

Pengakuan selanjutnya Subsequent measurement

Utang dan pinjaman Loans and borrowings

After initial recognition, interest-bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortized cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process.

Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance costs in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

iii. Pengimbangan instrumen keuangan iii. Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah neto dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak hukum yang dapat diberlakukan saat ini untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat untuk menyelesaikan secara neto, untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajiban secara bersamaan.

Pengakuan awal Initial recognition

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang dan aset keuangan tersedia untuk dijual.

Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode pelaporan.

Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, seperti tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.

Aset keuangan Grup adalah kas dan setara kas, piutang usaha - pihak ketiga - neto, piutang lain-lain - pihak ketiga dan aset keuangan lainnya dikategorikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective beginning January 1, 2020 (continued)

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statement of financial position if there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

Efektif sebelum 1 Januari 2020 Effective prior to January 1, 2020

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Financial assets are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables and available-forsale financial assets.

The Group determines the classification of financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluate the classification of those assets at the end of each reporting period.

When financial assets are initially recognized, they are measured at fair value, and in the case of financial assets is not measured at fair value through profit or loss, plus directly attributable transaction costs.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way purchases) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the assets.

The Group's financial assets include cash and cash equivalents, trade receivables third parties - net, other receivables - third parties and other financial assets, classified as loans and receivables.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, yang merupakan metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan yang diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan) dan alokasi pendapatan bunga atau biaya bunga sepanjang periode yang bersangkutan.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga melalui proses amortisasi.

Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila:

i. hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market.

After initial measurement, such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method, which is the method used for calculating the amortized cost of a financial asset or financial liability (or group of financial assets and financial liabilities) and the allocation of interest income or expense during the relevant period.

Gains and losses are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.

A financial asset (or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when:

i. the contractual rights to receive cash flows from the financial assets have expired; or

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan)

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: (lanjutan)

ii. Grup mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan apabila (a) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) secara substansial tidak mentransfer dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

Apabila Grup mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Grup sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.

Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah terendah antara nilai aset yang ditransfer dan nilai maksimum dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Derecognition of financial assets (continued)

A financial asset (or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: (continued)

ii. The Group has transferred their contractual rights to receive cash flows from the financial assets or has assumed an obligation to pay them in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement and either (a) has transferred substantially all the risks and rewards of the financial assets, or (b) has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset, but has transferred control of the financial assets.

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from a financial asset or have entered into a pass-through arrangement and have neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the financial asset and nor transferred control of the financial asset, a new financial asset is recognized to the extent of the Group's continuing involvement in the asset.

Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration received that the Group could be required to repay.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penghentian pengakuan aset keuangan (lanjutan)

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk aset baru yang diperoleh dikurangi dengan liabilitas baru yang ditanggung; dan (ii) keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada laba rugi.

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari salah satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang 'merugikan') dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Derecognition of financial assets (continued)

On derecognition of a financial asset in its entirety, the difference between the carrying amount and the sum of (i) the consideration received, including any new assets obtained less any new liabilities assumed; and (ii) any cumulative gain or loss that has been recognized directly in equity, is recognized in the profit or loss.

At each reporting date, the Group assesses whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is an objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred 'loss event') and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or a group of financial assets that can be reliably estimated.

Evidence of impairment may include indications that the debtors or a group of debtors is experiencing a significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization, and when observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as increase in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual.

Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian atau penurunan nilai secara kolektif.

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto menggunakan suku bunga efektif ("SBE") awal dari aset keuangan tersebut.

Jika pinjaman yang diberikan dan piutang dari aset keuangan memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah SBE terkini.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Financial assets carried at amortized cost

For loans and receivables carried at amortized cost, the Group assesses individually whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant or collectively for financial assets that are not individually significant.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset include in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assess them for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be recognized, are not included in a collective assessment or impairment.

When there is an objective evidence that an impairment loss has been incurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at its original effective interest rate ("EIR") of the financial assets.

If loans and receivables of financial asset has a variable interest rate, the discount rate used for measuring impairment loss is the current EIR.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan)

Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian tersebut diakui secara langsung dalam laba rugi. Pendapatan bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi berdasarkan SBE atas aset keuangan tersebut.

Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan cadangan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, telah direalisasi atau telah dialihkan kepada Grup.

Jika pada periode berikutnya nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi (dipulihkan) dengan menyesuaikan akun cadangan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laba rugi. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui dalam laba atau rugi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Financial assets carried at amortized cost (continued)

The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance account and the amount of the loss is directly recognized in profit or loss. Interest income continues to be accrued based on the reduced carrying amount based on EIR of those financial assets.

Loans and receivables, together with the associated allowance, will be written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral, if any, has been realized or has been transferred to the Group.

If in a subsequent period, the amount of the estimated impairment loss of financial assets increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced (reversed) by adjusting the allowance account. The reversal shall not result in a carrying amount of the financial asset that exceeds what the amortized cost would have been had the impairment not been recognized at the date the impairment is reversed. The amount of reversal is recognized in the profit or loss. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)

Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, atas aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa mendatang yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan pada periode-periode berikutnya.

ii. Liabilitas Keuangan ii. Financial Liabilities

Grup menetapkan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Instrumen utang dan ekuitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan atau sebagai ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dikurangkan dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

i. Aset Keuangan (lanjutan) i. Financial Assets (continued)

Financial assets carried at acquisition cost

If there is an objective evidence that an impairment loss has occurred on the financial assets that is not recorded at fair value due to inability to calculate the fair value properly, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the carrying value of the financial asset and the present value of estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset. The impairment loss cannot be reversed in the next periods.

Pengakuan awal Initial recognition

The Group determines the classification of financial liabilities at initial recognition. Debt and equity instruments are classified as either financial liabilities or as equity in accordance with the substance of the contractual arrangement.

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, liabilities at amortized cost, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

Financial liabilities are recognized initially at fair value which, in the case of liabilities at amortized cost, is net of directly attributable transaction costs.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha - pihak ketiga, utang lain-lain - pihak ketiga, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen dan uang jaminan sewa dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Setelah pengakuan awal, utang yang dikenakan bunga dan pinjaman selanjutnya disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif ("SBE"). Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas lancar. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

ii. Liabilitas Keuangan (lanjutan) ii. Financial Liabilities (continued)

Pengakuan awal (lanjutan) Initial recognition (continued)

The Group's financial liabilities include trade payables - third parties, other payables - third parties, accrued expenses, short-term employee benefits liability, long-term bank loans, consumer financing payables and security deposits classified as financial liabilities measured at amortized cost.

After initial recognition, interest-bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortized cost using the Effective Interest Rate ("EIR") method. At consolidated statement of financial position date, the accrued interest is recorded separately from the respective principal loans as part of current liabilities. Gains or losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process using the EIR method.

A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expired.

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts of each financial liability is recognized in the profit or loss.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan yang terorganisir, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.

v. Biaya Perolehan yang Diamortisasi dari Instrumen Keuangan

Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode SBE dikurangi cadangan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari SBE.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Efektif sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan) Effective prior to January 1, 2020 (continued)

iii. Saling Hapus Instrumen Keuangan iii. Offsetting of Financial Instruments

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

iv. Nilai Wajar Instrumen Keuangan iv. Fair Value of Financial Instruments

The fair value of financial instruments that are traded in active markets is determined by reference to quoted market bid prices at the close of business at the end of the reporting period. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm's length market transactions, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models.

v. Amortized Cost of Financial Instruments

Amortized cost of financial instruments are measured using EIR method less any allowance for impairment losses and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the EIR.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk-produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup pos-pos yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan dalam grup, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

w. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing w. Foreign Currency Transactions and

Grup mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya.

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Informasi Segmen v. Segment Information

A segment is a distinguishable component of the Group that is engaged either in providing certain products (business segment), or in providing products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from other segments.

Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. They are determined before intragroup balances and intra-group transactions, are eliminated as a part of consolidation process.

Balances

Group consider the primary indicators and other indicators in determining its functional currency, if indicators are mixed and the functional currency is not obvious, management uses its judgements to determine the functional currency that most faithfully represents the economic effects of the underlying transactions, events and conditions.

The consolidated financial statements are presented in Rupiah, which is the Company's functional currency and Group's presentation currency. Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of reporting period of consolidated financial statements, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the prevailing exchange rates at such date and the resulting gains or losses are credited or charged to current year operations.

As of December 31, 2020 and 2019, the exchange rates used are as follows:

31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
Dolar Amerika Serikat 14.105 13.901 United States dollar

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung pada perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman dapat meliputi beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga yang ditanggung Grup sehubungan dengan pinjaman dana.

Beban bunga yang dikapitalisasi dihitung menggunakan biaya pinjaman rata-rata tertimbang Grup setelah penyesuaian pinjaman yang terkait dengan pembangunan spesifik. Ketika pinjaman telah dikaitkan dengan pembangunan spesifik, jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar beban bunga kotor yang terjadi dikurangi dengan penghasilan atas investasi sementara yang dilakukan. Beban bunga dikapitalisasi dari awal pekerjaan pembangunan sampai dengan tanggal penyelesaian, ketika pekerjaan pembangunan telah selesai secara subtansial.

Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.

Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang berkelanjutan. Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara spesifik untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti sedang dalam penyelesaian.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

x. Biaya pinjaman x. Borrowing costs

Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset that necessarily takes a substantial period of time to get ready for its intended use or sale are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs may include interest, finance charges in respect of finance leases and foreign exchange differences arising from foreign currency borrowings to the extent that they are regarded as adjustment to interest costs that the Group incurs in connection with the borrowing of funds.

The interest capitalized is calculated using the Group's weighted average cost of borrowings after adjusting for borrowings associated with specific developments. Where borrowings are associated with specific developments, the amount capitalized is the gross interest incurred on those borrowings less any investment income arising on their temporary investment. Interest is capitalized from the commencement of the development of work until the date of practical completion, i.e., when substantially all of the development work is completed.

Capitalization of borrowing costs begins when the required activities to prepare the asset for use in accordance with the intention and expenditures for the asset and borrowing costs have occurred. Capitalization of borrowing costs ceases when all activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially completed.

The capitalization of borrowing costs is suspended if there are prolonged periods when development activity is interrupted. Interest is also capitalized on the purchase cost of a site property acquired specifically for development, but only where activities necessary to prepare the asset for development are in progress.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material di tahun yang akan datang terhadap nilai tercatat aset atau liabilitas yang terkait.

Pertimbangan Judgments

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

Penentuan pengendalian Determination of control

Grup menentukan bahwa Grup memiliki pengendalian atas NWP meskipun hanya memiliki 32,48% kepemilikan atas Perusahaan tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 karena Grup memiliki (1) kekuasaan, (2) hak atas imbal hasil variabel dari kepemilikannya dan (3) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui pengendaliannya.

Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71, "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" terpenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2u.

Akuntansi akuisisi mensyaratkan penggunaan estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Grup mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon yang timbul dari beberapa akuisisi bisnis.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS

The preparation of the Group's consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities affected in future years.

The following judgments are made by management in the process of applying the Group's accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

The Group determines that it has control over NWP even though it only holds 32.48% ownership of the Company as of December 31, 2020 and 2019, because the Group has (1) power over NWP, (2) rights of variable returns from its involvement and (3) the Group has the ability to affect those returns through its control of the companies.

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification of Financial Assets and Financial Liabilities

The Group determines the classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities considering if the definition set forth in PSAK 71, "Financial Instruments: Recognition and Measurement" are met. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's accounting policies as disclosed in Note 2u.

Alokasi Harga Beli Purchase Price Allocation

Acquisition accounting requires extensive use of accounting estimates to allocate the purchase price to the reliable fair market values of the assets and liabilities purchased, including intangible assets. The Group recognized gain from bargain purchase arising from several business acquisitions.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Pertimbangan (lanjutan) Judgments (continued)

Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Manajemen menetapkan mata uang fungsional Grup adalah Rupiah. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan.

Grup mempunyai perjanjian-perjanjian sewa di mana Grup bertindak sebagai lessor atau lessee untuk beberapa aset tertentu. Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK, yang mensyaratkan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.

Berdasarkan penelaahan yang dilakukan oleh Grup atas perjanjian-perjanjian yang ada, transaksi sewa dengan pelanggan diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Pengklasifikasian Properti Classification of Property

Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi atau properti persediaan:

  • Properti investasi terdiri atas bangunan yang tidak bertujuan untuk digunakan dalam kegiatan operasi Grup, tidak juga untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan modal.
  • Properti persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Penentuan Mata Uang Fungsional Determination of Functional Currency

The functional currency of the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. Management determined that the functional currency of the Group is Rupiah. It is the currency that mainly influences the revenue and cost of rendering services.

Sewa Leases

The Group has several lease agreements whereby the Group acts as lessor or lessee for certain assets. The Group evaluates whether significant risks and rewards of the leased assets are transferred based on PSAK, which requires the Group to make judgment and estimation on risk and rewards transferred related to asset ownership.

Based on the review performed by the Group for the existing agreements, accordingly, the lease transactions were classified as operating lease.

The Group determines whether a property is classified as investment property or inventory property:

  • - Investment properties comprise building which are not occupied substantially for use in the operations of the Group, nor for sale in the ordinary course of the Group's business, but are held primarily to earn rental income and capital appreciation.
  • - Inventory properties comprise properties which are intended to be sold in the Group's ordinary business.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi yang di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha

Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL untuk piutang usaha dan aset kontrak. Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, berdasarkan wilayah geografis, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).

Matriks provisi pada awalnya didasarkan pada tingkat gagal bayar yang diamati secara historis Grup. Grup akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking). Misalnya, jika perkiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diekspektasikan akan memburuk pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar di sektor manufaktur, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi perkiraan masa depan dianalisis.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying values of assets and liabilities within the next financial period are disclosed below. The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

Provision for expected credit losses of trade receivables

The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables and contract assets. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns (i.e., by geography, product type, customer type and rating, and coverage by letters of credit and other forms of credit insurance).

The provision matrix is initially based on the Group's historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forwardlooking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the manufacturing sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analyzed.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha (lanjutan)

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) After January 1, 2020 (lanjutan)

Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili gagal bayar pelanggan yang sebenarnya di masa depan.

Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan penurunan piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 5.

NWP saat ini terlibat dalam proses hukum tertentu. Estimasi kemungkinan biaya penyelesaian klaim ini telah dikembangkan melalui konsultasi dengan penasihat luar dan didasarkan pada analisis potensi hasil. Grup saat ini tidak yakin sidang ini akan berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup ini. Hal ini dimungkinkan, namun hasil operasi di masa depan dapat secara material dipengaruhi oleh perubahan dalam estimasi atau efektivitas strategi dalam melanjutkan sidang ini.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Provision for expected credit losses of trade receivables (continued)

The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group's historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer's actual default in the future.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

The Group evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In such case, the Group considers, based on the availability of facts and circumstances, including but not limited to, the length of their relationship with the customer and the customer's credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customer against receivable amounts due to reduce the receivable amounts that the Group expects to collect. These specific provisions are reevaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of receivables. Further details are disclosed in Note 5.

Kontinjensi Contingencies

NWP is currently involved in certain legal proceedings. The estimated cost of settlement of claims has been developed through consultation with external advisors and based on an analysis of potential results. The Group currently does not believe that this trial will have a material effect on the Group's consolidated financial statements. It is possible, however, that the results of future operations may be materially affected by changes in the estimate or the effectiveness of the strategy in continuing this trial.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penentuan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlahjumlah tersebut dan regulasi Grup. Asumsi tersebut termasuk, antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

Dikarenakan kompleksitas dari penilaian, dasar asumsi dan sifatnya yang jangka panjang, liabilitas manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Semua asumsi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan.

Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 22.

Penyusutan Properti Investasi, Aset Tetap dan Aset Takberwujud

Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran umur manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi umur manfaat ekonomis properti investasi dan aset tetap antara 2 (dua) sampai dengan 40 (empat puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi umur manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 10, 11 dan 12.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Imbalan Kerja Employee Benefits

The determination of the Group's employee benefits liability depends on the selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts and the Group's regulation. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase rate, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate.

Due to the complexity of the valuation, assumptions and long-term nature, the defined benefits liability is highly sensitive to changes in assumptions.

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group's actual results or significant changes in the Group's assumptions may materially affect its estimated liability for employee benefits and net employee benefits expense. All assumptions are reviewed at each reporting date.

Further details are disclosed in Note 22.

Depreciation of Investment Properties, Fixed Assets and Intangible Assets

The costs of investment properties and fixed assets are depreciated using the straight-line basis over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these investment properties and fixed assets to be within 2 (two) to 40 (forty) years. These are common life expectancies applied in the industry where the Group conducts its business. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised.

Further details are disclosed in Notes 10, 11 and 12.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan Impairment of Non-financial Assets

Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat dari aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih tinggi dari nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Perhitungan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual berdasarkan data yang tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat dalam sebuah transaksi wajar dari aset serupa atau harga pasar yang dapat diobservasi dikurangi biaya pelepasan untuk menjual aset tersebut.

Perhitungan nilai pakai berdasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari unit penghasil kas yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang di harapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 7 dan 11.

Ketidakpastian Kewajiban Pajak Uncertain Tax Exposure

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 20.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

An impairment exists when the carrying value of an asset or cash generating unit exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm's length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing the asset.

The value in use calculation is based on a discounted cash flow model. The cash flows data are derived from budget for the next five years and do not include restructuring activities that Group are not yet committed to or significant future investments that will enhance the asset's performance of the cash generating unit being tested. The recoverable amount is most sensitive to the discount rate used for the discounted cash flow model as well as the expected future cash inflows and the growth rate used for extrapolation purposes.

Further details are disclosed in Notes 7 and 11.

Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group recognized liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. Further details are disclosed in Note 20.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Ketidakpastian Kewajiban Pajak (lanjutan) Uncertain Tax Exposure (continued)

Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Grup menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57 (Revisi 2009), "Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi". Grup membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan apakah liabilitas pajak atas manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

Estimasi atas Suku Bunga Pinjaman Inkremental dari Suatu Sewa

Grup tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu, Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan ("IBR") untuk mengukur liabilitas sewa.

IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar oleh Grup untuk meminjam dengan syarat yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna dalam lingkup ekonomi yang serupa. Oleh karena itu, IBR mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Grup, yang memerlukan estimasi ketika tidak tersedianya tingkat suku bunga yang dapat diobservasi atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan ketentuan dari sewa tersebut.

Grup mengestimasi IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti tingkat suku bunga pasar) jika tersedia dan diperlukan untuk membuat estimasi spesifik entitas tertentu.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. MANAGEMENT'S USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)

In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with PSAK 57 (Revised 2009), "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets". The Group makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine whether a tax liability on unrecognized tax benefit should be recognized.

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Estimating the Incremental Borrowing Rate of a Lease

The Group cannot readily determine the interest rate implicit in the lease, therefore, it uses its incremental borrowing rate ("IBR") to measure lease liabilities.

The IBR is the rate of interest that the Group would have to pay to borrow over a similar term, and with a similar security, the funds necessary to obtain an asset of a similar value to the right-of-use asset in a similar economic environment. The IBR therefore reflects what the Group 'would have to pay', which requires estimation when no observable rates are available or when they need to be adjusted to reflect the terms and conditions of the lease.

The Group estimates the IBR using observable inputs (such as market interest rates) when available and is required to make certain entityspecific estimates.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Kas 173.439.728 129.525.423 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 157.211.567.768 85.195.046.187 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 38.474.062.588 122.111.361.142 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 11.194.723.890 8.110.986.189 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 10.024.428.558 9.037.677 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 8.660.909.882 63.399.658.625 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 6.491.886.848 123.777.619 Bank Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 4.303.749.399 1.068.428.176 (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk 2.996.768.168 1.027.865.203 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
17.923.449
9.743.167
98.029.018
11.722.638
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 6.666.515 48.606.044 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Artha Graha PT Bank Artha Graha
Internasional Tbk 5.000.000 - Internasional Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia 4.392.076 4.464.106 PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank of China 1.712.000 - PT Bank of China
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Tengah 825.000 1.295.000 Kalimantan Tengah
PT Bank Shinhan Indonesia - 335.560 PT Bank Shinhan Indonesia
Dollar Amerika Serikat United States dollar
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US\$47.535.444 PT Bank CIMB Niaga Tbk
pada tahun 2020 dan (US\$47,535,444 in 2020 and
US\$19.677.687 pada tahun 2019) 670.487.909.730 273.539.520.454 US\$19,677,687 in 2019)
PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk
(US\$19.337.119 pada tahun 2020 (US\$19,337,119 in 2020 and
dan US\$432.109 pada tahun 2019) 272.750.257.289 6.006.740.954 US\$432,109 in 2019)
Credit Suisse Ltd (US\$7.714.875) 108.818.389.024 - Credit Suisse Ltd (US\$7,714,875)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk
(US\$4.009.180) 56.549.523.004 - US\$4,009,180)
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (US\$3.883.160
PT Bank Negara Indonesia
pada tahun 2020 dan (Persero) Tbk (US\$3,883,160 in
US\$30.076.829 pada tahun 2019) 54.772.013.876 418.097.994.369 2020 and US\$30,076,829 in 2019)
PT Bank Mandiri Tbk (US\$500.446) 7.058.794.847 - PT Bank Mandiri Tbk (US\$500,446)
PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk
(US\$7.440 pada tahun 2020 dan (US\$7,440 in 2020 and
US\$4.450 pada tahun 2019) 104.937.607 61.861.396 US\$4,450 in 2019)
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk (US\$371 PT Bank China Construction Bank
pada tahun 2020 dan Indonesia Tbk (US\$371 in 2020
US\$45.365 pada tahun 2019) 5.229.715 630.617.336 and US\$45,365 in 2019)
PT Bank of China (US\$162) 2.280.216 - PT Bank of China (US\$162)
PT Bank Shinhan Indonesia PT Bank Shinhan Indonesia
(US\$503) - 6.991.230 (US\$503)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Deposito Berjangka Time Deposits
Rupiah Rupiah
PT Bank OCBC NISP Tbk 99.765.000.000 - PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 15.000.000.000 32.560.138.570 Bank Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4.000.000.000 90.000.000.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia - 50.000.000.000 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank QNB Indonesia Tbk - 46.000.000.000 PT Bank QNB Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 21.000.000.000 (Persero) Tbk
Dollar Amerika Serikat United States dollar
PT Bank Permata Tbk
(US\$9.500.000 PT Bank Permata Tbk
pada tahun 2020 dan (US\$9,500,000 in 2020 and
US\$50.000.000 pada tahun 2019) 133.997.595.000 695.050.500.000 US\$50,000,000 in 2019)
PT Bank QNB Indonesia Tbk PT Bank QNB Indonesia Tbk
(US\$20.000.000) - 278.020.200.000 (US\$20,000,000)
PT Bank China Construction PT Bank China Construction Bank
Bank Indonesia Tbk Indonesia Tbk
(US\$13.857.000) - 192.626.157.000 (US\$13,857,000)
Total 1.662.889.729.344 2.384.940.859.916 Total

Suku bunga tahunan deposito berjangka untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing berkisar antara:

The annual interest rates of time deposits for the years ended December 31, 2020 and 2019 ranged from:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
3,25%-7,00%
0,20%-3,10%
3,50%-8,35%
1,90%-3,70%
Rupiah
United States dollar

Semua rekening bank ditempatkan pada bank pihak ketiga dan tidak dibatasi penggunaannya.

All cash in banks are placed in third-party banks and not restricted.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

a. Rincian piutang usaha - pihak ketiga - neto adalah sebagai berikut:

5. PIUTANG - NETO 5. ACCOUNT RECEIVABLES - NET

a. The details of trade receivables - third parties - net are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Third parties - Rupiah:
Rent of mall
Building management
2.132.071.511 1.514.685.880 Hotel
193.296.125.351 89.875.984.062 Sub-total
Allowance for expected credit loss as of
December 31, 2020 (2019:
allowance for impairment losses)
Net
95.975.562.354
95.188.491.486
(81.116.672.926)
112.179.452.425
58.324.188.353
30.037.109.829
(20.873.346.209)
69.002.637.853

b. Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

b. The aging analysis of trade receivables are as follows:

31 Desember 2019/
December 31, 2019
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
31.638.490.835 63.263.316.918 Lebih dari 90 hari
89.875.984.062 193.296.125.351 Subtotal
Penyisihan kerugian kredit
ekspektasian pada 31 Desember
2020 (2019: cadangan kerugian
penurunan nilai)
69.002.637.853 112.179.452.425 Neto
46.183.077.210
8.241.127.461
2.359.786.223
1.453.502.333
(20.873.346.209)
72.162.224.277
22.452.240.496
21.523.688.590
13.894.655.070
(81.116.672.926)

Seluruh piutang merupakan piutang dalam mata uang Rupiah.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagian piutang usaha digunakan sebagai jaminan utang bank (Catatan 14).

All receivables are denominated in Rupiah.

As of December 31, 2020 and 2019, certain trade receivables are pledged as collateral for bank loans (Note 14).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

c. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian pada 31 Desember 2020 (2019: cadangan kerugian penurunan nilai) atas piutang usaha adalah sebagai berikut:

5. PIUTANG - NETO (lanjutan) 5. ACCOUNT RECEIVABLES - NET (continued)

c. Movement of allowance for expected credit loss as of December 31, 2020 (2019: allowance for impairment losses) of trade receivables are as follows:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Saldo awal
Penambahan selama
20.873.346.209 21.156.980.754 Beginning balance
Additions during
tahun berjalan - neto (Catatan 30)
Efek penerapan awal PSAK 71
54.795.344.685 766.741.105 the year - net (Note 30)
(Catatan 41) 6.065.198.236 - Initial adoption of PSAK 71 (Note 41)
Penghapusan tahun berjalan (617.216.204) (1.050.375.650) Write-off during the year
Saldo akhir 81.116.672.926 20.873.346.209 Ending balance

Sejak 1 Januari 2020, Grup menerapkan PSAK 71 dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk cadangan penurunan nilai secara kolektif. Di bawah ini adalah informasi tentang eksposur risiko kredit atas piutang usaha Grup pada tanggal 31 Desember 2020:

Effective on January 1, 2020, the Group adopted PSAK 71 in calculating expected credit loss for allowance of trade receivable by collective. Set out below is the information about the credit risk exposure on the Group's trade receivables as of December 31, 2020:

Tingkat
kerugian kredit
ekspektasian/
Expected
credit loss rate
Jumlah tercatat
default/Carrying
amount of default
Kerugian kredit
ekspektasian/
Expected
credit loss
100% 1.237.815.284 (1.237.815.284) Individual
0,00% - 28,97% 71.789.124.604 (15.483.138.320) Collective:
Current ….
Past due but not impaired:….
0,00% - 45,54% 22.249.005.981 (6.761.384.090) 1-30 days……
0,00% - 95,55% 21.388.474.361 (10.215.535.406) 31-60 days……
0,00% - 100% 13.839.235.906 (7.356.817.151) 61-90 days……
1,45% - 100% 62.792.469.215 (40.061.982.675) More than 90 days……
193.296.125.351 (81.116.672.926) Total

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

Penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk secara individual dan kolektif untuk seluruh piutang yang telah jatuh tempo.

Based on the review of the status of the individual receivable accounts at the end of the year, the Group's management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover the possibility of losses from uncollectible trade receivables.

Allowance for impairment losses were made individually and collectively for all receivables which are past due.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

d. Rincian piutang lain-lain - pihak ketiga adalah sebagai berikut:

5. PIUTANG - NETO (lanjutan) 5. ACCOUNT RECEIVABLES - NET (continued)

d. The details of other receivables - third parties are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
PT Samara Gelora Ciptaguna 3.175.000.000 3.175.000.000 PT Samara Gelora Ciptaguna
Bunga 451.500.447 2.672.123.210 Interest
Lain-lain 7.038.054.355 389.686.976 Others
Subtotal 10.664.554.802 6.236.810.186 Sub-total
Penyisihan kerugian kredit
ekspektasian
(517.925.074) - Allowance for expected credit loss
Total Piutang Lain-lain -
Pihak Ketiga
10.146.629.728 6.236.810.186 Total Other Receivables -
Third Parties

Pada tanggal 31 Desember 2020, sebagian besar akun Piutang lain-lain - pihak ketiga lainnya merupakan piutang atas penyelesaian transaksi kombinasi bisnis yang terjadi di tahun 2020 (Catatan 1d).

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pihak ketiga pada akhir tahun, manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian kredit ekspektasian pada 31 Desember 2020 (2019: cadangan kerugian penurunan nilai) tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang lain-lain - pihak ketiga.

Rincian aset keuangan lancar lainnya adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020, Other receivables third parties - others mostly consist of receivable of settlement for business combination transactions in 2020 (Note 1d).

Based on the review of the status of the third parties receivable accounts at the end of the year, the Group's management believes that the allowance for expected credit loss as of December 31, 2020 (2019: allowance for impairment losses) is adequate to cover the possibility of losses from uncollectible other receivables - third parties.

6. ASET KEUANGAN LAINNYA 6. OTHER FINANCIAL ASSETS

a. Aset keuangan lancar lainnya a. Other current financial assets

The details of other current financial assets are as follow:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Deposito berjangka
Deposito berjangka yang
250.000.000.000 250.000.000.000 Time deposit
dibatasi penggunaannya 156.050.100.000 - Restricted time deposits
Refundable deposits - 86.027.623.500 Refundable deposits
Lain-lain 75.343.500 104.373.500 Others
Total 406.125.443.500 336.131.997.000 Total

Deposito yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito milik Perusahaan yang dijaminkan terhadap utang bank jangka pendek milik TMU, entitas anak (Catatan 14). Deposito tersebut akan jatuh tempo pada bulan Februari 2021.

Restricted time deposit represents time deposit owned by the Company which are pledged as collateral against short-term bank loan of TMU, a subsidiary (Note 14). Such time deposit will mature in February 2021.

a. Aset keuangan lancar lainnya (lanjutan) a. Other current financial assets (continued)

Pada tanggal 30 Desember 2019, NWP melalui entitas-entitas anaknya, yaitu PSR, DSM, BHM, SBS dan ASE ("Pembeli") telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat ("PPJB") masing-masing dengan PT Panca Permata Pejaten, PT Mega Duta Persada, PT Amanda Cipta Utama, PT Prima Gerbang Persada, dan PT Surya Asri Lestari ("Penjual"), untuk mengakuisisi pusat perbelanjaan yang dimiliki oleh pihak ketiga tersebut. Berdasarkan PPJB tersebut, Pembeli telah membayarkan uang jaminan sebesar Rp86.027.623.500 atau setara dengan 5% dari jumlah nilai transaksi yang disetujui dan dicatat sebagai "Aset Keuangan Lancar Lainnya - Refundable Deposits" pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019. Sisa dari nilai transaksi tersebut akan dibayarkan sesuai dengan pemenuhan syarat dan ketentuan yang diatur dalam PPJB.

Pada tahun 2020, PSR, DSM, BHM, SBS dan ASE telah menerima pengembalian uang jaminan tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, deposito berjangka merupakan deposito di PT Bank Maybank Indonesia Tbk dengan jangka waktu enam bulan dan tidak dibatasi penggunaannya milik NI, entitas anak CMI. Suku bunga deposito berjangka tersebut menggunakan sistem bagi hasil, dimana ratarata tingkat imbal hasil untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing berkisar antara 3,51% - 5,63% dan 5,26%.

b. Aset keuangan tidak lancar lainnya b. Other non-current financial assets

Rincian aset keuangan tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. ASET KEUANGAN LAINNYA (lanjutan) 6. OTHER FINANCIAL ASSETS (continued)

On December 30, 2019, NWP through its subsidiaries, namely PSR, DSM, BHM, SBS and ASE (the "Buyers") have entered into several Conditional Sale and Purchase Agreement ("CSPA") with PT Panca Permata Pejaten, PT Mega Duta Persada, PT Amanda Cipta Utama, PT Prima Gerbang Persada, and PT Surya Asri Lestari (the "Sellers"), respectively, to acquire the shopping malls owned by those third parties. Based on the CSPA, the Buyers have paid deposits of Rp86,027,623,500 or equivalent to 5% of the total agreed consideration and is recorded as "Other Current Financial Assets - Refundable Deposits" in the consolidated statement of financial position as of December 31, 2019. The remaining consideration are to be paid in accordance with the fulfillment of the terms and conditions set out on the CSPA.

In 2020, PSR, DSM, BHM, SBS and ASE have received the refund of those deposits.

As of December 31, 2020 and 2019, time deposit represents time deposit at PT Bank Maybank Indonesia Tbk with original maturity period of six months and not restricted owned by NI, CMI's subsidiary. The interest rate of time deposit is from profit sharing scheme, while the average annual return ratio for the years ended December 31, 2020 and 2019 ranged from 3.51% - 5.63% and 5.26%, respectively.

The details of other non-current financial assets are as follow:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Kas yang dibatasi penggunaannya
Uang jaminan
Pinjaman ke pihak ketiga
280.268.672.191
8.542.768.564
4.620.000.000
49.896.636.533
6.436.066.003
4.620.000.000
Restricted cash
Security deposits
Loan to third party
Lain-lain 700.315.830 350.315.000 Others
Total 294.131.756.585 61.303.017.536 Total

Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening penampungan milik beberapa entitas anak NWP yang dijaminkan terhadap utang bank milik entitas anak tersebut (Catatan 14).

Restricted cash in bank represents the escrow owned by certain NWP's subsidiaries which are pledged as collateral against bank loans of those subsidiaries (Note 14).

Pinjaman ke pihak ketiga sebesar Rp4.620.000.000 merupakan pinjaman kepada Kensington Asset Management Ltd, ("KAM"), pihak ketiga. Pinjaman ini akan dilunasi dalam waktu 30 bulan sejak tanggal 19 September 2016 dan dikenakan bunga sebesar 3,75% per tahun jika pinjaman dilunasi penuh pada tanggal atau sebelum tanggal berakhirnya perjanjian atau 7,00% per tahun jika pinjaman tidak dilunasi penuh pada tanggal atau sebelum tanggal berakhirnya perjanjian. Pada tanggal 19 Maret 2019, Perusahaan dan KAM telah menandatangani perubahan atas perjanjian tersebut dimana jatuh tempo pinjaman tersebut diubah menjadi 60 bulan sejak penandatanganan perubahan perjanjian ini.

Uang jaminan merupakan uang jaminan ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ("PLN") untuk mall yang dimiliki entitas anak dan sewa gedung kantor.

7. PERSEDIAAN - NETO 7. INVENTORIES - NET

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6. ASET KEUANGAN LAINNYA (lanjutan) 6. OTHER FINANCIAL ASSETS (continued)

b. Aset keuangan tidak lancar lainnya (lanjutan) b. Other non-current financial assets (continued)

Loan to third party amounted to Rp4,620,000,000 represent the loan to Kensington Asset Management Ltd., ("KAM"), third party. This loan will be repaid within 30 months from September 19, 2016 and is charged with interest of 3.75% per annum if the loan is repaid in full on or before the agreement's termination date or 7.00% per annum if the loan is not repaid in full on or before the agreement's termination date. On March 19, 2019, the Company and KAM have signed amendment for the loan agreement where due date for the loan changed to 60 months from the signing date of the amendment agreement.

Security deposits represent deposits to PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ("PLN") for malls owned by the subsidiaries and office rental building.

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Shophouses available-for-sale:
Binjai
Tanjung Pinang
Ketapang
Sampit
Shophouses under construction - Palu
Others
Less:
Allowance for impairment - shophouses
(11.648.108.914) (1.177.000.000) under construction
55.429.555.708 45.717.884.332 Total
20.146.380.216
11.248.709.000
10.759.483.146
4.632.082.162
17.708.000.000
2.583.010.098
-
11.248.709.000
10.759.483.146
4.632.082.162
17.708.000.000
2.546.610.024

Ruko siap dijual merupakan unit ruko Grand Rivera yang berlokasi di Ketapang, unit ruko di Tanjung Pinang, unit ruko Grand Ayuda di Sampit dan unit ruko di Binjai yang masingmasing dimiliki oleh TH, GS, DA dan BHM, entitas anak NWP.

Pada tanggal 4 November 2020, BHM, entitas anak menandatangani Akta Jual Beli dengan PT Trias Mitra Investama, pihak ketiga untuk membeli 27 unit ruko yang berlokasi di Binjai, Sumatera Utara. Pada tanggal 31 Desember 2020, transaksi tersebut sudah selesai.

a. Ruko Siap Dijual a. Shophouses Available for Sale

Shophouses available for sale are shophouses of Grand Rivera located in Ketapang, shophouses unit located in Tanjung Pinang, shophouses of Grand Ayuda in Sampit, shophouses unit located in Binjai which are owned by TH, GS, DA dan BHM, subsidiaries from NWP, respectively.

On November 4, 2020, BHM, a subsidiary has signed Sale and Purchase Deed with PT Trias Mitra Investama, a third party to acquire 27 unit of shophouses which located at Binjai, North Sumatera. On December 31, 2020, the transaction has completed.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Mutasi ruko dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

7. PERSEDIAAN (lanjutan) 7. INVENTORIES (continued)

b. Ruko dalam penyelesaian b. Shophouses under construction

The movements of shophouses under construction are as follows:

As of December 31, 2020, based on the valuation performed by KJPP Willson dan rekan, an independent appraiser, on its report dated March 23, 2021, the Group recorded impairment loss of Rp10,471,108,914 for the

As of December 31, 2019, based on the valuation performed by KJPP Willson dan rekan, an independent appraiser, on its report dated March 23, 2020, the Group recorded a reversal of Rp461,000,000 for the impairment loss previously recorded for the

As of December 31, 2020, the Group's management believes that there is no event or change in circumstances that may indicate any impairment in value of inventories,

except for those disclosed in above.

shophouse owned by PGS.

shophouse owned by PGS.

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Saldo awal tahun
Penurunan nilai:
16.531.000.000 16.070.000.000 Beginning balance
Impairment:
Ruko - Bayview - Palu
Pembalikan penurunan nilai:
(10.471.108.914) - Shophouses - Bayview - Palu
Reversal of impairment:
Ruko - Bayview - Palu - 461.000.000 Shophouses - Bayview - Palu
Saldo akhir 6.059.891.086 16.531.000.000 Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2020, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2021, Grup mencatat kerugian penurunan nilai sebesar Rp10.471.108.914 untuk ruko milik PGS.

Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2020, Grup mencatat pembalikan sebesar Rp461.000.000 untuk kerugian penurunan nilai yang sebelumnya dicatat untuk ruko milik PGS.

Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan kondisi yang mengindikasikan adanya penurunan nilai persediaan, selain dari yang diungkapkan di atas.

8. UANG MUKA 8. ADVANCES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Lancar Current
Uang muka operasional 1.168.165.731 1.118.344.202 Advance for operation
Uang muka lainnya 599.824.600 290.000.800 Other advances
Total 1.767.990.331 1.408.345.002 Total
Tidak Lancar Non-current
Uang muka pembelian tanah 181.887.107.866 179.948.519.366 Advance for purchase of lands
Uang muka proyek 55.041.113.854 60.287.214.236 Advance for projects
Uang muka konstruksi Advance for constructions of
properti investasi 34.184.056.300 76.280.431.216 investment properties
Uang muka pembelian aset tetap - 57.103.042 Advance for purchase of fixed assets
Total 271.112.278.020 316.573.267.860 Total

Uang muka pembelian tanah merupakan uang muka yang dibayarkan oleh entitas-entitas anak tertentu untuk pembelian tanah di Kendari, Bengkulu, Indramayu, Bandung, Bojonegoro, Cilacap, Garut dan Pangkal Pinang, dan pembelian tanah di Kendari, Bengkulu, Indramayu, Bandung, Bojonegoro, Cilacap dan Garut, masing-masing pada tahun 2020 dan 2019.

Selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, uang muka pembelian tanah di Bontang, Sorong, Tuban, Cilegon dan Semarang dengan nilai total sebesar Rp52.335.622.500 telah direklasifikasi menjadi bagian properti investasi (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2018, uang muka pemulihan bencana merupakan pembayaran yang dilakukan Grup untuk perbaikan dan renovasi Palu Grand Mall yang terkena bencana alam. Sebagian dari pembayaran ini diekspektasikan akan diselesaikan dengan uang muka klaim asuransi. Di tahun 2019, PGS telah menyelesaikan proses klaim asuransi dari PT Asuransi Sinar Mas dan menerima uang klaim asuransi sebesar Rp29.350.967.957 (Catatan 30).

Uang muka proyek merupakan uang muka terkait jasa legal dan konsultan sehubungan dengan proyek-proyek yang dimiliki Grup.

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 9. PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8. UANG MUKA (lanjutan) 8. ADVANCES (continued)

Advance for purchase of land represents the advances paid by certain subsidiaries to acquire land in Kendari, Bengkulu, Indramayu, Bandung, Bojonegoro, Cilacap, Garut and Pangkal Pinang, and acquire land in Kendari, Bengkulu, Indramayu, Bandung, Bojonegoro, Cilacap and Garut, in 2020 and 2019, respectively.

For the year ended December 31, 2019, advance for purchase of land in Bontang, Sorong, Tuban, Cilegon and Semarang totalling to Rp52,335,622,500 have been reclassified as part of investment properties (Note 11).

As of December 31, 2018, advance for disaster recovery represents the payments made by the Group for repair and renovation of Palu Grand Mall which was hit by natural disaster. Part of this payments are expected to be settled against the advance receipt from insurance claim. In 2019, PGS has completed the insurance claim process from PT Asuransi Sinar Mas and has received insurance claim payment amounted to Rp29,350,967,957 (Note 30).

Advance for project represents advance for legal and advisory services relating to project of the Group.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Biaya dibayar di muka: Prepaid expenses:
Relokasi dan fit-out tenant 49.833.589.059 51.614.557.748 Tenant relocation and fit-out
Biaya transaksi pinjaman bank 22.407.227.932 14.898.013.912 Transaction costs of bank loan
Izin dan lisensi 1.413.412.622 1.479.810.427 Permits and licenses
Asuransi 1.159.020.259 1.344.672.938 Insurance
Sewa 308.645.470 1.752.588.532 Rent
Lain-lain 925.165.434 385.635.431 Others
Total 76.047.060.776 71.475.278.988 Total
Dikurangi bagian lancar
biaya dibayar di muka
(20.643.326.283) (8.659.613.479) Less current portion of
prepaid expenses
Bagian jangka panjang
biaya dibayar di muka
55.403.734.493 62.815.665.509 Long-term portion of
prepaid expenses

9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA (lanjutan) 9. PREPAID EXPENSES (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, bagian jangka panjang biaya dibayar di muka terdiri dari biaya relokasi, fitting out atas tenant dari pusat perbelanjaan dan biaya transaksi pinjaman bank yang dimiliki Grup.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, biaya transaksi pinjaman bank merupakan biaya transaksi pinjaman bank untuk fasilitas kredit yang belum digunakan serta biaya transaksi pinjaman bank yang akan diamortisasi dalam waktu satu tahun ke depan.

10. ASET TETAP - NETO 10. FIXED ASSETS - NET

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

As of December 31, 2020 and 2019, long-term portion of prepaid expenses comprise of relocation, fitting out costs for tenants of shopping malls and transaction costs of bank loan owned by the Group.

As of December 31, 2020 and 2019, transaction costs of bank loan represent bank loan transaction cost for credit facility that not yet utilized and transaction cost of bank loan that will be amortized within one year.

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/

Year Ended December 31, 2020
Saldo Awal/
Beginning Balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Bangunan dan sarana penunjang 259.928.164.299 89.000.000 - 16.338.248.612 276.355.412.911 Building and infrastructure
Renovasi bangunan sewa 28.557.803.558 6.587.470.652 - (112.399.100) 35.032.875.110 Leasehold improvements
Kendaraan 5.908.193.092 - - - 5.908.193.092 Vehicle
Peralatan dan perabot 17.735.033.401 1.206.754.579 - 6.559.088 18.948.347.068 Furniture and fixtures
Peralatan dan
perlengkapan kantor 12.474.466.184 1.509.161.660 - 2.160.000 13.985.787.844 Office furniture and equipment
Mesin 17.526.650.726 834.108.184 112.399.100 18.473.158.010 Machinery
Peralatan operasional 11.764.108.684 163.699.344 - - 11.927.808.028 Operating equipment
Total 353.894.419.944 10.390.194.419 - 16.346.967.700 380.631.582.063 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan dan sarana penunjang 57.887.014.357 8.260.553.232 - - 66.147.567.589 Building and infrastructure
Renovasi bangunan sewa 1.601.735.589 3.751.774.144 - - 5.353.509.733 Leasehold improvements
Kendaraan 4.340.294.491 615.179.954 - - 4.955.474.445 Vehicle
Peralatan dan perabot 10.611.659.608 2.823.494.324 - - 13.435.153.932 Furniture and fixtures
Peralatan dan
perlengkapan kantor 7.622.238.683 2.170.700.328 - - 9.792.939.011 Office furniture and equipment
Mesin 11.729.319.074 2.332.479.809 - - 14.061.798.883 Machinery
Peralatan operasional 10.511.721.540 582.467.099 - - 11.094.188.639 Operating equipment
Total 104.303.983.342 20.536.648.890 - - 124.840.632.232 Total
Nilai Buku Neto 249.590.436.602 255.790.949.831 Net Book Value
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/
Year Ended December 31, 2019
Saldo Awal/
Beginning Balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Bangunan dan sarana penunjang 259.344.111.511 584.052.788 - - 259.928.164.299 Building and infrastructure
Renovasi bangunan sewa 6.157.396.778 22.400.406.780 - - 28.557.803.558 Leasehold improvements
Kendaraan 7.371.765.692 9.420.000 (1.472.992.600) - 5.908.193.092 Vehicle
Peralatan dan perabot
Peralatan dan
14.645.515.719 3.089.517.682 - - 17.735.033.401 Furniture and fixtures
perlengkapan kantor 8.874.069.975 3.600.396.209 - - 12.474.466.184 Office furniture and equipment
Mesin 14.978.128.634 2.548.522.092 - - 17.526.650.726 Machinery
Peralatan operasional 10.982.459.656 920.537.318 (138.888.290) - 11.764.108.684 Operating equipment
Total 322.353.447.965 33.152.852.869 (1.611.880.890) - 353.894.419.944 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan dan sarana penunjang 50.671.682.485 7.215.331.872 - - 57.887.014.357 Building and infrastructure
Renovasi bangunan sewa 487.558.628 1.114.176.961 - - 1.601.735.589 Leasehold improvements
Kendaraan 5.084.700.857 467.376.629 (1.211.782.995) - 4.340.294.491 Vehicle
Peralatan dan perabot 8.190.715.292 2.420.944.316 - - 10.611.659.608 Furniture and fixtures
Peralatan dan
perlengkapan kantor 6.012.711.180 2.029.621.325 - (420.093.822) 7.622.238.683 Office furniture and equipment
Mesin 9.192.709.060 2.116.516.192 - 420.093.822 11.729.319.074 Machinery
Peralatan operasional 10.019.277.124 631.332.706 (138.888.290) - 10.511.721.540 Operating equipment
Total 89.659.354.626 15.995.300.001 (1.350.671.285) - 104.303.983.342 Total
Nilai Buku Neto 232.694.093.339 249.590.436.602 Net Book Value

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, bangunan yang disewakan kepada Grup dengan nilai buku sebesar Rp16.345.911.700 dan persediaan sebesar Rp1.056.000 telah direklasifikasi yang sebelumnya masing-masing dicatat pada akun Properti Investasi dan Persediaan menjadi bagian dari akun Aset Tetap.

Reklasifikasi persediaan dan properti investasi ke aset tetap di tahun 2020 disebabkan oleh adanya perubahan tujuan manajemen dalam penggunaan aset tersebut.

Beban penyusutan yang dibebankan pada operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP - NETO (lanjutan) 10. FIXED ASSETS - NET (continued)

For the year ended December 31, 2020, building rented to the Group with net book value of Rp16,345,911,700 and inventories amounting to Rp1,056,000 that were previously classified as part of Investment Properties and Inventories account, respectively, are reclassified as part of Fixed Assets account.

Reclassifications of inventory and investment properties to fixed assets in 2020 were due to change in management's intention on the use of the related assets.

Depreciation expenses charged to operations for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Beban pokok penjualan dan
pendapatan jasa (Catatan 27)
Beban umum dan
10.531.281.895 6.915.123.227 Cost of sales and
service revenues (Note 27)
General and administrative
administrasi (Catatan 29) 10.005.366.995 9.080.176.774 expenses (Note 29)
Total 20.536.648.890 15.995.300.001 Total

Rincian laba penjualan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The details of gain on sale of fixed assets for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Hasil penjualan aset tetap
Nilai buku aset tetap yang dijual
-
-
340.000.000
(261.209.605)
Proceeds from sale of fixed assets
Net book value of fixed assets
Laba penjualan aset tetap (Catatan 30) - 78.790.395 Gain on sale of fixed assets (Note 30)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset tetap dan properti investasi milik Grup diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya dengan total nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp5.933.783.808.249 dan Rp3.686.113.808.249 dengan beberapa perusahaan asuransi yang merupakan pihak ketiga, antara lain PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Bintang Tbk. Manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut.

As of December 31, 2020 and 2019, fixed assets and investment properties of the Group are covered by insurance against fire, earthquake and other risks with total coverage of Rp5,933,783,808,249 and Rp3,686,113,808,249, respectively, with several third party insurance companies such as PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Bintang Tbk. The Group's management believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

10. ASET TETAP - NETO (lanjutan) 10. FIXED ASSETS - NET (continued)

Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2020.

Year Ended December 31, 2019

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Based on management's assessment, there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in the value of fixed assets as of December 31, 2020.

11. PROPERTI INVESTASI - NETO 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/
Year Ended December 31, 2020
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Saldo dari
Entitas Anak
Pada Tanggal
Kombinasi
Bisnis/
Balance from
Subsidiaries
at Business
Combination
Date
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan
Tanah
2.132.529.891.089 870.667.380.782 19.781.949.368 - 183.511.454.192 3.206.490.675.431 Acquisition Cost
Land
Bangunan 2.078.856.345.696 1.138.630.619.218 186.252.035.697 (7.134.911.600) 203.677.824.313 3.600.281.913.324 Building
Prasarana bangunan 185.494.867.364 - 27.051.350.891 (67.157.438) 11.128.576.335 223.607.637.152 Building improvements
Aset dalam penyelesaian 362.086.524.783 - 455.492.197.764 (45.690.328) (233.199.398.959) 584.333.633.260 Construction in progress
Total 4.758.967.628.932 2.009.298.000.000 688.577.533.720 (7.247.759.366) 165.118.455.881 7.614.713.859.167 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan 346.357.714.629 - 70.551.231.435 (625.612.072) (1.356.480.960) 414.926.853.032 Building
Prasarana bangunan 32.879.219.936 - 18.050.345.519 (23.027.759) (620.355.651) 50.286.182.045 Building improvements
Subtotal 379.236.934.565 - 88.601.576.954 (648.639.831) (1.976.836.611) 465.213.035.077 Sub-total
Penurunan Nilai Impairment Losses
Tanah 10.314.200.000 - - - - 10.314.200.000 Land
Bangunan 45.484.009.001 - 28.002.716.603 - - 73.486.725.604 Building
Subtotal 55.798.209.001 - 28.002.716.603 - - 83.800.925.604 Sub-total
Total Akumulasi Penyusutan
dan Penurunan Nilai
435.035.143.566 - 116.604.293.557 (648.639.831) (1.976.836.611) 549.013.960.681 Total Accumulated Depreciation
and Impairment Losses
Nilai Buku Neto 4.323.932.485.366 7.065.699.898.486 Net Book Value

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/

Saldo Awal/
Beginning Balance
Saldo dari
Entitas Anak
Pada Tanggal
Kombinasi
Bisnis/
Balance from
Subsidiaries
at Business
Combination
Date
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Saldo Akhir/
Ending Balance
Biaya Perolehan
Tanah
Bangunan
Prasarana bangunan
Aset dalam penyelesaian
1.538.783.046.162
1.865.431.996.581
125.585.915.763
107.789.388.314
153.457.646.702
113.268.576.385
-
-
440.289.198.225
154.472.120.074
61.042.062.047
254.791.520.944
-
(54.316.347.344)
(1.133.110.446)
(494.384.475)
2.132.529.891.089
2.078.856.345.696
185.494.867.364
362.086.524.783
Acquisition Cost
Land
Building
Building improvements
Construction in progress
Total 3.637.590.346.820 266.726.223.087 910.594.901.290 (55.943.842.265) 4.758.967.628.932 Total
Akumulasi Penyusutan
Bangunan
Prasarana bangunan
309.317.733.348
20.147.090.276
-
-
44.168.290.811
12.732.129.660
(7.128.309.530)
-
346.357.714.629
32.879.219.936
Accumulated Depreciation
Building
Building improvements
Subtotal 329.464.823.624 - 56.900.420.471 (7.128.309.530) 379.236.934.565 Sub-total
Penurunan Nilai
Tanah
Bangunan
12.219.000.000
81.016.321.437
-
-
-
37.233.140.275
(1.904.800.000)
(72.765.452.711)
10.314.200.000
45.484.009.001
Impairment Losses
Land
Building improvements
Subtotal 93.235.321.437 - 37.233.140.275 (74.670.252.711) 55.798.209.001 Sub-total
Total Akumulasi Penyusutan
dan Penurunan Nilai
422.700.145.061 - 94.133.560.746 (81.798.562.241) 435.035.143.566 Total Accumulated Depreciation
and Impairment Losses
Nilai Buku Neto 3.214.890.201.759 4.323.932.485.366 Net Book Value

a. Kerugian Penurunan (Pembalikan) Nilai a. Impairment (Reversal) Losses

Pada tanggal 31 Desember 2020, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2021, nilai terpulihkan dari gedung pusat perbelanjaan di Polonia yang dimiliki oleh PAJ yang ditentukan dengan menggunakan metode biaya sebesar Rp281.112.536.332, sehingga mengakibatkan kerugian penurunan nilai sebesar Rp5.015.516.999 yang dicatat sebagai bagian dari "Pembalikan atas (Kerugian) Penurunan Nilai - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2020, nilai terpulihkan dari gedung pusat perbelanjaan di Polonia yang dimiliki oleh PAJ yang ditentukan dengan menggunakan kombinasi dari metode biaya dan pendapatan adalah sebesar Rp302.365.000.000, sehingga mengakibatkan kerugian penurunan nilai sebesar Rp37.233.140.275 yang dicatat sebagai bagian dari "Pembalikan atas (Kerugian) Penurunan Nilai - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

ii. PT Palu Graha Sejahtera ii. PT Palu Graha Sejahtera

Pada tanggal 31 Desember 2020, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2021, nilai terpulihkan dari Palu Grand Mall adalah sebesar Rp323.685.335.114, sehingga mengakibatkan kerugian penurunan nilai sebesar Rp22.987.199.604 yang dicatat sebagai bagian dari "Pembalikan atas (Kerugian) Penurunan Nilai - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. PROPERTI INVESTASI - NETO (lanjutan) 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET (continued)

i. PT Polonia Anugerah Jaya i. PT Polonia Anugerah Jaya

As of December 31, 2020, based on the valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraiser, on its report dated March 23, 2021, the recoverable amount of the shopping mall located in Polonia owned by PAJ determined using cost approach amounted to Rp281,112,536,332, hence resulting in an impairment loss of Rp5,015,516,999, which is recorded as part of "Reversal of Impairment (Losses) - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

As of December 31, 2019, based on the valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraisal, on its report dated March 23, 2020, the recoverable amount of the shopping mall located in Polonia owned by PAJ determined using a combination of cost and income approach is amounted to Rp302,365,000,000, hence resulting in an impairment loss of Rp37,233,140,275, which is recorded as part of "Reversal of Impairment (Losses) - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019.

As of December 31, 2020, based on the valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraiser, on its report dated March 23, 2021, the recoverable amount of Palu Grand Mall is amounted to Rp323,685,335,114, hence resulting in an impairment loss of Rp22,987,199,604 which is recorded as part of "Reversal of Impairment (Losses) - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

a. Kerugian Penurunan (Pembalikan) Nilai (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2020, nilai terpulihkan dari Palu Grand Mall adalah sebesar Rp364.167.000.000, sehingga Grup mengakui pembalikan rugi penurunan nilai untuk memulihkan jumlah tercatat dari Palu Grand Mall ke jumlah tercatatnya seolah-olah tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut. Pembalikan rugi penurunan nilai sebesar Rp72.765.452.711 dicatat sebagai bagian dari "Pembalikan atas (Kerugian) Penurunan Nilai - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019. Berdasarkan laporan penilaian yang sama, Grup juga mengakui pembalikan rugi penurunan nilai atas ruko sebesar Rp461.000.000 (Catatan 7).

Pada tanggal 31 Desember 2019, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 23 Maret 2020, Grup mengakui pembalikan rugi penurunan nilai sebesar Rp1.904.800.000 untuk memulihkan jumlah tercatat dari tanah TAB ke jumlah tercatatnya seolah-olah tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut.

Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai properti investasi, selain dari yang diungkapkan di atas pada tanggal 31 Desember 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. PROPERTI INVESTASI - NETO (lanjutan) 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET (continued)

a. Impairment (Reversal) Losses (continued)

ii. PT Palu Graha Sejahtera (lanjutan) ii. PT Palu Graha Sejahtera (continued)

As of December 31, 2019, based on the valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraisal, on its report dated March 23, 2020, the recoverable amount of Palu Grand Mall is amounted to Rp364,167,000,000, hence, the Group recorded a reversal of impairment loss to recover the carrying amount of Palu Grand Mall to it carrying amount had no impairment loss been recognized for the asset. The reversal of impairment loss amounted to Rp72,765,452,711 is recorded as "Reversal of Impairment (Losses) - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019. Based on the same valuation report, the Group also recorded a reversal of impairment loss of shophouses of Rp461,000,000 (Note 7).

iii. PT Tirta Anugrah Buana iii. PT Tirta Anugrah Buana

As of December 31, 2019, based on the valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraisal, on its report dated March 23, 2020, the Group recorded a reversal of impairment loss amounted to Rp1,904,800,000 to recover the carrying amount of TAB's land to it carrying amount had no impairment loss been recognized for the asset.

Based on management's assessment, there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in the value of investment properties, except for those disclosed above as of December 31, 2020.

b. Lain-lain b. Others

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, beberapa aset dalam penyelesaian dengan nilai buku sebesar Rp65.000.000 dan Rp5.250.000 yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai bagian dari akun Properti Investasi masing-masing direklasifikasi menjadi persediaan dan beban lainnya. Grup juga mereklasifikasi tanah untuk pengembangan sebesar Rp171.340.664.707 karena adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan tanah tersebut (Catatan 13) serta pajak dibayar dimuka dan uang muka proyek dengan nilai total Rp12.170.789.485 ke akun Properti Investasi.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, bangunan yang disewakan kepada Grup dengan nilai buku sebesar Rp16.345.911.700 telah direklasifikasi yang sebelumnya dicatat pada akun Properti Investasi menjadi bagian dari akun Aset Tetap.

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, penambahan properti investasi dari akusisi bisnis berasal dari akuisisi pusat perbelanjaan di Pejaten, Binjai, Cimanggis, Bali dan Lampung yang masing-masing dimiliki oleh PSR, BHM, ASE, DSM dan SBS, entitas anak NWP (Catatan 1d).

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019, penambahan properti investasi dari kombinasi bisnis berasal dari akuisisi pusat perbelanjaan di Cilegon yang dimiliki oleh NWSB, entitas anak NWP (Catatan 1d).

Pada tanggal 31 Desember 2019, penghapusan nilai buku atas properti investasi sebesar Rp48.815.532.735 (Catatan 30) di Palu Grand Mall milik PGS akibat dampak bencana alam.

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019, kerugian atas penghapusan properti investasi sebesar Rp6.599.119.535 dan Rp48.815.532.735 dicatat sebagai bagian dari akun "Beban Operasi Lainnya - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 30).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. PROPERTI INVESTASI - NETO (lanjutan) 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET (continued)

For the year ended December 31, 2020, some of construction in progress with net book value of Rp65,000,000 and Rp5,250,000 which were previously classified as part of Investment Properties account are reclassified as inventory and other expenses, respectively. The Group also reclassified land for development of Rp171,340,664,707 account due to changes of management's intention for usage such land (Note 13), also prepaid taxes and advance for project with total amount of Rp12,170,789,485 to Investment Properties account.

For the year ended December 31, 2020, building rented to the Group with net book value of Rp16,345,911,700 that were previously classified as part of Investment Properties account are reclassified as part of Fixed Assets account.

For the year ended December 31, 2020, addition of investment properties from business acquisition arise from the acquisition of shopping malls in Pejaten, Binjai, Cimanggis, Bali and Lampung owned by PSR, BHM, ASE, DSM and SBS, NWP's subsidiaries, respectively (Note 1d).

For the year ended December 31, 2019, addition of investment properties from business combination arise from the acquisition of shopping mall in Cilegon, owned by NWSB, a NWP's subsidiary (Note 1d).

As of December 31, 2019, disposal of investment properties with book value amounted to Rp48,815,532,735 (Note 30) of Palu Grand Mall owned by PGS due to the impact of natural disaster.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, loss on disposal of investment properties of Rp6,599,119,535 and Rp48,815,532,735 are recorded as part of "Other Operating Expenses - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (Note 30).

b. Lain-lain (lanjutan) b. Others (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset tetap dan properti investasi milik Grup diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya dengan total nilai pertanggungan masingmasing sebesar Rp5.933.783.808.249 dan Rp3.686.113.808.249 dengan beberapa perusahaan asuransi yang merupakan pihak ketiga, antara lain PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Bintang Tbk. Manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risikorisiko tersebut.

Rincian dari aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. PROPERTI INVESTASI - NETO (lanjutan) 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET (continued)

As of December 31, 2020 and 2019, fixed assets and investment properties of the Group are covered by insurance against fire, earthquake and other risks with total coverage of Rp5,933,783,808,249 and Rp3,686,113,808,249, respectively, with several third party insurance companies such as PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Bintang Tbk. The Group's management believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks.

The details of construction in progress as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pusat perbelanjaan - Semarang 317.027.716.988 75.950.470.854 Shopping Mall - Semarang
Pusat perbelanjaan - Cianjur 109.552.350.386 16.473.494.840 Shopping Mall - Cianjur
Pusat perbelanjaan - Bondowoso 48.267.585.762 19.131.355.195 Shopping Mall - Bondowoso
Pusat perbelanjaan - Kendari 44.517.053.502 - Shopping Mall - Kendari
Pusat perbelanjaan - Bontang 25.869.601.208 - Shopping Mall - Bontang
Pusat perbelanjaan - Sawangan - 198.626.543.640 Shopping Mall - Sawangan
Pusat perbelanjaan - Kutabumi - 19.003.708.376 Shopping Mall - Kutabumi
Lain-lain 39.099.325.414 32.900.951.878 Others
Total 584.333.633.260 362.086.524.783 Total

Aset dalam penyelesaian - lain-lain merupakan pengerjaan atas prasarana bangunan di berbagai pusat perbelanjaan.

Persentase penyelesaian dari aset dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

Construction in progress - others represents construction of building improvement in various shopping malls.

The percentage of completion for construction in progress are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pusat perbelanjaan - Kutabumi 100,00% 90,00% Shopping Mall - Kutabumi
Pusat perbelanjaan - Sawangan 100,00% 82,00% Shopping Mall - Sawangan
Pusat perbelanjaan - Cianjur 99,00% 20,00% Shopping Mall - Cianjur
Pusat perbelanjaan - Bondowoso 97,00% 59,00% Shopping Mall - Bondowoso
Pusat perbelanjaan - Semarang 83,00% 14,00% Shopping Mall - Semarang
Pusat perbelanjaan - Kendari 32,00% - Shopping Mall - Kendari
Pusat perbelanjaan - Bontang 21,00% - Shopping Mall - Bontang

Beban penyusutan masing-masing sebesar Rp88.601.576.954 dan Rp56.900.420.471 untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 disajikan sebagai bagian dari "Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan Jasa - Depresiasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 27).

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi sebesar Rp4.025.691.697 dan nihil pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Hak legal atas tanah properti investasi berupa sertifikat Hak Guna Bangunan yang akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2048 (tidak diaudit). Manajemen Grup berkeyakinan hak ini dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

Properti investasi entitas anak tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 14).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh KJPP Willson dan Rekan jumlah nilai wajar properti investasi adalah masing-masing sebesar Rp9.130.505.810.680 dan Rp6.606.555.000.000.

12. ASET TAKBERWUJUD - NETO 12. INTANGIBLE ASSETS - NET

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. PROPERTI INVESTASI - NETO (lanjutan) 11. INVESTMENT PROPERTIES - NET (continued)

b. Lain-lain (lanjutan) b. Others (continued)

Depreciation expenses amounted to Rp88,601,576,954 and Rp56,900,420,471 for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively, are presented as part of "Cost of Sales and Services Revenue - Depreciation" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (Note 27).

Borrowing costs which were capitalized to investment properties amounted to Rp4,025,691,697 and nil as of December 31, 2020 and 2019, respectively.

The legal rights of investment properties are Certificate of Right to Build which will expire on various dates ranging from 2022 to 2048 (unaudited). The Group's management believes that these rights can be renewed upon their expiration.

Investment properties of certain subsidiaries are pledged as collateral for long-term bank loans (Note 14).

As of December 31, 2020 and 2019, based on valuation performed by KJPP Willson dan Rekan, an independent appraisal, the fair value of investment properties amounted to Rp9,130,505,810,680 and Rp6,606,555,000,000, respectively.

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ Year Ended December 31, 2020
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Disposal
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan
Sistem manajemen hotel
736.174.000 - - - 736.174.000 Acquisition Cost
Hotel management system
Perangkat lunak 20.444.599.896 5.294.796.532 - 7.477.506.379 33.216.902.807 Software
Perangkat lunak
dalam pengerjaan
9.484.556.372 4.047.812.889 - (7.477.506.379) 6.054.862.882 Software in progress
Total 30.665.330.268 9.342.609.421 - - 40.007.939.689 Total
Akumulasi Amortisasi
Sistem manajemen hotel
Perangkat lunak
795.678.112
5.567.306.996
-
4.678.150.186
-
-
-
-
795.678.112
10.245.457.182
Accumulated Amortization
Hotel Management System
Software
Total 6.362.985.108 4.678.150.186 - - 11.041.135.294 Total
Nilai Buku Neto 24.302.345.160 28.966.804.395 Net Book Value

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. ASET TAKBERWUJUD - NETO (lanjutan) 12. INTANGIBLE ASSETS - NET (continued)

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/ Year Ended December 31, 2019
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Disposal
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Sistem manajemen hotel 736.174.000 - - - 736.174.000 Hotel management system
Perangkat lunak
Perangkat lunak
17.952.911.871 2.491.688.025 - - 20.444.599.896 Software
dalam pengerjaan 1.059.300.008 8.425.256.364 - - 9.484.556.372 Software in progress
Total 19.748.385.879 10.916.944.389 - - 30.665.330.268 Total
Akumulasi Amortisasi Accumulated Amortization
Sistem manajemen hotel 795.678.112 - - - 795.678.112 Hotel Management System
Perangkat lunak 3.339.651.096 2.227.655.900 - - 5.567.306.996 Software
Total 4.135.329.208 2.227.655.900 - - 6.362.985.108 Total
Nilai Buku Neto 15.613.056.671 24.302.345.160 Net Book Value

Beban amortisasi masing-masing sebesar Rp4.678.150.186 dan Rp2.227.655.900 untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019 disajikan sebagai bagian dari "Beban Umum dan Administrasi - Lain-lain" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).

Manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai pada tanggal pelaporan.

13. TANAH UNTUK PENGEMBANGAN 13. LAND FOR DEVELOPMENT

Rincian atas tanah untuk pengembangan adalah sebagai berikut:

Amortization expenses of Rp4,678,150,186 and Rp2,227,655,900 for the years ended December 31, 2020 and 2019, respectively, are presented as part of "General and Administrative Expenses - Others" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income (Note 29).

The Groups' management believes there are no events or changes in circumstances which may indicate impairment as of reporting period.

The details of land for development are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
PT Danadipa Aluwung
PT Tarangga Hanasta
-
-
163.371.123.944
7.969.540.763
PT Danadipa Aluwung
PT Tarangga Hanasta
Total - 171.340.664.707 Total

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, tanah untuk pengembangan sebesar Rp171.340.664.707 telah direklasifikasi ke akun Properti Investasi karena adanya perubahan intensi manajemen atas penggunaan tanah tersebut (Catatan 11).

Pada tanggal 31 Desember 2019, tanah untuk pengembangan milik PT Danadipa Aluwung, entitas anak NWP, merupakan tanah seluas 43.737m2 yang terletak di Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah) sedangkan tanah untuk pengembangan milik PT Tarangga Hanasta, entitas anak NWP, merupakan tanah seluas 5.676m2 yang terletak di Ketapang (Kalimantan Barat).

For the year ended December 31, 2020, land for development of Rp171,340,664,707 are reclassified to Investment Properties account due to changes of management's intention for usage of such land (Note 11).

On December 31, 2019, land for development owned by PT Danadipa Aluwung, a NWP's subsidiary, is land with an area of 43,737m2 located in Kotawaringin Timur (Central Kalimantan), while land for development owned by PT Tarangga Hanasta, a NWP's subsidiary, is land with an area of 5,676m2 located in Ketapang (West Kalimantan).

13. TANAH UNTUK PENGEMBANGAN 13. LAND FOR DEVELOPMENT

Bentuk hak legal atas tanah berupa Hak Guna Bangunan yang akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2038 sampai dengan tahun 2044 (tidak diaudit). Manajemen Grup berpendapat bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.

Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak ada kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai pada tanggal pelaporan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Legal form of land rights are Certificates of Right to Build which will expire on various dates ranging from 2038 to 2044 (unaudited). The Group's management believes that these rights can be renewed upon their expiry.

The Group's management believes there are no events or changes in circumstances which may indicate impairment as of reporting period.

14. UTANG BANK 14. BANK LOANS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Utang bank jangka pendek Short-term bank loan
Dollar Amerika Serikat United States dollar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(US\$10.000.000) 141.050.100.000 - (US\$10,000,000)
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
Dollar Amerika Serikat United States dollar
Pinjaman sindikasi (US\$60.000.000) 846.300.600.000 - Syndicated loan (US\$60,000,000)
Rupiah Rupiah
PT Bank OCBC NISP Tbk 780.341.561.131 - PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 536.578.234.882 578.328.234.887 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Permata Tbk 274.064.213.266 - PT Bank Permata Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 271.920.800.000 265.514.000.000 (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 245.957.600.000 242.152.345.455 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 130.466.666.667 149.666.666.667 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 98.869.661.604 - Bank Indonesia Tbk
Dikurangi biaya transaksi Less unamortized
yang belum diamortisasi (70.827.719.898) (9.930.287.519) transaction cost
Total utang bank jangka panjang - neto 3.113.671.617.652 1.225.730.959.490 Total long-term bank loans - net
Dikurangi bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun: Less current maturities:
Rupiah Rupiah
PT Bank Permata Tbk 274.064.213.266 - PT Bank Permata Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 57.197.744.370 - PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank China Construction PT Bank China Construction
Bank Indonesia Tbk 10.503.435.440 - Bank Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 109.654.901.560 41.750.000.006 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
43.093.200.000
49.997.200.000
24.593.200.000
85.326.345.455
(Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 24.000.000.000 19.200.000.000 PT Bank Central Asia Tbk
Dikurangi biaya transaksi Less unamortized
yang belum diamortisasi (9.673.212.679) (2.240.122.645) transaction cost
Total bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - neto 558.837.481.957 168.629.422.816 Total current maturities - net
Total bagian jangka panjang - neto 2.554.834.135.695 1.057.101.536.674 Total non-current maturities - net

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup memiliki perjanjian utang bank jangka pendek sebagai berikut:

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

As of December 31, 2020, the Group has entered into short-term loan agreements as follows:

Pembayaran Pokok
Pinjaman Tahun
Tingkat
Kreditur per Tanggal
Perjanjian Kredit/
Creditor per Loan
Agreement Date
Peminjam/
Borrower
Total Fasilitas
Pinjaman/
Total Facilities
Loan
Berjalan/
Principal
Payment During
the Year
Jumlah
Terutang/
Total
Outstanding
Tanggal
Jatuh Tempo/
Maturity
Date
Suku Bunga
per Tahun/
Interest Rate
per Annum
Mandiri
22 Des/Dec 22, 2020
TMU US\$10.000.000 - 141.050.100.000 22 Feb/Feb 22, 2021 0,70%

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup memiliki perjanjian utang bank jangka panjang dari berbagai bank sebagai berikut:

As of December 31, 2020, the Group has entered into long-term loan agreements with various banks as follows:

Kreditur per Tanggal
Perjanjian Kredit/
Creditor per Loan
Agreement Date
Peminjam/
Borrower
Total Fasilitas
Pinjaman/
Total Facilities
Loan
Pembayaran Pokok
Pinjaman Tahun
Berjalan/
Principal
Payment During
the Year
Jumlah
Terutang/
Total
Outstanding
Tanggal
Jatuh Tempo/
Maturity
Date
Tingkat
Suku Bunga
per Tahun/
Interest Rate
per Annum
Pinjaman sindikasi/Syndicated Loan
e)
14 Apr/Apr 14, 2020
NWPret US\$150.000.000 d) - 846.300.600.000 26 Feb/Feb 26, 2024 LIBOR + 4,5%
OCBC
12 Mar/Mar 12, 2020
13 Mar/Mar 13, 2020
13 Mar/Mar 13, 2020
28 Jun/Jun 28, 2019 a)
PSR
BHM
SBS
PAJ
540.000.000.000
158.115.440.000
100.000.000.000
190.000.000.000
8.959.602.701
3.162.308.800
2.992.944.450
-
528.616.559.381
154.953.131.200
96.771.870.550
-
12 Mar/Mar 13, 2028
13 Mar/Mar 13, 2028
11 Mar/Mar 11, 2028
-
9,00%
10,00%
10,00%
-
Subtotal 15.114.855.951 780.341.561.131
Mandiri
28 Nov/Nov 28, 2019
20 Des/Dec 20, 2019
23 Jan/Jan 23, 2018
22 Nov/Nov 22, 2013 d)
28 Nov/Nov 28, 2019
22 Ags/Aug 22, 2016 d)
20 Des/Dec 20, 2019 a)
Subtotal
KBT
PK
GD
PGS
TMU
PGS
PK
280.000.000.000
180.000.000.000
60.000.000.000
84.000.000.000
20.000.000.000
15.000.000.000
45.000.000.000
14.350.000.000
14.400.000.000
8.000.000.006
-
5.000.000.000
-
-
41.750.000.006
264.483.333.333
165.600.000.000
42.124.999.988
41.286.568.228
14.583.333.333
8.500.000.000
536.578.234.882
23 Nov/Nov 23, 2027
23 Des/Dec 23, 2027
23 Mar/Mar 23, 2026
30 Sep/Sep 30, 2021
23 Nov/Nov 23, 2023
30 Sep/Sep 30, 2021
-
10,00%
10,00%
10,50%
12,50%
9,25%
12,50%
10,00%
Permata
27 Jul/Jul 27, 2018
19 Mar/Mar 19, 2020
19 Mar/Mar 19, 2020
27 Jul/Jul 27, 2018 a)
Subtotal
NWA
DSM
ASE
NWA
135.000.000.000
80.000.000.000
72.000.000.000
50.000.000.000
5.625.000.096
1.252.359.549
1.200.000.000
-
8.077.359.645
129.374.999.904
73.889.213.362
70.800.000.000
-
274.064.213.266
27 Jul/Jul 27, 2025
11 Ags/Aug 11, 2028
10 Ags/Aug 10, 2028
-
9,90%
9,90%
9,90%
-
BNI
10 Mei/May 10, 2019
25 Des/Dec 25, 2016
15 Jun/Jun 15, 2017
10 Mei/May 10, 2019
15 Des/Dec 15, 2016
15 Mei/May 15, 2017
NWSB
DA
TH
NWJP
BBP
PS
125.000.000.000
63.500.000.000
60.000.000.000
400.000.000.000
24.500.000.000
20.000.000.000
6.420.000.000
6.375.000.000
6.575.000.000
-
2.773.200.000
2.450.000.000
118.280.000.000
47.450.000.000
44.050.000.000
31.000.000.000
17.315.800.000
13.825.000.000
25 Nov/Nov 25, 2026
25 Nov/Nov 25, 2025
30 Jun/Jun 30, 2025
10 Mei/May 10, 2028
25 Nov/Nov 25, 2025
14 Jun/Jun 14, 2025
9,70%
9,70%
9,70%
9,70%
9,70%
9,70%
Subtotal 24.593.200.000 271.920.800.000

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup telah memiliki perjanjian utang bank jangka panjang dari berbagai bank sebagai berikut: (lanjutan)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

As of December 31, 2020, the Group has entered into long-term loan agreements with various banks as follows: (continued)

Kreditur per Tanggal
Perjanjian Kredit/
Creditor per Loan
Agreement Date
Peminjam/
Borrower
Total Fasilitas
Pinjaman/
Total Facilities
Loan
Pembayaran Pokok
Pinjaman Tahun
Berjalan/
Principal
Payment During
the Year
Jumlah
Terutang/
Total
Outstanding
Tanggal
Jatuh Tempo/
Maturity
Date
Tingkat
Suku Bunga
per Tahun/
Interest Rate
per Annum
CIMB
21 Des/Dec 21, 2017
30 Nov/Nov 30, 2019
30 Nov/Nov 30, 2019
30 Ags/Aug 30, 2019
KM
NWU
NWPR
NWPR
180.000.000.000
84.000.000.000
65.000.000.000
34.000.000.000
22.879.545.455
9.072.000.000
-
4.243.200.000
138.075.000.000
49.131.600.000
40.000.000.000
18.751.000.000
27 Des/Dec 27, 2024
30 Nov/Nov 30, 2023
23 Des/Dec 23, 2027
30 Sep/Sep 30, 2023
9,25%
9,25%
9,25%
9,25%
Subtotal
BCA
20 Nov/Nov 20, 2019
TL 151.666.666.667 36.194.745.455
19.200.000.000
245.957.600.000
130.466.666.667
26 Sep/Sep 26, 2025 8,50%
CCB
4 Des/Dec 4, 2019
21 Nov/Nov 21, 2019
a)
5 Ags/Aug 5, 2019
a)
5 Ags/Aug 5, 2019
PRJ
AJUMT
NWPrdk
TAB
100.000.000.000
16.000.000.000
60.000.000.000
30.000.000.000
-
93.704.308
-
-
87.285.771.945
11.583.889.659
-
-
4 Des/Dec 4, 2027
1 Nov/Nov 1, 2026
-
-
10,50%
10,50%
-
-
Subtotal 93.704.308 98.869.661.604
Total 145.023.865.365 3.184.499.337.550

Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memiliki perjanjian utang bank jangka panjang dari berbagai bank sebagai berikut:

As of December 31, 2019, the Group has entered into long-term loan agreements with various banks as follows:

Kreditur per Tanggal
Perjanjian Kredit/
Creditor per Loan
Agreement Date
Peminjam/
Borrower
Total Fasilitas
Pinjaman/
Total Facilities
Loan
Pembayaran Pokok
Pinjaman Tahun
Berjalan/
Principal
Payment During
the Year
Jumlah
Terutang/
Total
Outstanding
Tanggal
Jatuh Tempo/
Maturity
Date
Tingkat
Suku Bunga
per Tahun/
Interest Rate
per Annum
Mandiri
28 Nov/Nov 28, 2019 KBT 280.000.000.000 1.166.666.667 278.833.333.333 23 Nov/Nov 23, 2027 11%
20 Des/Dec 20, 2019 PK 180.000.000.000 - 180.000.000.000 23 Des/Dec 23. 2027 11%
23 Jan/Jan 23, 2018 GD 60.000.000.000 6.125.000.004 50.124.999.994 23 Mar/Mar 23, 2026 11,5%
22 Nov/Nov 22, 2013 e) PGS 84.000.000.000 - 41.286.568.227 23 Jun/Jun 23, 2021 12,5%
28 Nov/Nov 28, 2019 TMU 20.000.000.000 416.666.667 19.583.333.333 23 Nov/Nov 23,2023 11%
22 Ags/Aug 22, 2016 d) PGS 15.000.000.000 - 8.500.000.000 30 Sep/Sep 30, 2021 12,5%
30 Sep/Sep 30, 2016 c)
20 Des/Dec 20, 2019 b)
KBT
PK
200.000.000.000
45.000.000.000
165.303.106.502
-
-
-
23 Des/Dec 23, 2027
-
11,25%
-
Subtotal 173.011.439.840 578.328.234.887
BNI
10 Mei/May 10, 2019 NWSB 125.000.000.000 300.000.000 124.700.000.000 25 Nov/Nov 25, 2026 11,5%
25 Des/Dec 25, 2016 DA 63.500.000.000 4.700.000.000 53.825.000.000 25 Nov/Nov 25, 2026 11,5%
15 Jun/Jun 15, 2017 TH 60.000.000.000 5.525.000.000 50.625.000.000 30 Jun/Jun 30, 2025 11,5%
15 Des/Dec 15, 2016 BBP 24.500.000.000 2.121.000.000 20.089.000.000 25 Nov/Nov 25, 2025 11,5%
15 Mei/May 15, 2017
10 Mei/May 10, 2019
PS
NWJP
20.000.000.000
400.000.000.000
2.075.000.000
-
16.275.000.000
-
14 Jun/Jun 14, 2025
10 Mei/May 10, 2028
11,5%
9,70%
Subtotal 14.721.000.000 265.514.000.000

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memiliki perjanjian utang bank jangka panjang dari berbagai bank sebagai berikut: (lanjutan)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

As of December 31, 2019, the Group has entered into long-term loan agreements with various banks as follows: (continued)

Kreditur per Tanggal
Perjanjian Kredit/
Creditor per Loan
Agreement Date
Peminjam/
Borrower
Total Fasilitas
Pinjaman/
Total Facilities
Loan
Pembayaran Pokok
Pinjaman Tahun
Berjalan/
Principal
Payment During
the Year
Jumlah
Terutang/
Total
Outstanding
Tanggal
Jatuh Tempo/
Maturity
Date
Tingkat
Suku Bunga
per Tahun/
Interest Rate
per Annum
CIMB
21 Des/Dec 21, 2017
30 Nov/Nov 30, 2019
30 Nov/Nov 30, 2019
30 Ags/Aug 30, 2019 b)
Subtotal
KM
NWU
NWPR
NWPR
180.000.000.000
84.000.000.000
34.000.000.000
65.000.000.000
14.545.454.545
8.366.400.000
3.386.400.000
-
26.298.254.545
160.954.545.455
58.203.600.000
22.994.200.000
-
242.152.345.455
27 Des/Dec 27, 2024
30 Nov/Nov 30, 2023
-
30 Sep/Sep 30, 2023
10,125%
10,125%
10,125%
10,125%
BCA
20 Nov/Nov 20, 2019
14 Sep/Sep 14, 2017 c)
Subtotal
TL
AJUMT
151.666.666.667
4.500.000.000
2.000.000.000
3.696.428.571
5.696.428.571
149.666.666.667
-
149.666.666.667
26 Sep/Sep 26, 2025
14 Sep/Sep 14, 2024
9,50%
11,75%
KEB HANA
26 Mei/May 26, 2016 c)
TL 200.000.000.000 168.333.333.333 - 25 Mei/May 25, 2024 11,50%
UOB
23 Jun/Jun 23, 2016 c)
PK 110.000.000.000 99.916.666.669 - 23 Jun/Jun 23, 2024 11,25%
Maybank
22 Ags/Aug 22, 2019 b)
NWUK 65.000.000.000 - - - -
Permata
27 Jul/Jul 27, 2018 b)
27 Jul/Jul 27, 2018 b)
NWA
NWA
135.000.000.000
50.000.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
OCBC
28 Jun/Jun 28, 2019 b)
PAJ 190.000.000.000 - - - -
CCB
5 Ags/Aug 5, 2019 b)
5 Ags/Aug 5, 2019 b)
21 Nov/Nov 21, 2019 b)
4 Des/Dec 4, 2019 b)
NWPrdk
TAB
AJUMT
PRJ
60.000.000.000
30.000.000.000
16.000.000.000
100.000.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Total 487.977.122.958 1.235.661.247.009

a) Pada tanggal 31 Desember 2020, fasilitas pinjaman ini belum digunakan/As of December 31, 2020, the loan credit facility has not yet utilized

b) Pada tanggal 31 Desember 2019, fasilitas pinjaman kredit ini belum digunakan/As of December 31, 2019, the loan credit facility has not yet utilized c) Pada tahun 2019, fasilitas pinjaman kredit ini telah dilunasi/In 2019, the loan credit facility has been fully repaid

d) Pada tanggal 27 September 2019, PGS menerima persetujuan permohonan perubahan atas ketentuan fasilitas KI-1 dan KI-2 sebagai berikut:/As of September 27, 2019, Bank Mandiri has accepted PGS request for term changes on KI-1 and KI-2 facilities as follows:

- Perubahan tanggal berakhirnya fasilitas pinjaman KI-1 dan KI-2 menjadi 30 September 2021/Changes of KI-1 and KI-2 loan facility expiration date to September 30, 2021;

- Tidak dikenakan pembayaran bunga kredit, denda keterlambatan pembayaran dan pembayaran angsuran pokok sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September 2020 (masa perlakuan khusus)/There will be no charges of interest, penalty for late of repayment and principal loan repayment from December 31, 2019 until September 30, 2020 (special treatment period);

- Ketentuan pembayaran bunga kredit, denda keterlambatan pembayaran dan pembayaran angsuran pokok akan disesuaikan setelah masa perlakuan khusus berakhir/Term of interest charges, penalty for late of repayment and principal loan repayment will be adjusted once special treatment period has ended.

e) Pada tanggal 14 April 2020, NWPret, entitas anak menandatangani pinjaman sindikasi dengan Credit Suisse AG Cabang Singapura, Bank of China Limited Cabang Singapura, Far Eastern International Bank, Ltd, E. Sun Commercial Bank, Ltd. Singapore Branch, dan Bank SinoPac Co., Ltd ("Sindikasi CS") dengan total fasilitas pinjaman sebesar US\$150.000.000/On April 14, 2020, NWPret, a subsidiary entered into a syndicated loan with Credit Suisse AG Singapore Branch, Bank of China Limited Singapore Branch, Far Eastern International Bank, Ltd, E. Sun Commercial Bank, Ltd. Singapore Branch and Bank SinoPac Co., Ltd ("CS") with total facility loan amounted to US\$150,000,000

Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian pinjaman, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau batasan seperti adanya pembatasan penurunan permodalan atau mengubah kepemilikan saham mayoritas; pembatasan perolehan utang baru kecuali dalam transaksi usaha yang normal; pembatasan pembagian dividen; melakukan penggabungan usaha; pembayaran utang pemegang saham; penjaminan aset kepada pihak ketiga; pemindahtangan atau menyewakan aset jaminan.

Grup juga harus mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

Pinjaman Sindikasi Syndicated Loan

  • a. Rasio Security Interest Coverage Ratio ("ICR") lebih tinggi dari 1:1:1 sampai dengan 1:3:1 untuk periode sampai dengan 30 bulan setelah tanggal testing awal ;
  • b. Rasio Security Loan to Value ("LTV") lebih rendah dari 65% ;
  • c. Rasio Consolidated ICR lebih tinggi dari 1:1:1 sampai dengan 1:3:1 untuk periode sampai dengan 30 bulan setelah tanggal testing awal;
  • d. Consolidated LTV lebih rendah dari 65%.

PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC") PT OCBC NISP Tbk ("OCBC")

  • a. Debt service coverage ratio minimal 1,1 kali;
  • b. Current ratio minimal 1 kali;
  • c. Leverage ratio maksimal 2 kali.
  • d. Loan to Value ratio maksimal 52%, 53% dan 55% masing-masing untuk SBS, PSR dan Binjai.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

  • a. Debt to equity ratio maksimal 1,5 kali.
  • b. Debt service coverage ratio minimum 1 kali.

Khusus untuk TMU, entitas harus mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:

  • a. Debt to equity ratio maksimal 1,5 kali.
  • b. Debt service coverage ratio minimum 1 kali.
  • c. Current ratio maksimal 1,5 kali.

  • a. Debt to equity ratio maksimal 3 kali;

  • b. Debt service coverage ratio minimal 1,2 kali;
  • c. Current ratio minimal 1 kali.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

As stated in the loan agreement, Group is required to meet all the requirements or restrictions such as restrictions on decreasing the capital or changing the majority ownership; obtaining new loan, except in the normal course of business transaction; dividend payment; conducting mergers; payment of shareholders loan; pledging assets to third party; transfering or leasing the pledged assets.

The Group is also required to maintain the following financial ratios:

  • a. Interest Coverage Ratio ("ICR") Security Ratio higher than 1:1:1 up to 1:3:1 for period up to 30 months after first testing date;
  • b. Security Loan to Value ("LTV") Ratio lower than 65%;
  • c. Consolidated ICR Ratio higher than 1:1:1 up to 1:3:1 for period up to 30 months after first testing date;
  • d. Consolidated LTV lower than 65%.

  • a. Debt service coverage ratio of minimum 1.1 times;

  • b. Current ratio of minimum 1 time;
  • c. Leverage ratio of maximum 2 times.
  • d. Loan to Value ratio of maximum 52%, 53% and 55% for SBS, PSR and Binjai, respectively.

  • a. Debt to equity ratio of maximum 1.5 times.

  • b. Debt service coverage ratio of minimum 1 time.

Specifically, for TMU, the entity is required to maintain the following financial ratios as follow:

  • a. Debt to equity ratio of maximum 1.5 times.
  • b. Debt service coverage ratio of minimum 1 time.
  • c. Current ratio of maximum 1.5 times.

PT Bank Permata Tbk ("Permata") PT Bank Permata Tbk ("Permata")

  • a. Debt to equity ratio of maximum 3 time;
  • b. Debt service coverage ratio of minimum 1.2 time;
  • c. Current ratio of minimum 1 time.

Grup juga harus mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut: (lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI") PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  • a. Current ratio minimal 1 kali.
  • b. Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali
  • c. Debt service coverage ratio minimum 1 kali.

Khusus untuk NWSB dan NWJP, entitas mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:

  • a. Current ratio minimal 1 kali.
  • b. Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali
  • c. Debt service coverage ratio minimum 1,1 kali.

  • a. Gearing ratio maksimum 0,8 kali.

  • b. Ekuitas positif dan kuasi ekuitas.
  • c. Debt service coverage ratio minimum 1,1 kali.

Khusus untuk KM, entitas mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut:

  • a. Debt service coverage ratio minimum 1 kali.
  • b. Gearing ratio maximum 2 kali.

PT China Construction Bank Tbk ("CCB") PT China Construction Bank Tbk ("CCB")

  • a. Debt to equity ratio maksimal 2 kali ;
  • b. Debt service coverage ratio minimal 1,1 kali;
  • c. Current ratio minimal 1 kali.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan, kecuali untuk:

  • a. Debt Service Coverage Ratio di KBT, GD, dan PK untuk pinjaman Mandiri; di NWPR, NWU, dan KM untuk pinjaman CIMB; di DA, TH, PS, dan NWSB untuk pinjaman BNI; di NWA, ASE, dan DSM untuk pinjaman Permata;
  • b. Current Ratio di TMU untuk pinjaman Mandiri; di NWA, ASE, dan DSM untuk pinjaman Permata.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

The Group is also required to maintain the following financial ratios: (continued)

("BNI")

  • a. Current ratio of minimum 1 time.
  • b. Debt to equity ratio of maximum 2.5 times.
  • c. Debt service coverage ratio of minimum 1 time.

Spesifically, for NWSB and NWJP, the entities should maintain the following financial ratio as follow:

  • a. Current ratio of minimum 1 time.
  • b. Debt to equity ratio of maximum 2.5 times.
  • c. Debt service coverage ratio of minimum 1.1 time.

PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")

  • a. Gearing ratio of maximum 0.8 times.
  • b. Positive equity and quasi equity.
  • c. Debt service coverage ratio of minimum 1.1 time.

Specifically, for KM, the entity is required to maintain the following financial ratios as follow:

  • a. Debt service coverage ratio of minimum 1 time.
  • b. Gearing ratio at maximum 2 times.

  • a. Debt to equity ratio of maximum 2 time;

  • b. Debt service coverage ratio of minimum 1.1 time;
  • c. Current ratio of minimum 1 time.

As of December 31, 2020, the Group has met all financial ratio, except for:

  • a. Debt Service Coverage Ratio in KBT, GD, and PK of loan from Mandiri; in NWPR, NWU, and KM of loan from CIMB; in DA, TH, PS, and NWSB of loan from BNI; in NWA, ASE, and DSM of loan from Permata;
  • b. Current Ratio in TMU of loan from Mandiri; in NWA, ASE, and DSM of loan from Permata.

Namun Grup telah menerima surat dari setiap bank untuk mengecualikan tidak terpenuhinya rasio keuangan tersebut melalui:

  • a. Surat dari Mandiri pada tanggal 29 Desember 2020 masing-masing untuk KBT, GD, dan PK;
  • b. Surat dari CIMB pada tanggal 22 Desember 2020 masing-masing untuk KM, NWPR, dan NWU;
  • c. Surat dari BNI pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing untuk NWSB, DA, TH, dan PS;
  • d. Surat dari Permata pada tanggal 24 Februari 2021 masing-masing untuk ASE, DSM dan NWA;
  • e. Surat dari Mandiri pada tanggal 24 Maret 2021 untuk TMU.

Pada tanggal 31 Desember 2020, berdasarkan surat yang diterima diatas, saldo pinjaman bank yang dimiliki oleh ASE, DSM, NWA dan TMU telah direklasifikasi menjadi pinjaman bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan, kecuali untuk rasio gearing untuk pinjaman CIMB di NWU sehingga saldo pinjaman bank direklasifikasi menjadi pinjaman bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Kemudian pada tanggal 12 Februari 2020, NWU telah menerima surat No. 006/SK/JKT1CB/II/2020 dari CIMB untuk mengecualikan tidak terpenuhinya rasio keuangan tersebut.

Jaminan Pinjaman Loan Guarantee

Pinjaman Sindikasi Syndicated Loan

Fasilitas pinjaman dengan Sindikasi CS dijaminkan dengan gadai rekening - rekening onshore, gadai saham di project company, fidusia atas tagihan pinjaman afiliasi, fidusia atas piutang lainnya, kepemilikan saham dan transfer atas kepemilikan saham NWP dan anak perusahaan.

PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC") PT OCBC NISP Tbk ("OCBC")

Fasilitas pinjaman dengan OCBC dijaminkan dengan:

  • a. Tanah dan bangunan berupa milik PSR, BHM dan SBS entitas anak.
  • b. Fidusia atas piutang milik PSR, BHM and SBS, entitas anak.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

However, Group has received letters form each bank to waive the breached financial covenants through:

  • a. Letter from Mandiri on December 29, 2020 for KBT, GD, and PK, respectively;
  • b. Letter from CIMB on December 22, 2020 for KM, NWPR, and NWU, respectively;
  • c. Letter from BNI on December 31, 2020 for NWSB, DA, TH, dan PS, respectively;
  • d. Letter from Permata on February 24, 2021 for ASE, DSM and NWA, respectively;
  • e. Letter from Mandiri on March 24, 2021 for TMU.

As of December 31, 2020, due to letter received above, the outstanding balance of ASE, DSM, NWA and TMU's loan are reclassified as current maturities of long-term bank loan.

As of December 31, 2019, the Group has met all financial ratios, except for gearing ratio of loan to CIMB in NWU, hence, the outstanding balance of such loan in NWU is reclassified to current maturities of long-term bank loan.

Subsequently on February 12, 2020, NWU has received a letter No. 006/SK/JKT1CB/II/2020 from CIMB to waive the breached financial covenants.

The loan facilities with CS Syndication is pledged with onshore accounts, shares of the project companies, fiducia over intercompany loan, fiducia of other receivables, company share charge and share transfer from company share charge of NWP and subsidiaries.

The loan facility with OCBC is secured by:

  • a. Land and building owned by PSR, BHM and SBS, subsidiaries.
  • b. Fiduciary on trade receivables of PSR, BHM and SBS, subsidiaries.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri") PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ("Mandiri")

Fasilitas pinjaman dengan Mandiri dijaminkan dengan:

PT Karya Bersama Takarob PT Karya Bersama Takarob

  • a. Tanah dan bangunan Cirebon Super Block Mall;
  • b. Jaminan arus kas defisit dari PT Tunas Mitra Usaha, pihak berelasi.

PT Tunas Mitra Usaha PT Tunas Mitra Usaha

  • a. Jaminan fidusia atas piutang milik TMU.
  • b. Tanah dan bangunan Cirebon Super Block Mall.

PT Primerindo Kencana PT Primerindo Kencana

  • a. Tanah dan bangunan Citimall Gorontalo dan ekstensi Citimall Gorontalo;
  • b. Corporate Guarantee dan Cash Flow Deficit Guarantee dari PT Nirvana Wastu Karya Pratama;
  • c. Cross default antara fasilitas kredit investasi dan term loan.

PT Palu Graha Sejahtera PT Palu Graha Sejahtera

  • a. Tanah dan bangunan Palu Grand Mall;
  • b. Jaminan pribadi oleh Indra Gonawan, Karman Karim, Alex James Gonawan dan Jafri Yauri;
  • c. Jaminan perusahaan dari PT Synergy Bumi Perkasa ("SBP") dan PT Boga Inti Guna Indonesia ("BIP"), pihak-pihak berelasi. SBP dan BIP merupakan entitas yang dikendalikan oleh Indra Gonawan dan Karman Karim.
  • d. Fidusia atas piutang usaha atas nama PGS.

Fasilitas pinjaman dengan Permata dijaminkan dengan tanah dan bangunan pusat perbelanjaan milik NWA, ASE dan DSM entitas anak.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ("BNI") PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Fasilitas pinjaman dengan BNI dijaminkan dengan tanah dan bangunan pusat perbelanjaan milik DA, BBP, TH, NWSB, NWJP dan PS, entitas anak.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

Jaminan Pinjaman (lanjutan) Loan Guarantee (continued)

The loan facilities with Mandiri are secured by:

  • a. Land and building in Cirebon Super Block Mall;
  • b. Cashflow deficit guarantee by PT Tunas Mitra Usaha, a related party.

  • a. Fiduciary on trade receivables of TMU.

  • b. Land and building in Cirebon Super Block Mall.

  • a. Land and building of Citimall Gorontalo and extension of Citimall Gorontalo;

  • b. Coporate Guarantee and Cash Flow Deficit Guarantee from PT Nirvana Wastu Karya Pratama;
  • c. Cross default between investment credit facility and term loan.

  • a. Land and building of Palu Grand Mall;

  • b. Personal guarantee by Indra Gonawan, Karman Karim, Alex James Gonawan and Jafri Yauri;
  • c. Corporate guarantee by PT Synergy Bumi Perkasa ("SBP") and PT Boga Inti Guna Indonesia ("BIP"), related parties. SBP and BIP are entities which are controlled by Indra Gonawan and Karman Karim.
  • d. Fiduciary of account receivable in the name of PGS.

PT Bank Permata Tbk ("Permata") PT Bank Permata Tbk ("Permata")

The loan facilities with Permata are secured by land and shopping mall building of NWA, ASE dan DSM subsidiaries.

("BNI")

The loan facilities with BNI are secured by land and shopping mall building of DA, BBP, TH, NWSB, NWJP and PS, subsidiaries.

Fasilitas pinjaman dengan CIMB dijaminkan dengan tanah dan bangunan pusat perbelanjaan milik NWPR, NWU dan KM, entitas anak.

  • a. Tanah yang terdiri dari 4 sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama GNM, entitas anak NI.
  • b. Tanah yang terdiri dari 9 sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT Semesta Dunia Usaha ("SDU"), entitas sepengendali.
  • c. Tanah yang terdiri dari 1 sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT Tristar Land Development ("TLD"), entitas sepengendali.
  • d. Jaminan perusahaan dari NA, entitas anak NI.

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk ("CCB")

Fasilitas pinjaman dengan CCB dijaminkan dengan tanah dan bangunan pusat perbelanjaan milik PRJ dan AJUMT entitas anak.

Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut: The details of right-of-use assets are as follows:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14. UTANG BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued)

Jaminan Pinjaman (lanjutan) Loan Guarantee (continued)

PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")

The loan facilities with CIMB are secured by land and shopping mall building of NWPR, NWU and KM, subsidiaries.

PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")

  • a. Land consisting of 4 certificates of Building Usage Right under the name of GNM, a NI's subsidiary.
  • b. Land consisting of 9 certificates of Building Usage Right under the name of PT Semesta Dunia Usaha ("SDU"), an entity under common control.
  • c. Land consisting of 1 certificate of Building Usage Right under the name of PT Tristar Land Development ("TLD"), an entity under common control.
  • d. Corporate guarantee by NA, a NI's subsidiary.

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk ("CCB")

The loan facilities with CCB are secured by land and shopping mall building of PRJ and AJUMT subsidiaries.

15. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 15. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES

Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penerapan
awal PSAK 73
(Catatan 2b)/
Initial adoption
of PSAK 73
(Note 2b)
Penambahan/
Addition
Pengurangan/
Deduction
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Hak atas tanah - 2.597.319.005 - - 2.597.319.005 Land rights
Bangunan - 9.445.620.345 - - 9.445.620.345 Building
Kendaraan - 1.333.325.151 338.536.614 - 1.671.861.765 Vehicles
Total - 13.376.264.501 338.536.614 - 13.714.801.115 Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Hak atas tanah - - 663.145.278 - 663.145.278 Land rights
Bangunan - - 2.099.026.743 - 2.099.026.743 Building
Kendaraan - - 760.435.320 - 760.435.320 Vehicles
Total - - 3.522.607.341 - 3.522.607.341 Total
Nilai Buku Neto - 10.192.193.774 Net Book Value

Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak terdapat situasi atau keadaaan yang memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aset hak-guna.

As of December 31, 2020, the Group's management believes that there is no event or condition that may indicate impairment of right-ofuse assets.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

15. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (LANJUTAN)

Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut: The details of lease liabilities are as follows:

15. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES (CONTINUED)

31 Desember 2020/
December 31, 2020
1 Januari 2020 - January 1, 2020
Penerapan awal PSAK 73 (Catatan 2b) 12.384.519.268 Initial adoption of PSAK 73 (Note 2b)
Penambahan tahun berjalan 338.536.614 Additions during the year
Penambahan bunga 991.503.495 Accretion of interest
Pembayaran (2.539.141.300) Payments
31 Desember 2020 11.175.418.077 December 31, 2020
Bagian lancar 4.146.984.916 Current portion
Bagian tidak lancar 7.028.433.161 Non-current portion
Total 11.175.418.077 Total

Analisis jatuh tempo liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

The maturity analysis of the lease liabilities are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Kurang dari 1 tahun
Antara 1 tahun dan 5 tahun
4.146.984.916
7.028.433.161
Less than 1 year
Between 1 year and 5 years
Total 11.175.418.077 Total

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

Amounts recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

Untuk Tahun yang
Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2020/
For the Year Ended
December 31, 2020
Bunga atas liabilitas sewa 991.503.495 Interest on lease liabilities
Beban penyusutan aset hak-guna
Beban pokok penjualan dan
Depreciation of right-of-use assets
pendapatan jasa (Catatan 27) 663.145.278 Cost of sales and service revenues (Note 27)
Beban umum dan administrasi (Catatan 29) 2.859.462.063 General and adminstrative expense (Note 29)
Total 4.514.110.836 Total

16. UANG JAMINAN SEWA 16. SECURITY DEPOSITS

Uang jaminan sewa merupakan uang jaminan dari penyewa atas sewa, service charge, telepon, listrik, air dan fit-out.

Uang jaminan sewa diukur pada nilai wajarnya yang merupakan nilai kini dari pembayaran kas masa depannya. Selisih antara nilai wajar dengan jumlah pokok uang jaminannya dicatat sebagai "Liabilitias Lainnya" pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Rincian utang usaha - pihak ketiga adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Security deposits represent deposits from tenant for rental, service charges, telephone, electricity, water and fit-out.

Security deposits are measured at fair value which is the present value of the future cash payments. The difference between the fair value and principal amount of the deposit is recorded as "Other Liabilities" in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019.

17. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA 17. TRADE PAYABLES - THIRD PARTIES

The details of trade payables - third parties are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Rupiah Rupiah
Kontraktor dan konsultan 81.119.226.908 56.795.075.034 Contractors and consultant
Pemasok 23.658.896.899 19.688.681.824 Suppliers
Lain-lain 181.537.391 455.665.170 Others
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
Kontraktor (US\$27.750 pada tahun 2020 Contractors (US\$27,750 in 2020 and
US\$43.150 pada tahun 2019) 391.413.750 599.828.150 US\$43,150 in 2019)
Pemasok (US\$6.895) - 95.848.340 Supplier (US\$6,895)
Total 105.351.074.948 77.635.098.518 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak ada jaminan yang diberikan Grup atas utang usaha di atas.

Pada tanggal 31 Desember 2020, utang lain-lain pihak ketiga sebagian besar merupakan utang lainlain kepada PT Usaha Karya Majubersama ("UKM") dan utang retensi PSR, BHM dan NWSB, entitas anak NWP, atas pembelian bisnis pusat perbelanjaan di Pejaten Village, Binjai dan Cilegon (Catatan 1d).

Pada tanggal 31 Desember 2019, utang lain-lain pihak ketiga sebagian besar merupakan utang lainlain kepada UKM dan utang retensi NWSB, entitas anak NWP, atas pembelian bisnis pusat perbelanjaan di Cilegon (Catatan 1d).

As of December 31, 2020 and 2019, there was no collateral provided by the Group for the above trade payables.

18. UTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA 18. OTHER PAYABLES - THIRD PARTIES

As of December 31, 2020, other payables - third parties mainly consist of other payables to PT Usaha Karya Majubersama ("UKM") and PSR, BHM and NWSB's retention payable, NWP's subsidiaries, for purchase of shopping center business in Pejaten Village, Binjai and Cilegon (Note 1d).

As of December 31, 2019, other payables - third parties mainly consist of other payables to UKM and NWSB's retention payable, a NWP's subsidiary, for purchase of shopping center business in Cilegon (Note 1d).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

19. BEBAN AKRUAL 19. ACCRUED EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Rupiah Rupiah
Kontraktor 94.382.794.932 72.034.408.118 Contractors
Beban bunga 18.911.973.960 2.579.497.591 Interest expenses
Listrik dan air 12.426.655.438 9.072.799.904 Electricity and water
Pajak, perizinan dan lisensi 11.804.541.245 12.519.140.784 Tax, permits, and licenses
Jasa profesional 8.272.797.476 8.463.990.779 Professional fees
Kebersihan 7.101.936.146 2.229.341.141 Cleaning
Perangkat lunak 6.884.065.421 3.886.800.360 Software
Reserve replacement 5.188.875.789 4.742.456.334 Reserve replacement
Keamanan 4.320.324.072 2.023.233.538 Security
Pengelolaan parkir 1.665.723.873 335.417.369 Parking management
Perjalanan dinas 88.130.988 1.369.136.705 Travelling
Lain-lain (masing-masing Rp1 miliar) 3.848.003.220 3.389.057.074 Others (each below Rp1 billion)
Dollar Amerika Serikat United States dollar
Biaya transaksi pinjaman bank Transaction costs of bank loan
(US\$510.000) 7.193.555.100 - (US\$510,000)
Jasa profesional Professional fees
(US\$99.906 pada tahun 2020 dan (US\$99,906 in 2020 and
US\$361.249 pada tahun 2019) 1.409.174.383 5.021.727.228 US\$361,249 in 2019)
Lainnya (US\$86.458) 1.219.495.609 - Others (US\$86,458)
Total 184.718.047.652 127.667.006.925 Total

20. PERPAJAKAN 20. TAXATION

a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes

Pajak dibayar di muka terdiri dari: Prepaid taxes consist of:

31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/ December 31, 2020 December 31, 2019 Lancar Current Pajak Pertambahan Nilai - masukan 322.187.038.801 147.159.941.926 Value Added Tax - in Pajak penghasilan: Income taxes: Pasal 4(2) 21.650.422.538 14.071.479.530 Article 4(2) Pasal 28A 1.284.966.409 708.232.398 Article 28A Taksiran tagihan pajak Estimated claim for pertambahan nilai - 2.274.200.000 value added tax Total 345.122.427.748 164.213.853.854 Total Tidak Lancar Non-Current Pajak Pertambahan Nilai 12.660.668.153 12.660.668.153 Value Added Tax

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

b. Utang Pajak b. Taxes payable

Utang pajak terdiri dari: Taxes payable consists of:

9.408.023.716
4.632.034.221
988.533.590
8.690.861.711
2.023.606.287
Final income tax - article 4(2)
Value Added Tax - out
Income taxes:
116.291.944 Article 21
286.973.963 277.415.413 Article 23
9.812.130 5.638.603 Article 26
Article 29
756.504.435 674.615.014 PB1
16.792.152.934 13.623.634.590 Total
710.270.879 1.835.205.618

c. Beban Pajak c. Tax expenses

Rincian beban pajak final dan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The details of final tax expenses and income tax expenses are as follows:

Tahun yang Berakhir
Pada tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Entitas Anak Subsidiaries
Beban pajak final 48.282.801.284 43.817.705.122 Final tax expense
Entitas Anak Subsidiaries
Beban pajak penghasilan - kini 221.075.674 2.951.789.684 Income tax expense - current
Beban pajak penghasilan - tangguhan Income tax expense - deferred
Rugi fiskal 562.498.238 - Fiscal tax loss
Amortisasi 58.006.524 (102.987.417) Amortization
Liabilitas imbalan kerja 1.565.125 (4.522.258) Employee benefit liabilities
Aset hak-guna (121.788.670) 1.323.611 Right-of-use assets
Penyusutan (47.607.620) 1.525.946.591 Depreciation
Total 452.673.597 1.419.760.527 Total
Beban pajak penghasilan Consolidated income tax
konsolidasian - neto 673.749.271 4.371.550.211 expense - net
Beban pajak penghasilan
tangguhan yang dicatat pada
penghasilan komprehensif lain
2.946.583 1.323.611 Deferred income tax expense
recorded in other
comprehesive income

Pajak penghasilan atas pendapatan Perusahaan dihitung berdasarkan tarif pajak final sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku (Catatan 2q).

Income tax for the Company's revenue is computed based on final tax rate based on the applicable tax regulation (Note 2q).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

d. Rekonsiliasi antara beban/manfaat pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dan manfaat/beban pajak penghasilan seperti disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

d. The reconciliation between income tax benefit/expense, calculated by applying the applicable tax rate to the income (loss) before income tax benefit/expense as shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income is as follows:

Tahun yang Berakhir Pada tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 2019
Laba (rugi) sebelum beban pajak
penghasilan menurut
laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
konsolidasian
158.450.548.559 (37.907.450.473) Income (loss) before income tax
expense as shown in
the consolidated statement of
profit or loss and other
comprehensive income
Beban (manfaat) pajak penghasilan
dengan tarif pajak yang berlaku Income tax expenses (benefit) at
(22% pada tahun 2020 dan applicable tax rate
25% pada tahun 2019)
Laba (rugi) neto entitas anak
(34.859.120.683) 9.476.862.618 (22% in 2020 and 25% in 2019)
yang dikenakan pajak Net income (loss) of subsidiaries that
penghasilan final 37.047.026.247 (13.070.248.165) are subjected to final tax
Penyesuaian atas pajak Adjustments in respect of
tangguhan tahun deferred income tax of the
sebelumnya - entitas anak 1.137.936.305 - previous years - subsidiaries
Dampak pengurangan tarif pajak 27.313.752 92.812.062 Effect on tax reduction
Pajak tangguhan yang tidak dicatat (3.519.936.356) (195.694.177) Unrecognized deferred tax
Penghapusan rugi fiskal (562.498.238) - Write-off of fiscal losses
Efek pajak atas beda tetap: Tax effect of permanent difference:
Pendapatan yang dikenakan
pajak penghasilan final - Income subject to final tax -
Bunga 522.139.178 703.211.679 Interest
Tunjangan dan
kesejahteraan karyawan
Representasi dan jamuan
(216.314.461)
(41.507.644)
(263.884.891)
(23.947.492)
Employees' benefit in kind
Representations and entertainment
Lain-lain (208.787.371) (405.070.914) Others
Penyesuaian pajak penghasilan badan Adjustment of corporate income
2016 - entitas anak - (685.590.931) tax 2016 - subsidiary
Beban pajak penghasilan Consolidated income tax
konsolidasian - neto (673.749.271) (4.371.550.211) expense - net

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

e. Aset dan liabilitas pajak tangguhan - neto e. Deferred tax asset and liabilities - net

Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The details of deferred tax assets and liabilities as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset pajak tangguhan
Aset hak-guna
123.181.737 - Deferred tax assets
Right-of-use assets
Liabilitas pajak tangguhan - neto Deferred tax liabilities - net
Liabilitas imbalan kerja 13.567.076 15.132.199 Employee benefit liabilities
Aset hak-guna 1.553.516 - Right-of-use assets
Penyusutan (4.760.776.097) (4.808.383.717) Depreciation
Amortisasi (14.535.722) 43.470.802 Amortization
Rugi fiskal - 562.498.238 Fiscal tax loss
Total (4.760.191.227) (4.187.282.478) Total

f. Taksiran tagihan pajak penghasilan f. Estimated claim for tax refund

Pada tanggal 5 Juli 2019 berdasarkan Keputusan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-00391/KEP/WPJ.30/2019 Direktorat Jenderal Pajak ("DJP") menolak sebagian keberatan pajak NWPR. Pada tanggal 31 Desember 2019 NWPR telah menerima pengembalian sebesar Rp14.525.664. Pada tanggal 26 Februari 2020 NWPR telah mengajukan banding. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, belum ada keputusan atas banding tersebut.

Pada tanggal 16 Desember 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-02746/NKEB/WPJ.30/2019 DJP mengabulkan seluruh keberatan pajak atas Surat Tagihan Pajak ("STP") sejumlah Rp2.274.200.000. Pada tanggal 11 Februari 2020, NWU telah menerima pengembalian atas jumlah tersebut.

On July 5, 2019 based on Ministry of Finance of Republic of Indonesia Decision Letter Number KEP-00391/KEP/WPJ.30/2019 Directorate General of Tax ("DGT") rejected a part of NWPR's tax objection. As of December 31, 2019, NWPR had received refund amounting to Rp14,525,664. On February 26, 2020, NWPR has submitted tax appeal. Until the date of issuance of the consolidated financial statement, there has been no decision on the appeal.

On December 16, 2019 based on Decision Letter of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Number KEP-02746/NKEB/WPJ.30/2019, DGT has fully granted NWU's tax objection on Tax Assessment Letter ("STP") amounting to Rp2,274,000,000. On February 11, 2020 NWU had received the refund on the amount.

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

f. Taksiran tagihan pajak penghasilan (lanjutan)

Pada tanggal 11 Mei 2018, NWU dan NWPR, entitas anak NWP, menerima berbagai Surat Ketetapan Pajak Nihil ("SKPN"), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") untuk Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") tahun fiskal 2016 dengan nilai masing-masing sebesar Rp22.738.152.124 dan Rp11.527.193.817, dan STP PPN masing-masing sebesar Rp2.274.200.000 dan Rp1.154.000.000. Pada tanggal 6 Agustus 2018, NWU dan NWPR mengajukan keberatan ke DJP. Pada tanggal 21 Juni 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor KEP-00363/KEB/WPJ.30/2019 DJP mengabulkan seluruh keberatan pajak NWU. Pada tanggal 3 Oktober 2019 NWU telah menerima pengembalian dana sebesar Rp22.738.152.124.

g. Surat Ketetapan Pajak Lainnya g. Other Tax Assessment Letter

Pada tanggal 27 Mei 2019, DA, entitas anak, menerima berbagai SKPKB untuk PPN dan pajak penghasilan pasal 4(2) tahun fiskal 2015 dengan nilai total sebesar Rp101.407.182 dan STP untuk pajak penghasilan pasal 21, 23, 25 dan 4(2) dengan nilai total sebesar Rp41.127.369 yang dicatat sebagai bagian dari "Beban Operasi Lainnya - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 (Catatan 30).

Selama tahun 2019, TH, entitas anak menerima berbagai SKPKB untuk pajak penghasilan pasal 21, 23 dan 4(2) untuk tahun fiskal 2014, 2015 dan 2016 dengan nilai total sebesar Rp897.076.783 dan STP pajak penghasilan pasal 21 dan 4(2) untuk tahun fiskal yang sama dengan diatas sebesar Rp65.019.221 yang dicatat sebagai bagian dari "Beban Operasi Lainnya - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 (Catatan 30).

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

f. Estimated claim for tax refund (continued)

On May 11, 2018, NWU dan NWPR, NWP's subsidiaries, received various Assessment Letter for Nil Tax ("SKPN"), Assessment Letter for Tax Underpayment ("SKPKB") of Value Added Tax ("VAT") for fiscal year 2016 amounting to Rp22,738,152,124 and Rp11,527,193,817, respectively and STP of VAT amounted to Rp2,274,200,000 and Rp1,154,000,000, respectively. On August 6, 2018, NWU and NWPR filed an objection letter to DGT. On June 21, 2019 based on the Decision Letter of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Number KEP-00363/KEB/WPJ.30/2019, DGT has fully granted NWU's tax objection. As of October 3, 2019 NWU has received refund amounting to Rp22,738,152,124.

On May 27, 2019, DA, subsidiary, received SKPKB for VAT and income taxes article 4(2) of fiscal year 2015 totalling to Rp101,407,182 and STP for income taxes article 21, 23, 25 and 4(2) totalling to Rp41,127,369 which was recorded as part of "Other Operating Expenses - Net" in the consolidated profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019 (Note 30).

During 2019, TH, subsidiary, received several SKPKB for income tax article 21, 23 and 4(2) of fiscal year 2014, 2015 and 2016 totalling to Rp897,076,783 and STP for income tax article 21 and 4(2) of the same fiscal year in above totalling to Rp65,019,221 which was recorded as part of "Other Operating Expenses - Net" in the consolidated profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019 (Note 30).

20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued)

Selama tahun 2019, GD, entitas anak menerima berbagai SKPN dan SKPKB untuk pajak penghasilan pasal 23 dan 4(2) untuk tahun fiskal 2014 dan 2015 dengan nilai total sebesar Rp53.836.969 dan STP pajak penghasilan pasal 21 dan 26 sebesar Rp5.107.525 yang dicatat sebagai bagian dari "Beban Operasi Lainnya - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 (Catatan 30).

h. Lain-lain h. Others

Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menandatangani Perppu No. 1/2020 tentang "Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 ("Covid-19") dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan", yang mengatur penyesuaian tarif PPh badan sebagai berikut:

  • a. Sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021;
  • b. Sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022;
  • c. Perusahaan Terbuka jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah, dapat memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah dari tarif pada butir a dan b di atas.

21. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

g. Surat Ketetapan Pajak Lainnya (lanjutan) g. Other Tax Assessment Letter (continued)

During 2019, GD, subsidiary, received several various Nil Tax Assessment Letter ("SKPN") and SKPKB for income tax article 23 and 4(2) of fiscal year 2014 and 2015 totalling to Rp53,836,969 and STP for income tax article 21 and 26 totalling to Rp5,107,525 which was recorded as part of "Other Operating Expenses - Net" in the consolidated profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2019 (Note 30).

On March 31, 2020, the President of the Republic of Indonesia signed Perppu No. 1/2020 regarding "State Financial Policy and Financial System Stability for Handling Corona Virus Disease ("Covid-19") and/or in Order to Face Threats to Harm the National Economy and/or Financial System Stability", which regulates the adjustment of corporate income tax rate as follows:

  • a. 22% effective starting fiscal year 2020 and 2021;
  • b. 20% effective starting fiscal year 2022;
  • c. Publicly-listed companies in Indonesia whose at least 40% or more of the total paid-up shares or other equity insturments are listed for trading in Indonesia Stock Exchange and meet certain requirements in accordance with the government regulations, can earn tax reduction at 3% lower than tariff as stated in point a and b.

21. SALES ADVANCES AND UNEARNED REVENUES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Pendapatan diterima di muka
Uang muka penjualan ruko
Uang muka dari pelanggan hotel
193.457.331.335
1.465.058.003
411.845.963
187.343.145.231
2.731.586.023
703.036.525
Unearned revenues
Advance on sale of shophouse
Advance from hotel customers
Total 195.334.235.301 190.777.767.779 Total
Dikurangi bagian jangka pendek
uang muka penjualan dan
pendapatan diterima di muka
124.163.448.410 104.604.549.004 Less current portion of
sales advances and
unearned revenues
Bagian jangka panjang
uang muka penjualan dan
pendapatan diterima di muka
71.170.786.891 86.173.218.775 Long-term portion of
sales advances and
unearned revenues

21. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA (LANJUTAN)

Pendapatan sewa diterima di muka merupakan uang muka sewa dari tenan pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Grup.

22. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES

Rincian liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

21. SALES ADVANCES AND UNEARNED REVENUES (CONTINUED)

Unearned revenues represent rental payment paid in advance by the tenants of the shopping mall operated by the Group.

The details of employee benefits liabilities are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits liabilities
gaji dan imbalan lainnya
Liabilitas imbalan kerja
21.812.983.867 20.342.166.195 salaries and other benefits
Long-term employee benefits
jangka panjang 20.941.676.008 19.359.748.680 liabilities
Total 42.754.659.875 39.701.914.875 Total

Grup mencatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan berdasarkan PSAK 24 (Revisi 2013) yang berkaitan dengan penyisihan atas imbalan kerja karyawan dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit" yang dilakukan oleh Padma Radya Aktuaria, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tertanggal 19 Maret 2021 untuk 31 Desember 2020 dan 17 Februari 2020 untuk 31 Desember 2019.

Asumsi utama yang digunakan untuk perhitungan aktuaris tersebut adalah sebagai berikut:

The Group recorded the provision for employee service entitlements based on the PSAK 24 (Revised 2013) regarding employee benefits using the "Projected Unit Credit" method as performed by Padma Radya Aktuaria, an independent actuary, based on its reports dated March 19, 2021 for December 31, 2020 and February 17, 2020 for December 31, 2019.

The primary assumptions that were used to compute the employees' service entitlements are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Tingkat diskonto 6,75% 7,75% Discount rate
Kenaikan tingkat gaji masa datang 5,00% 5,00% Future salary increases per annum
Tingkat kematian TMI-IV TMI-III 2011 Mortality rate
Tingkat cacat 5,00% TMI-IV 5,00% TMI-3 Disability rate
Umur pensiun 56 years 56 years Retirement age

Beban imbalan kerja yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

The related expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Biaya jasa kini
Beban bunga
Beban jasa lalu - perubahan manfaat
5.693.394.951
1.487.167.365
(6.302.510.361)
5.259.636.066
1.139.420.868
-
Current service cost
Interest cost
Past service cost - plan amandement
Total 878.051.955 6.399.056.934 Total

22. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)

Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

22. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)

The movements in the present value of defined benefit obligation are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Nilai kini kewajiban imbalan pasti Present value of defined benefit
pada tanggal 1 Januari 19.359.748.680 14.246.382.817 obligation as of January 1
Beban imbalan kerja yang diakui Employee benefits expenses
pada laba rugi: recognized in profit or loss:
Biaya jasa kini 5.693.394.951 5.259.636.066 Current service cost
Beban bunga 1.487.167.365 1.139.420.868 Interest expense
Beban jasa lalu (6.302.510.361) - Past service cost
Pengukuran kembali liabilitas imbalan Remeasurement of net defined
pasti neto yang diakui pada benefit liability recognized in
penghasilan komprehensif lain: other comprehensive income:
Keuntungan (kerugian) yang timbul
dari perubahan: Gain (loss) arising from changes on:
Asumsi keuangan 1.808.243.643 879.480.071 Financial assumption
Asumsi demografik (60.440.137) - Demographic assumption
Penyesuaian (1.039.199.603) (598.101.997) Adjustment
Pembayaran manfaat (4.728.530) (1.567.069.145) Benefits paid
Saldo akhir 20.941.676.008 19.359.748.680 Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai liabilitas imbalan kerja sama dengan nilai kewajiban imbalan pasti.

Analisa sensitivitas kuantitatif atas asumsi aktuarial signifikan yang menunjukkan pengaruhnya terhadap nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: As of December 31, 2020 and 2019, the employee benefit liabilities are equal to its present value of defined benefit obligation.

A quantitative sensitivity analysis for significant actuarial assumptions showing its impact to the present value of defined benefit obligation as of December 31, 2020 is as follows:

Perkiraan profil jatuh tempo kewajiban imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The estimated maturity profile of the defined benefit obligation as of December 31, 2020 is as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Dalam waktu 12 bulan ke depan
Antara 1 sampai 2 tahun
Antara 2 sampai 5 tahun
167.502.402.721 Di atas 5 tahun
180.624.951.421 Total
299.961.600
383.719.111
12.438.867.989

Rata-rata tertimbang durasi dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal 30 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah 8,76 sampai 22,93 tahun dan 12,06 sampai 22,34 tahun.

The weighted average duration of defined benefit obligation as of December 31, 2020 and 2019 are 8.76 until 22.93 years and 12.06 until 22.34 years, respectively.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 23. NON-CONTROLLING INTERESTS

Rincian dari akun ini adalah sebagai berikut: The details of this account are as follows:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Saldo awal 4.099.369.144.011 3.805.998.459.412 Beginning balance
Penghasilan (rugi) komprehensif
tahun berjalan
Efek penerapan
99.742.524.049 (21.831.163.450) Comprehensive income (loss) for the year
Effect of adoption of
standar akuntansi baru
Penerbitan modal saham - entitas anak
(4.285.663.533)
-
-
315.401.967.196
new accounting standards
Issuance of new shares - subsidiaries
Peningkatan kepemilikan pada
entitas anak dengan membeli bagian
kepentingan nonpengendali
- (200.119.147) Increase of ownership in subsidiaries
by purchasing non-controling interest
Total 4.194.826.004.527 4.099.369.144.011 Total

Rincian total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali Entitas Anak yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut:

The details of total equity attributable to noncontrolling interests of consolidated Subsidiaries are as follows:

Entitas anak 31 Desember/
December 31,
2020
KNP/
NCI
%
31 Desember/
December 31,
2019
Subsidiaries
PT Nirvana Wastu Pratama 4.194.813.464.392 67,5172% 4.099.350.972.695 PT Nirvana Wastu Pratama
PT Genta Nirvana Mahaputera 10.040.382 0,5556% 10.773.648 PT Genta Nirvana Mahaputera
PT Nuansa Citra Pesona 1.401.452 0,2000% 1.633.032 PT Nuansa Citra Pesona
PT Tristar Land 726.854 0,1786% 5.471.803 PT Tristar Land
PT Narendra Amerta 370.578 0,0110% 306.792 PT Narendra Amerta
PT Nirvana Infrastructure 869 0,0002% (13.959) PT Nirvana Infrastructure
Total 4.194.826.004.527 4.099.369.144.011 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali pada NWP sebesar 67,5172% (Catatan 1d).

Berikut adalah ringkasan informasi keuangan NWP, entitas anak, yang memiliki kepentingan nonpengendali yang material terhadap Grup.

As of December 31, 2020 and 2019, the proportion of ownership interests of NWP held by the non-controlling interests are 67.5172% (Note 1d).

The following is the summarized financial information of NWP, a subsidiary that has noncontrolling interest that is material to the Group.

Ringkasan laporan posisi keuangan konsolidasian: The summarized of consolidated statement of financial position:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Aset lancar 2.340.873.979.845 2.743.747.090.855 Current assets
Aset tidak lancar 7.615.691.414.351 4.833.592.424.372 Non-current assets
Liabilitas jangka pendek (1.147.900.163.861) (487.517.217.350) Current liabilities
Liabilitas jangka panjang (2.645.862.483.442) (1.074.516.972.409) Non-current liabilities
Total ekuitas 6.162.802.746.893 6.015.305.325.468 Total equity
Yang diatribusikan kepada: Attributable to:
Pemilik Entitas Induk 6.058.242.486.020 5.898.050.077.255 Owners of the Parent Entity
Kepentingan Nonpengendali 104.560.260.873 117.255.248.213 Non-controlling Interest

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Ringkasan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:

23. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan) 23. NON-CONTROLLING INTERESTS (continued)

The summarized of consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Penjualan dan pendapatan jasa
Beban pokok penjualan dan
480.323.483.462 446.406.785.244 Sales and services revenue
pendapatan jasa (274.162.627.785) (225.168.125.880) Cost of sales and services revenue
Beban operasi (149.813.768.293) (175.641.795.731) Operating expenses
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 141.985.994.022 (44.425.621.774) Other income (expenses) - net
Laba sebelum pajak final dan Profit before final tax and
pajak penghasilan badan 198.333.081.406 1.171.241.859 corporate income tax
Beban pajak final (43.395.635.290) (37.206.735.929) Final tax expenses
Beban pajak penghasilan - neto (673.749.271) (4.371.550.261) Income tax expense - net
Laba (rugi) tahun berjalan 154.263.696.845 (40.407.044.331) Profit (loss) for the year
Penghasilan komprehensif lain - neto (701.077.184) (277.590.770) Other comprehensive income - net
Total penghasilan (rugi)
komprehensif lain tahun berjalan
153.562.619.661 (40.684.635.101) Total other comprehensive
income (loss) for the year

Ringkasan laporan arus kas konsolidasian: The summarized of consolidated statement of cash flows:

Aktivitas operasi (317.817.585.537) (9.212.742.959) Operating activities
Aktivitas investasi (2.198.874.711.227) (1.209.984.386.966) Investing activities
Aktivitas pendanaan 1.686.018.741.949 704.487.714.058 Financiang activities

Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

24. MODAL SAHAM 24. SHARE CAPITAL

The composition of the Company's shareholders as of December 31, 2020 and 2019 is as follows:

Pemegang Saham Jumlah Saham
Ditempatkan
dan Disetor Penuh/
Number of Shares
Issued and
Fully Paid
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
Total/
Amount
Shareholders
PT Mega Inti Perdana Utama 11.321.426.619 51,00% 1.132.142.661.900 PT Mega Inti Perdana Utama
Autumn Point Limited 1.803.035.881 8,12% 180.303.588.100 Autumn Point Limited
Masyarakat (masing-masing dengan
kepemilikan dibawah 5%) 9.074.409.304 40,88% 907.440.930.400 Public (each below 5% ownership)
Total 22.198.871.804 100,00% 2.219.887.180.400 Total

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Difference in value of equity transaction with entities under common control represents the difference between the consideration paid and book value of net assets acquired from

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO 25. ADDITIONAL PAID-IN-CAPITAL - NET

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Tambahan modal disetor dari Additional paid-in capital
pelaksanaan waran 41.988.718.040 41.988.718.040 from exercise of warrants
Agio saham Share premium
Selisih lebih setoran modal atas Excess of paid-in capital
nilai nominal 30.000.000.000 30.000.000.000 over par value
Biaya sehubungan penawaran umum Costs related to the initial
perdana saham (18.000.000.000) (18.000.000.000) public offering
Pengampunan pajak 302.249.524 302.249.524 Tax amnesty
Difference in value from restructuring
Selisih nilai transaksi restrukturisasi transactions with entities
entitas sepengendali (2.789.206.018) (2.789.206.018) under common control
Total 51.501.761.546 51.501.761.546 Total

Selisih nilai transaksi ekuitas dengan entitas sepengendali merupakan selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan nilai buku aset neto yang diperoleh dari transaksi restrukturisasi entitas anak.

26. PENJUALAN DAN PENDAPATAN JASA 26. SALES AND SERVICE REVENUES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

restructuring of subsidiaries.

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Penjualan: Sales:
Ruko - 5.002.430.909 Shop houses
Sewa dan jasa pemeliharaan: Rental and service charges:
Sewa 248.798.127.603 230.122.058.110 Rent
Jasa pemeliharaan 127.082.770.689 90.274.374.257 Sevice charges
Penagihan utilitas 87.745.248.523 83.518.931.398 Utilities billing
Pengelolaan Parkir 15.201.738.927 21.930.077.712 Parking Fee
Lain-lain 8.216.742.875 6.285.387.432 Others
Subtotal 487.044.628.617 432.130.828.909 Sub-total
Pendapatan Hotel: Hotel Revenues:
Kamar 24.192.651.352 42.237.856.176 Room
Makanan dan minuman 13.330.731.898 24.847.023.096 Food and beverages
Lain-lain 4.627.131.533 8.298.338.085 Others
Subtotal 42.150.514.783 75.383.217.357 Sub-total
Total 529.195.143.400 512.516.477.175 Total

26. PENJUALAN DAN PENDAPATAN JASA (LANJUTAN)

Rincian pelanggan dengan total penjualan dan pendapatan jasa individual tahunan yang melebihi kumulatif 10% dari nilai penjualan dan pendapatan jasa konsolidasian adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

26. SALES AND SERVICE REVENUES (CONTINUED)

The details of customers from which annual cumulative individual amounts of sales and service revenues exceeding 10% of consolidated net sales and service revenues:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember/Year ended
December 31,
Persentase dari Total Penjualan dan
Pendapatan Jasa Konsolidasi/
Percentage to Consolidated Sales
and Service Revenues
2020 2019 2020 2019
PT Matahari Department
Store Tbk
72.423.014.106 64.850.484.596 13,69% 12,65% PT Matahari Department
Store Tbk
PT Matahari Putra
Prima Tbk
61.443.162.383 59.476.891.818 11,61% 11,61% PT Matahari Putra Prima Tbk
Total 133.866.176.489 124.327.376.414 25,30% 24,26% Total

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat penjualan dan pendapatan jasa kepada pihak berelasi.

27. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN PENDAPATAN JASA

27. COST OF SALES AND SERVICE REVENUES

For the years ended December 31, 2020 and 2019, there were no sales and service revenues to

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

related parties.

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 2019
Beban pokok penjualan: Cost of sales:
Ruko - 3.930.848.255 Shop house
Beban langsung Direct costs
Beban gedung: Building expenses:
Utilitas 106.623.949.601 100.275.860.718 Utilities
Penyusutan (Catatan 11) 88.601.576.954 56.900.420.471 Depreciation (Note 11)
Keamanan 23.097.546.743 16.021.141.653 Security
Kebersihan 19.796.502.117 17.865.901.737 Cleaning service
Asuransi 8.361.397.705 4.182.721.849 Insurance
Pemeliharaan dan perbaikan 4.456.528.585 4.784.711.953 Repair and maintenance
Parkir 2.066.751.848 2.131.787.219 Parking
Penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets
(Catatan 15) 663.145.278 - (Note 15)
Lain-lain 646.961.478 - Others
Subtotal 254.314.360.309 202.162.545.600 Sub-total

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

27. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN PENDAPATAN JASA (LANJUTAN)

27. COST OF SALES AND SERVICE REVENUES (CONTINUED)

Akun ini terdiri dari: (lanjutan) This account consists of: (continued)

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Beban pegawai 22.505.941.541 20.804.527.478 Personnel expenses
Beban operasional hotel: Hotel operating expenses:
Penyusutan (Catatan 10) 10.531.281.895 6.915.123.227 Depreciation (Note 10)
Makanan dan minuman 4.916.961.717 9.038.116.760 Food and beverages
Gaji dan tunjangan 4.521.305.183 6.124.382.817 Salary and allowances
Kamar 4.437.858.839 4.858.686.940 Room
Jasa pelayanan
Lain-lain (masing-masing
3.001.076.451 5.688.531.557 Service charge
di bawah Rp500 juta) 1.099.710.646 2.298.136.648 Others (each below Rp500 million)
Subtotal 28.508.194.731 34.922.977.949 Sub-total
Total beban langsung 305.328.496.581 257.890.051.027 Total direct costs
Total 305.328.496.581 261.820.899.282 Total

Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup melakukan total pembelian individual kumulatif melebihi 10% dari total penjualan dan pendapatan jasa konsolidasian kepada PLN masing-masing sebesar Rp102.608.867.691 dan Rp96.596.450.534 atau sebesar 19,39% dan 18,85% dari total penjualan dan pendapatan jasa konsolidasian.

For the years ended December 31, 2020 and 2019, the Group have annual cumulative individual amounts of purchases exceeding 10% of total consolidated sales and services revenues to PLN of Rp102,608,867,691 and Rp96,596,450,534, respectively or 19.39% and 18.85% from total consolidated sales and services revenues.

28. BEBAN PEMASARAN 28. MARKETING EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Acara dan sponsorship 1.148.781.054 6.094.378.305 Events and sponsorship
Gaji 598.997.552 889.640.559 Salaries
Iklan dan brosur 447.995.556 1.511.498.585 Advertising and brochure
Komisi 283.366.203 613.232.799 Commissions
Lain-lain 345.109.462 670.937.756 Others
Total 2.824.249.827 9.779.688.004 Total

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 29. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Jasa profesional
87.593.417.810
12.397.644.575
99.799.681.260
13.732.516.697
Salaries and employee benefits
Professional fees
Penyusutan (Catatan 10) 10.005.366.995 9.080.176.774 Depreciation (Note 10)
Pajak dan perijinan 9.845.806.208 7.929.717.277 Tax and license
Perjalanan dinas dan transportasi 8.839.344.171 16.845.937.056 Travel and transportation
Amortisasi (Catatan 12) 4.678.150.186 2.227.655.900 Amortization (Note 12)
Sewa 4.183.197.366 8.265.383.975 Rent
Teknologi dan sistem 4.072.752.082 3.328.130.420 Technology and system
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 15) 2.859.462.063 - Right-of-use assets depreciation (Note 15)
Asuransi 2.669.354.679 2.326.184.615 Insurance
Biaya manajemen hotel 1.657.426.980 3.411.749.700 Hotel management fee
Telekomunikasi, air dan listrik 914.219.617 1.069.784.666 Telecommunication, water and electricity
Pelatihan 348.095.058 1.316.307.449 Training
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp1 miliar)
3.231.736.309 4.793.106.591 Others (each below Rp1 billion)
Total 153.295.974.099 174.126.332.380 Total

30. BEBAN OPERASI LAINNYA - NETO 30. OTHER OPERATING EXPENSE - NET

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Keuntungan dari pengakhiran
sewa lebih awal
3.573.460.018 1.717.480.747 Gain on early lease termination
Penambahan penyisihan kerugian kredit
ekspektasian pada 31 Desember
2020 (2019: cadangan kerugian
Addition of allowance for expected
credit loss as of December 31,
2020 (2019: allowance for
penurunan nilai) (Catatan 5)
Kerugian dari penghapusan
(54.795.344.685) (766.741.105) impairment losses) (Note 5)
Loss on disposal of
properti investasi (Catatan 11) (6.599.119.535) (48.815.532.735) investment properties (Note 11)
Pendapatan dari klaim asuransi (Catatan 8) - 29.350.967.957 Income from insurance claim (Note 8)
Laba penjualan aset tetap (Catatan 10) - 78.790.395 Gain on sales of fixed assets (Note 10)
Biaya terkait bencana - (3.168.471.837) Disaster related costs
Denda pajak (Catatan 20g) - (1.163.575.049) Tax penalties (Note 20g)
Lain-lain - neto (1.369.060.829) 2.582.888.002 Others - net
Total (59.190.065.031) (20.184.193.625) Total

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31. PENDAPATAN KEUANGAN 31. FINANCE INCOME

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Bunga bank
Bunga deposito
26.750.655.535
26.121.609.841
30.110.755.373
39.911.531.346
Bank account's interest
Time deposits' interest
Total 52.872.265.376 70.022.286.719 Total

32. BIAYA KEUANGAN 32. FINANCE COSTS

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember/ Year Ended December 31,

2020 2019
Beban bunga 179.151.866.432 97.506.749.490
Biaya komitmen 12.144.453.720 -
Provisi 5.512.858.721 2.825.482.031
Lain-lain 2.187.135.792 1.653.434.112
Total 198.996.314.665 101.985.665.633

Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan:

33. LABA (RUGI) PER SAHAM 33. EARNINGS (LOSS) PER SHARE

Earnings (loss) per share is computed by dividing the loss for the year attributable to owners of the Parent Entity by the weighted-average number of shares outstanding during the year:

Tahun yang Berakhir pada
Tanggal 31 Desember/
Year Ended December 31,
2020 2019
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
57.560.927.379 (20.447.837.234) Profit (loss) for the year
attributable to owners
of the parent entity
Jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar
22.198.871.804 22.198.871.804 Weighted average number of
outstanding shares
Laba (rugi) per saham dasar 2,59 (0,92) Earnings (loss) per share

Informasi yang dilaporkan kepada Direksi untuk tujuan alokasi sumber daya dan penilaian kinerja segmen memfokuskan pada jenis produk dan jasa yang diberikan atau disediakan. Segmen yang dilaporkan Grup merupakan kegiatan sebagai berikut:

    1. Pusat perbelanjaan
    1. Hotel
    1. Ruko
    1. Lainnya

Real estat mencakup penjualan tanah kavling, kondotel dan bangunan rumah toko ("Ruko"). Lainnya terutama dari investasi diluar aktivitas real estat.

Sesuai dengan PSAK 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi", informasi segmen berikut ini disusun berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan alokasi sumber daya.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

34. INFORMASI SEGMEN 34. SEGMENT INFORMATION

Information as reported to the Directors for the purposes of resource allocation and assessment of segment performance focuses on types of products and services which are provided or made available. The Group segment reported activities are as follows:

  • 1. Shopping mall
  • 2. Hotel
  • 3. Shophouse 4. Others

Real estate includes land kavling, condotel and shop house building ("Ruko") sales. Others mainly come from investments outside of real estate activity.

Segmen Operasi Operating Segment

In accordance with PSAK 5 (Revised 2009), "Operating Segments", the following segment information is prepared based on the information used by management in evaluating the performance of each business segment and in determining the allocation of resources.

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/

Year Ended December 31, 2020
Pusat perbelanjaan/
Shopping Mall
Hotel/
Hotel
Ruko/
Shophouse
Lainnya/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidated
Penjualan neto 496.477.011.829 42.150.514.779 - - (9.432.383.208) 529.195.143.400 Net sales
Laba kotor per segmen 223.650.550.600 6.424.674.029 - - (6.208.577.810) 223.866.646.819 Gross profit per segment
Aset segmen 10.608.390.520.541 Segment assets
Liabilitas segmen 4.019.064.322.188 Segment liabilities
Penyusutan dan amortisasi
Pengeluaran modal
117.338.983.371
708.648.874.174
Depreciation and amortization
Capital expenditures
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019/
Year Ended December 31, 2019
Pusat perbelanjaan/ Hotel/ Ruko/ Lainnya/ Eliminasi/ Konsolidasian/
Pusat perbelanjaan/
Shopping Mall
Hotel/
Hotel
Ruko/
Shophouse
Lainnya/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidated
Penjualan neto 439.914.124.866 75.383.217.357 5.002.430.909 - (7.783.295.957) 512.516.477.175 Net sales
Laba kotor per segmen 218.836.299.252 34.211.668.557 1.071.582.654 - (3.423.972.570) 250.695.577.893 Gross profit per segment
Aset segmen 8.238.835.052.515 Segment assets
Liabilitas segmen 1.800.514.797.893 Segment liabilities
Penyusutan dan amortisasi
Pengeluaran modal
75.123.376.372
954.664.698.548
Depreciation and amortization
Capital expenditures

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari kepentingan nonpengendali dan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Direksi Grup secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.

Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK

a. Manajemen Risiko Modal a. Capital Risk Management

The Group manages capital risk to ensure that they will be able to continue as a going concern, in addition to maximize the profit of the shareholders through the optimization of the debt and equity balance. The Group's capital structure consists of non-controlling interest and equity attributable to owners of the parent entity.

The Group's Directors regularly conducts review of the Company's capital structure. As part of this review, Directors consider the cost of capital and the associated risks.

Gearing ratio as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
Utang bank
Total ekuitas
3.254.721.717.652
6.589.326.198.353
1.225.730.959.490
6.438.320.254.622
Bank loans
Total equity
Gearing ratio 0,49 0,19 Gearing ratio

b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Direksi.

Risiko kredit adalah risiko dimana pihak lawan transaksi gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan dan menyebabkan kerugian keuangan. Grup terkena risiko ini dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Grup hanya melakukan transaksi dengan pihakpihak yang diakui dan dapat dipercaya. Hal ini merupakan kebijakan Grup dimana semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, posisi piutang pelanggan dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.

Selain dari pengungkapan di bawah ini, Grup tidak memiliki konsentrasi risiko kredit.

b. Financial Risk Management Policies and Objectives

The Group's financial risk management policies and objectives is to ensure that adequate financial resources are available for operations and business development, as well as to manage foreign currency risk, interest rate, credit and liquidity risk. The Group operates with the guidelines set by the Directors.

i. Manajemen risiko kredit i. Management of credit risk

Credit risk is the risk that a counterparty to a financial instrument fails to discharge its obligation and will result in a financial loss to the other party. The Group is exposed to credit risk arising from the credit granted to its customers. The Group only trades with recognized and creditworthy parties. It is the Group's policy that all customers who wish to trade on credit terms are subject to credit verification procedures. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the exposure to bad debts.

Other than as disclosed below, the Group has no concentration of credit risk.

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan)

Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Grup. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh Direksi. Batas tersebut diterapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.

Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Grup mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk pelanggan individu dan memantau eksposur terkait dengan batasanbatasan tersebut.

Manajemen Perusahaan dan entitas anaknya menerapkan peninjauan secara berkala pada umur piutang dan penagihan untuk membatasi risiko kredit.

Tabel dibawah menunjukkan eksposur maksimum risiko kredit untuk komponenkomponen dalam laporan keuangan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

  • b. Financial Risk Management Policies and Objectives (continued)
  • i. Manajemen risiko kredit (lanjutan) i. Management of credit risk (continued)

Kas dan setara kas Cash and cash equivalents

Credit risk arising from placements of current accounts and deposits are managed in accordance with the Group's policy. Investments of surplus fund are limited for each bank and reviewed annually by the Directors. Such limits are set to minimize the concentration of credit risk and therefore mitigate financial loss through potential failure of the banks.

Piutang Accounts receivables

Credit risk is the risk that the Group will incur a loss arising from its customers, clients or counterparties that fail to discharge their contractual obligations. There are no significant concentrations of credit risk. The Group manages and controls this credit risk by setting limits on the amount of risk it is willing to accept for individual customers and by monitoring exposures in relation to such limits.

The Company and its subsidiaries' management applies periodically trade receivables aging review and collection to eliminate its credit risk.

The table below summarizes the maximum exposure to credit risk for the components in the statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019:

31 Desember 2019/
December 31, 2019
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Neither past due nor impaired 46.183.077.210 72.162.224.277 Belum jatuh tempo dan tidak
mengalami penurunan nilai
Telah jatuh tempo dan tidak
Past due but not impaired 22.819.560.643 40.017.228.148 mengalami penurunan nilai
Impaired 20.873.346.209 81.116.672.926 Mengalami penurunan nilai
Total 89.875.984.062 193.296.125.351 Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai aset keuangan lancar.

As of December 31, 2020 and 2019, Group's financial assets are classified as current assets.

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan)

ii. Manajemen risiko tingkat bunga ii. Interest rate risk management

Risiko suku bunga atas nilai wajar dan arus kas adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Grup terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan utang bank jangka panjang dengan suku bunga mengambang. Grup mengelola risiko ini dengan melakukan pinjaman dari bank yang dapat memberikan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari bank lain.

Tabel berikut ini menunjukkan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum pajak penghasilan dipengaruhi oleh tingkat suku bunga mengambang sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

  • b. Financial Risk Management Policies and Objectives (continued)

Fair value and cash flow interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Group is exposed to the risk of changes in market interest rates relating primarily to its long-term bank loans. The Group manages this risk by entering into loan agreement with bank which gives lower interest rate than other banks.

The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably change in interest rates on that portion of loans. With all other variables held constant, the income before corporate income tax expense is affected through the impact on floating rate loans are as follows:

Kenaikan/
penurunan
dalam
satuan poin/
Increase/
decrease
in basis point
Dampak
terhadap
laba sebelum
beban pajak/
Effect on income
before tax expenses
31 Desember 2020 December 31, 2020
Rupiah -100 17.387.248.359 Rupiah
Rupiah +100 (17.387.248.359) Rupiah

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perusahaan dan entitas anaknya menunjukkan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Grup mengawasi dan mempertahankan tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasi Grup dan untuk mengurangi dampak dari fluktuasi arus kas. Grup juga secara teratur mengevaluasi proyeksi dan aktual arus kas dan terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mempertahankan fleksibilitas dalam penggalangan dana dengan berkomitmen dengan fasilitas kredit tersedia.

iii. Manajemen risiko likuiditas iii. Liquidity risk management

Liquidity risk is defined as the risk when the cash flow position of the Company and its subsidiaries indicates that the short-term revenue is not enough to cover the short-term expenditure.

In the management of liquidity risk, the Group monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group's operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. The Group also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including its long-term loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets to maintain flexibility in funding by keeping committed credit facilities available.

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan)

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontrak pada tanggal 31 Desember 2020:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

b. Financial Risk Management Policies and Objectives (continued)

iii. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan) iii. Liquidity risk management (continued)

The table below summarizes the maturity profile of the Group's financial liabilities based on contractual payments as of December 31, 2020:

< 1 tahun/
< 1 year
1 - 5 tahun/
1 - 5 years
> 5 tahun/
> 5 years
Total/
Total
Utang bank jangka pendek 141.214.658.450 - - 141.214.658.450 Short-term bank loan
Utang usaha - pihak ketiga 105.351.074.948 - - 105.351.074.948 Trade payables - third parties
Utang lain-lain - pihak ketiga 67.682.894.073 - - 67.682.894.073 Other payables - third parties
Beban akrual 184.718.047.652 - - 184.718.047.652 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja Short-term employee
jangka pendek 21.812.983.867 - - 21.812.983.867 benefits liabilities
Utang bank jangka panjang 631.196.940.438 2.994.255.325.923 822.541.449.681 4.447.993.716.042 Long-term bank loans
Liabilitas sewa 4.146.984.916 7.028.433.161 - 11.175.418.077 Lease liabilities
Utang pembiayaan konsumen 37.966.000 - - 37.966.000 Consumer financing payables
Uang jaminan sewa 11.812.885.516 123.923.078.933 - 135.735.964.449 Security deposits
Total Liabilitas 1.167.974.435.860 3.125.206.838.017 822.541.449.681 5.115.722.723.558 Total Liabilities

iv. Manajemen risiko nilai tukar mata uang asing

Mata uang pelaporan Grup adalah rupiah. Grup dapat menghadapi risiko mata uang asing karena biaya beberapa pembelian utamanya dalam mata uang asing - dolar Amerika Serikat. Apabila pembelian Grup di dalam mata uang selain rupiah, dan tidak seimbang dalam hal kuantitas/jumlah dan/atau pemilihan waktu, Grup harus menghadapi risiko mata uang asing.

Grup tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju pertukaran mata uang asing.

iv. Foreign exchange risk management

The Group's reporting currency is the rupiah. The Group faces foreign currency risk as the costs of certain key purchases are denominated in foreign currencies - U.S. dollar. To the extent that the purchases of the Group are denominated in currencies other than the rupiah, and are not evenly matched in terms of quantity/volume and/or timing, the Group has exposure to foreign currency risk.

The Group does not have any formal hedging policy for foreign exchange exposure.

Setara dengan Rupiah/
Equivalent in Rupiah
27 Mei 2021/
May 27, 2021
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Mata Uang Asing/
Foreign Currency
Assets Aset
Cash and cash equivalents 1.325.818.303.995 1.304.546.930.308 92.488.197 US\$ Kas dan setara kas
Liabilities
Short-term
Liabilitas
Utang bank
bank loans
Trade payables -
143.350.000.000 141.050.100.000 10.000.000 US\$ jangka pendek
Utang usaha -
third parties
Other payables -
397.796.250 391.413.750 27.750 US\$ pihak ketiga
Utang lain-lain -
third parties 452.283.585 445.023.503 31.551 US\$ pihak ketiga
Accrued expenses
Long-term
9.982.377.940 9.822.225.092 696.364 US\$ Beban akrual
Utang bank
bank loans 860.100.000.000 846.300.600.000 60.000.000 US\$ jangka panjang
Total liabilities 1.014.282.457.775 998.009.362.345 Total liabilitas
Net assets 311.535.846.220 306.537.567.963 Aset neto

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (lanjutan)

iv. Manajemen risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)

Sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini, nilai mata uang rupiah telah mengalami perubahan berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

b. Financial Risk Management Policies and Objectives (continued)

iv. Foreign exchange risk management (continued)

The rupiah currency has changed in value based on the middle rates of exchange published by Bank Indonesia as shown below:

Mata Uang Asing 31 Desember/
December 31,
2020
27 Mei/
May 27,
2021
Foreign Currency
1 Dolar Amerika Serikat (US\$) 14.105 14.335 1 United States dollar (US\$)

Jika aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2020 disajikan dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal 27 Mei 2021, maka aset neto dalam mata uang asing, sebagaimana yang disajikan di atas, akan naik sebesar Rp4.998.278.257.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan, beserta nilai tercatatnya pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Had the assets and liabilities denominated
in foreign currencies as of December 31,
2020 been reflected using the above middle
rates of exchange as of May 27, 2021, the
net foreign currency-denominated assets,
as presented above, would have increased
by approximately Rp4,998,278,257.

c. Nilai wajar instrumen keuangan c. Fair value of financial instruments

The fair value of financial assets and liabilities, and their carrying values as of December 31, 2020 are as follows:

Nilai buku/
Book value
Financial assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables - third parties - net
Other receivables - third parties
406.125.443.500 Other current financial assets
294.131.756.585 Other non-current financial assets
2.485.473.011.582 Total
Financial liabilities
Trade payables - third parties
67.682.894.073 Other payables - third parties
184.718.047.652 Accrued expenses
Short-term employee
21.812.983.867 benefits liabilities
3.254.721.717.652 Bank loans
11.175.418.077 Lease liabilities
37.966.000 Consumer financing payables
158.831.684.363 Security deposits
3.804.331.786.632 Total
1.662.889.729.344
112.179.452.425
10.146.629.728
105.351.074.948
Nilai wajar/
Fair value
1.662.889.729.344
112.179.452.425
10.146.629.728
406.125.443.500
294.131.756.585
2.485.473.011.582
105.351.074.948
67.682.894.073
184.718.047.652
21.812.983.867
3.325.549.437.550
11.175.418.077
37.966.000
108.304.889.078
3.824.632.711.245

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan, beserta nilai tercatatnya pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

c. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) c. Fair value of financial instruments (continued)

The fair value of financial assets and liabilities, and their carrying values as of December 31, 2019 are as follows:

Nilai buku/
Book value
Nilai wajar/
Fair value
Aset keuangan Financial assets
Kas dan setara kas 2.384.940.859.916 2.384.940.859.916 Cash and cash equivalents
Piutang usaha - pihak ketiga - neto 69.002.637.853 69.002.637.853 Trade receivables - third parties - net
Piutang lain-lain - pihak ketiga 6.236.810.186 6.236.810.186 Other receivables - third parties
Aset keuangan lancar lainnya 336.131.997.000 336.131.997.000 Other current financial assets
Aset keuangan tidak lancar lainnya 61.303.017.536 61.303.017.536 Other non-current financial assets
Total 2.857.615.322.491 2.857.615.322.491 Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Utang usaha - pihak ketiga 77.635.098.518 77.635.098.518 Trade payables - third parties
Utang lain-lain - pihak ketiga 44.403.132.302 44.403.132.302 Other payables - third parties
Beban akrual 127.667.006.925 127.667.006.925 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja Short-term employee
karyawan jangka pendek 20.342.166.195 20.342.166.195 benefits liabilities
Utang bank jangka panjang 1.225.730.959.490 1.235.661.247.009 Long-term bank loans
Utang pembiayaan konsumen 152.743.000 152.743.000 Consumer financing payables
Uang jaminan sewa 91.956.013.263 59.094.004.739 Security deposits
Total 1.587.887.119.693 1.564.955.398.688 Total

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan didefinisikan dan disajikan dalam jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties), bukanlah dalam penjualan yang dipaksakan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai tercatat dari instrumen keuangan Grup telah mendekati nilai wajarnya.

The fair values of the financial assets and liabilities are defined and presented at the amounts at which the instruments could be exchanged in a current transaction between willing parties, other than in a forced sale or liquidation.

As of December 31, 2020 and 2019, the carrying values of the Group's financial instruments approximate their fair values.

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan:

  1. Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek 1. Short-term financial assets and liabilities

Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha - pihak ketiga - neto, piutang lain-lain - pihak ketiga, aset keuangan lancar lainnya, utang usaha pihak ketiga, utang lain-lain - pihak ketiga, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank, liabilitas sewa, utang pembiayaan konsumen yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan uang jaminan sewa) mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek.

  1. Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang 2. Long-term financial assets and liabilities

Instrumen keuangan jangka panjang terdiri dari aset keuangan tidak lancar lainnya, utang bank jangka panjang - neto, liabilitas sewa dan uang jaminan sewa.

Nilai wajar dari aset keuangan tidak lancar dicatat sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Tidak praktis untuk mengestimasi nilai wajar dari aset tersebut karena tidak ada jangka waktu pembayaran yang pasti walaupun tidak diharapkan untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

Nilai wajar dari liabilitas jangka panjang ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

c. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) c. Fair value of financial instruments (continued)

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instruments:

Short-term financial instruments with remaining maturities of one year or less (cash and cash equivalent, trade receivables - third parties - net, other receivables - third parties, other current financial assets, trade payables - third parties, other payables - third parties, accrued expenses, short-term employee benefits liabilities, current maturities of bank loans, lease liabilities, consumer financing payables and security deposits) approximate their carrying amounts due to their short-term nature.

Long-term financial instruments consist of other non-current financial assets, longterm bank loans - net, lease liabilities and security deposits.

Fair value of non-current assets is carried at historical cost because their fair values cannot be reliably measured. It is not practical to estimate the fair values of such assets because there are no fixed repayment terms although these are not expected to be settled within 12 months after the consolidated statement of financial position date.

The fair value of long-term debts is determined by discounting future cash flows using applicable rates from observable current market transactions for instruments with similar terms, credit risk and remaining maturities.

35. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)

Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-masing kelas instrumen keuangan: (lanjutan)

  1. Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang (lanjutan)

Grup menggunakan hierarki berikut ini untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan:

  • Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.
  • Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik teknik valuasi, dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknikv teknik valuasi, dimana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

35. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND CAPITAL RISK (continued)

c. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) c. Fair value of financial instruments (continued)

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instruments: (continued)

2. Long-term financial assets and liabilities (continued)

The Group uses the following hierarchy for determining the fair value of financial instruments:

  • Level 1: Fair values measured based on quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.
  • Level 2: Fair values measured based on valuation techniques for which all inputs which have a significant effect on the recorded fair values are observable, either directly or indirectly.
  • Level 3: Fair values measured based on valuation techniques for which inputs which have a significant effect on the recorded fair values are not based on observable market data.

Pada tanggal 8 Agustus, 2018, 2 (dua) pembeli rumah toko melayangkan gugatan, yaitu Gugatan Nomor 18/Pdt.G/2018/PN.Spt ("Gugatan No. 18") dan Gugatan Nomor 19/Pdt.G/2018/PN.Spt ("Gugatan No. 19") terhadap DA, entitas anak NWP terkait dengan keterlambatan serah terima ruko yang telah dibeli oleh para Penggugat.

Pada tanggal 27 Februari 2019, Pengadilan Negeri Sampit telah memberikan keputusan atas Gugatan No. 18, yaitu untuk mengabulkan tuntutan Penggugat dan memutuskan DA untuk membayar Rp312.188.762 kepada Penggugat. Di samping itu, Pengadilan Negeri Sampit turut mengabulkan tuntutan balasan oleh DA, dimana Penggugat diputuskan untuk membayar Rp104.416.950 kepada DA atas biaya-biaya terkait kepemilikan ruko tersebut.

Pada tanggal 27 Maret 2019, Pengadilan Negeri Sampit telah memberikan keputusan atas Gugatan No. 19, yaitu untuk mengabulkan tuntutan Penggugat dan memutuskan DA untuk membayar Rp312.188.762 kepada Penggugat. Di samping itu, Pengadilan Negeri Sampit turut mengabulkan tuntutan balasan oleh DA, dimana Penggugat diputuskan untuk membayar Rp104.416.950 kepada DA atas biaya-biaya terkait kepemilikan ruko tersebut.

Pada tahun 2019, DA telah melunasi seluruh kewajiban terkait litigasi ini.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

36. LITIGASI 36. LITIGATION

On August 8, 2018, 2 (two) buyers of shophouses submitted lawsuit, i.e. Case Number 18/Pdt.G/2018/PN.Spt ("Case No. 18") and Case Number 19/Pdt.G/2018/PN.Spt ("Case No. 19") against DA, a NWP's subsidiary related to late handover of the shophouses purchased by the Plaintiffs.

On February 27, 2019, the District Court of Sampit has rendered its decision on Case No. 18 which approved the Plaintiff's claim and order DA to pay Rp312,188,762 to the Plaintiff. On the other hand, the District Court of Sampit also granted DA's counterclaim, where the Plaintiff was ordered to pay Rp104,416,950 to DA for the costs resulting from the ownership of the shophouse.

On March 27, 2019, the District Court of Sampit has rendered its decision on Case No. 19 which approved the plaintiff's claim and order DA to pay Rp312,188,762 to the Plaintiff. On the other hand, the District Court of Sampit also granted DA's counterclaim, where the Plaintiff was ordered to pay Rp104,416,950 to DA for the costs resulting from the ownership of the shophouse.

In 2019, DA has fully paid all of its obligation regarding of this litigation.

Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

37. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 37. SUPPLEMENTARY CASH FLOWS INFORMATION

Supporting information of consolidated statements of cash flows with respect to activities that do not affect cash flows are as follows:

tanggal 31 Desember/
Year ended December 31,
2020 2019
Reclassification to
Reklasifikasi ke properti investasi dari: investment properties from:
Tanah untuk pengembangan 171.340.664.707 - Land for development
Pajak dibayar di muka dan uang Prepaid taxes and
muka proyek 12.170.789.485 - advance project cost
Penambahan properti investasi dari: Addition of investment properties from:
Uang muka pembelian tanah dan Advances for purchase of land and
konstruksi properti investasi 78.114.874.184 52.335.622.500 contructions of investment properties
Utang usaha, utang lain-lain dan Trade payables, other payables and
beban akrual 49.188.360.321 123.628.828.692 accrued expenses
Uang muka proyek 9.249.009.976 7.553.009.126 Advance project cost
Setoran modal kepentingan Share subscription of
nonpengedali - entitas anak - 40.300.000.000 non-controlling interest - subsidiary
Uang muka pemulihan bencana - 8.223.304.024 Advance for disaster recovery
Reklasifikasi dari properti investasi ke: Reclassification of investment properties to:
Aset tetap 16.345.911.700 - Fixed assets
Persediaan 65.000.000 - Inventories
Beban operasi lainnya 5.250.000 - Other operating expense
Reklasifikasi dari utang bank ke Reclassification of bank loan to
biaya dibayar di muka 13.470.192.892 - prepaid expenses
Penghapusan uang muka proyek Disposal of advance for
ke beban operasi lainnya 9.464.634.834 - project to other operating expense
Penambahan biaya transaksi Addition of transaction costs
utang bank melalui kenaikan of bank loan through increase of
utang usaha dan beban akrual 6.739.513.300 1.891.291.000 trade payables and accrued expenses
Penambahan biaya transaksi Addition of deferred transaction cost
melalui biaya dibayar di muka 5.960.978.883 14.898.013.912 through prepaid expenses
Perolehan aset takberwujud Acquisition of intangible assets
melalui kenaikan utang usaha, through increase of trade payables,
beban akrual dan utang lain-lain 3.153.464.015 - accrued expenses and other payables
Pengaruh perubahan selisih kurs mata uang
asing terhadap bank yang Effect of changes in foreign exchange
dibatasi penggunaannya 442.702.825 - rate on restricted cash in banks
Penambahan aset hak-guna Increase in right-of-use assets
melalui liabilitas sewa 338.536.614 - through lease liabilities
Penambahan aset tetap melalui Addition of fixed assets through
uang muka pembelian aset tetap 57.103.042 347.138.664 advance for purchase of fixed assets
Reclassification of inventories
Reklasifikasi dari persediaan ke aset tetap 1.056.000 - to fixed assets
Perolehan aset tetap melalui kenaikan Acquisition fixed asset through increase
utang usaha dan utang lain-lain - 10.024.701.076 of trade payables and other payables
Penambahan uang muka pembelian
tanah dan proyek melalui kenaikan Increase in advance for purchase
utang usaha dan utang lain-lain - 1.312.140.200 trade payables and other payables
Penghapusan uang muka pembelian tanah Disposal of advance for purchase
ke beban operasi lainnya - (725.024.721) of land to other operating expense

Tahun yang berakhir pada

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut:

37. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (lanjutan) 37. SUPPLEMENTARY CASH FLOWS INFORMATION (continued)

Changes in liabilities arising from financing activities in the consolidated cash flow statement are as follows:

1 Januari 2020/
January 1, 2020
Arus kas/
Cash flows
Penambahan
melalui transaksi
non kas dan
reklasifikasi/
Addition through
non cash
transaction and
reclassification
Efek kurs/
Forex effect
Penerapan awal
PSAK 73/
Initial adoption
of PSAK 73
Amortisasi
biaya transaksi/
Amortization of
31 Desember 2020/
transaction cost December 31, 2020
Utang bank
Liabilitas sewa
Utang pembiayaan konsumen
-
152.743.000
1.225.730.959.490 2.056.337.498.733
(2.539.141.300)
(114.777.000)
338.536.614
-
769.700.809 (33.629.300.000)
-
-
-
12.384.519.268
-
991.503.495
-
5.512.858.620 3.254.721.717.652
11.175.418.077
Bank loans
Lease liabilities
37.966.000 Consumer financing payables
Total 1.225.883.702.490 2.053.683.580.433 1.108.237.423 (33.629.300.000) 12.384.519.268 6.504.362.115 3.265.935.101.729 Total
1 Januari 2019/
January 1, 2019
Arus Kas/
Cash Flows
Penambahan
melalui transaksi
non kas/
Addition through
non cash
transaction
Amortisasi
biaya transaksi/
Amortization of
transaction cost
31 Desember
2019/
December 31,
2019
Utang bank
Utang pembiayaan konsumen
846.255.987.081
258.691.000
363.642.767.482
(105.948.000)
13.006.722.912
-
2.825.482.015 1.225.730.959.490
-
152.743.000 Bank loans
Consumer financing payables
Total 846.514.678.081 363.536.819.482 13.006.722.912 2.825.482.015 1.225.883.702.490 Total

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Juni 2020 Effective beginning on or after June 1, 2020

a. Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Konsesi Sewa terkait Covid-19

Pada tanggal 30 Mei 2020, DSAK IAI menerbitkan Konsesi Sewa Terkait Covid-19 amandemen PSAK 73: Sewa. Amandemen tersebut memberikan kelonggaran bagi lessee untuk menerapkan pedoman PSAK 73 tentang modifikasi sewa akuntansi untuk konsesi sewa yang timbul sebagai akibat langsung dari pandemi Covid-19. Sebagai cara praktis, lessee dapat memilih untuk tidak menilai apakah konsesi sewa terkait Covid-19 dari lessor merupakan modifikasi sewa. Lessee yang membuat pemilihan ini memperhitungkan setiap perubahan dalam pembayaran sewa yang dihasilkan dari konsesi sewa terkait Covid-19 dengan cara yang sama akan menjelaskan perubahan berdasarkan PSAK 73, jika perubahan tersebut bukan merupakan modifikasi sewa.

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective.

a. Amendments to PSAK 73: Covid-19 Related Rent Concessions

On May 30, 2020, the DSAK IAI published Covid-19-Related Rent Concessions amendment to PSAK 73: Leases. The amendments provide relief to lessee from applying PSAK 73 guidance on lease modification accounting for rent concessions arising as a direct consequence of the Covid-19 pandemic. As a practical expedient, a lessee may elect not to assess whether a Covid-19 related rent concession from a lessor is a lease modification. A lessee that makes this election accounts for any change in lease payments resulting from the Covid-19 related rent concession the same way it would account for the change under PSAK 73, if the change were not a lease modification.

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Juni 2020 (lanjutan)

a. Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Konsesi Sewa terkait Covid-19 (lanjutan)

Amandemen tersebut berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Juni 2020. Penerapan lebih dini diperkenankan. Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan Grup.

b. Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis

Amandemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis mengklarifikasi unsur bisnis bahwa untuk dipertimbangkan sebagai suatu bisnis, suatu rangkaian terintegrasi dari aktivitas dan aset yang diakuisi mencakup, minimum, input dan proses substantif yang bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap kemampuan untuk menghasilkan output.

Amendemen ini efektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau setelah awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2021 dan untuk akuisisi aset yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut dengan penerapan lebih dini diperkenankan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective. (continued)

Effective beginning on or after June 1, 2020 (continued)

a. Amendments to PSAK 73: Covid-19 Related Rent Concessions (continued)

The amendment applies to annual reporting periods beginning on or after June 1, 2020. Earlier application is permitted. This amendment had no impact on the financial statements of the Group.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 Effective beginning on or after January 1, 2021

b. Amendments to PSAK 22: Definition of a Business

The amendment to PSAK 22 Business Combinations clarifies that to be considered a business, an integrated set of activities and assets must include, at a minimum, an input and a substantive process that, together, significantly contribute to the ability to create output. Furthermore, it clarifies that a business can exist without including all of the inputs and processes needed to create outputs.

These amendments effective for business combinations for which the acquisition date is on or after the beginning of the first annual reporting period beginning on or after January 1, 2021 and to asset acquisitions that occur on or after the beginning of that period with earlier application permitted.

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021 (lanjutan)

c. Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2

Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 diadopsi dari IFRS tentang Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 membahas isu yang mungkin mempengaruhi pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga dengan acuan alternatif yang baru. Amendemen ini mengubah persyaratan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62: Kontrak Asuransi dan PSAK 73: Sewa yang terkait dengan:

  • perubahan dasar untuk menentukan arus kas kontraktual dari aset keuangan, liabilitas keuangan dan liabilitas sewa;
  • akuntansi lindung nilai; dan
  • pengungkapan.

Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 hanya berlaku untuk perubahan yang disyaratkan oleh reformasi acuan suku bunga untuk instrumen keuangan dan hubungan lindung nilai.

Amendemen ini berlaku efektif per 1 Januari 2021 dengan penerapan lebih dini diperkenankan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective. (continued)

Effective beginning on or after January 1, 2021 (continued)

c. Amendments to PSAK 71: Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2

Amendments to PSAK 71, Amendments to PSAK 55, Amendments to PSAK 60, Amendments to PSAK 62 and Amendments to PSAK 73 concerning Interest Rate Reference Reform - Phase 2 were adopted from IFRS concerning Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 addresses issues that may affect financial reporting during the benchmark interest rate reform, including the impact of changes in contractual cash flows or hedging relationships that arise from replacing the benchmark interest rate with a new alternative reference. These amendments amend the requirements of PSAK 71: Financial Instruments, PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62: Insurance Contracts and PSAK 73: Leases related to:

  • changes in the basis for determining the contractual cash flows of financial assets, financial liabilities and lease liabilities;
  • hedge accounting; and
  • disclosure.

Interest Rate Reference Reform - Stage 2 applies only to changes required by the benchmark interest rate reform for financial instruments and hedge relationships.

These amendments are effective as of January 1, 2021 with earlier application permitted.

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. (lanjutan)

d. Amandemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak

Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.

Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak meliputi biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari:

    1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
    1. Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontak.

Entitas menerapkan amendemen tersebut pada kontrak yang belum terpenuhi semua kewajibannya pada awal periode pelaporan tahunan yang mana entitas pertama kali menerapkan amendemen (tanggal aplikasi awal). Entitas tidak menyajikan kembali informasi komparatif. Sebagai gantinya, entitas mengakui dampak kumulatif dari penerapan awal amendemen sebagai penyesuaian terhadap saldo awal atas saldo laba atau komponen ekuitas lainnya, sebagaimana mestinya, pada tanggal aplikasi awal. Penerapan lebih dini diperkenankan.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective. (continued)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 Effective beginning on or after January 1, 2022

d. Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs

This amendment clarifies the cost of fulfilling a contract in relation to determining whether a contract is a burdensome contract.

The amendments to PSAK 57 provide that costs to fulfill a contract comprise of costs that are directly related to the contract. Costs that are directly related to the contract consist of:

  • 1. Incremental costs to fulfill the contract, and
  • 2. Allocation of other costs that are directly related to fulling the contract.

An entity shall apply those amendments to contracts existing at the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendments (the date of initial application). The entity shall not restate comparative information. Instead, the entity shall recognize the cumulative effect of initially applying the amendments as an adjustment to the opening balance of retained earnings (or other component of equity, as appropriate) at the date of initial application. Earlier application is permitted.

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 (lanjutan)

e. Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71: Instrumen Keuangan

Penyesuaian ini mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan) yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang dibayar atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.

Entitas menerapkan penyesuaian untuk liabilitas keuangan yang dimodifikasi atau dipertukarkan pada atau setelah awal periode pelaporan tahunan di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut. Penerapan lebih dini diperkenankan.

f. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

Amandemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amandemen tersebut menjelaskan:

  • Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian
  • Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan
  • Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas
  • Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective. (continued)

Effective beginning on or after January 1, 2022 (continued)

e. 2020 Annual Improvements - PSAK 71: Financial Instruments

These improvements clarify the fees that are recognized by the borrower in relation to derecognition of financial liabilities. In determining the fee to be paid after deducting the fee received, the borrower only includes the fees paid or received between the borrower and lender, including fees paid or received by either the borrower or lender on other's behalf.

An entity applies the improvements to financial liabilities that are modified or exchanged on or after the beginning of the annual reporting period in which the entity first applies the amendment. Earlier application is permitted.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 Effective beginning on or after January 1, 2023

f. Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current

The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or noncurrent. The amendments clarify:

  • • What is meant by a right to defer settlement
  • • That a right to defer must exist at the end of the reporting period
  • • That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right
  • • That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification

38. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)

Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ("DSAK"), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 (lanjutan)

d. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang (lanjutan)

Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan harus diterapkan secara retrospektif. Penerapan lebih dini diperkenankan.

Grup sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasian.

a. Pada tanggal 20 Desember 2011, GD dan KBT, keduanya entitas anak NWP, dengan Swiss-belhotel International Trademarks Limited dan Swiss-Pacific Limited menandatangani perjanjian manajemen dan perjanjian jasa teknis praoperasi untuk mengalihkan penerima jasa manajemen hotel yang diberikan oleh Swiss-pacific Limited dan Swiss-belhotel International Trademarks Limited dari KBT ke GD. Sebelumnya, perjanjian-perjanjian tersebut ditandatangani oleh KBT dengan Swiss-belhotel International Trademarks Limited dan Swiss-Pacific Limited pada tanggal 20 Desember 2010. Jangka waktu perjanjian ini berakhir dalam waktu 10 tahun dari tanggal softopening hotel.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

38. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE (continued)

The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board ("DSAK"), but not yet effective for current financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective. (continued)

Effective beginning on or after January 1, 2023 (continued)

d. Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current (continued)

The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and must be applied retrospectively. Earlier application is permitted.

The Group is presently evaluating and has not yet determined the effects of these accounting standards on its consolidated financial statements.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN SIGNIFIKAN 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

a. On December 20, 2011, GD and KBT, both NWP's subsidiaries, with Swiss-belhotel International Trademarks Limited and Swiss-Pacific Limited signed management agreement and pre-operations technical services agreement to amend the recipient of the hotel management services provided by Swiss-pacific Limited and Swiss-belhotel International Trademarks Limited from KBT to GD. Previously, the related agreements were entered by KBT with Swissbelhotel International Trademarks Limited and Swiss-Pacific Limited on December 20, 2010. This agreement will be expired within 10 years from the soft-opening date of the hotel.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

  • b. Pada tanggal 1 Juli 2011, PK, entitas anak NWP, mengadakan perjanjian pengelolaan hotel untuk proyek hotel yang terletak di Gorontalo, Sulawesi Utara dengan PT Prashanti International Indonesia, dimana PK akan menggunakan merek Maqna Hotel. Perjanjian ini berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal efektif dan dapat diperpanjang sebanyak 2 (dua) kali (masing-masing 10 (sepuluh) tahun) kemudian sesuai dengan persyaratan yang tertera pada perjanjian tersebut.
  • c. Pada tanggal 1 Februari 2019, AHP, entitas anak NWP, mengadakan perjanjian pengelolaan hotel untuk proyek hotel yang terletak di Ketapang, Kalimantan Barat dengan PT Archipelago International Indonesia, dimana AHP akan menggunakan merek Fave Hotel. Perjanjian ini berlaku selama 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang selama 10 (sepuluh) tahun kemudian sesuai dengan persyaratan yang tertera pada perjanjian tersebut.
  • d. Pada tanggal 28 Februari 2019, KKD, entitas anak NWP, mengadakan perjanjian pengelolaan hotel untuk proyek hotel yang terletak di Prabumulih, Sumatera Selatan dengan PT Archipelago International Indonesia, dimana KKD akan menggunakan merek Fave Hotel. Perjanjian ini berlaku selama 10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang selama 10 (sepuluh) tahun kemudian sesuai dengan persyaratan yang tertera pada perjanjian tersebut.
  • e. Selama tahun 2020, Grup melakukan transaksi forward dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk, yang telah dieksekusi dalam berbagai tanggal antara Februari sampai dengan Maret 2020. Dampak dari transaksi forward tersebut, dicatat sebagai bagian dari "Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Neto" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

  • b. On July 1, 2011, PK, a NWP's subsidiary, entered into hotel management agreement for hotel project located at Gorontalo, North Sulawesi with PT Prashanti International Indonesia, on which PK will use Maqna Hotel brand. This agreement is valid for 10 (ten) years since the effective date and can be extended up to 2 (two) times (10 (ten) years each) in accordance with the requirement stated in the agreement.
  • c. On February 1, 2019, AHP, a NWP's subsidiary, entered into hotel management agreement for hotel project located at Ketapang, West Kalimantan with PT Archipelago International Indonesia, on which AHP will use Fave Hotel brand. This agreement is valid for 10 (ten) years and can be extended for another 10 (ten) years in accordance with the requirement stated in the agreement.
  • d. On February 28, 2019, KKD, a NWP's subsidiary, entered into hotel management agreement for hotel project located at Prabumulih, South Sumatra with PT Archipelago International Indonesia, on which KKD will use Fave Hotel brand. This agreement is valid for 10 (ten) years and can be extended for another 10 (ten) years in accordance with the requirement stated in the agreement.
  • e. During 2020, the Company entered into forward transaction deals with PT Bank CIMB Niaga Tbk, which have been executed on various dates between February to March 2020. The effects of the forward transactions are recorded as part of "Gain (Loss) on Forex - Net" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020.

39. PERJANJIAN DAN IKATAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

f. Entitas anak mengadakan perjanjian kerja dengan beberapa pihak untuk pembangunan proyek pusat perbelanjaan yang berlokasi di Semarang, Cianjur, Bondowoso, Kendari dan Bontang. Perjanjian kerja yang signifikan adalah sebagai berikut:

Kontraktor dan pemasok/ Contractor and supplier

Semarang

PT Teno Tract Indonesia

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Struktur/ Structure

Cianjur

PT Waringin Megah

Bondowoso

Kendari

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Struktur/ Structure

Bontang

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

39. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

f. The subsidiaries entered into work agreement with several parties for the construction of various shopping malls located in Semarang, Cianjur, Bondowoso, Kendari and Bontang. The significant work agreements are as follows:

Sifat Pekerjaan/ Nature of Works:

Pengadaan pondasi tiang pancang pile material/ Procurement of Bored Pile PT Terapan Nilaiosilasi Pengadaan pondasi tiang pancang pile material/ Procurement of Bored Pile

PT Piter Gan Architect Konsultan Design Arsitektur/ Architecture Design Consultant Callison RTKL Asia Limited Konsultan Design Arsitektur/ Architecture Design Consultant

Struktur dan arsitektur/ Structure and architecture PT Unicorn Tosan Perkasa Pekerjaan Mekanikal Elektrikal Plumbing/ Mechanical Electrical Plumbling work

PT Retindo Jaya Struktur dan arsitektur/ Structure and architecture PT Alkonusa Teknik Inetrkon Mekanikal dan listrik/ Mechanical and electrical

PT Teno Tract Indonesia Pengadaan pondasi tiang pancang pile material/ Procurement of Bored Pile PT Terapan Nilaiosilasi Pengadaan pondasi tiang pancang pile material/ Procurement of Bored Pile

PT Brantas Abipraya (Persero) Pengadaan pondasi, Struktur dan Konsultan Desain Arsitektur/ Procurement of foundation, Structure and Architecture Design Consultant PT Jaya Kencana Pekerjaan Mekanikal Elektrikal Plumbing/ Mechanical Electrical Plumbling work

40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN

a. Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluasluasnya bagi rakyat Indonesia secara merata, dalam rangka memenuhi penghidupan yang layak.

PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan.

Sampai dengan tanggal 27 Mei 2021, Grup masih mempelajari dampak dari penerapan PP 35/2021 tersebut yang akan direfleksikan dalam pelaporan keuangan konsolidasian Grup periode berikutnya.

  • b. Pada tanggal 5 Maret 2021, NWA, entitas anak NWP, dan Permata menandatangani Addendum Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan dimana kedua belah pihak setuju untuk mengubah salah satu ketentuan dalam Perjanjian Kredit mengenai syarat rasio finansial menjadi:
  • Current ratio minimal 1 kali
  • Debt to equity ratio maksimal 3 kali
  • Debt service coverage ratio minimum 1,2 kali

dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Current Ratio adalah current assets dibagi dengan current liabilities;
  • Debt to Equity Ratio adalah total liabilities dibagi dengan equity, dimana utang pemegang saham yang ada sudah disubordinasikan dan diperhitungkan sebagai bagian dari Equity;
  • DSCR adalah (beginning cash + operating cash flows) / (principal payment + interest payment)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

40. SUBSEQUENT EVENTS AFTER REPORTING PERIOD

a. On February 2, 2021, the Government promulgated and enforced Government Regulation Number 35 Year 2021 (PP 35/2021) to implement the provisions of Article 81 and Article 185 (b) of Law no. 11/2020 concerning Job Creation (Cipta Kerja), which aims to create the widest possible employment opportunities for the Indonesian people evenly, in order to fulfill a decent living.

PP 35/2021 regulates the work agreement for a certain time (non-permanent employees), outsourcing, working time, rest time and termination of employment, which can affect the minimum benefits that must be paid to employees.

As of May 27, 2021, the Group is still studying the impact of the implementation of PP 35/2021 which will be reflected in the Group's consolidated financial reporting for the next period.

  • b. On March 5, 2021, NWA, a NWP's subsidiary, and Permata signed Addendum on Banking Facility Agreement whereby both parties agreed to amend one of the conditions in the Credit Facility Agreement pertaining the financial ratios requirements into:
  • - Current ratio of mínimum 1 times
  • - Debt to equity ratio of maximum 3 times
  • - Debt service coverage ratio of minimum 1.2 times

with conditions as follows:

  • - Current ratio refers to current assets divided by current liabilities;
  • - Debt to Equity Ratio refers to total liabilities divided by equity, whereby shareholder loans have been subordinated and are taken into account into part of Equity;
  • - DSCR is (beginning cash + operating cash flows) / (principal payment + interest payment)

40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN (lanjutan)

c. Pada tanggal 11 Februari 2021, NWP melalui entitas anaknya, yaitu PRC telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli ("PPJB") dengan PT Pradani Sukses Abadi, PT Indofica, Budi Yanto Lusli dan PT Kelola Sukses Pradani untuk mengakuisisi pusat perbelanjaan yang dimiliki pihak ketiga tersebut.

Pada tanggal 30 April 2021, NWP melalui entitas anaknya, yaitu PRC telah menandatangani Akta Jual Beli ("AJB") dengan PT Pradani Sukses Abadi, PT Indofica, Budi Yanto Lusli dan PT Kelola Sukses Pradani untuk mengakuisisi pusat perbelanjaan yang dimiliki pihak ketiga tersebut.

  • d. Pada tanggal 14 April 2021, KMP, anak perusahaan NWP, menandatangani Akta Jual Beli dengan pihak ketiga untuk membeli 4 (empat) bidang tanah yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.
  • e. Berdasarkan akta notaris Audrey Tedja S.H., M.Kn. No. 3 tanggal 12 April 2021, NWP bersama-sama dengan NWK, entitas anak NWP telah mendirikan PT Lintang Buwana Ekatra masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0028834.AH.01.01 Tahun 2021 tanggal 27 April 2021.
  • f. Berdasarkan akta notaris Audrey Tedja S.H., M.Kn. No. 4 tanggal 12 April 2021, NWP bersama-sama dengan NWK, entitas anak NWP, telah mendirikan PT Dwimegah Miri Sentosa masing-masing dengan kontribusi modal sebesar Rp2.490.000.000 dan Rp10.000.000. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0028842.AH.01.01 Tahun 2021 tanggal 27 April 2021.
  • g. Pada tanggal 11 Mei 2021, PRC, entitas anak NWP, dan CIMB menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas dimana PRC mendapat fasilitas kredit sebesar Rp250.000.000.000 dengan jangka waktu 8 (delapan) tahun. Pada tanggal 21 Mei 2021, PRC telah melakukan penarikan atas fasilitas tersebut sebesar Rp250.000.000.000.

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

40. SUBSEQUENT EVENTS AFTER REPORTING PERIOD (continued)

c. On February 11, 2021, NWP through its subsidiary, PRC has entered into a Conditional Sale and Purchase Agreement ("CSPA") with PT Pradani Sukses Abadi, PT Indofica, Budi Yanto Lusli dan PT Kelola Sukses Pradani to acquire the shopping mall owned by those third parties.

On April 30, 2021, NWP through its subsidiary, PRC has entered into a Conditional Sale and Purchase Agreement ("CSPA") with PT Pradani Sukses Abadi, PT Indofica, Budi Yanto Lusli dan PT Kelola Sukses Pradani to acquire the shopping mall owned by those third parties.

  • d. On April 14, 2021, KMP, a NWP's subsidiary, has signed Sale and Purchase Deed with third party to acquire 4 (four) plots of land which located at Kendari, Southeast Sulawesi.
  • e. Based on Notarial Deed No. 3 of Audrey Tedja S.H., M.Kn. dated April 12, 2021, NWP together with NWK, a NWP's subsidiary established PT Lintang Buwana Ekatra with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0028834.AH.01.01 Tahun 2021 dated April 27, 2021.
  • f. Based on Notarial Deed No. 4 of Audrey Tedja S.H., M.Kn. dated April 12, 2021, NWP together with NWK, a NWP's subsidiary, established PT Dwimegah Miri Sentosa with capital contribution amounted to Rp2,490,000,000 and Rp10,000,000, respectively. The Deed of Establishment has been approved by Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0028842.AH.01.01 Tahun 2021 dated April 27, 2021.
  • g. On May 11, 2021, PRC, a NWP's subsidiary, and CIMB signed Facility Agreement where PRC obtain facility credit amounting to Rp250,000,000,000 with terms of 8 (eight) years. On May 21, 2021, PRC has withdrawn the facility amounting to Rp250,0000,000,

Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan pertama kali dari PSAK 71 dan PSAK 73 adalah sebagai berikut:

PSAK 71 PSAK 71

Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

41. DAMPAK PENERAPAN PSAK 71 DAN PSAK 73 41. IMPACT OF IMPLEMENTATION OF PSAK 71 AND PSAK 73

The impact to the Group's consolidated financial statements for the first-time adoption of the PSAK 71 and PSAK 73 are as follows:

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilities

The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to PSAK 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with PSAK 71 as of January 1, 2020:

Catatan/Notes Klasifikasi
Berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
PSAK 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
PSAK 71
January 1, 2020
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
PSAK 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
PSAK 71
January 1, 2020
Aset keuangan/Financial assets
Kas dan setara kas/
Cash and cash equivalents
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortised cost
2.384.940.859.916 2.384.940.859.916
Piutang usaha - pihak ketiga - neto/
Trade receivables - third parties - net
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortised cost
69.002.637.853 62.937.439.617
Piutang lain-lain - pihak ketiga - neto/
Other receivables - third parties - net
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortised cost
6.236.810.186 6.236.810.186
Aset keuangan lancar lainnya/
Other current financial assets
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortised cost
336.131.997.000 336.131.997.000
Aset tidak lancar lainnya/
Other non-current assets
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortised cost
61.303.017.536 61.303.017.536
Liabilitas keuangan/Financial liabilities
Utang usaha - pihak ketiga/
Trade payables - third parties
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
77.635.098.518 77.635.098.518
Utang lain-lain/
Other payables
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost amortised cost 44.403.132.302 44.403.132.302

41. DAMPAK PENERAPAN PSAK 71 DAN PSAK 73 (LANJUTAN)

Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan pertama kali dari PSAK 71 dan PSAK 73 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020: (lanjutan)

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

41. IMPACT OF IMPLEMENTATION OF PSAK 71 AND PSAK 73 (CONTINUED)

The impact to the Group's consolidated financial statements for the first-time adoption of the PSAK 71 and PSAK 73 are as follows: (continued)

PSAK 71 (lanjutan) PSAK 71 (continued)

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) Classification of financial assets and liabilities (continued)

The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to PSAK 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with PSAK 71 as of January 1, 2020: (continued)

Catatan/Notes Klasifikasi
Berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
PSAK 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
PSAK 71
January 1, 2020
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
PSAK 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
PSAK 71
January 1, 2020
Liabilitas keuangan (lanjutan)/
Financial liabilities (continued)
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek/
Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan
Short-term employee benefit liabilities pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
20.342.166.195 20.342.166.195
Beban akrual/
Accrued expenses
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
127.667.006.925 127.667.006.925
Utang bank jangka panjang/
Long-term bank loans
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
1.225.730.959.490 1.225.730.959.490
Utang pembiayaan konsumen/
Consumer financing payables
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
152.743.000 152.743.000
Uang jaminan sewa/
Security deposits
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortised cost
59.094.004.739 59.094.004.739

41. DAMPAK PENERAPAN PSAK 71 DAN PSAK 73 (LANJUTAN)

Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan pertama kali dari PSAK 71 dan PSAK 73 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Berikut ini menggambarkan dampak atas penerapan PSAK 71 pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2020:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

41. IMPACT OF IMPLEMENTATION OF PSAK 71 AND PSAK 73 (CONTINUED)

The impact to the Group's consolidated financial statements for the first-time adoption of the PSAK 71 and PSAK 73 are as follows: (continued)

PSAK 71 (lanjutan) PSAK 71 (continued)

The following represent impact of implementation of PSAK 71 to the consolidated statement of financial position as of January 1, 2020:

Saldo sebelum
Penerapan PSAK 71/
Balance before
Implementation
of PSAK 71
Klasifikasi dan
Pengukuran/
Classification
and
Measurement
Kerugian kredit
Ekspektasian/
Expected
Credit Loss
Saldo Setelah
Penerapan
PSAK 71/
Balance After
Implementation of
PSAK 71
69.002.637.853 - (6.065.198.236) 62.937.439.617
(225.722.530.778)
4.099.369.144.011
-
-
(1.779.534.703)
(4.285.663.533)
(227.502.065.481 )
4.095.083.480.478

PSAK 73 PSAK 73

Tabel berikut menyajikan dampak atas penerapan awal PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020:

The following table presents the impact of the initial implementation of PSAK 73 on January 1, 2020:

1 Januari 2020/January 1, 2020
Sebelum
penyesuaian/
Before
adjustment
Penyesuaian
PSAK 73/
PSAK 73
Adjustments
Setelah
penyesuaian/
After
adjustment
Aset Assets
Bagian lancar biaya dibayar di muka 612.846.000 (612.846.000) - Current portion of prepaid expenses
Aset tidak lancar lainnya 378.899.233 (378.899.233) - Other non-current
Aset hak-guna - neto - 13.376.264.501 13.376.264.501 Right-of-use assets - net
Liabilitas Liabilities
Liabilitas sewa - 12.384.519.268 12.384.519.268 Lease liabilities

Akun biaya dibayar di muka, beban akrual dan liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek dalam laporan keuangan konsolidasian per tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun pada laporan keuangan konsolidasian per tanggal dan tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2020. Perbandingan antara jumlah yang dilaporkan seperti sebelumnya dan setelah direklasifikasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

PT CITY RETAIL DEVELOPMENTS Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 and for the Year Then Ended (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

42. REKLASIFIKASI AKUN 42. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS

Accounts prepaid expenses, accrued expenses, short-term employee benefits liabilities in the consolidated financial statements as of and for the year ended December 31, 2019 have been reclassified to conform to the presentation of accounts in the consolidated financial statements as of and for the year ended December 31, 2020. Comparison between the amount previously reported before and after reclassification for the year ended December 31, 2019 is as follow:

31 Desember 2019/
December 31, 2019
Dilaporkan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Reklasifikasi/
Reclassification
Direklasifikasi/
As Reclassified
Bagian lancar biaya
dibayar di muka
6.419.284.901 2.240.328.578 8.659.613.479 Current portion of
prepaid expenses
Biaya dibayar di muka - setelah
dikurangi bagian lancar
65.055.994.087 (2.240.328.578) 62.815.665.509 Prepaid expenses - net
of current portion
Beban akrual 128.397.408.430 (730.401.505) 127.667.006.925 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja karyawan
jangka pendek
19.611.764.690 730.401.505 20.342.166.195 Short-term employee
benefits liabilities

COVID-19 COVID-19

Operasi Grup telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus Covid-19. Dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk dampak terhadap pertumbungan ekonomi, penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan gangguan operasi bisnis. Dampak masa depan dari virus Covid-19 terhadap Indonesia dan Grup masih belum dapat ditentukan saat ini. Peningkatan jumlah infeksi Covid-19 yang signifikan atau penyebaran yang berkepanjangan dapat mempengaruhi Indonesia dan Grup.

Manajemen berkeyakinan bahwa dampak dari disrupsi yang disebutkan di atas telah tercermin secara wajar dalam laporan keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Meskipun demikian, manajemen berkeyakinan bahwa Grup masih berada dalam posisi keuangan yang kuat dan mampu mengatasi dampak dari penyebaran Covid-19 dan melanjutkan strategi dan tujuan bisnisnya di masa yang akan datang.

43. HAL LAINNYA 43. OTHER MATTER

The Group's operation has and may continue to be impacted by the outbreak of Covid-19 virus. The effects of Covid-19 virus to the global and Indonesian economy include effect to economic growth, decline in capital markets, increase in credit risk, depreciation of foreign currency exchange rates and disruption of business operation. The future effects of the outbreak of Covid-19 virus to Indonesia and the Group are unclear at this time. A significant rise in the number of Covid-19 virus infections or prolongation of the outbreak may affect Indonesia and the Group.

The management believes that the impact of the disruptions mentioned above have been fairly reflected in the Group's consolidated financial statements for the year ended December 31, 2020. Nevertheless, the management believes that the Group is still in a strong financial position and able to overcome the impact of the Covid-19 outbreak and continue executing its business strategies and objectives in the future.