AI assistant
Central Omega Resources Tbk — Management Reports 2020
Dec 31, 2020
69187_rns_2020-12-31_f26ceceb-7df9-4d6c-8e7e-108186ad257c.pdf
Management Reports
Open in viewerOpens in your device viewer
LAMPIRAN
PT. CENTRAL OMEGA RESOURCES TBK (“PERSEROAN”)
PENJELASAN ATAS PERUBAHAN DIATAS 20% DARI TOTAL AKUN-AKUN ASET DAN LIABITIES PADA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (AUDITED) DIBANDING AKUN YANG SAMA PADA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PER TANGGAL 31 DESEMBER 2019 (AUDITED) ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
-
A. Kas dan setara kas mengalami kenaikan sebesar 76% dari Rp23,82 miliar menjadi sebesar Rp41,91 miliar dikarenakan adanya penempatan deposito di bank Victoria.
-
B. Piutang usaha mengalami kenaikan sebesar 345% dari Rp6,12 miliar menjadi sebesar Rp27,25 miliar dikarenakan masih adanya sisa piutang penjualan export Fero Nikel dan penjualan Nickel Ore kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo.
-
C. Piutang lain-lain mengalami penurunan sebesar 64% dari Rp.11,32 miliar menjadi sebesar Rp. 4,03 miliar dikarenakan adanya pencadangan atas piutang ke PT. Megatrend Semesta.
-
D. Aset eksplorasi dan evaluasi mengalami penurunan sebesar 81% dari Rp.62 miliar menjadi Rp11,86 miliar dikarenakan adanya pembebanan atas asset eksplorasi dan evaluasi yang sudah selesai di tambang.
-
E. Kas yang dibatasi penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 716 % dari Rp. 1,67 miliar menjadi Rp. 13,63 miliar dikarenakan adanya penempatan jaminan reklamasi.
-
F. Pinjaman jangka pendek mengalami penurunan sebesar 100% dari Rp.70,93 miliar menjadi Rp.0 dikarenakan adanya pelunasan.
-
G. Utang usaha mengalami kenaikan sebesar 74% dari Rp.144,19 miliar menjadi sebesar Rp.251,07 miliar dikarenakan adanya pembelian bahan baku yang belum jatuh tempo.
-
H. Utang pajak mengalami kenaikan sebesar 159% dari Rp.1,10 menjadi sebesar Rp.2,84 miliar dikarenakan naiknya hutang pajak bumi dan bangunan dan hutang pajak penghasilan pasal 29.
-
I. Uang muka lain-lain mengalami kenaikan sebesar 24% dari Rp.534,11 miliar menjadi sebesar Rp.660,94 miliar dikarenakan adanya penerimaan uang muka penjualan Fero Nickel dari Fujian Xingda & Shanghai Baoshuo.
-
J. Kewajiban sewa mengalami penurunan sebesar 35% dari Rp. 7,6 miliar menjadi sebesar Rp.4,9 miliar dikarenakan adanya pembayaran ke PT. Anugerah Utama Multifinance.