AI assistant
Barito Pacific Tbk — Audit Report / Information 2020
Dec 31, 2020
69094_rns_2020-12-31_47bd0c6d-74b9-4ab8-b91e-59a2c48f4cd4.pdf
Audit Report / Information
Open in viewerOpens in your device viewer

| Halaman/ | |
|---|---|
| Page | |
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT
| LAPORAN | KEUANGAN KONSOLIDASIAN – Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 |
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS For the years ended December 31, 2020, 2019 and 2018 |
|
|---|---|---|---|
| Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian | 1 | Consolidated Statements of Financial Position | |
| Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian |
3 | Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income |
|
| Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian | 4 | Consolidated Statements of Changes in Equity | |
| Laporan Arus Kas Konsolidasian | 5 | Consolidated Statements of Cash Flows | |
| Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian | 6 | Notes to Consolidated Financial Statements |
SURAT PERNYATAAN DIREKSI DIRECTORS' STATEMENT LETTER
| LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN – Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 |
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – For the years ended December 31, 2020, 2019 and 2018 |
|
|---|---|---|
| Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian | 1 | Consolidated Statements of Financial Position |
| Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian |
3 | Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income |
| Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian | 4 | Consolidated Statements of Changes in Equity |
| Laporan Arus Kas Konsolidasian | 5 | Consolidated Statements of Cash Flows |

Imelda & Rekan Registered Public Accountants License No. 308/KM.1/2020 The Plaza Office Tower 32nd Floor Jl. M.H. Thamrin Kav 28-30 Jakarta 10350 Indonesia
Tel: +62 21 5081 8000 Fax: +62 21 2992 8200, 2992 8300 Email: [email protected] www.deloitte.com/id
Laporan Auditor Independen Independent Auditor's Report
No. 00072/2.1265/AU.1/1208-2/1/III/2021 No. 00072/2.1265/AU.1/1208-2/1/III/2021
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Barito Pacific Tbk
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Barito Pacific Tbk dan entitas anak terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, laporan perubahan ekuitas konsolidasian dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.
Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Tanggung Jawab Auditor
Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian bebas dari kesalahan penyajian material.
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The Stockholders, Board of Commissioners and Directors
PT Barito Pacific Tbk
We have audited the accompanying consolidated financial statements of PT Barito Pacific Tbk and its subsidiaries, which comprise the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020, and the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, consolidated statement of changes in equity, and consolidated statement of cash flows for the year then ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information.
Management's Responsibility for the Consolidated Financial Statements
Management is responsible for the preparation and fair presentation of these consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of the consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error.
Auditor's Responsibility
Our responsibility is to express an opinion on these consolidated financial statements based on our audit. We conducted our audit in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Those standards require that we comply with ethical requirements and plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the consolidated financial statements are free from material misstatement.
An audit involves performing procedures to obtain audit evidence about the amounts and disclosures in the consolidated financial statements. The procedures selected depend on the auditor's judgment, including the assessment of the risks of material misstatement of the consolidated financial statements, whether due to fraud or error. In making those risk assessments, the auditor considers internal control relevant to the entity's preparation and fair presentation of the consolidated financial statements in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the entity's internal control. An audit also includes evaluating the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates made by management, as well as evaluating the overall presentation of the consolidated financial statements.
Imelda & Rekan
Deloitte refers to one or more of Deloitte Touche Tohmatsu Limited, a UK private company limited by guarantee ("DTTL"), its network of member firms, and their related entities. DTTL and each of its member firms are legally separate and independent entities. DTTL (also referred to as "Deloitte Global") does not provide services to clients. Please see www.deloitte.com/id/about to learn more about our global network of member firms.
Imelda & Rekan
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Opini
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Barito Pacific Tbk dan entitas anak tanggal 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
We believe that the audit evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our audit opinion.
Opinion
In our opinion, the accompanying consolidated financial statements present fairly, in all material respects, the consolidated financial position of PT Barito Pacific Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020 and their consolidated financial performance and consolidated cash flows for the year then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
IMELDA & REKAN
Theodorus Bambang Dwi K.A. Izin Akuntan Publik/ Public Accountant License No. AP 1208
26 Maret 2021/March 26, 2021
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Catatan/ | December 31, | December 31, | December 31, | ||
| Notes | 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| ASET | ASSETS | ||||
| ASET LANCAR | CURRENT ASSETS | ||||
| Kas dan setara kas | 5 | 1.135.310 | 744.202 | 800.572 | Cash and cash equivalents |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya | 18 | 185.590 | 143.481 | 440.755 | Restricted cash in banks |
| Aset keuangan lainnya - lancar | 95.122 | 87.854 | 47.815 | Other financial assets - current | |
| Piutang usaha - bersih | 6,44 | 225.314 | 260.843 | 249.391 | Trade accounts receivable - net |
| Piutang lain-lain - bersih | 7,44 | 11.882 | 78.726 | 16.968 | Other accounts receivable - net |
| Finance lease receivables - current | |||||
| Piutang sewa pembiayaan - lancar | 8 | 6.570 | 5.937 | 5.367 | maturities |
| Persediaan - bersih | 9 | 276.354 | 307.945 | 275.091 | Inventories - net |
| Pajak dibayar dimuka | 10 | 86.903 | 156.010 | 154.698 | Prepaid taxes |
| Uang muka dan biaya dibayar dimuka | 11 | 33.130 | 42.970 | 51.232 | Advances and prepaid expenses |
| Aset lancar lainnya | 502 | 165 | 1.086 | Other current assets | |
| Jumlah Aset Lancar | 2.056.677 | 1.828.133 | 2.042.975 | Total Current Assets | |
| ASET TIDAK LANCAR | NONCURRENT ASSETS | ||||
| Piutang lain-lain - bersih | 7,44 | 264.205 | 65.380 | 65.137 | Other accounts receivable - net |
| Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi | Finance lease receivables - net of | ||||
| bagian lancar | 8 | 387.692 | 394.262 | 400.199 | current maturities |
| Aset pajak tangguhan - bersih | 39 | 213 | 375 | 313 | Deferred tax assets - net |
| Beban yang ditangguhkan | 12 | 17.630 | 22.715 | 28.705 | Deferred charges |
| Uang muka investasi | 44,46u | 23.004 | 83.144 | 7.061 | Advances for investment |
| Investasi pada entitas asosiasi dan | Investments in associates and joint | ||||
| ventura bersama | 13 | 162.582 | 25.374 | 26.811 | venture |
| Aset keuangan lainnya - tidak lancar | 7.035 | 7.135 | 6.790 | Other financial assets - noncurrent | |
| Advances for purchase of property, | |||||
| Uang muka pembelian aset tetap | 7.109 | 65.702 | 41.409 | plant and equipment | |
| Aset keuangan derivatif | 46o | 3.477 | 136 | 8.696 | Derivative financial assets |
| Suku cadang dan perlengkapan | 9 | 21.784 | 20.925 | 20.599 | Spareparts and equipment |
| Aset biologis - hutan tanaman industri | 14 | - | 7.954 | 7.772 | Biological assets - industrial timber plantations |
| Properti investasi - bersih | 41.641 | 25.250 | 11.345 | Investment properties - net | |
| Aset hak-guna | 15 | 18.344 | - | - | Right-of-use assets |
| Aset tetap - bersih | 16 | 2.666.341 | 2.584.943 | 2.354.458 | Property, plant and equipment - net |
| Aset sewa operasi | 17 | 358.041 | 351.475 | 316.671 | Property on operating lease |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya | 18 | 5.428 | 4.572 | 9.098 | Restricted cash in banks |
| Tagihan restitusi pajak | 19 | 9.160 | 6.776 | 6.505 | Claims for tax refund |
| Aset tidak berwujud - bersih | 20 | 1.628.972 | 1.683.952 | 1.684.585 | Intangible assets - net |
| Aset tidak lancar lainnya | 3.824 | 4.232 | 3.362 | Other noncurrent assets | |
| Jumlah Aset Tidak Lancar | 5.626.482 | 5.354.302 | 4.999.516 | Total Noncurrent Assets | |
| JUMLAH ASET | 7.683.159 | 7.182.435 | 7.042.491 | TOTAL ASSETS | |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DESEMBER 2020, 2019 AND 2018 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 (Continued)
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Catatan/ | December 31, | December 31, | December 31, | ||
| Notes | 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| LIABILITAS DAN EKUITAS | LIABILITIES AND EQUITY | ||||
| LIABILITAS JANGKA PENDEK | CURRENT LIABILITIES | ||||
| Utang usaha | 21,44 | 725.636 | 690.407 | 569.519 | Trade accounts payable Other accounts payable and advance |
| Utang lain-lain dan uang muka yang diterima | 79.735 | 54.775 | 49.529 | payments received | |
| Utang lain-lain kepada pihak berelasi | 44 | 715 | 79.893 | 23.558 | Other accounts payable to related party |
| Utang pajak | 22 | 33.923 | 35.429 | 35.808 | Taxes payable |
| Biaya yang masih harus dibayar Utang bank jangka pendek |
24 | 59.755 709 |
58.798 72 |
59.841 - |
Accrued expenses Short-term bank loan |
| Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo | Long-term liabilities - current | ||||
| dalam waktu satu tahun: | maturities: | ||||
| Liabilitas sewa | 23 | 2.168 | - | - | Lease liabilities |
| Utang lembaga keuangan non-bank | 26 | 4 | - | Non-bank financial institutional loan | |
| Utang bank jangka panjang Utang obligasi dan wesel bayar |
24 25 |
91.528 105.341 |
167.926 18.331 |
366.145 64.010 |
Long-term bank loans Bonds and notes payable |
| Jumlah Liabilitas Jangka Pendek | 1.099.536 | 1.105.635 | 1.168.410 | Total Current Liabilities | |
| LIABILITAS JANGKA PANJANG | NONCURRENT LIABILITIES | ||||
| Liabilitas pajak tangguhan - bersih | 39 | 865.894 | 899.861 | 891.743 | Deferred tax liabilities - net |
| Liabilitas kontrak Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi |
2 | 17.634 | - | - | Contract liabilities |
| bagian yang jatuh tempo dalam waktu | Long-term liabilities - net of current | ||||
| satu tahun: | maturities: | ||||
| Liabilitas sewa | 23 | 7.835 | - | - | Lease liabilities |
| Utang lembaga keuangan non-bank | 9 | 6 | - | Non-bank financial institutional loan | |
| Utang bank jangka panjang Utang obligasi dan wesel bayar |
24 25 |
476.345 2.196.056 |
1.335.658 1.013.663 |
1.308.282 915.672 |
Long-term bank loans Bonds and notes payable |
| Liabilitas keuangan derivatif | 46o | 5.422 | 11.384 | 10.126 | Derivative financial liabilities |
| Liabilitas imbalan kerja | 26 | 60.844 | 57.969 | 43.914 | Employment benefits obligation |
| Estimasi biaya pembongkaran aset tetap | 2.623 | 2.452 | 2.302 | Decommissioning cost | |
| Jumlah Liabilitas Jangka Panjang | 3.632.662 | 3.320.993 | 3.172.039 | Total Noncurrent Liabilities | |
| JUMLAH LIABILITAS | 4.732.198 | 4.426.628 | 4.340.449 | TOTAL LIABILITIES | |
| EKUITAS | EQUITY | ||||
| Ekuitas yang diatribusikan kepada | Equity attributable to owners | ||||
| pemilik Entitas Induk | of the Company | ||||
| Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham | Capital stock - par value of Rp 100 per share | ||||
| pada 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: Rp 100 per saham dan 31 Desember 2018: |
at December 31, 2020 (December 31, 2019: Rp 100 per share and December 31, 2018: |
||||
| Rp 500 per saham) | Rp 500 per share) | ||||
| Modal dasar - 279.000.000.000 saham | Authorized - 279,000,000,000 shares at | ||||
| pada 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: | December 31, 2020 ( December 31, 2019: | ||||
| 279.000.000.000 saham dan 31 Desember 2018: | 279,000,000,000 shares and December 31, | ||||
| 55.800.000.000 saham) | 2018: 55,800,000,000 shares) Issued and fully paid - |
||||
| Modal ditempatkan dan disetor penuh - | 93,388,796,190 shares at December 31, | ||||
| 93.388.796.190 saham pada 31 Desember 2020 | 2020 (December 31, 2019: 89,015,998,170 | ||||
| (31 Desember 2019: 89.015.998.170 saham dan | shares and December 31, 2018: | ||||
| 31 Desember 2018: 17.791.586.878 saham) | 27 | 978.875 | 948.025 | 947.615 | 17,791,586,878 shares) |
| Tambahan modal disetor Komponen ekuitas lainnya |
28 30 |
96.177 135.942 |
127.718 135.942 |
126.594 179.189 |
Additional paid-in capital Other equity component |
| Penghasilan komprehensif lain | 31 | (92.305) | (210.653) | (208.956) | Other comprehensive income |
| Saldo laba - sejak kuasi reorganisasi | Retained earnings since quasi - | ||||
| pada tanggal 30 Juni 2011 | reorganization on June 30, 2011 | ||||
| Ditentukan penggunaannya | 2.550 | 2.100 | 1.500 | Appropriated | |
| Tidak ditentukan penggunaannya | 214.378 | 180.445 | 136.915 | Unappropriated | |
| Jumlah | 1.335.617 | 1.183.577 | 1.182.857 | Total | |
| Dikurangi biaya perolehan saham treasuri - | Less costs of treasury stock - | ||||
| 560.073.400 saham pada 31 Desember 2020 | 560,073,400 shares at December 31, 2020 | ||||
| (31 Desember 2019: 502.436.000 saham dan 31 Desember 2018: 100.487.200 saham) |
29 | (10.607) | (8.041) | (8.041) | (December 31, 2019: 502,436,000 shares and December 31, 2018: 100,487,200 shares) |
| Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada | Total Equity attributable to owners of | ||||
| pemilik Entitas Induk | 1.325.010 | 1.175.536 | 1.174.816 | the Company | |
| Kepentingan nonpengendali | 32 | 1.625.951 | 1.580.271 | 1.527.226 | Non-controlling interests |
| Jumlah Ekuitas | 2.950.961 | 2.755.807 | 2.702.042 | Total Equity | |
| JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS | 7.683.159 | 7.182.435 | 7.042.491 | TOTAL LIABILITIES AND EQUITY |
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018
| Catatan/ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Notes | 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| OPERASI YANG DILANJUTKAN | CONTINUING OPERATIONS | ||||
| PENDAPATAN | 33,44 | 2.334.170 | 2.402.466 | 3.075.561 | REVENUES |
| BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN | COST OF REVENUES AND DIRECT | ||||
| BEBAN LANGSUNG | 34 | 1.750.773 | 1.823.015 | 2.270.124 | COSTS |
| LABA KOTOR | 583.397 | 579.451 | 805.437 | GROSS PROFIT | |
| Beban penjualan | 35 | (50.519) | (42.173) | (40.472) | Selling expenses |
| Beban umum dan administrasi | 36 | (107.491) | (111.947) | (102.764) | General and administrative expenses |
| Beban keuangan | 37 | (213.689) | (185.026) | (208.349) | Finance costs |
| Kerugian kurs mata uang asing - bersih | (10.069) | (2.159) | (12.284) | Loss on foreign exchange - net | |
| Bagian laba (rugi) entitas asosiasi dan ventura | Share in profit (loss) of associates | ||||
| bersama - bersih | 16.536 | (3.383) | (8.445) | and joint venture - net | |
| Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih | 38 | 26.307 | 41.906 | 22.686 | Other gains and losses - net |
| LABA SEBELUM PAJAK | 244.472 | 276.669 | 455.809 | PROFIT BEFORE TAX | |
| BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH | 39 | (103.089) | (139.289) | (197.643) | INCOME TAX EXPENSE - NET |
| LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN |
141.383 | 137.380 | 258.166 | PROFIT FOR THE YEAR FROM CONTINUING OPERATIONS |
|
| OPERASI YANG DIHENTIKAN | DISCONTINUED OPERATIONS | ||||
| Rugi dari operasi yang dihentikan | Post-tax loss from discontinued | ||||
| setelah pajak | 42 | - | - | (16.100) | operations |
| LABA BERSIH TAHUN BERJALAN | 141.383 | 137.380 | 242.066 | NET PROFIT FOR THE YEAR | |
| PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN | OTHER COMPREHENSIVE INCOME | ||||
| Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi | Items that will not be reclassified | ||||
| ke laba rugi: | subsequently to profit or loss: | ||||
| Pengukuran kembali atas program | Remeasurement of defined | ||||
| imbalan pasti, setelah pajak | 2.750 | (2.783) | 5.562 | benefits obligation, net of tax | |
| Pos-pos yang akan direklasifikasi | Items that may be reclassified | ||||
| ke laba rugi: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan |
(5.031) | 4.013 | (5.151) | subsequently to profit or loss: Foreign currency translation adjustment |
|
| Cadangan lindung nilai arus kas | 2.359 | (14.830) | 10.214 | Hedging reserves for cash flow hedge | |
| Bagian penghasilan komprehensif lain entitas | Share in other comprehensive income of | ||||
| asosiasi dan ventura bersama - bersih | (12.210) | - | - | associates and joint venture - net | |
| Keuntungan (kerugian) nilai wajar bersih atas | |||||
| aset keuangan yang diukur pada FVTOCI/ | Net fair value gain (loss) on financial | ||||
| tersedia untuk dijual | (168) | 2.012 | (20) | assets at FVTOCI/available-for-sale | |
| Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain | Total other comprehensive income | ||||
| tahun berjalan | (12.300) | (11.588) | 10.605 | (loss) for the year | |
| JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN |
129.083 | 125.792 | 252.671 | TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR |
|
| LABA BERSIH TAHUN BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: |
NET PROFIT FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: |
||||
| Pemilik entitas induk | 36.274 | 44.130 | 72.226 | Owners of the Company | |
| Kepentingan nonpengendali | 32 | 105.109 | 93.250 | 169.840 | Non-controlling interests |
| Laba bersih tahun berjalan | 141.383 | 137.380 | 242.066 | Net profit for the year | |
| JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN | TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR | ||||
| BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk |
25.379 | 42.433 | 72.879 | THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Owners of the Company |
|
| Kepentingan nonpengendali | 32 | 103.704 | 83.359 | 179.792 | Non-controlling interests |
| Jumlah Penghasilan Komprehensif | Total Comprehensive Income | ||||
| Tahun Berjalan | 129.083 | 125.792 | 252.671 | for the Year | |
| LABA (RUGI) PER SAHAM **) | EARNINGS (LOSS) PER SHARE **) | ||||
| (dalam Dolar Amerika Serikat penuh) | 40 | (in United States Dollar full amount) | |||
| Dasar | Basic | ||||
| Operasi yang dilanjutkan | 0,00039 | 0,00049 | 0,0011 | From continuing operations | |
| Operasi yang dihentikan | - | - | (0,0002) | From discontinued operations | |
| Dilusi | Diluted | ||||
| Operasi yang dilanjutkan | 0,00039 | 0,00049 | 0,0011 | From continuing operations | |
| Operasi yang dihentikan | - | - | (0,0002) | From discontinued operations |
**) Telah disesuaikan sehubungan dengan dampak **) Adjusted including the effects of nominal pemecahan nilai nominal saham (Catatan 40) stock split (Note 40)
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018
| PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK | PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES |
|---|---|
| LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN | CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY |
| Catatan/ Notes |
Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Issued and fully paid capital stock |
Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital |
Komponen ekuitas lainnya/ Other equity components |
Penghasilan komprehensif lain/ Other comprehensive income |
Ekuitas entitas anak yang berasal dari kombinasi bisnis/ Equity in subsidiaries resulting from business combination |
Ditentukan Appropriated |
Saldo laba/ Retained earnings Tidak ditentukan penggunaannya/ penggunaannya/ Unappropriated |
Saham treasuri/ Treasury stocks |
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk/ Equity attributable to the owners of the Company |
Kepentingan nonpengendali/ Non-controlling interests |
Jumlah ekuitas/ Total equity |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$'000 | US\$'000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Saldo per 1 Januari 2018 | 811.899 | 161.600 | 179.189 | (203.931) | 210.157 | - | 126.675 | (4.576) | 1.281.013 | 1.391.198 | 2.672.211 | Balances as of January 1, 2018 | |
| Penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu | 135.716 | 490.599 | - | - | - | - | - | - | 626.315 | - | 626.315 | Rights issuance | |
| Saham treasuri Pembagian dividen entitas anak kepada |
29 | - | - | - | - | - | - | - | (3.465) | (3.465) | - | (3.465) Treasury stocks Dividend distributed by subsidiary |
|
| kepentingan nonpengendali | 32 | - | - | - | - | - | - | - | - | - | (44.224) | (44.224) | to non-controlling interests |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan | Change in equity in relation to equity | ||||||||||||
| instrumen ekuitas entitas anak Selisih nilai transaksi restrukturisasi |
32 | - | - | - | - | 307 | - - |
- | 307 | 460 | 767 | instrument in subsidiary Difference in value of restructuring transactions |
|
| entitas sepengendali | 28,41 | - | (525.605) | - | - | (229.395) | - - |
- | (755.000) | - | (755.000) | among entities under common control | |
| Pembagian dividen Cadangan umum |
27 27 |
- - |
- - |
- - |
- - |
- - |
- 1.500 |
(47.233) (1.500) |
- - |
(47.233) - |
- - |
- | (47.233) Dividend distribution General reserve |
| Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan | - | - | - | 653 | - | - 72.226 |
- | 72.879 | 179.792 | 252.671 | Total comprehensive income for the year | ||
| Ekuitas entitas anak yang berasal dari kombinasi bisnis | - | - | - | (5.678) | 18.931 | - (13.253) |
- | - | - | - | Equity in subsidiaries resulting from business combination | ||
| Saldo per 31 Desember 2018 Pembagian dividen dan capital reduction entitas |
947.615 | 126.594 | 179.189 | (208.956) | - | 1.500 | 136.915 | (8.041) | 1.174.816 | 1.527.226 | 2.702.042 | Balance as of December 31, 2018 Dividend distributed and capital reduction by subsidiary |
|
| anak kepada kepentingan nonpengendali | 32 | - | - | - | - | - | - | - | - | - | (24.207) | (24.207) | to non-controlling interests |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan instrumen ekuitas entitas anak Perubahan ekuitas sehubungan transaksi dengan |
32 | - | - | - | - | - | - - |
- | - | 571 | 571 | Change in equity in relation to equity instrument in subsidiary Change in equity due to transaction with non-controlling |
|
| kepentingan nonpengendali atas penambahan investasi pada saham entitas anak |
30 | - | - | (43.247) | - | - | - | - - |
(43.247) | (6.678) | (49.925) | interest related with addition of investment in shares of subsidiary |
|
| Cadangan umum | 27 | - | - | - | - | - | 600 | (600) | - | - | - | - | General reserve |
| Pelaksanaan waran Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan |
27,28 | 410 - |
1.124 - |
- - |
- (1.697) |
- - |
- - - 44.130 |
- - |
1.534 42.433 |
- 83.359 |
1.534 125.792 |
Exercise of warrants Total comprehensive income for the year |
|
| Saldo per 31 Desember 2019 | 948.025 | 127.718 | 135.942 | (210.653) | - | 2.100 | 180.445 | (8.041) | 1.175.536 | 1.580.271 | 2.755.807 | Balance as of December 31, 2019 | |
| Dampak penerapan standar akuntansi baru | 2 | - | - | - | - | - | - (3.827) |
- | (3.827) | (7.100) | (10.927) Effect of the adoption of the new accounting standards | ||
| Saldo per 1 Januari 2020 | 948.025 | 127.718 | 135.942 | (210.653) | - | 2.100 | 176.618 | (8.041) | 1.171.709 | 1.573.171 | 2.744.880 | Balance as of January 1, 2020 | |
| Pembagian dividen dan capital reduction entitas anak kepada kepentingan nonpengendali |
32 | - | - | - | - | - | - | - | - | - | (105.529) | (105.529) | Dividend distributed and capital reduction by subsidiary to non-controlling interests |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan instrumen ekuitas entitas anak |
32 | - | - | - | - | - | - 1.936 |
- | 1.936 | 6.164 | 8.100 | Change in equity in relation to equity instrument in subsidiary |
|
| Perubahan ekuitas sehubungan transaksi dengan kepentingan nonpengendali atas penambahan |
Change in equity due to transaction with non-controlling interest related with addition of investment in |
||||||||||||
| investasi pada saham entitas anak Selisih nilai transaksi restrukturisasi |
32 | - | - | - | - | - | - | - - |
- | 48.441 | 48.441 | shares of subsidiary Difference in value of restructuring transactions |
|
| entitas sepengendali Saham treasuri |
28,42 29 |
- - |
(115.700) - |
- - |
129.243 - |
- - |
- | - - - |
- (2.566) |
13.543 (2.566) |
- - |
13.543 | among entities under common control (2.566) Treasury stocks |
| Cadangan umum | 27 | - | - | - | - | - | 450 | (450) | - | - | - | - | General reserve |
| Pelaksanaan waran | 27,28 | 30.850 | 84.159 | - | - | - | - - |
- | 115.009 | - | 115.009 | Exercise of warrants | |
| Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan | - | - | - | (10.895) | - | - 36.274 |
- | 25.379 | 103.704 | 129.083 | Total comprehensive income for the year | ||
| Saldo per 31 Desember 2020 | 978.875 | 96.177 | 135.942 | (92.305) | - | 2.550 | 214.378 | (10.607) | 1.325.010 | 1.625.951 | 2.950.961 | Balance as of December 31, 2020 | |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018
Catatan/
| Notes | 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES | ||||
| Penerimaan kas dari pelanggan | 2.386.421 | 2.398.699 | 3.136.114 | Cash receipts from customers | |
| Pembayaran kas kepada : | Cash paid to : | ||||
| Pemasok dan lainnya | (1.610.682) | (1.533.241) | (2.171.035) | Suppliers and others | |
| Direksi dan karyawan | (104.065) | (133.960) | (107.884) | Directors and employees | |
| Kas dihasilkan dari operasi | 671.674 | 731.498 | 857.195 | Cash generated from operations | |
| Penerimaan restitusi pajak | 109.554 | 63.679 | 77.898 | Tax restitution received | |
| Pembayaran atas tagihan pajak | (2.482) | - | - | Payment of tax claims | |
| Pembayaran pajak penghasilan | (149.086) | (153.872) | (254.417) | Payment of income taxes | |
| Pembayaran beban keuangan | (198.595) | (182.016) | (163.359) | Payment of finance charges | |
| Arus kas masuk dari aktivitas operasi | Net cash inflows from operating activities | ||||
| atas operasi yang dihentikan | - | - | 24.840 | of discontinued operations | |
| Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi | 431.065 | 459.289 | 542.157 | Net Cash Provided by Operating Activities | |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES | ||||
| Penerimaan bunga | 8.846 | 13.184 | 10.318 | Interest received | |
| Penerimaan dividen tunai | 1.106 | 1.390 | 1.269 | Dividends received | |
| Bagi hasil operasi | - | 2.992 | 1.326 | Operational profit sharing | |
| Piutang lain-lain kepada pihak berelasi | (122.103) | (61.800) | - | Other account receivable from related party | |
| Penempatan investasi pada entitas asosiasi | Placement of investment in an associate and | ||||
| dan ventura bersama | (56.307) | (24.185) | (35) | joint venture | |
| Penempatan pada aset keuangan lainnya | (7.268) | (40.039) | (31.654) | Placement of other financial assets | |
| Payment of advance for purchase of property, | |||||
| Pembayaran uang muka pembelian aset tetap | (4.055) | (62.333) | (36.593) | plant and equipment | |
| Perolehan aset tetap | (135.079) | (415.743) | (370.815) | Acquisition of property, plant and equipment | |
| Penambahan aset tidak berwujud | 20 | - | (1) | (16) | Additions of intangible assets |
| Penambahan suku cadang dan peralatan | (859) | (326) | (1.195) | Additions of spare parts and supplies | |
| Pembayaran uang muka investasi | (6.318) | (81.570) | (7.061) | Payment of advance on investment | |
| Penambahan properti investasi | (15.915) | (13.904) | (166) | Additions of investment property | |
| Penerimaan dari penjualan aset tetap Penambahan investasi pada saham entitas anak |
- - |
80.266 (49.947) |
7 - |
Proceeds from sale of property, plant and equipment Addition of investment in shares of subsidiaries |
|
| Penambahan beban yang ditangguhkan | - | - | (1.144) | Additions to deferred charges | |
| Arus kas keluar neto pelepasan entitas anak | - | - | 63.569 | Net cash inflow on disposal of subsidiaries | |
| Arus kas keluar bersih dari aktivitas | Net cash inflows from investing activities | ||||
| investasi operasi yang dihentikan | - | - | 1.861 | of discontinued operations | |
| Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi | (337.952) | (652.016) | (370.329) | Net Cash Used in Investing Activities | |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES | ||||
| Penerimaan hasil emisi dari penawaran | |||||
| umum terbatas dan waran | 27 | 115.009 | 1.534 | 111.756 | Proceeds from limited public offering and warrants |
| Pembayaran biaya emisi penawaran umum saham | Payment of right issue public offering issuance | ||||
| terbatas Penarikan (penempatan) pada rekening bank |
- | - | (6.172) | costs | |
| yang dibatasi penggunaannya | 18 | (42.965) | 301.800 | (295.279) | Withdrawal (placement) of restricted cash in bank |
| Penerimaan utang bank jangka panjang | 263.768 | 517.007 | 200.171 | Proceeds from long-term bank loans | |
| Penerimaan utang bank jangka pendek | 115.696 | 575 | - | Proceeds from short-term bank loans | |
| Pembayaran liabilitas sewa | (12.885) | - | - | Payment of lease liabilities | |
| Pembayaran biaya perolehan pinjaman | (26.555) | (12.758) | (14.589) | Payment of transaction costs | |
| Denda untuk pembatalan Tranche B | (4.000) | - | - | Penalties for cancellation of Tranche B loan | |
| Pembayaran utang obligasi dan wesel bayar | (40.460) | (62.274) | (9.860) | Payment of bonds and notes payable | |
| Penerimaan utang lembaga keuangan non-bank | 25 | 10 | - | Proceeds from non-bank financial institutional loan | |
| Kontribusi modal dari kepentingan non pengendali | 48.441 | - | - | Capital contribution of noncontrolling interest | |
| Pembayaran dividen dan capital reduction : | Dividend payment and capital reduction: | ||||
| Perusahaan | - | - | (47.223) | The Company | |
| Entitas anak | 32 | (105.529) | (24.207) | (44.224) | Subsidiaries |
| Pembayaran utang bank jangka panjang | 24 | (1.218.121) | (692.733) | (795.200) | Payment of long-term bank loans |
| Pembayaran utang bank jangka pendek | 24 | (115.073) | (503) | - | Payment of short-term bank loans |
| Penerimaan utang obligasi dan wesel bayar | 25 | 1.323.210 | 107.906 | 649.055 | Proceeds from bonds and notes payable |
| Pembelian saham diperoleh kembali | 29 | (2.566) | - | (3.465) | Purchase of treasury stocks |
| Arus kas keluar bersih dari aktivitas | Net cash outflows from financing | ||||
| pendanaan operasi yang dihentikan | - | - | (22.474) | activities of discontinued operations | |
| Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) | Net Cash Provided by (Used in) | ||||
| Aktivitas Pendanaan | 297.995 | 136.357 | (277.504) | Financing Activities | |
| KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH | NET INCREASE (DECREASE) IN CASH | ||||
| KAS DAN SETARA KAS | 391.108 | (56.370) | (105.676) | AND CASH EQUIVALENTS | |
| CASH AND CASH EQUIVALENTS | |||||
| KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN | 5 | 744.202 | 800.572 | 906.248 | AT BEGINNING OF YEAR |
| CASH AND CASH EQUIVALENTS | |||||
| KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN | 5 | 1.135.310 | 744.202 | 800.572 | AT END OF YEAR |
Informasi atas aktivitas investasi yang tidak Information of non-cash investing
mempengaruhi arus kas diungkapkan dalam Catatan 43 activities are disclosed in Note 43
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. which are an integral part of the consolidated financial statements.
| Payment of advance for purchase of property, |
|---|
PT Barito Pacific Tbk ("Perusahaan") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 berdasarkan Akta Notaris Kartini Muljadi, S.H. No. 8 tanggal 4 April 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan. Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.5/195/8 tanggal 23 Juli 1979 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 84, Tambahan No. 24 tanggal 19 Oktober 1979. Berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 33 tanggal 29 Agustus 2007, Perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT Barito Pacific Tbk. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) No. 68 tanggal 24 September 2020, menyetujui perubahan direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebagaimana dinyatakan dalam surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03.03933338 Tahun 2020, tanggal 1 Oktober 2020.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983. Perusahaan berdomisili di Banjarmasin dengan pabrik berlokasi di Jelapat, Banjarmasin. Kantor Perusahaan berada di Jakarta dengan alamat di Wisma Barito Pacific, Jl. Letjen S. Parman Kav. 62-63 Jakarta.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dalam bidang kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan dan transportasi.
Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak ("Grup") sebanyak 3.218 karyawan pada tanggal 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: 3.422 karyawan dan 31 Desember 2018: 3.356 karyawan).
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Barito Pacific. Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
PT Barito Pacific Tbk ("the Company") was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6, year 1968 based on Notarial Deed No. 8 of Kartini Muljadi, S.H. dated April 4, 1979 under the name of PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan. The Company's Articles of Association was approved by the Ministry of Justice in its Decision Letter No. J.A.5/195/8 dated July 23, 1979 and was published in State Gazette of Republic of Indonesia No. 84, Supplement No. 24 dated October 19, 1979. Based on Notarial Deed No. 33 of Benny Kristianto, S.H. dated August 29, 2007, the Company changed its name to PT Barito Pacific Tbk. The Company's Articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 68 of the Extraordinary General Meeting (EGMS), dated September 24, 2020 concerning, changes of the Company's directors. The change has been notified to the Minister of Justice and Human Rights as stated in acceptance letter of Notification of Changes in Articles of Association No. AHU-AH.01.03.03933338 Year 2020, dated October 1, 2020.
The Company started its commercial operations in 1983. The Company is domiciled in Banjarmasin with its plants located in Jelapat, Banjarmasin. The Company's office in Jakarta is located at Wisma Barito Pacific, Jl. Letjen S. Parman Kav. 62-63 Jakarta.
According to article 3 of the Company's Articles of Association, the Company's scope of business activities comprises of forestry related business, plantation, mining, industry, property, trading, renewable energy and transportation.
The Company and its subsidiaries ("the Group") have total number of employees of 3,218 employees as of December 31, 2020 (December 31, 2019: 3,422 employees and December 31, 2018: 3,356 employees).
The Company belongs to a group of companies owned by Barito Pacific. The Company's management consists of the following:
| 31 Desember/ December 31, 2020 |
31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
|---|---|---|---|---|
| Dewan Komisaris Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen |
Prajogo Pangestu Lim Chong Thian Henky Susanto Salwati Agustina |
Prajogo Pangestu Lim Chong Thian Henky Susanto Salwati Agustina |
Prajogo Pangestu Harlina Tjandinegara Alimin Hamdy |
Board of Commissioners President Commissioner Commissioner Independent Commissioners |
| Direksi Direktur Utama Wakil Presiden Utama Direktur |
Agus Salim Pangestu Rudy Suparman David Kosasih David Raimond Sulaiman Diana Arsiyanti |
Agus Salim Pangestu Rudy Suparman Andry Setiawan |
Agus Salim Pangestu Rudy Suparman Andry Setiawan |
Board of Directors President Director Vice President Director Director |
| Direktur Independen | - | David Kosasih | David Kosasih | Independent Director |
| Komite Audit Ketua Anggota |
Henky Susanto Jennywati Soewito Toni Setioko |
Henky Susanto Jennywati Soewito Toni Setioko |
Alimin Hamdy Dikdik Sugiharto Kurniadi |
Audit Committee Chairman Members |
Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Ketua Bapepam (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) dengan Surat No. S-1319/PM/1993 pada tanggal 11 Agustus 1993 untuk melakukan penawaran umum atas 85.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 7.200 per saham. Pada bulan Oktober 1994, Perusahaan menerbitkan saham bonus sebanyak 1 saham untuk setiap saham yang dimiliki melalui kapitalisasi agio saham dengan jumlah keseluruhan 700.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Selanjutnya, pada bulan Desember 2002, Januari dan Agustus 2003, Perusahaan telah mencatatkan tambahan masing-masing 1.177.988.116 saham, 35.524.510 saham dan 3.947.168 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham sehubungan dengan restrukturisasi pinjaman Perusahaan.
Pada tanggal 14 November 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya No. S-5268/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 4.362.432.990 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia).
Pada tanggal 12 Juli 2017, Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Bursa Efek Indonesia dengan Surat No. S-03609/BEI.PPI/07-2017 untuk pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per saham dimana jumlah lembar saham Perusahaan dari 6.979.892.784 saham menjadi 13.959.785.568 saham.
Pada tanggal 22 Mei 2018, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya No. S-54/D.04/2018 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 4.399.777.259 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 31 Juli 2019, Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Bursa Efek Indonesia dengan surat No. S-04354/BEI.PPI/07- 2019 untuk melakukan pemecahan lembar saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 100 per saham, yang mengakibatkan saham beredar Perusahaan meningkat dari 17.801.438.250 saham menjadi 89.007.191.250 saham.
c. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan c. The Company's Bonds Offering
Pada tanggal 13 Desember 2019, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari OJK berdasarkan surat No. S-197/D.04/2019 untuk melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,5 triliun.
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan tersebut, Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019 sejumlah Rp 750 miliar yang terdiri atas Seri A sejumlah Rp 479 miliar jatuh tempo pada 19 Desember 2022 dan Seri B sejumlah Rp 271 miliar jatuh tempo pada tanggal 19 Desember 2024. Obligasi tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada 20 Desember 2019 (Catatan 25).
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. Public Offering of Shares of the Company
The Company obtained the notice of effectivity from Chairman of Bapepam (currently Financial Service Authority/OJK) Letter No. S-1319/PM/1993 dated August 11, 1993, for the public offering of 85,000,000 shares with offering price of Rp 1,000 per share and par value of Rp 7,200 per share. In October 1994, the Company issued bonus shares of one (1) share for every outstanding share totalling 700,000,000 shares with a par value of Rp 1,000 per share. Furthermore, in December 2002, and January and August 2003, the Company issued additional 1,177,988,116 shares, 35,524,510 shares and 3,947,168 shares, with a par value of Rp 1,000 per share, respectively, in connection with the Company's loan restructuring scheme.
On November 14, 2007, the Company obtained the notice of effectivity from the Chairman of OJK in his letter No. S-5268/BL/2007 for its limited offering of 4,362,432,990 shares through Preemptive Rights Issue I to stockholders. These shares were listed in the Jakarta and Surabaya Stock Exchange (currently Indonesia Stock Exchange).
On July 12, 2017, the Company obtained approval from Indonesia Stock Exchange with Letter No. S-03609/BEI.PPI/07-2017 for the stock split from Rp 1,000 per share to become Rp 500 per share, which resulted to the Company's outstanding shares to increase from 6,979,892,784 shares to 13,959,785,568 shares.
On May 22, 2018, the Company obtained the notice of effectivity from the Chairman of OJK in his letter No. S-54/D.04/2018 for its limited offering of up to 4,399,777,259 shares through Preemptive Rights Issue II to stockholders. These shares were listed in the Indonesia Stock Exchange.
On July 31, 2019, the Company obtained approval from Indonesia Stock Exchange with Letter No. S-04354/BEI.PPI/07-2019 for the stock split from Rp 500 per share to become Rp 100 per share, which resulted to the Company's outstanding shares to increase from 17,801,438,250 shares to 89,007,191,250 shares.
On December 13, 2019, the Company obtained notice of effectivity from OJK based on letter No. S-197/D.04/2019 for Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Offering with principal amounting to Rp 1.5 trillion.
In the context of the Bonds' Offering, the Company has issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase I Year 2019 amounting to Rp 750 billion which comprise of Series A amounting to Rp 479 billion with maturity date of December 19, 2022 and Series B amounting to Rp 271 billion with maturity date of December 19, 2024. The Bonds were listed on the Indonesia Stock Exchange on December 20, 2019 (Note 25).
Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap II Tahun 2020 sejumlah Rp 363,48 miliar yang terdiri atas Seri A sejumlah Rp 227,48 miliar jatuh tempo pada 1 April 2023 dan Seri B sejumlah Rp 136 miliar jatuh tempo pada tanggal 1 April 2025. Obligasi tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada 2 April 2020 (Catatan 25).
Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap III Tahun 2020 sejumlah Rp 386,52 miliar yang terdiri atas Seri A sejumlah Rp 167,52 miliar jatuh tempo pada 18 Desember 2021, Seri B sejumlah Rp 56 miliar jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2023 dan Seri C sejumlah Rp 163 miliar jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2025. Obligasi tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada 10 Desember 2020 (Catatan 25).
d. Entitas Anak yang Dikonsolidasi d. Consolidated Subsidiaries
Entitas anak Grup pada akhir periode pelaporan adalah sebagai berikut:
The Company has issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase II Year 2020 amounting to Rp 363.48 billion which comprise of Series A amounting to Rp 227.48 billion with maturity date of April 1, 2023 and Series B amounting to Rp 136 billion with maturity date of April 1, 2025. The Bonds were listed on the Indonesia Stock Exchange on April 2, 2020 (Note 25).
The Company has issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase III Year 2020 amounting to Rp 386.52 billion which comprise of Series A amounting to Rp 167.52 billion with maturity date of December 18, 2021, Series B amounting to Rp 56 billion with maturity date of December 8, 2023 and Series C amounting to Rp 163 billion with maturity date of December 8, 2025. The Bonds were listed on the Indonesia Stock Exchange on December 10, 2020 (Note 25).
The Group's subsidiaries at the end of reporting period are as follows:
| Persentase Pemilikan/ | Tahun Operasi | Jumlah aset sebelum eliminasi/ | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Percentage of ownership | Komersial/ | Total assets before elimination | ||||||
| Domisili/ | 31 Desember/December 31, | Start of commercial | 31 Desember/December 31, | |||||
| Entitas Anak/Subsidiaries | Domicile | 2020 | 2019 | 2018 | operations | 2020 | 2019 | 2018 |
| % | % | % | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Petrokimia/Petrochemical | ||||||||
| PT Chandra Asri Petrochemical Tbk ("CAP") | Jakarta | 1993 | 3.593.747 | 3.451.211 | 3.173.486 | |||
| Pemilikan/Ownership | ||||||||
| Langsung/Direct | 41,88 | 41,88 | 41,51 | |||||
| Tidak langsung melalui MG, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect through MG, subsidiary | 4,75 | 4,75 | 4,75 | |||||
| PT Styrindo Mono Indonesia ("SMI") | Jakarta | 1993 | 324.912 | 347.090 | 314.852 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui CAP/ | ||||||||
| Indirect ownership through CAP | 46,63 | 46,63 | 46,26 | |||||
| PT Petrokimia Butadiene Indonesia ("PBI") | Jakarta | 2013 | - | 280.979 | 278.332 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui CAP/ Indirect ownership through CAP |
- | 46,63 | 46,25 | |||||
| PT Chandra Asri Perkasa ("CAP2") | Jakarta | Tahap | 295.395 | 264.896 | 196.927 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui CAP/ | Pengembangan/ | |||||||
| Indirect ownership through CAP | 46,16 | 46,16 | 45,80 | Development stage | ||||
| Pemilikan tidak langsung melalui SMI/ | ||||||||
| Indirect ownership through SMI | 0,47 | 0,47 | 0,46 | |||||
| Energi panas bumi dan pembangkit listrik/ | ||||||||
| Geothermal energy and power plant | ||||||||
| Star Energy Group Holdings Pte. Ltd (SEGHPL) | Singapura/ | 2012 | 3.332.008 | 3.227.114 | 3.244.401 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership Star Energy Geothermal Pte. Ltd. |
Singapore Singapura/ |
66,67 | 66,67 | 66,67 | 2009 | 3.330.472 | 3.224.803 | 3.241.810 |
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Singapore | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 40,00 | 40,00 | 40,00 | |||||
| Star Phoenix Geothermal JV B.V. | Belanda/ | 2016 | 336.649 | 336.422 | 427.669 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Netherlands | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 46,50 | 46,50 | 46,50 | |||||
| Star Energy Geothermal Phillipines B.V | Belanda/ | 2016 | 22 | 112 | 45 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Netherlands | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 66,67 | 66,67 | 66,67 | |||||
| Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd (SEG-WW) | British Virgin | 2000 | 857.373 | 825.506 | 870.075 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Island | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 40,00 | 40,00 | 40,00 | |||||
| PT Star Energy Geothermal Halmahera | Indonesia | 2009 | 262 | 263 | 258 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary Star Energy Geothermal Salak, Ltd. (SEG-SL) |
Bermuda | 38,00 | 38,00 | 38,00 | 1994 | 1.189.683 | 1.143.676 | 1.164.414 |
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,64 | 34,64 | 34,64 | |||||
| Star Energy Geothermal Salak Pratama, Ltd. | Cayman Island | 1997 | 980.487 | 820.518 | 435.710 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,64 | 34,64 | 34,64 | |||||
| Star Energy Geothermal Darajat I, Limited (SEGD-I) | Persemakmuran | 1994 | 400.716 | 372.055 | 333.166 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Bahama | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,64 | 34,64 | 34,64 | |||||
| Star Energy Geothermal Darajat II, Limited (SEGD-II) | Bermuda | 1994 | 450.177 | 730.443 | 475.736 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,64 | 34,64 | 34,64 | |||||
| PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau | Indonesia | 2017 | 937 | 752 | 747 | |||
| Pemilikan/Ownership | ||||||||
| Langsung/Direct | 5,00 | 5,00 | 5,00 | |||||
| Tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 32,90 | 32,90 | 32,90 | |||||
| PT Darajat Geothermal Indonesia | Indonesia | 2000 | 29.476 | 26.862 | 23.248 | |||
| Pemilikan/Ownership | ||||||||
| Langsung/Direct | 5,00 | 5,00 | 5,00 | |||||
| Tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 32,90 | 32,90 | 32,90 | |||||
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
| Persentase Pemilikan/ | Tahun Operasi | Jumlah aset sebelum eliminasi/ | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Percentage of ownership | Komersial/ | Total assets before elimination | ||||||
| Domisili/ | 31 Desember/December 31, | Start of commercial | 31 Desember/December 31, | |||||
| Entitas Anak/Subsidiaries | Domicile | 2020 | 2019 | 2018 | operations | 2020 | 2019 | 2018 |
| % | % | % | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Pengusahaan hutan dan industri pengolahan kayu/Logging and timber |
||||||||
| manufacturing PT Tunggal Agathis Indah Wood Industries ("TAIWI") |
Ternate | 1986 | 3.851 | 541 | 2.235 | |||
| Pemilikan/Ownership : | ||||||||
| Langsung/Direct | 99,99 | 99,99 | 99,99 | |||||
| Tidak langsung melalui BMI, entitas anak/ Indirect through BMI, subsidiary |
0,01 | 0,00 | 0,00 | |||||
| Tidak langsung melalui MTP, entitas anak/ Indirect through MTP, subsidiary |
0,00 | 0,01 | 0,01 | |||||
| PT Mangole Timber Producers ("MTP") | Manado | 1983 | - | 3.378 | 6.244 | |||
| Pemilikan/Ownership : | ||||||||
| Langsung/Direct Tidak langsung melalui TAIWI, entitas anak/ |
0,00 | 0,00 | 99,99 | |||||
| Indirect through TAIWI, subsidiary Tidak langsung melalui SGM, entitas anak/ |
0,00 | 0,00 | 0,01 | |||||
| Indirect through SGM, subsidiary | 0,00 | 98,95 | 0,00 | |||||
| PT Barito Kencanamahardika ("BKM") ***) | Jakarta | Tahap pengembangan/ | 10.624 | 10.863 | 17.324 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership Hutan tanaman industri/Industrial |
51,00 | 51,00 | 51,00 | Development stage | ||||
| timber plantations | ||||||||
| PT Kirana Cakrawala ("KC") Pemilikan tidak langsung melalui TAIWI, entitas anak/ |
Ternate | 2003 | - | 1.414 | 1.390 | |||
| Indirect ownership through TAIWI, subsidiary Pemilikan tidak langsung melalui SGM, |
0,00 | 0,00 | 60,00 | |||||
| entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SGM, subsidiary PT Kalpika Wanatama ("KW") |
Ambon | 0,00 | 98,95 | 0,00 | 2003 | - | 2.424 | 2.339 |
| Pemilikan tidak langsung melalui MTP, entitas anak/ |
||||||||
| Indirect ownership through MTP, subsidiary | 0,00 | 0,00 | 60,00 | |||||
| Pemilikan tidak langsung melalui SGM, entitas anak/ |
||||||||
| Indirect ownership through SGM, subsidiary PT Rimba Equator Permai ("REP") |
Pontianak | 0,00 | 98,95 | 0,00 | Tahap pengembangan/ | - | 6 | 7 |
| Pemilikan langsung/Direct ownership Pemilikan tidak langsung melalui GI, |
99,97 | 99,97 | 99,97 | Development stage | ||||
| entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through GI, subsidiary Lem (perekat)/Glue |
0,03 | 0,03 | 0,03 | |||||
| PT Binajaya Rodakarya ("BJRK") | Banjarmasin | 1992 | 9.626 | 11.087 | 10.455 | |||
| Pemilikan/Ownership : | ||||||||
| Langsung/Direct | 99,97 | 99,97 | 99,97 | |||||
| Tidak langsung melalui WT, entitas anak/ Indirect through WT, subsidiary |
0,03 | 0,03 | 0,03 | |||||
| PT Wiranusa Trisatrya ("WT") | Manado | 1991 | - | 431 | 12.378 | |||
| Pemilikan/Ownership : | ||||||||
| Langsung/Direct | 0,00 | 0,00 | 99,98 | |||||
| Tidak langsung melalui BJRK, entitas anak/ Indirect through BJRK, subsidiary |
0,00 | 0,00 | 0,02 | |||||
| Tidak langsung melalui SGM, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect through SGM, subsidiary Properti/Property |
0,00 | 98,94 | 0,00 | |||||
| PT Griya Idola ("GI") | Jakarta | 1991 | 57.096 | 44.423 | 27.856 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 99,99 | 99,99 | 99,99 | |||||
| Pemilikan tidak langsung melalui/ | ||||||||
| Indirect ownership through: BJRK, entitas anak/subsidiary |
0,01 | 0,01 | 0,01 | |||||
| PT Griya Tirta Asri ("GTA") | Jakarta | Tahap pengembangan/ | 8.894 | 7.777 | 7.324 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui/ | Development stage | |||||||
| Indirect ownership through: | ||||||||
| GI, entitas anak/subsidiary | 99,99 | 99,99 | 99,99 | |||||
| TAIWI, entitas anak/subsidiary PT Mambruk Cikoneng Indonesia ("MCI") |
Anyer | 0,01 | 0,01 | 0,01 | 1987 | 6.112 | 5.101 | 4.142 |
| Pemilikan tidak langsung melalui/ | ||||||||
| Indirect ownership through: | ||||||||
| GI, entitas anak/subsidiary | 100,00 | 100,00 | 100,00 | |||||
| PT Meranti Griya Asri ("MGA") Pemilikan tidak langsung melalui/ |
Jakarta | Belum beroperasi/ Non operating |
250 | 260 | 206 | |||
| Indirect ownership through: | ||||||||
| GI, entitas anak/subsidiary | 100,00 | 100,00 | 100,00 |
*** Tidak dikonsolidasi (Catatan 13)/Not consolidated (Note 13).
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
| Persentase Pemilikan/ Percentage of ownership |
Tahun Operasi Komersial/ |
Jumlah aset sebelum eliminasi/ Total assets before elimination |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Entitas Anak/Subsidiaries | Domisili/ Domicile |
2020 | 31 Desember/December 31, 2019 |
2018 | Start of commercial operations |
2020 | 31 Desember/December 31, 2019 |
2018 |
| % | % | % | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Perkebunan/Plantation PT Agropratama Subur Lestari ("ASL") |
Jakarta | Belum beroperasi/ | - | - | - | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 60,00 | 60,00 | 60,00 | Not yet operating | ||||
| PT Wahanaguna Margapratama ("WM") | Jakarta | Belum beroperasi/ | - | - | - | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 60,00 | 60,00 | 60,00 | Not yet operating | ||||
| PT Royal Indo Mandiri ("RIM") | Jakarta | 2005 | 6.955 | 7.986 | 12.158 | |||
| Pemilikan/Ownership : | ||||||||
| Langsung/Direct Tidak langsung melalui GI, entitas anak/ |
99,00 | 99,00 | 99,00 | |||||
| Indirect through GI, subsidiary | 1,00 | 1,00 | 1,00 | |||||
| PT Hamparan Asri Cemerlang ("HAC") | Jakarta | Belum beroperasi/ | 17 | 17 | 17 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui/ | Not yet operating | |||||||
| Indirect ownership through | ||||||||
| RIM, entitas anak/subsidiary | 98,00 | 98,00 | 98,00 | |||||
| GUM, entitas anak/subsidiary | Jakarta | 2,00 | 2,00 | 2,00 | ||||
| PT Citra Nusantara Asri ("CNA") Pemilikan tidak langsung melalui/ |
Belum beroperasi/ Not yet operating |
17 | 17 | 17 | ||||
| Indirect ownership through | ||||||||
| RIM, entitas anak/subsidiary | 98,00 | 98,00 | 98,00 | |||||
| TBSM, entitas anak/subsidiary | 2,00 | 2,00 | 2,00 | |||||
| PT Persada Kridha Asri ("PKA") | Jakarta | Belum beroperasi/ | 17 | 17 | 17 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui/ | Not yet operating | |||||||
| Indirect ownership through RIM, entitas anak/subsidiary |
98,00 | 98,00 | 98,00 | |||||
| TBSM, entitas anak/subsidiary | 2,00 | 2,00 | 2,00 | |||||
| Lain-lain/Others | ||||||||
| PT Star Energy Geothermal Indonesia | Indonesia | 2011 | 4.759 | 5.345 | 4.576 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 38,00 | 39,60 | 39,60 | |||||
| Star Energy Geothermal Holdings (Salak - Darajat) B.V. Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ |
Belanda/ Netherlands |
2016 | 2.768.672 | 2.692.331 | 2.707.348 | |||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,00 | 34,00 | 34,00 | |||||
| Star Energy Geothermal (Salak - Darajat) B.V. | Belanda/ | 2016 | 2.768.501 | 2.692.381 | 2.707.280 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui SEGHPL, entitas anak/ | Netherlands | |||||||
| Indirect ownership through SEGHPL, subsidiary | 34,65 | 34,65 | 34,65 | |||||
| PT Redeco Petrolin Utama ("RPU") | Jakarta | 1986 | 13.248 | 8.608 | 7.832 | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui CAP/ Indirect ownership through CAP |
23,66 | 23,66 | 23,66 | |||||
| Marigold Resources Pte. Ltd. ("MG") | Singapura/ | 2005 | 1.306 | 1.598 | 2.883 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | Singapore | 100,00 | 100,00 | 100,00 | ||||
| Chandra Asri Trading Company Pte. Ltd. ("CATCO") ex. | Singapura/ | 2009 | 10.152 | 124 | 146 | |||
| Altus Capital Pte., Ltd. ("AC") | Singapore | |||||||
| Pemilikan tidak langsung melalui CAP, entitas anak/ |
||||||||
| Indirect ownership through CAP, subsidiary | 46,63 | 46,63 | 46,26 | |||||
| PT Wiradaya Lintas Sukses ("WLS") ***) | Jakarta | 1998 | 24 | 24 | 24 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 98,00 | 98,00 | 98,00 | |||||
| PT Barito Investa Prima | Jakarta | 2017 | 1.897 | 1.925 | 1.511 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 99,95 | 99,95 | 99,95 | |||||
| Pemilikan tidak langsung melalui GI, entitas anak/ |
||||||||
| Indirect ownership through GI, subsidiary | 0,05 | 0,05 | 0,05 | |||||
| PT Barito Wahana Lestari ("BWL") | Jakarta | Tahap pengembangan/ | 152.910 | 167.911 | 35.993 | |||
| Pemilikan/Ownership : | Development stage | |||||||
| Langsung/Direct | 99,00 | 99,00 | 99,00 | |||||
| Tidak langsung melalui TAIWI, entitas anak/ | ||||||||
| Indirect through TAIWI, subsidiary PT Barito Wahana Tenaga ("BWT") |
Jakarta | 1,00 | 1,00 | 1,00 | Tahap pengembangan/ | 165.634 | 157.582 | - |
| Tidak langsung melalui BWL, entitas anak/ | Development stage | |||||||
| Indirect through BWL, subsidiary | 69,39 | 99,59 | - | |||||
| Yayasan Bakti Barito | Jakarta | 200 | 200 | 200 | ||||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 100,00 | 100,00 | 100,00 | 2011 | ||||
| PT Barito Cahaya Nusantara | Jakarta | Belum beroperasi/ | 89 | 90 | 86 | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership Pemilikan tidak langsung melalui GI, |
99,20 | 99,20 | 99,20 | Not yet operating | ||||
| entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through GI, subsidiary | 0,80 | 0,80 | 0,80 | |||||
| PT Barito Mitra Investama ("BMI") (d/h | Belum beroperasi/ | 2 | 2 | - | ||||
| PT Barito Mitra Hasasa ("BMH")) | Jakarta | Not yet operating | ||||||
| Pemilikan langsung/Direct ownership Pemilikan tidak langsung melalui GI, |
96,00 | 96,00 | - | |||||
| entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through GI, subsidiary | 4,00 | 4,00 | - | - | - | |||
| PT Barito Wanabinar Indonesia ("BWI") | Jakarta | Belum beroperasi/ | - | 8.366 | - | |||
| Pemilikan langsung/Direct ownership | 49,00 | 99,00 | - | Not yet operating | ||||
| PT Sumber Graha Maluku ("SGM") | Jakarta | Belum beroperasi/ | - | 7.552 | - | |||
| Pemilikan tidak langsung melalui BWI, | Not yet operating | |||||||
| entitas anak/Indirect ownership through BWI PT Bina Mahoni Utama ("BMU") |
Jakarta | 23,52 | 98,96 | - | Belum beroperasi/ | 90 | 90 | 86 |
| Pemilikan tidak langsung melalui SGM, | Not yet operating | |||||||
| entitas anak/ | ||||||||
| Indirect ownership through SGM, subsidiary | 23,42 | 98,60 | - |
*** Tidak dikonsolidasi (Catatan 13)/Not consolidated (Note 13).
Pada tanggal 5 Februari 2018, berdasarkan akta No. 3 dari Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mendirikan Perseroan Terbatas, yaitu PT Barito Cahaya Nusantara.
Pada tanggal 9 Maret 2018, berdasarkan akta No. 7 dari Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notaris di Jakarta, GI mendirikan Perseroan Terbatas, yaitu PT Meranti Griya Asri.
Berdasarkan Akta No. 102 tanggal 21 Mei 2018, dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP dan SMI melakukan setoran modal atas PT Chandra Asri Perkasa sehingga modal dasar menjadi sebesar US\$ 190.000 ribu atau ekuivalen dengan Rp 2.530.990 juta yang terdiri atas 190.000 lembar saham. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0074583.AH.01.11. Tahun 2018 tanggal 30 Mei 2018.
Pada tanggal 10 Oktober 2018, CAP melakukan tambahan setoran modal di PBI sebesar US\$ 30.000 ribu.
Pada tanggal 9 April 2019, berdasarkan akta No. 18 dari Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mendirikan Perseroan Terbatas, yaitu PT Barito Wanabinar Indonesia.
Pada tanggal 19 Juni 2019, berdasarkan akta No. 13 dari Wiwik Condro, S.H., Notaris di Jakarta Barat, BWL mendirikan Perseroan Terbatas, yaitu PT Barito Wahana Tenaga.
Berdasarkan Akta No. 116 tanggal 19 Agustus 2019, dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP dan SMI melakukan tambahan setoran modal ke CAP2 sebesar US\$ 50.000 ribu. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-014440404.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Agustus 2019.
Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 5 September 2019, dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP membeli 18.000 lembar saham atau sebesar 0,02% kepemilikan dalam PBI dari Suhat Miyarso sebesar US\$ 18.000 atau ekuivalen dengan Rp 162.990.000. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0162828.AH.01.11. Tahun 2019 tanggal 6 September 2019.
Pada tanggal 1 November 2019, berdasarkan akta No. 1 dari Wiwik Condro, S.H., Notaris di Jakarta Barat, Perusahaan mendirikan Perseroan Terbatas, yaitu Barito Mitra Hasasa.
Pada tanggal 12 Nopember 2019, CAP menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas merger antara CAP dan PBI. Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham CAP, yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 76 tanggal 15 Nopember 2019 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, para pemegang saham CAP menyetujui transaksi penggabungan usaha ini yang berlaku efektif 1 Januari 2020.
On February 5, 2018, based on Notarial Deed No. 3 from Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notary in Jakarta, the Company established a limited liability company, PT Barito Cahaya Nusantara.
On March 9, 2018, based on Notarial Deed No. 7 from Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notary in Jakarta, GI established a limited liability company, PT Meranti Griya Asri.
Based on Notarial Deed No. 102, dated May 21, 2018 of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP and SMI increased its paid-up capital to PT Chandra Asri Perkasa, resulting authorized capital stock into US\$ 190,000 thousand or equivalent to Rp 2,530,990 million consist of 190,000 shares. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-0074583.AH.01.11. Tahun 2018 dated May 30, 2018.
On October 10, 2018, CAP increased its paid-up capital in PBI amounting to US\$ 30,000 thousand.
On April 9, 2019, based on Notarial Deed No. 18 from Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notary in Jakarta, the Company established a limited liability company, PT Barito Wanabinar Indonesia.
On June 19, 2019, based on Notarial Deed No. 13 from Wiwik Condro, S.H., Notary in West Jakarta, BWL established a limited liability company, PT Barito Wahana Tenaga.
Based on Notarial Deed No. 116, dated August 19, 2019, of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP and SMI increased its paid-up capital to CAP2 amounting to US\$ 50,000 thousand. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-014440404.AH.01.11. Tahun 2019 dated August 21, 2019.
Based on Notarial Deed No. 31, dated September 5, 2019 of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP bought 18,000 shares of 0.02% ownership of PBI from Suhat Miyarso for US\$ 18,000 or equivalent to Rp 162,990,000. The deed was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-0162828.AH.01.11. Tahun 2019 dated September 6, 2019.
On November 1, 2019, based on Notarial Deed No. 1 from Wiwik Condro, S.H., Notary in West Jakarta, the Company established a limited liability company, PT Barito Mitra Hasasa.
On November 12, 2019, CAP received a notice of effectivity from the Financial Service Authority (OJK) for the merger between CAP and PBI. Based on Extraordinary General Meeting of Shareholders of CAP, as stated in Notarial Deed No. 76 of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., dated November 15, 2019, notary public in Jakarta, CAP's shareholders approved this merger transaction which is effective on January 1, 2020.
Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 10 Januari 2020, dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP dan SMI melakukan tambahan setoran modal ke CAP2 sebesar US\$ 25.000 ribu. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0008797.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 16 Januari 2020.
Berdasarkan Akta No. 57 tanggal 16 Maret 2020, dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP dan SMI melakukan tambahan setoran modal ke CAP2 sebesar US\$ 15.000 ribu. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0054769.AH.01.11. Tahun 2020 tanggal 18 Maret 2020.
Berdasarkan Akta No. 26 tanggal 9 Oktober 2020, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, CAP mengambil alih 5 lembar saham atau sebesar 0,0015% kepemilikan SMI dari PT Buana Primatama Niaga sebesar US\$ 5.000 atau ekuivalen dengan Rp 8.685.000. Akta tersebut telah disampaikan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0396674 tanggal 9 Oktober 2020. CAP dan SMI telah efektif merger pada tanggal 1 Januari 2021.
Berdasarkan Electronic Register Of Members No. ARN20201201128578 tanggal 1 Desember 2020, CAP melakukan penambahan modal saham CATCO sebesar US\$ 5.000 ribu yang terdiri dari 5.000 ribu lembar saham. Pada tahun 2020, CATCO mengubah jenis usahanya dari keuangan menjadi perdagangan.
Berdasarkan Akta No. 79 tanggal 20 Desember 2020, yang dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H.,, notaris di Jakarta, Perusahaan menyetujui perubahan pemegang saham Taiwi dari MTP kepada PT Mitra Barito Investama sebanyak 1 lembar saham dan meningkatkan modal dasar dari 70.000.000 saham menjadi 410.000.000 saham dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari 70.000.000 saham menjadi 402.916.753 saham. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0086397.AH.01.02. TAHUN 2020 tanggal 29 Desember 2020.
Berdasarkan Akta No. 25 tanggal 6 Maret 2020, yang dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan menjual 1.275 saham BWI kepada PT Barito Pacific Lumber sehingga kepemilikan atas BWI turun menjadi 49%.
Berdasarkan Akta No. 47 tanggal 11 Maret 2020, yang dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., notaris di Jakarta, SGM mendapatkan penambahan modal dari PT Sempurna Graha Abadi sehingga kepemilikan BWI atas SGM turun menjadi 48%.
Based on Notarial Deed No. 32, dated January 10, 2020, of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., the CAP and SMI increased its paid-up capital to CAP2 amounting to US\$ 25,000 thousand. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-0008797.AH.01.11. Tahun 2020 dated January 16, 2020.
Based on Notarial Deed No. 57, dated March 16, 2020, of Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., CAP and SMI increased its paid-up capital to CAP2 amounting to US\$ 15,000 thousand. The Deed was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-0054769.AH.01.11. Tahun 2020 dated March 18, 2020.
Based on Notarial Deed No. 26 dated October 9, 2020, which is drawn up before Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta, CAP took over 5 shares or 0,0015% ownership of SMI from PT Buana Primatama Niaga in the amount of US\$ 5,000 or equivalent to Rp 8,685,000. The deed has been submitted and received by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia as stated in the Letter of Acceptance for Notification of Changes to Company Data No. Decision Letter No. AHU-AH.01.03-0396674 dated October 9, 2020. The merger of CAP and SMI is effective on January 1, 2021.
Based on Electronic Register of Members no. ARN20201201128578 dated December 1, 2020, CAP increased its paid-up capital to CATCO amounting to US\$ 5,000 thousand that consists of 5,000 shares. In 2020, CATCO changed their nature of business from finance into trading.
Based on Notarial Deed No. 79 dated December 20, 2020, which is drawn up before Wiwik Condro S.H., Notary in Jakarta, the Company agreed changes of Taiwi shareholders from MTP into PT Mitra Barito Investama of 1 shares and increased its authorized stock from 70,000,000 shares into 410,000,000 shares and additional issued and fully paid capital stock from 70,000,000 shares into 402,916,753 shares. This change was approved by Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia under Decision Letter No. AHU-0086397.AH.01.2. TAHUN 2020 dated December 29, 2020.
Based on Notarial Deed No. 25 dated March 6, 2020, which is drawn up before Wiwik Condro S.H., Notary in Jakarta, the Company sold 1,275 shares of BWI to PT Barito Pacific Lumber resulting to ownership of BWI decreased into 49%.
Based on Notarial Deed No. 47 dated March 11, 2020, which is drawn up before Wiwik Condro S.H., Notary in Jakarta, SGM have additional paid-in capital from PT Sempurna Graha Abadi resulting to ownership of BWI to SGM decreased to 48%.
Akuisisi Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. dan entitas anak (SEGHPL Group)
Pada tanggal 7 Juni 2018, Perusahaan memperoleh kepemilikan saham di SEGHPL. Transaksi akuisisi dicatat sebagai kombinasi bisnis antara entitas sepengendali, sehingga laporan keuangan entitas yang digabungkan disajikan seolah-olah kombinasi telah terjadi sejak awal periode dimana entitas yang digabungkan menjadi sepengendali.
Keterangan singkat mengenai SEGHPL Group adalah sebagai berikut:
Star Energy Geothermal Pte. Ltd. ("SEGPL") Star Energy Geothermal Pte. Ltd. ("SEGPL")
SEGPL adalah perseroan terbatas yang didirikan dan berdomisili di Singapura. Aktivitas utama SEGPL adalah melakukan investasi.
Star Phoenix Geothermal JV B.V. ("Star Phoenix") dan Star Energy Geothermal Philippines B.V. ("SEG Philippines")
Pada bulan Desember 2016, Star Phoenix dan SEG Philippines didirikan di Belanda. Aktivitas utama Star Phoenix dan SEG Philippines adalah melakukan investasi.
Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd. ("SEG-WW")
Kegiatan utama SEG-WW adalah untuk mengoperasikan area sumber energi panas bumi di pulau Jawa, Indonesia berdasarkan Joint Operation Contract ("JOC") tertanggal 2 Desember 1994, dengan PT Pertamina (Persero) ("PERTAMINA"), perusahaan minyak dan gas milik Negara Indonesia.
Seluruh produksi SEG-WW di atas 400 megawatt ("MW") akan dijual berdasarkan Energy Sales Contract ("ESC") dengan PERTAMINA dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ("PLN"), perusahaan listrik milik Negara Indonesia, untuk periode tiga puluh tahun.
ESC mengatur pembayaran energi yang dihitung dalam satuan Dolar Amerika Serikat berdasarkan jam kilowatt yang dapat dikirim pada harga energi dasar, yang disesuaikan dengan inflasi. ESC didukung oleh surat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Jangka waktu JOC adalah 42 tahun, mulai dari 2 Desember 1994. Periode produksi ("masa pakai") untuk setiap unit produksi tenaga listrik adalah tiga puluh tahun terhitung sejak unit pertama beroperasi secara komersial. Masa ini dapat diperpanjang hingga akhir masa JOC, apabila masa pakainya diakhiri sebelum masa kontrak JOC. 110 MW unit pertama (Unit 1) mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Juni 2000. Unit 117 MW selanjutnya (Unit 2) mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2009. SEG-WW telah memulai kegiatan pembangunan unit ketiga (Unit 3) pada bulan April 2008.
Acquisition of Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. and its subsidiaries (SEGHPL Group)
On June 7, 2018, the Company acquired ownership interest in SEGHPL. The acquisition is accounted for as business combination of entities under common control, hence the financial statements of the combining entities were presented as if the combination had occurred from the beginning of the period that the combining entities were under common control.
Brief information on SEGHPL Group are as follows:
SEGPL is a limited liability company incorporated and domiciled in Singapore. The principal activities of SEGPL are investment holdings.
Star Phoenix Geothermal JV B.V. ("Star Phoenix") and Star Energy Geothermal Philippines B.V. ("SEG Philippines")
In December 2016, Star Phoenix and SEG Philippines were incorporated in The Netherlands. The principal activities of Star Phoenix and SEG Philippines are investment holdings.
Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd. ("SEG-WW")
The principal activities of SEG-WW is to operate a geothermal energy resource area on the island of Java in Indonesia under a Joint Operating Contract (the "JOC") dated December 2, 1994 entered with PT Pertamina (Persero) ("PERTAMINA"), the Indonesian state-owned oil and gas company.
All of SEG-WW's production of up to 400 megawatts ("MW") is sold under an Energy Sales Contract (the "ESC") with PERTAMINA and PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ("PLN"), the Indonesian state-owned electricity company, for thirty years period.
The ESC provides for a United States Dollar calculated energy payment based on deliverable kilowatt hours at a base energy price, as adjusted for inflation. The ESC is supported by letters of support from the Ministry of Energy and Mineral Resources and the Ministry of Finance of Indonesia.
The term of the JOC is 42 years, beginning on December 2, 1994. The production period (the "generation term") for each power production unit is thirty years commencing on the date such first unit operates commercially. This term may be extended to the end of the term of the JOC, if the generation term concludes prior to the JOC contract term. The first 110 MW Unit (Unit 1) commenced commercial operation on June 8, 2000. The second 117 MW Unit (Unit 2) commenced commercial operation in March 2009. SEG-WW has commenced development activities for the third Unit (Unit 3) in April 2008.
Sehubungan dengan JOC antara SEG-WW dengan PERTAMINA, maka kedua pihak sepakat untuk membuat ESC dengan PLN, dimana PLN telah menyetujui untuk membeli listrik yang dihasilkan dan dikirim oleh SEG-WW kepada PLN atas nama PERTAMINA untuk jangka waktu 30 tahun, dimulai dari tanggal komersial hingga mencapai kapasitas pembangkit maksimum sebesar 400 MW.
Sebelum perubahan-perubahan ESC, PLN akan membayar PERTAMINA, yang akan mengirimkan jumlah terhutang ke rekening bersama (escrow) yang dibuka di sebuah lembaga keuangan dalam waktu 30 hari sejak diterimanya tagihan untuk pembayaran listrik dan kapasitas untuk tiap bulan berdasarkan rumus yang ditetapkan dalam amendemen ESC. Tagihan dinyatakan dan dibayar dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
SEG-WW mengakui pendapatan bunga dari saldo utang yang lebih dari 30 hari setelah tagihan tersebut diterima oleh PLN dengan tarif 2% per tahun di atas bunga tahunan sebagaimana dikutip dalam Bank of America N.T. & S.A, London mengacu kepada tingkat bunga deposito tiga-bulanan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat di London, sesuai dengan ESC.
Sesuai dengan ketentuan ESC, PLN harus membayar kapasitas minimum berdasarkan kapasitas tarif unit dan faktor pendukung dari setiap unit selama SEG-WW dapat menyediakan listrik pada tingkat yang telah ditentukan.
Efektif tanggal 21 November 2006, SEG-WW, PLN dan PERTAMINA melakukan perubahan atas Wayang Windu Geothermal Energy Sales Contract ("Amendemen pertama ESC").
Pada tanggal 27 Juni 2016, SEG-WW, PLN dan PERTAMINA menandatangani Amendemen kedua dari ESC Wayang Windu ("Amendemen kedua ESC") yang berlaku efektif tanggal 5 April 2016.
Berdasarkan Amendemen pertama dan kedua ESC, tarif listrik telah direvisi menjadi:
In conjunction with SEG-WW entering into the JOC with PERTAMINA, both PERTAMINA and SEG-WW entered into an ESC with PLN, whereby PLN has agreed to purchase electricity output which is delivered by SEG-WW to PLN on behalf of PERTAMINA for 30 years commencing on the date of commercial generation, up to a maximum aggregate generating capacity of 400 MW.
Prior to the amendments of the ESC, PLN shall pay PERTAMINA, who will remit amounts due under the ESC to an escrow account established with a financial institution within 30 days of receipt of an invoice, for the electricity delivered and capacity payment each month based upon pricing formula stated in the ESC amendment. The invoice is stated and payable in United States Dollar.
SEG-WW recognizes interest income on each invoice outstanding for more than 30 days after the invoice is received by PLN at a rate equal to 2% per annum above the annual rate quoted by Bank of America N.T. & S.A, London for three months deposits of United States Dollar in London in accordance with the ESC.
In accordance with the terms of the ESC, PLN should pay a minimum capacity payment based on the unit rated capacity and the availability factor of each unit as long as SEG-WW can supply and generate at the minimum specified levels.
Effective on November 21, 2006, SEG-WW, PLN and PERTAMINA amended the Wayang Windu Geothermal Energy Sales Contract ("ESC 1st Amendment").
On June 27, 2016, SEG-WW, PLN and PERTAMINA signed the Second Amendment of the Wayang Windu ESC ("ESC 2nd amendment"), effective on April 5, 2016.
Under ESC 1st and 2nd amendment, the electricity tariff has been revised as follows:
| ESC Awal/Original ESC | US\$0,04638/kilowatt hour ("kWh") x indeks inflasi + tingkat kapasitas dasar bulanan(1)/ US\$0.04638/kilowatt hour ("kWh") x inflation index + monthly base capacity rate (1) |
|---|---|
| Amandemen pertama ESC/ ESC 1 st amendment |
US\$0,04940/kWh x indeks inflasi/US\$0.04940/kWh x inflation index |
| Amandemen kedua ESC/ ESC 2 nd amendment |
US\$0,04940/kWh x indeks inflasi + tarif tambahan flat delta (2)/ US\$0.04940/kWh x inflation index + additional flat delta tariff (2) |
- (1) tingkat kapasitas dasar bulanan US\$ 329,5
- per kilowatt-tahun (2) tarif tambahan flat delta US\$ 0,031105/kWh
- (1) monthly base capacity rate of US\$329.5 per kilowatt-year
- (2) additional flat delta tariff of US\$0.031105/kWh
Pada tanggal 12 Maret 2007, PERTAMINA mengalihkan hak dan kewajibannya sehubungan dengan kegiatan panas bumi ke entitas anaknya, PT Pertamina Geothermal Energy ("PGE"). Pengalihan ini kemudian didokumentasikan dalam Amendemen kedua JOC Wayang Windu ("Amendemen kedua JOC") tertanggal 27 Juni 2016.
Syarat-syarat utama JOC adalah sebagai berikut:
PGE memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya panas bumi. SEG-WW menanggung risiko dan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan operasional panas bumi dan harus membiayai pengeluaran untuk kegiatan operasional panas bumi tersebut.
Bahan dan peralatan yang dibeli oleh SEG-WW dan digunakan dalam fasilitas lapangan dan hak atas tanah, bergantung pada hak gadai kreditur, akan menjadi hak milik PGE saat pembangunan fasilitas tersebut selesai. PGE memberikan SEG-WW hak eksklusif selama jangka waktu JOC untuk menggunakan, antara lain fasilitas lapangan untuk operasi energi panas bumi. Oleh karena SEG-WW telah membayar dan mempunyai hak untuk menggunakan aset tersebut, harga perolehan atas aset-aset tersebut dicatat sebagai aset dalam laporan keuangan SEG-WW. Peralatan yang digunakan dalam fasilitas pembangkit harus tetap menjadi milik SEG-WW. Peralatan pembangkit listrik dapat dialihkan atau dijual ke PGE pada saat berakhirnya jangka waktu kontrak JOC.
iii. Pajak penghasilan badan iii. Corporate income tax
Kontraktor JOC tunduk pada Keputusan Presiden No. 49 tahun 1991 yang memberikan tarif pajak inklusif pada kontraktor sebesar 34% dari laba bersih operasional, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984. Dalam peraturan pemerintah tertentu, 34% tersebut disebut sebagai "bagian pemerintah".
iv. Penyisihan produksi iv. Production allowance
Kontraktor JOC diharuskan membayar penyisihan produksi kepada PGE setara dengan 4% dari laba bersih operasional, dihitung berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984.
Transfer JOC Transfer of JOC
On March 12, 2007, PERTAMINA transferred its rights and obligation related with geothermal activities to its subsidiary, PT Pertamina Geothermal Energy ("PGE"). This transfer was subsequently documented in the Second Amendment of the Wayang Windu JOC ("JOC 2nd amendment") dated June 27, 2016.
The principal terms of the JOC are as follows:
i. Manajemen operasional i. Management of operations
PGE shall have the right and responsibility to manage the geothermal resources. SEG-WW bears the risk and is responsible for the conduct of the geothermal operations and shall finance the expenditures for the geothermal operations.
ii. Kepemilikan material dan peralatan ii. Ownership of materials and equipment
Materials and equipment purchased by SEG-WW and incorporated into the field facilities and land rights, subject to liens in favour of lenders, shall become the property of PGE when the construction of such facilities has been completed. PGE has granted SEG-WW an exclusive and irrevocable right during the term of the JOC to use, among other things, the field facilities for geothermal operations. As SEG-WW has paid for and has the right to use such property, the costs of these assets have been recorded as assets in SEG-WW's financial statements. Equipment incorporated into the generating facilities shall remain the property of SEG-WW. Generating equipment may be transferred or sold to PGE at the termination of the JOC contract term.
JOC contractor is subject to Presidential Decree No. 49 of 1991 which provides the contractor with an all-inclusive tax rate of 34% of net operating income as defined in the 1984 Indonesian Income Tax Law. In certain government regulations, this 34% is referred to as the "government share".
JOC contractor is required to pay PGE a production allowance equivalent to 4% of net operating income, calculated based on the 1984 Indonesian Income Tax Law.
PT Star Energy Geothermal Indonesia ("PT SEGI")
PT SEGI didirikan tanggal 4 Februari 2011 dengan nama PT Pakar Usaha Sejati. Dahulu, PT SEGI dimiliki oleh PT Artha Sarana Karya dan PT Sarana Karya Mandiri ("PT SKM") sebelum 99% kepemilikannya diakuisisi oleh SEGPL. Selanjutnya, sisa 1% dimiliki oleh PT SKM. Adapun kegiatan usaha utama PT SEGI adalah memberikan jasa konsultasi manajemen.
Pada tanggal 15 Februari 2019, PT SEGI mengubah pemegang sahamnya dari PT SKM menjadi Perusahaan dan menerbitkan saham tambahan. Komposisi pemegang saham PT SEGI adalah sebagai berikut:
PT Star Energy Geothermal Indonesia ("PT SEGI")
PT SEGI was incorporated on February 4, 2011 under the name PT Pakar Usaha Sejati. It was previously owned by PT Artha Sarana Karya and PT Sarana Karya Mandiri ("PT SKM") before SEGPL acquired 99% ownership interest. The remaining 1% is owned by PT SKM. PT SEGI's main business activities are to provide management consultation services.
As of February 15, 2019, PT SEGI changed its shareholders from PT SKM into the Company and issued additional shares. The composition of PT SEGI's shareholders are as follows:
| Sebelum/Before | Sesudah/After | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah saham/ | Modal ditempatkan dan disetor/ Issued and Fully Paid |
Jumlah saham/ Number of | Modal ditempatkan dan disetor/ Issued and Fully Paid |
||
| Number of shares | Capital Rp juta/million |
shares | Capital Rp juta/million |
||
| SEGPL PT SKM Perusahaan |
108.900 1.100 - |
10.890 110 - |
108.900 - 5.732 |
10.890 - 573 |
SEGPL PT SKM The Company |
| Jumlah | 110.000 | 11.000 | 114.632 | 11.463 | Total |
PT Star Energy Geothermal Halmahera ("PT SEGH")
PT SEGH didirikan dengan nama PT Bintang Andalan Prasadana, di mana pada tanggal 30 Maret 2009, namanya berubah menjadi PT SEGH. Pada tanggal 9 Desember 2009, PT SEGH memperoleh izin untuk mengeksplorasi area Jailolo dari Bupati Halmahera Barat.
Selanjutnya, pada tanggal 15 Oktober 2012, SEGPL mengakuisisi 95% kepemilikan saham PT SEGH dari PT Star Energy Investment dan PT Tritunggal Artha Unggul. Pada bulan Januari 2013, Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia menyetujui peningkatan modal saham PT SEGH dari Rp 25 juta menjadi Rp 10.000 juta. SEGPL menyetorkan modal tambahan untuk mempertahankan 95% kepemilikannya.
Pada tanggal 17 Februari 2017, PT SEGH menerima surat keputusan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang menanggapi permohonan PT SEGH untuk mengembalikan konsesi tersebut kepada Pemerintah Indonesia.
Pada tanggal 15 Februari 2019, PT SEGH mengubah pemegang sahamnya dari PT Star Energy Investment (PT SEI) menjadi Perusahaan. Komposisi pemegang saham PT SEGH adalah sebagai berikut:
PT Star Energy Geothermal Halmahera ("PT SEGH")
PT SEGH was incorporated under the name PT Bintang Andalan Prasadana and on March 30, 2009, it changed its name to PT SEGH. On December 9, 2009, PT SEGH obtained the license to explore the Jailolo area from Bupati Halmahera Barat.
On October 15, 2012, SEGPL acquired 95% ownership interest in PT SEGH from PT Star Energy Investment and PT Tritunggal Artha Unggul. Subsequently, in January 2013, the Ministry of Justice and Human Rights approved the increase in share capital in PT SEGH from Rp 25 million to Rp 10,000 million. SEGPL injected additional capital to maintain its 95% ownership interest.
On February 17, 2017, PT SEGH received a decision letter from the Ministry of Energy and Mineral Resources in response to PT SEGH request to return the concession to the Government of Indonesia.
On February 15, 2019, PT SEGH changed its shareholders from PT Star Energy Investment (PT SEI) to the Company. The composition of PT SEGH's shareholders are as follows:
| Sebelum/Before | Sesudah/After | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah saham/ Number of shares |
Modal ditempatkan dan disetor/ Issued and Fully Paid Capital |
Jumlah saham/ Number of shares |
Modal ditempatkan dan disetor/ Issued and Fully Paid Capital |
||
| Rp juta/million | Rp juta/million | ||||
| SEGPL | 95.000 | 9.500 | 95.000 | 9.500 | SEGPL |
| PT SEI | 5.000 | 500 | - | - | PT SEI |
| Perusahaan | - | - | 5.000 | 500 | The Company |
| Jumlah | 100.000 | 10.000 | 100.000 | 10.000 | Total |
Star Energy Geothermal Holdings (Salak - Darajat) B.V. ("Holdings B.V.")
Holdings B.V. didirikan pada tanggal 15 Desember 2016 dan memegang 80,2% kepemilikan SEG-SD B.V.
Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) B.V. ("SEG-SD B.V.")
SEG-SD B.V. didirikan pada tanggal 16 Desember 2016 dengan penerbitan 10.000 lembar saham bernilai nominal US\$ 1 per lembarnya. SEG-SD B.V. adalah entitas induk dari:
- Star Energy Geothermal Salak, Ltd. ("SEGSL") - dahulu Chevron Geothermal Salak, Ltd. ("CGS")
- Star Energy Geothermal Darajat I, Limited ("SEGD-I") - dahulu Chevron Darajat Ltd. ("CDL")
- Star Energy Geothermal Darajat II, Limited ("SEGD-II") - dahulu Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. ("CGI")
- PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau ("PT SEGSS") - dahulu PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau
- PT Darajat Geothermal Indonesia ("PT DGI")
Star Energy Geothermal Darajat II, Limited ("SEGD-II"); Star Energy Geothermal Darajat I, Limited ("SEGD-I"); dan PT Darajat Geothermal Indonesia ("PT DGI") - secara bersamaan sebagai Darajat Geothermal Operation West Java Joint Operation Contractor Group ("Kelompok Usaha Kontraktor")
SEGD-I didirikan berdasarkan sertifikat pendirian dari J.O. Liddell, notaris publik dari Persemakmuran Bahama tertanggal 21 Juni 1984 berdasarkan Undang-Undang Bahama dengan lokasi usaha utama di Indonesia. Pada tanggal 31 Maret 2017, namanya diubah menjadi SEGD-I setelah diakuisisi oleh SEG-SD B.V., yang merupakan bagian dari perjanjian jual dan beli tertanggal 22 Desember 2016 antara Chevron Corporation ("CVX") dengan Star Energy Consortium dengan tujuan untuk menjual aset panas bumi Chevron Indonesia.
SEGD-II adalah perusahaan Bermuda, yang dahulu didirikan dengan nama Texaco Darajat, Ltd. berdasarkan sertifikat pendirian tertanggal 10 Januari 1984 berdasarkan hukum Bermuda dengan kegiatan usaha utama di Indonesia. Selanjutnya, pada tanggal 14 November 2005, namanya diubah menjadi Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. ("CGI"). Pada tanggal 31 Maret 2017, CGI diakuisisi sepenuhnya oleh SEG-SD B.V. dan namanya diubah menjadi SEGD-II.
Pada tanggal 26 Februari 1997, PT DGI didirikan dengan Akta No. 160 dari Notaris Sutjipto, S.H. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C2-5403.HT.01.01.TH.97 tertanggal 24 Juni 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39 tertanggal 15 Mei 1998, Tambahan No. 2609. Pada tanggal 27 September 2017, 95% kepemilikan PT DGI diakuisisi oleh SEG-SD B.V.
Star Energy Geothermal Holdings (Salak - Darajat) B.V. ("Holdings B.V.")
Holdings B.V. was incorporated on December 15, 2016 and has 80.2% ownership interest of SEG-SD B.V.
Star Energy Geothermal (Salak - Darajat) B.V. ("SEG-SD B.V.")
SEG-SD B.V. was incorporated on December 16, 2016 with 10,000 issued share capital of US\$ 1 each. SEG-SD B.V is the immediate parent of:
- Star Energy Geothermal Salak, Ltd. ("SEGSL") formerly known as Chevron Geothermal Salak, Ltd. ("CGS")
- Star Energy Geothermal Darajat I, Limited ("SEGD-I") - formerly known as Chevron Darajat Ltd. ("CDL")
- Star Energy Geothermal Darajat II, Limited ("SEGD-II") - formerly known as Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. ("CGI")
- PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau ("PT SEGSS") - formerly known as PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau
- PT Darajat Geothermal Indonesia ("PT DGI")
Star Energy Geothermal Darajat II, Limited ("SEGD-II"); Star Energy Geothermal Darajat I, Limited ("SEGD-I"); and PT Darajat Geothermal Indonesia ("PT DGI") - altogether as Darajat Geothermal Operation West Java Joint Operation Contractor Group (the "Contractor Group")
SEGD-I was incorporated based on a certificate of incorporation of J.O. Liddell, public notary of the Commonwealth of Bahamas Island dated June 21, 1984 under the Laws of the Bahamas with its principal place of business in Indonesia. Most recently, it changed its name to SEGD-I on March 31, 2017 after its acquisition by SEG-SD B.V. as part of a sale and purchase agreement on December 22, 2016 between Chevron Corporation ("CVX") with Star Energy Consortium to sell Chevron's Indonesian Geothermal assets.
SEGD-II is a Bermuda corporation, which was incorporated under the name Texaco Darajat, Ltd. based on a certificate of incorporation dated January 10, 1984 under the Laws of Bermuda with its principal place of business in Indonesia. It changed its name to Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. ("CGI") on November 14, 2005. On March 31, 2017, CGI was fully acquired by SEG-SD B.V. and changed its name to SEGD-II.
PT DGI was established by Deed No. 160 of Notary Sutjipto, S.H. dated February 26, 1997. The deed of establishment was approved by the Minister of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in his decision letter No. C2-5403.HT.01.01.TH.97 dated June 24, 1997 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 39 dated May 15, 1998, supplement No. 2609. On September 27, 2017, 95% ownership of PT DGI was acquired by SEG-SD B.V.
JOC Darajat Darajat JOC
SEGD-II dan SEGD-I mengadakan JOC tertanggal 16 November 1984 yang telah diubah pada tanggal 16 November 1988, 15 Januari 1996 dan 7 Februari 2003 dengan PERTAMINA, di mana kegiatan operasional panas bumi sekarang dikelola oleh PGE. JOC mengatur eksplorasi dan eksploitasi sumber energi panas bumi di wilayah sekitar 49,98 kilometer persegi (setara dengan 4.998 hektar) di lapangan panas bumi Darajat, Jawa Barat, serta pembangkit listrik dari sumber daya tersebut dan penjualan energi panas bumi dan listrik tersebut ke PLN, melalui PGE, sesuai dengan ESC.
Jangka waktu JOC adalah 564 bulan terhitung sejak 16 November 1984 dengan ketentuan bahwa jika suatu masa produksi dengan periode 360 bulan untuk suatu unit apapun tidak memungkinkan untuk diselesaikan hingga periode 564 bulan berakhir terhitung sejak tanggal efektif, maka perpanjangan periode akan ditambahkan ke dalam jangka waktu JOC selama hal tersebut hanya berkenaan dengan pengadaan energi panas bumi (sebagaimana didefinisikan dalam JOC) untuk unit tersebut dalam periode produksi 360 bulan.
JOC Darajat tunduk pada Keputusan Presiden No. 49 tahun 1991 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 766/1992 yang memberikan tarif pajak inklusif pada Kelompok Usaha Kontraktor sebesar 34% dari laba bersih operasional, sebagaimana didefinisikan dalam JOC dan Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984. Dalam peraturan pemerintah tertentu, 34% tersebut disebut sebagai "bagian pemerintah". Selain itu, Kelompok Usaha Kontraktor diharuskan membayar penyisihan produksi untuk PGE setara dengan 2,66% dari laba bersih operasional, dihitung berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984.
Amendemen No. 1 atas JOC Darajat ("Darajat Amended and Restated JOC") pada tanggal 7 Februari 2003, menyatakan bahwa:
- Dalam hal PLN atau Kelompok Usaha Kontraktor menjalankan opsi yang diberikan untuk memperpanjang masa produksi dari 360 bulan menjadi 480 bulan, maka periode produksi juga harus diubah secara otomatis dari 360 bulan menjadi 480 bulan.
- Selanjutnya, dalam hal PLN atau Kelompok Usaha Kontraktor menjalankan opsi yang diberikan untuk memperpanjang jangka waktu ESC dari 432 bulan menjadi 552 bulan, maka jangka waktu JOC harus diubah secara otomatis dari 564 bulan menjadi 684 bulan dari tanggal 16 November 1984.
- Jika periode produksi melampaui batas waktu sebagaimana tertera dalam Amended and Restated JOC, maka jangka waktu JOC secara otomatis akan diperpanjang sampai dengan akhir periode produksi.
SEGD-II and SEGD-I, entered into a JOC dated November 16, 1984 as amended on November 16, 1988, January 15, 1996 and February 7, 2003 with PERTAMINA, for which geothermal operations are now managed by PGE. The JOC provides the exploration and exploitation of geothermal energy resources in an area of approximately 49.98 square kilometres (equivalent to 4,998 hectares) in Darajat geothermal field, West Java, as well as the generation of electricity from those resources and sale of such geothermal energy and electricity to PLN through PGE, pursuant to an ESC.
The term of the JOC is 564 months commencing from November 16, 1984, provided that if a production period of 360 months for any unit is not possible within the period ending 564 months following the effective date, then an extension period will be added to the term of the JOC as it pertains to such unit only to enable the supply of geothermal energy (as defined in the JOC) to such unit for a production period of 360 months.
Darajat JOC is subject to Presidential Decree No. 49 of 1991 and the Minister of Finance Decree No. 766/1992 which provides the Contractor Group with an all-inclusive tax rate of 34% of net operating income as defined in the JOC and the 1984 Indonesian Income Tax Law. In certain government regulations, this 34% is referred to as the "government share". The Contractor Group is also required to pay the PGE Production Allowance equivalent to 2.66% of net operating income calculated based on the 1984 Indonesian Income Tax Law.
Amendment No.1 to the Darajat JOC ("Darajat Amended and Restated JOC") dated February 7, 2003 states that:
- In the event that either PLN or the Contractor Group exercises the option granted to extend the production period from 360 months to 480 months, the production period shall be automatically amended from 360 months to 480 months.
- Further, in the event that either PLN or the Contractor Group exercises the option granted to extend the ESC term from 432 months to 552 months, the term of the JOC shall be automatically amended from 564 months to 684 months from November 16, 1984.
- If the production period extends beyond the term of the Amended and Restated JOC, the JOC term will automatically be extended to coincide with the end of the production period.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, opsi yang diberikan di atas belum dilakukan.
Sehubungan dengan JOC antara Kelompok Usaha Kontraktor dengan PERTAMINA, PERTAMINA membuat ESC dengan PLN, dimana PLN setuju untuk membeli energi panas bumi dan listrik, yang dikirim oleh Kelompok Usaha Kontraktor. Tagihan dinyatakan dan dibayar dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Sesuai dengan ketentuan take-or-pay yang diatur dalam Amended and Restated ESC, PLN harus membayar minimal 80% dari tingkat kapasitas masing-masing Unit yang beroperasi untuk setiap Unit yang dimiliki oleh PLN (Unit I) dan 95% dari rata-rata kilowatt kapasitas bruto unit yang dibangun, dimiliki dan dioperasikan oleh Kelompok Usaha Kontraktor (Unit II dan III).
Pada tanggal 10 Agustus 2004, ketentuan dari Amended and Restated ESC mengalami perubahan kembali melalui Perjanjian Pengubahan No. 2 yang ditandatangani oleh PLN, PERTAMINA dan Kelompok Usaha Kontraktor. Perubahan-perubahan yang signifikan adalah sebagai berikut:
- Berkaitan dengan Unit III Darajat, harga dasar sumber daya energi panas bumi dan listrik adalah US\$ 0,042336 (angka penuh) per kWh.
- Segala hak dan pendapatan dari semua perdagangan dan emisi kredit sebagai hasil dari United Nations Framework Convention on Climate Change ("UNFCCC") dan Protokol Kyoto untuk Clean Development Mechanism ("CDM") atau mekanisme Pasar Emisi Kredit Gas lainnya yang meliputi Area Kontrak Darajat merupakan properti dari dan dimiliki oleh Kelompok Usaha Kontraktor Darajat.
Pada tanggal 28 April 2014, Bagian 5.2 dari ESC yang telah diubah, telah disetujui untuk mengatur perubahan Indeks Harga Konsumen ("IHK") dari tahun dasar 2007 = 100 menjadi tahun dasar 2012 = 100, di mana hal ini langsung diimplementasikan dalam transaksi energi untuk kuartal kedua di tahun 2014.
JOA Darajat Darajat JOA
SEGD-I dan SEGD-II mengadakan Joint Operating Agreement ("JOA") tertanggal 23 Agustus 1997 (sebagaimana telah diubah dari waktu ke waktu dan yang paling akhir tanggal 1 Januari 2009) dengan PT DGI, dimana PT DGI diberikan hak partisipasi sebesar 5%, termasuk hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam, JOC dan ESC untuk fasilitas pembangkit listrik Unit II dan semua unit masa depan. SEGD-I, SEGD-II dan PT DGI secara bersama-sama membentuk kelompok usaha kontraktor Darajat Geothermal Operation West Java ("Kelompok Kontraktor Darajat").
As of the issuance date of these consolidated financial statements, the options granted above have not been exercised.
ESC Darajat Darajat ESC
In conjunction with the Contractor Group entering into the JOC with PERTAMINA, PERTAMINA entered into an ESC with PLN whereby PLN agreed to purchase geothermal energy and electricity, delivered by the Contractor Group. Invoice presented and paid in United States Dollar currency.
In accordance with the terms of the take-or-pay provisions of the Amended and Restated ESC, PLN should pay a minimum of 80% of the rated capacity of each Unit in operation for the Unit owned by PLN (Unit I) and 95% of the average gross kilowatt generating capacity of the relevant units built, owned and operated by the Contractor Group (Units II and III).
On August 10, 2004, the terms of the Amended and Restated ESC were amended through Amendment Agreement No. 2 signed by PLN, PERTAMINA and the Contractor Group. The significant amendments are as follows:
- With respect to Darajat Unit III, the base resource price of geothermal energy and electricity is US\$ 0.042336 (full amount) per kWh.
- All rights to and revenue from any and all emissions credit and trading as a result of the United Nations Framework Convention on Climate Change ("UNFCCC") and Kyoto Protocol for Clean Development Mechanism ("CDM") or other Gas Emission Credit Market mechanisms related to the Darajat Contract Area are the property of and owned by the Darajat Contractor Group.
On April 28, 2014, the amended ESC section 5.2 was approved to change the Indonesian Consumer Price Index ("CPI") from base year 2007 = 100 to base year 2012 = 100, which was implemented immediately for energy transactions from the second quarter of 2014.
SEGD-I and SEGD-II entered into a Joint Operating Agreement ("JOA") dated August 23, 1997 (as amended from time to time and most recently amended on January 1, 2009) with PT DGI, whereby PT DGI was assigned a five percent participating interest in, and the rights and obligations under, the JOC and ESC for the Unit II power generating facility and all future units. SEGD-I, SEGD-II and PT DGI together form the Darajat Geothermal Operation West Java Contractor Group (hereinafter referred to as the "Darajat Contractor Group").
Amendemen No. 1 atas Amended and Restated JOA ditandatangani pada tanggal 1 Januari 2009. Amendemen tersebut menyatakan bahwa seluruh pihak menyetujui untuk menunjuk SEGD-II sebagai operator untuk proyek CDM dan bertindak untuk dan atas nama Kelompok Usaha Kontraktor, dalam rangka menjual Certified Emission Reductions ("CER") dan untuk menerima pembayaran.
Kegiatan operasi komersial Sumber Energi Panas Bumi Unit I ("Unit I") dimulai pada tahun 1994 dengan kapasitas pembangkit sebesar 55 MW. Pembangkit listrik Unit II ("Unit II") mulai beroperasi komersial pada tanggal 1 Juni 2000 dengan kapasitas pembangkit sebesar 70 MW, yang selanjutnya meningkat hingga 90 MW. Pembangkit listrik Unit III ("Unit III") mulai dioperasikan tanggal 1 Juli 2007 dengan kapasitas pembangkit 110 MW, yang kemudian kapasitasnya ditingkatkan menjadi 121 MW.
Hak partisipasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam Kelompok Usaha Kontraktor adalah sebagai berikut:
Star Energy Geothermal Salak, Ltd. ("SEGSL") dan Star Energy Geothermal Salak Pratama, Ltd. ("SEGSPL")
SEGSL adalah perusahaan Bermuda yang didirikan dengan nama Union Geothermal of Indonesia, Limited berdasarkan sertifikat pendirian tertanggal 25 November 1981, di bawah hukum Bermuda dengan kegiatan usaha utama di Indonesia. Pada tanggal 31 Maret 2017, namanya berubah menjadi SEGSL setelah diakuisisi oleh SEG-SD B.V. sebagai bagian dari perjanjian jual beli tertanggal 22 Desember 2016 antara CVX dan Star Energy Consortium dengan tujuan untuk menjual aset panas bumi Chevron Indonesia.
SEGSPL (dahulu Dayabumi Salak Pratama, Ltd. ("DSPL")) adalah perusahaan yang dibentuk secara khusus pada tanggal 1 Mei 1996 di Cayman Islands, dengan kegiatan usaha utama di Indonesia, dengan tujuan untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas sumber energi panas bumi ("Power Plant"). SEGSPL merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh SEGSL. Namanya diubah menjadi SEGSPL pada tanggal 31 Maret 2017 setelah diakuisisi oleh SEG-SD B.V. sebagai bagian dari perjanjian jual beli tanggal 22 Desember 2016.
Amendment No. 1 to the Amended and Restated JOA was signed on January 1, 2009. The Amendment provides that all parties agree to appoint SEGD-II as the operator for the CDM Project and acting for and on behalf of the Contractor Group, to sell the Certified Emission Reductions ("CER") and receive the payments.
The Unit I Geothermal Energy Plant ("Unit I") commenced commercial operations in 1994 and has a power generation capacity of 55 MW. The Unit II Power Plant ("Unit II") was commissioned and commenced commercial operations on June 1, 2000 with a power generation capacity of 70 MW, subsequently increased to 90 MW. The Unit III Power Plant ("Unit III") was commissioned and commenced commercial operations on July 1, 2007 with a power generation capacity of 110 MW, subsequently increased to 121 MW.
The respective participating interests of the participants in the Contractor Group are as follows:
| Unit I (Uap)/ Unit I (Steam) |
Unit II dan III (Listrik)/ Units II and III (Electricity) |
|
|---|---|---|
| Star Energy Geothermal Darajat I, Limited Star Energy Geothermal Darajat II, Limited PT Darajat Geothermal Indonesia |
50,00% 50,00% - |
47,50% 47,50% 5,00% |
| 100,00% | 100,00% |
Star Energy Geothermal Salak, Ltd. ("SEGSL") and Star Energy Geothermal Salak Pratama, Ltd. ("SEGSPL")
SEGSL is a Bermuda corporation, incorporated under the original name Union Geothermal of Indonesia, Limited based on a certificate of incorporation dated November 25, 1981, under the Laws of the Bermuda with its principal place of business in Indonesia. On March 31, 2017, it changed its name to SEGSL after it was acquired by SEG-SD B.V. as part of a sale and purchase agreement dated December 22, 2016 between CVX and Star Energy Consortium to sell Chevron's Indonesian Geothermal assets.
SEGSPL (formerly known as Dayabumi Salak Pratama, Ltd. ("DSPL")) is a special purpose company formed on May 1, 1996 under the laws of the Cayman Islands, with its principal place of business in Indonesia, for the purpose of building and operating a geothermal energy fueled power generating facility (the "Power Plant"). SEGSPL is a wholly-owned subsidiary of SEGSL. It changed its name to SEGSPL on March 31, 2017 after it was acquired by SEG-SD B.V. as part of a sales and purchase agreement dated December 22, 2016.
JOC Salak Salak JOC
Pada tanggal 11 Februari 1982, Union Geothermal of Indonesia, Ltd., yang sekarang berubah menjadi SEGSL, mengadakan JOC dengan PERTAMINA, (dimana kegiatan operasional panas bumi sekarang dikelola oleh PGE), untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber energi panas bumi di area kontrak Gunung Salak. Berdasarkan ketentuan JOC, SEGSL diharuskan untuk mengirim sumber energi panas bumi yang diproduksi dalam area tersebut kepada PLN melalui PGE, sesuai dengan ESC yang dibahas di bawah ini. Energi sumber panas bumi ini digunakan oleh PLN untuk pembangkit listrik dari tiga unit operasional berkapasitas 55 MW (Unit 1, 2 dan 3) yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN di area kontrak tersebut. JOC tersebut kemudian diubah pada tanggal 16 November 1994 dan selanjutnya pada tanggal 22 Juli 2002.
Pada tanggal 1 Mei 1996, CGS mendirikan DSPL sebagai entitas anak yang dimiliki sepenuhnya dan diberikan seluruh hak, kewajiban, dan kepemilikannya berdasarkan JOC terkait dengan kegiatan konstruksi dan operasional dari penambahan 3 unit pembangkit listrik (Unit 4, 5 dan 6). Hal ini dikonfirmasi melalui Amendemen No. 2 atas Gunung Salak amended and restated JOC pada tanggal 22 Juli 2002. Amendemen No. 2 tersebut juga memperpanjang jangka waktu JOC yang sebelumnya hingga 1 Desember 2030, menjadi 30 November 2040.
JOC Salak tunduk pada Keputusan Presiden No. 49 tahun 1991 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 766/1992 yang memberikan tarif pajak inklusif pada Grup Kontraktor sebesar 34% dari laba bersih operasional, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984. Dalam peraturan pemerintah tertentu, 34% tersebut disebut sebagai "bagian pemerintah". Selain itu, Kontraktor Salak diharuskan membayar penyisihan produksi setara dengan 4% dari laba bersih operasional, dihitung berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia Tahun 1984.
Bersamaan dengan SEGSL mengadakan JOC pada tanggal 11 Februari 1982 dengan PERTAMINA, PERTAMINA mengadakan ESC dengan PLN di mana PLN telah menyetujui untuk membeli sumber energi panas bumi yang akan dikirim oleh SEGSL.
Mengacu pada Amended and Restated JOC tanggal 16 November 1994, ESC juga diubah dan disajikan kembali ("Amended and Restated ESC").
On February 11, 1982, Union Geothermal of Indonesia, Ltd., now succeeded by SEGSL entered into a JOC with PERTAMINA, for which geothermal operations are now managed by PGE, to explore and develop geothermal energy resources within the Gunung Salak contract area. The JOC governs the conduct of geothermal operations in the contract area. Under the terms of the JOC, SEGSL is required to deliver the geothermal energy produced in the contract area to PLN through PGE, pursuant to the ESC discussed below. This geothermal energy is used by PLN to generate electricity from three 55 MW power generating units (Units 1, 2 and 3) owned and operated by PLN in the contract area. The JOC was amended on November 16, 1994 and again on July 22, 2002.
On May 1, 1996, CGS established DSPL as a wholly-owned subsidiary and assigned all of its rights, interests and obligations under the JOC in respect of construction and operation of an additional three power generating units (Units 4, 5 and 6). This was confirmed in Amendment No. 2 to the Gunung Salak amended and restated JOC dated July 22, 2002. Amendment No. 2 also extended the JOC term to December 1, 2030, which was further extended to November 30, 2040.
Salak JOC is subject to Presidential Decree No. 49 of 1991 and the Minister of Finance Decree No. 766/1992 which provides the Contractor Group with an all-inclusive tax rate of 34% of net operating income as defined in the JOC and the 1984 Indonesian Income Tax Law. In certain government regulations, this 34% is referred to as the "government share". The Salak Contractor is also required to pay the PGE Production Allowance equivalent to 4% of net operating income calculated based on the 1984 Indonesian Income Tax Law.
ESC Salak Salak ESC
In conjunction with SEGSL entering into the JOC dated February 11, 1982 with PERTAMINA, PERTAMINA entered into an ESC with PLN whereby PLN agreed to purchase geothermal energy, delivered by SEGSL.
In connection with the amendment and restatement of the JOC dated November 16, 1994, the ESC was also amended and restated ("Amended and Restated ESC").
Jangka waktu Amended and Restated ESC berakhir dalam waktu 420 bulan setelah tanggal 16 November 1994 ("Tanggal Efektif") dengan ketentuan apabila periode produksi akan diperpanjang melebihi jangka waktu Amended and Restated ESC, maka jangka waktu tersebut akan secara otomatis diperpanjang hingga berakhirnya periode produksi tersebut. Periode produksi untuk pengiriman energi panas bumi untuk unit pertama, atau listrik dari setiap unit yang dibangun, dimiliki dan dioperasikan oleh SEGSL, adalah 360 bulan sejak tanggal komersial dari setiap unit, dengan ketentuan jika periode produksi berakhir sebelum akhir dari Amended and Restated ESC, maka periode produksi tersebut akan secara otomatis diperpanjang sampai akhir jangka waktu.
Jangka waktu yang dinyatakan dalam Amended and Restated ESC kemudian diubah melalui perjanjian amendemen ("Second Amendment") yang telah ditandatangani oleh SEGSL pada tanggal 22 Juli 2002. Perubahan yang signifikan adalah sebagai berikut:
- SEGSPL menjadi pihak dalam ESC, di mana SEGSPL mempunyai hak untuk mengoperasikan dan mengirim listrik kepada PLN atas nama PERTAMINA menggunakan kombinasi dari Unit 4, 5 dan 6.
- Jangka waktu ESC akan berakhir tanggal 1 Desember 2030 dan telah diperpanjang sampai 30 November 2040.
- Berkaitan dengan seluruh unit, harga dasar sumber daya energi panas bumi akan diturunkan dari US\$ 0,04032 (angka penuh) per kWh berdasarkan ESC asli ke US\$ 0,03724 (angka penuh) per kWh.
Sesuai dengan amendemen tersebut, PLN harus membayar PGE, yang kemudian akan dibayarkan ke SEGS dan SEGSPL, untuk setiap energi panas bumi dan listrik yang dikirim setiap bulannya berdasarkan rumus harga yang dinyatakan dalam ESC. Tagihan tersebut dinyatakan dan dibayar dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Sesuai dengan ketentuan take-or-pay dalam Second Amendment, PLN harus membayar minimum 95,06% dari total kapasitas rated Unit 1, 2 dan 3. Untuk Unit 4, 5 dan 6, PLN harus membayar minimum 90,14% dari total capacity rated.
PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau ("PT SEGSS")
Pada tanggal 6 April 2017, SEG-SD B.V. mengakuisisi PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau. Efektif sejak tanggal tersebut, PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau diubah menjadi PT SEGSS melalui Akta No. 3 dari Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn. tertanggal 6 April 2017. Entitas induk dari PT SEGSS adalah SEG-SD B.V. dengan kepemilikan sebesar 95%.
The term of the Amended and Restated ESC is for a period ending 420 months after November 16, 1994 (the "Effective Date") provided that should any production periods extend beyond the term of the Amended and Restated ESC, the term will be automatically extended until the end of such production period. The production period for delivery of geothermal energy to the initial unit, or electricity from each unit built, owned and operated by SEGSL, shall be at least 360 months commencing on the date of commercial generation of each unit, with the provision that if a production period ends prior to the end of the term of the Amended and Restated ESC, such production period shall be automatically extended to coincide with the end of such term.
The terms as stated in the Amended and Restated ESC were later amended through an Amendment Agreement ("Second Amendment") signed by SEGSL on July 22, 2002. Significant amendments are as follows:
- SEGSPL became a party to the ESC, whereby SEGSPL shall have the right to generate and deliver electricity to PLN on behalf of PERTAMINA using any combination of Units 4, 5 and 6.
- The term of the ESC will end on December 1, 2030 and has been extended to November 30, 2040.
- With respect to all units, the base resource price of geothermal energy was decreased from US\$ 0.04302 (full amount), per kWh under the original ESC to US\$ 0.03724 (full amount) per kWh.
The terms of the Amendment provide that PLN shall pay PGE, who will then remit to SEGS and SEGSPL, for the geothermal energy delivered each month based upon pricing formulas stated in the ESC. The invoice is stated and payable in United States Dollar.
In accordance with the terms of the take-or-pay provisions of the Second Amendment, PLN should pay a minimum 95.06% of the total rated capacity of Units 1, 2 and 3. For Units 4, 5 and 6, PLN should pay a minimum 90.14% of the total capacity rated.
PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau ("PT SEGSS")
On April 6, 2017, SEG-SD B.V. acquired PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau. Effective on the date, PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau was changed to PT SEGSS by Deed No. 3 of Notary Liestiani Wang, S.H., M.Kn. dated April 6, 2017. The immediate parent of PT SEGSS is SEG-SD B.V. with 95% ownership.
e. Informasi Mengenai Hak Pengusahaan Hutan
Pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 and 2018, luas areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) milik Grup yang belum berakhir masa konsesinya adalah 73.375 Ha, sedangkan luas areal hutan yang belum dikelola selama sisa manfaat HPH (virgin forest) adalah 34.728 Ha. Rincian luas areal HPH Grup tersebut adalah sebagai berikut:
| No. dan Tanggal Surat Keputusan Hak Pengusahaan Hutan |
Lokasi/ Location |
Luas/ Area |
Forest Concession Rights |
Remaining concession period |
primer/ Virgin forest |
No. and Date of Decision Letter Covering the Forest Concession Rights |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hektar/ Hectares |
Tahun/ Years |
Hektar/ Hectares |
||||
| Entitas Anak : TAIWI - |
Subsidiary : - TAIWI |
|||||
| Unit HPH I SK No. 368/Menhut-II/ 2009 23 Juni 2009 |
Maluku Utara/ North Maluku |
Unit HPH I SK No. 368/Menhut-II/ 2009 June 23, 2009 |
||||
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
a. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan standar dan sejumlah amendemen/ penyesuaian/ interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020. Penerapan atas PSAK baru/ revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahuntahun sebelumnya, kecuali sebagaimana diungkapkan di bawah ini.
• PSAK 15 (amendemen) Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama: Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Amandemen ini mengklarifikasi bahwa PSAK 71 Instrumen Keuangan ("PSAK 71") termasuk persyaratan penurunan nilai, berlaku bagi instrumen keuangan lainnya untuk entitas asosiasi atau ventura bersama yang tidak menerapkan metode ekuitas. Termasuk di dalamnya kepentingan jangka panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi bersih entitas dalam sebuah entitas asosiasi atau ventura bersama. Grup menerapkan PSAK 71 untuk kepentingan jangka panjang tersebut sebelum menerapkan PSAK 15. Dalam penerapan PSAK 71, Grup tidak mengikutsertakan penyesuaian atas kepentingan jangka panjang yang disyaratkan oleh PSAK 15 (misalnya, penyesuaian jumlah tercatat atas kepentingan jangka panjang yang berasal dari alokasi kerugian investee atau penilaian atas penurunan nilai berdasarkan PSAK 15).
e. Information on Forest Concession Rights
As of December 31, 2020, 2019 and 2018, the Group has a total Forest Concession Right (HPH) area of 73,375 Ha which has not yet expired whereas total area of 34,728 Ha has not been managed for the remaining concession period. The details of the concession area of the Group are as follows:
| No. dan Tanggal Surat Keputusan Hak Pengusahaan Hutan |
Lokasi/ Location |
Luas/ Area |
Masa HPH/ Forest Concession Rights |
Sisa masa HPH/ Remaining concession period |
Hutan primer/ Virgin forest |
No. and Date of Decision Letter Covering the Forest Concession Rights |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Hektar/ Hectares |
Tahun/ Years |
Hektar/ Hectares |
||||
| Entitas Anak : TAIWI - Unit HPH I SK No. 368/Menhut-II/ 2009 23 Juni 2009 (Amandemen) |
Maluku Utara/ North Maluku |
73.375 | 45 | 34 tahun/years | 34.728 | Subsidiary : - TAIWI Unit HPH I SK No. 368/Menhut-II/ 2009 June 23, 2009 (Amendment) |
2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS ("PSAK") AND INTERPRETATIONS OF PSAK ("ISAK")
a. Standards, Amendments/Improvements and Interpretation to Standards Effective in the Current Year
In the current year, the Group has applied standards and a number of amendments/ improvements/interpretations to PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 2020. The adoption of these new/ revised PSAKs does not result in changes to the Group's accounting policies and has no material effect on the amounts reported for the current or prior years, except as discussed below.
• PSAK 15 (amendment) Investments in Associates and Joint Ventures: Longterm Interests in Associate and Joint Ventures
The amendment clarifies that PSAK 71 Financial Instruments ("PSAK 71"), including its impairment requirements, applies to other financial instruments in an associate or joint venture to which the equity method is not applied. These include long-term interests that, in substance, form part of the entity's net investment in an associate or joint venture. The Group applies PSAK 71 to such long-term interests before it applies PSAK 15. In applying PSAK 71, the Group does not take account of any adjustments to the carrying amount of longterm interests required by PSAK 15 (i.e., adjustments to the carrying amount of long-term interests arising from the allocation of losses of the investee or assessment of impairment in accordance with PSAK 15).
• PSAK 26 (penyesuaian) Biaya Pinjaman
Amendemen ini mengklarifikasi bahwa jika saldo pinjaman yang didapatkan secara spesifik masih terutang setelah aset terkait siap untuk digunakan sesuai dengan intensinya atau dijual, pinjaman itu menjadi bagian dari dana yang dipinjam secara umum ketika menghitung tingkat kapitalisasi pada pinjaman secara umum.
• PSAK 71 (amendemen), Instrumen Keuangan: Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif
Amandemen PSAK 71 ini mengklarifikasi bahwa tujuan dari penilaian apakah fitur percepatan pelunasan sesuai dengan kondisi 'semata dari pembayaran pokok dan bunga' (SPPI), para pihak yang mengeksekusi opsi tersebut dapat membayar atau menerima kompensasi yang wajar atas percepatan pembayaran terlepas dari alasan percepatan pembayaran tersebut. Dengan kata lain, aset keuangan dengan fitur percepatan pelunasan dengan kompensasi negatif tidak secara otomatis tidak dianggap sebagai SPPI.
• PSAK 1 (amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Definisi Material dan PSAK 25 (amendemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan: Definisi Material
Amandemen ini dimaksudkan untuk memberikan definisi material dalam PSAK 1 agar lebih mudah dimengerti dan tidak dimaksudkan untuk merubah konsep dasar dari materialitas dalam PSAK. Konsep 'mengaburkan' informasi material dengan informasi yang tidak material telah dimasukkan dalam definisi baru tersebut.
Batasan materialitas yang mempengaruhi pengguna laporan keuangan telah diubah dari 'dapat mempengaruhi' menjadi 'mungkin diharapkan dapat mempengaruhi'.
Definisi material dalam PSAK 25 telah digantikan dengan referensi definisi material dalam PSAK 1. Selain itu, Dewan Standar Akuntansi Keuangan mengubah standar lain dan kerangka konseptual yang mengandung definisi material untuk memastikan konsistensi.
• PSAK 26 (improvement) Borrowing Costs
The amendments clarify that if any specific borrowing remains outstanding after the related asset is ready for its intended use or sale, that borrowing becomes part of the funds that an entity borrows generally when calculating the capitalization rate on general borrowings.
• • PSAK 71 (amendment) Financial Instruments: Prepayment Features with Negative Compensation
The amendment to PSAK 71 clarifies that for the purpose of assessing whether a prepayment feature meets the 'solely payments of principal and interest' (SPPI) condition, the party exercising the option may pay or receive reasonable compensation for the prepayment irrespective of the reason for prepayment. In other words, financial assets with prepayment features with negative compensation do not automatically fail SPPI.
• PSAK 1 (amendment) Presentation of Financial Statements: Definition of Material and PSAK 25 (amendment) Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Errors: Definition of Material
The amendments are intended to make the definition of material in PSAK 1 easier to understand and are not intended to alter the underlying concept of materiality in the PSAKs. The concept of 'obscuring' material information with immaterial information has been included as part of the new definition
The threshold for materiality influencing users has been changed from 'could influence' to 'could reasonably be expected to influence'.
The definition of material in PSAK 25 has been replaced by a reference to the definition of material in PSAK 1. In addition, the Indonesian Financial Accounting Standards Board amended other Standards and the Conceptual Framework that contain a definition of material or refer to the term 'material' to ensure consistency.
• PSAK 1 (amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Judul Laporan Keuangan
Amandemen ini menambahkan kalimat "menyesuaikan deskripsi yang digunakan untuk" sebelum kalimat "…laporan keuangan itu sendiri" agar sesuai dengan intensi dari IAS 1 Presentation of Financial Statements paragraf 5.
• PSAK 71 (amendemen) Instrumen Keuangan, PSAK 55 (amendemen) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK 60 (amendemen) Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Amandemen ini akan berdampak terhadap entitas yang menerapkan akuntansi lindung nilai berdasarkan PSAK 71 atau PSAK 55 untuk hubungan lindung nilai yang secara langsung dipengaruhi oleh reformasi acuan suku bunga. Amandemen tersebut memodifikasi persyaratan akuntansi lindung nilai tertentu, sehingga entitas akan menerapkan akuntasi lindung nilai dengan asumsi bahwa tingkat acuan suku bunga tidak diubah sebagai akibat dari reformasi tingkat acuan. Amandemen tersebut diterapkan secara retrospektif terhadap hubungan lindung nilai yang sudah ada pada awal periode pelaporan di mana entitas pertama kali menerapkan amandemen atau yang ditetapkan setelahnya.
• ISAK 36 Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa
Interpretasi ini memberikan panduan perlakuan akuntansi atas hak atas tanah berdasarkan:
- a. PSAK 16, jika suatu ketentuan kontraktual memberikan hak yang, secara substansial, menyerupai pembelian aset tetap, atau
- b. PSAK 73, jika substansi suatu hak atas tanah tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar, dan hanya memberikan hak untuk menggunakan aset pendasar tersebut selama suatu jangka waktu tertentu (yaitu transaksi sewa).
Grup tidak menyajikan kembali informasi komparatif, yang tetap dilaporkan berdasarkan PSAK 55 Instrumen Keuangan ("PSAK 55").
• PSAK 1 (amendment) Presentation of Financial Statements: Titles of Financial Statements
The amendment adds the sentence "adjusting the description used for" before the sentence "… financial statements itself" to make it consistent with the intention of paragraph 5 of IAS 1 Presentation of Financial Statements.
• PSAK 71 (amendment) Financial Instruments, PSAK 55 (amendment) Financial Instruments: Recognition and Measurement and PSAK 60 (amendment) Financial Instruments: Disclosures about Interest Rate Benchmark reform
The amendment will affect entities that apply the hedge accounting requirements of PSAK 71 or PSAK 55 to hedging relationships directly affected by the interest rate benchmark reform. The amendments modify specific hedge accounting requirements, so that entities would apply those hedge accounting requirements assuming that the interest rate benchmark is not altered as a result of the interest rate benchmark reform. The amendments are applied retrospectively to those hedging relationships that existed at the beginning of the reporting period in which an entity first applies the amendments or were designated thereafter.
• ISAK 36 Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights in PSAK 16: Property, Plant and Equipment and PSAK 73: Leases
The interpretation provides guidance to account for the land rights under:
- a. PSAK 16, if the contractual provisions give rights that, in substance, represent a purchase of a PPE, or
- b. PSAK 73, if the substance of the land rights does not transfer control over the underlying assets and only gives the right to use the underlying assets for a period of time (i.e. lease transaction).
• PSAK 71 Instrumen Keuangan • PSAK 71 Financial Instruments
The Group has not restated the comparative information, which continues to be reported under PSAK 55 Financial Instruments ("PSAK 55").
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
PSAK 71 memberikan persyaratan baru untuk:
-
- Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan;
-
- Penurunan nilai aset keuangan; dan
-
- Akuntansi lindung nilai.
Rincian persyaratan baru tersebut dan dampaknya terhadap laporan keuangan dijelaskan di bawah ini.
Grup telah menerapkan PSAK 71 sesuai dengan ketentuan-ketentuan transisi dalam PSAK 71.
a) Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan
Tangal penerapan awal (yaitu, tanggal ketika Grup telah menilai aset keuangan dan liabilias keuangan sesuai dengan ketentuan PSAK 71) adalah 1 Januari 2020. Oleh karena itu, Grup telah menerapkan persyaratan PSAK 71 untuk instrumen yang belum dihentikan pengakuannya pada 1 Januari 2020 dan tidak menerapkan persyaratan pada instrumen yang telah dihentikan pengakuannya pada 1 Januari 2020.
- instrumen utang yang dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk memperoleh arus kas kontraktual, dan arus kas kontraktual yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
- instrumen utang yang dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan mengumpulkan arus kas kontraktual dan juga untuk menjual instrumen utang, dan yang memiliki arus kas kontraktual yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang, yang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ("FVTOCI");
- investasi utang lainnya dan investasi ekuitas yang diukur selanjutnya pada nilai wajar melalui laba rugi ("FVTPL").
PSAK 71 introduces new requirements for:
-
- The classification and measurement of financial assets and financial liabilities;
-
- Impairment of financial assets; and
-
- General hedge accounting.
Details of these new requirements as well as their impact on the financial statements are described below.
The Group has applied PSAK 71 in accordance with the transition provisions set out in PSAK 71.
a) Classification and measurement of financial assets
(a) The date of initial application (i.e. the date on which the Group has assessed its existing financial assets and financial liabilities in terms of the requirements of PSAK 71) is January 1, 2020. Accordingly, the Group has applied the requirements of PSAK 71 to instruments that have not been derecognized as at January 1, 2020 and has not applied the requirements to instruments that have already been derecognized as at January 1, 2020.
Khususnya: (b) Specifically:
- (c) debt instruments that are held within a business model whose objective is to collect the contractual cash flows, and that have contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding, are measured subsequently at amortized cost;
- debt instruments that are held within a business model whose objective is both to collect the contractual cash flows and to sell the debt instruments, and that have contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding, are measured subsequently at fair value through other comprehensive income ("FVTOCI");
- all other debt investments and equity investments are measured subsequently at fair value through profit or loss ("FVTPL").
Terlepas dari hal-hal di atas, Grup dapat melakukan pemilihan yang tidak terbatalkan dari salah satu pilihan berikut saat pengakuan awal aset keuangan:
- Grup dapat melakukan pemilihan yang tidak terbatalkan untuk menyajikan perubahan selanjutnya atas nilai wajar sebuah investasi ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan dan juga bukan merupakan imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi kombinasi bisnis dalam penghasilan komprehensif lain; dan
- Grup dapat melakukan penetapan yang tidak terbatalkan untuk investasi utang yang memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau FTVOCI sebagai diukur pada FVTPL jika hal tersebut menghilangkan atau mengurangi inkonsistensi akuntansi secara signifikan.
Pada tahun berjalan, Grup belum menetapkan investasi utang yang memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI sebagai diukur pada FVTPL.
Ketika investasi utang yang diukur pada FVTOCI dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lainnya direklasifikasi dari ekuitas menjadi laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. Ketika investasi ekuitas uang diukur pada FVTOCI dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lainnya selanjutnya dialihkan ke saldo laba.
Instrumen utang yang diukur selanjutnya pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI dapat mengalami penurunan nilai. Lihat poin (b) di bawah ini.
Direksi Perusahaan menelaah dan menilai aset keuangan Grup pada tanggal 1 Januari 2020 berdasarkan fakta dan keadaan yang ada pada tanggal tersebut dan menyimpulkan bahwa penerapan awal PSAK 71 memiliki dampak terhadap klasifikasi dan pengukuran aset keuangan Grup sebagai berikut:
Despite the aforegoing, the Group may make the following irrevocable election/designation at initial recognition of a financial asset:
- the Group may irrevocably elect to present subsequent changes in fair value of an equity investment that is neither held for trading nor contingent consideration recognized by an acquirer in a business combination in other comprehensive income; and
- the Group may irrevocably designate a debt investment that meets the amortized cost or FVTOCI criteria as measured at FVTPL if doing so eliminates or significantly reduces an accounting mismatch.
In the current year, the Group has not designated any debt investments that meet the amortized cost or FVTOCI criteria as measured at FVTPL.
When a debt investment measured at FVTOCI is derecognized, the cumulative gain or loss previously recognized in other comprehensive income is reclassified from equity to profit or loss as a reclassification adjustment. When an equity investment designated as measured at FVTOCI is derecognized, the cumulative gain or loss previously recognized in other comprehensive income is subsequently transferred to retained earnings.
Debt instruments that are measured subsequently at amortized cost or at FVTOCI are subject to impairment. See (b) below.
The directors of the Company reviewed and assessed the Group's existing financial assets as of January 1, 2020 based on the facts and circumstances that existed at that date and concluded that the initial application of PSAK 71 has had the following impact on the Group's financial assets as regards their classification and measurement:
- Investasi Grup pada efek utang yang tercatat di bursa yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual berdasarkan PSAK 55 kini diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTOCI karena aset keuangan tersebut dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual obligasi, dan juga memiliki arus kas kontraktual yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Perubahan nilai wajar dari aset keuangan tersebut terus diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi;
- Investasi Grup pada instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa (bukan yang dimiliki untuk diperdagangkan ataupun imbalan kontijensi yang ditimbulkan dari kombinasi bisnis) yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual dan diukur sebesar nilai biaya perolehan berdasarkan PSAK 55 kini diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTOCI.
Tabel di bawah ini menunjukkan informasi berkaitan dengan aset keuangan yang telah direklasifikasi sebagai akibat dari transisi penerapan PSAK 71.
- the Group's investments in listed debt securities that were classified as available‑for‑sale financial assets under PSAK 55 have been classified as financial assets at FVTOCI because they are held within a business model whose objective is both to collect contractual cash flows and to sell the bonds, and they have contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on principal outstanding. The change in the fair value on these financial assets continue to accumulate in the investment revaluation reserve until they are derecognized or reclassified;
- the Group's investments in unlisted equity instruments (neither held for trading nor a contingent consideration arising from a business combination) that were previously classified as available‑for‑sale financial assets and were measured at cost under PSAK 55 have been designated as at FVTOCI.
The table below shows information relating to financial assets that have been reclassified as a result of transition to PSAK 71.
| PSAK 71 Measurement Category | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah tercatat PSAK 55/ PSAK 55 Carrying Amount on 1 Januari/ January 1, 2020 US\$ '000 |
Reklasifikasi/ Reclassification US\$ '000 |
Aset keuangan pada biaya perolehan Financial assets yang diamortisasi/ Financial assets at amortized cost US\$ '000 |
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi/ at fair value through profit or loss US\$ '000 |
Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainya/ Financial assets at fair value through other comprehensive income US\$ '000 |
||
| Kategori Pengukuran PSAK 55 | PSAK 55 Measurement Category | |||||
| Pinjaman yang diberikan dan piutang Bank dan deposito berjangka Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Aset keuangan lainnya Piutang usaha - bersih Piutang lain-lain Pihak berelasi Pihak ketiga Putang sewa pembiayaan |
743.517 148.053 52.061 260.843 62.129 16.926 400.199 |
(743.517) (148.053) (52.061) (260.843) (62.129) (16.926) (400.199) |
743.517 148.053 52.061 260.843 62.129 16.926 400.199 |
- - - - - - - |
- - - - - - - |
Loans and receivable Cash in banks and time deposits Restricted cash in banks Other financial assets Trade accounts receivable - net Other accounts receivable Related parties Third parties Finance lease receivables |
| Tersedia untuk dijual Investasi pada obligasi Investasi pada saham |
42.928 198 |
(42.928) (198) |
- - |
- - |
42.928 198 |
Available-for-sale Investment in bonds Investment in share |
| Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi : Aset keuangan derivatif |
136 | (136) | - | 136 | - | Financial assets at fair value through profit or loss : Derivative financial assets |
| Jumlah | 1.726.990 | (1.726.990) | 1.683.728 | 136 | 43.126 | Total |
Kategori Pengukuran PSAK 71/
Tidak ada reklasifikasi aset keuangan lain yang berdampak terhadap posisi keuangan, laba rugi, penghasilan komprehensif lain atau jumlah penghasilan komprehensif milik Grup pada tahun tersebut.
None of the other reclassifications of financial assets have had any impact on the Group's financial position, profit or loss, other comprehensive income or total comprehensive income for the year.
b) Penurunan nilai aset keuangan
PSAK 71 mensyaratkan model kerugian kredit ekspektasian yang berbeda dengan model kerugian kredit pada saat terjadinya berdasarkan PSAK 55. Model kerugian kredit ekspektasian mensyaratkan Grup untuk mencatat kerugian kredit ekspektasian dan perubahan dalam kerugian kredit ekspektasian pada setiap tanggal pelaporan untuk menunjukkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal aset keuangan. Tidak lagi disyaratkan terjadinya peristiwa kredit sebelum pengakuan kerugian kredit.
Secara khusus, PSAK 71 mensyaratkan Grup untuk mengakui cadangan kerugian kredit ekspektasian atas:
- 1) investasi utang yang setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI
- 2) piutang sewa;
- 3) piutang usaha dan aset kontrak; dan
- 4) komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan di mana persyaratan penurunan nilai PSAK 71 berlaku.
Secara khusus, PSAK 71 mengharuskan Grup untuk mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian ("ECL") sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, atau jika instrumen keuangan tesebut merupakan pembelian atau berasal dari aset keuangan yang nilai kreditnya telah mengalami penurunan nilai. Namun, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal (kecuali untuk pembelian atau berasal dari aset keuangan yang nilai kreditnya telah mengalami penurunan nilai), Grup diharuskan untuk mengukur cadangan kerugian dari instrumen keuangan tesebut sejumlah ECL sepanjang 12 bulan. PSAK 71 juga mengharuskan pendekatan sederhana untuk pengukuran cadangan kerugian sejumlah ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha, aset kontrak, dan piutang sewa pada kondisi tertentu.
b) Impairment of financial assets
PSAK 71 requires an expected credit loss model that is different from the credit loss model as incurred under PSAK 55. The expected credit loss model requires the Group to record expected credit losses and changes in expected credit losses at each reporting date to show changes in credit risk since the initial recognition of financial assets. A credit event is no longer required before the recognition of a credit loss.
Specifically, PSAK 71 requires the Group to recognize a loss allowance for expected credit losses on:
- 1) debt investments subsequently measured at amortized cost or at FVTOCI:
- 2) lease receivables;
- 3) trade accounts receivable and contract assets; and
- 4) loan commitments and financial guarantee contracts to which the impairment requirements of PSAK 71 apply.
In particular, PSAK 71 requires the Group to measure the loss allowance for a financial instrument at an amount equal to the lifetime expected credit losses ("ECL") if the credit risk on that financial instrument has increased significantly since initial recognition, or if the financial instrument is a purchased or originated credit‑impaired financial asset. However, if the credit risk on a financial instrument has not increased significantly since initial recognition (except for a purchased or originated credit‑impaired financial asset), the Group is required to measure the loss allowance for that financial instrument at an amount equal to 12‑months ECL. PSAK 71 also requires a simplified approach for measuring the loss allowance at an amount equal to lifetime ECL for trade accounts receivable, contract assets and lease receivables in certain circumstances.
Karena Grup telah memilih untuk tidak menyajikan kembali saldo komparatif, untuk menilai apakah terdapat kenaikan yang signifikan atas risiko kredit sejak pengakuan awal instrumen keuangan yang diakui pada tanggal penerapan awal PSAK 71 (misal 1 Januari 2020), Direksi telah membandingkan risiko kredit dari masing-masing instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal risiko kredit pada tanggal 1 Januari 2020.
Hasil dari penilaian tersebut adalah sebagai berikut:
Because the Group has elected not to restate comparatives, for the purpose of assessing whether there has been a significant increase in credit risk since initial recognition of financial instruments that remain recognized on the date of initial application of PSAK 71 (i.e. January 1, 2020), the directors have compared the credit risk of the respective financial instruments on the date of their initial recognition to their credit risk as at January 1, 2020.
The result of the assessment is as follows:
| Pos yang terdampak provisi penurunan nilai berdasarkan PSAK 71 |
Catatan/ Note |
Atribut risiko kredit per 1 Januari 2020/ Credit risk attributes as of January 1, 2020 |
Akumulasi cadangan kerugian pada tanggal 1 Januari 2020/ Cumulative loss allowance on January 1, 2020 |
Items subject to impairment provision of PSAK 71 |
|---|---|---|---|---|
| US\$' 000 | ||||
| Piutang lain-lain | 7 | Pos-pos tersebut dinilai memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan berdasarkan masing |
- | Other accounts receivable |
| Efek utang yang tercatat di bursa |
- | masing peringkat kredit eksternal atau internal. Oleh karena itu, Grup berasumsi bahwa risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal sebagaimana diizinkan oleh PSAK 71 dan pengakuan ECL 12 bulan dianggap |
- | Listed debt securities |
| Efek ekuitas yang tidak tercatat di bursa |
- | direksi tidak material/ These items are assessed to have low credit risk at the reporting date based on their respective external or internal credit ratings. As such, the Group assumes that the credit risk on these financial instruments has not |
- | Non-listed equity securities |
| Deposito berjangka |
5 | increased significantly since initial recognition as permitted by PSAK 71 and recognizes 12-months ECL which the directors considered to be immaterial. |
- | Time deposits |
| Piutang usaha | 6 | Grup menerapkan pendekatan sederhana dan mengakui ECL sepanjang umur untuk aset ini/ |
118 | Trade accounts receivable |
| Piutang sewa pembiayaan |
8 | The Group applies the simplified approach and recognizes lifetime ECL for these assets. |
- | Finance lease receivables |
| Kas di bank, rekening bank yang dibatasi penggunaannya dan aset tidak lancar lainnya |
5,18 | Semua saldo bank, rekening bank yang dibatasi penggunaannya dan aset tidak lancar lainnya dinilai memiliki risiko kredit rendah pada setiap tanggal pelaporan karena disimpan pada lembaga perbankan internasional terkemuka/ All bank balances, restricted cash in banks and other noncurrent assets are assessed to have low credit risk at each reporting date as they are held with reputable international banking institutions. |
- | Cash in bank, restricted cash in banks and other noncurrent assets |
Amandemen konsekuensial terhadap PSAK 60 juga menyebabkan pengungkapan yang lebih luas atas dampak risiko kredit terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup (lihat Catatan 6, 7, 8 dan 48).
c) Klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan
Perubahan signifikan PSAK 71 dalam hal klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan berkaitan dengan perlakuan akuntansi atas perubahan nilai wajar suatu liabilitas keuangan yang ditetapkan pada FVTPL yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit penerbit.
The consequential amendments to PSAK 60 have also resulted in more extensive disclosures about the Group's exposure to credit risk in the consolidated financial statements (see Notes 6, 7, 8 and 48).
c) Classification and measurement of financial liabilities
A significant change introduced by PSAK 71 in the classification and measurement of financial liabilities relates to the accounting for changes in the fair value of a financial liability designated as at FVTPL attributable to changes in the credit risk of the issuer.
Secara spesifik, PSAK 71 mensyaratkan perubahan nilai wajar dari liabilitas keuangan yang dapat diaatribusikan pada perubahan dari risiko kredit liabilitas untuk disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pengakuan dari dampak perubahan tersebut dapat menyebabkan atau memperbesar inkonsistensi perlakuan akuntansi dalam laba rugi. Perubahan nilai wajar yang diatribusikan pada risiko kredit liabilitas keuangan selanjutnya tidak direklasifikasi ke laba rugi, namun dialihkan ke saldo laba ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Sebelumnya, berdasarkan PSAK 55, seluruh perubahan nilai wajar dari liabilitas keuangan yang ditetapkan pada FVTPL disajikan pada laba rugi.
Penerapan PSAK 71 tidak berdampak pada klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan Grup.
d) Akuntansi lindung nilai d) Hedge accounting
Persyaratan umum akuntansi lindung nilai yang baru tetap mempertahankan tiga jenis akuntansi lindung nilai. Namun, tipe transaksi yang memenuhi syarat akuntansi lindung nilai kini menjadi lebih fleksibel, khususnya memperluas tipe instrumen yang memenuhi syarat instrumen lindung nilai dan tipe komponen risiko dari aset nonkeuangan yang diperbolehkan untuk akuntansi lindung nilai. Selain itu, uji efektivitas telah diganti dengan prinsip 'hubungan ekonomik'. Penilaian retrospektif atas efektivitas lindung nilai juga tidak lagi diperlukan. Persyaratan pengungkapan yang lebih luas mengenai kegiatan manajemen risiko Grup juga diperkenalkan.
Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK 71 mengenai akuntansi lindung nilai, Grup telah menerapkan ketentuan akuntansi lindung nilai PSAK 71 secara prospektif sejak penerapan awal pada tanggal 1 Januari 2020. Hubungan lindung nilai kualifikasian pada tanggal 1 Januari 2020 juga memenuhi syarat untuk akuntansi lindung nilai berdasarkan PSAK 71 sehingga dianggap sebagai hubungan lindung nilai yang berkelanjutan. Tidak diperlukan penyeimbangan ulang atas hubungan lindung nilai tersebut pada tanggal 1 Januari 2020. Karena persyaratan kritis dari instrumen lindung nilai cocok dengan item lindung nilaian terkait, seluruh hubungan lindung nilai tetap efektif berdasarkan persyaratan penilaian efektifitas di PSAK 71. Grup juga tidak menetapkan hubungan lindung nilai berdasarkan PSAK 71 yang tidak memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai kualifikasian berdasarkan PSAK 55.
Specifically, PSAK 71 requires that the changes in the fair value of the financial liability that is attributable to changes in the credit risk of that liability be presented in other comprehensive income, unless the recognition of the effects of changes in the liability's credit risk in other comprehensive income would create or enlarge an accounting mismatch in profit or loss. Changes in fair value attributable to a financial liability's credit risk are not subsequently reclassified to profit or loss, but are instead transferred to retained earnings when the financial liability is derecognized. Previously, under PSAK 55, the entire amount of the change in the fair value of the financial liability designated as at FVTPL was presented in profit or loss.
The application of PSAK 71 has had no impact on the classification and measurement of the Group's financial liabilities.
The new general hedge accounting requirements retain the three types of hedge accounting. However, greater flexibility has been introduced to the types of transactions eligible for hedge accounting, specifically broadening the types of instruments that qualify for hedging instruments and the types of risk components of non-financial items that are eligible for hedge accounting. In addition, the effectiveness test has been replaced with the principle of an 'economic relationship'. Retrospective assessment of hedge effectiveness is also no longer required. Enhanced disclosure requirements about the Group's risk management activities have also been introduced.
In accordance with PSAK 71's transition provisions for hedge accounting, the Group has applied the PSAK 71 hedge accounting requirements prospectively from the date of initial application on January 1, 2020. The Group's qualifying hedging relationships in place as at January 1, 2020 also qualify for hedge accounting in accordance with PSAK 71 and were therefore regarded as continuing hedging relationships. No rebalancing of any of the hedging relationships was necessary on January 1, 2020. As the critical terms of the hedging instruments match those of their corresponding hedged items, all hedging relationships continue to be effective under PSAK 71's effectiveness assessment requirements. The Group has also not designated any hedging relationships under PSAK 71 that would not have met the qualifying hedge accounting criteria under PSAK 55.
PSAK 71 mensyaratkan keuntungan dan kerugian lindung nilaian diakui sebagai penyesuaian terhadap jumlah tercatat awal dari item lindung nilaian nonkeuangan (dasar penyesuaian). Selain itu, pengalihan dari cadangan lindung nilai ke nilai tercatat awal dari item lindung nilaian bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi bedasarkan PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan, sehingga tidak berdampak terhadap penghasilan komprehensif lain. Keuntungan dan kerugian lindung nilai yang dikenakan dasar penyesuaian dikategorikan sebagai jumlah yang selanjutnya tidak akan direklasifikasi ke laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. Hal ini konsisten dengan praktik Grup sebelum penerapan PSAK 71.
Konsisten dengan periode-periode sebelumnya, ketika suatu kontrak berjangka digunakan pada lindung nilai arus kas atau hubungan lindung nilai atas nilai wajar, Grup telah menetapkan perubahan nilai wajar dari keseluruhan kontrak berjangka, yaitu termasuk elemen berjangka, sebagai instrumen lindung nilai.
Penerapan ketentuan akuntansi lindung nilai dalam PSAK 71 tidak memiliki dampak lain terhadap hasil dan posisi keuangan Grup pada tahun berjalan dan/atau tahun sebelumnya. Lihat Catatan 48 untuk rincian pengungkapan mengenai kegiatan manajemen risiko Grup.
Kebijakan akuntansi yang signifikan untuk instrumen keuangan berdasarkan PSAK 71 diungkapkan dalam Catatan 3h.
• PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 72 menggantikan PSAK 34 Kontrak Konstruksi ("PSAK 34"), PSAK 23 Pendapatan ("PSAK 23") dan Interpretasi terkait. PSAK 72 memperkenalkan pendekatan 5 langkah untuk pengakuan pendapatan. Pedoman yang menentukan telah ditambahkan dalam PSAK 72 sehubungan dengan skenario tertentu. Rincian persyaratan baru ini dan dampaknya terhadap laporan keuangan dijelaskan di bawah ini.
Grup telah menerapkan PSAK 72 menggunakan metode retrospektif modifikasian dengan efek kumulatif dari penerapan pertama kali standar ini diakui pada tanggal penerapan awal (1 Januari 2020) sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba. Oleh karena itu, informasi komparatif tidak disajikan kembali dan tetap dilaporkan berdasarkan PSAK 34, PSAK 23 dan ISAK terkait. Grup telah memilih untuk menerapkan standar ini secara retrospektif hanya untuk kontrak yang belum selesai pada tanggal penerapan pertama kali.
PSAK 71 requires hedging gains and losses to be recognized as an adjustment to the initial carrying amount of non‑financial hedged items (basis adjustment). In addition, transfers from the hedging reserve to the initial carrying amount of the hedged item are not reclassification adjustments under PSAK 1 Presentation of Financial Statements and hence they do not affect other comprehensive income. Hedging gains and losses subject to basis adjustments are categorized as amounts that will not be subsequently reclassified to profit or loss in other comprehensive income. This is consistent with the Group's practice prior to the adoption of PSAK 71.
Consistent with prior periods, when a forward contract is used in a cash flow hedge or fair value hedge relationship, the Group has designated the change in fair value of the entire forward contract, i.e. including the forward element, as the hedging instrument.
The application of the PSAK 71 hedge accounting requirements has had no other impact on the results and financial position of the Group for the current and/or prior years. Please refer to Note 48 for detailed disclosures regarding the Group's risk management activities.
The significant accounting policies for financial instruments under PSAK 71 are as disclosed in Note 3h.
• PSAK 72 Revenue from Contracts with Customers
PSAK 72 supersedes PSAK 34 Construction Contracts ("PSAK 34"), PSAK 23 Revenue ("PSAK 23") and the related Interpretations. PSAK 72 introduces a 5-step approach to revenue recognition. Far more prescriptive guidance has been added in PSAK 72 to deal with specific scenarios. Details of these new requirements as well as their impact on the financial statements are described below.
The Group has applied PSAK 72 using the modified retrospective method with the cumulative effect of initially applying this standard recognized at the date of initial application (January 1, 2020) as an adjustment to the opening balance of retained earnings. Therefore, the comparative information was not restated and continues to be reported under PSAK 34, PSAK 23 and the related Interpretations. The Group has elected to apply this standard retrospectively only to contracts that are not completed contracts at the date of initial application.
PSAK 72 menggunakan istilah 'aset kontrak' dan 'liabilitas kontrak' untuk menjelaskan yang sebelumnya dikenal sebagai 'pendapatan diakui di muka' dan 'pendapatan ditangguhkan', tetapi standar tidak melarang entitas untuk menggunakan deskripsi alternatif dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Grup telah menerapkan istilah yang digunakan dalah PSAK 72 untuk mendeskripsikan saldo-saldo tersebut.
Kebijakan akuntansi Grup yang signifikan atas alur pendapatannya diungkapkan di Catatan 3y. Selain memberikan pengungkapan yang lebih luas untuk transaksi pendapatan Grup, penerapan PSAK 72 menimbulkan dampak yang signifikan terhadap posisi keuangan dan/atau kinerja keuangan Grup seperti yang dijelaskan di bawah.
PSAK 73 memperkenalkan persyaratan baru atau persyaratan yang disesuaikan sehubungan dengan akuntansi sewa. PSAK 73 memperkenalkan perubahan signifikan pada akuntansi sewa dengan menghilangkan perbedaan antara sewa operasi dan pembiayaan, mensyaratkan pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal permulaan untuk seluruh sewa, kecuali sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilairendah. Berbeda dengan akuntansi penyewa, persyaratan akuntansi pesewa secara luas tetap tidak berubah. Rincian atas persyaratan baru tersebut dijelaskan dalam Catatan 3. Dampak dari penerapan PSAK 73 terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup diuraikan di bawah ini.
Tanggal penerapan awal PSAK 73 bagi Grup adalah 1 Januari 2020.
Grup telah menerapkan PSAK 73 menggunakan pendekatan dengan dampak kumulatif pada awal penerapan yang mana:
- mensyaratkan Grup untuk mengakui dampak kumulatif pada awal penerapan PSAK 73 sebagai penyesuaian terhadap saldo awal saldo laba pada tanggal penerapan awal; dan
- tidak memperkenankan penyajian kembali saldo komparatif, yang tetap disajikan sesuai PSAK 30 Sewa ("PSAK 30") dan ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa ("ISAK 8").
Grup telah menggunakan cara praktis yang tersedia pada transisi PSAK 73 untuk tidak menilai kembali apakah sebuah kontrak mengandung sewa. Dengan demikian, definisi sewa sesuai dengan PSAK 30 dan ISAK 8 akan tetap diterapkan terhadap sewa yang disepakati atau dimodifikasi sebelum 1 Januari 2020.
PSAK 72 uses the terms 'contract asset' and 'contract liability' to describe what might more commonly be known as 'accrued revenue' and 'deferred revenue', however the standard does not prohibit an entity from using alternative descriptions in the consolidated statement of financial position. The Group has adopted the terminology used in PSAK 72 to describe such balances.
The Group's significant accounting policies for its revenue streams are disclosed in Note 3y. Apart from providing more extensive disclosures for the Group's revenue transactions, the application of PSAK 72 had a significant impact on the financial position and/or financial performance of the Group as explained in the below.
• PSAK 73 Sewa • PSAK 73 Leases
PSAK 73 introduces new or amended requirements with respect to lease accounting. It introduces significant changes to the lessee accounting by removing the distinction between operating and finance lease and requirling the recognition of a right-of-use asset and a lease liability at commencement for all leases, except for short-term leases and leases of low value assets. In contrast to lessee accounting, the requirements for lessor accounting have remained largely unchanged. Details of these new requirements are described in Note 3. The impact of the adoption of PSAK 73 on the Group's consolidated financial statements is described below.
The date of initial application of PSAK 73 for the Group is January 1, 2020.
The Group has applied PSAK 73 using the using the cumulative catch-up approach which:
- requires the Group to recognize the cumulative effect of initially applying PSAK 73 as an adjustment to the opening balance of retained earnings at the date of initial application; and
- does not permit restatement of comparatives, which continue to be presented under PSAK 30 Leases ("PSAK 30") and ISAK 8 Determining whether an Arrangement contains a Lease ("ISAK 8").
- (a) Dampak dari definisi baru sewa (a) Impact of the new definition of a lease
The Group has made use of the practical expedient available on transition to PSAK 73 not to reassess whether a contract contains a lease. Accordingly, the definition of a lease in accordance with PSAK 30 and ISAK 8 will continue to be applied to those leases entered or modified before January 1, 2020.
Perubahan pada definisi sewa terutama berhubungan dengan konsep pengendalian. PSAK 73 menentukan apakah kontrak mengandung sewa berdasarkan apakah pelanggan memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Hal ini berbeda dengan fokus terhadap 'risiko dan manfaat' dalam PSAK 30 dan ISAK 8.
Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang terdapat dalam PSAK 73 terhadap seluruh kontrak sewa yang disepakati atau dimodifikasi pada atau setelah 1 Januari 2020 (terlepas apakah Grup adalah pesewa atau penyewa dalam kontrak sewa). Definisi baru dalam PSAK 73 tidak akan mengubah secara signifikan lingkup kontrak yang memenuhi definisi sewa bagi Grup.
(b) Dampak terhadap akuntansi penyewa (c) (b) Impact on lessee accounting
PSAK 73 mengubah cara Grup memperlakukan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi dalam PSAK 30, yang tidak dicatat di neraca.
Dengan menerapkan PSAK 73, untuk seluruh sewa (kecuali sebagaimana dijelaskan di bawah ini), Grup:
- (i) Mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada laporan posisi keuangan konsolidasian, yang pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa masa depan, dengan aset hakguna disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau terutang terkait sewa tersebut sesuai dengan PSAK 73.C08(b)(ii), kecuali untuk asset hak-guna sewa properti yang diukur secara retrospektif seolah-olah standar telah diterapkan sejak tanggal permulaan sewa;
- (ii) Mengakui penyusutan aset hakguna dan bunga atas liabilitas sewa pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian; dan
- (iii) Memisahkan jumlah kas yang dibayarkan atas bagian pokok (disajikan dalam kegiatan pembiayaan) dan bunga (disajikan dalam kegiatan operasi) dalam laporan arus konsolidasian.
The change in definition of a lease mainly relates to the concept of control. PSAK 73 determines whether a contract contains a lease on the basis of whether the customer has the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. This is in contrast to the focus on 'risks and rewards' in PSAK 30 and ISAK 8.
The Group applies the definition of a lease and related guidance set out in PSAK 73 to all lease contracts entered into or modified on or after January 1, 2020 (whether it is a lessor or a lessee In the lease contract). The new definition in PSAK 73 does not change significantly the scope of contracts that meet the definition of a lease for the Group.
Sewa operasi terdahulu Former operating leases
PSAK 73 changes how the Group accounts for leases previously classified as operating leases under PSAK 30, which were off-balancesheet.
Applying PSAK 73, for all leases (except as noted below), the Group:
- (i) Recognizes right-of-use assets and lease liabilities in the consolidated statement of financial position, initially measured at the present value of future lease payments, with the right-of-use asset adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments in accordance with PSAK 73.C08(b)(ii), except for rightof-use asset for property leases which were measured on a retrospective basis as if the standard have been applied on commencement date;
- (ii) Recognizes depreciation of rightof-use assets and interest on lease liabilities in the consolidated statement profit or loss and other comprehensive income; and
- (iii) Separates the total amount of cash paid into a principal portion (presented within financing activities) and interest (presented within operating activities) in the consolidated statement of cash flows.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
Insentif sewa (contoh, periode sewa gratis) diakui sebagai bagian dari pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa di mana dalam PSAK 30 insentif sewa mengakibatkan pengakuan liabilitas insentif sewa, yang diamortisasi sebagai pengurang atas beban sewa secara garis lurus.
Dalam PSAK 73, aset hak-guna diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 Penurunan Nilai Aset ("PSAK 48"). PSAK 73 menggantikan persyaratan sebelumnya untuk mengakui provisi atas kontrak sewa yang bersifat memberatkan.
Untuk sewa jangka-pendek (sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah (seperti komputer pribadi dan furnitur kantor), Grup telah memilih untuk mengakui beban sewa secara garis lurus sebagaimana diijinkan dalam PSAK 73. Beban ini disajikan dalam "beban umum dan administrasi" di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Grup telah menggunakan cara praktis berikut ketika menerapkan pendekatan dampak kumulatif pada awal penerapan terhadap sewa-sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30:
- Grup telah menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang secara wajar serupa;
- Grup telah memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terhadap sewasewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal penerapan awal;
- Grup telah mengecualikan biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal; dan
- Grup telah menggunakan tinjauan ke belakang, dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa.
Lease incentives (e.g. free rent period) are recognized as part of the measurement of the right-of-use assets and lease liabilities whereas under PSAK 30 they resulted in the recognition of a lease incentive liability, amortized as a reduction of rental expense on a straight-line basis.
Under PSAK 73, right-of-use assets are tested for impairment in accordance with PSAK 48 Impairment of Assets ("PSAK 48"). This replaces the previous requirement to recognize a provision for onerous lease contracts.
For short-term leases (lease term of 12 months or less) and leases of lowvalue assets (such as personal computers and office furniture), the Group has opted to recognize a lease expense on a straight-line basis as permitted by PSAK 73. This expense is presented within "general administrative expenses" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
The Group has used the following practical expedients when applying the cumulative catch-up approach to leases previously classified as operating leases applying PSAK 30:
- The Group has applied a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics;
- • The Group has elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities to leases for which the lease term ends within 12 months of the date of initial application;
- • The Group has excluded initial direct costs from the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application; and
- • The Group has used hindsight when determining the lease term when the contract contains options to extend or terminate the lease.
Sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan
Untuk sewa-sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan sesuai PSAK 30, jumlah tercatat aset sewaan dan utang sewa pembiayaan yang diukur sesuai PSAK 30 segera sebelum tanggal penerapan awal direklasifikasi masingmasing ke aset hak-guna dan liabilitas sewa tanpa penyesuaian, kecuali dalam hal Grup telah memilih untuk menerapkan pengecualian pengakuan sewa bernilai rendah.
Aset hak-guna dan liabilitas sewa dicatat sesuai PSAK 73 dari 1 Januari 2020.
Perbedaan utama antara PSAK 73 dan PSAK 30 sehubungan dengan kontrak yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah pengukuran jaminan nilai residual yang diberikan oleh penyewa kepada pesewa. PSAK 73 mensyaratkan Grup mengakui sebagian dari liabilitas sewa hanya sejumlah nilai yang diharapkan akan terhutang berdasarkan jaminan nilai residual, bukan jumlah jaminan nilai maksimum seperti yang disyaratkan oleh PSAK 30. Perubahan ini tidak berdampak material pada laporan keuangan konsolidasi Grup.
(c) Dampak terhadap akuntansi pesewa (c) (c) Impact on lessor accounting
PSAK 73 tidak mengubah secara substansial cara pesewa mencatat sewa. Dalam PSAK 73, pesewa tetap mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dan mencatat kedua jenis sewa tersebut secara berbeda.
Tetapi, PSAK 73 telah mengubah dan memperluas persyaratan pengungkapan, terutama cara pesewa mengelola risiko yang timbul dari kepentingan residual dalam aset sewa.
Rata-rata tertimbang suka bunga pinjaman inkremental penyewa yang diterapkan pada liabilitas sewa yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2020 adalah 11%-25%.
Tabel di bawah ini menunjukkan komitmen sewa operasi yang diungkapkan dengan menerapkan PSAK 30 pada tanggal 31 Desember 2019, didiskontokan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental pada tanggal penerapan awal dan liabilitas sewa yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal penerapan awal:
Former finance leases
For leases that were classified as finance leases applying PSAK 30, the carrying amount of the leased assets and obligations under finance leases measured applying PSAK 30 immediately before the date of initial application is reclassified to right-ofuse assets and lease liabilities respectively without any adjustments, except in cases where the Group has elected to apply the low-value lease recognition exemption.
The right-of-use asset and the lease liability are accounted for applying PSAK 73 from January 1, 2020.
The main differences between PSAK 73 and PSAK 30 with respect to contracts formerly classified as finance leases is the measurement of the residual value guarantees provided by the lessee to the lessor. PSAK 73 requires that the Group recognizes as part of its lease liability only the amount expected to be payable under a residual value guarantee, rather than the maximum amount guaranteed as required by PSAK 30. This change did not have a material effect on the Group's consolidated financial statements.
PSAK 73 does not substantially change how a lessor accounts for leases. Under PSAK 73, a lessor continues to classify leases as either finance leases or operating leases and accounts for those two types of leases differently.
However, PSAK 30 has changed and expanded the disclosures required, in particular regarding how a lessor manages the risks arising from its residual interest in leased assets.
The weighted average lessee's incremental borrowing rate applied to the lease liabilities recognized in the consolidated statement of financial position on January 1, 2020 is 11%- 25%.
The following table shows the operating lease commitments disclosed by applying PSAK 30 at December 31, 2019, discounted using the incremental borrowing rate at the date of initial application and the lease liabilities recognized in the consolidated statement of financial position at the date of initial application:
| 1 Januari/ | ||
|---|---|---|
| January 1 , | ||
| 2020 | ||
| US\$' 000 | ||
| Komitmen sewa operasi pada | Operating lease commitments | |
| 31 Desember 2019 | 8.297 | at December 31, 2019 |
| Sewa jangka pendek dan sewa yang | Short-term leases and leases of low | |
| aset pendasarnya bernilai rendah | (2.335) | value assets |
| Dampak diskonto jumlah di atas | (1.287) | Effect of discounting the above amounts |
| Liabilitas sewa diakui pada | Lease liabilities recognized | |
| 1 Januari 2020 | 4.675 | as at January 1, 2020 |
Aset hak-guna diukur sebesar jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau pembayaran akrual sewa yang terkait dengan sewa tersebut yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian segera sebelum tanggal penerapan awal. Akibatnya, aset hak-guna sebesar US\$ 4.335 ribu diakui pada tanggal 1 Januari 2020, liabilitas sewa sebesar US\$ 4.675 ribu, liabilitas pajak tangguhan sebesar US\$ 115 ribu, saldo kepentingan non-pengendali sebesar US\$ 105 ribu dan dampak bersih pada saldo laba sebesar US\$ 120 ribu diakui pada tanggal 1 Januari 2020.
Dampak dari penerapan PSAK 72 dan PSAK 73 disajikan dan dijelaskan di bawah ini:
Dampak PSAK 72 dan 73 terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2020 (tanggal penerapan awal)
Right-of-use assets were measured at the amount equal to the lease liability, adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments relating to that lease recognized in the consolidated statement of financial position immediately before the date of initial application. Consequently, right-of-use assets of US\$ 4,335 thousand were recognized on January 1, 2020, lease liabilities of US\$ 4,675 thousand, deferred tax liabilities of US\$ 115 thousand, noncontrolling interest of US\$ 105 thousand and the net impact on retained earnings of US\$ 120 thousand was recognized on January 1, 2020.
The effects of adopting PSAK 72 and PSAK 73 are presented and explained below:
Impact of PSAK 72 and 73 on the consolidated statement of financial position as of January 1, 2020 (date of initial application)
| Dilaporkan sebelumnya per 31 Desember 2019/ As previously reported as of December 31, US\$ '000 |
Penerapan PSAK 72/ Adoption of PSAK 72 US\$ '000 |
Catatan penjelasan/ Explanatory note |
Penerapan PSAK 73/ Adoption of PSAK 73 US\$ '000 |
Catatan penjelasan/ Explanatory note |
Disesuaikan pada 1 Januari 2020/ Adjusted as of January 1, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ASET ASET TIDAK LANCAR Aset hak-guna |
- | - | 4.335 | (2) | 4.335 | ASSETS NON-CURRENT ASSET Right-of-use assets |
|
| LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Liabilitas sewa |
- | - | 3.515 | (2) | 3.515 | LIABILITIES CURRENT LIABILITIES Lease liabilities |
|
| LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas kontrak Liabilitas sewa Liabilitas pajak tangguhan |
- - 899.861 |
16.215 - (5.513) |
(1) (1) |
- 1.160 (115) |
(2) (2) |
16.215 1.160 894.233 |
NON-CURRENT LIABILITIES Contract liabilities Lease liabilities Deferred tax liabilities |
| EKUITAS Saldo laba Kepemilikan non-pengendali |
180.445 1.580.271 |
(3.707) (6.995) |
(1) (1) |
(120) (105) |
(2) (2) |
176.618 1.573.171 |
EQUITY Retained earnings Non controlling interest |
Dampak PSAK 72 terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 December 2020 (periode pelaporan berjalan)
Impact of PSAK 72 on the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020 (current reporting period)
| Menggunakan PSAK sebelumnya/ Under previous PSAK US\$ '000 |
Penerapan PSAK 72/ Adoption of PSAK 72 US\$ '000 |
Catatan penjelasan/ Explanatory note |
Mengunakan PSAK baru/ Under the new PSAK US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|
| LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas kontrak Liabilitas pajak tangguhan |
- 871.890 |
17.634 (5.996) |
(1) (1) |
17.634 865.894 |
LIABILITIES NON-CURRENT LIABILITIES Contract liabilities Deferred tax liabilities |
| EKUITAS | EQUITY | ||||
| Saldo laba - tidak ditentukan penggunaannya Kepentingan nonpengendali |
218.409 1.633.558 |
(4.031) (7.607) |
(1) (1) |
214.378 1.625.951 |
Retained earnings - unappropriated Non-controlling interests |
Dampak PSAK 72 terhadap laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (periode pelaporan berjalan)
Impact of PSAK 72 on the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020 (current reporting period)
| Menggunakan PSAK sebelumnya/ Under previous PSAK US\$ '000 |
Penerapan PSAK 72/ Adoption of PSAK 72 US\$ '000 |
Catatan penjelasan/ Explanatory note |
Mengunakan PSAK baru/ Under the new PSAK US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|
| OPERASI YANG DILANJUTKAN | CONTINUING OPERATIONS | ||||
| PENDAPATAN BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN BEBAN LANGSUNG |
2.335.588 1.750.773 |
(1.418) - |
(1) | 2.334.170 1.750.773 |
REVENUES COST OF REVENUE AND DIRECT COSTS |
| LABA KOTOR | 584.815 | (1.418) | 583.397 | GROSS PROFIT | |
| LABA SEBELUM PAJAK | 245.890 | (1.418) | 244.472 | PROFIT BEFORE TAX | |
| BEBAN PAJAK PENGHASILAN - | (103.571) | 482 | (1) | (103.089) | INCOME TAX EXPENSE - NET |
| BERSIH LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN |
142.319 | (936) | 141.383 | PROFIT FOR THE YEAR FROM CONTINUING OPERATIONS |
|
| LABA BERSIH TAHUN BERJALAN | 142.319 | (936) | 141.383 | NET PROFIT FOR THE YEAR | |
| JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN |
130.019 | (936) | 129.083 | TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR |
|
| LABA BERSIH TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali Laba bersih tahun berjalan |
36.598 105.721 142.319 |
(324) (612) (936) |
36.274 105.109 141.383 |
NET PROFIT FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Owners of the Company Non-controlling interests Net Profit for the year |
|
| JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Nonpengendali Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan |
25.703 104.316 130.019 |
(324) (612) (936) |
25.379 103.704 129.083 |
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Owners of the Company Non-controlling interests Total comprehensive income for the year |
|
| LABA PER SAHAM (dalam Dolar Amerika Serikat penuh) Laba per saham dasar |
0,00039 | 0,00000 | 0,00039 | EARNINGS PER SHARE (in full United States Dollar full amount) Basic earnings per share |
|
| Laba per saham dilusian | 0,00039 | 0,00000 | 0,00039 | Diluted earnings per share |
Catatan penjelasan: Explanatory notes:
- (1) Untuk penjualan listrik dan uap, SEGSL dan SEGSPL mengakui penghasilan berdasarkan tagihan ke PLN tanpa mempertimbangkan PLN dapat menerima kuantitas dikirim atau tidak. Berdasarkan PSAK 72, jumlah imbalan diterima atau piutang dari PLN menurut tagihan memiliki kewajiban pelaksanaan karena kontrak mengharuskan SEGSL dan SEGSPL untuk selanjutnya mengirimkan ke PLN kuantitas listrik dan energi panas bumi yang sebelumnya tidak bisa diterima.
- (2) Penerapan PSAK 73 untuk sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30 mengakibatkan pengakuan atas aset hak-guna dan liabilitas sewa. Selisih dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa disesuaikan terhadap saldo laba. Liabilitas pajak tangguhan diakui sebesar 34% sesuai dengan peraturan perpajakan panas bumi sebesar 34% dari laba operasi.
Selain dampak PSAK 71, 72 dan PSAK 73 seperti yang dijelaskan di atas, amendemen dan interpretasi di atas tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
- (1) For electricity and steam sales, SEGSL and SEGSPL recognized revenue based on the invoiced amount to PLN regardless whether PLN can accept the quantities delivered or not. Based on PSAK 72, the consideration received or receivable from PLN which is based on the invoiced amount contains an additional performance obligation because the contract requires SEGSL and SEGSPL to subsequently deliver to PLN the quantities of electricity and geothermal energy that PLN previously were not able to accept.
- (2) The application of PSAK 73 to leases previously classified as operating leases under PSAK 30 resulted in the recognition of right-of-use assets and lease liabilities. The difference in the measurement of right-of-use assets and lease liabilities is adjusted against retained earnings. Deferred tax liabilities recognized by 34% in accordance with geothermal tax regulation as 34% of net operating income.
Other than impacts under PSAK 71, 72 and PSAK 73 as discussed above, the amendments and interpretations listed above did not have any significant impact on the Group's consolidated financial statements.
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, amandemen PSAK yang relevan bagi Grup diterbitkan namun belum belaku efektif sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020
• PSAK 73 (amendemen) Sewa: Konsesi Sewa terkait COVID-19
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2021.
- PSAK 22 (amendemen) Kombinasi Bisnis: Definisi Bisnis. Berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2021, dengan penerapan dini diperkenankan.
- Reformasi Acuan Suku Bunga Tahap 2 (Amendamen-amandemen atas PSAK 71 Instrumen Keuangan, PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi, dan PSAK 73 Sewa)
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022
- PSAK 22 (amendemen) Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
- PSAK 57 (amendemen) Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak
- Penyesuaian Tahunan 2020 atas PSAK (amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71 Instrumen Keuangan, dan PSAK 73 Sewa)
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
- PSAK 1 (amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang
- PSAK 16 (amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar, amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.
b. Standards, Amendments/Improvements and Interpretations to Standards Issued not yet Adopted
• At the date of authorization of these consolidated financial statements, the following amendments to PSAK relevant to the Group were issued but not effective:
• Effective for periods beginning on or after June 1, 2020
• • PSAK 73 (amendment) Leases: Rental Concessions related to COVID-19.
Effective for periods beginning on or after January 1, 2021
- • PSAK 22 (amendment) Business Combination: Definition of a Business. Effective for periods beginning on or after January 1, 2021, with early application permitted.
- • Interest Rate Benchmark Reform Phase 2 (Amendments to PSAK 71 Financial Instruments, PSAK 55 Financial Instruments: Recognition and Measurement, PSAK 60 Financial Instruments: Disclosures, PSAK 62 Insurance Contracts, and PSAK 73 Leases
• Effective for periods beginning on or after January 1, 2022
- • PSAK 22 (amendment) Business Combinations on References to the Conceptual Framework
- • PSAK 57 (amendment) Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets: Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the Contracts
- • 2020 Annual Improvements to PSAK (amendments to PSAK 69 Agriculture, PSAK 71 Financial Instruments, and PSAK 73 Leases)
• Effective for periods beginning on or after January 1, 2023
- • PSAK 1 (amendment) Presentation of financial statements: Classification of Liabilities as Current or Non-current
- • PSAK 16 (amendment) Property, Plant and Equipment: Proceeds before Intended Use
As of the issuance date of the consolidated financial statements, the effects of adopting these standards, amendments and interpretations on the consolidated financial statements are not known nor reasonably estimable by management.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Sesuai dengan PSAK 1, Penyajian Laporan Keuangan, dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Dolar Amerika Serikat (US\$).
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari apakah harga tersebut dapat diamati secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar dari suatu aset atau liabilitias, Grup memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan pada laporan keuangan konsolidasian ditentukan atas dasar tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang merupakan ruang lingkup PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham, transaksi sewa yang merupakan ruang lingkup PSAK 73, dan pengukuran yang memiliki kemiripan dengan nilai wajar namun bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi bersih dalam PSAK 14 Persediaan atau nilai pakai dalam PSAK 48.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan keuangan, suatu ekspektasi yang memadai bahwa Grup memiliki sumber daya yang cukup untuk melanjutkan keberadaan operasinya untuk di masa yang akan datang. Sehingga, mereka melanjutkan penerapan dasar akuntansi kelangsungan usaha dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a. Statement of Compliance
The consolidated financial statements of the Group have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation
In accordance with PSAK 1, Presentation of Financial Statements, the consolidated financial statements have been prepared on the historical cost basis except for certain financial instruments that are measured at fair values at the end of each reporting period, as explained in the accounting policies below. The presentation currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the United States Dollar (US\$).
Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for goods and services.
Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date, regardless of whether that price is directly observable or estimated using another valuation technique. In estimating the fair value of an asset or a liability, the Group takes into account the characteristics of the asset or liability if market participants would take those characteristics into account when pricing the asset or liability at the measurement date. Fair value for measurement and/or disclosure purposes in these consolidated financial statements is determined on such a basis, except for share-based payment transactions that are within the scope of PSAK 53 Sharebased Payment, leasing transactions that are within the scope of PSAK 73, and measurements that have some similarities to fair value but are not fair value, such as net realizable value in PSAK 14 Inventories or value in use in PSAK 48.
The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.
The directors have, at the time of approving the financial statements, a reasonable expectation that the Group has adequate resources to continue in operational existence for the foreseeable future. Thus, they continue to adopt the going concern basis of accounting in preparing the consolidated financial statements.
Sesuai dengan PSAK 65, Laporan Keuangan Konsolidasian, laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur). Pengendalian tercapai jika Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di investee, ia memiliki kekuasaan atas investee ketika hak suara cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun yang mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola pemilikan suara dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk mengendalikan entitas anak.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra Grup, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas yang berkaitan dengan transaksi dalam Grup dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
c. Dasar Konsolidasian c. Basis of Consolidation
In accordance with PSAK 65, Consolidated Financial Statements, the consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities (including structured entities) controlled by the Company and its subsidiaries. Control is achieved where the Company has the power over the investee; is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee; and has the ability to use its power to affect its returns.
The Company reassesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control listed above.
When the Company has less than a majority of the voting rights of an investee, it has power over the investee when the voting rights are sufficient to give it the practical ability to direct the relevant activities of the investee unilaterally. The Company considers all relevant facts and circumstances in assessing whether or not the Company's voting rights in an investee are sufficient to give it power, including (i) the size of the Company's holding of voting rights relative to the size and dispersion of holding of the other vote holders; (ii) potential voting rights held by the Company, other vote holders or other parties; (iii) rights arising from other contractual arrangements; and (iv) any additional facts and circumstances that indicate that the Company has, or does not have, the current ability to direct the relevant activities at the time that decisions need to be made, including voting patterns at previous shareholders' meetings.
Consolidation of a subsidiary begins when the Company obtains control over the subsidiary and ceases when the Company loses control of the subsidiary. Specifically, income and expense of a subsidiary acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income from the date the Company gains control until the date when the Company ceases to control the subsidiary.
When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies in line with the Group's accounting policies.
All intragroup assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.
Kepentingan nonpengendali di entitas anak diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup yang ada. Kepentingan pemegang saham nonpengendali yang merupakan kepentingan kepemilikan yang memberikan pemiliknya hak terhadap bagian proporsional aset bersih pada saat likuidasi pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-masing akuisisi. Kepentingan nonpengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
Laba atau rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan nonpengendali. Jumlah penghasilan komprehensif entitas anak diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit.
Perubahan kepemilikan Perusahaan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian Grup atas entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan dengan pemilik entitas induk.
Ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dikurangi liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan nonpengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan/diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam PSAK 71, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi.
Non-controlling interests in subsidiaries are identified separately from the Group's equity therein. Those interests of non-controlling stockholders that are present ownership interests entitling their holders to a proportionate share of net assets upon liquidation may initially be measured at fair value or at the non-controlling interests' proportionate share of the fair value of the acquiree's identifiable net assets. The choice of measurement is made on an acquisition-byacquisition basis. Other non-controlling interests are initially measured at fair value. Subsequent to acquisition, the carrying amount of non-controlling interests is the amount of those interests at initial recognition plus the non-controlling interests' share of subsequent changes in equity.
Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the owners of the Company and to the noncontrolling interests. Total comprehensive income of subsidiaries is attributed to the owners of the Company and the non-controlling interests even if this results in the noncontrolling interests having a deficit balance.
Changes in the Company's ownership interest in existing subsidiaries that do not result in the Group losing control over the subsidiaries are accounted for as equity transactions. The carrying amounts of the Group's interest and the non-controlling interest are adjusted to reflect the changes in their relative interest in the subsidiaries. Any difference between the amount by which the non-controlling interest are adjusted and the fair value of the consideration paid or received is recognized directly in equity and attributed to owners of the Company.
When the Company loses control of a subsidiary, a gain or loss is recognized in profit or loss and is calculated as the difference between (i) the aggregate of the fair value of the consideration received and the fair value of any retained interest and ii) the previous carrying amount of the assets (including goodwill), less liabilities of the subsidiary and any non-controlling interest. All amounts previously recognized in other comprehensive income in relation to that subsidiary are accounted for as if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities of the subsidiary (i.e. reclassified to profit or loss or transferred to another category of equity as specified/ permitted by applicable accounting standards). The fair value of any investment retained in the former subsidiary at the date when control is lost is regarded as the fair value on initial recognition for subsequent accounting under PSAK 71, when applicable, the cost on initial recognition of an investment in an associate.
Sesuai dengan PSAK 22, Kombinasi Bisnis, akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biayabiaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar, kecuali untuk:
- Aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan dengan pengaturan imbalan kerja diakui dan diukur masing-masing berdasarkan PSAK 46 Pajak Penghasilan dan PSAK 24 Imbalan Kerja;
- Instrumen liabilitias atau ekuitas yang berkaitan dengan perjanjian pembayaran berbasis saham dari pihak yang diakuisisi atau pengaturan pembayaran berbasis saham Grup yang dibuat untuk menggantikan pengaturan pembayaran berbasis saham dari pihak yang mengakuisisi diukur berdasarkan PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham pada tanggal akuisisi; dan
- Aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual berdasarkan PSAK 58 Aset tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan diukur sesuai dengan standar tersebut.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih tersebut diakui segera dalam laba rugi sebagai keuntungan pembelian dengan diskon.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
d. Kombinasi Bisnis d. Business Combinations
In accordance with PSAK 22, Business Combinations, acquisitions of businesses are accounted for using the acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is calculated as the sum of the acquisition date fair values of the assets transferred by the Group, liabilities incurred by the Group to the former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the Group in exchange for control of the acquiree. Acquisition related costs are recognized in profit or loss as incurred.
At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognized at their fair value except for:
- deferred tax assets or liabilities and assets or liabilities related to employee benefit arrangements are recognized and measured in accordance with PSAK 46 Income Taxes and PSAK 24 Employee Benefits, respectively;
- liabilities or equity instruments related to share-based payment arrangements of the acquiree or share-based payment arrangements of the Group entered into to replace share-based payment arrangements of the acquirer are measured in accordance with PSAK 53 Share-based Payments at the acquisition date; and
- assets (or disposal groups) that are classified as held for sale in accordance with PSAK 58 Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations and are measured inaccordance with that standard.
Goodwill is measured as the excess of the sum of the consideration transferred, the amount of any non-controlling interests in the acquiree, and the fair value of the acquirer's previously held equity interest in the acquire (if any) over the net of the acquisition-date amounts of the identifiable assets acquired and the liabilities assumed. If, after the reassessment, the net of the acquisition-date amounts of the identifiable assets acquired and liabilities assumed exceeds the sum of the consideration transferred, the amount of any non-controlling interests in the acquiree and the fair value of the acquirer's previously held interest in the acquiree (if any), the excess is recognized immediately in profit or loss as a bargain purchase gain.
When the consideration transferred by the Group in a business combination includes assets or liabilities resulting from a contingent consideration arrangement, the contingent consideration is measured at its acquisitiondate fair value and included as part of the consideration transferred in a business combination.
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi lain diukur ulang ke nilai wajar pada tanggal pelaporan selanjutnya dengan perubahan nilai wajar diakui di laba rugi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut seperti jika kepemilikan tersebut dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan dimana aset dan liabilitas yang diperoleh dari kombinasi bisnis dicatat oleh pengakuisisi pada jumlah tercatatnya.
Selisih antara jumlah imbalan yang dihasilkan dan jumlah tercatat disajikan sebagai "tambahan modal disetor" dan tidak direklasifikasi ke laba rugi ketika hilang sepengendalian.
Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas telah bergabung sejak periode dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
Changes in the fair value of the contingent consideration that qualify as measurement period adjustments are adjusted retrospectively, with corresponding adjustments against goodwill. Measurement period adjustments are adjustments that arise from additional information obtained during the measurement period (which cannot exceed one year from the acquisition date) about facts and circumstances that existed at the acquisition date.
The subsequent accounting for changes in the fair value of the contingent consideration that do not qualify as measurement period adjustments depends on how the contingent consideration is classified. Contingent consideration that is classified as equity is not remeasured at subsequent reporting dates and its subsequent settlement is accounted for within equity. Other contingent consideration is remeasured to fair value at subsequent reporting dates with changes in fair value recognized in profit or loss.
When a business combination is achieved in stages, the Group's previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date and the resulting gain or loss, if any, is recognized in profit or loss. Amounts arising from interests in the acquiree prior to the acquisition date that have previously been recognized in other comprehensive income are reclassified to profit or loss where such treatment would be appropriate if that interests were disposed of.
If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting period in which the combination occurs, the Group reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete. Those provisional amounts are adjusted during the measurement period, or additional assets or liabilities are recognized, to reflect new information obtained about facts and circumstances that existed as of the acquisition date that, if known, would have affected the amount recognized as of that date.
e. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali e. Business Combination Under Common Control
Business combination of entities under common control that qualifies as a business are accounted for under pooling of interest method where assets and liabilities acquired in the business combination are recorded by the acquirer at their book values.
The difference between the transfer price and the book value is presented as "Additional Paid in Capital" and is not recycled to profit or loss when control is loss.
The pooling of interest method is applied as if the entities had been combined from the period when the merging entities were placed under common control.
Keuangan Dalam Mata Uang Asing Sesuai dengan PSAK 10, Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, laporan keuangan individu masing-masing entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Perusahaan disajikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (US\$) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Grup, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali.
Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya kecuali untuk:
- − Selisih kurs atas transaksi yang ditetapkan untuk tujuan lindung nilai risiko valuta asing tertentu.
- − Selisih kurs atas pos moneter piutang atau utang dari kegiatan usaha luar negeri yang penyelesaiannya tidak direncanakan atau tidak mungkin terjadi (karenanya membentuk bagian dari investasi bersih dalam kegiatan usaha luar negeri), yang pada awalnya diakui pada penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pelepasan atau pelepasan sebagian dari investasi neto.
Pembukuan TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH dan RPU diselenggarakan dalam Rupiah, mata uang fungsionalnya. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH dan RPU dijabarkan ke dalam Dolar Amerika Serikat masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Pos penghasilan dan beban dijabarkan menggunakan kurs rata-rata untuk periode tersebut, kecuali kurs berfluktuasi secara signifikan selama periode tersebut, dalam hal ini kurs yang berlaku pada tanggal transaksi yang digunakan. Selisih kurs yang timbul diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas (dan diatribusikan pada kepentingan non pengendali).
f. Foreign Currency Transactions and Translation
In accordance with PSAK 10, Effect of Changes in Foreign Exchange Rates, the individual financial statements of each entity are measured and presented in the currency of the primary economic environment in which the entity operates (its functional currency). The consolidated financial statements of the Company are presented in U.S Dollar (US\$), which is the functional currency of the Company and the presentation currency for the consolidated financial statements.
In preparing the financial statements of the Group entity, transactions in currencies other than the entity's functional currency (foreign currencies) are recognized at the rates of exchange prevailing at the dates of the transactions. At the end of each reporting period, monetary items denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at that date. Non-monetary items carried at fair value that are denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at the date when the fair value was determined. Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not retranslated.
Exchange differences are recognized in profit or loss in the period in which they arise except for:
- − Exchange differences on transaction entered into in order to hedge certain foreign currency risks.
- − Exchange differences on monetary items receivable from or payable to a foreign operation for which settlement is neither planned nor likely to occur (therefore forming part of the net investment in the foreign operation), which are recognized initially in other comprehensive income and reclassified from equity to profit or loss on disposal or partial disposal of the net investment.
The books of accounts of TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH and RPU are maintained in Indonesian Rupiah, their functional currency. For the purposes of presenting these consolidated financial statements, the assets and liabilities of TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH and RPU foreign operations are translated into U.S. Dollar using the exchange rates prevailing at the end of each reporting period. Income and expense items are translated at the average exchange rates for the period, unless exchange rates fluctuate significantly during the period, in which case the exchange rates at the dates of the transactions are used. Exchange differences arising, if any, are recognized in other comprehensive income and accumulatted in equity (and attributed to non controlling interests as appropriate).
Pada konsolidasi, selisih kurs yang berasal dari penjabaran atas investasi bersih entitas luar negeri (termasuk pos-pos moneter yang secara substansi membentuk bagian investasi bersih entitas luar negeri), dan atas pinjaman dan instrumen mata uang lainnya yang ditetapkan sebagai lindung nilai atas investasi tersebut, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah di bawah judul cadangan selisih kurs penjabaran laporan keuangan.
Goodwill dan penyesuaian nilai wajar yang timbul dari akuisisi dari kegiatan usaha luar negeri diperlakukan sebagai aset dan liabilitas dari kegiatan usaha luar negeri dan dijabarkan pada kurs tutup buku. Selisih kurs yang timbul diakui pada penghasilan komprehensif lain.
Sesuai dengan PSAK 7, Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi, pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor):
- a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
- i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
- ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
- iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
- b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
- i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan sesama entitas anak saling berelasi dengan entitas lainnya).
- ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
- iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
- iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
On consolidation, exchange differences arising from the translation of the net investment in foreign entities (including monetary items that, in substance, form part of the net investment in foreign entities), and of borrowings and other currency instruments designated as hedges of such investments, are recognized in other comprehensive income and accumulated in a separate component of equity under the header of foreign currency translation reserve.
Goodwill and fair value adjustments arising on the acquisition of a foreign operation are treated as assets and liabilities of the foreign operation and translated at the closing rate. Exchange differences arising are recognized in other comprehensive income.
g. Transaksi Pihak-pihak Berelasi g. Transactions With Related Parties
In accordance with PSAK 7, Related Party Disclosures, a related party is a person or entity that is related to the Group (the reporting entity):
- a. A person or a close member of that person's family is related to the reporting entity if that person:
- i. has control or joint control over the reporting entity;
- ii. has significant influence over the reporting entity; or
- iii. is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
- b. An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions applies:
- i. The entity, and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).
- ii. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
- iii. Both entities are joint ventures of the same third party.
-
iv. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
-
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
- vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
- vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
- viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba rugi.
Aset Keuangan (Sebelum 1 Januari 2020) Financial Assets (before January 1, 2020)
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku.
Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut:
- Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi ("FVTPL"); atau
- Aset keuangan tersedia untuk dijual; atau
- Pinjaman yang diberikan dan piutang.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
- v. The entity is a employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
- vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
- vii. A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or a parent of the entity).
- viii.The entity, or any member of a group of which it is a part, provides key management personnel services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity.
Significant transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the consolidated financial statements.
h. Instrumen Keuangan h. Financial Instruments
Financial assets and financial liabilities are recognized on the consolidated statement of financial position when the Group becomes a party to the contractual provisions of the instrument.
Financial assets and financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition or issue of financial assets and financial liabilities are added to or deducted from the fair value of the financial assets and financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial assets or financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
All financial assets were recognized and derecognized on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned.
The Group's financial assets were classified as follows:
- Financial assets at fair value through profit or loss ("FVTPL"); or
- Available-for-sale ("AFS") financial assets; or
- Loans and receivables.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen utang dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen utang, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen utang selain dari aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL.
Aset keuangan pada FVTPL
Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika (i) merupakan imbalan kontinjensi pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis yang menerapkan PSAK 22 Kombinasi Bisnis, (ii) dimiliki untuk diperdagangkan, atau (iii) pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai dimiliki untuk diperdagangkan, jika:
- diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau
- pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola Grup secara bersama dan mempunyai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini; atau
- merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Aset keuangan selain aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal jika:
- penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau
- aset keuangan yang membentuk bagian kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan, dan informasi tentang pengelompokkan disediakan secara internal.
Effective interest method
The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a debt instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the debt instrument, or where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.
Income was recognized on an effective interest basis for debt instruments other than those financial assets classified at FVTPL.
Financial assets at FVTPL
Financial assets were classified as at FVTPL when the financial asset was (i) contingent consideration that may be paid by an acquirer as part of a business combination to which PSAK 22 Business Combinations applies, (ii) held for trading, or (iii) it was designated as at FVTPL.
A financial asset was classified as held for trading if:
- it had been acquired principally for the purpose of selling in the near term; or
- on initial recognition it was part of a portfolio of identified financial instruments that the Group managed together and had a recent actual pattern of short-term profittaking; or
- it was a derivative that was not designated and effective as a hedging instrument.
A financial asset other than a financial asset held for trading may be designated as at FVTPL upon initial recognition if:
- such designation eliminated or significantly reduced a measurement or recognition inconsistency that would otherwise arise; or
- the financial asset formed part of a group of financial assets, financial liabilities or both, which was managed and its performance was evaluated on a fair value basis, in accordance with a documented risk management or investment strategy, and information about the grouping was provided internally on that basis.
• Merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 mengizinkan seluruh kontrak gabungan ditetapkan sebagai FVTPL
Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang timbul dari pengukuran kembali diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 48.
Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan baik sebagai AFS atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) dimiliki hingga jatuh tempo atau (c) aset keuangan pada FVTPL.
Obligasi dan saham milik Grup yang tercatat di bursa dan diperdagangkan pada pasar aktif diklasifikasikan sebagai AFS dan dinyatakan pada nilai wajar pada akhir setiap periode pelaporan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi di ekuitas sebagai Revaluasi Investasi AFS, kecuali untuk kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset moneter, yang diakui pada laba rugi. Jika investasi dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakumulasi pada revaluasi investasi AFS direklasifikasi ke laba rugi.
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta derivatif yang terkait dengan dan harus diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitas tersebut diklasifikasikan sebagai AFS, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Dividen atas instrumen ekuitas AFS, jika ada, diakui pada laba rugi pada saat hak Grup untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penurunan nilai.
• It formed part of a contract containing one or more embedded derivatives, and PSAK 55 permited the entire combined contract to be designated as at FVTPL.
Financial assets at FVTPL were stated at fair value, with any gains or losses arising on remeasurement recognized in profit or loss. The net gain or loss recognized in profit or loss incorporates any dividend or interest earned on the financial asset. Fair value is determined in the manner described in Note 48.
Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) Available-for-sale financial assets ("AFS financial assets")
AFS financial assets were non-derivative financial assets that are either designated as AFS or were not classified as (a) loans and receivables, (b) held-to-maturity investments or (c) financial assets at FVTPL.
Listed shares and bonds held by the Group that were traded in an active market were classified as AFS and were stated at fair value at the end of each reporting period.
Gains and losses arising from changes in fair value were recognized in other comprehensive income and in equity as accumulated in AFS Investment Revaluation, with the exception of impairment losses, interest income calculated using the effective interest method, and foreign exchange gains and losses on monetary assets, which were recognized in profit or loss. Where the investment was disposed of or was determined to be impaired, the cumulative gain or loss previously accumulated in AFS investment revaluation reserve was reclassified to profit or loss.
Investments in unlisted equity instruments that were not quoted in an active market and whose fair value could not be reliably measured and derivatives that are linked to and must be settled by delivery of such unquoted equity investments were also classified as AFS, measured at cost less impairment.
Dividends on AFS equity instruments, if any, were recognized in profit or loss when the Group's right to receive the dividends were established.
Loans and receivables
Loans and receivables were non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Loans and receivables were measured at amortized cost using the effective interest method, less any impairment.
Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang lancar dimana pengakuan bunga tidak material.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dinilai terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Untuk investasi ekuitas AFS, penurunan nilai wajar yang signifikan atau jangka panjang dari instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
- kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
- pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
- terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau
- hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang tidak akan dievaluai secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan gagal bayar atas piutang.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan, jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat imbal hasil yang berlaku di pasar untuk aset keuangan yang serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
Interest was recognized by applying the effective interest method, except for short-term receivables when the recognition of interest would be immaterial.
Impairment of financial assets
Financial assets, other than those at FVTPL, were assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets were considered to be impaired when there was objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment had been affected.
For equity investments classified as AFS, a significant or prolonged decline in the fair value of the security below its cost was considered to be objective evidence of impairment.
For all other financial assets, objective evidence of impairment could include:
- significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or
- breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or
- it is becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation; or
- the disappearance of an active market for the financial asset because of financial difficulties.
For certain categories of financial assets, such as receivables, assets that were assessed not to be impaired individually were, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Group's past experiences of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables.
For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss was measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset's original effective interest rate.
For financial asset carried at cost, the amount of the impairment loss was measured as the difference between the assets's carrying amount and the present value of the estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset. Such impairment loss would not be reversed in subsequent periods.
Jumlah tercatat aset keuangan dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat atas akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi.
Kecuali instrumen ekuitas AFS, jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dibalik melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai, sepanjang nilainya tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dalam laba rugi tidak boleh dibalik melalui laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke penghasilan komprehensif lain. Sehubungan dengan efek utang AFS, kerugian penurunan nilai dibalik melalui laba rugi jika kenaikan nilai wajar investasi dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan nilai.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba rugi.
The carrying amount of the financial asset was reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount was reduced through the use of an allowance account. When a receivable was considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off were credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account were recognized in profit or loss.
When an AFS financial asset was considered to be impaired, cumulative gains or losses previously recognized in equity were reclassified to profit or loss.
With the exception of AFS equity instruments, if, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreased and the decrease could be related objectively to an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss was reversed through profit or loss to the extent that the carrying amount of the investment at the date the impairment was reversed did not exceed what the amortized cost would had been had the impairment not been recognized.
In respect of AFS equity investments, impairment losses previously recognized in profit or loss were not reversed through profit or loss. Any increase in fair value subsequent to an impairment loss was recognized directly in other comprehensive income. In respect of AFS debt securities, impairment losses were subsequently reversed through profit or loss if an increase in the fair value of the investment could be objectively related to an event occurring after the recognition of the impairment loss.
Derecognition of financial assets
The Group derecognized a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset had expired, or when it transferred the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Group neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continued to control the transferred asset, the Group recognised its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Group retained substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Group continued to recognise the financial asset and also recognised a collateralised borrowing for the proceeds received.
On derecognition of financial asset in its entirety, the difference between the asset's carrying amount and the sum of the consideration received and receivable and the cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income and accumulated in equity was recognized in profit or loss.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Grup masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Grup mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan, dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.
Semua pembelian atau penjualan reguler aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal perdagangan. Pembelian atau penjualan reguler adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di pasar.
Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut.
Instrumen utang yang memenuhi persyaratan berikut selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi:
- aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga ("SPPI") dari jumlah pokok terutang.
Instrumen utang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ("FVTOCI"), jika memenuhi kedua kondisi berikut ini:
• aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan tercapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
On derecognition of financial asset other than its entirety (e.g., when the Group retains an option to repurchase part of a transferred asset), the Group allocated the previous carrying amount of the financial asset between the part it continued to recognize under continuing involvement, and the part it no longer recognized on the basis of the relative fair values of those parts on the date of the transfer. The difference between the carrying amount allocated to the part that is no longer recognized and the sum of the consideration received for the part no longer recognized and any cumulative gain or loss allocated to it that had been recognized in other comprehensive income is recognized in profit or loss. A cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income was allocated between the part that continues to be recognized and the part that was no longer recognized on the basis of the relative fair values of those parts.
Aset keuangan (Efektif 1 Januari 2020) Financial assets (Effective January 1, 2020)
All regular way purchases or sales of financial assets are recognized and derecognized on a trade date basis. Regular way purchases or sales are purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within the time frame established by regulation or convention in the marketplace.
All recognized financial assets are measured subsequently in their entirety at either amortized cost or fair value, depending on the classification of the financial assets.
Klasifikasi aset keuangan Classification of financial assets
Debt instruments that meet the following conditions are subsequently measured at amortized cost:
- the financial asset is held within a business model whose objective is to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
- The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest ("SPPI") on the principal amount outstanding.
Debt instruments that meet the following conditions are subsequently measured at fair value through other comprehensive income ("FVTOCI"):
• the financial asset is held within a business model whose objective is achieved by both collecting contractual cash flows and selling the financial assets; and
• persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Seluruh aset keuangan lain selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Meskipun telah disebutkan sebelumnya, Grup dapat menetapkan pilihan tak terbatalkan pada saat pengakuan awal aset keuangan sebagai berikut:
- menyajikan perubahan selanjutnya nilai wajar investasi pada instrumen ekuitas dalam penghasilan komprehensif lain jika kriteria tertentu dipenuhi (lihat di bawah); dan
- menetapkan aset keuangan yang memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI sebagai diukur pada FVTPL, jika penetapan itu mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan (accounting mismatch) (lihat di bawah).
Biaya perolehan diamortisasi dan metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen utang dan mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan.
Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk, suku bunga efektif adalah tingkat suku bunga yang secara tepat mendiskontokan penerimaan kas masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau diskon lainnya) tidak termasuk kerugian kredit ekspektasian, melalui umur ekspektasian dari instrumen utang, atau, jika tepat, periode yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto instrumen utang pada saat pengakuan awal. Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, suku bunga efektif yang disesuaikan dengan risiko kredit dihitung dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan, termasuk estimasi kerugian kredit, ke biaya perolehan diamortisasi instrumen utang pada pengakuan awal.
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah nilai aset keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, disesuaikan dengan penyisihan kerugiannya. Di sisi lain, jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan, sebelum disesuaikan dengan penyisihan kerugian.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
• the contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.
By default, all other financial assets are subsequently measured at fair value through profit or loss (FVTPL).
Despite the foregoing, the Group may make the following irrevocable election/designation at initial recognition of a financial asset:
- the Group may irrevocably elect to present subsequent changes in fair value of an equity investment in other comprehensive income if certain criteria are met (see below); and
- the Group may irrevocably designate a debt investment that meets the amortized cost or FVTOCI criteria as measured at FVTPL if doing so eliminates or significantly reduces an accounting mismatch (see below).
Amortized cost and effective interest method
The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a debt instrument and of allocating interest income over the relevant period.
For financial instruments other than purchased or originated credit-impaired financial assets, the effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) excluding expected credit losses, through the expected life of the debt instrument, or, where appropriate, a shorter period, to the gross carrying amount of the debt instrument on initial recognition. For purchased or originated credit-impaired financial assets, a credit adjusted effective interest rate is calculated by discounting the estimated future cash flows, including expected credit losses, to the amortized cost of the debt instrument on initial recognition.
The amortized cost of a financial asset is the amount at which the financial asset is measured at initial recognition minus the principal repayments, plus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between that initial amount and the maturity amount, adjusted for any loss allowance. On the other hand, the gross carrying amount of a financial asset is the amortized cost of a financial asset before adjusting for any loss allowance.
Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk intrumen utang yang diukur selanjutnya pada biaya perolehan diamortisasi dan pada FVTOCI. Untuk instrumen keuangan lain, kecuali aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto aset keuangan, kecuali aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika pada periode pelaporan keuangan selanjutnya, risiko kredit aset keuangan tersebut membaik sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami penurunan nilai kredit, maka pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto aset keuangan.
Untuk aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk, Grup mengakui pendapatan bunga dengan menerapkan suku bunga efektif yang disesuaikan dengan risiko kredit atas biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan sejak pengakuan awal. Perhitungan tidak kembali ke basis bruto bahkan jika risiko kredit dari aset keuangan selanjutnya membaik sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami penurunan kredit.
Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dan dimasukkan dalam pos "Keuntungan lain-lain bersih".
Instrumen utang diklasifikasikan pada FVTOCI Debt instruments classified as at FVTOCI
Efek utang yang tercatat di bursa yang dimiliki oleh Grup diklasifikasikan sebagai FVTOCI. Nilai wajar ditentukan dengan cara yang dijelaskan dalam Catatan 48. Efek utang yang tercatat di bursa pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Selanjutnya, perubahan nilai tercatat pada efek utang yang tercatat di bursa tersebut sebagai akibat dari keuntungan dan kerugian selisih kurs, keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan pendapatan bunga yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang diakui dalam laba rugi akan sama dengan jika efek utang yang tercatat di bursa ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari efek utang yang tercatat di bursa diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam cadangan revaluasi investasi. Jika efek utang yang tercatat yang terdaftar ini dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba rugi.
Interest income is recognized using the effective interest method for debt instruments measured subsequently at amortized cost and at FVTOCI. For financial instruments other than purchased or originated credit-impaired financial assets, interest income is calculated by applying the effective interest rate to the gross carrying amount of a financial asset, except for financial assets that have subsequently become creditimpaired. For financial assets that have subsequently become credit-impaired, interest income is recognized by applying the effective interest rate to the amortized cost of the financial asset. If, in subsequent reporting periods, the credit risk on the credit-impaired financial instrument improves so that the financial asset is no longer credit-impaired, interest income is recognized by applying the effective interest rate to the gross carrying amount of the financial asset.
For purchased or originated credit-impaired financial assets, the Group recognizes interest income by applying the credit-adjusted effective interest rate to the amortized cost of the financial asset from initial recognition. The calculation does not revert to the gross basis even if the credit risk of the financial asset subsequently improves so that the financial asset is no longer credit-impaired.
Interest income is recognized in profit or loss and is included in the "other gains - net" line item.
Listed debt securities held by the Group are classified as at FVTOCI. Fair value is determined in the manner described in Note 48. The listed debt securities are initially measured at fair value plus transaction costs. Subsequently, changes in the carrying amount of these listed debt securities as a result of foreign exchange gains and losses, impairment gains or losses, and interest income calculated using the effective interest method are recognized in profit or loss. The amounts that are recognized in profit or loss are the same as the amounts that would have been recognized in profit or loss if these listed debt securitires had been measured at amortized cost. All other changes in the carrying amount of these listed debt securities are recognized in other comprehensive income and accumulated under the heading of investments revaluation reserve. When these listed debt securities are derecognized, the cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are reclassified to profit or loss.
Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVTOCI
Pada pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak terbatalkan (atas dasar instrumen per instrumen) untuk menetapkan investasi dalam instrumen ekuitas pada FVTOCI. Penetapan pada FVTOCI tidak diizinkan jika investasi ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan atau jika merupakan imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam suatu kombinasi bisnis.
Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika:
- Diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat; atau
- Pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan actual laba jangka pendek ; atau
- Merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrument lindung nilai yang ditunjuk dan efektif)
Investasi dalam instrumen ekuitas di FVTOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi. Keuntungan atau kerugian kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo laba.
Dividen atas investasi pada instrumen ekuitas tersebut diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 71, kecuali jika dividen tersebut secara jelas mewakili pemulihan dari sebagian biaya investasi.
Grup menetapkan semua investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan pada FVTOCI ketika pengakuan awal.
Aset keuangan pada FVTPL
Aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI diukur pada FVTPL, khususnya:
• Investasi dalam instrumen ekuitas diklasifikasi sebagai FVTPL, kecuali Grup menetapkan investasi ekuitas yang dimiliki tidak untuk diperdagangkan dan bukan merupakan imbalan kontinjen dari kombinasi bisnis, sebagai FVTOCI pada pengakuan awal.
Equity instruments designated as at FVTOCI
On initial recognition, the Group may make an irrevocable election (on an instrument-byinstrument basis) to designate investments in equity instruments as at FVTOCI. Designation at FVTOCI is not permitted if the equity investment is held for trading or if it is a contingent consideration recognized by an acquirer in a business combination.
A financial asset is held for trading if:
- it has been acquired principally for the purpose of selling it in the near term; or
- on initial recognition it is part of a portfolio of identified financial instruments that the Group manages together and has evidence of a recent actual pattern of short-term profit-taking; or
- it is a derivative (except for a derivative that is a financial guarantee contract or a designated and effective hedging instrument).
Investments in equity instruments at FVTOCI are initially measured at fair value plus transaction costs. Subsequently, they are measured at fair value with gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated in the investments revaluation reserve. The cumulative gain or loss is not reclassified to profit or loss on disposal of the equity investments, instead, it is transferred to retained earnings.
Dividends on these investments in equity instruments are recognized in profit or loss in accordance with PSAK 71, unless the dividends clearly represent a recovery of part of the cost of the investment.
The Group designated all investments in equity instruments that are not held for trading as at FVTOCI on initial recognition.
Financial assets at FVTPL
Financial assets that do not meet the criteria for being measured at amortized cost or FVTOCI are measured at FVTPL, specifically:
• • Investments in equity instruments are classified as at FVTPL, unless the Group designate an equity investment that is neither held for trading nor a contingent consideration arising from a business combination as at FVTOCI on initial recognition.
• Instrumen utang yang tidak memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, diklasifikasi sebagai FVTPL. Sebagai tambahan, aset keuangan yang memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi dan FVTOCI dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian dengan basis berbeda. Grup tidak menetapkan aset keuangan sebagai FVTPL.
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan, dengan keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laba rugi sepanjang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditetapkan. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi termasuk dividen atau bunga yang diperoleh atas aset keuangan dan dimasukkan dalam pos "keuntungan atau kerugian lain-lain". Nilai wajar ditentukan dengan cara yang dijelaskan dalam Catatan 48.
Keuntungan dan kerugian kurs mata uang asing
Jumlah tercatat aset keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang tersebut dan dijabarkan dengan menggunakan kurs spot pada setiap tanggal pelaporan. Secara spesifik:
- Untuk aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan, selisih kurs diakui dalam laba rugi pada pos "kerugian kurs mata uang asing - bersih";
- Untuk aset keuangan diukur pada FVTOCI yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan, selisih kurs atas biaya perolehan diamortisasi dari instrumen hutang diakui dalam laba rugi pada pos "kerugian kurs mata uang asing bersih". Perbedaan nilai tukar lainnya diakui pada pendapatan komprehensif lain dalam cadangan revaluasi investasi;
- Untuk aset keuangan diukur pada FVTPL yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan, selisih kurs diakui dalam laba rugi pada pos "kerugian kurs mata uang asing - bersih"; dan
- Untuk instrumen ekuitas diukur pada FVTPL, selisih kurs diakui pada penghasilan komprehensif lain dalam cadangan revaluasi investasi.
• • Debt instruments that do not meet the amortized cost criteria or the FVTOCI criteria are classified as at FVTPL. In addition, financial assets that meet either the amortized cost criteria or the FVTOCI criteria may be designated as at FVTPL upon initial recognition if such designation eliminates or significantly reduces a measurement or recognition inconsistency that would arise from measuring assets or liabilities or recognising the gains and losses on them on different bases. The Group have not designated any financial assets as at FVTPL.
Financial assets at FVTPL are measured at fair value as at each reporting date, with any fair value gains or losses recognized in profit or loss to the extent they are not part of a designated hedging relationship. The net gain or loss recognized in profit or loss includes any dividend or interest earned on the financial asset and is included in the "other gains and losses" line item. Fair value is determined in the manner described in Note 48.
Foreign exchange gains and losses
The carrying amount of financial assets that are denominated in a foreign currency is determined in that foreign currency and translated at the spot rate as at each reporting date. Specifically:
- For financial assets measured at amortized cost that are not part of a designated hedging relationship, exchange differences are recognized in profit or loss in the "loss on foreign exchange - net" line item;
- For financial assets measured at FVTOCI that are not part of a designated hedging relationship, exchange differences on the amortized cost of the debt instrument are recognized in profit or loss in the "loss on foreign exchange - net" line item. Other exchange differences are recognized in other comprehensive income in the investments revaluation reserve;
- For financial assets measured at FVTPL that are not part of a designated hedging relationship, exchange differences are recognized in profit or loss in the "loss on foreign exchange - net" line item; and
- For equity instruments measured at FVTOCI, exchange differences are recognized in others comprehensive income in the investments revaluation reserve.
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Grup mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian ("ECL") atas piutang usaha dan piutang lain-lain dan aset kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan.
Grup selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan medukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan. Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup.
The Group recognizes a loss allowance for expected credit losses ("ECL") on trade and other accounts receivable and contract assets. The amount of expected credit losses is updated at each reporting date to reflect changes in credit risk since initial recognition of the respective financial instrument.
The Group always recognizes lifetime ECL for trade accounts receivable and contract assets. The expected credit losses on these financial assets are estimated using a provision matrix based on the Group's historical credit loss experience, adjusted for factors that are specific to the debtors, general economic conditions and an assessment of both the current as well as the forecast direction of conditions at the reporting date, including time value of money where appropriate.
For all other financial instruments, the Group recognizes lifetime ECL when there has been a significant increase in credit risk since initial recognition. If, on the other hand, the credit risk on the financial instrument has not increased significantly since initial recognition, the Group measures the loss allowance for that financial instrument at an amount equal to 12 month ECL. The assessment of whether lifetime ECL should be recognized is based on significant increases in the likelihood or risk of a default occurring since initial recognition instead of on evidence of a financial asset being credit impaired at the reporting date or an actual default occurring.
Lifetime ECL represents the expected credit losses that will result from all possible default events over the expected life of a financial instrument. In contrast, 12-month ECL represents the portion of lifetime ECL that is expected to result from default events on a financial instrument that are possible within 12 months after the reporting date.
Peningkatan risiko credit secara signifikan Significant increase in credit risk
In assessing whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition. In making this assessment, the Group considers both quantitative and qualitative information that is reasonable and supportable, including historical experience and forward-looking information that is available without undue cost or effort. Forward-looking information considered includes the future prospects of the industries in which the Group's debtors operate, obtained from economic expert reports, financial analysts, governmental bodies, relevant think-tanks and other similar organizations, as well as consideration of various external sources of actual and forecast economic information that relate to the Group's core operations.
Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal:
- penurunan yang signifikan pada indikator pasar eksternal atas risiko kredit untuk instrumen keuangan tertentu, contohnya penurunan signifikan pada spread kredit, harga swap gagal bayar kredit bagi peminjam, atau rentang waktu atau tingkat nilai wajar aset keuangan lebih rendah dari biaya perolehan diamortisasinya;
- memburuknya kondisi usaha, keuangan atau ekonomi yang terjadi saat ini atau prakiraan yang akan menyebabkan penurunan signifikan atas kemampuan peminjam untuk menyelesaikan kewajiban utangnya;
- terdapat penurunan yang signifikan terhadap hasil operasi peminjam, baik secara aktual atau yang diperkirakan akan terjadi;
- peningkatan risiko kredit secara signifikan pada instrumen keuangan lainnya dari peminjam yang sama;
- perubahan signifikan yang tidak menguntungkan baik secara aktual atau yang diperkirakan dalam lingkungan peraturan, ekonomik, atau lingkungan teknologi peminjam yang mengakibatkan perubahan signifikan atas kemampuan peminjam dalam memenuhi kewajiban utangnya.
Terlepas dari hasil penilaian di atas, Grup membuat praduga risiko kredit aset keuangan telah meningkat signifikan sejak pengakuan awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari, kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung yang menunjukkan hal sebaliknya.
Meskipun demikian, Grup mengasumsikan bahwa risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal jika instrumen keuangan tersebut ditetapkan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan bertekad memiliki risiko kredit rendah jika:
- a. instrumen keuangan memiliki risiko gagal bayar yang rendah;
- b. debitur memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam waktu dekat; dan
- c. memburuknya kondisi ekonomi dan bisnis dalam jangka panjang dapat, tetapi tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya.
In particular, the following information is taken into account when assessing whether credit risk has increased significantly since initial recognition:
- significant deterioration in external market indicators of credit risk for a particular financial instrument, e.g. a significant increase in the credit spread, the credit default swap prices for the debtor, or the length of time or the extent to which the fair value of a financial asset has been less than its amortized cost;
- existing or forecast adverse changes in business, financial or economic conditions that are expected to cause a significant decrease in the debtor's ability to meet its debt obligations;
- an actual or expected significant deterioration in the operating results of the debtor;
- significant increases in credit risk on other financial instruments of the same debtor;
- an actual or expected significant adverse change in the regulatory, economic, or technological environment of the debtor that results in a significant decrease in the debtor's ability to meet its debt obligations.
Irrespective of the outcome of the above assessment, the Group presumes that the credit risk on a financial asset has increased significantly since initial recognition when contractual payments are more than 30 days past due, unless the Group has reasonable and supportable information that demonstrates otherwise.
Despite the foregoing, the Group assumes that the credit risk on a financial instrument has not increased significantly since initial recognition if the financial instrument is determined to have low credit risk at the reporting date. A financial instrument is determined to have low credit risk if:
- c. a. the financial instrument has a low risk of default;
- b. the debtor has a strong capacity to meet its contractual cash flow obligations in the near term; and
- c. adverse changes in economic and business conditions in the longer term may, but will not necessarily, reduce the ability of the borrower to fulfil its contractual cash flow obligations.
Grup menganggap aset keuangan memiliki risiko kredit rendah ketika aset memiliki peringkat kredit eksternal 'investment grade' sesuai dengan definisi yang dipahami secara global atau jika peringkat eksternal tidak tersedia, aset tersebut memiliki peringkat internal 'performing'. Performing berarti bahwa rekanan memiliki posisi keuangan yang kuat dan tidak ada jumlah yang tertunggak.
Grup menganggap aset keuangan memiliki risiko kredit rendah ketika aset memiliki peringkat kredit eksternal 'investment grade' sesuai dengan definisi yang dipahami secara global atau jika peringkat eksternal tidak tersedia, aset tersebut memiliki peringkat internal 'performing'. Performing berarti bahwa rekanan memiliki posisi keuangan yang kuat dan tidak ada jumlah yang tertunggak.
Untuk kontrak jaminan keuangan, tanggal Grup menjadi salah satu pihak dari komitmen yang tidak dapat dibatalkan dianggap sebagai tanggal pengakuan awal untuk tujuan penilaian penurunan nilai instrumen keuangan. Dalam menilai apakah terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal kontrak jaminan keuangan, Grup mempertimbangkan perubahan risiko bahwa debitur tertentu akan gagal bayar dalam kontrak tersebut.
Grup secara teratur memantau efektivitas kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan dan merevisinya jika perlu untuk memastikan bahwa kriteria tersebut mampu mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan sebelum jumlahnya jatuh tempo.
Definisi gagal bayar Definition of default
Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
- ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
- Informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Grup).
Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak lebih dari 60 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
The Group considers a financial asset to have low credit risk when the asset has external credit rating of 'investment grade' in accordance with the globally understood definition or if an external rating is not available, the asset has an internal rating of 'performing'. Performing means that the counterparty has a strong financial position and there is no past due amounts.
The Group considers a financial asset to have low credit risk when the asset has external credit rating of 'investment grade' in accordance with the globally understood definition or if an external rating is not available, the asset has an internal rating of 'performing'. Performing means that the counterparty has a strong financial position and there is no past due amounts.
For financial guarantee contracts, the date that the Group becomes a party to the irrevocable commitment is considered to be the date of initial recognition for the purposes of assessing the financial instrument for impairment. In assessing whether there has been a significant increase in the credit risk since initial recognition of a financial guarantee contract, the Group considers the changes in the risk that the specified debtor will default on the contract.
The Group regularly monitors the effectiveness of the criteria used to identify whether there has been a significant increase in credit risk and revises them as appropriate to ensure that the criteria are capable of identifying significant increase in credit risk before the amount becomes past due.
The Group considers the following as constituting an event of default for internal credit risk management purposes as historical experience indicates that financial assets that meet either of the following criteria are generally not recoverable:
- when there is a breach of financial covenants by the debtor; or.
- Information developed internally or obtained from external sources indicates that the debtor is unlikely to pay its creditors, including the Group, in full (without taking into account any collateral held by the Group).
Irrespective of the above analysis, the Group considers that default has occurred when a financial asset is more than 60 days past due unless the Group has reasonable and supportable information to demonstrate that a more lagging default criterion is more appropriate.
Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
- kesulitan keuangan yang signifikan dari penerbit atau peminjam;
- pelanggaran kontrak, seperti kejadian gagal bayar atau tunggakan;
- pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
- terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;
- hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
- pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian kredit yang terjadi.
Kebijakan penghapusan Write-off policy
Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek aktivitas paksaan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
Pengukuran dan pengakuan atas kerugian kredit ekspektasian
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
Aset keuangan memburuk Credit-impaired financial assets
A financial asset is credit-impaired when one or more events that have a detrimental impact on the estimated future cash flows of that financial asset have occurred. Evidence that a financial asset is credit-impaired includes observable data about the following events:
- • significant financial difficulty of the issuer or the borrower;
- a breach of contract, such as a default or past due event;
- the lender(s) of the borrower, for economic or contractual reasons relating to the borrower's financial difficulty, having granted to the borrower a concession(s) that the lender(s) would not otherwise consider;
- it is becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization;
- the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties; or
- the purchase or origination of a financial asset at a deep discount that reflects the incurred credit losses.
The Group writes off a financial asset when there is information indicating that the counterparty is in severe financial difficulty and there is no realistic prospect of recovery, e.g. when the counterparty has been placed under liquidation or has entered into bankruptcy proceedings. Financial assets written off may still be subject to enforcement activities under the Group's recovery procedures, taking into account legal advice where appropriate. Any recoveries made are recognized in profit or loss.
Measurement and recognition of expected credit losses
The measurement of expected credit losses is a function of the probability of default, loss given default (i.e. the magnitude of the loss if there is a default) and the exposure at default. The assessment of the probability of default and loss given default is based on historical data adjusted by forward-looking information as described above. As for the exposure at default, for financial assets, this is represented by the assets' gross carrying amount at the reporting date; for financial guarantee contracts, the exposure includes the amount drawn down as at the reporting date, together with any additional amounts expected to be drawn down in the future by default date determined based on historical trend, the Group's understanding of the specific future financing needs of the debtors, and other relevant forward-looking information.
Untuk aset keuangan, kerugian kredit ekspektasian diestimasi sebagai selisih antara seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo kepada Grup sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diekspektasi akan diterima oleh Grup, didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Untuk piutang sewa, arus kas yang digunakan untuk menentukan kerugian kredit ekspektasian konsisten dengan arus kas yang digunakan dalam mengukur piutang sewa berdasarkan PSAK 73.
Untuk kontrak jaminan keuangan, karena Grup diharuskan untuk melakukan pembayaran hanya jika debitur gagal bayar sesuai dengan ketentuan instrumen yang dijamin, penyisihan kerugian yang diharapkan adalah pembayaran yang diharapkan untuk mengganti pemegang kerugian kredit yang timbul dikurangi jumlah yang diharapkan akan diterima Grup dari pemegang, debitur atau pihak lain.
Apabila kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur diukur secara kolektif untuk kasus dimana bukti kenaikan signifikan risiko kredit pada level intrumen invidual tidak tersedia, instrumen keuangan dikelompokkan dengan dasar sebagai berikut:
- Sifat instrumen keuangan (yaitu piutang usaha, piutang lain-lain, piutang sewa pembiayaan dan jumlah tagihan kepada pelanggan masing-masing dinilai sebagai grup terpisah. Piutang pihak berelasi yang dinilai untuk kerugian kredit ekspektasian atas dasar individual);
- Status jatuh tempo;
- Sifat, besaran dan jenis industri debitur; dan
- Sifat jaminan untuk piutang sewa pembiayaan; dan
- Peringkat risiko kredit jika tersedia.
Pengelompokan ditelaah secara teratur oleh manajemen untuk memastikan setiap kelompok mempunyai karakteristik risiko yang sama.
Jika Grup telah mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan sebesar ECL sepanjang umurnya pada periode pelaporan sebelumnya, tetapi menentukan pada tanggal pelaporan kini bahwa kondisi untuk ECL sepanjang umurnya tidak lagi terpenuhi, Grup mengukur cadangan kerugian sejumlah ECL 12 bulan pada tanggal pelaporan kini, kecuali untuk aset yang menggunakan pendekatan yang disederhanakan.
For financial assets, the expected credit loss is estimated as the difference between all contractual cash flows that are due to the Group in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at the original effective interest rate. For a lease receivable, the cash flows used for determining the expected credit losses is consistent with the cash flows used in measuring the lease receivable in accordance with PSAK 73.
For a financial guarantee contract, as the Group is required to make payments only in the event of a default by the debtor in accordance with the terms of the instrument that is guaranteed, the expected loss allowance is the expected payments to reimburse the holder for a credit loss that it incurs less any amounts that the Group expects to receive from the holder, the debtor or any other party
Where lifetime ECL is measured on a collective basis to cater for cases where evidence of significant increases in credit risk at the individual instrument level may not yet be available, the financial instruments are grouped on the following basis:
- Nature of financial instruments (i.e. The Group's trade and other receivables, finance lease receivables and amounts due from customers are each assessed as a separate group. Loans to related parties are assessed for expected credit losses on an individual basis);
- Past-due status;
- Nature, size and industry of debtors; and
- Nature of collaterals for finance lease receivables; and
- External credit ratings where available.
The grouping is regularly reviewed by management to ensure the constituents of each group continue to share similar credit risk characteristics.
If the Group has measured the loss allowance for a financial instrument at an amount equal to lifetime ECL in the previous reporting period, but determines at the current reporting date that the conditions for lifetime ECL are no longer met, the Group measures the loss allowance at an amount equal to 12-month ECL at the current reporting date, except for assets for which the simplified approach was used
Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen hutang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan asset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui asset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitias atau ekuitas
Instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan atau ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Grup setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
The Group recognizes an impairment gain or loss in profit or loss for all financial instruments with a corresponding adjustment to their carrying amount through a loss allowance account, except for investments in debt instruments that are measured at FVTOCI, for which the loss allowance is recognized in other comprehensive income and accumulated in the investment revaluation reserve, and does not reduce the carrying amount of the financial asset in the consolidated statement of financial position.
The Group derecognizes a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Group neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Group recognizes its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Group retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Group continues to recognize the financial asset and also recognizes a collateralized borrowing for the proceeds received.
On derecognition of a financial asset measured at amortized cost, the difference between the asset's carryingamount and the sum of the consideration received and receivable is recognized in profit or loss. In addition, on derecognition of an investment in a debt instrument classified as at FVTOCI, the cumulative gain or loss previously accumulated in the investment revaluation reserve is reclassified to profit or loss. In contrast, on derecognition of an investment in an equity instrument which the Group has elected on initial recognition to measure at FVTOCI, the cumulative gain or loss previously accumulated in the investment revaluation reserve is not reclassified to profit or loss, but is transferred to retained earnings.
Financial Liabilities and Equity Instruments
Classification as debt or equity
Debt and equity instruments issued by the Group are classified as either financial liabilities or as equity in accordance with the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument.
Equity instruments
An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Equity instruments issued by the Group are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.
Pembelian kembali instrumen ekuitas Perusahaan (saham treasuri) diakui dan dikurangkan secara langsung dari ekuitas. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tersebut tidak diakui dalam laba rugi.
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL atau pada biaya perolehan diamortisasi.
Namun, liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat untuk penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan, kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan oleh Grup, dan komitmen yang diterbitkan oleh Grup untuk memberikan pinjaman dengan tingkat bunga di bawah pasar diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik yang diungkapkan di bawah ini.
Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL. Financial liabilities at FVTPL
Liabilitas keuangan diklasifikasi FVTPL ketika liabilitas keuangan merupakan 1) imbalan kontinjen yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 22 diterapkan, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL.
Liabilitas keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika:
- diperoleh terutama untuk tujuan dibei kembali dalam waktu dekat; atau
- pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola Grup secara bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini; atau
- merupakan derivatif, kecuali derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif.
Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang diperdagangkan dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal jika:
- mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau
- liabilitas keuangan membentuk bagian dari kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan dan informasi tentang kelompok tersebut disediakan secara internal.
Repurchase of the Company's own equity instruments (treasury shares) is recognized and deducted directly in equity. No gain or loss is recognized in profit or loss on the purchase, sale, issue or cancellation of the Company's own equity instruments.
Financial liabilities are classified as either financial liabilities "at FVTPL" or "at amortized cost".
However, financial liabilities that arise when a transfer of a financial asset does not qualify for derecognition or when the continuing involvement approach applies, financial guarantee contracts issued by the Group, and commitments issued by the Group to provide a loan at below-market interest rate are measured in accordance with the specific accounting policies set out below.
Financial liabilities are classified as at FVTPL when the financial liability is 1) contingent consideration of an acquirer in a business combination to which PSAK 22 applies, 2) held for trading, or 3) it is designated as at FVTPL.
A financial liability is classified as held for trading if:
- it has been acquired principally for the purpose of repurchasing in the near term; or
- on initial recognition it is part of an identified portfolio of financial instruments that the Group manages together and has a recent actual pattern of short-term profittaking; or
- It is a derivative, except for a derivative that is a financial guarantee contract or a designated and effective hedging instrument.
A financial liability other than a financial liability held for trading may be designated as at FVTPL upon initial recognition if:
- such designation eliminates or significantly reduces a measurement or recognition inconsistency that would otherwise arise; or
- the financial liability forms part of a group of financial assets or financial liabilities or both which is managed and its performance is evaluated on a fair value basis in accordance with a documented risk management or investment strategy, and information about the grouping is provided internally on that basis.
• Merupakan bagian kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK 55 atau PSAK 71 mengizinkan seluruh kontrak gabungan ditetapkan sebagai FVTPL.
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan pada FVTPL
Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020
Liabilitas keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup setiap bunga yang dibayar atas liabilitas keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara yang dijelaskan dalam Catatan 48.
Setelah 1 Januari 2020 After January 1, 2020
Liabilitas keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang timbul atas perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi sepanjang hal tersebut tidak menjadi bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan (lihat kebijakan akuntansi lindung nilai). Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi menggabungkan setiap bunga yang dibayarkan atas liabilitas keuangan dan termasuk dalam bagian "keuntungan dan kerugian lain-lain" dalam laporan laba rugi.
Namun, untuk liabilitas keuangan yang ditetapkan pada FVTPL, jumlah perubahan nilai wajar liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit liabilitas diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pengakuan dampak risiko kredit di penghasilan komprehensif lain akan menciptakan atau memperbesar inkonsistensi akuntansi dalam laba rugi. Sisa perubahan dari nilai wajar atas liabilitas diakui dalam laba rugi. Perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan pada risiko kredit liabilitas keuangan yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak akan direklasifikasi ke laba rugi; sebaliknya, perubahan tersebut dipindahkan ke saldo laba pada saat penghentian pengakuan liabilitas keuangan.
Keuntungan atau kerugian dari kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan oleh Grup yang ditetapkan oleh Grup sebagai FVTPL diakui dalam laba rugi. Nilai wajar ditentukan dengan cara yang dijelaskan dalam Catatan 48.
• It forms part of a contract containing one or more embedded derivatives, and PSAK 55 or PSAK 71 permits the entire combined contract (asset or liability) to be designated as at FVTPL.
Subsequent measurement of financial liabilities at FVTPL
Financial liabilities at FVTPL were stated at fair value, with any gains or losses arising on remeasurement recognized in profit or loss. The net gain or loss recognized in profit or loss incorporated any interest paid on the financial liability. Fair value was determined in the manner described in Note 48.
Financial liabilities at FVTPL are measured at fair value, with any gains or losses arising on changes in fair value recognized in profit or loss to the extent that they are not part of a designated hedging relationship (see hedge accounting policy). The net gain or loss recognized in profit or loss incorporates any interest paid on the financial liability and is included in the "other gains and losses" line item in profit or loss.
However, for financial liabilities that are designated as at FVTPL, the amount of change in the fair value of the financial liability that is attributable to changes in the credit risk of that liability is recognized in other comprehensive income, unless the recognition of the effects of changes in the liability's credit risk in other comprehensive income would create or enlarge an accounting mismatch in profit or loss. The remaining amount of change in the fair value of liability is recognized in profit or loss. Changes in fair value attributable to a financial liability's credit risk that are recognized in other comprehensive income are not subsequently reclassified to profit or loss; instead, they are transferred to retained earnings upon derecognition of the financial liability.
Gains or losses on financial guarantee contracts issued by the Group that are designated by the Group as at FVTPL are recognized in profit or loss. Fair value is determined in the manner described in Note 48.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Metode suku bunga efektif Effective interest method
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal.
Keuntungan dan kerugian kurs mata uang asing
Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan atau kerugian kurs mata uang asing ditentukan berdasarkan biaya perolehan diamortisasi dari instrumen. Keuntungan atau kerugian kurs mata uang asing diakui dalam laba rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan. Untuk yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata uang asing, keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah.
Nilai wajar liabilitas keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut dan dijabarkan pada kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL, komponen nilai tukar mata uang asing merupakan bagian dari keuntungan atau kerugian nilai wajar dan diakui dalam laba rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Financial liabilities at amortized cost
Financial liabilities that are not 1) contingent consideration of an acquirer in a business combination, 2) held-for-trading, or 3) designated as at FVTPL, are subsequently measured at amortized cost using the effective interest method.
The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial liability and of allocating interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash payments (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial liability, or (where appropriate) a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.
Foreign exchange gains and losses
For financial liabilities that are denominated in a foreign currency and are measured at amortized cost as at each reporting date, the foreign exchange gains and losses are determined based on the amortized cost of the instruments. These foreign exchange gains and losses are recognized in profit or loss for financial liabilities that are not part of a designated hedging relationship. For those which are designated as a hedging instrument for a hedge of foreign currency risk, foreign exchange gains and losses are recognized in other comprehensive income and accumulated in a separate component of equity.
The fair value of financial liabilities denominated in a foreign currency is determined in that foreign currency and translated at the spot rate at the end of the reporting period. For financial liabilities that are measured as at FVTPL, the foreign exchange component forms part of the fair value gains or losses and is recognized in profit or loss for financial liabilities that are not part of a designated hedging relationship.
The Group derecognizes financial liabilities when, and only when, the Group's obligations are discharged, cancelled or have expired. The difference between the carrying amount of the financial liability derecognized and the consideration paid and payable is recognized in profit or loss.
Setelah 1 Januari 2020, ketika Grup bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrumen utang menjadi instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian pula, Grup memperhitungkan modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai pelepasan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya berbeda secara substansial jika nilai kini arus kas yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk setiap fee (imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi setiap fee (imbalan) yang diterima dan didiskonto menggunakan suku bunga efektif orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto yang berasal dari liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan kerugian lainnya.
i. Saling hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Sesuai dengan PSAK 50, Instrumen Keuangan: Penyajian, aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Grup tersebut memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
j. Kas dan Setara Kas
Sesuai dengan PSAK 2, Laporan Arus Kas, untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
k. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Sesuai dengan PSAK 15, Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Starting January 1, 2020, when the Group exchanges with the existing lender one debt instrument into another one with the substantially different terms, such exchange is accounted for as an extinguishment of the original financial liability and the recognition of a new financial liability. Similarly, the Group accounts for substantial modification of terms of an existing liability or part of it as an extinguishment of the original financial liability and the recognition of a new liability. It is assumed that the terms are substantially different if the discounted present value of the cash flows under the new terms, including any fees paid net of any fees received and discounted using the original effective rate is at least 10 per cent different from the discounted present value of the remaining cash flows of the original financial liability. If the modification is not substantial, the difference between: (1) the carrying amount of the liability before the modification; and (2) the present value of the cash flows after modification is recognized in profit or loss as the modification gain or loss within other gains and losses.
i. Netting of Financial Assets and Financial Liabilities
In accordance with PSAK 50, Financial Instruments: Presentation, financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the statement of financial position when the Group has a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realise the assets and settle the liability simultaneously. A right to set-off must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptcy.
j. Cash and Cash Equivalents
In accordance with PSAK 2, Cash Flow Statements, for cash flow presentation purposes, cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement.
k. Investment in Associates and Joint Venture
In accordance with PSAK 15, Investment in Associate and Joint Venture, an associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee but is not control or joint control over those policies.
Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan tersebut. Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58, Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi atau ventura bersama yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama melebihi kepentingan Grup pada entitas asosiasi atau ventura bersama (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi bersih Grup dalam entitas asosiasi atau ventura bersama), Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Grup mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat investee menjadi entitas asosiasi atau ventura bersama. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi dan liabilitas dari entitas asosiasi atau ventura bersama yang diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan dari kepemilikan Grup dari nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi dan liabilitas atas biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada periode diperolehnya investasinya.
Persyaratan dalam PSAK 48 Penurunan Nilai Aset ("PSAK 48"), diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi. Bila diperlukan, jumlah tercatat investasi (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48, Penurunan Nilai Aset, sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai diakui langsung pada nilai tercatat investasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.
A joint venture is a joint arrangement whereby the parties that have joint control of the arrangements have rights to the net assets of the joint arrangement. Joint control is the contractually agreed sharing of control of an arrangement, which exists only when decisions about the relevant activities require unanimous consent of the parties sharing control.
The result of operations and assets and liabilities of associates or joint venture are incorporated in these consolidated financial statements using the equity method of accounting, except when the investment is classified as held for sale, in which case, it is accounted for in accordance with PSAK 58, Noncurrent Assets Held for Sale and Discontinued Operations. Under the equity method, an investment in an associate or a joint venture is initially recognized in the consolidated statements of financial position at cost and adjusted thereafter to recognize the Group's share of the profit or loss and other comprehensive income of the associate or joint venture. When the Group's share of losses of an associate or a joint venture exceeds the Group's interest in that associate or joint venture (which includes any long-term interests that, in substance, form part of the Group's net investment in the associate or joint venture), the Group discontinues recognizing it's share of further losses. Additional losses are recognized only to the extent that the Group has incurred legal or constructive obligations or made payments on behalf of the associate or joint venture.
An investment in an associate or a joint venture is accounted for using the equity method from the date on which the investee becomes an associate or a joint venture. Any excess of the cost of acquisition over the Group's share of the net fair value of identifiable assets and liabilities of the associate or a joint venture recognized at the date of acquisition, is recognized as goodwill, which is included within the carrying amount of the investment. Any excess of the Group's share of the net fair value of the identifiable assets and liabilities over the cost of acquisition, after reassessment, is recognized immediately in profit or loss in the period in which the investment is acquired.
The requirements of PSAK 48 Impairment of Assets ("PSAK 48"), are applied to determine whether it is necessary to recognize any impairment loss with respect to the Group's investment in an associate. When necessary, the entire carrying amount of the investment (including goodwill) is tested for impairment in accordance with PSAK 48, Impairment of Assets, as a single asset by comparing its recoverable amount (higher of value in use and fair value less costs to sell) with its carrying amount. Any impairment loss recognized forms part of the carrying amount of the investment. Any reversal of that impairment loss is recognized in accordance with PSAK 48 to the extent that the recoverable amount of the investment subsequently increases.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Grup mempertahankan kepemilikan dalam entitas yang sebelumnya merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dan sisa investasi tersebut merupakan aset keuangan, Grup mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 55. Selisih antara jumlah tercatat pada asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan, dan nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Grup mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) pada saat penghentian metode ekuitas.
Grup melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.
Jika Grup mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi atau ventura bersama tetapi Grup tetap menerapkan metode ekuitas, Grup mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait).
Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi atau ventura bersama, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi atau ventura bersama diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar kepemilikan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama yang tidak terkait dengan Grup.
Grup menerapkan PSAK 71, termasuk persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka panjang dalam entitas asosiasi atau ventura bersama ketika metode ekuitas tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari investasi neto pada investee.
The Group discontinues the use of the equity method from the date when the investment ceases to be an associate or a joint venture, or when the investment is classified as held for sale. When the Group retains an interest in the former associate or joint venture and the retained interest is a financial asset, the Group measures any retained investment at fair value at that date and the fair value is regarded as its fair value on initial recognition in accordance with PSAK 55. The difference between the carrying amount of the associate at the date the equity method was discontinued, and the fair value of any retained interest and any proceeds from disposing of a part of interest in the associate is included in the determination of the gain or loss on disposal of the associate. In addition, the Group accounts for all amounts previously recognized in other comprehensive income in relation to that associate on the same basis as would be required if that associate had directly disposed of the related assets or liabilities. Therefore, if a gain or loss previously recognized in other comprehensive income by that associate would be reclassified to profit or loss on the disposal of the related assets or liabilities, the Group reclassifies the gain or loss from equity to profit or loss (as a reclassification adjustment) when the equity method is discontinued.
The Group continues to use the equity method when an investment in an associate becomes an investment in a joint venture or an investment in a joint venture becomes an investment in an associate. There is no remeasurement to fair value upon such changes in ownership interests.
When the Group reduces its ownership interest in an associate or a joint venture but the Group continues to use the equity method, the Group reclassifies to profit or loss the proportion of the gain that had previously been recognized in other comprehensive income relating to that reduction in ownership interest (if that gain or loss would be reclassified to profit or loss on the disposal of the related assets or liabilities).
When a group entity transacts with an associate or a joint venture, profits and losses resulting from the transactions with the associate or joint venture are recognized in the Group's consolidated financial statements only to the extent of its interest in the associate or joint venture that are not related to the Group.
The Group applies PSAK 71, including the impairment requirements, to long-term interests in an associate or joint venture to which the equity method is not applied and which form part of the net investment in the investee.
Selanjutnya, dalam menerapkan PSAK 71 untuk kepentingan jangka panjang, Grup tidak memperhitungkan penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK 15 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat kepentingan jangka panjang yang timbul dari alokasi kerugian investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan PSAK 15).
l. Persediaan, Suku Cadang dan Perlengkapan l. Inventories, Spareparts and Equipments
Sesuai dengan PSAK 14, Persediaan, persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk penjualan.
Pipa selubung dan peralatan pengeboran lainnya termasuk suku cadang utama, dicatat pada harga perolehan dikurangi penurunan nilai dan diakui sebagai "suku cadang dan perlengkapan" sebagai bagian dari aset tidak lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Menurut ketentuan Salak JOC, persediaan menjadi milik pemerintah saat sampai di Indonesia. Karena Grup telah membayar dan memiliki hak untuk menggunakan aset tersebut dan/atau memulihkan biaya tersebut, saldo tersebut dicatat sebagai aset pada laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai dengan hak partisipasi masing-masing Grup di Salak JOC.
m. Beban yang Ditangguhkan m. Deferred Charges
Sebagaimana diatur dalam ESC, Kelompok Usaha Kontraktor diwajibkan untuk memelihara fasilitas pembangkit listrik, termasuk melakukan penggantian suku cadang dan kegiatan perbaikan besar-besaran secara terjadwal. Pengeluaran terkait dengan penggantian suku cadang dan perbaikan besarbesaran atas pembangkit listrik yang dianggap akan memberikan manfaat di masa yang akan datang dicatat sebagai beban yang ditangguhkan dan diamortisasi selama masa manfaat menggunakan metode garis lurus.
Suku cadang utama dan suku cadang pendukung diamortisasi selama estimasi masa manfaat yaitu 10 tahun dan 5 tahun. Beban yang ditangguhkan diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan kebijakan dalam Catatan 3v.
n. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Furthermore, in applying PSAK 71 to long-term interests, the Group does not take into account adjustments to their carrying amount required by PSAK 15 (i.e. adjustments to the carrying amount of long-term interests arising from the allocation of losses of the investee or assessment of impairment in accordance with PSAK 15).
In accordance with PSAK 14, Inventories, inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the weighted average method. Net realizable value represents the estimated selling price for inventories less all estimated costs of completion and costs necessary to make the sale.
Casings and other drillings related items as well as main parts, are stated at cost less impairment and recognized as "spareparts and equipment" account as part of noncurrent assets in the consolidated statement of financial position.
Under the terms of the Salak JOC, inventory becomes the property of the host government upon landing in Indonesia. As the Group has paid for and has the right to use these assets and/or recover the costs, these balances have been reflected as assets in the consolidated statement of financial position in accordance with the Group's respective working interest in Salak JOC.
Under the ESC, the Contractor Group is required to maintain the power plant facilities, including performing scheduled part replacement and overhaul activities. Expenditures related to part replacement and overhaul of the Power Plants that are considered to provide benefits in future periods are recorded as deferred charges and are amortised during the periods benefited using the straight-line method.
Main parts and supporting parts will be amortised over the estimated useful lives of 10 years and 5 years, respectively. Deferred charges are tested for impairment in accordance with the policy described in Note 3v.
n. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.
Aset biologis diukur pada pengakuan awal dan pada akhir periode berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual kecuali ketika nilai wajar tidak dapat diukur dengan andal. Grup mengukur HTI pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual hanya saat memanen dan tidak saat tumbuh karena manajemen yakin parameter yang digunakan pada pengukuran nilai wajar alternatif tidak dapat diandalkan.
Aset biologis merupakan biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam daur pertama, kecuali beban umum dan administrasi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut, dikapitalisasi dan ditangguhkan pembebanannya sampai saat HTI yang bersangkutan menghasilkan/siap ditebang, serta disajikan pada akun "aset biologis – Hutan Tanaman Industri" di laporan keuangan konsolidasian.
Grup mencatat aset biologis pada biaya perolehannya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Hal ini disebabkan tidak adanya kepastian Grup dalam melakukan pemanfaatan hasil hutan kayu pada Hutan Tanaman Industri. Penyusutan sisa masa manfaat pengusahaan HTI disusutkan dengan menggunakan metode unit produksi (unit of production method).
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya. Properti investasi diukur sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari properti investasi berikut ini:
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir periode dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Properti investasi mencakup juga properti dalam proses pembangunan dan akan digunakan sebagai properti investasi setelah selesai. Akumulasi biaya perolehan dan biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) diamortisasi pada saat selesai dan siap untuk digunakan.
o. Aset Biologis o. Biological Assets
Biological assets are measured on initial recognition and at the end of the reporting period based on fair value less cost to sell except where the fair value cannot be measured reliably. The Group measures ITP at fair value less cost to sell only at the point of harvest and not as they grow as management believes that the parameters used in any alternative fair value measurements are unreliable.
Biological assets are costs associated with the development of Industrial Timber Plantations (HTI) in the first cycle, except general and administrative costs that are not directly related to these activities, are capitalized and deferred until the relevant HTI produces/is ready to be felled, and is presented to account of "biological assets - Industrial Timber Plantations" in the consolidated financial statements.
The Group records biological assets at cost less accumulated depreciation and accumulated impairment losses. This is due to the lack of certainty of the Group in making use of timber forest products in Industrial Timber Plantation. Depreciation of the remaining useful life of HTI concessions is depreciated using the unit of production method.
p. Properti Investasi p. Investment Properties
Investment properties are properties (land or a building – or part of a building – or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment properties are measured at cost less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses.
Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful life of the investment properties as follows:
Tahun/Years
Bangunan dan prasarana 4 – 20 Building and infrastructures
Land is stated at cost and is not depreciated.
The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis.
Investment property includes properties in the process of development and will be used as investment property after completion. Accumulated acquisition and development costs (including borrowing costs incurred) are amortized when completed and ready for use.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
Sesuai dengan PSAK 16, Aset Tetap, aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Grup telah menilai kembali aset tetap tertentu pada periode sebelumnya berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh penilai independen dalam rangka kuasi-reorganisasi. Nilai aset tertentu yang direvaluasi tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost).
Penyusutan diakui dengan metode garis lurus setelah memperhitungkan nilai residu berdasarkan taksiran masa aset tetap sebagai berikut:
| Bonuses | |
|---|---|
| Land rights and lease developments | |
| Properties | |
| Buildings and infrastructures | |
| Machineries, utilities and heavy equipment | |
| Transportation equipment | |
| Plantation equipment | |
| Furniture, fixtures and office equipment | |
| 4 | Mess equipment |
| 23 – 46 30 43 4 – 30 4 – 43 4 – 15 4 – 8 4 – 10 |
Biaya berkala untuk overhaul mesin yang dikapitalisasi disusutkan dengan menggunakan garis lurus selama periode berlaku sampai overhaul berikutnya.
Saldo "sumur produksi dan fasilitas sumur" disusutkan selama sisa umur hak partisipasi dengan menggunakan metode unit produksi ("UoP") sejak tanggal dimulainya operasi komersial. Penyusutan didasarkan pada estimasi cadangan. Penyusutan fasilitas produksi dan biaya sumur dihitung dengan menggunakan metode UoP berdasarkan pada ton uap yang dihasilkan selama estimasi ton uap yang akan diproduksi selama periode pembuatan ESC.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
An investment property is derecognized upon disposal or when the investment property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in profit or loss in the period in which the property is derecognized.
q. Aset Tetap q. Property, Plant and Equipment
In accordance with PSAK 16, Property, Plant and Equipment, property, plant and equipment held for use in the production or supply of goods or services, or for administrative purposes, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses.
In previous periods, the Group revalued certain property, plant and equipment which was done by independent valuer in connection with quasireorganization. The revalued amount of those assets is considered as deemed cost.
Depreciation is recognized as to write-off the cost of assets less residual values using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:
| 46 | Bonuses |
|---|---|
| Land rights and lease developments | |
| Properties | |
| 30 | Buildings and infrastructures |
| 43 | Machineries, utilities and heavy equipment |
| 15 | Transportation equipment |
| 8 | Plantation equipment |
| 10 | Furniture, fixtures and office equipment |
| Mess equipment | |
Capitalized cost of major periodical overhauls of machinery is amortized using the straight line method over the period to the next overhaul.
Depreciation of "producing wells and wells facility" during participation rights remaining life using the unit of production method ("UoP") since the commercial operation. Depreciation of production facility and drilling well are calculated using UoP method based on ton steam that produced during ton steam produced during the ESC term period.
The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis.
Land is stated at cost and is not depreciated.
Tahun/Years
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biayabiaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak ada manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penghentian pengakuan suatu aset tetap ditentukan sebagai selisih antara hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui dalam laba rugi.
Properti dalam proses konstruksi ("aset dalam penyelesaian") untuk tujuan produksi, persediaan atau administrasi, atau tujuan yang belum ditentukan, dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Penyusutan aset ini, dengan dasar yang sama seperti aset properti lainnya, dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya.
Biaya perolehan suatu aset termasuk estimasi awal biaya pembongkaran, pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Liabilitas yang timbul atas estimasi tersebut dicatat sebagai "Estimasi Biaya Pembongkaran Aset Tetap". Kewajiban untuk biaya yang diperhitungkan diakui dan diukur sesuai dengan Catatan 3w.
Berdasarkan ketentuan JOC, semua materi dan peralatan yang dibeli oleh SEG-WW dan dimasukkan dalam fasilitas lapangan, di luar hak gadai pada kreditur, akan menjadi hak milik PGE saat pembangunan fasilitas tersebut selesai. PGE telah memberikan SEG-WW hak eksklusif dan tidak dapat dibatalkan selama jangka waktu JOC untuk menggunakan, antara lain, fasilitas lapangan untuk operasi panas bumi.
Fasilitas Pembangkit Tenaga Listrik dimiliki dan dioperasikan oleh SEG-WW sepanjang masa JOC. Apabila fasilitas Pembangkit Listrik harus dialihkan ke PGE sesuai dengan persyaratan JOC dan ESC, dan setelah pembayaran jumlah yang terutang kepada SEG-WW berdasarkan JOC dan ESC dan setelah memperhatikan hak pemberi pinjaman SEG-WW, aset tersebut harus, setelah berakhirnya JOC dan ESC, dipindahkan ke PGE berdasarkan basis "as is". Berdasarkan ESC, SEG-WW bertindak sebagai kontraktor PGE untuk membangun, memiliki dan mengoperasikan Fasilitas Pembangkit Tenaga Listrik dan menjual listrik ke PLN atas nama PGE. Berdasarkan ESC, tidak ada ketentuan yang memberi PLN hak untuk membeli Fasilitas Pembangkit Tenaga Listrik dari SEG-WW.
The cost of maintenance and repairs is charged to profit or loss as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item of property, plant and equipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably.
An item of property, plant and equipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected to arise from the continued use of the asset. Any gain or loss arising on the disposal or retirement of an item of property, plant and equipment is determined as the difference between the sales proceeds and the carrying amount of the asset and is recognised in profit or loss.
Properties in the course of construction ("construction in progress") for production, supply or administrative purposes, or for purposes not yet determined, are carried at cost, less any recognized impairment loss. Cost includes professional fees and, for qualifying assets, borrowing costs capitalized in accordance with the Group's accounting policy. Depreciation of these assets, on the same basis as other property assets, commences when the assets are ready for their intended use.
The cost of an asset includes the initial estimate of the cost of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located. Liabilities resulting from such estimation were recorded as "Decommissioning Cost". The obligation for costs to be accounted for are recognized and measured in accordance with Note 3w.
r. Aset Sewa Operasi r. Property on Operating Lease
Under the terms of the JOC, all materials and equipment purchased by SEG-WW and incorporated into the field facilities, subject to liens in favour of lenders, shall become the property of PGE when construction of such facilities has been completed. PGE has granted SEG-WW an exclusive and irrevocable right during the term of the JOC to use, among other things, the field facilities for geothermal operations.
Electricity Generating Facilities shall be owned and operated by SEG-WW throughout the term of the JOC. To the extent the Electricity Generating Facilities are required to be transferred to PGE pursuant to the terms of the JOC and the ESC, and upon payment of any amount owed to SEG-WW under the JOC and the ESC and subject to any liens to SEg-WW's lenders, such asset shall upon termination of the JOC and ESC, be transferred to PGE on an "as is" basis. Under the ESC, SEG-WW is acting as contractor of PGE to build, own and operated Electricity Generating Facilities and sell electricity to PLN on behalf of PGE. Under the ESC, there is no provision which grants PLN the right to buy the Electricity Generating Facilities from SEG-WW.
Penilaian manajemen terhadap pengaturan kontraktual SEG-WW menyimpulkan bahwa transaksi tersebut secara substansi mengandung sewa berdasarkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa. Berdasarkan kesimpulan ini dan dengan mengacu pada PSAK 73 Sewa, manajemen menetapkan bahwa pengaturan kontrak dicatat sebagai sewa operasi. Dengan demikian, aset jangka panjang yang digunakan untuk mendukung kewajibannya berdasarkan pengaturan kontrak telah diklasifikasikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai akun "Aset sewa operasi".
Karena pengaturan kontraktual mengandung sewa dan biaya pelepasan/perawatan terkait, pendapatan yang terkait dengan penyatuan kontraktual diklasifikasikan sebagai "pendapatan sewa" dan "penjualan produk – listrik" berdasarkan metode nilai wajar relatif.
Aset sewa operasi dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Biaya tersebut termasuk biaya penggantian bagian aset sewa operasi saat biaya dikeluarkan, jika memenuhi kriteria pengakuan. Demikian juga, ketika dilakukan inspeksi yang signifikan, biaya perolehannya diakui ke dalam nilai tercatat aset sewa operasi sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan aset sewa operasi, kecuali untuk fasilitas lapangan, dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaatnya sebagai berikut:
Management's assessment of the SEG-WW's contractual arrangement concluded that the transaction is in substance a lease based on Interpretations of Financial Accounting Standard ("ISAK") 8 Determining Whether an Arrangement Contains a Lease. Based on this conclusion and with reference to PSAK 73 Leases, management has determined that the contractual arrangement should be accounted for as an operating lease. As such, the long lived assets used in supporting its obligations under the contractual arrangement have been classified in the consolidated statement of financial position under the caption "Property on operating lease".
Since the contractual arrangement contains lease and related executory/maintenance costs, revenues related to the contractual arrangement is classified into "lease revenue" and "sale of products-electricity" based on the relative fair value method.
Property on operating lease is stated at cost less accumulated depreciation and impairment loss. Such cost includes the cost of replacing part of the property on operating lease when the cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the property on operating lease as a replacement if the recognition criteria are satisfied. All other repair and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit or loss as incurred.
Depreciation of property on operating lease, except for field facilities, is calculated using the straight-line method over their estimated useful lives as follows:
- Tahun/Years
- Hak atas tanah dan pengembangan sewa 30 Land rights and lease developments Fasilitas produksi (tidak termasuk fasilitas lapangan) Bangunan 20 Building Kendaraan 5 Vehicles Perabotan dan peralatan 5 Furnitures and fixtures
Fasilitas lapangan disusutkan dengan metode unit produksi. Unit produksi dihitung berdasarkan ton uap yang dihasilkan terhadap estimasi ton uap yang akan diproduksi selama masa pembangkitan.
Aset sewa operasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau bila tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
- 30 Production facilities (excluded field facilities)
Field facilities are depreciated using the unit of production method. The unit of production is calculated based on tons of the steam produced over the estimated tons of steam to be produced over the generation term.
An item of property on operating lease is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss on derecognition of the asset is included in profit or loss in the year the asset is derecognized.
Grup menyusutkan pengeluaran bongkar mesin, pengasaman dan pengeluaran intervensi sumur yang dikapitalisasi sampai estimasi periode bongkar mesin, pengasaman dan pengeluaran intervensi sumur berikutnya pada sumur yang sama.
s. Biaya Pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH)
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pengelolaan hak pengusahaan hutan yang memiliki manfaat jangka panjang ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa umur masing-masing HPH yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.
t. Aset Tak Berwujud t. Intangible Assets
Aset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah pada awalnya diukur dengan biaya perolehan. Biaya perolehan aset tak berwujud yang diperoleh dalam kombinasi bisnis adalah nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Setelah akuisisi awal, aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Aset tak berwujud yang dihasilkan dari proses internal, tidak termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi, tidak dikapitalisasi dan pengeluaran yang timbul dicatat dalam laba rugi pada tahun dimana pengeluaran tersebut terjadi.
Masa manfaat aset tak berwujud dinilai sebagai terbatas atau tidak terbatas.
Aset tak berwujud dengan masa manfaat terbatas, diamortisasi selama masa manfaat ekonomis dan estimasi penurunan nilai bila ada indikasi bahwa aset tak berwujud mengalami penurunan nilai. Periode amortisasi dan metode amortisasi ditelaah sekurangkurangnya pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan dalam masa manfaat yang diharapkan atau pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat ekonomi masa depan yang terkandung dalam aset dicatat dengan mengubah jangka waktu amortisasi atau metode, jika sesuai, dan diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Beban amortisasi atas aset tak berwujud dengan masa manfaat terbatas diakui dalam laba rugi sebagai kategori beban yang konsisten dengan fungsi aset tak berwujud.
Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas atau belum siap digunakan diuji untuk penurunan nilai setiap tahunnya, atau lebih sering jika kejadian dan keadaaan menginidikasikan bahwa nilai tercatat mungkin turun baik secara individual maupun pada tingkat Unit Penghasil Kas (UPK). Aset tak berwujud tersebut tidak diamortisasi. Masa manfaat aset tak berwujud dengan masa manfaat yang tidak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah penilaian masa manfaat tersebut masih relevan. Jika tidak, perubahan dalam masa manfaat dari tidak terbatas ke terbatas dilakukan secara prospektif.
The Group depreciates the capitalized overhaul, acidizing and well intervention expenditures until the estimated period of the next overhaul, acidizing and well intervention activities on the same well.
s. Deferred Charges on Forest Concession Rights
Costs and expenses incurred in obtaining forest concession rights, which have long-term benefits, are deferred and amortized on a straight-line basis, over the economic lives of the respective concession rights.
Intangible assets acquired separately are measured initially at cost. The cost of intangible assets acquired in a business combination is the fair value as at the date of acquisition. Following initial acquisition, intangible assets are carried at cost less any accumulated amortization and any accumulated impairment losses.
Internally generated intangible assets, excluding capitalized development costs, are not capitalized and expenditure is reflected in profit or loss in the year in which the expenditure is incurred.
The useful lives of intangible assets are assessed as either finite or indefinite.
Intangible assets with finite useful lives are amortized over the estimated useful lives and assessed for impairment whenever there is an indication that the intangible asset may be impaired. The amortization period and the amortization method are reviewed at least at each financial year-end. Changes in the expected useful life or the expected pattern of consumption of future economic benefits embodied in the asset is accounted for by changing the amortization period or method, as appropariate, and are treated as changes in accounting estimates. The amortization expense on intangible assets with finite useful lives is recognized in profit or loss in the expense category consistent with the function of the intangible asset.
Intangible assets with indefinite useful lives or not yet available for use are tested for impairment annually or more frequently if the events and circumstances indicate that the carrying value may be impaired either individually or at the Cash Generating Unit (CGU) level. Such intangible assets are not amortized. The useful life of an intangible asset with an indefinite useful life is reviewed annually to determine whether the useful life assessment continues to be supportable. If not, the change in useful life from indefinite to finite is made on a prospective basis.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud diukur sebagai selisih antara jumlah bersih yang diterima dan nilai tercatat aset dan diakui pada laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Unproved properties Unproved properties
Unproved properties mencerminkan nilai wajar dari unproved geothermal interest yang diperoleh.
Unproved properties diakui secara terpisah sebagai aset tak berwujud (Catatan 20) yang diuji paling sedikit setiap tahunnya untuk penurunan nilai dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Goodwill Goodwill
Goodwill timbul atas akuisisi dari suatu bisnis yang dicatat pada biaya perolehan yang ditetapkan pada tanggal akuisisi dari bisnis tersebut (Catatan 3d) dikurangi akumulasi penurunan nilai, jika ada.
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis, dialokasikan sejak tanggal akuisisi ke masing-masing unit penghasil kas milik Grup yang diharapkan dapat memperoleh manfaat dari sinergi kombinasi bisnis, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditempatkan ke unit-unit tersebut.
Unit penghasil kas yang goodwill-nya telah dialokasikan diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan bila ada indikasi bahwa unit penghasil kas mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai ditentukan untuk goodwill dengan menilai jumlah yang dapat dipulihkan dari masing-masing unit penghasil kas dimana goodwill dilekatkan. Apabila jumlah yang dapat dipulihkan dari unit penghasil kas kurang dari nilai tercatat, kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi. Kerugian penurunan nilai yang diakui untuk goodwill tidak dibalik pada periode berikutnya.
Apabila goodwill merupakan bagian dari unit penghasil kas dan bagian dari operasi di dalam unit penghasil kas tersebut dihentikan, goodwill dengan operasi yang dihentikan dimasukkan dalam jumlah tercatat operasi saat menentukan keuntungan atau kerugian dari penghentian operasi. Goodwill yang dihentikan dalam keadaan ini diukur berdasarkan nilai wajar relatif dari operasi yang dihentikan dan porsi unit penghasil kas yang dipertahankan.
Perangkat lunak Software
Biaya untuk memperoleh dan menyiapkan perangkat lunak untuk digunakan dicatat sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi secara garis lurus selama masa manfaatnya yang terbatas selama lima tahun.
Gains or losses arising from derecognition of an intangible asset are measured as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset and are recognized in profit or loss when the asset is derecognized.
Unproved properties represent the fair value of unproved geothermal interest acquired.
Unproved properties is recognized separately as intangible assets (Note 20), tested at least annually for impairment and carried at cost less any accumulated impairment losses.
Goodwill arising on an acquisition of a business is carried at cost as established at the date of acquisition of the business (Note 3d) less accumulated impairment losses, if any.
For the purpose of impairment testing, goodwill from business combination, is allocated to each of the Group's cash-generating unit expected to benefit from the synergies of the combination, excluded if the other assets or liabilities from acquiree placed in those units.
A cash generating unit to which goodwill has been allocated is tested for impairment annually and if there is an indication that the unit may be impaired. Impairment determined for goodwill by assess recoverable amounts from each of cash generating unit where the goodwill is pledged. If the recoverable amount of the cash-generating unit is less than its carrying amount, the impairment loss is recognized in profit and loss. An impairment loss recognized for goodwill is not reversed in subsequent periods.
If the goodwill is part of cash generating unit and part of discontinued operation inside those cash generating unit, the goodwill with discontinued operation recorded under operation book value when determine gain or loss from discontinued operation. Disposal goodwill in this situation measured at fair value from discontinued operation and operating cash generating unit portion.
Costs to acquire and prepare software for use are recorded as intangible assets and amortized on a straight line basis over its finite useful life of five years.
Verified Carbon Units and Certified Emission Reduction ("Carbon credits")
Biaya untuk mendaftarkan Verified Carbon Units and Certified Emission Reduction dicatat sebagai aset tak berwujud dan diakui dalam laba rugi ketika jumlah unit yang terdaftar terjual.
Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020
Sesuai dengan PSAK 30, Sewa, sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Sebagai lessee As lessee
Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Perusahaan dan entitas anak yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas sewa pembiayaan.
Aset yang diperoleh dari sebagai sewa pembiayaan disusutkan selama masa manfaat ekspektasiannya dengan dasar yang sama dengan aset yang dimiliki atau, jika tidak ada kepastian apakah lessee akan mendapatkan kepemilikan pada akhir periode sewa, aset disusutkan selama periode yang lebih pendek antara periode sewa atau masa manfaat.
Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari liabilitas sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna.
Verified Carbon Units and Certified Emission Reduction ("Carbon credits")
Costs to register the Verified Carbon Units and Certified Emission Reduction are recorded as intangible assets and recognized in profit or loss when the registered number of units are sold.
u. Sewa a. u. Leases
In accordance with PSAK 30, Leases, leases were classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. All other leases were classified as operating leases.
Assets held under finance leases were initially recognized as assets of the Company and its subsidiaries at their fair value at the inception of the lease or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor was included in the consolidated statements of financial position as a finance lease liabilities.
Assets held under finance leases were depreciated over their expected useful lives on the same basis as owned assets or, if there was no certainty that the lessee would obtain ownership by the end of the lease term, the assets were depreciated over the shorter of the lease term and their useful lives.
Lease payments were apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Contingent rentals were recognized as expense in the periods in which they were incurred.
Operating lease payments were recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term, except where another systematic basis was more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset were consumed. Contingent rentals arising under operating leases were recognized as an expense in the period in which they were incurred.
In the event that lease incentives were received to enter into operating leases, such incentives were recognized as a liability. The aggregate benefit of incentives was recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis, except where another systematic basis was more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset were consumed.
Grup sebagai pesewa The Group as lessor
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam jumlah tercatat aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Sebagai penyewa As lessee
Grup menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Grup mengakui pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
- Pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
- Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Rental income from operating leases was recognized on a straight-line basis over the term of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease were added to the carrying amount of the leased asset and recognized on a straight-line basis over the lease term.
Setelah 1 Januari 2020 From January 1, 2020
The Group assesses whether a contract is or contains a lease, at the inception of the contract. The Group recognizes a right-of-use asset and a corresponding lease liability with respect to all lease arrangements in which it is the lessee, except for short-term leases (defined as leases with a lease term of 12 months or less) and leases of low value assets. For these leases, the Group recognizes the lease payments as an operating expense on a straight-line basis over the term of the lease unless another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased assets are consumed.
The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted by using the rate implicit in the lease. If this rate cannot be readily determined, the Group uses the incremental borrowing rate specific to the lessee.
Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise:
- fixed lease payments (including insubstance fixed payments), less any lease incentives;
- • variable lease payments that depend on an index or rate, initially measured using the index or rate at the commencement date;
- • the amount expected to be payable by the lessee under residual value guarantees;
- • the exercise price of purchase options, if the lessee is reasonably certain to exercise the options; and
- • payments of penalties for terminating the lease, if the lease term reflects the exercise of an option to terminate the lease.
The lease liability is presented as a separate line in the consolidated statement of financial position.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Grup mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-guna) jika:
- terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian;
- terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur kembali dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika pembayaran sewa berubah karena perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat diskonto revisian digunakan); atau
- kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Jika Grup dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hakguna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak-guna disusutkan selama periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dmulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
The lease liability is subsequently measured by increasing the carrying amount to reflect the interest on the lease liability (using the effective interest method) and by reducing the carrying amount to reflect the lease payments made.
The Group remeasures the lease liability (and makes a corresponding adjustment to the related right-of-use assets) whenever:
- • the lease term has changed or there is a change in the assessment of the exercise of a purchase option, in which case the lease liability is remeasured by discounting the revised lease payments using a revised discount rate;
- • the lease payments change due to changes in an index or rate or a change in expected payment under a guaranteed residual value, in which cases the lease liability is remeasured by discounting the revised lease payments using the initial discount rate (unless the lease payments change is due to a change in a floating interest rate, in which case a revised discount rate is used); or
- • a lease contract is modified and the lease modification is not accounted for as a separate lease, in which case the lease liability is remeasured by discounting the revised lease payments using a revised discount rate.
The right-of-use assets comprise the initial measurements of the corresponding lease liability, lease payments made at or before the commencement day and any initial direct costs. They are subsequently measured at cost less accumulated depreciation and impairment losses.
Whenever the Group incurs an obligation for costs to dismantle and remove a leased asset, restore the site on which it is located or restore the underlying assets to the conditions required by the terms and conditions of the lease, a provision is recognized and measured under PSAK 57. The costs are included in the related right-of-use asset, unless those costs are incurred to produce inventories.
Right-of-use assets are depreciated over the shorter period of lease term and useful life of the underlying assets. If a lease transfers ownership of the underlying assets or the cost of the right-of-use assets reflects that of the Group expects to exercise a purchase option, the related right-of-use asset is depreciated over the useful life of the underlying assets. The depreciation starts at the commencement date of the lease.
The right-of-use assets are presented as a separate line in the consolidated statement of financial position.
Grup menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan aset penurunan nilai.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa dan aset hak-guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Sebagai cara praktis, PSAK 73 mengijinkan penyewa untuk memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa tunggal. Grup tidak menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa tambahan atau komponen non sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masingmasing dari komponen non sewa.
Grup sebagai pesewa The Group as lessor
Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan tangki, dermaga, bangunan dan pembangkit listrik.
Sewa di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Ketika persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat aset sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih pesewa.
Ketika suatu kontrak mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 72 untuk mengalokasikan imbalan berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.
The Group applies PSAK 48 to determine whether a right-of-use asset is impaired and accounts for any identified impairment loss as described in the impairment of assets policy.
Variable rents that do not depend on an index or rate are not included in the measurements of the lease liability and the right-of-use asset. The related payments are recognized as an expense in the period in which the event or condition that triggers those payments occur and are included in the line "General and administrative expenses" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
As a practical expedient, PSAK 73 permits a lessee not to separate non-lease components, and instead account for any lease and associated non-lease components as a single arrangement. The Group has not used this practical expedient. For contracts that contain a lease component and one or more additional lease or non-lease components, the Group allocates the consideration in the contract to each lease component on the basis of the relative stand-alone price of the lease component and the aggregate stand-alone price of the non-lease components.
The Group enters into lease agreements as a lessor with respect to tank, jetty, building and power plant.
Leases for which the Group is a lessor are classified as finance or operating leases. Whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee, the contract is classified as a finance lease. All other leases are classified as operating leases.
Rental income from operating leases is recognized on a straight-line basis over the terms of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased assets and recognized on a straight-line basis over the lease term.
Amounts due from lessees under finance leases are recognized as receivables at the amount of the Group's net investment in the leases. Finance lease income is allocated to accounting periods so as to reflect a constant periodic rate of return on the Group 's net investment outstanding in respect of the leases.
When a contract includes lease and non-lease components, the Group applies PSAK 72 to allocate the consideration under the contract to each component.
v. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan kecuali Goodwill
Sesuai dengan PSAK 48, Penurunan Nilai Aset, pada akhir setiap periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi, aset perusahaan juga dialokasikan ke masingmasing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari kelompok unit penghasil kas di mana dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset dengan estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset (atau unit penghasil kas) pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset yang bersangkutan dicatat pada jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan nilai revaluasi.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3h; penurunan nilai untuk goodwill dijelaskan dalam Catatan 3t.
Sesuai dengan PSAK 57, Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi, provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
v. Impairment of Non-financial Assets Except Goodwill
In accordance with PSAK 48, Impairment of Assets, tt the end of each reporting period, the Group reviews the carrying amount of nonfinancial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Group estimates the recoverable amount of the cash generating unit to which the asset belongs. When a reasonable and consistent basis of allocation can be identified, corporate assets are also allocated to individual cash-generating units, or otherwise they are allocated to the smallest group of cash-generating units for which a reasonable and consistent allocation basis can be identified.
Recoverable amount is the higher of fair value less cost to sell and value in use. In assessing value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset for which the estimates of future cash flows have not been adjusted.
If the recoverable amount of the non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately against earnings.
When an impairment loss subsequently reverses, the carrying amount of the asset (or a cash-generating unit) is increased to the revised estimate of its recoverable amount, but so that the increased carrying amount does not exceed the carrying amount that would have been determined had no impairment loss been recognized for the asset (or cash-generating unit) in prior years. A reversal of an impairment loss is recognized immediately in profit or loss, unless the relevant asset is carried at a revalued amount, in which case the reversal of the impairment loss is treated as a revaluation increase.
Accounting policy for impairment of financial assets is discussed in Note 3h; while impairment for goodwill is discussed in Note 3t.
w. Provisi w. Provisions
In accordance with PSAK 57, Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets, provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) as a result of a past event, it is probable that the Group will be required to settle the obligation, and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Sesuai dengan PSAK 26, Biaya Pinjaman, biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.
Ketika pinjaman dengan suku bunga variabel digunakan untuk membiayai aset kualifikasian dan dilindung nilai dengan lindung nilai arus kas yang efektif dari risiko suku bunga, bagian efektif dari derivatif tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan direklasifikasi ke laba rugi ketika aset kualifikasian berdampak pada laba rugi. Ketika suku bunga pinjaman tetap digunakan untuk membiayai aset kualifikasian dan nilai wajarnya dilindung nilai secara efektif dari risiko suku bunga, biaya pinjaman yang dikapitalisasi mencerminkan tingkat bunga yang dilindung nilai.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.
Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.
y. Pengakuan Pendapatan dan Beban y. Revenue and Expense Recognition
Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020
Sesuai dengan PSAK 23, Pendapatan, pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima. Pendapatan dikurangi dengan estimasi retur pelanggan, rabat dan cadangan lain yang serupa.
The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration required to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. Where a provision is measured using the cash flows estimated to settle the present obligation, its carrying amount is the present value of those cash flows.
When some or all of the economic benefits required to settle a provision are expected to be recovered from a third party, a receivable is recognized as an asset if it is virtually certain that reimbursement will be received and the amount of the receivable can be measured reliably.
x. Biaya Pinjaman x. Borrowing Costs
In accordance with PSAK 26, Borrowing Costs, borrowing costs directly attributable to the acquisition, construction or production of qualifying assets, which are assets that necessarily take a substantial period of time to get ready for their intended use or sale, are added to the cost of those assets, until such time as the assets are substantially ready for their intended use or sale.
To the extent that variable rate borrowings are used to finance a qualifying asset and are hedged in an effective cash flow hedge of interest rate risk, the effective portion of the derivative is recognized in other comprehensive income and reclassified to profit or loss when the qualifying asset impacts profit or loss. To the extent that fixed rate borrowings are used to finance a qualifying asset and are hedged in an effective fair value hedge of interest rate risk, the capitalized borrowing costs reflect the hedged interest rate.
Investment income earned on the temporary investment of specific borrowings pending their expenditure on qualifying assets is deducted from the borrowing costs eligible for capitalization.
All other borrowing costs are recognized in profit or loss in the period in which they are incurred.
In accordance with PSAK 23, Revenue, revenue was measured at the fair value of the consideration received or receivable. Revenue was reduced for estimated customer returns, rebates and other similar allowances.
Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang diakui bila seluruh kondisi berikut dipenuhi:
- Grup telah memindahkan risiko secara signifikan dan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli;
- Grup tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
- Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal ;
- Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi akan mengalir kepada Grup tersebut ; dan
- Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur dengan andal.
Pendapatan listrik Electricity revenue
Pendapatan listrik dicatat untuk jumlah output listrik yang dikirim atau mampu dikirim ke pembeli. Kuantitas yang dikirim ditentukan melalui meter pengukuran listrik pada titik pengiriman. Grup telah menetapkan bahwa ESC dan JOC harus dicatat sebagai sewa operasi.
Pendapatan uap Steam revenue
Pendapatan dari penyediaan energi panas bumi ditentukan melalui meter pengukuran listrik pada titik interface dengan PLN atau SEGSPL (titik pengiriman). Penjualan energi panas bumi dicatat berdasarkan harga yang ditentukan oleh formula tertentu sesuai dengan ESC.
Setelah 1 Januari 2020 From January 1, 2020
Penjualan barang Sale of goods
Sesuai dengan PSAK 72, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pendapatan Grup dihasilkan dari penjualan barang jadi, sebagian besar terdiri dari satu elemen pengiriman dan pendapatan diakui pada satu titik waktu tertentu pada saat pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan barang diukur berdasarkan imbalan yang menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan, yaitu pada saat pengiriman barang.
Sale of goods
Revenue from sale of goods was recognized when all of the following conditions were satisfied:
- The Group had transferred to the buyer the significant risks and rewards of ownership of the goods;
- The Group retained neither continuing managerial involvement to the degree usually associated with ownership nor effective control over the goods sold;
- The amount of revenue could be measured reliably;
- It was probable that the economic benefits associated with the transaction would flow to the Group; and
- The cost incurred or to be incurred in respect of the transaction could be measured reliably.
Electricity revenue was recorded for the quantity of electricity output delivered or capable of being delivered to the buyers. Quantities delivered were determined through electrical measurement meters at the delivery point. The Group had determined that the ESC and JOC should be accounted for as an operating lease.
Revenue from geothermal energy supply was measured by electricity meters in interface point with PLN or SEGSPL (delivery point). Geothermal energy sales was recorded based on determined price by certain formula in accordance with ESC.
In accordance with PSAK 72, Revenue from Contracts with Customers, the Group's revenue from the sale of finished products, predominantly contain a single delivery element and revenue is recognized at a single point in time when control has been transferred to the customer. Revenue from sale of goods are measured based on the consideration to which the Group expects to be entitled in a contract with a customer and excludes amounts collected on behalf of third parties. The Group recognizes revenue when it transfers control of a product or service to a customer, upon goods delivery.
Pendapatan listrik dan uap Electricity and steam revenue
Pendapatan listrik dan uap diakui ketika listrik dan uap dikirimkan. Pendapatan listrik dan uap merupakan suatu kewajiban pelaksanaan yang merupakan sebuah janji untuk mengirimkan kepada pelanggan sejumlah barang yang berbeda yang secara substantial sama dan memiliki pola pengiriman kepada pelanggan yang sama.
Kemajuan terhadap penyelesaian dari suatu kewajiban pelaksanaan diukur menggunakan metode hasil berdasarkan unit yang diproduksi dan dikirimkan dalam bulan produksi. Kuntaitas yang dikirimkan ditentukan melalui alat pengukuran listrik pada titik pengiriman.
Pendapatan sewa tangki dan dermaga, pendapatan jasa, pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan sewa operasi, pendapatan carbon credit, penghasilan dividen dan bunga
Tidak ada perubahan atas kebijakan akuntansi untuk pendapatan sewa tangki dan dermaga, pendapatan jasa, pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan sewa operasi, pendapatan carbon credit, penghasilan dividen dan bunga untuk periode setelah 1 Januari 2020.
Pendapatan sewa tangki dan dermaga Tank and jetty lease revenue
Kebijakan akuntansi untuk pendapatan sewa tangki dan dermaga diungkapkan dalam Catatan 3u.
Pendapatan dari kontrak atas penyediaan jasa diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian berdasarkan kontrak.
Pendapatan sewa pembiayaan Finance lease income
Pendapatan diakui untuk semua jasa yang diberikan oleh Grup berdasarkan pengaturan membangun, memiliki, mengoperasikan dan mentransfer, yang mencakup pendapatan untuk pembangunan pembangkit listrik (melalui pengakuan piutang sewa pembiayaan).
Grup mengalokasikan pembayaran yang diterima untuk setiap kWh listrik yang ditransfer ke PLN: pelunasan pokok dan bunga piutang sewa pembiayaan; dan pendapatan listrik, operasi dan pemeliharaan pembangkit tenaga listrik yang disajikan sebagai pendapatan listrik dalam laporan laba rugi. Grup menggunakan metode nilai sisa untuk mengalokasikan total pembayaran yang diterima dari PLN antara pendapatan untuk ativitas pembiayaan, operasi dan pemeliharaan. Penghasilan pembiayaan diakui berdasarkan pola yang mencerminkan tingkat pengembalian periodik yang konstan atas saldo piutang sewa pembiayaan Grup.
Electricity and steam revenue is recognized as the electricity and steam are delivered. The electricity and steam revenue represents a single performance obligation that represents a promise to transfer to the customer a series of distinct goods that are substantially the same and that have the same pattern of transfer to the customer.
Progress towards satisfaction of the single performance obligation is measured using an output method based on units produced and delivered within the production month. Quantities delivered are determined through electrical measurement meters at the delivery point.
Tank and jetty lease revenue, rendering of service, finance lease income, operating rental revenue, carbon credit revenue, dividend income and interest income
There are no changes in accounting policies for Tank and jetty lease revenue, rendering of service, finance lease income, operating rental revenue, carbon credit revenue, dividend income and interest income after January 1, 2020.
Accounting policies for tank and jetty lease revenue are disclosed in Note 3u.
Pendapatan jasa Rendering of services
Revenue from contract to provide services is recognized by reference to the percentage of completion of the contract.
Revenues are recognised for all the services provided by the Group under the build, own, operate and transfer arrangement for, which include revenues for the construction of the power plants (through the recognition of a finance lease receivable).
The Group allocates the consideration that it receives for each kWh of electricity delivered to PLN into: repayments of principal and interest of the finance lease receivable; and revenues for the production of electricity, operation and maintenance of the power plants presented as electricity revenue in profit or loss. The Group uses the residual value method to allocate the total consideration received from PLN between revenues for the financing, operating and maintenance activities. Finance income is recognised based on a pattern reflecting a constant periodic rate of return on the Group's outstanding finance lease receivable balance.
Pendapatan sewa operasi Operating rental revenue
Pendapatan listrik dan pendapatan sewa operasi dialokasikan berdasarkan nilai wajar relatif masing-masing komponen pendapatan. Pendapatan listrik merupakan bagian dari pendapatan yang memulihkan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Pendapatan sewa merupakan bagian dari pendapatan yang memulihkan investasi pada pembangkit listrik.
Pendapatan carbon credit Carbon credit revenue
Pendapatan carbon credit diakui pada saat penjualan unit tertentu dari Certified Emission Reduction (CER) dan Voluntary Emission Reduction (VER) ke pasar.
Pendapatan dividen
Pendapatan dividen dari investasi diakui ketika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.
Penghasilan bunga
Pendapatan bunga dari aset keuangan diakui jika kemungkinan besar manfaat ekonomik akan mengalir ke Grup dan jumlah pendapatan dapat diukur secara andal. Penghasilan bunga diakui pada basis waktu, dengan acuan pada pokok pinjaman dan suku bunga efektif yang berlaku, yang merupakan suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur aset keuangan untuk memperoleh nilai tercatat aset bersih pada awal pengakuan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
Penerapan Imbalan Kerja dalam Grup telah sesuai dengan PSAK 24 mengenai Imbalan Kerja.
Program pensiun iuran pasti
CAP dan SMI menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Iuran yang ditanggung CAP diakui sebagai beban pada laba rugi.
Program imbalan pasti
Grup membukukan imbalan kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Grup menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan undangundang yang berlaku dengan manfaat yang diterima dari program asuransi untuk pensiun normal.
Electricity revenue and operating rental revenue are allocated based on the relative fair values of each revenue component. Electricity revenue represents the portion of revenue that recovers the operation and maintenance of the power plant. Lease revenue represents the portion of revenue that recovers the investment in the power plant.
Carbon credit revenue is recognized upon sale of certain unit of Certified Emission Reduction (CER) and Voluntary Emission Reduction (VER) to the market.
Dividend revenue
Dividend revenue from investments is recognized when the shareholders rights to receive payment has been established.
Interest income
Interest income from a financial asset is recognized when is probable that the economic benefits will flow to the Group and the amount of income can be measured reliably. Interest income is accrued on a time basis, by reference to the principal outstanding and at the effective interest rate applicable, which is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts through the expected life of the financial asset to that asset's net carrying amount on initial recognition.
Expenses
Expenses are recognized when incurred.
z. Imbalan Kerja z. Employee Benefit
Implementation of Post-Employment Benefits in the Group is in accordance with PSAK 24, Employee Benefits.
Defined contribution pension plan
CAP and SMI established a defined contributory plan covering all of its permanent employees. Contributions funded by CAP were charged to profit or loss.
Defined benefit plan
In addition, the Group provides employment benefits as required under Labor Law No. 13/2003 (the "Labor Law"). For normal pension scheme, the Group calculates and recognizes the higher of the benefits under the Labor Law and those under such insurance plan.
Aset program adalah aset yang dimiliki oleh dana pensiun karyawan jangka panjang atau polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset program tidak tersedia bagi kreditor Grup dan juga tidak dapat dibayarkan langsung ke Grup. Nilai wajar aset program didasarkan pada informasi harga pasar.
SEGHPL membuat pendanaan untuk imbalan ini yang dikelola oleh sebuah perusahaan asuransi. Pendanaan tersebut memenuhi syarat sebagai aset program.
CAP membuat pendanaan untuk imbalan ini yang dikelola oleh sebuah perusahaan asuransi. Pendanaan tersebut tidak memenuhi syarat sebagai aset program dan diperlakukan sebagai hak penggantian.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode amendemen program. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga kategori :
- Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian).
- Beban atau pendapatan bunga neto. Net interest expense or income.
Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program.
Plan assets are assets are held by a long-term employee benefit fund or qualifiying insurance policies. Plan assets are not available to the creditors of the Group, nor can the paid directly to the Group. Fair value of plan assets is based on market price information.
SEGHPL made funding of this benefit through an investment fund being managed by an insurance company. Such funding qualify as a plan asset.
CAP made funding of this benefit through an investment fund being managed by an insurance company. Such funding does not qualify as a plan asset however accounted for as a reimbursement right.
The cost of providing benefits is determined using the projected unit credit method, with actuarial valuations being carried out at the end of each annual reporting period. Remeasurement, comprising actuarial gains and losses, the effect of the changes to the asset ceiling (if applicable) and the return on plan assets (excluding interest), is reflected immediately in the consolidated statement of financial position with a charge or credit recognized in other comprehensive income in the period in which they occur. Remeasurement recognized in other comprehensive income is reflected as a separate item under other comprehensive income in equity and will not be reclassified to profit or loss. Past service cost is recognized in profit or loss in the period of a plan amendment. Net interest is calculated by applying the discount rate at the beginning of the period to the net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs are in to three categories:
- Service cost (including current service cost, past service cost, as well as gains and losses on curtailments and settlements).
- Pengukuran kembali. Remeasurement.
The Group presents the first two components of defined benefit costs in profit or loss. Curtailment gains and losses are accounted for as past service costs.
The retirement benefit obligation recognized in the consolidated statement of financial position represents the actual deficit or surplus in the Group's defined benefit plans. Any surplus resulting from this calculation is limited to the present value of any economic benefits available in the form of refunds from the plans or reductions in future contributions to the plans.
Grup mengakui haknya dalam penggantian berdasarkan polis asuransi sebagai aset terpisah, yang diukur sebesar nilai wajarnya. Dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, beban terkait dengan program imbalan pasti dapat disajikan secara neto setelah dikurangkan dengan jumlah yang diakui dalam penggantian.
Liabilitas yang diakui sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang lain diukur pada nilai kini estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan akan dilakukan oleh Grup sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh karyawan hingga tanggal pelaporan.
aa. Pajak Penghasilan
Sesuai dengan PSAK 46, Pajak Penghasilan, beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak kini terutang dan pajak tangguhan.
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode peiaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengakibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional pajak dalam Grup yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak independen.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
The Group recognizes its right to reimbursement under the insurance policy as a separate assets, which is measured at fair value. In the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, the expense relating to a defined benefit plan is presented net of the amount recognized for a reimbursement.
Imbalan kerja jangka panjang lain Other long-term employee benefits
Liabilities recognized in respect of other longterm employee benefits are measured at the present value of the estimated future cash outflows expected to be made by the Group in respect of services provided by employees up to the reporting date.
aa. Income Tax
In accordance with PSAK 46, Income Tax, income tax expense represents the sum of the tax currently payable and deferred tax.
The tax currently payable is based on taxable profit for the year. Taxable profit differs from net profit as reported in profit or loss because it excludes items of income or expense that are taxable or deductible in other years and it further excludes items that are never taxable or deductible. The Group's liability for current tax is calculated using tax rates that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period.
A provision is recognized for those matters for which the tax determination is uncertain but it is considered probable that there will be a future outflow of funds to a tax authority. The provisions are measured at the best estimate of the amount expected to become payable. The assessment is based on the judgement of tax professionals within the Group supported by previous experience in respect of such activities and in certain cases based on specialist independent tax advice.
Deferred tax is recognized on temporary differences between the carrying amounts of assets and liabilities in the consolidated financial statements and the corresponding tax bases used in the computation of taxable profit. Deferred tax liabilities are generally recognized for all taxable temporary differences. Deferred tax assets are generally recognized for all deductible temporary differences to the extent that is probable that taxable profits will be available against which those deductible temporary differences can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition (other than in a business combination) of assets and liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition, deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition of goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Sesuai dengan PSAK 56, Laba per Saham, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the period in which the liability is settled or the asset realized, based on the tax rates (and tax laws) that have been enacted, or substantively enacted, by the end of the reporting period.
The measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax consequences that would follow from the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of their assets and liabilities.
The carrying amount of deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered.
Current and deferred tax are recognized as an expense or income in profit or loss, except when they relate to items that are recognized outside of profit or loss (whether in other comprehensive income or directly in equity), in which case the tax is also recognized outside of profit or loss, or where they arise from the initial accounting for a business combination. In the case of a business combination, the tax effect is included in the accounting for the business combination.
Deferred tax assets and liabilities are offset when there is legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities and when they relate to income tax levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities when there is an intention to settle its current tax assets and current tax liabilities on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.
bb. Laba per Saham bb. Earnings per Share
In accordance with PSAK 56, Earnings per Share, basic earnings per share is computed by dividing net income attributable to the owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the year.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
Sesuai dengan PSAK 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Sebelum 1 Januari 2020) dan PSAK 71, Instrumen Keuangan (Efektif 1 Januari 2020), Grup melakukan berbagai kontrak instrumen keuangan derivatif untuk mengelola eksposur atas risiko suku bunga dan risiko perubahan nilai tukar mata uang asing termasuk kontrak valuta berjangka, swap suku bunga dan swap cross currency.
Derivatif awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal kontrak dilakukan dan selanjutnya diukur kembali pada nilai wajarnya pada setiap akhir periode pelaporan. Dampak keuntungan atau kerugian diakui segera di laba rugi kecuali jika derivatif ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai di mana saat pengakuan di laba rugi bergantung pada sifat dari hubungan lindung nilai.
Derivatif dengan nilai wajar positif diakui sebagai aset keuangan sedangkan derivatif dengan nilai wajar negatif diakui sebagai liabilitas keuangan. Derivatif tidak saling hapus dalam laporan keuangan kecuali Grup memiliki hak yang memiliki kekuatan hukum dan intensi untuk saling hapus.
Suatu derivatif disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka panjang jika sisa jatuh tempo dari instrumen lebih dari 12 bulan dan tidak diharapkan akan direalisasi atau diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan. Derivatif lainnya disajikan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek.
Derivatif yang melekat Embedded derivatives
Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020
Derivatif yang melekat pada instrumen keuangan lainnya atau kontrak utama (host contract) lainnya diperlakukan sebagai derivatif tersendiri ketika memenuhi definisi derivatif, risiko dan karakteristiknya tidak terikat pada kontrak utama dan kontrak utama tersebut tidak diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.
Setelah 1 Januari 2020 From January 1, 2020
Derivatif yang melekat pada kontrak hibrida dengan aset keuangan utama dalam ruang lingkup PSAK 71 tidak dipisahkan. Seluruh kontrak hibrida diklasifikasikan dan selanjutnya diukur sebagai biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar yang sesuai.
Diluted earnings per share is computed by dividing net income attributable to the owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effects of all dilutive potential ordinary shares.
cc. Instrumen Derivatif cc. Derivative Financial Instruments
In accordance with PSAK 55, Financial Instruments: Recognition and Measurement (Before January 1, 2020) and PSAK 71, Financial Instruments (Effective January 1, 2020), the Group enters into a variety of derivative financial instruments to manage its exposure to interest rate and foreign exchange rate risks, including foreign exchange forward contracts, interest rate swaps and cross currency swaps.
Derivatives are initially recognized at fair value at the date the derivative contracs are entered into and are subsequently remeasured to their fair value at the end of each reporting period. The resulting gain or loss is recognized in profit or loss immediately unless the derivative is designated and effective as hedging instrument in which event the timing of the recognition in profit or loss depends on the nature of the hedge relationship.
A derivative with a positive fair value is recognized as a financial asset whereas a derivative with a negative fair value is recognized as a financial liability. Derivatives are not offset in the financial statements unless the Group has both a legally enforceable right and intention to offset.
A derivative is presented as non-current asset or non-current liability if the remaining maturity of the instrument is more than 12 months and is not expected to be realized or settled within 12 months. Other derivatives are presented as current assets or current liabilities.
Derivatives embedded in other financial instruments or other host contracts were treated as separate derivatives when they met the definition of a derivative, their risks and characteristics were not closely related to those of the host contracts and the host contracts were not measured at fair value with changes in fair value recognized in earnings.
Derivatives embedded in hybrid contracts with a financial asset host within the scope of PSAK 71 are not separated. The entire hybrid contract is classified and subsequently measured as either amortized cost or fair value as appropriate.
Derivatif yang melekat pada kontrak hibrida dengan kontrak utama yang bukan merupakan aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK 71 (misalnya liabilitas keuangan) diperlakukan sebagai derivatif terpisah jika definisi derivatif tersebut terpenuhi, risiko dan karakteristiknya tidak terkait erat dengan kontrak utama dan kontrak utama tidak diukur dengan FVTPL.
Jika kontrak hibrida tersebut merupakan liabilitas keuangan yang memiliki kuotasi harga, Grup tidak memisahkan derivatif yang melekat, tapi secara umum menetapkan seluruh kontrak hibrida sebagai FVTPL.
Derivatif yang melekat disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo instrumen hibrida yang terkait dengan derivatif melekat lebih dari 12 bulan dan tidak diharapkan untuk direalisasikan atau diselesaikan dalam 12 bulan.
Suatu derivatif disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka panjang jika sisa jatuh tempo dari instrumen lebih dari 12 bulan dan tidak diharapkan akan direalisasi atau diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan. Derivatif lainnya disajikan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek.
dd. Akuntansi Lindung Nilai dd. Hedge Accounting
Sesuai dengan PSAK 55, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Sebelum 1 Januari 2020) dan PSAK 71, Instrumen Keuangan (Efektif 1 Januari 2020), Grup menggunakan instrumen keuangan derivatif – cross currency swap dan interest rate swap untuk mengelola eksposur atas risiko suku bunga dan fluktuasi nilai tukar.
Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020
Pada saat dimulainya hubungan lindung nilai, Grup mendokumentasi hubungan antara instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai, bersama dengan tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan lindung nilai. Selanjutnya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkelanjutan, Grup mendokumentasikan apakah instrumen lindung nilai sangat efektif dalam rangka saling hapus perubahan dalam nilai wajar atau perubahan arus kas dari item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai.
Lindung Nilai atas Arus Kas Cash Flow Hedges
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi pada cadangan lindung nilai arus kas. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif langsung diakui dalam laba rugi, dan termasuk dalam "keuntungan dan kerugian lainnya – bersih".
Derivatives embedded in hybrid contracts with hosts that are not financial assets within the scope of PSAK 71 (e.g. financial liabilities) are treated as separate derivatives when they meet the definition of a derivative, their risks and characteristics are not closely related to those of the host contracts and the host contracts are not measured at FVTPL.
If the hybrid contract is a quoted financial liability, instead of separating the embedded derivative, the Group generally designates the whole hybrid contract at FVTPL.
An embedded derivative is presented as a noncurrent asset or non-current liability if the remaining maturity of the hybrid instrument to which the embedded derivative relates is more than 12 months and is not expected to be realised or settled within 12 months.
A derivative is presented as non-current asset or non-current liability if the remaining maturity of the instrument is more than 12 months and is not expected to be realized or settled within 12 months. Other derivatives are presented as current assets or current liabilities.
In accordance with PSAK 55, Financial Instruments: Recognition and Measurement (Before January 1, 2020) and PSAK 71, Financial Instruments (Effective January 1, 2020), the Group enters into derivative financial instruments – cross currency swap and interest rate swap to manage its exposure to interest rate and foreign exchange fluctuations.
At the inception of the hedge relationship, the Group documented the relationship between the hedging instrument and the hedged item, along with its risk management objectives and its strategy for undertaking various hedge transactions. Furthermore, at the inception of the hedge and on an ongoing basis, the Group documented whether the hedging instrument was highly effective in offsetting changes in fair values or cash flows of the hedged item attributable to the hedged risk.
The effective portion of changes in the fair value of derivatives that were designated and qualified as cash flow hedges was recognized in other comprehensive income and accumulated under the heading of cash flow hedging reserve. The gain or loss relating to the ineffective portion was recognized immediately in profit or loss, and is included in the "other gains and losses – net" line item.
Jumlah yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada periode ketika item yang dilindung nilai diakui dalam laba rugi, di pos yang sama dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan item yang dilindung nilai. Namun, ketika suatu lindung nilai atas prakiraan transaksi yang kemudian menimbulkan pengakuan aset non-keuangan atau liabilitas non-keuangan, keuntungan dan kerugian yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi di ekuitas dipindahkan dari ekuitas dan termasuk dalam pengukuran awal biaya dari aset nonkeuangan atau liabilitas non-keuangan.
Akuntansi lindung nilai dihentikan pada saat Grup membatalkan hubungan lindung nilai, ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau digunakan, atau ketika tidak lagi memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi di ekuitas saat itu tetap berada di bagian ekuitas dan akan diakui pada saat prakiraan transaksi yang pada akhirnya diakui dalam laba rugi. Ketika prakiraan transaksi tidak lagi diharapkan akan terjadi, akumulasi keuntungan atau kerugian dalam ekuitas langsung diakui dalam laba rugi.
Setelah 1 Januari 2020 From January 1, 2020
Pada insepsi hubungan lindung nilai, Grup mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item lindung nilaian, beserta tujuan dan strategi manajemen risiko untuk melakukan berbagai transaksi lindung nilai. Selanjutnya, pada insepsi lindung nilai dan secara berkelanjutan, Grup mendokumentasikan apakah instrumen lindung nilai tersebut efektif dalam saling hapus antara perubahan nilai wajar atau arus kas dari item lindung nilaian, yaitu ketika hubungan lindung nilai memenuhi seluruh persyaratan efektivitas lindung nilai berikut:
- Ada "hubungan ekonomik" antara item lindung nilaian dan instrumen lindung nilai;
- Pengaruh risiko kredit tidak "mendominasi perubahan nilai" yang dihasilkan dari hubungan ekonomik tersebut; dan
- Rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai adalah sama dengan yang dihasilkan dari kuantitas item lindung nilaian yang secara aktual dilindung nilai oleh Grup dan kuantitas instrumen lindung nilai yang secara aktual digunakan Grup untuk melindung nilai sejumlah kuantitas item lindung nilaian tersebut.
Amounts previously recognized in other comprehensive income and accumulated in equity were reclassified to profit or loss in the periods when the hedged item was recognized in profit or loss, in the same line of the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as the recognized hedged item. However, when the hedged forecast transaction resulted in the recognition of a non-financial asset or a non-financial liability, the gains and losses previously recognized in other comprehensive income and accumulated in equity were transferred from equity and included in the initial measurement of the cost of the non-financial asset or nonfinancial liability.
Hedge accounting was discontinued when the Group revoked the hedging relationship, when the hedging instrument expired or was sold, terminated, or exercised, or it no longer qualified for hedge accounting. Any gain or loss recognized in other comprehensive income and accumulated in equity at that time remained in equity and was recognized when the forecast transaction was ultimately recognized in profit or loss. When a forecast transaction was no longer expected to occur, the gain or loss accumulated in equity was recognized immediately in profit or loss.
At the inception of the hedge relationship, the Group documents the relationship between the hedging instrument and the hedged item, along with its risk management objectives and its strategy for undertaking various hedge transactions. Furthermore, at the inception of the hedge and on an ongoing basis, the Group documents whether the hedging instrument is effective in offsetting changes in fair values or cash flows of the hedged item attributable to the hedged risk, which is when the hedging relationships meet all of the following hedge effectiveness requirements:
- There is 'an economic relationship' between the hedged item and the hedging instrument;
- The effect of credit risk does not 'dominate the value changes' that result from that economic relationship; and
- The hedge ratio of the hedging relationship is the same as that resulting from the quantity of the hedged item that the Group actually hedges and the quantity of the hedging instrument that the Group actually uses to hedge that quantity of hedged item.
Jika hubungan lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan efektivitas lindung nilai yang berkaitan dengan rasio lindung nilai tetapi tujuan manajemen risiko untuk hubungan lindung nilai yang ditetapkan tetap sama, Grup menyesuaikan rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai tersebut (misalnya, menyeimbangkan kembali lindung nilai) sehingga memenuhi kriteria kualifikasi lagi.
Grup menetapkan perubahan penuh dalam nilai wajar kontrak berjangka (misalnya termasuk elemen berjangka) sebagai instrumen lindung nilai untuk semua hubungan lindung nilai yang melibatkan kontrak berjangka.
Lindung nilai atas arus kas Cash flow hedges
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif dan instrumen lindung nilai lain yang memenuhi syarat yang ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai lindung nilai arus kas, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam pos cadangan lindung nilai arus kas, terbatas pada perubahan kumulatif dalam nilai wajar dari item lindung nilaian sejak dimulainya lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif diakui segera dalam laba rugi, dan dimasukkan dalam baris "keuntungan dan kerugian lain - bersih".
Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada periode ketika item lindung nilaian mempengaruhi laba rugi, di pos yang sama dengan item lindung nilaian yang diakui. Namun, ketika prakiraan transaksi lindung nilai menghasilkan pengakuan aset non-keuangan atau liabilitas non-keuangan, keuntungan dan kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas, menjadi dihapus dari ekuitas dan dimasukkan dalam pengukuran awal biaya aset non-keuangan atau liabilitas nonkeuangan. Transfer ini tidak mempengaruhi penghasilan komprehensif lain. Selanjutnya, jika grup memperkirakan bahwa sebagian atau seluruh kerugian yang diakumulasi dalam penghasilan komprehensif lain tidak akan terpulihkan di masa depan, jumlah tersebut segera direklasifikasi ke laba rugi.
Grup menghentikan akuntansi lindung nilai hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku). Ini termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau dilaksanakan. Penghentian diperhitungkan secara prospektif. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas pada saat itu tetap berada dalam ekuitas dan diakui pada saat prakiraan transaksi akhirnya diakui dalam laba rugi. Ketika prakiraan transaksi tidak lagi diharapkan terjadi, keuntungan atau kerugian yang diakumulasi dalam ekuitas segera diakui dalam laba rugi.
If a hedging relationship ceases to meet the hedge effectiveness requirement relating to the hedge ratio but the risk management objective for that designated hedging relationship remains the same, the Group adjusts the hedge ratio of the hedging relationship (i.e. rebalances the hedge) so that it meets the qualifying criteria again.
The Group designates the full change in the fair value of a forward contract (i.e. including the forward elements) as the hedging instrument for all of its hedging relationships involving forward contracts.
The effective portion of changes in the fair value of derivatives and other qualifying hedging instruments that are designated and qualify as cash flow hedges is recognized in other comprehensive income and accumulated under the heading of cash flow hedging reserve, limited to the cumulative change in fair value of the hedged item from inception of the hedge. The gain or loss relating to the ineffective portion is recognized immediately in profit or loss, and is included in the "other gains and losses - net" line item.
Amounts previously recognized in other comprehensive income and accumulated in equity are reclassified to profit or loss in the periods when the hedged item affects profit or loss, in the same line as the recognized hedged item. However, when the hedged forecast transaction results in the recognition of a non-financial asset or a non-financial liability, the gains and losses previously recognized in other comprehensive income and accumulated in equity are removed from equity and included in the initial measurement of the cost of the non-financial asset or nonfinancial liability. This transfer does not affect other comprehensive income. Furthermore, if the group expects that some or all of the loss accumulated in other comprehensive income will not be recovered in the future, that amount is immediately reclassified to profit or loss.
The Group discontinues hedge accounting only when the hedging relationship (or a part thereof) ceases to meet the qualifying criteria (after rebalancing, if applicable). This includes instances when the hedging instrument expires or is sold, terminated or exercised. The discontinuation is accounted for prospectively. Any gain or loss recognized in other comprehensive income and accumulated in equity at that time remains in equity and is recognized when the forecast transaction is ultimately recognized in profit or loss. When a forecast transaction is no longer expected to occur, the gain or loss accumulated in equity is recognized immediately in profit or loss.
Biaya eksplorasi dan evaluasi panas bumi sehubungan dengan masing-masing area of interest dicatat dengan menggunakan metode akuntansi successful efforts. Metode successful efforts mengharuskan seluruh biaya eksplorasi dan evaluasi dibebankan pada saat terjadinya, kecuali untuk biaya sumur pengeboran yang berhasil dan biaya perolehan hak partisipasi pada aset eksplorasi yang baru akan dikapitalisasikan sebagai pengeluaran eksplorasi dan evaluasi tidak berwujud. Biayabiaya sumur tersebut pada awalnya dikapitalisasi sementara menunggu hasil dari sumur pengeboran tersebut.
Biaya sebelum diperolehnya ijin Pre-license costs
Biaya sebelum diperolehnya ijin dibebankan pada periode terjadinya.
Ijin eksplorasi dan biaya perolehan leasehold property dikapitalisasi dalam aset tak berwujud. Biaya perijinan yang dibayarkan sehubungan dengan hak untuk mengeksplorasi saat ini akan dikapitalisasi dan diamortisasi selama jangka waktu ijin tersebut. Harga perolehan ijin dan properti ditinjau pada setiap tanggal pelaporan untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada indikasi jumlah tercatat melebihi jumlah terpulihkan. Tinjauan ini meliputi konfirmasi bahwa eksplorasi pengeboran masih berlangsung atau direncanakan dengan pasti, atau sudah ditentukan, atau pekerjaan sudah dilakukan untuk menentukan bahwa penemuan cadangan dapat diproduksi secara ekonomis berdasarkan berbagai pertimbangan teknis dan komersial, dan kemajuan yang memadai sedang dilaksanakan untuk menetapkan rencana dan waktu pengembangan.
Apabila aktivitas masa depan belum direncanakan atau masa berlaku ijin tersebut telah dikembalikan atau kadaluarsa, maka nilai tercatat dari biaya perolehan ijin dan properti tersebut akan dihapuskan pada laba rugi. Pada saat pengakuan cadangan terbukti dan persetujuan internal untuk pembangunan, pengeluaran yang relevan akan ditransfer ke properti proved di aset tetap dan aset sewa operasi.
Aktivitas eksplorasi dan evaluasi meliputi pencarian sumber daya panas bumi, penentuan kelayakan teknis dan komersial atas sumber daya yang diidentifikasi.
ee. Biaya Eksplorasi dan Evaluasi panas bumi ee. Geothermal Exploration and Evaluation Expenditures
Geothermal exploration and evaluation expenditure in respect of each area of interest is accounted for using the successful efforts method of accounting. The successful efforts method requires all exploration and evaluation expenditures to be expensed in the period it is incurred except the costs of successful wells and the costs of acquiring interest in new exploration assets, which are capitalized as intangible exploration and evaluation expenditure. The costs of wells are initially capitalized pending the results of the well.
Pre-license costs are expensed in the period in which they are incurred.
Biaya perolehan ijin dan properti License and property acquisition costs
Exploration license and leasehold property acquisition costs are capitalized within intangible assets. License costs paid in connection with a right to explore in an existing exploration are capitalized and amortized over the term of the permit. License and property acquisition costs are reviewed at each reporting date to confirm that there is no indication that the carrying amount exceeds the recoverable amount. This review includes confirming that exploration drilling is still under way or firmly planned, or that it has been determined, or work is under way to determine, that the discovery is economically viable based on a range of technical and commercial considerations and sufficient progress is being made on establishing development plans and timing.
If no future ativity is planned or the license has been relinquished or has expired, the carrying value of the license and property acquisition costs is written off through profit or loss. Upon recognition of proved reserves and internal approval for development, the relevant expenditure is transferred to proved poperties in property, plant and equipment and property on operating lease.
Biaya eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation costs
Exploration and evaluation activity involves the search for geothermal resources, the determination of technical feasibility and the assessment of commercial viability of an identified resource.
Pada saat hak legal atas eksplorasi telah diperoleh, biaya yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan eksplorasi tersebut dikapitalisasi sebagai aset eksplorasi dan evaluasi tak berwujud hingga pengeboran sumur telah selesai serta hasilnya telah dievaluasi. Biaya-biaya tersebut meliputi remunerasi karyawan, material dan bahan bakar yang digunakan, biaya pemboran, serta pembayaran untuk kontraktor yang dapat diatribusikan secara langsung.
Jika tidak ada hidrokarbon yang berpotensi komersial ditemukan, aset eksplorasi akan dihapuskan sebagai dry hole. Namun, jika hidrokarbon yang dapat diekstraksi dapat ditemukan serta dinilai dapat dikembangkan secara komersial, biaya-biaya yang terjadi tetap dicatat sebagai aset tak berwujud, dimana kemajuan yang memadai dan berkelanjutan akan dilaksanakan dalam rangka menilai komersialitas dari hidrokarbon tersebut. Biaya yang terkait langsung dengan aktivitas penilaian yang dilakukan untuk penentuan besaran karakteristik, dan potensi komersial cadangan setelah penemuan awal hidrokarbon, termasuk biaya penilaian sumur di mana hidrokarbon tidak ditemukan, awalnya akan dikapitalisasi sebagai aset tak berwujud.
Atas seluruh biaya yang dikapitalisasi tersebut akan dilakukan tinjauan teknis, komersial dan manajemen, termasuk tinjauan atas indikator penurunan nilai minimal setahun sekali. Hal ini untuk mengkonfirmasi keinginan untuk melanjutkan aktivitas pengembangan, atau mengekstrak nilai dari penemuan. Ketika hal tersebut tidak berlaku lagi, maka biaya-biaya tersebut akan dihapuskan dan diakui pada laba rugi.
Ketika cadangan terbukti uap telah diidentifikasi dan pengembangannya disetujui manajemen, maka pertama-tama akan dilakukan evaluasi penurunan nilai dari biaya kapitalisasi tersebut dan (jika ada) penurunan tersebut akan diakui sebagai rugi penurunan nilai, kemudian sisa saldonya akan ditransfer ke aset dalam penyelesaian. Selain biaya ijin, tidak ada amortisasi yang dibebankan selama tahap eksplorasi dan evaluasi.
ff. Informasi Segmen
Sesuai dengan PSAK 5, Segmen Operasi, segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direviu oleh "pengambil keputusan operasional" dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Once the legal right to explore has been acquired, cost directly associated with an exploration well are capitalized as exploration and evaluation intangible assets until the drilling of the well is completed and the results have been evaluated. These costs include directly attributable employee remuneration, materials and fuel used, rig costs and payments made to contractors.
If no potentially commercial hydrocarbons are discovered, the exploration asset is written off as dry hole. If extractable hydrocarbons are found and, subject to further appraisal activitiy (e.g the drilling of additional wells), are likely to be capable of being commercially developed, the costs continue to be carried as an intangible asset while sufficient/continued progress is made in assessing the commerciality of the hydrocarbons. Costs directly associated with the appraisal activity undertaken to determine the size, characteristics and commercial potential of a reservoir following the initial discovery of hydrocarbons, including the costs of appraisal wells where hydrocarbons were not found, are initially capitalized as an intangible asset.
All such capitalized costs are subject to technical, commercial and management review as well as review for indicatiors of impairment at least once a year. This is to confirm the continued intent to develop or otherwise extract value from the discovery. When this is no longer the case, the costs are written off to profit or loss.
When proved reserves of steam are identified and development is sanctioned by management, the relevant capitalized expenditure is first assessed for impairment and (if required) any impairment loss is recognized, then the remaining balance is transferred to asset under construction. Other than license costs, no amortization is charged during the exploration and evaluation phase.
ff. Segment Information
In accordance with PSAK 5, Operating Segments, operating segments are identified on the basis of internal reports about components of the Group that are regularly reviewed by the chief operating decision maker in order to allocate resources to the segments and to assess their performances.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
- b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
- c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Operasi yang dihentikan adalah komponen Grup yang dilepaskan atau diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual, dan
- Merupakan lini usaha atau area geografis utama atau operasi utama yang terpisah, dan
- Merupakan bagian dari satu rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini usaha atau area geografis operasi utama yang terpisah, atau
- Entitas anak yang diakuisisi secara khusus dengan maksud untuk dijual kembali.
Operasi yang dihentikan dipisahkan dari hasil operasi yang dilanjutkan dan disajikan sebagai jumlah tunggal sebagai laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, direksi diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode tersebut, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi periode saat ini dan masa depan.
An operating segment is a component of an entity:
- a. that engages in business activities from which it may earn revenues and incurred expenses (including revenues and expenses relating to the transactions with other components of the same entity);
- b. whose operating results are reviewed regularly by the entity's chief operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segments and assess its performance; and
- c. for which discrete financial information is available.
Information reported to the chief operating decision maker for the purpose of resource allocation and assessment of performance is more specifically focused on the category of each product.
gg. Operasi yang Dihentikan gg. Discontinued Operations
A discontinued operation is a component of the Group that either has been disposed of, or is classified as held for sale, and
- Represents a separate major line of business or major geographical area or operations, and
- Is part of a single co-ordinated plan to dispose of a separate major line of business or major geographical area of operations is part of, or
- Is a subsidiary acquired exclusively with a view to resale.
Discontinued operations are excluded from the results of continuing operations and presented as a single amount as post-tax loss from discontinued operations in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY
In the application of the Group accounting policies, which are described in Note 3, the directors are required to make judgments, estimates and assumptions about the carrying amounts of assets and liabilities that are not readily apparent from other sources. The estimates and associated assumptions are based on historical experience and other factors that are considered to be relevant. Actual results may differ from these estimates.
The estimates and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognised in the period which the estimate is revised if the revision affects only that period, or in the period of the revision and future periods if the revision affects both current and future periods.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain dari yang melibatkan estimasi yang telah dibuat direksi dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup dan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penilaian mengenai apakah Perusahaan memiliki pengendalian atas PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP)
Sejak 2017 kepemilikan efektif Perusahaan pada CAP menjadi 46,63% (Catatan 1d). Susunan Dewan Direksi CAP saat ini, yang memiliki wewenang atas kebijakan perencanaan, operasi dan keuangan CAP, memberikan Perusahaan hak untuk mengatur kebijakan finansial dan operasional dari CAP. Selanjutnya, Perusahaan memiliki kendali karena kekuasaannya untuk mempengaruhi kegiatan yang terkait dengan CAP dan tingkat pengembalian variabelnya.
Management menggunakan pertimbangannya dalam menentukan apakah perjanjian kontraktual dengan PLN masuk ke dalam ruang lingkup ISAK 16 Perjanjian Konsesi Jasa. Berdasarkan evaluasi manajemen atas batasan-batasan perjanjian, ditentukan bahwa perjanjian tersebut tidak termasuk dalam ruang lingkup perjanjian konsesi jasa dengan dasar PLN tidak memiliki kontrol kepemilikan, hak benefisial atau dengan kata lain kepentingan residu signifikan pada infrastruktur pada akhir masa perjanjian.
Kemudian, manajemen juga menggunakan pertimbangannya dalam menentukan apakah perjanjian tersebut mengandung sewa dan klasifikasi sewa. Berdasarkan evaluasi tersebut, manajemen menentukan perjanjian mengandung sewa karena pemenuhan perjanjian bergantung pada penggunaan aset atau aset spesifik (aset) dan perjanjian menyatakan hak untuk menggunakan aset tersebut.
Wayang Windu Wayang Windu
Manajemen mengklasifikasikan sewa yang berasal dari perjanjian kontraktual dengan Wayang Windu sebagai sewa operasi berdasarkan evaluasi manajemen bahwa perjanjian tidak memindahkan risiko dan hak tidak terduga secara substansial ke kepemilikan.
Manajemen mengklasifikasikan sewa yang berasal dari perjanjian kontraktual dengan Salak dan Darajat sebagai sewa pembiayaan berdasarkan evaluasi manajemen bahwa perjanjian memindahkan risiko dan hak tidak terduga secara substansial ke kepemilikan.
Critical Judgments in Applying Accounting Policies
Below are the critical judgements, apart from those involving estimations, that the directors have made in the process of applying the Group accounting policies and that have the most significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements.
Assessment as to whether the Company has control over PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP)
Since 2017, the Company's effective ownership in CAP decreased to 46.63% (Note 1d). The composition of the present Board of Directors of CAP, which has the decision-making authority over the planning, operation and financial policies of CAP, gives the Company the power to govern the financial and operating policies of CAP. Further, the Company has control due to its power to affect the relevant activities of CAP and its variable return.
Penilaian pengaturan kontraktual Contractual arrangement assessment
Management exercises its judgment in determining whether the contractual arrangements with PLN fall within the scope of ISAK 16 Service Concession Arrangements. Based on management evaluation of the terms of the arrangements, it determined that the arrangement is not within the scope of service concession arrangements on the basis that PLN does not control-through ownership, beneficial entitlement or otherwise-any significant residual interest in the infrastructure at the end of the term of the arrangement.
Further, management also exercises its judgment in determining whether the arrangement contains a lease and the classification of lease. Based on such evaluation, management determined that the arrangement contains a lease as fulfilment of the arrangement is dependent on the use of assets or a specific asset (the asset) and the arrangement conveys a right to use the asset.
Management classifies the lease arise from contractual arrangement of Wayang Windu as operating lease based on management's evaluation that the arrangement does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership.
Salak dan Darajat Salak and Darajat
Management classifies the lease arise from contractual arrangements of Salak and Darajat as finance lease based on management's evaluation that the arrangement transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership.
Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi Key Sources of Estimation Uncertainty
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini:
Perhitungan Cadangan Kerugian Calculation of Loss Allowance
Saat mengukur ECL, Grup menggunakan informasi masa depan yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana penggerak ini akan saling mempengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar. Perhitungan didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual terutang dan yang diharapkan akan diterima, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probability of default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probability of default adalah perkiraan kemungkinan gagal bayar selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.
Jika tingkat ECL piutang usaha 10% lebih tinggi (lebih rendah) pada 31 Desember 2020, cadangan kerugian piutang usaha akan menjadi US\$ 18 ribu lebih tinggi (lebih rendah). Nilai tercatat piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang sewa pembiayaan yang merupakan bagian terbesar dari piutang diungkapkan dalam Catatan 6, 7 dan 8.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Sewa Operasi
Masa manfaat setiap aset tetap dan aset sewa operasi Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat dan periode amortisasi setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
The key assumptions concerning future and other key sources of estimation uncertainty at the end of the reporting period, that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are discussed below:
When measuring ECL the Group uses reasonable and supportable forward-looking information, which is based on assumptions for the future movement of different economic drivers and how these drivers will affect each other.
Loss given default is an estimate of the loss arising on default. It is based on the difference between the contractual cash flows due and those that the lender would expect to receive, taking into account cash flows from collateral and integral credit enhancements.
Probability of default constitutes a key input in measuring ECL. Probability of default is an estimate of the likelihood of default over a given time horizon, the calculation of which includes historical data, assumptions and expectations of future conditions.
If the ECL rates on trade accounts receivable had been 10% higher (lower) as of December 31, 2020, the loss allowance on trade accounts receivable would have been US\$ 18 thousand higher (lower). The carrying amount of trade accounts receivable, other accounts receivable and finance lease receivables, which mainly consists of the Group's receivables are disclosed in Notes 6, 7 and 8.
The Estimated Useful Lives of Property, Plant and Equipment and Property on Operating Lease
The useful life of each item of the Group's property, plant and equipment and property on operating lease, are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life and amortization period of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset sewa operasi dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap dan aset sewa operasi diungkapkan dalam Catatan 16 dan 17.
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan akan berpengaruh terhadap jumlah liabilitas. Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan kerja Grup.
Nilai tercatat dari liabilitas imbalan kerja dan asumsi aktuarial diungkapkan dalam Catatan 26.
Alokasi aset tak berwujud dan penurunan nilai goodwill
Akuntansi akuisisi mewajibkan penggunaan ekstensif estimasi akuntansi untuk mengalokasikan harga pembelian dalam memastikan nilai wajar asset dan liabilitas yang dibeli, termasuk aset tak berwujud. Berdasarkan PSAK 22 (Revisi 2010), "Kombinasi Bisnis", goodwill tidak diamortisasi dan merupakan subyek uji penurunan nilai.
Uji penurunan nilai dilakukan ketika terdapat indikator penurunan nilai tertentu. Dalam kaitannya dengan goodwill dan asset tak berwujud, asset tersebut adalah subyek uji penurunan nilai secara tahunan dan juga bila terdapat indikasi bahwa aset tersebut memiliki kemungkinan penurunan nilai; manajemen menggunakan pertimbangannya dalam mengestimasi nilai terpulihkan dan menentukan besaran penurunan nilai. Jumlah tercatat aset tak berwujud dan goodwill diungkapkan pada Catatan 20.
A change in the estimated useful life of any item of property, plant and equipment and property on operating lease would affect the recorded depreciation expense and decrease the carrying amount of these assets.
The carrying amounts of property, plant and equipment and property on operating lease are disclosed in Notes 16 and 17.
Liabilitas Imbalan Kerja Employment Benefits Obligation
The determination of provision for employment benefits obligation is dependent on selection of certain assumptions used by actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rate and rate of salary increase. Actual results that differ from the Group's assumptions recognized as other comprehensive income and affect the recognized expense and recorded provision. While it is believed that the Group's assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual results or significant changes in assumptions may materially affect the Group's provision for employment benefits obligation.
The carrying amount of employment benefits obligation and the actuarial assumptions are disclosed in Note 26.
Intangible asset and goodwill impairment
Acquisition accounting requires extensive use of accounting estimates to allocate the purchase price to the reliable fair market values of the assets and liabilities purchased, including intangible assets. Under PSAK No. 22 (Revised 2010), "Business Combinations", goodwill is not amortized and is subject to an annual impairment testing.
Impairment test is performed when certain impairment indicators are present. In case of goodwill and intangible assets, such asset is subject to annual impairment test and whenever there is an indication that such asset may be impaired; management uses its judgment in estimating the recoverable value and determining the amount of impairment. The carrying amount of intangible asset and goodwill is disclosed in Note 20.
5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||
|---|---|---|---|---|
| December 31, | December 31, | December 31, | ||
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Kas | 251 | 685 | 160 | Cash on hand |
| Bank - pihak ketiga | Cash in banks - third parties | |||
| Rupiah | Rupiah | |||
| PT Bank DBS Indonesia | 100.430 | 22.089 | 9.519 | PT Bank DBS Indonesia |
| PT Bank Central Asia Tbk | 46.602 | 7.966 | 4.668 | PT Bank Central Asia Tbk |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 35.566 | 11.754 | 16.521 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| Lainnya (masing-masing | Others (each below 5% | |||
| di bawah 5% dari jumlah) | 14.004 | 10.853 | 8.644 | of total) |
| Dolar Amerika Serikat | U.S. Dollar | |||
| PT Bank DBS Indonesia | 129.998 | 67.586 | 78.921 | PT Bank DBS Indonesia |
| PT Bank Permata Tbk (d/h Bangkok | PT Bank Permata Tbk (formerly | |||
| Bank Public Company Limited) | 127.717 | 6.116 | 16.650 | Bangkok Bank Public Company Limited) |
| Bank DBS Ltd. Cabang Singapura | 113.635 | 52.086 | 39.613 | Bank DBS Ltd. Singapore Branch |
| PT Bank Central Asia Tbk | 108.817 | 37.385 | 31.390 | PT Bank Central Asia Tbk |
| PT Bank Danamon Indonesia Tbk | 103.660 | 13.546 | 6.963 | PT Bank Danamon Indonesia Tbk |
| PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) | 63.116 | 2.726 | 493 | PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 48.354 | 6.680 | 6.281 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| Kasikornbank Public Company | Kasikornbank Public Company | |||
| Limited, Bangkok | 24.895 | 74.670 | 406 | Limited, Bangkok |
| Lainnya (masing-masing | Others (each below 5% | |||
| di bawah 5% dari jumlah) | 78.305 | 50.337 | 27.526 | of total) |
| Mata uang asing lainnya | 98 | 17 | 54 | Other foreign currencies |
| Deposito berjangka - pihak ketiga | Time deposits - third parties | |||
| Rupiah | Rupiah | |||
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 27.519 | 5.218 | 1.657 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| PT Bank OCBC NISP Tbk | 213 | 4.347 | 345 | PT Bank OCBC NISP Tbk |
| Lainnya (masing-masing | Others (each below 5% | |||
| di bawah 5% dari jumlah) | 130 | 827 | 1.356 | of total) |
| Dolar Amerika Serikat | U.S. Dollar | |||
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 45.000 | 104.038 | 70.000 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| PT Bank DBS Indonesia | 45.000 | 25.050 | 35.000 | PT Bank DBS Indonesia |
| PT CIMB Niaga Tbk | 17.000 | 34.900 | - | PT CIMB Niaga Tbk |
| PT Bank Danamon Indonesia Tbk | - | 85.121 | 124.000 | PT Bank Danamon Indonesia Tbk |
| BNP Paribas | - | 50.000 | 110.000 | BNP Paribas |
| Bangkok Bank Public Company Limited | - | 30.130 | 120.000 | Bangkok Bank Public Company Limited |
| PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) | - | 25.075 | 25.000 | PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) |
| Lainnya (masing-masing | Others (each below 5% | |||
| di bawah 5% dari jumlah) | 5.000 | 15.000 | 65.405 | of total) |
| Jumlah | 1.135.310 | 744.202 | 800.572 | Total |
| Tingkat bunga deposito berjangka | Interest rates per annum on time | |||
| per tahun | deposits | |||
| Rupiah | 3,25% - 7,50% | 4,50% - 8,00% | 4,25% - 7,75% | Rupiah |
| Dolar Amerika Serikat | 0,18% - 2,00% | 1,50% - 2,80% | 1,30% - 2,95% | U.S. Dollar |
6. PIUTANG USAHA – BERSIH 6. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE – NET
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| a. Berdasarkan pelanggan Pihak berelasi PT Synthetic Rubber Indonesia |
5.100 | 7.424 | 8.000 | a. By Debtors Related party PT Synthetic Rubber Indonesia |
| Pihak ketiga Pelanggan dalam negeri Pelanggan luar negeri |
182.382 38.013 |
204.780 48.757 |
201.269 40.365 |
Third parties Local Export |
| Jumlah Cadangan kerugian kredit |
220.395 (181) |
253.537 (118) |
241.634 (243) |
Total Allowance for credit losses |
| Bersih | 220.214 | 253.419 | 241.391 | Net |
| Jumlah | 225.314 | 260.843 | 249.391 | Total |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| b. Berdasarkan Mata Uang Rupiah Dolar Amerika Serikat |
90.668 134.827 |
112.973 147.988 |
113.322 136.312 |
b. By Currency Rupiah U.S. Dollar |
| Jumlah Cadangan kerugian kredit |
225.495 (181) |
260.961 (118) |
249.634 (243) |
Total Allowance for credit losses |
| Bersih | 225.314 | 260.843 | 249.391 | Net |
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang berkisar antara 7 hingga 30 hari. Penjualan ekspor biasanya dilakukan dengan menggunakan fasilitas Letter of Credit. Tidak ada bunga yang dibebankan untuk piutang yang belum jatuh tempo.
Sebelum menerima pelanggan baru, Grup akan menelaah apakah calon pelanggan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Sebelum menyetujui penjualan kredit, Grup akan memeriksa sisa batas kredit yang dapat diberikan kepada pelanggan tersebut. Pelanggan diharuskan untuk melunasi piutang sebelumnya, sebelum penjualan kredit yang baru disetujui. Diperlukan otorisasi manajemen tingkat atas untuk menyetujui penjualan kredit yang telah melewati batas kredit.
Pada tahun 2020, cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum industri di mana debitur beroperasi.
Tabel berikut merinci profil risiko piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan berdasarkan matriks provisi Grup. Karena pengalaman historis kerugian kredit Grup tidak menunjukkan pola kerugian yang berbeda signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda, ketentuan untuk cadangan kerugian berdasarkan status masa lalu tidak lagi dipisahkan antara basis pelanggan Grup yang berbeda.
Cadangan ECL untuk piutang usaha berdasarkan matriks provisi
The average credit period on sale of goods is between 7 to 30 days. Export sales are usually supported by Letter of Credit. No interest is charged for receivables not yet due.
Before accepting any new customer, the Group will assess whether the potential customer meets the required conditions.
Before approving any credit sales, the Group checks the remaining credit limit for the respective customer. Customers are required to settle their outstanding receivables before the new credit sales are approved. Approval by top level management is required for credit sales above the credit limit.
In 2020, allowance for credit losses for trade accounts receivable has been measured at an amount equal to lifetime ECL. The ECL on trade accounts receivable are estimated using a provision matrix by reference to past default experience of the debtor and an analysis of the debtor's current financial position, adjusted for factors that are specific to the debtors, general economic conditions of the industry in which the debtors operate.
The following table details the risk profile of trade accounts receivable from contracts with customers based on the Group's provision matrix. As the Group's historical credit loss experience does not show significantly different loss patterns for different customer segments, the provision for loss allowance based on past due status is not further distinguished between the Group's different customer base.
ECL on trade accounts receivable using provision matrix
| Belum jatuh tempo/ Not past due US\$ '000 |
< 30 hari/ days US\$ '000 |
31 - 60 hari/ days US\$ '000 |
61 - 90 hari/ days US\$ '000 |
> 90 hari/ days US\$ '000 |
Jumlah/ Total US\$ '000 |
|
|---|---|---|---|---|---|---|
| Tingkat kerugian kredit ekspektasian/ | ||||||
| Expected credit loss rate | *) | *) | *) | *) | 2,25% | |
| Estimasi jumlah tercatat bruto pada saat gagal bayar/ |
||||||
| Estimated total gross carrying | ||||||
| amount at default | 209.311 | 7.687 | 316 | 134 | 8.047 | 225.495 |
| ECL sepanjang umur/Lifetime ECL | *) | *) | *) | *) | (181) | (181) |
| Jumlah/Total | 225.314 | |||||
*) ECL adalah minimal atau tidak material *) The ECL is minimal or immaterial
Mutasi cadangan kerugian kredit piutang usaha adalah sebagai berikut:
Changes in the allowances for credit losses in trade accounts receivables are as follows:
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Saldo awal | 118 | 243 | 243 | Beginning balance |
| Penambahan | 63 | - | - | Additions |
| Jumlah dipulihkan | - | (125) | - | Amounts recovered |
| Saldo akhir | 181 | 118 | 243 | Ending balance |
Kebijakan akuntansi sebelumnya untuk penurunan nilai piutang usaha
Pada tahun 2019 dan 2018, cadangan kerugian penurunan nilai piutang diakui terhadap piutang usaha, berdasarkan jumlah estimasi yang tidak terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu pihak lawan dan analisis posisi keuangan kini pihak lawan.
Umur piutang usaha yang sudah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya adalah sebagai berikut:
Previous accounting policy for impairment of trade receivables
In 2019 and 2018, allowance for impairment losses was recognized against trade receivables, based on the estimated irrecoverable amounts determined by reference to past default experience of the counterparty and an analysis of the counterparty's current financial position.
The aging of past due trade accounts receivables but not impaired were as follows:
| 31 Desember/December 31, | |||
|---|---|---|---|
| 2019 2018 |
|||
| US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Umur piutang usaha yang tidak | Aging of trade receivables | ||
| diturunkan nilainya | not impaired | ||
| Sudah jatuh tempo | Past due | ||
| 1 - 30 hari | 3.761 | 28.937 | 1 - 30 days |
| 31 - 60 hari | 192 | 493 | 31 - 60 days |
| 61 - 90 hari | 156 | 210 | 61 - 90 days |
| > 90 hari | 8.106 | 63 | > 90 days |
| Jumlah Piutang Usaha - Bersih | 12.215 | 29.703 | Net Trade Accounts Receivable |
Piutang usaha yang diungkapkan di atas termasuk jumlah yang telah lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan dimana Grup belum mengakui cadangan kerugian penurunan nilai piutang karena belum ada perubahan yang signifikan dalam kualitas kredit dan jumlah piutang masih dapat dipulihkan. Grup tidak memiliki jaminan atau peningkatan kredit lainnya atas piutang dan juga tidak memiliki hak hukum yang saling hapus dengan setiap jumlah yang terhutang oleh Grup kepada pihak lawan.
Dalam menentukan pemulihan dari piutang usaha, Grup mempertimbangkan setiap perubahan dalam kualitas kredit piutang usaha dari tanggal awal kredit diberikan sampai dengan akhir periode pelaporan. Konsentrasi risiko kredit terbatas karena basis pelanggan yang besar dan tidak saling berhubungan.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup.
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas fasilitas perbankan (Catatan 24).
Trade receivables disclosed above include amounts that are past due at the end of the reporting period for which the Group had not recognized allowance for impairment losses because there had not been a significant change in credit quality and the amounts were still considered recoverable. The Group did not hold any collateral or other credit enhancements over these balances nor did it have a legal right of offset against any amounts owed by the Group to the counterparty.
In determining the recoverability of a trade receivable, the Group considered any change in the credit quality of the trade receivable from the date credit was initially granted up to the end of the reporting period. The concentration of credit risk was limited as the customer base is large and unrelated.
Management believed that the allowance for impairment losses was adequate.
Trade receivables were pledged as collateral for banking facilities (Note 24).
7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER ACCOUNTS RECEIVABLE
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||
|---|---|---|---|---|
| December 31, | December 31, | December 31, | ||
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Piutang lain-lain | Other accounts receivable | |||
| Pihak ketiga | 11.882 | 16.926 | 16.933 | Third parties |
| Pihak berelasi (Catatan 44) | - | 61.800 | 35 | Related parties (Note 44) |
| Jumlah piutang lain-lain - lancar | 11.882 | 78.726 | 16.968 | Total other accounts receivable - current |
| Piutang lain-lain - tidak lancar Pihak ketiga Piutang Pajak Pertambahan |
Other accounts receivable - noncurrent Third parties Value Added Tax (VAT) |
|||
| Nilai (PPN) - bersih | 40.633 | 39.859 | 42.480 | receivables - net |
| Lainnya | 25.019 | 25.192 | 22.414 | Others |
| Subjumlah | 65.652 | 65.051 | 64.894 | Subtotal |
| Pihak berelasi (Catatan 44) | 198.553 | 329 | 243 | Related parties (Note 44) |
| Total other accounts receivable | ||||
| Jumlah piutang lain-lain - tidak lancar | 264.205 | 65.380 | 65.137 | - noncurrent |
| Jumlah | 276.087 | 144.106 | 82.105 | Total |
Piutang lain-lain lancar kepada pihak ketiga - bersih merupakan jumlah yang akan dikembalikan oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) terkait Bonus Produksi.
Pada tahun 2020, piutang lain-lain tidak lancar kepada pihak berelasi sebesar US\$ 188.295 ribu merupakan pinjaman pemegang saham kepada IRT (Catatan 44h).
Pada tahun 2019, piutang lain-lain lancar kepada pihak berelasi sebesar US\$ 61.800 ribu merupakan pinjaman pemegang saham kepada IRT (Catatan 44g).
Piutang PPN merupakan jumlah yang akan diganti oleh Pemerintah Indonesia setelah Grup melakukan pembayaran atas bagian Pemerintah yang didefinisikan dalam peraturan perpajakan panas bumi sebesar 34% dari laba operasi. Bagian Pemerintah akan dibayarkan setelah akumulasi rugi fiskal telah digunakan atau kadaluarsa. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 766//KMK-04/1992 (KMK 766) dan selanjutnya diubah oleh No. 209/KMK.04/1998, Grup dapat meminta pengembalian PPN sampai dengan jumlah yang dibayarkan untuk bagian Pemerintah.
Cadangan kerugian kredit atas piutang PPN tidak tertagih sebesar US\$ 2.431 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 2.467 ribu dan 2018: US\$ 2.367 ribu).
Untuk tujuan penilaian kerugian kredit, piutang lain-lain dianggap memiliki risiko kredit yang rendah dan tidak terdapat peningkatan risiko gagal bayar yang signifikan sejak pengakuan awal. Oleh karena itu, untuk tujuan penilaian penurunan nilai piutang ini, cadangan kerugian diukur sebesar sejumlah kerugian kredit ekspektasian (ECL) 12 bulan.
Current other accounts receivable from third parties – net represents amounts that will be reimbursed from the Directorate of General Budget (DGB) in relation with Production Bonus.
In 2020, non-current other accounts receivable from related parties totaling US\$ 188,295 thousand represents shareholder loan to IRT (Note 44h).
In 2019, current other accounts receivable from related parties totaling US\$ 61,800 thousand represents shareholder loan to IRT (Note 44g).
VAT receivables will be reimbursed from the Government of Indonesia after the Group has commenced payments for the Government's share which is defined in the geothermal tax regulation as 34% of net operating income. The Government's share will be payable after the tax loss carry forward has been either utilized or expired. Based on the Decision Letter of Ministry of Finance No. 766/KMK-04/1992 (KMK 766) and subsequently amended by No. 209/KMK.04/1998, the Group can request for VAT refund up to the amount paid for the Government's share.
Allowance for credit losses on non-collectible VAT receivables amounted to US\$ 2,431 thousand as of December 31, 2020 (2019: US\$ 2,467 thousand and 2018: US\$ 2,367 thousand).
For purpose of credit loss assessment, the other receivable is considered to have low credit risk and there has been no significant increase in the risk of default since initial recognition. Accordingly, for the purpose of impairment assessment for this receivable, the loss allowance is measured at an amount equal to 12-month ECL.
Piutang lain-lain tidak lancar dari pihak ketiga tidak dijaminkan, tidak dikenakan bunga dan tidak memiliki persyaratan pelunasan tertentu. Pelunasan tidak diharapkan dalam jangka waktu 12 bulan sejak akhir periode pelaporan.
Pada tahun 2019 dan 2018, Grup tidak memiliki piutang, selain piutang PPN yang telah jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai, ataupun yang jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai.
Noncurrent other accounts receivables from third parties are unsecured, non-interest bearing and have no specific repayment terms. Repayment is not expected in 12 months terms after reporting period.
In 2019 and 2018, the Group did not have any receivables, other than VAT receivable, that were past due or impaired, or would otherwise be past due but not impaired.
8. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 8. FINANCE LEASE RECEIVABLES
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||
|---|---|---|---|---|
| December 31, | December 31, | December 31, | ||
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| a. Jumlah piutang sewa pembiayaan | a. Amounts receivables under finance leases | |||
| Tidak lebih dari satu tahun | 48.552 | 48.552 | 48.552 | Not later than one year |
| Lebih dari satu tahun namun tidak | One year and not later than | |||
| lebih dari lima tahun | 194.210 | 194.210 | 194.210 | five years |
| Lebih dari lima tahun | 724.061 | 772.613 | 821.165 | Later than five years |
| Pembayaran sewa tidak didiskontokan Dikurangi: |
966.823 | 1.015.375 | 1.063.927 | Undiscount finance lease Less: |
| penghasilan keuangan yang ditangguhkan | (572.561) | (615.176) | (658.361) | unearned finance income |
| Nilai kini piutang sewa pembiayaan | 394.262 | 400.199 | 405.566 | Present value of finance lease receivables |
| b. Nilai kini piutang sewa pembiayaan: |
b. Present value of finance lease receivables: |
|||
| Dapat dipulihkan dalam 12 bulan | 6.570 | 5.937 | 5.367 | Recoverable within 12 months |
| Dapat dipulihkan setelah 12 bulan | 387.692 | 394.262 | 400.199 | Recoverable after 12 months |
| Jumlah tercatat piutang sewa pembiayaan | 394.262 | 400.199 | 405.566 | Net carrying amount lease receivables |
Pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018, piutang sewa pembiayaan yang diakui berdasarkan persyaratan JOC dan ESC Darajat dan Salak, dimana termasuk dalam lingkup ISAK 8 mengenai interpretasi PSAK 73 Sewa. Kontrak JOC dan ESC tersebut memberikan hak eksklusif untuk menggunakan pembangkit listrik yang dibangun, dimiliki, dan dioperasikan oleh SEGHPL dan entitas anak hingga akhir masa kontrak.
Manajemen memperkirakan cadangan kerugian dari piutang sewa pembiayaan pada 31 Desember 2020 sebesar ECL sepanjang umur. Tidak ada piutang sewa pembiayaan pada akhir periode pelaporan yang telah jatuh tempo, dan dengan mempertimbangkan pengalaman gagal bayar historis dan prospek masa depan dari industri di mana penyewa beroperasi, bersamaan dengan nilai dari agunan yang dimiliki atas piutang sewa pembayaran, manajemen menganggap bahwa tidak ada piutang sewa pembiayaan yang mengalami penurunan nilai.
As of December 31, 2020, 2019 and 2018, the finance lease receivables were recognized based on the terms of JOC and ESC of Darajat and Salak, which are included within the scope of ISAK 8 in relation with the interpretation of PSAK 73 Lease. These JOC and ESC contracts give exclusive rights for the use of power plants, which were constructed, owned and operated by SEGPHL and its subsidiaries until the end of contract.
Management estimates the loss allowance on finance lease receivables at December 31, 2020 at an amount equal to lifetime ECL. None of the finance lease receivables at the end of the reporting period is past due, and taking into account the historical default experience and the future prospects of the industries in which the lessees operate, together with the value of collateral held over these finance lease receivables, management considers that no finance lease receivable is impaired.
9. PERSEDIAAN – BERSIH 9. INVENTORIES – NET
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Petrokimia Barang jadi Barang dalam proses Bahan baku Suku cadang dan lainnya |
84.871 6.142 98.637 70.013 |
124.430 8.329 104.662 64.303 |
98.914 12.013 97.194 59.357 |
Petrochemical Finished goods Work in process Raw materials Spareparts and others |
| Panas bumi, minyak dan gas bumi Bahan dan persediaan |
19.539 | 16.418 | 15.955 | Geothermal, oil and natural gas Materials and supplies |
| Lain-lain | 1.885 | 2.688 | 1.377 | Others |
| Jumlah Cadangan kerugian penurunan |
281.087 | 320.830 | 284.810 | Total Allowance for decline in value |
| nilai persediaan | (4.733) | (12.885) | (9.719) | of inventories |
| Bersih | 276.354 | 307.945 | 275.091 | Net |
| Persediaan panas bumi, minyak dan gas bumi - tidak lancar Suku cadang dan perlengkapan |
21.784 | 20.925 | 20.599 | Geothermal, oil and natural gas inventories - noncurrent Spareparts and equipment |
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
| Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian: Biaya perolehan persediaan diakui sebagai biaya pada beban pokok pendapatan |
Consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income: Cost of inventories recognized as an expense in cost of revenues |
|||
| dan beban langsung | 1.646.916 | 1.716.677 | 2.163.644 | and direct costs |
| Mutasi cadangan kerugian persediaan: |
penurunan | nilai | inventories are as follows: | Movement in allowance for decline in value of |
| 31 Desember/ December 31, |
31 Desember/ December 31, |
31 Desember/ December 31, |
| December 31, 2020 US\$ '000 |
December 31, 2019 US\$ '000 |
December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Saldo awal Penambahan tahun berjalan Pemulihan tahun berjalan |
12.885 - (8.152) |
9.719 3.166 - |
7.858 1.861 - |
Beginning balance Additions during the year Recovery during the year |
| Saldo akhir | 4.733 | 12.885 | 9.719 | Ending balance |
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai persediaan tersebut cukup.
Persediaan sebesar US\$ 258.663 ribu untuk tanggal 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: US\$ 292.583 ribu dan 31 Desember 2018: US\$ 260.417 ribu) digunakan sebagai jaminan secara pari passu atas fasilitas perbankan.
Pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya bersamaan dengan aset tetap (Catatan 16). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul pada Grup.
Management believes that the allowance for decline in value of inventories is adequate.
Inventories amounting to US\$ 258,663 thousand as of December 31, 2020 (December 31, 2019: US\$ 292,583 thousand and December 31, 2018: US\$ 260,417 thousand) are used as pari passu collateral for banking facilities.
As of December 31, 2020, 2019 and 2018, inventories along with property, plant and equipment, were insured against fire, theft and other possible risks (Note 16). Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses to the Group.
10. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 10. PREPAID TAXES
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pajak penghasilan - pasal 28A Pajak pertambahan nilai - bersih |
56.874 30.029 |
83.166 72.844 |
79.745 74.953 |
Income tax - article 28A Value added tax - net |
| Jumlah | 86.903 | 156.010 | 154.698 | Total |
Pada tahun 2020, CAP menerima restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar US\$ 47.085 ribu untuk masa pajak bulan Juli sampai Agustus 2018, April 2019, Mei 2019, September sampai Nopember 2019, Februari 2020 dan April sampai Mei 2020.
Pada tahun 2020, SMI menerima restitusi PPn sebesar US\$ 10.063 ribu untuk masa pajak bulan September 2018, Nopember sampai Desember 2018, Maret 2019, Mei sampai Desember 2019 dan Januari sampai April 2020.
Pada tahun 2020, CAP menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas pajak penghasilan badan tahun 2018 sebesar US\$ 46.100 ribu, dan selisih dengan jumlah tercatat sebesar US\$ 6.266 ribu dengan nilai yang tercatat diakui dalam akun keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih.
Pada tahun 2020, SMI menerima SKPLB atas pajak badan tahun 2018 sebesar US\$ 149 ribu dari keseluruhan sebesar US\$ 436 ribu. Selisih dari pengembalian pajak sebesar US\$ 287 ribu diakui dalam akun keuntungan dan kerugian lain-lain bersih. Atas jumlah tersebut, SMI telah menerima seluruh pengembalian kas sebesar Rp 2.203 juta (setara dengan US\$ 149 ribu).
Pada tahun 2019, CAP dan PBI menerima SKPLB atas pajak penghasilan badan tahun 2017, dan selisih dengan jumlah tercatat sebesar US\$ 6.234 ribu diakui dalam akun keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih.
Pada tahun 2018, PBI menerima SKPLB atas pajak penghasilan badan tahun 2016, dan selisih dengan jumlah tercatat sebesar US\$ 30 ribu diakui dalam akun keuntungan dan kerugian lain-lain – bersih.
In 2020, CAP received Value Added Tax (VAT) restitution amounting to US\$ 47,085 thousand for fiscal period July to August 2018, April 2019, May 2019, September to November 2019, February 2020 and April to May 2020.
In 2020, SMI received VAT restitution amounting to US\$ 10,063 thousand for fiscal period September 2018, November to December 2018, March 2019, May to December 2019 and January to April 2020.
In 2020, CAP received Tax Overpayment Assessment Letter (SKPLB) for 2018 corporate income tax amounting to US\$ 46,100 thousand, and the difference of US\$ 6,266 thousand against the amount recorded is recognized as other gains and losses - net.
In 2020, SMI received SKPLB for 2018 income tax amounting to US\$ 149 thousand instead of US\$ 436 thousand. The difference from tax refund amounting to US\$ 287 thousand was recognized as other gains and losses - net. Of that amount, SMI have received cash refund amounting to Rp 2,203 million (equivalent to US\$ 149 thousand).
In 2019, CAP and PBI received SKPLB for 2017 corporate income tax, and the difference of US\$ 6,234 thousand was recognized as other gains and losses - net.
In 2018, PBI received SKPLB for 2016 corporate income tax, and the difference of US\$ 30 thousand was recognized as other gains and losses – net.
11. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA 11. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Uang muka | Advances | |||
| Pemasok | 11.988 | 19.940 | 27.488 | Suppliers |
| Lain-lain | 10.518 | 8.253 | 9.900 | Others |
| Biaya dibayar dimuka | Prepaid expenses | |||
| Asuransi | 5.779 | 6.578 | 3.068 | Insurances |
| Lain lain | 4.845 | 8.198 | 10.776 | Others |
| Jumlah | 33.130 | 42.970 | 51.232 | Total |
12. BEBAN YANG DITANGGUHKAN 12. DEFERRED CHARGES
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Biaya perolehan pada awal tahun | 37.960 | 37.861 | 31.257 | Cost at beginning of year |
| Transfer dari aset dalam penyelesaian | 973 | 99 | 6.604 | Transfer from construction in progress |
| Biaya perolehan pada akhir tahun | 38.933 | 37.960 | 37.861 | Cost at end of year |
| Akumulasi amortisasi pada awal tahun Amortisasi tahun berjalan |
15.245 6.058 |
9.156 6.089 |
3.696 5.460 |
Accumulated amortization at beginning of year Amortization for the year |
| Akumulasi amortisasi pada akhir tahun |
21.303 | 15.245 | 9.156 | Accumulated amortization at end of year |
| Nilai tercatat | 17.630 | 22.715 | 28.705 | Net carrying amount |
13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES AND JOINT VENTURE
| Persentase kepemilikan/ | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Percentage of Ownership | ||||||||
| Tempat | 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||
| Nama Entitas / | Aktivitas utama/ | kedudukan/ | December 31, | December 31, | December 31, | December 31, | December 31, | December 31, |
| Name of Entity | Principal Activity | Domicile | 2020 | 2019 | 2018 | 2020 | 2019 | 2018 |
| % | % | % | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Asosiasi & ventura bersama/Associates & joint venture: | ||||||||
| PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) | Petrokimia/ | Jakarta | 45 | 45 | 45 | - | - | 8.507 |
| Petrochemical | ||||||||
| Kerjasama Ventura - Cikupa | Properti/ | Jakarta | 70 | 70 | 70 | 7.230 | 6.109 | 6.830 |
| Property | ||||||||
| SCG Barito Logistic (SBL) | Lain-lain/Others | Jakarta | 51 | 51 | 51 | 1.897 | 1.925 | 1.511 |
| PT Petrogas Pantai Madura (PPM) | Minyak dan gas/ | Madura | 49 | 49 | 49 | 927 | 855 | 970 |
| Oil and gas | ||||||||
| PT Indo Raya Tenaga (IRT) | Energi dan Sumber daya/ | Jakarta | 49 | 49 | 49 | 151.439 | 10.799 | - |
| Energy and Resources | ||||||||
| PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) | Perusahaan Induk/ | Jakarta | 49 | - | - | 1.481 | - | - |
| Holding Company | ||||||||
| Entitas anak tidak dikonsolidasi/unconsolidated subsidiaries : | ||||||||
| PT Barito Kencanamahardika (BKM) | Pengusahaan hutan | Jakarta | 51 | 51 | 51 | (586) | 5.492 | 8.799 |
| dan industri | ||||||||
| pengolahan kayu/ | ||||||||
| Logging and timber | ||||||||
| PT Wiradaya Lintas Sukses (WLS) | Lain-lain/Others | Jakarta | 98 | 98 | 98 | 194 | 194 | 194 |
| Jumlah/Total | 162.582 | 25.374 | 26.811 | |||||
| SRI | SRI |
Merupakan investasi SMI sebesar 45%. SRI bergerak di bidang industri petrokimia yang memproduksi karet buatan.
Represents investment of SMI with 45% ownership. SRI is engaged in petrochemical industries that produces synthetic rubber.
Mutasi investasi SRI sebagai berikut: Change in investment in SRI are as follows:
| 2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|
| Saldo awal Bagian rugi bersih entitas asosiasi |
8.507 (8.507) |
23.400 (14.893) |
Beginning balance Share in net loss of associate |
| Saldo akhir | - | 8.507 | Ending balance |
Jumlah tercatat dari bagian SRI yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Amount of the interest in SRI recognized in the consolidated financial statements is as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Aset (liabilitas) bersih SRI | (26.340) | (4.382) | 44.326 | Net assets (liabilities) of SRI |
| Proporsi bagian kepemilikan SMI Bagian Grup atas rugi SRI yang melebihi kepentingan Grup |
- | - | 19.947 | Proportion of SMI's ownership interest Excess of the Group's share of losses of SRI over the Group's |
| atas SRI Eliminasi laba penjualan tanah |
11.440 | 11.440 | - | interest in SRI Elimination of gain on sale of land |
| antara CAP dan SRI | (11.440) | (11.440) | (11.440) | between CAP and SRI |
| Nilai tercatat bagian SMI | - | - | 8.507 | Carrying amount of the SMI's interest |
Kerjasama Ventura – Cikupa Joint Venture – Cikupa
Pada tahun 2015, PT Griya Tirta Asri (GTA), entitas anak, dengan PT Jabar Utama Wood Industry melakukan perjanjian "Kerjasama Operasi Proyek Cikupa" dalam pembangunan gudang.
PT Jabar Utama Wood Industry menyerahkan tanah miliknya seluas kurang lebih 55 ha dan GTA akan mengelola dan mengembangkan konstruksi gudang, dimana kontribusi keuntungan investasi masing-masing pihak 70% dan 30%.
In 2015, PT Griya Tirta Asri (GTA), a subsidiary, together with PT Jabar Utama Wood Industry entered into "Kerjasama Operasi Proyek Cikupa" for warehouse construction.
PT Jabar Utama Wood Industry will contribute its land with an area of approximately 55 ha and GTA will manage and develop the warehouse construction, where investment profit distribution is 70% and 30%, respectively.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Investasi awal | 6.109 | 6.830 | 5.756 | Beginning investment |
| Tambahan modal disetor | - | 74 | 35 | Additional paid-in capital |
| Bagi hasil operasi | - | (2.992) | (1.326) | Operational profit sharing |
| Bagian laba bersih kerja | Share in profit of joint | |||
| sama ventura | 1.170 | 1.878 | 2.781 | venture |
| Selisih kurs penjabaran | (49) | 319 | (416) | Translation adjustment |
| Saldo akhir | 7.230 | 6.109 | 6.830 | Ending balance |
Merupakan investasi saham pada SBL sebesar 51%. SBL bergerak dalam bidang pergudangan dan penyimpanan.
PPM PPM
Merupakan investasi saham pada PPM sebesar 49%. PPM bergerak dalam bidang pertambangan (khususnya gas bumi) dan perdagangan.
SBL SBL
This represent shares investment in SBL equivalent to ownership interest of 51%. SBL activities are related to warehouse and storage.
This represent shares investment in PPM equivalent to ownership interest of 49%. PPM's activities are related to mining (specialized in natural gas) and trading.
| 31 Desember/ December 31, 2020 |
31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Saldo awal | 855 | 970 | 1.245 | Beginning balance |
| Bagian laba entitas asosiasi | 1.178 | 1.275 | 1.298 | Share in profit of an associate |
| Pembayaran dividen | (1.106) | (1.390) | (1.573) | Dividend payment |
| Saldo akhir | 927 | 855 | 970 | Ending balance |
Merupakan investasi saham pada IRT sebesar 49% kepemilikan langsung BWT. IRT bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik.
Berdasarkan Akta Notaris No. 21 pada tanggal 12 Desember 2019 dari Muhammad Hanafi, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui pengalihan saham IRT dari PT Putra Indo Tenaga (PIT) sebanyak 510 saham kepada PT Putra Suralaya Intertenaga (PSI) dan dari PT Barito Wahana Lestari (BWL) sebanyak 490 saham kepada PT Barito Wahana Tenaga (BWT).
Pada tanggal 13 Desember 2019, BWT melakukan tambahan investasi sebesar US\$ 24.111 ribu atas tambahan saham baru yang diterbitkan oleh IRT. Tidak ada perubahan kepemilikan saham atas IRT.
Pada tahun 2019, BWL, pemegang saham dari BWT, menjual aset tetap berupa tanah dengan nilai tercatat sebesar US\$ 39.202 ribu kepada IRT sebesar US\$ 79.985 ribu (Catatan 16) dan mengakui keuntungan dari penjualan sebesar US\$ 40.783 ribu. Sebagian laba atas penjualan tanah tersebut dieliminasi sebesar persentase kepemilikan BWL ke IRT. Keuntungan atas penjualan tanah yang diakui oleh BWL, setelah eliminasi menjadi sebesar US\$ 25.693 ribu dan dicatat sebagai keuntungan dan kerugian lain-lain – bersih (Catatan 38).
Pada tanggal 28 Januari 2020, 13 Februari 2020, 26 Juni 2020 dan 2 Oktober 2020, BWT melakukan tambahan investasi masing-masing sebesar US\$ 9.378 ribu, US\$ 59.658 ribu, US\$ 31.563 ribu dan US\$ 37.278 ribu atas tambahan saham baru yang diterbitkan oleh IRT.
IRT IRT
This represent shares investment in IRT equivalent to BWT's direct ownership interest of 49%. IRT's activities is related to independent power producers.
Based on Notarial Deed No. 21 dated December 12, 2019 from Muhammad Hanafi, S.H., notary in Jakarta, the shareholders agreed to transfer 510 shares of IRT from PT Putra Indo Tenaga (PIT) to PT Putra Suralaya Intertenaga (PSI) and 490 shares from PT Barito Wahana Lestari (BWL) to PT Barito Wahana Tenaga (BWT).
On December 13, 2019, BWT made additional investment of US\$ 24,111 thousand for the new shares issued by IRT. There has been no change in the equity ownership of IRT.
In 2019, BWL, shareholder of BWT, sold its land recorded as property, plant and equipment with a carrying amount of US\$ 39,202 thousand to IRT for US\$ 79,985 thousand (Note 16) and realized a gain on sale of US\$ 40,783 thousand. A portion of the gain on sale of land was eliminated in accordance with the percentage of BWL's interest in IRT. Gain on sale of land recognized by BWL, after elimination amounted to US\$ 25,693 thousand and is recorded under other gains and losses - net (Note 38).
On January 28, 2020, February 13, 2020, June 26, 2020 and October 2, 2020, BWT made additional investment of US\$ 9,378 thousand, US\$ 59,658 thousand, US\$ 31,563 thousand and US\$ 37,278 thousand for the new shares issued by IRT, repsectively.
Mutasi investasi IRT sebagai berikut: Change in investment in IRT are as follows:
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|
| Saldo awal Setoran modal pada entitas asosiasi |
10.799 137.877 |
- 24.111 |
Beginning balance Issuance of shares by an associate |
| Bagian laba entitas asosiasi Penghasilan komprehensif lain Selisih kurs penjabaran |
12.338 (12.619) 1.004 |
1.778 - - |
Share in profit of associate Other comprehensive income Translation adjustment |
| Eliminasi laba penjualan tanah antara BWL dan IRT |
2.040 | (15.090) | Elimination of gain on sale of land between BWL and IRT |
| Saldo akhir | 151.439 | 10.799 | Ending balance |
BWI BWI
Berdasarkan Akta No. 25 tanggal 6 Maret 2020, yang dibuat di hadapan Wiwik Condro, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan menjual 1.275 saham BWI atau setara dengan 51% kepemilikan kepada PT Barito Pacific Lumber sehingga kepemilikan atas BWI turun menjadi 49%. BWI bergerak dalam bidang kehutanan.
Entitas anak tidak dikonsolidasikan Unconsolidated subsidiaries
Perusahaan memiliki beberapa entitas anak tidak dikonsolidasi, dimana sebagian besar entitasentitas ini masih belum beroperasi dan/atau masih dalam tahap pengembangan. Selain itu entitasentitas tersebut memiliki jumlah aset kurang dari 0,14% dari jumlah aset konsolidasian. Manajemen memutuskan untuk tidak mengkonsolidasikan entitas-entitas tersebut sebagai bagian dari laporan keuangan konsolidasian. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat dampak material yang timbul dari keputusan ini.
Based on Notarial Deed No. 25 dated March 6, 2020, which is drawn up before Wiwik Condro S.H., Notary in Jakarta, the Company sold 1,275 shares of BWI or equivalent with 51% ownership into PT Barito Pacific Lumber resulting to ownership of BWI decreased into 49%. BWI activities are related to forestry.
The Company owns several unconsolidated subsidiaries, and most of them are still non operating and/or still in development stage. In addition, these entities have total assets less than 0.14% from the consolidated total assets. Management decided not to consolidate these entities in its consolidated financial statements. Management believes that this will not have a material impact arising from their decision.
14. ASET BIOLOGIS - HUTAN TANAMAN INDUSTRI (HTI)
14. BIOLOGICAL ASSETS - INDUSTRIAL TIMBER PLANTATIONS (ITP)
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Biaya perolehan | 9.281 | 8.485 | 8.864 | Acquisition cost |
| Selisih kurs penjabaran | (278) | 239 | (379) | Translation adjustment |
| Penambahan | - | 557 | - | Additions |
| Pelepasan entitas anak | (7.684) | - | - | Disposal of subsidiaries |
| Akumulasi penyusutan | (1.319) | (1.327) | (713) | Accumulated amortization |
| Saldo akhir | - | 7.954 | 7.772 | Ending balance |
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset biologis dapat dipulihkan seluruhnya, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset biologis tersebut.
Management believes that the carrying value of biological assets can be fully recovered, therefore no impairment needed for those biological assets.
15. ASET HAK-GUNA 15. RIGHT-OF-USE ASSETS
| 1 Januari/ | 31 Desember/ | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| January 1, | Penambahan/ | December 31, | |||
| 2020 | Additions | 2020 | |||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | |||
| Biaya perolehan: | At cost: | ||||
| Tanah | - | 461 | 461 | Land | |
| Bangunan | 1.797 | 16.827 | 18.624 | Building | |
| Perlengkapan IT | 721 | 21 | 742 | IT equipment | |
| Kendaraan | 1.817 | 289 | 2.106 | Vehicles | |
| Mesin | - | 409 | 409 | Machineries | |
| Jumlah | 4.335 | 18.007 | 22.342 | Total | |
| Akumulasi penyusutan: | Accumulated depreciation: | ||||
| Tanah | - | 51 | 51 | Land | |
| Bangunan | - | 1.995 | 1.995 | Building | |
| Perlengkapan IT | - | 94 | 94 | IT equipment | |
| Kendaraan | - | 1.552 | 1.552 | Vehicles | |
| Mesin | - | 306 | 306 | Machineries | |
| Jumlah | - | 3.998 | 3.998 | Total | |
| Nilai tercatat bersih | 4.335 | 18.344 | Net carrying value |
Saldo awal tahun menyajikan dampak penerapan awal PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020 (Catatan 2).
Analisis jatuh tempo liabilitas sewa disajikan pada Catatan 23.
Jumlah yang diakui ke laba rugi yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:
Beginning balance represents the impact of initial adoption of PSAK 73 as of January 1, 2020 (Note 2).
The maturity analysis of lease liabilities is presented in Note 23.
Amounts recognized in profit or loss arising from leases are as follows:
| 2020 US'000 |
||
|---|---|---|
| Beban penyusutan aset hak-guna | 3.998 | Depreciation expense on right-of-use assets |
| Beban bunga atas liabilitas sewa | 343 | Interest expense on lease liabilities |
| Beban yang berkaitan dengan sewa jangka pendek |
1.765 | Expense relating to short-term leases |
| Beban yang berkaitan dengan sewa aset bernilai rendah |
317 | Expense relating to leases of low-value assets |
| Beban penyusutan dicatat sebagai beban pokok pendapatan. |
Depreciation expense is recorded as cost of revenues. |
|
| Pada tanggal 31 Desember 2020, berkomitmen sebesar US\$ 2.015 ribu untuk sewa jangka pendek. |
Grup | As of December 31, 2020, the Group is committed to US\$ 2,015 thousand for short-term leases. |
16. ASET TETAP 16. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT
| 1 Januari/ January 1, 2020 US\$ '000 |
Selisih kurs penjabaran/ Translation adjustment US\$ '000 |
Additions US\$ '000 |
Penambahan/ Pengurangan/ Deductions US\$ '000 |
Reklasifikasi/ Reclassifications US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Biaya perolehan | Cost | ||||||
| Pemilikan langsung: Tanah |
289.725 | 87.396 | 796 | 376.249 | Direct acquisition: Land |
||
| Bonus | 3.736 | (76) - |
- | - | - - |
3.736 | Bonuses |
| Hak atas tanah dan pengembangan sewa |
263 | - | - | - | - | 263 | Land rights and lease developments |
| Properti | 8.233 | - | - | - | - | 8.233 | Properties |
| Sumur produksi dan fasilitas sumur |
260.094 | - | 241 | - | 95.339 | 355.674 | Producing wells and wells facility |
| Bangunan dan prasarana | 141.300 | (274) | 2.081 | 4.335 | 9.258 | 148.030 | Buildings and infrastructures |
| Mesin, peralatan dan alat-alat berat |
2.150.699 | (125) | 16.850 | 8.341 | 100.796 | 2.259.879 | Machineries, utilities and heavy equipment |
| Peralatan pengangkutan Perabot dan peralatan |
5.330 | (20) | 69 | 1.263 | - | 4.116 | Transportation equipment Furnitures, fixtures and |
| kantor | 20.159 | (12) | 291 | 27 | - | 20.411 | office equipment |
| Aset dalam pembangunan | 352.595 3.232.134 |
(277) | 90.976 197.904 |
123 14.885 |
(186.513) 18.880 |
256.658 3.433.249 |
Construction in progress Total Cost |
| Jumlah Biaya Perolehan | (784) | ||||||
| Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung: |
Accumulated depreciation Direct acquisition: |
||||||
| Bonus Hak atas tanah dan |
572 | - | 179 | - | - | 751 | Bonuses Land rights and lease |
| pengembangan sewa | 100 | - | 30 | - | - | 130 | developments |
| Properti Sumur produksi dan fasilitas |
954 | - | 347 | - | - | 1.301 | Properties |
| sumur | 33.711 | - | 16.031 | - | - | 49.742 | Producing wells and wells facility |
| Bangunan dan prasarana Mesin, peralatan dan |
67.377 | (156) | 10.432 | 3.472 | - | 74.181 | Buildings and infrastructures Machineries, utilities and |
| alat-alat berat Peralatan pengangkutan |
522.274 4.135 |
(115) (15) |
101.888 571 |
7.451 992 |
- - |
616.596 3.699 |
heavy equipment Transportation equipment |
| Perabot dan peralatan | Furnitures, fixtures and | ||||||
| kantor | 18.068 | 70 | 2.374 | 4 | - | 20.508 | office equipment |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan Jumlah Tercatat |
647.191 2.584.943 |
(216) | 131.852 | 11.919 | - | 766.908 2.666.341 |
Total Accumulated Depreciation |
| Net Carrrying Amount | |||||||
| 1 Januari/ January 1, 2019 |
Selisih kurs penjabaran/ Translation |
Additions | Penambahan/ Pengurangan/ Deductions |
Reklasifikasi/ Reclassifications |
31 Desember/ December 31, 2019 |
||
| US\$ '000 | adjustment US\$ '000 |
US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Biaya perolehan | Cost | ||||||
| Pemilikan langsung: Tanah |
256.865 | 117 | 71.945 | Direct acquisition: | |||
| Bonus Hak atas tanah dan |
39.202 | - | 289.725 | Land | |||
| 3.736 | - | - | - | - | 3.736 | Bonuses | |
| pengembangan sewa | 263 | - | - | - | - | 263 | Land rights and lease developments |
| Properti Sumur produksi dan fasilitas |
8.233 | - | - | - | - | 8.233 | Properties |
| sumur | 253.877 | - | 789 | - | 5.428 | 260.094 | Producing wells and wells facility |
| Bangunan dan prasarana Mesin, peralatan dan |
137.022 | 750 | 1.217 | 249 | 2.560 | 141.300 | Buildings and infrastructures Machineries, utilities and |
| alat-alat berat | 1.652.058 5.152 |
2.031 48 |
117.254 203 |
285 75 |
379.641 2 |
2.150.699 5.330 |
heavy equipment |
| Peralatan pengangkutan Perabot dan peralatan |
Transportation equipment Furnitures, fixtures and |
||||||
| kantor Aset dalam pembangunan |
18.867 549.585 |
17 - |
1.025 262.478 |
- 210 |
250 (459.258) |
20.159 352.595 |
office equipment Construction in progress |
| Jumlah Biaya Perolehan | 2.885.658 | 2.963 | 454.911 | 40.021 | (71.377) | 3.232.134 | Total Cost |
| Akumulasi Penyusutan | Accumulated depreciation | ||||||
| Pemilikan langsung: | - | - | - | Direct acquisition: | |||
| Bonus Hak atas tanah dan |
393 | 179 | 572 | Bonuses Land rights and lease |
|||
| pengembangan sewa Properti |
70 607 |
- - |
30 347 |
- - |
- - |
100 954 |
developments Properties |
| Sumur produksi dan fasilitas | - | - | - | ||||
| sumur Bangunan dan prasarana |
21.264 57.462 |
513 | 12.447 9.457 |
245 | 190 | 33.711 67.377 |
Producing wells and wells facility Buildings and infrastructures |
| Mesin, peralatan dan alat-alat berat |
432.060 | 1.688 | 88.783 | 67 | (190) | 522.274 | Machineries, utilities and heavy equipment |
| Peralatan pengangkutan | 3.527 | 45 | 624 | 61 | - | 4.135 | Transportation equipment |
| Perabot dan peralatan kantor |
15.817 | 10 | 2.241 | - | - | 18.068 | Furnitures, fixtures and office equipment |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan | 531.200 | 2.256 | 114.108 | 373 | - | 647.191 | Total Accumulated Depreciation |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| 1 Januari/ January 1, 2018 |
Selisih kurs penjabaran/ Translation adjustment |
Additions | Penambahan/ Pengurangan/ Deductions |
Reklasifikasi/ Reclassifications |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Biaya perolehan | Cost | ||||||
| Pemilikan langsung: | Direct acquisition: | ||||||
| Tanah | 226.044 | (1.601) | 39.156 | - | (6.734) | 256.865 | Land |
| Bonus | 3.736 | - | - | - | - | 3.736 | Bonuses |
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||||
| pengembangan sewa | 263 | - | - | - | - | 263 | developments |
| Properti | 8.233 | - | - | - | - | 8.233 | Properties |
| Sumur produksi dan fasilitas | |||||||
| sumur | 232.905 | - | 189 | - | 20.783 | 253.877 | Producing wells and wells facility |
| Bangunan dan prasarana | 143.575 | (2.142) | 1.647 | 519 | (5.539) | 137.022 | Buildings and infrastructures |
| Mesin, peralatan dan | Machineries, utilities and | ||||||
| alat-alat berat | 1.609.655 | (1.003) | 22.423 | 3.619 | 24.602 | 1.652.058 | heavy equipment |
| Peralatan pengangkutan | 5.083 | (65) | 146 | 12 | - | 5.152 | Transportation equipment |
| Peralatan kebun | 6.787 | (535) | - | 8 | (6.244) | - | Plantation equipment |
| Perabot dan peralatan | Furnitures, fixtures and | ||||||
| kantor | 15.326 | (80) | 4.084 | 159 | (304) | 18.867 | office equipment |
| Perlengkapan mess | 221 | (14) | 4 | 75 | (136) | - | Mess equipment |
| Aset dalam pembangunan | 308.951 | (157) | 327.812 | 568 | (86.453) | 549.585 | Construction in progress |
| Jumlah Biaya Perolehan | 2.560.779 | (5.597) | 395.461 | 4.960 | (60.025) | 2.885.658 | Total Cost |
| Akumulasi Penyusutan | Accumulated depreciation | ||||||
| Pemilikan langsung: | Direct acquisition: | ||||||
| Bonus | 214 | - | 179 | - | - | 393 | Bonuses |
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||||
| pengembangan sewa | 40 | - | 30 | - | - | 70 | developments |
| Properti | 260 | - | 347 | - | - | 607 | Properties |
| Sumur produksi dan fasilitas | |||||||
| sumur | 8.815 | - | 12.449 | - | - | 21.264 | Producing wells and wells facility |
| Bangunan dan prasarana | 51.023 | (831) | 10.944 | 15 | (3.659) | 57.462 | Buildings and infrastructures |
| Mesin, peralatan dan | Machineries, utilities and | ||||||
| alat-alat berat | 360.345 | (886) | 82.185 | 2.239 | (7.345) | 432.060 | heavy equipment |
| Peralatan pengangkutan | 2.932 | (50) | 650 | 5 | - | 3.527 | Transportation equipment |
| Peralatan kebun | 240 | (26) | 33 | - | (247) | - | Plantation equipment |
| Perabot dan peralatan | Furnitures, fixtures and | ||||||
| kantor | 11.605 | (64) | 4.713 | 31 | (406) | 15.817 | office equipment |
| Perlengkapan mess | 158 | (14) | 27 | 4 | (167) | - | Mess equipment |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan | 435.632 | (1.871) | 111.557 | 2.294 | (11.824) | 531.200 | Total Accumulated Depreciation |
| Jumlah Tercatat | 2.125.147 | 2.354.458 | Net Carrrying Amount |
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated to the
following:
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Biaya pabrikasi | 129.382 | 111.425 | 107.590 | Manufacturing costs |
| Beban umum dan administrasi (Catatan 36) Beban penjualan |
2.226 244 |
2.438 245 |
1.982 191 |
General and administrative expenses (Note 36) Selling expenses |
| Penghasilan dan kerugian lain-lain - bersih |
- | - | 1.794 | Other gains and losses - net |
| Jumlah | 131.852 | 114.108 | 111.557 | Total |
Aset tetap tertentu direklasifikasi dari/ke properti investasi, aset sewa operasi, beban yang ditangguhkan dan aset tidak berwujud.
Pengurangan pada tahun 2020 termasuk pelepasan entitas anak, BWI, dengan nilai buku sebesar US\$ 2.045 ribu.
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan Grup pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar US\$ 171.542 ribu (31 Desember 2019: US\$ 156.863 ribu dan 31 Desember 2018: US\$ 105.381 ribu).
Certain property, plant and equipment was reclassified from/to investment property, property on operating lease, deferred charges and intangible assets.
Deductions in 2020 includes disposal of subsidiaries, BWI, with net book value amounting to US\$ 2,045 thousand.
Total acquisition costs of property, plant and equipment which were fully depreciated and still used by the Group as of December 31, 2020 amounted to US\$ 171,542 thousand (December 31, 2019: US\$ 156,863 thousand and December 31, 2018: US\$ 105,381 thousand).
Aset tetap dalam pembangunan pada tanggal 31 Desember 2020 terutama Proyek CAP2 yang masih dalam tahap pembangunan awal. Pekerjaan tersebut diekspektasi untuk selesai pada tahun 2025 - 2026. Termasuk juga akumulasi biaya untuk penelitian geologi dan geofisik, izin-izin dan alokasi biaya terkait rencana awal pembangunan fasilitas pembangkit Unit 3 Wayang Windu dengan jumlah US\$ 5.316 ribu, dan sumur-sumur pengganti Unit 1 dan Unit 2 Wayang Windu, yang meliputi sumur WWA-5 dan MBD-8. Proses pengeboran untuk sumur-sumur telah selesai dan diuji untuk sumursumur tersebut. Selain itu, terdapat pekerjaan terkait pembangunan fasilitas Proximal South East Injection Project di Salak dan pembangunan atas pipa gas di Darajat.
Grup memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Jakarta, Manado, Banjarmasin, Maluku Utara, Serang, Cilegon, Pontianak dan beberapa tempat lain di Indonesia dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU). HGB dan HGU tersebut berjangka waktu 15 sampai 40 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2022 sampai 2050. Manajemen Grup berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Pada tahun 2019, Grup menjual aset tetap dengan nilai tercatat US\$ 39.648 ribu dengan harga sebesar US\$ 80.266 ribu. Grup mengakui laba bersih sebesar US\$ 25.528 ribu yang dicatat pada keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih (Catatan 38) setelah dieliminasi sebagian dari keuntungan penjualan tanah seperti yang dijelaskan dalam Catatan 13.
Aset tetap dan properti investasi, serta persediaan kecuali tanah dan aset tertentu telah diasuransikan kepada pihak ketiga terhadap risiko kebakaran, bencana alam, pencurian dan risiko lainnya. Tabel berikut berisi informasi mengenai jumlah aset tercatat dan nilai pertanggungan:
Construction in progress as of December 31, 2020 mainly represents CAP2 project that is still in early development stage. The work is expected to be completed in 2025 - 2026. It also includes accumulated costs for the geological and geophysical studies, permits and costs allocation related to initial construction plan for Unit 3 power generating facilities of Wayang Windu, totalling US\$ 5,316 thousand and make-up wells for Unit 1 and Unit 2 of Wayang Windu, which include WWA-5 and MBD-8 wells. The drilling processes for these wells had been completed and SEG-Wayang Windu is still conducting various well-stimulating testing and evaluation for these wells. Also represents work in progress related with construction of Proximal South East Injection Project in Salak and construction of steam pipeline in Darajat.
The Group owns several pieces of land, located in Jakarta, Manado, Banjarmasin, North Maluku, Serang, Cilegon, Pontianak and several other places in Indonesia with Building Rights Title (HGB) and Cultivation Right Title (HGU). The periods of HGB and HGU are 15 to 40 years until 2022 to 2050. The Group's management believes that there will be no difficulty in the extension of the landrights since all the land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership.
In 2019, the Group sold property, plant and equipment with carrying amount of US\$ 39,648 thousand for a selling price of US\$ 80,266 thousand. The Group recognized a net gain for US\$ 25,528 thousand which is recorded under other gains and losses - net (Note 38) after eliminating a portion of the gain on sale of land as discussed in Note 13.
Property, plant and equipment and investment properties along with inventories except for land and certain assets, were insured with third parties against fire, natural disaster, theft and other possible risk. The following table details the information in regards to total assets insured and sum insured:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah tercatat aset (dalam US\$ '000) | Carrying amount of assets (in US\$ '000) | |||
| Persediaan | 258.663 | 292.583 | 260.417 | Inventories |
| Aset tetap | 2.139.116 | 2.138.016 | 1.924.170 | Property, plant and equipment |
| Properti investasi | 41.641 | 25.250 | 11.345 | Investment properties |
| Aset sewa operasi | 358.041 | 351.475 | 316.671 | Properties on operating lease |
| Nilai pertanggungan aset | Insurance coverage | |||
| Dolar Amerika Serikat | 5.054.725 | 4.783.011 | 4.184.132 | United States Dollar |
| Rupiah Indonesia | 28.294 | 21.172 | 17.744 | Indonesian Rupiah |
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran, bencana alam dan risiko lainnya yang mungkin atas aset yang dipertanggungkan.
Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible risks against fire, disasters and other risks on the assets insured.
Sebagian aset tetap milik CAP, SEGHPL dan GI digunakan sebagai jaminan utang bank jangka panjang (Catatan 24).
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat keadaan yang menunjukkan indikasi terjadinya penurunan nilai aset.
Some property, plant and equipment of CAP, and GI are pledged as collateral for long-term bank loans (Note 24).
Management believes that there is no indication for impairment of property, plant and equipment.
17. ASET SEWA OPERASI 17. PROPERTY ON OPERATING LEASE
| 1 Januari/ | 31 Desember/ | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| January 1, | Penambahan/ | Reklasifikasi/ | December 31, | ||
| 2020 US\$ '000 |
Additions US\$ '000 |
Reclassifications US\$ '000 |
2020 US\$ '000 |
||
| Biaya perolehan | Cost | ||||
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||
| pengembangan sewa | 2.004 | - | - | 2.004 | developments |
| Bangunan | 6.372 | - | 637 | 7.009 | Building |
| Kendaraan | 1.063 | - | - | 1.063 | Vehicles |
| Perabotan dan peralatan | 6.302 | - | - | 6.302 | Furniture and fixtures |
| Fasilitas produksi | 662.534 | - | 33.854 | 696.388 | Production facilities |
| Jumlah Biaya Perolehan | 678.275 | - | 34.491 | 712.766 | Total Cost |
| Akumulasi Penyusutan | Accumulated depreciation | ||||
| Pemilikan langsung: | Direct acquisition: | ||||
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||
| pengembangan sewa | 1.312 | 61 | - | 1.373 | developments |
| Bangunan | 3.281 | 311 | - | 3.592 | Building |
| Kendaraan | 1.063 | - | - | 1.063 | Vehicles |
| Perabotan dan peralatan | 5.442 | 8 | - | 5.450 | Furniture and fixtures |
| Fasilitas produksi | 315.702 | 27.545 | - | 343.247 | Production facilities |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan | 326.800 | 27.925 | - | 354.725 | Total Accumulated Depreciation |
| Jumlah Tercatat | 351.475 | 358.041 | Net Carrrying Amount | ||
| 1 Januari/ | 31 Desember/ | ||||
| January 1, | Penambahan/ | Reklasifikasi/ | December 31, | ||
| 2019 US\$ '000 |
Additions US\$ '000 |
Reclassifications US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
||
| Cost | |||||
| Biaya perolehan Hak atas tanah dan |
|||||
| 2.004 | - | - | 2.004 | Land rights and lease | |
| pengembangan sewa | 6.372 | - | - | 6.372 | developments |
| Bangunan Kendaraan |
1.063 | - | - | 1.063 | Building Vehicles |
| 6.302 | - | - | 6.302 | Furniture and fixtures | |
| Perabotan dan peralatan Fasilitas produksi |
604.708 | - | 57.826 | 662.534 | Production facilities |
| Jumlah Biaya Perolehan | 620.449 | - | 57.826 | 678.275 | Total Cost |
| Akumulasi Penyusutan | Accumulated depreciation | ||||
| Pemilikan langsung: | Direct acquisition: | ||||
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||
| pengembangan sewa | 1.251 | 61 | - | 1.312 | developments |
| Bangunan | 2.969 | 312 | - | 3.281 | Building |
| Kendaraan | 1.063 | - | - | 1.063 | Vehicles |
| Perabotan dan peralatan | 5.418 | 24 | - | 5.442 | Furniture and fixtures |
| Fasilitas produksi | 293.077 | 22.625 | - | 315.702 | Production facilities |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan | 303.778 | 23.022 | - | 326.800 | Total Accumulated Depreciation |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| 1 Januari/ | 31 Desember/ | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| January 1, | Penambahan/ | Reklasifikasi/ | December 31, | ||
| 2018 | Additions | Reclassifications | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Biaya perolehan | Cost | ||||
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||
| pengembangan sewa | 2.004 | - | - | 2.004 | developments |
| Bangunan | 6.372 | - | - | 6.372 | Building |
| Kendaraan | 1.063 | - | - | 1.063 | Vehicles |
| Perabotan dan peralatan | 6.302 | - | - | 6.302 | Furniture and fixtures |
| Fasilitas produksi | 582.572 | - | 22.136 | 604.708 | Production facilities |
| Jumlah Biaya Perolehan | 598.313 | - | 22.136 | 620.449 | Total Cost |
| Akumulasi Penyusutan | Accumulated depreciation | ||||
| Pemilikan langsung: | Direct acquisition: | ||||
| Hak atas tanah dan | Land rights and lease | ||||
| pengembangan sewa | 1.190 | 61 | - | 1.251 | developments |
| Bangunan | 2.656 | 313 | - | 2.969 | Building |
| Kendaraan | 1.063 | - | - | 1.063 | Vehicles |
| Perabotan dan peralatan | 5.376 | 42 | - | 5.418 | Furniture and fixtures |
| Fasilitas produksi | 269.323 | 23.745 | - | 293.077 | Production facilities |
| Jumlah Akumulasi Penyusutan | 279.608 | 24.161 | - | 303.778 | Total Accumulated Depreciation |
| Jumlah Tercatat | 318.705 | 316.671 | Net Carrrying Amount |
Klasifikasi aset sewa operasi sesuai dengan penilaian manajemen terhadap pengaturan kontraktual JOC Wayang Windu.
Reklasifikasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 berasal dari aset tetap (Catatan 16).
Beban penyusutan dicatat dalam beban pokok pendapatan dan beban langsung.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset operasi, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset sewa operasi.
Piutang sewa guna usaha minimum di masa depan sesuai dengan perjanjian sewa pembiayaan ESC yang tidak dapat dibatalkan adalah sebagai berikut:
Property on operating lease classification is in accordance with management assessment on contractual arrangements of JOC Wayang Windu.
Reclassifications for the years ended December 31, 2020, 2019 and 2018, are from property, plant and equipment (Note 16).
Depreciation expenses are recorded in cost of revenues and direct costs.
Based on the review of recoverable amount of property on operating lease, management believes that there were no events or changes in circumstances which indicate an impairment of property on operating lease.
Future minimum lease payment receivables under the ESC for non-cancellable lease arrangements are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pembayaran minimum sewa yang | ||||
| jatuh tempo: | Minimum lease payments due: | |||
| Tidak lebih dari satu tahun | 144.243 | 144.243 | 144.243 | Not later than one year |
| Antara dua hingga lima tahun | 576.972 | 576.972 | 576.972 | Between two to five years |
| Lebih dari lima tahun | 1.390.332 | 1.534.575 | 1.678.818 | Later than five years |
| Pembayaran minimum piutang sewa, neto |
2.111.547 | 2.255.790 | 2.400.033 | Net minimum lease payment receivables |
18. REKENING BANK YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 18. RESTRICTED CASH IN BANKS
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| DBS Bank, Singapura | 185.268 | 125.715 | 144.485 | DBS Bank, Singapore |
| PT Bank Tabungan Negara | 3.626 | - | - | PT Bank Tabungan Negara PT Bank Permata Tbk (formerly |
| PT Bank Permata Tbk (d/h Bangkok | Bangkok Bank Public Company | |||
| Bank Public Company Limited, Jakarta | 1.802 | 12 | 21.486 | Limited, Jakarta |
| PT Bank DBS Indonesia, Jakarta | 322 | 18.598 | 275.349 | PT Bank DBS Indonesia, Jakarta |
| PT Bank Negara Indonesia | PT Bank Negara Indonesia | |||
| (Persero) Tbk | - | 2.723 | 8.077 | (Persero) Tbk |
| MUFG Bank (Europe) N.V., Belanda | - | 1.005 | 456 | MUFG Bank (Europe) N.V., Netherlands |
| Jumlah | 191.018 | 148.053 | 449.853 | Total |
| Bagian lancar | 185.590 | 143.481 | 440.755 | Current portion |
| Bagian tidak lancar | 5.428 | 4.572 | 9.098 | Noncurrent portion |
Merupakan Debt Service Reserve Account, Debt Service Accrual Account, Debt Service Account, Major Maintenance and Construction Reserve Account dan Interest Service Reserve Account atas perjanjian kredit yang diterima dari masing-masing bank dan utang obligasi seperti yang dijelaskan pada Catatan 24 dan 25.
Bagian lancar merupakan escrow account yang digunakan untuk membayar pokok dan bunga pinjaman.
19. TAGIHAN RESTITUSI PAJAK 19. CLAIMS FOR TAX REFUND
Represents Debt Service Reserve Account, Debt Service Accrual Account, Debt Service Account, Major Maintenance and Construction Reserve Account and Interest Service Reserve Account for the loan agreements obtained from each bank and bonds payables as discussed in Notes 24 and 25.
The current portion represents the escrow account used for principal and interest payment of the loans.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pajak Penghasilan tahun 2009 Pajak bea masuk |
6.678 2.482 |
6.776 - |
6.505 - |
Income Tax Year 2009 Custom Tax |
| Saldo akhir | 9.160 | 6.776 | 6.505 | Ending balance |
Merupakan ketetapan pajak atas pajak penghasilan badan yang sedang dalam peninjauan kembali dan hasil pemeriksaan pajak atas bea masuk.
Pajak penghasilan tahun 2009 Income Tax Year 2009
CAP telah mengajukan banding atas kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2009 sebesar Rp 55.774 juta (atau setara dengan US\$ 3.954 ribu) pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 4.012 ribu dan 2018: US\$ 3.851 ribu).
Pada bulan September dan Oktober 2014, CAP menerima keputusan dari Pengadilan Pajak mengenai pajak penghasilan badan tahun 2009. CAP telah melakukan pembayaran pada bulan Oktober 2014 sebesar Rp 38.426 juta (atau setara dengan US\$ 2.724 ribu) pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 2.764 ribu dan 2018: US\$ 2.654 ribu) melalui kompensasi restitusi PPN Agustus 2013. CAP telah mengajukan peninjauan kembali atas sebagian keputusan tersebut. Sampai dengan laporan keuangan ini diterbitkan, proses peninjauan kembali masih berlangsung.
Represents tax assessments for corporate income tax that are still in judicial review and custom tax audit.
CAP has submitted an appeal for overpayment of corporate income tax 2009 amounting to Rp 55,774 million (or equivalent to US\$ 3,954 thousand) at December 31, 2020 (2019: US\$ 4,012 thousand and 2018: US\$ 3,851 thousand).
In September and October 2014, CAP received verdicts from Tax Court related to corporate income tax for 2009 taxes. In October 2014, CAP made payment amounting to Rp 38,426 million (or equivalent to US\$ 2,724 thousand) at December 31, 2020 (2019: US\$ 2,764 thousand and 2018: US\$ 2,654 thousand) through compensation with August 2013 VAT. CAP has already submitted for judicial review. As of the issuance date of these financial statements, the process of judicial review is still ongoing.
Pajak bea masuk Custom tax
Pada tanggal 25 Juni 2020, Perusahaan menerima surat keputusan dari pemeriksaan Direktorat Jenderal Kepabeanan dan Cukai untuk periode pemeriksaan 1 Februari 2018 hingga 31 Januari 2020. Perusahaan mengajukan banding atas penetapan kurang bayar bea masuk sebesar Rp 39.304 juta atau setara dengan US\$ 2.482 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah dibayarkan Perusahaan pada tanggal 29 Juli 2020. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, proses banding masih berlangsung.
20. ASET TIDAK BERWUJUD 20. INTANGIBLE ASSETS
P On June 25, 2020, the Company received a decision letter for the audit by the Directorate General of Customs and Excise for the audit period of February 1, 2018 to January 31, 2020. The Company has submitted appeal on the underpayment of the custom tax amounting to Rp 39,304 million or equivalent to US\$ 2,482 thousand at December 31, 2020 and has been paid by the Company on July 29, 2020. As of the issuance date of these financial statements, the appeal process is still ongoing.
| 1 Januari/ January 1, 2020 US\$ '000 |
Additions US\$ '000 |
Penambahan/ Pengurangan/ Deductions US\$ '000 |
Reklasifikasi/ Reclassification US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Biaya perolehan Unproved properties Goodwill Perangkat lunak Carbon credits |
1.196.231 485.814 3.125 419 |
- - - - |
- - - - |
(54.345) - - - |
1.141.886 485.814 3.125 419 |
Cost Unproved properties Goodwill Software Carbon credits |
| Jumlah Biaya Perolehan | 1.685.589 | - | - | (54.345) | 1.631.244 | Total Cost |
| Akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai Perangkat lunak Carbon credits |
1.537 100 |
635 - |
- - |
- - |
2.172 100 |
Accumulated amortization and impairment losses Software Carbon credits |
| Jumlah Akumulasi Amortisasi dan Rugi Penurunan Nilai |
1.637 | 635 | - | - | 2.272 | Total Accumulated Amortization and Impairment Losses |
| Jumlah Tercatat | 1.683.952 | 1.628.972 | Net Carrrying Amount | |||
| 1 Januari/ January 1, 2019 US\$ '000 |
Additions US\$ '000 |
Penambahan/ Pengurangan/ | Deductions US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
||
| Biaya perolehan Unproved properties Goodwill Perangkat lunak Carbon credits |
1.196.231 485.814 |
3.124 419 |
- - 1 - |
- - - - |
1.196.231 485.814 3.125 419 |
Cost Unproved properties Goodwill Software Carbon credits |
| Jumlah Biaya Perolehan | 1.685.588 | 1 | - | 1.685.589 | Total Cost | |
| Akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai Perangkat lunak Carbon credits |
903 100 |
634 - |
- - |
1.537 100 |
Accumulated amortization and impairment losses Software Carbon credits |
|
| Jumlah Akumulasi Amortisasi dan Rugi Penurunan Nilai |
1.003 | 634 | - | 1.637 | Total Accumulated Amortization and Impairment Losses |
|
| Jumlah Tercatat | 1.684.585 | 1.683.952 | Net Carrrying Amount |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| 1 Januari/ | 31 Desember/ | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| January 1, | Penambahan/ Pengurangan/ | December 31, | |||
| 2018 | Additions | Deductions | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Biaya perolehan | Cost | ||||
| Unproved properties | 1.196.231 | - | - | 1.196.231 | Unproved properties |
| Goodwill | 485.814 | - | - | 485.814 | Goodwill |
| Perangkat lunak | 3.108 | 16 | - | 3.124 | Software |
| Carbon credits | 419 | - | - | 419 | Carbon credits |
| Jumlah Biaya Perolehan | 1.685.572 | 16 | - | 1.685.588 | Total Cost |
| Akumulasi amortisasi | Accumulated amortization | ||||
| dan rugi penurunan nilai | and impairment losses | ||||
| Perangkat lunak | 274 | 629 | - | 903 | Software |
| Carbon credits | 85 | 15 | - | 100 | Carbon credits |
| Jumlah Akumulasi Amortisasi | Total Accumulated Amortization | ||||
| dan Rugi Penurunan Nilai | 359 | 644 | - | 1.003 | and Impairment Losses |
| Jumlah Tercatat | 1.685.213 | 1.684.585 | Net Carrrying Amount |
Unproved properties Unproved properties
Unproved properties pada 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 dialokasikan ke JOC Darajat dan JOC Salak.
Berdasarkan ketentuan PSAK No. 64 "Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral", eksplorasi dan evaluasi aset, termasuk bagian biaya perolehan atas aset eksplorasi baru, terus dikapitalisasi dengan menunggu hasil kegiatan eksplorasi. Manajemen berpendapat bahwa saldo unproved properties tidak mengalami penurunan nilai.
Unproved properties sebesar US\$ 54.345 ribu pada tahun 2020 direklasifikasi ke aset tetap.
Goodwill Goodwill
Goodwill pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 dialokasikan ke JOC Darajat dan JOC Salak. Grup telah melakukan penilaian atas penurunan nilai akhir setiap tanggal pelaporan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018.
Asumsi utama yang digunakan dalam penilaian penurunan nilai pada goodwill dan unproved properties pada 31 Desember 2020 termasuk arus kas diskonto dengan menggunakan estimasi tingkat diskonto 7,01% dan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,0%. Harga dari listrik dan uap yang digunakan pada arus kas diskonto tergantung pada kontrak dengan PLN. Sebagai hasil analisa, terdapat headroom sebesar US\$ 268.124 ribu pada 31 Desember 2020 (2019: US\$ 263.429 ribu dan 2018: US\$ 302.080 ribu). Peningkatan 0,5% pada tingkat diskonto akan menurunkan nilai terpulihkan dari aset panas bumi sebanyak US\$ 92.567 ribu pada 31 Desember 2020 (2019: US\$ 104.617 ribu dan 2018: US\$ 107.955 ribu).
Unproved properties as of December 31, 2020, 2019 and 2018 are allocated to Darajat JOC and Salak JOC.
Under PSAK No. 64 "Exploration for and Evaluation of Mineral Resources", exploration and evaluation assets, including cost of acquiring interest in new exploration assets, continue to be capitalized pending the results of the exploration activities. Management believes that unproved properties balances are not impaired.
Unproved properties of US\$ 54,345 thousand in 2020 was reclassified to property, plant and equipment.
Goodwill at December 31, 2020, 2019 and 2018 is allocated to the Darajat JOC and Salak JOC. The Group performed assessment on impairment in value at the end of every reporting date. Management is of the opinion that there is no impairment as of December 31, 2020, 2019 and 2018.
The main assumptions used in the assessment on impairment in value of goodwill and unproved properties as of December 31, 2020 included discounted cash flows by using the estimated discount rate of 7.01% and annual growth rate of 2.0%. The prices for electricity and steam used in the discounted cash flows are based on the contract with PLN. As a result of analysis, there is a headroom of US\$ 268,124 thousand as of December 31, 2020 (2019: US\$ 263,429 thousand and 2018: US\$ 302,080 thousand). The increase of 0.5% in discount rate will decrease the recoverable amount of geothermal assets by US\$ 92,567 thousand as of December 31, 2020 (2019: US\$ 104,617 thousand and 2018: US\$ 107,955 thousand).
21. UTANG USAHA 21. TRADE ACCOUNTS PAYABLE
| 31 Desember/ December 31, 2020 |
31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| a. Berdasarkan Pemasok Pihak berelasi |
a. By Supplier Related party |
|||
| PT SCG Barito Logistics Pihak ketiga |
5.421 | 2.629 | 2.156 | PT SCG Barito Logistics Third parties |
| Impor | 596.283 | 608.159 | 521.229 | Import |
| Lokal | 123.932 | 79.619 | 46.134 | Local |
| Jumlah | 725.636 | 690.407 | 569.519 | Total |
| b. Berdasarkan mata uang | b. By Currency | |||
| Dolar Amerika Serikat | 615.869 | 635.604 | 500.227 | U.S. Dollar |
| Rupiah | 109.644 | 53.750 | 68.732 | Rupiah |
| Lainnya | 123 | 1.053 | 560 | Others |
| Jumlah | 725.636 | 690.407 | 569.519 | Total |
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, dan jasa baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai dengan 120 hari.
Tidak terdapat jaminan yang diberikan atas utang usaha.
Purchases of raw and indirect materials, and services, both from local and foreign suppliers, have credit terms of 30 to 120 days.
There are no guarantees provided for trade accounts payable.
22. UTANG PAJAK 22. TAXES PAYABLE
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pajak penghasilan | Income taxes: | |||
| Pasal 4 (2) | 819 | 984 | 2.051 | Article 4 (2) |
| Pasal 15 | 17 | 22 | 11 | Article 15 |
| Pasal 21 | 1.731 | 1.784 | 1.702 | Article 21 |
| Pasal 22 | - | 1 | 1 | Article 22 |
| Pasal 23 | 218 | 533 | 848 | Article 23 |
| Pasal 25 | 229 | 520 | 499 | Article 25 |
| Pasal 26 | 738 | 560 | 2.156 | Article 26 |
| Pasal 29 | 29.124 | 30.092 | 27.603 | Article 29 |
| Pajak pertambahan nilai - bersih | 1.047 | 933 | 937 | Value added tax - net |
| Jumlah | 33.923 | 35.429 | 35.808 | Total |
Grup dikenakan pajak penghasilan dengan basis per entitas berdasarkan laba yang timbul atau berasal dari yurisdiksi pajak di mana entitas Grup berdomisili dan beroperasi. Beberapa entitas anak utama dari Grup beroperasi dan memperoleh pendapatan dari JOC di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang berlaku di Indonesia, entitas tersebut dikenakan pajak penghasilan sebesar 34% dari pendapatan kena pajak masing-masing entitas anak yang beroperasi di bidang energi panas bumi.
Kontraktor JOC diharuskan membayar PGE bonus produksi setara dengan 2,66% - 4% dari laba bersih operasional yang dihitung berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia tahun 1984, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak atas Tanah dan Bangunan, Bea Masuk, Bea Materai dan retribusi lainnya.
The Group is subject to income tax on an entity basis based on profit arising or derived from the tax jurisdiction in which the Group entities are domiciled and operates. Several of the Group's main subsidiaries operate and earn income from JOCs in Indonesia. Under the relevant Indonesian Income Tax Law, these entities are subject to income tax at 34% of taxable income of the respective subsidiaries that operates in geothermal industries.
JOC contractor is required to pay PGE a production allowance equivalent to 2.66% - 4% of net operating income calculated based on the 1984 Indonesian Income Tax Law excluding Value Added Taxes, Sales Taxes on a Luxury Goods, Taxes on Land and Buildings, Import Duty, Stamp Duty and Other Levies.
23. LIABILITAS SEWA 23. LEASE LIABILITIES
| a. Analisis jatuh tempo Maturity analysis a. Tahun 1 3.268 Year 1 Tahun 2 1.892 Year 2 Tahun 3 1.736 Year 3 Tahun 4 1.458 Year 4 Tahun 5 1.427 Year 5 Setelah 5 tahun 5.709 Later than 5 years Subjumlah 15.490 Subtotal Penghasilan bunga ditangguhkan (5.487) Unearned interest Jumlah liabilitas sewa 10.003 Total lease liabilities Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (2.168) Current maturity Liabilitas sewa jangka panjang 7.835 Non-current lease liabilities b. Rincian liabilitas sewa b. By lessor berdasarkan pesewa: PT Panca Puri Perkasa PT Panca Puri Perkasa 7.732 Lain-lain 2.271 Others Jumlah 10.003 Total |
31 Desember/ December 31, 2020 US\$' 000 |
|
|---|---|---|
Grup tidak menghadapi risiko likuiditas yang signifikan sehubungan dengan liabilitas sewa. Liabilitas sewa diawasi oleh fungsi treasury Grup.
24. UTANG BANK 24. BANK LOANS
Utang bank jangka pendek Short-term bank loan
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. CRO.JKO/0075/ KMK/2019 tanggal 19 September 2019, RPU memperoleh penawaran fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 10 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan tingkat suku bunga 8,75% + persentase tertentu dan jangka waktu 12 bulan. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 18 September 2021 melalui Adendum I atas perjanjian No. CRO.JKO/0075/KMK/2019 tanggal 16 September 2020.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 54.445 m2 dan 45 unit tangki yang berdiri di atasnya yang berlokasi di Desa Mangunreja, Pulo Ampel, Serang, Banten dengan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 32, SHGB No. 34, dan SHGB No.198 atas nama PT Redeco Petrolin Utama dan piutang usaha fidusia sebesar Rp 10 miliar (setara dengan US\$ 709 ribu pada 31 Desember 2020).
Selain utang bank jangka pendek di atas, CAP juga memiliki fasilitas kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Tbk dan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang digunakan dan dilunasi selama tahun 2020 dengan limit masing-masing US\$ 50.000 ribu, US\$ 50.000 dan US\$ 25.000 ribu.
CAP dan RPU telah melakukan pembayaran utang bank jangka pendek sebesar US\$ 115.073 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: US\$ 503 ribu).
The Group does not face a significant liquidity risk with regard to its lease liabilities. Lease liabilities are monitored within the Group's treasury function.
Based on the Credit Facility Agreement No. CRO.JKO/0075/KMK/2019 dated September 19, 2019, RPU obtained a Working Capital Credit facility amounting to Rp 10 billion from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with annual interest rate of 8.75% + certain percentage a period of 12 months. This loan has been extended until September 18, 2021, based on Addendum I under agreement No. CRO.JKO/0075/KMK/2019 dated September 16, 2020.
The loan facilities are secured by land with an area of 54,445 square metres and 45 tank units in those area that located in Desa Mangunreja, Pulo Ampel, Serang, Banten with Building Use Rights (SHGB) No. 32, SHGB No. 34, and SHGB No.198 on behalf of PT Redeco Petrolin Utama and fiduciary trade receivables amounting to Rp 10 billion (or equivalent with US\$ 709 thousand on December 31, 2020).
Other than above short-term bank loan, in 2020 CAP has credit facility with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Tbk and PT Bank CIMB Niaga Tbk which were used and fully repaid during 2020 with limit amounting to US\$ 50,000 thousand, US\$ 50,000 thousand and US\$ 25,000 thousand, respectively.
CAP and RPU have made payment of short-term bank loans totalling US\$ 115,073 thousand for the year ended December 31, 2020 (December 31, 2019: US\$ 503 thousand).
Utang bank jangka panjang Long-term bank loan
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Rupiah | Rupiah | |||
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | 6.310 | 1.007 | - | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| PT Bank OCBC NISP Tbk | 504 | - | - | PT Bank OCBC NISP Tbk |
| Pinjaman Dana Reboisasi | - | - | 488 | Reforestation Loans |
| PT Bank Mayora | - | - | 1.518 | PT Bank Mayora |
| PT Bank Central Asia Tbk (BCA) | - | - | 277 | PT Bank Central Asia Tbk (BCA) |
| Dolar Amerika Serikat | U.S. Dollar | |||
| Pinjaman Berjangka - setelah dikurangi biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk |
561.059 - |
1.457.577 45.000 |
1.672.144 - |
Term-loans - net of unamortized transaction costs PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk |
| Jumlah Dikurangi: |
567.873 | 1.503.584 | 1.674.427 | Total Less: |
| Bagian yang jatuh tempo dalam | ||||
| waktu satu tahun | 91.528 | 167.926 | 366.145 | Current maturities |
| Bagian jangka panjang | 476.345 | 1.335.658 | 1.308.282 | Long-term portion |
Biaya perolehan diamortisasi atas pinjaman yang diperoleh adalah sebagai berikut:
The amortized cost of the long-term loans are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pinjaman jangka panjang Biaya bunga yang masih harus dibayar |
567.873 3.543 |
1.503.584 3.695 |
1.674.427 1.126 |
Long-term loans Accrued interest |
| Jumlah | 571.416 | 1.507.279 | 1.675.553 | Total |
Bunga pinjaman yang masih harus dibayar dicatat dalam akun biaya yang masih harus dibayar.
Pada 31 Desember 2020, jadwal pelunasan pokok pinjaman adalah sebagai berikut:
Accrued interest are presented under accrued expenses.
As of Desember 31, 2020, loan principal repayment schedule are as follows:
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk US\$ '000 |
PT Bank OCBC NISP Tbk US\$ '000 |
Pinjaman Berjangka/ Term loan US\$ '000 |
Jumlah/ Total US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|
| Tahun | Year | ||||
| 2021 | 798 | - | 92.586 | 93.384 | 2021 |
| 2022 | 1.063 | - | 92.586 | 93.649 | 2022 |
| 2023 | 1.063 | - | 92.586 | 93.649 | 2023 |
| 2024 | 1.063 | - | 42.586 | 43.649 | 2024 |
| 2025 | 1.063 | - | 226.435 | 227.498 | 2025 |
| 2026 | 1.063 | - | 27.284 | 28.347 | 2026 |
| 2027 | 197 | 504 | - | 701 | 2027 |
| Jumlah pokok | 6.310 | 504 | 574.063 | 580.877 | Total principal |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi |
- | - | (13.004) | (13.004) | Unamortized transaction costs |
| Jumlah pinjaman - bersih | 6.310 | 504 | 561.059 | 567.873 | Total loan - net |
Tingkat bunga utang bank dalam Rupiah adalah 9,50% untuk 31 Desember 2020 (2019: 9% dan 2018: 10,50% sampai 10,75%).
Tingkat bunga utang bank per tahun adalah LIBOR + persentase tertentu. Pembayaran bunga dilakukan secara 3 bulanan.
Interest rate of bank loans in Rupiah is 9.50% for December 31, 2020 (2019: 9% and 2018: 10.50% to 10.75%).
Annual interest rates of bank loans are LIBOR + certain percentage. Interest is payable every 3 months.
Grup telah melakukan pembayaran sebesar US\$ 1.218.121 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: US\$ 692.733 ribu dan 2018: US\$ 795.200 ribu).
Pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018, Grup telah memenuhi syarat-syarat dan kondisi yang ditetapkan bank.
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. CRO.JKO/0074/ KMK/2019 tanggal 19 September 2019, RPU memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp 90 miliar dengan tingkat suku bunga 9,50% dan jangka waktu 72 bulan dan grace period 18 bulan.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 54.445 m2 dan 45 unit tangki yang berdiri di atasnya yang berlokasi di Desa Mangunreja, Pulo Ampel, Serang, Banten dengan Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 32, SHGB No. 34, dan SHGB No.198 atas nama PT Redeco Petrolin Utama dan piutang usaha fidusia sebesar Rp 10 miliar (atau setara dengan US\$ 709 ribu pada 31 Desember 2020).
RPU diwajibkan untuk melaporkan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak dilaksanakan pembagian dividen. Pembagian dividen dapat dilakukan sepanjang RPU memenuhi rasio keuangan berikut:
- Rasio dividen yang dibayarkan/laba bersih tidak boleh melebihi 100%.
- Rasio hutang dengan ekuitas maksimal 200%.
- Debt Service Charge Ratio minimal 120%.
- Ekuitas tidak diperkenankan negatif.
PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk
Berdasarkan Akta Perjanjian Pinjaman No. 4 tanggal 2 Juli 2018, GI memperoleh fasilitas pinjaman berjangka I dan II masing-masing sebesar Rp 170 miliar (atau setara dengan US\$ 12.052 ribu pada 31 Desember 2020) dan Rp 80 miliar (atau setara dengan US\$ 5.671 ribu pada 31 Desember 2020) dengan tingkat suku bunga 9,50% dan jangka waktu 7 tahun.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 5.290 m2 , Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 453, Jaminan Fidusia, dan rekening PT Griya Idola.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi GI untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Debt to Equity Ratio maksimal 1,78x.
- Adjusted Debt Service Coverage Ratio minimal 4,50x.
The Group has made payment totaling US\$ 1,218,121 thousand for the year ended December 31, 2020 (2019: US\$ 692,733 thousand and 2018: US\$ 795,200 thousand).
As of December 31, 2020, 2019 and 2018, the Group is in compliance with the terms and conditions of the loans set by the banks.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Based on the Credit Facility Agreement No. CRO.JKO/0074/KMK/2019 dated September 19, 2019, RPU obtained investment credit facility amounting to Rp 90 billion with annual interest rate of 9.50% and a period of 72 months and grace period 18 months.
The loan facilities are secured by land with an area of 54,445 square metres and 45 tank units in those area that located in Desa Mangunreja, Pulo Ampel, Serang, Banten with Building Use Rights (SHGB) No. 32, SHGB No. 34, and SHGB No.198 on behalf of PT Redeco Petrolin Utama and fiduciary trade receivables amounting to Rp 10 billion (or equivalent with US\$ 709 thousand as of December 31, 2020).
RPU is required to report to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk maximum 30 (thirty) days after dividend distribution. Dividend distribution can be made if RPU comply with the following financial ratios:
- Dividend paid/net income shall not exceed 100%.
- Debt to Equity Ratio shall be maximum 200%.
- Debt Service Charge Ratio shall be minimum of 120%.
- Equity shall not be in negatives.
Based on the Credit Agreement Deed No. 4 dated July 2, 2018, GI obtained term loan facility I and II amounting to Rp 170 billion (or equivalent with US\$ 12,052 thousand as of December 31, 2020) and Rp 80 billion (or equivalent with US\$ 5,671 thousand as of December 31, 2020), respectively, with annual interest rate of 9.50% and a period of 7 years.
The loan facilities are secured by land with an area of 5,290 square metres, Building Use Rights (SHGB) No. 453, fiduciary guarantee and PT Griya Idola's bank accounts.
The agreement contains certain covenants that restrict GI in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- Debt to Equity Ratio shall be maximum 1.78x.
- Adjusted Debt Service Charge Ratio shall be minimum 4.50%.
Pinjaman Dana Reboisasi Reforestation Loans
Pinjaman dana reboisasi merupakan pinjaman yang diperoleh entitas anak yaitu KC dari Departemen Kehutanan Republik Indonesia yang berasal dari dana reboisasi (DR) dan disalurkan melalui Bank Mandiri (Mandiri) untuk membiayai pengembangan hutan tanaman industri entitas anak tersebut. Perjanjian pinjaman DR tersebut juga menyebutkan adanya batasan-batasan seperti yang umumnya terdapat dalam suatu perjanjian kredit. Pinjaman DR tanpa bunga dibayar dengan angsuran setengah tahun.
Pada tanggal 3 Desember 2019, KC telah melunasi seluruh pokok pinjaman sebesar Rp 4 miliar (atau setara dengan US\$ 283 ribu).
Pada tanggal 2 April 2015, GTA memperoleh fasilitas Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB) sebesar Rp 55.000 juta (atau setara dengan US\$ 3.798 ribu pada 31 Desember 2018) dari PT Bank Mayora. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 5 tahun dengan grace period 24 bulan dengan tingkat bunga tetap 10,5% per tahun.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 011/Bitung Jaya dan 016/Bitung Jaya masing-masing seluas 27.185 m2 dan 94.651 m2 yang terletak di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten, yang dimiliki oleh PT Jabar Utama Wood Industry selaku Penjamin. Pada tahun 2018, Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 011/Bitung Jaya tidak menjadi jaminan fasilitas pinjaman ini.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi GTA (sebagai penjamin) untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
Pada tanggal 2 Juli 2019, GTA telah melunasi seluruh pokok pinjaman sebesar Rp 22 miliar (atau setara dengan US\$ 1.556 ribu).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Pada tanggal 29 Agustus 2014, RPU memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp 30 miliar (atau setara dengan US\$ 2.072 ribu pada 31 Desember 2018) dari PT Bank Central Asia Tbk. Fasilitas ini mempunyai jangka waktu 3 tahun dengan grace period 12 bulan dengan Tingkat bunga 11,25% per tahun.
Dana dari fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek pembangunan 11 unit storage tank baru di Jl. Merak, Bojonegara, Serang.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan 1 unit storage terminal termasuk tanah dan bangunan yang berada di Jl. Merak, Serang.
RPU diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio EBITDA/(Interest+Principal) harus minimal sebesar 1x.
- Rasio hutang dengan ekuitas maksimal sebesar 1x.
Reforestation loans represent reforestation fund obtained by the subsidiary namely KC from the Ministry of Forestry of the Republic of Indonesia through Bank Mandiri (Mandiri), to finance the development of the industrial timber plantations of the said a subsidiary. The reforestation loan agreements also include certain covenants, which are normally required for such credit facilities. The non-interest bearing reforestation loans, are repayable in semi-annual installments.
On December 3, 2019, KC has fully paid the principal loan amounting to Rp 4 billion (or equivalent with US\$ 283 thousand).
PT Bank Mayora PT Bank Mayora
On April 2, 2015, GTA obtained Rp 55,000 million (or equivalent with US\$ 3,798 thousand as of December 31, 2018) Installment Loan Facility from PT Bank Mayora. The facility has period time of 5 years with grace period of 24 months with fixed interest rate 10.5% per annum with fixed interest rate 10.5% per annum.
This facility is secured by Building Rights Title Certificates No. 011/Bitung Jaya and 016/Bitung Jaya with an area of approximately 27,185 square metres and 94,651 square metres, respectively, at Bitung Jaya Village, Cikupa Sub-district, Tangerang District, Banten Province, that is owned by PT Jabar Utama Wood Industry as Guarantor. In 2018, Building Rights Title Certificate No. 011/Bitung Jaya was no longer used as security for this facility.
The agreement contains certain covenants that restrict GTA (acting as guarantors) in performing certain acts as stated in the agreement.
On July 2, 2019, GTA has fully paid the principal from loan amounting to Rp 22 billion (or equivalent with US\$ 1,556 thousand).
On August 29, 2014, RPU obtained Rp 30 billion (or equivalent with US\$ 2,072 thousand as of December 31, 2018) Investment Credit Facility from PT Bank Central Asia Tbk. The facility has period of 3 years with grace period of 12 months and annual interest rate of 11.25%.
Proceeds from this facility were utilized to finance the construction of 11 units new storage tank in Jl. Merak, Bojonegara, Serang.
The facility is secured by 1 unit storage terminal including land and building located in Jl. Merak, Serang.
RPU is required to maintain the following financial ratios:
- EBITDA/(Interest+Principal) Ratio shall be minimum 1 time.
- Debt to Equity Ratio shall be maximum 1 time.
Pelunasan pinjaman dibayar setiap bulan secara proposional selama 3 tahun.
Pada tanggal 17 September 2019, RPU telah melunasi seluruh pinjaman tersebut.
Pinjaman Berjangka Term Loans
Rincian dari pinjaman berjangka adalah sebagai berikut:
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
Loan repayments are made on a monthly basis for 3 years proportionally.
On September 17, 2019, RPU has fully paid the loan.
Details of term loans are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pinjaman berjangka US\$ 252.700 ribu US\$ 191.000 ribu |
179.616 160.299 |
- 186.557 |
- - |
Term Loans US\$ 252,700 thousand US\$ 191,000 thousand |
| US\$ 200.000 ribu US\$ 35 juta dan Rp 585.340 juta Tranche A & B US\$ 199.800 ribu US\$ 250.000 ribu US\$ 200.000 ribu US\$ 220.000 ribu |
145.433 75.711 - - - - - |
195.293 - 938.805 136.922 - - - |
- - 1.045.269 156.140 249.149 197.843 23.743 |
US\$ 200,000 thousand US\$ 35 million and Rp 585,340 million Tranche A & B US\$ 199,800 thousand US\$ 250,000 thousand US\$ 200,000 thousand US\$ 220,000 thousand |
| Jumlah pinjaman berjangka Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Pinjaman berjangka - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
561.059 (90.730) 470.329 |
1.457.577 (167.926) 1.289.651 |
1.672.144 (364.372) 1.307.772 |
Total term loans Current maturities Term loans - net of current maturities |
Pinjaman Berjangka US\$ 252,7 Juta US\$ 252.7 Million Term Loan
Pada tanggal 5 Agustus 2020, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman bank dengan jumlah maksimal US\$ 252.700 ribu dari Bangkok Bank Public Company Limited dengan tingkat suku bunga tahunan mengambang masing-masing sebesar LIBOR 3 bulan + persentase tertentu dengan jangka waktu 60 bulan. Dana tersebut merupakan bagian dari struktur pendanaan proyek di IRT. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan saham yang dimiliki Perusahaan pada CAP, Debt Service Reserve Account dan Dividend Collection Account. Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
On August 5, 2020, the Company obtained bank loan with maximum facility amount of US\$ 252,700 thousand from Bangkok Bank Public Company Limited with annual floating interest rate of LIBOR 3 months + certain percentage with period of 60 months. The funds are portion of project financing structure in IRT. This loan facility is secured by using shares owned by the Company in CAP, Debt Service Reserve Account and Dividend Collection Account. Details of this term-loan are as follows:
| Bank | 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
Bank |
|---|---|---|
| Bangkok Bank Public Company Limited | 183.849 | Bangkok Bank Public Company Limited |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi | (4.233) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 179.616 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun | - | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 179.616 | Long-term portion |
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi Perusahaan untuk tidak melakukan halhal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas harus setiap saat tidak melebihi 2.00 : 1.
- Pinjaman bersih pada EBITDA konsolidasi tidak melebihi 4,50 : 1.
The agreement contains certain covenants that restrict the Company in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- the ratio total liabilities to total equity shall at all times not exceed 2.00 : 1.
- Net Debt to Consolidated EBITDA shall not exceed 4.50 : 1.
Pinjaman Berjangka US\$ 191 Juta US\$ 191 Million Term Loan
Pada tanggal 17 Desember 2018, CAP memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dengan nilai US\$ 191.000 ribu dengan Japan Bank for International Cooperation, Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) dan BNP Paribas. BNP Paribas cabang Tokyo bertindak sebagai agen fasilitas. NEXI akan memberikan perlindungan asuransi untuk tranche dari BNP Paribas. PT Styrindo Mono Indonesia dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia bertindak sebagai penjamin.
CAP telah memberikan surat pemberitahuan kepada agen fasilitas sehubungan dengan penggabungan usaha CAP dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia yang efektif per 1 Januari 2020.
Dana dari fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai pembangunan Pabrik Polyethylene baru berkapasitas 400 KTA yang telah beroperasi pada November 2019.
Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: The balances of the loans are as follows:
On December 17, 2018, CAP obtained Term Facility Credit amounting to US\$ 191,000 thousand with Japan Bank for International Cooperation, Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) and BNP Paribas. BNP Paribas branch Tokyo acts as facility agent. NEXI will provide insurance cover for the tranche from BNP Paribas. PT Styrindo Mono Indonesia and PT Petrokimia Butadiene Indonesia act all guarantors.
CAP has submitted the notification letter to facility agent regarding the merger between CAP and PT Petrokimia Butadiene Indonesia that was effective on January 1, 2020.
Proceeds from this facility were utilized to finance the construction of new Polyethylene Plant that will have a capacity of 400 KTA that has started its operation on November 2019.
| 31 Desember/December 31, | |||
|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Japan Bank for International | Japan Bank for International | ||
| Cooperation ("JBIC") | 98.228 | 114.600 | Cooperation ("JBIC") |
| BNP Paribas (NEXI Covered Lenders) | 65.486 | 76.400 | BNP Paribas (NEXI Covered Lenders) |
| Jumlah | 163.714 | 191.000 | Total |
| Biaya perolehan pinjaman yang | |||
| belum diamortisasi | (3.415) | (4.443) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 160.299 | 186.557 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh | |||
| tempo dalam satu tahun | (27.286) | (27.286) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 133.013 | 159.271 | Long-term portion |
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak (sebagai penjamin) untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio Interest Service Coverage di atas 1,75: 1.
- Rasio jumlah pinjaman terhadap kapitalisasi tidak melebihi 50%.
- Terkait pembayaran dividen :
- a. Jika Debt Service Charge Ratio melebihi 1,25, maka pembayaran dividen tidak boleh melebihi laba bersih.
- b. Jika Debt Service Charge Ratio tidak melebihi 1,25, maka pembayaran dividen tidak boleh melebihi 50% dari laba bersih.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries (acting as guarantors) in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratios:
- Interest Service Coverage Ratio shall be greater than 1.75: 1.
- Total Debt to Capitalization Ratio shall not exceed 50%.
- In relation to payment of dividends :
- a. If Debt Service Charge Ratio is greater than or equal to 1.25, payment of dividends shall not exceed net income.
- b. If Debt Service Charge Ratio is lower than 1.25, payment of dividends shall not exceed 50% of net income.
Pelunasan pinjaman dilakukan dalam 14 kali cicilan, dengan jadwal sebagai berikut:
Loan repayments are made in 14 installments, with the following schedule:
| Bulan setelah tanggal perjanjian/ Months after date of agreement Months |
Pelunasan pokok pinjaman/ Repayment of principal % |
|---|---|
| 6 | 7,14 |
| 12 | 7,14 |
| 18 | 7,14 |
| 24 | 7,14 |
| 30 | 7,14 |
| 36 | 7,14 |
| 42 | 7,14 |
| 48 | 7,14 |
| 54 | 7,14 |
| 60 | 7,14 |
| 66 | 7,14 |
| 72 | 7,14 |
| 78 | 7,14 |
| Terminated date | 7,14 |
| Jumlah/Total | 100 |
Pinjaman Berjangka US\$ 200 Juta US\$ 200 Million Term Loan
Pada tanggal 19 Desember 2019, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman bank dengan jumlah maksimal US\$ 200.000 ribu dari Bangkok Bank Public Company Limited dengan tingkat suku bunga tahunan mengambang masing-masing sebesar LIBOR 3 bulan + persentase tertentu dengan jangka waktu 60 bulan. Dana tersebut digunakan untuk membayarkan Pinjaman Berjangka US\$ 200 juta. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan saham yang dimiliki Perusahaan pada CAP. Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
On December 19, 2019, the Company obtained bank loan with maximum facility amount of US\$ 200,000 thousand from Bangkok Bank Public Company Limited. The funds will be used to repay US\$ 200 Million Term Loan with annual floating interest rate of LIBOR 3 months + certain percentage with period of 60 months. This loan facility is secured by using shares owned by the Company in CAP. Details of this term-loan are as follows:
| Bank | 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
Bank |
|---|---|---|---|
| Bangkok Bank Public Company Limited | 150.000 | 200.000 | Bangkok Bank Public Company Limited |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi | (4.567) | (4.707) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 145.433 | 195.293 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun | (48.144) | (48.170) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 97.289 | 147.123 | Long-term portion |
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi Perusahaan untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas harus setiap saat tidak melebihi 2.00 : 1.
- Pinjaman bersih pada EBITDA konsolidasi tidak melebihi 4,00 : 1 sampai dengan tahun 31 Desember 2021 dan setelahnya menjadi 4,50 : 1.
The agreement contains certain covenants that restrict the Company in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- the ratio total liabilities to total equity shall at all times not exceed 2.00 : 1.
- Net Debt to Consolidated EBITDA not exceed 4.00 : 1 until December 31, 2021 and thereafter 4.50 : 1.
Pelunasan pinjaman dilakukan dalam 4 kali cicilan, dengan jadwal sebagai berikut:
| Bulan setelah | Pelunasan |
|---|---|
| tanggal perjanjian/ | pokok pinjaman/ |
| Months after | Repayment |
| date of agreement | of principal |
| Months | US\$' 000 |
| 12 | 50.000 |
| 24 | 50.000 |
| 36 | 50.000 |
| 48 | 50.000 |
| Jumlah/Total | 200.000 |
Pinjaman Berjangka US\$ 35 Juta dan Rp 585.340 Juta
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 3 tanggal 15 Mei 2020, CAP memperoleh Fasilitas Pinjaman Berjangka sebesar US\$ 35 juta dan Rp 585.340 juta dari PT Bank Permata Tbk dengan tingkat suku bunga tahunan mengambang masing-masing sebesar LIBOR 3 bulan + persentase tertentu dan JIBOR 3 bulan + persentase tertentu dengan jangka waktu 60 bulan dan grace period 6 bulan.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan untuk membiayai kebutuhan CAP dan entitas anak secara umum, mencakup biaya modal, beban operasional dan kebutuhan pendanaan kembali.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak (sebagai penjamin) untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio Consolidated Interest-Bearing Loan to Equity tidak melebihi 100%.
Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: The balances of the loans are as follows:
Loan repayments are made in 4 installments, with the following schedule:
| pokok pinjaman/ | ||
|---|---|---|
| Repayment | ||
| of principal | ||
| 50.000 | ||
| 50.000 | ||
| 50.000 | ||
| 50.000 | ||
US\$ 35 Million and Rp 585,340 Million Term Loan
Based on the Deed of Credit Agreement No. 3 dated May 15, 2020, CAP obtained a Term Loan Facility amounting to US\$ 35 million and Rp 585,340 million from PT Bank Permata Tbk with annual floating interest rate of LIBOR 3 months + certain percentage and JIBOR 3 months + certain percentage, respectively with period of 60 months and grace period of 6 months.
Proceeds from the loan were utilized to finance CAP and its subsidiaries general needs which cover capital expenditure, operating expenses and financing requirements.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries (act as guarantors) in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining Total Consolidated Interest-Bearing Loan to Equity Ratio shall not exceed 100%.
| 31 Desember/ December 31, |
||
|---|---|---|
| 2020 US\$ '000 |
||
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman yang |
76.500 | Total |
| belum diamortisasi | (789) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 75.711 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
(15.300) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 60.411 | Long-term portion |
Pelunasan pinjaman dilakukan dalam 10 kali cicilan, dengan jadwal sebagai berikut:
Loan repayments are made in 10 installments, with the following schedule:
| Bulan setelah tanggal perjanjian/ Months after date of agreement |
Pelunasan pokok pinjaman/ Repayment of principal |
|---|---|
| Months | % |
| 12 | 10 |
| 18 | 10 |
| 24 | 10 |
| 30 | 10 |
| 36 | 10 |
| 42 | 10 |
| 48 | 10 |
| 54 | 10 |
| 60 | 10 |
| 66 | 10 |
| Jumlah/Total | 100 |
Pinjaman Berjangka Tranche A dan B Tranche A and B Term Loan
Pada tanggal 22 Desember 2016, SEG-SD B.V. menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka untuk fasilitas komitmen Tranche A dan Tranche B masing-masing sebesar US\$ 1.250.000 ribu dan US\$ 700.000 ribu, dan jatuh tempo lima tahun dari tanggal utilisasi, masing-masing yaitu 22 Desember 2021 dan 22 Desember 2026 untuk Tranche A dan Tranche B.
- Pemanfaatan pertama Tranche A, (i) mendanai, sebagian, harga pembelian untuk Akuisisi (Kepentingan pengendali), (ii) mendanai Rekening Giro, dan (iii) membayar fee, biaya dan beban sehubungan dengan Fasilitas dan Biaya Perolehan dan jumlahnya tidak melebihi US\$ 1.230.000 ribu.
- Pemanfaatan kedua Tranche A, untuk mendanai, sebagian, harga pembelian untuk Akuisisi (Kepentingan nonpengendali) dan dalam jumlah tidak melebihi US\$ 20.000 ribu.
- Tranche B, (i) membiayai pelunasan semua Pinjaman Tranche A yang beredar pada tahun 2021 dan (ii) mendanai Rekening Cadangan. Biaya pembatalan sebesar 1,25% akan diterapkan, jika (1) Pinjaman Tranche A dilunasi dari setiap fasilitas pembiayaan yang dilakukan oleh peminjam selain fasilitas Tranche B (2) sebagai akibat dari pengalokasi kembali total komitmen Tranche B berdasarkan perjanjian dengan pemberi pinjaman lainnya yang hanya berkomitmen untuk menyediakan fasilitas Tranche A pada tanggal perjanjian, dan (3) mengikuti tanggal pemanfaatan Tranche B tetapi sebelum tahun pertama dari tanggal pemanfaatan Tranche B, jika peminjam membiayai Tranche B dengan fasilitas baru.
Dengan mengacu pada perjanjian pinjaman, SEGD II dan SEGSL masing-masing menjadi Peminjam Tambahan pada tanggal Debt Push Down yang bersangkutan.
Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan rekening offshore charges (selain PT CGSS dan PT DGI), jaminan rekening (SEG-SD B.V.), jaminan saham (SEG-SD B.V.), jaminanjaminan saham (selain PT CGSS dan PT DGI), the English assignment of contract rights (SEG-SD B.V., SEGSL dan SEGD-II, jaminan rekening onshore (selain PT CGSS), sertifikat fidusia SEGSL dan SEGD-II dan the assignment of contract rights (Indonesian Law) of SEGSL and SEGSD-II.
Pada tanggal 23 Maret 2017, Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka yang Diamendemen dan Disajikan Kembali telah ditandatangani dengan perubahan pada tanggal finalisasi (yaitu menjadi tanggal 23 Maret 2017) dan jadwal pelunasan.
On December 22, 2016, SEG-SD B.V. entered into a secure term loan facility agreement for facilities commitment of Tranche A and Tranche B amounting to US\$ 1,250,000 thousand and US\$ 700,000 thousand, respectively, and are due 5 years from utilization date, which is December 22, 2021 and December 22, 2026 for Tranche A and Tranche B, respectively.
Berikut adalah tujuan dari Tranche A dan B: Following are the purposes of the Tranche A and B:
- Tranche A first utilization, (i) to fund, in part, the purchase price for the Acquisition (Controlling Interest), (ii) to fund the Reserve Accounts, and (iii) to pay fees, costs and expenses in relation to the Facility and Acquisition Costs and shall be in an amount not to exceed US\$ 1,230,000 thousand.
- Tranche A second utilization, to fund, in part, the purchase price for the Acquisition (Minority Interest) and shall be in an amount not to exceed US\$ 20,000 thousand.
- Tranche B, (i) to finance the repayment of all outstanding Tranche A Loans in 2021 and (ii) to fund the Reserve Accounts. The cancellation fees at the rate of 1.25% will be applied, if (1) the Tranche A Loan is repaid from the proceeds of any refinancing facility entered into by the Borrowers other than the Tranche B Facility (2) as a result of the reallocation of the total commitment with respect to Tranche B under the Facility Agreement to any other Lender who was only committed to provide the Tranche A facility as at the date of the Facility Agreement, and (3) Following the Tranche B Utilisation Date but before the first anniversary of the Tranche B Utilisation Date, if the Borrower refinances Tranche B with a new facility.
With reference to the loan agreement, SEGD-II and SEGSL to each become an Additional Borrower on the relevant Debt Push Down Date.
This loan facility is secured by using offshore charges account (exclude PT CGSS and PT DGI), accounts guarantee (SEG-SD B.V.), shares guarantee (SEG-SD B.V.), Shares guarantee (exclude PT CGSS and PT DGI), the English assignment of contrat rights (SEG-SD B.V., SEGSL and SEGD-II, onshore accounts guarantee (exclude PT CGSS), fiducia certificate of SEGSL and SEGD-II and the assignment of contract rights (Indonesian Law) of SEGSL and SEGSD-II.
On March 23, 2017, the Amended and Restated Secured Term Loan Facility Agreement was signed with the changes on the finalization date (i.e.; March 23, 2017) and repayment schedules.
Pemanfaatan pertama terjadi pada tanggal 30 Maret 2017 sebesar US\$ 1.230.000 ribu. Total uang yang diterima adalah US\$ 1.195.319 ribu setelah memperhitungkan biaya pendanaan sebesar US\$ 34.681 ribu. Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan akuisisi saham Chevron di blok panas bumi Darajat, Salak dan Suoh Sekincau.
Pada tanggal 26 April 2017, Pinjaman ini secara efektif diturunkan ke SEGSL dan SEGD-II dengan jumlah keseluruhan masing-masing sebesar US\$ 750.000 ribu dan US\$ 480.000 ribu.
Berikut adalah pemberi fasilitas pinjaman: The following are the loan facility lenders:
The first utilization was on March 30, 2017 amounting to US\$ 1,230,000 thousand. The total cash received was US\$ 1,195,319 thousand after taking into account the financing costs of US\$ 34,681 thousand. Such fund was used to settle up the acquisition of Chevron's shares on Darajat, Salak and Suoh Sekincau Geothermal blocks.
On April 26, 2017, this Loan was effectively pushed down to SEGSL and SEGD-II with total amount to be novated of US\$ 750,000 thousand and US\$ 480,000 thousand, respectively.
| Bank | 31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
Bank |
|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Pemberi pinjaman | Lenders | ||
| Bank of Philippine Island | 305.910 | 342.815 | Bank of Philippine Islands |
| Bangkok Bank Limited | 267.673 | 299.963 | Bangkok Bank Limited |
| Rizal Comercial Banking Corporation | 95.598 | 107.130 | Rizal Comercial Banking Corporation |
| BDO Unibank, Inc | 57.359 | 64.275 | BDO Unibank, Inc |
| Bank of China | 57.359 | 64.278 | Bank of China |
| MUFG Bank, Ltd | 57.359 | 64.278 | MUFG Bank, Ltd |
| DBS Bank Ltd. | 57.359 | 64.278 | DBS Bank Ltd. |
| Sumitomo Mitsui Banking Corporation | 36.203 | 40.571 | Sumitomo Mitsui Banking Corporation |
| Bayfront Infrastructure Capital Pte. Ltd. | 21.155 | 23.707 | Bayfront Infrastructure Capital Pte. Ltd. |
| Jumlah | 955.975 | 1.071.295 | Total |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi |
(17.170) | (26.026) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 938.805 | 1.045.269 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo | |||
| dalam satu tahun | (62.500) | (71.500) | Less current maturities |
| Bagian jangka panjang | 876.305 | 973.769 | Long-term portion |
Pemanfaatan kedua Tranche A dan B pada tanggal 19 September 2017 adalah sebesar US\$ 20.000 ribu. Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan akuisisi 95% saham PT DGI yang dimiliki oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk.
SEGHPL dan entitas anak, berdasarkan perjanjian pinjamannya, tunduk pada berbagai persyaratan, antara lain untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman sebelum melakukan transaksi tertentu seperti merger, akuisisi, likuidasi atau perubahan status dan Anggaran Dasar, mengurangi jumlah modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh; pembatasan pemberian pinjaman kepada pihak ketiga; negative pledges, dengan pengecualian tertentu; pembatasan perubahan aktivitas bisnis utama; mengumumkan dan membayar dividen; menebus, membeli kembali, menolak, menarik atau membayar kembali modal sahamnya atau memutuskan untuk melakukannya; pembatasan pemberian jaminan dan ganti rugi sehubungan dengan kewajiban setiap orang dan persyaratan untuk mematuhi rasio keuangan tertentu.
The Tranche A and B second utilization was drawn on September 19, 2017 amounting to US\$ 20,000 thousand. Such fund was used to settle up the acquisition of 95% PT Austindo Nusantara Jaya Tbk's shares in PT DGI.
SEGHPL and its subsidiaries, under its loan agreements, is subject to various covenants, among others to obtain written approval from the lenders before entering into certain transactions such as mergers, acquisitions, liquidation or change in status and Articles of Association, reducing the authorized, issued and fully paid capital; restrictions on lending money to third parties; negative pledges, with certain exceptions; restrictions on change in core business activities; declaring and paying dividends; redeem, repurchase, defease, retire or repay any of its share capital or resolve to do so; restriction on allowing guarantees and indemnities in respect of any obligation of any person and requirement to comply with certain financial ratios.
Pinjaman ini juga mewajibkan Peminjam untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu seperti:
- Rasio Leverage tidak melebihi:
- 1) 6,00:1 dari tanggal pengujian awal sampai tanggal pengujian segera setelah ulang tahun pertama
- 2) 5,50:1 dari tanggal pengujian segera setelah ulang tahun pertama sampai tanggal pengujian segera jatuh setelah ulang tahun ketiga
- 3) 4,50:1 sampai dengan tanggal tengah tahunan terakhir
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) tidak kurang dari 1,20 : 1
- Senior Interest Cover tidak kurang dari 3:1
- Debt to Equity Ratio tidak lebih dari 70:30, setelah tanggal pembayaran akhir Tranche A, 50:50.
Pada tanggal 21 Oktober 2020, SEG-SD B.V. melunasi seluruh pokok dan bunga utang bank. Sebagai akibat dari pembayaran tersebut, biaya ditangguhkan yang belum diamortisasi dari utang bank sebesar US\$ 17.170 ribu dan denda untuk pembatalan Tranche B sebesar US\$ 4.000 ribu dibebankan pada laba rugi tahun 2020 dan dimasukkan dalam "beban keuangan" dalam laporan laba rugi.
Pinjaman Berjangka US\$ 199,8 Juta US\$ 199.8 Million Term Loan
Pada tanggal 28 November 2016, CAP memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar US\$ 199.800 ribu dari beberapa kreditur yaitu Bangkok Bank Public Company Limited, cabang Jakarta; The Siam Commercial Bank Public Company Limited; PT Bank DBS Indonesia, DBS Bank Ltd; PT Bank HSBC Indonesia (d/h The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited), cabang Jakarta; PT Bank ICBC Indonesia; dan PT Bank BNP Paribas Indonesia. PT Bank DBS Indonesia bertindak sebagai agen fasilitas. PT Styrindo Mono Indonesia, PT Petrokimia Butadiene Indonesia dan Altus Capital Pte., Ltd (sekarang Chandra Asri Trading Company Pte., Ltd. bertindak sebagai penjamin.
Dana dari fasilitas pinjaman ini digunakan untuk melakukan pelunasan seluruh Pinjaman Berjangka US\$ 265.000 ribu.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan rekening dalam negeri CAP, jaminan fidusia atas asuransi, jaminan fidusia atas aset bergerak, rekening Debt Service Reserve Account, saham Altus Capital Pte., Ltd, saham PT Petrokimia Butadiene Indonesia, hipotik atas tanah peringkat ketiga, hipotik atas tanah peringkat keenam, aset bergerak PT Styrindo Mono Indonesia, dan jaminan fidusia atas klaim asuransi PT Styrindo Mono Indonesia.
This loan also requires the borrowers to maintain certain financial ratios such as:
- Leverage ratio shall not exceed:
- 1) 6.00:1 from initial Testing Date until one year after Testing Date
- 2) 5.50:1 from one year after Testing Date until third year after Testing Date
- 3) 4.50:1 until the middle of the final year
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) shall not be less than 1.20 : 1
- Senior Interest Cover shall not be less than 3:1
- Debt to Equity Ratio not exceed 70:30, after the final Tranche A repayment date, 50:50.
On October 21, 2020, SEG-SD B.V. fully repaid the principal and outstanding interest of the Bank. As a result of such payment, the unamortised deferred financing cost of the bank loan amounting to US\$ 17,170 thousand and the penalties for cancellation of Tranche B amounting to US\$ 4,000 thousand are charged to profit loss in 2020 and included in "Finance costs" in the statement of profit or loss.
On November 28, 2016, CAP obtained Term Facility Credit amounting to US\$ 199,800 thousand from the following lenders: Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta branch; The Siam Commercial Bank Public Company Limited; PT Bank DBS Indonesia; DBS Bank Ltd.; PT Bank HSBC Indonesia (formerly The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited), Jakarta Branch; PT Bank ICBC Indonesia; and PT Bank BNP Paribas Indonesia. PT Bank DBS Indonesia acts as facility agent. PT Styrindo Mono Indonesia, PT Petrokimia Butadiene Indonesia and Altus Capital Pte., Ltd (currently Chandra Asri Trading Company Pte., Ltd.) act as guarantors.
Proceeds from this facility were utilized to pay all outstanding amounts of US\$ 265,000 thousand Term Loan.
The facility is secured by, among others, CAP's onshore accounts, Fiducia Security on Insurances, Fiducia Security on Movable Assets, Debt Service Reserve Account, pledged over shares of Altus Capital Pte., Ltd, pledge over shares of PT Petrokimia Butadiene Indonesia, Third Rank Land Mortgages, Sixth Rank Land Mortgages, Movable Assets of PT Styrindo Mono Indonesia, and Fiducia Security of PT Styrindo Mono Indonesia's insurance claims.
Pada tanggal 9 Maret 2020, telah ditandatangani perjanjian tambahan kedua atas fasilitas pinjaman ini, dimana sejak tanggal efektif penggabungan usaha CAP dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia, PT Petrokimia Butadiene Indonesia akan berhenti menjadi pihak dalam perjanjian fasilitas dan berhenti menjadi pihak penjamin.
Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: The balances of the loans are as follows:
On March 9, 2020, a second supplement agreement on the credit facility has been signed, which stated that since the effective date of the merger between CAP and PT Petrokimia Butadiene Indonesia, PT Petrokimia Butadiene Indonesia will cease to be a party and a guarantor in the facility agreement.
| 31 Desember/December 31, | |||
|---|---|---|---|
| 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| The Siam Commercial Bank | The Siam Commercial Bank Public | ||
| Public Company Limited | 42.000 | 48.000 | Company Limited |
| Bangkok Bank Public Company | Bangkok Bank Public Company | ||
| Limited (Jakarta) | 42.000 | 48.000 | Limited (Jakarta) |
| PT Bank HSBC Indonesia | 17.500 | 20.000 | PT Bank HSBC Indonesia |
| PT Bank ICBC Indonesia | 17.500 | 20.000 | PT Bank ICBC Indonesia |
| PT Bank DBS Indonesia | 7.000 | 8.000 | PT Bank DBS Indonesia |
| DBS Bank Ltd., Singapura | 7.000 | 8.000 | DBS Bank Ltd., Singapore |
| PT Bank BNP Paribas Indonesia | 6.860 | 7.840 | PT Bank BNP Paribas Indonesia |
| Jumlah | 139.860 | 159.840 | Total |
| Biaya perolehan pinjaman yang | |||
| belum diamortisasi | (2.938) | (3.700) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 136.922 | 156.140 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh | |||
| tempo dalam satu tahun | (29.970) | (19.980) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 106.952 | 136.160 | Long-term portion |
CAP juga diwajibkan untuk menjaga saldo tertentu pada Debt Service Accrual Account yang ditempatkan pada PT Bank DBS Indonesia dan Bangkok Bank Public Company Limited, cabang Jakarta dan Debt Service Reserve Account yang ditempatkan pada PT Bank DBS Indonesia (Catatan 18).
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak (sebagai penjamin) untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio Interest Service Coverage diatas 1,75: 1.
- Rasio jumlah pinjaman terhadap kapitalisasi tidak melebihi 50%.
- Terkait pembayaran dividen :
- a. Jika Debt Service Charge Ratio melebihi 1,25, maka pembayaran dividen tidak boleh melebihi laba bersih.
- b. Jika Debt Service Charge Ratio tidak melebihi 1,25, maka pembayaran dividen tidak boleh melebihi 50% dari laba bersih.
Pada bulan Juli 2020, CAP telah melunasi semua pokok pinjaman tersebut.
CAP is also required to maintain certain balance of Debt Service Accrual Account placed in PT Bank DBS Indonesia and Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta branch, and Debt Service Reserve Account placed in PT Bank DBS Indonesia (Note 18).
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries (acting as guarantors) in performing certain acts as stated in the agreement and maintain the following financial ratios:
- Interest Service Coverage Ratio shall be greater than 1.75: 1.
- Total Debt to Capitalization Ratio shall not exceed 50%.
- In relation to payment of dividends :
- a. If Debt Service Charge Ratio is greater than or equal to 1.25, payment of dividends shall not exceed net income.
- b. If Debt Service Charge Ratio is lower than 1.25, payment of dividends shall not exceed 50% of net income.
In July 2020, CAP has fully paid the term loan.
Pinjaman Berjangka US\$ 250 Juta US\$ 250 Million Term Loan
Pada tanggal 24 Maret 2017, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman bank dengan jumlah maksimal sebesar US\$ 250.000 ribu dari Bangkok Bank Public Company Limited dan jangka waktu 18 bulan. Dana tersebut digunakan untuk membayarkan pinjaman sebelumnya sebesar US\$ 60.000 ribu dan juga digunakan sebagai uang muka investasi Star Energy Group Holding Pte Ltd. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan saham yang dimiliki Perusahaan pada CAP. Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
On March 24, 2017, the Company obtained bank loan with a maximum facility amount of US\$ 250,000 thousand from Bangkok Bank Public Company Limited and with a term of 18 months. The funds were used for the repayment of the previous term loan amounting to US\$ 60,000 thousand and as an advance on investment in Star Energy Group Holdings Pte Ltd. This loan facility is secured by using shares owned by the Company in CAP. Details of this term-loan are as follows:
| 31 Desember/ December 31, |
||
|---|---|---|
| Bank | 2018 | Bank |
| US\$ '000 | ||
| Bangkok Bank Public Company Limited (Jakarta) | 250.000 | Bangkok Bank Public Company Limited (Jakarta) |
| Biaya perolehan pinjaman yang | ||
| belum diamortisasi | (851) | Unamortized transaction costs |
| Bersih - jatuh tempo dalam satu tahun | 249.149 | Net - current maturity |
Pada tanggal 23 Maret 2018 terdapat perubahan perjanjian Fasilitas dengan memperpanjang tanggal pelunasan dimana 50% jatuh tempo 24 bulan dari tanggal peminjaman dan 50% jatuh tempo pada 30 bulan.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi Perusahaan untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Security Cover (Daily) Ratio diatas 2 : 1.
- Net Debt to Adjusted EBITDA tidak melebihi 3 : 1.
Pada bulan Januari 2019, Perusahaan telah melunasi seluruh fasilitas pinjaman ini.
Pinjaman Berjangka US\$ 200 Juta US\$ 200 Million Term Loan
Pada tanggal 15 Nopember 2018, Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman bank dengan jumlah maksimal US\$ 200.000 ribu. PT Bank DBS Indonesia bertindak sebagai agen fasilitas. Dana tersebut digunakan untuk membayarkan Pinjaman Berjangka US\$ 250 juta. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan saham yang dimiliki Perusahaan pada CAP. Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
On March 23, 2018, there was a change in Facility Agreement to extend the loan repayment maturity date, wherein 50% is due within 24 months from the agreement date and 50% is due within 30 months.
The agreement contains certain covenants that restrict the Company in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- Security Cover (Daily) Ratio above 2 : 1.
- Net Debt to Adjusted EBITDA not exceed 3 : 1.
In January 2019, the Company has fully paid the term loan.
On November 15, 2018, the Company obtained bank loan with maximum facility amount of US\$ 200,000 thousand. PT Bank DBS Indonesia acts as facility agent. The funds will be used to repay US\$ 250 Million Term Loan. This loan facility is secured by using shares owned by the Company in CAP. Details of this term-loan are as follows:
| Bank | 31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
Bank |
|---|---|---|
| Barclays Banks PLC | 50.000 | Barclays Banks PLC |
| DBS Bank Ltd. | 35.000 | DBS Bank Ltd. |
| PT Bank DBS Indonesia | 50.000 | PT Bank DBS Indonesia |
| CTBC Bank Co., Ltd | 20.000 | CTBC Bank Co., Ltd |
| First Commercial Bank | 20.000 | First Commercial Bank |
| ICICI Bank Limited, Cabang Singapura | 15.000 | ICICI Bank Limited, Singapore Branch |
| Chailease International Financial Service Co, Ltd | 10.000 | Chailease International Financial Service Co, Ltd |
| Jumlah | 200.000 | Total |
| Biaya perolehan pinjaman yang | ||
| belum diamortisasi | (2.157) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 197.843 | Net |
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi Perusahaan untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Security Cover (Daily) Ratio diatas 2 : 1.
- Net Debt to Consolidated EBITDA tidak melebihi 4,5 : 1.
Pada bulan Desember 2019, Perusahaan telah melunasi semua pokok pinjaman tersebut.
Pinjaman Berjangka US\$ 220 Juta US\$ 220 Million Term Loan
Pada tanggal 29 September 2012, CAP menandatangani Fasilitas Pinjaman Berjangka sampai dengan nilai US\$ 220.000 ribu dengan The Siam Commercial Public Company Limited dan Bangkok Bank Public Company Limited (Cabang Jakarta). Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut:
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
The agreement contains certain covenants that restrict the Company in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- Security Cover (Daily) Ratio above 2 : 1.
- Net Debt to Consolidated EBITDA not exceed 4.5 : 1.
In December 2019, the Company has fully paid the term loan.
On September 29, 2012, CAP signed a Term Facility Credit Agreement of US\$ 220,000 thousand with The Siam Commercial Bank Public Company Limited and Bangkok Bank Public Company Limited Jakarta branch. The balances of the loans are as follows:
| 31 Desember/ December 31, |
|||
|---|---|---|---|
| Bank | 2018 | Bank | |
| US\$ '000 | |||
| The Siam Commercial Bank Public Company Limited Bangkok Bank Public Company |
14.400 | The Siam Commercial Bank Public Company Limited Bangkok Bank Public Company |
|
| Limited, cabang Jakarta | 12.000 | Limited, Jakarta branch | |
| Jumlah | 26.400 | Total | |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi |
(2.657) | Unamortized transaction costs | |
| Bersih Dikurangi bagian yang jatuh |
23.743 | Net | |
| tempo dalam satu tahun | (23.743) | Less current maturity | |
| Bagian jangka panjang | - | Long-term portion |
Bangkok Bank Public Company Limited, cabang Jakarta bertindak sebagai agen fasilitas dan DB Trustee (Hongkong) Limited bertindak sebagai agen jaminan. PT Petrokimia Butadiene Indonesia, PT Styrindo Mono Indonesia dan Altus Capital Pte., Ltd., bertindak sebagai penjamin.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan sebagai berikut :
- Pembelian kembali seluruh sisa 12,875% Senior Secured Guaranteed Notes.
- Pembayaran sebagian fasilitas pinjaman berjangka yang telah ada dan biaya-biaya terkait.
Pinjaman ini dijamin antara lain dengan asuransi jaminan fidusia atas aset bergerak, hipotik atas tanah dan hipotik atas tanah peringkat pertama, rekening dalam dan luar negeri CAP yang ditempatkan pada pemberi pinjaman dan saham Altus Capital Pte., Ltd.
Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta branch acts as facility agent and DB Trustee (Hongkong) Limited acts as the security agent. PT Petrokimia Butadiene Indonesia, PT Styrindo Mono Indonesia and Altus Capital Pte., Ltd. act as guarantors.
Proceeds from the loan were utilized as follows:
- Buyback all outstanding 12.875% Senior Secured Guaranteed Notes.
- Partial payment of the existing term loan facility and related costs.
The facility is secured by, among others, Insurances Fiducia Security on Movable Assets, Fiducia Security on Land Mortgages and First Rank Land Mortgages, Pledge Over Onshore and Offshore Accounts placed on the Lenders, and pledged over shares of Altus Capital Pte., Ltd.
CAP juga diwajibkan untuk menjaga saldo tertentu pada Debt Service Accrual Account yang ditempatkan pada PT Bank DBS Indonesia dan Bangkok Bank Public Company Limited, cabang Jakarta, dan Debt Service Reserve Account yang ditempatkan pada PT Bank DBS Indonesia (Catatan 18).
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak (sebagai penjamin) untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan tertentu sebagai berikut:
- Rasio Interest Service Coverage diatas 1,75 : 1.
- Rasio jumlah pinjaman terhadap kapitalisasi tidak melebihi 50%.
Pada bulan Maret 2019, CAP telah melunasi semua pokok pinjaman tersebut.
Pada tanggal 16 Januari 2019, BWL mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan jumlah maksimal US\$ 125.000 ribu dengan jangka waktu 24 bulan dan tingkat bunga tetap 6,5% per tahun. Dana tersebut digunakan untuk membayarkan pembiayaan capital expenditure terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 dengan kapasitas 2x1000 MW yang berlokasi di Desa Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, provinsi Banten. Fasilitas pinjaman ini dijaminkan dengan menggunakan saham yang dimiliki group Barito dan beberapa bidang tanah milik BWL.
Pada tanggal 9 Agustus 2019, BWL telah melakukan pembayaran utang sebesar US\$ 80.000 ribu.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi BWL untuk tidak melakukan hal-hal yang tercantum dalam perjanjian dan memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Current Ratio minimal 1,00 kali, setelah BWL beroperasi komersial.
- Debt Equity Ratio maksimum 2,50 kali
- Debt Service Coverage minimal 100%, setelah BWL beroperasi komersial.
Pada 10 Juli 2020, BWL telah melunasi seluruh pinjamannya.
CAP is also required to maintain certain balance of Debt Service Accrual Account placed in PT Bank DBS Indonesia and Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta branch and Debt Service Reserve Account placed in PT Bank DBS Indonesia (Note 18).
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries (acting as guarantors) in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratios:
- Interest Service Coverage ratio shall be greater than 1.75 : 1.
- Total Debt to Capitalization Ratio shall not exceed 50%.
In March 2019, CAP has fully paid the term loan.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
On January 16, 2019, BWL obtained loan facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) with maximum amount of US\$ 125,000 thousand with a term of 24 months and fixed interest rate of 6.5% per annum. The fund is used to pay for capital expenditure financing related to the construction of Java 9 and 10 Steam Power Plant (PLTU) with a capacity of 2x1000 MW located in Suralaya Village, Pulomerak District, Cilegon City, Banten province. This loan facility is secured by using shares owned by the Barito group and several land parcels owned by BWL.
On August 9, 2019, BWL has made payment of loans amounting to US\$ 80,000 thousand.
The agreement contains certain covenants that restrict BWL in performing certain acts as stated in the agreement and maintaining the following financial ratio:
- Current Ratio is at least 1.00 times, after BWL operates commercially.
- Maximum Debt Equity Ratio 2.50 times
- Minimum Debt Service Coverage of 100%, after BWL operates commercially.
On July 10, 2020, BWL has fully paid its loans.
25. UTANG OBLIGASI DAN WESEL BAYAR 25. BONDS AND NOTES PAYABLE
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Senior Secured Notes BV | 1.094.381 | - | - | Senior Secured Notes BV |
| 6,75% Senior Secured Notes | 517.104 | 523.704 | 559.203 | 6.75% Senior Secured Notes |
| 4,95% Senior Unsecured Notes | 4.95% Senior Unsecured Notes | |||
| US\$ 300.000.000 | 262.437 | 285.473 | 284.064 | US\$ 300,000,000 |
| Barito Pacific Shelf Registration | ||||
| Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific | Bonds I | |||
| Tahap I Tahun 2019 | 51.902 | 52.417 | - | Phase I Year 2019 |
| Tahap II Tahun 2020 | 25.248 | - | - | Phase II Year 2020 |
| Tahap III Tahun 2020 | 27.091 | - | - | Phase III Year 2020 |
| Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri | Chandra Asri Petrochemical Shelf | |||
| Petrochemical | Registration Bonds III | |||
| Tahap I Tahun 2020 | 70.414 | - | - | Phase I Year 2020 |
| Tahap II Tahun 2020 | 42.315 | - | - | Phase II Year 2020 |
| Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri | Chandra Asri Petrochemical Shelf | |||
| Petrochemical | Registration Bonds II | |||
| Tahap I Tahun 2018 | 35.036 | 35.486 | 34.005 | Phase I Year 2018 |
| Tahap II Tahun 2019 | 53.025 | 53.709 | - | Phase II Year 2019 |
| Tahap III Tahun 2020 | 52.878 | - | - | Phase III Year 2020 |
| Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri | Chandra Asri Petrochemical Shelf | |||
| Petrochemical | Registration Bonds I | |||
| Tahap I Tahun 2017 | 24.551 | 35.498 | 33.930 | Phase I Year 2017 |
| Tahap II Tahun 2018 | 35.251 | 35.856 | 34.365 | Phase II Year 2018 |
| Obligasi Chandra Asri | Chandra Asri Petrochemical | |||
| Petrochemical I Tahun 2016 | 9.764 | 9.851 | 34.115 | Bonds I Year 2016 |
| Jumlah | 2.301.397 | 1.031.994 | 979.682 | Total |
| Dikurangi: | Less: | |||
| Bagian yang jatuh tempo dalam | ||||
| waktu satu tahun | 105.341 | 18.331 | 64.010 | Current maturities |
| Bagian jangka panjang | 2.196.056 | 1.013.663 | 915.672 | Long-term portion |
Biaya perolehan diamortisasi utang obligasi dan wesel bayar adalah sebagai berikut:
The amortized cost of bonds and notes payable are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Saldo utang obligasi dan wesel bayar Biaya bunga yang masih harus |
2.301.397 | 1.031.994 | 979.682 | Bonds and notes payable |
| dibayar | 21.889 | 10.096 | 10.208 | Accrued interest |
| Jumlah | 2.323.286 | 1.042.090 | 989.890 | Total |
Biaya bunga pinjaman yang masih harus dibayar dicatat dalam akun biaya yang masih harus dibayar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018, Grup telah memenuhi seluruh syarat-syarat dan kondisi yang ditetapkan dalam perjanjianperjanjian obligasi dan wesel bayar.
The above accrued interest are presented under accrued expenses.
As of December 31, 2020, 2019 and 2018, the Group has fulfilled all term and conditions required in the bonds and note indentures.
Pada tanggal 14 Oktober 2020, SEGSL dan SEGDL ("Co-Issuers") menerbitkan jumlah pokok pinjaman sebesar US\$ 320.000 ribu, 3,25% Senior Secured Notes yang jatuh tempo pada tahun 2029 ("Notes 2029") dan US\$ 790.000 ribu, 4,85% Senior Secured Notes jatuh tempo pada tahun 2038 ("Notes 2038"). Notes 2029 dan Notes 2038 memiliki tingkat bunga tetap masing-masing sebesar 3,25% dan 4,85% per tahun. Bunga atas Notes 2029 dan 2038 terutang pada tanggal 14 April dan 14 Oktober setiap tahun, dimulai pada tanggal 14 April 2021. Notes 2029 dan Notes 2038 masing-masing akan jatuh tempo pada tanggal 14 April 2029 dan 14 Oktober 2038.
Pada tanggal 21 Oktober 2020, SEGSL dan SEGDL telah melunasi seluruh utang bank (Catatan 24) menggunakan dana Notes 2029 dan 2038 dengan jumlah pokok pinjaman sebesar US\$ 909.350 ribu.
Notes 2029 dan 2038 akan dijamin dengan assignment of intercompany loans, assignment of contract rights, offshore account charges, onshore account pledges, share pledges SEGSD BV, SEGSL, SEGSPL, SEGD I, SEGD II, DGI, dan jaminan fidusia atas klaim asuransi.
Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: The loan balances are as follows:
Senior Secured Notes BV Senior Secured Notes BV
On October 14, 2020, SEGSL and SEGDL (together, the "Co-Issuers") issued an aggregate principal amount of US\$ 320,000 thousand, 3.25% Senior Secured Notes due in 2029 (the "2029 Notes") and US\$ 790,000 thousand, 4.85% Senior Secured Notes due in 2038 (the "2038 Notes"). The 2029 Notes and 2038 Notes bear interest at fixed rate of 3.25% and 4.85% per annum, respectively. Interest on 2029 Notes and 2038 Notes is payable on April 14 and October 14 of each year, beginning on April 14, 2021. The 2029 Notes and 2038 Notes will mature on April 14, 2029 and October 14, 2038, respectively.
On October 21, 2020, SEGSL dan SEGDL fully repaid the outstanding bank loans (Note 24) using the 2029 Notes' and 2038 Notes' proceeds with total principal amount of US\$909,350 thousand.
The 2029 Notes and 2038 Notes are secured by the collateral such as assignment of intercompany loans, assignment of contract rights, offshore account charges, onshore account pledges, share pledges of SEGSD BV, SEGSL, SEGSPL, SEGD I, SEGD II, DGI, and fiduciary security over the insurance claims.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Nilai nominal Biaya pinjaman yang belum diamortisasi |
1.110.000 (15.619) |
Nominal value Unamortized transaction costs |
| Jumlah | 1.094.381 | Total |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun | (2.000) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 1.092.381 | Long-term portion |
6,75% Senior Secured Notes 6.75% Senior Secured Notes
Pada tanggal 24 April 2018, SEG-WW menerbitkan 6,75% Senior Secured Notes sebesar US\$ 580.000 ribu yang jatuh tempo pada tahun 2033. Bunga dibayarkan enam bulanan setiap tanggal 24 April dan 24 Oktober setiap tahunnya, dimulai pada tanggal 24 Oktober 2018. 6,75% Senior Secured Notes akan jatuh tempo pada tanggal 24 April 2033.
On April 24, 2018, SEG-WW issued 6.75% Senior Secured Notes due in 2033 amounting to US\$ 580,000 thousand. Interest is payable semi-annually on April 24 and October 24 of each year, beginning on October 24, 2018. 6.75% Senior Secured Notes will mature on April 24, 2033.
6,75% Senior Secured Notes akan menjadi kewajiban langsung, tanpa syarat dan dijaminkan. 6,75% Senior Secured Notes akan dijamin oleh agunan-agunan seperti; jaminan fidusia atas aset berwujud yang terdiri dari fasilitas pembangkit listrik yang terletak di Unit 1 dan Unit 2 ("Jaminan Aset"), jaminan fidusia atas hasil asuransi yang terkait dengan Jaminan Aset, beban atas rekening Revenue and Operating, DSA, Major Maintenance and Construction Reserve, dan Distribution Account, dan penjaminan atas Rekening Onshore Corporate and Tax Account dan pembebanan yang akan dilaksanakan oleh SEGPL atas seluruh sahamnya pada SEG-WW atau entitas anaknya. Rekening Revenue and Operating, Distribution Account dan Onshore Corporate and Tax Account SEG-WW diklasifikasikan sebagai Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Saldo pinjaman tersebut adalah sebagai berikut: The loan balances are as follows:
The 6.75% Senior Secured Notes will be a direct, unconditional and senior secured obligations. The 6.75% Senior Secured Notes will be secured by the collateral such as; fiduciary security over the tangible assets that comprise power generating facilities located at Unit 1 and Unit 2 (the "Asset Collateral"), fiduciary security over insurance proceeds related to the Asset Collateral, a charge over the Revenue and Operating Account, the DSA, the Major Maintenance and Construction Reserve Account, and the Distribution Account and a pledge over Onshore Corporate and Tax Account and a share charge to be executed by SEGPL over its entire present and future shares in SEG-WW and any hedging agreement entered by SEG-WW or any of its subsidiaries. SEG-WW's Revenue and Operating Account, the Distribution Account and the Onshore Corporate and Tax Account are classified as Cash and cash equivalents in the consolidated statement of financial position.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Nilai nominal Biaya pinjaman yang belum diamortisasi |
526.060 (8.956) |
533.600 (9.896) |
570.140 (10.937) |
Nominal value Unamortized transaction costs |
| Jumlah | 517.104 | 523.704 | 559.203 | Total |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
(39.614) | (7.540) | (39.053) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 477.490 | 516.164 | 520.150 | Long-term portion |
Sesuai dengan persyaratan yang membatasi yang dimiliki oleh 6,75% Senior Secured Notes, SEG-WW akan membayar cicilan berdasarkan jadwal tertentu.
6,75% Senior Secured Notes dapat ditebus pada tanggal dan harga tertentu berdasarkan evaluasi manajemen, manajemen berpendapat bahwa opsi pembayaran di muka dianggap terkait erat dengan 6,75% Senior Secured Notes, karena harga pelaksanaan memberikan penggantian kepada pemegang 6,75% Senior Secured Notes untuk jumlah sampai dengan perkiraan nilai sekarang dari bunga yang hilang sampai dengan jangka waktu kontrak induk yang tersisa, memiliki selisih yang tidak signifikan. Oleh karena itu, manajemen menetapkan bahwa opsi pembayaran di muka dapat dianggap jelas dan mendekati kontrak induk. Oleh karena itu, opsi pembayaran dimuka pada 6,75% Senior Secured Notes bukan merupakan derivatif melekat dalam kontrak induk.
6,75% Senior Secured Notes berisi beberapa ketentuan termasuk pembatasan utang tambahan, pembatasan penjualan aset, pembatasan hak gadai, pembatasan transaksi dengan afiliasi, pembatasan distribusi ekuitas, pembatasan kegiatan bisnis yang berbeda, pembatasan amendemen Dokumen Proyek Utama dan pembatasan penerbitan saham.
Based on the terms of the 6.75% Senior Secured Notes, SEG-WW will pay amortization amounts based on a certain schedule.
The 6.75% Senior Secured Notes maybe redeemed at certain dates and at certain prices which based on management's evaluation, management is of the opinion that the exercise price of the option only reimburses the holders of the 6.75% Senior Secured Notes for an amount up to the approximate present value of lost interest for the remaining term of the host 6.75% Senior Secured Notes with an insignificant differential. Therefore, management has determined that the prepayment options are considered clearly and closely related to the host contract. Based on such evaluation, the prepayment options of the 6.75% Senior Secured Notes do not need to be separated from the host contract.
The 6.75% Senior Secured Notes contain certain covenants including limitation on additional indebtedness, limitation on asset sales, limitation on liens, limitation on transactions with affiliates, limitation on equity distributions, limitation on different business activities, limitation on amendments to Key Project Documents and limitation on issuances of capital stock.
4,95% Senior Unsecured Notes US\$ 300.000.000
Pada tanggal 8 Nopember 2017, CAP menerbitkan Senior Unsecured Notes US\$ 300.000.000 dengan jangka waktu tujuh tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2024. Notes ini tercatat di Singapore Exchange Securities Trading Limited dengan Deutsche Bank Trust Company Americas bertindak sebagai Wali Amanat dan dijamin oleh PT Styrindo Mono Indonesia dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia sebagai Subsidiary Guarantees secara pari passu. CAP telah memberikan surat pemberitahuan kepada Wali Amanat sehubungan dengan penggabungan usaha CAP dan PT Petrokimia Butadiene Indonesia yang efektif per 1 Januari 2020.
4.95% Senior Unsecured Notes US\$ 300,000,000
On November 8, 2017, CAP issued Senior Unsecured Notes US\$ 300,000,000 with a term of seven years due in 2024. The notes were listed on the Singapore Stock Exchange Security Trading Limited with Deutsche Bank Trust Company Americas as Trustee and are guaranteed by PT Styrindo Mono Indonesia and PT Petrokimia Butadiene Indonesia as Subsidiary Guarantors on a pari-passu basis. CAP has submitted the notification letter to Trustee regarding the merger between CAP and PT Petrokimia Butadiene Indonesia that was effective on January 1, 2020.
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||
|---|---|---|---|---|
| December 31, 2020 US\$ '000 |
December 31, 2019 US\$ '000 |
December 31, 2018 US\$ '000 |
||
| Nilai nominal Biaya pinjaman yang belum diamortisasi |
300.000 (5.717) |
300.000 (7.101) |
300.000 (8.510) |
Principal amount Unamortized transaction costs |
| Bersih Obligasi yang dibeli kembali *) |
294.283 (31.846) |
292.899 (7.426) |
291.490 (7.426) |
Net Bonds repurchased *) |
| Jumlah | 262.437 | 285.473 | 284.064 | Total |
*) Obligasi yang dibeli kembali oleh Perusahaan dan CAP
Pada tahun 2020, CAP melakukan pembelian kembali dan pembatalan Senior Unsecured Notes sebesar US\$ 24.420 ribu untuk US\$ 22.339 ribu. Selisih atas obligasi yang dibeli kembali dengan kas yang dibayarkan dicatat sebagai keuntungan pembelian kembali obligasi pada keuntungan lainlain - bersih.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan untuk pengeluaran terkait dengan peningkatan kapasitas dan ekspansi produksi serta mendiversifikasi lebih lanjut produksi.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
Obligasi ini memiliki peringkat "BB- stable" oleh Fitch Rating Inc. pada tanggal 3 September 2020 dan "Ba3" oleh Moody's pada tanggal 28 Oktober 2020.
Pada tanggal 13 Desember 2019, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 1,5 triliun (Catatan 1c). Dalam rangka Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific, Perusahaan telah menerbitkan:
*) Bonds repurchased by the Company and CAP
In 2020, CAP performed buy-back and subsequently cancelled its Senior Unsecured Notes amounting to US\$ 24,420 thousand for US\$ 22,339 thousand. The difference between buy-back amount and payment of bond was recognized as gain on buy-back of bonds, under other gains – net.
Proceeds from the bonds were used for expenditures related to increase capacity and production expansion as well as further diversification of production.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts as stated in the agreement.
The bond were rated "BB- stable" by Fitch Rating Inc. on September 3, 2020 and "Ba3" by Moody's on October 28, 2020.
Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Barito Pacific Shelf Registration Bonds I
On December 13, 2019, the Company obtained notice of effectivity from OJK to issue Barito Pacific Shelf Registration Bonds I with target fund amount of Rp 1.5 trillion (Note 1c). In relation to Barito Pacific Shelf Registration Bonds I, the Company has issued:
- Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019
Pada tanggal 19 Desember 2019, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Obligasi Seri A sebesar Rp 479 miliar dan Seri B sebesar Rp 271 miliar (Catatan 1c).
- Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase I Year 2019
On December 19, 2019, the Company issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase I Series A Bonds amounting to Rp 479 billion and Series B Bonds amounting to Rp 271 billion (Note 1c).
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|
| Seri A (3 tahun) Seri B (5 tahun) |
33.960 19.213 |
31.868 22.085 |
Series A (3 years) Series B (5 years) |
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman |
53.173 | 53.953 | Total |
| yang belum diamortisasi | (1.271) | (1.536) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 51.902 | 52.417 | Net |
Pelunasan Obligasi Seri A dan Seri B masingmasing akan dilakukan pada 19 Desember 2022 dan 19 Desember 2024.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A dan Seri B masing-masing sebesar 9,3% dan 9,5% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "A" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 7 Oktober 2020.
- Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap II Tahun 2020
Pada tanggal 2 April 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap II Obligasi Seri A sebesar Rp 227,48 miliar dan Seri B sebesar Rp 136 miliar (Catatan 1c).
Bonds repayments of Series A and Series B are due on December 19, 2022 and December 19, 2024, respectively.
Annual interest rates of Series A and Series B Bonds are 9.3% and 9.5%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "A" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 7, 2020.
- Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase II Year 2020
On April 2, 2020, the Company issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase II Series A Bonds amounting to Rp 227.48 billion and Series B Bonds amounting to Rp 136 billion (Note 1c).
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Seri A (3 tahun) Seri B (5 tahun) |
16.128 9.642 |
Series A (3 years) Series B (5 years) |
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman |
25.770 | Total |
| yang belum diamortisasi | (522) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 25.248 | Net |
Pelunasan Obligasi Seri A dan Seri B masingmasing akan dilakukan pada 1 April 2023 dan 1 April 2025.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A dan Seri B masing-masing sebesar 8,6% dan 9,1% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "A" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 7 Oktober 2020.
Bonds repayments of Series A and Series B are due on April 1, 2023 and April 1, 2025, respectively.
Annual interest rates of Series A and Series B Bonds are 8.6% and 9.1%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "A" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 7, 2020.
- Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap III Tahun 2020
Pada tanggal 10 Desember 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap III Obligasi Seri A sebesar Rp 167,52 miliar, Seri B sebesar Rp 56 miliar dan Seri C sebesar Rp 163 miliar(Catatan 1c).
- Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase III Year 2020
On December 10, 2020, the Company issued Barito Pacific Shelf Registration Bonds I Phase III Series A Bonds amounting to Rp 167.52 billion, Series B Bonds amounting to Rp 56 billion and Series C Bonds amounting to Rp 163 billion (Note 1c).
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Seri A (1 tahun) Seri B (3 tahun) Seri C (5 tahun) |
11.877 3.970 11.556 |
Series A (1 year) Series B (3 years) Series C (5 years) |
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi |
27.403 (312) |
Total Unamortized transaction costs |
| Bersih | 27.091 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
(11.837) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 15.254 | Long-term portion |
Pelunasan Obligasi Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing akan dilakukan pada 8 Desember 2021, 8 Desember 2023 dan 8 Desember 2025.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A, Seri B and Seri C masing-masing sebesar 8,25%, 9,25% dan 10,25% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "A" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 7 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat, PT BNI Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan untuk melakukan pelunasan utang bank jangka panjang.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi Grup untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
Grup diwajibkan untuk memelihara rasio Net Debt pada EBITDA tidak lebih dari 4,50:1.
Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical
Pada tanggal 13 Agustus 2020, CAP memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical sebesar Rp 5 triliun. Dalam rangka Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan III, CAP telah menerbitkan:
Bonds repayments of Series A, Series B and Series C are due on December 8, 2021, December 8, 2023 and December 8, 2025, respectively.
Annual interest rates of Series A, Series B and Series C Bonds are 8.25%, 9.25% and 10.25%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "A" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 7, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as trustee agent, PT BNI Sekuritas and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk act as Underwriters and Arrangers.
Proceeds from bonds were utilized to partially refinance the outstanding long-term bank loans.
The agreement contains certain covenants that restrict the Group in performing certain acts as stated in the agreement.
The Group is required to maintain a financial ratio, Net Debt to EBITDA which shall not exceed 4.50:1.
Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III
On August 13, 2020, CAP obtained notice of effectivity from OJK to issue Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III with maximum amount of Rp 5 trillion. In relation to Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III, CAP has issued:
- Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2020
Pada tanggal 26 Agustus 2020, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap I sebesar Rp 1 triliun.
- Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III Phase I Year 2020
On August 26, 2020, CAP made a Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III Phase I public offering amounting to Rp 1 trillion.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Seri A (3 tahun) Seri B (5 tahun) Seri C (7 tahun) |
37.490 25.360 8.047 |
Series A (3 years) Series B (5 years) Series C (7 years) |
| Jumlah Biaya pinjaman yang belum |
70.897 | Total |
| diamortisasi | (483) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 70.414 | Net |
Pelunasan Obligasi Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing akan dilakukan pada 26 Agustus 2023, 26 Agustus 2025 dan 26 Agustus 2027.
Tingkat bunga per tahun untuk Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing sebesar 8,20%, 8,70% dan 9,20% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Secara bersamaan, CAP juga telah melakukan perjanjian swap suku bunga dan mata uang atas seri B obligasi tersebut dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat pada setiap tanggal pembayaran bunga dan pokok.
- Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2020
Pada tanggal 5 November 2020, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap II sebesar Rp 600 miliar.
| Principal amount |
|---|
| Unamortized transaction costs |
| Net |
Pelunasan Obligasi akan dilakukan pada 4 November 2023. Tingkat bunga per tahun sebesar 8,20% yang dibayarkan setiap triwulan.
Bond repayments of Series A, Series B and Series C are due on August 26, 2023, August 26, 2025 and August 26, 2027, respectively.
Annual interest rates of Series A, Series B and Series C Bonds are 8.20%, 8.70% and 9.20%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as Trustee Agent, PT BCA Sekuritas and PT Mandiri Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
Simultaneously, CAP has entered into cross currency-interest rate swap to fix the interest rate and currency of the Series B obligation from Rupiah to United States Dollar on every interest and principal payment date.
- Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III Phase II Year 2020
On November 5, 2020, CAP made a Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds III Phase II public offering amounting to Rp 600 billion.
Bond repayments are due on November 4, 2023. Annual interest rate is 8.20%, that is paid on a quarterly basis.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Secara bersamaan, CAP juga telah melakukan perjanjian swap suku bunga dan mata uang atas obligasi tersebut dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat pada setiap tanggal pembayaran bunga dan pokok.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio jumlah utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan ekuitas tidak lebih dari 1:1.
Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical
Pada tanggal 13 Desember 2018, CAP memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical sebanyak-banyaknya sebesar Rp 2 triliun. Dalam rangka Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan II, CAP telah menerbitkan:
- Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2018
Pada tanggal 19 Desember 2018, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan II Tahap I sebesar Rp 500 miliar.
The bond obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as Trustee Agent, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT CIMB Niaga Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
Simultaneously, CAP has entered into cross currency-interest swap to fix the interest rate and currency of the bonds from Rupiah to United States Dollar on every interest and principal payment date.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts as stated in the agreement.
CAP is required to maintain the ratio of consolidated interest bearing liabilities and equity shall not exceed 1:1.
Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II
On December 13, 2018, CAP obtained notice of effectivity from OJK to issue Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II with maximum amount of Rp 2 trillion. In relation to Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II, CAP has issued:
- Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II Phase I Year 2018
On December 19, 2018, CAP issued Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration II Phase I amounting to Rp 500 billion.
| 31 Desember/December 31, | ||||
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Nilai nominal Biaya pinjaman yang belum |
35.448 | 35.969 | 34.528 | Principal amount |
| diamortisasi | (412) | (483) | (523) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 35.036 | 35.486 | 34.005 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
(35.036) | - | - | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | - | 35.486 | 34.005 | Long-term portion |
Pelunasan obligasi akan dilakukan pada 19 Desember 2021. Tingkat bunga per tahun sebesar 10% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Bond repayments is due on December 19, 2021. Annual interest rate of bond obligation is 10%, that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as Trustee Agent, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia and PT Mandiri Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio jumlah utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan Ekuitas tidak lebih dari 1:1.
- Rasio arus kas dari kegiatan operasi dan beban keuangan tidak kurang dari 1,75:1.
- Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2019
Pada tanggal 24 Mei 2019, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap II sebesar Rp 750 miliar.
CAP is required to maintain the following financial ratios:
- Ratio of consolidated interest bearing liabilities and Equity shall not exceed 1:1.
- Ratio of cash flow from operating activities and financial charges shall not be less than 1.75:1.
- Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II Phase II Year 2019
On May 24, 2019, CAP made a Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II Phase II public offering amounting to Rp 750 billion.
| 31 Desember/December 31, | |||
|---|---|---|---|
| 2020 2019 |
|||
| US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Nilai nominal | 53.173 | 53.953 | Principal amount |
| Biaya pinjaman yang belum diamortisasi | (148) | (244) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 53.025 | 53.709 | Net |
Pelunasan obligasi akan dilakukan pada 29 Mei 2022. Tingkat bunga per tahun sebesar 9,5% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini telah memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio jumlah utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan Ekuitas tidak lebih dari 1:1.
- Rasio arus kas dari operasi dan beban keuangan tidak melebihi dari 1,75:1.
- − Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2020
Pada tanggal 7 Februari 2020, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Berkelanjutan II Chandra Asri Petrochemical Tahap III sebesar Rp 750 miliar.
Bond repayments is due on May 29, 2022. Annual interest rate of bond obligation is 9.5%, that are paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as trustee agent, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia and PT Mandiri Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts as stated in the agreement.
CAP is required to maintain the following financial ratios:
- Ratio of consolidated bearing liabilities and Equity shall not exceed 1:1.
- Ratio of cash flow from operating activities and financial charges shall not exceed 1.75:1.
- − Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II Phase III Year 2020
On February 7, 2020, CAP made a Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds II Phase III public offering amounting to Rp 750 billion.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Nilai nominal Biaya pinjaman yang belum diamortisasi |
53.173 (295) |
Principal amount Unamortized transaction costs |
| Bersih | 52.878 | Net |
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
Pelunasan Obligasi akan dilakukan pada 12 Februari 2025. Tingkat bunga per tahun sebesar 8,70% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Secara bersamaan, CAP juga telah melakukan perjanjian swap suku bunga dan mata uang atas obligasi tersebut dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat setiap tanggal pembayaran bunga dan pokok.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio jumlah utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan Ekuitas tidak lebih dari 1:1.
Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri Petrochemical
Pada tanggal 4 Desember 2017, CAP memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk menerbitkan Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1 triliun. Dalam rangka Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan I, CAP telah menerbitkan:
− Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2017
Pada tanggal 12 Desember 2017, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Chandra Asri Petrochemical Berkelanjutan I Tahap I dengan menerbitkan Obligasi Seri A sebesar Rp 150 miliar, Seri B sebesar Rp 120,25 miliar dan Seri C sebesar Rp 229,75 miliar.
Bond repayments are due on February 12, 2025. Annual interest rate is 8.70%, that is paid on a quarterly basis.
The bond obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as Trustee Agent, PT BCA Sekuritas and PT Mandiri Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
Simultaneously, CAP has entered into cross currency-interest rate swap to fix the interest rate and currency of the obligation from Rupiah to United States Dollar on every interest and principal payment date.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts as stated in the agreement.
CAP is required to maintain the following ratio of consolidated interest bearing liabilities and Equity shall not exceed 1:1.
Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I
On December 4, 2017, CAP obtained notice of effectivity from OJK to issue Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I with maximum amount of Rp 1 trillion. In relation to Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I, CAP has issued:
− Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I Phase I Year 2017
On December 12, 2017, CAP issued Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I Phase I public offering with issuance of Series A Bonds amounting to Rp 150 billion, Series B amounting to Rp 120.25 billion and Series C amounting to Rp 229.75 billion.
| 31 Desember/December 31, | ||||
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Seri A (3 tahun) | - | 10.791 | 10.358 | Series A (3 years) |
| Seri B (5 tahun) | 8.561 | 8.650 | 8.304 | Series B (5 years) |
| Seri C (7 tahun) | 16.289 | 16.528 | 15.866 | Series C (7 years) |
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman |
24.850 | 35.969 | 34.528 | Total |
| yang belum diamortisasi | (299) | (471) | (598) | Unamortized transaction costs |
| Bersih Dikurangi bagian yang jatuh |
24.551 | 35.498 | 33.930 | Net |
| tempo dalam satu tahun | - | (10.791) | - | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 24.551 | 24.707 | 33.930 | Long-term portion |
Pelunasan Obligasi Seri A telah dilakukan pada tanggal 12 Desember 2020 sementara pelunasan Seri B dan Seri C masing-masing akan dilakukan pada 12 Desember 2022 dan 12 Desember 2024.
Bonds repayment of Series A has been done on December 12, 2020 while the bond repayments of Series B and Series C are due December 12, 2022 and December 12, 2024, respectively.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing sebesar 8,40%, 9,10% dan 9,75% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini telah memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
Pinjaman ini dijamin dengan fidusia mesin milik CAP.
− Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2018.
Pada tanggal 2 Maret 2018, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2018 dengan menerbitkan Obligasi Seri A sebesar Rp 100 miliar, Seri B sebesar Rp 100 miliar dan Seri C sebesar Rp 300 miliar.
Annual interest rates of Series A, Series B and Series C Bonds obligation are 8.40%, 9.10% and 9.75%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bonds obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
The facility is secured by fiduciary machineries owned by CAP.
− Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I Phase II Year 2018.
On March 2, 2018, CAP issued Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I Phase II public offering with issuance of Series A Bonds amounting to Rp 100 billion, Series B amounting to Rp 100 billion and Series C amounting to Rp 300 billion.
| 31 Desember/December 31, | ||||
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Seri A (3 tahun) | 7.090 | 7.194 | 6.906 | Series A (3 years) |
| Seri B (5 tahun) | 7.090 | 7.194 | 6.906 | Series B (5 years) |
| Seri C (7 tahun) | 21.269 | 21.581 | 20.717 | Series C (7 years) |
| Jumlah | 35.449 | 35.969 | 34.529 | Total |
| Biaya perolehan pinjaman yang belum diamortisasi |
(198) | (113) | (164) | Unamortized transaction costs |
| Bersih | 35.251 | 35.856 | 34.365 | Net |
| Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun |
(7.090) | - | - | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | 28.161 | 35.856 | 34.365 | Long-term portion |
Pelunasan Obligasi Seri A, Seri B dan Seri C masing-masing akan dilakukan pada 1 Maret 2021, 1 Maret 2023 dan 1 Maret 2025.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A, Obligasi Seri B dan Obligasi Seri C masingmasing sebesar 7,50%, 8,25% dan 9,00% yang dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi ini telah memperoleh pemeringkatan "AA-" dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
Pinjaman ini dijamin dengan 2 bidang tanah di Desa Gunung Sugih dan fidusia mesin milik CAP.
Secara bersamaan, CAP juga telah melakukan perjanjian swap suku bunga dan mata uang atas obligasi tersebut dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat pada setiap tanggal pembayaran bunga dan pokok.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat PT BCA Sekuritas dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Bonds repayments of Series A, Series B and Series C are due on March 1, 2021, March 1, 2023 and March 1, 2025, respectively.
Annual interest rates of Series A, Series B and Series C Bonds obligation are 7.50%, 8.25% and 9.00%, respectively that are paid on a quarterly basis.
The bonds obtained a bond rating of "AA-" from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
The facility is secured by, among others, 2 Land Mortgages at Desa Gunung Sugih and fiduciary machineries owned by CAP.
Simultaneously, CAP has entered into cross currency – interest swap to fix the interest rate and currency of the obligation from Rupiah to United States Dollar on every interest and principal payment date.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment facility agent, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as trustee agent, PT BCA Sekuritas and PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia act as Underwriters and Arrangers.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan untuk pelunasan utang bank jangka panjang.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai berikut:
- Rasio jumlah utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan ekuitas tidak lebih dari 1:1
- Rasio arus kas dari operasi dan beban keuangan tidak melebihi dari 1,75:1
Obligasi Chandra Asri Petrochemical I Tahun 2016
Pada tanggal 15 Desember 2016, CAP melakukan penawaran umum atas Obligasi Chandra Asri Petrochemical I dengan menerbitkan Obligasi Seri A sebesar Rp 361,4 miliar dan Seri B sebesar Rp 138,6 miliar.
Proceeds from bonds were utilized to partially refinance the outstanding long-term bank loan.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts stated in the agreement.
CAP is required to maintain the following financial ratios:
- Ratio of consolidated bearing liabilities and equity shall not exceed 1:1
- Ratio of cash flow from operating activities and financial charges shall not exceed 1.75:1
Chandra Asri Petrochemical Bonds I Year 2016
On December 15, 2016, CAP made a Chandra Asri Petrochemical Bonds I public offering with issuance of Series A Bonds amounting to Rp 361.4 billion and Series B amounting to Rp 138.6 billion.
| 31 Desember/December 31, | ||||
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Seri A (3 tahun) | - | - | 24.957 | Series A (3 years) |
| Seri B (5 tahun) | 9.826 | 9.971 | 9.571 | Series B (5 years) |
| Jumlah Biaya perolehan pinjaman yang |
9.826 | 9.971 | 34.528 | Total |
| belum diamortisasi | (62) | (120) | (413) | Unamortized transaction costs |
| Bersih Dikurangi bagian yang jatuh |
9.764 | 9.851 | 34.115 | Net |
| tempo dalam satu tahun | (9.764) | - | (24.957) | Less current maturity |
| Bagian jangka panjang | - | 9.851 | 9.158 | Long-term portion |
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT BCA Sekuritas sebagai Penjamin Emisi dan Pelaksana Efek.
Dana yang diperoleh dari pinjaman digunakan untuk melakukan pelunasan utang bank jangka panjang.
Pinjaman ini dijamin antara lain dengan 11 bidang tanah di Desa Gunung Sugih dan seluruh mesin yang dimiliki oleh CAP.
Perjanjian ini mencakup persyaratan tertentu yang membatasi CAP dan entitas anak untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang tercantum dalam perjanjian.
Secara bersamaan, CAP juga telah melakukan perjanjian swap suku bunga dan mata uang atas obligasi tersebut dari Rupiah menjadi Dolar Amerika Serikat setiap tanggal pembayaran bunga dan pokok.
Pelunasan Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B masing-masing akan dilakukan pada 22 Desember 2019 dan 22 Desember 2021.
Tingkat bunga per tahun untuk Obligasi Seri A dan Seri B masing-masing sebesar 10,8% dan 11,3% yang dibayarkan setiap triwulan.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia acts as payment agent facility, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk acts as trustee agent, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas and PT BCA Sekuritas act as Underwriters and Arrangers.
Proceeds from bonds were utilized to partially refinance the outstanding long-term bank loans.
The facility is secured by, among others, 11 Land Mortgages at Desa Gunung Sugih and all machines owned by CAP.
The agreement contains certain covenants that restrict CAP and its subsidiaries in performing certain acts as stated in the agreement.
Simultaneously, CAP has entered into cross currency-interest swap to fix the interest rate and currency of the obligation from Rupiah to United States Dollar on every interest and principal payment date.
Bonds repayments of Series A and Series B are due on December 22, 2019 and December 22, 2021, respectively.
Annual interest rates of Series A and Series B Bonds are 10.8% and 11.3%, respectively that are paid on a quarterly basis.
CAP diwajibkan untuk memelihara rasio sebagai berikut:
- Rasio total utang konsolidasian yang dikenakan bunga dan Ekuitas tidak lebih dari 1:1
- Rasio Arus Kas dari Operasi dan beban keuangan tidak melebihi dari 1,75:1
Obligasi ini telah memperoleh hasil pemeringkatan "AA- " dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan surat penegasan atas pemeringkatan tanggal 5 Oktober 2020.
26. LIABILITAS IMBALAN KERJA
a. Program Pensiun Iuran Pasti
CAP, SMI dan CAP2 menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti untuk seluruh karyawan tetap yang dikelola oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Iuran ini berasal dari 4% gaji pokok yang dibayarkan karyawan, sedangkan sisanya sebesar 7,5% dibayarkan oleh CAP dan SMI untuk gaji pokok maksimum Rp 5 juta per bulan. SEGPHL memiliki program iuran pasti dibayar oleh karyawan dan entitas anak SEGHPL dengan kontribusi tetap sebesar 2%-6% dari entitas anak dan 2%-14% dari karyawan.
Iuran pensiun CAP, SMI dan CAP2 yang timbul dari Program Pensiun Iuran Pasti adalah sebesar US\$ 212 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: US\$ 387 ribu dan 31 Desember 2018: US\$ 36 ribu). SEGPHL telah mengkontribusikan dana sebesar US\$ 489 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: US\$ 523 ribu dan 2018: US\$ 393 ribu).
b. Program Pensiun Imbalan Pasti b. Defined Benefit Pension Plan
Grup menghitung dan membukukan estimasi imbalan kerja imbalan pasti untuk seluruh karyawan yang berhak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 2.840 karyawan pada tanggal 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: 2.954 karyawan dan 31 Desember 2018: 2.662 karyawan).
Sejak tahun 2005, CAP mengikuti Program Pesangon Plus, yang dikelola oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sebagai asuransi jiwa bagi karyawannya. Tidak terdapat kontribusi yang dibayarkan oleh CAP kepada dana pensiun pada 31 Desember 2020, 2019 dan 2018.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga dan risiko gaji.
CAP is required to maintain the following financial ratios:
- Ratio of consolidated bearing liabilities and Equity shall not exceed 1:1
- Ratio of cash flow from operating activities and financial charges shall not exceed 1.75:1
The bonds obtained a bond rating of "AA- " from PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) based on confirmation letter related to rating on October 5, 2020.
26. EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION
a. Contributory Pension Plan
CAP, SMI and CAP2 provide Contributory Pension Plan for all permanent employees which is managed by PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Trustee-Administrated Fund. Contribution to the pension plan consists of a payment of 4% of basic salary paid by the employee, and 7.5% contributed by CAP and SMI for employees with maximum basic salary of Rp 5 million per month. SEGPHL has the defined contribution plan, which is contributed by both employees and the Group's subsidiaries for a fixed contribution of 2%-6% from the SEGHPL's subsidiaries and a contribution of 2%-14% from the employees.
CAP, SMI and CAP2 pension expense arising from the contributory pension plan amounting to US\$ 212 thousand for the year ended December 31, 2020 (December 31, 2019: US\$ 387 thousand and December 31, 2018: US\$ 36 thousand). SEGPHL has contributed the funds amounting to US\$ 489 thousand during the year ended December 31, 2020 (2019: US\$ 523 thousand and 2018: US\$ 393 thousand).
The Group calculates and records estimated defined employment benefits for its qualifying employees in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003.
The number of employees entitled to benefits are 2,840 employees as of December 31, 2020 (December 31, 2019: 2,954 employees and December 31, 2018: 2,662 employees).
Since 2005, CAP entered into Program Pesangon Plus, managed by PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, as the life insurance for its employees. No contribution was paid by CAP to pension fund as of December 31, 2020, 2019 and 2018.
The defined benefit pension plan typically expose the Group to actuarial risks such as interest rate risk and salary risk.
Risiko Tingkat Bunga Interest Rate Risk
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program; namun, sebagian akan dioffset (saling hapus) oleh peningkatan imbal hasil atas investasi instrumen utang.
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.
Beban imbalan pasti yang diakui di laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
A decrease in the bond interest rate will increase the plan liability; however, this will be partially offset by an increase in the return on the plan's debt investments.
Risiko Gaji Salary Risk
The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future salaries of plan participants. As such, an increase in the salary of the plan participants will increase the plan's liability.
Amounts recognized in profit or loss and other comprehensive income in respect of the defined benefits plan are as follows:
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Biaya jasa kini | 6.368 | 6.070 | 7.288 | Current service costs |
| Biaya jasa lalu dan keuntungan | Past service costs and gain | |||
| atau kerugian atas penyelesaian | (9) | - | (1.094) | or loss on settlement |
| Biaya bunga bersih | 3.545 | 3.499 | 2.773 | Net interest costs |
| Komponen dari biaya imbalan pasti | Components of defined benefit costs | |||
| yang diakui dalam laba rugi | 9.904 | 9.569 | 8.967 | recognised in profit or loss |
| Pengukuran kembali liabilitas | ||||
| imbalan pasti - neto : | Remeasurement on the net defined | |||
| Keuntungan dan kerugian | benefit liability: | |||
| aktuarial yang timbul dari: | Actuarial gains and losses arising from: | |||
| Perubahan asumsi | (1.967) | 4.747 | (5.901) | Changes in assumptions |
| Penyesuaian pengalaman | (2.276) | (1.154) | (2.231) | Experience adjustment |
| Komponen biaya imbalan pasti | Components of defined benefit | |||
| yang diakui dalam penghasilan | costs recognised in other | |||
| komprehensif lain | (4.243) | 3.593 | (8.132) | comprehensive income |
| Jumlah | 5.661 | 13.162 | 835 | Total |
Beban tersebut dicatat sebagai bagian dari beban gaji, upah dan kesejahteraan karyawan, pada beban umum dan administrasi.
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
Expenses are included in salaries, wages and employee benefits expenses, under the general and administrative expenses.
Movements in the present value of the defined benefits obligation are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Kewajiban imbalan pasti - awal | 82.158 | 67.090 | 74.633 | Opening defined benefits obligation |
| Biaya jasa kini | 6.368 | 6.070 | 7.288 | Current service costs |
| Biaya jasa lalu dan keuntungan atau | Past service costs and gain or loss | |||
| kerugian atas penyelesaian | (9) | - | (1.094) | on settlement |
| Biaya bunga bersih | 3.545 | 5.313 | 4.240 | Net interest cost |
| Pengukuran kembali (keuntungan/ | Remeasurement (gains/losses): | |||
| kerugian): | ||||
| Keuntungan dan kerugian | Actuarial gains and losses | |||
| aktuarial yang timbul dari: | arising from: | |||
| Perubahan asumsi | (1.967) | 4.747 | (5.901) | Changes in assumptions |
| Penyesuaian pengalaman | (2.276) | (1.154) | (2.231) | Experience adjustment |
| Pembayaran manfaat | (2.022) | (2.572) | (4.010) | Benefits paid |
| Selisih kurs atas program dalam | Exchange differences on plans in | |||
| valuta asing | (1.463) | 2.664 | (5.835) | foreign currency |
| Subjumlah | 84.334 | 82.158 | 67.090 | Subtotal |
| Dikurangi nilai wajar aset program | (23.490) | (24.189) | (23.176) | Less fair value of plan assets |
| Kewajiban imbalan pasti - akhir | 60.844 | 57.969 | 43.914 | Closing defined benefits obligation |
Mutasi nilai wajar dari aset program adalah sebagai berikut:
Movements in the fair value of the plan assets are as follows:
| 31 Desember/ December 31, |
31 Desember/ December 31, |
31 Desember/ December 31, |
||
|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Saldo awal Dicatat pada laba rugi: |
(24.189) | (23.176) | (24.699) | Beginning balance Recorded in profit or loss: |
| Penghasilan bunga neto Rugi perubahan nilai tukar |
(1.618) | (1.814) | (1.467) | Net interest income Foreign currency exchange |
| mata uang asing | 362 | (966) | 1.580 | rate loss |
| Sub-jumlah | (1.256) | (2.780) | 113 | Sub-total |
| Dicatat pada penghasilan komprehensif lain: |
Recorded in other comprehensive income: |
|||
| Imbal hasil atas aset program (tidak termasuk nilai pada |
Return on plan assets (excluding amounts included |
|||
| penghasilan bunga neto) | 164 | 18 | (96) | in net interest income) |
| Iuran pemberi kerja | - | (75) | (771) | Contributions by the employer |
| Pembayaran manfaat | 1.791 | 1.824 | 2.277 | Benefits paid |
| Saldo akhir | (23.490) | (24.189) | (23.176) | Ending balance |
Hak penggantian milik CAP terdiri atas investasi dimana 40% ditempatkan pada pasar uang, 20% ditempatkan pada efek ekuitas dan 40% ditempatkan pada pendapatan tetap. Hak penggantian disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar lainnya.
Imbal hasil aktual atas aset program pada tahun yang berakhir 31 Desember 2020 sebesar US\$ 1.454 ribu (2019: US\$ 1.796 ribu dan 2018: US\$ 1.563 ribu). Aset program yang berlaku di pasar aktif (investasi pasar uang) mencapai US\$ 23.490 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 24.189 ribu dan 2018: US\$ 23.176 ribu).
Perhitungan imbalan kerja dihitung oleh aktuaris independen PT Dian Artha Tama, PT Milliman Indonesia dan PT Padma Radya Aktuaria. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
The reimbursement right of CAP consists of investments which 40% were placed on money market, 20% on equity securities and 40% on fixed income. The reimbursement right is presented as part of other noncurrent assets.
The actual return in plan assets for year ended December 31, 2020 amounted to US\$ 1,454 thousand (2019: US\$ 1,796 thousand and 2018: US\$ 1,563 thousand). The plan assets are quoted in active markets (money market investments) amounting to US\$ 23,490 thousand for December 31, 2020 (2019: US\$ 24,189 thousand and 2018: US\$ 23,176 thousand).
The cost of providing defined employment benefits are calculated by independent actuaries PT Dian Artha Tama, PT Milliman Indonesia and PT Padma Radya Aktuaria. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:
| 31 Desember/ December 31, 2020 |
31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
|---|---|---|---|---|
| Tingkat diskonto per tahun Tingkat kenaikan gaji |
6,25%-6,75% | 7,00% - 7,75% | 6,5% - 8,3% | Discount rate per annum Salary increment rate |
| per tahun | 3% -7% | 5% - 10% | 5% - 10% | per annum |
| Tingkat kematian | TMI IV | TMI III & CSO 1980 | TMI III & CSO 1980 | Mortality rate |
| Tingkat cacat | 5%-10% TMI 4 | 0,02% - 10% | 0,02% - 10% | Disability rate |
| Tingkat pengunduran diri | 0% - 10% | 2% - 10% | 2% - 10% | Resignation rate |
| Tingkat pensiun normal | 57 tahun/years | 55-57 tahun/years | 55-57 tahun/years | Normal retirement rate |
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto, dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan.
- Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 1%, kewajiban imbalan pasti akan berkurang sebesar US\$ 6.938 ribu (meningkat sebesar US\$ 6.820 ribu).
- Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan naik sebesar US\$ 7.879 ribu (turun sebesar US\$ 7.341 ribu).
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasi.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari tahun sebelumnya.
Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah 7,32 tahun – 13,74 tahun yang sepenuhnya terdiri dari anggota aktif.
Susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:
Significant actuarial assumptions for the determination of the defined benefit obligation are discount rate and expected salary increase. The sensitivity analyses below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant.
- If the discount rate is 1% basis points higher (lower), the defined benefit obligation would decrease by US\$ 6,938 thousand (increase by US\$ 6,820 thousand).
- If the expected salary growth increases (decreases) by 1%, the defined benefit obligation would increase by US\$ 7,879 thousand (decrease by US\$ 7,341 thousand).
The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the defined benefit obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated.
Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the defined benefit obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the defined benefit obligation recognised in the consolidated statements of financial position.
There was no change in the methods and assumptions used in preparing the sensitivity analysis from prior years.
The average duration of the defined benefit obligation at December 31, 2020 is 7.32 years – 13.74 years that consists of active members.
27. MODAL SAHAM 27. CAPITAL STOCK MODAL SAHAM
The stockholders of the Company are as follows:
| 31 Desember/December 31 , 2020 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Saham/ Number of |
Persentase Pemilikan/ Percentage |
Modal Ditempatkan dan Disetor/ Issued and Fully |
||
| Nama Pemegang Saham | Shares | of Ownership % |
Paid Capital US\$ '000 |
Name of Stockholders |
| Prajogo Pangestu (Komisaris Utama) |
67.405.735.970 | 72,18 | 706.528 | Prajogo Pangestu (President Commissioner) |
| PT Barito Pacific Lumber PT Tunggal Setia Pratama Lim Chong Thian (Komisaris) |
1.127.631.500 320.600.000 500.000 |
1,21 0,34 - |
11.820 3.360 5 |
PT Barito Pacific Lumber PT Tunggal Setia Pratama Lim Chong Thian (Commissioner) |
| Agus Salim Pangestu (Presiden Direktur) David Raimond Sulaiman (Direktur) Diana Arsiyanti (Direktur) |
373.330 200.000 70.000 |
- - - |
4 2 1 |
Agus Salim Pangestu (President Director) David Raimond Sulaiman (Director) Diana Arsiyanti (Director) |
| Lain-lain (masing-masing dengan pemilikan di bawah 5%) |
23.973.611.990 | 25,67 | 251.284 | Others (less than 5% equity for each stockholder) |
| Subjumlah Saham diperoleh kembali (Catatan 29) |
92.828.722.790 560.073.400 |
99,40 0,60 |
973.004 5.871 |
Subtotal Treasury stocks (Note 29) |
| Jumlah | 93.388.796.190 | 100,00 | 978.875 | Total |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| 31 Desember/December 31 , 2019 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah | Persentase | Modal Ditempatkan | ||
| Saham/ | Pemilikan/ | dan Disetor/ | ||
| Number of | Percentage | Issued and Fully | ||
| Nama Pemegang Saham | Shares | of Ownership | Paid Capital | Name of Stockholders |
| % | US\$ '000 | |||
| Prajogo Pangestu*) (Komisaris | Prajogo Pangestu*) (President | |||
| Utama) | 63.933.764.535 | 71,82 | 680.898 | Commissioner) |
| PT Barito Pacific Lumber | 1.127.631.500 | 1,27 | 12.009 | PT Barito Pacific Lumber |
| PT Tunggal Setia Pratama | 320.600.000 | 0,36 | 3.414 | PT Tunggal Setia Pratama |
| Lim Chong Thian (Komisaris) | 500.000 | 0,00 | 5 | Lim Chong Thian (Commissioner) |
| Agus Salim Pangestu (Presiden Direktur) | 373.330 | 0,00 | 4 | Agus Salim Pangestu (President Director) |
| Lain-lain (masing-masing dengan | Others (less than 5% equity for each | |||
| pemilikan di bawah 5%) | 23.130.692.805 | 25,98 | 246.343 | stockholder) |
| Subjumlah | 88.513.562.170 | 99,43 | 942.673 | Subtotal |
| Saham diperoleh kembali (Catatan 29) | 502.436.000 | 0,56 | 5.352 | Treasury stocks (Note 29) |
| Jumlah | 89.015.998.170 | 100,00 | 948.025 | Total |
*) Pada tanggal 31 Desember 2019, saham Pak Prajogo Pangestu sebesar 1.313.000.000 lembar saham terdaftar di daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek (PT Raya Saham Registra) dengan nama CGS-CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd.
*) As of December 31, 2019, Mr Prajogo Pangestu's 1,313,000,000 shares were registered in the register of shareholders issued by the Securities Administration Bureau (PT Raya Saham Registra) under the name of CGS-CIMB Securities (Singapore) Pte. Ltd.
| 31 Desember/December 31 , 2018 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah | Persentase | Modal Ditempatkan | ||
| Saham/ | Pemilikan/ | dan Disetor/ | ||
| Number of | Percentage | Issued and Fully | ||
| Nama Pemegang Saham | Shares | of Ownership | Paid Capital | Name of Stockholders |
| % | US\$ '000 | |||
| Prajogo Pangestu (Komisaris | Prajogo Pangestu (President | |||
| Utama) | 13.023.924.977 | 73,20 | 693.680 | Commissioner) |
| PT Barito Pacific Lumber | 225.526.300 | 1,27 | 12.012 | PT Barito Pacific Lumber |
| PT Tunggal Setia Pratama | 64.120.000 | 0,36 | 3.415 | PT Tunggal Setia Pratama |
| Agus Salim Pangestu (Presiden Direktur) | 74.666 | 0,00 | 4 | Agus Salim Pangestu (President Director) |
| Lain-lain (masing-masing dengan | Others (less than 5% equity for each | |||
| pemilikan di bawah 5%) | 4.377.453.735 | 24,60 | 233.152 | stockholder) |
| Subjumlah | 17.691.099.678 | 99,43 | 942.263 | Subtotal |
| Saham diperoleh kembali (Catatan 29) | 100.487.200 | 0,56 | 5.352 | Treasury stocks (Note 29) |
| Jumlah | 17.791.586.878 | 100,00 | 947.615 | Total |
Pada tanggal 22 Mei 2018, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK (sekarang OJK) dengan suratnya No. S-54/D.04/2018 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PUT II) sebanyak-banyaknya 4.399.777.259 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Sehubungan dengan PUT II, Perusahaan juga menerbitkan waran sebanyakbanyaknya 1.099.944.315 dimana satu waran memungkinkan pemegang untuk membeli satu saham Perusahaan dengan harga pelaksanaan. Waran ini dilaksanakan antara 1 Juli 2019 sampai 3 Juni 2021. Pada tanggal 31 Desember 2019, 58.063.780 waran telah dieksekusi sehingga terjadi peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor masing-masing sebesar US\$ 410 ribu dan US\$ 1.124 ribu. Pada tanggal 31 Desember 2020, 4.372.798.020 waran telah dieksekusi sehingga terjadi peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor masing-masing sebesar US\$ 30.850 ribu dan US\$ 84.159 ribu.
Berdasarkan RUPS tanggal 8 Juni 2018, pemegang saham Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar US\$ 1.500 ribu, pembagian dividen tunai untuk tahun 2017 sebesar US\$ 0,00216 per saham atau setara dengan US\$ 30.000 ribu.
On May 22, 2018, the Company obtained the notice of effectivity from the Chairman of Bapepam-LK (currently OJK) in his letter No. S-54/D.04/2018 for its limited public offering of up to 4,399,777,259 shares through Preemptive Rights Issue II (LPO II) to stockholders. These shares were listed in the Indonesia Stock Exchange. In connection with the LPO II, the Company also issued warrants up to 1,099,944,315 where one warrants allows the holder to purchase one share of the Company at a certain exercise price. These warrants are exercisable between July 1, 2019 to June 3, 2021. As of December 31, 2019, 58,063,780 warrants were excercised resulting to an increase in capital stock and additional paid-in capital at US\$ 410 thousand and US\$ 1,124 thousand, respectively. As of December 31, 2020, 4,372,798,020 warrants were excercised resulting to an increase in capital stock and additional paid-in capital of US\$ 30,850 thousand and US\$ 84,159 thousand, respectively.
Based on Shareholder's General Meeting on June 8, 2018, the Company's shareholders approved the appropriation of general reserve amounting to US\$ 1,500 thousand and the distribution of cash dividends for 2017 amounting to US\$ 0.00216 per shares or equivalent to US\$ 30,000 thousand.
Pada tanggal 7 Desember 2018, Perusahaan mengumumkan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2018 sebesar US\$ 0,00097 per saham atau setara dengan US\$ 17.233 ribu, yang dibayarkan pada 21 Desember 2018.
Berdasarkan RUPS tanggal 15 Mei 2019, pemegang saham Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar US\$ 600 ribu.
Pada 31 Juli 2019, Perusahaan mendapatkan persetujuan dari Bursa Efek Indonesia dengan Surat No. S-04354/BEI.PPI/07-2019 untuk melakukan pemecahan saham dari nominal Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 100 per lembar saham, meningkatkan saham yang beredar dari 17.801.438.250 saham menjadi 89.007.191.250 saham.
Berdasarkan RUPS tanggal 6 Agustus 2020, pemegang saham Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar US\$ 450 ribu.
Akun ini merupakan tambahan modal disetor – bersih dengan perincian sebagai berikut:
On December 7, 2018, the Company announced to distribute interim dividend for 2018 amounting to US\$ 0.00097 per shares or equivalent to US\$ 17,233 thousand, which were paid on December 21, 2018.
Based on Shareholder's General Meeting on May 15, 2019, the Company's shareholders approved the appropriation of general reserve amounting to US\$ 600 thousand.
On July 31, 2019, the Company obtained approval from Indonesia Stock Exchange with Letter No. S-04354/BEI.PPI/07-2019 for the stock split from Rp 500 per share to become Rp 100 per share, which resulted to the Company's outstanding shares to increase from 17,801,438,250 shares to 89,007,191,250 shares.
Based on Shareholder's General Meeting on August 6, 2020, the Company's shareholders approved the appropriation of general reserve amounting to US\$ 450 thousand.
28. TAMBAHAN MODAL DISETOR 28. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
This account represents additional paid-in capital – net with details as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Agio saham | Additional paid-in capital | |||
| Penawaran umum saham Perusahaan tahun 1993 sebanyak 85.000.000 saham |
252.326 | 252.326 | 252.326 | Initial public offering in 1993 of 85,000,000 shares |
| Penerbitan 125.000.000 saham kepada PT Taspen (Persero) di tahun 1993 |
119.699 | 119.699 | 119.699 | Issuance of 125,000,000 shares to PT Taspen (Persero) in 1993 |
| Penerbitan 523.764.351 saham tahun 2002 sehubungan dengan restrukturisasi pinjaman |
118.005 | 118.005 | 118.005 | Issuance of 523,764,351 shares in connection with loan restructuring in 2002 |
| Penawaran Umum Saham Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahun 2007, 4.362.432.990 saham setelah dikurangi biaya emisi saham |
513.994 | 513.994 | 513.994 | Limited Public Offering I with Pre-emptive Rights in 2007 of 4,362,432,990 shares net of stock issuance costs |
| Penawaran Umum Saham Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahun 2018, 3.831.801.310 saham setelah dikurangi biaya emisi saham Pelaksanaan waran (Catatan 27) |
490.599 85.283 |
490.599 1.124 |
490.599 - |
Limited Public Offering II with Pre-emptive Rights in 2018 of 3,831,801,310 shares - net of stock issuance costs Exercise of Warrant (Note 27) |
| Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali |
(641.305) | (525.605) | (525.605) | Difference in value arising from business combination among entities under common control |
| Jumlah | 938.601 | 970.142 | 969.018 | Total |
| Dikurangi dengan pembagian saham bonus di tahun 1994 |
(335.158) | (335.158) | (335.158) | Less bonus share in 1994 |
| Saldo tambahan modal disetor sebelum kuasi-reorganisasi Dikurangi: penyesuaian kuasi- |
603.443 | 634.984 | 633.860 | Balance of additional paid-in capital before quasi-reorganization Less: adjustment from quasi |
| reorganisasi Saldo tambahan modal disetor setelah |
(507.266) | (507.266) | (507.266) | reorganization |
| penyesuaian kuasi-reorganisasi | 96.177 | 127.718 | 126.594 | Balance of additional paid-in capital after quasi-reorganization |
Pada tahun 2016, Perusahaan melakukan pembelian kembali 39.250.600 saham Perusahaan atau sebanyak 0,56% dari total saham yang dikeluarkan dengan nilai perolehan sebesar US\$ 4.407 ribu. Pada tahun 2017, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham sehingga jumlah saham diperoleh kembali berubah menjadi 78.501.200 saham dan melakukan pembelian kembali 1.000.000 saham atau sebanyak 0,01% dari jumlah saham yang dikeluarkan dengan nilai perolehan sebesar US\$ 169 ribu.
Pada tahun 2018, Perusahaan melakukan pembelian kembali 20.986.000 saham atau sebanyak 0,12% dari jumlah saham yang dikeluarkan dengan nilai perolehan sebesar US\$ 3.465 ribu.
Pada tahun 2019, Perusahaan melakukan pemecahan saham dari nominal Rp 500 per lembar saham menjadi Rp 100 per lembar saham, membuat jumlah saham treasuri menjadi 502.436.000 saham.
Pada tahun 2020, Perusahaan melakukan pembelian kembali 57.637.400 saham atau sebanyak 0,062% dari jumlah saham yang dikeluarkan dengan nilai perolehan sebesar US\$ 2.566 ribu.
30. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA 30. OTHER EQUITY COMPONENT
29. SAHAM DIPEROLEH KEMBALI 29. TREASURY STOCKS
In 2016, the Company repurchased its 39,250,600 shares or 0.56% of total issued shares with initial cost amounting to US\$ 4,407 thousand. In 2017, the Company performed stock split from Rp 1,000 per share to become Rp 500 per share, therefore total treasury stock became 78,501,200 shares and further repurchased its 1,000,000 shares or 0.01% of total issued shares with initial cost amounting to US\$ 169 thousand.
In 2018, the Company repurchased its 20,986,000 shares or 0.12% of total issued shares with initial cost amounting to US\$ 3,465 thousand.
In 2019, the Company performed stock split from Rp 500 per share to become Rp 100 per share, therefore total treasury stock became 502,436,000 shares.
In 2020, the Company repurchased its 57,637,400 shares or 0.062% of total issued shares with cost amounting to US\$ 2,566 thousand.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu CAP, entitas anak |
110.028 | 110.028 | 110.028 | Changes in equity in relation to Limited Public Offering II with Pre-emptive Rights of CAP, a Subsidiary |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu CAP, entitas anak Perubahan ekuitas sehubungan dengan pertukaran sebagian saham CAP dengan |
46.327 | 46.327 | 46.327 | Change in equity in relation to Limited Public Offering I with Pre-emptive Rights of CAP, a Subsidiary Change in equity in relation to transfer of shares of CAP to settle |
| utang pihak berelasi | 18.497 | 18.497 | 18.497 | loan from a related party |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan instrumen ekuitas entitas anak Perubahan ekuitas sehubungan dengan |
3.550 | 3.550 | 3.550 | Change in equity in relation to equity instrument in subsidiary Change in equity in relation to |
| penjualan entitas anak | 787 | 787 | 787 | disposal of a subsidiary Change in equity due to transaction with |
| Perubahan ekuitas sehubungan transaksi dengan kepentingan nonpengendali atas penambahan investasi pada saham entitas anak |
(43.247) | (43.247) | - | non-controlling interest related with addition of investment in shares of subsidiary |
| Jumlah | 135.942 | 135.942 | 179.189 | Total |
Pada tanggal 14 Agustus 2017, CAP memperoleh pernyataan efektif dari OJK berdasarkan surat No. S-410/D.04/2017 untuk mengadakan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 279.741.494 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham dan harga penawaran Rp 18.000 per saham.
On August 14, 2017, CAP obtained notice of effectivity from OJK based on Letter No. S-410/D.04/2017 for the Limited Public Offering II (LPO II) to the Shareholders with Preemptive Rights totaling 279,741,494 shares with par value of the Rp 1,000 per share and offering price of Rp 18,000 per share.
Pada 28 April 2015, Perusahaan dan Magna Resources Corporation Pte., Ltd, (MRC) pemegang saham Perusahaan, menandatangani settlement agreement pinjaman. Perusahaan melunasi seluruh utang dan bunga yang masih harus dibayar sebesar US\$ 146.186 ribu kepada MRC melalui penyerahan 339.386.225 saham kepemilikan CAP dengan harga Rp 5.600 per saham. Keuntungan dari transaksi ini sebesar US\$ 18.497 ribu disajikan sebagai komponen ekuitas lainnya.
Pada tanggal 30 Juni 2014, RIM dan PT Royal Lestari Utama (RLU), pihak berelasi, menandatangani perjanjian jual beli saham, dimana RIM menjual kepada RLU 1.249 saham yang mewakili 99,92% kepemilikan MKC beserta dengan piutang RIM dari MKC dengan total harga penjualan Rp 44.994 juta. Keuntungan dari transaksi ini sebesar Rp 9.420 juta (atau setara dengan US\$ 787 ribu) dicatat sebagai komponen ekuitas lainnya yang dicatat sebagai tambahan modal disetor oleh RIM.
Pada tanggal 31 Oktober 2013, CAP memperoleh pernyataan efektif dari OJK sesuai dengan suratnya No. S-346/D.04/2013 untuk mengadakan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 220.766.142 saham. Penerbitan saham ini menyebabkan persentase kepemilikan Perusahaan atas saham CAP menurun dari 64,87% menjadi 60,52%.
31. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 31. OTHER COMPREHENSIVE INCOME
On April 28, 2015, the Company and Magna Resources Corporation Pte., Ltd, (MRC) the Company's shareholder, has agreed to sign a loan settlement agreement. The Company has fully settled the outstanding loan and accrued interest amounting to US\$ 146,186 thousand to MRC through transfer of 339,386,225 shares of CAP at Rp 5,600 per share. Gain arising from this transaction amounting to US\$ 18,497 thousand was recorded as other equity component.
On June 30, 2014, RIM and PT Royal Lestari Utama (RLU), a related party, signed a sale and purchase agreement of shares, whereby RIM sold to RLU 1,249 shares representing 99.92% of shares of MKC along with receivable of RIM from MKC for total selling price of Rp 44,994 million. The gain from this transaction amounting to Rp 9,420 million (or equivalent to US\$ 787 thousand) was recorded as other equity component which was presented as additional paid-in capital by RIM.
On October 31, 2013, CAP obtained Notice of Effectivity from Financial Services Authority (OJK) based on Letter No. S-346/D.04/2013 for the Limited Public Offering I (LPO I) to the Shareholders with Preemptive Rights totaling 220,766,142 shares. From these issuance of shares, this has resulted to a decrease in the Company's interest in CAP from 64.87% to 60.52%.
| Keuntungan (kerugian) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| nilai wajar bersih atas | Bagian rugi | ||||||
| aset keuangan yang | komprehensif lain | ||||||
| diukur pada FVTOCI/ | entitas | Selisih kurs | Jumlah | ||||
| Cadangan | tersedia untuk | Pengukuran kembali | asosiasi dan | penjabaran | penghasilan | ||
| lindung nilai | dijual/ | atas program | ventura bersama/ | laporan | komprehensif | ||
| arus kas/ | Net fair value gain | imbalan pasti/ | Share in | keuangan/ | lain/ | ||
| Hedging reserves | (loss) on financial | Remeasurement of | comprehensive loss | Foreign currency | Total other | ||
| for cash | assets at FVTOCI/ | defined benefits | of associates and | translation | comprehensive | ||
| flow hedge | available-for-sale | obligation | joint venture | adjustment | income | ||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Saldo per 1 Januari 2018 | - | (507) | (1.835) | - | (201.589) | (203.931) Balance as of January 1, 2018 | |
| Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan Ekuitas entitas anak yang |
3.538 | (20) | 2.038 | - | (4.903) | 653 | Other comprehensive income for the year Equity in subsidiaries resulting |
| berasal dari kombinasi bisnis | (5.678) | - | - | - | - | (5.678) | from business combination |
| Saldo per 31 Desember 2018 | (2.140) | (527) | 203 | - | (206.492) | (208.956) Balance as of December 31, 2018 | |
| Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan |
(5.137) | 937 | (1.344) | - | 3.847 | (1.697) | Other comprehensive income for the year |
| Saldo per 31 Desember 2019 | (7.277) | 410 | (1.141) | - | (202.645) | (210.653) Balance as of December 31, 2019 | |
| Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali |
- | - | - | - | 129.243 | 129.243 | Difference in value of restructuring transaction among entities under common control |
| Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan |
2.359 | (168) | 241 | (8.347) | (4.980) | (10.895) | Other comprehensive income for the year |
| Saldo per 31 Desember 2020 | (4.918) | 242 | (900) | (8.347) | (78.382) | (92.305) Balance as of December 31, 2020 | |
Bagian efektif atas perubahan nilai wajar atas lindung nilai arus kas berasal dari perjanjian swap suku bunga.
Effective portion of changes in fair value of cash flow hedge consists of agreement of interest rate swap.
tersebut telah dilepas atau diturunkan nilainya.
Revaluasi AFS merupakan akumulasi keuntungan dan kerugian yang timbul dari revaluasi aset keuangan yang tersedia dijual yang diakui pada penghasilan komprehensif lain, setelah dikurangi jumlah yang direklasifikasi ke laba rugi ketika aset
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti berasal dari perubahan pada nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja yang berasal dari keuntungan dan kerugian aktuarial.
Selisih kurs yang berkaitan dengan penjabaran aset bersih dari mata uang fungsional entitas anak untuk mata uang penyajian Grup (yaitu Dolar Amerika Serikat) diakui langsung dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam selisih kurs penjabaran atas laporan keuangan. Selisih kurs sebelumnya diakumulasi dalam selisih kurs penjabaran atas laporan keuangan direklasifikasi ke laba rugi saat dilepaskan atau pelepasan sebagian.
32. KEPENTINGAN NONPENGENDALI 32. NON-CONTROLLING INTERESTS
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak adalah sebagai berikut:
The AFS investment revaluation represents the cumulative gains and losses arising from changes in fair value of available-for-sale financial assets that have been recognized in other comprehensive income, net of amounts reclassified to profit or loss when those assets have been disposed of or determined to be impaired.
Remeasurement of defined benefits obligation represents changes in the present value of defined benefit obligation resulting from actuarial gains and losses.
Exchange differences relating to the translation adjustment of subsidiaries' net assets from its functional currency to the Group's presentation currency (U.S. Dollar) are recognized directly in other comprehensive income and accumulated in the translation adjustment. Exchange differences previously accumulated in translation adjustment are reclassified to profit or loss on the disposal or partial disposal.
Non-controlling interest in net assets of subsidiaries are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| CAP dan entitas anak | 1.015.877 | 989.364 | 1.000.994 | CAP and its subsidiaries |
| SEGHPL dan entitas anak | 561.072 | 592.437 | 526.866 | SEGHPL and its subsidiaries |
| Lainnya | 49.002 | (1.530) | (634) | Others |
| Jumlah | 1.625.951 | 1.580.271 | 1.527.226 | Total |
Perubahan kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:
follows:
The changes in non-controlling interest are as
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Saldo awal tahun | 1.580.271 | 1.527.226 | 1.391.198 | Balance at beginning of year |
| Penerapan PSAK baru | (7.100) | - | - | Implementation of new PSAK |
| Saldo awal tahun setelah penerapan | Balance at beginning of year after | |||
| PSAK baru | 1.573.171 | 1.527.226 | 1.391.198 | implementation of new PSAK |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan | Change in equity in relation to equity | |||
| instrumen ekuitas entitas anak | 6.164 | 571 | 460 | instrument of subsidiary |
| Perubahan ekuitas sehubungan transaksi | Change in equity due to transaction | |||
| dengan kepentingan nonpengendali | with non-controlling interest related | |||
| atas penambahan investasi pada | with addition of investment in shares | |||
| saham entitas anak | 48.441 | (6.678) | - | of subsidiary |
| Laba tahun berjalan | 105.109 | 93.250 | 169.840 | Profit for the year |
| Penghasilan komprehensif lain | Other comprehensive income | |||
| Bagian rugi komprehensif lain | Share in comprehensive loss of | |||
| entitas asosiasi dan ventura bersama | (3.863) | - | - | associates and joint venture |
| Pengukuran kembali atas | Remeasurement of defined benefits | |||
| program imbalan pasti | 2.509 | (1.439) | 3.524 | obligation |
| Keuntungan nilai wajar bersih atas | Net fair value gain on available | |||
| aset keuangan tersedia untuk dijual | - | 1.075 | - | for sale financial assets |
| Bagian efektif atas perubahan nilai | Effective portion of changes in fair | |||
| wajar atas lindung nilai arus kas | - | (9.693) | 6.676 | value of cash flow hedge |
| Selisih kurs karena penjabaran | Foreign currency translation | |||
| laporan keuangan | (51) | 166 | (248) | adjustment |
| Pembagian dividen dan capital reduction | Dividend distributed and capital | |||
| entitas anak kepada kepentingan | reduction by subsidiary | |||
| nonpengendali | (105.529) | (24.207) | (44.224) | to non-controlling interests |
| Jumlah | 1.625.951 | 1.580.271 | 1.527.226 | Total |
Ringkasan informasi keuangan pada entitas anak Grup yang memiliki kepentingan nonpengendali yang material ditetapkan di bawah ini. Ringkasan informasi keuangan di bawah ini merupakan jumlah sebelum eliminasi intra grup.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
Summarized financial information in respect of the Group's subsidiary that has material noncontrolling interest is set out below. The summarized financial information below represents amounts before intragroup eliminations.
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Aset lancar Aset tidak lancar |
1.502.145 2.091.602 |
1.389.124 2.062.087 |
1.395.717 1.777.769 |
Current assets Noncurrent assets |
| Jumlah Aset | 3.593.747 | 3.451.211 | 3.173.486 | Total Assets |
| Liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang |
863.813 918.506 |
783.962 906.257 |
680.250 723.159 |
Current liabilities Noncurrent liabilities |
| Jumlah Liabilitas | 1.782.319 | 1.690.219 | 1.403.409 | Total Liabilities |
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
| Pendapatan | 1.806.444 | 1.880.989 | 2.543.219 | Revenue |
| Beban | 1.754.902 | 1.857.342 | 2.360.903 | Expenses |
| Laba tahun berjalan | 51.542 | 23.647 | 182.316 | Profit for the year |
| Penghasilan komprehensif lain | 174 | 530 | 598 | Other comprehensive income |
| Jumlah laba komprehensif | 51.716 | 24.177 | 182.914 | Total comprehensive income |
| Kas masuk (keluar) bersih dari: | Net cash inflow (outflow) from: | |||
| Kegiatan Operasi | 388.412 | 238.133 | 403.515 | Operating Activities |
| Kegiatan Investasi | (111.604) | (411.870) | (369.551) | Investing Activities |
| Kegiatan Pendanaan | (18.049) | 107.181 | (149.786) | Financing Activities |
| Star Energy Group Holdings Pte., Ltd | Star Energy Group Holdings Pte., Ltd | |||
| 31 Desember/ December 31, 2020 |
31 Desember/ December 31, 2019 |
31 Desember/ December 31, 2018 |
||
| Aset lancar | US\$ '000 438.064 |
US\$ '000 298.590 |
US\$ '000 320.428 |
Current assets |
| Aset tidak lancar | 2.893.944 | 2.928.524 | 2.923.973 | Noncurrent assets |
| Jumlah Aset | 3.332.008 | 3.227.114 | 3.244.401 | Total Assets |
| Liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang |
133.815 2.357.132 |
160.348 2.182.819 |
197.884 2.263.076 |
Current liabilities Noncurrent liabilities |
| Jumlah Liabilitas | 2.490.947 | 2.343.167 | 2.460.960 | Total Liabilities |
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
| Pendapatan | 520.643 | 513.461 | 521.572 | Revenue |
| Beban | 404.393 | 387.395 | 410.720 | Expenses |
| Laba tahun berjalan | 116.250 | 126.066 | 110.852 | Profit for the year |
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
Penghasilan komprehensif lain 3.891 (15.609) 14.976 Other comprehensive income
Jumlah laba komprehensif 120.141 110.457 125.828 Total comprehensive income
Kas masuk (keluar) bersih dari: Net cash inflow (outflow) from:
Kegiatan Operasi 197.353 207.726 219.554 Operating Activities
Kegiatan Investasi (25.106) (63.577) (28.504) Investing Activities
Kegiatan Pendanaan (87.968) (145.470) (176.023) Financing Activities
33. PENDAPATAN 33. REVENUES
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Ekspor | Export | |||
| Petrokimia | 496.310 | 498.426 | 637.880 | Petrochemical |
| Lokal | Local | |||
| Petrokimia | 1.300.728 | 1.373.679 | 1.896.761 | Petrochemical |
| Energi dan sumber daya | Energy and resources | |||
| Listrik | 226.932 | 219.378 | 222.947 | Electricity |
| Pendapatan sewa energi | 148.297 | 146.514 | 147.796 | Energy lease income |
| Uap | 102.730 | 104.371 | 107.036 | Steam |
| Pendapatan sewa pembiayaan | 42.615 | 43.185 | 43.699 | Finance lease income |
| Carbon credit | 69 | 13 | 94 | Carbon credit |
| Lainnya | 16.489 | 16.900 | 19.348 | Others |
| Subjumlah | 1.837.860 | 1.904.040 | 2.437.681 | Subtotal |
| Jumlah | 2.334.170 | 2.402.466 | 3.075.561 | Total |
1% dari pendapatan bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: 4% dan 2018: 1%) dilakukan dengan pihak berelasi (Catatan 44).
Pendapatan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari pendapatan bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 adalah dari PGE/PLN dengan jumlah sebesar US\$ 520.643 ribu (2019: US\$ 513.461 ribu dan 2018: US\$ 521.572 ribu).
34. BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN BEBAN LANGSUNG
1% of net revenues for the year ended December 31, 2020 (2019: 4% and 2018: 1%) was made with related parties (Note 44).
Revenues earned from specific customer exceeding 10% of net revenues for the year ended December 31, 2020 were from PGE/PLN amounting to US\$ 520,643 thousand (2019: US\$ 513,461 thousand and 2018: US\$ 521,572 thousand).
34. COST OF REVENUES AND DIRECT COSTS
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Petrokimia Pemakaian bahan baku Tenaga kerja langsung Biaya pabrikasi |
1.194.029 48.482 218.904 |
1.258.397 58.392 302.034 |
1.621.280 54.796 335.423 |
Petrochemical Materials used Direct labor Factory overhead |
| Jumlah Biaya Produksi | 1.461.415 | 1.618.823 | 2.011.499 | Total Manufacturing Costs |
| Persediaan barang dalam proses Awal tahun Akhir tahun |
8.329 (6.142) |
12.013 (8.329) |
11.093 (12.013) |
Work in process Beginning of the year End of the year |
| Biaya Pokok Produksi | 1.463.602 | 1.622.507 | 2.010.579 | Cost of Goods Manufactured |
| Persediaan barang jadi Awal tahun Pembelian barang jadi Akhir tahun |
124.430 144.178 (84.871) |
98.914 118.852 (124.430) |
87.669 159.372 (98.914) |
Finished goods Beginning of the year Purchases of finished goods End of the year |
| Beban Pokok Penjualan Petrokimia Beban Langsung Energi dan Sumber Daya Lain-lain |
1.647.339 96.695 6.739 |
1.715.843 100.002 7.170 |
2.158.706 98.752 12.666 |
Cost of Goods Sold of Petrochemical Direct Cost of Energy and Resources Others |
| Jumlah | 1.750.773 | 1.823.015 | 2.270.124 | Total |
Tidak terdapat pembelian yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi.
No purchases of raw materials were made from related parties.
Rincian pembelian bahan baku dan barang jadi yang melebihi 10% dari pendapatan bersih adalah sebagai berikut:
Purchases of raw materials and finished goods from suppliers which represent more than 10% of the net revenues are as follows:
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Saudi Aramco Product Trading | Saudi Aramco Product Trading | |||
| Company | 536.331 | - *) | 267.570 | Company |
| Marubeni Petroleum Co. Ltd. | 235.464 | 318.402 | - *) | Marubeni Petroleum Co., Ltd. |
| Shell International Eastern | Shell International Eastern | |||
| Trading Co. | - *) | 342.349 | 401.967 | Trading |
| Jumlah | 771.795 | 660.751 | 669.537 | Total |
| *) di bawah 10% dari pendapatan bersih pada | *) below 10% of net revenues in the respective |
*) di bawah 10% dari pendapatan bersih pada tahun yang bersangkutan.
35. BEBAN PENJUALAN 35. SELLING EXPENSES
years
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Pengangkutan dan asuransi | 46.574 | 37.030 | 34.724 | Freight and insurance |
| Gaji, upah dan kesejahteraan | Salaries, wages and employee | |||
| karyawan | 2.750 | 3.066 | 2.741 | benefits |
| Lain-lain | 1.195 | 2.077 | 3.007 | Others |
| Jumlah | 50.519 | 42.173 | 40.472 | Total |
36. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 36. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Gaji, upah dan kesejahteraan | Salaries, wages and employee | |||
| karyawan | 48.730 | 58.170 | 50.347 | benefits |
| Jasa profesional | 14.980 | 11.344 | 15.027 | Professional fees |
| Penyisihan produksi untuk | Production allowance for | |||
| Energy (PGE) | 14.913 | 13.172 | 13.935 | Energy (PGE) |
| Beban perlengkapan dan suku cadang | 5.601 | 5.353 | 7 | Spareparts and supplies expenses |
| Beban representasi | 3.739 | 1.251 | 621 | Representation expenses |
| Transportasi dan perjalanan dinas | 3.051 | 4.105 | 4.673 | Transportation and travelling |
| Penyusutan (Catatan 16) | 2.226 | 2.438 | 1.982 | Depreciation (Note 16) |
| Lain-lain | 14.251 | 16.114 | 16.172 | Others |
| Jumlah | 107.491 | 111.947 | 102.764 | Total |
37. BEBAN KEUANGAN 37. FINANCE COSTS
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Beban bunga dari: | Interest expense on: | |||
| Obligasi dan wesel | 84.641 | 70.766 | 53.437 | Bonds and notes |
| Utang bank | 80.625 | 81.386 | 109.411 | Bank loans |
| Amortisasi biaya pendanaan | Amortization of deferred | |||
| yang ditangguhkan | 18.401 | 19.260 | 31.892 | financing costs |
| Lain-lain | 21.454 | 796 | 15 | Others |
| Jumlah bunga atas liabilitas keuangan | Total interest on financial | |||
| yang tidak diklasifikasikan sebagai | liabilities not classified | |||
| FVTPL | 205.121 | 172.208 | 194.755 | as FVTPL |
| Provisi bank | 6.509 | 10.310 | 8.082 | Bank charges |
| Pajak atas beban bunga | 2.059 | 2.508 | 5.512 | Tax on interest expense |
| Jumlah | 213.689 | 185.026 | 208.349 | Total |
38. OTHER GAINS AND LOSSES – NET
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Penghasilan bunga Keuntungan atas instrumen keuangan |
12.769 | 13.184 | 10.318 | Interest income |
| derivatif | 417 | 8.462 | 2.391 | Gain on derivative financial instruments |
| Keuntungan atas pelepasan entitas anak | - | - | 11.352 | Gain on the disposal of subsidiaries |
| Lain-lain - bersih | 13.121 | 20.260 | (1.375) | Others - net |
| Jumlah | 26.307 | 41.906 | 22.686 | Total |
39. PAJAK PENGHASILAN 39. INCOME TAX
Beban (manfaat) pajak penghasilan Grup terdiri dari:
Income tax expense (benefit) of the Group, consists of the following:
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Entitas anak | Subsidiaries | |||
| Pajak kini | 134.169 | 129.873 | 196.574 | Current tax |
| Pajak tangguhan | (31.080) | 9.416 | 1.069 | Deferred tax |
| Jumlah beban pajak penghasilan - bersih | 103.089 | 139.289 | 197.643 | Total income tax expense - net |
Pada tanggal 29 Oktober 2013, Perusahaan mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan untuk melakukan pelaporan perpajakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat (mata uang fungsional) mulai tahun fiskal 2014.
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
| --- | |
|---|---|
| US\$ '000 | |
| Subsidiaries | |
Pajak kini Current tax
On October 29, 2013, the Company has obtained the approval from the Minister of Finance to report its taxation in US Dollar (functional currency) starting fiscal year 2014.
The reconciliation between profit before tax per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and taxable income (fiscal loss) is as follows:
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Dikurangi: Laba sebelum pajak entitas anak |
244.472 | 276.669 | 455.809 | Profit before tax per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income Less: Profit before tax of subsidiaries |
| setelah dilakukan penyesuaian pada level konsolidasian |
(269.824) | (303.910) | (488.845) | after adjustment in consolidated level |
| Rugi sebelum pajak - Perusahaan | (25.352) | (27.241) | (33.036) | Loss before tax - the Company |
| Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal: Bagian atas laba entitas asosiasi - |
Nondeductible expenses (nontaxable income): Share in profit of assoicates - |
|||
| bersih | (2.963) | (704) | (3.660) | net |
| Beban penyusutan | 37 | 320 | 118 | Depreciation expense |
| Sumbangan dan representasi | 3.739 | 1.216 | 608 | Donation and representation |
| Imbalan pasca kerja | 67 | (49) | (53) | Post-employment benefits |
| Penghasilan dan beban yang | Income and expense subjected | |||
| dikenakan pajak final | 990 | (86) | 3.553 | to final tax |
| Lain-lain | 2.741 | 3.947 | 1.098 | Others |
| Jumlah | 4.611 | 4.644 | 1.664 | Total |
| Rugi fiskal Perusahaan tahun berjalan Rugi fiskal tahun-tahun sebelumnya |
(20.741) | (22.597) | (31.372) | The Company's fiscal loss for the year |
| yang belum dikompensasikan Penyesuaian atas rugi fiskal 2017 |
(74.110) | (51.513) | (20.141) | Prior years' fiscal loss carryforward Adjustments of 2017 fiscal loss |
| dari hasil pemeriksaan pajak | 3.160 | - | - | as a result of tax audit |
| Akumulasi rugi fiskal Perusahaan | (91.691) | (74.110) | (51.513) | The Company's accumulated fiscal loss |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Pada tanggal 16 Mei 2020, telah diterbitkan Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang. Pemerintah telah menurunkan tarif Pajak Penghasilan Badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 persen untuk tahun-tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20 persen mulai tahun pajak 2022. Perubahan ini berdampak pada manfaat pajak tangguhan sebesar US\$ 30.622 ribu pada tahun 2020.
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Aset pajak tangguhan merupakan jumlah bersih setelah diperhitungkan dengan liabilitas pajak tangguhan dari masing-masing entitas usaha dengan rincian sebagai berikut:
On May 16, 2020, Law No. 2 Year 2020 was issued related to Establishment of Government Regulations as substitute of Law No. 1 Year 2020 about State Financial Policy and Stability of Financial Systems for Handling Corona Virus Disease Pademic 2019 (COVID-19) and/or In Order to Face Threats that Danger the National Economy and/or Stability of Financial Systems. The Government decreased the tax rate for Corporate Income Tax from 25 percent to 22 percent for the fiscal years 2020 and 2021, and become 20 percent starting from fiscal year 2022. The change in tax rates has resulted to an increase in deferred tax benefit of US\$ 30,622 thousand in 2020.
Deferred tax assets represents net amount after deducting the deferred tax liabilities of the same business entity with details as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
|
|---|---|---|---|
| Subsidiaries | |||
| 128 | 151 | 166 | Employee benefits obligation |
| Depreciation of property, plant | |||
| (18) | 16 | 14 | and equipment |
| Allowance for decline in value | |||
| (2) | 136 | 133 | of inventories |
| 105 | 72 | - | Others |
| 213 | 375 | 313 | Deferred tax assets |
Manajemen berkeyakinan bahwa rugi fiskal Perusahaan sampai dengan 31 Desember 2020 tidak akan dimanfaatkan di masa mendatang sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan.
Liabilitas Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities
Akun ini merupakan liabilitas pajak tangguhan setelah diperhitungkan dengan aset pajak tangguhan dari masing-masing entitas usaha dengan rincian sebagai berikut:
Management believes that the Company's fiscal losses up to December 31, 2020 are not expected to be utilized against future taxable income thus the Company did not recognize deferred tax asset arising from fiscal loss.
This account represents deferred tax liabilities after deducting the deferred tax assets of each same business entity as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Entitas anak | Subsidiaries | |||
| Liabilitas imbalan kerja | (7.583) | (9.038) | (6.116) | Employee benefits obligation |
| Penyesuaian nilai wajar atas | Fair value adjustment on acquisition | |||
| akuisisi entitas anak | 388.242 | 406.718 | 406.718 | of subsidiaries |
| Piutang sewa pembiayaan | 134.048 | 136.067 | 137.892 | Finance lease receivable |
| Depreciation of property, plant | ||||
| Penyusutan aset tetap | 339.594 | 333.495 | 324.695 | and equipment |
| Lain-lain | 11.593 | 32.619 | 28.554 | Others |
| Liabilitas pajak tangguhan | 865.894 | 899.861 | 891.743 | Deferred tax liabilities |
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba bersih per saham dasar:
40. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 40. BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE
The computation of basic earnings per share is based on the following data:
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rugi tahun berjalan dari operasi yang dihentikan yang digunakan dalam perhitungan laba per saham dasar dari operasi yang dihentikan |
36.274 - |
44.130 - |
72.226 (16.100) |
Profit for the year attributable to the Owners of the Company Loss for the year from discontinued operations used in the calculation of basic earnings per share from discontinued operations |
| Laba yang digunakan dalam perhitungan laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan |
36.274 | 44.130 | 88.326 | Earnings used in the calculation of basic earnings per share from continuing operations |
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
| Lembar/shares | Lembar/shares | Lembar/shares | ||
| Jumlah rata-rata tertimbang saham |
93.388.796.190 | 89.015.998.170 | 79.093.324.100 | Weighted average number of ordinary shares |
| Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang berpotensi dilutif dari waran |
175.888.885 | 2.996.544.336 | 557.996.226 | Weighted average number of dilutive potential ordinary shares from warrants |
| Jumlah rata-rata tertimbang saham dilusian |
93.564.685.075 | 92.012.542.506 | 79.651.320.326 | Weighted average number of ordinary shares for diluted earnings per shares |
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang digunakan untuk menghitung laba per saham dasar telah disesuaikan untuk mencerminkan pengaruh dari pemecahan nilai nominal saham dari Rp 500 menjadi Rp 100 per lembar saham pada 31 Juli 2019, yang dilakukan secara retrospektif (Catatan 27).
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 1d, pada 7 Juni 2018, Perusahaan memperoleh kepemilikan saham atas SEGHPL dan entitas anak dari Prajogo Pangestu, pemegang saham Perusahaan.
Kombinasi bisnis dilakukan antara entitas sepengendali sehingga dicatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolaholah kombinasi telah terjadi sejak awal periode entitas anak (SEGHPL dan entitas anak) berada dalam sepengendalian.
Aset bersih yang diterima dan nilai akuisisi pada tanggal efektif kombinasi bisnis (7 Juni 2018) adalah sebagai berikut:
The weighted average number of shares for the computation of basic earnings per share has been adjusted to reflect the effect of nominal stock split from Rp 500 to Rp 100 per share on July 31, 2019, which were applied retrospectively, (Note 27).
41. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI 41. BUSINESS COMBINATION OF ENTITIES UNDER COMMON CONTROL
As described in Note 1d, on June 7, 2018, the Company acquired ownership interest in SEGHPL and its subsidiaries from Prajogo Pangestu, the Company's shareholder.
The business combination are carried out between entities under common control, thus it was accounted for under the pooling of interest method.
The pooling of interest method is applied as if the combination had occurred from the beginning of the period that the subsidiaries (SEGHPL and its subsidiaries) were under common control.
The net assets received and the acquisition price as of the effective date of the business combination (June 7, 2018) is as follows:
| US\$ '000 | ||
|---|---|---|
| Jumlah aset | 3.243.977 | Total assets |
| Jumlah liabilitas | (2.531.021) | Total liabilities |
| Aset bersih | 712.956 | Net assets |
| Kepentingan non-pengendali | (368.881) | Non-controlling interests |
| Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk |
344.075 | Equity attributable to Owners of the parent entity |
| Porsi kepemilikan Perusahaan atas SEGHPL | 229.395 | The Company's ownership interests in SEGHPL |
| Nilai akuisisi | 755.000 | Acquisition price |
| Tambahan modal disetor (Catatan 28) | (525.605) | Additional paid-in capital (Note 28) |
Selisih antara nilai imbalan akuisisi dan jumlah tercatat nilai aset bersih yang diperoleh disajikan sebagai tambahan modal disetor (Catatan 28).
Hasil usaha SEGHPL dan entitas anak dari 1 Januari 2018 sampai dengan 7 Juni 2018 (tanggal kombinasi bisnis) disajikan seolah-olah telah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian Grup adalah sebagai berikut:
The difference between the acquisition price and the carrying amounts of net assets acquired was presented as additional paid-in capital (Note 28).
The financial performance of SEGHPL and its subsidiaries from January 1, 2018 until June 7, 2018 (the date of the business combination) are presented as if they have been consolidated in the consolidated financial statements of the Group are as follows:
| US\$ '000 | ||
|---|---|---|
| Penjualan Beban pokok penjualan |
217.387 (49.723) |
Sales Cost of sales |
| Laba kotor | 167.664 | Gross profit |
| Laba periode berjalan | 38.950 | Profit for the period |
| Penghasilan komprehensif lain | 16.394 | Other comprehensive income |
| Total penghasilan komprehensif untuk periode berjalan |
55.344 | Total comprehensive income for the period |
| Diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepemilikan non-pengendali |
19.878 19.072 |
Attributable to: Owners of the Company Non-controlling interest |
| Jumlah | 38.950 | Total |
| Diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepemilikan non-pengendali |
28.395 26.949 |
Attributable to: Owners of the Company Non-controlling interest |
| Jumlah | 55.344 | Total |
42. OPERASI YANG DIHENTIKAN 42. DISCONTINUED OPERATIONS
a. PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) : a. PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI)
Pada tanggal 5 Maret 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham, dimana Perusahaan menyetujui untuk menjual 51% kepemilikan saham di PT Barito Wanabinar Indonesia, yang menangani kegiatan operasi perhutanan Grup kepada PT Barito Pacific Lumber (BPL) (Catatan 44i).
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali yang dibukukan pada akun tambahan modal disetor tahun berjalan dihitung seperti dibawah ini:
On March 5, 2020, the Company entered into a Share Purchase Agreement, whereby the Company agreed to sell 51% ownership in PT Barito Wanabinar Indonesia, which carried out the Group's logging and timber plantation operations to PT Barito Pacific Lumber (BPL) (Note 44i).
The difference in value of restructuring transaction among entities under common control that is included in the additional paid-in capital during the year is computed as follows:
| 2020 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Imbalan yang diterima | 8.833 | Consideration received |
| Nilai tercatat dari investasi yang dijual | (15.831) | Carrying amount of investment disposed |
| Perubahan ekuitas sehubungan dengan | Change in equity in relation to equity | |
| instrumen ekuitas entitas anak | 20.541 | instrument in subsidiary |
| Efek translasi | (129.243) | Translation adjustment |
| Tambahan modal disetor (Catatan 28) | (115.700) | Additional paid in capital (Note 28) |
b. PT Grand Utama Mandiri, PT Tintin Boyok Sawit Makmur dan PT Tintin Boyok Sawit Makmur Dua.
Pada tanggal 16 Agustus 2018, PT Royal Indo Mandiri (RIM) menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement – CSPA), dimana RIM menyetujui untuk menjual kepemilikan saham di PT Grand Utama Mandiri, PT Tintin Boyok Sawit Makmur dan PT Tintin Boyok Sawit Makmur Dua, yang menangani kegiatan operasi perkebunan Grup, masing-masing sebesar 95% dengan kondisi tersebut dalam perjanjian pada 7 September 2018.
Hasil dari operasi yang dihentikan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain kondolidasian yang diklasifikasi sebagai operasi yang dihentikan dalam tahun berjalan.
Rugi periode berjalan dari operasi yang dihentikan
b. PT Grand Utama Mandiri, PT Tintin Boyok Sawit Makmur and PT Tintin Boyok Sawit Makmur Dua.
On August 16, 2018, PT Royal Indo Mandiri (RIM) entered into a Conditional Share Purchase Agreement – CSPA, whereby RIM agreed to sell its 95% ownership shares in PT Grand Utama Mandiri, PT Tintin Boyok Sawit Makmur and PT Tintin Boyok Sawit Makmur Dua, which carried out the Group's plantation operations, with conditions mentioned in the agreement on September 7, 2018.
The results of the discontinued operations included in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income are classified as discontinued operations in the current period.
Loss for the period from discontinued operations
| 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|
| Pendapatan | 15.769 | Revenue |
| Beban | (31.681) | Expenses |
| Rugi sebelum pajak dari operasi yang dihentikan | (15.912) | Loss before tax of discontinued operations |
| Beban pajak | (188) | Income tax expense |
| Rugi periode berjalan dari operasi yang dihentikan | (16.100) | Loss for the period from discontinued operations |
Aset dan liabilitas dari operasi yang dihentikan Assets and liabilities from discontinued operations
| 7 September/ September 7, 2018 |
||
|---|---|---|
| US\$ '000 | ||
| Aset lancar | Current assets | |
| Kas dan setara kas | 4.331 | Cash and cash equivalents |
| Piutang usaha pihak ketiga | 47 | Trade accounts receivable - third parties |
| Piutang lain-lain pihak ketiga | 109 | Other accounts receivable - third parties |
| Persediaan | 1.183 | Inventories |
| Aset biologis | 334 | Biological assets |
| Uang muka dan biaya dibayar dimuka | 90 | Advances and prepaid expenses |
| Pajak dibayar dimuka | 1.267 | Prepaid taxes |
| Piutang Perkebunan Plasma | 7.448 | Plasma Receivables |
| Aset tidak lancar | Non-current assets | |
| Tanaman perkebunan - bersih | 31.190 | Plantation assets - net |
| Aset tetap - bersih | 16.557 | Property, plant and equipment - net |
| Aset tidak lancar lainnya | 19 | Other non-current assets |
| Jumlah aset kelompok lepasan yang | ||
| dimiliki untuk dijual | 62.575 | Total disposal group assets held for sale |
| Liabilitas jangka pendek | Current liabilities | |
| Utang usaha | 753 | Trade payables |
| Utang lain-lain dan uang muka | Other account payables and | |
| yang diterima | 1.565 | advance payment received |
| Biaya yang masih harus dibayar | 186 | Accrued expenses |
| Utang sewa pembiayaan | 18 | Finance lease payables |
| Liabilitas jangka panjang | Non-current liabilities | |
| Utang pajak | 129 | Taxes payable |
| Liabilitas pajak tangguhan | 84 | Deferred tax liabilities |
| Aset bersih yang dijual | 2.735 | Net assets disposed of |
| Arus kas dari operasi yang dihentikan | Cash flows of discontinued operations | |
|---|---|---|
| 2018 US\$ '000 |
||
| Arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi Arus kas masuk bersih dari aktivitas investasi Arus kas keluar aktivitas pendanaan |
24.840 1.861 (22.474) |
Net cash inflows from operating activities Net cash inflows from investing activities Net cash outflows from financing activities |
| Arus kas masuk bersih | 4.227 | Net cash inflows |
| Keuntungan atas penjualan yang dibukukan pada akun keuntungan pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan dihitung seperti dibawah ini: |
The gain on disposal that is included in the others account in profit or loss and other comprehensive income for the year is computed as follows: |
|
| 2018 | ||
| Imbalan yang diterima dalam kas dan setara kas Nilai tercatat dari investasi yang dijual Goodwill Efek translasi |
US\$ '000 67.900 (56.848) (186) 486 |
Consideration received in cash and cash equivalents Carrying amount of investment disposed Goodwill Translation adjustment |
| Keuntungan atas penjualan | 11.352 | Gain on disposal |
| Arus kas bersih atas penjualan entitas anak adalah sebagai berikut: |
The net cash inflow on disposal of the subsidiaries is as follows: |
|
| 2018 US\$ '000 |
||
| Imbalan yang diterima dalam kas dan setara kas Dikurangi: saldo kas dan setara kas yang dijual |
67.900 (4.331) |
Consideration received in cash and cash equivalents Less: cash and cash equivalent balances disposed of |
| Jumlah imbalan yang diterima | 63.569 | Total consideration received |
43. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI NONKAS
43. SUPPLEMENTAL DISCLOSURES ON NONCASH INVESTING ACTIVITIES
| 2020 | 2019 | 2018 | ||
|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Penambahan investasi saham | Acquisition of subsidiary through | |||
| melalui penerbitan saham | - | - | 520.679 | right issue |
| Penambahan piutang lain-lain | Additions of other accounts receivable | |||
| melalui penjualan entitas anak | 8.833 | - | - | through sale of subsidiary |
| Penambahan uang muka investasi melalui | Additions of advance for investment | |||
| penjualan entitas anak | 15.084 | - | - | through sale of subsidiary |
| Penambahan aset-hak-guna melalui: | Additions of right-use-assets | |||
| liabilitas sewa | 18.007 | - | - | through lease liabilities |
| Additions of property, plant and | ||||
| Penambahan aset tetap melalui: | equipment through: | |||
| Realisasi uang muka pembelian | Advances for purchase of property, | |||
| aset tetap | 62.648 | 38.040 | 6.007 | plant and equipment |
| Utang lain-lain | 16.190 | 16.012 | 18.639 | Other accounts payable |
| Transfer aset dalam penyelesaian ke | Transfer of construction in progress to | |||
| aset sewa operasi | 34.491 | 57.826 | 22.136 | Property on operating lease |
| Transfer aset dalam penyelesaian ke | Transfer of construction in progress to | |||
| beban yang ditangguhkan | 973 | 99 | 6.604 | deferred charges |
| Transfer aset dalam penyelesaian ke | Transfer of construction in progress to | |||
| properti investasi | - | 13.452 | - | investment properties |
- a. Prajogo Pangestu merupakan pemegang saham Perusahaan.
- b. PT Barito Pacific Lumber (BPL) merupakan pemegang saham Perusahaan dan BPL dimiliki oleh Prajogo Pangestu.
- c. PT Petrogas Pantai Madura (PPM) merupakan entitas asosiasi.
- d. PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) adalah entitas asosiasi dari SMI, entitas anak.
- e. PT SCG Barito Logistic (SBL) dan PT Indo Raya Tenaga (IRT) merupakan entitas asosiasi. PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) menjadi entitas asosiasi di tahun 2020.
- f. BWL merupakan entitas anak dari Perusahaan.
a. Grup memberikan manfaat untuk anggota Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:
44. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI 44. NATURE OF RELATIONSHIP AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat Pihak Berelasi Nature of Relationship
- a. Prajogo Pangestu are the major stockholder of the Company.
- b. PT Barito Pacific Lumber (BPL) are the stockholder of the Company and BPL is owned by Prajogo Pangestu.
- c. PT Petrogas Pantai Madura (PPM) is an associate.
- d. PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) is an associate of SMI, a subsidiary.
- e. PT SCG Barito Logistic (SBL) and PT Indo Raya Tenaga (IRT) are associates. PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) became an associate in 2020.
- f. BWL is a subsidiary of the Company.
Transaksi Pihak Berelasi Transactions with Related Parties
a. The Group provides benefits to its Boards of Commissioners and Directors as follows:
| 2020 US\$ '000 |
2019 US\$ '000 |
2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Komisaris Imbalan kerja jangka pendek Gaji |
1.525 | 1.275 | 942 | Commissioners Short-term employee benefits Salaries |
| Direktur Imbalan kerja jangka pendek Gaji dan bonus Tunjangan lain-lain |
5.911 559 |
5.643 566 |
6.449 615 |
Directors Short-term employee benefits Salaries and bonus Other allowances |
| Jumlah | 6.470 | 6.209 | 7.064 | Total |
- b. Grup memiliki uang muka investasi dengan pihak berelasi (Catatan 46u).
- c. Perusahaan memiliki utang lain-lain kepada pihak berelasi terkait dengan tambahan modal kerja yang diberikan oleh pemegang saham.
- d. Penjualan kepada SRI, pihak berelasi, sebesar US\$ 24.774 ribu, yang mewakili 1% dari jumlah pendapatan bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: US\$ 94.061 ribu; 4% dan 2018: US\$ 25.725 ribu; 1%) (Catatan 33). Pada tanggal pelaporan, piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian piutang usaha (Catatan 6), yang meliputi 0,07% dari jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: 0,10% dan 2018: 0,11%).
- b. The Group have advance for investment with related parties (Note 46u).
- c. The Company have other accounts payable to related party in regards with additional working capital from the shareholder.
-
d. Revenues earned from SRI, related parties, amounting to US\$ 24,774 thousand represent 1% of the total net revenues for the year ended December 31, 2020 (2019: US\$ 94,061 thousand; 4% and 2018: US\$ 25,725 thousand; 1%) (Note 33). At reporting dates, the receivables from these sales were presented as trade accounts receivable (Note 6), which constituted 0.07% of the total assets as of December 31, 2020 (2019: 0.10% and 2018: 0.11%).
-
e. Grup mengadakan perjanjian dengan SBL untuk pengiriman produk petrokimia dan operasional gudang yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Beban ini dicatat dalam beban penjualan sebesar US\$ 24.206 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: US\$ 18.127 ribu dan 2018: US\$ 14.172 ribu). Pada tanggal pelaporan, utang atas beban tersebut dicatat sebagai bagian utang usaha (Catatan 21), yang meliputi 0,11% dari jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: 0,06% dan 2018: 0,05%).
- f. Pada tanggal 27 Desember 2019, BWL menjual tanah seluas 62 hektar ke IRT yang nilainya sebesar US\$ 79.985 ribu (Catatan 13).
- g. Berdasarkan Keputusan Sirkulasi Rapat Dewan Komisaris IRT tanggal 23 September 2019, dewan komisaris menyetujui perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham dengan BWL sebesar US\$ 61.800 ribu dan dikenakan bunga 6,125% per tahun yang dihitung secara efektif mulai tanggal 18 Juli 2019 dan akan dibayarkan penuh baik pokok maupun bunga di 26 Juni 2020 (Catatan 7). BWL mengamandemen bunga pinjaman menjadi 3,789% pada tahun 2020.
Pada tanggal 12 Desember 2019, BWL setuju untuk mengalihkan saham IRT ke BWT bersama dengan pinjaman pemegang saham. Tidak ada perubahan dalam pinjaman pemegang saham ke IRT. IRT telah melunasi seluruh pinjamannya di Juni 2020.
- h. Berdasarkan Perjanjian pinjaman pemegang saham tanggal 15 Juli 2020, Perusahaan menyetujui perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham kepada IRT sebesar US\$ 188.295 ribu dengan bunga 6,125% per tahun yang dihitung secara efektif mulai tanggal 15 Juli 2020 dan akan dibayarkan penuh baik pokok maupun bunga di 15 Juli 2025. (Catatan 7).
- i. Perusahaan memiliki piutang lain-lain tidak lancar pihak berelasi kepada BPL sebesar Rp 144.575 juta atau setara dengan US\$ 10.258 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 atas transaksi penjualan entitas anak, BWI (Catatan 42).
Grup melaporkan segmen yang didasarkan pada operasi berikut:
-
- Petrokimia
-
- Pengelolaan gedung dan hotel (properti)
-
- Energi dan sumber daya
-
- Lainnya
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
- e. The Group entered into agreement with SBL to deliver petrochemical products and warehouse operational which will expire on December 31, 2022. The expenses recorded under selling expenses amounting to US\$ 24,206 thousand for the year ended December 31, 2020 (2019: US\$ 18,127 thousand and 2018: US\$ 14,172 thousand). At reporting dates, the payables from these expenses were presented as trade payables (Note 21), which constituted 0.11% of the total liabilities as of December 31, 2020 (2019: 0.06% and 2018: 0.05%).
- f. On December 27, 2019, BWL sold land with total area of 62 hectare to IRT, which amounted to US\$ 79,985 thousand (Note 13).
- g. Based on the Circular Decision of Board of Commissioners Meeting of PT IRT on September 23, 2019, the board of commissioners agreed to a shareholder loan agreement facility with BWL amounting to US\$ 61,800 thousand which bears interest of 6.125% per annum which is effectively calculated from July 18, 2019 and will be fully paid both principal and interest on June 26, 2020 (Note 7). BWL amended the loan interest into 3.789% in 2020.
On December 12, 2019, BWL agreed to transfer its shares in IRT to BWT along with its shareholder loan. There are no changes in the terms of the shareholder loan to IRT. IRT has fully paid their loan in June 2020.
- h. Based on shareholder support agreement dated July 15, 2020, the Company agreed to a shareholder loan agreement facility to IRT amounting to US\$ 188,295 thousand with interest of 6.125% per annum which is effectively calculated from July 15, 2020 and will be fully paid both principal and interest on July 15, 2025 (Note 7).
- i. The Company has other accounts receivable noncurrent from a related party, BPL, amounting to Rp 144,575 million or equivalent with US\$ 10,258 thousand as of December 31, 2020 related to sale of BWI, a subsidiary (Note 42).
45. INFORMASI SEGMEN 45. SEGMENT INFORMATION
The Group's reportable segments are based on their operations, as follows:
-
- Petrochemical
-
- Building and hotel management (property)
-
- Energy and resources
-
- Others
| Berikut | adalah | informasi | segmen | berdasarkan |
|---|---|---|---|---|
| segmen usaha: |
The following are segment information based on the business segments:
| 31 Desember/December 31, 2020 | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Petrokimia/ Petrochemical US\$ '000 |
Properti/ Property US\$ '000 |
Energi dan Sumber daya/ Energy and Resources US\$ '000 |
Lainnya/ Others US\$ '000 |
Eliminasi/ Elimination US\$ '000 |
Konsolidasian/ Consolidated US\$ '000 |
||
| PENDAPATAN DAN HASIL SEGMEN Pendapatan eksternal Pendapatan antar segmen |
1.806.444 - |
4.117 1.482 |
520.643 - |
2.966 745 |
- (2.227) |
2.334.170 - |
SEGMENT REVENUES AND RESULTS External revenues Inter-segment sales |
| Jumlah pendapatan | 1.806.444 | 5.599 | 520.643 | 3.711 | (2.227) | 2.334.170 | Total revenues |
| BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN BEBAN LANGSUNG |
(1.641.322) | (2.375) | (96.695) | (3.346) | (7.035) | (1.750.773) | COST OF REVENUES AND DIRECT COSTS |
| LABA KOTOR | 165.122 | 3.224 | 423.948 | 365 | (9.262) | 583.397 | GROSS PROFIT |
| Beban penjualan Beban umum dan administrasi Beban keuangan Kerugian kurs mata uang |
(49.933) (34.090) (64.974) |
(83) (2.233) (3) |
- (57.635) (126.867) |
(503) (13.533) (21.895) |
- - 50 |
(50.519) (107.491) (213.689) |
Selling expenses General and administrative expenses Finance costs |
| asing - bersih Bagian laba (rugi) entitas asosiasi dan ventura bersama - bersih Keuntungan dan kerugian lain lain - bersih |
(10.891) - 23.217 |
(1) 1.170 (113) |
1.138 12.337 (2.529) |
(315) 64.482 5.752 |
- (61.453) (20) |
(10.069) 16.536 26.307 |
Loss on foreign exchange - net Share in profit (loss) of associates and joint venture - net Other gains and losses - net |
| Laba sebelum pajak | 244.472 | Profit before tax | |||||
| SEGMEN ASET DAN LIABILITAS Aset segmen Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama Aset yang tidak dapat |
3.595.054 - |
57.096 7.230 |
3.333.480 151.439 |
1.782.353 3.913 |
(1.249.391) - |
7.518.592 162.582 |
SEGMENT ASSETS AND LIABILITIES Segment assets Investment in associates and joint venture |
| dialokasikan | - | - | - | 1.985 | - | 1.985 | Unallocated assets |
| Jumlah Aset | 7.683.159 | Total Assets | |||||
| Liabilitas segmen | 1.786.244 | 33.470 | 2.491.208 | 449.502 | (28.227) | 4.732.197 | Segment liabilities |
| INFORMASI LAINNYA | OTHER INFORMATION | ||||||
| Pengeluaran modal | 171.396 | 18.089 | 24.247 | 163 | - | 213.895 | Capital expenditures |
| Penyusutan dan amortisasi | 101.599 | 1.813 | 20.215 | 169 | - | 123.796 | Depreciation and amortization |
| 31 Desember/December 31, 2019 | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Petrokimia/ Petrochemical US\$ '000 |
Properti/ Property US\$ '000 |
Energi dan Sumber daya/ Energy and Resources US\$ '000 |
Lainnya/ Others US\$ '000 |
Eliminasi/ Elimination US\$ '000 |
Konsolidasian/ Consolidated US\$ '000 |
||
| PENDAPATAN DAN HASIL SEGMEN Pendapatan eksternal Pendapatan antar segmen |
1.880.989 - |
4.369 1.493 |
513.461 - |
3.647 1.412 |
- (2.905) |
2.402.466 - |
SEGMENT REVENUES AND RESULTS External revenues Inter-segment sales |
| Jumlah pendapatan | 1.880.989 | 5.862 | 513.461 | 5.059 | (2.905) | 2.402.466 | Total revenues |
| BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN BEBAN LANGSUNG |
(1.709.877) | (2.181) | (100.002) | (4.599) | (6.356) | (1.823.015) | COST OF REVENUES AND DIRECT COSTS |
| LABA KOTOR | 171.112 | 3.681 | 413.459 | 460 | (9.261) | 579.451 | GROSS PROFIT |
| Beban penjualan Beban umum dan administrasi Beban keuangan Kerugian kurs mata uang |
(41.510) (43.333) (56.387) |
(69) (1.947) (112) |
- (52.751) (110.934) |
(594) (13.805) (17.647) |
- (111) 54 |
(42.173) (111.947) (185.026) |
Selling expenses General and administrative expenses Finance costs |
| asing - bersih Bagian laba (rugi) entitas asosiasi dan ventura bersama - bersih |
(2.469) (8.507) |
18 1.878 |
(382) 1.905 |
674 72.506 |
- (71.165) |
(2.159) (3.383) |
Loss on foreign exchange - net Share in profit (loss) of associates and joint venture - net |
| Keuntungan dan kerugian lain lain - bersih |
19.566 | (99) | 22.180 | 387 | (128) | 41.906 | Other gains and losses - net |
| Laba sebelum pajak | 276.669 | Profit before tax | |||||
| SEGMEN ASET DAN LIABILITAS Aset segmen Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama |
3.452.809 - |
38.662 6.109 |
3.395.026 - |
311.001 19.265 |
(42.452) - |
7.155.046 25.374 |
SEGMENT ASSETS AND LIABILITIES Segment assets Investment in associates and joint venture |
| Aset yang tidak dapat dialokasikan |
2.015 | Unallocated assets | |||||
| Jumlah Aset | 7.182.435 | Total Assets | |||||
| Liabilitas segmen | 1.694.132 | 22.952 | 2.398.614 | 353.382 | (42.452) | 4.426.628 | Segment liabilities |
| INFORMASI LAINNYA | OTHER INFORMATION | ||||||
| Pengeluaran modal | 343.893 | 8.634 | 102.453 | 123 | - | 455.103 | Capital expenditures |
| Penyusutan dan amortisasi | 96.091 | 121 | 46.873 | 1.025 | - | 144.110 | Depreciation and amortization |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
| 31 Desember/December 31, 2018 | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Petrokimia/ Petrochemical |
Properti/ Property |
Energi dan Sumber daya/ Energy and Resources |
Lainnya/ Others |
Eliminasi/ Elimination |
Konsolidasian/ Consolidated |
||
| PENDAPATAN DAN HASIL | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | SEGMENT REVENUES AND |
| SEGMEN Pendapatan eksternal Pendapatan antar segmen |
2.543.219 - |
4.743 1.369 |
521.572 - |
6.027 1.419 |
- (2.788) |
3.075.561 - |
RESULTS External revenues Inter-segment sales |
| Jumlah pendapatan | 2.543.219 | 6.112 | 521.572 | 7.446 | (2.788) | 3.075.561 | Total revenues |
| BEBAN POKOK PENDAPATAN DAN BEBAN LANGSUNG |
(2.152.729) | (3.094) | (98.752) | (7.707) | (7.842) | (2.270.124) | COST OF REVENUES AND DIRECT COSTS |
| LABA KOTOR | 390.490 | 3.018 | 422.820 | (261) | (10.630) | 805.437 | GROSS PROFIT |
| Beban penjualan Beban umum dan administrasi Beban keuangan Kerugian kurs mata uang |
(38.753) (37.276) (51.283) |
(925) (887) (223) |
- (58.258) (132.492) |
(794) (7.601) (24.723) |
- 1.258 372 |
(40.472) (102.764) (208.349) |
Selling expenses General and administrative expenses Finance costs |
| asing - bersih Bagian laba (rugi) entitas asosiasi |
(8.053) | (6) | - | (4.225) | - | (12.284) | Loss on foreign exchange - net Share in profit (loss) of associates |
| dan ventura bersama - bersih Keuntungan dan kerugian lain |
(14.896) | 2.781 | - | 95.473 | (91.803) | (8.445) | and joint venture - net |
| lain - bersih | 12.160 | (261) | 3.961 | 9.901 | (3.075) | 22.686 | Other gains and losses - net |
| Laba sebelum pajak | 455.809 | Profit before tax | |||||
| SEGMEN ASET DAN LIABILITAS |
SEGMENT ASSETS AND LIABILITIES |
||||||
| Aset segmen Investasi pada entitas asosiasi |
3.167.862 | 21.026 | 3.280.395 | 593.375 | (59.186) | 7.003.472 | Segment assets Investment in associates |
| dan ventura bersama Aset yang tidak dapat |
8.507 | 6.830 | - | 11.474 | - | 26.811 | and joint venture |
| dialokasikan | 12.208 | Unallocated assets | |||||
| Jumlah Aset | 7.042.491 | Total Assets | |||||
| Liabilitas segmen | 1.408.070 | 11.023 | 2.460.962 | 519.580 | (59.186) | 4.340.449 | Segment liabilities |
| INFORMASI LAINNYA | OTHER INFORMATION | ||||||
| Pengeluaran modal | 361.492 | 6.966 | 49.543 | 25 | - | 418.026 | Capital expenditures |
| Penyusutan dan amortisasi | 90.358 | 1.721 | 41.121 | 986 | - | 134.186 | Depreciation and amortization |
Pendapatan berdasarkan pasar Revenues based on market
Penjualan ke Asia atas keseluruhan pendapatan bersih Grup sebesar US\$ 2.334.170 ribu untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 (2019: US\$ 2.402.466 ribu dan 2018: US\$ 3.075.561 ribu) berdasarkan pasar geografis tanpa memperhatikan tempat diproduksinya barang.
46. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTIJENSI PENTING
a. Fasilitas perbankan yang belum digunakan s. a. Unused banking facility
Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup mempunyai fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebagai berikut:
The sales to Asia of the total net revenues of the Group based on geographical segments without considering where the products are produced are US\$ 2,334,170 thousand for the year ended December 31, 2020 (2019: US\$ 2,402,466 thousand and 2018: US\$ 3,075,561 thousand).
46. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
t. As of December 31, 2020, the Group has unused credit facilities as follows:
| Fasilitas maksimal/ Maximum facilities US\$ '000 |
Fasilitas yang telah digunakan/ Used facilities US\$ '000 |
Fasilitas yang belum digunakan/ Unused faciltiies US\$ '000 |
Tanggal jatuh tempo/ Maturity date |
||
|---|---|---|---|---|---|
| Citibank, N.A.,*) Limit gabungan fasilitas perbankan |
80.000 | 71.233 | 8.767 | 21 Agustus 2021/ August 21, 2021 |
Citibank, N.A.,*) Combined limit banking facilities |
| PT Bank Danamon Indonesia Tbk *) Omnibus Trade Finance dan Trust Receipt Facility |
75.000 | 75.000 | - | 30 Juli 2021/ July 30, 2021 |
PT Bank Danamon Indonesia Tbk *) Omnibus Trade Finance and Trust Receipt Facility |
| Committed | 20.000 | 7.527 | 12.473 | 29 Juni 2021/ June 29, 2021 |
Committed |
| PT Bank DBS Indonesia *) Sight L/C dan Usance L/C |
25.000 | 14.993 | 10.007 | 31 Mei 2021/ May 31, 2021 |
PT Bank DBS Indonesia *) Sight L/C and Usance L/C |
| DBS Bank Ltd., Singapura Uncommitted *) |
60.000 | 44.164 | 15.836 | 24 Mei 2021/ May 24, 2021 |
DBS Bank Ltd., Singapore Uncommitted *) |
| Committed | 80.000 | 77.786 | 2.214 | 24 Mei 2021/ May 24, 2021 |
Committed |
| *) tidak dijamin |
*) unsecured |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| Fasilitas maksimal/ Maximum facilities US\$ '000 |
Fasilitas yang telah digunakan/ Used facilities US\$ '000 |
Fasilitas yang belum digunakan/ Unused faciltiies US\$ '000 |
Tanggal jatuh tempo/ Maturity date |
||
|---|---|---|---|---|---|
| DBS Bank Ltd., Singapura Committed *) |
30.000 | 30.000 | - | 24 Mei 2021/ May 24, 2021 |
DBS Bank Ltd., Singapore Uncommitted *) |
| Committed | 80.000 | 77.786 | 2.214 | 24 Mei 2021/ May 24, 2021 |
Committed |
| PT Bank Central Asia Tbk *) Sight L/C dan Usance L/C |
80.000 | 51.685 | 28.315 | 27 Oktober 2021/ October 27, 2021 |
PT Bank Central Asia Tbk *) Sight L/C and Usance L/C |
| PT Bank HSBC Indonesia (d/h The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) |
PT Bank HSBC Indonesia (formerly The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) |
||||
| Uncommitted *) | 75.000 | 75.000 | - | 29 Juli 2021/ July 29, 2021 |
Uncommitted *) |
| Committed **) | 50.000 | 35.921 | 14.079 | 3 September 2020/ September 3, 2020 |
Committed **) |
| Deutsche Bank AG Jakarta *) Limit gabungan fasilitas perbankan |
25.000 | - | 25.000 | 31 Agustus 2021/ August 31, 2021 |
Deutsche Bank AG Jakarta *) Combined limit banking facilities |
| The Siam Commercial Bank Public Company Limited *) Usance L/C |
70.000 | - | 70.000 | 14 Nopember 2021/ November 14, 2021 |
The Siam Commercial Bank Public Company Limited *) Usance L/C |
| National Bank of Kuwait Singapore Branch *) Sight L/C dan Usance L/C |
105.000 | 66.148 | 38.852 | 18 September 2021/ September 18, 2021 |
National Bank of Kuwait Singapore Branch *) Sight L/C and Usance L/C |
| Fasilitas tambahan letter of credit dari PT Bank BNP Paribas Indonesia |
Sub facility letter of credit from PT Bank BNP Paribas Indonesia |
||||
| Uncommitted *) | 50.000 | 50.000 | - | 31 Agustus 2021/ August 31, 2021 31 Agustus 2021/ |
Uncommitted *) |
| Committed | 35.000 | 22.753 | 12.247 | August 31, 2021 | Committed |
| Kasikorn Bank Public Company Limited *) Letter of Credit Facility dan Trust Receipt Facility |
146.485 | 123.825 | 22.660 | 27 Juni 2021/ June 27, 2021 |
Kasikorn Bank Public Company Limited *) Letter of Credit Facility and Trust Receipt Facility |
| PT Bank CIMB Niaga Tbk | PT Bank CIMB Niaga Tbk | ||||
| Uncommitted *) | 50.000 | 35.692 | 14.308 | 4 Mei 2021/ May 4, 2021 |
Uncommitted *) |
| Committed | 25.000 | - | 25.000 | 4 Mei 2022/ May 4, 2022 |
Committed |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | ||||
| Uncommitted *) | 50.000 | 25.956 | 24.044 | 29 Juli 2021/ July 29, 2021 |
Uncommitted *) |
| Committed | 50.000 | - | 50.000 | 29 Juli 2021/ July 29, 2021 |
Committed |
| PT Bank Permata Tbk *) Committed |
60.000 | - | 60.000 | 15 Nopember 2021/ November 15, 2021 |
PT Bank Permata Tbk *) Committed |
*) tidak dijamin
**) fasilitas sedang dalam proses perpanjangan
Fasilitas kredit modal kerja yang dijamin dengan piutang usaha dan persediaan (Catatan 6 dan 9) secara pari passu adalah Fasilitas Committed dari PT Bank Permata Tbk (d/h Bangkok Bank Public Company Limited, cabang Jakarta), DBS Bank Ltd., Singapura, PT Bank HSBC Indonesia (d/h The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited), PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
*) unsecured
**) facility is still in process of renewal
The working capital credit facilities that are secured with trade accounts receivable and inventories (Notes 6 and 9) on pari passu basis are Committed Facility from PT Bank Permata Tbk (formerly Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta branch), DBS Bank Ltd., Singapore, PT Bank HSBC Indonesia (formerly The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited), PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- b. Pada bulan Juni 2013, CAP mengadakan perjanjian ventura bersama dengan Compagnie Financiere Michelin SCMA (Michelin). Dalam perjanjian tersebut, CAP dan PBI setuju untuk menjual dan/atau memasok butadiene kepada SRI secara noneksklusif. CAP juga akan berbagi fasilitas dan menyediakan jasa untuk mendukung kegiatan usaha dan operasional SRI, berupa antara lain HP steam, jetty dan gudang penyimpanan, pembuangan limbah, akses jalan, dan lainlain. Perjanjian ini akan terus berlaku hingga diakhiri berdasarkan kesepakatan bersama dari para pihak. Sehubungan dengan telah bergabungnya PBI ke dalam CAP efektif tanggal 1 Januari 2020, maka seluruh kewajiban PBI berdasarkan perjanjian ini beralih demi hukum kepada CAP dan kewajiban tersebut dengan demikian menjadi tanggung jawab CAP.
- c. Pada tanggal 23 Januari 2006, Perusahaan menghadapi gugatan yang diajukan oleh PT Resource Alam Indonesia (RAI) melalui Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PNJB) berkenaan dengan posisi Perusahaan sebagai induk perusahaan PT Tunggal Yudi Sawmill Plywood (TYSP), entitas anak yang telah dijual pada tanggal 24 Mei 2006, yang lalai membayar liabilitasnya kepada RAI sebesar US\$ 400 ribu dan Rp 278 juta.
PNJB telah memutuskan untuk mengabulkan gugatan RAI untuk sebagian dan mengharuskan Perusahaan dan TYSP untuk secara tanggung renteng membayar liabilitasnya kepada RAI.
Pada tahun yang sama, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta (PTJ).
Berdasarkan putusan PTJ tanggal 26 Februari 2008, PTJ menerima eksepsi Perusahaan dan membebaskan Perusahaan dari segala gugatan.
Terhadap putusan PTJ tersebut RAI mengajukan Memori Kasasi kepada Mahkamah Agung RI pada tanggal 23 Mei 2008. Pemberitahuan kasasi disampaikan oleh juru sita PNJB pada 23 Juni 2008.
Pada tanggal 31 Juli 2008, Perusahaan telah mengajukan Kontra Memori Kasasi kepada Mahkamah Agung RI. Sampai tanggal 31 Desember 2020, perkara tersebut di atas masih dalam proses.
d. Pada tanggal 16 Mei 2017, PBI mengadakan perjanjian dengan Lummus Technology Inc. untuk pengadaan lisensi dan desain teknik untuk pabrik Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 yang akan dibangun di Cilegon, Banten. Pekerjaan tersebut telah selesai pada kuartal ketiga tahun 2020. Sehubungan dengan telah bergabungnya PBI ke dalam CAP efektif tanggal 1 Januari 2020, maka seluruh kewajiban PBI berdasarkan perjanjian ini beralih demi hukum kepada CAP dan kewajiban tersebut dengan demikian menjadi tanggung jawab CAP.
- b. In June 2013, CAP entered into a jointventure agreement with Compagnie Financiere Michelin SCMA (Michelin). Based on the agreement, CAP and PBI agrees to sell and/or provide butadiene to SRI in non- exclusive basis. CAP will also share their facility and provide service to support SRI's business and operational activity, among others HP steam, jetty and warehouse storage, waste removal, road access, and others. The agreement shall continue in effect unless it is terminated by both parties on the basis of mutual agreement. In relation with the merger of PBI into CAP effective as of January 1, 2020, then all obligations of PBI under these agreements are transferred by law to CAP and those obligations thereafter become the responsibility of CAP.
- c. On January 23, 2006, the Company was facing a legal claim from PT Resource Alam Indonesia (RAI) through West Jakarta District Court (PNJB), regarding the Company's position as the shareholder of PT Tunggal Yudi Sawmill Plywood (TYSP), a subsidiary which was sold on May 24, 2006. TYSP failed to pay its liabilities to RAI amounting to US\$ 400 thousand and Rp 278 million.
a. PNJB decided to grant portion of RAI's claim and held the Company and TYSP responsible to pay the liabilities to RAI together.
b. On the same year, the Company submitted an appeal against the decision to Jakarta High Court (PTJ).
c. Based on the Decision of PTJ dated February 26, 2008, PTJ accepted the Company's exception and discharged the Company from all suits.
e. On that PTJ decision, RAI submitted a Cassation Memory to The Supreme Court of Republic of Indonesia on May 23, 2008. The cassation letter was submitted by the bailiff of PNJB on June 23, 2008.
f. On July 31, 2008, the Company submitted a Contra Cassation Memory to The Supreme Court of Republic of Indonesia. As of December 31, 2020, the above mentioned case is still in process.
d. On May 16, 2017, PBI entered into the agreement with Lummus Technology Inc. to license and engineering design for Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) and Butene-1 plant that will be built in Cilegon, Banten. The work has been completed in third quarter of 2020. Cilegon, Banten. In relation with the merger of PBI into CAP effective as of January 1, 2020, all obligations of PBI under these agreements are transferred by law to CAP and those obligations thereafter become the responsibility of CAP.
- e. Pada tanggal 28 Mei 2018, PBI mengadakan perjanjian dengan PT Inti Karya Persada Tehnik untuk desain teknik, pengadaan dan konstruksi untuk pabrik Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 yang akan dibangun di Cilegon, Banten. Pekerjaan tersebut telah selesai pada kuartal ketiga tahun 2020. Sehubungan dengan telah bergabungnya PBI ke dalam CAP efektif tanggal 1 Januari 2020, maka seluruh kewajiban PBI berdasarkan perjanjian ini beralih demi hukum kepada CAP dan kewajiban tersebut dengan demikian menjadi tanggung jawab CAP.
- f. Pada tanggal 28 Mei 2018, PBI mengadakan perjanjian dengan Toyo Engineering Corporation untuk desain teknik dan penyediaan barang dan peralatan untuk pabrik Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 yang akan dibangun di Cilegon, Banten. Pekerjaan tersebut telah selesai pada kuartal ketiga tahun 2020. Sehubungan dengan telah bergabungnya PBI ke dalam CAP efektif tanggal 1 Januari 2020, maka seluruh kewajiban PBI berdasarkan perjanjian ini beralih demi hukum kepada CAP dan kewajiban kewajiban tersebut dengan demikian menjadi tanggung jawab CAP.
- g. Pada tanggal 18 Januari 2018, CAP mengadakan perjanjian dengan PT SCG Barito Logistics untuk pengiriman produk petrokimia dan warehouse operational yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
- h. Pada bulan April 2018, CAP mengadakan perpanjangan kontrak atas perjanjian Network Integration Optimization and IT Infrastructure Manage Services dengan PT IBM Indonesia (IBM). Berdasarkan perjanjian ini, IBM menyetujui untuk menyewakan peralatan IT dan jaringannya kepada CAP. Perjanjian ini akan berakhir pada bulan April 2023.
- i. Pada tanggal 27 April 2018, CAP2 mengadakan perjanjian dengan Lummus Technology LLC untuk pengadaan lisensi dan desain teknik untuk pabrik Olefin dan Butadiene; Basell Polyolefine GmbH dan Basell Poliolefine Italia S.r.l untuk pengadaan lisensi proses pabrik HDPE dan LDPE; GTC Technology US, LLC untuk pengadaan lisensi, rekayasa dasar dan teknik teknologi Aromatic Recovery Unit (ARU); dan Texplore Co., Ltd., untuk pengadaan lisensi teknologi E-Lene untuk pabrik Polypropylene.
Pabrik akan dibangun di Cilegon, Banten dan seluruh pekerjaan tersebut diekspektasi untuk selesai pada 2025-2026.
j. Pada tanggal 10 Januari 2020, CAP menandatangani perjanjian dengan Foster Wheeler (Thailand) Limited untuk lisensi Front-End Engineering Design Contract untuk Balance of Complex (desain untuk fasilitas umum seperti jalan, penerangan jalan, telekomunikasi, drainase) yang akan berakhir 18 bulan dari tanggal penyelesaian pekerjaan Front-End Engineering Design.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
- e. On May 28, 2018, PBI entered into the agreement with PT Inti Karya Persada Tehnik to engineering design, procurement and construction for Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) and Butene-1 plant that will be built in Cilegon, Banten. The work has been completed in third quarter of 2020. In relation with the merger of PBI into CAP effective as of January 1, 2020, all obligations of PBI under these agreements are transferred by law to CAP and those obligations thereafter become the responsibility of CAP.
- f. On May 28, 2018, PBI entered into the agreement with Toyo Engineering Corporation to engineering and supply for for Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) and Butene-1 plant that will be built in Cilegon, Banten. The work has been completed in third quarter of 2020. In relation with the merger of PBI into CAP effective as of January 1, 2020, all obligations of PBI under these agreements are transferred by law to CAP and those obligations thereafter become the responsibility of CAP.
- g. g. On January 18, 2018, CAP entered into the agreement with PT SCG Barito Logistics to deliver petrochemical products and warehouse operational which will expire on December 31, 2022.
- h. h. In April 2018, CAP entered into a contract extension on the agreement of Network Integration, Optimization and IT Infrastructure Manage Services with PT IBM Indonesia (IBM). Under this agreement, IBM agreed to provide IT equipment and infrastructure to CAP. This agreement will expire in April 2023.
- i. i. On April 27, 2018, CAP2 entered into the agreement with Lummus Technology LLC to license and engineering design for Olefin and Butadiene plant; Basell Polyolefine GmbH and Basell Poliolefine Italia S.r.l to license for HDPE and LDPE plant; GTC Technology US, LLC to license, basic engineering dan technical services for Aromatic Recovery Unit (ARU) technology; and Texplore Co., Ltd. to license E-Lene technology package for Polypropylene plant.
The plants will be built in Cilegon, Banten and all works are expected to be completed in 2025-2026.
j. On January 10, 2020, CAP entered into agreement with Foster Wheeler (Thailand) Limited to license Front-End Engineering Design Contract for Balance of Complex (design of the common facilities such as road, street lighting, telecommunication, drainage) which will expire in 18 months from FEED services completion date.
- k. Pada tanggal 4 Mei 2020, CAP menandatangani perjanjian sewa menyewa gudang dengan PT Panca Puri Perkasa yang akan berakhir pada November 2030.
- l. Pada tanggal 16 Juni 2020, CAP menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan untuk pemasangan jalur pipa gas dengan PT Pertamina Gas yang akan berakhir pada tanggal 14 Agustus 2023.
Catatan akuntansi dan laporan Joint Venture dan JOC merupakan subjek audit oleh SKK Migas, PGE dan/atau Pemerintah. Temuan yang timbul dari audit ini disetujui oleh Grup dan dicatat dalam catatan pembukuannya, atau diperselisihkan. Resolusi klaim yang disengketakan mungkin memerlukan proses negosiasi panjang yang dapat berlanjut selama beberapa tahun.
SEG-WW l. SEG-WW
Audit 2012 m. Audit 2012
Sampai tanggal 31 Desember 2020, SEG-WW memiliki berbagai temuan sengketa yang belum selesai sebesar US\$ 15.777 ribu untuk periode sampai dengan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012. Jika temuan ini diterima, beban pajak penghasilan dan penyisihan produksi terhadap PGE akan meningkat masing-masing sebesar US\$ 5.364 ribu dan US\$ 631 ribu.
Manajemen berkeyakinan bahwa temuan audit 2012 tidak mendasar, sehingga tidak ada akrual yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pada tanggal 26 Mei 2016, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ("BPKP") mengeluarkan laporan audit 2013-2014 dengan temuan sejumlah US\$ 3.763 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan perselisihan mengenai jumlah biaya overhead entitas induk dan beban yang tidak dapat dikurangkan yang diakui oleh SEG-WW, dengan jumlah keseluruhan sebesar US\$ 1.575 ribu dan US\$ 2.187 ribu. Pada tanggal 5 September 2016, SEG-WW menerima surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Anggaran ("DJA") sehubungan dengan laporan audit tersebut dengan jumlah kurang bayar atas bagian Pemerintah sebesar US\$ 1.250 ribu.
Pada tanggal 1 Desember 2016, SEG-WW mengajukan surat keberatan kepada DJA sehubungan dengan surat pemberitahuan kekurangan pembayaran. Untuk dapat melanjutkan proses keberatan, pada 2 Desember 2016, SEG-WW membayar kurang bayar bagian Pemerintah sebesar US\$ 1.250 ribu kepada DJA dan menyerahkan surat keberatan.
- k. On May 4, 2020, CAP entered into operating lease agreement for warehouse with PT Panca Puri Perkasa which will expire in November 2030.
- l. On June 16, 2020, CAP entered into land lease agreement for pipeline installation with PT Pertamina Gas which will expire on August 14, 2023.
m. Klaim audit pemerintah j. m. Government audit claim
k. The accounting records and reports of the Joint Venture and JOC are subjected to an audit by SKK Migas, PGE and/or the Government. Findings arising from these audits are either agreed by the Group and recorded in its accounting records, or are disputed. Resolution of disputed claims may require a lengthy negotiation process extending over a number of years.
n. As of December 31, 2020, SEG-WW has various disputed findings outstanding amounting to US\$ 15,777 thousand for the periods up to financial year ended December 31, 2012. If these findings materialize, the income tax expense and production allowance to PGE will increase by US\$ 5,364 thousand and US\$ 631 thousand, respectively.
o. Management believes that the 2012 audit are without merit. Therefore, no accruals are recognized in the consolidated financial statements.
Audit 2013-2014 q. Audit 2013-2014
r. On May 26, 2016, the Finance and Development Supervisory Agency ("BPKP") issued their 2013-2014 audit report with findings totaling US\$ 3,763 thousand. Most of the findings pertain to the dispute over the amount of the parent company overhead and non-deductible expenses recognized by SEG-WW, with total amount of US\$ 1,575 thousand and US\$ 2,187 thousand, respectively. On September 5, 2016, SEG-WW received a notification letter from DGB in relation to such audit report with total underpayment of Government's share amounting to US\$ 1,250 thousand.
s. On December 1, 2016, SEG-WW submitted an objection letter to DGB with regards to the underpayment notification letter. To be able to proceed with the objection process, on December 2, 2016, SEG-WW paid the underpayment of Government's share amounting to US\$ 1,250 thousand to DGB and submitted an objection letter.
Pada 26 Januari 2018, SEG-WW menerima Surat Menteri Keuangan S-13 /MK.2/2018 yang menolak keberatan SEG-WW ("Surat Keputusan").
Tahap Objection u. Objection Stage
Pada tanggal 25 April 2018, SEG-WW mengajukan klaim terhadap Kementerian Keuangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta ("PTUN") untuk membantah Surat Keputusan.
Pada tanggal 26 November 2018, PTUN mengumumkan putusan yang mendukung SEG-WW. Putusannya adalah sebagai berikut: 1. Mengabulkan semua tuntutan hukum.
- a. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP");
- b. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk meminta BPKP untuk melakukan audit tentang kewajiban PNBP SEG-WW;
- c. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk memutuskan kelebihan pembayaran atau kekurangan pembayaran dari PNBP SEG-WW berdasarkan hasil audit BPKP;
- d. Objek perselisihan tersebut melanggar hukum PNBP; dan
- e. Objek perselisihan itu bertentangan dengan general principles of good governance.
-
- Mengumumkan ketidaksahan dan membatalkan Surat Keputusan.
-
- Mewajibkan Kementerian Keuangan untuk mencabut Surat Keputusan.
-
- Kementerian Keuangan membayar semua biaya pengadilan sebesar Rp 272 ribu.
Tahap Banding y. Appeal Stage
Pada tanggal 6 Februari 2019, Kementerian Keuangan menyerahkan memorandum banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ("PTTUN") sebagai tanggapan atas keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN tentang laporan audit 2013-2014. Pada 21 Februari 2019, SEG-WW menyerahkan kontra memorandum banding ke PTTUN.
Pada tanggal 29 April 2019, PTTUN mengeluarkan keputusan bandingnya yang mendukung Kementrian Keuangan sebagai terdakwa. Dalam pengecualiannya, PTTUN menerima pengecualian dari terdakwa tentang kompentensi absolut pengadilan dan menyatakan bahwa PTUN tidak berwenang untuk mengadili perkara a quo. Dalam pokok perkara, keputusan banding adalah sebagai berikut:
-
- Menyatakan bahwa keberatan dari SEG-WW sebagai penggugat tidak bisa diterima.
-
- Menghukum Penggugat/Terbanding untuk membayar biaya perkara dalam dua tingkat pengadilan yang dalam pemerikasan banding ditetapkan sebesar Rp 250 ribu.
t. On January 26, 2018, SEG-WW received the Ministry of Finance Letter No. S-13/MK.2/2018 rejecting SEG-WW's objections (the "Decision Letter").
w. On April 25, 2018, SEG-WW filed a claim against the Ministry of Finance at the Jakarta State Administrative Court ("PTUN") to dispute the Decision Letter.
x. On November 26, 2018, PTUN pronounced the verdicts in favor of SEG-WW. The verdicts are as follows:
-
- Grant all of the lawsuits.
- a. The Ministry of Finance has no authority to collect the Non-tax State Revenue ("PNBP");
- b. The Ministry of Finance has no authority to request an audit to BPKP on SEG-WW's PNBP obligations;
- c. The Ministry of Finance has no authority to decide the overpayment or underpayment of SEG-WW's PNBP based on BPKP audit result;
- d. The objects of the dispute violated the PNBP law; and
- e. The objects of the dispute were in contrary to the general principles of good governance.
-
- Declare null and void the Decision Letter.
-
- Require the Ministry of Finance to revoke the Decision Letter.
-
- The Ministry of Finance to pay all of the court fees of Rp 272 thousand.
æ. On February 6, 2019, the Ministry of Finance submitted a memorandum of appeal to State Administrative High Court ("PTTUN") in response to the decision issued by PTUN regarding 2013-2014 audit reports. On February 21, 2019, SEG-WW submitted the contra memorandum of appeal to PTTUN.
å. On April 29, 2019, PTTUN issued its appeal decision in favour of the Ministry of Finance as defendant. In its exception, PTTUN accepted the exception of the defendant on the absolute competence of the court and declared that the PTUN has no authority to adjudicate such a quo case. In the principal case, the appeal decisions are as follows:
- aa. 1. Declare that the objections from SEG-WW, as the plaintiffs are not acceptable.
-
- Convict the Plaintiff/Comparable to pay the court fees in the two level of courts which in this appeal examination is determined in the amount of Rp 250 thousand.
Sebelum menyampaikan klaim tersebut kepada PTUN, SEG-WW telah mengirim surat klarifikasi tentang interpretasi wewenang untuk menyelesaikan perselisihan. Pada tanggal 10 Agustus 2018, PTTUN menjawab permintaan SEG-WW melalui surat yang menyatakan bahwa sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 tahun 2016, dan setelah dikeluarkannya Undang-Undang No. 30 tahun 2014 tentang administrasi negara, bahwa wewenang untuk menyelesaikan sengketa terkait administrasi negara akan berada di bawah PTUN.
Pada tanggai 23 Mei 2019, SEG-WW mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai tanggapan terhadap keputusan PTUN di atas, yang bertentangan dengan jawaban mereka terhadap surat klarifikasi SEG-WW. Pada 10 Juni 2019, Kementerian Keuangan mengajukan kontra memori kasasi ke Mahkamah Agung. Berdasarkan surat penerimaan untuk keputusan kasasi yang diterima oleh SEG-WW pada 27 Januari 2020, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh SEG-WW.
Pada tanggal 16 Juli 2020, SEG-WW menyerahkan nota peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, manajemen masih dalam proses peninjauan kembali atas keputusan kasasi tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa ada kesalahan besar pada keputusan kasasi karena tidak sesuai dengan undangundang baru yang telah diperbarui, sehingga tidak ada akrual atas pajak dibayar dimuka yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Audit 2015 dd. 2015 Audit
Pada tanggal 15 September 2017, BPKP menerbitkan laporan audit 2015 dengan temuan berjumlah US\$ 2.234 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan perselisihan jumlah overhead perusahaan induk dan biaya yang tidak dapat dikurangkan yang diakui oleh SEG-WW, dengan jumlah total masing-masing US\$ 1.286 ribu dan US\$ 947 ribu. Selanjutnya, pada 2016, temuan terkait dengan biaya yang tidak dapat berkurang dari US\$ 947 ribu menjadi US\$ 380 ribu.
Karena SEG-WW berada dalam posisi rugi pada tahun 2015, temuan-temuan ini kemudian diteruskan ke tahun 2016, sebagai koreksi rugi fiskal yang harus dilakukan.
- Prior to the filing of such claims to PTUN, SEG-WW had sent a clarification request letter about the interpretation of authority to solve the dispute. On August 10, 2018, PTTUN replied SEG-WW's request through a letter stating that in accordance with the Supreme Court Circular Letter No. 4 year 2016, and after the issuance of Law No. 30 year 2014 regarding the state administration, the authority to solve the dispute related to the state administrative would be under PTUN.
Tahap Kasasi bb. Cassation Stage
cc. On May 23, 2019, SEG-WW requested a cassation to the Supreme Court in response to the PTUN decision above, which opposed their response to the SEG-WW clarification letter. On June 10, 2019, the Ministry of Finance filed a counter appeal to the Supreme Court. Based on acceptance letter for the appeal decision received by SEG-WW on January 27, 2020, the Supreme Court rejected the appeal filled by SEG-WW.
- On July 16, 2020, SEG-WW submit a review to the Supreme Court. As of December 31, 2020, management is still in the judicial review process of the cassation decision. Management believes that there has been a major error in the appeal decision because it is not in accordance with the new law that has been updated, so that no accruals of prepaid tax are recognized in the consolidated financial statements.
ee. On September 15, 2017, BPKP issued their 2015 audit report with findings totaling US\$ 2,234 thousand. Most of the findings pertain to the dispute over the amount of the parent company overhead and non-deductible expenses recognized by SEG-WW, with total amount of US\$ 1,286 thousand and US\$ 947 thousand, respectively. Subsequently, in 2016, the findings related to non-deductible were reduced from US\$ 947 thousand to US\$ 380 thousand.
gg. Since SEG-WW was in a loss position in 2015, these findings were then carried forward to 2016, as tax loss carry forward correction.
Audit 2016 ii. 2016 Audit
Pada 1 Juli 2019, BPKP menerbitkan laporan audit 2016 dengan temuan berjumlah US\$ 2.165 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan perselisihan mengenai jumlah overhead perusahaan induk dan biaya yang tidak dapat dikurangkan yang diakui oleh SEG-WW, dengan jumlah total masing-masing sebesar US\$ 1.505 ribu dan US\$ 660 ribu (termasuk US\$ 380 ribu untuk koreksi rugi fiskal tahun 2015). Pada tanggal 12 Februari 2020, SEG-WW menerima surat pemberitahuan kurang bayar dari DJA sebesar US\$ 213 ribu dan US\$ 2 ribu. SEG-WW telah membayar jumlah yang ditagihkan tersebut di bulan Maret 2020 dan manajemen tidak berencana untuk mengajukan keberatan.
Kelompok Kontraktor Darajat kk. Darajat Contractor Group
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, SEGD-I and SEGD-II ("Kelompok Kontraktor Darajat") memiliki berbagai temuan audit dari auditor Pemerintah sejumlah US\$ 11.815 ribu untuk periode 2004-2016. Manajemen berkeyakinan bahwa, sesuai dengan peraturan perpajakan Indonesia, Pertamina Production Allowance ("PPA") dapat dikategorikan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh Kelompok Kontraktor Darajat untuk memperoleh, memelihara dan mengelola pendapatannya. Atas dasar itu, manajemen berkeyakinan bahwa PPA harus diklasifikasikan sebagai biaya yang dapat dikurangkan sehingga diperlakukan sebagai pengurang perhitungan bagian pemerintah. Jika temuan ini terlaksana, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 5.607 ribu.
Sehubungan dengan temuan auditor Pemerintah lainnya, DJA menerbitkan Surat Bagian Pemerintah yang kurang bayar untuk periode 2013-2016 sejumlah US\$ 1.220 ribu yang telah dibayarkan oleh Kelompok Kontraktor Darajat. Jika sisa temuan ini diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar U\$ 890 ribu.
Audit 2004-2012 oo. A
Kelompok Kontraktor Darajat memiliki berbagai temuan audit dari auditor Pemerintah untuk periode 2004-2012 sejumlah US\$ 3.465 ribu terkait temuan PPA dan US\$ 2.214 ribu terkait temuan lainnya. DJA belum menerbitkan surat bagian Pemerintah yang kurang bayar terkait audit ini. Jika temuan terkait PPA diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 3.465 ribu. Dan jika temuan lain diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 753 ribu.
On July 1, 2019, BPKP issued its 2016 audit report with findings totalling US\$ 2,165 thousand. Most of the findings pertain to the dispute over the amount of the parent company overhead and non-deductible expenses recognized by the Company, with total amount of US\$ 1,505 thousand and US\$ 660 thousand (including US\$380 thousand of 2015 tax loss carryforward correction), respectively. On February 12, 2020, SEG-WW received a letter of underpayment from DJA amounting to US\$ 213 thousand and US\$ 2 thousand. SEG-WW paid the amount billed in March 2020 and management does not plan to file an objection.
ll. As of December 31, 2020, the SEGD-I and SEGD-II ("Darajat Contractor Group") has various audit findings from the Government auditors amounting to US\$ 11,815 thousand for the period of 2004-2016. Management believes that, in accordance with Indonesia tax regulation, Pertamina Production Allowance ("PPA") can be categorized as expenses from Darajat Contractor Group to obtain, maintain and manage their income. Based on that fact, management believes that PPA should be classified as deductible expenses that could be used as deduction of government portion. If these findings materialize, the income tax expense will increase by US\$ 5,607 thousand.
mm. In relation with other government auditor findings, Directorate General of Budget ("DGB") issued underpayment Government Letter for period 2013 – 2016 amounting to US\$ 1,220 thousand that have been paid by Darajat Contractor Group. If the balance of this audit findings has been considered, income tax expense will increase by US\$ 890 thousand.
2004-2012 Audit
qq. Darajat Contractor Group have several audit findings from Government auditor for period 2004-2012 amounting to US\$ 3,465 thousand in relation with PPA finding and US\$ 2,214 thousand in relation with other findings. DGB have not issued underpayment Government letter in relation with this audit. If the findings related with PPA has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 3,465 thousand. And if other audit findings has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 753 thousand.
Audit 2006 dan 2010 rr. 2006 and 2010 Audit
Pada tahun 2013 dan 2014, Direktorat Jenderal Pajak ("DJP") menerbitkan surat ketetapan pajak terkait klaim audit PPA untuk tahun fiskal 2006 dan 2010. Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan keberatan atas SKP ini, yang ditolak oleh DJP. Dalam hal ini, Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan banding ke pengadilan pajak pada 22 Juni 2015 yang hasilnya menguntungkan kelompok Kontraktor Darajat untuk tahun fiskal 2006 sejumlah US\$ 115 ribu. DJP mengajukan pertimbangan ulang terhadap hasilnya ke Mahkamah Agung pada tanggal 23 Mei 2017 dan masih menunggu keputusan Mahkamah Agung untuk peninjauan kembali ini.
Kelompok Kontraktor Darajat menerima putusan pengadilan pajak tertanggal 19 Februari 2018 sehubungan dengan temuan audit PPA untuk tahun fiskal 2010 sebesar US\$ 186 ribu, yang menyetujui keputusan DJP. Pada tanggal 18 Mei 2018, Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan kembali banding ke Mahkamah Agung terkait dengan masalah ini.
Pada tanggal 14 Januari 2019, Kelompok Kontraktor Darajat menerima keputusan pengajuan kembali dari Mahkamah Agung terkait dengan temuan audit PPA tahun fiskal 2010 yang menolak permintaan pengajuan kembali dari Kelompok Kontraktor Darajat. Saat ini, manajemen masih mengkaji kemungkinan tindakan hukum terkait kasus ini.
Untuk surat ketetapan pajak lainnya terkait audit 2010 sebesar US\$ 194 ribu, pengadilan pajak mengeluarkan keputusan yang memihak SEGD-II di tanggal 5 September 2019. DJP mengajukan peninjauan kembali terhadap hasil keputusan Mahkamah Agung pada 12 Desember 2019 dan masih menunggu keputusan Mahkamah Agung atas peninjauan kembali tersebut.
PPN ditangguhkan Deferred VAT
Sebagaimana dinyatakan di Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak Badan & Orang Asing (Badora) untuk Kelompok Kontraktor Darajat pada 24 Januari 2000, Kelompok Kontraktor Darajat harus membayar semua PPN ditangguhkan sebesar Rp 90 miliar.
Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan keberatan atas surat tersebut dan berdasarkan surat keputusan dari DJP tanggal 7 Februari 2001, jumlah yang harus dibayar berkurang menjadi sebesar Rp 71 miliar dan ditambahkan denda sebesar Rp 1,4 miliar. Atas surat keputusan tersebut Kelompok Kontraktor Darajat membayar PPN ditangguhkan termasuk denda dan kemudian mengajukan banding ke pengadilan pajak atas keharusan untuk membayar PPN yang ditangguhkan beserta nilai dendanya.
ss. In 2013 and 2014, Directorate General of Tax ("DGT") issued tax assessment regarding PPA audit claims for fiscal year 2006 and 2010. The Darajat Contractor group filed an objection to this tax assessment, which was rejected by DGT. In this regard, the Darajat Contractor Group filed appeals to the tax court on June 22, 2015 which result was in favor to the Darajat Contractor group for fiscal year 2006 amounting to US\$ 115 thousand. DGT filed reconsideration against the result to the Supreme Court on May 23, 2017 and is still awaiting the Supreme Court decision for this reconsideration.
The Darajat Contractor Group received tax court verdict dated February 19, 2018 in relation to PPA audit finding for fiscal year 2010 amounting to US\$ 186 thousand, which approved the DGT decision. On May 18, 2018, the Darajat Contractor Group re-submitted an appeal to the Supreme Court related to this matter.
On January 14, 2019, Darajat Contractor Group received verdicts from Supreme Court in relation with PPA audit finding audit fiscal 2010 that reject the appeal from Darajat Contractor Group. As of now, the management is still reviewing probability of legal action in relation with this case.
For other tax assessments relating to the 2010 audit of US\$ 194 thousand, the tax court issued a decision in favor of SEGD-II on 5 September 2019. The DGT submitted a review of the results of the Supreme Court decision on December 12, 2019 and is still awaiting a Supreme Court decision on review.
As stated in the Tax Assessment Letter (SKP) issued by the Individual & Corporate Tax Office (Badora) for the Darajat Contracting Group on January 24, 2000, the Darajat Contracting Group must pay all deferred VAT amounting to Rp 90 billion.
The Darajat Contractor Group filed an objection letter and based on a decree from the DGT on 7 February 2001, the amount to be paid was reduced to Rp 71 billion and a fine of Rp 1.4 billion was added. Based on the decree, the Darajat Contractor Group pays the deferred VAT including penalties and then submits an appeal to the tax court for the obligation to pay the deferred VAT along with the value of the penalty.
Pada tanggal 3 Januari 2002, Kelompok Kontraktor Darajat menerima Surat Tagihan Pajak yang menyatakan adanya denda keterlambatan bayar atas PPN ditangguhkan sebesar Rp 21,7 miliar.
Pada tanggal 3 Mei 2002, pengadilan pajak mengeluarkan keputusan yang menyetujui penilaian kantor pajak yang menyatakan bahwa PPN tangguhan tersebut harus dibayar. Oleh karena itu, Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan banding ke Mahkamah Agung atas keputusan pengadilan tersebut.
Pada September 2002, Kelompok Kontraktor Darajat membayar Rp 1,9 miliar dari denda yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp 21,7 miliar. Jumlah yang dibayarkan tersebut telah dibebankan di laporan laba rugi 31 Desember 2002.
Pada September 2003, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan yang berpihak pada Kelompok Kontraktor Dajarat. Selanjutnya, di tanggal 27 Mei 2004, DJP mengeluarkan surat keputusan tentang pelaksanaan keputusan dari Mahkamah Agung yang membatalkan keharusan untuk membayar PPN ditangguhkan untuk Kelompok Kontraktor Darajat.
Namun, di Juni 2004, DJP mengeluarkan keputusan lebih lanjut untuk membatalkan surat keputusan tentang pelaksanaan keputusan dari Mahkamah Agung.
Pada November 2010, Kelompok Kontraktor Darajat melalui suratnya ke kantor pajak telah meminta proses pemindahbukuan sebesar Rp 71 miliar dan pengembalian dana denda sebesar Rp 1,4 miliar.
Pada Juni 2013, Kelompok Kontraktor Darajat menerima surat penyitaan untuk rekening banknya dari kantor pajak untuk menerima pembayaran atas Surat Ketetapan Pajak 2002 tersebut. Kantor Pajak masih berpendapat bahwa Kelompok Kontraktor Darajat perlu membayar denda keterlambatan atas PPN ditangguhan yang belum dibayar sebesar Rp 21,7 miliar. Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan gugatan atas surat penyitaan tersebut. Pada tanggal 19 Agustus 2014 melalui surat keputusan dari pengadilan pajak, Kelompok Kontraktor Darajat memenangkan gugatan tersebut.
Sebagaimana dijelaskan diatas, PPN ditangguhkan sebesar Rp 72,4 miliar setara dengan US\$ 5,2 juta telah dibayar dan dicatat sebagai piutang lain-lain kepada pihak ketiga tidak lancar di laporan keuangan konsolidasian.
On January 3, 2002, the Darajat Contracting Group received a Tax Collection Letter stating that there was a late payment penalty for deferred VAT amounting to Rp 21.7 billion.
On May 3, 2002, the tax court issued a decision approving the tax office's assessment which states that the deferred VAT must be paid. Therefore, the Darajat Contracting Group appealed to the Supreme Court against the court's decision.
In September 2002, the Darajat Contracting Group paid Rp 1.9 billion of the previously determined fine of Rp 21.7 billion. The amount paid was charged to the December 31, 2002 income statement.
In September 2003, the Supreme Court issued a decision in favor of the Dajarat Contracting Group. Subsequently, on May 27, 2004, the DGT issued a decree on the implementation of a decision from the Supreme Court that canceled the obligation to pay deferred VAT for the Darajat Contractor Group.
However, in June 2004, the DGT issued a further decision to cancel the decision letter on the implementation of the decision from the Supreme Court.
In November 2010, the Darajat Contracting Group through its letter to the tax office requested the book-entry process of Rp 71 billion and refund of a fine of Rp 1.4 billion.
In June 2013, the Darajat Contracting Group received a seizure letter for its bank account from the tax office to receive payment for the 2002 Tax Assessment Letter. The Tax Office is still of the opinion that the Darajat Contracting Group needs to pay a late fee on unpaid deferred VAT amounting to Rp 21.7 billion. The Darajat Contracting Group filed a lawsuit for the confiscation letter. On August 19, 2014 through a decree from the tax court, the Darajat Contracting Group won the suit.
As explained above, deferred VAT of Rp 72.4 billion, equivalent to US \$ 5.2 million, was paid and recorded as other account receivables from third parties - noncurrent in the consolidated financial statements.
Kelompok Kontraktor Darajat meyakini jumlah tersebut akan dikembalikan oleh Kantor Pajak atau diganti dari Pemerintah Indonesia ("GOI") sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung, yang berpihak pada Kelompok Kontraktor Darajat. Karena Kelompok Kontraktor Darajat telah mulai membayar "Government Share" sesuai dengan ketentuan JOC dan Peraturan Pemerintah yang berlaku. Oleh karena itu, tidak ada penyisihan kerugian penurunan nilai untuk piutang atas PPN yang ditangguhkan yang telah diakui di laporan keuangan konsolidasian.
Audit 2013-2014 2013-2014 Audit
Pada tanggal 5 September 2016, Kelompok Kontraktor Darajat menerima surat ketetapan kurang bayar bagian pemerintah sebesar US\$ 1.043 ribu, terkait temuan tahun 2013- 2014. Kelompok Kontraktor telah membayar jumlah tersebut dan mengajukan surat keberatan kepada DJA pada tanggal 1 Desember 2016. Kelompok Kontraktor Darajat telah mengirimkan surat pengajuan bukti baru sesuai dengan PP No. 34 tahun 2010 pada tanggal 25 Januari 2018. Pada tanggal 26 Januari 2018, DJA telah mengeluarkan surat keputusan lebih bayar bagian pemerintah tahun 2013-2014. Berdasarkan surat keputusan tersebut, DJA memberi persetujuan atas keberatan sebesar US\$ 15 ribu.
Tahap Objection xx. Objection Stage
Pada tanggal 25 April 2018, Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan klaim terhadap Kementerian Keuangan di PTUN untuk membantah Surat Keputusan.
Pada tanggal 26 November 2018, PTUN mengumumkan putusan yang mendukung Kelompok Kontraktor Darajat. Putusannya adalah sebagai berikut:
- 1) Mengabulkan semua tuntutan hukum.
- a. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP");
- b. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk meminta BPKP untuk melakukan audit tentang kewajiban PNBP Kelompok Kontraktor Darajat;
- c. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk memutuskan kelebihan pembayaran atau kekurangan pembayaran dari PNBP Kelompok Kontraktor Darajat berdasarkan hasil audit BPKP;
- d. Objek perselisihan tersebut melanggar hukum PNBP; dan
- e. Objek perselisihan itu bertentangan dengan general principles of good governance
- 2) Mengumumkan ketidaksahan dan membatalkan Surat Keputusan.
- 3) Mewajibkan Kementerian Keuangan untuk mencabut Surat Keputusan.
- 4) Kementerian Keuangan membayar semua biaya pengadilan sebesar Rp 282 ribu.
The Darajat Contracting Group believes the amount will be returned by the Tax Office or replaced by the Government of Indonesia ("GOI") in accordance with the decision of the Supreme Court, which is in favor of the Darajat Contracting Group. Because the Darajat Contracting Group has begun to pay "Government Share" in accordance with JOC provisions and applicable Government Regulations. Therefore, no allowance for receivables from deferred VAT has been recognized in the consolidated financial statements.
vv. On September 5, 2016, the Darajat's Contractor Group received audit findings assessment letter claiming an underpayment of the government share amounting to US\$ 1,043 thousand, related to year 2013-2014 findings. The Contractor group has paid the amount and submitted objection letter to DGB on December 1, 2016. The Darajat's Contractor Group has sent the submission letter for new proof on January 25, 2018 in accordance with PP No. 34 Year 2010. On January 26, 2018, DGB issued decision letter for overpayment of government share for the year 2013-2014. Based on the decision letter, DGB approved the objection amounting to US\$ 15 thousand.
zz. On April 25, 2018, the Darajat's Contractor Group filed a claim against the Ministry of Finance at the PTUN to dispute the Decision Letter.
ææ. On November 26, 2018, PTUN announced the verdicts in favor of the Darajat Contractor Group. The verdicts are as follows:
- 1) Grant all of the lawsuits.
- a. The Ministry of Finance has no authority to collect the Non-tax State Revenue ("PNBP");
- b. The Ministry of Finance has no authority to request an audit to BPKP on the Darajat Contractor Group PNBP obligations;
- c. The Ministry of Finance has no authority to decide the overpayment or underpayment of the Darajat Contractor group PNBP based on BPKP audit result;
- d. The objects of the dispute violated the PNBP law; and
- e. The objects of the dispute were in contrary to the general principles of good governance
- 2) Declare null and void the Decision Letter.
- 3) Require the Ministry of Finance to revoke the Decision Letter.
- 4) The Ministry of Finance to pay all of the court fees of Rp 282 thousand.
Tahap Banding øø. Appeal Stage
Pada tanggal 6 Februari 2019, Kementerian Keuangan menyerahkan memorandum banding ke PTTUN sebagai tanggapan atas keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN tentang laporan audit 2013-2014. Pada 21 Februari 2019, Kelompok Kontraktor Darajat menyerahkan kontra memorandum banding ke PTTUN.
Pada tanggal 29 April 2019, PTTUN mengeluarkan keputusan bandingnya untuk mendukung Kementerian Keuangan sebagai terdakwa. Dalam pengecualiannya, PTTUN menerima pengecualian terdakwa atas kompetensi absolut pengadilan dan menyatakan bahwa PTUN tidak memiliki wewenang untuk mengadili kasus quo tersebut. Dalam kasus utama, keputusan banding adalah sebagai berikut:
-
- Menyatakan bahwa keberatan dari Kelompok Kontraktor Darajat sebagai penggugat tidak bisa diterima.
-
- Menghukum Penggugat/Terbanding untuk membayar biaya pengadilan di dua tingkat pengadilan yang dalam pemeriksaan banding ini ditentukan sebesar Rp 250 ribu.
Sebelum mengajukan klaim tersebut kepada PTUN, Kelompok Kontraktor Darajat telah mengirim surat klarifikasi tentang interpretasi otoritas untuk menyelesaikan perselisihan. Pada 10 Agustus 2018, PTTUN menjawab permintaan Kelompok Kontraktor Darajat melalui surat yang menyatakan bahwa sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 tahun 2016, dan setelah penerbitan UU No. 30 tahun 2014 tentang administrasi negara, wewenang untuk menyelesaikan sengketa terkait administrasi negara akan berada di bawah PTUN.
Pada tanggal 23 Mei 2019, Kelompok Kontraktor Darajat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai tanggapan terhadap keputusan PTUN di atas, yang bertentangan dengan jawaban mereka terhadap surat klarifikasi Kelompok Kontraktor Darajat. Pada 10 Juni 2019, Kementerian Keuangan mengajukan kontra memori ke kasasi ke Mahkamah Agung. Berdasarkan surat keputusan kasasi yang diterima oleh Kelompok Kontraktor Darajat, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh Kelompok Kontraktor Darajat.
Pada tanggal 16 Juli 2020, Kelompok Kontraktor Darajat menyerahkan nota peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, manajemen masih dalam proses peninjauan kembali atas keputusan kasasi tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa ada kesalahan besar pada keputusan kasasi karena tidak sesuai dengan undang-undang baru yang telah diperbarui, sehingga tidak ada akrual atas pajak dibayar dimuka yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
aaa. On February 6, 2019, the Ministry of Finance has submitted a memorandum of appeal to PTTUN in response to the decision issued by PTUN regarding 2013 – 2014 audit reports. On February 21, 2019, the Darajat Contractor Group submitted a contra memorandum of appeal to PTTUN.
ccc. On April 29, 2019, PTTUN issued its appeal decision in favor of the MoF as defendant. In its exception, PTTUN accepted the exception of the defendant on the absolute competence of the court and declared that the PTUN has no authority to adjudicate such a quo case. In the principal case, the appeal decisions are as follows:
- ddd. 1. Declare that the objections from Darajat Contractor Group, as the paintiffs is not acceptable.
-
- Convict the Plaintiff/Comparable to pay the court fees in the two level of courts which in this appeal examination is determined in the amount of Rp 250 thousand.
eee. Prior to the filing of such claims to PTUN, the Darajat Contractor Group had sent a clarification letter about the interpretation of authority to solve the dispute. On August 10, 2018, PTTUN replied the Darajat Contractor group's request through letter stating that in accordance with the Supreme Court Circular Letter No. 4 year 2016, and after the issuance of Law No. 30 year 2014 regarding the state administration, the authority to solve the dispute related to the state administrative would be under PTUN.
Tahap Kasasi ggg. Cassation Stage
iii. On May 23, 2019, the Darajat Contractor Group filed a cassation to the Supreme Court in response to the PTUN decision above, which contrary to their reply to the Darajat Contractor Group's clarification letter. On June 10, 2019, the MOF filed a contra memory to the cassation to the Supreme Court. Based on an appeal decision received by the Darajat Contractor Group, the Supreme Court rejected the appeal submitted by the Darajat Contractor Group.
jjj. On July 16, 2020, Darajat Contractor Group submit a review to the Supreme Court. As of December 31, 2020, management is still in the judicial review process of the cassation decision. Management believes that there is a substantial error in the decision of the cassation because it is not in accordance with the new law that has been updated, so that no accruals of prepaid taxes are recognized in the consolidated financial statements.
Audit 2015 lll. 2015 Audit
Pada tanggal 15 September 2017, BPKP mengeluarkan laporan audit 2015 dengan temuan sejumlah US\$ 885 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan PPA dan kelengkapan dokumentasi masing-masing sebesar US\$ 626 ribu dan US\$ 129 ribu. Pada tanggal 13 Maret 2018, Kelompok Kontraktor Darajat menerima dari DJA surat penilaian kurang bayar untuk bagian pemerintah sebesar US\$ 88 ribu. Pada tanggal 12 April 2018, Kelompok Kontraktor Darajat membayar jumlah tersebut dan mengajukan surat keberatan kepada DJA pada tanggal 7 Juni 2018.
Berdasarkan surat keputusan DJA pada 23 Juli 2019, DJA menolak keberatan yang diajukan oleh Kelompok Kontraktor Darajat. Sehingga, sebagai respon atas surat keputusan tersebut, manajemen telah menghapus pembayaran dimuka dan mencatat kerugian tersebut di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain di tahun 2019.
Audit 2016 ppp. 2016 Audit
Pada tanggal 23 Juli 2020, Kelompok Kontraktor Darajat telah menerima laporan audit tahun 2016 yang diterbitkan oleh BPKP dengan total temuan sebesar US\$ 1.354 ribu. Selanjutnya, pada tanggal 14 Agustus 2020, Kelompok Kontraktor Darajat menerima surat pemberitahuan dari DJA terkait laporan audit tersebut dengan total kurang bayar bagian Pemerintah sebesar US\$ 86 ribu, yang dibayarkan oleh Kelompok Kontraktor Darajat pada tanggal 2 September 2020. SEGDL mencatat biaya kerugian atas temuan tersebut pada tahun 2020.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, SEGSL memiliki berbagai temuan audit dari auditor Pemerintah sebesar US\$ 53.915 ribu untuk periode 2008-2016. Jumlah ini termasuk PPA sebesar US\$ 16.846 ribu. Manajemen berkeyakinan bahwa, sesuai dengan peraturan perpajakan Indonesia, PPA dikategorikan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh Kelompok Kontraktor Darajat untuk memperoleh, memelihara dan mengelola pendapatannya. Atas dasar itu, manajemen berkeyakinan bahwa PPA harus diklasifikasikan sebagai biaya yang dapat dikurangkan sehingga diperlakukan sebagai pengurang perhitungan bagian pemerintah. Jika temuan ini terlaksana, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 16.846 ribu.
Sehubungan dengan temuan auditor Pemerintah lainnya, DJA menerbitkan surat bagian pemerintah yang kurang bayar periode 2013-2016 sejumlah US\$ 10.656 ribu yang telah dibayarkan oleh SEGSL. Jika sisa temuan ini diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 1.908 ribu.
mmm. On September 15, 2017, BPKP issued their 2015 audit report with findings totaling US\$ 885 thousand. Most of the findings pertain to the PPA and the completeness of documentation amounting to US\$ 626 thousand and US\$ 129 thousand, respectively. On March 13, 2018, the Darajat's Contractor group received from DGB the assessment letter of underpayment for the government share amounting to US\$ 88 thousand. On April 12, 2018, the Darajat Contractor Group paid this amount and submitted an objection letter to DGB on June 7, 2018.
ooo. Based on the DGB's decision letter on July 23, 2019, DGB rejected the objections raised by the Darajat Contractor Group. Thus, in response to the decision letter, management has written off the prepayment and recorded the loss in statement of profit or loss and other comprehensive income in the 2019.
qqq. In July 23, 2020, Darajat Contractor Group received audit report 2016 from BPKP with total findings amounting to US\$ 1,354 thousand. Further, on August 14, 2020, Darajat Contractor Group received verdicts from DGB in relation with those audit finding with under payment from Government amounting to US\$ 86 thousand, that was paid by Darajat Contractor Group on September 2, 2020. SEGDL recorded loss of those findings in 2020.
SEGSL sss. SEGSL
ttt. As of December 31, 2020, SEGSL has various audit findings from the Government auditors amounting to US\$ 53,915 thousand for the period of 2008-2016. This amount includes PPA amounting to US\$ 16,846 thousand. Management believes that, in accordance with Indonesia tax regulation, PPA can be categorized as expenses from Darajat Contractor Group to obtain, maintain and manage their income. Based on that fact, management believes that PPA should be classified as deductible expenses that can be used as deduction of government portion. If these findings materialize, the income tax expense will increase by US\$ 16,846 thousand.
vvv. In relation with other Government auditor findings, DGB issued underpayment government letter for 2013-2016 amounting to US\$ 10,656 thousand that have been paid by SEGSL. If the remaining of the findings has been considered, income tax expense will increase by US\$ 1,908 thousand.
Audit 2008 - 2012 www. 2008 – 2012 Audit
SEGSL memiliki berbagai temuan audit dari auditor Pemerintah untuk periode 2008-2012 sejumlah US\$ 10.963 ribu terkait PPA dan US\$ 3.889 ribu terkait temuan lainnya. DJA belum menerbitkan surat bagian Pemerintah yang kurang bayar terkait audit ini. Jika temuan terkait PPA akan diperhitungkan, maka beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 10.963 ribu. Dan jika temuan lain diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 1.322 ribu.
PPN ditangguhkan yyy. Deferred VAT
Sebagaimana dinyatakan di SKP yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak Badora pada 23 Juni 2000, SEGSL harus membayar semua PPN ditangguhkan sebesar Rp 17,5 miliar. SEGSL mengajukan keberatan atas surat tersebut di 18 September 2000 yang dimana telah ditolak oleh DJP di tanggal 7 November 2001.
Pada tanggal 27 Maret 2002 SEGSL mengajukan banding ke pengadilan pajak. Pada tanggal 11 April 2002, SEGSL menerima Surat Tagihan Pajak yang menyatakan adanya denda keterlambatan bayar atas PPN ditangguhkan sebesar Rp 5,6 miliar. Sebagaimana diatur di hukum pajak, SEGSL membayar PPN ditangguhkan termasuk denda sebesar Rp 23,1 miliar.
Pada tanggal 26 Agustus 2002, Pengadilan Pajak mengeluarkan keputusan yang berpihak pada SEGSL. Berdasarkan keputusan tersebut Pengadilan Pajak menyatakan SEGSL mempunyai kurang bayar sebesar Rp 595 juta, sehingga jumlah yang harus dikembalikan oleh DJP sebesar Rp 22,5 miliar. SEGSL mengakui beban atas Rp 595 juta pada tahun dikeluarkannya keputusan kurang bayar oleh Pengadilan Pajak.
Pada tanggal 22 November 2002, DJP mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Mahkamah Agung. Pada 26 Januari 2004, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan yang berpihak pada SEGSL yaitu menolak banding yang diajukan oleh DJP.
Sejak tanggal dari keputusan Mahkamah Agung, SEGSL melakukan beberapa diskusi dengan DJP dan managemen berkeyakinan bahwa DJP mengetahui bahwa keputusan Mahkamah Agung berpihak pada SEGSL dan akan membayar pengembalian PPN.
Sebagaimana dijelaskan diatas, PPN ditangguhkan sebesar Rp 22,5 miliar setara dengan US\$ 1,6 juta telah dibayar dan dicatat sebagai piutang lain-lain kepada pihak ketiga – tidak lancar di laporan keuangan konsolidasian.
xxx. SEGSL have several audit findings from Government auditor for periods 2008 -2012 amounting to US\$ 10,963 thousand in relation with PPA and US\$ 3,889 thousand in relation with other findings. DGB has not issued underpayment Government letter for this audit. If PPA findings has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 10,963 thousand. And if other audit findings has been considered, income tax expense will increase by US\$ 1,322 thousand.
æææ. As stated in the SKP issued by the Badora Tax Office on June 23, 2000, SEGSL must pay all deferred VAT amounting to Rp 17.5 billion. SEGSL submitted an objection to the letter on September 18, 2000 which was rejected by the DGT on November 7, 2001.
øøø. On March 27, 2002 the SEGSL submitted an appeal to the tax court. On April 11, 2002, SEGSL received a Tax Collection Letter stating that there was a late payment penalty on VAT suspended of Rp 5.6 billion. As stipulated in the tax law, SEGSL pays the deferred VAT including a fine of Rp 23.1 billion.
ååå. On August 26, 2002, the Tax Court issued a decision in favor of the SEGSL. Based on the decision, the Tax Court stated that SEGSL had an underpayment of Rp.595 million, so the amount that had to be returned by the DGT was Rp 22.5 billion. SEGSL recognized the expense of Rp 595 million in the year the Tax Court underpayment decision was issued.
aaaa. On November 22, 2002, the DGT appealed the decision to the Supreme Court. On January 26, 2004, the Supreme Court issued a decision in favor of SEGSL namely rejecting the appeal submitted by the DGT.
bbbb. Since the date of the Supreme Court's decision, SEGSL conducted several discussions with DGT and management believes that DGT is aware that the Supreme Court's decision is in favor of SEGSL and will pay VAT refunds.
cccc. As explained above, deferred VAT of Rp 22.5 billion, equivalent to US\$ 1.6 million, was paid and recorded as other accounts receivable from third parties - noncurrent in the consolidated financial statements.
SEGSL meyakini jumlah tersebut akan dikembalikan oleh DJP atau diganti oleh GOI sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung, yang berpihak pada SEGSL, karena SEGSL telah mulai membayar "Government Share" sesuai dengan ketentuan JOC dan Peraturan Pemerintah yang berlaku. Oleh karena itu, tidak ada penyisihan kerugian penurunan nilai untuk piutang atas PPN yang ditangguhkan yang telah diakui di laporan keuangan konsolidasian.
Audit 2013-2014 ffff. 2013-2014 Audit
Pada tanggal 5 September 2016, SEGSL menerima surat penilaian temuan audit yang mengklaim kekurangan pembayaran bagian pemerintah sebesar US\$ 9.906 ribu, terkait dengan temuan tahun 2013-2014. SEGSL membayar jumlah tersebut dan mengajukan surat keberatan kepada DJA pada 1 Desember 2016. SEGSL mengirim surat pengajuan untuk bukti baru pada tanggal 26 Januari 2018. DJA telah mengeluarkan surat keputusan untuk kelebihan pembayaran bagian pemerintah untuk tahun 2013-2014. Berdasarkan surat keputusan tersebut, DJA menyetujui keberatan tersebut sejumlah US\$ 7 ribu.
Pada 25 April 2018, SEGSL mengajukan klaim terhadap Kementerian Keuangan di PTUN untuk membantah Surat Keputusan.
Pada tanggal 26 November 2018, PTUN mengumumkan putusan yang mendukung SEGSL. Putusannya adalah sebagai berikut:
- 1) Mengabulkan semua tuntutan hukum.
- a. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP");
- b. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk meminta BPKP untuk melakukan audit tentang kewajiban PNBP SEGSL;
- c. Kementerian Keuangan tidak memiliki wewenang untuk memutuskan kelebihan pembayaran atau kekurangan pembayaran dari PNBP SEGSL berdasarkan hasil audit BPKP;
- d. Objek perselisihan tersebut melanggar hukum PNBP; dan
- e. Objek perselisihan itu bertentangan dengan general principles of good governance.
- 2) Mengumumkan ketidaksahan dan membatalkan Surat Keputusan.
- 3) Mewajibkan Kementerian Keuangan untuk mencabut Surat Keputusan.
- 4) Kementerian Keuangan membayar semua biaya pengadilan sebesar Rp 282 ribu.
dddd. SEGSL believes that the amount will be returned by DGT or replaced by GOI in accordance with the decision of the Supreme Court, which sides with SEGSL, because SEGSL has begun to pay "Government Share" in accordance with JOC provisions and applicable Government Regulations. Therefore, no allowance for impairment losses for receivables from deferred VAT have been recognized in the consolidated financial statements.
gggg. On September 5, 2016, SEGSL received audit findings assessment letter claiming an underpayment of the government share amounting to US\$ 9,906 thousand, related to year 2013-2014 findings. SEGSL paid the amount and submitted objection letter to DGB on December 1, 2016. SEGSL sent a submission letter for new proof on January 26, 2018. DGB has issued decision letter for overpayment of government share for the year 2013-2014. Based on the decision letter, DGB approved the objection amounting to US\$ 7 thousand.
Tahap Objection hhhh. Objection Stage
jjjj. On April 25, 2018, SEGSL filed a claim against the Ministry of Finance at PTUN to dispute the Decision Letter.
kkkk. On November 26, 2018, PTUN announced the verdicts in favor of SEGSL. The verdicts are as follow:
- 1) Grant all of the lawsuits.
- a. The Ministry of Finance has no authority to collect the Non-tax State Revenue ("PNBP");
- b. The Ministry of Finance has no authority to request an audit to BPKP on the SEGSL PNBP obligations;
- c. The Ministry of Finance has no authority to decide the overpayment or underpayment of the SEGSL PNBP based on BPKP audit result;
- d. The objects of the dispute violated the PNBP law; and
- e. The objects of the dispute were in contrary to the general principles of good governance.
- 2) Declare null and void the Decision Letter.
- 3) Require the Ministry of Finance to revoke the Decision Letter.
- 4) The Ministry of Finance to pay all of the court fees of Rp 282 thousand.
Tahap Banding llll. Appeal Stage
Pada tanggal 6 Februari 2019, Kementerian Keuangan menyerahkan memorandum banding ke PTTUN sebagai tanggapan atas keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN tentang laporan audit 2013-2014. Pada 21 Februari 2019, SEGSL menyerahkan kontra memorandum banding ke PTTUN.
Pada tanggal 29 April 2019, PTTUN mengeluarkan keputusan bandingnya untuk mendukung Kementerian Keuangan sebagai terdakwa. Dalam pengecualiannya, PTTUN menerima pengecualian terdakwa atas kompetensi absolut pengadilan dan menyatakan bahwa PTUN tidak memiliki wewenang untuk mengadili kasus quo tersebut. Dalam kasus utama, keputusan banding adalah sebagai berikut:
-
- Menyatakan bahwa kaberatan dari SEGSL, sebagai penggugat tidak dapat diterima.
-
- Menghukum penggugat/Terbanding untuk membayar biaya pengadilan di dua tingkat pengadilan yang dalam pemeriksaan banding ini ditentukan sebesar Rp 250 ribu.
Sebelum mengajukan klaim tersebut kepada PTUN, SEGSL telah mengirim surat klarifikasi tentang interpretasi otoritas untuk menyelesaikan perselisihan. Pada 10 Agustus 2018, PTTUN menjawab permintaan SEGSL melalui surat yang menyatakan bahwa sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 tahun 2016, dan setelah penerbitan UU No. 30 tahun 2014 tentang administrasi negara, wewenang untuk menyelesaikan sengketa terkait administrasi negara akan berada di bawah PTUN.
Pada tanggal 23 Mei 2019, SEGSL mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai tanggapan terhadap keputusan PTTUN di atas, yang bertentangan dengan jawaban mereka terhadap surat klarifikasi SEGSL tertanggal 10 Agustus 2018. Pada 10 Juni 2019, Kementerian Keuangan mengajukan kontra memori ke kasasi ke Mahkamah Agung. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Putusan Kasasi tanggal 12 November 2019 yang diterima oleh Star Energy pada tanggal 23 November 2019, Mahkamah Agung menerbitkan keputusan yang menolak permohonan kasasi SEGSL.
Manajemen mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung pada 11 Mei 2020. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, manajemen sedang dalam proses peninjauan kembali atas keputusan kasasi tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa ada kesalahan besar pada keputusan kasasi karena tidak sesuai dengan undang-undang baru yang telah diperbarui, sehingga tidak ada akrual atas pajak dibayar dimuka yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
nnnn. On February 6, 2019, the Ministry of Finance submitted a memorandum of appeal to PTTUN in response to the decision issued by PTUN regarding 2013 – 2014 audit reports. On February 21, 2019, SEGSL has submitted a contra memorandum of appeal to PTTUN.
oooo. On April 29, 2019, PTTUN issued its appeal decision in favor of the MoF as defendant. In its exception, PTTUN accepted the exception of the defendant on the absolute competence of the court and declared that the PTUN has no authority to adjudicate such a quo case. In the principal case, the appeal decisions are as follows:
- pppp. 1. Declare that the objections from SEGSL, as the plantiffs are not acceptable.
-
- Convict the Plaintiff/Comparable to pay the court fees in the two level of courts which in this appeal examination is determined in the amount of Rp 250 thousand.
qqqq. Prior to the filling of such claims to PTUN, SEGSL had sent a clarification letter about the interpretation of authority to solve the dispute. On August 10, 2018, PTTUN replied SEGSL's request through letter stating that in accordance with the Supreme Court Circular Letter No. 4 year 2016, and after the issuance of Law No. 30 year 2014 regarding the state administration, the authority to solve the dispute related to the state administrative would be under PTUN.
Tahap Kasasi rrrr. Cassation Stage
tttt. On May 23, 2019 SEGSL filed a cassation to the Supreme Court in response to the PTTUN decision above, which contrary to their reply to SEGSL's clarification letter dated August 10, 2018. On June 10, 2019, the MOF filed a contra memory to the cassation to the Supreme Court. Based on the Declaration of Cassation dated November 12, 2019 received by Star Energy on November 23, 2019, the Supreme Court issued a decision rejecting the SEGSL appeal.
Management submit a review to the Supreme Court on May 11, 2020. As of the December 31, 2020, management is in the judicial review process of the cassation decision. Management believes that there has been a major error in the appeal decision because it was not in accordance with the new updated law, so that no accruals of prepaid taxes were recognized in the consolidated financial statements.
Audit 2015 uuuu. 2015 Audit
Pada tanggal 15 September 2017, BPKP mengeluarkan laporan audit 2015 dengan temuan sejumlah US\$ 3.933 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan PPA dan selisih overhead masing-masing sebesar US\$ 1.512 ribu dan US\$ 1.008 ribu. Pada tanggal 12 Maret 2018, SEGSL menerima dari DJA surat penilaian kurang bayar untuk bagian pemerintah sebesar US\$ 488 ribu. Pada tanggal 12 April 2018, SEGSL membayar jumlah tersebut dan mengajukan surat keberatan kepada DJA pada tanggal 7 Juni 2018.
Berdasarkan surat keputusan DJA pada 23 Juli 2019, DJA menolak keberatan yang diajukan oleh SEGSL. Sehingga, sebagai respon atas surat keputusan tersebut, manajemen telah menghapus pembayaran dimuka dan mencatat kerugian tersebut di laporan laba rugi komprehensif di tahun 2019.
Pada tanggal 23 Juli 2020, SEGSL menerima laporan audit tahun 2016 yang dikeluarkan oleh BPKP dengan temuan sejumlah US\$ 2.660 ribu dan Rp 4.729 juta (setara dengan US\$ 335 ribu). Selanjutnya, pada tanggal 5 Agustus 2020, SEGSL menerima surat pemberitahuan dari DJA terkait laporan audit tersebut dengan total kurang bayar bagian Pemerintah untuk SEGSL sebesar US\$ 112 ribu dan Rp 1.608 juta (setara dengan US\$ 114 ribu). Uang sejumlah Rp 1.608 juta dibebankan oleh SEGSL pada tahun 2020. Pada tanggal 3 November 2020, SEGSL mengajukan keberatan kepada DGB sejumlah US\$ 112 ribu. Manajemen berpendapat bahwa temuan audit tersebut tidak berdasar karena SEGSL secara konsisten menerapkan kerangka akuntansi yang ditetapkan dalam JOC.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, SEGSPL memiliki berbagai temuan audit oleh auditor Pemerintah untuk periode transaksi 2004-2016. Jika temuan ini diterima, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 803 ribu, yang utamanya disebabkan oleh PPA dan temuan-temuan lainnya sebesar US\$ 22 ribu. Manajemen berkeyakinan bahwa, sesuai dengan peraturan perpajakan Indonesia, PPA dikategorikan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh Kelompok Kontraktor Darajat untuk memperoleh, memelihara dan mengelola pendapatannya. Atas dasar itu, manajemen berkeyakinan bahwa PPA harus diklasifikasikan sebagai biaya yang dapat dikurangkan sehingga diperlakukan sebagai pengurang perhitungan bagian pemerintah. Jika temuan ini terlaksana, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US \$ 803 ribu.
vvvv. On September 15, 2017, BPKP issued their 2015 audit report with findings totaling US\$ 3,933 thousand. Most of the findings related to PPA and overhead differences amounted to US\$ 1,512 thousand and US\$ 1,008 thousand, respectively. On March 12, 2018, SEGSL received from DGB the assessment letter of underpayment for the government share amounting to US\$ 488 thousand. On April 12, 2018, SEGSL paid this amount and submitted an objection letter to DGB on June 7, 2018.
xxxx. Based on the DGB's decision letter on July 23, 2019, DGB rejected the objections raised by the SEGSL. Thus, in response to the decision letter, management has written off the prepayment and recorded the loss in statement of comprehensive income in 2019.
Audit 2016 yyyy. 2016 Audit 2
zzzz. On July 23, 2020, SEGSL obtained 2016 audit report from BPKP with findings amounting to US\$ 2,660 thousand and Rp 4,729 million (equivalent with US\$ 335 thousand). Further, on August 5, 2020, SEGSL obtained notification letter from DGB in relation with audit report with underpayment for government portion of SEGSL amounting to US\$ 112 thousand and Rp 1,608 million (equivalent with US\$ 114 thousand). Balance amounting to Rp 1,608 million has been expensed by SEGSL in 2020. On November 3, 2020, SEGSL filed objection to DGB amounting to US\$ 112 thousand. Management believes that audit findings is irrelevant due to SEGSL has consistently applied JOC accounting principles.
SEGSPL øøøø. SEGSPL
åååå. As of the December 31, 2020, SEGSPL has various audit findings by the Government auditors for the period of 2004-2016 transactions. If these findings materialize, the income tax expense will increase by US\$ 803 thousand which are impacted by PPA and other findings amounting to US\$ 22 thousand. Management believes that, in accordance with Indonesia tax regulation, PPA categorized as expenses from Darajat Contractor Group to obtain, maintain and manage their income. Based on that fact, management believes that PPA should be classified as deductible expenses that resulting as deduction of government calculation. If these findings materialize, the income tax expense will increase by US\$ 803 thousand.
Sehubungan dengan temuan auditor Pemerintah lainnya, DJA menerbitkan Surat porsi Pemerintah yang kurang bayar untuk periode 2013-2016 sejumlah US\$ 2 ribu oleh SEGSPL. Jika sisa temuan ini diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 5 ribu.
SEGSPL memiliki berbagai temuan audit dari auditor Pemerintah untuk periode 2004-2014 sejumlah US\$ 620 ribu terkait temuan PPA dan US\$ 16 ribu terkait temuan lain. DJA belum menerbitkan surat bagian Pemerintah yang kurang bayar terkait audit ini. Jika temuan terkait PPA diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 620 ribu. Dan jika temuan lain diperhitungkan, beban pajak penghasilan akan meningkat sebesar US\$ 5 ribu.
Audit 2015 ddddd. 2015 Audit
Pada tanggal 15 September 2017, BPKP menerbitkan laporan audit 2015 dengan temuan sejumlah US\$ 117 ribu. Sebagian besar temuan berkaitan dengan PPA sebesar US\$ 111 ribu. Pada tanggal 13 Maret 2018, SEGSPL menerima surat keputusan kurang bayar dari DJA untuk bagian pemerintah sebesar US\$ 2 ribu. Pada tanggal 12 April 2018, SEGSPL membayar jumlah tersebut dan mengajukan surat keberatan kepada DJA pada tanggal 7 Juni 2018.
Berdasarkan surat keputusan DJA pada 23 Juli 2019, DJA menolak keberatan yang diajukan oleh SEGSPL. Sehingga, sebagai respon atas surat keputusan tersebut, manajemen telah menghapus pembayaran dimuka dan mencatat kerugian tersebut di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain di tahun 2019.
Pada tanggal 23 Juli 2020, SEGSPL menerima laporan audit tahun 2016 yang diterbitkan oleh BPKP dengan jumlah temuan sebesar US\$ 73 ribu. Tidak ada surat ketetapan kurang bayar bagian pemerintah yang diberikan oleh DGB terkait temuan audit SEGSPL. Manajemen berpendapat bahwa temuan audit tersebut tidak berdasar karena SEGSPL telah secara konsisten menerapkan kerangka akuntansi yang diterapkan dalam JOC.
n. Pada tahun 2011, SEG-WW mengadakan Perjanjian Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih ("MPP") dengan Bank Standard Chartered ("SCB") dan Sindicatum Carbon Capital Limited dan Perjanjian pra-registrasi Verified Carbon Unit ("VCU") dengan PT Sindicatum Carbon Capital Indonesia ("SCCI") (secara bersama-sama, "Perjanjian") untuk melaksanakan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu Tahap 2 117MW ("Proyek") yang berlokasi di Jawa Barat, Indonesia. Proyek ini terdaftar sebagai proyek MPP, dengan rujukan nomor 3193, oleh UNFCCC pada tanggal 2 Desember 2010.
aaaaa. In relation with other government auditor findings, DGB issued underpayment Government letter for periods 2013-2016 amounting to US\$ 2 thousand by SEGSPL. If this findings has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 5 thousand.
Audit 2004-2014 bbbbb. 2004 – 2014 Audit
ccccc. SEGSPL have several audit findings from government auditor for periods 2004-2014 amounting to US\$ 620 thousand in relation with PPA and US\$ 16 thousand in relation with other findings. DGB has not issued underpayment Government letter for this audit case. If this PPA findings has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 620 thousand. And if this other audit findings has been considered, income tax expense will be increase by US\$ 5 thousand.
eeeee. On September 15, 2017, BPKP issued their 2015 audit report with findings totaling US\$ 117 thousand. Most of the findings related to PPA amounting to US\$ 111 thousand. March 13, 2018, SEGPL received from DGB the assessment letter of underpayment for the government share amounting to US\$ 2 thousand. On April 12, 2018, SEGSPL paid this amount and submitted an objection letter to DGB on June 7, 2018.
fffff. Based on the DGB's decision letter on July 23, 2019, DGB rejected the objections raised by the SEGSPL. Thus, in response to the decision letter, management has written off the prepayment and recorded the loss in the statement of profit or loss and other comprehensive income in 2019.
Audit 2016 ggggg. 2016 Audit
hhhhh. On July 23, 2020, SEGSPL received 2016 audit report from BPKP with total findings amounting to US\$ 73 thousand. There are no underpayment government letter by DGB in relation with SEGSPL audit findings. Management believes that this audit findings is irrelevant due to SEGSPL have consistently applied JOC accounting conceptual.
iiiii.n. In 2011, SEG-WW entered into a Clean Development Mechanism ("CDM") Project Agreement with Standard Chartered Bank ("SCB") and Sindicatum Carbon Capital Limited and a Pre-Registration Verified Carbon Unit ("VCU") Services Agreement with PT Sindicatum Carbon Capital Indonesia ("SCCI") (collectively, the "Agreements") to execute Wayang Windu Phase 2 117MW geothermal power station (the "Project") located in West Java, Indonesia. The Project was registered as a CDM project, whose reference number is 3193, by the UNFCCC on December 2, 2010.
Tujuan Proyek ini adalah untuk menghasilkan energi dengan menggunakan sumber daya yang dapat diandalkan dan dapat diperbaharui sebagai pengganti pembangkit listrik bahan bakar gas yang memerlukan lebih banyak bahan bakar. Proyek ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan perubahan pembangkit listrik bahan bakar fosil menjadi sumber energi bersih dan terbarukan. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca kira-kira sebesar 794.832 metrik ton setara karbon dioksida ("CO2") per tahun.
SEG-WW mencatat pendapatan dari karbon kredit masing-masing sebesar US\$ 69 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 13 ribu dan 2018: US\$ 94 ribu).
Pada tanggal 11 Desember 2006, Darajat Unit 3 terdaftar di UNFCC terkait Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih ("MPP"). Jumlah estimasi pengurangan reduksi dari Darajat Unit 3 proyek MPP adalah 753.136 metrik ton setara CO2 per tahun.
Pendapatan kredit karbon disajikan sebagai pendapatan bersih dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
o. Rincian perjanjian swap suku bunga Grup adalah sebagai berikut:
jjjjj. The purpose of this Project is to generate power using a reliable and renewable resource in lieu of power generation by a more greenhouse gas intensive fuel/source. The Project will reduce greenhouse gas emissions through the displacement of fossil fuel electricity generation with a clean, renewable energy source. The Project is expected to result in the reduction of greenhouse gas emissions approximately amounting to 794,832 metric tonnes of carbon dioxide ("CO2") equivalent per annum.
kkkkk. SEG-WW recognized carbon credit revenue amounting to US\$ 69 thousand at December 31, 2020 (2019: US\$ 13 thousand and 2018: US\$ 94 thousand).
mmmmm. On December 11, 2006, Darajat Unit 3 was registered with the UNFCC as a CDM project. The estimated amount of emision reductions of the Darajat Unit 3 CDM project is 753,136 metric tons of CO2 equivalent per annum.
nnnnn. Carbon credit revenues is recorded as part of net revenues in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
ooooo. o. Details of interest rate swap agreement of the Group are as follows:
| Perusahaan/Entities | Tanggal perjanjian sampai dengan tanggal pelunasan/ Signed date until termination date |
Nilai Nosional Notional Amount |
||
|---|---|---|---|---|
| US\$'000 | ||||
| PT Barito Pacific Tbk | 5 Maret 2020 - 1 April 2023/ March 5, 2020 - April 1, 2023 |
50.000 | ||
| PT Chandra Asri Petrochemical Tbk | 9 Desember 2016 - 26 Agustus 2025/ December 9, 2016 - August 26, 2025 |
217.104 | ||
| Aset keuangan derivatif dari perjanjian di atas pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar US\$ 3.477 ribu (2019: US\$ 136 ribu dan 2018: US\$ 8.696 ribu). |
ppppp. Derivative financial agreements as of December 31, 2020 amounted to US\$ 3,477 thousand (2019: US\$ 136 thousand and 2018: US\$ 8,696 thousand). |
assets from above |
||
| Liabilitas keuangan derivatif dari perjanjian di | qqqqq. Derivative financial |
liabilites from above |
atas pada 31 Desember 2020 adalah sebesar US\$ 5.422 ribu (2019: US\$ 11.384 ribu dan 2018: US\$ 10.126 ribu).
p. Saldo tagihan kepada PT Indonesia Power ("PT IP") - anak perusahaan PLN
Pada 18 Maret 2018 hingga 29 September 2018, kerusakan yang tidak direncanakan terjadi pada Darajat Unit-1 yang disebabkan oleh kerusakan turbin. PT IP, sebagai operator pembangkit listrik, menuntut bahwa kualitas uap yang dikirim oleh SEGD-II adalah faktor utama yang menyebabkan kerusakan turbin meskipun Darajat ESC tidak mengatur parameter kualitas uap yang harus dikirim oleh Kelompok Kontraktor Darajat. Setelah melakukan beberapa diskusi, PT IP setuju untuk membayar faktur bulan Maret 2018 dan April 2018, tetapi PT IP tidak setuju untuk membayar faktur untuk periode bulan Mei 2018 hingga September 2018 sebesar US\$ 7.865 ribu. Saldo tersebut telah diakui sebagai "piutang usaha" di laporan posisi keuangan konsolidasi Grup pada tanggal 31 Desember 2020.
agreements as of December 31, 2020 amounted to US\$ 5,422 thousand (2019: US\$ 11,384 thousand and 2018: US\$ 10,126 thousand).
rrrrr.p. Outstanding invoices to PT Indonesia Power ("PT IP") – a subsidiary of PLN
sssss. Between March 18, 2018 to September 29, 2018, an unplanned shutdown occurred to the Darajat Unit-1 due to turbine breakdown. PT IP, as the operator of the power plant, indicated that the steam quality delivered by SEGD-II was the main factor that caused the turbine damage eventhough the Darajat ESC does not regulate the parameter of the steam quality which have to be delivered by the Darajat Contractors Group. After several discussions, PT IP agreed to pay the March 2018 and April 2018 invoices, but PT IP did not agree to pay the invoices for the periods from May 2018 to September 2018 amounting to US\$ 7,865 thousand. Such balances have been recognized as "trade receivables" in the Group's consolidated statement of financial position as of December 31, 2020.
Menurut Pasal 5.1 dan Pasal 11.3 ESC Darajat, selama periode di mana PLN tidak dapat menerima semua uap yang dapat dikirim oleh SEGD-II, PLN harus membayar jumlah kewajiban "Take or Pay" kepada SEGD-II selama waktu sengketa, kedua belah pihak harus terus melaksanakan tanggung jawab mereka sesuai dengan ESC Darajat. Oleh karena itu, manajemen memiliki keyakinan bahwa SEGD-II berhak atas pembayaran penuh dari PT IP untuk faktur terutang dari periode Mei 2018 hingga September 2018.
Pada tanggal 9 September 2019, SEGD-II, PT IP dan PLN sepakat membuat perikatan dengan menunjuk konsultan independen (PT Jacob Group Indonesia) untuk menganalisis dan menentukan penyebab kerusakan turbin Unit-1, sebagai dasar penyelesaian faktur yang terutang.
Pada tanggal 25 November 2019, laporan dari hasil analisa konsultan independen telah diterbitkan, dan hasilnya adalah menguntungkan bagi Kelompok Kontraktor Darajat.
Selama tahun 2020, Grup Kontraktor Darajat melakukan beberapa kali diskusi dengan PT IP, PLN dan PGE untuk membahas dan menegosiasikan skema penyelesaian atas tagihan yang belum dibayar ini.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, Grup Kontraktor Darajat dan PT IP belum membuat perjanjian untuk menyelesaikan masalah ini. Manajemen berkeyakinan bahwa SEGD-II memiliki dasar hukum yang kuat untuk menerima pembayaran penuh atas tagihan yang belum dibayar, oleh karena itu tidak ada penyisihan yang diakui sehubungan dengan piutang usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pada tanggal 22 Desember 2016, SEG-SD B.V. menandatangani SPA dengan Chevron Darajat Holdings, Ltd., Chevron Geothermal Indonesia Holdings, Ltd., dan Chevron Geothermal Salak Holdings, Ltd. untuk mengakuisisi 100% Saham Chevron di Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., dan Chevron Geothermal Salak, Ltd. Penjamin dari Pemegang Saham Langsung Pihak Pembeli adalah SEGHPL, Holdings B.V. dan ACEHI Netherlands B.V., yang mana jaminannya tidak terbatas.
ttttt. According to Article 5.1 and Article 11.3 of the Darajat ESC, during period where PLN is unable to take all steam that could be delivered from SEGD-II, PLN shall pay the "Take or Pay" obligation amount to SEGD-II and during any time of dispute, both parties shall continue to carry out their responsibilities pursuant to the Darajat ESC. Hence, the management believes that SEGD-II is entitled for the full payments from PT IP for the outstanding invoices from May 2018 to September 2018.
vvvvv. On September 9, 2019, SEGD-II, PT IP and PLN agreed to appoint an independent consultant (PT Jacob Group Indonesia) to analyze and determine the cause of Unit-1 turbine damage, as a basis for the settlement of the outstanding invoices.
On November 25, 2019, the hired independent consultant published an analysis which is favorable for the Darajat Contractor Group.
During 2020, Darajat Contractor Group had several discussion with PT IP, PLN and PGE to discuss and negotiate a completion scheme for the unpaid invoices.
wwwww.As of December 31, 2020, Darajat Contractor Group and PT IP has not made any agreement to resolve this matter. Management believes that SEGD-II has a strong legal basis to receive full payments for the outstanding invoices, therefore no allowance for impairment losses has been recognized in relation to such trade receivables in the consolidated financial statements.
q. Jaminan akuisisi Salak-Darajat xxxxx. q. Guarantors acquisition of Salak-Darajat
yyyyy. On December 22, 2016, SEG-SD B.V. signed a SPA with Chevron Darajat Holdings, Ltd., Chevron Geothermal Indonesia Holdings, Ltd., and Chevron Geothermal Salak Holdings, Ltd. to acquire 100% Chevron's shares in Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., and Chevron Geothermal Salak, Ltd., The Buyer Direct Shareholder Guarantors of the transaction are SEGHPL, Holdings B.V. and ACEHI Netherlands B.V., for which the guarantee are unlimited.
Penjamin Kelompok Usaha Pembeli adalah SEGHPL, SEGPL, EGCO dan AC Energy Holdings, Inc., dimana kewajiban maksimum secara keseluruhan hingga 31 Desember 2057 sebesar US\$ 200.000 ribu. Jaminan SEGHPL dan SEGPL masing-masing sebesar US\$ 55.211 ribu dan US\$ 82.414 ribu, hingga 31 Desember 2049, dan US\$ 54.800 ribu dan US\$ 81.800 ribu, hingga 31 Desember 2057, adalah proporsi ekuitas Kelompok Pembeli masing-masing SEGHPL dan SEGPL. Penjamin Pemegang Saham Langsung Pembeli dan Penjamin Kelompok Usaha Pembeli, secara kolektif sebagai Penjamin pihak Pembeli.
Jaminan mencakup semua jumlah kewajiban SEG-SD BV yang terutang sebagai pembeli berdasarkan atau terkait dengan dokumendokumen transaksi, terutama yang berkaitan dengan provisi ganti rugi "clean-break" dalam pasal 8 perjanjian jual beli tertanggal 22 Desember 2016. Berdasarkan ketentuan provisi ini, SEG-SD B.V. harus memberi ganti rugi kepada Chevron atas semua kerugian yang dihasilkan dari atau sehubungan dengan perusahaan target (Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., Chevron Geothermal Salak, Ltd.) dan operasinya. Contoh klaim yang dapat dibuat Chevron dapat berupa sebuah klaim berdasarkan ketentuan ganti rugi jika Chevron diharuskan membayar pajak, decommissioning costs, atau biayabiaya atau kerugian-kerugian lain yang berkaitan dengan Grup dan kegiatan operasinya.
SEGHPL akan menerima US\$ 5.000 ribu dari Phoenix Power BV selama tahun 2040 hingga tahun 2047, dan US\$ 5.000 ribu dari AC Energy Holdings, Inc., setelah tahun 2058 berdasarkan perjanjian konsorsium, apabila Chevron membuat klaim terhadap salah satu atau semua Penjamin pihak Pembeli.
Pada tanggal 22 Desember 2016, SEG-SD B.V. menandatangani SPA dengan Chevron Global Energy Inc. untuk mengakuisisi saham Chevron di PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau (mewakili 95% kepemilikan). Penjamin dari Pemegang Saham Langsung Pihak Pembeli adalah Holdings B.V. dan ACEHI Netherlands B.V., yang mana jaminannya tidak terbatas. Penjamin Kelompok Usaha Pembeli adalah SEGHPL, SEGPL, EGCO dan AC Energy Holdings, Inc. Kewajiban maksimum keseluruhan hingga 31 Desember 2037 dibatasi hingga US\$ 1.500 ribu. Jaminan SEGHPL dan SEGPL dibatasi masing-masing sebesar US\$ 411 ribu, dan US\$ 614 ribu, hingga 31 Desember 2037, yang merupakan Proporsi Ekuitas Kelompok Pembeli masingmasing SEGHPL dan SEGPL.
zzzzz. The Buyer Group Guarantors are SEGHPL, SEGPL, EGCO and AC Energy Holdings, Inc., for which the aggregate maximum liability until December 31, 2057 is capped with total amount of US\$ 200,000 thousand. SEGHPL's and SEGPL's guarantees are capped at US\$ 55,211 thousand and US\$ 82,414 thousand, respectively, up to December 31, 2049, and US\$ 54,800 thousand and US\$ 81,800 thousand, respectively, up to December 31, 2057, representing the Buyer Group Equity Proportion of each SEGHPL and SEGPL. The Buyer Direct Shareholder Guarantors and the Buyer Group Guarantors, collectively are Buyer Guarantors.
øøøøø. Guarantee include all outstanding liabilities of SEG-SD BV as buyer in relation with transactions documents, especially compensation provision "clean-break" in article 8 of purchase and sale agreement dated December 22, 2016. Based on these provision, SEG-SD B.V. must give compensation to Chevron for all losses resulting from or relating with target company (Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., Chevron Geothermal Salak, Ltd.) and its operations. For example, claims made by Chevron can be claims based on compensation clause if Chevron requested to pay the tax, decommissioning costs, or other costs or losses in regards with Group and its operations.
ååååå. SEGHPL will receive US\$ 5,000 thousand from Phoenix Power B.V during year 2040 to year 2047, and US\$ 5,000 thousand from AC Energy Holdings, Inc., after year 2058 in accordance with the relevant consortium agreement, if Chevron makes an claim against any or all of the Buyer Guarantors.
r. Jaminan akuisisi Sekincau aaaaaa. r. Guarantors acquisition of Sekincau
bbbbbb.On December 22, 2016, SEG-SD B.V. signed a SPA with Chevron Global Energy Inc. to acquire Chevron's shares in PT Chevron Geothermal Suoh Sekincau (i.e; represent 95% ownership). The Buyer Direct Shareholder Guarantors of the transaction are Holdings B.V. and ACEHI Netherlands B.V., for which the guarantees are unlimited. The Buyer Group Guarantors are SEGHPL, SEGPL, EGCO and AC Energy Holdings, Inc. The aggregate maximum liability until December 31, 2037 is capped with total amount of US\$ 1,500 thousand. SEGHPL's and SEGPL's guarantees are capped at US\$ 411 thousand, and US\$ 614 thousand, respectively, up to December 31, 2037, representing the Buyer Group Equity Proportion of each SEGHPL and SEGPL.
Kewajiban maksimum secara keseluruhan hingga tanggal 31 Desember 2037 dibatasi dengan jumlah total US\$ 1.500 ribu. Jaminan SEGHPL dan SEGPL dibatasi masing-masing sebesar US\$ 411 ribu dan US\$ 614 ribu, hingga 31 Desember 2037, mewakili Proporsi Ekuitas Kelompok Pembeli untuk masingmasing SEGHPL dan SEGPL. Jaminan mencakup semua jumlah kewajiban SEG-SD BV yang terutang sebagai pembeli berdasarkan atau terkait dengan dokumen-dokumen transaksi, terutama yang berkaitan dengan provisi ganti rugi "clean-break" dalam pasal 8 perjanjian jual beli tertanggal 22 Desember 2016. Berdasarkan ketentuan provisi ini, SEG-SD B.V. akan memberi ganti rugi kepada Chevron atas semua kerugian yang dihasilkan dari atau sehubungan dengan perusahaan target (Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., Chevron Geothermal Salak, Ltd.) dan operasinya. Contoh klaim yang dapat dibuat Chevron dapat berupa sebuah klaim berdasarkan ketentuan ganti rugi jika Chevron diharuskan membayar pajak, decommissioning costs, atau biayabiaya atau kerugian-kerugian lain yang berkaitan dengan kelompok usaha dan kegiatan operasinya.
Penjamin dari Pemegang Saham Langsung Pihak Pembeli dan Penjamin Kelompok Usaha Pembeli, secara kolektif sebagai Penjamin pihak Pembeli.
Pada tanggal 22 Desember 2016, ACEHI-Star Holdings, Inc. menandatangani SPA dengan Union Oil Company of California, Unocal International Corporation dan Chevron Foreign Investments Inc. untuk mengakuisisi 100% saham Chevron di Chevron Kalinga Ltd., Chevron Geothermal Philippines Holdings, LLC, dan Chevron Geothermal Services Company. Penjamin dari Pemegang Saham Langsung Pihak Pembeli adalah Star Energy Geothermal Philippines B.V dan SEGHPL. Penjamin Kelompok Usaha Pembeli adalah SEGHPL dan AC Energy Holdings, Inc. Penjamin dari Pemegang Saham Langsung Pihak Pembeli dan Penjamin Kelompok Usaha Pembeli, secara kolektif sebagai Penjamin Pembeli. Pada bulan Juli 2017, AC Energy Holdings, Inc., dan SEGHPL mengadakan perjanjian definitif untuk pengalihan kepemilikan konsorsium di ACEHI-STAR Holdings, Inc. ke AllFirst. Namun demikian, hal ini tidak melepaskan SEGHPL sebagai Penjamin Kelompok Usaha Pembeli sampai dengan 31 Desember 2048.
cccccc. The maximum guarantee until December 31, 2037 is US\$ 1,500 thousand. SEGHPL and SEGPL guarantee maximum amounting to US\$ 411 thousand and US\$ 614 thousand auntil December 31, 2037, represents proportion equity of Buyer Group for SEGHPL and SEGPL, respectively. Guarantee include all of outstanding liabilities of SEG-SD BV as buyer based on transactions documents, especially compensation provision "clear-break" in article 8 of sales and purchase agreement dated December 22, 2016. Based on these provision, SEG-SD B.V. will give compensation to Chevron for all losses resulting from or related with target company (Chevron Darajat Limited, Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., Chevron Geothermal Salak, Ltd.) and its operations. For example, claims made by Chevron can be claims based on compensation clause if Chevron requested to pay the tax, decommissioning costs, or other costs or losses in regards with Group and its operations.
dddddd.The Buyer Direct Shareholder Guarantors and the Buyer Group Guarantors, collectively are Buyer Guarantors.
s. Jaminan akuisisi aset Filipina eeeeee. s. Guarantors acquisition of Philippines' asset
ffffff. On December 22, 2016, ACEHI-Star Holdings, Inc. signed a SPA with Union Oil Company of California, Unocal International Corporation and Chevron Foreign Investments Inc. to acquire 100% Chevron's shares in Chevron Kalinga Ltd., Chevron Geothermal Philippines Holdings, LLC, and Chevron Geothermal Services Company. The Buyer Direct Shareholder Guarantors of the transaction are Star Energy Geothermal Philippines B.V and SEGHPL. The Buyer Group Guarantors are SEGHPL and AC Energy Holdings, Inc. The Buyer Direct Shareholder Guarantors and the Buyer Group Guarantors, collectively are Buyer Guarantors. In July 2017, AC Energy Holdings, Inc., and SEGHPL entered into definitive agreements for the transfer of their consortium interests in ACEHI-STAR Holdings, Inc. to AllFirst. However, it does not release SEGHPL as a Buyer Group Guarantor until December 31, 2048.
Dengan demikian, AllFirst memberikan jaminan kembali kepada SEGHPL (yaitu SBLC), yang diterbitkan oleh Bank of Phillipines Islands ("BPI"), untuk mengamankan kewajiban AllFirst untuk mengganti kerugian dan menjaga SEGHPL bebas dari klaim apapun yang dapat dilakukan oleh penjual dan / atau penjamin penjual terhadap SEGHPL dalam kapasitasnya sebagai penjamin pembeli, sebesar US\$ 2.592 ribu, untuk 18% dari Proporsi Ekuitas Kelompok Pembeli.
Terdapat diskusi yang sedang berlangsung sehubungan dengan novasi semua kewajiban di bawah jaminan yang diberikan oleh Penjamin Pembeli di SPA Filipina untuk AllFirst, tetapi dokumentasi formal mengenai novasi tersebut belum dieksekusi sampai saat ini.
t. Penugasan Survei Awal dan Eskplorasi (Pelaksanaan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE)) dari Suoh Sekincau Selatan di Sumatera dan Hamiding di Maluku.
Pada 21 Juni 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyetujui PSPE Suoh Sekincau Selatan dan Hamiding. Sehubungan dengan PSPE ini, PT SEGSS dan PT SEGI diharuskan untuk melakukan setidaknya 1 (satu) pengeboran sumur eksplorasi untuk setiap PSPE dalam periode (yaitu; 3 tahun) di Suoh Selatan Sekincau dan Hamiding.
- u. Pada 31 Desember 2020, uang muka investasi merupakan uang muka investasi Grup kepada entitas asosiasi BWI dan BKM. Pada 31 Desember 2019, uang muka investasi merupakan uang muka investasi Grup melalui entitas anak Perusahaan, BWT, kepada entitas asosiasi IRT, berkaitan dengan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di daerah Suralaya, yang sudah dikonversi menjadi saham pada tahun 2020.
- v. Pada tanggal 16 September 2019, entitas anak Perusahaan, PT Barito Wanabinar Indonesia ("BWI"), telah menandatangani perjanjian penyetoran saham dan perjanjian pemegang saham dengan PT Sumber Graha Sejahtera ("SGS") yang merupakan entitas anak Samko Timber Limited ("Samko") yang merupakan entitas terbuka dan terdaftar di bursa efek Singapura.
Dengan berlakunya perjanjian ini, maka SGS akan melakukan penyertaan saham di dalam PT Sumber Graha Maluku ("SGM"), dengan cara melakukan pengambilalihan saham baru yang diterbitkan oleh SGM. Setelah SGS (atau pihak lain yang ditunjuk oleh SGS) masuk menjadi pemegang saham di dalam SGM, maka saham porsi kepemilikan saham BWI atas SGM akan terdilusi dari 99,99% menjadi 49%. Perjanjian ini telah menjadi efektif pada tanggal 11 Maret 2020.
gggggg.As such, AllFirst gave a back to back guarantee to SEGHPL (i.e; SBLC), issued by Bank of Phillipines Islands ("BPI"), to secure the obligation of AllFirst to indemnify and keep SEGHPL free and harmless from any claim that may be made by the sellers and/or seller guarantors against SEGHPL in its capacity as a buyer guarantor, amounting to US\$ 2,592 thousand, for 18% of its Buyer Group Equity Proportion.
hhhhhh.There is ongoing discussion regarding the novation of all obligations under the guarantee given by the Buyer's Guarantor in the SPA Philippines for AllFirst, but formal documentation regarding the novation has not been executed to date.
iiiiii.t. Assignment of Preliminary Survey and Exploration (Pelaksanaan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE)) of South Suoh Sekincau in Sumatera and Hamiding in Maluku.
jjjjjj. On June 21, 2018, the Ministry of Energy and Mineral Resources approved PSPEs of South Suoh Sekincau and Hamiding. In relation with these PSPEs, PT SEGSS and PT SEGI are required to perform at least 1 (one) drilling for exploration well for each PSPE within the period (i.e; 3 years) in South Suoh Sekincau and Hamiding.
- llllll.u. As of December 31, 2020, the amount of advance for investment represents the Group's advance for investment to BWI and BKM. As of December 31, 2019, the amount of advance for investment represents the Group's advance through Company's subsidiary, BWT, to the Company's associate, IRT, related to development project of steam power plant project in Suralaya which have been converted to shares in 2020.
- v. On September 16, 2019, the Company's subsidiary, PT Barito Wanabinar Indonesia ("BWI"), has executed shares subscription agreement and shareholders' agreement with PT Sumber Graha Sejahtera ("SGS"), a subsidiary of Samko Timber Limited ("Samko") which is listed in Singapore Stock Exchange (SGX-ST).
With the enactment of this agreement, SGS will invest in PT Sumber Graha Maluku ("SGM"), by subscribing all new shares to be issued by SGM. Upon the subscription of SGS (or any party appointed by SGS), the shareholding of BWI in SGM will be diluted from 99.99% to 49%. The agreement became effective on March 11, 2020.
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
w. Pada tanggal 15 Mei 2019, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Korea Electric Power Corporation ("KEPCO") atas proyek pembangkit listrik 2x1000 MW yang dimiliki IRT, entitas asosiasi dari BWT, entitas anak yang dimiliki sepenuhnya, yang disebut Proyek Jawa 9 & 10. Dalam perjanjian, Perusahaan menyetujui antara lain untuk secara tidak langsung melepaskan saham IRT sebesar 15%, kedua belah pihak akan memberikan usaha terbaiknya untuk memperoleh pinjaman jangka panjang dan akan memberikan komitmen modal tertentu untuk pembiayaan proyek tersebut serta memperoleh persetujuanpersetujuan yang diperlukan untuk berlangsungnya proyek. Pada tanggal 30 Juni 2020, KEPCO menyetor Rp 703.215 juta (setara dengan US\$ 48.441 ribu) pada BWT yang setara dengan 30% kepemilikan dalam BWT.
47. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG SELAIN DOLAR AMERIKA SERIKAT
Grup kecuali TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH dan RPU mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Dolar AS sebagai berikut:
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
w. On May 15, 2019, the Company signed a joint development agreement between Korea Electric Power Corporation ("KEPCO") related to the Jawa 9 & 10 Coal-Fired Steam Power Plant 2x1000 MW project, owned by IRT, an associate entity of BWT, a wholly owned subsidiary. In the agreement, the Company agreed to among others, indirectly dispose of 15% of IRT shares, both parties will provide its best effort to obtain senior debt and agree to specific equity commitment to finance the project and obtain approvals from the relevant parties to ensure the continuity of the project. On June 30, 2020, KEPCO injected Rp 703,215 million (equivalent to US\$ 48,441 thousand) in BWT which is equivalent to 30% ownership in BWT.
47. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN CURRENCIES OTHER THAN U.S. DOLLAR
The Group, except TAIWI, REP, BJRK, GI, RIM, BWL, BIP, BCN, BMH and RPU had monetary assets and liabilities in other than US Dollar currencies as follows:
| 31 Desember/ | 31 Desember/ | 31 Desember/ | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| December 31, 2020 | December 31, 2019 | December 31, 2018 | ||||||
| Mata Uang | Mata Uang | Mata Uang | ||||||
| selain Dolar | selain Dolar | selain Dolar | ||||||
| Amerika | Amerika | Amerika | ||||||
| Serikat/ | Serikat/ | Serikat/ | ||||||
| Currencies | Ekuivalen | Currencies | Ekuivalen | Currencies | Ekuivalen | |||
| other than | US\$ '000/ | other than | US\$ '000/ | other than | US\$ '000/ | |||
| U.S. Dollar | Equivalent in | U.S. Dollar | Equivalent in | U.S. Dollar | Equivalent in | |||
| '000 | US\$ '000 | '000 | US\$ '000 | '000 | US\$ '000 | |||
| Aset | Assets | |||||||
| Kas dan setara kas | IDR '000 | 3.075.888.746 | 218.071 | 677.927.126 | 48.768 | 455.711.523 | 31.470 | Cash and cash equivalents |
| Lainnya/ | ||||||||
| Others | 148 | 67 | 54 | |||||
| Piutang usaha | IDR '000 | 1.267.674.497 | 89.870 | 1.550.119.725 | 111.511 | 1.624.713.602 | 112.197 | Trade accounts receivable |
| Piutang lain-lain | IDR '000 | 863.208.053 | 61.179 | 735.556.805 | 52.914 | 845.545.995 | 58.390 | Other accounts receivable |
| Tagihan restitusi pajak | IDR '000 | 129.205.668 | 9.160 | 94.199.751 | 6.776 | 94.199.730 | 6.505 | Claims for tax refund |
| Aset lancar lainnya | IDR '000 | - | - | 249.592.856 | 17.955 | 360.549.061 | 24.899 | Other current assets |
| Aset tidak lancar lainnya | IDR '000 | 147.594.210 | 10.464 | 145.823.425 | 10.490 | 35.082.988 | 2.422 | Others noncurrent assets |
| Jumlah Aset | 388.892 | 248.481 | 235.937 | Total Assets | ||||
| Liabilitas | Liabilities | |||||||
| Utang usaha | IDR '000 | 1.540.209.172 | 109.196 | 729.140.730 | 52.452 | 981.122.411 | 67.753 | Trade accounts payable |
| Lainnya/ | ||||||||
| Others | 123 | 1.030 | 542 | |||||
| Utang bank | IDR '000 | 585.340.000 | 41.499 | - | - | 32.359.278 | 2.283 | Bank loans |
| Utang lain-lain | Other accounts payable | |||||||
| Pihak ketiga | IDR '000 | 239.067.008 | 16.948 | 175.043.107 | 12.592 | 134.279.509 | 9.273 | Third parties |
| Pihak berelasi | IDR '000 | - | - | 966.340.943 | 69.516 | 341.143.552 | 23.558 | Related party |
| Biaya yang masih | ||||||||
| harus dibayar | IDR '000 | 257.710.798 | 18.271 | 341.875.999 | 24.594 | 376.072.511 | 25.970 | Accrued expenses |
| Liabilitas sewa | IDR '000 | 114.772.385 | 8.137 | - | - | - | - | Lease liabilities |
| Utang obligasi | IDR '000 | 6.088.600.000 | 431.700 | 3.138.600.000 | 225.782 | 2.000.000.000 | 138.112 | Bonds payable |
| Jumlah Liabilitas | 625.874 | 385.966 | 267.491 | Total Liabilities | ||||
| Liabilitas - Bersih | (236.982) | (137.485) | (31.554) Net Liabilities |
Pada entitas anak yang memiliki mata uang fungsional dalam Rupiah (Rp) dimana aset bersih dalam mata uang asing sebesar US\$ 15.231 ribu pada tanggal 31 Desember 2020 (2019: US\$ 11.764 ribu dan 2018: US\$ 1.310 ribu).
Pada tanggal 31 Desember 2020, kurs konversi yang digunakan Grup adalah US\$ 0,071 (31 Desember 2019: US\$ 0,072 dan 31 Desember 2018: US\$ 0,069) untuk Rp 1.000.
48. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
On the subsidiaries who has a functional currency of Rupiah (Rp), their net asset in foreign currency amounted to US\$ 15,231 thousand as of December 31, 2020 (2019: US\$ 11,764 thousand and 2018: US\$ 1,310 thousand).
As of December 31, 2020, the conversion rates used by the Group were US\$ 0.071 (December 31, 2019: US\$ 0.072 and December 31, 2018: US\$ 0.069) for Rp 1,000.
48. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT
A. Kategori dan kelas instrumen keuangan A. Categories and classes of financial instruments
| Aset keuangan pada diklasifikasikan Derivative assets biaya perolehan yang pada FVTOCI/ diamortisasi/ Financial assets at amortized cost US\$ '000 |
Instrumen utang Debt Instrument classified as at FVTOCI US\$ '000 |
Aset derivatif yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/ measured at fair value through profit and loss US\$ '000 |
Liabilitas pada biaya perolehan diamortisasi/ Liabilities at amortized cost US\$ '000 |
Liabilitas derivatif yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/ Derivative liabilities measured at fair value through profit or loss US\$ '000 |
Derivatif yang digunakan untuk lindung nilai/ Derivatives designed as hedge instrument US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 31 Desember 2020 | December 31, 2020 | ||||||
| Aset Keuangan Lancar Bank dan deposito berjangka Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Aset keuangan lainnya - lancar Piutang usaha - bersih Piutang lain-lain dari |
1.135.059 185.590 62.180 225.314 |
- - 32.942 - |
- - - - |
- - - - |
- - - - |
- - - - |
Current Financial Assets Banks and time deposits Restricted cash in banks Other financial assets - current Trade accounts receivable - net Other accounts receivable from |
| pihak ketiga | 11.882 | - | - | - | - | - | third parties Finance lease receivables - current |
| Piutang sewa pembiayaan - lancar Aset Keuangan Tidak Lancar Investasi saham Piutang lain-lain dari |
6.570 - |
- 186 |
- - |
- - |
- - |
- - |
maturities Noncurrent Financial Assets Investment in shares Other accounts receivable from |
| pihak berelasi | 198.553 | - | - | - | - | - | related parties |
| Aset keuangan derivatif Aset keuangan lainnya - tidak lancar Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian lancar |
- 7.035 387.692 |
- - - |
16 - - |
- - - |
- - - |
3.461 - - |
Derivative financial assets Other financial assets - noncurrent Finance lease receivables - net of current maturities |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya | 5.428 | - | - | - | - | - | Restricted cash in banks |
| Jumlah | 2.225.303 | 33.128 | 16 | - | - | 3.461 | Total |
| Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang usaha - bersih Utang lain-lain Pihak berelasi |
- - |
- - |
- - |
725.636 715 |
- - |
- | Current Financial Liabilities Trade accounts payable - net Other accounts payable |
| Pihak ketiga | - | - | - | 38.016 | - | - - |
Related party Third parties |
| Biaya yang masih harus dibayar Utang bank jangka pendek Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo |
- - |
- - |
- - |
59.755 709 |
- - |
- - |
Accrued expenses Short-term bank loan |
| dalam waktu satu tahun: Liabilitas sewa Utang lembaga keuangan non-bank |
- - |
- - |
- - |
2.168 26 |
- - |
- - |
Long-term liabilities - current maturities: Lease liabilities Non-bank financial institutional loan |
| Utang bank Utang obligasi dan wesel bayar |
- - |
- - |
- - |
91.528 105.341 |
- - |
- - |
Bank loans Bonds and notes payable |
| Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Liabilitas keuangan derivatif Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: |
- | - | - | - | 4.823 | 599 | Noncurrent Financial Liabilities Derivative financial liabilities Long-term liabilities - net of current maturities: |
| Liabilitas sewa Utang lembaga keuangan non-bank |
- - |
- - |
- - |
7.835 9 |
- - |
- - |
Lease liabilities Non-bank financial institutional loan |
| Utang bank Utang obligasi dan wesel bayar |
- - |
- - |
- - |
476.345 2.196.056 |
- - |
- - |
Bank loans Bonds and notes payable |
| Jumlah | - | - | - | 3.704.139 | 4.823 | 599 | Total |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables |
Aset derivatif yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/ Derivative assets measured at fair value through profit and loss |
Tersedia untuk dijual/ Available-for- sale |
Liabilitas pada biaya perolehan diamortisasi/ Liabilities at amortized cost |
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (Liabilitas keuangan pada FVTPL)/ Liabilties at fair value through profit or loss |
||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31 Desember 2019 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | December 31, 2019 |
| Aset Keuangan Lancar | Current Financial Assets | |||||
| Bank dan deposito berjangka Rekening bank yang dibatasi penggunaannya |
743.517 143.481 |
- - |
- - |
- - |
- - |
Banks and time deposits Restricted cash in banks |
| Aset keuangan lainnya - lancar Piutang usaha - bersih |
44.926 260.843 |
- - |
42.928 - |
- - |
- - |
Other financial assets - current Trade accounts receivable - net |
| Piutang lain-lain Pihak berelasi |
61.800 16.926 |
- | - | - | - | Other accounts receivable Related parties |
| Pihak ketiga Piutang sewa pembiayaan - lancar |
5.937 | - - |
- - |
- - |
- - |
Third parties Finance lease receivables - current maturities |
| Aset Keuangan Tidak Lancar | Noncurrent Financial Assets | |||||
| Investasi saham | - | - | 198 | - | - | Investment in shares Other accounts receivables from |
| Piutang lain-lain kepada pihak berelasi Aset keuangan derivatif Aset keuangan lainnya - tidak lancar |
329 - 7.135 |
- 136 - |
- - - |
- - - |
- - |
Related parties Derivative financial assets Other financial assets - noncurrent |
| Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian lancar |
394.262 | - | - | - | - - |
Finance lease receivables - net of current maturities |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya | 4.572 | - | - | - | - | Restricted cash in banks |
| Jumlah | 1.683.728 | 136 | 43.126 | - | - | Total |
| Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang usaha - bersih |
- | - | - | 690.407 | - | Current Financial Liabilities Trade accounts payable - net |
| Utang lain-lain Pihak berelasi Pihak ketiga |
- - |
- - |
- - |
79.893 29.828 |
- | Other accounts payable Related party Third parties |
| Biaya yang masih harus dibayar Utang bank jangka pendek |
- - |
- - |
- - |
58.798 72 |
- - |
Accrued expenses Short-term bank loan |
| Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: |
- | Long-term liabilities - current maturities: | ||||
| Utang lembaga keuangan non-bank Utang bank |
- - |
- - |
- - |
4 167.926 |
- - |
Non-bank financial institutional loan Bank loans |
| Utang obligasi dan wesel bayar | - | - | - | 18.331 | - | Bonds and notes payable |
| Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Liabilitas keuangan derivatif Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: |
- - |
- - |
- - |
- 6 |
11.384 | Noncurrent Financial Liabilities Derivative financial liabilities Long-term liabilities - net of current maturities: Non-bank financial institutional loan |
| Utang lembaga keuangan non-bank Utang bank Utang obligasi dan wesel bayar |
- - |
- - |
- - |
1.335.658 1.013.663 |
- - - |
Bank loans Bonds and notes payable |
| Jumlah | - | - | - | 3.394.586 | 11.384 | Total |
| 31 Desember 2018 | December 31, 2018 | |||||
| Aset Keuangan Lancar Bank dan deposit berjangka |
800.412 | - | - | - | - | Current Financial Assets Banks and time deposits |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Aset keuangan lainnya - lancar |
440.755 36.877 |
- - |
- 10.938 |
- - |
- | Restricted cash in banks Other financial assets - current |
| Piutang usaha - bersih Piutang lain-lain |
249.391 | - | - | - | - - |
Trade accounts receivable - net Other accounts receivable |
| Pihak ketiga Pihak berelasi |
16.933 35 |
- - |
- - |
- - |
- - |
Third parties Related parties |
| Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi bagian lancar |
5.367 | - | - | - | - | Finance lease receivables - current maturities |
| Aset Keuangan Tidak Lancar | Noncurrent Financial Assets | |||||
| Investasi saham Piutang lain-lain kepada pihak berelasi |
- 243 |
- - |
186 - |
- - |
- - |
Investment in shares Other accounts receivables from Related parties |
| Piutang sewa pembiayaan - tidak lancar | 400.199 | - | - | - | - | Finance lease receivables - net of current maturities |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Aset keuangan lainnya - tidak lancar |
9.098 6.790 |
- - |
- - |
- - |
- - |
Restricted cash in banks Other financial assets - noncurrent |
| Aset keuangan derivatif Uang jaminan |
- 1.292 |
8.696 - |
- - |
- - |
- - |
Derivative financial assets Security deposits |
| Jumlah | 1.967.392 | 8.696 | 11.124 | - | - | Total |
| Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang usaha - bersih Utang lain-lain |
- | - | - | 569.519 | - | Current Financial Liabilities Trade accounts payable - net Other accounts payable |
| Pihak ketiga Pihak berelasi |
- - |
- - |
- - |
32.197 23.558 |
- - |
Third parties Related party |
| Biaya yang masih harus dibayar Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo |
- | - | - | 59.841 | - | Accrued expenses |
| dalam waktu satu tahun: Utang bank |
- | - | - | 366.145 | - | Long-term liabilities - current maturities: Bank loans |
| Utang obligasi dan wesel bayar | - | - | - | 64.010 | - | Bonds and notes payable |
| Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Liabilitas keuangan derivatif Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: |
- | - | - | - | 10.126 | Noncurrent Financial Liabilities Derivative financial liabilities Long-term liabilities - net of current maturities: |
| Utang bank Utang obligasi dan wesel bayar |
- - |
- - |
- - |
1.308.282 915.672 |
- - |
Bank loans Bonds and notes payable |
Jumlah - - - 3.339.224 10.126 Total
B. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Fungsi Corporate Group Treasury menyediakan jasa untuk bisnis, mengkoordinasikan akses ke pasar keuangan domestik dan internasional, memantau dan mengelola risiko keuangan yang berkaitan dengan operasi Grup melalui laporan risiko internal yang menganalisis eksposur dengan derajat dan besarnya risiko. Risiko ini termasuk risiko pasar (termasuk risiko mata uang, risiko suku bunga dan risiko harga lainnya), risiko kredit, risiko likuiditas.
Grup berusaha untuk meminimalkan dampak dari risiko dengan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk lindung nilai terhadap eksposur risiko. Penggunaan derivatif keuangan diatur oleh kebijakan Grup yang disetujui oleh dewan direksi, yang memberikan prinsip-prinsip tertulis pada risiko nilai tukar, risiko suku bunga, risiko kredit, penggunaan derivatif keuangan dan instrumen derivatif non-keuangan, dan investasi atas kelebihan likuiditas. Kepatuhan terhadap batasan kebijakan dan eksposur ditinjau oleh auditor internal secara terus menerus. Grup tidak melaksanakan atau memperdagangkan instrumen keuangan, termasuk instrumen keuangan derivatif, untuk tujuan spekulasi.
Fungsi Corporate Treasury melaporkan secara berkala kepada dewan direksi untuk memantau risiko dan mengurangi eksposur risiko.
Aktivitas Grup terekspos terutama untuk risiko keuangan atas perubahan nilai tukar mata uang asing (Catatan 48.b.ii) dan suku bunga (Catatan 48.b.iii). Saat ini, Grup mengadakan berbagai instrumen keuangan derivatif untuk mengelola eksporsur risiko mata uang asing dan risiko suku bunga, termasuk:
- Swap suku bunga untuk mengurangi risiko kenaikan suku bunga;
- Kontrak valuta asing berjangka untuk mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar; dan
- Cross Currency Swap untuk mengurangi risiko kenaikan suku bunga dan kurs pada utang obligasi.
Tidak terdapat perubahan eksposur Grup terhadap risiko pasar atau cara mengelola dan mengukur risiko tersebut.
B. Financial risk management objectives and policies
The Group's Corporate Treasury function provides services to the business, co-ordinates access to domestic and international financial markets, monitors and manages the financial risks relating to the operations of the Group through internal risk reports which analyze exposures by degree and magnitude of risks. These risks include market risk (including currency risk, interest rate risk and other price risk), credit risk, liquidity risk.
The Group seeks to minimize the effects of these risks by using derivative financial instruments to hedge risk exposures. The use of financial derivatives is governed by the Group policies approved by the board of directors, which provide written principles on foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk, the use of financial derivatives and nonderivative financial instruments, and the investment of excess liquidity. Compliance with policies and exposure limits is reviewed by the internal auditors on a continuous basis. The Group does not enter into or trade financial instruments, including derivative financial instruments, for speculative purposes.
The Corporate Treasury function reports regularly to the board of directors to monitor risks and mitigate risk exposures.
i. Manajemen Risiko pasar i. Market risk management
The Group's activities expose it primarily to the financial risks of changes in foreign currency exchange rates (Note 48.b.ii) and interest rates (Note 48.b.iii). The Group enters into a variety of derivative financial instruments to manage its exposure to foreign currency risk and interest rate risk, including:
- Interest rate swaps to mitigate the risk of rising interest rates;
- Forward foreign exchange contracts to mitigate exposures to exchange rate fluctuating; and
- Cross currency swap to mitigate the risk of rising interest rate and foreign exchange on the bonds payable.
There has been no change to the Group's exposure to market risk or the manner in which these risks are managed and measured.
ii. Manajemen risiko mata uang asing ii. Foreign currency risk management
Pendapatan, biaya-biaya, dan pinjaman Grup sebagian besar diselenggarakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Namun, karena Grup beroperasi di Indonesia, terdapat keadaan di mana Grup dipengaruhi oleh fluktuasi dari nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terutama terkait dengan pajak dan beberapa beban tertentu yang berdenominasi dalam Rupiah. Jumlah eksposur bersih mata uang selain Dolar Amerika Serikat Grup pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 47.
Grup memelihara saldo kas dalam mata uang Rupiah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan beban dalam Rupiah.
Analisis sensitivitas mata uang asing Foreign currency sensitivity analysis
Analisis sensitivitas Grup di bawah ini terhadap peningkatan dan penurunan dalam US\$ terhadap mata uang Rupiah menggunakan 5% pada tanggal 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: 1% dan 31 Desember 2018: 4%). Tingkat sensitivitas ini yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing. Analisis sensitivitas hanya mencakup item instrumen keuangan dalam mata uang moneter selain Dolar Amerika Serikat yang ada dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan persentase dalam nilai tukar mata uang asing.
Pada tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020, jika US\$ melemah/ menguat sebesar 5% (2019: 1% dan 2018: 4%) terhadap Rupiah, dengan seluruh variabel lainnya tetap konstan, laba bersih setelah pajak, akan menjadi US\$ 9.242 ribu (2019: US\$ 1.031 ribu dan 2018: US\$ 877 ribu) lebih rendah/ tinggi.
Menurut pendapat manajemen, analisis sensitivitas tidak representatif atas risiko valuta asing melekat karena eksposur pada akhir periode pelaporan tidak mencerminkan eksposur selama periode berjalan.
Pada tahun berjalan, Grup menandatangani kontrak valuta asing berjangka tertentu sebagai lindung nilai atas dampak terkait fluktuasi harga pembelian bahan baku Grup. Grup menggunakan strategi lindung nilai lanjutan, menggunakan kontrak dengan periode hingga 6 bulan. Pada saat jatuh tempo kontrak berjangka, Grup melakukan kontrak baru yang ditujukan sebagai hubungan lindung nilai terpisah.
The Group's underlying revenues, costs and borrowings are denominated mostly in U.S. Dollar. However, since the Group operates in Indonesia, there are instances where the Group is affected by the fluctuation of Indonesian Rupiah against the U.S. Dollar pertaining mainly to taxes and certain expenses which are denominated in Indonesian Rupiah. The Group's net open currency other than U.S. Dollar exposure as of reporting date is disclosed in Note 47.
The Group maintains sufficient cash balance denominated in Indonesian Rupiah to cover the expenses denominated in Indonesian Rupiah.
The Group's sensitivity analysis below to the increase and decrease in the US\$ against the relevant foreign currencies uses 5% at December 31, 2020 (December 31, 2019: 1% and December 31, 2018: 4%). These sensitivity rate are the ones used when reporting foreign currency risk internally to key management personnel and represents management's assessment of the reasonably possible change in foreign exchange rates. The sensitivity analysis includes only outstanding monetary items of financial instrument denominated in currency other than U.S. Dollar and adjusts their translation at the period end for percentage change in foreign currency rates.
For the years ended December 31, 2020 if US\$ had weakened/ strengthened by 5% (2019: 1% and 2018: 4%) against Indonesian Rupiah with all other variables held constant, profit after tax, would have been US\$ 9,242 thousand (2019: US\$ 1,031 thousand and 2018: US\$ 877 thousand) lower/higher.
In management's opinion, the sensitivity analysis is unrepresentative for the inherent foreign exchange risk because the exposure at the end of the reporting period does not reflect the exposure during the period.
Kontrak valuta berjangka Forward foreign exchange contracts
In the current year, the Group has entered into certain forward foreign exchange contracts as hedge of exposure against the fluctuation in the purchase price of the Group's raw materials. The Group utilizes a rollover hedging strategy, using contracts with terms of up to 6 months. Upon maturity of forward contract, the Group enters into a new contract designated as separate hedging relationship.
Tabel berikut merinci kontrak valuta berjangka yang ada pada akhir periode pelaporan:
The following table details the forward foreign currency ("FC") contracts outstanding at the end of the reporting period:
| Kontrak outstanding | Tingkat rata-rata nilai tukar/ Average exchange rate |
Mata uang asing/ Foreign currency |
Nilai nominal/ Notional value |
Nilai wajar aset (liabilitas)/ Fair value of assets (liabilities) |
|||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2020 | 2019 | 2018 | 2020 | 2019 | 2018 | 2020 | 2019 | 2018 | 2020 | 2019 | 2018 | ||
| Jumlah penuh/ Jumlah penuh/ Jumlah penuh/ US\$' 000 US\$' 000 US\$' 000 | Rp Juta/ | Rp Juta/ | Rp Juta/ | US\$' 000 US\$' 000 US\$' 000 | |||||||||
| Full amount | Full amount | Full amount | Rp Million | Rp Million | Rp Million | ||||||||
| Beli US\$ Kurang dari 3 bulan |
14.188 | 14.031 | 14.562 | 40.309 | 35.099 | 48.600 | 572.000 | 493.622 | 707.613 | (322) | (145) (438) |
iii. Manajemen risiko tingkat bunga iii. Interest rate risk management
Grup terpapar risiko suku bunga karena entitas dalam Grup meminjam dana dengan tingkat bunga mengambang. Risiko ini dikelola oleh Grup, antara lain, dengan menggunakan kontrak swap suku bunga.
Grup terpapar suku bunga acuan USD LIBOR, dimana tunduk ke reformasi acuan suku bunga.
Eksposur Grup atas suku bunga liabilitas keuangan dirinci dalam bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan ini.
Untuk utang dengan suku bunga mengambang, Grup telah memulai diskusi dengan Japan Bank for International Cooperation ("JBIC"), BNP Paribas (NEXI Covered Lenders), PT Bank Permata Tbk dan Bangkok Bank Public Company Limited untuk mengubah suku bunga acuan atas pinjaman tersebut.
Grup akan terus menerapkan amandemen PSAK 71 sampai ketidakpastian yang timbul dari reformasi tingkat acuan suku bunga sehubungan dengan waktu dan jumlah arus kas yang mendasari Grup terekspos sampai selesai. Grup berasumsi bahwa ketidakpastian ini tidak akan berakhir sampai kontrak Grup yang merujuk kepada IBOR diubah sampai tanggal penentuan pergantian tingkat acuan suku bunga, arus kas dari suku bunga acuan alternatif, dan penyesuaian spread yang relevan. Sebagian dari hal ini akan bergantung pada pengenalan klausul fall back yang masih harus ditambahkan dalam kontrak Grup dan negosiasi dengan pemberi pinjaman dan pemegang obligasi.
Analisis sensitivitas suku bunga Interest rate sensitivity analysis
Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk instrumen derivatif dan nonderivatif pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 50 basis poin digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.
The Group is exposed to interest rate risk because entities in the Group borrow funds at floating interest rates. The risk is managed by the Group by the use of interest rate swap contracts.
The Group is exposed to US Dollar LIBOR interest rate benchmark, which are subject to interest rate benchmark reform.
The Group's exposures to interest rates on financial liabilities are detailed in the liquidity risk management section of this note.
For the Group's floating rate debt, the Group has started discussions with Japan Bank for International Cooperation ("JBIC"), BNP Paribas (NEXI Covered Lenders), PT Bank Permata Tbk and Bangkok Bank Public Company Limited to amend the reference benchmark interest rate.
The Group will continue to apply the amendments to PSAK 71 until the uncertainty arising from the interest rate benchmark reforms with respect to the timing and the amount of the underlying cash flows that the Group is exposed to ends. The Group has assumed that this uncertainty will not end until the Group's contracts that reference IBORs are amended to specify the date on which the interest rate benchmark will be replaced, the cash flows of the alternative benchmark rate and the relevant spread adjustment. This will, in part, be dependent on the introduction of fall back clauses which have yet to be added to the Group's contracts and the negotiation with lenders and bondholders.
The sensitivity analysis below have been determined based on the exposure to interest rates for both derivatives and nonderivative instruments at the end of the reporting period. For floating rate liabilities, the analysis is prepared assuming the amount of the liability outstanding at the end of the reporting period was outstanding for the whole year. A 50 basis point increase or decrease is used when reporting interest rate risk internally to key management personnel and represents management's assessment of the reasonably possible change in interest rates.
Jika suku bunga lebih tinggi/rendah 50 basis poin dan semua variabel lainnya tetap konstan, laba bersih setelah pajak, untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 akan turun/naik sebesar US\$ 2.434 ribu (31 Desember 2019: US\$ 1.272 ribu dan 31 Desember 2018: US\$ 1.387 ribu). Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur Grup terhadap suku bunga atas pinjamannya dengan suku bunga variabel.
Dalam kontrak swap suku bunga, Grup setuju untuk menukar perbedaan antara jumlah tingkat bunga tetap dengan mengambang yang dihitung atas jumlah pokok nosional yang disepakati. Kontrak tersebut memungkinkan Grup untuk mengurangi risiko perubahan suku bunga eksposur arus kas pada utang tingkat bunga variabel. Nilai wajar plain vanilla (tingkat bunga tetap untuk tingkat bunga mengambang) swap dihitung dengan menambahkan nilai kini dari pembayaran bunga tetap yang telah diketahui dari awal swap (fixed leg) dan nilai kini dari pembayaran bunga mengambang yang ditentukan pada setiap tanggal pembayaran yang ditentukan (floating leg). Tingkat suku bunga rata-rata didasarkan pada tingkat bunga tetap yang dibayarkan oleh bank.
Kontrak swap suku bunga diselesaikan secara triwulanan. Tingkat bunga mengambang pada swap suku bunga adalah London Interbank Offered Rate (LIBOR). Grup akan menyelesaikan perbedaan antara tingkat bunga tetap dan mengambang secara dasar neto.
Pendapatan Grup sangat bergantung pada penjualan barang-barang turunan/olahan petrokimia naphtha yang sangat dipengaruhi oleh harga petrokimia dunia. Di sisi lain, harga petrokimia dunia dapat berfluktuasi secara signifikan yang dipengaruhi terutama oleh harga minyak mentah Brent dan faktor permintaan dan penawaran.
Untuk memitigasi risiko ini, Grup mengkombinasikan strategi metode penetapan harga maupun waktu penetapan dengan terus memperhatikan perkembangan global yang mempengaruhi pasar petrokimia.
If interest rates had been 50 basis points higher/lower and all other variables were held constant, net profit after tax, for the year ended December 31, 2020, would decrease/ increase US\$ 2,434 thousand (December 31, 2019: US\$ 1,272 thousand and December 31, 2018: US\$ 1,387 thousand). This is mainly attributable to the Group's exposure to interest rates on its variable rate borrowings.
Kontrak swap suku bunga Interest rate swap contracts
Under interest rate swap contracts, the Group agrees to exchange the difference between fixed and floating rate interest amounts calculated on agreed notional principal amounts. Such contracts enable the Group to mitigate the risk of changing interest rates on the cash flow exposures on issued variable rate debt. The fair value of a plain vanilla (fixed rate for floating rate) swap is computed by adding the present value of the fixed coupon payments known at the start of the swap (fixed leg) and present value of the floating coupon payments determined at the agreed dates of each payment (floating leg). The average interest rate is based on the fixed rate paid by the banks.
The interest rate swaps are settled on a quarterly basis. The floating rate on the interest rate swaps is London Interbank Offered Rate (LIBOR). The Group will settle the difference between the fixed and floating interest rate on a net basis.
iv. Manajemen risiko harga petrokimia iv. Petrochemical price risk management
The Group's revenue is highly dependent on naphtha petrochemical process, which in turn is highly influenced by global petrochemical prices, which tend to be cyclical and subject to significant fluctuations. Global petrochemical prices are subject to numerous factors beyond the Group's control, including mainly Brent crude oil price and supply and demand factors.
To mitigate this risk, the Group combines strategies of price fixing method and the timing of price fixing, while maintaining close attention on global developments that affect petrochemical market.
v. Manajemen risiko harga komoditas v. Commodity price risk management
Tidak terdapat risiko harga komoditas untuk usaha panas bumi karena harga telah disepakati dalam Electricity Sales Contract.
vi. Manajemen risiko kredit vi. Credit risk management
Grup mengembangkan dan mengelola peringkat risiko kredit untuk mengkategorikan eksposur sesuai dengan tingkat risiko gagal bayar. Grup menggunakan catatan perdagangannya sendiri untuk memeringkat pelanggan utama dan debitur lainnya.
Kerangka peringkat risiko kredit kini Grup terdiri dari kategori berikut:
No issue for the commodity price risk for geothermal business due to the price has been agreed in the Electricity Sales Contract.
The Group develops and maintains its credit risk gradings to categorize exposures according to their degree of risk of default. The Group uses its own trading records to rate its major customers and other debtors.
The Group's current credit risk grading framework comprises the following categories:
| Kategori/ Category |
Deskripsi/Description | Dasar pengakuan ECL/ Basis for recognizing ECL |
|---|---|---|
| Lancar/ Performing |
Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang rendah dan tidak memiliki tunggakan./ The counterparty has a low risk of default and does not have any past-due amounts. |
ECL 12 bulan/ 12-month ECL |
| Dicadangkan/ Doubtful |
Jumlah yang tertunggak >30 hari atau telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal./ Amount is >30 days past due or there has been a significant increase in credit risk since initial recognition. |
ECL sepanjang umur – kredit tidak memburuk/ Lifetime ECL – not credit impaired |
| Gagal bayar/ In default |
Jumlah yang tertunggak >60 hari atau ada bukti yang mengindikasikan aset mengalami penurunan nilai kredit./ Amount is >60 days past due or there is evidence indicating the asset is credit-impaired. |
ECL sepanjang umur – kredit memburuk/ Lifetime ECL – credit impaired |
| Penghapusan/ Write-off |
Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur dalam kesulitan keuangan yang buruk dan Grup tidak memiliki prospek pemulihan yang realistis./ There is evidence indicating that the debtor is in severe financial difficulty and the Group has no realistic prospect of recovery. |
Saldo dihapuskan/ Amount is written off |
Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Grup serta eksposur maksimum risiko kredit menurut peringkat risiko kredit:
The table below details the credit quality of the Group's financial assets as well as maximum exposure to credit risk by credit risk rating grades:
| Peringkat Kredit Internal/ Internal Credit Rating |
ECL 12 bulan atau sepanjang umur/ 12-month or lifetime ECL |
Jumlah tercatat bruto/ Gross carrying amount US\$ '000 |
Cadangan kerugian/ Loss allowance US\$ '000 |
Jumlah tercatat bersih/ Net carrying amount US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 31 Desember 2020 | December 31, 2020 | |||||
| Bank dan deposito berjangka (Catatan 5) |
Lancar/ Performing |
ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 12-month ECL (low credit risk) |
1.135.059 | - | 1.135.059 | Cash in banks and time deposits (Note 5) |
| Rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 18) |
Lancar/ Performing |
ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 12-month ECL (low credit risk) |
191.018 | - | 191.018 Restricted cash in banks (Note 18) | |
| Aset keuangan lainnya - lancar | Lancar/ Performing |
ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 12-month ECL (low credit risk) |
95.122 | - | 95.122 Other financial assets - current | |
| Piutang usaha (Catatan 6) | (i) | ECL sepanjang umur (pendekatan sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) |
225.495 | (181) | 225.314 Trade accounts receivable (Note 6) | |
| Piutang lain-lain (Catatan 7) | Lancar/ Performing |
ECL 12 bulan/12-month ECL | 210.435 | - | 210.435 Other accounts receivable (Note 7) | |
| Piutang sewa pembiayaan (Catatan 8) |
(i) | Lifetime ECL (simplified approach) | 394.262 | - | 394.262 Finance lease receivables (Note 8) | |
| Aset keuangan lainnya - tidak lancar | Lancar/ Performing |
ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 12-month ECL (low credit risk) |
7.035 | - | 7.035 Other financial assets - noncurrent |
(181)
(i) Grup menentukan ECL pada pos-pos tersebut menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status utang debitur masa lalu, yang disesuaikan dengan kondisi saat ini dan perkiraan kondisi ekonomi di masa depan.
Grup telah mengadopsi prosedur dalam memperluas persyaratan kredit kepada pelanggan dan dalam memantau risiko kreditnya. Group hanya memberikan kredit kepada pihak lawan yang layak kredit. Kas ditempatkan pada lembaga yang layak kredit dan memiliki kerugian kredit yang tidak material.
Meskipun eksposur kredit Grup terkonsentrasi terutama di Indonesia, selain eksposur kredit pada penjualan listrik ke PGE dan PLN, Grup tidak memiliki konsentrasi risiko kredit signifikan pada pelanggan atau kelompok pelanggan tertentu.
Rincian lebih lanjut dari risiko kredit pada bank dan deposito berjangka, piutang usaha, piutang lain-lain, dan rekening yang dibatasi penggunaannya diungkapkan masing-masing pada Catatan 5, 6, 7 dan 18.
vii. Manajemen risiko likuiditas vii. Liquidity risk management
Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas terletak pada manajemen, yang telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk mengelola pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan memelihara cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman cadangan, dengan terus memantau arus kas prakiraan dan aktual, dan profil jatuh tempo liabilitas keuangan. Rincian fasilitas tambahan yang belum digunakan yang dimiliki Grup untuk mengurangi risiko likuiditas termasuk dalam Catatan 46a.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga Liquidity and interest risk tables
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan nonderivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tak terdiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup mungkin akan diminta untuk membayar.
(i) The Group determines the ECL on these items by using a provision matrix, estimated based on historical credit loss experience based on the past due status of the debtors, adjusted as appropriate to reflect current conditions and estimates of future economic conditions.
The Group has adopted procedures in extending credit terms to customers and in monitoring its credit risk. The Group only grants credit to credit worthy counterparties. Cash is held with creditworthy institutions and is subject to immaterial credit loss.
Although the Group's credit exposure is concentrated mainly in Indonesia, other than the credit exposure on the sale of electricity to PGE and PLN, the Group has no significant concentration of credit risk with any single customer or group of customers.
Further details of credit risks on cash in banks and time deposits, trade and other accounts receivable and restricted cash in banks are disclosed in Notes 5, 6, 7, and 18, respectively.
Ultimate responsibility for liquidity risk management rests with the management, which has established an appropriate liquidity risk management framework for the management of the Group's short, medium and long-term funding and liquidity management requirements. The Group manages liquidity risk by maintaning adequate reserves, banking facilities and reserve borrowing facilities, by continuously monitoring forecast and actual cash flows, and the maturity profiles of financial liabilities. Details of additional undrawn facilities that the Group has at its disposal to further reduce liquidity risk are included in Note 46a.
The following table details the Group's remaining contractual maturity for its nonderivative financial liabilities with agreed repayment periods. The table has been drawn up based on the undiscounted cash flows of financial liabilities based on the earliest date on which the Group can be required to pay. The table includes both interest and principal cash flows. The contractual maturity is based on the earliest date on which the Group may be required to pay.
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| Tingkat bunga efektif rata-rata tertimbang/ Weighted average effective interest rate |
Kurang dari satu bulan/ Less than 1 month |
1-3 bulan/ 1-3 months |
3 bulan - 1 tahun/ 3 months to 1 year |
1-5 tahun/ 1-5 years |
Diatas 5 tahun/ 5+ years |
Jumlah/ Total |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 31 Desember 2020 | % | US\$'000 | US\$'000 | US\$'000 | US\$'000 | US\$'000 | US\$'000 | December 31, 2020 |
| Tanpa bunga Utang usaha Utang lain-lain |
- | 717.711 | - | 7.925 | - | - | 725.636 | Non-interest bearing Trade accounts payable Other accounts payable |
| Pihak berelasi | - | 715 | - | - | - | - | 715 | Related party |
| Pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar |
- - |
38.016 10.970 |
- - |
- 48.785 |
- - |
- - |
38.016 59.755 |
Third parties Accrued expenses |
| Instrumen tingkat bunga variabel Utang bank jangka panjang |
4,23%-5,24% | 905 | 2.754 | 117.277 | 526.489 | 27.779 | 675.204 | Variable interest rate instruments Long-term bank loans |
| Instrumen tingkat bunga tetap | Fixed interest rate instruments | |||||||
| Liabilitas sewa | 0,74% - 11,56% | 327 | 298 | 2.643 | 6.513 | 5.709 | 15.490 | Lease liabilities |
| Utang lembaga keuangan non-bank Utang bank jangka pendek |
8,50% 8,75% |
2 4 |
4 10 |
21 745 |
10 - |
- - |
37 759 |
Non-bank financial institutional loan Short-term bank loans |
| Utang bank jangka panjang | 8,75% | - | - | - | 5.471 | 1.329 | 6.800 | Long-term bank loans |
| Utang obligasi dan wesel bayar | 3,25%-11,30% | 1.865 | 12.459 | 226.618 | 1.411.914 | 1.679.871 | 3.332.727 | Bonds and notes payable |
| Jumlah | 770.515 | 15.525 | 404.014 | 1.950.397 | 1.714.688 | 4.855.139 | Total | |
| 31 Desember 2019 | December 31, 2019 | |||||||
| Tanpa bunga Utang usaha |
- | 690.407 | - | - | - | - | 690.407 | Non-interest bearing Trade accounts payable |
| Utang lain-lain Pihak berelasi |
- | - | - | 79.893 | - | 79.893 | Other accounts payable Related party |
|
| Pihak ketiga | - | 29.828 | - | - | - | 29.828 | Third parties | |
| Biaya yang masih harus dibayar | - | 58.333 | - | 465 | - | 58.798 | Accrued expenses | |
| Instrumen tingkat bunga variabel Utang bank jangka panjang |
5,02% - 6,94% | 1.016 | 34.656 | 213.628 | 1.356.178 | 58.216 | 1.663.694 | Variable interest rate instruments Long-term bank loans |
| Instrumen tingkat bunga tetap Utang lembaga keuangan non-bank |
8,50% | - | - | 4 | 6 | - | 10 | Fixed interest rate instruments Non-bank financial institutional loan |
| Utang bank jangka pendek | 9,50% | 36 | 36 | - | - | - | 72 | Short-term bank loans |
| Utang bank jangka panjang Utang obligasi dan wesel bayar |
6,50% - 9,50% 4,95% - 11,30% |
249 - |
481 4.755 |
2.204 74.247 |
46.164 752.084 |
386 684.736 |
49.484 1.515.822 |
Long-term bank loans Bonds and notes payable |
| Jumlah | 779.869 | 39.928 | 370.441 | 2.154.432 | 743.338 | 4.088.008 | Total | |
| 31 Desember 2018 | December 31, 2018 | |||||||
| Tanpa bunga | Non-interest bearing | |||||||
| Utang usaha Utang lain-lain |
- | 565.675 | - | 3.844 | - | - | 569.519 | Trade accounts payable Other accounts payable |
| Pihak berelasi | - | 23.558 | - | - | - | - | 23.558 | Related party |
| Pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar |
- - |
22.726 8.737 |
- - |
9.471 51.104 |
- - |
- - |
32.197 59.841 |
Third parties Accrued expenses |
| Instrumen tingkat bunga variabel Utang bank jangka panjang |
4,94% - 10,75% | 3.019 | 131.832 | 285.402 | 1.405.693 | - | 1.825.946 | Variable interest rate instruments Long-term bank loans |
| Instrumen tingkat bunga tetap | Fixed interest rate instruments | |||||||
| Utang bank jangka panjang Utang obligasi dan wesel bayar |
4,09% - 10,50% 4,95% - 11,30% |
947 506 |
23.065 2.998 |
16.344 123.616 |
86.505 395.911 |
- 912.629 |
126.861 1.435.660 |
Long-term bank loans Bonds and notes payable |
| Jumlah | 625.168 | 157.895 | 489.781 | 1.888.109 | 912.629 | 4.073.582 | Total |
Jumlah yang dicakup di atas untuk instrumen suku bunga variabel untuk liabilitas keuangan non-derivatif harus berubah jika perubahan suku bunga variabel berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada akhir periode pelaporan.
C. Manajemen risiko modal C. Capital risk management
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa entitas dalam Grup akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Strategi Grup tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya.
Struktur modal Grup terdiri dari utang, yang mencakup liabilitas sewa, pinjaman, instrumen keuangan derivatif dan utang obligasi dan wesel yang dijelaskan pada Catatan 23, 24, 25 dan 46o, kas dan setara kas (Catatan 5) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 27), tambahan modal disetor (Catatan 28), penghasilan komprehensif lainnya (Catatan 31), saham diperoleh kembali (Catatan 29), komponen ekuitas lain (Catatan 30) dan kepentingan nonpengendali (Catatan 32).
The amounts included above for variable interest rate instruments for both nonderivative financial liabilities is subject to change if changes in variable interest rates differ to those estimates of interest rates determined at the end of the reporting period.
The Group manages capital risk to ensure that entities in the Group will be able to continue as a going concern, in addition to maximize the profit of the shareholders through the optimization of the debt and equity. The Group's strategy remains unchanged from prior year.
The capital structure of the Group consist of debt, which includes lease liabilities, borrowings, derivative financial instrument and bonds and notes payable disclosed in Notes 23, 24, 25 and 46o, cash and cash equivalents (Note 5) and equity attributable to equity holders of the parent, comprising of issued capital (Note 27), additional paid-up capital (Note 28), other comprehensive income (Note 31), treasury stock (Note 29), other equity component (Note 30) and non-controlling interests (Note 32).
Dewan Direksi Grup secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
Rasio jumlah pinjaman bersih terhadap ekuitas adalah sebagai berikut:
The Board of Directors of the Group periodically reviews the Group's capital structure. As part of this review, the Board of Directors considers the cost of capital and the related risks.
Total net debt to equity ratio are as follows:
| 31 Desember/ December 31, 2020 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2019 US\$ '000 |
31 Desember/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
|---|---|---|---|---|
| Pinjaman | 2.885.439 | 2.547.044 | 2.664.235 | Debt |
| Kas dan setara kas | 1.135.310 | 744.202 | 800.572 | Cash and cash equivalents |
| Pinjaman - bersih | 1.750.129 | 1.802.842 | 1.863.663 | Net debt |
| Ekuitas | 2.950.961 | 2.755.807 | 2.702.042 | Equity |
| Rasio pinjaman - bersih terhadap ekuitas | 59% | 65% | 69% | Net debt to equity ratio |
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, diakui mendekati nilai wajarnya, kecuali dibawah ini:
D. Pengukuran nilai wajar D. Fair value measurements
Fair value of financial instruments carried at amortized cost
The Directors consider that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recognized at amortized cost, approximate their fair values, except below:
| 198.553 387.692 6.814 2.301.397 |
- - 6.699 2.377.726 |
- - - - |
US\$'000 198.497 340.284 - - |
198.497 340.284 6.699 2.377.726 |
December 31, 2020 Other accounts receivable - noncurrent Finance lease receivables noncurrent Bank loans Bonds and notes payable |
|---|---|---|---|---|---|
| Nilai tercatat/ Carrying amount US\$'000 394.262 46.007 1.031.994 |
Tingkat 1/ Level 1 US\$'000 - 49.486 1.086.106 |
Tingkat 2/ Level 2 US\$'000 - - - |
Tingkat 3/ Level 3 US\$'000 378.501 - - |
Jumlah/ Total US\$'000 378.501 49.486 1.086.106 |
December 31, 2019 Finance lease receivables noncurrent Bank loans Bonds and notes payable |
| Nilai tercatat/ Carrying amount US\$'000 400.199 277 |
Tingkat 1/ Level 1 US\$'000 - 106 |
Tingkat 2/ Level 2 US\$'000 - - |
Tingkat 3/ Level 3 US\$'000 382.766 - |
Jumlah/ Total US\$'000 382.766 106 |
December 31, 2018 Finance lease receivables noncurrent Bank loans Bonds and notes payable |
| 979.682 | 956.849 | - | - | 956.849 |
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan untuk tujuan pengukuran nilai wajar
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan ditentukan sebagai berikut:
- Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan syarat dan kondisi standar dan diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan mengacu pada harga pasar.
- Nilai wajar swap suku bunga dihitung dengan menambahkan nilai kini dari pembayaran bunga tetap yang telah diketahui dari awal swap (fixed leg) dan nilai kini dari pembayaran bunga mengambang yang ditentukan pada setiap tanggal pembayaran yang ditentukan (floating leg).
- Nilai wajar kontrak valuta berjangka mata uang asing diukur dengan menggunakan kurs kuotasi yang berasal dari suku bunga kuotasi sesuai jatuh tempo kontrak.
- Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan yang jatuh tempo dalam satu tahun mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek. Untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka panjang, biaya perolehan diamortisasi mendekati nilai wajarnya karena instrumen tersebut dikenakan tingkat bunga pasar.
Hirarki pengukuran nilai wajar atas aset dan liabilitas Grup
Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan nilai wajar aset dan liabilitas, yang dianalisis nilai wajarnya berdasarkan pada:
- Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang berasal dari harga kuotasian (tak disesuaikan) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
- Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); dan
- Pengukuran nilai wajar level 3 adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).
Valuation techniques and assumptions applied for the purposes of measuring fair value
The fair values of financial assets and financial liabilities are determined as follows:
- The fair values of financial assets and financial liabilities with standard terms and conditions and traded on active liquid markets are determined with reference to quoted market prices.
- The fair value of interest rate swap is computed by adding the present value of the fixed coupon payments known at the start of the swap (fixed leg) and present value of the floating coupon payments determined at the agreed dates of each payment (floating leg).
- Foreign currency forward contracts are measured using quoted forward exchange rates derived from quoted interest rates matching maturities of the contracts.
- The carrying amount of financial assets and liabilities due in one year approximates fair value because of their short-term maturity. For non-current financial assets and financial liabilities, the amortized cost approximates fair value because such instruments carry market rate of interest.
Fair value measurements hierarchy recognised of the Group's assets and liabilities
The following tables summarize the carrying amounts and the fair values of the assets and liabilities, analyzed among those whose fair value is based on:
- Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that the entity can access at the measurement date.
- Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (i.e. as prices) or indirectly (i.e. derived from prices); and
- Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs).
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| Tingkat 1/ Level 1 |
Tingkat 2/ Level 2 |
Tingkat 3/ Level 3 |
Jumlah/ Total |
||
|---|---|---|---|---|---|
| 31 Desember 2020 Aset yang diukur pada nilai wajar Aset keuangan pada FVTPL Instrumen keuangan derivatif |
US\$'000 - |
US\$'000 16 |
US\$'000 - |
US\$'000 16 |
December 31, 2020 Assets measured at fair value Financial asset at FVTPL Derivative financial instrument |
| Aset keuangan pada FVTOCI Investasi pada obligasi Investasi pada saham |
32.942 - |
- - |
- 186 |
32.942 186 |
Financial asset at FVTOCI Investment in bonds Investment in shares |
| Jumlah | 32.942 | - | 186 | 33.128 | Total |
| Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Instrumen keuangan derivatif |
- | 3.461 | - | 3.461 | Designated as cash flow hedge Derivative financial instrument |
| Liabilitas yang diukur pada nilai wajar Liabilitas keuangan pada FVTPL Liabilitas keuangan derivatif |
- | 4.823 | - | 4.823 | Liabilites measured at fair value Financial liabilities at FVTPL Derivative financial liabilities |
| Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Instrumen keuangan derivatif |
- | 599 | - | 599 | Designated as cash flow hedge Derivative financial instrument |
| Tingkat 1/ Level 1 US\$'000 |
Tingkat 2/ Level 2 US\$'000 |
Tingkat 3/ Level 3 US\$'000 |
Jumlah/ Total US\$'000 |
||
| 31 Desember 2019 Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi pada obligasi Investasi pada saham |
42.990 - |
- - |
- 124 |
42.990 124 |
December 31, 2019 Financial asset available-for-sale Investment in bonds Investment in shares Financial asset at FVTPL |
| Aset keuangan FVTPL | - | 136 | - | 136 | Derivative financial instrument |
| Instrumen keuangan derivatif Jumlah |
42.990 | 136 | 124 | 43.250 | Total |
| Liabilitas keuangan pada FVTPL Liabilitas keuangan derivatif |
- | 11.384 | - | 11.384 | Financial liabilities at FVTPL Derivative financial liabilities |
| Tingkat 1/ Level 1 US\$'000 |
Tingkat 2/ Level 2 US\$'000 |
Tingkat 3/ Level 3 US\$'000 |
Jumlah/ Total US\$'000 |
||
| 31 Desember 2018 Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi pada obligasi Investasi pada saham Aset keuangan FVTPL Instrumen keuangan derivatif |
10.938 - - |
- - 8.696 - |
- 124 - |
10.938 124 8.696 |
December 31, 2018 Financial asset available-for-sale Investment in bonds Investment in shares Financial asset at FVTPL Derivative financial instrument |
| Investasi pada saham Jumlah |
62 11.000 |
8.696 | 124 | 62 19.820 |
Investment in shares Total |
| Liabilitas keuangan pada FVTPL Liabilitas keuangan derivatif |
- | 10.126 | - | 10.126 | Financial liabilities at FVTPL Derivative financial liabilities |
Nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar secara berulang
Sebagian dari aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup diukur pada nilai wajar pada akhir setiap periode pelaporan. Tabel berikut memberikan informasi mengenai bagaimana nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitias keuangan ditentukan (secara khusus, teknik penilaian dan input yang digunakan).
Fair value of the Group's financial assets and financial liabilities that are measured at fair value on a recurring basis
Some of the Group's financial assets and financial liabilities are measured at fair value at the end of each reporting period. The following table gives information about how the fair values of these financial assets and financial liabilities are determined (in particular, the valuation technique(s) and inputs used).
| Aset keuangan/Liabillitas keuangan |
Teknik penilaian dan input utama/ |
Input signifikan yang tidak dapat diobservasi/ |
Hubungan dan sensitivitas atas input yang tidak dapat |
|---|---|---|---|
| Financial | Valuation technique(s) and | Significant unobservable | diobservasi dengan nilai wajar/ |
| assets/Financial | key input(s) | input(s) | Relationship and sensitivity of |
| liabilities Kontrak forward mata uang asing dan swap suku bunga/ Foreign forward currency contracts and interest rate swaps |
Arus kas diskonto. Arus kas depan diestimasi masa berdasarkan nilai tukar forward (dari nilai tukar forward dapat yang diobservasi pada akhir periode pelaporan) dan nilai tukar kontrak forward, didiskontokan pada tingkat mencerminkan risiko yang kredit dari berbagai pihak lawan./ Discounted cash flow. Future cash flows estimated are based on forward exchange (from observable rates forward exchange rates at the end of the reporting period) |
Tidak berlaku/Not applicable | unobservable inputs to fair value Tidak berlaku/Not applicable |
| and contract forward rates, discounted that at rate a reflects the credit risk of various counterparties. |
|||
| Instrumen utang yang terdaftar di bursa / Listed debt instruments |
Harga kuotasian pada pasar aktif/ Quoted bid prices in an active market. |
Tidak berlaku/Not applicable | Tidak berlaku/Not applicable |
Tidak ada transfer antara tingkat 1 dan 2 pada tahun berjalan.
Secara historis, industri petrokimia selalu mempunyai siklus tertentu. Perubahan di dalam permintaan dan penawaran yang berakibat pada tingkat utilisasi operasi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi siklus industri dan profitabilitas dari industri tersebut. Kebutuhan dari industri dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi sementara penawarannya dipengaruhi oleh tambahan kapasitas baru.
Kinerja Grup lebih rendah pada waktu paruh pertama 2020, namun Grup mencapai kinerja yang solid pada waktu paruh kedua 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, walaupun di tengah-tengah kondisi pandemi yang menekan Grup, dan sekarang diperkirakan masih berlanjut di tahun 2021.
Pabrik MTBE & Butene-1 yang dioperasikan pada Q3 2020 mulai dapat memberikan kontribusi positif. Spread harga Polymer-Naphtha menguat dengan pulihnya konsumsi di China dan Asia Timur Laut. Harga Styrene Monomer telah menguat secara material, dengan pasokan yang terus terbatas dan permintaan yang kuat dari pasar hilir ABS dan PS. Spread Butadiene juga membaik di tengah-tengah naiknya harga minyak mentah di hulu, dan permintaan hilir yang menguat dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2020 ketika pabrik-pabrik harus dioperasikan lebih rendah untuk mengoptimalkan nilai keekonomian. Margin yang menguat juga dicapai oleh Grup dengan tetap mempertahankan jalannya pabrik dengan stabil dan konsisten selama tahun 2020 meskipun lingkungan sangat menantang dikarenakan COVID-19.
There were no transfers between level 1 and 2 in the year.
49. KONDISI INDUSTRI 49. INDUSTRY CONDITION
The petrochemical industry has historically been cyclical. Changes in supply and demand and resulting operating utilization levels are key factors that influence the cycle and profitability of the sector. Industry demand is primarily influenced by economic activity while supply is affected by new capacity additions.
The Group's performance was lower in the first half of 2020, however the Group achieved a solid performance in the second half of 2020 compared to the same period last year, even in the Covidenvironment, underpinning the resilience of the Group, and currently extending the trajectory into 2021.
The MTBE & Butene-1 plants that was brought onstream in Q3 2020 have started to contribute positively to the bottom-line. Polymer-naphtha spreads have strengthened in view of a consumption rebound in China and North East Asia. Styrene Monomer prices have firmed up materially, with persistently tight supply and strong demand from downstream ABS and PS market. Butadiene spreads have also improved amid bullish upstream crude values, and firm downstream demand as opposed to first half of the year when the plants had to be turned down to optimize economics. The strengthening margins are also achieved by the Group by maintaining consistent and stable operations throughout 2020, notwithstanding the extremely challenging environment overhang due to COVID-19.
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2020, 2019 AND 2018 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)
Grup juga dapat mempertahankan akses ke bank dan pasar modal obligasi dengan harga yang kompetitif dan ke fasilitas kredit impor dan ekspor yang diperpanjang dan diperluas.
Untuk mengatasi ketidakpastian siklus industri petrokimia yang dijelaskan di atas, Grup akan fokus pada tiga kunci utama (i) kelangsungan bisnis (ii) keunggulan operasional dan (iii) ketahanan keuangan. Selanjutnya, Perusahaan telah dan akan terus melakukan langkah-langkah kehati-hatian, antara lain sebagai berikut:
- Mencapai tingkat produksi yang optimal sebagai respon terhadap keadaan pasar dan kondisi perekonomian melalui penerapan metode produksi yang aman dan efisien;
- Secara berkesinambungan menerapkan program efisiensi untuk meningkatkan produksi, pengurangan pemakaian energi dan pengurangan biaya operasi per unit;
- Meningkatkan pangsa pasar domestik melalui pengembangan pelanggan baru;
- Menurunkan biaya bahan baku utama dengan mencari sumber alternatif bahan baku, jika memungkinkan dan mengusahakan memperbanyak sumber pemasok bahan baku, termasuk dari sumber domestik.
Eksekusi yang solid dari strategi ketahanan keuangan Grup untuk mengatur kembali belanja modal, mengurangi beban operasional, dan mengoptimalkan modal kerja telah membantu meningkatkan kinerja keuangan melalui berbagai aspek perbaikan berkelanjutan, keunggulan proses, pengadaan secara menyeluruh, dan transformasi digital. Modal yang digunakan dioptimalkan untuk mencapai portofolio utang "lebih rendah untuk yang lebih lama" untuk mengakhiri tahun dengan posisi kas yang kuat, sehingga memposisikan Grup dengan kuat memasuki tahun 2021 untuk mengelola resiko penurunan dan memanfaatkan peluang kenaikan yang muncul.
The Group is also able to maintain access to the bank and bond capital markets at competitive rates and extended and expanded import and export credit facility.
PT BARITO PACIFIC Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
To weather uncertainty in the petrochemical industry cycle as described above, the Group will focus on three key imperatives (i) business continuity (ii) operational excellence and (iii) financial resilience. Furthermore, the Company has undertaken and will continue to implement prudent measures, such as the following:
- Achieve optimum production levels in response to market and economic conditions by applying safe and efficient production methods;
- Continuously implement plant operation improvements relating to yield, energy and efficiency initiatives to reduce unit operating costs;
- Increase domestic market share by developing new customers;
- Lower feedstock costs by sourcing alternative feedstock, where possible, and maintaining a broader base of raw material suppliers, including domestic sources.
The solid execution of Group's financial resilience strategy to re-phase capital expenditure, reduce operating expenses and optimize working capital have helped improving financial performance through various levers of continuous improvement, process excellence, holistic procurement, and digital transformation. Capital employed was optimized to achieve a 'lower for longer' debt portfolio, to end the year with a strong cash position, therefore positioning the Group strongly going into 2021 to manage any downside risk and seize emerging upside opportunities.
50. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
50. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING FROM FINANCING ACTIVITIES
| 1 Januari 2020/ January 1, 2020 |
Arus kas dari aktivitas pendanaan/ Cash flows financing |
Amortisasi biaya transaksi/ Amortization of transaction cost |
Penambahan aset hak guna/ Additions to right-of use assets |
Pengaruh selisih kurs/ Effect of foreign exchange rates |
Lainnya/ Others |
31 Desember 2020/ December 31, 2020 |
||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Liabilitas sewa Utang bank |
4.675 | (12.885) | - | 18.006 | - | 207 | 10.003 Lease liabilities Bank loans |
|
| Jangka pendek | 72 | 623 | - | - | 14 | - | 709 | Short-term |
| Jangka panjang Utang lembaga |
1.503.584 | (963.518) | 25.419 | - | 2.388 | - | 567.873 | Long-term Non-bank financial |
| keuangan non-bank Utang obligasi |
10 | 25 | - | - | - | - | 35 | institutional loan Bonds and note |
| dan wesel bayar | 1.031.994 | 1.265.360 | 1.779 | - | 4.345 | (2.081) | 2.301.397 | payable |
| Jumlah | 2.540.335 | 289.605 | 27.198 | 18.006 | 6.747 | (1.874) | 2.880.017 Total |
PT BARITO PACIFIC Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020, 2019 DAN 2018 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
| Perubahan transaksi non kas/ Non-cash changes | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 Januari 2019/ January 1, 2019 |
Arus kas dari aktivitas pendanaan/ Cash flows financing |
Amortisasi biaya transaksi/ Amortization of transaction cost |
Pengaruh selisih kurs/ Effect of foreign exchange rates |
Lainnya/ Others |
31 Desember 2019/ December 31, 2019 |
||
| US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | US\$ '000 | ||
| Utang bank Jangka pendek Jangka panjang |
- 1.674.427 |
72 (186.704) |
- 15.861 |
- - |
- - |
72 1.503.584 |
Bank loans Short-term Long-term |
| Utang lembaga keuangan non-bank Utang obligasi |
- | 10 | - | - | - | 10 | Non-bank financial institutional loan Bonds and note |
| dan wesel bayar | 979.682 | 43.852 | 2.998 | 5.462 | - | 1.031.994 | payable |
| Jumlah | 2.654.109 | (142.770) | 18.859 | 5.462 | - | 2.535.660 | Total |
| Perubahan transaksi non kas/ Non-cash changes | |||||||
| 1 Januari 2018/ January 1, 2018 US\$ '000 |
Arus kas dari aktivitas pendanaan/ Cash flows financing US\$ '000 |
Amortisasi biaya transaksi/ Amortization of transaction cost US\$ '000 |
Pengaruh selisih kurs/ Effect of foreign exchange rates US\$ '000 |
Operasi yang dihentikan/ Discontinued operation US\$ '000 |
31 Desember 2018/ December 31, 2018 US\$ '000 |
||
| Utang bank | Long-term | ||||||
| jangka panjang | 2.273.450 | (597.186) | 37.070 | (207) | (38.700) | 1.674.427 | bank loans |
| Utang Obligasi dan wesel |
355.572 | 626.763 | 2.102 | (4.755) | - | 979.682 | Bonds and note payable |
| Jumlah | 2.629.022 | 29.577 | 39.172 | (4.962) | (38.700) | 2.654.109 | Total |
51. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 51. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD
- a. Pada tanggal 1 Januari 2021, CAP dan SMI efektif melakukan merger sesuai dengan akta merger No. 48 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., notaris di Jakarta tanggal 7 Desember 2020.
- b. Pada tanggal 19 Januari 2021, CAP menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan menyetujui penghapusan ketentuan kewajiban CAP untuk memelihara perbandingan antara Arus Kas dari Operasi dan Beban Keuangan tidak kurang dari 1,75:1 dan menyetujui pemberian insentif sebesar 0,5% dari jumlah pokok Obligasi yang masih terutang kepada pemegang obligasi Obligasi Berkelanjutan I, II Chandra Asri Petrochemical dan Obligasi Chandra Asri Petrochemical I Tahun 2016 sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan dalam rapat.
- c. Pada tanggal 1 Februari 2021 dan 9 Maret 2021, CAP melakukan pembelian kembali dan selanjutnya pembatalan Senior Unsecured Notes masing-masing sebesar US\$ 2.053 ribu dan US\$ 415 ribu.
- d. Pada tanggal 22 Februari 2021, CAP mendapatkan fasilitas perdagangan terstruktur dari Bank DBS Ltd. Cabang Singapura sebesar US\$ 60.000 ribu.
52. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian dari halaman 1 sampai 204 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2021.
- a. On January 1, 2021, the merger between CAP and SMI became effective in accordance with merger deed No. 48 of Jose Dima Satria S.H., M.Kn., notary public in Jakarta, dated December 7, 2020.
- b. On January 19, 2021, CAP held a General Meeting of Bondholders and agreed for the removal of Company's obligation to maintain coverage ratio of Cash Flow from Operation and Financial Charges of not lower than 1.75:1 and agreed to incentive payments of 0.5% from the total outstanding bond principal of Chandra Asri Petrochemical Shelf Registration Bonds I, II and Chandra Asri Petrochemical Bonds I Year 2016 to the bondholders in accordance with the requirements and conditions that were communicated in the meeting.
- c. On February 1, 2021 and March 9, 2021, CAP performed buy-back and subsequently cancelled its Senior Unsecured Notes amounting to US\$ 2,053 thousand and US\$ 415 thousand, respectively.
- d. On February 22, 2021, CAP obtained structured trade facility from Bank DBS Ltd. Singapore branch amounting to US\$ 60,000 thousand.
52. MANAGEMENT'S RESPONSIBILITY AND APPROVAL OF CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
The preparation and fair presentation of the consolidated financial statements on pages 1 to 204 were the responsibilities of the management, and were approved by the Directors and authorized for issue on March 26, 2021.
