Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Bakrie Telecom Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69103_rns_2020-12-31_67f6e897-9bb2-44f5-b01e-93265130b59d.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

Laporan keuangan konsolidasian Consolidated financial statements tanggal 31 Desember 2020 as of December 31, 2020 dan untuk tahun yang berakhir and for the year then ended pada tanggal tersebut with independent auditors' report beserta laporan auditor independen

DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Daftar Isi Table of Content

Halaman /
Page
Surat pernyataan direksi Board of directors' statement
Laporan auditor Independen Independent auditors' report
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
1 Consolidated statements of
financial position
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
3 Consolidated statements of profit or loss
and other comprehensive income
Laporan perubahan defisiensi modal
konsolidasian
5 Consolidated statements of
changes in capital deficiency
Laporan arus kas konsolidasian 6 Consolidated statements of cash flows
Catatan atas laporan keuangan
konsolidasian
7 Notes to the consolidated
financial statements
1. Nama : H. Harya Mitra Hidayat
Alamat kantor : PT Bakrie Telecom Tbk
Jl. HR Rasuna Said Kav B-1,
Jakarta - 12920
Alamat rumah : Jl. Pejaten Barat II No.5A
RT 004/RW 008 Pejaten Barat
Pasar Minggu Jakarta Selatan
Telepon (6221)91101112
Jabatan Direktur Utama
2. Nama Andi Pravidia Saliman
Alamat kantor : PT Bakrie Telecom Tbk
Jl. HR Rasuna Said Kav B-1,
Jakarta - 12920
Alamat rumah Jl. Puter II ED 2/32 Bintaro 5
RT.002/RW.009
Jurangmangu Timur
Pondok Aren - Tangerang
Telepon (62 21) 91 101 112
Jabatan Direktur
. Name : H. Harya Mitra Hidayat
Office address : PT Bakrie Telecom Tbk
Jl. HR Rasuna Said Kav B-1.
Jakarta - 12920
Residential : Jl. Pejaten Barat II No.5A
address RT 004/RW 008 Pejaten Barat
Pasar Minggu Jakarta Selatan
Telephone $(6221)$ 91101112
Title : President Director
?. Name : Andi Pravidia Saliman
Office address : PT Bakrie Telecom Tbk
Jl. HR Rasuna Said Kav B-1.
Jakarta - 12920
Residential: : Jl. Puter II ED $2/32$ Bintaro 5
address RT.002/RW.009
Jurangmangu Timur
Pondok Aren - Tangerang
Telephone $(6221)$ 91101112
Title Director

dinyatakan lain ) unless otherwise stated)

PT BAKRIE TELECOM Tbk (0) PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION TANGGAL 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020 (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali (Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah,

Disajikan kembali/
Catatan / Restated
Notes 2020 2019
A S E T A S S E T S
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 2c,5 409 866 Cash and cash equivalents
Kas yang dibatasi Restricted cash
penggunaannya 2d,6 - 40
Piutang usaha (setelah Trade receivables
dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai masing-masing
(net allowances for
impairment loss of Rp 72,969
sebesar Rp 72.969 dan pada Rp 72.741 and Rp 72,741, respectively,
pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019) 7 1.005 2.360 as of December 31, 2020 and 2019)
Uang muka 8 720 714 Advances
Total Aset Lancar 2.134 3.980 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Pajak dibayar dimuka 26a 244 179 Prepaid Tax
Aset tetap - bersih Fixed assets - net
(Setelah dikurangi jumlah akumulasi (Net with total accumulated
penyusutan dan penurunan nilai depreciation and impairment loss
Rp13.208.980 dan Rp13.208.494
masing-masing pada
2h,2i,2j amounting of Rp13,208,980 and
Rp13,208,494 as of December 31,
31 Desember 2020 dan 2019) 2k,9 61 425 2020 and 2019, respectively)
Aset tidak lancar lainnya 10,40 827 6.650 Others non- current assets
Total Aset Tidak Lancar 1.132 7.254 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 3.266 11.234 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN LIABILITIES AND
DEFISIENSI MODAL CAPITAL DEFICIENCY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha Trade payables
pihak ketiga 2q,11 419.408 415.281 third parties
pihak berelasi 2e,2q,11 16.864 16.861 related parties
Utang lain-lain 2q,12 148.306 148.955 Other payables
Utang pihak berelasi 2e,27 47.272 47.098 Due to related parties
Beban akrual 2o,13,40 227.676 225.923 Accrued expenses
Utang pajak 2r,26b 21.658 21.330 Tax payables
Liabilitas entitas anak
yang sebelumnya dikonsolidasi
4,40 - 8.364.732 Liabilities of the subsidiary
previously consolidated
Total Liabilitas Jangka Pendek 881.184 9.240.180 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas imbalan kerja
Liabilitas jangka panjang - setelah
2p,28 385 335 Employee benfits liability
Long-term liabilities - net of
dikurangi bagian jatuh tempo current maturities:
dalam waktu satu tahun:
Utang yang diselesaikan 4,14 Settlement of payables
melalui PKPU 15,35,40 10.425.250 5.723.011 through PKPU
Total Liabilitas Jangka Panjang 10.425.635 5.723.346 Total Non-current Liabilities
Total Liabilitas 11.306.819 14.963.526 Total Liabilities

(0,20) 0,21

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of these consolidated financial statements

dinyatakan lain ) unless otherwise stated)

PT BAKRIE TELECOM Tbk (18.703.071) PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION TANGGAL 31 DESEMBER 2020 AS OF DECEMBER 31, 2020 (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali (Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah,

Disajikan kembali/
Catatan / Restated
Notes 2020 2019
DEFISIENSI MODAL CAPITAL DEFICIENCY
Modal saham Capital stock
Nilai nominal Par value
Saham biasa Common shares
seri A Rp 200 series A Rp200
seri B Rp 100 series B Rp100
(dalam satuan penuh) (in full amount)
Modal dasar Authorized shares
Saham biasa seri A Common shares series A
10.000.000.000 saham pada 10,000,000,000 shares as of
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019
Saham biasa seri B Common shares series B
87.111.652.195 saham pada 87,111,652,195 shares as of
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019
Modal ditempatkan dan Issued and fully
disetor penuh paid shares
Saham biasa seri A Common shares series A
5.751.502.450 saham pada 5,751,502,450 shares as of
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 December 31, 2020 and 2019
Saham biasa seri B Common shares series B
31.022.402.185 saham pada 31,022,402,185 shares as of
tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 16 4.252.541 4.252.541 December 31, 2020 and 2019
Tambahan modal disetor 17 2.488.871 2.488.871 Additional paid-in capital
Saham beredar yang
diperoleh kembali 2n,18 (11.000) (11.000) Treasury stock
Agio saham beredar yang Premium on
diperoleh kembali 2n,18 50.623 50.623 Treasury stock
Agio konversi hutang menjadi saham 16,17 618.931 618.931 Premium on convertion stock
Cadangan modal lainnya - - Other capital reserves
Defisit 40 (18.703.071) (18.594.784) Deficit
Defisit atas entitas Deficit from
yang akan didekonsolidasi 40 - (3.757.035) deconsolidate of subsidiaries
Defisiensi modal yang dapat Capital deficiency
diatribusikan kepada pemilik atributable to owners
entitas induk (11.303.105) (14.951.853) of the parent entity
Kepentingan non pengendali 2b,19 (448) (439) Non-controling interest
Defisiensi Modal - Neto (11.303.553) (14.952.292) Capital Deficiency - Net
TOTAL LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITES AND
DEFISIENSI MODAL 3.266 11.234 CAPITAL DEFICIENCY

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of these consolidated financial statements

PT BAKRIE TELECOM Tbk -773.860.688 -2.532.895.977 PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEAR ENDED 31 DESEMBER 2020 DECEMBER 31, 2020

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali (Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, dinyatakan lain ) unless otherwise stated)

Catatan /
Notes
2020 2019
PENDAPATAN USAHA 2e,2o OPERATING REVENUE
Pendapatan usaha - bruto
Jasa telekomunikasi dan
teknologi informasi
20,32,33 10.537 10.275 Operating revenues - gross
Telecomunication services and
Information technology
Beban pokok pendapatan (6.569) (6.251) Cost of goods revenues
Pendapatan Usaha - Neto 3.968 4.024 Operating Revenues - Net
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Penyusutan 2e,2o,2h,9 95 353 Depreciation
Operasi dan pemeliharaan 21 132 3.423 Operating and maintenance
Karyawan 23 8.317 8.619 Employee
Umum dan administrasi 22 6.685 14.563 General and administrative
Penjualan dan pemasaran 24 203 345 Sales and Marketing
Total Beban Usaha 15.432 27.303 Total Operating Expenses
RUGI USAHA (11.464) (23.279)
-
OPERATING LOSS
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
OTHER INCOME
(CHARGES)
Beban keuangan 25b,15 (89.807) (15) Financing charges
Laba (rugi) selisih kurs - neto 2q,25a (887) 195.829 Gain (loss) foreign exchange - net
Lain-lain - neto 25c (5.963) (165.192) Others - net
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Neto (96.657) 30.622 Other Income (Charges) - Net
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
(108.121) 7.343 GAIN (LOSS) BEFORE INCOME
TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2r (16) (63) INCOME TAX EXPENSES
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (108.137) 7.280 NET PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR

PT BAKRIE TELECOM Tbk #VALUE! -2.531.503.908 PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEAR ENDED 31 DESEMBER 2020 DECEMBER 31, 2020

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali (Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, dinyatakan lain ) unless otherwise stated)

Catatan /
Notes 2020 2019
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi lebih lanjut
ke laba rugi:
Items that will not be reclassified
subsequently to profit or loss:
Pengukuran kembali laba
atas liabilitas imbalan kerja
(140) - Remeasurement again on
employee benefit liability
Penghasilan Komprehensif Lain -
Neto setelah pajak
(140) - Other Comprehensive Income -
Net Of Tax
TOTAL LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
(108.277)
0
7.280 TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS) FOR THE YEAR
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada
Net income (loss) for the year
atributable to:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
2b,19 (108.128)
(9)
7.280
-
Owner of the parent entity
Non-controling interest
Total (108.137) 7.280 Total
Total laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
- - Total comprehensive
income (loss) for the year
atributable to:
Pemilik entitas induk (108.268) 7.280 Owner of the parent entity
Kepentingan non-pengendali 2b,19 (9) - Non-controling interest
Total (108.277)
-
7.280
-
Total
LABA (RUGI) NETO PER SAHAM DASAR
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
(Angka penuh)
BASIC INCOME (LOSS) PER SHARE
ATRIBUTABLE TO
THE OWNER OF PARENT
(Full amount)
Laba (rugi) bersih per saham 2s,31 (2,94) 0,20 Net income (loss) per share

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of these consolidated financial statements

PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK PT BAKRIE TELECOM Tbk AND SUBSIDIARIES LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN CAPITAL DEFICIENCY UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Figure in table are expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Defisiensi Modal yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/
Capital Deficiency Attributable to Owner of the Parent
Catatan /
Notes
Modal Saham
Ditempatkan
dan Disetor /
Issued and
Paid Shares
Tambahan
Modal
Disetor /
Additional
Paid-in Capital
Saham
Beredar yang
Diperoleh
Kembali /
Treasury Stock
Agio Saham
Beredar yang
Diperoleh
Kembali /
Premium on
Treasury Stock
Agio Saham
yang Dikonversi
dari Hutang/
Premium on
Conversion Stock
Cadangan
Modal Lainnya /
Other Capital
Reserves
Defisit /
Deficit
Total /
Total
Kepentingan
Non-pengendali /
Non-controlling
Interest
Defisiensi
Modal - Neto /
Capital
Deficiency -
Net
Saldo 31 Desember 2019
sebelum disajikan kembali
4.252.541 2.488.871 (11.000) 50.623 618.931 (368.429) (22.275.843) (15.244.306) (110) (15.244.416) Balance as of
December 31, 2019
before restated
Penyesuaian - - - - - 368.429 3.681.059 4.049.488 (329) 4.049.159 Adjustment
Penyesuaian desfisit atas entitas
yang akan didekonsolidasi
- - - - - - (3.757.035) (3.757.035) - (3.757.035) Adjustment for deficit
deconsilidate of subsidiary
Saldo 31 Desember 2019
setelah disajikan kembali
4.252.541 2.488.871 (11.000) 50.623 618.931 - (22.351.819) (14.951.853) (439) (14.952.292) December 31, 2019
after restated
Rugi neto tahun berjalan - - - - - - (108.146) (108.146) (9) (108.155) Net loss for the year
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan:
(140) (140) (140) Other comprehensive income
for the year:
Exchange differences due to
Penyesuaian desfisit atas entitas
yang akan didekonsolidasi
- -
-
- - - - 3.757.035 3.757.035
-
- 3.757.035
-
deconsilidate of subsidiary
Disposal of subsidiaries
Saldo 31 Desember 2020 4.252.541 2.488.871 (11.000) 50.623 618.931 - (18.703.070) (11.303.104) (448) (11.303.552) Balance as of
December 31, 2020

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements

PT BAKRIE TELECOM Tbk (2.083.880.670) (1.353.107.541) PT BAKRIE TELECOM Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEAR ENDED 31 DESEMBER 2020 DECEMBER 31, 2020 (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali (Amounts in tables are expresses in millions of Rupiah dinyatakan lain) unless otherwise stated)

2020 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 11.665 8.869 Cash receipts from customers
Pembayaran kepada pemasok dan Cash paid to suppliers and other
aktivitas operasional lainnya (9.580) (17.790) operating activities
Pembayaran kepada karyawan (8.632) (8.270) Cash paid to employees
Pembayaran beban keuangan (8) (15) Payment of financing charges
Pembayaran pajak (417) (416) Payment of taxes
Penerimaan bunga 1 46 Receipt of interest
Penerimaan lainnya 6.636 18.186 Others receipt
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Net Cash Flows Received from Operating
Operasi (335) 610 activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Pembelian aset tetap (122) (54) Purchased fixed assets
Arus Kas Bersih yang Digunakan Untuk Net cash Flows Used in Investing
Aktivitas Investasi (122) (54) Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS NET INCREASE (DECREASE) IN CASH
DAN SETARA KAS (457) 556 AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 866 310 BEGINNING OF YEAR
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 409 866 AT END OF YEAR

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. 1.

PT Bakrie Telecom Tbk (dahulu PT Radio Telepon Indonesia) ("Perusahaan") didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 1993 dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968, yang kemudian diperbaharui dengan Undang-undang No. 12 Tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris No. 94 oleh Muhani Salim, S.H., sebagaimana diperbaiki dengan Akta Notaris Pembetulan No. 13 tanggal 5 November 1993 dan diubah dengan Akta Notaris No. 129 tanggal 27 November 1993, keduanya dibuat oleh Abdurachman Kadir, S.H., Notaris pengganti dari Muhani Salim, S.H.

Status Perusahaan mengalami perubahan menjadi perusahaan terbuka sebagaimana tertuang dalam resolusi para pemegang saham yang berkekuatan sama dengan Rapat Umum Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta Notaris No. 6 tanggal 3 Februari 2006 yang dibuat oleh Agus Madjid, S.H. Dimana perubahan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum sebagaimana tertuang dalam surat No. C-03880 HT.01.04.TH.2006, tanggal 13 Februari 2006.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi penyelenggaraan jasa telekomunikasi nasional dengan daerah operasi saat ini di Jakarta. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat berlokasi di Wisma Bakrie, Lantai 3, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-1, Jakarta Selatan. Perusahaan memulai beroperasi secara komersial pada tanggal 1 November 1995.

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 11 Agustus 2008, ruang lingkup kegiatan Perusahaan telah diperluas yang meliputi; merencanakan, membangun dan menyewakan sarana/fasilitas telekomunikasi, melaksanakan kegiatan pemasaran dan penjualan jaringan dan/atau jasa telekomunikasi, melakukan pemeliharaan, penelitian dan pengembangan sarana telekomunikasi, serta memperdagangkan perangkat/produk telekomunikasi.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. Company Establishment

PT Bakrie Telecom Tbk (previously PT Radio Telepon Indonesia) ("the Company") was established in the Republic of Indonesia on August 13, 1993 within the framework of the Domestic Investment Law No. 6 Year 1968, as amended by Law No. 12 Year 1970 based on Notarial Deed No. 94, of Muhani Salim, S.H., as amended by Amendment Notarial Deed No. 13 dated November 5, 1993 and amended by Notarial Deed No. 129 dated November 27, 1993, both made of Abdurachman Kadir, S.H., substitute of Notary Muhani Salim, S.H.

The Company's status was changed to that of a public company through the resolutions of the Company's shareholders as notarized by Deed No. 6 of Agus Madjid, S.H., dated February 3, 2006. This change was reported to the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and was accepted and recorded by the Directorate General of General Law Administration per letter No. C-03880 HT.01.04.TH.2006 dated February 13, 2006.

The scope of activities of the Company comprises the provision of telecommunication national services. The Company's operational areas currently in Jakarta. The Company is domiciled in Jakarta with its head office located at Wisma Bakrie, 3rd Floor, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-1, South Jakarta. The Company started its commercial operations on November 1, 1995.

Based on the Extraordinary General Shareholders Meeting held on August 11, 2008, the scope of activities of the Company was modified to comprise; planning, development and lease of telecommunication equipment/facilities, marketing and sales activities of telecommunication network and/or services, maintenance, research and development of telecommunication facilities, and selling of telecommunication products/utilities.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. 1.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir sehubungan dengan Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disesuaikan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peningkatan modal dasar ditempatkan Perusahaan, yang dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 29 Mei 2015, sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 27 dan No. 28 masingmasing tertanggal 22 Juni 2015 yang dibuat dihadapan Notaris Lenny Janis Ishak, S.H.

Perubahan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum sebagaimana tertuang dalam surat No.AHU-0940316.AH.01.02. TAHUN 2015 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 98 Tambahan No. 43892 tanggal 6 November 2015, tanggal 7 Agustus 2015.

Untuk saat ini Perusahaan memiliki ijin jasa koneksi internet (Internet Service Provider /ISP) dan ijin jasa teleponi dasar melalui jaringan bergerak seluler.

Pada tanggal 26 September 2014, Perusahaan memperoleh persetujuan pengalihan izin penggunaan spektrum frekuensi radio pada pita frekuensi radio 800 MHz PT Bakrie Telecom Tbk kepada PT Smartfren Telecom Tbk, berdasarkan Surat Keputusan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 932/KEP/M.KOMINFO/09/2014 sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 30 Tahun 2014 tentang Penataan Pita Frekuensi Radio 800 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Selular.

Perusahaan tergabung dalam Kelompok Usaha The Company is part of the Bakrie Group. Bakrie.

b. b. Penawaran Umum Saham Perdana Initial Public Offering

Pada tanggal 3 Februari 2006, Perusahaan mencatat sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham Seri B Atas Nama Tahun 2005 sebanyak lima miliar lima ratus juta (5.500.000.000) saham dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) per saham.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

The Company's Articles of Association have been amended several times. The latest amendment in relation to the Company's Articles of Association that have been adapted to the Financial Services Authority (OJK) rules and the increase of authorized capital issued was based on Extraordinary General Meeting of Shareholders dated May 29, 2015, as stated in Deed of Resolution No. 27 and No. 28 which dated June 22, 2015 made before Lenny Janis Ishak, S.H., Notary.

This change was reported to the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and was accepted and recorded by the Directorate General of General Law Administration per letter No. AHU-0940316.AH.01.02. TAHUN 2015 and was published in the State Gazette No. 98, Supplement No. 43892 dated November 6, 2015, dated August 7, 2015.

The Company's currently has internet service provider lisence/ISP and basic telephony services true mobile seluler network.

On September 26, 2014, the Company obtained approval permits for transfer the radio frequency spectrum bandwidth 800 MHz of PT Bakrie Telecom Tbk to PT Smartfren Telecom Tbk, based on Decision Letter of the Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia No. 932/KEP/M.KOMINFO/09/2014 in respect to Regulation of the Minister of Communication and Information Technology Number 30 Year 2014 concerning Settlement 800 MHz Radio Frequency Band the Purpose of Implementation of Cellular Mobile Network.

On February 3, 2006, the Company listed its shares on the Indonesia Stock Exchange (BEI) through an Initial Public Offering (IPO) of five billion five hundred million (5,500,000,000) registered Shares Series B in Year 2005 with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. 1.

Dalam rangka penawaran umum perdana ini, Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak satu miliar seratus juta (1.100.000.000) lembar Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma yang menyertai seluruh saham Seri B atas nama. Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham Seri B atas nama dengan harga pelaksanaan sebesar seratus tiga puluh lima rupiah (Rp135) setiap saham yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 3 Agustus 2006 sampai 2 Februari 2009.

Pada bulan Maret 2009, semua waran telah selesai dilaksanakan.

Penawaran Umum Saham Perdana tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 23 September 2005 dan dituangkan dalam Akta Notaris No. 39 oleh Agus Madjid, S.H.

c. c. Penawaran Umum Terbatas (PUT)

Pada tanggal 14 Februari 2008, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Otoritas Jasa keuangan melalui surat No. S-944/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008 atas Penawaran Umum Terbatas (PUT) sebanyakbanyaknya delapan miliar enam ratus tiga puluh delapan juta tujuh puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh dua (8.638.079.352) saham Seri B dengan nilai nominal sebesar seratus rupiah (Rp100) setiap saham yang ditawarkan dengan harga penawaran sebesar tiga ratus lima puluh rupiah (Rp350). PUT tersebut telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 15 Februari 2008 dengan Akta Notaris No. 38 oleh Agus Madjid, S.H., dan pada tanggal 29 Februari 2008, PUT tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

d. d. Pembelian kembali (buy-back) Saham Perusahaan

Pada tanggal 15 Oktober 2008, Direksi menyetujui pembelian kembali saham yang beredar Perusahaan sampai jumlah maksimum sebanyak satu koma satu triliun rupiah (Rp1,1 triliun) atau 20% dari modal disetor Perusahaan.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

For the purposes of this public offering, the Company also simultaneously issued one billion one hundred million (1,100,000,000) Series I Warrants that were issued at no cost (naked warrants) accompanying the registered Series B shares. Series I Warrants gave the right to their holders to purchase Series B shares at an exercise price of one hundred and thirty-five rupiah (Rp135) per share, which could be exercised within the period of August 3, 2006 to February 2, 2009.

In March 2009, all warrants had been accomplished.

The IPO was approved by the Extraordinary Shareholders' General Meeting held on September 23, 2005 and notarized by Deed No. 39 of Agus Madjid, S.H.

Rights Issue

On February 14, 2008, the Company obtained the notice of effectiveness from the Chairman of the Financial Services Authority per letter No. S-944/BL/2008 dated February 14, 2008 of its Rights Issue for a maximum of eight billion, six hundred thirty-eight million, seventy-nine thousand, three hundred fifty-two (8,638,079,352) Series B shares with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share which were offered at three hundred fifty rupiah (Rp350) per share The Rights Issue, which was approved by the Extraordinary Shareholders' General Meeting held on February 15, 2008 and notarized by Deed No. 38 of Agus Madjid, S.H., was listed on the Indonesia Stock Exchange on February 29, 2008.

Buy-Back of the Company's Shares of Stock

On October 15, 2008, the Board of Directors approved the buy-back of the Company's shares up to a maximum of one point one trillion rupiah (Rp1.1 trillion) or 20% of the paid-in capital of the Company.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. 1.

Pembelian kembali saham tahap pertama akan dilakukan sebesar-besarnya seratus miliar rupiah (Rp100,0 miliar) dan pembelian kembali saham tahap kedua akan dilakukan sesuai dengan kemampuan, keperluan dan kondisi Perusahaan. Pembelian kembali dilaksanakan dalam periode Oktober dan November tahun 2008, dimana sebanyak enam ratus delapan puluh sembilan juta empat ratus dua puluh lima ribu lima ratus (689.425.500) lembar saham telah dibeli kembali, dan pada tahun 2009, sebanyak lima ratus tujuh puluh sembilan juta empat ratus dua puluh lima ribu lima ratus (579.425.500) lembar saham telah dijual kembali (Catatan 18).

e. e. Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD)

Pada tanggal 22 Juni 2012 dan 29 Agustus 2012, Perusahaan menerbitkan saham Seri B dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) per saham masing-masing sebesar lima ratus enam puluh enam juta tiga puluh tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh enam (566.037.736) saham dan satu miliar lima ratus tiga puluh enam juta seratus tiga puluh lima ribu tiga ratus empat puluh (1.536.135.340) saham, untuk PT Bakrie Global Ventura, pihak berelasi melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) dengan harga pelaksanaan dua ratus enam puluh lima rupiah (Rp265) per saham.

f. f.

Pada tanggal 11 Maret 2010, berdasarkan Akta Notaris No. 03 dibuat oleh Dheasy Suzanti, S.H., M.Kn., Perusahaan mendirikan Entitas Anak yang bernama PT Bakrie Connectivity.

Ruang lingkup kegiatan Entitas Anak meliputi usaha perdagangan produk dan/atau perangkat telekomunikasi, jasa teknologi informasi, jasa penyedia dan pemanfaatan multimedia dan jasa pengadaan sumber daya manusia, telekomunikasi serta media cetak.

Pada tanggal 11 Maret 2010, berdasarkan Akta Notaris No. 04 dibuat oleh Dheasy Suzanti, S.H., M.Kn, Perusahaan mendirikan Entitas Anak yang bernama PT Bakrie Digital Net (dahulu PT Bakrie Network). Perubahan nama Entitas Anak berdasarkan Akta Notaris No. 03 pada tanggal 9 September 2013. Pada tanggal 31 Desember 2015, Entitas Anak masih dalam tahap pengembangan.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

The buy-back of shares of stock in the first phase worth of up to one hundred billion rupiah (Rp100.0 billion) and the second phase of the balance will be carried out according to the availability, needs and condition of the Company.The buy-back was undertaken during the period of October and November 2008, during which time six hundred eighty-nine million, four hundred twenty-five thousand, five hundred (689,425,500) shares were bought back, and in 2009, five hundred seventynine million, four hundred twenty-five thousand, five hundred (579,425,500) shares were reissued (Note 18).

Capital Stock Issuance Through Non-Preemptive Right (PMT-HMETD)

On June 22, 2012 and August 29, 2012, the Company issued Series B shares with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share amounting to five hundred sixty-six million, thirtyseven thousand, seven hundred thirty-six (566,037,736) shares and one billion, five hundred thirty-six million, one hundred thirty-five thousand, three hundred forty (1,536,135,340) shares, respectively, to PT Bakrie Global Ventura, a related party through Capital Stock Issuance Without Preemptive Right (PMT-HMETD) at an exercise price of two hundred sixty-five rupiah (Rp265) per share.

Struktur Entitas Anak Structure of the Subsidiaries

On March 11, 2010, based on Notarial Deed No. 03, of Dheasy Suzanti, S.H., M.Kn., the Company established a Subsidiary, PT Bakrie Connectivity.

The scope of its Subsidiary activities consists of trading of products and/or telecommunications equipment, services as information technology service providers, and the use of multimedia and human resources services, telecommunications and media.

On March 11, 2010, based on Notarial Deed No. 04, of Dheasy Suzanti, S.H., M.Kn., the Company established a Subsidiary, PT Bakrie Digital Net (formerly PT Bakrie Network). The change in name of the Subsidiary was based on Notarial Deed No. 03 dated September 9, 2013. As of December 31, 2015, this Subsidiary is still under the development stage.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tanggal 19 April 2010, Perusahaan mendirikan Entitas Anak yang bernama Bakrie Telecom Pte., Ltd. Kantor Entitas Anak berlokasi di Singapura. Entitas Anak tidak memiliki kegiatan usaha lain selain memberikan jasa kepada Perusahaan dan memperoleh pendapatan dari jasa tersebut.

Pada tanggal 16 Juni 2016, berdasarkan Akta Notaris No. 09 dibuat oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., Perusahaan mendirikan Entitas Anak yang bernama PT Anugerah Andalan Investama (AAI).

Ruang lingkup kegiatan AAI adalah meliputi perdagangan produk dan jasa berbasis internet, internet provider, jasa penyediaan sumber daya manusia, jasa televisi berbayar, jasa multimedia, dan jasa media cetak dan elektronik.

Pada tanggal 27 Desember 2016 berdasarkan Akta Notaris No. 22 yang kemudian ditegaskan kembali dengan Akta Notaris No. 15 tanggal 24 Januari 2017 yang keduanya dibuat oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn, AAI telah mengambil alih saham-saham pada PT. Mitra Kreasi Komunika (MKK).

Ruang lingkup kegiatan MKK adalah meliputi perdagangan barang dan jasa antara lain perdagangan alat-alat telekomunikasi, elektronik, jasa pembangunan instalasi telekomunikasi, industri barang-barang elektronik, jasa penerbitan dan desain grafis, jasa teknologi informasi dan internet konten serta jasa multimedia.

MKK adalah selaku pemegang saham pada PT. Layanan Prima Digital (LPD) berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 31 Agustus 2016 yang kemudian ditegaskan kembali melalui Akta Notaris No. 2 tanggal 28 Oktober 2016 yang keduanya dibuat oleh Firdhonal S.H.

Ruang lingkup kegiatan LPD meliputi perdagangan barang-barang elektronik dan telekomunikasi serta peralatan jaringan, penyediaan jasa internet dan multimedia, jasa televisi berbayar, jasa telekomunikasi, jasa publikasi dan penyiaran, jasa e-commerce dan jasa penyediaan dan pemanfaatan multimedia melalui perangkat telekomunikasi dan jasa-jasa terkait lainnya.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

On April 19, 2010, the Company established a Subsidiary, Bakrie Telecom Pte., Ltd. The registered office of the Subsidiary is located in Singapore. The Subsidiary has no other business operation than to provide services to the Company and earns revenue from it.

On June 16, 2016, based on Notarial Deed no. 09 of Ervina Christina Sembiring, S.H.,M.Kn. The Company established a Subsidiary, PT Anugerah Andalan Investama (AAI).

The scope of AAI consist of trading and services internet product, internet provider, human resources services, subscription television services, multimedia services, and printing and electronic media services.

On December 27, 2016, based on Notarial Deed No. 22 reaffirmed with Notarial Deed No. 15 dated January 24, 2017 of Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn, both of them, AAI has taken over PT. Mitra Kreasi Komunika (MKK) shares.

The scope of MKK consist of trading goods and services such as telecommunication equipment, electronic, develop telecommunication instalation, electronic goods, services publications and graphic design, information technology services, and internet content with multimedia services.

MKK as a shareholders at PT. Layanan Prima Digital (LPD) based on Notarial Deed No. 8 dated August 31, 2016 reaffirmed with Notarial Deed No.2 dated October 28, 2016 of Firdhonal S.H both of them.

The scope of LPD consist of trading electronic telecommunication goods with and network equipment, internet and multimedia services provider, subscription television services, telecommunicaton services, publication and broadcasting services, e-commerce services, and multimedia services and utilize through the telecommunication and others related services.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. 1.

MKK adalah pemegang saham pada PT. Inovasi Teknologi Nusantara (ITN) berdasarkan Akta Notaris No. 48 tanggal 30 November 2019 yang kemudian ditegaskan kembali melalui Akta Notaris No. 58 tanggal 27 Desember 2019 yang keduanya dibuat oleh Ervina Christina S, S.H., M.Kn.

Ruang lingkup kegiatan ITN dalam bidang perdagangan dan industri meliputi alat-alat telekomunikasi, informatika dan multimedia. Dalam bidang multimedia dan telekomunikasi meliputi pembangunan sarana-prasarana jaringan telekomunikasi dan multimedia. Dalam bidang jasa perawatan meliputi perbaikan dan pemeliharaan alat-alat komunikasi dan multimedia dan jasa pemeliharaan jaringan telekomunikasi.

Dalam bidang jasa teknologi informasi dan internet content meliputi jasa televisi berbayar, televisi berlangganan, jasa akses internet, dan jasa interkoneksi internet.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan memiliki Entitas Anak dengan kepemilikan sebagai berikut (selanjutnya secara bersamasama dengan Perusahaan disebut sebagai "Kelompok Usaha"):

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

MKK as a shareholders at PT. Inovasi Teknologi Nusantara (ITN) based on Notarial Deed No. 48 dated November 30, 2019 reaffirmed with Notarial Deed No. 58 dated December 27, 2019 of Ervina Christina S, S.H., M.Kn both of them.

The scope of ITN in trading and industry consist of telecommunication goods, informatika and multimedia. In multimedia and telecommunication consists of telecommunications and multimedia network infrastructure construction. In maintenance services consist of repair and maintenance of communication and multimedia telecommunications network maintenance services.

In information technology services and internet content consist of pay television services, pay television, internet access services, and internet interconnection services.

As of December 31, 2020, the Company had ownership interest in Subsidiaries as follows (together with the Company herein after referred to as the "Group"):

Entitas Anak /
Susidiaries
Persentase
Kepemilikan
/ Percentage
of
Ownership
(%)
Bidang Usaha /
Scope of Activities
Saat Dimulainya
Kegiatan Usaha
Komersial / Start of
Commersial Operation
Domisili /
Domicile
Total Aset
Sebelum Eliminasi
/ Total Asset
Before Ellimination
2020
2019
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership :
PT Bakrie Connectivity 99,99 Perdagangan
Telekomunikasi /
Telecommunication
Trading
2010 Indonesia 1 1
PT Anugerah Andalan
Investama
99,80 Perdagangan dan Jasa /
Trading and Services
2016 Indonesia 15.645 9.173
Kepemilikan Tidak Langsung /
Indirect Ownership :
Melalui / Through AAI
PT Mitra Kreasi Komunika
70,00 Perdagangan dan Jasa /
Trading and Services
2016 Indonesia 10.557 8.650

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. 1.

dinyatakan lain)

Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan memiliki Entitas Anak dengan kepemilikan sebagai berikut :

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

As of December 31, 2019 , the Company had ownership interest in Subsidiaries as follows :

Entitas Anak /
Susidiaries
Persentase
Kepemilikan
/ Percentage
of
Ownership
(%)
Bidang Usaha /
Scope of Activities
Saat Dimulainya
Kegiatan Usaha
Komersial / Start of
Commersial Operation
Domisili /
Domicile
2020 Total Aset
Sebelum Eliminasi
/ Total Asset
Before Ellimination
2019
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership :
PT Bakrie Connectivity 99,99 Perdagangan
Telekomunikasi /
Telecommunication
Trading
2010 Indonesia 1 1
PT Bakrie Digital Net 99,80 Infrastruktur
Telekomunikasi /
Telecommunication
Infrastructure
- Indonesia 511 511
Bakrie Telecom Pte., Ltd 100,00 Entitas Bertujuan Khusus
/ Special Pupose Entity
2010 Singapura/
Singapore
9.038.241 9.415.349
PT Anugerah Andalan
Investama
99,80 Perdagangan dan Jasa /
Trading and Services
2016 Indonesia 15.645 9.173
Kepemilikan Tidak Langsung /
Indirect Ownership :
Melalui / Through AAI
PT Mitra Kreasi Komunika
70,00 Perdagangan dan Jasa /
Trading and Services
2016 Indonesia 10.557 8.650
Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit
g.
serta Karyawan
Boards of Commissioners, Directors and Audit
g.
Committee and Employees
Susunan
Dewan
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan
2019 adalah sebagai berikut:
Komisaris dan
Direksi
The
composition
Commissioners and Directors as of December 31,
2020 and 2019 was as follows:
of
the
Company's Boards
of
2020 dan / and
2019
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Taufan E.N Rotorasiko Taufan E.N Rotorasiko President Commissioner
Komisaris
Komisaris Independen
R. Bismarka Kurniawan
John Pieter Nazar
R. Bismarka Kurniawan
John Pieter Nazar
Independent Commissioner Commissioner

dinyatakan lain)

1. 1.

Harya Mitra Hidayat
Jastiro Abi
Andi Pravidia Saliman
-

Susunan Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan) GENERAL (continued)

Dewan Direksi Board of Directors
Direktur Utama Harya Mitra Hidayat Harya Mitra Hidayat President Director
Direktur Jastiro Abi Jastiro Abi Director
Direktur Andi Pravidia Saliman Andi Pravidia Saliman Director
Direktur - W. Mark Robson Director

The composition of the Company's Audit Committee and the sole Corporate Secretary as of December 31, 2020 and 2019 was as follows:

2020 dan / and 2019
Komite Audit Audit Committee
Ketua John Pieter Nazar John Pieter Nazar Chairman
Anggota Arydhian B Djamin Arydhian B Djamin Member
Anggota Dwi Winarno Dwi Winarno Member
Sekretaris Perusahaan Agustinus Harimurti Corporate Secretary

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jumlah karyawan Kelompok Usaha masingmasing adalah dan 64 karyawan (tidak diaudit).

h. Penyelesaian Laporan Keuangan h.
Konsolidasian

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 11 Mei 2021.

2. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN

a. a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ("SAK"), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, dan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

As of December 31, 2020 and 2019, the Group had and 64 employees, respectively (unaudited).

Completion of the Consolidated Financial Statements

The management of the Company is responsible for the preparation of these consolidated financial statements which have been authorized for issue by the Board of Directors on May 11, 2021.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements and Statement of Compliance

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Financial Accounting Standards ("SAK"), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants, and the Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012 regarding the Presentation and Disclosure of Financial Statements of Issuers or Public Companies issued by the Financial Services Authority (OJK).

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, kecuali untuk penerapan pernyataan dan interpretasi baru dan revisi yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2020 seperti yang diungkapkan dalam kebijakan akuntansi terkait.

Penerapan dari perubahan standar akuntansi dan interpretasi atas standar akuntansi berikut, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020 dan relevan bagi Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan tahun berjalan:

  • -
    • PSAK 72 "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan"
  • -

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost) , kecuali untuk akunakun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Ketika Kelompok Usaha menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Kelompok Usaha mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif disajikan.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah ("Rp"), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The accounting policies adopted in the preparation of these consolidated financial statements are consistent with the accounting policies in the preparation of the Group's consolidated financial statements for the year ended December 31, 2019, except for the adoption of new and revised statements and interpretations effective January 1, 2020 as described in the related accounting policies.

The adoption of the following revised accounting standards and interpretation of the accounting standards, which are effective from January 1, 2020 and relevant for Company, but did not result in substantial changes to the Company's accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year financial statements:

  • PSAK 71 "Instrumen Keuangan" PSAK 71 "Financial Instrument"
  • PSAK 72 "Revenue from Contract with Customers"
  • PSAK 73 "Sewa" PSAK 73 "Leases"

The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, have been prepared on an accrual basis of accounting using the historical cost concept, except for certain accounts that are measured on the other basis described in the related accounting policies.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method, and classified into operating, investing, and financing activities.

When the Group adopts accounting policy retrospectively or restates items in its financial statements or the Group reclassified the items in its financial statements, the statements of financial position at the beginning of comparative period are presented.

The presentation currency used in the preparation of the consolidated financial statements is Rupiah ("Rp"), which is also the functional currency of the Company and its Subsidiaries.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Efektif tanggal 1 Januari 2015, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 65, "Laporan Keuangan Konsolidasian". Dengan diterbitkannya PSAK tersebut, PSAK No. 4 (Revisi 2009), "Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri" diubah namanya menjadi PSAK No. 4 (Revisi 2013), "Laporan Keuangan Tersendiri", dan juga menggantikan ISAK No. 7, "Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus".

Penerapan PSAK No. 65 tidak berdampak dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

Perusahaan (entitas induk) yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain (entitas anak) menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Investor, terlepas dari sifat keterlibatannya dengan entitas (investee) menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menilai apakah investor tersebut mengendalikan investee .

Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee .

Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:

  • (a) (a)
  • (b) (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
  • (c) (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Investor menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga (3) elemen pengendalian.

Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh pengendalian atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan pengendalian atas investee .

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi b. Principles of Consolidation

Effective January 1, 2015, the Group applied PSAK No. 65, "Consolidated Financial Statements." With the issuance of such PSAK, PSAK No. 4 (Revised 2009), "Consolidated Financial Statements and Separate Financial Statements" was renamed to PSAK No. 4 (Revised 2013), "Separate Financial Statements," and ISAK No. 7, "Consolidation - Special Purpose Entities" was superseded.

The adoption of PSAK No. 65 has no impact in the Group's consolidated financial statements.

The Company (the parent) that controls one or more other entities (subsidiaries) were present consolidated financial statements. Investors, apart of the nature of its involvement with an entity (investee), determine whether the investor is a parent by assessing whether the investor controls the investee.

An investor controls an investee when it is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee.

Therefore, the investor controls the investee if and only if the investor has all of the following:

  • kekuasaan atas investee , power over the investee,
  • exposure or rights to variable returns from its involvement with the investee, and
  • the ability to use its power over the investee to affect the amount of the investor's returns.

Investors reassess whether the investor controls the investee if facts and circumstances indicate that one or more of the three (3) control elements have changed.

Investee is consolidated from the date of the investor obtains control of investee and continues to be consolidated until the date that such control ceases.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Entitas induk menentukan apakah entitas induk adalah entitas investasi. Entitas investasi adalah entitas yang:

  • (a) (a) memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi;
  • (b) (b) menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan
  • (c) (c) mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya berdasarkan nilai wajar.

Entitas induk yang adalah entitas investasi mengukur investasi dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi.

Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

Seluruh penghasilan komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.

Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk:

menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill ) dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan posisi keuangan konsolidasian.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

A parent determines whether the parent entity is an investment entity. An investment entity is an entity that:

  • obtains funds from one or more investors for the purpose of providing investment management services;
  • its business purpose is to invest funds solely for returns from capital appreciation, investment income, or both; and
  • measures and evaluates the performance of its investments on a fair value basis.

A parent that is an investment entity measures its investments in particular subsidiaries at fair value through profit or loss.

Non-controlling interest represents a portion of the profit or loss and net assets not attributable to the parent and is presented separately in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, and within equity in the consolidated statements of financial position, separately from equity attributable to the parent.

Total comprehensive income is attributed to the owners of the parent and to the non-controlling interests even if this results in the non-controlling interests having a deficit balance.

All significant intercompany transactions and balances have been eliminated.

If a parent losses control of a subsidiary, the parent:

(a) (a) derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the former subsidiary from the consolidated statements of financial position.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

  • (b) (b) mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian, dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan atau (jika sesuai) biaya perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
  • (c) (c) mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.

d. Kas yang Dibatasi Penggunaannya d. Restricted Cash

Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai "Kas yang Dibatasi Penggunaannya." Kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar kewajiban jatuh tempo dalam satu (1) tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar. Rekening bank dan deposito berjangka lainnya yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai aset tidak lancar.

e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi e. Transaction with Related Parties

Kelompok Usaha mengungkapkan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • recognizes any investment retained in the former subsidiary at its fair value at the date when control is lost, and subsequently accounts for it and for any amounts owed by or to the former subsidiary. That fair value shall be regarded as the fair value on initial recognition of a financial asset or, when appropriate, the cost on initial recognition of an investment in an associate or joint venture.
  • recognizes the gain or loss associated with the loss of control attributable to the former controlling interest.

c. Kas dan Setara Kas c. Cash and Cash Equivalents

Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks, and time deposits with original maturities within three (3) months or less and not pledged as collateral nor restricted in use.

Cash in banks and time deposits, which are restricted in use, are presented as "Restricted Cash" Restricted cash to be used to pay currently maturing obligations that are due within one (1) year are presented under current assets. Other current accounts and time deposits that are restricted in use are presented under non-current assets.

The Group discloses transactions with related parties as defined in PSAK No. 7 (Revised 2010), "Related Party Disclosures."

The transactions are made based on terms agreed by the parties, whereas such terms may not be the same as those transactions with unrelated parties.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Semua transaksi yang signifikan dengan pihakpihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

f. Persediaan f. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (lower of cost or net realizable value ), dimana biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.

g. Biaya Dibayar Dimuka g. Prepaid Expenses

Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.

h. Aset Tetap h. Fixed Asset

Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

All significant transactions with related parties whether or not conducted under the same terms and conditions as those with third parties, are disclosed in the notes to the consolidated financial statements.

Inventories are valued at the lower of cost or net realizable value (NRV), whereby cost is determined by the weighted-average method. Allowance for inventory obsolescence is provided based on a review of the condition of inventories at the end of the year.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.

The Group has chosen the cost model as the accounting policy for its fixed assets measurement.

Depreciation is calculated on a straight-line basis over the useful lives of the assets. Estimated useful lives of the assets are as follows:

Masa Manfaat /
Economic Life
Tahun / Years
Persentase
Penyusutan /
Percentage of
Depreciation
Bangunan 20 20 Building
Peralatan telekomunikasi 5 5 Telecommunication equipment
Fasilitas telekomunikasi 5 5 Telecommunication facilities
Peralatan pengangkutan 5 5 Transportation equipment
Peralatan dan perabot kantor 4-5 4-5 Office equipment and fixtures
Aset sewaan 10 10 Leased assets

Masa manfaat ekonomis aset tetap dan metode depresiasi ditelaah, dan disesuaikan jika sesuai keadaan, pada setiap akhir periode pelaporan.

The fixed assets' useful lives and methods of depreciation are reviewed, and adjusted if appropriate, at each end of the reporting period.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

h. Aset Tetap (lanjutan) h. Fixed Asset (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, Kelompok Usaha mengestimasikan taksiran sisa manfaat ekonomis peralatan dan fasilitas telekomunikasi menjadi lima (5) tahun. Sebelum tahun 2014, masa manfaat aset tersebut adalah 10 (sepuluh) tahun.

Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari "Aset Tetap" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK 73 "Sewa" sejak tanggal 1 Januari 2020.

PSAK 73 menerapkan persyaratan baru atau amandemen sehubungan dengan akuntansi sewa. Standar ini memperkenalkan perubahan signifikan untuk akuntansi lessee dengan menghapus perbedaan antara sewa operasi dan pembiayaan, serta mensyaratkan pengakuan aset hak-guna dan pengakuan liabilitas sewa pada saat dimulainya sewa untuk seluruh sewa, kecuali:

sewa dengan jangka waktu kurang atau sama dengan 12 bulan dan tidak terdapat opsi beli;

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

As of December 31, 2015 and 2014, the Group estimated the remaining useful life of telecommunication equipment and facilities to be five (5) years. Prior 2014, the useful lives of those assets were 10 (ten) years.

Land is stated at cost and is not depreciated.

Assets under construction are stated at cost and presented as part of "Fixed Assets" in the consolidated statements of financial position. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account when construction is completed and the assets are ready for their intended use.

The cost of repairs and maintenance is charged to profit or loss as incurred; replacement or major inspection costs are capitalized when incurred if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be reliably measured. An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset is included in profit or loss in the period the asset is derecognized.

i. Sewa i. Lease

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

The Group has applied PSAK 73 "Lease" since 1 January, 2020.

PSAK 73 introduces new or amended requirements with respect to lease accounting. This standard introduces significant changes to lessee accounting by removing the distinction between operating and finance lease, and requiring the recognition of a right-of-use asset and a lease liability at commencement for all leases, except for:

Leases with a term of less or equal to 12 months and there is no call option;

dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

sewa atas aset dengan nilai rendah. Leases of low value assets.

Berbeda dengan akuntansi lessee , persyaratan untuk akuntansi lessor sebagian besar tidak berubah. Dampak dari adopsi PSAK 73 pada laporan keuangan konsolidasian dijelaskan di bawah ini.

Tanggal penerapan awal PSAK 73 untuk Kelompok Usaha adalah 1 Januari 2020. Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK 73 menggunakan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi dengan mengakui dampak kumulatif dari awal penerapan PSAK 73. Dengan demikian, informasi komparatif yang disajikan untuk tahun 2019 tidak disajikan kembali sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada PSAK 30 dan interpretasi terkait.

a. a. Dampak definisi baru dari sewa

Perubahan utama dari definisi sewa berkaitan dengan konsep pengendalian. PSAK 73 menentukan apakah kontrak mengandung sewa atas dasar jika terdapat aset identifikasian dan lessee memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset selama suatu jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Hal tersebut merupakan perbedaan penentuan kontrak merupakan, atau mengandung sewa berdasarkan PSAK 30 yaitu dengan konsep risiko dan manfaat.

b. b.

Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.

Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa sebesar jumlah pembayaran sewa yang masih harus dibayar hingga akhir masa sewa yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Sewa (lanjutan) i. Lease (continued)

In contrast to lessee accounting, the requirements for lessor accounting have remained largely unchanged. The impact of the adoption of PSAK No. 73 on the consolidated financial statements is described below.

The date of initial application of PSAK 73 for the Group is January 1, 2020. The Group has applied PSAK 73 using the modified retrospective approach by recognizing the cumulative impact of the initial application of PSAK 73. Therefore, the comparative information presented for 2019 has not been restated as previously reported, under PSAK 30 and the related interpretations.

Impact of the new definition of a lease

The major change in definition of a lease mainly relates to the concept of control. PSAK 73 determines whether a contract contains a lease on the basis of whether identified asset and lessee has the right to control the use of an asset for a period of time in exchange for consideration. This is in contrast to the focus or contain lease based on 'risks and rewards' concept in PSAK 30.

Dampak pada akuntansi lessee Impact on lessee accounting

The Group applies a single recognition and measurement approach to all leases, except for short-term leases and lowvalue asset leases. The Group recognized a lease liabilities to make lease payments and right-ofuse assets that represent the right to use the underlying asset.

The Group recognized lease liabilities at the amount of lease payments accrued to the end of the lease term which were discounted using the incremental borrowing rate.

dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Sedangkan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dibayarkan, biaya pemulihan dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dengan estimasi masa manfaat aset.

Jika kepemilikan aset sewa dialihkan ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau pembayaran sewa mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan estimasi masa manfaat ekonomis aset. Aset hak-guna diuji penurunan nilainya sesuai dengan PSAK 48, "Penurunan Nilai Aset".

Sewa jangka pendek (dengan jangka waktu kurang atau sama dengan 12 bulan) dan sewa aset bernilai rendah, serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip pengakuan yang ditentukan oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi pada PSAK 30. Kelompok Usaha akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Beban ini dicatat pada beban umum dan administrasi dalam laporan laba rugi.

Penerapan pencatatan PSAK 73 berlaku untuk seluruh sewa (kecuali sebagaimana yang disebutkan sebelumnya), yaitu sebagai berikut:

  • (a) (a) Menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari aset tetap dan liabilitas sewa disajikan sebagai bagian dari liabilitas lain-lain dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, yang diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa masa depan;
  • (b) (b) Mencatat penyusutan aset hak-guna dan bunga atas liabilitas sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian; dan
  • (c) (c) Memisahkan jumlah total pembayaran ke bagian pokok (disajikan dalam kegiatan pendanaan) dan bunga (disajikan dalam kegiatan operasional) dalam laporan arus kas konsolidasian.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

i. Sewa (lanjutan) i. Lease (continued)

While, the right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct costs paid, restoration costs and lease payments on or before the start date of the lease, less lease incentives received. Right-of-use are depreciated using the straight-line method over the shorter period between the lease term and the estimated useful life of the asset.

If the ownership of lease asset is transferred to the Group at the end of the lease term or the lease payments reflect the exercise of the purchase option, depreciation is calculated using the estimated useful life of the assets. Right-of-use assets are tested for impairment in accordance with PSAK 48, "Impairment of Assets".

Short-term leases (with term of less or equal to 12 months) and leases of low-value assets, and elements of those leases, partially or entirely not applying the recognition principles stipulated by PSAK 73 will be treated the same as operating leases in PSAK 30. The Group will recognized these lease payments on a straight-line basis during the lease period in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. This expense is recorded under general and administrative expenses in profit or loss.

The recording of implementation of PSAK 73 is applied for all leases (except as stated earlier), as follows:

  • Presents right-of-use assets as part of fixed assets and lease liabilities presented as part of other liabilities in the consolidated statement of financial position which are measured at the present value of the future lease payments;
  • Records depreciation of right-of-use assets and interest on lease liabilities in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income; and
  • Separates the total amount of cash paid into principal (within financing activities) and interest (within operating activities) in the consolidated statement of cash flows.

dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

Berdasarkan PSAK 30 (Revisi 2011) tentang "Sewa", Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa didasarkan atas substansi dari perjanjian tersebut pada penetapan awal. Perjanjian tersebut ditelaah apakah pemenuhannya bergantung pada penggunaan suatu aset atau aset-aset tertentu secara spesifik atau perjanjian mengalihkan hak untuk menggunakan aset atau aset-aset, walaupun hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit dalam perjanjian.

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan. Sewa tersebut dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan, atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung ke laba rugi tahun berjalan.

Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewa pembiayaan disusutkan selama estimasi umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewa pembiayaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewa pembiayaan dan periode masa sewa.

j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan j. Impairment of Non-Financial Assets

Efektif tanggal 1 Januari 2015, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2014), "Penurunan Nilai Aset".

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) 2.

i. Sewa (lanjutan) i. Lease (continued)

Applicable accounting policies before January 1, 2020

Under PSAK 30 (Revised 2011) regarding "Lease", the determination of whether an agreement is, or contains a lease is based on the substance of the agreement at the inception date. Those agreements are assessed whether the fulfilment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets or an agreement to transfer the right to use the asset or assets, even though the right is not explicitly stated in the agreement.

A lease is classified as finance leases if it transfers substantially all the risks and rewards of the ownership of lease assets. Such leases are capitalized at the fair value of the leased assets, or the present value of the minimum lease payments if the present value is lower than fair value. Lease payment is apportioned between the finance charge and the reduction of the outstanding liability, such as to produce a constant periodic interest rate on the lialibilities balance. Finance charges are charged directly to current year's profit or loss.

If there is certainty that lessee will obtain ownership by the end of the lease term, finance lease assets are depreciated over the estimated useful life of the assets. If there is no uncertainty that lessee will obtain ownership by the end of the lease term, so finance lease will be depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term.

Effective January 1, 2015, the Group applied PSAK No. 48 (Revised 2014), "Impairment of Assets".

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

PSAK No. 48 (Revisi 2014) menitikberatkan pada pengungkapan atas nilai terpulihkan untuk aset non-keuangan. Pernyataan yang direvisi mensyaratkan pengungkapan informasi tambahan jika jumlah terpulihkan merupakan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.

Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan.

Pemulihan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan selain goodwill , diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset yang disajikan pada jumlah revaluasian sesuai dengan PSAK lain. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dibalik lagi.

k. Biaya Pinjaman k. Borrowing Costs

Biaya pinjaman, baik yang secara langsung maupun tidak langsung digunakan untuk mendanai suatu proses pembangunan aset tertentu yang memenuhi syarat ("aset kualifikasian"), dikapitalisasi hingga saat proses pembangunannya selesai. Untuk pinjaman yang secara khusus digunakan untuk perolehan aset kualifikasian, jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama periode berjalan, dikurangi dengan penghasilan investasi jangka pendek dari pinjaman tersebut.

Untuk pinjaman yang tidak secara khusus digunakan untuk perolehan aset kualifikasian, jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi tertentu terhadap pengeluaran untuk aset kualifikasian tersebut.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan) j. Impairment of Non-Financial Assets (continued)

PSAK No. 48 (Revised 2014) focuses on the recoverable amount disclosures for non-financial assets. The revised statement requires additional disclosure of information if the recoverable amount represents the fair value less costs of disposal.

The Group evaluates at each reporting date whether there is any indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Group estimates the recoverable amount of the asset. The recoverable amount of an asset or a cashgenerating unit is the higher of its fair value less costs of disposal and its value in use. Whenever the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount.

Reversal on impairment loss for non-financial assets other than goodwill would be recognized if, and only if, there has been a change in the estimates used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment test was carried out. Reversal on impairment losses will be immediately recognized on profit or loss, except for assets that presented using the revaluation model in accordance with other PSAK. Impairment losses relating to goodwill would not be reversed.

Borrowing costs, either directly or indirectly used in financing the construction of a qualifying asset, are capitalized up to the date when construction is complete. For borrowings that are specific to the acquisition of a qualifying asset, the amount to be capitalized is determined as the actual borrowing costs incurred during the period, less any income earned from the temporary investment of such borrowings.

For borrowings that are not specific to the acquisition of a qualifying asset, the amount to be capitalized is determined by applying a capitalization rate to the amount expensed on the qualifying asset.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Jaminan merupakan uang jaminan yang dibayarkan untuk sewa lokasi untuk menara Base Transceiver Stations (BTS), sewa gedung kantor dan apartemen sesuai dengan perjanjian dan akan dikembalikan pada saat berakhirnya periode sewa.

Pembuat keputusan operasional adalah Direksi. Direksi melakukan penelaahan terhadap pelaporan internal Perusahaan untuk menilai kinerja dan mengalokasikan sumber daya. Manajemen menentukan operasi segmen berdasarkan laporan ini. Direksi mempertimbangkan bisnis dari sudut pandang imbal hasil dari modal yang diinvestasikan.

Total aset dikelola secara tersentralisasi dan tidak dialokasikan. Perusahaan mengoperasikan dan mengelola bisnis dalam satu segmen yang menyediakan jasa CDMA Mobile dan jaringan telekomunikasi kepada para pelanggan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 20 dan 32).

n. Saham Beredar Yang Diperoleh Kembali n. Treasury Stock

Saham beredar yang diperoleh kembali (treasury stock ) untuk dikeluarkan lagi di kemudian hari dicatat dengan metode nilai nominal atau par value method . Berdasarkan metode ini, saham beredar yang diperoleh kembali dicatat sebesar nilai nominalnya dan disajikan sebagai pengurang akun modal saham. Apabila saham beredar yang diperoleh kembali tersebut semula dikeluarkan dengan harga di atas nilai nominal, akun tambahan modal disetor akan disesuaikan. Selisih lebih harga perolehan dari harga penerbitannya akan dikoreksi ke saldo laba.

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban o. Revenue and Expense Recognition

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat, dan Pajak Pertambahan Nilai ("PPN").

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

l. Jaminan l. Security Deposits

Security deposits represent guarantee for field rental of Base Transceiver Stations (BTS), office building rent and apartment rent in accordance with the agreements, which will be returned at the end of the rental period.

m. Segmen Operasi m. Operating Segment

The chief operating decision-maker is the Board of Directors. The Board of Directors reviews the Company's internal reporting in order to assess performance and allocate resources. Management has determined the operating segment based on these reports. The Board of Directors considers the business from the return of invested capital perspective

m. Segmen Operasi (lanjutan) m. Operating Segment (continued)

Total assets are managed on a central basis and are not allocated. The Company operates and manages the business in a single segment that provides CDMA Mobile and telecommunications network services to its customers. Further details are disclosed in (Notes 20 and 32).

Re-acquisition of capital stock to be held as treasury stocks for future reissuance is accounted for under the par value method. Under this method, treasury stock is presented at par value as a reduction from the capital stock account. If the treasury stock had been originally issued at a price above par value, the related additional paid-in capital account is adjusted. Any excess of the reacquisition cost over the original issuance price is treated as an adjustment to retained earnings.

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates, and Value Added Taxes ("VAT").

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Beban diakui pada saat terjadinya.

Kebijakan akuntansi yang diberlaku sejak 1 Januari 2020

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Revenue from contracts with customers

PSAK 72 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan barang atau jasa yang terkait dengan biaya yang dikapitalisasi.

Kelompok Usaha mempertimbangkan apakah ada janji lain dalam kontrak yang merupakan kewajiban kinerja terpisah yang perlu dialokasikan sebagian dari harga transaksi (misalnya, jaminan, poin loyalitas pelanggan). Dalam menentukan harga transaksi untuk penjualan, Kelompok Usaha mempertimbangkan pengaruh pertimbangan variabel, keberadaan komponen pembiayaan yang signifikan, imbalan non tunai, dan imbalan yang harus dibayarkan kepada pelanggan (jika ada).

(i) (i)

Jika imbalan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Kelompok Usaha mengestimasi jumlah imbalan yang menjadi haknya sebagai imbalan atas pengalihan barang kepada pelanggan. Pertimbangan variabel diestimasi pada awal kontrak dan dibatasi hingga kemungkinan besar bahwa pembalikan pendapatan yang signifikan dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan pertimbangan variabel kemudian diselesaikan. Beberapa kontrak untuk penjualan memberi pelanggan hak untuk mengembalikan barang dalam jangka waktu tertentu.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) o. Revenue and Expense Recognition (continued)

Expenses are recognized when they are incurred.

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

PSAK 72 establishes a comprehensive framework for determining how, when and how much income should be recognized. This standard provides for a single five-step model for the determination and recognition of revenue to apply to all contracts with customers. This standard also provides specific guidance requiring certain types of costs to acquire and/or fulfill contracts to be capitalized and amortized in a systematic manner consistent with transfers to customers of goods or services related to the costs being capitalized.

The Group considers whether there are other promises in the contract that are separate performance obligations to which a portion of the transaction price needs to be allocated (e.g., warranties, customer loyalty points). In determining the transaction price for the sales, the Group considers the effects of variable consideration, existence of a significant financing component, noncash consideration, and consideration payable to the customer (if any).

Konsiderasi variabel Variable consideration

If the consideration in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it will be entitled in exchange for transferring the goods to the customer. The variable consideration is estimated at contract inception and constrained until it is highly probable that a significant revenue reversal in the amount of cumulative revenue recognised will not occur when the associated uncertainty with the variable consideration is subsequently resolved. Some contracts for the sales provide customers with a right to return the goods within a specified period.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Kelompok Usaha juga memberikan potongan volume retrospektif kepada pelanggan tertentu setelah jumlah yang dibeli selama periode tersebut melebihi ambang batas yang ditentukan dalam kontrak. Hak pengembalian dan rabat volume menimbulkan pertimbangan variabel.

Volume potongan harga Volume of rebates

Kelompok Usaha menerapkan metode jumlah yang paling mungkin atau metode nilai yang diharapkan untuk mengestimasi imbalan variabel dalam kontrak. Metode terpilih yang paling baik memprediksi jumlah pertimbangan variabel terutama didorong oleh jumlah ambang volume yang terkandung dalam kontrak. Jumlah yang paling mungkin digunakan untuk kontrakkontrak dengan batasan volume tunggal, sedangkan metode nilai yang diharapkan digunakan untuk kontrak-kontrak dengan lebih dari satu batasan volume. Kelompok Usaha kemudian menerapkan persyaratan tentang estimasi batasan atas pertimbangan variabel untuk menentukan jumlah pertimbangan variabel yang dapat dimasukkan dalam harga transaksi dan diakui sebagai pendapatan. Kewajiban pengembalian dana diakui untuk potongan harga di masa depan yang diharapkan (yaitu, jumlah yang tidak termasuk dalam harga transaksi).

(ii) (ii)

Terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak-kontrak ini mengingat lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pemindahan peralatan, serta tingkat bunga yang berlaku di pasar. Dengan demikian, harga transaksi untuk kontrak-kontrak ini didiskontokan, menggunakan tingkat suku bunga yang tersirat dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual tunai dari peralatan tersebut ke jumlah yang dibayarkan di muka). Tarif ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam transaksi pembiayaan terpisah antara Kelompok Usaha dan pelanggan pada awal kontrak.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) o. Revenue and Expense Recognition (continued)

The Group also provides retrospective volume rebates to certain customers once the quantity purchased during the period exceeds the threshold specified in the contract. The rights of return and volume rebates give rise to variable consideration.

The Group applies either the most likely amount method or the expected value method to estimate the variable consideration in the contract. The selected method that best predicts the amount of variable consideration is primarily driven by the number of volume thresholds contained in the contract. The most likely amount is used for those contracts with a single volume threshold, while the expected value method is used for those with more than one volume threshold. The Group then applies the requirements on constraining estimates of variable consideration in order to determine the amount of variable consideration that can be included in the transaction price and recognised as revenue. A refund liability is recognised for the expected future rebates (i.e., the amount not included in the transaction price).

Komponen biaya signifikan Significant financing component

There is a significant financing component for these contracts considering the length of time between the customers' payment and the transfer of the equipment, as well as the prevailing interest rate in the market. As such, the transaction price for these contracts is discounted, using the interest rate implicit in the contract (i.e., the interest rate that discounts the cash selling price of the equipment to the amount paid in advance). This rate is commensurate with the rate that would be reflected in a separate financing transaction between the Group and the customer at contract inception.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

Kelompok Usaha menerapkan cara praktis untuk uang muka jangka pendek yang diterima dari pelanggan. Artinya, jumlah imbalan yang dijanjikan tidak disesuaikan dengan pengaruh komponen pembiayaan yang signifikan jika jangka waktu antara pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan dan pembayarannya satu tahun atau kurang.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

Pendapatan dari penjualan diakui bila risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan telah dipindahkan kepada pembeli.

Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Kelompok Usaha untuk setiap jenis pendapatan:

Pendapatan Jasa Telekomunikasi Telecommunication Services

Untuk pelanggan pasca bayar, pendapatan dari jasa penyambungan diakui pada saat aktivasi oleh pelanggan, sedangkan pendapatan pulsa serta pendapatan bulanan diakui pada saat terjadinya.

Pendapatan kartu pra bayar, yang terdiri dari penjualan kartu perdana dan kartu pulsa isi ulang diakui sebagai berikut:

  • * * Penjualan kartu perdana diakui sebagai pendapatan saat penyerahan kepada agen penjual atau penjualan langsung kepada pelanggan akhir.
  • * * Penjualan kartu pulsa isi ulang (pra bayar) diakui sebagai pendapatan diterima dimuka dan diakui secara proporsional sebagai pendapatan pada saat pemakaian pulsa atau pada saat kartu telah habis masa berlakunya.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) o. Revenue and Expense Recognition (continued)

The Group applies the practical expedient for short-term advances received from customers. That is, the promised amount of consideration is not adjusted for the effects of a significant financing component if the period between the transfer of the promised good or service and the payment is one year or less.

Applicable accounting policies before January 1, 2020

Revenue from sales is recognized at the time the significant risks and rewards of ownership of the goods have been passed to the buyer.

Below is a summary of the Group's revenue recognition accounting policies for each type of income:

For post-paid subscribers, revenues from connection services are recognized as income at the time the connections take place, while usage airtime and monthly subscription charges are recognized when earned.

Revenues from pre-paid cards, which consist of sale of starter packs and pulse reload vouchers, are recognized as follows:

  • Starter pack sales are recognized as revenue upon delivery of starter packs to dealers or directly to customers.
  • Pulse reload vouchers (pre-paid) sales are initially recorded as unearned revenue and then proportionally recognized as usage revenue based on successful calls made by the subscribers or whenever the unused stored value of the voucher has expired.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 ("Undang-Undang") tanggal 25 Maret 2003. PSAK No. 24 (Revisi 2013; Penyesuaian 2018) mensyaratkan entitas menggunakan metode "Projected Unit Credit" untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti, biaya jasa kini terkait, dan biaya jasa lalu.

Ketika entitas memiliki surplus dalam program imbalan pasti, maka entitas mengukur aset imbalan pasti pada jumlah yang lebih rendah antara surplus program imbalan pasti dan batas atas aset yang ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto.

Entitas mengakui komponen biaya imbalan pasti, kecuali SAK mensyaratkan atau mengizinkan biaya tersebut sebagai biaya perolehan aset, sebagai berikut:

  • (a) (a)
  • (b) (b) bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laba rugi; dan
  • (c) (c) pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam penghasilan komprehensif lain.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Akan tetapi, entitas dapat mengalihkan jumlah yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tersebut pada pos lain dalam ekuitas.

Pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto terdiri atas:

  • (a) (a) keuntungan dan kerugian aktuarial; actuarial gains and losses;
  • (b) (b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; dan
  • (c) setiap perubahan dampak batas atas aset, (c) tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Imbalan Kerja p. Employee Benefits

The Group determines its employee benefits liabilities under the Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 ("the Law"). PSAK No. 24 (Revised 2013; Adjustment 2018) requires the present value of the defined benefit obligation, the related current service cost, and past service cost to be determined using the "Projected Unit Credit" method.

When an entity has a surplus in a defined benefit plan, an entity measures the defined benefit asset at the lower amount between the surplus of defined benefit plan and the upper limit on assets that determined using a discount rate.

An entity recognizes the components of defined benefit cost, except SAKs require or permit such costs as the acquisition cost of the asset, as follows:

  • biaya jasa dalam laba rugi; service cost in profit or loss;
  • net interest on net liability (asset) of defined benefits in profit or loss; and
  • remeasurement of the net liability (asset) of defined benefit in other comprehensive income.

Remeasurement on net liability (asset) of defined benefits that is recognized in other comprehensive income is not reclassified to profit or loss in subsequent periods. However, the entity may transfer the amounts recognized as other comprehensive income in another account in equity.

Remeasurement the net liability (asset) of defined benefits consists of:

  • return on plan assets, excluding amounts included in net interest on the net defined benefit liability (asset); and
  • any change in the effect of the asset ceiling, excluding amounts included in net interest on the net defined benefit liability (asset).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Entitas mengakui biaya jasa lalu sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon.

Kelompok Usaha mengakui keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti pada saat penyelesaian terjadi. Kurtailmen terjadi ketika entitas mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau mengubah ketentuan program imbalan pasti sehingga unsur yang siginifikan dari jasa masa depan karyawan saat ini tidak lagi memenuhi syarat atas imbalan, atau akan memenuhi syarat hanya untuk imbalan yang dikurangi. Kurtailmen dapat terjadi karena suatu peristiwa yang berdiri sendiri, seperti penutupan pabrik, penghentian operasi, atau terminasi atau penghentian program. Sebelum menentukan biaya jasa lalu, atau keuntungan dan kerugian atas penyelesaian, Kelompok Usaha mengukur kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto menggunakan nilai wajar kini dari aset program dan asumsi aktuarial kini (termasuk suku bunga pasar dan harga pasar kini yang lain) yang mencerminkan imbalan yang ditawarkan dalam program sebelum amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian program.

q. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing q. Foreign Currency Transactions and Balances

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba rugi periode berjalan.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

p. Imbalan Kerja p. Employee Benefits

The entity recognizes past service cost as an expense in an earlier of when the amendments or curtailment of program occurs and when the entity recognizes related restructuring costs or severances.

The Group recognizes gains or losses on the settlement of defined benefit plan when it occurs. A curtailment occurs when an entity make a material reduction in the number of employees covered by a plan; or amending the terms of a defined benefit plan so a significant element of future service by current employees will no longer qualify for benefits, or will qualify only for reduced benefits. A curtailment may arise from an isolated event, such as the closing of a plant, discontinuance of an operation or termination or suspension of a plan. Before determining the past service cost, gains or losses on the settlement, the Group shall remeasure the net liability (asset) of defined benefits using current fair value of plan assets and current actuarial assumptions (including current market interest rates and other current market prices) which reflects the rewards offered in the program prior to amendment, curtailment or settlement program.

Transactions in foreign currencies are translated into functional currency at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to functional currency to reflect the middle exchange rate published by Bank Indonesia at the last banking transaction date of the period. Gains or losses resulted from such adjustment or settlement of each monetary asset and liability denominated in foreign currencies are credited or charged as current period profit or loss.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

q. q. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

Pembukuan Entitas Anak tertentu diselenggarakan dalam mata uang asing. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas Entitas Anak pada tanggal pelaporan dijabarkan ke dalam Rupiah, yang merupakan mata uang pelaporan, dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan penghasilan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada akun "Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan".

Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dan adalah sebagai berikut:

31 Desember /
December 31 , 2020
14.105

r. Pajak Penghasilan r. Income Taxes

Efektif tanggal 1 Januari 2015, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014), "Pajak Penghasilan". Penerapan PSAK revisi ini tidak berdampak dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

Pajak penghasilan dalam laba rugi periode berjalan terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Pajak penghasilan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi yang diakui langsung dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.

Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan memiliki intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Foreign Currency Transactions and Balances (continued)

The books of accounts of certain Subsidiaries are maintained in foreign currencies. For consolidation purposes, assets and liabilities of the Subsidiaries at the reporting date are translated into Rupiah, which is the presentation currency, using the exchange rates at that date, while income and expenses are translated at the transaction rates of exchange. Resulting translation adjustments are recognized in other comprehensive income under "Exchange Differences due to Financial Statements Translation" account.

The closing exchange rates used as of December 31, 2020 and 2019 were as follows:

31 Desember /
December 31 , 2020
31 Desember /
December, 31
2019
Dolar AS 14.105 13.901 US Dollar
Dolar Singapura 10.644 10.321 Singapore Dollar

Effective January 1, 2015, the Group applied PSAK No. 46 (Revised 2014), "Income Taxes." The adoption of this revised PSAK has no impact in the Group's consolidated financial statements.

Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the period.

Income tax in profit or loss for the period comprises current and deferred tax. Income tax is recognized in profit or loss, except to the extent that it relates to items recognized directly in equity or other comprehensive income in which case it is recognized in equity or other comprehensive income.

Current tax assets and current tax liabilities are offset if, and only if, the entity has a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

r. Pajak Penghasilan (lanjutan) r. Income Taxes (continued)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.

Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima dan/atau, jika Kelompok Usaha mengajukan keberatan dan/atau banding, pada saat keputusan atas keberatan dan/atau banding telah ditetapkan.

Laba atau rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between the financial and the tax bases of assets and liabilities at each reporting date. Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences to the extent that it is probable that sufficient future taxable profit will be available against which the deductible temporary difference can be utilized. Future tax benefits, such as the carry-forward of unused tax losses, are also recognized to the extent that realization of such benefits is probable.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted at the end of reporting period.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if, and only if, the entity has a legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities; and the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity, or different taxable entities which intend either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.

Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received and/or, if objected to and/or appealed against by the Group, when the result of the objection and/or appeal is determined.

s. Laba atau Rugi per Saham s. Earnings or Losses per Share

Basic earnings or losses per share are calculated by dividing profit or loss attributable to ordinary equity holders of the parent entity, by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

Kelompok Usaha mengklasifikasi instrumen keuangan dalam bentuk aset dan liabilitas keuangan.

(i) (i)

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:

  • • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
  • • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain;
  • • Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

t. Provisi dan Kontinjensi t. Provisions and Contingencies

Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.

Provisions are reviewed at each end of reporting period and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

Contingent assets and liabilities are not recognized in the consolidated financial statements. Contingent liabilities are disclosed in the consolidated financial statements, unless the possibility of an outflow of resources embodying economic benefits is remote. Contingent assets are disclosed in the consolidated financial statements where an inflow of economic benefits is probable.

u. Instrumen Keuangan u. Financial Instruments

Group classifies financial instruments to financial assets and liabilities.

Klasifikasi Classification

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

The Group classifies its financial assets according to the following categories at initial recognition:

  • Financial assets measured at fair value through profit or loss;
  • Financial assets measured at fair value through other comprehensive income;
  • Financial assets measured at amortized cost.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

dinyatakan lain)

Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kondisi sebagai berikut:

  • • aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
  • • persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang.

Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi kondisi sebagai berikut:

  • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
  • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memenuhi kriteria SPPI.

Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.

Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:

• • Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci Kelompok Usaha;

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Financial assets are measured at amortized cost if they meet the following conditions:

  • financial assets are managed in a business model that aims to have financial assets in order to obtain contractual cash flow; and
  • the contractual terms of the financial asset provide rights on a certain date for cash flow obtained solely from payment of principal and interest (SPPI) on the principal amount owed.

Financial assets are measured at fair value through other comprehensive income if they meet the following conditions:

  • Financial assets are managed in a business model that aims to obtain contractual cash flow and sell financial assets; and
  • The contractual requirements of the financial assets meet the SPPI criteria.

Other financial assets that do not meet the requirements to be classified as financial assets measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income, are classified as measured at fair value through profit or loss.

Penilaian model bisnis Valuation of business models

The business model is determined at a level that reflects how groups of financial assets are managed together to achieve certain business objectives.

The evaluation of the business model is carried out by considering, but not limited to, the following:

How the performance of the business model and financial assets held in the business model are evaluated and reported to the Group's key management personnel;

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

dinyatakan lain)

  • • Apakah risiko yang mempengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola; dan
  • • Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang diperoleh).

Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga

Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya peminjaman standar, dan juga marjin laba.

Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset keuangan mengandung persyaratan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha mempertimbangkan:

  • Peristiwa kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
  • Fitur leverage ;
  • Persyaratan pembayaran dimuka dan perpanjangan kontraktual;
  • Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
  • Fitur yang dapat mengubah nilai waktu dari elemen uang.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)
  • What risks affect the performance of the business model (including financial assets held in the business model) and specifically how the financial assets are managed; and
  • How to evaluate the performance of managers of financial assets (for example, whether performance appraisals are based on the fair value of the assets being managed or the contractual cash flows obtained).

Evaluation of contractual cash flows obtained solely from payment of principal and interest

For the purpose of this valuation, principal is defined as the fair value of financial assets at initial recognition. Interest is defined as compensation for the time value of money and credit risk in relation to the principal amount owed over a certain period of time and also the risk and standard borrowing costs, as well as profit margins.

An assessment of contractual cash flows obtained solely from principal and interest payments is made by considering contractual terms, including whether financial assets contain contractual terms that can change the timing or amount of contractual cash flows. In assessing, the Group considers:

  • Contingency events that will change the timing or amount of contractual cash flow;
  • Leverage feature;
  • Terms of advance payment and contractual extension;
  • Requirements regarding limited claims for cash flows from specific assets; and
  • Features that can change the time value of the money element.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

dari elemen uang.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Liabilitas keuangan diklasifikasikan kedalam kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:

  • Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan liabilitas keuangan yang telah diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan;
  • • Liabilitas keuangan lain.

Liabilitas keuangan lainnya merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk dijual atau ditentukan sebagai nilai wajar melalui laba rugi saat pengakuan liabilitas.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:

  • • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu aset keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok yang diperdagangkan;
  • • Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo;
  • • Aset keuangan tersedia untuk dijual;
  • • Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan liabilitas keuangan yang telah diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan;
  • Liabilitas keuangan lain. •

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Features that can change the time value of the money element.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Financial liabilities are classified into the following categories at initial recognition:

  • Financial liabilities at fair value through profit or loss, which has 2 (two) subclassifications, i.e. those designated as such upon initial recognition and those classified as held for trading;
  • Other financial liabilities.

Other financial liabilities pertain to financial liabilities that are not held for trading nor designated as at fair value through profit or loss upon recognition of the liability.

Applicable accounting policies before January 1, 2020

The Group classifies its financial assets in the following categories at initial recognition:

  • Financial assets at fair value through profit or loss, which has 2 (two) subclassifications, i.e. financial assets designated as such upon initial recognition and financial assets held for trading;
  • Loans and receivables;
  • Available-for-sale financial assets;
  • Financial liabilities at fair value through profit or loss, which has 2 (two) subclassifications, i.e. those designated as such upon initial recognition and those classified as held for trading;
  • Other financial liabilities.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

dinyatakan lain)

Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Kelompok aset dan liabilitas diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset dan liabilitas keuangan dimiliki untuk diperdagangkan yang diperoleh atau dimiliki Kelompok Usaha terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau dimiliki sebagai bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama untuk memperoleh laba jangka pendek atau position taking.

Derivatif juga dikategorikan dalam kelompok ini, kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset dan liabilitas dalam kelompok ini dicatat pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi.

Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

  • • yang dimaksudkan oleh Kelompok Usaha untuk dijual segera dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
  • • yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok investasi tersedia untuk dijual; atau
  • • dalam hal Kelompok Usaha mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Financial assets and liabilities at fair value through profit or loss

The sub-classification of financial assets and liabilities at fair value through profit or loss consists of financial assets and liabilities held for trading which the Group acquires or incurs principally for the purpose of selling or repurchasing in the near term, or holds as part of a portfolio that is managed together for short-term profit or position taking.

Derivatives are also categorized under this sub-classification unless they are designated as effective hedging instruments. Assets and liabilities classified under this category are carried at fair value in the consolidated statement of financial position, with any gains or losses being recognized in the profit or loss.

Financial assets and liabilities at fair value through profit or loss

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than:

  • those that the Group intends to sell immediately or in the short term, which are classified as held for trading, and those that the Group upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss;
  • those that the Group upon initial recognition designates as available-forsale investments; or
  • those for which the Group may not recover substantially all of its initial investment, other than because of loans and receivables deterioration, which shall be classified as availablefor-sale.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

dinyatakan lain)

Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity financial assets

Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan dimana Kelompok Usaha mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Aset keuangan yang dimiliki untuk periode yang tidak dapat ditentukan tidak dikategorikan dalam klasifikasi ini.

Aset keuangan tersedia untuk dijual

Kategori tersedia untuk dijual terdiri dari aset keuangan non derivatif yang ditentukan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai salah satu dari kategori aset keuangan lain. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur menggunakan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi komprehensif (yang merupakan bagian dari ekuitas) sampai dengan aset keuangan dihentikan pengakuannya atau sampai aset keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai dimana akumulasi laba atau rugi sebelumnya dilaporkan dalam ekuitas dilaporkan dalam laporan laba rugi.

Pendapatan bunga dihitung menggunakan suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian yang timbul akibat dari perubahan nilai tukar dari instrumen utang diakui pada laporan laba rugi. Untuk instrumen ekuitas, keuntungan atau kerugian yang timbul dan perubahan nilai tukar diakui pada laba komprehensif lain (yang merupakan bagian dari ekuitas).

Liabilitas keuangan lain Other financial liabilities

Liabilitas keuangan lainnya merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk dijual atau ditentukan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi saat pengakuan liabilitas.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Held-to-maturity financial assets consist of quoted non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Group has the positive intention and ability to hold to maturity. Financial assets intended to be held for an undetermined period are not included in this classification.

Available-for-sale-financial assets

The available-for-sale category consists of nonderivative financial assets that are designated as available-for-sale or are not classified in one of the other categories of financial assets. After initial recognition, available-for-sale financial assets are measured at fair value with gains or losses being recognized in other comprehensive

income (as part of equity) until the financial assets is derecognized or until the financial assets is determined to be impaired at which time the cumulative gain or loss previously reported in equity is included in the profit or loss.

Interest income is calculated using the effective interest rate and gains or losses arising from changes in exchange rate from debt instruments are recognized in the profit or loss. For equity instruments, gains and losses arising from change in exchange rate are recognized in other comprehensive income (as part of equity).

Other financial liabilities pertain to financial liabilities that are not held for trading nor designated as at fair value through profit or loss upon recognition of the liability.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

    • (ii) (ii)
    • a. a. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
    • b. b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah/dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan.

Kelompok Usaha, pada pengakuan awal, dapat menetapkan aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu sebagai nilai wajar melalui laba rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila memenuhi ketetapan sebagai berikut:

  • penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan (accounting mismatch ) yang dapat timbul; atau
  • aset keuangan dan liabilitas keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau
  • aset keuangan dan liabilitas keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan, tetapi tidak dapat mengukur derivatif melekat secara terpisah.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

  • Pengakuan awal Initial recognition
  • Purchase or sale of financial assets that requires delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the market (regular purchases) is recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the assets.
  • Financial assets and financial liabilities are initially recognized at fair value. For those financial assets or financial liabilities not classified as fair value through profit or loss, the fair vale is added/deducted with directly attributable transaction costs to the issuance of financial assets or liabilities.

The Group, upon initial recognition, may designate certain financial assets and liabilities, at fair value through profit or loss (fair value option). The fair value option is only applied when the following conditions are met:

  • the application of the fair value option reduces or eliminates an accounting mismatch that would otherwise arise; or
  • the financial assets and liabilities are part of a portfolio of financial instruments, the risks of which are managed and reported to key management on a fair value basis; or
  • the financial assets and liabilities consist of a host contract and an embedded derivative that must be bifurcated, but are unable to measure the embedded derivative separately.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

(iii) (iii) Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent measurement

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

Aset keuangan dalam kelompok aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diukur pada nilai wajarnya.

Aset keuangan kelompok biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diukur pada nilai wajarnya.

Pinjaman yang diberikan dan piutang serta aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

  • (iv) (iv) Penghentian pengakuan Derecognition
  • a. a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
    • - Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

Financial assets at fair value through other comprehensive income and financial assets and financial liabilities at fair value through profit or loss are measured at fair value.

Financial assets classified as amortized cost and other financial liabilities measured at amortized cost using the effective interest rate method.

Applicable accounting policies before January 1, 2020

Available-for-sale financial assets and financial assets and liabilities held at fair value through profit or loss are measured at fair value.

Loans and receivables and held-tomaturity financial assets and other financial liabilities are measured at amortized cost using the effective interest rate method.

  • Financial assets are derecognized when:
  • the contractual rights to receive cash flows from the financial assets have expired; or

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

dinyatakan lain)

  • - Kelompok Usaha telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut atau menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga dibawah kesepakatan pelepasan, dan antara (a) Kelompok Usaha telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Kelompok Usaha tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mentransfer kendali atas aset tersebut.

Ketika Kelompok Usaha telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah memasuki kesepakatan pelepasan dan tidak mentransfer serta tidak mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak mentransfer kendali atas aset, aset diakui sebesar keterlibatan Kelompok Usaha yang berkelanjutan atas aset tersebut.

Pinjaman yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara Kelompok Usaha dan debitur telah berakhir. Pinjaman yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian penurunan nilai.

b. b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flow in full without material delay to a third party under a 'pass-through' arrangement; and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset.

When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a passthrough arrangement and has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset nor transferred control of the asset, the asset is recognized to the extent of the Group's continuing involvement in the asset.

Loans are written off when there is no realistic prospect of collection in the near future or the normal relationship between the Group and the borrowers have ceased to exist. When a loan is deemed uncollectible, it is written off against the related allowance for impairment losses.

Financial liabilities are derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain oleh pemberi pinjaman yang sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi.

(v) (v) Pengakuan pendapatan dan beban

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

a. a. Pendapatan dan beban bunga atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan sebelum disesuaikan dengan cadangan penurunan nilai.

Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah tercatat bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas.

Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan tersebut.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Where an existing financial liability is replaced by another liability from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.

Income and expense recognition

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

Interest income and expense on financial assets measured at fair value through other comprehensive income as well as financial assets and financial liabilities recorded at amortized cost are recognized in the statement of profit or loss using the effective interest method.

The gross carrying amount of a financial asset is the amortized cost of a financial asset before adjusting for allowance for impairment.

In calculating interest income and expenses, the effective interest rate is applied to the gross carrying amount of an asset (when the asset is not a deteriorated financial asset) or to the amortized cost of a liability.

For financial assets that deteriorated after initial recognition, interest income is calculated by applying an effective interest rate to the amortized cost of the financial assets. If the asset no longer deteriorates, the calculation of interest income will be calculated by applying an effective interest rate to the gross carrying amount of the financial asset.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan tetap dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut.

b. b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas aset keuangan yang dikasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diakui secara langsung dalam laporan laba rugi komprehensif (merupakan bagian dari ekuitas) sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau adanya penurunan nilai, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar untuk instrumen utang.

Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau dilakukan penurunan nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

  • a. a. Pendapatan dan beban bunga atas aset tersedia untuk dijual serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
  • b. b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diakui pada laporan laba rugi.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

For financial assets that have deteriorated at initial recognition, interest income is calculated by applying the effective interest rate to the amortized cost of the financial assets. If the asset no longer deteriorates, the calculation of interest income will still be calculated by applying the effective interest rate to the amortized cost of the financial asset.

Gains and losses arising from changes in the fair value of fair value through other comprehensive income financial assets other than foreign exchange gains or losses on debt instrument are recognized directly in other comprehensive income (as part of equity), until the financial asset is derecognized or impaired, except gain or loss arising from changes in exchanges rate for debt instrument.

When a financial asset is derecognized or impaired, the cumulative gains or losses previously recognized in equity are recognized in profit or loss.

Applicable accounting policies before January 1, 2020

  • Interest income and expense on availablefor-sale assets and financial assets and liabilities measured at amortized cost, are recognized in the profit or loss using the effective interest rate method.
  • Gains and losses arising from changes in the fair value of the financial assets and liabilities classified as fair value through profit or loss are included in the profit or loss.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual diakui secara langsung dalam laporan laba rugi komprehensif lainnya (merupakan bagian dari ekuitas) sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau adanya penurunan nilai, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar untuk instrumen utang.

Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau dilakukan penurunan nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi.

(vi) (vi)

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

Kelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan berubah.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi ke klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai wajar diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada laba rugi.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi ke klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat sebesar nilai wajarnya.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ke klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi direklasifikasi ke laba rugi.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Gains and losses arising from changes in the fair value of available-for-sale financial assets are recognized directly in other comprehensive income (as part of equity), until the financial asset is derecognized or impaired, except gain or loss arising from changes in exchanges rate for debt instrument.

When a financial asset is derecognized or impaired, the cumulative gains or losses previously recognized in equity are recognized in profit or loss.

Reklasifikasi aset keuangan Reclassification of financial assets

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

The Group reclassifies financial assets if and only if, the business model for managing financial assets changes.

Reclassifications of financial assets from amortized cost classifications to fair value through profit or loss are recorded at fair value. The difference between the recorded value and fair value is recognized in profit or loss on the statement of profit or loss and other comprehensive income.

Reclassifications of financial assets from amortized cost classifications to fair value classifications through other comprehensive are recorded at their fair values.

Reclassification of financial assets from fair value classification through other comprehensive income to fair value classification through profit or loss is recorded at fair value. Unrealized gains or losses are reclassified to profit or loss.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain ke klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi dicatat pada nilai tercatat. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi ke klasifikasi nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada wajar.

Reklasifikasi aset keuangan dari klasifikasi nilai wajar melalui laba rugi ke klasifikasi biaya perolehan yang diamortisasi dicatat pada wajar.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sebelum 1 Januari 2020

Kelompok Usaha tidak diperkenankan untuk mereklasfikasikan setiap instrumen keuangan dari atau ke klasifikasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Kelompok Usaha tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu 2 tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah yang tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo), kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dimana:

a. a. dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali dimana perubahan suku bunga tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai wajar aset keuangan tersebut;

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Reclassification of financial assets from fair value classifications through other comprehensive income to the amortized cost classification is recorded at carrying value. Unrealized gains or losses is removed from equity and is adjusted against the fair value.

Reclassifications on financial assets from fair value classification through profit or loss to fair value classification through other comprehensive income are recorded at fair value.

Reclassification of financial assets from fair value classification through profit or loss to amortized cost classification is recorded at fair value.

Applicable accounting policies before January 1, 2020

The Group is not allowed to reclassify any financial instrument out of or into the fair value through profit and loss, if the initial recognition of financial instrument is determined as measured at fair value through profit and loss.

The Group cannot classify any financial assets as held-to-maturity investments, if the entity has, during the current financial year or during the 2 preceding financial years, sold or reclassified a

significant amount of held-to-maturity investments before maturity (more than insignificant in relation to the total amount of held-to-maturity investments) other than sales or reclassifications that:

are so close to maturity or the financial asset's repurchase date that changes in the market rate of interest would not have a significant effect on the financial asset's fair value;

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

  • b. b. terjadi setelah Kelompok Usaha telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau Kelompok Usaha telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau
  • c. c. terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali Kelompok Usaha, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh Kelompok Usaha.

Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya, dan pada saat itu keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui sebagai laba/rugi tahun berjalan.

Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok tersedia untuk dijual ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada nilai tercatat. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi harus diamortisasi menggunakan suku bunga efektif sampai dengan tanggal jatuh tempo instrumen tersebut.

(vii) (vii)

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus buku dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika Kelompok Usaha memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari entitas atas seluruh pihak lawan.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

  • occur after the Group has collected substantially all of the original principal of the financial assets through scheduled payments or prepayments; or
  • are attributable to an isolated event that is beyond the Group's control, is nonrecurring and could not have been reasonably anticipated by the Group.

Reclassifications of financial assets from heldto-maturity classification to available-for-sale are recorded at fair value. The unrealized gains or losses are recorded in equity section until the financial assets are derecognized, at which time the cumulative gain or loss previously recognized in equity shall be recognized in current year profit/loss.

Reclassification of financial assets from available-for-sale to held-to-maturity classification are recorded at carrying amount. The unrealized gains or losses are amortized by using effective interest rate up to the maturity date of that instrument.

Saling hapus Offsetting

Financial assets and liabilities are set off and the net amount is presented in the consolidated statement of financial position when, and only when, the Group has a legal right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realize the asset and settle the liability simultaneously.

The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptcy of the company or the counterparty.

dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.

(vii) (vii)

Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok pinjaman, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai.

(ix) (ix)

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar dari suatu instrumen dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen terkait. Suatu pasar dianggap aktif bila harga yang dikuotasikan tersedia sewaktu-waktu dari bursa, pedagang efek (dealer ), perantara efek (broker ), kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency ), dan merupakan transaksi pasar aktual dan teratur terjadi yang dilakukan secara wajar. Nilai wajar dapat diperoleh dari Interdealer Market Association (IDMA) atau harga pasar atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price ) dari Bloomberg atau Reuters pada tanggal pengukuran.

Jika pasar untuk instrumen keuangan tidak aktif, Kelompok Usaha menetapkan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian.

(x) (x) Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Income and expenses are presented on a net basis only when permitted by the accounting standards.

Pengukuran biaya amortisasi Amortized cost measurement

The amortized cost of a financial asset or liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest rate method of and difference between the initial amount recognized and the maturity amount, minus any reduction for impairment.

Pengukuran nilai wajar Fair value measurement

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at measurement date.

When available, the Group measures the fair value of an instrument using quoted prices in an active market for that instrument. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, broker, industry group, pricing service or regulatory agency and those prices represent actual and regularly occurring market transaction on an arm's length basis. The fair value can be obtained from IDMA's (Interdealer Market Association) quoted market prices or broker's quoted price from Bloomberg or Reuters on the measurement date.

If a market for a financial instrument is not active, the Group establishes fair value using a valuation technique.

Allowance for impairment losses on financial assets

dinyatakan lain)

  • IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Kebijakan akuntansi yang berlaku sejak 1 Januari 2020

  • Kelompok Usaha mengakui penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
  • Kelompok Usaha mengakui penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
  • Kelompok Usaha mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya, kecuali untuk hal berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan;
  • instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
  • instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan.

Kelompok Usaha menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika peringkat risiko kreditnya setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.

Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Applicable accounting policies as of January 1, 2020

  • The Group recognizes the allowance for expected credit losses on financial instruments that are not measured at fair value through profit or loss.
  • There is no allowance for expected credit losses on investment in equity instruments.
  • The Group measure the allowance for losses for the lifetime of an expected credit losses, except for the following, which are measured according to 12 months expected credit losses;
  • debt instruments that have low credit risk at the reporting date; and
  • other financial instruments for which credit risk has not increased significantly since initial recognition.

The Group considers debt instruments to have low credit risk when the credit risk rating is at par with the globally understood definition of investment grade.

The 12-month expected credit loss is part of the expected credit loss throughout its lifetime that represents an expected credit loss arising from a default on financial instruments that might occur 12 months after reporting date.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

Pengukuran Kerugian Kredit
Ekspektasian

Kerugian Kredit Ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur sebagai berikut:

  • aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas yang terutang kepada Kelompok Usaha sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Kelompok Usaha);
  • aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
  • komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Kelompok Usaha;
  • kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara pembayaran yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang diperkirakan dapat dipulihkan.

Penyajian Penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian Dalam Laporan Posisi Keuangan

Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:

aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

Measurement of Expected Credit Losses

Expected Credit Loss is an estimate of the weighted probability of a credit loss measured as follows:

  • financial assets that do not deteriorate at the reporting date, the expected credit loss is measured at the difference between the present value of all cash shortages (i.e. the difference between the cash flows owed to the Group in accordance with the contract and the cash flows expected to be received by the Group);
  • financial assets that deteriorate at the reporting date, the expected credit loss is measured at the difference between the gross carrying amount and the present value of estimated future cash flows;
  • for undisbursed loan commitments, expected credit losses are measured at the difference between the present value of the amount of cash flow if the commitments is withdrawn and the cash flow expected to be received by the Group;
  • for financial guarantee contracts, expected credit losses are measured at the difference between the estimated payments to replace the holder for the credit losses incurred less the amount estimated to be recoverable.

Presentation of Allowance for Expected Credit Losses in Statements of Financial Position

Allowance for expected credit losses is presented in the statement of financial positions as follows:

for financial assets measured at amortized cost, allowance for expected credit losses is presented as a deduction from the gross carrying amount of the asset;

dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2.

  • komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan sebagai provisi;
  • instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, penyisihan kerugian kredit ekspektasian tidak diakui dalam laporan posisi keuangan karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan dan diakui dalam penghasilan komprehensif lain.

Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan

Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional selain pendapatan bunga.

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti objektif menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Instrumen Keuangan (lanjutan) u. Financial Instruments (continued)

  • for loan commitments and financial guarantee contracts, allowance for expected credit losses is presented as a provision;
  • for debt instruments measured at fair value through other comprehensive income, allowance for expected credit losses are not recognized in the statement of financial position because the carrying amounts of these assets are at their fair values. However, allowance for expected credit losses is disclosed and recognized in other comprehensive income.

Recoveries of written-off financial assets

The recoveries of written-off financial assets in the current year are credited by adjusting the allowance for impairment losses accounts. Recoveries of written-off financial assets from previous years are recorded as operational income other than interest income.

At each consolidated statement of financial position date, the Group assesses whether there is objective evidence that financial assets not carried at fair value through profit or loss are impaired. Financial assets are impaired when objective evidence demonstrates that loss event has occurred after the initial recognition of the asset, and that the loss event has an impact on the future cash flows on the asset that can be estimated reliably.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan)

v. Akuntansi aset dan liabilitas pengampunan pajak

PSAK 70 "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak" memberikan pengaturan akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat memilih menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan Aset dan liabilitas pengampunan pajak atau menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK 70.

Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset pengampunan dan Liabilitas pengampunan pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.

Aset pengampunan pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang masuk harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan Aset Pengampunan Pajak.

Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunan pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Perusahaan.

Setelah pengakuan awal, Aset dan liabilitas pengampunan pajak diukur sesuai dengan SAK yang relevan sesuai dengan klasifikasi masingmasing Aset dan liabilitas pengampunan pajak.

Sehubungan dengan asset dan liabilitas pengampunan pajak yang diakui, Kelompok Usaha mengungkapkan dalam laporan keuangannya:

(a) (a) Tanggal SKPP;

  • (b) (b) Jumlah yang diakui sebagai Aset pengampunan pajak sesuai SKPP;
  • (c) (c) Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas pengampunan pajak, (jika ada).

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) 2.

v.

Accounting for tax amnesty assets and libilities

PSAK 70 "Accounting for Tax Amnesty Assets and Liabilities" sets the accounting treatment for assets and liabilities arising from tax amnesty, in which entity is allowed to choose between accounting policy as prescribed by other relevant SAK's in recognition, measurement, presentation, and disclosure of tax amnesty assets and liabilities, or apply accounting policies in accordance with PSAK 70.

The Group had adopting this PSAK and had completed the requirement regarding accounting for Tax Amnesty and Liabilities information.

Tax Amnesty Assets and Liabilities are recognized upon the issuance of Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKKP) by the Minister of Finance of Republic Indonesia, and they are not recognized as net amount (offset). The difference between Tax amnesty assets and Tax amnesty liabilities are recognized as Additional Paid in Capital.

Tax amnesty assets are initially recognized at the value stated in SKPP.

Tax Amnesty Liabilities are initially measured at the amount of cash or cash equivalents to be settled by the Group according to the contractual obligation with respect to the acquisition of respective Tas Amnesty Assets.

The redemption money paid by the Group to obtain the tax amnesty is recognized as expense in the period in which the Company receives SKPP.

After initial recognition, Tax amnesty assets and liabilities are measured in accordance with respective relevant SAKs according to the classifications of each Tax amnesty assets and liabilities.

With recpect to tax amnesty assets and liabilities recognized, the Group disclose the following in its financial statements:

  • The date of SKPP;
  • Amount recognized as tax amnesty assets in accordance with SKPP;
  • Amount recognized as tax amnesty liabilities, (if any).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PERUSAHAAN (lanjutan) 2. 2.

w. w.

Pengalihan aset, liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau rugi bagi Kelompok Usaha atau entitas individual yang berada dalam Kelompok Usaha yang sama. Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan kepentingan (pooling-ofinterest ).

Dalam metode penyatuan kepentingan, unsurunsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang bergabung pada periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Seluruh saldo "Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali" dicatat pada akun "Tambahan Modal Disetor - Neto" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING 3. 3.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Kombinasi bisnis entitas sepengendali Business combination of entities under

The transfer of asset, liability, shares, and other ownership instruments among entities under common control does not result in any gain or loss to the Group or individual entity within the same Group. Since the restructuring transaction among entities under common control does not change the economic substances of the ownerships of the asset, liability, shares, or other ownership instruments which are being transferred, the transferred asset or liability should be recorded based on book value using the pooling-of-interests method.

Under the pooling-of-interests method, the consolidated financial statement items of the restructured entity for the period of which the restructuring occurs and for any comparative periods presented should be presented as if the restructuring had occurred since the restructured entity is under common control. The balance of "Difference arising from restructuring transactions of entities under common control" recorded under "Additional Paid-in Capital - Net" in the consolidated statement of financial position.

CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS

The preparation of consolidated financial statements, in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards, requires management to make judgments, estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Due to the inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates.

The Group based their assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

The following judgments, estimates and assumptions made by management in the process of applying the Group's accounting policies have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. 3.

Menentukan mata uang fungsional Determining functional currency

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional Perusahaan dan masing-masing Entitas Anak termasuk, antara lain, mata uang:

  • yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa;
  • dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas;
  • yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa;
  • yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan; dan
  • yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.

Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Kelompok Usaha, mata uang fungsional telah ditentukan berupa Rupiah (Rp), karena hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas bisnis Kelompok Usaha dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi utama dimana Kelompok Usaha beroperasi dan harga jual barang dalam mata uang Rupiah.

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada (Catatan 2).

Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

The factors considered in determining the functional currency of the Company and each of its Subsidiary include, among others, the currency:

  • that mainly influences sales prices for goods and services;
  • of the country whose competitive forces and regulations mainly determine the sales prices of its goods and services;
  • that mainly influences labor, material, and other costs of providing goods or services;
  • in which funds from financing activities are generated; and
  • in which receipts from operating activities are usually retained.

Based on the economic substance of the underlying circumstances relevant to the Group, the functional currency has been determined to be Rupiah (Rp), as this reflected the fact that majority of the Group's businesses are influenced by primary economic environment in which the Group operates and sales prices for goods in Rupiah currency.

Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Determining classification of financial assets and financial liabilities

The Group determines the classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's accounting policies disclosed in (Note 2).

Determining fair value and calculation of cost amortization of financial instruments

The Group records certain financial assets and liabilities at fair values and at amortized costs, which require the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement and asumptions used in the calculation of cost amortization were determined using verifiable objective evidence, the fair value or amortization amount would differ if the Group utilized different valuation methodology or assumption.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. 3.

Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba rugi Kelompok Usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 29).

Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 7).

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.

Jumlah terpulihkan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan (Catatan 9).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

Such changes would directly affect the Group's profit or loss. Further details are disclosed in (Note 29).

Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan Assessing recoverable amounts of financial assets

The Group evaluates specific accounts receivable where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Group uses judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of their relationship with the customer and the customer's current credit status based on any available third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce their receivable amounts that the Group expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the provision for impairment. Further details are disclosed in (Note 7).

Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan Assessing recoverable amounts of non-financial assets

Allowance for decline in market value and obsolescence of inventories is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories own physical condition, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated.

The recoverable amounts of fixed assets is based on estimates and assumptions regarding in particular the expected market outlook and future cash flows associated with the assets. Estimated future cash flows include estimates of future revenues. Any changes in these assumptions may have a material impact on the measurement of the recoverable amount and could result in adjustments to the provision of impairment already booked (Note 9).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. 3.

Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara empat (4) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 2h dan 9).

Pada tanggal 31 Desember 2014, Kelompok Usaha mengestimasikan taksiran sisa manfaat ekonomis peralatan dan fasilitas telekomunikasi menjadi lima (5) tahun.

Menentukan pajak penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 26).

Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun, dan tingkat kematian. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas dan beban imbalan kerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 28).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

Determining depreciation method and estimated useful lives of fixed assets

The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets to be within four (4) to twenty (20) years. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in (Notes 2h and 9).

As of December 31, 2014, the Group estimated that the remaining useful life of telecommunication equipment and facilities to be five (5) years.

Determining income taxes

Significant judgment is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates as to whether additional corporate income tax will be due. Further details are disclosed in (Note 26).

Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja Estimate of pension cost and employee benefits

The determination of the Group's liabilities and cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on their selection of certain assumptions used in calculating such amounts. These assumptions include among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age, and mortality rate. While the Group believes that their assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group's actual results or significant changes in the Group's assumptions may materially affect their employee benefits liability and expense. Further details are discussed in (Note 28).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Mengevaluasi perjanjian sewa Evaluating lease agreements

Kelompok Usaha menandatangani perjanjian sewa sebagai lessee . Manajemen melakukan penilaian dalam menentukan apakah semua risiko signifikan dan manfaat kepemilikan aset sewaan dialihkan kepada Kelompok Usaha. Sewa guna usaha dimana Kelompok Usaha memperoleh seluruh risiko signifikan dan manfaat kepemilikan aset sewaan diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika sebaliknya maka diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hukum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada.

Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57 (Revisi 2009), "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi".

Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha tidak yakin bahwa proses-proses tersebut akan berpengaruh secara signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam (Catatan 26 dan 36).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

The Group has entered into lease agreements as lessee. The management exercises judgment in determining whether all significant risk and rewards of ownership of the leased property are transferred to the Group. Lease wherein the Group acquires all significant risks and rewards of ownership of the leased property is accounted for as finance lease, otherwise it is accounted for as operating lease.

Mengevaluasi provisi dan kontinjensi Evaluating provisions and contingencies

The Group involved in various legal and tax proceedings. The management exercises its judgment to distinguish between provisions and contingencies mainly through consultation with the Group's legal counsel handling those proceedings. The Group sets up appropriate provisions for its present legal or constructive obligations, if any.

In certain circumstances, the Group may not be able to determine the exact amount of their current or future tax liabilities due to ongoing investigations by, or negotiations with, the taxation authority. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex tax regulations and the amount and timing of future taxable income. In determining the amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in accordance with PSAK No. 57 (Revised 2009), "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Asset."

The Group makes an analysis of all tax positions related to income taxes to determine if a tax liability for unrecognized tax benefit should be recognized.

As of Sepember 30, 2020 , the Group did not believe that those proceedings will have a significant adverse effect on the consolidated financial statements. Further details are discussed in (Notes 26 and 36).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. 4.

Pada tanggal 24 September 2020 Bakrie Telecom Pte Ltd (BTPL), Entitas Anak, yang terdaftar dan berdomisili di Singapura, telah mengeluarkan Special Resolution yang berisi tentang Pelepasan Saham (Disposal of Shares ) sebanyak 45 lembar saham dari Perusahaan kepada PT Bakrie Digital Net (BDN), Entitas Anak, yang penandatanganannya disaksikan dan diratifikasi oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tangerang, Banten, Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 25 September 2020, berdasarkan Akta Notaris No. 32 dibuat oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., tentang Sale Purchase and Transfer Deed , Perusahaan dan BDN, sepakat untuk melakukan jual beli kepemilikan saham BTPL sebanyak 45 lembar saham atau sebesar 90% kepemilikan saham, yang dimiliki oleh Perusahaan, kepada BDN.

Pada tanggal 29 September 2020, berdasarkan Akta Notaris No. 34 dibuat oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., tentang Pengambilalihan Saham, Perusahaan bersama-sama dengan PT Telecomindo Prima Nusantara (TPN) menyetujui pengalihan sahamsaham atas nama Perusahaan pada BDN sebanyak 20.000 saham kepada TPN, dengan harga jual atas pengalihan saham tersebut sebesar Rp400 juta.

Selanjutnya berdasarkan Akta Notaris No. 33 dibuat oleh Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., pada tanggal 29 September 2020, tentang Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham BDN, menyetujui pengalihan saham saham atas nama Perusahaan pada BDN sebanyak 20.000 saham kepada PT Telecomindo Prima Nusantara (TPN), sehingga susunan pemegang saham BDN adalah sebagai berikut :

  • (a) (a) saham atas nama TPN sebanyak 20.000 saham atau setara 80 % kepemilikan saham pada BDN,
  • (b) (b) saham atas nama Perusahaan sebanyak 4.999 saham atau setara 19,996 % kepemilikan saham pada BDN,
  • (c) (b) saham atas nama PT Bakrie Connectivity (BCON), Entitas Anak, sebanyak 1 saham atau setara 0,004 % kepemilikan saham pada BDN.

Adapun perubahan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan telah diterima dan dicatat oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum sebagaimana tertuang dalam surat No.AHU-AH.01.03- 0393143, tanggal 1 Oktober 2020.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

DEKONSOLIDASI ENTITAS ANAK DECONSOLIDATE THE SUBSIDIARY

On 24 September 2020 Bakrie Telecom Pte Ltd (BTPL), a Subsidiary, which is registered and domiciled in Singapore, has issued a Special Resolution which contains the Disposal of Shares of 45 shares from the Company to PT Bakrie Digital Net (BDN) ), A Subsidiary, seen and ratifed by Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., Notary in Tangerang City, Banten, Indonesia.

Furthermore, on September 25, 2020, based on the Notary Deed No. 32 made by Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., regarding Sale Purchase and Transfer Deed, the Company and BDN, agreed to buy and sell 45 shares of BTPL or 90% share ownership, which is owned by the Company, to BDN.

On 29 September 2020, based on the Notary Deed No. 34 made by Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., regarding the Share Acquisition, the Company together with PT Telecomindo Prima Nusantara (TPN) agreed to transfer 20,000 shares on behalf of the Company to BDN, with the selling price of the transfer of shares amounting to Rp400 million.

Furthermore, based on the Notary Deed No. 33 made by Ervina Christina Sembiring, S.H., M.Kn., on September 29, 2020, regarding the Decision Statement of BDN Shareholders, approving the transfer of 20,000 shares on behalf of the Company to BDN to PT Telecomindo Prima Nusantara (TPN), so that the composition of BDN shareholders is as follows:

  • 20,000 shares in the name of TPN or the equivalent of 80% share ownership in BDN,
  • shares in the name of the Company amounting to 4,999 shares or the equivalent of 19.996% share ownership in BDN,
  • shares in the name of PT Bakrie Connectivity (BCON), a subsidiary, amounting to 1 share or equal to 0.004% share ownership in BDN.

The changes have been submitted to the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and have been received and recorded by the Directorate General of General Legal Administration as stated in letter No.AHU-AH.01.03-0393143, October 1, 2020.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. 4.

Atas pengalihan saham Kelompok Usaha pada BTPL dan BDN masing-masing sebesar 90% dan 80% tersebut di atas, efektif per tanggal 30 September 2020 dilakukan dekonsolidasi kedua Entitas Anak tersebut.

Kelompok Usaha melakukan penyajian kembali pada akun Liabilitas entitas anak yang sebelumnya dikonsolidasi, sebesar Rp8.364 triliun dengan rincian sebagai berikut :

December 31, December 31,
2019 2019
(dalam dolar)/ (dalam jutaan rupiah)/
(in USD) (in million rupiah)
Principal due to related party
Pokok utang hubungan istimewa to BTPL from the loan
ke BTPL dana hasil pinjaman proceeds from the issuance
penerbitan Wesel Senior 380.000.000 4.612.440 of Senior Notes
Akrual bunga pinjaman 240.262.075 3.063.138 Accrual of loan interest
Akrual jasa profesional 1.382.099 19.213 Accrual of professional fees
Selisih kurs - 669.941 Exchange rate

Jumlah Total 621.644.174 8.364.732

Akrual bunga Wesel Senior (Catatan 14) periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2020 pada tingkat suku bunga sebesar 11,5% per tahun total sebesar USD32.775.000 tidak dibukukan pada akun Liabilitas entitas anak yang sebelumnya dikonsolidasi tersebut.

Akibat kebijakan akuntansi Dekonsolidasi Entitas Anak, pada tanggal 31 Desember 2020 Kelompok Usaha mengakui Utang pihak berelasi dan akrual bunga Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ("PKPU") atas dana hasil penerbitan wesel senior, dengan jumlah sebesar Rp4,94 triliun (Catatan 15), dengan rincian sebagai berikut :

(dalam dolar)/
(dalam jutaan rupiah)/
(in USD)
(in million rupiah)
Pokok utang hubungan istimewa
ke BTPL dana hasil pinjaman
380.000.000
4.612.440
penerbitan Wesel Senior
27.360.000
332.096
Akrual bunga pinjaman
407.360.000
4.944.536
Jumlah
31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2020
Principal due to related party
to BTPL from the loan
proceeds from the issuance
of Senior Notes
Accrual of loan interest
Total

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

DEKONSOLIDASI ENTITAS ANAK (lanjutan) DECONSOLIDATE THE SUBSIDIARY (continued)

For the transfer of the Group's shares in BTPL and BDN, respectively 90% and 80%, effective as of September 30, 2020, the two Subsidiaries were deconsolidated.

The Group restated the account Liabilities of the subsidiary previously consolidated, amounting to Rp8,364 trillion with details as follows:

(dalam jutaan rupiah)/ (in USD) (in million rupiah) 2019 2019 31 Desember / 31 Desember / December 31, December 31,

Principal due to related party

Accrued interest on Senior Notes (Note 14) for the period January 1 to September 30 2020 at an interest rate of 11.5% per annum with a total of USD32,775,000 was not recorded in the Liabilities of the subsidiary previously consolidated.

As a result of the Subsidiaries' Deconsolidation accounting policy, on December 31, 2020 the Group recognized the related party's debt and Suspension Payment ("PKPU")'s interest accrual from fund result from the issuance of senior notes, total amounting to Rp4.94 trillion (Note 15), with details as follows:

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. 4.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha tidak lagi mencatat kewajiban yang seharusnya sudah jatuh tempo kepada para pemegang wesel senior atas utang pokok dan akrual bunganya, masing-masing sejumlah USD380 juta dan USD334,30 juta (suku bunga 11,50% per tahun).

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha mencatat kewajiban utang kepada BTPL dengan mengacu kepada ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perdamaian tanggal 08 Desember 2014 dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ("PKPU"), dimana utang kepada BTPL tersebut merupakan pinjaman pihak berelasi Perusahaan kepada BTPL yang dananya diperoleh BTPL dari wesel senior dengan utang pokok sejumlah USD380 juta atau setara Rp4,612 triliun dan akrual bunga sejumlah USD27,36 juta atau setara dengan Rp332,10 miliar (suku bunga 4% per tahun dan kurs PKPU, USD1 = Rp12.138).

Berdasarkan perjanjian utang wesel senior antara BTPL dengan para pemegang wesel senior, disebutkan bahwa Perusahaan sebagai entitas induk merupakan Penjamin atas utang wesel senior tersebut.

Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diterbitkan, Kelompok Usaha sedang dalam proses permohonan Chapter 15 di pengadilan New York, yang bertujuan untuk memperoleh pengakuan dan perlindungan berdasarkan hukum negara Amerika Serikat atas keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengesahkan Perjanjian Perdamaian dalam PKPU. Sampai dengan tanggal laporan keuangan kosolidasian terlampir diterbitkan, proses permohonan Chapter 15 ini sudah masuk dalam tahap persiapan pemberian putusan oleh pengadilan New York. Permohonan Chapter 15 ini tidak mengurangi kekuatan hukum dari Perjanjian Perdamaian yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kondisi ini tidak menyebabkan hilang atau hapusnya tanggung jawab dan kewajiban Perusahaan untuk menyelesaikan utang dana hasil wesel senior sesuai ketentuan dalam Perjanjian Perdamaian.

Pada 31 Desember 2019, laporan keuangan konsolidasian menyajikan kembali Defisit atas entitas yang akan didekonsolidasi sejumlah Rp3,733 triliun yang terdiri atas penyesuaian kurs mata uang asing sebesar Rp669 miliar dan penyesuaian selisih besaran bunga PKPU dengan Wesel Senior sebesar Rp3,06 trilun, dari dana pokok hasil penerbitan Wesel Senior sebesar USD380.000.000.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

DEKONSOLIDASI ENTITAS ANAK (lanjutan) DECONSOLIDATE THE SUBSIDIARY (continued)

As of December 31, 2020, the Group no longer recorded obligations that should have been due to senior note holders for principal and accrued interest, amounting to USD380 million and USD334.30 million, respectively (interest rate 11.50% per year).

On December 31, 2020, the Group recorded its obligations to BTPL with reference to the provisions contained in the Amicable Agreement dated December 8, 2014 in the Suspension Payment ("PKPU"), where the debt to BTPL is a loan from a related party of the Company to BTPL whose funds were obtained by BTPL from senior notes with principal debt of USD380 million or equivalent to Rp4.612 trillion and accrued interest amounting to USD27.36 million or equivalent to Rp332.10 billion (interest rate 4% per year and PKPU exchange rate, USD1 = Rp12,138).

Based on the senior draft debt agreement between BTPL and senior note holders, it is stated that the Company as the parent entity is the guarantor for the senior draft debt.

As of the issuance date of the accompanying consolidated financial statements, the Group is in the process of applying for Chapter 15 in the New York courts, which aims to obtain recognition and protection under the laws of the United States of America for a decision by the Central Jakarta Commercial Court which ratified the Amicable Agreement in PKPU. As of the issuance date of the accompanying consolidated financial statements, the process of this Chapter 15 application is already in the preparation stage for the issuance of a decision by the New York court. The petition of Chapter 15 does not diminish the legality of the Amicable Agreement which has permanent legal force.

This condition does not cause the loss or elimination of the Company's responsibilities and obligations to settle the debts resulting from senior drafts according to the provisions in the Amicable Agreement.

As of December 31, 2019, the consolidated financial statements restated the Deficit for the deconsolidated entity amounting to Rp3.733 trillion which consists of adjustments to foreign currency exchange rates of Rp669 billion and adjustments to the difference between PKPU interest rates and Senior Notes of Rp3.06 trillion, from the fund principal proceeds from the issuance of Senior Notes amounting to USD380,000,000.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

dinyatakan lain)

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS 5. 5.

31 Desember / 31 Desember /
December 31,
2020
December 31,
2019
Kas Cash on hand
Rupiah 20 21 Rupiah
Dolar AS 10 10 US Dollar
Total Kas 30 31 Total Cash on Hand
Kas di bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Permata Tbk 221 110 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 93 185 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 14 491 PT Bank Central Asia Tbk
Lain - lain (masing -masing Others (each below
dibawah Rp 10 juta) 10 10 Rp 10 million)
Sub - total 338 796 Sub - total
Dolar AS US Dollar
PT Bank Permata Tbk 14 14 PT Bank Permata Tbk
Lain - lain (masing -masing Others (each below
dibawah Rp 20 juta) 27 25 Rp 20 million)
Sub - total 41 39 Sub - total
Total Kas di Bank 379 835 Total Cash in Banks
Total 409 866 Total

Kas dan setara kas seluruhnya ditempatkan pada pihak ketiga.

-

KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA RESTRICTED CASH 6. 6.

Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 30 Agustus 2012 dan adendumnya tanggal 12 November 2012, dengan Credit Suisse (Singapura) Limited (CS), facility agent , Perusahaan melakukan penempatan kas yang dibatasi penggunaannya di CS yang akan digunakan oleh Perusahaan untuk membayar angsuran pokok termasuk bunga pinjaman (Catatan 34). Pada tahun 2014, facility agent berubah dari CS menjadi Madison Pacific Trust Limited.

All cash and cash equivalents were placed with third parties.

-

In accordance with the credit agreement dated August 30, 2012 and amendment dated November 12, 2012, with Credit Suisse (Singapore) Limited (CS), facility agent, the Company made placement of restricted cash in CS that will be used for installment payment of principle including interest on the loan facility (Note 34). In 2014, the facility agent changed from CS to Madison Pacific Trust Limited.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA (lanjutan) RESTRICTED CASH (continued) 6.

Berdasarkan perjanjian perwaliamatan dengan The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) sehubungan dengan penunjukan BNY Mellon sebagai wali amanat, agen pembayaran dan pelaku pendaftaran "11,50% Guaranteed Senior Notes due 2015" (selanjutnya disebut "Wesel Senior") (Catatan 14), penempatan kas yang dibatasi penggunaannya di BNY Mellon akan digunakan untuk membayar bunga pinjaman Wesel Senior.

Total kas yang dibatasi penggunaannya pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp0 dan Rp40 juta.

7. 7.

31 Desember /
16.322

Piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

6.

Based on a trustee agreement with The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) appointing BNY Mellon as the trustee, paying agent and registrar of "11.50% Guaranteed Senior Notes due 2015" (thereafter referred to as the "Senior Notes") (Note 14), placement of restricted cash was made in BNY Mellon that will be used for the payment of interest on the Senior Notes.

The total outstanding balances of restricted cash as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp0 and Rp40 million, respectively.

PIUTANG USAHA TRADE RECEIVABLES

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Jasa interkoneksi 16.322 17.456 Interconnection services
Jasa telekomunikasi 57.652 57.645 Telecommunication services
Total 73.974 75.101 Total
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai
(72.969) (72.741) Less allowance for
impairment loss
Neto 1.005 2.360 Net

Trade receivables based on currencies are as follows:

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Rupiah 57.752 59.679 Rupiah
Dolar AS 16.222 15.422 US Dollar
Total 73.974 75.101 Total
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai
(72.969) (72.741) Less allowance for
impairment loss
Neto 1.005 2.360 Net

dinyatakan lain)

7. 7.

379

Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha yang seluruhnya berdasarkan penilaian secara individual adalah sebagai berikut:

December 31,

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kerugian penurunan nilai atas tidak tertagihnya piutang usaha.

8. 8.

Uang muka operasional departemen merupakan uang muka yang belum dipertanggungjawabkan oleh departemen yang bersangkutan. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 saldo atas akun ini masingmasing sebesar Rp720 juta dan Rp714 juta.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PIUTANG USAHA (lanjutan) TRADE RECEIVABLES (continued)

Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging schedule of trade receivables was as follows:

31 Desember / 31 Desember /
December 31, December 31,
2020 2019
Sampai dengan 30 hari 7 - Up to 30 days
Lebih dari 30 hari - 60 hari 379 - Over 30 days - 60 days
Lebih dari 90 hari 619 2.360 Over 90 days
Total 1.005 2.360 Total

Movements in the allowance for impairment loss of trade receivables which were wholly based on individual assessments were as follows:

31 Desember / 31 Desember /
December 31, December 31,
2020 2019
Saldo awal tahun 72.741 72.204 Beginning balance for the year
Penyisihan selama tahun berjalan 228 537 Provision during the year
Saldo Akhir Tahun 72.969 72.741 Ending Balance for the Year

The management believed that allowance for impairment loss of receivables was adequate to cover impairment losses on uncollectible trade receivables.

UANG MUKA ADVANCES

Operational department represents advances that have not yet been settled by the related departments. In December 31, 2020 and 2019 the amount of this account is Rp720 million and Rp714 million, respectively.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

dinyatakan lain)

9. 9.

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: The details of fixed assets are as follows:

ASET TETAP FIXED ASSETS

31 Desember 2020 / December 31, 2020
Saldo 1 Jan/ Saldo 31 Des/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi / Balance as of
Jan 1, 2020 Additions Deductions Reclassifications Dec 31, 2020
Biaya Perolehan Cost is
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 276 - - - 276 Land
Bangunan 12.674 - - - 12.674 Building
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 11.636.422 - - - 11.636.422 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 1.408.240 - - - 1.408.240 facilities
Peralatan Transportation
pengangkutan 13.725 - - - 13.725 equipment
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 137.582 122 - - 137.704 and fixtures
Total Biaya Total Acquisition
Perolehan 13.208.919 122 - - 13.209.041 Costs
Akumulasi Accumulated
Penyusutan Depreciation
Pemilikan langsung Direct Ownership
Bangunan 12.582 - - - 12.582 Building
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 8.609.065 - - - 8.609.065 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 598.267 - - - 598.267 facilities
Peralatan Transportation
pengangkutan 13.712 - - - 13.712 equipment
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 137.463 95 - - 137.558 and fixtures
Total Akumulasi Total Accumulated
Penyusutan 9.371.089 95 - - 9.371.184 Depreciation
Penurunan Nilai Impairment of
Aset Tetap Fixed Asets
Tanah 276 - - 276 Land
Bangunan 92 - - 92 Building
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 3.027.432 - - - 3.027.432 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 809.973 - - - 809.973 facilities
Peralatan Transportation
pengangkutan 13 - - 13 equipment

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

9. 9.

ASET TETAP (lanjutan) FIXED ASSETS (continued)

31 Desember 2020 / December 31, 2020
Saldo 1 Jan/ Saldo 31 Des/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi / Balance as of
Jan 1, 2020 Additions Deductions Reclassifications Dec 31, 2020
Penurunan Nilai Impairment of
Aset Tetap Fixed Asets
(lanjutan) (continued)
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 10 - - 10 and fixtures
Total Penurunan Total Impairment of
Nilai Aset Tetap 3.837.405 391 - - 3.837.796 Fixed Asets
Jumlah Tercatat 425 61 Carrying Amounts
Saldo 1 Jan/ Saldo 31 Des/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi / Balance as of
Jan 1, 2019 Additions Deductions Reclassifications Dec 31, 2019
Biaya Perolehan Cost is
Pemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 276 - - - 276 Land
Bangunan 12.674 - - - 12.674 Building
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 11.636.422 - - - 11.636.422 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 1.408.240 - - - 1.408.240 facilities
Peralatan Transportation
pengangkutan 13.725 - - - 13.725 equipment
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 137.528 54 - - 137.582 and fixtures
Total Biaya Total Acquisition
Perolehan 13.208.865 54 - - 13.208.919 Costs
Akumulasi Accumulated
Penyusutan Depreciation
Pemilikan langsung Direct Ownership
Bangunan 12.457 125 - - 12.582 Building
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 8.609.065 - - - 8.609.065 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 598.267 - - - 598.267 facilities
Peralatan Transportation
pengangkutan 13.712 - - - 13.712 equipment

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

9. 9.

ASET TETAP (lanjutan) FIXED ASSETS (continued)

31 Desember 2019 / December 31, 2019
Saldo 1 Jan/ Saldo 31 Des/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi / Balance as of
Jan 1, 2019 Additions Deductions Reclassifications Dec 31, 2019
Akumulasi Accumulated
Penyusutan Depreciation
(lanjutan) (continued)
Peralatan dan Office equipment
perabot kantor 137.235 228 - - 137.463 and fixtures
Total Akumulasi Total Accumulated
Penyusutan 9.370.736 353 - - 9.371.089 Depreciation
Penurunan Nilai Impairment of
Aset Tetap Fixed Asets
Peralatan Telecommunication
telekomunikasi 3.027.432 - - - 3.027.432 equipment
Fasilitas Telecommunication
telekomunikasi 809.973 - - - 809.973 facilities
Total Penurunan Total Impairment of
Nilai Aset Tetap 3.837.405 - - - 3.837.405 Fixed Asets
Jumlah Tercatat 724 425 Carrying Amounts

Beban penyusutan untuk periode dan tahun yang maisng-masing berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian masing-masing sebesar Rp68 juta dan Rp353 juta.

Sesuai dengan Perjanjian Perdamaian dalam PKPU (Catatan 15), kreditor atas Utang Tower Provider dapat menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa oleh Perusahaan akhir bulan Juni 2015, kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan dan kreditor atas Utang Tower Provider terkait (Catatan 35).

Pada bulan Juni 2015, Perusahaan menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa. Oleh karena itu, pada tahun 2015, seluruh aset sewaan telah dihapusbukukan.

Depreciation expense for period and year ended as of December 31, 2020 and December 31, 2019 was charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income amounting to Rp68 million and Rp353 million, respectively.

Based on the Amicable Settlement Agreement (Note 15), creditors of Tower Provider Payables may terminate the usage service of leased tower by the Company by at the latest June 2015, unless otherwise determined by the Company and its creditors in relation to Tower Provider Payables (Note 35).

In June 2015, the Company discontinued the use of the leased service tower. Therefore, in 2015, all leased assets were written off.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

10. 10.

dinyatakan lain)

ASET TIDAK LANCAR LAINNYA OTHER NON-CURRENT ASSETS

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Lisensi 200.917 200.917 License
Goodwill 291 291 Goodwill
Jaminan pelunasan - 529 Security deposits
Lain - lain 8.200 7.665 Others
Total 209.408 209.402 Total
Penurunan nilai (208.581) (202.752) Impairment
Total 827
(0)
6.650
(0)
Total

Pada tanggal 14 Oktober 2010, Perusahaan dan Direktorat Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio, Ditjen Postel menandatangani Berita Acara Optimalisasi Tagihan BHP Frekuensi Radio dan Pencocokan Data Frekuensi Radio No. 2149/BA/DITFREK/10/2010 dilakukan untuk menghitung kembali biaya perijinan (BHP Frekuensi Radio) dengan melakukan klarifikasi antara data Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari tahun 2006 sampai dengan pisah batas tanggal 30 September 2010, dan untuk menentukan apakah pembayaran tersebut sesuai dengan kebutuhan yang berlaku dengan penerapan formula yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk layanan CDMA berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 19 Tahun 2005 tentang "Petunjuk Pelaksanaan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak dari BHP Frekuensi Radio".

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Direktorat Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio sejak tahun 2006 sampai dengan tanggal 30 September 2010, Perusahaan memiliki kelebihan bayar sebesar Rp200,9 miliar. Kelebihan bayar tersebut dicatat sebagai aset tidak lancar lainnya dan akan digunakan untuk pembayaran kewajiban Perusahaan kepada Departemen Komunikasi dan Informatika pada periode berikutnya (Catatan 15).

Berdasarkan Surat Nomor 616/ASM-UWBONDIN/XI/2019 tertanggal 1 November 2019 dari Sinar Mas kepada Kelompok Usaha, Sinar Mas telah menerima permintaan klaim atas jaminan pembayaran tersebut dari KOMINFO sebesar Rp539.322.641.568.

On October 14, 2010, the Company and the Directorate of Radio Frequency Spectrum Management signed Minutes of Claims Optimizing Radio BHP Frequency and Data Matching Radio Frequency No. 2149/BA/DITFREK/10/2010, to recalculate the Company's license fees (Radio BHP Frequency) to clarify the payments made to the Directorate General of Post and Telecommunication from year 2006 until September 30, 2010 cut-off, and to determine whether these payments were in accordance with the requirements for CDMA services based on issued regulation No. 19 Year 2005 concerning "Implementation Guidelines of State Tariff for Non-Income Tax from Radio BHP Frequency" by the Ministry of Communication and Information.

Based on the conclusion of the Directorate of Radio Frequency Spectrum Management, the Company made overpayment amounting to Rp200.9 billion from 2006 until September 30, 2010. This overpayment has been treated as other non-current assets and will be used for payment of obligation of the Company to the Department of Communication and Information in the future (Note 15).

Based on Letter Number 616/ASM-UWBONDIN/XI/2019 dated November 1, 2019 from Sinar Mas to the Group, Sinar Mas as received a claim request for te guarantee of payment from KOMINFO in the amount of Rp539,322,641,568.

dinyatakan lain)

10. 10.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, goodwill seluruhnya merupakan selisih yang timbul dari kombinasi bisnis di AAI.

11. 11.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan) OTHER NON-CURRENT ASSETS (lanjutan)

As at December 31, 2020 and 2019, goodwill entirely represent difference arise from business combination di AAI.

UTANG USAHA ACCOUNT PAYABLE

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Pihak ketiga Third parties
Mata uang asing Foreign currencies
Blackberry Singapore Pte. Ltd 7.600 7.491 Blackberry Singapore Pte. Ltd
Lain - lain (masing -masing Others (each below
dibawah Rp4 miliiar) 73.600 71.002 Rp4 billion)
Sub - total 81.200 78.493 Sub - total
Rupiah Rupiah
PT Smartfren Telecom Tbk 172.138 172.138 PT Smartfren Telecom Tbk
Kementerian Komunikasi Ministry of Communication
dan Informasi 54.971 55.857 and Information
Lain - lain (masing -masing Others (each below
dibawah Rp4 miliar) 61.986 58.317 Rp4 billion)
Sub - total 289.095 286.312 Sub - total
Beban Interkoneksi 49.113 50.476 Interconnection expense
Total pihak ketiga 419.408 415.281 Total third parties
Pihak berelasi 0 0 Related parties
PT Bakrie Swasakti Utama 13.777 13.777 PT Bakrie Swasakti Utama
PT Multi Kontrol Nusantara 2.851 2.851 PT Multi Kontrol Nusantara
Lain - lain (masing -masing Others (each below
dibawah Rp4 miliar) 236 233 Rp4 billion)
Total pihak berelasi 16.864 16.861 Total related parties
Total Utang Usaha 436.272 432.142 Total Trade Payable
Persentase utang usaha (0,00) (0) Percentage of related parties
pihak berelasi terhadap trade payables to
total liabilitas konsolidasian 0,1492% 0,1127% total consolidated liabilities

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

11.

dinyatakan lain)

UTANG USAHA (lanjutan) ACCOUNT PAYABLE (lanjutan) 11.

Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut: The aging schedule of trade payables was as follows:

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Sampai dengan 30 hari 91 2.436 Up to 30 days
Lebih dari 30 hari - 60 hari 2.129 1.213 Over 30 days - 60 days
Lebih dari 60 hari - 90 hari 74 488 Over 60 days - 90 days
Lebih dari 90 hari 433.978 428.005 Over 90 days
Total 436.272
0
432.142
(0)
Total

Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Trade payables based on currencies are as follows:

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Rupiah 355.072 353.649 Rupiah
Dolar AS 80.841 77.921 US Dollar
Dolar Singapura 355 569 Singapore Dollar
Euro 4 3 Euro
Total 436.272 432.142 Total
Neto 436.272 432.142 Net

UTANG LAIN-LAIN OTHER PAYABLES 12. 12.

$\overline{\phantom{a}}$ OTHED DAVADI ES
31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Dalam mata uang Rupiah
Dalam mata uang asing
148.037
269
148.691
264
In Rupiah currency
In foreign currencies
Total 148.306
(0,05)
148.955
0,00
Total

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

BEBAN AKRUAL ACCRUED EXPENSES 13. 13.

2020 2019
Kewajiban kepada Obligation to the
Kementerian Komunikasi Ministry of Communication
dan Informasi - and Information -
Direktorat Jenderal the Directorate General of
Pos dan Telekomunikasi 77.902 77.902 Post and Telecommunication
Gaji dan pensiun 45.405 43.733 Salaries and pension
Jasa profesional 17.549 17.295 Professional fees
Sewa 13.549 13.549 Rent
Lain-lain
(masing - masing dibawah Others (each below
Rp20 miliar) 73.271 73.444 Rp20 billion)
Total 227.675 225.923 Total

Obligation to the Department of Communication and Information - the Directorate General of Post and Telecommunication represents the Cost of Frequency Utilization Providing Right telecommunications at a rate of 0.5% of net revenues after the deduction of allowance for bad debts written-off, plus an additional Universal Service Obligation (USO) of 1.25% of net revenues after the deduction of allowance for bad debts written-off. Also, included BHP Band and Terrestrial obligations.

Based on the DKI Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: PJPN-43/PUPNC.10.05/2017 dated May 23, 2017, the amount of receivables that must be repaid by the Company to the Ministry Communication and Informatics is Rp36,187,973,680 with details :

  • Principal debt: Rp22,229,354,356 with zero rupiah interest.
  • Fines: Rp10,668,803,535
  • The administration fee for managing state accounts is 10% or valued at Rp3,289,815,789.

Kewajiban kepada Departemen Komunikasi dan Informatika - Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi merupakan Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) telekomunikasi dengan tarif sebesar 0,5% dari pendapatan neto setelah dikurangi penghapusan piutang ragu-ragu, ditambah dengan Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal (KKPU) atau Universal Service Obligation (USO) sebesar 1,25% dari pendapatan neto setelah dikurangi penghapusan piutang ragu-ragu. Selain itu, ada juga kewajiban BHP Pita dan Terrestrial.

Berdasarkan Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : PJPN-43/PUPNC.10.05/2017 tertanggal 23 Mei 2017, telah ditetapkan jumlah piutang yang harus di lunasi oleh Perusahaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah sebesar Rp36.187.973.680 dengan rincian :

  • a) a) Hutang pokok : Rp22.229.354.356 dengan bunga nol rupiah.
  • b) b) Denda : Rp10.668.803.535
  • c) c) Biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10% atau senilai Rp3.289.815.789.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. 13.

Berdasarkan Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : PJPN-79/PUPNC.10.05/2017 tertanggal 6 Juli 2017, telah ditetapkan jumlah piutang yang harus di lunasi oleh Perusahaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah sebesar Rp7.672.486.890 dengan rincian :

  • a) a) Hutang pokok : Rp5.394.500.612 dengan bunga nol rupiah.
  • b) b) Fines: Rp1,580,487,470 Denda : Rp1.580.487.470
  • c) c) Biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10% atau senilai Rp697.498.808.

Berdasarkan Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : PJPN-97/PUPNC.10.05/2017 tertanggal 14 Juli 2017, telah ditetapkan jumlah piutang yang harus di lunasi oleh Perusahaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah sebesar Rp3.761.917.306 dengan rincian :

  • a) a) Hutang pokok : Rp2.637.241.131 dengan bunga nol rupiah.
  • b) Denda : Rp782.683.693 b) Fines: Rp782,683,693
  • c) c) Biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10% atau senilai Rp341.992.482.

Berdasarkan Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : PJPN-165/PUPNC.10.05/2017 tertanggal 6 Desember 2017, telah ditetapkan jumlah piutang yang harus di lunasi oleh Perusahaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah dengan rincian sebagai berikut :

  • a) a) Hak penyerah piutang : Rp6.785.040.881
  • b) b) Biaya administrasi 1% dari hak penyerah piutang yaitu senilai Rp67.850.408 apabila maksimal pembayaran tanggal 17 April 2018. Dan sebesar 10% dari hak penyerah piutang atau senilai Rp678.504.088 apabila pembayaran dilakukan setelah tanggal 17 April 2018.

Berdasarkan Surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor : S-2994/WKN.07/KNL.05/2017 tertanggal 8 November 2017, perihal Permintaan Pembayaran Kewajiban BHP Telekomunikasi Tahun 2014 a.n. Perusahaan. Perusahaan diminta untuk menyelesaikan kewajiban sebesar Rp7.672.486.890 sesuai Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : SP3N-60/PUPNC.10.05/2016 tertanggal 20 April 2016.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

BEBAN AKRUAL (lanjutan) ACCRUED EXPENSES (continued)

Based on the DKI Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: PJPN-79/PUPNC.10.05/2017 dated July 6, 2017, the amount of receivables that must be repaid by the Company to the Ministry Communication and Informatics is Rp7,672,486,890 with details :

  • Principal debt: Rp5,394,500,612 with zero rupiah interest.
  • The administration fee for managing state accounts is 10% or valued at Rp697,498,808.

Based on the DKI Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: PJPN-97/PUPNC.10.05/2017 dated July 14, 2017, the amount of receivables that must be repaid by the Company to the Ministry Communication and Informatics is Rp3,761,917,306 with details :

  • Principal debt: Rp2,637,241,131 with zero rupiah interest.
  • The administration fee for managing state accounts is 10% or valued at Rp341,992,482.

Based on the DKI Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: PJPN-165/PUPNC.10.05/2017 dated December 6, 2017, the amount of receivables that must be repaid by the Company to the Ministry Communication and Informatics with details as follows :

  • Receivable right: Rp6,785,040,881
  • 1% administration fee from the receivable surrender rights is Rp67,850,408 if the maximum payment is April 17, 2018 and 10% of the receivable surrender rights or Rp678,504,088 if payment is made after April 17, 2018.

Based on the Letter of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Number: S-2994/WKN.07/KNL.05/2017 dated November 8, 2017, regarding Requests for Payment of BHP Telecommunications Obligations for 2014 a.n. the Company. The Company was asked to settle the obligations amounting to Rp7,672,486,890 according to the Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: SP3N-60/PUPNC.10.05/2016 dated April 20, 2016.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. 13.

Berdasarkan Surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor : S-3000/WKN.07/KNL.05/2017 tertanggal 8 November 2017, perihal Permintaan Pembayaran Kewajiban KPU/USO Tahun 2014 dan 2015 a.n. Perusahaan, Perusahaan diminta untuk menyelesaikan kewajiban sebesar Rp36.187.973.680 sesuai Keputusan Panitia Urusan Piutang Negara Cabang DKI Jakarta Nomor : SP3N-111/PUPNC.10.05/2016 tertanggal 27 Maret 2017.

Pembayaran harus dilakukan oleh Perusahaan guna menghindari tindakan hukum lebih lanjut, antara lain:

  • a) a) Pencegahan ke luar wilayah Republik Indonesia terhadap pengurus/penangungjawab Perusahaan,
  • b) b) Paksa badan terhadap pengurus/penangungjawab Perusahaan, dan
  • c) c) Penyitaan atas harta kekayaan penanggung utang dan/atau penjamin utang.

14. 14.

Pada tanggal 7 Mei 2010, Bakrie Telecom Pte., Ltd, sebelumnya Entitas Anak, menerbitkan "11.500% Guaranteed Senior Notes due 2015" (selanjutnya disebut "Wesel Senior") sebesar USD250 juta dengan jangka waktu lima (5) tahun yang berakhir pada tanggal 7 Mei 2015, yang terdaftar di Singapore Exchange Securities Trading. Wesel Senior tersebut dibebani tingkat suku bunga sebesar 11,5% per tahun yang akan dibayarkan per semester pada setiap tanggal 7 Mei dan 7 November dimulai pada tanggal 7 November 2010.

Wesel Senior tersebut dijamin oleh Perusahaan sebagai entitas induk perusahaan penjamin, PT Bakrie Connectivity dan PT Bakrie Digital Net (dahulu PT Bakrie Network) sebagai Entitas Anak penjamin. Credit Suisse (Singapura) Limited (CS), Singapura, Merill Lynch (Singapura) Pte., Ltd dan Morgan Stanley Asia (Singapura) Pte., bertindak sebagai pembeli awal (initial purchasers ), dengan CS sebagai koordinator global tunggal (sole global coordinator ). The Bank of New York Mellon ditunjuk sebagai wali amanat, agen pembayaran dan pelaku pendaftaran, sedangkan Standard Chartered Bank, Cabang Jakarta, ditunjuk sebagai agen penjamin Indonesia sehubungan dengan saham yang dijaminkan.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

BEBAN AKRUAL (lanjutan) ACCRUED EXPENSES (continued)

Based on the Letter of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Number: S-3000/WKN.07/KNL.05/2017 dated November 8, 2017, regarding Requests for Payment of Obligations of KPU/USO in 2014 and 2015 a.n. The Company, the Company was asked to settle the obligation amounting to Rp36,187,973,680 according to the DKI Jakarta Branch Accounts Receivable Affairs Decree Number: SP3N-111/PUPNC.10.05/2016 dated March 27, 2017.

Payments must be made by the Company to avoid further legal action , among others :

  • Prevention outside the territory of the Republic of Indonesia towards the management/responsible of the Company,
  • Forced the body of the Company's management/responsibility, and
  • Confiscation of the assets of the debt guarantor and/or debt guarantor.

WESEL SENIOR SENIOR NOTES

11.500% Guaranteed Senior Notes due 2015 11.500% Guaranteed Senior Notes due 2015

On May 7, 2010, Bakrie Telecom Pte., Ltd, previously a Subsidiary, issued "11.500% Guaranteed Senior Notes due 2015" (hereafter referred to as the "Senior Notes") amounting to USD250 million with a maturity of five (5) years ended May 7, 2015, which are listed on Singapore Exchange Securities Trading. These Senior Notes are subject to interest of 11.5% per annum that is payable semi-annually on May 7 and November 7 of each year commencing on November 7, 2010.

These Senior Notes are guaranteed by the Company as Parent Guarantor, PT Bakrie Connectivity and PT Bakrie Digital Net (formerly PT Bakrie Network) as Subsidiary Guarantors. Credit Suisse (Singapore) Limited (CS), Singapore, Merill Lynch (Singapore) Pte., Ltd, and Morgan Stanley Asia (Singapore) Pte., acted as initial purchasers with CS as the sole global coordinator. The Bank of New York Mellon has been appointed as the trustee, paying agent and registrar, while Standard Chartered Bank, Jakarta Branch, has been appointed as Indonesian collateral agent with respect to the pledged shares.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. 14.

Biaya yang timbul sehubungan dengan penerbitan Wesel Senior tersebut adalah sebesar Rp82,8 miliar. Hasil penerbitan Wesel Senior tersebut diteruskan oleh Bakrie Telecom Pte., Ltd kepada Perusahaan dalam bentuk pinjaman berdasarkan Intercompany Loan Agreement antara Bakrie Telecom Pte., Ltd dan Perusahaan tanggal 7 Mei 2010. Utang intercompany tersebut digunakan untuk melunasi utang dan modal belanja Perusahaan.

Sebelum tanggal 7 Mei 2013, Bakrie Telecom Pte., Ltd, sebelumnya Entitas Anak, memiliki opsi untuk melunasi Wesel Senior dengan cara sebagai berikut:

  • (a) (a) Melunasi seluruh atau sebagian Wesel Senior dengan harga pelunasan sebesar 100% dari jumlah pokok Wesel Senior ditambah dengan premium yang berlaku, beserta bunga yang masih harus dibayar, jika ada.
  • (b) (b) Melunasi sampai dengan 35% dari jumlah pokok Wesel Senior, dengan hasil penerimaan neto dari penawaran saham tersebut, dengan harga pelunasan 111,5% dari jumlah pokok Wesel Senior, beserta bunga yang masih harus dibayar, jika ada.

Pada tanggal 27 Januari 2011, Bakrie Telecom Pte., Ltd, menerbitkan Wesel Senior sebesar USD130 juta pada harga 107%. Wesel Senior tersebut dijamin oleh Perusahaan, PT Bakrie Connectivity, PT Bakrie Digital Net (dahulu PT Bakrie Network) dan Bakrie Telecom Pte., Ltd.

Hasil penerbitan Wesel Senior tersebut diteruskan oleh Bakrie Telecom Pte., Ltd kepada Perusahaan dalam bentuk pinjaman berdasarkan Suplemental Intercompany Loan Agreemen t antara Bakrie Telecom Pte., Ltd dan Perusahaan tanggal 27 Januari 2011. Utang intercompany tersebut digunakan untuk melunasi utang kepada CS dan belanja modal Perusahaan. Biaya yang timbul sehubungan dengan penerbitan USD130 juta Wesel Senior tersebut adalah sebesar Rp71,5 miliar.

Wesel Senior ini dalam kondisi wanprestasi berupa keterlambatan pembayaran pokok dan bunga pada tanggal 31 Desember 2015 (wanprestasi berupa keterlambatan pembayaran bunga pada tanggal 31 Desember 2014).

Perusahaan dan Bakrie Telecom Pte., Ltd, sedang dalam proses implementasi restrukturisasi utang Wesel Senior (Catatan 35).

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

WESEL SENIOR (lanjutan) SENIOR NOTES (continued)

The issuance costs related to the Senior Notes amounted to Rp82.8 billion. The proceeds of the Senior Notes were passed through by Bakrie Telecom Pte., Ltd to the Company in the form of loan based on Intercompany Loan Agreement between Bakrie Telecom Pte., Ltd and the Company dated May 7, 2010 and used to pay outstanding debt and for capital expenditures of the Company.

At any time prior to May 7, 2013, Bakrie Telecom Pte., Ltd, previously the Subsidiary, could at its option redeem the Senior Notes, as follows:

  • Redeem the Senior Notes, in whole or in part, at a redemption price equal to 100% of the principal amount of the Senior Notes plus the applicable premium, and accrued and unpaid interest, if any.
  • Redeem up to 35% of the aggregate principal amount of the Senior Notes, with the net proceeds of sales of its common stock in an equity offering, at a redemption price of 111.5% of the principal amount of the Senior Notes, plus accrued and unpaid interest, if any.

Bakrie Telecom Pte., Ltd, issued Senior Notes amounting to USD130 million on January 27, 2011 at 107%. These Senior Notes are guaranteed by the Company, PT Bakrie Connectivity, PT Bakrie Digital Net (formerly PT Bakrie Network) and Bakrie Telecom Pte., Ltd.

The proceeds of Senior Notes were passed through by Bakrie Telecom Pte., Ltd to the Company in the form of loan based on Supplemental Intercompany Loan Agreement between Bakrie Telecom Pte., Ltd and the Company dated January 27, 2011. The Intercompany Loan was used to pay outstanding debts to CS and for capital expenditure of the Company. The issuance costs related to the USD130 million Senior Notes amounted to Rp71.5 billion.

As of December 31, 2015, the Senior Notes were in default condition due to late payment of principal and its interest (default condition due to late payment of interest as of December 31, 2014).

The Company and Bakrie Telecom Pte., Ltd, is in the process of implementing restructuring the debt of Senior Notes (Note 35).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. 15.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

UTANG YANG DISELESAIKAN MELALUI PKPU SETTLEMENT OF PAYABLES THROUGH PKPU

2020 2019
Utang pihak berelasi atas Due to related parties from
penerbitan wesel senior 4.612.440 - issuance senior bonds
Utang penyedia menara 3.035.290 3.035.290 Tower provider payables
Utang usaha 1.171.039 1.171.039 Trade payables
Utang dengan jaminan 485.520 485.520 Payables with collateral
Utang biaya hak penggunaan Payables on fee of rights to use
dan universal service and the universal service
obligation 326.734 326.734 obligation
Utang akibat derivatif 181.695 181.695 Derivatives payables
Utang afiliasi 73.740 73.740 Affiliate payables
9.886.458 5.274.018
Akrual bunga 538.792 448.993 Accrued interest
Total 10.425.250
(0,00)
5.723.011
(0)
Total

The debt balances that were settled through PKPU as of December 31, 2020 and 2019 were Rp10.425 trillion and Rp5.723 trillion, respectively. The outstanding related party debt on the issuance of senior notes is the Company's debt to BTPL, the balance as of December 31, 2019 is still presented in the previously consolidated subsidiary liability accounts (Note 4).

Accrued interest up to December 31, 2020 and 2019, amounting to Rp539 billion and Rp449 billion, respectively, represents interest recognition based on the PKPU, between the Company and its creditors (Note 35).

Debt to creditors in foreign currency is converted into rupiah currency using the exchange rate determined in PKPU (Note 35).

On December 9, 2014, the judges of the Commercial Court in Central Jakarta District Court and the PKPU adjudicators of Netwave petition against the Company issued a decision officially approving in PKPU, the Amicable Settlement Agreement between the Company and its creditors (Note 35).

Based on the Amicable Settlement Agreement, creditors of Tower Provider Payables may terminate the usage service of leased tower by the Company by at the latest June 2015, unless otherwise determined by the Company and its creditors in relation to Tower Provider Payables.

Saldo utang yang diselesaiakan melalui PKPU per tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp10,425 triliun dan Rp5,723 iliun. Saldo utang pihak berelasi atas penerbitan wesel senior merupakan utang Perusahaan kepada BTPL, saldo pada tanggal 31 Desember 2019 masih disajikan pada akun liabilitas entitas anak yang sebelumnya dikonsolidasi (Catatan 4).

Akrual bunga sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp539 miliar dan Rp449 miliar adalah merupakan pengakuan bunga berdasarkan PKPU antara Perusahaan dengan para kreditornya (Catatan 35).

Utang kepada kreditor dalam mata uang asing dikonversikan ke dalam mata uang rupiah menggunakan kurs yang ditentukan dalam PKPU (Catatan 35).

Pada tanggal 9 Desember 2014, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili permohonan PKPU oleh Netwave terhadap Perusahaan telah mengeluarkan keputusan yang mengesahkan (Homologasi) Perjanjian Perdamaian dalam PKPU antara Perusahaan dan para kreditornya (Catatan 35).

Sesuai dengan Perjanjian Perdamaian dalam PKPU, kreditor atas Utang Tower Provider dapat menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa oleh Perusahaan akhir bulan Juni 2015, kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan dan kreditor atas Utang Tower Provider terkait.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

UTANG YANG DISELESAIKAN MELALUI PKPU (lanjutan) 15. 15.

Sesuai dengan Perjanjian Perdamaian dalam PKPU, kreditor atas Utang Tower Provider dapat menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa oleh Perusahaan akhir bulan Juni 2015, kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan dan kreditor atas Utang Tower Provider terkait.

Pada bulan Juni 2015, Perusahaan menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa. Sesuai dengan Perjanjian Perdamaian dalam PKPU maka 100% dari nilai sisa masa sewa akan ditukar dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A). Pada tahun 2015, Perusahaan mencatat utang nilai sisa masa sewa sebesar Rp1.818,7 miliar dan beban terkait disajikan dalam laba rugi sebesar Rp1.667,8 miliar.

Pada tanggal 26 Juni 2016, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang menyetujui penambahan modal Perusahaan atau penerbitan saham baru Perusahaan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan mekanisme penerbitan Obligasi Wajib Konversi terlebih dahulu. Saham baru Perusahaan tersebut diterbitkan sebadai pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian.

16. 16.

Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2020 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Ficomindo Buana Registrar adalah sebagai berikut:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

SETTLEMENT OF PAYABLES THROUGH PKPU (continued)

Based on the Amicable Settlement Agreement, creditors of Tower Provider Payables may terminate the usage service of leased tower by the Company by at the latest June 2015, unless otherwise determined by the Company and its creditors in relation to Tower Provider Payables.

In June 2015, the Company discontinued the use of the leased service tower. Based on the Amicable Settlement Agreement, 100% of the residual value of the lease will be exchanged with the Mandatory Convertible Bond (MCB-A). In 2015, the Company booked residual value payable of the lease amounting to Rp1,818.7 billion and the related expense was presented in profit or loss amounting Rp1,667.8 billion.

On June 26, 2016, Company obtained approval from the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) which approved the issuance of new shares by way of non-preemptive rights by issuing Mandatory Convertible Bonds before hand. The new shares to be issued as the implementation of conversion of Mandatory Convertible Bonds as governed under the Amicable Settlement Agreement.

MODAL SAHAM CAPITAL STOCK

The composition of shareholders as of December 31, 2020 based on registration by PT Ficomindo Buana Registrar, was as follows:

2020 dan / and 2019
Jumlah Saham /
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
(dalam satuan penuh) / Persentase
Number of Shares Kepemilikan/
Issued and Fully Paid Percentage of
Pemegang Saham (in full amount) Ownership Shareholders
Total saham biasa Total common shares
seri A dan B series A and B
PT Huawei Tech Investment 6.189.313.980 16,81% PT Huawei Tech Investment
PT Mahindo Agung Sentosa 5.000.439.000 13,58% PT Mahindo Agung Sentosa
PT Bakrie Global Ventura 2.639.582.576 7,17% PT Era Bhakti Persada
Raiffeisen Bank International s/a Raiffeisen Bank International s/a
Best Quality Global Limited 2.213.279.000 6,01% Best Quality Global Limited

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

16. 16.

MODAL SAHAM (lanjutan) CAPITAL STOCK (continued)

2020 dan / and 2019
Jumlah Saham /
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
(dalam satuan penuh) / Persentase
Number of Shares Kepemilikan/
Issued and Fully Paid Percentage of
Pemegang Saham (in full amount) Ownership Shareholders
Total saham biasa Total common shares
seri A dan B (lanjutan) series A and B (continued)
Credit Suisse AG Singapore Branch Credit Suisse AG Singapore Branch
S/A Bright Ventures Pte Ltd 1.980.000.000 5,38% S/A Bright Ventures Pte Ltd
PT Bakrie Brothers Tbk 43.043.142 0,12% PT Bakrie Brothers Tbk
Masyarakat 18.757.008.057 50,94% Public
Total 36.822.665.755 100,00% Total
0

Sehubungan dengan Penawaran Umum tersebut, sebelumnya Perusahaan telah melakukan perubahan atas nilai nominal saham sebagai berikut:

  • (a) (a) Setiap satu (1) saham seri A dengan nilai nominal semula seribu rupiah (Rp1.000) per saham menjadi lima (5) saham dengan nilai nominal dua ratus rupiah (Rp200) per saham.
  • (b) (b) Setiap satu (1) saham seri B dengan nilai nominal semula lima ratus rupiah (Rp500) per saham menjadi lima (5) saham dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) per saham.

Pada tanggal 1 Maret 2017, PT Huawei Tech Investment telah mengkonversi Obligasi Wajib Konversi yang dimiliki sebesar Rp1.237.862.796.141 menjadi saham Perusahaan sebanyak 6.189.313.980 lembar saham.

Modal saham Perusahaan, PT Bakrie Connectivity dan PT Bakrie Digital Net (dahulu PT Bakrie Network), Entitas Anak, pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, digunakan sebagai jaminan atas Wesel Senior yang diterbitkan oleh Bakrie Telecom Pte., Ltd., sebelumnya Entitas Anak (Catatan 14).

In connection with the IPO, the Company previously changed the nominal value of its shares as follows:

  • Each common share series A with nominal value amounting to one thousand rupiah (Rp1,000) per share was converted into five (5) shares with nominal value of two hundred rupiah (Rp200) per share.
  • Each common share series B with nominal value amounting to five hundred rupiah (Rp500) per share was converted into five (5) shares with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share.

On March 1, 2017, Mandatory Convertible Bond owned by PT Huawei Tech Investment amounting to Rp1,237,862,796,141 has converted to shares of the Company of 6,189,313,980 shares.

As of December 31, 2020 and 2019 , the capital stock of the Company, PT Bakrie Connectivity and PT Bakrie Digital Net (formerly PT Bakrie Network), Subsidiaries, were used as collateral for the Senior Notes issued by Bakrie Telecom Pte., Ltd., previously A Subsidiary (Note 14).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

association, was as follows:

The number of authorized shares as of December 31, 2020 and 2019 based on the Company's articles of

MODAL SAHAM (lanjutan) CAPITAL STOCK (continued) 16. 16.

dinyatakan lain)

Jumlah saham modal dasar pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan anggaran dasar Perusahaan adalah sebagai berikut:

Jumlah Saham
Modal Dasar
(dalam satuan Total
penuh)/ Dalam Jutaan
Number of Rupiah/
Authorized Nominal/ Total
Shares Nominal In Million
Jenis saham (in full amount) (Rp) Rupiah Shares
Saham biasa seri A 10.000.000.000 200 2.000.000 Common shares series A
Saham biasa seri B 87.111.652.195 100 8.711.165 Common shares series B
Total 97.111.652.195 10.711.165 Total

Sesuai dengan hasil keputusan RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2015 sebagaimana tertuang dalam akta notaris No. 28 tanggal 10 Juli 2015 oleh Lenny Janis Ishak, SH; modal dasar Perusahaan ditingkatkan menjadi Rp10.711.165.219.500 (dalam satuan penuh) dengan komposisi saham seri A sejumlah sepuluh miliar (10.000.000.000) saham dengan nilai nominal dua ratus rupiah (Rp200) setiap saham dan saham seri B sejumlah delapan puluh tujuh miliar seratus sebelas juta enam ratus lima puluh dua ribu seratus sembilan puluh lima (87.111.652.195) saham dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) setiap saham.

17. 17.

Melalui Penawaran Umum Perdana pada tanggal 3 Februari 2006, Perusahaan telah menerima sebesar Rp605 miliar untuk penawaran lima miliar lima ratus juta (5.500.000.000) saham seri B atas nama dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) dengan harga penawaran seratus sepuluh rupiah (Rp110).

Melalui Penawaran Umum Terbatas I pada tanggal 29 Februari 2008, Perusahaan menerbitkan sebanyakbanyaknya sejumlah delapan miliar enam ratus tiga puluh delapan juta tujuh puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh dua (8.638.079.352) saham dengan nilai nominal seratus rupiah (Rp100) setiap saham yang ditawarkan dengan harga tiga ratus lima puluh rupiah (Rp350) setiap saham dengan nilai keseluruhan sebanyak-banyaknya sebesar Rp3 triliun dan dengan selisih harga yang ditawarkan dengan harga nominal sebesar Rp2,2 triliun.

Based on the result of the Extraordinary General Shareholders' Meeting held on June 22, 2015 as stated in the notarial deed No. 28 dated July 10, 2015 of Lenny Janis Ishak, SH; the autorized capital of the Company has increased to be of Rp10,711,165,219,500 (in full amount) consist of common stock series A of ten billion (10,000,000,000) share with nominal value of two hundred rupiah (Rp200) per share and common stock series B of eighty seven billion, one hundred eleven million, six hundred fifty two thousand, one hundred ninety five (87,111,652,195) share with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share.

TAMBAHAN MODAL DISETOR ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

Through the Initial Public Offering on February 3, 2006, the Company received the amount of Rp605 billion for the offering of five billion five hundred million (5,500,000,000) share series B with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) at an offering price of one hundred and ten rupiah (Rp110).

Through the Rights Issue I on February 29, 2008, the Company issued a maximum of eight billion, six hundred thirty-eight million, seventy-nine thousand, three hundred fifty-two (8,638,079,352) shares with nominal value of one hundred rupiah (Rp100) per share, which were offered at three hundred fifty rupiah (Rp350) per share in the total maximum amount of Rp3 trillion and with an excess offering price over nominal price amounting to Rp2.2 trillion.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I, Perusahaan telah melakukan penyesuaian harga pelaksanaan sebesar seratus dua puluh tujuh rupiah (Rp127) setiap sahamnya dan menerbitkan sebanyak tiga puluh delapan juta lima ratus empat puluh sembilan ribu seratus tiga puluh satu (38.549.131) lembar Waran Seri I yang berlaku efektif mulai tanggal 27 Maret 2008. Waran Seri I merupakan lanjutan dari Penawaran Umum Saham Perdana.

Selisih neto antara harga penawaran dengan harga nominal diakui sebagai tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

17. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan) 17. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)

In accordance with Rights Issue I, the Company adjusted the exercise price to one hundred twentyseven rupiah (Rp127) per share and issued thirty-eight million, five hundred forty-nine thousand, one hundred thirty-one (38,549,131) Series I Warrants effective March 27, 2008. Series I Warrants were an extension of the Initial Public Offering.

Net excess of price over par value of shares between nominal price and offering price was recognized as additional paid-in capital as of December 31, 2020 and December 31, 2019 as follows:

Total 2.596.992 108.121 2.488.871 Total
Pengampunan pajak 857 857 Tax amnesty
waran 37.655 - 37.655 warrants
saham melalui pelaksanaan shares through exercise of
Penerbitan 1.076.515.248 Issuance of 1,076,515,248
(Catatan 1c) 2.156.622 80.881 2.075.741 (Note 1c)
saham melalui PUT shares through right issue
Penerbitan 8.626.486.836 Issuance of 8,626,486,836
PMTHMETD (Catatan 1e) 253.462 11 253.451 PMTHMETD (Note 1e)
saham seri B melalui shares series B through
Penerbitan 1.536.135.340 Issuance of 1,536,135,340
PMTHMETD (Catatan 1e) 93.396 - 93.396 PMTHMETD (Note 1e)
saham seri B melalui shares series B through
Penerbitan 566.037.736 Issuance of 566,037,736
umum (Catatan 1b) 55.000 27.229 27.771 (Note 1b)
saham melalui penawaran through initial public offering
Penerbitan 5.500.000.000 Issuance of 5,500,000,000
(Satuan penuh) of Shares of Shares Shares (Full amount)
Par Value Cost Par Value of
Over Issuance Price Over
of Prices Saham/ Net Excess of
Excess Penerbitan Saham - Neto/
Saham/ Biaya Nilai Nominal
Nilai Nominal Harga Atas
Harga Atas Selisih Lebih
Sisa Lebih

31 Desember 2020 dan 2019/ December 31, 2020 and 2019

dinyatakan lain)

SAHAM BEREDAR YANG DIPEROLEH KEMBALI TREASURY STOCK 18. 18.

Transaksi saham beredar yang diperoleh kembali adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Transactions regarding treasury stock were as follows:

December 31, 2020 and December 31, 2019
Keterangan Period
e/
Period
Jumlah saham
(Dalam satuan
penuh)/
Number of
Shares
(in full amount)
Realisasi/
Realization
(%)
Harga
Nominal/
Par Value
Shares
Description
Approved in Board of
Disetujui dalam rapat Directors Meeting
Direksi (Catatan 1d) 2008 11.000.000.000 (Note 1d)
Pembelian kembali 2008 689.000.000 6,27% 68.900 Buy back
Penerbitan kembali 2009 (579.000.000) (57.900) Buy back
Total 110.000.000 11.000 Total
Selisih neto antara harga perolehan dengan harga
nominal
per
lembar
Saham
Beredar
yang
laporan posisi keuangan konsolidasian.
saham
diakui
Diperoleh
sebagai
"Agio
Kembali"
dalam
"Premium on
Treasury
statements of financial position.
Net excess of price over par value of shares between
nominal price and acquisition price was recognized as
Stock"
in
the
consolidated
19. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 19. NON-CONTROLLING INTEREST
Akun ini terdiri dari: This account consist of:
a.
Kepentingan
Entitas Anak
non-pengendali atas
aset
neto
a. Non-controlling interest in net assets of Subsidiaries
31 Desember / 31 Desember /
December 31,
2020
December 31,
2019
PT Bakrie Connectivity
PT Anugerah Andalan
(435) (435) PT Bakrie Connectivity
PT Anugerah Andalan
Investama (13) (4) Investama
Total (448) (439) Total
- -

31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019/

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

19. 19.

b. b. Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali

2020

-

PENDAPATAN USAHA REVENUE 20. 20.

Pendapatan usaha tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 meliputi pendapatan yang berasal dari jasa telekomunikasi dan teknologi informasi, dengan rincian sebagai berikut:

KEPENTINGAN NON-PENGENDALI (lanjutan) NON-CONTROLLING INTEREST (continued)

Income (loss) attributable to non-controlling interest

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
PT Anugerah Andalan
Investama
(9) - PT Anugerah Andalan
Investama
Total (9) - Total

Operating revenues for the year ended December 31, 2020 and 2019 represent revenues from telecommunication services and information technology, with details as follows:

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Pendapatan jasa telekomunikasi
dan teknologi informasi
10.537 10.275 Telecommunication services and
information technology revenues
Beban pokok pendapatan (6.569) (6.251) Cost of goods revenues
Neto 3.968
(0)
4.024
(0)
Net

Transaksi pendapatan yang berasal dari pihak berelasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar nihil (Catatan 27).

Selain itu, terdapat biaya bagi hasil untuk pihak berelasi untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar nihil yang dicatat sebagai bagian dari potongan harga dan biaya bagi hasil.

Revenue transactions from related parties for the years ended December 31, 2020 and 2019, amounted to nil respectively (Note 27).

In addition, revenue sharing cost to related party for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounting to nil, was recorded as part of discount and sharing cost.

21. 21.

BEBAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN OPERATING AND MAINTENANCE EXPENSES

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year
ended December 31,
2020 2019
Listrik 73 3.400 Electricity
Saluran koneksi 59 23 Leased line
Total 132 3.423 Total

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 22. 22.

GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year
ended December 31,
2020 2019
Jasa profesional 4.529 8.007 Professional fees
Rugi penurunan nilai Impairment loss of trade
piutang usaha (Catatan 7) 1.157 5 receivables (Note 7)
Sewa 141 97 Rent
Telepon, listrik dan air 81 86 Telephone, electricity and water
Iuran keanggotaan 55 326 Memberships
Transportasi 64 85 Transportation
Perlengakapan kantor 56 135 Office supplies
Pemeliharaan kantor 35 109 Office maintenance
Beban pos 7 2 Postage
Perizinan, lisensi dan Permits, licenses and
bea masuk 143 5.352 customs clearence
Lain-lain (masing-masing Others (each below
dibawah Rp500 juta) 417 359 Rp500 million)
Total 6.685 14.563 Total
0 -

Beban jasa profesional terutama timbul dari konsultasi hukum terkait dengan kasus litigasi wesel senior. Perusahaan mengajukan permohonan pengakuan atas hasil proses PKPU berdasarkan peraturan Bab 15 Undang-Undang Kepailitan Amerika Serikat dan masih dalam proses peradilan di New York.

Professional service expenses mainly arise from legal consultations related to senior notes order litigation cases. The Company submitted a request for recognition of the results of the PKPU process based on the rules of Chapter 15 of the United States Bankruptcy Law and is still in the proceedings in New York.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

BEBAN KARYAWAN EMPLOYEES EXPENSES 23. 23.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year
ended December 31,
2019
Gaji dan upah 7.990 8.342 Salaries and wages
Tunjangan kesehatan 204 119 Medical allowance
Transportasi 99 109 Transportation
Tunjangan uang makan 24 49 Meal allowance
Total
Total 8.317 8.619

24. 24.

BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN SALES AND MARKETING EXPENSES

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year
ended December 31,
2020 2019
Iklan, promosi dan pameran 193 329 Advertising, promotion and
exhibition
Sewa 10 16 Rent
Total 203
-
345
-
Total

25. 25.

a. a.

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES)

Selisih kurs Foreign exchange

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Laba selisih kurs
Rugi selisih kurs
107.251
(108.138)
373.396
(177.567)
Gain on foreign exchange
Loss on foreign exchange
Total (887) 195.829 Total

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN (lanjutan) OTHER INCOME (CHARGES) (continued) 25. 25.

b. b.

Beban keuangan Financing charges

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year
ended December 31,
2020 2019
Beban bunga, amortisasi beban
keuangan neto dan beban
Interest charges, amortization
of net financial charges
keuangan lainnya (89.799) - and other financial charges
Administrasi bank (8) (15) Bank charges
Total (89.807) (15) Total

c. c. Lain-lain Others

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Penghasilan bunga 77 45 Interest income
Penurunan nilai aset lain-lain - (202.752) Impairment of others assets
Lain-lain (6.040) 37.515 Others
Total (5.963) (165.192) Total

26. 26.

a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes

PERPAJAKAN TAXATION

a Prenaid taxes

-

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Penghasilan Pasal 23
219
25
179
-
Value-Added Tax
Income taxes Article 23
Total 244 179 Total

(0)

otherwise stated)

dinyatakan lain)

26. 26.

PERPAJAKAN (lanjutan) TAXATION (continued)

b. Utang pajak b. Taxes payable

31 Desember /
December 31,
2020
31 Desember /
December 31,
2019
Pajak Penghasilan Income taxes
Pasal 21 13.684 13.406 Article 21
Pasal 23 1.646 1.616 Article 23
Pasal 26 3.859 3.864 Article 26
Pajak Pertambahan Nilai 2.469 2.444 Value-Added Tax
Total 21.658 21.330 Total

c. Pajak Kini c. Current Tax

Rekonsiliasi antara rugi sebelum beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

Reconciliation between loss before income tax expense as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and the estimated fiscal loss for the years ended December 31, 2020 and December 31, 2019 was as follows:

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Laba (rugi) sebelum beban pajak Profit (loss) before income tax
penghasilan menurut laporan expenses per consolidated
laba rugi dan penghasilan statements of profit or
komprehensif lain loss and other
konsolidasian (108.121) 7.343 comprehensive income
Beda temporer Temporary differences
Depresiasi 95 283 Depreciation
Penyisihan penurunan Provision for impairment loss
nilai aset 6.434 assets
Penyisihan imbalan kerja 75 232 Provision for employee benefits
Total 6.604 515 Total

dinyatakan lain)

26. 26.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Beda tetap
Beban bunga
89.799 - Permanent differences
Interest expenses
Total 89.799 - Total
Taksiran laba (rugi) fiskal (11.718) 7.858 Estimated fiscal gain (loss)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/Year ended December 31,

2020 2019
Rugi Fiskal: Fiscal loss:
2016 (1.103.798) (1.103.798) 2016
2017 (899.102) (899.102) 2017
2018 (119.415) (119.415) 2018
2019 7.858 7.858 2019
2020 (11.718) - 2020
Total rugi fiskal (2.126.175) (2.114.457) Total fiscal loss
Total Akumulasi Estimated Cumulative
Rugi Fiskal (2.126.175) (2.114.457) Fiscal Loss

Perusahaan tidak melakukan penyisihan beban pajak penghasilan kini karena Perusahaan masih mengalami rugi fiskal.

Manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan karena besar kemungkinan aset pajak tangguhan tidak dapat terealisasi di masa yang akan datang.

No provision for current income tax expense was made due to the Company still being in a fiscal loss position.

d. Pajak tangguhan d. Deferred Tax

The management believed that the Company did not recognize deferred tax assets because it is probable that deferred tax assets can not be realized in the future.

PERPAJAKAN (lanjutan) TAXATION (continued)

otherwise stated)

26. 26.

dinyatakan lain)

e. Surat Ketetapan Pajak e. Tax Assessmenet Letter

Pada tanggal 4 Mei 2016, Perusahaan menerima SKPLB No. 00071/407/092/16 atas kelebihan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai untuk tahun pajak 2014 sejumlah Rp9.742,5 juta yang berbeda dengan jumlah yang diklaim oleh Perusahaan sejumlah Rp9.999,9 juta. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum menerima kelebihan atas pembayaran pajak tersebut.

f. Pengampunan Pajak f. Tax Amnesty

Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016 tentang pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016 dan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan Dalam Rangka Pengampunan Pajak, Perusahaan telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP tanggal 7 April 2017.

TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI 27. 27.

Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi.

2020 2019
Sewa ke (Catatan 34): Rental to (Note 34):
PT Bakrie Swasakti Utama 4.623 4.623 PT Bakrie Swasakti Utama

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERPAJAKAN (lanjutan) TAXATION (continued)

Subsequently, on May 4, 2016, the Company received SKPLB No. 00071/407/092/16 relating to overpayment of Value-Added Tax for the fiscal year 2014 amounted to Rp9,742.5 million instead of Rp9,999.9 million as claimed by the Company. As of the completion date of the consolidated financial statements, the Company has not received the overpayment of VAT.

In connection with the implementation of Regulation of the Minister of Finance No. 118/PMK.03/2016 on the implementation of Law No. 11 of 2016 on tax amnesty, as amended by Regulation of the Minister of Finance No. 141/PMK.03/2016 and Directorate General of Tax Regulation No. PER-18/PJ/2016 on Redemption Payment of Excess Refund in the framework of Tax Amnesty, the Company have participated in this tax amnesty with obtain SKPP on April 7, 2017.

TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

In the normal course of business, the Group entered into transactions with related parties.

27. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

berelasi adalah sebagai berikut:

Sifat dan hubungan transaksi dengan pihak-pihak

(lanjutan)

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

27. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (contonued)

Nature of relationships and transactions with related parties were as follows:

Sifat Hubungan/
Pihak Berelasi Nature of Relationship Related Parties
PT Bakrie Swasakti Utama Afiliasi / Affiliate PT Bakrie Swasakti Utama
PT Provices Indonesia Afiliasi / Affiliate PT Provices Indonesia
PT Multi Kontrol Nusantara Afiliasi / Affiliate PT Multi Kontrol Nusantara
PT Viva Media Baru Afiliasi / Affiliate PT Viva Media Baru
PT Asia Global Media Afiliasi / Affiliate PT Asia Global Media
Sifat Hubungan/
Pihak Berelasi Nature of Relationship Related Parties
Koperasi Karyawan Mitra Usaha Dinamika Afiliasi / Affiliate Koperasi Karyawan Mitra Usaha Dinamika
PT Bakrie Global Ventura Afiliasi / Affiliate PT Bakrie Global Ventura
Utang Pihak Berelasi Due to Related Parties
2020 2019
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Koperasi Karyawan Mitra Koperasi Karyawan Mitra
Usaha Dinamika 35.186 35.186 Usaha Dinamika
PT Bakrie Global Ventura
PT Viva Media Baru
12.086
-
11.912
-
PT Bakrie Global Ventura
PT Viva Media Baru
Total 47.272
(0)
47.098
0
Total
Persentase terhadap Percentage to Total
Total Liablitas Konsolidasian 0,4181% 0,3148% Consolidated Liablities

Utang pihak berelasi yang diperoleh PT Bakrie Connectivity (BCON), Entitas Anak, dari Koperasi Karyawan Mitra Usaha Dinamika (Komunika) merupakan utang usaha yang pembayarannya ditunda selama 18 bulan sejak tanggal 23 Desember 2014.

Utang pihak berelasi yang diperoleh Perusahaan dari PT Bakrie Global Ventura merupakan utang yang pembayarannya ditunda selama 18 bulan sejak tanggal 24 Maret 2015.

Due to a related party obtained by PT Bakrie Connectivity (BCON), a Subsidiary, from Koperasi Karyawan Mitra Usaha Dinamika (Komunika) represents trade payable, which payment was deferred for 18 months starting from December 23, 2014.

Due to a related party obtained by the Company from PT Bakrie Global Ventura represents payable, which payment was deferred for 18 months starting from March 24, 2015.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. 28.

Liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang dihitung oleh aktuaris independen (PT Sigma Prima Solusindo) dalam laporannya bertanggal 5 April 2021 dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit" dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

LIABILITAS IMBALAN KERJA EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY

The employee benefits liability of the Group as of December 31, 2020 and 2019 as determined by an independent firm of actuaries (PT Sigma Prima Solusindo) in its reports dated April 5, 2021 using the "Projected Unit Credit" method and considering the following assumptions:

Tingkat diskonto 7,22% pada 31 Desember 2020 dan 8,03% pada 31 Desember 2019 Discount rate
7,22% in December 31, 2020 and 8,03% in December 31, 2019
Tingkat kenaikan gaji 6,5% per tahun
/
per annum Salary increment rate
Tingkat mortalitas TMI-IV tahun 2019
/
TMI-IV year 2019 Mortality rate
Tingkat kemungkinan 5% dari tingkat mortalitas
/
5% of mortality rate Disability rate
Usia pensiun normal 55 tahun
/
55 years Normal retirement age
Tingkat Pengunduran diri 1% - 5% Resignation rate

Analisa sensitivitas kuantitatif liabilitas imbalan kerja terhadap perubahan asumsi utama tertimbang pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The quantitative sensitivity analysis of the employee benefits liability to the changes in the weighted principal assumptions as of December 31, 2020 was as follows:

Peningkatan
(Penurunan) /
Increase
(Decrease)
Nilai kini liabilitas
imbalan pasti/
Present value of
defined benefits
obligation
Tingkat diskonto 1,00% 347 Discount rate
-1,00% 431
Tingkat kenaikan gaji 1,00% 431 Salary increment rate
-1,00% 346

Kelompok Usaha tidak menghadapi risiko signifikan terkait program imbalan kerja, atas perubahan asumsi di atas.

Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan total yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas imbalan kerja untuk Perusahaan.

The Group was not exposed to a number of significant risks related to its employee benefit plans, from the changes assumptions above.

The following tables summarize the components of employee benefits expense recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and amounts recognized in the consolidated statement of financial position as employee benefits liability for the Company.

dinyatakan lain)

28. 28.

Beban imbalan kerja

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sehubungan dengan liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

(a) (a) Employee benefits expense

Amounts recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in respect to this employee benefits liability for the years ended December 31, 2020 and 2019 as follow:

2020 2019
Beban yang diakui dalam laba rugi : Expense recognized in profit or loss:
Biaya jasa kini 48 52 Current-service cost
Biaya bunga 27 17 Interest cost
Total 75 69 Total
(b)
Liabilitas imbalan kerja
- -
(b) Employee benefits liability
Liabilitas imbalan kerja karyawan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019
adalah sebagai berikut:
Employee
benefits
liability
for
the
years
ended
December 31, 2020 and 2019 as follow:
2020 2019
Nilai kini liabilitas kewajiban kerja 385 335 Present value of benefits liabilty
Nilai wajar atas aset program
Liabilitas imbalan kerja
-
385
-
-
335
(0)
Fair value of plant assets
Employee benefits liability

Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:

2020 2019
Saldo awal 335 206 Beginning balance
Beban imbalan kerja karyawan 75 69 Employee benefits expense
Rugi (penghasilan) Other comprehensive
komprehensif lain 140 60 loss (income)
Realisasi pembayaran manfaat (165) - Actual benefits payments
Saldo Akhir 385 335 Ending Balance

Movements of employee benefits liability were as follows:

2020 2019
Saldo awal 335 206 Beginning balance
Beban imbalan kerja karyawan 75 69 Employee benefits expense
Rugi (penghasilan) Other comprehensive
komprehensif lain 140 60 loss (income)
Realisasi pembayaran manfaat (165) - Actual benefits payments
Saldo Akhir 385 335 Ending Balance

dinyatakan lain)

28. 28.

Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)

Movements of the present value of the employee benefits liability were as follows:

2020 2019
Nilai kini liabilitas imbalan kerja Present value of employee benefits
pada awal tahun 335 206 liability at beginning of the year
Biaya jasa kini 48 52 Current-service cost
Biaya bunga 27 17 Interest cost
Pengukuran kembali dari : Remeasurements from :
Keuntungan (kerugian) aktuarial Actuarial gain (losses)
yang timbul dari : arisig from:
Perubahan dalam asumsi changes in actuary
aktuaris asumption
Beban komprehensif lain 140 60 Other comprehensive loss
Imbalan yang dibayar (165) - Benefit paid
Nilai Kini Liabilitas Imbalan Present Value of Employee
Kerja Pada Akhir Tahun 385 335 Benefits Liability at End of Year

Jadwal jatuh tempo dari liabilitas imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2020:

The maturity profile of defined benefits obligation as of December 31, 2020:

Perusahaan /
The Company
Dalam waktu 12 bulan berikutnya Within the next 12 months
(periode laporan tahunan (the next period yearly
berikutnya) - report)
Antara 1 dan 3 tahun 48 Between 1 and 3 years
Antara 3 dan 5 tahun - Between 3 and 5 years
Antara 5 dan 10 tahun - Between 5 and 10 years
Di atas 10 tahun 337 Beyond 10 years
Total 385 Total

Perbandingan nilai kini liabilitas imbalan kerja, dan penyesuaian yang timbul akibat perbedaan antara asumsi aktuarial dan kenyataan selama lima (5) tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Comparison of the present value of employee benefits liability, and the experience adjustments (the effects of differences between the previous actuarial assumptions and what has actually occurred) over the last five (5) years were as follows:

2020 2019 2018 2017 2016
Nilai kini liabilitas Present value of employee
kewajiban kerja (385) (335) (206) (1.095) (767) benefit liability
Penyesuaian dalam Adjustment on
liabilitas (246) 125 (952) 450 (4.106) liability

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. 29.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 :

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN KEUANGAN FINANCIAL INSTRUMENTS

The following table presents the carrying amounts and the estimated fair values: of the financial instruments carried in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019 :

31 Desember 2020 /
December 31, 2020
Nilai Tercatat/
Carrying Nilai Wajar/
Akun Amounts Fair Values Accounts
Aset Keuangan Financial Assets
Diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi Measured at amortized Cost
Kas 30 30 Cash on hand
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivables
Kas di bank 379 379 Cash in bank
Piutang usaha 1.005 1.005 Trade receivables
Total Aset Keuangan 1.414 1.414 Total Financial Assets
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi Measured at amortized Cost
Utang usaha 436.272 436.272 Trade payables
Utang lain-lain 148.306 148.306 Other payables
Beban akrual 227.675 227.675 Accrued expenses
Utang pihak berelasi atas Due to related parties from
penerbitan wesel senior 4.944.536 4.944.536 issuance senior bonds
Utang pihak berelasi 47.272 47.272 Due to related parties
Utang yag diselesaikan Settlement of payables
melalui PKPU 10.425.250 10.425.250 through PKPU
Total Liabilitas Keuangan 16.229.311 16.229.311 Total Financial Liabilities

31 Desember 2019/

Nilai Tercatat/
Carrying
Amounts Accounts
Financial Assets
Measured at amortized Cost
31 31 Cash on hand
December 31, 2019 Nilai Wajar/
Fair Values

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

29. 29.

INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

31 Desember 2019/
December 31, 2019
Akun Nilai Tercatat/
Carrying
Amounts
Nilai Wajar/
Fair Values
Accounts
Pinjaman yang diberikan
dan piutang Loans and receivables
Kas di bank 835 835 Cash in bank
Investasi jangka pendek - Short-term investments
Kas yang dibatasi
penggunaannya 40 40 Restricted cash
Piutang usaha 2.360 2.360 Trade receivables
Jaminan 529 529 Security deposits
Total Aset Keuangan 3.795 3.795 Total Financial Assets
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi Measured at amortized Cost
Utang usaha 423.938 423.938 Trade payables
Utang lain-lain 148.955 148.955 Other payables
Beban akrual 225.923 225.923 Accrued expenses
yang akan dilepas 8.364.732 8.364.732 to be disposed
Utang pihak berelasi 47.098 47.098 Due to related parties
Utang yag diselesaikan Settlement of payables
melalui PKPU 10.425.250 10.425.250 through PKPU
Total Liabilitas Keuangan 19.635.896 19.635.896 Total Financial Liabilities

Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek : Short-term financial assets and liabilities :

Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, kas yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual).

Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka dalam jangka pendek (Level 2).

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value:

Short-term financial instruments with remaining maturities of one (1) year or less (cash and cash equivalents, trade receivables, restricted cash., shortterm investments, trade payables, other payables and accrued expenses).

These financial instruments approximate to their carrying amounts largely due to their short-term maturities (Level 2).

dinyatakan lain)

29. 29.

Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang : Long-term financial assets and liabilities :

a) a) Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel yang tidak dikuotasikan (pinjaman jangka panjang dan utang sewa pembiayaan).

Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama (Level 2).

b) b) Liabilitas keuangan yang dikuotasikan dalam pasar aktif (aset keuangan tersedia untuk dijual dan wesel senior).

Nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual ditentukan dengan mengacu pada harga pasar terakhir.

Nilai wajar dari Wesel Senior yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan mengacu pada harga pasar yang berlaku (Level 1).

c) c)

Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat berdasarkan nilai nominal dikurangi penurunan nilai.

Tabel di atas ini menganalisis instrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan tingkatan penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:

  • a) a) harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Level 1);
  • b) b) input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung (Level 2); dan
  • c) c) input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

Unquoted long-term fixed-rate and variable-rate financial liabilities (long-term loan and finance lease payables).

The fair values of these financial liabilities are determined by discounting future cash flows using applicable rates from observable current market transactions for instruments with similar terms, credit risk and remaining maturities (Level 2).

Financial instruments quoted on an active market (available-for-sale financial asset and senior notes).

The fair value of available-for-sale financial asset is determined based on the latest published quoted price.

The fair value of the Senior Notes issued by the Group that are traded on an active market is determined with reference to their quoted market prices (Level 1).

Aset keuangan jangka panjang Long-term financial assets

Other non-current financial assets that are not stated at quoted market price and whose fair value cannot be reliably measured without incurring excessive costs are carried at their nominal amounts less any impairment losses.

The table above analyzes the financial instruments measured at fair value by level of valuation method. The different levels of valuation methods have been defined as follows:

  • quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1);
  • inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly or indirectly (Level 2); and
  • inputs are unobservable inputs for the asset or liability (Level 3).

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 30. 30.

Kelompok Usaha dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit, risiko mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen risiko Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko ini dan meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan mereka tahun-tahun sebelumnya.

Manajemen risiko keuangan berada dibawah pengawasan langsung oleh Direksi dan terutama oleh Chief Financial Officer (CFO). CFO memiliki pusat departemen keuangan berikut kebijakan yang telah disetujui oleh Divisi Manajemen Risiko dan Direksi. Departemen ini mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko keuangan dalam kerjasama yang erat dengan unit-unit operasi Perusahaan. Divisi Manajemen Risiko dan Direksi menentukan prinsip manajemen risiko keuangan secara keseluruhan, serta kebijakan pada area tertentu, seperti risiko mata uang asing, risiko tingkat suku bunga, risiko kredit, penggunaan instrumen keuangan derivatif dan non-derivatif, dan investasi atas kelebihan likuiditas.

a. a.

Eksposur Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan eksposur maksimum sebesar nilai tercatat aset keuangan Kelompok Usaha, sebagai berikut:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

The Group is affected by various financial risks, including credit risk, foreign currency risk, interest rate risk and liquidity risk. The Group's overall risk management objectives are to effectively manage these risks and minimize potential adverse effects on its previous years of financial performance.

Financial risk management is under the direct supervision of the Board of Directors and especially the Chief Financial Officer (CFO). The CFO has a central treasury department that follows policies approved by the Risk Management Division and Board of Directors. The department identifies and evaluates financial risks in close cooperation with the Company's operating units. The Risk Management Division and Board of Directors determine the principles for overall financial risk management, as well as policies covering specific areas, such as foreign currency risk, interest rate risk, credit risk, use of derivative and non-derivative financial instruments, and investment in excess of liquidity.

Risiko kredit Credit risk

The Group's exposure to credit risk arises from the default of other parties, with maximum exposure equal the carrying amount of its financial assets, as follows:

2020 2019
Kas dan setara kas Cash and cash equivalents
(kecuali kas) 379 835 (except cash on hand)
Kas yang dibatasi penggunaannya - 40 Restricted cash
Piutang usaha 1.005 2.360 Trade receivables
Jaminan - 529 Security deposits
Total 1.384 3.764 Total

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Kelompok Usaha mempunyai kebijakan dan prosedur kredit untuk memastikan evaluasi kredit yang berkesinambungan dan pemantauan saldo secara aktif. Kelompok Usaha mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank dan aset derivatif dengan memonitor reputasi, peringkat kredit dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan terkait dengan piutang usaha, hal ini disebabkan keragaman pelanggan.

Analisis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai adalah sebagai berikut:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

The Group has in place credit policies and procedures to ensure the ongoing credit evaluation and active account monitoring. The Group manages credit risk exposed from their deposits with banks and derivative assets by monitoring reputation, credit ratings and limiting the aggregate risk to any individual counterparty. There are no significant concentration of credit risk with respect to trade receivables due to its diverse customer base.

The analysis of the age of financial assets that were not yet due or not impaired and past due as at the end of the reporting period but not impaired was as follows:

31 Desember 2020 / December 31, 2020

Belum Jatuh
Tempo
Telah Jatuh Tempo tetapi Tidak Mengalami
Penurunan Nilai / Past Due but Not Impaired
ataupun
Mengalami
Penurunan
Nilai/
Neither
Past Due
nor
Impaired
Kurang
dari 3
bulan/
Less
than 3
months
3 bulan
6 bulan/
3
months
6
months
6 bulan - 1
tahun/6
months - 1
year
Lebih
dari 1
tahun
/over
1
year
Total /
Total
Cash and cash
Kas dan setara kas equivalents (except
(kecuali kas) 379 - - - - 379 cash on hand)
Piutang usaha - - - - 619 619 Trade receivables
Jaminan - - - - 529 529 Security deposits
Total 379 - - 1.148 1.527 Total

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

30. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

31 Desember 2019 / December 31, 2019
Belum Jatuh
Tempo
Telah Jatuh Tempo tetapi Tidak Mengalami
Penurunan Nilai / Past Due but Not Impaired
ataupun
Mengalami
Penurunan
Nilai/
Neither
Past Due
nor
Impaired
Kurang
dari 3
bulan/
Less
than 3
months
3 bulan
6 bulan/
3
months
6
months
6 bulan - 1
tahun/6
months - 1
year
Lebih
dari 1
tahun
/over
1
year
Total /
Total
Kas dan setara kas Cash and cash
equivalents (except
(kecuali kas) 835 - - - 835 cash on hand)
Kas yang dibatasi
penggunaannya 40 - - - - 40 Restricted cash
Piutang usaha - - - 2360 2.360 Trade receivables
Jaminan - - - 529 529 Security deposits
Total 875 - - - 2.889 3.764 Total

Manajemen melakukan penilaian atas kualitas kredit counterparties karena tidak ada peringkat kredit eksternal yang tersedia dan terpenuhi, dimana tidak terdapat risiko signifikan yang terkait dengan mereka.

b. b.

Kelompok Usaha terekspos risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dari transaksi, aset dan liabilitas tertentu dalam Dolar AS yang timbul karena aktivitas pendanaan dan kegiatan operasional sehari-hari.

Kelompok Usaha memonitor dan mengelola risiko ini dengan menyepadankan liabilitas keuangan dalam mata uang asing dengan aset keuangan dalam mata uang asing terkait dan melakukan pembelian atau penjualan mata uang asing saat diperlukan.

The management assessed the credit quality of the counterparties for which no external credit rating is available and is satisfied, that there is no significant risk associated with them.

Risiko mata uang asing Foreign currency risk

The Group is exposed to changes in foreign currency exchange rates primarily from certain transactions, assets and liabilities in US Dollar which arise from financing activities and daily operations.

The Group monitors and manages the risk by matching the foreign currency financial liabilities with relevant foreign currency assets and buying or selling foreign currencies at spot rate when necessary.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 30. 30.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019, Kelompok usaha memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

As of December 31, 2020 and December 31, 2019, the Group had monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows:

2020 2019
Aset Assets
Kas Cash
Dolar AS 51 49 US Dollar
Piutang usaha Trade receivables
Dolar AS - - US Dollar
Kas yang dibatasi
penggunaannya Restricted fund
Dolar AS - 40 US Dollar
Total Aset 51 89 Total Assets
Liabilitas Liabilities
Utang usaha Trade payables
Dolar AS dan mata uang lain 81.200 57.179 US Dollar and other currencies
Utang lain-lain Other payables
Dolar AS 269 4.331 US Dollar
Utang pihak berelasi Due to related party
Dolar AS 12.086 11.912 US Dollar
Liabilitas entitas anak Liabilities of the subsidiary
yang akan dilepas to be disposed
Dolar AS - 8.364.732 US Dollar
Utang yang diselesaikan Settlement payables
mealui PKPU through PKPU
Dolar AS dan mata uang lain 6.725.637 2.885.375 US Dollar and other currencies
Total Liabilitas 6.819.192 11.323.529 Total Liabilities
Liabilitas Neto (6.819.141) (11.323.439) Liabilities-Net

Berdasarkan estimasi manajemen, sampai dengan tanggal pelaporan Kelompok Usaha berikutnya, kurs Rupiah terhadap Dolar AS dapat melemah/menguat 5% dibandingkan kurs pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Jika nilai tukar mata uang Rupiah Indonesia berlanjut melemah/menguat 5% terhadap mata uang Dolar AS yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2020 dengan seluruh variabel lain tetap, maka rugi sebelum pajak penghasilan pada tahun 2020 masing-masing akan berupa peningkatan/penurunan sekitar Rp486,1 miliar.

Based on management's estimate, until the Group's next reporting date, the exchange rate of Rupiah against US Dollar may weaken/strengthen by 5%, compared to the exchange rate as of December 31, 2020 and 2019.

If the extent the Indonesian Rupiah had weakened/strehgthened by 5% against US Dollar at December 31, 2020 with all other variables held constant, the 2020 loss before income tax would have been an increase/a decrease of approximately Rp486.1 billion, respectively.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

Jika nilai tukar mata uang Rupiah Indonesia berlanjut melemah/menguat 5% terhadap mata uang Dolar AS yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2019 dengan seluruh variable lain tetap, maka rugi sebelum pajak penghasilan pada tahun 2019 masing-masing akan berupa peningkatan/penurunan sekitar Rp498,5 miliar.

c. c. Risiko tingkat suku bunga Interest rate risk

Eksposur Kelompok Usaha terhadap risiko tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan pinjaman serta aset dan liabilitas berbunga. Kebijakan Kelompok Usaha adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling menguntungkan.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019, Kelompok Usaha tidak memiliki saldo aset dan liabilitas dengan tingkat suku bunga mengambang yang material.

d. d.

Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati termasuk mengatur kas dan setara kas yang cukup untuk menunjang aktivitas usaha secara tepat waktu. Kelompok Usaha mengatur keseimbangan antara kesinambungan kolektibilitas dan fleksibilitas piutang melalui penggunaan utang bank dan pinjaman lainnya.

Tabel di bawah menunjukkan analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Kelompok Usaha dalam rentang waktu yang menunjukkan jatuh tempo kontraktual untuk semua liabilitas keuangan nonderivatif yang diperlukan dalam pemahaman jatuh tempo kebutuhan arus kas. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto (yang terdiri dari saldo pokok terutang). Utang yang diselesaikan melalui PKPU sebagian akan diselesaikan melalui penerbitan Mandatory Convertible Bond .

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

If the extent the Indonesian Rupiah had weakened/strehgthened by 5% against US Dollar at December 31, 2019 with all other variables held constant, the 2019 loss before income tax would have been an increase/a decrease of approximately Rp498.5 billion, respectively.

The Group's exposure to interest rate risk relates primarily to its borrowing obligations and interestbearings assets and liabilities. The Group's policies are to obtain the most favorable interest rates available.

As of December 31, 2020 and December 31, 2019, the Group did not have material balances of assets and liabilities with floating interest rates.

Risiko likuiditas Liquidity risk

Prudent liquidity risk management implies maintaining sufficient cash and cash equivalents to support business activities on a timely basis. The Group maintains a balance between continuity of accounts receivable collectability and flexibility through the use of bank loans and other borrowings.

The following table analyzes the Group's financial liabilities into relevant maturity groupings based on their contractual maturities for all non-derivative financial liabilities which are essential in understanding the timing of cash flows requirements. The amounts disclosed in the table are the contractual undiscounted cash flows (consisting of outstanding principal balance). Settlement of payables through PKPU will be settled partially by issuing Mandatory Convertible Bonds.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

30. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

December 31, 2020 / December 31, 2020
Nilai arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto/
Contractual undiscounted cash flow amounts
Nilai
tercatat/
Carrying
amounts
Total/
Total
S/d 1
tahu
n/
With -
in 1
year
Lebih dari 1 tahun
sampai 5 tahun/ After 1
year but not more than 5
years
Lebih dari 5
tahun/ More
than 5
years
Utang usaha dan Trade and other
utang lain-lain 584.578 584.578 584.578 - payables
Beban akrual 227.676 227.676 - - 227.676 Accrued expenses
Due to
Utang pihak berelasi 47.272 47.272 - 47.272 - related parties
Settlements
Utang yang diselesaikan of payables
melalui PKPU 10.425.250 10.425.250 - - 10.425.250 through PKPU
Total 11.284.776 11.284.776 - 631.850 10.652.926 Total
December 31, 2019 / December 31, 2019
Nilai arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto/
Contractual undiscounted cash flow amounts
Nilai
tercatat/
Carrying
amounts
Total/
Total
S/d 1
tahu
n/
With -
in 1
year
Lebih dari 1 tahun
sampai 5 tahun/ After 1
year but not more than 5
years
Lebih dari 5
tahun/ More
than 5
years
Utang usaha dan Trade and other
utang lain-lain 581.097 581.097 581.097 - payables
Beban akrual 225.923 225.923 - - 225.923 Accrued expenses
Due to
Utang pihak berelasi 47.098 47.098 - 47.098 - related parties
Settlements
Utang yang diselesaikan of payables
melalui PKPU 14.087.743 14.087.743 - - 14.087.743 through PKPU
Total 14.941.861 14.941.861 - 628.195 14.313.666 Total

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 30. 30.

Pengelolaan Permodalan Capital Management

Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk memastikan bahwa dipertahankannya peringkat kredit yang kuat dan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung kelancaran usahanya dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham. Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Agar dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau tingkat pengembalian modal atau menerbitkan surat saham. Tidak ada perubahan dalam tujuan, kebijakan dan proses dan sama seperti penerapan tahun-tahun sebelumnya.

Kelompok Usaha memonitor struktur modalnya dengan menggunakan rasio utang terhadap modal dimana total utang dibagi dengan total modal. Total utang ini adalah utang pokok dari pinjaman yang berbunga dan total modal adalah total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

RUGI NETO PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK 31. 31.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

The main objective of the Group's capital management is to ensure that it maintains a strong credit rating and healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value. The Group manages its capital structure and makes adjustments with respect to changes in economic conditions and the characteristics of its business risks. In order to maintain and adjust its capital structure, the Group may adjust the amount of dividend payments to shareholders, return capital structure or issue shares certificates. No changes have been made in the objectives, policies and processes as they have been applied in previous years.

The Group monitors its use of capital structure using a debt-to-equity ratio which is total debt divided by total equity. Total debt represents interest bearing borrowings, while equity represents total equity attributable to owners of the parent.

LOSS PER SHARE ATTRIBUTABLE TO THE OWNERS OF PARENTS

2020 2019
Rugi neto diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk
(108.268) 7.280 Net loss atributable to the owners
of parents
Jumlah rata-rata tertimbang saham
per saham dasar (angka penuh)
36.773.904.635 36.773.904.635 Weghted average number of
ordinary shares (full amount)
Rugi Per Saham Dasar
(dalam satuan penuh)
(2,94) 0,20 Basic Loss Per Share
(in full amout)

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. 32.

Kelompok Usaha hanya mempunyai satu segmen usaha yaitu jasa telekomunikasi dan teknologi informasi yang dipertimbangkan sebagai segmen primer.

Rincian pendapatan jasa telekomunikasi dan teknologi informasi berdasarkan jenis jasa layanan adalah sebagai berikut:

2020 2019
Pendapatan jasa telekomunikasi
dan teknologi informasi
10.037 9.775 Revenue from telecommunication
services and information technology
Lain-lain (masing-masing dibawah
Rp 1 milliar)
500 500 Others (each below Rp 1 billion)
Total 10.537 10.275 Total

33. 33.

a. a. Izin Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar Melalui Jaringan bergerak Seluler

Pada tanggal 17 April 2015, Perusahaan memperoleh Izin Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar Melalui Jaringan Bergerak Seluler berdasarkan Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika No. 186 tahun 2015 tentang "Izin Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar Melalui Jaringan Bergerak Seluler PT Bakrie Telecom Tbk".

Lisensi ini diberikan untuk menyelenggarakan Jasa Teleponi Dasar Melalui Jaringan Bergerak seluler dengan Wilayah Penyelenggaraan Nasional. Izin ini dilakukan evaluasi setiap tahun dan evaluasi secara menyeluruh dilakukan setiap lima (5) tahun.

b. b. Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (ISP)

Pada tanggal 2 Maret 2007, Perusahaan memperoleh Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Service Provider ) dengan wilayah layanan nasional berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 053/DIRJEN/2007 tentang "Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet PT Bakrie Telecom Tbk". Izin penyelenggaraan jasa ISP ini dilakukan evaluasi setiap tahun dan evaluasi secara menyeluruh setiap lima (5) tahun. Evaluasi terbaru dibuat pada tahun 2012.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

INFORMASI SEGMEN SEGMENT INFORMATION

The Group has only one business segment, i.e. telecommunication services and and information technology, which are considered as a primary segment.

The details of telecommunication and information technology service revenues by service type are as follows:

2020 2019
Pendapatan jasa telekomunikasi
dan teknologi informasi
10.037 9.775 Revenue from telecommunication
services and information technology
Lain-lain (masing-masing dibawah
Rp 1 milliar) 500 500 Others (each below Rp 1 billion)

LISENSI JASA TELEKOMUNIKASI TELECOMMUNICATION SERVICE LICENSE

License for Basic Telephony Services Through Cellular Mobile Network

On April 17, 2015, the Company obtained Operational License for Basic Telephony Services Through Cellular Mobile Network based on the Decree of Director General of Post and Information No. 186 year 2015 regarding "License for the Basic Telephony Services Through Cellular Mobile Network PT Bakrie Telecom Tbk".

This license was granted for Basic Telephony Services through cellular mobile network with national service area coverage. The license will be evaluated annually and will be fully evaluated every five (5) years.

License for Operation of Internet Service Provider (ISP)

On March 2, 2007, the Company obtained a License for Operational Internet Service Provider with nationwide coverage, based on Decision Letter of the Director General Post and Telecommunication No. 053/DIRJEN/2007 regarding "License for Operation of Internet Service Provider PT Bakrie Telecom Tbk." The ISP license will be evaluated annually and will be fully evaluated every five (5) years. The most recent evaluation was conducted in 2012.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. 34.

Perusahaan memiliki perjanjian dan ikatan yang signifikan, sebagai berikut:

a. a. PT Bakrie Swasakti Utama (Pihak

Perusahaan menandatangani perjanjian sewa dengan PT Bakrie Swasakti Utama untuk sewa kantor dan lahan parkir untuk satu (1) tahun.

Perjanjian tersebut dapat diperbaharui kembali setelah tanggal perjanjian berakhir. Jumlah beban sewa setiap tahun disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian yang diungkapkan dalam (Catatan 27).

Pada tanggal 1 Oktober 2014, Perusahaan memperpanjang perjanjian sewa dengan PT Bakrie Swasakti Utama dari tanggal 1 September 2014 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2015 yang dapat diperpanjang kembali setelah tanggal perjanjian berakhir. Harga sewa baru untuk luas area 6.559,99 m2 adalah sebesar Rp471,9 juta.

Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan menandatangani perjanjian pengalihan pengelolaan ruang usaha sektor utara Rasuna Office Park dari PT Provices Indonesia ke PT Bakrie Swasakti Utama dari tanggal 3 Juni 2014 sampai dengan tanggal 2 Januari 2015. Biaya iuran pengelolaan per bulan yang harus dibayar Perusahaan adalah sebesar Rp30,25 ribu per meter dengan luas area 1.665 m2 atau sebesar Rp50,4 juta per bulan (Catatan 27).

Perusahaan juga menandatangani pengalihan perjanjian pengelolaan ruang usaha sektor selatan Rasuna Office Park dari PT Provices Indonesia ke PT Bakrie Swasakti Utama dari tanggal 1 Maret 2014 sampai dengan 31 Desember 2014. Biaya iuran pengelolaan per bulan yang harus dibayar Perusahaan adalah sebesar Rp30 ribu per meter dengan luas area 937 m2 atau sebesar Rp28,3 juta per bulan (Catatan 27).

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

PERJANJIAN DAN IKATAN YANG SIGNIFIKAN SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS

The Company had outstanding significant agreements and commitments, as follows:

PT Bakrie Swasakti Utama (Related Party)

The Company entered into a rental agreement with PT Bakrie Swasakti Utama for the lease of certain office and parking spaces with one (1) year term.

The agreement subject to renewal after the expiry date. The amount of the rental expense for every year presented in the consolidated financial statements is disclosed in (Note 27).

On October 1, 2014, the Company extended its rental agreement with PT Bakrie Swasakti Utama from September 1, 2014 until August 31, 2015 subject to renewal after the expiry date. The new rental per month amounted to Rp471,9 million for a total area of 6,559.99 m2.

On December 31, 2013, the Company entered into an agreement to transfer building management of the northern sector of Rasuna Office Park from PT Provices Indonesia to PT Bakrie Swasakti Utama from June 3, 2014 until January 2, 2015. Service charges per square meter amounted to Rp30.25 thousand for a total area of 1,665 m2 or amounting to Rp50.4 million per month (Note 27).

The Company also entered into an agreement to transfer the building management of the southern sector Rasuna Office Park from PT Provices Indonesia to PT Bakrie Swasakti Utama from March 1, 2014 until December 31, 2014. Service charges per meter amounted to Rp30 thousand for a total area of 937 m2 amounting to Rp28.3 million per month (Note 27).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. 34. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS PERJANJIAN DAN IKATAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pada tanggal 25 September 2014, Perusahaan memperpanjang perjanjian sewa dengan PT Bakrie Swasakti Utama dari tanggal 1 September 2014 sampai dengan tanggal 28 Februari 2015 yang dapat diperpanjang kembali setelah tanggal perjanjian berakhir. Harga sewa baru untuk luas area 459,74 m2 adalah sebesar Rp32,9 juta per bulan. Sampai dengan tanggal laporan ini, proses perpanjangan perjanjian sewa masih dalam proses penandatanganan.

b. b. Perjanjian Penggabungan Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi

Perusahaan mengadakan Perjanjian Penggabungan Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi ("Perjanjian") dengan pihak ketiga, PT Smartfren Telecom Tbk ("SF"), pada tanggal 30 Oktober 2014.

Berdasarkan Perjanjian, hak pita frekuensi radio yang sebelumnya dipegang oleh Perusahaan akan digabungkan kepada hak pita frekuensi radio yang dipegang oleh SF berdasarkan ketentuan Surat Keputusan Menkominfo No. 932 tanggal 26 September 2014. Selanjutnya, Perusahaan dapat mempergunakan pita frekuensi radio tersebut dengan skema sewa menyewa jaringan telekomunikasi dengan SF.

Berdasarkan Perjanjian, Perusahaan akan memperoleh kompensasi sebagai berikut:

  • a. a. Perusahaan akan memperoleh saham SF sejumlah 1.000.000.000 saham.
  • b. b. Perusahaan akan memperoleh dana sebesar Rp500 miliar dari SF untuk digunakan sebagai pembayaran Biaya Frekuensi Terutang, yang akan dibayarkan SF kepada Perusahaan pada tahun ke lima setelah tanggal efektif dari Perjanjian.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

(continued)

On September 25, 2014, the Company extended its rental agreement with PT Bakrie Swasakti Utama from September 1, 2014 until February 28, 2015, subject to renewal after expiry date. The new rental change amounted to Rp32.9 million per month for a total area of 459.74 m2. As of the date of this report, the extension of the rental agreement is still in the process of signing.

Joint Agreement Implementation of Telecommunication Network Business Activities

On October 30, 2014, the Company entered into a joint agreement implementation of Telecommunication Network Business Activities with PT Smartfren Telecom Tbk ("SF"), a third party.

In accordance with the Agreement, the radio frequency previously held by the Company will be merged with that held by SF based on the Menkominfo Decision Letter No. 932 dated September 26, 2014. Furthermore, the Company is allowed to use the radio frequency by using telecommunication network rental scheme with SF.

Based on the Agreement, the Company will receive the following compensation:

  • The Company will receive 1,000,000,000 shares of SF.
  • The Company will receive funds of Rp500 billion from SF to be used as Payment of Frequency Fees Payable, which will be paid by SF to the Company on the fifth anniversary of the effective date of the Agreement.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PERJANJIAN DAN IKATAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Dana tersebut akan diterima dan dimiliki penuh oleh Perusahaan, dan akan digunakan senilai klaim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ("KOMINFO") atas jumlah sisa Biaya Frekuensi Terutang oleh Perusahaan yang masih belum dibayar pada saat ulang tahun kelima setelah tanggal efektif, apabila ada. Pembayaran tersebut sepenuhnya untuk kepentingan dan atas nama Perusahaan sebagai pemenuhan kewajiban pembayaran Biaya Frekuensi Terutang.

Perusahaan akan menyewa jaringan telekomunikasi milik SF guna melaksanakan kegiatan usahanya dalam bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi, setelah tanggal efektif dari Perjanjian.

Pada tanggal 31 Desember 2014, nilai tercatat izin pita frekuensi radio adalah nihil, sehingga Perusahaan mencatat imbalan yang diterima dari SF sebesar Rp591 miliar sebagai hasil kerjasama penggabungan kegiatan usaha penyelenggara jaringan telekomunikasi.

c. c. Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan

Perusahaan mengadakan Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan Telekomunikasi ("Perjanjian Sewa") dengan pihak ketiga, PT Smartfren Telecom Tbk ("SF") pada tanggal 30 Oktober 2014. Berdasarkan Perjanjian Sewa tersebut, Perusahaan akan menyewa jaringan telekomunikasi yang digunakan dan dioperasikan oleh SF, guna melaksanakan kegiatan Perusahaan dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi.

Jangka waktu atas Perjanjian Sewa ini berlaku selama tiga tahun sejak Perjanjian Sewa ini ditandatangani. Jangka waktu sewa ini dapat diperpanjang berdasarkan syaratsyarat dan ketentuan-ketentuan yang disetujui bersama antara Perusahaan dan SF.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. 34. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

The funds will be received and fully owned by the Company, and will be used for claim from the Ministry of Communications and Information of the Republic of Indonesia ("KOMINFO") for the remaining Frequency Fee Payable by the Company that remain unpaid at the time of the fifth anniversary of the effective date, if any. The payment made is solely for the benefit and on behalf of the Company as the fulfillment of payment obligations of Frequency Fee Payable.

The Company will rent telecommunication networks of SF in order to carry out its business activities in the telecommunication services after the effective date of the Agreement.

As of December 31, 2014, the carrying amount of the radio frequency was nil. Therefore, the Company recognized compensation received from SF amounting to Rp591 billion as proceeds from merger activity for telecommunication network service.

Lease Agreement Telecommunication Networks

On October 30, 2014, the Company entered into Lease Agreement telecommunication Networks ("Lease Agreement") with PT Smartfren Telecom Tbk ("SF"), a third party. In accordance with the Lease Agreement, SF is willing to lease the telecommunications network that is used and operated by SF for the Company's operation as a telecommunications provider.

The Lease Agreement is effective for three years from signing of the Lease Agreement. The duration of the lease can be extended based on the terms and conditions mutually agreed between the Company and SF.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. PERJANJIAN DAN IKATAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Jumlah sewa yang harus dibayar oleh Perusahaan kepada SF setiap bulannya selama jangka waktu sewa adalah sebesar Rp30 miliar. Denda keterlambatan pembayaran sewa sebesar 1% per hari akan dikenakan kepada Perusahaan, apabila terdapat keterlambatan pembayaran sewa.

Perjanjian sewa tersebut telah diperbaharui dengan amandemen yang ditandatangani pada tanggal 22 Desember 2015, No. 088A/Commercial/Smartfren /Amd I –BTEL/XII/15 dengan jumlah sewa yang harus dibayar oleh Perusahaan kepada SF setiap bulannya sebesar Rp27 miliar. Perjanjian sewa ini mulai berlaku tiga bulan sejak tanggal 1 Januari 2016 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama antara Perusahaan dan SF.

d. d.

Perusahaan mengadakan suatu perjanjian jual beli bersyarat (call and put option agreement) dengan McBeal Development Ltd tertanggal 2 April 2015 dimana Perusahaan dan calon pembeli dapat melakukan jual beli saham PT Smartfren Telecom Tbk ("SF") yang dimiliki oleh Perusahaan dengan harga dan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian dan dapat di-exercise sewaktuwaktu.

Opsi tersebut telah di-exercise pada tanggal 25 September 2015 sebanyak 1.000.000.000 lembar saham atau sekitar 0,97% dari seluruh saham disetor PT Smartfren Tbk ("SF") dengan nilai USD10 juta atau setara dengan Rp146.650 juta.

e. e. Madison Pacific Trust Limited (sebelumnya dengan Credit Suisse )

Pada tanggal 30 Agustus 2012, Perusahaan menandatangani perjanjian pinjaman dengan Credit Suisse (Singapura) Limited , sebagai facility agent , dengan jumlah fasilitas pinjaman sebesar USD50 juta untuk jangka waktu delapan belas (18) bulan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 11,5% per tahun.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

The amount of rental to be paid every month by the Company to SF during the term of the lease is equal to Rp30 billion. The Company will be charged 1% of rental fee per day for any delay in rental payments.

The Lease Agreement was renewed with the amendment that was signed on December 22, 2015 No. 088A/Comercial/Smartfren/Amd I -BTEL/XII/15, with the amount of rental to be paid every month by the Company to SF is equal to Rp27 billion. The Lease Agreement is effective for three-month period from January 1, 2016, and can be renewed based on mutually agreed between the Company and SF.

Perjanjian Jual Beli Bersyarat Call and Put Option Agreement

The Company have entered into a conditional sales and purchase agreement (call and put option agreement) with McBeal Development Ltd dated April 2, 2015 whereby the Parties may proceed with the sales and purchase of PT Smartfren Telecom Tbk ("SF") shares under the call and put option agreement and can be exercised at any time.

The option to sell has been exercised on September 25, 2015 the whole 1,000,000,000 shares or approximately 0.97% of issued shares of PT Smarfren Telecom Tbk ("SF") with total value amounting to USD10 million or equal to Rp146,650 million.

Madison Pacific Trust Limited (previously with Credit Suisse)

On August 30, 2012, the Company entered into a credit agreement with Credit Suisse (Singapore) Limited, as the facility agent, with loan facility amounting to USD50 million that will be payable in eighteen (18) months. This loan bears interest of 11.5% per annum.

dinyatakan lain)

34. PERJANJIAN DAN IKATAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

Pemberi pinjaman atas pinjaman ini adalah Orchard Centar Master Limited , Orchard Dejima Limited dan Milton Global Resources Limited dengan nilai pinjaman masing-masing sebesar USD26 juta, USD4 juta dan USD20 juta. Pada tanggal 4 Juli 2014, facility agent atas pinjaman ini berubah dari dengan Credit Suisse (Singapura) Limited menjadi Madison Pacific Trust Limited ("MPTL"). Perubahan ini telah diketahui dan disetujui bersama antara Perusahaan sebagai peminjam dengan para pemberi pinjaman.

Pada tanggal 9 Desember 2014, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili permohonan PKPU oleh Netwave terhadap Perusahaan telah mengeluarkan keputusan yang mengesahkan (Homologasi) Perjanjian Perdamaian dalam PKPU antara Perusahaan dan para kreditornya (Catatan 15 dan 35).

UTANG 35. 35.

Pada tanggal 23 Oktober 2014, PT Netwave Multimedia (Netwave) mengajukan permohonan PKPU terhadap Perusahaan dengan register perkara No. 59/Pdt.Sus/PKPU/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst sebagai akibat dari tidak dibayarkannya utang jatuh tempo Perusahaan terhadap Netwave Rp4,7 miliar. Pada rapat kreditor tanggal 8 Desember 2014 yang dilaksanakan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah dilakukan pembahasan dan pemungutan suara (voting) kreditor atas Rencana Perdamaian yang diajukan oleh Perusahaan dan sebagian besar kreditor konkuren Perusahaan atau sejumlah 94,56% kreditor konkuren telah memberikan suara setuju atas Rencana Perdamaian tersebut.

Pada tanggal 9 Desember 2014, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili permohonan PKPU oleh Netwave terhadap Perusahaan telah mengeluarkan keputusan yang mengesahkan (Homologasi) Perjanjian Perdamaian dalam PKPU antara Perusahaan dan para kreditornya.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS (continued)

The original lenders of this loan are Orchard Centar Master Limited, Orchard Dejima Limited and Milton Global Resources Limited in the amount of USD26 million, USD4 million and USD20 million, respectively. On July 4, 2014, the facility agent of this loan changed from Credit Suisse (Singapore) Limited to Madison Pacific Trust Limited ("MPTL"). This change was acknowledged and agreed together with the Company as borrower and lenders

On December 9, 2014, the judges of the Commercial Court in Central Jakarta District Court and the PKPU adjudicators of Netwave petition against the Company issued a decision officially approving in PKPU, the Amicable Settlement Agreement between the Company and its creditors (Notes 15 and 35).

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT

On October 23, 2014, PT Netwave Multimedia (Netwave) filed PKPU petition against the Company under case register No. 59/Pdt.Sus/PKPU/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst as a result of non-payment of overdue payables to Netwave by the Company amounting to Rp4.7 billion. At the creditors meeting on December 8, 2014 held in the Commercial Court of the Central Jakarta District Court, discussions were held and creditors voted on the Amicable Settlement Plan proposed by the Company, with the majority, or 94.56% of the unsecured creditors of the Company voting in favor of the Amicable Settlement Plan.

On December 9, 2014, the judges of the Commercial Court in Central Jakarta District Court and the PKPU adjudicators of Netwave petition against the Company issued a decision officially approving in PKPU, the Amicable Settlement Agreement between the Company and its creditors.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

Selanjutnya berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dalam Perjanjian Perdamaian ini Perusahaan dan para kreditor dengan ini saling menyetujui hal-hal yang telah diatur didalam Rencana Perdamaian, antara lain sebagai berikut:

    1. 1. Perjanjian Perdamaian ini dibuat dengan mempertimbangkan dan mendasarkan kepada keadaan kegiatan usaha Perusahaan saat ini, Perjanjian Penggabungan Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi antara Perusahaan dengan PT Smartfren Telecom Tbk tanggal 30 Oktober 2014, Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan Telekomunikasi antara Perusahaan dengan PT Smartfren Telecom Tbk tanggal 30 Oktober 2014, dan keadaan pasar, serta kedudukan para kreditor Perusahaan sehubungan dengan jaminan-jaminan yang dimiliki oleh kreditor separatis dan syaratsyarat dan ketentuan-ketentuan yang relevan dengan jaminan-jaminan yang diberikan tersebut.
    1. 2.

Perusahaan akan berusaha mengalokasikan Sisa Kas Operasional (di luar Utang Baru dan penerbitan Saham Baru) dari kegiatan usaha utama Perusahaan ke dalam suatu rekening Perusahaan dan akan dipergunakan dengan urutan skala prioritas sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam perjanjian PKPU.

  1. 3. Perjanjian Perdamaian ini tidak mengikat atau tidak berlaku terhadap pembayaran atau pelaksanaan kewajiban-kewajiban Perusahaan kepada setiap pihak yang terkait dengan pelaksanaan Perjanjian Penggabungan Kegiatan Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi antara Perusahaan dengan PT Smartfren Telecom Tbk tanggal 30 Oktober 2014 dan Perjanjian Sewa Menyewa Jaringan Telekomunikasi antara Perusahaan dengan PT Smartfren Telecom Tbk tanggal 30 Oktober 2014 berikut seluruh perjanjian turutannya (apabila ada). Pengesampingan terhadap Kewajiban Lain. Waiver of Other Obligations.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Furthermore, based on the aforementioned, in Amicable Settlement Agreement, the Company and the creditors mutually agree with the terms that have been set out in the Amicable Settlement Agreement, among others, as follows:

  • Amicable Settlement Agreement was made in consideration of and based on the current condition of the Company's operations, the Agreement of Business Activity Merger of Telecommunication Network Implementation between the Company and PT Smartfren Telecom Tbk dated October 30, 2014, Agreement of Telecommunication Network Lease between the Company and PT Smartfren Telecom Tbk dated October 30, 2014, and the market condition, as well as the position of the creditors in connection with the guarantees held by secured creditors, and the terms and conditions relevant to the guarantees given.
  • Cash Waterfall. Cash Waterfall.

The Company will attempt to allocate the Remaining Amount of Cash Operations from the Company's main business activities (outside New Debt and the issuance of New Shares) in the accounts of the Company and which will be used in accordance with the order of priorities as required by the PKPU settlement agreement.

The Amicable Settlement Agreement is not binding and does not apply to payments or implementation of the obligations of the Company to any parties related to the Agreement of Business Activity Merger of Telecommunication Network Implementation between the Company and PT Smartfren Telecom Tbk dated October 30, 2014 and Agreement of Telecommunication Network Lease Agreement between the Company and PT Smartfren Telecom Tbk dated October 30, 2014 following the entire agreement and its other related agreements (if any).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan)

    1. 4. Seluruh bunga, penalti dan/atau denda yang telah timbul sampai dengan Tanggal Homologasi akibat Utang Perusahaan akan dihapuskan seluruhnya, kecuali diatur sebaliknya secara tegas dan khusus oleh Perusahaan dalam Perjanjian Perdamaian ini.
    1. 5.
  • 1) 1) belum teridentifikasi sampai Perjanjian Perdamaian ini dihomologasi; atau
  • 2) 2) belum teridentifikasi sampai Perjanjian Perdamaian ini dihomologasi; atau
  • 3) 3) yang baru teridentifikasi setelah Perjanjian Perdamaian ini dihomologasi namun tagihan tersebut berasal dari atau timbul karena kondisi, perbuatan hukum, permulaan atau rangkaian kejadian, atau ketentuan hukum yang terdapat sebelum Perjanjian Perdamaian ini dihomologasi yang terdapat putusan badan peradilan atau badan arbitrase yang berkekuatan okum tetap yang diakui oleh hukum Indonesia;

maka tagihan-tagihan lain sebagaimana disebut di atas (disebut "Utang Diluar Verifikasi") akan tunduk pada ketentuan sebagai berikut:

  • a) a) tagihan tersebut dapat diterima oleh Perusahaan namun harus sesuai dengan prinsip akuntansi Indonesia (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan/PSAK) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
  • b) b) hanya ketika ketentuan tersebut di atas telah terpenuhi dan tagihan diterima dan diakui kemudian oleh Perusahaan, maka tagihan tersebut akan dibayar Perusahaan mulai tahun ke-31 setelah Tanggal Homologasi.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • All interest, penalties and/or fines related to the Company's Debts that have been incurred up to the Official Approval of Settlement Agreement Date will be entirely eliminated, except as otherwise expressly and specifically stated by the Company in the Amicable Settlement Agreement.
  • Terhadap tagihan-tagihan lain yang: With regard to other outstanding bills that:
  • have not been identified in the Amicable Settlement Agreement; or
  • have not been identified in the Amicable Settlement Agreement; or
  • those newly identified after the Amicable Settlement Agreement but that came from or arose out of conditions, legal acts, the beginning or a series of events, or laws that occurred before this Amicable Settlement Agreement obtained the binding of the court and arbitration body's decision as recognized by the laws of Indonesia;

the other outstanding bills as referred to above (referred as "Verification of Outside Debt") will be subject to the following conditions:

  • the outstanding bills may be accepted by the Company but must be in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia (Indonesian Financial Accounting Standards/PSAK) and the prevailing laws; and
  • only when the above conditions have been met and the outstanding bill is accepted and recognized later by the Company, then the bill will be paid by the Company starting in the 31st year after the Official Approval of Settlement Agreement Date.

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN 35. UTANG (lanjutan)

  • A. A. Utang Usaha Rp1 sampai dengan Rp3 miliar (utang kategori Tranche A), Perusahaan akan melakukan pembayaran tunai atas utang dengan ketentuan sebagai berikut:
  • a) a) Utang Usaha Rp1 sampai dengan Rp3 miliar, pembayaran akan dicicil dan akan dibayar selambatlambatnya sampai bulan ke-84 setelah Tanggal Homologasi.
  • b) b) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Utang Usaha Rp1 sampai dengan Rp3 miliar (utang kategori Tranche A), maka sisa nilai utang yang tidak terbayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran utang pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai tanggal jatuh tempo terakhir.
  • c) c) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa utang sesuai dengan jadwal pada butir b) sampai dengan tanggal jatuh tempo terakhir, maka atas sisa utang tersebut akan dibayarkan paling lambat pada akhir tahun ke-15 setelah Tanggal Homologasi.
  • B. B. Utang Usaha diatas Rp3 miliar dalam mata uang selain Rupiah (utang kategori Tranche C) dan Utang Usaha di atas Rp3 miliar dalam mata uang Rupiah (utang kategori Tranche D)
  • Nilai Utang Usaha sampai dengan Rp3 miliar pertama akan dibayarkan sesuai ketentuan Perjanjian Perdamaian di atas.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Utang Usaha Trade Payables

  • For Trade Payables of Rp1 up to Rp3 billion (debt category Tranche A), the Company will make a cash payment on the payables under the following conditions:
  • For Trade Payables of Rp1 up to Rp3 billion, the payment will be paid in installments and will be paid no later than the 84th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay Trade Payables of Rp1 to Rp3 billion (debt category Tranche A), then the payment of residual value of the payables remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with payable payments on the next due date, and this will continue until the final maturity date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the remaining amounts of payables in accordance with the schedule in point b) as at the final maturity date, then the remaining amounts of payables will be paid no later than the end of the 15th year after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • Trade Payables above Rp3 billion in currencies other than Rupiah (debt category Tranche C) and Trade Payables above Rp3 billion in Indonesian Rupiah (debt category Tranche D)
    1. 1. Trade Payables up to Rp3 billion will be paid in accordance with the aforementioned Amicable Settlement Agreement.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali

dinyatakan lain)

CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 2. 30% dari sisa Utang Usaha setelah dikurang nilai sesuai butir 1) akan dibayarkan secara tunai ("Porsi Tunai") dengan dicicil dan akan dibayar selambat-lambatnya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi.
    1. 3. Perusahaan akan memberikan bunga atas Porsi Tunai utang kategori Tranche C sebesar 4% per tahun dan untuk Porsi Tunai utang kategori Tranche D sebesar 6% per tahun, yang akan dibayarkan dengan mengikuti jadwal pembayaran Porsi Tunai di atas.
    1. 4. 70% dari sisa Utang Usaha setelah dikurang nilai sesuai butir 1) akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) Perusahaan yang berjangka waktu 10 tahun terhitung sejak Tanggal Efektif dengan harga pelaksanaan Rp2 ratus/saham dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas berikut perubahan dan/atau tambahannya ("UUPT").
    1. 5. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Porsi Tunai beserta bunganya yang diatur dalam Perjanjian Perdamaian di atas, maka sisa nilai Porsi Tunai dan bunganya yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Porsi Tunai pada tanggal jatuh tempo berikutnya, dan demikian selanjutnya sampai tanggal jatuh tempo terakhir.
  • OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • Of the remaining amounts of Trade Payables, 30% after deduction of the amounts as mentioned in point 1) will be paid in cash with installments ("Cash Portion") and will be paid not later than the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • The Company will provide interest on Cash Portion of Tranche C category at 4% per year and for the Cash Portion of Tranche D category at 6% per year, which will be paid by following the above Cash Portion payment schedule.
  • Of the remaining amounts of Trade Payables, 70% after deduction of the amounts, as mentioned in point 1) will be paid by Mandatory Convertible Bond (MCB-A) of the Company with a maturity of 10 years from the Effective Date at an exercise price of Rp2 hundred/share having regard to the provisions of the Capital Market Regulation and provisions of Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies and its changes and/or enhancements ("UUPT").
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Cash Portion and its interest set out in the aforementioned Amicable Settlement Agreement, then payment of the residual value of Cash Portion and its interest that remain unpaid on any maturity date will be deferred and combined with the Cash Portion payment on the next due date, and this will continue until the final maturity date.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali

dinyatakan lain)

CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 6. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa Porsi Tunai dan bunga yang belum dibayarkan pada jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 5) di atas sampai dengan bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi ("Sisa Porsi Tunai") maka Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu lima (5) tahun setelah bulan ke-66 tersebut secara prorata setiap tahunnya.
    1. 7. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai pada setiap saat jatuh tempo sebagaimana dimaksud pada butir 6) di atas, maka Sisa Porsi Tunai yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Sisa Porsi Tunai pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).
    1. Jika setelah pengeluaran / 8. pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai dengan jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 7) di atas, maka atas Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) Perusahaan yang berjangka waktu dua (2) tahun dengan tata cara dan harga pelaksanaan konversi minimal sesuai dengan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the residual value of the Cash Portion and unpaid interest in accordance with the schedule referred to in point 5) above as at the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement ("Remaining Cash Portion") then the Remaining Cash Portion shall be paid within a period of five (5) years after the 66th month on a pro rata basis each year.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion at any maturity date as referred to in point 6) above, then payment of the unpaid Remaining Cash Portion will be deferred and combined with the Remaining Cash Portion payments on the next due date, and will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion at any maturity date as referred to in point 7) above, then the unpaid Remaining Cash Portion will be paid by Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) of the Company with a maturity of two (2) years with the procedures and minimum conversion exercise price in accordance with the applicable provisions of the Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

  1. 9. Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai pokok 70% sebagaimana dimaksud pada butir 4) di atas, yang akan dikonversi menjadi saham sesuai ketentuan di atas.

Utang Tower Provider (Penyedia Menara)

Berikut adalah ketentuan restrukturisasi untuk Utang Tower Provider atas sewa tower yang telah jatuh tempo, belum dibayarkan, dan timbul sampai dengan tanggal 10 November 2014:

  • A. A. Utang Rp1 sampai dengan Rp3 miliar (utang kategori Tranche A)
  • 1) 1) Utang Rp1 sampai dengan Rp3 miliar pembayaran akan dicicil dan akan dibayar selambat-lambatnya sampai bulan ke-84 setelah Tanggal Homologasi.
  • 2) 2) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar utang sebagaimana dimaksud pada Perjanjian Perdamaian (utang kategori Tranche A), maka sisa nilai utang yang tidak terbayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran utang pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai tanggal jatuh tempo terakhir.
  • 3) 3) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa utang sesuai dengan jadwal pada butir 2) sampai dengan tanggal jatuh tempo terakhir, maka atas sisa utang tersebut akan dibayarkan paling lambat pada akhir tahun ke-15 setelah Tanggal Homologasi.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

The Company does not provide interest on the principal amount of the 70% as referred to in point 4) above, which will be converted into shares in accordance with the above.

Tower Provider Payables (Tower Provider)

The debt restructuring provisions on Tower Provider Payables for tower rentals that have matured, but are unpaid up to November 10, 2014:

  • Payables of Rp1 up to Rp3 billion (debt category of Tranche A)
  • Payables Rp1 up to Rp3 billion the payment will be paid in installments and will be paid no later than the 84th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement there are insufficient funds to pay payables as set forth in the Amicable Settlement Agreement, (debt category Tranche A), then payment of the residual value of the payables remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with the payable payments on the next due date, and this will continue until final maturity date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the remaining amounts of payables in accordance with the schedule as referred to in point 2) as at the final maturity date, then the remaining unpaid amounts of the payables will be paid no later than end of the 15th year after the Official Approval of Settlement Agreement Date.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan)

  • B. B.
  • 1) 1) Nilai utang sampai dengan Rp3 miliar pertama akan dibayarkan sesuai ketentuan Perjanjian Perdamaian di atas.
  • 2) 2) 30% dari sisa utang setelah dikurang nilai sesuai butir 1) di atas (utang kategori Tranche D), berikut dengan bunga sebesar 6% per tahun dari nilai tersebut akan dibayarkan secara tunai ("Porsi Tunai") dengan dicicil dan akan dibayar selambatlambatnya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi.
  • 3) 3) 70% dari sisa utang setelah dikurangi nilai sesuai butir 1) di atas akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) Perusahaan yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Efektif dengan harga pelaksanaan konversi Rp2 ratus/saham dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
  • 4) 4) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Porsi Tunai yang diatur dalam Perjanjian Perdamaian di atas, maka sisa nilai Porsi Tunai yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Porsi Tunai pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan tanggal jatuh tempo terakhir.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT

otherwise stated)

Utang diatas Rp3 miliar Payables above Rp3 billion

(continued)

  • Payables up to Rp3 billion will be paid in accordance with the aforementioned Amicable Settlement Agreement.
  • Of the remaining amounts of payables, 30% after deduction of the amounts as mentioned in point 1) (debt category Tranche D), including its interest at 6% per year will be paid in cash in installments ("Cash Portion") and will be paid no later than the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • Of the remaining amounts of payables, 70% after deduction of the amounts as mentioned in point 1) above will be paid by Mandatory Convertible Bond (MCB-A) of the Company with a maturity of 10 years from the Effective Date at an exercise price of Rp2.0 hundred/ share having regard to the provisions of the Capital Market Regulation and provisions of UUPT.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Cash Portion as set forth in the aforementioned Amicable Settlement Agreement, then payment of the residual value of Cash Portion remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with the Cash Portion payment on the next due date, and this will continue until the final maturity date.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali

dinyatakan lain)

CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35.

  • 5) 5) Jika setelah pengeluaran /pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa Porsi Tunai dan bunga sampai dengan bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi ("Sisa Porsi Tunai") maka Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu lima (5) tahun setelah bulan ke-66 tersebut secara prorata setiap tahunnya.
  • 6) 6) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai sesuai jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 5) di atas maka Sisa Porsi Tunai yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya.

Dan digabungkan dengan pembayaran Sisa Porsi Tunai pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).

7) 7) Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai sampai dengan akhir tahun ke-5 sebagaimana dimaksud pada butir 6), maka atas Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) Perusahaan yang berjangka waktu dua (2) tahun dengan tata cara dan harga pelaksanaan konversi minimal sesuai dengan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the residual value of Cash Portion and its interest as at the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date ("Remaining Cash Portion") then the Remaining Cash Portion shall be paid within a period of five (5) years after the 66th month on a pro rata basis each year.
  • If after spending/ payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion at any maturity date as referred to in point 5) above, then payment of the unpaid Remaining Cash Portion will be deferred.

And combined with Remaining Cash Portion payments on the next due date, and will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).

If after spending/ payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion as at the end of the 5th year as referred to in point 6) above, then the Remaining Cash Portion will be paid by Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) of the Company with a maturity of two (2) years with the procedures and minimum conversion exercise price in accordance with the applicable provisions of the Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

  • 8) 8) Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai pokok 70% sebagaimana dimaksud pada butir 3) di atas, yang akan dikonversi menjadi saham sesuai ketentuan di atas.
  • C. C.

Berikut adalah ketentuan restrukturisasi untuk Utang Tower Provider atas nilai sewa untuk sisa masa sewa tower berdasarkan perjanjian sewa tower yang telah ada antara Perusahaan dengan masing-masing kreditor atas Utang Tower Provider yang dihitung sejak tanggal 10 November 2014 sampai dengan akhir masa sewa tower sesuai masing-masing perjanjian sewa tersebut:

  • 1) 1) 100% dari nilai sisa masa sewa akan ditukar dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun yang diterbitkan oleh Perusahaan pada Tanggal Efektif dengan harga pelaksanaan konversi Rp2 ratus/saham, dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
  • 2) 2) Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai yang akan ditukar menjadi MCB-A sesuai ketentuan di atas.
  • D. D.

Kreditor atas Utang Tower Provider dapat menghentikan layanan penggunaan tower yang disewa oleh Perusahaan akhir bulan Juni 2015, kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan dan kreditor atas Utang Tower Provider terkait.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • The Company does not provide interest on the principal amount of 70% as referred to in point 4) above, which will be converted into shares in accordance with the above.
  • Sisa Masa Sewa The Remaining Lease Period

The debt restructuring provisions of Tower Provider Payables for the remaining term of the tower lease based on the existing tower lease agreements between the Company and each of the creditors on Tower Provider Payables calculated from November 10, 2014 through the end of the lease term in accordance with respective tower lease agreement are as follows:

  • The total amount (100%) of the remaining term of the lease will be exchanged for Mandatory Convertible Bond (MCB-A) for a period of ten (10) years issued by the Company on the Effective Date at the conversion price of Rp2 hundred/share, having regard to the provisions of Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • The Company does not provide interest on the amount to be exchanged into MCB-A according to the above provisions.
  • Penghentian Fasilitas Penyediaan Tower Termination of Tower Provider Facilities

Creditors of Tower Provider Payables may terminate the usage service of leased tower by the Company by at the latest June 2015, unless otherwise determined by the Company and its creditors in relation to Tower Provider Payables.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

Utang Biaya Hak Penggunaan (BHP) dan Universal Service Obligation (USO) the Universal Service Obligation (USO)

    1. 1. Utang Pokok BHP dan USO adalah utang yang diakui Perusahaan secara tertulis sampai dengan tanggal 10 November 2014 ("Utang Pokok BHP"), terdiri atas:
  • a. a.
  • b. b.
  • c. c.
  • d. d.
    1. 2. Dalam hal terdapat kelebihan pembayaran atas Utang Pokok BHP, maka kelebihan pembayaran tersebut akan diperhitungkan sebagai pembayaran cicilan Utang Pokok BHP berikutnya.
    1. 3. Pembayaran Utang Pokok BHP Frekuensi Pita, Utang BHP Frekuensi ISR, Utang BHP Frekuensi Telekomunikasi dan Utang USO akan dicicil dan akan dibayar selambatlambatnya sampai bulan ke-10 setelah Tanggal Homologasi.
    1. 4. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar utang yang diatur dalam butir 3) di atas, maka sisa utang yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran utang pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan tanggal jatuh tempo terakhir. Apabila masih terdapat sisa utang yang belum dibayarkan setelah tahun ke-10 setelah Tanggal Homologasi maka sisa utang tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu lima (5) tahun berikutnya secara prorata setiap tahunnya.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Payables on Fee of Right to Use (BHP) and

  • BHP and USO Principal Payables represent payables that are recognized by the Company in writing up to November 10, 2014 ("BHP Principal Payables"), consisting of:
  • Utang BHP Frekuensi Pita. BHP Frequency Band Payables.
  • Utang BHP Frekuensi ISR. BHP Frequency ISR Payables.
  • Utang BHP Telekomunikasi. BHP Telecommunication Payables.
  • Utang USO. USO Payables.
  • In the event of excess payment of BHP Principal Payables, the excess will be included in the next repayment installments of BHP Principal Payables.
  • Principals of BHP Frequency Band Payables, BHP Frequency ISR Payables, BHP Frequency Telecommunications Payables and USO Payables will be paid in installments and will be paid no later than the 10th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the payables as referred to in point 3) above, then payables remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with payables payment on the next due date, and this will continue until final maturity date. If there are remaining payables after the 10th year after the Official Approval of Settlement Agreement Date then these remaining payables will be paid within a period of five (5) years on a pro rata basis each year.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35.

    1. 5. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar utang sesuai jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 4) di atas maka sisa utang yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran sisa utang pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).
    1. 6. Dalam hal terdapat penjaminan atas pembayaran Utang Pokok BHP dan penjaminan tersebut kemudian jatuh tempo dan diefektifkan/dicairkan sebelum jadwal pembayaran Utang Pokok BHP tersebut di atas berakhir, maka jadwal pembayaran tersebut tidak berlaku lagi kecuali masih terdapat sisa Utang Pokok BHP terkait yang jadwal pembayarannya tetap akan merujuk pada jadwal pembayaran Utang Pokok BHP sebagaimana ketentuan dalam Perjanjian Perdamaian ini.
  • A. A. Pembayaran Utang Dana Hasil Wesel Senior akan dilakukan oleh Perusahaan dengan cara sebagai berikut:

    1. 1. 30% dari Utang Dana Hasil Wesel Senior (utang kategori Tranche C) akan dibayarkan secara tunai ("Porsi Tunai") dengan dicicil dan akan dibayar selambat-lambatnya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi.
    1. 2. Perusahaan akan memberikan bunga atas Porsi Tunai untuk utang kategori Tranche C sebesar 4%, yang akan dibayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran sebagaimana dimaksud pada butir 1) di atas.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the payables based on schedule as referred in point 4), then payables remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with payables payment on the next due date, and this will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).
  • In the event of a guarantee given for payment of BHP Principal Payables and the guarantee then matures and is effected before the aforementioned BHP Principal Payables repayment schedule expires, the payment schedule is no longer valid unless related BHP Principal Payables remain that still refer to the BHP Principal Payables repayment schedule as stipulated in the Amicable Settlement Agreement.

Utang Dana Hasil Wesel Senior Payables on Proceeds from Senior Notes

  • Payables on Proceeds from the Senior Notes will be made by the Company in the following manner:
  • Of Payables on Proceeds from Senior Notes (debt category Tranche C), 30% will be paid in cash ("Cash Portion") in installments and will be paid no later than the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • The Company will provide interest at 4% on Cash Portion of debt category Tranche C, which will be paid in accordance with the payment schedule referred to in point 1) above.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 3. 70% dari Utang Afiliasi akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) Perusahaan yang berjangka waktu sepuluh (10) tahun terhitung sejak Tanggal Efektif dan dapat diperpanjang oleh Perusahaan dengan harga pelaksanaan konversi Rp200/saham, dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
    1. 4. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Porsi Tunai beserta bunganya yang diatur dalam butir 1) di atas, maka sisa nilai Porsi Tunai dan bunganya yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Porsi Tunai pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian seterusnya.
    1. 5. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa Porsi Tunai dan bunganya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi ("Sisa Porsi Tunai") maka Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah bulan ke-66 tersebut secara prorata setiap tahunnya.
    1. 6. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai sampai dengan tanggal jatuh tempo sesuai jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 5) di atas, maka Sisa Porsi Tunai yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Porsi Tunai pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • Of the Affiliate Payables, 70% will be paid by Mandatory Convertible Bond (MCB-A) of the Company with a maturity of ten (10) years from the Effective Date and may be extended by the Company at the conversion price of Rp200/share, having regard to the provisions of Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Cash Portion and its interest as mentioned in point 1) above, then payment of the residual value of Cash Portion that remains unpaid on any maturity date will be deferred and combined with Cash Portion payment on the next due date, and this will continue until final maturity date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the residual value of the Cash Portion and its interest as at the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date ("Remaining Cash Portion") then the Remaining Cash Portion shall be paid within a period of five (5) years after the 66th month on a pro rata basis each year.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion at any maturity date as referred to in point 5) above, then payment of the unpaid Remaining Cash Portion will be deferred and combined with the Remaining Cash Portion payments on the next due date, and will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).

dinyatakan lain)

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan)

    1. 7. Jika setelah pengeluaran / pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai setelah akhir tahun ke-5 sebagaimana dimaksud pada butir 6), maka atas Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/ Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) Perusahaan yang berjangka waktu dua (2) tahun dengan tata cara dan harga pelaksanaan konversi minimal sesuai dengan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
    1. 8. Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai pokok 70% sebagaimana dimaksud pada butir 3) di atas, yang akan dikonversi menjadi saham sesuai ketentuan di atas.
    1. 9. Jika diperlukan, Perusahaan akan berusaha meminta atau melakukan upaya/tindakan yang diperlukan agar dilaksanakan penyelesaian/pembayaran atas Utang Dana Hasil Wesel Senior sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian ini, termasuk namun tidak terbatas pada tindakan dan ketentuan, antara lain sebagai
  • a) Secara khusus meminta a) perhatian pengadilan bahwa, dalam rangka memenuhi ketentuan Securities Acts Amerika Serikat, diperkenankan untuk berpedoman pada pengecualian terhadap pendaftaran berdasarkan Pasal 3(a)(10) dari Securities Acts 1933 Amerika Serikat, dimana, Pasal 3(a)(10) mengizinkan suatu proses pengadilan di luar Amerika Serikat (dalam hal ini, proses PKPU Perusahaan) untuk melakukan suatu pertukaran Wesel Senior dengan pemegang Wesel Senior yang berada di Amerika Serikat jika memenuhi syarat-syarat tertentu. berikut:

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued) 35.

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion as at the end of the 5th year as referred to in point 6) above, then the Remaining Cash Portion will be paid by Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) of the Company with a maturity of two (2) years with the procedures and minimum conversion exercise price in accordance with the applicable provisions of the Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • The Company does not provide interest on the principal amount of 70% as referred to in point 3) above, which will be converted into shares in accordance with the above.
  • If necessary, the Company will attempt to solicit or make efforts/actions needed to be implemented for settlement/payment of Payables on Proceeds from Senior Notes in accordance with the provisions of the Amicable Settlement Agreement, including but not limited to the following acts and provisions, among others:
  • In particular call to the attention of the court that, in order to comply with the United States Securities Acts, it be allowed to be guided by the exceptions to the registration pursuant to Article 3(a)(10) of the 1933 United States Securities Act, whereby Article 3(a)(10) permits a court outside the United States (in this case, the PKPU process of the Company) to conduct an exchange of Senior Notes by the holders of such Notes who are in the United States providing they meet certain conditions.

dinyatakan lain)

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan)

  • b) b) Atas Porsi Tunai dapat diterbitkan sebagai surat berharga yang diterbitkan oleh Perusahaan dan ditawarkan kepada para pemegang Wesel Senior sebagai pertukaran (exchange offer) berdasarkan peraturan pasar modal yang berlaku, termasuk pengecualian pendaftaran yang sesuai berdasarkan Securities Acts Amerika Serikat. Surat berharga yang baru dapat memiliki ketentuan dan persyaratan tambahan sebagaimana akan disetujui oleh pemegang Wesel Senior, dengan ketentuan tidak bertentangan dengan Perjanjian Perdamaian ini.
  • c) c) Apabila ada pemegang Wesel Senior yang tidak bersedia untuk melepaskan tagihan berdasarkan hukum manapun, maka mereka tidak berhak untuk menerima surat berharga baru.

Ketentuan ini secara khusus tidak mengurangi hak Perusahaan untuk meminta pengakuan atas proses PKPU ini berdasarkan Pasal 15 Bankruptcy Code Amerika Serikat atau setiap ketentuan lain dari hukum nasional manapun yang mengizinkan pengakuan atas proses pengadilan asing.

d) d) Melakukan upaya yang wajar agar Pemegang Wesel Senior asing dapat dihubungi melalui sistem kliring. Namun demikian, jika ada Pemegang Wesel Senior asing yang tidak dapat dihubungi atau tidak memberikan dokumentasi yang diperlukan untuk menerima surat berharga baru dalam waktu enam (6) bulan sejak pemberitahuan, maka seluruh hak mereka akan gugur.

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • The Cash Portion may be exchanged for new securities issued by the Company and offered to holders of Senior Notes based on the prevailing capital market regulations, including the appropriate registration exemption under the United States Securities Acts, The new securities may have additional terms and conditions as shall be approved by the holders of the Senior Notes, and the provisions do not conflict with this Amicable Settlement Agreement.
  • If there are any holders of Senior Notes who are not willing to relinquish any claim under the law, then they are not entitled to receive new securities.

This provision specifically does not reduce the Company's right to request recognition of this PKPU process under Article 15 United States Bankruptcy Code or any other provision of any national law that allow the recognition of the foreign court.

Make a reasonable effort so that foreign holders of Senior Notes may be contacted through the clearing system. However, if there is a foreign holder of Senior Notes that cannot be contacted or does not provide the necessary documentation to receive new securities within six (6) months from the notification, then all their rights will be void.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

  1. 10.

  2. a) a) Utang Dana Hasil Wesel Senior adalah utang Perusahaan kepada BTPL sebesar USD380 juta berdasarkan Intercompany Loan Agreement dan Supplemental Intercompany Loan Agreement masing-masing tertanggal 7 Mei 2010 dan 27 Januari 2011 ("Intercompany Loan Agreement") dimana Perusahaan sebagai peminjam dan BTPL sebagai pemberi pinjaman.

  3. b) b) Dana Hasil Wesel Senior yang diperoleh Perusahaan berdasarkan Intercompany Loan Agreement merupakan dana hasil penerbitan Wesel Senior yang harus diberikan oleh BTPL dalam bentuk pinjaman kepada Perusahaan melalui Intercompany Loan , sesuai dengan ketentuan dalam Offering Memorandum USD250 Million 11.5% Guaranteed Senior Notes Due 2015 dan USD130 Million Senior Notes at 107% yang diterbitkan oleh BTPL.
  4. c) c) Dengan di-homologasi-nya Perjanjian Perdamaian ini yang juga mencakup skema atau pola penyelesaian Utang Dana Hasil Wesel Senior oleh Perusahaan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian ini.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • Untuk menghindari keragu-raguan: For the avoidance of doubt:
  • Payables on Proceeds from Senior Notes are Payables of the Company to BTPL amounting to USD380 million based on the Intercompany Loan Agreement and Supplemental Intercompany Loan Agreement, dated May 7, 2010 and January 27, 2011, respectively, ("Intercompany Loan Agreement"), wherein the Company is the borrower and BTPL the lender.
  • Proceeds from the Senior Notes were acquired by the Company based on the Intercompany Loan Agreement as the proceeds from the Senior Notes to be provided by BTPL in the form of loans to the Company through Intercompany Loan in accordance with the provisions of the Offering Memorandum, being USD250 million 11.5% Senior Guaranteed Notes Due 2015 and USD130 million Senior Notes at 107%, issued by BTPL.
  • With the Amicable Settlement Agreement, which also includes a scheme or pattern of settlement of Payables on Proceeds from Senior Notes by the Company.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk (Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali

dinyatakan lain)

DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

Maka terhitung sejak Tanggal Homologasi tersebut, Perusahaan tidak lagi memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh perjanjian atau dokumen yang terkait dengan penerbitan Wesel Senior yang menjadi berakhir, termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan seluruh jaminan yang ada dalam rangka penerbitan Wesel Senior, yaitu jaminan perusahaan (Corporate Guarantee) yang diberikan oleh Perusahaan, jaminan yang diberikan oleh Para Penjamin, serta jaminan lainnya apabila ada. Dalam hal terdapat putusan badan peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan diakui oleh hukum Indonesia yang menyatakan Perusahaan dan Para Penjamin wajib melaksanakan pembayaran akibat pencairan setiap jaminan yang diberikan dalam penerbitan Wesel Senior maka pembayaran kewajiban tersebut akan dilakukan Perusahaan dengan mengikuti ketentuan Perjanjian Perdamaian ini dan porsi pembayaran kewajiban tersebut akan mengurangi porsi pembayaran terhadap Utang Dana Hasil Wesel Senior secara sama besar.

Utang Afiliasi akan dibayarkan dengan cara sebagai berikut:

    1. 1. 100% dari Utang Afiliasi akan ditukar dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) Perusahaan yang berjangka waktu 10 tahun terhitung sejak Tanggal Efektif dengan harga pelaksanaan konversi Rp2 ratus/saham dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
    1. 2. Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai sebagaimana dimaksud pada butir 1) di atas yang akan dikonversi menjadi MCB-A sesuai ketentuan di atas.

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Then starting from the Official Approval of Settlement Agreement Date, the Company no longer has an obligation to fulfill the entire agreements or documents associated with the issuance of the Senior Notes, which were automatically terminated, including but not limited to compliance with all existing collateral for issuance of the Senior Notes, which are Corporate Guarantee provided by the Company, the guarantee given by the Guarantor, as well as other guarantees, if any. In the event of a court decision that is legally binding and recognized by Indonesian law, which rules that the Company and the Guarantor shall make payment due to execution of any guarantees given in the issuance of Senior Notes, the payment obligations of the Company will be carried out by following the provisions of the Amicable Settlement Agreement and the portion of payment obligations will reduce the portion of payment to Payables on Proceeds from Senior Notes in the same amount. payment to Payables on Proceeds from Senior Notes in the same amount.

Utang Afiliasi Affiliate Payables

Affiliate Payables will be paid under the following scheme:

  • All the Affiliate Payables (100%) will be exchanged for the Mandatory Convertible Bond (MCB-A) of the Company with a maturity of 10 years from the Effective Date of conversion at an exercise price of Rp2 hundred/share having regard to the provisions of Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • The Company does not provide interest on the amount of payables as referred to in point 1) to be exchanged into MCB-A according to the above provisions.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

35. GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan)

Utang dengan Jaminan (Utang Kategori Tranche B)

    1. 1. Terhadap Utang dengan Jaminan dalam Perjanjian Perdamaian ini yang diperhitungkan dan diakui adalah seluruh nilai utang pokoknya saja.
    1. 2. Seluruh jumlah Utang dengan Jaminan akan dibayarkan secara tunai dengan dicicil dan akan dibayar selambatlambatnya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi.
    1. 3. Perusahaan akan memberikan bunga atas Utang dengan Jaminan sebesar 4% yang akan dibayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran sebagaimana dimaksud pada butir 2) di atas.
    1. 4. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Utang dengan Jaminan beserta bunganya yang diatur dalam butir 2) dan 3), maka sisa nilai Utang dengan Jaminan dan bunganya yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran berikutnya pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian seterusnya.
    1. 5. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa Utang dengan Jaminan dan bunga yang belum dibayarkan setelah bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi ("Sisa Utang dengan Jaminan") maka Sisa Utang dengan Jaminan tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu lima (5) tahun secara prorata setiap tahunnya.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless

otherwise stated)

35. OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Payables with Collateral (Debt Category Tranche B)

  • Payables with Collateral in the Amicable Settlement Agreement are included and recognized only for their principal amounts.
  • The entire amounts of Payables with Collateral will be paid in cash by installments and will be paid no later than the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • The Company will provide interest at 4% on Payables with Collateral, which will be paid in accordance with the payment schedule referred to in point 2) above.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay Payables with Collateral and associated interest as referred in points 2) and 3), then payment of the residual value of Payables with Collateral and associated interest remaining unpaid on any maturity date will be deferred and combined with payment on the next due date, and this will continue.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the residual value of Payables with Collateral and associated interest as at the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date ("Remaining Payables With Collaterals") then the Remaining Payables with Collateral shall be paid within a period of five (5) years after the 66th month on a pro rata basis each year.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 6. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar, Sisa Utang dengan Jaminan pada saat jatuh tempo sesuai jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 5) di atas, maka Sisa Utang dengan Jaminan yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Utang dengan Jaminan pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).
    1. 7. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Utang dengan Jaminan, dan setelah akhir tahun ke-5 sebagaimana dimaksud pada butir 6) di atas masih terdapat Sisa Utang dengan Jaminan yang belum terbayarkan, maka atas Sisa Utang dengan Jaminan tersebut akan dibayarkan dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) Perusahaan yang berjangka waktu dua (2) tahun yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan tata cara dan harga pelaksanaan konversi minimal sesuai dengan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.

Utang Akibat Derivatif (utang kategori Tranche C)

    1. 1. 30% dari sisa Utang Akibat Derivatif akan dibayarkan secara tunai ("Porsi Tunai") dengan dicicil dan akan dibayar selambat-lambatnya sampai bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi.
    1. 2. Perusahaan akan memberikan bunga atas Porsi Tunai 4% per tahun yang akan dibayarkan dengan mengikuti jadwal pembayaran sebagaimana dimaksud pada butir 1) di atas.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Payables with Collateral at any maturity date as referred to in point 5) above, then payment of the unpaid Remaining Payables with Collateral will be deferred and combined with Remaining Payables with Collateral on the next due date, and will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Payables with Collateral as at the end of the 5th year as referred to in point 6) above, then the Remaining Payables with Collateral will be paid by Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) of the Company with a maturity of two (2) years with the procedures and minimum conversion exercise price in accordance with the applicable provisions of the Capital Market Regulation and the provisions of UUPT. a period of two (2) years issued by the Company with the procedure and the minimum conversion price in accordance with the applicable Capital Market regulations and the provisions of the UUPT.

Derivatives Payables (debt category Tranche C)

  • Of remaining amount of Derivative Payables, 30% will be paid in cash ("Cash Portion") in installments and will be paid no later than the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date.
  • The Company will provide interest at 4% on Cash Portion, which will be paid in accordance with the payment schedule referred to in point 1) above.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 3. 70% dari sisa Utang Akibat Derivatif akan ditukar dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB-A) berjangka waktu sepuluh (10) tahun yang diterbitkan oleh Perusahaan pada Tanggal Efektif dengan harga pelaksanaan konversi Rp200/saham, dengan memperhatikan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
    1. 4. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Porsi Tunai beserta bunganya yang diatur dalam butir 1) dan 2) di atas, maka sisa nilai Porsi Tunai dan bunganya yang tidak dapat dibayarkan pada setiap tanggal jatuh tempo akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Porsi Tunai pada tanggal jatuh tempo berikutnya dan demikian seterusnya.
    1. 5. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar sisa Porsi Tunai dan bunga yang belum dibayarkan setelah bulan ke-66 setelah Tanggal Homologasi ("Sisa Porsi Tunai") maka Sisa Porsi Tunai tersebut akan dibayarkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah bulan ke-66 tersebut secara prorata setiap tahunnya.
    1. 6. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai pada setiap saat jatuh tempo sesuai jadwal sebagaimana dimaksud pada butir 5) di atas, maka Sisa Porsi Tunai yang belum dibayarkan tersebut akan ditangguhkan pembayarannya dan digabungkan dengan pembayaran Sisa Porsi Tunai pada saat jatuh tempo berikutnya dan demikian selanjutnya sampai dengan saat jatuh tempo terakhir (pada akhir tahun ke-5).

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • Of the Derivative Payables, 70% will be paid by Mandatory Convertible Bond (MCB-A) issued by the Company with a maturity of ten (10) years from the Effective Date at the conversion price of Rp200/share, having regard to the provisions of Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Cash Portion and its interest as mentioned in points 1) and 2) above, then payment of the residual value of Cash Portion that remains unpaid on any maturity date will be deferred and combined with Cash Portion payment on the next due date, and this will continue until final maturity date.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the residual value of the Cash Portion and its interest as at the 66th month after the Official Approval of Settlement Agreement Date ("Remaining Cash Portion") then the Remaining Cash Portion shall be paid within a period of five (5) years after the 66th month on a pro rata basis each year.
  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion at any maturity date as referred to in point 5) above, then payment of the unpaid Remaining Cash Portion will be deferred and combined with the Remaining Cash Portion payments on the next due date, and will continue until the final maturity date (at the end of the 5th year).

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

    1. 7. Jika setelah pengeluaran/pembayaran sesuai prioritas berdasarkan Cash Waterfall sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tidak terdapat cukup dana untuk membayar Sisa Porsi Tunai, setelah akhir tahun ke-5 sebagaimana dimaksud pada butir 6) yang belum terbayarkan, maka atas Sisa Porsi Tunai tersebut akan ditukar dengan Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bond (MCB B) berjangka waktu 2 tahun yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan tata cara dan harga pelaksanaan konversi minimal sesuai dengan ketentuan Pasar Modal yang berlaku dan ketentuan UUPT.
    1. 8. Perusahaan tidak memberikan bunga atas nilai pokok 70% sebagaimana dimaksud dalam butir 3) di atas yang akan dikonversi menjadi saham sesuai ketentuan di atas.

Utang Pembiayaan Kendaraan Vehicles Finance Payables

    1. 1. Utang Pembiayaan Kendaraan termasuk bunganya akan dibayar sesuai ketentuan kontrak antara Perusahaan dengan kreditor atas Utang Pembiayaan Kendaraan yang telah ada sebelum Perjanjian Perdamaian ini.
    1. 2. Kelalaian atau kegagalan pelaksanaan kewajiban Perusahaan kepada kreditor atas Utang Pembiayaan Kendaraan berdasarkan kontrak yang telah ada sebelum Perjanjian Perdamaian ini yang menimbulkan akibat atau konsekuensi yang diatur dalam kontrak tersebut, tidak menyebabkan atau tidak dianggap telah terjadi kegagalan pelaksanaan Perjanjian Perdamaian ini.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

  • If after spending/payments made based on the priority in accordance with the Cash Waterfall as set forth in the Amicable Settlement Agreement, there are insufficient funds to pay the Remaining Cash Portion as at the end of the 5th year as referred to in point 6) above, then the Remaining Cash Portion will be paid by Mandatory Convertible Bonds (MCB-B) of the Company with a maturity of two (2) years with the procedures and minimum conversion exercise price in accordance with the applicable provisions of the Capital Market Regulation and the provisions of UUPT.
  • The Company does not provide interest on the principal amount of 70% as referred to in point 3) above, which will be converted into shares in accordance with the above.

  • Vehicles Finance Payables and associated interest will be paid in accordance with the terms in the contract between the Company and creditors based on existing Vehicles Finance Payables that were entered into before this Amicable Settlement Agreement.

  • Negligence or failure in the implementation of the Company's obligations to creditors on Vehicles Finance Payables under existing contracts prior to the Amicable Settlement Agreement, arising from or due to consequences as stipulated in the contract, shall not cause or be deemed to have resulted in the failure of the implementation of the Amicable Settlement Agreement.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

GAMBARAN UMUM PENYELESAIAN PERDAMAIAN UTANG (lanjutan) 35. 35.

Ketentuan-Ketentuan Lain Restrukturisasi, antara lain sebagai berikut:

    1. 1. Tidak ada pemberian jaminan kebendaan dan/atau jaminan perusahaan yang baru yang akan diberikan sehubungan dengan Perjanjian Perdamaian yang dihomologasi, kecuali ditentukan lain oleh Perusahaan.
    1. 2. Setiap Obligasi Wajib Konversi/Mandatory Convertible Bonds (MCB) yang diterbitkan berdasarkan Perjanjian Perdamaian ini yang tidak dimintakan konversi menjadi saham Perusahaan oleh kreditor terkait sampai dengan tanggal jatuh tempo MCB tersebut, maka MCB tersebut menjadi berakhir dan jika terdapat klaim atas nilai MCB tersebut oleh kreditor maka pembayarannya akan dilakukan mulai tahun ke-31 setelah Tanggal Homologasi.

Pelaksanaan Perjanjian Perdamaian PKPU masih memerlukan proses lebih lanjut yang sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini masih berlangsung.

Pada tanggal 26 Juni 2016, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan untuk melakukan penambahan modal baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui mekanisme penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebagaimana yang diatur dalam Perjanjian Perdamaian.

Pada tanggal 1 Maret 2017, PT Huawei Tech Investment telah mengkonversi Obligasi Wajib Konversi yang dimiliki sebesar Rp1.237.862.796.141 menjadi saham Perusahaan sebanyak 6.189.313.980 lembar saham.

Pada bulan Agustus 2016, Perusahaan menerbitkan sertifikat OWK bagi masingmasing kreditur yang berhak memperoleh OWK sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

OVERVIEW OF AMICABLE DEBTS SETTLEMENT (continued)

Other Restructuring Provisions, among others, are as follows:

  • No new asset guarantees and/or corporate guarantees shall be given in connection with the Amicable Settlement Agreement, unless otherwise determined by the Company.
  • Each Mandatory Convertible Bonds (MCB) issued pursuant to this Amicable Settlement Agreement whose conversion into shares of the Company is not requested by creditors on its maturity date, shall then be automatically terminated and should a claim on the MCB be subsequently be made by creditors, the payment will be made after the 31st year following the Official Approval of Settlement Agreement Date.

The execution of this Amicable Settlement Agreement in PKPU is still subject to further process, which as of the completion date of the consolidated financial statements is still ongoing.

On June 26, 2016, the Company had approval from the General Meeting of Shareholders the Company to perform additional capital without right to order by OWK mechanism as stipulated on Amicable Settlement Agreement.

On March 1, 2017, Mandatory Convertible Bond owned by PT Huawei Tech Investment amounting to Rp1,237,862,796,141 has converted to shares of the Company of 6,189,313,980 shares.

In August 2016, the Company issued OWK sertificates for each credtors which are entitled to obtain OWK as stipulated on Amicable Settlement Agreement.

YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

36. KONTINJENSI 36.

a. a. Pada tanggal 18 Juni 2008, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengeluarkan keputusan No. 26/KPPU-L/2007 agar Perusahaan membayar denda sebesar Rp4,0 miliar kepada Kas Negara atas pelanggaran Pasal 5 UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Perusahaan mengajukan keberatan atas keputusan KPPU pada tanggal 23 Juli 2008 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada tanggal 8 April 2015, Perusahaan menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memberikan informasi bahwa Mahkamah Agung telah mengkonsolidasikan permohonan keberatan atas keputusan No.26/KPPU-L/2007 (termasuk keberatan dari Perusahaan) dan menunjuk Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengadili keberatan dari semua pemohon. Pada tanggal 27 Mei 2015, Hakim Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan keputusan menerima keberatan atas keputusan KPPU dan memutuskan pada pokoknya bahwa Perusahaan tidak melakukan pelanggaran terhadap Pasal 5 UU No. 5 tahun 1999 tersebut diatas.

Pada tanggal 22 Juni 2015, KPPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Berdasarkan pemberitahuan resmi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 5 Desember 2016, telah diberitahukan kepada Perusahaan bahwa pada tanggal 28 Mei 2016 Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan kasasi atas putusan pengadilan negeri Jakarta Pusat. Berdasarkan amar putusan dalam pemberitahuan resmi tersebut Perusahaan diharuskan membayar denda sebesar Rp4.000.000.000 kepada kas Negara.

Pembayaran denda tersebut diatas akan dilaksanakan oleh Perusahaan dengan mengikuti ketentuan klausul 1.5 butir V dalam Perjanjian Perdamaian.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

CONTINGENCIES

On June 18, 2008, the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) issued Decision No. 26/KPPU-L/2007 ordering the Company to settle fines amounting to Rp4.0 billion to the State Treasury (Kas Negara) for violating Article 5 of Law No. 5 year 1999 on Anti-Monopoly and Unfair Competition.

The Company filed a petition to object against KPPU's decision on July 23, 2008 to the South Jakarta District Court. On April 8, 2015, the Company received letter from the Central Jakarta District Court to provide information that the Supreme Court has consolidated the petition of objection against the Decision No. 26/KPPU-L/2007 (including the objection from the Company), and appointed the District Court of Central Jakarta to adjudicate the objection from all petitioners. On May 27, 2015, the Presiding Judges issued Judgment to accept the objection againts the KPPU Decision and also declared in principle that the Company does not violate Article 5 of Law No. 5 year 1999 as stated above.

On June 22, 2015, KPPU had submitted a cassation regarding the District Court of Central Jakarta decision to the Supreme Court. Based on official notice form the District Court of South Jakarta dated December 5, 2016, had notified the Company that on May 28, 2016 the Supreme Court has issued an appeal verdict on the decision of the Central Jakarta District Court. Based on the decision, the Company is required to pay a penalty a sum of Rp4,000,000,000 to the state treasury.

The payment of penalty will be executed by the Company based on Amicable Settlement Plan clause 1.5 point V.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b. b Pengajuan gugatan oleh Pemegang Wesel Senior terhadap Kelompok Usaha pada Pengadilan New York

Pada tanggal 22 September 2014, terdapat pihakpihak yang mengatasnamakan dirinya sebagai pemegang 25% Wesel Senior-USD yaitu Universal Investment Advisory SA, Vaquero Master EM Credit Fund Ltd, dan Trucharm Ltd yang tergabung dalam Komite Ad Hoc, mengajukan gugatan terhadap Kelompok Usaha terkait dengan pembayaran bunga Wesel Senior-USD yang diterbitkan oleh Bakrie Telecom Pte., Ltd. (Entitas Anak) Gugatan tersebut terdaftar pada Pengadilan New York dengan nomor 652890/2014 (Gugatan 1).

Pengajuan Gugatan 1 tersebut dilakukan pada saat Kelompok Usaha sedang melakukan upaya negosiasi untuk melakukan restrukturisasi pembayaran Wesel Senior-USD dengan Steering Committee .

Pada tanggal 1 Oktober 2014, Komite Ad Hoc melakukan perubahan pada Gugatan 1, dimana selain tuntutan pembayaran bunga Wesel Senior-USD, Komite Ad Hoc juga menuntut percepatan pembayaran utang pokok dari Wesel Senior-USD (Gugatan 2). Pengajuan tuntutan pembayaran bunga dan percepatan pembayaran pokok Wesel Senior-USD juga disampaikan oleh Bank of New York Mellon selaku pihak trustee yang mengatasnamakan pemegang 25% Wesel Senior-USD di atas.

Tuntutan dari Komite Ad Hoc pada dasarnya adalah untuk pokok dan bunga Wesel Senior-USD yang telah jatuh tempo (dengan asumsi bahwa Wesel Senior-USD telah secara sah dipercepat). Tuntutan ini telah terakomodasi di dalam Rencana Perdamaian yang telah disetujui oleh para kreditor Perusahaan dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) (sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Perdamaian). Perusahaan bermaksud untuk mengajukan permohonan pengakuan atas hasil proses PKPU di New York berdasarkan peraturan Bab 15 Undang-Undang Kepailitan Amerika Serikat dan diharapkan bahwa proses pengakuan tersebut akan menjadi penyelesaian bagi proses peradilan di New York.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

36. KONTINJENSI (lanjutan) 36. CONTINGENCIES (continued)

Lawsuit filed by Senior Notes Holders against the Group in the Supreme Court of New York

On September 22, 2014, parties acting on behalf of themselves as the holders of 25% of USD Senior Notes, namely Universal Investment Advisory SA, Vaquero EM Credit Master Fund Ltd, and Trucharm Ltd incorporated in the Ad Hoc Committee, and filed a lawsuit against the Group in connection with the payment of interest on the USD Senior Notes issued by Bakrie Telecom Pte., Ltd (a Subsidiary). The lawsuit was registered with the New York Supreme Court under a number 652890/2014 (Claim 1).

Submission of Claims 1 was made at the time when the Group making efforts to negotiate restructuring of the payment of the USD Senior Notes with the Steering Committee.

On October 1, 2014, the Ad Hoc Committee made an amendment to Claim 1, in which in addition to the demands of USD Senior Notes interest payments, the Ad Hoc Committee also demanded accelerated repayment of the principal debt of the USD Senior Notes (Claim 2). Claims for payment of interest and accelerated principal of USD Senior Notes were also submitted by the Bank of New York Mellon as trustee on behalf of the above holders of 25% of the USD Senior Notes.

The Ad Hoc Committee's claim was essentially for principal and interest due on the USD Senior Notes (on the assumption that the USD Senior Notes have been validly accelerated). These claims have been compromised under the Amicable Settlement Plan approved by creditors of the Company in the context of the Suspension of Payment Process (PKPU) of the Company's obligations proceedings (as described in the Settlement Agreement). The Company intends to apply for recognition of the PKPU proceedings in New York under Chapter 15 of the US Bankruptcy Code and is advised that such recognition would be dispositive of the New York litigation.

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Dengan diajukannya permohonan PKPU oleh Netwave maka proses negosiasi tersebut terhenti dan skema restrukturisasi yang pernah diusulkan kemudian dituangkan di dalam Rencana Perdamaian dalam PKPU.

Pada tanggal 9 November 2014, Kelompok Usaha telah menerima notifikasi dari Wali Amanat yang juga mewakili para Pemegang Wesel Senior-USD perihal permintaan percepatan pembayaran atas pokok dan bunga yang sudah jatuh tempo dan belum terbayar atas seluruh utang Wesel Senior-USD.

Sampai dengan tanggal laporan ini, gugatan tersebut masih berlangsung dan hasil akhirnya belum dapat ditentukan saat ini.

c. c. Pada tanggal 5 Juni 2015, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ("Kemenkominfo") sebagai salah satu kreditur yang tagihannya diselesaikan melalui PKPU, mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 59/Pdt.Sus/PKPU/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 9 Desember 2014 yang telah memiliki Kekuatan Hukum Tetap.

Dalam memori peninjauan kembali, Kemenkominfo mendalilkan bahwa Kemenkominfo merupakan kreditur preferen dari Perusahaan, oleh karenanya meminta agar Kemenkominfo dan tagihannya dikeluarkan dari PKPU Perusahaan.

Permohonan peninjauan kembali tersebut tidak menghalangi pelaksanaan penyelesaian perdamaian utang yang telah diatur dalam Perjanjian Perdamaian.

Pada tanggal 23 Oktober 2015, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan menolak permohonan peninjauan kembali Kemenkominfo dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum menerima salinan putusan atas permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Kemenkominfo.

Manajemen Perusahaan yakin dapat mempertahankan pendapatnya. Karena itu, tidak ada liabilitas yang dicatat untuk merefleksikan kontinjensi tersebut.

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

36. KONTINJENSI (lanjutan) 36. CONTINGENCIES (continued)

With the filing of the petition PKPU by Netwave, the negotiation process was stopped and the proposed restructuring scheme was then incorporated into the Amicable Settlement Plan in the PKPU.

On November 9, 2014, the Group received a notice from the Trustee which is also acting on behalf of the USD Senior Notes Holders, regarding the accelerated payment of the principal and any accrued and unpaid interest of the total debt of USD Senior Notes.

As of the date of this report, the lawsuit is still ongoing and the outcome is not presently determinable.

On June 5, 2015, The Ministry of Communication and Information of Republic of Indonesia ("Kemenkominfo) as one of the Company"s creditors whose receivables have been settled through PKPU, has requested a Judicial Review on the Commercial Court District Court of Central Jakarta Decision No. 59/Pdt.Sus/PKPU/ 2014/PN.Niaga.Jkt.Pst dated December 9, 2014, which is considered final and legally binding.

In its Judicial Review memorandum, Kemenkominfo has claimed itself to be Preferred Creditor of the Company and therefore it has requested that Kemenkominfo and its receivables be excluded from the Company"s PKPU.

Said Judicial review shall not in any way obstruct the execution of the payable under the Amicable Settlement Agreement.

On October 23, 2015, the Supreme Court decided to decline a judicial review as submitted by Kemenkominfo and as of the completion date of the consolidated financial statements, the Company has not received a decision letter on the judicial review that was requested by Kemenkominfo.

Management of the Company expected to be successful in defending its position. Therefore, no accrual has been made to reflect the contingency.

TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

KELANGSUNGAN USAHA 37. 37.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Kelompok Usaha mencatat nilai aset sejumlah Rp3,27 miliar serta mengalami defisiensi modal sejumlah Rp11,30 triliun dan mencatat liabilitas sejumlah Rp11,30 triliun yang terbagi dalam utang yang telah dselesaikan melalui PKPU sejumlah Rp10,43 triliun (Catatan 15) dan utang jangka pendek sejumlah Rp881 miliar Apabila Kelompok Usaha tidak mampu melaksanakan pembayaran porsi utang yang diselesaikan melalui PKPU sejumlah tersebut, maka di tahun 2025 utang pokok sejumlah Rp9,89 Triliun akan dikonversi menjadi kepemilikan kreditur di saham Perusahaan (Catatan 35).

Dengan maksud untuk tetap mempertahankan kelangsungan usaha dan menyelesaikan liabilitas tersebut di atas, Manajemen Kelompok Usaha memiliki rencana aksi sebagai berikut:

  • a. a. Melaksanakan negosiasi kepada para kreditur dan pemasok agar utang akrual bunga sejumlah tersebut dapat dihapuskan atau dikurangi.
  • b. b. Mengoptimalkan kinerja ITN dan LPD, entitas anak yang masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan pendapatkan, dengan cara memperoleh dukungan dari pihak afiliasi agar mendapatkan proyek-proyek baru.
  • c. c. Melaksanakan upaya hukum agar hasil keputusan PKPU dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. (Catatan 35).
  • d. d. Established new business lines in accordance with Mendirikan lini bisnis baru sesuai dengan bisnis utama Kelompok Usaha dengan dukungan dari pihak afiliasi.

Dengan rencana aksi tersebut di atas serta kinerja ITN dan LPD, suatu entitas anak masih memiliki kemampuan untuk beroperasi yang menghasilkan pendapatan, maka Manajemen Kelompok Usaha menyusun Laporan keuangan konsolidasian dengan asumsi bahwa Kelompok Usaha akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan.

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

GOING CONCERN

As of December 31, 2020, the Group recorded the asset balance of Rp3.27 billion and is suffering a capital deficiency amounting to Rp11.30 trillion and recorded liabilities amounting to Rp11.30 trillion divided into debts that had been settled through PKPU of Rp10.43 trillion (Note 15) and short-term debt of Rp881 billion. If the Group is unable to pay this portion of the debt settled through PKPU, the principal debt amounting to Rp9.89 trillion will be converted into the creditor's ownership in the Company's shares in 2025 (Note 35).

By the intention of maintaining going concern and settling the above-mentioned liabilities, the Group's Management has the action plans are as follows:

  • Conducting negotiations with creditors and suppliers regarding the interest accrued amounting as above mentioned for be written off or reduced.
  • Optimizing the performance of ITN and LDP, the subsidiaries that have the abilities to generate revenue, by supports from affiliates party in order for getting new projects.
  • Conducting legal efforts for implemented properly of the results of PKPU. (Note 35).
  • the Group's main business with support from affiliaty parties.

By the action plans above mentioned as well as the performance of ITN and LDP, the subsidiaries that have the ability to generate revenue, the Group's Management prepares consolidated financial statements with the assumption that the Group will continue in going concern.

TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN AS OF DECEMBER 31, 2020 AND

(Saldo dalam tabel disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PERISTIWA LUAR BIASA PADA PERIODE PELAPORAN 38. 38.

Sejak awal tahun 2020, pandemi virus Corona ("COVID-19") telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Menanggapi pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakankebijakan berupa pembatasan kegiatan masyarakat di beberapa daerah yang mana berimbas pada kegiatan bisnis dan operasional Kelompok Usaha di beberapa aspek. Perusahaan terus melakukan penilaian atas dampak pandemi COVID-19 ini terhadap bisnis dan operasional Kelompok Usaha, dan berdasarkan penilaian pada saat laporan ini diterbitkan, manajemen Kelompok Usaha tidak melihat adanya ketidakpastian material yang akan menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap bisnis dan operasional Kelompok Usaha maupun menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Kelompok Usaha untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Kelompok Usaha akan terus memantau perkembangan situasi terkini akibat pandemi COVID-19, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi dampak tersebut terhadap bisnis dan operasi Kelompok Usaha.

PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 39. 39.

Tabel di bawah ini memperlihatkan dampak penyesuaian atas penyajian kembali terhadap laporan keuangan konsolidasian:

PT BAKRIE TELECOM Tbk PT BAKRIE TELECOM Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN NOTES TO THE CONSOLIDATED KEUANGAN KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THAN ENDED

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

EXTRAORDINARY EVENTS ON REPORTING PERIOD

Since early 2020, the Coronavirus pandemic ("COVID-19") has spread to many countries including Indonesia. In response to COVID-19 pandemic, the Government of Indonesia has issued policies limiting people's activity in several regions, which affected the Group's business and operational activity in several aspects. The Company continuously assess the impact of COVID-19 pandemic toward the Group's business and operational, and based on the assessment on the date of this report, the Group does not foresee any material uncertainty that may have significant adverse impact to the Group's business or operation or may cast significant doubt on the Group's ability to continue as a going concern. The Group will continue to monitor the current development of COVID-19 pandemic, and take the necessary steps to curb the impacts toward the Group's business and operational.

RESTATEMENTS OF THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

The table below shows the impact of the restatement adjustment on the report consolidated financial:

31 Desember 2019 /
December 31, 2019
Disajikan
Sebelumnya /
Before
Restated
Disajikan Kembali
/
Restated
Laporan posisi keuangan
konsolidasian
Consolidated statement of
financial position
Aset tidak lancar lainnya 11.093 6.650 Others non- current assets
Utang usaha 423.938 432.142 Trade payables
Beban akrual 3.904.221 225.923 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja 599 335 Employee benfits liability
Liabilitas jangka panjang
jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: Wesel senior - bersih
5.282.382 - Current maturites of
long-term liabilities:
Senior notes - net
Liabilitas entitas anak Liabilities of the subsidiary
yang sebelumnya dikonsolidasi - 8.364.732 previously consolidated

dinyatakan lain)

Amounts in tables are expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

39. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)

39. RESTATEMENTS OF THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (continued)

31 Desember 2019 /
December 31, 2019
Disajikan
Sebelumnya /
Before
Restated
Disajikan Kembali
/
Restated
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jatuh tempo Long-term liabilities - net of
dalam waktu satu tahun: current maturities:
Utang yang diselesaikan Settlement of payables
melalui PKPU 5.431.572 5.723.011 through PKPU
Defisit (22.275.521) (18.594.461) Deficit
Defisit atas entitas anak Deficit from previously
yang sebelumnya dikonsolidasi - (3.757.035) consolidated subsidiaries
Kepentingan non pengendali (110) (439) Non-controling interest

Kelompok Usaha menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 pada saat menerbitkan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 karena :

    1. 1. pada tahun 2020 Kelompok Usaha melakukan dekonsolidasi entitas anak (Catatan 4) sehingga liabillitas bersih dan Defist entitas anak yang dikonsolidasi tersebut disajikan secara terpisah pada laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2019 (disajikan kembali).
    1. 2. manajemen Kelompok Usaha melakukan koreksi atas pengakuan goodwill atas perolehan entitas anak pada tahun 2019 sejumlah Rp4,44 miliar.
    1. 3.

The Group restated its consolidated financial statements for the year ended 31 December 2019 when they published financial statements for the year ended 31 Desember 2020 because:

  • in 2020 the Group deconsolidated its subsidiaries (Note 4) so that the net liabilities and Deficits of the consolidated subsidiaries are presented separately in the statement of financial position as of December 31, 2019 (restated).
  • Group management made corrections to the recognition of goodwill on the acquisition of subsidiaries in 2019 amounting to Rp4.44 billion.
  • penyesuaian kurs mata uang asing utang PKPU. adjustment of foreign currency exchange rates for PKPU debt.