Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Astra Graphia Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

68990_rns_2020-12-31_5acab574-8f14-46fd-be4f-2fc1cec72bef.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

31 DESEMBER 2020 DAN 2019/ 31 DECEMBER 2020 AND 2019

astragraphia

ASTRA

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ENTITAS ANAK SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 SERTA UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

PT ASTRA GRAPHIA TBK

JI.Kramat Raya No. 43 Jakarta 10450, Indonesia T +6 (21) 390 9444, 390 9190 F +62 (21) 390 9181

www.astrographia.coid www.documentsolution.com

PT ASTRA GRAPHIA Tbk AND SUBSIDIARIES BOARD OF DIRECTORS' STATEMENT REGARDING THE RESPONSIBILITY FOR THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS AT 31 DECEMBER 2020 AND 2019 AND FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2020 AND 2019

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

We are the undersigned:

  1. Nama Alamat Kantor Alamat Rumah

Nomor Telepon Jabatan

  1. Nama Alamat Kantor Alamat Rumah

Nomor Telepon Jabatan

menyatakan bahwa:

    1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk dan entitas anak;
    1. Laporan keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk dan entitas anak telah disusun clan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
    1. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk clan entitas anak telah dimuat secara lengkap dan benar;
  • b. Laporan keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material:
    1. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Astra Graphia Tbk clan enititas anak.

declare that

    1. We are responsible for the preparation and presentation of PT Astra Graphia Tbk and subsidiaries' consolidated financial statements;
    1. PT Astra Graphia Tbk and subsidiaries' consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards;
    1. a. Al! information in the PT Astra Graphia Tbk and subsidiaries' consolidated financial statements has been disclosed in a complete and truthful manner;
  • b. PT Astra Graphia Tbk and subsidiaries' consolidated financial statements do not contain any incorrect information or material fact, nor do they omit information or material fact;
  • 4, We are responsible for PT Astra Graphia Tbk and subsidiaries' internal control systems.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Thus this statements is made truthfully.

Atas nama dan mewakili Direksi/For and on behalf of the Board of Directors

Jakarta, 1.9 FebruarilFebruary 2021

Hendrix Pramana JI. Kramat Raya No. 43, Jakarta Pusat JI. Gading Putih I F.2 No. 15 RT 011 RW 002, Kelapa Gading. Jakarta Utara 021-3909444

Presiden Direktur / President Director Halim Wahjana JI. Kramat Raya No. 43, Jakarta Pusat Perum MM Blok G-718 RT 014 RW 007, Ujung Menteng, Jakarta Timur; 021-3909444 Direktur / Director

  1. Name Office Address Residential Address

Telephone Position

  1. Name Office Address Residential Address

Telephone Position

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

INDEPENDENT AUDITORS' REPORT TO THE SHAREHOLDERS OF

PT ASTRA GRAPHIA Tbk

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk dan entitas anaknya terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan konsolidasian

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan lap oran keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Tanggung jawab auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas lapo ran keuangan konsolidasian ini berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian bebas clan kesalahan penyajian material.

We have audited the accompanying consolidated financial statements of PT Astra Graphia Tbk and its subsidiaries, which comprise the consolidated statement of financial position as at 31 December 2020, and the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, statement of changes in equity and statement of cash flows for the year then ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information.

Management's responsibility for the consolidated financial statements

Management is responsible for the preparation and fair presentation of these consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error.

Auditors' responsibility

Our responsibility is to express an opinion on these consolidated financial statements based on our audit. We conducted our audit in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Those standards require that we comply with ethical requirements and plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the consolidated financial statements are free from material misstatement.

Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan WTC 3, JI. Jend. Sudirman Kay. 29-31, Jakarta 12920 — Indonesia T: +62 21 50992901 / 31192901, F: +62 21 52905555 / 52905050, www.pwc.com/id

Nomor Izin Usana: ICEP-2411KM.Vzoi5.

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angkaangka dan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Opini

Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Astra Graphia Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

An audit involves performing procedures to obtain audit evidence about the amounts and disclosures in the consolidated financial statements. The procedures selected depend on the auditors' judgment, including the assessment of the risks of material misstatement of the consolidated financial statements, whether clue to fraud or error. In making those risk assessments, the auditors consider internal control relevant to the entity's preparation and fair presentation of the consolidated financial statements in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the entity's internal control. An audit also includes evaluating the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates made by management, as well as evaluating the overall presentation of the consolidated financial statements.

We believe that the audit evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our audit opinion.

Opinion

In our opinion, the accompanying consolidated financial statements present fairly, in all material respects, the consolidated financial position of PT Astra Graphia Tbk and its subsidiaries as at 31 December 2020, and their consolidated financial performance and cash flows for the year then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.

JAKARTA Februari/February 2021

e7

Chrisna A.Wardhana, CPA Surat Izin Praktek Akuntan Publik/ License of Public Accountant No. AP .0231

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/
2020 Notes 2019
ASET ASSETS
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas 479,882 3 491,544 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 4 Trade receivables
- Pihak ketiga 360,708 812,622 Third parties -
- Pihak berelasi 106,466 28 118,033 Related parties -
Aset kontrak 20 Contract assets
- Pihak ketiga 40,550 - Third parties -
- Pihak berelasi 44,714 28 - Related parties -
Jumlah tagihan bruto kepada Gross amount
pemberi kerja 2a due from customers
- Pihak ketiga - 81,680 Third parties -
- Pihak berelasi - 28 71,766 Related parties -
Bagian lancar dari piutang
sewa
5 Current portion of
lease receivables
- Pihak ketiga 331 8,660 Third parties -
- Pihak berelasi 657 28 136 Related parties -
Piutang lain-lain Other receivables
- Pihak ketiga 14,871 35,068 Third parties -
Aset derivatif 232 12 - Derivative assets
Persediaan 416,883 7 457,451 Inventories
Pajak dibayar dimuka 13a Prepaid taxes
- Pajak penghasilan badan 24,164 20,729 Corporate income taxes -
- Pajak lain-lain 241,764 214,774 Other taxes -
Uang muka pemasok 5,216 29,593 Advance payments to suppliers
Beban dibayar dimuka 6,489 6 9,239 Prepayments
1,742,927 2,351,295
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang sewa setelah Lease receivables,
dikurangi bagian lancar net of current portion
- Pihak ketiga - 5 526 Third parties -
Piutang lain-lain 15,749 19,012 Other receivables
Pajak dibayar dimuka 13a Prepaid taxes
- Pajak penghasilan badan 38,323 10,597 Corporate income taxes -
Aset tetap, setelah dikurangi Fixed assets, net of
akumulasi penyusutan
Goodwill
426,294
18,303
8 432,950
18,303
accumulated depreciation
Goodwill
Aset takberwujud 26,302 9 42,366 Intangible assets
Aset pajak tangguhan 18,394 13d 10,666 Deferred tax assets
Aset lain-lain 2,539 10 11,125 Other assets
545,904 545,545
JUMLAH ASET 2,288,831 2,896,840 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31 DESEMBER 2020 DAN 2019
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
2020 Notes 2019
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha 11 Trade payables
- Pihak ketiga 365,290 959,155 Third parties -
- Pihak berelasi 240 134 Related parties -
Utang lain-lain Other payables
- Pihak ketiga 14,746 31,088 Third parties -
- Pihak berelasi 1,525 574 Related parties -
Liabilitas kontrak 20 Contract liabilities
- Pihak ketiga 41,973 - Third parties -
- Pihak berelasi 87,519 28 - Related parties -
Utang bruto dari Gross amount
pemberi kerja 2a due to customers
- Pihak ketiga - 33,491 Third parties -
- Pihak berelasi - 28 51,827 Related parties -
Liabilitas derivatif 196 12 441 Derivative liabilities
Utang pajak 13b Taxes payable
- Pajak penghasilan badan - 9,652 Corporate income taxes -
- Pajak lain-lain 19,543 44,250 Other taxes -
Akrual 55,798 14 55,538 Accruals
Uang muka pelanggan Customer advances
- Pihak ketiga 4,327 3,062 Third parties -
- Pihak berelasi - 28 114 Related parties
Bagian jangka pendek dari Current portion of
liabilitas sewa 12,568 23 - lease liabilities
Current portion of
Bagian jangka pendek dari
kewajiban imbalan pasca kerja
10,437 22 8,539 post-employment
benefit obligations
614,162 1,197,865
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - 13e 7,497 Deferred tax liabilities
Post-employment
Kewajiban imbalan pasca kerja 76,469 22 65,468 benefit obligations
Liabilitas sewa 35,422 23 - Lease liabilities
111,891 72,965
JUMLAH LIABILITAS 726,053 1,270,830 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2020 Catatan/
Notes
2019
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk
Equity attributable to owners
of the parent
Modal saham
nilai nominal Rp 100
(Rupiah penuh)
per saham, modal dasar
2.500.000.000 saham
biasa, modal ditempatkan
dan disetor penuh
1.348.780.500
saham biasa
Tambahan modal disetor
Cadangan lain-lain
Saldo laba:
Dicadangkan
Belum dicadangkan
134,878
57,313
5,258
26,976
1,338,349
1,562,774
15
16
19
18
134,878
57,313
5,258
24,500
1,404,057
1,626,006
Share capital
with par value per share of
Rp 100 (full Rupiah),
authorised
capital 2,500,000,000
ordinary shares,
issued and fully paid up
capital 1,348,780,500
ordinary shares
Additional paid-in capital
Other reserve
Retained earnings:
Appropriated
Unappropriated
Kepentingan nonpengendali 4 4 Non-controlling interest
JUMLAH EKUITAS 1,562,778 1,626,010 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS
DAN EKUITAS
2,288,831 2,896,840 TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2020 AND 2019

(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2020 Catatan/
Notes
2019
Pendapatan bersih 3,348,871 20 4,771,800 Net revenues
Beban pokok pendapatan (2,809,630) 21 (3,919,395) Cost of revenues
Laba bruto 539,241 852,405 Gross profit
Beban penjualan (161,126) 21 (196,890) Selling expenses
General and administrative
Beban umum dan administrasi
Penghasilan keuangan
Biaya keuangan
(Kerugian)/keuntungan
(301,329)
6,673
(16,269)
21 (308,405)
5,312
(15,775)
expenses
Finance income
Finance costs
Foreign exchange
selisih kurs - bersih
Beban lain-lain - bersih
(1,041)
(2,429)
1,302
(55)
(loss)/gain - net
Other expense - net
Laba sebelum
pajak penghasilan
63,720 337,894 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan (15,937) 13c (86,902) Income tax expense
Laba tahun berjalan 47,783 250,992 Profit for the year
Rugi komprehensif lain
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali imbalan
pasca kerja
(6,919) 22 (10,739) Other comprehensive loss
Items that will not be reclassified
to profit or loss:
Remeasurements of
post-employment benefits
Manfaat pajak terkait
Rugi komprehensif lain
tahun berjalan, setelah pajak
1,434
(5,485)
2,685
(8,054)
Related income tax
Other comprehensive
loss for the year, net of tax
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan
42,298 242,938 Total comprehensive income
for the year
Laba yang diatribusikan
kepada:
Profit attributable to:
Pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali
47,783
-
250,992
-
Owners of the parent
Non-controlling interest
47,783 250,992
Jumlah laba komprehensif
yang diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
42,298 242,938 Total comprehensive income
attributable to:
Owners of the parent
Kepentingan nonpengendali -
42,298
-
242,938
Non-controlling interest
Laba per saham dasar
dan dilusian (Rupiah penuh)
35.42 25 186.06 Basic and diluted earnings
per share (full Rupiah)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2020 AND 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to owners of the parent
Modal
dan disetor
penuh/Issued
Tambahan
modal disetor/
Additional
Cadangan Saldo laba/
Retained earnings
Belum
Kepentingan
nonpengendali/
Jumlah
ekuitas/
Catatan/
Notes
and fully paid
up capital
paid-in
capital
lain-lain/
Other reserve
Dicadangkan/
Appropriated
dicadangkan/
Unappropriated
Jumlah/
Total
Non-controlling
interest
Total
equity
Saldo 1 Januari 2019 134,878 57,313 5,258 23,000 1,263,778 1,484,227 4 1,484,231 Balance as at
1 January 2019
Penyisihan untuk cadangan
wajib
18 - - -
1,500
(1,500) - - - Appropriation for statutory
reserves
Dividen - final 2018 17 - - -
-
(67,439) (67,439) - (67,439) Dividend - final 2018
Dividen - interim 2019 17 - - -
-
(33,720) (33,720) - (33,720) Dividend - interim 2019
Laba tahun berjalan - - -
-
250,992 250,992 - 250,992 Profit for the year
Rugi komprehensif lain
tahun berjalan
- - -
-
(8,054) (8,054) - (8,054) Other comprehensive loss
for the year
Saldo 31 Desember 2019 134,878 57,313 5,258 24,500 1,404,057 1,626,006 4 1,626,010 Balance as at
31 December 2019
Saldo 1 Januari 2020
sebelum penyesuaian
134,878 57,313 5,258 24,500 1,404,057 1,626,006 4 1,626,010 Balance as at 1 January 2020
before adjustment
Penyesuaian sehubungan dengan Adjustment in relation to
the implementation of
Penerapan PSAK 71, 72 dan 73 2 - - -
-
(32,696) (32,696) - (32,696) PSAK 71, 72 and 73
Saldo 1 Januari 2020 setelah
penyesuaian
134,878 57,313 5,258 24,500 1,371,361 1,593,310 4 1,593,314 Balance as at 1 January 2020
after adjustment
Penyisihan untuk cadangan
wajib
18 - - -
2,476
(2,476) - - - Appropriation for statutory
reserves
Dividen - final 2019 17 - - -
-
(66,090) (66,090) - (66,090) Dividend - final 2019
Dividen - interim 2020 17 - - -
-
(6,744) (6,744) - (6,744) Dividend - interim 2020
Laba tahun berjalan - - -
-
47,783 47,783 - 47,783 Profit for the year
Rugi komprehensif lain
tahun berjalan
- - -
-
(5,485) (5,485) - (5,485) Other comprehensive loss
for the year
Saldo 31 Desember 2020 134,878 57,313 5,258 26,976 1,338,349 1,562,774 4 1,562,778 Balance as at
31 December 2020

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

Halaman - 5 - Page

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2020 AND 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/
2020 Notes 2019
Cash flows from operating
Arus kas dari aktivitas operasi activities
Penerimaan dari pelanggan 3,858,194 4,466,484 Received from customers
Pembayaran kepada pemasok (3,126,752) (3,423,443) Payments to suppliers
Pembayaran kepada pegawai dan Payment to employees and
lainnya (547,129) (597,624) others
Kas yang dihasilkan dari Cash generated from
operasi 184,313 445,417 operations
Penerimaan penghasilan
keuangan 6,673 5,312 Finance income received
Pembayaran pajak Payment of value
pertambahan nilai (167,929) (95,778) added tax
Penerimaan restitusi pajak Receipt of value added
pertambahan nilai 140,896 13f 126,342 tax refunds
Penerimaan restitusi pajak
penghasilan badan
17,720 13f 11,942 Receipt of corporate income
tax refunds
Pembayaran pajak Payment of corporate
penghasilan badan (80,093) (119,030) income tax
Pengembalian kas yang Refund of
dibatasi penggunaannya - 650 restricted cash
Arus kas bersih yang diperoleh Net cash flows generated
dari aktivitas operasi 101,580 374,855 from operating activities
Cash flows from investing
Arus kas dari aktivitas investasi activities
Pembelian aset tetap (7,145) 8 (28,374) Purchase of fixed assets
Perolehan aset takberwujud (5,223) 9 (11,654) Acquisition of intangible assets
Penjualan aset tetap 278 8 125 Sale of fixed assets
Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used
untuk aktivitas investasi (12,090) (39,903) in investing activities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.

Halaman - 6 - Page

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 DAN 2019

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah,

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

unless otherwise stated)

2020 Catatan/
Notes
2019
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Cash flows from financing
activities
Pembayaran dividen (72,834) 17 (101,159) Payments of dividend
Pembayaran liabilitas sewa (12,097) 23 - Payments of lease liabilities
Pembayaran biaya keuangan (16,269) (15,775) Payments of finance cost
Arus kas bersih yang
digunakan untuk
Net cash flows used in
aktivitas pendanaan (101,200) (116,934) financing activities
(Penurunan)/kenaikan bersih
kas dan setara kas
(11,710) 218,018 Net (decrease)/increase in
cash and cash equivalents
Kas dan setara kas
pada awal tahun
491,544 273,682 Cash and cash equivalents
at the beginning of the year
Dampak perubahan kurs
terhadap kas dan setara kas
48 (156) Effect of exchange rate
changes on cash and
cash equivalents
Kas dan setara kas
pada akhir tahun
479,882 3 491,544 Cash and cash equivalents
at the end of the year

Halaman - 7 - Page

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT Astra Graphia Tbk ("Perusahaan") didirikan di Indonesia pada tanggal 31 Oktober 1975 berdasarkan akta pendirian No. 186, dari Notaris Kartini Muljadi, S.H. Akta pendirian ini dan akta-akta perubahannya telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/33/14 tanggal 12 Februari 1976 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 25 tanggal 26 Maret 1976 Tambahan No. 219. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 12 Mei 2015, yang dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., MH., Mkn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar guna menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka dan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Terbuka, keduanya tanggal 8 Desember 2014, dan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam suratnya No. AHUAH. 01.03-0932919 tanggal 19 Mei 2015 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 95 tanggal 27 November 2015, Tambahan No. 614/L.

Perusahaan bergerak di bidang perdagangan, perindustrian, jasa konsultasi, jasa kontraktor peralatan dan perlengkapan kantor, teknologi informasi, telekomunikasi dan penyertaan modal pada perusahaan dan/atau badan hukum lain. Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat, kantor pusatnya berada di Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta, dan memiliki 94 titik layanan yang tersebar di 33 kantor cabang dan lokasi lainnya di seluruh Indonesia.

Perusahaan memulai operasi komersial pada tahun 1975.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION

a. Pendirian Perusahaan a. Incorporation of the Company

PT Astra Graphia Tbk (the "Company") was established in Indonesia on 31 October 1975 based on deed of establishment No. 186 of Notary Kartini Muljadi, S.H. The deed of establishment and its amendments were approved by the Ministry of Justice in Decision Letter No. Y.A.5/33/14 dated 12 February 1976 and was published in State Gazette No. 25 dated 26 March 1976 Supplement No. 219. The Company's Articles of Association have been amended several times, the latest by notarial deed No. 41 dated 12 May 2015 of Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., MKn., notary in Jakarta concerning the amendment of the entire Articles of Association in order to comply with the Financial Service Authority Regulations No. 32/POJK.04/2014 on Planning and Conducting of General Meetings of Shareholders of Public Companies and No. 33/POJK.04/2014 on Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers or Public Listed Companies, both dated 8 December 2014, and the notification of amendment of Articles of Association was received by the Ministry of Law and Human Rights in its Letter No. AHU-AH.01.03-0932919 dated 19 May 2015 and was published in State Gazette No. 95 dated 27 November 2015, Supplement No. 614/L.

The Company is engaged in trading, industrial, consulting services, office equipment and supplies contractor services, information technology, telecommunications and investments in other companies and/or other legal entities. The Company is domiciled in Central Jakarta, with its head office is located at Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta, and has 94 service points located at 33 branch offices and other locations throughout Indonesia.

The Company commenced its commercial operations in 1975.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Kebijakan/tindakan Perusahaan Tahun/

Penawaran saham perdana 3.075.000 lembar saham, dengan nominal Rp 1.000 (Rupiah penuh) per saham dan harga penawaran Rp 8.850 (Rupiah penuh) per saham.

Pembagian saham bonus dari tambahan modal disetor, dimana untuk setiap 2 lembar saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 10 Januari 1995 berhak atas 3 lembar saham bonus.

Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atas 26.906.250 lembar saham dengan harga jual Rp 4.000 (Rupiah penuh) per saham.

Pembagian saham bonus dari tambahan modal disetor dimana untuk setiap pemegang 1 lembar saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 3 November 1997 berhak atas 1 lembar saham bonus.

Pemecahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp 100 (Rupiah penuh) per saham, yang mengakibatkan kenaikan jumlah saham yang beredar menjadi 1.306.875.000 lembar.

Persetujuan atas kompensasi berbasis saham (penerbitan saham baru) bagi karyawan sejumlah 65.343.750 lembar saham yang terbagi dalam 2 tahap. Pada tanggal jatuh tempo, sejumlah 41.905.500 lembar saham telah diterbitkan sehubungan dengan eksekusi opsi saham karyawan tersebut.

Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

b. Perubahan Struktur Permodalan b. Changes in the Capital Structure

Years Company's policies/actions

  • 1989 Initial Public Offering of 3,075,000 shares, with a par value of Rp 1,000 (full Rupiah) per share and offering price of Rp 8,850 (full Rupiah) per share.
  • 1995 Distribution of bonus shares from the capitalisation of additional paid-in capital, by 3 bonus shares for every 2 shares held by the shareholders on record as at 10 January 1995.

1996 Limited Public Offering with pre-emptive rights of 26,906,250 shares at the price of Rp 4,000 (full Rupiah) per share.

1997 Distribution of bonus shares from the capitalisation of additional paid-in capital by 1 bonus share for every share held by the shareholders on record as at 3 November 1997.

2000 Completion of a stock split from Rp 1,000 (full Rupiah) per share to Rp 100 (full Rupiah) per share, increased the number of shares outstanding to 1,306,875,000.

2004 Approval for stock-based compensation for the Company's employees up to 65,343,750 shares in two grants. As at the expiry date, 41,905,500 shares had been issued as a result of the employee stock options exercised.

All of the Company's issued shares are listed on the Indonesia Stock Exchange.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perusahaan dan entitas anak (bersama-sama "Grup") dikendalikan oleh PT Astra International Tbk, pemegang saham langsung, yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd adalah entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Limited, sebuah perusahaan yang didirikan di Bermuda.

Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun entitas anak dimana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan entitas anak tersebut, yang terdiri dari PT Astra Graphia Information Technology dan PT Astragraphia Xprins Indonesia.

PT Astra Graphia Information Technology

PT Astra Graphia Information Technology ("PT AGIT"), adalah entitas anak yang sahamnya dimiliki oleh Perusahaan sebesar 99,999% pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

PT AGIT berdomisili di Jakarta Pusat dan berkantor di Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset PT AGIT adalah sebesar Rp 570.854 (31 Desember 2019: Rp 651.981).

PT AGIT memulai operasi komersial sejak September 2004, dan bergerak, antara lain, di bidang penyediaan jasa konsultasi dan implementasi teknologi informasi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

c. Struktur Grup c. Structure of the Group

The Company and its subsidiaries (together the "Group") are controlled by PT Astra International Tbk, its immediate parent company, which is incorporated in Indonesia. PT Astra International Tbk's largest shareholder is Jardine Cycle & Carriage Ltd, incorporated in Singapore. Jardine Cycle & Carriage Ltd is a subsidiary of Jardine Matheson Holdings Limited, a company incorporated in Bermuda.

The consolidated financial statements include the accounts of subsidiaries of which the Company has the ability to control the subsidiaries, which consist of PT Astra Graphia Information Technology and PT Astragraphia Xprins Indonesia.

PT Astra Graphia Information Technology

PT Astra Graphia Information Technology ("PT AGIT"), is a subsidiary owned by the Company with 99.999% of shares as at 31 December 2020 and 2019.

PT AGIT is domiciled in Central Jakarta and located at Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta.

As at 31 December 2020, PT AGIT's total assets amounted to Rp 570,854 (31 December 2019: Rp 651,981).

PT AGIT commenced its commercial operations since September 2004, and engaged in, among others, the consultation and implementation of information technology.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT Astragraphia Xprins Indonesia PT Astragraphia Xprins Indonesia

PT Astragraphia Xprins Indonesia ("PT AXI"), adalah entitas anak yang sahamnya dimiliki oleh Perusahaan dan PT AGIT masing-masing sebesar 99,999% dan 0,001% pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

PT AXI berdomisili di Jakarta Pusat dan berkantor di Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset PT AXI adalah sebesar Rp 501.036 (31 Desember 2019: Rp 841.671).

PT AXI memulai operasi komersial bulan September 2014 dan bergerak di bidang usaha perdagangan umum, percetakan dan jasa.

d. Karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi dan Komite Audit

Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)

c. Struktur Grup (lanjutan) c. Structure of the Group (continued)

PT Astragraphia Xprins Indonesia ("PT AXI"), is a subsidiary owned by the Company and PT AGIT with 99.999% and 0.001% of shares as at 31 December 2020 and 2019.

PT AXI is domiciled in Central Jakarta and located at Jalan Kramat Raya No. 43, Jakarta.

As at 31 December 2020, total assets of PT AXI amounted to Rp 501,036 (31 December 2019: Rp 841,671).

PT AXI commenced its commercial operations in September 2014 and was engaged in general trading, printing and services.

d. Employees, Boards of Commissioners and Directors and Audit Committee

The members of the Company's Boards of Commissioners, Directors and Audit Committee as at 31 December 2020 and 2019 are as follows:

2020 2019
DEWAN KOMISARIS
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Santosa
Gunawan Geniusahardja
Lukito Dewandaya
Bambang Widjanarko Santoso
Gunawan Geniusahardja
Lukito Dewandaya
BOARD OF
COMMISSIONERS
President Commissioner
Commissioner
Independent Commissioners
DIREKSI
Presiden Direktur
Direktur
Hendrix Pramana
King Iriawan Sutanto
Halim Wahjana
Widi Tribowo
Herrijadi Halim
Mangara Pangaribuan
Halim Wahjana
Hendrix Pramana
DIRECTORS
President Director
Directors
KOMITE AUDIT
Ketua
Anggota
Lukito Dewandaya
Arietta Andrianti
Gede H. Wasistha
Lukito Dewandaya
Arietta Andrianti
Lindawati Gani
AUDIT COMMITTEE
Chairman
Members
memiliki 1.398
2019:
1.424)
Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup
karyawan (31 Desember
dengan
jumlah
biaya
As at 31 December 2020, the Group had 1,398
employees (31 December 2019: 1,424) with
total employee costs for the year ended 31

karyawan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 352.584 (31 Desember 2019: Rp 394.928).

As at 31 December 2020, the Group had 1,398 employees (31 December 2019: 1,424) with total employee costs for the year ended 31 December 2020 of Rp 352,584 (31 December 2019: Rp 394,928).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasi oleh Direksi pada tanggal 19 Februari 2021.

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu, disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah ("Rp"), kecuali dinyatakan lain.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 26.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

The consolidated financial statements of the Group have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards and Financial Services Authority regulations No. VIII.G.7 regarding the Presentation and Disclosures of Financial Statements of Public Entity, enclosed in the decision letter No. KEP-347/BL/2012. These consolidated financial statements were authorised by the Directors on 19 February 2021.

a. Basis of preparation of the consolidated financial statements

Presented below are the significant accounting policies applied in preparing the consolidated financial statements.

The consolidated financial statements have been prepared on the basis of historical cost, except for certain accounts which are measured on the basis described in the respective accounting policies.

The consolidated financial statements have been prepared on the basis of the accruals concept, except for the consolidated statements of cash flows.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.

All figures in the consolidated financial statements are rounded to and expressed in millions of Rupiah ("Rp") unless otherwise stated.

The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates and assumptions. It also requires management to exercise its judgment in the process of applying the accounting policies. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the consolidated financial statements are disclosed in Note 26.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK")

Penerapan dari amandemen standar berikut yang relevan yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2020, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan dampak yang material atas jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya:

  • Amandemen PSAK 1, "Penyajian laporan keuangan" dan PSAK 25, "Kebijakan akuntansi perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan"
  • Amandemen PSAK 71, "Instrumen keuangan tentang fitur percepatan pelunasan dengan kompensasi negatif"
  • Amandemen PSAK 71, PSAK 55 dan PSAK 60, "Reformasi Acuan Suku Bunga"
  • Amandemen PSAK 73, Konsesi Sewa terkait Covid-19.

Penerapan dari standar baru yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2020 menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan berdampak atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya. adalah sebagai berikut:

  • PSAK 71, "Instrumen keuangan"
  • PSAK 72, "Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan"
  • PSAK 73, "Sewa"

Dampak penerapan standar baru ini dirangkum di bawah ini.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK")

The adoption of the following relevant amended standards that are effective beginning 1 January 2020 did not result in substantial changes to the Group's accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current or prior financial years:

  • Amendment to PSAK 1 "Presentation of financial statement" and PSAK 25, "Accounting polcies, changes in accounting estimates and errors"
  • Amendment to PSAK 71, "Prepayment features with negative compensation"
  • Amendment to PSAK 71, PSAK 55 and PSAK 60, "Interest rate benchmark reform"
  • Amendment to PSAK 73, Covid-19-related Rent Concessions.

The adoption of the following new standards that are effective beginning 1 January 2020, resulted in substantial changes to the Group's accounting policies and had effect on the amounts reported for the current or prior financial years:

  • PSAK 71, "Financial instruments"
  • PSAK 72, "Revenue from contract with customers"
  • PSAK 73, "Leases"

Impact of adoption of these new standards are summarised below.

-

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

PSAK 71 "Instrumen Keuangan" PSAK 71 "Financial Instrument"

PSAK 71 menggantikan ketentuan PSAK 55 yang terkait dengan pengakuan, klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan, penghentian pengakuan instrumen keuangan, penurunan nilai aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.

Penerapan PSAK 71 "Instrumen Keuangan" sejak 1 Januari 2020 mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi dan penyesuaian terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

Grup memiliki aset keuangan yang merujuk pada model kerugian kredit ekspektasian yang baru dari PSAK 71 yaitu piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa. Grup di wajibkan untuk merevisi metodologi penurunan nilai berdasarkan PSAK 71 untuk kelompok aset tersebut.

Sementara untuk kas dan setara kas yang juga merujuk pada persyaratan penurunan nilai PSAK 71, provisi atas penurunan nilai yang teridentifikasi tidak material.

Grup menerapkan pendekatan sederhana PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa yang mengakibatkan peningkatan provisi atas penurunan nilai untuk piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa pada tanggal 1 Januari 2020 sebesar Rp 41.210, Rp 1.373 dan Rp 840.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

PSAK 71 replaces the provisions of PSAK 55 that relate to the recognition, classification and measurement of financial assets and financial liabilities, derecognition of financial instruments, impairment of financial assets and hedge accounting.

The adoption of PSAK 71 "Financial instruments" from 1 January 2020 resulted in changes in accounting policies and adjustments to the amounts recognised in the consolidated financial statements.

The Group has financial assets that are subject to PSAK 71's new expected credit loss which are trade receivables, contract assets and lease receivables. The Group was required to revise its impairment methodology under PSAK 71 for each of these classes of assets.

While for the cash and cash equivalents which are also subject to the impairment requirement of PSAK 71, however, the identified provision for impairment is immaterial.

The Group applies the PSAK 71 simplified approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables, contracts assets and lease receivables that resulted in an increase in the provision for impairment for trade receivables, contract assets and lease receivables on 1 January 2020 amounting to Rp 41,210, Rp 1,373 and Rp 840, respectively.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

PSAK 71 "Instrumen Keuangan" (lanjutan)

Saldo akhir provisi atas penurunan nilai piutang usaha, aset kontrak, dan piutang sewa pada tanggal 31 Desember 2019 direkonsiliasi dengan provisi atas penurunan nilai awal sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

PSAK 71 "Financial Instrument" (continued)

The closing balance provision impairment of trade receivables, contract assets, and lease receivables as at 31 December 2019 reconcile to the opening provision impairment as follows:

(Rp)
Pada 31 Desember 2019 -
dihitung berdasarkan PSAK 55
(16,558) At 31 December 2019 - calculated
under PSAK 55
Penyesuaian pada
saldo laba awal
(43,423) Adjustment to the
opening retained earnings
Pada 1 Januari 2020 - dihitung
berdasarkan PSAK 71
(59,981) At 1 January 2020 - calculated
under PSAK 71

Piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa dihapusbukukan jika tidak terdapat ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator bahwa tidak terdapat ekspektasi pemulihan yang wajar mencakup, antara lain, kegagalan debitur untuk melaksanakan rencana pelunasan utang pada Perusahaan, dan kegagalan melakukan pembayaran kontraktual.

Sesuai dengan ketentuan transisi dalam PSAK 71, Grup telah mengadopsi aturan baru secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak menyajikan kembali informasi komparatif.

Trade receivables, contract assets and lease receivables are written-off if there is no reasonable expectation of recovery. Indicators that there is no reasonable expectation of recovery include, among others, the failure of the debtor to carry out the debt repayment plan with the Group, and failure to make contractual payments.

In accordance with the transitional provisions in PSAK 71, the Group has adopted the new rules retrospectively with the cumulative impact at the beginning of implementation was recognised on 1 January 2020 and did not restate comparative information.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

PSAK 72 "Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan"

Grup telah mengadopsi PSAK 72, "Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan" sejak tanggal 1 Januari 2020 yang mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi dan penyesuaian terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Sesuai dengan ketentuan transisi dalam PSAK 72, Grup telah mengadopsi aturan baru secara retrospektif dan telah mencatat dampaknya pada saldo laba awal. Penyesuaian-penyesuaian telah dilakukan terhadap jumlah-jumlah yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal penerapan awal (1 Januari 2020), dengan saldo jumlah tagihan bruto kepada dan utang bruto dari pemberi kerja direklasifikasi ke aset dan liabilitas kontrak.

PSAK 73 "Sewa"

Grup telah menerapkan PSAK 73 "Sewa" secara retrospektif sejak 1 Januari 2020, tetapi tidak menyajikan kembali informasi komparatif untuk periode pelaporan tahun 2019, seperti yang diizinkan berdasarkan ketentuan transisi dalam standar. Oleh karena itu, reklasifikasi dan penyesuaian yang timbul dari aturan sewa yang baru diakui dalam saldo awal laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2020.

Berdasarkan penerapan PSAK 73, Grup mengakui liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya telah diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi' berdasarkan prinsip sewa PSAK 30. Liabilitas ini diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental penyewa per 1 Januari 2020. Tingkat pinjaman inkremental rata-rata tertimbang penyewa yang diterapkan pada liabilitas sewa pada tanggal 1 Januari 2020 adalah 9,36% - 10,80%.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") (continued)

PSAK 72 "Revenue from contract with customers"

The Group has adopted PSAK 72 "Revenue from contracts with customers" from 1 January 2020 which resulted in changes in accounting policies and adjustments to the amounts recognised in the consolidated financial statements. In accordance with the transition provisions in PSAK 72, the Group has adopted the new rules retrospectively and has recorded the impact in the beginning retained earnings. The adjustments were made to the amounts recognised in the consolidated statement of financial position at the date of initial application (1 January 2020) with amount due from and due to customers were reclasified to contract assets and liabilities.

PSAK 73 "Leases"

The Group has adopted PSAK 73 "Leases" retrospectively from 1 January 2020, but did not restate the comparatives for the 2019 reporting period, as permitted under the transition provisions in the standard. The reclassifications and the adjustments arising from the new leasing rules were therefore recognised in the opening balance of consolidated statement of financial position on 1 January 2020.

On adoption of PSAK 73, the Group recognised lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as 'operating leases' under the principles of PSAK 30 leases. These liabilities were measured at the present value of the remaining lease payments, discounted using the lessee's incremental borrowing rate as of 1 January 2020. The weighted average lessee's incremental borrowing rate applied to the lease liabilities on 1 January 2020 was 9.36% - 10.80%.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

PSAK 73 "Sewa" (lanjutan)

Dalam menerapkan PSAK 73 untuk pertama kalinya, Grup telah menggunakan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar:

  • Akuntansi sewa operasi dengan sisa jangka waktu sewa kurang dari 12 bulan pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai sewa jangka pendek.
  • Menggunakan peninjauan kembali dalam menentukan jangka waktu sewa di mana kontrak berisi opsi untuk memperpanjang atau mengakhiri sewa.

Grup juga telah memilih untuk tidak menilai kembali apakah kontrak tersebut merupakan, atau berisi, sewa pada tanggal aplikasi awal. Sebagai gantinya, untuk kontrak yang ditandatangani sebelum tanggal transisi, Grup mengandalkan penilaian yang dibuat dengan menerapkan PSAK 30 dan ISAK 8 Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung Sewa.

Pengukuran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

PSAK 73 "Leases" (continued)

In applying PSAK 73 for the first time, the Group has used the following practical expedients permitted by the standard:

  • Accounting for operating leases with a remaining lease term of less than 12 months as at 1 January 2020 as short-term leases.
  • Using hindsight in determining the lease term where the contract contains options to extend or terminate the lease.

The Group has also elected not to reassess whether a contract is, or contains, a lease at the date of initial application. Instead, for contracts entered into before the transition date the group relied on its assessment made applying PSAK 30 and ISAK 8 Determining whether an arrangement contains a Lease.

Measurement of lease liabilities is as follows:

2020
Komitmen sewa operasi diungkapkan
pada tanggal 31 Desember 2019
(Dikurangi): sewa jangka pendek
2,268 Operating lease commitments
disclosed as at 31 December 2019
(Less): short-term leases not
tidak diakui sebagai liabilitas (366) recognised as a liability
1,902
Didiskontokan menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental penyewa pada
tanggal penerapan awal
1,838 Discounted using the lessee's
incremental borrowing rate of at the
date of initial application
Penyesuaian sebagai hasil dari
perlakuan yang berbeda opsi ekstensi
dan penghentian
51,761 Adjustments as a result of
a different treatment of extension
and termination options
Liabilitas sewa diakui pada
tanggal 1 Januari 2020
53,599 Lease liability recognised as at
1 January 2020

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

PSAK 73 "Sewa" (lanjutan)

Aset hak guna diukur pada nilai tercatatnya seakan-akan standar tersebut telah diterapkan sejak tanggal permulaan, tetapi didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal penerapan awal.

Akuntansi Pesewa

Grup tidak perlu melakukan penyesuaian apapun terhadap akuntansi untuk aset dimiliki sebagai pesewa dalam sewa operasi sebagai akibat dari penerapan PSAK 73.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

PSAK 73 "Leases" (continued)

Right-of-use assets were measured at its carrying amount as if the standard had been applied since the commencement date, but discounted using the Company's incremental borrowing rate at the date of initial application.

Lessor Accounting

The Group did not need to make any adjustments to the accounting for assets held as lessor under operating leases as a result of the adoption of PSAK 73.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

Dampak penyesuaian PSAK 71, 72 dan 73 terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian awal tahun adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

The impact on the PSAK 71, 72 and 73 adjustment to the consolidated statement of financial position at the beginning of the year are as follows:

31 Desember /
December 2019
PSAK 71 PSAK 72 PSAK 73 1 Januari/
January 2020
Aset lancar Current assets
Piutang usaha Trade receivables
- Pihak ketiga 812,622 (35,760) - - 776,862 Third parties -
- Pihak berelasi 118,033 (5,450) - - 112,583 Related parties -
Utang bruto dari Gross amount due
pemberi kerja 153,446 (153,446) - - from customer
Aset kontrak - (1,373) 156,542 - 155,169 Contract assets
Piutang sewa 8,796 (840) - - 7,956 Lease receivables
Aset lancar Other current
lainnya 1,258,398 - - (5,833) 1,252,565 assets
Aset tidak Non-current
lancar assets
Aset pajak Deferred tax
tangguhan 10,666 10,856 - - 21,522 assets
Property, plant &
Aset tetap 432,950 - - 56,625 489,575 equipment
Aset tidak lancar Other non-current
lainnya 101,929 - - - 101,929 assets
Jumlah aset 2,896,840 (32,567) 3,096 50,792 2,918,161 Total assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

31 Desember/
December 2019
PSAK 71 PSAK 72 PSAK 73 1 Januari/
January 2020
Liabilitas jangka
pendek
Pinjaman
Current
Liabilities
Borrowings
- Liabilitas sewa
Utang bruto kepada
- - - 10,953 10,953 Lease liabilities -
Gross amount due
pemberi kerja
Liabilitas kontrak
85,318
-
- (85,318)
85,736
-
-
-
85,736
to customer
Contract liabilities
Liabilitas jangka Other current
pendek lainnya 1,112,547 - - - 1,112,547 liabilities
Liabilitas jangka
panjang
72,965 - - 42,646 115,611 Non-current
Liabilities
Jumlah liabilitas 1,270,830 - 418 53,599 1,324,847 Total liabilities
Ekuitas Equity
Components of
Komponen ekuitas
selain saldo laba
Saldo laba:
197,453 - - - 197,453 equity other than
retained earnings
Retained earnings:
- Dicadangkan
- Belum
24,500 - - - 24,500 Appropriated -
dicadangkan 1,404,057 (32,567) 2,678 (2,807) 1,371,361 Unappropriated -
Jumlah ekuitas 1,626,010 (32,567) 2,678 (2,807) 1,593,314 Total Equity
Jumlah liabilitas
dan ekuitas
2,896,840 (32,567) 3,096 50,792 2,918,161 Total liabilities and
equity

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

Dampak pada saldo laba Grup pada 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

The impact on the Group's retained earnings as at 1 January 2020 is as follows:

Catatan/
Notes
(Rp)
Opening retained
Saldo laba awal - standar earnings - previous
sebelumnya 1,428,557 standards
Peningkatan provisi atas: Increase in provision for:
- Piutang dagang 4 (41,210) Trade receivables -
- Piutang sewa 5 (840) Lease receivables -
- Aset kontrak 20 (1,373) Contract assets -
Perubahan pengakuan Changes in revenue
pendapatan 2,678 recognition
Selisih antara penyesuaian Difference on the right-of
aset hak guna dan use assets and lease
liabilitas sewa (2,807) liabilities adjustments
Peningkatan aset pajak Increase in deferred tax
tangguhan terkait assets relating to
dengan provisi impairment
penurunan nilai 13d 10,856 provisions
Adjustment to the opening
Penyesuaian kepada saldo retained earnings
laba awal dari penerapan from the adoption
PSAK 71, 72 dan 73 (32,696) of PSAK 71, 72 and 73
Opening retained
earnings - new
Saldo laba awal - standar baru 1,395,861 standards

Amandemen standar yang relevan, yang telah diterbitkan tetapi tidak wajib diterapkan pada tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, adalah sebagai berikut:

  • Amandemen PSAK 1, "Penyajian laporan keuangan"
  • Amandemen PSAK 22, "Kombinasi bisnis"

Penerapan dini atas amandemen standar ini diperkenankan.

The relevant standard amendments that have been published but are not mandatory for the year ended 31 December 2020 and have not been early adopted by the Company are as follows:

  • Amendment of PSAK No. 1, "Presentation of financial statement"
  • Amendment of PSAK No. 22, "Business Combination"

Early adoption of the above standards are permitted.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") (lanjutan)

Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup sedang mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan amandemen standar tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian Grup.

b. Prinsip-prinsip konsolidasian b. Principles of consolidation

Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Perusahaan anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Perusahaan kehilangan pengendalian.

Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.

Transaksi, saldo dan keuntungan dan kerugian antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued)

Changes to the Statements of Financial Accounting Standards ("PSAK") and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards ("ISAK") (continued)

As at the authorisation date of these consolidated financial statements, the Group is still evaluating the potential impact of the implementation of these new standards and interpretations to its consolidated financial statements.

Subsidiaries are all entities (including structured entities) over which the group has control. The Group controls an entity when the Group is exposed to, or has rights to, variable returns from its involvement with the entity and has the ability to affect those returns through its power over the entity. Subsidiaries are fully consolidated from the date on which control is transferred to the Group. They are deconsolidated from the date on which that control ceases.

The Group applies the acquisition method to account for business combinations. The consideration transferred for the acquisition of a subsidiary is the fair value of the assets transferred, the liabilities incurred to the former owners of the acquiree and the equity interests issued by the Group. The consideration transferred includes the fair value of any asset or liability resulting from a contingent consideration arrangement. Identifiable assets acquired and liabilities and contingent liabilities assumed in a business combination are measured initially at their fair values at the acquisition date.

Inter-company transactions, balances and unrealised gains and losses on transactions between Group companies are eliminated. When necessary, amounts reported by subsidiaries have been adjusted to conform to the Group's accounting policies.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

b. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan) b. Principles of consolidation (lanjutan)

Grup mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

(a) Mata uang fungsional dan penyajian

Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan Grup diukur menggunakan mata uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi ("mata uang fungsional").

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Grup.

(b) Transaksi dan saldo

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan nilai tukar yang berlaku pada akhir periode diakui dalam laporan laba rugi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

The Group recognises any non-controlling interest in the acquiree on an acquisition-by-acquisition basis, either at fair value or at the non-controlling interest's proportionate share of the acquiree's net assets. Non-controlling interest is reported as equity in the consolidated statement of financial position, separate from the owner of the parent's equity.

c. Penjabaran mata uang asing c. Foreign currency translation

(a) Functional and presentation currency

Items included in the financial statements of the Group are measured using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (the "functional currency").

The consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the functional and presentation currency of the Group.

(b) Transactions and balances

Foreign currency transactions are translated into Rupiah using the exchange rate prevailing at the dates of the transactions. At the reporting date, monetary assets and liabilities in foreign currencies are translated at the exchange rates prevailing at that date.

Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions and from the translation at period-end exchange rates of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognised in profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Kurs utama yang digunakan, berdasarkan kurs tengah dari kurs jual dan beli yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut (Rupiah penuh):

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) c. Foreign currency translation (continued)

The main exchange rates used, based on the middle rates of the sell and buy rates published by Bank Indonesia are as follows (full Rupiah):

2020 2019
1 Dolar AS (USD) 14,105 13,901 US Dollar (USD) 1
1 Yen Jepang (JPY) 136 128 Japanese Yen (JPY) 1

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan dari suatu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.

Mulai 1 Januari 2020, Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori pengukuran berikut:

  • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi), dan
  • Diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas.

Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba rugi.

d. Instrumen keuangan d. Financial instrument

A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity.

(a) Aset keuangan (a) Financial assets

From 1 January 2020, the Group classifies its financial assets in the following measurement categories:

  • Those to be measured subsequently at fair value (either through other comprehensive income, or through profit or loss), and
  • Those to be measured at amortised cost.

The classification depends on the entity's business model for managing the financial assets and the contractual terms of the cash flows.

At initial recognition, the Group measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss, transaction costs that are directly attributable to the acquisition of the financial asset. Transaction costs of financial assets carried at fair value through profit or loss are expensed in profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan hanya memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga.

Keuntungan atau kerugian yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau penurunan nilainya. Pendapatan bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Grup mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam kategori berikut: aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang ditahan sampai jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Grup memiliki aset keuangan dalam bentuk pinjaman yang diberikan dan piutang.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instrument (continued)
  • (a) Aset keuangan (lanjutan) (a) Financial assets (continued)

As at 31 December 2020, the Group only has financial assets measured at amortised cost that are held for collection of contractual cash flows where those cash flows represent solely payments of principal and interest.

Gains or losses that are subsequently measured at amortised cost and not part of the hedging, are recognised in profit or loss when the assets are derecognised or impaired. Interest income on these financial assets is included in financial income using the effective interest method.

Accounting policies before 1 January 2020

The Group classifies its financial assets in the following categories: financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held to maturity investment and available for sale financial assets.

As at 31 December 2019, the Group has financial assets classified as loans and receivables.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

(a) Aset keuangan (lanjutan)

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan)

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran yang tetap atau dapat ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi harga di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang dimasukkan sebagai aset lancar, kecuali jika jatuh temponya melebihi 12 bulan setelah akhir periode pelaporan. Pinjaman yang diberikan dan piutang ini dimasukkan sebagai aset tidak lancar. Pinjaman yang diberikan dan piutang Grup terdiri dari kas dan setara kas, kas dibatasi penggunaannya, piutang usaha, jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja, piutang lain-lain dan piutang sewa pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pinjaman yang diberikan dan piutang pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi dan selanjutnya dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.

Penghasilan bunga pada aset keuangan yang termasuk dalam klasifikasi pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat sebagai penghasilan keuangan pada laporan laba rugi. Jika terjadi penurunan nilai, kerugian pada penurunan nilai akan dikurangi dari nilai tercatat aset keuangan yang diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui pada laporan laba rugi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instrument (continued)

(a) Financial assets (continued)

Accounting policies before 1 January 2020 (continued)

Loans and receivables are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They are included in current assets, except for maturities greater than 12 months after the end of reporting period. These are classified as non-current assets. The Group's loans and receivables comprise cash and cash equivalents, restricted cash, trade receivables, gross amount due from customers, other receivables and lease receivables in the consolidated statement of financial position.

Loans and receivables are initially recognised at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Financial assets are derecognised when the rights to receive cash flows from the assets have ceased to exist or have been transferred and the Group has transferred substantially all risks and rewards of ownership.

Interest income on financial assets classified as loans and receivables is included in finance income in profit or loss. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loans and receivables and the loss is recognised in profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

(b) Liabilitas keuangan (b) Financial liabilities

Grup mengklasifikasi liabilitas keuangan menjadi dua kategori: (i) liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar pada laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang terdiri atas utang usaha, contract liabilities, utang lain-lain dan akrual. Setelah saat awal pengakuan yang diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika dibayar.

e. Instrumen keuangan disalinghapus e. Offsetting financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak salinghapus tidak kontinjen atas peristiwa dimasa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • d. Instrumen keuangan (lanjutan) d. Financial instruments (continued)

The Group classifies its financial liabilities into two categories: (i) financial liabilities measured at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortised cost.

As at 31 December 2020 and 2019, the Group only has financial liabilities measured at amortised cost that comprise of trade payables, contract liabilities, other payables and accruals. After initial recognition which is at fair value plus transaction costs, the Group measures all financial liabilities at amortised cost using effective interest rates method. Financial liabilities are derecognised when extinguished.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realise the asset and settle the liability simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default in solvency or bankcrupty of the Group or the counterparty.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

f. Penurunan nilai aset keuangan

Grup menilai dengan dasar perkiraan masa yang akan datang kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen utangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan. Catatan 25 merinci bagaimana Perusahaan menentukan apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan.

Untuk piutang dagang, grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan yang diizinkan oleh PSAK 71, yang mensyaratkan kerugian seumur hidup yang diharapkan harus diakui dari pengakuan awal piutang.

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Pada akhir tahun, Grup menilai apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai terjadi hanya jika terdapat bukti objektif bahwa penurunan nilai merupakan akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset ("peristiwa kerugian") dan peristiwa kerugian (atau peristiwa) tersebut memiliki dampak pada estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Untuk kategori pinjaman yang diberikan dan piutang, jumlah kerugian diukur sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang diestimasi (tidak termasuk kerugian kredit masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset dikurangi dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba rugi. Jika pinjaman yang diberikan memiliki tingkat bunga mengambang, tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah tingkat bunga efektif saat ini yang ditentukan dalam kontrak. Untuk alasan praktis, Grup dapat mengukur penurunan nilai berdasarkan nilai wajar instrumen dengan menggunakan harga pasar yang dapat diobservasi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Impairment of financial assets

The Group assesses on a forward-looking basis the expected credit losses associated with its debt instruments carried at amortised cost and FVOCI. The impairment methodology applied depends on whether there has been a significant increase in credit risk. Note 25 details how the group determines whether there has been a significant increase in credit risk.

For trade receivables, the group applies the simplified approach permitted by PSAK 71, which requires expected lifetime losses to be recognised from initial recognition of the receivables.

Accounting policies before 1 January 2020

At the end of each reporting period, the Group assesses whether there is objective evidence that a financial asset or Group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a loss event) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated.

For the loans and receivables category, the amount of the loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset's original effective interest rate. The carrying amount of the asset is reduced and the amount of the loss is recognised in profit or loss. If a loan has a floating interest rate, the discount rate for measuring any impairment loss is the current effective interest rate determined under the contract. As a practical expedient, the Group may measure impairment on the basis of an instrument's fair value using an observable market price.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

f. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)

Jika jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan tersebut dapat dihubungkan secara objektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (misalnya meningkatnya peringkat kredit debitur), pemulihan atas jumlah penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya diakui pada laporan laba rugi pada periode selanjutnya.

Kas dan setara kas mencakup kas, simpanan di bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.

Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, disajikan sebagai kas dibatasi penggunaannya.

h. Piutang usaha dan piutang lain-lain h. Trade and other receivables

Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.

Piutang lain-lain terutama merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada karyawan Grup.

Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali jika dampak diskontonya tidak material, setelah dikurangi provisi atas penurunan nilai piutang. Lihat catatan 2f untuk kebijakan akuntansi penurunan nilai setelah penerapan PSAK 71.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

f. Impairment of financial assets (continued)

If the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised (such as an improvement in the debtor's credit rating), the reversal of the previously recognised impairment loss is recognised in profit or loss in a subsequent period.

g. Kas, setara kas dan deposito g. Cash, cash equivalents and deposits

Cash and cash equivalents include cash on hand, deposits held at call with banks and other short-term highly liquid investments with original maturities of three months or less.

Time deposits which are restricted in use are classified as restricted cash.

Trade receivables are amounts due from customers for merchandise sold or services performed in the ordinary course of business. If collection is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer), they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets.

Other receivables are mainly the receivables balance reflecting loans given to employees of the Group.

Trade and other receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, except where the effect of discounting would be immaterial, less provision for impairment of receivables. See Note 2f for accounting policies related to impairment receivables after adoption PSAK 71.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

h. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan)

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih, dihapusbukukan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Grup tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat menunjukkan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan disajikan dalam "beban penurunan nilai". Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap "beban penurunan nilai" pada laporan laba rugi.

i. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi

Grup melakukan transaksi dengan pihakpihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 7, "Pengungkapan pihak-pihak berelasi".

Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • h. Trade and other receivables (continued)

Accounting policy before 1 January 2020

Collectibility of trade and other receivables is reviewed on an ongoing basis. Receivables which are known to be uncollectible are written off by reducing the carrying amount directly. A provision account is used when there is objective evidence that the Group will not be able to collect all amounts due according to the original terms of the receivables. Significant financial difficulties of the debtor, probability that the debtor will enter bankruptcy or financial reorganisation, and default or delinquency in payments are considered indicators that the trade receivable is impaired. The amount of the impairment allowance is the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the original effective interest rate. Cash flows relating to short-term receivables are not discounted if the effect of discounting is immaterial.

The amount of the impairment loss is recognised in profit or loss within "impairment charges". When a trade and other receivables for which an impairment allowance had been recognised becomes uncollectible in a subsequent period, it is written off against the provision account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against "impairment charges" in profit or loss.

i. Transactions with related parties

The Group enters into transactions with related parties as defined in PSAK 7, "Related party disclosures".

All significant transactions and balances with relared parties are disclosed in the notes to the consolidated financial statements

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

j. Persediaan j. Inventories

Persediaan dinyatakan berdasarkan harga terendah antara harga perolehan dan harga realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi biaya penjualan.

Grup menetapkan provisi atas penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun atau estimasi pemakaian atau penjualan masing-masing jenis persediaan di masa mendatang.

Pada saat pembelian, mesin Xerographic dan komputer dicatat dalam akun persediaan. Pada saat aset tersebut disewakan ke pelanggan sebagai sewa operasi, nilai perolehannya dipindahbukukan ke dalam akun aset tetap dan mulai disusutkan.

Aset tetap diakui sebesar harga perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan.

Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Bangunan dan prasarana bangunan 3 - 20 Buildings and building improvements
Peralatan bangunan 3 - 5 Building equipments
Mesin Xerographic dan komputer 2 - 5 Xerographic machines and computers
Peralatan pengangkutan 4 - 5 Transportation equipments
Perabot dan peralatan kantor 3 - 5 Furnitures, fixtures and office equipments
Mesin, perkakas dan peralatan 3 - 8 Machinery, tools and equipments
Perbaikan aset yang disewa 2 - 5 Leasehold improvements

Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Cost is determined using the weighted average method. Net realisable value is the estimate of the selling price in the ordinary course of business, less selling expenses.

The Group makes a provision for impairment of inventories based on a review of the condition of inventories at the end of the year or the estimated future usage or sale of individual inventory items.

Acquisition of Xerographic machines and computers is initially recorded as inventories. When these assets are leased to customers under an operating lease, their related costs are reclassified to the fixed assets account and start to be depreciated.

k. Aset tetap dan penyusutan k. Fixed assets and depreciation

Fixed assets are stated at cost, less accumulated depreciation, except for land which is not depreciated.

Depreciation of the fixed assets are calculated using the straight-line method, based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Tahun/Years
Bangunan dan prasarana bangunan 3 - 20 Buildings and building improvements
Peralatan bangunan 3 - 5 Building equipments
Mesin Xerographic dan komputer 2 - 5 Xerographic machines and computers
Peralatan pengangkutan 4 - 5 Transportation equipments
Perabot dan peralatan kantor 3 - 5 Furnitures, fixtures and office equipments
Mesin, perkakas dan peralatan 3 - 8 Machinery, tools and equipments

Subsequent costs are included in the asset's carrying amount or recognised as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the replaced part is derecognised. All other repair and maintenance costs are charged to the profit or loss during the period in which they are incurred.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, dan biaya-biaya tersebut tidak disusutkan. Biaya terkait dengan pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.

Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah, dan disesuaikan bila perlu, pada setiap tanggal pelaporan.

Aset dalam penyelesaian disajikan dalam nilai perolehan. Aset tersebut akan direklasifikasi ke dalam aset tetap setelah aset siap digunakan.

l. Aset takberwujud l. Intangible assets

Aset takberwujud diukur berdasarkan nilai perolehan, dikurangi penurunan nilai. Aset takberwujud memiliki masa manfaat yang terbatas dan disajikan berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dan bertujuan untuk mengalokasikan harga perolehan aset takberwujud selama estimasi masa manfaatnya (3-5 tahun). Nilai amortisasi dari aset takberwujud dicatat sebagai beban pokok pendapatan dan beban umum dan administrasi di laporan laba rugi.

Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

k. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) k. Fixed assets and depreciation (continued)

Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognised as part of the acquisition cost of the land, and these costs are not depreciated. Costs related to renewal of land rights are recognised as intangible assets and amortised during the period of the land rights.

The assets' residual value and useful lives are reviewed, and adjusted if appropriate, at each reporting date.

Construction in progress is stated at cost. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed asset when the asset is ready for its intended use.

Intangible assets are measured at historical cost, less impairment. Intangible assets have a definite useful life and are carried at cost less accumulated amortisation. Amortisation is calculated using the straight-line method to allocate the cost of intangible assets over their estimated useful lives (3-5 years). Amortisation of intangible assets is as cost of revenue and general and administrative expense in profit or loss.

When fixed assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are eliminated from the consolidated financial statements. The resulting gains and losses on the disposal of fixed assets are recognised in profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Goodwill merupakan selisih lebih biaya perolehan atas kepemilikan Grup terhadap nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas anak pada tanggal efektif akuisisi. Kepentingan nonpengendali diukur pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi pada tanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebih rendah dari nilai wajar aset neto yang diperoleh, perbedaan tersebut diakui dalam laporan laba rugi.

Goodwill atas akuisisi entitas anak dicatat sebesar harga perolehan dikurangi dengan akumulasi kerugian penurunan nilai dan diuji penurunan nilainya setiap tahun atau dapat lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya potensi penurunan nilai.

Untuk pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis dialokasikan pada setiap unit penghasil kas, atau kelompok unit penghasil kas, yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Setiap unit atau kelompok unit yang memperoleh alokasi goodwill menunjukkan tingkat terendah dalam entitas yang goodwill-nya dipantau untuk tujuan manajemen internal. Goodwill dipantau pada level segmen operasi.

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan substansi perjanjian itu sendiri dan penilaian apakah pemenuhan atas perjanjian bergantung dari penggunaan aset tertentu atau aset, dan apakah perjanjian memberikan hak untuk menggunakan aset.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

m. Goodwill m. Goodwill

Goodwill represents the excess of the cost of an acquisition over the fair value of the Group's share of the net identifiable assets of the acquired subsidiary at the effective date of acquisition. Non-controlling interests are measured at their proportionate share of the net identifiable assets at the acquisition date. If the cost of acquisition is less than the fair value of the net assets acquired, the difference is recognised directly in profit or loss.

Goodwill on acquisition of subsidiary is carried at cost less accumulated impairment losses and tested for impairment annually or more frequently if events or changes in circumstances indicate a potential impairment.

For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is allocated to each of the cash-generating units ("CGU"), or groups of CGUs, that is expected to benefit from the synergies of the combination. Each unit or group of units to which the goodwill is allocated represents the lowest level within the entity at which the goodwill is monitored for internal management purposes. Goodwill is monitored at the operating segment level.

n. Sewa n. Leases

Determination whether an arrangement is, or contains, a lease is made based on the substance of the arrangement and assessment of whether fulfilment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets, and the arrangement conveys a right to use the asset.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Persyaratan sewa dinegosiasikan secara individual dan berisi berbagai persyaratan dan ketentuan yang berbeda. Perjanjian sewa tidak memberlakukan perjanjian apa pun selain jaminan untuk tujuan peminjaman.

Sewa diakui sebagai aset hak guna dan liabilitas terkait pada tanggal di mana aset sewaan tersedia untuk digunakan oleh Grup. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa sehingga menghasilkan suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa untuk setiap periode. Aset hak guna disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa manfaat aset dengan masa sewa dengan metode garis lurus.

Aset dan liabilitas yang timbul dari sewa pada awalnya diukur dengan basis nilai kini. Liabilitas sewa termasuk nilai bersih sekarang dari pembayaran sewa tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi), dikurangi piutang insentif sewa. Pembayaran sewa yang harus dilakukan berdasarkan opsi perpanjangan tertentu juga termasuk dalam pengukuran liabilitas.

Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup, yaitu suku bunga yang harus dibayar oleh Grup untuk meminjam dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi serupa dengan syarat dan ketentuan yang serupa.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued)

Lease terms are negotiated on an individual bases and contain a wide range of different terms and conditions. The lease agreements do not impose any covenants other than the security for borrowing purposes.

Leases are recognised as a right-of-use asset and a corresponding liability at the date at which the leased asset is available for use by the Group. Each lease payment is allocated between the liability and finance cost. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. The right-of-use asset is depreciated over the shorter of the asset's useful life and the lease term on a straight line basis.

Assets and liabilities arising from a lease are initially measured on a present value basis. Lease liabilities include the net present value of the fixed lease payments (including insubstance fixed payments), less any lease incentives receivable. Lease payments to be made under reasonably certain extension options are also included in the measurement of the liability.

The lease payments are discounted using the the Group's incremental borrowing rate, being the rate that the Group would have to pay to borrow the funds necessary to obtain an asset of similar value to the right-of-use asset in a similar economic environment with similar terms, security and conditions.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Untuk menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup:

  • jika memungkinkan, menggunakan pembiayaan pihak ketiga terkini yang diterima oleh masing-masing entitas sebagai titik awal, disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kondisi pembiayaan sejak pembiayaan pihak ketiga diterima;
  • menggunakan pendekatan build-up yang dimulai dengan suku bunga bebas risiko yang disesuaikan dengan risiko kredit untuk sewa;
  • membuat penyesuaian spesifik untuk sewa, misalnya jangka waktu, negara, mata uang dan keamanan.

Aset hak guna diukur pada biaya perolehan yang terdiri dari berikut ini:

  • jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
  • pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima
  • biaya langsung awal, dan
  • biaya restorasi.

Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak guna disusutkan selama masa manfaat aset yang mendasarinya.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued)

To determine the incremental borrowing rate, the Group:

  • where possible, uses recent third-party financing received by the individual entity as a starting point, adjusted to reflect changes in financing conditions since third party financing was received;
  • uses a build-up approach that starts with a risk-free interest rate adjusted for credit risk for leases;
  • makes adjustments specific to the lease, e.g. term, country, currency and security.

Right-of-use assets are measured at cost comprising the following:

  • - the amount of the initial measurement of lease liability
  • - any lease payments made at or before the commencement date less any lease incentives received
  • - any initial direct costs, and
  • - restoration costs

If the Group is reasonably certain to exercise a purchase option, the right-of use asset is depreciated over the underlying assets's useful life.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Pembayaran terkait dengan sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui atas dasar garis lurus sebagai beban dalam laporan laba rugi. Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang. Aset bernilai rendah terdiri dari peralatan TI dan furnitur kantor kecil.

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Sewa - Grup merupakan penyewa

Sewa aset tetap dimana Grup memiliki secara substansi seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa. Sewa dikapitalisasi pada awal masa sewa sebesar nilai terendah antara nilai wajar aset tetap sewaan atau nilai kini pembayaran sewa minimum.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa. Kewajiban sewa yang terkait, dikurangi dengan beban keuangan, dimasukkan ke dalam "liabilitas sewa". Elemen bunga dari beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodik yang konstan untuk saldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued)

Payments associated with short-term leases and leases of low-value assets are recognised on a straight-line basis as an expense in profit or loss. Short-term leases are leases with a lease term of 12 months or less. Low-value assets comprise IT-equipment and small items of office furniture.

Accounting policies before 1 January 2020

Leases - the Group is the lessees

Leases of fixed assets where the Group have substantially all the risks and rewards of ownership are classified as leases. Leases are capitalised at the commencement of the lease at the lower of the fair value of the leased fixed assets and the present value of the minimum lease payments.

Each lease payment is allocated between the liability and finance charges so as to achieve a constant rate on the finance balance outstanding. The corresponding rental obligations, net of finance charges, are included in "lease liabilities". The interest element of the finance cost is charged to the profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Sewa - Grup merupakan penyewa (lanjutan)

Aset tetap yang diperoleh melalui sewa disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa manfaat aset dan masa sewa apabila tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa Grup akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa - Grup merupakan pesewa

Piutang sewa disajikan sebesar piutang sewa ditambah dengan nilai sisa yang terjamin pada akhir masa sewa, dikurangi dengan pendapatan sewa ditangguhkan, simpanan jaminan dan provisi atas penurunan nilai piutang.

Investasi bersih dalam sewa yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal pelaporan diklasifikasikan sebagai aset lancar; jika tidak, aset tersebut diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Sewa operasi - Grup merupakan penyewa

Sewa dimana bagian signifikan dari risiko dan manfaat kepemilikan aset berada pada penyewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Pembayaran yang dilakukan untuk sewa operasi dibebankan ke laporan laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Sewa operasi - Grup merupakan pesewa

Pendapatan sewa diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued)

Leases - the Group is the lessees (continued)

The fixed assets acquired under leases is depreciated over the shorter of the useful life of the assets and the lease term if there is no reasonable certainty that the Group will obtain ownership at the end of the lease term.

Leases - the Group is the lessors

Leases receivables is shown as the lease receivables plus the guaranteed residual values at the end of the lease period, net of unearned finance lease income, security deposits and provision for impairment of receivables.

Net investment in leases with maturities less than 12 months after the reporting date are classified under current assets; otherwise they are classified as noncurrent.

Operating leases - the Group is the lessees

Leases where a significant portion of the risks and rewards of ownership are retained by the lessor are classified as operating leases.

Payments made under operating leases are charged to the profit or loss on a straight-line basis over the period of the lease.

Operating leases - the Group is the lessors

Rental revenue is recognised on a straight-line basis over the lease term.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

o. Penurunan nilai aset non keuangan o. Impairment of non-financial assets

Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud, ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah dimana terdapat arus kas yang dapat diidentifikasi. Aset nonkeuangan selain goodwill yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai.

Dalam rangka penerapan kebijakan manajemen risiko, Grup melakukan kontrak instrumen keuangan derivatif untuk melindungi eksposur yang mendasarinya ("underlying exposures").

Instrumen keuangan derivatif pada awalnya diakui sebesar nilai wajar pada tanggal kontrak derivatif disepakati dan selanjutnya diukur kembali sebesar nilai wajarnya.

Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung pada apakah derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk tujuan akuntansi dan sifat dari item yang dilindung nilai.

Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui pada laporan laba rugi.

Nilai wajar instrumen keuangan derivatif diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo instrumen keuangan derivatif yang dilindung nilai lebih dari 12 bulan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Fixed assets and other non-current assets including intangible assets, are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognised for the amount by which the carrying amount of the assets exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less cost to sell and its value in use of the assets. For the purposes of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows. Nonfinancial assets other than goodwill that suffer impairment are reviewed for possible reversal of the impairment at each reporting date.

p. Instrumen keuangan derivatif p. Derivative financial instruments

For risk management purposes, the Group enters into derivative financial instruments contract in order to hedge underlying exposures.

Derivative financial instruments are initially recognised at fair value on the date a derivative contract is entered into and are subsequently remeasured at their fair values.

The method of recognising the resulting gains or losses is dependent on whether the derivative is designated as a hedging instrument for accounting purposes and the nature of the item being hedged.

Changes in the fair value of derivatives that do not meet the criteria of hedging for accounting purposes are recorded in profit or loss.

The fair value of derivative financial instruments is classified as a non-current asset or liability if the remaining maturities of the derivative financial instruments are greater than 12 months.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

q. Utang usaha dan utang lain-lain q. Trade and other payables

Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Utang usaha dan utang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material.

Provisi diakui apabila Grup mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan andal. Provisi tidak diakui untuk kerugian operasi masa depan.

s. Perpajakan s. Taxation

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas.

Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah diberlakukan pada tanggal pelaporan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Accounts payable are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). If not, they are presented as non-current liabilities.

Trade and other payables are initially measured at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, unless the effect discounting is immaterial.

r. Provisi r. Provisions

Provisions are recognised when the Group has a present obligation (legal as well as constructive) as a result of past events and it is more likely than not that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the amount of the obligation can be made. Provision is not recognised for future operating losses.

The income tax expense comprises current and deferred income tax. Tax is recognised in profit or loss, except to the extent that it relates to items recognised in other comprehensive income or directly in equity.

The current income tax charge is calculated on the basis of the tax laws enacted or substantively enacted at the reporting date.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Pajak penghasilan tangguhan diakui, dengan menggunakan metode balance sheet liability untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan diterapkan ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan tangguhan diselesaikan.

Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan.

Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

Sejak 1 Januari 2020, Grup telah menerapkan PSAK 72 yang membutuhkan pendapatan pengakuan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:

    1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
    1. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

s. Perpajakan (lanjutan) s. Taxation (continued)

Deferred income tax is recognised using the balance sheet liability method, for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values. Deferred income tax is determined using tax rates that have been enacted or substantially enacted as at the reporting date and is expected to apply when the related deferred tax asset is realised or the deferred tax liability is settled.

Deferred tax assets are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the deductible temporary differences.

Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities.

t. Pengakuan pendapatan dan beban t. Recognition of revenues and expenses

From 1 January 2020, the Company has applied PSAK 72, which requires revenue recognition to fulfill 5 steps of assessment:

  • 1. Identify contract(s) with a customer.
  • 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
      1. Penentuan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
      1. Pengalokasian harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
      1. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).

Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:

  • a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
  • b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

  • t. Recognition of revenues and expenses (continued)
    • 3. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period.
    • 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative stand- alone selling price are estimated based on expected cost plus margin.
    • 5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control over the goods or services).

A performance obligation may be satisfied at the following:

  • a. A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
  • b. Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Company selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognised as the performance obligation is satisfied.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian produk telah dialihkan kepada pelanggan.

Pendapatan dari pemberian jasa diakui pada periode saat jasa tersebut diberikan.

Pendapatan dari kontrak proyek diakui pada periode saat jasa tersebut diberikan, diukur berdasarkan biaya yang timbul hingga saat ini dibandingkan degan total biaya estimasi untuk setiap kontrak. Kerugian yang mungkin timbul, yang berhubungan dengan kontrak kerja diakui dalam periode dimana kerugian tersebut teridentifikasi.

Beberapa kontrak mencakup beberapa pekerjaan yang perlu dilaksanakan, seperti instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam beberapa kasus, instalasi tersebut bersifat sederhana, tidak termasuk servis integrasi dan dapat dilakukan oleh pihak lain. Oleh karena itu, beberapa servis tersebut diperhitungkan sebagai kewajiban pelaksanaan yang terpisah. Dalam hal ini, harga transaksi akan dialokasikan untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, mereka diestimasi berdasarkan biaya yang diperkirakan ditambah margin. Jika kontrak mencakup instalasi perangkat keras, pendapatan perangkat keras diakui ketika perangkat keras dikirim, hak milik resmi telah beralih dan pelanggan telah menerima perangkat keras tersebut.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • t. Recognition of revenues and expenses (continued)

Revenue from the sale of goods is recognised when the control over the goods are delivered to the customers.

Service revenue is recognised in the period when services are rendered.

Revenues from project contracts is recognised in the period in which the services are rendered, measured by reference to the cost incurred to date compared to the estimated total cost for each contract. The full amount of any anticipated loss related to the contract is recognised in the period in which the loss is identified.

Some project contracts include multiple deliverables, such as the installation of hardware and software as part of the project implementation. In some cases, the installation is simple, does not include an integration service and could be performed by another party. It is therefore accounted for as a separate performance obligation. In this case, the transaction price will be allocated to each performance obligation based on the standalone selling prices. Where these are not directly observable, they are estimated based on expected cost plus margin. If contracts include the installation of hardware, revenue for the hardware is recognised at a point in time when the hardware is delivered, the legal title has passed and the customer has accepted the hardware.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
  • t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Estimasi pendapatan, biaya atau tingkat perkembangan menuju penyelesaian direvisi jika keadaan berubah. Setiap kenaikan atau penurunan estimasi pendapatan atau biaya tercermin dalam laporan laba rugi pada periode di mana keadaan yang menyebabkan revisi tersebut diketahui oleh manajemen.

Penagihan harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika penagihan kepada pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui ketika penagihan kepada pelanggan lebih besar daripada saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020

Grup mengakui pendapatan pada saat jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal, besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas dan ketika kriteria tertentu terpenuhi untuk setiap aktivitas Grup seperti yang dijelaskan di bawah.

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • t. Recognition of revenues and expenses (continued)

Estimates of revenues, costs or extent of progress toward completion are revised if circumstances change. Any resulting increases or decreases in estimated revenues or costs are reflected in profit or loss in the period in which the circumstances that give rise to the revision become known by management.

Billing of the transaction price is different for each contract. A contract asset is recognised once the progress billing to the customer is less than the balance of performance obligation which has been satisfied. A contract liabilities is recognised once the progress billing to the customer is more than the balance of performance obligation which has been satisfied.

Expenses are recognised as incurred on an accrual basis.

Accounting policy before 1 January 2020

The Group recognises revenue when the amount of revenue can be measured reliably, it is probable that future economic benefits will flow to the entity and when specific criteria are met for each activity of the Group as described below.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

Kebijakan akuntansi sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan)

Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan telah berpindah kepada pelanggan.

Pendapatan jasa diakui pada saat jasa diberikan.

Pendapatan dari kontrak proyek diakui menggunakan metode persentase penyelesaian untuk menentukan nilai yang seharusnya diakui pada periode tersebut. Tingkat penyelesaian diukur berdasarkan biaya yang timbul hingga saat ini dibandingkan dengan total biaya estimasi untuk setiap kontrak. Laba atas kontrak diakui segera saat hal tersebut dapat diestimasi secara handal. Apabila kemungkinan besar total biaya kontrak akan melebihi total pendapatan kontrak, kerugian prospektif diakui segera dalam laba rugi. Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.

Pendapatan sewa diakui secara bertahap dengan metode garis lurus sesuai periode sewa.

Pendapatan dari sewa diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga efektif.

Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.

Kerugian yang mungkin timbul, yang berhubungan dengan kontrak kerja diakui dalam periode dimana kerugian tersebut teridentifikasi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

  • 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
  • t. Recognition of revenues and expenses (continued)

Accounting policy before 1 January 2020 (continued)

Revenue from the sale of goods is recognised when the significant risks and rewards of ownership of the goods have been transferred to customers.

Service revenue is recognised when services are rendered.

Revenues from project contracts are recognised using the percentage of completion method to determine the appropriate amount to be recognised in given period; the stage of completion is measured by reference to the cost incurred to date compared to the estimated total cost for each contract. The profit for a contract is recognised as soon as it can be estimated reliably. When it is probable that total contract costs will exceed total contract revenue, the expected loss is recognised as an expense immediately.

Rental revenue is accounted for on a straightline basis over the lease term.

Revenue from leases are recognised over the term of the respective contracts using the effective interest method.

Expenses are recognised as incurred on an accrual basis.

The full amount of any anticipated loss related to the contract, is recognised in the period in which the loss is identified.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya

Grup memiliki program pensiun iuran pasti dan imbalan pasti.

Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti umur, masa kerja dan jumlah kompensasi (Dana Pensiun Astra 1).

Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun dimana Grup akan membayar iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah (Dana Pensiun Astra 2). Namun karena Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para pekerja yang telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Grup rentan terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila iuran kumulatif kurang dari jumlah tertentu. Sebagai akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan, program iuran pasti secara efektif diberlakukan seolah-olah sebagai program imbalan pasti.

Kewajiban imbalan pensiun tersebut merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program yang berasal dari program pensiun yang ada. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Imbalan kerja u. Employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits

Short-term employee benefits are recognised when they accrue to the employees.

Pension benefits and other postemployment benefits

The Group has defined contribution and defined benefit pension plans.

A defined benefit pension plan is a pension plan that defines an amount of pension that will be received by the employee on becoming entitled to a pension, which usually depends on one or more factors such as age, years of service, and compensation (Dana Pensiun Astra 1).

A defined contribution plan is a pension plan under which the Group pays fixed contributions into a separate entity (Dana Pensiun Astra 2). However, since Labour Law No. 13 of 2003 requires an entity to pay to a worker entering into pension age a certain amount based on the worker's length of service, the Group is exposed to the possibility of having to make further payments to reach that certain amount in particular when the cumulative contributions are less than that amount. Consequently for financial reporting purposes, defined contribution plans are effectively treated as if they were defined benefit plans.

The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at end of the reporting date less the fair value of plan assets from existing pension program. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the projected unit credit method.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan)

Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan menggunakan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang pada tanggal pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan.

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan pada laba komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba.

Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi.

Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi.

Grup memberikan imbalan pasca kerja lainnya, seperti uang penghargaan dan uang pisah. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun.

Sedangkan imbalan berupa uang pisah, dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, setelah memenuhi masa kerja minimal tertentu. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metode yang sama dengan metode yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti, kecuali untuk pengukuran kembali yang diakui pada laba rugi.

Imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti cuti berimbalan jangka panjang dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit dan didiskontokan ke nilai kini.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

u. Imbalan kerja (lanjutan) u. Employee benefits (continued)

Pension benefits and other postemployment benefits (continued)

The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future outflows using the yield at end of the reporting period of long-term government bonds that are denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity similar to the related pension obligation.

Actuarial gains and losses arising from experience adjusments and changes in actuarial assumptions are charged or credited to other comprehensive income and reported in retained earnings.

Past service costs are recognised immediately in profit or loss.

Gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan are recognised in profit or loss when the curtailment or settlement occurs.

The Group provides other post-employment benefits such as service pay and separation pay. The service pay benefit vests when the employees reach their retirement age.

The separation pay benefit is paid to employees who voluntarily resign, subject to a minimum number of years of service. These benefits have been accounted for using the same method as for the defined benefit pension plan, except for remeasurements which are recognised in profit or loss.

Other long-term employee benefits such as long service leave are calculated using the projected unit credit method and discounted to present value.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar ditambah dengan ratarata tertimbang saham yang akan diterbitkan atas konversi efek berpotensi saham yang bersifat dilutif.

Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham. Pembagian dividen interim diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris serta sudah diumumkan kepada publik.

x. Pelaporan segmen x. Segment reporting

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

v. Laba per saham v. Earnings per share

Earnings per share is calculated by dividing profit for the year by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year.

Diluted earnings per share is computed by dividing profit by the weighted average number of ordinary shares added to the weighted average number of shares calculated assuming conversion of all dilutive potential ordinary shares.

w. Distribusi dividen w. Dividend distribution

Final dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are approved in the Company's General Meeting of the Shareholders. Interim dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are approved by a Directors' resolution, approval has been obtained from the Board of Commissioners and a public announcement has been made.

Operating segments are reported in a consistent manner with the internal reporting provided to the chief operating decision-maker. The chief operating decision-maker is responsible for allocating resources, assessing performance of the operating segments and making strategic decisions.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS

2020 2019
Kas/Cash on hand 3,602 3,174
Bank/Cash in banks 91,781 45,180
Deposito/Deposits 384,499 443,190
479,882 491,544
Bank/Cash in banks
Pihak ketiga/Third parties:
Rupiah:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 42,743 18,033
- PT Bank Commonwealth 10,309 2,503
- PT Bank Central Asia Tbk 7,248 1,415
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 5,174 -
- PT Bank Permata Tbk *) 4,513 -
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2,866 1,606
- PT Bank OCBC NISP Tbk 2,170 2,066
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk 1,968 150
- PT Bank Sulselbar 1,870 794
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1,782 484
- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk 1,406 148
- PT Bank CIMB Niaga Tbk 1,367 390
- PT Bank JTrust Indonesia Tbk 1,192 -
- PT Bank HSBC Indonesia 381 276
- PT Bank ANZ Indonesia 301 2,773
- PT Bank UOB Indonesia 245 619
- PT Bank Sinarmas 121 198
- PT Bank SulutGo 75 72
- PT Bank BNI Syariah 3 1,188
- Lain-lain/Others 1,598 2,525
87,332 35,240
Dolar AS/US Dollar:
- PT Bank Permata Tbk *) 2,418 -
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk 867 1,209
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 570 1,834
- PT Standard Chartered 158 157
- PT Bank Central Asia Tbk 144 145
- Lain-lain/Others 260 170
4,417 3,515
Mata uang asing lainnya/Other foreign currencies 32 30
Pihak berelasi/Related party:
*)
- PT Bank Permata Tbk
Rupiah - 6,306
Dolar AS/US Dollar - 89
- 6,395
Jumlah saldo di bank/Total cash in banks 91,781 45,180

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

2020 2019
Deposito/Deposits
Pihak ketiga/Third parties:
Rupiah:
- PT Bank Permata Tbk *) 141,000 -
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 125,600 297,690
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 117,899 71,000
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 33,500
- PT Bank UOB Indonesia - 25,000
384,499 427,190
Pihak berelasi/Related party:
- PT Bank Permata Tbk *)
Rupiah - 16,000
Jumlah deposito/Total deposits 384,499 443,190

*) Pihak berelasi hingga Mei 2020 *) Related party until May 2020

Deposito akan jatuh tempo pada berbagai tanggal, terakhir pada tanggal 30 Januari 2021 (31 Desember 2019: terakhir pada tanggal 28 Januari 2020).

Deposits will mature on various dates, the last would be on 30 January 2021 (31 December 2019: the last was on 28 January 2020).

Suku bunga per tahun deposito adalah: Interest rates per annum for deposits are as follows:

Refer to Note 28 for details of related party

2020 2019
Rupiah 1.5% - 3.5% 4.00% - 7.50% Rupiah

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihak berelasi.

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

information.

2020 2019
Pihak ketiga:
Rupiah
Dolar AS
Mata uang asing lain
Provisi atas penurunan nilai
400,970
1,559
7,995
824,854
2,184
2,142
Third parties:
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
Provision for impairment
piutang usaha (49,816)
360,708
(16,558)
812,622
of trade receivables
Pihak berelasi:
Rupiah
Dolar AS
Mata uang asing lain
Provisi atas penurunan nilai
piutang usaha
108,612
634
-
(2,780)
106,466
115,747
2,286
-
-
118,033
Related parties:
Rupiah
US Dollar
Other foreign currencies
Provision for impairment
of trade receivables
467,174 930,655

Halaman - 49 - Page

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Mutasi provisi atas penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) 4. TRADE RECEIVABLES (continued)

Movements in the provision for impairment of receivables are as follows:

2020 2019
Pada awal tahun 16,558 12,094 At beginning of the year
Dampak implementasi Impact of PSAK 71
PSAK 71 41,210 - implementation
(Pemulihan)/penambahan (2,110) 7,000 (Reversal)/addition
Penghapusbukuan (3,062) (2,536) Written off
Pada akhir tahun 52,596 16,558 At end of the year

Umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging of trade receivables is as follows:

2020 2019
Belum jatuh tempo 332,721 679,084 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
- 1 - 30 hari 79,824 145,480 1 - 30 days -
- 31 - 60 hari 38,481 55,507 31 - 60 days -
- 61 - 90 hari 15,102 13,121 61 - 90 days -
- 91 - 120 hari 7,609 6,341 91 - 120 days -
- 121 hari - 150 hari 5,323 2,346 121 - 150 days -
- 151 hari - 180 hari 3,015 2,698 151 - 180 days -
- Lebih dari 180 hari 37,695 42,636 Over 180 days -
Pada akhir tahun 519,770 947,213 At end of the year

Berdasarkan reviu atas status masing-masing saldo akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa jumlah provisi atas penurunan nilai piutang usaha telah mencukupi untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak ada piutang usaha yang dijaminkan.

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihak berelasi.

Based on a review of the status of individual trade receivable at the end of the year, the management is of the opinion that the provision for impairment of trade receivable is adequate to cover any losses from non-collectible trade receivables.

As at 31 December 2020 and 2019, no trade receivable which is pledged as collateral.

Refer to Note 28 for details of related party information.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG SEWA 5. FINANCE LEASE

2020 2019
Piutang sewa - bruto
sudah ditagihkan
Belum ditagihkan untuk
periode jatuh tempo:
581 4,345 Lease receivables - gross
billed
Unbilled for period of
due date:
- Kurang dari 1 tahun
- 1 - 2 tahun
692
-
4,191
536
Less than 1 year
-
1 - 2 years -
1,273 9,072
Pendapatan bunga
ditangguhkan
(4) 250 Unearned interest income
Provisi atas penurunan nilai
piutang sewa
1,269
(281)
9,322
-
Provision for lease receivables
impairment
Piutang sewa - bersih 988 9,322 Lease receivables - net
Dikurangi: bagian lancar
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
(331)
(657)
(8,660)
(136)
Less: current portion
Third parties -
Related parties -
(988) (8,796)
Bagian tidak lancar
- Pihak ketiga
- 526 Long-term portion
Third parties -
- 526

Rincian piutang sewa bersih menurut umur adalah sebagai berikut:

The aging of net lease receivables is as follows:

2020 2019
Belum ditagihkan 688 4,977 Unbilled
Sudah ditagihkan: Billed:
- Lancar 214 2,551 Current -
- Lewat jatuh tempo 1 - 30 hari 57 274 Overdue 1 - 30 days -
- Lewat jatuh tempo 31 - 60 hari
- Lewat jatuh tempo
29 650 Overdue 31 - 60 days -
lebih dari 60 hari 281 870 Overdue over 60 days -
1,269 9,322

Mutasi provisi atas penurunan nilai piutang sewa adalah sebagai berikut:

Movements in the provision for impairment of lease receivables are as follows:

2020 2019
Pada awal tahun - - At beginning of the year
Dampak implementasi Impact of PSAK 71
PSAK 71 840 - implementation
(Pemulihan)/penambahan (559) - (Reversal)/addition
Pada akhir tahun 281 - At end of the year

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT AGIT memiliki kontrak sewa jangka panjang dengan beberapa pelanggan, seperti PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan PT Traktor Nusantara untuk penyewaan peralatan sistem informasi, dengan masing-masing kontrak akan berakhir pada 2021.

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihak berelasi.

6. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 6. PREPAYMENTS

Beban dibayar dimuka merupakan beban asuransi, sewa gedung dan perawatan sistem SAP yang telah dibayar dimuka.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG SEWA (lanjutan) 5. FINANCE LEASE (continued)

PT AGIT entered into long-term lease contracts with several customers, such as PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk and PT Traktor Nusantara for lease of information system devices, in which the respective contracts will expire in 2021.

Refer to Note 28 for details of related party information.

Prepayments represent insurance, rental building and SAP system maintenance that have been paid in advance.

7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES

2020 2019
Persediaan untuk dijual 201,511 161,711 Merchandise for sale
Bahan habis pakai 99,262 130,923 Consumables
Suku cadang 72,555 77,981 Spare parts
Kertas 2,273 3,109 Paper
Perlengkapan kantor 425 449 Office supplies
376,026 374,173
Dikurangi: Less:
Provisi atas penurunan nilai Provision for impairment
persediaan (9,138) (2,023) of inventories
366,888 372,150
Barang dalam perjalanan 49,995 85,301 Goods in transit
416,883 457,451

Mutasi provisi atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

The movements in the provision for impairment of inventories are as follows:

2020 2019
Pada awal tahun 2,023 4,528 At beginning of the year
Penambahan 8,632 1,000 Addition
Penghapusbukuan (1,517) (3,505) Write-off
Pada akhir tahun 9,138 2,023 At end of year

Manajemen berkeyakinan bahwa provisi atas penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup kerugian karena penurunan nilai persediaan.

Management believes that the provision for impairment of inventory is adequate to cover loss due to the decline in the value of inventories.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

Persediaan diasuransikan atas risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan maksimum sebesar Rp 370.000 pada 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: Rp 275.000). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut telah mencukupi untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran dan risiko lainnya.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

7. PERSEDIAAN (lanjutan) 7. INVENTORIES (continued)

The inventories are covered by insurance against losses from fire and other risks under blanket policies with maximum amounts of Rp 370,000 as at 31 December 2020 (31 December 2019: Rp 275,000). Management is of the opinion that the insurance coverage is adequate to cover any possible losses from fire and other risks.

8. ASET TETAP 8. FIXED ASSETS

2020
Saldo awal/
Beginning
b
balance
Dampak
penyesuaian
PSAK 73/
Adjustment in
relation to
implementation
PSAK 73
Penambahan/
Additions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Pengurangan/
Disposals
Saldo akhir/
Ending
balance
Harga perolehan
Aset kepemilikan langsung:
Tanah
Bangunan dan prasarana
bangunan
Peralatan bangunan
Mesin Xerographic dan
komputer
8,978
71,153
21,917
1,482,149
-
-
-
-
-
988
807
-
-
555
419
139,460*)
-
(1,720)
(102)
(71,273)
8,978
70,976
23,041
1,550,336
Cost
Direct ownership assets:
Land
Buildings and building
improvements
Building equipments
Xerographic machines
and computers
Peralatan pengangkutan
Perabotan dan peralatan
kantor
Mesin, perkakas dan
peralatan
Perbaikan aset yang
disewa
20,794
187,698
21,851
873
1,815,413
-
-
-
-
-
-
3,772
342
-
5,909
-
49
125
-
140,608
(1,448)
(7,151)
-
-
(81,694)
19,346
184,368
22,318
873
1,880,236
Transportation
equipments
Furnitures, fixtures and
office equipments
Machinery, tools and
equipments
Leasehold
improvements
Aset hak-guna -
1,815,413
70,265
70,265
6,488
12,397
-
140,608
-
(81,694)
76,753
1,956,989
Right-of-use-asset
Construction
Aset dalam penyelesaian 2,652
1,818,065
-
70,265
1,236
13,633
(1,148)
139,460*)
-
(81,694)
2,740
1,959.729
in progress
Akumulasi penyusutan
Aset kepemilikan langsung:
Bangunan dan prasarana
bangunan
Peralatan bangunan
Mesin Xerographic dan
komputer
(44,702)
(13,815)
(1,123,085)
-
-
-
(6,576)
(760)
(178,593)
-
-
-
608
100
71,079
(50,670)
(14,475)
(1,230,599)
Accumulated
depreciation
Direct ownership assets:
Buildings and building
improvements
Building equipments
Xerographic machines
and computers
Peralatan pengangkutan
Perabotan dan peralatan
kantor
Mesin, perkakas dan
peralatan
Perbaikan aset yang
disewa
(19,874)
(164,886)
(18,017)
(736)
-
-
-
-
(364)
(13,459)
(2,075)
-
-
-
-
-
1,437
6,967
-
-
(18,801)
(171,378)
(20,092)
(736)
Transportation
equipments
Furnitures, fixtures and
office equipments
Machinery, tools and
equipments
Leasehold
improvements
Aset hak-guna (1,385,115)
-
(1,385,115)
-
(13,640)
(13,640)
(201,827)
(13,044)
(214,871)
-
-
-
80,191
-
80,191
(1,506,751)
(26,684)
(1,533,435)
Right-of-use-asset
Nilai buku bersih 432,950 426,294 Net book value

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

2019
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Pengurangan/
Disposals
Saldo akhir/
Ending
balance
Harga perolehan
Aset kepemilikan langsung:
Tanah
8,978 - - - 8,978 Cost
Direct ownership assets:
Land
Bangunan dan prasarana
bangunan
Peralatan bangunan
Mesin Xerographic dan
65,993
16,519
763
5,174
5,202
333
(805)
(109)
71,153
21,917
Buildings and building
improvements
Building equipments
Xerographic machines
komputer 1,291,459 - 199,288*) (8,598) 1,482,149 and computers
Transportation
Peralatan pengangkutan
Perabotan dan peralatan
21,250 - - (456) 20,794 equipments
Furnitures, fixtures and
kantor 178,218 10,785 348 (1,653) 187,698 office equipments
Mesin, perkakas dan
peralatan
20,474 330 1,236 (189) 21,851 Machinery, tools and
equipments
Perbaikan aset yang
disewa
955 - - (82) 873 Leasehold
improvements
Aset dalam penyelesaian 1,603,846
5,740
17,052
11,322
206,407
(14,410)
(11,892)
-
1,815,413
2,652
Construction in progress
1,609,586 28,374 191,997*) (11,892) 1,818,065
Akumulasi penyusutan
Aset kepemilikan langsung:
Bangunan dan prasarana
Accumulated
depreciation
Direct ownership assets:
Buildings and building
bangunan
Peralatan bangunan
Mesin Xerographic dan
(38,524)
(12,120)
(6,983)
(1,802)
-
-
805
107
(44,702)
(13,815)
improvements
Building equipments
Xerographic machines
komputer (957,279) (173,219) - 7,413 (1,123,085) and computers
Transportation
Peralatan pengangkutan
Perabotan dan peralatan
(20,136) (194) - 456 (19,874) equipments
Furnitures, fixtures and
kantor
Mesin, perkakas dan
(156,554) (9,974) - 1,642 (164,886) office equipments
Machinery, tools, and
peralatan
Perbaikan aset yang
(16,611) (1,530) - 124 (18,017) equipments
Leasehold
disewa (767) (51) - 82 (736) improvements
(1,201,991) (193,753) - 10,629 (1,385,115)
Nilai buku bersih 407,595 432,950 Net book value

*) Lihat Catatan 31 untuk pemindahan dari persediaan ke aset tetap sejumlah Rp 139.460 (2019: Rp 191.997).

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

*) Refer to Note 31 for transfer from inventories to fixed assets amounting to Rp 139,460 (2019: Rp 191,997).

Depreciation expense was allocated as follows:

2020 2019
Beban pokok pendapatan 179,810 171,453 Cost of revenues
Beban penjualan
Beban umum dan
3,457 4,012 Selling expenses
General and administrative
administrasi 31,604 18,288 expenses
214,871 193,753

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Perhitungan kerugian pelepasan aset tetap untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

The loss on disposal of fixed assets for the years ended 31 December 2020 and 2019 is computed as follows:

2020 2019
Hasil penjualan 278 125 Proceeds
Nilai buku (1,503) (1,263) Net book value
Kerugian pelepasan Loss on disposal
aset tetap (1,225) (1,138) of fixed assets

Aset dalam penyelesaian diperkirakan akan selesai pada tahun 2021. Persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sekitar 95% dari nilai kontrak.

Tanah Grup berupa sertifikat-sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang mempunyai masa manfaat antara 20 dan 30 tahun dan akan berakhir antara 11 Februari 2034 sampai dengan 22 Desember 2036. Manajemen yakin bahwa HGB dapat diperpanjang saat masa manfaatnya berakhir.

Analisa aset non-keuangan yang dicatat pada nilai wajar adalah berdasarkan tingkatan metode penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:

  • Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
  • Input selain harga kuotasian dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2);
  • Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).

Construction in progress are expected to be completed in 2021. The percentage of completion for construction in progress as at 31 December 2020 was approximately 95% of the contract values.

The Group's land is held in the form of Hak Guna Bangunan (HGB) certificates which have useful lives between 20 and 30 years and will mature from 11 February 2034 to 22 December 2036. Management believes that the HGB can be renewed when the rights expire.

The analysis of non-financial assets carried at fair value is by level of valuation method. The different levels of valuation methods have been defined as follows:

  • Quoted prices (unadjusted) inactive markets for identical assets or liabilities (Level 1);
  • Inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices) (Level 2);
  • Inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (that is, unobservable inputs) (Level 3).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Nilai wajar tanah dan bangunan dan prasarana bangunan yang dimiliki oleh Grup pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) adalah sebagai berikut:

8. ASET TETAP (lanjutan) 8. FIXED ASSETS (continued)

The fair value of the Group's land, and building and building improvements as at 31 December 2020 and 2019, is based on Sales Value of Tax Object (NJOP) are as follows:

2020 2019
Tanah
Bangunan dan prasarana
434,199 384,993 Land
Building and building
bangunan 56,757 58,663 improvements
490,956 443,656

Nilai berdasarkan NJOP tersebut termasuk dalam hirarki nilai wajar tingkat 2.

Aset tetap diasuransikan atas risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan maksimum sebesar Rp 246.454 pada tanggal 31 Desember 2020 (31 Desember 2019: Rp 249.858). Nilai aset yang disertakan dalam perjanjian asuransi tersebut adalah sebesar Rp 499.373 (2019: Rp 497.684). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran dan risiko lainnya.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah nilai tercatat bruto aset tetap yang telah disusutkan sepenuhnya dan masih digunakan sebesar Rp 665.076 (2019: Rp 552.642).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak ada aset tetap yang dijaminkan.

The value based on NJOP is included in the fair value measurement of level 2.

Fixed assets are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies for a maximum amount of Rp 246,454 as at 31 December 2020 (31 December 2019: Rp 249,858). The assets' value included in the insurance agreements amounting to Rp 499,373 (2019: Rp 497,684). Management is of the opinion that the insurance coverage is adequate to cover any possible losses from fire and other risks.

Management is of the opinion that there is no impairment in the carrying amount of fixed assets.

As at 31 December 2020, total gross carrying amount of fully depreciated fixed assets that were still in use amounted to Rp 665,076 (2019: Rp 552,642).

As at 31 December 2020 and 2019, there are no fixed assets pledged as collateral.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. ASET TAKBERWUJUD 9. INTANGIBLE ASSETS

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

2020
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Pengurangan/
Disposals
Saldo akhir/
Ending
balance
Harga perolehan
Aset takberwujud
88,245 4,554 1,911 - 94,710 Cost
Intangible assets
Aset takberwujud
dalam pengembangan
1,443 669 (1,911) (69) 132 Development phase
of intangible assets
89,688 5,223 - (69) 94,842
Akumulasi penyusutan
Aset takberwujud
(47,322) (21,218) - - (68,540) Accumulated
depreciation
Intangible assets
Nilai buku bersih 42,366 26,302 Net book value
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
2019
Reklasifikasi/
Reclassifications
Pengurangan/
Disposals
Saldo akhir/
Ending
balance
Harga perolehan
Aset takberwujud
69,053 5,231 13,961 - 88,245 Cost
Intangible assets
Aset takberwujud
dalam pengembangan
1,169 6,423 (6,149) - 1,443 Development phase
of intangible assets
70,222 11,654 7,812*) - 89,688
Akumulasi penyusutan
Aset takberwujud
(36,447) (10,875) - - (47,322) Accumulated
depreciation
Intangible assets

*) Lihat Catatan 31 untuk pemindahan dari persediaan ke aset takberwujud.

Pada tanggal 31 Desember 2020, tidak ada aset takberwujud yang dijaminkan.

Amortisasi aset takberwujud sebesar Rp 21.218 (2019: Rp 10.875) dicatat dalam beban pokok pendapatan dan beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi konsolidasian.

10. ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS

Aset lain-lain terdiri dari uang jaminan untuk sewa gedung dan uang muka untuk jasa pengembangan perangkat lunak.

*) Refer to Note 31 for transfer from inventories to intangible assets.

As at 31 December 2020, no intangible assets which is pledged as collateral.

The amortisation of intangible assets amounting Rp 21,218 (2019: Rp 10,875) was recorded in cost of revenue and general and administrative expenses in the consolidated profit or loss.

Other assets consist of refundable deposits for the lease of buildings and advance for platform development services.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

11. UTANG USAHA 11. TRADE PAYABLES

2020 2019
Pihak ketiga: Third parties:
Rupiah 313,994 844,943 Rupiah
Yen Jepang 49,137 111,238 Japanese Yen
Dolar AS 2,149 2,353 US Dollar
Mata uang asing lain 10 621 Other foreign currencies
365,290 959,155
Pihak berelasi: Related parties:
Rupiah 240 44 Rupiah
Yen Jepang - 90 Japanese Yen
240 134
365,530 959,289
Utang usaha berasal dari pembelian barang
dagangan dan jasa.
and services. Trade payables arise from the purchase of goods

Tidak ada jaminan yang diberikan atas utang usaha.

There is no guarantee given on trade payables.

12. ASET/(LIABILITAS) DERIVATIF 12. DERIVATIVE ASSETS/(LIABILITIES)

2020 2019
Jumlah
nosional/
Notional
amount
Saldo
akhir/
Ending
balance
Jadwal
penyelesaian/
Settlement
schedule
Jumlah
nosional/
Notional
amount
Saldo
akhir/
Ending
balance
Jadwal
penyelesaian/
Settlement
schedule
Aset derivatif
Instrumen:
- Kontrak berjangka
valuta asing
Derivative assets
Instruments:
Forward foreign -
exchange contract
JP Morgan JPY 104,164,542 232 28/02/2021 JPY
-
- JP Morgan
JPY
-
232 JPY
-
-
Liabilitas derivatif
Instrumen:
- Kontrak berjangka
valuta asing
Derivative liabilities
Instruments:
Forward foreign -
exchange contract
UOB JPY 166,116,542 (196) 24/02/2021 JPY 514,496,781 (441) 25/02/2020 UOB
JPY
-
(196) JPY 514,496,781 (441)

Grup memiliki kontrak berjangka valuta asing yang ditujukan untuk lindung nilai dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing yang mempengaruhi besarnya arus kas yang harus dibayarkan atas utang usaha Grup dalam mata uang asing. Grup mengakui aset dan kewajiban dari perubahan nilai wajar atas kontrak berjangka.

Keuntungan dari perubahan nilai wajar atas kontrak berjangka sebesar Rp 476 (2019: kerugian sebesar Rp 873) diakui pada laporan laba rugi.

The Group entered into forward foreign exchange contracts in order to hedge foreign exchange risks which might affect the amount of cash outflow relating to the Group's trade payable denominated in foreign currency. The Group recognised the assets and liabilities from changes in the fair value of the forward contract.

Gains from changes in fair value of forward contract amounting to Rp 476 (2019: a loss of Rp 873) was recognised in the profit or loss.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN 13. TAXATION

NOTES TO THE CONSOLIDATED

FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes
2020 2019
Perusahaan The Company
Pajak penghasilan badan 16,803 - Corporate income taxes
Entitas anak The subsidiaries
Pajak penghasilan badan
Pajak lain-lain:
45,684 31,326 Corporate income taxes
Other taxes:
Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") Value Added Tax ("VAT")
-
Wajib Pungut ("WAPU")
-
Non-WAPU
(25,109)
266,873
(73,050)
287,824
Wajib Pungut ("WAPU") -
Non-WAPU -
304,251 246,100
Dikurangi bagian lancar: Less current portion:
Pajak penghasilan badan
Pajak lain-lain
(24,164)
(241,764)
(20,729)
(214,774)
Corporate income taxes
Other taxes
Bagian tidak lancar: Non-current portion:
Pajak penghasilan badan 38,323 10,597 Corporate income taxes
b. Utang pajak b. Taxes payables
2020 2019
Pajak penghasilan badan Corporate income taxes
Perusahaan
Pasal 25
- 3,529 The Company
Article 25
Pasal 29 - 6,123 Article 29
- 9,652
Pajak lain-lain Other taxes
Perusahaan
Pajak penghasilan:
The Company
Income taxes:
- Pasal 21 6,906 12,652 Article 21 -
- Pasal 23 dan 26
PPN:
289 716 Article 23 and 26 -
VAT:
- WAPU (570) 12,266 WAPU -
- Non-WAPU 4,518 3,041 Non-WAPU -
11,143 28,675
Entitas anak The subsidiaries
Pajak penghasilan:
- Pasal 21
2,768 5,929 Income taxes:
Article 21 -
- Pasal 22 83 84 Article 22 -
- Pasal 23 dan 26
- Pasal 4(2)
5,480
69
8,609
953
Articles 23 and 26 -
Article 4(2) -
8,400 15,575

Halaman - 59 - Page

19,543 44,250

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

c. Beban pajak penghasilan c.
Income tax expense
2020 2019
Perusahaan The Company
- Kini 14,778 76,368 Current -
- Tangguhan (4,832) (2,466) Deferred -
9,946 73,902
Entitas anak The subsidiaries
- Kini 1,987 15,566 Current -
- Tangguhan 995 (4,636) Deferred -
- Penyesuaian tahun sebelumnya 3,009 2,070 Prior year adjustment -
5,991 13,000
15,937 86,902

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan Perusahaan sesuai dengan laporan laba rugi dengan taksiran laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between profit before income tax of the Company, as shown in profit or loss and the estimated Company's taxable income for the years ended 31 December 2020 and 2019 is as follows:

2020 2019
Laba konsolidasian sebelum
pajak penghasilan
63,720 337,894 Consolidated profit
before income tax
Ditambah/(dikurangi):
Eliminasi konsolidasian
Laba entitas anak
4,135 25,621 Add/(deduct):
Consolidation eliminations
Profit before income tax
sebelum pajak penghasilan (10,127) (38,621) of subsidiaries
Laba Perusahaan sebelum
pajak penghasilan
57,728 324,894 The Company's profit before
income tax

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued)

c. Income tax expense (continue
--------------------------------- --
2020 2019
Koreksi pajak:
Perbedaan temporer
Fiscal corrections:
Temporary differences
Provisi atas penurunan Provision for impairment
persediaan 2,239 (2,329) of inventories
Provisi atas penurunan Provision for impairment
nilai piutang 7,041 2,964 of receivables
Penghapusbukuan piutang (2,062) - Write-off of receivables
Perbedaan antara Difference between commercial
penyusutan aset tetap and fiscal fixed assets'
komersial dan fiskal 5,588 4,748 depreciation
Perbedaan antara Difference between commercial
amortisasi aset takberwujud and fiscal intangible
komersial dan fiskal 2,077 1,238 assets' amortisation
Provisi atas imbalan Provision for post-employement
pasca kerja 3,981 2,443 benefit obligation
Provisi dan beda Other provisions
temporer lain-lain 1,876 801 and temporary differences
20,740 9,865
Perbedaan permanen Permanent differences
Penghasilan kena pajak final (8,756) (7,520) Income subject to final tax
Bagian atas laba bersih Share of net profit of
entitas anak (4,135) (25,621) subsidiaries
Lain-lain 1,597 3,852 Others
(11,294) (29,289)
Penghasilan kena pajak 67,174 305,470 Taxable income
Beban pajak penghasilan kini
Perusahaan
(14,778) (76,368) Current income tax expense of
the Company
Pembayaran pajak dimuka Prepayment of income taxes of
Perusahaan: the Company:
- Pasal 22 6,987 17,151 Article 22 -
- Pasal 23 6,462 12,059 Article 23 -
- Pasal 25 18,132 41,035 Article 25 -
31,581 70,245
Corporate income tax
Lebih bayar/(kurang) bayar pajak overpayment/(underpayment)
penghasilan Perusahaan 16,803 (6,123) of the Company

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued)

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan jumlah pajak teoritis atas laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The reconciliation between consolidated income tax expense and the theoretical tax amount on consolidated profit before income tax is as follows:

2020 2019
Laba konsolidasian sebelum
pajak penghasilan
63,720 337,894 Consolidated profit
before income tax
Pajak dihitung pada tarif
pajak yang berlaku
14,018 84,474 Tax calculated at
applicable rates
Penghasilan kena pajak final
Beban yang tidak dapat
(2,397) (2,351) Income subject to final tax
dikurangkan 257 2,709 Non-deductible expenses
Penyesuaian tarif pajak 1,293 - Adjustment tax rates
Penyesuaian lain-lain (243) - Other adjustments
Penyesuaian tahun sebelumnya 3,009 2,070 Prior year adjustment
1,919 2,428
Beban pajak penghasilan 15,937 86,902 Income tax expense

Perhitungan pajak penghasilan kini untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 didasarkan pada taksiran penghasilan kena pajak. Jumlah tersebut dapat berubah sesuai dengan SPT tahunan terkait bila disiapkan dan diajukan kepada Direktorat Jenderal Pajak ("DJP"), atau ketika penilaian oleh DJP diterima, atau jika keberatan/banding diputuskan.

The current income tax for the years ended 31 December 2020 and 2019 was based on estimated taxable income. The amount may be subject to adjustments to conform with the related annual tax return when it is prepared and filed to the Directorate General of Taxation ("DGT"), or when an assessment by the DGT is received, or if an objection/appeal is decided.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

d. Aset pajak tangguhan d. Deferred tax assets

2020
Dampak Dikreditkan/
Saldo awal/
Beginning
balance
penerapan
standar
akuntansi
baru/
Impact of
adoption new
standard
Penyesuaian
perubahan
tarif pajak/
Adjustment
to new
tax rate
(dibebankan)
ke laporan
laba rugi/
Credited/
(charged)
to profit or
loss
Dikreditkan ke
laba
komprehensif
lain/ Charged
to other
comprehensive
income
Saldo akhir/
Ending
balance
Perusahaan: The Company:
Provisi atas kewajiban
imbalan kerja
Provisi atas penurunan
11,633 - (1,396) 876 1,309 12,422 Provision of
post-employment
benefits obligations
Provision for impairment
nilai piutang
Provisi atas
2,570 6,488 (1,087) 1,095 - 9,066 of receivables
penurunan nilai
persediaan
501 - (60) 493 - 934 Provision for impairment
of inventories
Difference between
Perbedaan antara
penyusutan aset tetap
fiskal dan komersial
(21,170) - 2,540 1,229 - (17,401) commercial and fiscal
fixed assets'
depreciation
Perbedaan antara
amortisasi aset
takberwujud fiskal
Difference between
commercial and fiscal
intangible assets'
dan komersial
Provisi lain-lain
(990) (41) -
-
119
5
456
413
-
-
(415)
377
amortisation
Other provisions
Liabilitas pajak tangguhan
perusahaan
(7,497) 6,488 121 4,562 1,309 4,983 Deferred tax liabilities
of the company
2020
Saldo awal/
Beginning
balance
Dampak
penerapan
standar
akuntansi
baru/
Impact of
adoption
new
standard
Penyesuaian
perubahan
tarif pajak/
Adjustment
to new tax
rates
Dikreditkan/
(dibebankan)
ke laporan
laba rugi/
Credited/
(charged)
to profit or
loss
Dikreditkan ke
laba
komprehensif
lain/ Charged
to other
comprehensive
income
Saldo akhir/
Ending
balance
Entitas anak: The subsidiaries:
Provision of
Provisi atas kewajiban
imbalan kerja
Provisi atas
6,869 - (850) 440 213 6,889 post-employment
benefits obligations
Provision for impairment
penurunan nilai piutang
Provisi atas
1,569 4,369 (712) (2,211) - 3,015 of receivables
penurunan nilai
persediaan
5 - (1) 1,073 - 1,077 Provision for impairment
of inventories
Difference between
Perbedaan antara
penyusutan aset tetap
fiskal dan komersial
Perbedaan antara
(2,071) - 307 252 - (2,398) commercial and fiscal
fixed assets'
depreciation
Difference between
amortisasi aset
takberwujud fiskal
commercial and fiscal
intangible assets'
dan komersial
Akumulasi rugi fiskal
Provisi lain-lain
531
-
3,763
-
-
-
(22)
-
(214)
241
1,996
(1,223)
-
-
-
794
1,996
2,038
amortization
Accumulated tax loss
Other provisions
Aset pajak tangguhan
entitas anak
10,666 4,369 (1,492) 568 213 13,411 Deferred tax assets
of the subsidiaries

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

d. Aset pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets (continued)

2019
Saldo awal/
Beginning
balance
Dikreditkan/
(dibebankan)
ke laporan
laba rugi/
Credited/
(charged)
to profit or loss
Dibebankan
ke laba
komprehensif
lain/
Charged
to other
comprehensive
income
Saldo akhir/
Ending
balance
Entitas anak: The subsidiaries:
Provisi atas kewajiban Provision for post-employment
imbalan pasca kerja 5,554 784 531 6,869 benefit obligations
Provisi atas penurunan Provision for impairment of
nilai piutang 1,194 375 - 1,569 receivables
Provisi atas penurunan Provision for impairment of
nilai persediaan 49 (44) - 5 inventories
Perbedaan antara Difference between
penyusutan aset tetap commercial and fiscal fixed
komersial dan fiskal (2,316) 245 - (2,071) assets' depreciation
Difference between
Perbedaan antara amortisasi commercial and fiscal
aset takberwujud intangible assets'
komersial dan fiskal (393) 924 - 531 amortisation
Provisi lain-lain 1,411 2,352 - 3,763 Other provisions
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
entitas anak 5,499 4,636 531 10,666 of the subsidiaries

e. Liabilitas pajak tangguhan e. Deferred tax liabilities

Saldo awal/
Beginning
balance
2019
Dikreditkan/
(dibebankan)
ke laporan
laba rugi/
Credited/
(charged)
to profit or loss
Dibebankan
ke laba
komprehensif
lain/
Charged
to other
comprehensive
income
Saldo akhir/
Ending
balance
Perusahaan:
Perbedaan antara
penyusutan aset tetap
komersial dan fiskal
(22,357) 1,187 - (21,170) The Company:
Difference between
commercial and fiscal fixed
assets' depreciation
Perbedaan antara
amortisasi aset
takberwujud komersial
Difference between
commercial and fiscal
intangible assets'
dan fiskal
Provisi atas penurunan
(1,299) 309 - (990) amortisation
Provision for impairment of
nilai piutang
Provisi atas penurunan
1,829 741 - 2,570 receivables
Provision for impairment of
nilai persediaan
Provisi atas kewajiban
1,083 (582) - 501 inventories
Provision for post-employment
imbalan pasca kerja
Provisi lain-lain
8,868
(241)
611
200
2,154
-
11,633
(41)
benefit obligations
Other provisions
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan
(12,117) 2,466 2,154 (7,497) Deferred tax liabilities
of the Company

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

f. Surat ketetapan pajak f. Tax assessment letters

Entitas anak Subsidiaries

PT AGIT PT AGIT

Pajak penghasilan badan Corporate income tax

Pada April 2016, PT AGIT mengajukan permohonan restitusi untuk Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2015 ke kantor pajak. Selanjutnya, pada April 2017, PT AGIT menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan tersebut sebesar Rp 1.324 dari Rp 6.828 yang diajukan oleh PT AGIT. Pada Mei 2017, kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan tersebut telah dibayarkan kembali kepada PT AGIT.

PT AGIT mengajukan keberatan pada Juni 2017 sebesar Rp 1.313 dan membebankan sisanya pada laporan laba rugi tahun 2017. Selanjutnya, pada Juni 2018, PT AGIT menerima keputusan yang menolak keberatan PT AGIT dan mempertahankan jumlah pajak lebih bayar dalam surat ketetapan pajak sebelumnya. PT AGIT mengajukan permohonan banding kepada Pengadilan Pajak pada September 2018. Selanjutnya, pada Juli 2020, PT AGIT menerima keputusan yang menyetujui sebagian keberatan sebesar Rp 792 dan telah menerima pengembaliannya pada September 2020. Selisihnya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Pada April 2019, PT AGIT mengajukan permohonan restitusi untuk Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2018 ke kantor pajak. Pada Juli 2020, PT AGIT menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran sebesar Rp 8.351 dari Rp 10.653 yang diajukan oleh PT AGIT. PT AGIT menyetujui hasil ketetapan pajak tersebut dan membebankan selisihnya pada lapporan laba rugi tahun berjalan. PT AGIT telah menerima pengembalian kelebihan pembayaran pada Agustus 2020.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

In April 2016, PT AGIT submitted requests for 2015 fiscal year of Corporate Income Tax refund to the tax office. Subsequently, in April 2017, PT AGIT received a tax assessment letter confirming an overpayment of the aforementioned Corporate Income Tax amounting to Rp 1,324 out of Rp 6,828 claimed by PT AGIT. In May 2017, the overpayment of Corporate Income Tax was refunded to PT AGIT.

PT AGIT filed an objection letter in June 2017 amounting to Rp 1,313 and charged the remaining balance to the 2017 profit or loss. Subsequently, in June 2018, PT AGIT received a decision letter rejecting the objection and maintaining the total overpayment on the previous tax assessment letter. PT AGIT filed an appeal to the Tax Court in September 2018. Subsequently, in July 2020, PT AGIT received a decision from Tax Court partially accepting an appeal amounted to Rp 792 and received the refund in September 2020. The remaining amount was charged to the current year profit or loss.

In April 2019, PT AGIT submitted requests for 2018 fiscal year of corporate income tax restitution to the tax office. In July 2020, PT AGIT received tax assessment letter confirming an overpayment amounting to Rp 8,351 out of Rp 10,653 claimed. PT AGIT agreed with the tax assessment letter and charged the remaining amount to the current year profit or loss. PT AGIT received the refund in August 2020.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

Entitas anak (lanjutan)

PT AGIT (lanjutan)

Pajak penghasilan badan (lanjutan) Corporate income tax (continued)

Pada Desember 2019, PT AGIT menerima surat ketetapan pajak kurang bayar Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2014 sebesar Rp 1.785 dengan denda sebesar Rp 856. Pada bulan Januari 2020, PT AGIT melunasi kurang bayar dan denda tersebut.

Pada April 2020, PT AGIT mengajukan permohonan restitusi untuk Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2019 ke kantor pajak. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, proses audit pajak masih berlangsung.

Pada April 2018, PT AGIT menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran PPN tahun pajak 2016 sebesar Rp 9.000 dari Rp 31.863 yang diajukan oleh PT AGIT. Pada Juli 2018, kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan tersebut telah dibayarkan kembali kepada PT AGIT. Pada Mei 2018 PT AGIT mengajukan keberatan sebesar Rp 22.863.

Pada Juni 2019, PT AGIT menerima keputusan yang menyetujui sebagian keberatan sebesar Rp 20.112 dan telah menerima pengembaliannya pada Juli 2019. Selanjutnya, pada Agustus 2019, PT AGIT mengajukan banding atas selisihnya sebesar Rp 2.751. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, proses audit pajak masih berlangsung.

Pada tanggal Mei 2019, PT AGIT mengajukan permohonan restitusi untuk PPN tahun fiskal 2018 ke kantor pajak. Pada Juli 2020, PT AGIT menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi seluruh kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp 19.269. PT AGIT menerima pengembalian di Agustus 2020.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

f. Surat ketetapan pajak (lanjutan) f. Tax assessment letters (continued)

Subsidiaries (continued)

PT AGIT (continued)

In December 2019, PT AGIT received a tax assessment letter for 2014 fiscal year of Corporate Income tax claiming an underpayment amounting to Rp 1,785 and its penalty amounting to Rp 856. Subsequently, in January 2020, PT AGIT paid the underpayment and penalty.

In April 2020, PT AGIT submitted a request for 2019 fiscal year corporate income tax restitution to the tax office. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the tax audit is still in progress.

PPN Value added tax

In April 2018, PT AGIT received a tax assessment letter confirming an overpayment of 2016 fiscal year VAT amounted to Rp 9,000 out of Rp 31,863 claimed by PT AGIT. The refund of Rp 9,000 was received in July 2018. For the remaining amount, in May 2018 PT AGIT filed an objection amounted to Rp 22,863.

In June 2019, PT AGIT received a decision partially accepting the objection amounted to Rp 20,112 and received the refund in July 2019. Subsequently, in August 2019, PT AGIT filed an appeal for the remaining balance amounted to Rp 2,751. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the tax audit is still in progress.

In May 2019, PT AGIT submitted requests for 2018 fiscal year VAT refund to the tax office. In July 2020, PT AGIT received a tax assessment letter fully confirming the aforementioned VAT amounted to Rp 19,269. PT AGIT received the refund on August 2020.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

Entitas anak (lanjutan)

PT AGIT (lanjutan)

PPN (lanjutan)

Pada Mei 2020, PT AGIT mengajukan permohonan restitusi PPN tahun fiskal 2019. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pajak masih dalam proses.

Pada Agustus 2020, PT AGIT menerima surat pemeriksaan pajak untuk PPN tahun pajak 2017 periode Januari sampai dengan Juli, yang mengklaim kurang bayar sebesar Rp 275. PT AGIT setuju dengan surat ketetapan pajak tersebut dan membebankan jumlah tersebut ke laba rugi tahun berjalan. Pada November 2020, PT AGIT melunasi kekurangan pembayaran tersebut.

Pemotongan/pemungutan pajak

Pada November 2016, AGIT menerima surat ketetapan pajak untuk tahun pajak 2012 atas pajak atas pajak penghasilan pasal 26 yang mengklaim kurang bayar sebesar Rp 7.475. Pada Februari 2017, AGIT mengajukan keberatan. Selanjutnya pada Januari 2018, AGIT menerima surat keputusan penolakan keberatan dan AGIT mengajukan banding pada tanggal 20 April 2018. Pada Juni 2020, AGIT menerima keputusan yang mengabulkan seluruh banding dan tidak ada pembayaran yang diperlukan. Pada November 2020, DJP telah mengajukan permohonan peninjauan kembali dan sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian, peninjauan kembali masih dalam proses.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

f. Surat ketetapan pajak (lanjutan) f. Tax assessment letters (continued)

Subsidiaries (continued)

PT AGIT (continued)

Value added tax (continued)

In May 2020, PT AGIT submitted a request for 2019 fiscal year VAT restitution. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the tax audit is still in progress.

In August 2020, PT AGIT received a tax examination letter for 2017 fiscal year VAT for the period of January to July, claiming an underpayment amounted to Rp 275. PT AGIT agreed with the tax assessment letter and charged the amount to current year profit or loss. In November 2020, PT AGIT paid the underpayment.

Withholding Tax

In November 2016, AGIT received a tax assessment letter for 2012 fiscal year WHT Art 26 claiming an underpayment amounted to Rp 7,475. In February 2017, AGIT filed an objection. Subsequently in January 2018, AGIT received a decision letter rejecting the objection and AGIT filed an appeal in April 2018. In June 2020, AGIT received a decision accepting the appeal and no payment is required. In November 2020, the Directorate General of Tax filed a judicial review request and up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the judicial review is still in progress.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

PT AXI PT AXI

Pajak penghasilan badan Corporate income tax

Pada Juli 2017, PT AXI mengajukan permohonan restitusi untuk Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2016 ke kantor pajak. Selanjutnya, pada Juli 2018, PT AXI menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp 1.068 dari Rp 1.210 yang diajukan oleh PT AXI. PT AXI menerima keputusan tersebut dan membebankan selisihnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Pada tanggal Agustus 2018, kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan tersebut telah dibayarkan kembali kepada PT AXI.

Pada Mei 2019, PT AXI mengajukan permohonan restitusi untuk Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2018 ke kantor pajak. Selanjutnya, pada April 2020, PT AXI menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran Pajak penghasilan Badan sebesar Rp 8.577 dari Rp 8.763 yang diajukan oleh PT AXI. PT AXI menerima keputusan tersebut dan membebankan selisihnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Pada April 2020, kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan Badan tersebut telah dibayarkan kepada PT AXI.

Pada April 2020, PT AXI mengajukan permohonan restitusi atas Pajak Penghasilan Badan tahun fiskal 2019. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pajak masih dalam proses.

Pada Mei 2018, PT AXI mengajukan permohonan restitusi untuk PPN tahun fiskal 2017 ke kantor pajak. Selanjutnya, pada Mei 2019, PT AXI menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp 106.230 dari Rp 106.433 yang diajukan oleh PT AXI.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

f. Surat ketetapan pajak (lanjutan) f. Tax assessment letters (continued)

Entitas anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)

In July 2017, PT AXI submitted requests for 2016 fiscal year of Corporate Income Tax refund to the tax office. Subsequently, in July 2018, PT AXI received a tax assessment letter confirming an overpayment of the aforementioned CIT amounting to Rp 1,068 out of Rp 1,210 claimed by PT AXI. PT AXI agreed with the tax assessment letter and charged remaining amount to the current year profit or loss. In August 2018, the overpayment of CIT was refunded to PT AXI.

In May 2019, PT AXI submitted requests for 2018 fiscal year of Corporate Income Tax restitution to the tax office. Subsequently, in April 2020, PT AXI received a tax assessment letter confirming an overpayment of the aforementioned CIT amounting to Rp 8,577 out of Rp 8,763 claimed by PT AXI. PT AXI agreed with the tax assessment letter and charged the remaining amount to the current year profit or loss. In April 2020, the overpayment of CIT was refunded to PT AXI.

In April 2020, PT AXI submitted requests for 2019 fiscal year of Corporate Income tax refund. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the tax audit is still in progress.

PPN Value added tax

In May 2018, PT AXI submitted requests for 2017 fiscal year of VAT restitution to the tax office. Subsequently, in May 2019, PT AXI received a tax assessment letter confirming an overpayment of the aforementioned VAT amounting to Rp 106,230 out of Rp 106,433 claimed by PT AXI.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan) 13. TAXATION (continued)

PT AXI menerima keputusan tersebut dan membebankan selisihnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Pada Juni 2019, kelebihan pembayaran PPN tersebut telah dibayarkan kembali kepada PT AXI.

Pada April 2019, PT AXI mengajukan permohonan untuk restitusi PPN tahun fiskal 2018 sebesar Rp 121.670. Selanjutnya, pada tanggal 6 Maret 2020, PT AXI menerima surat ketetapan pajak yang mengkonfirmasi kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp 121.627 dari Rp 121.670 yang diajukan oleh PT AXI. PT AXI menerima keputusan tersebut dan membebankan selisihnya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Pada Maret 2020, kelebihan pembayaran PPN tersebut telah dibayarkan kepada PT AXI.

Pada Januari 2020, PT AXI mengajukan permohonan restitusi untuk PPN tahun fiskal 2019. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pajak masih dalam proses.

g. Administrasi

Berdasarkan Undang-Undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, Grup menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak.

h. Tarif pajak

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, tarif pajak yang berlaku menjadi sebesar 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021, dan akan turun menjadi 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

f. Surat ketetapan pajak (lanjutan) f. Tax assessment letters (continued)

Entitas anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)

PT AXI (lanjutan) PT AXI (continued)

PPN (lanjutan) Value Added Tax (continued)

PT AXI agreed with the tax assessment letter and charged the remaining amount to the current year profit or loss. In June 2019, the overpayment of VAT was refunded to PT AXI.

In April 2019, PT AXI submitted requests for 2018 fiscal year VAT amounting to Rp 121,670. Subsequently in March 2020, PT AXI received a tax assessment letter confirming an overpayment of the aforementioned VAT amounting to Rp 121,627 out of Rp 121,670 claimed by PT AXI. PT AXI agreed with the tax assessment letter and charged the remaining amount to the current year profit or loss. In March 2020, the overpayment of VAT was refunded to PT AXI.

In January 2020, PT AXI submitted requests for 2019 fiscal year of VAT refund. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the tax audit is still in progress.

g. Administration

Under the taxation laws of Indonesia, the Group submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Tax may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due.

h. Tax rates

Pursuant to Law No. 2 year 2020, the applicable tax rate became 22% for 2020 and 2021 fiscal years, and reduced to 20% for 2022 fiscal year onwards.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

14. AKRUAL 14. ACCRUALS

2020 2019
Jasa manajemen 20,468 28,253 Management service fees
Beban pokok proyek 10,499 13,301 Project costs
Insentif 5,889 800 Incentive
Iklan dan promosi 4,929 261 Advertising and promotion
Beban pengiriman 3,766 7,842 Delivery costs
Lain-lain 10,247 5,081 Others
55,798 55,538

Akrual beban pokok proyek merupakan akrual beban pokok barang dan jasa yang diakui sesuai dengan tahap penyelesaian proyek dan atas jaminan pemeliharaan.

The accruals for project costs represent costs of goods and services accrued in accordance with the completion progress of the projects and the maintenance warranty.

Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

15. MODAL SAHAM 15. SHARE CAPITAL

The composition of the Company's shareholders as at 31 December 2020 and 2019 is as follows:

Jumlah saham 2020 dan/and 2019
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of
shares issued
and fully paid
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership
Jumlah/
Amount
PT Astra International Tbk
Masyarakat (masing-masing
1,036,752,580 76.87% 103,675 PT Astra International Tbk
dengan kepemilikan
kurang dari 5%)
312,027,920 23.13% 31,203 Public (each holding
below 5%)
1,348,780,500 100.00% 134,878

16. TAMBAHAN MODAL DISETOR 16. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

2020 dan/
and 2019
Selisih antara pembayaran
yang diterima dengan nilai
nominal - bersih
39,587 Excess of proceeds over
par value - net
Kompensasi berbasis saham karyawan
yang habis masa berlakunya
17,726 Expired employee share-based
compensation
57,313

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tanggal 5 Oktober 2020, Direksi telah memutuskan untuk membagi dividen interim tahun 2020 dari laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 5 (Rupiah penuh) per saham atau Rp 6.744 setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Dividen interim tersebut telah dibayarkan pada tanggal 20 Oktober 2020.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 10 Juni 2020 yang dituangkan dalam akta No. 32 tanggal 10 Juni 2020 dari Notaris Mala Mukti, S.H, LL.M. para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 74 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 99,810 untuk tahun buku 2019. Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 25 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 33.720 dari laba bersih tahun 2019 yang telah dibayarkan pada tanggal 23 Oktober 2019. Sisanya sebesar Rp 49 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 66.090 telah dibayarkan pada tanggal 6 Juli 2020.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 10 April 2019 yang dituangkan dalam akta No. 23 tanggal 10 April 2019 dari Notaris Mala Mukti, S.H, LL.M. para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 80 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 107.902 untuk tahun buku 2018. Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 30 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 40.463 dari laba bersih tahun 2018 yang telah dibayarkan pada tanggal 22 Oktober 2018. Sisanya sebesar Rp 50 (Rupiah penuh) per saham atau sebesar Rp 67.439 telah dibayarkan pada tanggal 10 Mei 2019.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 6 Juli 2020, Perusahaan telah membuat penyisihan untuk cadangan wajib sebesar Rp 2.476, sehingga saldo laba dicadangkan pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi sebesar Rp 26.976.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 10 April 2019, Perusahaan telah membuat penyisihan untuk cadangan wajib sebesar Rp 1.500, sehingga saldo laba dicadangkan pada tanggal 31 Desember 2019 menjadi sebesar Rp 24.500.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

17. DIVIDEN 17. DIVIDENDS

On 5 October 2020 the Board of Directors resolved the distribution of 2020 interim dividend from 2020 net income amounting to Rp 5 (full Rupiah) per share or Rp 6,744 after being approved by the Board of Commissioners. The interim dividend was paid on 20 October 2020.

At the Annual Shareholders' General Meeting on 10 June 2020 which was set forth by Deed No. 32 dated 10 June 2020 of Notary Mala Mukti, S.H, LL.M, the shareholders agreed to distribute a cash dividend of Rp 74 (full Rupiah) per share or Rp 99,810 for 2019 financial year. This included an interim dividend of Rp 25 (full Rupiah) per share or Rp 33,720 of 2019 net income, paid on 23 October 2019. The remaining Rp 49 (full rupiah) per share or Rp 66,090 was paid on 6 July 2020.

At the Annual Shareholders' General Meeting on 10 April 2019 which was set forth by Deed No. 23 dated 10 April 2019 of Notary Mala Mukti, S.H, LL.M, the shareholders agreed to distribute a cash dividend of Rp 80 (full Rupiah) per share or Rp 107,902 for 2018 financial year. This included an interim dividend of Rp 30 (full Rupiah) per share or Rp 40,463 of 2018 net income, paid on 22 October 2018. The remaining Rp 50 (full rupiah) per share or Rp 67,439 was paid on 10 May 2019.

18. SALDO LABA DICADANGKAN 18. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS

At the Annual Shareholders' General Meeting on 6 July 2020, the Company approved the appropriation of a statutory reserve amounting to Rp 2,476, so that the total balance of the appropriated retained earnings as at 31 December 2020 becomes Rp 26,976.

At the Annual Shareholders' General Meeting on 10 April 2019, the Company approved the appropriation of a statutory reserve amounting to Rp 1,500, so that the total balance of the appropriated retained earnings as at 31 December 2019 becomes Rp 24,500.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Cadangan ini dibuat sesuai ketentuan Undang-Undang No. 40/2007 mengenai Perseroan Terbatas yang mewajibkan perusahaan untuk membuat penyisihan cadangan sampai mencapai minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

19. CADANGAN LAIN-LAIN 19. OTHER RESERVE

Akun ini berhubungan dengan kelebihan biaya investasi atas nilai buku aset bersih dari PT AGIT disebabkan penambahan investasi Perusahaan ke PT AGIT pada tahun 2008.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

18. SALDO LABA DICADANGKAN (lanjutan) 18. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS (continued)

The reserve has been made in accordance with Indonesian Company Law No. 40/2007 which requires companies to set up a statutory reserve reaching to a minimum 20% of the Company's issued and paid up capital.

This account relates to excess of investment cost over book value of net assets of PT AGIT due to an additional investment of the Company to PT AGIT in 2008.

20. PENDAPATAN BERSIH 20. NET REVENUES

2020 2019
Penjualan barang 1,738,057 2,745,841 Sales of goods
Sewa 994,637 1,184,734 Rental
Jasa perbaikan dan pemeliharaan 287,535 379,566 Repair and maintenance services
Pendapatan proyek 235,319 357,741 Project revenues
Bahan pakai dan jasa alih daya 93,323 103,918 Supplies and outsourcing
3,348,871 4,771,800

Jumlah pendapatan bersih dari pihak ketiga dan pihak berelasi:

Total net revenues from third and related parties are as follows:

2020 2019
Pihak ketiga
Pihak berelasi
2,668,990
679,881
4,086,164
685,636
Third parties
Related parties
3,348,871 4,771,800

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihak berelasi.

Pendapatan sebesar Rp 862.100 diakui sepanjang waktu dan Rp 2.486.771 diakui pada titik waktu tertentu. Tidak ada pendapatan dari pelanggan individu yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan bersih tahun 2020 dan 2019.

Tidak ada konsentrasi risiko kredit yang signifikan selain yang telah dijelaskan di atas.

Refer to Note 28 for details of related party information.

Revenues of approximately Rp 862,100 has been recognised overtime and Rp 2,486,771 at point in time. No revenue earned from individual customer exceeded 10% of total net revenues in 2020 and 2019.

There is no significant credit risk concentration other than explained above.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. PENDAPATAN BERSIH (lanjutan)

Grup mengakui aset dan liabilitas kontrak terkait pendapatan berikut ini:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

20. NET REVENUES (lanjutan)

The Group has recognised the following revenue related contract assets and liabilities:

31 Desember/
Desember 2020
Aset kontrak yang berkaitan dengan
dengan kontrak proyek
Provisi atas penurunan nilai
87,301 Contract assets relating to
project contract
aset kontrak (2,037) Provision of contract assets
Total aset kontrak 85,264 Total contract assets
Total liabilitas kontrak (129,492) Total contract liabilities

Mutasi provisi atas penurunan nilai aset kontrak adalah sebagai berikut:

Movements in the provision for impairment of contract assets are as follows:

2020
Pada awal tahun - At beginning of the year
Dampak implementasi Impact of PSAK 71
PSAK 71 1,373 implementation
(Pemulihan)/penambahan 664 (Reversal)/addition
Pada akhir tahun 2,037 At end of the year

Pendapatan yang diakui sehubungan dengan liabilitas kontrak

Pendapatan sebesar Rp 67.523 yang diakui dalam periode pelaporan saat ini terkait dengan saldo liabilitas kontrak pada awal periode. Tidak ada pendapatan yang signifikan yang diakui dari kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi pada periode sebelumnya.

21. BEBAN BERDASARKAN SIFAT 21. EXPENSES BY NATURE

Jumlah beban pokok pendapatan, beban penjualan, beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

Revenue recognised in relation to contract liabilities

A total revenue of Rp 67,523 that was recognised in the current reporting period related to the carried-forward contract liabilities at the beginning of the period. There were no significant revenue recognised from performance obligations satisfied in previous periods.

The total cost of revenue, selling expenses, general and administrative expenses are as follows:

2020 2019
Beban pokok pendapatan 2,809,630 3,919,395 Cost of revenues
Beban penjualan 161,126 196,890 Selling expenses
General and administrative
Beban umum dan administrasi 301,329 308,405 expenses
3,272,085 4,424,690

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. BEBAN BERDASARKAN SIFAT (lanjutan)

Karakteristik beban berdasarkan sifatnya untuk beban pokok pendapatan, beban penjualan, beban umum dan administrasi yang signifikan adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

21. EXPENSES BY NATURE (continued)

Significant expenses by nature of cost of revenues, selling expenses, general and administrative expenses are as follows:

2020 2019
Pemakaian persediaan 2,150,966 3,221,792 Usage of inventories
Biaya karyawan 352,584 394,928 Employee costs
Jasa alihdaya 282,440 288,002 Outsourcing
Penyusutan 214,871 193,753 Depreciation
Jasa manajemen 40,433 53,536 Management service
Jasa profesional 38,603 41,676 Professional fees
Pergudangan dan pengiriman 31,563 50,993 Warehouse and shipping
Perbaikan dan pemeliharaan 26,110 21,750 Repair and maintenance
Amortisasi 21,218 10,875 Amortisation
Asuransi 21,095 18,013 Insurance
Telekomunikasi 14,897 9,896 Telecommunication
Transportasi dan perjalanan 14,802 27,537 Transportation and travelling
Sewa 13,019 26,255 Rental
Perlengkapan 9,400 7,680 Office supplies
Utilitas 8,867 9,027 Utilities
Provisi atas penurunan Provision for impairment on
nilai persediaan 8,631 1,000 inventories
Biaya keamanan 5,984 5,915 Security
Iklan dan promosi 5,128 11,150 Advertising and promotion
Bahan bakar dan pelumas 3,919 5,258 Fuel and lubrication
Pelatihan 2,729 5,254 Training
Provisi atas penurunan Provision for impairment on
nilai aset kontrak 664 - contract assets
Biaya bank 300 591 Bank charges
Pemulihan atas penurunan Reversal for impairment on
nilai piutang sewa (559) - piutang sewa
(Pemulihan)/penambahan penurunan (Reversal of)/additional for
atas nilai piutang (2,110) 7,000 impairment on receivables
Lain-lain 6,531 12,809 Others
3,272,085 4,424,690

Berikut merupakan rekonsiliasi beban pokok pendapatan selama tahun berjalan:

The following is the reconciliation of cost of revenue during the year:

2020 2019
Persediaan: Inventories:
Awal tahun 459,474 385,020 Beginning of the year
Pembelian 2,256,972 3,496,055 Purchases
Reklasifikasi ke Reclassification to
aset tetap (139,460) (191,997) fixed assets
Reklasifikasi ke Reclassification to
aset takberwujud - (7,812) intangible assets
Akhir tahun (426,020) (459,474) End of the year
2,150,966 3,221,792

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

21. BEBAN BERDASARKAN SIFAT (lanjutan)

Karakteristik beban berdasarkan sifatnya untuk beban pokok pendapatan, beban penjualan, beban umum dan administrasi yang signifikan adalah sebagai berikut: (lanjutan)

21. EXPENSES BY NATURE (lanjutan)

Significant expenses by nature of cost of revenues, selling expenses, general and administrative expenses are as follows: (continued)

2020 2019
Saldo pindahan 2,150,966 3,221,792 Balance brought forward
Jasa alihdaya 276,662 280,740 Outsourcing
Penyusutan 179,810 171,453 Depreciation
Biaya karyawan 124,097 143,025 Employee costs
Jasa manajemen 40,433 53,536 Management service
Pergudangan dan pengiriman 17,176 30,672 Warehouse and shipping
Utilitas 5,826 130 Utilities
Amortisasi 4,794 5,662 Amortisation
Transportasi dan perjalanan 3,121 7,358 Transportation and travelling
Lain-lain 6,745 5,027 Others
2,809,630 3,919,395

Biaya kontrak konstruksi (proyek) yang dicatat sebagai bagian dari beban pokok pendapatan pada tahun 2020 sebesar Rp 388.848 (2019: Rp 344.896).

Rincian pemasok untuk pembelian yang melebihi 10% dari penjualan bersih adalah sebagai berikut:

Construction contract (project) costs recorded as a part of cost of revenues in 2020 amounted to Rp 388,848 (2019: Rp 344,896).

The detail of suppliers with purchases exceeding 10% of net revenue is as follows:

2020 2019
Fuji Xerox Asia Pacific Pte., Ltd.,
Singapura
382,508 614,968 Fuji Xerox Asia Pacific Pte., Ltd.,
Singapore

Lihat Catatan 28 untuk informasi mengenai pihak berelasi.

Refer to Note 28 for details of related party information.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Kewajiban imbalan pasca kerja dihitung oleh PT Milliman Indonesia, aktuaris independen, dalam laporannya tanggal 15 Januari 2020 (2019: 9 Januari 2020) dengan menggunakan metode "Projected unit credit". Asumsi aktuarial pokok yang digunakan adalah sebagai berikut:

22. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA 22. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS

The post-employment benefit obligations are calculated by PT Milliman Indonesia, an independent actuary in its report dated 15 January 2020 (2019: 9 January 2020) using "Projected unit credit" method. The principal actuarial assumptions used were as follows:

2020 2019
Asumsi ekonomi: Economic assumptions:
Tingkat diskonto 6.5% - 8.0% 7.5% - 8.5% Discount rate
Kenaikan gaji di masa depan 7.0% 7.0% Future salary increases
Asumsi lainnya: Other assumptions:
Tingkat mortalita TMI III 2011 TMI III 2011 Rates of mortality
Tingkat cacat 5% dari tingkat 5% dari tingkat Disability rate
mortalita/ mortalita/
5% of mortality rate 5% of mortality rate
Tingkat mengundurkan diri 2% sampai usia 25 tahun 2% sampai usia 25 tahun Resignation rate
dan menurun linier sampai dan menurun linier sampai
0,5% sampai usia 45 tahun/ 0,5% sampai usia 45 tahun/
2% until aged 25 and 2% until aged 25 and
decrease linearly until decrease linearly until
0.5% in aged 45 0.5% in aged 45
Usia pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years Normal pension age
Usia pensiun dipercepat 45 tahun/years 45 tahun/years Early retirement age

Kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

Post-employment benefit obligations recognised in the consolidated statements of financial position is determined as follows:

2020 2019
Imbalan pensiun
Imbalan kerja jangka panjang
63,201 51,384 Pension benefits
Other long-term employee
lainnya 23,705 22,623 benefits obligation
86,906 74,007
Dikurangi:
Bagian jangka pendek
(10,437) (8,539) Less:
Current portion
Bagian jangka panjang 76,469 65,468 Non-current portion

Biaya bersih yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

Net expenses recognised in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

2020 2019
Imbalan pensiun 9,456 7,432 Pension benefits
Other long-term employee
Imbalan kerja jangka panjang
lainnya
5,022 4,038 benefits obligation
14,478 11,470

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)

Kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

22. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS (continued)

The post-employment benefit obligations recognised in the consolidated statements of financial position is determined as follows:

Imbalan pensiun/
Pension benefits
Imbalan
jangka panjang
lainnya/Other
long-term employee
benefits obligation
Jumlah/
Total
2020 2019 2020 2019 2020 2019
Nilai kini dari kewajiban
Nilai wajar dari aset program
114,475
(51,274)
116,491
(65,107)
23,705
-
22,623
-
138,180
(51,274)
139,114
(65,107)
Present value of obligations
Fair value of plan assets
63,201 51,384 23,705 22,623 86,906 74,007

Mutasi kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

The movement of post-employment benefit obligations recognised in the consolidated statements of financial position are as follows:

Imbalan pensiun/
Pension benefits
Imbalan
jangka panjang
lainnya/Other
long-term employee
benefits obligation
Jumlah/
Total
2020 2019 2020 2019 2020 2019
Pada awal tahun 51,384 35,857 22,623 21,833 74,007 57,690 At the beginning of the year
Beban tahun berjalan 9,456 7,432 6,997 7,026 16,453 14,458 Expense for the year
Iuran yang dibayarkan (1,465) (366) - - (1,465) (366) Contributions paid
Imbalan yang dibayarkan (3,092) (2,278) (3,940) (3,248) (7,032) (5,526) Benefits paid
(Keuntungan)/kerugian
aktuarial yang timbul dari
perubahan asumsi
demografi
Kerugian/(keuntungan) aktuarial
(556) 1,444 1 (463) (555) 981 Actuarial losses/(gains)
from change in
demographic assumptions
yang timbul dari
perubahan asumsi
Actuarial losses/(gains)
from change in
keuangan
Kerugian/(keuntungan)
dari penyesuaian
772 5,295 10 78 782 5,373 financial assumptions
atas pengalaman 3,341 2,645 (1,986) (2,603) 1,355 42 Experience losses/(gains)
Kerugian dari aset program
Transfer aset terkait
3,361 1,094 - - 3,361 1,094 Loss on plan asset
Transferred asset due to
mutasi karyawan - 261 - - - 261 employee transfer
63,201 51,384 23,705 22,623 86,906 74,007

(Kerugian)/keuntungan aktuarial kumulatif yang diakui dalam laba komprehensif lain adalah sebagai berikut:

Cummulative actuarial (losses)/gains recognised in other comprehensive income are as follows:

2020 2019
Pada awal tahun
Kerugian aktuarial
(2,605) 2,439 At the beginning of the year
Actuarial losses
yang diakui selama tahun berjalan (6,918) (10,739) for the year
Pada akhir tahun (9,523) (8,300) At the end of the year

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)

Beban imbalan kerja pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 37.986 (2019: Rp 12.042) dialokasikan ke beban pokok pendapatan, beban penjualan dan beban umum dan administrasi.

Keuntungan aktual aset program pensiun imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 967 (2019: keuntungan sebesar Rp 4.366).

Mutasi nilai kini kewajiban adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

22. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS (continued)

The employee benefits expenses for the year ended 31 December 2020 amounting to Rp 37,986 (2019: Rp 12,042) were allocated to cost of revenues, selling expenses and general and administrative expenses.

The actual gain on plan assets of defined benefit pension plan as at 31 December 2020 was amounting to Rp 967 (2019: gain amounting to Rp 4,366).

The movement in the present value of obligations are as follows:

Imbalan pensiun/
Pension benefits
Imbalan
jangka panjang
lainnya/
Other long-term
employee benefits
Jumlah/
Total
2020 2019 2020 2019 2020 2019
Pada awal tahun
Biaya jasa kini
116,492
5,750
115,881
5,268
22,623
5,465
21,833
5,562
139,115
11,215
137,714
10,830
At beginning of the year
Current service cost
Biaya bunga 8,112 8,540 1,548 1,616 9,660 10,156 Interest cost
Pengukuran kembali:
Kerugian/(keuntungan)
Remeasurements:
aktuarial yang timbul
dari perubahan
asumsi demografi
(556) 1,444 1 (463) (555) 981 Actuarial losses/(gains)
from change in
demographic assumptions
Kerugian/(keuntungan)
aktuarial yang timbul
dari perubahan
Actuarial losses/(gains)
from change
asumsi keuangan
Kerugian/(keuntungan) dari
penyesuaian atas
772 5,295 10 78 782 5,373 in financial assumptions
pengalaman 3,341 2,646 (1,986) (2,603) 1,355 43 Experience losses/(gains)
Iuran yang dibayarkan
Imbalan yang dibayarkan
559
(19,917)
658
(20,360)
-
(3,940)
-
(3,248)
559
(23,857)
658
(23,608)
Contributions paid
Benefits paid
Biaya atas mutasi karyawan (78) (2,881) (16) (152) (94) (3,033) Cost of transferred employees
114,475 116,491 23,705 22,623 138,180 139,114

Mutasi nilai wajar aset program adalah sebagai berikut:

The movement in the fair value of plan assets are as follows:

2020 2019
Pada awal tahun 65,107 80,024 At the beginning of the year
Pendapatan bunga dari aset program 4,328 5,718 Interest income on plan assets
Iuran pemberi kerja 1,465 366 Employer's contributions
Iuran karyawan 559 658 Employee's contributions
Hasil dari aset program (3,361) (1,352) Return on plan assets
Imbalan yang dibayarkan (16,824) (18,082) Benefits paid
Transfer aset - (2,225) Transferred assets
Pada akhir tahun 51,274 65,107 At the end of the year

Dalam hal program iuran pasti, Grup mengakui beban untuk program iuran pasti sebesar Rp 9.655 pada tahun 2020 (2019: Rp 9.009).

In the case of defined contribution plans, the Group recognises expenses for defined contribution plans are amounting to Rp 9,655 in 2020 (2019: Rp 9,009).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)

Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadap perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

22. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS (continued)

The sensitivity of the defined benefit obligation to changes in the weighted principal actuarial assumptions is as follows:

Dampak kepada nilai kini kewajiban imbalan pasti/
Impact of present value defined benefit obligation
Perubahan asumsi/
Change in
assumption
Kenaikan asumsi/
Increase in
assumption
Penurunan asumsi/
Decrease in
assumption
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan
1.00% Turun/Decrease Rp 11,051 Naik/Increase Rp 13,489 Discount rate
Salary increase
gaji 1.00% Naik/Increase Rp 15,528 Turun/Decrease Rp 12,840 rate

Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode "projected unit credit" di akhir periode) telah diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban pensiun yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Metode dan tipe asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisa sensitivitas tidak berubah dari periode sebelumnya.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset program terdiri dari:

The sensitivity analysis is based on a change in an assumption while holding all other assumptions constant. In practice, this is unlikely to occur, and changes in some of the assumptions may be correlated. When calculating the sensitivity of the defined benefit obligation to significant actuarial assumptions, the same method (present value of the defined benefit obligation calculated with the projected unit credit method at the end of the reporting period) has been applied as when calculating the pension liability recognised within the consolidated statement of financial position.

The method and types of assumptions used in preparing the sensitivity analysis did not change compared to the previous period.

As at 31 December 2020 and 2019, plan assets comprise the following:

2020 2019
Instrumen utang
Instrumen ekuitas
Lain-lain
60.67%
32.82%
6.51%
61.84%
30.96%
7.20%
Debt instrument
Equity instrument
Others
100.00% 100.00%

Hasil yang diharapkan dari aset program ditentukan atas dasar pengembalian yang diharapkan tersedia oleh aset yang berasal dari kebijakan investasi masa kini. Tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi atas bunga tetap didasarkan oleh pengembalian bruto di akhir periode pelaporan. Hasil yang diharapkan dari investasi ekuitas menggambarkan tingkat pengembalian oleh pasar yang bersangkutan.

The expected return on plan assets is determined by considering the expected returns available on the assets underlying the current investment policy. Expected yields on fixed interest investments are based on gross redemption yields as at the end of the reporting period. Expected returns on equity investments reflect long-term real rates of return experienced in the respective markets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)

Kontribusi yang diharapkan untuk program imbalan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp Rp 9.314.

Rata-rata durasi kewajiban imbalan pasti adalah 12 tahun.

Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

22. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS (continued)

Expected contributions to post-employment benefit plans for the year ended 31 December 2021 are Rp 9,314.

The weighted average duration of the defined benefit obligation is 12 years.

Expected maturity analysis of undiscounted pension benefits are as follows:

2020 2019
Kurang dari satu tahun 20,287 20,512 Less than a year
Antara satu dan dua tahun 7,997 10,523 Between one and two years
Antara dua dan lima tahun 45,184 48,974 Between two and five years
Lebih dari lima tahun 578,057 602,239 Beyond five years
651,525 682,248

Melalui program pensiun imbalan pasti, Grup menghadapi sejumlah risiko signifikan sebagai berikut:

  1. Tingkat kenaikan gaji

Liabilitas imbalan pensiun Grup berhubungan dengan tingkat kenaikan gaji, dan semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya liabilitas.

  1. Perubahan imbal hasil obligasi

Penurunan imbal hasil obligasi korporasi akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.

Through its defined benefit pension plans, the Group is exposed to a number of significant risks of which are detailed below:

1. Salary growth rate

The Group's pension obligations are linked to salary growth rate, and higher salary growth rate will lead to higher liabilities.

2. Changes in bond yields

A decrease in corporate bond yields will increase plan liabilities, although this will be partially offset by an increa in the value of the plans' bond holdings.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pembayaran sewa minimum di masa mendatang, serta nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

23. LIABILITAS SEWA 23. LEASE LIABILITIES

Future minimum lease payment together with the present value of the minimum lease payments as of 31 December 2020 and 2019 were as follows:

31 Desember/
December 2020
31 Desember/
December 2019
Liabilitas sewa bruto -
Pembayaran sewa minumum
Tidak lebih dari 1 tahun
12,737 -
-
Gross lease liabilities -
minimum lease payments
No later than 1 year
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari
5 tahun
Lebih dari 5 tahun
46,683
8,125
-
-
Later than 1 year and no later than
5 years
Later than 5 years
67,545 -
Beban keuangan di masa depan atas
sewa
(19,555) - Future finance charges on
leases
Nilai kini liabilitas
sewa
47,990 - Present value of
lease liabilities
Nilai kini liabilitas sewa adalah
sebagai berikut:
- The present value of lease liabilities
is as follows:
Tidak lebih dari 1 tahun
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari
12,568 - No later than 1 year
Later than 1 year and no later than
5 tahun
Lebih dari 5 tahun
30,354
5,068
-
-
5 years
Later than 5 years
47,990 -

24. LABA PER SAHAM 24. EARNINGS PER SHARE

2020 2019
Laba yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
47,783 250,992 Profit attributable to owners
of the parent
Rata - rata tertimbang jumlah
saham biasa yang beredar
- dasar dan dilusian
(dalam juta saham)
1,349 1,349 Weighted average number of
ordinary shares outstanding
- basic and diluted
(in million of shares)
Laba per saham
- dasar dan dilusian
(Rupiah penuh)
35.42 186.06 Earnings per share
- basic and diluted
(full Rupiah)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak ada efek yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar.

As at 31 December 2020 and 2019, there were no existing instruments which could result in the issuance of ordinary shares. Therefore, diluted earnings per share are equivalent to basic earnings per share.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT

Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Grup terekspos terhadap berbagai macam risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Grup dimaksudkan untuk mengelola dampak keuangan dari fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan tingkat bunga serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada kinerja keuangan Grup. Kebijakan keuangan Grup adalah tidak mengijinkan adanya transaksi derivatif yang bertujuan untuk spekulasi.

(i) Risiko pasar (i) Market risk

Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk

Grup terekspos risiko nilai tukar mata uang asing yang terutama timbul dari pembelian persediaan dan aset tetap dalam mata uang selain mata uang fungsional Perusahaan yaitu Rupiah.

Grup menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Grup mempunyai kebijakan dalam hal lindung nilai, dimana liabilitas dalam mata uang asing jangka pendek atau akan jatuh tempo dalam tiga bulan, harus sudah terpenuhi dengan saldo kas dan setara kas dalam mata uang tersebut dengan jumlah yang sama, atau dengan kontrak berjangka bila diperlukan.

Tujuan aktivitas lindung nilai ini untuk mengantisipasi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas, serta estimasi laba atau rugi kurs.

Aset dan liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing disajikan pada Catatan 27.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

The Group's activities are exposed to a variety of financial risks: market risk (including foreign currency exchange risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Group's treasury policies are designed to mitigate the financial impact of fluctuations in foreign currency exchange rates, interest rate and to minimise potential losses that could affect the Group's financial performance. It is the Group's policy not to enter into derivative transactions for speculative purposes.

The Group is exposed to foreign exchange risk, mainly arising from purchase of inventories and fixed assets that are denominates in a currency other than the Company functional currency which is Rupiah.

The Group is aware about market risks due to foreign exchange fluctuation. The Group has established a hedging policy, whereby the foreign currency liabilities which will be due in the short-term (within three months) should be covered by the currency's cash and cash equivalents of an equal amount, or by using forward contract when needed.

The objective of this hedging activity is to anticipate the impact of changes in foreign currency exchange rates on assets and liabilities, and estimates of exchange gain or loss.

Net monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are disclosed in Note 27.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(i) Risiko pasar (lanjutan) (i) Market risk (continued)

Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)

Mata uang asing yang banyak digunakan oleh Grup adalah USD dan JPY. Pada tanggal 31 Desember 2020, apabila USD menguat/melemah sebesar 10% terhadap Rupiah dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak Grup akan turun/naik sebesar Rp 7.713 dan apabila JPY menguat/melemah sebesar 10% terhadap Rupiah dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak Grup akan turun/naik sebesar Rp 3.136 (2019: USD dan JPY masingmasing turun/naik sebesar Rp 597 dan Rp 8.212), terutama diakibatkan kerugian/keuntungan penjabaran nilai tukar mata uang asing.

Risiko tingkat bunga Interest rate risk

Risiko suku bunga Grup terutama timbul dari piutang sewa dan liabilitas sewa. Risiko suku bunga dari kas tidak signifikan.

(ii) Risiko kredit (ii) Credit risk

Grup memiliki risiko kredit yang terutama berasal dari simpanan di bank, kredit yang diberikan kepada pelanggan, aset kontrak, piutang sewa dan piutang lain-lain. Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank dengan memonitor reputasi dan menekan risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.

Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan yang sebagian besar berasal dari aktivitas penjualan, Grup melakukan pengawasan portofolio kredit secara berkesinambungan dan melakukan pengelolaan penagihan piutang untuk meminimalisir risiko kredit. Terkait dengan penjualan secara angsuran, untuk pelanggan tertentu, Grup menetapkan kewajiban menerima jaminan selain mesin itu sendiri.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Foreign exchange risk (continued)

Foreign currencies most commonly used by the Group are USD and JPY. As at 31 December 2020, if the USD had strengthened/weakened by 10% against Rupiah with all other variables held constant, the profit after tax of the Group would increase/decrease by Rp 7,713 and if the JPY had strengthened/weakened by 10% against Rupiah with all other variables held constant, the profit after tax of the Group would decrease/increase by Rp 3,136 (2019: USD and JPY decrease/increase by Rp 597 and Rp 8,212, respectively), arising mainly from foreign exchange losses/gains translation.

The Group's interest rate risk arises from lease receivables and lease liabilities. The interest rate risk from cash is not significant.

The Group is exposed to credit risk primarily from deposits with banks, credit exposure given to customers, contract assets, lease receivables and other receivables. The Group manages credit risk exposed from deposits with banks by monitoring reputation and limiting the aggregate risk to any individual counterparty.

In respect of credit exposures given to customers which predominantly resulted from sales activities, the Group performs ongoing credit portfolio monitoring as well as manages the collection of the receivables in order to minimise the credit risk exposure. With regards to the sale in installments, for certain customers, the Group impose the obligation to obtain collaterals other than the collateralised machines itself.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit karena Grup memiliki banyak pelanggan tanpa adanya pelanggan individu yang signifikan. Tidak ada sejarah gagal bayar di masa lalu untuk pelanggan dengan saldo belum jatuh tempo.

Eksposur maksimum atas risiko kredit tercermin dari nilai tercatat setiap aset keuangan setelah dikurangi dengan provisi atas penurunan nilai pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Grup menilai apakah risiko kredit atas aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dengan memperhitungkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur aset keuangan.

Grup menerapkan pendekatan sederhana PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha dan aset kontrak.

Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit bersama dan hari lewat jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan pekerjaan yang belum tertagih dan secara substansial memiliki karakteristik risiko yang sama dengan piutang usaha untuk jenis kontrak yang sama. Oleh karena itu, grup menyimpulkan bahwa tingkat kerugian ekspektasian untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)

There is no concentration of credit risk because the Group has many customers without any significant individual customer. There is no history defaults for customers with the balances which are not yet overdue.

Maximum exposure for credit risk is reflected in the carrying value of each financial asset after deducting a provision for impairment on the consolidated statements of financial position.

The Group assess whether the credit risk on a financial asset has increased significantly since initial recognition by using the change in the risk of a default occuring over the expected life of the financial asset.

The group applies the PSAK 71 simplified approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables and contract assets.

To measure the expected credit losses, trade receivables and contract assets have been grouped based on shared credit risk characteristics and the days past due. The contract assets relate to unbilled work in progress and have substantially the same risk characteristics as the trade receivables for the same types of contracts. The group has therefore concluded that the expected loss rates for trade receivables are a reasonable approximation of the loss rates for the contract assets.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

(ii) Risiko kredit (lanjutan) (ii) Credit risk (continued)

Tingkat kerugian ekspektasian didasarkan pada profil pembayaran penjualan selama 24 bulan sebelum 31 Desember 2019 dan kerugian kredit historis terkait yang dialami dalam periode ini. Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk mencerminkan informasi terkini dan informasi forwardlooking mengenai faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi kemampuan pelanggan untuk melunasi piutang.

Atas dasar itu, provisi atas penurunan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 1 Januari 2020 (dengan penerapan PSAK 71) ditetapkan sebagai berikut untuk piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa:

Piutang Usaha – Pihak ketiga

The expected loss rates are based on the payment profiles of sales over a period of 24 months before 31 December 2019 and the corresponding historical credit losses experienced within this period. The historical loss rates are adjusted to reflect current and forward-looking information on macroeconomic factors affecting the ability of the customers to settle the receivables.

On that basis, the provision for impairment as at 31 December 2020 and 1 January 2020 (on adoption of PSAK 71) was determined as follows for trade receivables, contract assets and lease receivables:

Trade receivables – Third parties

31 Desember/
December 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 31 Desember/
December 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan 1.86% 3.87% 7.78% 10.11% 18.23% 19.92% 38.98% 100% Expected loss rate
Piutang usaha 250,704 62,802 34,743 13.544 7,248 3,198 2,614 35,671 410,524 Trade receivables
Provisi Provision
penurunan 4,669 2,428 2,702 1,369 1,321 637 1,019 35,671 49,816 impairment
1 Januari/
January 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 1 Januari/
January 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan 0.89% 2.28% 5.35% 9.96% 15.88% 28.93% 45.63% 100% Expected loss rate
Piutang usaha 607,554 111,533 49,360 12,385 5,981 2,067 2,540 37,760 829,180 Trade receivables
Provisi Provision
penurunan 5,435 2,544 2,639 1,233 950 598 1,159 37,760 52,318 impairment

Piutang Usaha – Pihak Berelasi Trade receivables – Related parties

31 Desember/
December 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 31 Desember/
December 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan 0.50% 0.43% 2.19% 5.97% 7.76% 15.06% 29.68% 100% Expected loss rate
Piutang usaha 82,017 17,022 3,738 1,558 361 2,125 401 2,024 109,246 Trade receivables
Provisi Provision
penurunan 41 73 82 93 28 320 119 2,024 2,780 impairment
1 Januari/
January 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 1 Januari/
January 2020
Tingkat kerugian
Expected loss rate
yang diharapkan 0.11% 0.67% 1.85% 4.76% 9.44% 12.19% 31.65% 100%
Piutang usaha
Provisi
71,530 33,947 6,147 736 360 279 158 4,876 118,033 Trade receivables
Provision

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

(ii) Risiko kredit (lanjutan)

Piutang sewa Lease receivables
31 Desember/
December 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 31 Desember/
December 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan 0.78% 1.56% 3.97% 6.79% 10.51% 11.27% 11.66% 100% Expected loss rate
Piutang sewa 902 57 29 2 2 1 5 271 1,269 Lease Receivable
Provisi Provision
penurunan 7 1 1 0.14 0.21 0.11 1 271 281 impairment
1 Januari/
January 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
hari/days
61-90
hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 1 Januari/
January 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan
Piutang sewa
1.30%
7,528
2.92%
274
6.39%
673
7.14%
14
7.33%
150
20.00%
5
0%
-
100%
678
9,322 Expected loss rate
Lease Receivable
Provisi Provision
penurunan 98 8 43 1 11 1 - 678 840 impairment
Aset kontrak Contract assets
31 Desember/
December 2020
Sekarang/
Current
1-30
hari/days
31-60
Hari/days
61-90
Hari/days
91-120
hari/days
121-150
hari/days
151-180
hari/days
>181
hari/days
Jumlah/Total 31 Desember/
December 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan 0.10% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 100% Expected loss rate
Aset kontrak 85,350 - - - - - - 1,951 87,301 Contract assets
Provisi Provision
penurunan 86 - - - - - - 1,951 2,037 impairment
1 Januari/ Sekarang/ 1-30 31-60 61-90 91-120 121-150 151-180 >181 1 Januari/
January 2020 Current hari/days hari/days hari/days hari/days hari/days hari/days hari/days Jumlah/Total January 2020
Tingkat kerugian
yang diharapkan
0.90% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 100% Expected loss rate

Aset kontrak 153,440 - - - - - - 6 153,446 Contract assets Provisi Provision penurunan 1,367 - - - - - - 6 1,373 impairment

(ii) Credit risk (continued)

Provisi atas penurunan nilai piutang usaha disajikan sebagai kerugian penurunan nilai bersih dalam laba operasi. Pemulihan selanjutnya dari jumlah yang dihapusbukukan sebelumnya dikreditkan ke item baris yang sama.

Eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebagai berikut:

Provision for impairment of trade receivables and contract assets are presented as net impairment losses within operating profit. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the same line item.

Maximum exposure for credit risk is as follows:

2020 2019
Kas dan setara kas 476,280 488,370 Cash and cash equivalents
Piutang usaha 467,174 930,655 Trade receivables
Aset kontrak 85,264 153,446 Contract assets
Piutang sewa 988 9,322 Lease receivables
Piutang lain-lain 30,620 54,080 Other receivables
1,060,326 1,635,873

Halaman - 86 - Page

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(iii) Risiko likuiditas (iii) Liquidity risk

Pengelolaan risiko dilakukan antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga saldo kecukupan kas dan setara kas serta memastikan tersedianya pendanaan berdasarkan kecukupan fasilitas kredit yang mengikat.

Kemampuan Grup untuk mendanai kebutuhan pinjamannya dilakukan dengan cara mempertahankan diversifikasi sumber pendanaan melalui ketersediaan fasilitas pinjaman yang mengikat dari pemberi pinjaman yang andal serta terus mengawasi perkiraan posisi kas dan utang yang dimiliki Grup dalam jangka pendek berdasarkan perkiraan arus kas. Selain itu, perkiraan arus kas jangka panjang dibuat untuk membantu perencanaan kebutuhan pendanaan jangka panjang Grup.

Manajemen yakin bahwa Grup memiliki likuiditas yang cukup untuk menyelesaikan liabilitas Grup pada saat jatuh tempo yang diharapkan akan terjadi dalam satu tahun. Liabilitas keuangan Grup terdiri dari:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Prudent liquidity risk management includes managing the profile of borrowing maturities and funding sources, maintaining sufficient cash and cash equivalents, and ensuring the availability of funding from an adequate amount of committed credit facilities.

The Group's ability to fund its borrowing requirements is managed by maintaining diversified funding sources with adequate committed funding lines from high quality lenders and by monitoring rolling short-term forecasts of the Group's cash and debt on the basis of expected cash flows. In addition, long-term cash flows are projected to assist the Group's long-term financing plans.

Management believes that the Group has sufficient liquidity to extinguish its liabilities when they are due which is expected to be within one year. The Group's financial liabilities consist of the following:

2020
Kurang dari 1
tahun/less than
1 year
Antara 1 dan
3 tahun/
between 1
and 3 years
Antara 3 dan 5
tahun/between 3
and 5 years
Lebih dari 5
tahun/over 5
years
Jumlah/ Total
Utang usaha
Utang lain-lain
Liabilitas kontrak
Liabilitas sewa
Akrual
365,530
16,271
129,492
12,568
55,798
-
-
-
20,217
-
-
-
-
10,137
-
-
-
-
5,068
-
365,530
16,271
129,492
47,990
55,798
Trade payables
Other payables
Contract liabilities
Lease liabilities
Accruals
579,659 20,217 10,137 5,068 615,081
2019
Kurang dari 1
tahun/less than
1 year
Antara 1 dan
3 tahun/
between 1
and 3 years
Antara 3 dan 5
tahun/between 3
and 5 years
Lebih dari 5
tahun/over 5
years
Jumlah/ Total
Utang usaha
Utang lain-lain
Utang bruto dari
959,289
31,662
-
-
-
-
-
-
959,289
31,662
Trade payables
Other payables
Gross amount
pemberi kerja
Akrual
85,318
55,538
-
-
-
-
-
-
85,318
55,538
due to customers
Accruals
1,131,807 - - - 1,131,807

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Tujuan Grup mengelola modal untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur modal dan hasil pengembalian yang optimal ke pemegang saham, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Grup, profitabilitas masa sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan jumlah struktur modal, Grup dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham, mengeluarkan saham baru atau menjual aset untuk mengurangi utang.

Grup memonitor modal berdasarkan rasio utang terhadap ekuitas konsolidasian. Rasio ini dihitung dengan membagi utang bersih dengan jumlah ekuitas. Utang bersih dihitung dengan mengurangkan jumlah pinjaman dengan kas dan setara kas.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

Pengelolaan modal Capital management

The Group's objectives when managing capital are to safeguard the Group's ability to continue as a going concern whilst seeking to maximise benefits to shareholders and other stakeholders.

The Group actively and regularly reviews and manages its capital structure to ensure optimal capital structure and shareholder returns, taking into consideration the future capital efficiency of the Group, prevailing and projected profitability, projected operating cash flows, projected capital expenditures and projected strategic investment opportunities. In order to maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the amount of dividends paid to shareholders, issue new shares or sell assets to reduce debt.

The Group monitors capital on the basis of the Group's consolidated debt to equity ratio. The ratio is calculated as net debt divided by total equity. Net debt is calculated as total borrowings less cash and cash equivalents.

2020 2019
Jumlah utang
Dikurangi:
- - Total borrowing
Less:
- Kas dan setara kas (479,882) (491,544) Cash and cash equivalents
-
Utang bersih - - Net debt
Jumlah ekuitas 1,562,778 1,626,010 Total equity
Rasio utang terhadap
ekuitas konsolidasian (%)
- - Consolidated debt to equity
ratio (%)

Manajemen berpendapat struktur permodalan cukup untuk mendukung operasi, modal kerja dan kebutuhan belanja modal Grup di masa yang akan datang.

Management is in opinion that the Group's capital structure is adequately support the Group's operation, working capital and capital expenditure need for the foreseeable future.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek mendekati nilai tercatatnya, karena dampak dari diskonto tidak signifikan.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang diestimasi sebesar nilai kini dari arus kas di masa datang, yang didiskontokan dengan tingkat suku bunga pasar, berdasarkan tingkatan metode penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:

  • - Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
  • - Input selain harga kuotasian dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2);
  • - Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).

Estimasi nilai wajar aset dan liabilitas keuangan Grup yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Nilai wajar instrumen keuangan Fair values of financial instruments

The fair value of current financial assets and liabilities approximates their carrying amount, as the impact of discounting is not significant.

The fair values of the non-current financial assets and liabilities are estimated at the present value of future cash flows, discounted at the market rate of interest, by level of valuation method. The different levels of valuation methods have been defined as follows:

  • - Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1);
  • - Inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices) (Level 2);
  • - Inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (that is, unobservable inputs) (Level 3).

Estimated fair value of significant financial assets and liabilities of the Group as at 31 December 2020 and 2019 are as follows:

2020
Nilai tercatat/
Carrying amount
Nilai wajar/ 2019
Nilai tercatat/
Fair value Carrying amount
Nilai wajar/
Fair value
Piutang sewa 988 972 9,322 6,947

Tingkat bunga yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas di masa mendatang adalah 6,20% untuk piutang sewa (2019: 7,8% untuk piutang sewa).

Pengungkapan nilai wajar dari aset keuangan diukur dengan hirarki nilai wajar Tingkat 3 menggunakan teknik analisis arus kas yang didiskonto berdasarkan tingkat suku bunga kredit ritel pada akhir tahun, sementara untuk liabilitas keuangan, digunakan tingkat suku bunga efektif yang berlaku untuk fasilitas hutang bank yang tersedia.

Interest rate used to discount the future cash flows is 6.20% for the lease receivables (2019: 7.8% for the lease receivables).

The disclosure of fair value for financial assets measured by Level 3 fair value hierarchy using the discounted cash flow analysis technique applying the retail lending rate at end of the year, while for the financial liabilities, the effective interest rate applicable in the available bank facility was applied.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

Estimasi dan pertimbangan yang digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasian dievaluasi secara berkala berdasarkan pengalaman historis dan faktorfaktor lainnya, termasuk ekspektasi dari kejadian-kejadian di masa depan yang mungkin terjadi. Hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat atas aset dan liabilitas diungkapkan dibawah ini.

Akrual beban proyek

Manajemen menentukan estimasi akrual beban proyek dengan pertimbangan historis proyek berdasarkan pertimbangan historis dalam penyelesaian proyek, tingkat bunga dan kurs. Realisasi jumlah pengeluaran untuk penyelesaian proyek tersebut dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, terutama disebabkan oleh perubahan harga, kurs dan penyesuaian konfigurasi.

Masa manfaat aset tetap dan aset takberwujud

Manajemen menentukan estimasi masa manfaat dan beban penyusutan dan amortisasi dari aset tetap dan aset tak berwujud yang dimiliki Grup. Manajemen akan mengubah beban penyusutan dan amortisasi jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau manajemen akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau dihentikan penggunaannya atau dijual.

Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan menggunakan asumsi aktuarial. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program dan tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat kewajiban imbalan pasca kerja.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS

Estimates and judgments used in preparing the consolidated financial statements are evaluated regularly based on historical experience and other factors, including expectations of future events that may occur. Actual results may differ from these estimates. The estimates and assumptions that have a significant effect on the carrying amount of assets and liabilities are disclosed below.

Accruals for project costs

Management determines estimated accruals for project costs based on historical consideration on the project completion, considering also the interest and exchange rates. The realisation on the amount of expenditures to complete the projects might be different with the estimated project, particularly changes in price, foreign exchange rate and configuration adjustments.

Useful lives of fixed assets and intangible assets

Management determines the estimated useful lives and depreciation and amortisation charges for the Group's fixed assets and intangible assets. Management will revise the depreciation and amortisation charges where useful lives are different to those previously estimated, or it will write-off or write-down technically obsolete or abandoned or sold assets.

Kewajiban imbalan pasca kerja Post-employment benefit obligations

The present value of the post-employment benefit obligations depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. The assumptions used in determining the net cost for pensions include the expected long-term rate of return on the relevant plan assets and the discount rate. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of post-employment benefit obligations.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Asumsi tingkat pengembalian yang diharapkan atas aset program ditentukan secara seragam, dengan mempertimbangkan pengembalian historis jangka panjang, alokasi aset dan perkiraan masa depan atas pengembalian investasi jangka panjang.

Grup menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban pensiun. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan imbal hasil obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban pensiun yang terkait.

Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Grup mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji dasar karyawan dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.

Asumsi penting lainnya untuk kewajiban imbalan pasca kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.

Kerugian penurunan nilai piutang usaha Impairment losses of trade receivables

Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

Kewajiban imbalan pasca kerja (lanjutan) Post-employment benefit obligations (continued)

The expected return on plan assets assumption is determined on a uniform basis, taking into consideration long-term historical returns, assets allocation and future estimates of long-term investment returns.

The Group determines the appropriate discount rate and future salary increase at the end of each reporting period. The discount rate is interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to settle the pension obligations. In determining the appropriate discount rate, the Group considers the yield of government bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension obligation.

For the rate of future salary increases, the Group collects all historical data relating to changes in the employees' base salaries and adjusts it for future business plans.

Other key assumptions for post-employment benefit obligations are based in part on current market conditions.

The Group applies simplified approach to measure expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables. In determining expected credit losses, management is required to exercise judgement in making assumptions and estimates to incorporate relevant information about past events, current conditions and forecasts of economic conditions.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Pengakuan pendapatan Revenue Recognition

Perusahaan mengakui pendapatan kontrak sehubungan dengan kontrak proyek pada periode saat jasa tersebut diberikan, diukur berdasarkan biaya yang timbul hingga saat ini dibandingkan degan total biaya estimasi untuk setiap kontrak. Estimasi pendapatan, biaya atau tingkat perkembangan menuju penyelesaian direvisi jika keadaan berubah.

27. ASET ATAU LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup mempunyai aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

26. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued)

The Company recognises contract revenue in relation to project contracts in the periode in which the services are rendered, measured by reference to the cost incurred to date compared to the estimated total cost for each contract. Estimates of revenues, costs or extent of progress toward completion are revised if circumstances change.

27. NET MONETARY ASSETS OR LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

As at 31 December 2020 and 2019, the Group has assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows:

2020
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
Aset
Kas dan setara kas
USD
EUR
SGD
313,151
1,962
36,640
4,417
34
390
Assets
Cash and cash equivalents
Piutang usaha USD
JPY
155,477
58,583,682
2,193
7,995
Trade receivables
Uang muka pemasok USD
JPY
34,498
499
487
9
Advance payments to
supplier
Jumlah aset moneter dalam
mata uang asing
15,524 Total monetary assets
in foreign currencies
Liabilitas
Utang usaha
JPY
USD
SGD
(360,053,330)
(152,357)
(939)
(49,137)
(2,149)
(10)
Liabilities
Trade payables
Utang lain-lain JPY
SGD
USD
(1,033,564)
(46,928)
(10,122)
(141)
(500)
(143)
Other payables
Uang muka pelanggan JPY
USD
(3,845,742)
(741)
(525)
(10)
Customer advances
Jumlah liabilitas moneter dalam
mata uang asing
(52,615) Total monetary liabilities
in foreign currencies
Liabilitas moneter dalam mata
uang asing - bersih
(37,091) Net monetary liabilities
in foreign currencies

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. ASET ATAU LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup mempunyai aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut: (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

27. NET MONETARY ASSETS OR LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued)

As at 31 December 2020 and 2019, the Group has assets and liabilities denominated in foreign currencies as follows: (continued)

2019
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
Aset
Kas dan setara kas
USD
EUR
SGD
259,262
2,053
1,356
3,604
32
14
Assets
Cash and cash equivalents
Piutang usaha USD
JPY
321,559
16,734,375
4,470
2,142
Trade receivables
Uang muka pemasok USD 214,947 2,988 Advance payments to
supplier
Piutang sewa USD 12,085 168 Lease receivables
Jumlah aset moneter dalam
mata uang asing
13,418 Total monetary assets
in foreign currencies
Liabilitas
Utang usaha
JPY
USD
SGD
(869,750,000)
(169,268)
(58,038)
(111,328)
(2,353)
(599)
Liabilities
Trade payables
Utang lain-lain JPY
SGD
USD
HKD
AUD
(2,398,630)
(46,764)
(48,604)
(6,875)
(170)
(307)
(483)
(676)
(12)
(2)
Other payables
Uang muka pelanggan USD (17,049) (237) Customer advances
Jumlah liabilitas moneter dalam
mata uang asing
(115,997) Total monetary liabilities
in foreign currencies
Liabilitas moneter dalam mata
uang asing - bersih
(102,579) Net monetary liabilities
in foreign currencies

Pada tanggal 31 Desember 2020, liabilitas moneter dalam mata uang asing bersih Grup terutama berasal dari JPY sebesar JPY 306 juta atau setara Rp 41.808 (2019: JPY 855 juta atau setara Rp 109.493). Lihat Catatan 25 untuk analisis atas risiko nilai tukar mata uang asing Grup.

Untuk meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing atas pembayaran utang usaha Grup, Grup memiliki kontrak berjangka valuta asing (lihat Catatan 12 dan Catatan 34).

As at 31 December 2020, the Group's net monetary liabilities in foreign currencies was mainly from JPY amounting to JPY 306 million or equivalent to Rp 41,808 (2019: JPY 855 million or equivalent to Rp 109,493). Refer to Note 25 for analysis of the Group's foreign exchange risk.

To minimise the impact of changes in foreign currency exchange rates on the Group's trade payable, the Group entered into forward foreign exchange contracts (see Note 12 and Note 34).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. ASET ATAU LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

Apabila aset dan liabilitas dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2020 dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah mata uang asing pada tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, maka liabilitas bersih dalam mata uang asing Grup akan turun sekitar Rp 984 (2019: Rp 5.141).

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI 28. RELATED PARTY INFORMATION

Grup dikendalikan oleh PT Astra International Tbk.

Rincian sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

27. NET MONETARY ASSETS OR LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued)

If assets and liabilities in foreign currencies as at 31 December 2020 had been translated using the middle rates as at the authorisation date of these consolidated financial statement, the total net foreign currency liabilities of the Group would decrease by approximately Rp 984 (2019: Rp 5,141).

The Group is controlled by PT Astra International Tbk.

Details of the nature of relationships and transactions with related parties are as follows:

Pihak berelasi yang signifikan/
Significant related parties
Sifat hubungan/Nature of
relationship
Transaksi signifikan/
Significant transaction
PT Astra International Tbk Induk perusahaan
langsung/Direct parent
company
Penjualan barang dan jasa dan
pembelian aset tetap/Sales of goods
and services and purchase of fixed
assets
PT
Astra
Otoparts
Tbk,
PT Asuransi Astra Buana, PT Serasi
Transportasi
Nusantara,
PT Astari
Marga Sarana, PT Kalimantan Prima
Persada,
PT Pamapersada
Nusantara,
PT Serasi
Autoraya,
PT Astra Aviva Life, PT Astra Honda
Dibawah kendali yang
sama/Under common control
Penjualan barang dan jasa/Sales of
goods and services

Motor, PT Denso Indonesia, PT Toyota Astra Motor, PT Acset Indonusa Tbk, PT Sedaya Pratama, PT GS Battery, PT Toyota Astra Financial Services, PT Komatsu Remanufacturing Asia, PT Komatsu Indonesia, PT Gaya Motor, PT Menara Astra, PT Fuji Technica Indonesia, PT Astra Sedaya Finance, PT United Tractors Tbk, PT United Tractors Pandu Engineering, PT Inti Pantja Press Industri, PT Swadaya Harapan Nusantara, PT Astra Modern Land, PT Kayaba Indonesia, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Bina Pertiwi, PT Tjahja Sakti Motor, PT Marga Mandalasakti, PT Tunas Dwipa Matra, PT Astra Digital Internasional, PT Musashi Autoparts Indonesia, PT Samadista Karya, PT Astra Internasional Daihatsu, PT Sedaya Multi Investama, PT Agincourt Resources, PT Astra Komponen Indonesia, PT Bukit Asam, PT Toyoda Gosei Indonesia, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Federal International Finance, PT Universal Tekno Reksajaya dan/and PT Astra Daihatsu Motor

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI (lanjutan) 28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Rincian sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Details of the nature of relationships and transactions with related parties are as follows: (continued)

Pihak berelasi yang signifikan/
Significant related parties
Sifat hubungan/Nature of
relationship
Transaksi signifikan/
Significant transaction
Penjualan barang dan jasa dan piutang
sewa/Sales of goods and services and
lease receivables
Penjualan barang dan jasa/Sales of
goods and services
PT Traktor Nusantara Dibawah kendali yang sama/Under common control
PT Tunas Ridean Tbk venture of indirect
shareholder
Ventura bersama dari pemegang
saham tidak langsung/Joint
Dana Pensiun Astra 1 dan/and 2 plan for the Group Penyelanggara program imbalan
pasca kerja Grup/Organiser of
the post-employment benefit
Jasa penyelenggaraan program imbalan
pasca kerja/Services of post
employment benefit plan
Dewan Komisaris dan Direksi/Board of
Commissioners and Directors
Personel manajemen kunci/key
management personnel
Kompensasi/Compensation
Transaksi
signifikan
dengan
pihak
adalah sebagai berikut:
berelasi follows: Significant transactions with related parties are as
Kompensasi personil manajemen kunci Key management personnel compensation

Personil manajemen kunci Grup adalah anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.

Key management personnel of the Group are the Boards of Commissioners and Directors of the Company.

2020 2019
Imbalan jangka pendek
Imbalan pasca kerja dan
jangka panjang lainnya
21,174 23,010 Short-term benefits
Retirement and other long-term
5,541 709 benefits
26,715 23,719

Jumlah personil manajemen kunci per 31 Desember 2020 adalah 11 orang (31 Desember 2019 adalah 13 orang).

Total key management personnel as at 31 December 2020 is 11 members (31 December 2019 is 13 members).

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI (lanjutan)

Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Pendapatan

Rincian pendapatan yang diperoleh dari pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Significant transactions with related parties are as follows: (continued)

Revenue

Details of revenue earned from related parties are as follows:

2020 2019
PT Astra International Tbk 177,721 189,220 PT Astra International Tbk
PT Astra Honda Motor 65,182 47,841 PT Astra Honda Motor
PT Astra Daihatsu Motor 50,572 36,609 PT Astra Daihatsu Motor
PT Toyota Astra Motor 45,627 49,504 PT Toyota Astra Motor
PT Astra Otoparts Tbk 43,076 46,942 PT Astra Otoparts Tbk
PT Isuzu Astra Motor Indonesia 34,990 25,388 PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Bank Permata Tbk *) 29,272 51,851 PT Bank Permata Tbk *)
PT Serasi Autoraya 28,670 10,098 PT Serasi Autoraya
PT United Tractors Tbk 24,695 30,702 PT United Tractors Tbk
PT Asuransi Astra Buana 22,824 19,844 PT Asuransi Astra Buana
PT Astra Aviva Life 21,758 18,828 PT Astra Aviva Life
PT Pamapersada Nusantara
PT Kalimantan Prima Persada
14,285
12,925
15,461
17,208
PT Pamapersada Nusantara
PT Kalimantan Prima Persada
PT Federal International Finance 8,471 6,296 PT Federal International Finance
PT Toyota Astra Financial Services 7,685 10,737 PT Toyota Astra Financial Services
Astra International Daihatsu Astra International Daihatsu
Sales Operation 6,919 40 Sales Operation
PT Menara Astra 6,814 9,133 PT Menara Astra
PT Astra Sedaya Finance 6,492 10,099 PT Astra Sedaya Finance
PT Traktor Nusantara 6,191 7,277 PT Traktor Nusantara
PT Astra Digital Internasional 5,931 5,291 PT Astra Digital Internasional
PT Tjahja Sakti Motor 5,247 2,223 PT Tjahja Sakti Motor
PT Astra Agro Lestari Tbk 4,956 1,461 PT Astra Agro Lestari Tbk
PT GS Battery 4,060 3,349 PT GS Battery
PT Musashi Autoparts Indonesia 3,186 5,859 PT Musashi Autoparts Indonesia
PT Toyota Motor PT Toyota Motor
Manufacturing Indonesia 2,825 4,788 Manufacturing Indonesia
PT Astra Modern Land 2,405 1,877 PT Astra Modern Land
PT Inti Pantja Press Industri 2,299 2,719 PT Inti Pantja Press Industri
PT Sedaya Pratama
PT Gaya Motor
2,223
2,220
-
2,548
PT Sedaya Pratama
PT Gaya Motor
PT Fuji Technica Indonesia 2,205 1,466 PT Fuji Technica Indonesia
Astra International Honda Astra International Honda
Sales Operation 2,085 285 Sales Operation
PT Sedaya Multi Investama 2,076 2,356 PT Sedaya Multi Investama
Astra International Astraworld Astra International Astraworld
Sales Operation 2,062 65 Sales Operation
PT Astratel Nusantara 1,866 638 PT Astratel Nusantara
PT Astra Komponen Indonesia 1,721 1,450 PT Astra Komponen Indonesia
PT Denso Indonesia 1,315 2,225 PT Denso Indonesia
PT Acset Indonusa Tbk 1,126 3,746 PT Acset Indonusa Tbk
PT Universal Tekno Reksajaya 1,062 1,147 PT Universal Tekno Reksajaya
PT Bukit Asam Tbk 1,042 1,023 PT Bukit Asam Tbk
PT Agincourt Resources 929 1,574 PT Agincourt Resources
PT Komatsu Indonesia 733 1,025 PT Komatsu Indonesia
667,743 650,193

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI (lanjutan)

Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

Pendapatan (lanjutan)

Rincian pendapatan yang diperoleh dari pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Significant transactions with related parties are as follows: (continued)

Revenue (continued)

Details of revenue earned from related parties are as follows: (continued)

2020 2019
Saldo pindahan
PT United Tractors Pandu
667,743 650,193 Balance brought forward
PT United Tractors Pandu
Engineering
PT Bina Pertiwi
Lain-lain
487
437
15,537
1,485
8,038
25,920
Engineering
PT Bina Pertiwi
Others
684,204 685,636
Persentase terhadap
jumlah pendapatan
20.43% 14.37% Percentage of total
revenues

Ikhtisar saldo yang signifikan dengan pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut:

Summary of significant balances arising from transactions with related parties are as follows:

2020 2019
ASET ASSETS
Kas dan setara kas Cash and cash equivalents
- Bank Cash in banks -
PT Bank Permata Tbk *) - 6,395 PT Bank Permata Tbk *)
- Deposito Deposits -
PT Bank Permata Tbk *) - 16,000 PT Bank Permata Tbk *)
- 22,395
Piutang usaha Trade receivables
PT Toyota Astra Motor 21,833 3,237 PT Toyota Astra Motor
PT United Tractors Tbk 15,930 15,805 PT United Tractors Tbk
PT Astra International Tbk 14,497 13,735 PT Astra International Tbk
PT Astra Honda Motor 13,437 22,030 PT Astra Honda Motor
PT Astra Daihatsu Motor 6,786 9,319 PT Astra Daihatsu Motor
PT Astra Otoparts Tbk 6,131 18,120 PT Astra Otoparts Tbk
PT Asuransi Astra Buana 3,833 2,387 PT Asuransi Astra Buana
PT Astra Sedaya Finance 2,848 419 PT Astra Sedaya Finance
PT Kalimantan Prima Persada 2,642 4,682 PT Kalimantan Prima Persada
PT Agincourt Resources 2,497 157 PT Agincourt Resources
PT Serasi Autoraya 1,631 4,442 PT Serasi Autoraya
PT Astra Komponen Indonesia 1,524 74 PT Astra Komponen Indonesia
PT Acset Indonusa Tbk 1,497 270 PT Acset Indonusa Tbk
PT Astra Digital Arta 1,227 - PT Astra Digital Arta
PT Astari Marga Sarana 1,212 9 PT Astari Marga Sarana
PT Traktor Nusantara 1,035 857 PT Traktor Nusantara
PT Pamapersada Nusantara 940 4,517 PT Pamapersada Nusantara
PT Isuzu Astra Motor Indonesia 819 2,661 PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Musashi Autoparts Indonesia 166 1,797 PT Musashi Autoparts Indonesia
PT Bank Permata Tbk *) - 5,055 PT Bank Permata Tbk *)
Lain-lain 5,981 8,460 Others
106,466 118,033

*) Pihak berelasi hingga Mei 2020 *) Related party until May 2020

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI (lanjutan)

Ikhtisar saldo yang signifikan dengan pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Summary of significant balances arising from transactions with related parties are as follows: (continued)

2020 2019
Aset kontrak/tagihan bruto Contract assets/gross amount
kepada pemberi kerja due from customer
PT Serasi Autoraya 15,254 3,265 PT Serasi Autoraya
PT Astra Otoparts Tbk 8,977 524 PT Astra Otoparts Tbk
PT Pamapersada Nusantara 3,431 2,572 PT Pamapersada Nusantara
PT Kalimantan Prima Persada 3,050 5,943 PT Kalimantan Prima Persada
PT Astra Honda Motor 2,567 1,900 PT Astra Honda Motor
PT Toyota Astra Motor 2,097 6,621 PT Toyota Astra Motor
PT Astra Daihatsu Motor 1,784 2,602 PT Astra Daihatsu Motor
PT Astra International Tbk 1,377 15,225 PT Astra International Tbk
PT United Tractors Tbk 859 850 PT United Tractors Tbk
PT Traktor Nusantara 789 2,464 PT Traktor Nusantara
PT Isuzu Astra Motor Indonesia 632 3,048 PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Acset Indonusa Tbk 360 1,596 PT Acset Indonusa Tbk
PT Astra Digital Internasional 321 792 PT Astra Digital Internasional
PT Astra Agro Lestari Tbk 134 622 PT Astra Agro Lestari Tbk
PT Samadista Karya 23 3,178 PT Samadista Karya
PT Astra Sedaya Finance 22 2,350 PT Astra Sedaya Finance
PT Toyota Astra Financial Service 15 1,356 PT Toyota Astra Financial Service
PT Bank Permata Tbk *) - 3,410 PT Bank Permata Tbk *)
PT Bina Pertiwi - 3,100 PT Bina Pertiwi
PT Toyoda Gosei Indonesia - 2,225 PT Toyoda Gosei Indonesia
PT Swadaya Harapan Nusantara - 2,191 PT Swadaya Harapan Nusantara
PT Kayaba Indonesia - 1,846 PT Kayaba Indonesia
PT Astari Marga Sarana - 1,668 PT Astari Marga Sarana
PT Menara Astra - 435 PT Menara Astra
Lain-lain 3,022 1,983 Others
44,714 71,766
Piutang sewa Lease receivables
PT Traktor Nusantara 444 116 PT Traktor Nusantara
Lain-lain 213 20 Others
657 136
Jumlah aset yang signifikan yang Total significant assets
terkait dengan pihak berelasi 151,837 212,330 associated with related parties
Persentase terhadap jumlah aset 6.63% 7.33% Percentage of total assets

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI

(lanjutan)

Ikhtisar saldo yang signifikan dengan pihakpihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Summary of significant balances arising from transactions with related parties are as follows: (continued)

2020 2019
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas kontrak/utang bruto
dari pemberi kerja
Contract liabilities/gross amount
due to customer
PT Toyota Astra Motor 17,732 8,757 PT Toyota Astra Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia 16,932 1,429 PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Astra International Tbk 12,476 4,703 PT Astra International Tbk
PT Astra Daihatsu Motor 6,622 3,682 PT Astra Daihatsu Motor
PT Toyota Astra Financial Services 6,390 2,688 PT Toyota Astra Financial Services
PT Astra Otoparts Tbk 4,419 5,688 PT Astra Otoparts Tbk
PT United Tractors Tbk 4,253 410 PT United Tractors Tbk
PT Asuransi Astra Buana 1,853 1,828 PT Asuransi Astra Buana
PT Agincourt Resources 1,735 - PT Agincourt Resources
PT Astra Aviva Life 1,603 882 PT Astra Aviva Life
PT Menara Astra 1,469 2,547 PT Menara Astra
PT GS Battery 1,396 342 PT GS Battery
PT Astra Honda Motor 1,305 2,262 PT Astra Honda Motor
PT Sedaya Multi Investama 730 448 PT Sedaya Multi Investama
PT Federal International Finance 681 882 PT Federal International Finance
PT Acset Indonusa Tbk 679 282 PT Acset Indonusa Tbk
PT Toyota Motor Manufacturing 638 336 PT Toyota Motor Manufacturing
PT Kalimantan Prima Persada 454 740 PT Kalimantan Prima Persada
PT Astra Digital Internasional 445 232 PT Astra Digital Internasional
PT Traktor Nusantara 335 2,727 PT Traktor Nusantara
PT Tjahja Sakti Motor 25 4,023 PT Tjahja Sakti Motor
PT Bank Permata Tbk *) - 2,579 PT Bank Permata Tbk *)
PT Serasi Transportasi Nusantara - 1,710 PT Serasi Transportasi Nusantara
Lain-lain 5,347 2,650 Others
87,519 51,827
Uang muka pelanggan Customer advances
PT Kalimantan Prima Persada - 12 PT Kalimantan Prima Persada
PT Traktor Nusantara - - PT Traktor Nusantara
Lain-lain - 102 Others
- 114
Jumlah liabilitas yang signifikan yang Total significant liabilities
terkait dengan pihak berelasi 87,519 51,941 associated with related parties
Persentase terhadap jumlah liabilitas 12.05% 4.09% Percentage of total liabilities

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI (lanjutan)

Grup menyediakan program dana pensiun untuk karyawan melalui Dana Pensiun Astra 1 dan Dana Pensiun Astra 2.

Jumlah kontribusi yang dibayarkan Grup pada tahun 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

*) % terhadap jumlah biaya karyawan *) % of total employee costs

Grup memiliki tiga segmen bisnis, yaitu solusi dokumen, solusi teknologi informasi dan solusi perkantoran. Grup terutama beroperasi dalam satu wilayah geografis, oleh karena itu informasi segmen geografis tidak disajikan.

Solusi dokumen menyediakan jenis produk dan layanan yang merupakan transformasi dari penyedia layanan berbasis perangkat keras (hardware-based services) menjadi layanan berbasis solusi (solution-based services) yang mencakup semua aspek siklus dokumen, mulai dari document input (creating, scanning, merging, editing, capturing) dan document management (sharing, indexing, storing, archiving, distributing) hingga document output (printing, faxing, scanning, copying, emailing, web viewing) termasuk jasa percetakan digital (transactional printing, printing on demand), document imaging dan pengirimannya.

Segmen solusi teknologi informasi fokus di bidang teknologi informasi & komunikasi (ICT) yang menyediakan perangkat keras dan lunak, solusi dan jasa pembangunan infrastruktur IT, jasa layanan pengembangan aplikasi IT dan jasa managed services, termasuk layanan data centre dan cloud.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

28. RELATED PARTY INFORMATION (continued)

Program imbalan pasca kerja Post-employment benefits plan

The Group provides post-employment benefits plan for its employees through Dana Pensiun Astra 1 and Dana Pensiun Astra 2.

The amount of contribution paid by the Group in 2020 and 2019 is as follows:

2020 2019
% *) Rp % *) Rp
Dana pensiun Astra 1
Dana pensiun Astra 2
0.47%
2.74%
1,667
9,655
0.66%
2.28%
2,626
9,009
Jumlah/Total 3,21% 11,322 2.94% 11,635

29. INFORMASI SEGMEN 29. SEGMENT INFORMATION

The Group has three main business segments, which is document solution, information technology solution and office services solution. The Group mainly operates in one geographical area, so no geographical information on segments is presented.

The document solution provided products and services which are the transformation from hardware-based service providers to solutionbased services and includes all aspects of the document cycle, starting from document input (creating, scanning, merging, editing, capturing) as well as the document management (sharing, indexing, storing, archiving, distributing) to document output (printing, faxing, scanning, copying, emailing, web viewing) including digital printing service (transactional printing and printing on demand), document imaging and its delivery.

Information technology solution segment information focusing on the Information and Communication (ICT) which provided hardware and software, IT solution and infrastructure service, IT software development and managed services, including data centre and cloud service.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Segmen solusi perkantoran fokus dalam menyediakan kebutuhan perkantoran yang meliputi pelayanan jasa alih daya produksi percetakan dokumen, layanan distribusi dan kebutuhan kantor secara umum antara lain kebutuhan kantor, peralatan kantor, barang elektronik dan barang konsumsi lainnya.

Manajemen memonitor hasil dari kegiatan bisnis unitnya secara terpisah, dengan tujuan untuk mengambil keputusan mengenai alokasi atas sumber yang tersedia dan penilaian atas performa. Performa segmen dievaluasi berdasarkan keuntungan atau kerugian operasi atas hal-hal tertentu seperti yang dijelaskan pada tabel di bawah diukur secara berbeda dari keuntungan atau kerugian operasi dalam laporan keuangan konsolidasian.

Detail informasi segmen adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

29. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 29. SEGMENT INFORMATION (continued)

Office services solution segment information focusing on the providing of general office needs such as outsourcing service solutions in the form of document printing production, distribution services and general office service including office supplies, office equipment, electronic goods and consumer goods.

Management monitors the operating results of its business units separately for the purpose of making decisions about resource allocation and performance assessment. Segment performance is evaluated based on operating profit or loss which, in certain respects as explained in the table below, is measured differently from operating profit or loss in the consolidated financial statements.

The detailed segment information is presented below:

2020
Solusi
dokumen/
Document
solution
Solusi
teknologi
informasi/
Information
technology
solution
Solusi
perkantoran/
Office
services
solution
Jumlah/
Total
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidation
Hasil operasi Operation results
Pendapatan bersih
Beban pokok pendapatan
1,200,315
(817,788)
1,024,233
(921,930)
1,182,531
(1,128,082)
3,407,079
(2,867,800)
(58,208)
58,170
3,348,871
(2,809,630)
Net revenues
Cost of revenues
Laba bruto 382,527 101,303 54,449 539,279 (38) 539,241 Gross profit
Beban penjualan (94,576) (25,100) (41,450) (161,126) - (161,126) Selling expenses
General and
Beban umum administrative
dan administrasi (233,401) (65,187) (2,741) (301,329) - (301,329) expenses
Penghasilan keuangan 7,891 1,365 777 10,033 (3,360) 6,673 Finance income
Biaya keuangan (4,795) (998) (13,874) (19,667) 3,398 (16,269) Finance costs
(Kerugian)/keuntungan Foreign exchange
selisih kurs - bersih (1,679) 638 - (1,041) - (1,041) (loss)/gain - net
Penghasilan/(beban) Other income/
lain-lain - bersih (2,374) 470 (525) (2,429) - (2,429) (expense) - net
Share of results
Bagian laba entitas anak 4,135 - - 4,135 (4,135) - of subsidiaries
Laba sebelum pajak Profit before income
penghasilan
Beban pajak penghasilan
57,728
(9,946)
13,491
(6,633)
(3,364)
642
67,855
(15,937)
(4,135)
-
63,720
(15,937)
tax
Income tax expense
Laba tahun berjalan 47,782 6,858 (2,722) 51,918 (4,135) 47,783 Profit for the year
Aset 1,799,745 570,854 501,036 2,871,635 (582,804) 2,288,831 Assets
Liabilitas 236,281 301,554 293,012 830,847 (104,794) 726,053 Liabilities
Belanja barang modal
Penyusutan
5,451
200,983
5,371
11,587
1,546
2,301
12,368
214,871
-
-
12,368
214,871
Capital expenditure
Depreciation
Arus kas segmen
Arus kas bersih diperoleh
dari/(digunakan untuk)
Segment cash flows
Net cash flows
generated from /(used in)
aktivitas operasi
Arus kas bersih digunakan
157,531 64,493 (188,355) 33,669 67,911 101,580 operating activities
Net cash flows used
untuk aktivitas investasi
Arus kas bersih (digunakan
(956) (5,371) (1,546) (7,873) (4,217) (12,090) in investing activities
Net cash flows (used in)/
untuk)/diperoleh dari generated from
aktivitas pendanaan (88,098) (6,842) 57,466 (37,474) (63,726) (101,200) in financing activities

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

29. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 29. SEGMENT INFORMATION (continued)

Detail informasi segmen adalah sebagai berikut: (lanjutan)

The detailed segment information is presented below: (continued)

2019
Solusi
dokumen/
Document
solution
Solusi
teknologi
informasi/
Information
technology
solution
Solusi
perkantoran/
Office
services
solution
Jumlah/
Total
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidation
Hasil operasi Operation results
Pendapatan bersih 1,761,177 1,033,045 2,060,430 4,854,652 (82,852) 4,771,800 Net revenues
Beban pokok pendapatan (1,102,902) (923,226) (1,975,910) (4,002,038) 82,643 (3,919,395) Cost of revenues
Laba bruto 658,275 109,819 84,520 852,614 (209) 852,405 Gross profit
Beban penjualan (119,017) (27,876) (49,997) (196,890) - (196,890) Selling expenses
General and
Beban umum administrative
dan administrasi (241,324) (64,241) (2,840) (308,405) - (308,405) expenses
Penghasilan keuangan 9,474 1,389 496 11,359 (6,047) 5,312 Finance income
Biaya keuangan (10,223) (411) (11,397) (22,031) 6,256 (15,775) Finance costs
(Kerugian)/keuntungan Foreign exchange
selisih kurs - bersih
Penghasilan/(beban)
1,710 (405) (3) 1,302 - 1,302 (loss)/gain - net
Other income/
lain-lain - bersih 378 (512) 79 (55) - (55) (expense) - net
Bagian laba entitas anak 25,621 - - 25,621 (25,621) - Share of results
of subsidiaries
Laba sebelum pajak Profit before income
penghasilan 324,894 17,763 20,858 363,515 (25,621) 337,894 tax
Beban pajak penghasilan (73,902) (7,222) (5,778) (86,902) - (86,902) Income tax expense
Laba tahun berjalan 250,992 10,541 15,080 276,613 (25,621) 250,992 Profit for the year
Aset 1,950,423 651,981 841,671 3,444,075 (547,235) 2,896,840 Assets
Liabilitas 322.876 378,950 626,056 1,327,882 (57,052) 1,270,830 Liabilities
Belanja barang modal 17,648 26,251 4,658 48,557 - 48,557 Capital expenditure
Penyusutan 185,723 5,605 2,425 193,753 - 193,753 Depreciation
Arus kas segmen Segment cash flows
Net cash flows
Arus kas bersih diperoleh generated from
dari aktivitas operasi
Arus kas bersih digunakan
136,933 91,518 150,367 378,818 (3,963) 374,855 operating activities
Net cash flows used
untuk aktivitas investasi (6,372) (26,251) (4,658) (37,281) (2,622) (39,903) in investing activities
Arus kas bersih digunakan Net cash flows used
untuk aktivitas pendanaan (111,382) (11,563) (574) (123,519) 6,585 (116,934) in financing activities

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perjanjian fasilitas pinjaman bank Bank loan facility agreements

Grup menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman bank dengan beberapa bank. Informasi mengenai fasilitas pinjaman yang disediakan adalah sebagai berikut:

FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

NOTES TO THE CONSOLIDATED

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS

The Group entered into bank loan facility agreements with several banks. Details of loan facilities provided are as follows:

2020
Jumlah fasilitas/
Facility amount
Jatuh tempo
fasilitas/
Facility due date
Tingkat bunga
per tahun/Interest
rate per annum
Perusahaan/the Company
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
PT Bank UOB Indonesia,
Rp 250,000 12 Januari/
January 2021**)
31 Januari/
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
Jakarta Rp 200,000 January 2021*) JIBOR + 1.45% - 1.55%
PT AGIT
Standard Chartered Bank,
Jakarta
USD 10 juta atau
equivalennya
dalam Rupiah/
USD 10 million or
its equivalent
in Rupiah
31 Oktober/
October 2021
JIBOR (untuk/for
Rupiah)/ LIBOR
(untuk/for USD) + 1.55%
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Jakarta
USD 5 juta atau
equivalennya
dalam Rupiah/
USD 5 million or
its equivalent
In Rupiah
19 Februari/
*)
February 2021
JIBOR (untuk/for
Rupiah)/ LIBOR
(untuk/for USD) + 1.75%
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
PT Bank UOB Indonesia,
Rp 150,000 12 Januari/
**)
January 2021
31 Januari/
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
Jakarta Rp 200,000 *)
January 2021
JIBOR + 1.45% - 1.55%
PT AXI
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
PT Bank ANZ Indonesia,
Jakarta
PT Bank UOB Indonesia,
Rp 150,000
Rp 300,000
12 Januari/
*)
January 2021
28 Februari/
)
February 2021
31 Januari/
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
Biaya dana/
cost of fund + 0.75%
Jakarta Rp 130,000 *)
January 2021
JIBOR + 1.45% - 1.55%

*) Sampai pada tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, proses perpanjangan masih berlangsung.

*) Up to the authorisation date of these consolidated financial statement, the extension is still in progress.

**) Grup tidak memperpanjang perjanjian ini. **) The Group did not extend this agreement.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Perjanjian fasilitas pinjaman bank (lanjutan) Bank loan facility agreements (continued)

2019
Jumlah fasilitas/
Facility amount
Jatuh tempo
fasilitas/
Facility due date
Tingkat bunga
per tahun/Interest
rate per annum
Perusahaan/the Company
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
PT Bank UOB Indonesia,
Rp 250,000 12 Januari/
January 2020
31 Oktober/
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
Jakarta Rp 200,000 October 2020 JIBOR + 1.45% - 1.55%
PT AGIT
Standard Chartered Bank,
Jakarta
USD 10 juta atau
equivalennya
dalam Rupiah/
31 Oktober/
October 2020
JIBOR (untuk/for
Rupiah)/ LIBOR
(untuk/for USD) + 1.55%
USD 10 million or
its equivalent
in Rupiah
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation
Limited, Jakarta
USD 5 juta atau
equivalennya
dalam Rupiah/
USD 5 million or
its equivalent
In Rupiah
18 Januari/
January 2020
JIBOR (untuk/for
Rupiah)/ LIBOR
(untuk/for USD) + 1.75%
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
Rp 150,000 12 Januari/
January 2020
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
PT Bank UOB Indonesia,
Jakarta
Rp 200,000 31 Oktober/
October 2020
JIBOR + 1.45% - 1.55%
PT AXI
PT Bank KEB Hana Indonesia,
Jakarta
PT Bank ANZ Indonesia,
Rp 150,000 12 Januari/
January 2020
31 Juli/
JIBOR 1 bulan/
month + 1.55%
Biaya dana/
Jakarta
PT Bank UOB Indonesia,
Rp 130,000 July 2020
31 Oktober/
cost of fund + 0.75%
Jakarta Rp 200,000 October 2020 JIBOR + 1.45% - 1.55%

Perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan Trade financing facility agreements

PT Bank UOB Indonesia

Grup menandatangani perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan dengan PT Bank UOB Indonesia pada tanggal 31 Oktober 2019 dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000 yang terdiri dari Revolving Credit Facility dengan jumlah maksimum sebesar Rp 100.000 dengan bunga pinjaman JIBOR + 1,55% per tahun, Clean Trust Receipt dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000 dengan bunga pinjaman JIBOR + 1,45% per tahun, garansi bank dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000 dan fasilitas valuta asing dengan jumlah maksimum USD 10.000.000 (nilai penuh). Perjanjian ini berlaku hingga 31 Januari 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup tidak menggunakan fasilitas ini.

PT Bank UOB Indonesia

The Group entered into a Credit Facility agreement with PT Bank UOB Indonesia on 31 October 2019 with maximum amount of Rp 200,000 consisting of Revolving Credit Facility with maximum amount of Rp 100,000, bearing interest at JIBOR + 1.55% per annum; Clean Trust Receipt Facility with maximum amount of Rp 200,000, bearing interest at JIBOR + 1.45% per annum; Bank Guarantee Facility with maximum amount of Rp 50,000 and Foreign Exchange Facility with maximum amount of USD 10,000,000 (full amount). This agreement is valid until 31 January 2020. As at 31 December 2020, the Group did not utilised the facilities.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan (lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Perusahaan dan PT AGIT menandatangani perjanjian fasilitas garansi bank dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 13 Januari 2012 dengan jumlah maksimum Rp 250.000 dengan keperluan jaminan penawaran Tender, Uang Muka Pelaksanaan Pekerjaan, Pelaksanaan Pembayaran, dan Pemeliharaan/Retensi, Custom Bond dan lainnya atas proyek-proyek yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, BUMN dan swasta. Perjanjian ini diperpanjang hingga 9 Februari 2021. Sampai pada tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, proses perpanjangan masih berlangsung. Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup menggunakan fasilitas sebesar Rp 74.332.

Standard Chartered Bank, Jakarta Standard Chartered Bank, Jakarta

Fasilitas yang diperoleh pada tanggal 1 Maret 2005 dari Standard Chartered Bank, Jakarta, merupakan fasilitas perbankan umum untuk PT AGIT (terdiri dari fasilitas impor, fasilitas pinjaman jangka pendek dan fasilitas obligasi dan jaminan) dengan jumlah maksimum USD 15.000.000 (nilai penuh).

Fasilitas ini telah beberapa kali diamandemen, terakhir dengan perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan pada tanggal 3 Maret 2016, dengan fasilitas maksimum sebesar USD 15.000.000 (jumlah penuh) (atau setara dalam Rupiah) dan suku bunga LIBOR atau JIBOR yang masing-masing ditambah 1,55% per tahun.

Fasilitas ini diperpanjang secara otomatis untuk periode 12 bulan. Pada tanggal 31 Desember 2020, PT AGIT tidak menggunakan fasilitas pinjaman.

Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta

Perusahaan menandatangani perjanjian Fasilitas Perusahaan dengan Hongkong dan Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta pada tanggal 12 September 2007 dengan jumlah maksimum IDR 30.000 untuk fasilitas garansi dan USD 250.000 (jumlah penuh) untuk fasilitas perbendaharaan.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Trade financing facility agreements (continued)

The Company and PT AGIT entered into a Bank Guarantee Facility agreement with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk on 13 January 2012 with maximum plafond amounting to Rp 250,000 with the purpose of offering Bid Advances for the Implementation of Payment, and Maintenance/Retention, Custom Bond and other projects for projects organized by Government agencies, SOEs and private company. This agreement has been extended until 9 February 2021. Up to the authorisation date of these consolidated financial statement, the extension is still in progress. As at 31 December 2020, the Group has utilised the facility amounting to Rp 74,332.

The facility obtained on 1 March 2005 from Standard Chartered Bank, Jakarta, represented general banking facilities of PT AGIT (consisting of import facilities, short-term loan facility and bonds and guarantees facilities) with maximum amount of USD 15,000,000 (full amount).

This facility has been amended for several times, most recently by trade financing facility agreement dated 3 March 2016, with the maximum facilities amounting to USD 15,000,000 (full amount) (or its equivalent in Rupiah) and interest rate of LIBOR or JIBOR plus 1.55% per annum, respectively.

This his facility was automatically extended for 12 months period basis. As at 31 December 2020, PT AGIT did not utilise the loan facility.

Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta

The Company entered into Corporate Facility agreement with the Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta on 12 September 2007 with maximum amount IDR 30,000 for guarantee facility and USD 250,000 (full amount) for treasury facility.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan (lanjutan)

Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta (lanjutan)

Fasilitas ini telah beberapa kali diamandemen, terakhir dengan perjanjian tanggal 15 Maret 2017 dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar IDR 50.000 untuk fasilitas garansi. Perjanjian ini diperpanjang hingga 19 Februari 2021. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan tidak menggunakan fasilitas tersebut.

PT AGIT menandatangani perjanjian fasilitas perusahaan dengan Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta pada tanggal 12 Juni 2008. Jumlah maksimum revolving loan facility adalah sebesar USD 1.000.000 (nilai penuh). Fasilitas ini telah beberapa kali diamandemen, terakhir dengan perjanjian tanggal 15 Maret 2017 dengan fasilitas maksimum sebesar USD 5.000.000 (nilai penuh) (atau setara dengan Rupiah) untuk fasilitas impor, garansi dan revolving loan dengan bunga pinjaman sebesar LIBOR (untuk USD) atau JIBOR (untuk Rupiah) ditambah 1,75% per tahun. Perjanjian ini diperpanjang sampai dengan 19 Februari 2021. Pada tanggal 31 Desember 2020, PT AGIT menggunakan fasilitas garansi sebesar USD 500.000 (nilai penuh).

PT KEB Hana Indonesia

Grup menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman bank dengan PT KEB Hana Indonesia pada tanggal 12 Januari 2018 dengan jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 250.000 yang dapat digunakan oleh masing-masing entitas anak dengan pinjaman maksimum Rp 150.000, bunga pinjaman sebesar JIBOR 1 bulan + 1,55% per tahun dan berlaku hingga 12 Januari 2021. Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup tidak menggunakan fasilitas pembiayaan ini.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Trade financing facility agreements (continued)

Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta (continued)

This facility has been amended several times, most recently by agreement dated 15 March 2017 with the maximum amount facilities amounting to IDR 50,000 for guarantee facility. This agreement was extended until 19 February 2021. As at 31 December 2020, the Company did not utilise the facilty.

PT AGIT entered into Corporate Facility agreement with the Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta on 12 June 2008. The maximum revolving loan facility is amounting to USD 1,000,000 (full amount). This facility has been amended several times, most recently by loan agreement dated 15 March 2017 with the maximum facilities amounting to USD 5,000,000 (full amount) (or its equivalent in Rupiah) for Import facility, guarantee facility and revolving loan with interest rate at LIBOR (for USD) or JIBOR (for Rupiah) plus 1.75% per annum. This agreement was extended until 19 February 2021. As at 31 December 2020, PT AGIT utilised the guarantee facility amounting to USD 500,000 (full amount).

PT KEB Hana Indonesia

The Group entered into a Credit Facility agreement with PT KEB Hana Indonesia on 12 January 2018 with maximum plafond of Rp 250,000 that can be utilised for each subsidiary with maximum amount Rp 150,000. The credit facility bears interest at JIBOR 1 month + 1.55% per annum and valid until 12 January 2021. As at 31 December 2020, the Company did not utilise the facilities.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perjanjian fasilitas pembiayaan perdagangan (lanjutan)

PT Bank ANZ Indonesia PT Bank ANZ Indonesia

PT AXI menandatangani perjanjian fasilitas garansi bank dengan PT Bank ANZ Indonesia pada tanggal 9 Juli 2018 dengan jumlah maksimum sebesar Rp 130.000 dengan bunga penerbitan 0,5% per tahun dan berlaku untuk jangka waktu satu tahun dari tanggal perjanjian. Pada tanggal 3 Oktober 2019, perjanjian tersebut telah diamandemen dengan perubahan fasilitas yang terdiri dari garansi bank dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300.000 dengan biaya penerbitan 0,5% per tahun dan revolving credit facility dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300.000 dengan bunga pinjaman sebesar biaya dana + 0,75% per tahun. Perjanjian ini diperpanjang hingga 31 Januari 2021. PT AXI kemudian mendapatkan persetujuan perpanjangan sementara atas perjanjian ini hingga 28 Februari 2021. Pada tanggal 31 Desember 2020, PT AXI tidak menggunakan fasilitas pembiayaan ini.

Fuji Xerox Co., Ltd., Jepang ("Fuji Xerox") Fuji Xerox Co., Ltd., Japan ("Fuji Xerox")

Perusahaan menandatangani perjanjian distributor (Distributorship Agreement) dengan Fuji Xerox dengan tanggal efektif 1 Oktober 2008, yang menunjuk Perusahaan sebagai distributor tunggal untuk produk-produk kantor (copier duplicator devices, analog & digital, hitam & putih dan berwarna), produk-produk jasa produksi (pencetakan berkecepatan tinggi dan alat duplikasi, hitam & putih dan berwarna untuk produksi dan transaksi) dan engineering systems (format besar).

Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu dua tahun dan diperpanjang secara otomatis, kecuali salah satu pihak membatalkan perjanjian dengan pemberitahuan tertulis sekurang-kurangnya satu tahun sebelumnya. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 30 September 2022.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Trade financing facility agreements (continued)

PT AXI entered into a Bank Guarantee facility agreement with PT Bank ANZ Indonesia on 9 July 2018 with maximum amount of Rp 130,000 with an interest rate of 0.5% per annum and is valid for a period of one year from the date of the agreement. On 3 October 2019, the agreement was amended with a change in facility consisting of a bank guarantee with a maximum amount of IDR 300,000 with an issuance rate of 0.5% per annum and a revolving credit facility with a maximum amount of IDR 300,000 with the interest on loans of the cost of funds + 0.75% per annum. This agreement was extended until 31 January 2021. Subsequently, PT AXI obtained the temporary extension of this agreement until 28 February 2021. As at 31 December 2020, PT AXI did not utilise the facility.

Perjanjian distributor Distributorship agreements

The Company entered into a Distributorship Agreement with Fuji Xerox with the effective date 1 October 2008, in which the Company is appointed as the exclusive distributor for office products (copier duplicator devices, analog & digital, black & white and full color), production service products (high-speed printing and duplicating devices, black & white and color for production and transaction) and engineering systems (large format).

This agreement will remain in force for a period of two years, and shall be automatically renewed unless either party intends to terminate the agreement with a written notice of termination to the other at least one year prior to the expiration date. This agreement has been extended until 30 September 2022.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Fuji Xerox Co., Ltd., Jepang ("Fuji Xerox") (lanjutan)

Perusahaan menandatangani perjanjian Document Process Outsourcing dengan Fuji Xerox, dimana kedua belah pihak menyatakan itikad mereka untuk memperluas pelayanan bisnis secara global. Fuji Xerox akan menyediakan properti intelektual, jasa, material pemasaran, material pelatihan, dan sebagainya. Atas jasa ini akan dikenakan biaya 12% dari nilai kontrak. Perjanjian ini berlaku efektif dari 1 April 2010 sampai dengan 31 Maret 2021. Setelahnya, perjanjian ini telah otomatis diperpanjang untuk setiap periode lima tahun berikutnya di tahun 2016 dan akan berakhir apabila salah satu pihak memberikan pernyataan tertulis tidak ingin memperpanjang perjanjian ini minimal sekurang-kurangnya 90 hari sebelum masa perjanjian berakhir.

Fuji Xerox Asia Pacific Pte. Ltd., Singapura ("FXAP")

Perusahaan menandatangani perjanjian distributor (Distributorship Agreement) dengan FXAP dengan tanggal efektif 1 Oktober 2008, yang menunjuk Perusahaan sebagai distributor resmi untuk produk-produk printer kantor dan produk printer multifungsi (monokrom dan bewarna).

Perjanjian ini diperpanjang secara otomatis setiap periode dua tahun, kecuali salah satu pihak memberitahukan pihak lainnya dengan pemberitahuan tertulis sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum berakhirnya perjanjian. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 30 September 2022.

PT Fujifilm Indonesia ("Fujifilm") PT Fujifilm Indonesia ("Fujifilm")

Perusahaan menandatangani perjanjian distributor (Distributorship Agreement) dengan Fujifilm pada tanggal 22 April 2019. Sebagai distributor resmi untuk lini bisnis sistem grafis dari Fujifilm, Perusahaan akan menangani pemasaran dan layanan purna jual dari rangkaian produk mesin cetak offset digital Fujifilm di seluruh wilayah Indonesia. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu satu tahun dan diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi. Sampai pada tanggal pelaporan ini, proses evaluasi masih berlangsung.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Perjanjian distributor (lanjutan) Distributorship agreements (continued)

Fuji Xerox Co., Ltd., Japan ("Fuji Xerox") (continued)

The Company entered into Document Process Outsourcing Agreement with Fuji Xerox, which both parties confirmed their intent to work together to expand their global service business. Fuji Xerox will provide intellectual property, services, marketing materials, training materials, etc. This service will be charged fee 12% from contract value. The effective date of this agreement was from 1 April 2010 to 31 March 2021. Thereafter, this agreement has been automatically renewed for every 5 year period in 2016 and will be terminated when either Fuji Xerox or the Company notifies in writing of its intention not to renew, at least 90 days prior the end of term of agreement.

Fuji Xerox Asia Pacific Pte. Ltd., Singapore ("FXAP")

The Company entered into a Distributorship Agreement with FXAP with the effective date on 1 October 2008, in which the Company is appointed as the authorised distributor for office printer and multifunction printer products (monochrome and color).

This agreement is automatically renewed for every two year period, unless either party gives to the other party at least three months prior written termination notice. This agreement has been extended until 30 September 2022.

The Company entered into a Distributorship Agreement with Fujifilm on 22 April 2019. As an official distributor for the graphic system business line of Fujifilm, the Company will handle marketing and aftersales services from a range of Fujifilm digital offset printing products in all regions of Indonesia. This agreement will remain in force for a period of one year, and shall be renewed based on evaluation. Up to the date of this report, the evaluation is still in progress.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ("LKPP")

PT AXI menandatangani perjanjian katalog dengan LKPP dengan tanggal efektif 9 Februari 2019, yang menunjuk PT AXI sebagai pemasok barang dan jasa melalui e-Catalogue. Perjanjian ini berlaku hingga 30 Juni 2020. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, perjanjian perpanjangan masih dalam proses. Hal ini dapat dan telah berdampak signifikan tehadap kegiatan usaha PT AXI, terutama terhadap pendapatan dari penjualan barang.

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

30. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)

Perjanjian katalog Catalogue agreements

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ("LKPP")

PT AXI entered into a catalogue agreement with LKPP with the effective date on 9 February 2019, in which PT AXI is appointed as supplier for goods and services through e-Catalogue. The agreement is valid until 30 June 2020. Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, the extension agreement still on progress. This could and had a significant impact on PT AXI's business activities, especially on revenue from sales of goods.

31. AKTIVITAS NON KAS 31. NON-CASH ACTIVITIES

2020
2019
Reclassification from inventories
139,460 to fixed assets
Reclassification from inventories
to intangible assets
Acquisition of right-of-use asset
through lease liabilities from
63,113
-
the adoption of PSAK 73
191,997
-
7,812

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup mempunyai komitmen untuk membeli produk Xerox dari FXAP sejumlah Rp 46.812 (2019: Rp 32.352).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Grup memiliki bank garansi sebagai berikut:

32. KOMITMEN DAN LIABILITAS KONTINJENSI 32. COMMITMENTS AND CONTINGENT LIABILITIES

As at 31 December 2020, the Group had commitments to purchase various Xerox products from FXAP amounting to Rp 46,812 (2019: Rp 32,352).

As at 31 December 2020 and 2019, the Group had outstanding bank guarantees as follows:

2020 2019
USD
(nilai penuh/
full amount)
Rp USD
(nilai penuh/
full amount)
Rp
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
- 74,332 - 99,849 PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
The Hongkong & Shanghai
Banking Corporation
The Hongkong & Shanghai
Banking Corporation
Limited, Jakarta 500,000 626 1,000,000 626 Limited, Jakarta
PT Bank ANZ Indonesia - - 43,682 - PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk - 399 - - (Persero) Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. KOMITMEN DAN LIABILITAS KONTINJENSI (lanjutan)

Komitmen sewa operasi biasa - dengan Grup sebagai pesewa

Jumlah pembayaran sewa minimum yang akan diterima di masa datang yang berasal dari sewa operasi biasa yang tidak dapat dibatalkan adalah sebagai berikut:

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

32. COMMITMENTS AND CONTINGENT LIABILITIES (continued)

Operating lease commitments - the Group as the lessor

The future aggregate minimum lease payments receivable under non-cancellable operating leases are as follows:

2020 2019
1 tahun
2 - 5 tahun
431,909
272,229
455,212
301,486
1 year
2 - 5 years
704,138 756,698

Liabilitas kontinjensi Contingent liabilities

Pada tanggal 31 Desember 2020, Grup tidak mempunyai liabilitas kontinjensi yang signifikan.

As at 31 December 2020, the Group did not have any significant contingent liability.

Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan kondolidasian ini, terdapat penurunan kondisi ekonomi sebagai akibat dari pandemi COVID-19, yang sangat dipengaruhi oleh gangguan kegiatan operasional, terutama untuk daerah-daerah yang mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar ("PSBB"), yang mengakibatkan keterbatasan dalam proses penjualan dan penagihan, pendapatan berulang dan penyediaan barang dan jasa.

Manajemen terus berupaya menjalankan operational excellence melalui setiap proses di seluruh lini bisnis dan mencari peluang-peluang baru agar dapat mempertahankan kelangsungan usaha Grup di tengah pandemi COVID-19, dan mengatasi risiko dan ketidakpastian yang mungkin timbul di masa depan. Berdasarkan hal ini, manajemen tidak melihat adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

33. PANDEMI COVID-19 33. COVID-19 PANDEMIC

Up to the authorisation date of these consolidated financial statements, there has been an economic downturn as a result of the COVID-19 pandemic, which was greatly affected by the disruption of operational activities, especially in areas implementing large-scale social restrictions ("PSBB"), resulted in limitations of the sales and collection processes, recurring income and delivery of goods and services.

Management continues to strive in carrying out operational excellence through every process in all business lines and seek new opportunities to maintain the Group's business continuity amid the COVID-19 pandemic, and addresses the risks and uncertainties that may arise in the future. Based on this, management does not foresee any material uncertainty that may cast significant doubt on the Group's ability to continue as a going concern.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PELAPORAN

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2020 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

34. PERISTIWA SETELAH PERIODE 34. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

Pada tanggal 19 Januari 2021, Perusahaan mengadakan kontrak berjangka valuta asing dengan PT Bank UOB Indonesia dengan jumlah sebesar JPY 119 juta. Kontrak tersebut akan diselesaikan pada tanggal 24 Maret 2021.

forward foreign exchange contracts with PT Bank UOB Indonesia with total amount of JPY 119 million which would be settled on 24 March 2021.

On 19 January 2021, the Company entered into

Informasi keuangan tambahan pada halaman 112 sampai dengan halaman 116 adalah informasi keuangan PT Astra Graphia Tbk (entitas induk saja) pada dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

35. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN 35. SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION

The supplementary financial information on pages 112 to 116 represents financial information of PT Astra Graphia Tbk (parent entity only) as at and for the year ended 31 December 2020 and 2019.

LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2019 DAN 2019
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2019 AND 2019
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2020 2019
ASET ASSETS
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas
Piutang usaha
251,989 183,529 Cash and cash equivalents
Trade receivables
- Pihak ketiga 190,183 355,110 Third parties -
- Pihak berelasi
Piutang lain-lain
28,295 25,911 Related parties -
Other receivables
- Pihak ketiga 685 33,143 Third parties -
- Pihak berelasi 83,908 16,892 Related parties -
Aset derivatif 232 - Derivative assets
Persediaan
Uang muka pemasok
299,261
1,573
374,316
9,418
Inventories
Advance payments to suppliers
Beban dibayar dimuka 5,658 8,328 Prepayments
861,784 1,006,647
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang lain-lain 9,994 9,468 Other receivables
Aset tetap, setelah dikurangi Fixed assets, net of
akumulasi penyusutan 400,098 411,527 accumulated depreciation
Investasi pada entitas anak
Pajak dibayar dimuka
497,286 509,469 Investment in subsidiaries
Prepaid taxes
- Pajak penghasilan badan 16,803 - Corporate Income tax -
Aset takberwujud 6,248 10,811 Intangible assets
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain
4,983
2,549
-
2,501
Deferred tax assets
Other assets
937,961 943,776
JUMLAH ASET 1,799,745 1,950,423 TOTAL ASSETS
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2019 DAN 2019
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
AS AT 31 DECEMBER 2019 AND 2019
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2020 2019
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
-
Pihak ketiga
418 178,620 Third parties -
- Pihak berelasi 67,604 92 Related parties -
Utang lain-lain - pihak ketiga 16,556 17,881 Other payables - third parties
Liabilitas derivatif 196 441 Derivative liabilities
Utang pajak Taxes payable
-
Pajak penghasilan
- 6,123 Corporate income taxes -
-
Pajak lain-lain
11,142 31,690 Other taxes -
Akrual 34,608 31,851 Accruals
Uang muka pelanggan
-
Pihak ketiga
4,407 2,638 Customer advances
Third parties -
- Pihak berelasi 906 379 Related parties -
Bagian jangka pendek dari Current portion of
liabilitas sewa 10,829 - lease liabilities
Bagian jangka pendek Current portion
dari kewajiban of post-employment
imbalan pasca kerja 7,332 5,320 benefit obligations
153,998 275,035
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - 7,497 Deferred tax liabilities
Liabilitas sewa 34,022 - Lease liabilities
Kewajiban imbalan Post-employment benefit
pasca kerja 48,261 40,344 obligations
82,283 47,841
JUMLAH LIABILITAS 236,281 322,876 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham nilai nominal Rp 100 Share capital with par value
(Rupiah penuh) per saham, per share of Rp 100
modal dasar 2.500.000.000
saham biasa, modal
(full Rupiah) authorised
capital 2,500,000,000 ordinary
ditempatkan dan disetor penuh shares, issued and fully paid up
1.348.780.500 capital 1,348,780,500
saham biasa 134,878 134,878 ordinary shares
Tambahan modal disetor 58,334 58,334 Additional paid-in capital
Saldo laba: Retained earnings:
Dicadangkan 26,976 24,500 Appropriated
Belum dicadangkan 1,343,276 1,409,835 Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 1,563,464 1,627,547 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES
DAN EKUITAS 1,799,745 1,950,423 AND EQUITY

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2019 DAN 2019

STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2019 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah,

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

unless otherwise stated)

2020 2019
Pendapatan bersih 1,200,315 1,761,177 Net revenues
Beban pokok pendapatan (817,788) (1,102,902) Cost of revenues
Laba bruto 382,527 658,275 Gross profit
Beban penjualan (94,576) (119,017) Selling expenses
General and administrative
Beban umum dan administrasi (233,401) (241,324) expenses
Penghasilan keuangan 7,891 9,474 Finance income
Biaya keuangan (4,795) (10,223) Finance costs
Bagian atas laba bersih entitas anak 4,135 25,621 Share of subsidiaries' profit
(Kerugian)/keuntungan Foreign exchange (losses/
selisih kurs -bersih (1,679) 1,710 gains - net
(Rugi)/penghasilan lain-lain - bersih (2,374) 378 Other (losses)/income - net
Laba sebelum pajak penghasilan 57,728 324,894 Profit before income tax
Beban pajak penghasilan (9,946) (73,902) Income tax expense
Laba tahun berjalan 47,782 250,992 Profit for the year
Other comprehensive
Rugi komprehensif lain
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
loss
Items that will not be reclassified
ke laba rugi: to profit or loss:
Pengukuran kembali imbalan Remeasurements of pension
pensiun dan imbalan pasca kerja benefits and other post
lainnya (5,948) (8,615) employment benefits
Bagian kerugian komprehensif Share of other comprehensive
dari entitas anak (970) (2,124) loss of subsidiaries
Manfaat pajak terkait 1,434 2,685 Related income tax
Rugi komprehensif lain Other comprehensive loss
tahun berjalan, setelah pajak (5,484) (8,054) for the year, net of tax
Jumlah laba komprehensif Total comprehensive income

STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2019 AND 2019

(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)

31 DESEMBER 2019 DAN 2019 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR

Modal
ditempatkan
dan disetor
penuh/
Issued
and fully paid-
up capital
Tambahan
modal disetor/
Additional
Saldo laba/Retained earnings
Belum
paid-in
capital
Dicadangkan/
Appropriated
dicadangkan/
Unappropriated
Jumlah/
Total
Saldo 1 Januari
2019
134,878 58,334 23,000 1,269,556 1,485,768 Balance as at 1 January
2019
Penyisihan untuk cadangan wajib - - 1,500 (1,500) - Appropriation for statutory reserve
Dividen -
final 2019
- - - (67,439) (67,439) Dividend -
final 2019
Dividen -
interim 2019
- - - (33,720) (33,720) Dividend -
interim 2019
Laba tahun berjalan - - - 250,992 250,992 Profit for the year
Rugi
komprehensif
lain
tahun berjalan
- - - (8,054) (8,054) Other
comprehensive loss
for the year
Saldo 31 Desember 2019 134,878 58,334 24,500 1,409,835 1,627,547 Balance as at 31 December 2019
Saldo 1 Januari 2020
sebelum penyesuaian
134,878 58,334 24,500 1,409,835 1,627,547 Balance as at 1 January 2020
before adjustment
Penyesuaian sehubungan dengan penerapan
PSAK 71 dan 73
- - - (22,140) (22,140) Adjustment in relation to
implementation of PSAK
71 and 73
Penyesuaian laba entitas anak - - - (11,407) (11,407) Adjustment of share's subsidiary profit
Saldo 1 Januari 2020
setelah penyesuaian
134,878 58,334 24,500 1,376,288 1,594,000 Balance as at 1 January 2020
after adjustement
Penyisihan untuk cadangan wajib - - 2,476 (2,476) - Appropriation for statutory reserve
Dividen -
final 2019
- - - (66,090) (66,090) Dividend -
final 2019
Dividen -
interim 2020
(6,744) (6,744) Dividend -
interim 2020
Laba tahun berjalan - - - 47,782 47,782 Profit for the year
Rugi
komprehensif
lain
tahun berjalan
- - - (5,484) (5,484) Other
comprehensive loss
for the year
Saldo 31 Desember 2020 134,878 58,334 26,976 1,343,276 1,563,464 Balance as at 31 December 2020

Halaman - 115 - Page

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2019 DAN 2019

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,

kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2019 AND 2019 (Expressed in millions of Rupiah,

unless otherwise stated)

2020 2019 Cash flows from operating Arus kas dari aktivitas operasi activities Penerimaan dari pelanggan 1,334,284 1,738,977 Received from customers Pembayaran kepada pemasok (845,578) (1,166,489) Payments to suppliers Pembayaran kepada Payments to pegawai dan lainnya (297,833) (369,767) employee and others Cash generated Kas yang dihasilkan dari operasi 190,873 202,721 from operations Penerimaan penghasilan keuangan 7,891 9,474 Finance income received Pembayaran pajak penghasilan Payments of corporate badan (41,233) (75,262) income tax Arus kas bersih yang diperoleh Net cash flows generated from dari aktivitas operasi 157,531 136,933 operating activities Cash flows from Arus kas dari aktivitas investasi investing activities Penerimaan dividen 4,217 11,151 Receipts of dividend Pembelian aset tetap (5,192) (16,391) Purchase of fixed assets Perolehan aset takberwujud (259) (1,257) Acquisition of intangible assets Penjualan aset tetap 278 125 Sale of fixed assets Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in untuk aktivitas investasi (956) (6,372) investing activities Cash flows from financing Arus kas dari aktivitas pendanaan activities Pembayaran dividen (72,834) (101,159) Payments of dividend Pembayaran liabilitas sewa (10,469) - Payments of lease liabilities Pembayaran biaya keuangan (4,795) (10,223) Payments of finance cost Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in untuk aktivitas pendanaan (88,098) (111,382) financing activities Kenaikan/(penurunan) bersih Net increase/(decrease) in kas dan setara kas 68,477 19,179 cash and cash equivalents Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents awal tahun 183,529 164,424 at the beginning of the year Effect of exchange rate Dampak perubahan kurs changes on cash and cash terhadap kas dan setara kas (17) (74) equivalents Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents akhir tahun 251,989 183,529 at the end of the year