AI assistant
Arthavest Tbk — Annual Report 2020
Dec 31, 2020
68985_rns_2020-12-31_f430fe50-512b-492a-bac2-b39c317b4dd9.pdf
Annual Report
Open in viewerOpens in your device viewer
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut Beserta Laporan Auditor Independen (Mata Uang Rupiah Indonesia)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES
Consolidated Financial Statements As of December 31, 2020 And For The Year Then Ended With Independent Auditors’ Report (Indonesian Rupiah Currency)
SPD
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT (INDONESIAN RUPIAH CURRENCY)
DAFTAR ISI/ TABLE OF CONTENTS
Halaman/ Pages
| Laporan Auditor Independen | Independent Auditors‟ Report | |
|---|---|---|
| Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian | 1 - 2 | Consolidated Statement of Financial Position |
| Laporan Laba Rugi dan Penghasilan | Consolidated Statement of Profit or Loss and | |
| Komprehensif Lain Konsolidasian | 3 - 4 | Other Comprehensive Income |
| Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian | 5 | Consolidated Statement of Changes in Equity |
| Laporan Arus Kas Konsolidasian | 6 | Consolidated Statement of Cash Flows |
| Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian | 7 - 69 | Notes to the Consolidated Financial Statements |
The original report included herein is in the Indonesian language.
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Laporan No. 00209/2.0851/AU.1/05/0272-3/1/V/2021
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Arthavest Tbk
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Arthavest Tbk (“Perusahaan”) dan entitas anaknya terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2020, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.
Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Tanggung jawab auditor
Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian tersebut bebas dari kesalahan penyajian material.
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
Report No. 00209/2.0851/AU.1/05/0272-3/1/V/2021
The Shareholders, the Boards of Commissioners and Directors PT Arthavest Tbk
We have audited the accompanying consolidated financial statements of PT Arthavest Tbk (the “Company”) and its subsidiaries, which comprise the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020, and the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, and cash flows for the year then ended, and a summary of significant accounting policies and other explanatory information.
Management’s responsibility for the financial statements
Management is responsible for the preparation and fair presentation of such consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error.
Auditors’ responsibility
Our responsibility is to express an opinion on such consolidated financial statements based on our audit. We conducted our audit in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Those standards require that we comply with ethical requirements and plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether such consolidated financial statements are free from material misstatement.
The original report included herein is in the Indonesian language.
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Opini
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT Arthavest Tbk dan entitas anaknya tanggal 31 Desember 2020, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
An audit involves performing procedures to obtain audit evidence about the amounts and disclosures in the financial statements. The procedures selected depend on the auditors’ judgment, including the assessment of the risks of material misstatement of the financial statements, whether due to fraud or error. In making those risk assessments, the auditors consider internal control relevant to the entity’s preparation and fair presentation of the financial statements in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the entity’s internal control. An audit also includes evaluating the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates made by management, as well as evaluating the overall presentation of the financial statements.
We believe that the audit evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our audit opinion.
Opinion
In our opinion, the accompanying consolidated financial statements present fairly, in all material respects, the consolidated financial position of PT Arthavest Tbk and its subsidiaries as of December 31, 2020, and their consolidated financial performance and cash flows for the year then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards.
The original report included herein is in the Indonesian language.
Penekanan suatu hal
Tanpa memodifikasi opini kami, kami menarik perhatian ke Catatan 36 atas laporan keuangan konsolidasian mengenai dampak kondisi ekonomi di Indonesia, antara lain yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak terhadap kondisi keuangan dan/atau operasional Perusahaan dan entitas anaknya, serta tindakan yang diambil dan rencana yang akan dilaksanakan oleh manajemen dalam menanggapi kondisi ekonomi tersebut. Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk mengatasi kondisi tersebut, termasuk pelaksanaannya dan kejadian yang timbul, berada di luar kendali Perusahaan dan entitas anaknya. Laporan keuangan konsolidasian terlampir tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul akibat dari ketidakpastian tersebut.
Emphasis of matter
Without modifying our opinion, we draw our attention to Note 36 of the consolidated financial statements regarding summary of effects of economic conditions in Indonesia, which among others, caused by corona virus (Covid-19) pandemic, impacting the operations and/or financial conditions of the Company and its subsidiaries, as well as the actions taken and plans to be implemented by the management in response to these economic conditions. The measures being taken by the Indonesian Government to mitigate these conditions, actions and events are beyond the Company and its subsidiaries’ control. The accompanying consolidated financial statements do not include adjustments that might result from the outcome of these uncertainties.
Kantor Akuntan Publik/ Registered Public Accountants TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA
Drs. Nursal Ak., CA., CPA
Izin Akuntan Publik/ Licence of Public Accountant No. AP.0272
17 Mei 2021
==> picture [86 x 86] intentionally omitted <==
May 17, 2021
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha - neto Pihak ketiga Piutang lain-lain Persediaan Pajak dibayar di muka Biaya dibayar di muka Uang muka Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Investasi saham Investasi lain-lain Piutang pihak berelasi Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 162.255.844.367 pada tahun 2020 dan Rp 146.652.249.059 pada tahun 2019 Aset hak-guna - neto Uang muka pembelian aset tetap Taksiran klaim pajak penghasilan Aset tidak lancar lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET |
Catatan/ Notes 2f, 2q, 4 5 2g, 6 7 2i, 8 2p, 16 2j, 9 10 11 12 2h, 31 2k, 2l, 13 2b, 2u, 14 13 2p, 16 15 |
2020 77.841.604.715 10.268.820.000 2.727.858.515 508.411.730 660.434.325 223.434.233 1.024.989.685 476.503.960 93.732.057.163 25.000.000.000 - 24.000.000.000 241.844.455.384 470.697.322 6.234.388.402 2.469.932.528 528.809.398 300.548.283.034 394.280.340.197 |
2019 ASSETS CURRENT ASSETS 64.844.741.788 Cash and cash equivalents 6.521.470.000 Short-term investments Trade receivables - net 8.191.977.115 Third parties 1.076.100.634 Other receivables 988.344.636 Inventories 392.211.776 Prepaid taxes 2.759.628.533 Prepaid expenses 413.855.520 Advances 85.188.330.002 Total Current Assets NON-CURRENT ASSETS 25.000.000.000 Investment in shares of stock 27.802.000.000 Other investment 39.000.000.000 Due from related parties Fixed assets - net of accumulated depreciation of Rp 162,255,844,367 in 2020 and Rp 146,652,249,059 259.633.756.608 in 2019 - Right-of-use assets - net Advances for purchases of 1.882.686.012 fixed assets Estimated claim for income - tax refunds 563.605.934 Other non-current assets 353.882.048.554 Total Non-Current Assets 439.070.378.556 TOTAL ASSETS |
|---|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
1
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan) 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang usaha Utang lain-lain Utang pajak Pendapatan diterima di muka Beban masih harus dibayar Penyisihan untuk penggantian perabot dan perlengkapan hotel serta kesejahteraan karyawan Liabilitas sewa yang direalisasi dalam satu tahun Jumlah Liabilitas Jangka Pendek LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas pajak tangguhan - bersih Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang direalisasi dalam satu tahun Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Jumlah Liabilitas EKUITAS Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk Modal saham - nilai nominal Rp 200 per saham Modal dasar - 850.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 446.674.175 saham Tambahan modal disetor - bersih Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak Komponen ekuitas lain Penurunan yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual Saldo laba Belum ditentukan penggunaannya Telah ditentukan penggunaannya untuk dana cadangan umum Sub-jumlah Kepentingan Non-Pengendali Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS |
Catatan/ Notes 17 18 2p, 16 2o, 19 20 2m, 21 2b, 2u, 22 2p, 16 2n, 23 2b, 2u, 22 24 25 2c 5 26 2c, 27 |
2020 2.248.081.855 533.182.627 1.138.937.644 4.747.352.754 1.167.279.550 239.780.544 229.966.188 10.304.581.162 38.966.452.031 2.077.380.645 240.731.135 41.284.563.811 51.589.144.973 89.334.835.000 1.116.892.763 1.020.000.000 (3.508.480.000) 97.451.463.139 750.000.000 186.164.710.902 156.526.484.322 342.691.195.224 394.280.340.197 |
2019 LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES CURRENT LIABILITIES 779.259.248 Trade payables 956.165.137 Other payables 1.516.320.171 Taxes payable 6.793.810.534 Unearned revenues 1.897.981.624 Accrued expenses Provision for replacement of hotel‟s furniture and equipment, and employees‟ 100.811.884 welfare Current maturities of - lease liabilities 12.044.348.598 Total Current Liabilities NON-CURRENT LIABILITIES Deferred tax liabilities - 37.229.131.477 net Estimated liabilities for 17.034.781.198 employees‟ benefits Lease liabilities - - net of current maturities 54.263.912.675 Total Non-Current Liabilities 66.308.261.273 Total Liabilities EQUITY Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company Capital stock - Rp 200 par value per share Authorized - 850,000,000 shares Issued and fully paid - 89.334.835.000 446,674,175 shares 1.116.892.763 Additional paid-in capital - net Differences arising from changes in equity of 1.234.969.207 Subsidiaries Other components of equity Unrealized decrease in market value of available for sale (1.256.430.000) marketable securities Retained earnings 106.645.893.405 Unappropriated Appropriated for general 700.000.000 reserve 197.776.160.375 Sub-total 174.985.956.908 Non-Controlling Interest 372.762.117.283 Total Equity 439.070.378.556TOTAL LIABILITIES AND EQUITY |
|---|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
2
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| PENDAPATAN USAHA Kamar Makanan dan minuman Fitnes dan spa Binatu Electronic voucher Document based Electronic know your customer Short message service - one time password Telepon dan faksimile Lain-lain Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN DEPARTEMENTALISASI Beban langsung Makanan dan minuman Binatu Electronic know your customer Telepon dan faksimile Short message service - one time password Lain-lain Sub-jumlah beban langsung Gaji dan tunjangan Beban departementalisasi lainnya Jumlah Beban Departementalisasi LABA BRUTO DEPARTEMENTALISASI Beban penjualan dan pemasaran Beban umum dan administrasi Pendapatan imbalan kerja karyawan Pendapatan (beban) operasi lainnya - bersih RUGI USAHA Pendapatan bunga - bersih Beban keuangan LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN Pajak final LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini Pajak tangguhan Beban Pajak Penghasilan LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN |
Catatan/ Notes 2o 2o 28 2o, 29 2o, 30 2n, 23 2o 2o 2o 2p, 16 2p, 16 |
2020 18.425.066.925 13.689.720.654 593.569.380 121.755.605 37.500.000 - - - - 66.563.466 32.934.176.030 (3.140.632.174 ) (909.792 ) - - - (955.350 ) (3.142.497.316 ) (7.838.962.756 ) (1.489.708.744 ) (12.471.168.816 ) 20.463.007.214 (155.316.084 ) (41.201.710.759 ) 9.697.492.389 (210.515.640 ) (11.407.042.880 ) 3.919.344.262 (28.793.392 ) (7.516.492.010 ) (187.500 ) (7.516.679.510 ) (485.758.900 ) (3.206.830.407 ) (3.692.589.307 ) (11.209.268.817 ) |
2019 REVENUES 40.746.260.517 Room 36.977.249.106 Food and beverages 1.865.925.412 Fitness and spa 480.654.694 Laundry 190.895.200 Electronic voucher 2.630.893.188 Document based 2.140.854.400 Electronic know your customer Short message service - 496.675.700 one time password 1.815.903 Telephone and facsimile 195.577.953 Others 85.726.802.073 Total Revenues COST OF DEPARTMENT Direct cost (8.515.937.088 ) Food and beverages (8.886.382 ) Laundry Electronic know your (1.532.107.600 ) customer (357.957 ) Telephone and facsimile Short message service - (464.903.937 ) one time password (19.860.518 ) Others (10.542.053.482 ) Sub-total of direct cost (12.769.148.840 ) Salary and wages (3.489.631.792 ) Other cost of department (26.800.834.114 ) Total Cost of Department GROSS PROFIT OF 58.925.967.959 DEPARTMENT (725.227.933 ) Selling and marketing expenses General and administrative (62.053.056.208 ) expenses - Employees‟ benefits income Other operational revenues 3.424.093.265 (expenses) - net (428.222.917 ) LOSS FROM OPERATION 4.388.598.779 Interest income - net (665.184.221 ) Financing expenses PROFIT (LOSS) BEFORE FINAL AND INCOME TAX 3.295.191.641 EXPENSE (41.879.864 ) Final tax PROFIT (LOSS) BEFORE 3.253.311.777 INCOME TAX EXPENSE INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) (3.407.288.500 ) Current tax 782.739.605 Deferred tax (2.624.548.895 ) Income Tax Expense 628.762.882PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR |
|
|---|---|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
3
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan) UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| Catatan/ Notes LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Keuntungan (kerugian) aktuarial atas program imbalan pasti 2n, 23 Pajak penghasilan terkait 2p, 16 Pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi Kenaikan (penurunan) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual 5 Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non-Pengendali 2c JUMLAH JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik Entitas Induk Kepentingan Non-Pengendali 2c, 27 JUMLAH LABA (RUGI) PER SAHAM YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK 2r, 33 |
2020 (6.679.590.243 ) 1.469.509.853 (2.252.050.000 ) (7.462.130.390 ) (18.671.399.207 ) (4.955.977.085 ) (6.253.291.732 ) (11.209.268.817 ) (9.865.168.084 ) (8.806.231.123 ) (18.671.399.207 ) (11 ) |
2019 OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Item that Will Not be Reclassified Subsequently to Profit or Loss Actuarial gain (loss) of defined 2.337.738.753 benefit plan (584.434.688 ) Related income tax Item that Will be Reclassified Subsequently to Profit or Loss Unrealized increase (decrease) in market value of available for 219.525.000 sale marketable securities Other Comprehensive 1.972.829.065 Income (Loss) - Net of Tax TOTAL COMPREHENSIVE INCOME 2.601.591.947 (LOSS) FOR THE YEAR PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the 2.479.808.674 Parent Company (1.851.045.792 ) Non-Controlling Interest 628.762.882 TOTAL TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) FOR THE YEAR ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the 3.593.518.747 Parent Company (991.926.800 ) Non-Controlling Interest 2.601.591.947 TOTAL INCOME (LOSS) PER SHARE ATTRIBUTABLE TO EQUITY HOLDERS OF THE PARENT 6 COMPANY |
|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
4
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/ Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company
| Saldo 31 Desember 2018 Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak Perubahan Kepentingan Non- Pengendali Entitas Anak Dana cadangan umum Laba tahun berjalan Laba komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2019 Pelepasan saham Entitas Anak Dana cadangan umum Rugi tahun berjalan Rugi komprehensif lain - setelah pajak Saldo 31 Desember 2020 |
Catatan/ Notes 26 26 |
Modal Saham/ Capital Stock 89.334.835.000 - - - - - 89.334.835.000 - - - - 89.334.835.000 |
Tambahan Modal Disetor - Bersih/ Additional Paid-in Capital - Net 1.116.892.763 - - - - - 1.116.892.763 - - - - 1.116.892.763 |
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak/ Differences arising from Changes in Equity of Subsidiaries 1.020.000.000 214.969.207 - - - - 1.234.969.207 (214.969.207 ) - - - 1.020.000.000 |
Penurunan yang Belum Direalisasi atas Perubahan Nilai Wajar Efek yang Tersedia untuk Dijual/ Unrealized Decrease in Market Value of Available for Sale Marketable Securities (1.475.955.000) - - - - 219.525.000 (1.256.430.000) - - - (2.252.050.000) (3.508.480.000) |
Saldo Laba/Retain | ed Earnings Telah Ditentukan Penggunaannya/ Appropriated 650.000.000 - - 50.000.000 - - 700.000.000 - 50.000.000 - - 750.000.000 |
Kepentingan Non-Pengendali/ Non-Controlling Interest 173.792.852.915 (214.969.207 ) 2.400.000.000 - (1.851.045.792 ) 859.118.992 174.985.956.908 (9.653.241.463 ) - (6.253.291.732 ) (2.552.939.391 ) 156.526.484.322 |
Jumlah Ekuitas/ Total Equity 367.760.525.336 Balance as at December 31, 2018 Differences arisinhg from - changes in equity of Subsidiaries Changes in Non-Controlling 2.400.000.000 Interests of Subsidiary - General reserve 628.762.882 Profit for the year Other comprehensive income - 1.972.829.065 net of tax 372.762.117.283 Balance as at December 31, 2019 (11.399.522.852 ) Disposal of shares in Subsidiaries - General reserve (11.209.268.817 ) Loss for the year Other comprehensive loss - (7.462.130.390 ) net of tax 342.691.195.224 Balance as at December 31, 2020 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum Ditentukan Penggunaannya/ Unappropriated 103.321.899.658 - - (50.000.000) 2.479.808.674 894.185.073 106.645.893.405 (1.531.312.182) (50.000.000) (4.955.977.085) (2.657.140.999) 97.451.463.139 |
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
5
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2020 (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
| Catatan/ Notes ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Penerimaan dari pendapatan bunga Pembayaran pajak penghasilan Pembayaran bunga dan beban keuangan Penerimaan dari penghasilan lainnya Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Investasi lain-lain 12 Penerimaan atas pelepasan Entitas Anak 1c Penurunan (kenaikan) investasi jangka pendek 5 Pelepasan saham Entitas Anak Uang muka pembelian aset tetap 13 Perolehan aset tetap 13 Perolehan aset hak-guna 14 Hasil penjualan aset tetap 13 Aset keuangan lancar lainnya Penambahan aset tidak lancar lain-lain Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN DARI PELEPASAN ENTITAS ANAK DAMPAK BERSIH PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN |
2020 31.328.621.711 (21.478.990.087 ) (24.124.689.840 ) 3.919.344.262 (2.601.086.409 ) (28.793.392 ) 426.675.743 (12.558.918.012 ) 27.802.000.000 16.500.000.000 (5.999.400.000 ) (5.363.373.778 ) (4.396.415.300 ) (2.261.740.536 ) (252.000.000 ) 73.000.000 - - 26.102.070.386 13.543.152.374 (370.601.730 ) (175.687.717 ) 64.844.741.788 77.841.604.715 |
2019 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES 85.800.285.812 Cash received from customers (39.593.229.295 ) Cash paid to suppliers (31.786.251.794 ) Cash paid to employees 4.388.598.779 Receipts from interest income (3.621.808.516 ) Payments of income taxes Payments of interest and (665.184.221 ) financing charges 4.536.871.382 Receipts from others income Net Cash Provided by 19.059.282.147 (Used in) Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES - Other investment Proceeds from disposal of - a Subsidiary Decrease (increase) in 6.435.000.000 short-term investments - Disposal of shares in Subsidiaries Advances for purchases of (1.882.686.012 ) fixed assets (9.203.188.839 ) Acquisitions of fixed assets - Acquisitions right-of-use assets 46.000.000 Proceed from sale of fixed assets 3.000.000.000 Other current financial assets Acquisitions of other non-current (23.358.334 ) assets Net Cash Provided by (Used in) (1.628.233.185 ) Investing Activities NET INCREASE IN CASH AND 17.431.048.962 CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF THE YEAR FROM - DISPOSAL OF A SUBSIDIARY NET EFFECT OF CHANGES IN EXCHANGE RATES 1.221.880 ON CASH AND BANKS CASH AND CASH EQUIVALENTS 47.412.470.946 AT BEGINNING OF THE YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS 64.844.741.788 AT END OF THE YEAR |
|---|---|---|
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements.
6
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan
PT Arthavest Tbk (“Perusahaan“) didirikan dengan nama PT Artha Securities Prima berdasarkan Akta Notaris Beny Kristianto, S.H., No. 489 tanggal 29 Juni 1990. Akta pendirian tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-4391.HT.01.01.Th1990 tanggal 28 Juli 1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79, Tambahan No. 3728 tanggal 2 Oktober 1990. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., No. 51 tanggal 23 September 2020 sehubungan dengan perubahan anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0067183.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 29 September 2020.
Perusahaan memulai kegiatan operasinya secara komersial pada tahun 1992. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah dalam bidang jasa pengelolaan aset dan penasehat keuangan.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 55, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat.
Pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Lucas SH CN (lihat Catatan 24).
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 17 Mei 2021.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 15 Oktober 2002, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-2269/PM/2002 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana sejumlah 70.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 200 per saham dan pada harga penawaran Rp 225 per saham.
Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 5 Nopember 2002 dengan kode perdagangan ARTA.
Pada tanggal 28 Juni 2005, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-1698/PM/2005 dari Ketua BAPEPAM sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk mengeluarkan 145.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 200 per saham yang ditawarkan pada harga Rp 200 per saham sehingga seluruhnya sebesar Rp 29.000.000.000.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL
a. Establishment of the Company
PT Arthavest Tbk (the "Company”) was established under the name of PT Artha Securities Prima based on Notarial Deed No. 489 dated June 29, 1990 of Beny Kristianto, S.H. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-4391.HT.01.01.Th1990 dated July 28, 1990 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 79, Supplement No. 3728 dated October 2, 1990. Its Articles of Association has been amended from time to time, the latest of which was covered by Notarial Deed No. 51 of Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., dated September 23, 2020, concerning the changes of the Company‟s Articles of Association to conform with the related Indonesian Standard Industrial Classification (ISIC). This amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0067183.AH.01.02.Tahun 2020 dated September 29, 2020.
The Company started its commercial operations in 1992. The Company‟s scope of activities comprises of asset management and financial advisory services.
The Company is domiciled at Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 55, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Central Jakarta.
The Company‟s majority shareholder is Lucas SH CN (see Note 24).
The consolidated financial statements were completed and authorized for issuance by the Company‟s Board of Directors on May 17, 2021.
b. Public Offering of the Company’s Share
Based on letter of the Capital Market Institution Supervisory Agency (BAPEPAM) (currently Financial Services Authority/OJK) No. S-2269/PM/2002 dated October 15, 2002, the Company obtained the effective statement on its Initial Public Offering of 70,000,000 shares with nominal value of Rp 200 per share at an offering price of Rp 225 per share.
The Company has listed all of its shares at the Indonesia Stock Exchange (IDX) November 5, 2002 with the trading code of ARTA.
On June 28, 2005, the Company obtained the effective statement letter No. S-1698/PM/2005 from BAPEPAM for Limited Public Offering I (PUT I) with Preemptive Rights (HMETD) of 145,000,000 shares with nominal value of Rp 200 per share at an offering price of Rp 200 per share or amounted to Rp 29,000,000,000.
7
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. U M U M (lanjutan)
- b. Penawaran Umum Saham Perusahaan (lanjutan)
PUT I tersebut disertai dengan penerbitan 101.500.000 Waran Seri I yang melekat dan diberikan secara cuma-cuma, di mana atas setiap 10 saham baru yang diterbitkan melekat 7 Waran Seri I. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama dengan nominal Rp 200 per saham pada harga pelaksanaan sebesar Rp 220 per saham yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan waran yaitu mulai tanggal 13 Januari 2006 sampai dengan tanggal 11 Juli 2008. Setiap pemegang 1 Waran Seri I berhak untuk membeli 1 saham baru. Sampai dengan tanggal 11 Juli 2008, jumlah Waran Seri I yang telah dilaksanakan menjadi saham adalah sebanyak 11.674.175 waran.
Seluruh saham hasil PUT I tersebut juga telah dicatatkan di BEI pada tanggal 13 Juli 2005.
- c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
1. GENERAL (continued)
- b. Public Offering of the Company’s Share (continued)
The PUT I was also attached with the issuance of 101,500,000 free Series I Warrants, in which for every 10 new shares entitled for 7 Series I Warrants. Series I Warrants are securities that entitle the holder to purchase ordinary shares with a nominal value of Rp 200 per share at an exercise price of Rp 220 per share, which can be exercised during the validity period of the exercise of warrants from January 13, 2006 to July 11, 2008. Each holder of Series I Warrants is entitled to buy one new share. As of July 11, 2008, the number of Series I Warrants which has been exercised into shares is 11,674,175 warrants.
All shares issued from PUT I have been listed on the IDX on July 13, 2005.
- c. Structure of the Company and Subsidiaries
The Company has the following Subsidiaries:
| Entitas Anak/ Subsidiaries Dimiliki Langsung oleh Perusahaan/Held Directly by the Company PT Sanggraha Dhika (SD) PT Sentral Pembayaran Indonesia (SPI) Dimiliki Melalui SPI/ Held Through SPI PT Cahaya Bintang Sukses (CBS) PT Solusi Net Internusa (SNI) |
Kegiatan Utama/ Principal Activity Perhotelan/Hospitality Jasa teknologi informasi dan sistem pembayaran dan perdagangan/ Information technology services and payment systems and trading Jasa teknologi informasi dan perdagangan/ Information technology services and trading Jasa teknologi informasi dan perdagangan/ Information technology services and trading |
Tahun Beroperasi Secara Komersial/ Commencement of Commercial Operations 1995 2019 2019 2018 |
Tempat Kedudukan/ Domicile Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta |
Persentase Percentage o |
Pemilikan/ f Ownership 2019 51% 52% 60% 52% |
Jumlah Aset Sebelum Eliminasi (dalam Milyar Rupiah)/ Total Assets Before Elimination (In Billion Rupiah) |
Jumlah Aset Sebelum Eliminasi (dalam Milyar Rupiah)/ Total Assets Before Elimination (In Billion Rupiah) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2020 51% 52% - - |
2020 327 43 - - |
2019 | |||||
| 360 55 1,1 25 |
PT Sanggraha Dhika (SD)
Sejak tanggal 1 Agustus 2011, Entitas Anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah PT Sanggraha Dhika (SD) yang memiliki lingkup kegiatan usaha di bidang perhotelan. SD adalah pemilik sekaligus pengelola Hotel Redtop yang terletak di Jl. Pecenongan No. 72, Jakarta Pusat.
PT Sanggraha Dhika (SD)
Since August 1, 2011, the consolidated Subsidiary is PT Sanggraha Dhika (SD) which has scope of business activities in the field of hospitality. SD is the owner and operator of Redtop Hotel which is located at Jl. Pecenongan No. 72, Central Jakarta.
8
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
- c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan)
PT Sentral Pembayaran Indonesia (SPI)
Perusahaan mendirikan Entitas Anak (SPI) di Indonesia berdasarkan akta Eka Purwanti, S.H., No. 6 tanggal 8 September 2017. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0040254.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 13 September 2017. Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar Rp 26.000.000.000, yang merupakan 52% pemilikan saham dalam SPI.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 004/AV/IX/2017-CSC dan No. 005/AV/IX/2017CSC, masing-masing tanggal 12 September 2017 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia. SPI mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
PT Cahaya Bintang Sukses (CBS)
Berdasarkan akta Eka Purwanti, S.H., No. 6 tanggal 15 Desember 2017, SPI telah mendirikan CBS dengan penyertaan saham sebesar Rp 900.000.000, yang merupakan 60% pemilikan saham dalam CBS. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0000395.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 9 Januari 2018.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 002/AV/II/2018-CSC dan No. 001/AV/II/2018CSC, masing-masing tanggal 7 Februari 2018 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia. CBS mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
Pada bulan Maret 2020, SPI mengalihkan seluruh investasi SPI pada CBS kepada PT Bina Citra Serasi, pihak ketiga, dengan harga sebesar Rp 900.000.000. Selisih antara harga pengalihan dan nilai buku dari aset neto CBS tersebut, yaitu sebesar Rp 243.437.410 disajikan sebagai bagian akun “Pendapatan (Beban) Operasi Lainnya - Bersih” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
PT Solusi Net Internusa (SNI)
Berdasarkan akta Eka Purwanti, S.H., No. 11 tanggal 22 Desember 2017, SPI telah mendirikan SNI dengan penyertaan saham sebesar Rp 900.000.000, yang merupakan 60% pemilikan saham dalam SNI. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0000812.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 11 Januari 2018.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL (continued)
- c. Structure of the Company and Subsidiaries (continued)
PT Sentral Pembayaran Indonesia (SPI)
The Company established Subsidiary (SPI) in Indonesia based on Notarial Deed No. 6 dated September 8, 2017 of Eka Purwanti, S.H. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0040254.AH.01.01.Tahun 2017 dated September 13, 2017. The Company has the shares issued by SPI with total capital contribution amounting to Rp 26,000,000,000, which represents 52% equity interest in SPI.
In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 004/AV/IX/2017-CSC and No. 005/AV/IX/2017CSC dated September 12, 2017, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange. SPI has started its commercial operations in 2019.
PT Cahaya Bintang Sukses (CBS)
Based on Notarial Deed No. 6 dated December 15, 2017 of Eka Purwanti, S.H. SPI established CBS with total capital contribution amounting to Rp 900,000,000, which represents 60% equity interest in CBS. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0000395.AH.01.01.Tahun 2018 dated January 9, 2018.
In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 002/AV/II/2018-CSC and No. 001/AV/II/2018-CSC dated February 7, 2018, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange. CBS has started its commercial operations in 2019.
In March 2020, SPI transferred all of its investments in CBS to PT Bina Citra Serasi, a third party, at transfer a price of Rp 900,000,000. The difference between the transfer price and the book value of CBS‟s net assets, which is Rp 243,437,410, is presented as part of “Other Operational Revenues (Expense) - Net” account in the interim statements of profit or loss and other comprehensive income.
PT Solusi Net Internusa (SNI)
Based on Notarial Deed No. 11 dated December 22, 2017 of Eka Purwanti, S.H. SPI established SNI with total capital contribution amounting to Rp 900,000,000, which represents 60% equity interest in SNI. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0000812.AH.01.01.Tahun 2018 dated January 11, 2018.
9
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan)
PT Solusi Net Internusa (SNI) (lanjutan)
Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 002/AV/II/2018-CSC dan No. 001/AV/II/2018CSC, masing-masing tanggal 7 Februari 2018 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia. SNI mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2018.
Berdasarkan akta Eka Purwanti, S.H., No. 9 tanggal 24 Mei 2018, SPI menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor SNI dari Rp 900.000.000 menjadi Rp 1.800.000.000, yang merupakan 60% pemilikan saham dalam SNI. Akta tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH-01.03-0213719 tanggal 7 Juni 2018.
Berdasarkan akta Notaris Eka Purwanti, S.H., No. 1 tanggal 16 Juli 2018, SPI meningkatkan modal ditempatkan dan disetor SNI menjadi sebesar Rp 18.000.000.000 atau sebanyak 18.000 saham dan persentase pemilikan tidak berubah. Akta tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0014959.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 24 Juli 2018.
Berdasarkan akta Notaris Eka Purwanti, S.H., No. 9 tanggal 29 April 2019, pemegang saham SNI menyetujui pengalihan hak atas sebagian saham milik SPI sebanyak 2.400 saham atau Rp 2.400.000.000 kepada Jahja Adi Dharma Putra Prawiro Utomo, sehingga persentase pemilikan berkurang menjadi 52%. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0247258 tanggal 14 Mei 2019.
Pada bulan Maret 2020, SPI mengalihkan seluruh investasi SPI pada SNI kepada PT Bina Citra Serasi, pihak ketiga, dengan harga sebesar Rp 15.600.000.000. Selisih antara harga pengalihan dan nilai buku dari aset neto SNI tersebut, yaitu sebesar Rp 4.172.553.518 disajikan sebagai bagian akun “Pendapatan (Beban) Operasi Lainnya - Bersih” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. GENERAL (continued)
- c. Structure of the Company and Subsidiaries (continued)
PT Solusi Net Internusa (SNI) (continued)
In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 002/AV/II/2018-CSC and No. 001/AV/II/2018-CSC dated February 7, 2018, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange. SNI has started its commercial operations in 2018.
Based on Notarial Deed No. 9 dated May 24, 2018 of Eka Purwanti, S.H. SPI approved the increasing of SNI issued and and fully paid capital from Rp 900,000,000 to become Rp 1,800,000,000, which represents 60% equity interest in SNI. The amendment was accepted and recorded by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-AH-01.03-0213719 dated June 7, 2018.
Based on Notarial Deed of Eka Purwanti, S.H., No. 1 dated July 16, 2018, SPI increase of issued and and fully paid capital in SNI become to Rp 18,000,000,000 or 18,000 shares to maintain its percentage of ownership. The amendment was accepted and recorded by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0014959.AH.01.02.Tahun 2018 dated July 24, 2018.
Based on Notarial Deed of Eka Purwanti, S.H., No. 9 dated April 29, 2019, the SNI‟s shareholders approved the transfer of some SPI shares amounting to 2,400 shares or Rp 2,400,000,000 to Jahja Adi Dharma Putra Prawiro Utomo, accordingly the percentage of ownership decreased to 52%. The amendment was accepted and recorded by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-AH.01.03-0247258 dated May 14, 2019.
In March 2020, SPI transferred all of its investments in SNI to PT Bina Citra Serasi, a third party, at transfer a price of Rp 15,600,000,000. The difference between the transfer price and the book value of SNI‟s net assets, which is Rp 4,172,553,518, is presented as part of “Other Operational Revenues (Expense) - Net” account in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.
10
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
1. U M U M (lanjutan)
- d. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
1. GENERAL (continued)
- d. The Boards of Commissioners, Directors, Audit Committee and Employees
The Company‟s Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Komisaris Komisaris Utama : Komisaris Independen : Direksi Direktur Utama : Direktur : Direktur : Komisaris Komisaris Utama : Komisaris Independen : Direksi Direktur Utama : Direktur : Direktur : |
2020 Commissioners Henry Fitriansyah Jusuf : President Commissioner Inggrid :Independent Commissioner Directors Yeremy Vincentius : President Director Tsun Tien Wen Lie : Director Chan Shih Mei : Director 2019 Commissioners Henry Fitriansyah Jusuf : President Commissioner Nur Asiah :Independent Commissioner Directors Yeremy Vincentius : President Director Tsun Tien Wen Lie : Director Chan Shih Mei : Director |
Commissioners | |
|---|---|---|---|
Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
The composition of the Company‟s audit committee as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Ketua : Anggota : Anggota : Ketua : Anggota : Anggota : |
2020 Inggrid : Chairman Ervina : Member Andre Salim : Member 2019 Nur Asiah : Chairman Ervina : Member Andre Salim : Member |
|---|---|
Pembentukan komite audit Perusahaan telah dilakukan sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.5
Jumlah remunerasi yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sekitar Rp 455 juta dan Rp 522 juta, masing-masing pada tahun 2020 dan 2019.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak secara keseluruhan memiliki karyawan tetap, masing-masing sejumlah 13 orang dan 169 orang (tidak diaudit).
The establishment of the Company‟s audit committee has complied with BAPEPAM-LK Rule No. IX.I.5.
Total remuneration paid to the Company‟s Boards of Commissioners and Directors is approximately Rp 455 million and Rp 522 million in 2020 and 2019, respectively.
As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have a total of 13 and 169 employees, respectively (unaudited).
11
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2019 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, termasuk standar baru dan/atau yang direvisi berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak:
PSAK 71 : Instrumen Keuangan
PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
- a. Statement of Compliance and Basis for Preparation of Consolidated Financial Statements
The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations and Guidelines on Financial Statements Presentation and Disclosures issued by the Financial Services Authority (“OJK”).
The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements as of December 31, 2019 and for the year then ended.
The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for the consolidated statements of cash flows, using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes herein.
The consolidated statements of cash flows have been prepared using direct method which classify cash flows into operating, investing and financing activities.
The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah, which is the Company and its Subsidiaries‟ functional currency.
b. Changes in Accounting Principles
The the Company and its Subsidiaries made first time adoption of all the new and/or revised standards effective for the periods beginning on or after January 1, 2020, including the following new and/or revised standards that have affected the consolidated financial statements of the Company and its Subsidiaries:
PSAK 71 : Financial Instruments
This PSAK provides classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting in information that are more timely, relevant and understandable to users of the financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introducing a more general requirement based on management's judgment.
12
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
-
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
- PSAK 71 : Instrumen Keuangan (lanjutan)
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020:
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
b. Changes in Accounting Principles (continued)
- PSAK 71 : Financial Instruments (continued)
Classification of financial assets and liabilities
The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to PSAK 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with PSAK 71 as of January 1, 2020:
| Catatan/Notes Kas dan setara kas/ Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek/ Short-term investments Piutang usaha/ Trade receivables Piutang lain-lain/ Other receivables Investasi saham/ Investment in shares of stock Investasi lain-lain/ Other investment Piutang pihak berelasi/ Due from related parties Uang jaminan/ Refundable deposits Utang usaha/ Trade payables Utang lain-lain/ Other payables Beban masih harus dibayar/ Accrued expenses |
Klasifikasi Berdasarkan PSAK 55 31 Desember 2019/ Classification based on PSAK 55 December 31, 2019 Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang/ Loans and receivables Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost |
Klasifikasi berdasarkan PSAK 71 1 Januari 2020/ Classification based on PSAK 71 January 1, 2020 Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost |
Saldo berdasarkan PSAK 55 31 Desember 2019/ Balance based on PSAK 55 December 31, 2019 64.844.741.788 6.521.470.000 8.191.977.115 1.076.100.634 25.000.000.000 27.802.000.000 39.000.000.000 124.179.524 779.259.248 956.165.137 1.897.981.624 |
Saldo berdasarkan PSAK 71 1 Januari 2020/ Balance based on PSAK 71 January 1, 2020 |
|
|---|---|---|---|---|---|
| 64.844.741.788 6.521.470.000 8.191.977.115 1.076.100.634 25.000.000.000 27.802.000.000 39.000.000.000 124.179.524 779.259.248 956.165.137 1.897.981.624 |
13
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
PSAK 71 : Instrumen Keuangan (lanjutan)
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
PSAK 71 mengharuskan Perusahaan dan Entitas Anak untuk mencatat Kerugian Kredit Ekspektasian ("KKE") pada semua aset keuangannya yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan jaminan keuangan. Perusahaan dan Entitas Anak sebelumnya mencatat penurunan nilai berdasarkan model kerugian yang terjadi ketika terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Setelah penerapan PSAK 71, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks provisi dengan menyertakan informasi masa depan ( forward looking information ) yang relevan untuk menilai KKE atas semua piutang usaha dan piutang lain-lain yang tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan.
Penerapan atas PSAK 71 tersebut tidak memiliki dampak terhadap saldo awal laba ditahan yang belum dicadangkan pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.
PSAK 72 : Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project yang sukses antara International Accounting Standards Board (“IASB”) dan Financial Accounting Standards Board (“FASB”), mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.
PSAK 72 menetapkan model lima langkah untuk memperhitungkan pendapatan yang timbul dari kontrak dengan pelanggan. Berdasarkan PSAK 72, pendapatan diakui pada jumlah yang mencerminkan imbalan yang diperkirakan menjadi hak entitas dalam pertukaran barang atau jasa yang diserahkan kepada pelanggan.
PSAK 72 mengharuskan Perusahaan dan Entitas Anak untuk melakukan pertimbangan, dengan menyertakan semua fakta dan keadaan yang relevan ketika menerapkan setiap langkah dari model pada kontrak dengan pelanggan mereka. Selain itu, standar ini mensyaratkan pengungkapan yang luas atas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.
Penerapan atas PSAK 72 tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
b. Changes in Accounting Principles (continued)
-
PSAK 71 : Financial Instruments (continued)
Classification of financial assets and liabilities (continued)
PSAK 71 requires the Company and its Subsidiaries to record Expected Credit Losses (“ECL”) on all of its financial assets measured at amortised cost or Fair Value Through Other Comprehensive Income and financial guarantees. The Company and its Subsidiaries previously recorded impairment based on the incurred loss model when there is objective evidence that financial asset is impaired.
Upon adoption of PSAK 71, the Company and its Subsidiaries applies the simplified approach using provision matrix with relevant forward-looking information to assess the ECL on trade and other receivables which do not have significant financing component.
The adoption of PSAK 71 has no impact on the beginning balance of the unappropriated retained earnings in the consolidated financial statements of the Company and its Subsidiaries.
PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers
This PSAK is a single standard that is a joint project between the International Accounting Standards Board (“IASB”) and the Financial Accounting Standards Board (“FASB”), provides revenue recognition from contracts with customers, and the entity is expected to perform analysis before recognizing the revenue.
PSAK 72 establishes a five-step model to account for revenue arising from contracts with customers. Under PSAK 72, revenue is recognized at an amount that reflects the consideration which an entity expects to be entitled in exchange for transferring goods or services to a customer.
PSAK 72 requires the Company and its Subsidiaries to exercise judgement, taking into consideration all of the relevant facts and circumstances when applying each step of the model to contracts with their customers. In addition, the standard requires extensive disclosures about revenue from contracts with customers.
The adoption of PSAK 72 did not have a significant impact on the consolidated financial statements of the Company and its Subsidiaries.
14
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
- b. Changes in Accounting Principles (continued)
PSAK 73 : Sewa
PSAK 73 : Leases
PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna ( right-of-use assets ) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 (dua) pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya ( underlying assets ) bernilai rendah.
This PSAK establishes the principles of recognition, measurement, presentation, and disclosure of the lease by introducing a single accounting model, with the requirement to recognize the right-of-use assets and liability of the lease. There are 2 (two) optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities: (i) short-term lease and (ii) lease with lowvalue underlying assets.
PSAK 73 terutama mempengaruhi perlakuan akuntansi untuk sewa toko yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30. Penerapan standar akuntansi ini menghasilkan peningkatan aset dan kewajiban Perusahaan dan Entitas Anak dan berdampak pada waktu pengakuan beban pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama masa periode sewa.
PSAK 73 primarily affects the Company and Subsidiaries‟ accounting treatment for lease of store, which was previously classified as operating lease based on PSAK 30. The application of this accounting standard resulted to an increase of the Company and Subsidiaries‟ assets and liabilities and on impact the timing of expense recognition in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income over the period of lease.
Right-of-use assets and lease liabilities were measured at the discounted present value using implicit interest rate (if the interest rate could be determined) or using the Company and Subsidiaries‟ incremental borrowing rate if the implicit interest rate could not be determined.
Aset hak-guna dan liabilitas sewa diukur berdasarkan nilai kini yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit (jika suku bunga tersebut dapat ditentukan) atau menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan dan Entitas Anak jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat ditentukan.
Dampak penerapan PSAK 73 adalah sebagai berikut:
The impact of adoption PSAK 73 are as follows:
| Aset Aset hak-guna - neto Liabilitas Liabilitas sewa jangka pendek Liabilitas sewa jangka panjang Standar Lain |
1 Januari 2020/January 1, 2020 Sebelum Penyesuaian Setelah penyesuaian/ PSAK 73/ penyesuaian/ Before PSAK 73 After adjustment Adjustments adjustment Assets - 722.697.322 722.697.322 Right-of-use assets - net Liabilities - (229.966.188) (229.966.188) Short-term lease liabilities - (240.731.135) (240.731.135) Long-term lease liabilities Other Standards |
1 Januari 2020/January 1, 2020 Sebelum Penyesuaian Setelah penyesuaian/ PSAK 73/ penyesuaian/ Before PSAK 73 After adjustment Adjustments adjustment Assets - 722.697.322 722.697.322 Right-of-use assets - net Liabilities - (229.966.188) (229.966.188) Short-term lease liabilities - (240.731.135) (240.731.135) Long-term lease liabilities Other Standards |
|---|---|---|
| Sebelum penyesuaian/ Before adjustment - - - |
Penyesuaian PSAK 73/ PSAK 73 Adjustments 722.697.322 (229.966.188) (240.731.135) |
Other Standards
Standar berikut ini juga berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tidak mempengaruhi pelaporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak:
The following standards were also effective for the period beginning on January 1, 2020, but did not affect the consolidated financial reporting of the Company and Subsidiaries:
15
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
Standar Lain (lanjutan)
-
ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73: Sewa.
-
ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba.
-
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan - judul laporan keuangan.
-
Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material.
-
Amandemen PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama - Kepentingan Jangka Panjang.
-
Amandemen PSAK 50, PSAK 66 dan PSAK 71: Reformasi Acuan Suku Bunga (Tahap 1).
-
Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi - Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember setiap tahun. Kendali diperoleh bila Perusahaan dan Entitas Anak terekspos atau memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi timbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee . Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
-
i) Kekuasaan atas investee , yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee ,
-
ii) Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
-
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal balik hasil.
Bila Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee , Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan semua fakta dan keadaaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee , termasuk:
-
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee ,
-
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
-
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- b. Changes in Accounting Principles (continued)
Other Standards (continued)
-
ISAK 36: Interpretation of the Interaction between Provisions regarding Land Rights, in PSAK 16: Fixed Assets and PSAK 73: Leases.
-
ISAK 35: Presentation of Financial Statements for Non-Profit Oriented Entities.
-
Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements - the title of financial statements.
-
Amendments to PSAK 1 and 25: Definition of Material.
-
Amendments to PSAK 15: Investments in Associates and Joint Ventures - Long-term Interests.
-
Amendments to PSAK 50, PSAK 66 and PSAK 71: Interest Rate Benchmark Reform (Phase 1).
-
Amendments to PSAK 62: Insurance Contract - Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62.
c. Principles of Consolidation
The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its Subsidiaries as at December 31, each year. Control is achieved when the Company and Subsidiaries are exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Company and Subsidiaries control an investee if and only if the Company and Subsidiaries have all of the following:
-
i) Power over the investee, that is existing rights that give the Company and Subsidiaries current ability to direct the relevant activities of the investee,
-
ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
-
iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns.
When the Company and Subsidiaries have less than a majority of the voting or similiar rights of an investee, the Company and Subsidiaries consider all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:
-
i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
-
ii) Rights arising from other contractual arrangements, and
-
iii) The Company and Subsidiaries‟ voting rights and potential voting rights.
16
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- c. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Perusahaan dan Entitas Anak menilai kendali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas Perusahaan dan Entitas Anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh kendali sampai tanggal Perusahaan dan Entitas Anak tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak.
Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan laba atau rugi hasil transaksi dari intra Perusahaan dan Entitas Anak yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan dan Entitas anak menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill ), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak” sebagai bagian dari “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset bersih yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biayabiaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- c. Principles of Consolidation (continued)
The Company and Subsidiaries re-assess whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of subsidiary begins when the Company and Subsidiaries obtain the control over the subsidiary and ceases when the Company and Subsidiaries loss control of the subsidiary. Assets, liabilities, income, and expenses of a subsidiaries acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Company and Subsidiaries gain control until the date the Company and Subsidiaries cease to control the subsidiary.
Profit or loss and each component of other comprehensive income within a Subsidiaries are attributed to the equity holders of the parent of the Company and Subsidiaries and to the non-controlling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into the line with the Company and Subsidiaries‟ accounting policies.
All significant intra and inter-group balances, transactions, income and expenses, and unrealized profits and losses resulting from intra-group transactions and dividends are eliminated on consolidations.
A change in the parent‟s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Company and Subsidiaries loss control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resultant gain or loss is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value.
Change of carrying value of investment transaction which derived from the issuance of new shares of Subsidiary to the Company is recorded as “Differences Arising from Changes in Equity of Subsidiaries” account which is presented under the “Equity” account in the consolidated statements of financial position.
d. Business Combinations and Goodwill
Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree‟s identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses.
17
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- d. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (lanjutan)
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba atau rugi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen meninjau kembali identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitias yang diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan dan Entitas Anak yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsurunsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- d. Business Combinations and Goodwill (continued)
When Company and Subsidiaries acquire a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date.
If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer‟s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.
At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase after previously revisit the identification and fair value measurement of the acquired assets and the assumed liabilities.
After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of Company and Subsidiaries‟ Cash-Generating Units (“CGU”) that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGU‟s.
Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.
Business Combinations Under Common Control
Business combinations under common control are accounted for using the pooling-of-interest method, whereby the difference between the considerations transferred and the book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of “Additional Pain-in Capital” in the consolidated statements of financial position. In applying the said pooling-ofinterest method, the components of the financial statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entities become under common control.
18
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, investasi saham, investasi lain-lain, piutang pihak berelasi dan uang jaminan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (SPPI).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments
A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity.
1. Financial Assets
Initial recognition and measurement
The Company and Subsidiaries classifies its financial assets into the following category: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost.
The Company and Subsidiaries‟ financial assets include cash and cash and cash equivalents, short-term investments, trade receivables, other receivables, investment in shares of stock, other investment, due from related parties and refundable deposits classified as financial assets at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial assets measured at fair value through consolidated profit or loss and other comprehensive income.
The Company and Subsidiaries used 2 (two) methods to classify their financial assets, which based on the Company and Subsidiaries business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets (SPPI).
SPPI Test
As a first step of its classification process, the Company and Subsidiaries assess the contractual terms of financial to identify whether they meet the SPPI test.
Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortisation of the premium/discount).
The most significant elements of interest within a arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Company and Subsidiaries apply judgment and considers relevant factors such as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.
19
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Pengujian SPPI (lanjutan)
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit Loss (FVPL).
Penilaian model bisnis
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan dan Entitas Anak mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
-
Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
-
Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
-
Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
-
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan dan Entitas Anak.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario “ worst case ” atau “ stress case ”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments(continued)
1. Financial Assets (continued)
SPPI Test (continued)
In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit Loss (FVPL).
Business model assesment
The Company and Subsidiaries determine their business model at the level that best reflects how it manages Company and Subsidiaries of financial assets to achieve their business objective.
The Company and Subsidiaries‟ business model is not assessed on an instrument-byinstrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:
-
How the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity‟s key management personnel;
-
The risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;
-
How business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);
-
The expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Company and Subsidiaries‟ assessment.
The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking “worst case” or “stress case” scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Company and Subsidiaries original expectations, the Company and Subsidiaries do not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.
20
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
-
yang dimaksudkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
-
- yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Business model assessment (continued)
Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments (“SPPI”) of the amount owed.
At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.
Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the statements of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Finance Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is acknowledged in the financial statements as "Impairment loss".
Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries classified its financial assets into these categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss. (b) loans and receivables,(c) financial assets held to maturity, and (d) financial assets available for sale. This classification depends on the purpose of acquiring such financial assets. Management determines the classification of such financial assets at the beginning of its recognition.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or specified payments and have no quotes on the active market, except:
-
intended by the Company and Subsidiaries for sale in the near future, which is classified as held for trading, as well as which at the time of initial recognition is determined to be measured at fair value through profit or loss;
-
which at the time of initial recognition is set as available for sale; or
21
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis (lanjutan)
- dalam hal Perusahaan dan Entitas Anak mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE”). Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim dan dilaporkan sebagai “Pendapatan Keuangan”. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Business model assessment (continued)
- In the case of the Company and Subsidiaries may not obtain substantial initial investment unless caused by a decrease in the quality of loans provided and receivables.
At the time of initial recognition, loans and receivables are recognized at their fair value plus transaction fees and are further measured on amortized acquisition costs using the Effective Interest Rate (“EIR”) method. Income from financial assets in the category of loans and receivables is recorded in the interim consolidated statements of income and other comprehensive income and is reported as "Finance Income". In the event of impairment, impairment losses are reported as a deduction from the carrying value of the financial assets in loan and receivables and are recognized in the statements of profit and loss and other comprehensive income as "Impairment loss".
Effective Interest Method (“EIR”)
EIR is a method of calculating the amortised cost of a financial asset and of allocating interest income over the relevant period. The EIR is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the EIR, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount of financial assets on initial recognition.
Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments other than those financial assets at FVTPL.
22
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Penerapan PSAK 71 “Instrumen Keuangan” telah mengubah metode perhitungan kerugian penurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi (incurred loss) sesuai PSAK 55 “Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran” dengan pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”). Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime) .
Sebelum 1 Januari 2020, bukti objektif penurunan nilai aset keuangan termasuk sebagai berikut:
-
kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
-
pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
-
terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau
-
- hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan gagal bayar atas piutang.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Impairment of Financial Assets
Financial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are considered to be impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been affected.
The adoption of PSAK 71 “Financial Instrument” changed the method of calculating impairment from incurred loss in accordance with PSAK 55 “Financial Instrument: Recognition and Measurement” to Expected Credit Loss (“ECL”). The Company and Subsidiaries adopted the simplified expected credit loss approach which is using lifetime expected credit loss.
Before January 1, 2020, objective evidence of impairment of financial assets could include:
-
significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or
-
breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or
-
it becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation; or
-
the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties.
For certain categories of financial assets, such as receivables, assets that are assessed not to be impaired individually are, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company and Subsidiaries‟ past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables.
23
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban masih harus dibayar dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
1. Financial Assets (continued)
Impairment of Financial Assets (continued)
For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the asset‟s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset‟s original effective interest rate.
The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.
2. Financial Liabilities
Initial recognition and measurement
Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries determine the classification of its financial liabilities at initial recognition.
Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
The Company and Subsidiaries‟ financial liabilities consist of trade payables, other payables, accrued expenses and lease liabilities. The Company and Subsidiaries have no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.
24
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Perusahaan dan Entitas Anak mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan dan Entitas Anak tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
2. Financial Liabilities (continued)
Subsequent measurement
After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.
At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortisation process.
Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortisation is included in “Finance Costs” in profit or loss.
Derecognition
A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.
When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.
3. Reclassification of Financial Instruments
The Company and Subsidiaries are allowed to reclassify the financial assets owned if the Company and Subsidiaries change the business model for the management of financial assets and the Company and Subsidiaries are not allowed to reclassify the financial liabilities.
Changes in the business model should significantly impact the Company and Subsidiaries' operational activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the Company and Subsidiaries need to prove the change to external parties.
25
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan (lanjutan)
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) Perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) Hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) Pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dan Entitas Anak dengan model bisnis berbeda.
4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
5. Pengukuran Nilai Wajar
Perusahaan dan Entitas Anak mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan dan Entitas Anak juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan ( fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
-
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
-
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan dan Entitas Anak.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- e. Financial Instruments (continued)
3. Reclassification of Financial Instruments (continued)
The following are not considered as change in business model: (a) the change of intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Company and Subsidiaries and different business models.
4. Offsetting of Financial Instruments
Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated statements of financial position when the Company and Subsidiaries have a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously.
A right to set-off must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.
5. Fair Value Measurement
The Company and Subsidiaries initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. It is also measures certain recoverable amounts of the cash generating unit (“CGU”) using fair value less cost of disposal (“FVLCD”), and non-interest bearing receivables at their fair values.
Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:
-
i) In the principal market for the asset or liability, or
-
ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.
The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Company and Subsidiaries.
26
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta tidak dibatasi penggunaannya.
g. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan 2e.
h. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto ( the lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini dimana ditentukan dengan metode rata-rata bergerak ( moving average method ). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan dan kehilangan ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan guna menyesuaikan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto. Seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai atau terjadinya kerugian.
j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan.
k. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan. Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Cash and Cash Equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time of placement, with no restriction as to usage, or not pledged as collateral for loans and other borrowings.
g. Trade Receivables
Trade receivables are recorded net of allowance for impairment of trade receivables. The accounting policy for allowance for impairment is described in Note 2e.
h. Transactions with Related Parties
The Company and Subsidiaries have transactions with related parties as defined under the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 7 “Related Party Disclosures”.
All significant transactions and balances with related parties, have been disclosed in the notes to the consolidated financial statements.
i. Inventories
Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Acquisition costs include all costs incurred until the inventories are in condition and current location which is determined by the moving average method. Net realization value is the estimated selling price in the normal business activities after deducting the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sales.
Allowance for declining in value of inventories for obsolescence, damage and loss are determined based on a review of the status of each inventories in order to adjust the carrying value of inventories to net realizable value. All losses of inventories recognized as an expense in the period of the impairment or loss.
j. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over the periods benefited.
k. Fixed Assets
All fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any costs directly attributable in bringing the asset to its working condition and to the location where it is intended to be used. Subsequent to initial recognition, are carried at cost less any subsequent accumulated depreciation and impairment losses.
27
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
k. Aset Tetap (lanjutan)
-
k. Fixed Assets (continued)
The value of fixed assets which were revalued in the previous period, based on the results of an independent appraisal is considered as acquisition cost (deemed cost). At the end of each reporting period, the estimated useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed by management and adjusted prospectively, if appropriate.
Nilai aset tetap yang direvaluasi pada periode sebelumnya, berdasarkan hasil penilaian dari penilai independen dianggap sebagai biaya perolehan ( deemed cost ). Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus ( straight-line method ) berdasarkan taksiran masa manfaat dari kelompok aset tetap sebagai berikut:
Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the fixed assets as follows:
| taksiran masa manfaat dari kelompok aset sebagai berikut: |
tetap |
|---|---|
| Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan dan perabot hotel Peralatan dan perabot kantor Instalasi Kendaraan |
Tahun/Years |
| 4 - 20 4 - 12 4 - 7 4 - 7 4 4 - 7 |
Buildings and infrastructures Machinery and equipments Hotel equipment and furniture Office equipment and furniture Installation Vehicles
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Land are stated at cost and not amortized as the management is of the opinion that it is probable the tittles of land rights can be renewed/extended upon expiration.
Legal cost of land rights in the form of Business Usage Rights (“Hak Guna Usaha” or ”HGU”), Building Usage Rights (“Hak Guna Bangunan” or “HGB”) and Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when the land was acquired initially are recognized as part of the cost of the land under the “fixed assets” account and not amortized. Meanwhile the extension or the legal renewal cost of land rights in the form of HGU, HGB and HP were recognized in the consolidated statement of financial position and were amortized over the shorter of the rights‟ legal life and land‟s economic life.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
The costs of repairs and maintenance are charged to the consolidated statements of profit pr loss and other comprehensive income as incurred; significant renewals and betterments are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their net book values are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun yang bersangkutan.
l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
l. Impairment of Non-Financial Asset Values
The Company and Subsidiaries assess at each end of reporting period, whether there is any indication that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount shall be estimated for the individual asset.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual.
28
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Perusahaan dan Entitas Anak menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “Rugi Penurunan Nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
l. Impairment of Non-Financial Asset Values (continued)
- If it is not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Company and Subsidiaries determine the recoverable amount of the Cash Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the asset‟s of CGU).
An asset‟s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the asset‟s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses are recognized in profit or loss as “Impairment Losses”. In assessing the value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset.
In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model in used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.
Impairment losses, if any, are recognized in profit or loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets.
An assessment is made at the end of each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount, is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset‟s recoverable amount since the last impairment loss is recognized.
The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior periods. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal is recognized in profit or loss, depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.
29
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
-
(lanjutan)
-
m. Penyisihan untuk Penggantian Perabot dan Perlengkapan Hotel serta Kesejahteraan Karyawan
Penyisihan untuk penggantian peralatan operasional hotel serta kesejahteraan karyawan didasarkan atas persentase tertentu dari penerimaan jasa pelayanan ( service charge ) hotel pada operasi tahun berjalan. Penggantian peralatan yang hilang dan rusak serta realisasi pembayaran untuk kesejahteraan karyawan dibukukan sebagai pengurang dari akun penyisihan tersebut.
n. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Perusahaan dan Entitas Anak menghitung dan mencatat imbalan pascakerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”. Penyisihan atas imbalan pascakerja dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuarial projected-unit-credit .
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
-
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
-
ii) ketika Perusahaan dan Entitas Anak mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
-
i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
-
ii) beban atau penghasilan bunga neto.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- m. Provision for Replacement of Hotel’s Furniture and Equipment, and Employees’ Welfare
Provision for replacement of hotel„s operation equipment and employees„ welfare is based on a certain percentage of the hotel‟s revenues of service charge for current year operation. Replacement of lost and breakage of hotel‟s furniture and equipment and the payment realization for employees‟ welfare are recorded as a reduction of the provision account.
n. Employee’s Benefits
Short-term employee benefits
The Company and Subsidiaries recognize short-term employee benefits liability when services are rendered and the compensation for such services are to be paid within twelve months after the rendering of such services.
Post-employement benefits
The Company and Subsidiaries provide postemployment benefits to its employees in conformity with the requirements of Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 and PSAK No. 24 “Employee Benefits”. The provision for post-employment benefits is determined using the projected-unit-credit actuarial valuation method.
Re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, are recognized immediately in the consolidated statement of financial position with a corresponding debit or credit to retained earnings through other comprehensive income in the period in which they occur. Re-measurements are not reclassifed to profit or loss in subsequent periods.
Past service costs are recognized in profit or loss at the earlier between:
-
i) the date of the plant amendment or curtailment, and
-
ii) the date the Company and Subsidiaries recognized related restructuring costs.
Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability. The Company and Subsidiaries recognized the following changes in the net defined benefit obligation in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income:
-
i) service costs comprising current service costs, past-service cost, gains and losses on curtailments and non-routine settlements, and
-
ii) net interest expense or income.
30
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
-
(lanjutan)
-
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Sebelum 1 Januari 2020
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan.
Sesudah 1 Januari 2020
Pada 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
-
Identifikasi kontrak dengan pelanggan
-
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
-
Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
-
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
-
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Penerimaan dari pelanggan yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, ditangguhkan dan dicatat sebagai “Pendapatan Diterima di Muka”.
Beban diakui pada saat terjadinya ( accrual basis ).
p. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- o. Revenue and Expenses Recognition
Before January 1, 2020
Hotel revenue and other related revenues are recognized when the services are rendered or the goods are delivered.
After January 1, 2020
On January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:
1. Identify contract(s) with a customer.
2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.
3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer.
4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.
5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).
For sale of goods, performance obligation is typically satisfied, and revenue is recognized, when the control of goods has been transferred to the customer (a point in time).
Receipts from customers, which do not meet the criteria for the revenue recognition are deferred and recorded as "Unearned Revenues".
Expenses are recognized when these are incurred (accrual basis).
p. Income Taxes
Current tax
Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the tax authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have been enacted or substantively enacted as the reporting date in the countries where the Company and Subsidiaries operate and generate taxable income.
31
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- p. Pajak Penghasilan (lanjutan) Pajak kini (lanjutan)
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari pendapatan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak, kecuali:
-
i. liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi kena pajak;
-
ii. dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat.
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali:
-
i. jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak atau rugi kena pajak/rugi pajak; atau
-
ii. dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat di kompensasi dengan beda temporer tersebut.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- p. Income Taxes (continued)
Current tax (continued)
Interest and penalties are presented as part of other operational revenues or expenses since they are not considered as part of income tax expense.
Deferred tax
Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the end of the reporting period.
Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except:
-
i. where the deferred tax liability arises from the initial recognition of goodwill or of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and, at the time of transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit or loss;
-
ii. in respect of taxable temporary differences associated with investment in subsidiaries, when the timing of reversal of the temporary differences can be controlled and it is probable that the temporary differences will not reverse in the foreseeable future.
Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry-forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profit will be available again which the deductible temporary differences and the carry-forward of unused tax losses can be utilized, except:
-
i. where the deferred tax asset relating to the deductible temporary differences arises from the initial recognition of an asset or liability in transaction that is not a business combination and, at the time of the transaction affects neither the accounting profit nor the taxable profit or loss; or
-
ii. in respect of deductible temporary differences associated with investments in subsidiaries, deferred tax assets are recognized only to extent that it is probable that the temporary differences will reverse and the foreseeable future and taxable profit will be available againts which the temporary differences can be utilized.
The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting period and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profits will allow the deferred tax assets to be recovered.
32
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak tangguhan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“) kecuali:
-
i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
-
ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
q. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan adalah sebesar Rp 14.105 dan Rp 13.901 per US$ 1.
r. Laba per Saham
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- p. Income Taxes (continued)
Deferred tax (continued)
Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates and tax laws that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date.
Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if a legally enforceable right exist to set off current tax assets against current income tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.
Value Added Tax
Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of value added tax (“VAT”) except:
-
i. where the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the taxation authority, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense of the asset or as part of the expense item as applicable; and
-
ii. Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included.
The net amount of VAT recoverable from, or payable to, the taxation authorities is included as part of receivables or payables in the consolidated statement of financial position.
q. Foreign Currency Transactions and Balances
Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At consolidated statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah based on the average rates of exchange published by Bank Indonesia at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to the current year operations.
As of December 31, 2020 and 2019, the average exchange rates of currencies used are amounted to Rp 14,105 and Rp 13,901 per US$ 1.
r. Income per Share
As of December 31, 2020 and 2019, the Company has no outstanding potential dilutive ordinary shares, accordingly, no diluted earnings per share are calculated and presented in the statements of profit or loss and other comprehensive income.
33
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
r. Laba per Saham (lanjutan)
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan yaitu sejumlah 446.674.175 saham, masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
s. Segmen Operasi
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis. Saat ini, seluruh pendapatan usaha dalam laporan keuangan konsolidasian adalah berasal dari Entitas Anak yang bergerak di bidang (segmen) usaha perhotelan.
t. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
u. Sewa
Sebelum 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.
Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sejak awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
r. Income per Share (continued)
Income per share is calculated by dividing income for current year attributable to Equity Holders of the Parent Company by the weighted average number of shares outstanding in the respective year amounted to 446,674,175 shares, for the years then ended December 31, 2020 and 2019, respectively.
s. Operating Segment
Operating segments are reported consistently with the internal reporting which provided to the operating decision-maker whose responsible for allocate resources, assess performance of the operating segments and make strategic decisions. At present, all of the revenues in the consolidated financial statements is derived from the Subsidiary, which is engaged in hospitality business (segment).
t. Provisions
Provisions are recognized when the Company and Subsidiaries have a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.
Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimates. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.
u. Leases
Before January 1, 2020
The Company and Subsidiaries classify leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date.
Finance Lease - as Lessee
A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased assets or, if lower, at the present value of the minimum lease payments.
34
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- u. Sewa (lanjutan)
Sebelum 1 Januari 2020 (lanjutan)
Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee (lanjutan)
Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewaan disusutkan selama masa pakai aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.
Sewa Operasi - sebagai Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban di tahun berjalan pada operasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
Sesudah 1 Januari 2020
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamandemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah:
- a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
- u. Leases (continued)
Before January 1, 2020 (continued)
Finance Lease - as Lessee (continued)
Minimum lease payments are apportioned between the financial charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Financial charges are charged directly to profit or loss.
If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, then, the leased assets are depreciated over their estimated useful lives. If not, then the capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the useful lives of the assets or the lease term. Gain or loss on a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term.
Operating Lease - as Lessee
A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Accordingly, the related lease payments are recognized as expense in the current year operations using the straight-line method over the lease term.
After January 1, 2020
From 1 January 2020, the Company and Subsidiaries have adopted PSAK 73 “Leases”, which sets the requirements for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as “operating leases”. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.
At inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Company and Subsidiaries assess whether:
- a) The contract involves the use of an identified asset - this may be specified explicitly or implicitly and should be physically distinct or represent substantially all of the capacity of a physically distinct asset. If the supplier has the substantive substitution right, then the asset is not identified;
35
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
- u. Sewa (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)
-
b) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
-
c) Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
-
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
-
Perusahaan dan Entitas Anak mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masingmasing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
u. Leases (continued) After January 1, 2020 (continued)
-
b) The Company and Subsidiaries have the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and
-
c) The Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the identified asset. The Company and Subsidiaries have this right when it has the decision-making rights that are most relevant to changing how and for what purpose the asset is used. In certain circumstances where all the decisions about how and for what purpose the asset is used are predetermined, the Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the asset if either:
-
The Company and Subsidiaries have the right to operate the asset; or
-
The Company and Subsidiaries designed the asset in a way that predetermines how and for what purpose the asset will be used.
-
-
At the inception or on reassessment of a contract that contains a lease component, the Company and Subsidiaries allocate the consideration in the contract to each lease component on the basis of the relative stand-alone prices and the aggregate standalone price of the non-lease components.
The Company and Subsidiaries recognize a right-ofuse assets and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use assets is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, less any lease incentives received.
The right-of-use assets is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.
The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, use the incremental borrowing rate. Generally, the Company and Subsidiaries use the incremental borrowing rate as the discount rate.
36
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Sewa (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020 (lanjutan)
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset BernilaiRendah
Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilairendah. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
v. Pengukuran Nilai Wajar Aset Non-Keuangan
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan dan Entitas Anak mengunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan ( input ) yang dapat diamati ( observable ) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati ( unobservable ).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan ( input ) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
-
i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
-
ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( inpu t) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati ( observable ) baik secara langsung atau tidak langsung.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
u. Leases (continued)
After January 1, 2020 (continued)
Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including insubstance fixed payments less any lease incentive receivable.
Each lease payment is allocated between finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant interest rate on the outstanding balance of the liabilities.
Short-Term Leases and Leases of Low-Value Assets
The Company and Subsidiaries have elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities for short-term leases that have a lease term of 12 months or less and leases of low-value assets. The Company and Subsidiaries recognize the lease payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term.
v. Fair Value Measurement of Non-Financial Assets
The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.
A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant‟s ability to generate economic benefits by using the assets in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use.
The Company and Subsidiaries use valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.
All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:
-
i) Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.
-
ii) Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.
37
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Pengukuran Nilai Wajar Aset Non-Keuangan (lanjutan)
- iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( input ) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati ( unobservable ) baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan ( input ) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak seperti diungkapkan pada Catatan 2e.
Sewa
Sewa Operasi
Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan dan Entitas Anak bertindak sebagai lessee untuk beberapa sewa toko. Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Perusahaan dan Entitas Anak untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
-
v. Fair Value Measurement of Non-Financial Assets (continued)
-
iii) Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable.
For assets and liabilities that are recognized in the financial statements on recurring basis, the Company and Subsidiaries determine whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
The preparation of the consolidated financial statements, in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards, requires management to make estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates.
Judgments
The following judgments are made by management in the process of applying the Company and Subsidiaries‟ accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:
Determination of Functional Currency
The Company and Subsidiaries determine the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company and Subsidiaries„ accounting policies disclosed in Note 2e.
Leases
Operating Leases
Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries has several leases whereas the Company and Subsidiaries acts as lessee in respect of several store rental. The Company and Subsidiaries evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred based on PSAK 30, “Leases”, which requires the Company and Subsidiaries to make judgement and estimates of the transfer of risks and rewards related to the ownership of asset.
38
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Sewa Operasi (lanjutan)
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'Sewa Operasi'. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari kegiatan operasi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha
Sebelum 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan penurunan nilai piutang usaha.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Judgments (continued)
Leases (continued)
Operating Leases (continued)
From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries has adopted PSAK 73, which sets the requirement for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as 'operating leases'. This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.
At the inception of a contract, the Company and Subsidiaries assesses whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration.
Determination of Functional Currency
The currency of Company and Subsidiaries is the currency of the primary economic environment in which Company and Subsidiaries operations. It is the currency that mainly influences the revenue and cost from operations.
Estimates and Assumptions
The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company and Subsidiaries based their assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company and Subsidiaries. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.
Allowance for Impairment of Trade Receivables
Before January 1, 2020
The Company and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company and Subsidiaries use judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer‟s current credit status based on any available third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company and Subsidiaries expected to collect. These specific provisons are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of trade receivables.
39
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha (lanjutan)
Sesudah 1 Januari 2020
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan matriks provisi untuk menghitung KKE atas piutang usaha. Tarif provisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Perusahaan dan Entitas Anak secara historis. Perusahaan dan Entitas Anak akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Perusahaan dan Entitas Anak, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan dianalisa kembali.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi dan KKE adalah estimasi yang signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan Entitas Anak dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp 2.077.380.645 dan Rp 17.034.781.198. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimates and Assumptions (continued)
Allowance for Impairment of Trade Receivables (continued)
After January 1, 2020
The Company and Subsidiaries uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Company and Subsidiaries‟ historical observed default rates. The Company and Subsidiaries will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forwardlooking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Company and Subsidiaries‟ industry sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.
The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Company and Subsidiaries‟ historical credit loss experience and forecast of economicconditions may also not be representative of customer‟s actual default in the future.
Employee Benefits
The determination of the Company and Subsidiaries‟ employees‟ benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include, among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. The Company and Subsidiaries believed that their assumptions are reasonable and appropriate. The carrying amount of the Company and Subsidiaries‟ estimated liabilities for employees‟ benefits as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 2,077,380,645 and Rp 17,034,781,198, respectively. Further details are disclosed in Note 23.
Depreciation of Fixed Assets
The costs of fixed assets are depreciated on a straightline basis over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 20 years. These are common life expectations applied in the industries where the Company and Subsidiaries conduct their businesses.
40
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap (lanjutan)
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 241.844.455.384 dan Rp 259.633.756.608. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penyisihan untuk Penggantian Perabot dan Perlengkapan Hotel serta Kesejahteraan Karyawan
Sebagaimana dijelaskan di dalam Catatan 2m, manajemen menetapkan penyisihan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel berdasarkan persentase tertentu dari penerimaan service charge . Penyisihan tersebut sebagian besar dicadangkan untuk pengeluaran dalam rangka pemeliharaan rutin dan pembaharuan atau penggantian perabot dan perlengkapan hotel yang hilang atau rusak.
Penyisihan juga ditujukan untuk membayarkan beban rutin yang terkait dengan kesejahteraan karyawan. Persentase yang ditetapkan oleh manajemen untuk menghitung penyisihan merupakan estimasi terbaik berdasarkan pada pengalaman di masa lalu, faktor ketidakpastian dan risiko lainnya.
Kecukupan atas jumlah penyisihan senantiasa dievaluasi guna memastikan bahwa jumlah tersebut memadai untuk menutup pengeluaran yang diperlukan. Jumlah tercatat akun penyisihan ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 239.780.544 dan Rp 100.811.884 (lihat Catatan 21). Sedangkan penyisihan yang direalisasi selama tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 43.252.000 dan Rp 944.514.965.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimates and Assumptions (continued)
Depreciation of Fixed Assets (continued)
Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual value of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Company and Subsidiaries‟ fixed assets as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 241,844,455,384 and Rp 259,633,756,608, respectively. Further details are disclosed in Note 13.
Income Tax
Significant judgement is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transaction and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company and Subsidiaries recognize liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.
Provisions for Replacement of Hotel‟s Furniture and Equipment, and Employees‟ Welfare
As explained in Note 2m, management establishes a provision for replacement of hotel‟s furniture and equipment based on a certain percentage of service charge revenues. The provision has been largely reserved for spending regular maintenance and renewal or replacement of hotel‟s furniture and equipment lost or breakage.
Provision is also intended to pay regular expenses related to employees‟ welfare. The percentage set by management for calculating the provisions are the best estimated based on past experience, uncertainties and other risk factors.
The adequacy of the provisions is always evaluated to ensure that the amount is sufficient to cover the expenses. The carrying amount of the provisions amounted to Rp 239,780,544 and Rp 100,811,884 as of December 31, 2020 and 2019, respectively (see Note 21). While the provisions realized during the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 43,252,000 and Rp 944,514,965, respectively.
41
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Instrumen Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan dan Entitas Anak. Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 140.482.624.485 dan Rp 172.560.469.061 (Catatan 34), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 4.419.241.355 dan Rp 3.633.406.009 (Catatan 34).
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimates and Assumptions (continued)
Financial Instruments
The Company and Subsidiaries carry certain financial assets and liabilities at fair value, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair value would differ if the Company and Subsidiaries utilized a different valuation methodology. Any changes in a fair value of these financial assets and liabilities would directly affect the Company and Subsidiaries‟ profit or loss.
The carrying amount of financial assets carried at fair value in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 140,482,624,485 and Rp 172,560,469,061, respectively (Note 34), while the carrying amount of financial liabilities carried in the consolidated statetements of financial position as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 4,419,241,355 and Rp 3,633,406,009, respectively (Note 34).
4. KAS DAN SETARA KAS
Rincian kas dan setara kas adalah sebagai berikut:
4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
The details of cash and cash equivalents are as follows:
| Kas Rupiah Bank Rupiah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank UOB Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Bukopin Tbk Dolar Amerika Serikat PT Bank UOB Indonesia (US$ 2.043.696 pada tahun 2020 dan US$ 354 pada tahun 2019) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (US$ 2.657 pada tahun 2020 dan US$ 1.004 pada tahun 2019) Jumlah Kas dan Bank |
2020 311.160.365 1.097.460.838 690.916.591 541.509.860 164.801.424 52.053.744 27.058.364 5.639.542 2.800.000 28.826.334.055 37.481.499 31.757.216.282 |
2019 Cash on Hand 209.353.500 Rupiah Cash in Banks Rupiah PT Bank Negara Indonesia 166.459.643 (Persero) Tbk 1.785.197.466 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank China Construction 522.260.058 Bank Indonesia Tbk PT Bank Tabungan 93.849.674 Negara (Persero) Tbk 29.372.885 PT Bank UOB Indonesia 3.715.356_PT Bank Mandiri (Persero) Tbk_ PT Bank Rakyat Indonesia 16.793.985 (Persero) Tbk 2.232.000 PT Bank Bukopin Tbk United States Dollar PT Bank UOB Indonesia (US$ 2,043,696 in 2020 and 4.928.878 US$ 354 in 2019) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (US$ 2,657 in 2020 and 13.963.843 US$ 1,004 in 2019) 2.848.127.288 Total Cash on Hand and in Banks |
|---|---|---|
42
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
| Setara Kas Deposito Berjangka Rupiah PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank UOB Indonesia Dolar Amerika Serikat PT Bank UOB Indonesia (US$ 64.500 pada tahun 2020 dan 2019) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (US$ 30.104 pada tahun 2020) Jumlah Setara Kas Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun Mata uang Rupiah Mata uang Dolar Amerika Serikat |
2020 31.750.000.000 13.000.000.000 - 909.772.500 424.615.933 46.084.388.433 77.841.604.715 4,50% - 5,00% 1,75% - 2,00% |
2019 Cash Equivalents Time Deposits Rupiah PT Bank China Construction 41.600.000.000 Bank Indonesia Tbk PT Bank Tabungan 13.000.000.000 Negara (Persero) Tbk 6.500.000.000 PT Bank UOB Indonesia United States Dollar PT Bank UOB Indonesia (US$ 64,500 in 896.614.500 2020 and 2019) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk - (US$ 30,104 in 2020) 61.996.614.500 Total Cash Equivalents 64.844.741.788 Total Cash and Cash Equivalents Annual interest rate of time deposit 4,50% - 7,50% Rupiah Currency 2,00% United States Dollar Currency |
|---|---|---|
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat kas dan setara kas Perusahaan dan Entitas Anak yang dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan.
As of December 31, 2020 and 2019, none of Company and Subsidiaries‟ cash and cash equivalents are restricted in use or placed at related parties.
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari:
5. SHORT-TERM INVESTMENTS
This account consist of:
| Efek tersedia untuk dijual Efek saham Harga perolehan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk Kerugian yang belum direalisasi - bersih Nilai wajar |
2020 13.777.300.000 (3.508.480.000 ) 10.268.820.000 |
2019 Marketable securities - available for sale Equity securities Cost 7.777.900.000 PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (1.256.430.000 ) Unrealized loss - net 6.521.470.000 Fair value |
|---|---|---|
Perusahaan menetapkan nilai wajar portofolio efek saham berdasarkan nilai pasar yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia pada hari terakhir perdagangan pada masingmasing tahun. Penetapan harga wajar berdasarkan nilai pasar merupakan pertimbangan terbaik manajemen.
The Company determines the fair value of equity securities based on the market price published by the Indonesia Stock Exchange on the last trading days at the end of respective year. The determination of fair value based on the market price is based on the management‟s best judgement.
43
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
6. PIUTANG USAHA - NETO
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
6. TRADE RECEIVABLES - NETO
The details of this account are as follows:
| Pihak Ketiga-Rupiah City ledger Bank penerbit kartu kredit Jumlah Dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang usaha Piutang Usaha - Neto |
2020 10.836.511.425 13.793.796 10.850.305.221 (8.122.446.706 ) 2.727.858.515 |
2019 Third Parties- Rupiah 8.072.336.920 City ledger 119.640.195 Bank‟s credit card issuers 8.191.977.115 Total Net of allowance for impairment of - trade receivables 8.191.977.115 Trade Receivables - Net |
Third Parties- Rupiah |
|---|---|---|---|
Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
The aging analysis of trade receivables as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Dalam waktu 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari Lebih dari 90 hari Jumlah Dikurangi penyisihan penurunan nilai piutang usaha Piutang Usaha - Neto |
2020 1.933.994.221 346.535.508 351.050.557 8.218.724.935 10.850.305.221 (8.122.446.706 ) 2.727.858.515 |
2019 1.127.525.136 Within 30 days 1.018.431.725 31 - 60 days 518.064.919 61 - 90 days 5.527.955.335 Over 90 days 8.191.977.115 Total Net of allowance for impairment of - trade receivables 8.191.977.115 Trade Receivables - Net |
|---|---|---|
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
Movement of allowance for impairment of trade receivables as of December 31, 2020 are as follows:
| Saldo awal tahun Perubahan selama tahun berjalan Saldo akhir tahun |
- Balance at beginning of year 8.122.446.706 Changes during the year 8.122.446.706 Balance at the end of year |
|---|---|
Pada tanggal 31 Desember 2020, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
Pada tanggal 31 Desember 2019, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang usaha dan seluruh piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha.
As of December 31, 2020, management believes that the above allowance for impairment of trade receivables is adequate to cover any possible losses arising from the uncollectible receivables.
As of December 31, 2019, management believes that all of trade receivables can be fully collected, and, hence no allowance for impairment of trade receivables is necessary.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
7. OTHER RECEIVABLES
This account consist of:
| Rupiah Bunga Pinjaman karyawan Lain-lain Jumlah |
2020 105.981.663 61.926.503 340.503.564 508.411.730 |
2019 Rupiah 679.566.041 Interest 64.398.552 Employees‟ loans 332.136.041 Others 1.076.100.634 Total |
|---|---|---|
Pinjaman karyawan merupakan piutang yang bersifat jangka pendek, tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga, dimana pelunasannya dilakukan melalui pemotongan gaji tiap bulan.
Employees‟ loans are short-term receivables, unsecured and non-interest bearing, in which the repayment of loans is by way of monthly payroll deductions.
44
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
7. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan)
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap masing-masing akun piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain tersebut dapat tertagih sehingga tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang lain-lain.
7. OTHER RECEIVABLES (continued)
Based on the review of the status of the individual other receivables account at the end of each year, management believes that all of the above other receivables are fully collectible, hence, no allowance for impairment of other receivables is necessary.
8. PERSEDIAAN
Rincian persediaan adalah sebagai berikut:
8. INVENTORIES
The details of inventories are as follows:
| Makanan dan minuman Suku cadang Perlengkapan kamar Bahan bakar Perlengkapan hotel Lain-lain Jumlah |
2020 160.731.544 140.702.738 117.396.235 111.755.511 9.046.024 120.802.273 660.434.325 |
2019 434.046.976 Food and beverages 152.090.045 Spareparts 119.675.644 Room supplies 121.340.829 Fuel 11.028.218 Hotel supplies 150.162.924 Others 988.344.636 Total |
|---|---|---|
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi nilai realisasi bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, manajemen berpendapat bahwa nilai persediaan tidak signifikan, sehingga persediaan tidak perlu diasuransikan dari berbagai risiko kerugian yang ada.
Management believes that the carrying value of the inventories is not exceeding its net realizable value, accordingly the provision for decline in market value and obsolescence of inventories is not necessary.
As of December 31, 2020 and 2019, management is in the opinion that the carrying value of the inventories were not significant, accordingly the inventories were not necessarily covered by insurance against losses of existing risks.
[
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
9. PREPAID EXPENSES
This accounts consist of:
| Jasa profesional Asuransi Pajak reklame Pemeliharaan Service warranty Electronic know your customer Lain-lain Jumlah |
2020 293.333.333 212.967.190 169.620.815 27.698.369 - - 321.369.978 1.024.989.685 |
2019 - Professional fees 58.961.406 Insurance 238.005.976 Tax on advertisement 430.612.462 Maintenance 1.336.650.000 Service warranty 451.710.000 Electronic know your customer 243.688.689 Others 2.759.628.533 Total |
|---|---|---|
10. UANG MUKA
| UANG MUKA Akun ini terdiri dari: Perijinan Lain-lain Jumlah |
10. ADVANCES This accounts consist of: 2020 2019 370.000.000 370.000.000 License 106.503.960 43.855.520 Others 476.503.960 413.855.520 Total |
|---|---|
45
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
11. INVESTASI SAHAM
Rincian investasi saham adalah sebagai berikut:
| Metode Biaya Perolehan PT Tez Capital and Finance PT Tez Ventura Indonesia Jumlah |
Persentase Pemilikan (%)/ Percentage of Ownership (%) |
Persentase Pemilikan (%)/ Percentage of Ownership (%) |
|---|---|---|
| 2020 10% 10% |
2019 | |
| 10% 10% |
11. INVESTMENT IN SHARES OF STOCK
The details of investment in shares of stock are as follows:
| Nilai Tercatat/ | ||
|---|---|---|
| Carrying Value | ||
| 2020 2019 |
||
| Cost Method | ||
| 20.000.000.000 20.000.000.000 | PT Tez Capital and Finance | |
| 5.000.000.000 5.000.000.000 | PT Tez Ventura Indonesia | |
| 25.000.000.000 25.000.000.000 | Total |
Pada tanggal 28 Februari 2016, Perusahaan melakukan penyertaan saham ke PT Tez Capital and Finance (TEZ) sebanyak 20.000 saham atau sebesar Rp 20.000.000.000 (dengan persentase pemilikan sebesar 10%).
TEZ bergerak di bidang usaha pembiayaan dan berdomisili di Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 009/AV/II/2016-CSC dan No. 010/AV/II/2016-CSC, masing-masing tanggal 29 Februari 2016 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 27 November 2017, Perusahaan melakukan penyertaan saham ke PT Tez Ventura Indonesia (TVI) sebanyak 100 saham atau sebesar Rp 100.000.000 (dengan persentase pemilikan sebesar 10%).
TVI bergerak di bidang usaha modal ventura dan berdomisili di Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 005/AV/I/2018-CSC dan No. 004/AV/I/2018-CSC, masing-masing tanggal 17 Januari 2018 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 15 Maret 2018, Perusahaan menyetujui peningkatan penyertaan saham ke TVI dari 100 saham atau sebesar Rp 100.000.000 menjadi 5.000 saham atau sebesar Rp 5.000.000.000 (dengan persentase pemilikan sebesar 10%). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 005/AV/III/2018-CSC dan No. 004/AV/III/2018-CSC, masing-masing tanggal 6 Maret 2018 ke Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia.
On February 28, 2016, the Company subscribed and paid up the investment in shares of stock of PT Tez Capital and Finance (TEZ) totalled to 20,000 shares or Rp 20,000,000,000 (10% of share - ownership).
TEZ is engaged in financing activities and is domiciled in Jakarta. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 009/AV/II/2016-CSC and No. 010/AV/II/2016-CSC dated February 29, 2016, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange.
On November 27, 2017, the Company subscribed and paid up the investment in shares of stock of PT Tez Ventura (TVI) Indonesia totalled to 100 shares or Rp 100,000,000 (10% of share - ownership).
TVI is engaged in venture capital activities and is domiciled in Jakarta. In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 005/AV/I/2018-CSC and No. 004/AV/I/2018-CSC dated January 17, 2018, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange.
On March 15, 2018, the Company approved the increasing of the investment in shares of stock of TVI from 100 shares or Rp 100,000,000 to become 5,000 shares or Rp 5,000,000,000 (10% of share - ownership). In relation to that matter, the Company has made the Disclosure of Information in its letter No. 005/AV/III/2018-CSC and No. 004/AV/III/2018-CSC dated March 6, 2018, respectively to Financial Service Authority (“OJK”) and the Indonesia Stock Exchange.
12. INVESTASI LAIN-LAIN
Akun ini merupakan investasi SD, Entitas Anak, berupa obligasi Pemerintah dengan bunga tetap sebesar 2,95% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Januari 2023.
12. OTHER INVESTMENT
This account represents the SD‟s investment, Subsidiary, in a Government bonds with fixed interest rate of 2.95% per annum and will mature on January 11, 2023.
| Eurobonds Indonesia, 2023-3 (US $ 2.000.000) |
2020 - |
2019 Eurobonds Indonesia, 2023-3 27.802.000.000 (US $ 2,000,000) |
|---|---|---|
Pada tahun 2020, Entitas Anak (SD) telah menarik sepenuhnya investasi tersebut.
In 2020, the Subsidiary (SD) has fully withdrawn the portfolio investment.
46
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
13. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut:
13. FIXED ASSETS
The details and mutation of fixed assets are as follows:
2020
| Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan dan perabot hotel Peralatan dan perabot kantor Instalasi Kendaraan Jumlah Nilai Tercatat Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan dan perabot hotel Peralatan dan perabot kantor Instalasi Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Neto Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan dan perabot hot Peralatan dan perabot kan Instalasi Kendaraan Jumlah Nilai Tercatat Akumulasi Penyusutan |
1 2 |
Saldo Awal/ Pelepasan Entitas Beginning Anak/Disposal Balance of Subsidiaries 24.562.000.000 - 23.757.241.553 - 11.686.803.832 - 32.043.479.271 - 7.409.719.745 4.422.159.362 3.934.753.631 - 2.892.007.635 - 06.286.005.667 4.422.159.362 02.023.026.879 - 8.262.573.334 - 27.753.804.523 - 3.257.091.890 639.222.027 3.301.253.131 - 2.054.499.302 - 46.652.249.059 639.222.027 59.633.756.608 |
Saldo Awal/ Pelepasan Entitas Beginning Anak/Disposal Balance of Subsidiaries 24.562.000.000 - 23.757.241.553 - 11.686.803.832 - 32.043.479.271 - 7.409.719.745 4.422.159.362 3.934.753.631 - 2.892.007.635 - 06.286.005.667 4.422.159.362 02.023.026.879 - 8.262.573.334 - 27.753.804.523 - 3.257.091.890 639.222.027 3.301.253.131 - 2.054.499.302 - 46.652.249.059 639.222.027 59.633.756.608 |
Saldo Awal/ Pelepasan Entitas Beginning Anak/Disposal Balance of Subsidiaries 24.562.000.000 - 23.757.241.553 - 11.686.803.832 - 32.043.479.271 - 7.409.719.745 4.422.159.362 3.934.753.631 - 2.892.007.635 - 06.286.005.667 4.422.159.362 02.023.026.879 - 8.262.573.334 - 27.753.804.523 - 3.257.091.890 639.222.027 3.301.253.131 - 2.054.499.302 - 46.652.249.059 639.222.027 59.633.756.608 |
Penamba Additio |
han/ n - 95.072 51.984 32.490 73.900 - - 53.446 77.034 31.767 62.417 62.867 83.250 00.000 17.335 201 |
Pengurangan/ Disposal - - - - - - 70.000.000 70.000.000 - - - - - 70.000.000 70.000.000 9 |
Pengurangan/ Disposal - - - - - - 70.000.000 70.000.000 - - - - - 70.000.000 70.000.000 9 |
Reklasifikasi/ Reclassification - - - - - - - - - - - - - - - |
Saldo Akhir/ Ending Balance Carrying Value Direct Ownership 124.562.000.000 Land Buildings and 223.808.636.625 infrastructures 12.303.055.816 Machineries and equipments 32.193.611.761_Hotel equipments and furnitures_ Office equipments and 4.476.234.283 furnitures 3.934.753.631 Installations 2.822.007.635 Vehicles 404.100.299.751 Total Carrying Value Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings and 113.508.803.913 infrastructures 9.989.805.101 Machineries and equipments Hotel equipments and 29.861.866.940 furnitures Office equipments and 2.979.332.730 furnitures 3.509.136.381 Installations 2.406.899.302 Vehicles Total Accumulated 162.255.844.367 Depreciation 241.844.455.384 Net Book Value Saldo Akhir/ Ending Balance Carrying Value Direct Ownership 124.562.000.000 Land Buildings and 223.757.241.553 infrastructures 11.686.803.832_Machinery and equipments_ Hotel equipment and 32.043.479.271 furniture Office equipment and 7.409.719.745 furniture 3.934.753.631 Installation 2.892.007.635 Vehicles 406.286.005.667 Total Carrying Value Accumulated Depreciation Direct Ownership Buildings and 102.023.026.879 infrastructures 8.262.573.334_Machinery and equipments_ Hotel equipment and 27.753.804.523 furniture Office equipment and 3.257.091.890 furniture 3.301.253.131 Installation 2.054.499.302 Vehicles Total Accumulated 146.652.249.059 Depreciation 259.633.756.608 Net Book Value |
Carrying Value Direct Ownership Land Buildings and infrastructures Machineries and equipments tel equipments and furnitures Office equipments and furnitures Installations Vehicles Total Carrying Value Accumulated Depreciation |
D | Carrying Value |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
4. |
51.3 616.2 150.1 1.488.6 |
70.000.0 | |||||||||||
irect Ownership |
|||||||||||||
| 4 | 4. |
2.306.4 | 70.000.0 | ||||||||||
| 1 |
6 |
11.485.7 1.727.2 2.108.0 361.4 207.8 422.4 |
70.000.0 | ||||||||||
Direct Ownership |
|||||||||||||
| 1 | 6 |
16.312.8 | 70.000.0 | ||||||||||
| 2 | 9 | ||||||||||||
| el tor el tor |
|||||||||||||
| Saldo Awal Beginning Balance |
/ 00 84 89 54 24 31 35 17 15 21 90 96 23 02 47 70 |
Penamba Additio |
han/ n - 949.369 999.196 564.692 541.194 513.000 - 567.451 070.564 253.266 293.708 657.067 357.708 450.000 082.313 |
Pengurangan/ Disposal - - 404.092.953 205.187.075 153.238.273 - - 762.518.301 - 404.092.953 205.187.075 153.238.273 - - 762.518.301 |
Re Rec |
klasifikasi/ lassification - - - - - - - - - - - - - - - |
|||||||
| 124.562.000.0 216.392.292.1 12.065.897.5 30.685.101.6 5.901.416.8 3.680.240.6 2.892.007.6 |
7.364. 24. 1.563. 1.661. 254. |
||||||||||||
| 396.178.956.5 | 10.869. | ||||||||||||
| 90.997.956.3 6.917.413.0 25.108.697.8 2.639.673.0 3.120.895.4 1.664.049.3 |
11.025. 1.749. 2.850. 770. 180. 390. |
||||||||||||
Pemilikan Langsung Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Peralatan dan perabot hot Peralatan dan perabot kan Instalasi Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Neto |
|||||||||||||
| 130.448.685.0 | 16.966. | ||||||||||||
| 265.730.271.4 |
47
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
13. ASET TETAP (lanjutan)
Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masingmasing adalah sebesar Rp 16.312.817.335 dan Rp 16.966.082.313 (lihat Catatan 30).
Rincian penjualan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
13. FIXED ASSETS (continued)
Depreciation expenses for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 16,312,817,335 and Rp 16,966,082,313, respectively (see Note 30).
The details of sales of fixed assets for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Nilai tercatat Akumulasi penyusutan Nilai buku Harga jual Laba penjualan aset tetap |
2020 70.000.000 (70.000.000 ) - 73.000.000 73.000.000 |
2019 762.518.301 Carrying value (762.518.301 ) Accumulated depreciation - Net book value 46.000.000 Proceeds from sale 46.000.000 Gain on sale of fixed assets |
|---|---|---|
Laba penjualan aset tetap disajikan pada “Pendapatan Operasi Lainnya - Bersih” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penambahan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian aset tetap, masing-masing sebesar Rp 44.712.910 dan Rp 1.666.378.612.
Pada tanggal 31 Desember 2020, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 102 milyar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul atas risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki uang muka pembelian aset tetap kepada pihak ketiga sebesar Rp 6.234.388.402 dan Rp 1.882.686.012.
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, nilai perolehan aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar Rp 38.866.377.243 dan Rp 31.628.232.128.
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu 20 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2020, HGB Perusahaan dan Entitas Anak masih memiliki sisa jangka waktu 15 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.
Gain on sale of fixed assets are presented in “Other Operational Revenues - Net” in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.
Additions of fixed assets for the years ended December 31, 2020 and 2019 include the reclassification from advances for purchases of fixed assets of Rp 44,712,910 and Rp 1,666,378,612, respectively.
As of December 31, 2020, fixed assets are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage amounting to Rp 102 billion. Management believes that total insurance coverage is adequate to cover possible losses that may arise from such risks.
As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have advances for purchases of fixed assets from third parties amounted to Rp 6,234,388,402 and Rp 1,882,686,012.
As of December 31, 2020 and 2019, the costs of the Company and Subsidiaries‟ fixed assets that have been fully depreciated but still being utilized were amounting to Rp 38,866,377,243 and Rp 31,628,232,128.
As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries‟ building usage rights or “Hak Guna Bangunan” (HGB), have duration of 20 years. As of December 31, 2020, the remaining terms of the Company and Subsidiaries‟ landrights is 15 years. Management believes that the terms of the said landrights can be renewed/extended upon expiration.
Management believes that the carrying values of all the Company and Subsidiaries‟ fixed assets are fully recoverable, and hence, no writedown for impairment in asset values is necessary.
48
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
14. ASET HAK-GUNA - NETO
Akun ini terdiri dari:
14. RIGHT-OF-USE ASSET - NET
This account consists of:
| Biaya Perolehan Ruangan kantor Akumulasi amortisasi Ruangan kantor Nilai Buku Neto |
Saldo Awal/ Beginning Balance - - - |
Penambahan/ Addition 722.697.322 252.000.000 |
Saldo Akhir/ Ending Balance Cost 722.697.322 Office space 252.000.000 Office space 470.697.322 Net Book Value |
|---|---|---|---|
Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebesar Rp 252.000.000 pada tahun 2020 yang dicatat pada akun “Beban Umum dan Administrasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 30).
Depreciation charged to the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income amounted to Rp 252,000,000 in 2020, which was recorded in "General and Administrative Expenses" in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income (Note 30).
15. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN
15. OTHER NON-CURRENT ASSETS
This accounts consist of:
Akun ini terdiri dari:
| Akun ini terdiri dari: | |
|---|---|
| 2020 |
|
| Beban ditangguhkan hak atas tanah - | |
| setelah dikurangi akumulasi | |
| amortisasi sebesar Rp 103.284.177 | |
| pada tahun 2020 dan Rp 78.495.974 | |
| pada tahun 2019 (Catatan 30) | 392.479.873 |
| Uang jaminan | 135.929.525 |
| Lain-lain | 400.000 |
| Jumlah | 528.809.398 |
2019
| 2019 |
|
|---|---|
| Deferred charges for landrights - | |
| net of accumulated | |
| amortization of Rp 103,284,177 | |
| in 2020 and Rp 78,495,974 | |
| 417.268.076 | in 2019 (Note 30) |
| 124.179.524 | Refundable deposits |
| 22.158.334 |
Others |
| 563.605.934 | Total |
16. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak dan Pajak Dibayar di Muka
Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
16. TAXATION
- a. Taxes Payable and Prepaid Taxes
Taxes Payable
Taxes payable consists of:
| Perusahaan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Sub-jumlah Entitas Anak Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 29 Pasal 4 (2) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Keluaran Peraturan Pemerintah No. 23 Pajak Pembangunan (PB1) Sub-jumlah Jumlah |
2020 6.892.274 879.500 7.771.774 37.415.118 11.773.845 185.948.056 485.758.900 - 377.161 - 409.892.790 1.131.165.870 1.138.937.644 |
2019 Company Income Taxes 825.675 Article 21 1.973.940 Article 23 2.799.615 Sub-total Subsidiaries Income Taxes 243.547.000 Article 21 118.688.544 Article 23 259.204.766 Article 25 57.709.671 Article 29 1.398.170 Article 4 (2) - Value Added Tax (VAT) Out 454.476 Government Regulation No. 23 832.517.929 Development Tax (PB1) 1.513.520.556 Sub-total 1.516.320.171 Total |
|---|---|---|
49
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
- a. Utang Pajak dan Pajak Dibayar di Muka (lanjutan)
Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka terdiri dari:
16. TAXATION (continued)
- a. Taxes Payable and Prepaid Taxes (continued) Prepaid Taxes
Prepaid taxes consists of:
| Perusahaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan Entitas Anak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan Jumlah |
2020 223.434.233 - 223.434.233 |
2019 169.007.183 Value Added 223.204.593 Value Added 392.211.776 |
Company Tax (VAT) In Subsidiaries Tax (VAT) In Total |
|---|---|---|---|
b. Beban Pajak Final
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
| Pajak Final Entitas Anak |
2020 187.500 |
|---|---|
b. Final Tax Expense
The details of this account are as follows:
2019
Final tax 41.879.864 Subsidiary
Pada tanggal 8 Juni 2018, Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018 (PP 23) telah disahkan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2018, memberlakukan aturan pajak final pada penghasilan usaha wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan, tidak termasuk bentuk usaha tetap dengan peredaran bruto penghasilan kurang dari Rp 4,8 milyar per tahun. Wajib pajak tersebut merupakan wajib pajak yang memenuhi kriteria pengenaan pajak tarif 0,5% dari peredaran bruto penghasilan bulanannya. Pajak ini bersifat final dari pajak penghasilan dan merupakan kewajiban pajak final.
Berdasarkan peraturan tersebut, wajib pajak tertentu yang dikecualikan dari pajak final ini, antara lain wajib pajak badan yang belum memulai operasinya secara komersial, dan wajib pajak yang peredaran bruto penghasilannya telah melebihi Rp 4,8 milyar dalam waktu satu tahun setelah memulai kegiatan operasionalnya secara komersial.
Aturan khusus diberlakukan untuk penentuan peredaran bruto penghasilan tahunan dan akan didasarkan pada jumlah peredaran bruto tahun pajak terakhir sebelum berlakunya peraturan ini. Perhitungan disetahunkan mungkin diperlukan jika tahun fiskal terakhir tidak mencakup dua belas bulan. Bagi wajib pajak yang baru terdaftar pada tahun dimana peraturan ini mulai berlaku, peredaran bruto penghasilan tahunan akan ditentukan oleh penghasilan disetahunkan dari sejak tanggal pendaftaran pajak sampai satu bulan sebelum penerbitan peraturan ini. Untuk wajib pajak yang baru didirikan, peredaran bruto penghasilan didasarkan pada penghasilan bulan pertama yang disetahunkan.
On June 8, 2018, Government Regulation No. 23 Year 2018 (GR 23) was issued, effective on July 1, 2018, which apply a final tax regulation on business income of individual and corporate taxpayers, excluding permanent establishments, with a gross turnover of less than Rp 4.8 billion per annum. Qualifying taxpayers are subject to a 0.5% tax on their monthly gross turnover. This tax is in nature of an income tax and represents a final tax liability.
Pursuant to the regulation, certain taxpayers are excluded from this final tax, among others corporate taxpayers which have not yet started commercial operations, and taxpayers whose annual gross turnover exceeds Rp 4.8 billion within a year after commencing its commercial operation.
Specific rules are provided for a determination of the annual gross turnover and will be based on the annual gross turnover of the last fiscal year before issuance of this regulation. Annual extrapolation may be necessary if the last fiscal year does not cover the full twelve-month period. For taxpayers who just registered in the year when this regulation takes effect, the annual gross turnover will be determined by annualizing the gross turnover from the date of tax registration up to one month before issuance of this regulation. For newly established tax payers, the annual gross turnover will be based on income of the first month, annualized for twelve month.
50
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Beban Pajak Final (lanjutan)
Kerugian fiskal sehubungan dengan penghasilan yang dikenakan pajak final ini, yang terjadi pada tahun penerapan pajak final tidak dapat dikompensasikan. Kerugian fiskal sehubungan dengan kegiatan usaha yang tidak diperhitungkan pada pajak final, hanya dapat dipehitungkan pada pajak yang berlaku umum.
Penghasilan lain wajib pajak selain dari usaha yang tidak dikenakan pajak final 0,5% ini, akan dikenakan pajak yang berlaku umum.
Wajib pajak yang memenuhi kriteria untuk dikenakan pajak final dalam tahun fiskal akan dikenakan tarif pajak normal pada tahun berikutnya jika pada tahun berjalan peredaran bruto penghasilan tahunannya melebihi Rp 4,8 milyar.
c. Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian terdiri dari komponen sebagai berikut:
16. TAXATION (continued)
b. Final Tax Expense (continued)
Tax losses relating to income subject to this final tax, which are incurred in the year the application of the final tax, can not be compensated. Tax losses relating to business activities not subject to the final tax may be carried forward, subject to the general rules.
Other income of qualifying taxpayers other than from business that is not subject to this 0.5% final tax will be taxed according to the prevailing tax regulations.
A taxpayer that qualifies for this final tax in a fiscal year may be subject to normal tax in the next year if in the current year its annual turnover exceeds Rp 4.8 billion.
c. Income Tax Expense
Income tax expense as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income consist of:
| 2020 Pajak kini Perusahaan - Entitas Anak 485.758.900 Jumlah 485.758.900 Pajak tangguhan Perusahaan - Entitas Anak 3.206.830.407 Jumlah 3.206.830.407 Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 3.692.589.307 Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut: |
2019 Current tax - ompany 3.407.288.500 Subsidiaries 3.407.288.500 Total Deferred tax - Company (782.739.605 ) Subsidiaries (782.739.605) Total Income tax expense per consolidated statements of profit or loss and other 2.624.548.895 comprehensive income A reconciliation between profit (loss) before final and income tax expense, as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, and estimated tax income (loss) for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows: |
|---|---|
| 2020 Laba (rugi) sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (7.516.492.010 ) Rugi (laba) Entitas Anak sebelum beban pajak penghasilan 9.030.401.931 Laba sebelum beban pajak Penghasilan - Perusahaan 1.513.909.921 |
2019 Profit (loss) before final and income tax expense per consolidated statements of profit or loss and 3.295.191.641 other comprehensive income Loss (profit) of Subsidiaries before (2.256.009.428 ) income tax expense Profit before income tax 1.039.182.213 expense - Company |
|---|---|
51
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
- c. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)
16. TAXATION (continued)
- c. Income Tax Expense (continued)
| 2020 Beda tetap Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final (470.091.596) Lain-lain (1.043.818.325) Taksiran penghasilan kena pajak Perusahan - tahun berjalan - Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran utang pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 2020 Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) Perusahaan - Entitas Anak 4.415.990.000 Beban pajak penghasilan - tahun berjalan Perusahaan - Entitas Anak 485.758.900 Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian - tahun berjalan 485.758.900 Pajak penghasilan dibayar di muka (Pasal 23 dan 25) Perusahaan - Entitas Anak (2.469.932.528 ) Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka (2.469.932.528 ) Taksiran utang pajak penghasilan Perusahaan - Entitas Anak 485.758.900 Taksiran klaim pajak penghasilan Perusahaan - Entitas Anak 2.469.932.528 |
2019 Permanent differences Income already subjected (123.652.801 ) to final tax (915.529.412 ) Others Estimated taxable income of - the Company - current year Income tax expense (current year) and the computation of the estimated income tax payable are as follows: 2019 Estimated taxable income (rounded off) - Company 13.629.154.000 Subsidiaries Income tax expense - current year - Company 3.407.288.500 Subsidiaries Income tax expense per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive 3.407.288.500 income - current year Prepayments of income taxes (Articles 23 and 25) - Company (3.349.578.829 ) Subsidiaries (3.349.578.829 ) Total prepayments of income taxes Estimated income tax payable - Company 57.709.671 Subsidiaries Estimated claim for income tax refunds - Company - Subsidiaries |
|---|---|
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income tax expense as calculated by applying the prevailing tax rate to profit (loss) before income tax expense, and income tax expense as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:
2020 2019
Laba (rugi) sebelum beban pajak final Profit (loss) before final and income tax dan pajak penghasilan menurut expense per consolidated laporan laba rugi dan penghasilan statements of profit or loss and komprehensif lain konsolidasian (7.516.492.010 ) 3.295.191.641 other comprehensive income
52
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban Pajak Penghasilan (lanjutan)
16. TAXATION (continued)
- c. Income Tax Expense (continued)
2020
2019
| Laba (rugi) sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (dibulatkan) (7.516.492.000) Beban pajak penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku (1.653.628.240 ) Pengaruh pajak atas beda tetap: Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final (893.705.357 ) Rugi fiskal yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan 2.965.935.269 Lain-lain 3.273.987.635 Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 3.692.589.307 |
Profit (loss) before final and income tax expense per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive 3.295.191.000 income (rounded off) Income tax expense computed 823.797.750 using the prevailing tax rate Tax effect of permanent differences: Income already subjected (1.150.835.107 ) to final tax Allowances for deferred tax assets arising from unrecoverable tax loss - carryforward 2.951.586.252 Others Income tax expense per consolidated statements of profit or loss and other 2.624.548.895 comprehensive income |
|---|---|
Taksiran penghasilan kena pajak tahun 2019 tersebut telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) yang disampaikan oleh Perusahaan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Perusahaan akan menyampaikan SPT tahun 2020 kepada KPP sesuai dengan perhitungan taksiran penghasilan kena pajak tersebut di atas.
d. Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
The above estimated taxable income for 2019 conform with the amounts shown in Annual Income Tax Return (SPT) reported to the Tax Office. The Company will report SPT year 2020 to the Tax Office which conform with the amounts shown in above estimated taxable income.
d. Deferred Tax Liabilities - Net
The deferred tax effects of the significant temporary differences between commercial and tax reporting are as follows:
2020
| Entitas Anak Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Aset tetap Penyisihan penurunan nilai piutang usaha Liabilitas pajak tangguhan - bersih |
Saldo Awal/ Beginning Balance 4.258.695.299 (41.487.826.776 ) - (37.229.131.477 ) |
Dibebankan pada Laba Rugi/ Charged to Profit or Loss (5.301.101.906) 307.333.224 1.786.938.275 (3.206.830.407) |
Dikreditkan pada Penghasilan Komprehensif Lain/ Credited to Other Comprehensive Income 1.469.509.853 - - 1.469.509.853 |
Saldo Akhir/ Ending Balance Subsidiary Estimated liabilities 427.103.246 for employees‟ benefits (41.180.493.552) Fixed assets Allowance for impairment 1.786.938.275 of trade receivables Deferred tax liabilities (38.966.452.031) - net |
Subsidiary |
|---|---|---|---|---|---|
53
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
16. TAXATION (continued)
d. Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih (lanjutan)
d. Deferred Tax Liabilities - Net (continued)
| Entitas Anak Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan Aset tetap Liabilitas pajak tangguhan - bersih |
2019 | 2019 | Saldo Akhir/ Ending Balance Subsidiary Estimated liabilities 4.258.695.299 for employees‟ benefits (41.487.826.776) Fixed assets Deferred tax liabilities (37.229.131.477) - net |
Subsidiary | |
|---|---|---|---|---|---|
| Saldo Awal/ Beginning Balance 4.267.519.029 (41.694.955.423 ) (37.427.436.394 ) |
Dikreditkan pada Laba Rugi/ Credited to Profit or Loss 575.610.958 207.128.647 782.739.605 |
Dibebankan pada Penghasilan Komprehensif Lain/ Charged to Other Comprehensive Income (584.434.688 ) - (584.434.688 ) |
e. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan dan Entitas Anak menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment) . Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu. Tarif pajak yang baru tersebut digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak.
- e. Administration
Under the taxation laws of Indonesia, the Company and Subsidiaries submit tax return on the basis of self assessment. The Directorate General of Taxation (DGT) may assess or amend taxes within 5 (five) years of the time the tax becomes due.
On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3% for corporate income tax payers that fulfill certain criteria. The new tax rates is used as reference to measure the Company and Subsidiaries' current and deferred tax assets and liabilities.
17. UTANG USAHA
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, akun ini merupakan utang usaha dalam mata uang Rupiah kepada pemasok, pihak ketiga sebesar Rp 2.248.081.855 dan Rp 779.259.248.
Rincian umur utang usaha dihitung sejak tanggal terjadinya utang adalah sebagai berikut:
17. TRADE PAYABLES
As of December 31, 2020 and 2019, this account represents payable to suppliers, third parties, in Rupiah currency, amounted to Rp 2,248,081,855 and Rp 779,259,248.
The details of aging of trade payables based on recognition date are as follows:
| Belum jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari Di atas 60 hari Jumlah |
2020 1.714.825.215 53.425.860 900.600 478.930.180 2.248.081.855 |
2019 80.772.450 Not yet due 657.280.858 1 - 30 days 41.205.940 31 - 60 days - Over 60 days 779.259.248 Total |
|---|---|---|
54
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
17. UTANG USAHA (lanjutan)
17. TRADE PAYABLES (continued)
Tidak ada jaminan yang secara khusus diberikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak atas saldo utang usaha di atas.
There is no collateral that specifically granted by the Company and Subsidiaries over the trade payables.
18. UTANG LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, sebagian besar akun ini merupakan penerimaan jasa pelayanan (service charge) yang diterima dari pelanggan, pihak ketiga, dan akan dibagikan kepada karyawan, yaitu masing-masing sebesar Rp 410.580.758 dan Rp 710.642.209.
18. OTHER PAYABLES
As of December 31, 2020 and 2019, most of this account represent the service charge received from customers, third parties, and will be distributed to employees amounted to Rp 410,580,758 and Rp 710,642,209, respectively.
19. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
19. UNEARNED REVENUES
This account consist of:
| Akun ini terdiri dari: Pihak Ketiga-Rupiah Deposit tamu Sewa Document based Electronic know your customer Short message service - one time password Lain-lain Jumlah |
2020 4.153.443.715 509.852.574 - - - 84.056.465 4.747.352.754 |
This account consist of: 2019 Third Parties- Rupiah 3.100.669.928 Guest deposits 584.595.558 Rentals 1.710.502.045 Document based 805.029.200 Electronic know your customer Short message service - 206.494.300 one time password 386.519.503 Others 6.793.810.534 Total |
Third Parties- Rupiah |
|---|---|---|---|
20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari beban yang masih harus dibayarkan atas:
20. ACCRUED EXPENSES
This account consist of accrued expenses for:
| Listrik, air, gas dan telepon Jasa profesional Jamsostek Lain-lain Jumlah |
2020 220.127.603 197.831.000 - 749.320.947 1.167.279.550 |
2019 686.389.436 Electricity, water, gas and telephone 379.852.000 Professional fees 177.490.276 Employees social security 654.249.912 Others 1.897.981.624 Total |
|---|---|---|
21. PENYISIHAN UNTUK PENGGANTIAN PERABOT DAN PERLENGKAPAN HOTEL SERTA KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Akun ini terdiri dari:
21. PROVISION FOR REPLACEMENT OF HOTEL’S FURNITURE AND EQUIPMENT, AND EMPLOYEES’ WELFARE
This account consists of:
2020 2019 Kesejahteraan karyawan 179.736.408 100.811.884 Employees‟ welfare Penggantian atas perabot dan perlengkapan hotel yang hilang Replacement for lost and breakage atau rusak 60.044.136 - of hotel‟s furniture and equipment Jumlah 239.780.544 100.811.884 Total
55
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
21. PENYISIHAN UNTUK PENGGANTIAN PERABOT DAN PERLENGKAPAN HOTEL SERTA KESEJAHTERAAN KARYAWAN (lanjutan)
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan untuk penggantian perabot dan perlengkapan hotel serta kesejahteraan karyawan tersebut cukup untuk menutupi penggantian peralatan yang hilang dan rusak serta realisasi pembayaran untuk kesejahteraan karyawan.
21. PROVISION FOR REPLACEMENT OF HOTEL’S FURNITURE AND EQUIPMENT, AND EMPLOYEES’ WELFARE (continued)
Management believes that the above allowance for replacement of hotel‟s furniture and equipment, and employees‟ welfare is adequate to cover replacement of lost and breakage of hotel‟s furniture and equipment and the payment realization for employees‟ welfare.
22. LIABILITAS SEWA
Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
22. LEASE LIABILITIES
The details of lease liabilities are as follows:
2020
| Liabilitas sewa Bagian jangka pendek Bagian jangka panjang Jumlah |
Lease liabilities 229.966.188 Current portion 240.731.135 Non-current portion 470.697.323 Total |
|---|---|
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
Amounts recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2020/ For the Year Ended December 31, 2020 Bunga atas liabilitas sewa 22.033.812 Interest on lease liabilities Beban penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets Beban umum dan administrasi (Catatan 30) 252.000.000 General and administrative expenses (Note 30)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS
SD, Entitas Anak, mencatat estimasi liabilitas atas SD, Subsidiary, recorded the estimated liabilities for imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2020 employees‟ benefits as of December 31, 2020 and 2019, dan 2019 berdasarkan perhitungan aktuaria yang based on the actuarial calculation prepared by dilakukan oleh PT Kompujasa Aktuaria Indonesia, PT Kompujasa Aktuaria Indonesia, an independent aktuaris independen, berdasarkan laporannya, tertanggal actuary, based on its report, dated March 2, 2021 and 2 Maret 2021 dan 11 Februari 2020 dengan February 11, 2020 that applied the “Projected Unit Credit” menggunakan metode “Projected Unit Credit“ . method.
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
Key assumptions used for actuarial calculation are as follows:
| Umur pensiun | : | 55 tahun/years | : | Retirement age |
|---|---|---|---|---|
| Tingkat kenaikan gaji tahunan | : | 9% per tahun/per year | : | Annual salary increase rate |
| Tingkat diskonto | : | 7% (2019: 8%) per tahun/per year | : | Discount rate |
| Tabel mortalitas | : | TMI-2019 (2019: TMI-2011) | : | Mortality rate |
| Tingkat kecacatan | : 10% dari tingkat mortalitas/10% from mortality rate | : | Disability rate |
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan konsolidasian, beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
Analysis of estimated liabilities for employees‟ benefits presented as “Estimated Liabilities for Employees‟ Benefits” in the consolidated statements of financial position, and employees‟ benefits expense as recorded in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:
56
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)
-
a. Beban imbalan kerja karyawan
-
a. Employees’ benefits expense
| Biaya jasa kini Beban bunga Biaya pemutusan hubungan kerja Dampak kurtailmen atau penyelesaian program Biaya jasa lalu Beban (pendapatan) imbalan kerja karyawan tahun berjalan |
2020 323.840.045 1.362.782.496 11.939.498.407 (15.179.307.550 ) (8.144.305.787 ) (9.697.492.389 ) |
|---|---|
-
2019
-
1.184.047.183 Current service costs 1.365.606.089 Interest costs Termination of employment
-
- contract cost Effect of curtailments or
-
- settlements - Past service costs
Employees’ benefits expense 2.549.653.272 (income) for current year
- b. Mutasi nilai bersih atas liabilitas imbalan kerja karyawan
| Saldo awal liabilitas bersih Beban (pendapatan) imbalan kerja karyawan tahun berjalan Pembayaran selama tahun berjalan Rugi (laba) komprehensif lain Saldo akhir liabilitas bersih |
2020 17.034.781.198 (9.697.492.389 ) (11.939.498.407 ) 6.679.590.243 2.077.380.645 |
|---|---|
-
b. The change in liabilities of employees’ benefits
-
2019
-
17.070.076.118 Beginning balance of liabilities Employees‟ benefits expense
-
2.549.653.272 (income) for current year Payment of employees‟
-
(247.209.439 ) benefits for current year
-
(2.337.738.753 ) Other comprehensive loss (income) 17.034.781.198 Ending balance of liabilities
-
c. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
| Nilai kini liabilitas imbalan kerja Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian |
2020 2.077.380.645 2.077.380.645 |
|---|---|
-
c. Estimated liabilities for employees’ benefits
-
2019
Present value of employees‟ 17.034.781.198 benefits obligation Net liabilities recognized in the consolidated statements 17.034.781.198 of financial position
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Management believes that the above estimated liabilities are adequate to cover the prevailing requirements.
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pasca-kerja dan beban jasa kini dan beban bunga, masing-masing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:
The following tables summarize the sensitivity to a reasonably possible change in market interest rates, with all other variables held constant, of the obligation for postemployment and current service cost and interest cost as of December 31, 2020 and 2019, respectively:
| Kenaikan suku bunga dalam 1 poin persentase Penurunan suku bunga dalam 1 poin persentase |
202 | 0 Beban jasa kini dan beban bunga/ Current service cost and interest cost (30.277.120 ) 35.553.218 |
201 | 9 Beban jasa kini dan beban bunga/ Current service cost and interest cost Increase in interest rate (87.088.855 ) in 1 percentage point Decrease in interest rate 98.455.161 in 1 percentage point |
|---|---|---|---|---|
| Kewajiban imbalan pascakerja/ Obligation for post- employment benefits (209.130.461) 245.030.676 |
Kewajiban imbalan pascakerja/ Obligation for post- employment benefits (1.251.231.601 ) 1.480.557.761 |
57
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Jadwal jatuh tempo dari program imbalan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
23. ESTIMATED LIABILITIES FOR EMPLOYEES’ BENEFITS (continued)
The maturity profile of post-employment benefit obligation as of December 31, 2020 and 2019 as follows:
| Dalam 1 tahun 2 - 5 tahun 6 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun |
2020 581.355.818 - - 17.234.625.140 |
2019 2.280.089.817 Within 1 year 6.126.847.632 2 - 5 years 14.012.063.700 6 - 10 years 47.634.051.935 More than 10 years |
|---|---|---|
24. MODAL SAHAM
24. CAPITAL STOCK
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan Daftar Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
The composition of the Company's shareholders on December 31, 2020 and 2019 based on Company‟s Share Registrar issued by PT Adimitra Jasa Korpora, Share Registrar, are as follows:
Pemegang Saham Lucas SH CN Masyarakat (masing-masing dengan kepemilikan kurang dari 5%) Jumlah |
Jumlah Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Shares Issued and Fully Paid 396.173.600 50.500.575 446.674.175 |
Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership (%) 88,69 11,31 100,00 |
Jumlah/ Amount 79.234.720.000 10.100.115.000 89.334.835.000 |
Shareholders |
|---|---|---|---|---|
| Lucas SH CN Others (each with ownership interest below 5%) Total |
Tidak terdapat anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
Seluruh saham Perusahaan telah dicatat di Bursa Efek Indonesia.
‟ Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.
There is no Commissioners and Directors who own the share of the Company, based on the records maintained by the Company‟s Share Registrar as of December 31, 2020 and 2019.
All of the Company‟s shares are listed on the Indonesia Stock Exchange.
Capital Management
The primary objective of the Company and Subsidiaries‟ capital management is to ensure that they maintain healthy capital ratios in order to support their business and maximize shareholder value.
The Company and Subsidiaries are also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements will be considered with by the Company and Subsidiaries, in next Annual General Shareholders Meeting (“AGM”).
58
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
24. MODAL SAHAM (lanjutan)
‟ Pengelolaan Modal (lanjutan)
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak terdapat perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.
Berikut adalah rasio pengungkit ( gearing ratio ) yang merupakan perbandingan antara jumlah liabilitas (dikurangi kas dan setara kas) terhadap jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019:
24. CAPITAL STOCK (continued)
Capital Management (continued)
The Company and Subsidiaries manage their capital structure and make adjustments to it in light of changes in economic conditions. In order to maintain or adjust the capital structure, the Company and Subsidiaries may adjust the proposed dividend payment to shareholders, issue new shares, or raise additional debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes for managing capital during the years ended December 31, 2020 and 2019.
The following is the leverage ratio (gearing ratio) which is the comparison between total liabilities (net of cash and cash equivalents) to total equity as of December 31, 2020 and 2019:
| Jumlah liabilitas Dikurangi kas dan setara kas Liabilitas (aset) - bersih Jumlah ekuitas Gearing ratio |
2020 51.589.144.973 (77.841.604.715 ) (26.252.459.742 ) 342.691.195.224 (7,66%) |
2019 66.308.261.273 Total liabilities (64.844.741.788 ) Less cash and cash equivalents 1.463.519.485 Liabilities (assets) - net 372.762.117.283 Total equity 0,39% Gearing ratio |
|---|---|---|
25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
25. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET
The details of this account are as follows:
| Agio saham yang berasal dari: Penawaran umum saham (Catatan 1b) Pelaksanaan Waran Seri I (Catatan 1b) Biaya emisi efek ekuitas Aset pengampunan pajak Bersih |
2020 1.750.000.000 _2_33.483.500 (1.266.590.737 ) 400.000.000 1.116.892.763 |
2019 Additional paid-in capital arising from: Initial public offering 1.750.000.000 (Note 1b) Exercise of Series I Warrants 2_33.483.500 (Note 1b) (1.266.590.737 ) _Share issuance costs 400.000.000 Tax amnesty assets 1.116.892.763 Net |
|---|---|---|
26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perusahaan yang diadakan pada tanggal 27 Agustus 2020, para pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 50.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2019, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES
Based on the Limited Liability Company Law, the Company is required to appropriate provision for general reserve until the said reserve reaches 20% of the issued and fully paid capital.
Based on the Company‟s Annual Shareholders‟ General Meeting (AGM) on August 27, 2020, the Company‟s Shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders. On the same AGM, the Company‟s Shareholders also agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 50,000,000 from net income in 2019, in accordance with the existing regulations.
59
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
26. DIVIDEN TUNAI DAN DANA CADANGAN UMUM (lanjutan)
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perusahaan yang diadakan pada tanggal 21 Juni 2019, para pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 50.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2018, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
26. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVES (continued)
Based on the Company‟s Annual Shareholders‟ General Meeting (AGM) on June 21, 2019, the Company‟s Shareholders declared no cash dividends to be distributed to shareholders. On the same AGM, the Company‟s Shareholders also agreed to appropriate portions of retained earnings for general reserve purposes amounting to Rp 50,000,000 from net income in 2018, in accordance with the existing regulations.
27. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
27. NON-CONTROLLING INTEREST
Kepentingan non-pengendali atas aset bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut:
Non-controlling interests on net assets of consolidated subsidiaries are as follows:
| PT Sanggraha Dhika PT Sentral Pembayaran Indonesia PT Solusi Net Internusa PT Cahaya Bintang Sukses Saldo akhir |
2020 135.848.314.411 20.678.169.911 - - 156.526.484.322 |
2019 145.563.384.773 PT Sanggraha Dhika 18.238.018.491 PT Sentral Pembayaran Indonesia 10.746.845.251 PT Solusi Net Internusa 437.708.393 PT Cahaya Bintang Sukses 174.985.956.908 Ending balance |
|---|---|---|
Kepentingan non-pengendali atas laba (rugi) komprehensif Entitas Anak yang dikonsolidasikan adalah sebagai berikut:
Non-controlling interests on comprehensive gain (loss) of consolidated Subsidiaries are as follows:
| PT Sanggraha Dhika PT Sentral Pembayaran Indonesia PT Solusi Net Internusa PT Cahaya Bintang Sukses Saldo akhir |
2020 (9.715.070.362) 908.839.239 - - (8.806.231.123 ) |
2019 6.113.736.573 PT Sanggraha Dhika (3.915.429.660 ) PT Sentral Pembayaran Indonesia (3.106.103.182 ) PT Solusi Net Internusa (84.130.531 ) PT Cahaya Bintang Sukses (991.926.800 ) Ending balance |
|---|---|---|
28. BEBAN DEPARTEMENTALISASI LAINNYA
28. OTHER COST OF DEPARTMENT
| Akun ini terdiri dari: Kamar Makanan dan minuman Fitness dan spa Binatu Lain-lain Jumlah |
2020 971.173.664 495.776.844 18.237.294 3.925.856 595.086 1.489.708.744 |
This account consists of: 2019 2.474.461.981 Room 959.995.289 Food and beverages 36.824.415 Fitness and spa 15.887.192 Laundry 2.462.915 Others 3.489.631.792 Total |
|---|---|---|
60
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
29. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN
29. SELLING AND MARKETING EXPENSES
This account consist of:
Akun ini terdiri dari:
| Perjalanan dinas Iklan dan promosi Komisi Lain-lain Jumlah |
2020 31.640.990 25.567.931 8.250.000 89.857.163 155.316.084 |
|---|---|
| 2019 |
|
|---|---|
| 36.676.317 | Travelling |
| 108.357.879 | Advertising and promotion |
| 272.900.000 | Commission |
| 307.293.737 |
Others |
| 725.227.933 | Total |
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
30. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
This account consist of:
| Penyusutan dan amortisasi (Catatan 13 dan 15) Gaji dan tunjangan Listrik, gas, air dan energi Perizinan dan pajak Pemeliharaan dan teknik Pengolahan data Jasa profesional Asuransi Penyusutan aset hak-guna (Catatan 14) Internet Peralatan kantor dan cetakan Transportasi Imbalan kerja karyawan (Catatan 23) Sewa Lain-lain Jumlah |
2020 16.337.605.538 11.025.818.921 5.642.767.390 2.017.695.328 1.625.728.311 884.258.876 648.951.734 311.851.014 252.000.000 162.405.500 160.021.354 143.101.141 - - 1.989.505.652 41.201.710.759 |
2019 Depreciation and amortization 16.990.870.516 (Notes 13 and 15) 16.432.154.762 Salary and wages 9.639.652.318 Electricity, gas, water and energy 2.876.156.645 License and taxes 1.849.614.195 Maintenance and engineering 1.409.270.131 Data processing 1.159.887.063 Professional fees 383.541.284 Insurance Depreciation of right-of-use - assets (Note 14) 508.793.883 Internet 216.225.687 Office supplies and stationery 590.248.970 Transportation 2.549.653.272 Employees‟ benefits (Note 23) 1.662.513.500 Rent 5.784.473.982 Others 62.053.056.208 Total |
|---|---|---|
31. SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Rincian saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Jumlah/ Amount 2020 2019 Piutang Pihak Berelasi PT Solusi Net International 24.000.000.000 24.000.000.000 Jahja Adi Dharma Putra Prawiro Utomo - 15.000.000.000 Jumlah 24.000.000.000 39.000.000.000
31. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
The details of accounts with related parties is as follows:
Persentase Terhadap Jumlah Aset (%)/
Percentage to Total Assets (%)
| 2020 6,08 - 6,08 |
2019 5,46 3,42 8,88 |
Due from Related Parties |
|---|---|---|
| PT Solusi Net International Jahja Adi Dharma Putra Prawiro Utomo Total |
61
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
31. SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued)
The nature of relationship with the related parties is as follows:
| Pihak-pihak berelasi/ Related parties PT Solusi Net International Jahja Adi Dharma Putra Prawiro Utomo |
Hubungan/Relationship Pemegang Saham Entitas Anak/ Subsidiaries shareholders Pemegang Saham Entitas Anak pada tahun 2019/ Subsidiaries shareholders in 2019 |
Jenis transaksi/ Nature of transactions |
|---|---|---|
| Transaksi keuangan/Financial transaction Transaksi keuangan/Financial transaction |
Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati kedua belah pihak yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
Pada tahun 2020 dan 2019, jumlah beban yang diakui Perusahaan dan Entitas Anak sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci adalah sebagai berikut:
Transaction with related party was conducted under term and conditions agreed between the parties, which may not be the same as those of the transaction with unrelated parties.
In 2020 and 2019, the total amount of expenses recognized by the Company and Subsidiaries relating to gross compensation for the key management are as follows:
| Imbalan pascakerja Imbalan kerja jangka pendek Jumlah |
Jumlah/ Total 2020 2019 2.077.380.645 1.470.241.905 1.209.794.346 1.718.573.082 3.287.174.991 3.188.814.987 |
Persentase Terhadap Jumlah Beban (%)/ Percentage to Total Expenses (%) 2020 2019 5,02 2,34_Post-employment benefits_ Short-term 2,93 2,74 employee benefits 7,95 5,08 Total |
|---|---|---|
| 2020 2.077.380.645 1.209.794.346 3.287.174.991 |
2020 5,02 2,93 7,95 |
Manajemen kunci Perusahaan terdiri dari semua anggota dewan komisaris dan direksi.
Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
The Company‟s key management consists of all members of the boards of commissioners and directors.
The amounts disclosed in the table are the amounts recognized as an expense during the reporting period related to the key management personnel.
32. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset moneter dalam mata uang asing, sebagai berikut:
32. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have monetary assets denominated in foreign currencies, as follows:
| Aset Kas dan setara kas |
2020 Ekuivalen Mata Uang Asing/ Equivalent in Foreign Dalam Rupiah/ Currency In Rupiah US$ 2.140.957 30.198.203.987 |
2019 Ekuivalen Mata Uang Asing/ Equivalent in Foreign Dalam Rupiah/ Currency In Rupiah Assets US$ 65.858 915.507.221 Cash and cash equivalents |
Assets |
|---|---|---|---|
| Ekuivalen Mata Uang Asing/ Equivalent in Foreign Currency US$ 2.140.957 |
Ekuivalen Mata Uang Asing/ Equivalent in Foreign Currency US$ 65.858 |
Manajemen secara berkelanjutan senantiasa mengevaluasi struktur aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing. Pada tanggal 17 Mei 2021 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian), kurs ratarata mata uang asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah: US$ 1 = Rp 14.203.
Sustainable management constantly evaluates the structure of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies. As of May 17, 2021 (date of completion of consolidated financial statements), the average rate of exchange issued by Bank of Indonesia is: US$ 1 = Rp 14,203.
62
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
33. LABA (RUGI) PER SAHAM
33. EARNINGS (LOSS) PER SHARE
Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Earning (loss) per share is calculated by dividing income (loss) for the year attributable to equity holders of the parent company by the weighted average of shares outstanding during the year. The calculation are as follows:
| Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar Laba (rugi) per saham |
2020 (4.955.977.085 ) 446.674.175 (11 ) |
|---|---|
2019 Income (loss) for the year attributable to Equity Holders of the 2.479.808.674 Parent Company Weighted average number of shares 446.674.175 outstanding 6 Earnings (loss) per share
34. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO
Instrumen Keuangan
Rincian aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
34. FINANCIAL INSTRUMENTS AND RISK MANAGEMENT
Financial Instruments
The details of the financial assets of the Company and Subsidiaries as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang lain-lain Investasi saham Investasi lain-lain Piutang pihak berelasi Uang jaminan Jumlah Persentase terhadap jumlah aset konsolidasian |
2020 77.841.604.715 10.268.820.000 2.727.858.515 508.411.730 25.000.000.000 - 24.000.000.000 135.929.525 140.482.624.485 35,63% |
2019 64.844.741.788 Cash and cash equivalents 6.521.470.000 Short-term investments 8.191.977.115 Trade receivables 1.076.100.634 Other receivables 25.000.000.000 Investment in share of stock 27.802.000.000 Other investment 39.000.000.000 Due from related parties 124.179.524 Refundable deposits 172.560.469.061 Total Percentage to total consolidated 39,30% assets |
|---|---|---|
-
Akun-akun “Kas dan Setara Kas” dan seluruh akun piutang dikategorikan sebagai “Pinjaman yang Diberikan dan Piutang” dan diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi karena merupakan aset lancar yang berjangka waktu pendek sehingga jumlah tercatatnya telah mendekati nilai wajarnya.
-
Investasi jangka pendek dikategorikan sebagai “Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual” yang dicatat sebesar nilai wajar mengacu pada harga kuotasi yang dipublikasikan pada pasar aktif.
Dengan demikian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai wajar aset keuangan dengan jumlah tercatatnya.
-
The accounts of "Cash and Cash Equivalents" and all receivables‟ account are classified as "Loans and Receivables" are measured at amortized cost as current assets with short-term period, so that the carrying amount approximately at fair value.
-
Short-term investments are classified as “Availablefor-sale (AFS) Financial Assets” which carried at fair value using the quoted prices published in the active market.
Accordingly, as of December 31, 2020 and 2019, there was no significant difference between the fair value of the financial asset with their carrying amount.
63
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Sedangkan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 meliputi akun-akun sebagai berikut:
34. FINANCIAL INSTRUMENTS AND RISK MANAGEMENT (continued)
Financial Instruments (continued)
While the financial liabilities of the Company and Subsidiaries as of December 31, 2020 and 2019 include the accounts of the following:
| Utang usaha Utang lain-lain Beban masih harus dibayar Liabilitas sewa Jumlah Persentase terhadap jumlah liabilitas konsolidasian |
2020 2.248.081.855 533.182.627 1.167.279.550 470.697.323 4.419.241.355 8,57% |
2019 779.259.248 Trade payables 956.165.137 Other payables 1.897.981.624 Accrued expenses - Lease liabilities 3.633.406.009 Total Percentage to total consolidated 5,48% liabilities |
|---|---|---|
Sebagaimana diungkapkan di dalam Catatan 2e, seluruh liabilitas keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi.
-
Akun “Utang Usaha”, “Utang Lain-lain” dan “Beban Masih Harus Dibayar” merupakan liabilitas jangka pendek dan oleh karena itu tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah tercatat dan nilai wajarnya.
-
Nilai wajar atas liabilitas sewa dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.
Dengan demikian pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai wajar liabilitas keuangan dengan jumlah tercatatnya.
Manajemen Risiko
Instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan dan Entitas Anak menimbulkan beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas. Sebagian besar transaksi operasional dilakukan dalam mata uang Rupiah sehingga dengan demikian Perusahaan dan Entitas Anak relatif tidak terekspos terhadap risiko mata uang. Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan diarahkan untuk meminimalisir potensi dan dampak keuangan yang mungkin timbul dari risiko-risiko tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, manajemen tidak memperkenankan adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak:
a. Risiko Kredit
- Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Eksposur terhadap risiko ini berasal dari kredit yang diberikan Perusahaan dan Entitas Anak kepada pelanggan tertentu.
As disclosed in Note 2e, all financial liabilities are measured at amortized cost.
-
“Trade Payables”, “Other Payables” and “Accrued Expenses” accounts are classified as short-term and therefore there was no significant difference between the carrying amount and fair value.
-
The fair value of lease liabilities are determined by discounting cash flows at effective interest rate.
Thus, as of December 31, 2020 and 2019, there was no significant difference between the fair value of financial liabilities with their carrying amount.
Risk Management
Financial instruments held by the Company and Subsidiaries pose some financial risk exposure (credit risk and liquidity risk). Most of the transactions made in Indonesia Rupiah and thus the Company and Subsidiaries are not exposed to currency risk. Financial risk management policy directed to minimize the potential and financial impact that may arise from such risks. In this case, the management does not allow any derivative transactions aimed at speculative.
The summary of the Company and Subsidiaries‟ objectives and financial risk management policies as follows:
a. Credit Risk
Credit risk is the risk that one party to a financial instrument will fail to meet its liabilities and cause the other party to incur a financial loss. Exposure to this risk of credit provided by the Company and Subsidiaries to certain customers.
64
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a. Risiko Kredit (lanjutan)
Untuk meminimalisir risiko ini, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk mewajibkan tamu/pelanggan memberikan uang jaminan dan selain itu memberikan kredit hanya kepada pelanggan tertentu yang kredibel melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih.
Nilai maksimum eksposur adalah sebesar nilai tercatat piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing adalah sebesar Rp 2.727.858.515 dan Rp 8.191.977.115 yang mencerminkan sekitar 0,69% dan 1,87% dari jumlah aset konsolidasian.
Konsentrasi risiko kredit berdasarkan kelompok pelanggan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:
34. FINANCIAL INSTRUMENTS AND RISK MANAGEMENT (continued)
Risk Management (continued)
a. Credit Risk (continued)
To minimize this risk, the Company and Subsidiaries have a policy to require guests/customers provide refundable deposits and the Company and Subsidiaries give credit only to certain credible customers by credit verification procedures. In addition, account receivables balance are monitored continuously to reduce the risk of uncollectible receivables.
The maximum value of the exposure is equal to the carrying amount of trade receivables as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp 2,727,858,515 and Rp 8,191,977,115, which reflecting 0.69% and 1.87% of the total consolidated assets.
The credit risk concentration based on the group of customer as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:
| Lembaga pemerintahan Agen perjalanan Individual Lain-lain Jumlah |
2020 84,23% 0,92% 0,03% 14,82% 100,00% |
2019 83,70% Government agencies 1,50% Travel agents 0,07% Individual 14,73% Others 100,00% Total |
|---|---|---|
Eksposur risiko kredit lainnya dapat timbul dari wanprestasi atas penempatan di bank dalam bentuk rekening giro, deposito berjangka ataupun bentuk lainnya. Kebijakan manajemen untuk meminimalisir risiko ini adalah dengan menempatkan dana atau bentuk investasi jangka pendek lainnya pada bank yang memiliki kredibilitas tinggi.
b. Risiko Likuiditas
Risiko ini timbul ketika Perusahaan dan Entitas Anak mengalami kesulitan dalam memperoleh dana tunai untuk rangka memenuhi komitmen atas instrumen keuangan. Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan manajemen kas yang mencakup proyeksi dalam jangka pendek, menengah dan panjang, menjaga keseimbangan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan, senantiasa memantau rencana dan realisasi arus kas, memaksimalkan upaya-upaya penagihan kepada pelanggan agar dapat melakukan pembayaran secara tepat waktu dan mengatur pola pembelian secara kredit untuk jangka waktu tertentu.
Ikhtisar selisih likuiditas (liquidation gap) antara aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan arus kas pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan adalah sebagai berikut:
Other credit risk exposures can arise from breach of placement in the bank as current accounts, time deposits or others placement. Management policies to minimize this risk by placing the funds or other short-term investments in high credibility banks.
b. Liquidity Risk
This risk arises when the Company and Subsidiaries have difficulty in obtaining cash, in order to meet the commitments on financial instruments. The Company and Subsidiaries implement cash management which includes projections in the short, medium and longterm, maintaining the balance of the maturity profile of financial assets and liabilities, continue to monitor the budget and the realization of cash flows, maximize collection to customers, make payments on time and set the purchases on credit for a certain period.
The summary of excess liquidation between the Company and Subsidiaries' financial assets and liabilities as of December 31, 2020 and 2019 based on cash flows on contractual undiscounted payments are as follows:
65
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
b. Risiko Likuiditas (lanjutan)
34. FINANCIAL INSTRUMENTS AND RISK MANAGEMENT (continued)
Risk Management (continued)
b. Liquidity Risk (continued)
2020
| Aset Keuangan Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang lain-lain Investasi saham Piutang pihak berelasi Uang jaminan Sub-jumlah Liabilitas Keuangan Utang usaha Utang lain-lain Beban masih harus dibayar Liabilitas sewa Sub-jumlah Selisih Likuiditas Aset Keuangan Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang lain-lain Investasi saham Investasi lain-lain Piutang pihak berelasi Uang jaminan Sub-jumlah Liabilitas Keuangan Utang usaha Utang lain-lain Beban masih harus dibayar Sub-jumlah Selisih Likuiditas |
Kurang dari 1 Bulan/ Less than 1 Month 72.431.832.215 10.268.820.000 1.933.994.221 508.411.730 - - - 85.143.058.166 1.768.251.075 533.182.627 1.167.279.550 - 3.468.713.252 81.674.344.914 |
1 Bulan - Lebih dari 1 Tahun/ 1 Tahun/ 1 Month - More than 1 Year 1 Year 5.409.772.500 - - - 697.586.065 96.278.229 - - _-_25.000.000.000 - 24.000.000.000 - 135.929.525 6.107.358.565 49.232.207.754 479.830.780 - - - - - 229.966.188 240.731.135 709.796.968 240.731.135 5.397.561.597 48.991.476.619 2019 |
1 Bulan - Lebih dari 1 Tahun/ 1 Tahun/ 1 Month - More than 1 Year 1 Year 5.409.772.500 - - - 697.586.065 96.278.229 - - _-_25.000.000.000 - 24.000.000.000 - 135.929.525 6.107.358.565 49.232.207.754 479.830.780 - - - - - 229.966.188 240.731.135 709.796.968 240.731.135 5.397.561.597 48.991.476.619 2019 |
Jumlah/ Total Financial Assets 77.841.604.715 Cash and cash equivalents 10.268.820.000 Short-term investments 2.727.858.515 Trade receivables 508.411.730 Other receivables 25.000.000.000_Investment in share of stock_ 24.000.000.000 Due from related parties 135.929.525 Refundable deposits 140.482.624.485 Sub-total Financial Liabilities 2.248.081.855 Trade payables 533.182.627 Other payables 1.167.279.550 Accrued expenses 470.697.323 Lease liabilities 4.419.241.355 Sub-total 136.063.383.130 Difference in Liquidity Jumlah/ Total Financial Assets 64.844.741.788 Cash and cash equivalents 6.521.470.000 Short-term investments 8.191.977.115 Trade receivables 1.076.100.634 Other receivables 25.000.000.000_Investment in share of stock_ 27.802.000.000 Other investment 39.000.000.000 Due from related parties 124.179.524 Refundable deposits 172.560.469.061 Sub-total Financial Liabilities 779.259.248 Trade payables 956.165.137 Other payables 1.897.981.624 Accrued expenses 3.633.406.009 Sub-total 168.927.063.052 Difference in Liquidity |
Financial Assets | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kurang dari 1 Bulan/ Less than 1 Month 52.448.127.288 6.521.470.000 1.127.525.136 1.076.100.634 - - - - 61.173.223.058 738.053.308 956.165.137 1.897.981.624 3.592.200.069 57.581.022.989 |
1 Bulan - 1 Tahun/ 1 Month - 1 Year 12.396.614.500 - 7.064.451.979 - - - - 19.461.066.479 41.205.940 - - 41.205.940 19.419.860.539 |
Lebih dari 1 Tahun/ More than 1 Year - - - - 25.000.000.000 27.802.000.000 39.000.000.000 124.179.524 91.926.179.524 - - - - 91.926.179.524 |
||||
66
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
34. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
c. Risiko Regulasi Pemerintah
Penerbitan regulasi oleh Pemerintah dapat mempengaruhi kegiatan usaha Entitas Anak dibidang perhotelan. Salah satunya yaitu dengan diterbitkannya Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2014 (SE 11) tanggal 17 Nopember 2014 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang Pembatasan Kegiatan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor, yang antara lain menghentikan rencana kegiatan dan rapat-rapat teknis dari instansi pemerintah di luar kantor, seperti di hotel, selama tersedia fasilitas ruang pertemuan di lingkungan instansi pemerintah yang memadai.
Pada tanggal 1 April 2015, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Nomor 06 Tahun 2015 tentang Pedoman Pembatasan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor dalam Rangka Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Kerja Aparatur. Dengan diterbitkannya Peraturan Nomor 06 Tahun 2015 tersebut, Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2014, dinyatakan tidak berlaku.
Seluruh faktor risiko dalam bidang regulasi ini telah dipertimbangkan dan dikaji dengan seksama oleh manajemen dalam mengevaluasi tingkat aktivitas Perusahaan dan Entitas Anak baik sekarang maupun di masa yang akan datang, termasuk dampaknya terhadap kegiatan usaha dan kinerja operasinya.
34. FINANCIAL INSTRUMENTS AND RISK MANAGEMENT (continued)
Risk Management (continued)
- c. Government’s Regulation Risk
The issuance of regulations by the Government may affect the Subsidiary‟s business activities in hospitality. Among others, the implementation of Circular Letter No. 11 Year 2014 (SE 11) dated November 17, 2014 by the Ministry of State Apparatus Reform of the Republic of Indonesia regarding the Restriction for Meeting Activities Outside of Office, which, among others, regulates the restriction of activities and tehnical meetings of government agencies outside of the office, such as in hotels, if the meeting rooms facilities in the government agencies are adequate.
On April 1, 2015, the Ministry of State Apparatus Reform of the Republic of Indonesia has issued Regulation No. 06 Year 2015 regarding the Restriction Guidance for Meeting Activities Outside of Office in Order to Increasing the Efficiency and Effectiveness of Apparatus. In relation to the issuance of Regulation No. 06 Year 2015, the Circular Letter No. 11 Year 2014 was revoked.
Those matters have been carefully considered and reviewed by the management when evaluating the level of current and future activities as well as the impact on their existing business and operational perfomance.
35. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS
Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
35. NON-CASH ACTIVITIES
Supplementary information to the statements of consolidated cash flows relating to non-cash activities follows:
| Kenaikan (penurunan) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek yang tersedia untuk dijual Reklasifikasi uang muka pembelian aset tetap ke aset tetap |
2020 (2.252.050.000 ) 44.712.910 |
2019 Unrealized increase (decrease) in market value of available for 219.525.000 sale marketable securities Reclassification of advances for purchasesof fixed assets 1.666.378.612 to fixed assets |
|---|---|---|
67
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
36. HAL LAINNYA
Kondisi Ekonomi
Pada bulan Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”) telah menetapkan penyebaran wabah virus corona (“Covid-19”) sebagai pandemi global. Wabah Covid-19 telah mempengaruhi operasi Perusahaan dan Entitas Anak, serta operasi pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait durasi dan seberapa besar dampaknya. Dampak wabah Covid-19 terhadap operasi dan kinerja keuangan Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan, termasuk durasi penyebaran wabah, serta dampak terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Perusahaan dan Entitas Anak, yang kesemuanya itu bersifat tidak pasti dan tidak dapat diprediksi pada saat ini.
Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya. Laporan keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas. Namun demikian, sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak masih tetap memiliki kemampuan untuk mengelola dan memenuhi semua kewajiban keuangannya kepada pegawai dan pemasoknya.
Pada bulan Maret 2020, SD, Entitas Anak yang bergerak dibidang perhotelan, terkena dampak atas pandemi Covid-19, yang menyebabkan tingkat hunian hotel mengalami penurunan signifikan. Secara finansial, hal tersebut menyebabkan Entitas Anak mengalami penurunan pendapatan yang sangat signifikan.
Dalam menghadapi situasi saat ini, manajemen telah mengambil langkah-langkah, antara lain sebagai berikut:
-
Menerapkan efisiensi biaya operasional;
-
Penerapan bekerja dari rumah ( working from home ); 3. Menawarkan cuti tak berbayar kepada karyawan; dan
-
Pengajuan relaksasi pembayaran finansial kepada pemasok.
Omnibus Law
Pada bulan November 2020, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani dan mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang No. 11/2020. Undang-Undang ini mengatur 11 klaster, termasuk penyederhanaan perizinan usaha, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi. Omnibus Law dapat berdampak terhadap Perusahaan dan Entitas Anak dalam beberapa hal seperti ketenagakerjaan dan perpajakan.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
36. OTHER MATTER
Economic Conditions
In March 2020, the World Health Organization (“WHO”) declared the outbreak of corona virus (“Covid-19”) a global pandemic. This Covid-19 outbreak has also affected the operations of the Company and Subsidiaries, and its customers and vendors. While disruption is expected to be temporary, there is a considerable uncertainty around the duration and the extent of its impact. The impact of Covid-19 on the Company and Subsidiaries‟ operations and financial performance will depend on certain future developments, including the duration of the spread of the outbreak, and impact to the Company and Subsidiaries‟ employees, customers and vendors, where all of which are uncertain and cannot be predicted at this moment.
The management is closely monitoring the Company and Subsidiaries‟ operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation. These consolidated financial statements do not include any adjustment that might result from the outcome of the aforementioned uncertainty. Nevertheless, up to the completion date of these consolidated financial statements, the management is of the opinion that the Company and Subsidiaries still has the capability to manage and service all of its financial obligations to the employees and vendors.
In March 2020, SD, a Subsidiary that engages in hospitality, has impacted by this Covid-19 pandemic. The hotel occupancy rate decreases significantly, which financially caused decrease in revenues of Subsidiary.
In facing this pandemic situation, management has taken, among others, the following actions:
1. Implementing operational cost efficiencies;
2. Implementing working from home strategy;
3. Offering unpaid leave to employees; and
4. Proactively approaching and negotiating with suppliers for financial stimulus.
Omnibus Law
In November 2020, the President of the Republic of Indonesia officially signed and enacted the Omnibus Law on Job Creation through the issuance of Law No. 11/2020. This Law regulates 11 clusters, including simplification of business licensing, investment requirements, employment, ease of empowering micro, small and medium cooperatives (MSMEs), ease of doing business, support for innovation research, government administration, imposition of sanctions, land procurement, investment and government project, and economic zones. This Omnibus Law may affect the Company and Subsidiaries in certain matters such as: employment and taxation.
68
These Consolidated Financial Statements are Originally Issued in Indonesian Language.
PT ARTHAVEST TBK DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
36. HAL LAINNYA (lanjutan)
Omnibus Law (lanjutan)
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul atas penerapan Undang-Undang tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasiannya.
37. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan dan Entitas Anak pada saat efektif.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2021
-
Amandemen PSAK 22: Definisi Bisnis.
-
Amandemen PSAK 71 - Instrumen Keuangan, Amandemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, Amandemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi dan Amandemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2022
-
Amandemen PSAK 22 - “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”.
-
Amandemen PSAK 57 - “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Mengganggu - Biaya Pemenuhan Kontrak”.
-
- Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71 - “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian „10 persen‟ untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan”.
Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023
- Amandemen PSAK 1 - “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”.
Perusahaan dan Entitas Anak sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
PT ARTHAVEST TBK AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2020 AND FOR THE YEAR THEN ENDED (EXPRESSED IN RUPIAH, UNLESS OTHERWISE STATED)
36. OTHER MATTER (continued)
Omnibus Law (continued)
Up to the completion date of these consolidated financial statements, the Company and Subsidiaries are evaluating the impact of this law to its consolidated financial statements.
37. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Company and Subsidiaries‟ consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Company and Subsidiaries when these standard become effective.
Effective beginning on or after January 1, 2021
-
Amendments to PSAK 22: Definition of a Business.
-
- Amendments to PSAK 71 - Financial Instruments, Amendments to PSAK 55: Financial Instruments: Recognition and Measurement, Amendments to PSAK 60: Financial Instruments: Disclosures, Amendments to PSAK 62: Insurance Contracts and Amendments to PSAK 73: Leases on Interest Rate Reference Reform - Stage 2.
Effective beginning on or after January 1, 2022
-
Amendments to PSAK 22 - “Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks”.
-
Amendments to PSAK 57 - “Provisions, Contingent Liabilities, Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs”.
-
2020 Annual Improvements - PSAK 71 - “Financial Instruments - Fees in the „10 percent‟ test for derecognition of financial liabilities”.
Effective beginning on or after January 1, 2023
- Amendments to PSAK 1 - “Classification of Liabilities as Current or Non-current”.
The Company and Subsidiaries are presently evaluating and have not yet determined the effects of these new and amended accounting standards on the consolidated financial statements.
69