Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Steady Safe Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69672_rns_2020-12-31_aef4c403-4e1c-47d8-b4f2-a1ba92ad994b.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT STEADY SAFE Tbk

Laporan Auditor Independen/ Independent Auditor's Report

Untuk tahun yang berakhir pada/ For the years ended

December 31, 2020 and 2019 31 Desember 2020 dan 2019/

Halaman/ Page

Surat Pernyataan Direksi Board of Director's Statement
Laporan Keuangan Financial Report
Laporan posisi keuangan 1-3 Balance sheet
Laporan laba (rugi) 4-5 Income statement
Laporan perubahan ekuitas 6 Stetment of equity changes
Laporan arus kas 7 Statement of cashflow
Catatan atas laporan
keuangan
8 - 72 Notes to the financial
statements
Nama
Alamat
: John Pieter Sembiring
: Jl. Mujair IX No. 21, T 001 RW 009
Kel. Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas
Depok
Name
Address
: John Pieter Sembiring
: Jl. Mujair IX No. 21, T 001 RW 009
Kel. Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas
Depok
Jabatan : Direktur Utama Title : President Director
Nama
Alamat
: Ahmad Fahmi
: Jl. Kalibata Utara V RT 09 RW 02.
Kel. Kalibata, Kec. Pancoran
Jakarta Selatan
Name
Address
: Ahmad Fahmi
: Jl. Kalibata Utara V RT 09 RW 02.
Kel. Kalibata, Kec. Pancoran
Jakarta Selatan
Jabatan : Direktur Keuangan Title : Finance Director

PT STEADY SAFE,Tbk PT STEADY SAFE,Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

POSITION

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL

Per 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam Rupiah) (Stated in Rupiah)

Catatan/
Notes
2020 2019
ASET ASSETS
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha Pihak Ketiga
Piutang lain-lain pihak berelasi
setelah dikurangi cadangan
penurunan nilai sebesar
Rp.5.211.350.000,-
pada
tahun
2020
dan
tahun
2019
2f,2g,4,29
2c,2g,5,29
2c,2g,5
4.716.254.537
10.270.952.990
5.725.653.266
12.631.807.990
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalent
Trade receivables
Other receivables related parties
after deducting reserves
decrease in value by
Rp.5.211.350.000 in 2020
and 2019
Piutang lain-lain
setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai sebesar
Rp.3.714.647.156,-
2.767.022.677 2.531.866.677 Driver Receivable
after deducting reserves
decrease in value by
Rp.3.714.647.156
pada tahun 2020 dan 2019
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka
2g,6,29
2k
6
819.727.032
5.487.448
2.402.651.093
1.000.436.008
5.487.448
3.544.778.208
in 2020 and 2019
prepaid taxes
Prepaid expenses
Jumlah aset lancar 20.982.095.779 25.440.029.596 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON CURRENT ASSETS
Aset pajak tangguhan
Investasi pada entitas anak dan
entitas asosiasi
Aset tetap setelah dikurangi
2k,13d
2c,7
-
558.850.000
981.221.752
558.850.000
Deferred tax assets
Investment in subsidiaries and
associate
akumulasi penyusutan sebesar
Rp.143.922.087.616,- pada
tahun 2020 dan
Rp117.999.828.244,- pada
2019.
2h,2i,9 300.581.655.863 330.472.107.495 Fixed
assets
after
deducting
accumulated
depreciation
of
Rp.143.922.087.6161,-
in
2020
and
Rp117.999.828.244,- in 2019
Jumlah aset tidak lancar 301.140.505.863 332.012.179.247 Total non current assets
JUMLAH ASET 322.122.601.641 357.452.208.843 TOTAL ASSETS

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

PT STEADY SAFE,Tbk PT STEADY SAFE,Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

POSITION

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL

Per 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019 (Disajikan dalam Rupiah) (Stated in Rupiah)

Catatan/
Notes
2020 2019
LIABILITAS DAN DEFESIENSI
MODAL
LIABILITIES AND CAPITAL
DEFICIENCY
Liabilitas jangka Pendek Current Liabilities
Utang lain-lain Other debts
Pihak ketiga 2g,10,29 83.050.327.510 81.987.926.366 Third party
Pihak berelasi 2c,2e,23f 27.966.471.923 35.536.120.022 Related parties
Biaya masih harus dibayar 2g,11,29 7.230.256.679 7.223.141.695 Accrued expenses
Surat promes 2c,2g,23f - - Promissory note
Utang pajak 2k,13a 8.680.689.587 8.683.189.587 Tax debt
Utang dividen 2g,2c,29 133.795.539 133.795.539 Dividend debt
Utang Perolehan Aset Bus 59.804.786.598 56.192.461.207 bus asset acquisition debt
Utang pembiayaan konsumen 12 581.010.000 1.210.407.500 Consumer financing debt
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 187.447.337.837 190.967.041.916 Total Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Long Term Liabilities
Liabilitas imbalan pascakerja
Liabilitas pajak tangguhan
20,21
2k,13d
1.261.371.256
657.983.701
1.067.738.649
-
Employee benefit liability
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Long-term debt - after
minus the maturity part
within one year
Utang pembiayaan konsumen 12 338.892.500 - Consumer financing debt
Utang perolehan aset bus 14 194.014.276.424 216.365.593.979 Debt acquisition of bus assets
Utang bank 6.766.071.526 - Bank loans
Utang lain-lain Jangka Panjang 554.688.972 554.688.972 Other non current liabilities
Jumlah Kewajiban Jangka - Total Non - Current
Panjang 203.593.284.379 217.988.021.600 Liabilities
Jumlah Kewajiban 391.040.622.215 408.955.063.516

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

PT STEADY SAFE,Tbk PT STEADY SAFE,Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

Per 31 Desember 2020 dan 2019 As of December 31, 2020 and 2019

(Disajikan dalam Rupiah) (Stated in Rupiah)

Catatan/
Notes
2020 2019
DEFISIENSI MODAL CAPITAL DEFICIENCY
Modal Saham - nilai nominal
Rp500 per saham Seri A dan
Rp100 per saham Seri B
Modal dasar - 908.676.484 saham
yang terdiri dari 685.330.879
saham Seri A dan
223.345.605 saham Seri B
modal ditempatkan dan disetor
penuh 615.145.012 saham
yang terdiri dari 391.799.407
saham Seri A dan 223.345.605
saham Seri B.
Stock Capital - nominal value
Rp500 per saham Seri A and
Rp100 per saham Seri B
Authorized capital - 908,676,484 shares
consisting of 685,330,879
Series A shares and
223,345,605 Series B shares
issued and fully paid capital of
615,145,012 shares consisting of
391,799,407 Series A shares and
223,345,605 Series B shares.
15 218.234.264.000 218.234.264.000
Tambahan modal disetor
Saldo laba yang telah ditentukan
penggunaannya untuk cadangan
16 506.311.100.324 506.311.100.324 Additional paid-in capital
Predetermined earnings balance
use for backup
umum 1.000.000.000 1.000.000.000 general
Defisit (794.494.965.488) (776.905.148.577) Deficit
Keuntungan pengukuran kembali Benefits of re-measurement
program aktuaria
Jumlah defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
504.229.488 329.578.478 Actuarial program
amount of capital deficiency
Entitas Induk (68.445.371.676) (51.030.205.775) attributed to the owner
Kepentingan non pengendali 17 (472.648.897) (472.648.897) Parent Entity
Non-controlling interests
Defisiensi modal - Neto (68.918.020.573) (51.502.854.672) Capital deficiency - Net
JUMLAH KEWAJIBAN BERSIH DAN TOTAL LIABILITIES
DEFISIENSI MODAL 322.122.601.641 357.452.208.843 AND EQUITY

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR INCOME

PT STEADY SAFE,Tbk PT STEADY SAFE,Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS OF KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN PROFIT AND LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE

PADA TANGGAL FOR THE YEARS END

31 DESEMBER 2020 DAN 2019 December 31, 2020 and 2019

(Disajikan dalam Rupiah) (Stated in Rupiah)

Catatan/
Notes
2020 2019
PENDAPATAN USAHA
BERSIH
BEBAN LANSUNG
2j,18
19
143.961.352.119
(106.776.340.093)
180.073.555.181
(116.551.412.109)
Nett Revenue
direct expenses
Penyusutan bus, maintanance, gaji
pengemudi, denda dan lain-lain
LABA BRUTO 37.185.012.026 63.522.143.072 gross profit
BEBAN USAHA
LABA (RUGI) USAHA
19 (13.274.498.750)
23.910.513.276
(9.410.718.017)
54.111.425.055
operating expenses
business loss
PENDAPATAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Beban keuangan
Penyisihan penurunan nilai
piutang lain-lain
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha
Lain-lain bersih
20
23c
2j
(39.771.824.697)
-
(89.300.037)
(42.323.927.724)
-
515.912.926
income (expenses)
etc
Financial expense
Allowance for impairment
of other receivable
Allowance for impairment
of trade receivable
other - nett
PENDAPATAN (BEBAN)
LAIN-LAIN BERSIH
(39.861.124.734) (41.808.014.798) Total other
Income (expenses)
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN
(15.950.611.459) 12.303.410.257 Profit (loss) before tax
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Pajak kini
Pajak tangguhan
Jumlah Beban Pajak
2k,13c
2k,13d
-
(1.639.205.453)
(1.639.205.453)
-
(3.095.936.264)
(3.095.936.264)
Current tax
Deferred tax
total Tax Expense
LABA (RUGI) TAHUN
BERJALAN
(17.589.816.911) 9.207.473.993 total Tax Expense
profit (loss)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
other comprehensive income
Will not be reclassified
to profit and loss:
Keuntungan (kerugian) aktuarial
Pajak penghasilan terkait
2o,21
2k,13d
174.651.010
-
(87.208.273)
-
Actuarial gain (loss)
Related income tax
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN
174.651.010 (87.208.273) other comprehensive
income
current year
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
(17.415.165.901) 9.120.265.720 total comprehensive
income
current year

PT STEADY SAFE Tbk PT STEADY SAFE Tbk

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS OF KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN PROFIT AND LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR INCOME PADA TANGGAL FOR THE YEARS END

31 DESEMBER 2019 DAN 2018 December 31, 2019 and 2018

(Disajikan dalam Rupiah) (Stated in Rupiah)

Catatan/
Notes
2020 2019
JUMLAH LABA TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
-
Pemilik Entitas Induk
-
Kepentingan non-pengendali
17 (17.589.816.911)
-
9.207.473.993
-
total profit
current year
disclosed to:
Owners of the Parent Entity
Non-controlling interests
JUMLAH LABA TAHUN
BERJALAN
(17.589.816.911) 9.207.473.993 total profit current year
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
-
Pemilik Entitas Induk
-
Kepentingan non-pengendali
17 (17.415.165.901)
-
9.120.265.720
233
total comprehensive
income current year
attributed to:
Owners of the Parent Entity
Non-controlling interests
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF
Laba (rugi) per saham dasar
yang dapat diatribusikan
kepada Pemilik
Entitas Induk.
22 (17.415.165.901)
(28,31)
9.120.265.720
14,83
total comprehensive
income
profit (loss) per shares
attributed to:
to the Owner
Parent Entity.

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 dan 2019 (Disajikan dalam Rupiah) For the years ended December 31, 2020 and 2019

PT STEADY SAFE,Tbk PT STEADY SAFE,Tbk LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN CAPITAL DEFICIENCY FOR THE YEARS ENDED

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Modal Saham/Capital
Stock
Tambahan Modal
Disetor/Additional
paid in capital
Saldo Laba
dicadangkan/Returne
d Earning
Appropriated
Defisit/Defisit Keuntungan (kerugian)
Pengukuran Kembali
Program Aktuaria Imbalan
Pasti/Actuarial Gain (loss)
from remeasurement of
defined benefit plan -net
of tax
Jumlah/Total Kepemilikan Non
Pengendali/Non
Contolling Interest
Defisiensi Modal
Netto/Capital
defisiency Net
Saldo 1 Januari 2019 218.234.264.000 506.311.100.324 1.000.000.000 (786.112.622.570) 416.786.751 (60.150.471.495) (472.648.897) (60.623.120.392) January 1, 2019 / Balance of
January 1 2019
Rugi tahun berjalan - - - 9.207.473.993 (87.208.273) 9.120.265.720 9.120.265.720 Current year loss for the year
Penghasilan
Komprehensif
Lain
- - - Other Comprehensif Income
Saldo 31 Desember 2019 218.234.264.000 506.311.100.324 1.000.000.000 (776.905.148.577) 329.578.478 (51.030.205.775) (472.648.897) (51.502.854.672) Balance 0f 31 December 2019
Saldo 1 Januari 2020 218.234.264.000 506.311.100.324 1.000.000.000 (776.905.148.577) 329.578.478 (51.030.205.775) (472.648.897) (51.502.854.672) Balance of January 1 2020
Rugi tahun berjalan - - - (17.589.816.911) 174.651.010 (17.415.165.901) - (17.415.165.901) Loss For The Year
Saldo 31 Desember 2020 218.234.264.000 506.311.100.324 1.000.000.000 (794.494.965.488) 504.229.488 (68.445.371.676) (472.648.897) (68.918.020.573) Balance 0f 31 December 2020
0

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

-

31 Desember 2020 31 Desember 2019
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 146.322.207.119 175.783.809.221 Receipts from customers
Pembayaran kepada pemasok dan pihak lainnya (76.908.622.825) (91.317.745.442) Payments to suppliers and other parties
Pembayaran kepada karyawan dan lainnya (10.746.516.320) (6.754.061.385) -
Payments to employees:
Payments for interest and other financial
Pembayaran bunga dan beban keuangan dan Lainnya (39.782.645.940) (41.808.014.798) charges
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 18.884.422.034 35.903.987.596 Net Cash Used for Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Piutang pihak berelasi (7.804.804.099) - Receivables from related parties
Perolehan aset tetap (6.300.000) (54.293.429.000) Acquisition of fixed assets
Asuransi dibayar dimuka - (742.026.500) Prepaid Insurance
Piutang Usaha - (4.289.745.960) Driver Receivable
Piutang Pihak berelasi 180.708.976 (1.601.745.000) Related Parties Receivable
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi (7.630.395.123) (60.926.946.460) Netcash from investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Utang perolehan aset - 45.518.030.000 Payable for bus asstes
Pembayaran Utang Perolehan Aset (18.738.992.165) (35.827.148.426) Installment of Payable for bus asstes
Pendanaan dari pihak berelasi - 1.204.578.622 Funding from related parties
Utang lain-lain - (7.913.827.221) Other Payable
Utang pembiayaan konsumen (290.505.000) - Consumer financing debt
Utang Bank 6.766.071.526 - Banks payable
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (12.263.425.639) 2.981.632.975 Net cashflow from financing activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS
DAN SETARA KAS (1.009.398.728) (22.041.325.889) NET INCREASE (DECREASE) IN CASH
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 5.725.653.266 27.766.979.155 CASH AND CASH EQUIVALENTSAT BEGINING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 4.716.254.536 5.725.653.266 CASH AND CASH EQUIVALENTSAT THE END OF YEAR

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. See notes to the financial statements which form an integral part of these financial statements

PT Steady Safe, Tbk ("Perusahaan") didirikan pada tanggal 21 Desember 1971 dengan nama PT Tanda Widjaja Sakti dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 juncto Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No.97 dari Ridwan Suselo, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusannya No.Y.A.5/61/23 tanggal 12 Februari 1976 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 14 Tambahan No. 197 tanggal 16 Februari 1982. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan No. 187 tanggal 15 Agustus 2008 yang dibuat dihadapan Notaris FX Budi Santoso Isbandi SH, Notaris di Jakarta Perusahaan telah menyesuaikan akta pendirian dengan Undang-undang Perusahaan Terbatas No. 40 tahun 2007. Akta tersebut telah memperoleh persetujuan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-00250.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 5 Januari 2009. Selanjutnya anggaran dasar Perusahaan diubah dengan Akta Pernyataan keputusan Rapat No 33 tanggal 20 Januari 2016 yang dibuat oleh Edi Priyono SH, Notaris di Jakarta, yang dilakukan sehubungan dengan persetujuan penerbitan saham baru Seri B serta penambahan modal ditempatkan dan disetor tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Akta ini telah diterima dan dicatat dalam database Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat No AHU-AH.01.03-0023530 tanggal 16 Februari 2016. Perubahan Akta terakhir dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 107 tanggal 31 Agustus 2020 dari Hestyani Hassan, SH, Mkn notaris di Jakarta, sehubungan dengan perubahan Direksi Perseroan dan akta ini telah dilaporkan dan dicatat dalam database Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan surat No AHU-AH.01.03- 0391763 tanggal 28 September 2020.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha pengangkutan, perbengkelan, perdagangan, dan real estat.

1 UMUM 1 GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Steady Safe, Tbk (the "Company") was established on December 21, 1971 under the name PT Tanda Widjaja Sakti in the context of the Domestic Investment Law No. 6 of 1968 in conjunction with Law No. 12 of 1970 based on deed No.97 of Ridwan Suselo, notary in Jakarta. This deed of establishment was ratified by the Minister of Justice in his Decree No.YA5 / 61/23 dated February 12, 1976 and published in the State Gazette No. 14 Supplement No. 197 dated February 16, 1982. Based on the Deed No. 187 dated August 15, 2008 made before Notary FX Budi Santoso Isbandi SH, Notary in Jakarta. The company has adjusted the deed of establishment to the Limited Company Law No. 40 of 2007. The deed has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decree No. AHU-00250.AH.01.02.Tahun 2009 dated January 5, 2009. Furthermore, the Company's articles of association are amended by Deed of Statement of Meeting Resolutions No. 33 dated January 20, 2016 made by Edi Priyono SH, Notary in Jakarta, which was carried out in connection with the approval of the publication of new shares Series B and the increase in issued and paid-up capital without pre-emptive rights. This deed has been received and stored in the database of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in accordance with letter No. AHU-AH.01.03-0023530 dated February 16, 2016. Amendments to the latest Deed are contained in the Deed No. 107 dated 31 August 2020 from Hestyani Hassan, SH, Mkn, notary in Jakarta, in connection with changes to the Company and this deed has been reported in the database of the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in accordance with letter No AHU-AH.01.03-0391763 tanggal 28 September 2020.

In accordance with article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of activities of the Company includes business in transportation, workshop, trade, and real estate.

a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan ) a.

Saat ini kegiatan usaha Perusahaan adalah dibidang pelayanan jasa transportasi, khususnya menjadi operator Bus Transjakarta di Jakarta. Perusahaan memiliki beberapa entitas anak yang juga bergerak dibidang transportasi dan satu entitas anak yang bergerak dibidang pembiayaan kegiatan usaha. Pada tanggal 31 Desember 2020, seluruh entitas anak dalam kondisi tidak beroperasi (Catatan 1d).

Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1972, dengan wilayah operasi meliputi Jabotabek.

Domisili Perusahaan terletak di Gedung Istana Kana lantai 2 Jalan R.P. Soeroso No.24 Jakarta. Saat ini Perusahaan berkantor di Satrio Tower Lantai 15 Jalan Prof.Dr. Satrio Kav C4 Karet Kuningan Setiabudi Jakarta.

b. b. Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Desember 2020, berdasarkan Akta No. 107 tanggal 31 Agustus 2020 dari Hestyani Hassan, SH, Mkn Notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:

Komisaris Independen RD James R Subekti

Direktur Ahmad Fahmi

Establishment and General Information (Continued)

Currently the Company's business activities are in the field of transportation services, especially as Bus Transjakarta operator in Jakarta. The Company has several subsidiaries which are also engaged in transportation and a subsidiary engaged in financing business activities. As of December 31, 2020, all subsidiaries are inactive (Note 1d).

The Company started its commercial activities in 1972, with operating area covering Jabotabek

The Company's office is located in Istana Kana, 2 nd floor Jalan R.P. Soeroso No.24 Jakarta. Currently, the company has its office at Satrio Tower 15th Floor, Prof. Dr. Satrio Kav C4 Karet Kuningan Setiabudi Jakarta.

Board of Commissioners, Directors and Audite Committee

Based on Notarial Deed No. 107 of Hestyani Hassan, SH, Mkn a notary in Jakarta, dated August 31, 2020, the composition of the Company's Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2020, are as follows:

President Commissioner Commissioners President Director Director President Commissioner Komisaris Utama Fahmi Harsandono Komisaris Independen James Rachmat Subekti Komisaris Utama Fahmi Harsandono Direktur Utama John Pieter Sembiring Direktur Ahmad Fahmi Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 31 Desember 2019, berdasarkan Akta No. 35 tanggal 28 Juni 2019 dari Rusnaldy, S.H., Notaris di Jakarta adalah sebagai berikut: Based on Notarial Deed No. 35 of Rusnaldy, S.H., a notary in Jakarta, dated June 28, 2019, the composition of the Company's Boards of Commissioners and Directors as of December 31, 2019, are as follows

Commissioners

Direktur Utama John Pieter Sembiring

President Director

b. b. Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit (Lanjutan)

Susunan Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Ketua RD James R Subekti Anggota Tauperta Siregar Anggota Ayu Rahmaliah Sekretaris Perusahaan Efris Indria

Personel manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi (namun tidak termasuk Komisaris Independen). Manajemen kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai 51 orang karyawan serta pengemudi berstatus kontrak sebanyak 228 orang dan Pada tanggal 31 Desember 2019 Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai 48 orang karyawan serta pengemudi berstatus kontrak sebanyak 284 orang

c. Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan c. The Company's Initial Public Offering

Perusahaan menjadi Perusahaan publik pada tanggal 20 Juli 1994, melalui penawaran umum saham perdana 11.650.000 saham yang merupakan 19,75% dari jumlah keseluruhan saham Perusahaan (59.000.000 saham) dengan nilai nominal Rp1.000 per saham pada Bursa Efek di Indonesia. Pada tahun 1995, Perusahaan melakukan pemecahan saham (stock split ) dimana setiap 1 saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dikonversi menjadi 2 saham baru dengan nilai nominal Rp500 per sahamnya. Sesudah pemecahan saham tersebut jumlah saham yang dikeluarkan pada tahun 1995 menjadi 118.000.000 saham.

Perusahaan juga telah membagikan saham bonus dan dividen saham sebagai berikut :

Board of Commissioners, Directors and Audite Committee (Continued)

The composition of the Audit Committee and Corporate Secretary as of December 31, 2020 was as follows:

Chairman Member Member Corporate Secretary

The key management personnel of the Company includes all members of the Boards of Commissioners and Directors (excluding Independent Commissioner). The key management has the authority and responsibility to plan, lead and control the Company's activities

As of December 31, 2020, the Company and Subsidiaries had 51 employees and 228 contracted drivers and on December 31, 2019 the Company and Subsidiaries had 48 employees and 284 contracted drivers.

The Company went public on July 20, 1994 through initial public offering of 11,650,000 shares, which represents 19.75% of its total shares (59,000,000 shares) at par value of Rp1,000 per share at the Indonesia Stock Exchange. In 1995, the Company conducted a stock split where every 1 share with a nominal value of Rp1,000 per share was converted to 2 new shares with par value of Rp500 per share. After the stock split the number of shares issued in 1995 became 118,000,000 shares

The Company also distributed bonus shares and stock dividends as follows:

Tahun/ Years Saham Bonus/Share Bonus Dividen Saham/ Stock Dividends Jumlah/ Total
1995 59.000.000 7.080.000 66.080.000
1996 15.340.000 9.204.000 24.544.000
1997 - 5.215.600 5.215.600
Jumlah/Total 74.340.000 21.499.600 95.839.600

c. c. Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan (Lanjutan)

Pada tahun 2002, Perusahaan kembali menerbitkan sahamsaham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek terlebih Dahulu sebanyak 102.959.807 saham.

Selanjutnya pada tanggal 29 Desember 2004, berdasarkan akta No. 36 dari Notaris Fathiah Helmy, S.H., mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham, para pemegang saham sepakat dan menyetujui peningkatan modal disetor dari sebanyak 316.799.407 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham menjadi sebanyak 391.799.407 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham atau sebesar Rp195.899.703.500. Peningkatan modal disetor tersebut merupakan konversi utang Perusahaan kepada Dayspring Ventures Inc. sebanyak 75.000.000 saham dengan nilai Rp500 atau sebanyak Rp37.500.000.000.

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 30 Desember 2015, pada tanggal 19 April 2016 Perusahaan menerbitkan saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per lembar dan mengkonversi utang restrukturisasi sebesar Rp22.334.560.500 menjadi saham (Debt to Equity Swap) melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 223.345.605 lembar Seri B kepada PT Infiniti Wahana dengan nilai transaksi Rp100 per lembar. Jumlah saham Perusahaan setelah penambahan modal tanpa HMETD tersebut adalah 615.145.012 saham yang terdiri dari saham seri A dan seri B masing-masing sebanyak 391.799.407 saham dan 223.345.605 saham.

Perusahaan telah mencatatkan seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada Bursa Efek Indonesia.

1 UMUM (Lanjutan) 1 GENERAL (Continued )

The Company's Initial Public Offering (Continued)

In 2002, the Company issued new shares through Capital Increase without Preemptive Rights of 102,959,807 shares.

Subsequently, on December 29, 2004, based on Notarial Deed No.36 of Fathiah Helmy, S.H., a notary, regarding the Decision of the General Meeting of Shareholders, the shareholders agreed to increase the Company's paid-up capital from 316,799,407 shares at par value of Rp500 per share to 391,799,407 shares at par value of Rp500 per share or equivalent to Rp195,899,703,500. The increase in paid-up capital represents the conversion of the Company's debt to Dayspring Ventures Inc. of 75,000,000 shares at par value of Rp500 per share or equivalent to Rp37,500,000,000.

Based on Extraordinary Shareholders' General Meetings (EGMS) dated December 30, 2015 and April 19, 2016, the Company issued Series B shares at par value of Rp100 per share and converted the restructured debt of Rp22,334,560,500 to shares (Debt to Equity Swap) through Capital Increase without Pre-emptive Rights (HMETD) for 223,345,605 Series B shares for PT Infiniti Wahana with a transaction value of Rp100 per share. The total number of the Company's shares after the Capital Increase without Preemptive Rights was 615,145,012 shares, which consist of 391,799,407 Series A shares and 223,345,605 Series B shares.

All issued and fully paid shares of the Company were listed in the Indonesia Stock Exchange.

d. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan d. Consolidated Subsidiaries

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya bersama-sama disebut sebagai "Grup"), yang dimiliki lebih dari 50%, baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu sebagai berikut :

1 UMUM (Lanjutan) 1 GENERAL (Continued )

The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and its Subsidiaries (hereinafter referred as "the Group"), directly or indirectly owned by the Company with more than 50% as follows:

Domisili dan Tahun Operasi Jumlah Aset Sebelum Eliminasi (dalam juta
Komersial/ Domicile and Year of Persentase
Pemilikan/
Rupiah)/ Total Assets before Elimination (in
thousand Rupiah)
Entitas
Anak/Subsidiaries
Jenis Usaha/Scope of Activities Commercial Operation Percentage of
Ownership
2019 2018
Pemilikan langsung /
Direct Ownership
Steady Safe
Finance B.V.
Pembiayaan kegiatan usaha /
Financing
Belanda/Netherlands 1997 100,00 1430 1430
PT Mastrans
Swadarma
Penyewaan
limousine
dan
proyek MRT / Limousine rental
an d MRT project
Jakarta/1993 99,99 2507 2507
PT Wahana Artha
Sentosa
Taksi/Taxi Jakarta/1986 99,96 1840 1840
PT Citra Pancakabraja
Taksi
Taksi/Taxi Jakarta/1990 90,00 2608 2608
PT Luhursatria
Dwiraya
Taksi/Taxi Jakarta/1986 90,00 15 15
PT Volgren
Indonesia
Kerjasama operasi bis dengan
Perum PPD /Joint bus operator
with Perum PPD
Jakarta/1987 70,00 - -
PT Infiniti Indomarga Transportasi umum dan jasa /
Public transportation and services
Jakarta 70,00 - -
PT Sonnypong Yatim Taksi/Taxi Jakarta/1989 67,00 2.315 2315
PT Sembada Permai
Sejati
Taksi/Taxi Jakarta/1995 60,00 720 720
PT Jakarta Trans
metropolitan (catatan 7/Note
7 )
Kerjasama Operator Busway/
Joint busway operator
Jakarta 63,64 - -
Pemilikan Tidak Langsung /
Indirect Ownership
PT Buana Metropolitan
Taksi
Taksi/Taxi Jakarta/1989 89,96 962 962
PT Fajar
Utamasemesta
Kerjasama operasi bis dengan
Perum PPD / Joint bus operator
with Perum PPD
Jakarta 79,97 - -
PT Hasmuda Internusa Taksi/Taxi Jakarta/1983 68,99 - -

Perusahaan dan seluruh Entitas Anak, kecuali Steady Safe Finance B.V, yang berdomisili di Amsterdam, Belanda, berdomisili di Jakarta.

e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian e. Completion of Financial Statements

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 telah diselesaikan dan disetujui oleh Direksi Perusahaan untuk diterbitkan pada tanggal 25 Mei 2021. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas laporan keuangan konsolidasian tersebut.

The Company and all its Subsidiaries, except Steady Safe Finance B.V, domiciled in Amsterdam, Netherlands, are domiciled in Jakarta with pools of taxi and bus vehicles in various places within Jakarta.

The consolidated financial statements of the Company and Subsidiaries for the year ended December 31, 2020 have been completed and approved by the Company's Board of Directors for issue on May 25, 2021 . The Company's Directors are responsible for the preparation of these consolidated financial statements.

a. a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi (PSAK dan ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun dengan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost ), kecuali untuk akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi di masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah ("Rp") yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi b. Basis of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Grup menerapkan PSAK No. 65 (Revisi 2013), "Laporan Keuangan Konsolidasian". Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah hak suara suatu entitas, kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), which include Statements and Interpretations (PSAK and ISAK) issued by the Indonesian Accounting Standards Board of Financial Accounting Standards and the Rules and Guidelines for the Presentation and Disclosure of Financial Statements by the Financial Services Authority (OJK).

The consolidated financial statements, except for the consolidated statements of cash flows, have been prepared on an accrual basis of accounting using the historical cost concept, except for certain accounts that are measured on the basis described in the related accounting policies.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities.

The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah ("Rp") which is also the functional currency of the Group.

The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and its Subsidiaries. The Group applies PSAK No. 65 (Revised 2013), "Consolidated Financial Statements". The consolidated financial statements incorporate all Subsidiaries controlled by the Company. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through the Subsidiary more than half of the voting rights of an entity, unless it can be clearly demonstrated that such ownership does not constitute control.

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi (Lanjutan) b. Basis of Consolidation (Continued)

Pengendalian juga ada ketika Perusahaan yang mempunyai setengah atau kurang hak suara suatu entitas juga memiliki:

  • a. a. kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
  • b. b. kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau
  • c. c. kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui perjanjian;
  • d d. dewan atau organ tersebut; atau kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui

tersebut.

Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Grup memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.

dewan direksi dan dewan komisaris atau badan

Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

Jumlah laba komprehensif diatribusikan ke pemilik entitas induk dan kepada pihak non pengendali sekalipun saldo kepentingan non pengendali menjadi negatif.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.

Perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai tercatat kepentingan pengendali dan non pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian relatifnya atas entitas anak. Perbedaan antara jumlah kepentingan non pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

Control exists when the parent entity owns half or less of the voting power of an entity when there is:

  • power over more than half of the voting rights by virtue of an agreement with other investors;
  • power to govern the financial and operating policies of the entity under a statute or an agreement;
  • power to appoint or remove the majority of the members of the board of directors or equivalent governing body and control of the entity is by that board or body; or
  • power to cast the majority of votes in the meetings of the board of directors or equivalent governing body and control of the entity is by that board or body.

Subsidiaries are consolidated from the date of their acquisition, being the date on which the Group obtains control, and continues to be consolidated until the date that such control ceases.

Non-controlling interest represents share of the profit or loss and net assets not attributable to the parent and is presented separately in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, and within equity in the consolidated statements of financial position, separately from equity attributable to the parent.

Total comprehensive income is attributed to the owners of the parent and to the non-controlling interests even if this results in the noncontrolling interests having a deficit balance.

All significant intercompany transactions and balances have been eliminated.

Changes in a parent's ownership interest in a subsidiary that do not result in a loss of control are accounted for as equity transactions, in which the carrying amounts of the controlling and non-controlling interests are adjusted to reflect the changes in their relative interests in the subsidiary. The difference between the amount by which the noncontrolling interests are adjusted and the fair value of the consideration paid or received shall be recognized directly in equity and attributed to the owners of the parent.

c. Transaksi Pihak Berelasi c. Transaction with Related Parties

Grup melakukan transaksi dengan pihak terkait dalam kegiatan usahanya. Definisi pihak terkait yang digunakan oleh Grup sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2015): "Pihak-pihak Berelasi" sebagai berikut:

a) a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai

relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

  • i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; has significant influence over the reporting entity; or
  • ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau is a member of the key management personnel of the
  • iii. personil manajemen reporting entity or of a parent of the reporting entity. kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
  • b) ( b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
  • i. (i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
  • ii. (ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Grup, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
  • iii. (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
  • iv. (iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
  • v. (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
  • vi. (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
  • vii. (vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Seluruh transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihakpihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

The Group conducts transactions with related parties in the normal course of business. The definition of related parties being used by the Group is in accordance with PSAK No. 7 (Revised 2015): "Related Party Disclosures" as follows:

  • A person or a close member of that person's family is related to a reporting entity if that person:
  • i. has control or joint control over the reporting entity;
  • ii.
  • iii.
  • An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:
  • The entity and the reporting entity are members of the same business group (i.e. parent entity, subsidiary and the fellow subsidiary is related to the others);
  • One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a business group of which the other entity is members);
  • Both entities are joint ventures of the same third party;
  • One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity;
  • The entity is a post-employment benefits plan for the benefits of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity;
  • The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a); or
  • A person identified in (a)(i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

All significant transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the consolidated financial statements.

d. d. Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali

Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), "Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali". Entitas sepengendali adalah entitas yang secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara), mengendalikan, atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama.

Kombinasi bisnis entitas sepengendali adalah kombinasi bisnis semua entitas atau bisnis yang bergabung, yang pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik sebelum atau sesudah kombinasi bisnis) dan pengendaliannya tidak bersifat sementara.

Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi. Transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi kelompok usaha secara keseluruhan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Oleh karena itu, transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.

Pada setiap kombinasi bisnis entitas sepengendali, entitas yang menerima bisnis mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dibayar dan jumlah tercatat dalam akun tambahan modal disetor, yang merupakan bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

Entitas yang melepas bisnis mengakui selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor, yang merupakan bagian dari ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Difference in Value from Restructuring among Entities Under Common Control

The Group applied PSAK No. 38 (Revised 2012), "Business Combinations of Entities under Common Control". Entities under common control are parties which directly or indirectly (through one or more intermediaries) control, or are controlled by or are under the same control.

Business combination of entities under common control is a business combination of all entities or combined businesses, which are ultimately controlled by the same party (prior or subsequent to the business combination), in which the control is not temporary.

Transactions of business combination among entities under common control in the form of business transfer, which represent reorganization of entities within the same group of companies, does not result in a change of the economic substance of the ownership. The transaction does not incur any gain or loss to the group as a whole or to the individual company within the group. Therefore, the transaction is recognized at carrying value based on pooling of interest method.

On each business combination of entities under common control, the receiving entity recognizes any difference between amount of consideration transferred and the carrying value as additional paid-in capital, which is presented as part of equity section in the consolidated statement of financial position.

The disposing entity recognizes the difference between the consideration received and carrying amount of the disposed business unit as additional paid-in capital, which is presented as part of equity section in the consolidated statement of financial position.

e. Investasi pada Entitas Asosiasi e. Investment in Associates

Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh yang siginifikan namun tidak mengendalikan, pada umumnya dengan penyertaan antara 20% sampai dengan 50% hak suara. Investasi mencakup goodwill yang teridentifikasi pada saat akuisisi, jika ada, setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.

Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Nilai tercatat tersebut ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian laba atau rugi setelah tanggal perolehan sesuai dengan persentase pemilikan, dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).

Jika bagian kepemilikan atas perusahaan asosiasi berkurang namun masih terdapat pengaruh signifikan, maka hanya bagian proporsional dari jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang direklasifikasi ke komponen laba rugi.

Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijamin serta tidak dibatasi pencairannya.

g. Instrumen Keuangan g. Financial Instruments

Grup menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014): "Instrumen Keuangan: Penyajian", PSAK No. 55 (Revisi 2014): "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" dan PSAK No. 60 (Revisi 2014): "Instrumen Keuangan: Pengungkapan".

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Associates are all entities over which the Group has significant influence but not control, generally a shareholding of between 20% to 50% of the voting rights. These investments include goodwill identified on acquisition, if any, net of impairment loss.

Investments in associates are accounted for using the equity method of accounting and are initially recognized at cost. The carrying amount is increased or decreased by the share in the profit or loss of the investee after the date of acquisition in proportion with the percentage of ownership and reduced by dividends received (equity method).

If the ownership interest in an associated company is reduced but significant influence is retained, only a proportionate share of the amounts previously recognized in other comprehensive income is reclassified to profit or loss where appropriate.

f. Kas dan Setara Kas f. Cash and Cash Equivalents

Cash consists of cash on hand and in banks. Cash equivalents are short-term, highly liquid investments that are readily convertible to known amounts of cash with original maturities of three (3) months or less from the date of placements, and which are not used as collateral and are not restricted.

The Group applies PSAK No .50 (Revised 2014): "Financial Instruments: Presentation", PSAK No. 55 (Revised 2014): "Financial Instruments: Recognition and Measurement" and PSAK No. 60 (Revised 2014): "Financial Instruments: Disclosures".

g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)

Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), atau aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Grup menetapkan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, sepanjang diperbolehkan dan diperlukan, ditelaah kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

Semua aset keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, kecuali dalam hal aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada tanggal penyelesaian, yaitu tanggal dimana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang. Perusahaan dan Entitas anak tidak memiliki instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL, investasi HTM, aset keuangan AFS atau aset keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif.

Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Subsequent Measurement

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai acuan nilai di pasar aktif. Akun ini muncul ketika Grup menyediakan uang, barang atau jasa secara langsung kepada debitur dengan tidak berniat menjual piutang. Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat sebesar nilai perolehannya atau biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR) dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas akuisisi dan termasuk biaya yang merupakan bagian integral dari EIR dan biaya transaksi.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as financial assets at fair value through profit or loss (FVTPL), loans and receivables, held-to-maturity (HTM) investments, or available-for-sale (AFS) financial assets, as appropriate. The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition and, where allowed and appropriate, re-evaluates such designation at every reporting date.

All financial assets are recognized initially at fair value plus directly attributable transaction costs, except in the case of financial assets which are recorded at fair value through profit or loss.

Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the settlement date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the assets.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's financial assets are all classified as of loans and receivables. The Company and its subsidiaries have no financial instruments designated as at FVTPL, HTM investments, AFS financial assets or derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge.

Aset Keuangan Financial Assets

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. They arise when the Group provides money or services directly to a debtor with no intention of selling the receivables. After initial recognition, loans and receivables are carried at cost or amortized cost using the effective interest rate (EIR) method less any allowance for impairment. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and includes fees that are an integral part of the EIR and transaction costs.

Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi. Pinjaman yang diberikan dan piutang disajikan sebagai aset lancar jika jatuh tempo dalam waktu dua belas (12) bulan dari akhir periode pelaporan, jika tidak, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, aset keuangan Grup mencakup kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang pengemudi.

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Pengakuan Awal Initial Recognition

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan FVTPL, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi, atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, yang sesuai. Grup menentukan klasifikasi kewajiban keuangan tersebut pada awal pengakuan dan, jika diperbolehkan dan sesuai, melakukan evaluasi ulang terhadap penunjukan tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Pengakuan Awal Initial Recognition

Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar, dan dalam hal liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 seluruh liabilitas keuangan Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi. Grup tidak memiliki kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)

Gains and losses are recognized in the statements of comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process. Loans and receivables are included in current assets if maturity is within twelve (12) months from the end of the reporting period; otherwise, these are classified as non-current assets.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's financial assets include cash and cash equivalents, trade receivables and receivables from drivers.

Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as financial liabilities at FVTPL, financial liabilities measured at amortised cost, or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition and, where allowed and appropriate, reevaluates such designation at every reporting date.

Financial liabilities are recognized initially at fair value, and in the case of financial liabilities measured at amortised cost, inclusive of directly attributable transaction costs.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's financial liabilities are all classified as financial liabilities measured at amortised cost. The Group has no financial liabilities classified as FVTPL or derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge.

g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)

Pengukuran setelah pengakuan awal Subsequent Measurement

Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi berkaitan dengan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan dan bukan derivatif yang ditujukan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif atau ditetapkan sebagai FVTPL pada awal kewajiban. Akun-akun ini mencakup kewajiban keuangan yang timbul dari operasi (misalnya, utang dan akrual) atau pinjaman.

Liabilitas keuangan selanjutnya dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak penerapan metode amortisasi EIR atau akresi atas premi, diskonto, dan setiap biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang lain-lain, surat promes, utang dividen, utang bank, biaya masih harus dibayar dan utang pembiayaan konsumen.

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal pelaporan keuangan ditentukan dengan mengacu pada harga pasar saham yang tercatat, tanpa memperhitungkan biaya transaksi. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat, termasuk penggunaan transaksi pasar wajar kini (arm's length market transaction); mengacu kepada nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama; analisis arus kas atau jumlah dari semua pembayaran kas masa depan atau penerimaan, didiskontokan dengan menggunakan harga pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama; atau model penilaian lainnya.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Financial liabilities measured at amortised cost pertains to financial liabilities that are neither held for trading nor derivative designated as hedging instruments in an effective hedge or designated as at FVTPL upon the inception of the liability. These include financial liabilities arising from operations (e.g., payables and accruals) or borrowings.

These financial liabilities are subsequently carried at amortized cost, taking into account the impact of applying the EIR method of amortization or accretion for any related premium, discount, and any directly attributable transaction cost.

As of December 31, 2020 and 2019, the Group's financial liabilities include other payables, promisory note, dividend payable, bank loans, accrued expenses and consumer financing lease payable.

Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments

The fair value of financial instruments that are traded in active markets at each financial reporting date is determined by reference to the quoted market prices, without any deduction for transaction costs. For financial instruments not traded in an active market, fair value is determined using appropriate valuation techniques, which may include using recent arm's length market transactions; reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same; discounted cash flow analysis or the sum of all future cash payments or receipts, discounted using the prevailing market rates of interest for similar instruments with similar maturities; or other valuation models.

g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)

Instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar diukur berdasarkan hirarki berikut:

  • • Tingkat 1 – Harga dikutip di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
  • • Tingkat 2 – Harga dikutip dari sumber selain harga dikutip yang termasuk dalam Tingkat 1 untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (seperti harga) atau tidak langsung (berasal dari harga)
  • • Tingkat 3 - Harga dikutip untuk aset atau kewajiban yang tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diamati)

Saling Hapus Dari Instrumen Keuangan Offsetting Financial Instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dengan nilai bersihnya jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk saling menghapuskan jumlah diakui dan ada intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara bersamaan.

Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets

Grup mengevaluasi pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Sebuah aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi penurunan nilai jika, dan hanya jika, terdapat bukti objektif penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset ("kerugian" yang terjadi) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi bahwa debitur atau kelompok peminjam mengalami kesulitan keuangan yang signifikan, wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga, adanya kemungkinan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya, dan ketika data yang dapat diobservasi mengindikasikan bahwa ada penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan, seperti biaya tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND

FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Financial instruments recognized at fair value are measured based on the following hierarchy:

  • Level 1 - Quoted prices in active markets for identical asset or liability
  • Level 2 - Those involving inputs other than quoted prices included in Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (as prices) or indirectly (derived from prices)
  • Level 3 - Those with inputs for asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs)

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is reported in the statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.

The Group assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is an objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred "loss event") and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated.

Evidence of impairment may include indications that the debtor or a group of debtors is experiencing significant financial difficulty, default or delinquency in interest or principal payments, the probability that they will enter bankruptcy or other financial reorganization, and when observable data indicate that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows, such as charges in arrears or economic conditions that correlate with defaults.

g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)

Nilai tercatat atas aset keuangan berkurang melalui penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan tunjangan yang terkait, dihapuskan bila tidak ada prospek yang realistis di masa depan dan semua jaminan telah terealisasi atau telah dialihkan kepada Grup. Jika pada tahun berikutnya, jumlah estimasi kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuian atas penyisihan kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Penghentian Pengakuan Pada Instrumen Keuangan

Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya bila: (1) hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan telah kadaluwarsa; atau (2) Grup telah mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan kepada pihak ketiga di bawah perjanjian"pass-through "; dan (a) Grup telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (b) secara substansial Grup tidak mengalihkan atau memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban dibawah perjanjian tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Jika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh kewajiban lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau ketentuan kewajiban keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the amount of the loss is recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written-off when there is no realistic prospect of future recovery and all collaterals have been realized or have been transferred to the Group. If in subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

Derecognition of Financial Instruments

Aset Keuangan Financial Assets

A financial asset (or where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized when: (1) the rights to receive cash flows from the asset have expired; or (2) the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or have assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement; and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but have transferred control of the asset.

A financial liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as a derecognition of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income.

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Biaya awal aset tetap meliputi harga pembelian dan semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset tersebut kepada kondisi dan lokasi untuk siap digunakan. Pengeluaran yang timbul setelah aset tetap beroperasi, seperti perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada periode dimana biaya ini terjadi. Dalam situasi di mana dapat terlihat jelas bahwa pengeluaran telah mengakibatkan peningkatan manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan akan diperoleh dari penggunaan aset tetap di luar standar kinerjanya, maka beban tersebut dikapitalisasi sebagai biaya tambahan aktiva tetap. Setelah pengakuan awal, aset tetap dievaluasi untuk penurunannya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap seperti berikut:

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

h. Aset Tetap h. Fixed Assets

Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and any impairment in value. The initial cost of fixed assets consists of its purchase price and any directly attributable cost of bringing the assets to their working condition and location for their intended use. Expenditures incurred after the fixed assets have been put into operation, such as repairs and maintenance, are normally charged to the statement of profit or loss and other comprehensive income in the period in which these costs are incurred. In situations where it can be clearly demonstrated that the expenditures have resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of an item of fixed assets beyond its originally assessed standard of performance, the expenditures are capitalized as an additional cost of fixed assets. Subsequent to initial recognition, fixed assets are evaluated for impairment.

Depreciation is computed on a straight-line method over the following estimated useful lives of the assets:

Tahun /
Years
Prasarana 5 Infrastructure
Bangunan 20 Building
Kendaraan taxi dan bus 5 Taxi and bus vehicle
Peremajaan taxi dan bus 3 Taxi and bus rehabilitations
Kendaraan busway 10 Vehichles busway
Inventaris Kantor 3-5 Office equipment
Peralatan bengkel 5 Workshop equipment

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Jumlah tercatat aset tetap dan setiap komponen nya dihentikan pengakuannya pada saat dilepas atau pada saat tidak ada lagi manfaat ekonomis dimasa depan yang dapat diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Land is stated at cost and not amortized

An item of fixed asset and any significant part initially recognized is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the statement of profit or loss and other comprehensive income when the asset is derecognized.

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah secara berkala untuk memastikan bahwa periode dan metode penyusutan konsisten dengan pola manfaat ekonomis yang diharapkan dari aset tetap.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya. Penyusutan dibebankan sejak tanggal penggunaan aset tersebut.

i. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan i. Impairment of Non-Financial Assets

Grup menilai pada setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa aset mengalami penurunan nilai, jika kondisi tersebut terjadi, atau ketika pengujian penurunan tahunan, Grup membuat estimasi jumlah yang terpulihkan atas aset tersebut.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk memperkirakan jumlah terpulihkan aset individu, Grup memperkirakan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (UPK). Perkiraan jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (UPK) lebih rendah dari nilai tercatatnya, maka nilai tercatat aset (UPK) dikurangi menjadi jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai diakui langsung pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi penurunan potensial atas nilai aset non-keuangan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

h. Aset Tetap (Lanjutan) h. Fixed Assets (Continued)

The assets' estimated residual values, useful lives and depreciation method are reviewed periodically to ensure that the periods and method of depreciation are consistent with the expected pattern of economic benefits from the items of fixed assets.

Construction in progress is stated at cost. The accumulated costs related to the acquisition are reclassified to the appropriate fixed asset account when the aquisition is substantially completed and the asset constructed is ready for its intended use. Depreciation is charged from the date when assets are brought into use.

The Group assesses at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired, If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Group makes an estimate of the asset's recoverable amount.

Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Group estimates its recoverable amount of the cash-generating unit (CGU). Estimated recoverable amount is the higher of net selling price and value in use. If the recoverable amount of non-financial assets (CGU) is lower than its carrying amount, the carrying amount of the asset (CGU) is reduced to its recoverable amount and impairment loss is recognized immediately to the statement of profit or loss and other comprehensive income.

Management believes that there is no indication of potential impairment in values of non-financial assets as of December 31, 2020 and 2019.

Grup menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010), "Pendapatan". Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomis akan mengalir ke Grup dan manfaat tersebut dapat diukur secara andal.

Pada tahun 2020 dan 2109 pendapatan Grup dari Pendapatan Jasa pengoperasian busway dieteapkan berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara PT. Trans Jakarta dengan Perusahaan.

Pendapatan iklan diakui sejalan dengan berlakunya waktu atas kegiatan penyewaan tempat untuk pemasangan iklan pada sebagian bus milik Grup. Pendapatan disajikan sebesar nilai bersihnya yaitu setelah dikurangi dengan biaya yang berhubungan dengan pemasangan iklan.

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis ).

k. Perpajakan k. Taxation

Grup menghitung pajak penghasilan berdasarkan PSAK No. 46, "Akuntansi Pajak Penghasilan". Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

Pajak penghasilan kini diakui dalam laporan laba rugi komprehensif, kecuali pajak yang berkaitan dengan item yang diakui di luar laba atau rugi, baik pada pendapatan komprehensif lain atau langsung pada ekuitas. Manajemen secara periodik melakukan evaluasi atas posisi yang diambil dalam pelaporan pajak sehubungan dengan situasi di mana peraturan pajak terkait menjadi subyek interpretasi dan menetapkan provisi bila diperlukan.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

j. Pengakuan Pendapatan dan Beban j. Income and Expense Recognition

The Group applies PSAK No. 23 (Revised 2010), "Revenue". Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Group and the revenue can be reliably measured

In 2020 and 2109, the Group's revenue from busway operating service revenues will be settled based on the Cooperation Agreement between PT. Trans Jakarta with the Company.

Advertising revenue is recognized in accordance with the period of advertising lease as part of the Group's bus. Revenue is presented at net amount after deducting the associated costs of the advertising.

Expenses are recognized as incurred (accrual basis).

The Group calculates income tax under PSAK No. 46, "Accounting for Income Tax". Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing tax rates.

Pajak Kini Current Tax

Current tax assets and liabilities for the current year are measured at the amount expected to be redeemed from or paid to the tax authorities. The tax rates and tax rulings used to calculate such amounts are those that have been enacted or substantively enacted at the reporting date.

Current Income tax is recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income, excluding taxes relating to items recognized outside of profit or loss, either consider as other comprehensive income or direct to equity. Management periodically evaluates the position taken in tax reporting in relation to the situation wherein relevant tax regulation becomes the subject of interpretation and determines the necessary provisions.

k. Perpajakan (Lanjutan) k. Taxation (Continued)

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak ("SKP") diakui sebagai pendapatan atau beban dalam operasi tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

Penyesuaian terhadap Kewajiban Perpajakan Adjustment to Tax Obligations

Penyesuaian terhadap kewajiban perpajakan dicatat pada saat surat ketetapan pajak diterima atau jika Grup mengajukan banding, apabila: (1) pada saat hasil banding tersebut ditetapkan, kecuali bila terdapat ketidakpastian yang signifikan atas hasil banding tersebut, maka koreksi berdasarkan surat ketetapan pajak terhadap kewajiban perpajakan tersebut dicatat pada saat pengajuan banding dibuat, atau (2) pada saat dimana berdasarkan pengetahuan dari perkembangan atas kasus lain yang serupa dengan kasus yang sedang dalam proses banding, berdasarkan ketentuan dari Pengadilan Pajak atau Mahkamah Agung, dimana hasil yang diharapkan dari proses banding secara signifikan tidak pasti, maka pada saat tersebut perubahan kewajiban perpajakan berdasarkan surat ketetapan pajak yang sedang dalam proses banding, diakui.

Daluarsa penagihan adalah periode dimana Direktorat Jendral Pajak (DJP) dapat melakukan penagihan pajak berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 16 Tahun 2009. Berdasarkan Undangundang tersebut hak menagih otoritas perpajakan atas utang pajak Grup dibatasi sampai dengan waktu tertentu.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

The amount of the additional principal and tax penalty stipulated in the Tax Assessment Letter ("SKP") shall be recognized as income or expense in the current year, unless subsequent resolution is made. The amount of the additional tax principal and penalty stipulated in the SKP shall be deferred as long as it meets the criteria for asset recognition.

Adjustments to tax obligations are recorded when an assessment is received or when the Group appealed, if: (1) when the result of the appeal is determined, unless there is significant uncertainty over the outcome of the appeal, the correction is based on the tax assessment liability in the tax obligation as recorded at the time the appeal is made, or (2) at the time when there is knowledge of the development of another case similar to the case under appeal, wherein under the terms of the Tax Court or Supreme Court, where the expected outcome of the appeal process is significantly uncertain, then at that time the change in taxation obligation based on tax assessment letters that are in process of appeal, is recognized.

Utang Pajak yang Daluarsa Tax Liabilities with Expired Tax Collection Period

Tax collection period is the allowable period in which the Directorate General of Taxation (DGT) may collect taxes based on Article 22 paragraph (1) of Law Number 6 Year 1983 regarding General Provisions and Taxation Procedures as amended by Law Number 16 year 2009. Based on the Law, the tax authority's right to collect Group's tax liability is limited to a certain period of time.

k. Perpajakan (Lanjutan) k. Taxation (Continued)

Untuk tahun pajak 2008 dan selanjutnya batas akhir dapat dilakukannya penagihan oleh otoritas perpajakan (daluarsa penagihan) adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak penerbitan surat tagihan pajak, surat ketetapan pajak, dan surat keputusan pembetulan atau keberatan. Jika wajib pajak mengajukan keberatan, banding atau peninjauan kembali, daluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal penerbitan keputusan keberatan, putusan banding, atau putusan peninjauan kembali. Sebelum berlakunya Undangundang No. 16 tahun 2009 tersebut, daluarsa penagihan pajak untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya adalah 10 (sepuluh) tahun.

Utang pajak yang sudah daluarsa masih tercatat pada sistem informasi perpajakan Direktorat Jendral Pajak (DJP) sampai Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai penghapusan piutang pajak.

Daluarsa tersebut tertangguh apabila:

  • Diterbitkan Surat Paksa;
  • 2 2 Ada pengakuan utang pajak dari Wajib Pajak baik langsung maupun tidak langsung;
  • 3 3 Diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan; atau
  • 4 4 There is criminal tax investigation. Dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.

Berdasarkan ketentuan-ketentuan diatas, Grup mengeluarkan (menghapuskan) utang pajak yang sudah daluarsa dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan mengakui laba akibat penghapusan tersebut dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode dimana penghapusan tersebut dilakukan. Grup hanya melakukan penghapusan jika Grup menerima surat tertulis dari DJP bahwa utang pajak yang bersangkutan sudah daluarsa penagihan. Selanjutnya, Grup mengungkapkan kewajiban perpajakan yang sudah dihapuskan sebagai liabilitas kontinjensi sampai keluarnya surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia bahwa utang pajak yang bersangkutan sudah dihapuskan.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

For fiscal year of 2008 and the succeeding years, the tax collection period in which the tax authority may collect tax (collection expiration) is five (5) years from the date of issuance of tax bills, tax assessment letters, revisions or objection letters. If the taxpayer issues an objection, appeal or review, the billing expiration is calculated from the date of issuance of the objection decision, appeal decision or review decision. Prior to the Law No. 16 of 2009, the tax collection period for fiscal year 2007 and prior years was ten (10) years.

Tax liability, which tax collection period has been expired is still recorded in the tax information system of the Directorate General of Taxation (DGT) until the Ministry of Finance issues a Decree of Ministy of Finance regarding the write-off of tax receivables.

The expiration is suspended if:

  • 1 1 A Distress Warrant (Surat Paksa) is issued;
  • There is an acknowledgment of tax due from the tax payer directly or indirectly;
  • Underpayment or Additional Underpayment of Tax Assessment Letter is issued; or

Based on the above regulations, the Group derecognize (wroteoff) the expired tax liabilities from the consolidated statements of financial position and recognizes profit arising from the writeoff in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income in the period in which the write-off was made. The Group only writes off the expired tax liabilities once the Group receives a written letter from DGT that the tax liabilitiese had been expired. Further, the Group disclosed the tax liabilities that were written-off as contingent liabilities until the issuance of the Decree of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia that the tax liability has been removed.

k. Perpajakan (Lanjutan) k. Taxation (Continued)

Penghapusan utang pajak yang sudah daluarsa penagihan dilakukan Grup dengan pertimbangan bahwa Direktorat Jendral Pajak hanya bisa melakukan penagihan atas utang pajak yang daluarsa jika persyaratan undang-undang atas tertangguhnya daluarsa penagihan terpenuhi.

Pajak Tangguhan Deferred Tax

Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.

Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:

  • i. i. liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak atau rugi pajak;
  • ii. ii. dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat.
  • iii iii aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali:
  • i. i. Jika aset pajak tangguhan terkait dengan beda temporer yang dapat dikurangkan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak atau rugi pajak; atau
  • ii. ii. dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer tersebut.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

The write-off of tax liabilitiese that were expired is made by the Group with the consideration that the Directorate General of Taxation will only able to collect expired taxes if the statutory requirements on the suspension of tax collection expiration are met.

Deferred tax is recognized using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the reporting date.

Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except for:

  • deferred tax liabilities arising from initial recognition of goodwill or from assets or liabilities of transactions that are not business combination transactions, and at the time of the transaction does not affect accounting income and taxable income or tax loss;
  • the taxable temporary differences on investments in a subsidiary, which at the time of its reversal can be controlled and it is likely that the temporary difference will not be reversed any time soon.
  • deferred tax assets are generally recognized for all deductible temporary differences and the accumulated tax losses that have not been compensated, to the extent that is probable that taxable income will be available againsts which those deductible temporary differences can be utilized, except for:
  • if deferred tax assets related to deductible temporary differences arise from the initial recognition of assets or liabilities in transactions that are not business combination transactions and do not affect accounting income or taxable income or tax loss; or
  • the deductible temporary differences in investments in a subsidiary, deferred tax assets are only recognized when it is probable that temporary differences will not be reversed in the near future and taxable income may be offset against such temporary differences.

k. Perpajakan (Lanjutan) k. Taxation (Continued)

Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatatnya disesuaikan berdasarkan ketersediaan laba kena pajak di masa mendatang.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan disaling-hapuskan jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama, atau Perusahaan yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini berdasarkan jumlah neto.

Grup menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi". PSAK ini mensyaratkan pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan atas aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.

Segmen adalah bagian khusus dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Direksi.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

The carrying amount of deferred tax assets is reviewed on every reporting date and their carrying amount is adjusted based on the availability of future taxable income.

Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the year when assets are recovered or liabilities are settled, based on the tax rates and tax regulations that have been enacted or substantively enacted at the reporting date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to changes in tax rates are charged in the current year, except for transactions that have been previously charged or credited to equity.

Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if there is a legal right to offset between current tax assets and current tax liabilities or deferred tax assets and liabilities in the same entity, or the Group intending to recover current tax assets and liabilities based on the net amount.

l. Segmen Usaha l. Segment of Operations

The Group applies PSAK No. 5 (Revised 2009), "Segment of Operations". This PSAK requires disclosures that allow users of financial statements to evaluate the nature and financial impact of the business activities in which the entity is engaged and the economic environment in which it operates.

A segment is a special part of the Group that is involved both in providing products and services (business segments), or in providing products and services within a specific economic environment (geographical segment), which are subject to risks and returns that are different from those of other segments.

The number of each segment element reported is the size reported to the operational decision maker for the purpose of making the decision to allocate resources to the segment and assess its performance. In this case the operational decision makers who make strategic decisions are the Directors.

Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar kelompok usaha dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.

m. Laba (Rugi) per Saham Dasar m. Basic Earnings (Loss) per Share

Sesuai dengan PSAK No. 56, "Laba per Saham", Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.

n. Biaya Emisi Saham n. Stock Issuance Cost

Semua biaya yang terjadi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana dan Penawaran Umum Terbatas saham Perusahaan disajikan sebagai bagian dari "Tambahan Modal Disetor" dalam ekuitas.

Grup memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Sesuai dengan PSAK No.24 (Revisi 2013), biaya imbalan kerja berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial "Projected Unit Credit ".

Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan, dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsoliasian tahun berjalan.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

l. Segmen Usaha (Lanjutan) l. Segment of Operations (Continued)

Revenues, expenses, results of operations, segregated assets and liabilities include items that are attributable directly to a segment and matters that can be allocated on an appropriate basis to that segment. Segments are determined before balances and transactions between business groups are eliminated as part of the consolidation process.

In accordance with PSAK No. 56, "Earnings per Share", basic earnings per share are computed by dividing net income attributable to the owner of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the period.

Diluted earnings per share is computed by dividing net income attributable to the owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effects of all dilutive potential ordinary shares.

All costs incurred in connection with the Initial Public Offering and Limited Public Offering of the Company's shares is presented as part of "Additional Paid-in Capital" in equity.

o. Imbalan Pascakerja o. Employment Benefits

The Group provides post-employment benefits to its qualified employees in accordance with Labor Law No. 13/2003. Under PSAK No.24 (Revised 2013), the cost of employee benefits based on the Law is determined using the "Projected Unit Credit" actuarial valuation method.

Current service costs, interest costs, vested past service costs, and effect of curtailment or settlement (if any) are charged directly to the current consolidated statements of profit or loss and other comprehensice income.

o. Imbalan Pascakerja (Lanjutan) o. Employment Benefits (Continued)

Beban jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan dan keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian atau perubahan asumsi akturial diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Keuntungan dan kerugian aktuaria tidak reklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

Grup mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dari pada bentuk kontraknya.

Grup sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa pembiayaan. Sewa tersebut dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewa pembiayaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas.

Beban keuangan dibebankan langsung ke operasi tahun berjalan.

Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewa pembiayaan yang dikapitalisasi disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewa pembiayaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik, ditangguhkan

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansi seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straightline basis ) selama masa sewa.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

Past service costs which are not yet vested and actuarial gains and losses arising from adjustmens and changes in actuarial assumptions recognized in other comprehensive income and presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

Actuarial gains and losses are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.

p. Sewa p. Leases

The Group classifies leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract.

The Group as Lessee

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the finance lease assets. Such leases are capitalized at the fair value of the finance lease assets or at the present value of minimum lease payments, if the present value is lower than the fair value. Lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability.

Finance charges are charged directly to current year operations.

Capitalized finance lease assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the finance lease asset or the lease term, if there is no reasonable certainty that lessee will obtain ownership by the end of the lease term. Any excess of sales proceeds over the carrying amount of an asset in a saleandleaseback transaction is deferred

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the related lease payments are recognized as expense on a straight-line basis over the period of the lease.

Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

s. s. Events after the Financial Reporting Date Peristiwa setelah Tanggal Pelaporan Keuangan

Peristiwa sesudah akhir tahun yang menyediakan informasi tambahan tentang posisi Grup pada tanggal pelaporan keuangan (adjusting events) disajikan dalam laporan keuangan. Peristiwa paska akhir tahun yang bukan merupakan adjusting events diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.

t. t. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Pernyataan Standar Keuangan

Standar baru, revisi dan interpretasi yang diterbitkan dan efektif untuk tahun laporan keuangan yang dimulai 1 Januari 2020 yang tidak memiliki dampak material terhadap laporan keuangan Grup adalah sebagai berikut:

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)

q. Provisi q. Provision

Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the amount of the obligation can be made.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate, If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

r. Kontinjensi r. Contingencies

Contingent liabilities are not recognized in the consolidated financial statements but are disclosed in the notes to consolidated financial statements unless the possibility of an outflow of resources embodying economic benefits is remote. Contingent assets are not recognized in the consolidated financial statements but are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when an inflow of economic benefits is probable.

Post year-end events that provide additional information about the Group's position at the financial reporting date (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Post year-end events that are not adjusting events are disclosed in the notes to consolidated financial statements when material.

Changes to Statement of Financial Accounting Standards and Interpretations of Statement of Financial Accounting Standards

The new standards, revisions and interpretations issued and effective for financial statements beginning on January 1, 2020 that do not have a material impact on the Group's financial statements are the following:

  • t. t. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Pernyataan Standar Keuangan (Lanjutan)
  • -
  • - PSAK No. 72 "Pendapatan dan Kontrak dengan Pelanggan"
  • -
  • Amandemen PSAK 1 "Penyajian Laporan Keuangan" -
  • - Amandemen PSAK 15 "Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama"
  • - Amandemen PSAK 25 "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan"
  • - Amandemen PSAK 55 "Instrumen Keuangan - Pengakuan dan Pengukuran" dan PSAK 60 "Instrumen Keuangan - Pengungkapan" tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
  • -
  • - Amandemen PSAK 71 "Instrumen Keuangan - Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif"
  • - Penyesuaian tahunan PSAK 1 "Penyajian Laporan Keuangan"

Berikut ini adalah standar akuntansi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif pada tahun 2020:

  • Amandemen PSAK 1 "Penyajian Laporan Keuangan" -
  • - Amandemen PSAK 22 "Kombinasi Bisnis"

3 3 PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

  • SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES (Continued)
  • Changes to Statement of Financial Accounting Standards and Interpretations of Statement of Financial Accounting Standards (Continued)
  • PSAK No. 71 "Instrumen Keuangan" PSAK No. 71 "Financial Instruments"
  • PSAK No. 72 "Revenue and Contracts with Customers"
  • PSAK No. 73 "Sewa" PSAK No. 73 " Rent"
  • Amendments to PSAK 1 "Presentation of Financial Statements"
  • Amendments to PSAK 15 "Investments in Associates and Joint Ventures"
  • Amendments to PSAK 25 "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors"
  • Amendments to PSAK 55 "Financial Instruments - Recognition and Measurement" and PSAK 60 "Financial Instruments - Disclosures" on Interest Rate Reference Reform
  • Amandemen PSAK 62 "Kontrak Asuransi" Amendments to PSAK 62 "Insurance Contract"
  • Amendments to PSAK 71 "Financial Instruments - Features Early Repayment with Negative Compensation"
  • Annual adjustments to PSAK 1 "Presentation of Financial Statements"

The following standard and interpretation were issued but are not yet effective in 2020:

  • Amendments to PSAK 1 "Presentation of Financial Statements"
  • Amendments to PSAK 22 "Business Combinations"

CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES

The preparation of consolidated financial statements, in conformity with the Indonesian Financial Accounting Standards, requires management to make judgments, estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates.

Grup mendasarkan asumsi dan estimasinya pada parameter yang ada pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Keadaan dan asumsi yang ada mengenai perkembangan di masa mendatang dapat berubah akibat perubahan pasar atau keadaan yang timbul di luar kendali Grup. Perubahan-perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi saat hal tersebut terjadi.

Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

a. a. Menentukan klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan

Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revised 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2g.

b. b. Menentukan apakah pengaruh signifikan atau pengendalian pada perusahaan investee.

Menentukan apakah Grup mempunyai pengaruh signifikan terhadap investee membutuhkan pertimbangan yang signifikan. Umumnya, kepemilikan saham sebesar 20% sampai 50% hak suara investee dianggap Grup memiliki pengaruh yang signifikan. Pengendalian juga dianggap ada apabila entitas induk memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas kecuali, dalam keadaan luar biasa, dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.

CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES (Continued)

The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

The following judgments, estimates and assumptions were made by management in the process of applying the Group's accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

Determining classification of financial assets and financial liabilities

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's accounting policies disclosed in Note 2g.

Determine whether significant influence or control on the investee company.

Determining whether the Group has significant influence on the investee requires significant consideration. Generally, the ownership of shares of 20% to 50% of the voting rights of the investee is considered the Group has a significant influence. Control is also deemed to exist if the parent entity owns directly or indirectly through a subsidiary, more than half the voting power of an entity except, under exceptional circumstances, it can be clearly demonstrated that the ownership is not followed by control.

b. b. Menentukan apakah pengaruh signifikan atau pengendalian pada perusahaan investee (Lanjutan)

Manajemen entitas induk telah menetapkan bahwa, meskipun hanya memiliki 50% kepemilikan di beberapa entitas anak, Grup memiliki pengendalian untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan mengendalikan entitas melalui direksi. Selanjutnya, manajemen juga telah memutuskan bahwa, walaupun memiliki lebih dari 50% kepemilikan di entitas investee tertentu, Grup tidak memiliki pengendalian berdasarkan perjanjian.

c. Menentukan nilai wajar atas instrumen keuangan c. Determining fair value of financial instruments

Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.

d. Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan d. Assess the recoverable amount of the financial asset

Grup mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa beberapa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang ada, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup.

  • CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES (Continued)
  • Determine whether significant influence or control on the investee company (Continued)

The management of the parent has determined that, while it has only 50% ownership in several subsidiaries, the Group has control to cast a majority vote in the board meeting and control the entity through the board of directors. Furthermore, management has also determined that, despite having more than 50% ownership in certain investee entities, the Group has no control under the agreement.

The Group records certain financial assets and liabilities at fair value, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Group utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Group's profit or loss.

The Group evaluates a particular account that is known that certain customers are unable to meet its financial obligations. In such cases, the Group considers, on the basis of existing facts and circumstances, including but not limited to, the duration of customer relations and credit status of the customer on the basis of available third party credit records and known market factors, to record the specific provisions of Customer against the amount owed to reduce the amount of receivables expected to be received by the Group.

d. d. Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan (Lanjutan)

Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.

e. e. Menentukan penyusutan aset tetap dan umur manfaat aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 3 tahun sampai dengan 20 tahun (Catatan 2h). Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

f. Menilai penurunan nilai aset non-keuangan tertentu f. Assess the impairment of certain non-financial assets

PSAK No. 48 (Revisi 2009) mensyaratkan bahwa penilaian penurunan nilai dilakukan pada aset nonkeuangan tertentu apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali.

Kerugian akibat penurunan nilai diakui apabila nilai tercatat aset non-keuangan melebihi jumlah yang dapat dipulihkan. Menentukan jumlah yang dapat dipulihkan atas aset-aset tersebut membutuhkan estimasi atas arus kas yang diharapkan dapat dihasilkan dari penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut.

Grup telah melakukan penurunan nilai terhadap aset tetap pada tahun 2015 dan tidak melakukan penurunan lebih lanjut pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

  • CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES (Continued)
  • Assess the recoverable amount of the financial asset (Continued)

This specific provision is re-evaluated and adjusted if additional information received affects the amount of allowance for impairment of receivables.

Determine depreciation of fixed assets and useful life of property and equipment

The cost of fixed assets is depreciated using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets. Management estimates the useful lives of the 3-year fixed assets up to 20 years (Note 2h). This is the age that is generally expected in the industry where the Group operates its business. Changes in usage rates and technological developments may affect the useful life and residual value of the asset, and therefore future depreciation costs may be revised.

PSAK No. 48 (Revised 2009) requires that an assessment of impairment be made to certain non-financial assets whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount can not be recovered.

Impairment losses are recognized when the carrying amount of non-financial assets exceeds the recoverable amount. Determining the recoverable amount of those assets requires an estimate of the expected cash flows that may result from continued use and the ultimate disposition of the asset.

The Group has impaired its fixed assets in 2015 and no further impairment as of December 31, 2020 and 2019.

g. Imbalan Pascakerja g. Employment Benefits

Penentuan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual dan perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan pascakerja dan beban imbalan pascakerja bersih.

h. Pajak Penghasilan h. Income tax

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Grup juga melakukan penghapusan atas utang pajak tertentu yang berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku sudah daluarsa penagihan dan mengungkapkan kewajiban ini dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai kewajiban kontijensi sampai Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai penghapusan piutang pajak.

i. Aset Pajak Tangguhan i. Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal. Untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan, manajemen perlu melakukan estimasi atas pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan kemungkinan terjadinya, jumlah penghasilan kena pajak dimasa depan, serta perencanaan strategi perpajakan.

CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND ESTIMATES (Continued)

The determination of the liability for the Group's employee benefits depends on the selection of the assumptions used by the independent actuary in calculating the amounts. Such assumptions include, among other things, the discount rate, the rate of annual salary increase, the annual employee resignation rate, the disability rate, the retirement age and the mortality rate. The Group believes that such assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual results and significant changes in the assumptions set by the Group may materially affect the post-employment benefits obligation and net post-employment benefits expense.

Significant consideration is made in determining the allowance for corporate income tax. There are certain transactions and calculations where the final tax determination is uncertain throughout the normal course of business. The Group recognizes liabilities on corporate income tax based on an estimate whether there will be an additional corporate income tax. The Group also write-off certain taxes payable that have been expired under the applicable taxation provision and discloses these liabilities in the consolidated financial statements as contingent liabilities until the Decree of the Ministry of Finance concerning the writeoff of tax receivables are issued.

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences, to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary differences. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of the future taxable profits together with future tax planning strategies.

4 KAS DAN SETARA KAS 4 CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri dari : This account consist of :
2020 2019
Kas 763.415 2.000.000 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 25.606.988 1.667.514.011 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Victoria PT Bank Victoria
International Tbk 25.960.067 113.965.348 International Tbk
PT Bank Panin Syariah 14.281.621 45.484.973 PT Bank Panin Syariah
PT Bank Mega Tbk 2.926.187 2.926.187 PT Bank Mega Tbk
PT. Bank Mandiri 346.722.153 3.273.267.951 PT. Bank Mandiri
PT. Bank Jateng 1.761.635 1.761.635 PT. Bank Jateng
PT Bank DKI Tbk 3.553.162 3.733.162 PT Bank DKI Tbk
PT. Bank BJB 3.679.679.309 -
Sub Jumlah 4.101.254.537 5.108.653.267 Sub Total
Deposito Deposito
PT Bank Panin Syariah 615.000.000 615.000.000 PT Bank Panin Syariah
Sub Jumlah 615.000.000 615.000.000 Sub Total
Jumlah 4.716.254.537 5.725.653.267
Total

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 seluruh kas dan bank

ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak ada yang dijaminkan.

Tingkat bunga simpanan dan atau giro pada bank berkisar antara 2% sampai dengan 2,25%.

5 PIUTANG USAHA DAN PIUTANG LAIN-LAIN 5

Akun ini terdiri dari : This account consist of :

As of December 31, 2020 and 2019, all cash and cash equivalents are placed with third parties and not used as collateral.

Interest rates on deposits and/or current accounts ranges from 2% to 2.25%.

TRADE RECEIVABLES AND OTHER RECEIVABLES

PIUTANG USAHA TRADE RECEIVABLE
2020 2019
PT Transportasi Jakarta 10.270.952.990 12.631.807.990 PT Transportasi Jakarta
PIUTANG LAIN-LAIN 2020 2019 OTHER RECEIVEBLE
Pihak berelasi (Catatan 23)
Dikurangi penyisihan penurunan nilai
7.978.372.677 7.743.216.677 Related parties (Note 23)
5.211.350.000 5.211.350.000 Less allowance for doubtful accounts
Jumlah 13.037.975.667 15.163.674.667 Total
Jumlah piutang berdasarkan umur piutang sebagai berikut: Total trade receivables by ages as follows:
2020 2019
Jatuh tempo: Due date:
1 - 30 hari 10.270.952.990 12.631.807.990 1 - 30 days
31 - 60 hari 31 - 60 days
61 - 90 hari 61 - 90 days
lebih 90 hari 7.978.372.677 7.743.216.677 over 90 days
Jumlah 18.249.325.667 20.375.024.667 Total
Dikurangi cadangan penurunan
Nilai 5.211.350.000 5.211.350.000 Less allowance for doubtful accounts
Jumlah 13.037.975.667 15.163.674.667 Total

5 5

Mutasi cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut: Movements in the allowance for doubtful accounts as follows:

PIUTANG USAHA DAN PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan) TRADE RECEIVABLE AND OTHER RECEIVABLES (Continued)

2020 2019 Opening balance
Saldo awal 5.211.350.000 5.211.350.000 Provision for doubtful accounts
Cadangan penurunan nilai -
Saldo akhir 5.211.350.000 5.211.350.000 Ending balance

Akun ini merupakan tagihan Grup kepada pengemudi taksi dan bus yang merupakan selisih antara jumlah yang seharusnya

disetor dengan setoran yang benar-benar diterima.

Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo piutang pengemudi adalah sebesar Rp4.650.883.164 dan piutang lain-lain sebesar Rp.64.200.000,-, dimana Grup melakukan penyisihan atas penurunan nilai piutang sejak tahun 2012 sebesar Rp.3.714.647.156. Berdasarkan penilaian manajemen Grup, besar kemungkinan saldo piutang tidak dapat tertagih. Dengan demikian, nilai tercatat dari piutang pengemudi pada tanggal 31 Desember 2019 adalah Rp.4.502.174.188, dan piutang lain-lain anak usaha sebesar Rp.64.200.000.

6 PIUTANG LAIN-LAIN 6 OTHERS RECEIVABLE – DRIVERS

This account represents the Group's billing to taxi and bus drivers arising from the difference between the required daily remittance and actual remittance by the drivers.

As of December 31, 2020, the outstanding balance of the drivers' receivables amounted to Rp4,650,883,164, wherein the Group provided allowance Rp.3.714.647.156 for the decline in the value of receivables since 2012. Based on the Group's management assessment, it is probable that the balance of the receivables will not be collectible. Accordingly, the book value of the drivers' accounts recevibales as of December 31, 2020 is Rp.4,502,174,188, and other receivables of a subsidiary of Rp.64,200,000

Biaya Dibayar Dimuka Prepaid Expense

2020 2019
Asuransi dibayar dimuka 2.363.371.093 3.505.498.208 Prepaid insurance
Uang muka lainnya 39.280.000 39.280.000 Other advances
Jumlah biaya dibayar dimuka 2.402.651.093 3.544.778.208 Total prepaid expenses

7 7 INVESTASI PADA ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI

INVESTMENTS IN SUBSIDIARY AND ASSOCIATES

31 Desember 2020/ December 31, 2020
Nama Entitas Anak dan
Entitas Asosiasi/Name of
subsidiary and asscociates
Bidang Usaha/ Scope
of businees
Persentase
Kepemilikan /
Percentage of
ownership
Saldo Pada Awal
Tahun/ Balance
at the beginning of
the year
Penambahan/
Addition
Bagian atas Hasil
Bersih Entitas
Asosiasi/ Net results of
associates
Saldo Pada
Akhir Tahun/
Balance at end of
the year
Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 4 dan6/ Joint
bus operator with
transway corridors 4 and
PT.
Jakarta
Trans
Metropolitan
6
Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 2 dan 3 /
Joiint bus operator
with transway
63,64% 720.000.000 - - 720.000.000
PT. Trans Batavia corridors 2 and 3
Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 5 dan7/ Joint
bus operator with
47,60% 1.987.300.000 - - 1.987.300.000
PT. Jakarta Mega Trans
(Catatan 8)
Jumlah/Total
transway corridors 5 and
7
31,4% 2.296.000.000
5.003.300.000
-
-
-
-
2.296.000.000
5.003.300.000
31 Desember 2019/ December 31, 2019
Nama Entitas Anak dan
Entitas Asosiasi/Name of
subsidiary and asscociates
Bidang Usaha/ Scope
of businees
Persentase
Kepemilikan /
Percentage of
ownership
Saldo Pada Awal
Tahun/ Balance
at the beginning of
the year
Penambahan/
Addition
Bagian atas Hasil
Bersih Entitas
Asosiasi/ Net results of
associates
Saldo Pada
Akhir Tahun/
Balance at end of
the year
Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 4 dan6/ Joint
bus operator with
transway corridors 4 and
6
PT. Jakarta Trans Metropolitan Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 2 dan 3 / Joint
bus operator with
transway corridors 2 and
3
63,64% 720.000.000 - - 720.000.000
PT. Trans Batavia
PT. Jakarta Mega Trans
Kerjasama operasi bus
dengan transway
koridor 5 dan7/ Joint
bus operator with
transway corridors 5 and
7
47,60% 1.987.300.000 - - 1.987.300.000
(Catatan 8)
Jumlah/Total
31,4% 2.296.000.000
5.003.300.000
-
-
-
-
2.296.000.000
5.003.300.000

7 7 INVESTASI PADA ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI (Lanjutan)

PT Jakarta Trans Metropolitan PT Jakarta Trans Metropolitan

PT Jakarta Trans Metropolitan didirikan pada tanggal 16 Agustus 2006 oleh Perusahaan, PT Mayasari Bakti dan Perum PPD berdasarkan Akta No. 24 dari Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notaris di Jakarta, dimana Perusahaan memiliki 308.850 saham setara dengan 41,18% kepemilikan. Pendirian tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. W7- 02976 HT.01.01.TH.2006.

Berdasarkan Akta No.38 tanggal 24 Mei 2016, dari Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., notaris di Jakarta, PT Mayasari Bakti mengalihkan seluruhnya kepemilikan saham di PT Jakarta Trans Metropolitan sebanyak 352.940 saham kepada Perusahaan dan Perum PPD masing-masing sebanyak 224.614 saham dan 128.326 saham, sehingga setelah terjadi pengalihan saham tersebut Perusahaan memiliki 636.408 saham dengan nilai nominal sebesar Rp636.408.000 atau setara dengan 63,64% kepemilikan.

PT Trans Batavia PT Trans Batavia

PT Trans Batavia didirikan pada tanggal 29 Agustus 2005 oleh Perusahaan, PT Mayasari Bakti, Perum PPD dan Tuhan Johanes Damanik berdasarkan Akta No. 29 dari Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notaris di Jakarta, dimana Perusahaan memiliki 119.000 saham atau setara dengan 23,8% kepemilikan. Pendirian tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. C-25854 HT.01.01.TH.2005.

Berdasarkan Akta No.23 tanggal 25 Januari 2016, dari FX Budi Santoso Isbandi, S.H, notaris di Jakarta, PT Mayasari Bakti mengalihkan seluruhnya kepemilikan saham di PT Trans Batavia sebanyak 250.000 saham kepada Perusahaan, Perum PPD dan Johanes Damanik masing-masing sebanyak 119.000 saham, 111.000 saham dan 20.000 saham, sehingga setelah terjadi pengalihan saham tersebut Perusahaan memiliki 238.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp119.000.000 atau setara dengan 47,60% kepemilikan.

Pengalihan saham tersebut dilakukan dengan nilai nihil, sehingga Perusahaan mencatat penambahan jumlah saham tanpa menambah nilai investasi tambahan.

INVESTMENTS IN SUBSIDIARY AND ASSOCIATES (Continued)

PT Jakarta Trans Metropolitan was established on August 16, 2006 by the Company, PT Mayasari Bakti and Perum PPD based on Notarial Deed. 24 of Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notary in Jakarta, wherein the Company has 308,850 shares or equivalent to 41.18% ownership. The establishment has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights based on its Decision Letter no. W7-02976 HT.01.01.TH.2006.

Based on Notarial Deed No.38 dated May 24, 2016, of Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn., notary in Jakarta, PT Mayasari Bakti transferred all of its 352,940 share ownership in PT Jakarta Trans Metropolitan to the Company and Perum PPD consisting of 224,614 shares and 128,326 shares, respectively, thus, after the transfer, the Company owns 636,408 shares with a par value of Rp636,408,000 or equivalent to 63.64% ownership

PT Trans Batavia was established on August 29, 2005 by the Company, PT Mayasari Bakti, Perum PPD and Lord Johanes Damanik based on Notarial Deed No. 29 of Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notary in Jakarta, wherein the Company has 119,000 shares or equivalent to 23.8% ownership. The establishment has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights based on its Decision Letter no. C-25854 HT.01.01.TH.2005.

Based on Notarial Deed No. 23 dated January 25, 2016, of FX Budi Santoso Isbandi, SH, notary in Jakarta, PT Mayasari Bakti transferred all of its 250,000 share ownership in PT Trans Batavia to the Company, Perum PPD and Johanes Damanik consisting of 119,000 shares, 111,000 shares and 20,000 shares, respectively, thus, after the share transfer, the Company has 238,000 shares with a nominal value of Rp119,000,000 or equivalent to 47.60% ownership.

The share transfer has no value, thus, the Company recognized additional shares without recording any additional value of investment.

8 ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL 8 AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS

31 Desember 2020/ December 31, 2020
Nama Perusahaan/ Company's Name Bidang Usaha/
Scope of businees
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
Saldo Pada Awal
Tahun/ Balance
at the beginning of
the year
Penambahan/
Pengurangan/
Additional/
Decrease
Cadangan Penurunan
Nilai/ Allowance for
Impairment
Saldo Pada
Akhir Tahun/
Balance at the end
of the year
Kerjasama
operasi bus
dengan transway
koridor/ Joint
bus operator with
transway corridors
PT. Jakarta Ekspress Trans
Jumlah
14,74% -
-
-
-
-
-
-
-
31 Desember 2019/ December 31, 2019
Nama Perusahaan/ Company's Name Bidang Usaha/
Scope of businees
Kerjasama
operasi bus
dengan transway
koridor/ Joint
bus operator with
transway corridors
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
Saldo Pada Awal
Tahun/ Balance
at the beginning of
the year
Penambahan/
Pengurangan/
Additional/
Decrease
Cadangan Penurunan
Nilai/ Allowance for
Impairment
Saldo Pada
Akhir Tahun/
Balance at the end
of the year
PT. Jakarta Ekspress Trans
Jumlah
14,74% -
-
-
-
-
-
-
-

PT Jakarta Mega Trans didirikan pada tanggal 16 Agustus 2006 oleh Perusahaan, PT Mayasari Bakti dan PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana Tbk. berdasarkan Akta No. 25 dari Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notaris di Jakarta, dimana Perusahaan memiliki 190.500 saham atau setara dengan 19,05% kepemilikan. Pendirian tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-02977HT.01.01-TH.2006 tanggal 27 Nopember 2006.

Pada tahun 2016, manajemen memutuskan untuk melakukan penurunan nilai atas investasi pada aset keuangan tersedia untuk dijual sehubungan dengan dihentikannya kontrak kerja sama sebagai operator konsorsium antara Perusahaan, PT Jakarta Mega Trans, dan PT Transportasi Jakarta (Catatan 25).

PT Jakarta Mega Trans PT Jakarta Mega Trans

PT Jakarta Mega Trans was established on August 16, 2006 by the Company, PT Mayasari Bakti and PT Travel Bureau of Pahala Kencana Tbk. Based on Notarial Deed No. 25 of Eveline Gandauli Siagian Rajagukguk S.H., notary in Jakarta, the Company has 190,500 shares or equivalent to 19.05% ownership. The establishment has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights based on its Decision Letter no. W7- 02977HT.01.01-TH.2006 dated November 27, 2006.

In 2016, the management decided to impair the investment in available-for-sale financial assets in connection with the termination of the cooperation contract with consortium operators, the Company, PT Jakarta Mega Trans and PT Transportasi Jakarta (Note 25).

8 8 ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL (Lanjutan) AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSETS

Berdasarkan akta No.30 tanggal 25 Januari 2016, dari FX Budi Santoso Isbandi, S.H, notaris di Jakarta, PT Mayasari Bakti mengalihkan seluruh kepemilikan saham di PT Jakarta Mega Trans sebanyak 392.800 saham kepada Perusahaan, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta dan PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana masing-masing 123.235 saham, 154.028 saham dan 115.537 saham, sehingga setelah terjadi pengalihan saham tersebut Perusahaan memiliki 313.735 saham dengan nilai nominal sebesar Rp313.735.000 atau setara dengan 31,4% kepemilikan.

Pengalihan saham tersebut dilakukan dengan nilai nihil, sehingga Perusahaan mencatat penambahan jumlah saham tanpa menambah nilai investasi tambahan.

PT Jakarta Ekspress Trans PT Jakarta Ekspress Trans

PT Jakarta Ekspress Trans didirikan pada tanggal 8 Januari 2004, dimana Perusahaan memiliki 1.474 saham atau setara dengan 14,74% kepemilikan.

(Continued)

Based on Notarial Deed No.30 dated January 25, 2016, of FX Budi Santoso Isbandi, SH, notary in Jakarta, PT Mayasari Bakti transferred all of its 392,800 share ownership in PT Jakarta Mega Trans to the Company, Public Company of Djakarta Passenger Transportation and PT Travel Bureau Pahala Kencana consisting of 123,235 shares, 154,028 shares and 115,537 shares, respectively, thus, after the share transfer, the Company has 313,735 shares with a nominal value of Rp313,735,000 or equivalent to 31.4% ownership.

The share transfer has no value, thus, the Company recognized additional shares without recording any additional value of investment.

PT Jakarta Ekspress Trans was established on January 8, 2004, wherein the Company has 1,474 shares or equivalent to 14.74% ownership.

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9.
ASET TETAP
9. FIXED ASSETS
Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember2020/ December 31,2020
Saldo Awal/Beginning Penambahan/
Additional
Pengurangan/ Disposal Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/ Ending Balance
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Acquisition cost
Direct Acquisition
Tanah 4.383.590.000 - -
-
4.383.590.000 Land
Prasarana 3.926.361.428 - - 3.926.361.428 Infastructure
Bangunan 6.491.587.615 - - - 6.491.587.615 Buildiings
Kendaraan taksi dan bis 882.750.000 - - - 882.750.000 Taxis and buses
Kendaraan kantor
Perabot dan peralatan
Kantor
4.790.198.756
3.928.897.209
6.300.000 - - 4.790.198.756
3.935.197.209
Office transportation
Office furniture, fixture and
equipment
Peralatan bengkel 615.605.271 - - - 615.605.271 Workshop equipment
Kendaraan busway 86.425.204.832 - - - 86.425.204.832 Busway vehicles
Aset Sewa Guna Usaha 362.950.000.000 362.950.000.000
Sub-Jumlah 474.394.195.111 6.300.000 - - 474.400.495.111
Aset dalam penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian -
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Sub – Jumlah
Jumlah 474.394.195.111 6.300.000 474.400.495.111
Akumulasi penyusutan
Pemilikan Langsung
Accumulated Depreciation
Prasarana 2.782.832.824 - - - 2.782.832.824 Direct Acquisition
Bangunan 5.592.260.736 202.882.500 - - 5.795.143.236 Infastructure
Kendaraan taksi dan bis 532.530.000 - - - 532.530.000 Buildiings
Kendaraan kantor
Perabot dan peralatan
2.522.992.985
3.513.983.713
646.332.254
11.536.875
-
-
-
-
3.169.325.239
3.525.520.588
Taxis and buses
Office transportation
Kantor - Office furniture, fixture and
Peralatan bengkel 568.952.958 - - - 568.952.958 equipment
Kendaraan busway
Aset Sewa Guna Usaha
127.234.204.833
-
29.036.000.004 -
-
-
-
156.270.204.837
-
Workshop equipment
Busway vehicles
142.747.758.049 29.896.751.632 - - 172.644.509.681
Penurunan nilai asset 1.174.329.567 1.174.329.567 Impairment of asset
Jumlah 143.922.087.616 173.818.839.248 Total
Nilai Tercatat 330.472.107.495 31 Desember 2019/ December 31,2019 300.581.655.863 Carrying Value
Saldo Awal/Beginning Penambahan/
Additional
Pengurangan/ Disposal Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/ Ending Balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Pemilikan langsung Direct Acquisition
Tanah
Prasarana
4.383.590.000
3.876.361.428
-
50.000.000
-
-
-
-
4.383.590.000
3.926.361.428
Land
Infastructure
Bangunan 6.491.587.615 - -
-
6.491.587.615 Buildiings
Kendaraan taksi dan bis 882.750.000 - -
-
882.750.000 Taxis and buses
Kendaraan kantor 2.416.469.756 2.373.729.000 -
-
4.790.198.756 Office transportation
Perabot dan peralatan
Kantor
3.909.197.209
-
19.700.000 -
-
3.928.897.209 Office furniture, fixture and
equipment
Peralatan bengkel 615.605.271 - - - 615.605.271 Workshop equipment
Kendaraan busway 86.425.204.832 - - - 86.425.204.832 Busway vehicles
Aset Sewa Guna Usaha 311.100.000.000 51.850.000.000 - - 362.950.000.000
Sub-Jumlah 420.100.766.111 54.293.429.000 - - 474.394.195.111
Aset dalam penyelesaian Asset in- Progress
Bangunan dalam penyelesaian
Sub – Jumlah
-
-
- -
-
Building improvement
Sub – total
Jumlah 420.100.766.111 474.394.195.111 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated Depreciation
Pemilikan Langsung Direct Acquisition
Prasarana 2.782.832.824 - - - 2.782.832.824 Infastructure
Bangunan
Kendaraan taksi dan bis
5.389.378.236
532.530.000
202.882.500
-
-
-
-
-
5.592.260.736
532.530.000
Buildiings
Taxis and buses
Kendaraan kantor 2.037.282.780 485.710.205 - - 2.522.992.985 Office transportation
Perabot dan peralatan 3.513.983.713 - 3.513.983.713 Office furniture, fixture and
Kantor - - - - - equipment
Peralatan bengkel
Kendaraan busway
568.952.958
102.000.538.166
-
25.233.666.667
-
-
-
-
568.952.958
127.234.204.833
Workshop equipment
Busway vehicles
Aset Sewa Guna Usaha - - - - -
116.825.498.677 25.922.259.372 - - 142.747.758.049
Penurunan nilai asset 1.174.329.567 - - - 1.174.329.567 Impairment of asset
Jumlah 117.999.828.244 143.922.087.616 Total

Nilai Tercatat Carrying Value

302.100.937.867 330.472.107.495

Selama tahun 2020 dan 2019, Grup tidak memiliki pelepasan aset tetap.

Grup menyajikan biaya penyusutan aset bus sebagai bagian dari "Beban Langsung" dan aset lainnya masuk sebagai "Beban Usaha" untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap lainnya pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Seluruh aset tetap Perusahaan dan Entitas anak tidak diasuransikan kepada pihak ketiga selama periode 31 Desember 2020.

Pada tahun 2019 perusahaan menambah asset bis sebanyak 17 unit. Seluruh asset bis sebanyak 17 unit tersebut telah di asuransikan perusahaan.

9 ASET TETAP (Lanjutan) 9 FIXED ASSETS (Continued)

During 2020 and 2019, the Group has no disposal of fixed assets.

The Group presents depreciation costs of bus assets as part of "Direct Expenses" and other assets entered as "Operating Expenses" for the year ended December 31, 2020.

Management believes that there is no additional impairment of fixed assets as of December 31, 2020 and 2019.

All of the Company's and Subsidiaries' fixed assets were not insured to third parties during the periods of December 31, 2020.

At 2019 the company added 17 bus assets. All of the 17 bus assets have been insured by the company.

10 UTANG LAIN-LAIN OTHER PAYABLES 10

Akun ini terdiri dari: This account consist of:
2020 2019
Tabungan pengemudi 117.871.678 117.871.678 Drivers' savings
Simpanan jaminan - Security deposits
Utang PT Bangun Jaya Sakti 2.743.424.132 1.681.022.988 PT Bangun Jaya Sakti
Utang PT CSM Corporotama - - PT CSM Corporotama
Utang PT Abdi Raharja - - PT Abdi Raharja
Utang PT Wijaya Karya 80.000.000.000 80.000.000.000 PT Wijaya Karya
Utang PT Sinar Jaya - - PT Sinar Jaya
Lain-lain 189.031.700 189.031.700 Others
Sub Jumlah 83.050.327.510 81.987.926.366 Sub-total
Pihak berelasi (Catatan 23) 27.966.471.923 35.536.120.022 Related parties (Note 23)
Jumlah 111.016.799.433 117.524.046.388 Total

Utang perusahaan kepada PT. Wijaya Karya Realty,Tbk timbul karena adanya penerimaan dana sebagai termin pembayaran dari PT Wijaya Karya Realty Tbk kepada perusahaan sebagai bagian dari perjanjian kerjasama joint operation pembangunan dan pengelolaan apartemen No.HK.02.09/A.DIR.WR.2557/2018 tanggal 8 Agustus 2018.

Company debt to PT. Wijaya Karya Realty, Tbk arises because of the receipt of funds as a payment term for PT Wijaya Karya Realty, Tbk to the company as part of a joint operation agreement on the construction and management of apartment No.HK.02.09 / A.DIR.WR.2557 / 2018 dated August 8 2018. This account consist of:

11 BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR ACCRUED EXPENSES

11

Akun ini terdiri dari: This account consist of:
2020 2019
Jamsostek dan lain-lain 158.604.305 151.489.321 Jamsostek and others
Bunga 3.388.581.318 3.388.581.318 Interest
Utang BBM 242.620.132 242.620.132 Oil Debt
Jasa professional 1.235.681.286 1.235.681.286 Professional fees
Lain-lain 2.204.769.638 2.204.769.638 Others
Jumlah 7.230.256.679 7.223.141.695 Total

12

12 UTANG PEMBIAYAAN ASET BUS BUS FINANCING LEASE PAYABLE

Pada tanggal 31 Desember 2020, pembayaran minimum pembiayaan atas perolehan asset bis berdasarkan perjanjian adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2020, the minimum payment of financing under the agreement is as follows:

Pembayaran minimum utang 2020 2019 Minimum lease payment of future
pembiayaan di masa mendatang 253.819.063.022 272.588.055.186 financing
Dikurangi beban bunga - - Less interest expense
Jumlah utang pembiayaan - bersih 253.819.063.022 272.588.055.186 Total lease financing - net
Dikurangi bagian yang akan jatuh Less current maturities due within one year
tempo dalam waktu satu tahun 59.804.786.598 56.192.461.207
Bagian yang akan jatuh tempo Non-current portion that will mature over
lebih dari satu tahun 194.014.276.424 216.395.593.979 one year
Utang pembiayaan jatuh tempo dalam tahun: Financing lease maturing in the year:
2020 2019
2018 2018
2019 - - 2019
2020 23.807.043.078 56.192.461.207 2020
2021 72.653.194.687 76.841.478.482 2021
2022 87.592.791.110 106.412.874.852 2022
2023 50.868.553.871 12.372.035.716 2023
2024 20.739.204.909 20.739.204.929 2024
Jumlah 255.660.787.656 272.558.055.186 Total
13
UTANG BANK
13
DEBT BANK
2020 2019
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa 6.766.071.526 - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
Barat dan Banten,Tbk dan Banten,Tbk
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
- - Net of current portion due within one year

Jumlah Total 6.766.071.526 - Pada tanggal 31 Januari 2020 Perseroan memperoleh Pinjaman

Rekening Koran (PRK) dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten,Tbk sebesar Rp. 6.800.000.000, Pinjaman ini dikenakan bunga 12% per tahun dengan jangka waktu pinjaman satu tahun. Pinjaman ini diikat dengan Akta Perjanjian Kredit No.2942 tanggal 31 Januari 2020, Notaris Widawati,S.H.,M.Kn. Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan dijamin dengan jaminan berupa Gedung Berita satu Plaza Lantai 6 dan Kontrak kerjasama operasi busway dengan Pemprov DKI Jakarta.

On 31 January 2020 the Company obtained a Current Account Loan (PRK) from PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat and Banten, Tbk in the amount of Rp. 6,800,000,000, this loan bears interest at 12% per annum with a loan term of one year. This loan is bound by the No.2942 Credit Agreement Deed dated 31 January 2020, Notary Widawati, S.H.,M.Kn, Bachelor of Law, Notary in Jakarta and guaranteed with collateral in the form of News Building one Plaza 6th Floor and a Cooperation Contract for the busway operation with the DKI Jakarta Provincial Government.

14 PERPAJAKAN TAXATION

a. Utang Pajak dan Utang Pajak Daluarsa a. Taxes Payable and Expired Taxes Payable

Perusahaan memiliki utang pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai untuk tahun pajak 1999 sampai 2009 yang jumlah keseluruhannya pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp60.117.791.170. Berdasarkan surat Kantor Pelayanan Pajak Masuk Bursa No. S-17/WPJ.07/KP.0804/2017 tanggal 30 Maret 2017 mengenai sisa utang pajak Perusahaan, sebagian besar utang pajak tersebut dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp54.244.672.707 telah melewati daluarsa penagihan.

Daluarsa penagihan adalah periode dimana Direktorat Jendral Pajak (DJP) dapat melakukan penagihan pajak berdasarkan Pasal 22 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009. Untuk tahun pajak 2008 dan selanjutnya, Daluarsa Penagihan adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak penerbitan surat tagihan pajak, surat ketetapan pajak, dan surat keputusan pembetulan atau keberatan. Jika wajib pajak mengajukan keberatan, banding atau peninjauan kembali, daluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal penerbitan keputusan keberatan, putusan banding, atau putusan peninjauan kembali. Sebelum berlakunya Undang-undang No. 16 tahun 2009 tersebut, daluarsa penagihan pajak untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya adalah 10 (sepuluh) tahun.

.Pada tahun 2013, Perusahaan telah menghapuskan utang pajak sebesar Rp26.793.128.538 yang sesuai dengan surat Direktorat Jenderal Pajak Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Nomor: S-1128/PJ.04/2013 tanggal 19 Agustus 2013 sudah berstatus daluarsa penagihan. Rincian dari utang pajak yang dihapuskan tersebut adalah sebagai berikut:

14

The Company has income tax and value added tax payables for fiscal years 1999 to 2009 totaling Rp60,117,791,170 as of December 31, 2016, of which based on the letter from the Public Company Tax Office No. S-17 / WPJ.07 / KP.0804 / 2017 dated March 30, 2017, tax liabilities totalling Rp54,244,672,707 had passed the tax collection period.

Tax collection period is the allowable period whithin which the Directorate General of Taxation (DGT) may collect taxes based on Article 22 paragraph (1) of Law Number 6 Year 1983 regarding General Provisions and Taxation Procedures as amended by Law Number 16 Year 2009. For fiscal year 2008 and succeeding years the Tax collection period is five (5) years from the date of issuance of tax bills, tax assessment letters, and decision of the correction or objection. If the tax payer issues an objection, appeal or review, the tax collection period is calculated from the date of issuance of the objection decision, appeal decision or review. Prior to Law no. 16 of 2009, the tax collection period for fiscal year 2007 and prior years was ten (10) years.

In 2013, the Company wrote off tax liabilities totaling Rp26,793,128,538 which tax collection status had expired in accordance with the letter from Directorate General of Taxation, Directorate of Inspection and Billing Number: S-1128 / PJ.04 / 2013 dated August 19, 2013. Details of the taxes liabilities that were written-off are as follows:

Pajak Penghasilan
Pasal 21 856.219.976 Payable – Income tax article 21
Pasal 25/29 158.076.683 Payable – Income tax article 25/29
Pasal 26 18.050.182.334 Payable – Income tax article 26
Denda 7.728.649.545 Penalties
Jumlah 26.793.128.538 Total

14 PERPAJAKAN (Lanjutan) TAXATION (Continued)

Pada tahun 2016, Perusahaan menghapuskan lagi utang pajak sebesar Rp27.123.833.540 yang sesuai dengan surat Kantor Pelayanan Pajak Masuk Bursa No. S-17/WPJ.07/KP.0804/2017 tanggal 30 Maret 2017 sudah berstatus daluarsa penagihan. Laba atas dihapuskannya utang pajak tersebut disajikan sebagai "Pendapatan Penghapusan Utang Pajak yang Daluarsa" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Rincian dari utang pajak yang dihapuskan tersebut adalah sebagai berikut:

14

In 2016, the Company wrote off again the tax liabilities totaling Rp27,123,833,540, which tax collection status had expired according to the Public Company Tax Office letter No. S-17 / WPJ.07 / KP.0804 / 2017 dated March 30, 2017. The gain on the write-off of the tax liabilities was presented as "Gain from the Write-off of Expired Taxes Payable" in the statement of profit or loss and other comprehensive income. Details of the taxes liabilities written-off are as follows:

Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 4 (2) 75.195.278 Article 4 (2)
Pasal 21 154.095.768 Article 21
Pasal 23 7.907.899.823 Article 23
Pasal 25/29 1.911.441.483 Article 25/29
Denda pajak 17.075.201.188 Tax penalties
Jumlah 27.123.833.540 Total

Utang pajak yang telah dihapuskan tersebut diungkapkan dalam laporan keuangan sebagai liabilitas kontinjensi sampai Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai penghapusan piutang pajak (Catatan 27).

The taxes payable written-off was disclosed in the consolidated financial statements as contingent liabilities until the Ministry of Finance issues a Decree of Ministy of Finance concerning the write-off of taxes receivable (Note 27).

Saldo utang pajak Grup dan Entitas Anak pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The tax payable balances of the Group and Subsidiaries as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020
Perusahaan/
Company
Entitas
Anak/Subsidiaries
Jumlah/
Total
Rp Rp Rp
Pajak penghasilan : Income taxes :
Pasal 4 (2) 75.195.278 826.456.446 901.651.724 Article 4 (2)
Pasal 21 173.163.918 28.216.027 201.379.945 Article 21
Pasal 23 7.930.437.636 31.085.651 7.961.523.287 Article 23
Pasal 25 / 29 1.911.441.483 1.892.149.150 3.803.590.633 Article 25/29
Denda pajak (4.187.656.002) 200.000 (4.187.456.002) Tax penalties
Jumlah 5.902.582.313 2.778.107.274 8.680.689.587 Total

14 PERPAJAKAN (Lanjutan) TAXATION (Continued)

14

2019
Perusahaan/
Company
Entitas Anak/Subsidiaries Jumlah/
Total
Rp Rp Rp
Pajak penghasilan : Income taxes :
Pasal 4 (2) 75.195.278 826.456.446 901.651.724 Article 4 (2)
Pasal 21 173.163.918 28.216.027 201.379.945 Article 21
Pasal 23 7.930.437.636 31.085.651 7.961.523.287 Article 23
Pasal 25 / 29 1.911.441.483 1.892.149.150 3.803.590.633 Article 25/29
Denda pajak (4.185.156.002) 200.000 (4.184.956.002) Tax penalties
Jumlah 5.905.082.313 2.778.107.274 8.683.189.587 Total

b. b. Status Permohonan Keberatan, Banding dan Peninjauan Kembali

Perusahaan telah beberapa kali mengirim surat permohonan peninjauan kembali atas SKP-KB PPh pasal 26 Nomor: 00065/204/97/054/99 tanggal 12 Pebruari 1999 atas utang pajak sebesar Rp34.750.383.025. Pada tanggal 1 Nopember 2005 Perusahaan memperoleh pengurangan pajak PPh pasal 26 menjadi sebesar Rp24.386.518.340 berdasarkan keputusan Dirjen Pajak Nomor: 2545/PJ.44/2005. Atas putusan ini Perusahaan masih mengirimkan permohonan peninjauan kembali pada tanggal 27 Maret 2007 berdasarkan surat Nomor: 051/SS/Dir-AS/104/III/07. Namun sampai tanggal dikeluarkannya laporan keuangan ini jawaban atas permohonan peninjauan kembali belum diterima.

Pada tahun 2009, Perusahaan telah diperiksa oleh Kantor Pajak untuk Wajib Pajak Besar yang menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp182.716.616

Perusahaan mengajukan permohonan banding dan keberatan atas SKPKB PPN masa April 2008 Nomor: 00015/207/08/091/09 sebesar Rp3.344.014.800. Pada tanggal 22 Pebruari 2011, Pengadilan Pajak berdasarkan putusannya Nomor: Put29041/PP/M.IX/16/2011 memenangkan banding Perusahaan dan membatalkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas PPN Nomor : 00015/207/08/091/09 senilai total Rp3.344.014.800.

Status of Objection Application, Appeal and Review

The Company has filed several times application letters for judicial review regarding the Tax Assessment Letter (SKP-KB) Number: 00065/204/97/054/99 dated February 12, 1999 for income tax article 26 payable amounted to Rp34,750,383,025. On November 1, 2005, the Company obtained a Decision Letter from the Directorate General of Taxation (DGT) Number:2545/PJ.44/2005 wherein the income tax article 26 payable was reduced to Rp24,386,518,340. On this decision, the Company submitted application for judicial review on March 27, 2007 based on the Company's letter Number:051/SS/Dir-AS/104/III/07. However, as of the issuance of this financial statements, no response has been received by the Company.

In 2009, the Company has been assessed by the Tax Office for Large Tax Payers issued Tax Underpayment Assessment Letter (SKPKB) and Letter of Tax Invoice (STP) for the tax year 2008 amounted to Rp182,716,616.

The Company filed an appeal and objection on VAT SKPKB of April 2008 Number: 00015/207/08/091/09 amounted to Rp3,344,014,800. The Company won the appeal on February 22, 2011, based on the Tax Court Decision Number: Put29041/PP/M.IX/16/2011 wherein this SKPKB on VAT Number: 00015/207/08/091 / 09 of Rp3,344,014,800 was cancelled.

b. b. Status Permohonan Keberatan, Banding dan Peninjauan Kembali

Pada tanggal 25 Juli 2011 Perusahaan menerima surat dari Pengadilan Pajak tentang Pemberitahuan Permohonan Peninjauan Kembali Nomor: MPK-820/SP.51/VII/2011. Perusahaan telah mengirimkan Surat Jawaban atas Memori Peninjauan Kembali Nomor: S-3903/PJ.07/2011 atas putusan Pengadilan Nomor: Put.29401/PP/M.IX/16/2011 tanggal 22 Pebruari 2011 dengan Nomor: 112/Dir-SS/104/VIII/2011 tanggal 25 Agustus 2011 kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Pengadilan Pajak. Berdasarkan Surat Putusan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan Nomor: 370/B/PK/PJK/2013 tanggal 13 Desember 2013, Perusahaan dinyatakan menang atas peninjauan kembali yang diajukan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Pada tanggal 12 Februari 2019 diperoleh surat dari Dirjen Pajak Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa No. S-587/WPJ.07/KP.08/2019 mengkonfirmasi bahwa tunggakan pajak perusahaan adalah sebesar Rp.5.895.551.812,52

c. Pajak Penghasilan c. Income Taxes

14 PERPAJAKAN (Lanjutan) TAXATION (Continued) 14

Status of Objection Application, Appeal and Review

On July 25, 2011, the Company received a letter from the Tax Court about Notice of Judicial Review Application Number: MPK-820 / SP.51 / VII / 2011. The Company has sent a Reconsideration Letter on Memorandum of Judicial Review Number: S-3903 / PJ.07 / 2011 on Court decision Number: Put.29401 / PP / M.IX / 16/2011 dated February, 22 2011 with Number: 112 / Dir-SS / 104 / VIII / 2011 dated August 25, 2011 to the Supreme Court of the Republic of Indonesia through Tax Court. Based on the Decision Letter of the Supreme Court of the Republic of Indonesia No. 370 / B / PK / PJK / 2013 dated December 13, 2013, the Court decided in favor of the Company over the Director General of Taxation.

On February 12, 2019 a letter was obtained from the Director General of Taxes at the Tax Service Office of the Company Entering Stock No. S-587 / WPJ.07 / KP.08 / 2019 confirms that the company's tax arrears amount to Rp.5,895,551,812.52

2020 2019
Consolidated income (loss) before
taxes as per consolidated
(15.950.611.459) 12.303.410.257 statement of profit or loss
- - Subsidiaries' loss before tax
Income (loss) before tax of the
(15.950.611.459) 12.303.410.257 Company
Permanent differences :
657.756.421 546.338.801 Non-deductible expenses
(67.250.562) (466.004.001) Write-off of expired tax liabilitiese
590.505.859 80.334.800
Temporary differences :
(7.282.430.618) (13.900.603.229) Depreciation of fixed assets
308.035.406 Provision of employee benefits
- - Allowance for impairment
Impairment of available for sale
- - financial assets
(7.282.430.618) (13.592.567.823)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

14 PERPAJAKAN (Lanjutan) TAXATION (Continued)

c. Pajak Penghasilan (Lanjutan) c. Income Taxes (Continued)

14

2020 2019
Taksiran laba (rugi) fiskal tahun -
22.642.536.217
-
1.208.822.766
Estimated taxable losses for the current year
berjalan
Saldo rugi fiskal periode Tax losses of previous periods
sebelumnya
Tahun 2019 -
1.208.822.766
Tahun 2018 -
6.088.981.185
-
6.088.981.185
Tahun 2017 -
7.706.232.096
-
7.706.232.096
Fiscal year 2017
Tahun 2016 -
3.569.659.215
-
3.569.659.215
Fiscal year 2016
Kerugian fiscal kadaluarsa
Tahun 2012 Expired fiscal loss 2012
Akumulasi saldo taksiran Accumulated estimated taxable losses at the
laba (rugi) fiskal akhir tahun -
41.216.231.479
-
18.573.695.262
end of the year

Jumlah penghasilan kena pajak dan beban pajak penghasilan kini Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 diatas akan dilaporkan oleh Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh Badan tahun 2020 dan 2019 ke Kantor Pajak.

The above amount of taxable income and current income tax expense of the Company for the years ended December 31, 2020 and 2019 will be reported by the Company in its Corporate Annual Income Tax Return (SPT) for 2020 and 2019 to the Tax Office.

d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan d. Deferred Tax Assets (Liabilities)

Rp
Rp
Rp
Rp
Aset pajak
Tangguhan
Deferred tax assets
Rugi fiscal
4.647.909.167
(117.746.610)
4.530.162.556
Fiscal loss
Manfaat karyawan
245.132.596
81.022.396
326.154.991
Employee benefits
-
Liabilitas pajak
Deferred tax
-
Tangguhan
-
liabilities
-
Penyusutan aset
-
Fixed assets
Tetap
depreciation
(3.911.820.010)
(1.602.481.238)
(5.514.301.248)
Jumlah
981.221.752
(63.431.464.002.410)
-
(657.983.701)
Total
1 Januari 2020/
January 1, 2020
Laporan laba rugi
komprehensif /
Statements of
comprehensive income
Penghasilan
komprehensif
lain/Others
comprehensive income
31 Desember 2020 /
Decemeber 31, 2020

51

14 PERPAJAKAN (Lanjutan) TAXATION (Continued)

d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan d. Deferred Tax Assets (Liabilities)

14

1 Januari 2019/
January 1, 2019
Laporan laba rugi
komprehensif /
Statements of
comprehensive income
Penghasilan
komprehensif
lain/Others
comprehensive income
31 Desember 2019 /
Decemeber 31, 2019
Rp Rp Rp Rp
Aset pajak
Tangguhan Deferred tax assets
Rugi fiscal 4.345.703.475 302.205.692 - 4.647.909.167 Fiscal loss
Manfaat karyawan 168.123.744 77.008.852 245.132.596 Employee benefits
Liabilitas pajak Deferred tax
Tangguhan - - - - liabilities
Penyusutan aset Fixed assets
Tetap (432.183.849) (3.479.636.161) - (3.911.820.010) depreciation
Jumlah 4.081.643.370 (3.100.421.618) - 981.221.752 Total

e. Pajak dibayar dimuka e. Prepaid taxes

Pada tanggal 31 Desember 2020, pajak dibayar dimuka terkait dengan Pajak Pertambahan Nilai Masukan sebesar Rp.5.487.448,-

15 UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 15 CONSUMER LOANS
Akun ini terdiri dari: This account consist of:
2020 2019
Utang leasing kendaraan 919.902.500 1.210.407.500 Debt for vehicle leasing

919.902.500 1.210.407.500

Jumlah Total

As of December 31, 2020, prepaid taxes pertain to Input

Value Added Tax amounted Rp.5.487.448,-

16 MODAL SAHAM CAPITAL STOCK

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 30 Desember 2015, pada tanggal 19 April 2016 Perusahaan menerbitkan saham seri B dengan harga nominal Rp100 per lembar dan mengkonversi utang restrukturisasi sebesar Rp22.334.560.500 menjadi saham atau Debt to Equity Swap melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 223.345.605 lembar Seri B kepada PT Infiniti Wahana dengan nilai nominal Rp100 per lembar.

Jumlah saham setelah penambahan modal tanpa HMETD sebesar 615.145.012 saham, yang terdiri dari saham seri A dan seri B masing-masing sebanyak 391.799.407 saham dan 223.345.605 saham.

Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

16

Based on the approval of the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) dated December 30, 2015, on April 19, 2016, the Company issued Series B shares at a nominal value of Rp100 per share and converted the restructured debt amounted to Rp22,334,560,500 into shares or Debt to Equity Swap through Non-Preemptive Capital Increase (HMETD) of 223,345,605 Series B shares to PT Infiniti Wahana with nominal value of Rp100 per share.

The number of shares after the increase of capital through HMETD amounted to 615,145,012 shares, consist of 391,799,407 Series A shares and 223,345,605 Series B shares.

The details of the Company's share ownership as of December 31, 2020 are as follows:

SERI A / SERIES A SERI B/ SERIES B JUMLAH /TOTAL
SAHAM/ SHARES NILAI/VALUES
(Rp)
SAHAM/
SHARES
NILAI/VALUES (Rp) SAHAM/
SHARES
% NILAI/VALUES
(Rp)
Modal Dasar 685.330.879 342.665.439.500 223.345.605 22.334.560.500 908.676.484 365.000.000.000 Authorized Capital
Modal
ditempatkan
disetor penuh
Issued capital
Fully paid
PT Infiniti Wahana 284.273.821 142.136.910.500 193.730.294 19.373.029.400 478.004.115 77,71% 161.509.939.900 PT Infiniti Wahana
PT Abdi Raharja 31.905.589 15.952.794.500 29.615.311 2.961.531.100 61.520.900 10,00% 18.914.325.600 PT Abdi Raharja
Umum ( <5% ) 75.619.997 37.809.998.500 - - 75.619.997 12,29% 37.809.998.500 General( <5% )
Jumlah 391.799.407 195.899.703.500 223.345.605 22.334.560.500 615.145.012 100% 218.234.264.000 Total

Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

The details of the Company's share ownership as of December 31, 2019 are as follows:

SERI A / SERIES A SERI B/ SERIES B JUMLAH /TOTAL
SAHAM/ SHARES NILAI/VALUES
(Rp)
SAHAM/
SHARES
NILAI/VALUES (Rp) SAHAM/
SHARES
% NILAI/VALUES
(Rp)
Modal Dasar 685.330.879 342.665.439.500 223.345.605 22.334.560.500 908.676.484 365.000.000.000 Authorized Capital
Modal
ditempatkan
disetor penuh
Issued capital
Fully paid
PT Infiniti Wahana 254.208.821 127.104.410.500 193.730.294 19.373.029.400 447.939.115 72,82% 146.477.439.900 PT Infiniti Wahana
PT Abdi Raharja 31.905.589 15.952.794.500 29.615.311 2.961.531.100 61.520.900 10,00% 18.914.325.600 PT Abdi Raharja
Umum ( <5% ) 105.684.997 52.842.498.500 - - 105.684.997 17,18% 52.842.498.500 General( <5% )
Jumlah 391.799.407 195.899.703.500 223.345.605 22.334.560.500 615.145.012 100% 218.234.264.000 Total

UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS ENDED PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN 2019 DECEMBER 31, 2020 AND 2019 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL KONSOLIDASIAN STATEMENTS

PT STEADY SAFE Tbk DAN ENTITAS ANAK PT STEADY SAFE Tbk AND SUBSIDIARIES

17 TAMBAHAN MODAL DISETOR ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

17

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

Tambahan modal disetor 484.760.276.590 Additional paid-in capital
Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transaction under
entitas sepengendali 21.550.823.734 common control
Jumlah 506.311.100.324 Total

Tambahan setoran modal merupakan selisih antara jumlah nilai nominal saham berdasarkan anggaran dasar Perseroan dengan penerimaan aktual dari para pemegang saham yang diperoleh dari pembagian dividen saham tahun 1995, 1996, dan 1997 dan penawaran umum kepada publik tahun 1994 serta penambahan agio saham tahun 2002 sehubungan dengan penambahan modal tanpa memesan efek terlebih dahulu serta selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali terjadi sehubungan dengan Perseroan mengalihkan tagihan dan kepemilikan sahamnya pada PT Infiniti Indosakti (Entitas Anak) pada PT Infiniti Ferry Trans.

Additional paid-in capital represnts the difference between the total nominal value of shares based on the Company's articles of association with actual capital received from shareholders for the distribution of stock dividends in 1995, 1996 and 1997, the offering of shares to the public in 1994, the increase of additional paid-in capital in 2002 with respect to additional capital without preemptive rights, and the difference in value of restructuring transactions of entities under common control in connection with the Company's transfer of claims and ownership of shares in PT Infiniti Indosakti (subsidiary) to PT Infiniti Ferry Trans.

Tahun/
Years Keterangan Rp Description
1994 Penawaran umum kepada publik 30.290.000.000 Public offering
1995 Penerbitan saham bonus yang berasal Issuance of bonus shares from capital
dari tambahan modal disetor (29.500.000.000) paid in excess of par value
Dividen saham 8.142.000.000 Shares dividend
1996 Dividen saham 14.419.600.000 Shares dividend
1997 Dividen saham 11.474.320.000 Shares dividend
2002 Konversi utang menjadi modal 449.934.356.590 Convesion of debt to equity
Jumlah 484.760.276.590 Total

Pada tanggal 8 April 2008, Perseroan dan PT Infiniti Ferry Trans (PT IFT) mengadakan perjanjian, dimana PT Infiniti Ferry Trans berminat untuk membeli hingga 51% kepemilikan Perusahaan di PT Infiniti Indosakti dan piutang dengan harga Rp 26.500.000.000.

Berdasarkan RUPSLB tanggal 8 Mei 2008 sebagaimana yang dimuat dalam akta Notaris F.X. Budi Santoso Isbandi, S.H., No.18 pada tanggal yang sama, para pemegang saham Perusahaan menyetujui penjualan tersebut.

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali terjadi sehubungan dengan pengalihan tagihan dan kepemilikan saham pada PT Infiniti Indosakti kepada PT Infiniti Ferry Trans adalah sebagai berikut:

Harga jual pengalihan tagihan dan saham 26.500.000.000 Sales price of transferred receivables and interests
Nilai buku pegalihan tagihan dan saham (4.949.176.266) Book value of transferred receivables and interests
Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value of restructuring transaction under
entitas sepengendali 21.550.823.734

Based on EGMS on May 8, 2008 with Notarial Deed No. 18, of F.X. Budi Santoso Isbandi, S.H., notary, dated May 8, 2008, the Company's shareholders approved the sale.

On April 8, 2008, the Company and PT Infiniti Ferry Trans (PT IFT) entered into an agreement, wherein PT Iinfinity Ferry Trans intends to purchase the Company's interest in PT Infiniti Indosakti

of up to 51% and receivables at Rp26,500,000,000.

common control in connection with the Company's transferred of claims and ownership of shares in PT Infiniti Indosakti to PT Infiniti Ferry Trans are as follows:

Difference in value of restructuring transactions of entities under

18 KEPENTINGAN NON-PENGENDALI NON-CONTROLLING INTEREST

Rincian kepentingan non-pengendali atas ekuitas dan bagian atas hasil bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :

18

Details of non-controlling interests in the equity and the resulting consolidated net interest of the consolidated Subsidiaries are as follows:

2020
Pada awal Pendapatan Pada akhir
tahun/ Laba rugi/ komprehensif tahun /
At beginning Profit and lain/Other
comprehensive
Dividen / Lain-lain / At end of
of year Loss Income Dividend Others Year
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
PT. Steady Safe Finance B. V. 4.091.162 - - - - 4.091.162
PT. Mastrans Swadarma 28.377.063 - - - - 28.377.063
PT. Volgren Indonesia 20.269.331 - - - - 20.269.331
PT. Infiniti Indomarga 20.269.331 - - - - 20.269.331
PT. Sembada Permai Sejati -
423.358.217
- - - - -
423.358.217
PT. Sonnypong Yatim -
60.907.634
- - - - - 60.907.634
PT. Wahana Artha Sentosa 36.659.236 - - - - 36.659.236
PT. Citra Pancakabraja -
92.012.244
- - - - - 92.012.244
PT. Luhursatria Dwiraya -
5.389.391
- - - - -
5.389.391
Jumlah/Total -
472.001.363
- - - - -
472.001.363
2019
Pada awal
tahun/
At beginning
of year
Laba rugi/
Profit and
Loss
Pendapatan
komprehensif
lain/Other
comprehensive
Income
Dividen /
Dividend
Lain-lain /
Others
Pada akhir
tahun /
At end of
Year
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
PT. Steady Safe Finance B. V. 4.091.162 - - - - 4.091.162
PT. Mastrans Swadarma 28.377.063 - - - - 28.377.063
PT. Volgren Indonesia 20.269.331 - - - - 20.269.331
PT. Infiniti Indomarga 20.269.331 - - - - 20.269.331
PT. Sembada Permai Sejati -
423.358.217
- - - - -
423.358.217
PT. Sonnypong Yatim -
60.907.634
- - - - - 60.907.634
PT. Wahana Artha Sentosa 36.659.236 - - - 36.659.236
PT. Citra Pancakabraja -
92.012.244
- - - - - 92.012.244
PT. Luhursatria Dwiraya -
5.389.391
- - - - -
5.389.391
Jumlah/Total -
472.001.363
- - - - -
472.001.363

19 PENDAPATAN USAHA – BERSIH 19 NET REVENUE

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

2020 2019
Kendaraan busway 143.961.352.119 178.821.719.086 Busway
Lain-lain - 1.251.836.095 Others
Jumlah 143.961.352.119 180.073.555.181 Total

20 BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES 20

Akun ini terdiri dari: This account consist of:
2020 2019
Beban Pokok pendapatan 106.776.340.093 116.551.412.109
Beban Usaha Operating Expenses
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 5.125.136.767 4.452.757.092 Salaries, wages and employee benefits
Asuransi 2.205.555.095 1.254.591.282 Insurance
THR 1.379.460.160 - Holiday allowance
Entertaint 470.267.110 - Entertaint
Penyusutan (Catatan 9) 860.751.628 794.392.705 Depreciation (Note 9)
Sewa 566.469.815 871.392.931 Rent
Keur 253.888.500 310.061.500 Keur
Jasa professional 219.532.500 232.000.000 Professional fees
Beban Atk 62.344.360 24.213.900 office stationery
Imbalan kerja karyawan (Catatan 21) 339.804.826 253.563.311 Employee benefits (Note 21)
Perbaikan dan pemeliharaan 49.016.000 32.610.000 Maintenance
Beban listri air dan telepon 44.083.045 24.694.173 Electicity, water dan telephone
Beban Perjalanan dinas 33.123.976 8.913.000 Official travel
Jamuan 24.696.000 - Representation
Fee bank garansi - - Bank guarantee fee

21 BEBAN KEUANGAN FINANCIAL CHARGES 21

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

2020 2019
Administrasi bank 39.879.134 53.958.598 Bank charges
Beban keuangan 39.731.945.564 41.819.129.126 Financial expense
Beban Ojk dan Bursa - Ojk and Stock Expenses
Denda keterlambatan 450.840.000 Interest expenses
Jumlah 39.771.824.697 42.323.927.724 Total

Operasional Gedung Building operation Lain-lain Others Jumlah Total

  • 313.311.667

1.640.368.968 838.216.457 13.274.498.750 9.410.718.017

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan mencatat estimasi liabilitas imbalan kerja berdasarkan perhitungan aktuaris independen yang dilakukan oleh PT Bumi Dharma Aktuaria. Dalam perhitungannya, aktuaris menggunakan metode "Projected Unit Credit" dan asumsiasumsi sebagai berikut:

22 IMBALAN PASCAKERJA 22 LIABILITY FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS

As of December 31, 2020 and 2019, the Company recognized the estimated liability for employee benefits based on the calculation of an independent actuary, PT Bumi Dharma Aktuaria. The calculation is based on "Projected Unit Credit" method with the following assumptions:

2020 2019
Tingkat bunga 6,36% 7,35% Interest rate
Tingkat kenaikan gaji 2,00% 2,00% Salary increase rate
Tingkat kecacatan 10 % x TMI IV 10 % x TMI - 2011 Mortality rate
Umur pensiun normal 55 Tahun /year 55 Tahun /year Normal retirement age

Rincian beban penyisihan imbalan kerja yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

The details of provision for employee benefits recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income are as follows:

2020 2019
Beban jasa kini 289.804.826 253.563.311 Current service cost
Beban tahun berjalan 78.478.791 54.472.093 Interest cost
Beban imbalan kerja 368.283.617 308.035.404 Employee benefit expense

Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut: The movements in the liability for employees' benefits are as follows:

2020 2019
Saldo awal tahun Beginning of year
Beban tahun berjalan 1.067.738.649 672.494.972 Employee benefits expense recognized in the
(Catatan 19) 368.283.617 308.035.404 current year (Note 19)
Penghasilan komprehensif
Lain - 174.651.010 87.208.273 Others comprehensive income
Jumlah 1.261.371.256 1.067.738.649 Total

Seluruh keuntungan (kerugian) aktuarial pada tahun berjalan

masing-masing sebesar Rp. 174.651.010 dan Rp(87.208.273) .

Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap nilai kini kewajiban imbalan pasti pada 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

All actuarial gains (losses) for the current year amounted to Rp. 174,651,010 and Rp (87,208,273).

The sensitivity analysis of the overall long-term employee benefit liabilities to the changes in the weighted principal assumptions for the year ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020
Kenaikan
Perubahan Asumsi/ Asumsi/ Increase in Assumptions Penurunan Asumsi/ Decrease in
Change in Assumptions Assumptions
Tingkat diskonto 6,36% 245.114.538 245.114.538 Discount Rate
Tingkat kenaikan gaji 2,00% 4.806.167 4.806.167 Rate of salary increase
2019
Kenaikan
Perubahan Asumsi/ Asumsi/ Increase in Assumptions Penurunan Asumsi/ Decrease in
Change in Assumptions Assumptions
Tingkat diskonto 7,35% 215.261.202 215.261.202 Discount Rate
Tingkat kenaikan gaji 2,00% 253.563.311 253.563.311 Rate of salary increase

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

23 LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR 23 EARNINGS (LOSS) PER SHARE

Perhitungan laba bersih per saham dasar adalah sebagai berikut

PARTIES

The calculation of basic earnings per share is as follows:

Laba tahun berjalan yang 2020 2019
diatribusikan kepada pemilik
perusahaan
-
17.415.165.901
9.120.265.720 Profit attributable to owners of the
Company
Jumlah rata-rata saham untuk
perhitungan laba bersih
per saham dasar
615.145.012 615.145.012 Weighted average number of shares
Laba (rugi) per saham dasar -
28,31
14,83 Basic earnings (loss) per share

24 SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 24 BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED

  • a. a. Sifat dari transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut :
  • The nature of transactions and relationships with related parties are as follows:
Pihak Berelasi / Sifat Pihak Berelasi / Transaksi /
Related Parties Nature of Relationship Transactions
PT Infiniti Wahana Pemegang saham Perusahaan / Stockholders Pinjam
meminjam
dana
tanpa
bunga
dan
pembebanan
biaya
/
Non-interest
bearing
liabilities with no other costs
PT Zebra Nusantara Tbk Pemegang sahamnya sama dengan Perusahaan
/ the same stockholders of the Company
Piutang lain-lain/ Other receivables
PT Trans Batavia Perusahaan Asosiasi / Associates Company Penyerahan
aset
bus
Perseroan
untuk
pengoperasian
busway
/
Transfer
of
the
Company's bus assets to busway operation
PT Jakarta Trans Metropolitan Perusahaan Asosiasi / Associates Company Penyerahan
aset
bus
Perseroan
untuk
pengoperasian
busway
/
Transfer
of
the
Company's bus assets to busway operation
PT Jakarta Mega Trans Perusahaan Asosiasi / Associates Company Penyerahan
aset
bus
Perseroan
untuk
pengoperasian
busway
/
Transfer
of
the
Company's bus assets to busway operation

Saldo-saldo akun dengan pihak berelasi dan persentase

terhadap jumlah aset dan liabilitas adalah sebagai berikut:

The Company has trade receivables from related parties as

The balances of accounts with related parties and the percentage

  • b. b. Perusahaan memiliki piutang pihak berelasi sebagai berikut:
  • PT Jakarta Mega Trans PT Jakarta Mega Trans follows: 2020 2019 2.296.000.000 2.296.000.000

of total assets and liabilities are as follows:

PT Jakarta Trans
Metropolitan 720.000.000 720.000.000 PT Jakarta Trans Metropolitan
PT Zebra Nusantara Tbk 2.975.072.677 2.739.916.677 PT Zebra Nusantara Tbk
PT Trans Batavia 1.987.300.000 1.987.300.000 PT Trans Batavia
Jumlah 7.978.372.677 7.743.216.677 Total
Dikurangi cadangan
penurunan nilai 5.211.350.000 5.211.350.000 Less allowance for imp 0airment
Jumlah 2.767.022.677 2.531.866.677 Total

24 BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

2020 2019
Pengemudi 4.502.174.188 4.650.883.164
lain-lain 32.200.000 64.200.000
Jumlah 4.534.374.188 4.715.083.164 Total
Dikurangi cadangan
penurunan nilai
(Catatan 32) 3.714.647.156 3.714.647.156 Less allowance for impairment (note 32)
Jumlah 819.727.032 1.000.436.008 Total

Pada tahun 2017, Perusahaan menerima surat permintaan dari PT Trans Batavia berdasarkan hasil pertemuan di "Dinas Perhubungan dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta", PT Trans Batavia akan membayar pesangon untuk 405 mantan karyawan sebesar Rp7.500.000.000. Total kompensasi pesangon ini dialokasikan kepada seluruh pemegang saham dimana bagian Perusahaan berjumlah Rp1.785.000.000. Perusahaan membayar jumlah ini pada Januari 2017 dan membukukannya sebagai piutang dari PT Trans Batavia. Karena konsorsium Perusahaan patungan PT Trans Batavia telah berakhir pada tahun 2016, Perusahaan melakukan penyisihan penuh atas seluruh piutang tersebut.

d. d. Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai uang muka penyertaan saham sebagai berikut:

At 2017, the Company received a demand letter from PT Trans Batavia based on the result of meeting in "Dinas Perhubungan dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta", PT Trans Batavia will pay severance compensation for 405 exemployees amounted to Rp7,500,000,000. This total severance compensation was allocated to all shareholders wherein the portion of the Company amounted to Rp1,785,000,000. The Company paid this amount in January 2017 and recorded it as receivables from PT Trans Batavia. Since PT Trans Batavia joint venture consortium has ended in 2016, the Company decided to provide full allowance for this receivable.

The Company and its Subsidiaries made an advances for future investments as follows:

2020 2019
6.068.000.000 6.068.000.000 PT Fajar Utamasemesta
2.000.000.000 2.000.000.000 PT Sembada Permai Sejati
1.650.000.000 1.650.000.000 PT Sonnypong Yatimg
9.718.000.000 9.718.000.000 Total
(9.718.000.000) (9.718.000.000) Allowance for impairment
- - Net Value

Sejak tahun 2003 Perseroan dan Entitas Anak telah melakukan penyisihan penuh atas uang muka penyertaan sahamnya. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 penyisihan atas uang muka penyertaan saham tersebut belum terpulihkan.

Since 2003, the Company and its Subsidiaries provided an allowance for impairment of advances for future investment. Until December 31, 2020, this allowance for impairment of advances for future investment was not yet recovered.

24 24 SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

e. e. Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada

direksi dan karyawan dengan rincian sebagai berikut:

BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

The Company provides interest-free loans to directors and employees with the following details:

2020 2019
Piutang direksi dan karyawan 32.000.000 60.000.000 Loans to directors and employee
Dikurangi penyisihan
kerugian - - Allowance for doubtful accounts
Nilai bersih 32.000.000 60.000.000 Net Value

Sejak 1 Januari 2014 Perseroan telah melakukan penyisihan penuh atas piutang tersebut. Sampai dengan 31 Desember 2020 penyisihan piutang tersebut belum terpulihkan.

f. f. Perusahaan memiliki utang lain-lain dan surat promes dengan rincian sebagai berikut:

Since January 1, 2014 the Company provided full allowance on these receivables. Until December 31, 2020 this allowance for doubtful accounts was not yet recovered.

The nature of relationship and transactions with related parties are as follows:

2020 2019
Utang lain-lain Other payables
PT Infiniti Wahana 27.654.471.923 35.224.120.022 PT Infiniti Wahana
PT Infinity Indosakti 312.000.000 312.000.000 PT Infinity Indosakti
Jumlah 27.966.471.923 35.224.120.022 Total
Persentase terhadap total
Liabilitas 7,29% 0,09% Percentage to total liabilities

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, utang lain-lain kepada PT Infiniti Wahana merupakan utang modal kerja yang disediakan oleh PT Infiniti Wahana untuk Perusahaan tanpa dikenakan bunga dan dapat harus dilunasi setiap saat PT Infiniti Wahana meminta Perusahaan untuk melakukan pembayaran.

As of December 31, 2020 and 2019, other payables to PT Infiniti Wahana pertained to working capital advances provided by PT Infiniti Wahana for the Company with no interest, and due and demandable anytime by the Company to PT Infiniti Wahana.

25 PEMBELIAN ASET MELALUI PEMBIAYAAN 25 PURCHASE OF ASSETS THRU LEASES

a. PT Indotruck Utama a. PT Indotruck Utama

Pada tanggal 29 Desember 2016, Perusahaan dan PT Indotruck Utama (Indotruck) mengadakan Perjanjian Jual Beli di mana Perusahaan akan membeli 116 unit bus Maxi merek Volvo dari Indotruck dengan total biaya sebesar Rp353.800.000.000. Pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 Perusahaan telah membayar uang muka sebesar Rp32.727.272.728 yang dicatat sebagai "Uang muka pembelian aset tetap melalui sewa pembiayaan". PPN Masukan yang sesuai sebesar Rp3.272.727.272 dicatat sebagai Pajak Dibayar Dimuka.

Bus yang sudah diterima oleh Perseroan dari Indotruck selama tahun 2018 adalah sebanyak 119 unit, dengan rincian sebanyak 102 unit bus sudah memperoleh pembiayaan PT Indomobil Finance Indonesia, sedangkan sisanya sebanyak 17 unit mendapat pembiayaan dari PT Indomobil Finance pada tahun 2019.

b. PT Indomobile Finance Indonesia b. PT Indomobil Finance Indonesia

Pada tanggal 30 Agustus 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian pembiayaan investasi dalam bentuk sewa pembiayaan dengan PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance) dengan perjanjian No.05/CAD/FLEET/IV/17 , dengan total pembiayaan sebesar Rp277.950.000.000 untuk 102 Volvo dan 1% provisi dari nilai pembiayaan.

Pada tanggal 23 Oktober 2018, Perseroan dan PT Indomobil Finance Indonesia telah menandatangani perubahan perjanjian investasi dalam bentuk sewa pembiayaan (Finance Liease Agreement) No. AMD/05/CAD-FLEET/IV/17 atas rincian pembiayaan, masa sewa barang dan biaya angsuran.

Pada tanggal 24 April 2019, Perseroan dan PT Indomobil Finance Indonesia telah menandatangani perubahan perjanjian investasi dalam bentuk sewa pembiayaan (Finance Liease Agreement) No. LGL/AMD.2/05/CAD-FLEET/VI/19 atas rincian pembiayaan, masa sewa barang dan biaya angsuran.

On December 29, 2016, the Company and PT Indotruck Utama (Indotruck) entered into Sale and Purchase Agreement wherein the Company will purchase 116 units of maxi brand Volvo bus from Indotruck with total costs of Rp353,800,000,000. The delivery is scheduled to commence in October 2017 until January 2018.

Until December 31, 2017 the Company has made advance payments of Rp Rp32,727,272,728, which were recorded as "Advance for purchase of fixed assets through leasing". The corresponding Input VAT of Rp3,272,727,272 is recorded as Prepaid Taxes.

The total number of buses that have been received by the Company from Indotruck in 2018 is 119 units, with details of 102 bus units that have been funded by PT Indomobil Finance Indonesia, while the remaining 17 units have been funded by PT Indomobil Finance in 2019.

On August 30, 2017, the Company entered into an investment financing agreement in the form of a finance lease with PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance), with a total financing amount of Rp277,950,000,000 for 102 Volvo and 1% provision of the financing value.

On October 23, 2018, the Company and PT Indomobil Finance Indonesia signed a change in investment agreement in the form of a finance lease (Finance Liease Agreement) No. AMD / 05 / CAD-FLEET / IV / 17 on the details of the financing, the period of the lease of goods and the installment fee.

On April 24, 2019, the Company and PT Indomobil Finance Indonesia signed an amendment to the investment agreement in the form of a finance lease (Finance Liease Agreement) No. LGL / AMD.2 / 05 / CAD-FLEET / VI / 19 for details on financing, lease period and installment costs.

25 PEMBELIAN ASET MELALUI PEMBIAYAAN (lanjutan) 25 PURCHASE OF ASSETS THRU LEASES (continued)

b. PT Indomobile Finance Indonesia (lanjutan) b. PT Indomobil Finance Indonesia (continued)

Pada tanggal 28 Mei 2020, Perseroan dan PT Indomobil Finance Indonesia telah menandatangani perubahan perjanjian investasi dalam bentuk sewa pembiayaan (Finance Liease Agreement) No. LGL/AMD.3/05/CAD-FLEET/IV/17 atas rincian pembiayaan, masa sewa barang dan biaya angsuran.

Pada tanggal 28 Mei 2020, Perseroan dan PT Indomobil Finance Indonesia telah menandatangani perubahan perjanjian investasi dalam bentuk sewa pembiayaan (Finance Liease Agreement) No. LGL/AMD.4/05/CAD-FLEET/IV/17 atas rincian pembiayaan, masa sewa barang dan biaya angsuran.

Pada tanggal 12 Desember 2019 Perseroan dan PT Indomobil Finance Indonesia menandatangani perjanjian sewa pembiayaan No. 1901832 atas 17 unit bus dengan nilai pembiayaan sebesar Rp.43.755.000.000,-

26 PERJANJIAN-PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN SIGNIFICANT COMMITMENTS

a. a. Pada tanggal 8 Agustus 2018 PT Steady Safe,Tbk menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Wijaya Karya Realty Tbk No HK.02.09/ A.DIR.WR.2557/2018 perihal Perjanjian Kerjasama Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen. Atas perjanjian tersebut PT Steady Safe,Tbk telah menerima dana sebesar Rp.80.000.000.000 dan sementara dibukukan sebagai utang lain-lain.

On May 28, 2020, the Company and PT Indomobil Finance Indonesia signed an amendment to the investment agreement in the form of a finance lease (Finance Liease Agreement) No. LGL / AMD.3 / 05 / CAD-FLEET / IV / 17 for details of financing, lease period and installment costs.

On May 28, 2020, the Company and PT Indomobil Finance Indonesia signed an amendment to the investment agreement in the form of a finance lease (Finance Liease Agreement) No. LGL / AMD.4 / 05 / CAD-FLEET / IV / 17 for details on financing, lease period and installment costs.

On December 12, 2019 the Company and PT Indomobil Finance Indonesia signed a finance lease agreement no. 1901832 for 17 bus units with a financing value of Rp.43,755,000,000

26

On August 8, 2018 PT Steady Safe, Tbk signed a Joint Operation agreement with PT Wijaya Karya Realty, Tbk No. HK.02.09 / A.DIR.WR.2557 / 2018 concerning the Agreement on Development Cooperation and Apartment Management. Based on the agreement, PT Steady Safe, Tbk has received funds amounting to Rp. 80,000,000,000 in accordance with the contents of the agreement and recorded as other debts.

27 ASET DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI CONTINGENT ASSETS AND LIABILITIES

Perkara Pengadilan Court Cases

Entitas Anak PT Wahana Artha Sentosa sebagai penggugat, mempunyai perkara yang terdaftar di Kepanitraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 110/Pdt/G.IV/1993/PN.Jak.Pst, tanggal 25 Februari 1993 mengenai gugatan ingkar janji (wanprestasi) terhadap perjanjian untuk menjalankan usaha taksi PT Wahana Artha Sentosa tersebut oleh pihak ketiga (tergugat) yaitu Saudara Franky Gaghana. Perkara tersebut diatas telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 2 Desember 1993, antara lain dengan menghukum tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp1.099.694.298.

Pihak tergugat kemudian menyatakan banding atas keputusan tersebut dan telah diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dalam Surat Keputusan Nomor: 453/Pdt/1994/P.T.DKI tanggal 17 Oktober 1994, yang antara lain menyetujui banding pihak tergugat. Terhadap Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut, PT Wahana Artha Sentosa menyampaikan kasasi ke Mahkamah Agung yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 20/Srt.Pdt/Kas/1995/PN.Jak.Pus.

Pada tanggal 22 Pebruari 1995 sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, perkara tersebut belum mendapat putusan dari Mahkamah Agung.

Ganti rugi dalam jumlah belum dicatat dalam pembukuan Entitas Anak karena keputusan tersebut belum mempunyai kekuatan hukum yang pasti dan tetap.

27

PT Wahana Artha Sentosa, a subsidiary, is a plaintiff in a case registered in the Central Jakarta District Court's Partnership No. 110 / Pdt / G.IV / 1993 / PN.Jak.Pst, dated February 25, 1993, regarding the breach of contract to run the taxi business of PT Wahana Artha Sentosa by Mr. Franky Gaghana, third party, (the defendant). This case has been ruled by the Central Jakarta District Court on December 2, 1993, in favor of the plaintiff, by imposing the defendant to pay a compensation amounted to Rp1,099,694,298.

The defendant appealed the ruling and the Jakarta High Court in Decree Number: 453 / Pdt / 1994 / P.T.DKI dated October 17, 1994, among others, approved the appeal filed by the defendant. PT Wahana Artha Sentosa submitted an appeal to the Supreme Court filed in the Central Jakarta District Court Number: 20 / Srt.Pdt / Kas / 1995 / PN.Jak.Pus against the Jakarta High Court's decision.

Since February 22, 1995 up to the date of completion of these financial statements, the case has not been awarded by the Supreme Court.

The compensation amount has not been recorded in the Subsidiary's books since the decision from the court is still indefinite and not yet final.

Perusahaan dan Entitas Anak mengelompokkan kegiatan usahanya dalam dua segmen usaha utama yaitu transportasi darat dan jasa keuangan. Informasi yang menyangkut segmen usaha Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

28 INFORMASI SEGMEN USAHA BUSINESS SEGMENT INFORMATION 28

The Company and its Subsidiaries classify their business activities in two main business segments, namely land transportation and financial services. Information relating to the business segments of the Company and its Subsidiaries are as follows:

Jenis Usaha Business Segments

2020
Dalam Jutaan/In Million
Angkutan Darat / Lainnya / Eliminasi/ Jumlah /
Land Transportation Financial Services Elimination Total
Rp Rp Rp Rp
Pendapatan usaha bersih 143.961 143.961 Net revenue
Beban usaha (106.776) (106.776) Operating expenses
Laba kotor 37.185 37.185 Gross profit
Beban usaha (13.274) (13.274) Operating expenses
Beban keuangan (39.772) (39.772) Financial charges
Penyisihan penurunan Provision for doubtful
nilai piutang usaha - - accounts-trade receivables
Penyisihan penurunan Provision for impairment of
nilai aset keuangan - - financial assets
Pendapatan Gain from the write-off of
penghapusan pajak - - - - expired taxes payable
Beban bunga - - Interest expenses
Lain-lain bersih - - Others – net
Pendapatan (beban) Other income
lain-lain bersih (89) (89) (Charges)-net
Laba rugi sebelum Income(loss)before
pajak penghasilan (15.951) (15.951) Tax
Beban pajak Income tax expense -
tangguhan - bersih - - net
Laba bersih (15.951) (15.951) Net income
Penghasilan
komprehensif lain - - Other comprehensive income
Comprehensive
Laba komprehensif (15.951) (15.951) income

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

28 INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan) BUSINESS SEGMENT INFORMATION (continued)

2019
Dalam Jutaan/In Million
Angkutan Darat / Lainnya / Eliminasi/ Jumlah /
Land Transportation Financial Services Elimination Total
Rp Rp Rp Rp
Pendapatan usaha bersih 180.074 180.074 Net revenue
Beban usaha (116.500) (116.500) Operating expenses
Laba kotor 63.574 63.574 Gross profit
Beban keuangan (9.410) (9.410) Financial charges
Penyisihan penurunan - - Provision for doubtful
nilai piutang usaha - - accounts-trade receivables
Penyisihan penurunan - - Provision for impairment of
nilai aset keuangan - - financial assets
Pendapatan - - Gain from the write-off of
penghapusan pajak - - expired taxes payable
Beban bunga - - Interest expenses
Lain-lain bersih - - Others – net
Pendapatan (beban) - Other income
lain-lain bersih (41.800) (41.800) (Charges)-net
Laba rugi sebelum - Income(loss)before
pajak penghasilan 12.303 12.303 Tax
Beban pajak - Income tax expense -
tangguhan - bersih 3.095 3.095 net
Laba bersih 8.007 8.007 Net income
Penghasilan -
komprehensif lain 9.208 9.208 Other comprehensive income
- Comprehensive
Laba komprehensif 9.120 9.120 income

28

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

29 INSTRUMEN KEUANGAN FINANCIAL INSTRUMENTS

29

2020
Pinjaman yang Liabilitas pada biaya
yang berikan perolehan
dan piutang/ diamortisasi /
Provided loans Liabilities measured
and receivables at amortized cost
Aset Keuangan Lancar Current Financial Assets
Kas dan setara kas 4.716.254.537 4.716.254.537 Cash and cash equivalents
Piutang Usaha 10.270.952.990 10.270.952.990
Piutang lain-lain pihak berelasi 2.767.022.677 2.767.022.677 Other receivables – related parties
Jumlah 17.754.230.204 17.754.230.204 Total
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga 83.050.327.510 83.050.327.510 Third parties
Pihak berelasi 27.966.471.923 27.966.471.923 Related parties
Biaya masih harus dibayar 7.230.256.679 7.230.256.679 Accrued expenses
Utang dividen 133.795.539 133.795.539 Dividend payable
Utang pembiayaan konsumen 919.902.500 919.902.500 Consumer financing leas payable
Utang perolehan Aset Bus 253.819.063.022 253.819.063.022 Payable on bus assets
Jumlah 373.119.817.174 373.119.817.173 Total
2019
Pinjaman yang Liabilitas pada biaya
yang berikan perolehan
dan piutang/ diamortisasi /
Provided loans Liabilities measured
and receivables at amortized cost
Aset Keuangan Lancar Current Financial Assets
Kas dan setara kas 5.725.653.267 27.766.979.155 Cash and cash equivalents
Piutang Usaha 12.631.807.990 8.342.062.030
Piutang lain-lain pihak berelasi 2.531.866.677 930.121.677 Other receivables – related parties
Jumlah 20.889.327.934 37.039.162.862 Total
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga 81.987.926.366 81.987.926.366 Third parties
Pihak berelasi 35.536.120.022 35.536.120.022 Related parties
Biaya masih harus dibayar 7.223.141.695 7.223.141.695 Accrued expenses
Utang dividen 133.795.539 133.795.539 Dividend payable
Utang perolehan Aset Bus 272.558.055.187 272.558.055.187 Payable on bus assets
Utang pembiayaan konsumen 1.210.407.500 1.210.407.500 Consumer financing leas payable
Jumlah 398.649.446.310 398.649.446.310 Total

Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:

Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, surat promers dan utang dividen mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.

Nilai wajar dari utang dinilai menggunakan arus kas yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga pasar.

30 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Perusahaan adalah risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Perusahaan dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Perusahaan.

Risiko Pasar Market Risk

Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan utang bank.

Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.

Tabel berikut adalah nilai tercatat atas aset dan liabilitas keuangan yang terkait risiko suku bunga :

29 INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan) FINANCIAL INSTRUMENTS (Continued) 29

Below are the methods and assumptions used for fair value estimates:

The fair value of cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, other payables, accrued expenses, promissory notes and dividend payables close to the carrying amount due to the short term maturity of the financial instrument.

The fair value of debt is valued using cash flows discounted using the market interest rate.

30 FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

The main risks arising from the Company's financial instruments are market risk, credit risk and liquidity risk. The operational activities of the Company are managed in a prudential manner by managing those risks to minimize potential losses.

Market risk is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. The Company is exposed to market risks, in particular, interest rate risks and foreign currency risks.

Risiko Suku Bunga Interest Rate Risk

Interest rate risk is the risk that the fair value or contractual future cash flows of a financial instrument will be affected due to changes in market interest rates. The Company's exposures to the interest rate risk relates primarily to bank loans.

To minimize interest rate risk, Company conducts assessments among interest rates offered by creditors to obtain the most favorable interest rate before it takes any decision to enter a new loan agreement.

The following table sets out the carrying amount of the assets and liabilities that are exposal to interest rate risk :

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

30 30 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

KEUANGAN (Lanjutan)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (Continued)

2020
Tingkat bunga/Interest rate
Tetap / Mengambang / Tanpa bunga/ Jumlah /
Fixed Floating Without rate Total
Rp Rp Rp Rp
Aset Assets
Kas dan setara kas - 4.716.254.537 4.716.254.537 Cash and cash equivalent
Piutang lain-lain pihak - - Other receivables – related
berelasi 2.767.022.677 2.767.022.677 Parties
Jumlah 4.716.254.537 2.767.022.677 7.483.277.214 Total
Liabilitas Pinjaman Short Term Liabilities
Jangka Pendek
Utang lain-lain - Pihak Other payables - related
berelasi 27.966.471.923 27.966.471.923 Parties
Liabilitas Pinjaman Long Term Liabilities
Jangka Panjang
Utang bank Bank loans
Surat promes Promissory notes
Jumlah 27.966.471.923 27.966.471.923 Total
2019
Tingkat bunga/Interest rate
Tetap / Mengambang / Tanpa bunga/ Jumlah /
Fixed
Rp
Floating
Rp
Without rate
Rp
Total
Rp
Aset Assets
Kas dan setara kas 27.766.979.155 27.766.979.155 Cash and cash equivalent
Piutang lain-lain pihak Other receivables – related
berelasi 930.121.677 930.121.677 Parties
Jumlah 27.766.979.155 930.121.677 28.697.100.832 Total
Liabilitas Pinjaman Short Term Liabilities
Jangka Pendek
Utang lain-lain - Pihak -
2.792.580.656
- -
2.792.580.656
Other payables - related
berelasi Parties
Liabilitas Pinjaman - - - - Long Term Liabilities
Jangka Panjang
Utang bank - - - - Bank loans
Surat promes - - - - Promissory notes
Jumlah -
2.792.580.656
- -
2.792.580.656
Total

30 30 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

Risiko Mata Uang Asing Foreign Currency Risk

Grup tidak terekspos terhadap pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing dikarenakan tidak ada transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing.

Risiko Kredit Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.

Berikut adalah eksposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit:

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (Continued)

Risiko Pasar (Lanjutan) Market Risk (Continued)

The Group is not exposed to the effects of foreign exchange rate fluctuations because no transactions are denominated in foreign currency.

Credit risk is a risk that the Company will incur losses arising from customers or counterparties as a result of failing to fulfill its contractual obligations. The Company controls credit risk by regularly monitoring collectibility of receivables to reduce the amount of bad debts.

The following is the maximum exposure of the consolidated statements of financial position related to credit risk:

2020 2019
Nilai kontraktual/ Nilai tercatat/ Nilai kontraktual/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying amount Nominal value Carrying amount
Kas dan setara kas 4.716.254.537 4.716.254.537 27.766.979.155 27.766.979.155 Cash and cash
equivalents
Piutang lain-lain pihak Other receivables –
berelasi 2.767.022.677 2.767.022.677 930.121.677 930.121.677 related parties
Jumlah 7.483.277.214 7.483.277.214 28.697.100.832 28.697.100.832 Total

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

Liquidity risk is the risk of loss arising because the Company does not have sufficient cash flows to meet its liabilities.

In the management of liquidity risk, management monitors and maintains the amount of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Company's operations and to overcome the impact of fluctuations in cash flows. Management also conducts periodic evaluations of actual cash flow and cash flow projections, including debt maturity schedules, and continuous review of financial markets to obtain optimal funding sources.

30 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

Risiko Likuiditas (Lanjutan)

Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Perusahaan yang diselesaikan secara neto yang dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:

30 FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (Continued)

Liquidity Risk (Continued)

The table below analyzes the financial liabilities of the Company which are settled on a net basis, classified based on the remaining period until the contractual maturity date. The amounts disclosed in the table represent contractual cash flows which are not discounted:

2020
<1 tahun/ 1 year 1–2 tahun/ 3–5 tahun/ >5 tahun/ 5 year Jumlah/Total
1-2 years 3-5 years
Liabilitas
Pinjaman Loan Liabilities
Jangka Pendek Short-term
Utang lain-lain - Other debts - related
pihak berelasi 27.966.471.923 - - - 27.966.471.923 parties
Liabilitas - Loan Liabilities
Pinjaman -
Jangka Panjang - - - - - Long-term
Utang bank 6.766.071.526 - - - 6.766.071.526 Bank Loan
Surat promes
Utang Perolehan Aset
- - - - - Promissory note
bus - - - - -
-
Utang Pembiayaan
Konsumen
- -
-
Jumlah 34.732.543.449 34.732.543.449 Total
2019
<1 tahun/ 1 year 1–2 tahun/
1-2 years
3–5 tahun/
3-5 years
>5 tahun/ 5 year Jumlah/Total
Liabilitas
Pinjaman Loan Liabilities
Jangka Pendek Short-term
Utang lain-lain - 35.536.120.022 35.536.120.022 Other debts - related
pihak berelasi parties
Liabilitas Loan Liabilities
Pinjaman
Jangka Panjang Long-term
Utang bank Bank Loan
Surat promes Promissory note
Jumlah 35.536.120.022 35.536.120.022 Total

31 KELANGSUNGAN USAHA PERUSAHAAN GOING CONCERN

Pertumbuhan dan perkembangan usaha dalam bidang layanan transportasi publik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan masyarakat kota yang membutuhkan tranportasi publik yang aman dan nyaman. Keseriusan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembenahan dibidang transportasi publik sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang mengamanatkan terwujudnya transportasi ramah lingkungan yaitu penggunaan angkutan umum massal bus bertenaga listrik. Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan penggunaan bus bertenaga listrik dan rencananya akan mulai mengoperasikan 100 unit bus listrik pada tahun 2021. Pengoperasian Bus Listrik direncanakan akan dilaksanakan dan dioperasikan oleh Pemprov DKI Jakarta secara menyeluruh pada pada tahun 2023 mendatang.

Kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan PT Transprotasi Jakarta dalam menjalankan dan mengelola Bus Transjakarta telah menambah panjang daftar pengalaman Perseroan di bidang Transportasi Publik. Penggunaan Bus bertenaga listrik yang terus dikembangkan Pemprov DKI Jakarta untuk transportasi publik menjadi peluang potensial bagi Perseroan untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja usaha kedepannya. Peluang usaha dengan penggunaan bus listrik ini memberikan warna baru dalam transportasi publik di DKI Jakarta.

Pada bulan Mei 2021, Perseroan mengambil kesempatan untuk ikut serta dalam Lelang e-catalog pengadaan Bus Listrik yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Barang dan Jasa. Perseroan yakin dan optimis akan dapat berpartisipasi dalam pelayanan transportasi publik bertenaga listrik di DKI Jakarta maupun di kota-kota lainnya yang telah dilakukan pendekatan oleh Perseroan.

Selain pengembangan bisnis tranportasi publik yang sedang dijalankan, Perseroan juga berencana untuk mengembangkan usaha dalam bidang logistik, melalui anak Perusahaan. Rencana usaha dalam bidang logistik ini masih dalam pengkajian yang diharapkan akan selesai dan dapat direalisasikan di tahun 2021.

31

The growth and development of businesses in the field of public transportation services continues to increase in line with the growth of urban communities who require safe and comfortable public transportation. The seriousness of the DKI Jakarta Provincial Government to make improvements in the field of public transportation is in line with Presidential Regulation (Perpres) No. 55/2018 concerning the Jabodetabek Transportation Master Plan (BPTJ), which mandates the realization of environmentally friendly transportation, namely the use of mass public transportation powered by electric buses. The DKI Jakarta Provincial Government continues to develop the use of electric powered buses and is planning to start operating 100 electric buses in 2021. The operation of Electric Buses is planned to be carried out and operated by the DKI Jakarta Provincial Government as a whole in 2023.

The cooperation that has existed so far with PT Transprotasi Jakarta in running and managing the Transjakarta Bus has added to the long list of the Company's experiences in the field of Public Transportation. The use of electric powered buses that the DKI Jakarta Provincial Government continues to develop for public transportation is a potential opportunity for the Company to develop and improve future business performance. This business opportunity with the use of electric buses gives a new color to public transportation in DKI Jakarta.

In May 2021, the Company took the opportunity to participate in the e-catalog auction for the procurement of Electric Buses held by the DKI Jakarta Provincial Government through the Goods and Services Management Agency. The Company is confident and optimistic that it will be able to participate in electric-powered public transportation services in DKI Jakarta and other cities that the Company has approached.

In addition to the ongoing development of the public transportation business, the Company also plans to expand its business in the logistics sector, through its subsidiaries. This business plan in the logistics sector is still under review which is expected to be completed and can be realized in 2021.

32 KETIDAKPASTIAN EKONOMI ECONOMIC UNCERTAINTY

Perlambatan perekonomian global dan dampak negatif pada pasar finansial akibat Pandemi Covid 19 telah menimbulkan volatilitas dalam nilai wajar instrumen keuangan, terhentinya perdagangan, gangguan operasi perusahaan, instabilitas pasar saham, volatilitas nilai tukar, terganggunya likuiditas dalam sector ekonomi tertentu termasuk industri real estat, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap Perusahaan. Kemampuan Indonesia untuk meminimalisir dampak perlambatan perkekonomian global terhadap perekonomian nacional sangat bergantung pada tindakan pemberantasan ancaman Covid 19 tersebut, selain kebijakan fiscal dan kebijakan lainnya yang diterapkan oleh Pemerintah. Kebijakan tersebit, termasuk pelaksanaannya dan akibat yang ditimbulkannya berada diluar kendali Perusahaan.

33. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA 33. EVENTS AFTER THE BALANCE DATE

Utang bank yang jatuh tempo pada tanggal 28 Januari 2021 telah diperpanjang jangka waktunya selama 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 28 Januari 2022 melalui Akta Notaris No.1482 tanggal 28 Januari 2021 oleh Notaris Widawati, SH,MKn Addendum Perjanjian Kredit.

32

The global economic slowdown and negative impact on major financial market caused by the pandemic spread of coronavirus (Covid-19) has resulted to increased volatility in the value of financial instruments, trading interruptions, disruptions to operations of companies, unstable stock market, volatility of foreign currency exchange rates and tight liquidity in economic sectors, including the real estate industry, which may continue and result to unfavorable financial and operating impact to the Company. Indonesia's ability to minimize the impact of the global economic slowdown on the country's economy is largely dependent on the eradication of Covid-19 threat, as well as the fiscal and other measures that are being taken and will be undertaken by the government authorities. These measures, actions and events are beyond the Company's control.

The bank loan maturing on January 28, 2021 has been extended for 1 (one) year until January 28, 2022 through Notary Deed No. 1482 dated January 28, 2021 by Notary Widawati, SH, MKn Addendum to Credit Agreement.