Skip to main content

AI assistant

Sign in to chat with this filing

The assistant answers questions, extracts KPIs, and summarises risk factors directly from the filing text.

Multi Indocitra Tbk Annual Report 2020

Dec 31, 2020

69488_rns_2020-12-31_524b6801-8ff1-4356-a131-3991f87f8c33.pdf

Annual Report

Open in viewer

Opens in your device viewer

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES

Laporan Keuangan Konsolidasian Beserta Laporan Auditor Independen Pada Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020

Consolidated Financial Statements With Independent Auditors' Report As Of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Pada Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS WITH INDEPENDENT AUDITORS' REPORT As Of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020

Daftar Isi Halaman/
Page
Table of Contents
Laporan Auditor Independen Independent Auditors' Report
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain Konsolidasian
4 Consolidated Statement of Profit or Loss and
Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5 - 6 Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 - 8 Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9 - 89 Notes to the Consolidated Financial Statements

***************************

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23/

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

As restated - Notes 4 and 23
Catatan/
Notes
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
1 Januari 2019/
31 Desember 2018/
January 1, 2019/
December 31, 2018
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 2e,2h,6,37 55.753.044.216 33.624.765.109 33.953.586.516 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka
Investasi saham
7
2g,8
2e,2i,9,
-
1.224.000.000
8.700.000.000
5.136.000.000
14.000.000.000
5.424.000.000
Time deposits
Investment of shares
Piutang usaha 17,21,31,32,37 Trade receivables
Pihak berelasi
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
piutang sebesar Rp2.482.697.571
pada tanggal 31 Desember 2020
(31 Desember 2019:
Rp2.411.978.668,
31 Desember 2018:
2f,38 - 573.656.872 419.332.689 Related parties
Third party - net of
provision for impairment
value of Rp2,482,697,571
as of December 31, 2020
(December 31, 2019:
Rp2,411,978,668,
December 31, 2018:
Rp2.384.710.135)
Piutang lain-lain
Persediaan - setelah dikurangi
penyisihan persediaan usang
sebesar Rp275.486.608 pada
tanggal 31 Desember 2020
(31 Desember 2019:
Rp184.657.962,
2f,38 147.844.616.828
16.355.456.803
174.084.721.914
35.026.677.020
178.303.685.846
11.560.679.300
Rp2,384,710,135)
Other receivables
Inventories - net of provision
for inventory obsolescence
of Rp275,486,608 as of
December 31, 2020
(December 31, 2019:
Rp184,657,962,
31 Desember 2018: 2j,10, December 31, 2018:
Rp100.143.280)
Pajak dibayar di muka
17,21,32
35
224.023.275.915
3.825.292.023
198.296.867.098
5.522.859.800
163.919.980.346
8.417.259.887
Rp100,143,280)
Prepaid tax
Uang muka 11 1.831.988.794 5.902.603.159 7.520.816.480 Advanced payments
Biaya dibayar di muka 2k,12 553.192.651 4.373.442.866 3.110.755.600 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 451.410.867.230 471.241.593.838 426.630.096.664 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka penyertaan saham
Penyertaan saham
Goodwill
13
2d
-
89.316.327.839
-
-
79.350.612.181
14.206.660.206
6.000.000.000
62.669.598.142
-
NON-CURRENT ASSETS
Advance for investment in shares
Investment in share
Goodwill
Aset pajak tangguhan
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp139.269.308.591 pada
tanggal 31 Desember 2020
(31 Desember 2019:
2u,35 9.118.263.639 9.414.824.283 8.746.571.408 Deferred tax assets
Fixed asset - net of
accumulated depreciation of
Rp139,269,308,591 as of
December 31, 2020
(December 31, 2019:
Rp114.005.002.237,
31 Desember 2018:
Rp101.330.274.219)
Aset hak guna - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sejumlah
Rp5.939.271.814 pada tanggal
2l,2m,2r,14,
17,21,22,29,
30,31
425.497.809.009 441.663.263.719 396.613.573.360 Rp114,005,002,237,
December 31, 2018:
Rp101,330,274,219)
Right of use asset - net of
accumulated depreciation of
Rp5,939,271,814 as of
31 Desember 2020
Aset tidak lancar lainnya
2r,15,30,34
2o,16
4.863.649.691
20.076.977.249
-
28.375.483.559
-
28.172.168.255
December 31, 2020
Other non current assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 548.873.027.427 573.010.843.948 502.201.911.165 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 1.000.283.894.657 1.044.252.437.786 928.832.007.829 TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (Continued) December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23/
As restated - Notes 4 and 23
Catatan/
Notes
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
1 Januari 2019/
31 Desember 2018/
January 1, 2019/
December 31, 2018
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK SHORT-TERM LIABILITIES
2p,9,10,
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
14,17
2e,2q,18,37
195.529.248.968 213.403.385.110 165.386.315.897 Short-term bank loans
Trade payables
Pihak berelasi 2f,38 20.104.643.796 24.376.767.898 23.323.534.155 Related parties
Pihak ketiga 18.940.746.160 20.170.907.817 10.296.802.264 Third parties
Utang pajak 35 8.558.503.002 5.419.896.801 2.805.700.326 Taxes payable
Pendapatan ditangguhkan - 31.818.184 15.909.092 Deferred income
Beban masih harus dibayar 2f,19,38 3.022.368.444 2.349.862.129 2.981.015.545 Accrued expenses
Utang lain-lain 20 Other payables
Pihak berelasi 2f,38 1.569.081.963 1.346.492.983 - Related party
Pihak ketiga 6.183.224.889 10.674.411.254 9.832.973.340 Third parties
Uang muka pelanggan 560.096.509 159.899.984 30.109.593 Advances from customer
Bagian utang jangka panjang yang Current maturities of
jatuh tempo dalam waktu satu tahun: long-term liabilities:
2p,9,
Utang bank 10,14,21 7.414.857.174 7.628.190.739 2.031.457.361 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen 2r,14,22 977.832.833 1.130.494.900 1.491.511.858 Consumer financing obligation
Liabilitas sewa 2r,15 2.441.081.610 - - Lease liabilities
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 265.301.685.348 286.692.127.799 218.195.329.431 Total Short-Term Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG LONG-TERM LIABILITIES
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Long-term liabilities - net of
current maturities:
2p,9,
Utang bank 10,14,21 28.116.178.528 35.531.035.702 43.159.226.440 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen 2r,14,22 1.491.385.682 619.466.877 1.228.177.125 Consumer financing obligation
Liabilitas sewa 2r,15 1.257.848.051 - - Lease liabilities
Liability for
Liabilitas imbalan paska-kerja 2s,29,30,36 23.405.087.311 25.450.078.713 28.537.278.412 post-employment benefits
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 54.270.499.572 61.600.581.292 72.924.681.977 Total Long-Term Liabilities
Liabilitas Bersih Operasi
Dalam Penghentian
4,23,32 - 17.104.695.270 - Net Liabilities In Discontinued
Operation
JUMLAH LIABILITAS 319.572.184.920 365.397.404.361 291.120.011.408 TOTAL LIABILITIES

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

(Lanjutan) 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (Continued) December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23/
As restated - Notes 4 and 23
Catatan/
Notes
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019/
December 31, 2019
1 Januari 2019/
31 Desember 2018/
January 1, 2019/
December 31, 2018
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to equity
kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal
holders of the parent company
Capital stock - par value of
Rp100 per saham Rp100 per share
Modal dasar - 2.000.000.000 saham Authorized - 2,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid –
penuh - 600.000.000 saham
Modal saham yang diperoleh kembali
24
2w,25
60.000.000.000
(809.600.000)
60.000.000.000
(457.700.000)
60.000.000.000
(457.700.000)
600,000,000 shares
Treasury stocks
Tambahan modal disetor, bersih 26 34.970.231.496 35.781.367.917 35.781.367.917 Additional paid-in capital, net
Surplus revaluasi 2l,14 90.281.533.573 90.281.533.573 76.916.855.764 Revaluation surplus
Selisih transaksi perubahan ekuitas Difference arising from changes
Entitas Anak 14 71.662.406.503 72.627.335.863 72.938.490.876 in equity of Subsidiary
Penghasilan komprehensif lainnya
Aset keuangan yang diukur pada nilai
9.851.271.785 10.077.825.157 4.399.816.863 Other comprehensive income
Financial assets measured at
wajar melalui penghasilan fair value through other
komprehensif lain 2g,8 (7.752.000.000) (3.840.000.000) (3.552.000.000) comprehensive income
Saldo laba
Yang telah ditentukan
Retained earning
penggunaannya 27 12.000.000.000 12.000.000.000 12.000.000.000 Appropriated
Yang belum ditentukan
penggunaannya 410.488.714.342 410.750.471.924 379.671.984.619 Unappropriated
Jumlah ekuitas yang Total equity
dapat diatribusikan attributable to owners
kepada pemilik entitas induk 680.692.557.699 687.220.834.434 637.698.816.039 of the parent company
Kepentingan non pengendali 2d 19.152.038 (8.365.801.009) 13.180.382 Non-controlling interests
JUMLAH EKUITAS 680.711.709.737 678.855.033.425 637.711.996.421 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.000.283.894.657 1.044.252.437.786 928.832.007.829 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2019

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23/
As restated - Notes 4 and 23
Catatan/
Notes
2020 Operasi
Dilanjutkan/
Continued
Operation
Operasi Yang
Dihentikan/
Discontinued
Operation
PENJUALAN BERSIH 2f,2t,28,38 654.285.313.569 704.897.521.423 28.935.125.276 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 2f,2t,
14,29,36,38
(282.419.815.086) (325.702.387.052) (23.917.401.115) COST OF GOODS SOLD
LABA BRUTO 371.865.498.483 379.195.134.371 5.017.724.161 GROSS PROFIT
Beban penjualan, umum
dan administrasi
Pendapatan
2f,2t,14,15
30,35,36,38
(339.163.629.799) (351.138.378.897) (8.743.713.004) Selling, general and
administrative expenses
operasi lainnya 2f,9,14,31,38 24.729.483.217 49.072.618.710 545.849.491 Other operating income
Beban operasi lainnya 2f,9,10
23,32
(26.439.740.478) (4.444.266.610) (7.907.308) Other operating expenses
LABA (RUGI) USAHA 30.991.611.423 72.685.107.574 (3.188.046.660) INCOME (LOSS)
FROM OPERATIONS
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
2f,33,38
2r,15,34
2.391.788.684
(24.709.365.914)
3.184.723.045
(24.960.703.219)
9.582.646
(2.536.980.741)
Finance income
Finance charges
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN
8.674.034.193 50.909.127.400 (5.715.444.755) INCOME (LOSS) BEFORE
INCOME TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2u,35 (5.972.617.231) (11.062.356.547) 202.240.085 INCOME TAX EXPENSE
LABA (RUGI) BERSIH
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
2.701.416.962 39.846.770.853 (5.513.204.670) NET INCOME (LOSS)
OTHER
COMPREHENSIVE INCOME
Pos-pos yang akan
direklasifikasi
ke laba rugi:
Items that will
be reclassified
to profit or loss:
Surplus revaluasi
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
2l -
(3.912.000.000)
28.551.837.893
(288.000.000)
-
-
Revaluation surplus
Financial assets measured at
fair value through other
comprehensive income
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Items that will not be
reclassified to profit or loss:
Bagian penghasilan
komprehensif lain atas
Entitas Asosiasi
Pengukuran kembali
liabilitas imbalan pasti
Pajak penghasilan terkait
36
35
-
(1.509.274.566)
317.791.687
(13.851.777.876)
4.902.130.582
(870.657.128)
-
-
-
Share in other
comprehensive
income of Associate
Remeasurement of
defined benefit liability
Related income tax
LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
(2.402.065.917) 58.290.304.324 (5.513.204.670) COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
JUMLAH LABA (RUGI)
BERSIH YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
TOTAL NET INCOME (LOSS)
COMPREHENSIVE INCOME
ATTRIBUTABLE TO:
Equity holders of
Pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali
2d 2.697.762.418
3.654.544
37.032.717.305
2.814.053.548
-
(5.513.204.670)
the parent company
Non controlling interest
JUMLAH 2.701.416.962 39.846.770.853 (5.513.204.670) TOTAL
JUMLAH LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
ATTRIBUTABLE TO:
Equity holders of
Pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali
2d (2.405.720.314)
3.654.397
55.476.248.395
2.814.055.929
-
(5.513.204.670)
the parent company
Non controlling interest
JUMLAH (2.402.065.917) 58.290.304.324 (5.513.204.670) TOTAL
LABA BERSIH PER
SAHAM DASAR
2x 4,53 62,20 - BASIC EARNINGS
PER SHARE

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Pen
ghas
ilan
kom
preh
ensi
f lain
/
Ot
her
preh
ensi
ve in
com
com
e
Cata
tan/
Note
s
Mod
al sa
ham
ditem
patk
an d
an
dise
h/
tor p
enu
Issu
ed a
nd f
ully
paid
sha
pital
re ca
Pero
leha
n
kem
bali
saha
m b
ered
ar/
Trea
ck
sto
sury
Tam
baha
dal
n mo
dise
tor/
Add
ition
al pa
id-in
capi
tal
Surp
lus r
eval
uasi
/
Rev
alua
tion
lus
surp
Pen
ghas
ilan
kom
preh
ensi
f
ya/
lainn
Othe
r
preh
ensi
com
ve
inco
me
Selis
ih tra
nsak
si
baha
n ek
uitas
peru
Entit
as A
nak/
Diffe
ising
renc
e ar
from
cha
nges
in eq
uity
of
Sub
sidia
ry
Ase
t ke
uang
an
diuk
da
yang
ur pa
nilai
waja
lalui
r me
hasi
lan
peng
kom
preh
ensi
f lain
/
Fina
ncia
l ass
ets
d at
fair
mea
sure
valu
e thr
ough
oth
er
preh
ensi
com
ve
inco
me
Sald
o lab
a/ R
Tela
h dit
kan
entu
nya/
pen
ggun
aan
App
iated
ropr
etain
ed e
arni
ngs
Belu
m d
itent
ukan
a/
peng
guna
anny
Una
pria
ted
ppro
Eku
itas
yang
dapa
t dia
tribu
sika
n
kepa
da p
emil
ik
entit
as in
duk/
Equ
ity a
ttribu
table
f
to o
wne
rs o
the p
t
aren
com
pany
Kep
entin
gan
enda
li/
non
peng
Non
trolin
con
g
inter
est
Jum
lah E
kuita
s/
Tota
l Eq
uity
Sald
o
1 Ja
i 201
9
nuar
60.0
00.0
00.0
00
(457
.700
.000
)
35.7
81.3
67.9
17
76.9
16.8
64
55.7
4.39
9.81
6.86
3
72.9
38.4
90.8
76
(3.5
52.0
00.0
00)
12.0
00.0
00.0
00
379
.671
.984
.619
637
.698
.816
.039
13.1
80.3
82
637
.711
.996
.421
Bala
f
nce
as o
Janu
1, 20
19
ary
Pen
oda
l
urun
an m
enda
li
non
peng
- - - - - - - - - - (9.5
55.0
00.0
00)
(9.55
5.00
0.00
0)
Dec
e in
reas
non
rollin
pita
l
cont
g ca
Pen
ingk
atan
dal
mo
enda
li
non
peng
- - - - - - - - - - 2.20
5.00
0.00
0
2.20
5.00
0.00
0
Incre
in no
ase
n
rollin
pita
l
cont
g ca
Kep
entin
enda
li
gan
non
peng
k En
titas
Ana
k ya
untu
ng
baru
dia
kusi
si
- - - - - - - - - - 1.67
0.16
9.60
6
1.67
0.16
9.60
6
Non
trolli
ng in
teres
t
con
in ne
quire
d
w ac
Sub
sidia
ry
Divid
diba
gika
en y
ang
n
Entit
as A
nak
- - - - - - - - - - (2.2
56)
(2.2
56)
Divi
dend
pai
d
by S
ubsi
diari
es
Divid
en
27 - - - - - - - - (5.9
00)
54.2
30.0
(5.9
00)
54.2
30.0
- (5.95
0)
4.23
0.00
Divi
dend
Laba
ber
sih t
ahu
n 20
19
Ope
rasi
dila
njutk
yang
an
- - - - - - - - 37.0
32.7
17.3
05
37.0
32.7
17.3
05
2.81
4.05
3.54
8
39.8
46.7
70.8
53
Net
inco
me i
n 20
19
Con
tinue
d op
erat
ion
Disc
ontin
ued
Ope
rasi
dihe
ntika
yang
n
- - - - - - - - - - (5.5
70 )
13.2
04.6
(5.5
70 )
13.2
04.6
ation
oper
Rug
i ber
sih i
tasi
nves
saha
ng b
elum
m ya
direa
lisas
ikan
8 - - - - - - (288
.000
.000
)
- - (288
.000
.000
)
- (288
.000
.000
Net
alize
d los
unre
s
from
inve
stme
nt
)
of sh
ares
Surp
lus r
eval
uasi
14 - - - 13.3
64.6
77.8
09
- 15.1
87.1
53.9
61
- - - 28.5
51.8
31.7
70
6.12
3
28.5
51.8
37.8
93
Rev
alua
tion
lus
surp
Pen
guku
kem
bali
atas
ran
liabi
litas
imb
alan
i - be
rsih
past
- - - - 5.67
8.00
8.29
4
(1.6
46.5
34.2
28)
- - - 4.03
1.47
4.06
6
(612
)
4.03
1.47
3.45
4
Rem
ent o
f
easu
rem
defin
ed b
enef
it
liabi
lity –
net
Selis
ih tra
nsak
si pe
ruba
han
ekui
tas
Entit
as A
sosi
asi
- - - - - (13.8
46)
51.7
74.7
- - - (13.
)
851
.774
.746
(3.1
30)
(13.
851
.777
.876
Diffe
ising
from
renc
e ar
chan
in eq
uity
of
ges
) A
Com
iate
ssoc
pany
Sald
o
31 D
ber
2019
esem
60.0
00.0
00.0
00
(457
)
.700
.000
35.7
81.3
67.9
17
90.2
81.5
33.5
73
10.0
77.8
25.1
57
72.6
27.3
35.8
63
(3.8
00)
40.0
00.0
12.0
00.0
00.0
00
410
.750
.471
.924
687
.220
.834
.434
(8.3
09)
65.8
01.0
678
.855
.033
.425
Bala
f
nce
as o
D
ber
31, 2
019
ecem

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY (Continued) For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Pen
ghas
ilan
kom
preh
ensi
f lain
/
Ot
her
preh
ensi
ve in
com
com
e
Mod
al sa
ham
ditem
patk
an d
an
Pero
leha
n
Tam
baha
dal
n mo
Pen
ghas
ilan
kom
preh
ensi
f
ya/
lainn
Selis
ih tra
nsak
si
baha
n ek
uitas
peru
Entit
as A
nak/
Diffe
ising
renc
e ar
Ase
t ke
uang
an
diuk
da
yang
ur pa
nilai
waja
lalui
r me
hasi
lan
peng
kom
preh
ensi
f lain
/
Fina
ncia
l ass
ets
fair
d at
mea
sure
Sald
o lab
a/ R
etain
ed e
arni
ngs
ukan
Eku
itas
yang
dapa
t dia
tribu
sika
n
kepa
da p
emil
ik
entit
as in
duk/
Equ
ity a
ttribu
table
Kep
entin
gan
f
enda
rs o
non
Cata
tan/
Note
s
dise
h/
tor p
enu
Issu
ed a
nd f
ully
paid
sha
pital
re ca
kem
bali
saha
m b
ered
ar/
Trea
ck
sto
sury
dise
tor/
Add
ition
al pa
id-in
capi
tal
Surp
lus r
eval
uasi
/
Othe
r
Rev
alua
tion
preh
ensi
com
ve
lus
inco
surp
me
from
cha
nges
in eq
uity
of
Sub
sidia
ry
valu
e thr
ough
oth
er
preh
ensi
com
ve
inco
me
Tela
h dit
kan
Belu
m d
itent
entu
nya/
pen
ggun
aan
peng
guna
anny
App
iated
Una
pria
ropr
ppro
to o
wne
the p
t
aren
com
pany
li/
peng
Non
trolin
Jum
lah E
kuita
s/
con
g
inter
Tota
l Eq
uity
est
Sald
o
31 D
ber
2019
esem
60.0
00.0
00.0
00
(457
.700
.000
)
35.7
81.3
67.9
17
90.2
81.5
33.5
73
10.0
77.8
25.1
57
72.6
27.3
35.8
63
(3.8
40.0
00.0
00)
12.0
00.0
00.0
00
410
.750
.471
.924
687
.220
.834
.434
(8.3
65.8
01.0
09)
678
.855
.033
.425
Bala
f
nce
as o
D
ber
31, 2
019
ecem
Divid
diba
gika
en y
ang
n
Entit
as A
nak
- - - - - - - - - - (2.0
33)
(2.0
33)
Divi
dend
pai
d
by S
ubsi
diari
es
Divid
en
27 - - - - - - - - (2.9
00)
59.5
20.0
(2.9
00)
59.5
20.0
- (2.95
0)
9.52
0.00
Divi
dend
Laba
ber
sih t
ahu
n 20
20
- - - - - - - - 2.69
7.76
2.41
8
2.69
7.76
2.41
8
3.65
4.54
4
2.70
1.41
6.96
2
Net
inco
me i
n 20
20
Rug
i ber
sih i
tasi
nves
saha
ng b
elum
m ya
direa
lisas
ikan
8 - - - - - - (3.9
12.0
00.0
00)
- - (3.9
12.0
00.0
00)
- (3.9
12.0
00.0
00)
Net
alize
d los
unre
s
from
inve
stme
nt
of sh
ares
Pen
guku
kem
bali
atas
ran
liabi
litas
imb
alan
i - be
rsih
past
- - - - (226
.553
.372
)
(964
.929
.360
)
- - - (1.1
91.4
82.7
32)
(147
)
(1.19
1.48
2.87
9)
Rem
ent o
f
easu
rem
defin
ed b
enef
it
liabi
lity –
net
Mod
al sa
ham
yan
g
dipe
roleh
kem
bali
25 - (351
.900
.000
)
- - - - - - - (351
.900
.000
)
- (351
.900
.000
)
Trea
sto
cks
sury
Tam
baha
dal d
iseto
n mo
r
26 - - (811
.136
.421
)
- - - - - - (811
.136
.421
)
- (811
.136
.421
)
Add
ition
al
paid
-in c
apita
l
Kep
entin
enda
li
gan
non
peng
dari
Entit
as A
nak
diju
al
yang
- - - - - - - - - - 8.38
1.30
0.68
3
8.38
1.30
0.68
3
Non
trolli
ng in
teres
t
con
of th
e dis
d
pose
Sub
sidia
ry
Sald
o
31 D
ber
2020
esem
60.0
00.0
00.0
00
(809
.600
.000
)
34.9
70.2
31.4
96
90.2
81.5
33.5
73
9.85
1.27
1.78
5
71.6
62.4
06.5
03
(7.7
52.0
00.0
00)
12.0
00.0
00.0
00
410
.488
.714
.342
680
.692
.699
.557
19.1
52.0
38
680
.711
.709
.737
Bala
f
nce
as o
D
ber
31, 2
020
ecem

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Catatan/
Notes
2020 2019
Disajikan kembali
Catatan 4 dan 23/
As restated -
Notes 4 and 23
OPERASI YANG DILANJUTKAN CONTINUED OPERATION
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
CASH FLOWS FROMOPERATING
ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 681.460.965.036 709.107.860.655 Receipts from customers
Penerimaan bunga 2.391.788.684 3.184.723.045 Receipts of interest
Pembayaran kepada pemasok (304.918.084.354) (342.577.638.285) Payments to suppliers
Payments of operating
Pembayaran beban usaha dan lainnya (303.328.739.296) (339.304.348.042) expense and other
Pembayaran bunga (24.709.365.914) (24.960.703.219) Payments of interest
Pembayaran pajak penghasilan badan (4.935.544.307) (13.121.925.305) Payments of corporate income tax
Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by
(digunakan untuk) aktivitas operasi 45.961.019.849 (7.672.031.151) (used in) operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Deposito berjangka 8.700.000.000 5.300.000.000 Time deposits
Hasil penjualan penyertaan Proceeds from sale
pada Entitas Anak 23 500.000.000 - of investment in Subsidiary
Hasil penjualan aset tetap 14 195.000.851 35.210.309.098 Proceeds from sale of fixed assets
Penambahan aset tetap 14,43 (6.770.011.903) (52.732.233.607) Acquisition of fixed assets
Penerimaan dividen - 3.500.000.000 Receipts of dividend
Peningkatan investasi pada Increased in investment in
Entitas Asosiasi 13 - (19.740.000.000) Associate Company
Penurunan modal pada Entitas Anak - (2.295.000.000) Decrease in Subsidiary's capital
Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by
(digunakan untuk) aktivitas investasi 2.624.988.948 (30.756.924.509) (used in) investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
Kepentingan non pengendali dari Non-controlling interests
entitas anak yang dijual 8.381.300.683 - of the disposed subsidiary
Penerimaan (pembayaran) utang bank Receipts (payments) of
jangka pendek (17.874.136.142) 48.017.069.213 short-term bank loans
Pembayaran utang bank jangka panjang (7.628.190.739) (2.031.457.361) Payments for long-term bank loan
Pembayaran dividen
Pembayaran liabilitas sewa
27
15
(2.959.520.000)
(2.688.913.525)
(5.954.230.000)
-
Payment of dividends
Payments of lease liabilities
Payments for
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (2.555.743.262) (1.739.227.206) consumer financing obligation
Modal saham yang diperoleh kembali 25 (1.163.036.421) - Treasury stocks
Dividen kepada kepentingan
non pengendali
(2.033) (2.256) Dividend to
non controlling interest
Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by
(digunakan untuk) aktivitas pendanaan (26.488.241.439) 38.292.152.390 (used in) financing activities

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

2019

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (Continued)

For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Catatan/
Notes
2020 Disajikan kembali
Catatan 4 dan 23/
As restated -
Notes 4 and 23
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
Operasi yang dilanjutkan
22.097.767.358 (136.803.270) NET INCREASE (DECREASE) IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
Continued operation
Operasi yang dihentikan 23 - 1.239.993.925 Discontinued operation
KENAIKAN BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
22.097.767.358 1.103.190.655 NET INCREASE IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS EFFECT OF EXCHANGE RATE
CHANGES ON
TERHADAP KAS DAN SETARA KAS 30.511.749 (192.018.137) CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS ENTITAS ANAK
YANG BARU DIAKUSISI
- 120.289.468 CASH AND CASH EQUIVALENTS
FROM NEW ACQUIRED SUBSIDIARY
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
33.624.765.109 33.953.586.516 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 6 55.753.044.216 34.985.048.502 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN -
OPERASI YANG DIHENTIKAN
23 - (1.360.283.393) CASH AND CASH EQUIVALENT
AT THE END OF YEAR -
DISCONTINUED OPERATION
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN - OPERASI
YANG DILANJUTKAN
55.753.044.216 33.624.765.109 CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF THE YEAR -
CONTINUED OPERATION
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN – OPERASI YANG
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR - CONTINUED
DILANJUTKAN TERDIRI DARI:
Kas dan bank
Deposito berjangka
35.253.044.216
20.500.000.000
32.124.765.109
1.500.000.000
OPERATION CONSIST OF:
Cash and banks
Time deposits
Jumlah 6 55.753.044.216 33.624.765.109 Total

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

PT Multi Indocitra Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris Esther Daniar Iskandar, SH No. 52 tanggal 11 Januari 1990. Akta Pendirian Perusahaan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- 7745.HT.01.01.Th.91 tanggal 16 Desember 1991.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 71 tanggal 16 Oktober 2019 sehubungan dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0084825.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 21 Oktober 2019.

Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan umum atas barang-barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan dan kosmetik. Perusahaan memulai produksi komersialnya pada tahun 1990.

Perusahaan berkedudukan di Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat dengan cabang di Surabaya, Jawa Timur.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan b. The Company's Public Offering

Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan Surat No. S-3350/PM/2005 pada tanggal 9 Desember 2005 untuk melakukan penawaran umum (Initial Public Offering atau IPO) atas 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp490 per saham. Pada tanggal 21 Desember 2005 seluruh saham Perusahaan tersebut telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

c. Informasi mengenai Entitas Anak c. Subsidiaries's Information

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan memiliki Entitas Anak, dengan rincian sebagai berikut :

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. The Company's Establishment

PT Multi Indocitra Tbk (the Company) was established based on notarial deed No. 52 of Esther Daniar Iskandar, SH dated January 11, 1990. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C2-7745.HT.01.01.Th.91 dated December 16, 1991.

The Articles of Association have been amended several times, most recently by notarial deed Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 71 dated October 16, 2019 concerning changes in the purposes and objectives and business activities of the Company. The changes was approved by the Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia in its Letter No.AHU-0084825.AH.01.02.Tahun 2019 dated October 21, 2019.

The Company is engaged in general trading of commercial baby's products and health care and cosmetics products. The Company commenced its operations in 1990.

The Company's domicile is at Jl. Gajah Mada No. 188, West Jakarta, with branch offices in Surabaya, East Java.

The Company received the effective statement from the Capital Market Supervisory Board (BAPEPAM) with Letter No. S-3350/PM/2005 dated December 9, 2005 for the Initial Public Offering (IPO) of its 100,000,000 shares with par value of Rp100 per share with a public offering price of Rp490 per share. On December 21, 2005 all of the Company's shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI).

As of Desember 31, 2020 and 2019, the Company has Subsidiaries with details as follows:

Persentase kepemilikan/
Percentage of ownership
Jumlah aset (Jutaan Rupiah)/
Total asset (Million of Rupiah)
Tahun Tahun
perolehan
Entitas Anak/Subsidiaries Domisili/
Domicile
31 Desember
2020/
December
31, 2020
31 Desember
2019/
December
31, 2019
31 Desember
2020/
December
31, 2020
31 Desember
2019/
December
31, 2019
operasi
komersial/
Commercial
operation
year
Entitas Anak/
Subsidiaries
acquisition
year
Kegiatan usaha/
Scope of activities
Pemilikan langsung/
Directly owned
PT Multielok Cosmetic Serang 99,99% 99,99% 241.409 234.502 1984 1993 Memproduksi kosmetik
untuk bayi dengan
Merek "'Pigeon''/
Manufacturing baby's
Cosmetic with
"Pigeon" brand
PT Citra Makmur Ritailindo Jakarta 99,99% 99,99% 10.462 13.943 2016 2015 Penjualan retail produk
bayi/ Retail sales of
baby's products

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)

Persentase kepemilikan/
Percentage of ownership
Jumlah aset (Jutaan Rupiah)/
Total asset (Million of Rupiah)
Tahun
Entitas Anak/Subsidiaries Domisili/
Domicile
31 Desember
2020/
December
31, 2020
31 Desember
2019/
December
31, 2019
31 Desember
2020/
December
31, 2020
31 Desember
2019/
December
31, 2019
operasi
komersial/
Commercial
operation
year
perolehan
Entitas Anak/
Subsidiaries
acquisition
year
Kegiatan usaha/
Scope of activities
Pemilikan langsung/
Directly owned
PT Sinergi Multi Distrindo Jakarta 99,99% 99,99% 320.180 266.486 2017 2017 Penjualan produk
bayi/Sales of
baby's products
PT Digital Niaga Indonesia Jakarta 99,99% 99,99% 10.446 7.696 2017 2017 Penjualan retail produk
bayi/ Retail sales of
baby's products
Kepemilikan tidak langsung/
Indirect owned
PT Digital Citra Mandiri Jakarta 99,00% 99,00% 4.459 4.572 2019 2018 Penjualan retail produk
bayi/ Retail sales of

baby's products

Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada tanggal 22 Desember 2020, Perusahaan mengalihkan seluruh saham Perusahaan berjumlah 2.550 saham di PT Nusapangan Sukses Makmur, Entitas Anak, kepada PT Pusat Riyal Amanah (lihat Catatan 5 dan 23).

d. Entitas Induk dan Entitas Induk Terakhir d. Parent and Ultimate Parent

PT Buana Graha Utama adalah entitas induk dan entitas induk terakhir dari Perusahaan.

Pada tanggal 31 Desember 2020, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Direktur Utama Anthony Honoris President Director Direktur Budiman Gitaloka Director

Pada tanggal 31 Desember 2019, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Direktur Utama Anthony Honoris President Director Direktur Independen Budiman Gitaloka Independent Director Direktur Independen Hendro Wibowo Independent Director

Personel manajemen kunci Perusahaan adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dianggap sebagai manajemen kunci Perusahaan.

Based on Sale and Purchase Binding Agreement dated December 22, 2020, the Company transferred all 2,550 owned Company's shares of PT Nusapangan Sukses Makmur, a Subsidiary, to PT Pusat Riyal Amanah (see Notes 5 and 23).

PT Buana Graha Utama is the parent and ultimate parent of the Company.

e. Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Karyawan e. Board of Commissioners, Board of Directors and Employees

As of December 31, 2020, the members of the Company's Board of Commissioners and Board of Directors are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Alka Tranggana President Commissioner Komisaris Budi Setyawan Commissioner Komisaris Independen H.I. Syafei Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of Directors

Direktur Hendro Wibowo Director

As of December 31, 2019, the members of the Company's Board of Commissioners and Board of Directors are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Alka Tranggana President Commissioner Komisaris Budi Setyawan Commissioner Komisaris Independen H.I. Syafei Independent Commissioner

Dewan Direksi Board of Directors

Key management personnel of the Company are those persons having the authority and responsibility for planning, directing and controlling the activities of the Company. All members of the Boards of Commissioners and Directors are considered as key management personnel of the Company.

Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah Ali Arifin.

Gaji atau tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak berjumlah sekitar Rp12.729.946.792 dan Rp12.864.271.914 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai karyawan tetap masing-masing sekitar 367 dan 451 orang (tidak diaudit).

Susunan komite audit pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)

Corporate secretary of the Company as of December 31, 2020 and 2019 are Ali Arifin.

The salaries and other compensations benefits paid to the the Board of Commissioners and Directors of the Company and Subsidiaries amounted to Rp12,729,946,792 and Rp12,864,271,914, respectively for the years ended December 31, 2020 and 2019.

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries have a total of approximately 367 and 451 permanent employees, respectively (unaudited).

f. Komite Audit f. Audit Committee

The members of audit committee as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

Ketua H.I Syafei Chairman Anggota Teddy Syarief Natawidjaja Member Anggota Matheus Polusto Salbri Member

Kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia ("SAK") yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan No. VIII.G.7 tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik".

Laporan keuangan konsolidasian menyajikan informasi komparatif terkait dengan periode/tahun sebelumnya. Selanjutnya, Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan laporan posisi keuangan konsolidasian pada awal periode sebelumnya ketika terdapat penerapan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali, atau ketika mereklasifikasi pos-pos laporan keuangan konsolidasian.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dengan dasar biaya historis, kecuali dinyatakan lain, dan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian.

Laporan arus kas konsolidasian disusun menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

The significant accounting principles which were applied consistently in the preparation of the consolidated financial statements are as follows:

a. Basis of Measurements and Preparations of Consolidated Financial Statements

The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Financial Accounting Standards in Indonesia ("SAK") comprising of the Statements of Financial Accounting Standards (SFAS) and Interpretation Financial Accounting Standards (IFAS) issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and regulation No. VIII.G.7 concerning "Presentation and Disclosure of Financial Statements of Issuers or Public Company".

The consolidated financial statements provide comparative information in respect of the previous period/year. In addition, the Company and its Subsidiary present an additional consolidated statement of financial position at the beginning of the earliest period presented when there is a retrospective application of an accounting policy, a restropective restatement, or a reclassification of items in consolidated financial statements.

The consolidated financial statements have been prepared under the historical cost, except otherwise state, and using the accruals basis, except in the consolidated statement of cash flows.

The consolidated statement of cash flows is prepared using the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 sebagai berikut:

• Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material, berlaku efektif 1 Januari 2020.

Amandemen ini mengklarifikasi definisi material dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan yang lebih jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.

• PSAK 71: Instrumen Keuangan, berlaku efektif 1 Januari 2020.

PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.

• PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif 1 Januari 2020.

PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project yang sukses antara International Accounting Standards Board ("IASB") dan Financial Accounting Standards Board ("FASB"), mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah which is the Company's and Subsidiaries's functional currency.

b. Perubahan Kebijakan Akuntansi b. Changes in Accounting Principles

The Company and Subsidiaries have applied a number of amendments and improvements to accounting standards that are relevant to its financial reporting and effective for the year beginning on or after January 1, 2020 as follow:

• Amendments to SFAS 1 and SFAS 25: Definition of Material, effective January 1, 2020.

The amendments clarify the definition of material with the aim of harmonizing the definitions used in the conceptual framework and some relevant SFAS. In addition, it also provides clearer guidance regarding the definition of material in the context of reducing over disclosure due to changes in the threshold of the material definition.

• SFAS 71: Financial Instruments, effective January 1, 2020.

This SFAS provides classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model resulting in information that are more timely, relevant and understandable to users of the financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introducing a more general requirement based on management's judgment.

• SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers, effective January 1, 2020.

This SFAS is a single standard that is a joint project between the International Accounting Standards Board ("IASB") and the Financial Accounting Standards Board ("FASB"), provides revenue recognition from contracts with customers, and the entity is expected to perform analysis before recognizing the revenue.

• PSAK 73: Sewa, berlaku efektif 1 Januari 2020. • SFAS 73: Leases, effective January 1, 2020.

PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak guna (right of use assets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 (dua) pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah.

Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan standar akuntansi baru dan penyesuaian atau amendemen tersebut sejak 1 Januari 2020. Dampak penerapan atas PSAK 71, 72 dan 73 pada tanggal 1 Januari 2020 di ungkapkan pada Catatan 5.

Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

  • i. Akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
  • iii. Akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Suatu liabilitas disajikan lancar bila: A liability is current when it is:

  • iii. Akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
  • iv. Tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

This SFAS establishes the principles of recognition, measurement, presentation, and disclosure of the lease by introducing a single accounting model, with the requirement to recognize the right of use assets and liability of the lease. There are 2 (two) optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities: (i) short-term lease and (ii) lease with low-value underlying assets.

The Company and Subsidiaries have implemented new accounting standards and such adjustments or amendments since January 1, 2020. The implementation impact of the application SFAS 71, 72 and 73 is disclosed in Note 5.

c. Klasifikasi Lancar dan Tak Lancar c. Current and Non-Current Classification

The Company and Subsidiaries present assets and liabilities in the statement of financial position based on current/non-current classification. An asset is current when it is:

  • i. Expected to be realised or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle;
  • ii. Untuk diperdagangkan; ii. Held primarily for the purpose of trading;
  • iii. Expected to be realised within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.

All other assets are classified as non-current.

  • i. Akan dilunasi dalam siklus operasi normal, i. Expected to be settled in the normal operating cycle,
  • ii. Untuk diperdagangkan; ii. Held primarily for the purpose of trading;
  • iii. Due to be settled within twelve months after the reporting period, or
  • iv. There is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least twelve months after the reporting period.

Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

d. Prinsip-prinsip Konsolidasian d. Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak seperti yang disebutkan pada Catatan 1c, dimana Perusahaan secara langsung memiliki lebih dari 50% kepemilikan saham.

Pengendalian diperoleh ketika Perusahaan dan Entitas Anak terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee jika, dan hanya jika, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hal berikut ini:

  • a. Kekuasaan atas investee (misalnya adanya hak yang memberikan Perusahaan dan Entitas Anak kemampuan saat ini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan);
  • b. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan Perusahaan dan Entitas Anak dengan investee; dan
  • c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil Kelompok Usaha.

Umumnya kepemilikan hak suara mayoritas (a majority of voting rights) menghasilkan pengendalian. Untuk mendukung hal ini, dan jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak suara kurang dari hak suara mayoritas, atau hak sejenis atas suatu investee, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan ketika menilai apakah Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:

  • a. pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara lainnya pada investee;
  • b. hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan
  • c. hak suara yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak dan hak suara potensial.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

All other liabilities are classified as non-current.

Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.

The consolidated financial statements consist of the Company and Subsidiaries mentioned in Note 1c, in which the Company directly owned more than 50% share ownership.

Control is achieved when the Company and Subsidiaries is exposed, or has right, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those return through its power over the investee. Specifically, the Company and Subsidiaries controls and investee if, and only if, the Company and Subsidiaries has all of the following:

  • a. Power over that investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the investee);
  • b. Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; and
  • c. The ability to use its power over the investee to affect the Company and Subsidiaries returns.

Generally, there is a presumption that a majority of voting rights result in control. To support this presumption and when the Company and Subsidiaries has less than a majority of the voting, or similiar, rights of an investee, it considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including:

  • a. the contactual arrangement(s) with the other vote holders of the investee;
  • b. rights arising from other contractual arrangements; and
  • c. the Company and Subsidiaries voting rights and potential voting rights.

Perusahaan dan Entitas Anak menilai kembali apakah masih mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan bahwa terdapat perubahan dalam satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Perusahaan dan Entitas Anak kehilangan pengendalian atas entitas anak.

Laba dan rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain ("OCI") diatribusikan kepada pemilik entitas Induk dari Perusahaan dan Entitas Anak dan KNP, meskipun hal tersebut mengakibatkan Kepentingan Non Pengendali ("KNP") memiliki saldo defisit.

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Perusahaan dengan Entitas Anak telah dieliminasi.

Perubahan dalam bagian kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian Perusahaan pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas.

Ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Perusahaan menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas, Kepentingan Non Pengendali (KNP) dan komponen ekuitas lainnya serta mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan kehilangan pengendalian. Saldo investasi yang masih dimiliki diakui pada nilai wajarnya.

KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba atau rugi dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

The Company and Subsidiaries reassess whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiaries begins when the Company and Subsidiaries obtains control over the subsidiaries and ceases when the Company and Subsidiaries loses control of the subsidiaries.

Profit or loss and each component of other comprehensive income ("OCI") are attributed to the equity holders of the parent of the Company and Subsidiaries and to the NCI, even if this result in the Non Controlling Interest ("NCI") having a deficit balance.

The consolidated financial statements are prepared using uniform accounting policies for like transactions and other events in similar circumstances. If a member of the Group uses different accounting polices for like transactions and events in similar circumstances, appropriate adjustment are made to its financial statements in preparing the consolidated financial statements.

All significant intercompany accounts and transactions between the Company and Subsidiaries have been eliminated.

A chance in the ownership interest of a subsidiaries, without a loss of control, is a accounted for as an equity transaction.

If the Company losses control over a subsidiaries, it derecognises the related assets (including goodwill), liabilities, non-controling interest (NCI) and other components of equity while any resulting gain or loss is recognised in profit or loss. Any investment retained is recognised at fair value.

NCI represents the portion of the profit or loss and net assets of the Subsidiaries not attributable, directly or indirectly, to the Company, which are presented in profit or loss and under the equity section of the consolidated statements of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the equity holders of the parents entity.

Transaksi dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang selain Rupiah dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

2020 2019

Perusahaan dan Entitas Anak memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Pihak-pihak berelasi merupakan individu atau entitas yang berelasi dengan Perusahaan.

Individu atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika mereka:

  • i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
  • ii. Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
  • iii. Merupakan personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk dari Perusahaan.

Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika:

i. Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

e. Penjabaran Mata Uang Asing e. Foreign Currency Translation

Transactions denominated in currencies other than Rupiah are converted at the exchange rate prevailing at the date of the transaction. At the consolidated statement of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in currencies other than Rupiah are translated at the exchange rate prevailing at that date.

Exchange gains and losses arising on transactions in currencies other than Rupiah and on the translation of monetary assets and liabilities in currencies other than Rupiah are recognised in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

Exchange rates used to translation as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020 2019
1 Poundsterling 19.085,50 18.249,94 1 Poundsterling
1 Dolar Amerika Serikat 14.105,01 13.901,01 1 United States Dollar
1 Dolar Singapura 10.644,09 10.320,74 1 Singapore Dollar
1 Ringgit Malaysia 3.491,78 3.397,00 1 Malaysian Ringgit
1 Renminbi China 2.161,49 1.990,84 1 Renminbi China
1 Yen Jepang 136,47 127,97 1 Yen Japan

f. Transaksi dengan Pihak Berelasi f. Transactions with Related Parties

The Company and Subsidiaries has entered into transactions with related parties. Related parties are defined as individuals or entities which are related to the Company.

An individual or family member is related to the Company if it:

  • i. Has control or join control over the Company;
  • ii. Has significant influence over the Company; or
  • iii. Is a member of the key management personnel of the Company or parent of the Company.

A party is considered to be related to the Company if:

i. Entity and the Company is a member of the same group (meaning a parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others);

  • ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
  • iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
  • iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
  • v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska-kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Jika Perusahaan adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, makan entitas sponsor juga berelasi dengan Perusahaan;
  • vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi di atas;
  • vii. Orang yang memiliki kendali atau kendali bersama atas perusahaan yang memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);

Semua transaksi penting dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Investasi dalam saham diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

  • ii. One entity is an associate or a joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of the Company of which the other entity is a member);
  • iii. Both entities are joint ventures of the same third party;
  • iv. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity;
  • v. The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the Company or an entity related to the Company. The Company is the entity that organizes the program, the sponsoring employers are also related to the Company;
  • vi. The entity is controlled or joinly controlled by a related person as identified above;
  • vii. A person that has control or join control over the Company that has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity);

All major transactions with related parties are disclosed in the consolidated notes to the financial statements.

g. Instrumen Keuangan g. Financial Instruments

A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity.

i. Aset Keuangan i. Financial Assets

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

The Company and Subsidiaries classify its financial assets into the following category: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost

The Company and Subsidiaries's financial assets consist of cash and cash equivalents, time deposits, trade receivables and other receivables classified as financial assets at amortized cost. Investment of shares measured at fair value through other comprehensive income. The Company and Subsidiaries's has no financial assets measured at fair value through profit or loss.

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan ("SPPI").

Pengujian SPPI SPPI Test

Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan dan Entitas Anak menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/ diskon).

Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss ("FVTPL").

Perusahaan dan Entitas Anak menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan dan Entitas Anak mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:

• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

The Company and Subsidiaries used 2 (two) methods to classify its financial assets, based on the Company and Subsidiaries's business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets ("SPPI").

As a first step of its classification process, the Company and Subsidiaries assess the contractual terms of financial to identify whether they meet the SPPI test.

Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortisation of the premium/ discount).

The most significant elements of interest within an arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Company and Subsidiaries apply judgment and considers relevant factors such as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.

In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit or Loss ("FVTPL")

Penilaian model bisnis Business model assessment

The Company and Subsidiaries determine its business model at the level that best reflects how it manages the Company and Subsidiaries's financial assets to achieve its business objective.

The Company and Subsidiaries's business model is not assessed on an instrument-byinstrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:

• How the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity's key management personnel;

  • Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
  • Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
  • Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan.

Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario "worst case" atau "stress case". Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.

Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga ("SPPI") dari jumlah pokok terutang.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai "Pendapatan Keuangan". Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai "Kerugian penurunan nilai".

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

  • The risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;
  • How business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);
  • The expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Company's assessment.

The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking "worst case" or "stress case" scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Company's original expectations, the Company does not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.

Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments ("SPPI") of the amount owed.

At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.

Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the statements of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Finance Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is acknowledged in the financial statements as "Impairment loss".

Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

  • Yang dimaksudkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
  • Yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
  • Dalam hal Perusahaan dan Entitas Anak mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif ("SBE"). Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan sebagai "Pendapatan Keuangan". Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai "Kerugian penurunan nilai".

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Before January 1, 2020, the Company and Subsidiaries classified its financial assets into these categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) loans and receivables, (c) financial assets held to maturity, and (d) financial assets available for sale. This classification depends on the purpose of acquiring such financial assets. Management determines the classification of such financial assets at the beginning of its recognition.

Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or specified payments and have no quotes on the active market, except:

  • Intended by the Company and Subsidiaries for sale in the near future, which is classified as held for trading, as well as which at the time of initial recognition is determined to be measured at fair value through profit or loss;
  • Which at the time of initial recognition is set as available for sale; or
  • In the case of the Company and Subsidiaries may not obtain substantial initial investment unless caused by a decrease in the quality of loans provided and receivables.

At the time of initial recognition, loans and receivables are recognized at their fair value plus transaction fees and are further measured on amortized acquisition costs using the Effective Interest Rate ("EIR") method. Income from financial assets in the category of loans and receivables is recorded in the statements of income and other comprehensive income and is reported as "Finance Income". In the event of impairment, impairment losses are reported as a deduction from the carrying value of the financial assets in loan and receivables and are recognized in the statements of profit and loss and other comprehensive income as "Impairment loss".

Metode Suku Bunga Efektif ("SBE") Effective Interest Method ("EIR")

SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.

Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets

Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Penerapan PSAK 71 "Instrumen Keuangan" telah mengubah metode perhitungan kerugian penurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi (incurred loss) sesuai PSAK 55 "Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran" dengan pendekatan Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL"). Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime).

Sebelum 1 Januari 2020, bukti objektif penurunan nilai aset keuangan termasuk sebagai berikut:

  • Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
  • Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
  • Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

EIR is a method of calculating the amortised cost of a financial asset and of allocating interest income over the relevant period. The EIR is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the EIR, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount of financial assets on initial recognition.

Income is recognized on an effective interest rate basis for financial instruments other than those financial assets at FVTPL.

Financial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are considered to be impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been affected.

The adoption of SFAS 71 "Financial Instrument" changed the method of calculating impairment from incurred loss in accordance with SFAS 55 "Financial Instrument: Recognition and Measurement" to Expected Credit Loss ("ECL"). The Company adopted the simplified expected credit loss approach which is using lifetime expected credit loss.

Before January 1, 2020, objective evidence of impairment of financial assets could include:

  • Significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or
  • Breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; or
  • It becomes probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation; or

• Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.

Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual akan dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan Entitas Anak atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan gagal bayar atas piutang.

Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan.

Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui dalam laba rugi.

ii. Liabilitas Keuangan ii. Financial Liabilities

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

• The disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties.

For certain categories of financial assets, such as receivables, assets that are assessed not to be impaired individually are, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company and Subsidiaries's past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables.

For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is measured as the difference between the asset's carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset's original effective interest rate.

The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in profit or loss.

Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement

Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.

Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban masih harus dibayar, utang lain-lain, utang bank jangka panjang, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.

Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai "Beban Keuangan" dalam laba rugi.

Penghentian pengakuan Derecognition

Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.

The Company and Subsidiaries's financial liabilities consist of short-term bank loans, trade payables, accrued expenses, other payables, long-term bank loans, consumer financing obligation and lease liabilities classified as financial liabilities at amortized cost. The Company and Subsidiaries have no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.

Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement

After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.

At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortisation process.

Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortisation is included in "Finance Costs" in profit or loss.

A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.

Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

Perusahaan dan Entitas Anak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Perusahaan dan Entitas Anak mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan dan Entitas Anak tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan dan Entitas Anak seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan dan Entitas Anak perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.

Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

iv. Saling hapus instrumen keuangan iv. Offsetting of financial instruments

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.

iii. Reklasifikasi instrumen keuangan iii. Reclassification of financial instruments

The Company and Subsidiaries are allowed to reclassify the financial assets owned if the Company and Subsidiaries change the business model for the management of financial assets and the Company and Subsidiaries are not allowed to reclassify the financial liabilities.

Changes in the business model should significantly impact the Company and Subsidiaries's operational activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the Company and Subsidiaries need to prove the change to external parties.

The following are not considered as change in business model: (a) the change of intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Company and different business models.

Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the statement of financial position when the Company and Subsidiaries have a legally enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. A right to offset must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties both in the normal course of business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.

Perusahaan dan Entitas Anak mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan dan Entitas Anak juga mengukur jumlah terpulihkan dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

  • di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
  • jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan dan Entitas Anak.

Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum Perusahaan.

Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Instrumen yang dapat diklasifikasikan sebagai setara kas antara lain adalah:

  • Deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal penempatannya serta tidak dijaminkan; dan
  • Instrumen pasar uang yang diperoleh dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.

Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

v. Pengukuran nilai wajar v. Fair value measurement

The Company and Subsidiaries initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. The Company and Subidiaries also measure certain recoverable amounts of the CGU using fair value less cost of disposal ("FVLCD").

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:

  • in the principal market for the asset or liability, or
  • in the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.

The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Company and Subsidiaries.

h. Kas dan Setara Kas h. Cash and Cash Equivalents

Cash represents available and eligible payment instrument to finance the Company's business.

Cash equivalents represent very liquid investments, short term and quickly convertible to cash at a predetermined amount without any risk of significant value change. Instruments which can be classified as cash equivalents are as follows:

  • Time deposits due within 3 (three) months or less, starting from the placement date and are not pledged as collateral; and
  • Money market instruments purchased and saleable within 3 (three) months.

Cash and cash equivalents which have been restricted for certain purpose or which can not be used freely are not defined as cash and cash equivalents.

Piutang usaha adalah jumlah piutang pelanggan sehubungan dengan kegiatan usaha. Bila pembayaran diharapkan akan diterima dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, maka diklasifikasikan sebagai aset lancar. Bila tidak, disajikan sebagai aset tidak lancar.

Piutang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar dan kemudian diukur dengan menggunakan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai. Penyisihan penurunan nilai piutang usaha dibentuk apabila ada bukti nyata bahwa Perusahaan tidak mampu menagih jumlah piutang sesuai dengan jangka waktu asal. Nilai tercatat dikurangi dengan satu akun penyisihan, berdasarkan telaah dari manajemen terhadap status masing-masing saldo piutang pada akhir periode keuangan. Apabila suatu piutang usaha tidak dapat ditagih, piutang tersebut dihapusbukukan terhadap akun penyisihan tersebut. Pemulihan kemudian dari jumlah yang dihapusbukukan sebelumnya dikreditkan terhadap laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower cost or net realizable value). Harga perolehan ditentukan dengan metode rata-rata. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk memperoleh atau menjual persediaan tersebut. Persediaan barang konsinyasi masih diakui sebagai persediaan Perusahaan sampai barang tersebut berhasil dijual.

Penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang perputarannya lambat ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.

k. Biaya Dibayar di Muka k. Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka, yang masih mempunyai masa manfaat, diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

Perusahaan dan Entitas Anak telah memilih metode revaluasi untuk pengukuran aset tetapnya.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

i. Piutang Usaha i. Trade Receivables

Trade receivables are amounts due from customers in the ordinary course of business. If collection is expected in one year or less, they are classified as current assets. If not, they are presented as noncurrent assets.

Trade receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, less provision for impairment. A provision for impairment of trade receivables is established when there is objective evidence that the Company will not be able to collect the amounts due according to the original terms of the receivables. The carrying amount is reduced through the use of an allowance account, based on management's review of the status of each account at the end of the financial period. When a trade receivable is uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

j. Persediaan j. Inventories

Inventories are stated at the lower cost or net realizable value. Cost is determined by the average method. Net realizable value is estimated based on the selling price in the ordinary course of business subtracting the estimated cost to sell the inventory. Consignment goods are still recognized as the Company's inventories until the goods are being sold.

Allowance for obsolete and slow moving inventories is determined based on a review of the inventory condition at the end of the year.

Prepaid expenses, which still have useful life, are amortized over the periods benefited using straightline method.

l. Aset tetap l. Fixed assets

The Company and Subsidiaries have chosen the revaluation model for the measurement of its fixed assets.

Tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan, perabot dan peralatan kantor serta kendaraan disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen eksternal, dikurangi penyusutan. Penilaian atas aset tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya disajikan kembali sebesar jumlah revaluasi aset.

Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah, sebagaimana mestinya, hanya apabila kemungkinan besar Perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode dimana biayabiaya tersebut terjadi.

Kenaikan nilai tercatat dari hasil penilaian kembali aset tetap dikreditkan pada akun surplus revaluasi di ekuitas. Penurunan nilai yang menutup kenaikan nilai sebelumnya pada aset yang sama dibebankan pada akun surplus revaluasi secara langsung di ekuitas; semua penurunan nilai lainnya dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perbedaan antara penyusutan berdasarkan nilai revaluasi yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan penyusutan berdasarkan biaya awal aset ditransfer dari akun "surplus revaluasi" ke "saldo laba" pada saat aset yang direvaluasi tersebut dijual.

Tanah tidak disusutkan. Semua aset tetap lainnya disusutkan menggunakan metode garis lurus hingga mencapai nilai sisa yang diestimasikan selama masa manfaat aset. Tingkat penyusutan per tahun adalah:

Tahun/
Years
Bangunan dan prasarana 20 Buildings and infrastructure
Mesin dan peralatan 5 Machinery and equipment
Perabot dan peralatan kantor 4 - 5 Furniture and office equipment
Kendaraan 4 - 5 Vehicles

Nilai sisa dan masa manfaat aset ditelaah, dan disesuaikan jika diperlukan, pada setiap tanggal posisi keuangan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Land, buildings and infrastructure, machine and equipment, furniture and office equipment and vehicles are presented at fair value, based on valuations performed by external independent valuers, less depreciation. Valuations are performed with sufficient regularity to ensure that the fair value of a revalued asset does not differ materially from its carrying amount. Any accumulated depreciation at the date of revaluation is eliminated against the gross carrying amount of the asset, and the net amount is restated to the revalued amount of the asset.

Subsequent costs are included in the asset's carrying amount or recognised as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the replaced part is derecognised. All other repairs and maintenance are charged to the statements of profit or loss and other comprehensive income during the financial period in which they are incurred.

Increases in the carrying amount arising on revaluation of fixed assets are credited to revaluation surplus in equity. Decreases that offset previous increases of the same asset are charged against revaluation surplus directly in equity; all other decreases are charged to the statement of profit or loss and other comprehensive income. The difference between depreciation based on the revalued carrying amount of the asset charged to the statements of profit or loss and other comprehensive income and depreciation based on the asset's original cost is transferred from "revaluation surplus" to "retained earnings" when the revalued assets are sold.

Land is not depreciated. All other fixed assets are depreciated using the straight-line method to their estimated residual value over their estimated useful lives. The annual rates of depreciation are:

The assets residual values and useful lives are reviewed, and adjusted if appropriate, at each financial position date.

Nilai tercatat aset diturunkan segera ke nilai pemulihannya jika nilai tercatat aset tersebut lebih tinggi daripada nilai pemulihan yang diestimasikan.

Apabila suatu aset tetap sudah tidak digunakan atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, dan keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

m. Aset Dalam Penyelesaian m. Construction in Progress

Biaya-biaya yang terjadi dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian sampai aset tersebut siap untuk digunakan. Setelah aset tersebut digunakan, biaya yang terkapitalisasi ditransfer ke akun aset tetap dan disusutkan sesuai dengan metode penyusutan yang berlaku. Biaya pendanaan yang berkaitan langsung dengan aset tertentu yang memenuhi syarat, termasuk di dalamnya bunga dan selisih kurs, dikapitalisasi ketika terjadinya utang untuk membiayai aset tetap tersebut.

n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan n. Impairment of Non-Financial Assets

Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan telaah untuk menentukan ada tidaknya indikasi penurunan nilai aset.

Aset non keuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset yang melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual neto atau nilai pakai aset. Dalam rangka menguji penurunan nilai, aset-aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.

Pemulihan penyisihan penurunan nilai diakui sebagai pendapatan dalam periode dimana pemulihan tersebut terjadi.

Beban-beban yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun ditangguhkan. Beban tangguhan tersebut diamortisasi dengan mengunakan metode garis lurus (straight-line method).

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

An asset's carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the asset's carrying amount is greater than its estimated recoverable amount.

When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and related accumulated depreciation are eliminated from the financial statements, and the resulting gains and losses on the disposal of property, plant, and equipment are recognised in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

Costs incurred are capitalised as construction in progress until such assets are ready to its intended use. When such assets are put into service, capitalised costs are transferred to fixed assets and depreciated in accordance with the applicable depreciation method. Financing costs directly attributable to a qualifying asset, including interest and foreign exchange differences, are capitalised when they arise from indebtedness incurred to finance fixed assets.

At the consolidated statements of financial position date, the Company and Subsidiaries undertakes a review to determine whether there is any indication of asset impairment.

Non financial assets are reviewed for impairment losses whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognised for the amount by which an asset's carrying amount exceeds its recoverable amount. The recoverable amount is the higher of an asset's net selling price or value in use. For the purpose of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows.

Reversal of a provision for impairment is recorded as income in the period when the reversal occurs.

o. Beban Tangguhan o. Deferred Expense

Expenses which still have useful life more than one year will be deferred and amortized using straightline method.

p. Pinjaman p. Loans

Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Pinjaman selanjutnya dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Selisih antara jumlah uang yang diterima (dikurangi biaya transaksi) dan nilai penyelesaian utang diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Biaya-biaya yang dibayarkan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan digunakan. Dalam hal ini, biaya tersebut ditangguhkan sampai penggunaan terjadi. Sepanjang tidak ada bukti bahwa besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan digunakan, biaya tersebut dikapitalisasi sebagai biaya jasa likuiditas dibayar di muka dan diamortisasi selama periode fasilitas.

Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.

Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee Finance Lease - as Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut dikapitalisasi sejak awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.

Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Loans are recognised initially at fair value, net of transaction costs incurred. Loans are subsequently carried at amortised cost. Any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income over the period of the loans using the effective interest method.

Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facility will be drawn down. In this case, the fee is deferred until the drawdown occurs. To the extent there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down, the fee is capitalised as prepayment for liquidity services and amortised over the period of the facility to which it relates.

q. Utang Usaha q. Trade Payables

Trade payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method.

r. Sewa r. Leases

The Company and Subsidiaries classify leases based on the extent to which risks and rewards incidental to the ownership of a leased asset are vested upon the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, at inception date.

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased assets or, if lower, at the present value of the minimum lease payments.

Minimum lease payments are apportioned between the financial charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Financial charges are charged directly to profit or loss.

Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset sewaan disusutkan selama masa pakai aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.

Sewa Operasi - sebagai Lessee Operating Lease - as Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban di tahun berjalan pada operasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.

Sesudah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 73 "Sewa", yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai "sewa operasi". Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati atau diamendemen, pada atau setelah 1 Januari 2020.

Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah:

  • a. Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian - ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
  • b. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, then, the leased assets are depreciated over their estimated useful lives. If not, then the capitalized leased assets are depreciated over the shorter of the useful lives of the assets or the lease term. Gain or loss on a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term.

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Accordingly, the related lease payments are recognized as expense in the current year operations using the straight-line method over the lease term.

From January 1, 2020, the Company and Subsidiaries has adopted SFAS 73 "Leases", which sets the requirements for recognition of lease liabilities in relation to leases which had previously been classified as "operating leases". This policy is applied to contracts entered into or amended, on or after January 1, 2020.

At inception of a contract, the Company and Subsidiaries assess whether a contract is, or contains, a lease. A contract is, or contains, a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for consideration. To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Company and Subsidiaries assess whether:

  • a. The contract involves the use of an identified asset - this may be specified explicitly or implicitly and should be physically distinct or represent substantially all of the capacity of a physically distinct asset. If the supplier has the substantive substitution right, then the asset is not identified;
  • b. The Company and Subsidiaries have the right to obtain substantially all of the economic benefits from use of the asset throughout the period of use; and

  • c. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak ini ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:

  • Perusahaan dan Entitas Anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
  • Perusahaan dan Entitas Anak mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan.

Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masingmasing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.

Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan dan Entitas Anak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

  • c. The Company and Subsidiaries have the right to direct the use of the identified asset. The Company and Subsidiaries have this right when it has the decisionmaking rights that are most relevant to changing how and for what purpose the asset is used. In certain circumstances where all the decisions about how and for what purpose the asset is used are predetermined, the Company and Subsidiaries has the right to direct the use of the asset if either:
  • The Company and Subsidiaries have the right to operate the asset; or
  • The Company and Subsidiaries designed the asset in a way that predetermines how and for what purpose the asset will be used.

At the inception or on reassessment of a contract that contains a lease component, the Company and Subsidiaries allocate the consideration in the contract to each lease component on the basis of the relative stand-alone prices and the aggregate standalone price of the non-lease components.

The Company dan Subsidiary recognise a right-ofuse assets and a lease liability at the lease commencement date. The right-of-use assets is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, less any lease incentives received.

The right-of-use assets is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use assets or the end of the lease term.

The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, use the incremental borrowing rate. Generally, the Company uses its incremental borrowing rate as the discount rate.

Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including insubstance fixed payments less any lease incentive receivable.

Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.

Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai rendah Short-term leases and leases of low-value assets

Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai rendah. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Beban pensiun dihitung menggunakan metode projected-unit-credit dengan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan dan tingkat kenaikan kompensasi.

Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi-asumsi aktuarial diakui seluruhnya dalam penghasilan komprehensif lain. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi, kecuali perubahan terhadap program pensiun tersebut mensyaratkan karyawan tersebut untuk bekerja selama periode waktu tertentu.

Komponen bunga neto dihitung berdasarkan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto pada setiap awal periode pelaporan.

t. Pengakuan Pendapatan dan Beban t. Revenue and Expense Recognition

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas Anak dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai ("PPN").

Sesudah 1 Januari 2020 After January 1, 2020

Pada 1 Januari 2020, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 72, "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

  • i. Identifikasi kontrak dengan pelanggan; i. Identify contract with customer;
  • ii. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Each lease payment is allocated between finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant interest rate on the outstanding balance of the liabilities.

The Company and Subsidiaries have elected not to recognize right-of-use assets and lease liabilities for short-term leases that have a lease term of 12 months or less and leases of low-value assets. The Company and Subsidiaries recognize the lease payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term

s. Liabilitas Imbalan Paska Kerja s. Liability for Post-Employeement Benefit

Pension costs are determined using the projectedunit-credit method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate of increase in compensation.

All actuarial gains and losses arising from adjustment and changes in actuarial assumption are recognized as other comprehensive income. All past service costs are recognized immediately in the profit or loss, unless the changes to the pension plan are conditional on the employees remaining in service for a specified period of time.

The net-interest amount is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset at the start of each annual reporting period.

Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and Subsidiaries and the revenue can be reliably measured. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Taxes ("VAT").

On January 1, 2020, the Company and Subsidiaries have adopted SFAS 72, "Revenue from Contracts with Customers", which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:

  • ii. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct;

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

  • iii. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak;
  • iv. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
  • v. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

Beban diakui pada saat terjadinya dengan basis akrual.

u. Perpajakan u. Taxation

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

Beban Pajak Kini Current Tax

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak periode berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari "Beban Pajak Kini" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

  • iii. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer;
  • iv. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin;
  • v. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).

For sale of goods, performance obligation is typically satisfied, and revenue is recognized, when the control of goods has been transferred to the customer (a point in time).

Expenses are recognised when incurred on an accrual basis.

The tax expense comprises current and deferred tax. Tax is recognised in profit or loss, except to the extent that it relates to items recognised in other comprehensive income or directly in equity. In this case, the tax is also recognised in other comprehensive income or directly in equity, respectively.

Current tax expense is determined based on the taxable income for the period computed using the prevailing tax rates.

Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of "Tax Expense - Current" in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.

Amendments to tax obligations are recorded when a tax assessment letter is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Pajak tangguhan Deferred tax

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.

v. Pelaporan Segmen v. Segment Reporting

Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta tingkat imbalan yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Deferred tax assets and liabilities are recognized using the liability method for the future tax consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the financial statements and their respective tax bases at each reporting date. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.

The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the benefit of that deferred tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered.

Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the reporting date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are charged to current period operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.

Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statements of financial position, except if they are for different legal entities, consistent with the presentation of current tax assets and liabilities.

A business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. A geographical segment is engaged in providing products or services within a particular economic environment that is subject to risks and returns that are different from those of segments operating in other economic environments.

Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. Sehubungan dengan hal ini, informasi segmen dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan pengklasifikasian umum atas bidang usaha perdagangan dan industri.

w. Modal Saham Yang Diperoleh Kembali w. Treasury Stock

Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai "Modal Saham Yang Diperoleh Kembali" dan disajikan sebagai pengurang ekuitas.

x. Laba Bersih Per Saham x. Earning Per Share

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode tersebut. Jumlah rata-rata tertimbang saham adalah sebanyak 595.423.000 (dalam nilai penuh) saham, bersih setelah dikurangi jumlah saham yang diperoleh kembali.

Perusahaan dan Entitas Anak mengukur instrumen keuangan seperti derivatif pada nilai wajar setiap tanggal pelaporan. Pengungkapan nilai wajar untuk instrumen keuangan disajikan dalam Catatan 41.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di:

  • pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
  • dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

Perusahaan dan Entitas Anak harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.

Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

Financial information is reported based on the information used by management in evaluating the performance of each segment and determining the allocation of resources. In this respect, the business segment information in the financial statement is presented based on general classification of trading and industry sector.

Stock reacquired is recorded using the cost value and recorded as "Treasury Stock" and presented as deduction in equity.

Basic earning per share are computed by dividing net income with the weighted average number of shares outstanding during the period. The weighted average number of shares outstanding were totaling to 595,423,000 (full amount) shares, net after deducted by treasury stock.

y. Penentuan Nilai Wajar y. Determination of Fair Value

The Company and Subsidiaries measures financial instruments such as derivatives at fair value at each reporting date. Fair value related disclosures for financial instruments are disclosed in Note 41.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:

  • in the principal market for the asset or liability; or
  • in the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.

The principal or the most advantageous market must be accessible by the Company and Subsidiaries.

The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest.

Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

  • Level 1 harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
  • Level 2 teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
  • Level 3 teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.

Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan dan Entitas Anak menentukan apakah perpindahan antar level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap akhir periode pelaporan.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

The Company and Subsidiaries use valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.

All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:

  • Level 1 Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.
  • Level 2 Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.
  • Level 3 Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable.

For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on a recurring basis, the Company and Subsidiaries determine whether transfers have occurred between levels in the hierarchy by re-assessing categorisation (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

The preparation of consolidated financial statements, in comformity with Indonesian Financial Accounting Standards, requires management to make estimations and assumptions that affect amounts reported in the consolidated financial statements therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods may differ from those estimates.

Pertimbangan Judgements

The following judgements are made by management in the process of applying the Company's accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements.

Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 di penuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak.

Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi dimana merupakan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa. Pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat dalam menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, peristiwa dan kondisi yang mendasari operasi Perusahaan dan Entitas Anak.

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Beban dari program pensiun dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan menggunakan metode projected-unit-credit. Penilaian aktuaris termasuk membuat variasi asumsi yang terdiri dari, antara lain, tingkat diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan periode jangka panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.

Sejauh ini, manajemen meyakini bahwa asumsi yang digunakan tersebut cukup memadai untuk mencerminkan estimasi terbaik pada tanggal laporan keuangan konsolidasian. Perbedaan signifikan pada hasil aktual ataupun perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan berpotensi secara material mempengaruhi nilai tercatat liabilitas imbalan paska-kerja karyawan.

Nilai tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan sesuai dengan tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 36 atas laporan keuangan konsolidasian.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan) 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification of Financial Assets and Liabilities

The Company and Subsidiaries determines the classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in SFAS 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company and Subsidiaries accounting policies.

Penentuan Mata Uang Fungsional Determination of Functional Currency

Functional currency is the currency of the primary economic environment in which the Company and Subsidiaries operate. It is the currency that mainly influences the revenue and cost of goods and services. Management judgment is required to determine the functional currency that best describes the economic effect of transactions, events and conditions of the underlying operations of the Company and Subsidiaries.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year/period are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company and Subsidiaries. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

Liabilitas Imbalan Paska-Kerja Liability for Post-Employment Benefit

The pension cost and the present value of the pension obligation are determined using the projected-unit-credit method. Actuarial valuation includes making various assumptions which consist of, among other things, discount rates, expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality rates. Due to the complexity of the valuation and its underlying assumptions and longterm nature, a defined benefit obligation is highly sensitive to changes in assumptions.

So far, management believes that the assumptions that are used are sufficient to reflect the best estimation on the date of the consolidated financial statements. Significant differences in actual results or significant changes in assumptions set out potentially material effect of the carrying value of estimated liability for employee's benefits.

The carrying amount of Company and Subsidiaries estimated liabilities for post-employment benefit as at the consolidated statement fo financial position date is disclosed in Note 36 to the consolidated financial statements.

Instrumen Keuangan Financial Instruments

Perusahaan dan Entitas Anak mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan dan Entitas Anak.

Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan perubahan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp221.177.117.847 (31 Desember 2019: Rp257.145.820.915), sedangkan nilai tercatat liabilitas keuangan dalam laporan perubahan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp287.048.498.098 (31 Desember 2019: Rp317.231.015.409) (lihat Catatan 41).

Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa para pelanggannya tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak.

Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.

Nilai tercatat atas piutang telah diungkapkan dalam Catatan 9.

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap selama 4 - 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan dan Entitas Anak menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp425.497.809.009 (31 Desember 2019: Rp441.663.263.719). Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan) 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

The Company and Subsidiaries carry certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Company utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Company and Subsidiaries profit or loss.

The carrying amount of financial assets carried at fair values in the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020 is Rp221,177,117,847 (December 31, 2019: Rp257,145,820,915), while the carrying amount of financial liabilities carried in the consolidated statement of financial position as of December 31, 2020 is Rp287,048,498,098 (December 31, 2019: Rp317,231,015,409) (see Note 41).

Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha Allowance for Impairment of Trade Receivables

The Company and Subsidiaries evaluate specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company and Subsidiaries use judgment, based on available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer's current credit status based on any available third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company and Subsidiaries expect to collect.

These specific provisions are reevaluated and adjusted as additional information received affects the allowance for impairment.

The carrying amount of receivables are disclosed in Note 9.

Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Fixed Assets

The costs of fixed assets are depreciated on a straightline over their estimated useful lives. Management property estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 - 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Company and Subsidiaries conducts its businesses. Change in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amount of the Company and Subsidiaries fixed asets as of December 31, 2020 amounting to Rp425,497,809,009 (December 31, 2019: Rp441,663,263,719). Further details are disclosed in Note 14.

Pajak Penghasilan Income Tax

Pertimbangan yang signifikan yang digunakan dalam menentukan penyisihan pajak penghasilan. Terdapat transaksi tertentu dan perhitungan yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti selama kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui kewajiban untuk masalah pajak yang diharapkan berdasarkan perkiraan apakah pajak tambahan akan jatuh tempo. Dimana hasil pajak terhadap hal-hal berbeda dari jumlah yang awalnya diakui, perbedan tersebut akan berdampak pada pendapatan pajak dan ketentuan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dibuat.

Aset (liabilitas) pajak tangguhan diakui atas perbedaan pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian antara dasar pajak dan dasar komersial (lihat Catatan 35). Manajemen mempertimbangkan saat penggunaan, besaran penghasilan kena pajak, masa daluwarsa pajak (5 tahun) dan strategi perencanaan pajak masa depan ketika mengakui aset (liabilitas) pajak tangguhan.

Nilai tercatat utang pajak, aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian yang digunakan dalam Catatan 35 atas laporan keuangan konsolidasian.

Pada tanggal 22 Desember 2020, Perusahaan mengalihkan seluruh saham Perusahaan berjumlah 2.550 saham di PT Nusapangan Sukses Makmur kepada PT Pusat Riyal Amanah. Transaksi tersebut dianggap sebagai operasi yang dihentikan dan diperhitungkan sesuai dengan PSAK 58 "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan". Oleh karena itu, laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2019/ 31 Desember 2018, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 telah disajikan kembali.

Ikhtisar laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2019/ 31 Desember 2018 sebelum dan setelah penyajian kembali adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (Lanjutan) 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)

Significant judgment is involved in determining the provision for income taxes. There are certain transactions and computations for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company and Subsidiaries recognize liabilities for expected tax issues based on estimates of whether additional taxes will be due. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recognized, such differences will impact the income tax and deferred tax provisions in the period in which such determination is made.

Deferred tax assets (liabilities) are recognized on the differences of recognition in the consolidated financial statements based on commercial basis and tax bases (see Note 35). The management considers timing, the level of future taxable profits, expired tax period (5 years) and future tax planning strategies when recognized deferred tax assets (liabilities).

The carrying amounts of Company and Subsidiaries taxes payable, deferred tax assets and deferred tax liabilities as at the consolidated statement of financial position date are disclosed in Note 35 to the consolidated financial statements.

4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN 4. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENT

On December 22, 2020, the Company transferred all 2,550 owned Company's shares of PT Nusapangan Sukses Makmur to PT Pusat Riyal Amanah. The transaction has considered as discontinued operation and calculated in accordance with SFAS 58 "Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations". Accordingly, the consolidated statement of financial position as of December 31, 2019 and January 1, 2019/ December 31, 2018, the related consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and consolidated statement cash flows for the year ended December 31, 2019 have been restated.

Summary of the consolidated statements of financial position as of December 31, 2019 and January 1, 2019/ December 31, 2018 before and after restatement are as follows:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)

4. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENT (Continued)

31 Desember 2019/ December 31, 2019

Sebelum Disajikan
Kembali/
Before Restated
Penyesuaian/
Adjustment
Setelah Disajikan
Kembali/
After Restated
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 34.985.048.502 (1.360.283.393) 33.624.765.109 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka 8.700.000.000 - 8.700.000.000 Time deposits
Investasi dalam saham 5.136.000.000 - 5.136.000.000 Investment of shares
Piutang usaha 178.277.685.518 (3.619.306.732) 174.658.378.786 Trade receivables
Piutang lain-lain 10.829.437.930 24.197.239.090 35.026.677.020 Other receivables
Persediaan 204.608.408.226 (6.311.541.128) 198.296.867.098 Inventories
Pajak dibayar di muka 5.522.859.800 - 5.522.859.800 Prepaid tax
Uang muka 5.902.603.159 - 5.902.603.159 Advance
Biaya dibayar di muka 4.655.676.829 (282.233.963) 4.373.442.866 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 458.617.719.964 12.623.873.874 471.241.593.838 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Penyertaan saham 79.350.612.181 - 79.350.612.181 Investment in share
Goodwill 14.206.660.206 - 14.206.660.206 Goodwill
Taksiran tagihan pajak 19.432.704 (19.432.704) - Claim for tax refund
Aset pajak tangguhan 9.617.064.368 (202.240.085) 9.414.824.283 Deferred tax assets
Aset tetap - setelah dikurangi Fixed assets - net of
akumulasi penyusutan
Aset tidak lancar lainnya
449.283.227.871
28.375.483.559
(7.619.964.152)
-
441.663.263.719
28.375.483.559
accumulated depreciation
Other non-current assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 580.852.480.889 (7.841.636.941) 573.010.843.948 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 1.039.470.200.853 4.782.236.933 1.044.252.437.786 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK SHORT-TERM LIABILITIES
Utang bank jangka pendek 213.403.385.110 - 213.403.385.110 Short-term bank loans
Utang usaha 46.363.368.971 (1.815.693.256) 44.547.675.715 Trade payables
Utang pajak 5.654.945.578 (235.048.777) 5.419.896.801 Taxes payable
Pendapatan ditangguhkan 31.818.184 - 31.818.184 Deferred income
Beban masih harus dibayar 2.551.231.396 (201.369.267) 2.349.862.129 Accrued expenses
Utang lain-lain 20.391.326.966 (8.370.422.729) 12.020.904.237 Other payables
Uang muka pelanggan 159.899.984 - 159.899.984 Advances from customer
Bagian utang jangka panjang
yang jatu tempo dalam Current maturities of
waktu satu tahun: long-term liabilities:
Utang bank 7.628.190.739 - 7.628.190.739 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen 1.798.717.876 (668.222.976) 1.130.494.900 Consumer financing obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 297.982.884.804 (11.290.757.005) 286.692.127.799 Total Short-Term Liabilities
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
LONG-TERM LIABILITIES
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam Long-term liabilities - net of
waktu satu tahun: current maturities:
Utang bank 35.531.035.702 - 35.531.035.702 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen 842.207.869 (222.740.992) 619.466.877 Consumer financing obligation
Liabilitas imbalan paska-kerja 26.259.039.053 (808.960.340) 25.450.078.713 Liability for post-employment benefits
Jumlah Liabilitas
Jangka Panjang 62.632.282.624 (1.031.701.332) 61.600.581.292 Total Long-Term Liabilities
Liabilitas Bersih Operasi Net Liabilities In Discontinued
Dalam Penghentian - 17.104.695.270 17.104.695.270 Operation
JUMLAH LIABILITAS 360.615.167.428 4.782.236.933 365.397.404.361 TOTAL LIABILITIES

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)

4. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENT (Continued)

31 Desember 2018/ 1 Januari 2019/ December 31, 2018/ January 1, 2019

Sebelum Disajikan
Kembali/
Before Restated
Penyesuaian/
Adjustment
Setelah Disajikan
Kembali/
After Restated
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 33.953.586.516 - 33.953.586.516 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka 14.000.000.000 - 14.000.000.000 Time deposits
Investasi dalam saham 5.424.000.000 - 5.424.000.000 Investment of shares
Piutang usaha 178.723.018.535 - 178.723.018.535 Trade receivables
Piutang lain-lain 11.560.679.300 - 11.560.679.300 Other receivables
Persediaan 163.919.980.346 - 163.919.980.346 Inventories
Pajak dibayar di muka 8.417.259.887 - 8.417.259.887 Prepaid tax
Uang muka 7.520.816.480 - 7.520.816.480 Advance
Biaya dibayar di muka 3.110.755.600 - 3.110.755.600 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 426.630.096.664 - 426.630.096.664 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang muka penyertaan saham 6.000.000.000 - 6.000.000.000 Advance for investment in shares
Penyertaan saham
Taksiran tagihan pajak
62.669.598.142 - 62.669.598.142 Investment in share
Claim for tax refund
Aset pajak tangguhan 8.746.571.408 - 8.746.571.408 Deferred tax assets
Aset tetap - setelah dikurangi Fixed assets - net of
akumulasi penyusutan 396.613.573.360 - 396.613.573.360 accumulated depreciation
Aset tidak lancar lainnya 28.172.168.255 - 28.172.168.255 Other non-current assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 502.201.911.165 - 502.201.911.165 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 928.832.007.829 - 928.832.007.829 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
JANGKA PENDEK
SHORT-TERM LIABILITIES
Utang bank jangka pendek 165.386.315.897 - 165.386.315.897 Short-term bank loans
Utang usaha 33.620.336.419 - 33.620.336.419 Trade payables
Utang pajak 2.805.700.326 - 2.805.700.326 Taxes payable
Pendapatan ditangguhkan 15.909.092 - 15.909.092 Deferred income
Beban masih harus dibayar 2.981.015.545 - 2.981.015.545 Accrued expenses
Utang lain-lain 9.832.973.340 - 9.832.973.340 Other payables
Uang muka pelanggan 30.109.593 - 30.109.593 Advances from customer
Bagian utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
Current maturities of
waktu satu tahun: long-term liabilities:
Utang bank 2.031.457.361 - 2.031.457.361 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen 1.491.511.858 - 1.491.511.858 Consumer financing obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 218.195.329.431 - 218.195.329.431 Total Short-Term Liabilities
LIABILITAS
JANGKA PANJANG
LONG-TERM LIABILITIES
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam
Long-term liabilities - net of
waktu satu tahun: current maturities:
Utang bank 43.159.226.440 - 43.159.226.440 Bank loans
Utang pembiayaan konsumen
Liabilitas imbalan paska-kerja
1.228.177.125
28.537.278.412
-
-
1.228.177.125
28.537.278.412
Consumer financing obligation
Liability for post-employment benefits
Jumlah Liabilitas
Jangka Panjang 72.924.681.977 - 72.924.681.977 Total Long-Term Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 291.120.011.408 - 291.120.011.408 TOTAL LIABILITIES

Dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak dari penerapan pertama kali dari PSAK 71, 72 dan 73 adalah sebagai berikut:

PSAK 71 SFAS 71

Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan menurut PSAK 55 dan klasifikasi baru aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 71 pada tanggal 1 Januari 2020:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

5. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71, 72 dan 73 5. IMPLEMENTATION IMPACT - SFAS 71, 72 and 73

The impact of the first time adoption of SFAS 71, 72 and 73 to the Company and Subsidiaries's consolidated financial statements is as follows:

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilities

The table below shows the classification of financial assets and liabilities according to SFAS 55 and the new classification of financial assets and liabilities in accordance with SFAS 71 as of January 1, 2020:

Catatan/Notes Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
SFAS 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
SFAS 71
January 1, 2020
Saldo
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Balance
based on
SFAS 55
December 31, 2019
Saldo
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Balance
based on
SFAS 71
January 1, 2020
Aset keuangan/Financial Assets
Kas dan setara kas/
Cash and cash equivalents
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivable
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortized cost
33.624.765.109 33.624.765.109
Deposito berjangka/
Time deposits
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivable
Biaya perolehan
diamortisasi/
Amortized cost
8.700.000.000 8.700.000.000
Piutang usaha/
Trade receivables
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables Amortized cost
Biaya perolehan
diamortisasi/
174.658.378.786 174.658.378.786
Piutang lain-lain/
Other receivables
Pinjaman yang
diberikan dan piutang/
Loans and receivables Amortized cost
Biaya perolehan
diamortisasi/
35.026.677.020 35.026.677.020
Investasi saham /
Investment of share
Aset keuangan
tersedia untuk dijual/
Available for sale
financial asset
Nilai wajar diukur
melalui pendapatan
komprehensif lain/
Fair value through
other comprehensive
income
5.136.000.000 5.136.000.000
Liabilitas keuangan/Financial Liabilities
Utang bank jangka pendek/
Short term bank loans
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
213.403.385.110 213.403.385.110
Utang usaha/
Trade payables
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
44.547.675.715 44.547.675.715

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

5. DAMPAK PENERAPAN - PSAK 71, 72 dan 73 (Lanjutan)

5. IMPLEMENTATION IMPACT - SFAS 71, 72 and 73 (Continued)

Catatan/Notes Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Classification
based on
SFAS 55
December 31, 2019
Klasifikasi
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Classification
based on
SFAS 71
January 1, 2020
Saldo
berdasarkan
PSAK 55
31 Desember 2019/
Balance
based on
SFAS 55
December 31, 2019
Saldo
berdasarkan
PSAK 71
1 Januari 2020/
Balance
based on
SFAS 71
January 1, 2020
Beban masih harus dibayar/
Accrued expenses
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
2.349.862.129 2.349.862.129
Utang lain-lain/
Other payables
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
12.020.904.237 12.020.904.237
Utang bank jangka panjang/
Long term bank loans
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
43.159.226.441 43.159.226.441
Utang pembiayaan konsumen/
Consumer financing obligation
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
Liabilitas keuangan
pada biaya perolehan
diamortisasi/
Financial liabilities at
amortized cost
1.749.961.777 1.749.961.777
PSAK 72 SFAS 72

Berdasarkan hasil penelaahan dari manajemen, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penerapan PSAK 72 tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian.

PSAK 73 SFAS 73

Tabel berikut menyajikan dampak atas penerapan PSAK 73 pada tanggal 1 Januari 2020:

Based on the management's assessment, the Company and Subsidiaries's management believes that the implementation of SFAS 72 has no significant impact to the consolidated financial statements.

The following table presents the impact of the implementation of SFAS 73 on January 1, 2020:

Sebelum
penyesuaian/
Before
adjustment
Penyesuaian
PSAK 73/
SFAS 73
adjustment
Setelah
penyesuaian/
After
adjustment
Aset
Aset hak guna - neto
- 10.802.921.505 10.802.921.505 Assets
Right of use asset - net
Liabilitas
Liabilitas sewa - jangka pendek
Liabilitas sewa - jangka panjang
-
-
2.688.913.525
3.698.929.661
2.688.913.525
3.698.929.661
Liabilities
Lease liabilities - short-term
Lease liabilities - long-term

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

6. KAS DAN SETARA KAS 6. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Kas Cash
Rupiah 914.544.377 1.020.852.903 Rupiah
Dolar Amerika Serikat 370.482.192 270.597.060 United States Dollar
Dolar Singapura 271.349.659 266.409.262 Singapore Dollar
Ringgit 2.840.035 2.762.950 Ringgit
Yen
Renminbi
1.910.600
8.646
1.791.532
7.964
Yen
Renminbi
Sub-jumlah 1.561.135.509 1.562.421.671 Sub-total
Bank: Banks:
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Danamon
17.116.056.642 10.609.391.518 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk 8.665.694.424 3.853.624.110 Indonesia Tbk
PT Bank Internasional PT Bank Internasional
Indonesia Tbk 2.542.287.197 4.862.760.026 Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk
1.994.129.949
1.060.388.184
5.443.810.159
822.283.363
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank ICBC Indonesia 640.988.940 39.369.217 PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Rakyat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk 387.220.334 385.443.101 Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 126.422.818 204.355.265 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 3.114.239 3.775.900 (Persero) Tbk
PT Bank DBS Indonesia - 48.169.521 PT Bank DBS Indonesia
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
627.487.747 2.485.971.276 PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
PT Bank Resona Perdania 390.163.054 1.706.593.913 PT Bank Resona Perdania
PT Bank ICBC Indonesia 137.955.179 96.796.069 PT Bank ICBC Indonesia
Sub-jumlah 33.691.908.707 30.562.343.438 Sub-total
Deposito berjangka Time deposits
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
10.000.000.000 - Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon PT Bank Danamon
Indonesia Tbk 8.600.000.000 600.000.000 Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 1.900.000.000 900.000.000 PT Bank Central Asia Tbk
Sub-jumlah 20.500.000.000 1.500.000.000 Sub-total
Jumlah 55.753.044.216 33.624.765.109 Total

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Pada Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated) 6. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 6. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued) Suku bunga pertahun deposito berjangka yang berlaku selama tahun berjalan adalah: The annual interest rates of the time deposits during the year are as follow: 31 Desember 2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ December 31, 2019 31 Desember 2020/ (As restated - December 31, 2020 Notes 4 and 23) Rupiah 3,25% - 5,00% 6,0% Rupiah Tidak ada kas dan setara kas yang disimpan pada pihak berelasi. There were no cash and cash equivalents held with the related parties. 7. DEPOSITO BERJANGKA 7. TIME DEPOSITS Akun ini terdiri dari: This account consists of: 31 Desember 2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ December 31, 2019 31 Desember 2020/ (As restated - December 31, 2020 Notes 4 and 23) Rupiah Rupiah PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 8.500.000.000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk - 200.000.000 PT Bank Central Asia Tbk Jumlah - 8.700.000.000 Total Suku bunga pertahun deposito berjangka yang berlaku selama tahun berjalan adalah: The annual interest rates of the time deposits during the year are as follow:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Rupiah - 6,0% Rupiah

sebagai berikut:

Akun ini merupakan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 dengan rincian

8. INVESTASI SAHAM 8. INVESTMENT OF SHARES

This account represents financial assets measured at fair value through other comprehensive income as of December 31, 2020 and 2019 with detail as follows:

31 Desember 2020/ December 31, 2020
Biaya
Perolehan/
Acquisition Cost
Rugi bersih
yang belum
direalisasikan/
Net
unrealized loss
Nilai tercatat/
Carrying value
PT Modernland Realty Tbk 8.976.000.000 (7.752.000.000) 1.224.000.000 PT Modernland Realty Tbk

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

8. INVESTASI SAHAM (Lanjutan) 8. INVESTMENT OF SHARES (Continued)

31 Desember 2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ December 31, 2019 (As restated - Notes 4 and 23)

Biaya
Perolehan/
Acquisition Cost
Rugi bersih
yang belum
direalisasikan/
Net
unrealized loss
Nilai tercatat/
Carrying value
PT Modernland Realty Tbk 8.976.000.000 (3.840.000.000) 5.136.000.000 PT Modernland Realty Tbk

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, rugi bersih yang belum direalisasikan atas investasi saham yang tersedia untuk dijual masing-masing sebesar Rp7.752.000.000 dan Rp3.840.000.000 disajikan sebagai bagian dari akun "Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain" dalam komponen ekuitas.

As of December 31, 2020 and 2019, the net unrealised loss on investment of shares available for sale in amount of Rp7,752,000,000 and Rp3,840,000,000, respectively was recognized as part of "Financial assets measured at fair value through other comprehensive income" in equity component.

Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:

9. PIUTANG USAHA 9. TRADE RECEIVABLES

Details of trade receivables based on the customers are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pihak berelasi (lihat Catatan 38): Related party (see Note 38):
Pigeon Singapore Pte., Ltd. - 573.656.872 Pigeon Singapore Pte., Ltd
Pihak ketiga: Third parties:
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 9.464.001.919 14.515.693.671 PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
CV Sinar Bali 5.779.714.413 5.213.170.982 CV Sinar Bali
PT Sanitas 4.493.608.228 3.991.089.821 PT Sanitas
PT Indomarco Prismatama 4.227.033.369 7.875.939.212 PT Indomarco Prismatama
Lina Setianingsih 3.957.663.483 4.569.929.656 Lina Setianingsih
PT Sukses Makmur Bersatu 3.844.502.866 - PT Sukses Makmur Bersatu
PT Anugrah Budiman Pratama 2.986.400.553 2.178.502.250 PT Anugrah Budiman Pratama
PT Midi Utama Indonesia Tbk 2.874.869.198 4.046.190.197 PT Midi Utama Indonesia Tbk
CV Sukses Makmur Bersama 2.389.692.855 5.130.638.634 CV Sukses Makmur Bersama
PT Hero Supermarket Tbk 2.265.003.341 3.600.314.674 PT Hero Supermarket Tbk
Hendra Suhantri 2.024.212.522 1.494.105.579 Hendra Suhantri
PT Winada Anugerah 2.010.804.090 1.859.417.325 PT Winada Anugerah
Susilowati 1.896.317.251 967.088.652 Susilowati
PT Gita Omega Distrindo 1.800.607.628 1.341.857.570 PT Gita Omega Distrindo
PT Kartika Putra Mandiri
PT Trans Retail Indonesia
1.774.941.129
1.683.563.192
1.288.371.477
5.635.875.972
PT Kartika Putra Mandiri
PT Trans Retail Indonesia
CV Trio Hutama 1.556.491.303 1.316.033.178 CV Trio Hutama
CV Anugrah Nusantara 1.493.069.447 2.280.534.745 CV Anugrah Nusantara
CV Sukses Abadi Bersama 1.462.351.212 1.526.004.193 CV Sukses Abadi Bersama
CV Mega Lestari 1.460.579.108 1.310.721.527 CV Mega Lestari
CV Caraka Kulitama 1.439.723.566 152.390.957 CV Caraka Kulitama
PT Matahari Putra Prima Tbk 1.434.957.165 2.663.081.903 PT Matahari Putra Prima Tbk
CV Gemilang Surya Mas 1.407.257.537 1.778.962.093 CV Gemilang Surya Mas
PT Harja Gunatama Lestari 1.390.306.667 1.319.647.576 PT Harja Gunatama Lestari

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

9. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 9. TRADE RECEIVABLES (Continued)

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
31 Desember 2020/ (As restated -
December 31, 2020 Notes 4 and 23)
PT Lion Superindo 1.347.181.756 2.079.548.907 PT Lion Superindo
PT Global Digital Niaga 1.316.776.923 295.652.368 PT Global Digital Niaga
PT Hokkian Anugerah Karya Abadi 1.291.032.669 993.940.834 PT Hokkian Anugerah Karya Abadi
PT Akur Pratama 1.206.578.810 1.788.275.301 PT Akur Pratama
PT Sinergi Distribusi Utama 1.168.435.285 944.938.828 PT Sinergi Distribusi Utama
CV Mitra Sejati Distribusi 1.103.381.860 1.467.167.993 CV Mitra Sejati Distribusi
PT Mitra Manggala Sentosa 1.084.193.460 903.455.614 PT Mitra Manggala Sentosa
PT Felixindo Distribusi Utama 1.036.377.626 1.544.546.237 PT Felixindo Distribusi Utama
CV Jayatama 986.777.718 1.067.524.116 CV Jayatama
Kop Karyawan Tjiwi Kimia 973.087.370 1.096.693.375 Kop Karyawan Tjiwi Kimia
PT Karya Distribusi Utama 820.151.255 5.613.415.855 PT Karya Distribusi Utama
PT Supra Boga Lestari Tbk 799.627.381 1.026.002.276 PT Supra Boga Lestari Tbk
PT Srijaya Raya Perkasa 758.400.979 1.311.629.159 PT Srijaya Raya Perkasa
CV Bintang Timur 620.474.810 1.258.891.273 CV Bintang Timur
PT Fajar Makmur Sentosa 599.718.723 1.521.527.931 PT Fajar Makmur Sentosa
CV Mulia Utama Distribusindo 192.229.958 2.928.946.377 CV Mulia Utama Distribusindo
PT Eka Jaya Putra Makmur - 2.241.838.387 PT Eka Jaya Putra Makmur
Lain-lain 69.905.215.774 72.357.143.907 Others
Sub-jumlah 150.327.314.399 176.496.700.582 Sub-total
Penyisihan penurunan Provison for
nilai piutang (2.482.697.571) (2.411.978.668) impairment value
Jumlah 147.844.616.828 174.084.721.914 Total
Piutang usaha-bersih 147.844.616.828 174.658.378.786 Trade receivables-net

Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

Details of trade receivables based on currency is as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
150.327.314.399
-
176.496.700.582
573.656.872
Rupiah
United States Dollar
Jumlah
Penyisihan penurunan
150.327.314.399 177.070.357.454 Total
Provison for
nilai piutang (2.482.697.571) (2.411.978.668) impairment value
Piutang usaha-bersih 147.844.616.828 174.658.378.786 Trade receivables-net

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

9. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 9. TRADE RECEIVABLES (Continued)

The aging schedule of trade receivables are as follows:

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
31 Desember 2020/ (As restated -
December 31, 2020 Notes 4 and 23)
Sampai dengan 1 bulan 76.024.265.121 78.052.064.901 Until 1 month
> 1 bulan - 3 bulan 57.139.975.120 58.150.803.142 > 1 month - 3 months
> 3 bulan - 6 bulan 15.252.969.853 24.141.047.025 > 3 months - 6 months
> 6 bulan - 1 tahun 1.008.819.593 14.314.463.718 > 6 months - 1 year
> 1 tahun 901.284.712 2.411.978.668 > 1 year
Jumlah
Penyisihan penurunan
150.327.314.399 177.070.357.454 Total
Provison for
nilai piutang (2.482.697.571) (2.411.978.668) impairment value
Piutang usaha-bersih 147.844.616.828 174.658.378.786 Trade receivables-net

Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

Movement of the provision for impairment value was as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Saldo awal 2.411.978.668 2.384.710.135 Beginning balance
Penyisihan selama tahun berjalan Provision during the year
(lihat Catatan 32)
Pemulihan selama tahun berjalan
70.718.903 1.681.098.456 (see Note 32)
Recovery during the year
(lihat Catatan 31) - (1.558.475.931) (see Note 31)
Penghapusan selama tahun berjalan - (95.353.992 ) Written off during the year
Saldo akhir 2.482.697.571 2.411.978.668 Ending balance

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, piutang usaha sebesar Rp66.000.000.000 dijadikan jaminan atas utang bank jangka pendek dan jangka panjang yang diterima (lihat Catatan 17 dan 21).

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.

As of December 31, 2020 and 2019, the trade receivables amounting to Rp66,000,000,000 is pledged as collateral to short-term and long-term bank loan received (see Notes 17 and 21).

Management believes that the provision for impairment value is adequate to cover possible losses from the noncollection of these accounts. Management also believes that there are no significant concentrations of credit in trade receivables.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Persediaan terdiri dari: Inventories consist of:

10. PERSEDIAAN 10. INVENTORIES

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Barang jadi 220.163.298.461 194.308.839.315 Finished goods
Bahan baku 2.742.868.717 2.354.136.837 Raw materials
Barang konsinyasi 1.121.059.169 1.802.702.805 Consigment goods
Barang dalam proses 271.536.176 15.846.103 Work in process
Jumlah 224.298.762.523 198.481.525.060 Total
Penyisihan persediaan usang (275.486.608 ) (184.657.962 ) Provision for inventory obsolescence
Jumlah 224.023.275.915 198.296.867.098 Total

Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut:

Movement of the provision for inventory obsolescence was as follows:

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
31 Desember 2020/
December 31, 2020
(As restated -
Notes 4 and 23)
Saldo awal
Penyisihan selama tahun
184.657.962 100.143.280 Beginning balance
Provision during the year
berjalan (lihat Catatan 32) 90.828.646 84.514.682 (see Note 32)
Saldo akhir 275.486.608 184.657.962 Ending balance

Persediaan telah diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran, ledakan, petir dan bencana alam lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp158.563.753.912 dan Rp186.565.446.775 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, persediaan sebesar Rp24.864.000.000 dijadikan jaminan atas utang bank jangka pendek dan jangka panjang yang diterima (lihat Catatan 17 dan 21).

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul dari penurunan nilai persediaan.

Inventories are covered by insurance against losses from fire, explosion, lightning and other natural disasters with total coverage amounting to Rp158,563,753,912 and Rp186,565,446,775 as of December 31, 2020 and 2019, respectively, which in management's opinions, is adequate to cover possible losses arising from such risk.

As of December 31, 2020 and 2019, inventories amounting to Rp24,864,000,000 are pledged as collateral for short-term and long-term bank loan received (see Notes 17 and 21).

Based on the review of the condition of the inventories as of December 31, 2020 and 2019, management's believes that the provision of inventory obsolescence is adequate to cover possible losses arising from impairment of inventories.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

11. UANG MUKA 11. ADVANCES

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Persediaan 27.264.600 1.117.076.860 Inventory
Lain-lain 1.804.724.194 4.785.526.299 Others
Jumlah 1.831.988.794 5.902.603.159 Total

12. BIAYA DIBAYAR DI MUKA 12. PREPAID EXPENSES

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Asuransi
Sewa
372.725.729
180.466.922
361.714.663
4.011.728.203
Insurance
Rental
Jumlah 553.192.651 4.373.442.866 Total

Akun ini merupakan investasi saham di PT Pigeon Indonesia dengan kepemilikan sebesar 35%. Rincian akun ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

13. PENYERTAAN SAHAM 13. INVESTMENT IN SHARE

This account represent investment in share in PT Pigeon Indonesia with 35% ownership. Detail of this account as of December 31, 2020 and 2019 are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Nilai perolehan 29.822.450.000 29.822.450.000 Cost
Akumulasi bagian ekuitas atas
laba bersih
59.109.056.213 49.431.788.923 Accumulated equity share
in net income
Selisih transaksi perubahan Difference arising from changes
ekuitas Entitas Asosiasi 384.821.626 96.373.258 in equity of Associate
Nilai tercatat 89.316.327.839 79.350.612.181 Carrying value

Berdasarkan akta No. 14 tanggal 20 September 2019, para pemegang saham PT Pigeon Indonesia, Entitas Asosiasi, telah menyetujui peningkatan penyertaan saham oleh PT Multielok Cosmetic, Entitas Anak, sebesar Rp19.740.000.000 menjadi Rp29.822.450.000. Akta ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0337656 tanggal 26 September 2019.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

13. PENYERTAAN SAHAM (Lanjutan) 13. INVESTMENT IN SHARE (Continued)

Based on deed No. 14 dated September 20, 2019, the shareholders of PT Pigeon Indonesia, the Associate Company, have approved the additional of investment in share by PT Multielok Cosmetic, a Subsidiary, amounting to Rp19,740,000,000 become Rp29,822,450,000. This deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia with the Decision Letter No. AHU-AH.01.03-0337656 on September 26, 2019.

14. ASET TETAP 14. FIXED ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

2020
Saldo akhir/
Ending
balance
Revaluasi/
Revaluation
Reklasifikasi/
Reclassifications
Pengurangan/
Deductions
Penambahan/
Additions
Saldo awal/
Beginning
balance
Biaya perolehan
Kepemilikan langsung
283.562.850.293 - 2.349.011.187 - - 281.213.839.106 Tanah
166.272.441.771
56.361.703.279
-
-
11.042.079.540
60.000.000
-
-
4.881.002.612
562.933.000
150.349.359.619
55.738.770.279
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan
23.237.098.065 - - 314.172.304 1.060.481.818 22.490.788.551 peralatan kantor
35.333.024.192 - - 631.987.955 3.347.727.273 32.617.284.874 Kendaraan
564.767.117.600 - 13.451.090.727 946.160.259 9.852.144.703 542.410.042.429 Sub-jumlah
Bangunan dalam
- - (13.451.090.727) - 192.867.200 13.258.223.527 penyelesaian
564.767.117.600 - - 946.160.259 10.045.011.903 555.668.265.956 Jumlah
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan
peralatan kantor
28.045.682.256 - - 631.987.955 8.610.643.462 20.067.026.749 Kendaraan
139.269.308.591 - - 907.948.176 26.172.254.530 114.005.002.237 Jumlah
Nilai buku
45.400.389.442
45.380.937.430
20.442.299.463
425.497.809.009
-
-
-
-
-
-
-
-
275.960.221
9.169.351.689
6.943.373.027
1.448.886.352
36.231.037.753
38.437.564.403
19.269.373.332
441.663.263.719
2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/
(As restated - Notes 4 and 23)
(As restated - Notes 4 and 23)
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Revaluasi/
Revaluation
Saldo akhir/
Ending
balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Kepemilikan langsung
Tanah
264.118.110.283 2.159.201.953 13.920.000.000 - 28.856.526.870 281.213.839.106 Direct ownership
Land
Bangunan dan prasarana 129.764.107.955 17.202.006.806 8.865.444.964 27.156.916.875 (14.908.227.053) 150.349.359.619 Buildings and infrastructure
Mesin dan peralatan 43.560.674.016 5.913.620.674 436.387.580 - 6.700.863.169 55.738.770.279 Machinery and equipment
Perabot dan Furniture and
peralatan kantor 21.225.605.094 1.769.876.028 504.692.571 - - 22.490.788.551 office equipment
Kendaraan 24.407.498.120 909.739.855 602.628.008 - 7.902.674.907 32.617.284.874 Vehicles
Sub-jumlah 483.075.995.468 27.954.445.316 24.329.153.123 27.156.916.875 28.551.837.893 542.410.042.429 Sub-total
Bangunan dalam Building in
penyelesaian 14.867.852.111 25.547.288.291 - (27.156.916.875) - 13.258.223.527 progress
Jumlah 497.943.847.579 53.501.733.607 24.329.153.123 - 28.551.837.893 555.668.265.956 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana
31.634.206.655 6.979.657.090 2.382.825.992 - - 36.231.037.753 Direct ownership
Buildings and Infrastructure
Mesin dan peralatan 33.758.474.917 5.059.157.066 380.067.580 - - 38.437.564.403 Machinery and equipment
Perabot dan Furniture and
peralatan kantor 18.230.707.481 1.542.983.253 504.317.402 - - 19.269.373.332 office equipment
Kendaraan 17.706.885.166 2.933.890.004 573.748.421 - - 20.067.026.749 Vehicles
Jumlah 101.330.274.219 16.515.687.413 3.840.959.395 - - 114.005.002.237 Total
Nilai buku 396.613.573.360 441.663.263.719 Net book value

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Rincian laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of gain on sale of fixed asset are as follows:

14. ASET TETAP (Lanjutan) 14. FIXED ASSETS (Continued)

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Harga jual
Nilai buku aset tetap yang dijual
195.000.851
36.503.750
35.210.309.098
20.488.193.728
Selling price
Net book value of fixed assets sold
Laba penjualan aset tetap
(lihat Catatan 31)
158.497.101 14.722.115.370 Gain on sale of fixed assets
(see Note 31)

Pada tahun 2020, aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp1.708.333 dihapuskan.

In 2020, net book value of fixed assets amounted to Rp1,708,333 are writen off.

Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

Depreciation charged to consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income were as follows:

2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
2020
Cost of goods sold Beban pokok penjualan
(see Note 29)
Selling, general and administrative
6.574.296.223 8.730.425.308 (lihat Catatan 29)
Beban penjualan, umum
expenses (see Note 30) 9.941.391.190 17.441.829.222 dan administrasi (lihat Catatan 30)
Total 16.515.687.413 26.172.254.530 Jumlah

Aset tetap telah diasuransikan terhadap kerugian akibat gempa bumi, kebakaran, ledakan, petir dan gangguan usaha lainnya dengan nilai pertanggungan masingmasing sebesar Rp152.352.036.034 dan Rp120.695.400.168 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, yang menurut pendapat manajemen jumlah pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul.

Tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan terakhir direvaluasi pada tanggal 31 Desember 2019. Penilaian aset tetap dilakukan oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan, berdasarkan pendekatan data pasar. Dengan menggunakan pendekatan ini, nilai aset didasarkan pada perbandingan harga transaksi yang terjadi atas aset yang sejenis yang diperoleh dengan mengumpulkan data transaksi dan mempertimbangkan semua faktor relevan yang mempengaruhi nilai. Data tersebut dilakukan penyesuaian sesuai dengan prosedur penilai. Penilaian dilakukan dengan asumsi bahwa pemilikan dan status aset adalah benar, sewaktu-waktu dapat diperjualbelikan atau dipindahkan haknya kepada pihak lain dan segala tuntutan maupun sengketa telah diabaikan.

Fixed assets are covered by insurance against losses from earthquake, fire, explosion, lightning and other business interruptions with total coverage amounting to Rp152,352,036,034 and Rp120,695,400,168, respectively as of December 31, 2020 and 2019, respectively, which in management's opinions, is adequate to cover possible losses arising from such risk.

Land, buildings and infrastructure, machinary and equipment were revalued at the latest on December 31, 2019. The valuation was performed by KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan, as the independent valuer, on the basis of market data approach. Using this approach, value of the assets was based on comparison of transaction price occurred on the similar assets which was obtained by gathering transaction data and considering all relevant factors affecting the value. Such data was adjusted, in accordance with the valuer procedure. Valuation was performed assuming that the ownership and status of assets are correct, saleable, and transferable any time to other parties and all disputes and claims are ignored.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Surplus revaluasi dicatat pada bagian ekuitas. Rincian revaluasi aset yang dicatat oleh Perusahaan dan Entitas Anak pada tahun 2019, 2015, 2013 dan 2010 adalah sebagai berikut:

14. ASET TETAP (Lanjutan) 14. FIXED ASSETS (Continued)

The revaluation surplus was credited to shareholders' equity section. Details of assets revaluation recorded by the Company and Subsidiaries in 2019, 2015, 2013 and 2010 were as follows:

Penilaian
Kembali/
Revaluation
Nilai buku/
Book Value
Surplus
revaluasi/
Revaluation
surplus
2019 2019
Tanah 229.158.939.106 211.639.012.236 17.519.926.870 Land
Bangunan dan prasarana 69.317.007.894 80.439.395.887 (11.122.387.993) Buildings and infrastructure
Kendaraan 10.139.502.000 3.172.363.068 6.967.138.932 Vehicles
Sub-jumlah 308.615.449.000 295.250.771.191 13.364.677.809 Sub-total
2015 2015
Tanah 93.664.100.000 71.535.391.241 22.128.708.759 Land
Bangunan dan prasarana 59.149.800.000 64.237.266.692 (5.087.466.692) Buildings and infrastructure
Sub-jumlah 152.813.900.000 135.772.657.933 17.041.242.067 Sub-total
2013 2013
Tanah 71.535.391.241 29.455.832.059 42.079.559.182 Land
Bangunan dan prasarana 48.420.808.759 40.206.654.327 8.214.154.432 Buildings and infrastructure
Perabot dan peralatan kantor 3.029.300.000 2.966.210.686 63.089.314 Furniture and office equipment
Kendaraan 7.143.352.936 1.919.789.090 5.223.563.846 Vehicles
Sub-jumlah 130.128.852.936 74.548.486.162 55.580.366.774 Sub-total
2010 2010
Tanah 51.660.678.880 45.547.314.153 6.113.364.727 Land
Bangunan dan infrastruktur 10.719.401.120 10.793.843.924 (74.442.804) Buildings and infrastructure
Sub-jumlah 62.380.080.000 56.341.158.077 6.038.921.923 Sub-total
Jumlah 653.938.281.936 561.913.073.363 92.025.208.573 Total

Pada tanggal 31 Desember 2015, surplus revaluasi sebesar Rp1.743.675.000 direklasifikasikan ke saldo laba atas aset tetap yang dijual, sehingga saldo surplus revaluasi pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 sebesar Rp90.281.533.573.

Surplus revaluasi aset tetap pada Entitas Anak sebesar Rp74.158.627.765 disajikan sebagai bagian dari akun "Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, kendaraan dan mesin dengan jumlah nilai buku masing-masing sebesar Rp3.275.000.000 dan Rp3.269.753.125 dijadikan jaminan atas utang pembiayaan konsumen yang diterima (lihat Catatan 22).

As of December 31, 2015, revaluation surplus of Rp1,743,675,000 was reclassified to retained earnings for fixed assets sold, therefore the revaluation surplus balance as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp90,281,533,573.

Revaluation increment of fixed assets amounting Rp74,158,627,765 from Subsidiary are presented as part of "Difference arising from changes in equity of Subsidiary" in the consolidated statement of financial position.

As of December 31, 2020 and 2019, vehicles and machinery with total book value of Rp3,275,000,000 and Rp3,269,753,125, respectively are pledged as collateral to obligations under consumer financing (see Note 22).

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, tanah dan bangunan dengan jumlah nilai buku masing-masing sebesar Rp225.325.525.573 dan Rp230.533.750.580 dijadikan jaminan atas utang bank jangka pendek dan jangka panjang yang diterima (lihat Catatan 17 dan 21).

Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Rekonsiliasi aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

14. ASET TETAP (Lanjutan) 14. FIXED ASSETS (Continued)

As of December 31, 2020 and 2019, land and building with total book value of Rp225,325,525,573 and Rp230,533,750,580, respectively are pledged as collateral to short-term and long-term bank loan received (see Notes 17 and 21).

Based on the Management's review, there are no circumstances or changes, which may indicate the impairment in value of fixed asset as of December 31, 2020 and 2019.

15. ASET HAK GUNA 15. RIGHT OF USE ASSET

The reconciliation of right of use asset as of December 31, 2020 are as follows:

Saldo
31 Desember 2020/
Balance as of
December 31, 2020
Pengurangan/
Deductions
Penambahan/
Additions
Saldo
1 Januari 2020/
Balance as of
January 1, 2020
Acquisition cost Biaya perolehan
Building 7.105.080.679 - 7.105.080.679 - Bangunan
Vehicle 3.697.840.826 - 3.697.840.826 - Kendaraan
Total 10.802.921.505 - 10.802.921.505 - Jumlah
Accumulated depreciation Akumulasi penyusutan
Vehicle 2.172.177.491 - 2.172.177.491 - Kendaraan
Building 3.767.094.323 - 3.767.094.323 - Bangunan
Total 5.939.271.814 - 5.939.271.814 - Jumlah
Book value 4.863.649.691 - Nilai buku

Rincian liabilitas sewa pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The details of the lease liabilities as of December 31, 2020 are as follows:

Bagian jangka pendek 2.441.081.610 Short-term portion
Bagian jangka panjang 1.257.848.051 Long-term portion
Jumlah 3.698.929.661 Total

Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Amounts recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for the year ended December 31, 2020 are as follows:

Depreciation of right of use asset
5.939.271.813 (see Note 30)
Interest on lease liabilities
545.633.136 (see Note 34)

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

15. ASET HAK GUNA (Lanjutan) 15. RIGHT OF USE ASSET (Continued)

Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

The amounts recognized in consolidated statement of cash flow for the year ended December 31, 2020 are as follows:

Jumlah kas keluar untuk:
Pembayaran liabilitas sewa
2.688.913.525 Total cash outflow for
Payments of lease liabilities
Pembayaran bunga 545.633.136 Payments of interest
Jumlah 3.234.546.661 Total

Rincian komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

The details of the components of changes in liabilities arising from leases are as follows:

Saldo awal 1 Januari 2020 - Balance January 1, 2020
Perubahan non kas - penambahan 6.387.843.186 Non-cash changes - addition
Arus kas (2.688.913.525) Cash flow
Saldo 31 Desember 2020 3.698.929.661 Balance December 31, 2020

16. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA 16. OTHER NON CURRENT ASSETS

Akun ini terdiri dari: This account consist of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Jaminan kerjasama 10.170.086.022 13.133.103.962 Cooperation guarantee
Biaya ditangguhkan - renovasi 5.354.166.672 10.719.068.902 Deferred cost - renovation
Piranti lunak 546.718.082 791.623.488 Software
Lain-lain 4.006.006.473 3.731.687.207 Others
Jumlah 20.076.977.249 28.375.483.559 Total

17. UTANG BANK JANGKA PENDEK 17. SHORT-TERM BANK LOANS

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
167.148.330.164
28.380.918.804
196.584.653.482
16.818.731.628
Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
Jumlah 195.529.248.968 213.403.385.110 Total

17. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai berikut:

  • a. Fasilitas omnibus trade finance dengan pagu pinjaman sebesar Rp116.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Agustus 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 9,75%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp76.587.105.376 dan Rp107.013.037.316.
  • b. Fasilitas kredit rekening koran dengan pagu pinjaman sebesar Rp20.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Agustus 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 9,75%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp15.561.224.788 dan Rp13.571.616.166.
  • c. Fasilitas kredit berjangka dengan pagu pinjaman sebesar Rp75.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Agustus 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 9,75%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebesar Rp75.000.000.000.

Pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk tersebut di atas dijamin dengan piutang usaha, persediaan, tanah dan bangunan tertentu (lihat Catatan 9, 10 dan 14).

PT Multielok Cosmetic, Entitas Anak mendapatkan fasilitas kredit berjangka untuk modal kerja dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp8.000.000.000. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 19 Maret 2020 dan dibebankan bunga sebesar 10% per tahun. Pinjaman ini di jamin dengan tanah dan bangunan yang dimiliki Entitas Anak (lihat Catatan 14). Saldo utang ini pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman ini telah dilunasi pada tanggal 13 Januari 2020.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk

The Company obtained loan facility from PT Bank Danamon Indonesia Tbk as follows:

  • a. Omnibus trade finance facility with maximum amount of Rp116,000,000,000. This loan will due on August 19, 2021 and bears interest per annum of 9.75%. The loan balance amounted to Rp76,587,105,376 and Rp107,013,037,316, respectively as of December 31, 2020 and 2019.
  • b. Overdraft credit facility with maximum amount of Rp20,000,000,000. This loan will due on August 19, 2021 and bears interest per annum of 9.75%. The loan balance amounted to Rp15,561,224,788 and Rp13,571,616,166, respectively as of December 31, 2020 and 2019.
  • c. Term loan credit facility 1 with maximum amount of Rp75,000,000,000. This loan will due on August 19, 2021 and bears interest per annum of 9.75%. The loan balance amounted to Rp75,000,000,000 as of December 31, 2020 and 2019.

The above loan from PT Bank Danamon Indonesia Tbk secured by trade receivables, inventories, certain land and building (see Notes 9, 10 and 14).

PT Multielok Cosmetic, the Subsidiary obtained a term credit facility for working capital from PT Bank Danamon Indonesia Tbk amounting Rp8,000,000,000. This loan is due on March 19, 2020 and bears interest at 10% per annum. These loans are guaranteed by land and buildings owned by the Subsidiary (see Note 14). Balance of this loan as of December 31, 2019 amounting to Rp1,000,000,000. This loan was fully paid on January 13, 2020.

17. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

Hal-hal yang harus mendapatkan persetujuan tertulis dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk selama masa kredit adalah sebagai berikut:

  • Mengambil langkah untuk atau membubarkan perusahaan Debitur atau melakukan atau mengizinkan terjadinya merger atau konsolidasi, atau mengambil alih seluruh atau sebagian besar dari harta kekayaan atau saham perusahaan lain.
  • Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan/ menyerahkan pemakaian seluruh atau sebagian kekayaan/aset Debitur, baik barang-barang bergerak maupun tidak bergerak milik Debitur, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Debitur sehari-hari.
  • Menjaminkan/ mengagunkan dengan cara bagaimanapun kekayaan Debitur kepada orang/ pihak lain, kecuali menjaminkan/ mengagunkan kekayaan kepada Bank sebagaimana termasuk dalam perjanjian jaminan.
  • Mengadakan perjanjian yang dapat menimbulkan kewajiban Debitur untuk membayar kepada pihak ketiga, kecuali dalam rangka menjalankan usaha Debitur sehari-hari.
  • Menjamin langsung maupun tidak langsung pihak ketiga lainnya, kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran atau penagihan transaksitransaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha Debitur.
  • Memberikan pinjaman kepada ke pihak ketiga/ pihak terkait atau menerima pinjaman dari pihak lain kecuali dalam rangka menjalankan usaha Debitur sehari-hari.
  • Mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha Debitur seperti yang sedang dijalankan saat ini.
  • Merubah anggaran dasar (termasuk merubah kewenangan Direksi, penarikan modal disetor, kuorum rapat atau bidang usaha), susunan pengurus, susunan para pemegang saham dan nilai saham Debitur (tidak berlaku untuk perusahaan terbuka (tbk)/ go public).
  • Mengumumkan dan membagikan deviden saham Debitur (tidak berlaku untuk perusahaan terbuka).
  • Melakukan merger (penggabungan), konsolidasi (peleburan), pemisahan usaha (spin-off) dan akuisisi (pengambilalihan).
  • Membayar atau membayar kembali tagihan-tagihan atau piutang-piutang berupa apapun juga yang sekarang dan/atau dikemudian hari akan diberikan oleh para Pemegang Saham Debitur baik berupa jumlah pokok, bunga dan lain-lain jumlah uang yang wajib dibayar.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

These are the matters that must get written approval from PT Bank Danamon Indonesia Tbk during the credit are as follows:

  • Take steps to or dissolve the Debtor company or to approve merger or consolidation or to take over all or most of the assets of another company.
  • Sell or by other ways transfer the rights or lease/ hand over the usage of all or part of Debtor's wealth/ assets, both movable and immovable property of the Debtor, except for running Debtor's business on a daily basis.
  • Guarantee/ collateralize in any way the Debtor's wealth to other people/ parties, except for guarantee/ collateralize assets to the Bank as included in the guarantee agreement.
  • Make agreements that can lead to obligation of the Debtor to pay to third parties, except for running Debtor's business on a daily basis.
  • Guaranteed directly or indirectly other third parties, except endorsement of tradeable documents for the purpose of payment or collection of other transactions commonly carried out in running of the Debtor's business.
  • Provide loans to third parties/ related parties or receive loans from other parties except for running Debtor's business on a daily basis.
  • Changes the nature and business activities of Debtors as currently being carried out.
  • Amend the articles of association (including changing the authority of the Directors, withdrawal of paid-up capital, meeting quorum or line of business), the composition of the management, the composition of shareholders and the value of the Debtor's shares (not applicable to go public company).
  • Announce and distribute Debtor stock dividends (not applicable for public companies).
  • Carry out mergers, consolidation, spin-offs and acquisitions (takeovers).
  • Pay or repaying any bills or receivables in the form of anything now and/ or in the future which will be given to the Debtor's Shareholders in the form of principal amounts, interest and other amounts of money that should be paid.
  • Membuat Investasi yang material diluar lini bisnis. Making material investments outside the business line.

17. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

• Mengalihkan sebagian/ seluruh kewajiban dalam Perjanjian Kredit kepada pihak ketiga/ pihak lainnya.

Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk sebagai berikut:

  • a. Fasilitas kredit rekening koran dengan pagu pinjaman sebesar Rp13.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 10%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp11.737.756.519 dan Rp7.123.575.674.
  • b. Fasilitas time loan revolving 1 dengan pagu pinjaman sebesar Rp10.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 10%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp9.643.162.285 dan Rp9.695.155.954.
  • c. Fasilitas time loan revolving 2 dengan pagu pinjaman sebesar Rp7.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 26 Maret 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 9%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp7.000.000.000.

Pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk tersebut di atas dijamin piutang usaha, persediaan dan tanah dan bangunan tertentu (lihat Catatan 9, 10 dan 14) milik Perusahaan.

Hal-hal yang harus mendapatkan persetujuan tertulis dari PT Bank Central Asia Tbk selama masa kredit adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh pinjaman uang/ kredit baru dari pihak lain dan/ atau mengikat diri sebagai penanggung/ penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta kekayaan Debitor kepada pihak lain.
  • Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari.
  • Apabila Debitor berbentuk badan: If the Debtor is Company:
  • Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/ likuidasi.
  • Merubah status kelembagaan. Change institutional status.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan memenuhi persyaratan yang diisyaratkan oleh fasilitas perbankan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

• Transfer part/ all obligations in the Credit Agreement to third parties/ other parties.

PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk

The Company obtained loan facility from PT Bank Central Asia Tbk as follows:

  • a. Overdraft credit facility with maximum amount of Rp13,000,000,000. This loan will due on July 19, 2021 and bears interest per annum of 10%. The outstanding loan balance as of December 31, 2020 and 2019 amounting to Rp11,737,756,519 Rp7,123,575,674, respectively.
  • b. Time loan revolving credit facility 1 with maximum amount of Rp10,000,000,000. This loan will due on July 19, 2021 and bears interest per annum of 10%. The outstanding loan balance as of December 31, 2020 and 2019 amounting to Rp9,643,162,285 and Rp9,695,155,954, respectively.
  • c. Time loan revolving credit facility 2 with maximum amount of Rp7,000,000,000. This loan will due on March 26, 2021 and bears interest per annum of 9%. The outstanding loan balance as of December 31, 2020 amounting to Rp7,000,000,000.

The above loan from PT Bank Central Asia Tbk are secured by the Company's trade receivables, inventories and certain land and building (see Notes 9, 10 and 14) owned by the Company.

These are the matters that must get written approval from PT Bank Central Asia Tbk during the credit are as follows:

  • Obtain new money/ credit loans from other parties and/ or bind themselves as guarantor in any form and with any name and/ or collateralize the Debtor's assets to other parties.
  • Lending money, including but not limited to affiliated companies, except in the context of carrying out daily business.
    • Merge, consolidation, takeover, dissolve/ liquidate.

As of December 31, 2020, the Company meets the requirements required by banking facilities

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

18. UTANG USAHA 18. TRADE PAYABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pihak berelasi (lihat Catatan 38):
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
15.146.928.840
4.957.714.956
24.087.685.274
289.082.624
Related parties (see Note 38):
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
Sub-jumlah 20.104.643.796 24.376.767.898 Sub-total
Pihak ketiga:
PT Symrise
Lain-lain
711.180.498
18.229.565.662
932.301.645
19.238.606.172
Third parties:
PT Symrise
Others
Sub-jumlah 18.940.746.160 20.170.907.817 Sub-total
Jumlah 39.045.389.956 44.547.675.715 Total

Rincian utang usaha berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:

The aging schedule analysis of trade payables are as follows:

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
31 Desember 2020/ (As restated -
December 31, 2020 Notes 4 and 23)
Sampai dengan 1 bulan 31.026.017.275 38.327.293.753 Until 1 month
> 1 bulan - 3 bulan 3.814.312.130 3.057.923.856 > 1 month - 3 months
> 3 bulan - 6 bulan 1.116.374.306 763.878.451 > 3 months - 6 months
> 6 bulan - 1 tahun 3.078.254.515 2.379.064.845 > 6 months - 1 year
> 1 tahun 10.431.730 19.514.810 > 1 year
Jumlah 39.045.389.956 44.547.675.715 Total

Rincian utang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:

The details of trade payables based on the currencies are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Rupiah 25.920.783.313 38.314.829.495 Rupiah
Poundsterling 7.660.567.941 5.249.160.536 Poundsterling
Dolar Amerika Serikat 5.168.430.264 474.985.888 United States Dollar
Ringgit 295.608.438 508.699.796 Ringgit
Jumlah 39.045.389.956 44.547.675.715 Total

Tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan dan Entitas Anak atas utang usaha tersebut.

There was no collateral pledged by the Company and Subsidiaries for that trade payables.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

19. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 19. ACCRUED EXPENSES

Akun ini merupakan beban akrual untuk: This account represents accrued expenses for:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Royalti (lihat Catatan 38) 1.531.371.304 1.448.420.549 Royalty (see Note 38)
Jamsostek 265.765.755 14.662.075 Employee Social Security
Jasa bantuan teknis Technical assistance fee
(lihat Catatan 38) 173.549.017 300.189.929 (see Note 38)
Jasa profesional 143.000.000 247.500.000 Professional fees
Lain-lain 908.682.368 339.089.576 Others
Jumlah 3.022.368.444 2.349.862.129 Total

20. UTANG LAIN-LAIN 20. OTHER PAYABLES

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pihak berelasi (lihat Catatan 38):
Pigeon Corporation
1.569.081.963 1.346.492.983 Related party (see Note 37):
Pigeon Corporation
Pihak ketiga: Third parties:
PT Bumi Perkasa Permai 4.019.379.404 4.019.379.404 PT Bumi Perkasa Permai
Lain-lain 2.163.845.485 6.655.031.850 Others
Sub-jumlah 6.183.224.889 10.674.411.254 Sub-total
Jumlah 7.752.306.852 12.020.904.237 Total

21. UTANG BANK JANGKA PANJANG 21. LONG-TERM BANK LOANS

Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Rupiah
29.166.666.667 35.405.157.317 PT Bank Danamon
Indonesia Tbk
6.364.369.035 7.754.069.124 PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
35.531.035.702 43.159.226.441 Total
7.414.857.174 7.628.190.739 Less current maturity
28.116.178.528 35.531.035.702 Long term portion

21. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) 21. LONG-TERM BANK LOANS (Continued)

Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai berikut:

  • a. Fasilitas kredit angsuran berjangka 1 dengan pagu pinjaman sebesar Rp10.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2021 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 10%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar nihil dan Rp405.157.317.
  • b. Fasilitas kredit angsuran berjangka 2 dengan pagu pinjaman sebesar Rp35.000.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2026 dan dibebankan bunga per tahun sebesar 10%. Saldo pinjaman ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp29.166.666.667 dan Rp35.000.000.000.

Pinjaman dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk tersebut di atas dijamin dengan piutang usaha, persediaan, tanah dan bangunan tertentu (lihat Catatan 9, 10 dan 14).

Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupa fasilitas kredit kepemilikan gudang dengan pagu pinjaman sebesar Rp11.720.000.000. Pinjaman tersebut dikenakan bunga per tahun sebesar 10,25% dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2024. Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan tertentu (lihat Catatan 14) milik Perusahaan. Saldo pinjaman terutang dari fasilitas ini masing-masing sebesar Rp6.364.369.035 dan Rp7.754.069.124 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh fasilitas perbankan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk

The Company obtained loan facility from PT Bank Danamon Indonesia Tbk as follows:

  • a. Term installment loan credit facility 1 with maximum amount of Rp10,000,000,000. This loan will due on March 23, 2021 and bears interest per annum of 10%. The outstanding loan balance as of December 31, 2020 and 2019 amounting to nil and Rp405,157,317, respectively.
  • b. Term installment loan credit facility 2 with maximum amount of Rp35,000,000,000. This loan will due on December 18, 2026 and bears interest per annum of 10%. The outstanding loan balance as of December 31, 2020 and 2019 amounting to Rp29,166,666,667 and Rp35,000,000,000, respectively.

The above loan from PT Bank Danamon Indonesia Tbk secured by trade receivables, inventories, certain land and building (see Notes 9, 10 and 14).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

The Company obtained loan facility from PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk of long-term credit facility for warehouse ownership credit amounting to Rp11,720,000,000. This loan bears interest of 10.25% per annum and will be due on May 10, 2024. This loan is secured by the certain Company's land and building (see Note 14). The loan balance amounted to Rp6,364,369,035 and Rp7,754,069,124, respectively as of December 31, 2020 and 2019.

As of December 31, 2020, the Company meets the requirements required by banking facilities.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Akun ini merupakan utang atas pembiayaan kendaraan kepada lembaga pembiayaan konsumen sebagai berikut:

22. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 22. CONSUMER FINANCING OBLIGATION

This account represents obligation for financing of vehicle to consumer financing institution as follows:

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
PT BCA Finance 1.539.484.739 2.440.145.805 PT BCA Finance
PT Maybank Indonesia Finance 76.059.154 29.072.710 PT Maybank Indonesia Finance
PT Hino Finance Indonesia 74.419.289 - PT Hino Finance Indonesia
PT Mandiri Tunas Finance 59.998.595 - PT Mandiri Tunas Finance
Total 1.749.961.777 2.469.218.515 Jumlah
Less current maturity 1.130.494.900 977.832.833 Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Long term portion 619.466.877 1.491.385.682 Bagian jangka panjang

ownership.

Utang pembiayaan konsumen ini dijamin dengan kendaraan dan mesin yang diperoleh (lihat Catatan 14). Perjanjian utang lembaga pembiayaan ini membatasi Perusahaan untuk, antara lain, menjual dan mengalihkan kepemilikan aset.

23. LIABILITAS BERSIH OPERASI DALAM PENGHENTIAN

Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada tanggal 22 Desember 2020, Perusahaan mengalihkan seluruh saham Perusahaan berjumlah 2.550 saham di PT Nusapangan Sukses Makmur kepada PT Pusat Riyal Amanah.

Transaksi penjualan tersebut dianggap sebagai operasi yang dihentikan dan perhitungkan sesuai dengan PSAK 58 "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan".

Rincian liabilitas bersih PT Nusapangan Sukses Makmur pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

23. NET LIABILITIES IN DISCONTINUED OPERATION

The obligation under consumer financing secured by vehicles and machinery obtained (see Note 14). The obligation under consumer financing agreement restrict the Company to, such as, sell and transfer the assets

Based on Sale and Purchase Binding Agreement dated December 22, 2020, the Company transferred all 2,550 owned Company's shares of PT Nusapangan Sukses Makmur to PT Pusat Riyal Amanah.

The sale transaction is considered a discontinued operation and calculated in accordance with SFAS 58 "Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations".

The details of the net liabilities of PT Nusapangan Sukses Mandiri as of December 31, 2019 are as follows:

Aset Lancar Current Assets

Kas dan bank 1.360.283.393 Cash and banks
Piutang usaha 3.619.306.732 Trade receivable
Persediaan 6.311.541.128 Inventories
Biaya dibayar di muka 282.233.963 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 11.573.365.216 Total Current Asset

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

23. LIABILITAS
BERSIH
PENGHENTIAN (Lanjutan)
OPERASI DALAM 23. (Continued) NET LIABILITIES IN DISCONTINUED OPERATION
Liabilitas Jangka Pendek Short-Term Liabilities
Utang usaha
Utang pajak
Beban masih harus dibayar
Utang lain-lain
Utang pembiayaan konsumen
1.815.693.256
32.567.661.819
235.048.777
201.369.267
668.222.976
Trade payables
Taxes payable
Accrued expenses
Other payables
Consumer financing obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 35.487.996.095 Total Short-Term Liabilities
Jumlah Liabilitas Lancar - Bersih 23.914.630.879 Total Current Liabilities - Net
Aset Tidak Lancar Non-Current Assets
Taksiran tagihan pajak
Aset pajak tangguhan
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
7.619.964.152 19.432.704
202.240.085
Claim for tax refund
Deferred tax assets
Fixed assets, net of accumulated
depreciation
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.841.636.941 Total Non-Current Assets
Liabilitas Jangka Panjang Long-Term Liabilities
Utang pembiayaan konsumen
Liabilitas imbalan paska-kerja
222.740.992
808.960.340
Consumer financing obligation
Liability for post-employment benefits
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.031.701.332 Total Long-Term Liabilities
Jumlah Aset Tidak Lancar - Bersih 6.809.935.609 Total Non Current Asset - Net
Jumlah Liabilitas Bersih 17.104.695.270 Total Net Liabilities

Rincian arus kas bersih Operasi Dalam Penghentian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

The details of the net cash flows from Discontinued Operation for the year ended December 31, 2019 are as follows:

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Cash flows from operating activities
Penerimaan dari pelanggan 28.540.810.490 Receipts from customers
Penerimaan kas lain-lain 15.421.090.104 Receipts of others
Penerimaan bunga 9.582.646 Receipts of interest
Pembayaran kas kepada pemasok (25.965.861.438) Payments to suppliers
Pembayaran beban usaha (7.477.731.370) Payments of operating expense
Pembayaran bunga (2.536.980.741) Payments of interest
Kas bersih dari aktivitas operasi 7.990.909.691 Net cash flows provided by operating activities
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Cash flows from investing activity
Penambahan aset tetap (4.692.790) Acquisition of fixed assets

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Pada Tanggal 31 Desember 2020 Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2020 (Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain) PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated) 23. LIABILITAS BERSIH OPERASI DALAM PENGHENTIAN (Lanjutan) 23. NET LIABILITIES IN DISCONTINUED OPERATION (Continued) Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Cash flows from financing activities Peningkatan modal saham 4.500.000.000 Increase in share capital Pembayaran utang bank jangka pendek (8.200.000.000) Payment of short-term bank loan Pembayaran utang bank jangka panjang (2.378.000.000) Payment for long-term bank loan Pembayaran utang pembiayaan konsumen (668.222.976) Payment for consumer financing obligation Kas bersih untuk aktivitas pendanaan (6.746.222.976) Net cash flows used in financing activities Kenaikan bersih kas dan bank 1.239.993.925 Net increase in cash and banks Kas dan bank awal 120.289.468 Cash and banks at beginning of year Kas dan bank akhir 1.360.283.393 Cash and banks at end of year Rugi penjualan investasi saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai Loss on sale of investment in share for the year ended December 31, 2020 is as follows:

berikut:
Nilai transaksi 500.000.000 Transaction value
Nilai buku investasi saham yang dijual 11.320.939.226 Net book value of investment in share sold
Goodwill (14.206.660.206) Goodwill
Rugi penjualan investasi saham - bersih Loss on sale of investment in shares - net
(lihat Catatan 32) (2.385.720.980) (see Note 32)

24. MODAL SAHAM 24. CAPITAL STOCK

Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

The Company's stockholders as of December 31, 2020 and 2019 based on the report prepared by PT Adimitra Jasa Korpora, a Securities Administration Agency, are as follows:

Pemegang saham
PT Buana Graha Utama
Sukarto Bujung
Anthony Honoris
Thomas Surjadi Linggodigdo
Masyarakat
Sub-jumlah
Modal saham yang diperoleh
kembali
Jumlah
43,21%
259.254.172
25.925.417.200
98,65%
591.904.000
59.190.400.000
1,35%
8.096.000
809.600.000
100,00%
600.000.000
60.000.000.000

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

24. MODAL SAHAM (Lanjutan) 24. CAPITAL STOCK (Continued)

31 Desember 2019/ December 31, 2019
Pemegang saham Persentase
Pemilikan/
Percentage of
Ownership
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Number of
Shares Issued
and Fully Paid
Jumlah/
Amount
Stockholders
PT Buana Graha Utama 44,81% 268.833.618 26.883.361.800 PT Buana Graha Utama
Sukarto Bujung 10,50% 63.006.600 6.300.660.000 Sukarto Bujung
Anthony Honoris 0,13% 809.600 80.960.000 Anthony Honoris
Thomas Surjadi Linggodigdo 0,00% 10 1.000 Thomas Surjadi Linggodigdo
Masyarakat 43,80% 262.773.172 26.277.317.200 Public
Sub-jumlah 99,24% 595.423.000 59.542.300.000 Sub-total
Modal saham yang diperoleh
kembali 0,76% 4.577.000 457.700.000 Treasury Stock
Jumlah 100,00% 600.000.000 60.000.000.000 Total

Tujuan utama pengelolaan modal adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

Perusahaan dan Entitas Anak mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi utang bersih dengan jumlah modal. Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan terkemuka dalam industri untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.

Utang bersih dihitung sebagai pinjaman (utang bank jangka pendek dan jangka panjang serta utang pembiayaan konsumen) ditambah utang usaha, beban masih harus dibayar, utang lain-lain dan liabilitas sewa dikurangi kas dan setara kas. Jumlah modal dihitung sebagai ekuitas seperti yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

Manajemen modal Capital management

The primary objective of the capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and to maximize shareholder value.

The Company and Subsidiaries manage their capital structure and make adjustments to it, in line of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company and Subsidiaries may adjust the dividend payment to shareholders, return capital to shareholders or issue new shares.

The Company and Subsidiaries monitor their capital using gearing ratio, by dividing net debt with the total capital. The Company's policy is to maintain a gearing ratio within the range of gearing ratios of the leading companies in the industry in order to secure funds at a reasonable cost.

Net debt is calculated as borrowings (short-term and long-term bank loans and consumer financing obligation) plus trade payables, accrued expenses, other payables and lease liabilities less cash and cash equivalents. The total capital is calculated as equity as shown in the consolidated statement of financial position.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Perhitungan rasio pengungkit adalah sebagai berikut: The computation of gearing ratio is as follows:

24. MODAL SAHAM (Lanjutan) 24. CAPITAL STOCK (Continued)

31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Short-term bank loans 213.403.385.110 195.529.248.968 Utang bank jangka pendek
Trade payables 44.547.675.715 39.045.389.956 Utang usaha
Accrued expenses 2.349.862.129 3.022.368.444 Beban masih harus dibayar
Other payables 12.020.904.237 7.752.306.852 Utang lain-lain
Long-term bank loans 43.159.226.441 35.531.035.702 Utang bank jangka panjang
Consumer financing obligation 1.749.961.777 2.469.218.515 Utang pembiayaan konsumen
Lease liabilities - 3.698.929.661 Liabilitas sewa
Total 317.231.015.409 287.048.498.098 Jumlah
Less cash and cash equivalents 33.624.765.109 55.753.044.216 Dikurangi kas dan setara kas
Net Debt 283.606.250.300 231.295.453.882 Utang bersih
Total equity 678.855.033.425 680.711.709.737 Jumlah ekuitas
Gearing ratio 0,42 0,34 Rasio pengungkit

25. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI 25. TREASURY STOCK

Akun ini merupakan pembelian kembali oleh Perusahaan atas saham yang beredar di masyarakat sebanyak 2.001.000 lembar saham pada tahun 2008, 1.326.000 lembar saham pada tahun 2009, 1.250.000 lembar saham pada tahun 2016 dan 3.519.000 lembar saham pada tahun 2020 dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Saldo pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing sebesar Rp809.600.000 dan Rp457.700.000. Selisih antara harga perolehan kembali saham beredar dengan pencatatan sebesar nilai nominal disajikan dalam akun Tambahan Modal Disetor.

Rincian akun ini pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

This account represents the buy-back of outstanding stock by the Company amounting to 2,001,000 shares in year 2008, 1,326,000 shares in year 2009, 1,250,000 shares in year 2016 and 3,519,000 shares in year 2020 with a par value of Rp100 per share. The balances as of December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp809.600.000 and Rp457,000,000, respectively. The difference between the cost of treasury stock and par value is recorded as Additional Paid-In Capital.

26. TAMBAHAN MODAL DISETOR 26. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

As of December 31, 2020 and 2019, this account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Agio saham
Program pengampunan Pajak
Biaya emisi saham
37.661.783.716
130.801.850
(2.822.354.070)
38.472.920.137
130.801.850
(2.822.354.070)
Stock premium
Tax amnesty program
Stock issuance cost
Jumlah 34.970.231.496 35.781.367.917 Total

Selisih antara harga perolehan kembali saham beredar dengan nilai nominal saham pada tahun 2020 sebesar Rp811.136.421 dicatat pada Tambahan Modal Disetor agio saham.

The difference between the cost of treasury stock and par value in year 2020 amounted to Rp811,136,421 recorded as Additional Paid-In Capital - stock premium.

Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak No.KET-1697/PP/WPJ.07/2016 tertanggal 30 Desember 2016, Perusahaan telah menyampaikan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak sesuai dengan Undang-undang No.11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Nilai harta bersih tambahan yang diungkapkan adalah sebesar Rp130.801.850 dengan uang tebusan sebesar Rp3.924.056.

27. DIVIDEN DAN SALDO LABA YANG TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan yang diaktakan berdasarkan akta notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 9 tanggal 14 Agustus 2020, pemegang saham menyetujui dan menerima penggunaan keuntungan Perusahaan selama tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019 sebesar Rp3.000.000.000 atau 8,1% dibagikan dalam bentuk dividen tunai sebesar Rp5 per lembar saham. Atas saham yang diperoleh kembali oleh Perusahaan tidak memperoleh dividen sehingga dividen yang dibagikan tahun 2020 adalah sebesar Rp2.959.520.000.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan yang diaktakan berdasarkan akta notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 51 tanggal 23 Mei 2019, pemegang saham menyetujui dan menerima penggunaan keuntungan Perusahaan selama tahun buku yang berakhir 31 Desember 2018 sebesar Rp6.000.000.000 atau 18,18% dibagikan dalam bentuk dividen tunai sebesar Rp10 per lembar saham. Atas saham yang diperoleh kembali oleh Perusahaan tidak memperoleh dividen sehingga dividen yang dibagikan tahun 2019 adalah sebesar Rp5.954.230.000.

Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya Appropriated retained earnings

Berdasarkan Undang-undang No. 1/1995 tanggal 7 Maret 1995 mengenai Perseroan Terbatas, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 40/2007 tanggal 16 Agustus 2007, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya sebesar 20% dari jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 17 Juni 2016, para pemegang saham menyetujui untuk membentuk penyisihan cadangan wajib sejumlah Rp12.000.000.000 dari saldo laba tanggal 31 Desember 2015.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

26. TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan) 26. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (Continued)

Based on the Tax Amnesty Information Letter No.KET-1697/PP/WPJ.07/2016 dated December 30, 2016, the Company submitted Asset Statement Letter for Tax Amnesty in accordance with Law No.11 of 2016 concerning the Tax Amnesty.

Additional net assets value declared is Rp130,801,850 with tax amnesty tariff of Rp3,924,056.

27. DIVIDEND AND APPROPRIATED RETAINED EARNINGS

Dividen Dividend

Based on annual general meeting of stockholders notarized by notarial deed Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 9 dated August 14, 2020, the Stockholders approved and accepted the use of the Company's earnings for the year ended December 31, 2019 amounting to Rp3,000,000,000 or 8.1% to be distributed as cash dividend of Rp5 per share. For treasury stock acquired by the Company did not obtain dividend, accordingly the dividend paid in 2020 amounted Rp2,959,520,000.

Based on annual general meeting of stockholders notarized by notarial deed Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No. 51 dated May 23, 2019, the Stockholders approved and accepted the use of the Company's earnings for the year ended December 31, 2018 amounting to Rp6,000,000,000 or 18.18% to be distributed as cash dividend of Rp10 per share. For treasury stock acquired by the Company did not obtain dividend, accordingly the dividend paid in 2019 amounted Rp5,954,230,000.

Based on Law No. 1/1995 dated March 7, 1995 about Limited Liability Company, as amended by Law No. 40/2007 dated August 16, 2007, the Company is required to make provision for the statutory reserve at least 20% of the amount of capital that has been issued and fully paid.

Based on the Annual General Meeting of Shareholders dated June 17, 2016, the shareholders approved an allowance for statutory reserve amounted to Rp12,000,000,000 from retained earnings as of December 31, 2015.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

28. PENJUALAN BERSIH 28. NET SALES

Rincian penjualan bersih berdasarkan kelompok kegiatan utama Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

The details of net sales are classified based on the Company and Subsidiaries's main activities, which are as follows:

2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
2020 Notes 4 and 23)
Perdagangan 645.235.030.417 692.700.794.958 Trading
Industri 9.050.283.152 12.196.726.465 Industry
Jumlah 654.285.313.569 704.897.521.423 Total

Tidak ada penjualan kepada pelanggan dengan transaksi melebihi 10% dari penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

No sales to customer with transaction exceeded 10% of the Company's total net sales for the years ended December 31, 2020 and 2019.

29. BEBAN POKOK PENJUALAN 29. COST OF GOODS SOLD

Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: The details of cost of goods sold are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Persediaan awal bahan baku Raw and supporting
dan pembantu
Pembelian bahan baku
2.354.136.837 2.445.983.853 materials, beginning
Purchases of raw
dan pembantu 38.533.252.955 48.593.991.332 and supporting materials
Persediaan akhir bahan baku
dan pembantu
(2.742.868.717 ) (2.354.136.837 ) Raw and supporting
materials, ending
Bahan baku dan pembantu Raw and supporting
yang digunakan 38.144.521.075 48.685.838.348 materials used
Tenaga kerja langsung 8.598.741.133 9.232.000.752 Direct labor
Beban pabrikasi: Manufacturing overhead:
Penyusutan (lihat Catatan 14) 8.730.425.308 6.574.296.223 Depreciation (see Note 14)
Imbalan paska-kerja Post-employment benefits
(lihat Catatan 36) 922.213.851 976.675.126 (see Note 36)
Pemeliharaan dan perbaikan
Listrik, air dan telepon
887.715.669
866.615.608
931.605.145
1.365.579.432
Repair and maintenance
Electricity, water and telephone
Penelitian dan pengembangan 343.330.119 109.530.732 Research and development
Perakitan 227.987.300 441.367.825 Assembling
Bahan pembantu 180.095.254 245.526.203 Supporting materials
Pengangkutan dan pengepakan 112.080.498 138.419.666 Transport and packing
Lain-lain 388.544.805 410.710.063 Others
Jumlah beban pabrikasi 12.659.008.412 11.193.710.415 Total manufacturing overhead
Persediaan awal barang dalam proses 15.846.103 9.888.035 Goods in process, beginning
Persediaan akhir barang dalam proses (271.536.176) (15.846.103) Goods in process, ending
Beban pokok produksi 59.146.580.547 69.105.591.447 Production cost
Persediaan awal barang jadi 196.111.542.120 161.564.251.738 Finished goods, beginning
Pembelian barang jadi 248.446.050.049 291.144.085.987 Purchases of finished goods
Persediaan akhir barang jadi (221.284.357.630) (196.111.542.120) Finished goods, ending
Beban pokok penjualan 282.419.815.086 325.702.387.052 Cost of goods sold

29. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan) 29. COST OF GOODS SOLD (Continued)

Rincian pemasok dengan transaksi melebihi 10% dari pembelian bersih selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

The detail of supplier with transaction exceeded 10% of the Company's total net purchases while current year, which are as follows:

The details of selling, general and administrative

Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Pembelian (%)/
Percentage of Total Purchases (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
55.681.214.388 145.037.861.556 161.738.910.794
73.237.560.908
50,54%
19,40%
47,61%
21,56%
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
Jumlah 200.719.075.944 234.976.471.702 69,94% 69,16% Total

30. BEBAN PENJUALAN, UMUM DAN ADMINISTRASI 30. SELLING, GENERAL AND ADMINISTRATIVE

EXPENSES

expenses are as follows:

Rincian beban penjualan, umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
2020 Notes 4 and 23)
Promosi 116.659.397.510 128.439.276.855 Promotions
Gaji, upah dan tunjangan 95.362.500.505 96.089.926.567 Salaries, wages and allowances
Royalti 18.923.821.158 20.538.768.316 Royalties
Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets
(lihat Catatan 14) 17.441.829.222 9.941.391.190 (see Note 14)
Kantor 16.975.566.819 14.560.868.630 Office
Pengiriman barang 11.931.735.251 10.156.103.022 Freight
Perbaikan dan pemeliharaan 9.496.991.975 8.452.505.906 Repair and maintenance
Sewa 8.661.813.002 13.319.462.881 Rental
Perjalanan dinas dan transportasi 7.618.013.244 10.561.926.735 Traveling and transportation
Penghapusan persediaan 6.491.444.570 4.099.844.962 Disposal of inventory
Penyusutan aset hak guna Depreciation of right of use asset
(lihat Catatan 15) 5.939.271.813 - (see Note 15)
Perjamuan dan sumbangan 3.145.687.223 2.695.176.213 Entertainment and donation
Listrik, air dan telepon 2.679.808.269 2.878.242.407 Electricity, water and telephone
Pajak dan perijinan 2.395.351.262 5.752.558.414 Tax and license
Jasa bantuan teknis 1.658.719.588 1.884.578.508 Technical assistance fees
Administrasi bank 1.603.220.968 1.722.226.461 Bank administration
Imbalan paska-kerja (lihat Catatan 36) 807.786.240 5.322.354.272 Post-employment benefits (see Note 36)
Jasa profesional 805.427.816 1.897.117.361 Professional fees
Lain-lain 10.565.243.364 12.826.050.197 Others
Jumlah 339.163.629.799 351.138.378.897 Total

31. PENDAPATAN OPERASI LAINNYA 31. OTHER OPERATING INCOME

Rincian pendapatan operasi lainnya adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

The details of other operating income are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pengakuan laba Entitas Asosiasi 9.965.715.658 14.292.791.914 Recognition gain from Associate
Sewa 7.464.905.268 6.946.330.000 Rent
Laba penjualan aset tetap Gain on sale of fixed assets
(lihat Catatan 14) 158.497.101 14.722.115.370 (see Note 14)
Pemulihan nilai piutang Recovery of receivables value
(lihat catatan 9) - 1.558.475.931 (see Note 9)
Lain-lain 7.140.365.190 11.552.905.495 Others
Jumlah 24.729.483.217 49.072.618.710 Total

32. BEBAN OPERASI LAINNYA 32. OTHER OPERATING EXPENSES

Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai berikut: The details of other operating expenses are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Penghapusan piutang lain-lain 19.143.873.852 - Written off other receivables
Rugi penjualan investasi saham - Loss from sale of investment in shares -
bersih (lihat Catatan 23) 2.385.720.980 - net (see Note 23)
Selisih kurs 439.506.421 651.742.975 Foreign exchange
Penyisihan persediaan Provision for inventories
usang (lihat Catatan 10) 90.828.646 84.514.682 obsolescence (see Note 10)
Penyisihan penurunan nilai piutang Provision for impairment value of
(lihat Catatan 9) 70.718.903 1.681.098.456 receivables (see Note 9)
Lain-lain 4.309.091.676 2.026.910.497 Others
Jumlah 26.439.740.478 4.444.266.610 Total
33. PENDAPATAN KEUANGAN 33.
FINANCE INCOME
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pendapatan bunga
Lain-lain
770.327.156
1.621.461.528
1.285.201.481
1.899.521.564
Interest income
Others
Jumlah 2.391.788.684 3.184.723.045 Total

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

34. BEBAN KEUANGAN 34. FINANCE CHARGES

Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut: The details of finance expenses are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Beban bunga bank 23.922.893.997 24.777.308.010 Bank interest expenses
Beban bunga aset hak guna (lihat
Catatan 15) 545.633.136 - Interest on lease liabilities (see Note 15)
Beban bunga pembiayaan konsumen 240.838.781 183.395.209 Consumer financing interest expenses
Jumlah 24.709.365.914 24.960.703.219 Total

35. PERPAJAKAN 35. TAXATION

a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid tax

Akun ini terdiri dari: This account consists of:
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pajak Pertambahan Nilai 3.825.292.023 5.522.859.800 Value Added Tax

b. Utang pajak b. Taxes payable

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pajak Penghasilan: Income Taxes:
Pasal 4 (2) 100.709.502 207.207.014 Article 4 (2)
Pasal 15 45.900 39.455 Article 15
Pasal 21 1.784.204.128 1.229.251.519 Article 21
Pasal 25 166.173.074 309.478.174 Article 25
Pasal 23/ 26 362.066.711 928.839.716 Article 23/ 26
Pasal 29 836.301.303 270.275.610 Article 29
Final 20.118 4.383.677 Final
Pajak Pertambahan Nilai 5.308.982.266 2.470.421.636 Value Added Tax
Jumlah 8.558.503.002 5.419.896.801 Total

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

35. PERPAJAKAN (Lanjutan) 35. TAXATION (Continued)

c. Pajak penghasilan c. Income taxes

Taksiran beban (manfaat) pajak penghasilan terdiri dari:

Provision for income tax expenses (benefit) are as follows:

2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
2020
Current
Company
Subsidiaries
6.820.206.800
3.854.082.750
1.964.645.220
3.393.619.680
Kini
Perusahaan
Entitas Anak
Adjustments for
the previous year
Subsidiary
1.926.977.000 - Penyesuaian atas
tahun sebelumnya
Entitas Anak
Sub-total 12.601.266.550 5.358.264.900 Sub-jumlah
Deferred
Company
Subsidiaries
1.394.542.175
(2.933.452.178)
107.510.377
506.841.954
Tangguhan
Perusahaan
Entitas Anak
Sub-total (1.538.910.003) 614.352.331 Sub-jumlah
Total 11.062.356.547 5.972.617.231 Jumlah

Kini Current

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

A reconciliation between income before income tax expense, as shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, and taxable income for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Laba sebelum beban
pajak penghasilan menurut
Income before income tax
laporan laba rugi dan expense as per consolidated
penghasilan komprehensif lain statement of profit or loss and
konsolidasian
Laba Entitas Anak
8.674.034.193 50.909.127.400 other comprehensive income
sebelum taksiran pajak Income of Subsidiaries before provision
penghasilan dan eliminasi (23.435.862.730) (19.745.569.513) for income tax and elimination
Laba (rugi) Perusahaan sebelum Income (loss) of the Company before
taksiran pajak penghasilan (14.761.828.537 ) 31.163.557.887 provision for income tax

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

35. PERPAJAKAN (Lanjutan) 35. TAXATION (Continued)

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Beda waktu: Temporary differences:
Penyusutan 979.506.134 895.797.283 Depreciation
Persediaan 46.211.220 28.696.421 Inventories
Imbalan paska-kerja (734.611.412 ) (7.897.204.579 ) Post-employment benefits
Beda tetap: Permanent differences:
Piutang usaha 19.143.873.852 (1.558.475.931) Accounts receivable
Penyusutan 5.384.400.117 339.246.567 Depreciation
Beban pajak 369.320.909 1.116.135.057 Tax expense
Beban kantor 112.149.918 100.027.476 Office expense
Sumbangan 96.395.093 58.301.609 Donation
Penghasilan bunga yang Interest income already
telah dikenakan pajak final (475.237.651) (803.324.513) subjected to final tax
Lain-lain 180.058.517 10.658.277.116 Others
Penghasilan kena pajak 10.340.238.160 34.101.034.393 Taxable income

Perhitungan taksiran pajak penghasilan dan utang pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

The computation of the provision for income tax and the tax payable are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Penghasilan kena pajak
(dibulatkan)
10.340.238.000 34.101.034.000 Taxable income (rounded)
Taksiran pajak penghasilan 1.964.645.220 6.820.206.800 Provision for income tax
Pajak penghasilan dibayar di muka Prepayments of income tax
Pasal 22 1.271.616.400 4.388.174.031 Article 22
Pasal 23 17.820.000 436.908.216 Article 23
Pasal 25 447.571.044 1.789.727.450 Article 25
Taksiran utang
pajak penghasilan Provision for income tax payable
Perusahaan 227.637.776 205.397.103 Company
Entitas Anak 608.663.527 64.878.507 Subsidiaries
Jumlah 836.301.303 270.275.610 Total

Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan untuk tahun pajak 2020. Namun demikian, taksiran laba kena pajak tersebut di atas akan dilaporkan dalam SPT tahun 2020.

Until the date of this report, the Company has not submitted its annual tax return for 2020 fiscal year. However, the estimated taxable income presented above will be reported in the 2020 annual tax return.

35. PERPAJAKAN (Lanjutan) 35. TAXATION (Continued)

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. Direktorat Jendral Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.

Tangguhan Deferred

Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan dari pengaruh beda waktu dan rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Under the taxation laws of Indonesia, the Company calculate, assess and submits tax return on the basis of self-assessment. The Directorate General of Taxation (DGT) may assess or amend taxes within five years from the date the tax becomes due.

The computation of deferred tax are benefit (expense) from termporary difference and the details of deferred tax assets are as follows:

2020
Saldo
31 Desember 2019/
Balance as of
December 31, 2019
Pengakuan pada
laba atau rugi/
Recognized in
profit or loss
Pengakuan pada
penghasilan
komprehensif lain/
Recognized in
other
comprehensive
income
Saldo
31 Desember 2020/
Balance as of
December 31, 2020
Perusahaan Company
Aset tetap 1.813.257.686 95.443.281 - 1.908.700.967 Fixed assets
Imbalan paska kerja 1.417.384.495 (210.445.393) 53.142.149 1.260.081.251 Post-employment benefits
Persediaan 25.767.940 7.491.735 - 33.259.675 Inventories
Sub-jumlah 3.256.410.121 (107.510.377) 53.142.149 3.202.041.893 Sub-total
Entitas Anak 6.158.414.162 (506.841.954) 264.649.538 5.916.221.746 Subsidiaries
Jumlah 9.414.824.283 (614.352.331) 317.791.687 9.118.263.639 Total

2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ (As restated - Notes 4 and 23)

Saldo
31 Desember 2018/
Balance as of
December 31, 2018
Pengakuan pada
laba atau rugi/
Recognized in
profit or loss
Pengakuan pada
penghasilan
komprehensif lain/
Recognized in
other
comprehensive
income
Saldo
31 Desember 2019/
Balance as of
December 31, 2019
Perusahaan Company
Aset tetap 1.634.098.229 179.159.457 - 1.813.257.686 Fixed assets
Imbalan paska kerja 4.416.327.485 (1.579.440.916) (1.419.502.074) 1.417.384.495 Post-employment benefits
Persediaan 20.028.656 5.739.284 - 25.767.940 Inventories
Sub-jumlah 6.070.454.370 (1.394.542.175 ) (1.419.502.074) 3.256.410.121 Sub-total
Entitas Anak 2.676.117.038 2.933.452.178 548.844.946 6.158.414.162 Subsidiaries
Jumlah 8.746.571.408 1.538.910.003 (870.657.128) 9.414.824.283 Total

Jumlah beda waktu yang signifikan, untuk imbalan paska kerja atas mana aset pajak tangguhan dihitung, tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak penghasilan sampai imbalan paska kerja tersebut dibayarkan kepada karyawan pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja.

The amounts of significant temporary differences, for post employee benefits of which the deferred tax assets were calculated, can not be deducted for income tax purpose unless these benefits are paid to the employees in the event of dismissal from work.

35. PERPAJAKAN (Lanjutan) 35. TAXATION (Continued)

Aset pajak tangguhan atas penyusutan berasal dari perbedaan dasar pencatatan aset tetap menurut pembukuan dan pelaporan pajak karena perbedaan periode yang digunakan untuk tujuan pelaporan komersial dan pelaporan pajak.

Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan yang terjadi dapat terpulihkan seluruhnya.

Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan seperti dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Deferred tax asset of depreciation arose from the differences in recording fixed assets between commercial reporting and fiscal reporting due to different useful life used in commercial and fiscal reporting.

Management believes that the deferred tax assets will be fully recovered in the future.

A reconciliation between income tax expense reported in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and income tax expense computed by applying the applicable tax rates to income before tax per consolidated statements of profit and loss and other comprehensive income is as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Laba sebelum beban pajak
penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
Laba Entitas Anak
sebelum taksiran pajak
penghasilan dan eliminasi
8.674.034.193
(23.435.862.730)
50.909.127.400
(19.745.569.513)
Income before income tax
expense as per consolidated
statement of profit or loss and
other comprehensive income
Income of Subsidiaries before provision
for income tax and elimination
Laba (rugi) Perusahaan sebelum
taksiran pajak penghasilan
(14.761.828.537 ) 31.163.557.887 Income (loss) of the Company before
provision for income tax
Taksiran pajak penghasilan
dengan tarif pajak yang berlaku
Pengaruh pajak atas:
(2.804.747.422 ) 6.232.711.577 Provision for income tax calculated
by applying the applicable tax rates
Tax effects of:
Beda tetap 4.714.082.543 1.982.037.476 Permanent differences
Penyesuaian tarif Adjustment tax rates
pajak dan lainnya 162.820.476 (78) and other
Beban pajak - Perusahaan 2.072.155.597 8.214.748.975 Tax expense - the Company
Beban pajak - Entitas Anak 3.900.461.634 2.847.607.572 Tax expenses - Subsidiaries
Jumlah beban pajak 5.972.617.231 11.062.356.547 Total tax expenses

Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasti atas imbalan paska kerja (post employment benefit) pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh PT Jasa Aktuaria Praptasentosa Gunajasa, aktuaris independen dengan metode "Projected Unit Credit" dan asumsiasumsi sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

36. LIABILITAS IMBALAN PASKA-KERJA 36. LIABILITIES FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS

The Company and Subsidiaries provided a provision for post employment benefits as of December 31, 2020 and 2019 based on the actuary calculations, which was most recently performed by PT Jasa Aktuaria Praptasentosa Gunajasa, independent actuary, using the "Projected Unit Credit" under the following assumptions:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Tingkat diskonto tahunan
Tingkat kematian
7,26%
Tabel mortalita Indonesia
tahun 2011/Indonesian
mortality table year 2011
Tabel mortalita Indonesia
tahun 2011/Indonesian
mortality table year 2011
8,13% Annual discount rate
Mortality rate
Tingkat kenaikan gaji tahunan
Usia pensiun normal
10%
55 tahun/year
10%
55 tahun/year
Annual salary increment rate
Normal pension age
Beban yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
income are as follows: Expenses that are disclosed in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Kelebihan manfaat karyawan
Biaya jasa lalu
3.024.946.545
2.051.223.352
562.158.341
(3.908.328.147)
3.285.303.162
2.469.568.486
8.556.800
535.600.950
Current service costs
Interest costs
Excess Employee Benefits
Past service costs
Beban yang diakui di laporan laba
rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian
1.730.000.091 6.299.029.398 Expenses recognized in the consolidated
statement of profit or loss and
other comprehensive income
Beban imbalan paska kerja yang dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Post employment benefits
expense
charged
to
consolidated statement of profit or loss and other
comprehensive income were as follows:
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Beban pokok penjualan
(lihat Catatan 29)
Beban penjualan, umum dan
922.213.851 976.675.126 Cost of goods sold
(see Note 29)
Selling, general and administrative
administrasi (lihat Catatan 30) 807.786.240 5.322.354.272 expenses (see Note 30)
Jumlah 1.730.000.091 6.299.029.398 Total

Mutasi saldo liabilitas imbalan paska-kerja adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

36. LIABILITAS IMBALAN PASKA-KERJA (Lanjutan) 36. LIABILITIES FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS (Continued)

The change of liabilites for post employment benefits are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Saldo awal tahun 25.450.078.713 28.537.278.412 Beginning balance of the year
Penambahan tahun berjalan 1.730.000.091 6.299.029.398 Addition in current year
Penghasilan komprehensif lain 1.509.274.566 (4.902.130.582) Other comprehensive income
Pembayaran tahun berjalan (5.284.266.059) (2.484.098.515) Payment in current year
Kontribusi - (2.000.000.000) Contribution
Saldo akhir tahun 23.405.087.311 25.450.078.713 Ending balance of the year

PT Sinergi Multi Distrindo, Entitas Anak, menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi klasifikasi tertentu. Dalam program ini, manfaat pensiun yang akan dibayarkan dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir dan masa kerja karyawan. Program pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Asuransi Allianz Life Indonesia. Sumber pendanaan terutama berasal dari kontribusi Entitas Anak. Nilai wajar aset program pensiun belum mencukupi untuk memenuhi liabilitas sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003, sehingga Entitas Anak masih mencadangkan liabilitas imbalan paska kerja.

Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada tanggal 31 Desember 2020, jika tingkat diskonto tahunan dinaikan/ diturunkan sebesar 1% dengan semua variabel lain dianggap konstan, liabilitas imbalan paskakerja pada tanggal 31 Desember 2020 akan lebih rendah/ tinggi sebesar Rp4.562.860.325 / Rp1.649.632.995.

PT Sinergi Multi Distrindo, Subsidiary, provides defined contribution pension plans for all permanent employees who meet certain classifications. Under this program, the pension benefits to be paid are calculated based on the last basic salary and years of service. This pension plan is managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Asuransi Allianz Life Indonesia. The source of funding comes primarily from the contribution of the Subsidiaries. The fair value of pension program is insufficient to meet liabilities pursuant to Labor Law no. 13 year 2003 dated March 25, 2003, so the Subsidiaries still reserves liability for post-employment benefits.

The Company and Subsidiaries's management believe that the above provision is sufficient to cover its obligation based on existing regulation.

On December 31, 2020, if the annual discount rate was raised/ lowered by 1% with all other variables held constant, post-employment benefit liabilities as of December 31, 2020 would be lower/ higher by Rp4,562,860,325 / Rp1,649,632,995.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

37. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki saldo aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

31 Desember 2019

37. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES

As of December 31, 2020 and 2019, the Company and Subsidiaries monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
(Disajikan Kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated - Notes 4 and 23)
Mata uang asing/
Foreign currency
Ekuivalen Rupiah/
Rupiah equivalent
Mata uang asing/
Foreign currency
Ekuivalen Rupiah/
Rupiah equivalent
Dolar Amerika Serikat
Aset:
United States Dollar
Assets:
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Liabilitas:
USD 108.195
-
1.526.088.172
-
USD 328.031
41.267
4.559.958.318
573.656.872
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Liabilities:
Utang usaha (366.425) (5.168.430.264) (34.169) (474.985.888) Trade payables
Aset - bersih USD (258.230 ) (3.642.342.092 ) USD 335.129 4.658.629.302 Assets - net
Yen Jepang
Aset:
Japan Yen
Asset:
Kas dan setara kas JPY 14.000 1.910.600 JPY 14.000 1.791.532 Cash and cash equivalents
Renminbi
Aset:
Kas dan setara kas
RMB 4 8.646 RMB 4 7.964 Renminbi
Asset:
Cash and cash equivalents
Dolar Singapura Singapore Dollar
Aset:
Kas dan setara kas
SGD 25.493 271.349.659 SGD 25.813 266.409.262 Asset:
Cash and cash equivalents
Malaysian Ringgit
Aset:
Malaysian Ringgit
Asset:
Kas dan setara kas MYR 813 2.840.035 MYR 813 2.762.950 Cash and cash equivalents
Liabilitas:
Utang usaha
(84.658) (295.608.438) (149.750) (508.699.796) Liability:
Trade payables
Liabilitas - bersih MYR (83.845) (292.768.403) MYR (148.937) (505.936.846) Liability - net
Poundsterling
Liabilitas:
Utang usaha
GBP (401.382) (7.660.567.941) GBP (287.626) (5.249.160.536) Poundsterling
Liability:
Trade payables

Manajemen tidak melakukan kontrak lindung nilai atas liabilitas dalam mata uang asing karena liabilitas dalam mata uang asing yang terjadi akan dilunasi atau terealisasi dalam jangka waktu pendek.

Management does not hedge foreign currency liabilities since the liabilities will be paid or realized in the short term.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 38. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

In its normal operations, the Company conducts transaction with related parties. The detail significant balance and transaction with related parties are as follows:

Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Aset (%)/
Percentage of Total Assets (%)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Aset
Piutang usaha
(lihat Catatan 9)
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
- 573.656.872 - 0,05% Assets
Trade receivables
(see Note 9)
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
Piutang lain-lain
PT Pigeon Indonesia
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
69.762.000
-
-
24.197.239.090
0,01%
-
-
2,32%
Other receivables
Pigeon Corporation
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
Jumlah 69.762.000 24.770.895.962 0,01% 2,37% Total
Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Liabilitas (%)/
Percentage of Total Liabilities (%)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
31 Desember 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
December 31, 2019
(As restated -
Notes 4 and 23)
Liabilitas
Utang usaha
(lihat Catatan 18)
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
15.146.928.840
4.957.714.956
24.087.685.274
289.082.624
4,74%
1,55%
6,59%
0,08%
Liabilities
Trade payables
(see Note 18)
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd
Beban masih harus dibayar
(lihat Catatan 19)
Pigeon Corporation
1.704.920.321 1.748.610.478 0,53% 0,48% Accrued Expenses
(see Note 19)
Pigeon Corporation
Utang lain-lain
(lihat Catatan 20)
Pigeon Corporation
1.569.081.963 1.346.492.983 0,49% 0,37% Other payables
(see Note 20)
Pigeon Corporation
Jumlah 23.378.646.080 27.471.871.359 7,31% 7,52% Total
Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Penjualan (%)/
Percentage of Total Sales (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
lain konsolidasian
Penjualan
Consolidated statement of
profit or loss and other
comprehensive income
Sales

Pigeon Singapore Pte., Ltd. 8.439.232.952 12.196.726.465 1,29% 1,73% Pigeon Singapore Pte., Ltd.

79

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

38. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Pembelian (%)/
Percentage of Total Purchases (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pembelian
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
55.681.214.388
-
145.037.861.556 161.738.910.794
73.237.560.908
16.227.450
50,54%
19,40%
-
47,607%
21,557%
0,005%
Purchases
PT Pigeon Indonesia
Pigeon Singapore Pte., Ltd.
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
Jumlah 200.719.075.944 234.992.699.152 69,94% 69,169% Total
Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Beban Penjualan, Umum
Dan Administrasi (%)/
Percentage of Total Selling, General
And Administrative Expenses (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Beban penjualan, umum
dan administrasi
Pigeon Corporation
20.582.540.746 22.423.346.824 6,07% 6,39% Selling, general and
administrative expense
Pigeon Corporation
Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Pendapatan Operasi
Lainnya (%)/
Percentage of Other
Operating Income (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pendapatan Operasi Lainnya
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
- 420.000.000 - 0,86% Other Operating Income
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
Jumlah/
Total
Persentase Terhadap
Jumlah Pendapatan Bunga (%)
Percentage of Finance income (%)
2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
31 Desember 2020/
December 31, 2020
2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Pendapatan keuangan
PT Nusapangan
Sukses Mandiri
- 1.889.521.564 - 59,33% Finance income
PT Nusapangan
Sukses Mandiri

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai

38. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (Continued)

The nature of relationship with the related parties are as follows:

Pihak berelasi/Related parties Sifat hubungan istimewa/Nature of Relationship Transaksi/Transactions
Pigeon Singapore Pte., Ltd. Perusahaan afiliasi/ Affiliated company Penjualan/Sales
Pembelian/Purchases
Pigeon Corporation Perusahaan afiliasi/ Affiliated company Royalti/Royalty
Jasa bantuan teknis/
Technical assistance fees
PT Pigeon Indonesia Perusahan asosiasi/ Associate company Pembelian/Purchases
PT Nusapangan Entitas Anak/ Subsidiary Piutang lain-lain/
Sukses Mandiri Other receivables
Pembelian/Purchases
Pendapatan operasi lainnya/
Other operating income

Pendapatan keuangan/ Finance income

berikut:

Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:

39. INFORMASI SEGMEN USAHA 39. BUSINESS SEGMENT INFORMATION

The Company's business segment information are as follows:

Perdagangan/
Trading
Industri/
Industry
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidated
Penjualan dari pelanggan eksternal
Penjualan antar segmen
645.235.030.417
516.031.127.292
9.050.283.152
76.866.476.200
-
(592.897.603.492)
654.285.313.569
-
Sales from external customers
Sales inter-segment
Penjualan
Beban pokok penjualan
1.161.266.157.709
815.792.970.611
85.916.759.352
58.487.651.393
(592.897.603.492)
(591.860.806.918)
654.285.313.569
282.419.815.086
Sales
Cost of goods sold
Laba kotor 345.473.187.098 27.429.107.959 (1.036.796.574 ) 371.865.498.483 Gross profit
Beban penjualan, umum dan
administrasi
Pendapatan operasi lainnya
Beban operasi lainnya
(340.559.251.144 )
48.963.173.083
(26.786.592.207 )
(21.841.663.730)
14.506.469.367
346.851.729
23.237.285.075
(38.740.159.233 )
-
(339.163.629.799)
24.729.483.217
(26.439.740.478)
Selling, general and
administrative expenses
Other operating income
Other operating expenses
Laba operasi 27.090.516.830 20.440.765.325 (16.539.670.732 ) 30.991.611.423 Income from operations
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
2.231.632.234
(24.595.844.563 )
174.468.256
(127.833.157)
(14.311.806)
14.311.806
2.391.788.684
(24.709.365.914)
Finance income
Finance charges
Laba sebelum
beban pajak penghasilan
4.726.304.501 20.487.400.424 (16.539.670.732 ) 8.674.034.193 Income before
income tax expense
Beban pajak penghasilan (5.972.617.231) Income tax expense
Laba bersih
Penghasilan komprehensif lain
2.701.416.962
(5.103.482.879)
Net income
Other comprehensive income
Rugi komprehensif (2.402.065.917) Comprehensive loss
Aset segmen 1.331.224.457.198 241.409.045.846 (572.349.608.387) 1.000.283.894.657 Segment assets
Liabilitas segmen 638.711.697.869 11.245.214.190 (330.384.727.139) 319.572.184.920 Segment liabilities

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

39. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan) 39. BUSINESS SEGMENT INFORMATION (Continued)

2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/
(As restated - Notes 4 and 23)
Perdagangan/
Trading
Industri/
Industry
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasian/
Consolidated
Penjualan dari pelanggan eksternal
Penjualan antar segmen
692.700.794.958
559.226.057.117
12.196.726.465
89.402.343.500
-
(648.628.400.617)
704.897.521.423
-
Sales from external customers
Sales inter-segment
Penjualan
Beban pokok penjualan
1.251.926.852.075
883.589.750.859
101.599.069.965
68.699.574.437
(648.628.400.617)
(626.586.938.244)
704.897.521.423
325.702.387.052
Sales
Cost of goods sold
Laba kotor 368.337.101.216 32.899.495.528 (22.041.462.373 ) 379.195.134.371 Gross profit
Beban penjualan, umum dan
administrasi
Pendapatan operasi lainnya
Beban operasi lainnya
(363.388.027.118 )
45.964.374.690
(3.119.633.626 )
(23.273.991.852)
33.102.632.565
(1.324.632.984)
35.523.640.073
(29.994.388.545 )
-
(351.138.378.897)
49.072.618.710
(4.444.266.610)
Selling, general and
administrative expenses
Other operating income
Other operating expenses
Laba operasi 47.793.815.162 41.403.503.257 (16.512.210.845 ) 72.685.107.574 Income from operations
Pendapatan keuangan
Beban keuangan
2.871.160.486
(24.436.348.473 )
405.848.388
(616.640.575)
(92.285.829)
92.285.829
3.184.723.045
(24.960.703.219)
Finance income
Finance charges
Laba sebelum
beban pajak penghasilan
26.228.627.175 41.192.711.070 (16.512.210.845) 50.909.127.400 Income before
income tax expense
Beban pajak penghasilan (11.062.356.547) Income tax expense
Laba bersih
Penghasilan komprehensif lain
39.846.770.853
18.443.533.471
Net income
Other comprehensive income
Laba komprehensif 58.290.304.324 Comprehensive income
Aset segmen 1.312.983.289.280 234.502.376.712 (503.233.228.206) 1.044.252.437.786 Segment assets
Liabilitas segmen 611.784.147.793 13.075.046.248 (259.461.789.680) 365.397.404.361 Segment liabilities

40. PERJANJIAN-PERJANJIAN 40. AGREEMENTS

Perusahaan mengadakan perjanjian-perjanjian penting sebagai berikut:

a. Pada tanggal 1 Februari 1996, Perusahaan mengadakan Perjanjian Bantuan Teknis dan Merek Dagang dengan Pigeon Corporation, Jepang dimana Perusahaan memperoleh hak dan ijin untuk menggunakan merek dagang dan/atau hak cipta untuk memproduksi, merakit dan memasarkan produk bermerek Pigeon di Indonesia. Sebagai imbalan, Perusahaan membayar royalti sebesar 5% dari penjualan lokal.

Royalti yang dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi masing-masing berjumlah Rp18.923.821.158 dan Rp20.538.768.316 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Perjanjian tersebut dapat diperpanjang secara otomatis pada setiap tahunnya.

The Company has the following significant agreements:

a. The Company entered into a Technical Assistance and Trademark Agreement with Pigeon Corporation, Japan on February 1, 1996. The Company is allowed to use the "know-how" in manufacturing, assembling and selling products with "Pigeon" brand. As compensation, the Company shall pay a royalty equivalent to 5% of local sales.

The royalties charged to selling, general and administrative expenses for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp18,923,821,158 and Rp20,538,768,316, respectively. The agreement is automatically extendable every year.

40. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan) 40. AGREEMENTS (Continued)

b. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Perusahaan menunjuk 61 dan 71 distributor yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan mengadakan Perjanjian Keagenan dengan pihakpihak tersebut untuk bertindak sebagai agen penjual dan memasarkan produk-produk Perusahaan di wilayah kerja distributor yang bersangkutan. Perjanjian Keagenan tersebut memiliki jangka waktu selama 1 tahun. Setelah Perjanjian Keagenan berakhir, Perusahaan akan mempertimbangkan kinerja pihak-pihak tersebut dalam memasarkan produk-produk yang disepakati bersama. Apabila kinerja pihak tersebut baik maka Perusahaan dapat memperpanjang Perjanjian Keagenan dengan pihak tersebut atau menghentikannya bila kinerja agen tidak memuaskan.

Pada tanggal 1 November 2008, PT Multielok Cosmetic, Entitas Anak (pemilikan langsung) mengadakan Perjanjian Bantuan Teknis dan Merek Dagang dengan Pigeon Corporation, Jepang dimana PT Multielok Cosmetic diijinkan untuk memanfaatkan "know-how" untuk memproduksi, merakit dan memasarkan produk bermerek Pigeon di Indonesia. Untuk pemasaran di Indonesia dilakukan oleh Perusahaan atau pihak lain yang disetujui oleh Pigeon Corporation.

Pigeon Corporation membebankan jasa bantuan teknis kepada PT Multielok Cosmetic sebesar 2% dari harga pabrik (ex-factory price) atas setiap penjualan lokal produk Pigeon. Jasa bantuan teknis yang dibebankan pada beban penjualan, umum dan administrasi masingmasing berjumlah Rp1.658.719.588 dan Rp1.884.578.508 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

41. INSTRUMEN KEUANGAN 41. FINANCIAL INSTRUMENT

Tabel berikut menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang tercatat pada laporan keuangan:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

b. As of December 31, 2020 and 2019, the Company has appointed 61 and 71 distributors in various areas in Indonesia and entered into Agency Agreement with those distributors for acting as marketing agents and selling the Company's products in their area. The Agency Agreement is valid for 1 year. Upon the expiry of the Agreement, the Company will make evaluations on the distributors' performance and extend the agreement if the distributors show a good performance or appoint another distributor if the existing distributor is not satisfactory.

Entitas Anak The Subsidiaries

PT Multielok Cosmetic, Subsidiaries (direct owned) entered into a Technical Assistance and Trademark Agreement with Pigeon Corporation, Japan on November 1, 2008. PT Multielok Cosmetic is allowed to use the "know-how" in manufacturing, assembling and selling products with "Pigeon" brand. The product distribution in Indonesia is managed by the Company or other parties approved by Pigeon Corporation.

Pigeon Corporation charges a technical assistance fees to PT Multielok Cosmetic equivalent to 2 % of the exfactory price of the local sales of Pigeon products. The technical assistance fees charged to selling, general and administrative expenses for the years ended December 31, 2020 and 2019 amounted to Rp1,658,719,588 and Rp1,884,578,508, respectively.

The following table is a comparison by class of the carrying amounts and fair value of the Company and Subsidiaries financial instrument that are carried in the financial statement:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
Aset Keuangan Financial Assets
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Kas dan setara kas 55.753.044.216 55.753.044.216 Cash and cash equivalents
Piutang usaha - bersih 147.844.616.828 147.844.616.828 Trade receivables - net
Piutang lain-lain 16.355.456.803 16.355.456.803 Other receivables
Nilai wajar diukur melalui Fair value through
pendapatan komprehensif lain other comprehensive income
Investasi saham 1.224.000.000 1.224.000.000 Investment of shares
Jumlah aset keuangan 221.177.117.847 221.177.117.847 Total financial assets

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

41. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan) 41. FINANCIAL INSTRUMENT (Continued)

31 Desember 2020/ December 31, 2020

Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Utang bank jangka pendek 195.529.248.968 195.529.248.968 Short-term bank loans
Utang usaha 39.045.389.956 39.045.389.956 Trade payables
Beban masih harus dibayar 3.022.368.444 3.022.368.444 Accrued expenses
Utang lain-lain 7.752.306.852 7.752.306.852 Other payables
Utang bank jangka panjang 35.531.035.702 35.531.035.702 Long-term bank loans
Utang pembiayaan konsumen 2.469.218.515 2.469.218.515 Consumer financing obligation
Liabilitas sewa 3.698.929.661 3.698.929.661 Lease liabilities
Jumlah liabilitas keuangan 287.048.498.098 287.048.498.098 Total financial liabilities

31 Desember 2019/ (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ December 31, 2019 (As restated - Notes 4 and 23)

Nilai tercatat/
Carrying value
Nilai wajar/
Fair value
Aset Keuangan Financial Assets
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Kas dan setara kas 33.624.765.109 33.624.765.109 Cash and cash equivalents
Deposito berjangka 8.700.000.000 8.700.000.000 Time deposits
Piutang usaha - bersih 174.658.378.786 174.658.378.786 Trade receivables - net
Piutang lain-lain 35.026.677.020 35.026.677.020 Other receivables
Nilai wajar diukur melalui Fair value through
pendapatan komprehensif lain other comprehensive income
Investasi saham 5.136.000.000 5.136.000.000 Investment of shares
Jumlah aset keuangan 257.145.820.915 257.145.820.915 Total financial assets
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Utang bank jangka pendek 213.403.385.110 213.403.385.110 Short-term bank loans
Utang usaha 44.547.675.715 44.547.675.715 Trade payables
Beban masih harus dibayar 2.349.862.129 2.349.862.129 Accrued expenses
Utang lain-lain 12.020.904.237 12.020.904.237 Other payables
Utang bank jangka panjang 43.159.226.441 43.159.226.441 Long-term bank loans
Utang pembiayaan konsumen 1.749.961.777 1.749.961.777 Consumer financing obligation
Jumlah liabilitas keuangan 317.231.015.409 317.231.015.409 Total financial liabilities

Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha - bersih, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban masih harus dibayar dan utang lain-lain kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut berjangka pendek.

Nilai tercatat utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa mendekati nilai wajarnya karena suku bunga efektifnya mendekati suku bunga pasar.

Nilai tercatat utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya karena suku bunga dinilai ulang secara berkala. Management has determined that the carrying amounts of cash and cash equivalents, time deposits, trade receivables - net, other receivables, short-term bank loans, trade payables, accrued expenses and other payables reasonably approximate their fair values because they are mostly short-term maturities.

The fair value of consumer financing obligation and lease liabilities approximates its carrying amounts because the effective interest rate is approximately at market rate.

The fair value of long-term bank loans approximates its carrying amounts because the interest rate is reviewed periodically.

42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 42. FINANCIAL RISK MANAGEMENT

Perusahaan dan Entitas Anak terekspos risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas yang timbul dalam kegiatan usahanya. Manajemen secara berkesinambungan memantau proses manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak untuk memastikan tercapainya keseimbangan yang memadai antara risiko dan pengendalian. Sistem dan kebijakan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan dan Entitas Anak.

i. Risiko mata uang asing i. Foreign currency risk

Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi bisnis sebagian dalam Dolar Amerika Serikat, oleh karena itu terekspos risiko mata uang asing. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki kebijakan khusus untuk lindung nilai mata uang asing. Namun manajemen senantiasa memantau eksposur valuta asing dan mempertimbangkan risiko lindung nilai valuta asing yang signifikan manakala kebutuhan tersebut timbul.

Aset dan liabilitas moneter Perusahaan dan Entitas Anak dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 disajikan pada Catatan 37 pada laporan keuangan konsolidasian.

Tabel berikut menjelaskan sensitivitas Perusahaan dan Entitas Anak atas perubahan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Tingkat sensitivitas di bawah ini merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi atas nilai kurs valuta asing. Analisis sensitivitas hanya mencakup akun-akun moneter dalam mata uang asing. Tabel di bawah juga menggambarkan dampak terhadap laba setelah pajak dan ekuitas Perusahaan dan Entitas Anak ketika mata uang mengalami penguatan dalam besaran persentase tertentu terhadap Rupiah, dimana semua variabel lain dianggap konstan.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

The Company and Subsidiaries are exposed to foreign currency risk, interest rate risk, credit risk and liquidity risk arising in the normal course of business. The management continually monitors the Company and Subsidiaries risk management process to ensure the appropriate balance between risk and control is achieved. Risk management policies and systems are reviewed regularly to reflect changes in market conditions and the Company and Subsidiaries activities.

a. Risiko pasar a. Market Risk

The Company and Subsidiaries do some businesses in United States Dollar, therefore is exposed to foreign exchange risk. The Company and Subsidiaries do not have a foreign currency hedging policy. However management monitors foreign exchange exposure and will consider hedging significant foreign exchange risk should the need arises.

The Company and Subsidiaries monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as of December 31, 2020 and 2019 are disclosed in Note 37 to the consolidated financial statement.

The following table details the Company and Subsidiaries sensitivity to changes in Rupiah against the United States Dollar. The sensitivity rate below represents management's assessment of the reasonably possible change in foreign exchange rates. The sensitivity analysis includes only outstanding foreign currency denominated monetary items. This table also indicates the effect after tax in profit and equity of the Company and Subsidiaries wherein the currency strenghten at a certain percentage against the Rupiah, with all other variables held constant.

United States Dollar
Strenghten
Weaken
United States Dollar
Strenghten
Weaken

ii. Risiko suku bunga ii. Interest rate risk

Risiko suku bunga adalah risiko dimana arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur atas risiko ini terutama terkait dengan utang bank (lihat Catatan 17 dan 21) yang seluruhnya dikenai suku bunga mengambang dimana perubahan suku bunga pasar akan berdampak secara langsung terhadap arus kas kontraktual Perusahaan dan Entitas Anak di masa datang. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, masing-masing saldo utang bank Perusahaan dan Entitas Anak mencerminkan sekitar 72,30% dan 71,15% dari jumlah liabilitas.

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, jika suku bunga pinjaman jangka panjang dan jangka pendek meningkat/menurun sebesar 0,208 dan 0,283 basis poin dengan semua variabel lainnya konstan, maka laba setelah beban pajak menurun/meningkat masingmasing sebesar Rp54.431.659 dan Rp74.360.701. Kenaikan/penurunan suku bunga dalam rangka analisis sensitivitas dihitung berdasarkan perubahan rata-rata suku bunga kontrak selama jangka waktu pinjaman bank.

b. Risiko kredit b. Credit Risk

Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi kewajiban atas suatu instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Tujuan Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan seraya meminimalkan kerugian yang timbul atas eksposur peningkatan risiko kredit. Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi penjualan hanya dengan pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya. Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak mengatur bahwa seluruh pelanggan yang akan melakukan transaksi penjualan secara kredit harus melalui proses verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan untuk memastikan bahwa eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko kredit macet tidak signifikan.

Eksposur maksimum untuk risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari setiap jenis aset keuangan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki jaminan secara khusus atas aset keuangan tersebut.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 42. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)

Interest rate risk is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. This risk exposure mainly arise form bank loans (see Notes 17 and 21) which bear floating interest rates. Any changes in market interest rates would directly influence the future contractual cash flows of the Company and Subsidiaries. As of December 31, 2020 and 2019, the outstanding balances of the Company and Subsidiaries bank loans represent 72.30% and 71.15% of total liabilities, respectively.

As of December 31, 2020 and 2019, if interest rates on long-term and short-term loans increased/ decreased by 0.208 and 0.283 basis points with all other variables held constatant, post-tax profit for the year would have been decreased/increased by Rp54,431,659 and Rp74,360,701, respectively. Increase/ decrease in interest rates in the context of sensitivity analysis was calculated based on the changes in average contractual interest rates during the terms of bank loans.

Credit risk is the risk that counterparty will not meet its obligations under a financial instrument or customer contract, leading to a financial loss. The Company and Subsidiaries objective is to seek continual revenue growth while minimizing losses incurred due to increased credit risk exposure. The Company and Subsidiaries trade only with recognised and creditworthy third parties. It is the Company and Subsidiaries policy that all customers who wish to trade on credit terms are subject to credit verification procedures. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis with the objective that the Company and Subsidiaries exposure to bad debts is not significant.

The maximum exposure to credit risk is represented by the carrying amount of each class of financial assets in the consolidated statement of financial position. The Company and Subsidiaries do not hold any collateral as security.

42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 42. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)

Pada 31 Desember 2020 dan 2019, kualitas kredit setiap kelas dari aset keuangan berdasarkan penilaian Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut :

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

As of December 31, 2020 and 2019, the credit quality per class of financial assets based on the Company and Subsidiaries rating is as follows:

31 Desember 2020/
December 31, 2020
Tidak jatuh
tempo atau
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
Jatuh tempo
tapi tidak
dihapuskan/
Past due but
not impaired
Penghapusan/
Impaired
Pencadangan/
Allowance
Jumlah/
Total
Kas dan Cash and
setara kas 55.753.044.216 - - - 55.753.044.216 cash equivalents
Investasi saham 1.224.000.000 - - - 1.224.000.000 Investment of shares
Piutang usaha 76.624.265.121 73.703.049.278 (2.482.697.571 ) 147.844.616.828 Trade receivables
Piutang lain-lain 16.355.456.803 - - - 16.355.456.803 Other receivables
Jumlah 149.956.766.140 73.703.049.278 - (2.482.697.571 ) 221.177.117.847 Total

Tidak jatuh
tempo atau
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
Jatuh tempo
tapi tidak
dihapuskan/
Past due but
not impaired
Penghapusan/
Impaired
Pencadangan/
Allowance
Jumlah/
Total
Kas dan
setara kas
33.624.765.109 - - - 33.624.765.109 Cash and
cash equivalents
Deposito
berjangka 8.700.000.000 - - - 8.700.000.000 Time deposits
Investasi saham 5.136.000.000 - - - 5.136.000.000 Investment of shares
Piutang usaha 78.052.064.901 99.018.292.553 - (2.411.978.668 ) 174.658.378.786 Trade receivables
Piutang lain-lain 35.026.677.020 - - - 35.026.677.020 Other receivables
Jumlah 160.539.507.030 99.018.292.553 - (2.411.978.668 ) 257.145.820.915 Total

Piutang usaha dan lain-lain yang belum jatuh tempo atau dihapuskan berasal dari debitor yang melakukan pembayaran tepat waktu. Bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang resmi dan memiliki reputasi baik.

c. Risiko likuiditas c. Liquidity Risk

Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perusahaan dan Entitas Anak akan kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangannya akibat kekurangan dana. Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak atas risiko likuiditas pada umumnya timbul dari ketidaksesuaian profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan.

Trade and other receivables that are neither past due nor impaired are with creditworthy debtors with good payment record with the Company and Subsidiaries. Banks are placed with reputable financial institutions.

Liquidity risk is the risk that the Company and Subsidary will encounter difficulty in meeting financial obligations due to shortage of funds. The Company and Subsidary's exposure to liquidity risk arises primarily from mismatches of the maturities of financial assets and liabilities.

42. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 42. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo dari liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

The following table summarizes the maturity profile of the Company and Subsidary's financial liabilities based on contractual undiscounted payments as of December 31, 2020 and 2019.

31 Desember 2020/
December 31, 2020
< 1 Tahun/
< 1 Year
1 - 2 Tahun/
1 - 2 Years
> 2 Tahun/
> 2 Years
Bunga/
Interest
Jumlah/
Total
Utang bank
jangka Short-term
pendek 195.529.248.968 - - - 195.529.248.968 bank loans
Utang usaha 39.045.389.956 - - - 39.045.389.956 Trade payables
Beban masih
harus
Accrued
dibayar 3.022.368.444 - - - 3.022.368.444 expenses
Utang lain-lain 7.752.306.852 - 7.752.306.852 Other payables
Utang bank
jangka
Long-term
panjang 7.414.857.174 7.633.158.834 20.483.019.694 - 35.531.035.702 bank loans
Utang
pembiayaan
konsumen
jangka
Long-term
consumer
financing
panjang 1.145.744.967 843.116.200 787.130.400 (306.773.052 ) 2.469.218.515 obligation
Liabilitas sewa 2.441.081.610 1.257.848.051 - - 3.698.929.661 Lease liabilities
Jumlah 256.350.997.971 9.734.123.085 21.270.150.094 (306.773.052 ) 287.048.498.098 Total

31 Desember 2019 (Disajikan kembali - Catatan 4 dan 23)/ December 31, 2019 (As restated - Notes 4 and 23)

< 1 Tahun/
< 1 Year
1 - 2 Tahun/
1 - 2 Years
> 2 Tahun/
> 2 Years
Bunga/
Interest
Jumlah/
Total
Utang bank
jangka Short-term
pendek 213.403.385.110 - - - 213.403.385.110 bank loans
Utang usaha 44.547.675.715 - - - 44.547.675.715 Trade payables
Beban masih
harus Accrued
dibayar 2.349.862.129 - - - 2.349.862.129 expenses
Utang lain-lain 12.020.904.237 - - - 12.020.904.237 Other payables
Utang bank
jangka Long-term
panjang 7.628.190.739 7.414.857.174 28.116.178.528 - 43.159.226.441 bank loans
Utang
pembiayaan Long-term
konsumen consumer
jangka financing
panjang 1.233.847.068 471.061.767 185.276.300 (140.223.358 ) 1.749.961.777 obligation
Jumlah 281.183.864.998 7.885.918.941 28.301.454.828 (140.223.358 ) 317.231.015.409 Total

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

PT MULTI INDOCITRA Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of December 31, 2020 And For The Year Ended December 31, 2020 (Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)

43. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 43. SUPPLEMENTAL CASH FLOWS INFORMATION

Non-cash activities for the years ended December 31, 2020 and 2019 are as follows:

2020 2019
(Disajikan kembali -
Catatan 4 dan 23)/
(As restated -
Notes 4 and 23)
Penambahan aset tetap
melalui utang
pembiayaan konsumen
3.275.000.000 769.500.000 Acquisition of fixed assets through
consumer financing obligation

Peristiwa setelah tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

  • Berdasarkan akta notaris R.M Indiarto Budioso, SH No. 1 tanggal 24 Februari 2021, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0013905.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 25 Februari 2021, Perusahaan mendirikan PT Multitrans Nusantara Logistik dengan nilai investasi sejumlah Rp299.970.000 dengan persentase kepemilikan sebesar 99,99%.

- Ketidakpastian Makroekonomi - Macroeconomic Uncertainty

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, telah terjadi penyebaran virus Covid-19 ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia yang menyebabkan ketidakpastian makro ekonomi sehubungan dengan volatilitas nilai tukar mata uang asing, harga dan permintaan. Perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar, jumlah persediaan atau situasi lainnya di luar kendali Perusahaan. Peningkatan jumlah infeksi virus Covid-19 yang signifikan atau penyebaran yang berkepanjangan dapat mempengaruhi Indonesia dan operasi Perusahaan. Manajemen akan terus memantau hal ini dan mengatasi risiko dan ketidakpastian terkait hal ini di masa mendatang.

Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah diselesaikan pada tanggal 25 Maret 2021.

44. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN 44. SUBSEQUENT EVENTS AFTER REPORTING DATE

Subsequent events after reporting date are as follows:

  • Based on notarial deed of R.M Indiarto Budioso, SH No. 1 dated February 24, 2021, which has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia in its Letter No. AHU-0013905.AH.01.01.Tahun 2021 dated February 25, 2021, the Company established PT Multitrans Nusantara Logistik with initial investment of Rp299,970,000 with percentage of ownership of 99.99%.

As of the date of completion of this financial statements, the Covid-19 virus has spread all over the world including Indonesia, that caused uncertainty in macroeconomic related to volatility in foreign exchange rates, prices and demand. Future developments may change due to market changes, inventory levels or other situations outside the control of the Company. A significant rise in the number of Covid-19 virus infections or prolongation of the outbreak may affect Indonesia and the Company's operation. Management will continue to monitor and overcome the risks and uncertainties regard with this matter in the future.

45. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN 45. APPROVAL OF FINANCIAL STATEMENTS

The consolidated financial statements have been approved by the Company's board of Directors and authorized for issued on March 25, 2021.